ANALISIS BAHAN BAKU OBAT

Sugijanto

Analisis Farmasi II (KIA – 322)
FAKULTAS FARAMASI UNIVERSITAS AIRLANGGA

BATASAN DAN PENGERTIAN (I)

a. Obat adalah bahan atau paduan bahan-bahan yang digunakan untuk mempengaruhi atau menyelidiki sistem fisiologi atau keadaan patologi dalam rangka penetapan diagnosa, pencegahan, penyembuhan, pemulihan, peningkatan kesehatan dan kontrasepsi (Kep MenKes RI No.47/MenKes/SK/II/1981) b. Obat adalah bahan yang digunakan dalam produk farmasi (pharmaceutical product) yang dimaksudkan untuk mengubah sendi atau menjelajahi sistem fisiologi atau keadaan patologi untuk kepentingan penerima (Worlrd Health Oragnization)

BATASAN DAN PENGERTIAN (II) C. Bahan Farmasetik bahan tambahan yang bukan obat (senyawa kimia bioaktif) yang bersama obat dibuat menjadi produk farmasi Produk Farmasi = Obat (BAHAN BAKU OBAT) + Bahan farmasetik . Produk farmasi adalah bentuk sediaan yang mengandung suatu obat atau lebih bersama-sama dengan bahan lain yang disertakan pada waktu proses pembuatan d.

kapsul. lokal. larutan injeksi dan lain-lain • Bentuk obat dirancang untuk menghasilkan efek tertentu (sistemik. bertarget) .BATASAN DAN PENGERTIAN (III) • Bentuk sediaan (Dosage form) adalah bentuk / wujud suatu produk farmasi yang lengkap. krim. merupakan sarana untuk mengjantarkan molekul obat ke tempat di mana obat tersebut bekerja dalam tubuh • Bentuk obat erat kaitannya dengan cara atau rute dan tempat pemberian obat (tablet. salep. sirup. supositoria.

c. protein. Melengkapi unsur-unsur yang kurang dalam tubuh (misalnya : vitamin. hipofungsi dan hiperfungsi) Detoksifikasi/awa racun dalam tubuh (misalnya antidotum) Membantu diagnostik (misalnya senyawa radio opaque) . e. mineral. hormon. PENGGUNAAN DAN PENERAPAN OBAT Obat digunakan untuk satu atau lebih tujuan berikut : a. g. glukosa dll) Pencegahan suatu penyakit atau infeksi (misalnya vaksin dan sera) Melawan infeksi (misalnya antibiotika. f. antibakteri) Blokade/menghalangi sementara fungsi normal (misalnya anestetika dan kontrasepsi Koreksi terhadap suatu fungsi faal yang terganggu (disfungsi. d. b.II.

III. PERSYARATAN OBAT FARMASI Bahan Baku Obat senyawa kimia aktif Bahan Farmaseutik (bashan pembantu) CPOB PROSES MANUFAKTUR  aman Tidak berlebihan  tidak mengurangi ketersediaan hayati & efek terapi obat Tidak menggangu dalam pengujian dan penetapan kadar obat  aman  berkhasiat  bermutu PRODUK FARMASI  Aman  berkhasiat  bermutu bermutu .

IV.9%) MIKROBA/JAMUR (BIOTEKNOLOGI 6.4%) . SUMBER OBAT-OBATAN (1) EKSTRAK HEWAN EKSTRAK TUMBUHAN (11.7%) SUMBER BIOLOGI (6.3%) OBAT-OBATAN DAN BAHAN FARMASETIK PERTAMBANGAN (MINERAL) (9.1 %) SINTESIS KIMIA (48.1%) (8.

Ekstrak hewan 4. analgetika. heparin.IV. antihistaminika kasi kimia dari bahan alam) 2. vitamin.• Obat-obatan jantung. psikotropika. Sintesis kimia (termasuk modifi. Steroida. enzim • Vaksin dan serum . antibiotika. SUMBER OBAT-OBATAN (II) SUMBER CONTOH 1. Ekstrak tumbuhan 3. tiroid. glikosida • Insulin. pepsin • Insulin. asam empedu. Fermentasi (bioteknologi) 5. Sumber biologi) • Alkaloida.

Bahan baku obat • Bahan utama (yang berkhasiat) dari sediaan obat. bisa sebagai bahan baku obat tunggal maupun campuran • Harus diuji dahulu & memenuhi persyaratan Farmakope • Dibuat pabrik bahan baku atau pabrik farmasi (PMA ataupun PMDN) • Pabrik Farmasi  memenuhi syarat CPOB & mengeluarkan Certificate of Analysis .

kemurniannya tinggi. (2) Kualitas analisis. BP. USP. dll • Bahan baku yang dibuat dengan cara & teknol modern. Japan Pharmacopoeia. diakui Internasional  baku pembanding Internasional • Derajat kemurnian bahan obat: (1) Kualitas baku pembanding. (3) Kualitas Farmasi. .Acuan pengujian & pembanding • Acuan pengujian digunakan standar : Farmakope Indonesia. (4) kualitas teknis.

Baku Pembanding Farmakope Indonesia (BPFI) • • Dibuat dan diedarkan di bawah wewenang Dirjen POM. Lab Industri 4. 1. Lab PT 3. Lab Lembaga Penelitian .l. skr Badan POM Lolos (lulus pengujian) minimal oleh 3 lab yg diakui & ditunjuk oleh pemerintah dan dilakukan terpisah. Lab BPOM 2. a.

maka petunjuk dari etiket baku pembanding yang harus diikuti Bila tidak tercantum kandungan atau potensi dalam etiketnya. maka dianggap 100 % • • • • . maka petunjuk penyimpanan harus tercantum dalam etiketnya Tidak boleh digunakan untuk obat Penimbangan teliti dan seksama Apabila ada perbedaan dengan monografi.Perlakuan khusus baku pembanding termasuk BPFI • • • • Disimpan dalam wadah bersumbat asli Terlindung dari udara lembab Dijauhkan dari sumber panas Apabila diperlukan kondisi penyimpanan khusus.

IV) • Nama Zat: Nama kimia/sinonim. spektra IR • Jarak lebur/titik lebur • Kadar air . spektrum uv-vis. batas kadar. • Pemerian • Kelarutan • Baku pembanding • Identifikasi : secara kimia. BM. rumus bangun. rumus kimia/molekul.Uji/Persyaratan Bahan Baku Obat (FI Ed.

secara konvensional • Wadah dan penyimpanan .• Sisa pemijaran • Cemaran : arsen/logam berat/senyawa organik • Penetapan kadar .secara instrumental .

petugas gudang mengeluarkan quality order ke bag QC untuk dilakukan sampling .Penerapan uji bahan baku & QC Obat di Pabrik Farmasi • PPIC (Planning Production Inventory Control) = Prencanaan Produksi & Pengendalian Persediaan membuat Perencanaan Pembelian Bh Baku. • Bag Purchasing (Pembelian) memesan barang ke supplier • Supllier menyerahkan barang ke bagian Gudang • Bagian Gudang memeriksa kesesuaian antara pemesanan dengan dokumen yang ada • Bila persyaratan sesuai dan lengkap.

maka jumlah wadah yang disampling = √16 + 1 = 5 wadah . maka semua wadah disampling) • Masing-masing wadah diambil X gram sampel pada beberapa titik sampling sesuai prosedur. Ada 16 wadah. untuk bahan penolong setahun 2 kali . (jika n < 5. maka bahan baku dilabeli hijau (release). praf petugas sampling. masukkan botol sampling & beri identitas: nama bahan.Cara sampling • Sampling : √n + 1. tanggal sampling. Wadah bahan yang telah disampling diberi label kuning • Jika hasil sampling memenuhi syarat. nomor wadah. bila tidak memenuhi syarat dilabeli merah (reject) • Retest/uji ulang untuk bahan baku/berkhasiat dilakukan setahun satu kali. (n=jumlah wadah BBk) e.g. jumlah sampling.

.Cara Pengujian • Acuannya Standar Farmakope Indonesia • Standar lain : * USP * BP * Japan Pharmacopoeia * dll.

lab Mikrobiologi.Bagian QC • Untuk memastikan bahwa Bahan. produk & metode dalam proses produksi obat telah memenuhi kriteria yang ditentukan. penimbangan. Unit penanganan limbah. . pengemas. unit validasi dan kalibrasi • QC untuk : bahan baku. produk jadi & penerbitan sertifikat analisis • Kewenangan & tg jawab: meluluskan atau menolah bahan awal. proses pengemasan. • Dilengkapi Lab Analisis Fisikokimia. produk ruahan dan produk jadi. proses produksi obat. proses produksi. produk ruahan. bahan kemas.

Alur penerimaan Bahan Baku Bahan Baku datang No Dokumen OK ? Yes Karantina Disposisi Quality Order ke QC Sampling UJI …OK ? Yes No Bahan baku dikarantina & dilabeli kuning Labeli merah (Reject) Diberi label hijau (release) .

periksa dan signed oleh manajer QC Gudang bh baku (Serah terima dari gudang kpd petugas produksi untuk dilakukan proses produksi) .Alur Pengeluaran Bahan Baku Perintah pembuatan dari PPIC (WO) Periksan dan signed oleh manajer produksi Gudang Bahan Baku Penyiapan Bahan Baku Penimbangan Dilakukan pengawasan slm proses(in proses control) Cek hasil timbang NO ! Yes WO dikirim ke QC.

label & bobot yg ditimbang Diproses menjadi produk yg ditentukan Pengawasan slm proses(in proses control) Produk ruahan & dikarantina Diluluskan QC. Perintah Pengemasan Dilakukan pengemasan Pengawasan slm proses(in proses control) Produk jadi.Alur Proses Kontrol Kualitas Obat Perintah pembuatan Obat Bagian Penimbangan Disiapkan materi & label penimbangan Dikeluarkan oleh PPIC. Siap didistribusikan . Dilakukan Uji Produk Jadi Diluluskan Sertifikat Pelulusan. diperiksa & disetujui oleh Manajer QC & Produksi Dilakukan Pengecekan & pengawasan Kebenaran materi.

Lampiran 4. . Sertifikat Analisis kojic acid dari Sigma.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful