P. 1
Invers Dan Matriks

Invers Dan Matriks

|Views: 15|Likes:
Published by Farhah Mokhtar

More info:

Published by: Farhah Mokhtar on Apr 03, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/28/2013

pdf

text

original

INVERS DAN MATRIKS

I. Pendahuluan
Pokok Bahasan
 Invers
 Matriks

Tujuan
 Mengetahui bentuk fungsi invers dan matriks dalam kalkulus.
 Mengetahui dan memahami bentuk fungsi invers dan matriks dalam operasi
perhitungan.
 Memahami serta mengaplikasikan bentuk fungsi invers dan matriks dalam
operasi perhitungan menggunakan program Mapel.
 Menentukan nilai dan menggambar grafis fungsi invers serta matriks dengan
menggunakan Program Maple.

II. Landasan Teori
1. Fungsi Invers
Definisi :
Misal dua fungsi f dan g berlaku komposisi berikut :
 ( ) ( ) x x g f = , untuk setiap
g
D x e .
 ( ) ( ) y y f g = , untuk setiap
y
D y e .
Maka f disebut invers dari g (notasi
1 ÷
= g f atau g disebut invers dari ( )
1 ÷
= = f g f .
Sehingga diperoleh hubungan,
1
1 1
= =
÷ ÷
f f f f  

I merupakan fungsi identitas, yaitu fungsi yang memetakan ke dirinya sendiri. Berikut
merupakan contoh fungsi dan inversnya. Fungsi ( ) x x f + =1 mempunyai invers
( ) 1
1
÷ =
÷
x x f , sebab ( )( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) x I x x x f x f f x f f = = ÷ + = ÷ = =
÷ ÷
1 1 1
1 1
 . Satu hal
yang menarik bagi kita, apakah setiap fungsi punya invers ? Bagaimana cara mendapatkan
invers dari suatu fungsi ? Beberapa sifat berikut dapat digunakan untuk menjawab
pertanyaan ini.
Sifat-sifat :
1. Sifat antara fungsi dan inversnya.
(i) Grafik fungsi f dan
1 ÷
f simetri terhadap garis x y = .
(ii) Domain f sama dengan range
1 ÷
f atau range f sama dengan domain
1 ÷
f .
2. Sifat Keberadaan fungsi invers
(i) Fungsi ( ) x f punya invers bila dan hanya bila tidak ada garis mendatar yang
memotong grafik ( ) x f lebih dari satu titik.
(ii) Fungsi ( ) x f punya invers bila dan hanya bila ( ) x f berkorespondensi satu-satu [
yaitu bila ( ) ( )
2 1
x f x f = maka
2 1
x x = ].
(iii) Misal interval I merupakan domain ( ) x f dan ( ) x f naik atau ( ) x f turun pada I.
Maka ( ) x f punya invers pada I.

Misal ( ) x f y
1 ÷
= . Maka didapatkan ( ) y f x = . Hal ini memotivasi kepada kita
suatu cara untuk menentukan invers dari fungsi ( ) x f y = . Untuk menentukan invers dari
suatu fungsi ( ) x f y = dilakukan dengan cara mensubstitusikan peubah y ke dalam x,
sehingga fungsi dinyatakan secara eksplisit dalam peubah y. Tuliskan ( ) x y f = dan
nyatakan fungsi yang diperoleh tersebut menjadi fungsi eksplisit dalam peubah x. Hasil
terakhir merupakan invers dari ( ) x f y = .

Contoh :
Tentukan invers dari fungsi ( )
2
1
+
÷
=
x
x
x f
Jawab :
( ) ( )
1
1 2
1
1 2
2
1
2
1
1
÷
÷ ÷
= ¬
÷
÷ ÷
= ¬
+
÷
= ¬
+
÷
=
÷
x
x
x f
x
x
y
y
y
x
y
y
y f

1.1 Invers Fungsi Trigonometri
Kita ingat kembali bahwa syarat agar fungsi f mempunyai invers adalah satu-satu,
yaitu memenuhi syarat f(u) = f(v) ¬ u = y untuk setiap u, v e D
f
.. invers dari fungsi f : D
f
÷ R
f
adalah fungsi f
-1
: R
f
÷ D
f
yang memenuhi relasi y = f(x) · x = f
-1
(y), dengan x e
D
f
dan y e R
f
. fungsi trigonometri semuanya periodik, sehingga tidak satu-satu. Tetapi,
daerah asal fungsinya dapat dibatasi pada selang tertentu agar mempunyai invers.
Pemilihan selang daerah asal fungsinya dibuat agar antara invers trigonometri dapat
dikaitkan dan rumus kalkulus diferensialnya dapat dikonstruksi.
Invers Fungsi Sinus Dan Fungsi Kosinus invers fungsi sinus, ditulis y = sin
-1
x, atau y =
arc sin x, adalah fungsi yang memenuhi
t
2
1
1 , sin sin
1
s s = · =
÷
y dan x y x x y
invers fungsi kosinus, ditulis x, cos arc cos
1
= =
÷
x y adalah fungsi yang memenuhi
t s s s = · =
÷
y x y x x y 0 dan 1 , cos cos
1

Kaitan antara invers fungsi sinus dan fungsi kosinus diberikan dalam teorema berikut.
Teorema 1. . 1 , sin cos
2
1
1 1
s = +
÷ ÷
x x x t
Bukti ( ) x y y y x x y
1
2
1
2
1
1
sin sin cos cos
÷ ÷
= ÷ · ÷ = = · = t t
t t
2
1
1 1
2
1
1
sin cos sin = + · = + ·
÷ ÷ ÷
x x x y
Karena t t t t t t
2
1
2
1
2
1
2
1
2
1
0 y y y ÷ · s ÷ s ÷ · s s
Berdasarkan sifat fungsi invers, grafik x y
1
sin
÷
= diperoleh dengan mencerminkan grafik
| | t t
2
1
2
1
, , sin ÷ e = x x y terhadap garis y = x. demikian juga grafik y = cos
-1
x, yang
diperoleh dengan mencerminkan grafik y = cos x, x e [0,t] terhadap garis y = x. grafik
invers fungsi sinus dan kosinus diperlihatkan pada gambar dibawah ini.

Grafik Fungsi Sinus Dan Invers Grafik Fungsi Cosinus Dan Invers
Invers Fungsi Tangen Dan Fungsi Kotangen Invers fungsi tangen, ditulis
, tan
1
x y
÷
= atau y = arc tan x, adalah fungsi yang memenuhi
t
2
1
1
dan , tan tan < e = · =
÷
y R x y x x y
Invers fungsi kotangen, ditulis , cot arc cot
1
x x y = =
÷
adalah fungsi yang memenuhi
. y 0 dan , cot cot
1
t < < e = · =
÷
R x y x x y
1.2 Mencari Fungsi Invers Dengan Maple
Secara teori dikatakan bahwa misalkan ( ) x f adalah fungsi satu-satu dan ( ) x f
adalah fungsi invers dari ( ) x f , maka akan berlaku ( )( ) x x g f =  . Dalam Maple tidak ada
perintah khusus untuk mencari invers fungsi. Oleh karena itu untuk mencari fungsi invers
digunakan konsep teori tersebut yaitu dengan mencari ( ) x g sebagai penyelesaian dari
persamaan ( )( ) x x g f =  . Untuk mempermudah pemahaman, sebaiknya kita ambil sebuah
contoh: Diberikan sebuah fungsi ( )
1 2
2 3
÷
+
=
x
x
x f . Tentukan fungsi invers ( ) x f dengan
menggunakan Maple. Berpegang pada teori, maka untuk mencari fungsi invers ( ) x f , kita
harus menyelesaikan persamaan ( )( ) x x g f =  , dengan ( ) x g adalah fungsi invers yang
akan kita cari. Untuk menyelesaiakan persamaan dengan Maple, kita gunakan perintah
solve().
> f := x - > (3*x + 2)/(2*x - 1);
> finv := x -> solve((f @ g)(x) = x, g(x));
> finv(x);

Perintah solve ( )( ) ( ) ( ) x g x x g f , @ = digunakan untuk mencari ( ) x g sedemikian
hingga memenuhi persamaan ( )( ) x x g f =  . Penyelesaian dari persamaan ini didefinisikan
sebagai fungsi ( ) x finv atau fungsi invers ( ) x f . Kita tidak harus menggunakan nama
fungsi ( ) finv tapi boleh nama yang lain sesuai dengan keinginan kita. Sedangkan perintah
ke tiga untuk menampilkan fungsi inversnya. Hasil fungsi inversnya akan diperoleh
( )
x
x
x f inv
+ ÷
+
=
3
2
.

1.3 Menggambar Grafis Fungsi Invers Dengan Maple
Dalam Maple telah tersedia perintah khusus untuk menggambar grafik invers dari
suatu fungsi. Perintah ini terdapat dalam Calculus1 Student Package. Berikut ini adalah
sintaks perintahnya.
> with(Student[Calculus1]):
> InversePlot(f(x),x=a..b, option);
Perintah with(Student[Calculus1]) digunakan untuk mengaktifkan paket Calculus1
Student Package. Tanpa pengaktifan paket ini, perintah untuk membuat grafik invers
fungsi tidak bisa dijalankan. Perintah yang telah dituliskan di atas akan menampilkan
grafik fungsi f(x) pada selang [a, b] dan juga inversnya. Berikut ini beberapa option yang
dapat diberikan pada perintah InversePlot:

showfunction = true|false

Option ini digunakan untuk menentukan tampil atau tidaknya grafik f(x). Default
dari option ini adalah bernilai true (grafik f(x) ditampilkan)

showinverse = true|false

Option ini digunakan untuk menentukan tampil atau tidaknya grafik invers f(x).
Default dari option ini adalah bernilai true (grafik invers f(x) ditampilkan)

showline = true|false

Apabila showline=true, maka akan tampil garis y=x berupa titik-titik pada grafik output
yang merupakan pemisah antara grafik f(x) dengan inversnya. Secara default, option ini
adalah true.
Contoh penggunaan:
Akan digambar grafik fungsi f(x) = sin(x) pada interval [0,2Pi] beserta inversnya. Perintah
Maplenya adalah
> with(Student[Calculus1]):
> f := x -> sin(x);
> InversePlot(f(x), x=0..2*Pi);
atau
> InversePlot(f(x), x=0..2*Pi, showline=false);
Perintah di atas akan menghilangkan garis y=x.
2. Matriks
Aplikasi matriks banyak dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, disadari atau tidak,
penggunaan aplikasi tersebut banyak dimanfaatkan dalam menyelesaikan masalah-masalah
yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari, misalnya pada aplikasi perbankan yang
senantiasa berkutak atik dengan angka-angka, dalam dunia olahraga penentuan klasemen
suatu pertandingan.
Matriks adalah jajaran empat persegi panjang dari bilangan-bilangan. Bilangan-
bilangan dalam jajaran tersebut disebut entri dari matriks (Rorres, 2004: 28). Sementara itu
(Kartono, 2004: 37) mendefinisikan matriks sebagai obyek (bilangan riil atau kompleks),
variabel-variabel atau operator-operator dan sebagainya) yang disusunkan secara persegi
panjang (yang terdiri dari baris dan kolom) yang biasanya dibatasi dengan tanda kurung
siku atau biasa. Banyaknya baris dan banyaknya kolom menentukan ukuran (ordo) sebuah
matriks. Pandang matriks | | m i a A
ij
.... 3 , 2 , 1 , = = dan n j ... 3 , 2 , 1 = . Dan bentuk umumnya:
(
(
(
(
¸
(

¸

=
   
   
n
n
a a a
a a a
A
2 22 21
1 12 11
...
...


2.1 Operasi Matriks dan Aplikasi Maple
Suatu matriks dikatakan sama (setara) jika keduanya memiliki ukuran yang sama
dan entri-entrinya yang bersesuaian adalah sama (Rorres, 2004: 28). Dalam notasi matriks
dapat dinyatakan, jika | |
ij
a A = dan | |
ij
b B = memiliki ukuran yang sama, maka B A= jika
dan hanya jika atau untuk semua ( ) ( )
ij ij
B A = atau
ij ij
b a = untuk semua i dan j.

Contoh 1: Perhatikan Matriks-matriks

(
¸
(

¸

=
(
¸
(

¸

=
(
¸
(

¸

=
0 4 3
0 1 2
5 3
1 2
3
1 2
C B
x
A
Jika x = 5, maka A=B, tetapi untuk semua nilai x yang lain matriks A dan B
tidak setara, karena tidak semua entri keduanya yang bersesuaian adalah sama. Tidak ada
nilai untukxdi mana A = C, karenaAdan C memiliki ukuran yang berbeda.
Aplikasi 1
Mengecek kesamaan matriks dengan maple:


2.2 Penjumlahan Matriks
Jika A dan B adalah matriks-matriks dengan ukuran yang sama, maka jumlah (sum)
A + B adalah matriks yang diperoleh dengan menjumlahkan entri-entri pada B dengan
entri-entri yang bersesuaian pada A dan selisi (difference) A B adalah matriks yang
diperoleh dengan mengurangkan entri-entri yang bersesuaian pada B. Matriks
denganukuran yang berbeda tidak dapat dijumlahkan atau dikurangkan. Dalam notasi
| |
ij
a A = dan | |
ij
b B = memiliki ukuran yang sama, maka B A+ dan ( ) ( )
ij ij ij ij
b a B A + = +
dan ( ) ( )
ij ij ij ij
b a B A ÷ = ÷

Contoh 2: Perhatikan Matriks-matriks
(
¸
(

¸

=
(
¸
(

¸

÷
=
1 3 3
2 4 2
1 2 5
3 4 2
B A

Maka:
(
¸
(

¸

=
(
¸
(

¸

+
(
¸
(

¸

÷
= +
0 5 8
5 8 4
1 3 3
2 4 2
1 2 5
3 4 2
B A
Aplikasi 2
Penjumlahan dan pengurangan matriks

2.3 Perkalian Matriks
Jika A adalah matriks m x r dan B adalah matriks r x n maka hasil kali (product)
AB adalah matriks m x n yang entri-entrinya ditentukan sebagai berikut: Untuk mencari
entri-entri pada baris ke I dan kolom j dari AB, pisahkanlah baris I dari matriks A dan
kolom j dari matriks B. kalikan entri-entri yang bersesuaian dari baris dan kolom tersebut
dan kemudian jumlahkan hasil yang diperoleh.
Contoh 3: Perhatikan Matriks-matriks
(
(
(
¸
(

¸

=
(
¸
(

¸

=
4 4
2 2
3 1
0 6 2
4 2 1
B A
Maka :
(
¸
(

¸

=
(
(
(
¸
(

¸

·
(
¸
(

¸

= ·
8 14
3 9
0 1
1 2
1 1
0 1 1
1 2 1
B A
Aplikasi 3
Penjumlahan dan pengurangan matriks


2.4 Determinan Matriks
Misalkan A adalah suatu matriks bujursangkar. Fungsi determinan (determinant
fuction) dinotasikan det dan kita mendefinisikan det(A) sebagai jumlah dari semua
hasilkali elementer bertanda dari A. Angka det(A) disebut determinan dari A (determinant
of A).
2. Teladan
A. Inverse



B. Matrix
DAFTAR PUSTAKA

Anonim. Fungsi Invers. http://bebas.vlsm.org/v12/sponsor/Sponsor
Pendamping/Praweda/Matematika/0375%20Mat%201-4e.htm

Anonim. Matriks. http://id.wikipedia.org/wiki/Matriks_(matematika)

Anonim. Invers dan Matriks. http://grid.ui.ac.id/files/manual-portal/node10.html

Anonim. Mencari Fungsi Invers dan Matriks dengan Maple.
http://ns1.cic.ac.id/~ebook/ebook/adm/myebook/0011.pdf

Dale Varberg, Edwin J.Purcell, I Nyoman Susila ; 2001; Kalkulus jilid 1; Batam; Penerbit
Interaksara.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->