RESPIRASI PADA TUMBUHAN

Tujuan Mengetahui apakah kecambah dan biji kacang hijau melakukan respirasi dan yang mana yang melakukan respirasi lebih cepat. Alat dan Bahan Alat: - Respirometer - Pipet - Pinset - Timbangan - Kapas Bahan - Vaselin - Eosin - Kristal KOH - Bji kacang Hijau - Kecambah kacang hijau Cara Kerja 1. 2. 3. 4. 5. 6. Alat dan bahan disediakan. Biji kacang hijau yang telah direndam selama 2 jam diambil sebanyak 2 gram, begitu juga dengan kecambah biji kacang hijau ditimbang sebanyak 2gram. Kristal KOH 2 butir dimasukan ke dalam tabung respirometer yang dibungkus dengan kapas dan jangan terlalu tebal. Kecambah kacang hijau dimasukan ke dalam tabung respirometer . Tutup tabung respirometer dengan pipa kapiler respirometer. Penutup diolesi vaselin agar udara dari luar tidak masuk ke dalam tabung respirometer.

Tersedianya substrat pada tanaman merupakan hal yang penting dalam melakukan respirasi.7. 10. dan protein (digunakan pada keadaan & spesies tertentu). Namun demikian respirasi pada hakikatnya adalah reaksi redoks. Tumbuhan dengan kandungan substrat yang rendah akan melakukan respirasi dengan laju yang rendah pula. Eosin ditetesi dengan menggunakan pipet tetes pada ujung tutup pipa.Karbohidrat merupakan substrat respirasi utama yang terdapat dalam sel tumbuhan tinggi. 11. dimana substrat dioksidasi menjadi CO2 sedangkan O2 yang diserap sebagai oksidator mengalami reduksi menjadi H2O. atau senyawa-senyawa yang terdapat dalam sel tumbuhan yang secara relatif banyak jumlahnya dan biasanya direspirasikan menjadi CO2 dan air. Dicatat jumlah volume yang ditempuh eosin tiap 3 menit selama 15 menit Landasan Teori Respirasi adalah suatu proses pengambilan O2 untuk memecah senyawa-senyawa organik menjadi CO2. Yang disebut substrat respirasi adalah setiap senyawa organik yang dioksidasikan dalam respirasi. Selanjutnya sebagai kontrol tabung respirometer tanpa diisi tumbuhan dan hanya diisi KOH saja. Terdapat beberapa substrat respirasi yang penting lainnya diantaranya adalah beberapa jenis gula seperti glukosa. fruktosa. Ditandai dan dicatat letak eosin diawal percobaan Respirometer diletakan di tempat yang datar dan biarkan kecambah kacang hijau melakukan respirasi. Lakukan juga langkah di atas untuk biji kacang hijau. pati. asam organik. . 9. 12. Demikian sebliknya bila substrat yang tersedia cukup banyak maka laju respirasi akan meningkat. Sedangkan metabolit respirasi adalah intermediat-intermediat yang terbentuk dalam reaksi-reaksi respirasi. Secara umum. H2O dan energi. respirasi karbohidrat dapat dituliskan sebagai berikut: C6H12O6 + O2 6CO2 + H2O + energi Laju respirasi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain: • Ketersediaan substrat. dan sukrosa. 8.

dari proses pemecahan tersebut maka dihasilkanlah senyawa-senyawa antara yang penting. dan prazat karbon untuk pigmen profirin (seperti klorofil dan sitokrom). terutama di dalam sel yang sedang tumbuh. Fluktuasi normal kandungan oksigen di udara tidak banyak mempengaruhi laju respirasi. lemak. Senyawa-senyawa tersebut meliputi asam amino untuk protein. namun bila berbagai senyawa di atas terbentuk. . seperti lignin. MANFAAT RESPIRASI Respirasi banyak memberikan manfaat bagi tumbuhan. • Tipe dan umur tumbuhan. sterol. Hanya beberapa substrat respirasi yang dioksidasi seluruhnya menjadi CO2 dan H2O. karotenoid. dengan demikian kebutuhan tumbuhan untuk berespirasi akan berbeda pada masing-masing spesies. Telah diketahui bahwa hasil akhir dari respirasi adalah CO2 dan H2O. sedangkan sisanya digunakan dalam proses anabolik. Manfaat tersebut terlihat dalam proses respirasi dimana terjadi proses pemecahan senyawa organik. Masing-masing spesies tumbuhan memiliki perbedaan metabolsme. karena jumlah oksigen yang dibutuhkan tumbuhan untuk berrespirasi jauh lebih rendah • Suhu. dan senyawa aromatik tertentu lainnya. Demikian pula pada organ tumbuhan yang sedang dalam masa pertumbuhan. Sedangkan energi yang ditangkap dari proses oksidasi sempurna beberapa senyawa dalam proses respirasi dapat digunakan untuk mensintesis molekul lain yang dibutuhkan untuk pertumbuhan. Tumbuhan muda menunjukkan laju respirasi yang lebih tinggi dibanding tumbuhan yang tua.• Ketersediaan Oksigen. namun besarnya pengaruh tersebut berbeda bagi masing-masing spesies dan bahkan berbeda antara organ pada tumbuhan yang sama. namun hal ini tergantung pada masing-masing spesies. hal ini terjadi bila substrat secara sempurna dioksidasi. Ketersediaan oksigen akan mempengaruhi laju respirasi. Pengaruh faktor suhu bagi laju respirasi tumbuhan sangat terkait dengan faktor Q10. pigmen flavonoid seperti antosianin. dimana umumnya laju reaksi respirasi akan meningkat untuk setiap kenaikan suhu sebesar 10oC. nukleotida untuk asam nukleat. substrat awal respirasi tidak keseluruhannya diubah menjadi CO2 dan H2O.

PROSES RESPIRASI Proses utama respirasi adalah mobilisasi senyawa organik dan oksidasi senyaw. Dekarboksilasi Oksidatif Piruvat Senyawa-senyawa yang dihasilkan tahap ke-2 diuraikan menjadi CO2 dinamakan daun asam sitrat karena senyawa C6 yang pertama kali dibentuk dalam daur ini adalah asam sitrat. jalur reaksi ini disebut juga jalur Embden-Meyerhoff-Parnas (EMP). Reaksi respirasi (oksidasi biologis) suatu karbohidrat misalnya glukosaberlangsung 1. merupakan dasar dari respirasi anaerobik atau fermentasi. Glikolisis Merupakan serangkaian reaksi yang menguraikan satu molekul glukosa menjadi dua molekul asam piruvat. 2. 3. Agar dapat berlangsung terjadi suatu angkutan hidrogen sepanjang suatu rantai sistem redoks yaitu melalui suatu sistem angkutan/transport elektron . Oksidasi terminal dalam rantai respiratoris Hidrogen yang dihasilkan oleh substrat pada tahap ke-1 hingga ke-3 akhirnya berkombinasi dengan oksigen membentuk air. Nama lain dari iktu serta asam-asam dengan tiga gugus karboksil. Daur ini dikenal dengan daur krebs. Senyawa tersebut secara terkendali untuk membebaskan energi bagi pemeliharaan dan perkembangantumbuhan.

09 0.10 Rata-rata (ml/menit) 0.10 0.44 3 menit 0.08 0.143 0.59 3 menit 0.15 menit) III 0.01 0.25 0.02 0.014 .04 0 IV 0.06 0.11 Catatan: Rata-rata kelas .12 0.390 Pertambahan Volume Eosin (3menit selama 15 Percobaan I KOH+Kecambah kacang hijau KOH +Biji kacang hijau KOH 0.KOH+Kecambah kacang hijau adalah 0.02 0 0.258 0.KOH+Biji kacang hijau adalah 0.23 0.02 0 - Rata-rata (ml/menit) 0.15 3 Menit 0.21 0.0025 0.10 0.087 .29 0.098 0.02 0 1 KOH+Kecambah kacang hijau KOH +Biji kacang hijau KOH Diagram Kecepatan pergerakan O2 .KOH adalah 0.025 0.Hasil Pengamatan Percobaan KOH+Kecambah kacang hijau KOH +Biji kacang hijau KOH Pertambahan Volume Eosin (3menit selama 15 menit) 3 Menit 0.29 II 0.31 0.04 0.10 3 menit 0.1 0.

dimana di dalam tabung respirometer telah di masukan KOH yang dibungkus tipis dengan menggunakan kapas agar KOH bisa mengikat CO2. Apabila eosin bergerak ke arah tabung.Pembahasan Pada praktikum ini kita telah mengamati proses respirasi pada kecambah dan kacang hijau. karena tumbuhan ini merupakan suatu organisme yang walaupun ia masih belum berkembang dengan sempurna tetapi sudah bisa melakukan pernapasan. Kecambah melakukan pernapasan untuk mendapatkan energi yang dilakukan dengan melibatkan gas oksigen (O2) sebagai bahan yang diserap/diperlukan dan menghasilkan gas karbondioksida (CO2). Alasan mengapa bahan yang digunakan adalah kecambah dan kacang hijau. Pada perlakuan pertama. kecambah kacang hijau dimasukan kedalam tabung respirometer. Rata – rata . maka makin besar pula kebutuhannya akan energi sehingga dalam respirasinya memerlukan oksigen yang banyak pula. air (H2O) dan sejumlah energi.025ml/3menit Pada perlakuan Kedua. Untuk mengetahui apakah biji atau kecambah melakukan respirasi pada ujung pipa tabung ditetesi eosin. agar biji kacang hijau mengandung cukup air dan dapat berkecambah dengan cepat. Di dalam tabung respirometer diletakkan kapas yang sudah dibasahi larutan KOH. Sebelum dimasukan kedalam tabung respirometer. maka subjek tersebut melakukan rerpirasi dan skala pada respirometer menunjukan volume O2 yang dipakai untuk repirasi. serta mempercepat proses respirasi. alat ini berfungsi untuk mengukur jumlah oksigen yang diperlukan dalam respirasi. Semakin besar suatu tanaman. hal ini terbukti dari hasil percobaan yang telah diamati dimana kecambah kacang hijau sebagai bahan percobaan mampu melakukan respirasi. biji kacang hijau juga diperlakukan sama seperti kecambah kacang hijau. Pada pengamatan ini digunakan alat yang disebut respirometer. proses respirasi bertujuan untuk mendapatkan energi yang digunakan dalam metabolisme dan proses pertumbuhan serta perkembangan untuk menjadi sebuah tanaman dewasa. Pada dasarnya. biji kacang hijau telah direndam dengan air selama dua jam. Rata – rata volume O2 atau respirasi yang dihasilkan oleh kecambah kacang Hijau adalah 0. Pada praktikum ini Variabel kontrol yang digunakan adalah tabung respirometer hanya diberi KOH saja yang telah dibungkus dengan kapas tipis.

. biji kacang hijau masih dalam bentuk embrio. Rata-rata volume respirasi yang terjadi pada kecambah kacang hijau lebih banyak dibandingkan laju respirasi yang dilakukan oleh biji kacang hijau.0025ml/3menit. karena kecambah kacang hijau telah tumbuh berkembang lebih maju dari pada biji kacang hijau yaitu telah memilik akar. Sedangkan. Jumlah rata-rata volume O2 pada repirasi yang dilakukan oleh kecambah kacang hijau dan biji kacang hijau berbeda. batang dan daun muda. Pada variabel kontrol pergerakan eosin lebih cepat dibandingkan perlakuan pertama dan kedua karna pada variabel ini tidak ada tumbuhan.Volume O2 atau respirasi yang dihasilkan oleh biji kacang Hijau adalah 0.

. Biologi Edisi Kelima Jilid II.Daftar Pustaka Cambpell. Fisiologi Tumbuhan. N. Jakarta: Erlangga Salisbury dan Ross. A. Bandung: ITB Press. 2003. 1992.

Laporan Praktikum Fisiologi Tumbuhan Kelompok 8 Januar Try Santosa (06091009020) FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA .