TUJUAN PROYEKSI PENDUDUK

MAKALAH

Oleh Yulfa Intan Lukita NIM 122310101034

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN UNIVERSITAS JEMBER 2013

sedangkan untuk masa yang akan datang informasi tersebut perlu dibuat suatu proyeksi yaitu perkiraan jumlah penduduk dan komposisinya di masa mendatang. Menurut BPS (1998). kematian. Informasi yang harus tersedia tidak hanya menyangkut keadaan pada saat perencanaan disusun. tetapi suatu perhitungan ilmiah yang didasarkan asumsi dari komponen-komponen laju pertumbuhan penduduk yaitu kelahiran. Semua perencanaan pembangunan sangat membutuhkan data penduduk tidak saja pada saat merencanakan pembangunan tetapi juga pada masa-masa mendatang yang disebut dengan proyeksi penduduk. Proyeksi penduduk bukan merupakan ramalan jumlah penduduk untuk masa mendatang. Ketiga komponen inilah yang menetukan besarnya jumlah penduduk dan struktur penduduk di masa yang akan datang. diperlukan informasi mengenai keadaan penduduk seperti jumlah penduduk. kematian. Pengertian Proyeksi Penduduk Proyeksi penduduk adalah perhitungan jumlah penduduk (menurut komposisis umur dan jenis kelamin) di masa yang akan datang berdasarkan asumsi arah perkembangan fertilitas. untuk menentukan asumsi tingkat kelahiran. dan perpindahan di masa yang akan datang diperlukan data yang menggambarkan tren di masa lampau hingga . Ketajaman asumsi penduduk sangat bergantung pada asumsi tren komponen pertumbuhan penduduk yang dibuat. Dalam rangka perencanaan pembangunan di segala bidang. tetapi juga informasi masa laulu dan masa kini sudah tersedia dari hasil sensus dan survei-survei. Data penduduk Indonesia yang dapat dipakai dan dipercaya untuk keperluan proyeksi adalah berasal dari sensus penduduk (SP) yang diselenggarakn pada tahun yang berakhir “0” dan survei antar sensus (SUPAS) pada tahun yang berakhir “5”.TUJUAN PROYEKSI PENDUDUK 1. persebaran penduduk. dan migrasi penduduk. dan susunan penduduk menurut umur. mortalitas dan migrasi.

1990. Biro pusat statistika (1998) sudah beberapa kali membuat proyeksi penduduk yaitu pada setiap tersedianya data hasil Sensus Penduduk (SP) 1971. dan perpindahan penduduk (migrasi) yang melandasi proyeksi lama tidak sesuai lagi dengan kenyataan. 2. 2. sehingga hasil proyeksi ini dianggap realistis. karena sering terjadi bahwa asumsi tentang kecenderungan tingkat kelahiran. Proyeksi penduduk ini secara periodik perlu direvisi.saat ini. wanita usia subur serta komposisi lainnya. Biro Pusat Statistika telah membuat proyeksi penduduk Indonesia berdasarkan propinsi. dan hubungan antara satu komponen dengan yang lain serta target yang akan dicapai atau diharapakan pada masa yang akan datang.2 jumlah dan komposisi penduduk menurut kelompok umur. Tujuan dilakukannya proyeksi penduduk adalah untuk mengetahui: 2. faktor-faktor yang mempengaruhi masing-masnig komponen. 2. kematian. Periode yang diambil tidak terlalu lama dengan pertimbangan agar asumsi yang digunakan tidak terlalu menyimpang. jenis .3 jumlah dan komposisi penduduk bayi.4 untuk memberikan acuan pada pemerintah daerah agar dapat memahami metode-metode proyeksi jumlah penduduk serta dapat melakukan proyeksi jumlah penduduk menggunakan data yang tersedia di tingkat kecamatan. dan Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 1985 dan 1995. Tujuan Proyeksi Penduduk Dengan tersedianya data SUPAS 1995.1 jumlah absolut penduduk. balita. 1980. Tujuan pembuatan proyeksi ini untuk menunjang perencanaan pembangunan jangka panjang tahap II khususnya pada Pelita VII (1998/1999-2003/2004). 2. dan kelamin.

Data hasil proyeksi dapat digunakan oleh berbagai dinas. baik dengan menerapkan metode estimasi maupun proyeksi. Mengingat beberapa hal seperti dikemukakan di atas. Untuk mengatasi kondisi demikian.2. Sumber data yang dianggap paling lengkap dan akurat adalah hasil Sensus Penduduk. badan. Dengan terjadinya krisis ekonomi yang berkepanjangan dan keterbatasan anggaran untuk mendukung. . badan.5 untuk menyediakan jasa sebagai respon terhadap penduduk yang diproyeksikan. dan tidak memberikan informasi keadaan penduduk di masa yang akan datang. dapat dipakai teknik-teknik demografi tertentu. hanya dapat memberikan infromasi keadaan penduduk pada masa lampau. dan lembaga (dibale) keluarga berencana. dan lembaga yang ada khususnya Badan Keluarga Berencana (BKB) Kota Bandung sebagai pijakan untuk membuat berbagai kebijakan yang berkaitan dengan pengendalian penduduk Kota Bandung. dengan atau mempertimbangkan kecenderungan variabel-variabel komponen-komponen demografi berdasarkan asumsiasumsi tertentu. Asumsiasumsi tersebut harus memperhitungkan kondisi yang diperkirakan akan mempengaruhi variabel-variabel demografi. Namun. maka dirasa sangat perlu untuk melakukan proyeksi penduduk. Dalam hal ini menarik untuk memperhitungkan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi pada komponenkomponen demografi yang akan dijadikan dasar penentuan asumsi. informasi mengenai perkiraan keadaan kependudukan di masa yang akan datang sangat diperlukan untuk merencanakan berbagai intervensi agar fertilitas yang sudah baik tidak kembali meningkat atau sangat fluktuatif. Teknik proyeksi dapat dipakai untuk memperhitungkan jumlah penduduk di masa datang berdasarkan komposisi keadaan dan umur dan jenis kelamin. Bagi institusi yang terkait dengan upaya-upaya pengendalian kelahiran dan pengendalian penduduk seperti dinas. serta BKKBN.

4. Pada decade akhir-akhir ini. menyangkut pertimbangan tentang sejumlah serta karakteristik daripada penduduk dimasa mendatang.2 Dibidang Kesehatan Menentukan jumlah medis. jumlah tempat tidur di rumah-rumah sakit yang diperlukan selama periode proyeksi. proyeksi mengenai jumlah serta struktur penduduk dianggap sebagai persyaratan minimum untuk proses perencanaan pembangunan.1 dasar dalam perencanaan. Kegunaan proyeksi sebagai berikut.3. obat-obatan. dokter. Manfaat Manfaat proyeksi penduduk adalah : 3. 4. 3. pemerintah memerlukan proyeksi penduduk sehubungan dengan tanggung jawabnya untuk memperbaiki kondisi sosial ekonomi dari rakyatnya melalui pembangunan yang terencana. 3. 4. Mengingat semua rencana-rencana pembangunan.2 tools untuk mendapatkan gambaran besarnya masalah yang dihadapi di masa yang akan datang pada proses dialog pemangku kebijakan.3 tools yang dibutuhkan pada proses penyusunan kebijakan untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi.1 Dibidang Pangan Menentukan kebutuhan akan bahan pangan sesuai dengan gizi serta susunan penduduk menurut umur. . Kegunaan Proyeksi Penduduk Pada masa dahulu. baik ekonomi maupun sosial. pemerintah tertatik pada population promotion terutama untuk keperluan pajak atau keperluan mengetahui besarnya kekuatan negaranya.

penyediaan lapangan kerja yang erat hubungannya denganproyeksi tentang memungkinkan perencanaan untuk memperhitungkan perubahan tingkat pendidikan.4 Dibidang Tenaga Kerja Menentukan jumlah angkatan kerja. jumlah guru.3 Dibidang Pendidikan Proyeksi penduduk dipakai sebagai dasar untuk memperkirakan jumlah penduduk usia sekolah. 4. “skilled” dan pengalaman dari tenaga kerja. .5 Dibidang Produksi Barang dan Jasa Dengan proyeksi angkatan kerja dalam hubungannya dengan data mengenai produktivitas merupakan dasar estimasi produksi barang-barang dan jasa di masa mendatang.4. gedung-gedung sekolah. 4. pendidikan pada masa yang akan datang. jumlah murid.

908 juta e.8%.99 juta 2.155.000 . Pada tahun 2000 penduduk Indonesia berjumlah 295.8 juta d.000 c.000 b.597. Tingkat pertumbuhan penduduk pertahun adalah 1. 2098 dengan jumlah 591. Berapakah proyeksi penduduk indonesia tahun 2006 ? a. 220.194. 678. 2047 dengan jumlah 591.155. 2044 dengan jumlah 591. Pada tahun 2001 jumlah penduduk indonesia tercata 300 juta jiwa. 2078 dengan jumlah 891. Kapan penduduk menjadi dua kali lipat jumlahnya serta berapa jumlahnya ? a.99 juta c. pertumbuhan penduduk 1.000.000 e. 239 juta b.0933) = 327.194.Soal 1.155.99 juta Jawab : Pn = Po Pn = 300 juta = 300 juta = 300 juta = 300 juta (1.5 %. 327. 2067 dengan jumlah 591.000 d.

456.547 4.098 c. Suatu daerah pada tahun 2000.000 = 180. Ini berarti menjadi dua kali lipat pada tahun 2047. 213. Pada tahun 2047 penduduk indonesia diproyeksikan menjadi 2x295.66 → dibulatkan menjadi 47 tahun Jadi dengan pertumbuhan 1.896 d.098 b. Berapakah besar angka kelahiran khusus (ASFR)? a. Pada tahun 1990 penduduk Indonesia jumlahnya 180 juta jiwa. 10 b.000. 30 d. 657. tingkat pertumbuhan penduduk 1.98 %. 345.000 jiwa.098 Jawab : [Pt = Po = 180. Berapakah jumlah penduduk tahun 1999 ? a.194.5 % pertahun akan menjadi dua kali lipat dalam waktu 47 tahun.000 = 591. Jumlah kelahiran pada usia tersebut berjumlah 1. 50 . 20 c.547 e.000. 246.5% x 1 tahun = 46.597.193) = 213.000 (1.000 jiwa 3. terdapat penduduk wanita berusia 25-30 tahun berjumlah 60.Jawab : DT (proyeksi doubling time) = 70/r x itahun = 70/1. 40 e.200 jiwa.

45.35 % 0.300 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 Jumlah a.98 % 0.32 % b.128 70. 2.450 70.60 % 0.76 % 1. 1.21 % 0.089 – 66.06 % 4.98 % c.8 % Persen (%) 0.32 % .P87) / (1996 – 1987) Ka = (75.300/9 Ka = 922 jiwa/tahun Persentase pertambahan penduduk rata-rata per tahun: r = 11.696 71.Jawab : = x 100 = x 1000 = 20 Angka kelahiran 20 berarti tiap 1000 wanita berusia 25-30 tahun terdapat kelahiran 20 bayi.274 70.528 69.98 % 1.188 922 678 146 422 394 756 2.089 d.84 % / 9 r = 1. 56.84% Rata-rata pertambahan penduduk dari tahun 1987 sampai 1996 adalah: Ka = (P96 .82 % 1.146 75.943 8.9 % Pertumbuhan Penduduk Jiwa 551 1.789)/9 Ka = 8.08 % 11. 12.309 72.340 68.4 % e. 5.789 67. Tahun Jumlah Penduduk 66.

pdf http://books.com/2012/04/proyeksi-penduduk.co. 2010. Ida Bagoes.id/books?id=6l0LsdIFLt8C&pg=PA51&dq=proyeksi+ penduduk+adalah&hl=id&sa=X&ei=G6o9UZOvIoHSrQfhgIGoBQ&ved=0C DwQ6AEwBA#v=onepage&q=proyeksi%20penduduk%20adalah&f=false .DAFTAR PUSTAKA Mantra. Yogyakarta : Pustaka Pelajar http://www.com/doc/53125809/PROYEKSI-PENDUDUK http://marthapratama.google. Deografi Umum.scribd.files.wordpress.