P. 1
Visi Pelayanan Konseling

Visi Pelayanan Konseling

|Views: 2|Likes:
Published by Lucya Pratama
bimbingan konseling
bimbingan konseling

More info:

Published by: Lucya Pratama on Apr 03, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/18/2013

pdf

text

original

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Visi Profesi bimbingan dan konseling Visi Profesi bimbingan konseling adalah berkembangnya potensi, bakat, dan minat peserta didik secara optimal serta tumbuhnya kemandirian dan kebahagiaan peserta didik yang berguna bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat. Cara Mengembangkan Aktivitas,Kreativitas,dan Motivasi Peserta Didik yaitu : 1) Memberikan kesempatan dan waktu yang leluasa kepada siswa untuk mengeksplorasi dan melakukan pekerjaan terbaiknya dan jangan mengintervensi pada saat mereka justru sedang termotivasi dalam menyelesaikan tugas-tugasnya secara produktif 2) Menciptakan lingkungan kelas yang menarik dan mengasyikkan., sehingga siswa merasa penasaran dan tergoda pemikirannya, berikan kesempatan pada siswa untuk melakukan kontemplasi 3) Menyediakan dan menyajikan secara melimpah berbagai bahan dan sumber belajar yang menarik dan bermanfaat bagi siswa. 4) Menciptakan iklim kelas yang memungkinkan siswa merasa nyaman, serta memberikan kepada siswa untuk mengelola belajarnya sesuai dengan minat,karakteristik dan tujuannya. 5) Mengembangkan rasa percaya diri pada siswa dan mengurangi rasa takut 6) Memberi kesempatan kepada seluruh siswa untuk berkomunikasi ilmiah secara bebas terarah 7) Melibatkan siswa dalam menentukan tujuan belajar dan mengevaluasinya 8) Memberikan pengawasan yang tidak terlalu ketat dan otoriter 9) Melibatkan mereka secara aktif dan kreatif dalam proses pembelajaran secara keseluruhan. 10) Meperhatikan perkembangan rasa harga diri siswa 11) Mengembangkan pembelajaran dengan pendekatan yang holistik dan humanistik untuk mendukung perkembangan kepribadiannya 12) Mengupayakan mengembangkan seluruh potensi siswa untuk membangun dan menunjang kesehatan mental 13) meningkatkan potensi intelektualnya 14) Mengembangkan metode pembelajaran untuk meningkatkan potensi dan minat siswa dalam belajar dan berpikir kritis. 15) Memusatkan perhatian pada siswa misalnya ;pembelajaran dimulai dengan yang tidak rasional kemudian berkembang menuju penemuan dan pemecahan masalah secara rasional. Apa yang harus dilakukan di atas sepertinya sulit untuk dilakukan, Namun paling tidak guru harus dapat menciptakan suasana belajar yang kondusif yang mengarah pada situasi tersebut.
3

aturan siswa beserta sanksinya memang perlu ditegakkan untuk mencegah sekaligus mengatasi terjadinya berbagai penyimpangan perilaku siswa. yang merentang dari kategori ringan sampai dengan berat. keluarga. Penanganan siswa bernasalah melalui pendekatan disiplin merujuk pada aturan dan ketentuan (tata tertib) yang berlaku di sekolah beserta sanksinya. sebab – sebab.2 Misi Profesi bimbingan dan konseling Sejalan dengan visi bimbingan dan konseling misi bimbingan konseling difokuskan kepada : 1) Misi pendidikan.formal. Upaya untuk menangani siswa yang bermasalah. Di sekolah sangat mungkin ditemukan siswa yang yang bermasalah. Bimbingan konseling dapat mengentaskan. Berbeda dengan pendekatan disiplin yang memungkinkan pemberian sanksi untuk menghasilkan efek jera. serta lembaga lainnya kearah perkembangan optimum melalui strategi upaya pengembangan individu. dan lingkungan sekitar peserta didik. serta kondisi tertentu sesuai dengan dinamika perkembangan masyarakat. justru kepentingan utamanya adalah bagaimana berusaha menyembuhkan segala penyimpangan perilaku yang terjadi pada para siswanya. Dengan pelayanan bimbingan dan konseling akan diperoleh pemahaman tentang diri peserta didik berserta permasalahannya. menyelesaikan masalah peserta didik. Pemahaman tentang masalah yang dihadapi peserta jenis masalahnya. 3) Misi pengentasan masalah. Pemahaman tentang peserta didik tidak hanya mengenal secara pribadi peserta didik tentang kekuatan dan kelemahannya. yaitu membantu dan memfasilitasi pengentasan masalah individu peserta didik mengacu kepada kehidupan sehari – hari efektif. sangkut paut. yaitu mendidik peserta didik dan warga masyarakat melalui pengembangan perilaku efektif – normative dalam kehidupan keseharian dan yang terkait dengan masa depan. Pendekatan melalui Bimbingan dan Konseling. dunia usaha. Mengembangkan segala hal positif pada peserta didk sehingga peserta didik lebih menghargai dan mensyukuri hidupnya. Sebagai salah satu komponen organisasi sekolah. keluarga. dan industry. penanganan siswa bermasalah 4 .2. Pelayanan konseling dapat membuka jalan terang untuk menyelesaikan maslah. instansi. dan masyarakat atau memfasilitasi perkembangan individu peserta didik didalam satuan pendidikan formal dan non. khususnya yang terkait dengan pelanggaran disiplin sekolah dapat dilakukan melalui dua pendekatan yaitu: (1) pendekatan disiplin dan (2) pendekatan bimbingan dan konseling. Sebagai lembaga pendidikan. dan kemungkinan berrkembangnya. intensitasnya. dengan menunjukkan berbagai gejala penyimpangan perilaku. 2) Misi pengembangan. yaitu memfasilitasi pengembangan potensi dan kompetensi peserta didik didalam lingkungan sekolah. latar belakang. dimana dibutuhkan kesanggupan dari peserta didik untuk menyelesaikan dengan mandiri.

Persoalan mengeluarkan siswa merupakan wewenang kepala sekolah. Jika tanpa intervensi Bimbingan dan Konseling. keinginan untuk melanjutkan sekolah. maka sangat mungkin siswa yang bersangkutan akan meninggalkan sekolah dengan dihinggapi masalah-masalah baru yang justru dapat semakin memperparah keadaan. tetapi lebih mengandalkan pada terjadinya kualitas hubungan interpersonal yang saling percaya di antara konselor dan siswa yang bermasalah. sehingga setahap demi setahap siswa tersebut dapat memahami dan menerima diri dan lingkungannya. mungkin tindakan yang akan diambil sekolah adalah berusaha memanggil orang tua/wali siswa yang bersangkutan dan ujung-ujungnya siswa dinyatakan dikembalikan kepada orang tua (istilah lain dari dikeluarkan). Jika hanya mengandalkan pendekatan disiplin. Secara visual. serta hal-hal positif lainnya. sementara tata tertib sekolah secara tegas menyatakan untuk kasus demikian. Tetapi dengan intervensi Bimbingan dan Konseling di dalamnya. 5 . diharapkan siswa yang bersangkutan bisa tumbuh perasaan dan pemikiran positif atas masalah yang menimpa dirinya. kedua pendekatan dalam menangani siswa bermasalah dapat dilihat dalam bagan berikut ini: Sebagai ilustrasi. dan tugas Guru BK/Konselor hanyalah membantu siswa agar dapat memperoleh kebahagiaan dalam hidupnya. serta dapat mengarahkan diri guna tercapainya penyesuaian diri yang lebih baik.melalui Bimbingan dan Konseling justru lebih mengutamakan pada upaya penyembuhan dengan menggunakan berbagai layanan dan teknik yang ada. keinginan untuk tidak berusaha menggugurkan kandungan yang dapat membahayakan dirinya maupun janin yang dikandungnya. Dalam kasus ini bukan berarti Guru BK/Konselor yang harus mendorong atau bahkan memaksa siswa untuk keluar dari sekolahnya. misalnya secara sadar menerima resiko yang terjadi. siswa yang bersangkutan harus dikeluarkan. meski ujung-ujungnya siswa yang bersangkutan tetap harus dikeluarkan dari sekolah. Penanganan siswa bermasalah melalui Bimbingan dan Konseling sama sekali tidak menggunakan bentuk sanksi apa pun. misalkan di suatu sekolah ditemukan kasus seorang siswi yang hamil akibat pergaulan bebas.

malas. seperti: membolos. Kasus ringan dibimbing oleh wali kelas dan guru dengan berkonsultasi kepada kepala sekolah (konselor/guru pembimbing) dan mengadakan kunjungan rumah. kesulitan belajar. perkelahian dengan senjata tajam atau senjata api. berpacaran. Kasus sedang dibimbing oleh guru BK (konselor). ahli hukum yang sebelumnya terlebih dahulu dilakukan kegiatan konferensi kasus. kesulitan belajar pada bidang tertentu. kecanduan alkohol dan narkotika. seperti: gangguan emosional berat. pelaku kriminalitas. 6 . mencuri kelas ringan. Dapat pula mengadakan konferensi kasus. polisi. Willis (2004) mengemukakan tingkatan masalah berserta mekanisme dan petugas yang menanganinya. seperti: gangguan emosional. minum minuman keras tahap awal.Saat ini paradigma pelayanan Bimbingan dan Konseling lebih mengedepankan pelayanan yang bersifat pencegahan dan pengembangan. pelayanan Bimbingan dan Konseling terhadap siswa bermasalah tetap masih menjadi perhatian. dengan perbuatan menyimpang. dokter. mencuri kelas sedang. siswa hamil. berpacaran. berkelahi antar sekolah. Penanganan siswa bermasalah melalui pendekatan Bimbingan dan Konseling tidak sematamata menjadi tanggung jawab guru BK/konselor di sekolah tetapi dapat melibatkan pula berbagai pihak lain untuk bersama-sama membantu siswa agar memperoleh penyesuaian diri dan perkembangan pribadi secara optimal. dengan berkonsultasi dengan kepala sekolah. minum minuman keras tahap pertengahan. Kasus berat dilakukan referal (alihtangan kasus) kepada ahli psikologi dan psikiater. guru dan sebagainya. Sofyan S. 3) Masalah berat. perlu diingat bahwa tidak semua masalah siswa harus ditangani oleh guru BK (konselor). Dalam hal ini. percobaan bunuh diri. melakukan gangguan sosial dan asusila. Dalam hal ini. berkelahi dengan teman sekolah. 2) Masalah sedang. polisi. karena gangguan di keluarga. sebagaimana dalam bagan berikut : 1) Masalah ringan. ahli/profesional. bertengkar.

2. yaitu membantu dan memfasilitasi pengentasan masalah individu peserta didik mengacu kepada kehidupan sehari – hari efektif.BAB III KESIMPULAN Berdasarkan pembahasan pada bab II. Visi Profesi bimbingan konseling adalah berkembangnya potensi. dan masyarakat.formal. instansi. serta lembaga lainnya kearah perkembangan optimum melalui strategi upaya pengembangan individu. dunia usaha. yaitu memfasilitasi pengembangan potensi dan kompetensi peserta didik didalam lingkungan sekolah. dan masyarakat atau memfasilitasi perkembangan individu peserta didik didalam satuan pendidikan formal dan non. dapat disimpulkan : 1. keluarga. 7 . keluarga. 3) Misi pengentasan masalah. keluarga. dan minat peserta didik secara optimal serta tumbuhnya kemandirian dan kebahagiaan peserta didik yang berguna bagi diri sendiri. Misi bimbingan konseling difokuskan kepada : 1) Misi pendidikan. dan industry. bakat. 2) Misi pengembangan. serta kondisi tertentu sesuai dengan dinamika perkembangan masyarakat. yaitu mendidik peserta didik dan warga masyarakat melalui pengembangan perilaku efektif – normative dalam kehidupan keseharian dan yang terkait dengan masa depan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->