BY: MR.

HALOHO

MENGAUDIT SIKLUS PENDAPATAN

CAKUPAN MATERI

SIFAT SIKLUS PENDAPATAN
 

Cakupan transaksi Tujuan audit

MENGGUNAKAN PEMAHAMAN ATAS BISNIS DAN INDUSTRI UNTUK MENGEMBANGKAN STRATEGI AUDIT
  

Manfaat pemahaman Materialitas Risiko bawaan, risiko prosedur analitis PENILAIAN AWAL ATAS RISIKO PENGENDALIAN DAN STRATEGI AUDIT PENDAHULUAN Memeroleh pemahaman dan menilai risiko pengendalian Menetapkan risiko deteksi untuk pengujian terhadap rincian Merancang pengujian substantif
    Prosedur awal Prosedur analitis Pengujian rincian transaksi Pengujian rincian saldo

 

MEMPERTIMBANGKAN KOMPONEN PENGENDALIAN INTERNAL
   

PENGUJIAN SUBSTANTIF PIUTANG USAHA

Sifat Siklus Pendapatan
 Siklus pendapatan suatu entitas terdiri dari aktivitas yang terkait dengan pemberian barang atau jasa kepada pelanggan dan penagihan kas dari pendapatan itu.
 Kelompok transaksi dalam siklus pendapatan:
 Transaksi Penjualan kredit  Transaksi Penerimaan Kas  Penyesuaian Penjualan (diskun penjualan, retur dan

penyisihan penjualan, akun-akun pelanggan yang sulit ditagih (penyisihan dan penghapusan))

Penjualan Kredit Piutang Usaha (Account Receivable) Penjualan (Sales) Akun yang terpengaruh dalam siklus pendapatan D xxx Kos dari barang terjual (Cost of Goods Sold) Sediaan (Inventory) xxx K xxx xxx Penerimaan Kas Kas (Cash) Diskun Penjualan (Sales Discount) Piutang Usaha (Account Receivable) Retur dan Penyesuaian Penjualan Retur dan penyesuaian penjualan (Sales Return and Allowances) Piutang Usaha (Account Receivable) Penyisihan Piutang tak tertagih Biaya Piutang tak tertagih (Bad Debt Expense) Penyisihan untuk Piutang tak tertagih (Allowance for doubtful Account) Penghapusan Piutang Usaha Penyisihan untuk Piutang tak tertagih (Allowance for doubtful Account) Piutang Usaha (Account Receivable) xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx .

Tujuan Mengaudit Siklus Pendapatan Kategori Asesi Kelompok Transaksi atau saldo akun Transaksi Keberadaan atau Keteradian Tujuan Audit 1 Rekaman transaksi penjualan menunjukkan barang atau jasa yang diberikan selama periode itu 2 Rekaman Transaksi penerimaan Kas menunjukkan kas yang diterima selama periode itu 3 Rekaman Transaksi penyesuaian penjualan selama periode itu menunjukkan diskun. retur dan penyesuaian penjualan. dan piutang tak tertagih yang diotorisasi 4 Saldo Piutang Usaha menunjukkan saldo yang benar-benar ada pada tanggal neraca 5 Seluruh penjualan. penerimaan kas. dan penyesuaian penjualan yang terjadi selama periode itu telah dicatat 6 Saldo Piutang usaha menunjukkan seluruh klaim kepada pelanggan pada tanggal neraca 7 Entitas memiliki hak terhadap piutang usaha dan kas yang dihasilkan dari penjualan yang tercatat 8 Piutang Usaha pada tanggal neraca menunjukkan klaim legal entitas kepada pelanggan saldo Akun Kelengkapan Transaksi saldo Akun Hak dan Kewajiban Transaksi Saldo Akun .

dan penyesuaian penjualan mendukung penyajian di laporan keuangan termasuk klasifikasinya dan pengungkapannya 13 Pengungkapan terhadap piutang yang dijual atau digadaikan telah dibuat secara wajar saldo Akun Penyajian dan Transaksi Pengungkapan Saldo . dan penyesuaian penjualan yang terjadi selama periode itu telah dinilai sesuai dengan PABU dan telah dijurnal.Tujuan Mengaudit Siklus Pendapatan Penilaian atau Transaksi alokasi 9 Seluruh Penjualan. penerimaan kas. penerimaan kas. diiktisarkan. dan diposting dengan tepat 10 Saldo Piutang usaha bruto di neraca telah sesuai dengan rinciannya di buku pembantu Piutang usaha 11 Penyisihan piutang tak tertagih telah diestimasi secara wajar sesuai dengan nilai realisasi neto 12 Rincian penjualan.

lokasi pasar. Pemahaman membantu auditor dalam:  Membuat harapan terhadap pendapatan total dengan memahami kapasitas klien.Tahap Audit Memahami Bisnis dan Industri Klien  Auditor mengembangkan strategi audit awal didasarkan pada risiko salah saji material.  Membuat harapan tentang piutang usaha neto didasarkan pada rata-rata periode penagihan klien dan industri . dan pelanggan  Membuat harapan atas marjin bruto dengan memahami pangsa pasar klien dan keunggulan kompetitif di pasar. Langkah pertama dalam menetapkan risiko adalah memeroleh pemahaman atas bisnis dan industri klien.

Pendapatan biasanya memberi penambahan pada piutang usaha.Tahap Audit Menetapkan Materialitas  Pendapatan merupakan ukuran dari volume aktivitas setiap entitas.     Biasanya. Materialitas (salah saji yang dapat ditoleransi) untuk piutang usaha relatif lebih tinggi daripada untuk akun aktiva lainnya untuk mengurangi pengeeluaran untuk memeroleh bahan bukti audit. dan risiko pengendalian ketika memilih strategi audit untuk setiap tujuan audit. Transaksi dan saldo akun yang ada pada siklus pendapatan biasanya memiliki pengaruh yang material terhadap laporan keuangan. maka kehati-hatian harus dilakukan untuk mempertimbangkan risiko bawaan. risiko prosedur analitis. Untuk meningkatkan keefektifan dan efisiensi audit untuk mencapai tujuan audit siklus pendapatan. pendapatan memiliki volume transaksi tinggi dan total pendapatan sangat penting terhadap laporan keuangan. Pendapatan biasanya digunakan sebagai ukuran materialitas pada setiap penugasan. kas dan arus kas dari aktivitas operasi. . Piutang usaha biasanya juga merupakan bagian yang material dari neraca.

apakah sebagai penjualan atau pinjaman. apakah aktiva jangka pendek atau aktiva jangka panjang. kompleksitas perhitungan. 4. karena sulit menentukan ketertagihannya Penerimaan kas cenderung akan disalahgunakan Transaksi penyesuaian penjualan bisa saja digunakan untuk menutupi pencurian kas dengan cara meningkatkan diskun.  Karena besar potensi salah saji apabila pengendalian tidak efektif. 7. Pengakuan pendapatan. Tekanan untuk melebihsajikan kas dan piutang usaha bruto atau mengurangsajikan penyisihan untuk piutang tak tertagih supaya meningkatkan modal kerja. atau menghapus piutang pelanggan. cenderung meningkatkan risiko salah saji Aplikasi akuntansi untuk piutang usaha yang digadaikan dengan tanggung renteng. Tekanan untuk melebihsajikan pendapatan agar realisasi pendapatan dan profitabilitas mencapai target. 5. padahal kenyataannya tidak demikian. dan membuat estimasi. 8. standar akuntansi yang membingungkan.Tahap Audit  Faktor-faktor yang umum memengaruhi salah saji asersi siklus Risiko Bawaan pendapatan: 1. yang dibutuhkan dalam perjanjian hutang. 3. atau mencatat transaksi fiktif atas retur penjualan. 6. 2. . maka auditor harus selalu memberikan pertimbangan yang cermat atas risiko inheren dalam siklus pendapatan. Volume transaksi yang tinggi cenderung meningkatkan jumlah kesalahan. Salah klasifikasi piutang usaha.

yaitu risiko prosdur analitis gagal untuk mendeteksi salah saji.Yaitu pendapatan klien dibandingkan dengan total pendapatan dalam industri untuk produk klien. dan bisa untuk membandingkan periode penagihan klien dengan rata-rata industri.Tahap Audit  Risiko prosedur analitis adalah elemen dari risiko deteksi.  Langkah pertama dalam melakukan prosedur analitis adalah memeroleh pemahaman atas total pendapatan yang diberikan:  Risiko Prosedur Analitis  Kapasitas klien yaitu volume penjualan maksimum yang bisa dihasilkan jika klien menggunakan seluruh fasilias dan karyawannya untuk menghasilkan dan menghantar produk atau jasa. Hal ini penting karena perusahaan dengan pangsa pasar dominan biasanya memeroleh margin bruto premium. Lebih efektif untuk mengevaluasi pendapatan total dibandingkan ukuran aktivitas bisnis daripada membandingkan pendapatan saat ini dengan pendapatan periode sebelumnya.  Prosedur analitis sangat hemat dan didasarkan pada pengetahuan auditor atas bisnis dan industri klien. Hal ini penting bagi auditor untuk mengevaluasi perputaran piutang klien. . atau periode penagihan rata-rata. Auditor harus sensitif terhadap volume penjualan yang dicatat klien berdasarkan kapasitas yang dimanfaatkan. Pangsa Pasar klien untuk setiap produknya.

Rasio ini menjelaskan hubungan antara aktiva dan penjualan Rasio yang lebih besar dari 1 menunjukkan bahwa piutang tumbuh lebih cept dari penjualan. Pangsa pasar yang lebih besar biasanya dikaitkan dengan marjin bruto yang lebih besar Rasio ini bermanfaat bagi perusahaan manufaktur dan perusahaan lainnya yang berbasis aktiva . Besar rasio dapat mengindikasikan kemungkinan masalah penagihan Bermanfaat dalam membandingkan dengan ratarata industri.Rasio Prosedur umum digunakan Rasio Penjualan terhadap kapasitas Pangsa Pasar Rumus Penualan neto Ukuran Kapasitas Non Keuangan Analitis yang Signifikansi Audit Membantu menilai kelayakan pendapatan Membantu menilai kelayakan pendapatan total dan marjin bruto. Penjualan Neto Klien Penjualan Neto Industri Penjualan terhadap total Penjualan Rata  rata Total Aktiva Pertumbuhan Piutang usaha terhadap Hari Perputaran Piutang Usaha ( Piu tan g Usaha n  Piu tan g Usaha n 1 )  1)  ( Penjualan n  Penjualan n 1 )  1 Ratarata Piu tan g Usaha Penjualan X 365 . Pengalaman sebelumnya dan volume penjualan periode berjalan dapat bermanfaat dalam mengestimasi piutang neto saat ini. Lamanya periode penagihan dapat mengindikasikan masalah penagihan.

Rasio Prosedur Analitis yang umum digunakan Biaya Piutang tak Bermanfaat dalam mengevaluasi kelayakan biaya tertagih terhadap penjualan kredit Biaya Piutang tak tertagih terhadap penghapusan Pendapatan produk baru BIAYA PIUTANG TAK TERTAGIH PENJUALAN NETO BIAYA PIUTANG TAK TERTAGIH PENGHAPUSA N PIUTANG USAHA Pendapat n dari produk baru yang diperkenal kan selama tahun berjal n Total Pendapat n piutang tak tertagih. Rasio yang lebih kecil dapat menunjukkan penyisihan yang tidak memadai untuk piutang tak tertagih Perusahaan dengan proporsi pendapatan yang lebih tinggi dari produk baru dapat memeroleh premi marjin bruto karena kemampuannya melakukan inovasi . Rasio yang lebih kecil dapat menunjukkan penyisihan yang tidak memadai untuk piutang tak tertagih Bermanfaat dalam mengevaluasi kelayakan biaya piutang tak tertagih.

Pemahaman Atas SPI  Lingkungan Pengendalian:        Integritas dan nilai-nilai etika Komitmen terhadap kompetensi Partisipasi dean komisaris dan komite audit Filosofi manajemen dan gaya operasi Struktur organisasi Penetapan otoritas dan tanggungjawab Kebijakan dan praktik-praktik SDM  Penilaian Risiko apakah manajemen melakukan indentifikasi dan mitigasi terhadap risiko-risiko dalam siklus pendapatan. .

apakah ada kesalahan dalam pengakuan pendapatan. Informasi dan komunikasiPemahaman tentang:       Bagaimana penjualan dimulai Pemberian barang dan jasa Pencatatan piutang usaha Penerimaan Kas Penyesuaian penjualan Metode pemrosesan data dan dokumen serta catatan yang digunakan  PemantauanUmpan balik tentang apakah pengendalian internal yang berkaitan dengan siklus pendapatan telah beroperasi sesuai rencana. Misalnya: Apakah ada kesalahan penagihan. .

Unit organisasi dalam penjualan Kredit .

Prosedur Penjualan Kredit .

Pemegang buku pembantu dan buku besar harus berbeda agar terjadi pengecekan independen Menggunakan sistem sediaan perpetual (masing-masing sediaan dibuat kartu sediaan) dan secara periodik dicocokkan ke akun pengendali sediaan di buku besar. 6. 5. Hanya Bagian kredit yang bisa mengotorisasi kredit dan menambah file 2. .Aktivitas Pengendalian Penjualan Kredit  Sistem Manual: Sistem manual 1. Secara periodik dilakukan pengecekan antara buku pembantu piutang dan saldo piutang di buku besar. pelanggan baru Bagian pengiriman mengecek barang yang diterima dari gudang ke Formulir Pesanan Penjualan sebelum membuat B/L Faktur dikeluarkan setelah Formulir Pesanan Penjualan dan B/L dikeluarkan (barang dikirim terlebih dahulu setelah itu faktur dibuat). Seluruh dokumen harus bernomor urut tercetak dan dipertanggungjawabkan penggunaannya. 3. Faktur harus dilampiri oleh Pesanan Penjualan dan B/L Mengirimkan laporan bulanan kepada pelanggan dan menindaklanjuti komplain pelanggan Otorisasi dilakukan oleh pihak-pihak yang berwenang dalam mengeksekusi transaksi. 7. 9. 4. 8.

Prosedur penjualan tunai harus diawasi secara periodik Dalam setiap faktur yang dikirimkan kepada pelanggan harus dicantumkan nomor rekening perusahaan agar pada cek yang dibayarkan pelanggan dituliskan rekening tujuan pembayaran. Manajemen secara aktif menindaklanjuti piutang yang jatuh tempo. 9. 8. bagian piutang usaha. 6. Sekretariat menerima cek pembayaran dan membuat daftar penerimaan cek yang diberikan kepada kasir (beserta cek). Pada akhir setiap hari kerja dilakukan perhitungan kas oleh kasir dan didampingi bagian yang independen terhadap kas (misalnya: bagian akuntansi dan internal audit) Melakukan rekonsiliasi bank oleh fungsi internal audit atau fungsi akuntansi. dan arsip di sekretariat. Untuk penjualan tunai. pencatat 3. Fungsi penerima kas dipisah dari fungsi kas Sistem manual 2.Aktivitas Pengendalian Penerimaan Kas 1. . 10. 7. Kas disimpan ditempat yang terhidar dari bahaya kebakaran dan bencana alam. kelayakan jumlah penerimaan kas dan jumlah yang dikreditkan ke buku pembantu piutang usaha. sebaiknya digunakan mesin register kas 4. Setiap hari manajemen memonitor jumlah kas harian . 5.

Komputer melakukan pengecekan kesesuaian nama 2. pelanggan di order dengan di arsip induk Pencocokan komputer terhadap kredit yang diotorisasi untuk setiap pelanggan Pencocokan komputer terhadap barang yang dikurangi dari arsip induk sediaan dengan order yang disetujui Untuk setiap pengiriman komputer harus mencocokkan dokumen pengiriman bernomorurut dengan pesanan penjualan yang disetujui Komputer akan mencetak seluruh pesanan penjualan yang belum terpenuhi .Aktivitas Pengendalian Sistem komputer 1. 5. 4. 3.

10. Penjualan dicatat hanya berdasarkan faktur. Komputrer membandingkan harga jual dengan daftar harga terotorisasi dan order penjualan. Komputer selalu memeriksa saldo awal piutang ditambah penjualan kredit dengan saldo akhir piutang 13. Komputer melakukan penomoran berurut untuk setiap faktur penjualan 8. 11. Komputer mencocokkan seluruh nomor pelanggan di faktur penjualan ke nomor pelanggan di order penjualan .6. 12. Komputer membandingkan total pengendalian untuk seluruh dokumen pengirimandengan total faktur penjualan. Komputer mencocokkan tanggal faktur dengan periode akuntansi ketika barang dikirim. Komputer mencetak laporan barang yang dikirim namun belum ditagih 7. 9.

sangat efisien apabila risiko pengendalian untuk setiap asersi dinilai pada tingkat yang rendah dan mengembangkan strategi audit melakukan pengujian pengendalia yang ekstensif.Penilaian awal risiko pengendalian dan strategi awal audit  Bagi asersi siklus pendapatan dimana auditor tidak merencanakan untuk menilai risiko pengendalian pada tingkat yang rendah. . auditor harus memunyai pengetahuan yang diperlukan untuk mengidentifikasi jenis potensi salah saji yang akan terjadi. Dalam kasus ini.  Biasanya siklus pendapatan bersifat material dan pendapatan berasal dari banyak pelanggan.

termasuk penanggalan musiman. Signifikansi pendapatan dan piutang usaha bagi perusahaan 2. Pemicu ekonomi utama yang memengaruhi penjualan. Persyaratan perdagangan dalam industri.Pengujian substantif atas piutang usaha  Prosedur awal  Memeroleh pemahaman atas bisnis dan idustri klien serta menentukan: 1. periode penagihan. Perluasan konsentrasi aktivitas dengan pelanggan.dll 4. dan penagihan perusahaan 3. . marjin.

. Melaksanakan prosedur awal atas saldo dan catatan piutang usaha: 1. dan mengecek kebenaran saldo ke buku besar dan buku pembantu piutang usaha. Memeroleh rincian saldo piutang usaha dan menentukan apakah telah sesuai dengan catatan akuntansi dengan melakukan footing. Menelusuri saldo awal piutang usaha ke kertas kerja tahun-tahun sebelumnya 2. Meriviu aktivitas dalam akun piutang usaha dan menginvestigasi ayat jurnal yang jumlah dan sumbernya tampak tidak biasa. 3.

pangsa pasar. persyaratan perdagangan.  Biaya piutang usaha tak tertagih terhadap penghapusan piutang usaha  Menganalisa hasil rasio relatif terhadap harapan berdasarkan data tahun sebelumnya. jumlah anggaran. data industri. .Melakukan Prosedur analitis  Mengembangkan harapan atas piutang usaha berdasarkan pengetahuan atas bisnis. Membandingkan perytumbuhan penjualan dengan pertumbuhan piutang usaha  Perputaran piutang usaha  Biaya piutang tak tertagih terhadap jumlah Penjualan kredit neto. riwayat hari perputaran piutang usaha  Menghitung rasio:   Membandingkan penjualan terhadap kapasitas perusahaan. atau data lainnya.

. Memilih sampel memo kredit beberapa hari sebelum dan sesudah akhir tahun serta memeriksa keberadaan dokumen pendukungnya dan menentukan apakah retur penjualan telah dicatat dalam periode yang tepat. 2. Memvouching sampel catatan transaksi penjualan dan piutang usaha ke dokumentasi pendukung.Pengujian terhadap rincian transaksi 1. Melaksanakan pengujian pisah batas (Cut off test) penjualan dan retur penjualan dengan cara:   Memilih sampel catatan transaksi penjualan beberapa hari sebelum dan sesudah akhir tahun serta memeriksa dokumen pendukungnya dan menentukan apakah telah dilakukan pencatatan pada periode yang tepat.

dengan cara:   Mengamati bahwa seluruh penerimaan kas dan bank periode itu sudah dicatat pada periode neraca periode yang sama dan tidak ada penerimaan periode berikutnya yang dimasukkan pada saldo kas periode itu.. .Lanjut. serta laporan bank mencakup beberapa hari sebelum dan sesudah tanggal neraca.. duplikat slip setoran.. Meriviu dokumentasi seperti iktisar kas harian... Melaksanakan pengujian pisah batas (Cut off test) penerimaan kas. Pengujian terhadap rincian transaksi 3.

Prosedur alternatif misalnya:   Memeriksa bukti pendukung penerimaan kas pada awal periode akuntansi berikutnya (Subsequent Receipt) yang berasal dari saldo piutang usaha periode sebelumnya. Memeriksa bukti pendukung piutang usaha.Pengujian atas saldo akun Mengonfirmasi saldo piutang usaha:    Menentukan bentuk. Melakukan tindak lanjut untuk konfirmasi yang tidak dibalas:   Mengirim ulang surat konfirmasi Melakukan prosedur alternatif untuk pelanggan yang tidak membalas surat konfirmasi. . waktu dan luas permintaan konfirmasi Melakukan sampel terhadap pelanggan yang akan dikonfirmasi dan mengevaluasi pengembalian konfirmasi terutama untuk jawaban pengecualian (tidak setuju).

  . agen penagihan. riwayat penagihan atas pelanggan tertentu. Mengevaluasi kecukupan informasi tentang kecenderungan industri. (1) memeriksa bukti pendukung berupa korespondensi dengan pelanggan. Untuk akun yang sudah jatuh tempo. Mengevaluasi proses manajemen untuk mengestimasi penyisihan piutang usaha yang sulit ditagih. laporan kredit atau laporan keuangan pelanggan (2) Membahas ketertagihan piutang usaha dengan personil manajemen. kecenderungan penentuan umur. Pengujian penentuan umur piutang usaha di daftar analisa atas umur piutang usaha dengan memeriksa sampel bukti pendukung.Pengujian atas estimasi akuntansi  Mengevaluasi kewajaran asumsi yang digunakan dalam akun    penyisihan piutang tank tertagih (allowance for doubtful account): Memeriksa penjumlahan ke bawah (foot) dan penjumlahan ke samping (crossfoot) saldo pelanggan dan meelusuri kesesuaian saldo ke buku besar dan buku pembantu.

atau difaktorkan.Prosedur untuk penyajian dan pengungkapan  Membandingkan penyajian laporan dengan PABU:  Menentukan bahwa piutang usaha telah diidentifikasi dan diklasifikasikan secara tepat menurut jenis dan periode realisasi yang diharapkan. piutang yang digadaikan.  Menentukan apakah ada saldo kredit yang signifikan dan harus direklasifikasi sebagai kewajiban (hutang)  Menetukan ketepatan pengungkapan dan akuntansi untuk pihak-pihak yang memiliki hubungan istimewa. .

Konfirmasi Piutang Usaha  Konfirmasi piutang usaha merupakan komunikasi tertulis secara langsung antara pelanggan dan auditor. Konfirmasi piutang usaha harus dilakukan dalam audit atas saldo piutang usaha. .  Auditor yang tidak melakukan konfirmasi harus mendokumentasi di kertas kerja alasan atau pertimbangan tidak melakukan konfirmasi. kecuali:  Saldo Piutang usaha tidak material dibandingkan seluruh aktiva  Penggunaan konfirmasi tidak efektif dilakukan  Penilaian gabungan atas risiko inheren dan risiko pengendalian adalah rendah dan bukti yang disediakan prosedur analitis atau pengujian rincian transaksi sudah cukup menurangi risiko audit ke tingkat yang rendah.

Formulir konfirmasi  Ada dua jenis formulir konfirmasi: Konfirmasi positifmengharuskan debitur untuk menjawab apakah saldo yang ditunjukkan dalam formulir konfirmasi sudah tepat  Konfirmasi negatifmeminta debitur untuk menjawab hanya apabila jumlah yang ditunjukkan tidak benar.   Bentuk konfirmasi positif biasanya menghasilkan bahan bukti audit yang lebih baik. .  Bentuk konfirmasi negatif bisa digunakan apabila:    Tingkat risiko deteksi untuk setiap asersi sedang atau tinggi Saldo pelanggan kebanyakan bernilai kecil Auditor yakin bahwa debitur akan menjawab atau memberi pertimbangan atas saldo piutang usaha. karena dalam konfirmasi negatif. apabila debitur lalai menjawab hanya akan menghasilkan anggapan saldo pelanggan itu sudah tepat.

. Apabila waktu ini dipilih maka auditor harus memvouching setiap perubahan yang material antara tanggal pengirman konfirmasi sampai tanggal laporan keuangan. 2. Tingkat risiko deteksi yang dapat diterima Luas pengujian substantif lainnya Salah saji piutang usaha yang dapat ditoleransi (materialitas piutang usaha). berhubungan terbalik dengan: 1.  Konfirmasi negatif membutuhkan ukuran sampelyang lebih besar.  Luas permintaan konfirmasi atau ukuran sampel.Waktu dan luas permintaan konfirmasi  Waktu pengiriman konfirmasi:  Akhir tahun apabila tingkat risiko deteksi rendah  Interim (satu atau dua bulan sebelum tanggal neraca)apabila risiko deteksi tinggi. 3.

dan alamat pada surat konfirmasi telah sesuai dengan data yang terkait dengan pelanggan. . 2.Pengendalian atas permintaan konfirmasi 1. 4. Menangani sendiri pemasukan surat konfirmasi ke amplop dan pengirimannya. Mewajibkan pengiriman jawaban konfirmasi langsung kepada auditor. Memastikan bahwa jumlah. 5. Menjaga penyimpanan surat konfirmasi sampai dikirimkan. 3. nama. Menggunakan amplop berlogo dan bernama perusahaan untuk mengembalikan konfirmasi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful