P. 1
Tugas Ksk Paper Mandiri

Tugas Ksk Paper Mandiri

|Views: 9|Likes:
Mandiri
Mandiri

More info:

Published by: Yudistira Juu Pratama on Apr 03, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/01/2014

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Di negara-negara maju, kesehatan dan keselamatan kerja selalu menjadi isu penting yang telah dimasukkan ke dalam undang-undang ataupun aturan-aturan yang mengikat. Pihak-pihak yang terlibat dalam lingkaran kerja pun secara konsisten menjalankan aturan yang telah diterapkan dengan penuh kesadaran. Sebaliknya, di negara-negara berkembang, isu kesehatan dan keselamatan kerja nampaknya masih menjadi hal yang kurang diperhatikan. Walaupun Indonesia telah memiliki undang-undang tentang keselamatan kerja, namun pelaksanaannya belum menjadi prioritas yang kadang-kadang diabaikan oleh perusahaan maupun pekerja. Hal ini dibuktikan dengan masih tingginya kasus kecelakaan kerja yang terjadi di Indonesia. Berdasarkan data pengawasan norma ketenagakerjaan Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Depnakertrans), pada 2006 terdapat 95.624 kasus kecelakaan kerja. Masih tingginya kasus kecelakaan kerja ini disebabkan karena belum optimalnya tingkat pemahaman dan kesadaran akan Kesehatan dan Keselamatan kerja baik di kalangan pelaku usaha maupun pekerja sendiri di tempat kerja. Kesehatan dan Keselamatan kerja juga sangat diperlukan di industri pariwisata pada umumnya dan di hotel pada khususnya. Kecelakaan kerja dapat terjadi di kamar, bar, lobby, ruangan umum, restoran, bahkan dapur. Dapur merupakaan tempat yang sangat rentan terhadap kecelakaan karena di dapur terdapat banyak peralatan dan perlengkapan yang sangat membahayakan apabila pekerja tidak mengetahui bagaimana cara menggunakan peralatan tersebut dengan benar dan aman misalnya pisau, gas, oven dan sebagainya. Kecelakaan kerja di dapur dapat disebabkan oleh kondisi lingkungan yang tidak aman dan sehat, bencana, peralatan yang tidak memenuhi syarat, dan perilaku yang tidak aman dari pekerja. Salah satu penyebab perilaku yang tidak aman ini adalah kurangnya pengetahuan dan pemahaman dalam mewujudkan kesehatan dan keselamatan kerja di dapur. Berdasarkan hal tersebut di atas, penulis tertarik untuk menjelaskan mengenai cara mewujudkan kesehatan dan keselamatan kerja di dapur.

1

Metode Penulisan Dalam hal ini. Rumusan Masalah Dari latar belakang di atas maka permasalahan yang dapat ditarik yaitu bagaimanakah cara mewujudkan kesehatan dan keselamatan kerja di dapur? C. Manfaat Adapun manfaat dari penulisan paper ini diharapkan dapat dijadikan sebagai dasar pengetahuan dalam mewujudkan kesehatan dan keselamatan kerja di dapur sehingga kecelakaan yang mungkin terjadi dapat dicegah. E.B. penulis menggunakan metode studi pustaka yaitu mempelajari datadata yang telah ada di buku maupun situs-situs di internet. Tujuan Adapun tujuan penulisan paper ini adalah untuk mengetahui cara mewujudkan kesehatan dan keselamatan kerja di dapur. 2 . D.

Pemisahan dari ruangan terbuka ini tujuannya ialah untuk menghindari masuknya debu. duty cook. wakil kepala bagian. yang mana brigade dapur dibagi dalam beberapa seksi. Dapur atau kitchen yang baik adalah bentuk ruangan yang khusus dan tertutup atau terpisah dan tersendiri dari kegiatan selain memasak. Coffee shop kitchen dan Employee feeding kitchen.BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Setiap pekerja yang menggunakan peralatan tersebut harus mengetahui tata cara pemakaiannya agar tidak terjadi kecelakaan dalam penggunaannya. Settled kitchen (Kitchen service). Harus mempunyai ventilasi yang cukup yang memungkinkan pergantian udara dengan baik dan lancer. 3 . Masing-masing bagian telah memiliki tugas yang khusus sehingga pekerjaan di dapur lebih terarah. bagian soup. nightcook. bagian panggang. Di hotel ada beberapa jenis dapur yang dibedakan menurut fungsinya. yaitu Main kitchen (Dapur utama). wakil kepala dapur. juru masak pemularelief cook. peralatan pembantu dan penyimpanan. pekerja dibedakan menurut tugas dan jabatannya yaitu kepala dapur. employe’s feeding. kotoran. 2000). bagian ikan. Peralatan yang digunakan di dapur atau Kitchen Utensils meliputi perealatan memotong. dan alat-alat lainnya.. Dapur Dalam “Webster’s third New International Dictionary” menyebutkan bahwa “Kitchen is a room or some other space (as a wall ara or separate building) with facilities for cooking”. Di hotel berbintang. peralatan memasak. peralatan pembuat kue. Di dalam dapur hotel. sehingga tidak aka nada tugas yang terabaikan tanpa penyelesaian. juru masak. yaitu bagian sauce. bagian makanan dingin. Jadi dapur dapat diartikan sebagai suatu ruangan atau tempat yang khusus serta tersendiri didalam suatu bangunan yang mempunyai alat dan perlengkapan memasak makanan. kepala bagian. dan the carver. Setiap jabatan mempunyai tugas dan wewenang yang berbeda-beda sesuai dengan ketentuan yang berlaku. bagian sayur. Sedangkan arti dari dapur hotel adalah suatu ruangan atau bangunan khusus yang tertutup dan mempunyai peralatan untuk memasak dengan tujuan komersial. dengan banyak jenis makanan yang diolah mempunyai struktur organisasi atau pembagian tugas yang lebih terperinci. Small kitchen (Pantry kitchen). lalat dan insect atau binatang-binatang kecil lainnya (Richard Sihite. dan bagian pengolahan kue.

Bila ketiga komponen tersebut serasi maka bisa dicapai suatu derajat kesehatan kerja yang optimal dan peningkatan produktivitas. 2. Kapasitas Kerja Status kesehatan masyarakat pekerja di Indonesia pada umumnya belum memuaskan. Faktor lain yang turut memperberat beban kerja antara lain tingkat gaji dan jaminan sosial bagi pekerja yang masih relatif rendah. Masalah Kesehatan dan Keselamatan Kerja di Dapur Pelaksanaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja di dapur adalah salah satu bentuk upaya untuk menciptakan dapur yang aman. 4 . 1.24 jam sehari. Sebaliknya bila terdapat ketidak serasian dapat menimbulkan masalah kesehatan kerja berupa penyakit ataupun kecelakaan akibat kerja yang pada akhirnya akan menurunkan produktivitas kerja. dengan demikian kegiatan pelayanan pengolahan makanan menuntut adanya pola kerja bergiliran tugas/jaga malam. Beban Kerja Sebagai pemberi jasa pelayanan dalam pengolahan makanan beroperasi 8 . yang berdampak pekerja terpaksa melakukan kerja tambahan secara berlebihan. beban kerja dan lingkungan kerja yang dapat merupakan beban tambahan pada pekerja. Beban psikis ini dalam jangka waktu lama dapat menimbulkan stres.B. akibat terjadinya perubahan pada bioritmik (irama tubuh). Dari beberapa hasil penelitian didapat gambaran bahwa 30-40% masyarakat pekerja kurang kalori protein. Pola kerja yang berubah-ubah dapat menyebabkan kelelahan yang meningkat. Kondisi kesehatan seperti ini tidak memungkinkan bagi para pekerja untuk bekerja dengan produktivitas yang optimal. 30% menderita anemia gizi dan 35% kekurangan zat besi tanpa anemia. Lingkungan Kerja Lingkungan kerja bila tidak memenuhi persyaratan dapat mempengaruhi kesehatan kerja dapat menimbulkan Kecelakaan Kerja (Occupational Accident). Kinerja (performen) setiap pekerja dapur merupakan resultante dari tiga komponen kesehatan kerja yaitu kapasitas kerja. Penyakit Akibat Kerja dan Penyakit Akibat Hubungan Kerja (Occupational Disease & Work Related Diseases). sehingga dapat mengurangi dan atau bebas dari kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja yang pada akhirnya dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja. bebas dari pencemaran lingkungan. sehat. 3.

setiap saat menerima bahan makanan untuk diolah dan setiap saat pula ada kemungkinan bagi potongan-potongan atau kotoran bahan makanan jatuh ke lantai atau terselip pada tempat-tempat yang sulit dibersihkan. Untuk mewujudkan kesehatan dan keselamatan kerja di dapur. ruang pegawai. Semua kotoran ini mudah membusuk dan selanjutnya berfungsi sebagai media bagi bakteri berkembang biak dan mencemari makanan. dinding. ceiling. pintu dan jendela. 2.BAB III PEMBAHASAN Kesehatan dan keselamatan kerja di dapur menyangkut beberapa aspek. pintu dan jendela secara teratur agar selalu dalam keadaan bersih. penyimpanan dan penentuan desain peralatan. langit-langit/ceiling. Bersihkan ventilasi. toilet. kesehatan personal karyawan dapur. Kesehatan Lingkungan Dapur Peralatan dan lingkungan yang bersih merupakan suatu faktor yang penting untuk mencegah kontaminasi bakteri seperti halnya kebersihan dan kesehatan tubuh para pekerja di dapur. ruang penampungan sampah. ventilasi. Lingkungan fisik dapur ini harus dijaga kebersihannya karena dapur sebagai tempat pengolahan makanan. Peralatan-peralatan yang terdapat di dapur ini banyak jenisnya dan memiliki prosedur atau cara pembersihan yang mungkin berbeda. Lingkungan fisik dapur Lingkungan fisik dapur meliputi lantai. Adapun penjelasannya adalah sebagai berikut. lampu penerangan. Hal-hal yang perlu dilakukan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan dapur adalah sebagai berikut : a. 5 . Kebersihan atau kesehatan dapur menyangkut beberapa segi : 1. Semua aspek tersebut berhubungan dan saling mempengaruhi antara satu dengan yang lainnya. dan saluran limbah. kita harus mewujudkan semua aspek tersebut. pencegahan kecelakaan kerja yang mungkin terjadi serta penanganan dan pengendaliannya. Peralatan dan perlengkapan dapur Peralatan dan perlengkapan dapur ini mencakup cara-cara pembersihan. A. yaitu kesehatan lingkungan dapur. tempat mencuci tangan.

jenggot dan kumis harus dicukur bersih dan rapi. Tangan tidak boleh menyentuh mulut atau bibir selama menangani makanan karena mulut dan gigi merupakan sumber bakteri. e. Rambut. Faktor Penyebab Terjadinya Kecelakaan Kerja di Dapur Sebelum kita menentukan tindakan pencegahan. Rambut dicukur rapi dan tidak terlau panjang. e. Beberapa hal yang perlu dilakukan karyawan dapur untuk menjaga kesehatan dirinya adalah sebagai berikut : a. C. Faktor-faktor yang menjadi penyebab kecelakaan antara lain : 6 . Kuku harus dipotong pendek dan selalu dibersihkan setiap hari. d. Toilet di lingkungan dapur harus selalu bersih dan tidak mengeluarkan bau. Jadi. Mandi harus teratur 2 kali sehari. Pakaian harus bersih baik sehari-hari maupun pakaian kerja. g. d. Lantai hendaknya dicuci dengan menggunakan air sabun panas. karena merekalah yang berperan dalam kebersihan secara keseluruhan. b. kemudian dikeringkan. c. f. Hanya dengan pelaksanaan. sebelum kita menciptakan lingkungan dapur yang sehat. para pekerja di dapur harus bekerja sama dalam menciptakan lingkungan dapur yang bersih dan sehat. Mereka dituntuk untuk lebih berhati-hati dalam menjaga standar kebersihan. Tangan setiap kali akan bekerja dan sesudah bekerja harus dicuci dengan sabun. B.b. prosedur dan pengawasan yang ketat serta terarah dapat dicapai suatu hasil yang dapat mencegah terjadinya akibat fatal seperti keracunan yang dapat timbul di dapur akibat dari tidak bersihnya lingkungan dapur. Kerapian diri adalah bagian dasar dari kebersihan diri pribadi karyawan dan kebersihan diri merupakan tolak ukur dari kesehatan. c. Cerobong asap hendaknya selalu dalam keadaan bersih. Dinding hendaknya dicuci dengan menggunakan air sabun panas kemudian dikeringkan. Pribadi yang sehat juga akan mengurangi resiko terjadinya kecelakaan kerja. Kesehatan Personal Karyawan di Dapur Para karyawan yang bekerja di dapur wajib bertanggung jawab dalam menentukan suatu standar kebersihan baik tempat kerjanya maupun dirinya sendiri. kita harus mewujudkan kesehatan pribadi terlebih dahulu. Oleh karena itu. kita harus mengetahui terlebih dahulu penyebab terjadinya kecelakaan kerja di dapur.

Kesalahan dalam menggunakan api dan alat yang panas. e. lingkungan dapur juga dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan. g. Luka bakar akibat terkena uap panas atau api Di dapur. D. Pertama burn disebabkan oleh panas yang kering misalnya pan yang panas. Kesalahan dalam menggunakan mesin atau peralatan baik yang elektronik maupun yang non elektronik. padahal di dalam dapur penuh dengan peralatan dan perlengkapan yang sangat membahayakan.1. Sedangkan scald disebabkan oleh panas yang basah misalnya air panas dan uap panas. Keletihanan dan kelemahan daya tahan tubuh. misalnya lantai yang terlalu licin dapat menyebabkan terpeleset atau terjatuh. d. terdapat dua macam penyebab luka karena panas. f. Bekerja terlalu tergesa-gesa sehingga terpeleset. Kurangnya pengetahuan dan keterampilan pelaksana. Cacat tubuh yang tidak kentara (bodily defect) c. b. Kesalahan konstruksi. Faktor lingkungan Kondisi lingkungan yang tidak aman dapat menyebabkan kecelakaan. Setiap alat dan perlengkapan mempunyai cara penanganan sendiri dan pegawai harus dapat menggunakan alat tersebut sebagaimana mestinya agar tidak terjadi kecelakaan. Untuk itu. Adapun sikap tersebut adalah : a. oven. 1. Penempatan peralatan yang kurang baik d. misalnya : a. misalnya lantai yang tidak rata. b. dan sebagainya. Faktor manusia Kecelakaan kerja juga dapat disebabkan oleh sikap pekerja itu sendiri. Tata letak yang kurang menguntungkan. letak gudang bahan makanan dan dapur berjauhan akan merangsang timbulnya kecelakaan. perlu dilakukan tindakan pencegahan terhadap kecelakaan-kecelakaan kerja yang dapat terjadi di dapur. Selain itu. Keduanya bisa 7 . Adapun jenis-jenis kecelakaan kerja dan pencegahannya adalah sebagai berikut. Sengaja tidak peduli terhadap apa yang dikerjakan. e. c. Penerangan yang kurang baik 2. Peralatan yang tidak memenuhi syarat dan tidak dapat berfungsi dengan baik. Jenis-Jenis Kecelakaan Kerja yang Dapat Terjadi di Dapur dan Pencegahannya Kecelakaan di dapur adalah suatu hal yang tidak diharapkan.

Pergunakan talenan bila hendak memotong sesuatu. harus rata dengan meja atau talenan maupun bantalan serta mudah dilihat. g. d. Letakkan pisau dengan baik. Kontrol diri bila sedang memegang pisau. Berikut beberapa cara menghindarkan diri dari luka terkena pisau dan alat tajam lainnya : a. air. Pada waktu bekerja. Jangan bermain dengan pisau dan jangan membawa pisau pada waktu bermain. Jangan mencoba meraih pisau yang terjatuh tiba-tiba. Pergunakan lap kering bila hendak mengambil atau membawa alat yang panas. Pisau harus selalu bersih dan tajam karena pisau yang tumpul lebih berbahaya. di tempat sampah dan sebagainya). kecelakaan bisa dihindari atau paling tidak ditekankan seminimal mungkin agar waktu dan jam kerja tidak terganggu. 8 . Buka pintu oven panas sedikit demi sedikit dengan hati-hati. Simpan pisau di tempatnya bila tidak dipergunakan lagi. Bila membersihkan pisau. Jangan menyimpan pisau di tempat yang tersembunyi (di dalam air. dll. Hati-hati pada waktu menyaring atau menuang cairan panas. pakailah celemek atau apron dengan semestinya.menimbulkan akibat yang serius dan menimbulkan rasa sakit. c. b. Jangan meletakkan atau menyimpan cairan panas pada rak di atas garis pandang mata. Adapun tindakan-tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya luka bakar adalah : a. pan. Buka tutup panci pada sisi terjauh dari letak badan h. oven. Alat yang panas (pan. Pegangan pisau harus kering dan tidak berminyak. Pergunakan alat pengaduk yang cukup panjang sehingga tangan tidak bersentuhan dengan barang yang panas (minyak. 2. Dengan demikian.) harus diberi tanda dengan tepung atau garam. e. Luka tergores atau terpotong benda tajam Menjalankan dan mengikuti peraturan yang diarahkan bagi keselamatan bersama adalah tugas semua orang. jauhkan bagian yang tajam dari hadapan tangan. dsb. j. grill. Pisau            Pergunakan pisau dengan semestinya atau dengan cara benar.) f. Perhatikan dan hati-hati dalam menggunakan minyak goreng. i. Lengan baju dilipat semestinya hingga pergelangan siku.

biarkan lebih dahulu dalam suhu ruangan karena bila kita mencoba memotongnya.b. dari udang. kaku dan membahayakan sekali. maka keadaannya menjadi tajam. Katup pengaman harus selalu terpasang baik. Kecelakaan karena gas Gas yang dipergunakan sebagai bahan bakar adalah gas elpiji (LPG) yaitu gas buatan yang tidak berwarna. 9 . Jangan menggunakan gelas sebagai skop es. d. Panas yang menyambar gas akan menyebabkan tekanan udara dalam ruang tersebut bertambah ringgi dan akhirnya timbul ledakan. Mesin pemotong      Jangan mencoba menggunakan mesin bila belum mengetahui dengan pasti tatacara pemakaiannya. Periksa pipa-pipa gas yang bocor. Jangan memakai gelas atau alat lain yang sudah retak maupun pecah. Pergunakan sap dan dustpan untuk membersihkan pecahan yang besar dan gunakan lap yang basah untuk pecahan kecil. Usaha-usaha yang dapat dilakukan untuk mencegah bahaya ledakan gas adalah : a. c. tetapi diberi ban yang spesifik sehingga mudah dikenal bila terjadi kebocoran. Matikan mesin dan cabut kontak listriknya setelah selesai menggunakannya dan bila akan membersihkan mesin tersebut. Tulang atau duri dan bahan makanan beku Pecahan tulang bisa membuat infeksi bila pecahan tulang daging. sisik ikan dan sejenisnya dalam keadaan beku. Bila beku. Pisahkan sampah pecahan gelas dengan sampah lainnya. kemungkinan pisau meleset dan akan melukai. Jangan memasukkan sesuatu oleh tangan atau dengan benda lain untuk menekan barang yang akan dipotong ataupun digiling. Daging atau ikan sebaiknya dipotong dalam keadaan lembek. tidak terbakar. Ledakan gas terjadi apabila ada gas terkumpul dalam suatu ruangan. Jangan mencoba untuk membuka pengaman bila mesin sedang atau dalam keadaan hidup atau bekerja. sehingga tidak ada gas yang keluar tanpa pembakaran. Barang pecah belah (dari gelas dan porselen)      Pergunakan alas (baki) bila membawa barang pecah belah. 3. dan tiba-tiba ada panas yang mempengaruhi ruangan tersebut.

b. Keadaan tersebut sering menimbulkan kaget. c. 5. Bahan-bahan kimia harus disimpan dalam kotak khusus. Setelah dicuci. Jangan mempergunaan banyak stekker ataupun stekker cabang pada satu stop kontak. Namun. pengawet ataupun pemberantas hama/tikus. Kecelakaan karena bahan kimia Beberapa bahan kimia dipergunakan juga dalam pengolahan makanan. d. Berhati-hatilah dengan bahan kimia yang serupa dengan bahan makanan baik pada waktu mempergunakan. f. Periksalah keadaan kawat penghubung sehingga tidak ada bagian-bagian yang robek. karena suatu keadaan yang belum diketahui dan menyebabkan alat tersebut mengandung arus listrik terbuka. Jangan mencoba mempergunakan bahan kimia bila belum tahu betul cara mempergunakannya. 4. maupun pada waktu menyimpan kembali. Liquid soap/tipol tampak hampir sama dengan minyak goreng. Laporkan segera bila melihat gejala-gejala aneh pada mesin atau alat. Putuskan aliran listrik bila mesin atau alat tidak dipergunakan. Sebelum mencuci peralatan listrik pastikan alat itu sudah dimatikan dan kabelnya sudah dicabut. c. Saklar dan alat penyambung arus listrik harus selalu kering dan bersih. shock. Tindakan pencegahan yang dapat diambil adalah sebagai berikut : a. Bila akan menyalakan gas. garam Inggris. e. b. Tindakan pencegahan yang dapat dilakukan yaitu : a. biarkan terbuka beberapa saat sehingga sisa-sisa gas di udara terbakar seluruhnya. pupuk urea ataupun rinso tampak hampir sama dengan garam dapur atau gula. dan sebagainya.b. Kecelakan karena arus listrik Suatu alat mungkin sudah dirancang dan dipasang sedemikian rupa sehingga aman bagi pemakai. Bila menyalakan solid top range atau griddle maka setelah seluruh ruang gas terbakar. Periksalah pilot light sebelum menghidupkan api c. selalu keringkan sebelum digunakan kembali. maka biarkan pintu oven terbuka beberapa saat sehingga sisa-sisa gas yang terkumpul dalam ruangan oven dapat keluar. Berhati-hati waktu memasang racun tikus di dapur. 10 . gerak reflek ataupun kecelakaan yang patal. Contohnya baking soda. d. misalnya untuk pembersih. d.

Pergunakan tangga bila meraih sesuatu yang tinggi. Segera bersihkan ceceran minyak. Terpeleset atau terjatuh Terpeleset atau terjatuh dapat menimbulkan sesuatu yang fatal. 11 . Terpeleset atau terjatuh dapat dicegah dengan beberapa cara yaitu : a. Pastikan bahwa tangga tersebut cukup panjang dan kuat. b. g. Mengetahui aturan penanggulangan kebakaran di hotel/restoran yang bersangkutan. punting rokok. Mengetahui letak alat pemadam api. d. h. e. f. lantai yang licin atau yang jauh lebih penting. Jangan gunakan bahan pembersih yang mudah terbakar. Jangan lupa memberi tanda bila lantai dalam keadaan licin. e. Lantai harus kering. 7. hal-hal yang dapat diterapkan yaitu : a. yaitu karena keseimbangan yang kurang. g. dan ledakan gas. ambillah dan keringkan lantai. Sediakan selalu alat-alat pemadam api atau fire extinguisher. Matikan aliran gas dan listrik bila tidak digunakan. Lantai harus bebas dari barang perintang yang tidak seharusnya ada untuk menghindari kemungkinan terantuk. c. peralatan listrik. c. misalnya alat pemanas. misalnya jika kepala atau bagian badan yang lain terbentur sesuatu. d. Untuk menghindari api. misalnya baru di pel.6. h. disamping pengawasan yang kurang terhadap penggunaan peralatan atau barang yang dapat menimbulkan api. Pastikan tangga tersebut berdiri aman dan dekat dengan benda yang akan diambil. bila kita melihat atau menjatuhkan sesuatu. Sediakan alarm untuk peringatan jika terjadi kebakaran. Jangan merokok ketika sedang bertugas. b. Terpeleset terjadi karena beberapa hal. f. mungkin sepatu atau alas kaki kita yang tidak sesuai dengan apa yang kita injak. Kebakaran Kebakaran di dapur rentan terjadi karena sikap manusia itu sendiri. Periksa agar tangga tidak licin. Alat-alat dapur yang tidak terpakai jangan diletakkan di lantai atau diatur rapi sehingga tidak membahayakan orang lain.

d. b. Penggunaan pakaian / seragam ini memang terkesan sederhana. Topi juga berfungsi untuk mencegah keringat agar tidak sampai jatuh ke makanan. 12 . bagian dada dibuat berlapis dua serta memiliki double breasted. Kemeja (jacket) Kemeja juru masak dibuat berlengan panjang. f. lurus ke atas dan bagian atasnya tidak tertutup sehingga sirkulasi udara dapat terjadi dengan baik untuk mencegah kerontokan rambut. Celemek (apron) Tujuan utama penggunaan apron adalah untuk melindungi tubuh bagian bawah dari cairan seperti air. Hal ini berlaku pula dalam menangani kecelakaan kerja di dapur. Adapun perlengkapan tersebut adalah sebagai berikut : a. e. c. Kacu (necktie) Kacu terbuat dari kain yang tipis berbentuk segitiga sama kaki dengan panjang 90-100 cm. Pencegahan Kecelakaan Kerja di Dapur Secara Umum Seperti kata pepatah “Lebih baik mencegah daripada mengobati”. kaldu. Tindakan yang paling tepat adalah tindakan pencegahan (preventif) sebelum kecelakaan itu terjadi. Menggunakan alat pelindung diri Alat pelindung diri yang digunakan di dapur yaitu perlengkapan pakaian yang ditentukan dan penggunaan sarung tangan pada waktu tertentu. Fungsinya adalah untuk mengisap keringat yang timbul di daerah muka dan leher sehingga tidak jatuh kedalam makanan yang sedang diolah. Sarung tangan (hand gloves) Sarung tangan dibutuhkan dalam proses pengolahan makanan agar tangan dan makanan tetap hygiene atau bersih sehingga mencegah penyebaran bakteri berbahaya. Tindakan yang umum dilakukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja di dapur adalah : 1.E. atau sauce panas yang mungkin menyiram. Tujuannya adalah untuk melindungi bagian dada dari panas api dan makanan yang menyirami tubuh dan melindungi tangan dari barang panas. Topi Topi juru masak berbentuk silinder. namum memiliki fungsi yang sangat penting dalam melindungi diri selama melaksanakan kegiatan di dapur. Lap (towel) Berfungsi untuk melindungi tangan dari alat-alat panas seperti panci dan oven.

kita juga harus mengetahui cara atau upaya penanggulangan apabila telah terjadi kecelakaan. Memperhatikan dan menghindari faktor-faktor penyebab terjadinya kecelakaan kerja. Pada kotak First Aid terdapat perlengkapan untuk pertolongan pada kecelakaan minor. “Hati -hati terhadap kebakaran”. “Never smoke while you are on duty”. Di hotel besar juga biasanya tersedia medical clinic yang memberikan pelayanan kesehatan kepada karyawan dan tamu.g. Dalam hal ini. baik faktor lingkungan maupun faktor manusia atau pekerja itu sendiri. Penanggulangan / Penanganan Terhadap Kecelakaan Kerja yang Terjadi di Dapur Tindakan pencegahan atau preventif memang merupakan tindakan yang paling tepat dalam menanggulangi kecelakaan kerja. atau orang yang ditunkuk oleh manajemen untuk menindaklanjuti kecelakaan. dan lain sebagainya. kartu dengan petunjuk. segera beritahukan kepada supervisor. 2. Memperbaiki manajemen tentang kesehatan dan keselamatan kerja karena terjadinya kecelakaan kerja bisa merupakan akibat kesalahan manajemen. Laporkan kepada supervisor jika ada perlengkapan yang kurang atu hilang. Pertolongan pertama pada kecelakaan Apabila ada orang yang celaka atau terluka segera lakukan tindakan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K). 5. Di hotel besar. kecelakaan kerja itu tetap dapat terjadi. dibutuhkan pelatihan atau training dan pengawasan yang intensif. F. Adapun usahausaha yang dapat dilakukan dalam menangani kecelakaan kerja adalah sebagai berikut : 1. Pastikan bahwa Anda mengetahui siapa yang harus dihubungi dan lokasi kotak First Aid. Masker (Mask) Berfungsi untuk mencegah terhirupnya bau yang menusuk hidung. Posterposter ini tidak akan mengganggu kinerja para karyawan melainkan justru akan mengingatkan karyawan akan pentingnya kesehatan dan keselamatan kerja. Manajer atau supervisor hendaknya memasang gambar atau poster keselamatan kerja yang berhubungan dengan dapur. bersin dan penularan penyakit atau bakteri sehingga makanan yang diolah tetap hygiene. biasanya terdapat satu atau lebih petugas yang telah dilatih secara khusus untuk menjadi penolong pertama pada kecelakaan. misalnya : “Gunakan pisau dengan benar”. 3. Manajer atau supervisor hendaknya memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada pekerja di dapur mengenai semua syarat keselamatan kerja yang diwajibkan. Oleh karena itu. Walaupun kita telah berusaha melakukan tindakan pencegahan. Jika tidak. 4. manager. Manajemen yang baik akan menuntun kita menuju arah yang baik dan akan mengurangi resiko kecelakaan. 13 .

c. api tersebut dapat dipadamkan dengan air. Gunakan telepon terdekat untuk menghubungi nomor 999 (tidak dipungut biaya). Dimana dan apa yang Anda lakukan pada waktu itu. Bicaralah dengan jelas. Mendukung Klaim Asuransi Karyawan tetap umumnya diberikan asuransi oleh pihak hotel / restaurant. Asuransi ini dapat digunakan apabila kita mengalami kecelakaan kerja dengan syarat yang sudah ditentukan oleh pihak asuransi. Namun. Tetap berada di telepon sampai layanan emergency memutuskannya. b. polisi. b. Sampaikan lokasi kecelakaan. Jika layanan terjawab. e. apa yang terjadi. segera hubungi petugas pemadam kebakaran. maka data-data yang diperlukan adalah : a. Pastikan Anda telah memberikan informasi yang cukup dan akurat. sehingga operator dapat menelpon Anda kembali bila diperlukan. 14 . jumlah korban dan penjelasan rinci tentang kecelakaan yang anda ketahui. d. Di hotel termasuk dapur umumnya terdapat pemadam api dengan bentuk tabung (fire extinguisher) yang digunakan untuk memadamkan api kecil.2. Untuk mengklaim asuransi atau uang asuransi kecelakaan pada pihak terkait. Menangani kebakaran Hal yang pertama dilakukan apabila kita mendapati kebakaran adalah membunyikan alarm dengan cepat. jangan mencoba memadamkan api sementara kita tidak memiliki pengetahuan dan keterampilan tentang bagaimana menangani kebakaran. segera hubungi emergency call. Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut : a. pemadam kebakaran. 3. Hal ini juga berfungsi untuk mempercepat para fire fighters datang untuk memadamkan api. Namun kita harus mengetahui benar bagaimana dan kapan menggunakan fire extinguisher karena penggunaan extinguisher yang tidak tepat dapat menyebabkan api berkobar lebih besar. Jadi. apabila api yang ditumbulkan sangat kecil. Sampaikan dengan jelas layanan yang Anda inginkan : ambulance. Menghubungi Emergency Call Apabila kecelakaan yang terjadi termasuk ke dalam kecelakaan berat. Apakah Anda diberi wewenang untuk berada di tempat tersebut untuk mengerjakan sesuatu. Apabila terjadi kebakaran besar. 4. berikan nomor telepon yang Anda gunakan.

maka penatalaksanaan kasus menjadi lebih cepat. Pengendalian Melalui Jalur kesehatan (Medical Control) Yaitu upaya untuk menemukan gangguan sedini mungkin dengan cara mengenal (Recognition) kecelakaan dan penyakit akibat kerja yang dapat tumbuh pada setiap jenis pekerjaan di dapur dan pencegahan meluasnya gangguan yang sudah ada baik terhadap pekerja itu sendiri maupun terhadap orang disekitarnya. alat kerja. mengurangi penderitaan dan mempercepat 15 . UU No. syarat kesehatan b. Substitusi dari bahan kimia. UU No. Peraturan/persyaratan pembuangan limbah dll. Menyusun Prosedur Kerja Tetap (Standard Operating Procedure) untuk masingmasing instalasi dan melakukan pengawasan terhadap pelaksanaannya d. 2. 14 Tahun 1969 Tentang Ketentuan-ketentuan Pokok b. dan lain-lain 4. e. Melaksanakan pemeriksaan secara seksama penyebab kecelakaan kerja dan mengupayakan pencegahannya. Peraturan Menteri Kesehatan tentang higene dan sanitasi lingkungan. c. UU No. Pengendalian Secara Teknis (Engineering Control) antara lain : a. Peraturan penggunaan bahan-bahan berbahaya f. Pengendalian Penyakit Akibat Kerja Dan Kecelakaan Melalui Penerapan Kesehatan Dan Keselamatan Kerja 1. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. Perbaikan sistim ventilasi.) dan melakukan pengawasan agar prosedur tersebut dilaksanakan e. alat kerja atau proses kerja b. Pengaturan jam kerja. 23 tahun 1992 tentang Kesehatan d. Melaksanakan prosedur keselamatan kerja (safety procedures) terutama untuk pengoperasian alat-alat yang dapat menimbulkan kecelakaan (pisau. proses kerja dan pekerja (penggunaan alat pelindung) c. jenis kelamin. Persyaratan penerimaan tenaga kerja di dapur yang meliputi batas umur.G. Pengendalian melalui Administrasi / Organisasi (Administrative control) antara lain : a. 3. Dengan deteksi dini. mesin pemotong. dll. Isolasi dari bahan-bahan kimia. lembur dan shift c. Pengendalian Melalui Perundang-undangan (Legislative Control) antara lain : a.

Pemeriksaan Awal adalah pemeriksaan kesehatan yang dilakukan sebelum seseorang calon/pekerja mulai melaksanakan pekerjaannya. Pemeriksaan Berkala adalah pemeriksaan kesehatan yang dilaksanakan secara berkala dengan jarak waktu berkala yang disesuaikan dengan besarnya resiko kesehatan yang dihadapi. yaitu pada keadaan dimana ada atau diduga ada keadaan yang dapat mengganggu kesehatan pekerja. Makin besar resiko kerja. 16 . Pemeriksaan Khusus Yaitu pemeriksaan kesehatan yang dilakukan pada khusus diluar waktu pemeriksaan berkala. Disini diperlukan system rujukan untuk menegakkan diagnosa penyakit akibat kerja secara cepat dan tepat (prompt-treatment) Pencegahan sekunder ini dilaksanakan melalui pemeriksaan kesehatan pekerja yang meliputi : a. b. makin kecil jarak waktu antar pemeriksaan berkala c.pemulihan kemampuan produktivitas masyarakat pekerja. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang status kesehatan calon pekerja dan mengetahui apakah calon pekerja tersebut ditinjau dari segi kesehatannya sesuai dengan pekerjaan yang akan ditugaskan kepadanya.

kesehatan pribadi pekerja di dapur.BAB IV PENUTUP A. Namun. kita perlu melaksanakan dan memperhatikan kesehatan lingkungan dapur. Kecelakaan kerja yang dapat terjadi di dapur adalah terluka atau tergores. kebakaran. 4. 2. dan terpeleset atau terjatuh. luka bakar. Manajemen yang baik akan menuntun kita menuju arah yang baik dan akan mengurangi resiko kecelakaan. 3. serta upaya pencegahan dan penanganan terhadap kecelakaan kerja yang dapat terjadi. Pihak manajemen hendaknya Memperbaiki manajemen tentang kesehatan dan keselamatan kerja karena terjadinya kecelakaan kerja bisa merupakan akibat kesalahan manajemen. Manajer atau supervisor hendaknya memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada pekerja di dapur mengenai standar operasional prosedur dan semua syarat keselamatan kerja yang diwajibkan. yaitu dengan cara menggunakan alat pelindung diri yang diwajibkan serta memberikan pengetahuan dan pemahaan kepada pekerja mengenai standar operasional prosedur di dapur yang bersangkutan dan syarat keselamatan kerja yang diwajibkan. kecelakaan karena arus listrik. 17 . Untuk mewujudkan kesehatan dan keselamatan kerja di dapur. yang paling penting adalah kesadaran para pekerja itu sendiri akan pentingnya kesehatan dan keselamatan kerja. B. Simpulan Adapun simpulan yang dapat di tarik dari pembahasan di atas adalah sebagai berikut : 1. Pelatihan atau training dan pengawasan yang intensif harus gencar dilakukan. kecelakaan karena gas. Saran Beberapa saran yang bisa dipertimbangkan dalam mewujudkan kesehatan dan kelamatan kerja adalah sebagai berikut : 1. Upaya penanggulangan yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan pertolongan pertama kepada penderita kecelakaan dilanjutkan dengan melakukan klaim asuransi (apabila diberikan). 2. Tindakan yang paling tepat dalam menangani kecelakaan kerja di dapur adalah tindakan preventif atau pencegahan. kecelakaan karena bahan kimia.

BPFE Lillicrap.CV ALFABETA Bagyono.2000.com/?q=taxonomy/term/10 Handoko.Pelaksanaan Standard Operation Procedures di Departemen Food and Beverage.CV Andi Offset Hadrizal. dan Keamanan Kerja di Bidang Perhotelan . 2003. Keselamatan.com/journal/item/73/Pemahaman_Kurang_Kecelakaan_ Kerja_Masih_Tinggi Sihite. Prof. http://ronibayu. http://www. Dr.Food Product (Dasar-Dasar Tata Boga).Hygiene Sanitasi dan Kesehatan Kerja.Kesehatan.Mengikuti Prosedur Kesehatan.2008.2000. Penerbit SIC 18 . Prinsip-Prinsip Dasar Ilmu Kesehatan Masyarakat. Richard.2005. Soekidjo.2005.DAFTAR PUSTAKA Amakora.2005. Rymberthus.Cakrawala Bartono dan Ruffino.1974.The Pitman Press.multiply.2008. Keselamatan dan Keamanan di Tempat Kerja.Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali Ronibayu.1997.Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia.metroriau.PT Gramedia Pustaka Utama Bagyono.Food Product Management di Hotel dan Restaurant.1996.Pemahaman Kurang Kecelakaan Kerja Masih Tinggi. Bth Notoatmodjo. T. Rineka Cipta Putu Sudiara dan Nyoman Sukana Sabudi. Hani.Food And Beverage Service.Tingkat Kecelakaan Kerja di Indonesia Tertinggi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->