P. 1
BAB 1 Konstruksi Mesin.doc

BAB 1 Konstruksi Mesin.doc

|Views: 214|Likes:
Published by RA Firmansyah
materi kuliah
materi kuliah

More info:

Published by: RA Firmansyah on Apr 03, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/07/2015

pdf

text

original

Politeknik Negeri Malang

Bab 1: Konstruksi dan Komponen Mesin
Pendahuluan
Mesin bakar diesel dan bensin internal terbuat dari komponen utama yang dibutuhkan agar mesin bekerja. Sebelum kita dapat mendiskusikan bagaimana mesin bekerja , dirasa perlu untuk mengidentifikasi komponen-komponen tersebut. Bagian ini akan memperkenalkan kepada anda masing-masing komponen utama dan menjelaskan fungsinya dalam sebuah mesin.

Mesin Bakar Internal
Mesin bakar internal adalah sebuah mesin yang membakar fuel(fuel) didalam engine. Pada awal pengembangan mesin terdapat mesin bakar internal dan eksternal. Sekarang, semuanya adalah mesin bakar internal. Keduanya adalah Mesin bakar internal diesel(solar) dan Mesin bakar bensin.

Gambar 1: Cylinder block

Engine

Diktat Kuliah

1

Politeknik Negeri Malang

Cylinder block
Pada mesin modern Cylinder block adalah cast metal block yang menjadi rumah bagi cylinder dan crankcase. Pada mesin yang lebih kecil Cylinder block dapat dipisahkan dari crankcase. Cylinders dan crankcase ditunjukkan dalam gambar 2. Fungsi Fungsi dari Cylinder block adalah sebagai berikut : • • • • • • • Memberikan silinder penutup bagi piston untuk bergeser turun dan naik. Memberikan tempat bagi Crankshaft untuk berputar. Memberikan tempat bagi Camshaft untuk berputar. Memberikan jalan Lintasan bagi sirkulasi air yang membuang panas dari mesin. Memberikan jalan Lintasan bagi sirkulasi oli yang digunakan untuk melumasi part yang bergerak. Memberikan struktur kokoh yang dapat menahan tekanan dan gaya tinggi yang dihasilkan oleh proses pembakaran. Memberikan titik pengikat bagi komponen mesin yang lain seperti Cylinder head dan sump.

Konstruksi (lihat gambar 2) Semua Cylinder blocks harus cukup kuat untuk menjaga kelurusan (alignment) dari seluruh komponen mesin tanpa mempertimbangkan torsi dan gaya kompresi yang dihasilkan mesin. Cylinder block terbuat dari sejumlah cylinder bores (1) yang memberikan permukaan yang halus bagi piston untuk bergerak ke atas dan ke bawah. Water-jackets (2) yang memberikan ruang dalam Cylinder block dimana air pendingin dapat bersirkulasi untuk membuang panas. Camshaft follower guides (3) yang memberikan tempat bagi Camshaft followers untuk bergerak ke atas dan ke bawah. Ribs (4) yang dituang ke dalam Cylinder block untuk memberikan kekuatan. Camshaft bearings (5) ditempatkan untuk menopang Camshaft. Oil passageway(saluran oli) (6) berupa lubang dalam Cylinder block yang memudahkan aliran oli dan melumasi part yang bergerak. Crankcase (7) berupa area terbuka dibawah cylinder bores dimana Crankshaft berputar. Crankshaft Main bearings (8) ditempatkan untuk menopang Crankshaft.

Engine

Diktat Kuliah

2

Politeknik Negeri Malang

1 2 3 4 5 6 7 8

1 2 3

Cylinder bore Water jacket Camshaft follower guide

4 5 6

Strengthening rib Camshaft bearing Oil passageway

7 Crankcase (garis putus) 8 Crankshaft Main bearing

Gambar 2: Komponen Cylinder block

Gambar 3 menunjukkan pandangan eksternal yang dimunculkan pada Cylinder block dengan empat silinder (1). Water passageway(saluran air) (2) terhubung water jacket ke Cylinder head dan memudahkan air sistem pendingin untuk bersirkulasi melalui mesin. Cylinder block (3) hanya satu buah. Main bearings (4) digunakan untuk menopang Crankshaft pada bagian bawah Cylinder block. Main bearing caps (5) dibaut ke bagian bawah Cylinder block dengan baut (bolts) (6) dan menahan Main bearings (4) dan Crankshaft di tempatnya.

Engine

Diktat Kuliah

3

Politeknik Negeri Malang

1

2

3

4

5

6

Direproduksi seijin Toyo Kogyo Company Ltd. Hak cipta dilindungi undang-undang.

1 2

Cylinder (1 dari 4) Water passageway (1 dari beberapa)

3 4

Cylinder block Main bearings (1 dari 5 sets)

5 6

Main bearing cap (1dari 5) Main bearing cap bolt

Gambar 3: Pandangan Muncul pada Cylinder block

Engine

Diktat Kuliah

4

Politeknik Negeri Malang

Metode dan Material Konstruksi Cylinder block dibuat dengan proses disebut casting(cetak/tuang), yang mana cetakan pasir dibuat dan Besi tuang cair atau alumunium cair dituangkan ke dalam cetakan dan dibiarkan dingin . Ketika logamnya dingin , cetakan pasir dilepas menyisakan cetakan kasar kemudian dikerjakan dengan mesin menjadi hasil akhir Cylinder block. Semua silinder dicetak ke dalam satu Cylinder block menghasilkan konstruksi satu biji. Cylinder block mesin diesel dan mesin bensin dibuat dari besi tuang. Beberapa Cylinder blocks mesin bensin Kendaraan ringan(LV) dibuat dari aluminium

Cylinder head

Gambar 4: Cylinder head Cylinder head menyekat bukaan bagian atas pada silinder mesin atau engine bore. Silinder ini juga meliputi katup dan peralatan pengoperasian katup untuk memudahkan aliran masuk(intake) fuel atau udara dan pelepasan gas buang(Exhaust). Jumlah Cylinder heads pada mesin bervariasi ukuran dan konfigurasi mesinnya. Beberapa mesin mempunyai sebuah Cylinder head untuk masing-masing silinder. Secara umum, satu Cylinder head digunakan untuk menutupi sejumlah silinder. Masing-masing Cylinder head biasanya meliputi Valve guides, Valve seats, combustion chambers(ruang bakar) dan water jackets. Juga termasuk sejumlah lubang dan titik pemasangan untuk berbagai macam komponen mis., inlet dan exhaust manifold.

Engine

Diktat Kuliah

5

Politeknik Negeri Malang

Fungsi Fungsi dari Cylinder head adalah memberikan : • Ruang bakar yang menyekat menutupi bagian atas pada masing-masing silinder dimana udara dan fuel dapat dibakar( pada kebanyakan mesin bensin dan beberapa mesin diesel). Struktur yang kokoh dapat menahan tekanan dan temperatur yang tinggi yang dihasilkan oleh proses pembakaran. Jalan lintas untuk sirkulasi air yang membuang panas dari mesin. Jalan lintas untuk sirkulasi oli yang digunakan untuk melumasi part yang bergerak. Inlet port memudahkan campuran udara dan fuel pada mesin bensin dan udara pada mesin diesel memasuki silinder. Exhaust port memudahkan gas buang dilepaskan dari silinder. Valve seat untuk Inlet Valve dan Exhaust Valve. Valve guides untuk Inlet Valve dan Exhaust Valve. Lokasi pemasangan untuk busi(spark plug) (hanya untuk mesin bensin). Lokasi pemasangan fuel injector (Mesin diesel dan mesin bensin sistem injeksi fuel). Titik pengikatan untuk komponen mesin yang lain seperti inlet manifold dan exhaust manifold.

• • • • • • • • • •

Konstruksi (Lihat Gambar 5) Cylinder head melaksanakan sejumlah fungsi vital didalam mesin , yang berarti bahwa mempunyai struktur yang cukup rumit. Cylinder head terbuat dari lubang baut (bolt holes) (1) yang digunakan untuk membaut Cylinder head ke Cylinder block. Push rod holes (2) dimana batang tekan pada peralatan katup bergerak naik dan turun. Valve guides (3) yang menjaga agar inlet dan Exhaust Valves tetap lurus. Threaded hole(lubang ulir) (4) yang digunakan untuk membaut rocker shaft support posts (rocker shaft adalah bagian dari peralatan katup yang akan didiskusikan nanti). Inlet ports (5) sebagai saluran masuk(inlet) gas memasuki silinder. Exhaust ports (6) sebagai saluran gas buang meninggalkan silinder. Combustion chamber(ruang bakar) (7) sebagai tempat campuran udara dan fuel dibakar. Perlu dicatat bahwa dalam mesin bensin , ruang bakar ditempatkan dalam Cylinder head seperti terlihat. Exhaust Valves (8) mengijinkan gas buang meninggalkan silinder. Inlet Valves (9) mengijinkan gas inlet memasuki silinder. Flat Cylinder head (10) yang ditemukan pada beberapa mesin diesel yang mempunyai ruang bakar pada bagian atas piston. Exhaust Valve seat (11) yang memberikan dudukan gas yang ketat untuk Exhaust Valves. Inlet Valve seat (12) memberikan dudukan gas yang ketat untuk untuk Inlet Valves.

Engine

Diktat Kuliah

6

Politeknik Negeri Malang

1

2

3

4

5

6

7

8

9

1 0

1 1

1 2

Petrol engine aluminium cylinder head

Diesel engine cast iron cylinder head

1 2 3 4

Bolt holes (2 dari 13) Push rod holes (2 dari 8) Valve guides (2 dari 8) Threaded holes(1 dari 4)

5 Inlet ports (1 dari 4) 6 Exhaust ports (1 dari 4) 7 Combustion chamber 8 Exhaust Valve

9 10 11 12

Inlet Valve Flat Cylinder head Inlet Valve seat Exhaust Valve seat

Gambar 5: Part Komponen pada Cylinder head

Engine

Diktat Kuliah

7

Politeknik Negeri Malang

Metode dan Material Konstruksi Cylinder head juga dibuat dengan proses casting(cetak/tuang) dan dapat dibuat dari besi tuang atau aluimunium. Mesin diesel dan beberapa mesin bensin mempunyai cylinders heads besi tuang. Penggunaan aluminium untuk Cylinder head mesin bensin Kendaraan ringan(LV) adalah sangat umum. Permukaan Cylinder head yang menyekat bukaan bagian atas dari silinder mesin dan engine bore dikerjakan dengan mesin berkualitas tinggi. Hal ini untuk menciptakan permukaan yang halus pada Cylinder head gasket yang dipasang diantara Cylinder head dan Cylinder block.

Piston assembly
Gambar 6: Piston assembly Fungsi Fungsi dari Piston assembly adalah untuk: • Memberikan rangkaian mekanik meluncur(sliding) dengan gas padat yang mentransmisikan power yang dihasilkan dalam ruang bakar dihubungkan ke Connecting rod. Memberikan alur bagi penempatan Piston Rings. Memberikan titik ikatan bagi Connecting rod.

• •

1 2 3 4 6 5

1 2

Piston crown Compression ring grooves

3 4

Oil control ring groove Skirt

5 6

Oil drain drillings Gudgeon pin bosses

Engine

Diktat Kuliah

8

Politeknik Negeri Malang

Gambar 7: Penampang piston Konstruksi (Lihat Gambar 7) Piston harus dapat menahan panas dan tekanan yang dibangkitkan dalam ruang bakar, menghentikan setiap tekanan gas yang lolos dari ruang bakar dan mentransmisikan power yang dibangkitkan dalam ruang bakar ke Connecting rod. Berbagai fitur konstruksi dari piston mampu melaksanakan fungsi-fungsi tersebut. Piston assembly terdiri atas crown (1) yang harus menahan panas dan tekanan yang dibangkitkan dalam ruang bakar. Compression ring grooves (2) yang memberikan tempat untuk dua atau lebih ring kompresi. Oil control ring grooves (3) yang memberikan tempat untuk ring spesial yang dirancang untuk membersihkan oli dari cylinder bore. Skirt (4) yang memberikan permukaan bantalan bagi piston untuk bergerak meluncur naik dan turun pada cylinder bore. Oil drain drilling’s (5) yang menguras oli dari ring control oli menuju ke dalam piston. Gudgeon pin boss (6) yang memberikan permukaan bantalan bagi Connecting rod gudgeon pin. Piston dihubungkan ke Connecting rod dengan pin. Pin tersebut disebut 'piston pin' atau 'gudgeon pin'. Ini akan memudahkan piston berputar disekitar Connecting rod. Piston Ring ditambahkan ke piston untuk menciptakan sekatan(seal) yang ketat antara piston dan silinder. Akan tetapi Piston Ring tidak dapat mencegah piston bergerak naik dan turun sepanjang silinder.

Engine

Diktat Kuliah

9

Politeknik Negeri Malang

Metode dan Material Konstruksi Kebanyakan piston terbuat dari alloy aluminium tuang dan kemudian dikerjakan dengan mesin untuk menghasilkan komponen yang siap pakai. Piston Ring terbuat dari besi tuang dan gudgeon pin dari steel alloy.

Connecting rod

Gambar 8: Connecting rod Connecting rod disebut sesuai namanya, karena berupa batang yang menghubungkan dari piston ke Crankshaft. Connecting rod mempunyai sebuah bearing kecil pada salah satu ujungnya disebut small end bearing dan menghubungkan gudgeon pin pada piston. Pada ujung yang lain adalah bearing dengan terbelah besar atau dua buah yang disebut big end bearing dan menghubungkan ke Crankshaft. Fungsi Fungsi dari Connecting rod adalah untuk: • • • Memberikan permukaan bantalan untuk menghubungkan ke gudgeon pin pada piston. Memberikan permukaan bantalan untuk menghubungkan ke Crankshaft. Mentransmisikan power yang dipakai ke piston , dari piston menuju Crankshaft.

Engine

Diktat Kuliah

10

Politeknik Negeri Malang

Konstruksi (lihat Gambar 9) Connecting rod harus sangat kuat untuk menahan gaya yang diberikan kepadanya . Khususnya ditujukan untuk gaya bending dan mempunyai penampang berbentuk ‘H’ untuk menahan gaya tersebut. Connecting rod terbuat dari
1 2 3

1 Dua buah big end bearing

2

‘H’ section rod

3 Satu buah small end bearing

Gambar 9: Parts dari Connecting rod Metode dan material Konstruksi Connecting rod pada umumnya terbuat dari baja tempa yang diproses dengan mesin untuk menghasilkan komponen siap pakai . Penempaan menggunakan cetakan yang memiliki dua belah dan sebuah baja padat yang dipanaskan dengan temperatur sangat tinggi kemudian dimampatkan dalam cetakan dibawah tekanan yang tinggi untuk membuat bentuk yang diinginkan. Dalam beberapa kasus , aluminium alloy digunakan untuk mengurangi berat, tetapi ini hanya untuk digunakan pada kendaraan ringan dan mesin mesin racing.

Engine

Diktat Kuliah

11

Politeknik Negeri Malang

Crankshaft

Gambar 10: Crankshaft Crankshaft adalah poros besar yang ditempatkan dibawah silinder dalam Cylinder block. Ini adalah komponen berat yang berputar pada kecepatan tinggi. Crankshaft didukung oleh beberapa bearing dalam Cylinder block dan mempunyai beberapa komponen lain yang terikat kepadanya. Fungsi Fungsi dari Crankshaft adalah untuk: • • • • • • • Memberikan titik pengikat bagi piston dan Connecting rod assembly. Mengkonversi gerakan piston bolak- balik(naik dan turun) menjadi gerakan putar. Memberikan titik pengikat bagi Flywheel. Mentransmisikan power yang dikembangkan dalam ruang bakar ke Flywheel. Memberikan jalan lintas bagi sirkulasi oli yang digunakan untuk melumasi part yang bergerak. Memberikan titik pengikat bagi Camshaft timing gear. Memberikan titik pengikat bagi Crankshaft pulley.
Diktat Kuliah

Engine

12

Politeknik Negeri Malang

Power yang dihasilkan dalam semua ruang bakar ditransmisikan ke Crankshaft oleh piston dan Connecting rod. Piston dan Connecting rod bergerak dalam garis lurus naik dan turun cylinder bore dalam tipe gerakan yang disebut bolak-balik. Crankshaft mengkonversi gerakan bolak-balik menjadi gerakan putar dan mentransmisikan ke Flywheel. Konstruksi (Lihat Gambar 11) Crankshaft harus cukup kuat untuk menahan gaya yang sangat besar yang ditempatkan padanya dan hasilnya adalah komponen berat. Crankshaft terbuat dari titik pengikat bagi Flywheel (1). Sejumlah Main bearing (2) dimana Crankshaft didukung ketika berputar. Titik pengikat untuk timing gear (3) yang mengendalikan Camshaft. Titik pengikat bagi Crankshaft pulley (4) yang mengendalikan komponen mesin yang lain. Big end bearings (5) dimana Connecting rod berputar pada Crankshaft. Oil passageways (6) memberikan jalan bagi sirkulasi oli menuju Main bearing dan big end bearings.

1

2

3

4

5

6

1 2

Titik pengikat untuk Flywheel Main bearing

3 4

Pengikat untuk timing gear Titik pengikat untuk Crankshaft pulley

5 6

Big end bearings Oil passageways

Gambar 11: Part komponen pada Crankshaft Metode dan material konstruksi Crankshaft terbuat dari baja tempa. Setelah proses penempaan Crankshaft harus diproses dengan mesin dan diberi perlakuan untuk memberikan kualitas permukaan bantalan yang tinggi agar memudahkan perputaran Connecting rod dan Crankshaft dalam Cylinder block. Passageways juga dibor melalui Crankshaft antara main journal(lintas utama) dan big end journal(lintas akhir yang besar) untuk memudahkan sirkulasi oli.

Engine

Diktat Kuliah

13

Politeknik Negeri Malang

Camshaft

Gambar 12: Camshaft Camshaft dikendalikan dari Crankshaft dengan menggunakan timing chain, timing belt atau gear. Camshaft juga disebut sesuai namanya karena berupa poros yang mempunyai sejumlah bentuk cam(sisir) atau oval padanya (lihat Gambar 13). Ini digunakan untuk mengoperasikan mekanisme katup yang membuka dan menutup Inlet Valve dan Exhaust Valve. Fungsi Fungsi Camshaft adalah untuk : • • • • • • • Mengoperasikan mekanisme katup yang membuka dan menutup Inlet Valve dan Exhaust Valve. Mengoperasikan fuel injectors (hanya untuk mesin diesel). Mengoperasikan pompa pemindah sistem fuel (beberapa mesin). Memberikan gear kendali untuk mengoperasikan distributor ignition (hanya mesin bensin). Memberikan gear kendali untuk mengoperasikan pompa lubrikasi (beberapa mesin). Memberikan permukaan bantalan bagi Camshaft untuk berputar. Memberikan titik pengikat untuk Camshaft drive gear.

Engine

Diktat Kuliah

14

Politeknik Negeri Malang

Konstruksi (lihat Gambar 13) Camshaft mempunyai beban yang relatif ringan yang diberikan padanya dan tidak harus mempunyai kekuatan pada Crankshaft atau Connecting rod. Camshaft terbuat dari cams (1) yang mempunyai bentuk oval khusus , bentuk ini dirancang untuk mengangkat atau mendorong ke atas sekali dalam setiap putaran. Titik pengikat untuk Camshaft drive gear (2). Satu cam (3) untuk masing-masing pasang dari Inlet Valve dan Exhaust Valve pada mesin : Mungkin terdapat satu atau lebih Inlet Valve dan Exhaust Valve per silinder. Camshaft seperti ditunjukkan pada Gambar 11 mempunyai delapan cam, empat inlet cam dan empat exhaust cam sehingga ini adalah Camshaft untuk mesin dengan empat silinder. Bearing surfaces (4) dimana Camshaft berputar pada bearing yang ditekan kedalam Cylinder block.
1

2

3

4

1 2

Cam Titik pengikat untuk Camshaft drive gear

3 4

Cams Bearing surfaces

Gambar 13: Part Komponen pada Camshaft Metode dan material konstruksi Camshaft ditujukan untuk beban kejut pada cam dengan mekanisme pengoperasian Valve. Camshaft dapat dibuat dengan tuang(casting) atau penempaan(forging) dan kemudian diproses dengan mesin untuk memberikan komponen siap pakai. Karena beban kejut pada cam , mereka diperkeras dengan proses yang disebut perlakuan panas(heat treatment), Proses ini dikerjakan dengan memanasi masing-masing cam pada temperatur tinggi dan kemudian mencelupkannya ke dalam air . Hasilnya adalah permukaan yang keras yang dapat menangani beban kejut tanpa menimbulkan keausan yang berlebih.

Engine

Diktat Kuliah

15

Politeknik Negeri Malang

Gambar 14: Konfigurasi Camshaft Konfigurasi (lihat Gambar 14) Terdapat dua tempat dalam mesin dimana Camshaft dapat ditempatkan, pada sisi samping Cylinder block atau pada bagian atas Cylinder head. Apabila Camshaft ditempatkan pada sisi samping Cylinder block dikatakan Camshaft yang konvensional dan mengoperasikan Valve melalui Push rod dan Rocker arms (sering disebut overhead Valve). Apabila Camshaft ditempatkan pada bagian atas Cylinder head dikatakan sebagai overhead Camshaft dan mengoperasikan Valves secara langsung atau melalui Rocker arms. Jumlah Camshaft yang digunakan pada mesin bervariasi tergantung pada ukuran dan konfigurasi mesin. Beberapa susunan overhead Camshaft menggunakan dua Camshaft dan mesin dengan dua bank silinder akan mempunyai satu untuk masing-masing 'bank'. Catatan : Mesin dengan silinder yang dirancang dalam dua bank didiskusikan pada bagian berikutnya.

Overhead camshaft

Conventional camshaft

Valves dan Valve operating gear
Inlet Valve dan exhaust engine Valves dibuka dan ditutup oleh Camshaft dan Valve operating gear(peralatan operasi valve). Inlet Valve mengijinkan udara pada mesin diesel dan mesin bensin injeksi fuel untuk memasuki masing-masing silinder, atau udara dan campuran fuel pada karburator mesin bensin memasuki masing-masing silinder mesin. Exhaust Valve mengijinkan gas buang untuk lolos dari masing-masing silinder mesin. Valve dijaga tetap tertutup dengan pegas kumparan yang kuat . Cam follower, Push rod dan Rocker arm digunakan untuk mengoperasikan masing-masing Valve pada mesin dengan Camshaft konvensional, Akan tetapi pada mesin dengan overhead Camshaft Valve selalu dioperasikan langsung oleh Camshaft atau melalui Rocker arm.

Engine

Diktat Kuliah

16

Politeknik Negeri Malang

Gambar 15: Valves dan operating gear Fungsi Fungsi dari Inlet Valve dan Exhaust Valve adalah untuk : • • • Mengijinkan gas saluran masuk(inlet) memasuki silinder. Mengijinkan gas buang meninggalkan silinder. Memberikan sekat yang kedap gas ketika udara dan fuel sedang dibakar dalam ruang bakar.

Fungsi dari Valve operating gear adalah untuk : • Membuka dan menutup Inlet Valve dan Exhaust Valves pada saat yang tepat dalam siklus pengoperasian empat langkah atau dua langkah. Catatan : Siklus pengoperasian empat dan dua langkah didiskusikan pada Bagian 3.

Konstruksi (lihat Gambar 16) Valves dan Valve operating gear terbuat dari Cam follower atau Valve lifter (1) yang ditekan naik dan turun oleh Camshaft. Cam follower atau Valve lifter mempunyai tempat istirahat(recess) yang dangkal sebagai tempat dudukan Push rod (2) dan juga didorong naik dan turun oleh Camshaft. Valve adjusting mechanism (4) mempunyai sebuah stud dengan sebuah ball end yang mengulir kedalam Rocker arm (3) dan sebuah lock nut. Ball end dari stud menempati bagian atas pada Push rod (2). Sebuah Rocker arm (3) berputar pada rocker shaft (5) ketika Cam follower dan Push rod bergerak naik dan turun. Valve cap atau retainer (6) menahan Valve spring (7) pada Valve (8). Rocker arm (3) mendorong Valve (8) turun dan Valve spring (7) mengembalikan Valve kembali menempati dudukannya. 17

Engine

Diktat Kuliah

Politeknik Negeri Malang

4 3 2 5 6 7 1 8

1 2 3

Cam follower or lifter Push rod Rocker arm

4 5 6

Valve clearance adjustment Rocker shaft Valve cap atau retainer

7 8

Valve springs Valves

Gambar 16: Part komponen dari Overhead Valve Material dan metode Konstruksi Cam follower dibuat dengan cetakan(casting) dan diproses dengan mesin untuk mengahasilkan komponen yang siap pakai. Push rod dibuat dengan penempaan(forging) dan masing-masing ujungnya dikeraskan untuk menahan beban kejut(shock loading). Rocker arms dibuat dengan cetakan (casting) dan bagian ujung yang menekan pada Valve dikerasi(disepuh). Valves ditempa dari alloy steel berkualitas tinggi karena Valve head harus tahan terhadap temperatur tinggi dan beban kejut. Valve spring terbuat dari baja pegas berkualitas tinggi untuk menghasilkan gaya pegas yang diperlukan untuk menjaga agar Valves tertutup.

Engine

Diktat Kuliah

18

Politeknik Negeri Malang

Vibration damper
Ketika udara dan fuel dibakar didalam sebuah mesin , gaya puntir yang besar diberikan ke Crankshaft. Gaya tersebut memberikan getaran membahayakan yang dapat menyebabkan kerusakan bagi komponen mesin. Sebuah pemberat dipasang dengan karet yang besar diikatkan ke Flywheel dapat menyerap getaran tersebut dan menghilangkan resiko kerusakan dan disebut dengan Vibration damper.

Gambar 17: Vibration damper Fungsi Fungsi dari Vibration damper adalah untuk menyerap segala getaran yang dihasilkan oleh gaya puntir yang diberikan pada Crankshaft. Konstruksi (lihat Gambar 18) Vibration damper terbuat dari counterweight (2) yang dipasang ke Crankshaft pulley (1) dengan sebuah rubber ring insert (3). Keseluruhan assembly dibaut ke Crankshaft (4).

Engine

Diktat Kuliah

19

Politeknik Negeri Malang

1

2

3

4

1 2

Crankshaft pulley Counterweight

3 4

Rubber ring insert Crankshaft

Gambar 18: Part Komponen dari Crankshaft Vibration damper

Cylinder liner
Cylinder liners digunakan dalam Cylinder block untuk membentuk permukaan sangat licin bagi piston untuk bergerak naik dan turun. Cylinder block yang terbuat dari besi tuang atau aluminium berkualitas rendah tidak harus mempunyai kekerasan atau kualitas yang diperlukan. Cylinder liners terbuat dari besi tuang berkualitas tinggi bisa ditekan dengan kuat kedalam Cylinder block atau ditahan pada posisinya oleh Cylinder head. Ada dua tipe cylinder liner: kering dan basah. Perbedaan diantara keduanya dibahas berikut ini.

Engine

Diktat Kuliah

20

Figure 7: An overhead camshaft assesmbly

Politeknik Negeri Malang

Gambar 19: Cylinder liner Dry liner Dry liner (lihat Gambar 20 dan 21) adalah silinder logam yang ditekan kedalam Cylinder block dan tidak mempunyai kontak dengan sistem pendingin. Liner tersebut terpasang dengan pas di dalam Cylinder block dan setiap terjadi panas harus dipindahkan dari liner dan melalui Cylinder block menuju sistem pendingin. Alasan dinamakan dry liner adalah karena tidak mempunyai kontak apapun dengan cairan dalam sistem pendingin.

Dry cylinder liner

Wet cylinder liner

Gambar 20: Cylinder liner tipe basah dan kering

Engine

Diktat Kuliah

21

Politeknik Negeri Malang

Kerugian dari dry liners adalah bahwa mereka tidak dapat diganti dan ketika mereka telah aus, Cylinder block harus diganti. Dry liners digunakan pada mesin kendaraan ringan(LV) dan beberapa mesin truk kecil dimana usia mesin kira-kira sama usianya dengan usia kendaraan atau truk. Wet cylinder liner Wet cylinder liner (lihat Gambar 20 dan 22) adalah silinder baja yang duduk dalam Cylinder block dan mempunyai kontak langsung dengan cairan dalam sistem pendingin. Liner ini dijaga pada posisinya oleh Cylinder head dan mempunyai seal pada bagian atas dan bagian bawah untuk mencegah cairan sistem pendingin bocor kedalam silinder atau kedalam sump. Keuntungan dari wet liner adalah bahwa liner dapat diganti ketika sudah aus. Wet liners digunakan pada truk yang besar atau pada mesin equipmen pemindah tanah dimana mesinnya harus dilakukan overhaul secara lengkap beberapa kali melalui usia pakai truk atau sebuah equipmen. Fungsi Dry cylinder liner Fungsi dari dry cylinder liner adalah untuk : • • Memberikan permukaan yang sangat licin mengkilap bagi piston untuk meluncur naik dan turun di dalam . Mentransmisikan panas dari silinder menuju sistem pendingin melalui Cylinder block.

Wet cylinder liner Fungsi dari wet cylinder liner adalah untuk : • • • • Memberikan permukaan yang sangat licin mengkilap bagi piston untuk meluncur naik dan turun didalam. Mentransmisikan panas dari silinder langsung menuju sistem pendingin. Dapat diganti apabila aus. Memberikan kedap air antara liner dan Cylinder block.

Engine

Diktat Kuliah

22

Politeknik Negeri Malang

1

2

Konstruksi Dry liner (lihat Gambar 21) Dry cylinder liner hanya berupa tabung tipis sederhana(thin tube) (1) yang mempunyai permukaan yang diproses mesin dengan kualitas tinggi pada bagian dalam dan ditekan ke dalam Cylinder block (2). Satu liner ditekan kedalam masing-masing lubang (bore) dalam Cylinder block, sekali dipasang liner menjadi permanen

1

Dry cylinder liner

2

Cylinder bore dalam block

Gambar 21: Dry liner Wet liner (lihat Gambar 22) Wet liner lebih tebal dari dry liner karena dinding dari Cylinder block tidak mendukungnya. Wet liner (1) ditempatkan kedalam tempat istirahat(recess) dari Cylinder block (4) yang mempunyai sambungan langsung menuju sirkulasi sistim pendingin. Seal dipasang ke alur(grooves) (2) dan (3) dalam liner untuk menghentikan kebocoran cairan coolant menuju silinder atau sump. Ketika Cylinder head dibaut , dia menekan dan menahan liner dengan kuat pada posisinya. Metode dan material Konstruksi Besi tuang berkualitas tinggi pada umumnya banyak digunakan baik dry liner maupun wet cylinder liners. Terdapat beberapa tingkatan kualitas besi tuang. Cylinder block terbuat dari besi tuang yang memiliki kualitas cetakan dan kulaitas proses mesin tetapi tidak akan cocok sebagai cylinder liner. Cylinder liners adalah cetakan dari besi tuang kualitas tinggi yang lebih keras dan mempunyai kualitas keausan yang baik.

Engine

Diktat Kuliah

23

Politeknik Negeri Malang

1

2

3

4

1 2

Wet cylinder liner Groove untuk sealing ring

3 4

Grooves untuk sealing rings Recess dalam Cylinder block

Gambar 22: Wet cylinder liner

Flywheel
Flywheel adalah komponen terbuat dari logam berat yang dipasangkan pada Crankshaft dan utamanya digunakan untuk menjaga putaran Crankshaft ketika tidak ada power yang digunakan untuk memutar Crankshaft. Pada siklus empat langkah terdapat hanya satu daya pukulan setiap detik putaran pada Crankshaft. Ini berarti bahwa pada sebuah mesin silinder tunggal Crankshaft tidak menerima daya untuk memutarnya untuk dua putaran. Catatan: Siklus empat langkah akan dibicarakan dalam Bagian 3. Flywheel dengan bahan yang sangat berat cenderung menjaga putaran dan membawa Crankshaft lebih dari tiga siklus ketika tidak ada power. Hal ini akan menghentikan mesin bergerak perlahan dan menambah kecepatan dan mengurangi beban kejut pada komponen mesin. Flywheel juga ditempatkan dengan nyaman untuk memberikan tempat bagi starter mesin ring gear dan sebuah permukaan bagi kopling(clutch).

Engine

Diktat Kuliah

24

Politeknik Negeri Malang

Gambar 23: Engine Flywheel Fungsi Fungsi dari Flywheel adalah untuk : • Memperhalus lonjakan power yang bila tidak dilakukan dapat menyebabkan perubahan kecepatan yang sangat cepat pada Crankshaft dan menjaga Crankshaft berputar pada kecepatan yang relatif konstan. Memberikan titik pemasangan bagi clutch atau torque converter sehingga power mesin dapat ditransmisikan ke sistim transmisi. Memberikan titik pemasangan bagi starter mesin ring gear sehingga mesin starter dapat memutar mesin dan men-start-nya.

• •

Konstruksi (lihat Gambar 24) Flywheel terbuat dari ring gear (1) yang dipanasi dan ketika menjadi dingin dan menjadi mengkerut pas masuk kedalam lingkaran luar dari Flywheel. gear pada mesin starter menghubungkan dengan ring gear dan digunakan untuk memutar mesin untuk tujuan starting. Torque converter drive gear teeth (2) yang ditempatkan pada permukaan dalam dari Flywheel dan digunakan untuk memberikan kendali (drive) bagi torque converter. Dalam situasi dimana kendaraan atau mesin dipasang dengan clutch maka bagian depan dari Flywheel harus rata. Heavy Flywheel (3) adalah sebuah piringan cakram logam yang besar dan sangat berat dipasang pada engine Crankshaft dengan baut yang melewati lubang baut (bolt holes) (4).

Engine

Diktat Kuliah

25

Politeknik Negeri Malang

Metode dan Material Konstruksi Flywheel dapat dibuat dari besi tuang atau baja tempa dan kemudian diproses mesin untuk memberikan permukaan yang halus yang diperlukan untuk pemasangan ring gear, clutch atau torque converter. Karena sangat berat dan berputar pada kecepatan tinggi , Flywheel juga harus diseimbangkan untuk memastikan bahwa tidak akan menyebabkan getaran apapun.
1 2

3

4

1 2

Flywheel ring gear Torque converter drive gear teeth

3 4

Heavy Flywheel Bolt holes

Gambar 24: Part Komponen Flywheel

Engine

Diktat Kuliah

26

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->