BAB I PENDAHULUAN

Analisia ekonomi teknik adalah beberapa metode yang digunakan untuk menganalisis alternatif-alternatif mana yang harus dipilih secara sistematis, sesuai dengan kondisikondisi tertentu. Pengertian-pengertian dasar ekonomi yang banyak di gunakan disini adalah aliran kas (cash flow), pengaruh waktu terhadap nilai uang (time value of money), ekuivalensi (equivalence), suku bunga majemuk, suku bunga nominal dan efektif. Pemahaman pengertian-pengertian tersebut sangat bermanfaat dalam mempelajari ekonomi teknik. Metode-metode yang banyak digunakan oleh para ahli teknik dapat di

kelompokkan sebagai berikut: nilai uang sekarang (present worth), biaya tahunan / periode (annual cost), suku bunga investasi (rate of return), pemanfaatan biaya (benefit cost ratio), penyusutan/penghapusan (depreciation), dan pajak pendapatan (income taxes). Jika inflasi diperhitungkan, maka analisis harus dilakukan dalam daya beli tetap (constant purchasing power). Penerapan teori keputusan (decision theory) dalam ekonomi teknik dewasa ini berkembang, yang tujuannya adalah untuk mendapatkan hasil analisis yang lebih akurat dengan resiko tertentu.

Aliran Kas (Cash Flow) Pada umumnya langkah pertama dalam menganalisis masalah ekonomi adalah membuat tabel aliran kas, sehingga dari tabel tersebut dapat di ketahui perkembangan uang sesuai dengan waktu. Contoh 1.1. Misal seseorang membeli mobil baru seharga Rp. 15.000.000,-. Biaya pengoperasian dan pemeliharaan pada akhir tahun pertama adalah Rp. 800.000,-, pada akhir tahun kedua Rp.900.000,-; pada akhir tahun ketiga Rp. 110.000,- dan pada akhir tahun keempat Rp.1.200.000,-. karena biaya pengoperasian dan pemeliharaan tiap tahun cenderung meningkat maka pemilik mobil tersebut ingin menjual mobilnya pada akhir tahun keempat seharga Rp. 6.000.000,-.

1

Dari data di atas dibuat tabel aliran kas sebagai berikut : Keterangan Permulaan thn pertama Akhir thn pertama Akhir thn kedua Akhir thn ketiga Akhir thn keempat Tahun 0 1 2 3 4 Aliran Kas - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. + Rp. 15.000.000,800.000,900.000,1.100.000,1.200.000,6.000.000,-

Secara grafik, tabel di atas dapat di gambarkan sebagai berikut :
6.000.000 15.000.000 800.000 900.000 1.100.000 1.200.000

0

1

2

3

4

Gambar 1.1. Diagram Contoh 1. Contoh 1.2 : Suatu perusahaan pada bulan Januari 2001 membeli mesin tik merek PALAPA seharga Rp. 500.000,- dengan garansi 2 tahun (oleh karena itu ongkos reparasi tahun 2001 dan 2002 tidak ada). Dalam tahun 2003 ada ongkos reperasi Rp. 86.000,dalam tahun 2004 sejumlah Rp. 130.000,- dan dalam tahun 2005 sejumlah Rp. 140.000,-. Pada tahun 2005, mesin tik tersebut di jual seharga Rp. 300.000,-. Tabel aliran kasnya sebagai berikut : Keterangan Mulai tahun Akhir tahun Tahun 2001 2001 2002 2003 2004 2005 Aliran Kas - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. 500.000,0,0,86.000,130.000,-

+ Rp. 160.000,-

2

Dianalogikan menjadi: Tahun 0 1 2 3 4 5 Aliran Kas - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. 500.000,0,0,86.000,130.000,-

+ Rp. 160.000,-

Konsep Nilai Uang Terhadap Waktu. Nilai uang Rp. 10.000,- sekarang lebih tinggi daripada nilai Rp. 10.000,- tahun depan, apalagi dalam periode atau jangka waktu yang lebih panjang. Untuk mempelajari nilai uang untuk masa yang panjang di perlukan pengertian suku bunga (interest rate). Misal seseorang meminjam modal Rp.100.000,-; dengan bunga Rp. 1.500,- tiap bulan. Bunga :
1500 = 0,015 = 1,5 % tiap bulan 100.000

Dalam satu tahun bunga tersebut adalah (1,5 %) x 12 = 18 %, dan di sebut suku bunga

nominal (sederhana). Tetapi dalam prakteknya orang tersebut dalam satu tahun
membayar suku bunga lebih tinggi, yang di sebut suku bunga majemuk (effective interest

rate), dengan perhitungan sebagai berikut :
Bulan
0 1 2

Modal yang dipinjam
100.000 100.000 + 0,015 (100.000) = 100.000 (1 + 0,015) = 101.500 100.000 (1 + 0,015) + 0,015 (100.000 (1 + 0,015)) = 100.000 (1 + 0,015)2 = 103.200 100.000 (1 + 0,015) + 0,015 (100.000 (1 + 0,015) ) = 100.000 (1 + 0,015)3 = 104.570
2 2

3

• • •
12

Jadi besar suku bunga yang dipinjam adalah

119.560 − 100.000 = 0,1956 100.000

= 100.000 (1 + 0,15)12 = 119.560

= 19,56%, yang

berarti lebih tinggi 1,56 % dari suku bunga nominal. Secara umum jika, jika i adalah suku

3

1.015 atau Rp. jumlah deposito tersebut menjadi F = P (1 + Jika di ambil k = r mn ) m m . 46.000.: i = (1 + 0.- Di samping kedua suku bunga tersebut.015 3 bulan 6 bulan 9 bulan 1 tahun : i = (1 + 0. suku bunga majemuk lebih sering di pakai daripada suku bunga nominal.061 atau Rp.000. 15. 1 kuartal dan sebagainya) dan m menunjukkan jangka waktu modal tersebut didepositokan atau di investasikan maka : Suku bunga majemuk = (1 + i)m – 1 …………………………… Dalam ekonomi teknik. 30.046 atau Rp.: i = (1 + 0. Tentukan bunga yang diperoleh orang tersebut setelah 3 bulan. Penyelesaiannya : i = 1 ½ % = 0.015)4 – 1 = 0.000.015)3 – 1 = 0. 9 bulan dan 1 tahun.: i = (1 + 0. 61. suku bunga tiap tahun r.000.3 : Seseorang mendepositokan uangnya Rp.015)2 – 1 = 0. Contoh 1. 4 .03 atau Rp. Misal seseorang mendepositokan uangnya sejumlah P.000. 6 bulan.pada sebuah Bank yang membayar bunga 1½ % tiap 3 bulan. di peroleh r 1 1 F = P ( 1 + ) r k n = P (1 + ) k r n k k 1 Dari kalkulus : Li P (1 + ) k r n = P e r n………………………… k K ∞ Dimana e r n adalah suku bunga majemuk kontinyu.bunga tiap periode (misalnya 1 bulan..015)1 – 1 = 0. ada suku bunga lain yang sering digunakan yaitu suku bunga majemuk kontinyu (continuous campounding of interest). dan dalam setahun ada m periode (misal m tiap kuartal) maka jumlah uang di depositokan pada akhir tahun tersebut adalah : F = P (1 + r m ) m Setelah n tahun.000.

000.09) = 1.000 + 0. 5.964.5 : Dengan suku bunga 10% / thn.309.10 (500. Maka jumlah depositonya pada akhir tahun ketiga adalah : F = 1.000 + 0.100 + 1.000) = 665... 665. 1. uang Rp.6 : Misal ada 2 alternatif A dan B dengan tabel aliran kas sebagai berikut: Tahun 0 1 2 3 Alternatif A .000 e 3 (0. 5.309.000 + 1. nilai Rp.000.000) = 550.000 605.964.Contoh 1.000 + 800 + 800 + 800 B .000 sekarang berbeda dengan Rp. 500. Contoh 1. 2.100 + 1.000 tiga tahun mendatang. Ekuivalen merupakan konsep yang sangat penting dalam analisis ekonomi teknik dan di gunakan antara lain untuk memilih alternatif yang terbaik diantara 2 alternatif atau lebih.000.5 Jadi jumlah uangnya pada akhir tahun ketiga adalah Rp.000 + 0.500 pada tiga tahun mendatang. 500.000 550.800. Tahun 0 (sekarang) : Ekuivalensi 500. 2.di suatu bank dengan suku bunga 9% pertahun untuk selama 3 tahun.Rp.000.sekarang akan ekuivalen dengan berapa untuk 3 tahun mendatang.000.000 500.10 (605.000) = 605.10 (550. 1.500 Akhir tahun pertama : kedua ketiga : : Jadi uang sejumlah Rp.100 5 .5 Ekuivalensi Dari pangalaman.000 sekarang akan ekuivalen dengan Rp.Rp. Contoh 1.4 : Misal seseorang mendepositokan uangnya Rp.

Investasi B lebih besar dari A. Hitung suku bunga nominal dan majemuk dalam setahun. Ekonomi Teknik. 1990.Inc. Hitung suku bunga majemuk dalam setahun jika diketahui suku bunga adalah : a). N.N. Institut Teknologi Sepuluh Nopember. 12 % tiap kuartal c).. 12 % tiap bulan 2. Edisi Pertama. 0. sehingga keuntungan atau penghematan tiap tahunnya lebih besar dari A. Haryono. tapi tidak dapat disimpulkan bahwa alternatif B lebih baik dari A. dilakukan perhitungan ekivalensinya. 2004. Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making. Mc Graw Hill Book Co.1 % tiap hari b). untuk membandingkan kedua alternatif tersebut. Ekonomi Teknik. 3.N. New York. Hitung suku bunga majemuk dalam setahun bila suku bunga adalah : a). Pujawan. Penerbit Guna Widya. 1995. Surabaya. Surabaya 6 . Suku bunga suatu bank adalah 2 % tiap bulan. 0. 12 % tiap enam bulan b). Soal-soal : 1.1 %/hari secara kontinyu. Daftar Pustaka: Barish.

..... F dan A sebagai fungsi dari i dan n adalah : A. n) = (1 + i)n disebut faktor jumlah bergabung.. yakni: F = P (1 + i)n = P (F/P . Diperoleh : Tahun Jumlah uang awal periode + Suku bunga akhir periode = Jumlah uang akhir tahun 0 1 2 3 • • • n P P P (1 + i) P (1 + i)2 • • • P (1 + i)n-1 + + + + Pi Pi (1 + i) Pi (1 + i)2 • • • Pi (1 + i)n-1 = = = = P P (1 + i) P (1 + i)2 P (1 + i)3 • • • P (1 + i)n = Jadi jika jumlah uang sekarang P.. Faktor jumlah bergabung Misal sekarang ada uang sejumlah P dan diinvestasikan dengan suku bunga 1 tiap tahun.. n).... Pembayaran Tunggal.... 1..1 (F/P . maka pada akhir tahun ke n menjadi P (1 + i)n atau nilai P akan ekuivalen dengan P (1 + i)n setelah n tahun.2..BAB II EFFECTIVE INTEREST RATE Simbol-simbol : i = suku bunga tiap periode n = jangka waktu / umur teknis P = jumlah uang sekarang (present worth) F = jumlah uang mendatang (future worth) A = pembayaran seri merata(anuitas) G = pembayaran secara gradien Hubungan antara P. i% ..... yang nilai-nilainya telah ditabelkan... 7 . i% ...

dengan bunga 6% pertahun? Penyelesaian : n = 10.000.000..000 F = 1.000. agar pada 1 Januari 2005 modal tersebut menjadi Rp. n) = (1 + i). 6 %. i = 0.akan ekuivalen dengan berapa dalam 3 tahun ? Penyelesaian : P = 1.000 0 1 2 3 n Gambar 2. Faktor jumlah sekarang (kebalikan dari rumus 2.791. P = F (1 +i).791.331.000(1.000.000. 10) = 1.000 (1 + 0.000.2 : Beberapa modal yang harus diinvestasikan pada 1 Januari 1995.1: Dengan bunga 10 % pertahun.000.331.000. 10 %.10)3 = 1.n disebut faktor jumlah sekarang.- B.Jadi modal yang harus diinvestasikan adalah Rp.2 (P/F.000.000.000 . Faktor terpendam (sinking fund factor) Tinjau situasi berikut: 8 .1. 2.i %. 3) = 1.331.000.P = F (P/F. uang Rp..000.000 (F/P.10 F = 1.000. 1.000.Contoh 2. 1.791.Secara Grafis : P = 1. 1.1 : P ekuivalen dengan F. F = Rp. 1. 1.3310) = Rp.5584) = Rp.1) Dari rumus 2. Pembayaran Seri Merata 1.Jadi nilai ekuivalennya adalah Rp. 1.i %.n) ………………………2. Contoh 2.000 (0.n = F (P/F. 1.000.

n) ………………………2.2 : Pembayaran merata A ekuivalen dengan F Tahun Investasi Nilai investasi pada tahun ke n 1 2 3 • • • n A A A • • • A A (1 + i)n-1 A (1 + i)n-2 A (1 + i)n-3 • • • A F = A 1 + (1 + i ) + (1 + i )2 + (1 + i )3 + ………….n) = i disebut faktor terpendam (1 + i ) n − 1 9 .Modal sejumlah A diinvestasikan pada tiap akhir tahun selama n tahun (lihat Gambar 2..i %. + (1 + i )n – 1 Ruas kiri dan kanan dikalikan (1 + i ).2) : F A A A A A 0 1 2 3 n-1 n Gambar 2. diperoleh (1 + i ) F = A (1 + i ) + (1 + i )2 + (1 + i )3 ………… + (1 + i )n = A∑ (1 + i ) t t =1 n Kurangkan dengan persamaan mula-mula diperoleh : i F = A (1 + i)n – 1 A=F i (1 + i ) n − 1 = F(A/F.3 F(A/F.i %.

.000 tiap 3 bulan.1 dan 2. 1 ½ . n) = i (1 + i ) n disebut faktor pengembalian modal (1 + i ) n − 1 Secara Grafis : P A A A A 0 1 2 3 n Gambar 2.000 (A/F. 10. Faktor Pengembalian Modal (Capital recovery factor) Dari rumus 2. 10.000.000.000. Pemyelesaian : F = Rp.3 : P ekuivalen dengan A Contoh 2. 2. n) ………………………………2..3 diperoleh : A=F i (1 + i ) n i i n = P (1 + i) = P (1 + i ) n − 1 (1 + i ) n − 1 (1 + i ) n − 1 Atau A = P (A/P..000. i = 1½ % A = F(A/F.Contoh 2.40) = 184.dengan uang muka Rp. 6. i %. i %. sehingga pada akhir tahun ke 10 ia memiliki uang Rp. 1.240.4 (A/P. n) = 10. berapa yang harus ia depositokan tiap 3 bulan.dan sisanya diangsur selama 48 bulan dengan angsuran sama.000.suku bunga tiap tahun adalah 6 %.200.000. 184.i %.4: Misal seseorang ingin membeli sepeda motor seharga Rp.3 : Misal seseorang ingin mendepositokan uangnya setiap 3 bulan. n = 40.000 Jadi ia harus mendepositokan sebesar Rp.000 . 10 . Jika bunga 1 % maka hitung besar angsuran tersebut.

240.450 3. n) disebut faktor jumlah bergabung (untuk pembanyaran seri merata) Contoh 2. 130.960.200.000 = 4.6 i (i + 1) (P/A. 563. agar tiap tahun dapat diambil Rp.960. n) disebut faktor jumlah sekarang Contoh 2.11 .Penyelesaian: P = 6.000 – 1. 1. n = 7 .700.2. Berapakah uang yang dimilikinya pada akhir tahun ke 5. 7) = 179. i %. 100. Penyelesaian : A = Rp.200 P = A (P/A. 48 ) = 4.selama 7 tahun dengan suku bunga 6 % tiap tahun.200. 100. 5) = Rp.4. n) = 100. 130.000 (F/A. 179. A = Rp.- 4. i %.000 (A/P. n) ……………………. i = 1 % / bulan A = P (A/P.000 (0.6: Berapa yang harus didepositokaan 1 Januari 2000.0263) = Rp.5 (F/A. Faktor jumlah bergabung Dari rumus 2.. i %.450 Jadi besar angsuran tiap bulan adalah Rp. 6 %. i %. n) i F = A (F/A.000.dengan suku bunga 6% / tahun . i %.000..000 F = A(F/A.5: Seseorang mendepositokan uangnya tiap akhir tahun sebesar Rp. n) = 4.000 N = 48 bulan.2.06.200 (5.000. diperoleh P=A (1 + i ) n − 1 = A (P/A. Faktor jumlah sekarang (untuk pembayaran seri merata).582) = Rp. Penyelesaian : i = 0.179. 6 %.3. Dari rumus 1. i %. i %. diperoleh A=F i (1 + i ) n − 1 F=A (1 + i ) n − 1 = A (F/A.960. i %. n) ……………………………………….

+ (1+i)2 + (1+i) .1.500.C.700.. 1. biaya energi dan sebagainya) ditaksir pada tahun pertama Rp.(n-1) i G nG (1+i)n – 1 + (1+i)n – 2 + ….000. Grafik Gradien Diperoleh : F=G = = F = (1 + i ) n −1 − 1 (1 + i ) n − 2 − 1 (1 + i ) 2 − 1 (1 + i ) − 1 + + . 6.000.000.-. demikian seterusnya naik Rp.. Biaya pengoperasian dan pemeliharaan (antara lain pajak.umur teknis 6 tahun dan nilai akhir (salvage value) nol.000. 200.200. pada tahun kedua Rp.4. pada tahun ketiga Rp... Pembayaran Seri Tidak Merata Contoh masalah : Biaya pemeliharaan suatu mesin selalu bertambah sesuai dengan umur mesin tersebut.-.-.000.Secara umum: P (n-1)G 2G 1G 0G 3G 0 1 2 3 4 n Gambar 2. + + i i i i G (1+i)n – 1 + (1+i)n – 2 + ….tiap tahun.000.000. Jadi sebagai gradien (G) adalah Rp. asuransi. gaji karyawan. + (1+i)2 + (1+i) + 1i i G (1 + i ) n − 1 nG − i i i (1 + i ) n − 1 i nG i − n i (1 + i ) − 1 i (1 + i ) n − 1 Jadi : A= G i = G nG i − i i (1 + i ) n − 1 12 ... 1... Misal sebuah mesin dalam kondisi baru berharga Rp.900.

000 190. i %. Faktor konversi gradien untuk pembayaran seri merata. Penyelesaian: P 400.000 225. dan naik tiap tahun Rp.155. n) (P/G.000 0 1 2 3 8 P = 155.000 (6..210) + 35. 6 %.-. i %. i %. i %. (2). i %. 1.200. 8) = 155. 8) + 35.untuk selama 7 tahun.(1).000 (P/A. n) (P/A.200.7 : Biaya pengoperasian dan pemeliharaan suatu mesin pada akhir tahun pertama adalah Rp. i %. n) = (A/G.000. 1.000 155. Hasil diatas sebagai : A= G nG i 1 n i − =G − n i i (1 + i ) − 1 i i (1 + i ) n − 1 A = G(A/G. n) disebut faktor konversi gradien untuk nilai uang sekarang.000 (19.657.Jadi jumlah uang yang diperlukan sekarang adalah Rp.- 13 . n) (A/G. Faktor konversi gradien untuk nilai uang sekarang Dengan penalaran yang sama maka diperoleh : P = G (P/G.842) = Rp. Contoh 2.000. 35. Berapakah uang yang harus disediakan sekarang untuk pengoperasian dan pemeliharaan selama 8 tahun jika suku bunga 6% tiap tahun. 6 %.657.000 (P/G. n) disebut faktor konversi gradien untuk pembayaran seri merata.

4810) = 572. semua dengan suku bunga sama yaitu 8 %. 5 %. Berapakah jumlah total uangnya pada tahun ke 10. 5%. i = 0. 1.200. 5 %.000 pada tahun ke 20? Penyelesaian : P 1.000.000 pada tahun ke 10.200.706. F2 = 1.000 (0. Rp.200.9 : Seseorang mendepositokan uangnya sekarang Rp. 1. 5 %.Contoh 2.200.200.8: Berapa modal yang diinvestasikan sekarang dengan suku bunga 5%.000 1.000 (0.000.000 pada tahun ke 5.200.6139) = 736.000 (0. 1.000 1.700 P3 = F3 (P/F.200 P4 = F4 (P/F. dan 4 tahun kemudian Rp.200.706.200 P2 = F2 (P/F. n4 = 20. karena F1 = F2 = F3 = F4 : P = F (A/F. 20) = 1.200.05 P1 = F1 (P/F. 14 . 2. 2. agar dapat disediakan Rp.000 0 5 10 15 20 n1 = 5.000 (0. 20) = 1. n3 = 15.000. 1.1.200. 2 tahun kemudian Rp.000 F3 = 1.200. 15) = 1.000. Rp.000. F4 = 1. 2. 5) (P/A. n2 = 10.462) P = Rp.000.000 1.000.400 Cara langsung.7835) = 940.300 Jadi modal yang harus diinvestasikan adalah: P = P1 + P2 + P3 + P4 = Rp.200.1.200. F1 = 1. 5) = 1.18097) (12. 5 %.200. 5 %.500.200.000 pada tahun ke 15 dan Rp. 10) = 1.200. sebab adanya pembulatan).3769) = 452.200.000 (0.200. Contoh 2.300 ( perbedaan kecil timbul.000 .

000. P = 50.000 Jadi jumlah total uangnya pada akhir tahun ke 10 adalah Rp. 8) + P3 (P/F.1 %.1589) + 1. F = F1 + F2 + F3 = P1 (P/F.000.000 (1. A = 7.- Contoh 2. 10) + P2 (P/F. 50.000 A = P(A/P.11 + 0..000.000 (1.000 F 0 2 4 8 Dari gambar terlihat n1= 10. 11 %.11: Seseorang meminjam uang dari bank Rp.11) = 0. 6) = 2.5869) = 8.000.14862 − 0.681.000.111 0.000 P2 = 1.1400 − 0.dengan suku bunga 7%/tahun.681. i %.000. profitability index (PI). 15) Î 7.10 : Suatu investasi Rp.000. Pinjaman tersebut harus diangsur tiap 6 bulan selama 30 tahun dengan jumlah angsuran 15 .000 P3 = 1.13907 Jadi i kira-kira 11. 8 %. 8 %.8509) + 1. Dalam artikel keuangan disebut figure of menit (measure of worth).000.500. i %. 12 %. Contoh 2.000 (2. 8 %.14682 i = 0.000 diharapkan menghasilkan penerimaan Rp.13907 (0.500.000.15) = = 0.000.000 A = ( A / P.000.000.P1 = 2. 15) = 0. Berapa kira-kira i (suku bunga) dari invetasi tersebut ? Penyelesaian : n = 15. 7.000 P Cara coba-coba (trial and error): Untuk i = 11 % Î (A/P. (catatan : suku bunga yang diperoleh disebut interval rate of return (IRR).000.1400 50.000 tiap tahun untuk selama 15 tahun. 100. n2 = 8.000. 15) = 0. 8.12 − 0. n3 = 6.13907 i = 12 % Î (A/P.

i %. mulai 1 Januari 2006.000 (7. P = 100.200 = Rp. 5 1/2 .000.000 Contoh 2.000 Pokok yang belum di bayar P1 = 4.000 P1 A A A A A 0 1 2 3 20 60 A = P (A/P.000 . 3 ½ %.000 (0. 3 ½ %. n) = 100.538) = 7.009.000 (A/F.Rp.612. 60) = 4.000. 85. 40) = 85.538. 16 . 8) = 7.000. Penyelesaian : A1 A1 A1 A A A 0 1 2 18 19 20 28 A = 1. 5 ½.12 : Berapa jumlah uang yang harus didepositokan pada tanggal 1 Januari 1997 sampai 1 Juli 2005 agar tiap 6 bulan dapat diambil Rp. 1.690 tiap 6 bulan mulai 1 Januari 1997 sampai 1 Juli 2005.000 A1 = jumlah uang yang didepositokan P18 = A (P/A.538.009. 10) = 1.690 Jadi harus didepositokan Rp.000.000. 5 ½ . jika suku bunga 11% / tahun. Berapa pokok dari uang tersebut yang telah di bayarkan pada akhir tahun ke 10 (tepat setelah angsuran ke 20 dibayar).000. 8) = 7.yang sama.200 Jadi pokok yang telah dibayar = Rp.000 P18 = menjadi F untuk A1 A1 = F18 (A/F.000 selama 5 tahun. 255.388.538.000 (A/P.03392) = 255. 100.612.000 (P/A. 14.

Harga jual tanah tersebut ditaksir Rp.Contoh 2.000 0 1 2 3 15 Untuk menghitung rate of return.000 tiap awal tahun.000.000.13 : Untuk memperluas usahanya sebuah perusahaan ingin membeli sebidang tanah atau menyewanya selama 15 tahun.000.000 100. 15) Dengan cara coba-coba : i = 7 % : .000 + 5.000 Grafik beli sewa : 75. 7 %.000 (P/A.000.000.000. i %.965.000. 100.000 5.000.000.000.260.000.000 pada tahun ke 15.000.000 (P/A. 5. 15) = 4. 5. 5.000 (P/F. Jika disewa ongkosnya Rp.000.000 − 0 (0.000. 80. 80.000 Rp.000.000 Rp. 100.000.260.965. 8%. 14) + 100. 7%.000 i = 8 % : . Jika dibeli.-.000 Sewa Rp.01) = 7.000.000 (P/F. 8%.75.000 5.000.69% 4.000 (P/F. 15)= -2.000 + 5. digunakan rumusan sebagai berikut untuk lebih mendalam lihat rumus Bab 5 : Nilai bersih sekarang (net present worth = NPW = 0) 0 = .75.000 (P/A.000.75. i %.000 5.000 17 . Penyelesaian : P (biaya awal) Tahun (1 – 14) Nilai akhir (tahun ke 15) Beli Rp.000. 14) + 100.000 5.000 i = 7% + 4.000.000 + 5.000. 14) + 100.000 + 2. Hitung suku bunga (rate of return) antara selisih antara kedua alternatif tersebut.000. harganya Rp.965.

67% 545.000.000 + 200.000.000 (A/P. i %.15) = 545.15) = −263. 15) + 5. Contoh 2. 100.000 (3.000 200. 595.400 − 0 (0.000 100.Cara lain : Nilai bersih pembayaran merata (net annual cost atau net equivalent uniform annual cost = NEUAC) = 0. i %.000.5) = 0 Dengan cara coba-coba : i = 10% ______ 595.7%. 250.8%.000 250.000.000 − 250. i %. 15) Dengan cara coba-coba : i = 7% : −75.000 (3.000 − 250.000 Grafiknya : 595.000.000.000 ( A / P.75.000 + 95.000 ( A / F .650 i = 12% ______ 595.397) = −13.000 Rp.000 Rp.791) − 50.400 Catatan : Untuk mengetahui interprestasi hasil ini lihat Bab 5.15)) + 5.000 + 95.000.000.000 0 Nilai biaya sekarang – Nilai penerimaan (keuntungan) sekarang = 0 yaitu P – P1 + P11 = 0 atau : 595.000 250.000 50. 50.000 ( P /.000 ( P / G .14 :Hitung rate of return investasi yang ditabelkan sebagai berikut: Tahun 0 1 2 3 4 5 Aliran Kas – Rp.000 P1 P11 = 250.000.605) − 50.600 18 .400 i = 8% : −75.000 Rp.000 150.000 ( A / P.15) + 5.000 150.862) = −9.000 (6. 200.000 Rp.400 + 263.000 + 95. 0 = .7%.000 100.000 − 250.000 (A/F.01) = 7.000 ( A / F .000 (6. 150.5) − 50.000 Rp.000 50.400 i = 7% + 545.7%.

A = 400.15%.000. 5.Jadi i = 10% + 2% 9. Penyelesaian : P = 20.000 520.000 (20.000 400.000 10 2 3 4 1 F = 20.- 0 Soal-soal : 1. 91.000 Jadi 10 tahun mendatang investasi tersebut akan menghasilkan Rp.000 20. 40. tanah tersebut dapat dijual 10 tahun lagi dengan harga yang menguntungkan.000.000 untuk selama 8 tahun.15%. Dengan menggunakan tabel suku bunga dan interpolasi.650 − 0 = 10. b.600 + 9.000 F 480.000.000 ( F /.15%. Modal awal Rp. dan ditaksir pajak tersebut akan naik Rp.000. Berapa harga jual tanah tersebut 10 tahun mendatang jika investasi tersebut menghasilkan suku bunga (pertumbuhan) 15 % sebelum pajak.304) = 91. Menurut staf ahli investor tersebut.10) + ( F / A. G = 40.000.000 dan tiap tahun menghasilkan Rp. Modal awal Rp.650 Contoh 2.15 : Seseorang investor ingin membeli sebidang tanah seharga Rp.000.781.000 ( A / G.304) + 40.000 (3. Jika tanah tersebut dibeli tahun pertama.000. 20.000. 19 .000 440.000 pada tahun-tahun berikutnya.781.000.000 dan tiap tahun menghasilakn Rp.000 (4.000 untuk selama 20 tahun.3)(20. 600. tentukan nilai pendekatan suku bunga dari investasi berikut: a. 500.0456) + 400.000.83% 13.10) + 40.10) = 20.000. 3.10)( F / A.

suku bunga majemuk bank tersebut tiap tahun.000 tiap tahun untuk selama 15 tahun dan nilai akhir peralatan tersebut pada akhir tahun 15 adalah Rp.000 (bantuan mulai diberikan pada akhir tiga bulan pertama umur 65 tahun). b).000 . 753.000 4. Bantuan tersebut diberikan tiap 3 bulan sebesar Rp.i majemuk = 109475. 250. Jawaban : a). 1. Seseorang meminjam uang dari suatu Bank pasar Rp. 4. b) Rp. Jawaban : a) Rp. 20 .100. berapa besar angsuran yang harus dibayarkan tiap tahun untuk selama 20 tahun.000 pada 12 tahun mendatang. hitung pertanyaan-prtanyaan berikut : a). 6.000 akan ekuivalen dengan berapa 40 tahun mendatang.Rp. 40.000 Jawaban : a).200 .000.c). Investasi sebesar Rp. suku bunga bank tersebut b).i = 25 %. 50. 50. 8.480 . a).000 dalam 1 minggu. c).000.000.000. (besar angsuran sama). Uang sejumlah Rp. 3.000 dan harus dikembalikan Rp.c. d). b). 15.500. Hitung : a). Dengansuku bunga 11 % tiap tahun. akan ekuivalen dengan barapa sekarang.143. c).i = 15. pinjaman sebesar Rp.000.000. Modal awal untuk suatu peralatan Rp. c). 1.000 dan menghasilkan penghematan Rp. 770. 10.i nominal = 1300%.44 %. i = 6. jika orang yang akan dibantu tersebut sekarang berusia 25 tahun. 50.i = 10. Berapa yang harus didepositokan tiap 3 bulan. Untuk itu yayasan mendepositokan uangnya di suatu bank dengan suku bunga 8% tiap tahun. d) Rp.000. Sebuah yayasan sosial ingin mengembangkan dana sosial untuk membantu manula yang berusia antara 65 sampai 90 tahun.88 %. suku bunga nominal bank tersebut tiap tahun.000 akan menghasilkan pendapatan berapa setiap tahun untuk selama-lamanya (anggap n Î ∞ ). Deposito berakhir apabila orang tersebut telah mencapai usia 65 tahun. uang sejumlah Rp. c). b).6 %) 2.31 %.

Penerbit Guna Widya. N.480. Berapa yang harus didepositokan tiap 3 bual. Surabaya 21 . Barish. Jawaban : a) Rp. Mc Graw Hill Book Co. 9. Second Edition. Tung and Thomas P. 1995.N. Prentice Hall International Inc. jika orang yang akan dibantu tersebut sekarang berusia 40 tahun. 2004. Engineering Economics for Capital Invesment Analysis. 1992. Pujawan. Ekonomi Teknik. Daftar Pustaka: Au.Au.460 . New Jersey. Edisi Pertama.N. Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making. 34.Inc..b). b) Rp. New York.

Misal sebuah perusahaan melakukan pekerjaan diluar kemampuannya. Misal Seseorang manajer teknik mempunyai budget Rp. kita sering berhadapan pada sejumlah alternatif dan kita harus memilih salah satunya yang paling ekonomis.BAB III EQUIVALENT UNIFORM ANNUAL COST Metode-metode yang telah dibahas pada Bab II menunjukkan cara-cara untuk mengkonvirmasikan sejumlah uang. sehingga diperlukan biaya-biaya tambahan (antara lain waktu lembur) Supaya dapat dicapai standar yang telah disepakati. Jika perhitungan berkaitan dengan cost disebut equivalent uniform annual cost (EUAC) dan jika dengan benefit disebut equivalent uniform annual benefit (EUAB).000 K untuk perawatan mesin-mesin. Berdasarkan kategori diatas. Perhitungan-perhitungan suku bunga majemuk tersebut merupakan bagian yang penting dalam melakukan anlisa ekonomi. pembayaran merata dan gradien ke-ekuivalen-nya pada saat yang lain. Dalam situasi tertentu. 2. EUAC atau EUAB biasanya digunakan untuk menentukan pilihan antara 2 alternatif atau lebih. Neither Input or Output Fixed : Modal maupun sasaran tidak pasti/tidak tetap. Fixed Input : Modal atau sumber-sumber daya tetap. 3. Pada umumnya masalah analisa ekonomi dapat dikategorikan salah satu dari berikut : 1. Misal seorang kontraktor telah menekan kontrak dengan biaya tetap untuk memperbaiki sebuah pabrik. sebagai criteria penggunaan EUAC atau EUAB untuk pemilihan dua alternatif atau lebih sebagai berikut : Kategori Kriteria (annual cost criterion) Fixed input Fixed output Neither input or output fixed Maksimalkan EUAB Minimalkan EUAC Maksimalkan [EUAB – EUAC] 22 . Dalam bab ini akan dibahas suatu metode yang berkaitan dengan mengkonvensasikan semua aliran kas ke jumlah biaya tahunan yang ekuivalen. Dalam ekonomi teknik. Fixed Output : Sasaran yang hendak dicapai tetap. 10.

000 Rp.000 Rp.000 K (0.000 + = Rp.5) − 600 K ( A / F .000. 1.000 K (0.700 500.200 23 .000. tentukan alternatif mana yang dipilih.000 + = Rp. n) dimana S = nilai akhir. dan sebagainya.700 CR = 10.15) = 10.1168) − 1.15) − 1000 K ( A / F . i %.1 CR = Pi + ( P − F )( A / F . i %.000 15 tahun 5 tahun Biaya pengoperasian dan pemeliharaan telah termasuk asuransi. 5.131.8%. Contoh 3.2505) − 600 K (0. i %. n) − S ( A / F . Penyelesaian : Perbandingan biaya yang ekuvalen yang dikeluarkan tiap tahun adalah sebagai berikut : Alternatif A CR = 5000 K ( A / P.. 1. listrik.8%. pajak.5) = 5000 K (0.000.331.0368) Biaya pengoperasian dan pemeliharaan /tahun EUAC (B) = = 1.1705) Biaya pengoperasian dan pemeliharaan /tahun EUAC (A) Alternatif B : = = 1. 500. 1.3. 200.8%.000 Alternatif B Rp.000 Rp.8%.200 200.649.Jika nilai akhir tidak sama dengan nol maka disebut Capital recovery cost (CR) yang diberikan oleh : CR = P ( A / P. n) + Fi …………………………. 10. n) atau atau CR = ( P − F )( A / P.000 600. Rp.000 K ( A / P.1 : Tinjau 2 alternatif investasi berikut Alternatif A Biaya awal Biaya pengoperasian dan Pemeliharaan tiap tahun Nilai akhir Umur teknis Rp. Dengan menggunakan suku bunga i = 8%. i %.149.

Dari hasil perhitungan diatas dipilih alternatif B.000 600.000 5.000 600.649.000. sebab biaya yang dikeluarkan tiap tahun lebih kecil dari pada alternatif A.700 0 1 2 3 4 5 Alternatif B dapat dibuat dengan cara yang sama dengan diatas.000.000 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Grafik ekuivalensinya: 1.649.000.700 0 1 2 3 4 5 1. 24 .700 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 1.000 5.649. Interpretasi : untuk alternatif A grafik yang bersesuaian sebagai berikut : 5.

000/tahun + 300. beberapa asumsi mengenai akhir tahun kelima dan kesepuluh untuk alternatif A harus diberikan antara lain diasumsikan bahwa pada akhir tahun ke 5 dan 10.000 . 8.000/tahun . Dalam perbandingan 2 alternatif yang mempunyai umur teknis misal 12 tahun dan 15 tahun maka sebagai periode analisis adalah kelipatan persekutuan terkecil dari 12 dan 15 yaitu 60 tahun.000 .000 + 300.5.000/tahun .000 akan menghasilkan Rp.000 . Karena 15 habis bibagi dengan 5 maka analisis dan aliran kasnya dapat dilakukan secara sederhana.200.000/tahun + 300.200.000 .000.000 .000 + 400. biaya awal untuk alternatif A diulang kembali (lihat gambar dan tabel diatas).5.000/tahun .500.500.000 Jika alternatif A dan B dibandingkan untuk periode 15 tahun.000.000 . Eugene L Bab 20).200.000 .000/tahun + 4.200. 25 .000 + 8. dengan 5 siklus untuk alternatif pertama dan 4 siklus untuk alternatif yang kedua.12.700. yang berarti analisisnya cukup ruwet untuk dilakukan (cara mengatasinya lihat Grant.000 . 5.000 + 1.000/tahun .5. Alternatif yang mempunyai umur teknis yang cukup lama tersebut dapat dianalisis dengan menganggap umur teknis n menuju ∞ dan nilai akhir atau S dianggap 0.400. maka sebagai periode adalah 260 tahun.000/tahun + 300. Jika umur teknis masingmasing alternatif adalah 13 dan 20 tahun.000 -500.000. Membandingkan alternatif-alternatif yang mempunyai usia pakai abadi Dalam pratek mungkin umur teknis suatu proyek (misalnya bangunan dam) dapat mencapai umur 60 tahun atau 100 tahun.000.200.000.000 + 600.20.000.000/tahun .000 + 300.000 -500.000.000 .000 +300.000 + 600.Tabel aliran Kasnya : Tahun Alternatif A Alternatif B B–A 0 1–4 5 6-9 10 11-14 15 -5.700.000.200.000 -10.000.500. dalam hal ini alternatif B lebih ekonomis.700.000 -500.000 + 600. Kalau akhir pada tabel menunjukkan bahwa ekstra pengeluaran sebesar Rp.

Jadi diperoleh :

CR = ( P − F )( A / P, i%, n) + Fi CR = P( A / P, i%, n)
CR = Pi

bila F ≠ 0 bila F = 0 bila n Î ∞

Contoh 3.2: Bandingkan EUAC secara abadi untuk 2 alternatif proyek pemerintah berikut dengan menggunakan suku bunga 9%. Alternatif pertama memepunyai biaya awal investasi Rp.150.000.000, yang terdiri atas Rp. 75.000.000 untuk pembelian tanah (diasumsikan abadi ) dan Rp. 75.000.000 untuk bangunan yang memerlukan rehabilitasi tanpa nilai akhir dan ditaksir biaya pembaharuan bangunan tersebut Rp. 75.000.000 untuk tiap 30 tahun. Biaya pemeliharaan tiap tahun selama 10 tahun petama adalah Rp. 10.000.000 dan untuk tahun-tahun – tahun berikutnya Rp. 7.000.000 tiap tahun. Alternatif kedua mempunyai biaya awal investasi Rp. 250.000.000, yang terdiri atas Rp. 100.000.000 untuk pembelian tanah dan Rp. 150.000.000 untuk bangunan yang memerlukan rehabilitasi tiap 50 tahun dengan nilai akhir Rp. 30.000.000. Andaikan bahwa penerimaan bersih untuk tiap-tiap pembaharuan adalah Rp. 120.000.000. Biaya pemeliharaan tiap tahun Rp. 4.000.000.

Penyelesaiannya : Diagram untuk alternatif I.
75.000.000 10.000.000 75.000.000 7.000.000

0

1

10 11

30

60

EUAC (I) = 75.000.000(0,09) + 75.000.000( A / P,9%,30) + 7.000.000 + 3.000.000 (P/A, 9 %, 10) (0,09) = Rp. 22.784.000

26

Diagram untuk alternatif II.
120.000.000 150.000.000 100.000.000 4.000.000 (abadi) 120.000.000 120.000.000

0

1

50
30.000.000

100

150

EUAC (II)

= (150.000.000 – 30.000.000) (A/F, 9 %, 50) + 30.000.000 (0,09) + 100.000.000 (0,09) + 4.000.000 = Rp. 26.648.000

Jadi pilih alternatif I, karena biaya tahunannya lebih murah.

Contoh 3.3 : Sebuah universitas ingin membangun instalasi penjernihan air bersih sendiri dengan menggunakan sumber air sejauh kira-kira 3 mil dari universitas tersebut. Untuk penyaluran air bersih tersebut, di pertimbangkan dua jenis pipa yang mana akan di pilih salah satunya, dengan data sebagai berikut : Pipa A Biaya awal Umur teknis peralatan Biaya awal peralatan Umur teknis peralatan Rp. 120.000.000 60 tahun Rp. 15.000.000 20 tahun Pipa B Rp. 80.000.000 30 tahun Rp. 20.000.000 20 tahun Rp. 4.000.000

Biaya energy untuk pompa pertahun Rp. 3.000.000 Pertambahan biaya energy Untuk pompa tiap tahun Rp. 60.000

Rp.

80.000

Dengan menggunakan periode 60 tahun, bandingkan EUAC (A) dengan EUAC (B) dengan menggunakan suku bunga 6 % (suku bunga kecil sebab investasi tas merupakan organisasi sosial). Andaikan nilai akhir untuk pipa dan peralatannya adalah nol dan andaikan biaya peremajaan selama periode 60 tahun sama besarnya dengan biaya awal.

27

Penyelesaian : Diagram untuk EUAC (A) :
15.000.000 15.000.000 120.000.000 15.000.000 3.000.000 60.000

0

1

20

40

60

EUAC (A) = 120.000.000 (A/P, 6 %, 60) + 15.000.000 (A/P, 6 %, 20) + 3.000.000 + 60.000 (A/G, 6 %, 60) = Rp. 12.621.000 Diagram untuk EUAC (B) :
80.000.000 20.000.000 80.000.000 20.000.000 4.000.000 20.000.000 80.000

0

1

20

30

40

60

EUAC (B) = 80.000.000 (A/P, 6%, 30) + 20.000.000 (A/P, 6%, 20) + 4.000.000 + 80.000 (A/G, 6%, 60) = Rp. 12.739.000 Berdasarkan perhitungan diatas pilih alternatif A

Contoh 3.4: 2 Jenis heat exchanger ingin dibandingkan biaya pemakaiannya dalam industri kimia tertentu. Jenis Y harganya Rp. 8.400.000 dengan umur teknis 6 tahun dan nilai akhir nol serta biaya pengoperasiannya tiap tahun Rp. 1.700.000. jenis Z harganya Rp. 10.000.000 dengan umur teknis 9 tahun, niali akhir serta biaya pengoperasiannya tiap tahun Rp.1.500.000 K. jika jenis Z dipilih, maka ada pajak ekstra yang di taksir Rp. 200.000 tiap tahun. Bandingkan EUAC kedua jenis heat exchanger tersebut dengan i setelah pajak 16%.

28

4.400. 18) + 1.400. 18) + 8. 9) + 1.000 0 1 6 7 12 13 18 EUAC (Y) = 8. 16 %.000 Matematika 1.000 8. 16 %. Cara lain adalah dengan cara eksplisit yaitu dengan menggunakan kelipatan persekutuan terkecil dari 6 dan 9 sebagai perbandingan.700. 6) + 1. 18) + 8.400.000 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 EUAC (Z) = 10. 16 %.000 1.000 (P/F. 12) (A/P.000 (A/P.700.400.000 = Rp. 3.000 (P/F.700.000 0 1 2 3 4 5 6 EUAC (Y) = 8.000 8.000 29 . 16 %.000 (A/P.700.400. 16 %.400. 16 %.400. 3.800.700. Caranya sebagai berikut: EUAC (Y): 8.800.980.000 1. 16 %.700.400.Penyelesaian : Diagram untuk EUAC (Y) : 8.044.000 Perhitungan diatas disebut perhitungan secara implisit.700.000 1.000 = Rp.980. 6) (A/P.000 = Rp.000 Diagram untuk EUAC (Z) : 10.000 1.000 (A/P.700.

000.044 . 9.000 dan selanjutnya tiap tahun naik Rp.000 tiap tahun.000 = Rp.000. 18) + 1. tentukan unit mana yang saudara rekomendasi untuk dipilih? 2.700. 30 .800.800. 65. 665.000. 16 %. 200.50. 4.000. 3.700.000 10. dengan masing-masing biaya sebagai berikut: Proposal I Pengembangan tanah (abadi) Bangunan Fasilitas rekreasi Biaya pemeliharaan tiap tahun Rp.EUAC (Z): 10.000 1.000.000.000.000 0 1 9 10 18 EUAC (Z) = (10. Biaya pengoperasian tiap tahun ditaksir Rp.030. 16 %. 9)) (A/P. Harga unit X Rp.000. 4. 16. 12.000 Proposal II Rp. Dengan i = 20 % setelah pajak. Dua proposal diusulkan.000 Soal-soal: 1.000.700. Team perencanaan sebuah kota mempertimbangkan untuk mengembangkan pusat rekreasi. sedangkan fasilitas rekreasi harus diremajakan tiap 10 tahun dengan biaya Rp.000 Rp.000.000. 9. tahun kedua sebesar Rp.800 .000. tahun kedua Rp.000 Rp.000 dan nilai akhir Rp. 100. 240. 2.000. 30.000 Proposal I.000.000 dan nilai akhir Rp. 7.00 . bangunan tiap 15 tahun harus dilakukan peremajaan dengan biaya Rp.000.000. 250.000.000 Rp. Umur teknis kedua unit tersebut masing-masing ditaksir 10 tahun.000.000.000 + 10.000 Rp. 65.000. 175.000 1.000 Rp. 15. Suatu pengujian secara otomatis dapat dilakukan dengan menggunakan unit X atau unit Y. Biaya pengoperasian pada tahun pertama ditaksir Rp.000 dan selanjutnya naik sebesar Rp. 650.800.000 (P/F.000 Rp. 125. Jika unit Y dipilih ada pajak ekstra pada tahun pertama sebesar Rp. Harga unit Y Rp.000.000.

i = 9%. W.. Bandingkan EUAC kedua proposal tersebut secara abadi. Daftar Pustaka: Blank. Fifth Edition.Proposal II. Prentice Hall of India Private Limited. and Richard S. Eugene L. Thuesen. Fabriky. Thuesen. Leavenworth. Engineering Economy. Grant Ireson. Second Edition. Singapore. bangunan dan fasilitas rekreasi masing-masing harus dilakukan peremajaan dengan biaya seperti pembangunan semula. John Wiley and Sons.G. Leland and Anthony T. Singapore. Engineering Economy.. 1982. 31 . H. Principles of Engineering Economy.. and GJ. Gant. dengan asumsi bahwa perbaikan-perbaikan yang dilakukan membuat bangunan dan fasilitas rekreasi baru seperti semula.Inc.. New Delhi. Seventh Edition. 1981. WJ. 1985. Mc Graw Hill Book Co.

Untuk hal demikian. Tetapi jika misalnya suatu alat X mempunyai umur teknis 11 tahun dan alat Y mempunyai umur teknis 13 tahun analisis dengan PW cukup ruwet untuk dilakukan. diperoleh: 32 . (Dalam perhitungan EUAC di Bab 2 tidak perlu mempunyai periode yang sama). Dalam pemakaian perhitungan present worth (PW) untuk membandingkan 2 alternatif (atau lebih) harus digunakan periode yang sama. A A 0 B 6 12 0 12 Perhitungan seperti diatas mudah dilakukan sebab KPT tidak terlalu ruwet. Jika digunakan PW maka sebagai periode digunakan kelipatan persekutuan terkecil (KPT) dari 6 dan 12 yaitu 12 tahun. dengan demikian baru dapat dibandingkan (lihat diagram). harus digunakan perhitungan dengan menggunakan periode yang sama atau menggunakan EUAC. Analisis present worth sering digunakan untuk menentukan nilai sekarang (t = 0) dari uang yang diterima atau yang dibayar pada masa depan. Misalnya tidak dibenarkan membandingkan PW dari mesin A yang mempunyai umur teknis 6 tahun dengan PW dari mesin B yang mempunyai umur teknis 12 tahun. sehingga dalam analisis mesin A harus diganti dengan mesin yang identik (harganya sama) pada akhir tahun keenam.BAB IV PRESENT WORTH Perhitungan disini bertujuan untuk mengkonvirmasikan semua aliran kas ke jumlah ekuivalen pada t = 0 (waktu sekarang). Seperti halnya dalam Bab 3. Seperti keuntungan masa depan dalam menanamkan modal di industri perminyakan. ingin diketahui ekuivalennya pada saat sekarang.

000 0 1 4 8 12 PW (X) = 10.000.8 %. biaya pemeliharaan tiap tahun Rp. 4) + 10. 10. Jika i = 8%.Kategori Present Worth Criterion Fixed Input Fixed Output Neither Input or Output Fixed Maksimalkan present worth benefit Minimalkan present worth cost Maksimalkan present worth benefit . 100. CAPITALIZED COST Jika n Î ∞ maka analisis present worth disebut capitalized cost dengan rumus (buktikan) : P= A ……………………………………….000.000. 8 %.1 i Contoh 4. 8 %.000 10. 20.000 10.000 pada tahun-tahun berikutnya.000.000.000.5.000 (P/F.present worth cost atau maksimalkan Net Present worth. 100. Umur teknis mesin Y ditaksir 12 tahun dengan nilai akhir Rp.000.000.000. mesin mana yang harus dipilih? Penyelesainnya : Untuk mesin X : 10. 12) = Rp.521.000.000 (P/F.000 dan bertambah Rp.4.000 (P/A.000 + 10.000.000 500.000 33 . Harga mesin Y adalah Rp. umur teknis 4 tahun dengan nilai akhir nol.1: Harga mesin X adalah Rp. 500.000.. Pada tahun pertama tidak ada biaya pemeliharaan (ada garansi satu tahun dari pabrik).000. 8) + 500. pada tahun kedua ada biaya pemeliharaan sebesar Rp. 26.

09 EUAC (II) = Rp. 40)) + 4. 253. 60) = 203.2.784. 12) – 5.Untuk mesin Y : 20. 20) + (P/F.000 (P/G.000 (P/A.000 3.3 dan lakukan analisis dengan menggunakan present worth.09 0. jadi dipilih alternatif I.084.22.000. Bandingkan PW kedua alternatif di atas secara abadi. Δ PW = = = 42.875. dikarenakan pembulatan.000 = PW = 0. Contoh 4.000 = PW = = Rp.000 = Rp. 12) = Rp.000 = 42. 6%.000 (P/G.157. 6%.000 Jadi pilih alternatif A karena PW A < PW B EUAC (I) 34 .961.478.000.648.2: Lihat kembali contoh 3.000 100.927.648.000.084.784. diperoleh Capitalized Cost 26.09 Ada perbedaan sedikit. Penyelesaian : PW (A) = 135. 8 %.000 Dari contoh 3.000 – 253.000 0.000.000.157.000 (1+(P/F. 6%. 30)) + 20.333 0. 8 %.000.09 Capitalized Cost = 296.000 (P/A. 22. Contoh 4.000 + 3. 6%.000 (P/F.000 Jadi pilih mesin Y karena mempunyai PW lebih kecil. Penyelesaiannya : = Rp.784.000 PW (B) = 80. 6%. 6%.000 + 15.000. 26.000.000. 6%. 21.000 (1+(P/F.000. 26.933. maka Capitalized Cost 22.000 (P/F.864. 6 %. 60) + 80.000 5.2.000 0 1 2 3 12 PW (Y) = 20.3: Lihat kembali contoh 3.000. 20) + (P/F.000 . 40) + 3.648.000.000. 296.000.000 + 100. 60) = 205.

15) + 2.000. 8%.1. umur teknis 20 tahun dengan nilai akhir Rp 6.000.4: Sebuah perusahaan ingin membeli sebuah mesin baru untuk menunjang perluasan usahanya. umur teknis 20 tahun dan ditaksir nilai akhirnya adalah Rp 5. 8% 20) = Rp 167.000. Harga sebuah mesin manual Rp.3. Tiap 5 tahun diperlukan overhaul dengan biaya ditaksir Mesin otomatis memerlukan alat pengontrol yang sebesar harganya Rp.000.000 + 30.pa j a k 8 % .000 (A/F.000 + 27. umur teknis 10 tahun.000 (P/F.000.000) (P/F.500 .(6.000. PW (1 mesin otomatis) = 90.000.500 .20).000 / tah un.000.000 + 12. Gaji karyawan ditaksir Rp.500.876. 8%.647.000.000 (P/A.000 (P/F.000 tiap tahun. Biaya pengoperasian dan pemeliharaan ditaksir Rp. Jika mesin oto matis dipilih. 5) (8% 15) – 5. 329. harganya Rp 90.3.850.000 tiap tahun.000. P enyelesaian: PW (1 mesin manual) = 36.30.000.000. 36.500. l2.000.000.000.6.000. 5) (P/A.000 (PA. 10) + ( 3.000 Jadi dipilih mesin otomatis sebab PW (1 mesin otomatis) < PW ( 2 mesin manual) 35 . 8% 20) = Rp. PW (2 mesin manual) = Rp 334. ada pajak ekstra yang harus dibayarkan tiap tahun sebesar Rp.000.Contoh 4.500.000.000. biaya pengoperasian dan meliharaan tiap tahun ditaksir Rp5.000) (P/A.8%. Dari kapasitas perluasan usaha diketahui bahwa diperlukan sebuah mesin otomatis atau 2 buah mesin manual. Untuk mesin otomatis. 8%.000. Ada 2 alternatif yang dapat digunakan yaitu mesin yang bekerja secara otomatis atau yang bekerja secara manual.000 + 13.000 + 2. Derdasarkan data di atas jenis mesin mana yang dipilih jika suku bunga setelah. 20) + Rp 3. Rp.000 dan biaya pemeliharaan Rp.438.000.000.000.8%.000 + 1.000.000.500. Gaji karyawan ditaksir sebesar Rp 8.000.000.000 tiap tahun.000.500. 8%. nilai akhir Rp 2.850. Tiap 5 tahun diperlukan overhaul dengan biaya ditaksir sebesar Rp. 20) + 6.2. 8%.000.000 (A/F.

Prentice Hall of India Private Limited.Soa1 – soal : 1. Mc Graw Hill Book Co. Dengan menggunakan i sebelum pajak sebesar 18% . 1982.000 pada tahun pertama dan bertambah Rp 350.000 tersebut layak dibeli oleh investor tersebut? 2. Thuesen.000.500.000 dan dapat dipakai sampai 20 tahun tanpa memerlukan biaya pergantian elemen-elemen. Haryono. Seorang investor mempertimbangkan untuk membeli asrama mahasiswa seharga Rp90.000 dan tiap 10 tahun diperlukan pergantian elemen-elemen tertentu pada pompa dan ditaksir biayanya Rp. Fifth Edition.000. and Richard S. K e d u a s i s t e m tidak mempunyai nilai akhir nol. s i s t e m A memerlukan bia ya awal Rp 58. Second Edition.. John Wiley and Sons. Singapore.. Bandingkan present worth kedua sistem untuk pelayanan s e l a m a 20 tahun dengan menggunakan i = 11%.000. and GJ. Biaya pengoperasian dan pameliharaan di taksir Rp10. Engineering Economy. Fabriky. Thuesen. Surabaya.000. 1990.000 pada tahun-tahun berikutnya.000.G. Leland and Anthony T.000. Dua alternatif sistem penyediaan air dipertimbangkan untuk digunakan disuatu k o t a k e c i l .000.000.Inc. 36 . dan ditaksir biaya pemeliharaan tiap tahun Rp 2.000 pada tahun pertama dan naik Rp 500. Biaya pengoperasian dan pemeliharaan ditaksir Rp 12.. H..000. Singapore. Ekonomi Teknik. Tiap tahun ditaksir asrama tersebut memberikan penghasilan sebesar Rp 10. apakah asrama seharga Rp 90. Eugene L. New Delhi. Engineering Economy.000. 1985. Gant. 1981.800. Seventh Edition. Karena lokasinya strategis (dilingkungan perguruan Tinggi). W. Ditaksir setelah 15 tahun asrama tersebut laku dijual Rp.000.000. Leavenworth. WJ. diharapkan asrama tersebut selalu terisi penuh. Sistem B memerlukan biaya awal Rp72. Principles of Engineering Economy.000 pada tahun-tahun berikutnya. Grant Ireson. Institut Teknologi Sepuluh Nopember.16. Daftar Pustaka: Blank.65.000.

Jika suku bunga investasi tersebut lebih besar dari suku bunga bank atau Minimum Atractive Rate of Return (MARR). jika tidak maka lebih ekonomis menyimpan uang di bank. Perbandingan antara berbagai alternatif yang terdiri atas sejumlah penerimaan / keuntungan dan pengeluaran / biaya yang berbeda dengan periode yang berlainan dapat dilakukan dengan menghitung suku bunganya. untuk mengetahui apakah investasi tersebut menguntungkan atau tidak. dimana dengan suku bunga tersebut kedua alternatif ekuivalen.2 atau NAW (net annual worth) = 0 Catatan: Perhitungan untuk mendapatkan rate of return dengan cara ini disebut juga discounted cash flow method atau investor’s method. metode laju pengembalian modal dapat juga diterapkan untuk memilih salah satu dari dua atau lebih alternatif yang paling efisien atau ekonomis. Jika menggunakan EUAC: EUAC atau = EUAB EUAC – EUAB = 0 …………………………………… 5.1 NPW = 0 (net present worth = 0 ). 37 . Rate of Return yang diperoleh disebut juga Profitability Index (PI). Seperti halnya dalam perhitungan Equivalent Uniform Annual Cost (EUAC) atau Present Worth (PW). maka investasi tersebut dapat dilakukan. Internal Rate of Return (IRR). Jadi dalam hal ini laju pengembalian modal dapat didefinisikan sebagai suku bunga sedemikian hingga: PWbiaya = PWkeuntungan atau atau PWbiaya . Dalam beberapa keadaan adalah bermanfaat untuk menghitung suku bunga suatu investasi.BAB V ANALISIS LAJU PENGEMBALIAN MODAL ( RATE OF RETURN ANALYSIS ) Dalam bab-bab sebelumnya suku bunga diketahui. Pengertian “Rate of Return” atau laju pengembalian modal disini adalah ekuivalen dengan pengertian profit (keuntungan) dalam teori ekonomi. Biasanya suku bunga invastasi tersebut dibandingkan suku bunga yang terdapat di bank atau suku bunga standart.PWkeuntungan = 0 ……………………………………… 5.

000 (3.000 – 250.000 (6.650 Dicoba dengan i = 12% : 595.000 200.1: Hitung rate of return untuk suatu investasi yang digambarkan dalam tabel aliran kas berikut : Tahun Aliran Kas 0 1 2 3 4 5 – Rp 595.000 Penyelesaian : Diagram dari tabel tersebut sebagai berikut: 595.000 + Rp 100. 5) = 0 Dicoba dengan i = 10% : 595.791) – 5.000 (3.000 50. 1%.000 + Rp 150.000 (6.000 (P/A.682) = -9.650 − 0 = 10. 5) – 50.397) = 13.000 (P/G.000 250.000 100.600 Rate of Return = i = 10% + 2% 9.00 – 250.000 + Rp 250.000 + Rp 50.83% 13.600 + 9.Contoh 5.000 + Rp 200.650 38 .000 _________________________________________________ 0 1 2 3 4 5 NPW = 0 atau PWbiaya – PWkeuntungan = 0 595. 1%.000 – 250.000 150.605) – 50.

200.100. Jika digunakan perhitungan EUAC (Bab 3) maka diperoleh : 39 .800.000 Alternatif B .000 B–A .000.800.1.9.9.9.400.000 2. biaya cuti dan sebagainya) ditaksir tiap tahun Rp.9.200. Biaya pengoperasian yang terdiri atas biaya listrik.800.000.200. asuransi.300.000 (P/A.200.15.300.000. Pertama-tama dibuat terlebih dahulu tabel aliran kas tersebut : Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Alternatif A . Rp.400. Dengan menggunakan pengendalian otomatis tersebut.200.800.000 . Jika suku bunga i = 9% (MARR).000 . 300.800.000 2.000.000 6. gaji karyawan ditaksir akan berkurang menjadi Rp. dan Rp. tentukan alternatif mana yang dipilih.000.000 2. Pengendalian otomatis tersebut dapat dipakai selama 10 tahun dengan nilai akhir nol.9.Contoh 5. 15. i%.3% > 9% maka pilih alternatif B karena lebih ekonomis.000 2.000 .000 NPW = 0 = -15.000 2.000 2. Pengendalian secara manual ini disebut alternatif A.000 6. 400.000 + 2. 3.000 6.000 . 10) Atau NAW = 0 = -15. Karena i = 13.000 Dengan cara coba-coba diperoleh i = 13. pemeliharaan dan pajak masing-masing-masing tiap tahun adalah Rp.800.000 .9.000 2.400.000 2. Biaya yang diperlukan untuk gaji karyawan yang mengoperasikan pengendalian material tersebut (termasuk gaji lembur.000 2.000 6.200.000.200. Jika pengendalian otomatis yang digunakan ada pajak ekstra sebesar Rp.400.000 6.000.200.9.000 6.200.800.000 . 9. i%.400. 1.000.400.000 6. Untuk menekan gaji karyawan yang cenderung meningkat.400.9.800.3%.800.400.800.000 6.200.000 .9.000 2.15.400.400.000 tiap tahun.000 (A/P.2: Pengendalian material disuatu pabrik dilakukan secara manual.000. 10) + 2.000 6.000.000 .200.000 tiap tahun.800.9. pabrik tersebut ingin mengganti pengendalian material tersebut dengan otomatis ingin mengganti pengendalian material tersebut dengan yang otomatis (alternatif B) yang harganya adalah Rp.000 .800.000 6.

7% 40 .000 300.000 300. diperoleh i = 8.000.000 + 300. 8.000 + 300.1%.000 Rp.000 (P/A.800. Karena 6. 9%.000 + 400.000 Rp.1% > 5% (MARR) maka dipilih alternatif B.Rp. 9.100.000 (P/A.100.7% B : -2. Penyelesaian : Tahun B–A 0 1 2 3 . bahwa EUAC (B) < EUAC (A).000 + 1.000 Jika i (MARR) adalah 5%.000. i% .000 Rp.000 Rp.000 300.000 (A/P.000. 10) + 3.Rp. i%. Contoh 5. 2.000 NPW = 0 = . 3) Dengan cara coba-coba dan interpolasi diperoleh i = 6.737. 1.000 Rp.100. 800.000.000 + 300.000 + 800. 2.800.100. Perhatikan bahwa jika masing-masing alternatif A dan B dihitung rate of return-nya adalah sebagai berikut: A : -2.000 = Rp.800.200.000 Rp. tentukan alternatif mana yang harus dipilih.000 (P/A. 3) = 0.000 .000 + 1. 1. 1.EUAC (A) EUAC (B) = Rp.100. i% .3: Misal ada 2 alternatif yang tabel aliran kasnya diberikan sebagai berikut: Tahun A B 0 1 2 3 . 800. diperoleh i = 9. 800.800.000 = 15.3) = 0.300. hasilnya konsisten dengan perhitungan PW.

000. i%.000.000 Untuk i = 13 : . Dengan investasi tersebut d itaksir diperoleh penerimaan Rp 88. 13% 25)+50.000. 12%. = 13.000 Rp 88. 25) + 50.000.000.000.000.000 (P/F. Untuk proyek X : 0 = .000 (P/F. pajak pendapatan ditaksir Rp 23.000.085.000 (P/I'.000 + 32.000.000. Dengan investasi tersebut ditaksir Rp.000.000 (P /A.000. Dengan menggunakan i (MARR) 11% setelah pajak.maka investasi dengan biaya yang lebih besar dipilih dan jika i < i maka pilih investasi dengan biaya yang le bih kecil.100. pajak pendapa t a n d i t a k sir Rp 24.000 + 32.000.000 Rp 50.000 25 tahun Penyelesaian : pertama – tama dihitung terlebih d ahulu rate of return tiap proyek. 25) = 3.000 tiap tahun.000.000 Rp 40.250.000.000.000 41 .000.4 : Misal ada 2 proyek. Proyek X memerlukan investasi awal Rp 250.. 25) + 50. 50.000 Rp 23.000.000 Rp 50.000.000.000 tiap tahun untuk selama 25 tahun.000 tiap tahun. Penyelesaian : Proyek X Proyek Y Biaya awal Penerimaan/ tahun Pengeluaran/ tahun Pajak Pendapatan/ tahun Nilai Akhir Umur teknis Rp 250.000 tiap tahun untuk selama 25 tahun. 25) Untuk i = 12% : .000. 25). Proyek Y memerlukan investasi awal diperoleh penerimaan RP 325.000.000 (P/A.000 25 tahun Rp 325.250. 13%.000 (P/A.000. yaitu proyek X dan Y. pengeluaran tiap tahun untuk pemeliharaan ditaksir Rp 40.916.000. tentukan alternatif mana yang dipilih.000+32. pengeluaran tiap tahun untuk pemelih araan ditaksir Rp 32.000. i%. Contoh 5.000. 12%.000 Rp 100.000.000 Rp 32. Kriteria di atas dapat diperluas untuk 3 alternatif ata u l eb i h .000.000.000 Rp 24.250. Tiap proyek ditaksir mempunyai nilai akhir Rp.000.000.000.500.

916.000. 0 0 0 tiap tahun.000 (P/A. i%.23 % > 11 %.000 pada alternatif II. Contoh 5.085.916.4%. Mis a l diberikan dua a l t e r n a t i f dengan data s e b a g a i berikut : Alternatif I Alternatif II Biaya investasi Umur teknis Nilai Akhir Biaya pengoperasian dan pemeliharaan Tiap tahun Rp 50.23 % 3. 2 5 0 .000 + 36.000 Rp 120. 25) Dengan interpolasi diperoleh i = 10%.500.000. 42 .000 Rp 6. K a r e n a i t u dipilih proyek X.000 20 tahun Rp 10.000.000.325.000.000 (P/F.000. K a r e n a 10% < 11% maka proyek Y tidak ekonomis ( not acceptable ). 1 .000 Jika alter n a t i f I I y an g d i p i l i h m a k a a d a p a j a k e k s t r a s e b e s a r R p .000. Untuk proyek Y : 0 = .000 Rp 9.000.Diperoleh i = 12 % + 3. 70. maka proyek X dapat diterima ( acceptable). Kare n a k a l a u d i h i t u n g ju g a akan menghasilkan rate of return yang lebih kecil dari 11%.000 40 tahun Rp 20.000 + 13. 25) + 50.5 : (Menghitung rate of return untuk selisih 2 alternatif y ang mempunyai umur teknis berlainan). Hitung rate of return karena adanya investasi ekstra sebesar Rp.000.000 − 1 1% = 12.000 Karena 12. i%. yaitu 3. Disini tidak perlu dihitung NPW (X-Y) = 0 untuk mendapatkan rate of return -nya.

i%.750.000.000 (P/F.750. Lenyapkan alternatif yang mempunyai rate of return lebih kecil dari MARR yang diberikan.750.000/tahun - Alternatif II .7% Perhitungan rate of return untuk 3 alternatif atau lebih : Jika ada 3 alternatif atau lebih yang tidak saling berkaitan (mutually exclusive) maka perhitungan rate of return -nya dapat digunakan penalaran yang sama seperti 2 alternatif. i%.50.000.000 .000 21 – 39 40 9.P e n yelesa i a n : Untuk menghitung rate of return selisihnya dibuat tabel aliran k as sebagai berikut (untuk alternatif I diasumsikan bahwa taksiran pengeluaran 20 tahun kedua sama dengan pengeluaran pada 20 tahun pertama).000 (P/A.750.000.000 NPW (II – I) = .000 9.250. Bandingkan alternatif yang diperoleh di c.000.000 . d.t i a p a l t e r n a t i f .000 + 10.50. Hitung rate of return t i a p .000 7. yaitu a.000 9.000. 43 .000.120.000.000. dengun alternatif selanjutnya (yang mempunyai biaya investasi lebih besar) dengan prosedur seperti sebelumnya.000. Selidiki dua alternatif yang mempunyai biaya terendah dengan prosedur s e p e r ti s ebelumnya.000 (P/F.000 + 1.70.000. c.000 + 10.000 + 1.000 9.000.000 + 20. 40) + 40. 20) + 10.000 7.000 + 1. Susun alternatif menurut besarnya biaya investasi. 40) = 0 Dengan interpelasi diperoleh i = 2.000 + 40.000.000/tahun II – I .250.000.70.250.7.000.000 1. i%.000 - 7. Tahun 0 1 – 19 20 Alternatif I .750.000 1.250.000 + 10.000. b.000.

400. Jadi tinggal 3 alternatif yang harus dibandingkan dan jika disusun menurut besarnya biaya inv es tasi d i p e r o l e h : A Biaya awal Rp. 125.700 44 . 5).000 Rp. Jika i% (MARR) 6%.200 Keuntungan/tahun Rp. maka alternatif dapat dilenyapkan (tidak dipertimbangkan lagi sebab kurang . Penyelesaian. diperoleh hasil sebagai berikut. 100.900 C Rp.900 (P/A.000 Rp.000 B Rp. Proses dilanjutkan sampai semua alternatif telah diuji dan alternatif terbaik telah diperoleh. 46.000 + 125.700 C Rp. tentukan alternatf mana yang harus dipilih.000 Rp. 500.000 + 46. i%.200 (P/A. 5).900 Tiap alternatif mempunyai umur teknis 5 tahun dan nilai akhir nol.000 Rp. 27. 400.6 : Diberikan alternatfp sebagai berikut : A Biaya awal Rp. i = 12. 200. 100. i%.000 Rp.000 + 100. i%. 400. 5). i = 5% D : 0 = – 500. i = 8. i = 8% Karena alternatif C mempunyai rate of return 5 % < 6 %.200 Keuntungan/tahun Rp.e.200 D Rp. Contoh 5. i%. 5).3% B : 0 = – 100.200 (P/A.000 B Rp. 100.700 (P/A.000 + 27.3% C : 0 = – 200.efisien). Untuk A : 0 = – 400. 500. 125. 27. Penyelesaian : Pertama-tama hitung terlebih dahulu rate of return tiap alternatif dengan interpolasi.

9 % . 21. D e n g a n i n t e r p o l a s i d i p e r o l e h i = 6. 5) Dengan interpolasi diperoleh i = 7%.Bandingkan terlebih dahulu A dengan B : A–B Biaya awal Rp. diperlukan perhitungan rate of return selisihnya (incremental). Selanjutnya membandingkan A dengan D. Kesimpulan :Dari contoh-contoh di atas dapat disimpulkan bahwa perh i t u n g a n rate of return tiap alternatif tidak memberikan d a s a r u n t u k memilih alternatif. 5). i%. 100. i%. sebagai berikut: D–A Biaya awal Rp. 9 % > 6 % maka . 45 .000 Keuntungan/tahun Rp.300 (P/A.000 + 73.000 + 21.pilih alternatif D.200 NPW (A – B) = 0 = .300.200 (P/A. Untuk memilih alternatif yang paling ekonomis.300 NPW ( D-A ) = 0 = .100. Karena 7% > 6% maka dipilih alternatif A dan alternatif B dapat dilenyapkan (tak perlu dibandingkan dengan alternatif D). K a r e n a 6 . 73. 300.000 Keuntungan/tahun Rp.

000 Rp 10.000. Ahli teknik rumah sakit telah melakukan studi untuk mengganti generator tersebut.000 Rp 11.000 A Rp 40.000.000.000 Rp 11.000 Biaya pengoperasian dan pemeliharaan Rp tiap tahun 46 . Berdasarkan perhitungan tersebut.000 Rp 16.000.850.000.000 4 tahun Rp 1. hitung r a t e o f return yang diperoleh sebelum pajak karena adanya ekstra invest as i pada B.000.000 40 tahun Rp 2.000 5 tahun 0 Rp B Rp 40.000.000.000 Dengan suku bunga i (MARR) sebelum pajak 18%.000. 2.000 Rp 16. Data berikut menunjukkan biaya yang berkaitan dengan kedua metode tersebut : Biaya investasi Umur teknis Nilai Akhir Pengeluaran: Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5 Rp 12. a l ter n a tif mana yang lebih menguntungkan atau ekonomis.000.000 Rp 9.400.000 1. Suatu komponen elektronik yang digunakan untuk perakitan dapat di buat dengan menggunakan 2 metode yaitu metade A atau B.000 Rp 11.000 Rp 16.000 5 tahun 5.000.000 Rp 1.000.000. G e n e r a t o r t e r s e b u t t e l a h b e r u s i a 5 tahun dan memerlukan banyak biaya untuk mengoperasikannya agar dapat berfungsi dalam keadaan darurat.Soal-soal : 1. Sebuah rumah sakit mempunyai sebuah ge n e r a t o r cadangan yang digunakan untuk keadaan darurat.000.000. dan disimpulkan ada 2 jenis generator yang memenuhi syarat dengan data sebagai berikut : Alternatif I Harga Umur teknis Nilai Akhir Rp 40.000.000 Rp 14.000.000 Alternatif II Rp 80.

Mc Graw Hill Book Co. Singapore. Fabriky.. Second Edition. Engineering Economy. John Wiley and Sons. Daftar Pustaka: Blank. and GJ. Prentice Hall of India Private Limited. Gant..Inc. Thuesen. Leland and Anthony T.G. H. Fifth Edition. 1982.. Seventh Edition. Thuesen. WJ.. Engineering Economy. Singapore. maka tentukan mesin y ang dipilih. 1985. Principles of Engineering Economy. Grant Ireson. J i k a r u mah sakit tersebut menggunakan i (MARR) 10%. New Delhi. Eugene L. and Richard S. W.Karena rumah sakit tersebut milik pemerintah maka tidak ada paj a k . Leavenworth. 1981. 47 .

apakah bendungan tersebut dapat dijadikan tempat wisata d an ap akah mungkin untuk membangun PLTA secara ekonomis. mengurangi pengeluaran untuk memperbaiki kendaraan. karena dapat mengurangi kemacetan dan kecelakaan. Proyek-proyek tersebut mi s a ln y a. analisis pemanfaatan biaya disini juga memperhitungkan suku bunga. disamping adanya maanfaat tapi ada juga kerugian-kerugiannya (disbenefits) antara lain mengorbankan sebagian masyarakat yang tanahnya digunakan untuk proyek tersebut. misalnya proyek perbaikan jalan yang bertujuan untuk memperlancar dan mengurangi ke c e l a k aan lalu lintas. p e mer i n tah ingin membangun bendungan baru disuatu daerah. Dengan kata lain diperlukan analisa dan evaluasi dari berbagai sudut pandang yang relevan terhadap ongkos-ongkos maupun manfaat yang disumbangkannya. Dalam hal ini perlu berhati-hati untuk melakukan analisis pemanfaatan biaya.BAB VI ANALISA MANFAAT BIAYA ( BENEFIT COST ANALYSIS ) Analisa manfaat biaya (benefit cost analysis) adalah analisa yang sangat umum digunakan untuk mengevaluasi proyek-proyek yang dibiayai oleh pemerintah. dimana hal ini diperlukan tinjauan yang panjang dan luas. untuk itu perlu dikaji terlebih dahulu apakali biaya ( cost ) yang dikeluarkan tersebut memberikan manfaat ( benefit ) yang lebih atau tidak terhadap masyarakat disekitarnya dan tentu saja t e r h a dap program pemerintah sendiri. Jika manfaat yang diperoleh lebih besar daripada b iaya yang dikeluarkan maka dikatakan proyek acceptable. Jelas ini bermanfaat bagi masyarakat. rumah sakit dan obat-obatan. sedangkan sebaliknya tidak. Hal tersebut berarti antara lain memperlancar arus ekonomi.Tetapi 48 . Seperti halnya evaluasi ekonomis untuk swasta. Misalnya dalam pembangunan bendungan tersebut. untuk itu perlu dilakukan pertimbangan-pertimbangan yang matang. Dengan adanya proyek tersebut apakah dapat meningkatkan produksi padi daerah tersebut tiap ha. mana yang relevant dianggap sebagai suatu manfaat dan mana yang tidak. Contoh lain. Pada umumnya cukup sulit untuk mengidentifikasikan manfaat (benefit) yang diterima oleh masyarakat. Analisa ini adalah cara praktis untuk menaksir kemanfaatan proyek.

6%. Contoh 6.1 = = C PWcos t EUAC Untuk suku bunga i. tetapi disini dihitung incremental B/C. Metode analisis dengan menggunakan B/C adalah ekuivalen dengan analisis rate of return. Untuk 3 alternatif atau lebih.200( P / A.6 Pertama-tama dihitung perbandingan B/C untuk tiap alternatif.06 = C PWcos t 400. jika B/C > 1 maka proyek acceptable dan sebaliknya tidak.pengurangan pengeluaran ini berakibat berkurangnya penerimaan untuk bengkelbengkel. rumah sakit dan pengacara tidak perlu dimasukkan dan tidak dianggap suatu disbenefit. sehingga dalam analisis kerugian-kerugian pada bengkel. Sedangkan kerugian penduduk karena tanahnya digunakan untuk proyek bendungan tersebut merupakan suatu disbenefit yang harus dipertimbangkan dalam analisisnya. Dari sudut pemerintah dan pandangan masyarakat.5) 200. Kriteria perbadingan B/C untuk 2 alternatif Hitung perbandingan incremental B/C untuk aliran kas yang merupakan perbedaan antara alternatif biaya yang lebih tinggi dengan alternatif biaya lebih rendah.5) = = 1. Kalau perbandingan incremental B/C > 1 mak a p ilih altern atif b iaya lebih tinggi.17 = 0. B PWbenefit EUAB ………………………………………………. : Lihat kembali contoh 5. jelas kecelakaan lalu lintas tersebut tak diingini. yaitu diperlukan analisis incremental .900( P / A. 6.5) 100. Misal B= benefit dan C = cost maka perbandingan benefit dan cost dihitung degan rumus. jika B/C < 1 pilih alternatif dcngan biaya lebih rendah.000 27. dokter.6%.97 46. rumah sakit dan pengec a r a -penga car a.6%. dokter. digunakan logika yang sama seperti analisis rate of return.000 B : B/C C : B/C = = = 1.700( P / A.1. Untuk alternatif: A : B/C = B PWbenefit 100.000 49 .

100. susun alternatif sisanya menurut besarnya dan selidiki incremental B/C untuk 2 alternatif dengan biay a terkecil.6%. 0 2 100. 400.900 D Rp. 500.000 Rp.300( P / A.000 72.6%. B/C < 1 maka alternatif C dapat dilenyapkan. 27.000 Rp.D : B/C = 125.700 I n crem en t al p er b a n d i n g an B / C = 24. 400.5) = 1.200( P / A.000 A–B Incremental biaya awal Incremental benefit/t a h u n 100.5) = 1. 100.300 I n cr e me n t a l B / C = 24.000 Karena incremental p er b andingan B/C > 1 maka alternatif A lebih ekonomis daripada B . 100. 125.5) 200.900 D Rp. 100.300( P / A.6%. 21. Dari hasil di atas diperoleh hasil yang ekuivalen jika menggunakan analisis rate of return.000 Rp.000 = 1. 500. 50 .000 Rp.700 A Rp.000 Rp.000 Rp.05 Untuk alternatif C karena.02 100. B Biaya awal Benefit/tahun Rp. Selanjutnya. A Biaya awal Benefit/tahun Rp.000 K a r en a B / C > 1 ma k a d i p i l i h al t e r n a ti f D .200 Incremental D–A Rp. 125.

1. : Dalam suatu proyek pengendalian banjir ada 2 alternatif yang diusulkan. B i a y a p e r b a i k a n s a l u r a n d i t a k s ir Rp 2. Seperti halnya dalan contoh 6.000.000 dan jika alternatif D & P dibangun kerugian tersebut berkurang menjadi Rp. K edua macam biaya tersebut dibebankan pada anggaran pemerintah.000 (Dalam praktek nilai taksiran tersebut dapat diperoleh dengan menggunakan metode statistika.000. dilakukan perhitungan incremental B/C menurut besarnya biaya. k a r e n a k e r u g i a n t i a p t a h u n b e r u h a h s e s u a i denga n b e s a r . Jika alternatif S dibangun kerugian tersebut dapat dikurangi me n j a d i Rp 105.000. Kedua biaya tersebut dibebankan pada anggaran pemerintah.Taksiran kerusakan akibat banjir tiap tahun j i k a t i d a k ada p e n g endalian banjir(TP) adalah Rp 480.000. Pertama dibandingkan terlebih dahulu alternatif perbaikan saluran (S) dengan alternatif tidak ada pengendalian banjir (TP).900. Penyelesaian : Dalam perhitungan disini digunakan benefit dan cost tiap tahun untuk memudahkan.000. Alternatif pertama yaitu me mp er baik i salu ran (S) untuk memperlancar aliran sunga i d a n alternatif kedua membangun dam dan reservoir (D & R). 0 0 0 .000.000. 0 0 0 . sedangkan pembangunan reservoir merugikan hasil pertanian dan peternakan karena berkurangnya lahan dan ditaksir jumlahnya Rp.Contoh 6. Biaya pembangunan dam dan reservoir (D & R) ditaksir Rp 5. Yaitu : pembangunan dam merugikan hasil perikanan rakyat yang ditaksir jumlahnya Rp 28.000 tiap tahun. yaitu sebagai nilai e k s p e k t a s i ( e x p e c t e d value ). Pembangunan D & R mempunyai akibat samping yang merugikan lingkungan dan masyarakat sekitarnya.000 tiap tahun.000.kecilnya banjir yang timbul).000 dan ditaksir biaya pengoperasian dan pemeliharaannya tiap tahun Rp 40.000. Keuntungan tiap tahun disini adalah berkurangnya kerugian akibat banjir karena adanya alternatif S dibandingkan dengan alternatif TP. Berdasarkan data di atas akan diselidiki alternatif mana yang paling ekonomis dengan i = 6 % dan umur teknis 50 tahun. 51 . sebab data yang tersedia dalam tahunan. (Dalam analisis ekonomi ini disebut disbenefit/benefit negatip/malefit).55.10.300.000 dan biaya pemeliharaann y a t ia p t ah u n d i ta k s ir R p 3 5 .2.

6%.000 .08 157.000.000 (A/P.R.000 Karena B/C – 0.000.50 + 35.000 + 10.000 B/C = 12.000.000 Karena B/C > 1 berarti pembangunan saluran manfaat yang besar dibandingkan tanpa pengendalian banjir sama sekali. Cost disini mungkin biaya riset. keuntungan-keuntungan atau kerugian-kerugian kadang-kadang tidak dapat dinyatakan dalam bentuk sejumlah uang.000. 50) + 40.000.000.000 . Biasanya cost tersebut dinyatakan dalam present worth atau equivalent uniform annual cost.000 = 219.000. pengendalian polusi dan sebagainya. biaya pergantian dan sebagainya dalam jangka waktu tertentu. Contoh 6.000 = 375.000 = 0.08 alternatif S lebih bermanfaat dibandingkan alternatif D &.000.Sedangkan biaya tiap tahun adalah capital recovery cost dan biaya pemeliharaan alternatif S .000.000) – (28. 6%. Misalnya.000.000 = 157. Untuk itu telah ada 3 perusahaan yang melakukan penawaran untuk memperbaiki sistem pembuangan pabrik 52 . nilai akhir.000 – 55.000. pengembangan.000. 6%. Jika keuntungan-keuntungan atau kerugian-kerugian tersebut dapat dinyatakan dalam suatu ukuran efektivitas maka perhitungan yang berkaitan dengannya disebut cost efective analysis. B (S . COST – EFFECTIVE ANALYSIS : Dalam keadaan – keadaan tertentu baik dalam bidang swasta maupun pemerintah.000 = 1.000.000.000 (A/P.T P ) C (S . dalam pengembangan sistem senjata.000.71 219.50) + 35.105.000) = 12.000.TP ) B/C = = 480.3 : Sebuah pabrik ingin mengurangi sampai 75% banyaknya limbah kimia yang dibuang tiap hari kesebuah sungai sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.000 375.000 (A/P. Selanjutnya dihitung perbandingan incremental B/C antara altarnatif D & R dengan alternatif S : B (D & R – S) = (105.000 2900.000 = 2900.000.000.000 C(D & R– S) = 5300. biaya pengoperasian dan pemeliharaan.000 . Present worth disini disebut life-cycle cost dari sistem.

sedangkan kontraktor dari perusahaan A dan B menjamin bahwa sistem mereka paling tidak akan memenuhi syarat yang telah ditetapkan.000 = 190. Penyelesaian : Untuk memudahkan.000. Pemilihan antara penawaran perusahaan B dan C tidak begitu jelas karena ukuran efektivitas perusahaan C lebih tinggi dan sulit diukur 53 . Kedua perusahaan tersebut mempunyai ukuran sistem efektivitas yang sama (75%).000 PW (B) PW (G) = 160.000 ( P/A . tetapi life cycle costnya lebih kecil.000. jadi dalam hal ini penawaran perusahaan B lebih ekonomis. Kontraktor dari perusahaan C menjamin bahwa sistem yang dibuatnya akan mengurangi limbah kimia buangan tersebut sampai 90%.000 + 9. komponen tertentu dari sistem harus diganti tiap 5 tahun dengan biaya Rp. dibuat terlebih dahulu tabel sebagai berikut: Biaya awal Biaya pengoperasian.000 (P/A.000 190.000.000.000 160.000 12.000 75.000+ 12.000 75% C 190.000.000 15.000.000. 99%.000. Data berikut merupakan biaya penawaran yang diajukan oleh ketiga perusahaan tersebut : Biaya awal Biaya pengoperasian dan pemeliharaan/tahun Perusahaan A B C 125.200. tentukan penawaran mana yang harus dipilih.000.000 90% Perhitungan life cycle cost : PW (A) = 125. Tiap sistem yang dikembangkan dapat digunakan untuk selama 15 tahun.000 25.200.161.000.000.000.000 (P/A.000.000 + 25.000 12.9%. 25.000. 9%. 15 ) = 272. 15) = 264.000 (P/F.000 9.723.000.9% 10) 15.000.200. 9%.000. dan pemeliharaan tiap tahun Biaya penggantian Efisiensi sistem A 125.000 Dari hasil perhitungan di atas. terlihat bahwa walaupun perusahaan B mempunyai biaya awal lebih besar dari A.000 9.000 Jika penawaran dari perusahaan A diterima.000.000.000% B 160.000 15. Dengan menggunakan MARR 9%.tersebut.15) = 256.732. 5) + (P/F.

PW (C B) = 7. maka dipilih alternatif yang mempunyai efisinsi yang lebih tinggi. Demikian sebaliknya.429 efisiensi (C .38. sebab 20 % tersebut merupakan ukuran yang bersifat elastis. Perbandingan B/C antara D & R dengan S dan antara D & R dengan TP masing-masing adalah 0. kerugian (disbenefit) akibat proyek D & R tiap tahun Rp. disini dilihat juga incremental ukuran efektivitas yang diperoleh dibandingkan dengan incremental life-cycle costnya. Hitung perbandingan-perbandingan B/C 54 . perbandingan penawaran antara perusahaan B dengan C tidak langsung jelas. tersebut juga terlihat bahwa efisiensi meningkat 20% jika penawaran C dipilih. untuk memutuskan alternatif mana yang dipilih tergantung pada kondisi atau kriteria yang telah ditetapkan.B) = 15 % Dari hasil tersebut. Misalnya dalam contoh 6.20 % maka penawaran C yang dipilih. Yang tepat adalah harus diputuskan apakah efisiensi 20 % sebanding dengan Rp 7. Dalam contoh 6. y aitu memilih alternatif dengan cost terkecil. tetapi belum tentu merupakan atau menghasilkan suatu pilihan yang final. maka masalahnya sederhana. .3 tersebut. Soal – soal : 1.03. karena makin tinggi ukuran efektivitas diperlukan tambahan biaya.429. (rubber yard sticks). Jika life-cycle cost dua alternatif sama. Dari perhitungan.2 .08 dan 1. Kalau cost bukan merupakan masalah untuk meningkatkan efisiensi sebesar 15/75 .000. Dengan menggunakan kriteria tersebut akan mengurangi banyaknya alternatif yang dibandingkan. seperti pemilihan penawaran perusahaan A dan B di atas. Karena berlaku antara untuk 80% dengan 96%. Seperti halnya dalam analisis pemanfaatan biaya. Catatan : Dalam beberapa kejadian tertentu cost-effective analysis ekuivalen dengan penggunaan benefit-cost analysis . Jika efisiensi ini yang digunakan sebagai ukuran efektivitas yang dibandingkan dengan life cycle cost Rp 7429 K akan menimbulkan salah pengertian.000. tetapi dalam beberapa hal berlainan.dengan nilai sejumlah uang tertentu. Jika 2 alternatif yang dibandingkan mempunyai ukuran efektivitas yang sama. 60% dengan 72 % dan sebagainya.

tersebut kembali jika kerugian yang diterima masyarakat tersebut dianggap sebagai cost dan bukan suatu disbenefit.000.880.000. diperlukan biaya awal Rp.000.000. Karena tidak sesuai dengan perkembangan lalu lintas. sebuah jembatan akan dipindahkan tempatnya dengan menggunakan konstruksi baru.000 dan naik Rp 12. Karena adanya pengerukan tersebut akan ada kerugian lingkungan.000.000 dan biaya pemeliharaannya tiap tahun ditaksir Rp 30. 3.000 dan Rp 660.000.000.000.000. umur teknis 20 tahun dan andaikan nilai akhir kedua jembatan tersebut masing-masing 60% dari biaya awal pembuatan jembatan tersebut. Ditaksir kerugian tersebut tiap tahun Rp.000. Biaya pemeliharaan jembatan dilokasi M dan N tiap tahun masing-masing adalah Rp 120.000.000. selalu menimbulkan kerugian karena banjir yang ditimbulkannya.000 tiap tahun. 4.000. 3.000 dan naik Rp 5. Jika dilakukan pengerukan (P) maka kerugian-kerugian ditaksir berkurang menjadi Rp180.300. hitung rate of return karena adanya ekstra investasi untuk proyek S dibandingkan proyek TP. D & R akan mengurangi daerah pertanian. Untuk lokasi M.400. Dengan dibangunnya jembatan tersebut akan memperlancar arus lalu lintas sehingga memberikan keuntungan bagi masyarakat yang ditaksir untuk loksi M dan N tiap tahun masing-masing adalah Rp. Suatu proposal telah diajukan untuk mengendalikan banjir tersebut.000 dan bertambah Rp 20. Gunakan MARR 8 %.000.000.000. 2.000. diperlukan biaya awa1 sebesar Rp. 50.000. biaya pengoperasian dan pemeliharaannya ditaksir tiap tahun adalah Rp 45.000 dan untuk lokasi N. ini ditaksir tiap tahun menimbulkan kerugian (disbenefit) Rp 20. yaitu melakukan pengerukan (alternatif P) dan membangun dam dan reservoir (alternatif D& R). Alternatif D& R dibangun jika alternatif P dibangun.000. Biaya awal untuk P adalah Rp.000.000. tetapi ini diimbangi dengan berkembangnya tempat 55 . Biaya awal alternatif D & R adalah Rp 1. Jika D & R dibangun kerugian akibat banjir berkurang menjadi Rp 30.000 dan Rp 90.600. Berikan kesimpulan hasil tersebut. Hitung perbandingan B/C yang sesuai untuk melakukan studi ekonomis kedua lokasi tersebut.000.000. Untuk itu telah diusulkan dua tempat yaitu M dan N. Sebuah sungai yang membelah sebuah kota.000.000 tiap tahun. Hitung juga rate of return karena adanya ekstra investasi untuk proyek D & R dihandingkan proyek S. Dari soal 1.000.000 tiap tahun.000. tapi ini diimbangi oleh barkembangnya daerah rekreasi.

N.N.000. N. Gunakan periode 30 tahun dan andaikan nilai akhir proyek nol. Surabaya 56 . 1995.Inc.rekreasi yang memberikan keuntungan tiap tahun Rp 8. Pujawan. Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making.. Penerbit Guna Widya. D . Dengan menggunakan MARR 9 % dapatkan perbandingan B/C yang sesuai untuk P . 2004. New York. R. Mc Graw Hill Book Co. Daftar Pustaka: Barish. Ekonomi Teknik.000. Edisi Pertama.

BAB VII ANALISIS TITIK PULANG POKOK DAN BIAYA TERKECIL (BREAK EVENT POINT DAN MINIMUM COST ANALYSIS) Dalam beberapa kondisi ekonomi. Jika dua atau lebih alternatif merupakan fungsi dari suatu variabel yang sama. Karena itu f1 (x) = f2(x). 57 . Nilai dari variabel yang diperoleh disebut sebagai titik (break-event point). Biaya dari tiap-tiap alternatif dapat dinyatakan sebagai fungsi variabel independen yang sama. Untuk mendapatkan nilai x yang membuat kedua biaya alternatif tersebut sama adalah dengan menyamakan TC1 = TC2. cost point). Analisa Titik Pulang Pokok Jika biaya dari dua alternatif dipengaruhi oleh variabel yang sama maka dapat dicari nilai dari variabel tersebut sehingga kedua alternatif mempunyai biaya yang sama. Nilai variabel yang demikian disebut biaya minimal (minimum. kemudian ingin ditentukan nilai dari variabel tersebut sedemikian hingga biaya kedua alternatif tersebut sama. Beberapa alternatif yang merupakan fungsi dengan variabel yang sama dapat dibandingkan berdasarkan. biaya dari suatu alternatif mungkin merupakan fungsi dari suatu variabel. Jika biaya dari suatu alternatif merupakan fungsi dari satu variabel yang dapat berupa beberapa nilai tertentu maka adalah bermanfaat untuk menentukan nilai suatu variabel dimana biaya minimal. biaya minimal. misal : TC1 Dimana : TC1 TC2 x = f1(x) dan TC2 = f2(x) = total biaya untuk alternatif I = total biaya untuk alternatif II = variabei independen yang mempengaruhi alternatif I dan II. dan jika diselesaikan diperoleh nilal x yang dicari dan merupakan suatu titik impas dapat dicari dengan menggunakan prosedur-prosedur yang telah dikembangkan dalam matematika.

10%. Banyak jam beroperasi (jam motor bekerja) tiap tahun tergantung p a d a t i n gi curah hujan (jadi merupakan suatu variabel).000. Motor tersebut diperlukan untuk jangka waktu 4 diusulkan 2 alternatif. Gunakan i (MARR)10 % tahun. 550. Alternatif A memerlukan biaya awal untuk pembelian motor listrik yang bekerja secara otomatis dengan harga Rp 1.4) + 200.000 CA t Maka TCA TCB CRB HB = biaya pengoperasian tiap jam = Rp 840 = jumlah jam operasi tiap tahun = CRA + MA + CA t = total FUAC (B) = Capital recovery cost alternatif B = Rp.1: Andaikan bahwa diperlukan motor bertenaga 20 TK untuk memompa air dari suatu sumber air.000 dan nilai akhirnya pada akhir tahun keempat ditaksir Rp 200. 120. Akan ditentukan berapa jam tiap tahun kedu a motor terse b u t b e r o p e r a s i agar biaya kedua altenatif tersebut sama.400.000) (A/P.000 dan nilai akhir nol pada akhir periode tahun keempat. Biaya pengoperasian tiap jam Rp 840.000 (A/P. 174.400.000 (0. Biaya bahan bakar untuk tiap jam operasi ditaksir Rp 420 . Untuk penyediaan motor tersebut telah Penyelesaian : Misal TCA CRA MA = total EUAC (A) = Capital recovery cost alternatif A = (1.000. Alternatif B memerlukan biaya awal untuk pembelian motor gaselin Rp 550. 4) = Rp. biaya pemeliharaan ditaksir Rp 150 tiap jam dan biaya operator tiap jam Rp 800.10%.000 – 200.10) = 399. dan biaya pemeliharaan tiap tahun ditksir Rp 120.000 = biaya pemeliharaan tiap tahun untuk alternatif A = Rp.Contoh 7.000 = b i ay a t i a p jam d a r i p e n ggunaan ga s elin + o p e r a t o r + pemeliharaan = R p 420 + Rp 800 + Rp 150 = Rp 1370 58 .

000 − (399.000 + 100 (0. Untuk mendapatkan titik impas adalah dengan menyelesaikan t dari persamaan.000) = = 651 jam CA − H B 840 − 1370 = TCB atau CRA + MA + CAt = CRB + HBt Jadi kedua motor tersebut sama ekonomisnya jika kedua motor tersebut beroperasi selama 651 jam dalam setahun. Perbedaan biaya tahunn antara kedua alternatif tersebut untuk sembarang jam operasi tertentu dapat d ih itung sebagai berikut : Misalnya kedua motor dioperasikan 100 jam tiap tahun maka TC = TCA .TCB = CRA + MA + CAt – CRB .1 : Total biaya sebagai fungsi dari jumlah jam operasi.37) = Rp.84) – 174 – 100 (1. Maka TCB = CRB + Ht.1 menunjukkan total biaya tiap tahun sebagai fungsi dari banyaknya jam bekerja tiap tahun.000 + 120.HBt = 399. Gambar 7. 292. 1200 Gasolin Listrik 800 400 0 200 400 600 800 jam operasi / tahun Gambar 7. TCA diperoleh t= CR B − CR B + M A 174.t = jumlah jam operasi tiap tahun.000 59 . Jika digunakan kurang dari 651 jam maka motor gasolin lebih ekonomis dan jika digunakan lebih d a r i 651 jam motor listrik lebih ekonomis.000 + 120.

telah dibahas analisis titik impas yang menyangkut 2 alternatif. 60 .250.000 = 2. Contoh 7. 8%.000 Rp 2. 20) + 29.000 Rp Rp 5.558.000.250.934.000 = 29.08) + 6.08) + 4. pemeliharaan dan sebagainya) diberikan oleh tabel sebagai berikut: Beton Biaya pembangunan/kaki persegi Biaya pemeliharaan/ tahun Biaya pengendalian cuaca/ tahun Taksiran nilai akhir Rp 24.000 - Baja 29. 20) + 35.000 TC (kayu) = 35.000.032) ( 0.000 1% biaya pembangunan 20 tahun Taksiran umur teknis 20 tahun 20 tahun Biaya total tiap jenis konstruksi merupakan fungsi dari luas bangunan yang akan dibangun.99) (A/P.000a (0.000 Rp 5.000 Rp 1.000 Rp 3. 8%. ada 3 jenis konstruksi yang sesuai untuk gedung tersebut yaitu concrete (beton).440a + 8.000a (0. Setelah melakukan penelitian yang mendalam.000 Rp 1.000 3.600.250.968) (A/P. Dalam pasal ini akan dibahas untuk alternatif.000.000 a (A/P.2% biaya pembangunan Kayu Rp 35.01) (0.000a (0.500.000 Untuk memperoleh titik impas adalah dengan menyelesaikan persamaan tiap pasang dari alternatif sebagai fungsi luas bangunan dalam suatu grafik. Data biaya yang berkaitan dengan ketiga jenis biaya tersebut (biaya konstruksi. dan dari grafik tersebut dapat dicari titik impasnya.Analisis Titik Impas Untuk 3 Alternatif atau Lebih. 20) + 8.000a + 6.500.000 = 2.000a (0.000a + 4.000 = 3.400. Dalam contoh sebelumnya.2 : Sebuah perusahaan konsultan pembangunan telah melakukan studi untuk pembangunan sebuah gedung dengan luas antara 2000 sampai 6000 kaki persegi. 8%.500. Tentukan titik impas dari ketiga jenis konstruksi tersebut jika digunakan i (MARR) 8% Penyelesaian : Misal x luas bangunan yang akan dibangun : TC (Beton) TC (Baja) = 24. steel (baja) dan frame (kayu).000.

B dan C = bilangan-bilangan tetap Untuk mendapatkan nilai X yang meminimalkan TC adalah dengan menurunkan TC ke x dan kemudian menyamakannya dengan n o l d i p e r o l e h: 61 .ka membangun gedung dengan luas 4000 kaki persegi maka yang ekonomis. A.000. Untuk perluasan lebih d a r i 3 a l t e r n a t i f d a p a t d i g u n a k a n penalaran yang sama dengan di atas. dimana suatu komponen biaya mungkin dipengaruhi oleh suatu variabel mis a l n y a s e c a r a linear a t a u k e b a l i k annya atau mungkin dipengaruhi secara linear dan kebalikannya. Sedangkan yang lebih kecil dari 3000 kaki persegi. adalah membangun dengan konstruksi baja. yang ekonomi s a d a l a h k onstruksi kayu.000 2000 3000 4000 5000 6000 luas bangunan Dari gr afik di atas terlihat bahwa ji.000.000. Misal biaya total ( Total Cost ) s u a t u a l t e r n a tif dipengaruhi komponen biaya secara linear dan kebalikannya. Dan jika membangun dengan 5000 kaki persegi.Biaya kayu baja 25. Analisis Biaya Minimum Suatu alternatif mungkin memiliki dua atau lebih komponen biaya. yang ekonomis adalah konstruksi beton. yaitu : TC dimana : X = AX + B +C X = variabel yang mempengaruhi.000 beton 20.000 15.

dan resintansi berbanding terbalik dengan luasnya. Data pembiayaan dan keteknikan untuk instalasi konduktor tersebut sebagai berikut : panjang konduktor 140 kaki.06) = 20.890 A + 13. Resistansi konduktor tembaga yang panjangnya 140 kaki dan luasnya 1 inci2 adalah 0. Untuk ukuran konduktor tertentu dapat ditentukan jumlah kedua komponen biaya tersebut minimal.000 + (600 – 500) (539.490 )( Rp7) = A A Berat konduktor (dalam pon) : (1.6) A (0. Dalam hal ini resistansi adalah berbanding terbalik dengan ukuran konduktor sehingga biaya energi listrik yang hilang akan berkurang jika ukuran konduktor bertambah besar.6 A 1728 Capital recovery cost dalam dollar tiap tahun adalah : 160. umur teknis ditaksir 20 tahun.3: Suatu contoh klasik mengenai analisis biaya minimum adalah menentukan luasan konduktor elektronik. suku bunga 6 % Misal A = luas konduktor .40)(12)( A)(555) 539. Berat tembaga 55 pon tiap kaki3 . biaya instalasi Rp 160. pajak insurance. dan pemeliharaan diabaikan. maka energi yang hilang tiap tahun adalah : (1920)2 (24) 365( 0.001 1435 ohm.0011435 258.B dTC =A– 2 =0ÆX= dX X B A Contoh 7. nilai akhir Rp 500 tiap pon tembaga. biaya investasi akan bertambah juga. 20) + 500 (539.940 62 . Misalnya suatu konduktor tembaga dipertimbangkan untuk digunakan mentransmisi beban aliran listrik pada suatu sub-station. dimana adalah arus listrik (dalam ampere) dan R adalah resistansi konduktor dalam ohm. sebesar 1920 ampere untuk 24 jam (1 hari) selama 36 5 h a r i . Energi yang hilang ditaksir b ernilai Rp 7 tiap k ilowat jam.6) A (A/P. 6%. Tetapi jika ukuran konduktor bertambah besar. Energi yang hilang (kilowat jam) dalam konduktor disebabkan resistansi adalah sama dengan I2 R X jumlah jam : 1000.000 + Rp 600 untuk tiap pon tembaga.

Jadi biaya total tiap tahun adalah : TC dTC dA A= = 20.610 86.280 64.490 = 3.370 3 76. Cara tabulasi dan grafik terseb u t cukup bermanfaat jika cukup sulit mendapatkan hubungan matematis antara variabel-variabelnya.720 129.890 A + = 20.490 + 13.160 170. Misalnya sebuah perusahaan farmasi 63 . 090 Biaya Investasi 129.090 162.720 Luas penampang yang paling ekonomi untuk konduktor terjadi pada saat biaya investasi sama dengan biaya kebilangan energi tiap tahun (Hukum Kelvin).400 TC 185.52 inci 2 dimana dengan luasan tersebut akan diperoleh biaya total tiap tahun yang minimal.140 182.490 =0 A 258.52 inci2 20.680 51.750 43.120 185. Untuk mengetahui perubahan-perubahan dari komhonen-komponen biaya tersebut dapat dilakukan secara tabulasi dan grafik sebagai berikut: Luasan penampang ( inci 2 ) Biaya Biaya investasi Biaya hilang I 2 R Biaya total tiap tahun 2 55.370 Biaya Kehilangan I2R 2 3 4 5 6 55.890 – 258.510 4 5 6 97.940 A 258.890 Jadi dipilih konduktor yang luas penampangnya 3.390 139.500 118.760 162.

000 8. 5. komputer yang dibeli harus bekerja supaya membeli komputer tersebut ekonomis. 50.000 tiap tahun secara kontrak. dibandingkan menyewa? 64 .560. tiga atau empat evaporator.190. asuransi pajak dan sbg) Biaya variabel (pemeliharaan.000 3. 130.000 860.220.960. Biaya tetap kira-kira sebanding dengan banyaknya evaporator yang digunakan.merencanakan untuk menggunakan proses penguapan dalam menghasilkan suatu jenis produknya.000 1. 3. Sebuah lembaga konsultan ingin membeli sebuah komputer seharga Rp.710. maka berapa hari tiap tahun.000 tiap hari. karyawan dan sbg) Biaya total/tahun.000 3.030.000. 4.000 6.000 Luasan penarnpang ( inci 2 ) 1 2 3 4 Dari tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa total biaya terendah tiap tahun adalah Rp. Soal – soal 1. Biaya pengoperasian ditaksir Rp.680.30.000 yang terjadi bila 3 evaporator digunakan.000 6.000.960.000. Ditaksir umur teknis dan nilai akhir komputer tersebut masing-masing adalah 6 tahun dan Rp. dua. karena itu di gunakan cara tabulas i a t a u g r af i k .000 4. Taksiran biaya variabel dan tetap dapat diperoleh dengan melakukan percobaan jika digunakan satu. dan biaya pemeliharaan Rp.000 3.850.000. Dalam proses ini dapat digunakan atau beberapa evaporator dan dapat digunakan berulang kali.000 2. Hasilnya sebagai berikut (tiap tahun 200 hari k e r ja ) : Biaya Biaya t e t a p ( biaya awal.350. Biaya variabel yang pokok adalah biaya pembuatan uap yang kira-kira berbanding terbalik dengan banyaknya evaporator yang digunakan dalam instalasi. Dari pengalaman dan pengujian menunjukkan bahwa diperlukan persamaan atau fungsi yang kompleks untuk menjelaskan hubungan antara biaya-biaya yang digunakan.610.240. Jika suku bunga tiap tahun 12 %.000 5. 7.000 tiap hari.000. Sebagai alternatif adalah menyewa komputer dengan rata-rata ongkos sewa Rp.

Institut Teknologi Sepuluh Nopember. 150. mesin diesel ekonomis. Metode pertama yaitu dikerjakan secara manual dan ditaksir biayanya Rp 1. 3. Penerbit Guna Widya. N. Daftar Pustaka: Barish. 2004.600 tiap jam operasi untuk gaselin. 1995. Harga mes in diesel Rp. 315.. 150. untuk buldozer yang ia beli. Nilai akhir ketiga mesin tersebut sama. Metode kedua dilakukan s e c ar a mencetak papan sirkuit tersebut dan ini memerlukan biaya investasi sebesar Rp. dan memerlukan biaya Rp 2. diesel atau gas hidrokarbon.000.Inc.000. sehingga dapat diabaikan. 240. Mesin gas hidrokarbon harganya Rp. Bi. berapa banyak papan sirkuit yang harus diproduksi tiap tahun agar kedua metode tersebut sama ekonomisnya? 3.000 tiap tahun. 2.N.000 tiap tahun.aya buruh Rp. 200. Dengan menggunakan i = 15 % a) Buat g r a f i k total biaya tiap tahun dari tiap mesin sebagai fungsi dari jumlah jam mesin tersebut bekerja dalam setahun. Edisi Pertama. biay a pemelihaan Rp.000. b) Tentukan interval jam mesin bekerja dalam setahun sehingga mes i n g asolin ekonomis.300 tiap jam operasi untuk pembelian bahan bakar. 2. Seorang kontraktor harus menentukan pilihannya apakah menggunakan mesin g a s e l i n . 1990. 3. 0. Surabaya. dan memerlukan biaya Rp.52 tiap unit dan biaya pemeliharaan peralatan Rp. Seseorang produsen alat-alat elektronik tertentu ingin mempertimbangkan 2 motode yang digunakan untuk menghasilkan suatu papan sirkuit. Haryono. Umur teknis tiap mesin adalah 5 tahun.500.2.200 tiap unit dan diperlukan b ia y a p er a l a t a n yang besarnya Rp. umur tekn is 9 tahun dan nilai akhir Rp. New York. Pujawan. Ekonomi Teknik. 4.800. biaya pengoperasian Rp.300.000.900 tiap jam operasi untuk bahan bakar.000. Mc Graw Hill Book Co.000 tiap tahun dan memerlukan biaya Rp.000.000 tiap tahun. Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making. biaya pemeliharaan R p . Jika suku bunga 10 % tiap tahun. 3.N. 300. dan mesin gas ekonomis. Surabaya 65 . Ekonomi Teknik.000 tiap tahun. Harga mesin ga s olin Rp.

yaitu depresiasi nilai asset yang sebanarnya sesuai dengan waktu dan yang kedua (yang penting dalam ekonomi teknik) yaitu bagaimana mengalokasikan depresiasi (accounting depreciation) nilai asset tersebut. Yang pertama. Depresiasi yang disebabkan antara lain karena semakin majunya perkembangan teknologi. Untuk memahami konsep depresiasi bukanlah suatu hal yang mudah.sederhana sebagai beriku t : 66 .BAB VIII METODE DEPRESIASI Depresiasi atau penyusutan modal adalah suatu komponen yang penting dalam analisis ekonomi teknik. yaitu: 1. sehingga diperlukan mesin-mesin atau peralatan-peralatan baru yang lebih efisien dan ekonomis daripada yang dipakai sekarang atau karena adanya perubahan demand di masya r ak at baik dari segi kualitas maupun kuantitas sehingga diperlukan tambahan mesin-mesin dan peralatan-peralatan baru (functional depreciation ). sehingga berkaitan dengan p a j ak. sehingga terdapat kesulitan-kesulitan dalam mengkalkulasikan biaya-biaya secara tepat. Da1am praktek adalah cukup sulit untuk menaksir besarnya alokasi depresiasi yang tepat dari suatu asset. diinvest a s ikan diperhitungkan sebagai biaya produksi. bangunan gedung dll) sesuai dengan waktu. Secara umum depresiasi dapat didefinisikan sebagai berkurangnya nilai suatu asset (yang dapat berupa mesin-mesin. 2. Dalam mengalokasikan depresiasi nilai asset ada 2 hal yang dipertimbangkan yaitu: Untuk menjamin bahwa asset yang diinvestasikan dapat diperoleh kembali selama umur ekonomisnya: Untuk menjamin bahwa asset yang. Depresiasi secara umum dapat digolongkan dalam 2 kelompok. terutama dalam analisis yang berkaitan dengan pajak dan pengaruh inflasi ( after tax and inflation analysis ). karena disini memuat 2 pengertian yang harus dipertimbangakan. Depresiasi yang disebabkan antara lain mesin-mesin atau peralatan-peralatan yang digunakan semakin tua sehingga kemanpuannya berkurang ( physical degradation ). Karena modal digunakan terlebih dahulu sebelum menghasilkan barang produksi. Untuk memudahkan pemahaman dalam melakukan alokasi depresiasi diberikan contoh .

000 untuk biaya hidupnya sehari-hari maka tiap tahun ia mempunyai simpanan sebesar Rp. 8.000 dia sisihkan untuk membeli mesin baru. Apabila mesin tersebut dapat dipakai untuk selama 2 tahum.000 tiap tahun. Untuk menghitung depresiasi. sehingga keuntungan bersih yang dapat dia gunakan adalah Rp. Biaya-biaya untuk pembelian bahan baku. 4. Apabila keuntungan tersebut ia habiskan Rp. pemeliharaan. dan depreciation accounting (SOYD). umur teknis (n) .000 tiap komponen. penggunaan energi listrik tiap komponen ditaksir Rp. 5.000. Metode yang digunakan antara lain: declining balance depreciation accounting . 5.000. 7. 15.500. Dalam contoh diatas terliliat bahwa depresiasi dibebankan pada biaya produksi (dalam akutansi disebut amortized cost) sehingga mempengaruhi profit atau rate of return yang diperoleh perusahaan.000 sebagai penghapusan modal.000 tiap tahun.Misal sebuah perusahaan membeli sebuah mesin seharga Rp.000.000 tiap tahun (ini belum memperhitungkan laju in f lasi) dari yang Rp.5. Metode yang bertujuan untuk mengalokasikan depresiasi yang lebih besar pada awal umur teknis daripada akhir umur tek nis . 67 Sum of Years digits . upah kar yawan. perusahaan dapat memproduksi 1000 unit komponen tiap tahun yang harganya Rp. Metode yang digunakan adalah straight line depreciation accounting . dan nilai akhir (S).000. ada 3 komponen utama yang digunakan. Karena ia tidak menyisihkan keuntungannya secara tapat untuk pembelian mesin baru.000. Dalam ekonomi teknik tujuan utama dari depresiasi adalah untuk mendapatkan aliran kas dengan mempertimbangkan pajak dan inflasi. 2.000.000 = Rp. Metode depresiasi dapat diklasifikasikan sebagai berikut: 1. maka tiap kali penggunaan mesin harus diperhitungkan uang sejumlah : Rp. Metode yang bertujuan untuk mengalokasikan depresiasi secara merata selama umur teknis. Sehingga pengusaha tersebut menganggap ia mendapatkan keuntungan sebesar Rp. Dengan menggunakan mesin tersebut. 2. 2. 2. y a i t u : nilai a s s e t ( P ) .000 untuk menunjang proses produksinya. maka pada akhir tahun ke 2 pengusaha tersebut tidak dapat lagi membeli mesin baru dengan kapasitas yang sama.500.500 2. Ka1au dihitung penghapusan modalnya.

3.

Metode yang bertujuan untuk mengalokasikan depresiasi yang lebih besar pada akhir umur teknis daripada awal umur teknis. Metode yang digunakan adalah sinking – fund depreciation accounting.

Straight line depreciation accounting

Besarnya depresiasi pada tahun ke t dengan metode ini diberikan oleh rumus : Dt = P − S 1− S / P = P = dP ………………………..8.1. n n

dimana d adalah laju depresiasi. Contoh 8.1 : Misal P = Rp. 10.000.000, S = 1.000.000 dan n = 5 tahun Dt = P − S 10.000.000 − 1.000.000 = = 1.800.000 tiap tahun. n 5

Secara tabulasi : t 0 1 2 3 4 5 Dt 1.800.000 1.800.000 1.800.000 1.800.000 1.800.000 Nilai buku BVt 10.000.000 8.200.000 6.400.000 4.600.000 2.800.000 1.000.000

BVt adalah nilai buku pada tahun ke t yang besarnya adalah BVt -1 - Dt, Dimana BV0 = P, dan dapat dibuktikan bahwa: BVt = P − P−S t = P(1 − tDt ) …………………………..8.2.05 n

DECLINING – BALANCE Depreciation Accounting

Dalam metode ini besarnya depresiasi pada awal-awal tahun pemakaian lebih besar dari pada akhir tahun pemakaian. Karena diharapkan misalnya mesin-mesin yang baru dapat memeberikan produktivitas yang lebih tinggi pada awal pemakainnya daripada akhir pemakaiannya. Dalam metode ini, untuk laju depresiasi tertentu, besarnya depresiasi adalah perkalian laju depresiasi dengan nilai buku pada periode bersangkutan. 68

Contoh 8.2 : Lihat kembali contoh 8.1. Misal digunakan laju depresiasi 40%. t 0 1 2 3 4 5 0,4(10.000.000) = 4.000.000 0,4(6.000.000) = 2.400.000 0,4(3.600.000) = 1.440.000 0,4(2.160.000) = 864.000 0,4(1.296.000) = 518.400 1− S / P = kd n Dt BVt 10.000.000 6.000.000 3.600.000 2.160.000 1.296.000 777.600

Faktor laju depresiasi dr = K Dan jika diandaikan

k S = 0 maka dr = n P

Konstanta k biasanya adalah 1,25 ; 1,5 ; 2,0. Jika k = 2 seperti contoh 8.2. disebut double declining balance depreciation. Besarnya depresiasi pada tahun ke t adalah : Dt = dr (BVt-1) …………………………………9.3. Dan BVt-1 = P (1- dr)t-1 ……………………………..8.4.

Sum of Years digits (SOYD) depreciation accounting

Metode ini berdasarkan jumlah bilangan tahun, dimana nilai suatu asset berkurang sebanding dengan unit tahunnya. Contoh 8.3: Lihat kembali contoh 8.1. Jumlah unit tahun = 1 + 2 + 3 + 4 + 5 = 15

69

t

Unit tahun

Dt

BVt

0 1 2 3 4 5 5 4 3 2 1 5/15(10.000.000-1.000.000) = 3.000.000 4/15(10.000.000-1.000.000) = 2.400.000 3/15(10.000.000-1.000.000) = 1.800.000 2/15(10.000.000-1.000.000) = 1.200.000 1/15(10.000.000-1.000.000) = 600.000

10.000.000 7.000.000 4.600.000 2.800.000 1.600.000 1.000.000

Secara umum : Jumlah unit tahun = 1 + 2 + ………. + n = Dt = (P-S) n(n + 1) 2

2(n − t + 1) ……………………………………….. 8.5 n(n + 1) 2m m(m + 1) − ……………………………. . 8.6 n n(n + 1)

BVm = P- (P-S)

Sinking – fund depreciation accounting

Dalam metode ini di andaikan nilai dari asset berkurang pada saat laju depresiasi bertambah. Contoh 8.4: Lihat kembali contoh 8.1 dan digunakan sinking fund 6 %. Sinking fund depreciation pada tahun : Pertama Kedua Ketiga Keempat Kelima : (10.000.000 – 1.000.000) (A/F, 6%, 5) : 1.596.600 + 0,06 (1.596.600) : 1.692.390 + 0,06 (1.692.390) : 1.793.940 + 0,06 (1.793.940) : 1.901.580 + 0,06 (1.901.580) = 1.596.600

= 1.692.390 = 1.793.940 = 1.901.580 = 2.015.670

70

000. 8. n) (F/P. 10.015.000 6% sinking fund Straight line 8. Nilai buku asset Rp.015. i.000 4. BVt = P-(P-F) (A/F. i. i%.000 1 2 3 4 5 Gambar 8.490 999.596.670 8.403. n) (F/A.600 1.580 2.793. t-1) Setelah disederhanakan diperoleh : Dt = (P-S) (A/F. i%.000..000 SOYD 4. t) ……………………….1.000 71 .000.000.000. 10.692.000 Declining balance 2. i.8.000 1.000. i.000 6.060 3. n) (F/A.400 6..390 1.000. i .940 1. 8.901. n) + i (P-S) (A/F.820 Secara umum : Dt = (P-S) (A/F. t-1) ………………………….917.711.t 0 1 2 3 4 5 Dt BVt 10.7.

f.5: Suatu investasi pada peralatan seharga Rp.000 (P/A. i %. 36. Setelah pajak pendapatan dengan SOYD dan ITC (investuen tax credit) sebesar 10% diterapkan langsung.000. Setelah pajak pendapatan dengan menggunakan depresiasi ACRS (accelerated cost recovery system). h. c.900.3 %. Dengan menggunakan pajak pendapatan (income tax rate) sebesar 48 %. hitung rate of return investasi tersebut dengan menggunakan kondisi-kondisi berikut : a. Setelah pajak pendapatan dengan menggunakan double rate declining balance depreciation untuk 4 tahun pertama dan 4 tahun berikutnya digunakan straight line depreciation. d. Sebelum pajak NPW = 0 = . Dt = P − S 36.Contoh : 8.900. Penyelesainnya : a. 8. 8) Dengan cara interpolasi (trial and error) diperoleh i = 18.000. lihat Tabel (apendik) dan ITC sebesar 10 % diterapkan langsung. i. Setelah pajak pendapatan dengan menggunakan straight line depreciation. Setelah pajak pendapatan dengan mengadaikan semua investasi dihapuskan untuk tujuan pajak. e. Setelah pajak pendapatan dengan menggunakan depresiasi ACRS untuk 5 tahun mulai 1986 dan ITC sebesar 10 % diterapkan langsung.000 tiap tahun untuk selama 8 tahun dan ditaksir nilai akhirnya sama dengan nol pada akhir tahun ke 8. Sebelum pajak pendapatan (before income tax).000. b.000 diharapkan dapat menghemat pengeluaran perusahaan sebesar Rp.36. b. g. Setelah pajak pendapatan dengan mengandaikan investasi dihapuskan sebesar 20 % tiap tahun untuk 5 tahun dan ITC sebesar 10 % diterapkan langsung.000 = = 4.500.000 + 8.000 n 8 72 . Setelah pajak pendapatan dengan SOYD.

000.900.500.000 D2 = 7. D4 = 5.400.000 4.000 6.000 6.000.000 NPW = 0 = .000 6.000.000.000 2112.738 .738 .000 8(8 + 1) c).000.900.778.000 Depresiasi (B) Yang dikenai pajak (C = A + B) Besar pajak (D = -0.400.500. 2(n − t + 1) n(n + 1) 2(8 − 1 + 1) = 8.400.2 %.000.000 (P/A.000 2112.738 .400.500. D3 = 6.738 .000 6.738 .000 2112.000.000.000.000 + 8. n) Dengan interpolasi diperoleh i = 10.738 .000 4.000 + 8.000 6.000.500.000 + 8.000.000 6.000 + 8. D5 = 4.000 4.000 2112.000 4.000 6.500.900.000 2112.000.000 + 8.000.738 .48 C) Aliran Kas setelah pajak (E = A + D) 36. Dt = (P-S) D1 = 36.738 . D6 = 3.400.000.900.000 4.000 4.900. i %.000 4.000 2112.000 2112.000 4.000 + 6.400.Dibuat terlebih dahulu aliran kasnya : Tahun Aliran Kas sebelum pajak (A) 0 1 2 3 4 5 6 7 8 36.000 + 8.000 4.900.000 4.900.000 4. D7 = 2.000 4.900.000.000 4.400.000.000 4.000 6.000.000 + 8. 73 .000.500.500.500. D8 = 1.000 4.36.000.000 4.000 2112.400.000 + 8.

000 4.000 1.000 7.000 7.068.000 8.900.000 3.392.000 8.000 3.000 8.000 1.000 8.000 - - 432.48 C) (E = A + D) - 8.900.000 36.000 7.000.000.000 8.900.988.900.000 - - 900.832.000 6.872.000.508.000 1.2 % 74 .000 6.000 8.900.000 2.000 5.000.900.028. i %.000.900.000.900.548.000 (P/A.000 3.000.000 7.792.900.000 2.000 6.000 + 8.468.000 5.000 1.900.000 7.468.Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 (A) 36.000 6.900.000 (P/G.900.000 2.000 (B) (C = A + B) (D = -0.900. 8) – 480.000 4.588. i %.382.000 2.000.000 912.000 8.900.000 5.000. 8) Dengan interpolasi diperoleh i = 11.000 3.000.000.312.000 5.000 NPW = 0 = .000 + 8.36.108.

25 BV2 = 50.995.848.000.000 + 5.000.500 − 0) = 2.000 .842.000 8.797.000 3.000 d3 = 0.062.837.000 8.000.000 7.905.000 2.797.000 .868.000 6.000 .000 (1.995.000 BV4 = 36.000.625.000 8.000.000 .2.451.000 5.900.000 5.905.187.750.000 . BV0 = 36.900.250.905.900.900.032.000 (1-0.000 5.000) = 6.d).000 8.000 NPW = 0 = .000 .000 8. 7.000 2.000) = 9.052.000 8.995.25) = 27.103.000.000 6.000 - B C D E .000 5. untuk t = 5.000 6.052.500 3.900. 4 Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 A 36.750. D1 = dr BV0 = 0.25)4 = 11.000 8.055.36.000 2.000.995.052.390. dr = 2 = 0.2.000.25 BV3 = 3.1.000.848.25 (27.36.000 2.25 (36.000.500 D4 = 0. i %.995.2.900.000 (1-0.000 5.000 8.000 BV2 = P (1 – dr2) = 36.052.0.000 . 8.000 BV1 = P (1 – dr) = 36.1.995. D2 = dr BV1 = 0.900.848. t) Dengan interpolasi diperoleh i = 11.848.000 2150.905.948.000 (P/A. 8) + CFt – 5.2. 6.848.000.000 7.000.25 n Dihitung terlebih dahulu depresiasinya dengan double rate declining balance depreciation untuk 4 tahun pertama.000 9.000.000.000 6.000) (P/F. yaitu : Dt = (11.500 5.000 (1-0.25)3 = 15.25)2 = 20.000 .2.1 % 75 .000 6.000.000 6.500 BV3 = 36. i %.000 8.000 -100.500 BV4 = merupakan P untuk straight line depretation.000 48.449.900.390.

000 8.900.000 6.000 0 0 0 8.900.000 . f).000 1.000.000 4.000.000 5.900.000 3.000 8.720.988.000 .600.900.000 .548.900.900.900. i %.000.000 7.000 7.900.000 7.000 (P/G.000.000 8.6 %.392.000 8.000.000.4.000 8.000 3.108.000 76 . Tahun 0 1 2 3 A .000 6.588.900.000 8.000 3.900. i %.900.000 5.000.028.272.000 4.628.18.000 NPW = 0 = .798.000 + 8.e).900.000 B C D 17.32.000 6.000 B C D 3.000 5.312. 8) Dengan interpolasi diperoleh i = 14.000 8.900.000 E 32.068.000 4.000.000 4.628.000.900.36. Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 A .272.900.827.4.000 8.000 5.000 1.000 2.600.000 8.000 8.000 7.000 E .4.000 8.900.000 2.000 1.900.900.000.000 3.280.352.000 ITC = 10 % (36.272.000 (P/A.000 6.000 912.468.000 8.900.628.000 7.468.000 8. n) – 480.36.000 2.000.832.508.000 4.000.000 8.000.000 432.000 1.900.900.000 8.000 900.000) = 3.000 2.

920.000 .000 8.900.000 8.900.000 .272.560.000 4.000 4.48 (-36.272.650. g).900.000 -7.900.000) = 7.628.400.000 8.000 .628.000 -7.000 NPW = 0 = .000 8.0.900.000.000 77 .000) = 7.1.000 8.000.4.000 Depresiasi pada tahun pertama = 0.000 8.340.000 0 0 0 0 0 8.340.400.000 -7.000 .21 (36.500.000 8.900.272.000 E .272.680.400.000 Besar pajak investasi = .000 .000 -5.900.816.000 .700.000 8.000 4.000 8.816.900.4.000) = 5.900.900.000 .200.900.000) = 7.430.900.272.000 4.628.000 980.000 8.643.000 8.628.000 Ketiga = 0.000 8.000 8.900.900.000 .000 + 4.900.700.000 8.272.600.000 1.000.000 8.000) = 7.22 (36.3 %.920.7 % h).36.000 8.628.900.560.000 8.000 7.000 .21 (36.720.4. 8) Dengan interpolasi diperoleh i = 18.000 4.000 1.000 E .000 8.628.280.15 (36.220.000 4.900.000 8.000 8.340.900.000 .000 8.4.650.000 8.000 8.000 .628.000.4.000 .000 1.628.4.000 0 0 0 3.000.000 .272.470.000 8.32.32.4.000 Kelima = 0.272.4.900.000 8.000 Dengan interpolasi diperoleh i = 14.900.000 -7.000 Keempat = 0.000.650.628.272.000 .000 8.000 -7.000.900.000 1.643.400.000) = 17.084. Tahun 0 1 2 A .272.21 (36.000.000 .000 4.18.4 5 6 7 8 8. i %.36.560.000 -7.900.000 1.200.272.900.000 8. Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 A .000 (P/A.600.000 B C D 3.000 4.084.643.000 Kedua = 0.000 B C D 3.

000 B C D 3.000 Tahun ketiga = 24 % (36.000 tiap tahun untuk selama waktu 10 tahun dan ditaksir pada tahun ke 10 nilai akhir mesin tersebut Rp.200.000 -7.000 .900.520.507.000 8.700.000 . apendik) adalah 20 % (36.900.000 .000) = 11.272.000 E .000 -2.000 .000 Dengan interpolasi diperoleh i = 15.000 8.272.4.000 8.000 Tahun kelima = 8 % (36.880.000 3.000.4.000.000 8.000 4.000 8.628.084.000 .700.000 8.900.000 .000 260.000 1.628.000 8.000 8.000) = 8.000 8.775.640.000.000.000.628.3 4 5 6 7 8 8.000 8.000 1.000 8. 180.400.000 Tahun kedua = 32 % (36.000. i).000 8.000 0 0 0 1.900.8. Dengan interpolasi diperoleh i = 14.32.200.140.084.158.000.000 .900.000.000 4.000 8.000.628.000) = 5.000 0 0 0 1.000.816.000 8.900.900.000 6.272.020.000 8.393.9 %.000 8.000 10.000.000 4.900.4.900.900.000 4.816.1.000 1.000 .000 Besar depresiasi dari tahun pertama sampai kelima (………… lihat tabel ……….000 .4.010.000 . 78 .700.200.816.000) = 2.900.880.6 : Sebuah mesin baru berharga Rp.000 8.900.000 -7. dengan menggunakan mesin tersebut diharapkan dapat menghemat biaya pengeluaran Rp.4.5.000 .4.000 Besarnya depresiasi pada tahun pertama = 20 % (36.000 7.760.000 4.000 Tahun keempat = 16 % (36.000) = 7.000) = 7.000 4.000.000 8.900.258.760.640.900.272.000 6.000 8.000 -7.900. 36.272.125.200.700.200.628.6 %.000 8.900.000.890.900.900.084.000 -11.36.2.900..520. Contoh 8.000 8.620.000 .628.200.900. 30.000 .084. Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 A .000 -7.272.2.816.000 8.000 .000 .000 .000 8.000 8.600.

000.000. setelah pajak pendapatan dengan menggunakan straight line depreciation untuk 10 tahun dan nilai akhir ditaksir Rp. hitung rate of return dengan kondisi-kondisi berikut: a).Dengan menggunakan pajak pendapatan sebesar 48%.000. i %.000 – 0) = 14.180.000K. sehingga tak ada pajak pendapatan. 10) Dengan interpolasi diperoleh i = 8.10 n 10 Catatan : BV10 = P − ( = 30. 8.080.000 B C D E -180.000 21.000.000 (P/A. 30. i %.000.000.000.000 Jadi nilai buku pada akhir tahun ke 10 = nilai akhir mesin tersebut.000.000 36.000 .000.000.000 − 30.920. i %.000. i %.000.000 .000.000 25. Dt = Tahun 0 1 – 10 10 180.000 (P/F. Penyelesaian : a).400.000 − 0) ) t = 180.000 30.000.000 − 30.000 -15. 10) Dengan interpolasi diperoleh i = 16.000 + 36.000 -10.000 + 25.000.48 (30.000.9 %. Dt = 180.000 P−S ) t = 180. setelah pajak pendapatan dengan menggunakan straight line depreciation.000 .920.2 % b). NPW = 0 = . c). 10) + 30. b).10 = 0 n 10 BV10 = P − ( Karena nilai akhir pada tahun ke 10 yaitu Rp. 10) + 30.000.000 lebih besar dari BV10 maka ada pajak sebesar 0. sebelum pajak pendapatan.000 = 15.000 (P/A. setelah pajak pendapatan dengan menggunakan straight line depreciation untuk 4 tahun dan dianggap nilai akhir nol pada akhir tahun ke 4 tersebut d).000 10 A -180.000.000 180.000. c). NPW = 0 = .180.000 − 0 = 45.000.000 30.000 (P/F. 79 .000.000.000.000.000 4 P−S (180.

000 10 (180.000 + 40.000 . 8. 10) Dengan interpolasi di peroleh i = 8. 4) + 15. i %. i %.000.400.560.000 10.000 -14.000.000 18.000 40.000 K - Nilai akhir = Rp.000 Besarnya penghematan pajak karena adanya capital loss = 4.000 . i %.22.000 8.000) = 10.000.000 36.000.000 = .5 %.000.000 .320. 6) (P/F.180.000 10 BV = 180.000 (P/A.6% d).750.22.000 B C D E .000 .000 NPW = 0 = .000.180.920.000.000 30.000 − 30.000 .000.000 -45.000 .000 21.560.000.320.000.000.000 15.000.48 (22.000.000.180.000 NPW = 0 = .000 (P/A.000 Tahun 0 1 – 10 10 A .000.000 .7 : Misal ada 4 alternatif penanaman modal sebagai berikut : 80 . 10) + 18.000 (P/F.000 − 30.080 .000 (P/A. Contoh 8.10 = 30.000 – 30.000 Jadi modal yang hilang (capital loss) = 8.000 B C D E -180.10 10 A -180.560 .000.000 . Dt = 180. i %.000.000. 10) Dengan interpolasi di peroleh i = 10.180. i %.000 25.600.250. 4) + 18.320.000 + 25.600.920.9. i %.000.000.000 0 36.750.000 .Tahun 0 1 – 10 5 .000 (P/F.000.000 = 15.000 36.000) .10.560.000 18.000.15.000 4.000.000 36.000 -17.

000. Jelaskan faktor-faktor yang harus di pertimbangkan dalam pemilihan alternatif tersebut. terlebih dahulu di hitung rate of return tiap alternatif.000 34.400.000. alternatif mana yang paling ekonomis jika di gunakan depresiasi straight line.300 .000.800 .400.000. 20) i < 6 % NPW (B) = 0 = -250.000 45.000 B -250.000 NPW (A) = 0 = .400.000 -16.5 % 81 . Berdasarkan data di atas.000 .000 33. Untuk menyingkat perhitungan di buat tabel sebagai berikut: Investasi Aliran kas sebelum pajak (A) Depresiasi (B) Yang dikenai pajak (C = A + B) Besarnya pajak (D = . 32.000 51.500 .000 Umur teknis masing-masing peralatan tiap alternatif di taksir 20 tahun dan nilai akhirnya nol.100.200. pajak pendapatan 50% dan i (Marr) 6%.100.500.600. 20) i = 6.0.000 52.000 20.000 -10.000 51.600.300.000 C 350.000 B 250. i %.000 32.000 (P/A.200.000 .000 .500 .000.25.500.000 .800.000 27.000 65.000 -17.000 (P/A.000 20.400 .000 .000 -20.200 .000 -21.50 C) Aliran kas setelah pajak (E = A + D) A -200.000 17.200.000.000 22.000 24.400.000 117. Penyelesaian: Seperti halnya dalam bab-bab sebelumnya.800.000 65.000 -10.000 40.000 50.000 + 17.Biaya peralatan investasi A 200.900 .600.7.200 .700 .000 24.000 D -500.000.000 14.000 .000 101.800 .000.000 D 500.100 .700.000 C -350.000 + 22.000.200. i %.000 .400.800.000 60. untuk pemilihan alternatif berganda ini.000 Penerimaan kotor tiap tahun karena adanya tersebut Biaya pengoperasian dan pemeliharaan tiap tahun Penerimaan bersih tiap tahun 44.

000. 20). 20) i = 6.000 C-D -150.000 + 11.000 (P/A. yaitu dengan menyusun alternatif menurut besarnya biaya investasi dan kemudian dihitung incremental aliran kas setelah pajak. C Investasi Aliran kas setelah pajak -350.000.300.000 (P/A.000.Safety (keselamatan) .000.900.100.700.000 + 34.900.5 % NPW (D) = 0 = -500.300.000.000 11.000 45. i %.000 + 45.9 % < 6 %. karena itu dipilih alternatif C.5 % Dari hasil perhitungan tersebut. Soal-soal: 82 . 20) i = 7.000 34.C dan D seperti sebelumnya.700.000. Faktor-faktor lain yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan alternatif tersebut antara lain: .200. terlihat alternatif I tidak perlu dipertimbangkan lebih lanjut karena rate of return-nya < 6 %.000 22.000.000 C -350.000 C-B -100. i %. Jadi tinggal membandingkan alternatif B . sehingga dipilih alternatif C. Dengan interpolasi diperoleh i > 6 %.000 10.dan sebagainya.200.000.000 (P/A.Pemasaran (marketing) .000 34.600.000. Diperoleh i= 3.000 NPW (D – C) = 0 – 150. .Kemungkinan adanya kendala-kendala yang belum dipertimbangkan. B Investasi Aliran kas setelah pajak -250.000 NPW (C – B) = 0 = . 20). misalnya kemampuan pengadaan finansial yang diperlukan untuk biaya awal investasi.000 D -500.300. i %.000.000 (P/A. i %.000 + 10.NPW (C) = 0 = -350.

78. Metode depresiasi double declining balance.000 dan diharapkan dapat digunakan selama 15 tahun dengan nilai akhir nol. Berapa besar depresiasi dan nilai buku pada tahun ke 3. 3. jika digunakan : a. hitung rate of return tiap peralatan (metode “average book” = rata-rata profit tiap tahun dibagi dengan rat-rata nilai buku). Sebuah perusahaan kontruksi memperimbangkan untuk membeli sebuah peralatan untuk menunjang operasinya.000. 3. Dengan menggunakan metode “average book”. Rp. Sebuah perusahaan ingin membeli sebuah mesin baru seharga Rp.000 pada tahun kedua naik Rp. Dengan menggunakan depresiasi straight line untuk kedua jenis peralatan tersebut. 17.000.000 untuk selama 2 tahun.000. 2. b. 20.000. Metode depresiasi SOYD. Dengan menggunakan metode “Original Book”.000 dan ditaksir mempunyai umur teknis 6 tahun dan nilai akhir Rp. Pada tahun 2003. Peralatan A dapat menghemat biaya pengoperasian dan pemeliharaan sebesar Rp.000. Untuk tujuan pepajakan. dengan menggunakan mesin baru tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi sehingga dapat menekan biaya pengoperasian Rp.300. sebuah perusahaan membeli komputer untuk meningkatkan efisiensi dan pelayanan administrasinya.000 pada tahun-tahun berikutnya.50. Peralatan B dapat menghemat biaya pengoperasian dan pemeliharaan sebesar Rp. c. d. Rp.4. Berikan usulan mengenai perbedaan hasil ketiga metode diatas dan dalam kondisi bagaimana metode “original book”.1. Ada 2 jenis peralatan yang harus dipilih salah satunya yaitu yang paling ekonomis.000.000.25. b.000.000. 3. Metode depresiasi sinking fund 6 %.000.000 pada tahun kedua dan berkurang Rp. investasi pada mesin tersebut akan didepresiasikan dengan SOYD dengan nilai akhir nol pada akhir tahun ke 12.000 pada tahun pertama. d. Masing-masing peralatan tersebut berharga Rp.000 pada tahun pertama. a. memberikan pendekatan yang cukup baik. Dengan 83 . c. (metode “Original Book” rata-rata profit tiap tahun dibagi dengan biaya awal). Harga notebook tersebut Rp. 16. Hitung rate of return yang sebenarnya sebelum pajak untuk tiap peralatan tersebut.000. 12. Metode depresiasi straight line. hitung rate of return tiap peralatan. 9.000.000 pada tahun-tahun berikutnya.

Fifth Edition. Engineering Economy.. 1982. W. and Richard S. Second Edition. Gant. Surabaya. Ekonomi Teknik. Engineering Economy. Thuesen. and GJ. Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Prentice Hall of India Private Limited.G. 1981. Fabriky. Seventh Edition.. Mc Graw Hill Book Co. Eugene L. H. Leavenworth. Singapore.. Grant Ireson. 1990. Thuesen. 84 . hitung rate of return sebelum dan sesudah pajak dari investasi tersebut. John Wiley and Sons. Singapore. Haryono.menggunakan pajak pendapatan sebesar 48%. WJ. Principles of Engineering Economy. New Delhi.Inc. Leland and Anthony T. Daftar Pustaka: Blank.. 1985.

Sedangkan di Indonesia disusun oleh HPS berdasarkan 150 bahan pokok dan jasa.000. Dalam praktek hal ini jelas tidak relevan.1: Seseorang membeli obligasi seharga Rp. hal ini berarti bahwa secara umum harga-harga pada tahun anggaran 1986-1987 adalah 9. Jadi inflasi menurunkan daya beli uang sesuai dengan waktu.87 %.000 pada tahun 1995 dengan bunga 5% tiap tahun dan dapat diuangkan pada tahun 2010. Contoh 9. Untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan mengkonvirmasikan semua aliran kas ke daya beli tetap (constant purchasing power) berdasarkan laju inflasi (index harga konsumen) yang sesuai.S. Untuk itu telah dikembangkan beberapa metode untuk menghitung laju inflasi (indeks harga konsumen) antara lain di U. Oleh karena itu aliran kas dari suatu investasi harus disesuaikan atau dikonversikan ke daya beli tetap (constant purchasing power).87 % lebih tinggi dari pada tahun anggaran 1985-1986 (dianggap sebagai tahun dasar). Tabel berikut menunjukkan aliran kas dari pembelian obligasi tersebut dan andaikan laju inflasi pada kolom ketiga diketahui : 85 . Andaikan obligasi tersebut dikeluarkan oleh pemerintah sehingga bebas pajak. 10. sehingga dalam analisis ekonomi hal ini sangat diperhitungkan.A. digunakan CPI (consumer price index) yang disusun berdasarkan 400 jenis bahan pokok dan jasa. karena harga-harga tiap tahun cenderung meningkat. Yang berarti daya beli (purchasing power) dari uang cenderung turun dari tahun ke tahun.BAB IX INFLASI Dalam contoh-contoh sebelumnya. Laju inflasi umum di Surabaya berdasarkan perhitungan HPS selama tahun anggaran 1986-1987 naik sebesar 9. analisis dilakukan tanpa memepertimbangkan pengaruh laju inflasi atau kenaikan harga-harga.

000 468. Jadi dapat disimpulkan bahwa suatu investasi dapat menguntungkan jika pengaruh inflasi diabaikan.000 500.000 478.000 500.000 288.500.000 104.400 Aliran kas yang dikonversikan ke daya beli tetap -10.500 195.000 500.000 500.000 238. pada kolom 4.000 10.000.000 314.900 94.000 425.000 = Rp.000.200 100.000 500.400 116.000 256.000 500.900 ) Rp.000 399.000 371. Setelah 116.200 170.000 Pada kolom 2 dimana inflasi tidak diperhitungkan investasi tersebut menguntungkan.500 181.000 500.000.000 pada tahun 1995.000 446.100 147.500.000 500.200 109.000 500.000 349.300 125.000 492. tetapi jika inflasi diperhitungkan mungkin investasi tersebut merugikan. 399.338.300 133.500 97.000 500. yaitu misalnya tahun 2001 akan mempunyai daya beli atau ekuivalen dengan ( 92.000 500. karena kalau dijumlahkan adalah Rp.000 383.000 500.000 500. aliran dikonversikan ke daya beli tetap pada tahun 1995. 7. 86 .000) yang berarti bahwa investasi tersebut merugikan.000 Laju inflasi (CPI) 92.300 dikonversikan ke daya beli tetap pada tahun 1995 diperoleh jumlah hasilnya negatif (Rp.000 500.300 121.000 272.Tahun 1995 96 97 98 99 2000 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 Aliran kas dalam nilai sekarang -10. 500.700 161.

Hitung rate of return dari investasi tersebut dalam daya beli tetap! c.000. yaitu untuk saat sekarang diberi indeks 100.333. Besar pajak tiap tahun adalah Rp.2: Seorang investor ingin membeli sebidang tanah yang luasnya 5 Ha dengan harga Rp. Ditaksir 10 tahun kemudian tanah tersebut laku dijual Rp. Tulis NPW untuk menghitungkan rate of return dari investasi tersebut dalam daya beli tetap (constant purchasing power).35.330 (P/F .500. 10) + 133. Taksir berapa nilai jual tanah tersebut 10 tahun kemudian dalam daya beli tetap? b. yaitu obligasi yang berharga Rp. 1. Staf ahli investor tersebut menyatakan bahwa investasi pada tanah tersebut akan menghasilkan rate of return hampir 20 %. 40.330 b.500.3: Sebagai alternatif yang lain dari pembelian tanah adalah membeli obligasi yang memiliki i = 8% tiap tahun dengan harga 50% dari nilai nominalnya.000. 70. mungkin disebabkan dalam analisisnya tidak mempertimbangkan adanya inflasi.000000. Sehingga hasil perhitungan rate of return-nya lebih tinggi yakni mendekati 20%. Rp.tahun kedua diberi indeks 105. tahun ketiga diberi indeks 110 dan seterusnya. 10 tahun kemudian dapat diuangkan Rp.000 – 1.000 (P/A . 133. Andaikan suku bunga dibayar tetap 1 tahun kemudian. Pertanyaan : a.000.85% c. NPW = 0 = .Contoh 9. 10) dengan interpolasi diperoleh 11.000. Staf ahli investor tersebut menaksir bahwa laju inflasi umum untuk 10 tahun mendatang mendekati laju inflasi arithmetic gradient. Pertanyaan: a.35. i% .35.000.40.000. Contoh 9. i%.000 tiap Ha. Investor tersebut berniat menjual tanah tersebut 10 tahun kemudian.333.000. 87 . Berikan komentar tentang pernyataan staf ahli investor tersebut! Penyelesaian: a.000 x 5 x 100/150 = Rp. Pernyataan staf ahli tersebut bahwa investasi akan menghasilkan rate of return hampir 20%.000.

Dari c) diperoleh : NPW = 0 = ∑ (0 − PT )( P / F .500.000 -1.000 + 5.500.500. i %.500.600 + 4. c. i %.500. Berdasarkan tabel c).000 + 4.500. Penyelesaian : a.000 (P/F.590. n) n =1 10 88 .000 6.862. tulis NPW untuk menghitung rate of return selisih kedua investasi tersebut.000 -1.000 + 5. Hitung rate of return pada soal d) dan interpretasikan hasilnya.000 6. Buat tabel aliran kas (Obligasi – Pembelian tanah) berdasarkan daya beli tetap.333.000 -1.500.000 +∑ ( P / F .000 -1.500.000 -1.000 + 70.000 6.000 d. n) 150 n = 1 1 + 0.166.000 5.000 + 2.000 5. 10) x b.000.480.980.000 -1.600.090.666.000 + 3.000 5.807.369.833.148.5n Dari a) dengan interpolasi diperoleh i = 14.000 + 46.000 5. e. c.500.666.000 + 133. NPW = 0 = .000 + 4.000 -1.000.000 -1.000 5.500. 100 10 5.93 % Tabel aliran kas (Obligasi – Pembelian tanah) dalam daya beli tetap : Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 10 Pembelian tanah -35.000.000 -1.648.869.333. d. i%.b.000 + 4.000 + 4.000 -1.35.433.733. Hitung rate of return dari a).660 ( Obligasi – Pembelian tanah) 0 6.330 - Obligasi 35.000 + 4.000.000.500.000 -81.370.362.

a. 200.000. 300.8 %) d.000 pada tahun pertama. Ditaksir 10 tahun kemudian harga-harga akan meningkat 2 kali lipat dari saat sekarang. Hitung rate of return sebelum pajak (i = 20.3 %) c. 32.700. 2.000.1%) b. dengan menggunakan alat tersebut diharapkan dapat mengurangi gaji perusahaan sebesar Rp. Sebuah perusahaan ingin membeli sebuah alat pengendalian material dengan harga Rp.000 dan berniat menjualnya kembali 10 tahun kemudian dengan harga ditaksir Rp.e. 5. Soal-soal : 1.000 sehingga harga bersih 10 tahun kemudian adalah Rp. dan bertambah Rp. Dari d) dengan interpolasi diperoleh i = 7. Jadi pilih investasi pada pembelian obligasi jika Marr < 7.000.000. tetapi menambah biaya pengoperasian dan pemeliharaan sebesar Rp.000 pada tahun-tahun berikutnya.000.000.000 tiap tahun untuk selama 10 tahun. Jika tanah tersebut dijual 10 tahun kemudian maka ada pajak ekstra sebesar 45% terhadap keuntungan sebesar Rp. 27.74 %.000 pada tahun kedua. Hitung rate of return setelah pajak jika laju inflasi diperhitungkan.300. Hitung rate of return sebelum pajak dan laju inflasi tidak di perhitungkan. 89 .000. Andaikan ada kenaikan gaji karyawan sehingga penghematan sebelum pajak berkurang yaitu Rp.000.000 tiap tahun. tanah tersebut disewakan yang ongkos sewanya cukup untuk membayar pajak atas tanah tersebut. Umur teknis perusahaan tersebut adalah nilai akhir nol. 26. Sistem depresiasi yang digunakan adalah sistem depresiasi SOYD dan pajak sebesar 49%. Selama 10 tahun tersebut. b. 110.300. 100.74 % dan pilih pembelian tanah bila Marr > 7. Rp. 20. Jika laju inflasi tiap yahun 6 %.000.000. Berdasarkan data diatas : a. 320.9%) c. 74 %.000. Hitung rate of return sebelum pajak jika laju inflasi tidak diperhitungkan (i = 7. 1. Hitung rate of return setelah pajak (i = 12. maka hitung rate of return setelah pajak dalam daya beli tetap (i = 10. Sebuah perusahaan membeli sebidang tanah seharga Rp.000. Komisi penjualan sebesar Rp.

346.000.000) dengan pembelian mula-mula (Rp. 110. hitung rate of return setelah pajak dalam daya beli tetap. a. Jika besar pajak 49% tiap tahun maka hitung rate of return setelah pajak.110. Hitung rate of return sebelum pajak dalam daya beli tetap (constant purchasing power).- Dengan mengandaikan laju inflasi tidak diperhitungkan.000 dan alternatif kedua yaitu menyewa tanah tersebut dengan ongkos sewa Rp. 90 . 3. Jika 10 tahun kemudian tanah tersebut laku dijual seharga pembelian mula-mula (Rp.000) dikenai pajak sebesar 49%.000. penerimaan-penerimaan dan pengeluaran-pengeluaran lain adalah sama bila tanah tersebut bila dibeli atau disewa.000 (1.000. maka ongkos sewanya pada tahun ke n adalah Rp. 3.110.110.12)n dan pada akhir tahun ke 10 harga jual tanah tersebut sebelum pajak adalah Rp.461. Jika tanah tersebut dibeli. Selain pajak pendapatan (income taxes). Andaikan laju inflasi umum 12% tiap tahun. hitung rate of return setelah pajak dalam daya beli tetap. Alternatif pertama yaitu membeli sebidang tanah seharga Rp.000 (1. ada pajak kekayaan sebesar Rp. b. Jadi jika tanah tersebut tidak jadi dibeli. - Dengan tanpa melakukan perhitungan berikan jawaban saudara jika inflasi diperhitungkan. Andaikan ada pajak sebesar 49% dan selisih harga penjualan tanah pada akhir tahun ke 10 (Rp. Jika selisih tersebut hanya dikenai pajak 20%.000 tiap tahun.12)10 = Rp.000.000.100. 3. hitung rate of return sebelum dan sesudah pajak.(Bandingkan dengan jawaban a dan b di atas).000 tiap tahun untuk jangka waktu 10 tahun.000.000. Sebuah perusahaan konstruksi ingin memperluas kapasitas tempat penyimpanan alatalat beratnya. 25.000) maka hitung rate of return sebelum pajak.000. 3.000. Berapa besar penambahan rate of return sebelum dan sesudah pajak karena adanya kenaikan gaji karyawan tersebut.

Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making.N. Edisi Pertama. Surabaya. Pujawan. Institut Teknologi Sepuluh Nopember.N.Inc. 2004. 1995. Surabaya 91 . Haryono. 1990. Mc Graw Hill Book Co.Daftar Pustaka: Barish. Ekonomi Teknik. N. Ekonomi Teknik.. Penerbit Guna Widya. New York.

Adanya unsur-unsur ketidakpastian dalam jangka waktu tertentu harus diperhitungkan dalam analisis ekonomi teknik agar supaya diperoleh hasil analisis yang lebih akurat. Komponen teori probabilitas yang banyak digunakan dalam teori penganmbilan keputusan adalah nilai ekspresi (rata hitung) dan variansi (variance). Nilai ekspetasi : ∑ x xP(x). Selama jangka waktu tersebut mungkin terdapat perubahan dari iklim usaha yang sulit diramalkan. karena banyaknya faktor-faktor yang mempengaruhi. Keputusan yang diambil berdasarkan teori probabilitas digolongkan sebagai proses pengambilan keputusan berdasarkan resiko tertentu dan diharapkan dengan penggunaan teori probabilitas analisis yang dilakukan untuk masa depan mendekati situasi yang sebenarnya. baik faktor internal maupun eksternal dari proyek atau perusahaan tersebut.BAB X TEORI KEPUTUSAN TERAPAN Pada umumnya investasi dalam proyek pemerintah dan swasta berlaku untuk jangka waktu yang panjang. bila x diskrit E (x) = ∞ −∞ ∫ xP(x). Dengan teori probabilitas akan diramalkan kejadian-kejadian yang akan timbul pada masa mendatang dengan resiko (derajat kepercayaan) tertentu. Untuk suatu variabel random x : a. Metode kuantitatif yang banyak digunakan untuk memperhitungkan resiko dalam mengambil keputusan karena adanya unsur-unsur ketidak pastian adalah teori probabilitas. bila x kontinyu dimana P(x) f(x) = fungsi probabilitas masa dari x = fungsi padat probabilitas dari x 92 .

25 93 . Ruang eksperimen dari pelemparan 2 uang logam tersebut adalah : S = {(M1 M2).5) = 0. Hitung nilai ekspektasi dan varianci dari jumlah muka yang timbul. B1 = uang logam pertama menunjukkan belakang.50 P (x = 2) = P (B1 B2) = P (B1) P (B2) = (0.25 P(x = 1) = P (M1 B2) = P (B1 B2 ∪ B1 M2) = P (M1) P (B2) + P (B1) P (M2) = (0. B2 = uang logam kedua menunjukkan belakang.5) (0.5) (0. bila x diskrit σ2 (x) = E{x}2 – {E(x)}2 = ∞ −∞ ∫ x2 f(x) dx – {E(x)}2. diperoleh : 0 B1 B2 M1 B2 X= 1 B1 M2 2 M1 M2 P(x = 0) = P (B1 B2 ) = P (B1) P (B2) = (0. (B1 M2). M2 = uang logam kedua menunjukkan muka.5) (0.5) = 0. Varianci : ∑ x x2 P(x) – {E(x)}2.1: Andaikan 2 mata uang yang seimbang dilempar.b. (M1 B2). (B1 B2)} Misal x merupakan variabel random (acak) yang menunjukkan banyaknya muka yang muncul.5) (0. bila Y kontinyu Contoh 10.5) + (0.5) = 0. Penyelesaian : Ambil M1 = uang logam pertama menunjukkan muka.

Contoh 10. andaikan diadakan aturan permainan sebagai berikut : jika tidak ada yang timbul maka kalah Rp. 80(0.25) = Rp. Nilai kemenangan atau keuntungan yang diharapkan (nilai ekspektasi) dari permainan tersebut jika permainan berlangsung lama adalah : E (keuntungan) = .25 E (x) = ∑ x x P (x) = 0(0. 40 (0. Jika 2 muka yang timbul maka menang Rp. jika muka 1 yang timbul maka menang Rp.-.Tabel distribusi probabilitasnya : x 0 1 2 P(x) 0.5 Contoh 10. 40.3 : Dalam suatu proyek pengendalian banjir diusulkan beberapa alternatif untuk membangun tanggul sungai.50) + Rp.25) + 1 (0.5) + 12 (0.Rp.-.. atau expected future worth) dapat digunakan sebagai basis untuk melakukan atau meminimalkan biaya. 100.1.50 0.- Penganmbilan keputusan berdasarkan nilai ekspetasi: Untuk investasi yang memperhitungkan resiko maka perhitungan nilai ekspektasi (misalnya expected present worth.25) – 1 = 0. Data berikut menunjukkan biaya konstruksi dan taksiran kemungkinan terjadinya banjir yang merusakkan yang dikumpulkan selama 50 tahun.2 : Dari contoh 10. 80.50) + 2 (0.25) + Rp.25 0. 15. 100 (0.25) = 1 σ2 (x) = E{x}2 – {E(x)}2 = 02 (0. expected annual equivalents.. 94 .50) + 22 (0.

000. Kolom E menunjukkan biaya awal konstruksi tanggul.000 (A/P.000 dan jika tinggi air sungai 20 kaki maka kerugian yang timbul ditaksir Rp.000 Rp. 100.06)(15.16 3/50 = 0.000.02 Rp. 330. 150.06 2/50 = 0. 300.000.000) = Rp. tentukan alternatif pembangunan yang paling ekonomis. Dengan menggunakan Marr 12 % dan umur teknis tanggul 15 tahun.000 Rp.000 Rp.000 Rp.000 Rp.000.000. 12 %. 450.Tinggi tanggul (kaki) (A) Frekuensi sungai Probabilitas sungai Kerugian yang melewati batas diakibatkan yang Biaya karena pembangunan melewati batas normal tanggul (C) maksimal tanggul (B) sungai melewati batas tanggul (E) tanggul (D) 0 5 10 15 20 25 24 12 8 3 2 1 24/50 = 0.000.000. 550.000 95 . 100.000.000 Rp.04 (200.000) + (0. 0 Rp.02) (300. Penyelesaian : Sebagai basis untuk perbandingan digunakan expected equivalent annual cost karena probabilitas dapat dipandang sebagai kemungkinan tingginya banjir pada suatu tahun tertentu.000) + 0.682. 210. 15) + 0.000 Kolom B atau frekuensi sungai yang melewati batas normal tanggul diperoleh dari pengamatan selama 50 tahun dan kolom C diperoleh dengan membagi masing-masing frekuensi tersebut dengan 50.000. 100. 400. Kolom D merupakan taksiran kerugian yang ditimbulkan oleh banjir yang disebabkan tinggi air disungai melebihi tinggi tanggul.04 1/50 = 0.000) + (0.000. 200.000 Rp.24 8/50 = 0.000.000.000 Rp.16(100. 0 Rp.48 12/50 = 0.000 Rp. Untuk tinggi tanggul kaki : Ekspetasi (EUAC) = 100. dan umur teknis tahun merupakan waktu yang cukup lama. 150. Misalnya jika dibangun tanggul 10 kaki sedangkan pada suatu saat tertentu tinggi dari air sungai 15 kaki maka kerugian yang timbul ditaksir Rp.000.000.000 dan seterusnya.000.000. 53.000.

Pembangunan tanggul yang lebih tinggi dari 10 kaki dapat mengurangi kerugian akibat banjir.000. Beberapa alternatif tertentu memerlukan pengambilan keputusan bertahap/bersyarat (Bayesian approach). 55. b.000.000 (A/P.000) + 0.751. Dalam dunia bisnis. 15) = Rp. Diagram Pohon dalam Pengambilan Keputusan.828. 15) + 0. Penggunaan diagram pohon (decision tree) dalam teori keputusan dan finansial semakin berkembang dewasa ini. Terdapat sangat banyak alternatif yang harus dipilih.000. 80. 15) + 0. Diagram pohon digunakan antara lain bila : a. 46.000.04 (100.000 Untuk tinggi tanggul 15 kaki : Ekspetasi (EUAC) = 330.000.02 (100. Alternatif yang lain adalah memperluas supermarketnya.000.000.000) + 0. 12%.02 (200. kemungkinan keadaan yang dapat terjadi pada masa depan misalnya adalah bisnis dalam kondisi baik. c.000 (A/P.4: Seorang pemilik supermarket ingin memperluas usahanya.000) + 0. tetapi biaya yang dikeluarkan tidak sebanding dengan kerugian yang ditimbulkannya.000 (A/P.000.000 (A/P. 12%. yang dapat 96 . 12%.000.069.000 Untuk tinggi tanggul 20 kaki : Ekspetasi (EUAC) = 450. sedang atau jelek. Terdapat banyak kemungkinan keadaan yang dapat terjadi. Dari hasil penelitian pasar disimpulkan bahwa jika ia ingin melanjutkan usahanya dengan laju pertumbuhan seperti saat ini untuk masa mendatang diperlukan tambahan jam kerja untuk mengoperasikan supermarketnya. Contoh 10.000) = Rp.Untuk tinggi tanggul 10 kaki : Ekspetasi (EAUC) = 210.04 (100. 15) + 0.000) = 68. Untuk tinggi tanggul 25 kaki : Ekspetasi (EUAC) = 550.000.000 Dari hasil perhitungan diatas ekspektasi annual cost yang paling minimum adalah pembangunan tanggul dengan tinggi 10 kaki.04 (150.000) = Rp.480.02 (150.000. 12%.

000. 120.000.000 110.000 Rp.000 Rp.000.000 97 .000 Perluasan Kecil Rp.20%.000.000.000 + 15.60) Buruk (0.000.25) Tak ada perluasan Sedang (0. 145. 100.60) Buruk (0.000.000.000.000 dengan nilai akhir Rp 15.000 – 12.000.000 190.000.000 Perluasn besar Rp.000 Rp.5) 145.15) Baik (0.028.000 108.25) Perluasan kecil Sedang (0.000.15 Tidak ada perluasan Rp.000.000 (P/F.000.000 . 140.5) 10.24.000 100.000.000.5) = = = = = = 128.000.000 15.000 (P/F. 10.000 120.000. 15.000.000 – 12.000 dengan nilai akhir nol dan pemugaran tersebut cukup untuk mengimbangi perkembangan bisnisnya untuk 5 tahun ke mendatang.000 – 41.60) Buruk (0.000 – 41. 115.000 Rp.000 155.000.25) Perluasan besar Sedang (0.000.000 Rp.000.15) 115.000.000.000 + 15.000. 12.000 Rp.000.000 – 12.20%.000.dicapai dengan 2 kemungkinan. Dari studi pendahuluan ( tidak termasuk pajak ) diperoleh data sebagai berikut : NPW sebelum pajak Untuk tiap alternatif Kondisi Bisnis Baik Cukup buruk Taksiran Probobalitas 0.000 10.972.028.000.000.000. Yang pertama adalah dengan memugar supermarketnya dengan menambah ruangan dengan biaya Rp. 10. Yang kedua adalah memugar toko tersebut dengan memperluas sampai 2 kali dari sekarang ( hal ini di sebabkan kemungkinan adanya perkembangan pesat untuk daerah sekitar supermarket tersebut untuk masa mendatang ) dengan biaya Rp 41. Penyelesaian : Dibuat terlebih dahulu diagram pohon sebagai berikut: Baik (0.000 140.000 – 41.000 (P/F. tentukan alternatif mana yang paling ekonomis.000.000 Berdasarkan data tersebut dan dengan i = 20%.60 0.20%.000. 190.25 0.000 + 15.000.000 3.15) Baik (0.000 pada akhir tahun ke–5.

000.25 (115.000(υ(θ32)) Buruk (S3) 10.000(υ(θ23)) -24. = probabilitas dari Sj.000 (υ(θ11)) 128.15 (24.000) + 0.1 98 . = menunjukkan keadaan-keadaan alternatif masa depan j = 1. suatu masalah pengambilan keputusan dapat dinyatakan dalam bentuk matriks keputusan: Ai Sj P(Sj) = menunjukkan alternatif-alternatif yang tidak saling terkait (mutually exclusive). 2.028.972.000) + 0.000.000(υ(θ12)) 108.000.972.000.000) = Rp.4 : Karena adanya bentuk yang simetris dari hasil yang mungkin terjadi.000 (υ(θ21)) 110.000.60 (108. ………….25 (128.028. 2.000 Ekspektasi (PWperluasan besar) = 0.000.000(υ(θ33)) ∑υ (θ j =1 n ij ) P( S j ) …………………………………………………………………10.000) = Rp.028. ……n.000 Ekspektasi (PWperluasan kecil) = 0.000 (υ(θ32)) Sedang (S2) 100. contoh 10. Dengan menggunakan symbol-simbol di atas.000) + 0.000(υ(θ22)) 110. υ(θ ij) = nilai yang berkaitan dengan θ ij atau elemen-elemen dari matriks pay off.000.000.000.60 (110. 90.4 dapat ditulis dalam bentuk : Alternatif Tak ada perluasan (A1) Perluasan kecil (A2) Perluasan besar (A3) P (Sj) (υ(θij)) dalam hal ini merupakan PW dari diagram pohon.101. Formulasi matriks contoh 10. 97.000) + 0.250.000) = Rp.000) + 0.000 Dari perhitungan diatas pilih alternatif melakukan pemugaran dua kali lipat dari kapasitas sekarang karena menghasilkn nilai ekspetasi uang sekarang yang terbesar dibandingkan dua alternatif yang lain .Ekspektasi (PW tak perluasan ) = 0.n. I = 1. Rumus umum untuk expected present worth (EPW) dari tiap alternatif adalah : EPW (Ai) = Baik (S1) 115.028. dimana ∑ P( S j =1 m j ) =1 θ ij = menunjukkan alternatif Ai dengan keadaan Sj.15 (10.25 (115.000(υ(θ13)) 3.15 (3.250.000.000.60 (100.000) + 0.000.000.

000K tiap tahun.8 jika 3 tahun pertama adalah jelek.000 ( 0. 150.000K. Perusahaan PALAPA harus melakukan salah satu pemilihan dari 3 alternatif proposal yang diajukan.000.000 ( 0.000 ( 0.000.000 = 155.000.000.000K. jika kondisi bisnis dalam 3 tahun mendatang baik maka penggunan komputer besar akan menghemat pengeluaran Rp.972. Probabilitas atau kemungkinan kondisi bisnis baik untuk 3 tahun mendatang adalah 0. Marr yang digunakan setelah pajak adalah 15 %.15 ) = 97. Data berikut merupakan biaya alternatif tersebut dengan 3 kondisi masa depan yang mungkin timbul.60 ) + 10.25 )+ 100.15 ) = 101. umur teknis 10 tahun dengan nilai akhir nol.028. Dengan menggunakan Marr 30% sebelum pajak.028. berikan rekomendasi yang harus dipilih oleh perusahaan tersebut.250. probabilitas kondisi bisnis baik untuk 3 tahun berikutnya adalah 0.50 jika 3 tahun pertama adalah baik dan 0. tetapi jika kondisi bisnis jelek hanya dapat menghemat Rp. 150.15 ) = 90.000 Soal-soal: 1.000 = 128.25 )+108.000 ( 0.Dari tabel diatas diperoleh : EPW ( A1 ) EPW ( A2 ) EPW ( A3 ) = 115000. Penggunaan komputer kecil dapat menghemat Rp.000K tiap tahun untuk selam 3 tahun jika kondisi baik. Andaikan sebuah perusahaan ingin sebuah komputer untuk meningkatkan efisiensi sistem pengendalian produksinya.000K/tahun dan persewaan tersebut dapat diperbaharui. Untuk menyederhanakan masalah diandaikan ada 2 alternatif proposal yang harus dipilih salah satunya. yaitu S1 : ada perbaikan ekonomi. 99 . 2. 100.000.000K tiap tahun.60 ) + 3. 150.000 ( 0. S2 : ekonomi stabil dan S3 : ekonomi jelek. tetapi jika kondisi bisnis selam 3 tahun mendatang jelek penghematan komputer tersebut hanya Rp. 200.000 ( 0. Alternatif pertama adalah menyewa sebuah komputer besar untuk 3 tahun dengan ongkos sewa Rp.250.000 ( 0.7.60 ) + 24.000 ( 0. 350. umur teknis komputer kecil adalah 6 tahun dan nilai akhir pada tahun ketiga diabaikan.25 )+110. Alternatif kedua adalah membeli sebuah komputer kecil dengan harga Rp. Andaikan digunakan depresiasi straight line.000 ( 0.028. pajak pendapatan 50%.

Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making. P(S2) = 0. Edisi Pertama. Ekonomi Teknik.Inc.000.000 S3 14.000 25.000 3.000 Modal kerja antara lain diperlukan untuk biaya inventaris.000 22.200. Surabaya 100 .000 15.000 S1 18.5.000 80.000 30.000.N.N.000. Mc Graw Hill Book Co.2. buatlah matrik keputusannya setelah pajak. 1995.200. Penerbit Guna Widya.Penerimaan dikurangi pengeluaran Investasi Modal Alternatif A1 A2 A3 Peralatan 40. N.000 2000.500.600. Berdasarkan data diatas.2000.600.000. Andaikan juga P(S1) = 0. tanpa dikenai pajak.000.000..000. Pujawan.000 (kecuali pajak pendapatan) S2 16. New York.000 Modal Kerja 10.000 8.000 10. Daftar Pustaka: Barish.3.000.000 12. tidak dipengaruhi pajak pendapatan dan diandaikan dapat diperoleh kembali secara penuh pada akhir tahun ke 10. 2004. P(S3) = 0.

Misal: biaya tanah. biaya gedung dan sebagainya Biaya-biaya yang besarnya secara langsung berkorelasi dengan volume produksi. biaya tenaga kerja langsung dan sebagainya. mengukur. yang dihitung dengan persamaan-persamaan rumus bunga selama periode satu tahun bunga tahunan termasuk efek b. a. Nilai tingkat bunga yang sebenarnya. Jumlah uang yang menjadi kompensasi atas peminjaman sejumlah uang pada suatu periode waktu.APPENDIX A DAFTAR ISTILAH DALAM EKONOMI TEKNIK Akuntansi (accounting) - Aliran kas (cash flow) Analisa manfaat-biaya (benefit cost analysis) - Analisa resiko - Analisa sensitivitas - Biaya-biaya tetap (fixed cost) Biaya-biaya variabel (variable costs) - - Bunga (interest) - Bunga efektif (effective interest) - Bunga majemuk (compound interest) - Proses untuk mengidentifikasikan. Misal: untuk mengetahui sebagaimana pengaruh perubahan tingkat suku bunga terhadap NPV yang bisa diperoleh dari suatu investasi Biaya-biaya yang besarnya tidak dipengaruhi oleh volume produksi. Tingkat pemajemukan dari setiap periode yang kurang dari satu tahun Suatu jenis bunga dimana besarnya bunga pada suatu periode dihitung berdasarkan besarnya induk ditambah dengan besarnya bunga yang telah terakumulasi pada periode sebelumnya. b. meringkas dan mengkomunikasikan informasiinformasi ekonomi sehingga dapat dipakai penunjang dalam menghasilkan keputusan Aliran keluar masuknya uang tunai (kas) pada sebuah perusahaan atau organisasi Suatu analisa yang dilakukan untuk menilai kelayakan proyek-proyek pemerintah (sektor publik) dengan membandingkan manfaat yang bisa dirasakan oleh masyarakat umum dengan biaya yang dikeluarkan oleh sponsor proyek (pemerintah) Suatu analisa yang memberikan gambaran tingkat ketidakpastian (resiko) yang dihadapi oleh suatu keputusan (investasi) Suatu analisa yang digunakan untuk mengetahui seberapa sensitif suatu keputusan terhadap perubahan-perubahan variabel yang mempengaruhi. Ongkos penggunaan modal (capital) a. Bunga majemuk sering disebut juga dengan istilah bunga berbunga 101 . Misal: biaya bahan baku.

Disiplin ilmu yang digunakan untuk menganalisa aspek-aspek ekonomi dari usulan investasi yang bersifat teknis Pengeluaran-pengeluaran yang dikonversi menjadi pendapatan ekuivalen tahunan yang seragam Pendapatan-pendapatan atau pemasukan-pemasukan yang dikonversi menjadi pendapatan ekuivalen tahunan Perubahan harga diferensial yang mengakibatkan harga beberapa komoditi berubah pada tingkat yang berbeda dari perubahan harga yang terjadi secara umum Suatu nilai ROR (rate of return) yang diperoleh dengan asumsi bahwa hasil investasi diinvestasikan kembali pada proyek lain yang ROR-nya berbeda dengan ROR proyek atau investasi saat ini Perbandingan antara harga beberapa komoditi pada suatu hari terhadap harga-harga komoditi tersebut pada hari-hari lain 102 . dimana garis horisontal menunjukkan skala waktu dan garis vertikal menunjukkan besarnya aliran kas pada periode yang bersangkutan Suatu proses untuk menentukan nilai sekarang dari sejumlah uang yang nilainya beberapa periode mendatang diketahui.Bunga nominal (nominal interest) Bunga sederhana (simple interest) Capitalized cost - - - Capitalized worth Deflasi Depresiasi Deret gradien (gradient series) Deret seragam (annual worth) Diagram aliran kas (cash flow diagram) - - Diskonting (discounting) - Ekonomi teknik (engineering economy) Equivalent Uniform Annual Cost (EUAC) Equivalent Uniform Annual Revenue (EUAR) Eskalasi - - - External Rate of Return (ERR) - Indeks harga (price index) - Tingkat bunga tahunan yang mengabaikan pemajemukan pada periode-periode yang kurang dari setahun Bunga yang dihitung hanya dari induk tanpa memperhitungkan bunga yang telah diakumulasikan pada periode sebelumnya Nilai sekarang dari deret seragam yang berupa ongkos yang berlangsung dalam waktu yang tak terhingga lamanya Nilai sekarang dari deret seragam yang berlangsung dalam waktu yang tak terhingga lamanya Peristiwa terjadinya penurunan harga-harga barang. jasa atau faktor-faktor produksi secara umum Penurunan nilai suatu aset atau properti karena waktu dan pemakaian Sederetan penerimaan atau pengeluaran tunai yang meningkat atau menurun dengan jumlah yang tetap selama beberapa periode yang berurutan Pengeluaran atau penerimaan yang jumlahnya tetap tiap periode selama jangka waktu tertentu Ilustrasi grafis dari transaksi-transaksi ekonomi yang dilukiskan pada garis skala waktu.

Biasanya merupakan pengurangan nilai jual asset tersebut dengan biaya yang diperlukan untuk memindahkannya. hutang dan kepemilikan) dari suatu organisasi pada saat tertentu. Nilai dari semua pengeluaran atau pemasukan selama horison perencanaan yang dikonversi ke suatu titik yang didefinisikan sebagai waktu mendatang. Perkiraan nilai suatu asset pada akhir umurnya. 103 . Nilai dari semua pengeluaran atau pemasukan selama horison perencanaan yang dikonversi ke suatu titik yang didefinisikan sebagai waktu sekarang (periode nol) Nilai netto dari semua pemasukan dan pengeluaran selama horison perencanaan yang dikonversi ke suatu titik yang didefinisikan sebagai waktu mendatang.jasa atau faktor produksi secara umum Suatu nilai rate of return (ROR) yang diperoleh dengan asumsi bahwa semua hasil investasi diinvestasikan kembali pada proyek yang ROR-nya sama Suatu pengeluaran atau pengorbanan yang dilakukan untuk suatu harapan dimasa yang akan datang Laporan yang menunjukkan hasil suatu operasi selama satu periode akuntansi yang berisi informasi secara sistematis tentang seluruh pendapatan dan beban perusahaan untuk tahun buku yang bersangkutan Kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajibankewajiban jangka pendeknya Semua manfaat positif yang akan dirasakan oleh masyarakat umum dengan dibangunnya suatu proyek Nilai minimal dari tingkat bunga yang dapat diterima oleh investor sebagai patokan untuk menetapkan layak tidaknya suatu usulan investasi dilaksanakan Dana atau sumber dana yang digunakan untuk membangun atau meneruskan operasi suatu proyek atau usaha Laporan yang berisi informasi posisi finansial (aset.Inflasi Internal Rate of Return (IRR) - Investasi (investment) Laporan rugi laba (income statement) - Likuiditas (liquidity) Manfaat (benefit) Minimum Attractive Rate of Return (MARR) Modal (capital) - - Neraca (balance sheet) - Nilai buku (book value) Nilai harapan (expected value ) - Nilai mendatang (future worth) Niali sekarang ( present worth) - - Nilai sekarang netto (net present worth) Nilai sisa (salvage value) - - Peristiwa terjadinya kenaikan harga-harga barang. biasanya pada akhir tahun fiskal Nilai awal suatu aset atau properti setelah dikurangi akumulasi nilai depresiasi nilai sampai saat itu Nilai rata-rata berbobot yang diperoleh dari penjumlahan semua nilai-nilai yang mungkin terjadi setelah dikalikan dengan probabilitas terjadinya masing-masing nilai tersebut.

Suatu tingkat bunga yang menyebabkan NPV suatu investasi = 0 b. Tingkat bunga (penghasilan) yang diperoleh dari suatu investasi ROR biasanya dinyatakan dalam persen Rasio dari bunga yang dikenakan terhadap induk dalam suatu periode waktu dan biasanya dinyatakan dalam persentase terhadap induknya a. banyaknya penjualan dan sebagainya. Titik yang dinyatakan variabel output. dan sebagainya. ongkos tenaga kerja langsung. Jumlah periode (tahun) yang diperlukan untuk mengambalikan (menutup) ongkos investasi awal dengan tingkat bunga tertentu a. baik yang berasal dari penjualan maupun pendapatan bunga selama satu periode akuntansi. misal: volume produksi.Ongkos langsung (direct cost) - Ongkos marjinal (marginal cost) Pendapatan kapital (capital gain) Pendapatan kotor (gross income) Pendapatan kena pajak (taxable income) Periode pengambilan (payback period) Rate of Return (ROR) - - - - - Tingkat bunga (interest rate) Titik impas (break even point = BEP) - - Umur depresiasi (depresiable life) Umur teknis (working life) - Ongkos. misalnya ongkos bahan baku. dimana total pengeluaran sama dengan total pemasukan b. Pendapatan yang diperoleh apabila harga jual asset melebihi harga belinya. Ongkos yang diperlukan untuk meningkatkan satu unit output pada tingkat produksi tertentu. Titik yang menyatakan variabel output dimana dua alternatif sama baiknya ditinjau dari sudut ekonomi c. Jumlah pendapatan yang akan dikenakan pajak pendapatan yang sesuai dengan peraturan perpajakan yang berlaku. Jumlah semua pendapatan.ongkos yang secara langsung berkaitan (berkorelasi) dengan pembuatan suatu produk. Pendapatan kapital disini adalah harga jual dikurangi harga beli asset tersebut. lama operasi. Titik yang menyatakan variabel output dimana biaya-biaya membuat sama dengan biaya-biaya membeli suatu produk Waktu dimana suatu aset atau alat boleh didepresiasi Periode waktu dimana suatu alat atau aset masih bisa dioperasikan dengan baik 104 .

APPENDIX B TABEL PEMAJEMUKAN DISKRIT DAN PEMAJEMUKAN KONTINYU 105 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful