BAB I PENDAHULUAN

Analisia ekonomi teknik adalah beberapa metode yang digunakan untuk menganalisis alternatif-alternatif mana yang harus dipilih secara sistematis, sesuai dengan kondisikondisi tertentu. Pengertian-pengertian dasar ekonomi yang banyak di gunakan disini adalah aliran kas (cash flow), pengaruh waktu terhadap nilai uang (time value of money), ekuivalensi (equivalence), suku bunga majemuk, suku bunga nominal dan efektif. Pemahaman pengertian-pengertian tersebut sangat bermanfaat dalam mempelajari ekonomi teknik. Metode-metode yang banyak digunakan oleh para ahli teknik dapat di

kelompokkan sebagai berikut: nilai uang sekarang (present worth), biaya tahunan / periode (annual cost), suku bunga investasi (rate of return), pemanfaatan biaya (benefit cost ratio), penyusutan/penghapusan (depreciation), dan pajak pendapatan (income taxes). Jika inflasi diperhitungkan, maka analisis harus dilakukan dalam daya beli tetap (constant purchasing power). Penerapan teori keputusan (decision theory) dalam ekonomi teknik dewasa ini berkembang, yang tujuannya adalah untuk mendapatkan hasil analisis yang lebih akurat dengan resiko tertentu.

Aliran Kas (Cash Flow) Pada umumnya langkah pertama dalam menganalisis masalah ekonomi adalah membuat tabel aliran kas, sehingga dari tabel tersebut dapat di ketahui perkembangan uang sesuai dengan waktu. Contoh 1.1. Misal seseorang membeli mobil baru seharga Rp. 15.000.000,-. Biaya pengoperasian dan pemeliharaan pada akhir tahun pertama adalah Rp. 800.000,-, pada akhir tahun kedua Rp.900.000,-; pada akhir tahun ketiga Rp. 110.000,- dan pada akhir tahun keempat Rp.1.200.000,-. karena biaya pengoperasian dan pemeliharaan tiap tahun cenderung meningkat maka pemilik mobil tersebut ingin menjual mobilnya pada akhir tahun keempat seharga Rp. 6.000.000,-.

1

Dari data di atas dibuat tabel aliran kas sebagai berikut : Keterangan Permulaan thn pertama Akhir thn pertama Akhir thn kedua Akhir thn ketiga Akhir thn keempat Tahun 0 1 2 3 4 Aliran Kas - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. + Rp. 15.000.000,800.000,900.000,1.100.000,1.200.000,6.000.000,-

Secara grafik, tabel di atas dapat di gambarkan sebagai berikut :
6.000.000 15.000.000 800.000 900.000 1.100.000 1.200.000

0

1

2

3

4

Gambar 1.1. Diagram Contoh 1. Contoh 1.2 : Suatu perusahaan pada bulan Januari 2001 membeli mesin tik merek PALAPA seharga Rp. 500.000,- dengan garansi 2 tahun (oleh karena itu ongkos reparasi tahun 2001 dan 2002 tidak ada). Dalam tahun 2003 ada ongkos reperasi Rp. 86.000,dalam tahun 2004 sejumlah Rp. 130.000,- dan dalam tahun 2005 sejumlah Rp. 140.000,-. Pada tahun 2005, mesin tik tersebut di jual seharga Rp. 300.000,-. Tabel aliran kasnya sebagai berikut : Keterangan Mulai tahun Akhir tahun Tahun 2001 2001 2002 2003 2004 2005 Aliran Kas - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. 500.000,0,0,86.000,130.000,-

+ Rp. 160.000,-

2

Dianalogikan menjadi: Tahun 0 1 2 3 4 5 Aliran Kas - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. 500.000,0,0,86.000,130.000,-

+ Rp. 160.000,-

Konsep Nilai Uang Terhadap Waktu. Nilai uang Rp. 10.000,- sekarang lebih tinggi daripada nilai Rp. 10.000,- tahun depan, apalagi dalam periode atau jangka waktu yang lebih panjang. Untuk mempelajari nilai uang untuk masa yang panjang di perlukan pengertian suku bunga (interest rate). Misal seseorang meminjam modal Rp.100.000,-; dengan bunga Rp. 1.500,- tiap bulan. Bunga :
1500 = 0,015 = 1,5 % tiap bulan 100.000

Dalam satu tahun bunga tersebut adalah (1,5 %) x 12 = 18 %, dan di sebut suku bunga

nominal (sederhana). Tetapi dalam prakteknya orang tersebut dalam satu tahun
membayar suku bunga lebih tinggi, yang di sebut suku bunga majemuk (effective interest

rate), dengan perhitungan sebagai berikut :
Bulan
0 1 2

Modal yang dipinjam
100.000 100.000 + 0,015 (100.000) = 100.000 (1 + 0,015) = 101.500 100.000 (1 + 0,015) + 0,015 (100.000 (1 + 0,015)) = 100.000 (1 + 0,015)2 = 103.200 100.000 (1 + 0,015) + 0,015 (100.000 (1 + 0,015) ) = 100.000 (1 + 0,015)3 = 104.570
2 2

3

• • •
12

Jadi besar suku bunga yang dipinjam adalah

119.560 − 100.000 = 0,1956 100.000

= 100.000 (1 + 0,15)12 = 119.560

= 19,56%, yang

berarti lebih tinggi 1,56 % dari suku bunga nominal. Secara umum jika, jika i adalah suku

3

015 3 bulan 6 bulan 9 bulan 1 tahun : i = (1 + 0.: i = (1 + 0. jumlah deposito tersebut menjadi F = P (1 + Jika di ambil k = r mn ) m m ..061 atau Rp. 15. Tentukan bunga yang diperoleh orang tersebut setelah 3 bulan. 30. ada suku bunga lain yang sering digunakan yaitu suku bunga majemuk kontinyu (continuous campounding of interest).: i = (1 + 0.000. 1 kuartal dan sebagainya) dan m menunjukkan jangka waktu modal tersebut didepositokan atau di investasikan maka : Suku bunga majemuk = (1 + i)m – 1 …………………………… Dalam ekonomi teknik. Penyelesaiannya : i = 1 ½ % = 0.046 atau Rp.000.03 atau Rp.: i = (1 + 0.pada sebuah Bank yang membayar bunga 1½ % tiap 3 bulan.- Di samping kedua suku bunga tersebut. di peroleh r 1 1 F = P ( 1 + ) r k n = P (1 + ) k r n k k 1 Dari kalkulus : Li P (1 + ) k r n = P e r n………………………… k K ∞ Dimana e r n adalah suku bunga majemuk kontinyu. 1. 6 bulan.000. suku bunga tiap tahun r.000. Misal seseorang mendepositokan uangnya sejumlah P. 46.015)3 – 1 = 0.000.bunga tiap periode (misalnya 1 bulan. dan dalam setahun ada m periode (misal m tiap kuartal) maka jumlah uang di depositokan pada akhir tahun tersebut adalah : F = P (1 + r m ) m Setelah n tahun.3 : Seseorang mendepositokan uangnya Rp.015 atau Rp. 4 .015)2 – 1 = 0.015)4 – 1 = 0. 61.000. 9 bulan dan 1 tahun.015)1 – 1 = 0. suku bunga majemuk lebih sering di pakai daripada suku bunga nominal. Contoh 1.

000 sekarang akan ekuivalen dengan Rp.5 Jadi jumlah uangnya pada akhir tahun ketiga adalah Rp.di suatu bank dengan suku bunga 9% pertahun untuk selama 3 tahun.309.000.Contoh 1.100 + 1.100 + 1.100 5 .000 sekarang berbeda dengan Rp.6 : Misal ada 2 alternatif A dan B dengan tabel aliran kas sebagai berikut: Tahun 0 1 2 3 Alternatif A .Rp. 1.4 : Misal seseorang mendepositokan uangnya Rp.000) = 550.sekarang akan ekuivalen dengan berapa untuk 3 tahun mendatang.000 + 0.500 pada tiga tahun mendatang. 5.000 tiga tahun mendatang. 1.000.000 + 0. 2. 665. Contoh 1. Maka jumlah depositonya pada akhir tahun ketiga adalah : F = 1.964. 2.000 500. uang Rp.309..000 + 0. 500.000.800.000.000 550.5 Ekuivalensi Dari pangalaman.000 + 800 + 800 + 800 B .000) = 605.000 + 1.5 : Dengan suku bunga 10% / thn.000) = 665.10 (605. Tahun 0 (sekarang) : Ekuivalensi 500.000 e 3 (0.09) = 1.. Ekuivalen merupakan konsep yang sangat penting dalam analisis ekonomi teknik dan di gunakan antara lain untuk memilih alternatif yang terbaik diantara 2 alternatif atau lebih. nilai Rp.000 605.10 (550. Contoh 1. 500.964.Rp. 5.500 Akhir tahun pertama : kedua ketiga : : Jadi uang sejumlah Rp.000.10 (500.

12 % tiap kuartal c). Ekonomi Teknik. Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making. Hitung suku bunga majemuk dalam setahun jika diketahui suku bunga adalah : a).. Ekonomi Teknik. dilakukan perhitungan ekivalensinya. sehingga keuntungan atau penghematan tiap tahunnya lebih besar dari A. N. Suku bunga suatu bank adalah 2 % tiap bulan. 12 % tiap bulan 2.N. Surabaya. 1990. Hitung suku bunga nominal dan majemuk dalam setahun. Mc Graw Hill Book Co. Edisi Pertama.1 %/hari secara kontinyu. Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Pujawan. tapi tidak dapat disimpulkan bahwa alternatif B lebih baik dari A. 0. 1995. 2004. untuk membandingkan kedua alternatif tersebut. 0.Inc.N. Hitung suku bunga majemuk dalam setahun bila suku bunga adalah : a). Soal-soal : 1. Penerbit Guna Widya. New York. Daftar Pustaka: Barish. 12 % tiap enam bulan b). Haryono. 3.Investasi B lebih besar dari A.1 % tiap hari b). Surabaya 6 .

. n) = (1 + i)n disebut faktor jumlah bergabung. i% ...... Diperoleh : Tahun Jumlah uang awal periode + Suku bunga akhir periode = Jumlah uang akhir tahun 0 1 2 3 • • • n P P P (1 + i) P (1 + i)2 • • • P (1 + i)n-1 + + + + Pi Pi (1 + i) Pi (1 + i)2 • • • Pi (1 + i)n-1 = = = = P P (1 + i) P (1 + i)2 P (1 + i)3 • • • P (1 + i)n = Jadi jika jumlah uang sekarang P.. yakni: F = P (1 + i)n = P (F/P .BAB II EFFECTIVE INTEREST RATE Simbol-simbol : i = suku bunga tiap periode n = jangka waktu / umur teknis P = jumlah uang sekarang (present worth) F = jumlah uang mendatang (future worth) A = pembayaran seri merata(anuitas) G = pembayaran secara gradien Hubungan antara P. 1... i% ..... maka pada akhir tahun ke n menjadi P (1 + i)n atau nilai P akan ekuivalen dengan P (1 + i)n setelah n tahun. F dan A sebagai fungsi dari i dan n adalah : A. n). Pembayaran Tunggal....2...1 (F/P .... yang nilai-nilainya telah ditabelkan... Faktor jumlah bergabung Misal sekarang ada uang sejumlah P dan diinvestasikan dengan suku bunga 1 tiap tahun. 7 ..

5584) = Rp.dengan bunga 6% pertahun? Penyelesaian : n = 10.000.1: Dengan bunga 10 % pertahun.2 : Beberapa modal yang harus diinvestasikan pada 1 Januari 1995.i %.1 : P ekuivalen dengan F.n disebut faktor jumlah sekarang.000 (0.1.000.. Faktor terpendam (sinking fund factor) Tinjau situasi berikut: 8 .- B. F = Rp. 6 %.000.000.000 0 1 2 3 n Gambar 2.000 (1 + 0. Contoh 2. 1.331.000.791.331. 1.n = F (P/F.Contoh 2.akan ekuivalen dengan berapa dalam 3 tahun ? Penyelesaian : P = 1.. Faktor jumlah sekarang (kebalikan dari rumus 2.000 (F/P. 1. 10 %.000.10)3 = 1. 1.P = F (P/F.i %.Jadi modal yang harus diinvestasikan adalah Rp.791.000. 1.n) ………………………2.000. 2.000.000.791.10 F = 1. 1. P = F (1 +i). agar pada 1 Januari 2005 modal tersebut menjadi Rp. Pembayaran Seri Merata 1.Jadi nilai ekuivalennya adalah Rp.000. 3) = 1.000.3310) = Rp. i = 0.000.331.Secara Grafis : P = 1. n) = (1 + i).1) Dari rumus 2. uang Rp. 1.000. 10) = 1.000 F = 1.000(1.2 (P/F.000 .000.

Modal sejumlah A diinvestasikan pada tiap akhir tahun selama n tahun (lihat Gambar 2.i %.2) : F A A A A A 0 1 2 3 n-1 n Gambar 2.n) ………………………2. + (1 + i )n – 1 Ruas kiri dan kanan dikalikan (1 + i ).i %..2 : Pembayaran merata A ekuivalen dengan F Tahun Investasi Nilai investasi pada tahun ke n 1 2 3 • • • n A A A • • • A A (1 + i)n-1 A (1 + i)n-2 A (1 + i)n-3 • • • A F = A 1 + (1 + i ) + (1 + i )2 + (1 + i )3 + …………. diperoleh (1 + i ) F = A (1 + i ) + (1 + i )2 + (1 + i )3 ………… + (1 + i )n = A∑ (1 + i ) t t =1 n Kurangkan dengan persamaan mula-mula diperoleh : i F = A (1 + i)n – 1 A=F i (1 + i ) n − 1 = F(A/F.n) = i disebut faktor terpendam (1 + i ) n − 1 9 .3 F(A/F.

240. n) = i (1 + i ) n disebut faktor pengembalian modal (1 + i ) n − 1 Secara Grafis : P A A A A 0 1 2 3 n Gambar 2. 1 ½ .4: Misal seseorang ingin membeli sepeda motor seharga Rp.4 (A/P.000.1 dan 2. i %. n) ………………………………2..000.3 diperoleh : A=F i (1 + i ) n i i n = P (1 + i) = P (1 + i ) n − 1 (1 + i ) n − 1 (1 + i ) n − 1 Atau A = P (A/P.000.i %. i = 1½ % A = F(A/F. Faktor Pengembalian Modal (Capital recovery factor) Dari rumus 2.. sehingga pada akhir tahun ke 10 ia memiliki uang Rp.000.suku bunga tiap tahun adalah 6 %. 10 .200. Jika bunga 1 % maka hitung besar angsuran tersebut. Pemyelesaian : F = Rp. 1.000. n = 40.3 : Misal seseorang ingin mendepositokan uangnya setiap 3 bulan.. n) = 10. i %.3 : P ekuivalen dengan A Contoh 2.000 tiap 3 bulan. 184.40) = 184. 10.000 (A/F. 6. 10.dengan uang muka Rp.000.000 Jadi ia harus mendepositokan sebesar Rp.Contoh 2.dan sisanya diangsur selama 48 bulan dengan angsuran sama. berapa yang harus ia depositokan tiap 3 bulan.000 . 2.

06. n) = 4.Penyelesaian: P = 6. 100.450 3.6 i (i + 1) (P/A. i %.240. 130.200 P = A (P/A.000 F = A(F/A. 130.2. n) i F = A (F/A.200. n) disebut faktor jumlah sekarang Contoh 2. Dari rumus 1. diperoleh P=A (1 + i ) n − 1 = A (P/A. Penyelesaian : i = 0. 6 %.dengan suku bunga 6% / tahun .- 4. i %. Faktor jumlah sekarang (untuk pembayaran seri merata). n) disebut faktor jumlah bergabung (untuk pembanyaran seri merata) Contoh 2.5: Seseorang mendepositokan uangnya tiap akhir tahun sebesar Rp. Berapakah uang yang dimilikinya pada akhir tahun ke 5.2. 563. i = 1 % / bulan A = P (A/P.000 (F/A. Faktor jumlah bergabung Dari rumus 2. 5) = Rp. diperoleh A=F i (1 + i ) n − 1 F=A (1 + i ) n − 1 = A (F/A. 100.000 (A/P. agar tiap tahun dapat diambil Rp. i %. 7) = 179.6: Berapa yang harus didepositokaan 1 Januari 2000.000.960. i %.4.000 = 4.. 1. Penyelesaian : A = Rp.000.selama 7 tahun dengan suku bunga 6 % tiap tahun.5 (F/A. 179. n = 7 .200 (5.000 – 1. n) ……………………………………….000 (0. i %.000.960.700.582) = Rp.000 N = 48 bulan. n) ……………………. 48 ) = 4.200. i %.450 Jadi besar angsuran tiap bulan adalah Rp. i %.0263) = Rp. A = Rp.11 .3.. 6 %.960. i %.179. n) = 100.

700.C.1.umur teknis 6 tahun dan nilai akhir (salvage value) nol....000. asuransi. 200. demikian seterusnya naik Rp.000. + (1+i)2 + (1+i) + 1i i G (1 + i ) n − 1 nG − i i i (1 + i ) n − 1 i nG i − n i (1 + i ) − 1 i (1 + i ) n − 1 Jadi : A= G i = G nG i − i i (1 + i ) n − 1 12 . Biaya pengoperasian dan pemeliharaan (antara lain pajak.tiap tahun. Grafik Gradien Diperoleh : F=G = = F = (1 + i ) n −1 − 1 (1 + i ) n − 2 − 1 (1 + i ) 2 − 1 (1 + i ) − 1 + + . pada tahun kedua Rp. Misal sebuah mesin dalam kondisi baru berharga Rp.000..(n-1) i G nG (1+i)n – 1 + (1+i)n – 2 + ….200.900. pada tahun ketiga Rp.-. 1. Jadi sebagai gradien (G) adalah Rp..4.. 1. biaya energi dan sebagainya) ditaksir pada tahun pertama Rp.000.000. Pembayaran Seri Tidak Merata Contoh masalah : Biaya pemeliharaan suatu mesin selalu bertambah sesuai dengan umur mesin tersebut.Secara umum: P (n-1)G 2G 1G 0G 3G 0 1 2 3 4 n Gambar 2. 6..000. + (1+i)2 + (1+i) .000.500. + + i i i i G (1+i)n – 1 + (1+i)n – 2 + ….-..-. gaji karyawan.

Hasil diatas sebagai : A= G nG i 1 n i − =G − n i i (1 + i ) − 1 i i (1 + i ) n − 1 A = G(A/G.000 155. i %.000. n) (P/G.. Faktor konversi gradien untuk pembayaran seri merata. Berapakah uang yang harus disediakan sekarang untuk pengoperasian dan pemeliharaan selama 8 tahun jika suku bunga 6% tiap tahun. 8) + 35.842) = Rp.000 (P/A. 35.210) + 35. Contoh 2. 6 %.-. 1. n) (A/G.- 13 . 8) = 155. n) disebut faktor konversi gradien untuk pembayaran seri merata.(1). (2). Faktor konversi gradien untuk nilai uang sekarang Dengan penalaran yang sama maka diperoleh : P = G (P/G. i %.000 190. dan naik tiap tahun Rp. n) (P/A.000. n) disebut faktor konversi gradien untuk nilai uang sekarang. Penyelesaian: P 400.000 (19.000 (6.untuk selama 7 tahun.200.000 (P/G. n) = (A/G. i %.000 225.Jadi jumlah uang yang diperlukan sekarang adalah Rp. 1. i %.155.000 0 1 2 3 8 P = 155. 6 %. i %. i %.657.200.7 : Biaya pengoperasian dan pemeliharaan suatu mesin pada akhir tahun pertama adalah Rp.657.

000 . 1. n3 = 15.000 1. agar dapat disediakan Rp.7835) = 940. n4 = 20. 5 %. 2.200. Contoh 2. 14 .200. Berapakah jumlah total uangnya pada tahun ke 10. 5 %.200.3769) = 452.000.4810) = 572.200.200.1.000 (0.000.000 (0. 5 %. n2 = 10.400 Cara langsung. 5) = 1. 5 %. 1.200. 20) = 1.000 pada tahun ke 15 dan Rp. 2. 20) = 1.000.300 Jadi modal yang harus diinvestasikan adalah: P = P1 + P2 + P3 + P4 = Rp.200. F1 = 1. i = 0.200.200.000 pada tahun ke 10.000 (0.18097) (12.000 pada tahun ke 20? Penyelesaian : P 1.05 P1 = F1 (P/F.000 1.200 P2 = F2 (P/F.200.000.1.200 P4 = F4 (P/F.200. 10) = 1. 2. 5%.000. Rp. semua dengan suku bunga sama yaitu 8 %.000 1.000.000 (0.000 (0.000.000 pada tahun ke 5.706.200. sebab adanya pembulatan). 1.Contoh 2.300 ( perbedaan kecil timbul.500.000 F3 = 1. 5) (P/A.200. 2 tahun kemudian Rp. Rp.700 P3 = F3 (P/F. 5 %. dan 4 tahun kemudian Rp.6139) = 736.200.706.9 : Seseorang mendepositokan uangnya sekarang Rp. 15) = 1.200. F2 = 1.200. 1.8: Berapa modal yang diinvestasikan sekarang dengan suku bunga 5%.462) P = Rp.000 0 5 10 15 20 n1 = 5. karena F1 = F2 = F3 = F4 : P = F (A/F. F4 = 1.200.

12 %.681. Pinjaman tersebut harus diangsur tiap 6 bulan selama 30 tahun dengan jumlah angsuran 15 .1400 50.000.500.000 A = P(A/P.14862 − 0.000 P2 = 1. 11 %.5869) = 8.000. 50.111 0.14682 i = 0.000.681. P = 50.000.000.1400 − 0. F = F1 + F2 + F3 = P1 (P/F.000 tiap tahun untuk selama 15 tahun.15) = = 0.13907 (0. A = 7. n2 = 8. 10) + P2 (P/F.000 (1.000 Jadi jumlah total uangnya pada akhir tahun ke 10 adalah Rp. 15) = 0.11 + 0. profitability index (PI).dengan suku bunga 7%/tahun.000 P Cara coba-coba (trial and error): Untuk i = 11 % Î (A/P.000 F 0 2 4 8 Dari gambar terlihat n1= 10.000. 6) = 2.000.13907 i = 12 % Î (A/P. Contoh 2.13907 Jadi i kira-kira 11. 8 %. (catatan : suku bunga yang diperoleh disebut interval rate of return (IRR). Berapa kira-kira i (suku bunga) dari invetasi tersebut ? Penyelesaian : n = 15.8509) + 1.11: Seseorang meminjam uang dari bank Rp.000 P3 = 1. Dalam artikel keuangan disebut figure of menit (measure of worth).000.000 (2.1 %. 8) + P3 (P/F. 8 %.500.000 A = ( A / P. i %.000.P1 = 2.11) = 0. n3 = 6.10 : Suatu investasi Rp.000.000. 7.000. 15) Î 7.000 (1. i %.1589) + 1.000 diharapkan menghasilkan penerimaan Rp. 8 %.000. 15) = 0.- Contoh 2. 8.000.12 − 0.. 100.

000.690 tiap 6 bulan mulai 1 Januari 1997 sampai 1 Juli 2005. 5 ½ . 60) = 4.yang sama.612.690 Jadi harus didepositokan Rp.000 selama 5 tahun. 1. 100.000 A1 = jumlah uang yang didepositokan P18 = A (P/A.538) = 7.612.000 (A/P. 3 ½ %.000 (7. 16 .000. jika suku bunga 11% / tahun. 8) = 7. Berapa pokok dari uang tersebut yang telah di bayarkan pada akhir tahun ke 10 (tepat setelah angsuran ke 20 dibayar).000 . 5 ½.200 Jadi pokok yang telah dibayar = Rp.000. 40) = 85. 10) = 1.000 Pokok yang belum di bayar P1 = 4. 8) = 7.12 : Berapa jumlah uang yang harus didepositokan pada tanggal 1 Januari 1997 sampai 1 Juli 2005 agar tiap 6 bulan dapat diambil Rp.009. 85.000 (A/F.000. 14.000. mulai 1 Januari 2006.000 P18 = menjadi F untuk A1 A1 = F18 (A/F. i %. 255.538.000 (0.03392) = 255. Penyelesaian : A1 A1 A1 A A A 0 1 2 18 19 20 28 A = 1.009.000 Contoh 2.538. P = 100. 3 ½ %.000.000 P1 A A A A A 0 1 2 3 20 60 A = P (A/P.000 (P/A.388.538. 5 1/2 .200 = Rp. n) = 100.Rp.

100. 15) = 4.000.000 (P/A.69% 4.000. 80.000.000 17 .000.000 5.75.260. Hitung suku bunga (rate of return) antara selisih antara kedua alternatif tersebut. 14) + 100.000 + 5.000. i %. 5. 15)= -2.000. Jika disewa ongkosnya Rp. harganya Rp. 14) + 100. Harga jual tanah tersebut ditaksir Rp.000 tiap awal tahun.000 Sewa Rp.000 (P/F.000 + 5.000 100.000 + 2. 7%.000 0 1 2 3 15 Untuk menghitung rate of return.13 : Untuk memperluas usahanya sebuah perusahaan ingin membeli sebidang tanah atau menyewanya selama 15 tahun.000.000.000.000 5.965. i %.75.000 (P/A. 8%.000.000 Grafik beli sewa : 75. 15) Dengan cara coba-coba : i = 7 % : .000.000 (P/A. digunakan rumusan sebagai berikut untuk lebih mendalam lihat rumus Bab 5 : Nilai bersih sekarang (net present worth = NPW = 0) 0 = .000 Rp.260. 100.965.965.000 pada tahun ke 15.000. 7 %.000 − 0 (0.000. 80.000.000 (P/F.000 5.000.000 i = 8 % : .Contoh 2.000.000. 5.000 + 5.000.000. 8%. Jika dibeli.000 5.75.000. 14) + 100.-. Penyelesaian : P (biaya awal) Tahun (1 – 14) Nilai akhir (tahun ke 15) Beli Rp.01) = 7.000. 5.000 i = 7% + 4.000 (P/F.000.000 Rp.000.

75.000 + 95.000 + 95.000 Rp. 15) Dengan cara coba-coba : i = 7% : −75. 250.000 250.5) − 50.000 Grafiknya : 595.7%.000 ( A / F .650 i = 12% ______ 595.400 + 263.397) = −13.7%.67% 545.15) = 545.000.000.000 100.000 (A/P.15) + 5. 15) + 5.000 ( P / G .000 ( A / P.000 200.000 (6.000 100.14 :Hitung rate of return investasi yang ditabelkan sebagai berikut: Tahun 0 1 2 3 4 5 Aliran Kas – Rp.000.000.400 i = 8% : −75.000 150.600 18 .000 50.000 − 250.01) = 7.000 ( A / F .000 ( A / P.862) = −9.000.000 0 Nilai biaya sekarang – Nilai penerimaan (keuntungan) sekarang = 0 yaitu P – P1 + P11 = 0 atau : 595.000 (3. 595.000 (6.000 − 250.7%.000 ( P /.400 i = 7% + 545. 200.000 + 95.8%.000 Rp.000 250. 100.000.000 P1 P11 = 250. 150.15) = −263.5) = 0 Dengan cara coba-coba : i = 10% ______ 595.000 − 250.000 (3.000.Cara lain : Nilai bersih pembayaran merata (net annual cost atau net equivalent uniform annual cost = NEUAC) = 0.000 Rp.000 50.000. i %.000 (A/F.400 Catatan : Untuk mengetahui interprestasi hasil ini lihat Bab 5. i %.15)) + 5. 50. 0 = .791) − 50. Contoh 2.000.000 + 200.000 Rp.000 150.605) − 50.000 Rp. i %.400 − 0 (0.

000.0456) + 400. G = 40.000. Jika tanah tersebut dibeli tahun pertama. 5.83% 13.10)( F / A. A = 400.000 400.781.- 0 Soal-soal : 1. tentukan nilai pendekatan suku bunga dari investasi berikut: a.000. 600.000 Jadi 10 tahun mendatang investasi tersebut akan menghasilkan Rp.000.600 + 9.000 (4.000 ( F /. Menurut staf ahli investor tersebut.000 10 2 3 4 1 F = 20.10) + 40.10) + ( F / A.000.000. Modal awal Rp.000 dan tiap tahun menghasilakn Rp.304) + 40.000 untuk selama 20 tahun.000 520. Modal awal Rp. 500.10) = 20. Berapa harga jual tanah tersebut 10 tahun mendatang jika investasi tersebut menghasilkan suku bunga (pertumbuhan) 15 % sebelum pajak. Penyelesaian : P = 20.000 ( A / G. b.000 440.3)(20.000 F 480.000.15%.15%. 40.000 (20.000 dan tiap tahun menghasilkan Rp.000.304) = 91.000.781.15%.Jadi i = 10% + 2% 9. 20.650 − 0 = 10.15 : Seseorang investor ingin membeli sebidang tanah seharga Rp. dan ditaksir pajak tersebut akan naik Rp.000.650 Contoh 2. Dengan menggunakan tabel suku bunga dan interpolasi.000 20. tanah tersebut dapat dijual 10 tahun lagi dengan harga yang menguntungkan.000 untuk selama 8 tahun.000 (3. 19 . 3.000.000 pada tahun-tahun berikutnya. 91.

200 .000 dan harus dikembalikan Rp.000 Jawaban : a). Seseorang meminjam uang dari suatu Bank pasar Rp.000. 1.Rp.000. Deposito berakhir apabila orang tersebut telah mencapai usia 65 tahun. b).143. Berapa yang harus didepositokan tiap 3 bulan.i = 10. Untuk itu yayasan mendepositokan uangnya di suatu bank dengan suku bunga 8% tiap tahun. 50.000.000.c). d).i majemuk = 109475.000 . 4.88 %. c).i = 25 %. akan ekuivalen dengan barapa sekarang.31 %. 3. (besar angsuran sama). Sebuah yayasan sosial ingin mengembangkan dana sosial untuk membantu manula yang berusia antara 65 sampai 90 tahun. i = 6. 1. 8.000.000 tiap tahun untuk selama 15 tahun dan nilai akhir peralatan tersebut pada akhir tahun 15 adalah Rp. b) Rp.000 pada 12 tahun mendatang.000 dalam 1 minggu.480 . 753. Investasi sebesar Rp. hitung pertanyaan-prtanyaan berikut : a). suku bunga nominal bank tersebut tiap tahun. Jawaban : a).c.000 (bantuan mulai diberikan pada akhir tiga bulan pertama umur 65 tahun).000 4. uang sejumlah Rp. jika orang yang akan dibantu tersebut sekarang berusia 25 tahun. Bantuan tersebut diberikan tiap 3 bulan sebesar Rp. c).500.000. 6.6 %) 2.000 akan ekuivalen dengan berapa 40 tahun mendatang.000. 40. c). suku bunga majemuk bank tersebut tiap tahun. 770. 250. 50. Hitung : a).44 %. Dengansuku bunga 11 % tiap tahun. b). 10.i nominal = 1300%. suku bunga bank tersebut b). c). Modal awal untuk suatu peralatan Rp. d) Rp. Jawaban : a) Rp.i = 15. a).000 akan menghasilkan pendapatan berapa setiap tahun untuk selama-lamanya (anggap n Î ∞ ). 50. b). 20 . berapa besar angsuran yang harus dibayarkan tiap tahun untuk selama 20 tahun. pinjaman sebesar Rp. 15.000 dan menghasilkan penghematan Rp.100. Uang sejumlah Rp.

Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making. Berapa yang harus didepositokan tiap 3 bual. Tung and Thomas P. Pujawan. Barish.b). New Jersey. Penerbit Guna Widya. 34.N. Ekonomi Teknik. Mc Graw Hill Book Co. New York. Daftar Pustaka: Au. b) Rp. Second Edition. Surabaya 21 .Au. 9.Inc. Edisi Pertama. Jawaban : a) Rp. 2004.480. Engineering Economics for Capital Invesment Analysis. N. Prentice Hall International Inc. jika orang yang akan dibantu tersebut sekarang berusia 40 tahun.460 .N. 1992.. 1995.

000 K untuk perawatan mesin-mesin. Dalam situasi tertentu. Berdasarkan kategori diatas. Pada umumnya masalah analisa ekonomi dapat dikategorikan salah satu dari berikut : 1. Fixed Output : Sasaran yang hendak dicapai tetap. Misal sebuah perusahaan melakukan pekerjaan diluar kemampuannya. Neither Input or Output Fixed : Modal maupun sasaran tidak pasti/tidak tetap. Fixed Input : Modal atau sumber-sumber daya tetap. 10. kita sering berhadapan pada sejumlah alternatif dan kita harus memilih salah satunya yang paling ekonomis. Jika perhitungan berkaitan dengan cost disebut equivalent uniform annual cost (EUAC) dan jika dengan benefit disebut equivalent uniform annual benefit (EUAB). Dalam bab ini akan dibahas suatu metode yang berkaitan dengan mengkonvensasikan semua aliran kas ke jumlah biaya tahunan yang ekuivalen. Misal seorang kontraktor telah menekan kontrak dengan biaya tetap untuk memperbaiki sebuah pabrik. Perhitungan-perhitungan suku bunga majemuk tersebut merupakan bagian yang penting dalam melakukan anlisa ekonomi. 2. pembayaran merata dan gradien ke-ekuivalen-nya pada saat yang lain. sebagai criteria penggunaan EUAC atau EUAB untuk pemilihan dua alternatif atau lebih sebagai berikut : Kategori Kriteria (annual cost criterion) Fixed input Fixed output Neither input or output fixed Maksimalkan EUAB Minimalkan EUAC Maksimalkan [EUAB – EUAC] 22 . EUAC atau EUAB biasanya digunakan untuk menentukan pilihan antara 2 alternatif atau lebih. Misal Seseorang manajer teknik mempunyai budget Rp. 3. sehingga diperlukan biaya-biaya tambahan (antara lain waktu lembur) Supaya dapat dicapai standar yang telah disepakati. Dalam ekonomi teknik.BAB III EQUIVALENT UNIFORM ANNUAL COST Metode-metode yang telah dibahas pada Bab II menunjukkan cara-cara untuk mengkonvirmasikan sejumlah uang.

15) − 1000 K ( A / F . n) dimana S = nilai akhir. 10.000 K (0. pajak.200 23 .15) = 10.000 15 tahun 5 tahun Biaya pengoperasian dan pemeliharaan telah termasuk asuransi.2505) − 600 K (0.000 Rp.. dan sebagainya.1705) Biaya pengoperasian dan pemeliharaan /tahun EUAC (A) Alternatif B : = = 1. 1. Dengan menggunakan suku bunga i = 8%.1 : Tinjau 2 alternatif investasi berikut Alternatif A Biaya awal Biaya pengoperasian dan Pemeliharaan tiap tahun Nilai akhir Umur teknis Rp.000 Alternatif B Rp. 500.8%. i %.Jika nilai akhir tidak sama dengan nol maka disebut Capital recovery cost (CR) yang diberikan oleh : CR = P ( A / P.000 + = Rp. 200.1 CR = Pi + ( P − F )( A / F .8%.8%. n) + Fi ………………………….8%.000 K ( A / P. listrik.331.149. Contoh 3. i %.000 Rp.000 600.000 Rp.200 200.5) − 600 K ( A / F . 1.1168) − 1.0368) Biaya pengoperasian dan pemeliharaan /tahun EUAC (B) = = 1.000. Penyelesaian : Perbandingan biaya yang ekuvalen yang dikeluarkan tiap tahun adalah sebagai berikut : Alternatif A CR = 5000 K ( A / P.700 500.131.000 K (0.5) = 5000 K (0.700 CR = 10. n) − S ( A / F .3. i %.000. 5. n) atau atau CR = ( P − F )( A / P. 1. Rp.649.000 + = Rp. tentukan alternatif mana yang dipilih.000. i %.

000.000.649. Interpretasi : untuk alternatif A grafik yang bersesuaian sebagai berikut : 5.Dari hasil perhitungan diatas dipilih alternatif B.700 0 1 2 3 4 5 1.649.000 600.000 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Grafik ekuivalensinya: 1.700 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 1.000 5.000.649.000 600. 24 .700 0 1 2 3 4 5 Alternatif B dapat dibuat dengan cara yang sama dengan diatas.000 5. sebab biaya yang dikeluarkan tiap tahun lebih kecil dari pada alternatif A.

000 .400.000.700.000 -10.000/tahun + 300.000 . maka sebagai periode adalah 260 tahun.5.000 + 8.000 -500.Tabel aliran Kasnya : Tahun Alternatif A Alternatif B B–A 0 1–4 5 6-9 10 11-14 15 -5.000/tahun .5.500.700.000 . biaya awal untuk alternatif A diulang kembali (lihat gambar dan tabel diatas).000/tahun + 300. dalam hal ini alternatif B lebih ekonomis.000 -500.12. Kalau akhir pada tabel menunjukkan bahwa ekstra pengeluaran sebesar Rp.000 .000 + 300. Dalam perbandingan 2 alternatif yang mempunyai umur teknis misal 12 tahun dan 15 tahun maka sebagai periode analisis adalah kelipatan persekutuan terkecil dari 12 dan 15 yaitu 60 tahun.5.000 + 300.000/tahun . Alternatif yang mempunyai umur teknis yang cukup lama tersebut dapat dianalisis dengan menganggap umur teknis n menuju ∞ dan nilai akhir atau S dianggap 0.000. Jika umur teknis masingmasing alternatif adalah 13 dan 20 tahun.000/tahun .200.000/tahun + 300.000 .000.000.500.000 -500. Eugene L Bab 20).500.200. dengan 5 siklus untuk alternatif pertama dan 4 siklus untuk alternatif yang kedua.000.000.000 + 1.000 + 600.000 . yang berarti analisisnya cukup ruwet untuk dilakukan (cara mengatasinya lihat Grant.000 + 400.000 .000 akan menghasilkan Rp. beberapa asumsi mengenai akhir tahun kelima dan kesepuluh untuk alternatif A harus diberikan antara lain diasumsikan bahwa pada akhir tahun ke 5 dan 10.000 + 600.000 +300.000 + 600.200. 25 .000/tahun + 4.000.000 .000/tahun .000 .000. Membandingkan alternatif-alternatif yang mempunyai usia pakai abadi Dalam pratek mungkin umur teknis suatu proyek (misalnya bangunan dam) dapat mencapai umur 60 tahun atau 100 tahun. Karena 15 habis bibagi dengan 5 maka analisis dan aliran kasnya dapat dilakukan secara sederhana.000/tahun .000 Jika alternatif A dan B dibandingkan untuk periode 15 tahun.000.200. 5.20.200.200.700. 8.

Jadi diperoleh :

CR = ( P − F )( A / P, i%, n) + Fi CR = P( A / P, i%, n)
CR = Pi

bila F ≠ 0 bila F = 0 bila n Î ∞

Contoh 3.2: Bandingkan EUAC secara abadi untuk 2 alternatif proyek pemerintah berikut dengan menggunakan suku bunga 9%. Alternatif pertama memepunyai biaya awal investasi Rp.150.000.000, yang terdiri atas Rp. 75.000.000 untuk pembelian tanah (diasumsikan abadi ) dan Rp. 75.000.000 untuk bangunan yang memerlukan rehabilitasi tanpa nilai akhir dan ditaksir biaya pembaharuan bangunan tersebut Rp. 75.000.000 untuk tiap 30 tahun. Biaya pemeliharaan tiap tahun selama 10 tahun petama adalah Rp. 10.000.000 dan untuk tahun-tahun – tahun berikutnya Rp. 7.000.000 tiap tahun. Alternatif kedua mempunyai biaya awal investasi Rp. 250.000.000, yang terdiri atas Rp. 100.000.000 untuk pembelian tanah dan Rp. 150.000.000 untuk bangunan yang memerlukan rehabilitasi tiap 50 tahun dengan nilai akhir Rp. 30.000.000. Andaikan bahwa penerimaan bersih untuk tiap-tiap pembaharuan adalah Rp. 120.000.000. Biaya pemeliharaan tiap tahun Rp. 4.000.000.

Penyelesaiannya : Diagram untuk alternatif I.
75.000.000 10.000.000 75.000.000 7.000.000

0

1

10 11

30

60

EUAC (I) = 75.000.000(0,09) + 75.000.000( A / P,9%,30) + 7.000.000 + 3.000.000 (P/A, 9 %, 10) (0,09) = Rp. 22.784.000

26

Diagram untuk alternatif II.
120.000.000 150.000.000 100.000.000 4.000.000 (abadi) 120.000.000 120.000.000

0

1

50
30.000.000

100

150

EUAC (II)

= (150.000.000 – 30.000.000) (A/F, 9 %, 50) + 30.000.000 (0,09) + 100.000.000 (0,09) + 4.000.000 = Rp. 26.648.000

Jadi pilih alternatif I, karena biaya tahunannya lebih murah.

Contoh 3.3 : Sebuah universitas ingin membangun instalasi penjernihan air bersih sendiri dengan menggunakan sumber air sejauh kira-kira 3 mil dari universitas tersebut. Untuk penyaluran air bersih tersebut, di pertimbangkan dua jenis pipa yang mana akan di pilih salah satunya, dengan data sebagai berikut : Pipa A Biaya awal Umur teknis peralatan Biaya awal peralatan Umur teknis peralatan Rp. 120.000.000 60 tahun Rp. 15.000.000 20 tahun Pipa B Rp. 80.000.000 30 tahun Rp. 20.000.000 20 tahun Rp. 4.000.000

Biaya energy untuk pompa pertahun Rp. 3.000.000 Pertambahan biaya energy Untuk pompa tiap tahun Rp. 60.000

Rp.

80.000

Dengan menggunakan periode 60 tahun, bandingkan EUAC (A) dengan EUAC (B) dengan menggunakan suku bunga 6 % (suku bunga kecil sebab investasi tas merupakan organisasi sosial). Andaikan nilai akhir untuk pipa dan peralatannya adalah nol dan andaikan biaya peremajaan selama periode 60 tahun sama besarnya dengan biaya awal.

27

Penyelesaian : Diagram untuk EUAC (A) :
15.000.000 15.000.000 120.000.000 15.000.000 3.000.000 60.000

0

1

20

40

60

EUAC (A) = 120.000.000 (A/P, 6 %, 60) + 15.000.000 (A/P, 6 %, 20) + 3.000.000 + 60.000 (A/G, 6 %, 60) = Rp. 12.621.000 Diagram untuk EUAC (B) :
80.000.000 20.000.000 80.000.000 20.000.000 4.000.000 20.000.000 80.000

0

1

20

30

40

60

EUAC (B) = 80.000.000 (A/P, 6%, 30) + 20.000.000 (A/P, 6%, 20) + 4.000.000 + 80.000 (A/G, 6%, 60) = Rp. 12.739.000 Berdasarkan perhitungan diatas pilih alternatif A

Contoh 3.4: 2 Jenis heat exchanger ingin dibandingkan biaya pemakaiannya dalam industri kimia tertentu. Jenis Y harganya Rp. 8.400.000 dengan umur teknis 6 tahun dan nilai akhir nol serta biaya pengoperasiannya tiap tahun Rp. 1.700.000. jenis Z harganya Rp. 10.000.000 dengan umur teknis 9 tahun, niali akhir serta biaya pengoperasiannya tiap tahun Rp.1.500.000 K. jika jenis Z dipilih, maka ada pajak ekstra yang di taksir Rp. 200.000 tiap tahun. Bandingkan EUAC kedua jenis heat exchanger tersebut dengan i setelah pajak 16%.

28

000 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 EUAC (Z) = 10. 16 %. 9) + 1.000 29 .000 = Rp. 18) + 8. 16 %.700.000 (A/P.400.000 Matematika 1. 4. Caranya sebagai berikut: EUAC (Y): 8.700.980.980.000 (P/F. 12) (A/P.800. 16 %.400.000 0 1 2 3 4 5 6 EUAC (Y) = 8. Cara lain adalah dengan cara eksplisit yaitu dengan menggunakan kelipatan persekutuan terkecil dari 6 dan 9 sebagai perbandingan.000 1.400.000 (P/F.700. 6) + 1.000 Perhitungan diatas disebut perhitungan secara implisit. 3. 18) + 1.000 1. 16 %.700.700.044.000 8.800.000 (A/P.Penyelesaian : Diagram untuk EUAC (Y) : 8.400. 6) (A/P.400.000 0 1 6 7 12 13 18 EUAC (Y) = 8.000 (A/P.000 Diagram untuk EUAC (Z) : 10. 18) + 8.000 1.700. 16 %.400. 16 %.000 = Rp.700. 16 %.700.400.000 1. 3.000 = Rp.400.000 8.

000. 665.044 .00 .000 Rp. 125.000 Proposal I. Team perencanaan sebuah kota mempertimbangkan untuk mengembangkan pusat rekreasi. 18) + 1. Umur teknis kedua unit tersebut masing-masing ditaksir 10 tahun. 12. 100. 175.000 Rp.000.000 dan selanjutnya naik sebesar Rp. Harga unit X Rp.000 dan nilai akhir Rp.000. Dua proposal diusulkan. 9.000 dan nilai akhir Rp. tahun kedua sebesar Rp.000.000 1. 65.000 = Rp.000 10.000 1. Biaya pengoperasian tiap tahun ditaksir Rp.000. 30.50.000. 240. 3. 15.000.000 (P/F.700. 16. bangunan tiap 15 tahun harus dilakukan peremajaan dengan biaya Rp.000 0 1 9 10 18 EUAC (Z) = (10.800. tentukan unit mana yang saudara rekomendasi untuk dipilih? 2.000 Rp.000.000 Rp.000. 9)) (A/P. 650. 7. Biaya pengoperasian pada tahun pertama ditaksir Rp.000 tiap tahun.800 .000.000. 16 %.000 Proposal II Rp. 250.000.000 + 10. Harga unit Y Rp.000.030.000. 30 . 200.700.000.000.800. 65.EUAC (Z): 10. dengan masing-masing biaya sebagai berikut: Proposal I Pengembangan tanah (abadi) Bangunan Fasilitas rekreasi Biaya pemeliharaan tiap tahun Rp.000 Soal-soal: 1.000 dan selanjutnya tiap tahun naik Rp. 2.000. tahun kedua Rp.000. 4.000.000. Jika unit Y dipilih ada pajak ekstra pada tahun pertama sebesar Rp.000.000. 9. Suatu pengujian secara otomatis dapat dilakukan dengan menggunakan unit X atau unit Y.700. Dengan i = 20 % setelah pajak. 16 %.000 Rp. 4. sedangkan fasilitas rekreasi harus diremajakan tiap 10 tahun dengan biaya Rp.800.000 Rp.

Singapore. 1981.Inc. 31 .Proposal II. John Wiley and Sons. Engineering Economy. WJ.G.. bangunan dan fasilitas rekreasi masing-masing harus dilakukan peremajaan dengan biaya seperti pembangunan semula. Mc Graw Hill Book Co. Eugene L. W. Second Edition. dengan asumsi bahwa perbaikan-perbaikan yang dilakukan membuat bangunan dan fasilitas rekreasi baru seperti semula. and GJ. 1985.. Bandingkan EUAC kedua proposal tersebut secara abadi. Seventh Edition. Leland and Anthony T. Leavenworth. Principles of Engineering Economy... Prentice Hall of India Private Limited. i = 9%. 1982. New Delhi. and Richard S. H. Engineering Economy. Fifth Edition. Singapore. Grant Ireson. Daftar Pustaka: Blank. Thuesen. Gant. Fabriky. Thuesen.

A A 0 B 6 12 0 12 Perhitungan seperti diatas mudah dilakukan sebab KPT tidak terlalu ruwet. Untuk hal demikian. Tetapi jika misalnya suatu alat X mempunyai umur teknis 11 tahun dan alat Y mempunyai umur teknis 13 tahun analisis dengan PW cukup ruwet untuk dilakukan. (Dalam perhitungan EUAC di Bab 2 tidak perlu mempunyai periode yang sama). Seperti halnya dalam Bab 3. Analisis present worth sering digunakan untuk menentukan nilai sekarang (t = 0) dari uang yang diterima atau yang dibayar pada masa depan. ingin diketahui ekuivalennya pada saat sekarang. sehingga dalam analisis mesin A harus diganti dengan mesin yang identik (harganya sama) pada akhir tahun keenam.BAB IV PRESENT WORTH Perhitungan disini bertujuan untuk mengkonvirmasikan semua aliran kas ke jumlah ekuivalen pada t = 0 (waktu sekarang). Misalnya tidak dibenarkan membandingkan PW dari mesin A yang mempunyai umur teknis 6 tahun dengan PW dari mesin B yang mempunyai umur teknis 12 tahun. dengan demikian baru dapat dibandingkan (lihat diagram). harus digunakan perhitungan dengan menggunakan periode yang sama atau menggunakan EUAC. Seperti keuntungan masa depan dalam menanamkan modal di industri perminyakan. Dalam pemakaian perhitungan present worth (PW) untuk membandingkan 2 alternatif (atau lebih) harus digunakan periode yang sama. Jika digunakan PW maka sebagai periode digunakan kelipatan persekutuan terkecil (KPT) dari 6 dan 12 yaitu 12 tahun. diperoleh: 32 .

000.000. 500.000. pada tahun kedua ada biaya pemeliharaan sebesar Rp.000 pada tahun-tahun berikutnya.000. Harga mesin Y adalah Rp.000.000. mesin mana yang harus dipilih? Penyelesainnya : Untuk mesin X : 10. 8) + 500.000.000 10.000 + 10..000.000 0 1 4 8 12 PW (X) = 10.000.000 dan bertambah Rp.000 (P/F. 10. umur teknis 4 tahun dengan nilai akhir nol.521.1 i Contoh 4.5. 100.4. CAPITALIZED COST Jika n Î ∞ maka analisis present worth disebut capitalized cost dengan rumus (buktikan) : P= A ……………………………………….8 %.000.000 (P/A. Pada tahun pertama tidak ada biaya pemeliharaan (ada garansi satu tahun dari pabrik). 26. 8 %.000 33 . 12) = Rp.000. 4) + 10.1: Harga mesin X adalah Rp.000 10. Umur teknis mesin Y ditaksir 12 tahun dengan nilai akhir Rp. 100. 20.000 500.000 (P/F. Jika i = 8%.000. biaya pemeliharaan tiap tahun Rp.present worth cost atau maksimalkan Net Present worth.000.Kategori Present Worth Criterion Fixed Input Fixed Output Neither Input or Output Fixed Maksimalkan present worth benefit Minimalkan present worth cost Maksimalkan present worth benefit . 8 %.

784.09 Ada perbedaan sedikit. 60) + 80. Penyelesaian : PW (A) = 135.000. 60) = 205. dikarenakan pembulatan.648. 20) + (P/F.000 .000.000 (P/G. 40)) + 4.2.000.648.000 3. 6%.000 0. Δ PW = = = 42.22.000 (P/G.000.864. 30)) + 20.000 (1+(P/F.000 – 253.000 + 15. 6%.875.000.000 100.09 0.927.084.09 Capitalized Cost = 296. Penyelesaiannya : = Rp.000.Untuk mesin Y : 20.933.084.000 + 100.961. 6%. 60) = 203. 26. 6%. 6 %. maka Capitalized Cost 22.09 EUAC (II) = Rp. 6%. 20) + (P/F.000 (P/A. 6%.3 dan lakukan analisis dengan menggunakan present worth.000 Jadi pilih mesin Y karena mempunyai PW lebih kecil.000 (P/A.784.000 = PW = 0.784.000 = 42.000 PW (B) = 80.000 Dari contoh 3. 22.000. 40) + 3. 253.000. diperoleh Capitalized Cost 26. Contoh 4.000 (1+(P/F.2: Lihat kembali contoh 3.000. 8 %.333 0. 12) – 5. 296.000 = PW = = Rp.478.000.000 Jadi pilih alternatif A karena PW A < PW B EUAC (I) 34 .000.000 = Rp.000 5.000 (P/F. 26.2. 6%.000 + 3. Contoh 4.000.000. 12) = Rp.157.3: Lihat kembali contoh 3.000 (P/F.648.157. jadi dipilih alternatif I.000. 21. 8 %.000 0 1 2 3 12 PW (Y) = 20. Bandingkan PW kedua alternatif di atas secara abadi.

000 (P/F.000. 20) + Rp 3.000) (P/F.000 (A/F. biaya pengoperasian dan meliharaan tiap tahun ditaksir Rp5. nilai akhir Rp 2.000.500. PW (2 mesin manual) = Rp 334.pa j a k 8 % . 10) + ( 3.000 tiap tahun. umur teknis 20 tahun dan ditaksir nilai akhirnya adalah Rp 5.000. Gaji karyawan ditaksir sebesar Rp 8.000.Contoh 4.500.000 (P/F.500.6.15) + 2.000.000 + 12.850.000 / tah un.500.000.000 + 13. umur teknis 20 tahun dengan nilai akhir Rp 6. harganya Rp 90. 8% 20) = Rp.438.000.000. P enyelesaian: PW (1 mesin manual) = 36. Untuk mesin otomatis. 329.000. Gaji karyawan ditaksir Rp.000. 36.647.3.850.20). 5) (8% 15) – 5. 8% 20) = Rp 167. umur teknis 10 tahun. Tiap 5 tahun diperlukan overhaul dengan biaya ditaksir sebesar Rp. 8%.000.8%.000. 8%.000.000.000 tiap tahun. ada pajak ekstra yang harus dibayarkan tiap tahun sebesar Rp.876.000 (A/F.3. 8%.000.000.500 . 8%. 5) (P/A.000. l2. Ada 2 alternatif yang dapat digunakan yaitu mesin yang bekerja secara otomatis atau yang bekerja secara manual.000 (P/A.000.000.500.000. Dari kapasitas perluasan usaha diketahui bahwa diperlukan sebuah mesin otomatis atau 2 buah mesin manual.500 .000 + 1.1. Rp.000.000 dan biaya pemeliharaan Rp.4: Sebuah perusahaan ingin membeli sebuah mesin baru untuk menunjang perluasan usahanya. Biaya pengoperasian dan pemeliharaan ditaksir Rp.000.(6.000) (P/A.000.000 + 27.000. Tiap 5 tahun diperlukan overhaul dengan biaya ditaksir Mesin otomatis memerlukan alat pengontrol yang sebesar harganya Rp.000 + 30.000. Derdasarkan data di atas jenis mesin mana yang dipilih jika suku bunga setelah.000.8%. Jika mesin oto matis dipilih.30.000.000 Jadi dipilih mesin otomatis sebab PW (1 mesin otomatis) < PW ( 2 mesin manual) 35 . 8%. PW (1 mesin otomatis) = 90. Harga sebuah mesin manual Rp.000 tiap tahun. 20) + 6.000 + 2.000.000 (PA.2.000.

1985. Seventh Edition.500. John Wiley and Sons.000. Leland and Anthony T.000..000. Prentice Hall of India Private Limited. Ditaksir setelah 15 tahun asrama tersebut laku dijual Rp. Leavenworth. Biaya pengoperasian dan pameliharaan di taksir Rp10. Fabriky. Karena lokasinya strategis (dilingkungan perguruan Tinggi). Seorang investor mempertimbangkan untuk membeli asrama mahasiswa seharga Rp90. Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Biaya pengoperasian dan pemeliharaan ditaksir Rp 12.000.800. New Delhi.Soa1 – soal : 1. and GJ..000 dan tiap 10 tahun diperlukan pergantian elemen-elemen tertentu pada pompa dan ditaksir biayanya Rp. Eugene L.65.000 tersebut layak dibeli oleh investor tersebut? 2. Haryono. Second Edition.000.Inc. Tiap tahun ditaksir asrama tersebut memberikan penghasilan sebesar Rp 10.000. apakah asrama seharga Rp 90.000. Bandingkan present worth kedua sistem untuk pelayanan s e l a m a 20 tahun dengan menggunakan i = 11%. Engineering Economy. Dengan menggunakan i sebelum pajak sebesar 18% .000. H.16. Dua alternatif sistem penyediaan air dipertimbangkan untuk digunakan disuatu k o t a k e c i l . W. 1982. WJ.. Mc Graw Hill Book Co. K e d u a s i s t e m tidak mempunyai nilai akhir nol. Gant. Engineering Economy.G. Thuesen.000 pada tahun-tahun berikutnya. 36 .000. s i s t e m A memerlukan bia ya awal Rp 58. Fifth Edition. diharapkan asrama tersebut selalu terisi penuh. Surabaya.000 pada tahun pertama dan naik Rp 500.000 pada tahun-tahun berikutnya. and Richard S. Ekonomi Teknik. Thuesen..000. Singapore.000. 1981. Daftar Pustaka: Blank. Sistem B memerlukan biaya awal Rp72.000. 1990. Principles of Engineering Economy.000 dan dapat dipakai sampai 20 tahun tanpa memerlukan biaya pergantian elemen-elemen.000 pada tahun pertama dan bertambah Rp 350.000. dan ditaksir biaya pemeliharaan tiap tahun Rp 2. Grant Ireson. Singapore.

Pengertian “Rate of Return” atau laju pengembalian modal disini adalah ekuivalen dengan pengertian profit (keuntungan) dalam teori ekonomi.2 atau NAW (net annual worth) = 0 Catatan: Perhitungan untuk mendapatkan rate of return dengan cara ini disebut juga discounted cash flow method atau investor’s method. Biasanya suku bunga invastasi tersebut dibandingkan suku bunga yang terdapat di bank atau suku bunga standart.PWkeuntungan = 0 ……………………………………… 5. 37 . untuk mengetahui apakah investasi tersebut menguntungkan atau tidak.BAB V ANALISIS LAJU PENGEMBALIAN MODAL ( RATE OF RETURN ANALYSIS ) Dalam bab-bab sebelumnya suku bunga diketahui. Jika menggunakan EUAC: EUAC atau = EUAB EUAC – EUAB = 0 …………………………………… 5. maka investasi tersebut dapat dilakukan. jika tidak maka lebih ekonomis menyimpan uang di bank. Seperti halnya dalam perhitungan Equivalent Uniform Annual Cost (EUAC) atau Present Worth (PW). Jika suku bunga investasi tersebut lebih besar dari suku bunga bank atau Minimum Atractive Rate of Return (MARR). Dalam beberapa keadaan adalah bermanfaat untuk menghitung suku bunga suatu investasi. metode laju pengembalian modal dapat juga diterapkan untuk memilih salah satu dari dua atau lebih alternatif yang paling efisien atau ekonomis. Rate of Return yang diperoleh disebut juga Profitability Index (PI). Internal Rate of Return (IRR). Jadi dalam hal ini laju pengembalian modal dapat didefinisikan sebagai suku bunga sedemikian hingga: PWbiaya = PWkeuntungan atau atau PWbiaya .1 NPW = 0 (net present worth = 0 ). Perbandingan antara berbagai alternatif yang terdiri atas sejumlah penerimaan / keuntungan dan pengeluaran / biaya yang berbeda dengan periode yang berlainan dapat dilakukan dengan menghitung suku bunganya. dimana dengan suku bunga tersebut kedua alternatif ekuivalen.

000 (6.000 150.000 (P/G.605) – 50. 1%.1: Hitung rate of return untuk suatu investasi yang digambarkan dalam tabel aliran kas berikut : Tahun Aliran Kas 0 1 2 3 4 5 – Rp 595.650 − 0 = 10.Contoh 5.000 (P/A.600 Rate of Return = i = 10% + 2% 9.000 50.000 + Rp 50.682) = -9.000 – 250. 5) = 0 Dicoba dengan i = 10% : 595.397) = 13.000 250.000 + Rp 250.000 + Rp 150.791) – 5. 1%.600 + 9.000 200.000 – 250.000 (6.000 Penyelesaian : Diagram dari tabel tersebut sebagai berikut: 595.650 38 .000 + Rp 100.83% 13.00 – 250.000 _________________________________________________ 0 1 2 3 4 5 NPW = 0 atau PWbiaya – PWkeuntungan = 0 595.000 100.000 (3.000 (3.000 + Rp 200. 5) – 50.650 Dicoba dengan i = 12% : 595.

800. 400.200. i%. Jika suku bunga i = 9% (MARR).000 .000 2.000 .1.9.000. Jika digunakan perhitungan EUAC (Bab 3) maka diperoleh : 39 .000 2.000 (P/A.000 6.200.200.3%.9. gaji karyawan ditaksir akan berkurang menjadi Rp.000 6.000.9.9.000 2.15. Rp. Pengendalian secara manual ini disebut alternatif A.Contoh 5.000 6.200.400.800.9.000 6. pemeliharaan dan pajak masing-masing-masing tiap tahun adalah Rp.400. 1.000 6.400.000 2.300.000 2.000 2. tentukan alternatif mana yang dipilih.000 2.200. Pertama-tama dibuat terlebih dahulu tabel aliran kas tersebut : Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Alternatif A .000.000 .200.400.800.000 .800. pabrik tersebut ingin mengganti pengendalian material tersebut dengan otomatis ingin mengganti pengendalian material tersebut dengan yang otomatis (alternatif B) yang harganya adalah Rp.3% > 9% maka pilih alternatif B karena lebih ekonomis. Pengendalian otomatis tersebut dapat dipakai selama 10 tahun dengan nilai akhir nol.300. Untuk menekan gaji karyawan yang cenderung meningkat.000 Dengan cara coba-coba diperoleh i = 13. Biaya yang diperlukan untuk gaji karyawan yang mengoperasikan pengendalian material tersebut (termasuk gaji lembur.000 (A/P.000 6.000 .9.000 .9. 10) + 2.000.200.100. 300.000 tiap tahun.400.9.400.000 2.400.000 .400.000 + 2.000.000 B–A . 15.800.800.9.000. asuransi.000 tiap tahun.000 NPW = 0 = -15.000 2.000 Alternatif B .2: Pengendalian material disuatu pabrik dilakukan secara manual.800.800. 9.000 6.800.200. Jika pengendalian otomatis yang digunakan ada pajak ekstra sebesar Rp.000 .9.000 2. i%.000 6.000 .15. 3.200.800.200.400. biaya cuti dan sebagainya) ditaksir tiap tahun Rp. 10) Atau NAW = 0 = -15.000.800. Biaya pengoperasian yang terdiri atas biaya listrik.000. dan Rp.000 6.200.800. Dengan menggunakan pengendalian otomatis tersebut.000.000 6.000.400. Karena i = 13.

800. 2.000 (P/A.000 300. hasilnya konsisten dengan perhitungan PW.000 Rp.000. 1.Rp. i%.000 + 300.200.800.000 Rp. 9.100. 9%. i% .000 Jika i (MARR) adalah 5%.000 + 1.100.000 (P/A.100.000 (P/A. bahwa EUAC (B) < EUAC (A).3: Misal ada 2 alternatif yang tabel aliran kasnya diberikan sebagai berikut: Tahun A B 0 1 2 3 .000 (A/P.000 + 300. 1. i% . 2.000 = Rp.7% B : -2. 10) + 3.800.Rp.EUAC (A) EUAC (B) = Rp.000. Karena 6.000 Rp.000 .000.1% > 5% (MARR) maka dipilih alternatif B.100.300.000 + 400.000 Rp.7% 40 .3) = 0. Penyelesaian : Tahun B–A 0 1 2 3 . Contoh 5.000 Rp.000 NPW = 0 = . 3) = 0.000 + 300.000 = 15. 800.000 + 1. 800. diperoleh i = 9.000 Rp.000 300.100.1%. diperoleh i = 8. 8.737.000.800. Perhatikan bahwa jika masing-masing alternatif A dan B dihitung rate of return-nya adalah sebagai berikut: A : -2. 3) Dengan cara coba-coba dan interpolasi diperoleh i = 6.000 300.000 + 800. tentukan alternatif mana yang harus dipilih.800. 1.

4 : Misal ada 2 proyek.000 Rp 50.000.000. i%. Dengan investasi tersebut d itaksir diperoleh penerimaan Rp 88. 25) + 50.000.000 (P/A.500.000 Untuk i = 13 : .250.000. Proyek Y memerlukan investasi awal diperoleh penerimaan RP 325.000 (P/F. Penyelesaian : Proyek X Proyek Y Biaya awal Penerimaan/ tahun Pengeluaran/ tahun Pajak Pendapatan/ tahun Nilai Akhir Umur teknis Rp 250.000 25 tahun Penyelesaian : pertama – tama dihitung terlebih d ahulu rate of return tiap proyek.250. 25) + 50.085.000 Rp 23.000 (P/I'.000.000.000 tiap tahun untuk selama 25 tahun.000.250.000.000 + 32. pajak pendapa t a n d i t a k sir Rp 24.916.000 41 . tentukan alternatif mana yang dipilih.000.000.000 Rp 40.000+32. 13% 25)+50. pajak pendapatan ditaksir Rp 23.000 tiap tahun.000.000.maka investasi dengan biaya yang lebih besar dipilih dan jika i < i maka pilih investasi dengan biaya yang le bih kecil. Kriteria di atas dapat diperluas untuk 3 alternatif ata u l eb i h .000. Untuk proyek X : 0 = .000 tiap tahun untuk selama 25 tahun. i%.000. 25) Untuk i = 12% : .000.000.000. = 13.000.000. 12%.000 Rp 50.000. pengeluaran tiap tahun untuk pemelih araan ditaksir Rp 32.000. Proyek X memerlukan investasi awal Rp 250.000 Rp 88. Tiap proyek ditaksir mempunyai nilai akhir Rp.000.000 + 32.000.000 Rp 32.000 tiap tahun.000.000..000.000 (P/F. 50. 12%.000 Rp 24.000.000. Dengan investasi tersebut ditaksir Rp.000 25 tahun Rp 325. 25).000. Contoh 5.100. yaitu proyek X dan Y. 25) = 3.000.000.000 (P/A.000 (P /A.000. Dengan menggunakan i (MARR) 11% setelah pajak. 13%.000 Rp 100. pengeluaran tiap tahun untuk pemeliharaan ditaksir Rp 40.

1 .500. Contoh 5. Hitung rate of return karena adanya investasi ekstra sebesar Rp. 25) + 50.000.916.325.000 Rp 6. Untuk proyek Y : 0 = .000.000 (P/A. 2 5 0 . 25) Dengan interpolasi diperoleh i = 10%. yaitu 3. K a r e n a 10% < 11% maka proyek Y tidak ekonomis ( not acceptable ).000 (P/F. maka proyek X dapat diterima ( acceptable). Mis a l diberikan dua a l t e r n a t i f dengan data s e b a g a i berikut : Alternatif I Alternatif II Biaya investasi Umur teknis Nilai Akhir Biaya pengoperasian dan pemeliharaan Tiap tahun Rp 50.23 % > 11 %.000.000 Karena 12.000.23 % 3. Disini tidak perlu dihitung NPW (X-Y) = 0 untuk mendapatkan rate of return -nya.000 20 tahun Rp 10.000.000. i%.000 − 1 1% = 12. 42 . i%.916.Diperoleh i = 12 % + 3.000 Jika alter n a t i f I I y an g d i p i l i h m a k a a d a p a j a k e k s t r a s e b e s a r R p .085.000.000.000 Rp 9. 70.000 + 13.4%.000 Rp 120.5 : (Menghitung rate of return untuk selisih 2 alternatif y ang mempunyai umur teknis berlainan). K a r e n a i t u dipilih proyek X. Kare n a k a l a u d i h i t u n g ju g a akan menghasilkan rate of return yang lebih kecil dari 11%.000 pada alternatif II.000 + 36.000 40 tahun Rp 20. 0 0 0 tiap tahun.000.

000 (P/F.000 .000. d.120.000.000/tahun II – I .000 + 20. Bandingkan alternatif yang diperoleh di c.750.000 - 7.000.750.000 + 1.000 7.000 + 10.000 9.000 7.50.70.000 NPW (II – I) = .250.000 1.000.000 9.7.000/tahun - Alternatif II .000 (P/A.250.000 1.750.000 + 1.000.000.000. dengun alternatif selanjutnya (yang mempunyai biaya investasi lebih besar) dengan prosedur seperti sebelumnya. 43 .50.000.000. Tahun 0 1 – 19 20 Alternatif I . i%. 20) + 10. Selidiki dua alternatif yang mempunyai biaya terendah dengan prosedur s e p e r ti s ebelumnya. 40) + 40.000 9.000. 40) = 0 Dengan interpelasi diperoleh i = 2. i%. Susun alternatif menurut besarnya biaya investasi.70.000 21 – 39 40 9.000 + 10. i%.t i a p a l t e r n a t i f .000.250.250.750. yaitu a. Lenyapkan alternatif yang mempunyai rate of return lebih kecil dari MARR yang diberikan.000 (P/F.750.000. b.000 + 1.P e n yelesa i a n : Untuk menghitung rate of return selisihnya dibuat tabel aliran k as sebagai berikut (untuk alternatif I diasumsikan bahwa taksiran pengeluaran 20 tahun kedua sama dengan pengeluaran pada 20 tahun pertama).000. c.000 + 10.000 + 40.000.000 .000.000. Hitung rate of return t i a p .7% Perhitungan rate of return untuk 3 alternatif atau lebih : Jika ada 3 alternatif atau lebih yang tidak saling berkaitan (mutually exclusive) maka perhitungan rate of return -nya dapat digunakan penalaran yang sama seperti 2 alternatif.

400.900 Tiap alternatif mempunyai umur teknis 5 tahun dan nilai akhir nol. 46.200 Keuntungan/tahun Rp. 500.200 (P/A. 5).200 (P/A. i = 5% D : 0 = – 500. Untuk A : 0 = – 400.200 Keuntungan/tahun Rp.000 + 46. diperoleh hasil sebagai berikut. 200.000 + 100. i%. 27.900 (P/A. Contoh 5. Penyelesaian. Proses dilanjutkan sampai semua alternatif telah diuji dan alternatif terbaik telah diperoleh. i = 12.000 Rp. 125. i%.efisien). 5). i = 8.700 44 . 100.000 Rp. 100. i = 8% Karena alternatif C mempunyai rate of return 5 % < 6 %. 400.3% B : 0 = – 100.000 Rp. 500. 5). Jadi tinggal 3 alternatif yang harus dibandingkan dan jika disusun menurut besarnya biaya inv es tasi d i p e r o l e h : A Biaya awal Rp. i%.200 D Rp.900 C Rp.e. i%. 5).6 : Diberikan alternatfp sebagai berikut : A Biaya awal Rp. Penyelesaian : Pertama-tama hitung terlebih dahulu rate of return tiap alternatif dengan interpolasi.000 Rp.700 C Rp.3% C : 0 = – 200. 125. Jika i% (MARR) 6%.000 B Rp. 100. tentukan alternatf mana yang harus dipilih. 27.000 B Rp. maka alternatif dapat dilenyapkan (tidak dipertimbangkan lagi sebab kurang . 400.000 Rp.000 + 27.700 (P/A.000 + 125.

i%. 45 . K a r e n a 6 . 5) Dengan interpolasi diperoleh i = 7%. 100.300 NPW ( D-A ) = 0 = . 73. Selanjutnya membandingkan A dengan D.pilih alternatif D.000 + 21. Karena 7% > 6% maka dipilih alternatif A dan alternatif B dapat dilenyapkan (tak perlu dibandingkan dengan alternatif D). Untuk memilih alternatif yang paling ekonomis.100. sebagai berikut: D–A Biaya awal Rp.000 Keuntungan/tahun Rp.000 Keuntungan/tahun Rp. 5).000 + 73. D e n g a n i n t e r p o l a s i d i p e r o l e h i = 6. 9 % > 6 % maka .Bandingkan terlebih dahulu A dengan B : A–B Biaya awal Rp.9 % . 300.300 (P/A. i%. Kesimpulan :Dari contoh-contoh di atas dapat disimpulkan bahwa perh i t u n g a n rate of return tiap alternatif tidak memberikan d a s a r u n t u k memilih alternatif.200 NPW (A – B) = 0 = .200 (P/A.300. 21. diperlukan perhitungan rate of return selisihnya (incremental).

000 Rp 11.000 Rp 16.000 Alternatif II Rp 80.000 5 tahun 5.000 Rp 11.400.000 4 tahun Rp 1. a l ter n a tif mana yang lebih menguntungkan atau ekonomis. Berdasarkan perhitungan tersebut. Ahli teknik rumah sakit telah melakukan studi untuk mengganti generator tersebut.000 Rp 10.000. hitung r a t e o f return yang diperoleh sebelum pajak karena adanya ekstra invest as i pada B.000 5 tahun 0 Rp B Rp 40.000.000 Rp 16. Sebuah rumah sakit mempunyai sebuah ge n e r a t o r cadangan yang digunakan untuk keadaan darurat.000 Rp 14.000 Rp 11.000. Suatu komponen elektronik yang digunakan untuk perakitan dapat di buat dengan menggunakan 2 metode yaitu metade A atau B.000.000 Biaya pengoperasian dan pemeliharaan Rp tiap tahun 46 . dan disimpulkan ada 2 jenis generator yang memenuhi syarat dengan data sebagai berikut : Alternatif I Harga Umur teknis Nilai Akhir Rp 40.000.000 Rp 1.000.000.000 Rp 16.000.000.000 40 tahun Rp 2.000 A Rp 40.000 Dengan suku bunga i (MARR) sebelum pajak 18%. 2.000.000.Soal-soal : 1. G e n e r a t o r t e r s e b u t t e l a h b e r u s i a 5 tahun dan memerlukan banyak biaya untuk mengoperasikannya agar dapat berfungsi dalam keadaan darurat.000.000.850.000. Data berikut menunjukkan biaya yang berkaitan dengan kedua metode tersebut : Biaya investasi Umur teknis Nilai Akhir Pengeluaran: Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5 Rp 12.000 Rp 9.000.000 1.000.000.

Thuesen. WJ. J i k a r u mah sakit tersebut menggunakan i (MARR) 10%. H. Fifth Edition. John Wiley and Sons. and Richard S. Second Edition. Daftar Pustaka: Blank.G.. 1981. Leavenworth. 47 . Prentice Hall of India Private Limited. Principles of Engineering Economy. Singapore. New Delhi. maka tentukan mesin y ang dipilih.. Fabriky.. Seventh Edition.Karena rumah sakit tersebut milik pemerintah maka tidak ada paj a k . Engineering Economy.Inc. 1982. Engineering Economy. Thuesen. 1985.. Singapore. W. Eugene L. Leland and Anthony T. and GJ. Grant Ireson. Gant. Mc Graw Hill Book Co.

sedangkan sebaliknya tidak. Dalam hal ini perlu berhati-hati untuk melakukan analisis pemanfaatan biaya. Misalnya dalam pembangunan bendungan tersebut.Tetapi 48 . rumah sakit dan obat-obatan. Proyek-proyek tersebut mi s a ln y a. Dengan adanya proyek tersebut apakah dapat meningkatkan produksi padi daerah tersebut tiap ha. analisis pemanfaatan biaya disini juga memperhitungkan suku bunga. untuk itu perlu dilakukan pertimbangan-pertimbangan yang matang. Dengan kata lain diperlukan analisa dan evaluasi dari berbagai sudut pandang yang relevan terhadap ongkos-ongkos maupun manfaat yang disumbangkannya. Analisa ini adalah cara praktis untuk menaksir kemanfaatan proyek. karena dapat mengurangi kemacetan dan kecelakaan. p e mer i n tah ingin membangun bendungan baru disuatu daerah. Jelas ini bermanfaat bagi masyarakat. disamping adanya maanfaat tapi ada juga kerugian-kerugiannya (disbenefits) antara lain mengorbankan sebagian masyarakat yang tanahnya digunakan untuk proyek tersebut. mengurangi pengeluaran untuk memperbaiki kendaraan. Seperti halnya evaluasi ekonomis untuk swasta. mana yang relevant dianggap sebagai suatu manfaat dan mana yang tidak. misalnya proyek perbaikan jalan yang bertujuan untuk memperlancar dan mengurangi ke c e l a k aan lalu lintas. Hal tersebut berarti antara lain memperlancar arus ekonomi. Contoh lain. apakah bendungan tersebut dapat dijadikan tempat wisata d an ap akah mungkin untuk membangun PLTA secara ekonomis. Jika manfaat yang diperoleh lebih besar daripada b iaya yang dikeluarkan maka dikatakan proyek acceptable. Pada umumnya cukup sulit untuk mengidentifikasikan manfaat (benefit) yang diterima oleh masyarakat. untuk itu perlu dikaji terlebih dahulu apakali biaya ( cost ) yang dikeluarkan tersebut memberikan manfaat ( benefit ) yang lebih atau tidak terhadap masyarakat disekitarnya dan tentu saja t e r h a dap program pemerintah sendiri.BAB VI ANALISA MANFAAT BIAYA ( BENEFIT COST ANALYSIS ) Analisa manfaat biaya (benefit cost analysis) adalah analisa yang sangat umum digunakan untuk mengevaluasi proyek-proyek yang dibiayai oleh pemerintah. dimana hal ini diperlukan tinjauan yang panjang dan luas.

Dari sudut pemerintah dan pandangan masyarakat.1 = = C PWcos t EUAC Untuk suku bunga i.5) = = 1.97 46.6%.6 Pertama-tama dihitung perbandingan B/C untuk tiap alternatif.6%.900( P / A.pengurangan pengeluaran ini berakibat berkurangnya penerimaan untuk bengkelbengkel.000 27.5) 100. jelas kecelakaan lalu lintas tersebut tak diingini. : Lihat kembali contoh 5. Metode analisis dengan menggunakan B/C adalah ekuivalen dengan analisis rate of return. Misal B= benefit dan C = cost maka perbandingan benefit dan cost dihitung degan rumus.700( P / A. dokter. digunakan logika yang sama seperti analisis rate of return.1. Untuk 3 alternatif atau lebih. Contoh 6. Untuk alternatif: A : B/C = B PWbenefit 100. jika B/C > 1 maka proyek acceptable dan sebaliknya tidak.200( P / A. sehingga dalam analisis kerugian-kerugian pada bengkel. yaitu diperlukan analisis incremental . rumah sakit dan pengacara tidak perlu dimasukkan dan tidak dianggap suatu disbenefit. Kalau perbandingan incremental B/C > 1 mak a p ilih altern atif b iaya lebih tinggi. jika B/C < 1 pilih alternatif dcngan biaya lebih rendah. tetapi disini dihitung incremental B/C. rumah sakit dan pengec a r a -penga car a.5) 200.000 B : B/C C : B/C = = = 1. dokter. Sedangkan kerugian penduduk karena tanahnya digunakan untuk proyek bendungan tersebut merupakan suatu disbenefit yang harus dipertimbangkan dalam analisisnya. 6.000 49 . B PWbenefit EUAB ……………………………………………….06 = C PWcos t 400. Kriteria perbadingan B/C untuk 2 alternatif Hitung perbandingan incremental B/C untuk aliran kas yang merupakan perbedaan antara alternatif biaya yang lebih tinggi dengan alternatif biaya lebih rendah.17 = 0.6%.

000 = 1. 100.300 I n cr e me n t a l B / C = 24. Selanjutnya.5) = 1. 100. B/C < 1 maka alternatif C dapat dilenyapkan.000 Rp.000 Rp.5) 200.6%. 100. Dari hasil di atas diperoleh hasil yang ekuivalen jika menggunakan analisis rate of return.6%.000 Rp.D : B/C = 125. 400.05 Untuk alternatif C karena.200( P / A. 50 .300( P / A.000 Rp. 500. 125.900 D Rp.6%. 21. 500.700 I n crem en t al p er b a n d i n g an B / C = 24. susun alternatif sisanya menurut besarnya dan selidiki incremental B/C untuk 2 alternatif dengan biay a terkecil.000 72. 27.700 A Rp.300( P / A. 100. 125. B Biaya awal Benefit/tahun Rp.5) = 1.000 Karena incremental p er b andingan B/C > 1 maka alternatif A lebih ekonomis daripada B .000 Rp.000 K a r en a B / C > 1 ma k a d i p i l i h al t e r n a ti f D .900 D Rp. 0 2 100.200 Incremental D–A Rp.000 Rp.02 100. A Biaya awal Benefit/tahun Rp.000 A–B Incremental biaya awal Incremental benefit/t a h u n 100. 400.

Berdasarkan data di atas akan diselidiki alternatif mana yang paling ekonomis dengan i = 6 % dan umur teknis 50 tahun. k a r e n a k e r u g i a n t i a p t a h u n b e r u h a h s e s u a i denga n b e s a r . Pertama dibandingkan terlebih dahulu alternatif perbaikan saluran (S) dengan alternatif tidak ada pengendalian banjir (TP). sedangkan pembangunan reservoir merugikan hasil pertanian dan peternakan karena berkurangnya lahan dan ditaksir jumlahnya Rp. : Dalam suatu proyek pengendalian banjir ada 2 alternatif yang diusulkan.900.000. 0 0 0 . 51 .000 tiap tahun.000 dan ditaksir biaya pengoperasian dan pemeliharaannya tiap tahun Rp 40.000.000 (Dalam praktek nilai taksiran tersebut dapat diperoleh dengan menggunakan metode statistika.000.Taksiran kerusakan akibat banjir tiap tahun j i k a t i d a k ada p e n g endalian banjir(TP) adalah Rp 480. Seperti halnya dalan contoh 6.000.000.10. Kedua biaya tersebut dibebankan pada anggaran pemerintah.000. (Dalam analisis ekonomi ini disebut disbenefit/benefit negatip/malefit). yaitu sebagai nilai e k s p e k t a s i ( e x p e c t e d value ). Alternatif pertama yaitu me mp er baik i salu ran (S) untuk memperlancar aliran sunga i d a n alternatif kedua membangun dam dan reservoir (D & R). dilakukan perhitungan incremental B/C menurut besarnya biaya. Yaitu : pembangunan dam merugikan hasil perikanan rakyat yang ditaksir jumlahnya Rp 28. Jika alternatif S dibangun kerugian tersebut dapat dikurangi me n j a d i Rp 105.1.Contoh 6. Biaya pembangunan dam dan reservoir (D & R) ditaksir Rp 5. Penyelesaian : Dalam perhitungan disini digunakan benefit dan cost tiap tahun untuk memudahkan.000.300.kecilnya banjir yang timbul).55. K edua macam biaya tersebut dibebankan pada anggaran pemerintah.000 dan biaya pemeliharaann y a t ia p t ah u n d i ta k s ir R p 3 5 . B i a y a p e r b a i k a n s a l u r a n d i t a k s ir Rp 2. Keuntungan tiap tahun disini adalah berkurangnya kerugian akibat banjir karena adanya alternatif S dibandingkan dengan alternatif TP.000. 0 0 0 .000. Pembangunan D & R mempunyai akibat samping yang merugikan lingkungan dan masyarakat sekitarnya.000 dan jika alternatif D & P dibangun kerugian tersebut berkurang menjadi Rp.000 tiap tahun. sebab data yang tersedia dalam tahunan.2.

Contoh 6.000.08 157.000.000 B/C = 12.000 = 2900.000. Jika keuntungan-keuntungan atau kerugian-kerugian tersebut dapat dinyatakan dalam suatu ukuran efektivitas maka perhitungan yang berkaitan dengannya disebut cost efective analysis. Untuk itu telah ada 3 perusahaan yang melakukan penawaran untuk memperbaiki sistem pembuangan pabrik 52 .50) + 35.000 Karena B/C – 0.71 219.000 (A/P. COST – EFFECTIVE ANALYSIS : Dalam keadaan – keadaan tertentu baik dalam bidang swasta maupun pemerintah.000 = 375.000 . Selanjutnya dihitung perbandingan incremental B/C antara altarnatif D & R dengan alternatif S : B (D & R – S) = (105.000) – (28.000 – 55.000 2900.000.000. 6%. pengembangan.000 Karena B/C > 1 berarti pembangunan saluran manfaat yang besar dibandingkan tanpa pengendalian banjir sama sekali.105.000. 6%.000 + 10.000.000 (A/P.50 + 35. biaya pergantian dan sebagainya dalam jangka waktu tertentu.T P ) C (S . Present worth disini disebut life-cycle cost dari sistem. 6%.000 . dalam pengembangan sistem senjata.TP ) B/C = = 480.000 = 157.000. biaya pengoperasian dan pemeliharaan.000 .000 (A/P.3 : Sebuah pabrik ingin mengurangi sampai 75% banyaknya limbah kimia yang dibuang tiap hari kesebuah sungai sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.Sedangkan biaya tiap tahun adalah capital recovery cost dan biaya pemeliharaan alternatif S .000 C(D & R– S) = 5300. Biasanya cost tersebut dinyatakan dalam present worth atau equivalent uniform annual cost.000 = 1. nilai akhir.000. Cost disini mungkin biaya riset.000.000.000 = 0. B (S .000.000. keuntungan-keuntungan atau kerugian-kerugian kadang-kadang tidak dapat dinyatakan dalam bentuk sejumlah uang.000.R. 50) + 40.000 375.000 = 219. Misalnya.08 alternatif S lebih bermanfaat dibandingkan alternatif D &.000.000. pengendalian polusi dan sebagainya.000) = 12.000.000.

000 (P/A.200.000. Tiap sistem yang dikembangkan dapat digunakan untuk selama 15 tahun.000.000 PW (B) PW (G) = 160.000 + 25. 15 ) = 272.000.000 (P/F.000.000% B 160. Kontraktor dari perusahaan C menjamin bahwa sistem yang dibuatnya akan mengurangi limbah kimia buangan tersebut sampai 90%.000 75. Kedua perusahaan tersebut mempunyai ukuran sistem efektivitas yang sama (75%).000 9.000.000.000 9.000 ( P/A .000+ 12.000 160. Penyelesaian : Untuk memudahkan.000. 99%.000. terlihat bahwa walaupun perusahaan B mempunyai biaya awal lebih besar dari A. dan pemeliharaan tiap tahun Biaya penggantian Efisiensi sistem A 125.000.000 15. 15) = 264.000.000 Dari hasil perhitungan di atas.000 75% C 190. 25. dibuat terlebih dahulu tabel sebagai berikut: Biaya awal Biaya pengoperasian.9% 10) 15.000. tentukan penawaran mana yang harus dipilih. Data berikut merupakan biaya penawaran yang diajukan oleh ketiga perusahaan tersebut : Biaya awal Biaya pengoperasian dan pemeliharaan/tahun Perusahaan A B C 125. Dengan menggunakan MARR 9%.000.000 (P/A.000 25.200.000. jadi dalam hal ini penawaran perusahaan B lebih ekonomis.000 12. komponen tertentu dari sistem harus diganti tiap 5 tahun dengan biaya Rp.161.000.000 190.000. 9%.000. tetapi life cycle costnya lebih kecil.732.000.000 90% Perhitungan life cycle cost : PW (A) = 125.000 12.000 15.15) = 256.000 = 190.000.000.723. Pemilihan antara penawaran perusahaan B dan C tidak begitu jelas karena ukuran efektivitas perusahaan C lebih tinggi dan sulit diukur 53 . 9%.200.000 Jika penawaran dari perusahaan A diterima.000 + 9.9%. sedangkan kontraktor dari perusahaan A dan B menjamin bahwa sistem mereka paling tidak akan memenuhi syarat yang telah ditetapkan. 5) + (P/F.tersebut.

000. untuk memutuskan alternatif mana yang dipilih tergantung pada kondisi atau kriteria yang telah ditetapkan. PW (C B) = 7. Demikian sebaliknya. disini dilihat juga incremental ukuran efektivitas yang diperoleh dibandingkan dengan incremental life-cycle costnya. (rubber yard sticks). Misalnya dalam contoh 6.03. Seperti halnya dalam analisis pemanfaatan biaya. y aitu memilih alternatif dengan cost terkecil.429. Perbandingan B/C antara D & R dengan S dan antara D & R dengan TP masing-masing adalah 0.38. Dari perhitungan.20 % maka penawaran C yang dipilih. perbandingan penawaran antara perusahaan B dengan C tidak langsung jelas. Karena berlaku antara untuk 80% dengan 96%.429 efisiensi (C . Catatan : Dalam beberapa kejadian tertentu cost-effective analysis ekuivalen dengan penggunaan benefit-cost analysis . maka dipilih alternatif yang mempunyai efisinsi yang lebih tinggi.08 dan 1. Jika 2 alternatif yang dibandingkan mempunyai ukuran efektivitas yang sama. seperti pemilihan penawaran perusahaan A dan B di atas. Dengan menggunakan kriteria tersebut akan mengurangi banyaknya alternatif yang dibandingkan. karena makin tinggi ukuran efektivitas diperlukan tambahan biaya. tersebut juga terlihat bahwa efisiensi meningkat 20% jika penawaran C dipilih. . Yang tepat adalah harus diputuskan apakah efisiensi 20 % sebanding dengan Rp 7.2 . Dalam contoh 6. Jika efisiensi ini yang digunakan sebagai ukuran efektivitas yang dibandingkan dengan life cycle cost Rp 7429 K akan menimbulkan salah pengertian. tetapi belum tentu merupakan atau menghasilkan suatu pilihan yang final. Kalau cost bukan merupakan masalah untuk meningkatkan efisiensi sebesar 15/75 . Soal – soal : 1.B) = 15 % Dari hasil tersebut. 60% dengan 72 % dan sebagainya. Jika life-cycle cost dua alternatif sama. kerugian (disbenefit) akibat proyek D & R tiap tahun Rp.dengan nilai sejumlah uang tertentu.3 tersebut. Hitung perbandingan-perbandingan B/C 54 . tetapi dalam beberapa hal berlainan. sebab 20 % tersebut merupakan ukuran yang bersifat elastis. maka masalahnya sederhana.000.

selalu menimbulkan kerugian karena banjir yang ditimbulkannya. Berikan kesimpulan hasil tersebut.000.000 dan biaya pemeliharaannya tiap tahun ditaksir Rp 30.000.000.000. Dari soal 1.000.000.000.880.000. tetapi ini diimbangi dengan berkembangnya tempat 55 .000.000. biaya pengoperasian dan pemeliharaannya ditaksir tiap tahun adalah Rp 45.000 dan untuk lokasi N.000. diperlukan biaya awal Rp. Untuk itu telah diusulkan dua tempat yaitu M dan N. Jika D & R dibangun kerugian akibat banjir berkurang menjadi Rp 30.400.000.000 tiap tahun.600. Karena adanya pengerukan tersebut akan ada kerugian lingkungan. Jika dilakukan pengerukan (P) maka kerugian-kerugian ditaksir berkurang menjadi Rp180. tapi ini diimbangi oleh barkembangnya daerah rekreasi. Gunakan MARR 8 %.000. Alternatif D& R dibangun jika alternatif P dibangun.000.000 dan bertambah Rp 20.000. Biaya awal untuk P adalah Rp.000.000.000 dan Rp 90. 3.300. sebuah jembatan akan dipindahkan tempatnya dengan menggunakan konstruksi baru. Hitung perbandingan B/C yang sesuai untuk melakukan studi ekonomis kedua lokasi tersebut. Biaya awal alternatif D & R adalah Rp 1.000 dan naik Rp 5.000.000.000.000 dan Rp 660. hitung rate of return karena adanya ekstra investasi untuk proyek S dibandingkan proyek TP. Ditaksir kerugian tersebut tiap tahun Rp.000. Biaya pemeliharaan jembatan dilokasi M dan N tiap tahun masing-masing adalah Rp 120. Suatu proposal telah diajukan untuk mengendalikan banjir tersebut. Hitung juga rate of return karena adanya ekstra investasi untuk proyek D & R dihandingkan proyek S. Karena tidak sesuai dengan perkembangan lalu lintas. umur teknis 20 tahun dan andaikan nilai akhir kedua jembatan tersebut masing-masing 60% dari biaya awal pembuatan jembatan tersebut.000.000.000. yaitu melakukan pengerukan (alternatif P) dan membangun dam dan reservoir (alternatif D& R). Sebuah sungai yang membelah sebuah kota. 4. D & R akan mengurangi daerah pertanian. 3. 2.000.000 dan naik Rp 12.tersebut kembali jika kerugian yang diterima masyarakat tersebut dianggap sebagai cost dan bukan suatu disbenefit.000 tiap tahun. 50. Untuk lokasi M.000 tiap tahun. Dengan dibangunnya jembatan tersebut akan memperlancar arus lalu lintas sehingga memberikan keuntungan bagi masyarakat yang ditaksir untuk loksi M dan N tiap tahun masing-masing adalah Rp. diperlukan biaya awa1 sebesar Rp.000. ini ditaksir tiap tahun menimbulkan kerugian (disbenefit) Rp 20.

Surabaya 56 . R.N. Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making. 1995.rekreasi yang memberikan keuntungan tiap tahun Rp 8..N. 2004. Ekonomi Teknik. D .Inc. Gunakan periode 30 tahun dan andaikan nilai akhir proyek nol.000. New York. Penerbit Guna Widya. Dengan menggunakan MARR 9 % dapatkan perbandingan B/C yang sesuai untuk P . Pujawan. Edisi Pertama.000. Mc Graw Hill Book Co. Daftar Pustaka: Barish. N.

Untuk mendapatkan nilai x yang membuat kedua biaya alternatif tersebut sama adalah dengan menyamakan TC1 = TC2. biaya dari suatu alternatif mungkin merupakan fungsi dari suatu variabel. Beberapa alternatif yang merupakan fungsi dengan variabel yang sama dapat dibandingkan berdasarkan. cost point). Jika biaya dari suatu alternatif merupakan fungsi dari satu variabel yang dapat berupa beberapa nilai tertentu maka adalah bermanfaat untuk menentukan nilai suatu variabel dimana biaya minimal. kemudian ingin ditentukan nilai dari variabel tersebut sedemikian hingga biaya kedua alternatif tersebut sama. biaya minimal. misal : TC1 Dimana : TC1 TC2 x = f1(x) dan TC2 = f2(x) = total biaya untuk alternatif I = total biaya untuk alternatif II = variabei independen yang mempengaruhi alternatif I dan II. Nilai dari variabel yang diperoleh disebut sebagai titik (break-event point). 57 . Jika dua atau lebih alternatif merupakan fungsi dari suatu variabel yang sama. Karena itu f1 (x) = f2(x). dan jika diselesaikan diperoleh nilal x yang dicari dan merupakan suatu titik impas dapat dicari dengan menggunakan prosedur-prosedur yang telah dikembangkan dalam matematika. Analisa Titik Pulang Pokok Jika biaya dari dua alternatif dipengaruhi oleh variabel yang sama maka dapat dicari nilai dari variabel tersebut sehingga kedua alternatif mempunyai biaya yang sama. Nilai variabel yang demikian disebut biaya minimal (minimum. Biaya dari tiap-tiap alternatif dapat dinyatakan sebagai fungsi variabel independen yang sama.BAB VII ANALISIS TITIK PULANG POKOK DAN BIAYA TERKECIL (BREAK EVENT POINT DAN MINIMUM COST ANALYSIS) Dalam beberapa kondisi ekonomi.

Akan ditentukan berapa jam tiap tahun kedu a motor terse b u t b e r o p e r a s i agar biaya kedua altenatif tersebut sama.000 – 200.Contoh 7.000. 174.10%. 4) = Rp.000 dan nilai akhir nol pada akhir periode tahun keempat. Biaya bahan bakar untuk tiap jam operasi ditaksir Rp 420 . 10%. 120.400. Alternatif B memerlukan biaya awal untuk pembelian motor gaselin Rp 550.000) (A/P. biaya pemeliharaan ditaksir Rp 150 tiap jam dan biaya operator tiap jam Rp 800. 550. Gunakan i (MARR)10 % tahun. Banyak jam beroperasi (jam motor bekerja) tiap tahun tergantung p a d a t i n gi curah hujan (jadi merupakan suatu variabel).000 dan nilai akhirnya pada akhir tahun keempat ditaksir Rp 200. Alternatif A memerlukan biaya awal untuk pembelian motor listrik yang bekerja secara otomatis dengan harga Rp 1.400.000 (0. Biaya pengoperasian tiap jam Rp 840.000 CA t Maka TCA TCB CRB HB = biaya pengoperasian tiap jam = Rp 840 = jumlah jam operasi tiap tahun = CRA + MA + CA t = total FUAC (B) = Capital recovery cost alternatif B = Rp.000. dan biaya pemeliharaan tiap tahun ditksir Rp 120.000 = biaya pemeliharaan tiap tahun untuk alternatif A = Rp.1: Andaikan bahwa diperlukan motor bertenaga 20 TK untuk memompa air dari suatu sumber air.000 = b i ay a t i a p jam d a r i p e n ggunaan ga s elin + o p e r a t o r + pemeliharaan = R p 420 + Rp 800 + Rp 150 = Rp 1370 58 .4) + 200.000 (A/P. Motor tersebut diperlukan untuk jangka waktu 4 diusulkan 2 alternatif. Untuk penyediaan motor tersebut telah Penyelesaian : Misal TCA CRA MA = total EUAC (A) = Capital recovery cost alternatif A = (1.10) = 399.

1200 Gasolin Listrik 800 400 0 200 400 600 800 jam operasi / tahun Gambar 7. TCA diperoleh t= CR B − CR B + M A 174.000 + 100 (0.t = jumlah jam operasi tiap tahun. Jika digunakan kurang dari 651 jam maka motor gasolin lebih ekonomis dan jika digunakan lebih d a r i 651 jam motor listrik lebih ekonomis. Perbedaan biaya tahunn antara kedua alternatif tersebut untuk sembarang jam operasi tertentu dapat d ih itung sebagai berikut : Misalnya kedua motor dioperasikan 100 jam tiap tahun maka TC = TCA .HBt = 399.000) = = 651 jam CA − H B 840 − 1370 = TCB atau CRA + MA + CAt = CRB + HBt Jadi kedua motor tersebut sama ekonomisnya jika kedua motor tersebut beroperasi selama 651 jam dalam setahun. Gambar 7.1 menunjukkan total biaya tiap tahun sebagai fungsi dari banyaknya jam bekerja tiap tahun. 292.1 : Total biaya sebagai fungsi dari jumlah jam operasi.000 − (399.37) = Rp.000 + 120.000 + 120. Untuk mendapatkan titik impas adalah dengan menyelesaikan t dari persamaan.TCB = CRA + MA + CAt – CRB . Maka TCB = CRB + Ht.000 59 .84) – 174 – 100 (1.

250. 20) + 8.08) + 6.558. 8%. steel (baja) dan frame (kayu). 20) + 35.000 TC (kayu) = 35. 8%. ada 3 jenis konstruksi yang sesuai untuk gedung tersebut yaitu concrete (beton).500.400. Dalam pasal ini akan dibahas untuk alternatif.000a + 4. 8%. Tentukan titik impas dari ketiga jenis konstruksi tersebut jika digunakan i (MARR) 8% Penyelesaian : Misal x luas bangunan yang akan dibangun : TC (Beton) TC (Baja) = 24.032) ( 0.600.2 : Sebuah perusahaan konsultan pembangunan telah melakukan studi untuk pembangunan sebuah gedung dengan luas antara 2000 sampai 6000 kaki persegi.000. Dalam contoh sebelumnya.01) (0.2% biaya pembangunan Kayu Rp 35. 20) + 29.99) (A/P.000 = 29.08) + 4.Analisis Titik Impas Untuk 3 Alternatif atau Lebih.000.000a (0.000 a (A/P.000a (0.000 Rp 3.934.000a (0. dan dari grafik tersebut dapat dicari titik impasnya.500.250.000a (0.000. telah dibahas analisis titik impas yang menyangkut 2 alternatif.000 1% biaya pembangunan 20 tahun Taksiran umur teknis 20 tahun 20 tahun Biaya total tiap jenis konstruksi merupakan fungsi dari luas bangunan yang akan dibangun.000 Rp 1. pemeliharaan dan sebagainya) diberikan oleh tabel sebagai berikut: Beton Biaya pembangunan/kaki persegi Biaya pemeliharaan/ tahun Biaya pengendalian cuaca/ tahun Taksiran nilai akhir Rp 24.000 Rp Rp 5.500. 60 . Setelah melakukan penelitian yang mendalam. Data biaya yang berkaitan dengan ketiga jenis biaya tersebut (biaya konstruksi.000.000 3.000 Rp 1.000 = 2.000 Rp 5.000 - Baja 29.250.000 Untuk memperoleh titik impas adalah dengan menyelesaikan persamaan tiap pasang dari alternatif sebagai fungsi luas bangunan dalam suatu grafik.000a + 6.000 Rp 2.000 = 3.000 = 2. Contoh 7.440a + 8.968) (A/P.

yang ekonomis adalah konstruksi beton. dimana suatu komponen biaya mungkin dipengaruhi oleh suatu variabel mis a l n y a s e c a r a linear a t a u k e b a l i k annya atau mungkin dipengaruhi secara linear dan kebalikannya.000 15. yang ekonomi s a d a l a h k onstruksi kayu. Analisis Biaya Minimum Suatu alternatif mungkin memiliki dua atau lebih komponen biaya. adalah membangun dengan konstruksi baja. yaitu : TC dimana : X = AX + B +C X = variabel yang mempengaruhi. Dan jika membangun dengan 5000 kaki persegi.000. B dan C = bilangan-bilangan tetap Untuk mendapatkan nilai X yang meminimalkan TC adalah dengan menurunkan TC ke x dan kemudian menyamakannya dengan n o l d i p e r o l e h: 61 .ka membangun gedung dengan luas 4000 kaki persegi maka yang ekonomis.Biaya kayu baja 25. Misal biaya total ( Total Cost ) s u a t u a l t e r n a tif dipengaruhi komponen biaya secara linear dan kebalikannya.000. A.000 beton 20.000 2000 3000 4000 5000 6000 luas bangunan Dari gr afik di atas terlihat bahwa ji. Sedangkan yang lebih kecil dari 3000 kaki persegi.000. Untuk perluasan lebih d a r i 3 a l t e r n a t i f d a p a t d i g u n a k a n penalaran yang sama dengan di atas.

6%.0011435 258.3: Suatu contoh klasik mengenai analisis biaya minimum adalah menentukan luasan konduktor elektronik. umur teknis ditaksir 20 tahun.6) A (0.000 + Rp 600 untuk tiap pon tembaga. Data pembiayaan dan keteknikan untuk instalasi konduktor tersebut sebagai berikut : panjang konduktor 140 kaki.B dTC =A– 2 =0ÆX= dX X B A Contoh 7. Energi yang hilang (kilowat jam) dalam konduktor disebabkan resistansi adalah sama dengan I2 R X jumlah jam : 1000. Berat tembaga 55 pon tiap kaki3 . dimana adalah arus listrik (dalam ampere) dan R adalah resistansi konduktor dalam ohm.001 1435 ohm.940 62 . Resistansi konduktor tembaga yang panjangnya 140 kaki dan luasnya 1 inci2 adalah 0. biaya investasi akan bertambah juga. pajak insurance.6) A (A/P. dan resintansi berbanding terbalik dengan luasnya. Tetapi jika ukuran konduktor bertambah besar. nilai akhir Rp 500 tiap pon tembaga. 20) + 500 (539. Dalam hal ini resistansi adalah berbanding terbalik dengan ukuran konduktor sehingga biaya energi listrik yang hilang akan berkurang jika ukuran konduktor bertambah besar.490 )( Rp7) = A A Berat konduktor (dalam pon) : (1.06) = 20. Misalnya suatu konduktor tembaga dipertimbangkan untuk digunakan mentransmisi beban aliran listrik pada suatu sub-station. suku bunga 6 % Misal A = luas konduktor .000 + (600 – 500) (539.6 A 1728 Capital recovery cost dalam dollar tiap tahun adalah : 160.890 A + 13. Untuk ukuran konduktor tertentu dapat ditentukan jumlah kedua komponen biaya tersebut minimal.40)(12)( A)(555) 539. biaya instalasi Rp 160. dan pemeliharaan diabaikan. Energi yang hilang ditaksir b ernilai Rp 7 tiap k ilowat jam. maka energi yang hilang tiap tahun adalah : (1920)2 (24) 365( 0. sebesar 1920 ampere untuk 24 jam (1 hari) selama 36 5 h a r i .

120 185.52 inci 2 dimana dengan luasan tersebut akan diperoleh biaya total tiap tahun yang minimal.490 + 13.680 51.610 86.490 =0 A 258. 090 Biaya Investasi 129.490 = 3.890 Jadi dipilih konduktor yang luas penampangnya 3.750 43. Cara tabulasi dan grafik terseb u t cukup bermanfaat jika cukup sulit mendapatkan hubungan matematis antara variabel-variabelnya.400 TC 185.720 129.52 inci2 20.140 182.720 Luas penampang yang paling ekonomi untuk konduktor terjadi pada saat biaya investasi sama dengan biaya kebilangan energi tiap tahun (Hukum Kelvin).370 Biaya Kehilangan I2R 2 3 4 5 6 55.510 4 5 6 97.160 170.090 162.890 – 258.940 A 258.Jadi biaya total tiap tahun adalah : TC dTC dA A= = 20.760 162. Misalnya sebuah perusahaan farmasi 63 .370 3 76.390 139.280 64.890 A + = 20. Untuk mengetahui perubahan-perubahan dari komhonen-komponen biaya tersebut dapat dilakukan secara tabulasi dan grafik sebagai berikut: Luasan penampang ( inci 2 ) Biaya Biaya investasi Biaya hilang I 2 R Biaya total tiap tahun 2 55.500 118.

Sebuah lembaga konsultan ingin membeli sebuah komputer seharga Rp.000 860. Biaya variabel yang pokok adalah biaya pembuatan uap yang kira-kira berbanding terbalik dengan banyaknya evaporator yang digunakan dalam instalasi. 130. dua. tiga atau empat evaporator. 3. Dalam proses ini dapat digunakan atau beberapa evaporator dan dapat digunakan berulang kali.000 tiap tahun secara kontrak. maka berapa hari tiap tahun.350. asuransi pajak dan sbg) Biaya variabel (pemeliharaan. 7.240. Dari pengalaman dan pengujian menunjukkan bahwa diperlukan persamaan atau fungsi yang kompleks untuk menjelaskan hubungan antara biaya-biaya yang digunakan.000 Luasan penarnpang ( inci 2 ) 1 2 3 4 Dari tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa total biaya terendah tiap tahun adalah Rp. Sebagai alternatif adalah menyewa komputer dengan rata-rata ongkos sewa Rp.000 8.000.610.960. karena itu di gunakan cara tabulas i a t a u g r af i k . 50.560. Ditaksir umur teknis dan nilai akhir komputer tersebut masing-masing adalah 6 tahun dan Rp. Biaya tetap kira-kira sebanding dengan banyaknya evaporator yang digunakan.000 3. Taksiran biaya variabel dan tetap dapat diperoleh dengan melakukan percobaan jika digunakan satu. Jika suku bunga tiap tahun 12 %. Biaya pengoperasian ditaksir Rp.190.000. komputer yang dibeli harus bekerja supaya membeli komputer tersebut ekonomis.000 6.030.merencanakan untuk menggunakan proses penguapan dalam menghasilkan suatu jenis produknya. dibandingkan menyewa? 64 .000 1.000.000 yang terjadi bila 3 evaporator digunakan.000 5.000 3.000 6.000 tiap hari. Soal – soal 1.000. Hasilnya sebagai berikut (tiap tahun 200 hari k e r ja ) : Biaya Biaya t e t a p ( biaya awal.960. karyawan dan sbg) Biaya total/tahun.850.000 3.30. 4. dan biaya pemeliharaan Rp.000 4.000 tiap hari.680. 5.000 2.220.000.710.

4.aya buruh Rp. 2. Pujawan.000 tiap tahun.000.N. untuk buldozer yang ia beli. 315. 150.500.000 tiap tahun. biay a pemelihaan Rp. Jika suku bunga 10 % tiap tahun.900 tiap jam operasi untuk bahan bakar.600 tiap jam operasi untuk gaselin. Ekonomi Teknik.Inc. mesin diesel ekonomis.000 tiap tahun dan memerlukan biaya Rp. Harga mesin ga s olin Rp. Penerbit Guna Widya. Mc Graw Hill Book Co.300 tiap jam operasi untuk pembelian bahan bakar. Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making. Ekonomi Teknik. biaya pengoperasian Rp. 3.800. 1995. diesel atau gas hidrokarbon.000 tiap tahun. Metode kedua dilakukan s e c ar a mencetak papan sirkuit tersebut dan ini memerlukan biaya investasi sebesar Rp. Harga mes in diesel Rp.2. Mesin gas hidrokarbon harganya Rp. Dengan menggunakan i = 15 % a) Buat g r a f i k total biaya tiap tahun dari tiap mesin sebagai fungsi dari jumlah jam mesin tersebut bekerja dalam setahun. Surabaya. Edisi Pertama. Metode pertama yaitu dikerjakan secara manual dan ditaksir biayanya Rp 1.N.000. Seorang kontraktor harus menentukan pilihannya apakah menggunakan mesin g a s e l i n . Institut Teknologi Sepuluh Nopember. 2004. sehingga dapat diabaikan. 240.000. Surabaya 65 . Bi. 3. 0. 3. biaya pemeliharaan R p . Nilai akhir ketiga mesin tersebut sama. N. Daftar Pustaka: Barish. 2. umur tekn is 9 tahun dan nilai akhir Rp. 200.300. 150.. berapa banyak papan sirkuit yang harus diproduksi tiap tahun agar kedua metode tersebut sama ekonomisnya? 3.200 tiap unit dan diperlukan b ia y a p er a l a t a n yang besarnya Rp.000. New York. b) Tentukan interval jam mesin bekerja dalam setahun sehingga mes i n g asolin ekonomis. Haryono.000.000 tiap tahun. Umur teknis tiap mesin adalah 5 tahun. dan mesin gas ekonomis.52 tiap unit dan biaya pemeliharaan peralatan Rp. 1990. Seseorang produsen alat-alat elektronik tertentu ingin mempertimbangkan 2 motode yang digunakan untuk menghasilkan suatu papan sirkuit. 300.000. dan memerlukan biaya Rp 2. dan memerlukan biaya Rp.

yaitu: 1. Secara umum depresiasi dapat didefinisikan sebagai berkurangnya nilai suatu asset (yang dapat berupa mesin-mesin. Depresiasi yang disebabkan antara lain mesin-mesin atau peralatan-peralatan yang digunakan semakin tua sehingga kemanpuannya berkurang ( physical degradation ). Karena modal digunakan terlebih dahulu sebelum menghasilkan barang produksi. Depresiasi yang disebabkan antara lain karena semakin majunya perkembangan teknologi. sehingga diperlukan mesin-mesin atau peralatan-peralatan baru yang lebih efisien dan ekonomis daripada yang dipakai sekarang atau karena adanya perubahan demand di masya r ak at baik dari segi kualitas maupun kuantitas sehingga diperlukan tambahan mesin-mesin dan peralatan-peralatan baru (functional depreciation ). terutama dalam analisis yang berkaitan dengan pajak dan pengaruh inflasi ( after tax and inflation analysis ). Untuk memahami konsep depresiasi bukanlah suatu hal yang mudah. 2. Untuk memudahkan pemahaman dalam melakukan alokasi depresiasi diberikan contoh . yaitu depresiasi nilai asset yang sebanarnya sesuai dengan waktu dan yang kedua (yang penting dalam ekonomi teknik) yaitu bagaimana mengalokasikan depresiasi (accounting depreciation) nilai asset tersebut. sehingga berkaitan dengan p a j ak. bangunan gedung dll) sesuai dengan waktu. Dalam mengalokasikan depresiasi nilai asset ada 2 hal yang dipertimbangkan yaitu: Untuk menjamin bahwa asset yang diinvestasikan dapat diperoleh kembali selama umur ekonomisnya: Untuk menjamin bahwa asset yang. karena disini memuat 2 pengertian yang harus dipertimbangakan. Depresiasi secara umum dapat digolongkan dalam 2 kelompok. diinvest a s ikan diperhitungkan sebagai biaya produksi. sehingga terdapat kesulitan-kesulitan dalam mengkalkulasikan biaya-biaya secara tepat. Da1am praktek adalah cukup sulit untuk menaksir besarnya alokasi depresiasi yang tepat dari suatu asset. Yang pertama.BAB VIII METODE DEPRESIASI Depresiasi atau penyusutan modal adalah suatu komponen yang penting dalam analisis ekonomi teknik.sederhana sebagai beriku t : 66 .

dan nilai akhir (S).000. ada 3 komponen utama yang digunakan. 2. sehingga keuntungan bersih yang dapat dia gunakan adalah Rp. y a i t u : nilai a s s e t ( P ) . 2. Untuk menghitung depresiasi. 67 Sum of Years digits . maka pada akhir tahun ke 2 pengusaha tersebut tidak dapat lagi membeli mesin baru dengan kapasitas yang sama.000 untuk biaya hidupnya sehari-hari maka tiap tahun ia mempunyai simpanan sebesar Rp. 2.000.500. maka tiap kali penggunaan mesin harus diperhitungkan uang sejumlah : Rp. Karena ia tidak menyisihkan keuntungannya secara tapat untuk pembelian mesin baru. 5.5. 15. Metode yang bertujuan untuk mengalokasikan depresiasi secara merata selama umur teknis. Apabila keuntungan tersebut ia habiskan Rp. pemeliharaan. Metode yang digunakan adalah straight line depreciation accounting . Ka1au dihitung penghapusan modalnya.000 tiap tahun (ini belum memperhitungkan laju in f lasi) dari yang Rp. umur teknis (n) . Metode yang digunakan antara lain: declining balance depreciation accounting . 8. 7.Misal sebuah perusahaan membeli sebuah mesin seharga Rp.000. dan depreciation accounting (SOYD). Biaya-biaya untuk pembelian bahan baku. Apabila mesin tersebut dapat dipakai untuk selama 2 tahum.000 tiap tahun.500 2.000 sebagai penghapusan modal. penggunaan energi listrik tiap komponen ditaksir Rp. Dengan menggunakan mesin tersebut.000 tiap tahun.000 dia sisihkan untuk membeli mesin baru.000. Dalam ekonomi teknik tujuan utama dari depresiasi adalah untuk mendapatkan aliran kas dengan mempertimbangkan pajak dan inflasi. Metode depresiasi dapat diklasifikasikan sebagai berikut: 1. 5. 4.000 = Rp. Metode yang bertujuan untuk mengalokasikan depresiasi yang lebih besar pada awal umur teknis daripada akhir umur tek nis .000. perusahaan dapat memproduksi 1000 unit komponen tiap tahun yang harganya Rp. Sehingga pengusaha tersebut menganggap ia mendapatkan keuntungan sebesar Rp.000 tiap komponen.000 untuk menunjang proses produksinya.000. Dalam contoh diatas terliliat bahwa depresiasi dibebankan pada biaya produksi (dalam akutansi disebut amortized cost) sehingga mempengaruhi profit atau rate of return yang diperoleh perusahaan. upah kar yawan.500. 2.

3.

Metode yang bertujuan untuk mengalokasikan depresiasi yang lebih besar pada akhir umur teknis daripada awal umur teknis. Metode yang digunakan adalah sinking – fund depreciation accounting.

Straight line depreciation accounting

Besarnya depresiasi pada tahun ke t dengan metode ini diberikan oleh rumus : Dt = P − S 1− S / P = P = dP ………………………..8.1. n n

dimana d adalah laju depresiasi. Contoh 8.1 : Misal P = Rp. 10.000.000, S = 1.000.000 dan n = 5 tahun Dt = P − S 10.000.000 − 1.000.000 = = 1.800.000 tiap tahun. n 5

Secara tabulasi : t 0 1 2 3 4 5 Dt 1.800.000 1.800.000 1.800.000 1.800.000 1.800.000 Nilai buku BVt 10.000.000 8.200.000 6.400.000 4.600.000 2.800.000 1.000.000

BVt adalah nilai buku pada tahun ke t yang besarnya adalah BVt -1 - Dt, Dimana BV0 = P, dan dapat dibuktikan bahwa: BVt = P − P−S t = P(1 − tDt ) …………………………..8.2.05 n

DECLINING – BALANCE Depreciation Accounting

Dalam metode ini besarnya depresiasi pada awal-awal tahun pemakaian lebih besar dari pada akhir tahun pemakaian. Karena diharapkan misalnya mesin-mesin yang baru dapat memeberikan produktivitas yang lebih tinggi pada awal pemakainnya daripada akhir pemakaiannya. Dalam metode ini, untuk laju depresiasi tertentu, besarnya depresiasi adalah perkalian laju depresiasi dengan nilai buku pada periode bersangkutan. 68

Contoh 8.2 : Lihat kembali contoh 8.1. Misal digunakan laju depresiasi 40%. t 0 1 2 3 4 5 0,4(10.000.000) = 4.000.000 0,4(6.000.000) = 2.400.000 0,4(3.600.000) = 1.440.000 0,4(2.160.000) = 864.000 0,4(1.296.000) = 518.400 1− S / P = kd n Dt BVt 10.000.000 6.000.000 3.600.000 2.160.000 1.296.000 777.600

Faktor laju depresiasi dr = K Dan jika diandaikan

k S = 0 maka dr = n P

Konstanta k biasanya adalah 1,25 ; 1,5 ; 2,0. Jika k = 2 seperti contoh 8.2. disebut double declining balance depreciation. Besarnya depresiasi pada tahun ke t adalah : Dt = dr (BVt-1) …………………………………9.3. Dan BVt-1 = P (1- dr)t-1 ……………………………..8.4.

Sum of Years digits (SOYD) depreciation accounting

Metode ini berdasarkan jumlah bilangan tahun, dimana nilai suatu asset berkurang sebanding dengan unit tahunnya. Contoh 8.3: Lihat kembali contoh 8.1. Jumlah unit tahun = 1 + 2 + 3 + 4 + 5 = 15

69

t

Unit tahun

Dt

BVt

0 1 2 3 4 5 5 4 3 2 1 5/15(10.000.000-1.000.000) = 3.000.000 4/15(10.000.000-1.000.000) = 2.400.000 3/15(10.000.000-1.000.000) = 1.800.000 2/15(10.000.000-1.000.000) = 1.200.000 1/15(10.000.000-1.000.000) = 600.000

10.000.000 7.000.000 4.600.000 2.800.000 1.600.000 1.000.000

Secara umum : Jumlah unit tahun = 1 + 2 + ………. + n = Dt = (P-S) n(n + 1) 2

2(n − t + 1) ……………………………………….. 8.5 n(n + 1) 2m m(m + 1) − ……………………………. . 8.6 n n(n + 1)

BVm = P- (P-S)

Sinking – fund depreciation accounting

Dalam metode ini di andaikan nilai dari asset berkurang pada saat laju depresiasi bertambah. Contoh 8.4: Lihat kembali contoh 8.1 dan digunakan sinking fund 6 %. Sinking fund depreciation pada tahun : Pertama Kedua Ketiga Keempat Kelima : (10.000.000 – 1.000.000) (A/F, 6%, 5) : 1.596.600 + 0,06 (1.596.600) : 1.692.390 + 0,06 (1.692.390) : 1.793.940 + 0,06 (1.793.940) : 1.901.580 + 0,06 (1.901.580) = 1.596.600

= 1.692.390 = 1.793.940 = 1.901.580 = 2.015.670

70

i.711. n) (F/A.670 8.000.000.000 SOYD 4. t-1) Setelah disederhanakan diperoleh : Dt = (P-S) (A/F.000 71 .t 0 1 2 3 4 5 Dt BVt 10.580 2.015.940 1. t-1) …………………………. n) + i (P-S) (A/F.596.000 6% sinking fund Straight line 8.400 6.1.000 6.000..600 1.390 1. Nilai buku asset Rp. 8. i.820 Secara umum : Dt = (P-S) (A/F.403. i%.7. n) (F/P.. BVt = P-(P-F) (A/F.060 3. 8. i.000.000. i.000 Declining balance 2. i .8.793.000 1 2 3 4 5 Gambar 8.490 999.000 4.901.015.000 1.692. 10.917.000. i%.000. 10. n) (F/A. t) ……………………….

i %. Setelah pajak pendapatan dengan menggunakan depresiasi ACRS (accelerated cost recovery system). g. i.Contoh : 8.000. b.900. Setelah pajak pendapatan dengan mengandaikan investasi dihapuskan sebesar 20 % tiap tahun untuk 5 tahun dan ITC sebesar 10 % diterapkan langsung. Setelah pajak pendapatan dengan menggunakan straight line depreciation. lihat Tabel (apendik) dan ITC sebesar 10 % diterapkan langsung. Setelah pajak pendapatan dengan menggunakan depresiasi ACRS untuk 5 tahun mulai 1986 dan ITC sebesar 10 % diterapkan langsung. Sebelum pajak pendapatan (before income tax). f.000 diharapkan dapat menghemat pengeluaran perusahaan sebesar Rp.5: Suatu investasi pada peralatan seharga Rp. Penyelesainnya : a.000 n 8 72 . Dt = P − S 36. Setelah pajak pendapatan dengan SOYD dan ITC (investuen tax credit) sebesar 10% diterapkan langsung.000. Setelah pajak pendapatan dengan SOYD.000 (P/A. b.500. 8.000 = = 4. h.000. d. hitung rate of return investasi tersebut dengan menggunakan kondisi-kondisi berikut : a.36. Setelah pajak pendapatan dengan menggunakan double rate declining balance depreciation untuk 4 tahun pertama dan 4 tahun berikutnya digunakan straight line depreciation. c.3 %. 8) Dengan cara interpolasi (trial and error) diperoleh i = 18. e.900. 36.000 + 8. Sebelum pajak NPW = 0 = .000 tiap tahun untuk selama 8 tahun dan ditaksir nilai akhirnya sama dengan nol pada akhir tahun ke 8. Dengan menggunakan pajak pendapatan (income tax rate) sebesar 48 %. Setelah pajak pendapatan dengan mengadaikan semua investasi dihapuskan untuk tujuan pajak.

000.000 + 6.000.900.000.000.500.Dibuat terlebih dahulu aliran kasnya : Tahun Aliran Kas sebelum pajak (A) 0 1 2 3 4 5 6 7 8 36.400.900.000 2112.000 6.000.000.400.738 .738 .000 2112. i %.738 .000 6.778.000 2112.738 . D4 = 5.000.000 6.000 2112.738 .48 C) Aliran Kas setelah pajak (E = A + D) 36.000 4.000.000 6. D8 = 1.400.500.000 (P/A. D6 = 3.500.000 4. 73 .000.000 + 8.900.000 + 8.000 2112.000 4.000 4.000 4.000 2112. n) Dengan interpolasi diperoleh i = 10. Dt = (P-S) D1 = 36.900.000 4.000 8(8 + 1) c).000 4.500.000 4.000.000.000.000 2112.000 Depresiasi (B) Yang dikenai pajak (C = A + B) Besar pajak (D = -0.000 + 8.000 4.000 2112.400.000. D7 = 2.000 + 8.000 + 8.000 6. D3 = 6.000 4.900.500.000 6.738 .000 + 8.738 .000 NPW = 0 = .000 D2 = 7.400.36.000.500.000.738 .400.900.000 4.000 4. 2(n − t + 1) n(n + 1) 2(8 − 1 + 1) = 8.000 4.000 + 8.500.500.000 4.900.000.000 6.400.900.000 + 8.000 4.000 4.2 %.000 6.000.000. D5 = 4.400.000.

468.000 2.36.392.900.000 7.000 8.832.000 5.108.000 1.588.000.900.000 4.000 1.000 8.000.000.000 6.000 912.000 2.000 6.000 - - 432.000 8.508.000 3.000.900.000 7.000.000 8.000 5.000 8.48 C) (E = A + D) - 8.900.000 NPW = 0 = .000 6. 8) Dengan interpolasi diperoleh i = 11.900.000 6.000 (P/G.382.792.548.000 (P/A.900.000 - - 900.000 5. 8) – 480.2 % 74 .000.000 1.900.028.000.000 7.000.000 4.000 7.000 1.000 + 8.000 + 8.Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 (A) 36.000 3. i %.068.468.000.900.000 3.900.872.312.988.000.000 36.900.000 7.000.000 8.000 2.000 2.000 5.900. i %.900.900.000 8.000 (B) (C = A + B) (D = -0.900.000 3.

103.000 8.2.000 8.000 (1-0.900.750.000 -100.2.000.000 .2.000 8.900.1. i %.000 2.000 3.900.390.d).000.000 .000 + 5.052.000) = 6.000 6.000 7.000. yaitu : Dt = (11.000. 8.25 n Dihitung terlebih dahulu depresiasinya dengan double rate declining balance depreciation untuk 4 tahun pertama. t) Dengan interpolasi diperoleh i = 11.25)2 = 20.25) = 27.500 D4 = 0. 8) + CFt – 5.0.900.000.905.449.25 BV2 = 50.000 6. 7.000 5.000) (P/F.995.36. BV0 = 36.000 .2.052.000 8.000 2.250.25)3 = 15.36.500 3. 4 Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 A 36.000 2150.848.000 8.900.000 BV4 = 36.797.000 6.995.905.25 BV3 = 3.062.000 6.000 .032.000 7.000 .848.848. untuk t = 5.2.900.000.000 8.900.837.055.868.900.848.1 % 75 .000 - B C D E .995.848.500 BV3 = 36.25 (27.000. D2 = dr BV1 = 0.000.052.25)4 = 11.000 2.25 (36.000 48.000 6.000 .500 BV4 = merupakan P untuk straight line depretation.000.000. 6.000 BV1 = P (1 – dr) = 36.500 − 0) = 2.905.625. D1 = dr BV0 = 0. dr = 2 = 0.000 9.000 (P/A.000 5.995.000 (1-0.000 5.000 .948.000 d3 = 0.000 (1-0.995.451.000 5.000 8.000.000 2.000 6.000 BV2 = P (1 – dr2) = 36.750.000 5.000.187.000) = 9.000 .1.000.000 (1.797.000 8.000 NPW = 0 = .995.842.052.000 8.000.500 5. i %.905.000.390.

000.000 8.000 8.000 3.000 6.000 432.628.000 E .000 5. 8) Dengan interpolasi diperoleh i = 14.000 4.900.000 .720.000 76 .827. i %.000 6.000 7.900.36.272.000 8.900.000 (P/A. f).36.068.000 ITC = 10 % (36.000 E 32.900.000 B C D 17.000) = 3.900.900.000 8.468.600.000.000 5.000.272.000 8.000 7.000 6.000 2.000.e).900.588.000 2.18.000 NPW = 0 = .900.900. i %.832.4.000 8.000 3.000 1.900.000 (P/G.000 1.4.000 8.900.272.000 8.900.000 8.000 6.900.000 0 0 0 8.280.000 B C D 3.468.32.312.000 8.548.000.000 4.108.000 8.000 8. Tahun 0 1 2 3 A .000.900.900.000 8.000 3.508.000.000.900.352.000 3.000 4.000.900.000 .6 %.628.000 .000 8.000 4. n) – 480. Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 A .900.628.000.600.028.000 900.000 912.000 8.000 2.000.000 1.000 7.000 + 8.000 7.900.000 2.392.900.000.000 5.000 4.988.000 5.798.000 7.4.000 1.900.000.

000 8.000 -7.000 .21 (36.000 1.000.000 8.000 8.000 Ketiga = 0.000 -7.000 4.000 8.000 E .430.000.000 8.000 8.600.900.650.000 8.900.900.000 -5.000 8.500.900.340.000 8.643.900.000 8.920.084.000.000 0 0 0 3.000 .900.470.000 .000 4.700.000 Kelima = 0.900.000 .000 0 0 0 0 0 8.000 4.000 4.000 8.628.000 Besar pajak investasi = .000 8.720.000) = 7.628.272.000) = 7.900.272.000. i %.000.000 .816.000 -7.000 7.272.4.000 .4.900. g).000 .000 8.643.000 B C D 3.000 980.900.4.000) = 7.920.4 5 6 7 8 8.900.628.000 8.200.280. Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 A .32.0.000 8.900.000 Kedua = 0.272.000 -7.4.560.000 Keempat = 0.700.900.340.900.3 %.272.272.650.628.000 8.000 4.4.000 .272.680.18.600.900.000.000 1.000 8.000 .272.000 4.4.272.000 8.000 8.7 % h). 8) Dengan interpolasi diperoleh i = 18.272.220.000 8.084.000 8.900.21 (36.400.900.000 B C D 3.000 1.560.900.000 .400.22 (36.000 4.900.000 1.000 8.900.200.000 8.000 77 .32.628.000 .628.000 8.000 8.628.4.21 (36.000 + 4.628.628.000 -7.000 1. Tahun 0 1 2 A .560.400.000 .15 (36.000 .36.000) = 7.000.000 (P/A.000 Dengan interpolasi diperoleh i = 14.000) = 17.650.000 4.000 .000 -7.900.36.340.272.643.900.000 Depresiasi pada tahun pertama = 0.4.000 E .000 .000 NPW = 0 = .000.400.48 (-36.900.000 8.000) = 5.816.000 8.1.

900.084.000 8.4.000 -7.000 8.272.000 8.600.000 -7..000.816. Contoh 8.200.000 8.000 3.000 8.900.900.000 8.000 6.200.200.140.000 10.000 .084.000 1.000 Tahun kelima = 8 % (36.3 4 5 6 7 8 8. 36.890.010.200.000) = 7.900.900.000 .000 4.520.900.000 1.4.700.000 8.200.200.084.900.000.000 8.084.000 8.000) = 11.628.000 8.628.000 8.000 0 0 0 1. dengan menggunakan mesin tersebut diharapkan dapat menghemat biaya pengeluaran Rp.5.628.000 8.640.900.000 .6 : Sebuah mesin baru berharga Rp.2.700.000 4.760. 30.000 .000.000 7.520. Dengan interpolasi diperoleh i = 14.900.8.000 .000 8.000 tiap tahun untuk selama waktu 10 tahun dan ditaksir pada tahun ke 10 nilai akhir mesin tersebut Rp.900.760.880.628.2.000.000 8.000) = 7.000 6.000 .000 -7.640.000 .000 4.900.900.628.900.000 260.000 .000 .000 4. i).000 Besarnya depresiasi pada tahun pertama = 20 % (36.4.000 .000 .000 1.000 8.272.816.900.620.400.4.000 Dengan interpolasi diperoleh i = 15.020.000 .272.000 8.9 %.32.1.4.000.000 B C D 3.000.000 .272.900.125.000 Tahun keempat = 16 % (36.000.000 8.000 8.4.000.000.000 8.700.700. Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 A .158.272.000 -11.000 8.000) = 5.258. 78 .628.775.816.000 E .000.900.000.000 .272.000 0 0 0 1.000 4.000 8.816.000 .900.000 .000 4.6 %.000 -7.000 Tahun ketiga = 24 % (36.000. apendik) adalah 20 % (36.36.880.000 8.000.000 8.900.000 8.393.900.000 -2.000 Tahun kedua = 32 % (36.000) = 2.900.000) = 8.507.000 Besar depresiasi dari tahun pertama sampai kelima (………… lihat tabel ………. 180.

000.000. Dt = Tahun 0 1 – 10 10 180.920. hitung rate of return dengan kondisi-kondisi berikut: a). Penyelesaian : a).000 21.000.10 = 0 n 10 BV10 = P − ( Karena nilai akhir pada tahun ke 10 yaitu Rp.000 (P/F.000 + 25.000 – 0) = 14.400.000 4 P−S (180.000.000K.000.000 − 30.000 30. i %.000 + 36.000.48 (30. b).000.000 = 15.000 (P/A.000 10 A -180.9 %.000. setelah pajak pendapatan dengan menggunakan straight line depreciation untuk 4 tahun dan dianggap nilai akhir nol pada akhir tahun ke 4 tersebut d). i %. NPW = 0 = .180. 79 .Dengan menggunakan pajak pendapatan sebesar 48%.000 25.000 .180.920.000.000 − 0 = 45. sehingga tak ada pajak pendapatan.000 B C D E -180. setelah pajak pendapatan dengan menggunakan straight line depreciation. 10) + 30.000 lebih besar dari BV10 maka ada pajak sebesar 0. NPW = 0 = . 8.000 . 30.080.000 30.000 − 0) ) t = 180.000 (P/A.000 − 30.000. Dt = 180. setelah pajak pendapatan dengan menggunakan straight line depreciation untuk 10 tahun dan nilai akhir ditaksir Rp. 10) Dengan interpolasi diperoleh i = 8. c).2 % b).000. i %. i %.000 P−S ) t = 180.000.10 n 10 Catatan : BV10 = P − ( = 30.000.000.000. 10) + 30. 10) Dengan interpolasi diperoleh i = 16.000.000 .000.000.000 (P/F.000 -15.000.000.000. sebelum pajak pendapatan.000 36.000 -10.000.000.000.000 180.000 Jadi nilai buku pada akhir tahun ke 10 = nilai akhir mesin tersebut. c).

920.000 − 30.000 (P/A.000 -45.000 Jadi modal yang hilang (capital loss) = 8.6% d).000 36.000.000 10 (180.10 = 30.48 (22. i %.250.000 . i %.000 8.000 30.000.000.000 -17.22.000 = 15.000.000 10.000 Tahun 0 1 – 10 10 A .560.920.000.000.000.000.000 4.000 25.22.7 : Misal ada 4 alternatif penanaman modal sebagai berikut : 80 .750.000.320.180. 4) + 18.000 10 BV = 180.000) = 10.000 18. Dt = 180.000.000 (P/A.000.180.000 0 36.000.000.560 .000. 10) + 18.000 15.10.000.000 -14.000 40.000 . i %.560.000 (P/A.000.000 NPW = 0 = .750. 4) + 15.180.9.560.000. i %.080 .000 .5 %.000 K - Nilai akhir = Rp.320.000 B C D E -180.000.600.000 21. 10) Dengan interpolasi di peroleh i = 8.000 .000 36.000) .400.600.320.000 = . Contoh 8.000 – 30.000 (P/F.15. 6) (P/F.000 B C D E .Tahun 0 1 – 10 5 .180.000 Besarnya penghematan pajak karena adanya capital loss = 4. i %.000 − 30. 8.000 NPW = 0 = .000 .000.000 (P/F.000.000 .000.10 10 A -180. 10) Dengan interpolasi di peroleh i = 10.000 + 25.000 .000 .000.000 + 40.000.000 36. i %.000 18.000 .

Penyelesaian: Seperti halnya dalam bab-bab sebelumnya.500 .000 20.000 51.000 -20.000.800.000.000 (P/A.200 .000 40.700.000 .000 Umur teknis masing-masing peralatan tiap alternatif di taksir 20 tahun dan nilai akhirnya nol.400.400 .000 14.000 Penerimaan kotor tiap tahun karena adanya tersebut Biaya pengoperasian dan pemeliharaan tiap tahun Penerimaan bersih tiap tahun 44.000.50 C) Aliran kas setelah pajak (E = A + D) A -200.5 % 81 .800.000 117.000 B -250.Biaya peralatan investasi A 200. untuk pemilihan alternatif berganda ini.000 -16.000 + 22. pajak pendapatan 50% dan i (Marr) 6%.000 27.000 .000 32.300 .400.500.000.0. Jelaskan faktor-faktor yang harus di pertimbangkan dalam pemilihan alternatif tersebut.800 . Untuk menyingkat perhitungan di buat tabel sebagai berikut: Investasi Aliran kas sebelum pajak (A) Depresiasi (B) Yang dikenai pajak (C = A + B) Besarnya pajak (D = .000 65.200.25.000 + 17.000 C -350.100. 32.000 -17.000 17.800.600.000.700 .000 D 500.000 .000 -10.300.200.600.000 .000 .000 34.000 D -500.000 33.000 NPW (A) = 0 = .000 101.000 B 250.000.000 51. i %.400. 20) i = 6. i %.900 .000.000 24.500 .100 .000 (P/A.000 50.800 .500.000 52.000 20.000 C 350.200.000 -21.100. terlebih dahulu di hitung rate of return tiap alternatif.000 65.200 .000 45.000 24.000 22.000.000 -10.200.000 .000 .000 60.7. 20) i < 6 % NPW (B) = 0 = -250.400. Berdasarkan data di atas. alternatif mana yang paling ekonomis jika di gunakan depresiasi straight line.600.000.400.

C dan D seperti sebelumnya. 20). i %. sehingga dipilih alternatif C.000 D -500. C Investasi Aliran kas setelah pajak -350.NPW (C) = 0 = -350.000 11.000 22.000 + 11. Diperoleh i= 3. Soal-soal: 82 . terlihat alternatif I tidak perlu dipertimbangkan lebih lanjut karena rate of return-nya < 6 %.600.200. karena itu dipilih alternatif C. 20). yaitu dengan menyusun alternatif menurut besarnya biaya investasi dan kemudian dihitung incremental aliran kas setelah pajak.900.000 (P/A.dan sebagainya.5 % NPW (D) = 0 = -500.000 C-D -150.000 + 10. misalnya kemampuan pengadaan finansial yang diperlukan untuk biaya awal investasi.000.000 NPW (D – C) = 0 – 150. 20) i = 6.000 (P/A.Kemungkinan adanya kendala-kendala yang belum dipertimbangkan.900. i %.Pemasaran (marketing) .000 (P/A.000.000. Faktor-faktor lain yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan alternatif tersebut antara lain: .200.000 + 34.000 45.700. 20) i = 7.000 NPW (C – B) = 0 = .100.300.000.000.000.000 C -350. .000 34.000 10. B Investasi Aliran kas setelah pajak -250.300.000.000 C-B -100. Dengan interpolasi diperoleh i > 6 %. Jadi tinggal membandingkan alternatif B .300.000.000 (P/A.700.000 34.9 % < 6 %.000. i %.Safety (keselamatan) . i %.5 % Dari hasil perhitungan tersebut.000 + 45.000.

Sebuah perusahaan kontruksi memperimbangkan untuk membeli sebuah peralatan untuk menunjang operasinya. Metode depresiasi SOYD. a. Masing-masing peralatan tersebut berharga Rp.000 pada tahun pertama.1.000. d. Berapa besar depresiasi dan nilai buku pada tahun ke 3.25.000.000. Metode depresiasi straight line. Rp. 17. Dengan menggunakan metode “Original Book”. 2.000 untuk selama 2 tahun. 9.4. Metode depresiasi double declining balance. Pada tahun 2003. 78.000 dan diharapkan dapat digunakan selama 15 tahun dengan nilai akhir nol. 3. Hitung rate of return yang sebenarnya sebelum pajak untuk tiap peralatan tersebut. hitung rate of return tiap peralatan (metode “average book” = rata-rata profit tiap tahun dibagi dengan rat-rata nilai buku). hitung rate of return tiap peralatan. Berikan usulan mengenai perbedaan hasil ketiga metode diatas dan dalam kondisi bagaimana metode “original book”.000.000 pada tahun pertama.000. Peralatan B dapat menghemat biaya pengoperasian dan pemeliharaan sebesar Rp. d.000. 3. (metode “Original Book” rata-rata profit tiap tahun dibagi dengan biaya awal). Sebuah perusahaan ingin membeli sebuah mesin baru seharga Rp. investasi pada mesin tersebut akan didepresiasikan dengan SOYD dengan nilai akhir nol pada akhir tahun ke 12. memberikan pendekatan yang cukup baik.000 pada tahun-tahun berikutnya.000 pada tahun-tahun berikutnya.000. Ada 2 jenis peralatan yang harus dipilih salah satunya yaitu yang paling ekonomis.000.000.000 pada tahun kedua naik Rp. 3. c.50.000. sebuah perusahaan membeli komputer untuk meningkatkan efisiensi dan pelayanan administrasinya.000 pada tahun kedua dan berkurang Rp.000 dan ditaksir mempunyai umur teknis 6 tahun dan nilai akhir Rp. jika digunakan : a. b. dengan menggunakan mesin baru tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi sehingga dapat menekan biaya pengoperasian Rp.300.000.000. Harga notebook tersebut Rp. Metode depresiasi sinking fund 6 %. Dengan 83 . Rp. Dengan menggunakan depresiasi straight line untuk kedua jenis peralatan tersebut. b. 20. 16. c. Dengan menggunakan metode “average book”. 12. Untuk tujuan pepajakan. Peralatan A dapat menghemat biaya pengoperasian dan pemeliharaan sebesar Rp.

Fabriky.menggunakan pajak pendapatan sebesar 48%. 1982. New Delhi. W. Ekonomi Teknik. Haryono.. Gant. and GJ. Leland and Anthony T. Thuesen. 1981. H. Principles of Engineering Economy. 1985. Eugene L. Leavenworth. Fifth Edition. John Wiley and Sons. 84 . hitung rate of return sebelum dan sesudah pajak dari investasi tersebut. Seventh Edition.G. Second Edition. Singapore. Engineering Economy. Singapore. WJ. Institut Teknologi Sepuluh Nopember... and Richard S. Daftar Pustaka: Blank.Inc. Prentice Hall of India Private Limited. Grant Ireson. Thuesen.. Engineering Economy. Mc Graw Hill Book Co. Surabaya. 1990.

000 pada tahun 1995 dengan bunga 5% tiap tahun dan dapat diuangkan pada tahun 2010. analisis dilakukan tanpa memepertimbangkan pengaruh laju inflasi atau kenaikan harga-harga. Untuk itu telah dikembangkan beberapa metode untuk menghitung laju inflasi (indeks harga konsumen) antara lain di U. karena harga-harga tiap tahun cenderung meningkat. digunakan CPI (consumer price index) yang disusun berdasarkan 400 jenis bahan pokok dan jasa. Dalam praktek hal ini jelas tidak relevan. 10.1: Seseorang membeli obligasi seharga Rp. Tabel berikut menunjukkan aliran kas dari pembelian obligasi tersebut dan andaikan laju inflasi pada kolom ketiga diketahui : 85 . Sedangkan di Indonesia disusun oleh HPS berdasarkan 150 bahan pokok dan jasa. Contoh 9.87 %.000. Laju inflasi umum di Surabaya berdasarkan perhitungan HPS selama tahun anggaran 1986-1987 naik sebesar 9. hal ini berarti bahwa secara umum harga-harga pada tahun anggaran 1986-1987 adalah 9.S.BAB IX INFLASI Dalam contoh-contoh sebelumnya. Jadi inflasi menurunkan daya beli uang sesuai dengan waktu. Andaikan obligasi tersebut dikeluarkan oleh pemerintah sehingga bebas pajak. Untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan mengkonvirmasikan semua aliran kas ke daya beli tetap (constant purchasing power) berdasarkan laju inflasi (index harga konsumen) yang sesuai.A. Yang berarti daya beli (purchasing power) dari uang cenderung turun dari tahun ke tahun. sehingga dalam analisis ekonomi hal ini sangat diperhitungkan. Oleh karena itu aliran kas dari suatu investasi harus disesuaikan atau dikonversikan ke daya beli tetap (constant purchasing power).87 % lebih tinggi dari pada tahun anggaran 1985-1986 (dianggap sebagai tahun dasar).

000 500.000 500.500 97.000 478.300 dikonversikan ke daya beli tetap pada tahun 1995 diperoleh jumlah hasilnya negatif (Rp.300 133.000 256.000 500.500 195. aliran dikonversikan ke daya beli tetap pada tahun 1995.000 492.000 Pada kolom 2 dimana inflasi tidak diperhitungkan investasi tersebut menguntungkan.000 468.000 500.400 116.500 181.000 10.000 = Rp.200 170.900 94.Tahun 1995 96 97 98 99 2000 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 Aliran kas dalam nilai sekarang -10.000 500.000 500.000 500. Setelah 116.000 371.000 238.000 288.700 161.000 349.200 109.000. tetapi jika inflasi diperhitungkan mungkin investasi tersebut merugikan.300 121.000) yang berarti bahwa investasi tersebut merugikan.000 500.000 500.500.000 272.200 100.000 399.000 500.100 147.300 125.000.000 pada tahun 1995. karena kalau dijumlahkan adalah Rp. pada kolom 4.000 500.000 500.000 425. Jadi dapat disimpulkan bahwa suatu investasi dapat menguntungkan jika pengaruh inflasi diabaikan.000.000 104.000 500.400 Aliran kas yang dikonversikan ke daya beli tetap -10. 7.000 Laju inflasi (CPI) 92.000 500. yaitu misalnya tahun 2001 akan mempunyai daya beli atau ekuivalen dengan ( 92.000 314.500. 399.000 446. 500.900 ) Rp. 86 .338.000 383.

yaitu obligasi yang berharga Rp.000. yaitu untuk saat sekarang diberi indeks 100. Staf ahli investor tersebut menyatakan bahwa investasi pada tanah tersebut akan menghasilkan rate of return hampir 20 %.2: Seorang investor ingin membeli sebidang tanah yang luasnya 5 Ha dengan harga Rp. Contoh 9.000 x 5 x 100/150 = Rp.85% c. 1.35. Taksir berapa nilai jual tanah tersebut 10 tahun kemudian dalam daya beli tetap? b. NPW = 0 = . 87 .333. 70. 40.333.330 b. Ditaksir 10 tahun kemudian tanah tersebut laku dijual Rp. 10 tahun kemudian dapat diuangkan Rp. Investor tersebut berniat menjual tanah tersebut 10 tahun kemudian. tahun ketiga diberi indeks 110 dan seterusnya.000.500. Staf ahli investor tersebut menaksir bahwa laju inflasi umum untuk 10 tahun mendatang mendekati laju inflasi arithmetic gradient.000. 10) + 133.000 – 1.500.000. Besar pajak tiap tahun adalah Rp.000 tiap Ha. mungkin disebabkan dalam analisisnya tidak mempertimbangkan adanya inflasi. Rp.000.40.tahun kedua diberi indeks 105.35. Pertanyaan : a. Berikan komentar tentang pernyataan staf ahli investor tersebut! Penyelesaian: a. Sehingga hasil perhitungan rate of return-nya lebih tinggi yakni mendekati 20%.Contoh 9. 10) dengan interpolasi diperoleh 11. Andaikan suku bunga dibayar tetap 1 tahun kemudian.000 (P/A . i%. Pernyataan staf ahli tersebut bahwa investasi akan menghasilkan rate of return hampir 20%.35. 133.000. Hitung rate of return dari investasi tersebut dalam daya beli tetap! c.000. Pertanyaan: a.330 (P/F .3: Sebagai alternatif yang lain dari pembelian tanah adalah membeli obligasi yang memiliki i = 8% tiap tahun dengan harga 50% dari nilai nominalnya.000000. i% .000. Tulis NPW untuk menghitungkan rate of return dari investasi tersebut dalam daya beli tetap (constant purchasing power).

000 -1.000 6.733.500.93 % Tabel aliran kas (Obligasi – Pembelian tanah) dalam daya beli tetap : Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 10 Pembelian tanah -35.500. i %.869.000 5.600.000 + 4.666.000 -1.000 + 70.000 (P/F.090.000 -1.000 + 5.333.666.000 -1. 100 10 5. Hitung rate of return pada soal d) dan interpretasikan hasilnya.362.500.433.500. Penyelesaian : a.000 + 2.000 + 133.333.000 + 46. c.000 -1.000 -1.500. i%.500.500.000 -1.000 + 4.369.980.000 5.000.590.000 6. n) n =1 10 88 .148. Berdasarkan tabel c).000.000 -1.35. 10) x b.000 -1.000 + 5.330 - Obligasi 35.000 + 3.000 + 4.000 5.500. Dari c) diperoleh : NPW = 0 = ∑ (0 − PT )( P / F .000.833.862. NPW = 0 = .370. tulis NPW untuk menghitung rate of return selisih kedua investasi tersebut.648.000 5. e. c.b.000 5.500.000 -1. i %.600 + 4. Buat tabel aliran kas (Obligasi – Pembelian tanah) berdasarkan daya beli tetap. d.000 d.000.000.5n Dari a) dengan interpolasi diperoleh i = 14.000 + 4.000 -81.000 +∑ ( P / F . Hitung rate of return dari a).166. n) 150 n = 1 1 + 0.807.000 + 4.000 6.480.500.660 ( Obligasi – Pembelian tanah) 0 6.500.

32. Jadi pilih investasi pada pembelian obligasi jika Marr < 7. dan bertambah Rp. 20. 5. Hitung rate of return setelah pajak (i = 12.000.74 %.000 tiap tahun. b.000 pada tahun kedua.9%) c. 26. 1.e.3 %) c. Berdasarkan data diatas : a.300.000.300. Umur teknis perusahaan tersebut adalah nilai akhir nol.000. Selama 10 tahun tersebut. Soal-soal : 1. Hitung rate of return sebelum pajak dan laju inflasi tidak di perhitungkan.000. 300.1%) b. 27.000 dan berniat menjualnya kembali 10 tahun kemudian dengan harga ditaksir Rp. Sebuah perusahaan ingin membeli sebuah alat pengendalian material dengan harga Rp. Ditaksir 10 tahun kemudian harga-harga akan meningkat 2 kali lipat dari saat sekarang.8 %) d.000 tiap tahun untuk selama 10 tahun. Hitung rate of return sebelum pajak jika laju inflasi tidak diperhitungkan (i = 7.74 % dan pilih pembelian tanah bila Marr > 7.000. Jika laju inflasi tiap yahun 6 %. 2. Andaikan ada kenaikan gaji karyawan sehingga penghematan sebelum pajak berkurang yaitu Rp.000 sehingga harga bersih 10 tahun kemudian adalah Rp. 320.700. tetapi menambah biaya pengoperasian dan pemeliharaan sebesar Rp.000. 74 %.000. maka hitung rate of return setelah pajak dalam daya beli tetap (i = 10.000. 100. tanah tersebut disewakan yang ongkos sewanya cukup untuk membayar pajak atas tanah tersebut. Sistem depresiasi yang digunakan adalah sistem depresiasi SOYD dan pajak sebesar 49%. Jika tanah tersebut dijual 10 tahun kemudian maka ada pajak ekstra sebesar 45% terhadap keuntungan sebesar Rp. Sebuah perusahaan membeli sebidang tanah seharga Rp.000. 200. Hitung rate of return setelah pajak jika laju inflasi diperhitungkan.000. Hitung rate of return sebelum pajak (i = 20. dengan menggunakan alat tersebut diharapkan dapat mengurangi gaji perusahaan sebesar Rp. Dari d) dengan interpolasi diperoleh i = 7. Komisi penjualan sebesar Rp.000.000 pada tahun-tahun berikutnya. 110.000 pada tahun pertama. Rp. 89 . a.000.

Berapa besar penambahan rate of return sebelum dan sesudah pajak karena adanya kenaikan gaji karyawan tersebut.000. Andaikan laju inflasi umum 12% tiap tahun. 110. 3. hitung rate of return sebelum dan sesudah pajak. 90 . Alternatif pertama yaitu membeli sebidang tanah seharga Rp.461. 3.000. Jika selisih tersebut hanya dikenai pajak 20%. hitung rate of return setelah pajak dalam daya beli tetap. Selain pajak pendapatan (income taxes).000. 25.000 tiap tahun untuk jangka waktu 10 tahun.000. Jika 10 tahun kemudian tanah tersebut laku dijual seharga pembelian mula-mula (Rp.000. Andaikan ada pajak sebesar 49% dan selisih harga penjualan tanah pada akhir tahun ke 10 (Rp. penerimaan-penerimaan dan pengeluaran-pengeluaran lain adalah sama bila tanah tersebut bila dibeli atau disewa.000. 3.110. Jadi jika tanah tersebut tidak jadi dibeli.110. maka ongkos sewanya pada tahun ke n adalah Rp.000) dikenai pajak sebesar 49%.100.000 dan alternatif kedua yaitu menyewa tanah tersebut dengan ongkos sewa Rp. ada pajak kekayaan sebesar Rp. b. Sebuah perusahaan konstruksi ingin memperluas kapasitas tempat penyimpanan alatalat beratnya. Jika besar pajak 49% tiap tahun maka hitung rate of return setelah pajak.000.000 (1.12)n dan pada akhir tahun ke 10 harga jual tanah tersebut sebelum pajak adalah Rp.000 (1.000) maka hitung rate of return sebelum pajak. Hitung rate of return sebelum pajak dalam daya beli tetap (constant purchasing power).000. 3. hitung rate of return setelah pajak dalam daya beli tetap.(Bandingkan dengan jawaban a dan b di atas).000 tiap tahun. Jika tanah tersebut dibeli.110. a.12)10 = Rp. 346.- Dengan mengandaikan laju inflasi tidak diperhitungkan. - Dengan tanpa melakukan perhitungan berikan jawaban saudara jika inflasi diperhitungkan.000) dengan pembelian mula-mula (Rp.000.

Pujawan. 1995. 1990. Ekonomi Teknik. Haryono.N.Inc.N. N. New York. Mc Graw Hill Book Co. Surabaya. Edisi Pertama.. Surabaya 91 . Penerbit Guna Widya. Ekonomi Teknik. Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making.Daftar Pustaka: Barish. 2004.

Dengan teori probabilitas akan diramalkan kejadian-kejadian yang akan timbul pada masa mendatang dengan resiko (derajat kepercayaan) tertentu. Adanya unsur-unsur ketidakpastian dalam jangka waktu tertentu harus diperhitungkan dalam analisis ekonomi teknik agar supaya diperoleh hasil analisis yang lebih akurat. baik faktor internal maupun eksternal dari proyek atau perusahaan tersebut. Komponen teori probabilitas yang banyak digunakan dalam teori penganmbilan keputusan adalah nilai ekspresi (rata hitung) dan variansi (variance). Metode kuantitatif yang banyak digunakan untuk memperhitungkan resiko dalam mengambil keputusan karena adanya unsur-unsur ketidak pastian adalah teori probabilitas. Nilai ekspetasi : ∑ x xP(x). Untuk suatu variabel random x : a. Keputusan yang diambil berdasarkan teori probabilitas digolongkan sebagai proses pengambilan keputusan berdasarkan resiko tertentu dan diharapkan dengan penggunaan teori probabilitas analisis yang dilakukan untuk masa depan mendekati situasi yang sebenarnya. karena banyaknya faktor-faktor yang mempengaruhi. bila x kontinyu dimana P(x) f(x) = fungsi probabilitas masa dari x = fungsi padat probabilitas dari x 92 . bila x diskrit E (x) = ∞ −∞ ∫ xP(x).BAB X TEORI KEPUTUSAN TERAPAN Pada umumnya investasi dalam proyek pemerintah dan swasta berlaku untuk jangka waktu yang panjang. Selama jangka waktu tersebut mungkin terdapat perubahan dari iklim usaha yang sulit diramalkan.

bila x diskrit σ2 (x) = E{x}2 – {E(x)}2 = ∞ −∞ ∫ x2 f(x) dx – {E(x)}2.50 P (x = 2) = P (B1 B2) = P (B1) P (B2) = (0.5) (0.5) = 0. (M1 B2). Varianci : ∑ x x2 P(x) – {E(x)}2. Ruang eksperimen dari pelemparan 2 uang logam tersebut adalah : S = {(M1 M2).5) (0.25 93 . B1 = uang logam pertama menunjukkan belakang. Penyelesaian : Ambil M1 = uang logam pertama menunjukkan muka.5) + (0.5) = 0.25 P(x = 1) = P (M1 B2) = P (B1 B2 ∪ B1 M2) = P (M1) P (B2) + P (B1) P (M2) = (0. diperoleh : 0 B1 B2 M1 B2 X= 1 B1 M2 2 M1 M2 P(x = 0) = P (B1 B2 ) = P (B1) P (B2) = (0. B2 = uang logam kedua menunjukkan belakang.5) (0.1: Andaikan 2 mata uang yang seimbang dilempar.b. M2 = uang logam kedua menunjukkan muka. Hitung nilai ekspektasi dan varianci dari jumlah muka yang timbul. (B1 M2).5) = 0. (B1 B2)} Misal x merupakan variabel random (acak) yang menunjukkan banyaknya muka yang muncul.5) (0. bila Y kontinyu Contoh 10.

expected annual equivalents.Tabel distribusi probabilitasnya : x 0 1 2 P(x) 0. 100 (0.25 0.2 : Dari contoh 10.25 E (x) = ∑ x x P (x) = 0(0.25) – 1 = 0.3 : Dalam suatu proyek pengendalian banjir diusulkan beberapa alternatif untuk membangun tanggul sungai. Data berikut menunjukkan biaya konstruksi dan taksiran kemungkinan terjadinya banjir yang merusakkan yang dikumpulkan selama 50 tahun.-.25) + 1 (0. atau expected future worth) dapat digunakan sebagai basis untuk melakukan atau meminimalkan biaya.50 0. 40 (0. 80(0.1. Contoh 10.. 40.50) + 2 (0.5) + 12 (0.50) + Rp. 94 . 100.25) = 1 σ2 (x) = E{x}2 – {E(x)}2 = 02 (0. jika muka 1 yang timbul maka menang Rp. Nilai kemenangan atau keuntungan yang diharapkan (nilai ekspektasi) dari permainan tersebut jika permainan berlangsung lama adalah : E (keuntungan) = . 15.- Penganmbilan keputusan berdasarkan nilai ekspetasi: Untuk investasi yang memperhitungkan resiko maka perhitungan nilai ekspektasi (misalnya expected present worth.25) = Rp.-.50) + 22 (0.. Jika 2 muka yang timbul maka menang Rp. 80.5 Contoh 10. andaikan diadakan aturan permainan sebagai berikut : jika tidak ada yang timbul maka kalah Rp.Rp.25) + Rp.

000. dan umur teknis tahun merupakan waktu yang cukup lama. tentukan alternatif pembangunan yang paling ekonomis.16(100. 0 Rp. 0 Rp.Tinggi tanggul (kaki) (A) Frekuensi sungai Probabilitas sungai Kerugian yang melewati batas diakibatkan yang Biaya karena pembangunan melewati batas normal tanggul (C) maksimal tanggul (B) sungai melewati batas tanggul (E) tanggul (D) 0 5 10 15 20 25 24 12 8 3 2 1 24/50 = 0.24 8/50 = 0.02) (300.02 Rp. 100. 12 %.000) + 0.000. 200.000 Rp.000 Rp. Penyelesaian : Sebagai basis untuk perbandingan digunakan expected equivalent annual cost karena probabilitas dapat dipandang sebagai kemungkinan tingginya banjir pada suatu tahun tertentu.000. Untuk tinggi tanggul kaki : Ekspetasi (EUAC) = 100.000) = Rp. Kolom D merupakan taksiran kerugian yang ditimbulkan oleh banjir yang disebabkan tinggi air disungai melebihi tinggi tanggul.000.682.000.48 12/50 = 0. 450.000. 330.04 (200.000 dan jika tinggi air sungai 20 kaki maka kerugian yang timbul ditaksir Rp.000 95 . 400. 100.000 Rp.000.000. 210.04 1/50 = 0.06)(15. 100.000.000 Kolom B atau frekuensi sungai yang melewati batas normal tanggul diperoleh dari pengamatan selama 50 tahun dan kolom C diperoleh dengan membagi masing-masing frekuensi tersebut dengan 50.000 Rp.000) + (0.000 Rp. 15) + 0.000 Rp.000 (A/P.000. 53.000. 300.000.000. 150.16 3/50 = 0.000 dan seterusnya. 150.06 2/50 = 0.000. 550.000.000 Rp.000 Rp. Dengan menggunakan Marr 12 % dan umur teknis tanggul 15 tahun.000. Kolom E menunjukkan biaya awal konstruksi tanggul.000) + (0.000 Rp.000. Misalnya jika dibangun tanggul 10 kaki sedangkan pada suatu saat tertentu tinggi dari air sungai 15 kaki maka kerugian yang timbul ditaksir Rp.

000.000) = Rp. Terdapat sangat banyak alternatif yang harus dipilih. b.000.000) + 0.000.02 (100. c. 12%.000 (A/P. yang dapat 96 . 46.000) + 0.480. 12%. 15) + 0.000 (A/P. Pembangunan tanggul yang lebih tinggi dari 10 kaki dapat mengurangi kerugian akibat banjir. 15) = Rp.000 Untuk tinggi tanggul 15 kaki : Ekspetasi (EUAC) = 330.000.000) = Rp. 55.4: Seorang pemilik supermarket ingin memperluas usahanya. Diagram Pohon dalam Pengambilan Keputusan.000. Dalam dunia bisnis.04 (150. Dari hasil penelitian pasar disimpulkan bahwa jika ia ingin melanjutkan usahanya dengan laju pertumbuhan seperti saat ini untuk masa mendatang diperlukan tambahan jam kerja untuk mengoperasikan supermarketnya. Contoh 10. 12%. Diagram pohon digunakan antara lain bila : a. 15) + 0.000) = 68.04 (100. kemungkinan keadaan yang dapat terjadi pada masa depan misalnya adalah bisnis dalam kondisi baik. Terdapat banyak kemungkinan keadaan yang dapat terjadi. Untuk tinggi tanggul 25 kaki : Ekspetasi (EUAC) = 550.000 Untuk tinggi tanggul 20 kaki : Ekspetasi (EUAC) = 450.000 Dari hasil perhitungan diatas ekspektasi annual cost yang paling minimum adalah pembangunan tanggul dengan tinggi 10 kaki.000.02 (150.000.000.000 (A/P. 80.751.000 (A/P.828.000. Beberapa alternatif tertentu memerlukan pengambilan keputusan bertahap/bersyarat (Bayesian approach). sedang atau jelek.02 (200. 12%.069.000) + 0.000.000.04 (100.Untuk tinggi tanggul 10 kaki : Ekspetasi (EAUC) = 210. tetapi biaya yang dikeluarkan tidak sebanding dengan kerugian yang ditimbulkannya. Alternatif yang lain adalah memperluas supermarketnya. Penggunaan diagram pohon (decision tree) dalam teori keputusan dan finansial semakin berkembang dewasa ini. 15) + 0.

000 + 15. tentukan alternatif mana yang paling ekonomis.000 (P/F.000 10. 12.000.000 Rp. 15.000 – 12.000 Perluasn besar Rp.000 Berdasarkan data tersebut dan dengan i = 20%.000.000.000 + 15.25) Perluasan kecil Sedang (0.000.60 0.000 – 12.000.000.24.20%.000 3.000.000.000.000 dengan nilai akhir nol dan pemugaran tersebut cukup untuk mengimbangi perkembangan bisnisnya untuk 5 tahun ke mendatang.000 Rp.000.000.000 – 41.000 – 12.000 120.000 Rp.000. 145.20%.000.5) = = = = = = 128.028.000.000. 190.000 Rp. Dari studi pendahuluan ( tidak termasuk pajak ) diperoleh data sebagai berikut : NPW sebelum pajak Untuk tiap alternatif Kondisi Bisnis Baik Cukup buruk Taksiran Probobalitas 0.000 (P/F. 100.000 pada akhir tahun ke–5.000.000.25) Perluasan besar Sedang (0. 115.000.000 190.000 .000.000 155.000.000.000.15) 115. 140.000.000 dengan nilai akhir Rp 15.000 Rp.000.000.25 0.5) 10.60) Buruk (0.028.000. 120.000.20%. Penyelesaian : Dibuat terlebih dahulu diagram pohon sebagai berikut: Baik (0.000.000 Rp.000 Perluasan Kecil Rp.60) Buruk (0.000 97 .dicapai dengan 2 kemungkinan.15) Baik (0.25) Tak ada perluasan Sedang (0.000.000 15.000.000 108.000.000.15 Tidak ada perluasan Rp.000.5) 145.000 110. 10.000 (P/F. 10. Yang pertama adalah dengan memugar supermarketnya dengan menambah ruangan dengan biaya Rp.15) Baik (0.000 – 41.972.000 100.000 + 15.60) Buruk (0.000 140.000 – 41. Yang kedua adalah memugar toko tersebut dengan memperluas sampai 2 kali dari sekarang ( hal ini di sebabkan kemungkinan adanya perkembangan pesat untuk daerah sekitar supermarket tersebut untuk masa mendatang ) dengan biaya Rp 41.

028.000) + 0.972.000.25 (128.250.000.000.60 (100.000 (υ(θ11)) 128. suatu masalah pengambilan keputusan dapat dinyatakan dalam bentuk matriks keputusan: Ai Sj P(Sj) = menunjukkan alternatif-alternatif yang tidak saling terkait (mutually exclusive).000) + 0.000.4 : Karena adanya bentuk yang simetris dari hasil yang mungkin terjadi. contoh 10.n. = probabilitas dari Sj.028.000.000(υ(θ12)) 108. I = 1.000(υ(θ13)) 3.15 (3. ……n.972.000) + 0. dimana ∑ P( S j =1 m j ) =1 θ ij = menunjukkan alternatif Ai dengan keadaan Sj.000(υ(θ32)) Buruk (S3) 10.4 dapat ditulis dalam bentuk : Alternatif Tak ada perluasan (A1) Perluasan kecil (A2) Perluasan besar (A3) P (Sj) (υ(θij)) dalam hal ini merupakan PW dari diagram pohon.000.60 (110.000) + 0. = menunjukkan keadaan-keadaan alternatif masa depan j = 1.000 Dari perhitungan diatas pilih alternatif melakukan pemugaran dua kali lipat dari kapasitas sekarang karena menghasilkn nilai ekspetasi uang sekarang yang terbesar dibandingkan dua alternatif yang lain .101.000. Rumus umum untuk expected present worth (EPW) dari tiap alternatif adalah : EPW (Ai) = Baik (S1) 115. Dengan menggunakan symbol-simbol di atas.15 (24.000.000 (υ(θ32)) Sedang (S2) 100.028.028.000 (υ(θ21)) 110. ………….1 98 .000(υ(θ23)) -24.25 (115.60 (108.000. 2.000.000) = Rp.250.000(υ(θ33)) ∑υ (θ j =1 n ij ) P( S j ) …………………………………………………………………10.000) + 0.000(υ(θ22)) 110.000) = Rp. Formulasi matriks contoh 10.000 Ekspektasi (PWperluasan kecil) = 0. 90. 97.000) = Rp.000.000) + 0.000 Ekspektasi (PWperluasan besar) = 0.Ekspektasi (PW tak perluasan ) = 0. 2.000. υ(θ ij) = nilai yang berkaitan dengan θ ij atau elemen-elemen dari matriks pay off.000.15 (10.25 (115.

000. yaitu S1 : ada perbaikan ekonomi. Perusahaan PALAPA harus melakukan salah satu pemilihan dari 3 alternatif proposal yang diajukan.000K.25 )+110.250. 200.000 ( 0. berikan rekomendasi yang harus dipilih oleh perusahaan tersebut.000K tiap tahun.60 ) + 24.000 ( 0. Marr yang digunakan setelah pajak adalah 15 %. Alternatif pertama adalah menyewa sebuah komputer besar untuk 3 tahun dengan ongkos sewa Rp. Data berikut merupakan biaya alternatif tersebut dengan 3 kondisi masa depan yang mungkin timbul.250. 150. tetapi jika kondisi bisnis jelek hanya dapat menghemat Rp.000 ( 0. probabilitas kondisi bisnis baik untuk 3 tahun berikutnya adalah 0. pajak pendapatan 50%. Probabilitas atau kemungkinan kondisi bisnis baik untuk 3 tahun mendatang adalah 0.8 jika 3 tahun pertama adalah jelek.000 ( 0. Andaikan sebuah perusahaan ingin sebuah komputer untuk meningkatkan efisiensi sistem pengendalian produksinya. Dengan menggunakan Marr 30% sebelum pajak.000 Soal-soal: 1.15 ) = 90.000. Andaikan digunakan depresiasi straight line.000 = 155. 99 .028.000K tiap tahun untuk selam 3 tahun jika kondisi baik.15 ) = 97.000K/tahun dan persewaan tersebut dapat diperbaharui.60 ) + 3. tetapi jika kondisi bisnis selam 3 tahun mendatang jelek penghematan komputer tersebut hanya Rp. 150. 150.000. umur teknis 10 tahun dengan nilai akhir nol.000K tiap tahun.15 ) = 101.50 jika 3 tahun pertama adalah baik dan 0.972. Untuk menyederhanakan masalah diandaikan ada 2 alternatif proposal yang harus dipilih salah satunya. 350. 100. jika kondisi bisnis dalam 3 tahun mendatang baik maka penggunan komputer besar akan menghemat pengeluaran Rp.000 ( 0.000K.000 ( 0.25 )+108. 2.7.000 ( 0. S2 : ekonomi stabil dan S3 : ekonomi jelek. umur teknis komputer kecil adalah 6 tahun dan nilai akhir pada tahun ketiga diabaikan. Penggunaan komputer kecil dapat menghemat Rp.25 )+ 100.Dari tabel diatas diperoleh : EPW ( A1 ) EPW ( A2 ) EPW ( A3 ) = 115000.000 ( 0.028.60 ) + 10.028.000 ( 0.000. Alternatif kedua adalah membeli sebuah komputer kecil dengan harga Rp.000 = 128.000.

Inc.2.000 12. Surabaya 100 .000. Pujawan. N. Mc Graw Hill Book Co. Andaikan juga P(S1) = 0.000 S1 18. 2004.000.000 15.000 25.Penerimaan dikurangi pengeluaran Investasi Modal Alternatif A1 A2 A3 Peralatan 40.000 Modal kerja antara lain diperlukan untuk biaya inventaris.500.2000.000.000 (kecuali pajak pendapatan) S2 16.000.N. P(S2) = 0. Berdasarkan data diatas. buatlah matrik keputusannya setelah pajak. Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making.600.000.3.000.000 22.N.000 30.600.000 10. tidak dipengaruhi pajak pendapatan dan diandaikan dapat diperoleh kembali secara penuh pada akhir tahun ke 10.5. P(S3) = 0.. Penerbit Guna Widya.000 2000.000 80. Ekonomi Teknik.000 8.000.000 3.000 Modal Kerja 10. Edisi Pertama. 1995.200.200.000 S3 14. Daftar Pustaka: Barish.000. tanpa dikenai pajak. New York.

Bunga majemuk sering disebut juga dengan istilah bunga berbunga 101 . Nilai tingkat bunga yang sebenarnya. meringkas dan mengkomunikasikan informasiinformasi ekonomi sehingga dapat dipakai penunjang dalam menghasilkan keputusan Aliran keluar masuknya uang tunai (kas) pada sebuah perusahaan atau organisasi Suatu analisa yang dilakukan untuk menilai kelayakan proyek-proyek pemerintah (sektor publik) dengan membandingkan manfaat yang bisa dirasakan oleh masyarakat umum dengan biaya yang dikeluarkan oleh sponsor proyek (pemerintah) Suatu analisa yang memberikan gambaran tingkat ketidakpastian (resiko) yang dihadapi oleh suatu keputusan (investasi) Suatu analisa yang digunakan untuk mengetahui seberapa sensitif suatu keputusan terhadap perubahan-perubahan variabel yang mempengaruhi.APPENDIX A DAFTAR ISTILAH DALAM EKONOMI TEKNIK Akuntansi (accounting) - Aliran kas (cash flow) Analisa manfaat-biaya (benefit cost analysis) - Analisa resiko - Analisa sensitivitas - Biaya-biaya tetap (fixed cost) Biaya-biaya variabel (variable costs) - - Bunga (interest) - Bunga efektif (effective interest) - Bunga majemuk (compound interest) - Proses untuk mengidentifikasikan. Misal: biaya bahan baku. b. Tingkat pemajemukan dari setiap periode yang kurang dari satu tahun Suatu jenis bunga dimana besarnya bunga pada suatu periode dihitung berdasarkan besarnya induk ditambah dengan besarnya bunga yang telah terakumulasi pada periode sebelumnya. mengukur. Misal: biaya tanah. yang dihitung dengan persamaan-persamaan rumus bunga selama periode satu tahun bunga tahunan termasuk efek b. Jumlah uang yang menjadi kompensasi atas peminjaman sejumlah uang pada suatu periode waktu. Ongkos penggunaan modal (capital) a. biaya gedung dan sebagainya Biaya-biaya yang besarnya secara langsung berkorelasi dengan volume produksi. a. Misal: untuk mengetahui sebagaimana pengaruh perubahan tingkat suku bunga terhadap NPV yang bisa diperoleh dari suatu investasi Biaya-biaya yang besarnya tidak dipengaruhi oleh volume produksi. biaya tenaga kerja langsung dan sebagainya.

jasa atau faktor-faktor produksi secara umum Penurunan nilai suatu aset atau properti karena waktu dan pemakaian Sederetan penerimaan atau pengeluaran tunai yang meningkat atau menurun dengan jumlah yang tetap selama beberapa periode yang berurutan Pengeluaran atau penerimaan yang jumlahnya tetap tiap periode selama jangka waktu tertentu Ilustrasi grafis dari transaksi-transaksi ekonomi yang dilukiskan pada garis skala waktu. Disiplin ilmu yang digunakan untuk menganalisa aspek-aspek ekonomi dari usulan investasi yang bersifat teknis Pengeluaran-pengeluaran yang dikonversi menjadi pendapatan ekuivalen tahunan yang seragam Pendapatan-pendapatan atau pemasukan-pemasukan yang dikonversi menjadi pendapatan ekuivalen tahunan Perubahan harga diferensial yang mengakibatkan harga beberapa komoditi berubah pada tingkat yang berbeda dari perubahan harga yang terjadi secara umum Suatu nilai ROR (rate of return) yang diperoleh dengan asumsi bahwa hasil investasi diinvestasikan kembali pada proyek lain yang ROR-nya berbeda dengan ROR proyek atau investasi saat ini Perbandingan antara harga beberapa komoditi pada suatu hari terhadap harga-harga komoditi tersebut pada hari-hari lain 102 .Bunga nominal (nominal interest) Bunga sederhana (simple interest) Capitalized cost - - - Capitalized worth Deflasi Depresiasi Deret gradien (gradient series) Deret seragam (annual worth) Diagram aliran kas (cash flow diagram) - - Diskonting (discounting) - Ekonomi teknik (engineering economy) Equivalent Uniform Annual Cost (EUAC) Equivalent Uniform Annual Revenue (EUAR) Eskalasi - - - External Rate of Return (ERR) - Indeks harga (price index) - Tingkat bunga tahunan yang mengabaikan pemajemukan pada periode-periode yang kurang dari setahun Bunga yang dihitung hanya dari induk tanpa memperhitungkan bunga yang telah diakumulasikan pada periode sebelumnya Nilai sekarang dari deret seragam yang berupa ongkos yang berlangsung dalam waktu yang tak terhingga lamanya Nilai sekarang dari deret seragam yang berlangsung dalam waktu yang tak terhingga lamanya Peristiwa terjadinya penurunan harga-harga barang. dimana garis horisontal menunjukkan skala waktu dan garis vertikal menunjukkan besarnya aliran kas pada periode yang bersangkutan Suatu proses untuk menentukan nilai sekarang dari sejumlah uang yang nilainya beberapa periode mendatang diketahui.

jasa atau faktor produksi secara umum Suatu nilai rate of return (ROR) yang diperoleh dengan asumsi bahwa semua hasil investasi diinvestasikan kembali pada proyek yang ROR-nya sama Suatu pengeluaran atau pengorbanan yang dilakukan untuk suatu harapan dimasa yang akan datang Laporan yang menunjukkan hasil suatu operasi selama satu periode akuntansi yang berisi informasi secara sistematis tentang seluruh pendapatan dan beban perusahaan untuk tahun buku yang bersangkutan Kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajibankewajiban jangka pendeknya Semua manfaat positif yang akan dirasakan oleh masyarakat umum dengan dibangunnya suatu proyek Nilai minimal dari tingkat bunga yang dapat diterima oleh investor sebagai patokan untuk menetapkan layak tidaknya suatu usulan investasi dilaksanakan Dana atau sumber dana yang digunakan untuk membangun atau meneruskan operasi suatu proyek atau usaha Laporan yang berisi informasi posisi finansial (aset. Biasanya merupakan pengurangan nilai jual asset tersebut dengan biaya yang diperlukan untuk memindahkannya. 103 . Nilai dari semua pengeluaran atau pemasukan selama horison perencanaan yang dikonversi ke suatu titik yang didefinisikan sebagai waktu mendatang. Perkiraan nilai suatu asset pada akhir umurnya.Inflasi Internal Rate of Return (IRR) - Investasi (investment) Laporan rugi laba (income statement) - Likuiditas (liquidity) Manfaat (benefit) Minimum Attractive Rate of Return (MARR) Modal (capital) - - Neraca (balance sheet) - Nilai buku (book value) Nilai harapan (expected value ) - Nilai mendatang (future worth) Niali sekarang ( present worth) - - Nilai sekarang netto (net present worth) Nilai sisa (salvage value) - - Peristiwa terjadinya kenaikan harga-harga barang. Nilai dari semua pengeluaran atau pemasukan selama horison perencanaan yang dikonversi ke suatu titik yang didefinisikan sebagai waktu sekarang (periode nol) Nilai netto dari semua pemasukan dan pengeluaran selama horison perencanaan yang dikonversi ke suatu titik yang didefinisikan sebagai waktu mendatang. biasanya pada akhir tahun fiskal Nilai awal suatu aset atau properti setelah dikurangi akumulasi nilai depresiasi nilai sampai saat itu Nilai rata-rata berbobot yang diperoleh dari penjumlahan semua nilai-nilai yang mungkin terjadi setelah dikalikan dengan probabilitas terjadinya masing-masing nilai tersebut. hutang dan kepemilikan) dari suatu organisasi pada saat tertentu.

Ongkos yang diperlukan untuk meningkatkan satu unit output pada tingkat produksi tertentu. banyaknya penjualan dan sebagainya. Pendapatan kapital disini adalah harga jual dikurangi harga beli asset tersebut. lama operasi.Ongkos langsung (direct cost) - Ongkos marjinal (marginal cost) Pendapatan kapital (capital gain) Pendapatan kotor (gross income) Pendapatan kena pajak (taxable income) Periode pengambilan (payback period) Rate of Return (ROR) - - - - - Tingkat bunga (interest rate) Titik impas (break even point = BEP) - - Umur depresiasi (depresiable life) Umur teknis (working life) - Ongkos. Tingkat bunga (penghasilan) yang diperoleh dari suatu investasi ROR biasanya dinyatakan dalam persen Rasio dari bunga yang dikenakan terhadap induk dalam suatu periode waktu dan biasanya dinyatakan dalam persentase terhadap induknya a. ongkos tenaga kerja langsung. Titik yang menyatakan variabel output dimana dua alternatif sama baiknya ditinjau dari sudut ekonomi c. misalnya ongkos bahan baku. Pendapatan yang diperoleh apabila harga jual asset melebihi harga belinya. Jumlah periode (tahun) yang diperlukan untuk mengambalikan (menutup) ongkos investasi awal dengan tingkat bunga tertentu a. dan sebagainya.ongkos yang secara langsung berkaitan (berkorelasi) dengan pembuatan suatu produk. Titik yang dinyatakan variabel output. Suatu tingkat bunga yang menyebabkan NPV suatu investasi = 0 b. Jumlah semua pendapatan. baik yang berasal dari penjualan maupun pendapatan bunga selama satu periode akuntansi. misal: volume produksi. Titik yang menyatakan variabel output dimana biaya-biaya membuat sama dengan biaya-biaya membeli suatu produk Waktu dimana suatu aset atau alat boleh didepresiasi Periode waktu dimana suatu alat atau aset masih bisa dioperasikan dengan baik 104 . Jumlah pendapatan yang akan dikenakan pajak pendapatan yang sesuai dengan peraturan perpajakan yang berlaku. dimana total pengeluaran sama dengan total pemasukan b.

APPENDIX B TABEL PEMAJEMUKAN DISKRIT DAN PEMAJEMUKAN KONTINYU 105 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful