Makalah K3 Industri Sektor Informal "USAHA PEMBUATAN PINTU,JENDELA DAN KUSEN

"
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar belakang Dalam dunia kerja dikenal sektor industri formal dan non formal. Sektor informal dan formal dibedakan karena ketidakberadaannya hubungan kerja atau kontrak kerja yang jelas. Pada umumnya sifat pekerjaan informal hanya berdasarkan perintah dan perolehan upah. Hubungan yang ada hanya sebatas majikan dan buruh (tenaga kerja), dengan minimnya perlindungan K3. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan salah satu perlindungan tenaga kerja di segala jenis kegiatan usaha, baik formal maupun informal. Kegiatan dan penerapan K3 terhadap tenaga kerja di sector formal, pada umumnya sudah diterapkan dengan baik. Sedangkan penerapan di sector informal belum diketahui dengan baik. Kegiatan pekerjaan dan tempat kerja sector informal sangat banyak dan belum diklasifikasikan atas jenis usaha , jenis pekerjaan, dan tempat kerja jika ditinjau dari ketiganya, tidak jauh berbeda. Dalam makalah ini mencoba mengamati kegiatan K3 di sector informal dengan mengamati kondisi tempat kerja, alat pelindung diri, pengetahuan K3, dan faslitas kesehatan di kegiatan sector informal. B. Tujuan Penulisan Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan diatas, maka tujuan dari penulisan makalah ini yaitu : 1. Untuk mengetahui pengetahuan tentang kesehatan dan keselamatan kerja. 2. Untuk mengetahui kondisi lingkungan kerja khususnya usaha pembuatan kusen,pintu dan jendela. 3. Untuk mengetahui penggunaan APD di tempat kerja khususnya usaha pembuatan kusen,pintu dan jendela. 4. Untuk mengetahui pengendalian / pencecegahan kecelakaan kerja khususnya pada industry usaha pembuatan kusen,pintu dan jendela.

Bagaimana pengetahuan tentang kesehatan dan keselamatan kerja?. Pada awalnya hanya pemilik yang bertindak sebagai pekerja. Luas tempat kerja 8x5 m2. Tenaga Kerja .5. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang dan tujuan diatas maka rumusan masalah dari makalah ini yaitu .Romang Polong. Bagaimana pengendalian / pencecegahan kecelakaan kerja khususnya pada industrypembuat kusen. Sejarah Pendirian Industri sektor informal yang diteliti yaitu industri mebel pembuatan pintu.pintu dan jendela?. Usaha ini didirikan karena adanya dorongan dari keluarga yang sudah lebih dulu menjalankan usaha ini. Industri ini terletak di Jl. Mustapa Dg. 3. jendela dan kusen. 4.pintu dan jendela?. 1.pintu dan jendela. Gowa.pintu dan jendela?.1 Kel.Somba Opu. Setahun kemudian mulailah ada pekerja yang direkrut. Kec. Gambaran Lokasi 1.pintu dan jendela?. 2. Bagaiamana kondisi lingkungan kerja khususnya pada usaha pembuat kusen. didirikan pada bulan 5 tahun 2004 letaknya didekat rumah pemilik. Pemilik atas nama Bapak Sudirman. Bagaimana penggunaan APD di tempat kerja khususnya pada usaha pembuat kusen. Untuk mengetahui fasilitas kesehatan yang ada di tempat kerja khususnya pada industri usaha pembuatan kusen.Bunga. 5. C. BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Kab. No. Bagaiamana fasilitas kesehatan yang ada di tempat kerja khususnya pada industripembuat kusen. 2.

Setelah bahan yang dibutuhkan didapatkan. bahan dan dana) yang ada diubah untuk memperoleh suatu hasil. Selain itu keselamatan dan kesehatan kerjanya dianggap tidak penting karena selama bekerja menurutnya tidak terjadi apaapa. Berdasarkan hasil wawancara. mesin. Pencarian dan pemilihan bahan dilakukan sendiri oleh pemilik industri. Proses pembuatan pintu. metode ataupun teknik menambah keguanaan suatu barang dan jasa dengan menggunakan faktor produksi yang ada. selanjutnya pengangkutan bahan. Baik bahan maupun alat yang digunakan. Produksi adalah kegiatan untuk menciptakan atau menambah kegunaan barang atau jasa (Assauri. Untuk saat ini. dan tiba di lokasi kerja bahan tersebut diturunkan ke tempat penyimpanan yang tidak jauh dari lokasi kerja. Dan penurunan bahan tersebut dilakukan kembali oleh pemiliknya sendiri. Pengangkutan bahan ini dilakukan sendiri. Setelah pengangkutan bahan. 1995). Berdasarkan hasil wawancara pada saat pengangkutan sering dikeluhkan sakit pada bagian tangan dan punggung. 2. jendela dan kusen adalah sama. Menurut Ahyari (2002) proses produksi adalah suatu cara. Penyediaan bahan Bahan yang dibutuhkan untuk pembuatan mebel tersebut diatas adalah kayu bayam dan kayu samarindah. Jumlah tenaga kerja di ditempat tersebut adalah 2 orang. Hal ini karena tidak menggunakan alat pelindung diri seperti handskun. Selain itu pemilik mengatakan bahwa bahan yang diturunkan dari mobil terkadang menyederai tangannya. Proses Produksi Proses diartikan sebagai suatu cara. Keluhan yang sering dirasakan sama dengan ketika menaikkan bahan tersebut. Karena kayu tersebut diangkat sendiri ke atas mobil tanpa menggunakan alat pelindung diri. APD tidak digunakan karena menurutnya APD membuat dirinya repot.Orang yang bekerja sejak didirikannya hingga sekarang telah berganti. Ada beberapa tempat penyediaan bahan yang sudah bekerja sama dengan pemilik industri. Penggeregajian . metode dan teknik bagaimana sesungguhnya sumbersumber (tenaga kerja. 3. Berdasarkan hasil wawancara mereka bekerja empat tahun yang lalu. Berikut ini adalah proses pembuatannya: 1.

dan suara bising dari alat. Potensi yang mungkin terjadi yaitu Cedera di tangan. Potensi bahaya yang mungkin terjadi yaitu cedera pada tangan ketika pemakuan jika tidak dilakukan dengan hati-hati. Posisi ketika pemakuan yaitu membungkuk atau jonkok. Meskipun dari proses ini potensi yang dapat terjadi yaitu debu dari bahan yang digeregaji namun tenaga kerja meminimalasir bahaya kesehatan yang ada dengan menggunakan masker. Posisi ketika melakukan profil yaitu membungkuk. 6. . Namun menurutnya suara tersebut tidak mengganggu dirinya. Proses ini untuk menyatukan bahan agar membentuk jendela. 5. Pemerataan Setelah pemakuan dilakukan pemerataan dengan menggunakan ketam listrik. Proses ini bertujuan untuk meratakan setiap sudut yang telah dimodel. Alat tersebut juga mengasilkan debu yang dapat memepengaruhi kesehatan pekerja. Proses dilakukan oleh tenaga kerja di tempat tersebut dalam keadaan berdiri ataupun jongkok. Profil Proses ini bertujuan untuk memperindah setiap sudut yang telah dibentuk. suara dari alat tersebut juga menimbulkan kebisingan. Proses ini bertujuan memotong bahan untuk menyesuaikan ukuran yang dibutuhkan untuk pembuatan kusen. debu dari hasil ketaman. 3. 4. Potensi bahaya yang mungkin terjadi yaitu debu hasil pemerataan dan suara bising yang ditimbulkan oleh mesin pemerataan. jendela dan pintu. Posisi ketika pemeraataan yaitu membungkuk. Alat ini bertujuan untuk menghaluskan bahan. Pemakuan Bahan yang telah dihaluskan selanjutnya dipaku.Alat yang digunakan untuk menggeregaji yaitu mesin scap. Pengetaman Bahan yang sudah digeregaji selanjutnya diketam dengan menggunakan ketam meja. Posisi ketika mengetam yaitu berdiri atau jongkok. Dari hasil wawancara tidak ada keluhan apapun yang dirasakan. pintu atau kusen yang telah dipesan orang.

baik fisik. Kesehatan kerja memiliki sifat sebagai berikut : a. serta terhadap penyakit-penyakit umum. Bersifat medis.Keselamatan kerja memiliki sifat sebagai berikut : a.pesawat. 1993). ada yang menyebutnya Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja (Hyperkes) dan ada yang hanya disingkat K3. alat kerja. Pengertian kesehatan dan keselamatan kerja Menurut Sumakmur (1988) kesehatan kerja adalah spesialisasi alam ilmu kesehatan/kedokteran beserta prakteknya yang bertujuan. terhadap penyakit-penyakit/gangguan– gangguan kesehatan yang diakibatkan faktor-faktor pekerjaan dan lingkungan kerja. maupun sosial. bahan. Bersifat teknik. atau mental. 2. Sasarannya adalah manusia b. Tujuan kesehatan dan keselamatan kerja . landasan tempat kerja dan lingkungannya serta cara-cara melakukan pekerjaan (Sumakmur. Tinjauan Umum Tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja 1. agar pekerja/masyarakat pekerja beserta memperoleh derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Pesanan tersebut dturunkan sendiri oleh pengantar. Pengistilahan Keselamatan dan Kesehatan kerja (atau sebaliknya) bermacam macam . dan dalam istilah asing dikenal Occupational Safety and Health. Keselamatan kerja adalah keselamatan yang bertalian dengan mesin. dan proses pengolahannya.7. dengan usahausaha preventif dan kuratif. Pengantaran Proses ini dilakukan oleh pemilik usaha untuk mengantarkan pesanan ke tempat tujuan. Sasarannya adalah lingkungan kerja b. B.

memberikan kesempatan atau jalan menyelamatkan diri pada waktu kebakaran atau kejadiankejadian lain yang berbahaya e. kesehatan. gas. Dalam UU No. mencegah dan mengurangi bahaya peledakan d. cara dan proses kerjanya n. infeksi dan penularan i. mencegah dan mengendalikan timbul atau menyebar luasnya suhu. memperoleh keserasian antara tenaga kerja. lingkungan. mencegah. dan ketertiban m. mengurangi. Kecelakaan kerja . Agar tenaga kerja dan setiap orang berada di tempat kerja selalu dalam keadaan sehat dan selamat. menyesuaikan dan menyempurnakan pengamatan pada pekerjaan yang bahaya kecelakaan menjadi bertambah tinggi. j. hembusan h. memberikan pertolongan pada waktu kecelakaan memberikan alat-alat perlindungan diri pada para pekerja g. mengamankan dan memelihara segala jenis bangunan p. mencegah terkena aliran listrik yang berbahaya q.Tujuan umum dari K3 adalah menciptakan tenaga kerja yang sehat dan produktif. memperoleh penerangan yang cukup dan sesuai menyelenggarakan suhu dan lembab udara yang baik k. mengamankan dan memperlancar pekerjaan bongkar muat. mencegah dan mengurangi kecelakaan b. kelembaban. f. kotoran. dan memadamkan kebakaran c. Agar sumber-sumber produksi dapat berjalan secara lancar tanpa adanya hambatan. 3. 1990): a. Tujuan hyperkes dapat dirinci sebagai berikut (Rachman. mencegah dan mengendalikan timbulnya penyakit akibat kerja baik physik maupun psikis. asap. debu. menyelenggarakan penyegaran udara yang cukup l. peracunan. b. perlakuan dan penyimpanan barang o. memelihara kebersihan. 1 tahun 1970 dinyatakan bahwa syarat-syarat keselamatan kerja untuk : a.

Kondisi berbahaya (unsafe conditions/kondisi-kondisi yang tidak standard) yaitu tindakan yang akan menyebabkan kecelakaan. a.Menurut Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI Nomor : 03 /MEN/1998 tentang Tata Cara Pelaporan dan Pemeriksaan Kecelakaan bahwa yang dimaksud dengan kecelakaan adalah suatu kejadian yang tidak dikehendaki dan tidak diduga semula yang dapat menimbulkan korban manusia dan atau harta benda. 2003) : a) Peralatan pengaman/pelindung/rintangan yang tidak memadai atau tidak memenuhi syarat. Penyebab Langsung 1. mental. c) stress d) motivasi yang tidak cukup/salah 2) Faktor kerja/lingkungan. dan psikologis b) kurangnya/lemahnya pengetahuan dan ketrampilan/keahlian. misalnya (Budiono. perlengkapan dan barang-barang/ f) tidak cukup standard-standard kerja g) penyalahgunaan b. yaitu penyebab langsung (immediate causes) dan penyebab dasar (basic causes). b) Bahan. alat-alat/peralatan rusak c) Terlalu sesak/sempit d) Sistem-sistem tanda peringatan yang kurang mamadai e) Bahaya-bahaya kebakaran dan ledakan . antara lain karena : a) tidak cukup kepemimpinan dan atau pengawasan b) tidak cukup rekayasa (engineering) c) tidak cukup pembelian/pengadaan barang d) tidak cukup perawatan (maintenance) e) tidak cukup alat-alat. antara lain karena : a) kurangnya kemampuan fisik. Secara umum. Sugeng. Penyebab Dasar 1) Faktor manusia/pribadi. ada dua sebab terjadinya kecelakaan kerja.

Tindakan berbahaya (unsafe act/tindakan-tindakan yang tidak standard) adalah tingkah laku. misalnya (Budiono. h) Menggunakan alat dengan cara yang salah. 4. Yuliani. (Budiono.f) Kerapihan/tata-letak (housekeeping) yang buruk g) Lingkungan berbahaya/beracun : gas. f) Memindahkan alat-alat keselamatan. b) Gagal untuk memberi peringatan. Sugeng. asap. 2003). Sugeng. uap. tindak-tanduk atau perbuatan yang akan menyebabkan kecelakaan. e) Menyebabkan alat-alat keselamatan tidak berfungsi. Ergonomi Ergonomi adalah ilmu serta penerapannya yang berusaha menyerasikan pekerjaan dan lingkungan terhadap orang atau sebaliknya dengan tujuan tercapainya produktivitas dan efisiensi yang setinggitingginya melalui pemanfaatan manusia seoptimal mungkin. c) Gagal untuk mengamankan. Pembebanan kerja fisik . i) Kegagalan memakai alat pelindung/keselamatan diri secara benar. d) Bekerja dengan kecepatan yang salah. dll h) Bising i) Paparan radiasi j) Ventilasi dan penerangan yang kurang 2. g) Menggunakan alat yang rusak. debu. Penerapan ergonomi/ruang lingkup ergonomi meliputi (Setyaningsih. 2002) . a. Biotechnology (Skandinavia). H uman (factor) Engineering atau Personal Research di Amerika Utara. 2003): a) Mengoperasikan alat/peralatan tanpa wewenang. Di beberapa negara Ergonomi diistilahkanArbeitswissenschaft (Jerman).

Beban fisik yang dibenarkan umumnya tidak melebihi 30-40% kemampuan maksimum seorang pekerja dalam waktu 8 jam sehari. mempunyai kriteria : a) Tinggi optimum area kerja adalah 5-10 cm di bawah tinggi siku. b. Untuk membantu tercapainya sikap tubuh yang ergonomik sering diperlukan pula tempat duduk dan meja kerja yang kriterianya disesuaikan dengan ukuran anthropometri pekerja. Untuk mengukur kemampuan kerja maksimum digunakan pengukuran denyut nadi yang diusahakan tidak melebihi 30-40 kali per menit di atas denyut nadi sebelum bekerja. Sikap yang tidak alamiah harus dihindari dan jika hal ini tidak mungkin dilaksanakan harus diusahakan agar beban statis menjadi sekecil-kecilnya. Ukuran anthropometri tubuh yang penting dalam ergonomi adalah : 1) Berdiri a) Tinggi badan berdiri b) Tinggi bahu c) Tinggi siku d) Tinggi pinggul e) Depa f) Panjang lengan 2) Duduk a) Tinggi duduk b) Panjang lengan atas c) Panjang lengan bawah dan tangan d) Jarak lekuk lutut sampai dengan garis punggung e) Jarak lekuk lutut sampai dengan telapak 3) Keadaan bekerja sambil berdiri. . Di Indonesia beban fisik untuk mengangkat dan mengangkut yang dilakukan seorang pekerja dianjurkan agar tidak melebihi dari 40 kg setiap kali mengangkat atau mengangkut. Sikap tubuh dalam bekerja Sikap pekerjaan harus selalu diupayakan agar merupakan sikap ergonomik.

Dalam hal ini perlu diperhatikan juga saat dan frekuensi pemberian kalori pada pekerja. jarak yang harus ditempuh. Selain itu pekerjaan pria juga membutuhkan kalori yang berbeda dari pekerja wanita.b) Pekerjaan yang lebih membutuhkan ketelitian. Kebutuhan kalori Konsumsi kalori sangat bervariasi tergantung pada jenis pekerjaan. tinggi meja 1020 cm lebih rendah dari siku. d. 1) Pekerja Pria a) Pekerjaan ringan : 2400 kal/hari b) Pekerjaan sedang . 2600 kal/hari c) Pekerjaan berat : 3000 kal/hari . Semakin berat kegiatan yang dilakukan semakin besar kalori yang diperlukan. Untuk efisiensi dan kenyamanan kerja perlu dihindari manusia sebagai “alat utama” untuk mengangkat dan mengangkut. lingkungan kerja. misalnya : 1) adanya informasi yang komunikatif 2) tombol dan alat pengendali baik 3) perlu standard pengukuran anthropometri yang sesuai untuk pekerjaannya. Mengangkat dan mengangkut Beberapa faktor yang berpengaruh pada proses mengangkat dan mengangkut adalah beratnya beban. intensitas. Sistem manusia – mesin Penyesuaian manusia-mesin sangat membantu dalam menciptakan kenyamanan dan efisiensi kerja. ketrampilan dan peralatan yang digunakan. Perencanaan sistem ini dimulai sejak tahap awal dengan memperhatikan kelebihan dan keterbatasan manusia dan mesin yang digunakan interaksi manusia-mesin memerlukan beberapa hal khusus yang diperhatikan. c. c) Pekerjaan yang memerlukan penekanan dengan tangan. e. tinggi meja yang digunakan 10-20 cm lebih tinggi dari siku.

merangsang. jarak jauh dan sejuk b) hijau . tes kesehatan sebelum bekerja/tes kesegaran jasmani perlu dilakukan sebagai tahap seleksi karyawan. Dengan waktu istirahat ½ jam sesudah 4 jam bekerja. h. Perlu juga diperhatikan waktu makan dan beribadah. Pengorganisasian kerja Pengorganisasian kerja berhubungan dengan waktu kerja. merangsang d) orange .2) Pekerja Wanita a) Pekerjaan ringan : 2000 kal/hari b) Pekerjaan sedang . pengaturan waktu kerja gilir (shift) dari periode saat bekerja yang disesuaikan dengan irama faal tubuh manusia. sangat dekat. . Waktu kerja dalam 1 hari antara 6-8 jam. g. hangat. Musik dan dekorasi Musik dapat meningkatkan kegairahan dan produktivitas kerja dengan mempertimbangkan jenis. Misalnya : a) biru . lama dan sifat pekerjaan. saat istirahat. Dekorasi dan pengaturan warna dapat memberikan kesan jarak. Lingkungan kerja Dalam peningkatan efisiensi dan produktifitas kerja berbagai faktor lingkungan kerja sangat berpengaruh. Olahraga dan kesegaran jasmani Kegiatan olahraga dan pembinaan kesegaran jasmani dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas. dekat. saat. Berbagai faktor lingkungan yang berpengaruh misalnya suhu yang nyaman untuk bekerja adalah 24-26O C. 2400 kal/hari c) Pekerjaan berat : 2600 kal/hari f. menyegarkan c) merah . kejiwaan dan suhu. i. Oleh karena itu. Termasuk juga di dalamnya terciptanya kerjasama antar pekerja dalam melakukan suatu pekerjaan serta pencegahan pekerjaan yang berulang (repetitive).

Dalam proses tersebut tanpa pekerja sadari. pemakuan. tempat pekerjaan yang tidak terdapat keamanan kerja (job security). material kayu sangat memenuhi persyaratan artistik karena mudah dibentuk bermacam model yang variatif. profil. Kusen adalah bagian yang sama penting dari sebuah rumah tinggal atau gedung. Begitu juga dengan kusen jendela. Kusen pintu merupakan bingkai tempat "bergantung" sang pintu dan juga berfungsi sebagai "rumah" bagi perangkat kunci si alat pengaman. pengetaman. becak. Tidak hanya di kawasan tropis seperti Indonesia. penata parkir. Kelelahan Kelelahan adalah mekanisme perlindungan tubuh terhindar dari kerusakan lebih lanjut dan memerlukan terjadinya proses pemulihan. pemerataan. padat karya. artinya setiap orang dapat kapan saja masuk ke jenis usaha informal ini. pedagang pasar. Selain dapat beradaptasi terhadap berbagai macam cuaca. gangguan kesehatan dan gizi kurang. Tinjauan Umum Pembuatan Kusen. pengamen dan anak jalanan. umumnya rumah tinggal menggunakan kusen yang seperti halnya daun pintu itu sendiri-terbuat dari material kayu. C. BAB III . buruh tani dan lainnya. penggeregajian. tempat bekerja yang tidak ada status permanen atas pekerjaan tersebut dan unit usaha atau lembaga yang tidak berbadan hukum. Sedangkan ciri-ciri kegiatan-kegiatan informal adalah mudah masuk. bersandar pada sumber daya lokal. Contoh dari jenis kegiatan sektor informal antara lain pedagang kaki lima (PKL). Sebab-sebab kelelahan diantaranya adalah monotomi kerja. lingkungan kerja jelek. berpotensi terhadap kesehatan dan keselamatan kerjanya.( fatmawati. keterampilan diperoleh dari luar sistem formal sekolah dan tidak diatur dan pasar yang kompetitif. kemudian sampai pada tahap akhir yaitu mengantarkannya ketempat pemesanan. kemudian mengantarkan kayu ke lokasi pembuatan.2012).j. Proses pembuatannya melalui beberapa tahap yaitu mulai dari pemilihan jenis kayu yang dibutuhkan. juga di sebagian besar belahan Bumi ini. operasi skala kecil. beban kerja yang berlebihan. biasanya usaha milik keluarga.Pintu dan Jendela Sektor informal adalah segala jenis pekerjaan yang tidak menghasilkan pendapatan yang tetap.

1999). Meskipun demikian mereka berpendapat bahwa “kesehatan dan keselamatan kerja adalah bagaimana agar kita terhindar dari penyakit akibat bekerja”. tekanan udara. atau hasil tahu seseorang terhadap objek melalui indera yang dimilikinya. dapat diklasifikasikan potensi bahaya dari usaha pembuatan pintu. Dan untuk kebisingan lebih dari 140 dBA walaupun sesaat pemajanan tidak diperkenankan. dan debu. Pendapat tersebut sesuai dengan tujuan K3 menurut Rachman. Kondisi Lingkungan Kerja Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan. Potensial Hazard Lingkungan Fisik Lingkungan fisik meliputi keadaan fisik seperti kebisingan. B. Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa mereka mengetahui tujuan kesehatan dan keselamatan kerja meskipun tidak pernah mendengarnya. jendela dan kusen yaitu kebisingan. Sesuai Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor : KEP-51/MEN/1999 adalah 85 desi Bell A( dBA ).1990 yaitu agar tenaga kerja dan setiap orang berada di tempat kerja selalu dalam keadaan sehat dan selamat. a. untuk waktu pemajanan 8 jam perhari. kusen dan jendela ini berdasarkan lingkungan kerjanya. Begitu pula dengan pengetahuan tentang K3. . Pengetahuan Kesehatan dan Keselamatan Kerja Pengetahuan adalah hasil penginderaan manusia.Pengetahuan seseorang terhadap objek mempunyai intensitas atau tingkat yang berbeda-beda. iklim (cuaca ) kerja. penerangan. Dari hasil wawancara baik dari pemilik usaha dan pekerja mengatakan bahwa tidak pernah mendengar tentang kesehatan dan keselamatan kerja. Kebisingan Kebisingan adalah semua suara/bunyi yang tidak dikehendaki yang bersumber dari alatalat proses produksi dan atau alat-alat kerja yang pada tingkat tertentu dapat menimbulkan gangguan pendengaran (Kepmennaker. 1.PEMBAHASAN A. cahaya. bau-bauan serta hal-hal yang berhubungan di tempat kerja. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan potensial hazard lingkungan fisik dari usaha pembuatan pintu. getaran. radiasi.

tidak menyilaukan. selain karena intensitas cahaya yang tidak tetap. Pencahayaan Pencahayaan merupakan salah satu faktor untuk mendapatkan keadaan lingkungan yang aman dan nyaman dan berkaitan erat dengan produktivitas manusia. sumber alami menghasilkan panas terutama saat siang hari. Meskipun. b. Namun. selain menghemat energi listrik juga dapat membunuh kuman. Dan selama bekerja menurutnya tidak ada kelainan pada alat pendengaran. Untuk mendapatkan pencahayaan alami pada suatu ruang diperlukan jendela-jendela yang besar ataupun dinding kaca sekurang-kurangnya 1/6 daripada luas lantai.Sumber pencahayaan alami kadang dirasa kurang efektif dibanding dengan penggunaan pencahayaan buatan. dan tidak menimbulkan bayang-bayang. c) Tidak menimbukan pertambahan suhu udara yang berlebihan pada tempat kerja. mesin pengetaman. 2) Pencahayaan buatan Pencahayaan buatan adalah pencahayaan yang dihasilkan oleh sumber cahaya selain cahaya alami.Suara bising yang terdapat dalam proses pembuatan pintu. Fungsi pokok pencahayaan buatan baik yang diterapkan secara tersendiri maupun yang dikombinasikan dengan pencahayaan alami adalah sebagai berikut: a) Menciptakan lingkungan yang memungkinkan penghuni melihat secara detail serta terlaksananya tugas serta kegiatan visual secara mudah dan tepat. seperti mesin penggeregajian. dari hasil wawancara yang telah dilakukan suara bising dari mesin tersebut menurutnya tidak menganggu pengerjaanya karena telah terbiasa. jendela dan kusen berasal dari peralatan yang digunakan. pada saat pengamatan suara yang dikeluarkan dari alat tersebut cukup bising yang akan mempengaruhi kesehatan apabila melewati nilai ambang batas. ketam tangan listrik dan profil. pencahayaan dapat dibagi menjadi : 1) Pencahayaan alami Pencahayaan alami adalah sumber pencahayaan yang berasal dari sinar matahari. . Sinar alami mempunyai banyak keuntungan. Pencahayaan yang baik memungkinkan orang dapat melihat objek-objek yang dikerjakannya secara jelas dan cepat. tidak berkedip. d) Memberikan pencahayaan dengan intensitas yang tetap menyebar secara merata. Pencahayaan buatan sangat diperlukan apabila posisi ruangan sulit dicapai oleh pencahayaan alami atau saat pencahayaan alami tidak mencukupi. b) Memungkinkan penghuni berjalan dan bergerak secara mudah dan aman. Menurut sumbernya.

misalnya embun.(putraprabu. Namun bahaya dari partikel tersebut diminimalisir dengan penggunaan masker. rotasi pekerjaan. Potensial Hazard Lingkungan Fisiologis Potensial hazard lingkungan fisiologis dari usaha pembuatan kusen. Menurutnya keadaan tersebut membuatnya merasa lelah ketika berdiri lama pada saat pengetaman. Tergantung dari banyaknya pesanan. dan profil. jendela dan kusen dibutuhkan paling sedikit mepunyai penerangan 200 luks. asap.1 – 25 mikron. Debu termasuk kedalam golongan partikulat.pintu dan jendela adalah egonomi. fumes dan fog.wordpress. prosedur kerja dan lain-lain. Debu Debu adalah zat padat yang dihasilkan oleh manusia atau alam dan merupakan hasil dari proses pemecahan suatu bahan. jika hal itu dialami maka pekerja langsung berstirahat. Menurut informan dalam pengerjaannya tidak ada waktu yang menentu. pengetaman.com) Partikel debu yang dihasilkan dari proses pembuatan pintu. Dan melanjutkan pekerjaanya setelah merasa membaik. pekerja dapat bekerja hingga larut malam. conveyor dan lain-lain) sedangkan perangkat lunak lebih berkaitan dengan sistem kerjanya seperti penentuan jumlah istirahat. Penerapan ergonomi pada umumnya merupakan aktivitas rancang bangun (desain) ataupun rancang ulang (re-desain). jendela dan kusen berasal dari proses penggeregajian. pada saat pesanan banyak menuntut pekerja untuk bekerja lebih dari hari biasanya. Perangkat keras berkaitan dengan mesin (perkakas kerja/tools. Hal ini dapat meliputi perangkat keras (hardware) maupun perangkat lunak (software). Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan usaha ini menggunakan 2 sumber penerangan yaitu pencahayaan alami yang digunakan pada siang hari dan pencahayaan buatan yang digunakan pada malam hari. debu. 2. Jika pesanan banyak maka. pemilihan jadwal pergantian shift kerja. ergonomic juga mempunyai peranan penting. Untuk pembuatan pintu. Yang dimaksud dengan partikulat adalah zat padat/cair yang halus. jendela dan kusen. Namun. dan tersuspensi diudara. Ergonomi disebut sebagai human factor yang berarti menyesuaikan suasana kerja dengan manusianya. . Debu adalah zat padat yang berukuran 0. Berdasarkan hasil wawancara. c. alat peraga/display. Dalam kaitannya dengan pembuatan pintu.e) Meningkatkan lingkungan visual yang nyaman dan meningkatkan prestasi. Ini dapat dilihat dari kesesuaian posisi pada saat bekerja.

pekerja langsung di bawa ke puskesmas. Namun hal tersebut menurtnya biasa saja. Pencegahan / Pengendalian Kecelakaan Kerja dan PAK Menurut pengakuan informan. Penggunaan Alat Pelindung Diri Alat Pelindung Diri (APD) adalah kelengkapan yang wajib digunakan saat bekerja sesuai bahaya dan risiko kerja untuk menjaga keselamatan pekerja itu sendiri dan orang di sekelilingnya.C. Kesimpulan .( http://id. Fasilitas Kesehatan Usaha ini tidak memiliki fasilitas kesehatan. D. Fasilitas yang ada pada tempat tersebut yaitu Terdapat tempat peristirahatan. Untuk menangani jika terjadi kecelakaan kerja di tempat ini. dan air minum yang cukup. dan kusen ini. jendela. Biaya penanganan dan penanggulangan kesehatan bila ada kecelakaan ditanggung oleh pemilik usaha. BAB IV PENUTUP A. kamar.untuk mencegah atau mengendalikan kecelakaan kerja di tempat usahanya dilakukan dengan cara istirahat jika merasakan kelelahan. dan kamar mandi dengan air bersih yang memadai. Dalam usaha pembuatan pintu. Pekerja hanya menggunakan masker karena menurutnya hanya debu yang berbahaya bagi dirinya. E. Dan sering berolahraga pada pagi hari selain itu makanan yang dikonsumsi menurutnya harus disesuaikan dengan pekerjaannya. Karena menurut informan terkadang bahan atau kayu yang diangkat meyederai tangannya.wikipedia. Selain itu pada saat pangangkatan bahan seharusnya menggunakan sarung tangan untuk mengurangi bahaya yang dapat menyederai tangan. Sementara kebisingan hanya dianggap hal yang biasa sehingga tidak digunakan APD seperti ear plug atau ear mup (sumbat telinga). Bahkan menurutnya jika menggunakan APD membuatnya repot.org/wiki/Alatpelindungdiri). penggunaan alat pelindung diri masih perlu ditingkatkan.

perlindungan K3 di sector informal masih lemah. Pengetahuan tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja yang dimiliki pemilik dan tenaga kerja masih minim. perlindungan K3 tidak membedakan antara sector formal dan informal. pencahayaan. 5. dan bantuan jaminan kesehatan yang memadai. Seharusnya. Sektor informal memiliki beberapa kelemahan dalam perlindungan K3 karena keterbatasan factor ekonomi dan social budaya. 2. 4. potensial hazard lingkungan fisiologis ( ergonomi ). kebisingan dan saat pengangkatan kayupun berpotensi membahyakan keselamatan kerja. pekerja sudah menggunakan masker untuk mencegah debu memasuki saluran pernapasan. Kondisi lingkungan kerja memberikan kontribusi terhadap beberapa potensial bahaya bagi keselamatan kerja. DAFTAR PUSTAKA .biologi dan psikologi ( stress kerja ) 3. Dan sering berolahraga pada pagi hari selain itu makanan yang dikonsumsi menurutnya harus disesuaikan dengan pekerjaannya. dan jendela dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut . dan air minum yang cukup. 1. sosialisasi K3 melalui pelatihan. tidak hanya debu yang berbahaya bagi kesehatan namun. kamar. Saran Berdasarkan hasil observasi. Fasilitas yang ada pada tempat tersebut yaitu Terdapat tempat peristirahatan. Pada penggunaan Alat Pelindung Diri. Pencegahan / pengendaliaan kecelakaan kerja di tempat ini yaitu beristirahat jika merasakan kelelahan. Upaya yang dapat dilakukan antara lain pendataan dan monitoring. B. dan kamar mandi dengan air bersih yang memadai.pintu. Tidak ada potensial hazard lingkungan kimi. Walaupun tidak semua sumber bahaya diproteksi tapi setidaknya sudah ada upaya preventif yang dilakukan. Namun masih perlu ditingkatkan karena pada lingkungan kerja itu. dan debu ).Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan di industri nonformal khususnya di industri pembuatan kusen. Hal ini karena mereka tidak pernah mendengar tentang kesehatan dan keselamatan kerja. Seperti . potensial hazard lingkungan fisik ( kebisingan.

Kesehatan.Anonim.com. Zein Property.com. Pada tanggal 30 maret 2012. Pemasangan dan Finishing. Pada tanggal 30 Maret 2012.Keselamatan Dan Kesehatan Kerja dari:http//repository.com.Kesehatan dan keselamatan kerja di lingkungan industri. SKM. Pada tanggal 30 Maret 2012. Mohamad yani. Pembuatan. Dampak Partikulat Terhadap dari: http//putraprabu.ac. Putra Sektor Informal. Pada tanggal 30 Maret 2012. Di akses Prabu.2006. Pengertian Dan Proses Produksi. Di akses Ragil setiyabudi. .2012.wordpress. Di akses dari: http// thebachtiar.pdf.blogspot.Kusen Pintu dan Jendela.2010.ipb.wordpress. Di akses dari: http//Depeloverdankontraktor.2011.com. Di akses dari: http// Yprawira.wordpress. Pada tanggal 30 Maret 2012.2008.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful