P. 1
Makalah K3 Industri Sektor Informal

Makalah K3 Industri Sektor Informal

|Views: 982|Likes:
Published by gsriyadi
gak tau
gak tau

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: gsriyadi on Apr 03, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/02/2015

pdf

text

original

Makalah K3 Industri Sektor Informal "USAHA PEMBUATAN PINTU,JENDELA DAN KUSEN

"
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar belakang Dalam dunia kerja dikenal sektor industri formal dan non formal. Sektor informal dan formal dibedakan karena ketidakberadaannya hubungan kerja atau kontrak kerja yang jelas. Pada umumnya sifat pekerjaan informal hanya berdasarkan perintah dan perolehan upah. Hubungan yang ada hanya sebatas majikan dan buruh (tenaga kerja), dengan minimnya perlindungan K3. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan salah satu perlindungan tenaga kerja di segala jenis kegiatan usaha, baik formal maupun informal. Kegiatan dan penerapan K3 terhadap tenaga kerja di sector formal, pada umumnya sudah diterapkan dengan baik. Sedangkan penerapan di sector informal belum diketahui dengan baik. Kegiatan pekerjaan dan tempat kerja sector informal sangat banyak dan belum diklasifikasikan atas jenis usaha , jenis pekerjaan, dan tempat kerja jika ditinjau dari ketiganya, tidak jauh berbeda. Dalam makalah ini mencoba mengamati kegiatan K3 di sector informal dengan mengamati kondisi tempat kerja, alat pelindung diri, pengetahuan K3, dan faslitas kesehatan di kegiatan sector informal. B. Tujuan Penulisan Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan diatas, maka tujuan dari penulisan makalah ini yaitu : 1. Untuk mengetahui pengetahuan tentang kesehatan dan keselamatan kerja. 2. Untuk mengetahui kondisi lingkungan kerja khususnya usaha pembuatan kusen,pintu dan jendela. 3. Untuk mengetahui penggunaan APD di tempat kerja khususnya usaha pembuatan kusen,pintu dan jendela. 4. Untuk mengetahui pengendalian / pencecegahan kecelakaan kerja khususnya pada industry usaha pembuatan kusen,pintu dan jendela.

Setahun kemudian mulailah ada pekerja yang direkrut. Industri ini terletak di Jl.pintu dan jendela?.Bunga.5. 3. Bagaimana pengetahuan tentang kesehatan dan keselamatan kerja?. No. Gowa. Pemilik atas nama Bapak Sudirman. 2. Usaha ini didirikan karena adanya dorongan dari keluarga yang sudah lebih dulu menjalankan usaha ini. Gambaran Lokasi 1. Bagaiamana fasilitas kesehatan yang ada di tempat kerja khususnya pada industripembuat kusen. Sejarah Pendirian Industri sektor informal yang diteliti yaitu industri mebel pembuatan pintu.pintu dan jendela?.pintu dan jendela. 5. 1. Pada awalnya hanya pemilik yang bertindak sebagai pekerja. Bagaiamana kondisi lingkungan kerja khususnya pada usaha pembuat kusen. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang dan tujuan diatas maka rumusan masalah dari makalah ini yaitu .pintu dan jendela?. didirikan pada bulan 5 tahun 2004 letaknya didekat rumah pemilik. Luas tempat kerja 8x5 m2. Untuk mengetahui fasilitas kesehatan yang ada di tempat kerja khususnya pada industri usaha pembuatan kusen. Kec. C. Kab. Bagaimana penggunaan APD di tempat kerja khususnya pada usaha pembuat kusen.pintu dan jendela?. Tenaga Kerja . 2. Mustapa Dg.1 Kel. Bagaimana pengendalian / pencecegahan kecelakaan kerja khususnya pada industrypembuat kusen. jendela dan kusen. BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. 4.Romang Polong.Somba Opu.

Proses pembuatan pintu. Proses Produksi Proses diartikan sebagai suatu cara. Berikut ini adalah proses pembuatannya: 1. Penggeregajian . Menurut Ahyari (2002) proses produksi adalah suatu cara. jendela dan kusen adalah sama. metode ataupun teknik menambah keguanaan suatu barang dan jasa dengan menggunakan faktor produksi yang ada. Pengangkutan bahan ini dilakukan sendiri. Karena kayu tersebut diangkat sendiri ke atas mobil tanpa menggunakan alat pelindung diri. dan tiba di lokasi kerja bahan tersebut diturunkan ke tempat penyimpanan yang tidak jauh dari lokasi kerja. Keluhan yang sering dirasakan sama dengan ketika menaikkan bahan tersebut. Setelah pengangkutan bahan. Penyediaan bahan Bahan yang dibutuhkan untuk pembuatan mebel tersebut diatas adalah kayu bayam dan kayu samarindah. metode dan teknik bagaimana sesungguhnya sumbersumber (tenaga kerja. Berdasarkan hasil wawancara. Hal ini karena tidak menggunakan alat pelindung diri seperti handskun. APD tidak digunakan karena menurutnya APD membuat dirinya repot. Pencarian dan pemilihan bahan dilakukan sendiri oleh pemilik industri. Selain itu keselamatan dan kesehatan kerjanya dianggap tidak penting karena selama bekerja menurutnya tidak terjadi apaapa. Selain itu pemilik mengatakan bahwa bahan yang diturunkan dari mobil terkadang menyederai tangannya. Produksi adalah kegiatan untuk menciptakan atau menambah kegunaan barang atau jasa (Assauri. 1995). selanjutnya pengangkutan bahan.Orang yang bekerja sejak didirikannya hingga sekarang telah berganti. Baik bahan maupun alat yang digunakan. Berdasarkan hasil wawancara pada saat pengangkutan sering dikeluhkan sakit pada bagian tangan dan punggung. Dan penurunan bahan tersebut dilakukan kembali oleh pemiliknya sendiri. 2. Berdasarkan hasil wawancara mereka bekerja empat tahun yang lalu. mesin. 3. Ada beberapa tempat penyediaan bahan yang sudah bekerja sama dengan pemilik industri. bahan dan dana) yang ada diubah untuk memperoleh suatu hasil. Jumlah tenaga kerja di ditempat tersebut adalah 2 orang. Untuk saat ini. Setelah bahan yang dibutuhkan didapatkan.

Proses ini bertujuan memotong bahan untuk menyesuaikan ukuran yang dibutuhkan untuk pembuatan kusen. . Posisi ketika pemakuan yaitu membungkuk atau jonkok. Potensi bahaya yang mungkin terjadi yaitu debu hasil pemerataan dan suara bising yang ditimbulkan oleh mesin pemerataan. Proses ini bertujuan untuk meratakan setiap sudut yang telah dimodel. Posisi ketika melakukan profil yaitu membungkuk. Namun menurutnya suara tersebut tidak mengganggu dirinya. Meskipun dari proses ini potensi yang dapat terjadi yaitu debu dari bahan yang digeregaji namun tenaga kerja meminimalasir bahaya kesehatan yang ada dengan menggunakan masker. Potensi bahaya yang mungkin terjadi yaitu cedera pada tangan ketika pemakuan jika tidak dilakukan dengan hati-hati. Pemakuan Bahan yang telah dihaluskan selanjutnya dipaku. Proses ini untuk menyatukan bahan agar membentuk jendela. Dari hasil wawancara tidak ada keluhan apapun yang dirasakan. pintu atau kusen yang telah dipesan orang. Potensi yang mungkin terjadi yaitu Cedera di tangan. Proses dilakukan oleh tenaga kerja di tempat tersebut dalam keadaan berdiri ataupun jongkok. Alat ini bertujuan untuk menghaluskan bahan. 5. 3. Profil Proses ini bertujuan untuk memperindah setiap sudut yang telah dibentuk. jendela dan pintu. Posisi ketika mengetam yaitu berdiri atau jongkok.Alat yang digunakan untuk menggeregaji yaitu mesin scap. 4. Pengetaman Bahan yang sudah digeregaji selanjutnya diketam dengan menggunakan ketam meja. dan suara bising dari alat. Pemerataan Setelah pemakuan dilakukan pemerataan dengan menggunakan ketam listrik. debu dari hasil ketaman. Alat tersebut juga mengasilkan debu yang dapat memepengaruhi kesehatan pekerja. suara dari alat tersebut juga menimbulkan kebisingan. 6. Posisi ketika pemeraataan yaitu membungkuk.

serta terhadap penyakit-penyakit umum.Keselamatan kerja memiliki sifat sebagai berikut : a. maupun sosial. dengan usahausaha preventif dan kuratif. Pengistilahan Keselamatan dan Kesehatan kerja (atau sebaliknya) bermacam macam . Pengantaran Proses ini dilakukan oleh pemilik usaha untuk mengantarkan pesanan ke tempat tujuan. Bersifat teknik. Keselamatan kerja adalah keselamatan yang bertalian dengan mesin. Kesehatan kerja memiliki sifat sebagai berikut : a. 1993). B. Tujuan kesehatan dan keselamatan kerja . Tinjauan Umum Tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja 1. alat kerja. landasan tempat kerja dan lingkungannya serta cara-cara melakukan pekerjaan (Sumakmur. Pesanan tersebut dturunkan sendiri oleh pengantar. ada yang menyebutnya Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja (Hyperkes) dan ada yang hanya disingkat K3. Sasarannya adalah manusia b. dan dalam istilah asing dikenal Occupational Safety and Health. atau mental. agar pekerja/masyarakat pekerja beserta memperoleh derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Pengertian kesehatan dan keselamatan kerja Menurut Sumakmur (1988) kesehatan kerja adalah spesialisasi alam ilmu kesehatan/kedokteran beserta prakteknya yang bertujuan.7. dan proses pengolahannya. baik fisik. Bersifat medis. Sasarannya adalah lingkungan kerja b. bahan.pesawat. 2. terhadap penyakit-penyakit/gangguan– gangguan kesehatan yang diakibatkan faktor-faktor pekerjaan dan lingkungan kerja.

dan ketertiban m. f. mengamankan dan memperlancar pekerjaan bongkar muat. menyelenggarakan penyegaran udara yang cukup l. infeksi dan penularan i. kotoran.Tujuan umum dari K3 adalah menciptakan tenaga kerja yang sehat dan produktif. kelembaban. debu. 3. memperoleh penerangan yang cukup dan sesuai menyelenggarakan suhu dan lembab udara yang baik k. mencegah dan mengendalikan timbulnya penyakit akibat kerja baik physik maupun psikis. b. dan memadamkan kebakaran c. memperoleh keserasian antara tenaga kerja. mengurangi. menyesuaikan dan menyempurnakan pengamatan pada pekerjaan yang bahaya kecelakaan menjadi bertambah tinggi. mengamankan dan memelihara segala jenis bangunan p. gas. 1990): a. peracunan. lingkungan. memelihara kebersihan. mencegah terkena aliran listrik yang berbahaya q. 1 tahun 1970 dinyatakan bahwa syarat-syarat keselamatan kerja untuk : a. perlakuan dan penyimpanan barang o. hembusan h. Agar tenaga kerja dan setiap orang berada di tempat kerja selalu dalam keadaan sehat dan selamat. mencegah dan mengurangi bahaya peledakan d. cara dan proses kerjanya n. Kecelakaan kerja . mencegah dan mengendalikan timbul atau menyebar luasnya suhu. memberikan kesempatan atau jalan menyelamatkan diri pada waktu kebakaran atau kejadiankejadian lain yang berbahaya e. Agar sumber-sumber produksi dapat berjalan secara lancar tanpa adanya hambatan. Dalam UU No. mencegah. asap. Tujuan hyperkes dapat dirinci sebagai berikut (Rachman. j. memberikan pertolongan pada waktu kecelakaan memberikan alat-alat perlindungan diri pada para pekerja g. mencegah dan mengurangi kecelakaan b. kesehatan.

a. mental. Secara umum. dan psikologis b) kurangnya/lemahnya pengetahuan dan ketrampilan/keahlian. Sugeng. Penyebab Dasar 1) Faktor manusia/pribadi. 2003) : a) Peralatan pengaman/pelindung/rintangan yang tidak memadai atau tidak memenuhi syarat. c) stress d) motivasi yang tidak cukup/salah 2) Faktor kerja/lingkungan. perlengkapan dan barang-barang/ f) tidak cukup standard-standard kerja g) penyalahgunaan b. ada dua sebab terjadinya kecelakaan kerja.Menurut Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI Nomor : 03 /MEN/1998 tentang Tata Cara Pelaporan dan Pemeriksaan Kecelakaan bahwa yang dimaksud dengan kecelakaan adalah suatu kejadian yang tidak dikehendaki dan tidak diduga semula yang dapat menimbulkan korban manusia dan atau harta benda. Kondisi berbahaya (unsafe conditions/kondisi-kondisi yang tidak standard) yaitu tindakan yang akan menyebabkan kecelakaan. antara lain karena : a) kurangnya kemampuan fisik. misalnya (Budiono. Penyebab Langsung 1. b) Bahan. yaitu penyebab langsung (immediate causes) dan penyebab dasar (basic causes). alat-alat/peralatan rusak c) Terlalu sesak/sempit d) Sistem-sistem tanda peringatan yang kurang mamadai e) Bahaya-bahaya kebakaran dan ledakan . antara lain karena : a) tidak cukup kepemimpinan dan atau pengawasan b) tidak cukup rekayasa (engineering) c) tidak cukup pembelian/pengadaan barang d) tidak cukup perawatan (maintenance) e) tidak cukup alat-alat.

Pembebanan kerja fisik . 2003): a) Mengoperasikan alat/peralatan tanpa wewenang. f) Memindahkan alat-alat keselamatan. g) Menggunakan alat yang rusak. misalnya (Budiono. h) Menggunakan alat dengan cara yang salah. Penerapan ergonomi/ruang lingkup ergonomi meliputi (Setyaningsih. Di beberapa negara Ergonomi diistilahkanArbeitswissenschaft (Jerman). 2002) . Tindakan berbahaya (unsafe act/tindakan-tindakan yang tidak standard) adalah tingkah laku. e) Menyebabkan alat-alat keselamatan tidak berfungsi. Biotechnology (Skandinavia). Ergonomi Ergonomi adalah ilmu serta penerapannya yang berusaha menyerasikan pekerjaan dan lingkungan terhadap orang atau sebaliknya dengan tujuan tercapainya produktivitas dan efisiensi yang setinggitingginya melalui pemanfaatan manusia seoptimal mungkin. c) Gagal untuk mengamankan. tindak-tanduk atau perbuatan yang akan menyebabkan kecelakaan. dll h) Bising i) Paparan radiasi j) Ventilasi dan penerangan yang kurang 2. Sugeng. asap.f) Kerapihan/tata-letak (housekeeping) yang buruk g) Lingkungan berbahaya/beracun : gas. d) Bekerja dengan kecepatan yang salah. i) Kegagalan memakai alat pelindung/keselamatan diri secara benar. H uman (factor) Engineering atau Personal Research di Amerika Utara. (Budiono. a. Yuliani. 4. Sugeng. b) Gagal untuk memberi peringatan. debu. 2003). uap.

.Beban fisik yang dibenarkan umumnya tidak melebihi 30-40% kemampuan maksimum seorang pekerja dalam waktu 8 jam sehari. Ukuran anthropometri tubuh yang penting dalam ergonomi adalah : 1) Berdiri a) Tinggi badan berdiri b) Tinggi bahu c) Tinggi siku d) Tinggi pinggul e) Depa f) Panjang lengan 2) Duduk a) Tinggi duduk b) Panjang lengan atas c) Panjang lengan bawah dan tangan d) Jarak lekuk lutut sampai dengan garis punggung e) Jarak lekuk lutut sampai dengan telapak 3) Keadaan bekerja sambil berdiri. Di Indonesia beban fisik untuk mengangkat dan mengangkut yang dilakukan seorang pekerja dianjurkan agar tidak melebihi dari 40 kg setiap kali mengangkat atau mengangkut. b. mempunyai kriteria : a) Tinggi optimum area kerja adalah 5-10 cm di bawah tinggi siku. Sikap yang tidak alamiah harus dihindari dan jika hal ini tidak mungkin dilaksanakan harus diusahakan agar beban statis menjadi sekecil-kecilnya. Untuk mengukur kemampuan kerja maksimum digunakan pengukuran denyut nadi yang diusahakan tidak melebihi 30-40 kali per menit di atas denyut nadi sebelum bekerja. Sikap tubuh dalam bekerja Sikap pekerjaan harus selalu diupayakan agar merupakan sikap ergonomik. Untuk membantu tercapainya sikap tubuh yang ergonomik sering diperlukan pula tempat duduk dan meja kerja yang kriterianya disesuaikan dengan ukuran anthropometri pekerja.

d. lingkungan kerja. c) Pekerjaan yang memerlukan penekanan dengan tangan. Semakin berat kegiatan yang dilakukan semakin besar kalori yang diperlukan. 1) Pekerja Pria a) Pekerjaan ringan : 2400 kal/hari b) Pekerjaan sedang . Dalam hal ini perlu diperhatikan juga saat dan frekuensi pemberian kalori pada pekerja. Selain itu pekerjaan pria juga membutuhkan kalori yang berbeda dari pekerja wanita. Perencanaan sistem ini dimulai sejak tahap awal dengan memperhatikan kelebihan dan keterbatasan manusia dan mesin yang digunakan interaksi manusia-mesin memerlukan beberapa hal khusus yang diperhatikan.b) Pekerjaan yang lebih membutuhkan ketelitian. Untuk efisiensi dan kenyamanan kerja perlu dihindari manusia sebagai “alat utama” untuk mengangkat dan mengangkut. 2600 kal/hari c) Pekerjaan berat : 3000 kal/hari . tinggi meja 1020 cm lebih rendah dari siku. ketrampilan dan peralatan yang digunakan. c. Sistem manusia – mesin Penyesuaian manusia-mesin sangat membantu dalam menciptakan kenyamanan dan efisiensi kerja. jarak yang harus ditempuh. e. Mengangkat dan mengangkut Beberapa faktor yang berpengaruh pada proses mengangkat dan mengangkut adalah beratnya beban. tinggi meja yang digunakan 10-20 cm lebih tinggi dari siku. misalnya : 1) adanya informasi yang komunikatif 2) tombol dan alat pengendali baik 3) perlu standard pengukuran anthropometri yang sesuai untuk pekerjaannya. Kebutuhan kalori Konsumsi kalori sangat bervariasi tergantung pada jenis pekerjaan. intensitas.

pengaturan waktu kerja gilir (shift) dari periode saat bekerja yang disesuaikan dengan irama faal tubuh manusia. jarak jauh dan sejuk b) hijau . Perlu juga diperhatikan waktu makan dan beribadah. Misalnya : a) biru . h. Dengan waktu istirahat ½ jam sesudah 4 jam bekerja. merangsang d) orange . 2400 kal/hari c) Pekerjaan berat : 2600 kal/hari f. . Olahraga dan kesegaran jasmani Kegiatan olahraga dan pembinaan kesegaran jasmani dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas. kejiwaan dan suhu. g. Waktu kerja dalam 1 hari antara 6-8 jam. i. Termasuk juga di dalamnya terciptanya kerjasama antar pekerja dalam melakukan suatu pekerjaan serta pencegahan pekerjaan yang berulang (repetitive). saat. Musik dan dekorasi Musik dapat meningkatkan kegairahan dan produktivitas kerja dengan mempertimbangkan jenis. tes kesehatan sebelum bekerja/tes kesegaran jasmani perlu dilakukan sebagai tahap seleksi karyawan. Lingkungan kerja Dalam peningkatan efisiensi dan produktifitas kerja berbagai faktor lingkungan kerja sangat berpengaruh. hangat. Berbagai faktor lingkungan yang berpengaruh misalnya suhu yang nyaman untuk bekerja adalah 24-26O C. Pengorganisasian kerja Pengorganisasian kerja berhubungan dengan waktu kerja. sangat dekat. saat istirahat. Oleh karena itu. dekat.2) Pekerja Wanita a) Pekerjaan ringan : 2000 kal/hari b) Pekerjaan sedang . lama dan sifat pekerjaan. merangsang. menyegarkan c) merah . Dekorasi dan pengaturan warna dapat memberikan kesan jarak.

Kusen adalah bagian yang sama penting dari sebuah rumah tinggal atau gedung. biasanya usaha milik keluarga. Tinjauan Umum Pembuatan Kusen. profil. tempat pekerjaan yang tidak terdapat keamanan kerja (job security). pengamen dan anak jalanan. Begitu juga dengan kusen jendela. BAB III . bersandar pada sumber daya lokal. tempat bekerja yang tidak ada status permanen atas pekerjaan tersebut dan unit usaha atau lembaga yang tidak berbadan hukum. pemakuan. Kusen pintu merupakan bingkai tempat "bergantung" sang pintu dan juga berfungsi sebagai "rumah" bagi perangkat kunci si alat pengaman. beban kerja yang berlebihan. penata parkir. Contoh dari jenis kegiatan sektor informal antara lain pedagang kaki lima (PKL). Sedangkan ciri-ciri kegiatan-kegiatan informal adalah mudah masuk. operasi skala kecil. kemudian mengantarkan kayu ke lokasi pembuatan. Dalam proses tersebut tanpa pekerja sadari.( fatmawati. artinya setiap orang dapat kapan saja masuk ke jenis usaha informal ini. C. juga di sebagian besar belahan Bumi ini. material kayu sangat memenuhi persyaratan artistik karena mudah dibentuk bermacam model yang variatif. pedagang pasar. kemudian sampai pada tahap akhir yaitu mengantarkannya ketempat pemesanan. Kelelahan Kelelahan adalah mekanisme perlindungan tubuh terhindar dari kerusakan lebih lanjut dan memerlukan terjadinya proses pemulihan. penggeregajian. Proses pembuatannya melalui beberapa tahap yaitu mulai dari pemilihan jenis kayu yang dibutuhkan. padat karya. Tidak hanya di kawasan tropis seperti Indonesia. Sebab-sebab kelelahan diantaranya adalah monotomi kerja.j. pemerataan. lingkungan kerja jelek. becak. pengetaman. gangguan kesehatan dan gizi kurang. berpotensi terhadap kesehatan dan keselamatan kerjanya.Pintu dan Jendela Sektor informal adalah segala jenis pekerjaan yang tidak menghasilkan pendapatan yang tetap. Selain dapat beradaptasi terhadap berbagai macam cuaca. umumnya rumah tinggal menggunakan kusen yang seperti halnya daun pintu itu sendiri-terbuat dari material kayu.2012). buruh tani dan lainnya. keterampilan diperoleh dari luar sistem formal sekolah dan tidak diatur dan pasar yang kompetitif.

Kebisingan Kebisingan adalah semua suara/bunyi yang tidak dikehendaki yang bersumber dari alatalat proses produksi dan atau alat-alat kerja yang pada tingkat tertentu dapat menimbulkan gangguan pendengaran (Kepmennaker. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan potensial hazard lingkungan fisik dari usaha pembuatan pintu. 1999). Kondisi Lingkungan Kerja Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan.PEMBAHASAN A. a. Dari hasil wawancara baik dari pemilik usaha dan pekerja mengatakan bahwa tidak pernah mendengar tentang kesehatan dan keselamatan kerja. Potensial Hazard Lingkungan Fisik Lingkungan fisik meliputi keadaan fisik seperti kebisingan. jendela dan kusen yaitu kebisingan. radiasi.1990 yaitu agar tenaga kerja dan setiap orang berada di tempat kerja selalu dalam keadaan sehat dan selamat. atau hasil tahu seseorang terhadap objek melalui indera yang dimilikinya. dapat diklasifikasikan potensi bahaya dari usaha pembuatan pintu. Begitu pula dengan pengetahuan tentang K3. iklim (cuaca ) kerja. Meskipun demikian mereka berpendapat bahwa “kesehatan dan keselamatan kerja adalah bagaimana agar kita terhindar dari penyakit akibat bekerja”. bau-bauan serta hal-hal yang berhubungan di tempat kerja. kusen dan jendela ini berdasarkan lingkungan kerjanya. dan debu. untuk waktu pemajanan 8 jam perhari. Dan untuk kebisingan lebih dari 140 dBA walaupun sesaat pemajanan tidak diperkenankan. Sesuai Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor : KEP-51/MEN/1999 adalah 85 desi Bell A( dBA ). Pendapat tersebut sesuai dengan tujuan K3 menurut Rachman. Pengetahuan Kesehatan dan Keselamatan Kerja Pengetahuan adalah hasil penginderaan manusia. 1. B. penerangan.Pengetahuan seseorang terhadap objek mempunyai intensitas atau tingkat yang berbeda-beda. cahaya. . Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa mereka mengetahui tujuan kesehatan dan keselamatan kerja meskipun tidak pernah mendengarnya. tekanan udara. getaran.

b) Memungkinkan penghuni berjalan dan bergerak secara mudah dan aman. sumber alami menghasilkan panas terutama saat siang hari. Menurut sumbernya. Dan selama bekerja menurutnya tidak ada kelainan pada alat pendengaran. Pencahayaan yang baik memungkinkan orang dapat melihat objek-objek yang dikerjakannya secara jelas dan cepat. .Sumber pencahayaan alami kadang dirasa kurang efektif dibanding dengan penggunaan pencahayaan buatan. dan tidak menimbulkan bayang-bayang. jendela dan kusen berasal dari peralatan yang digunakan. Meskipun. seperti mesin penggeregajian. selain menghemat energi listrik juga dapat membunuh kuman. tidak berkedip. pada saat pengamatan suara yang dikeluarkan dari alat tersebut cukup bising yang akan mempengaruhi kesehatan apabila melewati nilai ambang batas.Suara bising yang terdapat dalam proses pembuatan pintu. ketam tangan listrik dan profil. 2) Pencahayaan buatan Pencahayaan buatan adalah pencahayaan yang dihasilkan oleh sumber cahaya selain cahaya alami. b. Pencahayaan Pencahayaan merupakan salah satu faktor untuk mendapatkan keadaan lingkungan yang aman dan nyaman dan berkaitan erat dengan produktivitas manusia. pencahayaan dapat dibagi menjadi : 1) Pencahayaan alami Pencahayaan alami adalah sumber pencahayaan yang berasal dari sinar matahari. mesin pengetaman. dari hasil wawancara yang telah dilakukan suara bising dari mesin tersebut menurutnya tidak menganggu pengerjaanya karena telah terbiasa. d) Memberikan pencahayaan dengan intensitas yang tetap menyebar secara merata. selain karena intensitas cahaya yang tidak tetap. Fungsi pokok pencahayaan buatan baik yang diterapkan secara tersendiri maupun yang dikombinasikan dengan pencahayaan alami adalah sebagai berikut: a) Menciptakan lingkungan yang memungkinkan penghuni melihat secara detail serta terlaksananya tugas serta kegiatan visual secara mudah dan tepat. Namun. Untuk mendapatkan pencahayaan alami pada suatu ruang diperlukan jendela-jendela yang besar ataupun dinding kaca sekurang-kurangnya 1/6 daripada luas lantai. tidak menyilaukan. Pencahayaan buatan sangat diperlukan apabila posisi ruangan sulit dicapai oleh pencahayaan alami atau saat pencahayaan alami tidak mencukupi. Sinar alami mempunyai banyak keuntungan. c) Tidak menimbukan pertambahan suhu udara yang berlebihan pada tempat kerja.

Menurutnya keadaan tersebut membuatnya merasa lelah ketika berdiri lama pada saat pengetaman. alat peraga/display. Tergantung dari banyaknya pesanan. Untuk pembuatan pintu.(putraprabu. Namun bahaya dari partikel tersebut diminimalisir dengan penggunaan masker. Penerapan ergonomi pada umumnya merupakan aktivitas rancang bangun (desain) ataupun rancang ulang (re-desain). ergonomic juga mempunyai peranan penting. dan tersuspensi diudara. 2. Debu Debu adalah zat padat yang dihasilkan oleh manusia atau alam dan merupakan hasil dari proses pemecahan suatu bahan. Jika pesanan banyak maka. misalnya embun. pada saat pesanan banyak menuntut pekerja untuk bekerja lebih dari hari biasanya. Ini dapat dilihat dari kesesuaian posisi pada saat bekerja. Debu adalah zat padat yang berukuran 0. jika hal itu dialami maka pekerja langsung berstirahat. .wordpress. Perangkat keras berkaitan dengan mesin (perkakas kerja/tools. rotasi pekerjaan. Debu termasuk kedalam golongan partikulat. Dalam kaitannya dengan pembuatan pintu.e) Meningkatkan lingkungan visual yang nyaman dan meningkatkan prestasi. fumes dan fog. Ergonomi disebut sebagai human factor yang berarti menyesuaikan suasana kerja dengan manusianya.1 – 25 mikron. pemilihan jadwal pergantian shift kerja. prosedur kerja dan lain-lain. Namun. Potensial Hazard Lingkungan Fisiologis Potensial hazard lingkungan fisiologis dari usaha pembuatan kusen. c. Hal ini dapat meliputi perangkat keras (hardware) maupun perangkat lunak (software).com) Partikel debu yang dihasilkan dari proses pembuatan pintu. pengetaman. dan profil. Berdasarkan hasil wawancara. asap. pekerja dapat bekerja hingga larut malam. Menurut informan dalam pengerjaannya tidak ada waktu yang menentu. jendela dan kusen. jendela dan kusen dibutuhkan paling sedikit mepunyai penerangan 200 luks. Yang dimaksud dengan partikulat adalah zat padat/cair yang halus. conveyor dan lain-lain) sedangkan perangkat lunak lebih berkaitan dengan sistem kerjanya seperti penentuan jumlah istirahat. Dan melanjutkan pekerjaanya setelah merasa membaik. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan usaha ini menggunakan 2 sumber penerangan yaitu pencahayaan alami yang digunakan pada siang hari dan pencahayaan buatan yang digunakan pada malam hari. debu.pintu dan jendela adalah egonomi. jendela dan kusen berasal dari proses penggeregajian.

Pencegahan / Pengendalian Kecelakaan Kerja dan PAK Menurut pengakuan informan.org/wiki/Alatpelindungdiri).( http://id. D. Fasilitas yang ada pada tempat tersebut yaitu Terdapat tempat peristirahatan. Pekerja hanya menggunakan masker karena menurutnya hanya debu yang berbahaya bagi dirinya. Untuk menangani jika terjadi kecelakaan kerja di tempat ini. Dalam usaha pembuatan pintu. Selain itu pada saat pangangkatan bahan seharusnya menggunakan sarung tangan untuk mengurangi bahaya yang dapat menyederai tangan. Dan sering berolahraga pada pagi hari selain itu makanan yang dikonsumsi menurutnya harus disesuaikan dengan pekerjaannya. kamar. dan kamar mandi dengan air bersih yang memadai. dan air minum yang cukup.C. pekerja langsung di bawa ke puskesmas. Biaya penanganan dan penanggulangan kesehatan bila ada kecelakaan ditanggung oleh pemilik usaha. Fasilitas Kesehatan Usaha ini tidak memiliki fasilitas kesehatan. Kesimpulan . Penggunaan Alat Pelindung Diri Alat Pelindung Diri (APD) adalah kelengkapan yang wajib digunakan saat bekerja sesuai bahaya dan risiko kerja untuk menjaga keselamatan pekerja itu sendiri dan orang di sekelilingnya.untuk mencegah atau mengendalikan kecelakaan kerja di tempat usahanya dilakukan dengan cara istirahat jika merasakan kelelahan. dan kusen ini. BAB IV PENUTUP A. Karena menurut informan terkadang bahan atau kayu yang diangkat meyederai tangannya. Sementara kebisingan hanya dianggap hal yang biasa sehingga tidak digunakan APD seperti ear plug atau ear mup (sumbat telinga). Namun hal tersebut menurtnya biasa saja.wikipedia. penggunaan alat pelindung diri masih perlu ditingkatkan. jendela. Bahkan menurutnya jika menggunakan APD membuatnya repot. E.

Pada penggunaan Alat Pelindung Diri. pekerja sudah menggunakan masker untuk mencegah debu memasuki saluran pernapasan. kebisingan dan saat pengangkatan kayupun berpotensi membahyakan keselamatan kerja. dan kamar mandi dengan air bersih yang memadai. pencahayaan. dan jendela dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut . perlindungan K3 di sector informal masih lemah. 2. Seperti . 5. Namun masih perlu ditingkatkan karena pada lingkungan kerja itu. B. Upaya yang dapat dilakukan antara lain pendataan dan monitoring. perlindungan K3 tidak membedakan antara sector formal dan informal. Fasilitas yang ada pada tempat tersebut yaitu Terdapat tempat peristirahatan. Seharusnya. dan air minum yang cukup.Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan di industri nonformal khususnya di industri pembuatan kusen. DAFTAR PUSTAKA . Saran Berdasarkan hasil observasi.pintu. 1. Dan sering berolahraga pada pagi hari selain itu makanan yang dikonsumsi menurutnya harus disesuaikan dengan pekerjaannya. potensial hazard lingkungan fisiologis ( ergonomi ). kamar. Tidak ada potensial hazard lingkungan kimi.biologi dan psikologi ( stress kerja ) 3. tidak hanya debu yang berbahaya bagi kesehatan namun. sosialisasi K3 melalui pelatihan. Pengetahuan tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja yang dimiliki pemilik dan tenaga kerja masih minim. 4. potensial hazard lingkungan fisik ( kebisingan. dan debu ). Hal ini karena mereka tidak pernah mendengar tentang kesehatan dan keselamatan kerja. Kondisi lingkungan kerja memberikan kontribusi terhadap beberapa potensial bahaya bagi keselamatan kerja. Pencegahan / pengendaliaan kecelakaan kerja di tempat ini yaitu beristirahat jika merasakan kelelahan. dan bantuan jaminan kesehatan yang memadai. Walaupun tidak semua sumber bahaya diproteksi tapi setidaknya sudah ada upaya preventif yang dilakukan. Sektor informal memiliki beberapa kelemahan dalam perlindungan K3 karena keterbatasan factor ekonomi dan social budaya.

Pengertian Dan Proses Produksi.2006. Pemasangan dan Finishing.2011. Dampak Partikulat Terhadap dari: http//putraprabu. Putra Sektor Informal.blogspot. Di akses dari: http// Yprawira.Kusen Pintu dan Jendela. Pada tanggal 30 Maret 2012.pdf. Pada tanggal 30 Maret 2012. Di akses Ragil setiyabudi.ac. Pada tanggal 30 Maret 2012. Mohamad yani.com. Pada tanggal 30 Maret 2012. Pembuatan.com.Kesehatan dan keselamatan kerja di lingkungan industri.wordpress.2008.Anonim.wordpress.2012.com. Di akses dari: http// thebachtiar. SKM.com. Pada tanggal 30 maret 2012. Di akses dari: http//Depeloverdankontraktor.wordpress. Kesehatan.Keselamatan Dan Kesehatan Kerja dari:http//repository. Zein Property.2010.ipb. . Di akses Prabu.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->