LAPORAN TUGAS AKHIR

SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT MELALUI HASIL LABORATORIUM DARAH
Laporan ini disusun guna memenuhi salah satu syarat untuk menyelesaikan program studi Teknik Informatika S-1 pada Fakultas Ilmu Komputer Universitas Dian Nuswantoro

Disusun Oleh : NAMA NIM Program Studi : : : ADITYA GITA SETIAWAN A11.2006.02951 Teknik Informatika – S1

FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO SEMARANG 2013

i

PERSETUJUAN LAPORAN TUGAS AKHIR
Nama Pelaksana NIM Program Studi Fakultas Judul Tugas Akhir : Aditya Gita Setiawan : A11.2006.02951 : Teknik Informatika : Ilmu Komputer : Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Melalui Hasil Laboratorium Darah

Tugas Akhir ini telah diperiksa dan disetujui, Semarang, 15 Februari 2013

Menyetujui: Pembimbing

Mengetahui: Dekan Fakultas Ilmu omputer

Ajib Susanto, M.Kom

Dr. Abdul Syukur

i

PENGESAHAN DEWAN PENGUJI
Nama Pelaksana NIM Program Studi Fakultas Judul Tugas Akhir : Aditya Gita Setiawan : A11.2006.02951 : Teknik Informatika : Ilmu Komputer : Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Melalui Hasil Laboratorium Darah

Tugas Akhir ini telah diujikan dan dipertahankan dihadapan Dewan Penguji pada Sidang tugas akhir tanggal 15 Februari 2013. Menurut pandangan kami, tugas akhir ini memadai dari segi kualitas maupun kuantitas untuk tujuan penganugrahan gelar Sarjana Komputer (S.Kom)

Semarang, 15 Februari 2013 Dewan Penguji :

Sumardi, M.Kom Anggota 1

Sari Wijayanti, M.Kom Anggota 2

Feri Agustina, M.Kom Ketua Penguji

i

karya saya disinyalir bukan merupakan karya asli saya. maka saya bersedia untuk dibatalkan gelar saya beserta hak dan kewajiban yang melekat pada gelar tersebut.PERNYATAAN KEASLIAN TUGAS AKHIR Sebagai mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro. yang bertanda tangan di bawah ini. Dibuat di : Semarang Pada tanggal : 15 Februari 2013 Yang menyatakan (Aditya Gita Setiawan) i .02951 Menyatakan bahwa karya ilmiah saya yang berjudul : Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Melalui Hasil Laboratorium Darah merupakan karya asli saya (kecuali cuplikan dan ringkasan yang masing-masing telah saya jelaskan sumbernya dan perangkat pendukung lainnya. Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya.2006. yang disertai dengan bukti-bukti yang cukup. Apabila di kemudian hari. saya : Nama : Aditya Gita Setiawan NIM : A11.

02951 demi mengembangkan Ilmu Pengetahuan. saya : Nama : Aditya Gita Setiawan NIM : A11. mengelolanya dalam bentuk pangkalan data (database). menyetujui untuk memberikan kepada Universitas Dian Nuswantoro Hak Bebas Royalti Non-Eksklusif (Non-exclusive Royalty-Free Right) atas karya ilmiah saya yang berjudul : Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Melalui Hasil Laboratorium Darah beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dibuat di : Semarang Pada tanggal : 15 Februari 2013 Yang menyatakan (Aditya Gita Setiawan) i . dan menampilkan/mempublikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta izin dari saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis/pencipta. Dengan Hak Bebas Royalti Non-Eksklusif ini Universitas Dian Nuswantoro berhak untuk menyimpan. Saya bersedia untuk menanggung secara pribadi. segala bentuk tuntutan hukum yang timbul atas pelanggaran Hak Cipta dalam karya ilmiah saya ini. tanpa melibatkan pihak Universitas Dian Nuswantoro. yang bertanda tangan di bawah ini. menggunakan. mengcopy ulang (memperbanyak).2006. mendistribusikannya. Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya.PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Sebagai mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro.

hidayah. 3. sehingga penulis dapat mengimplementasikan ilmu yang telah disampaikan. 8. selaku Dekan Fakultas Ilmu Komputer.KATA PENGANTAR Assalamualaikum. selaku koordinator Tugas Akhir program studi Teknik Informatika – S1. dan inayah-Nya kepada penulis sehingga laporan tugas akhir dengan judul “Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Melalui Hasil Laboratorium Darah” dapat penulis selesaikan sesuai dengan rencana karena dukungan dari berbagai pihak yang tidak ternilai besarnya. 7. dan bimbingan. Oleh karena itu penulis menyampaikan terima kasih kepada : 1. Dosen-dosen pengampu di Fakultas Ilmu Komputer Universitas Dian Nuswantoro Semarang yang telah memberikan ilmu dan pengalamannya masing-masing. i . Semua pihak yang namanya tidak dapat disebutkan satu per satu . Wb. 4. dan bimbingan yang berkaitan dengan penelitian penulis. memberikan informasi referensi yang penulis butuhkan. 10. 5. 9. Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang yang telah melimpahkan segala rahmat. Bapak Dr. selaku pembimbing Tugas Akhir yang memberikan ide penelitian. Abdul Syukur. Semua Sahabat Penulis di Udinus terimakasih atas dukungan kalian.Kom. M. Ir. Dr. Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT. selaku Rektor Universitas Dian Nuswantoro. M.Kom. Wr. M. 2.Kom. Dr. Heru Agus Santoso. 11. Keluarga besar Penulis yang selalu memberikan dukungan dan semangat. Bapak Feri Agustina. Bapak Ajib Susanto. 6. M. Anggun Desi Wulandari yang selalu memberikan dorongan semangat saat penulis mulai putus asa. dukungan. Terutama kepada Ibu yang selalu memberikan doa.Kom selaku Ketua Program Studi Teknik Informatika. Edi Noersasongko.

Semarang. Akhirnya penulis berharap semoga Tugas Akhir ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang berkepentingan.Penulis juga menyadari sepenuhnya bahwa dalam penyusunan Tugas Akhir ini jauh dari sempurna. Wb. Wassalamualaikum. Februari 2013 Penulis i . Untuk itu kritik dan saran yang bersifat membangun guna perbaikan di masa yang akan datang akan penulis terima dengan senang hati beserta ucapan terima kasih. Wr.

Basis pengetahuan disusun sedemikian rupa ke dalam suatu database untuk mempermudah kinerja sistem dalam penarikan kesimpulan. Kata Kunci : Sistem Pakar. Pada hasil akhir sistem pakar akan menampilkan kesimpulan yang meliputi penyebab penyakit. xv + 92 halaman.32 gambar. dimana setiap inputannya mengacu pada hasil tes laboratorium darah yang kemudian akan diproses atau didiagnosa dan mendapatkan hasil akhir. 3 tabel i . Sistem akan menampilkan inputan yang dapat diinput oleh user. Pengetahuan ini didapat dari seorang pakar yang ahli didalam bidangnya serta buku yang berhubungan dengan pemeriksaan dan diagnostik laboratorium darah.ABSTRAK Sistem pakar untuk diagnosa penyakit melalui hasil laboratorium darah ini merupakan suatu sistem pakar yang dirancang sebagai alat bantu untuk mendiagnosa penyakit pada tubuh manusia melalui hasil tes laboratorium dengan basis pengetahuan yang dinamis. Penarikan kesimpulan dalam sistem pakar ini menggunakan metode fuzzy logic. Fuzzy Logic. dan jenis penyakit yang diderita user atau pasien. Diagnostik Laboratorium Darah.

..................................................................................................2 Batasan Masalah ....................... 2..................................................2.............................................6 2...............4 1........................................6......................................................5 2............. Struktur Sistem Pakar ......10 2...........................................5 Sistem Pakar ..................................... Manfaat Sistem Pakar ........................................9 2........iii Pernyataan Keaslian Tugas Akhir..........................................11 i ...................................... Latar Belakang Pengembangan Sistem Pakar ...................................................................................3 Tujuan Penelitian ......................... Skema Penerapan Dalam Organisasi ..........................................4........................................................................................................ Ciri-ciri Sistem Pakar...............................2...........3...........xiii BAB I PENDAHULUAN1 1...............1 1................ix Daftar Tabel ......................2...................................10 2....................................................................1 Rumusan Masalah ..2.......................................................................................................................3 Manfaat Penelitian ..........................................................xii Daftar Gambar .....................................................................................iv Pernyataan Persetujuan Publikasi ..........2...........................9 2.......i Persetujuan laporan Tugas Akhir ...........................2................................................................................................3... Kecerdasan Buatan ...............5 2...............................1.............................................7 2.v Ucapan Terimakasih .............................................................................................................................. Logika Fuzzy ............................................viii Daftar Isi ....5 Latar Belakang Masalah ..............................................................................DAFTAR ISI Halaman Judul ........................1........................................................................................................................ Kelemahan Sistem Pakar ................................vi Abstrak .....2.........................3 1...........................................................................2 1.............................5..........2....................ii Pengesahan Dewan Penguji .......3 BAB II LANDASAN TEORI ..............

.................8......................................38 2............................23 CSS (Cascading Style Sheets) ..12 2......................................................22 2.....................................................39 2.................... Eosinofil .....................26 PHP ......................10................................................................10.....................................................7.....5... Fuzzification ..10......................4........ MCH................37 2.............................8.............. 2...............3.................................6.......................................................................... Inference ...2..10.....6... Leukosit ......................................................................................... Fuzzy Set.....34 2................................. 2...............................................................................................11 2....................3..... Eritrosit........... 2.10...................................................................... 3.............. Neutrofil ........32 2..........44 Metode Pengumpulan Data ......42 2.3......................................10.....................29 MySQL ............ Trombosit .........................10...3................................10.................................................12 2..........................1..............................3......7.......................40 2............31 Darah ........................................................42 2........................... Crisp Set .............4.....39 2............ Indeks Sel Darah Merah (MCV.........5..............23 2................23 2......................... Obyek ......................................................................................5...............3............................10............... Limfosit ........................................................................ 3................ 2..............12 2................................2...............................2..............10......... 2......11...44 i .......................................... Hematrokit ......................................................................................................................................... Hemoglobin .........9......................3.................1....................13 2.44 Sumber Data ...39 2.................................................................. 2...3.............................. Basofil .........4...9.......................3....... Istilah dalam Logika Fuzzy................................................................................8.....................25 Javascript .........6.........................................................36 2...................30 Flowchart ......44 3..........10.........1.........2........10........... Defuzzification................................. MCHC) ...................10............ HTML ......................... Konvensi Penulisan Fuzzy Set ................................................ Monosit .....................................................3.............................7.............................................................. Atribut ............42 BAB III METODOLOGI PENELITIAN ................3........

........................48 Mesin Inferensi ........77 4....5..........................75 4........................78 4...50 4..69 4.....5..4...............4 Tampilan Form Nilai Hasil Rujukan .............5 Form Reset dan Diagnosis ............................53 4..........................................................74 4...........................................................................54 4..4................... Implementasi Rancangan Antar Muka .............................................................................2 Diagnosa Penyakit pada Pria ........ Implementasi Sistem ........45 Pengujian .........4..................................1................3 Diagnosa Penyakit pada Wanita .......4.................2.........51 4...........................2..4...............................50 4..................................................49 BAB IV HASIL PERANCANGAN DAN PEMBAHASAN ...1 Diagnosa Penyakit pada Anak ..79 i ........................................ Perancangan Sistem ..............................4 Diagnosa Penyakit ...2 Gambaran Umum Sistem ...............................4..............4....68 4.....4.....5...................................3..............................................5.....................5 Tampilan Form Nilai Rujukan ...5..........................1 Ruang Lingkup Perangkat Keras ...........................................................51 4..................3.............................................53 4.....2.....2.. 3...3 Form Submit .8 Form Kesimpulan ..........1 Form Awalan (Index) .........76 4....................................................................55 4..2..5...............................................4.......................................................73 4...................................................70 4...........................76 4..........................................................3 Deskripsi Sistem ........... 3........1........2..51 4... Ruang lingkup Pendukung Implementasi ....2 Tampilan Form Pasien .............................................................76 4.... 4........53 4...................................................................................................2.......3 Tampilan Diagnosa Penyakit ........................50 4...............................................................71 4...................5...........4..............................................2 Ruang Lingkup Perangkat Lunak .......................................................................1 Analisa Kebutuhan ..72 4.2......................................4...................4......................................................................................................................4 Form Inputan Hasil Pemeriksaan Lbrtrm Darah .....7 Form Nilai Rujukan ......1 Tampilan Awal Program ..............2 Form Input Data Pasien........50 4...................1...............................56 Perancangan Antar Muka.6 Form Hasil............................ Metode Pengembangan Sistem ...............6....68 4............................4......................

........ Implementasi Fungsi ................................................................................................2 Fungsi Form Pasien ..................................1 Fungsi Index ...........87 4....83 4........................................................................89 4...................91 DAFTAR PUSTAKA ...........82 4..................................................6 Fungsi Koneksi Database ...84 4.........................................................................................5 Fungsi Nilai Rujukan .................................... 5................6..90 BAB V PENUTUP .......................................4.........................6........................5......................81 4........................6...................80 4........6....................3 Fungsi Operasi Diagnosa Peyakit ...........................................................82 4.........5.......4 Fungsi Kondisi Diagnosa Penyakit ......91 Saran ................91 5......6.........................7 Tampilan Form Kesimpulan ................................6 Tampilan Form Reset dan Diagnosa ...............2...................6...........................................1...................................92 i ......................................... Kesimpulan .........................................................................6..........

............................................................................................4..........68 i .........9....... Atribut Dalam Tag <BODY> ......................... Simbol-Simbol Flowchart ..............3........... RULE .......32 Tabel 4..................DAFTAR TABEL Tabel 2...........25 Tabel 2..............................................

..3.........................................8......................6.....................................4...............................19 Gambar 2............................76 Gambar 4................. Tampilan form kesimpulan .......4. Form input data pasien ....................... Screen shot fungsi form pasien ..3......6............................ Grafik representasi linear ......................5........... Form awalan (index) ..5.............................. Screen shot fungsi operasi diagnosa penyakit ......2.........................2...........2...............5.......6....... Form Submit ....................4..................................................69 Gambar 4.......4.5...5...............7.....................55 Gambar 4.................4..............71 Gambar 4....5...........3..............4.......2 Gambaran Umum Sistem .................72 Gambar 4............................................48 Gambar 4..5.3......5................................. Form Kesimpulan ........... Screen shot kondisi diagnosa penyakit .......4... Aturan Fuzzy ..79 Gambar 4................ Diagram alir diagnosa penyakit pada pria ...4..5......73 Gambar 4..............4...4............................. Diagram alir diagnosa penyakit anak ... Screen shot fungsi index ........ Tampilan form reset dan diagnosa ....24 Gambar 2......2..........................7................ Form hasil ............6..7 Gambar 2..........5.....................3. Tampilan form pilihan golongan ................. Form nilai rujukan .....................................................................78 Gambar 4....2.................14 Gambar 2.1............ Tampilan form nilai hasil rujukan.....1..................................2....5............................................. dan Meningkat.............84 Gambar 4..............4.......................................... Himpunan fuzzy untuk variabel Umur .......6......... Tampilan form inputan diagnosa penyakit ................ Normal.16 Gambar 2............5...........82 Gambar 4...........DAFTAR GAMBAR Gambar 2..............86 Gambar 4.56 Gambar 4...............68 Gambar 4.2..... Tampilan baner program .................3..............................6...........5...4....1............4.................5....... Himpunan: Menurun....1.................5.........3.......................................75 Gambar 4.............83 Gambar 4.... Metode Waterfall ...................3.....4.. Form reset dan diagnosis ........................ Tampilan form nilai rujukan .....2...........2...... Struktur Sistem Pakar .....1...............................3............................4.........................................................................................................4...........................5. Form inputan hasil pemeriksaan laboratorium darah ...............80 Gambar 4..............................81 Gambar 4.........54 Gambar 4...........3....74 Gambar 4....................................52 Gambar 4... Grafik representasi linear naik ..70 Gambar 4........25 Gambar 3. Diagram alir diagnosa penyakit pada wanita ..2..........88 i ................77 Gambar 4...........................................................

...............90 Gambar 4...................Gambar 4...................... Screen shot fungsi nilai rujukan .............6.90 i ......6.......................6... screen shot fungsi koneksi database ........5.............

misalnya penyakit infeksi. Karena sampai saat ini resiko adanya suatu penyakit masih menjadi penyebab utama kematian seseorang. Untuk dapat mengetahui seseorang dalam keadaan sehat atau sakit. menentukan resiko suatu penyakit. maka diharapkan resiko terkena penyakit dapat dideteksi lebih dini secara tepat dan akurat. solusi. ginjal. Konsultasi terhadap seseorang yang memiliki expertise dibidang tertentu dalam menyelesaikan suatu permasalahan merupakan pilihan tepat guna mendapatkan jawaban. Sebagian besar pasien juga tidak mengerti akan interpretasi angka-angka yang tertera pada hasil pemeriksaan laboratoriumnya. memantau kemajuan hasil pengobatan. dikarenakan bila terdapat kelainan atau penyakit yang berbahaya dapat segera melakukan tindakan pencegahan dengan cepat dan terapi lebih dini. banyak hal yang dapat dilakukan. salah satunya adalah dengan memeriksakan diri secara berkala dan berkonsultasi ke dokter. hematologi. dan sebagainya. Hal ini sangat bermanfaat bagi kesehatan.1 Latar Belakang Munculnya suatu penyakit telah menjadi momok yang menakutkan yang selalu menghantui manusia. Dan pada akhirnya pasien secara tidak langsung dituntun untuk melakukan konsultasi kepada dokter dengan membawa hasil pemeriksaan laboratorium. Beberapa data pemeriksaan laboratorium dirancang untuk tujuan tertentu misalnya untuk mendeteksi adanya gangguan fungsi organ. Dengan dilakukannya pemeriksaan laboratorium ini.BAB I PENDAHULUAN 1. Seorang dokter akan melakukan beberapa pendekatan diagnosis terhadap pasien yang salah satunya ialah melalui pemeriksaan laboratorium khususnya pemeriksaan darah. Proses diagnosa penyakit melalui hasil pemeriksaan laboratorium itu sendiri selama ini hanya dapat dilakukan oleh para dokter. Meningkatnya perkembangan teknologi di berbagai bidang telah mendorong ditemukannya berbagai hal baru di bidang kedokteran. dan sebagainya. keputusan atau kesimpulan terbaik. i . memantau progresivitas penyakit. saran.

maka penulis memberikan batasan masalah sebagai berikut : 1. Diasumsikan bahwa data dimasukkan oleh pakar atau orang yang mengetahui mengenai diagnostik pemeriksaan laboratorium darah. 1. diharapkan dapat membantu menegakkan diagnosa penyakit sehingga dapat melakukan intervensi terapi sedini mungkin dan mengendalikan progresivitas penyakit. 3. Dengan adanya hasil dari penelitian ini. ini dikarenakan seorang expert selalu menguasai terhadap bidang yang ditekuninya berdasakan keilmuan dan pengalamannya. Menganalisa dan merancang sistem pakar untuk mendiagnosa penyakit melalui hasil pemeriksaan laboratorium darah pada darah manusia yang mencakup jenis diagnostik darah.3 Batasan Masalah Dari latar belakang dan perumusan masalah yang ada akan memungkinkan adanya pembahasan masalah yang panjang lebar. Untuk mengatasi permasalahan ini maka diperlukan sebuah system untuk mendiagnosa penyakit melalui hasil pemeriksaan laboratorium.Jawaban seorang expert atas sebuah konsultasi tentunya sangat dapat dipercaya atau dipertanggungjawabkan serta dapat berpengaruh terhadap mutu serta kualitas hasil dari suatu permasalahan. Sumber i . Program ini dibuat untuk membantu diagnosa penyakit melalui hasil laboratorium. Dengan berlandaskan pada kajian diatas maka penulis tertarik untuk melakukan “Sistem Pakar Diagnosa penelitian dan membuat tugas akhir mengenai Penyakit Melalui Hasil Pemeriksaan Laboratorium Darah”.2 Rumusan Masalah Adapun yang menjadi perumusan masalah adalah bagaimana membuat aplikasi sistem pakar yang dapat membantu memudahkan masyarakat untuk mengetahui interpretasi hasil pemeriksaan laboratorium darah hematologi lengkap dan dengan menggunakan metode Logika Fuzzy 1. 2. keterangan dan kesimpulannya. hanya sebatas untuk hasil laboratorium darah hematologi lengkap dengan menggunakan metode logika fuzzy.

i . dan juga menambah kepustakaan di Universitas Dian Nuswantoro Semarang. antara lain: 1) Dalam bidang akademik. 3) Manfaat Bagi Pembaca. 1. 2. dan menggunakan database mysql. 2) Manfaat Bagi Penulis. Sp. maka tujuan penelitian ini : 1. hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai tolak ukur keberhasilan akademik dalam memberikan ilmu kepada mahasiswa sebagai bekal untuk terjun di dunia kerja. 1. dapat memberikan inspirasi baru. yaitu : dr. agar nantinya dapat mengembangkan lebih jauh lagi tentang system berbasis aturan untuk diagnose penyakit melalui hasil laboratorum darah serta dapat menjadi refrensi dalam pembuatan tugas akhir.pengetahuan diagnosis praktis diperoleh dari seorang dokter. Aplikasi yang digunakan dalam pembuatan sistem ini menggunakan bahasa pemograman php. 4.5 Manfaat Penelitian Penelitian ini di harapkan dapat memberikan manfaat kepada berbagai pihak. Dapat menambah pengalaman dalam praktek dunia kerja yang sesungguhnya.W.4 Tujuan Penelitian Berdasarkan permasalahan yang telah didefinisikan dalam rumusan masalah diatas. serta memberikan tambahan pengetahuan dan keterampilan untuk bekal dikemudian hari yang tidak didapatkan penulis dalam bangku perkuliahan. Terciptanya Sistem Berbasis Aturan untuk diagnosa penyakit melalui hasil laboratorium darah hematologi lengkap.PK. Tidak termasuk bagian keamanan aplikasi.Anggun D. Dengan adanya system ini dapat membantu memudahkan masyarakat untuk mengetahui interpretasi hasil pemeriksaan laboratorium. Disamping itu penulis dapat menerapkan atau mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan tekhnologi yang diperoleh terhadap masalah-masalah praktis yang ada di lapangan atau lingkungan kerja sehingga dapat menambah wawasan dalam bekerja.

i .4) Manfaat Bagi Perkembangan Teknologi Terciptanya sebuah Rule Based Reasoning (RBR) yang bisa digunakan sebagai alternative untuk penelitian selanjutnya.

i . sistem syaraf buatan (artificial neural system). penglihatan. maka teknologi kecerdasan buatan dipelajari dalam bidang bidang seperti robotika (Robotics). Sistem ini memanfaatkan kapabilitas penalaran untuk mencapai suatu simpulan. pengelihatan komputer (computer vision).2 Sistem Pakar Sistem pakar adalah suatu program komputer yang mengandung pengetahuan dari satu atau lebih pakar manusia mengenai suatu bidang spesifik. pengenalan suara (speech recognition). Tergantung dari desainnya. Kecerdasasn buatan menyelesaikan permasalahan dengan mendayagunakan komputer untuk memecahkan masalah komplek dengan cara mengikuti proses penalaran manusia.1 Kecerdasan Buatan Kecerdasan buatan adalah salah satu bidang ilmu komputer yang mendayagunakan komputer sehingga dapat berperilaku cerdas seperti manusia. pengolahan bahasa (pattern recognition). 2.BAB II LANDASAN TEORI 2. pemahaman bahasa alami dan sebagainya. Bentuk umum sistem pakar adalah suatu program yang dibuat berdasarkan suatu set aturan yang menganalisis informasi (biasanya diberikan oleh pengguna suatu sistem) mengenai suatu kelas masalah spesifik serta analisis matematis dari masalah tersebut. dan sistem pakar (expert system). pembelajaran. Sesuai definisi tersebut. pemecahan masalah. sistem pakar juga mampu merekomendasikan suatu rangkaian tindakan pengguna untuk dapat menerapkan koreksi. Jenis program ini pertama kali dikembangkan oleh periset kecerdasan buatan pada dasawarsa 1960-an dan 1970-an dan diterapkan secara komersial selama 1980-an. Aktifitas manusia yang ditirukan seperti penalaran.

maupun menderita suatu penyakit. Sistem pakar merupakan suatu software yang dapat diperbanyak dan kemudian dibagikan ke berbagai lokasi maupun tempat yang berbeda-beda untuk digunakan sedangkan seorang pakar hanya bekerja pada satu tempat dan pada saat yang bersamaan. Suatu sistem pakar dapat diberi pengamanan untuk menentukan siapa saja yang diberikan hak akses untuk menggunakannya dan jawaban yang diberikan oleh sistem terbebas dari proses intimidasi atau ancaman. f.2. c. e. yang dalam hal ini tentu harus didukung oleh maintenance yang baik. b.1 Latar Belakang Pengembangan Sistem Pakar Pengembangan penjelasan lebih lanjut mengenai keunggulan sistem pakar dibanding seorang pakar.2. sedangkan pegetahuan seorang pakar manusia lambat laun akan hilang karena meninggal. Pengetahuan (knowledge) yang disimpan pada sistem pakar tidak akan bisa hilang atau lupa. d. Umumnya kecepatan dalam memecahkan masalah pada suatu system pakar relatif lebih cepat dibandingkan oleh seorang pakar manusia. Sistem pakar bisa digunakan setiap hari menyerupai sebuah mesin sedangkan seorang pakar tidak mungkin bekerja terus menerus setiap hari tanpa beristirahat. i . usia yang semakin tua. sedangkan seorang pakar bisa saja mendapat ancaman atau tekanan pada saat menyelesaikan permasalahan. Biaya menggaji seorang pakar lebih mahal bila dibandingkan dengan penggunaan program sistem pakar (dengan asumsi bahwa program sistem pakar itu sudah ada) . g. Kemampuan memecahkan masalah pada suatu sistem pakar tidak dipengaruhi oleh faktor dari luar seperti intimidasi. yaitu: a. faktor ekonomi atau perasaan tidak suka. perasaan kejiwaan.

i .2.2. Lingkungan konsultasi digunakan oleh pengguna yang bukan pakar untuk memperoleh pengetahuan pakar. yaitu: lingkungan pengembangan (development environment) dan lingkungan konsultasi (consultation environ-ment). Antarmuka Pengguna (User Interface) Merupakan mekanisme yang digunakan oleh pengguna dan sistem pakar untuk berkomunikasi. Antarmuka menerima informasi dari pemakai dan mengubahnya ke dalam bentuk yang dapat diterima oleh sistem. Selain itu antarmuka menerima dari sistem dan menyajikannya ke dalam bentuk yang dapat dimengerti oleh pemakai. Gambar 2. Lingkungan pengembangan digunakan sebagai pembangun sistem pakar baik dari segi pembangun komponen maupun basis pengetahuan.2.2 Struktur Sistem Pakar Komponen-komponen yang terdapat dalam struktur sistem pakar : a.2 Struktur Sistem Pakar Sistem pakar terdiri dari 2 bagian pokok.

laporan penelitian dan pengalaman pemakai. Wawancara Metode yang paling banyak digunakan. transfer. informasi tentang obyek dalam area permasalahan. Akuisisi Pengetahuan (Knowledge Acquisition) Akuisisi pengetahuan adalah akumulasi. Observasi pada pekerjaan pakar Pekerjaan dalam bidang tertentu yang dilakukan pakar direkam dan diobservasi. 2. dan dianalisis. yang melibatkan pembicaraan dengan pakar secara langsung dalam suatu wawancara. yaitu : fakta.3 I. Rule-base reasoning (RBR) mengandalkan serangkaian aturan-aturan yang merupakan representasi dari pengetahuan dan pengalaman karyawan (manusia) dalam memecahkan kasus yang rumit. basis data. informasi tentang cara bagaimana memperoleh fakta baru dari fakta yang telah diketahui. formulasi. Dalam tahap ini knowledge engineer berusaha menyerap pengetahuan untuk selanjutnya ditransfer ke dalam basis pengetahuan. Pekerjaan tersebut direkam. i . Pengetahuan diperoleh dari pakar. dan penyelesaian masalah. c. iii. Dan aturan. dan transformasi keahlian dalam menyelesaikan masalah dari sumber pengetahuan ke dalam program komputer. Skema Penerapan dalam suatu organisasi: Case-based reasoning (CBR) yang merupakan representasi pengetahuan berdasarkan pengalaman termasuk kasus dan solusinya II. Analisis protokol Dalam metode ini pakar diminta untuk melakukan suatu pekerjaan dan mengungkapkan proses pemikirannya dengan menggunakan kata-kata.2. ii. dituliskan. dilengkapi dengan buku. Basis Pengetahuan Basis pengetahuan mengandung pengetahuan untuk pemahaman. Komponen sistem pakar ini disusun atas 2 elemen dasar.b. Metode akuisisi pengetahuan : i.

b. IV. k. j.2. Outputnya bersifat nasihat atau anjuran. c. Dirancang untuk dapat dikembangkan secara bertahap. Memiliki kemampuan untuk beradaptasi. perilaku antar hubungan maupun simulasi proses terbentuknya pengetahuan. 2. Model-based reasoning (MBR) melalui representasi pengetahuan dalam bentuk atribut. i. l. i . Dapat digunakan dalam berbagai jenis komputer. d.III. yang selanjutnya digunakan dalam proses pengambilan keputusan untuk penyelesaian masalah tertentu. Terbatas pada bidang yang spesifik. Memiliki informasi yang handal. Constraint-Satisfaction Reasoning yang merupakan perpaduan antara RBR & MBR. f. Knowledge base dan Inference engine terpisah. g. e. baik dalam menampilkan langkahlangkah antara maupun dalam menjawab pertanyaanpertanyaan tentang proses penyelesaian. Output tergantung dari dialog dengan user. Heuristik dalam menggunakan pengetahuan (yang seringkali tidak sempurna) untuk mendapatkan penyelesainannya. yaitu dengan menambah atau menghapus suatu kemampuan dari basis pengetahuannya. sistem pakar mengkombinasikan kaidah- kaidah penarikan kesimpulan (inference rules) dengan basis pengetahuan tertentu yang diberikan oleh satu atau lebih pakar dalam bidang tertentu. Dalam penyusunannya. Kombinasi dari kedua hal tersebut disimpan dalam komputer. m. Mudah dimodifikasi. Dapat memberikan penalaran untuk data-data yang tidak lengkap h.4 Ciri-Ciri Sistem Pakar a. Dapat mengemukakan rangkaian alasan yang diberikan dengan cara yang dapat dipahami. Berdasarkan pada rule atau kaidah tertentu.

Sistem fuzzy merupakan penduga numerik yang terstruktur dan dinamik serta memiliki kemampuan untuk mengembangkan sistem intelijen dalam lingkungan yang tidak pasti dan tidak tepat. dan sangat kompleks (Kandel 2001. tidak lengkap.2. dan a. Bisa melakukan proses secara berulang secara otomatis. Marimin 2005).2.2. Mampu beroperasi dalam lingkungan yang berbahaya. c. memelihara. d. Memungkinkan orang awam bisa mengerjakan pekerjaan para ahli. Mampu mengambil dan melestarikan keahlian para pakar (terutama yang termasuk keahlian langka). 2. Biaya mengembangkannya sangat mahal. b. e. f. Sulit dikembangkan. meskipun sama-sama benar. Menyimpan pengetahuan dan keahlian para pakar.3 Logika Fuzzy Penerapan sistem Fuzzy dalam sistem pakar bertujuan untuk merepresentasikan pengetahuan pakar pada lingkungan yang tidak pasti. Transfer pengetahuan dapat bersifat subjektif dan bias. 2. Oleh karena itu perlu diuji ulang secara teliti sebelum digunakan. Pendekatan oleh setiap pakar untuk suatu situasi atau problem bisa berbeda-beda. b. Kurangnya rasa percaya pengguna dapat menghalangi pemakaian sistem pakar. Sistem fuzzy menduga suatu fungsi dengan logika i .5 Manfaat Sistem Pakar a. Sistem pakar tidak 100% benar karena seseorang yang terlibat dalam pembuatan sistem pakar tidak selalu benar. e. d.6 Kelemahan Sistem Pakar yang diperlukan untuk membuat. c. hal ini erat kaitannya dengan ketersediaan pakar di bidangnya dan kepakaran sangat sulit diekstrak dari manusia karena sangat sulit bagi seorang pakar untuk menjelaskan langkah mereka dalam menangani masalah.

2 Fuzzy Set Suatu fuzzy set A di dalam universe (semesta) U didefinisikan sebagai suatu fungsi keanggotaan µA(x). yaitu: 1.3. Linguistik. Misalnya. 4. 25. yang memetakan setiap objek di U menjadi suatu nilai real dalam interval [0. yaitu nilai kebenaran antara benar dan salah. 5. Nilai kanggotaan x di dalam A.3. jika C= {x | x integer. x > 2}. dsb. yaitu penamaan suatu grup yang mewakili suatu µA(x) menyatakan derajat keadaan atau kondisi tertentu dengan menggunakan bahasa alami. maka amggota C adalah 3.fuzzy yang digunakan untuk menangani konsep derajat kebenaran.3 Atribut Himpunan fuzzy memiliki 2 atribut. yaitu suatu nilai (angka) yang menunjukkan ukuran dari suatu variabel seperti: 40. -1.3. dan seterusnya. 2. 2. 2. Normal.4 Konvensi Penulisan Fuzzy Set Konvensi untuk menuliskan fuzzy set yang dihasilkan universe U yang diskrit adalah sebagai berikut : i .1]. logika fuzzy sering menggunakan informasi linguistik dan verbal.3. 2. Meningkat. seperti: Menurun. Numeris. dan seterusnya. Sedangkan yang bukan anggota C adalah 2. Oleh karena itu. 0. 1. 50. 2.1 Crisp Set Himpunan yang membedakan anggota dan non anggotanya dengan batasan yang jelas disebut crispt set.

Variabel fuzzy Variabel fuzzy merupakan variabel yang hendak dibahas dalam suatu sistem fuzzy. 2.5 Istilah dalam logika fuzzy Ada beberapa istilah yang perlu diketahui dalam memahami sistem fuzzy. dengan nilai μA(x) menyatakan derajat keanggotaan x di dalam A.μA[x] | x ∈ X . terdapat A di dalam X sedemikian sehingga: A={ x. μA : x→[0. yaitu: 1.1] } Suatu himpunan fuzzy A di dalam semesta pembicaraan X didefinisikan sebagai himpunan yang bercirikan suatu fungsi keanggotaan μA. Himpunan fuzzy Misalkan X semesta pembicaraan. dan sebagainya.Sedangkan jika U adalah kontinu . Persediaan. Temperatur.3. yang mengawankan setiap x∈ X dengan bilangan real di dalam interval [0. Himpunan fuzzy merupakan suatu grup yang mewakili suatu i . Contoh: Umur. maka fuzy set A dinotasikan sebagai : 2.1]. Permintaan. Produksi.

µ A [2]=1. Normal. dan Meningkat ini dapatdilihat pada Gambar 7. 4.5. karena 3 ∈ B. karena 2 ∉ B. Maka dapat didefinisikan himpunan “Menurun”.1 Himpunan: Menurun. µ A [3]=1.2. Contoh : Misalkan variabel Hemoglobin dibagi menjadi 3 kategori. Gambar 2. dan Meningkat. 5} bisa dikatakan bahwa: Nilai keanggotaan 2 pada himpunan A. A = {1. karena 3 ∈ A. 3} B = {3. Normal. karena 2 ∈ A. himpunan Menurun. µ A [4]=0. dan “Meningkat”. yaitu: Menurun Hemoglobin < 14 gr/dL Normal 14 ≤ Hemoglobin ≤ 18 gr/dL Meningkat Hemoglobin > 18 gr/dL Nilai keanggotaan secara grafis. 6} adalah semesta pembicaraan. 5. Nilai keanggotaan 2 pada himpunan B. “Normal”.kondisi atau keadaan tertentu dalam suatu variabel fuzzy. µ B [2]=0. 2. 2. Nilai keanggotaan 4 pada himpunan A. Nilai keanggotaan 3 pada himpunan B. i . Nilai keanggotaan 3 pada himpunan A.3. Jika diketahui: S = {1. µ B [3]=1. Misalkan X=Frekuensi adalah variabel fuzzy. 3. karena 4 ∉ A. 4.

Menurun dan Normal.Pada Gambar 2.3. Seseorang dapatmasuk dalam 2 himpunan yang berbeda. Apabila seseorang pria berhemoglobin 14 gr/dL kurang 1 gr/dL.3. dapat dilihat bahwa: Apabila seseorang pria berhemoglobin 13 gr/dL. maka ia dikatakanTIDAK Menurun ( µ Menurun [14 . maka ia dikatakan Normal ( µ Normal [14]=1). maka ia dikatakanTIDAK Normal (Normal [14 . maka ia dikatakan TIDAK Menurun ( µ Menurun [14]=0). Apabila seseorang pria berhemoglobin 14 gr/dL.1]=0). Normal dan Meningkat.1]=0). Dari sini bisa dikatakan bahwa pemakaian himpunan crisp untuk menyatakan hemoglobin sangat tidak adil. dsb.Himpunan fuzzy digunakan untuk mengantisipasi hal tersebut. Apabila seseorang pria berhemoglobin 14 gr/dL. i . Apabila seseorang pria berhemoglobin 13 gr/dL.1 menunjukkan himpunan fuzzy untuk variabel umur. maka ia dikatakan Menurun ( µ Menurun [13]=1). Apabila seseorang pria berhemoglobin 14 gr/dL. Apabila seseorang pria berhemoglobin 14 gr/dL kurang 1 gr/dL.5. maka ia dikatakan Normal ( µ Normal [14]=1). adanya perubahan kecil saja pada suatu nilai mengakibatkan perbedaan kategori yang cukup signifikan. Gambar 2.5. maka ia dikatakan TIDAK Normal ( µ Normal [13]=0). Seberapa besar eksistensinya dalam himpunan tersebut dapat dilihatpada nilai keanggotaannya.

Adakalanya nilai semesta pembicaraan ini tidak dibatasi batas atasnya.+∞).2 Himpunan fuzzy untuk variabel Umur.5.5. dapat dilihat bahwa: Seseorang pria yang berhemoglobin 15 gr/dL. Sehingga semesta pembicaraan dari variable umur adalah 0 ≤ umur < +∞. atau kurang dari positif tak hingga. termasuk dalam himpunan Menurun dengan µ Meningkat [17]=0. Semesta pembicaraan merupakan himpunan bilangan real yang senantiasa naik (bertambah) secara monoton dari kiri ke kanan. Domain i . Contoh: semesta pembicaraan untuk variabel frekuensi: [0. Nilai semesta pembicaraan dapat berupa bilangan positif maupun negatif.5.3. namun dia juga termasuk dalam himpunan Normal dengan µ Normal [15]=0. termasuk dalam himpunan Menurun dengan µ Menurun [15]=0.5 3. namun dia juga termasuk dalam himpunan Normal dengan µ Normal [17]=0. Dalam hal ini. 4. Pada Gambar 2.3. Seseorang pria yang berhemoglobin 17 gr/dL. Semesta Pembicaraan Semesta pembicaraan adalah keseluruhan nilai yang diperbolehkan untuk dioperasikan dalam suatu variabel fuzzy.1.25.Gambar 2. nilai yang diperbolehkan untuk dioperasikan dalam variable umur adalah lebih besar dari atau sama dengan 0.25.

[a.1 Representasi linear NAIK Pada representasi linear NAIK.Domain himpunan fuzzy adalah keseluruhan nilai yang diijinkan dalam semesta pembicaraan dan boleh dioperasikan dalam suatu himpunan fuzzy. yaitu representasi linear naik dan representasi linear turun. pemetaan input ke derajat keanggotaannya digambarkan sebagai suatu garis lurus. Seperti halnya semesta pembicaraan.∞).a] . yaitu: [0. 5. a) Selang [0. maka himpunan fuzzy A di dalam X didefinisikan sebagai himpunan pasangan berurutan A={(x. salah satunya yaitu representasi linear. Fungsi keanggotaan representasi linear naik dapat dicari dengan cara sebagai berikut: Himpunan fuzzy pada representasi linear NAIK memiliki domain (-∞. domain merupakan himpunan bilangan real yang senantiasa naik (bertambah) secara monoton dari kiri ke kanan. dan [b. Contoh domain himpunan fuzzy: Normal =[0. Pada representasi linear.∞) terbagi menjadi tiga selang.a] i . 5. Fungsi Keanggotaan Jika X adalah himpunan objek-objek yang secara umum dinotasikan dengan x. Dalam himpunan fuzzy terdapat beberapa representasi dari fungsi keanggotaan. kenaikan nilai derajat keanggotaan himpunan fuzzy (μ[x]) dimulai pada nilai domain yang memiliki derajat keanggotaan nol [0] bergerak ke kanan menuju ke nilai domain yang memiliki derajat keanggotaan lebih tinggi. Nilai domain dapat berupa bilangan positif maupun negatif. Bentuk ini paling sederhana dan menjadi pilihan yang baik untuk mendekati suatu konsep yang kurang jelas. b].16]. μA(x)) | x∈ X} μA(x) disebut derajat keanggotaan dari x dalam A. Ada 2 keadaan himpunan fuzzy yang linear. yang mengindikasikan derajat x berada di dalam A.

maka persamaan garis lurus tersebut adalah: c) Selang [b.1). Dari uraian di atas.3. fungsi keanggotaan himpunan fuzzy pada representasi linear NAIK direpresentasikan dengan garis lurus yang melalui dua titik.∞) adalah: Himpunan fuzzy pada representasi linear NAIK direpresentasikan pada Gambar 2. ∞) memiliki nilai keanggotaan=0. Misalkan fungsi keanggotaan fuzzy NAIK dari x disimbolkan dengan μ[x].5.a] memiliki nilai keanggotaan=0 b) Selang [a. dengan domain (-∞.Fungsi keanggotaan himpunan fuzzy pada representasi linear NAIK pada selang [0.b]. fungsi keanggotaan himpunan fuzzy pada representasi linear NAIK.0) dan (b. b] Pada selang [a. i .3.∞) Fungsi keanggotaan himpunan fuzzy pada representasi linear NAIK pada selang [xmax. yaitu dengan koordinat (a.

Fungsi keanggotaan representasi linear TURUN dapat dicari dengan cara sebagai berikut: Himpunan fuzzy pada representasi linear TURUN memiliki domain (-∞.1) dan (b. dan [b. b] Pada selang [a.a] .a] Fungsi keanggotaan himpunan fuzzy pada representasi linear TURUN pada selang [0. garis lurus dimulai dari nilai domain dengan derajat keanggotaan himpunan fuzzy (μ[x]) tertinggi pada sisi kiri. yaitu dengan koordinat (a. Misalkan fungsi keanggotaan fuzzy TURUN dari x disimbolkan dengan μ[x]. b].∞) terbagi menjadi tiga selang..5. kemudian bergerak menurun ke nilai domain yang memiliki derajat keanggotaan himpunan fuzzy lebih rendah.0). yaitu: [0. [a.3 Grafik representasi linear naik 5.Gambar 2.2 Representasi linear TURUN Sedangkan pada representasi linear TURUN. fungsi keanggotaan himpunan fuzzy pada representasi linear TURUN direpresentasikan dengan garis lurus yang melalui dua titik.b]. maka persamaan garis lurus tersebut adalah: i .a] memiliki nilai keanggotaan=0 b) Selang [a. a) Selang [0.∞).3.

∞) adalah: Himpunan fuzzy pada representasi linear turun direpresentasikan pada Gambar 2. i .Karena pada selang [a.∞) Fungsi keanggotaan himpunan fuzzy pada representasi linear TURUN pada selang [b.5.b].4. fungsi keanggotaan himpunan fuzzy pada representasi linear TURUN.3. ∞] memiliki nilai keanggotaan=0 Dari uraian di atas. dengan domain (-∞. gradien garis lurus=-1. maka persamaan garis lurus tersebut menjadi: c) Selang [b.

4 Grafik representasi linear Suatu sistem berbasis aturan fuzzi yang lengkap terdiri dari tiga komponen utama. Fuzzification Inference Defuzzification i .5. 3.Gambar 2.3. yaitu : 1. 2.

3.3. i .3. mengubah fuzzy output menjadi crisp value berdasarkan fungsi keanggotaan yang telah ditentukan.3. mengubah masukan-masukan yang nilai kebenarannya bersifat pasti (crisp input) ke dalam bentuk fuzzy input. 2. 2.8 Defuzzification Defuzzification. melakukan penalaran menggunakan fuzzy input dan fuzzy rules yang telah ditentukan sehingga menghasilkan fuzzy output.6 Fuzzification Fuzzification.Gambar 2.5 Aturan Fuzzy 2. suatu fuzzy rule (aturan fuzzy) dituliskan sebagai “IF antecendent THEN consequent”. Secara sintaks.7 Inference Inference.5.

HTML adalah sebuah standar yang digunakan secara luas untuk menampilkan halaman web...... Isi Dokumen . Deskripsi Dokumen . tetapi pemakaian head yang benar akan meningkatkan kegunaan suatu dokumen HTML.4 HTML HyperText Markup Language (HTML) adalah sebuah bahasa markup yang digunakan untuk membuat sebuah halaman web..... didalam file tersebut harus terkandung struktur sebagai berikut : <HTML> <HEAD> <TITLE> . 2. Bagian Head Bagian head sebenarnya tidak harus ada pada dokumen HTML....... </BODY> </HTML> a..html.. untuk menentukan basis URL sebuah dokumen. Namun lebih jauh daripada itu. 1... Basis URL ini berguna bila dalam dokumen terdapat link – link yang i . yaitu . Tag <TITLE>..htm atau . Isi bagian head kecuali judul dokumen tidak akan terlihat oleh pembaca dokumen tersebut. Tag <BASE>..2. menampilkan berbagai informasi di dalam sebuah Penjelajah web Internet dan formating hypertext sederhana yang ditulis kedalam berkas format ASCII agar dapat menghasilkan tampilan wujud yang terintegerasi.. </TITLE> </HEAD> <BODY> ..... untuk memberi judul dokumen. maka ciri yang paling nampak jelas adalah ekstensi filenya.. Untuk menandai bahwa sebuah file teks merupakan file HTML.

Tag <LINK>. Tag <HR>.4 Atribut dalam tag <BODY> Dalam HTML terdapat beberapa tag yang dapat digunakan untuk memformat dokumen.bersifat relative. sebagai heading sebuah dokumen. 3. Tag – tag tersebut diantaranya : 1. untuk memulai paragraph baru. Bagian Body Bagian body merupakan isi dari dokumen HTML. mulai dari teks. 3. 4. Semua informasi yang akan ditampilkan. b. untuk membuat garis batas horizontal. i . untuk mendefinisikan informasi-informasi diluar HTML. untuk menunjukan relasi antar dokumen HTML. menampilkan posisi teks rata tengah. Nilai n berkisar antara 1 hingga 6. 5. Atribut ALINK Fungsi Menentukan warna dari link aktif BACKGROUND Merujuk pada URL atau direktori dari file gambar yang digunakan sebagai latar belakang BGCOLOR LINK TEXT Menentukan warna latar belakang dokumen Menentukan warna dari link yang belum dikunjungi Menentukan warna teks Tabel 2. gambar. Tag <META>. karena link tersebut tetap akan bekerja meskipun dokumen dipindahkan ke direktori lain atau bahkan kekomputer lain. suara dan lain – lain akan ditempatkan di bagian ini. untuk membuat baris baru. 4. Tag <HN>. Tag <CENTER>. Tag <BR>. Tag <P>. 2. 5.

Javascript adalah bahasa script yang langsung dimasukkan ke dalam dokumen HTML kita. Walaupun demikian.6 Javascript JavaScript adalah script sederhana untuk menyusun aplikasi – aplikasi internet untuk client (dan server). Tag <SCRIPT> memiliki atribut LANGUAGE untuk menyatakan jenis bahasa script yang digunakan. Perhatikan contoh dokumen HTML sederhana yang meyisipkan JavaScript ke dalamnya. Spesifikasi CSS diatur oleh World Wide Web Consortium (W3C). jenis huruf. JavaScript adalah salah suatu bagian dari bahasa pemograman Java yang dibuat oleh Sun Microsystem.Contoh dasar penggunaan javascript yaitu : <HTML> <HEAD> <TITLE>Contoh JavaScript Sederhana</TITLE> </HEAD> <BODY> i . Penggunaan yang paling umum dari CSS adalah untuk memformat halaman web yang ditulis dengan HTML dan XHTML. suara (sewaktu dibacakan oleh browser basis-suara atau pembaca layar). seperti melalui layar. memberikan lebih banyak keleluasaan dan kontrol terhadap tampilan. CSS memungkinkan halaman yang sama untuk ditampilkan dengan cara yang berbeda untuk metode presentasi yang berbeda. Untuk membuat Javascript. dan mengurangi kompleksitas serta pengulangan pada stuktur isi. Halaman HTML atau XML yang sama juga dapat ditampilkan secara berbeda. CSS digunakan antara lain untuk menentukan warna. bahasanya sendiri dapat dipergunakan untuk semua jenis dokumen XML termasuk SVG dan XUL. kita menggunakan tag <SCRIPT>. sehingga tidak memerlukan kompiler lagi [4]. CSS digunakan terutama untuk memisahkan antara isi dokumen (yang ditulis dengan HTML atau bahasa markup lainnya) dengan presentasi dokumen (yang ditulis dengan CSS). cetak. tata letak. Pemisahan ini dapat meningkatkan aksesibilitas isi. dan juga alat pembaca braille.2.5 CSS (Cascading Style Sheets) CSS atau Cascading Style Sheets merupakan suatu bahasa stylesheet yang digunakan untuk mengatur tampilan suatu dokumen yang ditulis dalam bahasa markup. dan berbagai aspek tampilan dokumen. 2. baik dari segi gaya tampilan atau skema warna dengan menggunakan CSS.

<SCRIPT LANGUAGE="JavaScript"> // menuliskan ke layar browser document. Jadi. Contoh – contoh JavaScript yang nantinya akan diberikan di sini sudah berbentuk file . </SCRIPT> </BODY> </HTML> Jadi.writeln("Javascript pertamaku !"). terutama browser – browser yang lama. Dan untuk menggunakannya seperti di bawah ini: <HTML> <HEAD> <TITLE>Contoh Pemakaian File .js).js adalah nama file JavaScript yang ingin diselipkan. Jadi. Untuk membuat komentar pada JavaScript kita menggunakan Elemen <SCRIPT> juga memiliki atribut SRC yang digunakan untuk menunjuk file terpisah JavaScript (*. masih banyak Web Browser yang belum bisa menangani JavaScript.js</TITLE> </HEAD> <BODY> <SCRIPT LANGUAGE="JavaScript" SRC="nama-file. Elemen <SCRIPT> dapat ditulis pada bagian HEAD maupun BODY. JavaScript dapat diketik terpisah dan digunakan dalam WEB anda sehingga lebih praktis. // selesai.js"> </SCRIPT> </BODY> </HTML> Dimana nama file .js. untuk JavaScript LANGUAGE harus diisi “JavaScript” (lihat contoh di atas). JavaScript dalam dunia WEB boleh dibilang cukup baru. i .

. i . baik yang diselipkan maupun yang di dalam file... Jadi dapat disimpulkan. </NOSCRIPT> </BODY> </HTML> 2. kita harus mengantisipasi hal ini. PHP adalah “PHP Hypertext Preprocessor yang merupakan suatu bahasa pemrograman yang berjalan pada sisi server (server side scripting). Walaupun tampak seperti komentar dalam HTML. Lihat contoh dibawah ini: <HTML> <HEAD> <TITLE>Sembunyikan JavaScript dari Browser yang tidak mendukung</TITLE> <SCRIPT LANGUAGE="JavaScript"> <!-sembunyikan kode JavaScript .. namun perintah JavaScript tersebut dapat dikenali oleh browser yang mampu menangani JavaScript.7 PHP Menurut Agus Saputra (2011 : 43). PHP membutuhkan web server untuk dapat menjalankannya”. Netscape memiliki elemen tersendiri untuk menangani versi browsernya yang masih belum mampu menangani JavaScript yaitu dengan menggunakan elemen <NOSCRIPT>. --!> </SCRIPT> </HEAD> <BODY> <NOSCRIPT> Tampilkan pesan kesalahan atau pengganti JavaScript. yaitu kita harus menyembunyikan script yang kita buat agar script tersebut disembunyikan dan tidak dikerjakan oleh browser yang tidak mendukung Java.Oleh karena itu.

Saat ini MySQL banyak digunakan untuk membangun aplikasi-aplikasi web yang menggunakan database.php. Pada versi inilah programmer dapat menempelkan kode terstruktur di dalam tag HTML. Sesuai namanya. bahasa standar yang digunakan adalah SQL”. Misalnya. 2. Pada prinsipnya PHP mempunyai fungsi yang sama dengan skrip-skrip seperti ASP (Active Server Page). ataupun Perl. Pada tahun 1995. multi user serta menggunakan perintah SQL (structured query language )”. sehingga menghasilkan tampilan website yang dinamis di sisi client (browser)”.8 MySQL Menurut Agus Saputra (2011 : 44) “MySQL merupakan perangkat lunak yang juga bersifat open source. Cold Fusion. perlu diketahui bahwa PHP sebenarnya bisa dipakai secara command line. ia dapat membentuk suatu tampilan berdasarkan permintaan terkini. MySQL adalah : “Sebuah program database server dan mengirimkan datanya dengan cepat. Artinya. skrip PHP dapat dijalankan tanpa melibatkan web server maupun browser. PHP adalah : “Sebuah bahasa pemrograman web berbasis server (server-side) yang mampu memparsing kode PHP dari kode web dengan ekstensi .Menurut Edi Winarno (2011 : 53). karena i . Menurut Bunafit Nugroho (2005 : 1). Namun. Artinya. Rasmus menciptakan PHP/F1 Versi 2. yakni pada tahun 1994. Kelahiran PHP bermula saat Rasmus Lerdorf membuat sejumlah skrip Perl yang dapat mengamati siapa saja yang melihat-lihat daftar riwayat hidupnya. PHP dirancang untuk membentuk aplikasi web dinamis. anda dapat menampilkan isi database ke halaman web. Yang menarik. MySQL adalah sebuah sistem manajemen database relasi (Relational Database Management System) dan sangat populer. Skrip-skrip ini selanjutnya dikemas menjadi tool yang disebut Personal Home Page. Secara khusus. kode PHP juga bisa berkomunikasi dengan database dan melakukan perhitungan-perhitungan yang kompleks. Paket inilah yang menjadi awal mula PHP.

Jika ada penambahan proses maka dapat dilakukan lebih mudah. untuk memulai atau mengakhiri suatu program atau sebagai interupsi dalam program i .9 Flowchart Flowchart merupakan gambar atau bagan yang memperlihatkan urutan dan hubungan antar proses beserta instruksinya. kecepatan proses dan ketangguhan yang tidak kalah dibanding database-database besar lainnya yang komersil. menyatakan kondisi yang akan menghasilkan kemungkinan jawaban atau aksi Preparation. 2.MySQL memiliki kinerja. menyatakan setiap pengolahan yang tidak dilakukan oleh komputer Decision. menyatakan jalannya arus suatu proses Process. Dengan demikian setiap simbol menggambarkan proses tertentu. Berikut adalah simbol – simbol dari flowchart : Simbol Keterangan Arus/Flow. Dengan adanya flowchart urutan poses kegiatan menjadi lebih jelas. selanjutnya pemrogram (programmer) menerjemahkannya ke bentuk program dengan bahsa pemrograman. Setelah flowchart selesai disusun. Sedangkan hubungan antar proses digambarkan dengan garis penghubung. menunjukkan proses pengolahan dan perubahan harga yang dilakukan oleh komputer Manual operation. Gambaran ini dinyatakan dengan simbol. Flowchart ini merupakan langkah awal pembuatan program. menyatakan penyediaan tempat penyimpanan suatu pengolahan untuk memberi harga awal Terminator.

9 Simbol-Simbol Flowchart 2. menyatakan proses input atau output tanpa tergantung jenis peralatannya Manual input. oksigen langsung meresap ke dalam plasma darah karena protein pembawa oksigennya terlarut secara bebas. fungsi utama darah ialah mengangkut oksigen dari paru-paru atau insang ke jaringan tubuh. Oksigen pada serangga diedarkan melalui sistem trakea berupa saluran-saluran yang menyalurkan udara secara langsung ke jaringan tubuh.Display.yang berasal dari bahasa Yunani haima yang berarti darah. Hemoglobin merupakan protein pengangkut oksigen paling efektif dan terdapat pada hewan-hewan bertulang belakang i .10 Darah Darah adalah cairan yang terdapat pada semua makhluk hidup(kecuali tumbuhan) tingkat tinggi yang berfungsi mengirimkan zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan oleh jaringan tubuh. Istilah medis yang berkaitan dengan darah diawali dengan kata hemo. Pada hewan lain. darah (atau lebih dikenal sebagai hemolimfe) tidak terlibat dalam peredaran oksigen. dan juga sebagai pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri. menyatakan aksi mencetak keluaran dalam layar monitor Input/Output.atau hemato. Pada serangga. Dalam darah terkandung hemoglobin yang berfungsi sebagai pengikat oksigen. menyatakan masukan data secara manual dengan menggunakan online keyboard Tabel 2. Pada sebagian hewan tak bertulang belakang atau invertebrata yang berukuran kecil. Darah serangga mengangkut zat ke jaringan tubuh dan menyingkirkan bahan sisa metabolisme. mengangkut bahan-bahan kimia hasil metabolisme.

biru. dan digunakan oleh hewan crustaceae. protein pernapasan (respiratory protein) yang mengandung besi dalam bentuk heme. lalu dibawa kembali ke jantung melalui vena pulmonalis. Manusia memiliki sistem peredaran darah tertutup yang berarti darah mengalir dalam pembuluh darah dan disirkulasikan oleh jantung. yang merupakan tempat terikatnya molekul-molekul oksigen. Hormon-hormon dari sistem endokrin juga diedarkan melalui darah. dan mengandung berbagai bahan penyusun sistem imun yang bertujuan mempertahankan tubuh dari berbagai penyakit. mengandung tembaga. Darah dipompa oleh jantung menuju paru-paru untuk melepaskan sisa metabolisme berupa karbon dioksida dan menyerap oksigen melalui pembuluh arteri pulmonalis. Darah juga mengangkut bahan bahan sisa metabolisme. Cumi-cumi menggunakan vanadium kromagen (berwarna hijau muda.atau vertebrata. Setelah itu darah dikirimkan ke seluruh tubuh oleh saluran pembuluh darah aorta. antara merah terang apabila kaya oksigen sampai merah tua apabila kekurangan oksigen.10. Darah membawa oksigen ke seluruh tubuh melalui saluran halus darah yang disebut pembuluh kapiler. Darah juga menyuplai jaringan tubuh dengan nutrisi.1 Hemoglobin Hemoglobin (Hb) merupakan zat protein yang ditemukan dalam sel darah merah (SDM). mengangkut zat-zat sisa metabolisme. yang memberi warna merah pada i . Darah kemudian kembali ke jantung melalui pembuluh darah vena cava superior dan vena cava inferior. atau kuning oranye). Darah manusia adalah cairan di dalam tubuh yangberfungsi untuk mengangkut oksigen yang diperlukan oleh sel-sel di seluruh tubuh. Hemosianin. Darah manusia berwarna merah. 2. Warna merah pada darah disebabkan oleh hemoglobin. obat-obatan dan bahan kimia asing ke hati untuk diuraikan dan dibawa ke ginjal untuk dibuang sebagai air seni. yang berwarna biru.

darah. Hemoglobin terdiri atas zat besi yang merupakan pembawa oksigen. Kadar hemoglobin yang tinggi abnormal terjadi karena keadaan hemokonsentradi akibat dari dehidrasi (kehilangan cairan). Kadar hemoglobin yang rendah berkaitan dengan berbagai masalah klinis. Molekul hemoglobin terdiri dari globin, apoprotein, dan empat gugus heme, suatu molekul organik dengan satu atom besi Mutasi pada gen protein hemoglobin mengakibatkan suatu golongan penyakit menurun yang disebut hemoglobinopati, di antaranya yang paling sering ditemui adalah anemia sel sabit dan talasemia. Pada pusat molekul terdapat cincin heterosiklik yang dikenal dengan porfirin yang menahan satu atom besi; atom besi ini merupakan situs/loka ikatan oksigen. Porfirin yang mengandung besi disebut heme. Nama hemoglobin merupakan gabungan dari heme dan globin; globin sebagai istilah generik untuk protein globular. Ada beberapa protein mengandung heme, dan hemoglobin adalah yang paling dikenal dan paling banyak dipelajari.

i

Pada

manusia

dewasa,

hemoglobin

berupa

tetramer

(mengandung 4 subunit protein), yang terdiri dari masing-masing dua subunit alfa dan beta yang terikat secara nonkovalen. Subunitsubunitnya mirip secara struktural dan berukuran hampir sama. Tiap subunit memiliki berat molekul kurang lebih 16,000 Dalton, sehingga berat molekul total tetramernya menjadi sekitar 64,000 Dalton. Tiap subunit hemoglobin mengandung satu heme, sehingga secara keseluruhan hemoglobin memiliki kapasitas empat molekul oksigen: Reaksi bertahap:
   

Hb + O2 <-> HbO2 HbO2 + O2 <-> Hb(O2)2 Hb(O2)2 + O2 <-> Hb(O2)3 Hb(O2)3 + O2 <-> Hb(O2)4

Reaksi keseluruhan:

Hb + 4O2 -> Hb(O2)4

2.10.2 Leukosit Sel darah putih, leukosit (bahasa Inggris: white blood cell, WBC, leukocyte) adalah sel yang membentuk komponen darah. Sel darah putih ini berfungsi untuk membantu tubuh melawan berbagai penyakit infeksi sebagai bagian dari sistem kekebalan tubuh. Sel darah putih tidak berwarna, memiliki inti, dapat bergerak secara amoebeid, dan dapat menembus dinding kapiler / diapedesis. Dalam keadaan normalnya terkandung 4x109 hingga 11x109 sel darah putih di dalam seliter darah manusia dewasa yang sehat - sekitar 700025000 sel per tetes.Dalam setiap milimeter kubil darah terdapat 6000 sampai 10000(rata-rata 8000) sel darah putih .Dalam kasus leukemia, jumlahnya dapat meningkat hingga 50000 sel per tetes.

i

Di dalam tubuh, leukosit tidak berasosiasi secara ketat dengan organ atau jaringan tertentu, mereka bekerja secara independen seperti organisme sel tunggal. Leukosit mampu bergerak secara bebas dan berinteraksi dan menangkap serpihan seluler, partikel asing, atau mikroorganisme penyusup. Selain itu, leukosit tidak bisa membelah diri atau bereproduksi dengan cara mereka sendiri, melainkan mereka adalah produk dari sel punca hematopoietic pluripotent yang ada pada sumsum tulang. Leukosit turunan meliputi: sel NK, sel biang, eosinofil, basofil, dan fagosit termasuk makrofaga, neutrofil, dan sel dendritik. 2.10.3 Eritrosit Sel darah merah, eritrosit (bahasa Inggris: red blood cell (RBC), erythrocyte) adalah jenis sel darah yang paling banyak dan berfungsi membawa oksigen ke jaringan-jaringan tubuh lewat darah dalam hewan bertulang belakang. Bagian dalam eritrosit terdiri dari hemoglobin, sebuah biomolekul yang dapat mengikat oksigen. Hemoglobin akan mengambil oksigen dari paru-paru dan insang, dan oksigen akan dilepaskan saat eritrosit melewati pembuluh kapiler. Warna merah sel darah merah sendiri berasal dari warna hemoglobin yang unsur pembuatnya adalah zat besi. Pada manusia, sel darah merah dibuat di sumsum tulang belakang, lalu membentuk kepingan bikonkaf. Di dalam sel darah merah tidak terdapat nukleus. Sel darah merah sendiri aktif selama 120 hari sebelum akhirnya dihancurkan. Sel darah merah atau yang juga disebut sebagai eritrosit berasal dari Bahasa Yunani, yaitu erythros berarti merah dan kytos yang berarti selubung/sel). Kepingan eritrosit manusia memiliki diameter sekitar 6-8 μm dan ketebalan 2 μm, lebih kecil daripada sel-sel lainnya yang terdapat pada tubuh manusia. Eritrosit normal memiliki volume sekitar 9 fL (9 femtoliter) Sekitar sepertiga dari volume diisi oleh hemoglobin, total

i

Orang dewasa memiliki 2–3 × 1013 eritrosit setiap waktu (wanita memiliki 4-5 juta eritrosit per mikroliter darah dan pria memiliki 5-6 juta."sel") adalah sel anuclear nulliploid (tidak mempunyai nukleus pada DNA-nya) dengan bentuk tak beraturan dengan ukuran diameter 2-3 µm yang merupakan fragmentasi dari megakariosit. dimana setiap molekul membawa 4 gugus heme. hemoglobin dalam sel darah merah mempunyai peran untuk mengantarkan lebih dari 98% oksigen ke seluruh tubuh. Eritrosit dalam tubuh manusia menyimpan sekitar 2. thrombocyte) (el:θρόμβος .000300. Trombosit memiliki bentuk yang tidak teratur. nilai dibawah rentang tersebut dapat menyebabkan pendarahan. tidak berinti.5 gram besi.10. 2. seperti misalnya sel darah putih yang hanya memiliki sekitar 4000-11000 sel darah putih dan platelet yang hanya memiliki 150000-400000 di setiap mikroliter dalam darah manusia. Keping darah tersirkulasi dalam darah dan terlibat dalam mekanisme hemostasis tingkat sel dalam proses pembekuan darah dengan membentuk darah beku. sedangkan nilai di atas rentang yang sama dapat meningkatkan risiko trombosis.[2].000 keping/mm³. Pada manusia. sedangkan sisanya terlarut dalam plasma darah.dari 270 juta molekul hemoglobin. Eritrosit terkandung di darah dalam jumlah yang tinggi dibandingkan dengan partikel darah yang lain. mewakili sekitar 65% kandungan besi di dalam tubuh manusia. trombosit (en:platelet. lempeng darah."klot" dan κύτος . Sedangkan orang yang tinggal di dataran tinggi yang memiliki kadar oksigen yang rendah maka cenderung untuk memiliki sel darah merah yang lebih banyak). Rasio plasma keping darah normal berkisar antara 200.4 Trombosit Keping darah. tidak berwarna. berukuran lebih kecil i .

01 . Tujuan dilakukannya proyek ini Adela mengukur konsentrasi SDM (eritrosit) di dalam darah. yaitu sekitar 0.10.5 Hematrokit Hematrokit (Ht) adalah volume (dalam mililiter) sel darah merah (SDM) yang ditemukan di dalam 100ml (1 dl) darah. Hematokrit dapat menjadi indikator keadaan hidrasi pada klien. ukuran SDM (MCV: Mean Corpuscular Volume [volume korpuskular retara]).6 Indeks Sel Darah Merah (MCV. MCH. Sebagai contohn henatriroki.3% dari sirkulasi sel darah putih Basofil mengandung banyak granula sitoplasmik dengan dua lobus. atau dinyatakan dengan 36 vol/dl.0. akibat penurunan volume cairan dan peningkatan SDM.10. hemoglobin (MCHC: Corpuscular Hemoglobin Concentration [konsentrasi hemoglobin korpuskular retara]). berat (MCH: Mean Corpuscular konsentrasi Hemoglobin [hemoglobin Mean korpuskular retara]).sebesat 36% mengindikasikan terdapatnya 36 ml SDM di dalam 100 ml darah. Seperti halnya hemoglobi. dan mudah pecah bila tersentuh benda kasar. duhitung dalam persentase.dari eritrosit dan leukosit. peningkatan kadar hematokrit dapat mengindikasikan hemokonsentrasi. 2.10. Seperti granulosit lain.7 Basofil Basofil adalah granulosit dengan populasi paling minim. 2. Istilah lain untuk indeks SDM adalah indeks eritrosit serta indeks korpuskular. 2. dan peningkatan kadar ditemukan pada dehidrasi (suatu peningkatan relatif) dan pada polisitemia vera. MCHC) Indeks sel darah merah meliputi hitung SDM. i . Kadar hematokrit yang rendah sering ditemukan pada kasus anemia dan leukimia.

10. eosinofil peroksidase. elastase dan lisofosfolipase. dan di dalam saluran pencernaan. [plasminogen] dan beberapa asam amino yang dirilis melalui proses degranulasi setelah eosinofil teraktivasi. esofagus dan organ dalam lainnya.basofil dapat tertarik keluar menuju jaringan tubuh dalam kondisi tertentu. lipase. Tetapi tidak dijumpai di paru. acidophil) adalah sel darah putih dari kategori granulosit yang berperan dalam sistem kekebalan dengan melawan parasit multiselular dan beberap infeksi pada makhluk vertebrata. eosinofil juga ikut mengendalikan mekanisme alergi. basofil mengeluarkan antara lain histamin. ribonuklease. Aktivasi dan pelepasan racun oleh eosinofil diatur dengan ketat untuk mencegah penghancuran jaringan yang tidak diperlukan. heparin. Eosinofil merupakan sel substrat peradangan dalam reaksi alergi. leukotriena dan beberapa macam sitokina. ovarium. Saat teraktivasi. Basofil memainkan peran dalam reaksi alergi (seperti asma). Individu normal mempunyai rasio eosinofil sekitar 1 hingga 6% terhadap sel darah putih dengan ukuran sekitar 12 . Eosinofil mengandung sejumlah zat kimiawi antara lain histamin. limpa dan lymph nodes. Eosinofil terbentuk pada proses haematopoiesis yang terjadi pada sumsum tulang sebelum bermigrasi ke dalam sirkulasi darah. pada i . 2. Zat-zat ini bersifat toksin terhadap parasit dan jaringan tubuh. Bersama-sama dengan sel biang.8 Eosinofil Eosinofil (bahasa Inggris: eosinophil. kulit. deoksiribonuklease. uterus.17 mikrometer. Eosinofil dapat ditemukan pada medulla oblongata dan sambungan antara korteks otak besar dan timus. kondroitin.

oksigen radikal bebas. neutrofil menyerang patogen dengan serangan respiratori menggunakan berbagai macam substansi beracun yang mengandung bahan pengoksidasi kuat. neutrofil akan mengalami 6 tahap morfologis: mielocit. 2.9 Neutrofil Neutrofil (bahasa Inggris: neutrophil. dan bertahan lebih lama sekitar 8-12 hari di dalam jaringan apabila tidak terdapat stimulasi. yang mengandung granula sitoplasmik i . keberadaan eosinofil pada area ini sering merupakan pertanda adanya suatu penyakit. termasuk hidrogen peroksida. Setelah lepas dari sumsum tulang. Rasio sel darah putih dari neutrofil umumnya mencapai 5060%. neutrofil segmen. Bersama dengan dua sel granulosit lain: eosinofil dan basofil yang mempunyai granula pada sitoplasma. dan meningkat menjadi sepuluh kali lipatnya juga terjadi inflamasi akut. PMN) adalah bagian sel darah putih dari kelompok granulosit.10. Neutrofil segmen merupakan sel aktif dengan kapasitas penuh. dan hipoklorit. Neutrofil berhubungan dengan pertahanan tubuh terhadap infeksi bakteri dan proses peradangan kecil lainnya. Eosinofil dapat bertahan dalam sirkulasi darah selama 8-12 jam. Dengan sifat fagositik yang mirip dengan makrofaga.kondisi normal. neutrofil non segmen (band). Granula neutrofil berwarna merah kebiruan dengan 3 inti sel. metamielocit. Sumsum tulang normal orang dewasa memproduksi setidaknya 100 miliar neutrofil sehari. serta menjadi sel yang pertama hadir ketika terjadi infeksi di suatu tempat. polymorphonuclear neutrophilic leukocyte. disebut juga polymorphonuclear karena bentuk inti sel mereka yang aneh.

mononuclear) adalah kelompok darah putih yang menjadi bagian dari sistem kekebalan. Sel neutrofil yang rusak terlihat sebagai nanah.10 Limfosit Limfosit (en:lymphocyte) adalah sejenis sel darah putih pada sistem kekebalan - makhluk cite_note- vertebratahttp://id. limfosit berbutiran besar (large granular lymphocytes) dan limfosit kecil. Monosit tersirkulasi dalam peredaran darah dengan rasio plasma 3-5% selama satu hingga i . Limfosit dapat menghasilkan antibodi pada anak-anak dan akan meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Monosit diproduksi di dalam sumsum tulang dari sel punca haematopoetik yang disebut monoblas. 2. monosit :   bermigrasi menuju lokasi infeksi mengganti sel makrofaga dan DC yang rusak atau bermigrasi. dengan membelah diri atau berubah menjadi salah satu sel tersebut.wikipedia.org/wiki/Limfosit urlDorlands_Medical_Dictionary:lymphocyte-1. 2. Setengah jumlah produksi tersimpan di dalam limpa pada bagian pulpa.10. Pada saat terjadi peradangan.11 Monosit Monosit (bahasa Inggris: monocyte. Limfosit memiliki peranan penting dan terpadu dalam sistem pertahanan tubuh. sekunder.(primer atau azurofil. Monosit dapat dikenali dari warna inti selnya. Ada dua kategori besar limfosit. Limfosit dibuat di sumsum tulang hati (pada fetus) dengan bentuk awal yang sama tetapi kemudian berdiferensiasi. atau spesifik) dan inti sel berongga yang kaya kromatin.10.

sel dendritik dan osteoklas. mempunyai ekspresi MHC kelas II lebih banyak. yaitu makrofaga hasil aktivasi hormon M-CSF dan hormon GM-CSF. Setelah itu. Stimulasi hormon sitokina jenis GM-CSF dan IL-4 akan mengaktivasi monosit dan makrofaga untuk menjadi sel dendritik. makrofaga GM-CSF lebih bersifat sitotoksik terhadap sel yang tahan terhadap sitokina jenis TNF. Makrofaga M-CSF mempunyai sitoplasma yang lebih besar. kapasitas fagositosis yang lebih tinggi dan lebih tahan terhadap infeksi virus stomatitis vesikular.tiga hari. Umumnya terdapat dua pengelompokan makrofaga berdasarkan aktivasi monosit. dan sekresi PGE yang lebih banyak dan teratur. Sesampai di jaringan. Kebalikannya. kemudian bermigrasi ke seluruh jaringan tubuh. monosit akan menjadi matang dan terdiferensiasi menjadi beberapa jenis makrofaga. i . turunan jenis makrofaga akan ditentukan lebih lanjut oleh stimulan lain seperti jenis hormon dari kelas interferon dan kelas TNF.

PK. Data jenis ini penulis peroleh dari hasil observasi dan hasil wawancara dengan dr. 3. file – file tersebut diperoleh melalui buku – buku diagnostik laboratorium darah sebagai data pendukung. i .1 Obyek Data yang diperlukan merupakan data berupa hasil tes laboratorium darah dan gejala penyakit yang dilihat dari hasil tes laboratorium darah pasien. Data primer Merupakan sumber data penelitian yang diperoleh dengan cara langsung dari sumber asli (tidak melalui perantara). maka dalam penulisan dan pengumpulan data. antara lain : a.3 Metode Pengumpulan Data Sesuai dengan sumber data dan penyusunan tugas akhir ini.W.Anggun D. definisi yang berhubungan dengan penyusunan tugas akhir ini. Data sekunder umumnya berupa bukti catatan atau laporan historis yang di publikasikan dan yang tidak dipublikasikan. Perolehan data gejala. Data sekunder Merupakan sumber data penelitian yang diperoleh melalui media perantara. penulis menggunakan beberapa metode.PK b. Studi Pustaka Adalah metode pengumpulan data melalui file – file yang berkaitan dengan diagnostik laboratorium darah. Data sekunder digunakan sebagai data pelengkap teori data primer yang diperoleh dari perpustakaan dan internet yaitu berupa pengertian.Anggun D. konsep – konsep.W. 3.2 Sumber Data Sumber yang diperoleh dari : a. Sp. Sp.BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3. penyakit didapat dari seorang pakar yaitu : dr.

b. 3. Menyusun data penyakit yang telah dikumpulkan dan menganalisa data yang telah disusun. dengan menjelajahi internet dapat memperoleh informasi yang tak terduga.W.PK dengan cara menanyakan mengenai pemeriksaan dan diagnostik laboratorium darah. Data yang telah di susun dan dianalisa kemudian dicoba untuk di rancang suatu sistem pakar untuk mendeteksi permasalahan diagnostik laboratorium darah. Adapun tahapan dalam pengembangan sistem ini meliputi : a. Analisis sistem (system analysis) Hal – hal yang terdapat pada tahapan ini adalah : 1. Dalam hal ini penulis mencari beberapa teori yang dibutuhkan dalam penyelesaian laporan tugas akhir melalui media internet. Mengumpulkan data baik dari membaca. Penelitian dan Mengunjungi situs (research and site visits) Penelitian ini adalah teknik yang sering digunakan berdasarkan studi terhadap aplikasi yang serupa. artikel dan wawancara secara langsung dengan orang yang ahli dalam bidang diagnostik laboratorium darah. c.Anggun D. Kunjungan situs merupakan bentuk penelitian khusus. Wawancara Adalah sebuah metode yang dilakukan untuk mengumpulkan sebuah informasi yang dilakukan dengan cara face to face. i .4 Metode Pengembangan Sistem Metode pengembangan sistem yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode waterfall. Sp. Situs situs yang dikunjungi adalah situs yang berkaitan dengan diagnostik laboratorium darah. 2. Wawancara dilakukan bersama dengan dr. Metode ini dilakukan penulis dengan cara tanya jawab langsung atau lisan mengenai hal – hal yang berhubungan dengan masalah yang di teliti. laporan. 3.

c. Pembuatan database yang berkaitan dengan permasalahan diagnostik laboratorium darah. Pembuatan Sistem (system development) Pada tahapan pembuatan sistem pakar ini yang dilakukan adalah : 1. Membuat table rule base untuk menterjemahkan pangkalan kaidah kedalam sistem pakar. Melakukan pengawasan terhadap pemakaian sistem pakar ini agar sesuai dengan kebutuhan user. 2. Membuat pangkalan kaidah yang berisi analisa objek penelitian. 2.b. Pada bidang pendidikan dapat digunakan pada sekolah maupun perguruan tinggi yang membutuhkan pelajaran / mata pelajaran yang berhubungan dengan diagnostik laboratorium darah. Hasil dari implementasi ini adalah menerapkan sistem pakar ini ke dalam dunia pendidikan maupun konsultasi pelayanan masyarakat. Hasil dari perancangan sistem ini berupa desain yang nantinya diimplementasikan ke dalam program yang dibuat dengan menggunakan PHP dengan tempat penyimpanan data menggunakan MySQL. Perancangan Sistem (system design) Yang dilakukan pada tahapan ini adalah : 1. Pembuatan tampilan sistem pakar diagnosa penyakit melalui hasil laboratorium darah. Menerapkan sistem pakar ini sesuai dengan objek penelitian. Hasil dari pembuatan aplikasi ini adalah berupa sebuah sistem pakar untuk mendiagnosa penyakit melalui hasil laboratorium darah yang dapat digunakan untuk user mencari informasi yang terkait dengan penyakit yang diderita pada user. Sedangkan bidang konsultasi masyarakat i . 2. Implementasi Sistem (system implementation) Yang dilakukan dalam implementasi sistem pakar ini adalah : 1. d. Membuat desain perancangan program sistem pakar. 3.

Hasil dari pengujian dan evaluasi ini berbentuk masukan kepada programmer untuk menyempurnakan sistem sesuai dengan kesalahan program saat di eksekusi maupun sesuai dengan kebutuhan user untuk mencapai tahap pengembangan sistem yang lebih tinggi. Mengenali kebutuhan user terhadap program yang telah diterapkan. Gambar 3. maka langkah selanjutnya adalah melakukan uji coba (testing) untuk memastikan agar website sudah benar – benar layak untuk di tampilkan kepada publik.5 Pengujian Setelah semua desain dan pemprograman sudah selesai. Pengujian atau evaluasi (system evaluation) Yang dilakukan dalam tahapan pengujian ini adalah : 1. Pengujian yang perlu dilakukan antara lain adalah : 1. i .dapat digunakan sebagai informasi dan penyeluruhan tentang diagnostik laboratorium darah. Mencoba menampilkan website pada beberapa browser yang berbeda. Kompatibilitas browser. e.4 Metode Waterfall 3. 2. Mencari kekurangan dalam proses pengujian program.

Mencoba semua fitur – fitur yang ada dihalaman pengunjung. dan faktayang disimpandalam basis pengetahuan untuk mencapai solusi atau kesimpulan. Memeriksa kelengkapan data. memanipulasi dan mengarahkan kaidah. 3. Mencoba tiap fitur – fiturnya. 3. Apakah semua data yang diberikan klien sudah ada dalam website. i .2. sehingga tidak ada broken link. Memeriksa link tiap halaman.6 Mesin Inferensi (Inferenc engine) Mesin inferensi adalah sebuah program yang berfungsi untuk memandu proses penalaran terhadap suatu kondisi berdasarkan pada basis pengetahuan yang ada. model. 4. Memastikan bahwa semua link berfungsi dengan baik.

1. Prosesor Intel Core i3-2350M CPU (2. Notepad ++ 6. 4. Macromedia Dreamweaver 8.2 Ruang Lingkup Perangkat Lunak Perangkat lunak yang digunakan untuk pengembangan aplikasi ini antara lain : 1. 2. 4. 4.1. 4.7.2. Berikut adalah ruang lingkup untuk menjalankan aplikasi yang telah dibangun. 4.3Ghz).1. 5. 2. Hardisk dengan Kapasitas 500 GB.2. Tujuan dari pengujian ini adalah untuk mengetahui apakah aplikasi yang telah dibuat sesuai dengan perancangannya. Mozilla Firefox 18.1 Ruang Lingkup Perangkat Keras Dalam pembuatan aplikasi enkripsi menggunakan perangkat keras Notebook Asus A43S. Adapun spesifikasi yang perangkat keras yang digunakan adalah : 1.7. 3. Sistem Operasi Windows 7 Ultimate 64-bit. XAMPP for Windows Version 1.BAB IV HASIL PERANCANGAN DAN PEMBAHASAN Bab ini akan membahas tentang pengujian dan analisa hasil program yang telah dibuat.1 Ruang Lingkup Pendukung Implementasi Untuk menjalankan aplikasi yang telah dibangun maka dibutuhkan beberapa ruang lingkup pendukung implementasi yaitu berupa perangkat keras maupun perangkat lunak.0 inci. RAM DDR III 2 GB. i . Monitor HD Asus CineCrystal LED LCD 14.0. 3.

mempunyai alur program sebagai berikut: i . diperlukan batasan yang jelas sebagai tujuan utamanya agar tidak keluar dari rencana yang telah ditetapkan. Aplikasi ini akan menyimpulkan hasil pemeriksaan laboratorium darah sehingga masyarakat atau penggunanya dapat mengetahui denga mudah kesimpulan mengenai hasil laboratorium darahnya. Dalam membangun aplikasi ini.2.2 Implementasi Sistem Pada subbab ini akan memaparkan implementasi sistem berdasarkan rancangan program.1 Analisis Kebutuhan Aplikasi sistem pakar diagnosa penyakit melalui hasil pemeriksaan laboratorium darah ini digunakan untuk memudahkan masyarakat untuk mengetahui interpretasi hasil pemeriksaan laboratorium. 2. Beberapa kebutuhan sistem yang akan didefinisikan antara lain: 1. Sistem juga memiliki kemampuan untuk mendiagnosa penyakit melalui hasil tes laboratorium darah anak. Memiliki kemampuan untuk menyimpulkan hasil laboratorium darah.2. 4. 4.4.2 Gambaran Umum Sistem Aplikasi sistem pakar diagnosa penyakit melalui hasil pemeriksaan laboratorium darah dengan metode logika fuzzy. pria dan wanita.

Perbedaaan dari beberapa golongan tersebut adalah pada nilai kadar normal darah. 3. Proses utama pada aplikasi perangkat lunak ini i .2.3 Deskripsi Sistem Subbab ini akan membahas mengenai deskripsi sistem yang dikerjakan pada tugas akhir ini.Mulai Pilih Golongan Anak Pria Wanita Input Hasil Lab Input Hasil Lab Input Hasil Lab Reset Diagnosa Hasil rujukan & Kesimpulan Gambar 4. Pada aplikasi ini setiap golongan memiliki batasan kadar darah normal berbeda-beda. namun kesimpulan yang dihasilkan memungkinkan setiap penurunan dan peningkatan kadar darah menghasilkan kesimpulan diagnosa yang hampir sama.3 4.2. Tujuan pembuatan sistem ini adalah menerapkan metode logika fuzzy untuk menyimpulkan hasil tes laboratorium darah. yaitu Anak. 3. Pria dan Wanita.2 Gambaran umum sistem Aplikasi sistem pakar diagnosa penyakit melalui hasil pemeriksaan laboratorium darah ini diawali dengan tiga pilihan.

4. Adapun proses dalam perangkat lunak ini sebagai berikut : 4. pria dan wanita melalui hasil pemeriksaan laboratorium darah. Diagram alir untuk diagnosa penyakit pada anak adalah sebagai berikut: mulai Pilih golongan Input hasil lab anak Hasil rujukan & kesimpulan selesai i .4 Diagnosa Penyakit Aplikasi yang penulis buat salah satunya dapat mendiagnosa penyakit pada anak. meningkat atau menurun. 4. 2. User memasukan atau meng-input hasil pemeriksaan laboratorium ke dalam form inputan HTML .adalah melakukan inputan dalam memasukkan nilai kadar darah. Inputan yang diinput akan didiagnosa.1 Diagnosa Penyakit pada Anak Berikut adalah alur dari diagnosa penyakit pada anak melalui hasil pemeriksaan laboratorium darah. 1. 2.2. Inputan yang telah didiagnosa akan menunjukkan hasil kadar darah normal. 3. Dari hasil kadar darah akan keluar kesimpulan mengenai diagnosa penyakit yang diderita pasien.2.

meningkat atau menurun. Diagram alir untuk penyakit pada pria adalah sebagai berikut: mulai Pilih golongan Input hasil lab pria Hasil rujukan & kesimpulan selesai Gambar 4. Inputan yang diinput akan didiagnosa.2 Diagram alir diagnosa penyakit pada pria i . 2. 3. User memasukan atau meng-input hasil pemeriksaan laboratorium ke dalam form inputan HTML . 4.4.4.4.2. Dari hasil kadar darah akan keluar kesimpulan mengenai diagnosa penyakit yang diderita pasien.2.2 Diagnosa Penyakit Pada Pria Berikut adalah alur dari diagnosa penyakit pada pria melalui hasil pemeriksaan laboratorium darah. 1. Inputan yang telah didiagnosa akan menunjukkan hasil kadar darah normal.2.1 Diagram alir diagnosa penyakit anak 4.Gambar 4.

4.4. meningkat atau menurun. Inputan yang telah didiagnosa akan menunjukkan hasil kadar darah normal. 1. Diagram alir diagnosa penyakit pada wanita adalah sebagai berikut: mulai Pilih golongan Input hasil lab wanita Hasil rujukan & kesimpulan selesai Gambar 4.2. User memasukan atau meng-input hasil pemeriksaan laboratorium ke dalam form inputan HTML . 2.3 Diagnosa Penyakit Pada Wanita Berikut adalah alur dari diagnosa penyakit pada wanita melalui hasil pemeriksaan laboratorium darah. 4.3 Diagram alir diagnosa penyakit pada wanita i . Dari hasil kadar darah akan keluar kesimpulan mengenai diagnosa penyakit yang diderita pasien.4. Inputan yang diinput akan didiagnosa. 3.2.

reaksi kimia. campak. Rule 3 : IF Eritrosit AND menurun THEN Eritrosit menurun. infiltrasi neoplasma). demam berdarah dengue (DBD). atau kegagalan untuk memproduksi darah dalam sumsum tulang. Penyakit sistemik (Kanker. infeksi virus (demam berdarah dengue. Basis pengetahuan ini merupakan analisa data yang digunakan untuk membangun sistem. Bentuk ini digunakan apabila memiliki jumlah pengetahuan pakar pada suatu permasalahan tertentu dan seorang pakar dapat menyelesaikan masalah tersebut secara berurutan. Anemia dapat disebabkan oleh kekurangan gizi. kecuali beberapa jenis Thalassemia.4. kerusakan sel darah internal. infeksi dengan keracunan darah. Rule 2 : IF Leukosit AND menurun THEN Leukosit menurun. pengaruh obat-obatan (misalnya obat anti kanker).3 Perancangan Sistem Basis pengetahuan merupakan sekumpulan pengetahuan yang dihubungkan dengan permasalahan yang digunakan dalam sistem kecerdasan buatan. Penyakit Hati Kronik. pembesaran limpa. Leukimia. HIV). dalam pembuatan sistem pakar ini penulis menggunakan penalaran berbasis aturan (rule based reasoning). Lupus. mielofibrosis. Hemolisis (reaksi terhadap transfusi. Rule 1 : IF Hemoglobin AND menurun THEN Hemoglobin menurun. Rule 4 : IF Trombosit AND menurun THEN Trombosit menurun. Dalam basis pengetahuan terdapat 2 pendekatan. dapat terjadi pada Immune Thrombocytopenia (ITP). pacu jantung buatan). kehilangan darah akut. dapat terjadi karena penyakit sumsum tulang (misalnya pada anemia aplastik. Sarcoidosis). i . Hipertiroid. Pada penalaran berbasis aturan ini dipresentasikan menggunakan aturan IF-THEN. infeksi. efek obat (misalnya heparin). terbakar. dinamakan anemia. dapat terjadi karena anemia. kehilangan darah.

dapat terjadi karena kelainan sumsum tulang. radiasi. penyakit kronis. dapat terjadi karena anemia defisiensi zat besi Talasemia. dapat terjadi karena kehilangan darah akut (kehilangan darah secara mendadak. Rule 11 : IF Eosinofil AND menurun meningkat THEN Eosinofil meningkat. mainutrisi.kegagalan produksi dalam sumsum tulang. misal pada kecelakaan). Rule 8 : IF MCHC AND menurun THEN MCHC menurun. dapat terjadi karena alergi. Rule 10 : IF Basofil AND menurun meningkat THEN Basofil menurun. penyakit kronis. inveksi virus. anemia. ulkuspeptikum (penyakit tukak lambung). kehamilan. Rule 9 : IF RDW AND menurun THEN RDW menurun. gagalginjal kronik. leukemia. kekurangan vitamin B dan C. Rule 6 : IF MCV AND menurun THEN MCV menurun. reaksi hipersensitivitas (alergi). Rule 7 : IF MCH AND menurun THEN MCH menurun. Rule 12 : IF Neutrofil AND menurun THEN Neutrofil menurun. Anemia hipokromik. Rule 5 : IF Hematrokit AND menurun THEN Hematrokit menurun. dan kehamilan. dapat terjadi karena penderita stres. anemia mikrositik. obatobatan anti kanker. hipokromik. myelofibrosis atau leukemia. dapat terjadi karena kekurangan zat besi. infeksi cacing. i . penyakit kulit. dapat terjadi karena eritrosit yang mempunyai ukuran variasi yang kecil. dapat terjadi karena kekurangan zat besi.

Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK). Penggunaan obat-obatan (gentamycin. tumor. Perokok. diare berat. Rule 14 : IF Monosit AND menurun THEN Monosit menurun. efek pembedahan. Gagal Jantung Kongestif. luka bakar. Rule 16 : IF Hemoglobin AND meningkat THEN Hemoglobin meningkat. dan luka bakar. leukemia. atau sumsum tulang berlebihan produksi sel darah. gagal ginjal. terapi steroid. dapat terjadi karena penyakit paru-paru. Preeklampsia. dapat terjadi karena infeksi bakteri. dapat terjadi karenadehidrasi. Rule 17 : IF Leukosit AND meningkat THEN Leukosit meningkat. Resistensi Insulin). dapat terjadi karena gagal jantung kongestif. Rule 19 : IF Trombosit AND meningkat THEN Trombosit meningkat dapat terjadi pada perokok. Rule 15 : IF LED 1 Jam AND THEN LED menurun. methyldopa). Rule 20 : IF Hematrokit AND meningkat THEN Hematrokit meningkat. tuberculosis berat.eklampsia (komplikasi pada kehamilan). dapat terjadi karena pembentukan rouleaux sukar terjadi. Rule 18 : IF Erotrosit AND meningkat THEN Eritrosit meningkat. interaksi obat dengan reseptor pada sel organisme. i . tinggal di tempat ketinggian tinggi. dapat terjadi karena keturunan. dapat terjadi karena Hemokonsentrasi (perburukan DHF.Rule 13 : IF Limfosit AND menurun THEN Limfosit menurun. stroke diabetic atau kelebihan produksi oleh sumsum tulang.

dapat terjadi karena alergi. tidak efektifnya produksi di sumsum tulang. dapat terjadi karena leukemia granulositik kronik. pirai atau gout. dapat terjadi karena anemia makrositik. i . setelah spelenektomi. dapat terjadi karena anemia defisiensi besi. Rule 25 : IF Basofil AND meningkat THEN Basofil meningkat.Rule 21 : IF MCV AND meningkat THEN MCV meningkat. dan sebagainya. kerusakan jaringan (infark jantung atau paru-paru. polisitemia vera. kelainan metabolisme (eclampsia atau keracunan kehamilan. sindroma chusing). hipertiroideime. penyakit kulit. defisiensi asam folat dan defisiensi vitamin B12. dapat terjadi karena batuk rejan. leukemia granulositik. dapat terjadi karena anemia makrositik. Rule 23 : IF MCHC AND meningkat THEN MCH meningkat. Rule 26 : IF Eosinofil AND meningkat THEN Eosinofil meningkat. tuberculosis. infeksi cacing. Rule 28 : IF Limfosit AND meningkat THEN Limfosit meningkat. luka bakar). Rule 24 : IF RDW AND meningkat THEN RDW meningkat. dapat terjadi karena anemia megaloblastik karena kekurangan vitamin B12 atau Asam Folat. Rule 22 : IF MCH AND meningkat THEN MCH meningkat. Rule 27 : IF Neutrofil AND meningkat THEN Neutrofil meningkat. dapat terjadi karena infeksi bakterial. hepatitis. infeksi cytomegalovirus (CMV).

demam berdarah dengue (DBD). campak. Anemia dapat disebabkan oleh kekurangan gizi. Rule 30 : IF LED 1 Jam AND meningkat THEN LED meningkat. terbakar. reaksi kimia. arthritis rheumatoid. Sarcoidosis). tumor. dapat terjadi karena penyakit sumsum tulang (misalnya pada anemia aplastik. kecuali beberapa jenis Thalassemia. T2 Leukosit menurun. pacu jantung buatan). infeksi virus (demam berdarah dengue. Penyakit sistemik (Kanker. dinamakan anemia. Hipertiroid. dapat terjadi karena tuberculosis. kehamilan. Penyakit Hati Kronik. infeksi dengan i . endokarditis sub akut bacterial. Hemolisis (reaksi terhadap transfusi. arthritis rheumatoid. multiple myeloma (ME). kerusakan sel darah internal. HIV). dapat terjadi karena tuberculosis. pengaruh obat-obatan (misalnya obat anti kanker). atau kegagalan untuk memproduksi darah dalam sumsum tulang. T4 Trombosit menurun. mielofibrosis. Contoh representasi pengetahuan dari knowledge base berbasis aturan atau rule sistem pakar untuk mendiagnosa penyakit melalui hasil laboratorium darah. dapat terjadi pada Immune Thrombocytopenia (ITP). infeksi. A. Leukimia. dapat terjadi karena anemia. T1 Keterangan tabel menurun : Hemoglobin menurun. infiltrasi neoplasma).Rule 29 : IF Monosit AND meningkat THEN Monosit meningkat. sifilis. lupus. efek obat (misalnya heparin). Lupus. T3 Eritrosit menurun. kehilangan darah. kehilangan darah akut.

dapat terjadi karena penderita stres. T12 Neutrofil menurun. ulkuspeptikum (penyakit tukak lambung). hipokromik. T8 MCHC menurun. anemia. myelofibrosis atau leukemia. Anemia hipokromik. anemia mikrositik. pembesaran limpa. penyakit kronis. tuberculosis berat. kekurangan vitamin B dan C. dapat terjadi karena kekurangan zat besi. infeksi dan infestasi parasit. T10 Basofil menurun. inveksi virus. T7 MCH menurun. radiasi. dapat terjadi karena eritrosit yang mempunyai ukuran variasi yang kecil. dapat terjadi karena anemia defisiensi zat besi Talasemia. dan kehamilan. T13 Limfosit menurun. kelainan hemopoiesis seperti polisitemia vera dan leukemia granulositik kronik. penyakit kronis. terapi steroid. obat-obatan anti kanker. gagalginjal kronik.keracunan darah. dapat terjadi karena gagal jantung kongestif. dapat terjadi karena kehilangan darah akut (kehilangan darah secara mendadak. T6 MCV menurun. i . T9 RDW menurun. gagal ginjal. misal pada kecelakaan). T11 Eosinofil menurun. dapat terjadi karena kelainan sumsum tulang. kehamilan. kegagalan produksi dalam sumsum tulang. leukemia. reaksi hipersensitivitas (alergi). T5 Hematrokit menurun. mainutrisi. dapat terjadi karena kulit kronik. dapat terjadi karena kekurangan zat besi.

T14 Monosit menurun. tidak efektifnya produksi di sumsum tulang. Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK). atau sumsum tulang berlebihan produksi sel darah. Resistensi Insulin). N4 Trombosit meningkat dapat terjadi pada perokok. dapat terjadi karena Hemokonsentrasi (perburukan DHF. leukemia. dapat terjadi karena infeksi bakteri. methyldopa). dapat terjadi karena keturunan. Penggunaan obat-obatan (gentamycin. Perokok. interaksi obat dengan reseptor pada sel organisme. tumor. N2 Leukosit meningkat. tinggal di tempat ketinggian tinggi. dapat terjadi karena anemia makrositik. Gagal Jantung Kongestif. N3 Eritrosit meningkat. N7 MCH meningkat. dapat terjadi karenadehidrasi. T15 LED menurun. Preeklampsia. N1 Keterangan tabel meningkat : Hemoglobin meningkat. dapat terjadi karena pembentukan rouleaux sukar terjadi. N5 Hematrokit meningkat. dapat terjadi karena penyakit paru- paru. dan luka bakar. stroke diabetic atau kelebihan produksi oleh sumsum tulang. dapat terjadi karena anemia megaloblastik karena kekurangan vitamin B12 atau Asam Folat. efek pembedahan. i .eklampsia (komplikasi pada kehamilan). B. luka bakar. N6 MCV meningkat. diare berat.

penyakit kulit. seperti pada pasien luka bakar dan sferositosis bawan. dapat terjadi karena hemoglobin abnormal terkonsentrasi di dalam eritrosit. dapat terjadi karena alergi. lupus. N14 Monosit meningkat. dapat terjadi karena tuberculosis. leukemia granulositik. dapat terjadi karena infeksi bakterial. N11 Eosinofil meningkat. infeksi cacing. dapat terjadi karena leukemia granulositik kronik.N8 MCHC meningkat. luka bakar). sifilis. N9 RDW meningkat. hipertiroideime. N13 Limfosit meningkat. C. dan sebagainya. endokarditis sub akut bacterial. dapat terjadi karena anemia defisiensi besi. Keterangan tabel darah : D1 D2 Hemoglobin Leukosit i . tumor. kelainan metabolisme (eclampsia atau keracunan kehamilan. N15 LED meningkat. setelah spelenektomi. defisiensi asam folat dan defisiensi vitamin B12. arthritis rheumatoid. multiple myeloma (ME). kerusakan jaringan (infark jantung atau paru-paru. infeksi cytomegalovirus (CMV). arthritis rheumatoid. N12 Neutrofil meningkat. hepatitis. sindroma chusing). kehamilan. N10 Basofil meningkat. tuberculosis. dapat terjadi karena tuberculosis. dapat terjadi karena batuk rejan. polisitemia vera. pirai atau gout.

D3 D4 D5 D6 D7 D8 D9 D10 D11 D12 D13 D14 D15 Eritrosit Trombosit Hematrokit MCV MCH MCHC RDW Basofil Eosinofil Neutrofil Limfosit Monosit LED 1 Jam D. Representasi pengetahuan dan rule : Keterangan Code D1 D2 D3 D4 Nama J Darah Hemoglobin Leukosit Eritrosit Trombosit F1 F2 F3 T1 T2 T3 T4 N1 N2 N3 N4 i . Keterangan tabel frekuensi : F1 Menurun F2 Normal F3 Meningkat E.

F1 THEN T1 T2 T3 T4 T5 T6 i . F1 D6. F1 D2.D5 D6 D7 D8 D9 D10 D11 D12 D13 D14 D15 Hematrokit MCV MCH MCHC RDW Basofil Eosinofil Neutrofil Limfosit Monosit LED T5 T6 T7 T8 T9 T10 T11 T12 T13 T14 T15 N5 N6 N7 N8 N9 N10 N11 N12 N13 N14 N15 RULE 1 2 3 4 5 6 IF D1. F1 D3. F1 D5. F1 D4.

F3 D4. F3 D8. F3 D10. F1 D1. F3 D2. F1 D11. F3 D7. F1 D10. F1 D15. F1 D13. F3 D11. F1 D8.7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 D7. F1 D14. F3 D6. F1 D9. F1 D12. F3 D9. F3 D3. F3 D5. F3 T7 T8 T9 T10 T11 T12 T13 T14 T15 N1 N2 N3 N4 N5 N6 N7 N8 N9 N10 N11 N12 i . F3 D12.

sesuai dengan keperluan masing-masing. 4.1 form awalan (index) form awalan (index) seperti pada gambar 4. F3 D15.1 Form Awalan (index) sistem pakar diagnosa penyakit melalui hasil pemeriksaan laboratorium darah ADMIN PASIEN Tombol login Admin Tombol login Pasien Gambar 4. F3 Tabel 4. user memilih Adimn atau Pasien. selain itu dalam proses ini juga ditentukan bentuk dan cara untuk memasukkan skrip yang kemudian diolah menjadi keluaran yang dimaksud.28 29 30 D13. F3 D14.1.4.4 Perancangan Antarmuka Perancangan antarmuka adalah proses membuat perancangan formform tampilan layar.3 RULE N13 N14 N15 4.4. i .4. Berikut adalah beberapa rancangan antarmuka aplikasi sistem pakar diagnosa penyakit melalui hasil pemeriksaan laboratorium darah dengan metode logika fuzzy.

4. 4.2 form input data pasien form input data pasien seperti pada gambar 4.2.3 Form Submit sistem pakar diagnosa penyakit melalui hasil pemeriksaan laboratorium darah ADMIN Nama Alamat Golongan Telepon Tanggal Lahir : : : : : SUBMIT PASIEN Tombol untuk proses selanjutnya Gambar 4.2 Form Input Data Pasien sistem pakar diagnosa penyakit melalui hasil pemeriksaan laboratorium darah ADMIN Nama Alamat Golongan Telepon Tanggal Lahir : : : : : PASIEN Inputan data pasien Gambar 4.4.4.4.3 form submit form golongan seperti pada gambar 4.4. user menginput data pasien. sesuai dengan data diri pasien.4. user dapat meproses data lebih lanjut untuk mendiagnosa penyakit melalui hasil laboratorium i .3.4.

4. user meng-input nilai kadar darah sesuai dengan hasil pemeriksaan laboratorium.4 form inputan hasil pemeriksaan laboratorium darah Form Inputan hasil pemeriksaan laboratorium darah. i .4.darah dengan menekan tombol submit stalh mengisi data pasien terlebih dahulu. form inputan hasil pemeriksaan laboratorium darah seperti pada gambar 4.4 Form Inputan Hasil Pemeriksaan Laboratorium Darah sistem pakar diagnosa penyakit melalui hasil pemeriksaan laboratorium darah Hematologi Nilai MC Leukosit Laju Endap darah Form nilai inputan Gambar 4. 4.4.4.

4. Tombol Diagnosis untuk melakukan proses diagnosis pada inputan.6 Form Hasil sistem pakar diagnosa penyakit melalui hasil pemeriksaan laboratorium darah Hasil Hematologi Nilai MC Leukosit Reset Diagnss Laju Endap darah i .4. user dapat mereset dan memproses hasil inputan yang telah diinput sbelumnya. Sedangkan tombol reset untuk mejadikan form tersebut kosong kembali seperti semula.4.4. 4.5 Form Reset dan Diagnosis sistem pakar diagnosa penyakit melalui hasil pemeriksaan laboratorium darah Hematologi Nilai MC Leukosit Reset Diagnss Laju Endap darah Tombol Reset untuk mengosongkan inputan Tombol Diagnosis untuk memproses hasi diagnosis Tombol untuk mengosongkan kembali tombol untuk proses diagnosa Gambar 4.5 form reset dan diagnosis Form reset dan diagnosis seperti pada gambar 4.4.5.

4. maka akan keluar nilai rujukan normal.4.6. ataupun menurun. meninggi.7. user dapat mengetahui nilai rujukan batas normal sesuai dengan golongan masingmasing user.7 Form Nilai Rujukan sistem pakar diagnosa penyakit melalui hasil pemeriksaan laboratorium darah Hasil Hematologi Nilai MC Leukosit Reset Diagnss Laju Endap darah Nilai Rujukan Anak Nilai rujukan normal Gambar 4. setelah user menginputkan inputan nilai kadar darah dan memproses diagnosis.7 form nilai rujukan form nilai rujukan seperti pada gambar 4. i . 4.4.4.4.Hasil nilai rujukan Gambar 4.6 form hasil Form hasil seperti pada gambar 4.

monosit. LED 1 jam.4.4. eritrosit. user dapat melihat hasil kesimpulan proses diagnosis pemyakit melalui hasil tes laboratorium darah.4.5 Implementasi Rancangan Antarmuka Dalam antarmuka yang dibangun.8 Form Kesimpulan sistem pakar diagnosa penyakit melalui hasil pemeriksaan laboratorium darah Hasil Hematologi Nilai MC Leukosit Reset Diagnss Laju Endap darah Kesimpulan Nilai Rujukan Anak hasil kesimpulan Gambar 4. leukosit.4. MCHC. limfosit. basofil.1 Tampilan Awal Program Pada tampilan awal program hanyalah tampilan awal pada awal program. form pria maupun wanita disana akan menghasilkan output secara otomatis nilai rujukan normal.8. pada awal tampilan terdapat dua buah option yaitu admin dan pasien. MCH.5. 4. trombosit. 4. MCV. Adapun tampilan-tampilan form adalah sebagai berikut. neutrofil. Berikut adalah desain tampilan awal program i . hematokrit. form pria dan form wanita.8 form kesimpulan form kesimpulan seperti pada gambar 4. Macam nilai rujukan tersebut adalah hemoglobin. Pada form anak. eosinofil. ada tiga form utama yaitu form anak.

Dan terdapat tiga buah pilihan golongan yaitu anak.2 Tampilan Form Pasien Pada tampilan form pasien terdapat beberapa inputan yang harus diinputkan sebelum menuju ke proses diagnosa penyakit yaitu berupa data-data pasien. Gambar 4.sistem pakar diagnosa penyakit melalui hasil pemeriksaan laboratorium darah.5. pria. Gambar 4.5. Berikut adalah tampilan form pilihan golongan program sistem pakar diagnosa penyakit melaui hasil laboratorium darah. wanita.2 tampilan form pilihan golongan i .5.1 tampilan baner program 4.

3 Tampilan Form Inputan Diagnosa Penyakit Pada tampilan form inputan diagnosa penyakit melalui hasil laboratorium darah terdapat form input file diagnosa nilai hasil laboratorium darah.3 tampilan form inputan diagnosa penyakit melalui hasil laboratorium darah 4. normal atau meningkat.5.5.5. Gambar 4.4 Tampilan Form Nilai Hasil Rujukan Pada tampilan nilai hasil rujukan terdapat hasil nilai rujukan menurun. Berikut adalah tampilan form inputan diagnosa penyakit melalui hasil laboratorium darah. Berikut adalah tampilan form nilai i .4.

Gambar 4. dimana nilai rujukan mengacu pada nilai normal digunakan untuk membandingkan antara nilai hasil laboratorium dengan nilai normalnya sesuai dengan golongan masing-masing.5 Tampilan Form Nilai Rujukan Pada tampilan form nilai rujukan mirip dengan tampilan form nilai hasil rujukan.hasil rujukan pada program sistem pakar diagnosa penyakit melaui hasil laboratorium darah.4 tampilan form nilai hasil rujukan 4.5.5. Berikut adalah tampilan form nilai rujukan pada program sistem pakar diagnosa penyakit melaui hasil laboratorium darah. i .

6 Tampilan Form Reset dan Diagnosa Pada tampilan form reset dan diagnosa memiliki fungsi masing-masing.Gambar 4. sedangkan tombol diagnosa berfungsi sebagai proses untuk melakukan proses ketahap selanjutanya yaitu proses diagnosa penyakit.5 tampilan form nilai rujukan 4. Fungsi tombol reset sendiri adalah guna mereset atau mengosongkan data yang sudah ada. i . Berikut adalah tampilan form reset dan diagnosa pada program sistem pakar diagnosa penyakit melaui hasil laboratorium darah.5.5.

5.7 tampilan form kesimpulan 4. Gambar 4. Yaitu fungsi untuk enkripsi dan dekripsi dekripsi.fungsi yang dibuat.fungsi utama dalam program sistem pakar diagnosa penyakit melaui hasil laboratorium darah.7 Tampilan Form Kesimpulan Pada tampilan form kesimpulan ini terdapat form kosong yang nantinya akan terisi setelah proses data diinputkan dan kemudian diproses diagnosa yang menghasilkan kesimpulan diagnosa penyakit pada hasil laboratorium darah. ada dua fungsi utama.6 Implementasi Fungsi Dalam fungsi .6 tampilan form reset dan diagnosa 4. Berikut adalah fungsi .5. i .5. Berikut adalah tampilan form kesimpulan pada program sistem pakar diagnosa penyakit melaui hasil laboratorium darah.Gambar 4.

i .4.6.1 Fungsi Index Berikut adalah fungsi index dalam program sistem pakar diagnosa penyakit melaui hasil laboratorium darah.

6.1 screen shot fungsi index 4.2 screen shot fungsi form pasien 4.Gambar 4.6.3 Fungsi Operasi Diagnosa Penyakit Berikut adalah fungsi operasi diagnosa penyakit dalam program sistem pakar diagnosa penyakit melaui hasil laboratorium darah.6.2 Fungsi Form Pasien Berikut adalah fungsi form pasien dalam program sistem pakar diagnosa penyakit melaui hasil laboratorium darah. i . Gambar 4.6.

i .

i .

3 screen shot fungsi operasi diagnosa penyakit 4. i .4 Fungsi Kondisi Diagnosa Penyakit Berikut adalah fungsi kondisi diagnosa penyakit pada program sistem pakar diagnosa penyakit melaui hasil laboratorium darah.6.Gambar 4.6.

i .

Gambar 4.6.4 screen shot kondisi diagnosa penyakit

4.6.5 Fungsi Nilai Rujukan
Berikut adalah fungsi nilai rujukan pada program sistem pakar diagnosa penyakit melaui hasil laboratorium darah.

i

Gambar 4.6.5 screen shot fungsi nilai rujukan

i

4.6.6 Fungsi Koneksi Database
Berikut adalah fungsi koneksi database dalam program sistem pakar diagnosa penyakit melaui hasil laboratorium darah.

Gambar 4.6.6 screen shot fungsi koneksi database

i

Desain interface yang lebih menarik lagi supaya aplikasi ini memliki nilai lebih dan akan lebih mudah digunakan oleh user. Seperti sistem pemeriksaan hasil dari alat lain.2. i . sistem pakar ini dapat membantu memudahkan masyarakat untuk memperoleh informasi tentang penyakit pada tubuh manusia dengan cara melalui hasil tes laboratorium darah dan menganaisa penyakit apa saja yang memungkinkan diderita oleh pasien tersebut tanpa harus bertemu atau konsultasi langsung ke dokter atau pakar untuk diagnosa awal terhadap suatu penyakit serta pencegahan atau solusi dengan nilai kepercayaan yang mendekati diagnosa seorang pakar karena menggunakan sistem berbasis aturan dengan metode logika fuzzy. Aplikasi sistem pakar ini dapat dikembangkan dengan sistem lain supaya data lebih akurat. 2. Kesimpulan Dari hasil pembahasan laporan tugas akhir mengenai sistem pakar diagnosa penyakit melalui hasil laboratorium darah maka dapat disimpulkan bahwa. mengubah data. Saran Dari beberapa kesimpulan yang telah diambil maka dapat dikemukakan saran-saran bagi pengembangan sistem pakar ini lebih lanjut : 1. Sistem dapat melakukan modifikasi data seperti menambah data.1. Aplikasi ini hanyalah sistem pendukung keputusan diagnosa penyakit dikarenakan untuk memastikan penyakit tersebut maka harus dilakukan diagnosa atau pengecekan penyakit secara spesifik dan pemeriksaan lebih lanjut. 3. 5. dan menghapus data.BAB V PENUTUP 5.

Sri. Pedoman Pemeriksaan Laboratorium & Diagnostik. 2007. Arwan Ahmad K. Yogyakarta : Andi. Membuat Aplikasi Sistem Pakar Dengan PHP Dan Editor Dreamweaver. Dasar pemrograman Web Dinamis Menggunakan PHP. 2003. Kusumadewi. Informatika Kesehatan. 2006. Yogyakarta : Andi Offset. Yogyakarta : Andi. Dasar Aplikasi Database MySQL-Delphi. Aplikasi Sistem Pakar Untuk Simulasi Diagnosa Hama dan Penyakit Tanaman Bawang Merah dan Cabai Menggunakan Forward Chaining dan Pendekatan Berbasis Aturan. Kasiman (2006). Kadir. Aplikasi Web dengan PHP dan MySQL. Yogyakarta : Andi Offset. Abdul. Sri Kusumadewi dan Hari Purnomo. Kee. Yogyakarta Graha Ilmu. dkk. Yogyakarta Graha Ilmu. 2008. Yogyakarta Graha Ilmu. Joyce L. 2009.DAFTAR PUSTAKA Ginanjar Wiro Sasmito. Ami Fauziha. Sistem Berbasis Kasus Untuk Diagnosa Penyakit Melalui Hasil Pemeriksaan Laboratorium. Peranginangin. Nugroho. i . Fuzzy Logic System. Sri. Abdul (2002). Bunafit (2008). Pengenalan Sistem Informasi. 2004. 2010. Lusiana Inriasari S. Kusumadewi. Jogjakarta : Gava Media. Kadir. Jakarta : EGC.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful