BAB I PENDAHULUAN

Analisia ekonomi teknik adalah beberapa metode yang digunakan untuk menganalisis alternatif-alternatif mana yang harus dipilih secara sistematis, sesuai dengan kondisikondisi tertentu. Pengertian-pengertian dasar ekonomi yang banyak di gunakan disini adalah aliran kas (cash flow), pengaruh waktu terhadap nilai uang (time value of money), ekuivalensi (equivalence), suku bunga majemuk, suku bunga nominal dan efektif. Pemahaman pengertian-pengertian tersebut sangat bermanfaat dalam mempelajari ekonomi teknik. Metode-metode yang banyak digunakan oleh para ahli teknik dapat di

kelompokkan sebagai berikut: nilai uang sekarang (present worth), biaya tahunan / periode (annual cost), suku bunga investasi (rate of return), pemanfaatan biaya (benefit cost ratio), penyusutan/penghapusan (depreciation), dan pajak pendapatan (income taxes). Jika inflasi diperhitungkan, maka analisis harus dilakukan dalam daya beli tetap (constant purchasing power). Penerapan teori keputusan (decision theory) dalam ekonomi teknik dewasa ini berkembang, yang tujuannya adalah untuk mendapatkan hasil analisis yang lebih akurat dengan resiko tertentu.

Aliran Kas (Cash Flow) Pada umumnya langkah pertama dalam menganalisis masalah ekonomi adalah membuat tabel aliran kas, sehingga dari tabel tersebut dapat di ketahui perkembangan uang sesuai dengan waktu. Contoh 1.1. Misal seseorang membeli mobil baru seharga Rp. 15.000.000,-. Biaya pengoperasian dan pemeliharaan pada akhir tahun pertama adalah Rp. 800.000,-, pada akhir tahun kedua Rp.900.000,-; pada akhir tahun ketiga Rp. 110.000,- dan pada akhir tahun keempat Rp.1.200.000,-. karena biaya pengoperasian dan pemeliharaan tiap tahun cenderung meningkat maka pemilik mobil tersebut ingin menjual mobilnya pada akhir tahun keempat seharga Rp. 6.000.000,-.

1

Dari data di atas dibuat tabel aliran kas sebagai berikut : Keterangan Permulaan thn pertama Akhir thn pertama Akhir thn kedua Akhir thn ketiga Akhir thn keempat Tahun 0 1 2 3 4 Aliran Kas - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. + Rp. 15.000.000,800.000,900.000,1.100.000,1.200.000,6.000.000,-

Secara grafik, tabel di atas dapat di gambarkan sebagai berikut :
6.000.000 15.000.000 800.000 900.000 1.100.000 1.200.000

0

1

2

3

4

Gambar 1.1. Diagram Contoh 1. Contoh 1.2 : Suatu perusahaan pada bulan Januari 2001 membeli mesin tik merek PALAPA seharga Rp. 500.000,- dengan garansi 2 tahun (oleh karena itu ongkos reparasi tahun 2001 dan 2002 tidak ada). Dalam tahun 2003 ada ongkos reperasi Rp. 86.000,dalam tahun 2004 sejumlah Rp. 130.000,- dan dalam tahun 2005 sejumlah Rp. 140.000,-. Pada tahun 2005, mesin tik tersebut di jual seharga Rp. 300.000,-. Tabel aliran kasnya sebagai berikut : Keterangan Mulai tahun Akhir tahun Tahun 2001 2001 2002 2003 2004 2005 Aliran Kas - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. 500.000,0,0,86.000,130.000,-

+ Rp. 160.000,-

2

Dianalogikan menjadi: Tahun 0 1 2 3 4 5 Aliran Kas - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. 500.000,0,0,86.000,130.000,-

+ Rp. 160.000,-

Konsep Nilai Uang Terhadap Waktu. Nilai uang Rp. 10.000,- sekarang lebih tinggi daripada nilai Rp. 10.000,- tahun depan, apalagi dalam periode atau jangka waktu yang lebih panjang. Untuk mempelajari nilai uang untuk masa yang panjang di perlukan pengertian suku bunga (interest rate). Misal seseorang meminjam modal Rp.100.000,-; dengan bunga Rp. 1.500,- tiap bulan. Bunga :
1500 = 0,015 = 1,5 % tiap bulan 100.000

Dalam satu tahun bunga tersebut adalah (1,5 %) x 12 = 18 %, dan di sebut suku bunga

nominal (sederhana). Tetapi dalam prakteknya orang tersebut dalam satu tahun
membayar suku bunga lebih tinggi, yang di sebut suku bunga majemuk (effective interest

rate), dengan perhitungan sebagai berikut :
Bulan
0 1 2

Modal yang dipinjam
100.000 100.000 + 0,015 (100.000) = 100.000 (1 + 0,015) = 101.500 100.000 (1 + 0,015) + 0,015 (100.000 (1 + 0,015)) = 100.000 (1 + 0,015)2 = 103.200 100.000 (1 + 0,015) + 0,015 (100.000 (1 + 0,015) ) = 100.000 (1 + 0,015)3 = 104.570
2 2

3

• • •
12

Jadi besar suku bunga yang dipinjam adalah

119.560 − 100.000 = 0,1956 100.000

= 100.000 (1 + 0,15)12 = 119.560

= 19,56%, yang

berarti lebih tinggi 1,56 % dari suku bunga nominal. Secara umum jika, jika i adalah suku

3

000.000.046 atau Rp. 6 bulan. di peroleh r 1 1 F = P ( 1 + ) r k n = P (1 + ) k r n k k 1 Dari kalkulus : Li P (1 + ) k r n = P e r n………………………… k K ∞ Dimana e r n adalah suku bunga majemuk kontinyu.015)2 – 1 = 0.- Di samping kedua suku bunga tersebut.03 atau Rp. 1. 1 kuartal dan sebagainya) dan m menunjukkan jangka waktu modal tersebut didepositokan atau di investasikan maka : Suku bunga majemuk = (1 + i)m – 1 …………………………… Dalam ekonomi teknik.pada sebuah Bank yang membayar bunga 1½ % tiap 3 bulan.: i = (1 + 0. suku bunga majemuk lebih sering di pakai daripada suku bunga nominal. 15. jumlah deposito tersebut menjadi F = P (1 + Jika di ambil k = r mn ) m m . 4 .: i = (1 + 0.000. 9 bulan dan 1 tahun.000.015)3 – 1 = 0. Penyelesaiannya : i = 1 ½ % = 0.015)4 – 1 = 0. 46.000.000.015 3 bulan 6 bulan 9 bulan 1 tahun : i = (1 + 0.bunga tiap periode (misalnya 1 bulan.015 atau Rp.: i = (1 + 0. Contoh 1.061 atau Rp. Misal seseorang mendepositokan uangnya sejumlah P. dan dalam setahun ada m periode (misal m tiap kuartal) maka jumlah uang di depositokan pada akhir tahun tersebut adalah : F = P (1 + r m ) m Setelah n tahun. 61. Tentukan bunga yang diperoleh orang tersebut setelah 3 bulan. suku bunga tiap tahun r. ada suku bunga lain yang sering digunakan yaitu suku bunga majemuk kontinyu (continuous campounding of interest). 30.015)1 – 1 = 0..3 : Seseorang mendepositokan uangnya Rp.

Rp.964.309. uang Rp.964. Ekuivalen merupakan konsep yang sangat penting dalam analisis ekonomi teknik dan di gunakan antara lain untuk memilih alternatif yang terbaik diantara 2 alternatif atau lebih.000 + 1.10 (550.09) = 1.10 (500.000) = 665.000.4 : Misal seseorang mendepositokan uangnya Rp.10 (605.000 e 3 (0. 1.800.5 Jadi jumlah uangnya pada akhir tahun ketiga adalah Rp.Rp.100 + 1.sekarang akan ekuivalen dengan berapa untuk 3 tahun mendatang. 665. 5. Contoh 1..6 : Misal ada 2 alternatif A dan B dengan tabel aliran kas sebagai berikut: Tahun 0 1 2 3 Alternatif A . 1.5 : Dengan suku bunga 10% / thn.500 Akhir tahun pertama : kedua ketiga : : Jadi uang sejumlah Rp.000 sekarang berbeda dengan Rp. 500.000) = 605.100 5 .000 + 0.. Tahun 0 (sekarang) : Ekuivalensi 500. 5. 2.000 tiga tahun mendatang.5 Ekuivalensi Dari pangalaman.309.100 + 1. Contoh 1.di suatu bank dengan suku bunga 9% pertahun untuk selama 3 tahun.000. 500. 2.000) = 550.500 pada tiga tahun mendatang.000 605.000 + 0.000 500.000 550.000 + 800 + 800 + 800 B .Contoh 1.000. nilai Rp.000.000 sekarang akan ekuivalen dengan Rp. Maka jumlah depositonya pada akhir tahun ketiga adalah : F = 1.000.000 + 0.

1990. Hitung suku bunga nominal dan majemuk dalam setahun.Inc. dilakukan perhitungan ekivalensinya.1 %/hari secara kontinyu. 2004. 3. untuk membandingkan kedua alternatif tersebut. Ekonomi Teknik.Investasi B lebih besar dari A. Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making.. Suku bunga suatu bank adalah 2 % tiap bulan. Mc Graw Hill Book Co. Ekonomi Teknik. 12 % tiap kuartal c). Daftar Pustaka: Barish. N. 12 % tiap bulan 2. Surabaya 6 . Penerbit Guna Widya. tapi tidak dapat disimpulkan bahwa alternatif B lebih baik dari A. Edisi Pertama.N. 0. Institut Teknologi Sepuluh Nopember. 1995. New York. sehingga keuntungan atau penghematan tiap tahunnya lebih besar dari A.1 % tiap hari b). Hitung suku bunga majemuk dalam setahun jika diketahui suku bunga adalah : a). Pujawan. Surabaya. Hitung suku bunga majemuk dalam setahun bila suku bunga adalah : a).N. Haryono. 12 % tiap enam bulan b). Soal-soal : 1. 0.

. Faktor jumlah bergabung Misal sekarang ada uang sejumlah P dan diinvestasikan dengan suku bunga 1 tiap tahun.. 1.1 (F/P ... Pembayaran Tunggal. i% ... n).. F dan A sebagai fungsi dari i dan n adalah : A.. Diperoleh : Tahun Jumlah uang awal periode + Suku bunga akhir periode = Jumlah uang akhir tahun 0 1 2 3 • • • n P P P (1 + i) P (1 + i)2 • • • P (1 + i)n-1 + + + + Pi Pi (1 + i) Pi (1 + i)2 • • • Pi (1 + i)n-1 = = = = P P (1 + i) P (1 + i)2 P (1 + i)3 • • • P (1 + i)n = Jadi jika jumlah uang sekarang P...2. 7 . n) = (1 + i)n disebut faktor jumlah bergabung.... yang nilai-nilainya telah ditabelkan.BAB II EFFECTIVE INTEREST RATE Simbol-simbol : i = suku bunga tiap periode n = jangka waktu / umur teknis P = jumlah uang sekarang (present worth) F = jumlah uang mendatang (future worth) A = pembayaran seri merata(anuitas) G = pembayaran secara gradien Hubungan antara P....... maka pada akhir tahun ke n menjadi P (1 + i)n atau nilai P akan ekuivalen dengan P (1 + i)n setelah n tahun.. yakni: F = P (1 + i)n = P (F/P ... i% ...

F = Rp.791.000.000.10)3 = 1.Secara Grafis : P = 1. uang Rp.2 : Beberapa modal yang harus diinvestasikan pada 1 Januari 1995.P = F (P/F.dengan bunga 6% pertahun? Penyelesaian : n = 10.n) ………………………2.. 1..Jadi modal yang harus diinvestasikan adalah Rp.Jadi nilai ekuivalennya adalah Rp.000. Faktor terpendam (sinking fund factor) Tinjau situasi berikut: 8 .000 (F/P.000.000. P = F (1 +i).331. 1. 10 %.000 (1 + 0.000.000 0 1 2 3 n Gambar 2.000.Contoh 2.791.3310) = Rp.000. 2.000.2 (P/F.n disebut faktor jumlah sekarang.1 : P ekuivalen dengan F. 1.000.000 .000.1) Dari rumus 2.000(1. 1. 1.000.i %.i %. agar pada 1 Januari 2005 modal tersebut menjadi Rp. n) = (1 + i). Contoh 2.000 (0. Faktor jumlah sekarang (kebalikan dari rumus 2.- B. 1.akan ekuivalen dengan berapa dalam 3 tahun ? Penyelesaian : P = 1.1: Dengan bunga 10 % pertahun. Pembayaran Seri Merata 1.000.n = F (P/F.791. 3) = 1.1. 1.000.331.000.331.000 F = 1. 10) = 1. 6 %.10 F = 1.5584) = Rp. i = 0.

n) ………………………2.3 F(A/F.2) : F A A A A A 0 1 2 3 n-1 n Gambar 2.i %.i %. + (1 + i )n – 1 Ruas kiri dan kanan dikalikan (1 + i ). diperoleh (1 + i ) F = A (1 + i ) + (1 + i )2 + (1 + i )3 ………… + (1 + i )n = A∑ (1 + i ) t t =1 n Kurangkan dengan persamaan mula-mula diperoleh : i F = A (1 + i)n – 1 A=F i (1 + i ) n − 1 = F(A/F..n) = i disebut faktor terpendam (1 + i ) n − 1 9 .Modal sejumlah A diinvestasikan pada tiap akhir tahun selama n tahun (lihat Gambar 2.2 : Pembayaran merata A ekuivalen dengan F Tahun Investasi Nilai investasi pada tahun ke n 1 2 3 • • • n A A A • • • A A (1 + i)n-1 A (1 + i)n-2 A (1 + i)n-3 • • • A F = A 1 + (1 + i ) + (1 + i )2 + (1 + i )3 + ………….

suku bunga tiap tahun adalah 6 %. i %. n) = i (1 + i ) n disebut faktor pengembalian modal (1 + i ) n − 1 Secara Grafis : P A A A A 0 1 2 3 n Gambar 2.000.3 : P ekuivalen dengan A Contoh 2. 10. Jika bunga 1 % maka hitung besar angsuran tersebut. 10. 184.000. i = 1½ % A = F(A/F. i %.i %. 1.4 (A/P. 10 .dengan uang muka Rp. sehingga pada akhir tahun ke 10 ia memiliki uang Rp. Faktor Pengembalian Modal (Capital recovery factor) Dari rumus 2.3 diperoleh : A=F i (1 + i ) n i i n = P (1 + i) = P (1 + i ) n − 1 (1 + i ) n − 1 (1 + i ) n − 1 Atau A = P (A/P.40) = 184..200.000. n) = 10.000 Jadi ia harus mendepositokan sebesar Rp. n = 40. 1 ½ .000 tiap 3 bulan.1 dan 2.000 (A/F..dan sisanya diangsur selama 48 bulan dengan angsuran sama.3 : Misal seseorang ingin mendepositokan uangnya setiap 3 bulan. Pemyelesaian : F = Rp.240..000. 2.000 . berapa yang harus ia depositokan tiap 3 bulan.000. 6.4: Misal seseorang ingin membeli sepeda motor seharga Rp.Contoh 2. n) ………………………………2.000.

Dari rumus 1.0263) = Rp. 130.200 (5. n) = 4. n) disebut faktor jumlah sekarang Contoh 2. Penyelesaian : A = Rp.2.960.200. A = Rp. n) ……………………. i %.960.dengan suku bunga 6% / tahun .11 .000 (F/A. n = 7 .3. n) i F = A (F/A.700.Penyelesaian: P = 6.4.2. i = 1 % / bulan A = P (A/P. i %. 179.. 1. i %. diperoleh A=F i (1 + i ) n − 1 F=A (1 + i ) n − 1 = A (F/A. 6 %.000 F = A(F/A.5 (F/A. 7) = 179. i %.240. n) disebut faktor jumlah bergabung (untuk pembanyaran seri merata) Contoh 2.000 (0. 100. 130. i %.200.000 N = 48 bulan.179.000. i %.582) = Rp.06.000.000 (A/P. 5) = Rp..- 4.450 3.6 i (i + 1) (P/A. n) = 100. i %.200 P = A (P/A.450 Jadi besar angsuran tiap bulan adalah Rp. i %. Faktor jumlah sekarang (untuk pembayaran seri merata). n) ……………………………………….5: Seseorang mendepositokan uangnya tiap akhir tahun sebesar Rp. Faktor jumlah bergabung Dari rumus 2.960.000 = 4. Penyelesaian : i = 0.000 – 1. 100.6: Berapa yang harus didepositokaan 1 Januari 2000. diperoleh P=A (1 + i ) n − 1 = A (P/A. 6 %. 48 ) = 4. Berapakah uang yang dimilikinya pada akhir tahun ke 5. 563.000.selama 7 tahun dengan suku bunga 6 % tiap tahun. agar tiap tahun dapat diambil Rp.

pada tahun kedua Rp.umur teknis 6 tahun dan nilai akhir (salvage value) nol.-. + (1+i)2 + (1+i) .C.700..-. pada tahun ketiga Rp.-. Biaya pengoperasian dan pemeliharaan (antara lain pajak.4.tiap tahun.. Pembayaran Seri Tidak Merata Contoh masalah : Biaya pemeliharaan suatu mesin selalu bertambah sesuai dengan umur mesin tersebut. + (1+i)2 + (1+i) + 1i i G (1 + i ) n − 1 nG − i i i (1 + i ) n − 1 i nG i − n i (1 + i ) − 1 i (1 + i ) n − 1 Jadi : A= G i = G nG i − i i (1 + i ) n − 1 12 .Secara umum: P (n-1)G 2G 1G 0G 3G 0 1 2 3 4 n Gambar 2. 1.000. biaya energi dan sebagainya) ditaksir pada tahun pertama Rp. asuransi. 200.000.000..000.900. Misal sebuah mesin dalam kondisi baru berharga Rp. gaji karyawan. Jadi sebagai gradien (G) adalah Rp.... + + i i i i G (1+i)n – 1 + (1+i)n – 2 + ….000. 1.000.(n-1) i G nG (1+i)n – 1 + (1+i)n – 2 + ….1.. demikian seterusnya naik Rp.. 6. Grafik Gradien Diperoleh : F=G = = F = (1 + i ) n −1 − 1 (1 + i ) n − 2 − 1 (1 + i ) 2 − 1 (1 + i ) − 1 + + .200.000.500.

842) = Rp. n) = (A/G.657. 6 %. i %. Faktor konversi gradien untuk nilai uang sekarang Dengan penalaran yang sama maka diperoleh : P = G (P/G. i %.untuk selama 7 tahun.210) + 35.200.000 (P/G. n) disebut faktor konversi gradien untuk pembayaran seri merata. n) (P/A. Faktor konversi gradien untuk pembayaran seri merata.657. Penyelesaian: P 400. dan naik tiap tahun Rp.000 (6.7 : Biaya pengoperasian dan pemeliharaan suatu mesin pada akhir tahun pertama adalah Rp. i %.000. 8) + 35.155.000 190. Contoh 2. 35. n) (A/G. i %.000 225.000 0 1 2 3 8 P = 155. 6 %.. (2).000 155. 8) = 155. i %.000. Hasil diatas sebagai : A= G nG i 1 n i − =G − n i i (1 + i ) − 1 i i (1 + i ) n − 1 A = G(A/G. Berapakah uang yang harus disediakan sekarang untuk pengoperasian dan pemeliharaan selama 8 tahun jika suku bunga 6% tiap tahun. n) disebut faktor konversi gradien untuk nilai uang sekarang.000 (P/A.000 (19. 1. i %.Jadi jumlah uang yang diperlukan sekarang adalah Rp.200.-.- 13 .(1). n) (P/G. 1.

200.200.000.6139) = 736.05 P1 = F1 (P/F.200. n4 = 20.200.200.000 1. 5%. dan 4 tahun kemudian Rp.706. Rp.300 Jadi modal yang harus diinvestasikan adalah: P = P1 + P2 + P3 + P4 = Rp. i = 0.462) P = Rp. n3 = 15.000. 1. 2 tahun kemudian Rp.200.000. 1. agar dapat disediakan Rp. Contoh 2. 5 %.200 P4 = F4 (P/F.000.000.200. semua dengan suku bunga sama yaitu 8 %.200.4810) = 572.000 (0.200.700 P3 = F3 (P/F.300 ( perbedaan kecil timbul.000 .200.000 pada tahun ke 20? Penyelesaian : P 1.Contoh 2.000 (0.200.706.000 F3 = 1.1. 5 %. F1 = 1. karena F1 = F2 = F3 = F4 : P = F (A/F.400 Cara langsung.200 P2 = F2 (P/F.200.8: Berapa modal yang diinvestasikan sekarang dengan suku bunga 5%.000 pada tahun ke 5. 1.200. 20) = 1.000 1. Rp.200. n2 = 10. 5 %. F4 = 1. 1. 2. 10) = 1. F2 = 1.500.200.000 1.7835) = 940.1. 20) = 1.000. 15) = 1. 2. 5) = 1.000 (0.200.18097) (12.9 : Seseorang mendepositokan uangnya sekarang Rp. 14 .3769) = 452.000 pada tahun ke 15 dan Rp.200.000. 5) (P/A.000 0 5 10 15 20 n1 = 5.000 (0. 2.000 (0. 5 %. 5 %.000 pada tahun ke 10. sebab adanya pembulatan). Berapakah jumlah total uangnya pada tahun ke 10.

000. 7.13907 i = 12 % Î (A/P.111 0. 8) + P3 (P/F.5869) = 8.000.13907 Jadi i kira-kira 11. F = F1 + F2 + F3 = P1 (P/F.- Contoh 2.000.000 F 0 2 4 8 Dari gambar terlihat n1= 10. 6) = 2.dengan suku bunga 7%/tahun. 11 %.13907 (0.000.000. A = 7. 8 %. 10) + P2 (P/F. i %.15) = = 0.000 P3 = 1.000.000. 15) = 0.500. Contoh 2.681. Berapa kira-kira i (suku bunga) dari invetasi tersebut ? Penyelesaian : n = 15.8509) + 1. P = 50.000 diharapkan menghasilkan penerimaan Rp.1589) + 1.000 (1.000.000.1400 50.000 P2 = 1. 12 %. (catatan : suku bunga yang diperoleh disebut interval rate of return (IRR).11) = 0. 50.1 %.12 − 0. 8. 8 %. profitability index (PI).000.P1 = 2.11 + 0. n2 = 8. 15) = 0.14862 − 0.000 (1.681.000 A = P(A/P. 15) Î 7.000.000 Jadi jumlah total uangnya pada akhir tahun ke 10 adalah Rp.500.000. Dalam artikel keuangan disebut figure of menit (measure of worth). 100. Pinjaman tersebut harus diangsur tiap 6 bulan selama 30 tahun dengan jumlah angsuran 15 . n3 = 6.000.000 P Cara coba-coba (trial and error): Untuk i = 11 % Î (A/P.10 : Suatu investasi Rp.000..14682 i = 0.1400 − 0.000 tiap tahun untuk selama 15 tahun. i %.000 (2.11: Seseorang meminjam uang dari bank Rp. 8 %.000 A = ( A / P.

14. 100. 60) = 4.000 (A/F. P = 100.612.000 (0. 85. 40) = 85. 255.200 Jadi pokok yang telah dibayar = Rp.000 P1 A A A A A 0 1 2 3 20 60 A = P (A/P.200 = Rp.000. mulai 1 Januari 2006. 8) = 7.000.000.000 selama 5 tahun.000 Pokok yang belum di bayar P1 = 4.000 A1 = jumlah uang yang didepositokan P18 = A (P/A. n) = 100. Penyelesaian : A1 A1 A1 A A A 0 1 2 18 19 20 28 A = 1.000 Contoh 2.009.Rp.000.000 (A/P.690 tiap 6 bulan mulai 1 Januari 1997 sampai 1 Juli 2005. Berapa pokok dari uang tersebut yang telah di bayarkan pada akhir tahun ke 10 (tepat setelah angsuran ke 20 dibayar). 8) = 7.000.690 Jadi harus didepositokan Rp. 3 ½ %.12 : Berapa jumlah uang yang harus didepositokan pada tanggal 1 Januari 1997 sampai 1 Juli 2005 agar tiap 6 bulan dapat diambil Rp. 5 1/2 .388. 3 ½ %.538.000 (P/A. jika suku bunga 11% / tahun.538.yang sama. 5 ½ . 1.538.538) = 7. i %.000. 5 ½. 16 .000 P18 = menjadi F untuk A1 A1 = F18 (A/F.000 . 10) = 1.612.009.000 (7.03392) = 255.

000. i %. 15) = 4. 14) + 100. Hitung suku bunga (rate of return) antara selisih antara kedua alternatif tersebut.000 i = 7% + 4. 5.000.000.000 i = 8 % : . 100.13 : Untuk memperluas usahanya sebuah perusahaan ingin membeli sebidang tanah atau menyewanya selama 15 tahun.000 + 5.75.000 0 1 2 3 15 Untuk menghitung rate of return.000 tiap awal tahun.000. 100.000.000. 14) + 100. Harga jual tanah tersebut ditaksir Rp.000. 5.260.000 5. Penyelesaian : P (biaya awal) Tahun (1 – 14) Nilai akhir (tahun ke 15) Beli Rp.000.000.000 (P/A.000. 15)= -2.000 Rp.000 + 2.000. 8%.000 + 5.260.000 Rp.000 Grafik beli sewa : 75.000 (P/A. 8%.000. i %. 80.000 (P/F.000.000. 80.75.000 (P/F.965.965.000 − 0 (0.-.000.Contoh 2. 7 %.000.000 (P/A.000 pada tahun ke 15.000 17 . 14) + 100.000.000.000 5.000. Jika dibeli.000.000.69% 4.000.000 + 5.000 (P/F. 7%.000 5.000 Sewa Rp.000 5. digunakan rumusan sebagai berikut untuk lebih mendalam lihat rumus Bab 5 : Nilai bersih sekarang (net present worth = NPW = 0) 0 = .965. 15) Dengan cara coba-coba : i = 7 % : . harganya Rp. 5.01) = 7.000 100. Jika disewa ongkosnya Rp.000.75.

000 250.000 100.000 + 95.000 P1 P11 = 250.000 (6.000 ( P / G .000 − 250.000.8%.15) + 5.5) = 0 Dengan cara coba-coba : i = 10% ______ 595.000 50. 595.400 − 0 (0.000.000 150.000 Rp.000 − 250.000 250.000 (3.000 ( A / P.400 i = 8% : −75.000 ( P /.000 200.000 50. 0 = .15) = −263. 250.000 Rp.400 Catatan : Untuk mengetahui interprestasi hasil ini lihat Bab 5.000 + 95.000 (6. 150.000.000 Rp.000.000.7%.5) − 50.000 ( A / P.600 18 . 15) Dengan cara coba-coba : i = 7% : −75. i %.000.000.791) − 50.400 i = 7% + 545.000 + 200.15) = 545.14 :Hitung rate of return investasi yang ditabelkan sebagai berikut: Tahun 0 1 2 3 4 5 Aliran Kas – Rp.000 ( A / F .Cara lain : Nilai bersih pembayaran merata (net annual cost atau net equivalent uniform annual cost = NEUAC) = 0.01) = 7.862) = −9.000. 15) + 5.000. Contoh 2.15)) + 5.000 0 Nilai biaya sekarang – Nilai penerimaan (keuntungan) sekarang = 0 yaitu P – P1 + P11 = 0 atau : 595.000 ( A / F . 100.000 Rp.000 + 95.7%. i %.75.397) = −13.000 100.400 + 263.650 i = 12% ______ 595.67% 545.000 (A/F.000 Rp.000 (A/P. 200. i %.000 150. 50.7%.605) − 50.000 − 250.000 (3.000 Grafiknya : 595.

000 10 2 3 4 1 F = 20.000 440.000.10)( F / A. Penyelesaian : P = 20.600 + 9. A = 400.15 : Seseorang investor ingin membeli sebidang tanah seharga Rp. Jika tanah tersebut dibeli tahun pertama.000.781.000.0456) + 400.10) = 20. 91. Berapa harga jual tanah tersebut 10 tahun mendatang jika investasi tersebut menghasilkan suku bunga (pertumbuhan) 15 % sebelum pajak. tanah tersebut dapat dijual 10 tahun lagi dengan harga yang menguntungkan. Menurut staf ahli investor tersebut.304) = 91.000.000 520. 40.000 F 480. 500.000 untuk selama 8 tahun.000.000 dan tiap tahun menghasilakn Rp.650 Contoh 2. G = 40.000 untuk selama 20 tahun.000 (3.83% 13. 600. tentukan nilai pendekatan suku bunga dari investasi berikut: a.000 Jadi 10 tahun mendatang investasi tersebut akan menghasilkan Rp.000.000 (20.10) + ( F / A.- 0 Soal-soal : 1.000 pada tahun-tahun berikutnya. 5. Modal awal Rp.000 (4.15%.000 ( A / G. Dengan menggunakan tabel suku bunga dan interpolasi.000 20.10) + 40.000 dan tiap tahun menghasilkan Rp.15%.304) + 40.000.000.000 400.000. 19 . dan ditaksir pajak tersebut akan naik Rp. Modal awal Rp. 20.000.000 ( F /.781.3)(20.000.15%.Jadi i = 10% + 2% 9.650 − 0 = 10. 3. b.

pinjaman sebesar Rp.100. suku bunga nominal bank tersebut tiap tahun. 1. Dengansuku bunga 11 % tiap tahun.000 .i = 25 %. berapa besar angsuran yang harus dibayarkan tiap tahun untuk selama 20 tahun.000 dan harus dikembalikan Rp. jika orang yang akan dibantu tersebut sekarang berusia 25 tahun. Sebuah yayasan sosial ingin mengembangkan dana sosial untuk membantu manula yang berusia antara 65 sampai 90 tahun. 770. Untuk itu yayasan mendepositokan uangnya di suatu bank dengan suku bunga 8% tiap tahun.000 Jawaban : a).000. c). (besar angsuran sama). 40.000 dan menghasilkan penghematan Rp. 10. Modal awal untuk suatu peralatan Rp. akan ekuivalen dengan barapa sekarang. 4. Jawaban : a).i majemuk = 109475. b).000. d) Rp.c). 50. 50.000 pada 12 tahun mendatang.31 %.i = 15.6 %) 2. 250.143. b) Rp.88 %. c). suku bunga majemuk bank tersebut tiap tahun. d). Investasi sebesar Rp. b). 3. Seseorang meminjam uang dari suatu Bank pasar Rp.000 4. uang sejumlah Rp. Berapa yang harus didepositokan tiap 3 bulan.000.000.000 dalam 1 minggu.44 %. Deposito berakhir apabila orang tersebut telah mencapai usia 65 tahun.c. suku bunga bank tersebut b).000 akan menghasilkan pendapatan berapa setiap tahun untuk selama-lamanya (anggap n Î ∞ ). c). 15.000. b).i = 10. hitung pertanyaan-prtanyaan berikut : a). a). 20 .200 . Bantuan tersebut diberikan tiap 3 bulan sebesar Rp. c). 1.000.000 akan ekuivalen dengan berapa 40 tahun mendatang.480 . 6. 8.i nominal = 1300%. i = 6.000. Uang sejumlah Rp. 50. Hitung : a). 753.000 tiap tahun untuk selama 15 tahun dan nilai akhir peralatan tersebut pada akhir tahun 15 adalah Rp.500. Jawaban : a) Rp.Rp.000 (bantuan mulai diberikan pada akhir tiga bulan pertama umur 65 tahun).

460 .N. Pujawan. 1995. Second Edition. Tung and Thomas P.480. 2004. Barish. Daftar Pustaka: Au.Au. N. Surabaya 21 .Inc. Ekonomi Teknik. New York. Berapa yang harus didepositokan tiap 3 bual. Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making. Engineering Economics for Capital Invesment Analysis. b) Rp.N. 34. Penerbit Guna Widya. New Jersey.. Edisi Pertama.b). jika orang yang akan dibantu tersebut sekarang berusia 40 tahun. 1992. Prentice Hall International Inc. 9. Jawaban : a) Rp. Mc Graw Hill Book Co.

2.000 K untuk perawatan mesin-mesin. EUAC atau EUAB biasanya digunakan untuk menentukan pilihan antara 2 alternatif atau lebih. Perhitungan-perhitungan suku bunga majemuk tersebut merupakan bagian yang penting dalam melakukan anlisa ekonomi. Misal seorang kontraktor telah menekan kontrak dengan biaya tetap untuk memperbaiki sebuah pabrik. 3. sebagai criteria penggunaan EUAC atau EUAB untuk pemilihan dua alternatif atau lebih sebagai berikut : Kategori Kriteria (annual cost criterion) Fixed input Fixed output Neither input or output fixed Maksimalkan EUAB Minimalkan EUAC Maksimalkan [EUAB – EUAC] 22 . Misal sebuah perusahaan melakukan pekerjaan diluar kemampuannya. pembayaran merata dan gradien ke-ekuivalen-nya pada saat yang lain. kita sering berhadapan pada sejumlah alternatif dan kita harus memilih salah satunya yang paling ekonomis. Dalam situasi tertentu. 10. Dalam ekonomi teknik. Misal Seseorang manajer teknik mempunyai budget Rp. sehingga diperlukan biaya-biaya tambahan (antara lain waktu lembur) Supaya dapat dicapai standar yang telah disepakati. Fixed Input : Modal atau sumber-sumber daya tetap. Fixed Output : Sasaran yang hendak dicapai tetap. Berdasarkan kategori diatas. Neither Input or Output Fixed : Modal maupun sasaran tidak pasti/tidak tetap. Jika perhitungan berkaitan dengan cost disebut equivalent uniform annual cost (EUAC) dan jika dengan benefit disebut equivalent uniform annual benefit (EUAB).BAB III EQUIVALENT UNIFORM ANNUAL COST Metode-metode yang telah dibahas pada Bab II menunjukkan cara-cara untuk mengkonvirmasikan sejumlah uang. Pada umumnya masalah analisa ekonomi dapat dikategorikan salah satu dari berikut : 1. Dalam bab ini akan dibahas suatu metode yang berkaitan dengan mengkonvensasikan semua aliran kas ke jumlah biaya tahunan yang ekuivalen.

000 + = Rp.200 200.1 : Tinjau 2 alternatif investasi berikut Alternatif A Biaya awal Biaya pengoperasian dan Pemeliharaan tiap tahun Nilai akhir Umur teknis Rp.8%.000 Rp.149. 5.000 Rp..000 K (0. Dengan menggunakan suku bunga i = 8%.700 CR = 10.8%. Penyelesaian : Perbandingan biaya yang ekuvalen yang dikeluarkan tiap tahun adalah sebagai berikut : Alternatif A CR = 5000 K ( A / P.1168) − 1.8%.700 500.000 600. 500.5) = 5000 K (0. i %. n) − S ( A / F . listrik. n) + Fi ………………………….8%.000. i %. 1. n) atau atau CR = ( P − F )( A / P. 10.3.000. dan sebagainya.000 Rp.5) − 600 K ( A / F . 1.15) − 1000 K ( A / F . i %.200 23 .649. tentukan alternatif mana yang dipilih. Rp.000 Alternatif B Rp.000 K (0.000.331. 200.0368) Biaya pengoperasian dan pemeliharaan /tahun EUAC (B) = = 1.000 + = Rp.2505) − 600 K (0. Contoh 3. i %.Jika nilai akhir tidak sama dengan nol maka disebut Capital recovery cost (CR) yang diberikan oleh : CR = P ( A / P. 1. pajak.000 15 tahun 5 tahun Biaya pengoperasian dan pemeliharaan telah termasuk asuransi.131.000 K ( A / P.15) = 10.1705) Biaya pengoperasian dan pemeliharaan /tahun EUAC (A) Alternatif B : = = 1. n) dimana S = nilai akhir.1 CR = Pi + ( P − F )( A / F .

000 5.700 0 1 2 3 4 5 1.700 0 1 2 3 4 5 Alternatif B dapat dibuat dengan cara yang sama dengan diatas.000 5.000 600.000.000 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Grafik ekuivalensinya: 1. 24 .Dari hasil perhitungan diatas dipilih alternatif B.000.000 600.649. sebab biaya yang dikeluarkan tiap tahun lebih kecil dari pada alternatif A.649.649. Interpretasi : untuk alternatif A grafik yang bersesuaian sebagai berikut : 5.000.700 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 1.

Karena 15 habis bibagi dengan 5 maka analisis dan aliran kasnya dapat dilakukan secara sederhana. Membandingkan alternatif-alternatif yang mempunyai usia pakai abadi Dalam pratek mungkin umur teknis suatu proyek (misalnya bangunan dam) dapat mencapai umur 60 tahun atau 100 tahun. Kalau akhir pada tabel menunjukkan bahwa ekstra pengeluaran sebesar Rp.000 + 600.Tabel aliran Kasnya : Tahun Alternatif A Alternatif B B–A 0 1–4 5 6-9 10 11-14 15 -5.000 .000/tahun . 8. dengan 5 siklus untuk alternatif pertama dan 4 siklus untuk alternatif yang kedua.000. Jika umur teknis masingmasing alternatif adalah 13 dan 20 tahun. Alternatif yang mempunyai umur teknis yang cukup lama tersebut dapat dianalisis dengan menganggap umur teknis n menuju ∞ dan nilai akhir atau S dianggap 0. Eugene L Bab 20).000 . 25 .000.400.000 .000 .000/tahun .000/tahun + 300. yang berarti analisisnya cukup ruwet untuk dilakukan (cara mengatasinya lihat Grant. beberapa asumsi mengenai akhir tahun kelima dan kesepuluh untuk alternatif A harus diberikan antara lain diasumsikan bahwa pada akhir tahun ke 5 dan 10.000 + 400.000/tahun + 4.000/tahun .000/tahun + 300. dalam hal ini alternatif B lebih ekonomis.000.000/tahun .000 . maka sebagai periode adalah 260 tahun.000 akan menghasilkan Rp.000 .200.5.000/tahun .700.200.12.500.500.500.200.000/tahun + 300.000 + 600.5.000.000.700. 5.000 -500.000 .000 + 600.000 + 8.000.000 -500.5.200.000 -500.000 Jika alternatif A dan B dibandingkan untuk periode 15 tahun.000 .20.200.000.000.000 + 300.000 .000 + 1.000.700.200.000 + 300. biaya awal untuk alternatif A diulang kembali (lihat gambar dan tabel diatas). Dalam perbandingan 2 alternatif yang mempunyai umur teknis misal 12 tahun dan 15 tahun maka sebagai periode analisis adalah kelipatan persekutuan terkecil dari 12 dan 15 yaitu 60 tahun.000 +300.000 -10.

Jadi diperoleh :

CR = ( P − F )( A / P, i%, n) + Fi CR = P( A / P, i%, n)
CR = Pi

bila F ≠ 0 bila F = 0 bila n Î ∞

Contoh 3.2: Bandingkan EUAC secara abadi untuk 2 alternatif proyek pemerintah berikut dengan menggunakan suku bunga 9%. Alternatif pertama memepunyai biaya awal investasi Rp.150.000.000, yang terdiri atas Rp. 75.000.000 untuk pembelian tanah (diasumsikan abadi ) dan Rp. 75.000.000 untuk bangunan yang memerlukan rehabilitasi tanpa nilai akhir dan ditaksir biaya pembaharuan bangunan tersebut Rp. 75.000.000 untuk tiap 30 tahun. Biaya pemeliharaan tiap tahun selama 10 tahun petama adalah Rp. 10.000.000 dan untuk tahun-tahun – tahun berikutnya Rp. 7.000.000 tiap tahun. Alternatif kedua mempunyai biaya awal investasi Rp. 250.000.000, yang terdiri atas Rp. 100.000.000 untuk pembelian tanah dan Rp. 150.000.000 untuk bangunan yang memerlukan rehabilitasi tiap 50 tahun dengan nilai akhir Rp. 30.000.000. Andaikan bahwa penerimaan bersih untuk tiap-tiap pembaharuan adalah Rp. 120.000.000. Biaya pemeliharaan tiap tahun Rp. 4.000.000.

Penyelesaiannya : Diagram untuk alternatif I.
75.000.000 10.000.000 75.000.000 7.000.000

0

1

10 11

30

60

EUAC (I) = 75.000.000(0,09) + 75.000.000( A / P,9%,30) + 7.000.000 + 3.000.000 (P/A, 9 %, 10) (0,09) = Rp. 22.784.000

26

Diagram untuk alternatif II.
120.000.000 150.000.000 100.000.000 4.000.000 (abadi) 120.000.000 120.000.000

0

1

50
30.000.000

100

150

EUAC (II)

= (150.000.000 – 30.000.000) (A/F, 9 %, 50) + 30.000.000 (0,09) + 100.000.000 (0,09) + 4.000.000 = Rp. 26.648.000

Jadi pilih alternatif I, karena biaya tahunannya lebih murah.

Contoh 3.3 : Sebuah universitas ingin membangun instalasi penjernihan air bersih sendiri dengan menggunakan sumber air sejauh kira-kira 3 mil dari universitas tersebut. Untuk penyaluran air bersih tersebut, di pertimbangkan dua jenis pipa yang mana akan di pilih salah satunya, dengan data sebagai berikut : Pipa A Biaya awal Umur teknis peralatan Biaya awal peralatan Umur teknis peralatan Rp. 120.000.000 60 tahun Rp. 15.000.000 20 tahun Pipa B Rp. 80.000.000 30 tahun Rp. 20.000.000 20 tahun Rp. 4.000.000

Biaya energy untuk pompa pertahun Rp. 3.000.000 Pertambahan biaya energy Untuk pompa tiap tahun Rp. 60.000

Rp.

80.000

Dengan menggunakan periode 60 tahun, bandingkan EUAC (A) dengan EUAC (B) dengan menggunakan suku bunga 6 % (suku bunga kecil sebab investasi tas merupakan organisasi sosial). Andaikan nilai akhir untuk pipa dan peralatannya adalah nol dan andaikan biaya peremajaan selama periode 60 tahun sama besarnya dengan biaya awal.

27

Penyelesaian : Diagram untuk EUAC (A) :
15.000.000 15.000.000 120.000.000 15.000.000 3.000.000 60.000

0

1

20

40

60

EUAC (A) = 120.000.000 (A/P, 6 %, 60) + 15.000.000 (A/P, 6 %, 20) + 3.000.000 + 60.000 (A/G, 6 %, 60) = Rp. 12.621.000 Diagram untuk EUAC (B) :
80.000.000 20.000.000 80.000.000 20.000.000 4.000.000 20.000.000 80.000

0

1

20

30

40

60

EUAC (B) = 80.000.000 (A/P, 6%, 30) + 20.000.000 (A/P, 6%, 20) + 4.000.000 + 80.000 (A/G, 6%, 60) = Rp. 12.739.000 Berdasarkan perhitungan diatas pilih alternatif A

Contoh 3.4: 2 Jenis heat exchanger ingin dibandingkan biaya pemakaiannya dalam industri kimia tertentu. Jenis Y harganya Rp. 8.400.000 dengan umur teknis 6 tahun dan nilai akhir nol serta biaya pengoperasiannya tiap tahun Rp. 1.700.000. jenis Z harganya Rp. 10.000.000 dengan umur teknis 9 tahun, niali akhir serta biaya pengoperasiannya tiap tahun Rp.1.500.000 K. jika jenis Z dipilih, maka ada pajak ekstra yang di taksir Rp. 200.000 tiap tahun. Bandingkan EUAC kedua jenis heat exchanger tersebut dengan i setelah pajak 16%.

28

3. 4.000 1.700. 12) (A/P.400. 18) + 8.000 Matematika 1. 6) + 1.000 Diagram untuk EUAC (Z) : 10.000 (A/P.000 = Rp.000 1.400.000 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 EUAC (Z) = 10.700.Penyelesaian : Diagram untuk EUAC (Y) : 8.000 0 1 6 7 12 13 18 EUAC (Y) = 8. 16 %.000 (A/P.700. 9) + 1.044.000 (P/F.700.000 29 .700.800. 16 %. 16 %.000 (P/F. 16 %.000 8.000 (A/P.000 Perhitungan diatas disebut perhitungan secara implisit. 16 %. Cara lain adalah dengan cara eksplisit yaitu dengan menggunakan kelipatan persekutuan terkecil dari 6 dan 9 sebagai perbandingan.000 8.000 = Rp.400. 18) + 1.700.400.700.000 1.400.700.400.980. 18) + 8. 16 %. 6) (A/P. 3.400.800.000 0 1 2 3 4 5 6 EUAC (Y) = 8.000 1. Caranya sebagai berikut: EUAC (Y): 8.980. 16 %.000 = Rp.400.

Biaya pengoperasian tiap tahun ditaksir Rp.000.000 tiap tahun.000.000. 18) + 1. 650.000 Proposal II Rp.700.000. 4. Biaya pengoperasian pada tahun pertama ditaksir Rp.700. 16. 15. bangunan tiap 15 tahun harus dilakukan peremajaan dengan biaya Rp. 250.50.000 (P/F. 175.800. 4.000. 100.000 Soal-soal: 1.030.000.000 + 10.000.700.000 = Rp.000.000.000.000. 7. 125. Team perencanaan sebuah kota mempertimbangkan untuk mengembangkan pusat rekreasi. Dengan i = 20 % setelah pajak.000.000 Proposal I.000 1.800 .000. 16 %. 12. Harga unit Y Rp.000 Rp. 2. Dua proposal diusulkan. Harga unit X Rp.000.044 . tahun kedua sebesar Rp.000. 9. dengan masing-masing biaya sebagai berikut: Proposal I Pengembangan tanah (abadi) Bangunan Fasilitas rekreasi Biaya pemeliharaan tiap tahun Rp.000. sedangkan fasilitas rekreasi harus diremajakan tiap 10 tahun dengan biaya Rp.800. Suatu pengujian secara otomatis dapat dilakukan dengan menggunakan unit X atau unit Y. Jika unit Y dipilih ada pajak ekstra pada tahun pertama sebesar Rp. 200. 665.000 10. Umur teknis kedua unit tersebut masing-masing ditaksir 10 tahun. tentukan unit mana yang saudara rekomendasi untuk dipilih? 2.000. 65.000. 3. 9)) (A/P.800. tahun kedua Rp.000 dan nilai akhir Rp.000 Rp.00 .000.000 Rp.EUAC (Z): 10.000. 30 .000 dan selanjutnya tiap tahun naik Rp.000.000 Rp.000 0 1 9 10 18 EUAC (Z) = (10. 9.000 dan nilai akhir Rp.000.000 dan selanjutnya naik sebesar Rp. 16 %.000 Rp. 240.000 1. 30.000 Rp. 65.

Daftar Pustaka: Blank... 1985. 1982. Singapore. Fifth Edition. i = 9%. and GJ. Thuesen.Inc. W. Engineering Economy. Leavenworth. Fabriky. Mc Graw Hill Book Co. Engineering Economy. H. Second Edition. 1981. dengan asumsi bahwa perbaikan-perbaikan yang dilakukan membuat bangunan dan fasilitas rekreasi baru seperti semula. New Delhi.. WJ.G.. Bandingkan EUAC kedua proposal tersebut secara abadi. John Wiley and Sons. Prentice Hall of India Private Limited. Singapore. and Richard S. Thuesen. Grant Ireson. Principles of Engineering Economy. 31 . bangunan dan fasilitas rekreasi masing-masing harus dilakukan peremajaan dengan biaya seperti pembangunan semula. Gant. Seventh Edition. Leland and Anthony T.Proposal II. Eugene L.

BAB IV PRESENT WORTH Perhitungan disini bertujuan untuk mengkonvirmasikan semua aliran kas ke jumlah ekuivalen pada t = 0 (waktu sekarang). Analisis present worth sering digunakan untuk menentukan nilai sekarang (t = 0) dari uang yang diterima atau yang dibayar pada masa depan. Tetapi jika misalnya suatu alat X mempunyai umur teknis 11 tahun dan alat Y mempunyai umur teknis 13 tahun analisis dengan PW cukup ruwet untuk dilakukan. Dalam pemakaian perhitungan present worth (PW) untuk membandingkan 2 alternatif (atau lebih) harus digunakan periode yang sama. dengan demikian baru dapat dibandingkan (lihat diagram). (Dalam perhitungan EUAC di Bab 2 tidak perlu mempunyai periode yang sama). diperoleh: 32 . harus digunakan perhitungan dengan menggunakan periode yang sama atau menggunakan EUAC. ingin diketahui ekuivalennya pada saat sekarang. sehingga dalam analisis mesin A harus diganti dengan mesin yang identik (harganya sama) pada akhir tahun keenam. Untuk hal demikian. Seperti keuntungan masa depan dalam menanamkan modal di industri perminyakan. Misalnya tidak dibenarkan membandingkan PW dari mesin A yang mempunyai umur teknis 6 tahun dengan PW dari mesin B yang mempunyai umur teknis 12 tahun. A A 0 B 6 12 0 12 Perhitungan seperti diatas mudah dilakukan sebab KPT tidak terlalu ruwet. Seperti halnya dalam Bab 3. Jika digunakan PW maka sebagai periode digunakan kelipatan persekutuan terkecil (KPT) dari 6 dan 12 yaitu 12 tahun.

8 %.present worth cost atau maksimalkan Net Present worth.000 + 10.000 (P/F.000.000 10. biaya pemeliharaan tiap tahun Rp. 12) = Rp. Umur teknis mesin Y ditaksir 12 tahun dengan nilai akhir Rp. 20.000.000.000. umur teknis 4 tahun dengan nilai akhir nol.1 i Contoh 4.5.000 dan bertambah Rp. pada tahun kedua ada biaya pemeliharaan sebesar Rp.000.Kategori Present Worth Criterion Fixed Input Fixed Output Neither Input or Output Fixed Maksimalkan present worth benefit Minimalkan present worth cost Maksimalkan present worth benefit .000 (P/A. 8 %.000 0 1 4 8 12 PW (X) = 10.000.000.000. 8) + 500.000..000. 100. 26.521.000 pada tahun-tahun berikutnya.4.000 500. 500. 100.000 33 .000 (P/F.1: Harga mesin X adalah Rp. mesin mana yang harus dipilih? Penyelesainnya : Untuk mesin X : 10. Pada tahun pertama tidak ada biaya pemeliharaan (ada garansi satu tahun dari pabrik).8 %.000.000. Harga mesin Y adalah Rp. CAPITALIZED COST Jika n Î ∞ maka analisis present worth disebut capitalized cost dengan rumus (buktikan) : P= A ………………………………………. Jika i = 8%.000. 4) + 10.000 10. 10.

875. 8 %.000 = Rp. 60) = 203.000.09 EUAC (II) = Rp. 6%.000 = PW = = Rp.000 5.09 Capitalized Cost = 296.000 (P/F. 40)) + 4.2.000 Jadi pilih mesin Y karena mempunyai PW lebih kecil.961.22. 20) + (P/F. diperoleh Capitalized Cost 26.000. 26. 296.000. 253.000 Jadi pilih alternatif A karena PW A < PW B EUAC (I) 34 . 6%.000. 26.09 Ada perbedaan sedikit. 60) = 205.000.000. 40) + 3.000.000 0.333 0. 6%.784. Δ PW = = = 42.09 0.000 Dari contoh 3.648.000.Untuk mesin Y : 20.648.000. 8 %. 6%.3: Lihat kembali contoh 3.084.000 (1+(P/F.000.000 3. 6 %. maka Capitalized Cost 22. 6%. dikarenakan pembulatan.000. 60) + 80.864.2.000 – 253.084.784.927.000 (P/F.648.784.000 (1+(P/F.000 (P/A.000 0 1 2 3 12 PW (Y) = 20.000 (P/G. 6%.000.000 (P/G. 21.000 + 15. 6%. Bandingkan PW kedua alternatif di atas secara abadi. Contoh 4. 12) = Rp. 20) + (P/F.2: Lihat kembali contoh 3. 30)) + 20.000 = 42.000 (P/A. Penyelesaiannya : = Rp.478. Contoh 4.000 + 100.3 dan lakukan analisis dengan menggunakan present worth.157.000.000 100. Penyelesaian : PW (A) = 135. 22. jadi dipilih alternatif I.000 .000 PW (B) = 80.933.000 + 3.157.000 = PW = 0. 12) – 5.000.

8%.3.000 tiap tahun. P enyelesaian: PW (1 mesin manual) = 36.000. Ada 2 alternatif yang dapat digunakan yaitu mesin yang bekerja secara otomatis atau yang bekerja secara manual.4: Sebuah perusahaan ingin membeli sebuah mesin baru untuk menunjang perluasan usahanya. 8%.000 dan biaya pemeliharaan Rp.000.500.000.500.000.000 + 13.500. harganya Rp 90.000.000.000) (P/A.000 Jadi dipilih mesin otomatis sebab PW (1 mesin otomatis) < PW ( 2 mesin manual) 35 . 5) (P/A.000.000 / tah un.000 (P/F. Gaji karyawan ditaksir sebesar Rp 8.000. Tiap 5 tahun diperlukan overhaul dengan biaya ditaksir sebesar Rp.000 (P/A. Dari kapasitas perluasan usaha diketahui bahwa diperlukan sebuah mesin otomatis atau 2 buah mesin manual. Rp. 10) + ( 3.000 (PA.000.000 + 27.000.6. PW (2 mesin manual) = Rp 334. umur teknis 20 tahun dan ditaksir nilai akhirnya adalah Rp 5.850. umur teknis 20 tahun dengan nilai akhir Rp 6. 8%. 20) + Rp 3. l2. 329.500 . umur teknis 10 tahun.000.000 tiap tahun.000.000. Jika mesin oto matis dipilih. Tiap 5 tahun diperlukan overhaul dengan biaya ditaksir Mesin otomatis memerlukan alat pengontrol yang sebesar harganya Rp. PW (1 mesin otomatis) = 90.15) + 2. 8%.000.000 (A/F.000.000.500 .000. 20) + 6.000. 5) (8% 15) – 5.000.000 + 2.000.500. 8% 20) = Rp 167.000 (P/F. 8%.000. ada pajak ekstra yang harus dibayarkan tiap tahun sebesar Rp.647. biaya pengoperasian dan meliharaan tiap tahun ditaksir Rp5. 8% 20) = Rp.Contoh 4.pa j a k 8 % .8%.000) (P/F.000 + 30.1. Gaji karyawan ditaksir Rp.20).000 + 1.876.000.438.000 + 12.000.000.000.3.500. 8%.000.000 (A/F.(6. Harga sebuah mesin manual Rp. 36. Untuk mesin otomatis.850. Derdasarkan data di atas jenis mesin mana yang dipilih jika suku bunga setelah.2. Biaya pengoperasian dan pemeliharaan ditaksir Rp.000.000 tiap tahun.000. nilai akhir Rp 2.30.000.

1982. Ditaksir setelah 15 tahun asrama tersebut laku dijual Rp.000. Surabaya. apakah asrama seharga Rp 90. Gant.16. and Richard S. Biaya pengoperasian dan pameliharaan di taksir Rp10.800.000 pada tahun-tahun berikutnya.000. Institut Teknologi Sepuluh Nopember.000. Singapore. Second Edition. K e d u a s i s t e m tidak mempunyai nilai akhir nol. H. Fifth Edition.000. Bandingkan present worth kedua sistem untuk pelayanan s e l a m a 20 tahun dengan menggunakan i = 11%..Inc. Singapore. Thuesen. dan ditaksir biaya pemeliharaan tiap tahun Rp 2. Prentice Hall of India Private Limited. New Delhi. Engineering Economy. diharapkan asrama tersebut selalu terisi penuh. Eugene L. 36 .000 dan tiap 10 tahun diperlukan pergantian elemen-elemen tertentu pada pompa dan ditaksir biayanya Rp.000 dan dapat dipakai sampai 20 tahun tanpa memerlukan biaya pergantian elemen-elemen. Engineering Economy. Dengan menggunakan i sebelum pajak sebesar 18% .000. Karena lokasinya strategis (dilingkungan perguruan Tinggi).000. Dua alternatif sistem penyediaan air dipertimbangkan untuk digunakan disuatu k o t a k e c i l .000. John Wiley and Sons.000 pada tahun pertama dan naik Rp 500.000.000 pada tahun pertama dan bertambah Rp 350.000.. Biaya pengoperasian dan pemeliharaan ditaksir Rp 12.Soa1 – soal : 1.65.000. Seventh Edition.500. Thuesen.000 tersebut layak dibeli oleh investor tersebut? 2. Grant Ireson.000 pada tahun-tahun berikutnya. Ekonomi Teknik.000. Haryono. 1985. Principles of Engineering Economy. Mc Graw Hill Book Co. Daftar Pustaka: Blank. W. Fabriky. s i s t e m A memerlukan bia ya awal Rp 58.G.000. Leland and Anthony T. WJ. Sistem B memerlukan biaya awal Rp72. Tiap tahun ditaksir asrama tersebut memberikan penghasilan sebesar Rp 10. 1981.. Seorang investor mempertimbangkan untuk membeli asrama mahasiswa seharga Rp90. Leavenworth.. and GJ. 1990.000.

Dalam beberapa keadaan adalah bermanfaat untuk menghitung suku bunga suatu investasi. dimana dengan suku bunga tersebut kedua alternatif ekuivalen. Pengertian “Rate of Return” atau laju pengembalian modal disini adalah ekuivalen dengan pengertian profit (keuntungan) dalam teori ekonomi.2 atau NAW (net annual worth) = 0 Catatan: Perhitungan untuk mendapatkan rate of return dengan cara ini disebut juga discounted cash flow method atau investor’s method. jika tidak maka lebih ekonomis menyimpan uang di bank. Rate of Return yang diperoleh disebut juga Profitability Index (PI). Biasanya suku bunga invastasi tersebut dibandingkan suku bunga yang terdapat di bank atau suku bunga standart. Perbandingan antara berbagai alternatif yang terdiri atas sejumlah penerimaan / keuntungan dan pengeluaran / biaya yang berbeda dengan periode yang berlainan dapat dilakukan dengan menghitung suku bunganya. maka investasi tersebut dapat dilakukan. Internal Rate of Return (IRR). Seperti halnya dalam perhitungan Equivalent Uniform Annual Cost (EUAC) atau Present Worth (PW).PWkeuntungan = 0 ……………………………………… 5. metode laju pengembalian modal dapat juga diterapkan untuk memilih salah satu dari dua atau lebih alternatif yang paling efisien atau ekonomis. 37 . Jadi dalam hal ini laju pengembalian modal dapat didefinisikan sebagai suku bunga sedemikian hingga: PWbiaya = PWkeuntungan atau atau PWbiaya . Jika menggunakan EUAC: EUAC atau = EUAB EUAC – EUAB = 0 …………………………………… 5. untuk mengetahui apakah investasi tersebut menguntungkan atau tidak.1 NPW = 0 (net present worth = 0 ).BAB V ANALISIS LAJU PENGEMBALIAN MODAL ( RATE OF RETURN ANALYSIS ) Dalam bab-bab sebelumnya suku bunga diketahui. Jika suku bunga investasi tersebut lebih besar dari suku bunga bank atau Minimum Atractive Rate of Return (MARR).

000 (P/G.682) = -9. 1%. 5) = 0 Dicoba dengan i = 10% : 595.600 + 9.000 – 250.000 (6.000 50.000 (P/A.000 (3.000 150.000 – 250.000 + Rp 200.000 250.650 38 .83% 13.00 – 250.Contoh 5. 5) – 50.1: Hitung rate of return untuk suatu investasi yang digambarkan dalam tabel aliran kas berikut : Tahun Aliran Kas 0 1 2 3 4 5 – Rp 595.000 + Rp 250.000 (3.000 + Rp 50.000 Penyelesaian : Diagram dari tabel tersebut sebagai berikut: 595.000 200.000 + Rp 150.600 Rate of Return = i = 10% + 2% 9.000 _________________________________________________ 0 1 2 3 4 5 NPW = 0 atau PWbiaya – PWkeuntungan = 0 595.000 (6.000 100.397) = 13.000 + Rp 100.791) – 5.650 Dicoba dengan i = 12% : 595. 1%.605) – 50.650 − 0 = 10.

000 B–A .000.000 .400.1.800.200. i%.800.000 tiap tahun. Rp.000 .200.800.000 .9.000 6.800.000.400.000 .3% > 9% maka pilih alternatif B karena lebih ekonomis.000 6.400.000 Dengan cara coba-coba diperoleh i = 13. Pertama-tama dibuat terlebih dahulu tabel aliran kas tersebut : Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Alternatif A . 15.000 2.800.800.800.000 2.9.200.200.200.000 6.9. biaya cuti dan sebagainya) ditaksir tiap tahun Rp.000 .9.000.000 NPW = 0 = -15. Jika digunakan perhitungan EUAC (Bab 3) maka diperoleh : 39 .000 2.9. gaji karyawan ditaksir akan berkurang menjadi Rp.000 Alternatif B .2: Pengendalian material disuatu pabrik dilakukan secara manual.000 6.200.9. 1. Jika pengendalian otomatis yang digunakan ada pajak ekstra sebesar Rp. 10) + 2.400.000 tiap tahun.000 2.100. Pengendalian otomatis tersebut dapat dipakai selama 10 tahun dengan nilai akhir nol. Biaya yang diperlukan untuk gaji karyawan yang mengoperasikan pengendalian material tersebut (termasuk gaji lembur.000 6.400.15.000.000 6. tentukan alternatif mana yang dipilih.000 2.300. Dengan menggunakan pengendalian otomatis tersebut.800.000 .200.000 2.Contoh 5. 9. Karena i = 13.15. pemeliharaan dan pajak masing-masing-masing tiap tahun adalah Rp. Jika suku bunga i = 9% (MARR).9. i%. Untuk menekan gaji karyawan yang cenderung meningkat.9.3%.400.000 6.000.000 .000.400.000 (P/A.000 + 2.000 6. asuransi.800.200.400.200.400.000 2.000 2.200. 300.000. 3.9.000.000.000 6.9. 10) Atau NAW = 0 = -15.800. dan Rp. Biaya pengoperasian yang terdiri atas biaya listrik. 400.800. pabrik tersebut ingin mengganti pengendalian material tersebut dengan otomatis ingin mengganti pengendalian material tersebut dengan yang otomatis (alternatif B) yang harganya adalah Rp.200.000 6. Pengendalian secara manual ini disebut alternatif A.800.300.400.000 2.000 (A/P.000.000 .000 .000 2.

000 . 2.000 300. diperoleh i = 8. tentukan alternatif mana yang harus dipilih. 1.000 Rp.000 Jika i (MARR) adalah 5%. i% . 8.000 + 800. 3) Dengan cara coba-coba dan interpolasi diperoleh i = 6.100.EUAC (A) EUAC (B) = Rp.800.000 Rp. 1.000. 800. Karena 6.100.7% B : -2.000 (P/A.Rp.100.3) = 0. 9. 9%. 800. 3) = 0.000 + 300. 1. Perhatikan bahwa jika masing-masing alternatif A dan B dihitung rate of return-nya adalah sebagai berikut: A : -2.000.737.000 300. hasilnya konsisten dengan perhitungan PW.000 Rp.000 = Rp.7% 40 .000 Rp.000.Rp.800.000 (P/A.1%.000 + 300. 10) + 3. Penyelesaian : Tahun B–A 0 1 2 3 .000 + 1.000 Rp. i%.800.200.000 + 1.000 + 400. Contoh 5.100. diperoleh i = 9.000 (P/A.3: Misal ada 2 alternatif yang tabel aliran kasnya diberikan sebagai berikut: Tahun A B 0 1 2 3 . i% . 800.000 (A/P.000 + 300.300. bahwa EUAC (B) < EUAC (A).100.000 = 15.000 NPW = 0 = .000 Rp.800.000 300. 2.000.1% > 5% (MARR) maka dipilih alternatif B.

000 + 32.000.000.000 Rp 40. Dengan menggunakan i (MARR) 11% setelah pajak.085.000 (P /A. 12%.100.000. = 13.000 Rp 32.000.000 Rp 100.000. Kriteria di atas dapat diperluas untuk 3 alternatif ata u l eb i h . i%.000. 13% 25)+50.000.000+32.000. Penyelesaian : Proyek X Proyek Y Biaya awal Penerimaan/ tahun Pengeluaran/ tahun Pajak Pendapatan/ tahun Nilai Akhir Umur teknis Rp 250. pengeluaran tiap tahun untuk pemeliharaan ditaksir Rp 40.000.000.000 tiap tahun untuk selama 25 tahun. Proyek Y memerlukan investasi awal diperoleh penerimaan RP 325.000. 25).000.000.000. pajak pendapa t a n d i t a k sir Rp 24.000.000 tiap tahun. 25) + 50. 25) = 3.000. 13%.000 Rp 50.000 (P/I'.. 25) + 50.000 Rp 24. i%.000.000 tiap tahun. Contoh 5.250.000 (P/F. Untuk proyek X : 0 = .000 (P/F.000 Rp 88. 12%.000 (P/A.000.000.000.000.000.maka investasi dengan biaya yang lebih besar dipilih dan jika i < i maka pilih investasi dengan biaya yang le bih kecil.000. pajak pendapatan ditaksir Rp 23.000 25 tahun Rp 325. Dengan investasi tersebut d itaksir diperoleh penerimaan Rp 88.000 (P/A.4 : Misal ada 2 proyek.000. yaitu proyek X dan Y.000.000. 50.000 25 tahun Penyelesaian : pertama – tama dihitung terlebih d ahulu rate of return tiap proyek.000. Proyek X memerlukan investasi awal Rp 250. 25) Untuk i = 12% : .000.250. tentukan alternatif mana yang dipilih.500.000 41 .250.916. Tiap proyek ditaksir mempunyai nilai akhir Rp.000 Untuk i = 13 : .000.000 tiap tahun untuk selama 25 tahun.000 + 32.000. Dengan investasi tersebut ditaksir Rp.000. pengeluaran tiap tahun untuk pemelih araan ditaksir Rp 32.000 Rp 23.000 Rp 50.000.

yaitu 3.916.916. i%. Hitung rate of return karena adanya investasi ekstra sebesar Rp.Diperoleh i = 12 % + 3.000. 25) Dengan interpolasi diperoleh i = 10%. Untuk proyek Y : 0 = .000 Jika alter n a t i f I I y an g d i p i l i h m a k a a d a p a j a k e k s t r a s e b e s a r R p .000.500. 42 . Contoh 5.000. i%.000 Karena 12.000 + 36.000.000 20 tahun Rp 10.5 : (Menghitung rate of return untuk selisih 2 alternatif y ang mempunyai umur teknis berlainan). 0 0 0 tiap tahun. 25) + 50.085.000 pada alternatif II.23 % > 11 %.000 Rp 120.4%. maka proyek X dapat diterima ( acceptable).000 − 1 1% = 12.000.000 Rp 6. 2 5 0 .000 + 13.000.000 Rp 9. 1 . Mis a l diberikan dua a l t e r n a t i f dengan data s e b a g a i berikut : Alternatif I Alternatif II Biaya investasi Umur teknis Nilai Akhir Biaya pengoperasian dan pemeliharaan Tiap tahun Rp 50.000. 70. K a r e n a 10% < 11% maka proyek Y tidak ekonomis ( not acceptable ).000 40 tahun Rp 20. Disini tidak perlu dihitung NPW (X-Y) = 0 untuk mendapatkan rate of return -nya.000. Kare n a k a l a u d i h i t u n g ju g a akan menghasilkan rate of return yang lebih kecil dari 11%.000 (P/F. K a r e n a i t u dipilih proyek X.000 (P/A.325.23 % 3.000.

000 1.000 + 20.250.7% Perhitungan rate of return untuk 3 alternatif atau lebih : Jika ada 3 alternatif atau lebih yang tidak saling berkaitan (mutually exclusive) maka perhitungan rate of return -nya dapat digunakan penalaran yang sama seperti 2 alternatif.750.000 + 40.000 + 1.120.000 (P/A.750.000 - 7.000. Tahun 0 1 – 19 20 Alternatif I .000 .000 + 10.750.000.000 1. 20) + 10.7. d.000 9.000 NPW (II – I) = .P e n yelesa i a n : Untuk menghitung rate of return selisihnya dibuat tabel aliran k as sebagai berikut (untuk alternatif I diasumsikan bahwa taksiran pengeluaran 20 tahun kedua sama dengan pengeluaran pada 20 tahun pertama).250.70. Selidiki dua alternatif yang mempunyai biaya terendah dengan prosedur s e p e r ti s ebelumnya.50.000 + 10.000 + 1.000. Bandingkan alternatif yang diperoleh di c.000.000.000. 43 . i%. b.000 .750.000.000. Susun alternatif menurut besarnya biaya investasi.000 9.000.000/tahun - Alternatif II .000/tahun II – I .000 7.000.50.000.000 9. yaitu a. dengun alternatif selanjutnya (yang mempunyai biaya investasi lebih besar) dengan prosedur seperti sebelumnya.000 7.250. 40) + 40.000.250.750. c. i%. Lenyapkan alternatif yang mempunyai rate of return lebih kecil dari MARR yang diberikan. i%. 40) = 0 Dengan interpelasi diperoleh i = 2.000.t i a p a l t e r n a t i f .70.000.000. Hitung rate of return t i a p .000 + 1.000 21 – 39 40 9.000.000 + 10.000 (P/F.000 (P/F.

5). 400.900 Tiap alternatif mempunyai umur teknis 5 tahun dan nilai akhir nol.000 Rp. i%.000 Rp. 500. i = 8.6 : Diberikan alternatfp sebagai berikut : A Biaya awal Rp.200 Keuntungan/tahun Rp. diperoleh hasil sebagai berikut. 5). i = 5% D : 0 = – 500.e.900 C Rp.700 44 . 27.700 (P/A. 100.000 B Rp.000 Rp.200 D Rp.000 + 100. Jadi tinggal 3 alternatif yang harus dibandingkan dan jika disusun menurut besarnya biaya inv es tasi d i p e r o l e h : A Biaya awal Rp. maka alternatif dapat dilenyapkan (tidak dipertimbangkan lagi sebab kurang . 46. Proses dilanjutkan sampai semua alternatif telah diuji dan alternatif terbaik telah diperoleh.200 (P/A.3% B : 0 = – 100. i%. Contoh 5. i%.900 (P/A.200 Keuntungan/tahun Rp. 400. tentukan alternatf mana yang harus dipilih.000 + 27.000 Rp.700 C Rp. 500. 125. Penyelesaian : Pertama-tama hitung terlebih dahulu rate of return tiap alternatif dengan interpolasi. Penyelesaian. 5). 27. i = 8% Karena alternatif C mempunyai rate of return 5 % < 6 %. 200. 100. 5). 125. 100. i%.efisien). Untuk A : 0 = – 400. i = 12.000 + 46. 400.000 Rp. Jika i% (MARR) 6%.3% C : 0 = – 200.000 B Rp.200 (P/A.000 + 125.

Bandingkan terlebih dahulu A dengan B : A–B Biaya awal Rp.300 (P/A. 5).300 NPW ( D-A ) = 0 = .000 + 73.000 + 21. D e n g a n i n t e r p o l a s i d i p e r o l e h i = 6. 45 .200 NPW (A – B) = 0 = . K a r e n a 6 .000 Keuntungan/tahun Rp.100. Untuk memilih alternatif yang paling ekonomis. 21. diperlukan perhitungan rate of return selisihnya (incremental).000 Keuntungan/tahun Rp. 73. 9 % > 6 % maka . Kesimpulan :Dari contoh-contoh di atas dapat disimpulkan bahwa perh i t u n g a n rate of return tiap alternatif tidak memberikan d a s a r u n t u k memilih alternatif. sebagai berikut: D–A Biaya awal Rp. Selanjutnya membandingkan A dengan D. 300. i%. i%.9 % .200 (P/A.300. Karena 7% > 6% maka dipilih alternatif A dan alternatif B dapat dilenyapkan (tak perlu dibandingkan dengan alternatif D). 5) Dengan interpolasi diperoleh i = 7%. 100.pilih alternatif D.

000 Rp 11.000. Suatu komponen elektronik yang digunakan untuk perakitan dapat di buat dengan menggunakan 2 metode yaitu metade A atau B.000 Rp 9. G e n e r a t o r t e r s e b u t t e l a h b e r u s i a 5 tahun dan memerlukan banyak biaya untuk mengoperasikannya agar dapat berfungsi dalam keadaan darurat. Ahli teknik rumah sakit telah melakukan studi untuk mengganti generator tersebut.000 A Rp 40.000.000 Rp 11. dan disimpulkan ada 2 jenis generator yang memenuhi syarat dengan data sebagai berikut : Alternatif I Harga Umur teknis Nilai Akhir Rp 40.000.000. hitung r a t e o f return yang diperoleh sebelum pajak karena adanya ekstra invest as i pada B.000 Rp 16.000 Dengan suku bunga i (MARR) sebelum pajak 18%.000.000.000 Rp 16.Soal-soal : 1.000 5 tahun 0 Rp B Rp 40.400.000 1.000 40 tahun Rp 2.000. a l ter n a tif mana yang lebih menguntungkan atau ekonomis.000. Berdasarkan perhitungan tersebut.000 Rp 11.000 Rp 14.000 5 tahun 5.850.000.000 Alternatif II Rp 80.000 Rp 10.000.000.000 Rp 1.000.000.000 Rp 16. 2.000.000.000 4 tahun Rp 1. Sebuah rumah sakit mempunyai sebuah ge n e r a t o r cadangan yang digunakan untuk keadaan darurat.000.000.000 Biaya pengoperasian dan pemeliharaan Rp tiap tahun 46 . Data berikut menunjukkan biaya yang berkaitan dengan kedua metode tersebut : Biaya investasi Umur teknis Nilai Akhir Pengeluaran: Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5 Rp 12.

Engineering Economy. Leavenworth. maka tentukan mesin y ang dipilih. Thuesen. Second Edition. Gant.. Singapore. Daftar Pustaka: Blank. 1985. J i k a r u mah sakit tersebut menggunakan i (MARR) 10%. Singapore. H. 1982. Fabriky. Grant Ireson. John Wiley and Sons. 47 . 1981.Karena rumah sakit tersebut milik pemerintah maka tidak ada paj a k . Principles of Engineering Economy. Leland and Anthony T. WJ. Prentice Hall of India Private Limited. and GJ. Fifth Edition. New Delhi. W. Thuesen. and Richard S. Eugene L...G. Engineering Economy..Inc. Seventh Edition. Mc Graw Hill Book Co.

Dalam hal ini perlu berhati-hati untuk melakukan analisis pemanfaatan biaya. Seperti halnya evaluasi ekonomis untuk swasta. sedangkan sebaliknya tidak. Dengan kata lain diperlukan analisa dan evaluasi dari berbagai sudut pandang yang relevan terhadap ongkos-ongkos maupun manfaat yang disumbangkannya. Jelas ini bermanfaat bagi masyarakat. Dengan adanya proyek tersebut apakah dapat meningkatkan produksi padi daerah tersebut tiap ha. disamping adanya maanfaat tapi ada juga kerugian-kerugiannya (disbenefits) antara lain mengorbankan sebagian masyarakat yang tanahnya digunakan untuk proyek tersebut. untuk itu perlu dikaji terlebih dahulu apakali biaya ( cost ) yang dikeluarkan tersebut memberikan manfaat ( benefit ) yang lebih atau tidak terhadap masyarakat disekitarnya dan tentu saja t e r h a dap program pemerintah sendiri.Tetapi 48 . Analisa ini adalah cara praktis untuk menaksir kemanfaatan proyek. Misalnya dalam pembangunan bendungan tersebut. Pada umumnya cukup sulit untuk mengidentifikasikan manfaat (benefit) yang diterima oleh masyarakat. Hal tersebut berarti antara lain memperlancar arus ekonomi. mengurangi pengeluaran untuk memperbaiki kendaraan. p e mer i n tah ingin membangun bendungan baru disuatu daerah. Contoh lain. untuk itu perlu dilakukan pertimbangan-pertimbangan yang matang. misalnya proyek perbaikan jalan yang bertujuan untuk memperlancar dan mengurangi ke c e l a k aan lalu lintas. Jika manfaat yang diperoleh lebih besar daripada b iaya yang dikeluarkan maka dikatakan proyek acceptable. apakah bendungan tersebut dapat dijadikan tempat wisata d an ap akah mungkin untuk membangun PLTA secara ekonomis. karena dapat mengurangi kemacetan dan kecelakaan.BAB VI ANALISA MANFAAT BIAYA ( BENEFIT COST ANALYSIS ) Analisa manfaat biaya (benefit cost analysis) adalah analisa yang sangat umum digunakan untuk mengevaluasi proyek-proyek yang dibiayai oleh pemerintah. analisis pemanfaatan biaya disini juga memperhitungkan suku bunga. rumah sakit dan obat-obatan. Proyek-proyek tersebut mi s a ln y a. dimana hal ini diperlukan tinjauan yang panjang dan luas. mana yang relevant dianggap sebagai suatu manfaat dan mana yang tidak.

rumah sakit dan pengec a r a -penga car a.6%. B PWbenefit EUAB ……………………………………………….06 = C PWcos t 400.700( P / A.1 = = C PWcos t EUAC Untuk suku bunga i. Dari sudut pemerintah dan pandangan masyarakat. Metode analisis dengan menggunakan B/C adalah ekuivalen dengan analisis rate of return.17 = 0. 6.1. jika B/C > 1 maka proyek acceptable dan sebaliknya tidak. dokter.5) 100.97 46.000 49 .6%.900( P / A. Sedangkan kerugian penduduk karena tanahnya digunakan untuk proyek bendungan tersebut merupakan suatu disbenefit yang harus dipertimbangkan dalam analisisnya. digunakan logika yang sama seperti analisis rate of return.200( P / A. jelas kecelakaan lalu lintas tersebut tak diingini. dokter. sehingga dalam analisis kerugian-kerugian pada bengkel. Misal B= benefit dan C = cost maka perbandingan benefit dan cost dihitung degan rumus.pengurangan pengeluaran ini berakibat berkurangnya penerimaan untuk bengkelbengkel.5) 200. tetapi disini dihitung incremental B/C. Contoh 6. Kriteria perbadingan B/C untuk 2 alternatif Hitung perbandingan incremental B/C untuk aliran kas yang merupakan perbedaan antara alternatif biaya yang lebih tinggi dengan alternatif biaya lebih rendah.000 27. jika B/C < 1 pilih alternatif dcngan biaya lebih rendah. Untuk alternatif: A : B/C = B PWbenefit 100.6 Pertama-tama dihitung perbandingan B/C untuk tiap alternatif.6%. rumah sakit dan pengacara tidak perlu dimasukkan dan tidak dianggap suatu disbenefit. : Lihat kembali contoh 5. yaitu diperlukan analisis incremental .000 B : B/C C : B/C = = = 1. Kalau perbandingan incremental B/C > 1 mak a p ilih altern atif b iaya lebih tinggi.5) = = 1. Untuk 3 alternatif atau lebih.

000 Rp.5) = 1. A Biaya awal Benefit/tahun Rp.900 D Rp. 21.000 Rp. 100. 50 .300( P / A. 400.000 Rp.6%.D : B/C = 125. 500.000 Rp.05 Untuk alternatif C karena. 125.02 100. Dari hasil di atas diperoleh hasil yang ekuivalen jika menggunakan analisis rate of return.5) = 1.000 K a r en a B / C > 1 ma k a d i p i l i h al t e r n a ti f D .000 Rp.700 A Rp. 100.200 Incremental D–A Rp.000 Rp.900 D Rp. 0 2 100. B Biaya awal Benefit/tahun Rp.000 A–B Incremental biaya awal Incremental benefit/t a h u n 100. 125.200( P / A. 100.000 72. 100. Selanjutnya.6%.5) 200.700 I n crem en t al p er b a n d i n g an B / C = 24.6%. 400.300 I n cr e me n t a l B / C = 24. 27. B/C < 1 maka alternatif C dapat dilenyapkan.300( P / A. 500.000 Karena incremental p er b andingan B/C > 1 maka alternatif A lebih ekonomis daripada B .000 = 1. susun alternatif sisanya menurut besarnya dan selidiki incremental B/C untuk 2 alternatif dengan biay a terkecil.

Keuntungan tiap tahun disini adalah berkurangnya kerugian akibat banjir karena adanya alternatif S dibandingkan dengan alternatif TP. 0 0 0 . B i a y a p e r b a i k a n s a l u r a n d i t a k s ir Rp 2.1.300.000 tiap tahun.000.000. yaitu sebagai nilai e k s p e k t a s i ( e x p e c t e d value ). dilakukan perhitungan incremental B/C menurut besarnya biaya. sedangkan pembangunan reservoir merugikan hasil pertanian dan peternakan karena berkurangnya lahan dan ditaksir jumlahnya Rp. Pembangunan D & R mempunyai akibat samping yang merugikan lingkungan dan masyarakat sekitarnya. k a r e n a k e r u g i a n t i a p t a h u n b e r u h a h s e s u a i denga n b e s a r .000.kecilnya banjir yang timbul).000. Berdasarkan data di atas akan diselidiki alternatif mana yang paling ekonomis dengan i = 6 % dan umur teknis 50 tahun. 0 0 0 . Jika alternatif S dibangun kerugian tersebut dapat dikurangi me n j a d i Rp 105. (Dalam analisis ekonomi ini disebut disbenefit/benefit negatip/malefit).000. Yaitu : pembangunan dam merugikan hasil perikanan rakyat yang ditaksir jumlahnya Rp 28.000 dan biaya pemeliharaann y a t ia p t ah u n d i ta k s ir R p 3 5 . Alternatif pertama yaitu me mp er baik i salu ran (S) untuk memperlancar aliran sunga i d a n alternatif kedua membangun dam dan reservoir (D & R).10.2. Kedua biaya tersebut dibebankan pada anggaran pemerintah.55.000 tiap tahun. Pertama dibandingkan terlebih dahulu alternatif perbaikan saluran (S) dengan alternatif tidak ada pengendalian banjir (TP).000. Biaya pembangunan dam dan reservoir (D & R) ditaksir Rp 5.000.000. Seperti halnya dalan contoh 6. 51 .900.000 (Dalam praktek nilai taksiran tersebut dapat diperoleh dengan menggunakan metode statistika. sebab data yang tersedia dalam tahunan. K edua macam biaya tersebut dibebankan pada anggaran pemerintah.Contoh 6.000 dan ditaksir biaya pengoperasian dan pemeliharaannya tiap tahun Rp 40.000. Penyelesaian : Dalam perhitungan disini digunakan benefit dan cost tiap tahun untuk memudahkan.Taksiran kerusakan akibat banjir tiap tahun j i k a t i d a k ada p e n g endalian banjir(TP) adalah Rp 480. : Dalam suatu proyek pengendalian banjir ada 2 alternatif yang diusulkan.000 dan jika alternatif D & P dibangun kerugian tersebut berkurang menjadi Rp.

08 157.000) – (28. Selanjutnya dihitung perbandingan incremental B/C antara altarnatif D & R dengan alternatif S : B (D & R – S) = (105.000 (A/P.000.000 + 10. biaya pergantian dan sebagainya dalam jangka waktu tertentu.TP ) B/C = = 480. 6%.08 alternatif S lebih bermanfaat dibandingkan alternatif D &.000.50) + 35.000. 6%.3 : Sebuah pabrik ingin mengurangi sampai 75% banyaknya limbah kimia yang dibuang tiap hari kesebuah sungai sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.000.000. biaya pengoperasian dan pemeliharaan.000 = 2900.R.000.000 (A/P.000. Cost disini mungkin biaya riset.000 375. keuntungan-keuntungan atau kerugian-kerugian kadang-kadang tidak dapat dinyatakan dalam bentuk sejumlah uang.50 + 35. 6%. Contoh 6. nilai akhir. Misalnya.000 = 375. pengendalian polusi dan sebagainya.000) = 12. COST – EFFECTIVE ANALYSIS : Dalam keadaan – keadaan tertentu baik dalam bidang swasta maupun pemerintah.000 = 219.000. Untuk itu telah ada 3 perusahaan yang melakukan penawaran untuk memperbaiki sistem pembuangan pabrik 52 .T P ) C (S .000. Present worth disini disebut life-cycle cost dari sistem. Jika keuntungan-keuntungan atau kerugian-kerugian tersebut dapat dinyatakan dalam suatu ukuran efektivitas maka perhitungan yang berkaitan dengannya disebut cost efective analysis.000 Karena B/C – 0.000 Karena B/C > 1 berarti pembangunan saluran manfaat yang besar dibandingkan tanpa pengendalian banjir sama sekali. B (S .000 C(D & R– S) = 5300.000. pengembangan.000 .000.Sedangkan biaya tiap tahun adalah capital recovery cost dan biaya pemeliharaan alternatif S .000 – 55.000 = 0.000.000 = 157.000 .000.000 2900.000.000 (A/P.105. 50) + 40.000.000.000 B/C = 12. dalam pengembangan sistem senjata.000 = 1. Biasanya cost tersebut dinyatakan dalam present worth atau equivalent uniform annual cost.000.000.000 .71 219.

Tiap sistem yang dikembangkan dapat digunakan untuk selama 15 tahun.000.000 75% C 190. Kontraktor dari perusahaan C menjamin bahwa sistem yang dibuatnya akan mengurangi limbah kimia buangan tersebut sampai 90%.000 PW (B) PW (G) = 160. komponen tertentu dari sistem harus diganti tiap 5 tahun dengan biaya Rp.000 12.000 15. 15 ) = 272.000 9.000 + 9. 99%.000.200.000.732.000.000.000.000.000 (P/F.15) = 256. Penyelesaian : Untuk memudahkan.161. dibuat terlebih dahulu tabel sebagai berikut: Biaya awal Biaya pengoperasian.200.723. 9%. Dengan menggunakan MARR 9%.000 = 190.000.000.000% B 160.000 12.000.000 (P/A.000 9.000.000 ( P/A . tentukan penawaran mana yang harus dipilih.000 90% Perhitungan life cycle cost : PW (A) = 125. 5) + (P/F.000 25.000 Dari hasil perhitungan di atas.000 160.9%.9% 10) 15.tersebut.000.000 190.000.000.200.000. terlihat bahwa walaupun perusahaan B mempunyai biaya awal lebih besar dari A.000+ 12. dan pemeliharaan tiap tahun Biaya penggantian Efisiensi sistem A 125.000.000 75. Pemilihan antara penawaran perusahaan B dan C tidak begitu jelas karena ukuran efektivitas perusahaan C lebih tinggi dan sulit diukur 53 .000. tetapi life cycle costnya lebih kecil.000 (P/A. sedangkan kontraktor dari perusahaan A dan B menjamin bahwa sistem mereka paling tidak akan memenuhi syarat yang telah ditetapkan. 25. 9%.000 Jika penawaran dari perusahaan A diterima.000 15. Kedua perusahaan tersebut mempunyai ukuran sistem efektivitas yang sama (75%).000 + 25. Data berikut merupakan biaya penawaran yang diajukan oleh ketiga perusahaan tersebut : Biaya awal Biaya pengoperasian dan pemeliharaan/tahun Perusahaan A B C 125. 15) = 264.000. jadi dalam hal ini penawaran perusahaan B lebih ekonomis.000.

38. Soal – soal : 1. . tetapi belum tentu merupakan atau menghasilkan suatu pilihan yang final. y aitu memilih alternatif dengan cost terkecil. karena makin tinggi ukuran efektivitas diperlukan tambahan biaya. sebab 20 % tersebut merupakan ukuran yang bersifat elastis.2 . disini dilihat juga incremental ukuran efektivitas yang diperoleh dibandingkan dengan incremental life-cycle costnya.3 tersebut.000. Jika 2 alternatif yang dibandingkan mempunyai ukuran efektivitas yang sama. Demikian sebaliknya. Hitung perbandingan-perbandingan B/C 54 . untuk memutuskan alternatif mana yang dipilih tergantung pada kondisi atau kriteria yang telah ditetapkan. Jika efisiensi ini yang digunakan sebagai ukuran efektivitas yang dibandingkan dengan life cycle cost Rp 7429 K akan menimbulkan salah pengertian. Catatan : Dalam beberapa kejadian tertentu cost-effective analysis ekuivalen dengan penggunaan benefit-cost analysis . maka dipilih alternatif yang mempunyai efisinsi yang lebih tinggi. (rubber yard sticks). maka masalahnya sederhana.429 efisiensi (C . 60% dengan 72 % dan sebagainya. Dari perhitungan.B) = 15 % Dari hasil tersebut.03.20 % maka penawaran C yang dipilih. Dengan menggunakan kriteria tersebut akan mengurangi banyaknya alternatif yang dibandingkan.429. Misalnya dalam contoh 6. tetapi dalam beberapa hal berlainan. Perbandingan B/C antara D & R dengan S dan antara D & R dengan TP masing-masing adalah 0. Dalam contoh 6. seperti pemilihan penawaran perusahaan A dan B di atas. kerugian (disbenefit) akibat proyek D & R tiap tahun Rp. Yang tepat adalah harus diputuskan apakah efisiensi 20 % sebanding dengan Rp 7. Karena berlaku antara untuk 80% dengan 96%.000. Seperti halnya dalam analisis pemanfaatan biaya.dengan nilai sejumlah uang tertentu. Kalau cost bukan merupakan masalah untuk meningkatkan efisiensi sebesar 15/75 .08 dan 1. PW (C B) = 7. Jika life-cycle cost dua alternatif sama. tersebut juga terlihat bahwa efisiensi meningkat 20% jika penawaran C dipilih. perbandingan penawaran antara perusahaan B dengan C tidak langsung jelas.

000.000.000.000 dan untuk lokasi N.000.000. Jika dilakukan pengerukan (P) maka kerugian-kerugian ditaksir berkurang menjadi Rp180.000 tiap tahun.000.000 dan naik Rp 12. Berikan kesimpulan hasil tersebut.880.000. D & R akan mengurangi daerah pertanian. tapi ini diimbangi oleh barkembangnya daerah rekreasi.000. tetapi ini diimbangi dengan berkembangnya tempat 55 . Sebuah sungai yang membelah sebuah kota.000. Dari soal 1. Suatu proposal telah diajukan untuk mengendalikan banjir tersebut. Hitung juga rate of return karena adanya ekstra investasi untuk proyek D & R dihandingkan proyek S. Ditaksir kerugian tersebut tiap tahun Rp.tersebut kembali jika kerugian yang diterima masyarakat tersebut dianggap sebagai cost dan bukan suatu disbenefit.000. Alternatif D& R dibangun jika alternatif P dibangun.000 dan Rp 90.000. 50.000.000.400.000. selalu menimbulkan kerugian karena banjir yang ditimbulkannya.000. 4.000 tiap tahun.000. yaitu melakukan pengerukan (alternatif P) dan membangun dam dan reservoir (alternatif D& R). Biaya awal alternatif D & R adalah Rp 1.000. diperlukan biaya awal Rp. biaya pengoperasian dan pemeliharaannya ditaksir tiap tahun adalah Rp 45. 3. Karena adanya pengerukan tersebut akan ada kerugian lingkungan.000. Gunakan MARR 8 %. Karena tidak sesuai dengan perkembangan lalu lintas.000 dan naik Rp 5. umur teknis 20 tahun dan andaikan nilai akhir kedua jembatan tersebut masing-masing 60% dari biaya awal pembuatan jembatan tersebut.000. Biaya pemeliharaan jembatan dilokasi M dan N tiap tahun masing-masing adalah Rp 120.000. diperlukan biaya awa1 sebesar Rp.000 dan biaya pemeliharaannya tiap tahun ditaksir Rp 30.000. Jika D & R dibangun kerugian akibat banjir berkurang menjadi Rp 30. Untuk lokasi M. hitung rate of return karena adanya ekstra investasi untuk proyek S dibandingkan proyek TP. Untuk itu telah diusulkan dua tempat yaitu M dan N. ini ditaksir tiap tahun menimbulkan kerugian (disbenefit) Rp 20.000.000.000. 3.000 dan Rp 660.000.300.600.000.000 tiap tahun. Dengan dibangunnya jembatan tersebut akan memperlancar arus lalu lintas sehingga memberikan keuntungan bagi masyarakat yang ditaksir untuk loksi M dan N tiap tahun masing-masing adalah Rp. 2. Biaya awal untuk P adalah Rp. sebuah jembatan akan dipindahkan tempatnya dengan menggunakan konstruksi baru.000 dan bertambah Rp 20. Hitung perbandingan B/C yang sesuai untuk melakukan studi ekonomis kedua lokasi tersebut.

Edisi Pertama. N. 2004.Inc.N. Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making. R.N. Dengan menggunakan MARR 9 % dapatkan perbandingan B/C yang sesuai untuk P .rekreasi yang memberikan keuntungan tiap tahun Rp 8. Gunakan periode 30 tahun dan andaikan nilai akhir proyek nol. D .. Daftar Pustaka: Barish. Mc Graw Hill Book Co. New York.000. Pujawan. Penerbit Guna Widya. 1995. Surabaya 56 . Ekonomi Teknik.000.

misal : TC1 Dimana : TC1 TC2 x = f1(x) dan TC2 = f2(x) = total biaya untuk alternatif I = total biaya untuk alternatif II = variabei independen yang mempengaruhi alternatif I dan II. kemudian ingin ditentukan nilai dari variabel tersebut sedemikian hingga biaya kedua alternatif tersebut sama. Jika biaya dari suatu alternatif merupakan fungsi dari satu variabel yang dapat berupa beberapa nilai tertentu maka adalah bermanfaat untuk menentukan nilai suatu variabel dimana biaya minimal. Biaya dari tiap-tiap alternatif dapat dinyatakan sebagai fungsi variabel independen yang sama. dan jika diselesaikan diperoleh nilal x yang dicari dan merupakan suatu titik impas dapat dicari dengan menggunakan prosedur-prosedur yang telah dikembangkan dalam matematika.BAB VII ANALISIS TITIK PULANG POKOK DAN BIAYA TERKECIL (BREAK EVENT POINT DAN MINIMUM COST ANALYSIS) Dalam beberapa kondisi ekonomi. Karena itu f1 (x) = f2(x). cost point). Nilai dari variabel yang diperoleh disebut sebagai titik (break-event point). Untuk mendapatkan nilai x yang membuat kedua biaya alternatif tersebut sama adalah dengan menyamakan TC1 = TC2. Beberapa alternatif yang merupakan fungsi dengan variabel yang sama dapat dibandingkan berdasarkan. Analisa Titik Pulang Pokok Jika biaya dari dua alternatif dipengaruhi oleh variabel yang sama maka dapat dicari nilai dari variabel tersebut sehingga kedua alternatif mempunyai biaya yang sama. Jika dua atau lebih alternatif merupakan fungsi dari suatu variabel yang sama. biaya dari suatu alternatif mungkin merupakan fungsi dari suatu variabel. biaya minimal. 57 . Nilai variabel yang demikian disebut biaya minimal (minimum.

Banyak jam beroperasi (jam motor bekerja) tiap tahun tergantung p a d a t i n gi curah hujan (jadi merupakan suatu variabel).4) + 200.000. 174.10%.400.000 dan nilai akhir nol pada akhir periode tahun keempat.000 = b i ay a t i a p jam d a r i p e n ggunaan ga s elin + o p e r a t o r + pemeliharaan = R p 420 + Rp 800 + Rp 150 = Rp 1370 58 .000 dan nilai akhirnya pada akhir tahun keempat ditaksir Rp 200. Biaya pengoperasian tiap jam Rp 840. 10%.000 = biaya pemeliharaan tiap tahun untuk alternatif A = Rp.1: Andaikan bahwa diperlukan motor bertenaga 20 TK untuk memompa air dari suatu sumber air.000 (0. Motor tersebut diperlukan untuk jangka waktu 4 diusulkan 2 alternatif. biaya pemeliharaan ditaksir Rp 150 tiap jam dan biaya operator tiap jam Rp 800.400. dan biaya pemeliharaan tiap tahun ditksir Rp 120.000. Alternatif B memerlukan biaya awal untuk pembelian motor gaselin Rp 550. Akan ditentukan berapa jam tiap tahun kedu a motor terse b u t b e r o p e r a s i agar biaya kedua altenatif tersebut sama. Biaya bahan bakar untuk tiap jam operasi ditaksir Rp 420 .000 – 200.000 (A/P. 120. Gunakan i (MARR)10 % tahun.10) = 399. Untuk penyediaan motor tersebut telah Penyelesaian : Misal TCA CRA MA = total EUAC (A) = Capital recovery cost alternatif A = (1. 4) = Rp. 550. Alternatif A memerlukan biaya awal untuk pembelian motor listrik yang bekerja secara otomatis dengan harga Rp 1.Contoh 7.000 CA t Maka TCA TCB CRB HB = biaya pengoperasian tiap jam = Rp 840 = jumlah jam operasi tiap tahun = CRA + MA + CA t = total FUAC (B) = Capital recovery cost alternatif B = Rp.000) (A/P.

Perbedaan biaya tahunn antara kedua alternatif tersebut untuk sembarang jam operasi tertentu dapat d ih itung sebagai berikut : Misalnya kedua motor dioperasikan 100 jam tiap tahun maka TC = TCA .t = jumlah jam operasi tiap tahun.37) = Rp.000 + 120.1 : Total biaya sebagai fungsi dari jumlah jam operasi.000 + 100 (0.000 − (399. 1200 Gasolin Listrik 800 400 0 200 400 600 800 jam operasi / tahun Gambar 7. Maka TCB = CRB + Ht.84) – 174 – 100 (1.000) = = 651 jam CA − H B 840 − 1370 = TCB atau CRA + MA + CAt = CRB + HBt Jadi kedua motor tersebut sama ekonomisnya jika kedua motor tersebut beroperasi selama 651 jam dalam setahun. Jika digunakan kurang dari 651 jam maka motor gasolin lebih ekonomis dan jika digunakan lebih d a r i 651 jam motor listrik lebih ekonomis. Untuk mendapatkan titik impas adalah dengan menyelesaikan t dari persamaan. Gambar 7.000 59 .1 menunjukkan total biaya tiap tahun sebagai fungsi dari banyaknya jam bekerja tiap tahun.000 + 120.TCB = CRA + MA + CAt – CRB . 292. TCA diperoleh t= CR B − CR B + M A 174.HBt = 399.

000 Rp 1. Dalam pasal ini akan dibahas untuk alternatif.000 Untuk memperoleh titik impas adalah dengan menyelesaikan persamaan tiap pasang dari alternatif sebagai fungsi luas bangunan dalam suatu grafik.000 3.000 Rp 1.000 a (A/P.000.01) (0.000 - Baja 29.2% biaya pembangunan Kayu Rp 35. Data biaya yang berkaitan dengan ketiga jenis biaya tersebut (biaya konstruksi.000a + 4.000a + 6.Analisis Titik Impas Untuk 3 Alternatif atau Lebih. 8%. 60 . ada 3 jenis konstruksi yang sesuai untuk gedung tersebut yaitu concrete (beton).000 Rp 2.000. pemeliharaan dan sebagainya) diberikan oleh tabel sebagai berikut: Beton Biaya pembangunan/kaki persegi Biaya pemeliharaan/ tahun Biaya pengendalian cuaca/ tahun Taksiran nilai akhir Rp 24. Dalam contoh sebelumnya.000a (0. 20) + 29.000 = 2.500.250.2 : Sebuah perusahaan konsultan pembangunan telah melakukan studi untuk pembangunan sebuah gedung dengan luas antara 2000 sampai 6000 kaki persegi. Contoh 7.000. Setelah melakukan penelitian yang mendalam.440a + 8.000a (0.000 = 2.500. 8%.934.558.600. 20) + 8.000 Rp 3.000a (0. dan dari grafik tersebut dapat dicari titik impasnya.250.08) + 6.99) (A/P.000 Rp Rp 5. Tentukan titik impas dari ketiga jenis konstruksi tersebut jika digunakan i (MARR) 8% Penyelesaian : Misal x luas bangunan yang akan dibangun : TC (Beton) TC (Baja) = 24.000 TC (kayu) = 35. 20) + 35.968) (A/P.032) ( 0. steel (baja) dan frame (kayu).000a (0.08) + 4.000.250.500.000 1% biaya pembangunan 20 tahun Taksiran umur teknis 20 tahun 20 tahun Biaya total tiap jenis konstruksi merupakan fungsi dari luas bangunan yang akan dibangun.000 Rp 5.000 = 29. telah dibahas analisis titik impas yang menyangkut 2 alternatif. 8%.400.000 = 3.

000 beton 20. adalah membangun dengan konstruksi baja. Dan jika membangun dengan 5000 kaki persegi.000. yang ekonomis adalah konstruksi beton.000. dimana suatu komponen biaya mungkin dipengaruhi oleh suatu variabel mis a l n y a s e c a r a linear a t a u k e b a l i k annya atau mungkin dipengaruhi secara linear dan kebalikannya. Misal biaya total ( Total Cost ) s u a t u a l t e r n a tif dipengaruhi komponen biaya secara linear dan kebalikannya.Biaya kayu baja 25.000 2000 3000 4000 5000 6000 luas bangunan Dari gr afik di atas terlihat bahwa ji. yaitu : TC dimana : X = AX + B +C X = variabel yang mempengaruhi. Untuk perluasan lebih d a r i 3 a l t e r n a t i f d a p a t d i g u n a k a n penalaran yang sama dengan di atas.000 15. Sedangkan yang lebih kecil dari 3000 kaki persegi. B dan C = bilangan-bilangan tetap Untuk mendapatkan nilai X yang meminimalkan TC adalah dengan menurunkan TC ke x dan kemudian menyamakannya dengan n o l d i p e r o l e h: 61 .ka membangun gedung dengan luas 4000 kaki persegi maka yang ekonomis. yang ekonomi s a d a l a h k onstruksi kayu. Analisis Biaya Minimum Suatu alternatif mungkin memiliki dua atau lebih komponen biaya. A.000.

Dalam hal ini resistansi adalah berbanding terbalik dengan ukuran konduktor sehingga biaya energi listrik yang hilang akan berkurang jika ukuran konduktor bertambah besar.06) = 20. umur teknis ditaksir 20 tahun.890 A + 13. dan pemeliharaan diabaikan.6 A 1728 Capital recovery cost dalam dollar tiap tahun adalah : 160. biaya investasi akan bertambah juga. Energi yang hilang ditaksir b ernilai Rp 7 tiap k ilowat jam.40)(12)( A)(555) 539. pajak insurance.3: Suatu contoh klasik mengenai analisis biaya minimum adalah menentukan luasan konduktor elektronik. nilai akhir Rp 500 tiap pon tembaga. Energi yang hilang (kilowat jam) dalam konduktor disebabkan resistansi adalah sama dengan I2 R X jumlah jam : 1000.940 62 .0011435 258. Tetapi jika ukuran konduktor bertambah besar. suku bunga 6 % Misal A = luas konduktor .490 )( Rp7) = A A Berat konduktor (dalam pon) : (1. dimana adalah arus listrik (dalam ampere) dan R adalah resistansi konduktor dalam ohm. dan resintansi berbanding terbalik dengan luasnya.6) A (A/P.001 1435 ohm.000 + Rp 600 untuk tiap pon tembaga. 6%. Untuk ukuran konduktor tertentu dapat ditentukan jumlah kedua komponen biaya tersebut minimal.6) A (0. biaya instalasi Rp 160. Data pembiayaan dan keteknikan untuk instalasi konduktor tersebut sebagai berikut : panjang konduktor 140 kaki. maka energi yang hilang tiap tahun adalah : (1920)2 (24) 365( 0. Resistansi konduktor tembaga yang panjangnya 140 kaki dan luasnya 1 inci2 adalah 0. sebesar 1920 ampere untuk 24 jam (1 hari) selama 36 5 h a r i . Misalnya suatu konduktor tembaga dipertimbangkan untuk digunakan mentransmisi beban aliran listrik pada suatu sub-station.B dTC =A– 2 =0ÆX= dX X B A Contoh 7. 20) + 500 (539.000 + (600 – 500) (539. Berat tembaga 55 pon tiap kaki3 .

890 A + = 20.510 4 5 6 97.720 Luas penampang yang paling ekonomi untuk konduktor terjadi pada saat biaya investasi sama dengan biaya kebilangan energi tiap tahun (Hukum Kelvin).490 + 13. 090 Biaya Investasi 129.750 43.760 162.490 =0 A 258.940 A 258.160 170.370 Biaya Kehilangan I2R 2 3 4 5 6 55.090 162.Jadi biaya total tiap tahun adalah : TC dTC dA A= = 20.890 – 258. Untuk mengetahui perubahan-perubahan dari komhonen-komponen biaya tersebut dapat dilakukan secara tabulasi dan grafik sebagai berikut: Luasan penampang ( inci 2 ) Biaya Biaya investasi Biaya hilang I 2 R Biaya total tiap tahun 2 55.52 inci 2 dimana dengan luasan tersebut akan diperoleh biaya total tiap tahun yang minimal.370 3 76. Cara tabulasi dan grafik terseb u t cukup bermanfaat jika cukup sulit mendapatkan hubungan matematis antara variabel-variabelnya.500 118.280 64. Misalnya sebuah perusahaan farmasi 63 .720 129.680 51.140 182.890 Jadi dipilih konduktor yang luas penampangnya 3.120 185.490 = 3.390 139.400 TC 185.52 inci2 20.610 86.

240.000 3.000 6. Dalam proses ini dapat digunakan atau beberapa evaporator dan dapat digunakan berulang kali.000 6.220.merencanakan untuk menggunakan proses penguapan dalam menghasilkan suatu jenis produknya. Jika suku bunga tiap tahun 12 %. komputer yang dibeli harus bekerja supaya membeli komputer tersebut ekonomis.350.710.030.000 5. 3.000. tiga atau empat evaporator.000 3.000.560. Soal – soal 1.000 860. 7.850. Ditaksir umur teknis dan nilai akhir komputer tersebut masing-masing adalah 6 tahun dan Rp.000 tiap hari. Hasilnya sebagai berikut (tiap tahun 200 hari k e r ja ) : Biaya Biaya t e t a p ( biaya awal. dibandingkan menyewa? 64 .000 tiap tahun secara kontrak. 130.680. Dari pengalaman dan pengujian menunjukkan bahwa diperlukan persamaan atau fungsi yang kompleks untuk menjelaskan hubungan antara biaya-biaya yang digunakan. 4. 5.000.960.000 1.000.960. Biaya pengoperasian ditaksir Rp. maka berapa hari tiap tahun. Sebagai alternatif adalah menyewa komputer dengan rata-rata ongkos sewa Rp.000 4.000. dan biaya pemeliharaan Rp. karena itu di gunakan cara tabulas i a t a u g r af i k . Biaya variabel yang pokok adalah biaya pembuatan uap yang kira-kira berbanding terbalik dengan banyaknya evaporator yang digunakan dalam instalasi.190.000 3. karyawan dan sbg) Biaya total/tahun.000 8. Taksiran biaya variabel dan tetap dapat diperoleh dengan melakukan percobaan jika digunakan satu. Sebuah lembaga konsultan ingin membeli sebuah komputer seharga Rp.000 tiap hari.610.30.000 2.000 yang terjadi bila 3 evaporator digunakan. 50.000 Luasan penarnpang ( inci 2 ) 1 2 3 4 Dari tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa total biaya terendah tiap tahun adalah Rp. Biaya tetap kira-kira sebanding dengan banyaknya evaporator yang digunakan. dua. asuransi pajak dan sbg) Biaya variabel (pemeliharaan.

Surabaya.200 tiap unit dan diperlukan b ia y a p er a l a t a n yang besarnya Rp. 200. 2004. Ekonomi Teknik.000 tiap tahun.aya buruh Rp. Surabaya 65 . biaya pengoperasian Rp. 315. 4.N. Harga mes in diesel Rp. N.000. Institut Teknologi Sepuluh Nopember.000 tiap tahun.300. New York.000.000.Inc. Nilai akhir ketiga mesin tersebut sama.900 tiap jam operasi untuk bahan bakar.000.52 tiap unit dan biaya pemeliharaan peralatan Rp. 1990. Mesin gas hidrokarbon harganya Rp.. Edisi Pertama. dan mesin gas ekonomis. 3. Metode kedua dilakukan s e c ar a mencetak papan sirkuit tersebut dan ini memerlukan biaya investasi sebesar Rp.2. berapa banyak papan sirkuit yang harus diproduksi tiap tahun agar kedua metode tersebut sama ekonomisnya? 3. Metode pertama yaitu dikerjakan secara manual dan ditaksir biayanya Rp 1. 0.000. 2.N. untuk buldozer yang ia beli. 3. dan memerlukan biaya Rp.000 tiap tahun dan memerlukan biaya Rp. Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making.500.600 tiap jam operasi untuk gaselin. Mc Graw Hill Book Co. biaya pemeliharaan R p . Ekonomi Teknik. 3.800. 240. biay a pemelihaan Rp.000. Pujawan. mesin diesel ekonomis. 300. 2.000 tiap tahun. Bi.000 tiap tahun. Penerbit Guna Widya.300 tiap jam operasi untuk pembelian bahan bakar. Seseorang produsen alat-alat elektronik tertentu ingin mempertimbangkan 2 motode yang digunakan untuk menghasilkan suatu papan sirkuit. 150. 1995. Harga mesin ga s olin Rp. sehingga dapat diabaikan. Jika suku bunga 10 % tiap tahun. b) Tentukan interval jam mesin bekerja dalam setahun sehingga mes i n g asolin ekonomis. Haryono. umur tekn is 9 tahun dan nilai akhir Rp. dan memerlukan biaya Rp 2. Umur teknis tiap mesin adalah 5 tahun. Daftar Pustaka: Barish. Dengan menggunakan i = 15 % a) Buat g r a f i k total biaya tiap tahun dari tiap mesin sebagai fungsi dari jumlah jam mesin tersebut bekerja dalam setahun. 150. diesel atau gas hidrokarbon. Seorang kontraktor harus menentukan pilihannya apakah menggunakan mesin g a s e l i n .

Secara umum depresiasi dapat didefinisikan sebagai berkurangnya nilai suatu asset (yang dapat berupa mesin-mesin. sehingga berkaitan dengan p a j ak. Da1am praktek adalah cukup sulit untuk menaksir besarnya alokasi depresiasi yang tepat dari suatu asset. karena disini memuat 2 pengertian yang harus dipertimbangakan. Depresiasi secara umum dapat digolongkan dalam 2 kelompok. Dalam mengalokasikan depresiasi nilai asset ada 2 hal yang dipertimbangkan yaitu: Untuk menjamin bahwa asset yang diinvestasikan dapat diperoleh kembali selama umur ekonomisnya: Untuk menjamin bahwa asset yang. Untuk memahami konsep depresiasi bukanlah suatu hal yang mudah. yaitu depresiasi nilai asset yang sebanarnya sesuai dengan waktu dan yang kedua (yang penting dalam ekonomi teknik) yaitu bagaimana mengalokasikan depresiasi (accounting depreciation) nilai asset tersebut. diinvest a s ikan diperhitungkan sebagai biaya produksi. bangunan gedung dll) sesuai dengan waktu. Depresiasi yang disebabkan antara lain karena semakin majunya perkembangan teknologi. sehingga terdapat kesulitan-kesulitan dalam mengkalkulasikan biaya-biaya secara tepat.BAB VIII METODE DEPRESIASI Depresiasi atau penyusutan modal adalah suatu komponen yang penting dalam analisis ekonomi teknik. Karena modal digunakan terlebih dahulu sebelum menghasilkan barang produksi. Depresiasi yang disebabkan antara lain mesin-mesin atau peralatan-peralatan yang digunakan semakin tua sehingga kemanpuannya berkurang ( physical degradation ). Untuk memudahkan pemahaman dalam melakukan alokasi depresiasi diberikan contoh . 2. yaitu: 1. terutama dalam analisis yang berkaitan dengan pajak dan pengaruh inflasi ( after tax and inflation analysis ). Yang pertama. sehingga diperlukan mesin-mesin atau peralatan-peralatan baru yang lebih efisien dan ekonomis daripada yang dipakai sekarang atau karena adanya perubahan demand di masya r ak at baik dari segi kualitas maupun kuantitas sehingga diperlukan tambahan mesin-mesin dan peralatan-peralatan baru (functional depreciation ).sederhana sebagai beriku t : 66 .

umur teknis (n) . Sehingga pengusaha tersebut menganggap ia mendapatkan keuntungan sebesar Rp.5.000 = Rp.000 sebagai penghapusan modal. Metode yang bertujuan untuk mengalokasikan depresiasi yang lebih besar pada awal umur teknis daripada akhir umur tek nis . 67 Sum of Years digits . upah kar yawan. dan depreciation accounting (SOYD). 2.000. pemeliharaan.000. Apabila mesin tersebut dapat dipakai untuk selama 2 tahum. perusahaan dapat memproduksi 1000 unit komponen tiap tahun yang harganya Rp. ada 3 komponen utama yang digunakan. 5.500.000 dia sisihkan untuk membeli mesin baru.000 untuk menunjang proses produksinya. maka pada akhir tahun ke 2 pengusaha tersebut tidak dapat lagi membeli mesin baru dengan kapasitas yang sama. Untuk menghitung depresiasi. 2. Metode yang digunakan adalah straight line depreciation accounting . dan nilai akhir (S). Metode yang bertujuan untuk mengalokasikan depresiasi secara merata selama umur teknis. 8. Dalam contoh diatas terliliat bahwa depresiasi dibebankan pada biaya produksi (dalam akutansi disebut amortized cost) sehingga mempengaruhi profit atau rate of return yang diperoleh perusahaan. penggunaan energi listrik tiap komponen ditaksir Rp. Dengan menggunakan mesin tersebut.000 tiap tahun (ini belum memperhitungkan laju in f lasi) dari yang Rp. 15. Ka1au dihitung penghapusan modalnya. 2.000 tiap tahun.Misal sebuah perusahaan membeli sebuah mesin seharga Rp. 4.500 2. sehingga keuntungan bersih yang dapat dia gunakan adalah Rp.000. Karena ia tidak menyisihkan keuntungannya secara tapat untuk pembelian mesin baru. y a i t u : nilai a s s e t ( P ) . Apabila keuntungan tersebut ia habiskan Rp. Biaya-biaya untuk pembelian bahan baku.000 tiap komponen.000. maka tiap kali penggunaan mesin harus diperhitungkan uang sejumlah : Rp. 7. Metode depresiasi dapat diklasifikasikan sebagai berikut: 1.000 untuk biaya hidupnya sehari-hari maka tiap tahun ia mempunyai simpanan sebesar Rp.000. 5. Metode yang digunakan antara lain: declining balance depreciation accounting .500. 2.000 tiap tahun. Dalam ekonomi teknik tujuan utama dari depresiasi adalah untuk mendapatkan aliran kas dengan mempertimbangkan pajak dan inflasi.000.

3.

Metode yang bertujuan untuk mengalokasikan depresiasi yang lebih besar pada akhir umur teknis daripada awal umur teknis. Metode yang digunakan adalah sinking – fund depreciation accounting.

Straight line depreciation accounting

Besarnya depresiasi pada tahun ke t dengan metode ini diberikan oleh rumus : Dt = P − S 1− S / P = P = dP ………………………..8.1. n n

dimana d adalah laju depresiasi. Contoh 8.1 : Misal P = Rp. 10.000.000, S = 1.000.000 dan n = 5 tahun Dt = P − S 10.000.000 − 1.000.000 = = 1.800.000 tiap tahun. n 5

Secara tabulasi : t 0 1 2 3 4 5 Dt 1.800.000 1.800.000 1.800.000 1.800.000 1.800.000 Nilai buku BVt 10.000.000 8.200.000 6.400.000 4.600.000 2.800.000 1.000.000

BVt adalah nilai buku pada tahun ke t yang besarnya adalah BVt -1 - Dt, Dimana BV0 = P, dan dapat dibuktikan bahwa: BVt = P − P−S t = P(1 − tDt ) …………………………..8.2.05 n

DECLINING – BALANCE Depreciation Accounting

Dalam metode ini besarnya depresiasi pada awal-awal tahun pemakaian lebih besar dari pada akhir tahun pemakaian. Karena diharapkan misalnya mesin-mesin yang baru dapat memeberikan produktivitas yang lebih tinggi pada awal pemakainnya daripada akhir pemakaiannya. Dalam metode ini, untuk laju depresiasi tertentu, besarnya depresiasi adalah perkalian laju depresiasi dengan nilai buku pada periode bersangkutan. 68

Contoh 8.2 : Lihat kembali contoh 8.1. Misal digunakan laju depresiasi 40%. t 0 1 2 3 4 5 0,4(10.000.000) = 4.000.000 0,4(6.000.000) = 2.400.000 0,4(3.600.000) = 1.440.000 0,4(2.160.000) = 864.000 0,4(1.296.000) = 518.400 1− S / P = kd n Dt BVt 10.000.000 6.000.000 3.600.000 2.160.000 1.296.000 777.600

Faktor laju depresiasi dr = K Dan jika diandaikan

k S = 0 maka dr = n P

Konstanta k biasanya adalah 1,25 ; 1,5 ; 2,0. Jika k = 2 seperti contoh 8.2. disebut double declining balance depreciation. Besarnya depresiasi pada tahun ke t adalah : Dt = dr (BVt-1) …………………………………9.3. Dan BVt-1 = P (1- dr)t-1 ……………………………..8.4.

Sum of Years digits (SOYD) depreciation accounting

Metode ini berdasarkan jumlah bilangan tahun, dimana nilai suatu asset berkurang sebanding dengan unit tahunnya. Contoh 8.3: Lihat kembali contoh 8.1. Jumlah unit tahun = 1 + 2 + 3 + 4 + 5 = 15

69

t

Unit tahun

Dt

BVt

0 1 2 3 4 5 5 4 3 2 1 5/15(10.000.000-1.000.000) = 3.000.000 4/15(10.000.000-1.000.000) = 2.400.000 3/15(10.000.000-1.000.000) = 1.800.000 2/15(10.000.000-1.000.000) = 1.200.000 1/15(10.000.000-1.000.000) = 600.000

10.000.000 7.000.000 4.600.000 2.800.000 1.600.000 1.000.000

Secara umum : Jumlah unit tahun = 1 + 2 + ………. + n = Dt = (P-S) n(n + 1) 2

2(n − t + 1) ……………………………………….. 8.5 n(n + 1) 2m m(m + 1) − ……………………………. . 8.6 n n(n + 1)

BVm = P- (P-S)

Sinking – fund depreciation accounting

Dalam metode ini di andaikan nilai dari asset berkurang pada saat laju depresiasi bertambah. Contoh 8.4: Lihat kembali contoh 8.1 dan digunakan sinking fund 6 %. Sinking fund depreciation pada tahun : Pertama Kedua Ketiga Keempat Kelima : (10.000.000 – 1.000.000) (A/F, 6%, 5) : 1.596.600 + 0,06 (1.596.600) : 1.692.390 + 0,06 (1.692.390) : 1.793.940 + 0,06 (1.793.940) : 1.901.580 + 0,06 (1.901.580) = 1.596.600

= 1.692.390 = 1.793.940 = 1.901.580 = 2.015.670

70

400 6.403.000 4. i%.901. i.000.000. i%.000 6. i .000.917.390 1.000. 10. t-1) Setelah disederhanakan diperoleh : Dt = (P-S) (A/F.670 8.000. i.000 71 . n) (F/P.000.000 1.793.7.000.8..580 2.490 999.000 6% sinking fund Straight line 8.060 3. i. n) (F/A. 10.015.015. BVt = P-(P-F) (A/F.692.711. i. 8. n) (F/A.1. t) ……………………….000 1 2 3 4 5 Gambar 8. n) + i (P-S) (A/F.t 0 1 2 3 4 5 Dt BVt 10. t-1) …………………………..940 1.000 Declining balance 2.600 1.596.000 SOYD 4. Nilai buku asset Rp.820 Secara umum : Dt = (P-S) (A/F. 8.

e. b. lihat Tabel (apendik) dan ITC sebesar 10 % diterapkan langsung.36. b. Setelah pajak pendapatan dengan mengandaikan investasi dihapuskan sebesar 20 % tiap tahun untuk 5 tahun dan ITC sebesar 10 % diterapkan langsung. 36. h. Setelah pajak pendapatan dengan menggunakan depresiasi ACRS (accelerated cost recovery system).000 (P/A. Setelah pajak pendapatan dengan menggunakan straight line depreciation. f.Contoh : 8.000.000. Sebelum pajak NPW = 0 = . d.000 = = 4. i. Setelah pajak pendapatan dengan menggunakan depresiasi ACRS untuk 5 tahun mulai 1986 dan ITC sebesar 10 % diterapkan langsung. c.900. Setelah pajak pendapatan dengan mengadaikan semua investasi dihapuskan untuk tujuan pajak. Setelah pajak pendapatan dengan SOYD dan ITC (investuen tax credit) sebesar 10% diterapkan langsung.900. Setelah pajak pendapatan dengan menggunakan double rate declining balance depreciation untuk 4 tahun pertama dan 4 tahun berikutnya digunakan straight line depreciation. hitung rate of return investasi tersebut dengan menggunakan kondisi-kondisi berikut : a. i %.000 n 8 72 .500. 8) Dengan cara interpolasi (trial and error) diperoleh i = 18. Dengan menggunakan pajak pendapatan (income tax rate) sebesar 48 %. g. 8.000 + 8.000 diharapkan dapat menghemat pengeluaran perusahaan sebesar Rp. Penyelesainnya : a.3 %. Sebelum pajak pendapatan (before income tax). Dt = P − S 36.5: Suatu investasi pada peralatan seharga Rp.000 tiap tahun untuk selama 8 tahun dan ditaksir nilai akhirnya sama dengan nol pada akhir tahun ke 8.000. Setelah pajak pendapatan dengan SOYD.

Dt = (P-S) D1 = 36.500.000 4.000 4. D5 = 4.000 2112.000 4.000 Depresiasi (B) Yang dikenai pajak (C = A + B) Besar pajak (D = -0.000.500.000 4.000.000.000 + 8.500.000.000 + 8.000 6.000 2112. D6 = 3.738 .000 4. D8 = 1.400.000 4.000.400.48 C) Aliran Kas setelah pajak (E = A + D) 36.000 + 8.900. i %.400.000 + 8.500.000 4.2 %.400. D7 = 2.000.000 6.778.000 6.500.000. D4 = 5.000 + 6.738 .000 2112.000.000 4.000 6.000.000.500.000 2112.000 + 8.000 + 8.000 4.000 6.000 4.000.000.000. 2(n − t + 1) n(n + 1) 2(8 − 1 + 1) = 8.000 4.900.Dibuat terlebih dahulu aliran kasnya : Tahun Aliran Kas sebelum pajak (A) 0 1 2 3 4 5 6 7 8 36.738 .400.500.000 2112.000.000 D2 = 7.000 4. 73 .000 2112.000 NPW = 0 = .000 2112.000 (P/A.000 6.000 4.900.400.900.000.900.738 .900.000 + 8.000.738 .36.738 .738 .000 2112.000 + 8. n) Dengan interpolasi diperoleh i = 10.000.900.000.000.400.000 4.000 4.000 4.500.000 6.738 . D3 = 6.000 8(8 + 1) c).400.000 6.900.

000 1.900.000 NPW = 0 = .900.000 7.000.900.000 5.900.000.000 8. i %.000 8. 8) Dengan interpolasi diperoleh i = 11.48 C) (E = A + D) - 8.000.000 7.000 - - 900.468.000 36.000 8.000 3.000 7.000 8.000. 8) – 480.Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 (A) 36.900.900.900.000 2.000 4.000 + 8.900.900.392.000 5.832.000.312.900.900.000 6.000 1.872.108.000 8.36.900.000 8.000 1.000 5.588.792.068.000 1.000 8.000 3.000 4.000 3.900.000 5.000.000 (P/G.000 3.000 7.000.000.000 2.000 912.000 - - 432.000 2.000 6.000 6.000 7.900.000.000. i %.028.382.000 (B) (C = A + B) (D = -0.2 % 74 .508.000.468.548.000 + 8.988.000 (P/A.000 2.000 6.

i %.1.1 % 75 .052.500 − 0) = 2.000 8.000 (1-0.000.000 2.900.000.000 8.000 6.905.000 8.25)2 = 20.000 NPW = 0 = .905.000) = 6.1.868. 7.948.995.000) (P/F.000 .000.2.103.25)3 = 15.000 2150.000 .2. D2 = dr BV1 = 0. 4 Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 A 36.000 2.390.995.625.900.25 (36. 8) + CFt – 5.000) = 9.390.000 .000.500 BV4 = merupakan P untuk straight line depretation.995.25 (27.500 BV3 = 36.000 - B C D E .900. BV0 = 36.187. dr = 2 = 0. untuk t = 5.000 .000 5.848.000 BV4 = 36.000.000 (P/A.000.000 9.36.250.0.000 + 5.000 (1-0.052.848.000 8.000 6.900.000 6.000 2.25 BV3 = 3.2. 6. i %.36.25 BV2 = 50. t) Dengan interpolasi diperoleh i = 11.052.000 5.995.000 .500 3.25 n Dihitung terlebih dahulu depresiasinya dengan double rate declining balance depreciation untuk 4 tahun pertama.052.000.000.055.000.032.797.000 8.000 (1.848.000 3.000.900.900.842.25)4 = 11.000 5.000 5.062.905.000.000.449.2.000 .750.000.000 48.000. 8.900.900.837. yaitu : Dt = (11.848.d).000 d3 = 0.000 5.000 8.000 8.000 .000 .451. D1 = dr BV0 = 0.000 BV2 = P (1 – dr2) = 36.2.000 6.500 D4 = 0.750.905.797.995.25) = 27.000.000 7.000 7.000 BV1 = P (1 – dr) = 36.000 8.500 5.000 6.000 2.995.000 (1-0.000 -100.000 8.000 6.848.

720.600.468.18.900.000.000 B C D 3.000.000 ITC = 10 % (36.000 (P/G.000 4.000.900.068.000.832.988.000 1.900.000 E 32.000 0 0 0 8.000 2.000 3.900.272.000 8.000 8.000.028.000 .000 8.000 8.628. Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 A .900.000. i %.798.272.000 5.000 7.000 7.4.900.108. 8) Dengan interpolasi diperoleh i = 14.000 4.000 900.827.000 2.900.900.000 .000 912.900.32.000 7.000 (P/A.900.000 6.000 4.312.000 NPW = 0 = .000 4.000 B C D 17.000) = 3.280.272.000 3.000 E .900.900.000 6.000 1.000 8.000 8.e).000 7.000.000 3.000 8.000.000 8.000.000 4.900.000 5.900.900. n) – 480.900.000 8.000 8.000 8.000 8.600.4.000 76 . i %.352.628.900.588.000 5.4.000 7.000 1.36.6 %.900.900.000 8.000.508.000 6.900.000 6.000 8.000 1.468.000 + 8.900. f). Tahun 0 1 2 3 A .000 5.000 2.548.000 3.36.000.000 2.628.392.000 .000 8.000.000 432.000.

000.000 .500.000 -7.000 Keempat = 0.600.680.900.000 .400.000 8.000.000 0 0 0 3.000 .000 .000 8.900.1.000 E .340.628.000 4.000 8.000 + 4.000 8.000 0 0 0 0 0 8.000 .36. g).000 Besar pajak investasi = .000 -7.643.900.000 Kelima = 0.4.000 4.36.000 8.000.920.900.084.000 8.920.000 7.220. 8) Dengan interpolasi diperoleh i = 18.32.816.700.400.643.000 8.000 -7.900.4.000 Ketiga = 0.272.0.4.000.900.000 8.21 (36.000 4.32.000 .4.470.4.000 Dengan interpolasi diperoleh i = 14.900.000 77 .000.430.900.000 8.000 -7.000 8.000 .000 8.000 8.000) = 17. i %. Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 A .000) = 7.900.272.000 .000 8.560.000) = 7.900.000 980.628.000 .000 1.900.000 8.280.000 8.720.400.272.4.628.18.000 8.628.340.000 B C D 3.900.900.7 % h).000 E .000 .15 (36.900.900.000 4.000) = 5.000) = 7.000 8.900.900.900.900.272.000 Depresiasi pada tahun pertama = 0.900.084.000 8.700.628.22 (36.4.21 (36.48 (-36.000 1.000 8.560.000 8.000 8.3 %.650.650.600.000 Kedua = 0.000.000 .000 .000 .21 (36.000 .000 4.000 4.643.000 8.340.000 4.000 8.000 -7.000 1.272.560.000 8.900.200.000) = 7.900. Tahun 0 1 2 A .000.400.628.272.628.000 -5.900.000 NPW = 0 = .000 1.000 (P/A.200.628.000.4 5 6 7 8 8.000 -7.816.272.272.000 8.272.000 B C D 3.4.000 .000 1.000 4.272.000 8.628.272.650.000 8.

180.890.700.000.4.628.000 8.400.000 .000 1.000 -11.000) = 5.000 .000 B C D 3.628.000 8.000 . Dengan interpolasi diperoleh i = 14.900.000 8.5.272.628.272.000.158.000 10.900.000 1.900.000.020.000.000 7. apendik) adalah 20 % (36.000 8.000 8.000 8.084.000 Tahun kedua = 32 % (36.000.272.520.4.000 8.000 .900.760.640.000.200.084.628.000 8.000.000 Tahun kelima = 8 % (36.000 -2.900.2.900.628.000 -7.000 0 0 0 1.000) = 8.6 : Sebuah mesin baru berharga Rp.000 6.000 3.900.900.140.000.000 .900.000 4.000 -7..900.900.000 8. 36.700.000) = 7. i).600.000 8.125.084.000 .900.000 Tahun ketiga = 24 % (36.32.000 .000 Besarnya depresiasi pada tahun pertama = 20 % (36.000 8.000 4.000 -7.000 .000.000 1.816.000 .272.000.084. 30.200.000 8.900.000 8. dengan menggunakan mesin tersebut diharapkan dapat menghemat biaya pengeluaran Rp.000 -7.000 6.000 260.620.700. Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 A .000 Tahun keempat = 16 % (36.000 8.000 .000 .000 Besar depresiasi dari tahun pertama sampai kelima (………… lihat tabel ……….900.200. Contoh 8.000 8.000 .775.900.4.6 %.628.000 8.200.700.507.000 8. 78 .760.4.000 8.000 4.000) = 7.1.000 4.000.000 4.000 8.900.000 .816.000 .000) = 11.272.4.000 Dengan interpolasi diperoleh i = 15.36.900.000 4.9 %.393.258.900.520.000 0 0 0 1.000 8.900.880.900.2.000 8.000 tiap tahun untuk selama waktu 10 tahun dan ditaksir pada tahun ke 10 nilai akhir mesin tersebut Rp.8.200.000 8.3 4 5 6 7 8 8.880.200.816.000.000 .010.000 8.000) = 2.640.000.000 E .816.000 8.272.4.000 .

i %.000. 10) + 30.000 (P/F.180.000.000 P−S ) t = 180.000. 79 .10 = 0 n 10 BV10 = P − ( Karena nilai akhir pada tahun ke 10 yaitu Rp.000 (P/A.000 + 36.000 – 0) = 14. sehingga tak ada pajak pendapatan.000.000.000 21.000.48 (30.000.180. NPW = 0 = .000 = 15.000. setelah pajak pendapatan dengan menggunakan straight line depreciation untuk 4 tahun dan dianggap nilai akhir nol pada akhir tahun ke 4 tersebut d).10 n 10 Catatan : BV10 = P − ( = 30.000 (P/F.000 10 A -180.080.000 − 30.000 .000 − 0 = 45. 8. Dt = Tahun 0 1 – 10 10 180.000.000 30.000. Penyelesaian : a). i %.000.000 25.000 4 P−S (180.000 (P/A.000.Dengan menggunakan pajak pendapatan sebesar 48%.000.000 .920.000. sebelum pajak pendapatan.000. c).000. c).2 % b).400. Dt = 180. b). 10) Dengan interpolasi diperoleh i = 16.000.000K.000 30.000 lebih besar dari BV10 maka ada pajak sebesar 0.920. 10) Dengan interpolasi diperoleh i = 8. setelah pajak pendapatan dengan menggunakan straight line depreciation.000.000.000 Jadi nilai buku pada akhir tahun ke 10 = nilai akhir mesin tersebut. hitung rate of return dengan kondisi-kondisi berikut: a).000.000 -10.000.000 − 30.000.9 %.000 36.000 B C D E -180.000 − 0) ) t = 180. setelah pajak pendapatan dengan menggunakan straight line depreciation untuk 10 tahun dan nilai akhir ditaksir Rp. 10) + 30.000 + 25. i %.000.000 180. i %.000 . NPW = 0 = . 30.000 -15.000.

000.000 4.000 8. 4) + 18.000. 6) (P/F.000 + 25.920.000.000 NPW = 0 = .000 B C D E .000 15. Contoh 8.000 .000. i %.000 36.000.000 18. 4) + 15.180. i %.600.000 (P/F.560.320.000. i %.000.000 Besarnya penghematan pajak karena adanya capital loss = 4. 10) + 18.Tahun 0 1 – 10 5 .000 -45.750.560 .10 10 A -180.000 -14.000.000 − 30.400.180.000.320.000 NPW = 0 = .000 21. i %.000.22.000 30. 8.000 40.48 (22.000 K - Nilai akhir = Rp.000 .000.750.000 36.000.000 = 15.180.000.000.080 .560.000 .15.000 .000 − 30.000 -17. Dt = 180.000 .22.000 .560.320. i %.000 (P/A.5 %.000 .000.9.000 + 40. i %.000 (P/A.10 = 30.000.000 25.000.10. 10) Dengan interpolasi di peroleh i = 10.000 0 36.000 B C D E -180.000 18.000) .000.000.000 Tahun 0 1 – 10 10 A .000.000 (P/F.000) = 10.000 – 30.000.000 36.000 10 (180.600.920.000.000 (P/A.000 10 BV = 180.000.7 : Misal ada 4 alternatif penanaman modal sebagai berikut : 80 .6% d).250.000 .180.000 10.000 Jadi modal yang hilang (capital loss) = 8. 10) Dengan interpolasi di peroleh i = 8.000 = .000 .

000 -21.25.000 65.000 20.000 -10.200.000.000 D 500.000 33.000 60.500 .000 51.400.000.000 40.000 24.000 + 22.100.0.000 32.800.200 .200.800 .000 .200.000.000 (P/A.100 .000 -10.000 45. i %.000 24.300 .400.000.000 17.000 . 32.900 .000 . Berdasarkan data di atas. Penyelesaian: Seperti halnya dalam bab-bab sebelumnya. Untuk menyingkat perhitungan di buat tabel sebagai berikut: Investasi Aliran kas sebelum pajak (A) Depresiasi (B) Yang dikenai pajak (C = A + B) Besarnya pajak (D = .000 27.700 .000 117. untuk pemilihan alternatif berganda ini.5 % 81 . Jelaskan faktor-faktor yang harus di pertimbangkan dalam pemilihan alternatif tersebut.000 -17.800.000 B -250.000 D -500.000 20.100.600.600.000 -20.000 65.000 -16.000 NPW (A) = 0 = . terlebih dahulu di hitung rate of return tiap alternatif. 20) i < 6 % NPW (B) = 0 = -250. i %.000 50.7.400.400 .000 + 17.400.700.000 34.500.000 51.000.000 C 350.50 C) Aliran kas setelah pajak (E = A + D) A -200.800 .000 Umur teknis masing-masing peralatan tiap alternatif di taksir 20 tahun dan nilai akhirnya nol.000. 20) i = 6.000.000 C -350.Biaya peralatan investasi A 200. alternatif mana yang paling ekonomis jika di gunakan depresiasi straight line.300.000 .500 .000 22.000.000 Penerimaan kotor tiap tahun karena adanya tersebut Biaya pengoperasian dan pemeliharaan tiap tahun Penerimaan bersih tiap tahun 44.200 .500.000 52.000 .000 14.000.000 101.600.800.200.400.000 (P/A.000 .000 B 250. pajak pendapatan 50% dan i (Marr) 6%.000 .

sehingga dipilih alternatif C.300.000.000 (P/A.C dan D seperti sebelumnya.000. Jadi tinggal membandingkan alternatif B .200.000 (P/A.000 10. Dengan interpolasi diperoleh i > 6 %. i %.900.300.000 NPW (D – C) = 0 – 150.000.000 (P/A.000 C-D -150.000 45.000 NPW (C – B) = 0 = . terlihat alternatif I tidak perlu dipertimbangkan lebih lanjut karena rate of return-nya < 6 %. Diperoleh i= 3.dan sebagainya.000 + 10.Kemungkinan adanya kendala-kendala yang belum dipertimbangkan.000 C-B -100.900. 20).000.NPW (C) = 0 = -350.600.000 + 11. Soal-soal: 82 .000 22.000.Pemasaran (marketing) . C Investasi Aliran kas setelah pajak -350.000 + 45. karena itu dipilih alternatif C.200.300. 20) i = 6. yaitu dengan menyusun alternatif menurut besarnya biaya investasi dan kemudian dihitung incremental aliran kas setelah pajak. i %.5 % Dari hasil perhitungan tersebut. B Investasi Aliran kas setelah pajak -250.000 11.000 D -500.000. 20).000. i %.100. 20) i = 7.700. .000 34.000 (P/A. Faktor-faktor lain yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan alternatif tersebut antara lain: .9 % < 6 %.5 % NPW (D) = 0 = -500.000 C -350.000.000 34.Safety (keselamatan) .000.700.000 + 34. i %.000. misalnya kemampuan pengadaan finansial yang diperlukan untuk biaya awal investasi.

000 pada tahun pertama. Untuk tujuan pepajakan. 17. Dengan menggunakan metode “Original Book”. Rp. 3. memberikan pendekatan yang cukup baik.000 untuk selama 2 tahun.000.000 pada tahun-tahun berikutnya. d. Metode depresiasi straight line. d.000. Ada 2 jenis peralatan yang harus dipilih salah satunya yaitu yang paling ekonomis.000 pada tahun pertama. 9. Rp.1.000.000.000 pada tahun kedua naik Rp. 20. b.000. 12. hitung rate of return tiap peralatan (metode “average book” = rata-rata profit tiap tahun dibagi dengan rat-rata nilai buku).000. Sebuah perusahaan ingin membeli sebuah mesin baru seharga Rp. sebuah perusahaan membeli komputer untuk meningkatkan efisiensi dan pelayanan administrasinya. (metode “Original Book” rata-rata profit tiap tahun dibagi dengan biaya awal). c. Metode depresiasi double declining balance.000. Peralatan B dapat menghemat biaya pengoperasian dan pemeliharaan sebesar Rp. investasi pada mesin tersebut akan didepresiasikan dengan SOYD dengan nilai akhir nol pada akhir tahun ke 12. Hitung rate of return yang sebenarnya sebelum pajak untuk tiap peralatan tersebut.000 pada tahun-tahun berikutnya.300. 3. 3.000 dan diharapkan dapat digunakan selama 15 tahun dengan nilai akhir nol.000. 16. Dengan menggunakan metode “average book”.000. Sebuah perusahaan kontruksi memperimbangkan untuk membeli sebuah peralatan untuk menunjang operasinya.000 pada tahun kedua dan berkurang Rp. Metode depresiasi SOYD. 78. Harga notebook tersebut Rp. a.4. Berikan usulan mengenai perbedaan hasil ketiga metode diatas dan dalam kondisi bagaimana metode “original book”.000. b. Metode depresiasi sinking fund 6 %.000. 2.000 dan ditaksir mempunyai umur teknis 6 tahun dan nilai akhir Rp. jika digunakan : a. dengan menggunakan mesin baru tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi sehingga dapat menekan biaya pengoperasian Rp.25.000. Dengan 83 . Peralatan A dapat menghemat biaya pengoperasian dan pemeliharaan sebesar Rp. hitung rate of return tiap peralatan. Berapa besar depresiasi dan nilai buku pada tahun ke 3. c. Dengan menggunakan depresiasi straight line untuk kedua jenis peralatan tersebut. Masing-masing peralatan tersebut berharga Rp.50. Pada tahun 2003.

1985. Daftar Pustaka: Blank. Eugene L. 1990. Gant. Thuesen. H. Ekonomi Teknik. Singapore. Prentice Hall of India Private Limited.G. 1982. Mc Graw Hill Book Co.menggunakan pajak pendapatan sebesar 48%. Surabaya. W. Engineering Economy.. John Wiley and Sons.. New Delhi.. Engineering Economy. Seventh Edition. Fabriky. Haryono. Leavenworth. Institut Teknologi Sepuluh Nopember.Inc. Second Edition. Leland and Anthony T. Singapore. and Richard S.. Thuesen. Grant Ireson. and GJ. 84 . 1981. Principles of Engineering Economy. Fifth Edition. hitung rate of return sebelum dan sesudah pajak dari investasi tersebut. WJ.

Jadi inflasi menurunkan daya beli uang sesuai dengan waktu.000.BAB IX INFLASI Dalam contoh-contoh sebelumnya. analisis dilakukan tanpa memepertimbangkan pengaruh laju inflasi atau kenaikan harga-harga. hal ini berarti bahwa secara umum harga-harga pada tahun anggaran 1986-1987 adalah 9. Sedangkan di Indonesia disusun oleh HPS berdasarkan 150 bahan pokok dan jasa. sehingga dalam analisis ekonomi hal ini sangat diperhitungkan. Contoh 9. Untuk itu telah dikembangkan beberapa metode untuk menghitung laju inflasi (indeks harga konsumen) antara lain di U. Laju inflasi umum di Surabaya berdasarkan perhitungan HPS selama tahun anggaran 1986-1987 naik sebesar 9. Andaikan obligasi tersebut dikeluarkan oleh pemerintah sehingga bebas pajak.87 %.000 pada tahun 1995 dengan bunga 5% tiap tahun dan dapat diuangkan pada tahun 2010. Tabel berikut menunjukkan aliran kas dari pembelian obligasi tersebut dan andaikan laju inflasi pada kolom ketiga diketahui : 85 . Dalam praktek hal ini jelas tidak relevan.A.1: Seseorang membeli obligasi seharga Rp. Oleh karena itu aliran kas dari suatu investasi harus disesuaikan atau dikonversikan ke daya beli tetap (constant purchasing power). Yang berarti daya beli (purchasing power) dari uang cenderung turun dari tahun ke tahun. 10.87 % lebih tinggi dari pada tahun anggaran 1985-1986 (dianggap sebagai tahun dasar).S. Untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan mengkonvirmasikan semua aliran kas ke daya beli tetap (constant purchasing power) berdasarkan laju inflasi (index harga konsumen) yang sesuai. karena harga-harga tiap tahun cenderung meningkat. digunakan CPI (consumer price index) yang disusun berdasarkan 400 jenis bahan pokok dan jasa.

000 500.000 272. Jadi dapat disimpulkan bahwa suatu investasi dapat menguntungkan jika pengaruh inflasi diabaikan.000 314.100 147.700 161.Tahun 1995 96 97 98 99 2000 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 Aliran kas dalam nilai sekarang -10.000 468.200 170.500.000 446.000 238.000) yang berarti bahwa investasi tersebut merugikan.000 Laju inflasi (CPI) 92.000 399.000 500.000 104.500.000 500.000 500. 7.000 500. 500.000 pada tahun 1995.000 383. pada kolom 4. tetapi jika inflasi diperhitungkan mungkin investasi tersebut merugikan.000 Pada kolom 2 dimana inflasi tidak diperhitungkan investasi tersebut menguntungkan.300 125.000 425.500 181.300 121.900 94.900 ) Rp.000 500.000 500.000 500.300 133.000 500. yaitu misalnya tahun 2001 akan mempunyai daya beli atau ekuivalen dengan ( 92.200 100.000 500.000 371.400 116.300 dikonversikan ke daya beli tetap pada tahun 1995 diperoleh jumlah hasilnya negatif (Rp.000 500.500 97. aliran dikonversikan ke daya beli tetap pada tahun 1995.338.000 256.000 500.000 500.400 Aliran kas yang dikonversikan ke daya beli tetap -10.000 500.000 492.000. Setelah 116.000 288. 399. 86 .000 10.000.000.000 = Rp.000 478.000 349.200 109. karena kalau dijumlahkan adalah Rp.500 195.

500.3: Sebagai alternatif yang lain dari pembelian tanah adalah membeli obligasi yang memiliki i = 8% tiap tahun dengan harga 50% dari nilai nominalnya. Pertanyaan : a. Besar pajak tiap tahun adalah Rp.000000. Contoh 9.000. Pertanyaan: a. i%. Staf ahli investor tersebut menyatakan bahwa investasi pada tanah tersebut akan menghasilkan rate of return hampir 20 %.000. mungkin disebabkan dalam analisisnya tidak mempertimbangkan adanya inflasi.000. NPW = 0 = . Andaikan suku bunga dibayar tetap 1 tahun kemudian. 87 .Contoh 9. Staf ahli investor tersebut menaksir bahwa laju inflasi umum untuk 10 tahun mendatang mendekati laju inflasi arithmetic gradient. Rp.330 b.tahun kedua diberi indeks 105.000.000 tiap Ha.000.2: Seorang investor ingin membeli sebidang tanah yang luasnya 5 Ha dengan harga Rp. Tulis NPW untuk menghitungkan rate of return dari investasi tersebut dalam daya beli tetap (constant purchasing power). i% .35. 70. 133. yaitu untuk saat sekarang diberi indeks 100.35. Ditaksir 10 tahun kemudian tanah tersebut laku dijual Rp.000. 1. tahun ketiga diberi indeks 110 dan seterusnya. 40. Sehingga hasil perhitungan rate of return-nya lebih tinggi yakni mendekati 20%.000 x 5 x 100/150 = Rp. Berikan komentar tentang pernyataan staf ahli investor tersebut! Penyelesaian: a. Taksir berapa nilai jual tanah tersebut 10 tahun kemudian dalam daya beli tetap? b. 10) + 133. 10) dengan interpolasi diperoleh 11. 10 tahun kemudian dapat diuangkan Rp.35.000.500.000 – 1. Investor tersebut berniat menjual tanah tersebut 10 tahun kemudian.333.40.85% c.330 (P/F . Hitung rate of return dari investasi tersebut dalam daya beli tetap! c.000. yaitu obligasi yang berharga Rp.333.000 (P/A . Pernyataan staf ahli tersebut bahwa investasi akan menghasilkan rate of return hampir 20%.

000 + 4.000 -1.500.000 d.333.000 -1.500.000 + 70.648.000 5.500.000 6. Dari c) diperoleh : NPW = 0 = ∑ (0 − PT )( P / F .600. i %.500. d.869.000 + 3.000 + 4.862.000 -1.166. c.500.000 6.b.000 5.000 -1.000.000 -1.35. Berdasarkan tabel c). i %.000 -1.000.000 -1. NPW = 0 = .000 + 4.000 5. Penyelesaian : a.500.148.370.000 + 5.660 ( Obligasi – Pembelian tanah) 0 6.000 5. n) n =1 10 88 .500. e.980.362.807.000 -1.833. c.480.000 5.5n Dari a) dengan interpolasi diperoleh i = 14. Buat tabel aliran kas (Obligasi – Pembelian tanah) berdasarkan daya beli tetap.000 + 2.330 - Obligasi 35.666.433.000 -1. Hitung rate of return pada soal d) dan interpretasikan hasilnya. i%.333.000 + 5.500.000. Hitung rate of return dari a). tulis NPW untuk menghitung rate of return selisih kedua investasi tersebut. n) 150 n = 1 1 + 0.000 +∑ ( P / F .590.000.500. 100 10 5.000 -1.000 6.369.000 -81.500.000.090.93 % Tabel aliran kas (Obligasi – Pembelian tanah) dalam daya beli tetap : Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 10 Pembelian tanah -35.600 + 4.666. 10) x b.000 + 4.500.000 + 4.000 (P/F.000 + 46.000 + 133.733.

000. 26. Hitung rate of return sebelum pajak jika laju inflasi tidak diperhitungkan (i = 7.e. b.9%) c. Komisi penjualan sebesar Rp. Hitung rate of return sebelum pajak (i = 20.000. Sistem depresiasi yang digunakan adalah sistem depresiasi SOYD dan pajak sebesar 49%. Ditaksir 10 tahun kemudian harga-harga akan meningkat 2 kali lipat dari saat sekarang. Andaikan ada kenaikan gaji karyawan sehingga penghematan sebelum pajak berkurang yaitu Rp.300. 100. 110.000. Sebuah perusahaan ingin membeli sebuah alat pengendalian material dengan harga Rp. tanah tersebut disewakan yang ongkos sewanya cukup untuk membayar pajak atas tanah tersebut. Rp.74 %.3 %) c. maka hitung rate of return setelah pajak dalam daya beli tetap (i = 10. 89 . 200. tetapi menambah biaya pengoperasian dan pemeliharaan sebesar Rp. 1. Dari d) dengan interpolasi diperoleh i = 7.000. Hitung rate of return sebelum pajak dan laju inflasi tidak di perhitungkan.000.000.1%) b. Hitung rate of return setelah pajak (i = 12.000 pada tahun pertama.300.000.000. Berdasarkan data diatas : a. Hitung rate of return setelah pajak jika laju inflasi diperhitungkan.000. Selama 10 tahun tersebut.700. Jika tanah tersebut dijual 10 tahun kemudian maka ada pajak ekstra sebesar 45% terhadap keuntungan sebesar Rp. Jika laju inflasi tiap yahun 6 %. 74 %. Soal-soal : 1.74 % dan pilih pembelian tanah bila Marr > 7. 2. 32. dengan menggunakan alat tersebut diharapkan dapat mengurangi gaji perusahaan sebesar Rp.000 tiap tahun untuk selama 10 tahun.000 pada tahun-tahun berikutnya.000.000.000 dan berniat menjualnya kembali 10 tahun kemudian dengan harga ditaksir Rp. 27.000 sehingga harga bersih 10 tahun kemudian adalah Rp. Sebuah perusahaan membeli sebidang tanah seharga Rp. 5. 20. Jadi pilih investasi pada pembelian obligasi jika Marr < 7. dan bertambah Rp.000 tiap tahun.8 %) d. 300. 320. Umur teknis perusahaan tersebut adalah nilai akhir nol.000.000 pada tahun kedua. a.

000. Jika 10 tahun kemudian tanah tersebut laku dijual seharga pembelian mula-mula (Rp. 346. 3. - Dengan tanpa melakukan perhitungan berikan jawaban saudara jika inflasi diperhitungkan. 110. Berapa besar penambahan rate of return sebelum dan sesudah pajak karena adanya kenaikan gaji karyawan tersebut.000) maka hitung rate of return sebelum pajak. 3.(Bandingkan dengan jawaban a dan b di atas).110. Jika besar pajak 49% tiap tahun maka hitung rate of return setelah pajak.100. Andaikan ada pajak sebesar 49% dan selisih harga penjualan tanah pada akhir tahun ke 10 (Rp. Hitung rate of return sebelum pajak dalam daya beli tetap (constant purchasing power).000. b.000.000. maka ongkos sewanya pada tahun ke n adalah Rp.000 (1. hitung rate of return sebelum dan sesudah pajak.000) dengan pembelian mula-mula (Rp. Andaikan laju inflasi umum 12% tiap tahun.000. 3. a. Jika selisih tersebut hanya dikenai pajak 20%.000.000 dan alternatif kedua yaitu menyewa tanah tersebut dengan ongkos sewa Rp. Sebuah perusahaan konstruksi ingin memperluas kapasitas tempat penyimpanan alatalat beratnya.000.000 tiap tahun. penerimaan-penerimaan dan pengeluaran-pengeluaran lain adalah sama bila tanah tersebut bila dibeli atau disewa.110. 3. Jadi jika tanah tersebut tidak jadi dibeli.000 (1. hitung rate of return setelah pajak dalam daya beli tetap.- Dengan mengandaikan laju inflasi tidak diperhitungkan.12)n dan pada akhir tahun ke 10 harga jual tanah tersebut sebelum pajak adalah Rp.12)10 = Rp.000 tiap tahun untuk jangka waktu 10 tahun. 25. Jika tanah tersebut dibeli. ada pajak kekayaan sebesar Rp.110.461. Selain pajak pendapatan (income taxes).000) dikenai pajak sebesar 49%. hitung rate of return setelah pajak dalam daya beli tetap.000. 90 .000. Alternatif pertama yaitu membeli sebidang tanah seharga Rp.

Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Edisi Pertama. New York. Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making. Ekonomi Teknik. N. Mc Graw Hill Book Co.Daftar Pustaka: Barish. Ekonomi Teknik..Inc. 1995. Surabaya 91 . Penerbit Guna Widya. Haryono.N. 2004. Pujawan.N. Surabaya. 1990.

Keputusan yang diambil berdasarkan teori probabilitas digolongkan sebagai proses pengambilan keputusan berdasarkan resiko tertentu dan diharapkan dengan penggunaan teori probabilitas analisis yang dilakukan untuk masa depan mendekati situasi yang sebenarnya. Nilai ekspetasi : ∑ x xP(x). baik faktor internal maupun eksternal dari proyek atau perusahaan tersebut. bila x kontinyu dimana P(x) f(x) = fungsi probabilitas masa dari x = fungsi padat probabilitas dari x 92 . karena banyaknya faktor-faktor yang mempengaruhi. Metode kuantitatif yang banyak digunakan untuk memperhitungkan resiko dalam mengambil keputusan karena adanya unsur-unsur ketidak pastian adalah teori probabilitas. Komponen teori probabilitas yang banyak digunakan dalam teori penganmbilan keputusan adalah nilai ekspresi (rata hitung) dan variansi (variance).BAB X TEORI KEPUTUSAN TERAPAN Pada umumnya investasi dalam proyek pemerintah dan swasta berlaku untuk jangka waktu yang panjang. Adanya unsur-unsur ketidakpastian dalam jangka waktu tertentu harus diperhitungkan dalam analisis ekonomi teknik agar supaya diperoleh hasil analisis yang lebih akurat. Dengan teori probabilitas akan diramalkan kejadian-kejadian yang akan timbul pada masa mendatang dengan resiko (derajat kepercayaan) tertentu. bila x diskrit E (x) = ∞ −∞ ∫ xP(x). Selama jangka waktu tersebut mungkin terdapat perubahan dari iklim usaha yang sulit diramalkan. Untuk suatu variabel random x : a.

5) (0.5) (0. diperoleh : 0 B1 B2 M1 B2 X= 1 B1 M2 2 M1 M2 P(x = 0) = P (B1 B2 ) = P (B1) P (B2) = (0.b. (B1 B2)} Misal x merupakan variabel random (acak) yang menunjukkan banyaknya muka yang muncul.25 P(x = 1) = P (M1 B2) = P (B1 B2 ∪ B1 M2) = P (M1) P (B2) + P (B1) P (M2) = (0. B2 = uang logam kedua menunjukkan belakang. bila Y kontinyu Contoh 10. (B1 M2). Varianci : ∑ x x2 P(x) – {E(x)}2.5) = 0.5) + (0.5) (0.5) = 0. B1 = uang logam pertama menunjukkan belakang.25 93 .5) (0. (M1 B2). bila x diskrit σ2 (x) = E{x}2 – {E(x)}2 = ∞ −∞ ∫ x2 f(x) dx – {E(x)}2.5) = 0. Penyelesaian : Ambil M1 = uang logam pertama menunjukkan muka. M2 = uang logam kedua menunjukkan muka.1: Andaikan 2 mata uang yang seimbang dilempar. Ruang eksperimen dari pelemparan 2 uang logam tersebut adalah : S = {(M1 M2).50 P (x = 2) = P (B1 B2) = P (B1) P (B2) = (0. Hitung nilai ekspektasi dan varianci dari jumlah muka yang timbul.

25 0. 80. Data berikut menunjukkan biaya konstruksi dan taksiran kemungkinan terjadinya banjir yang merusakkan yang dikumpulkan selama 50 tahun.-.25) + 1 (0.5 Contoh 10.2 : Dari contoh 10. expected annual equivalents.-.25) = 1 σ2 (x) = E{x}2 – {E(x)}2 = 02 (0. andaikan diadakan aturan permainan sebagai berikut : jika tidak ada yang timbul maka kalah Rp..50) + Rp. 100.50 0.1.50) + 2 (0.3 : Dalam suatu proyek pengendalian banjir diusulkan beberapa alternatif untuk membangun tanggul sungai.- Penganmbilan keputusan berdasarkan nilai ekspetasi: Untuk investasi yang memperhitungkan resiko maka perhitungan nilai ekspektasi (misalnya expected present worth.Tabel distribusi probabilitasnya : x 0 1 2 P(x) 0. 15.. 40 (0. Nilai kemenangan atau keuntungan yang diharapkan (nilai ekspektasi) dari permainan tersebut jika permainan berlangsung lama adalah : E (keuntungan) = . atau expected future worth) dapat digunakan sebagai basis untuk melakukan atau meminimalkan biaya.5) + 12 (0.Rp.25) + Rp. Contoh 10. jika muka 1 yang timbul maka menang Rp. 80(0. 100 (0. 94 .25) – 1 = 0. 40.25 E (x) = ∑ x x P (x) = 0(0.50) + 22 (0. Jika 2 muka yang timbul maka menang Rp.25) = Rp.

000 Rp.000 Rp.000.000) + (0.Tinggi tanggul (kaki) (A) Frekuensi sungai Probabilitas sungai Kerugian yang melewati batas diakibatkan yang Biaya karena pembangunan melewati batas normal tanggul (C) maksimal tanggul (B) sungai melewati batas tanggul (E) tanggul (D) 0 5 10 15 20 25 24 12 8 3 2 1 24/50 = 0.02 Rp.000.06)(15. 150.48 12/50 = 0.16(100.000 Kolom B atau frekuensi sungai yang melewati batas normal tanggul diperoleh dari pengamatan selama 50 tahun dan kolom C diperoleh dengan membagi masing-masing frekuensi tersebut dengan 50. 0 Rp.000) + (0. 100.000. 100.000 Rp. 200.16 3/50 = 0.06 2/50 = 0.000 dan jika tinggi air sungai 20 kaki maka kerugian yang timbul ditaksir Rp. 100. 150.000.000 95 .000 Rp. dan umur teknis tahun merupakan waktu yang cukup lama. 0 Rp. 300.000 Rp. 550.000.02) (300.000) = Rp.000. Kolom E menunjukkan biaya awal konstruksi tanggul. tentukan alternatif pembangunan yang paling ekonomis. Dengan menggunakan Marr 12 % dan umur teknis tanggul 15 tahun.000 Rp. 450.24 8/50 = 0.000) + 0.000 Rp. Untuk tinggi tanggul kaki : Ekspetasi (EUAC) = 100.000.000.000.000 dan seterusnya. 210. 12 %.000. Misalnya jika dibangun tanggul 10 kaki sedangkan pada suatu saat tertentu tinggi dari air sungai 15 kaki maka kerugian yang timbul ditaksir Rp. Penyelesaian : Sebagai basis untuk perbandingan digunakan expected equivalent annual cost karena probabilitas dapat dipandang sebagai kemungkinan tingginya banjir pada suatu tahun tertentu.000.000. 330.000.04 1/50 = 0.000.000 (A/P.04 (200. 53.000.000 Rp.000 Rp.000. 400.000.682. 15) + 0. Kolom D merupakan taksiran kerugian yang ditimbulkan oleh banjir yang disebabkan tinggi air disungai melebihi tinggi tanggul.

46.000) + 0. 12%. Pembangunan tanggul yang lebih tinggi dari 10 kaki dapat mengurangi kerugian akibat banjir.000 Dari hasil perhitungan diatas ekspektasi annual cost yang paling minimum adalah pembangunan tanggul dengan tinggi 10 kaki. Contoh 10. 15) + 0.000 (A/P. Penggunaan diagram pohon (decision tree) dalam teori keputusan dan finansial semakin berkembang dewasa ini. Untuk tinggi tanggul 25 kaki : Ekspetasi (EUAC) = 550.000 (A/P.000 (A/P.04 (150.751. Beberapa alternatif tertentu memerlukan pengambilan keputusan bertahap/bersyarat (Bayesian approach). Dari hasil penelitian pasar disimpulkan bahwa jika ia ingin melanjutkan usahanya dengan laju pertumbuhan seperti saat ini untuk masa mendatang diperlukan tambahan jam kerja untuk mengoperasikan supermarketnya.000.000) + 0.000. 15) + 0. 12%.02 (150.000.000. Terdapat sangat banyak alternatif yang harus dipilih.069. 12%. sedang atau jelek.000) = Rp. kemungkinan keadaan yang dapat terjadi pada masa depan misalnya adalah bisnis dalam kondisi baik.000) = 68.000) = Rp. 55.04 (100.828. c.000 Untuk tinggi tanggul 20 kaki : Ekspetasi (EUAC) = 450.000.000.480. Dalam dunia bisnis. 80.4: Seorang pemilik supermarket ingin memperluas usahanya.000) + 0. tetapi biaya yang dikeluarkan tidak sebanding dengan kerugian yang ditimbulkannya. Terdapat banyak kemungkinan keadaan yang dapat terjadi. 15) + 0.02 (100.Untuk tinggi tanggul 10 kaki : Ekspetasi (EAUC) = 210. yang dapat 96 .000. Diagram pohon digunakan antara lain bila : a.000 Untuk tinggi tanggul 15 kaki : Ekspetasi (EUAC) = 330. Diagram Pohon dalam Pengambilan Keputusan. 12%.000.000 (A/P. b.02 (200.000.000. 15) = Rp.04 (100.000. Alternatif yang lain adalah memperluas supermarketnya.

000 140.5) 10. 140.000 – 41.15) Baik (0. 10. 12.000.000 120.000 pada akhir tahun ke–5.60 0.000 Rp.000.000. 15.000 + 15.5) = = = = = = 128.000 .000.000 + 15.000.000.000 Perluasn besar Rp.000 Perluasan Kecil Rp.000.000 – 41.000 Berdasarkan data tersebut dan dengan i = 20%.000 110.000.000. 120. Yang kedua adalah memugar toko tersebut dengan memperluas sampai 2 kali dari sekarang ( hal ini di sebabkan kemungkinan adanya perkembangan pesat untuk daerah sekitar supermarket tersebut untuk masa mendatang ) dengan biaya Rp 41.20%.000.000.000 Rp.000.15) Baik (0.5) 145.000 (P/F.000 190. 190.60) Buruk (0. Yang pertama adalah dengan memugar supermarketnya dengan menambah ruangan dengan biaya Rp.000.000 10.000 97 .25) Perluasan kecil Sedang (0.000 155.000 (P/F.000 dengan nilai akhir Rp 15.000.000.20%.000 + 15.000.000 Rp.000.972.028. Penyelesaian : Dibuat terlebih dahulu diagram pohon sebagai berikut: Baik (0.000.000.60) Buruk (0.000 3. 145.000. Dari studi pendahuluan ( tidak termasuk pajak ) diperoleh data sebagai berikut : NPW sebelum pajak Untuk tiap alternatif Kondisi Bisnis Baik Cukup buruk Taksiran Probobalitas 0.20%.000 Rp.000.000 Rp. 10.000.25) Tak ada perluasan Sedang (0.000 – 41.15) 115.000. tentukan alternatif mana yang paling ekonomis.000.000.000 – 12.000 Rp.000 108.000.000 100.24.15 Tidak ada perluasan Rp.000 – 12.000.dicapai dengan 2 kemungkinan.25 0.000 15. 100.000 – 12.000.000.000.000.000 dengan nilai akhir nol dan pemugaran tersebut cukup untuk mengimbangi perkembangan bisnisnya untuk 5 tahun ke mendatang. 115.60) Buruk (0.000.028.25) Perluasan besar Sedang (0.000.000 (P/F.

15 (3.000. = probabilitas dari Sj.000) + 0.60 (100.101.000.000(υ(θ22)) 110. suatu masalah pengambilan keputusan dapat dinyatakan dalam bentuk matriks keputusan: Ai Sj P(Sj) = menunjukkan alternatif-alternatif yang tidak saling terkait (mutually exclusive).000. Rumus umum untuk expected present worth (EPW) dari tiap alternatif adalah : EPW (Ai) = Baik (S1) 115. 2.000) + 0.000) + 0.000(υ(θ32)) Buruk (S3) 10.000.000.25 (115.000.000 Ekspektasi (PWperluasan kecil) = 0. ………….000 (υ(θ32)) Sedang (S2) 100.972.000. dimana ∑ P( S j =1 m j ) =1 θ ij = menunjukkan alternatif Ai dengan keadaan Sj.000) = Rp.60 (110.028.000. 97.000(υ(θ12)) 108.000) + 0.000.028.000) = Rp. = menunjukkan keadaan-keadaan alternatif masa depan j = 1.000(υ(θ33)) ∑υ (θ j =1 n ij ) P( S j ) …………………………………………………………………10.000 (υ(θ11)) 128.000.000(υ(θ23)) -24.000 (υ(θ21)) 110.25 (128.000) + 0.4 dapat ditulis dalam bentuk : Alternatif Tak ada perluasan (A1) Perluasan kecil (A2) Perluasan besar (A3) P (Sj) (υ(θij)) dalam hal ini merupakan PW dari diagram pohon.250.60 (108. contoh 10.Ekspektasi (PW tak perluasan ) = 0. Dengan menggunakan symbol-simbol di atas.000 Ekspektasi (PWperluasan besar) = 0.1 98 .028. 2. 90.000.000) + 0.000. υ(θ ij) = nilai yang berkaitan dengan θ ij atau elemen-elemen dari matriks pay off.028. Formulasi matriks contoh 10.25 (115.250.000 Dari perhitungan diatas pilih alternatif melakukan pemugaran dua kali lipat dari kapasitas sekarang karena menghasilkn nilai ekspetasi uang sekarang yang terbesar dibandingkan dua alternatif yang lain .15 (24.n.15 (10.972.000) = Rp.000. ……n.4 : Karena adanya bentuk yang simetris dari hasil yang mungkin terjadi.000(υ(θ13)) 3. I = 1.

000 ( 0. Probabilitas atau kemungkinan kondisi bisnis baik untuk 3 tahun mendatang adalah 0. 350.000K tiap tahun.250.000K/tahun dan persewaan tersebut dapat diperbaharui.000.028.000 ( 0.000K tiap tahun.000 ( 0. Marr yang digunakan setelah pajak adalah 15 %.000 ( 0.000.000K.000. umur teknis komputer kecil adalah 6 tahun dan nilai akhir pada tahun ketiga diabaikan. 200.Dari tabel diatas diperoleh : EPW ( A1 ) EPW ( A2 ) EPW ( A3 ) = 115000.000 ( 0.000.000 ( 0. 150. Untuk menyederhanakan masalah diandaikan ada 2 alternatif proposal yang harus dipilih salah satunya.25 )+ 100.60 ) + 10.000.50 jika 3 tahun pertama adalah baik dan 0.60 ) + 24. 100. 2. Andaikan digunakan depresiasi straight line. Penggunaan komputer kecil dapat menghemat Rp.250. Perusahaan PALAPA harus melakukan salah satu pemilihan dari 3 alternatif proposal yang diajukan.000 Soal-soal: 1. Dengan menggunakan Marr 30% sebelum pajak.028.000 ( 0.972. S2 : ekonomi stabil dan S3 : ekonomi jelek. tetapi jika kondisi bisnis selam 3 tahun mendatang jelek penghematan komputer tersebut hanya Rp.000 = 155.7.15 ) = 90. 99 . probabilitas kondisi bisnis baik untuk 3 tahun berikutnya adalah 0.25 )+110.000 = 128.60 ) + 3.000K tiap tahun untuk selam 3 tahun jika kondisi baik.15 ) = 97. Data berikut merupakan biaya alternatif tersebut dengan 3 kondisi masa depan yang mungkin timbul.000K. yaitu S1 : ada perbaikan ekonomi.15 ) = 101. Alternatif pertama adalah menyewa sebuah komputer besar untuk 3 tahun dengan ongkos sewa Rp.8 jika 3 tahun pertama adalah jelek.028. umur teknis 10 tahun dengan nilai akhir nol. berikan rekomendasi yang harus dipilih oleh perusahaan tersebut. jika kondisi bisnis dalam 3 tahun mendatang baik maka penggunan komputer besar akan menghemat pengeluaran Rp.25 )+108. Alternatif kedua adalah membeli sebuah komputer kecil dengan harga Rp. 150. pajak pendapatan 50%.000 ( 0. tetapi jika kondisi bisnis jelek hanya dapat menghemat Rp. 150.000 ( 0. Andaikan sebuah perusahaan ingin sebuah komputer untuk meningkatkan efisiensi sistem pengendalian produksinya.

000 3..000. New York.000 2000.Penerimaan dikurangi pengeluaran Investasi Modal Alternatif A1 A2 A3 Peralatan 40. Pujawan.000 (kecuali pajak pendapatan) S2 16.000 Modal Kerja 10.000 15. tanpa dikenai pajak.Inc.600.200.N.3.000.N. Berdasarkan data diatas. 1995. Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making.000.200. P(S2) = 0.000 Modal kerja antara lain diperlukan untuk biaya inventaris.000.2.000.000 22. Edisi Pertama.500.000.000 S1 18.000 S3 14. Mc Graw Hill Book Co.000 25. Penerbit Guna Widya. 2004. P(S3) = 0.000 30. buatlah matrik keputusannya setelah pajak. N.000 12. Andaikan juga P(S1) = 0. Daftar Pustaka: Barish.000.000 8.000 10.600.000 80.000. Surabaya 100 . tidak dipengaruhi pajak pendapatan dan diandaikan dapat diperoleh kembali secara penuh pada akhir tahun ke 10.5.2000. Ekonomi Teknik.

Misal: biaya tanah. yang dihitung dengan persamaan-persamaan rumus bunga selama periode satu tahun bunga tahunan termasuk efek b. biaya gedung dan sebagainya Biaya-biaya yang besarnya secara langsung berkorelasi dengan volume produksi.APPENDIX A DAFTAR ISTILAH DALAM EKONOMI TEKNIK Akuntansi (accounting) - Aliran kas (cash flow) Analisa manfaat-biaya (benefit cost analysis) - Analisa resiko - Analisa sensitivitas - Biaya-biaya tetap (fixed cost) Biaya-biaya variabel (variable costs) - - Bunga (interest) - Bunga efektif (effective interest) - Bunga majemuk (compound interest) - Proses untuk mengidentifikasikan. Jumlah uang yang menjadi kompensasi atas peminjaman sejumlah uang pada suatu periode waktu. Bunga majemuk sering disebut juga dengan istilah bunga berbunga 101 . mengukur. Tingkat pemajemukan dari setiap periode yang kurang dari satu tahun Suatu jenis bunga dimana besarnya bunga pada suatu periode dihitung berdasarkan besarnya induk ditambah dengan besarnya bunga yang telah terakumulasi pada periode sebelumnya. Nilai tingkat bunga yang sebenarnya. Ongkos penggunaan modal (capital) a. Misal: biaya bahan baku. meringkas dan mengkomunikasikan informasiinformasi ekonomi sehingga dapat dipakai penunjang dalam menghasilkan keputusan Aliran keluar masuknya uang tunai (kas) pada sebuah perusahaan atau organisasi Suatu analisa yang dilakukan untuk menilai kelayakan proyek-proyek pemerintah (sektor publik) dengan membandingkan manfaat yang bisa dirasakan oleh masyarakat umum dengan biaya yang dikeluarkan oleh sponsor proyek (pemerintah) Suatu analisa yang memberikan gambaran tingkat ketidakpastian (resiko) yang dihadapi oleh suatu keputusan (investasi) Suatu analisa yang digunakan untuk mengetahui seberapa sensitif suatu keputusan terhadap perubahan-perubahan variabel yang mempengaruhi. a. biaya tenaga kerja langsung dan sebagainya. b. Misal: untuk mengetahui sebagaimana pengaruh perubahan tingkat suku bunga terhadap NPV yang bisa diperoleh dari suatu investasi Biaya-biaya yang besarnya tidak dipengaruhi oleh volume produksi.

dimana garis horisontal menunjukkan skala waktu dan garis vertikal menunjukkan besarnya aliran kas pada periode yang bersangkutan Suatu proses untuk menentukan nilai sekarang dari sejumlah uang yang nilainya beberapa periode mendatang diketahui.Bunga nominal (nominal interest) Bunga sederhana (simple interest) Capitalized cost - - - Capitalized worth Deflasi Depresiasi Deret gradien (gradient series) Deret seragam (annual worth) Diagram aliran kas (cash flow diagram) - - Diskonting (discounting) - Ekonomi teknik (engineering economy) Equivalent Uniform Annual Cost (EUAC) Equivalent Uniform Annual Revenue (EUAR) Eskalasi - - - External Rate of Return (ERR) - Indeks harga (price index) - Tingkat bunga tahunan yang mengabaikan pemajemukan pada periode-periode yang kurang dari setahun Bunga yang dihitung hanya dari induk tanpa memperhitungkan bunga yang telah diakumulasikan pada periode sebelumnya Nilai sekarang dari deret seragam yang berupa ongkos yang berlangsung dalam waktu yang tak terhingga lamanya Nilai sekarang dari deret seragam yang berlangsung dalam waktu yang tak terhingga lamanya Peristiwa terjadinya penurunan harga-harga barang. jasa atau faktor-faktor produksi secara umum Penurunan nilai suatu aset atau properti karena waktu dan pemakaian Sederetan penerimaan atau pengeluaran tunai yang meningkat atau menurun dengan jumlah yang tetap selama beberapa periode yang berurutan Pengeluaran atau penerimaan yang jumlahnya tetap tiap periode selama jangka waktu tertentu Ilustrasi grafis dari transaksi-transaksi ekonomi yang dilukiskan pada garis skala waktu. Disiplin ilmu yang digunakan untuk menganalisa aspek-aspek ekonomi dari usulan investasi yang bersifat teknis Pengeluaran-pengeluaran yang dikonversi menjadi pendapatan ekuivalen tahunan yang seragam Pendapatan-pendapatan atau pemasukan-pemasukan yang dikonversi menjadi pendapatan ekuivalen tahunan Perubahan harga diferensial yang mengakibatkan harga beberapa komoditi berubah pada tingkat yang berbeda dari perubahan harga yang terjadi secara umum Suatu nilai ROR (rate of return) yang diperoleh dengan asumsi bahwa hasil investasi diinvestasikan kembali pada proyek lain yang ROR-nya berbeda dengan ROR proyek atau investasi saat ini Perbandingan antara harga beberapa komoditi pada suatu hari terhadap harga-harga komoditi tersebut pada hari-hari lain 102 .

Perkiraan nilai suatu asset pada akhir umurnya. hutang dan kepemilikan) dari suatu organisasi pada saat tertentu. 103 . Nilai dari semua pengeluaran atau pemasukan selama horison perencanaan yang dikonversi ke suatu titik yang didefinisikan sebagai waktu mendatang. Biasanya merupakan pengurangan nilai jual asset tersebut dengan biaya yang diperlukan untuk memindahkannya. biasanya pada akhir tahun fiskal Nilai awal suatu aset atau properti setelah dikurangi akumulasi nilai depresiasi nilai sampai saat itu Nilai rata-rata berbobot yang diperoleh dari penjumlahan semua nilai-nilai yang mungkin terjadi setelah dikalikan dengan probabilitas terjadinya masing-masing nilai tersebut.Inflasi Internal Rate of Return (IRR) - Investasi (investment) Laporan rugi laba (income statement) - Likuiditas (liquidity) Manfaat (benefit) Minimum Attractive Rate of Return (MARR) Modal (capital) - - Neraca (balance sheet) - Nilai buku (book value) Nilai harapan (expected value ) - Nilai mendatang (future worth) Niali sekarang ( present worth) - - Nilai sekarang netto (net present worth) Nilai sisa (salvage value) - - Peristiwa terjadinya kenaikan harga-harga barang.jasa atau faktor produksi secara umum Suatu nilai rate of return (ROR) yang diperoleh dengan asumsi bahwa semua hasil investasi diinvestasikan kembali pada proyek yang ROR-nya sama Suatu pengeluaran atau pengorbanan yang dilakukan untuk suatu harapan dimasa yang akan datang Laporan yang menunjukkan hasil suatu operasi selama satu periode akuntansi yang berisi informasi secara sistematis tentang seluruh pendapatan dan beban perusahaan untuk tahun buku yang bersangkutan Kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajibankewajiban jangka pendeknya Semua manfaat positif yang akan dirasakan oleh masyarakat umum dengan dibangunnya suatu proyek Nilai minimal dari tingkat bunga yang dapat diterima oleh investor sebagai patokan untuk menetapkan layak tidaknya suatu usulan investasi dilaksanakan Dana atau sumber dana yang digunakan untuk membangun atau meneruskan operasi suatu proyek atau usaha Laporan yang berisi informasi posisi finansial (aset. Nilai dari semua pengeluaran atau pemasukan selama horison perencanaan yang dikonversi ke suatu titik yang didefinisikan sebagai waktu sekarang (periode nol) Nilai netto dari semua pemasukan dan pengeluaran selama horison perencanaan yang dikonversi ke suatu titik yang didefinisikan sebagai waktu mendatang.

banyaknya penjualan dan sebagainya. Pendapatan kapital disini adalah harga jual dikurangi harga beli asset tersebut. Jumlah pendapatan yang akan dikenakan pajak pendapatan yang sesuai dengan peraturan perpajakan yang berlaku. Jumlah semua pendapatan. misal: volume produksi. Ongkos yang diperlukan untuk meningkatkan satu unit output pada tingkat produksi tertentu. Titik yang menyatakan variabel output dimana biaya-biaya membuat sama dengan biaya-biaya membeli suatu produk Waktu dimana suatu aset atau alat boleh didepresiasi Periode waktu dimana suatu alat atau aset masih bisa dioperasikan dengan baik 104 . Titik yang menyatakan variabel output dimana dua alternatif sama baiknya ditinjau dari sudut ekonomi c. dimana total pengeluaran sama dengan total pemasukan b.ongkos yang secara langsung berkaitan (berkorelasi) dengan pembuatan suatu produk. Pendapatan yang diperoleh apabila harga jual asset melebihi harga belinya. dan sebagainya. Suatu tingkat bunga yang menyebabkan NPV suatu investasi = 0 b. Titik yang dinyatakan variabel output. baik yang berasal dari penjualan maupun pendapatan bunga selama satu periode akuntansi. Jumlah periode (tahun) yang diperlukan untuk mengambalikan (menutup) ongkos investasi awal dengan tingkat bunga tertentu a. misalnya ongkos bahan baku.Ongkos langsung (direct cost) - Ongkos marjinal (marginal cost) Pendapatan kapital (capital gain) Pendapatan kotor (gross income) Pendapatan kena pajak (taxable income) Periode pengambilan (payback period) Rate of Return (ROR) - - - - - Tingkat bunga (interest rate) Titik impas (break even point = BEP) - - Umur depresiasi (depresiable life) Umur teknis (working life) - Ongkos. ongkos tenaga kerja langsung. lama operasi. Tingkat bunga (penghasilan) yang diperoleh dari suatu investasi ROR biasanya dinyatakan dalam persen Rasio dari bunga yang dikenakan terhadap induk dalam suatu periode waktu dan biasanya dinyatakan dalam persentase terhadap induknya a.

APPENDIX B TABEL PEMAJEMUKAN DISKRIT DAN PEMAJEMUKAN KONTINYU 105 .