Cerpen dan Unsur Intrinsiknya

Luka Oden
Wiwin pArlina “Satu, dua, tiga.” Mulut kecil Oden menghitung kepingan logam yang perlahan dimasukannya ke dalam celengan tanah miliknya. “Tiga ratus!” Oden sumringah, dielusnya sayang celengannya. Kemudian dengan perlahan dimasukannya ke dalam kotak berkas yang dipungutnya di tempat sampah, hati-hati seklai seperti membelai bayi. Saat Oden menggoyangkan kotak bekas itu, maka suara keping logam yang beradu menjadi sumber suara di dalam gubuk itu, dan bagi Oden suara-suara itu merupakan suara paling indah melebihi suara penyanyi dangdut yang dulu pernah didengarnya. Detik itu menjadi kegembiraan Oden. Namun detik berikutnya kesenangan itu terganggu, bocah itu merasa ada sesuatu yang jatuh dikepalanya. Diusapnya basah, ini artinya air, hujan! Oden segera mengambil beberapa kaleng bekas cat yang biasa disusun semacam pyramid, benar-benar kaleng multidungsi! Dengan cetakan diletakannya kaleng itu pada titik-titik rawan gubuknya. Setelah selesai, Oden duduk diatas tikar tidurnya sambil memperhatikan air yang jatuh ke kaleng, bunyi jatuhnya nyaring mengganggu sekali, mala mini sepertnya ia tidak bisa tidur. Hujan, sebenarnya Oden benci hujan. Keadaani ni akan membuatnya kelaparan sedikit lebih lama, karena bibinya pasti tidak akan sudi susah-susah menyambanginya saat hujan. Sejak awal Oden sudah diperlakukan berbeda, gubuk yang ditempatinya sengaja dibangun untuk mengatur jarak dengan keluarganya. Masih diingatnya dengan sangat jelas suara-suara yang mengingingkannya dirinya menjauh. “Anak haram membawa sial, empat puluh rumah dari sini!” “Anak jadah pembawa petaka” “Anak jadah pembawa onar” “Anak jadah…” “Anak haram..” “Dosa…” “Petaka…” “Sial…” Entah apalagi yang mereka katakan, karena semakin Oden melangkah pergi, suara-suara itu kian sayup. Bila disuruh memilih, Oden lebih baik dipukul ibunya dan ditendang ayahnya. Setidaknya, artinya bila itu terjadi ia mempunyai orang tua. Oden berjanji tidak seperti malin kundang yang durhakan pada ibunya. Bocah berusia 6 tahun itu mempunyai seribu janji pada Tuhan apabila ia bertemu dengan ibunya. Tapi seribu sayang, tak ada satupun kisah ibunya yang sesuai dengan telinga kecilnya. Oden layaknya selebritis, terkenal di kalangan ibu-ibu penggosip, namun tak kalah tenar di warung-warung pinggri desa, banyak yang Oden dengar tentang ibunya, versi tentang sejarah kelahiranya pun beragam, kata orang-orang, ibunya itu orang gila yang bunting diperkosa orang mabuk, tapi beredar pula berita bahwa ibunya orang gila yang dijadikan bulan-bulanan oleh

Waktu : Malam hari ketika hujan Suasana : Dingin. Keluarga. ada yang mengatakan laki-laki yang menggagahi ibunya masih anggota keluarga. merembes ke pembuluh darah dekat hati. Bila uang dalam celengannya itu sudah cukup ia akan langsung pergi ke tempat impiannya itu. merindukan putting susunya. Oden semakin merapatkan tubuhnya. … Oden. Mengingat itu. Angin segar. tetangga : Tidak bijaksana. Ah. bersiaplah untuk terjaga…. SELESAI Unsur-Unsur Intrinsik: Meupakan unsur-unsur yang terdapat di dalam karya sastra. Memang terkadang mimpi itu indah. lebih menyakitkan disbanding perlakuan kasar pada fisik. membuat Oden hidup dalam ruang imajinasinya sendiri. (Antagonis) Latar : Tempat : Gubuk. mimpi. Selagalas. perutnya merasa melilit. kotor dan menjijikan! Hanya satu kabar bagus yang menyentuh gendang telinganya. memprihatinkan. Bahkan. Tapi. benar-benar sendiri. air mulai merembes ke lantai tanah dan gubuk Oden becek. Selagalas. Sekarang. mereka seperti belatung-belatung yang berpesta di atas bangkai tikus. syahdu dan benar-benar nikmat. Benar-benar beban mental bagi pikiran sederhana anak seusia Oden. pemimpi. : Oden : tegar. tetaplah bermimpi. Inilah impian Oden. keluarga. hangat. meresahkan. rupanya kaleng-kaleng itu sudah penuh.. tempat yang dilihat sebagai suatu istana dalam imajinasinya. perlahan Oden tertidur. Oden menekuk tubuhnya dan sedikit menekan perutnya yang kian sakit. lupa. Bibi. lembut begitu lembut. tubuh kurus itu menggigil. yang beradu. suara air yang jatuh ke dalam kaleng juga sudah tidak terlalu nyaring. oden sperti mendengar suara kepingan logam. pekerja keras. tujuan dari segala usahanya. lupa… Dalam tidurnya Oden tersenyum. ia mulai lupa akan hujan. tetaplah berusaha! Tema Alur Tokoh Perwatakan Tokoh . Oden tersenyum kecut. Ia seperti mendengar nyanyian bidadari. : Kerasnya Kehidupan : Maju : Oden. Dibesarkan dalam lingkungan di mana orang-orang selalu mencibirnya. (Protagonis) Bibi. pedesaan. Sudut Pandang : Orang ketiga Gaya Bahasa : Baku Amanat : 1. Ini lebih menyakitkan dibanding sakit dan cacatnya tubuh. mencekam. ini benar-benar angin segar bagi Oden. ia tahu keberadaan ibunya.preman kampong. Anak itu jijik melihat ibu-ibu penggosip. sneyum hangat layaknya anak dalam buaian ibu. Yang sejak itu merindukan buaiannya. tempat yang dianggap tujuan hidupnya. tidak baik. Tetangga. Tiba-tiba Oden meringis. Seburuk apapun keadaan kita. meningkatkan adrenalin. sedangkan hujan di luar semakin deras.

Lelaki tua itu tiba-tiba tersentak mendengar klakson bis yang membangunkannya dari lamunan masa lalunya. mati di jalan Illahi sebagai bunga bangsa. Jangan berbicara sembarangan. hujan turun dengan derasnya. Ia mengeluarkan sebuah map berwarna merah yang ia bungkus dengan kresek berwarna hitam dan menyerahkannya kepada si petugas kelurahan. Apa yang anda lakukan sekarang akan berdampak pada kehidupan anak cucu anda nanti. Kata si petugas kelurahan sambil menyerahkan kembali map merah milik kakek. tetaplah menjadi positif walaupun tidak ada orang yang mendukungmu! 4. Bagaimanapun keadaan orang tua kita. sementara si kakek sedang mengusahakan pengobatan gratis bagi istrinya tersebut. Si petugaspun langsung memeriksa satu per satu isi map merah milik kakek tadi. pantas saja perutnya merasa . sudah lebih dari sejam ia duduk menunggu disana namun ternyata semua itu sia-sia. Bapak harus meminta surat keterangan tidak mampu dari ketua RT dan RW.2. Ternyata dari tadi lelaki tua itu berteduh di depan warung sate. Maka berbuat baiklah! Veteran Tua Seorang lelaki tua menyandarkan sepeda bututnya di parkiran balai desa. itu artinya ia harus lebih berhatihati lagi. Lelaki tua itu tetap berusaha tersenyum. 3. Satu jam sudah ia duduk mengantri di tempat itu. Si kakek memutuskan untuk berteduh di emperan toko karena tak ingin map yang dibawanya tersebut menjadi basah dan rusak. Ia kembali menuju sepeda onthel tuanya yang diparkir diantara beberapa mobil dan sepeda motor. Kakek tua yang sehari-hari bekerja sebagai kuli panggul di pasar itu dulunya adalah seorang pejuang kemerdekaan. Karena bagaimanapun juga. Tapi sayangnya sang istri sekarang sedang sakit keras dan dirawat di rumah sakit. Dan benar saja. tapi kematian teman-temannya tersebut tidaklah sia-sia. sudah banyak pengalaman pahit manis yang dialaminya. “Maaf pak. 5. mereka semua mati syahid. tapi syarat-syarat bapak kurang lengkap. Tetaplah tegar. Mereka semua adalah para syuhada. mereka tetap orang tua kita. Tiba-tiba anngin berhembus semakin kencang. Ia telah kehilangan banyak sekali teman-teman seperjuangannya. tetaplah berbakti kepada mereka. suara petir mulai terdengar dan awanpun berubah menjadi hitam tanda akan turun hujan. baru bapak bisa kembali lagi kesini. karena bisa jadi apa yang kita bicarakan itu belum benar serta menyakiti perasaan orang lain. Karena baru saja datang. Tak terasa ternyata ia telah berada di jalan raya. Kakek itu sekarang tinggal bersama istrinya di kolong jembatan setelah rumah mereka digusur polisi seminggu lalu. tibalah kakek itu di antrian paling depan. Beberapa saat kemudian. lelaki itu akhirnya duduk di antrian paling belakang.

” Kata si dokter yang tak bisa menyembunyikan rasa sedihnya. Televisi itu sedang menyiarkan seorang berpakaian jas hitam rapi dengan mengenakan dasi sedang berpidato di sebuah ruangan yang kelihatannya sangat mewah. Lelaki tua itu pun tersenyum. tubuhnya bergetar hebat. ia mendapati bahwa kamar sudah dalam keadaan kosong. Pintu kamarpun dalam keadaan terkunci sehingga tak bisa dibuka. namun ia sadar ia harus pergi sekarang. Istri bapak sudah meninggal sejam yang lalu. Bila ia dan temanteman seperjuangannya dulu gagal mengusir penjajah. Dalam hati ia berpikir bahwa mungkin istrinya telah sembuh sehingga dipindahkan ke tempat lain oleh dokter. Keesokan harinya dua buah gundukan tanah baru muncul di kuburan. Si kakek pun menanyakan kepada dokter tadi dimana istrinya sekarang berada. padahal kakek itu yakin ia tidak salah kamar. map merah yang dibawanya jatuh dari pegangan tangannya. baru ia akan berangkat lagi untuk mengurus surat keringanan ke ketua RT dan RW. Entah kenapa kakek itu selalu merasa tak tenang setiap jauh dari istrinya. ia merasa bangga karena perjuangannya dulu saat mengusir kompeni dari tanah airnya tidaklah sia-sia. Ia ingat bahwa terakhir ia makan sudah sejak tadi malam. Yang satu bertuliskan . Pandangannya pun menjadi semakin kabur dan perlahan menjadi gelap gulita. Sekilas ia menengok ke dalam warung sate tadi. Saat sampai di depan kamar tempat istrinya dirawat. Si lelaki tua itu menebak bahwa orang yang sedang muncul di televisi tadi pastilah seorang pejabat negerinya. Sesampainya di rumah sakit kekek tua itu memarkirkan sepedanya dan langsung bergegas menuju kamar tempat istrinya dirawat. Ia akan memastikan dulu bahwa istrinya tak membutuhkan bantuannya. Dalam hati ia bertanya. Namun untuk memastikan. Dokter pun menatap wajah si kakek dengan mata berkaca-kaca. Si kakek pun sekarang sudah tak ingat apa-apa lagi. Sejenak ia berpikir merenungi kata-kata pejabat itu. siapa sebenarnya yang tidak punya nasionalisme. Kakek tua itu kemudian mengalihkan pandangannya ke televisi yang dari tadi di setel oleh seorang pedagang kaset yang berjualan tak jauh darinya. sedangkan sekarang sudah jam dua lebih. orang itu mengatakan bahwa rakyat di negerinya sudah kehilangan rasa nasionalisme. lelaki tua itu kembali mengayuh sepedanya. mungkin mereka tak akan bisa menikmati suasana seperti ini. Istrinya di rumah sakit pasti sudah menunggunya dan hujan pun kini telah reda. di dalamnya banyak orang sedang makan dengan lahapnya. rakyat negerinya atau para pejabat itu? Apakah pejabat yang bernasionalisme adalah pejabat yang makan kekenyangan saat rakyatnya mati kelaparan? Apakah pejabat yang nasionalis adalah para pejabat yang bebas liburan keliling dunia saat rakyat di negerinya antri bbm hingga berhari-hari? Atau pejabat yang punya banyak mobil mewah saat rakyatnya berdesakan di gerbong kereta api? Pertanyaan-pertanyaan tersebut terus memenuhi pikirannya.semakin lapar. “Maaf pak. Si kakek pun meneteskan air matanya. rakyat dinegerinya juga dikatakan sudah kehilangan rasa cinta terhadap tanah airnya. kami sudah berusaha sebisa kami tapi ternyata Allah berkehendak lain. Dalam pidatonya. si kakek mencari seorang dokter yang tadi pagi memeriksa keadaan istrinya.

4. Negara dimana selama ini ia bekerja. negeri dimana kayu dan batu bisa jadi tanaman. . jam dua siang. istri dari sang veteran pejuang. Beberapa jam lagi ia akan berjumpa kembali dengan suaminya. ramah. Suasana: sedih. MARTINI Oleh: Kurniawan Lastanto wanita itu bernama Martini. penyabar. rindu dan haru. Meskipun sang veteran miskin itu sekarang telah tiada. 6. Istri : setia. Namun di negerinya. yang ketika ia tinggalkan masih berusia tiga tahun. 3. Amanat : Tetaplah sabar dan tetap berjuang sesulit apapun keadaan. Penokohan :   Kakek Tua : pekerja keras. dapat kita tentukan unsur-unsur intrinsik yang membangun cerita pendek tersebut. yaitu: Unsur Intrinsik 1. Dari contoh cerpen diatas. Alur : Gabungan (maju dan mundur) 5. emperan toko. Waktu: siang hari. banyak yang rela bekerja keras membanting tulang memeras darah hanya sekedar untuk makan sekali sehari. Sedangkan nisan yang satunya lagi bertuliskan Pariyem binti Ngatijo. Mereka semua. Sudut Pandang : Orang ketiga serba tahu. Tema : Perjuangan 2. seorang veteran tua yang sehari-hari bekerja sebagai kuli panggul. mas Koko dan putranya Andra Mardianto. setelah tiga tahun ia meninggalkan kampung halamannya yang berjarak tiga kilometer dari arah selatan Wonosari Gunung Kidul. para rakyat di negeri itu.Darsono bin Atmo. rumah sakit. Latar :    :Tempat: kantor balai desa. mengharukan. Didalam benak Martini berbaur rasa senang. yang dibangun oleh suaminya dengan uang yang ia kirimkan dari arab Saudi. penyabar. Kini ia kembali menginjakkan kakinya di lndonesa. Ia membayangkan putranya kini telah duduk dibangku sekolah dasar mengenakan seragam putih – merah dan menmpati rumahnya yang baru. masih banyak orang yang bernasib sama bahkan lebih tragis darinya.

“ mana rumah baru yang mas koko bangun seperti yang ada difoto yang mas koko kirimkan tiga bulan yang lalu. Ia tidak ingin suuzon dengan suaminya. ia berharap diterminal pulogadung ia bisa langsung menemukan bus tersebut dan membawanya ke wonosari dengan nyaman. “Andra aku ini ibumu. “mungkin hal ini disebabkan karena kedatanganku yang memang terlambat tiga hari dari jadwalkepulangan yang direncanakan sebelumnya. Sama keadaanya dengan tiga tahun lalutatkala ia meninggalkan rumah tersebut. Majikannya adalah seorang karyawan disalah satu perusahaan minyak disana. Sangatlah beruntung bagi Martini mempunyai majikan yang sangat baik. Oleh karena ia tidak tahu dimana pool bus maju lancar terdekat dari bandara soekarno-hatta. Kalau begitu syukurlah. atau tiba – tiba menjadi bahan pemberitaan di media massa tanah air karena sisa hidupnya yang sudah ditentukan oleh vonis hakim untuk bersiap menghadapi tiang gantungan atau tajamnya logam pancung yang kemudian membuat kedubes RI.” Madosi sinten mbak?” Tanya seorang bocah berusia 6 tahun yang tak lain adalah andra yang muncul dari balik pintu. mas…! Andra…! Mbok…!” Beberapa saat kemudian barulah pintu yang terbuat dari kayu glugu tersebut terbuka. Atau disiksa. martini telah sampai didepan rumahnya. Yang ia lihat hanyalah rumah tua tanpa berubahan sedikitpun. akan tetapi ia tidak melihat seorang saudara atau kerabatpun yang ia kenal. Ia ketuk perlahan – lahanpintu rumahnya. karena ia tidak memberitahukan kedatangannya melalui telepon sebelumnya. andra dan ibunyayang telah renta. kecuali kandang sapi didekat rumahnyayang kini telah kosong. bahkan dalam tiga tahun ia bekerja. sudah lupa ya. Namun bingung dan pertanyaan muncul dalam benaknya. Namun dengan segera ia membuang jauh – jauh pikiran tersebut. digilas dibawah setrikaan bersuhu lebih dari 110 derajat celcius. Sempat terbersit rasa iri dan kecewa ketika ia menyaksikan beberapa rekanannya yang dijemput dan disambut kedatangannya oleh orang tua. Deplu dan Depnaker kelimpungan dan tampak lebih sibuk. putranya. Dan pikiran ini malah membuatnya merasa bersalah. Namun tidak ada seorangpun yang muncul membukakan pintu “kulo nuwun. rumah yang merupakan warisan ayahnya. Hal ini membuatnya selalu teringat putranya sendiri dan menambah semangat dalam bekerja. ia telah dua kali melaksanakan umroh dengan biaya sang majikan. Tanpa ia sadari. Ia bekerja sebagai seorang pembantu rumah tangga di El Riyadh dengan tugas khusus mengasuh putra sang majikan yang sebaya dengan Andra.” pikirnya mencoba huznuzon. Tidak jarang seorang TKW pulang ketanah airnya dalam keadaan hamil tanpa jelas siapa ayah sang janin yang dikandungnya. Apakah ia membeli tanah ditempat lain dan membangunnya disana.Martini adalah seorang tenaga kerja wanita yang berhasil diantara banyak kisah mengenai tenaga kerja wanita yang nasibnya kurang beruntung. anak atau suami mereka. yang ia huni bersama mas koko. Apakah bapakmu tidak menceritakan ihwal kedatanganku?” ucap martini balik . karena badannya sekarang sudah terlalu letihuntuk perjalanan panjangyang ditempuh dari arab Saudi. Akhirnya ia memutuskan untuk menuju terminal pulogadung dengan taksi bandara.” pikirnya huznuzon. Dengan cermat Martini memperhatikan sekeliling.

atau apakah mas koko malah meninggalkan dirinya dan menikah dengan wanita lain?” “ah Ia tidak mencoba mungkin. kalau kamu memang Sementara itu martini sudah bersiap untuk mendengarkan tidak dengan seksama penuturan sabar. kamu tahukan simbok buta huruf. dimana dia. ia mengangkat kaki dan tiduran di atas amben. Dua bulan lalu mereka menikah dan meninggalkan andra bersama simbok. Jangan lupa the hangatnya diminum dulu. anakku simbok di sini baik – baik saja. Keadaan dalam rumahpun tidak tampak ada perubahan yang berarti. marah “mengapa simbok tidak melaporkannya ke pak kadus dan pak kades. dimana letak rumah barunya. sedangkan kamu adalah anakku satu – satunya. sebaiknya kamu ngaso dulu. Mau minta tolong kepada siapa lagi. dimana mas koko. ia tampak berpikir – piker sejenak. Kamu tidak mempunyai saudara yang bisa simbok mintai tolong untuk mengirimkan penuturan surat kepadamu. Sebentar ya. “oh. ia andra sedih masih kelas dan 1 SD”. Mendengar ibunya. Mendengar pertanyaan itu. diikuti oleh andra . “Martini ya. menemui “maaf Mbok. Martini masuk kedalam rumah dan duduk diatas amben yang terletak disudut ruangan depan. Namun tetap saja ia tidak dapat memejamkan matanya.” ujar martini membuka kembali percakapan. Mau mengirim surat kepadamu simbok tidak bisa. lalu berdiri dan mengambil segelas air putih dingin dari kendi. Setelah menikmati segelas the hangat. Sedangkan suamimu sendiri dan istri . tiba – tiba air muka ibu martini berubah. Kau pasti capek setelah melakukan perjalanan jauh. sedang ayahmu sudah tiada. andra bangunkan mbah dulu. Namun sampai saat ini simbok belum mendapatkan jawabannya. Tanya martini. nanti akan simbok ceritakan.bertanya. “bagaimana keadaan simbok disini?”. langsuung menangis. simbok hanyalah wanita yang sudah renta. Wanita itu adalah tetangga barunya. apakah dia merantau ke Jakarta untuk turut mencari nafkah diperantauan. Letaknya didusun sebelah sana. nanti simbok ceritakan di mana suamimu berada. Martini menurut saja apa yang dikatakan ibunya. ngomong – ngomong mas koko dimana mbok?” Tanya martini.” terdengar suara tua khas ibu martini sedang setengah berlari keluar dari kamarnya. “ tiga bulan lalu rumah yang dibuat suamimu atas biaya dari kamu sudah jadi. “Ayah? Kedatanagn ibu? Oh mari masuk. Ibu martini tampak kembali berfikir sejenak. dan beliaupun sudah berjanji untuk membantu simbok. Wah – wah anakku sudah datangdari perantauan. menyambut kedatangan anaknya.” ujar Andra sambi l berlari menuju kearah kamar neneknya. Tini. Pikirannya tetap melayang memikirkan suaminya .” bangkit pikirnya lalu kembali ibunya berusaha yang untuk sedang tetap memasak huznuzon. tini sudah kangen dan ingin berbicara dengannya. Tentu saja simbok marah besar kepadanya. dan uang yang simbok pegangpun pas – pasan.” saran ibu martini. kamu sendiri bagaimana. martini sedangkan anakmu. “ oh mengenai suamimu. seraya memperhatikan keadaan didalam rumah yang ia huni sejak kecil tersebut. tini?” “saya baik – baik saja mbok. kalut. “ minumlah air putih ini agar kamu lebih tenang. membawakan segelas the hangat. Namum apa daya. namun sejak itu pula kesengsem sama seorang wanita.” ibunya. dipawon.

penurut. kini kasar dan beringasan. di rumah hasil jerih payahnya selama tiga tahun merantau di Arab Saudi. rumah namun ibunya tetap tersebut.d i mana tahu Mbok. Namun dengan kuat Martini mencoba melepaskan tangannya dari dekapan tetangganva itu. maafkan simbok. ya Koko bajingan itu. Hal ini pasti karena Martini telah mengetahui perbuatan suaminya..Andra tetapi mengapa kau tega memanfaatkanku. ingatlah kepada Gusti Allah.. di mana rumah baru itu berada?” wajah ibunya terlihat ketakutan. simbok tidak berfikir sampai kesitu.. Kamu mau menjadi anak durhaka? Ing atlah kamu kepada Tuhan. Apalagi ia sekarang tinggal bersama istri barunya. Koko tampaknya tidak menghiraukan kedatangannya.. tiba – tiba muncul kembali di dusun itu dengan tingkah laku yang berubah 180 derajat. yang kemudian terduduk menangis mendengar ucapan pedas anaknya tersebut. dari pada mau merusak kebahagiaan kami.. menyusuri jalan dengan muka merah Padam. “Buat apa aku bekerja jauh-jauh mencari uang di Arab Saudi demi kamu dan." terdengar Martini terisak. mana Koko. Kurang apa aku?” Mendengar teriakan Martini. Martini yang dulunya lembut.. kalau belum mendingan kamu mati saja sekarang. Mereka kebingungan menyaksikan ulah Tini yang sudah tidak mereka lihat selama tiga tahun. tampak tak peduli denagn suara – suara miring para tetangga. Tini ya. “Hei . Segera saja mereka mengejar dan mencoba menenangkan Martini. Namun kemudian mereka segera menyadari."teriak Martini sambil berjalan membabi buta. Tini akan cari sendiri rumah itu. ia tidak tahu apa yang akan dilakukan anaknya dalam keadaan kalut di sana apabila ia "Mbok. “Duh Gusti. dapat berbuat begitu kejam terhadapnya..Nak.” t eriak Martini seraya meninggalkan ibunya yang sangat bersedih. berusaha untuk tetap inga t kepada Yang Maha Kuasa. Dan untuk lapor ke KUA. Bukan begitu . yang berusaha mengejarnya namun kemudian jatuh tersungkur di halam depan rumahnya karena tidak mampu lagi mengeiarnya. keluar dari rumahnya. teganya kamu menuduh ibumu seperti itu. paringono sabar.. Bahkan istri barunya itu terlihat dengan mesranya berdiri disamping koko yang meletakkan keduavtangannya dipinggang koko. .barunya . Bagaimana bisa. bajingan sialan. menggunakan uangku untuk membuat rumah dan tinggal di sana bersama istri barumu.” Suara letak Martini semakin tinggi. siapa kamu. Apakah ia telah gila? Apakah yang telah terjadi terhadap dirinya di Arab saudi? Apakah ia Dianiaya sebagaimana sering terdengar berita di media massa mengenai TKW yang disiksa?. "Mbok.” “Diam Tini. Itu lebih baik.. . Pikrannya kacau balau. diam. Kenapa kamu kesini? Ini rumahku bersama mas koko.N ak" Kalimat itu muncul dari mulut ibunya. Bukannya kamu sudah mati.” tambah ibunya dengan suara yang terdengar bergetar. suami yang begitu ia cintai dan ia percaya..”Kenapa simbok tidak mau membertihu. kontan para tetangga di sekitar situ segera berhamburan ke luar rumah. Apakah Simbok merestuinya?_Apakah simbok mendukungnya? Apakah Simbok membela bajingan itu dari pada saya anakmu sendiri? Apakah..” hei. Dan saat itu pula ia melihat suaminya. “ya sudah kalau Simbok tidak mau memberitahu...

penyesalan.Keuletan dan kesabaran dalam bekerja akan membuahkan hasil yang baik . Dengan tidak hati-hati ia menaiki anak tangga yang menuju kedalam rumah baru itu.” Dekapan tetangga yang memegang Martini akhirnya lepas. "Alhamdulillah ya.apa. Ia terpeleset dari dua anak tangga dan jatuh terjerembab tak sadarkan diri. artini. . karena husnudzon mencerminkan akhlak serta budi pekerti yang baik.pekerja keras.Ha. mengapa kau tega me nipuku. hal ini di tunjukan dari penjelasan tokoh. Perwatakan : Tokoh utama(martini) : wataknya yang sabar. Dan kau koko.kebahagiaan Amanat : -Seharusnya suami bertanggungjawab untuk mencari nafkah bagi anak dan istrinya -Jangan dulu bersikap su’udzon kepada seseorang bila belum ada buktinya . ... Mau turun di mana Mbak. pada mimpinya timbul suatu pertentangan yang berlanjut ke konflik(klimaks) dilanjutkan dengan antiklimaks dan pada akhir cerita terdapat penyelesaian. bertanggung jawab terhadap keluarga.. Ini sudah sampai di wonosari.mas koko?” ujar wanita yang ada disebelah koko sambil mengalungkan tangan kanannya dileher koko dengan lembutnya. Dasar bajingan. Hal ini jelas membuat tini makin marah. “hai . tidak tahu diri.penggambaran fisik tokoh serta tanggapan tokoh lain terhadap tokoh utama Tokoh pembantu : Mbok : sabar Andra : patuh terhadap orang tua Mas koko : tidak bertanggung jawab terhadap keluarga Sudut pandang : orang ketiga Mood/suasana hati : kecurigaan. tetapi pada pertengahan cerita suasana yang timbul Menegangkan karena adanya konflik yang timbul ketika tokoh utma bermimpi Plot/alur : alur cerita itu adalah alur maju(episode) karena jalan cerita dijelaskan secara runtut. meninggalkanku hanya untuk menikahi wanita keparat ini. Koko adalah suamiku." terdengar sayup-sayup suara pemuda "Astaghiirullaahaladzlm “ Ya Mbak yang .. itu ”Apakah benar ini wonosari?" Tanya Martini memastikan seraya mengarahkan pandangannya keluar jendela. ”Mbak – Mbak bangun Mbak. UNSUR INTRINSIK   Tema : percayalah pada niat baikmu Latar : Tempat : dalam bis(dalam perjalanan) dan di kampung Waktu : tiga tahun setelah kepergian martini ke Arab Saudi Suasana : diawal cerita suasana yang timbul basa saja.kecemburuan." gelisah dekat Tanya tidurnya" ujar M pemuda Martini. kemudian si tokoh bermimpi.kesabaran.?..Allah terima kasih. belum sampai bamboo itu mengenai sasaran. Pada awal cerita diawali dengan pengenalan tokoh.lembut . Secepat kilat ia mengayunkanbambu itu ke arah mereka berdua. wanita murahan. ia kehilangan keseimbangan.Selalu berniat baik untuk mendapatkan ridho Allah swt      UNSUR EKSTRINSIK  Nilai moral : Dalam cerpen tersebut terdapat kandungan nilai moral yaitu seseorang haruslah bersikap huznudzon terhadap sesama manusia. Dengan cepat Martini meraih sebuah bamboo yang tergeletak di bawah pohon nangka dan berlari menuju kearah koko dan istri barunya. Ya ini adalah daerah yang telah tiga tahun ia tinggalkan. Namun malang. sepertinya dari tadi duduk W Mbak di onosari. dasar kau." batin Martini bahagia.

bahwa yang wajib mencari nafkah untuk keluarganya adalah suami. susahnya mencari uang dinegeri orang. sedangkan dia sendiri tidak bekerja. jadi ia harus bertanggungjawab terhadap keluarganya. hal ini rupanya sudah banyak terjadi di masyarakat. Bahwa kebanyakan orang yaitu wanita pergi merantau ke negeri orang demi membantu perekonomian keluarga seperti menjadi TKW. sehingga tidak jarang pula orang-orang yang menjumpai hal tersebut. Karena suami adalah pemimpin dalam rumah tangga. Nilai Sosial-budaya : cerita pada cerpen tadi mempunyai kaitan yang sangat erat dengan kehidupan kita sehari-hari. Namun. . sedangkan suaminya menunggu dirumah. untuk dikirimi uang dari istrinya tanpa berpikir . Tetapi. hal ini bertolakbelakang dengan budaya serta tradisi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful