Modul

1

Logika Matematika

Pendahuluan Pada Modul ini akan dibahas materi yang berkaitan dengan logika proposisi dan logika predikat, serta berbagai macam manipulasi didalamnya.

Tujuan Instruksional Umum Mahasiswa memahami dan mampu membangun kalimat, mengevaluasi kalimat dan menentukan validitas suatu kalimat.

Tujuan Instruksional Khusus Mahasiswa diharapkan dapat: 1. Memahami pengertian proposisi dan predikat 2. Memahami pengertian kwantor 3. Memahami penggunaan penghubung dan tabel kebenaran 4. Memahami pengertian interpretasi 5. Memahami dan mampu menentukan dua kalimat ekivalen 6. Memahami dan mampu mengevaluasi kalimat

1

s.1 Uraian dan Contoh Logika proposisi(kalkulus proposisi) menelaah manipulasi antar proposisi. Jakarta adalah ibu kota Republik Indonesia. Definisi 1. 7 merupakan sebuah bilangan prima. 3. maka juga habis dibagi dengan 2..” disebut proposisi majemuk(composite).1. Oleh karena itu sebelum melangkah lebih jauh.1 Kegiatan Belajar I Logika Proposisi dan Logika Predikat 1. kedua dan ketiga dalam contoh 1. 5. q. 7. 2.1 : Beberapa contoh proposisi dan bukan proposisi: 1.1. 6.1. Berolahragalah secara teratur! ♦ Kalimat deklaratif pertama.. 2 . Jika 10 habis dibagi dengan 4.1: (Proposisi) Sebuah proposisi(proposition) atau statement ialah sebuah kalimat deklaratif yang memiliki tepat satu nilai kebenaran.. Manusia adalah salah satu jenis makluk di Bumi.. Mudah-mudahan anda berhasil dalam meniti karier. yaitu: ”Benar”(B) atau ”Salah”(S) C ONTOH 1. Kalimat keenam dan ketujuh bukan proposisi. 4. Taufik Hidayat pandai main bulu tangkis atau tennes.1.1 tidak memuat penghubung disebut proposisi primitip(primitif ). Kalimat deklaratif keempat dan kelima memuat penghubung ”atau” dan ”jika. r. Logika predikat(kalkulus predikat) menelaah manipulasi antar predikat.maka. kita perlu memahami terlebih dahulu pengertian proposisi dan pengertian predikat.1. dan dilambangkan dengan huruf kecil: p.

1. B/S .Penghubung atau konektif(connective) Dalam logika matematika dikenal sebanyak 5 penghubung. Implikasi(Implication) 5. adalah proposisi yang bernilai salah jika Proposisi p disebut anteseden(premis/hipotesa) dan proposisi q disebut konsekuen(konklusi/kesimpula 5. p. adalah proposisi yang bernilai benar jika proposisi p dan q mempunyai nilai kebenaran sama. (B) q : Satu dekade sama dengan 10 tahun. 4. C ONTOH 1. Konjungsi(Conjunction) 3. yang memiliki nilai kebenaran. S/B . 2. maka negasinya ditulis sebagai. p q . Negasi(Negation) 2.2: (Penghubung) Misalkan p dan q adalah proposisi. Implikasi (proposisi bersyarat): Implikasi dari p ke q dinyatakan dengan. 1.1. (B) r : 1 + 1 = 3. p. Ekuivalensi/Biimplikasi: Ekivalensi dari p dan q dinyatakan dengan. Konjungsi: Konjungsi p dan q dinyatakan dengan. p proposisi p dan q keduanya bernilai salah.2 : (Beberapa contoh proposisi majemuk) Misalkan p. p → q . (S) 3 . q . Negasi: Untuk sembarang proposisi. yaitu: 1. p ↔ q . Disjungsi: Disjungsi p dan q dinyatakan dengan. ialah proposisi yang bernilai salah jika dan hanya jika p bernilai benar dan q bernilai salah. Ekuivalensi(Equivalence) Definisi 1. Disjungsi(Disjunction) 4. q dan r adalah proposisi. 3. adalah sebuah proposisi yang bernilai benar jika proposisi p dan q keduanya bernilai benar. dimana: p : Bumi adalah satu-satunya planet di jagat raya yang mempunyai kehidupan. memiliki nilai kebenaran lawannya.

000. ”Blaise Pascal menemukan sejumlah mesin hitung dan tidak benar bahwa komputer digital elektronik pertama dirakit pada abad ke dua puluh atau π dihitung hingga 1. maka diperoleh (p ↔S ↔S Jadi proposisi tersebut diatas bernilai salah. (B) 4. Jika disubstitusikan ke dalam bentuk simbolik diatas.000 angka desimal pada tahun 1954”.3 ♦ Nyatakan proposisi berikut dengan simbol dan tentukan apakah benar atau salah. misalkan: p : Blaise Pascal menemukan sejumlah mesin hitung.000. p : Bumi bukan satu-satunya planet di jagat raya yang mempunyai kehidupan. q → r : Jika satu dekade sama dengan 10 tahun maka 1 + 1 = 3. setiap proposisi primitip kita beri simbol. (S) 5. (S) r : Satu dekade sama dengan 10 tahun atau 1 + 1 = 3.000. q r : Satu dekade sama dengan 10 tahun dan 1 + 1 = 3. karena pada tahun 1642 Blaise Pascal menemukan mesin hitung (calculator). (S) ♦ C ONTOH 1. komputer digital pertama kali dirakit sekitar tahun 1944 dan hingga tahun 1973 tidak pernah π dihitung sampai 1. maka proposisi p dan q bernilai benar dan proposisi r bernilai salah. r : π dihitung hingga 1. q) S r ↔ (B S) S B) S ↔ (B 4 .Maka: 1. q : Komputer digital elektronik pertama dirakit pada abad ke dua puluh. Jawaban: Pertama. q ↔ r : Satu dekade sama dengan 10 tahun jika dan hanya jika 1 + 1 = 3. Maka proposisi yang ditanyakan bisa ditulis secara simbolik sebagai (p q) r Untuk selanjutnya. (S) 2.1.000 angka desimal pada tahun 1954.000 angka desimal. q 3.

1. p benar jika n=103 dan salah jika n=8. Kita sebut P sebuah fungsi proposisi (dalam D) jika untuk setiap x di D. Kita sebut D daerah asal pembicaraan (domain of discourse) dari P.1. Tabel 1. Sebagai contoh. Seorang pemain bisbol memukul bola melampaui 300 pada tahun 1974. dengan daerah asal himpunan pemain bisbol.1. n2 + 2n adalah bilangan ganjil. C ONTOH 1. Definisi 1. ♦ 5 .1. maka kita harus mengembangkan sistem logika yang mencakup pernyataan tersebut.1. P(x) adalah proposisi.1: Tabel kebenaran konektif p q p p q p q p→q p↔q — B B S S — B S B S — S S B B — B S S S — B B B S — B S B B — B S S B Logika proposisi tidak bisa menggambarkan sebagian besar proposisi dalam matematika dan ilmu komputer. x2 − x − 6 = 0. 2. rangkuman tabel kebenaran dari semua konektif dapat dilihat pada Tabel 1. Untuk sembarang proposisi p dan q.Tabel kebenaran (Truth table) Untuk mengevaluasi apakah sebuah proposisi majemuk benar atau salah kita perlu tabel kebenaran dari konektif yang ada dalam proposisi tersebut. Sebagai ilustrasi. perhatikan pernyataan berikut: p : n adalah bilangan ganjil. 3. dengan daerah asal himpunan bilangan bulat. Pernyataan p bukan sebuah proposisi karena nilai kebenaran p bergantung pada nilai kebenaran n. dengan daerah asal himpunan bilangan real.4 : Berikut ini beberapa contoh fungsi proposisi: 1.3: (Fungsi proposisi/Predikat) Misalkan P (x) merupakan sebuah pernyataan yang mengandung variabel x dan D adalah sebuah himpunan. Karena kebanyakan pernyataan dalam matematika dan ilmu komputer menggunakan peubah(variabel).

c. 2. y ). Simbol predikat : P. d. y ) menyatakan hubungan relasional antara fungsi f (x. y ) 3.. dengan x bilangan bulat dapat ditulis sebagai beberapa x (bulat). P(x)” dikatakan sebagai pernyataan kuantor eksistensial dan secara simbolik ditulis sbb: ∃x.4: (Kuantor) Misalkan P(x) adalah fungsi proposisi dengan daerah asal D.. maka S (x) : h(x) ≥ 1 ♦ Predikat P (x) menyatakan hubungan relasional antara fungsi f (x) dan konstanta 5. maka . jika x > 0 maka 4x + 1 ≥ 1. g. Simbol variabel : x. y ) dengan fungsi g (x.. y ) : f (x. 4. dengan x bilangan bulat positip dapat ditulis sebagai untuk setiap x (bulat positip). w. y ) ≤ g (x. ” dengan premis predikat R(x) dan konklusi predikat S (x). Contoh ketiga memuat penghubung bersyarat ”jika . y. h. Pernyataan ”untuk setiap x. Pernyataan ”untuk beberapa x. Definisi 1. P(x)” dikatakan sebagai pernyataan kuantor universal dan secara simbolik ditulis sbb: ∀x. P (x) : f (x) ≥ 5 2. P (x) Simbol ”∀” disebut kuantor universal. variabel dan fungsi. S.5 : Beberapa contoh predikat: 1. Predikat Q(x. Q.y (real). 3. 2x + 3 ≥ 5. P (x) Simbol ”∃” disebut kuantor eksistensial. b.. Simbol fungsi : f. Simbol-simbol yang digunakan dalam logika predikat: 1. 1. x + y ≤ x − y . jika R(x) : x > 0. C ONTOH 1. R. 6 .1. Q(x. dengan x dan y bilangan real dapat ditulis sebagai untuk setiap x.1. Simbol konstanta : a. 2.Sebuah predikat seringkali menyatakan sebuah hubungan relasional antara: konstanta. z.

Jadi proposisi yang ditanyakan bernilai salah. maka bilangan y adalah genap (dengan kata lain bilangan ganjil y tak pernah ditemukan).3) Jadi proposisi yang ditanyakan secara simbolik dapat ditulis sbb: ∀x. P(x) bernilai benar jika terdapat sekurang-kurangnya satu x ∈ D sehingga P(x) bernilai benar.y mempunyai daerah asal himpunan bilangan ganjil. Karena untuk setiap x bilangan ganjil 2x bilangan genap. maka keduanya mempunyai nilai kebenaran sama. Pernyataan beberapa x.y).6). jika untuk setiap pemberian nilai kebenaran terhadap setiap variabel dari kedua proposisi tersebut. Jawaban: Proposisi tersebut dapat dikatakan sbb: Untuk setiap bilangan ganjil x dapat ditemukan bilangan ganjil y sehingga 2x=y.Pernyataan untuk setiap x. kita harus menetapkan daerah asal dari setiap variabelnya dan memberikan interpretasi terhadap fungsi dan predikat yang ada didalamnya. 7 .6) maka P(x.y) dengan Q(x. maka P(x. Maka predikat ”x habis dibagi 6 juga habis dibagi 3” secara simbolik dapat ditulis sbb: Jika P(x.1. P(x) bernilai benar jika untuk setiap x ∈ D.1.1. C ONTOH 1.y) mempunyai interpretasi 2x=y dan x. Q(x. Definisi 1.7 ♦ Evaluasilah apakah proposisi berikut benar atau salah: ∀x∃y .3) dengan daerah asal himpunan bilangan bulat positip.5: (Ekuivalensi) Dua proposisi yang memuat n variabel dikatakan ekivalen. C ONTOH 1.6 ♦ Tulislah proposisi berikut secara simbolik: ”Untuk setiap bilangan bulat positip yang habis dibagi dengan 6 juga habis dibagi dengan 3” Jawaban: Misalkan: Predikat ”x habis dibagi dengan y” secara simbolik ditulis sebagai P(x. maka P(x) bernilai benar. Jika P(x. Jadi untuk mengevaluasi sebuah proposisi dalam bentuk simbolik dan memuat predikat.

1. p — B B S S q — B S B S p→q ——– B S B B q) p B S B B q ——– Dalam tabel dapat dilihat bahwa (p → q ) ↔ (p Catatan: 1. Kontraposisi : q → p ↔ p → q 2.8 ♦ Dengan menggunakan tabel kebenaran penghubung maka dapat diperlihatkan bahwa proposisi ” p → q ” ekuivalen dengan proposisi ”p Jawaban: q ”. maka diberikan tabel skema ekuivalensi seperti terlihat pada Tabel 1. Tabel 1. Invers : p → q ↔ q → p : Konvers Skema ekuivalensi Untuk memudahkan mengevaluasi sebuah proposisi yang dinyatakan dalam bentuk formula.1.2.C ONTOH 1.2: Tabel ekuivalensi 8 .1.

E15. ∃x∀y. (P (x) Q(y )) ↔ ∃x. E12. E11.1. E19. E7.9 : ♦ Tentukan negasi dari formula yang memuat kuantor berikut: 1. E9. P (x) ↔ ∃x. E5. E6. (Q(x) → R(y )) Jawaban: 1. E8. Kuantor Eksistensial: ∃x. E22. E17. (∃y. (P (x) Q(y )) Q(y )) 9 Q(y ))) ↔ ∃x∀y. ∀x∃y. E21. P (x) ↔ ∀x. (P (x) ↔ ∃x∀y.E1. P (x) C ONTOH 1. E10. (P (x) Q(y )) 2. E3. E2. ∀x∃y. E16. (P (x) . E13. E4. Kuantor Universal: ∀x. p↔p p p (p (p q↔q q↔q q) q) p p r) r) r) r) Double Negation Comutative Law idem Associative Law idem Distributive Law idem De Morgan Law idem Idempotent Law idem r ↔ p (q r ↔ p (q r) ↔ (p r) ↔ (p q q p (q p (q p p p p r r r r q ) (p q ) (p q↔p q↔p p↔p p↔p (p (p (p (p p) ↔ r p) ↔ r p) ↔ S p) ↔ B q q Contrapositive Law q) → r p→q↔p p→q↔p p→q↔q→p p → (q → r) ↔ (p p p (p q↔p q ) ↔ (p q q ) (p q) q ↔ (p → q ) (q → p) Sifat negasi/ekuivalensi kuantor: 1. E20. E14. E18. P (x) 2.

6: (Tautology.10 : 1. Tautologi: Sebuah proposisi dikatakan bernilai Tautologi.2. jika proposisi tersebut bernilai benar terhadap setiap pemberian nilai kebenaran bagi setiap variabelnya. p adalah tautologi dan proposisi p p — B S 2.1. C ONTOH 1. p B B p p S S p ——- ——- p — B B S S q — B S B S p→q ——B S B B 10 . (Q(x) → R(y ))) ↔ ∀x∃y. Contradiction and Satisfiable) 1. Proposisi p → q adalah satisfiabel. Proposisi p ♦ p adalah kontradiksi.1. 2. 3. ∃x∀y. Satisfiabel: Sebuah proposisi dikatakan Satisfiabel. Kontradiksi: Sebuah proposisi dikatakan bernilai Kontradiksi. (Q(x) → R(y )) ↔ ∀x. (∀y. jika bernilai benar terhadap suatu pemberian nilai kebenaran bagi setiap variabelnya. (Q(x) → R(y )) ↔ ∀x∃y. jika proposisi tersebut bernilai salah terhadap setiap pemberian nilai kebenaran bagi setiap variabelnya. (R(y ) → Q(x)) Definisi 1.

11 : Jawaban: ♦ q) Dengan tabel kebenaran perlihatkan bahwa: (p → q ) ⇒ (p p — B B S S q — B S B S p→q ——B S B B p B S B B q (p → q ) ⇒ (p B B B B q) ——- ————————- Skema Implikasi Tautologi: Untuk memudahkan manipulasi proposisi yang memuat implikasi tautologi. q → r ⇒ r ♦ C ONTOH 1. I5.1. I14.3. p → q ⇒ q q.1. I10. maka diberikan tabel skema implikasi tautologi seperti terlihat pada Tabel 1. I6. p → r. p → q ⇒ p p → q. I9.7: (Implikasi Tautologi) Sebuah proposisi p dikatakan berakibat propisisi q. C ONTOH 1. q ⇒ p p. I7. I13.1. I12. I1.12 : 11 . I8. I11. dan ditulis ”p ⇒ q ”.1.3: Skema implikasi tautologi p q⇒p Simplification p q⇒q q q idem Addition idem p⇒p q⇒p p⇒p→q q⇒p→q p→q⇒p p→q⇒q p.Definisi 1. I2. I3. Tabel 1.1. q → r ⇒ p → r p q. I4. p q Disjunctive syllogism Modus ponens Modus tollens Hypothetical syllogism Dilema q⇒q p. jika implikasi ”p → q ” bernilai tautologi.

Tunjukkan bahwa: (p Jawaban: q ) ⇒ (p → q ) q ) → (p → q ) bernilai tautologi. Harus ditunjukkan bahwa proposisi: (p p — B B S S q — B S B S p B S S S q p→q ——B S B B (p q ) → (p → q ) B B B B ——- ——————– 12 .

Sebaliknya. jika penguasaan anda dibawah 75% anda harus mengulangi Kegiatan Belajar I.2 Umpan Balik dan Tindak Lanjut Kerjakan semua soal Latihan 1. khususnya bagian yang belum anda pahami.1. atau anda dapat diskusikan dengan dosen/asisten dosen anda. Rumus T ingkat P enguasaan = jumlah jawaban anda yang benar × 100% banyakya soal latihan 1. 13 .1 Arti tingkat penguasaan yang anda capai: 85% 75% 60% 50% 0% 100% 84% 74% 59% 49% : Baik Sekali : Baik : Cukup : Kurang : Jelek Jika anda mencapai tingkat penguasaan 75% ke atas. anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar II. Hitunglah jumlah jawaban anda yang benar. Kemudian gunakan rumus dibawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan anda terhadap materi Kegiatan Belajar I.1.1 dan bandingkan jawaban anda dengan kunci jawaban pada bagian belakang Modul ini. ”Bagus”.

P. McGraw-Hill Book Company. R. Massachusetts. New York. 1998. New York. 1989. 14 . GRIMALDI.1. J. McGrawHill Book Company.. Jakarta.P.R. R. JOHNSONBAUGH.1.. 4.An Applied Introduction”. 2003. Jilid I dan II. 2nd Edition. ”Discrete and Combinatorial Mathematics . Edisi ke 4. AND MANOHAR.. 5th Edition. 1988.. Prenhallindo. Addison Wesley Publishing Company.H. ROSEN. K. TREMBLAY. ”Discrete Mathematics and Its Application”. PT. ”Discrete Mathematical Structures with Apllications to Computer Science”. 3.3 Daftar pustaka: 1. ”Matematika Diskrit”. 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful