Definisi Hipospadia adalah suatu kelainan bawaan dimana meatus uretra eksterna berada di bagian permukaan ventral penis

dan lebih ke proksimal dari tempatnya yang normal (ujung glanss penis).1

Epidemiologi Hipospadia terjadi kurang lebih pada 1 dari 250 kelahiran bayi laki-laki di Amerika Serikat. Pada beberapa negara insidensi hipospadia semakin meningkat. Laporan saat ini, terdapat peningkatan kejadian hipospadia pada bayi laki-laki yang lahir premature, kecil untuk usia kehamilan, dan bayi dengan berat badan rendah. Hipospadia lebih sering terjadi pada kulit hitam daripada kulit putih, dan pada keturunan Yahudi dan Italia.1,2 Etiologi Pembesaran tuberkulum kelamin dan perkembangan selanjutnya dari penis dan uretra tergantung pada tingkat testosteron selama embriogenesis. Jika testis gagal untuk menghasilkan jumlah yang cukup dari testosteron atau jika sel-sel struktur genital kekurangan reseptor androgen yang memadai yaitu enzim konversi androgen-5 alphareductase dapat menyebabkan hipospadia. Genetik dan faktor nongenetik terlibat dalam penyebab hipospadia dimana angka kejadian keluarga dari hipospadia ditemukan pada sekitar 28% pasien.5,6 Mekanisme genetik yang tepat mungkin rumit dan variabel. Penelitian lain adalah turunan autosomal resesif dengan manifestasi tidak lengkap. Kelainan kromosom ditemukan secara sporadis pada pasien dengan hipospadia. Faktor nongenetik utama yang terkait dengan hipospadia adalah pemberian hormon seks. Peningkatan insiden hipospadia ditemukan di antara bayi yang lahir dari ibu dengan terapi estrogen selama kehamilan. Prematuritas juga lebih sering dikaitkan dengan hipospadia.2

Embriologi Pada embrio berumur 2 minggu, baru terdapat dua lapisan ektoderm dan entoderm. Baru kemudian terbentuk lekukan di tengah-tengah yaitu mesoderm yang kemudian bermigrasi ke perifer, yang memisahkan ektoderm dan entoderm.6 Di bagian kaudal ektoderm dan entoderm tetap bersatu membentuk membrana kloaka. Pada permulaan minggu ke 6, terbentuk tonjolan antara umbilical cord dan tail yang disebut genital tuberkel. Dibawahnya pada garis tengah terbentuk lekukan dimana bagian lateralnya ada dua lipatan memanjang yang disebut genital fold. Selama minggu ke 7, genital tuberkel akan memanjang dan membentuk glans. Ini adalah bentuk primordial dari penis bila embrio adalah laki-laki. Bila wanita akan menjadi klitoris.6

Bila agenesis dari mesoderm, maka genital tuberkel tak terbentuk, sehingga penis juga tidak terbentuk. Bagian anterior dari membran kloaka, yaitu membrana urogenitalia akan ruptur dan membentuk sinus. Sementara itu, sepasang lipatan yang disebut genital fold akan membentuk sisi dari sinus urogenitalia.6 Bila genital fold gagal bersatu diatas sinus urogenitalia maka akan timbul hipospadia. Selama periode ini juga, akan terbentuk genital swelling di bagian lateral kanan dan kiri. Hipospadia yang terberat yaitu jenis penoskrotal skrotal dan perineal, terjadi karena kegagalan fold dan genital swelling untuk bersatu di tengah – tengah.6 Anatomi Penis Anatomi normal penis terdiri dari sepasang korpora kavernosa yang dibungkus oleh tunika albugenia yang tebal dan fibrous dengan septum dibagian tengahnya. Uretra melintasi penis di dalam korpus spongiosum yang terletak dalam posisi ventral pada alur diantara kedua korpora kavernosa. Uretra muncul pada ujung distal dari glan penis yang berbentuk konus. Fascia spermatika atau tunika dartos adalah suatu lapisan longgar penis yang terletak pada fascia tersebut. Dibawah tunika dartos terdapat fascia Bucks yang mengelilingi korpora kavernosa dan kemudian memisah untuk menutupi korpus spongiosum secara terpisah. Berkas neurovaskuler dorsal terletak dalam fascia Bucks diantara kedua kavernosa.4,5,6

Klasifikasi Barcat(1973) berdasarkan letak ostium uretra eksterna maka hipospadia dibagi 5 tipe, yaitu :6

Anterior (60-70%) Hipospadia tipe glans Hipospadia tipe coronal

Midle (10-15%) Hipospadia tipe penil

-

Posterior (20%) Hipospadia tipe penoscrotal Hipospadia tipe perineal

-

Semakin ke proksimal letak meatus, semakin berat kelainan yang diderita dan semakin rendah frekuensinya.4 Pada kasus ini, 90% terletak di distal, dimana meatus terletak di ujung batang penis atau pada glans penis. Sisanya yang 10% terletak lebih proksimal yaitu ditengah batang penis, skrotum, atau perineum. Kebanyakan komplikasinya kecil, fistula, skin tag, divertikulum, stenosis meatal atau aliran kencang yang menyebar. Komplikasi ini dapat dikoreksi dengan mudah melalui prosedur minor.2,4

Persiapan Operasi Evaluasi preoperatif yang diperlukan termasuk ultrasonografi (untuk meyakinkan sistem urinari atas normal) dan standar prosedur pemeriksaan darah dan urin lengkap. Sebelum dilakukan operasi pasien diberikan antibiotik profilaksis. Sebelum dioperasi dilakukan uretroskopi untuk memastikan tidak ada anomali urinary tract seperti veromontanum, valve uretra atau striktur uretra. Jahitan traksi diletakkan di dorsal glans sehingga tekanan yang konstan ditempatkan pada penis sehingga mengurangi perdarahan.2,6

bila dilakukan dalam waktu berbeda disebut dua tahap. meninggalkan normal vaskularisasi dari kulit skrotum pada permukaan ventral penis untuk menutup neurouretra.6 Ujung dari flap ini biasanya berlebih dan harus dipotong. Sehingga dua hal pokok dalam repair hipospadia yaitu :6 1.Penatalaksanaan Cangkok kulit pertama pada uretroplasti ditemukan oleh Nove-Joserand.6 . Itu kemudian dipopulerkan oleh McIndoe.2 Oleh karena itu setelah cordae dirilis dan meluruskan penis. Meskipun JP Mettauer dari Virginia melaporkan perbaikan pertama yang berhasil hipospadia dan pembebasan dari jaringan menyebabkan chordae. dibuat uretra dari “flip – flop” kulit. Hal yang harus diperhatikan dalam operasi hipospadia yaitu usia.2 Suatu teknik untuk perbaikan hipospadia diperkenalkan oleh Cecil selama pertengahan tahun 1940. Teknik ini memiliki banyak komplikasi dan tidak digunakan untuk kasus-kasus rutin. besarnya penis dan ada tidaknya cordae.6 Beberapa jahitan ditempatkan dibalik v flap granular dipasangkan pada irisan permukaan dorsal uretra untuk membuka meatus aslinya. sayatan kemudian dibuat di skrotum. tipe hipospadia. Permukaan ventral penis ditutup dengan suatu prepusium. membuat osteum uretra eksterna diujung glans penis sehingga pancaran urin dan semen bisa lurus ke depan Apabila chordectomi dan urethroplasty dilakukan dalam satu waktu operasi yang sama disebut satu tahap. merusak kulit flaps lateral dan menutupi salurannya. yang merekomendasikan stent yang dibiarkan di tempat selama 6 sampai 12 bulan untuk mengatasi kecenderungan untuk kontraktur. Teknik ini terdiri dalam penggunaan splitthickness graft untuk mengisi saluran di penis untuk membangun uretra.2 Thiersche dan Duplay memberikan hasil yang memuaskan untuk perbaikan hipospadia pertama yang berhasil yang diikuti oleh orang lain.6 Tujuan repair hipospadia yaitu untuk memperbaiki kelainan anatomi baik bentuk penis yang bengkok karena pengaruh adanya chordae maupun letak osteum uretra eksterna. Di sini sebaiknya mempergunakan satu flap untuk membentuk permukaan dibagian belakang garis tengah.6 Pada tahap ketiga skrotum dibebaskan dari penis. Chordectomi. dan sudah ditinggalkan. tapi meatus masih pada tempat yang abnormal.2 Kekurangan dari operasi ini adalah tidak adekuat memperpanjang uretra ke ujung dari glans penis. kulit penis ditutup. Pada tahap kedua dilakukan uretroplasti yang dikerjakan 6 bulan setelah tahap pertama. melepaskan chordae sehingga penis bisa lurus kedepan saat ereksi. Penis ditinggalkan di posisi ini selama 6 sampai 8 minggu selama uretra yang baru terbentuk dijahit. pada tahap kedua (6 bulan kemudian) uretra itu dibuat dari kulit saluran ventral penis dengan membuat sayatan memanjang paralel. 2.5 tahun – 2 tahun bila ukuran penis sesuai untuk usianya.2. Urethroplasty. Sayap lateral dari jaringan glans ini dibawah kearah ventral dan didekatkan pada garis tengah. Multiple stenosis berganda dan striktur dapat terjadi dengan teknik ini. yang mana akan melengkapi bagian atas dan bagian sisi uretra yang baru.4 Tahap pertama ini dilakukan pada usia 1.6 Teknik Hipospadia bagian Distal Reparasi hipospadia jenis ini dilakukan jika v – flap dari jadingan glans mencapai uretra normal setelah koreksi cordae.2 Ia tidak memiliki penggunaan kateter untuk diversi urin dan tekniknya tidak diikuti oleh orang lain.2 Dimana teknik ini membutuhkan stenting selama berbulan-bulan karena kontraktur melekat pada graft split-thickness.2. Thiersche dan Duplay melakukan perbaikan dua tahap di mana mereka pertama reseksi jaringan yang menyebabkan chordae dan meluruskan penis. Flap ini akan membentuk sisi ventral dan lateral uretra dan dijahit pada flap yang berbentuk v pada jaringan glans. yang dianggap sebagai fakta bahwa kulit penis yang cukup sulit untuk didapatkan dalam kasus-kasus. dan penis itu dijahit ke dasar skrotum. dan bulan kemudian urethra dibangun dengan membuat insisi longitudinal bawah permukaan ventral saluran penis ke uretra. Penutupan luka operasi dilakukan dengan menggunakan prepusium bagian dorsal dari kulit penis. penjahitan kulit skrotum untuk tutupi penis lateral.6 Pada semua teknik operasi tersebut tahap pertama adalah dilakukannya eksisi chordae. Setelah eksisi cordae maka penis akan menjadi lurus.

6 Segmen kulit yang sesuai diambil dari ujung distal prepusium. Graft selanjutnya dijahit dengan permukaan kasar menghadap keluar. dan stenosis meatus. Selanjutnya uretra normal dikalibrasi untuk menentukan ukurannya (biasanya 12 french anak umur 2 tahun).5.6 Komplikasi Komplikasi yang timbul paska repair hipospadia sangat dipengaruhi oleh banyak faktor antara lain faktor usia pasien. sedangkan kegunaannya untuk terus diversi lebih lama dari dua minggu. Sedang untuk penyempitan yang panjang uretra harus dibuka disepanjang daerah penyempitan dan ketebalan penug dari graft kulit yang dipakaiuntuk menyusun kembali ukuran uretra. Setelah melepaskan cordae. operasi sekunder diperlukan. satu saluran dibentuk diatas tunika albuginea sampai pada glans. pasien diberikan kompres dingin pada area operasi untuk dua hari pertama. penyempitan uretral.6 Rasio dimensi dari Z terhadap dimensi glanss adalah 1 : 3. tahapan operasi. Metode ini digunakan untuk mengurangi edema dan nyeri dan menjaga bekas luka operasi tetap bersih. maka suatu graft kulit dapat dipakai untuk memperpanjang uretra. Pada pasien dengan repair “flip – flop” diversi urinari dilakukan dengan menggunakan kateter paling kecil dan steril yang melewati uretra sampai ke kandung kemih. divertikulum.6 Perawatan Pasca Operasi Setelah operasi. ketelitian teknik operasi.6 Permukaan bagian dalam prepusium dipersiapkan untuk perpanjangan uretra. Sayap lateral dari jaringan granular selanjutnya dimobilisasi kearah distal untuk menutup saluran uretra dan untuk membentuk glans kembali diatas uretra yang baru yang akan bertemu pada ujung glans. Suatu kateter dapat dipakai untuk mendukung skin graft. diatas kateter pipa atau tube ini dibuat dimana pada ujung proksimalnya harus sesuai dengan celah meatus uretra yang lama dan flap granular dengan jahitan tak terputus benang kromic gut 6 – 0. sebuah flap dua sisi dipakai untuk membentuk uretra baru dan untuk menutup permukaan ventral penis.6 Untuk itu kateter harus dipakai selama 2 minggu setelah fistulanya sembuh. stenosis uretra Divertikel uretra Komplikasi paling sering dari reparasi hipospadia adalah fistula. Bagian distal dari uretra dipotong pada bagian anterior dan posterior dengan arah vertikal kedua flap Trianggular dimasukkan ke dalam fisura dan dijahit dengan menggunakan benang 6 – 0 poli glatin.6 Meatus uretra eksternus dibawa mwnuju glans melalui saluran ini. Urethrotomy internal akan memadai untuk penyempitan yang pendek.2.6 Penyebab paling sering dari fistula adalah nekrosis dari flap yang disebabkan oleh terkumpulnya darah dibawah flap.6 Penyempitan uretra adalah suatu masalah.4 Macam komplikasi yang terjadi.5.3. dengan harapan tepi-tepinya akan menyatu kembali. yaitu :      Perdarahan Infeksi Fistel urethrokutan Striktur uretra. Untuk mentransposisikan uretra baru. maka dilatasi uretra akan efektif. Setelah kedua flap dimasukkan dan dijahit selanjutnya anastomosis uretra pada glans bisa diselesaikan. Pasien dengan kateter suprapubic dilepas pada hari ke lima post operatif dan di evaluasi ada tidaknya fistula. Fistula itu dapat dibiarkan sembuh spontan dengan reparasi sekunder 6 bulan sesudahnya. serta perawatan pasca repair hipospadia.6 .6 Teknik Hipospadia bagian Proksimal Bila flap granular tidak bisa mencapai uretra yang ada. tipe hipospadia. Pada penyempitan yang hebat.2. Bila penyempitan ini padat.Desain granular flap berbentuk Z dapat dilakukan untuk memperoleh meatus yang baik secara kosmetik dan fungsional pemotongan berbentuk 2 dilaksanakan pada ujung glans dalam posisi tengah keatas.5. dua flap ini ditempatkan secara horisontal pada posisi yang berlawanan.

Etiopatogenesis Hipospadia terjadi karena gangguan perkembangan uretra anterior yang tidak sempurna sehingga uretra dapat terletak di sepanjang batang penis sampai perineum. 2. Derajat III : OUE terletak pada permukaan ventral skrotum atau perineum. Androgen dihasilkan oleh testis dan plasenta. Akibat defisiensi androgen dan testosteron terjadi penurunan produksi dehidrotestosteron ( DHT ) yang dipengaruhi oleh enzim 5α reductase. berdasarkan data dari Biro Pusat Statistik tahun 2000. Hipospadia tipe coronal 60-70% kasus 3. Hipospadia tipe penoskrotal letak posterior 5. DHT dibutuhkan dalam jumlah cukup untuk pembentukan genitalia eksterna sehingga defisiensi DHT akan menyebabkan kegagalan pembentukan bumbung uretra sehingga menimbulkan hipospadia. Ada tidaknya cordea Prinsip repair hipospadia : . • Prevalensi juga dipengaruhi oleh faktor ras dan geografis dimana ras kaukasoid lebih tinggi dari pada orang afrika. Biasanya derajat II/III diikuti oleh melengkungnya penis ke ventral karena terdapat cordae akibat terlalu pendeknya kulit pada permukaan ventral penis sehingga akan mengganggu aliran normal urin dan fungsi reproduksi.wordpress. Hipospadia tipe perineal 20% kasus MCDP ( Metropolitan Congenital Defectus Program ) membagi hiposapdia atas 3 derajat : 1. Hipospadia terjadi karena kekurangna androgen (testosteron ) atau kelebihan estrogen pada proses maskulinisasi masa embrio. rasio hipospadia ± 1:300-350. Derajat I : OUE terletak pada permukaan ventral glans penis dan atau korona galns. Penatalaksanaan Ada 4 hal yang harus dipertimbangkan dalam merencanakan repair hipospadia yaitu : 1. Derajat II : OUE terletak pada permukaan ventral corpus penis 3. Berdasarkan letak OUE ( orifisium uretra ekasterna ) maka di temukan : 1.http://gdwgdw. Hipospadia tipe glans letak anterior 2. defisiensi androgen dapat disebabkan oleh involusi selsel interstisial pada testis yang sedang tumbuh.com/2011/05/05/hipospadia/ HIPOSPADIA Suatu kelainan bawaan dimana meatus uretra eksterni terletak di permukaan ventral penis dan lebih ke proksimal dari tempatnya yang normal pada ujung glands penis. Besarnya penis sukar tekniknya 4. Tipe hipospadia semakin kecil penis dan semakin ke proksimal letak OUE semkain 3. Semakin proksimal letak meatus uretra eksterna semakin besar kemungkinan ventral penis memendek dan melengkung karena adanya cordea ( jaringan ikat ). Hipospadia tipe penil letak midle ( 10-15 % ) 4. Epidemiologi : • Di US rata-rata hipospadia 1:350 kelahiran bayi laki-laki • Di Kolumbia 1:225 kelahiran bayi laki-laki • Di Indonesia. Usia ( usia ideal untuk repair hipospadia adalah usia 6 bulan sampai usai prasekolah memprtimbangkan faktor psikologis anak terhadap tindakan operasi dan kelainannya itu sendiri ) 2.

Biasanya dilakukan sebagai tahap dua setelah chordectomi. Untuk mengetahui kelainan hipasdia diperlukan pemahaman untuk mengetahui keadaan anatomi normal genitalia dan penis. Waktunya saat anak uisa 2-4 tahun. Glans penis adalah struktur yang terbentuk seperti kerucut pada ujung penis dan mengandung jaringan sensori dan jaringan erektil. 2. Pada tahap ini neouretra biasanya dibuta dari kulit preputium penis atau skrotum karena kulit preputium merupakan bahan terbaik untuk uretroplasty sehingga pada hipospadia sirkumsisinya dilakukan sambil melakukan rekontruksi uretranya. Uretra . http://imilirsalimran. Genetalia dan Penis Normal  Genetalia ekstrena pria terdiri dari penis dan skrotum. Uretroplasty untuk membuat OUE di ujung glans penis sehingga pancaran urine dan semen bisa liris kedepan. Chordectomi untuk meluruskan penis kedepan. Korona adalah area seperti mahkota dimana glans menonjol dari korpus penis. biasanya dilakukan pada usia bayi.html Membedakan Penis Normal atau Hipospadia dan Penanganannya Hipospadia adalah suatu kelainan bawaan dimana meatus uretra eksterna berada di bagian permukaan ventral penis dan lebih ke proksimal dari tempatnya yang normal (ujung glanss penis). Kulit ini dipotong pada saat sirkumsisi. Penis terdiri dari glans dan korpus. Kelainan kongenital ini menunjukkan kelainan letak meatus uretra terletak di bagian bawah dekat pangkal penis.com/2011/04/hipospadia.1.blogspot. Korpus penis dibentuk terutama oleh jaringan erektil.

dan bagian vas deferens merupakan organ-organ seks internal pria. terletak bebas diluar tubuh. diperbolehkan perawatan bedah dengan perbaikan satu tahap dalam tahun pertama kehidupan secara rawat jalan. Uretra anterior dibagi menjadi meatus uretra pendulare uretra dan bulbus uretra. Saluran ini dimulai dari meatus uretra. Uretra melintasi penis di dalam korpus spongiosum yang terletak dalam posisi ventral pada alur diantara kedua korpora kavernosa. Uretra yang dkelilingi kelenjar prostate dinamakan prostatika. dan kemudian ke dalam vas deferens sebelum melewati uretra. Skrotum mempunyai dua kompartemen. Uretra anterior ini berupa tabung yang lurus. sehingga trauma pada simpisis pubis dapat mencederai uretra membransea Hipospadia Laporan medis awal menggambarkan hipospadia sudah dikenal sejak abad kedua Masehi dan Galen adalah orang pertama menggunakan istilah itu. teknik yang paling dasar digambarkan lebih dari satu abad yang lalu. Selama milenium pertama. . Bagian selanjutnya adalah uretra membransea yang memiliki panjang terpendek dari semua bagian uretra. Sejak saat itu. kemajuan pengetahuan ilmu kedokteran modern khususnya tehnik bedah. panjang testis ini tetap tidak berubah secara nyata sampai masa pubertas. Fungsi utama dari testis adalah menghasilkan sperma dan hormone. Testis berbentuk seperti telur dan seperti karet. dengan meatus uretra yang terletak ditengah ujung glans       Penis Anatomi normal penis terdiri dari sepasang korpora kavernosa yang dibungkus oleh tunika albugenia yang tebal dan fibrous dengan septum dibagian tengahnya. yang telah berkontribusi dalam pengembangan perbaikan hipospadia modern. dengan panjang yang bervariasi. Uretra bagian posterior Uretra posterior memiliki panjang 3-6 cm (1-2 inchi). setiap kompartemen berisi testis. Uretra muncul pada ujung distal dari glan penis yang berbentuk konus.terletak didalam korpus penis. Uretra adalah saluran yang dimulai dari orifisium uretra interna dibagian buli-buli sampai orifisium uretra eksterna glans penis. Uretra posterior dibagi uretra pars prostatika dan uretra pars membranasea. Skrotum merupakan kantung yang longgar dan berkerut yang terletak di dasar penis. sehingga kalau memerlukan operasi atau reparasi relatif mudah. Panjang testis pada bayi adalah1. Meskipun laporan sebagian besar telah dalam 60 tahun terakhir. Uretra bagian anterior Uretra anterior memiliki panjang 18-25 cm (9-10 inchi). yaitu 4-5 cm. pendulans uretra dan bulbus uretra. Sfingter ini bersifat volunter sehingga kita dapat menahan kemih dan berhenti pada waktu berkemih. pengobatan utama untuk hipospadia adalah amputasi penis distal ke meatus.5 cm. Uretra pria dibagi menjadi dua bagian. Uretra membransea terdapat dibawah dan dibelakang simpisis pubis. Dibawah tunika dartos terdapat fascia Bucks yang mengelilingi korpora kavernosa dan kemudian memisah untuk menutupi korpus spongiosum secara terpisah. testis kiri agak lebih rendah dari pada testis kanan. perkembangan peralatan bedah. Lebih dari 300 jenis perbaikan telah dijelaskan dalam literatur medis. Berkas neurovaskuler dorsal terletak dalam fascia Bucks diantara kedua kavernosa. Tehnik anestesi modern. sukar untuk dilatasi dan pada bagian ini terdapat otot yang membentuk sfingter. yaitu bagian anterior dan bagian posterior. dan penemuan antibiotik telah meningkatkan hasil klinis dan telah banyak kasus. Kemudian testis membesar secara bertahap panjang testis orang dewasa. Selama ejakulasi sperma mengalir ke dalam epididimis. epididimis. Fascia spermatika atau tunika dartos adalah suatu lapisan longgar penis yang terletak pada fascia tersebut.

sedangkan di bagian kaudalnya tetap bersatu membentuk membrane kloaka. . Semakin proksimal muara meatus maka semakin besar kemungkinan ventral penis memendek dan melengkung karena adanya chordee. Sebuah komponen genetik mungkin ada dalam keluarga tertentu. dan pada keturunan Yahudi dan Italia. Mekanisme genetik yang tepat mungkin rumit dan variabel. Di beberapa negara. bila wanita akan menjadi klitoris. Selama minggu ke-7. Faktor nongenetik utama yang terkait dengan hipospadia adalah pemberian hormon seks. peningkatan hipospadia berat juga telah dicatat. dan bayi dengan berat badan rendah. sehingga penis juga tak terbentuk. Bagian anterior dari membrane kloaka. kecil untuk usia kehamilan. Defleksi abnormal ejakulasi dapat mencegah inseminasi efektif. terdapat peningkatan kejadian hipospadia pada bayi laki-laki yang lahir prematur. yang mungkin memerlukan buang air kecil dalam posisi duduk. Di beberapa negara. peningkatan pelaporan nilai kecil dari hipospadia.26 per 1000 kelahiran hidup di Meksiko dan Skandinavia dan 2. tingkat hipospadia dua kali lipat 1970-1993. kejadian hipospadia dapat naik tetapi tampaknya agak konstan yaitu sekitar 0. semakin besar kemungkinan aliran kemih adalah untuk dibelokkan ke bawah.Hipospadia terjadi pada sekitar 1 dari setiap 250 kelahiran laki-laki. Setiap unsur chordee bisa memperburuk kelainan ini. Pada permulaan minggu ke-6. Jika testis gagal untuk menghasilkan jumlah yang cukup dari testosteron atau jika sel-sel struktur genital kekurangan reseptor androgen yang memadai yaitu enzim konversi androgen-5 alphareductase dapat menyebabkan hipospadia. terbentuk tonjolan antara umbilical cord dan tail yang disebut genital tubercle. kejadian hipospadia dapat naik. Meskipun bentuk yang paling kecil dari hipospadia secara fisiologis tidak signifikan. Baru kemudian terbentuk lekukan di tengah-tengah yaitu mesoderm. Prematuritas juga lebih sering dikaitkan dengan hipospadia.11 per 1000 kelahiran hidup di Hongaria. mereka juga mungkin merit memperbaiki berdasarkan potensi stres psikologis memiliki anomali kelamin. Hipospadia lebih sering terjadi pada kulit hitam daripada kulit putih. Bila terjadi agenesis dari mesoderm. Perawatan untuk hipospadia adalah dengan koreksi bedah. Ini adalah bentuk primordial dari penis bila embrio adalah laki-laki. dan chordee signifikan dapat mencegah penyisipan vagina penis atau dapat dikaitkan dengan ereksi inheren menyakitkan. Posisi yang lebih proksimal ektopik dari meatus uretra. Ada banyak faktor penyebab hipospadia dan banyak teori yang menyatakan tentang penyebab hipospadia antara lain :    Pembesaran tuberkulum kelamin dan perkembangan selanjutnya dari penis dan uretra tergantung pada tingkat testosteron selama embriogenesis. Penelitian lain adalah turunan autosomal resesif dengan manifestasi tidak lengkap. maka genital tubercle tak terbentuk. Dibawahnya pada garis tengah terbentuk lekukan dimana di bagian lateralnya ada 2 lipatan memanjang yang disebut genital fold. dalam kenyataannya. Namun. laporan terbaru mengaitkan tingkat peningkatan hipospadia pada anak laki lahir prematur dan kecil untuk usia kehamilan dan anak laki-laki dengan berat lahir rendah. Kelainan kromosom ditemukan secara sporadis pada pasien dengan hipospadia. dan lebih umum pada mereka dari keturunan Yahudi dan Italia. Meningkatkan sensitivitas sistem surveilans saja tidak dapat menjelaskan hal ini peningkatan dua kali lipat. tingkat keluarga dari hipospadia adalah sekitar 7% Penyebab Hipospadia terjadi karena gangguan perkembangan uretra anterior yang tidak sempurna sehingga uretra terletak dimana saja sepanjang batang penis sampai perenium. Laporan saat ini. genital tubercle akan memanjang dan membentuk glans. Kesuburan mungkin akan terpengaruh. yaitu membrane urogenitalia akan rupture dan membentuk sinus. Kejadian hipospadia lebih besar dalam putih daripada orang kulit hitam. Meskipun beberapa telah menyarankan bahwa kejadian meningkat. Peningkatan insiden hipospadia ditemukan di antara bayi yang lahir dari ibu dengan terapi estrogen selama kehamilan. Pada beberapa negara insidensi hipospadia semakin meningkat. Hipospadia umumnya diperbaiki untuk alasan fungsional dan kosmetik. Embriologi Hipospadi Pada embrio yang berumur 2 minggu baru terdapat 2 lapisan yaitu eksoderm dan endoderm. Genetik dan faktor nongenetik terlibat dalam penyebab hipospadia dimana angka kejadian keluarga dari hipospadia ditemukan pada sekitar 28% pasien. Di Amerika Serikat.

Sehingga walaupun hormone androgen sendiri telah terbentuk cukup akan tetapi apabila reseptornya tidak ada tetap saja tidak akan memberikan suatu efek yang semestinya. alkiphenol polyethoxsylates dan phtalites. lubang uretra salah posisi di tingkat glanular. 1992). . Selanjutnya.    Sementara itu genital fold akan membentuk sisi-sisi dari sinus urogenitalia. Androgen dihasilkan oleh testis dan placenta karena terjadi defisiensi androgen akan menyebabkan penurunan produksi dehidrotestosterone (DHT) yang dipengaruhi oleh 5 ɑ reduktase. Hormon yang dimaksud di sini adalah hormone androgen yang mengatur organogenesis kelamin (pria). Bila genital fold gagal bersatu diatas sinus urogenitalia. Patofisiologi Hypospadia Hipospadia terjadi dari pengembangan tidak lengkap uretra dalam rahim. Atau enzim yang berperan dalam sintesis hormon androgen tidak mencukupi pun akan berdampak sama. dan uretra memanjang sampai meatus benar pada tingkat poros proksimal. organochlorin. Faktor Genetika Terjadi karena gagalnya sintesis androgen. dioxin. Perhatikan chordee ventral terkait dan meatus uretra sejati terletak pada tingkat skrotum. Faktor Lingkungan Biasanya faktor lingkungan yang menjadi penyebab adalah polutan dan zat yang bersifat teratogenik yang dapat mengakibatkan mutasi. Suatu hipotesis mengemukakan bahwa kekurangan estrogen atau terdapat anti androgen akan mempengaruhi pembentukan genetalia eksterna laki-laki. 12 % berpengaruh terhadap kejadian hipospadia bila punya riwayat keluarga yang menderita hipospadia. jika dibiarkan tidak terkoreksi Pemeriksaan Fisik Penampilan Hipospadia proksimal. Namun. penempatan ventral pembukaan urethral bisa mengganggu kesuburan pada pria dewasa. ini berperan dalam pembentukan penis sehingga bila terjadi defisiensi androgen akan menyebabkan kegagalan pembentukan bumbung uretra yang disebut hipospadia. Keadaan gangguan perkembangan embriologi tersebut mengakibatkan terjadi hipospadia. furan. Hal ini biasanya terjadi karena mutasi pada gen yang mengode sintesis androgen tersebut sehingga ekspresi dari gen tersebut tidak terjadi. 1995). stenosis pembukaan dapat terjadi. Faktor hormon Faktor hormon androgen sangat berpengaruh terhadap kejadian hipospadia karena berpengaruh terhadap proses maskulinisasi masa embrional. Adanya fusi digaris tengah dari lipatan uretra tidak lengkap sehingga lewat meatus uretra terbuka pada sisi ventral dari penis dan kelainan letak pada meatus ini menyebabkan sedikit pergeseran pada glans diperinium. 50 % berpengaruh terhadap kejadian hipospadia bila bapaknya menderita hipospadia. Perhatikan kekurangan kulup ventral . yang akhirnya prepisium tidak ada pada sisi ventral dan terjadi kurvatura (lengkungan) ventral dari penis. Perpindahan dari meatus uretra biasanya tidak mengganggu kontinensia kemih. Atau biasa juga karena reseptor hormone androgennya sendiri di dalam tubuh yang kurang atau tidak ada. Perhatikan kap punggung khas kulup dan defisiensi kulit ventral penis. yang akan menimbulkan obstruksi parsial outflowing urin. Hal ini dapat mengakibatkan ISK atau hidronefrosis (kumor. Penyebab pasti cacat di tidak tahu tetapi diperkirakan terkait dengan pengaruh lingkungan dan hormonal genetik (sugar. peptisida. Pencemaran limbah industri berperan sebagai Endocrin discrupting chemicals baik bersifat eksogenik maupun anti androgenik seperti polychorobiphenyls. Sudah diketahui bahwa setelah tingkat indefenden maka perkembangan genital eksterna laki-laki selanjutnya dipengaruhi oleh estrogen yang dihasilkan testis primitif.

Diagnosis Banding    Ambiguous Genitalia and Intersexuality Circumcision Genital Anomalies Klasifikasi Barcat(1973) berdasarkan letak ostium uretra eksterna maka hipospadia dibagi 5 tipe. divertikulum. yaitu : Anterior (60-70%)     Hipospadia tipe glans Hipospadia tipe coronal Midle (10-15%) Hipospadia tipe penil Posterior (20%)   Hipospadia tipe penoscrotal Hipospadia tipe perineal Semakin ke proksimal letak meatus. di mana meatus terletak ke arah ujung glans. atau perineum. stenosis meatal atau aliran kencang yang menyebar. skin tag.Pada kasus ini. Penanganan Bedah Kasus-kasus hipospadia ringan . untuk mencapai cakupan kulit kosmetik diterima penis. Sisanya yang 10% terletak lebih proksimal yaitu ditengah batang penis. semakin berat kelainan yang diderita dan semakin rendah frekuensinya. fistula. Kebanyakan komplikasinya kecil. Komplikasi ini dapat dikoreksi dengan mudah melalui prosedur minor. untuk membentuk kembali kelenjar ke dalam konfigurasi berbentuk kerucut lebih alami (glansplasty ). Tujuan mengobati hipospadia adalah untuk membuat penis yang lurus dengan memperbaiki setiap lengkungan (orthoplasty). dan untuk menciptakan skrotum . 90% terletak di distal. dimana meatus terletak di ujung batang penis atau pada glans penis. mungkin tidak memerlukan operasi perbaikan dan hanya dapat ditangani dengan observasi. skrotum. untuk membuat uretra dengan meatus tersebut pada ujung penis (urethroplasty).

Ringan sampai sedang chordee dapat diperbaiki oleh excising setiap jaringan fibrosa penarikan ventral atau dengan plicating dengan tunik dorsal tubuh fisik. Berbagai tabung drainase yang berbeda telah digunakan untuk tujuan ini.     Setelah sepenuhnya menilai anatomi penis. menghindarkan penggunaan rutin flap atau graft untuk menjembatani segmen sempit singkat piring uretra. Penis yang dihasilkan harus sesuai untuk melakukan hubungan seksual di masa depan. dengan sayatan pada dinding posterior dari pelat. Akhir perbaikan hipospadia. kebanyakan dokter mencoba untuk memperbaiki hipospadia ketika anak berusia 4-18 bulan. termasuk perilaku abnormal. Teknik ini merupakan tubularization utama dari pelat uretra. Lebih chordee parah mungkin memerlukan grafting tubuh kopral ventral menggunakan jaringan sintetis. atau autologous (tunika vaginalis atau cangkok kulit) untuk menghindari pemendekan berlebihan panjang penis. dan pendekatan untuk memperbaiki relatif standar. Saat ini. namun. Hal ini menciptakan lumen diameter lebih besar dari yang akan mungkin. Pada kesempatan langka. onsep umum bahwa peningkatan lapisan jaringan antara uretra dan atasnya hasil liputan di kulit kemungkinan lebih rendah dari perkembangan selanjutnya dari fistula urethrocutaneous telah didukung oleh studi terbaru. operasi kelamin pada usia ini (kesadaran genital terjadi pada sekitar usia 18 bulan) dapat berhubungan dengan morbiditas psikologis yang signifikan. kompensasi untuk setiap disproporsi ventral ke punggung. terutama fistula urethrocutaneous. dalam hampir setengah dari pasien. harus memungkinkan pasien untuk membatalkan sambil berdiri. hewan (subunit usus kecil).terlihat normal. kulit batang penis degloved untuk menghilangkan penarikan kulit. Pelat uretra diincisi di garis tengah punggung. Jaringan ini cocok untuk tujuan ini karena ketersediaan. Ini telah dikaitkan dengan hasil yang emosional dan psikologis yang bisa diintervensi. lempeng uretra dapat ditambatkan dan transeksi piring mungkin diperlukan. [15] stent uretra Sementara adalah tambahan umum untuk perbaikan hipospadia dan dirasakan mengurangi kemungkinan pembentukan fistula. Satu manfaat dalam penyembuhan luka dengan perbaikan sebelumnya juga telah dirasakan dan mungkin memiliki dasar dalam produksi sitokin proinflamasi mencatat penurunan pada usia lebih muda. perbaikan hipospadia dilakukan pada anak-anak lebih dari 3 tahun karena ukuran yang lebih besar dari lingga dan prosedur yang secara teknis lebih mudah. Waktu operasi     Sebelum tahun 1980. Untuk perbaikan berulang setelah operasi berhasil untuk hipospadia ketika jaringan lokal tidak tersedia. Teknik ini umumnya dikategorikan sebagai tubularizations primer. tren ke arah intervensi sebelumnya.◦ Urethra dapat diperpanjang dengan menggunakan berbagai teknik. pada periode pubertas dan pascapubertas. karakteristik yang mendukung keberhasilan cangkok. terkait dengan komplikasi. teknik grafting jaringan. dan survei saat ini menunjukkan bahwa ini adalah prosedur pilihan untuk perbaikan oleh urolog. menghalangi penggunaan jaringan uretra asli untuk urethroplasty. lokal flaps kulit pedicled. Stent uretra biasanya digunakan untuk drainase kandung kemih sementara penyembuhan terjadi pada semua tapi yang paling distal hipospadia perbaikan. dan harus menyajikan penampilan kosmetik diterima. dan ereksi buatan dilakukan untuk menyingkirkan kelengkungan apapun. atau prosedur kemajuan meatus. kadaver. yang memungkinkan untuk bergantung ke depan . Pelat tubularized menorehkan (TIP) perbaikan telah menjadi perbaikan yang paling umum digunakan untuk hipospadia kedua distal dan midshaft. menunjukkan bahwa perbaikan sebelumnya umumnya lebih baik Jenis Tehnik Tindakan bedah Teknik-teknik khusus untuk perbaikan hipospadia dapat dikelompokkan secara umum. Prosedur ini telah terbukti mudah beradaptasi dengan berbagai pengaturan. Teknik Tubularized incised plate (TIP) . Langkah perbaikan Glans . mukosa bukal telah digunakan untuk mencangkok uretra. dan ketahanan terhadap lingkungan yang lembab. rasa bersalah. memperluas lebar piring dan memungkinkan untuk bergantung ke depan untuk tubularization. dan kebingungan identitas gender. Laporan terbaru menunjukkan tingkat yang lebih tinggi komplikasi dalam 5 tahun dari pasien dalam 1 tahun pasien.

Suatu teknik untuk perbaikan hipospadia diperkenalkan oleh Cecil selama pertengahan tahun 1940. Pengobatan dengan suntikan testosteron presurgical atau krim. Penis ditinggalkan di posisi ini selama 6 sampai 8 minggu selama uretra yang baru terbentuk dijahit. dan penis itu dijahit ke dasar skrotum. Terapi hormonal adjuvant: Meskipun ada terapi medis untuk koreksi hipospadia diketahui. Perbaikan transposisi penoscrotal sering dilakukan sebagai prosedur dipentaskan karena sayatan yang diperlukan dapat mengganggu gagang bunga vaskular untuk flaps kulit yang digunakan dalam urethroplasty primer. Sebelum dilakukan operasi pasien diberikan antibiotik profilaksis. kulit penis ditutup. meninggalkan normal vaskularisasi dari kulit skrotum pada permukaan ventral penis untuk menutup neurouretra. Jahitan traksi diletakkan di dorsal glans sehingga tekanan yang konstan ditempatkan pada penis sehingga mengurangi perdarahan. dan sudah ditinggalkan. telah digunakan untuk meningkatkan pertumbuhan penis. Thiersche dan Duplay melakukan perbaikan dua tahap di mana mereka pertama reseksi jaringan yang menyebabkan chordae dan meluruskan penis.Pada tahap ketiga skrotum dibebaskan dari penis. dan beberapa telah melaporkan perbaikan dalam chordee dengan mengurangi tingkat keparahan dari hipospadia. Meskipun JP Mettauer dari Virginia melaporkan perbaikan pertama yang berhasil hipospadia dan pembebasan dari jaringan menyebabkan chordae. terapi hormonal telah digunakan sebagai pengobatan ajuvan untuk bayi dengan ukuran phallic yang sangat kecil. merusak kulit flaps lateral dan menutupi salurannya. Teknik ini memiliki banyak komplikasi dan tidak digunakan untuk kasus-kasus rutin. pada tahap kedua (6 bulan kemudian) uretra itu dibuat dari kulit saluran ventral penis dengan membuat sayatan memanjang paralel. Perbaikan hipospadia umumnya direncanakan sebagai prosedur satu tahap. Fakta bahwa sebelum pubertas androgen terapi dapat membatasi pertumbuhan kelamin normal pada pubertas adalah kekhawatiran tetapi belum dikonfirmasi secara klinis. Penatalaksanaan Cangkok kulit pertama pada uretroplasti ditemukan oleh Nove-Joserand. valve uretra atau striktur uretra. yang merekomendasikan stent yang dibiarkan di tempat selama 6 sampai 12 bulan untuk mengatasi kecenderungan untuk kontraktur. dan urethroplasty dan glansplasty diperbaiki setelah tahap pertama telah sembuh sepenuhnya. tetapi chordee berlebihan (terutama jika transeksi dari pelat uretra diperlukan). Thiersche dan Duplay memberikan hasil yang memuaskan untuk perbaikan hipospadia pertama yang berhasil yang diikuti oleh orang lain. sayatan kemudian dibuat di skrotum. Perbaikan transposisi penoscrotal biasanya ditunda minimal 6 bulan untuk memungkinkan pembentukan memadai pasokan jaminan darah. yang dianggap sebagai fakta bahwa kulit penis yang cukup sulit untuk didapatkan dalam kasus-kasus. serta suntikan HCG.2 Ia tidak memiliki penggunaan kateter untuk diversi urin dan tekniknya tidak diikuti oleh orang lain. Teknik ini kemudian dipopulerkan oleh McIndoe. Teknik ini membutuhkan stenting selama berbulan-bulan karena kontraktur melekat pada graft split-thickness. . Sebelum dioperasi dilakukan uretroskopi untuk memastikan tidak ada anomali urinary tract seperti veromontanum. penjahitan kulit skrotum untuk tutupi penis lateral. dan ukuran phallic kecil mungkin lebih baik didekati dengan cara bertahap. Chordee tersebut diperbaiki dan kulit digerakkan ke ventral batang penis selama tahap pertama. dan bulan kemudian urethra dibangun dengan membuat insisi longitudinal bawah permukaan ventral saluran penis ke uretra. Persiapan Operasi Evaluasi preoperatif yang diperlukan termasuk ultrasonografi (untuk meyakinkan sistem urinari atas normal) dan standar prosedur pemeriksaan darah dan urin lengkap.Oleh karena itu setelah cordae dirilis dan meluruskan penis. Multiple stenosis berganda dan striktur dapat terjadi dengan teknik ini. Kulit punggung kelebihan dimobilisasi untuk aspek ventral kekurangan dari penis untuk cakupan kulit akhir.Kekurangan dari operasi ini adalah tidak adekuat memperpanjang uretra ke ujung dari glans penis. sehingga komponen ventral berbeda untuk garis tengah dan menciptakan konfigurasi yang lebih berbentuk kerucut. ketersediaan kulit miskin. Teknik ini terdiri dalam penggunaan splitthickness graft untuk mengisi saluran di penis untuk membangun uretra.    flaps umumnya dikerahkan untuk menutupi perbaikan uretra distal.

Urethroplasty.Ujung dari flap ini biasanya berlebih dan harus dipotong. serta perawatan pasca repair hipospadia. Sayap lateral dari jaringan granular selanjutnya dimobilisasi kearah distal untuk menutup saluran uretra dan untuk membentuk glans kembali diatas uretra yang baru yang akan bertemu pada ujung glans. diatas kateter pipa atau tube ini dibuat dimana pada ujung proksimalnya harus sesuai dengan celah meatus uretra yang lama dan flap granular dengan jahitan tak terputus benang kromic gut 6 – 0. tapi meatus masih pada tempat yang abnormal.4 Tahap pertama ini dilakukan pada usia 1. Setelah eksisi cordae maka penis akan menjadi lurus.Macam komplikasi yang terjadi. dua flap ini ditempatkan secara horisontal pada posisi yang berlawanan. Selanjutnya uretra normal dikalibrasi untuk menentukan ukurannya (biasanya 12 french anak umur 2 tahun). tipe hipospadia. 2. Permukaan ventral penis ditutup dengan suatu prepusium.6 Segmen kulit yang sesuai diambil dari ujung distal prepusium. Sayap lateral dari jaringan glans ini dibawah kearah ventral dan didekatkan pada garis tengah. Setelah kedua flap dimasukkan dan dijahit selanjutnya anastomosis uretra pada glans bisa diselesaikan. membuat osteum uretra eksterna diujung glans penis sehingga pancaran urin dan semen bisa lurus ke depan Apabila chordectomi dan urethroplasty dilakukan dalam satu waktu operasi yang sama disebut satu tahap. yang mana akan melengkapi bagian atas dan bagian sisi uretra yang baru. Hal yang harus diperhatikan dalam operasi hipospadia yaitu usia. Setelah melepaskan cordae. Teknik Hipospadia bagian Proksimal Bila flap granular tidak bisa mencapai uretra yang ada. melepaskan chordae sehingga penis bisa lurus kedepan saat ereksi. bila dilakukan dalam waktu berbeda disebut dua tahap. ketelitian teknik operasi. Graft selanjutnya dijahit dengan permukaan kasar menghadap keluar. Pada tahap kedua dilakukan uretroplasti yang dikerjakan 6 bulan setelah tahap pertama. Untuk mentransposisikan uretra baru.Permukaan bagian dalam prepusium dipersiapkan untuk perpanjangan uretra.5 tahun – 2 tahun bila ukuran penis sesuai untuk usianya. maka suatu graft kulit dapat dipakai untuk memperpanjang uretra. Chordectomi. dibuat uretra dari “flip – flop” kulit. Bagian distal dari uretra dipotong pada bagian anterior dan posterior dengan arah vertikal kedua flap Trianggular dimasukkan ke dalam fisura dan dijahit dengan menggunakan benang 6 – 0 poli glatin.Pada semua teknik operasi tersebut tahap pertama adalah dilakukannya eksisi chordae. besarnya penis dan ada tidaknya cordae. Teknik Hipospadia bagian Distal Reparasi hipospadia jenis ini dilakukan jika v – flap dari jadingan glans mencapai uretra normal setelah koreksi cordae. tipe hipospadia. yaitu : .6 Beberapa jahitan ditempatkan dibalik v flap granular dipasangkan pada irisan permukaan dorsal uretra untuk membuka meatus aslinya.Meatus uretra eksternus dibawa mwnuju glans melalui saluran ini. Penutupan luka operasi dilakukan dengan menggunakan prepusium bagian dorsal dari kulit penis. satu saluran dibentuk diatas tunika albuginea sampai pada glans. Di sini sebaiknya mempergunakan satu flap untuk membentuk permukaan dibagian belakang garis tengah Desain granular flap berbentuk Z dapat dilakukan untuk memperoleh meatus yang baik secara kosmetik dan fungsional pemotongan berbentuk 2 dilaksanakan pada ujung glans dalam posisi tengah keatas. tahapan operasi. Flap ini akan membentuk sisi ventral dan lateral uretra dan dijahit pada flap yang berbentuk v pada jaringan glans.Tujuan repair hipospadia yaitu untuk memperbaiki kelainan anatomi baik bentuk penis yang bengkok karena pengaruh adanya chordae maupun letak osteum uretra eksterna.Rasio dimensi dari Z terhadap dimensi glanss adalah 1 : 3.6 Komplikasi Komplikasi yang timbul paska repair hipospadia sangat dipengaruhi oleh banyak faktor antara lain faktor usia pasien. sebuah flap dua sisi dipakai untuk membentuk uretra baru dan untuk menutup permukaan ventral penis. Sehingga dua hal pokok dalam repair hipospadia yaitu : 1.

Hipospadia terjadi 1:300 kelahiran bayi laki-laki hidup di Amerika Serikat. Fistula itu dapat dibiarkan sembuh spontan dengan reparasi sekunder 6 bulan sesudahnya. sedangkan kegunaannya untuk terus diversi lebih lama dari dua minggu.Penyebab paling sering dari fistula adalah nekrosis dari flap yang disebabkan oleh terkumpulnya darah dibawah flap. Pada abad pertama. 2008). Muara dari uretra dapat pula terletak pada skrotum atau perineum.BEDAH ANAK . Sedang untuk penyempitan yang panjang uretra harus dibuka disepanjang daerah penyempitan dan ketebalan penug dari graft kulit yang dipakaiuntuk menyusun kembali ukuran uretra. Bila penyempitan ini padat. pertama-tama yang melakukan penanggulangan untuk hipospadia. Jika ada anak yang hipospadia maka . Pemberian estrogen dan progestin selama kehamilan diduga meningkatkan insidensinya. Selanjutnya cara ini diikuti oleh Galen dan Paulus dari Agentia pada tahun 200 dan tahun 400 (Djakovick. maka dilatasi uretra akan efektif. Pada penyempitan yang hebat.6 Untuk itu kateter harus dipakai selama 2 minggu setelah fistulanya sembuh. Semakin ke proksimal defek uretra maka penis akan semakin mengalami pemendekan dan membentuk kurvatur yang disebut “chordee” (Djakovick.HIPOSPADIA PENDAHULUAN Hipospadia merupakan kelainan abnormal dari perkembangan uretra anterior dimana muara dari uretra terletak ektopik pada bagian ventral dari penis proksimal hingga glands penis. Penyempitan uretra adalah suatu masalah. 2008). dengan harapan tepi-tepinya akan menyatu kembali. http://childrengrowup. Perawatan Pasca Operasi Setelah operasi. penyempitan uretral. Pada pasien dengan repair “flip – flop” diversi urinari dilakukan dengan menggunakan kateter paling kecil dan steril yang melewati uretra sampai ke kandung kemih.     Perdarahan Infeksi Fistel urethrokutan Striktur uretra. Metode ini digunakan untuk mengurangi edema dan nyeri dan menjaga bekas luka operasi tetap bersih. divertikulum. pasien diberikan kompres dingin pada area operasi untuk dua hari pertama. operasi sekunder diperlukan. ahli bedah dari Yunani Heliodorus dan Antilius. Urethrotomy internal akan memadai untuk penyempitan yang pendek.com/2012/06/26/membedakan-penis-normal-atau-hipospadia-dan-penanganannya/ BEDAH PLASTIK . Dilakukan amputasi dari bagian penis distal dari meatus. Suatu kateter dapat dipakai untuk mendukung skin graft. stenosis uretra Divertikel uretra Komplikasi paling sering dari reparasi hipospadia adalah fistula.wordpress. dan stenosis meatus. Kelainan ini terbatas pada uretra anterior. Pasien dengan kateter suprapubic dilepas pada hari ke lima post operatif dan di evaluasi ada tidaknya fistula.

2008). a. Sjamsuhidajat. epididymis. Berdasarkan hasil survei. Musculus dartos dipersarafi oleh serabut saraf simpatis dan berfungsi untuk pengerutan kulit di atasnya. . e t all. Tahun 1993 BDMP melakukan survey mengenai insidensi hipospadia.970-39. ANATOMI ORGANA GENETALIA EKSTERNA MASKULINA Organa genetalia maskulina eksterna terdiri dari skrotum dan penis. 1. musculus dartos (otot polos) menggantikan panniculus adiposus.000 kelahiran hidup pada 1. Scrotum Scrotum merupakan kantong yang menonjol keluar dari bagian bawah dinding anterior abdomen.7 per 10 000 kelahiran hidup pada tahun 1993. Dinding scrotum memiliki lapisan 1) Cutis 2) Fascia superficialis. Tunika dartos akan mengadakan kontraksi sehingga testis akan mendekati tubuh yang temperaturnya lebih tinggi sehingga temperatur dalam testis akan sama dengan temperatur tubuh. 2006.000 kelahiran. Pada . Kajian populasi yang dilakukan di empat kota Denmark tahun 1989-2003 tercatat 65.383 angka kelahiran bayi laki-laki dengan jumlah kelainan alat kelamin (hipospadia) sebanyak 319 bayi (Djakovick.2 per 10.8% sejak tahun 1970an. BDMP menyatakan bahwa insdensi hipospadia meningkat menjadi 20.Djakovic.2 per 10.3% menjadi 0. Prevalensi yang dilaporkan antara 0.000 kelahiran hidup pada 1.kemungkinan ditemukan 20% anggota keluarga yang lainnya juga menderita hipospadia. 2008). Pada saat dingin. Meskipun ada riwayat familial namun tidak ditemukan ciri genetik yang spesifik (Djakovick. dari hasil survei tersebut diketahui bahwa kasus hipospadia mengalami peningkatan menjadi 20. Berdasarkan data yang dicatat oleh Metropolitan Atlanta Congenital Defects Program (MACDP) dan Birth Defects Monitoring Program (BDMP) insidensi hipospadia mengalami dua kali peningkatan antara 1970-1990. dan ujung bawah funiculus spermaticus (Snell. Insidensinya 3:1000 atau 3 dari 1000 kelahiran (Sadler. 2006). 2008). Insidensi kasus hipospadia terbanyak adalah Eropa.970-39. Scrotum berisi testis. 2006. diketahui bahwa hipospadia hanya terjadi pada laki-laki yang dibawa sejak lahir.7 per 10.

cremasterica dan spermatica interna Fascia spermatica externa berasal dari aponeurosis musculus obliquus externus abdominis. 2006) 1) R. 2006).saat panas. diinvaginasi dari belakang oleh testis (Snell. 3) Fascia spermatica externa.spermatica externa 3) R. dan lateralis masing-masing testis. Definisi . Merupakan bagian bawah processus vaginalis dan biasanya sesaat sebelum lahir menutup dan memisahkan diri dari bagian atas processus vaginalis dan cavitas peritonealis  kantung tertutup. scrotalis posterior d. Tunika dartos mengalami relaxasi sehingga testis akan menjauhi tubuh. Aliran limfe Cairan limfe dari tunica vaginalis akan dialirkan ke nodi lymphoidei inguinales superficialis (Snell. 2006). cutaneus femoris posterior 2. Penis a. c. 4) Tunica vaginalis Terletak dalam fascia spermatica dan meliputi permukaan anterior. 2006) 1) Rr. 2006). Scrotalis posterior 4) N. media. Vaskularisasi scrotum (Snell. 2006). b. Fascia spermatica interna berasal dari fascia transversalis (Snell. Scrotales anterior 2) N pudendus externa 3) Rr. scrotalis anterior 2) A. scrotum menjadi turun (Snell. Sedangkan musculus obliquus internus abdominis akan membentuk fascia cremasterica. Inervasi (Snell.

2006). Bulbus penis terletak di garis tengah dan melekat pada permukaan bawah diaphragma urogenital. Pada bagian distal corpus spongiosum penis melebar  glans penis yang meliputi ujung distal corpora cavernosa penis (Snell. Pars libera atau batang penis terdiri dari 2 corpora cavernosum penis. Preputium dihubungkan dengan glans penis oleh lipatan yang terdapat tepat di bawah muara urethra dan dinamakan frenulum preputii (Snell. Bulbus penis ditembus oleh urethra dan permukaan luarnya dibungkus oleh musculus bulbospongiosus (Snell. 2) Corpus penis Terdiri dari tiga jaringan erektil yang diliputi sarung fascia berbentuk tubular (fascia buck). Bulbus melanjutkan diri ke depan sebagai corpus penis dan membentuk corpus spongiosum penis. pudenda interna. Jaringan erektil dibentuk dari dua corpora cavernosa penis yang terletak di dorsal dan satu corpus spongiosum penis yang terletak pada permukaan ventralnya.Merupakan organ genetalia laki-laki yang berfungsi sebagai alat kopulasi. . Dibedakan atas pars fixa dan pars libera. 2006) a) Corpora cavernosa : a. profunda penis cabang a. 2006). Dibentuk dari tiga massa jaringan erektil : bulbus penis dan crus penis dextra et sinistra. Preputium penis merupakan lipatan kulit seperti kerudung yang menutupi glans penis. pudenda interna b) Corpus spongiosum penis : a. 2006). b. c. Di anterior kedua crus saling mendekat dan di bagian dorsal corpus penis terletak berdampingan membentuk corpus cavernosum penis (Snell. 2006). 2006). bulbi penis cabang a. Masing-masing crus penis melekat pada pinggir arcus pubis dan diliputi oleh musculus ischiocavernosus pada permukaan luarnya. Pars fixa terdiri dari radix penis (crus penis dan bulbus penis). Vaskularisasi 1) Arteri (Snell. Pada ujung glans penis terdapat celah yang merupakan muara urethra disebut meatus urethra externus. 1 corpus cavernosum urethra dan 1 glands penis (Snell. pudenda interna dan a. Bagian penis 1) Radix penis. dorsalis penis cabang a.

ETIOLOGI Penyebabnya sebenarnya sangat multifaktor dan sampai sekarang belum diketahui penyebab pasti dari hipospadia. 2006). ada beberapa faktor yang oleh para ahli dianggap paling berpengaruh antara lain : 1. 2006). 2006) Vena bermuara ke vena pudenda interna 3) Limfe Cairan limfe dialirkan ke nodi superomedialis dan nodi inguinalis superfisicales. Namun. Genetika. 4) Persarafan Persarafan berasal dari nervus pudendus dan plexus pelvicus (Snell. Gangguan dan ketidakseimbangan hormon Hormon yang dimaksud di sini adalah hormon androgen yang mengatur organogenesis kelamin (pria) atau bisa juga karena reseptor hormone androgennya sendiri di dalam tubuh yang kurang atau tidak ada. Biasanya faktor lingkungan yang menjadi penyebab adalah polutan dan zat yang bersifat teratogenik yang dapat mengakibatkan mutasi. 3. 2. Atau enzim yang berperan dalam sintesis hormon androgen tidak mencukupi pun akan berdampak sama. Hal ini biasanya terjadi karena mutasi pada gen yang mengode sintesis androgen tersebut sehingga ekspresi dari gen tersebut tidak terjadi. Sehingga walaupun hormone androgen sendiri telah terbentuk cukup akan tetapi apabila reseptornya tidak ada tetap saja tidak akan memberikan suatu efek yang semestinya. Terjadi karena gagalnya sintesis androgen. Struktur profunda penis mengalirkan cairan life ke nodi iliaci interni (Snell.2) Vena (Snell. Lingkungan. .

atau di skrotum dan perineum. Faktor non-genetik utama yang dihubungkan dengan hipospadia adalah pemberia hormon sexual. 2010). Penis akan terbentuk sekitar minggu kelima kehamilan dalam pengaruh testosteron. dengan terjadinya hipospadia familial terjadi pada 28% kasus Mekanisme genetik yang sebenarnya sangat rumit dan bervariasi. . akan menghambat proses virilisasi dan akan menimbulkan hipospadia (Santanelli. Prematuritas juga memiliki kejadian yang lebih besar dengan hipospadia dibandingkan dengan populasi umum (Fabio dan Grippaudo.Pembesaran dari tuberkel genitalis dan perkembangan yang mengikutinya dari phallus dan urethra tergantung dari tingkat testosteron selama embriogenesis. Aberasi kromosomal ditemukan secara sporadic (Santanelli. peningkatan insiden hipospadia ditemukan pada bayi ang lahir yang ibunya terpapar terapi estrogen selama kehamilan. 1996). PATOFISIOLOGI Lokasi abnormal dari hipospadia terletak pada daerah ventral dari penis. Adanya kemungkinan dari penurunan gen autosomal dominan sedang diperdebatkan. Lekukan urethra akan bergabung dengan urethral groove. 2010) Faktor genetik dan non genetik berpengaruh dalam terjadinya hipospadia. Preputium kemudian terbentuk pada akhir dari proses perkembangan (Sadler. 2010). hipotesis ain adalah penurunan gen autosomal resesif dengan manifestasi inkomplit. dan ketika minggu ke-14 proses ini akan selesai (lihat gambar dibawah). Pertumbuhan ke dalam dari ujung glans akan berlanjut kedalam untuk bertemu dengan urethral tube pada fossa navicularis. Jika testis gagal dalam menghasilkan testosteron dalam jumlah yang mencukui atau sel dari struktur genitalia tidak memiliki reseptor androgen yang mencukupi atau androgen-converting enzyme 5 alpha-reductase.

yang dinamakan chordee (Fabio dan Grippaudo. Keterangan Gambar: KIRI. yang akan menimbulkan terikatnya penis. atau scrotoperineal (5%) dan secara klinis inadekuat pada 75% pasien dan sering stenotik. Genitalia externa laki-laki pada minggu ke-9.Gambar 1. Deformitas yang terjadi memiliki tingkat keparahan yang berbeda tergantung dengan perkembangan embriologis yag terganggu. Genitalia external pada stadium belum terdifferensiasi. 2010). penile (35%). Dari Atas ke Bawah. Potongan melintang pada area genital selama perkembangan dari saluran urethra. Hipospadia terjadi etika penggabungan dari leukan urethra terhenti pada ujung proximal dari glans penis dan dapat terjadi di mana saja sepanjang urethral groove. Meatus dapat berjenis glanular (60%).TENGAH. . Bentuk hipospadia yang paling parah disertai dengan pemendekan urethral groove.

Gambar 2. Lokasi kelainan pada hipospadia .

Ambiguous Genitalia . dan hipospadia jenis ini dapat menyebabkan infertilitas. preputium dengan cleft ventral. Jika tidak teridentifikasi sebelum kelahiran. DIAGNOSIS Diagnosis hipospadia biasanya jelas pada pemeriksaan inspeksi. DIAGNOSIS BANDING 1. Kadang-kadang hipospadia dapat didiagnosis pada pemeriksaan ultrasound prenatal.Gambar 3. Chordee dapat menyebabkan batang penis melengkung ke ventral yang dapat mengganggu hubungan seksual. Hipospadia Distal: glans spatula. Beberapa pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan yaitu urethtroscopy dan cystoscopy untuk memastikan organ-organ seks internal terbentuk secara normal. maka biasanya dapat teridentifikasi pada pemeriksaan setelah bayi lahir. Pada orang dewasa yang menderita hipospadia dapat mengeluhkan kesulitan untuk mengarahkan pancaran urine. Excretory urography dilakukan untuk mendeteksi ada tidaknya abnormalitas kongenital pada ginjal dan ureter. Hipospadia tipe perineal dan penoscrotal menyebabkan penderita harus miksi dalam posisi duduk.

Memperbaiki kurvatura .Cara yang akan ditunjukkan berikut ini adalah meatotomi. MAGPI (Meatal Advancement and Glanuloplasty). tetapi berada di bawah atau di dasar penis . anak harus duduk. Secara umum.Memperlebar meatus . Flip Flap. . MANAJEMEN Manajemen Hipospadia Tujuan dilakukan manajemen dari hipospadia adalah antara lain untuk memperbaiki tampilan kosmetik dan fungsional.Jika tidak ditemukan uretra distal pada hipospadia tipe glanular (atau hipospadia tipe glanular distal). langkah operasi yang dilakukan untuk manajemen pasien hipospadia.Restorasi aspek normal genitalia eksterna Ada beberapa cara yang digunakan untuk manajemen hipospadia. .Penis tampak seperti berkerudung karena adanya kelainan pada kulit depan penis . Anomali Genitalia Gejalanya adalah : .Penis melengkung ke bawah . antara lain: . maka manjemen yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan flap lokal dengan basis meatus (meatotomi) . Dalam hal fungsional.Lubang penis tidak terdapat di ujung penis.Jika berkemih.2. Prosedur meatotomi diperlukan jika ukuran meatus uretra eksternal lebih rendah daripada normalnya sesuai dengan usia pasien. untuk memperlancar aktivitas berkemih dan aktivitas seksual. antara lain: .Rekonstruksi bagian yang hilang dari uretra . misalnya teknik Santanelli procedure.

uretra direkonstruksi dan dijahit di antara flap glanular . spatulated flap dibalik dan dijahitkan ke glans penis Gambar 6. garis insisi pada hipospadia tipe distal Gambar 5.Gambar 4.

biasanya dilakukan operasi dua tahap. Standoli. preputium-plasty. preputium-plasty. Scuderi. rekonstruksi lapisan dalam Gambar 8. letak preputium normal setelah rekonstruksi . Bisa dilakukan dengan jalan satu tahap atau dua tahap. .Gambar 7. misalnya teknik Duckett. modified Koyanagi. maka manajemen yang bisa dilakukan adalah dengan reseksi chordee dan rekonstruksi bagian yang hilang dari uretra. Untuk hasil yang lebih baik. rekonstruksi bagian luar Gambar 9.Jika hipospadia bentuk penil dan penoskrotal.

dibuang secara vertikal sepanjang aksis vaskular (teknik Skuderi). Tahap ini dilakukan jika penis sudah terlihat lurus menggunakan tes ereksi artifisial. Tahap kedua adalah rekonstruksi uretra atau urethroplasty. Jika uretra sudah terbentuk akan ditutup menggunakan bagian lateral flap kulit preputium ke ventral bertemu di median. Flap ini berpindah dengan pedikel subkutan. kenudian dibuatlah uretra di bagian tengah. Gambar 10. tes ereksi artifisial (injeksi salin secara intrakarvenosa dengan mengontrol aliran balik) Gambar 11.Tahap pertama adalah setelah insisi dari hipospadia telah dilakukan dan flap telah diangkat. . maka seluruh jaringan yang dapat mengakibatkan bengkok diangkat dari sekitar meatus dan dibawah glans. Setelah itu dilakukan tes ereksi artificial.maka diperlukan reseksi lanjutan. flap preputium vertikal dielevasikan ke dorsal penis. Pertama dilakukan insisi sirkumsisi secara paralel tiap sisi uretra sampai glans. Bila korde tetap ada. Pada tahap kedua bisa digunakan suatu teknik MAGPI seperti pada hipospadia tipe glanular distal.

flap dipindah ke ventral melalui insisi buttonhole tanpa menarik atau memutar pedikel Gambar 14. insisi buttonhole sepanjang garis median pedikel Gambar 13.Gambar 12. bagian bawah lipatan flap dijahit di sekeliling orifisium uretra .

glans penis dipisahkan untuk menutup neo-meatus. flap dimasuki kateter urin Gambar 16. garis vertical glans penis dibuang. dua buah bagian triangular tebal dari glans penis dikatupkan untuk menutup bagian distal neo-uretra Gambar 17.Gambar 15. potong kelebihan sisa preputium .

Edema lokal dan bintik-bintik perdarahan dapat terjadi segera setelah operasi dan biasanya tidak menimbulkan masalah yang berarti . . . dan dapat membutuhkan insisi.Infeksi merupakan komplikasi yang cukup jarang dari hipospadia.Fistula jarang menutup spontan dan dapat diperbaiki dengna penutupan berlapis dari flap kulit lokal. Striktur pada distal dapat mengakibatkan obstruksi aliran dan berakhir pada divertikula uretra.Stenosis meatus : Stenosis atau menyempitnya meatus uretra dapat terjadi. .Fistula : Fistula uretrokutan merupakan masalah utama yang sering muncul pada operasi hpospadia. Dengan persiapan kulit dan pemberian antibiotika perioperatif hal ini dapat dicegah. Adanya aliran air seni yang mengecil dapat menimbulkan kewaspadaan atas adanya stenosis meatus. eksisi atau reanastomosis.Divertikula : Divertikula uretra dapat juga terbentuk ditandai dengan adanya pengembangan uretra saat berkemih. Hal ini dapat terjadi berhubungan dengan adanya graft atau flap pada operasi hipospadia. Bila kulit ini berhubungan dngan uretra.Terdapatnya rambut pada uretra : Kulit yang mengandung folikel rambut dihindari digunakan dalam rekonstruksi hipospadia. bahkan bila . Tidak jarang hal ini membutuhkan eksplorasi ulang untuk mengeluarkan hematoma dan untuk mengidentifikasi dan mengatasi sumber perdarahan. hasil akhir Komplikasi Hipospadia Jangka pendek .Keadaan ini dapat diatasi dengan pembedahan.Striktur : Keadaan ini dapat berkembang sebagai komplikasi jangka panjang dari operasi hipospadia. .Gambar 18. Divertikula dapat terbentuk walaupun tidak terdapat obstruksi pada bagian distal. Biasanya untuk mengatasinya digunakan laser atau kauter. hal ini dapat menimbulkan masalah berupa infeksi saluran kemih dan pembentukan batu saat pubertas. yang disangga dari otot maupun subkutan dari jaringan uretra asal. . Jangka panjang .Perdarahan postoperasi jarang terjadi dan biasanya dapat dikontrol dengna balut tekan.

dapat disimpulkan bahwa hipospadia adalah kelainan kongenital dimana letak meatus uretra terletak di bagian bawah dekat pangkal penis. KESIMPULAN Hipospadia merupakan kelainan abnormal dari perkembangan uretra anterior dimana muara dari uretra terletak ektopik pada bagian ventral dari penis proksimal hingga glands penis. Definisi Hypospadia adalah kelainan bawaan berupa lubang urethra yang terletak di bagian bawah dekat pangkal penis (Ngastiyah. beberapa faktor yang oleh para ahli dianggap paling berpengaruh antara lain : 1.2003). B. ( Purnomo. Gangguan dan ketidakseimbangan hormon 2. Genetika.cukup banyak dilakukan eksisi pada kulit yang mengandung folikel rambut lalu kemudian diulang perbaikan hipospadia. 3.blogspot. Letak meatus uretra bisa terletak pada glandular hingga perineal. Penyebabnya sebenarnya sangat multifactor. Dari kedua pengertian diatas.html Konsep dasar penyakit hipospadia Home > Keperawatan Medikal Bedah > Konsep dasar penyakit hipospadia a. Hipospadia adalah kelainan congenital berupa muara uretra yang terletak di sebelah ventral penis dan sebelah proksimal ujung penis. Lingkungan http://ahimztdoctorwannabe.com/2011/12/bedah-plastik-bedah-anak-hipospadia. 2005). Basuki. Anatomi Fisiologi .

Uretra posterior dibagi uretra pars prostatika dan uretra pars membranasea. Skrotum mempunyai dua kompartemen. setiap kompartemen berisi testis.5 cm. Gambar 2. dengan meatus uretra yang terletak ditengah ujung glans.wikipedia. dan kemudian ke dalam vas deferens sebelum melewati uretra. Uretra pria dibagi menjadi dua bagian. yaitu 4-5 cm. Penis terdiri dari glans dan korpus. Korpus penis dibentuk terutama oleh jaringan erektil.org/wiki/Laki-laki Uretra dalah saluran yang dimulai dari orifisium uretra interna dibagian buli-buli sampai orifisium uretra eksterna glans penis. Fungsi utama dari testis adalah menghasilkan sperma dan hormone. testis kiri agak lebih rendah dari pada testis kanan. dengan panjang yang bervariasi. Glans penis adalah struktur yang terbentuk seperti kerucut pada ujung penis dan mengandung jaringan sensori dan jaringan erektil. yaitu bagian anterior dan bagian posterior. epididimis.Genetalia ekstrena pria terdiri dari penis dan skrotum.1 Anatomi Genetalia Laki-laki Sumber: http://id. . Kulit ini dipotong pada saat sirkumsisi. Testis berbentuk seperti telur dan seperti karet. Uretra terletak didalam korpus penis.2000) Skrotum merupakan kantung yang longgar dan berkerut yang terletak di dasar penis. Korona adalah area seperti mahkota dimana glans menonjol dari korpus penis. panjang testis ini tetap tidak berubah secara nyata sampai masa pubertas. Uretra anterior dibagi menjadi meatus uretra pendulare uretra dan bulbus uretra. Panjang testis pada bayi adalah1.(Mansjoer Arif. Kemudian testis membesar secara bertahap panjang testis orang dewasa. Selama ejakulasi sperma mengalir ke dalam epididimis. dan bagian vas deferens merupakan organ-organ seks internal pria.

1) Uretra bagian anterior Uretra anterior memiliki panjang 18-25 cm (9-10 inchi). Uretra yang dkelilingi kelenjar prostate dinamakan prostatika. Semakin proksimal muara meatus maka semakin besar kemungkinan . Bagian selanjutnya adalah uretra membransea yang memiliki panjang terpendek dari semua bagian uretra.2 Garis Besar Uretra Sumber: puskesmassimpangempat. Sfingter ini bersifat volunter sehingga kita dapat menahan kemih dan berhenti pada waktu berkemih.com ogi Hipospadia terjadi karena gangguan perkembangan uretra anterior yang tidak sempurna sehingga uretra terletak dimana saja sepanjang batang penis sampai perenium. sehingga trauma pada simpisis pubis dapat mencederai uretra membransea. Gambar 2. Uretra membransea terdapat dibawah dan dibelakang simpisis pubis. Saluran ini dimulai dari meatus uretra. sehingga kalau memerlukan operasi atau reparasi relatif mudah. terletak bebas diluar tubuh. pendulans uretra dan bulbus uretra.wordpress. 2) Uretra bagian posterior Uretra posterior memiliki panjang 3-6 cm (1-2 inchi). Uretra anterior ini berupa tabung yang lurus. sukar untuk dilatasi dan pada bagian ini terdapat otot yang membentuk sfingter.

furan. 50 % berpengaruh terhadap kejadian hipospadia bila bapaknya menderita hipospadia. Bila terjadi agenesis dari mesoderm. Dibawahnya pada garis tengah terbentuk lekukan dimana di bagian lateralnya ada 2 lipatan memanjang yang disebut genital fold. bila wanita akan menjadi klitoris. Sudah diketahui bahwa setelah tingkat indefenden maka perkembangan genital eksterna laki-laki selanjutnya dipengaruhi oleh estrogen yang dihasilkan testis primitif.Hormone yang dimaksud di sini adalah hormone androgen yang mengatur organogenesis kelamin (pria). 3) Faktor Lingkungan Biasanya faktor lingkungan yang menjadi penyebab adalah polutan dan zat yang bersifat teratogenik yang dapat mengakibatkan mutasi. d. 12 % berpengaruh terhadap kejadian hipospadia bila punya riwayat keluarga yang menderita hipospadia. Suatu hipotesis mengemukakan bahwa kekurangan estrogen atau terdapat anti androgen akan mempengaruhi pembentukan genetalia eksterna laki-laki. peptisida. Baru kemudian terbentuk lekukan di tengah-tengah yaitu mesoderm. Selama minggu ke-7. ini berperan dalam pembentukan penis sehingga bila terjadi defisiensi androgen akan menyebabkan kegagalan pembentukan bumbung uretra yang disebut hipospadia. sedangkan di bagian kaudalnya tetap bersatu membentuk membrane kloaka. genital tubercle akan memanjang dan membentuk glans. . 2) Faktor hormon Faktor hormon androgen sangat berpengaruh terhadap kejadian hipospadia karena berpengaruh terhadap proses maskulinisasi masa embrional. Atau enzim yang berperan dalam sintesis hormone androgen tidak mencukupi pun akan berdampak sama. sehingga penis juga tak terbentuk. Androgen dihasilkan oleh testis dan placenta karena terjadi defisiensi androgen akan menyebabkan penurunan produksi dehidrotestosterone (DHT) yang dipengaruhi oleh 5 ɑ reduktase. Atau biasa juga karena reseptor hormone androgennya sendiri di dalam tubuh yang kurang atau tidak ada. maka genital tubercle tak terbentuk.ventral penis memendek dan melengkung karena adanya chordee. Ini adalah bentuk primordial dari penis bila embrio adalah laki-laki. Embriologi Hipospadi Pada embrio yang berumur 2 minggu baru terdapat 2 lapisan yaitu eksoderm dan endoderm. Pada permulaan minggu ke-6. organochlorin. Pencemaran limbah industri berperan sebagai Endocrin discrupting chemicals baik bersifat eksogenik maupun anti androgenik seperti polychorobiphenyls. terbentuk tonjolan antara umbilical cord dan tail yang disebut genital tubercle. Ada banyak faktor penyebab hipospadia dan banyak teori yang menyatakan tentang penyebab hipospadia antara lain : 1) Faktor Genetika Terjadi karena gagalnya sintesis androgen. Hal ini biasanya terjadi karena mutasi pada gen yang mengode sintesis androgen tersebut sehingga ekspresi dari gen tersebut tidak terjadi. alkiphenol polyethoxsylates dan phtalites. Sehingga walaupun hormone androgen sendiri telah terbentuk cukup akan tetapi apabila reseptornya tidak ada tetap saja tidak akan memberikan suatu efek yang semestinya. dioxin.

blogspot. Adanya fusi digaris tengah dari lipatan uretra tidak lengkap sehingga lewat meatus uretra terbuka pada sisi ventral dari penis dan kelainan letak pada meatus ini menyebabkan sedikit pergeseran pada glans diperinium. p. yang akan menimbulkan obstruksi parsial outflowing urin.html . Sehingga terjadi hipospadia. Selanjutnya. yaitu membrane urogenitalia akan rupture dan membentuk sinus. Hal ini dapat mengakibatkan ISK atau hidronefrosis (kumor. penempatan ventral pembukaan urethral bisa mengganggu kesuburan pada pria dewasa. Bila genital fold gagal bersatu diatas sinus urogenitalia. 1992).com/2012/03/konsep-dasar-penyakit-hipospadia. 1995). Namun.Bagian anterior dari membrane kloaka. Sementara itu genital fold akan membentuk sisi-sisi dari sinus urogenitalia. 1997. yang akhirnya prepisium tidak ada pada sisi ventral dan terjadi kurvatura (lengkungan) ventral dari penis. Patofisiologi Hypospadia Hipospadia terjadi dari pengembangan tidak lengkap uretra dalam rahim. e. 1) http://matasiswa. stenosis pembukaan dapat terjadi. Perpindahan dari meatus uretra biasanya tidak mengganggu kontinensia kemih. Penyebab pasti cacat di tidak tahu tetapi diperkirakan terkait dengan pengaruh lingkungan dan hormonal genetik (sugar. jika dibiarkan tidak terkoreksi (Jean Weiler Ashwill.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful