2.

2 Skala Tingkat Nyeri

No RESPON

1

2 Lebih Sebagian memperhatikan perhatian nyeri, sangat pada nyeri, Perhatian sulit dialihkan mudah dialihkan

3

1 Sedikit perhatian pada nyeri, mudah dialihkan

Sedikit tegang, mudah 2 marah, kawatir Sedikit nyeri Tidak ada nyeri 3 Sedikit Perspirasi perspirasi, normal sedikit 4 lembab Mengeluh Berbicara dengan dengan dengkuran tekanan 5 lembut normal Mengatakan Merasa sakit Merasa mual Tidak ingin muntah perut merasa 6 Nausea mual Kaku, tekanan Agak kaku, Sedikit kaku, Rileks, tidak kuat terasa tekanan kuat tekanan yang kaku,Tidak Ketegangan sakit, tegang terasa sakit, sangat kuat tegang agak tegang terasa 7 otot sakit.sedikit tegang Sedikit Percakapan Percakapan Komunikasi komunikasi, baik, sedikit baik, normal Interaksi lebih fokus fokus pada perhatian 8 Sosial pada nyeri nyeri menurun Kening Kening Sedikit Tidak mengerut, mengerut, mengerut mengerut Ekspresi mulut dan gigi mulut dan 9 gigi tidak wajah terkatup,tdk menggeretak terkatup

Tegang, mudah Agak marah, kawatir tegang, mudah Anxietas marah, kawatir Ada nyeri hebat Agak nyeri Verbal Ada perspirasi, Ada Jelas lembab, perspirasi, sedikit Perspirasi Dingin lembab Merintih Merintih dengan keras dengan lembut Suara

0 Tidak ada perhatian pada nyeri, sangat mudah dialihkan Tidak tegang, tidak kawatir

S. Sumber : Marlina Malik (Suyono. S... Lesmana. 2001) Keterangan : 1 – 10 : Nyeri ringan 11 – 20 : Nyeri Sedang 21 – 30: Nyeri Berat Menurut smeltzer. Waspadji.Hanya mapu menggerakan sedikit Aktifitas persendian. 10 Persendian mengganggu aktifitas Fleksi dan Fleksi dan ekstensi ekstensi sakit.G (2002) adalah sebagai berikut : 1) skala intensitas nyeri deskritif 2) Skala identitas nyeri numerik 3) Skala analog visual . sedikit tidak mengganggu maksimal aktifitas Fleksi dan ekstensi normal.. L.C bare B. S. et al.

4-6 : Nyeri sedang : Secara obyektif klien mendesis. sedang atau parah. Alat VDS ini memungkinkan klien memilih sebuah kategori untuk mendeskripsikan nyeri. dapat mengikuti perintah dengan baik. Perawat menunjukkan klien skala tersebut dan meminta klien untuk memilih intensitas nyeri trbaru yang ia rasakan. dapat menunjukkan lokasi nyeri. 7-9 : Nyeri berat : secara obyektif klien terkadang tidak dapat mengikuti perintah tapi masih respon terhadap tindakan. dapat mendeskripsikannya. Namun. makna istilah-istilah ini berbeda bagi perawat dan klien. Skala deskritif merupakan alat pengukuran tingkat keparahan nyeri yang lebih obyektif. Dari waktu ke waktu informasi jenis ini juga sulit untuk dipastikan. Karakteristik paling subyektif pada nyeri adlah tingkat keparahan atau intensitas nyeri tersebut. Skala penilaian numerik (Numerical rating scales. Perawat juga menanyakan seberapa jauh nyeri terasa paling menyakitkan dan seberapa jauh nyeri terasa paling tidak menyakitkan. dapat menunjukkan lokasi nyeri. VDS) merupakan sebuah garis yang terdiri dari tiga sampai lima kata pendeskripsi yang tersusun dengan jarak yang sama di sepanjang garis. Pendeskripsi ini diranking dari “tidak terasa nyeri” sampai “nyeri yang tidak tertahankan”. Klien seringkali diminta untuk mendeskripsikan nyeri sebagai yang ringan.4) Skala nyeri menurut bourbanis Keterangan : 0 :Tidak nyeri 1-3 : Nyeri ringan : secara obyektif klien dapat berkomunikasi dengan baik. tidak dapat mendeskripsikannya. memukul. menyeringai. NRS) lebih digunakan sebagai . tidak dapat diatasi dengan alih posisi nafas panjang dan distraksi 10 : Nyeri sangat berat : Pasien sudah tidak mampu lagi berkomunikasi. Skala pendeskripsi verbal (Verbal Descriptor Scale.

MENGKAJI SKALA NYERI Menurut smeltzer. S. Jakarta : Arcan. Perawatan Nyeri. (2007). Apabila klien dapat membaca dan memahami skala. Anatomi fisiologi untuk siswa perawat. VAS dapat merupakan pengukuran keparahan nyeri yang lebih sensitif karena klien dapat mengidentifikasi setiap titik pada rangkaian dari pada dipaksa memilih satu kata atau satu angka (Potter. Perawat dapat menggunakan setelah terapi atau saat gejala menjadi lebih memburuk atau menilai apakah nyeri mengalami penurunan atau peningkatan (Potter. N. Hlm 1-63 Potter. Skala analog visual (Visual analog scale. sumber Priharjo. Tamsuri. (1997). R (1993).G (2002) adalah sebagai berikut : 1) skala intensitas nyeri deskritif 2) Skala identitas nyeri numerik 3) Skala analog visual 4) Skala nyeri menurut bourbanis . Proses dan Praktik. 1992). Berhasil Mengatasi Nyeri. maka deskripsi nyeri akan lebih akurat. Jakarta : Djambatan. Hlm : 76-80 Ramali. yang mewakili intensitas nyeri yang terus menerus dan pendeskripsi verbal pada setiap ujungnya. Dalam hal ini. Skala deskritif bermanfaat bukan saja dalam upaya mengkaji tingkat keparahan nyeri. mengevaluasi perubahan kondisi klien. tapi juga. 2005). (2005). Jakarta : EGC. Jakarta : EGC. Skala ini memberi klien kebebasan penuh untuk mengidentifikasi keparahan nyeri. maka direkomendasikan patokan 10 cm (AHCPR. Jakarta : EGC hal : 87. Skala nyeri harus dirancang sehingga skala tersebut mudah digunakan dan tidak mengkomsumsi banyak waktu saat klien melengkapinya. Shone. Apabila digunakan skala untuk menilai nyeri. VAS) tidak melebel subdivisi. Hlm : 123-136. A. A. 2005). pemenuhan aktivitas istirahat. Skala paling efektif digunakan saat mengkaji intensitas nyeri sebelum dan setelah intervensi terapeutik.pengganti alat pendeskripsi kata.C bare B. Hlm 1502-1533. (1995). VAS adalah suatu garis lurus. Syaifuddin.edisi-2. Konsep dan penatalaksanaan nyeri. (2000). klien menilai nyeri dengan menggunakan skala 0-10. Fundamental Keperawatan Konsep. Kamus Kedokteran : Arti dan Keterangan Istilah. Jakarta: EGC.

sedang atau parah. Skala pendeskripsi verbal (Verbal Descriptor Scale. Skala ini memberi klien kebebasan penuh untuk mengidentifikasi keparahan nyeri. Namun. 4-6 : Nyeri sedang : Secara obyektif klien mendesis. Dalam hal ini. Skala deskritif bermanfaat bukan saja dalam upaya mengkaji tingkat keparahan nyeri. dapat menunjukkan lokasi nyeri. dapat menunjukkan lokasi nyeri. maka direkomendasikan patokan 10 cm (AHCPR. tidak dapat diatasi dengan alih posisi nafas panjang dan distraksi 10 : Nyeri sangat berat : Pasien sudah tidak mampu lagi berkomunikasi. Skala nyeri harus dirancang sehingga skala tersebut mudah digunakan dan tidak mengkomsumsi banyak waktu saat klien melengkapinya.Keterangan : 0 :Tidak nyeri 1-3 : Nyeri ringan : secara obyektif klien dapat berkomunikasi dengan baik. Alat VDS ini memungkinkan klien memilih sebuah kategori untuk mendeskripsikan nyeri. Skala paling efektif digunakan saat mengkaji intensitas nyeri sebelum dan setelah intervensi terapeutik. dapat mengikuti perintah dengan baik. 7-9 : Nyeri berat : secara obyektif klien terkadang tidak dapat mengikuti perintah tapi masih respon terhadap tindakan. VDS) merupakan sebuah garis yang terdiri dari tiga sampai lima kata pendeskripsi yang tersusun dengan jarak yang sama di sepanjang garis. Karakteristik paling subyektif pada nyeri adalah tingkat keparahan atau intensitas nyeri tersebut. Apabila digunakan skala untuk menilai nyeri. makna istilah-istilah ini berbeda bagi perawat dan klien. mengevaluasi . VAS dapat merupakan pengukuran keparahan nyeri yang lebih sensitif karena klien dapat mengidentifikasi setiap titik pada rangkaian dari pada dipaksa memilih satu kata atau satu angka (Potter. Skala deskritif merupakan alat pengukuran tingkat keparahan nyeri yang lebih obyektif. Apabila klien dapat membaca dan memahami skala. Perawat menunjukkan klien skala tersebut dan meminta klien untuk memilih intensitas nyeri trbaru yang ia rasakan. memukul. VAS adalah suatu garis lurus. maka deskripsi nyeri akan lebih akurat. VAS) tidak melebel subdivisi. Skala penilaian numerik (Numerical rating scales. menyeringai. Klien seringkali diminta untuk mendeskripsikan nyeri sebagai yang ringan. klien menilai nyeri dengan menggunakan skala 0-10. 2005). 1992). Perawat juga menanyakan seberapa jauh nyeri terasa paling menyakitkan dan seberapa jauh nyeri terasa paling tidak menyakitkan. Dari waktu ke waktu informasi jenis ini juga sulit untuk dipastikan. Pendeskripsi ini diranking dari “tidak terasa nyeri” sampai “nyeri yang tidak tertahankan”. Skala analog visual (Visual analog scale. NRS) lebih digunakan sebagai pengganti alat pendeskripsi kata. dapat mendeskripsikannya. tidak dapat mendeskripsikannya. tapi juga. yang mewakili intensitas nyeri yang terus menerus dan pendeskripsi verbal pada setiap ujungnya.

E. Skala nyeri menurut bourbanis .0 : tidak nyeri .7-9 : nyeri berat terkontrol . skala intensitas nyeri deskriptif . Ada tiga cara mengkaji intensitas nyeri yang biasa digunakan antara lain : 1. Perawat dapat menggunakan setelah terapi atau saat gejala menjadi lebih memburuk atau menilai apakah nyeri mengalami penurunan atau peningkatan (Potter. Intensitas nyeri dibedakan menjadi empat dengan menggunakan skala numerik yaitu : .0 : tidak nyeri .1-3 : nyeri ringan .1-9 : nyeri sedang . dapat menanyakan klien tentang nyeri yang dirasakan dengan menggunakan skala numerik 0-10 atau skala yang serupa lainnya yang membantu menerangkan bagaimana intensitas nyerinya.10 : nyeri berat tak terkontrol.0 : tidak nyeri .perubahan kondisi klien. Skala identitas nyeri numeric .7-9 : nyeri berat terkontrol . untuk menentukan derajat nyeri.4-6 : nyeri sedang . 2005). Berikut ini ukuran skala nyeri dari 0-10 demikian sedikit ilmu yang dapat ane bagikan semoga bermanfaat.10 : nyeri berat tidak terkontrol 2.1-3 : nyeri ringan .4-6 : nyeri sedang .10 : nyeri hebat 3. Intensitas nyeri mengacu kepada kehebatan nyeri itu sendiri. Cara mengkaji nyeri yang digunakan adalah 0-10 angka skala intensitas nyeri. Skala analog visual Tidak nyeri nyeri sangat hebat 4.

dapat mengikuti perintah dengan baik. dapat menunjukkan lokasi nyeri.0 : Tidak nyeri 1-3 : Nyeri ringan : secara obyektif klien dapat berkomunikasi dengan baik 4-6 : Nyeri sedang : Secara obyektif klien mendesis. 7-9 : Nyeri berat terkontrol: secara obyektif klien terkadang tidak dapat mengikuti perintah tapi masih respon terhadap tindakan. memukul. dapat mendeskripsikannya. dapat menunjukkan lokasi nyeri. tidak dapat mendeskripsikannya. Diposkan oleh Aris Wibowo di 17:50 . tidak dapat diatasi dengan alih posisi nafas panjang dan distraksi 10 : Nyeri sangat berat tidak terkontrol : Pasien sudah tidak mampu lagi berkomunikasi. menyeringai.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful