Skenario 3 Tumbuh kembang (gangguan tumbuh

)

L.O.1. MM gangguan pertumbuhan dan perkembangan 1.Fisiologi tumbuh kembang
Pola tumbuh kembang secara normal antara anak yang satu dengan yang lainnya pada akhirnya tidak selalu sama, karena dipengaruhi oleh interaksi banyak faktor (Nursalam, 2005). Menurut Soetjiningsih (2002), faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. 1) Faktor Dalam (Internal) a) Genetika Faktor genetik akan mempengaruhi kecepatan pertumbuhan dan kematangan tulang, alat seksual, serta saraf, sehingga merupakan modal dasar dalam mencapai hasil akhir proses tumbuh kembang, yaitu : i. Perbedaan ras, etnis, atau bangsa ii. Keluarga iii. Umur iv. Jenis Kelamin v. Kelainan Kromosom b) Pengaruh hormon Pengaruh hormon sudah terjadi sejak masa prenatal, yaitu saat janin berumur 4 bulan. Pada saat itu, terjadi pertumbuhan yang cepat. Hormon yang berpengaruh terutama adalah hormon pertumbuhan somatotropin yang dikeluarkan oleh kelenjar pituitary. Selain itu, kelenjar tiroid juga menghasilkan kelenjar tiroksin yang berguna untuk metabolisme serta maturasi tulang, gigi, dan otak. 2) Faktor eksternal (lingkungan) Faktor lingkungan yang dapat berpengaruh dikelompokkan menjadi tiga yaitu pranatal, kelahiran, dan pascanatal. a) Faktor pranatal (selama kehamilan),meliputi : i. Gizi, nutrisi ibu hamil akan mempengaruhi pertumbuhan janin, terutama selama trimester akhir kehamilan. ii. Mekanis, posisi janin yang abnormal dalam kandungan dapat menyebabkan kelainan congenital misalnya club foot. iii. Toksin/zat kimia, radiasi

iv. Kelainan endokrin v. Infeksi TORCH atau penyakit menular seksual vi. Kelainan imunologi vii. Psikologis ibu b) Faktor kelahiran Riwayat kelahiran dengan vakum ekstraksi atau forcep dapat menyebabkan trauma kepala pada bayi sehingga beresiko terjadinya kerusakan jaringan otak. c) Faktor pascanatal Seperti halnya pada masa pranatal, faktor yang berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak adalah gizi, penyakit kronis/kelainan kongenital, lingkungan fisik dan kimia, psikologis, endokrin, sosioekonomi, lingkungan pengasuhan, stimulasi, dan obat-obatan. Kebutuhan dasar anak untuk tumbuh kembang, secara umum dibagi menjadi 3 kebutuhan dasar yaitu: 1. Kebutuhan fisik-biomedis (”ASUH”) Meliputi: - pangan/gizi - perawatan kesehatan dasar: imunisasi, pemberian ASI, penimbangan yang teratur, pengobatan - pemukiman yang layak - kebersihan perseorangan, sanitasi lingkungan - pakaian - rekreasi, kesegaran jasmani - dll 2. Kebutuhan emosi/kasih sayang (”ASIH”) Kasih sayang dari orang tua akan menciptakan ikatan yang erat dan kepercayaan dasar untuk menjamin tumbuh kembang yang selaras baik fisik, mental, atau psikososial. 3. Kebutuhan akan stimulasi mental (”ASAH”) Stimulasi mental mengembangkan perkembangan kecerdasan, kreativitas, agama, kepribadian, moral-etika, produktivitas dan sebagainya. kemandirian,

Anak yang mendapat ASUH, ASIH, dan ASAH yang memadai akan mengalami tumbuh kembang yang optimal sesuai dengan potensi genetik yang dimilikinya. Setiap anak akan melalui setiap tahapan tumbuh kembang yang mempunyai ciri tersendiri, yaitu: 1. Masa pranatal

2. dan panjang badan dari 0.7-4.25 cm/bl 1-7 th : 7. Masa pra-sekolah: usia 1 – 6 tahun 4. Pertumbuhan janin dalam kandungan Pertumbuhan pada masa janin merupakan pertumbuhan yang paling pesat yang dialami seseorang dalam hidupnya.4 kg (2. Pertumbuhan setelah lahir Indikator pertumbuhan: 1.3-0. Masa sekolah: usia 6 – 18/20 tahun a.1 kg) Bayi yang dilahirkan cukup bulan akan kehilangan berat badannya selama 3-4 hari pertama dan akan kembali sama dengan berat badan lahir pada hari ke-8-9 Berat badan meningkat: 2 x berat badan lahir pada umur 5 bulan.5 kg/bl 1-2 th : 0. 4 x berat badan lahir pada umur 2½ tahun Penambahan berat badan 6 bl ke-1 : 0. 2. Tinggi Badan Rata-rata tinggi (panjang) badan lahir + 50 cm Panjang badan meningkat 1½ x panjang badan pada umur 1 tahun Penambahan panjang badan: Umur 6 bl ke-1 : 2.5-1.0 kg/bl 6 bl ke-2 : 0. Masa pra-remaja: usia 6 – 8/10 tahun b.2 kg/bl 2.1 tahun 3. Berat badan Berat badan lahir rata-rata 3.01 menjadi 50 cm. 3 x berat badan lahir pada umur 1 tahun.0000175 gram menjadi 3700 gram. Masa bayi: usia 0 . Janin tumbuh dari berat 0.5 cm/th . Masa remaja: 8/10 – 18/20 tahun PERTUMBUHAN FISIK 1.5 cm/bl 6 bl ke-2 : 1.

Deteksi dini perkembangan anak dilakukan dengan cara pemeriksaan perkembangan secara berkala. Kepribadian/tingkah laku (bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungannya).35. Menurut Nursalam (2005). 3. Bahasa (kemampuan merespon suara. sosial. lingkar kepala menjadi 44. 2. Lingkar Kepala Rata-rata lingkar kepala lahir 33. kreativitas.4 . Empat parameter yang dipakai dalam menilai perkembangan anak adalah: 1. apakah sesuai dengan umur atau telah terjadi penyimpangan dari perkembangan normal.9 .5 th. 2005). Tahap-Tahap Tumbuh Kembang Anak Pada dasarnya manusia dalam kehidupannya mengalami berbagai tahapan tumbuh kembang dan setiap tahap mempunyai ciri tertentu.50.46. Gerakan motorik halus (menggambar. Pada masa balita ini kemampuan berbahasa.49.5 cm ( + 2. memegang suatu benda dll). Ovum yang telah dibuahi akan datang dengan cepat menjadi suatu organisme yang berdeferensiasi secara pesat untuk membentuk berbagai sistem organ tubuh.5 cm) Pada tahun ke-3 menjadi 47. Erupsi gigi Gigi pertama tumbuh pada umur 5 – 9 bulan dan gigi susu yang berjumlah 20 buah biasanya telah tumbuh seluruhnya pada umur 2. Perkembangan moral serta dasar-dasar kepribadian juga dibentuk pada masa ini. + 10 cm) .9 cm ( Pada tahun ke-2 menjadi 46. 4.8 cm ( + 1. mengikuti perintah. Tahapan tumbuh kembang yang paling memerlukan perhatian adalah pada masa anak-anak (Nursalam.7 .25 cm) 4.0 .3. PERKEMBANGAN ANAK Periode penting dalam tumbuh kembang anak adalah masa balita.6 cm Pada tahun ke-1. berbicara spontan). emosional dan intelegensia berjalan sangat cepat dan merupakan landasan perkembangan berikutnya. Gerakan motorik kasar (pergerakan dan sikap tubuh). karena pada masa ini pertumbuhan dasar yang akan mempengaruhi dan menentukan perkembangan anak selanjutnya. Tahapan tersebut adalah sebagai berikut : 1) Masa Pranatal Kehidupan bayi pada masa prenatal dikelompokkan menjadi dua periode yaitu : a) Masa embrio yang dimulai sejak konsepsi sampai kehamilan 8 minggu. ada beberapa tahapan tumbuh kembang pada masa anakanak.

anak mampu mengangkat kepala dan menoleh ke kiri-kanan saat telungkup. yaitu dengan memperhatikan prinsip menu gizi seimbang. Anak suka sekali bermain “ci-luk-ba”. Pada umur 5 bulan berat badan anak sudah 2 kali lipat berat badan lahir. pada umur 1 tahun sudah menjadi satu setengah kali panjang badan saat lahir. sementara pada umur 1 tahun berat badannya sudah menjadi 3 kali lipat. Apabila dibantu berdiri. Pada usia 9 bulan-1 tahun. anak mampu melambaikan . refleks menghisap (sucking refleks). Masa fetus terbagi menjadi dua. misalnya diajak bercanda. senyum naluri dan bersuara. Anak mampu tertawa lepas pada suasana yang menyenangkan. anak berusaha mengelola koordinasi bola mata untuk mengikuti suatu obyek. Oleh karena itu. Masa neonatal ini. Jika tidur telentang. Pertambahan lingkar kepala juga pesat. yaitu refleks merangkul. berat badan normal dari bayi yang sehat berkisar antara 2500-4000 gram. kemudian berat badan bayi akan berangsur-angsur mengalami kenaikan. Refleks-refleks tersebut terjadi secara simetris dan akan menghilang seiring dengan bertambahnya usia. Yang kedua adalah masa fetus lanjut (trimester akhir) yang ditandai dengan pertumbuhan tetap yang berlangsung cepat disertai dengan perkembangan fungsifungsi. yang akan hilang pada usia 3-5 bulan. refleks-refleks primitif yang bersifat fisiologis akan muncul. membedakan seseorang dengan benda. Saat lahir. Terpenuhinya rasa aman dan kasih sayang yang cukup mendukung perkembangan yang optimal pada masa ini. Pada 6 bulan pertama. Fungsi pendengaran dan penglihatan juga mulai berkembang. Sekitar usia sembilan bulan. Yang pertama adalah masa fetus dini (usia 9 minggu sampai trimester dua). anak mulai bergerak memutar pada posisi telungkup untuk menjangkau benda-benda di sekitarnya. refleks memegang (palmar graps refleks) yang akan menghilang pada usia 6-8 tahun.b) Masa fetus yang dimulai sejak kehamilan 9 minggu sampai masa kelahiran. diperlukan pemberian gizi yang baik. Setelah usia lima bulan anak mampu membalikkan badan dari posisi telentang ke telungkup dan sebaliknya. anak bergerak merayap atau merangkak dan mampu duduk sendiri tanpa bantuan. demikian juga perpisahan dengan ibunya. 2) Masa Neonatal Masa ini terjadi adaptasi terhadap lingkungan. perubahan sirkulasi darah. anak berusaha mengangkat kepala. Diantaranya adalah refleks moro. anak lebih menyukai sikap memiringkan kepala ke samping. Pada tiga bulan pertama. Pada tiga bulan kedua. Kehadiran orang asing akan membuatnya cemas (stranger anxiety). panjang badan berkisar 50 cm dan berat otak sekitar 350 gram. Koordinasi jari telunjuk dan ibu jari lebih sempurna sehingga anak dapat mengambil benda dengan menjepitnya. 3) Masa bayi 1-12 bulan Pertumbuhan dan perkembangan terjadi secara cepat. Sedangkan untuk panjang badan. sebaliknya akan menangis pada suasana yang tidak menyenangkan. anak berusaha untuk melangkah sambil berpegangan. refleks menoleh (rooting refleks). pertumbuhan lingkar kepala sudah mencapai 50%. Pada enam bulan kedua. serta mulai berfungsinya organ-organ tubuh. dimana terjadi percepatan pertumbuhan dan pembentukan manusia sempurna serta alat tubuh mulai berfungsi. Pada posisi telungkup. berusaha meraih benda-benda di sekitarnya untuk dimasukkan ke mulut. Selama 10 hari pertama biasanya terdapat penurunan berat badan sekitar 10% dari berat badan lahir. refleks mempertahankan posisi leher/kepala (tonick neck refleks).

misalnya orang tua yang selalu memanjakan anak dan mencela aktivitas yang telah dilakukan oleh anak. anak berkembang rasa ingin tahu (courius) dan daya imaginasinya. maka anak akan berkembang perasaan otonominya sehingga anak dapat mengendalikan otot-otot dan rangsangan lingkungan. pada usia tersebut anak berada pada fase inisiatif dan rasa bersalah. pertumbuhan gigi susu sudah lengkap. Pada masa ini. Apabila anak menginginkan mainan kepunyaan temannya. sehingga anak banyak bertanya mengenai segala sesuatu di sekelilingnya yang tidak diketahuinya. Apabila orang tua tidak mendukung upaya anak untuk belajar mandiri. karena dalam beraktivitas anak tidak memperhatikan bahaya. Anak juga . tetapi juga tegas. Berdasarkan teory psikososial (Erikson). Jika orang tua mengenal kebutuhan anak. sehingga segala sesuatu yang dipegangnya cenderung dimasukkan ke dalam mulut. akan menumbuhkan rasa percaya diri anak. anak bersifat egosentris yaitu mempunyai sifat keakuan yang kuat sehingga segala sesuatu yang disukainya dianggap sebagai miliknya. penuh kasih sayang. 5) Masa Pra sekolah akhir (3-5 tahun) Pada masa ini. anak berada pada fase phalik. dimana anak mulai mengenal perbedaan jenis kelamin perempuan dan laki-laki. sehingga lingkungan dalam hal ini orang tua yang memberikan perhatian dan kasih sayang yang cukup. anak perlu dibimbing dengan akrab. Hal ini terlihat dengan berkembangnya kemampuan anak. maka hal ini dapat menimbulkan rasa malu/rasa ragu akan kemampuannya. sudah sampai waktunya anak dilatih untuk buang air besar atau buang air kecil pada tempatnya (toilet training). Sekitar usia 16 bulan. Anak sering mengalami penurunan nafsu makan dan anak mulai belajar jalan. anak berada pada fase oral. anak berdiri tegak dan kaku. bermain bola. tetapi perkembangan motoriknya berjalan lebih cepat. Pertumbuhan fisik relatif pelan. Oleh karena itu diperlukan hubungan yang mesra antara ibu (orang tua) dan anak. Demikian pula halnya dengan berdiri satu kaki secara bergantian atau melompat. menyusun 2 kata. 4) Masa Balita (1-3 tahun) Pada masa ini. Anak mulai berkembang superegonya (suara hati). dan mengulang kata-kata baru. anak berada pada tahap percaya dan tidak percaya . Anak juga dapat menunjuk beberapa bagian tubuhnya. Sedangkan menurut teori psikoseksual (Sigmund Freud). memukulmukul mainan dan memberikan benda yang dipegang bila diminta. Oleh karena itu anak perlu diawasi. Kegagalan untuk memperoleh perkembangan interaksi yang positif dapat menyebabkan terjadinya kelainan emosional dan sosialisasi pada masa mendatang. Masa ini merupakan perkembangan interaksi yang menjadi dasar persiapaan untuk menjadi anak yang lebih mandiri. Pada masa ini. anak berada pada fase mandiri dan malu/ragu-ragu. Pada masa ini. Menurut teori Erikson. naik turun tangga sudah dapat dilakukan sendiri. sehingga anak tidak mengalami kebingungan. yaitu dengan belajar untuk makan atau berpakaian sendiri. Pada mulanya. Oleh karena itu. yaitu merasa bersalah bila ada tindakannya yang keliru. anak mulai belajar berlari dan menaiki tangga. pertumbuhan fisik anak relatif lebih lambat dibandingkan dengan masa bayi. kemudian berjalan dengan berpegangan. Sedangkan menurut teori Sigmund Freud.tangan. sering ia akan merebutnya karena dianggap miliknya. orang tua harus memperhatikan keamanan dan kebersihan makanan maupun permainan anaknya. Menurut teori Erikson. Pada masa ini. tetapi masih kelihatan kaku.

mengidentifikasikan figus atau perilaku orang tua sehingga mempunyai kecenderungan meniru tingkah laku orang dewasa di sekitarnya. menulis mengenal angka serta bentuk/warna benda (Soetjiningsih. masalah-masalah yang berhubungan dengan disleksia dan afasia. kurangnya interaksi anak dengan lingkungan. maka dapat diketahui adanya suatu kelainan tumbuh kembang fisik seorang anak seperti : obesitas atau kelainan hormonal. Dengan pemantauan berat badan. perawakan pendek akibat kelainan endokrin dan kurang gizi. pertumbuhan/erupsi gigi terlambat yang disebabkan oleh hipotiroid. Anak juga mulai mengenal cita-cita. gangguan pendengaran. maturasi yang terlambat. 1992). Masalah tumbuh kembang yang sering timbul : 1) Gangguan pertumbuhan fisik Untuk mengetahui masalah tumbuh kembang fisik pada anak. tinggi badan. 4) Gangguan fungsi vegetatif a) Gangguan makan b) Gangguan fungsi eliminasi c) Gangguan tidur . 2) Gangguan perkembangan motorik Perkembangn motorik yang lambat dapat disebabkan oleh : a) Faktor keturunan b) Faktor lingkungan \c) Faktor kepribadian d) Retardasi mental e) Kelainan tonus otot f) Obesitas g) Penyakit neuromuscular h) Buta 3) Gangguan perkembangan bahasa Gangguan perkembangan bahasa pada anak dapat diakibatkan berbagai faktor yaitu adanya faktor genetik. intelegensi rendah. 2. serta gangguan penglihatan dan pendengaran. kembar. gangguan lateralisasi. 2002). psikosis. Gangguan tumbuh kembang Dalam buku Pedoman Pembinaan Perkembangan Anak Di Keluarga yang disusun oleh Direktorat Bina Kesehatan Keluarga. lingkar kepala. hipoparatiroid. belajar menggambar. perlu pemantauan yang kontinue. masalah-masalah/gangguan pada masa kecil atau kelainan yang dibawa sejak lahir sering mengakibatkan hambatan pada perkembangan anak (Direktorat Bina Kesehatan Keluarga. faktor keluarga. keturunan dan idiopatik. umur tulang dan pertumbuhan gigi.

obsesif). gangguan perilaku dan interaksi sosial). 5) Gangguan suasana hati (mood disorders) Gangguan tersebut antara lain adalah major depression yang ditandai dengan disforia. 12) Penyakit psikosomatik Konflik psikologik yang dapat memberikan gejala somatik disebut psikosomatik. Contohnya adalah kelainan konversi. maka merupakan hal yang patologis yang memerlukan suatu intervensi. transventism. kehilangan minat. hipokondriasis.Diagnosis tumbuh kembang Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak 1) Deteksi Pertumbuhan dan standar normalnya . sukar tidur. reflex sympathetic dystrophy (Soetjiningsih dkk. 7) Gangguan kepribadian yang terpecah (disruptive behavioural disorders) Kelainan ini mungkin sebagai akibat dari frustasi dan kemarahan. 11) Kelainan saraf dan psikiatrik akibat dari trauma otak Trauma otak meningkatkan resiko gangguan intelektual maupun psikiatris.d) Gangguan kebiasaan e) Kecemasan Kecemasan pada umumnya merupakan bagian dari perkembangan. dan 3. 2002). dan kelainan Rett (kelainan x-linked dominan pada anak perempuan). Tetapi bila kecemasan ini berlebihan sehingga mempunyai efek terhadap interaksi sosial dan perkembangan anak. perilaku yang terbatas dan diulangulang. dan nafsu makan yang terganggu. terutama bila trauma berat. kelainan perilaku dan masalah dalam interaksi sosial. 8) Gangguan perilaku seksual Gangguan perilaku seksual antara lain transseksualism. 9) Gangguan perkembangan pervasif dan psikosis pada anak Meliputi autisme (gangguan komunikasi verbal dan non verbal. childhood disintegrative disorder (demensia heller). sindrom Munchausen by proxy. Asperger (gangguan interaksi sosial. sukar konsentrasi. 10) Disfungsi neurodevelopmental pada anak usia sekolah Disfungsi susunan saraf pusat sering disertai dengan kemampuan akademik yang di bawah normal. homoseksual. 6) Bunuh diri dan percobaan bunuh diri Bunuh diri sering merupakan penyelesaian masalah psikologi dan lingkungan bagi remaja.

yaitu : 1. Berat badan Pedoman perkiraan berat badan menurut Behrman (1992). setelah itu sampai usia 18 tahun lingkar kepala hanya bertambah ± 10 cm. bila usia anak 6 bulan atau kurang dihilangkan. Perkiraan panjang lahir : 50 cm 2. pertambahan ukuran lingkar pada setiap tahap relatif konstan dan tidak dipengaruhi oleh faktor ras. Tinggi badan Seperti halnya berat badan. pertumbuhan kepala paling cepat dibandingkan pada tahap berikutnya. Lingkar lengan atas (Lila) Ukuran lingkar lengan atas mencerminkan pertumbuhan jaringan lemak dan otot yang tidak terpengaruh oleh keadaan cairan tubuh dan berguna untuk menilai keadaan gizi dan pertumbuhan anak prasekolah. Lingkar kepala Secara normal. Namun.Menurut Nursalam (2005) parameter untuk pertumbuhan yang sering digunakan dalam pedoman deteksi tumbuh kembang anak balita adalah : a) Ukuran antropometri i. Namun alat yang dibutuhkan cukup sederhana. bila usia lebih 6 bulan dibulatkan ke atas. menggunakan rumus : [Umur (tahun) × 2] + 8 = 2n + 8 Keterangan : n adalah usia anak. Kemudian akan bertambah sebesar ± 0. yaitu dengan pita pengukuran (meteran). iii. tinggi badan juga dapat diperkirakan berdasarkan rumus dari Behrman (1992). iv. Berat badan lahir rata-rata : 3. menggunakan rumus : [Umur (bulan) + 9 ] / 2 = [n + 9] / 2 3. kemudian tahuntahun pertama lingkar kepala bertambah tidak lebih dari 5 cm per tahun. dan letak geografis.25 kg 2. dan siapa saja yang melakukannya. Perkiraan tinggi badan usia 2-12 tahun = (umur × 6) + 77 = 6n + 77 Keterangan : n adalah usia anak dalam tahun. bangsa. Pengukuran lingkar kepala lebih sulit untuk dilakukan bila dibandingkan dengan ukuran antropometri lainnya dan jarang dilakukan pada balita. alatnya bisa dibuat sendiri. yaitu: 1. Berat badan usia 1-6 tahun.5 cm / bulan pada bulan pertama atau menjadi ±44 cm.5 × panjang badan lahir 3. kecuali apabila ada kecurigaan akan pertumbuhan yang tidak normal. Keuntungan dari pengukuran lingkar lengan atas adalah murah. ii. pada 6 bulan pertama ini. Perkiraan panjang badan usia 1 tahun = 1. ukuran lingkar kepala normalnya adalah 34-35 cm. Berat badan usia 3-12 bulan. kadangkadang hasil pengukuran kurang akurat karena sukar untuk mengukur lila tanpa . mudah. Saat lahir.

Jaringan lemak Diperiksa dengan cubitan tipis pada kulit di bawah triceps dan subskapular. 2) Deteksi Perkembangan Menurut Frankerburg (1981) yang dikutip oleh Soetjiningsih (1995). iii. tebal / tipisnya rambut. hal-hal yang dapat diamati dari pemeriksaan fisik adalah : i. v. tubuh dan anggota gerak. sehingga pengukuran lila hanya efektif pada usia di bawah 3 tahun (usia prasekolah). pantat. misalnya anemia atau pertumbuhan fisik yang tidak normal. lipatan tersebut akan menebal bila anak kelebihan energi. ii. serta apakah akar rambut mudah dicabut atau tidak. anemia. pengukuran lila jarang digunakan kecuali ada gangguan pertumbuhan atau gangguan gizi yang berat. Bagian tulang yang biasanya di rontgen adalah tulang radius sebelah kiri. dan paha untuk mengetahui lemak subcutan. Keseluruhan fisik Dilihat bentuk tubuh. Gigi geligi Perlu diperhatikan kapan tanggal dan erupsi gigi susu atau gigi permanen. yaitu umur tulang (boneage). terdapat empat aspek perkembangan anak balita. hal tersebut dilakukan bila ada kecurigaan akan adanya gangguan pertumbuhan. perbandingan kepala. v. Pada praktiknya. maka lipatan kulit menipis. Pemeriksaan radiologis dilakukan terutama untuk menilai umur biologis. serum protein (albumin dan globulin).menekan jaringan. dan hormon pertumbuhan. ada tidaknya odema. c) Pemeriksaan laboratorium dan radiologis Pemeriksaan laboratorium dan radiologis baru dilakukan di klinik apabila terdapat gejala atau tanda akan adanya suatu gangguan / penyakit. Apabila anak mengalami defisiensi kalori. dan ada tanda gangguan lainnya. Biasanya. iv. b) Keseluruhan fisik Berkaitan dengan pertumbuhan. yaitu : . Pemeriksaan laboratorium yang sering adalah pemeriksaan darah untuk kadar Hb. Jaringan otot Dapat dilihat dengan cubitan tebal pada lengan atas. Rambut Perlu diperiksa pertumbuhannya. Lipatan kulit Tebalnya lipatan kulit pada daerah triceps dan subskapular merupakan refleksi pertumbuhan jaringan lemak di bawah kulit yang mencerminkan kecukupan energi.

dapat mengeluarkan suara 1-2 minggu. menempel dan menggunting. menoleh ke arah suara. d) Bahasa (language). . memegang benda yang ditaruh di tangannya. yaitu perkembangan : a) Tingkah laku sosial b) Menolong diri sendiri c) Intelektual d) Gerakan motorik halus e) Komunikasi pasif f) Komunikasi aktif g) Gerakan motorik kasar Banyak “milestone” perkembangan anak yang penting dalam mengetahui taraf perkembangan seorang anak (yang dimaksud dengan “milestone” perkembangan adalah tingkat perkembangan yang harus dicapai anak pada umur tertentu). c) 20 minggu : meraih benda yang didekatkan kepadanya d) 26 minggu : Dapat memindahkan benda dari satu tangan ke tangan lainnya. c) Motorik kasar (gross motor). kemampuan bahasa bersifat pasif. misalnya berjalan dan berlari. Perkembangan yang dinilai meliputi perkembangan personal sosial. motorik kasar dan bahasa pada anak (Nursalam dkk. Semakin bertambahnya usia. misalnya memasukkan manik-manik ke dalam botol. motorik halus.a) Kepribadian/tingkah laku social (personal social). 2005). makan biskuit sendiri. bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungan. yaitu dengan berbicara. Aspek-aspek perkembangan tersebut merupakan modifikasi dari tes/skrining perkembangan yang ditemukan oleh Frankerburg. yaitu aspek yang berhubungan dengan kemampuan untuk mandiri. yaitu aspek yang berhubungan dengan kemampuan anak untuk mengamati sesuatu dan melakukan gerakan yang melibatkan bagian-bagian tubuh tertentu dan otot-otot kecil. Pada buku petunjuk program BKB (Bina Keluarga dan Balita) perkembangan balita dibagi menjadi 7 aspek perkembangan. yaitu aspek yang berhubungan dengan kemampuan untuk memberikan respon terhadap suara. b) 12-16 minggu: menegakkan kepala. serta tidak memerlukan banyak tenaga. b) Motorik halus (fine motor adaptive). yaitu salah satu test atau metode skrining yang sering digunakan untuk menilai perkembangan anak mulai usia 1 bulan sampai 6 tahun. sehingga pernyataan akan perasaan atau keinginan dilakukan melalui tangisan atau gerakan. memerlukan koordinasi yang tepat. tengkurap sendiri. yaitu aspek yang berhubungan dengan pergerakan dan sikap tubuh yang melibatkan sebagian besar tubuh karena dilakukan oleh otot-otot yang lebih besar sehingga memerlukan cukup tenaga. misalnya : a) 4-6 minggu : tersenyum spontan. duduk dengan bantuan kedua tangannya ke depan. yang dikenal dengan Denver Development Screening Test (DDST). mengikuti perintah dan berbicara secara spontan. anak akan menggunakan bahasa aktif. Pada masa bayi.

Menata dari 4 kubus iii. c) Personal sosial i. Mencuci dan menyeka tangan dengan lap iii. Menata dari 8 kubus iv. Meniru jembatan x. Lompat di tempat iii. Mengikuti membuat + viii. Membedakan garis panjang (3 dari 3 atau 5 dari 6). Mengancing baju . Mudah dipisahkan dari ibu iv. antara lain dengan DDST (Denver Development Screening Test) yaitu meliputi : a) Motorik kasar i. maka dapat diketahui apakah seorang anak perkembangannya terlambat ataukah masih dalam batas-batas normal. merangkak. memegang benda dengan ibu jari dan telunjuk. mengucapkan kata-kata tunggal Dengan mengetahui berbagai “milestone”.e) 9-10 bulan : Menunjuk dengan jari telunjuk. Memakai baju ii. Naik sepeda roda 3 (tiga) iv. Mengeluarkan manik-manik dari botol dengan contoh vii. Lompatan lebar v. Mengeluarkan manik-manik dari botol sendiri vi. Mengikuti membuat O ix. Mencoret sendiri ii. Berdiri pada satu kaki selama 5 detik b) Motorik halus i. Berdiri pada satu kaki selama 1 detik ii. Meniru garis vertikal dalam batas 300 v. Kalau ada kecurigaan dapat dilakukan tes skrining (deteksi dini) dan intervensi dini agar tumbuh kembang anak dapat lebih optimal. Bermain dengan anak lain v. bersuara da… da… f) 13 bulan : berjalan tanpa bantuan.

Karena berbagai komplikasi persalinan seperti anak tidak segera menangis saat lahir (asfiksia). supaya pada saat lahir berat badan bayi tidak rendah. atau berat badan bayi rendah. dan lain-lain. Memakai baju tanpa bantuan Berdasarkan buku Pedoman Deteksi Tumbuh Kembang yang disusun oleh Departemen Kesehatan RI. yang lainnya yang juga berpengaruh adalah cacar air. Tes Daya Lihat dan tes kesehatan mata (TDL). Berat badan bayi rendah selain menyebabkan tingginya jumlah bayi yang sakit/meninggal.vi. Gizi ibu pada waktu hamil Kenaikan berat badan wanita hamil yang baik selama kehamilan adalah 10 – 12. akan dapat dilakukan tindakan secara lebih awal sehingga bayi lahir dengan selamat. 1996). lahir mati. Juga ditambah vitamin-vitamin yang terutama mengandung zat besi supaya ibu tidak menderita anemia yang juga akan berpengaruh buruk pada janin yang dikandungnya. harus dijaga agar setiap kelainan diketahui sedini mungkin dengan melakukan pemeriksaan kehamilan yang teratur. Untuk mencapai hal tersebut dianjurkan pada ibu hamil untuk meningkatkan kalori makanan yang dimakan dengan tambahan sekitar satu porsi makanan lebih banyak daripada sebelum hamil dan juga yang mengandung gizi lengkap. yang terkenal adalah TORCH (Toksoplasosis. trauma lahir. Penyakit pada ibu Hampir semua penyakit berat yang diderita ibu pada saat hamil dapat mengakibatkan keguguran. FAKTOR PADA SAAT LAHIR Persalinan yang berjalan mulus tanpa komplikasi pada bayinya akan memberi dampak yang baik bagi tumbuh kembang anak di kemudian hari. penyakit jantung. juga lebih beresiko buruk terhadap tumbuh kembang anak selanjutnya. Hal-hal yang perlu mendapatkan perhatian diantaranya: 1. Juga beberapa dapat menyebabkan infeksi pada janin. gangguan pertumbuhan janin. asma. Kuesioner Perilaku Anak Prasekolah (KPAP). Infeksi yang sering menyebabkan cacat bawaan. bahkan cacat bawaan. Oleh karena itu perawatan pralahir sangat penting. baik lingkungan sebelum anak dilahirkan maupun lingkungan setelah anak itu lahir. kencing manis. . Memakai baju dengan pengawasan vii. 2. Oleh karena itu dianjurkan sebelum dan selama hamil ibu memeriksakan kesehatannya secara teratur. serta Tes Daya Dengar anak (TDD) (Depkes RI. ginjal. dapat mengakibatkan kelainan tumbuh kembang. Rubella. 4. Selain yang tersebut diatas beberapa penyakit ibu yang berpengaruh buruk pada janin diantaranya adalah hipertensi.5 kg. Herpes simplex). Cytomegalovirus. hepatitis. FAKTOR PRALAHIR Supaya janin selama dikandung dapat tumbuh dengan baik. dengan perawatan pralahir yang baik. tes perkembangan yang dapat dilakukan adalah Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). campak. Upaya peningkatan kualitas Tumbuh kembang anak merupakan hasil interaksi faktor genetik dan faktor lingkungan.

Bila kondisi ASI ibu (jumlah dan kualitasnya) tidak memenuhi kebutuhan gizi bayi. Sentuhan serta belaian ibu saat bayi berada dalam dekapannya memberikan rasa aman sehingga menenangkan bayi. maka perlu diberikan pengganti ASI (PASI) untuk bayi usia dibawah 4 bulan.Stimulasi (perangsangan) Stimulasi adalah perangsangan (penglihatan. perabaan) yang datang dari lingkungan anak. pendengaran. 3. sari buah. bicara. dan varisela. karena anak sedang tumbuh sehingga kebutuhannya berbeda dengan orang dewasa. Kesehatan anak Kesehatan anak harus mendapat perhatian dari orang tua. hepatitis A. hepatitis B. Memberikan perhatian dan kasih sayang merupakan stimulasi yang penting pada awal perkembangan anak. buah segar. Disamping itu dengan menyusui akan mendekatkan hubungan anak-ibu. Dengan KMS kita bisa mengetahui status kesehatan anak. sedangkan yang dianjurkan adalah Hib. misalnya dengan bercakap-cakap. Anak yang mendapat stimulasi yang terarah akan lebih cepat berkembang dibandingkan anak yang kurang bahkan tidak mendapat stimulasi. makanan lembek dan akhirnya makanan padat. Sebaiknya anak sampai umur 3 tahun ditimbang tiap bulan. DPT. vitamin dan mineral) yang dibutuhkan pada tingkat usianya. lemak. Dianjurkan pemberian ASI saja tanpa makanan apapun pada bayi sampai 6 bulan (ASI ekslusif). Pemberian imunisasi harus sedini mungkin dan lengkap. polio. terdapat zat-zat kekebalan yang melindungi anak dari berbagai macam infeksi. merupakan usaha untuk mencegah terjadinya gangguan pertumbuhan pada anak. Pada usia 1-2 tahun perlu diperkenalkan pola makanan dewasa secara bertahap dengan menu seimbang. 4. 2. protein. tifoid. yaitu dengan cara segera membawa anaknya yang sakit ke tempat pelayanan kesehatan yang terdekat. Imunisasi Imunisasi adalah pemberian kekebalan agar anak tidak mudah terserang atau tertular penyakit. bermain dll. MMR. Anak yang sehat pada umumnya akan tumbuh dan berkembang dengan baik. ASI adalah makanan terbaik yang dapat memenuhi kebutuhan gizi untuk tumbuh kembang bayi dibulan-bulan pertama kehidupannya. Monitoring pertumbuhan anak dengan KMS. mencium. Gizi anak Makanan memegang peranan amat penting dalam tumbuh kembang anak. membelai. yang ditandai dengan kenaikan berat badan yang tidak adekuat. . Makanan harus mengandung energi dan semua zat gizi (karbohidrat. Pemberian ASI sangat penting bagi bayi karena selain nilai gizinya yang tinggi.FAKTOR SETELAH LAHIR Bagaimana caranya untuk medapatkan anak yang sehat? Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan diantaranya: 1. dan makanan pendamping ASI (MPASI) untuk bayi usia diatas 4 bulan. makanan lumat. Pemberian makanan pendamping harus bertahap dan bervariasi dari mulai bentuk bubur cair ke bentuk bubur kental. Pengaturan makanan selanjutnya harus disesuaikan dengan usia anak. dan campak. Imunisasi yang wajib diberikan adalah BCG.

O. artinya dia masih menerima saja makanan yang diberikan orang tuanya. siang. saluran pernafasan. saatnya dikenalkan ragam makanan yang sehat dan alami karena akan menentukan pola makan anak selanjutnya. Namun. naik sepeda dll) baik untuk perkembangan motorik dan pertumbuhan otot-otot tubuh. Bermain dan olah raga (melempar/menangkap bola. melompat. Oleh karena itu. terdiri atas 3 kali makan pagi. porsi makan diperbesar daripada batita dengan frekuensi diturunkan menjadi 5-6 kali sehari. Balita merupakan masa peralihan makanan dari makanan pendamping ASI ke makanan orang dewasa. tidak penuh sesak. gizi seimbang sangat besar pengaruhnya. Sesuai dengan kemampuan pencernaan dan kebutuhan gizi. balita dipilah menjadi dua. Setelah ulang tahun pertama. Sedangkan pada umur 4-5 tahun dengan berat badan 18 kg dan tinggi badan 108 cm. dan sore dan 2 kali makan selingan. yaitu batita (1-3 tahun) dan prasekolah (4-5 tahun). Susu 2 kali sehari (pagi dan malam hari) atau dicampurkan pada makanan. pertumbuhan melambat dan selera makan pun cenderung menurun. dan 3-4 kali minum susu. Keluarga Suasana damai dan kasih sayang dalam keluarga sangat penting dalam tumbuh kembang anak. energi yang dibutuhkan sebanyak 1720 kkl dan kebutuhan protein sebesar 32 gram (Pudjiadi. Pada masa tumbuh kembangnya. Zat gizi untuk tumbuh kembang bayi Kecukupan gizi rata-rata bagi anak usia di bawah 3 tahun dengan berat badan 12 kg dan tinggi badan 89 cm. ventilasi dan pencahayaan cukup. Batita merupakan konsumen pasif.2. diare. demam berdarah dll. serta menambah wawasan terhadap lingkungannya. 6.Buku bacaan anak akan menambah kemampuan berbahasa. 2-3 kali makan selingan. Sumber Kebutuhan Gizi Balita Sepanjang usia balita. akan menjamin keselamatan dan kesehatan penghuninya. selera makan dan kebiasaan makan terus berubah-ubah. 7. 2003). terdiri atas tiga kali makan pagi. Masingmasing usia ini memerlukan makanan yang berbeda sesuai tahap perkembangan saluran pencernaannya dan kebutuhan gizinya. berkomunikasi. anak prasekolah adalah konsumen aktif sehingga sudah bisa menentukan makanannya sendiri. Dengan kebersihan yang baik dapat mencegah/ mengurangi terjadinya penyakit-penyakit kulit. Perumahan Perumahan yang layak. pemberiannya juga masih bertahap disesuaikan dengan kemampuan sistem pencernaan anak dan kebutuhan gizinya. energi yang dibutuhkan sebanyak 1220 kkl dan kebutuhan protein sebesar 23 gram. 5. Di usia ini. Pada masa ini otak balita telah siap menghadapi berbagai stimulasi seperti belajar berjalan dan berbicara lebih . Berikan makan dalam porsi kecil dengan frekuensi sering (7-8 kali) sehari. Berbeda dengan batita. siang. L. MM Peranan zat gizi pada tumbuh kembang bayi 1. Aktivitasnya juga lebih tinggi sehingga kebutuhan energinya lebih banyak daripada batita. Sanitasi lingkungan Kebersihan baik perorangan maupun lingkungan memegang peranan penting dalam tumbuh kembang anak. dan sore.

telur. Serotonin menstimulasi tidur yang penting untuk perkembangan otak dalam memproses informasi. 1) Energi Seperti halnya mesin. Sphingomyelin mempunyai peran dalam mengirim sinyal dan membawa informasi dari satu sel saraf ke sel saraf otak lainnya. Protein juga merupakan prekursor untuk neurotransmitter yang mendukung perkembangan otak. vitamin dan mineral. terutama pada dua tahun pertama. Sumber protein antara lain seperti ikan. susu. Kalori yang dibutuhkan balita usia 1-5 tahun adalah sekitar 1300 – 1500 kalori per hari. SA merupakan komponen struktur dan fungsi ganglion otak yang penting. Balita memiliki kebutuhan gizi yang berbeda dari orang dewasa. dan dua gelas susu per hari. 4-5 lembar . Pada usia ini. protein dan gula sederhana. 4) Karbohidrat Sebagai sumber utama energi. Salah satu bentuk karbohidrat di otak adalah Sialic Acid (SA). DHA (asam lemak omega 3) & AA (asam lemak omega 6) adalah komponen utama struktur otak dan mempunyai peran penting dalam perkembangan fungsi otak dan retina. Tanpa energi. susu masih merupakan makanan yang penting karena mengandung semua zat gizi dasar yang dibutuhkan anak yang sedang tumbuh: energi. Sumber lemak antara lain seperti yang terdapat dalam minyak . Mereka butuh lebih banyak lemak dan lebih sedikit serat.500 kalori. Variasi ini sangatlah bergantung pada usia. Neurotransmitter catecholaimes dibentuk dari asam amino penting: Tyrosine dan neurotransmitter serotonin dibentuk dari Tryptophan. Sumber protein terdiri dari daging 2 ons atau telur 2 butir atau kacang-kacangan 100 gram (untuk usia 5 tahun: daging 3-4 ons atau telur 4 butir atau kacang-kacangan 200 gram). Nutrisi yang anak butuhkan berasal dari beras/gandum/umbi. daging. jaringan otak dan selubung myelin disekitar saraf. tinggi badan. fungsi tubuh yang penting tidak mungkin berjalan. sayuran. Untuk anak usia 1 atau 5 tahun diperlukan karbohidrat sebagai sumber energi untuk berbagai aktivitas. sedangkan catecholamine berkaitan dengan keadaan siaga yang membantu menyerap informasi di otak. dan kue juga mengandung omega 3 dan 6 yang penting untuk perkembangan otak. daging. dan mentega. kacang-kacangan. 2) Lemak Merupakan komponen utama membran sel otak dan selubung myelin disekeliling saraf otak. Penelitian menunjukkan bahwa pemberian SA sejak awal dapat meningkatkan perkembangan otak dan mempunyai efek dalam proses belajar dan memori. Energi diperoleh dari zat gizi kaya energi yang terdapat dalam makanan: karbohidrat kompleks. santan . buah. kacang-kacangan. 1. karbohidrat. tubuh manusia membutuhkan pasokan energi (atau kalori) yang terus-menerus. lemak. protein.000 s. Sphingomyelin adalah komponen utama dari sel saraf.lancar. roti. Tentunya dengan gizi yang seimbang sehingga dalam sehari tercapai 1. Diperlukan 2-3 lembar roti atau 1 sampai dengan 1. Lemak mempengaruhi perkembangan dan kemampuan otak. Fungsi otak yang baik tergantung pada kapasitas menyerap dan memproses informasi.d.5 mangkuk nasi atau mi (untuk usia 5 tahun. 3) Protein Mempunyai fungsi penting dalam membangun dan memelihara sel jaringan tubuh. serta aktivitas anak (dalam hal ini sekitar 30 menit aktivitas fisik per hari). lemak.

Kebutuhan akan kalsium dapat terpenuhi asalkan balita mengkonsumsi susu dan produk berbahan dasar susu yang cukup. Makanan balita seringkali kurang asupan Vitamin A. Hal ini disebabkan oleh tingginya kebutuhan akan zat besi yang tidak tercukupi dari asupan makanan. 10) Vitamin E Berperan penting dalam mencegah kerusakan struktur sel membran. . Beberapa peneliti menganalisa perbedaan kecepatan pertumbuhan antara bayi yang disusui dan bayi yang diberi formula selama 1 tahun pertama dan diamati kemudian. Sayangnya hanya 39% dari semua bayi di dunia yang mendapat ASI eksklusif (WHO. 8) Vitamin C Penting untuk sistem pertahanan tubuh dan pertumbuhan balita.Sumber karbohidrat antara lain seperti nasi. paling sedikit 800 ml susu per hari dan pada usia 3 tahun ke atas. atau mi. seorang anak membutuhkan . Rekomendasi pemberian ASI saja yang dikenal dengan ASI eksklusif sampai 6 bulan didasarkan pada bukti ilmiah tercukupinya kebutuhan bayi dan lebih baiknya pertumbuhan bayi yang mendapat ASI eksklusif serta menurunnya morbiditas bayi. 6) Kalsium Kalsium sangat penting untuk pertumbuhan tulang dan gigi. 11) Susu Pada usia 1 dan 2 tahun. khususnya jika tidak mengkonsumsi daging. Dua atau tiga gelas susu dapat memenuhi kebutuhan asupan kalsium dalam sehari. paling sedikit 500 ml susu per hari. 2. 9) Vitamin D Sangat penting untuk metabolisme kalsium dan dapat diperoleh melalui aksi sinar matahari pada kulit. sereal. Peranan ASI ASI merupakan satu-satunya makanan terbaik bagi bayi sampai berumur 6 bulan karena mempunyai komposisi gizi yang paling lengkap dan ideal untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yang dapat memenuhi kebutuhan gizi bayi selama 6 bulan pertama. Makanan yang kaya akan vitamin C seperti segelas jus jeruk dapat dihidangkan ketika makan malam untuk memaksimalkan penyerapan zat besi. kentang. roti. 2002). 5) Zat Besi Kekurangan zat besi merupakan hal yang biasa pada balita. Asupan vitamin C pada balita seringkali rendah karena sedikit mengkonsumsi sayur dan buahbuahan. Vitamin E termasuk dalam golongan antioksidan dan berperan dalam mengurangi risiko penyakit seperti kanker. 7) Vitamin A Dibutuhkan untuk perkembangan sel dan kulit yang sehat. Vitamin C juga membantu penyerapan zat besi.5 mangkuk nasi/mi). khususnya zat besi yang bukan berasal dari hewan.roti atau 2-2.

Trigliserida berasal dari lemak yang dimakan dan diangkut dalam darah ke payudara sebagai trigliserida dalam kilomikron. infeksi. yang ditentukan oleh status gizi bayi (WHO. dan status sosial ekonomi. 2002). tetapi secara statistik tidak nyata ketika dikontrol dengan berat lahir. Ibu dengan gizi kurang menghasilkan ASI dengan kadar lemak rendah dan asam lemak kebanyakan berantai pendek. elektrolit. vitamin A. 1. alpha laktalbumin dan beta laktoglobulin. Protein Protein ASI dibentuk dalam ribosom pada retikulum endoplasma yang terdiri dari kasein. Protein ASI berkaitan dengan fungsi tertentu seperti kasein yang membentuk miscelles dengan kalsium dan fosfat yang merupakan pengangkut penting bagi mineral tersebut. Susunan asam lemak ASI tergantung pada sumber lemak dalam makanan ibu dan keragaman jumlah lemak. 1991). Hal ini akan membahayakan karena fungsi ginjal pada bayi belum sempurna sehingga sukar untuk diekskresikan. dan karotenoid. 2. Studi-studi di beberapa negara berkembang menunjukkan bahwa penyebab terbesar defisiensi gizi dan retardasi pertumbuhan pada anak berumur 3 – 15 bulan adalah rendahnya pemberian ASI dan buruknya pemberian MPASI (Shrimpton et al. kalium. Lemak Lemak dalam ASI berbentuk gumpalan yang terdiri dari trigliserida dengan campuran fosfolipid. Selain itu juga dinyatakan bahwa tidak ada perbedaan kecepatan pertumbuhan usia 3-12 bulan antara anak yang disusui sedikitnya 2 bulan dan anak yang mendapat formula. Elektrolit dalam ASI ASI mengandung elektrolit (natrium. 1990). . Selain itu bayi yang osmolalitas plasma tinggi karena selalu minum beban larut yang berat akan sering merasa haus dan minta minum. Pencernaan lemak ASI secara baik dilakukan oleh enzim lipase yang banyak terdapat dalam ASI sehingga memberikan energi yang cukup bagi bayi untuk pertumbuhannya (ACC/SCN. Pada bayi dengan osmolalitas plasma dan natrium tinggi bila demam atau diare ringan sangat beresiko terhadap dehidrasi hipernatremik. Kadar lemak juga tergantung ada idaknya cadangan lemak. Pada bayi baru lahir (neonatus) belum mampu mengelola protein dalam jumlah besar seperti yang banyak terdapat pada susu formula. Pertumbuhan. dan perbedaan efisiensi penggunaan zat gizi mempengaruhi kecepatan penggunaan zat gizi oleh bayi. enzim. kolesterol. lemak ASI menurun sampai 1 % tetapi protein dan laktosa tetap. 3. Alpha laktalbumin adalah 25 – 30% dari total protein ASI yang merupakan penyedia terbesar asam amino untuk pertumbuhan bayi. Lemak adalah bahan penyusun yang penting bagi sistem saraf. Asam lemak dalam ASI memungkinkan bayi memperoleh energi cukup dan dapat membentuk mielin dalam susunan saraf. Hasilnya menyatakan bahwa anak yang mendapat ASI lebih tinggi. tinggi orangtua. Kadar protein yang rendah ini mengakibatkan saluran pencernaan bayi tidak dimasuki zat protein asing dalam jumlah besar (Suharyono. dan hormon dalam ASI. lemak. Keunggulan ASI yang berperan dalam pertumbuhan bayi dilihat dari protein.Birkbeck (1992) mengukur anak usia 7 tahun yang mendapat ASI sedikitnya 12 minggu dan yang mendapat formula sejak lahir. klorida) sangat rendah dibanding susu sapi sehingga tidak memberatkan beban ginjal. Pada bayi yang mendapat formula elektrolit tinggi akan mengakibatkan osmolalitas plasma yang tinggi. 2001). Kombinasi asam amino dalam ASI sangat sesuai secara biokimiawi untuk periode pertumbuhan bayi.

Otot paha mengendor (baggy pant) e. somatostatin. Perbedaan tipe tersebut didasarkan pada ciri-ciri atau tanda klinis dari masingmasing tipe yang berbeda-beda. laktoferin dan faktor-faktor yang secara spesifik berasal dari sel epitel kelenjar payudara (ACC/SCN. kadang apatis. Perubahan status mental : cengeng. rambut mudah patah dan kemerahan. Wajah seperti orang tua c. Berikut adalah gejala pada marasmus adalah (Depkes RI. Gangguan gizi terhadap tumbuh kembang bayi Terdapat 3 tipe gizi buruk adalah marasmus. oksitosin. kwashiorkor. Cengeng dan rewel. pembesaran hati dan sebagainya. walaupun dibagian tubuh lainnya terutama dipantatnya terlihat adanya atrofi. Iga gambang dan perut cekung d. setelah mendapat makan anak masih terasa lapar Kwashiorkor Penampilan tipe kwashiorkor seperti anak yang gemuk (suger baby). . Anak tampak sangat kurus karena hilangnya sebagian besar lemak dan otot-ototnya. Faktor pertumbuhan terdiri dari faktor pertumbuhan epidermal. 1991). 4.Apabila diberi susu kental menyebabkan haus dan menginginkan minum lagi dan seterusnya sehingga dapat berakibat pemberian kalori berlebihan pada bayi. Pada banyak contoh obesitas yang dijumpai pada anak pra sekolah disebabkan overfeeding pada waktu bayi (Suharyono. bilamana dietnya mengandung cukup energi disamping kekurangan protein. 2000) : a. Anak tampak sering rewel dan banyak menangis meskipun setelah makan. rewel. Enzim Enzim dalam ASI berperan secara tidak langsung terhadap pertumbuhan dimana bila fungsi enzim dalam berbagai proses metabolisme tubuh terganggu maka pertumbuhan juga akan terganggu. Tampak sangat kurus dan atau edema pada kedua punggung kaki sampai seluruh tubuh a. tidak terlihat lemak dan otot di bawah kulit (kelihatan tulang di bawah kulit). insulin. tinggal tulang terbungkus kulit b. Hormon dalam ASI terdiri dari kortisol. Hormon ASI mengandung beberapa hormon dan faktor pertumbuhan. dan marasmuskwashiorkor. gangguan pencernaan (sering diare). gangguan kulit. 5. karena masih merasa lapar. 1990). Gejala yang timbul diantaranya muka seperti orangtua (berkerut). Marasmus Marasmus adalah gangguan gizi karena kekurangan karbohidrat. laktogenik. 3. dan prolaktin.

kelainan rambut. tak jarang ketidak-hadiran momongan menjadi pemicu keretakan rumah tangga.menganggap menyusui sebagai beban. Seseorang tidak dibebani kecuali sesuai dengan kadar kemampuannya. Makanan sehari-hari tidak cukup mengandung protein dan juga energi untuk pertumbuhan yang normal. L. Wajah membulat dan sembab d. Lalu bagaimana Islam dan para ahli hukum Islam memandang praktek menyusui? Sebagai agama yang komprehensif. Pembesaran hati. Rambut tipis kemerahan seperti warna rambut jagung dan mudah dicabut. Janganlah seorang ibu (menjadi) menderita sengsara karena anaknya dan seorang ayah (jangan menjadi menderita) karena anaknya. Sebagian wanita -di tengah arus isu emansipasi dan kesetaraan gender yang mengalir keluar dari batasnya kanalnya. kehadirannya merupakan anugerah dari Allah yang harus disyukuri sekaligus amanat yang harus dijaga dengan baik. c. f.3. yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuannya.O. Islam telah menyinggung masalah menyusui ini dalam Kitab-Nya. sedangkan kelainan biokimiawi terlihat pula (Depkes RI. Pandangan mata anak sayu e.b. dan ahli warispun berkewajiban . 2000). pada penyakit kwashiorkor yang lanjut dapat terlihat rambut kepala kusam. seperti edema. Pada penderita demikian disamping menurunnya berat badan < 60% dari normal memperlihatkan tanda-tanda kwashiorkor. Bahkan diantaranya tega enggan menyusui anaknya hanya dengan alasan demi menjaga keindahan tubuhnya. diantaranya dengan memberikan air susu ibu (ASI). 233 : ) (332 : "Para ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh. Kelainan kulit berupa bercak merah muda yang meluas dan berubah menjadi coklat kehitaman dan terkelupas Marasmik-Kwashiorkor Gambaran klinis merupakan campuran dari beberapa gejala klinik kwashiorkor dan marasmus. Dengan alasan kesibukan. mereka rela tidak menyusui buah hatinya sendiri. hati yang membesar dengan mudah dapat diraba dan terasa kenyal pada rabaan permukaan yang licin dan pinggir yang tajam. Salah satu bentuk syukur atas adanya buah hati adalah menjaga dan merawatnya dengan sebaik mungkin. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma'ruf. tepatnya dalam al Baqarah. kelainan kulit. MM Menyusui anak dalam Islam Memiliki buah hati atau momongan adalah suatu kebahagiaan bagi setiap orang tua. Sebaliknya.

Al Wahidiy : makna kata "para ibu" di sini adalah wanita yang masih berstatus sebagai isteri dan memiliki anak kecil untuk disusui. . 2. atau b) si anak tidak mau menyusu kepada selain ibunya. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan. maka tidak ada dosa atas keduanya. Bertakwalah kalian kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha melihat apa yang kalian kerjakan. Mujahid. kalau pun terpaksa dia menyusui." Siapakah "para ibu" yang dimaksud dalam ayat tersebut? Ada tiga pendapat dalam memahami kata "para ibu" yang ada dalam ayat di atas : 1. Dan jika kalian ingin anak kalian disusui oleh orang lain. Sunnah bagi seorang ibu menyusui anaknya. Adapun bagi wanita yang telah dicerai ba`in maka tidak ada kewajiban menyusui. kecuali dalam kondisi tertentu seperti jika anak tersebut tidak mau menyusu kepada selain ibunya atau suaminya tidak mampu untuk membayar biaya penyusuan anaknya. 3. Lalu bagaimana hukum menyusui itu sendiri? lagi-lagi ulama berbeda pendapat dalam masalah ini: Wajib bagi seorang ibu menyusui anaknya jika a) dia masih berstatus sebagai isteri. maka tidak ada dosa bagi kalian apabila kalian memberikan pembayaran sepatutnya.demikian. atau dia mampu namun tidak ada orang yang mau menyusui anaknya. Dalam kondisi pengecualian tersebut maka hukum menyusui anak adalah wajib. Ad Dhahhak dan As Siddiy: maksud dari kata "para ibu" dalam ayat tersebut adalah isteri-isteri yang telah dicerai oleh suaminya yang masih memiliki anak kecil yang masih perlu disusui. mencakup isteri aktif maupun isteri yang sudah dicerai. maka dia berhak mendapatkan upah atas apa yang telah dia kerjakan. Abu Hayyan dalam Bahr al Muhith : maksud dari kata "para ibu" di ayat tersebut adalah umum. atau c) tidak ada ayahnya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful