P. 1
Aljabar matriks

Aljabar matriks

|Views: 25|Likes:
Published by Arif Febri Himawan

More info:

Published by: Arif Febri Himawan on Apr 04, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/18/2013

pdf

text

original

3.

Matriks
Bab ini akan membahas pengertian-pengertian dasar yang berkaitan dengan matriks,
yang pada tujuanya diperlukan untuk menyelesaikan sistim persamaan linier (SPL)
Matriks adalah : Susunan elemen-elemen berbentuk persegi panjang yang diatur
dalam baris dan kolom,ditulis diantara kurung kecil atau kurung siku. A merupakan
matriks jika dan hanya jika terdapat bilangan positif m x n dan terdapat m x n buah a
ij
sedemikian sehingga A berbentuk persegi panjang sebagai berikut:

,
_

¸
¸
·
mn m m
n
n
a a a
a a a
a a a
A
.....
... ..... ... ...
.....
.....
2 1
2 22 21
1 12 11
Pada definisi diatas m menyatakan banyaknya baris (tinggi matriks) dan n
menyatakan banyaknya kolom (lebar matriks), m x n menyatakan orde atau ukuran
matriks, yang juga menyatakan banyaknya entry atau elemen dari matriks A yang ditulis
sebagai a
ij
.
3.a Jenis-jenis matriks.
1. Matriks persegi
Matriks persegi adalah matriks yang mempunyai jumlah baris sama dengan jumlah
kolomnya yaitu m = n. Pada matriks persegi elemen a
ij
dimana i = j, disebut elemen
diagonal utama.
2. Matriks Diagonal.
Matriks Diagonal adalah matriks persegi yang semua elemen diagonal utamanya
bernilai 0 dan paling sedikit satu elemen pada diagonal utamanya tidak sama
dengan 0. Matriks Diagonal diberi simbol D.
3. Matriks Identitas
Matriks Identitas adalah matriks diagonal dimana semua elemen diagonal utamanya
sama dengan 1, Matriks Identitas diberi simbol I
4. Matriks Skalar
Matriks Skalar adalah matriks hasil kali suatu scalar k dengan matriks identitas I,
Matriks Skalar diberi simbol kI
5. Matriks nol
Matriks Nol adalah matriks yang semua elemennya sama dengan 0, Matriks Nol
diberi simbol O
6. Matriks Segitiga Atas
Matriks Segitiga Atas adalah matriks yang semua elemen dibawah diagonal
utamanya sama dengan 0
7. Matriks Segitiga Bawah
Matriks Segitiga Bawah adalah matriks yang semua elemen diatas diagonal
utamanya sama dengan 0
8. Matriks Simetri
Matriks Simetri adalah matriks persegi yang elemen a
ij
= a
ji

9. Matriks Transpose.
Matriks Transpose adalah , jika B adalah matriks transpose dari matriks A, atau B =
A
T
, maka b
ij
= a
ji
.
10. Invers Matriks
Invers Matriks adalah, Jika A matriks persegi, matriks B adalah invers matriks dari
A atau B = A
-1
maka B x A = I.
3.b. Operasi pada Matriks
Pada matriks dikenal operasi : kesamaan dua matriks, penjumlahan matriks,
perkalian matriks dengan scalar, perkalian matriks dengan matriks
Kesamaan dua matriks.
Dua matriks A = [a
ij
] dan B = [b
ij
] dikatakan sama jika : a
ij
= b
ij
, yaitu, elemen
yang bersesuaian dari dua matriks tersebut adalah sama.
Contoh :
Matriks A dan B dikatakan sama jika w = -1, x = -3, y = 0, dan z = -5
Penjumlahan dua matriks.
Penjumlahan dua matriks A dan B yang berorde m x n ,adalah matriks C yang
berorde m x n, dengan elemen c
ij
= a
ij
+ b
ij
, untuk semua i dan j
.
1
1
1
]
1

¸


·
1
1
1
]
1

¸

− −


·
z y
x
w
B dan A
4
4 2
2 1
5 4 0
4 3 2
1 2 1
1
1
1
]
1

¸

− −

· +
1
1
1
]
1

¸




·
1
1
1
]
1

¸

− −


·
5 8 1
3 0 2
7 4 3
0 4 1
1 3 0
6 2 2
5 4 0
4 3 2
1 2 1
B A
maka
B dan A
Perkalian matriks dengan scalar
Jika diketahui matriks A dan scalar k, maka matriks kA adalah matriks B dimana b
ij
= ka
ij
Jika k = -2 dan
1
]
1

¸


− −
·
1
]
1

¸



·
0 10 6
4 8 2
,
0 5 3
2 4 1
kA A
Perkalian matriks dengan matriks
Syarat dua matriks A dan B dapat dikalikan jika banyaknya kolom matriks A sama
dengan banyaknya baris matriks B. Jika diberikan matriks A beorde m x n dan matriks B
berorde n x r, maka hasil kali matriks A x B didefinisikan sebagi matriks C yang
mempunyai elemen
r j m i b a c
kj
n
k
ik ij
,..., 1 ; ,..., 1 ,
1
· · ·

·
.
Contoh
1
]
1

¸

·
3 0 2
1 4 1
A
dan
1
1
1
]
1

¸

− ·
2 5 7 2
1 3 1 0
3 4 1 4
B
maka
1
]
1

¸

· ·
12 23 23 14
9 21 4 6
C AxB
Terlihat c
11
= 1.4 + 2.0 + 1.2 = 6 c
13
= 1.4 + 2.3 + 4.5 = 30
c
22
=

2.1 + 0.(-1) + 3.7 = 23 dan seterusnya.
Matriks Transpose
Jika
1
]
1

¸

·
3 0 2
1 4 1
A
maka
1
1
1
]
1

¸

·
3 1
0 4
2 1
T
A
Latihan :
Diketahui matriks- matriks sebagai berikut :
1
]
1

¸

·
3 0 2
1 4 1
A

1
]
1

¸

·
3 2
1 2
B
dan matriks
1
1
1
]
1

¸



·
3 1 2
2 1 1
3 4 0
C
Hitunglah :
1. A
T
x 3B =
2. -A x C
T
=
3. (AxC)
T
x (-B) =
Determinan
Determinan dari matriks persegi A yang beroder n x n, ditulis sebagai |A| didefinisikan
( )
nr k j i
a a a a A ...
3 2 1 ∑
t ·
tanda positif jika (i,j,k,…,r) adalah permutasi genap dari
( 1,2,3,…,n), dan negative jika (i,j,k,…,r) ganjil .
Contoh ;
1.
1
]
1

¸

·
22 21
12 11
a a
a a
A
maka |A| = a
11
x a
22
– a
12
x a
21
.
2.
1
1
1
]
1

¸

·
33 32 31
23 22 21
13 12 11
a a a
a a a
a a a
A
maka
|A| = a
11
.a
22
.a
33
+ a
12
.a
23
. a
31
+ a
13
.a
21
.a
32
– a
11
.a
23
.a
32
. – a
12
.a
21
.a
33
– a
13
.a
22
.a
31
Teorema :
1. Jika A matriks diagonal n x n, maka |A| = hasil kali seluruh elemen diagonalnya.
2. Jika A matriks persegi dan A matriks segitiga Atas atau matriks segitiga Bawah,
maka |A| = hasil kali seluruh elemen diagonalnya.
|A| = a
11
.a
22
.a
33
….a
nn
.
3. Jika matriks B merupakan matriks yang dihasilkan dari baris tunggal A dikalikan
dengan scalar k maka |B| = k |A|
4. Jika matriks B merupakan matriks yang dihasilkan dari pertukaran dua baris
matriks A satu kali maka |B| = - |A|
5. Jika matriks B merupakan matriks yang dihasilkan dari penjumlahan atau
pengurangan kelipatan dari suatu baris dari matriks A dengan baris lainnya, maka
|B| = |A|
Untuk menghindari perhitungan yang banyak maka dalam menghitung determinan
suatu matriks dapat digunakan teorema diatas, yaitu denganmereduksi baris matriks A
sehingga menjadi matriks segitiga atas atau segitiga bawah.
Contoh: hitung determinan dari

,
_

¸
¸
− ·
1 6 2
9 6 3
5 1 0
A
1 6 2
5 1 0
9 6 3
| |

− · A
baris pertama ditukar dengan baris kedua
1 6 2
5 1 0
3 2 1
3

− ·
, factor bersama baris pertama = 3, diambil melalui tanda determinan
5 10 0
5 1 0
3 2 1
3


− ·
, -2 kali baris pertama ditambahkan pada baris kedua
55 0 0
5 1 0
3 2 1
3


− ·
, -10 kali baris kedua ditambahkan pada baris ketiga
1 0 0
5 1 0
3 2 1
) 55 ).( 3 (

− − ·
factor baris ketiga = -55, diambil melalui tanda determinan
|A| = (-3)(-55)1 = 165
Invers Matriks
Invers Matriks adalah, Jika A matriks persegi, matriks B adalah invers matriks dari
A atau B = A
-1
maka B x A =A x B = I.
Jika matriks A berorde n x n . maka
) ( .
| |
1
1
A Adj
A
A ·


Dimana Adj(A) adalah Transpose dari matriks kofaktor A, matriks Kofaktor A
adalah matriks K dengan elemen-elemen k
ij
= (-1)
i+j
m
ij
. Dimana m
ij
adalah elemen dari
matriks Minor dari matriks A, m
ij
adalah determinan dari matriks A yang telah dibuang
baris ke i dan kolom ke j.
Contoh :
1
]
1

¸

·
4 3
2 1
A
, maka m
11
= 4, m
12
= 3, m
21
= 2 dan m
22
= 1 sehingga :
k
11
= (-1)
1+1
.4 = 4, k
12
= (-1)
1+2
. 3 = -3, k
21
= (-1)
2+1
. 2 = -2 dan k
22
= (-1)
2+2
.1 = 1
1
]
1

¸



·
1 2
3 4
K
dan Adj (A) =
1
]
1

¸



·
1 3
2 4
T
K
,
karena |A| = -2 maka
1
1
]
1

¸



·
1
]
1

¸




·

2
1
2
3
1 2
1 3
2 4
2
1
1
A
Operasi Matriks untuk Penyelesaian Sistim persamaan Linier .
Seperti yang kita ketahui bentuk standar SPL dengan m persamaan dan n peubah adalah :
m n mn m mn
n n
n n
b x a x a x a
b x a x a x a
b x a x a x a
· + + +
· + + +
· + + +
....
...... .......... .......... .......... ..........
....
....
2 2 1
2 2 2 22 1 21
1 1 2 12 1 11
Atau ditulis dalam bentuk matriks sebagai berikut :

,
_

¸
¸
·

,
_

¸
¸

,
_

¸
¸
m m mn m m
n
n
b
b
b
x
x
x
a a a
a a a
a a a
... ...
.....
... ..... ... ...
.....
.....
2
1
2
1
2 1
2 22 21
1 12 11

atau ditulis A x X = B dimana :

,
_

¸
¸
·
mn m m
n
n
a a a
a a a
a a a
A
.....
... ..... ... ...
.....
.....
2 1
2 22 21
1 12 11
disebut matriks koefisien,

,
_

¸
¸
·
m
x
x
x
X
...
2
1
disebut matriks
peubah, dan

,
_

¸
¸
·
m
b
b
b
B
...
2
1
disebut matriks hasil,
maka SPL tersebut dapat diselesaikan dengan operasi matriks.
Aturan Cramer:
Jika AX = B adalah SPL yang terdiri dari n persamaan linier dalam n peubah dan |A| ≠ 0,
maka SPL mempunyai penyelesaian tunggal
A
A
x
i
i
·
,i = 1,2,3,…,n dimana |A
i
| adalah
determinan dari matriks A yang elemen kolom ke i diganti dengan elemen matriks B.
Contoh : Selesaikan SPL berikut
x
1
+2 x
3
= 6
-3x
1
+ 4x
2
+ 6x
3
= 30
-x
1
- 2x
2
+ 3x
3
= 8
Sehingga
1
1
1
]
1

¸

− −
− ·
3 2 1
6 4 3
2 0 1
A
,
1
1
1
]
1

¸


·
3 2 8
6 4 30
2 0 6
1
A
,
1
1
1
]
1

¸


− ·
3 8 1
6 30 3
2 6 1
2
A
,
1
1
1
]
1

¸

− −
− ·
8 2 1
30 4 3
6 0 1
3
A
Didapat :
11
10
44
40
| |
| |
1
1
1
1

·

·
·
x
x
A
A
x
11
18
44
72
2
| |
| |
2
2
2
·
·
·
x
x
A
A
x
11
38
44
152
| |
| |
3
3
3
3
·
·
·
x
x
A
A
x
Metoda Eliminasi Gauss Jordan
Prosedur eliminasi Gauss Jordan didasarkan pada gagasan untuk mereduksi
matriks yang diperbesar yaitu matriks A|B menjadi bentuk yang cukup sederhana
menggunakan Operasi Baris Elementer (OBE)
Prosedur eliminasi gauss Jordan adalah sebagai berikut :
1. Jika baris tidak seluruhnya terdiri dari nol, maka bilangan tak nol pertama dalam
baris tersebut (usahakan) adalah 1., yang disebut 1 utama.
2. Jika terdapat baris yang seluruhnya nol mak semua baris tersebut dikelompokan
bersama-sama di baris bawah matriks.
3. Dalam sebarang dua baris berurutan yang seluruhnya tak terdiri dari nol, maka 1
utama dalam baris yang lebih rendah terdapat lebih jauh kekanan dari 1 utama
baris sebelumnya.
4. Masing masing kolom yang mengandung 1 utama mempunyai nol ditempat lain.
Mtriks yang mempunyai sifat 1,2, dan 3 disebut matriks dalam bentuk Eselon Baris
Tereduksi.
Contoh :
x
1
+ x
2
+ 2 x
3
= 9
2x
1
+ 4x
2
- 3x
3
= 1
3x
1
+ 6x
2
- 5x
3
= 0
Dalam bentuk matriks SPL ditulis :
1
1
1
]
1

¸

·
1
1
1
]
1

¸

1
1
1
]
1

¸


0
1
9
5 6 3
3 4 2
2 1 1
3
2
1
x
x
x
Matriks diperbesar A|B adalah
1
1
1
]
1

¸


0
1
9
5 6 3
3 4 2
2 1 1

selanjutnya dengan menggunakan OBE matriks yang diperbesar ini akan
direduksi menjadi matriks eselon baris. b
2
– 2b
1
dan b
3
– 3b
1
1
1
1
]
1

¸



27
17
9
11 3 0
7 2 0
2 1 1
½ x b
2
1
1
1
]
1

¸



27
2 / 17
9
11 3 0
2 / 7 1 0
2 1 1
b
3
- 3b
2

1
1
1
]
1

¸



2 / 3
2 / 17
9
2 / 1 0 0
2 / 7 1 0
2 1 1
-2 x b
3
1
1
1
]
1

¸


3
2 / 17
9
1 0 0
2 / 7 1 0
2 1 1
b
1
–b
2
1
1
1
]
1

¸


3
2 / 17
2 / 35
1 0 0
2 / 7 1 0
2 / 11 0 1
b
1
-11/2b
3
dan b
2
+7/2 b
3
1
1
1
]
1

¸

3
2
1
1 0 0
0 1 0
0 0 1
sehingga diperoleh : x
1
= 1, x
2
= 2 , dan x
3
= 3
Jika m<n maka bisa dilakukan substitusi mundur dari SPL yang sepadan yang terbentuk
dari hasil OBE
Latihan :
1. Carilah invers dari matriks
1
1
1
]
1

¸

− −
− ·
2 8 2
0 1 6
1 0 5
A
dan

,
_

¸
¸
− −
− − −

·
4 1 2 1
9 3 7 5
2 1 3 2
1 2 4 5
B
2. Hitunglah nilai x jika ;
x
x
x
x
1
3 1
1 3 5
2 6
1 0 3


·



3. 1. Carilah penyelesaian dari SPL :
2a – b + 7c + 9d = 14
a - 2b + c – 4d = - 4
- a – 4b + 2c + d = -32
- a + b + 3c + d = 11
2. Carilah penyelesaian dari SPL berikut :
x
1
+ 2x
2
+ 3x
3
+2x
4
+ 9x
5
= 45
3x
1
+ 2x
2
+ 7x
3
+ x
4
+ x
5
= 32
4x
1
+ 9x
2
+ x
3
+ x
4
+ x
5
= 50
8x
1
+ x
2
+ 2x
3
+3x
4
+ 2x
5
= 20
3x
1
+ x
2
+ x
3
+ 8x
4
+ 2x
5
= 40

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->