GAMBAR BUKAAN (BENTANGAN

)

A.

Pengertian Sebuah gambar bentangan (bukaan) adalah suatu pola yang dibentuk dari permukaan bidang tiga dimensi yang permukaannya dibentangkan. Gambar bukaan digunakan terutama untuk pekerjaan yang bahan dasarnya terbuat dari plat, seng atau bahan-bahan lain yang bentuknya tipis. Untuk membuat benda seperti: kotak logam, kaleng seng, cerobong, cetakan kue, pipa pembakar, bengkokan pipa air, pipa saluran, dan talang adalah memerlukan gambar bukaan yang selanjutnya dilipat, dibentuk atau digulung untuk penyelesaian akhirnya. Agar mendapatkan bentuk benda yang diinginkan gambar bukaan harus dibuat dengan tepat sesuai dengan yang akan dibuat. Untuk itu bentangan permukaan hendaknya digambar dengan muka dalam

menengadah dan ini akan terjadi apabila permukaan dibuka gulungannya (unrolled) atau dibuka lipatannya (unfold). Beberapa gambar bukaan benda yang permukaannya dibuka gulungannya dan dibuka lipatannya adalah seperti terlihat pada Gambar 1 di bawah ini.

Gambar 1 Gambar Bukaan Beberapa Permukaan Benda

B.

Pembentangan dan Potongan Perpotongan dan pembentangan secara logis merupakan suatu bagian subjek ilmu ukur lukis. Tetapi sedikit dari banyak penerapan yang dapat dilakukan tanpa pelajaran lanjutan mengenai proyeksi, disajikan dalam bab ini. Garis pemotongan yang dikehendaki antara permukaan geometrik dapat diperoleh dengan menerapkan prinsip proyeksi. Sekalipun gambar bentangan ditampakkan dan tidak digambar oleh proyeksi nyata dengan cara yang dipakai untuk tampang luar, namun konstruksi memerlukan penerapan proyeksi ortografik dalam menemukan panjang sejati elemen dan panjang sejati rusuk.

C.

Permukaan Geometrik Permukaan geometrik dibangkitkan oleh gerakan garis geometrik, baik yang lurus maupun yang melengkung. Permukaan yang dibangkitkan oleh garis lurus yang bergerak dikenal sebagai permukaan garis yang bergerak dikenal sebagai permukaan garis (ruled surface) dan permukaan yang dibangkitkan oleh garis melengkung dikenal sebagai permukaan lengkung berganda (double curved surface). Sembarang kedudukan garis yang membangkitkan, yang dikenal sebagai generatrik, disebut elemen permukaan. Permukaan garis mencakup bidang, bidang lengkung-tunggal dan permukaan baling (warped surface). Bidang dibangkitkan oleh garis lurus yang bergerak dengan cara demikian rupa sehingga satu titik menyentuh garis lurus lainnya, kalau garis itu bergerak sejajar dengan kedudukan aslinya. Permukaan lengkung tunggal dibangkitkan oleh garis lurus yang bergerak demikian rupa sehingga dalam dua yang mana saja dari kedudukannya yang dekat, garis itu terletak dalam bidang yang sama. Permukaan baling dibangkitkan oleh garis lurus yang bergerak demikian rupa sehingga garis itu tidak terletak dalam bidang yang sama dalam dua kedudukan dekat yang mana saja. Permukaan lengkung berganda mencakup

Sedangkan gambar 2b menunjukkan suatu kubus yang belum disambung pada pertemuan sisisisinya. Gambar 2a ini menunjukkan sebuah kubus yang tertutup dan terbuat dari pelat. Benda padat yang dibatasi oleh permukaan baling: konoid silindroida. torus. Gambar ini akan tampak dengan . hiperboloida dengan nap (nappe) tunggal dan kerucut baling (warped cone). prisma. E. Obyek Geometrik Benda padat geometrik dibatasi oleh permukaan geometric dapat digolongkan sebagai berikut: Benda padat yang dibatasi oleh permukaan bidang: tetrakedron.permukaan yang dibangkitkan oleh garis melengkung yang bergerak sesuai dengan hukum matematik. Benda padat yang dibatasi oleh permukaan lengkung tunggal: kerucut dan silinder (dibangkitkan oleh garis lurus yang bergerak). kubus. Benda padat yang dibatasi oleh permukaan lengkung berganda : bola. Gambar bentangan silinder lurus adalah sebuah segi panjang yang lebarnya sama dengan keliling silinder yang dihitung (πd). Pembentagan obyek yang dibatasi oleh permukaan bidang dapat dianggap sebagai perolehan dengan memutar obyek. sferoida. paboloida. D. Gambar bentangan kerucut bulat lurus adalah sebuah sektor lingkaran yang jarijarinya sama tinggi miring kerucut dan yang panjang busurnya sama dengan keliling dasarnya. hiperboloida dan sebaginya (permukaan putar yang dibangkitkan oleh garis melengkung). piramida dan lainnya. Permukaan kerucut dan permukaan sillinder juga dapat dibuka pada sebuah bidang. Pembentangan Bagan susunan permukaan lengkap suatu objek disebut gambar bentangan atau pola. Pelaksanaan menggambar praktis terdiri dari menggambar permukaan secara berturutturut dengan ukuran penuh dan dengan menyambungkan rusuk yang dimilikinya bersama.

Gambar 2c adalah bukaan atau bentangan dari kubus Gambar 2a. Proses pembuatan baju-baju besi untuk kelengkapan tentara. terutama dalam teknik menggambar badan . Dewasa ini perkembangan teknik menggambar bentangan ini mengalami kemajuan yang pesat. yakni dalam hal pembuatan kelengkapan peralatan tentara. ini menggunakan patron (mal) atau cetakan. Gambar 2 Bentangan Kubus F. Perkembangan Kebutuhan Gambar Bentangan Sejarah menerangkan bahwa pada zaman Mesir Kuno telah ditemukan berbagai penemuan teknologi kuno diantaranya adalah pembuatan baju besi maupun topi baja. Jadi dapat diketahui sebenarnya teknik menggambar bukaan ini telah dilahirkan orang semenjak zaman penemuan besi sekitar tahun 2000 SM. Ditinjau dari dimensi benda yang dikerjakan ini membutuhkan suatu pengetahuan menggambar bukaan dari profil-profil yang dikerjakan.jelas bahwa kubus tersebut dapat dibentangkan dengan mudah.

terlebih dahulu ia harus bisa membayangkan bentuk benda yang akan direncanakan. Teknik menggambar bentangan ini dapat dilakukan dengan berbagai cara. 1. Penggunaan Gambar Bentangan Di Industri Perancang suatu produk permesinan merupakan awal dari disain yang akan dikerjakan. Untuk penglihatan ujung-ujungnya dapat dilakukan dengan dipatri. Disamping itu unsure kebutuhan tutup (cup) peralatan permesinan juga sangat dibutuhkan. Maksud dari gambar bentangan atau bukaan ialah untuk mempermudah pamotongan bahan atau mempermudah mengetahui banyaknya bahan yang diperlukan. dikeling. baik secara grafis maupun secara matematis. ataupun dilas. Gambar bentangan atau bukaan biasanya diperlukan dalam bengkel-bengkel kerja pelat atau pada pabrik-pabrik yang memproduksi suatu alat yang bahannya terbuat dari pelat. . Sketsa hasil rancangan ini masih belum menunjukkan pertimbangan gambar akhirnya yang tepat. Dalam konstruksi biasanya digunakan gambar proyeksi ortogonal yang dilengkapi dengan ukuran-ukuran yang diperlukan. Pembuatan-pembuatan file cabinet atau peralatan kantor bahkan pembuatan brankas juga tak luput dari proses menggambar bentangan. gambar Setelah ini melakukan beberapa dilanjutkan dalam sketsa penggambaran desain secara utuh menurut standar gambar di industri.(body) kendaraan seperti mobil kereta api bahkan pesawat udara dan kapal. Sebelum juru gambar memutuskan cara untuk mempermudah pembacaan. Dalam bengkel-bengkel kerja pelat atau pada pekerjaan yang terbuat dari pelat sering sekali memerlukan gambar-gambar bukaan. dari cara yang sederhana yang menggunakan peralatan manual serta menggunakan komputer yang paling canggih. Seluruh proses penggambaran bentangan ini didasari pengetahuan teknik menggambar bukaan. Cara penyambungan tersebut tergantung dari macam bahan ataupun tebaltipisnya bahan.

Pengetahuan gambar bentangan memang dewasa ini sangat dibutuhkan. Proses secara Iangsung ini biasanya dilakukan untuk pembuatan bentangan satu obyek saja. Sistem langsung Sistem langsung yang dimaksud dalam penerapan bentangan ini adalah proses menggambar bentangan yang dilakukan langsung pada obyek atau pelat yang dikerjakan. Tetapi seluruh desain gambar yang terbuat dari komponen pelat yang dibutuhkan gambar tambahan yakni gambar bentangan.Dari hasil gambar teknik yang dikerjakan dalam bentuk gambargambar detail ini selanjutnya diberikan kepada para operator untuk mengerjakan. Sebab selain dibutuhkan pengetahuan tentang gambar bukaan tersebut. a. hal ini dibutuhkan gambar bentangan yang cermat dan teliti. Jadi juru gambar melukis bentuk bentangan di atas pelat tersebut secara langsungan. sehingga juru gambar harus mempersiapkan dimensi geometris tambahan untuk proses perakitan obyek yang akan dikerjakan. Setelah lukisan . juru gambar juga harus mempertimbangkan proses penyambungan yang digunakan dalam perakitan bentangan tersebut. 2. Pelat yang menjadi obyek pengerjaan langsung merupakan tempat lukisan yang dikerjakan oleh juru gambar. body kereta api. peralatan kantor juga tangki-tangki berukuran kecil maupun besar. Apalagi untuk pembuatan komponen yang berjumlah besar. Terutama industri-industri karoseri body mobil. Penerapan Bentangan Ditinjau dari proses penerapan gambar bentangan ini dapat dilakukan dengan dua sistem yakni sistem langsung pada obyek yang dikerjakan dan sistem tidak langsung. lni terlihat dari perkembangan dunia industri. Seorang juru gambar bentangan harus mempunyai wawasan yang luas tentang suatu obyek yang akan digambarnya. Apabila pemotongan bentangan ini tidak sesuai dengan kebutuhan bahan yang diinginkan akan menimbulkan kerugian pemakaian bahan. sebab untuk pemotongan awal dari bahan yang dikerjakan harus sesuai dengan bentangan yang dibutuhkan.

dan tutupnya adalah sama dengan tutup dari prisma. sehingga biaya operasional untuk pembuatan menjadi lebih murah. G. Adakalanya pembuatan mal ini lebih besar biayanya dari pembuatan . Tetapi pada mal yang disediakan. Untuk itu ketepatan ukuran gambar bukaan adalah merupakan sesuatu yang penting dalam rangka untuk membentuk benda yang diinginkan. Setelah mal lukisan bentangan ini selesai dipotong selanjutnya di pindahkan pada pelat-pelat yang tersedia sesuai dengan jumlah komponen yang dibutuhkan. Fungsi Gambar Bentangan Gambar bentangan berguna untuk memberikan informasi yang perlu dalam membuat sebuah pola dalam rangka untuk memudahkan memotong bentuk yang diinginkan dan mengetahui kebutuhan bahan yang diperlukan dari lembaran bahan yang tersedia. Disamping itu dengan penggunaan dari mal ini menguntungkan dalam pertimbangan pemakaian bahan dan proses pemotongan pelat. Pelaksanaan pembuatannya dilakukan dengan cara menggambar permukaan secara berturut-turut dengan . Keuntungan ini terlihat dari hasil bentangan yang dikerjakan mempunyai dimensi yang sama. sehingga apabila akan membuat prisma segi enam. Sistem tak langsung Sistem tak langsung ini umumnya digunakan dalam pembuatan komponen yang berjumlah besar. Proses penggambaran bentangan awalnya dilukis pada mal atau patron yang disediakan khusus.satu komponen tetapi untuk komponen yang berjumlah besar ini sangat menguntung-kan. maka panjang segi empat gambar bukaannya sama dengan keliling dari segi enam. lebar segi empat sama dengan tinggi prisma.bentangan terbentuk selanjutnya dilakukan proses pemotongan bentangan b. Sistem tak langsung ini artinya juru gambar tidak langsung melukis bentangan pada obyek pelat yang dikerjakan.

. terlebih dahulu ia harus bisa membayangkan bentuk bentuk benda yang akan direncanakan.dikeling. Alat ukur yang digunakan dalam pengukuran profil ini umumnya menggunakan mal ukuran yang dibentuk sesuai dimensi profil yang diinginkan. Gambar Bukaan Pada Bengkel Kerja Plat Dalam bengkel-bengkel kerja pelat atau pada pekerjaan yang terbuat dari pelat sering sekali memerlukan gambar-gambar bukaan. H. Untuk pengukuran bentuk yang teliti memang sangat sulit dilakukan karena keterbatasan alat ukur yang ada.ukuran penuh dan bersambungan antara rusuk yang satu dengan yang lainnya. Maksud dari gambar bentangan atau bukaan ialah untuk mempermudah pamotongan bahan atau mempermudah mengetahui banyaknya bahan yang diperlukan. Gambar bentangan atau bukaan biasanya diperlukan dalam bengkelbengkel kerja pelat atau pada pabrik-pabrik yang memproduksi suatu alat yang bahannya terbuat dari pelat. Sebelum juru gambar memutuskan cara untuk mempermudah pembacaan. Cara penyambungan tersebut tergantung dari macam bahan ataupun tebal-tipisnya bahan. Dalam satu contoh pengecekan suatu bentuk profil penggunaan mal ukuran ini dapat dilihat pada gambar di bawah ini. ataupun dilas. I. Dalam konstruksi biasanya digunakan gambar proyeksi ortogonal yang dilengkapi dengan ukuran-ukuran yang diperlukan. Untuk pengikatan ujungujungnya dapat dilakukan dengan dipatri. Pengukuran Hasil Lukisan Bentangan Suatu hasil lukisan bentangan ini dapat dievaluasi atau diukur setelah dilakukan pembentukan dari pelat yang dikerjakan.

dan cara salib sumbu. Busur tersebut berpotongan dengan garis mendatar yang dibuat dari B1 di titik C. Buatlah busur dengan jari-jari A1 Bl berpusat di B1. . pandangan depannya dilukiskan sebagai A1 B1 dan pandangan atasnya dilukiskan sebaga A2 B2 (gambar 3a). J. 1.Gambar 3 Pengukuran Radius Lingkaran Mal radius diletakkan pada radius pelat yang telah terbentuk. Ada tiga cara mencari panjang garis sebenarnya. cara rebahan atau tegak lurus. Langkah untuk mencari garis sebenarnya adalah sebagai berikut: (gambar 3b). a. Cara Putaran (Rotasi) Misalnya sebuah garis. Selanjutnya dari ujung keujung yang lain dilakukan pengecekan. Panjang garis-garis sebenarnya akan menentukan luas bidang sebenarnya. Dasar Gambar Bukaan Satu hal yang mendasari gambar bukaan adalah bagaimana cara mencari panjang garis sebenarnya pada gambar bukaan yang diambil dari panjang garis yang tercantum pada gambar pandangan. yaitu cara putaran.

Perpotongannya diberi nama A2’. Tarik garis tegak dari C hingga berpotongan dengan garis mendatar yang dibuat dari A2. Cara Rebahan atau Cara Tegak Lurus Proyeksi garis seperti pada gambar 3a apabila dicari dengan cara rebahan langkah-langkah adalah sebagai berikut : (gambar 4). a. Jarak A2’ dan B2 merupakan panjang garis AB sebenarnya. Gambar 5 Mencari Gambar Sebenarnya Dengan Cara Rebahan . Gambar 4 Mencari Gambar Sebenarnya Dengan Cara Putaran (Rotasi) 2. Ukur A2A2’= CA1 dan B2B2'= DB1.b. Tarik garis tegak lurus A2 dan B2 b. Maka garis A2’B2’ adalah panjang garis AB sebenarnya.

c. a. Tarik garis mendatar dari A2 dan B2 . Ukur D A2'= A1B1. metode segitiga. trianggulasi serta metode kombinasi. Adapun metode yang banyak terpakai dalam memnggambar bukaan adalah. Cara Salib Sumbu Langkah-langkah mencari panjang garis AB sebenarnya dengan cara salib sumbu adalah sebagai berikut: (gambar 5). Metode garis sejajar/paralel. Karena banyak sekali bentuk bangun benda yang ada di dunia teknik. b. metode radial/putar. Untuk menggambar gambar bukaan nya tidak cukup dengan sdatu metode. Gambar 6 Mencari Garis Sebenarnya Dengan Cara Salib Sumbu K. mulai dari bentuk yang sederhana sampai ke bentuk yang kompleks.3. Garis ini merupakan garis AB sebenarnya. Tarik garis A2’B2’. . Kontruksi bentuk yang kompleks seperti sebuah corong alas segi empat disambung dengan selinder kemudian ditembus dengan kerucut miring serta terpancung. Metode Menggambar Bukaan Teknik menggambar bentangan memerlukan metode-metode yang tepat untuk membuka sebuah benda sesusai dengan bangun benda yang akan dibuka ataupun bentuk benda yang akan dibuat dirancang. Tarik garis sumbu tegak hingga didapat titik-titik D dan B 2'.

begitulah seterusnya sampai menuju angka 12. Ukurlah jarak 1 ke 2 dengan menggunakan jangka. Semakin banyak pembagi jumlah lingkaran ini maka hasi l yang diperoleh juga semakin teliti. Lalu jarak ini dipindahkan pada garis lurus yang disediakan yakni 1 ke 2. 1. Selanjutnya tariklah garis lurus di sebelah lingkaran. Tetapi untuk profilprofil yang beraturan lebih menguntungkan dilakukan perhitunganperhitungan secara matematis. Untuk proses penggambaran bentangan profil tertentu biasanya digunakan lukisan secara grafis.L. Gambar 7 Bentangan Lingkaran Secara Grafis . dimana angka 1 dan 12 saling berimpit. Hasil pengukuran dengan pamindahan jangka ini dari 1 ke 12 merupakan keliling lingkaran yang terbentuk. Teknik Menggambar Bentangan Teknik menggambar bentangan biasanya dilakukan dengan dua cara yakni secara grafis dan secara matematis. Kedua teknik ini mempunyai keuntungan yang berbeda-beda. Secara grafis Teknik secara grafis ini dilakukan dengan membagi lingkaran dalam 12 bagian yang sama besar.

Yakni keliling lingkaran = π. Caranya adalah dengan menghitung keliling lingkaran tersebut. Secara Matematis Lukisan bentangan dari sebuah lingkaran ini lebih mudah dilakukan secara matematis. D.2. dimana D merupakan diameter lingkaran yang dilukis Gambar 8 Bentangan Lingkaran Secara Matematis Lukislah bentangan secara matematis ini lebih teliti jika dibandingkan dengan cara grafis tetapi hal ini terbatas pada profil-profil bentuk yang beraturan. Gambar 9 Bentangan Kerucut Lurus/Tegak Secara Matematis .

Gambar 10 Bentangan Prisma Tertutup N. apabila bahan yang dipakai untuk membuat benda itu agak fleksibel. Sedangkan lebar dari segi empat sama dengan tinggi prisma. Pemakaian Metode Garis Sejajar Selanjutnya gambar 10a menunjukkan sebuah prisma yang pada ujung kanan kirinya tertutup. Prisma tersebut juga terbuat dari pelat. Permukaan baling dan permukaan lengkung berganda yang dapat dibentangkan hanya dengan pendekatan. Profil Persegi Permukaan baling dan permukaan lengkung berganda tidak dapat dibentangkan dengan cermat. pola pendekatan akan cukup cermat untuk tujuan praktis. piramida. Biasanya. Bidang dan permukaan lengkung tunggal (prisma. Bukaan tersebut merupakan empat persegi panjang. Hal ini tergantung dari permintaan atau kebutuhan perencana.M. silinder dan kerucut) yang dapat dibentangkan dengan cermat. dengan menggunakan metode garis sejajar/paralel. dikatakan mampu dibentangkan. Gambar 10b menunjukkan suatu bentangan sebuah prisma. tetapi permukaan ini dapat dibentangkan dengan sesuatu metode pendekatan. Sebelum membentuk sebuah prisma harus diketahui Iebih dahulu bahan yang diperlukan dan juga bagaimana cara pemotongan dan suatu bahan. Panjang bukaan tersebut sama dengan keliling segi enam. . dikatakan tak mampu dibentangkan.

1. Bukaan Balok Gambar 11 Bukaan Balok 2. dari mulai benda yang sederhana hingga ke benda yang agak kompleks. Gambar Bukaan Benda Berikut ini akan kita lihat beberapa contoh gambar bukaan benda dengan menggunakan cara-cara di atas. Bukaan Silinder Gambar 12 Bukaan Silinder .O.

Gambar Bukaan Silinder Terpancung Gambar 14 Bukaan Silinder Terpancung .3. Gambar Bukaan Balok Terpancung Gambar 13 Bukaan Balok Terpancung 4.

Gambar Bukaan Silinder Miring Terpancung Gambar 15 Bukaan Silinder Miring Terpancung 6.5. Gambar Bukaan Limas Segiempat Terpancung Gambar 16 Bukaan Limas Segiempat Terpancung .

Kemudian empat persegi panjang tersebut dibagi menjadi enam bagian yang sama besar. Untuk merggambar bukaan atau bentangan dari prisma tersebut dapat dibayangkan bahwa prisma dibuka dari garis C1. Gambar 17 Bentangan Prisma Terbuka Gambar 18 menunjukkan suatu prisma yang dipotong miring menurut bidang CP. Selanjutnya ukurkan tiap-tiap garis tinggi pada prisma. setelah itu dipindahkan ke dalam segi empat. namun kanan kiri terbuka. Gambar 17a menunjukkan empat persegi panjang yang merupakan bukaan atau bentangan dari prisma. Langkah selanjutnya. Panjang segi empat sama dengan 6 x a dan lebar adalah L.7. Gambar 18 Bentangan Prisma Terpancung (Dipotong Miring) . buat garis mendatar yang panjangnya sama dengan keliling prisma segi enam tersebut. Gambar Bukaan Pada Prisma Gambar 17a menunjukkan gambar prisma.

Setelah itu. panjang sejati rusuk dan ukuran sejati suatu penampang lurus harus ditentukan. Prisma ini juga digambarkan pandengan atasnya agar mempermudah dalam membuat gambar bukaan. hubungkan titik P ke titik 2'.Dalam gambar 19 ditunjukkan sebuah prisma yang dipotong menurut garis AA1 P1. sedangkan sisi panjang sama dengan keliling segi enam. Langkah selanjutnya. ukurkan tinggi P1 dalam prisma kemudian pindahkan ke empat persegi panjangya. Gambar Bukaan Prisma Lurus Terpancung Sebelum gambar bentangan permukaan samping prisma dapat digambar. Pada prisma terpancung lurus yang terlihat dalam gambar 20. demikian juga untuk sisi-sisi yang lain. dari titik Al ke titik 3'. Gambar 19 Bentangan Prisma Dipotong Miring 8. . dari 3' ke titik A. Buat sebuah segi empat pembantu yang lebarnya sama dengan tinggi prisma. dari titik 2' ke titik A'1. Empat persegi panjang itu dibagi menjadi enam bagian sama besar. Anggap saja prisma tersebut dibuka pada garis P1. panjang sejati rusuk prisma diperlihatkan dalam tampang muka dan tampang sejati penampang lurus diperlihatkan dalam tampang di atas. demikian seterusnya. Cara membuat bukaan prisma tersebut adalah sebagai berikut.

Sebegitu jauh. seperti yang ditunjukkan oleh urutan nomor dalam tampang atas. kebiasaannya adalah untuk membuat kampuh pada elemen yang terpendek. agar dapat menghemat waktu serta untuk sara (conserve) soldir atau sara pakukeling. titik-titik hendaknya diambil dalam urutan menurut arah jarum jam sekeliling perimeter. Apabila dikehendaki. Ketika memproyeksikan panjang rusuk pada gambar bentangan. tegak lurus pada garis 1 D 1 D. 3-4 dan seterusnya dari tampang atas) sepanjang garis rentang itu secara berturut-turut. Dalam pekerjaan logam lembaran. Gambar 20 Metode Baku Untuk Membentangkan Permukaan Samping Prisma Lurus . Setelah itu ditark garis konstruksi tipis melalui titik-titik ini. dan panjang rusuk yang bersangkutan diukirkan pada masing-masing garis konstruksi itu dengan memproyeksikan dai tampang muka. dasar bawah dan muka atas landai itu dapat disambungkan pada gambar bentangan samping permukaan. 2-3. Garis bentuk gambar bentangan dilengkapi dengan menyambungkan titik-titik ini.Permukaan samping “dibuka lipatannya” dengan lebih dahulu menggambar “garis yang direntangkan” dan mengukurkan lebar mukanya (jarak 1-2. dasar bawah atau muka atas yang dilandai belum disinggung sama sekali.

diukurkan sepanjang garis rentang. Jarak pada sebelah bidang atas bidang X-X diukurkan sebelah atas garis rentang dan jarak pada sebelah bawah bidang X-X diukurkan sebelah garis rentang. panjang sejati rusuk yang diperlihatkan dalam tampang muka. dipindahkan ke garis yang sesuai dalam gambar bentangan. sebelah atas da sebelah bawah bidang X-X. Kemudian. Gambar Bukaan Prisma Miring Permukaan samping prisma miring. sedang garis konstruksi tegak lurus dengan yang menggambarkan rusuk. Karena lipatan nyata akan dibuat pada tiap-tiap garis rusuk apabila prisma sudah terbentuk. seperti misalnya yang diperlihatkan dalam gambar 22 dibentangkan dengan metode umum yang sama seperti yang dipakai untuk prisma lurus. gambar bentangan permukaan samping dibuat lengkap dengan menyambungkan titik-titik ujung rusuk oleh garis lurus. . Panjang bagian tiap-tiap rusuk yang bersangkutan.Gambar 21 Pembentangan Prisma Segi Enam Lurus dan Miring 9. Dengan cara yang sama. tetapi ukuran sejati penampang yang lurus bantu. menjadi kebiasaan untuk menebalkan garis rusuk (lipat) ini pada gambar bentangan. ditarik melalui tiik-titik bagi.

Kemudian titik-titik a1. Dengan menggunakan jangka ukurkan panjang garis-garis a. Bukaan dari salah satu tabung ditunjukkan pada Gambar 23b. Bentuk lingkaran pada pandengan atas dibagi menjadi 12 bagian yang sama besar. Gambar 22 Pembentangan Prisma Miring 10.12 sama dengan b22. misalkan tabung tersebut dibelah dari titik 1 memanjang. 11 sama panjang c23.1 sama panjang dengan a21. Selanjutnya tarik garis vertikal ke bidang pandengan depan sehingga berpotongan dengan garis pertemuan kedua tabung.Garis rentang sebenarnya sudah dapat ditarik dalam kedudukan tegak lurus pada rusuk dalam tampang muka. sampai titik a2 dihubungkan sehingga merupakan garis lengkung. Karena kedua tabung mempunyai garis tengah yang sama maka garis pertemuan tersebut merupakan garis lurus. garis b. c1. demikian seterusnya hingga semua garis tergambar. sehingga panjang tiap-tiap rusuk dapat diproyeksikan pada gambar bentangan (seperti halnya prisma lurus). garis c1. Gambar Bukaan Dua Buah Tabung Yang Disambung Gambar 23a menunjukkan sebuah sambungan siku-siku dari dua buah tabung. kemudian dari titik-titik tersebut ditarik garisgaris vertikal dan horizontal. . b1.

c. Bila dibuka dari titik 1 memanjang. Pada penyambungan ini. c1. b. dan g1. f. buat sebuah empat persegi panjang. garis sambungan berbentuk V. Lingkaran tersebut dibagi menjadi 12 bagian yang sama besar. d. Tabung dibuka dari titik 3 memanjang. Untuk menggambar bukaan bagian B. e. b1. . bagi menjadi 12 bagian yang sama. buat sebuah empat persegi panjang pembantu dan bagi menjadi 12 bagian yang sama. Dari titik tersebut ditarik garis-garis ke bidang depan. f1. maka garis 1a sama dengan garis 1a2. d1. Guna menggambar bukaan dari bagian A. Hubungkan titiktitik tersebut. Karena kedua tabung tersebut mempunyai garis tengah yang sama maka garis pertemuan kedua tabung adalah garis lurus. e1. dan g ke empat persegi panjang sehingga memperoleh titik-titik a1.Gambar 23 Bukaan Dua Buah Tabung Yang Disambung Gambar 24 adalah sebuah sambungan berbentuk T dari dua buah tabung yang garis tengahnya sama. Tarik garis-garis a.

e2. garis 4d sama panjang dengan garis 4d2. c2. Tarik garis-garis dari titik-titik a1. b1. c1. 2'. kemudian bagi menjadi 12 bagian yang sama. dan g2. 5'.garis 2b sama dengan garis 2b2. d1. dan 6'. f1. Tabung yang kecil disambung miring terhadap tabung yang besar. e1. d2. garis 5e sama panjang dengan garis 5e2. garis 3c sama panjang dengan garis 3c2. Tabungtabung tersebut garis tengahnya tidak sama. dihubungkan. f2. dan garis 7g sama panjang dengan garis 7g2. Kemudian titiktitik a2. Tarik garis-garis lurus terhadap garis x-x sehingga diperoleh titik-titik potong 1'. Gambar 24 Bentangan Sambungan T Dua Buah Tabung/Silinder Gambar 25 menunjukkan sebuah sambungan tabung. b2. dan g1 ke bidang pandengan depan . buat lingkaran pada ujung tabung yang kecil. 3'. Cara menggambarnya. 4'. garis 6f sama panjang dengan garis 6f2.

sedang Gambar 8. b.sehingga memperoleh titik-titik a. lingkaran tersebut dibagi dalam 12 bagian yang sama besar. garis ini adalah garis pertemuan kedua tabung yang disambungkan. d. f. Gambar 25 Bentangan Sambungan Dua Buah Tabung Dengan Diameter Yang Berbeda Gambar 26 adalah sambungan dari dua tabung. e. Buat lingkaran pada ujung tabung yang kecil. dan g. c. b. Tarik garis-garis mendatar dan vertikal sehingga memperoleh titiktitik potong a. dan g. Sedang Gambar 25c menunjukkan bukaan tabung B. namun hanya ditunjukkan separonya. e. c. Gambar 8. Titik-titik tersebut dihubungkan. tetapi kedudukan tabung yang kecil digeser sehingga tidak simetris.11 b adalah bukaan dari tabung A. Bukaan tabung bagian A tampak pada Gambar 4.11 c adalah bukaan dari tabung B. f. d.55b. .

Gambar Bukaan Kerucut Terpancung Gambar 27 Bukaan Kerucut Terpancung .Gambar 26 Sambungan Dua Buah Tabung Yang Tidak Simetris 11.

Gambar Bukaan Pipa Segiempat Bersilangan Gambar 28 Bukaan Pipa Segiempat Bersilangan 13.12. Gambar Bukaan Pipa Silindris Yang Berpotongan Gambar 29 Bukaan Pipa Silindris Yang Berpotongan .

sebagaimana menurut teori hal itu akan terjadi apabila permukaan dibuka gulungannya (unrolled) atau dibuka lipatannya (unfold). . maka harus ada pengetahuan luas tentang metoda konstruksi banyak macam tipe pembentangan.14. Pembentangan Praktis Dalam banyak gambar industri. Disebabkan oleh kemajuan cepat dalam keahlian mengolah benda kerja dengan melipat. Gambar bentangan permukaan hendaknya digambar dengan muka dalam menengadah. sebab para pekarja logam lembaran harus membuat tanda pons untuk melipat pada permukaan dalam. menggilas atau menfreis bentuk logam yang dipotong dalam jumlah yang terus menerus meningkat. seperti dilukiskan dalam gambar 4. kebiasaan ini selanjutnya dibenarkan. gambar bentangan harus diperlihatkan untuk meyediakan informasi yang perlu guna membuat pola untuk memudahkan memotong bentuk yang diinginkan dari logam lembaran. Gambar Bukaan Pipa Silindris Yang Bersilangan Gambar 30 Bukaan Pipa Silindris Yang Bersilangan P.44. Pola juga dipakai dalam pemotongan batu sebagai pedoman untuk membentuk muka yang tak teratur.

. Juga banyak dipertimbangkan praktis lainnya telah diabaikan dengan sengaja.Gambar 31 Pembentangan Prisma Sekalipun dalam pengolahannya nyata logam lembaran. guna menghindari bingungnya mereka yang baru mulai. ekstra logam harus disediakan untuk tumpangan (lap) pada kampuh. namun dalam bab ini tidak akan diperlihatkan tenggang (allowance) pada gambar bentangan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful