BAB I PENDAHULUAN

Analisia ekonomi teknik adalah beberapa metode yang digunakan untuk menganalisis alternatif-alternatif mana yang harus dipilih secara sistematis, sesuai dengan kondisikondisi tertentu. Pengertian-pengertian dasar ekonomi yang banyak di gunakan disini adalah aliran kas (cash flow), pengaruh waktu terhadap nilai uang (time value of money), ekuivalensi (equivalence), suku bunga majemuk, suku bunga nominal dan efektif. Pemahaman pengertian-pengertian tersebut sangat bermanfaat dalam mempelajari ekonomi teknik. Metode-metode yang banyak digunakan oleh para ahli teknik dapat di

kelompokkan sebagai berikut: nilai uang sekarang (present worth), biaya tahunan / periode (annual cost), suku bunga investasi (rate of return), pemanfaatan biaya (benefit cost ratio), penyusutan/penghapusan (depreciation), dan pajak pendapatan (income taxes). Jika inflasi diperhitungkan, maka analisis harus dilakukan dalam daya beli tetap (constant purchasing power). Penerapan teori keputusan (decision theory) dalam ekonomi teknik dewasa ini berkembang, yang tujuannya adalah untuk mendapatkan hasil analisis yang lebih akurat dengan resiko tertentu.

Aliran Kas (Cash Flow) Pada umumnya langkah pertama dalam menganalisis masalah ekonomi adalah membuat tabel aliran kas, sehingga dari tabel tersebut dapat di ketahui perkembangan uang sesuai dengan waktu. Contoh 1.1. Misal seseorang membeli mobil baru seharga Rp. 15.000.000,-. Biaya pengoperasian dan pemeliharaan pada akhir tahun pertama adalah Rp. 800.000,-, pada akhir tahun kedua Rp.900.000,-; pada akhir tahun ketiga Rp. 110.000,- dan pada akhir tahun keempat Rp.1.200.000,-. karena biaya pengoperasian dan pemeliharaan tiap tahun cenderung meningkat maka pemilik mobil tersebut ingin menjual mobilnya pada akhir tahun keempat seharga Rp. 6.000.000,-.

1

Dari data di atas dibuat tabel aliran kas sebagai berikut : Keterangan Permulaan thn pertama Akhir thn pertama Akhir thn kedua Akhir thn ketiga Akhir thn keempat Tahun 0 1 2 3 4 Aliran Kas - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. + Rp. 15.000.000,800.000,900.000,1.100.000,1.200.000,6.000.000,-

Secara grafik, tabel di atas dapat di gambarkan sebagai berikut :
6.000.000 15.000.000 800.000 900.000 1.100.000 1.200.000

0

1

2

3

4

Gambar 1.1. Diagram Contoh 1. Contoh 1.2 : Suatu perusahaan pada bulan Januari 2001 membeli mesin tik merek PALAPA seharga Rp. 500.000,- dengan garansi 2 tahun (oleh karena itu ongkos reparasi tahun 2001 dan 2002 tidak ada). Dalam tahun 2003 ada ongkos reperasi Rp. 86.000,dalam tahun 2004 sejumlah Rp. 130.000,- dan dalam tahun 2005 sejumlah Rp. 140.000,-. Pada tahun 2005, mesin tik tersebut di jual seharga Rp. 300.000,-. Tabel aliran kasnya sebagai berikut : Keterangan Mulai tahun Akhir tahun Tahun 2001 2001 2002 2003 2004 2005 Aliran Kas - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. 500.000,0,0,86.000,130.000,-

+ Rp. 160.000,-

2

Dianalogikan menjadi: Tahun 0 1 2 3 4 5 Aliran Kas - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. 500.000,0,0,86.000,130.000,-

+ Rp. 160.000,-

Konsep Nilai Uang Terhadap Waktu. Nilai uang Rp. 10.000,- sekarang lebih tinggi daripada nilai Rp. 10.000,- tahun depan, apalagi dalam periode atau jangka waktu yang lebih panjang. Untuk mempelajari nilai uang untuk masa yang panjang di perlukan pengertian suku bunga (interest rate). Misal seseorang meminjam modal Rp.100.000,-; dengan bunga Rp. 1.500,- tiap bulan. Bunga :
1500 = 0,015 = 1,5 % tiap bulan 100.000

Dalam satu tahun bunga tersebut adalah (1,5 %) x 12 = 18 %, dan di sebut suku bunga

nominal (sederhana). Tetapi dalam prakteknya orang tersebut dalam satu tahun
membayar suku bunga lebih tinggi, yang di sebut suku bunga majemuk (effective interest

rate), dengan perhitungan sebagai berikut :
Bulan
0 1 2

Modal yang dipinjam
100.000 100.000 + 0,015 (100.000) = 100.000 (1 + 0,015) = 101.500 100.000 (1 + 0,015) + 0,015 (100.000 (1 + 0,015)) = 100.000 (1 + 0,015)2 = 103.200 100.000 (1 + 0,015) + 0,015 (100.000 (1 + 0,015) ) = 100.000 (1 + 0,015)3 = 104.570
2 2

3

• • •
12

Jadi besar suku bunga yang dipinjam adalah

119.560 − 100.000 = 0,1956 100.000

= 100.000 (1 + 0,15)12 = 119.560

= 19,56%, yang

berarti lebih tinggi 1,56 % dari suku bunga nominal. Secara umum jika, jika i adalah suku

3

015)4 – 1 = 0.- Di samping kedua suku bunga tersebut.03 atau Rp. 9 bulan dan 1 tahun.bunga tiap periode (misalnya 1 bulan.046 atau Rp. 61. suku bunga majemuk lebih sering di pakai daripada suku bunga nominal.: i = (1 + 0. jumlah deposito tersebut menjadi F = P (1 + Jika di ambil k = r mn ) m m .015 3 bulan 6 bulan 9 bulan 1 tahun : i = (1 + 0. 46. Penyelesaiannya : i = 1 ½ % = 0. dan dalam setahun ada m periode (misal m tiap kuartal) maka jumlah uang di depositokan pada akhir tahun tersebut adalah : F = P (1 + r m ) m Setelah n tahun.000. 6 bulan.: i = (1 + 0.015)3 – 1 = 0.3 : Seseorang mendepositokan uangnya Rp. ada suku bunga lain yang sering digunakan yaitu suku bunga majemuk kontinyu (continuous campounding of interest). Contoh 1.000. Tentukan bunga yang diperoleh orang tersebut setelah 3 bulan. 1 kuartal dan sebagainya) dan m menunjukkan jangka waktu modal tersebut didepositokan atau di investasikan maka : Suku bunga majemuk = (1 + i)m – 1 …………………………… Dalam ekonomi teknik. suku bunga tiap tahun r.015 atau Rp.. 4 .000.061 atau Rp. 1. 30. di peroleh r 1 1 F = P ( 1 + ) r k n = P (1 + ) k r n k k 1 Dari kalkulus : Li P (1 + ) k r n = P e r n………………………… k K ∞ Dimana e r n adalah suku bunga majemuk kontinyu.015)1 – 1 = 0.pada sebuah Bank yang membayar bunga 1½ % tiap 3 bulan.000.000. 15.015)2 – 1 = 0.: i = (1 + 0.000. Misal seseorang mendepositokan uangnya sejumlah P.

000.sekarang akan ekuivalen dengan berapa untuk 3 tahun mendatang.10 (550.000.000) = 550.500 Akhir tahun pertama : kedua ketiga : : Jadi uang sejumlah Rp.000 + 0.000) = 605. 500.964.6 : Misal ada 2 alternatif A dan B dengan tabel aliran kas sebagai berikut: Tahun 0 1 2 3 Alternatif A .Rp. 5.000 550.500 pada tiga tahun mendatang. 500.10 (605.5 : Dengan suku bunga 10% / thn.000 e 3 (0.. 5.000.000 + 1.000 + 0.309.000 605.5 Jadi jumlah uangnya pada akhir tahun ketiga adalah Rp.4 : Misal seseorang mendepositokan uangnya Rp.800.100 5 .000 + 0.309.di suatu bank dengan suku bunga 9% pertahun untuk selama 3 tahun.100 + 1. Maka jumlah depositonya pada akhir tahun ketiga adalah : F = 1. nilai Rp.000.000 tiga tahun mendatang.964.000 sekarang berbeda dengan Rp..000) = 665. Contoh 1.000. 665. Tahun 0 (sekarang) : Ekuivalensi 500.100 + 1.09) = 1. uang Rp. 2. 1.Rp.000 + 800 + 800 + 800 B .10 (500.000 500. Ekuivalen merupakan konsep yang sangat penting dalam analisis ekonomi teknik dan di gunakan antara lain untuk memilih alternatif yang terbaik diantara 2 alternatif atau lebih. 1.000 sekarang akan ekuivalen dengan Rp.Contoh 1.5 Ekuivalensi Dari pangalaman. 2. Contoh 1.

2004. Hitung suku bunga majemuk dalam setahun bila suku bunga adalah : a). Hitung suku bunga majemuk dalam setahun jika diketahui suku bunga adalah : a).. New York. Surabaya 6 .N.Investasi B lebih besar dari A. Hitung suku bunga nominal dan majemuk dalam setahun.Inc.N. Edisi Pertama. Suku bunga suatu bank adalah 2 % tiap bulan. dilakukan perhitungan ekivalensinya. Surabaya. Ekonomi Teknik. Mc Graw Hill Book Co. Haryono. 0. 12 % tiap enam bulan b). Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Penerbit Guna Widya. 12 % tiap bulan 2. 1990. Daftar Pustaka: Barish. Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making. 1995. Soal-soal : 1. untuk membandingkan kedua alternatif tersebut. N. 12 % tiap kuartal c). Ekonomi Teknik. tapi tidak dapat disimpulkan bahwa alternatif B lebih baik dari A. sehingga keuntungan atau penghematan tiap tahunnya lebih besar dari A. 3. Pujawan.1 % tiap hari b). 0.1 %/hari secara kontinyu.

. n) = (1 + i)n disebut faktor jumlah bergabung. i% .. yakni: F = P (1 + i)n = P (F/P .... Pembayaran Tunggal...... 7 ...1 (F/P ... F dan A sebagai fungsi dari i dan n adalah : A.. n)..... Faktor jumlah bergabung Misal sekarang ada uang sejumlah P dan diinvestasikan dengan suku bunga 1 tiap tahun. Diperoleh : Tahun Jumlah uang awal periode + Suku bunga akhir periode = Jumlah uang akhir tahun 0 1 2 3 • • • n P P P (1 + i) P (1 + i)2 • • • P (1 + i)n-1 + + + + Pi Pi (1 + i) Pi (1 + i)2 • • • Pi (1 + i)n-1 = = = = P P (1 + i) P (1 + i)2 P (1 + i)3 • • • P (1 + i)n = Jadi jika jumlah uang sekarang P.. i% ..2...BAB II EFFECTIVE INTEREST RATE Simbol-simbol : i = suku bunga tiap periode n = jangka waktu / umur teknis P = jumlah uang sekarang (present worth) F = jumlah uang mendatang (future worth) A = pembayaran seri merata(anuitas) G = pembayaran secara gradien Hubungan antara P. yang nilai-nilainya telah ditabelkan.. 1. maka pada akhir tahun ke n menjadi P (1 + i)n atau nilai P akan ekuivalen dengan P (1 + i)n setelah n tahun.

000. Pembayaran Seri Merata 1.791.000 (0. 1.000 .000. 1.000 F = 1.10 F = 1.000.000.000..5584) = Rp. 1.P = F (P/F.000.Jadi nilai ekuivalennya adalah Rp.000.1: Dengan bunga 10 % pertahun.akan ekuivalen dengan berapa dalam 3 tahun ? Penyelesaian : P = 1. 10) = 1.791.000(1.331.000.1.000.000 0 1 2 3 n Gambar 2. Faktor terpendam (sinking fund factor) Tinjau situasi berikut: 8 .- B.331. Faktor jumlah sekarang (kebalikan dari rumus 2. 3) = 1. 1. 6 %. i = 0. 10 %.000 (F/P.791.000. agar pada 1 Januari 2005 modal tersebut menjadi Rp.3310) = Rp.dengan bunga 6% pertahun? Penyelesaian : n = 10. uang Rp.000. 2. Contoh 2. F = Rp.i %.000 (1 + 0. P = F (1 +i).. n) = (1 + i).i %.n = F (P/F.331. 1.1 : P ekuivalen dengan F. 1. 1.10)3 = 1.Jadi modal yang harus diinvestasikan adalah Rp.Secara Grafis : P = 1.1) Dari rumus 2.000.n) ………………………2.n disebut faktor jumlah sekarang.2 (P/F.000.000.Contoh 2.000.2 : Beberapa modal yang harus diinvestasikan pada 1 Januari 1995.

2 : Pembayaran merata A ekuivalen dengan F Tahun Investasi Nilai investasi pada tahun ke n 1 2 3 • • • n A A A • • • A A (1 + i)n-1 A (1 + i)n-2 A (1 + i)n-3 • • • A F = A 1 + (1 + i ) + (1 + i )2 + (1 + i )3 + …………. + (1 + i )n – 1 Ruas kiri dan kanan dikalikan (1 + i )..i %.n) ………………………2.n) = i disebut faktor terpendam (1 + i ) n − 1 9 .i %.3 F(A/F.2) : F A A A A A 0 1 2 3 n-1 n Gambar 2. diperoleh (1 + i ) F = A (1 + i ) + (1 + i )2 + (1 + i )3 ………… + (1 + i )n = A∑ (1 + i ) t t =1 n Kurangkan dengan persamaan mula-mula diperoleh : i F = A (1 + i)n – 1 A=F i (1 + i ) n − 1 = F(A/F.Modal sejumlah A diinvestasikan pada tiap akhir tahun selama n tahun (lihat Gambar 2.

n) = i (1 + i ) n disebut faktor pengembalian modal (1 + i ) n − 1 Secara Grafis : P A A A A 0 1 2 3 n Gambar 2.000 (A/F. i %. Jika bunga 1 % maka hitung besar angsuran tersebut. sehingga pada akhir tahun ke 10 ia memiliki uang Rp.000.000. 2.i %.3 diperoleh : A=F i (1 + i ) n i i n = P (1 + i) = P (1 + i ) n − 1 (1 + i ) n − 1 (1 + i ) n − 1 Atau A = P (A/P..1 dan 2.dan sisanya diangsur selama 48 bulan dengan angsuran sama.200.000 Jadi ia harus mendepositokan sebesar Rp. 10.. i %.000 . Faktor Pengembalian Modal (Capital recovery factor) Dari rumus 2. 1 ½ .3 : P ekuivalen dengan A Contoh 2.240.000. berapa yang harus ia depositokan tiap 3 bulan.000.dengan uang muka Rp. 10. 1.suku bunga tiap tahun adalah 6 %.40) = 184.000. 184.000.4 (A/P. Pemyelesaian : F = Rp..000 tiap 3 bulan. 10 . i = 1½ % A = F(A/F.4: Misal seseorang ingin membeli sepeda motor seharga Rp. n) = 10.3 : Misal seseorang ingin mendepositokan uangnya setiap 3 bulan. n = 40. n) ………………………………2. 6.Contoh 2.

selama 7 tahun dengan suku bunga 6 % tiap tahun.700. i %. agar tiap tahun dapat diambil Rp.240..179. diperoleh P=A (1 + i ) n − 1 = A (P/A. Faktor jumlah sekarang (untuk pembayaran seri merata).000 N = 48 bulan.000.000 = 4.6: Berapa yang harus didepositokaan 1 Januari 2000.2.000 (0.5 (F/A. 100.000 (F/A. 130. n) = 100.450 3.11 .0263) = Rp.- 4. i %.000. Berapakah uang yang dimilikinya pada akhir tahun ke 5. Faktor jumlah bergabung Dari rumus 2. i %.4. n) i F = A (F/A.000. Penyelesaian : i = 0. i %. 100. 5) = Rp. diperoleh A=F i (1 + i ) n − 1 F=A (1 + i ) n − 1 = A (F/A.2. n) disebut faktor jumlah sekarang Contoh 2.000 – 1.200.06. 48 ) = 4.960.200 (5. i %. 6 %. n) ……………………. n) = 4. 130.6 i (i + 1) (P/A.000 F = A(F/A. i %. A = Rp. 6 %.960. 7) = 179.000 (A/P. 179. Dari rumus 1.Penyelesaian: P = 6. Penyelesaian : A = Rp.dengan suku bunga 6% / tahun . n = 7 .200 P = A (P/A.200. 563.960. 1.582) = Rp.. i %. i = 1 % / bulan A = P (A/P.5: Seseorang mendepositokan uangnya tiap akhir tahun sebesar Rp. n) disebut faktor jumlah bergabung (untuk pembanyaran seri merata) Contoh 2. n) ……………………………………….3. i %.450 Jadi besar angsuran tiap bulan adalah Rp.

+ (1+i)2 + (1+i) . + + i i i i G (1+i)n – 1 + (1+i)n – 2 + ….000.-.000.. Jadi sebagai gradien (G) adalah Rp. pada tahun kedua Rp. Biaya pengoperasian dan pemeliharaan (antara lain pajak..4.500. 6. 1. Pembayaran Seri Tidak Merata Contoh masalah : Biaya pemeliharaan suatu mesin selalu bertambah sesuai dengan umur mesin tersebut.Secara umum: P (n-1)G 2G 1G 0G 3G 0 1 2 3 4 n Gambar 2.000.000. gaji karyawan.200..tiap tahun. Misal sebuah mesin dalam kondisi baru berharga Rp. + (1+i)2 + (1+i) + 1i i G (1 + i ) n − 1 nG − i i i (1 + i ) n − 1 i nG i − n i (1 + i ) − 1 i (1 + i ) n − 1 Jadi : A= G i = G nG i − i i (1 + i ) n − 1 12 .1.C. biaya energi dan sebagainya) ditaksir pada tahun pertama Rp... 200.(n-1) i G nG (1+i)n – 1 + (1+i)n – 2 + ….900.000.umur teknis 6 tahun dan nilai akhir (salvage value) nol. Grafik Gradien Diperoleh : F=G = = F = (1 + i ) n −1 − 1 (1 + i ) n − 2 − 1 (1 + i ) 2 − 1 (1 + i ) − 1 + + ..-.-.. asuransi. pada tahun ketiga Rp.000.000.. 1.700. demikian seterusnya naik Rp.

dan naik tiap tahun Rp.200. 8) + 35. n) (P/A.000.. 6 %.000 0 1 2 3 8 P = 155. (2).000 (P/A. n) disebut faktor konversi gradien untuk pembayaran seri merata.000 (6.842) = Rp. i %. Berapakah uang yang harus disediakan sekarang untuk pengoperasian dan pemeliharaan selama 8 tahun jika suku bunga 6% tiap tahun.657. n) disebut faktor konversi gradien untuk nilai uang sekarang. i %.Jadi jumlah uang yang diperlukan sekarang adalah Rp. 8) = 155. 35. n) (P/G. 6 %. Faktor konversi gradien untuk pembayaran seri merata. i %.untuk selama 7 tahun.000 190.-. i %.200. i %.000 (19.155.(1).000.7 : Biaya pengoperasian dan pemeliharaan suatu mesin pada akhir tahun pertama adalah Rp.000 225.657. Contoh 2. n) = (A/G.000 (P/G.000 155. 1. Faktor konversi gradien untuk nilai uang sekarang Dengan penalaran yang sama maka diperoleh : P = G (P/G. i %.210) + 35.- 13 . Penyelesaian: P 400. Hasil diatas sebagai : A= G nG i 1 n i − =G − n i i (1 + i ) − 1 i i (1 + i ) n − 1 A = G(A/G. 1. n) (A/G.

000 pada tahun ke 10.706. semua dengan suku bunga sama yaitu 8 %.18097) (12.200. n3 = 15.000 .000.200. 5 %. i = 0. 1.000. 20) = 1. 10) = 1.000 pada tahun ke 20? Penyelesaian : P 1.9 : Seseorang mendepositokan uangnya sekarang Rp. Contoh 2.200.200. 2.1.7835) = 940.200.000 1.000.4810) = 572.200.200. 2 tahun kemudian Rp.700 P3 = F3 (P/F. n4 = 20. 1.000 pada tahun ke 5.000 0 5 10 15 20 n1 = 5.Contoh 2.000.300 Jadi modal yang harus diinvestasikan adalah: P = P1 + P2 + P3 + P4 = Rp.000 (0.200.200 P2 = F2 (P/F. 1.000.000 (0. 15) = 1.3769) = 452. n2 = 10.000. F4 = 1.200.1.6139) = 736.200.200. 2. 20) = 1. Rp. 5 %. 14 . 5 %.300 ( perbedaan kecil timbul. 2.200 P4 = F4 (P/F.000 (0.200.05 P1 = F1 (P/F. 1.500.000 F3 = 1.400 Cara langsung.200.200.8: Berapa modal yang diinvestasikan sekarang dengan suku bunga 5%. Rp.000 (0. agar dapat disediakan Rp.200. karena F1 = F2 = F3 = F4 : P = F (A/F.000. 5 %. dan 4 tahun kemudian Rp.200. 5 %.000 1. 5) = 1.000 1.200. Berapakah jumlah total uangnya pada tahun ke 10. 5%.000 pada tahun ke 15 dan Rp. F1 = 1.462) P = Rp. sebab adanya pembulatan).706. F2 = 1.000 (0. 5) (P/A.

8509) + 1. 50.000.000. i %.000 A = ( A / P.P1 = 2.000 P3 = 1.000. 8.000 (1.000. (catatan : suku bunga yang diperoleh disebut interval rate of return (IRR).15) = = 0.14682 i = 0. Contoh 2.000. i %.5869) = 8.000.000. 12 %.000 tiap tahun untuk selama 15 tahun. n3 = 6. 10) + P2 (P/F.000.000 (2.14862 − 0.1400 50.111 0.11 + 0.13907 i = 12 % Î (A/P. 100.10 : Suatu investasi Rp.000 diharapkan menghasilkan penerimaan Rp. Pinjaman tersebut harus diangsur tiap 6 bulan selama 30 tahun dengan jumlah angsuran 15 .000 Jadi jumlah total uangnya pada akhir tahun ke 10 adalah Rp.. 8 %. Berapa kira-kira i (suku bunga) dari invetasi tersebut ? Penyelesaian : n = 15. P = 50.000.1 %.681.000 P Cara coba-coba (trial and error): Untuk i = 11 % Î (A/P. 15) Î 7.1589) + 1. 6) = 2.- Contoh 2.13907 (0.500.000.dengan suku bunga 7%/tahun. profitability index (PI).000 (1.000. 8) + P3 (P/F.13907 Jadi i kira-kira 11. 11 %.11: Seseorang meminjam uang dari bank Rp.000. F = F1 + F2 + F3 = P1 (P/F.000 P2 = 1. 8 %. Dalam artikel keuangan disebut figure of menit (measure of worth).12 − 0.1400 − 0. A = 7.000 A = P(A/P.000.000.500. 15) = 0. 8 %.11) = 0. n2 = 8. 7. 15) = 0.681.000 F 0 2 4 8 Dari gambar terlihat n1= 10.

8) = 7.Rp. Berapa pokok dari uang tersebut yang telah di bayarkan pada akhir tahun ke 10 (tepat setelah angsuran ke 20 dibayar).000 Pokok yang belum di bayar P1 = 4.000. 255.538.538) = 7.612.612. n) = 100. 14.12 : Berapa jumlah uang yang harus didepositokan pada tanggal 1 Januari 1997 sampai 1 Juli 2005 agar tiap 6 bulan dapat diambil Rp.000 P18 = menjadi F untuk A1 A1 = F18 (A/F.000. Penyelesaian : A1 A1 A1 A A A 0 1 2 18 19 20 28 A = 1.000 A1 = jumlah uang yang didepositokan P18 = A (P/A.690 Jadi harus didepositokan Rp.000 (A/F.000 (A/P. 85.009.000 (0. 8) = 7.000 P1 A A A A A 0 1 2 3 20 60 A = P (A/P.yang sama.000 (7.03392) = 255. 5 ½ . 3 ½ %.690 tiap 6 bulan mulai 1 Januari 1997 sampai 1 Juli 2005.200 Jadi pokok yang telah dibayar = Rp. 100.000. 40) = 85. 5 1/2 .538.538. i %. mulai 1 Januari 2006. 16 . 10) = 1. 5 ½. 1.388.000 Contoh 2.009.000 (P/A. 60) = 4.000 .000.200 = Rp.000. P = 100.000. 3 ½ %. jika suku bunga 11% / tahun.000 selama 5 tahun.

000 (P/F. 15)= -2.000 Rp.-.000 tiap awal tahun.000 − 0 (0.260.000. i %. 14) + 100.000. 5.000.75.000 Rp. 100.Contoh 2.000.000 + 2.000. 8%.000 pada tahun ke 15. Harga jual tanah tersebut ditaksir Rp.01) = 7.000.000.000 + 5.000.000.000 (P/A.000 0 1 2 3 15 Untuk menghitung rate of return. digunakan rumusan sebagai berikut untuk lebih mendalam lihat rumus Bab 5 : Nilai bersih sekarang (net present worth = NPW = 0) 0 = .000 + 5.000.000 i = 8 % : .000 (P/A. 14) + 100. Jika disewa ongkosnya Rp. 80.000 5.000 5.965.000.000 (P/F. i %. 7%.000 (P/F.000 + 5.000.000. 5. 8%.000 (P/A. 7 %. 100.13 : Untuk memperluas usahanya sebuah perusahaan ingin membeli sebidang tanah atau menyewanya selama 15 tahun. Penyelesaian : P (biaya awal) Tahun (1 – 14) Nilai akhir (tahun ke 15) Beli Rp.000 i = 7% + 4.260.000.000.000 5.000 Grafik beli sewa : 75.000.000.000 Sewa Rp. 80. 14) + 100.000 5.000 17 . Jika dibeli. 5.965.000. 15) = 4.75.000. harganya Rp.000 100.69% 4.000.000.000.000.965. Hitung suku bunga (rate of return) antara selisih antara kedua alternatif tersebut. 15) Dengan cara coba-coba : i = 7 % : .75.

000 250.000.15) + 5.000 ( A / F .8%.000 200.791) − 50.000.000 (3.000 100.000 (3.000 (6. 100.75.5) − 50.000 ( A / P.000 ( P /.000 ( A / P.397) = −13.000 50.400 − 0 (0.7%.400 Catatan : Untuk mengetahui interprestasi hasil ini lihat Bab 5.7%.000 − 250.67% 545. 15) + 5.600 18 .000.15) = −263.000 100.5) = 0 Dengan cara coba-coba : i = 10% ______ 595.000 150.000 + 200.000 250.000.000 Rp.000 150.000.14 :Hitung rate of return investasi yang ditabelkan sebagai berikut: Tahun 0 1 2 3 4 5 Aliran Kas – Rp.000 (A/F. 250.000 ( P / G .000 − 250. 15) Dengan cara coba-coba : i = 7% : −75.862) = −9.650 i = 12% ______ 595.400 + 263.000 (A/P. i %.01) = 7.000 0 Nilai biaya sekarang – Nilai penerimaan (keuntungan) sekarang = 0 yaitu P – P1 + P11 = 0 atau : 595.000 Rp.400 i = 7% + 545. 0 = . 200.000 + 95. i %.400 i = 8% : −75.000 Rp. 50.605) − 50.000 + 95.000.000 P1 P11 = 250.000 Rp.000 + 95.000.15) = 545.000.000.000 − 250.000 Rp.000 Grafiknya : 595. i %.000 ( A / F . 150.000 (6.15)) + 5.7%. Contoh 2. 595.000 50.Cara lain : Nilai bersih pembayaran merata (net annual cost atau net equivalent uniform annual cost = NEUAC) = 0.

Berapa harga jual tanah tersebut 10 tahun mendatang jika investasi tersebut menghasilkan suku bunga (pertumbuhan) 15 % sebelum pajak. 91.000.000 F 480.781.000 520.10) + ( F / A.3)(20.000.000 20.000 untuk selama 20 tahun.304) = 91.000 440. b.304) + 40. Modal awal Rp.650 − 0 = 10.000.10) + 40. tanah tersebut dapat dijual 10 tahun lagi dengan harga yang menguntungkan.Jadi i = 10% + 2% 9.650 Contoh 2. Modal awal Rp. 20.781.600 + 9. Penyelesaian : P = 20. tentukan nilai pendekatan suku bunga dari investasi berikut: a.15%.000. 500. 5. 600.000.000. 40.000.10) = 20.10)( F / A.000 dan tiap tahun menghasilakn Rp.000 Jadi 10 tahun mendatang investasi tersebut akan menghasilkan Rp.000 (4.000.15%.000 ( F /.0456) + 400.000 pada tahun-tahun berikutnya. 19 .000 (20.- 0 Soal-soal : 1.15 : Seseorang investor ingin membeli sebidang tanah seharga Rp.000 400.000 10 2 3 4 1 F = 20.000. 3.000 (3.000 dan tiap tahun menghasilkan Rp.000. dan ditaksir pajak tersebut akan naik Rp. Menurut staf ahli investor tersebut.000.000 ( A / G. G = 40. Jika tanah tersebut dibeli tahun pertama.83% 13. A = 400.000 untuk selama 8 tahun. Dengan menggunakan tabel suku bunga dan interpolasi.15%.

000 akan menghasilkan pendapatan berapa setiap tahun untuk selama-lamanya (anggap n Î ∞ ).000.i = 25 %. a).000 dan harus dikembalikan Rp.44 %. 753. c).000 dalam 1 minggu. Bantuan tersebut diberikan tiap 3 bulan sebesar Rp.i majemuk = 109475. 50.000 tiap tahun untuk selama 15 tahun dan nilai akhir peralatan tersebut pada akhir tahun 15 adalah Rp. 50. Jawaban : a).000. Jawaban : a) Rp. 20 .100. uang sejumlah Rp. c). Dengansuku bunga 11 % tiap tahun. berapa besar angsuran yang harus dibayarkan tiap tahun untuk selama 20 tahun. 50. 4. i = 6. 6.i = 15. suku bunga majemuk bank tersebut tiap tahun.143.88 %. suku bunga nominal bank tersebut tiap tahun.000 pada 12 tahun mendatang. Deposito berakhir apabila orang tersebut telah mencapai usia 65 tahun. akan ekuivalen dengan barapa sekarang.000 4.000 dan menghasilkan penghematan Rp. Uang sejumlah Rp.i = 10.500.000 Jawaban : a). b).480 .c). b). 15.c.31 %. c). 1. Seseorang meminjam uang dari suatu Bank pasar Rp. Sebuah yayasan sosial ingin mengembangkan dana sosial untuk membantu manula yang berusia antara 65 sampai 90 tahun.i nominal = 1300%. 250. 8.000. jika orang yang akan dibantu tersebut sekarang berusia 25 tahun. Investasi sebesar Rp. 770.000. Berapa yang harus didepositokan tiap 3 bulan. suku bunga bank tersebut b). b).Rp. Untuk itu yayasan mendepositokan uangnya di suatu bank dengan suku bunga 8% tiap tahun. 1. 40.6 %) 2. c). (besar angsuran sama). d).000 (bantuan mulai diberikan pada akhir tiga bulan pertama umur 65 tahun).000. 3. pinjaman sebesar Rp. Hitung : a).000 . 10. b) Rp.000.000 akan ekuivalen dengan berapa 40 tahun mendatang.200 .000. d) Rp. hitung pertanyaan-prtanyaan berikut : a). Modal awal untuk suatu peralatan Rp.

Tung and Thomas P. Ekonomi Teknik.N. Barish. N.N. 1995.Au.480. Pujawan. Berapa yang harus didepositokan tiap 3 bual. 9. Surabaya 21 . Engineering Economics for Capital Invesment Analysis. 2004. Edisi Pertama. Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making. New York.b). Prentice Hall International Inc. New Jersey. jika orang yang akan dibantu tersebut sekarang berusia 40 tahun. 34. b) Rp.460 . Daftar Pustaka: Au. Mc Graw Hill Book Co. Jawaban : a) Rp. Second Edition.Inc. 1992. Penerbit Guna Widya..

Misal seorang kontraktor telah menekan kontrak dengan biaya tetap untuk memperbaiki sebuah pabrik. Dalam bab ini akan dibahas suatu metode yang berkaitan dengan mengkonvensasikan semua aliran kas ke jumlah biaya tahunan yang ekuivalen. pembayaran merata dan gradien ke-ekuivalen-nya pada saat yang lain. Dalam ekonomi teknik. 3. Misal Seseorang manajer teknik mempunyai budget Rp. sehingga diperlukan biaya-biaya tambahan (antara lain waktu lembur) Supaya dapat dicapai standar yang telah disepakati. EUAC atau EUAB biasanya digunakan untuk menentukan pilihan antara 2 alternatif atau lebih. sebagai criteria penggunaan EUAC atau EUAB untuk pemilihan dua alternatif atau lebih sebagai berikut : Kategori Kriteria (annual cost criterion) Fixed input Fixed output Neither input or output fixed Maksimalkan EUAB Minimalkan EUAC Maksimalkan [EUAB – EUAC] 22 . Jika perhitungan berkaitan dengan cost disebut equivalent uniform annual cost (EUAC) dan jika dengan benefit disebut equivalent uniform annual benefit (EUAB). Fixed Input : Modal atau sumber-sumber daya tetap. Pada umumnya masalah analisa ekonomi dapat dikategorikan salah satu dari berikut : 1. Misal sebuah perusahaan melakukan pekerjaan diluar kemampuannya. 2. kita sering berhadapan pada sejumlah alternatif dan kita harus memilih salah satunya yang paling ekonomis. 10.000 K untuk perawatan mesin-mesin. Berdasarkan kategori diatas. Fixed Output : Sasaran yang hendak dicapai tetap. Dalam situasi tertentu. Perhitungan-perhitungan suku bunga majemuk tersebut merupakan bagian yang penting dalam melakukan anlisa ekonomi.BAB III EQUIVALENT UNIFORM ANNUAL COST Metode-metode yang telah dibahas pada Bab II menunjukkan cara-cara untuk mengkonvirmasikan sejumlah uang. Neither Input or Output Fixed : Modal maupun sasaran tidak pasti/tidak tetap.

000 Rp. 1.200 200. i %.700 500.8%. n) + Fi ………………………….200 23 .15) − 1000 K ( A / F . 1.1705) Biaya pengoperasian dan pemeliharaan /tahun EUAC (A) Alternatif B : = = 1..5) = 5000 K (0. i %.000 15 tahun 5 tahun Biaya pengoperasian dan pemeliharaan telah termasuk asuransi. listrik. Penyelesaian : Perbandingan biaya yang ekuvalen yang dikeluarkan tiap tahun adalah sebagai berikut : Alternatif A CR = 5000 K ( A / P. tentukan alternatif mana yang dipilih. i %. n) atau atau CR = ( P − F )( A / P.1 : Tinjau 2 alternatif investasi berikut Alternatif A Biaya awal Biaya pengoperasian dan Pemeliharaan tiap tahun Nilai akhir Umur teknis Rp.Jika nilai akhir tidak sama dengan nol maka disebut Capital recovery cost (CR) yang diberikan oleh : CR = P ( A / P. Dengan menggunakan suku bunga i = 8%.000 + = Rp.8%. 5.000.000 600.000.1168) − 1. pajak. n) − S ( A / F .3.15) = 10.0368) Biaya pengoperasian dan pemeliharaan /tahun EUAC (B) = = 1.000 Rp.000 K ( A / P. Rp. i %. dan sebagainya.131.331. 1. 500.149.2505) − 600 K (0.700 CR = 10.000 K (0. 10.649.8%.000 Alternatif B Rp.000 Rp. 200.8%. Contoh 3.1 CR = Pi + ( P − F )( A / F . n) dimana S = nilai akhir.5) − 600 K ( A / F .000 + = Rp.000.000 K (0.

000 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Grafik ekuivalensinya: 1.700 0 1 2 3 4 5 1.700 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 1.000.649.700 0 1 2 3 4 5 Alternatif B dapat dibuat dengan cara yang sama dengan diatas.000. sebab biaya yang dikeluarkan tiap tahun lebih kecil dari pada alternatif A.000 600.Dari hasil perhitungan diatas dipilih alternatif B. Interpretasi : untuk alternatif A grafik yang bersesuaian sebagai berikut : 5.000.000 5.649.649.000 600. 24 .000 5.

000 .000 . biaya awal untuk alternatif A diulang kembali (lihat gambar dan tabel diatas). yang berarti analisisnya cukup ruwet untuk dilakukan (cara mengatasinya lihat Grant.500.000.5.000.000 -10.000 + 300. Dalam perbandingan 2 alternatif yang mempunyai umur teknis misal 12 tahun dan 15 tahun maka sebagai periode analisis adalah kelipatan persekutuan terkecil dari 12 dan 15 yaitu 60 tahun.000 akan menghasilkan Rp.000.000. 25 .400.200.000/tahun . Eugene L Bab 20).000.20.700.000 + 8.5.000 -500.000 + 600.000/tahun + 300.200.000/tahun + 300. beberapa asumsi mengenai akhir tahun kelima dan kesepuluh untuk alternatif A harus diberikan antara lain diasumsikan bahwa pada akhir tahun ke 5 dan 10.500.000 . 8. Alternatif yang mempunyai umur teknis yang cukup lama tersebut dapat dianalisis dengan menganggap umur teknis n menuju ∞ dan nilai akhir atau S dianggap 0.000/tahun .000 + 1.000 + 600.000.000 . Jika umur teknis masingmasing alternatif adalah 13 dan 20 tahun.000 . Membandingkan alternatif-alternatif yang mempunyai usia pakai abadi Dalam pratek mungkin umur teknis suatu proyek (misalnya bangunan dam) dapat mencapai umur 60 tahun atau 100 tahun.000 -500.000 +300.700.200.200. Kalau akhir pada tabel menunjukkan bahwa ekstra pengeluaran sebesar Rp.000 .000 + 600. maka sebagai periode adalah 260 tahun.5.000.000 .12.000/tahun + 300.000.Tabel aliran Kasnya : Tahun Alternatif A Alternatif B B–A 0 1–4 5 6-9 10 11-14 15 -5. Karena 15 habis bibagi dengan 5 maka analisis dan aliran kasnya dapat dilakukan secara sederhana.000 .000/tahun + 4.000/tahun .000 + 400.000/tahun .000.000 -500.700.000 + 300.200.200.000 .000 Jika alternatif A dan B dibandingkan untuk periode 15 tahun.500. dalam hal ini alternatif B lebih ekonomis. dengan 5 siklus untuk alternatif pertama dan 4 siklus untuk alternatif yang kedua. 5.000/tahun .

Jadi diperoleh :

CR = ( P − F )( A / P, i%, n) + Fi CR = P( A / P, i%, n)
CR = Pi

bila F ≠ 0 bila F = 0 bila n Î ∞

Contoh 3.2: Bandingkan EUAC secara abadi untuk 2 alternatif proyek pemerintah berikut dengan menggunakan suku bunga 9%. Alternatif pertama memepunyai biaya awal investasi Rp.150.000.000, yang terdiri atas Rp. 75.000.000 untuk pembelian tanah (diasumsikan abadi ) dan Rp. 75.000.000 untuk bangunan yang memerlukan rehabilitasi tanpa nilai akhir dan ditaksir biaya pembaharuan bangunan tersebut Rp. 75.000.000 untuk tiap 30 tahun. Biaya pemeliharaan tiap tahun selama 10 tahun petama adalah Rp. 10.000.000 dan untuk tahun-tahun – tahun berikutnya Rp. 7.000.000 tiap tahun. Alternatif kedua mempunyai biaya awal investasi Rp. 250.000.000, yang terdiri atas Rp. 100.000.000 untuk pembelian tanah dan Rp. 150.000.000 untuk bangunan yang memerlukan rehabilitasi tiap 50 tahun dengan nilai akhir Rp. 30.000.000. Andaikan bahwa penerimaan bersih untuk tiap-tiap pembaharuan adalah Rp. 120.000.000. Biaya pemeliharaan tiap tahun Rp. 4.000.000.

Penyelesaiannya : Diagram untuk alternatif I.
75.000.000 10.000.000 75.000.000 7.000.000

0

1

10 11

30

60

EUAC (I) = 75.000.000(0,09) + 75.000.000( A / P,9%,30) + 7.000.000 + 3.000.000 (P/A, 9 %, 10) (0,09) = Rp. 22.784.000

26

Diagram untuk alternatif II.
120.000.000 150.000.000 100.000.000 4.000.000 (abadi) 120.000.000 120.000.000

0

1

50
30.000.000

100

150

EUAC (II)

= (150.000.000 – 30.000.000) (A/F, 9 %, 50) + 30.000.000 (0,09) + 100.000.000 (0,09) + 4.000.000 = Rp. 26.648.000

Jadi pilih alternatif I, karena biaya tahunannya lebih murah.

Contoh 3.3 : Sebuah universitas ingin membangun instalasi penjernihan air bersih sendiri dengan menggunakan sumber air sejauh kira-kira 3 mil dari universitas tersebut. Untuk penyaluran air bersih tersebut, di pertimbangkan dua jenis pipa yang mana akan di pilih salah satunya, dengan data sebagai berikut : Pipa A Biaya awal Umur teknis peralatan Biaya awal peralatan Umur teknis peralatan Rp. 120.000.000 60 tahun Rp. 15.000.000 20 tahun Pipa B Rp. 80.000.000 30 tahun Rp. 20.000.000 20 tahun Rp. 4.000.000

Biaya energy untuk pompa pertahun Rp. 3.000.000 Pertambahan biaya energy Untuk pompa tiap tahun Rp. 60.000

Rp.

80.000

Dengan menggunakan periode 60 tahun, bandingkan EUAC (A) dengan EUAC (B) dengan menggunakan suku bunga 6 % (suku bunga kecil sebab investasi tas merupakan organisasi sosial). Andaikan nilai akhir untuk pipa dan peralatannya adalah nol dan andaikan biaya peremajaan selama periode 60 tahun sama besarnya dengan biaya awal.

27

Penyelesaian : Diagram untuk EUAC (A) :
15.000.000 15.000.000 120.000.000 15.000.000 3.000.000 60.000

0

1

20

40

60

EUAC (A) = 120.000.000 (A/P, 6 %, 60) + 15.000.000 (A/P, 6 %, 20) + 3.000.000 + 60.000 (A/G, 6 %, 60) = Rp. 12.621.000 Diagram untuk EUAC (B) :
80.000.000 20.000.000 80.000.000 20.000.000 4.000.000 20.000.000 80.000

0

1

20

30

40

60

EUAC (B) = 80.000.000 (A/P, 6%, 30) + 20.000.000 (A/P, 6%, 20) + 4.000.000 + 80.000 (A/G, 6%, 60) = Rp. 12.739.000 Berdasarkan perhitungan diatas pilih alternatif A

Contoh 3.4: 2 Jenis heat exchanger ingin dibandingkan biaya pemakaiannya dalam industri kimia tertentu. Jenis Y harganya Rp. 8.400.000 dengan umur teknis 6 tahun dan nilai akhir nol serta biaya pengoperasiannya tiap tahun Rp. 1.700.000. jenis Z harganya Rp. 10.000.000 dengan umur teknis 9 tahun, niali akhir serta biaya pengoperasiannya tiap tahun Rp.1.500.000 K. jika jenis Z dipilih, maka ada pajak ekstra yang di taksir Rp. 200.000 tiap tahun. Bandingkan EUAC kedua jenis heat exchanger tersebut dengan i setelah pajak 16%.

28

16 %.000 8.400.000 (A/P. 3.044. 6) (A/P.000 1.000 = Rp. Cara lain adalah dengan cara eksplisit yaitu dengan menggunakan kelipatan persekutuan terkecil dari 6 dan 9 sebagai perbandingan. 18) + 8.700.400.400.700.000 0 1 2 3 4 5 6 EUAC (Y) = 8. 18) + 8.000 Matematika 1.400.700. 12) (A/P.400. 18) + 1.800.700.000 8.000 0 1 6 7 12 13 18 EUAC (Y) = 8. 6) + 1.000 = Rp.000 29 .700.000 (P/F.000 1. 4. 16 %.000 = Rp. 16 %. Caranya sebagai berikut: EUAC (Y): 8. 16 %.000 (A/P. 16 %.700.800. 3.700.Penyelesaian : Diagram untuk EUAC (Y) : 8. 16 %.000 1.980.000 1.000 (A/P.400. 16 %.400.000 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 EUAC (Z) = 10.000 (P/F.980. 9) + 1.000 Diagram untuk EUAC (Z) : 10.000 Perhitungan diatas disebut perhitungan secara implisit.400.700.

000 0 1 9 10 18 EUAC (Z) = (10. 30 .000 Rp. 30. 650. 125. 15.000 Proposal II Rp.000.50. 100.000 Soal-soal: 1. 65.000.800 .000.000 = Rp. 12. Biaya pengoperasian tiap tahun ditaksir Rp.000 dan selanjutnya tiap tahun naik Rp. 2. tahun kedua Rp.000 + 10.000. Harga unit Y Rp. Harga unit X Rp.000. 3. Team perencanaan sebuah kota mempertimbangkan untuk mengembangkan pusat rekreasi.700.000.000. 9)) (A/P.800.000. 16. tentukan unit mana yang saudara rekomendasi untuk dipilih? 2. Dengan i = 20 % setelah pajak.000. 665.000. 175.000 Rp. Dua proposal diusulkan.800.000.00 .000 Rp.000. 9. 18) + 1.044 .000. 250.800. 16 %.EUAC (Z): 10.030.000. sedangkan fasilitas rekreasi harus diremajakan tiap 10 tahun dengan biaya Rp. Suatu pengujian secara otomatis dapat dilakukan dengan menggunakan unit X atau unit Y. 16 %.000. 65. Biaya pengoperasian pada tahun pertama ditaksir Rp.000 Proposal I. tahun kedua sebesar Rp.000 10.000. bangunan tiap 15 tahun harus dilakukan peremajaan dengan biaya Rp. 9.000 Rp.000 Rp.000 (P/F. 7.700.000.000.000. 200. dengan masing-masing biaya sebagai berikut: Proposal I Pengembangan tanah (abadi) Bangunan Fasilitas rekreasi Biaya pemeliharaan tiap tahun Rp.700.000.000 dan selanjutnya naik sebesar Rp. 4. Umur teknis kedua unit tersebut masing-masing ditaksir 10 tahun.000 Rp.000 dan nilai akhir Rp. 4.000 1. 240.000.000.000 tiap tahun.000 dan nilai akhir Rp. Jika unit Y dipilih ada pajak ekstra pada tahun pertama sebesar Rp.000 1.

WJ. New Delhi. Singapore.Inc. Grant Ireson. bangunan dan fasilitas rekreasi masing-masing harus dilakukan peremajaan dengan biaya seperti pembangunan semula. H. Mc Graw Hill Book Co. Prentice Hall of India Private Limited..G. Thuesen. Fifth Edition. Engineering Economy. Thuesen. Eugene L. Daftar Pustaka: Blank. Singapore. Principles of Engineering Economy.. John Wiley and Sons... 1985. 1982. 31 .Proposal II. 1981. and GJ. i = 9%. Second Edition. Bandingkan EUAC kedua proposal tersebut secara abadi. Seventh Edition. Fabriky. dengan asumsi bahwa perbaikan-perbaikan yang dilakukan membuat bangunan dan fasilitas rekreasi baru seperti semula. Leland and Anthony T. and Richard S. W. Leavenworth. Gant. Engineering Economy.

Seperti keuntungan masa depan dalam menanamkan modal di industri perminyakan. Dalam pemakaian perhitungan present worth (PW) untuk membandingkan 2 alternatif (atau lebih) harus digunakan periode yang sama. Analisis present worth sering digunakan untuk menentukan nilai sekarang (t = 0) dari uang yang diterima atau yang dibayar pada masa depan. Untuk hal demikian.BAB IV PRESENT WORTH Perhitungan disini bertujuan untuk mengkonvirmasikan semua aliran kas ke jumlah ekuivalen pada t = 0 (waktu sekarang). A A 0 B 6 12 0 12 Perhitungan seperti diatas mudah dilakukan sebab KPT tidak terlalu ruwet. Seperti halnya dalam Bab 3. Misalnya tidak dibenarkan membandingkan PW dari mesin A yang mempunyai umur teknis 6 tahun dengan PW dari mesin B yang mempunyai umur teknis 12 tahun. Jika digunakan PW maka sebagai periode digunakan kelipatan persekutuan terkecil (KPT) dari 6 dan 12 yaitu 12 tahun. harus digunakan perhitungan dengan menggunakan periode yang sama atau menggunakan EUAC. (Dalam perhitungan EUAC di Bab 2 tidak perlu mempunyai periode yang sama). ingin diketahui ekuivalennya pada saat sekarang. sehingga dalam analisis mesin A harus diganti dengan mesin yang identik (harganya sama) pada akhir tahun keenam. dengan demikian baru dapat dibandingkan (lihat diagram). diperoleh: 32 . Tetapi jika misalnya suatu alat X mempunyai umur teknis 11 tahun dan alat Y mempunyai umur teknis 13 tahun analisis dengan PW cukup ruwet untuk dilakukan.

500.000.000 (P/A. 8 %.1 i Contoh 4.000 pada tahun-tahun berikutnya.000 (P/F.000 dan bertambah Rp.000.000 500..000 10.Kategori Present Worth Criterion Fixed Input Fixed Output Neither Input or Output Fixed Maksimalkan present worth benefit Minimalkan present worth cost Maksimalkan present worth benefit . CAPITALIZED COST Jika n Î ∞ maka analisis present worth disebut capitalized cost dengan rumus (buktikan) : P= A ……………………………………….000 (P/F.000 + 10. 100.000.8 %. Harga mesin Y adalah Rp.1: Harga mesin X adalah Rp. 12) = Rp. pada tahun kedua ada biaya pemeliharaan sebesar Rp. Umur teknis mesin Y ditaksir 12 tahun dengan nilai akhir Rp.000 33 .000. 4) + 10.000. 10.000.000 10. 100.4.000. 20. mesin mana yang harus dipilih? Penyelesainnya : Untuk mesin X : 10. biaya pemeliharaan tiap tahun Rp.000.000. umur teknis 4 tahun dengan nilai akhir nol.000.000 0 1 4 8 12 PW (X) = 10.000.5.521.000.000. Pada tahun pertama tidak ada biaya pemeliharaan (ada garansi satu tahun dari pabrik). 26. 8 %. Jika i = 8%.present worth cost atau maksimalkan Net Present worth. 8) + 500.

jadi dipilih alternatif I.000 + 100.2. Penyelesaian : PW (A) = 135. 12) – 5.478. 8 %. 6 %.648.000 PW (B) = 80.000 (P/A.000. Contoh 4.000 .000. Penyelesaiannya : = Rp. Δ PW = = = 42.000 – 253.000.22.000 (P/G.000. 26.000. 60) + 80. maka Capitalized Cost 22.927. 253.000.157. 6%. 21.09 Ada perbedaan sedikit.000 (1+(P/F. Bandingkan PW kedua alternatif di atas secara abadi.000 0 1 2 3 12 PW (Y) = 20. 296.000. 6%.000 Dari contoh 3.648. 40)) + 4.784. 20) + (P/F. 6%.3 dan lakukan analisis dengan menggunakan present worth.000 Jadi pilih mesin Y karena mempunyai PW lebih kecil.3: Lihat kembali contoh 3.784. 60) = 203.000 (P/A.333 0.000 100.2.000 Jadi pilih alternatif A karena PW A < PW B EUAC (I) 34 .000 (P/F.000 + 15. diperoleh Capitalized Cost 26.000.000.000 = Rp. 6%.864.09 0.933.09 Capitalized Cost = 296. dikarenakan pembulatan.000 0. 60) = 205. Contoh 4.000. 12) = Rp.Untuk mesin Y : 20. 6%.084.084. 20) + (P/F.875.09 EUAC (II) = Rp.157.000.000 (P/G.000. 8 %.000 = PW = 0. 22.000 (1+(P/F.000 5.000. 26.784. 40) + 3.000 (P/F. 6%.2: Lihat kembali contoh 3.961.000 3.000 = PW = = Rp.000 = 42. 30)) + 20.000.000 + 3. 6%.648.

000.000.000 / tah un.000. 8%.3.000.500.000.850.000. 5) (8% 15) – 5.000. umur teknis 20 tahun dan ditaksir nilai akhirnya adalah Rp 5. 36.000 + 13. harganya Rp 90.000. PW (1 mesin otomatis) = 90.000.500. Untuk mesin otomatis.000 (A/F. Gaji karyawan ditaksir sebesar Rp 8.000.15) + 2. Tiap 5 tahun diperlukan overhaul dengan biaya ditaksir sebesar Rp.000 dan biaya pemeliharaan Rp.000 + 12. 8% 20) = Rp. Gaji karyawan ditaksir Rp.438.(6.000 + 30. Biaya pengoperasian dan pemeliharaan ditaksir Rp. umur teknis 10 tahun.1.000) (P/A.000.8%.000 (P/F. 10) + ( 3.850.Contoh 4. 8%. 8%.500 .20).000.000.000 tiap tahun.30. nilai akhir Rp 2.000.000 + 2.000. Derdasarkan data di atas jenis mesin mana yang dipilih jika suku bunga setelah.000 + 1. 329.000 (P/F.500.000. Jika mesin oto matis dipilih.pa j a k 8 % . biaya pengoperasian dan meliharaan tiap tahun ditaksir Rp5.000.000 (PA.6.000. 8%.500 . 5) (P/A.4: Sebuah perusahaan ingin membeli sebuah mesin baru untuk menunjang perluasan usahanya. PW (2 mesin manual) = Rp 334.2.000.500.000.3. Ada 2 alternatif yang dapat digunakan yaitu mesin yang bekerja secara otomatis atau yang bekerja secara manual.000. ada pajak ekstra yang harus dibayarkan tiap tahun sebesar Rp.000. Tiap 5 tahun diperlukan overhaul dengan biaya ditaksir Mesin otomatis memerlukan alat pengontrol yang sebesar harganya Rp. Dari kapasitas perluasan usaha diketahui bahwa diperlukan sebuah mesin otomatis atau 2 buah mesin manual.500. 8% 20) = Rp 167.000 tiap tahun.876.8%.000 (P/A.000. Harga sebuah mesin manual Rp.000.000) (P/F.000 + 27. 8%.000. Rp.000 Jadi dipilih mesin otomatis sebab PW (1 mesin otomatis) < PW ( 2 mesin manual) 35 . umur teknis 20 tahun dengan nilai akhir Rp 6. 20) + Rp 3.000.647.000 tiap tahun. l2. P enyelesaian: PW (1 mesin manual) = 36. 20) + 6.000 (A/F.000.000.000.

and Richard S.000.000.000.000 pada tahun-tahun berikutnya. Grant Ireson. Engineering Economy.000 pada tahun pertama dan naik Rp 500. Thuesen. K e d u a s i s t e m tidak mempunyai nilai akhir nol. Eugene L.Inc. H.000. s i s t e m A memerlukan bia ya awal Rp 58. Seventh Edition.000..000. New Delhi. Singapore. Ditaksir setelah 15 tahun asrama tersebut laku dijual Rp. diharapkan asrama tersebut selalu terisi penuh. Tiap tahun ditaksir asrama tersebut memberikan penghasilan sebesar Rp 10. Surabaya. Karena lokasinya strategis (dilingkungan perguruan Tinggi).000 dan tiap 10 tahun diperlukan pergantian elemen-elemen tertentu pada pompa dan ditaksir biayanya Rp.000 dan dapat dipakai sampai 20 tahun tanpa memerlukan biaya pergantian elemen-elemen. Dengan menggunakan i sebelum pajak sebesar 18% . Ekonomi Teknik. Fifth Edition.500.. 1982.. 1981.800. W. John Wiley and Sons. Bandingkan present worth kedua sistem untuk pelayanan s e l a m a 20 tahun dengan menggunakan i = 11%. Fabriky.000. Mc Graw Hill Book Co.000. Seorang investor mempertimbangkan untuk membeli asrama mahasiswa seharga Rp90. Engineering Economy. Leavenworth. Dua alternatif sistem penyediaan air dipertimbangkan untuk digunakan disuatu k o t a k e c i l . Prentice Hall of India Private Limited. Biaya pengoperasian dan pameliharaan di taksir Rp10. and GJ. Singapore. Thuesen.000. WJ. 1985.G.000. Gant.16.000 pada tahun pertama dan bertambah Rp 350. Daftar Pustaka: Blank. Institut Teknologi Sepuluh Nopember.65. Haryono.000 tersebut layak dibeli oleh investor tersebut? 2.000 pada tahun-tahun berikutnya.000. dan ditaksir biaya pemeliharaan tiap tahun Rp 2.. 1990.000. 36 . Principles of Engineering Economy. Biaya pengoperasian dan pemeliharaan ditaksir Rp 12. Second Edition.Soa1 – soal : 1. apakah asrama seharga Rp 90. Sistem B memerlukan biaya awal Rp72. Leland and Anthony T.000.

PWkeuntungan = 0 ……………………………………… 5. Dalam beberapa keadaan adalah bermanfaat untuk menghitung suku bunga suatu investasi. dimana dengan suku bunga tersebut kedua alternatif ekuivalen. Jika suku bunga investasi tersebut lebih besar dari suku bunga bank atau Minimum Atractive Rate of Return (MARR). metode laju pengembalian modal dapat juga diterapkan untuk memilih salah satu dari dua atau lebih alternatif yang paling efisien atau ekonomis. Biasanya suku bunga invastasi tersebut dibandingkan suku bunga yang terdapat di bank atau suku bunga standart.BAB V ANALISIS LAJU PENGEMBALIAN MODAL ( RATE OF RETURN ANALYSIS ) Dalam bab-bab sebelumnya suku bunga diketahui. Pengertian “Rate of Return” atau laju pengembalian modal disini adalah ekuivalen dengan pengertian profit (keuntungan) dalam teori ekonomi. Jadi dalam hal ini laju pengembalian modal dapat didefinisikan sebagai suku bunga sedemikian hingga: PWbiaya = PWkeuntungan atau atau PWbiaya . untuk mengetahui apakah investasi tersebut menguntungkan atau tidak. 37 . jika tidak maka lebih ekonomis menyimpan uang di bank.1 NPW = 0 (net present worth = 0 ). Jika menggunakan EUAC: EUAC atau = EUAB EUAC – EUAB = 0 …………………………………… 5. maka investasi tersebut dapat dilakukan. Perbandingan antara berbagai alternatif yang terdiri atas sejumlah penerimaan / keuntungan dan pengeluaran / biaya yang berbeda dengan periode yang berlainan dapat dilakukan dengan menghitung suku bunganya.2 atau NAW (net annual worth) = 0 Catatan: Perhitungan untuk mendapatkan rate of return dengan cara ini disebut juga discounted cash flow method atau investor’s method. Seperti halnya dalam perhitungan Equivalent Uniform Annual Cost (EUAC) atau Present Worth (PW). Internal Rate of Return (IRR). Rate of Return yang diperoleh disebut juga Profitability Index (PI).

000 Penyelesaian : Diagram dari tabel tersebut sebagai berikut: 595.650 − 0 = 10.000 – 250.000 200.83% 13.397) = 13.600 Rate of Return = i = 10% + 2% 9.000 + Rp 100.000 (6.600 + 9. 5) – 50.000 (P/G.791) – 5. 5) = 0 Dicoba dengan i = 10% : 595.00 – 250.000 + Rp 150.605) – 50.000 (6.000 + Rp 250.000 + Rp 50.000 100. 1%.000 – 250.Contoh 5.000 50.1: Hitung rate of return untuk suatu investasi yang digambarkan dalam tabel aliran kas berikut : Tahun Aliran Kas 0 1 2 3 4 5 – Rp 595.000 250.000 (3.650 38 . 1%.000 (3.682) = -9.000 150.000 + Rp 200.650 Dicoba dengan i = 12% : 595.000 _________________________________________________ 0 1 2 3 4 5 NPW = 0 atau PWbiaya – PWkeuntungan = 0 595.000 (P/A.

biaya cuti dan sebagainya) ditaksir tiap tahun Rp. gaji karyawan ditaksir akan berkurang menjadi Rp. Pengendalian otomatis tersebut dapat dipakai selama 10 tahun dengan nilai akhir nol. 10) Atau NAW = 0 = -15.800.9.200.000 6.000 (P/A.000.000 6.000 6.9.800.000 .200.300.400.000 2.000 6.9.000 .000.200.300.000 6.800. 300.000 2.000 6.000 6.000 2. i%.800. dan Rp.000 Dengan cara coba-coba diperoleh i = 13.200. Biaya yang diperlukan untuk gaji karyawan yang mengoperasikan pengendalian material tersebut (termasuk gaji lembur.3%.000.9.200.200. asuransi.000 .400. pemeliharaan dan pajak masing-masing-masing tiap tahun adalah Rp.200.000 6.15.000 2.000 2.000 NPW = 0 = -15.9. 10) + 2. 400.800.800.000 .000 tiap tahun.800.000.000 .800.000 6.000.2: Pengendalian material disuatu pabrik dilakukan secara manual.000.000 2.000 .400.800.200.400. Jika pengendalian otomatis yang digunakan ada pajak ekstra sebesar Rp.9. Pengendalian secara manual ini disebut alternatif A.Contoh 5. 1. Rp.1. tentukan alternatif mana yang dipilih.000 2. Pertama-tama dibuat terlebih dahulu tabel aliran kas tersebut : Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Alternatif A .000.000.800.000 .400.000.000 B–A .000 Alternatif B .800.000 .9. Jika suku bunga i = 9% (MARR). Karena i = 13. 3.000 + 2.3% > 9% maka pilih alternatif B karena lebih ekonomis. i%.000 2.000 2.200.15.000 tiap tahun.000 2.200. Untuk menekan gaji karyawan yang cenderung meningkat.100.400.9. 15.000 (A/P. Jika digunakan perhitungan EUAC (Bab 3) maka diperoleh : 39 . pabrik tersebut ingin mengganti pengendalian material tersebut dengan otomatis ingin mengganti pengendalian material tersebut dengan yang otomatis (alternatif B) yang harganya adalah Rp. 9. Dengan menggunakan pengendalian otomatis tersebut.400.000 .9.400. Biaya pengoperasian yang terdiri atas biaya listrik.800.200.000 6.9.000.400.400.

2.000 NPW = 0 = .100.000 Rp. 1. 2.000 Rp.000 Rp.000. 1.EUAC (A) EUAC (B) = Rp.000 + 400. Perhatikan bahwa jika masing-masing alternatif A dan B dihitung rate of return-nya adalah sebagai berikut: A : -2.200.737.7% B : -2.000 = Rp.000 + 300.100.000 .800. 3) = 0.000 = 15.000 + 300.800.000 (P/A.7% 40 .1%. i% .800.Rp. 800. 10) + 3.000 (A/P.Rp.100.000 + 1. tentukan alternatif mana yang harus dipilih.000 + 1.1% > 5% (MARR) maka dipilih alternatif B.300. hasilnya konsisten dengan perhitungan PW. Karena 6. 800. bahwa EUAC (B) < EUAC (A).3) = 0.000 + 800.000 Jika i (MARR) adalah 5%. Contoh 5.100. 1.3: Misal ada 2 alternatif yang tabel aliran kasnya diberikan sebagai berikut: Tahun A B 0 1 2 3 . Penyelesaian : Tahun B–A 0 1 2 3 . diperoleh i = 9.000 Rp. i%.000 (P/A.000. 3) Dengan cara coba-coba dan interpolasi diperoleh i = 6.000 + 300.000 (P/A. i% . 8.000. 800. 9%.000.000 300.000 300.800. 9. diperoleh i = 8.100.000 Rp.000 Rp.000 300.

000.000.000.000 (P /A.000 (P/F.916. i%.000 tiap tahun.000 tiap tahun. Dengan investasi tersebut ditaksir Rp. Dengan menggunakan i (MARR) 11% setelah pajak.4 : Misal ada 2 proyek. yaitu proyek X dan Y.000 Rp 50.100.000.000 Rp 88. pajak pendapa t a n d i t a k sir Rp 24. 25).000 tiap tahun untuk selama 25 tahun.000.250.000.000 Rp 24.000 Rp 100.000 Rp 40.000 Rp 23. Dengan investasi tersebut d itaksir diperoleh penerimaan Rp 88.000.000 (P/A.000 + 32..000 25 tahun Penyelesaian : pertama – tama dihitung terlebih d ahulu rate of return tiap proyek.000.000.000. Contoh 5.000.000 tiap tahun untuk selama 25 tahun.500.000+32. 25) Untuk i = 12% : . pengeluaran tiap tahun untuk pemelih araan ditaksir Rp 32.000. 25) = 3.000. pajak pendapatan ditaksir Rp 23. 13% 25)+50.000. Proyek Y memerlukan investasi awal diperoleh penerimaan RP 325. 25) + 50. Penyelesaian : Proyek X Proyek Y Biaya awal Penerimaan/ tahun Pengeluaran/ tahun Pajak Pendapatan/ tahun Nilai Akhir Umur teknis Rp 250.085.000. 12%.000 (P/A.maka investasi dengan biaya yang lebih besar dipilih dan jika i < i maka pilih investasi dengan biaya yang le bih kecil.000 41 .000.000. pengeluaran tiap tahun untuk pemeliharaan ditaksir Rp 40.250. 12%. 13%.000.000.000 (P/F. 50.000 + 32. Tiap proyek ditaksir mempunyai nilai akhir Rp. Proyek X memerlukan investasi awal Rp 250.000 Rp 50.000 25 tahun Rp 325.250. i%. 25) + 50.000.000 Untuk i = 13 : . = 13.000.000.000 (P/I'.000.000.000.000.000.000.000.000. Untuk proyek X : 0 = .000. tentukan alternatif mana yang dipilih.000 Rp 32. Kriteria di atas dapat diperluas untuk 3 alternatif ata u l eb i h .000.

500.000 Rp 6. 1 .085.000. 70. 25) Dengan interpolasi diperoleh i = 10%.000.000 − 1 1% = 12. Disini tidak perlu dihitung NPW (X-Y) = 0 untuk mendapatkan rate of return -nya.000 (P/A.000 pada alternatif II. Mis a l diberikan dua a l t e r n a t i f dengan data s e b a g a i berikut : Alternatif I Alternatif II Biaya investasi Umur teknis Nilai Akhir Biaya pengoperasian dan pemeliharaan Tiap tahun Rp 50.000. maka proyek X dapat diterima ( acceptable).000 (P/F. Contoh 5.916. i%.23 % 3. Hitung rate of return karena adanya investasi ekstra sebesar Rp.000. i%.000.000 Rp 9.000 Rp 120.Diperoleh i = 12 % + 3. 25) + 50. 0 0 0 tiap tahun. Kare n a k a l a u d i h i t u n g ju g a akan menghasilkan rate of return yang lebih kecil dari 11%.916.000 20 tahun Rp 10.325.000 + 13.000. 42 . K a r e n a 10% < 11% maka proyek Y tidak ekonomis ( not acceptable ). Untuk proyek Y : 0 = .000.000.5 : (Menghitung rate of return untuk selisih 2 alternatif y ang mempunyai umur teknis berlainan). yaitu 3.23 % > 11 %.000 Karena 12.000.000 + 36.4%. K a r e n a i t u dipilih proyek X.000 Jika alter n a t i f I I y an g d i p i l i h m a k a a d a p a j a k e k s t r a s e b e s a r R p .000 40 tahun Rp 20. 2 5 0 .

000 + 20.750.000 + 1.000.000. 20) + 10.000 7. Lenyapkan alternatif yang mempunyai rate of return lebih kecil dari MARR yang diberikan.000.7% Perhitungan rate of return untuk 3 alternatif atau lebih : Jika ada 3 alternatif atau lebih yang tidak saling berkaitan (mutually exclusive) maka perhitungan rate of return -nya dapat digunakan penalaran yang sama seperti 2 alternatif.50.000 (P/F. i%.750.000 9. dengun alternatif selanjutnya (yang mempunyai biaya investasi lebih besar) dengan prosedur seperti sebelumnya. i%.000. Selidiki dua alternatif yang mempunyai biaya terendah dengan prosedur s e p e r ti s ebelumnya.000/tahun - Alternatif II .50.000 9.000 + 1. i%.000 .000 - 7. c.250.000. Bandingkan alternatif yang diperoleh di c.250.000.000.000.000 7.000 9.000 + 10.000.000 .250.000 (P/A.000 1. 43 . Hitung rate of return t i a p .70.000.000.750.000. d.000 NPW (II – I) = .000 21 – 39 40 9.000 + 1.000. yaitu a.000 1.250.120.000 + 40.000 (P/F.000 + 10.750. 40) = 0 Dengan interpelasi diperoleh i = 2.000/tahun II – I .7.t i a p a l t e r n a t i f .70.000.P e n yelesa i a n : Untuk menghitung rate of return selisihnya dibuat tabel aliran k as sebagai berikut (untuk alternatif I diasumsikan bahwa taksiran pengeluaran 20 tahun kedua sama dengan pengeluaran pada 20 tahun pertama).750.000. 40) + 40. b.000.000 + 10. Tahun 0 1 – 19 20 Alternatif I . Susun alternatif menurut besarnya biaya investasi.

e. diperoleh hasil sebagai berikut. tentukan alternatf mana yang harus dipilih.900 C Rp. Contoh 5.3% B : 0 = – 100. Penyelesaian. Penyelesaian : Pertama-tama hitung terlebih dahulu rate of return tiap alternatif dengan interpolasi. Untuk A : 0 = – 400.000 + 27.700 C Rp. i%.000 + 46.000 Rp.000 B Rp.000 Rp.900 Tiap alternatif mempunyai umur teknis 5 tahun dan nilai akhir nol.000 Rp. 46. i%. 5). i = 8% Karena alternatif C mempunyai rate of return 5 % < 6 %.000 Rp. Jika i% (MARR) 6%.700 (P/A. Proses dilanjutkan sampai semua alternatif telah diuji dan alternatif terbaik telah diperoleh. 400.6 : Diberikan alternatfp sebagai berikut : A Biaya awal Rp. Jadi tinggal 3 alternatif yang harus dibandingkan dan jika disusun menurut besarnya biaya inv es tasi d i p e r o l e h : A Biaya awal Rp. 5).200 (P/A. i%. 125.000 Rp.700 44 . 5).900 (P/A. 400. 100. 5). i = 12.200 Keuntungan/tahun Rp.000 + 100. 125. 100.000 B Rp. 400. 500.200 Keuntungan/tahun Rp. maka alternatif dapat dilenyapkan (tidak dipertimbangkan lagi sebab kurang . 500.3% C : 0 = – 200.200 D Rp. 27. 200.000 + 125. i = 5% D : 0 = – 500. 100.200 (P/A. 27. i = 8.efisien). i%.

000 Keuntungan/tahun Rp. 5) Dengan interpolasi diperoleh i = 7%.200 (P/A. i%. diperlukan perhitungan rate of return selisihnya (incremental).100. Selanjutnya membandingkan A dengan D. K a r e n a 6 .300 (P/A. sebagai berikut: D–A Biaya awal Rp.000 + 73. 45 .000 Keuntungan/tahun Rp. Karena 7% > 6% maka dipilih alternatif A dan alternatif B dapat dilenyapkan (tak perlu dibandingkan dengan alternatif D).300.300 NPW ( D-A ) = 0 = . Kesimpulan :Dari contoh-contoh di atas dapat disimpulkan bahwa perh i t u n g a n rate of return tiap alternatif tidak memberikan d a s a r u n t u k memilih alternatif. i%. 100. 5).Bandingkan terlebih dahulu A dengan B : A–B Biaya awal Rp.9 % .000 + 21. Untuk memilih alternatif yang paling ekonomis. 21. 300. 9 % > 6 % maka . 73.pilih alternatif D. D e n g a n i n t e r p o l a s i d i p e r o l e h i = 6.200 NPW (A – B) = 0 = .

000.000 Rp 11.000 Rp 11.000 Rp 14.000 Rp 1.000 1.000.000 Rp 16.000 Rp 16. Berdasarkan perhitungan tersebut.000 Rp 11.000 Rp 10. Data berikut menunjukkan biaya yang berkaitan dengan kedua metode tersebut : Biaya investasi Umur teknis Nilai Akhir Pengeluaran: Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5 Rp 12.000. Sebuah rumah sakit mempunyai sebuah ge n e r a t o r cadangan yang digunakan untuk keadaan darurat.000 40 tahun Rp 2.000 Biaya pengoperasian dan pemeliharaan Rp tiap tahun 46 .000.000 A Rp 40.000 Dengan suku bunga i (MARR) sebelum pajak 18%. 2.400. G e n e r a t o r t e r s e b u t t e l a h b e r u s i a 5 tahun dan memerlukan banyak biaya untuk mengoperasikannya agar dapat berfungsi dalam keadaan darurat.000.000.000.000.000 5 tahun 0 Rp B Rp 40.000.000 4 tahun Rp 1.000.000.000.000.000. hitung r a t e o f return yang diperoleh sebelum pajak karena adanya ekstra invest as i pada B.000 Rp 9.Soal-soal : 1.000. a l ter n a tif mana yang lebih menguntungkan atau ekonomis. dan disimpulkan ada 2 jenis generator yang memenuhi syarat dengan data sebagai berikut : Alternatif I Harga Umur teknis Nilai Akhir Rp 40.000 5 tahun 5.850.000. Ahli teknik rumah sakit telah melakukan studi untuk mengganti generator tersebut.000. Suatu komponen elektronik yang digunakan untuk perakitan dapat di buat dengan menggunakan 2 metode yaitu metade A atau B.000 Alternatif II Rp 80.000 Rp 16.

Leavenworth.. and GJ. New Delhi. Thuesen.Karena rumah sakit tersebut milik pemerintah maka tidak ada paj a k . 1985.G. Fabriky. Second Edition. Engineering Economy. 1982. Grant Ireson. and Richard S. Fifth Edition. Principles of Engineering Economy.. Singapore. Gant. Prentice Hall of India Private Limited. Mc Graw Hill Book Co.. Leland and Anthony T. Seventh Edition. Daftar Pustaka: Blank. 47 . Eugene L. 1981.Inc. J i k a r u mah sakit tersebut menggunakan i (MARR) 10%. John Wiley and Sons. Engineering Economy. WJ. H. Singapore. W. Thuesen.. maka tentukan mesin y ang dipilih.

Misalnya dalam pembangunan bendungan tersebut. untuk itu perlu dikaji terlebih dahulu apakali biaya ( cost ) yang dikeluarkan tersebut memberikan manfaat ( benefit ) yang lebih atau tidak terhadap masyarakat disekitarnya dan tentu saja t e r h a dap program pemerintah sendiri. p e mer i n tah ingin membangun bendungan baru disuatu daerah. karena dapat mengurangi kemacetan dan kecelakaan. Jelas ini bermanfaat bagi masyarakat. Analisa ini adalah cara praktis untuk menaksir kemanfaatan proyek. Jika manfaat yang diperoleh lebih besar daripada b iaya yang dikeluarkan maka dikatakan proyek acceptable. Pada umumnya cukup sulit untuk mengidentifikasikan manfaat (benefit) yang diterima oleh masyarakat. Contoh lain. untuk itu perlu dilakukan pertimbangan-pertimbangan yang matang. sedangkan sebaliknya tidak. mana yang relevant dianggap sebagai suatu manfaat dan mana yang tidak. Dengan kata lain diperlukan analisa dan evaluasi dari berbagai sudut pandang yang relevan terhadap ongkos-ongkos maupun manfaat yang disumbangkannya. apakah bendungan tersebut dapat dijadikan tempat wisata d an ap akah mungkin untuk membangun PLTA secara ekonomis. mengurangi pengeluaran untuk memperbaiki kendaraan. rumah sakit dan obat-obatan. misalnya proyek perbaikan jalan yang bertujuan untuk memperlancar dan mengurangi ke c e l a k aan lalu lintas. Hal tersebut berarti antara lain memperlancar arus ekonomi. Dengan adanya proyek tersebut apakah dapat meningkatkan produksi padi daerah tersebut tiap ha. Proyek-proyek tersebut mi s a ln y a.BAB VI ANALISA MANFAAT BIAYA ( BENEFIT COST ANALYSIS ) Analisa manfaat biaya (benefit cost analysis) adalah analisa yang sangat umum digunakan untuk mengevaluasi proyek-proyek yang dibiayai oleh pemerintah. disamping adanya maanfaat tapi ada juga kerugian-kerugiannya (disbenefits) antara lain mengorbankan sebagian masyarakat yang tanahnya digunakan untuk proyek tersebut. dimana hal ini diperlukan tinjauan yang panjang dan luas. Dalam hal ini perlu berhati-hati untuk melakukan analisis pemanfaatan biaya. analisis pemanfaatan biaya disini juga memperhitungkan suku bunga. Seperti halnya evaluasi ekonomis untuk swasta.Tetapi 48 .

dokter. Misal B= benefit dan C = cost maka perbandingan benefit dan cost dihitung degan rumus. B PWbenefit EUAB ………………………………………………. Sedangkan kerugian penduduk karena tanahnya digunakan untuk proyek bendungan tersebut merupakan suatu disbenefit yang harus dipertimbangkan dalam analisisnya.pengurangan pengeluaran ini berakibat berkurangnya penerimaan untuk bengkelbengkel. : Lihat kembali contoh 5.000 49 . jika B/C > 1 maka proyek acceptable dan sebaliknya tidak. jika B/C < 1 pilih alternatif dcngan biaya lebih rendah.6 Pertama-tama dihitung perbandingan B/C untuk tiap alternatif.6%. yaitu diperlukan analisis incremental . Kalau perbandingan incremental B/C > 1 mak a p ilih altern atif b iaya lebih tinggi.000 27.200( P / A.06 = C PWcos t 400.5) = = 1.900( P / A. rumah sakit dan pengacara tidak perlu dimasukkan dan tidak dianggap suatu disbenefit.5) 200. sehingga dalam analisis kerugian-kerugian pada bengkel.6%.6%. Untuk 3 alternatif atau lebih. Untuk alternatif: A : B/C = B PWbenefit 100. dokter. Kriteria perbadingan B/C untuk 2 alternatif Hitung perbandingan incremental B/C untuk aliran kas yang merupakan perbedaan antara alternatif biaya yang lebih tinggi dengan alternatif biaya lebih rendah. rumah sakit dan pengec a r a -penga car a. Dari sudut pemerintah dan pandangan masyarakat. tetapi disini dihitung incremental B/C. Contoh 6.700( P / A.000 B : B/C C : B/C = = = 1.97 46.17 = 0. digunakan logika yang sama seperti analisis rate of return. jelas kecelakaan lalu lintas tersebut tak diingini.1. Metode analisis dengan menggunakan B/C adalah ekuivalen dengan analisis rate of return.5) 100. 6.1 = = C PWcos t EUAC Untuk suku bunga i.

125. 100. 100. 21.700 I n crem en t al p er b a n d i n g an B / C = 24.5) = 1.300( P / A.900 D Rp.000 Rp. B/C < 1 maka alternatif C dapat dilenyapkan. A Biaya awal Benefit/tahun Rp. 125.05 Untuk alternatif C karena.D : B/C = 125.200 Incremental D–A Rp.6%. 100.000 Rp.000 K a r en a B / C > 1 ma k a d i p i l i h al t e r n a ti f D .700 A Rp.300 I n cr e me n t a l B / C = 24.000 Rp. 400.000 72. 27. 0 2 100. Dari hasil di atas diperoleh hasil yang ekuivalen jika menggunakan analisis rate of return.900 D Rp.000 Rp.000 = 1.02 100. 50 . B Biaya awal Benefit/tahun Rp.200( P / A.300( P / A. Selanjutnya. 400.000 Rp.000 A–B Incremental biaya awal Incremental benefit/t a h u n 100.5) = 1.6%. 500. 500. susun alternatif sisanya menurut besarnya dan selidiki incremental B/C untuk 2 alternatif dengan biay a terkecil. 100.000 Rp.000 Karena incremental p er b andingan B/C > 1 maka alternatif A lebih ekonomis daripada B .6%.5) 200.

Seperti halnya dalan contoh 6. Pembangunan D & R mempunyai akibat samping yang merugikan lingkungan dan masyarakat sekitarnya. Jika alternatif S dibangun kerugian tersebut dapat dikurangi me n j a d i Rp 105. Biaya pembangunan dam dan reservoir (D & R) ditaksir Rp 5.900. Kedua biaya tersebut dibebankan pada anggaran pemerintah.000 dan ditaksir biaya pengoperasian dan pemeliharaannya tiap tahun Rp 40.2.55. sebab data yang tersedia dalam tahunan.kecilnya banjir yang timbul). Yaitu : pembangunan dam merugikan hasil perikanan rakyat yang ditaksir jumlahnya Rp 28.000 tiap tahun. Pertama dibandingkan terlebih dahulu alternatif perbaikan saluran (S) dengan alternatif tidak ada pengendalian banjir (TP). Berdasarkan data di atas akan diselidiki alternatif mana yang paling ekonomis dengan i = 6 % dan umur teknis 50 tahun. Keuntungan tiap tahun disini adalah berkurangnya kerugian akibat banjir karena adanya alternatif S dibandingkan dengan alternatif TP. Alternatif pertama yaitu me mp er baik i salu ran (S) untuk memperlancar aliran sunga i d a n alternatif kedua membangun dam dan reservoir (D & R).300.Taksiran kerusakan akibat banjir tiap tahun j i k a t i d a k ada p e n g endalian banjir(TP) adalah Rp 480.000 tiap tahun.000.000.000.000.000. : Dalam suatu proyek pengendalian banjir ada 2 alternatif yang diusulkan.000 dan biaya pemeliharaann y a t ia p t ah u n d i ta k s ir R p 3 5 .Contoh 6. Penyelesaian : Dalam perhitungan disini digunakan benefit dan cost tiap tahun untuk memudahkan. (Dalam analisis ekonomi ini disebut disbenefit/benefit negatip/malefit).000 dan jika alternatif D & P dibangun kerugian tersebut berkurang menjadi Rp. dilakukan perhitungan incremental B/C menurut besarnya biaya.000.000.000.1.000. sedangkan pembangunan reservoir merugikan hasil pertanian dan peternakan karena berkurangnya lahan dan ditaksir jumlahnya Rp. K edua macam biaya tersebut dibebankan pada anggaran pemerintah. 0 0 0 . yaitu sebagai nilai e k s p e k t a s i ( e x p e c t e d value ). 0 0 0 . 51 .000 (Dalam praktek nilai taksiran tersebut dapat diperoleh dengan menggunakan metode statistika. B i a y a p e r b a i k a n s a l u r a n d i t a k s ir Rp 2.10. k a r e n a k e r u g i a n t i a p t a h u n b e r u h a h s e s u a i denga n b e s a r .

TP ) B/C = = 480.000 Karena B/C – 0. 6%. Cost disini mungkin biaya riset.000.000 = 0. Jika keuntungan-keuntungan atau kerugian-kerugian tersebut dapat dinyatakan dalam suatu ukuran efektivitas maka perhitungan yang berkaitan dengannya disebut cost efective analysis.000.000.000 = 2900.000 375. Biasanya cost tersebut dinyatakan dalam present worth atau equivalent uniform annual cost.000 2900.000.50 + 35.000.000 (A/P.000.000 . Present worth disini disebut life-cycle cost dari sistem. pengembangan. 6%.000 = 219. Contoh 6.105.000. 50) + 40.08 157. COST – EFFECTIVE ANALYSIS : Dalam keadaan – keadaan tertentu baik dalam bidang swasta maupun pemerintah.000 . biaya pergantian dan sebagainya dalam jangka waktu tertentu.000.50) + 35. biaya pengoperasian dan pemeliharaan.000 B/C = 12.000.Sedangkan biaya tiap tahun adalah capital recovery cost dan biaya pemeliharaan alternatif S .000. keuntungan-keuntungan atau kerugian-kerugian kadang-kadang tidak dapat dinyatakan dalam bentuk sejumlah uang.000. dalam pengembangan sistem senjata. nilai akhir.000.000. Selanjutnya dihitung perbandingan incremental B/C antara altarnatif D & R dengan alternatif S : B (D & R – S) = (105.08 alternatif S lebih bermanfaat dibandingkan alternatif D &.000.000 = 375.T P ) C (S .3 : Sebuah pabrik ingin mengurangi sampai 75% banyaknya limbah kimia yang dibuang tiap hari kesebuah sungai sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.000) = 12.000 C(D & R– S) = 5300.000.000 (A/P. Misalnya.000 .000 (A/P.000.000 + 10. 6%. pengendalian polusi dan sebagainya.000 – 55.R.000 = 157. Untuk itu telah ada 3 perusahaan yang melakukan penawaran untuk memperbaiki sistem pembuangan pabrik 52 .000) – (28.000 = 1. B (S .000 Karena B/C > 1 berarti pembangunan saluran manfaat yang besar dibandingkan tanpa pengendalian banjir sama sekali.000.71 219.000.

000. 15) = 264. sedangkan kontraktor dari perusahaan A dan B menjamin bahwa sistem mereka paling tidak akan memenuhi syarat yang telah ditetapkan.000 (P/A.000. tetapi life cycle costnya lebih kecil.000 75. Kedua perusahaan tersebut mempunyai ukuran sistem efektivitas yang sama (75%). Pemilihan antara penawaran perusahaan B dan C tidak begitu jelas karena ukuran efektivitas perusahaan C lebih tinggi dan sulit diukur 53 . Penyelesaian : Untuk memudahkan.000 + 25. Data berikut merupakan biaya penawaran yang diajukan oleh ketiga perusahaan tersebut : Biaya awal Biaya pengoperasian dan pemeliharaan/tahun Perusahaan A B C 125.9%.000 9.000.000 90% Perhitungan life cycle cost : PW (A) = 125.000 + 9.9% 10) 15.200.200.000 = 190.000 75% C 190.732. Tiap sistem yang dikembangkan dapat digunakan untuk selama 15 tahun.000 PW (B) PW (G) = 160. terlihat bahwa walaupun perusahaan B mempunyai biaya awal lebih besar dari A.161. 99%.000 9. 9%. 9%.000 Dari hasil perhitungan di atas.000. Kontraktor dari perusahaan C menjamin bahwa sistem yang dibuatnya akan mengurangi limbah kimia buangan tersebut sampai 90%. 5) + (P/F.723.000. Dengan menggunakan MARR 9%.15) = 256.000 12.000.000. 15 ) = 272. dan pemeliharaan tiap tahun Biaya penggantian Efisiensi sistem A 125.000 12.000.000. jadi dalam hal ini penawaran perusahaan B lebih ekonomis.000.200.000.000 190.000.000% B 160.000. tentukan penawaran mana yang harus dipilih.000.tersebut.000+ 12. komponen tertentu dari sistem harus diganti tiap 5 tahun dengan biaya Rp.000.000.000 (P/A.000 (P/F.000.000 ( P/A . dibuat terlebih dahulu tabel sebagai berikut: Biaya awal Biaya pengoperasian.000 160. 25.000 15.000 15.000.000 25.000.000 Jika penawaran dari perusahaan A diterima.

perbandingan penawaran antara perusahaan B dengan C tidak langsung jelas. maka masalahnya sederhana. tersebut juga terlihat bahwa efisiensi meningkat 20% jika penawaran C dipilih. maka dipilih alternatif yang mempunyai efisinsi yang lebih tinggi. Jika 2 alternatif yang dibandingkan mempunyai ukuran efektivitas yang sama. Dalam contoh 6.000. Jika life-cycle cost dua alternatif sama. karena makin tinggi ukuran efektivitas diperlukan tambahan biaya. Demikian sebaliknya.B) = 15 % Dari hasil tersebut.429. Jika efisiensi ini yang digunakan sebagai ukuran efektivitas yang dibandingkan dengan life cycle cost Rp 7429 K akan menimbulkan salah pengertian. Soal – soal : 1.000. Hitung perbandingan-perbandingan B/C 54 . disini dilihat juga incremental ukuran efektivitas yang diperoleh dibandingkan dengan incremental life-cycle costnya. y aitu memilih alternatif dengan cost terkecil. kerugian (disbenefit) akibat proyek D & R tiap tahun Rp. (rubber yard sticks). seperti pemilihan penawaran perusahaan A dan B di atas.38.2 . Dari perhitungan. Kalau cost bukan merupakan masalah untuk meningkatkan efisiensi sebesar 15/75 . Perbandingan B/C antara D & R dengan S dan antara D & R dengan TP masing-masing adalah 0. untuk memutuskan alternatif mana yang dipilih tergantung pada kondisi atau kriteria yang telah ditetapkan. . Catatan : Dalam beberapa kejadian tertentu cost-effective analysis ekuivalen dengan penggunaan benefit-cost analysis . 60% dengan 72 % dan sebagainya. tetapi dalam beberapa hal berlainan.429 efisiensi (C . Misalnya dalam contoh 6. sebab 20 % tersebut merupakan ukuran yang bersifat elastis. Dengan menggunakan kriteria tersebut akan mengurangi banyaknya alternatif yang dibandingkan.dengan nilai sejumlah uang tertentu.03. Seperti halnya dalam analisis pemanfaatan biaya.3 tersebut. PW (C B) = 7. Karena berlaku antara untuk 80% dengan 96%. tetapi belum tentu merupakan atau menghasilkan suatu pilihan yang final.08 dan 1.20 % maka penawaran C yang dipilih. Yang tepat adalah harus diputuskan apakah efisiensi 20 % sebanding dengan Rp 7.

000. ini ditaksir tiap tahun menimbulkan kerugian (disbenefit) Rp 20.000 dan biaya pemeliharaannya tiap tahun ditaksir Rp 30. sebuah jembatan akan dipindahkan tempatnya dengan menggunakan konstruksi baru.000. yaitu melakukan pengerukan (alternatif P) dan membangun dam dan reservoir (alternatif D& R). Gunakan MARR 8 %.000.000. Untuk lokasi M. tetapi ini diimbangi dengan berkembangnya tempat 55 . 2. Karena tidak sesuai dengan perkembangan lalu lintas. 50.000. Untuk itu telah diusulkan dua tempat yaitu M dan N.000. tapi ini diimbangi oleh barkembangnya daerah rekreasi.tersebut kembali jika kerugian yang diterima masyarakat tersebut dianggap sebagai cost dan bukan suatu disbenefit. 3. biaya pengoperasian dan pemeliharaannya ditaksir tiap tahun adalah Rp 45. diperlukan biaya awal Rp. 3.000.000. hitung rate of return karena adanya ekstra investasi untuk proyek S dibandingkan proyek TP.000 dan Rp 90.000 tiap tahun.000. Karena adanya pengerukan tersebut akan ada kerugian lingkungan.000. Hitung juga rate of return karena adanya ekstra investasi untuk proyek D & R dihandingkan proyek S. selalu menimbulkan kerugian karena banjir yang ditimbulkannya.000 tiap tahun. Suatu proposal telah diajukan untuk mengendalikan banjir tersebut.880.000.000 dan naik Rp 5. Dari soal 1.000. Biaya awal untuk P adalah Rp.000.000 dan untuk lokasi N. Sebuah sungai yang membelah sebuah kota. Berikan kesimpulan hasil tersebut.000.000 tiap tahun.000. Alternatif D& R dibangun jika alternatif P dibangun.000.000.000. Biaya pemeliharaan jembatan dilokasi M dan N tiap tahun masing-masing adalah Rp 120.000. Dengan dibangunnya jembatan tersebut akan memperlancar arus lalu lintas sehingga memberikan keuntungan bagi masyarakat yang ditaksir untuk loksi M dan N tiap tahun masing-masing adalah Rp. 4.000. umur teknis 20 tahun dan andaikan nilai akhir kedua jembatan tersebut masing-masing 60% dari biaya awal pembuatan jembatan tersebut.000 dan bertambah Rp 20.000 dan Rp 660. Jika dilakukan pengerukan (P) maka kerugian-kerugian ditaksir berkurang menjadi Rp180.000. Ditaksir kerugian tersebut tiap tahun Rp.000.000. diperlukan biaya awa1 sebesar Rp.000. Biaya awal alternatif D & R adalah Rp 1.300. Jika D & R dibangun kerugian akibat banjir berkurang menjadi Rp 30.000.000 dan naik Rp 12.400.000. Hitung perbandingan B/C yang sesuai untuk melakukan studi ekonomis kedua lokasi tersebut. D & R akan mengurangi daerah pertanian.600.

N.000. Pujawan. Mc Graw Hill Book Co. Dengan menggunakan MARR 9 % dapatkan perbandingan B/C yang sesuai untuk P .N. R.rekreasi yang memberikan keuntungan tiap tahun Rp 8.000. Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making. Penerbit Guna Widya. Ekonomi Teknik.Inc. Gunakan periode 30 tahun dan andaikan nilai akhir proyek nol. Surabaya 56 .. Edisi Pertama. D . Daftar Pustaka: Barish. New York. 2004. 1995.N.

Nilai variabel yang demikian disebut biaya minimal (minimum. 57 . Analisa Titik Pulang Pokok Jika biaya dari dua alternatif dipengaruhi oleh variabel yang sama maka dapat dicari nilai dari variabel tersebut sehingga kedua alternatif mempunyai biaya yang sama. Nilai dari variabel yang diperoleh disebut sebagai titik (break-event point). Jika biaya dari suatu alternatif merupakan fungsi dari satu variabel yang dapat berupa beberapa nilai tertentu maka adalah bermanfaat untuk menentukan nilai suatu variabel dimana biaya minimal. biaya minimal. kemudian ingin ditentukan nilai dari variabel tersebut sedemikian hingga biaya kedua alternatif tersebut sama. biaya dari suatu alternatif mungkin merupakan fungsi dari suatu variabel. Karena itu f1 (x) = f2(x).BAB VII ANALISIS TITIK PULANG POKOK DAN BIAYA TERKECIL (BREAK EVENT POINT DAN MINIMUM COST ANALYSIS) Dalam beberapa kondisi ekonomi. Biaya dari tiap-tiap alternatif dapat dinyatakan sebagai fungsi variabel independen yang sama. dan jika diselesaikan diperoleh nilal x yang dicari dan merupakan suatu titik impas dapat dicari dengan menggunakan prosedur-prosedur yang telah dikembangkan dalam matematika. Jika dua atau lebih alternatif merupakan fungsi dari suatu variabel yang sama. cost point). Untuk mendapatkan nilai x yang membuat kedua biaya alternatif tersebut sama adalah dengan menyamakan TC1 = TC2. misal : TC1 Dimana : TC1 TC2 x = f1(x) dan TC2 = f2(x) = total biaya untuk alternatif I = total biaya untuk alternatif II = variabei independen yang mempengaruhi alternatif I dan II. Beberapa alternatif yang merupakan fungsi dengan variabel yang sama dapat dibandingkan berdasarkan.

Alternatif B memerlukan biaya awal untuk pembelian motor gaselin Rp 550. Alternatif A memerlukan biaya awal untuk pembelian motor listrik yang bekerja secara otomatis dengan harga Rp 1. Akan ditentukan berapa jam tiap tahun kedu a motor terse b u t b e r o p e r a s i agar biaya kedua altenatif tersebut sama. Untuk penyediaan motor tersebut telah Penyelesaian : Misal TCA CRA MA = total EUAC (A) = Capital recovery cost alternatif A = (1. biaya pemeliharaan ditaksir Rp 150 tiap jam dan biaya operator tiap jam Rp 800.000 (0.000 = biaya pemeliharaan tiap tahun untuk alternatif A = Rp. 10%.10%.10) = 399.000 dan nilai akhir nol pada akhir periode tahun keempat. Banyak jam beroperasi (jam motor bekerja) tiap tahun tergantung p a d a t i n gi curah hujan (jadi merupakan suatu variabel). Gunakan i (MARR)10 % tahun. 550. Motor tersebut diperlukan untuk jangka waktu 4 diusulkan 2 alternatif.400. Biaya pengoperasian tiap jam Rp 840.400.000) (A/P.000.000 dan nilai akhirnya pada akhir tahun keempat ditaksir Rp 200.000 = b i ay a t i a p jam d a r i p e n ggunaan ga s elin + o p e r a t o r + pemeliharaan = R p 420 + Rp 800 + Rp 150 = Rp 1370 58 . 174.1: Andaikan bahwa diperlukan motor bertenaga 20 TK untuk memompa air dari suatu sumber air.000.4) + 200. dan biaya pemeliharaan tiap tahun ditksir Rp 120.000 – 200.Contoh 7.000 CA t Maka TCA TCB CRB HB = biaya pengoperasian tiap jam = Rp 840 = jumlah jam operasi tiap tahun = CRA + MA + CA t = total FUAC (B) = Capital recovery cost alternatif B = Rp. Biaya bahan bakar untuk tiap jam operasi ditaksir Rp 420 . 120. 4) = Rp.000 (A/P.

TCA diperoleh t= CR B − CR B + M A 174. Perbedaan biaya tahunn antara kedua alternatif tersebut untuk sembarang jam operasi tertentu dapat d ih itung sebagai berikut : Misalnya kedua motor dioperasikan 100 jam tiap tahun maka TC = TCA .1 menunjukkan total biaya tiap tahun sebagai fungsi dari banyaknya jam bekerja tiap tahun.000 + 100 (0.37) = Rp.t = jumlah jam operasi tiap tahun.000) = = 651 jam CA − H B 840 − 1370 = TCB atau CRA + MA + CAt = CRB + HBt Jadi kedua motor tersebut sama ekonomisnya jika kedua motor tersebut beroperasi selama 651 jam dalam setahun.000 − (399. Untuk mendapatkan titik impas adalah dengan menyelesaikan t dari persamaan.1 : Total biaya sebagai fungsi dari jumlah jam operasi.TCB = CRA + MA + CAt – CRB . Jika digunakan kurang dari 651 jam maka motor gasolin lebih ekonomis dan jika digunakan lebih d a r i 651 jam motor listrik lebih ekonomis.84) – 174 – 100 (1.HBt = 399. 1200 Gasolin Listrik 800 400 0 200 400 600 800 jam operasi / tahun Gambar 7.000 59 .000 + 120.000 + 120. 292. Gambar 7. Maka TCB = CRB + Ht.

8%.000 TC (kayu) = 35.000a (0.2 : Sebuah perusahaan konsultan pembangunan telah melakukan studi untuk pembangunan sebuah gedung dengan luas antara 2000 sampai 6000 kaki persegi. ada 3 jenis konstruksi yang sesuai untuk gedung tersebut yaitu concrete (beton).000. Tentukan titik impas dari ketiga jenis konstruksi tersebut jika digunakan i (MARR) 8% Penyelesaian : Misal x luas bangunan yang akan dibangun : TC (Beton) TC (Baja) = 24. telah dibahas analisis titik impas yang menyangkut 2 alternatif. 60 .440a + 8.99) (A/P.000a (0.000 = 3.934.000a + 4.000a (0.01) (0.000 = 2.000 Rp 3.000 3.Analisis Titik Impas Untuk 3 Alternatif atau Lebih. 8%.000 - Baja 29. pemeliharaan dan sebagainya) diberikan oleh tabel sebagai berikut: Beton Biaya pembangunan/kaki persegi Biaya pemeliharaan/ tahun Biaya pengendalian cuaca/ tahun Taksiran nilai akhir Rp 24. Dalam pasal ini akan dibahas untuk alternatif. Dalam contoh sebelumnya. steel (baja) dan frame (kayu).000a (0.000 Rp 5.000 Rp 1.032) ( 0.000 Rp 2.500. dan dari grafik tersebut dapat dicari titik impasnya.250.000 1% biaya pembangunan 20 tahun Taksiran umur teknis 20 tahun 20 tahun Biaya total tiap jenis konstruksi merupakan fungsi dari luas bangunan yang akan dibangun.250. Setelah melakukan penelitian yang mendalam.600.000. 20) + 8. Data biaya yang berkaitan dengan ketiga jenis biaya tersebut (biaya konstruksi.968) (A/P.400.000 a (A/P.000 Untuk memperoleh titik impas adalah dengan menyelesaikan persamaan tiap pasang dari alternatif sebagai fungsi luas bangunan dalam suatu grafik. Contoh 7.558. 20) + 35.000a + 6. 20) + 29.000.08) + 6.500.08) + 4.000. 8%.000 Rp Rp 5.000 = 29.2% biaya pembangunan Kayu Rp 35.500.000 Rp 1.000 = 2.250.

yaitu : TC dimana : X = AX + B +C X = variabel yang mempengaruhi. Analisis Biaya Minimum Suatu alternatif mungkin memiliki dua atau lebih komponen biaya. yang ekonomi s a d a l a h k onstruksi kayu. Sedangkan yang lebih kecil dari 3000 kaki persegi.ka membangun gedung dengan luas 4000 kaki persegi maka yang ekonomis. Untuk perluasan lebih d a r i 3 a l t e r n a t i f d a p a t d i g u n a k a n penalaran yang sama dengan di atas.000. adalah membangun dengan konstruksi baja. yang ekonomis adalah konstruksi beton. dimana suatu komponen biaya mungkin dipengaruhi oleh suatu variabel mis a l n y a s e c a r a linear a t a u k e b a l i k annya atau mungkin dipengaruhi secara linear dan kebalikannya.000.000. Misal biaya total ( Total Cost ) s u a t u a l t e r n a tif dipengaruhi komponen biaya secara linear dan kebalikannya.Biaya kayu baja 25.000 2000 3000 4000 5000 6000 luas bangunan Dari gr afik di atas terlihat bahwa ji. A.000 beton 20.000 15. Dan jika membangun dengan 5000 kaki persegi. B dan C = bilangan-bilangan tetap Untuk mendapatkan nilai X yang meminimalkan TC adalah dengan menurunkan TC ke x dan kemudian menyamakannya dengan n o l d i p e r o l e h: 61 .

20) + 500 (539. Dalam hal ini resistansi adalah berbanding terbalik dengan ukuran konduktor sehingga biaya energi listrik yang hilang akan berkurang jika ukuran konduktor bertambah besar. dimana adalah arus listrik (dalam ampere) dan R adalah resistansi konduktor dalam ohm. biaya investasi akan bertambah juga. dan pemeliharaan diabaikan. suku bunga 6 % Misal A = luas konduktor . Tetapi jika ukuran konduktor bertambah besar. Misalnya suatu konduktor tembaga dipertimbangkan untuk digunakan mentransmisi beban aliran listrik pada suatu sub-station. umur teknis ditaksir 20 tahun. biaya instalasi Rp 160. Untuk ukuran konduktor tertentu dapat ditentukan jumlah kedua komponen biaya tersebut minimal.6) A (A/P.6) A (0. dan resintansi berbanding terbalik dengan luasnya. Data pembiayaan dan keteknikan untuk instalasi konduktor tersebut sebagai berikut : panjang konduktor 140 kaki.40)(12)( A)(555) 539.490 )( Rp7) = A A Berat konduktor (dalam pon) : (1. Berat tembaga 55 pon tiap kaki3 . Energi yang hilang (kilowat jam) dalam konduktor disebabkan resistansi adalah sama dengan I2 R X jumlah jam : 1000. pajak insurance. maka energi yang hilang tiap tahun adalah : (1920)2 (24) 365( 0. sebesar 1920 ampere untuk 24 jam (1 hari) selama 36 5 h a r i .890 A + 13. 6%.940 62 . Resistansi konduktor tembaga yang panjangnya 140 kaki dan luasnya 1 inci2 adalah 0. Energi yang hilang ditaksir b ernilai Rp 7 tiap k ilowat jam. nilai akhir Rp 500 tiap pon tembaga.001 1435 ohm.000 + Rp 600 untuk tiap pon tembaga.3: Suatu contoh klasik mengenai analisis biaya minimum adalah menentukan luasan konduktor elektronik.6 A 1728 Capital recovery cost dalam dollar tiap tahun adalah : 160.06) = 20.000 + (600 – 500) (539.B dTC =A– 2 =0ÆX= dX X B A Contoh 7.0011435 258.

52 inci 2 dimana dengan luasan tersebut akan diperoleh biaya total tiap tahun yang minimal. 090 Biaya Investasi 129.890 A + = 20. Cara tabulasi dan grafik terseb u t cukup bermanfaat jika cukup sulit mendapatkan hubungan matematis antara variabel-variabelnya.Jadi biaya total tiap tahun adalah : TC dTC dA A= = 20.120 185.890 – 258.160 170.510 4 5 6 97.400 TC 185.940 A 258.760 162. Untuk mengetahui perubahan-perubahan dari komhonen-komponen biaya tersebut dapat dilakukan secara tabulasi dan grafik sebagai berikut: Luasan penampang ( inci 2 ) Biaya Biaya investasi Biaya hilang I 2 R Biaya total tiap tahun 2 55. Misalnya sebuah perusahaan farmasi 63 .280 64.390 139.750 43.140 182.720 Luas penampang yang paling ekonomi untuk konduktor terjadi pada saat biaya investasi sama dengan biaya kebilangan energi tiap tahun (Hukum Kelvin).890 Jadi dipilih konduktor yang luas penampangnya 3.720 129.370 Biaya Kehilangan I2R 2 3 4 5 6 55.370 3 76.490 =0 A 258.490 + 13.52 inci2 20.490 = 3.610 86.090 162.500 118.680 51.

560.710.850. Dalam proses ini dapat digunakan atau beberapa evaporator dan dapat digunakan berulang kali. komputer yang dibeli harus bekerja supaya membeli komputer tersebut ekonomis.000 6.220. 5.000 6.30.000 tiap tahun secara kontrak. 3. asuransi pajak dan sbg) Biaya variabel (pemeliharaan. Jika suku bunga tiap tahun 12 %. Sebuah lembaga konsultan ingin membeli sebuah komputer seharga Rp.610. karyawan dan sbg) Biaya total/tahun. Soal – soal 1.000 4.030.000.960. 7.960. Biaya variabel yang pokok adalah biaya pembuatan uap yang kira-kira berbanding terbalik dengan banyaknya evaporator yang digunakan dalam instalasi.000 tiap hari.000 tiap hari.000 3. dan biaya pemeliharaan Rp. maka berapa hari tiap tahun.000 yang terjadi bila 3 evaporator digunakan. dibandingkan menyewa? 64 .000 860. Dari pengalaman dan pengujian menunjukkan bahwa diperlukan persamaan atau fungsi yang kompleks untuk menjelaskan hubungan antara biaya-biaya yang digunakan.000 3.000 1.350.000.240. 50.680. karena itu di gunakan cara tabulas i a t a u g r af i k . Hasilnya sebagai berikut (tiap tahun 200 hari k e r ja ) : Biaya Biaya t e t a p ( biaya awal.000 5. dua.000 8.000 2. Biaya pengoperasian ditaksir Rp. 130.190.000. Taksiran biaya variabel dan tetap dapat diperoleh dengan melakukan percobaan jika digunakan satu. 4.merencanakan untuk menggunakan proses penguapan dalam menghasilkan suatu jenis produknya. Biaya tetap kira-kira sebanding dengan banyaknya evaporator yang digunakan. tiga atau empat evaporator. Sebagai alternatif adalah menyewa komputer dengan rata-rata ongkos sewa Rp.000.000 Luasan penarnpang ( inci 2 ) 1 2 3 4 Dari tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa total biaya terendah tiap tahun adalah Rp.000 3. Ditaksir umur teknis dan nilai akhir komputer tersebut masing-masing adalah 6 tahun dan Rp.000.

2. Jika suku bunga 10 % tiap tahun.000 tiap tahun dan memerlukan biaya Rp. Haryono.000.200 tiap unit dan diperlukan b ia y a p er a l a t a n yang besarnya Rp. sehingga dapat diabaikan. 150. Surabaya.000.500. 150. 1990. mesin diesel ekonomis. Ekonomi Teknik. Mc Graw Hill Book Co. b) Tentukan interval jam mesin bekerja dalam setahun sehingga mes i n g asolin ekonomis. 240. N. Pujawan.000. biaya pengoperasian Rp.300. Metode pertama yaitu dikerjakan secara manual dan ditaksir biayanya Rp 1. Mesin gas hidrokarbon harganya Rp.600 tiap jam operasi untuk gaselin. 315.000 tiap tahun. 3. Harga mes in diesel Rp.000 tiap tahun.aya buruh Rp. dan mesin gas ekonomis. 3. 2. berapa banyak papan sirkuit yang harus diproduksi tiap tahun agar kedua metode tersebut sama ekonomisnya? 3. Penerbit Guna Widya.000. Harga mesin ga s olin Rp. Daftar Pustaka: Barish.800. umur tekn is 9 tahun dan nilai akhir Rp.52 tiap unit dan biaya pemeliharaan peralatan Rp.N.. Surabaya 65 . 1995. biay a pemelihaan Rp.N.000 tiap tahun. Edisi Pertama.Inc. Seseorang produsen alat-alat elektronik tertentu ingin mempertimbangkan 2 motode yang digunakan untuk menghasilkan suatu papan sirkuit. Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making.900 tiap jam operasi untuk bahan bakar. 0.000 tiap tahun. biaya pemeliharaan R p . Umur teknis tiap mesin adalah 5 tahun. untuk buldozer yang ia beli. Nilai akhir ketiga mesin tersebut sama. Ekonomi Teknik. 3. Dengan menggunakan i = 15 % a) Buat g r a f i k total biaya tiap tahun dari tiap mesin sebagai fungsi dari jumlah jam mesin tersebut bekerja dalam setahun. dan memerlukan biaya Rp.000. dan memerlukan biaya Rp 2. New York. Institut Teknologi Sepuluh Nopember. 4.300 tiap jam operasi untuk pembelian bahan bakar. Bi. 2004.000. Metode kedua dilakukan s e c ar a mencetak papan sirkuit tersebut dan ini memerlukan biaya investasi sebesar Rp. 300. 2. 200. diesel atau gas hidrokarbon. Seorang kontraktor harus menentukan pilihannya apakah menggunakan mesin g a s e l i n .

terutama dalam analisis yang berkaitan dengan pajak dan pengaruh inflasi ( after tax and inflation analysis ). karena disini memuat 2 pengertian yang harus dipertimbangakan. Da1am praktek adalah cukup sulit untuk menaksir besarnya alokasi depresiasi yang tepat dari suatu asset.sederhana sebagai beriku t : 66 . Depresiasi yang disebabkan antara lain mesin-mesin atau peralatan-peralatan yang digunakan semakin tua sehingga kemanpuannya berkurang ( physical degradation ). sehingga diperlukan mesin-mesin atau peralatan-peralatan baru yang lebih efisien dan ekonomis daripada yang dipakai sekarang atau karena adanya perubahan demand di masya r ak at baik dari segi kualitas maupun kuantitas sehingga diperlukan tambahan mesin-mesin dan peralatan-peralatan baru (functional depreciation ). sehingga berkaitan dengan p a j ak. Depresiasi yang disebabkan antara lain karena semakin majunya perkembangan teknologi.BAB VIII METODE DEPRESIASI Depresiasi atau penyusutan modal adalah suatu komponen yang penting dalam analisis ekonomi teknik. yaitu depresiasi nilai asset yang sebanarnya sesuai dengan waktu dan yang kedua (yang penting dalam ekonomi teknik) yaitu bagaimana mengalokasikan depresiasi (accounting depreciation) nilai asset tersebut. Karena modal digunakan terlebih dahulu sebelum menghasilkan barang produksi. Depresiasi secara umum dapat digolongkan dalam 2 kelompok. diinvest a s ikan diperhitungkan sebagai biaya produksi. Untuk memahami konsep depresiasi bukanlah suatu hal yang mudah. sehingga terdapat kesulitan-kesulitan dalam mengkalkulasikan biaya-biaya secara tepat. Dalam mengalokasikan depresiasi nilai asset ada 2 hal yang dipertimbangkan yaitu: Untuk menjamin bahwa asset yang diinvestasikan dapat diperoleh kembali selama umur ekonomisnya: Untuk menjamin bahwa asset yang. yaitu: 1. 2. Untuk memudahkan pemahaman dalam melakukan alokasi depresiasi diberikan contoh . Yang pertama. Secara umum depresiasi dapat didefinisikan sebagai berkurangnya nilai suatu asset (yang dapat berupa mesin-mesin. bangunan gedung dll) sesuai dengan waktu.

000. dan depreciation accounting (SOYD).000 dia sisihkan untuk membeli mesin baru. penggunaan energi listrik tiap komponen ditaksir Rp. 15. Ka1au dihitung penghapusan modalnya. maka tiap kali penggunaan mesin harus diperhitungkan uang sejumlah : Rp.000 tiap komponen. Sehingga pengusaha tersebut menganggap ia mendapatkan keuntungan sebesar Rp. 2. 2. 7. Metode depresiasi dapat diklasifikasikan sebagai berikut: 1.500. Metode yang digunakan antara lain: declining balance depreciation accounting .500. Dengan menggunakan mesin tersebut.000. Metode yang digunakan adalah straight line depreciation accounting .000. 67 Sum of Years digits .000.000 untuk biaya hidupnya sehari-hari maka tiap tahun ia mempunyai simpanan sebesar Rp.Misal sebuah perusahaan membeli sebuah mesin seharga Rp. Metode yang bertujuan untuk mengalokasikan depresiasi secara merata selama umur teknis. 5. ada 3 komponen utama yang digunakan. 2. Biaya-biaya untuk pembelian bahan baku.000.000 = Rp. Karena ia tidak menyisihkan keuntungannya secara tapat untuk pembelian mesin baru. Apabila keuntungan tersebut ia habiskan Rp.000. 8.000 untuk menunjang proses produksinya. sehingga keuntungan bersih yang dapat dia gunakan adalah Rp.000 tiap tahun (ini belum memperhitungkan laju in f lasi) dari yang Rp. Dalam ekonomi teknik tujuan utama dari depresiasi adalah untuk mendapatkan aliran kas dengan mempertimbangkan pajak dan inflasi. Apabila mesin tersebut dapat dipakai untuk selama 2 tahum. 4. pemeliharaan. Untuk menghitung depresiasi.000 tiap tahun. Metode yang bertujuan untuk mengalokasikan depresiasi yang lebih besar pada awal umur teknis daripada akhir umur tek nis . maka pada akhir tahun ke 2 pengusaha tersebut tidak dapat lagi membeli mesin baru dengan kapasitas yang sama.500 2.000 sebagai penghapusan modal. 5. 2. perusahaan dapat memproduksi 1000 unit komponen tiap tahun yang harganya Rp.5. dan nilai akhir (S). umur teknis (n) . upah kar yawan. Dalam contoh diatas terliliat bahwa depresiasi dibebankan pada biaya produksi (dalam akutansi disebut amortized cost) sehingga mempengaruhi profit atau rate of return yang diperoleh perusahaan.000 tiap tahun. y a i t u : nilai a s s e t ( P ) .

3.

Metode yang bertujuan untuk mengalokasikan depresiasi yang lebih besar pada akhir umur teknis daripada awal umur teknis. Metode yang digunakan adalah sinking – fund depreciation accounting.

Straight line depreciation accounting

Besarnya depresiasi pada tahun ke t dengan metode ini diberikan oleh rumus : Dt = P − S 1− S / P = P = dP ………………………..8.1. n n

dimana d adalah laju depresiasi. Contoh 8.1 : Misal P = Rp. 10.000.000, S = 1.000.000 dan n = 5 tahun Dt = P − S 10.000.000 − 1.000.000 = = 1.800.000 tiap tahun. n 5

Secara tabulasi : t 0 1 2 3 4 5 Dt 1.800.000 1.800.000 1.800.000 1.800.000 1.800.000 Nilai buku BVt 10.000.000 8.200.000 6.400.000 4.600.000 2.800.000 1.000.000

BVt adalah nilai buku pada tahun ke t yang besarnya adalah BVt -1 - Dt, Dimana BV0 = P, dan dapat dibuktikan bahwa: BVt = P − P−S t = P(1 − tDt ) …………………………..8.2.05 n

DECLINING – BALANCE Depreciation Accounting

Dalam metode ini besarnya depresiasi pada awal-awal tahun pemakaian lebih besar dari pada akhir tahun pemakaian. Karena diharapkan misalnya mesin-mesin yang baru dapat memeberikan produktivitas yang lebih tinggi pada awal pemakainnya daripada akhir pemakaiannya. Dalam metode ini, untuk laju depresiasi tertentu, besarnya depresiasi adalah perkalian laju depresiasi dengan nilai buku pada periode bersangkutan. 68

Contoh 8.2 : Lihat kembali contoh 8.1. Misal digunakan laju depresiasi 40%. t 0 1 2 3 4 5 0,4(10.000.000) = 4.000.000 0,4(6.000.000) = 2.400.000 0,4(3.600.000) = 1.440.000 0,4(2.160.000) = 864.000 0,4(1.296.000) = 518.400 1− S / P = kd n Dt BVt 10.000.000 6.000.000 3.600.000 2.160.000 1.296.000 777.600

Faktor laju depresiasi dr = K Dan jika diandaikan

k S = 0 maka dr = n P

Konstanta k biasanya adalah 1,25 ; 1,5 ; 2,0. Jika k = 2 seperti contoh 8.2. disebut double declining balance depreciation. Besarnya depresiasi pada tahun ke t adalah : Dt = dr (BVt-1) …………………………………9.3. Dan BVt-1 = P (1- dr)t-1 ……………………………..8.4.

Sum of Years digits (SOYD) depreciation accounting

Metode ini berdasarkan jumlah bilangan tahun, dimana nilai suatu asset berkurang sebanding dengan unit tahunnya. Contoh 8.3: Lihat kembali contoh 8.1. Jumlah unit tahun = 1 + 2 + 3 + 4 + 5 = 15

69

t

Unit tahun

Dt

BVt

0 1 2 3 4 5 5 4 3 2 1 5/15(10.000.000-1.000.000) = 3.000.000 4/15(10.000.000-1.000.000) = 2.400.000 3/15(10.000.000-1.000.000) = 1.800.000 2/15(10.000.000-1.000.000) = 1.200.000 1/15(10.000.000-1.000.000) = 600.000

10.000.000 7.000.000 4.600.000 2.800.000 1.600.000 1.000.000

Secara umum : Jumlah unit tahun = 1 + 2 + ………. + n = Dt = (P-S) n(n + 1) 2

2(n − t + 1) ……………………………………….. 8.5 n(n + 1) 2m m(m + 1) − ……………………………. . 8.6 n n(n + 1)

BVm = P- (P-S)

Sinking – fund depreciation accounting

Dalam metode ini di andaikan nilai dari asset berkurang pada saat laju depresiasi bertambah. Contoh 8.4: Lihat kembali contoh 8.1 dan digunakan sinking fund 6 %. Sinking fund depreciation pada tahun : Pertama Kedua Ketiga Keempat Kelima : (10.000.000 – 1.000.000) (A/F, 6%, 5) : 1.596.600 + 0,06 (1.596.600) : 1.692.390 + 0,06 (1.692.390) : 1.793.940 + 0,06 (1.793.940) : 1.901.580 + 0,06 (1.901.580) = 1.596.600

= 1.692.390 = 1.793.940 = 1.901.580 = 2.015.670

70

000. i.596.t 0 1 2 3 4 5 Dt BVt 10. 10.000.917. n) (F/A.000 1 2 3 4 5 Gambar 8.015. t) ……………………….400 6.820 Secara umum : Dt = (P-S) (A/F.8.793. BVt = P-(P-F) (A/F.000 Declining balance 2.901. t-1) ………………………….692.000 6.1.000.000 6% sinking fund Straight line 8.000 4. n) + i (P-S) (A/F. i .390 1.015.000.940 1.403.000 71 . i.000.. 10. i.000 SOYD 4.. t-1) Setelah disederhanakan diperoleh : Dt = (P-S) (A/F.580 2. n) (F/A.000 1. Nilai buku asset Rp.7.000.060 3. 8.711. n) (F/P.000.670 8. i. i%. i%.600 1. 8.490 999.

Penyelesainnya : a.000 n 8 72 .000. Setelah pajak pendapatan dengan menggunakan straight line depreciation. Setelah pajak pendapatan dengan SOYD dan ITC (investuen tax credit) sebesar 10% diterapkan langsung.000 (P/A. i.000 tiap tahun untuk selama 8 tahun dan ditaksir nilai akhirnya sama dengan nol pada akhir tahun ke 8. g. lihat Tabel (apendik) dan ITC sebesar 10 % diterapkan langsung. d.000 diharapkan dapat menghemat pengeluaran perusahaan sebesar Rp. Setelah pajak pendapatan dengan menggunakan depresiasi ACRS untuk 5 tahun mulai 1986 dan ITC sebesar 10 % diterapkan langsung.000.900. c. e.000 + 8. 36. Sebelum pajak pendapatan (before income tax). hitung rate of return investasi tersebut dengan menggunakan kondisi-kondisi berikut : a.000. 8) Dengan cara interpolasi (trial and error) diperoleh i = 18.3 %. 8.000 = = 4. Setelah pajak pendapatan dengan mengandaikan investasi dihapuskan sebesar 20 % tiap tahun untuk 5 tahun dan ITC sebesar 10 % diterapkan langsung. Dengan menggunakan pajak pendapatan (income tax rate) sebesar 48 %. Setelah pajak pendapatan dengan menggunakan double rate declining balance depreciation untuk 4 tahun pertama dan 4 tahun berikutnya digunakan straight line depreciation. Setelah pajak pendapatan dengan mengadaikan semua investasi dihapuskan untuk tujuan pajak. h.5: Suatu investasi pada peralatan seharga Rp. Setelah pajak pendapatan dengan menggunakan depresiasi ACRS (accelerated cost recovery system). Setelah pajak pendapatan dengan SOYD. f.900.36.500. b. i %. Dt = P − S 36. Sebelum pajak NPW = 0 = . b.Contoh : 8.

000.900.000.000 4.000 4.500. n) Dengan interpolasi diperoleh i = 10.000 + 8.738 .000.000 4. D3 = 6. i %.400. D4 = 5.000 Depresiasi (B) Yang dikenai pajak (C = A + B) Besar pajak (D = -0.000 + 8.738 .000 6.000 4.000 6. D6 = 3.000 2112.500.000 2112. D5 = 4.738 .000 4.000 D2 = 7.900.000 4.000 6.500.400.000 2112.000 4. 73 .2 %.000 6.400.000.000.500.000 + 6.900.900.400.000 4. 2(n − t + 1) n(n + 1) 2(8 − 1 + 1) = 8.000 2112. D7 = 2.000.000 + 8. D8 = 1.000 2112.000 4.738 . Dt = (P-S) D1 = 36.000 + 8.000.Dibuat terlebih dahulu aliran kasnya : Tahun Aliran Kas sebelum pajak (A) 0 1 2 3 4 5 6 7 8 36.900.000 2112.000 6.000.000 6.000 6.900.400.000 6.36.000 + 8.000 4.738 .000.000 (P/A.000.738 .778.000 + 8.500.900.000 4.000.900.000.500.000 NPW = 0 = .500.000.000 8(8 + 1) c).000.000.000.500.000.000 2112.000 4.48 C) Aliran Kas setelah pajak (E = A + D) 36.738 .000 4.000 4.000 4.738 .000.400.400.400.000 + 8.000 2112.000 + 8.000.000 4.

000 8.000 5.988.000 4.312.900.900.000 - - 900.000 3.028.548.900.000 NPW = 0 = .000.000 2.000 8.792.000 7.000 (B) (C = A + B) (D = -0.068.000 - - 432.000 1.000 + 8.000.872.000.000 6.468.000 5.000 2.48 C) (E = A + D) - 8.900.000 8.000.36.000 (P/A.000 3. 8) – 480.000 1.900.588.900.000 7.000 7.000 6.000 36.000 8.000 5.000 2.000.000 (P/G.000 8.000.000 7.Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 (A) 36.108.900.000.000.832.000 3. i %. i %.900.900.000 1. 8) Dengan interpolasi diperoleh i = 11.000.900.000 1.900.508.000 5.392.000 7.900.000 8.000 912.900.000 2.000 + 8.000.000 3.900.000 6.000 4.2 % 74 .382.468.000 8.000 6.000.

8) + CFt – 5.000 8.000 2150.000 (1. t) Dengan interpolasi diperoleh i = 11.000 d3 = 0.500 − 0) = 2.848.390.000 7.000 + 5.625.905.900.900.25)2 = 20. 7.868.900.500 D4 = 0.000 (1-0.000 8.000 8.500 BV4 = merupakan P untuk straight line depretation.000 5.000) (P/F. D1 = dr BV0 = 0.000 6.000 8.000 - B C D E .032.2.995.848.25)4 = 11.000.000 .000 NPW = 0 = .900.900.995.000 -100.2.451.000 8.797.000.000 .797.1 % 75 .000) = 6.000.000 (1-0.25 BV3 = 3.000 2.000.000 (P/A.000.000 3.905.000.000.000 8.000 2.995.848.000 6.25 (36.000 .000 5.000 8.36.449.750.25 (27.848. BV0 = 36.390.103.052.905.000 .905.000.842.000 .000 .500 BV3 = 36.000) = 9.750.000 6.948.995. i %.36.000 6. 8. D2 = dr BV1 = 0.000.848.000.187.000.000.1.2.000.055.25) = 27.000 BV4 = 36.052.000 .062.500 3. untuk t = 5.000 5.000 6.0.995.000 2.000 8.250.000 (1-0. dr = 2 = 0.500 5.1.900.900.000 48.2.052.000 5. 4 Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 A 36.995. yaitu : Dt = (11.000 7.052.000.000 BV1 = P (1 – dr) = 36. 6.000 9.000 .d).837.000 2.000 BV2 = P (1 – dr2) = 36. i %.000 6.000 5.000 8.000.25)3 = 15.25 n Dihitung terlebih dahulu depresiasinya dengan double rate declining balance depreciation untuk 4 tahun pertama.2.900.25 BV2 = 50.

900.588.720.988.000 5.000.000.000.000.600.900.000 8.028.000 1.000 4.000 1.900.4.900.000) = 3. n) – 480.000 3.000 1.000.000 B C D 17.798.000 76 .000 3.000 4.900.900.000 6.000 2.827.000 .000 7.600.000 7.900.000 + 8.000 8.000.000 6.000 7.000 7.900.000.000 2.000 432.468.000 8.000 ITC = 10 % (36.312.900.272.000 8.628.000 .000 5.548.000 4.272.508.32.000 (P/A.900.000 NPW = 0 = .000 8.628.000.900.000. Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 A .000 1.000 5.900.900.000 8. f).000 8.4.000.36.392.000 8.280.000 6.900.000 4.000 2.000 8.000 E .900.900.900.000.900.000 8. i %.e).832.18.000 3.6 %.000 4.000 (P/G.352.000 E 32. 8) Dengan interpolasi diperoleh i = 14.000.000 900.900.000.000 .900.000 8.000 5.628.000 7.068.000 0 0 0 8.900. i %.000 8.36.000 912.000 B C D 3.000 8.4. Tahun 0 1 2 3 A .000 8.000 8.000 3.000 2.108.000 6.272.468.

000.920. g).4.400.000 Ketiga = 0.628.272.560.000 -7.000 8.628.628.000) = 7.000) = 7.000 8.000 . 8) Dengan interpolasi diperoleh i = 18.000 7.000.000 4.48 (-36.560.000 .900.000 8.4.643.000 0 0 0 0 0 8.000) = 17.000 8.900.643.000 0 0 0 3.084.000.400.500.430.000.680.32.900.920.272.816.21 (36.4 5 6 7 8 8.4.900.650.3 %.000 77 .000 Kelima = 0.628.000 -7.000 .000 -7.000 NPW = 0 = .000 8.272.000 .36.000 8.650.600.18.000 .000 8.900.000 8.200.15 (36.000 8.000 B C D 3.4.000.272.000 4.700.900.272.21 (36.560.000 1.000 8.000 8.4.272.900.000 .628.000 8.000 Kedua = 0.000 4.4.272.700.000 8.900.900.36. Tahun 0 1 2 A .000 Depresiasi pada tahun pertama = 0.600.900.000 B C D 3.000 8.000 .000.084.272.000 4.32.000 1.000 1.4.900.000 980.000) = 7.628.272.000 -7.000 8.280.900.000 1.220.000.900.000 4.900.000 8.000 4.000 Dengan interpolasi diperoleh i = 14.000) = 7.22 (36.000 8.21 (36.340.000 + 4.400.000 .720.000 8.000.000 .628.000 -5.4.000 8.000 8. i %.000 8.000 Besar pajak investasi = .000 8.000 .900.628.000) = 5.000 Keempat = 0.000 E .000 E .000 8.900.900.000 .272.816.000 -7.400.000 (P/A.470.200.900.000 4.340.000 1.900.000 8.7 % h).900.628.900.900.000 .000 8.000 4.000 .650. Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 A .900.000 8.643.000 8.000 -7.272.340.000 .0.000 .1.

900.880. i).000 .000 8.000 -7.816.000 8.000 Tahun kedua = 32 % (36.4.000 4.000 8.200.000 10.000 .520.700.000 -7.628.000 .200.000 Besarnya depresiasi pada tahun pertama = 20 % (36.900.900.760.000.000 8.393.4.900.8.6 %.507.000 6.000 -7.000.4.000 8.272. 78 .900.2.880.4.628.900.000 8.816.000 .000 tiap tahun untuk selama waktu 10 tahun dan ditaksir pada tahun ke 10 nilai akhir mesin tersebut Rp.000) = 8.000 Tahun keempat = 16 % (36.628.700.900.200.000 .000) = 2.4. 36. 30.000.000 3.000 4.000 .000 -7.900.125.760.816.400.000 8.000 . Dengan interpolasi diperoleh i = 14.000 8.900.6 : Sebuah mesin baru berharga Rp. Contoh 8.158.000 Tahun kelima = 8 % (36.4.900.272.000 8.200.000) = 5.000.272..000.000.000 Tahun ketiga = 24 % (36.000 .900.140.1.000.000 8.000 Besar depresiasi dari tahun pertama sampai kelima (………… lihat tabel ……….272.000 0 0 0 1.000 4.000 1.000 0 0 0 1.000 .9 %.000 8.000 8.890.000 E .900.628.640.000) = 7.000 .000 -2.775.900.000 8.000) = 7.000.620.2.900.520.000.200.900.000 8.000 .272.000 4.000 8.020.000 .000 8.000 .000 .200.900.000 8.084.700.000.32.000.000 .000 1.628.900.000 8.000) = 11.000 260.3 4 5 6 7 8 8.000 1. apendik) adalah 20 % (36. 180.000 8.816.000 8.000.010.084.000.5.084.000 4.36.000 8.900.640. Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 A .000 8.084.000 -11.272.700.000 . dengan menggunakan mesin tersebut diharapkan dapat menghemat biaya pengeluaran Rp.000 7.000 4.258.600.000 B C D 3.000 Dengan interpolasi diperoleh i = 15.628.900.000 8.900.000 8.000 6.

setelah pajak pendapatan dengan menggunakan straight line depreciation untuk 4 tahun dan dianggap nilai akhir nol pada akhir tahun ke 4 tersebut d).000 4 P−S (180.000 21.000 180.000 (P/F.920. setelah pajak pendapatan dengan menggunakan straight line depreciation.000 B C D E -180.Dengan menggunakan pajak pendapatan sebesar 48%. setelah pajak pendapatan dengan menggunakan straight line depreciation untuk 10 tahun dan nilai akhir ditaksir Rp.000.000.000 (P/A. b).000 = 15.9 %.000.000.000.080. 10) + 30.000.000 36. 8.000 − 30.000.180.000.000K.000.000.000.000. i %. 10) Dengan interpolasi diperoleh i = 8.000 .2 % b).000 -15. 30.000.000 (P/A.000.10 = 0 n 10 BV10 = P − ( Karena nilai akhir pada tahun ke 10 yaitu Rp.000 10 A -180.000 + 36. i %.000.10 n 10 Catatan : BV10 = P − ( = 30. i %.000 + 25.000 25. c). Dt = Tahun 0 1 – 10 10 180.000 30. 10) + 30.000 (P/F.000.000 . sehingga tak ada pajak pendapatan.920. sebelum pajak pendapatan. i %.000 30. NPW = 0 = .000.000 − 0 = 45.000. c).000.000.000.000.000.000.000 – 0) = 14.000 − 0) ) t = 180. hitung rate of return dengan kondisi-kondisi berikut: a).000 lebih besar dari BV10 maka ada pajak sebesar 0. 79 .48 (30. Penyelesaian : a).000 P−S ) t = 180.000 .000 − 30.000 Jadi nilai buku pada akhir tahun ke 10 = nilai akhir mesin tersebut.000 -10. 10) Dengan interpolasi diperoleh i = 16.400.180. NPW = 0 = . Dt = 180.

i %.000 K - Nilai akhir = Rp.920. i %.000 + 25.000 -45.000) .000 0 36.000.000 − 30.000.920.000 (P/F. i %.10 10 A -180.560. 4) + 15.000.000 30.000.10 = 30.000 -14.000 = 15.000 . i %.560.000.000.000 10 (180.000 .000 B C D E -180.180.000.000.22.320.7 : Misal ada 4 alternatif penanaman modal sebagai berikut : 80 .000 .000 36.000.000 − 30.000.000 .000.000 NPW = 0 = .000.000 .000.750.000 25.000 (P/A.000.750.9.320.000 -17.000.180.000.000 .000 40. 8.000 10 BV = 180.600.000 15.000 .180.000 10.000 21.000 36.Tahun 0 1 – 10 5 .000 Besarnya penghematan pajak karena adanya capital loss = 4.48 (22.400.000 (P/A. 10) Dengan interpolasi di peroleh i = 8.15.000 18.600.000.000 (P/F.180.5 %. i %.560.000.000 NPW = 0 = .10.000 B C D E .000) = 10. 6) (P/F.000 – 30.000.080 .000 = .000 (P/A.000.000 Jadi modal yang hilang (capital loss) = 8.000 + 40.22. 10) Dengan interpolasi di peroleh i = 10.000 4. i %.000 36.000.000 .000 . 10) + 18.000 Tahun 0 1 – 10 10 A .000 8.000.000.000 18.320.560 .6% d).250. Dt = 180. Contoh 8. 4) + 18.

800 .400. 32.100 .200.000.000 27.000 24.000 B 250.100.700.200.000 14.25.000 20.000 + 17.000 .000 .000 45.000 40.000 Penerimaan kotor tiap tahun karena adanya tersebut Biaya pengoperasian dan pemeliharaan tiap tahun Penerimaan bersih tiap tahun 44.300 .000 (P/A. 20) i < 6 % NPW (B) = 0 = -250.100.000 (P/A.000.000.000 -16. 20) i = 6.000 22.000 + 22.000 .000 65.000 17.Biaya peralatan investasi A 200.000 C -350. alternatif mana yang paling ekonomis jika di gunakan depresiasi straight line.000 -17.000 51.000 Umur teknis masing-masing peralatan tiap alternatif di taksir 20 tahun dan nilai akhirnya nol. Untuk menyingkat perhitungan di buat tabel sebagai berikut: Investasi Aliran kas sebelum pajak (A) Depresiasi (B) Yang dikenai pajak (C = A + B) Besarnya pajak (D = .600.000 NPW (A) = 0 = .200.600.000 D 500.900 .000 32.200.000 60.000 50. Berdasarkan data di atas.000 52.000 .200 .500 .000 33.000 -20.000 24.800.7.000 51.800. i %.400. Jelaskan faktor-faktor yang harus di pertimbangkan dalam pemilihan alternatif tersebut.000 -10.800.400.000.600.400.200 .000.000 -21.700 .500 .000 D -500.500.50 C) Aliran kas setelah pajak (E = A + D) A -200.800 .400 .500.000 20.000 -10.000 .000 117.300. Penyelesaian: Seperti halnya dalam bab-bab sebelumnya.000.400. untuk pemilihan alternatif berganda ini.000 101.000 65. terlebih dahulu di hitung rate of return tiap alternatif.000.0.000.000 .000 B -250. i %.000 C 350.000 34. pajak pendapatan 50% dan i (Marr) 6%.000 .5 % 81 .000.

000 + 45.000.300. Jadi tinggal membandingkan alternatif B .000 (P/A.100. i %. karena itu dipilih alternatif C. 20).000.000 + 11.000 D -500.NPW (C) = 0 = -350.000 34. Soal-soal: 82 .000 C-D -150. 20). i %.000 (P/A. .Kemungkinan adanya kendala-kendala yang belum dipertimbangkan. i %.700. misalnya kemampuan pengadaan finansial yang diperlukan untuk biaya awal investasi.000. yaitu dengan menyusun alternatif menurut besarnya biaya investasi dan kemudian dihitung incremental aliran kas setelah pajak.000 NPW (D – C) = 0 – 150.dan sebagainya.600.700. C Investasi Aliran kas setelah pajak -350.000 + 34.000 C -350. 20) i = 6.000.000 34.Safety (keselamatan) .000 NPW (C – B) = 0 = .000 10.000 (P/A.000.Pemasaran (marketing) . B Investasi Aliran kas setelah pajak -250.000.C dan D seperti sebelumnya.000 + 10.000 C-B -100. Dengan interpolasi diperoleh i > 6 %.900. terlihat alternatif I tidak perlu dipertimbangkan lebih lanjut karena rate of return-nya < 6 %.000. i %.200.5 % Dari hasil perhitungan tersebut.300.900. Diperoleh i= 3.000.200. Faktor-faktor lain yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan alternatif tersebut antara lain: .9 % < 6 %.000.300.000 45. 20) i = 7.000 22. sehingga dipilih alternatif C.000.000 (P/A.000 11.5 % NPW (D) = 0 = -500.

1.000.25.000. c.000. Metode depresiasi SOYD.000 pada tahun pertama. Ada 2 jenis peralatan yang harus dipilih salah satunya yaitu yang paling ekonomis.000. Sebuah perusahaan ingin membeli sebuah mesin baru seharga Rp. 20. c. Pada tahun 2003.000.4. 3. 78.50. sebuah perusahaan membeli komputer untuk meningkatkan efisiensi dan pelayanan administrasinya. Metode depresiasi straight line. Hitung rate of return yang sebenarnya sebelum pajak untuk tiap peralatan tersebut.000.000 dan diharapkan dapat digunakan selama 15 tahun dengan nilai akhir nol. 17. Dengan 83 .300.000 pada tahun kedua naik Rp.000 dan ditaksir mempunyai umur teknis 6 tahun dan nilai akhir Rp. d.000. b. Untuk tujuan pepajakan. hitung rate of return tiap peralatan. Peralatan A dapat menghemat biaya pengoperasian dan pemeliharaan sebesar Rp. 9.000 pada tahun kedua dan berkurang Rp. Dengan menggunakan metode “Original Book”. hitung rate of return tiap peralatan (metode “average book” = rata-rata profit tiap tahun dibagi dengan rat-rata nilai buku). Rp. Rp. Berikan usulan mengenai perbedaan hasil ketiga metode diatas dan dalam kondisi bagaimana metode “original book”. 12. Sebuah perusahaan kontruksi memperimbangkan untuk membeli sebuah peralatan untuk menunjang operasinya. investasi pada mesin tersebut akan didepresiasikan dengan SOYD dengan nilai akhir nol pada akhir tahun ke 12.000 pada tahun-tahun berikutnya. Metode depresiasi double declining balance. d. Metode depresiasi sinking fund 6 %. a.000.000. 3. Masing-masing peralatan tersebut berharga Rp. 2. jika digunakan : a. Peralatan B dapat menghemat biaya pengoperasian dan pemeliharaan sebesar Rp.000. Harga notebook tersebut Rp.000. dengan menggunakan mesin baru tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi sehingga dapat menekan biaya pengoperasian Rp. memberikan pendekatan yang cukup baik. Dengan menggunakan metode “average book”.000 pada tahun pertama. b. 3.000 pada tahun-tahun berikutnya. 16. Dengan menggunakan depresiasi straight line untuk kedua jenis peralatan tersebut. (metode “Original Book” rata-rata profit tiap tahun dibagi dengan biaya awal).000. Berapa besar depresiasi dan nilai buku pada tahun ke 3.000 untuk selama 2 tahun.

1981.menggunakan pajak pendapatan sebesar 48%. WJ. Engineering Economy. and Richard S.G. 84 . New Delhi. Daftar Pustaka: Blank.. H. Grant Ireson. Second Edition. John Wiley and Sons. Principles of Engineering Economy. Thuesen. Gant. hitung rate of return sebelum dan sesudah pajak dari investasi tersebut. Engineering Economy. Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Ekonomi Teknik. and GJ. Leland and Anthony T. W.. Thuesen. Singapore.. Mc Graw Hill Book Co. Seventh Edition. 1990. Singapore.. Haryono. Prentice Hall of India Private Limited. Fifth Edition. Fabriky.Inc. Eugene L. Surabaya. 1982. 1985. Leavenworth.

BAB IX INFLASI Dalam contoh-contoh sebelumnya.1: Seseorang membeli obligasi seharga Rp.000. Sedangkan di Indonesia disusun oleh HPS berdasarkan 150 bahan pokok dan jasa. digunakan CPI (consumer price index) yang disusun berdasarkan 400 jenis bahan pokok dan jasa. Dalam praktek hal ini jelas tidak relevan. Tabel berikut menunjukkan aliran kas dari pembelian obligasi tersebut dan andaikan laju inflasi pada kolom ketiga diketahui : 85 . Yang berarti daya beli (purchasing power) dari uang cenderung turun dari tahun ke tahun. Jadi inflasi menurunkan daya beli uang sesuai dengan waktu. Andaikan obligasi tersebut dikeluarkan oleh pemerintah sehingga bebas pajak.S. Contoh 9.87 % lebih tinggi dari pada tahun anggaran 1985-1986 (dianggap sebagai tahun dasar). sehingga dalam analisis ekonomi hal ini sangat diperhitungkan. Untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan mengkonvirmasikan semua aliran kas ke daya beli tetap (constant purchasing power) berdasarkan laju inflasi (index harga konsumen) yang sesuai. Laju inflasi umum di Surabaya berdasarkan perhitungan HPS selama tahun anggaran 1986-1987 naik sebesar 9.A. Untuk itu telah dikembangkan beberapa metode untuk menghitung laju inflasi (indeks harga konsumen) antara lain di U.87 %. hal ini berarti bahwa secara umum harga-harga pada tahun anggaran 1986-1987 adalah 9. Oleh karena itu aliran kas dari suatu investasi harus disesuaikan atau dikonversikan ke daya beli tetap (constant purchasing power). analisis dilakukan tanpa memepertimbangkan pengaruh laju inflasi atau kenaikan harga-harga. 10. karena harga-harga tiap tahun cenderung meningkat.000 pada tahun 1995 dengan bunga 5% tiap tahun dan dapat diuangkan pada tahun 2010.

tetapi jika inflasi diperhitungkan mungkin investasi tersebut merugikan. yaitu misalnya tahun 2001 akan mempunyai daya beli atau ekuivalen dengan ( 92.000 Laju inflasi (CPI) 92.700 161.000 425.000 272.000 468.200 100.200 170.000 500.500 97.200 109.000 492.000 288.000 = Rp.300 133.000 500.Tahun 1995 96 97 98 99 2000 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 Aliran kas dalam nilai sekarang -10.500 195.400 116.000 238. 86 .000) yang berarti bahwa investasi tersebut merugikan. aliran dikonversikan ke daya beli tetap pada tahun 1995.000 Pada kolom 2 dimana inflasi tidak diperhitungkan investasi tersebut menguntungkan.000 500.000 500. karena kalau dijumlahkan adalah Rp. Setelah 116.000 446.000 399.000 256.500.338.400 Aliran kas yang dikonversikan ke daya beli tetap -10.000 500.000 500.000 383.000.000 500.000 478.100 147.500.000 500.300 dikonversikan ke daya beli tetap pada tahun 1995 diperoleh jumlah hasilnya negatif (Rp.300 125.000 500.000 500. pada kolom 4.900 ) Rp.000 pada tahun 1995. 500.000. Jadi dapat disimpulkan bahwa suatu investasi dapat menguntungkan jika pengaruh inflasi diabaikan.000 10. 7.000 500.000 500.000 314.000 349.000 371.000 500.300 121. 399.900 94.000 104.000 500.000.500 181.

85% c.35. Taksir berapa nilai jual tanah tersebut 10 tahun kemudian dalam daya beli tetap? b.35. i%.000 x 5 x 100/150 = Rp. 40. i% .000.500. Contoh 9.tahun kedua diberi indeks 105. Investor tersebut berniat menjual tanah tersebut 10 tahun kemudian.000 (P/A .Contoh 9.000. 133.000.000.330 b.000 tiap Ha.000 – 1.333. 87 . Pertanyaan: a.2: Seorang investor ingin membeli sebidang tanah yang luasnya 5 Ha dengan harga Rp. tahun ketiga diberi indeks 110 dan seterusnya. 10) dengan interpolasi diperoleh 11.000.000.000.500. Sehingga hasil perhitungan rate of return-nya lebih tinggi yakni mendekati 20%. 1. Staf ahli investor tersebut menyatakan bahwa investasi pada tanah tersebut akan menghasilkan rate of return hampir 20 %. Berikan komentar tentang pernyataan staf ahli investor tersebut! Penyelesaian: a. NPW = 0 = . Pernyataan staf ahli tersebut bahwa investasi akan menghasilkan rate of return hampir 20%. Rp. Hitung rate of return dari investasi tersebut dalam daya beli tetap! c.333. Besar pajak tiap tahun adalah Rp.000000. 70. 10 tahun kemudian dapat diuangkan Rp. Pertanyaan : a.40. yaitu untuk saat sekarang diberi indeks 100.3: Sebagai alternatif yang lain dari pembelian tanah adalah membeli obligasi yang memiliki i = 8% tiap tahun dengan harga 50% dari nilai nominalnya. 10) + 133. Staf ahli investor tersebut menaksir bahwa laju inflasi umum untuk 10 tahun mendatang mendekati laju inflasi arithmetic gradient. Tulis NPW untuk menghitungkan rate of return dari investasi tersebut dalam daya beli tetap (constant purchasing power).35. Andaikan suku bunga dibayar tetap 1 tahun kemudian.330 (P/F .000. yaitu obligasi yang berharga Rp. mungkin disebabkan dalam analisisnya tidak mempertimbangkan adanya inflasi. Ditaksir 10 tahun kemudian tanah tersebut laku dijual Rp.

000 5.000 + 5.500. Buat tabel aliran kas (Obligasi – Pembelian tanah) berdasarkan daya beli tetap.000 + 5. i %. i%.000 + 2.333.000 -1.000 5.600 + 4.500. Hitung rate of return dari a).000 -1.000 5.000 6.500.869. Berdasarkan tabel c).35.600.369.000 6. Hitung rate of return pada soal d) dan interpretasikan hasilnya.666.362.b. n) 150 n = 1 1 + 0. c. tulis NPW untuk menghitung rate of return selisih kedua investasi tersebut.590.000 + 4.500.433.807.000 -1. e. n) n =1 10 88 .500.000.148.000 6.330 - Obligasi 35.000 + 4.000 + 4.000 -1.000.000 d.500.500.166.5n Dari a) dengan interpolasi diperoleh i = 14.93 % Tabel aliran kas (Obligasi – Pembelian tanah) dalam daya beli tetap : Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 10 Pembelian tanah -35.833.000 + 4.000 5.000 + 46. Penyelesaian : a.000 -1.480.666.862. 10) x b.333. Dari c) diperoleh : NPW = 0 = ∑ (0 − PT )( P / F .000 -1. 100 10 5.000 + 133.000 -1.500.000. c.000.733.000 (P/F. i %. d. NPW = 0 = .500.000.000 -1.090.000 -1.648.000 + 3.000 +∑ ( P / F .000 + 4.000 + 70.980.500.500.370.000 -1.000 -81.660 ( Obligasi – Pembelian tanah) 0 6.000 5.

74 %.000 sehingga harga bersih 10 tahun kemudian adalah Rp.1%) b.000. 20. Sistem depresiasi yang digunakan adalah sistem depresiasi SOYD dan pajak sebesar 49%.300. 26. 200. Soal-soal : 1. b. 89 . Rp. 2. Sebuah perusahaan membeli sebidang tanah seharga Rp. 320. Hitung rate of return sebelum pajak dan laju inflasi tidak di perhitungkan.000 pada tahun pertama. 32. Hitung rate of return setelah pajak (i = 12. 27.000 tiap tahun. tetapi menambah biaya pengoperasian dan pemeliharaan sebesar Rp.000 dan berniat menjualnya kembali 10 tahun kemudian dengan harga ditaksir Rp. Sebuah perusahaan ingin membeli sebuah alat pengendalian material dengan harga Rp.700.000.300.9%) c. 5. Hitung rate of return sebelum pajak (i = 20.000.000. Selama 10 tahun tersebut. Ditaksir 10 tahun kemudian harga-harga akan meningkat 2 kali lipat dari saat sekarang. Hitung rate of return setelah pajak jika laju inflasi diperhitungkan.000. Umur teknis perusahaan tersebut adalah nilai akhir nol. Dari d) dengan interpolasi diperoleh i = 7.000.000. Berdasarkan data diatas : a. 1. 300.e. dan bertambah Rp.000. Andaikan ada kenaikan gaji karyawan sehingga penghematan sebelum pajak berkurang yaitu Rp.3 %) c. maka hitung rate of return setelah pajak dalam daya beli tetap (i = 10.74 %.000. a. 100. 110. tanah tersebut disewakan yang ongkos sewanya cukup untuk membayar pajak atas tanah tersebut. Jika laju inflasi tiap yahun 6 %.000 pada tahun-tahun berikutnya. dengan menggunakan alat tersebut diharapkan dapat mengurangi gaji perusahaan sebesar Rp. Jika tanah tersebut dijual 10 tahun kemudian maka ada pajak ekstra sebesar 45% terhadap keuntungan sebesar Rp.74 % dan pilih pembelian tanah bila Marr > 7. Komisi penjualan sebesar Rp.000.000 pada tahun kedua. Jadi pilih investasi pada pembelian obligasi jika Marr < 7.000 tiap tahun untuk selama 10 tahun. Hitung rate of return sebelum pajak jika laju inflasi tidak diperhitungkan (i = 7.000.000.8 %) d.

a. maka ongkos sewanya pada tahun ke n adalah Rp.461.110. 90 .100.000.000) maka hitung rate of return sebelum pajak. penerimaan-penerimaan dan pengeluaran-pengeluaran lain adalah sama bila tanah tersebut bila dibeli atau disewa. Jika tanah tersebut dibeli. 110.000.12)10 = Rp. Sebuah perusahaan konstruksi ingin memperluas kapasitas tempat penyimpanan alatalat beratnya. 3. Jika besar pajak 49% tiap tahun maka hitung rate of return setelah pajak.000. hitung rate of return sebelum dan sesudah pajak.12)n dan pada akhir tahun ke 10 harga jual tanah tersebut sebelum pajak adalah Rp. 346. Hitung rate of return sebelum pajak dalam daya beli tetap (constant purchasing power). 3. 25. Jadi jika tanah tersebut tidak jadi dibeli.000. - Dengan tanpa melakukan perhitungan berikan jawaban saudara jika inflasi diperhitungkan. b.000) dengan pembelian mula-mula (Rp. Andaikan ada pajak sebesar 49% dan selisih harga penjualan tanah pada akhir tahun ke 10 (Rp.(Bandingkan dengan jawaban a dan b di atas). 3. ada pajak kekayaan sebesar Rp. 3.000 dan alternatif kedua yaitu menyewa tanah tersebut dengan ongkos sewa Rp. Andaikan laju inflasi umum 12% tiap tahun.110.- Dengan mengandaikan laju inflasi tidak diperhitungkan.000 tiap tahun.000) dikenai pajak sebesar 49%.000 (1. Berapa besar penambahan rate of return sebelum dan sesudah pajak karena adanya kenaikan gaji karyawan tersebut. hitung rate of return setelah pajak dalam daya beli tetap.000. Jika selisih tersebut hanya dikenai pajak 20%.000. Jika 10 tahun kemudian tanah tersebut laku dijual seharga pembelian mula-mula (Rp. Selain pajak pendapatan (income taxes).000 (1.000.000. Alternatif pertama yaitu membeli sebidang tanah seharga Rp.000 tiap tahun untuk jangka waktu 10 tahun. hitung rate of return setelah pajak dalam daya beli tetap.110.000.

Penerbit Guna Widya. Mc Graw Hill Book Co. New York.Inc. Ekonomi Teknik. Haryono. Surabaya 91 . Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making.. 1995. Edisi Pertama.Daftar Pustaka: Barish. Surabaya.N. 2004. 1990. Ekonomi Teknik.N. Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Pujawan. N.

karena banyaknya faktor-faktor yang mempengaruhi. baik faktor internal maupun eksternal dari proyek atau perusahaan tersebut.BAB X TEORI KEPUTUSAN TERAPAN Pada umumnya investasi dalam proyek pemerintah dan swasta berlaku untuk jangka waktu yang panjang. Metode kuantitatif yang banyak digunakan untuk memperhitungkan resiko dalam mengambil keputusan karena adanya unsur-unsur ketidak pastian adalah teori probabilitas. Dengan teori probabilitas akan diramalkan kejadian-kejadian yang akan timbul pada masa mendatang dengan resiko (derajat kepercayaan) tertentu. Untuk suatu variabel random x : a. Selama jangka waktu tersebut mungkin terdapat perubahan dari iklim usaha yang sulit diramalkan. Nilai ekspetasi : ∑ x xP(x). bila x diskrit E (x) = ∞ −∞ ∫ xP(x). Adanya unsur-unsur ketidakpastian dalam jangka waktu tertentu harus diperhitungkan dalam analisis ekonomi teknik agar supaya diperoleh hasil analisis yang lebih akurat. bila x kontinyu dimana P(x) f(x) = fungsi probabilitas masa dari x = fungsi padat probabilitas dari x 92 . Keputusan yang diambil berdasarkan teori probabilitas digolongkan sebagai proses pengambilan keputusan berdasarkan resiko tertentu dan diharapkan dengan penggunaan teori probabilitas analisis yang dilakukan untuk masa depan mendekati situasi yang sebenarnya. Komponen teori probabilitas yang banyak digunakan dalam teori penganmbilan keputusan adalah nilai ekspresi (rata hitung) dan variansi (variance).

diperoleh : 0 B1 B2 M1 B2 X= 1 B1 M2 2 M1 M2 P(x = 0) = P (B1 B2 ) = P (B1) P (B2) = (0.5) (0.25 P(x = 1) = P (M1 B2) = P (B1 B2 ∪ B1 M2) = P (M1) P (B2) + P (B1) P (M2) = (0. (B1 M2). Hitung nilai ekspektasi dan varianci dari jumlah muka yang timbul.b. bila Y kontinyu Contoh 10. Ruang eksperimen dari pelemparan 2 uang logam tersebut adalah : S = {(M1 M2).1: Andaikan 2 mata uang yang seimbang dilempar.25 93 . bila x diskrit σ2 (x) = E{x}2 – {E(x)}2 = ∞ −∞ ∫ x2 f(x) dx – {E(x)}2.5) + (0.5) (0.5) = 0.5) (0.5) (0. (B1 B2)} Misal x merupakan variabel random (acak) yang menunjukkan banyaknya muka yang muncul.5) = 0. B1 = uang logam pertama menunjukkan belakang. (M1 B2). Varianci : ∑ x x2 P(x) – {E(x)}2.50 P (x = 2) = P (B1 B2) = P (B1) P (B2) = (0. M2 = uang logam kedua menunjukkan muka. Penyelesaian : Ambil M1 = uang logam pertama menunjukkan muka.5) = 0. B2 = uang logam kedua menunjukkan belakang.

atau expected future worth) dapat digunakan sebagai basis untuk melakukan atau meminimalkan biaya.Tabel distribusi probabilitasnya : x 0 1 2 P(x) 0.2 : Dari contoh 10. 80.5) + 12 (0.25) = 1 σ2 (x) = E{x}2 – {E(x)}2 = 02 (0.25 0. 40 (0.50) + Rp. 80(0. Data berikut menunjukkan biaya konstruksi dan taksiran kemungkinan terjadinya banjir yang merusakkan yang dikumpulkan selama 50 tahun.50) + 2 (0. 15. 40.Rp. 100 (0.25 E (x) = ∑ x x P (x) = 0(0. 100.-.3 : Dalam suatu proyek pengendalian banjir diusulkan beberapa alternatif untuk membangun tanggul sungai. andaikan diadakan aturan permainan sebagai berikut : jika tidak ada yang timbul maka kalah Rp.. jika muka 1 yang timbul maka menang Rp. expected annual equivalents. Contoh 10..-.25) + 1 (0.1.50) + 22 (0.- Penganmbilan keputusan berdasarkan nilai ekspetasi: Untuk investasi yang memperhitungkan resiko maka perhitungan nilai ekspektasi (misalnya expected present worth. 94 .25) – 1 = 0. Jika 2 muka yang timbul maka menang Rp.50 0.5 Contoh 10.25) + Rp. Nilai kemenangan atau keuntungan yang diharapkan (nilai ekspektasi) dari permainan tersebut jika permainan berlangsung lama adalah : E (keuntungan) = .25) = Rp.

000 Rp.000. Untuk tinggi tanggul kaki : Ekspetasi (EUAC) = 100.000) + 0. 550. 150. Kolom D merupakan taksiran kerugian yang ditimbulkan oleh banjir yang disebabkan tinggi air disungai melebihi tinggi tanggul.000.000.000.000. 100.000 Rp.000.000 95 .000 Rp. Misalnya jika dibangun tanggul 10 kaki sedangkan pada suatu saat tertentu tinggi dari air sungai 15 kaki maka kerugian yang timbul ditaksir Rp. Penyelesaian : Sebagai basis untuk perbandingan digunakan expected equivalent annual cost karena probabilitas dapat dipandang sebagai kemungkinan tingginya banjir pada suatu tahun tertentu. 300. dan umur teknis tahun merupakan waktu yang cukup lama. 210.16(100.000 Rp.04 (200.000.16 3/50 = 0. 150.000.000. 12 %. tentukan alternatif pembangunan yang paling ekonomis.000.000.000 (A/P.000 Rp. 53.02 Rp.06 2/50 = 0.000. 330.000 Rp. 400. Dengan menggunakan Marr 12 % dan umur teknis tanggul 15 tahun.000.000.000 Kolom B atau frekuensi sungai yang melewati batas normal tanggul diperoleh dari pengamatan selama 50 tahun dan kolom C diperoleh dengan membagi masing-masing frekuensi tersebut dengan 50.000 Rp.Tinggi tanggul (kaki) (A) Frekuensi sungai Probabilitas sungai Kerugian yang melewati batas diakibatkan yang Biaya karena pembangunan melewati batas normal tanggul (C) maksimal tanggul (B) sungai melewati batas tanggul (E) tanggul (D) 0 5 10 15 20 25 24 12 8 3 2 1 24/50 = 0.24 8/50 = 0.06)(15. 0 Rp. Kolom E menunjukkan biaya awal konstruksi tanggul.000) = Rp.000) + (0.682.000) + (0.000. 0 Rp.000.02) (300. 15) + 0.000 Rp.000 dan seterusnya.000.04 1/50 = 0. 100.000 Rp. 100. 200.48 12/50 = 0.000 dan jika tinggi air sungai 20 kaki maka kerugian yang timbul ditaksir Rp. 450.

000. Untuk tinggi tanggul 25 kaki : Ekspetasi (EUAC) = 550.000.02 (100. Dari hasil penelitian pasar disimpulkan bahwa jika ia ingin melanjutkan usahanya dengan laju pertumbuhan seperti saat ini untuk masa mendatang diperlukan tambahan jam kerja untuk mengoperasikan supermarketnya.000.000.000 Dari hasil perhitungan diatas ekspektasi annual cost yang paling minimum adalah pembangunan tanggul dengan tinggi 10 kaki.000) = Rp.02 (150. 80.04 (150. b. Dalam dunia bisnis.4: Seorang pemilik supermarket ingin memperluas usahanya.000. Diagram pohon digunakan antara lain bila : a.000 (A/P.04 (100. Terdapat banyak kemungkinan keadaan yang dapat terjadi. Terdapat sangat banyak alternatif yang harus dipilih.000 Untuk tinggi tanggul 15 kaki : Ekspetasi (EUAC) = 330.000.000.000 (A/P. kemungkinan keadaan yang dapat terjadi pada masa depan misalnya adalah bisnis dalam kondisi baik. Pembangunan tanggul yang lebih tinggi dari 10 kaki dapat mengurangi kerugian akibat banjir.02 (200. Beberapa alternatif tertentu memerlukan pengambilan keputusan bertahap/bersyarat (Bayesian approach).04 (100. Contoh 10. 15) + 0. 46. 15) = Rp. 55.000. 12%. 12%. sedang atau jelek. 12%.000 (A/P. Alternatif yang lain adalah memperluas supermarketnya.000) = 68.000) = Rp. 12%. Penggunaan diagram pohon (decision tree) dalam teori keputusan dan finansial semakin berkembang dewasa ini.828. Diagram Pohon dalam Pengambilan Keputusan. yang dapat 96 .000.000) + 0.000 (A/P.480. 15) + 0.751.Untuk tinggi tanggul 10 kaki : Ekspetasi (EAUC) = 210.000) + 0. tetapi biaya yang dikeluarkan tidak sebanding dengan kerugian yang ditimbulkannya. c.000.000 Untuk tinggi tanggul 20 kaki : Ekspetasi (EUAC) = 450.000. 15) + 0.000) + 0.069.

000. 10.000 Rp.000 pada akhir tahun ke–5.000 Rp.000.000.000 Perluasn besar Rp.000.000 dengan nilai akhir nol dan pemugaran tersebut cukup untuk mengimbangi perkembangan bisnisnya untuk 5 tahun ke mendatang.000 + 15. Yang kedua adalah memugar toko tersebut dengan memperluas sampai 2 kali dari sekarang ( hal ini di sebabkan kemungkinan adanya perkembangan pesat untuk daerah sekitar supermarket tersebut untuk masa mendatang ) dengan biaya Rp 41.dicapai dengan 2 kemungkinan. 115.000. 10.000.000.000.000 10.000.000 15.000.000 (P/F.60) Buruk (0.000 Rp.000.000.000.000 155.000 + 15.000 Rp.000 Rp.000.60 0.20%.000 190.000. 100.000 dengan nilai akhir Rp 15.000 Rp.972.000.000.5) 10.20%. 120.000 + 15.028. 190.25) Perluasan besar Sedang (0.20%.000 100. tentukan alternatif mana yang paling ekonomis.000 (P/F. 12.000 – 41.000 110.15) Baik (0.000 Perluasan Kecil Rp.000.000.000 120.25) Perluasan kecil Sedang (0.000.000.000.000 (P/F. Yang pertama adalah dengan memugar supermarketnya dengan menambah ruangan dengan biaya Rp.25) Tak ada perluasan Sedang (0.25 0.000.5) 145.000 – 12.000.000 Berdasarkan data tersebut dan dengan i = 20%. 15.000.000 . 140. Penyelesaian : Dibuat terlebih dahulu diagram pohon sebagai berikut: Baik (0. Dari studi pendahuluan ( tidak termasuk pajak ) diperoleh data sebagai berikut : NPW sebelum pajak Untuk tiap alternatif Kondisi Bisnis Baik Cukup buruk Taksiran Probobalitas 0.000.028.000.60) Buruk (0.24.15) 115.000 – 41.15) Baik (0.000 – 12.000 3. 145.000 – 12.000.15 Tidak ada perluasan Rp.000 – 41.000.000.60) Buruk (0.000 97 .5) = = = = = = 128.000.000.000 108.000.000 140.

25 (115.000) = Rp.4 : Karena adanya bentuk yang simetris dari hasil yang mungkin terjadi.000(υ(θ23)) -24.n.000(υ(θ22)) 110.972.15 (3.000) + 0.25 (115. 90. = menunjukkan keadaan-keadaan alternatif masa depan j = 1.000.000. 97. suatu masalah pengambilan keputusan dapat dinyatakan dalam bentuk matriks keputusan: Ai Sj P(Sj) = menunjukkan alternatif-alternatif yang tidak saling terkait (mutually exclusive).60 (100.000.000) + 0.000.000.028.028.000.028.Ekspektasi (PW tak perluasan ) = 0.1 98 .000(υ(θ32)) Buruk (S3) 10.000) = Rp.000 Ekspektasi (PWperluasan besar) = 0.60 (110.60 (108.000 (υ(θ32)) Sedang (S2) 100.000.250.000.000 (υ(θ21)) 110.000) + 0. contoh 10. Rumus umum untuk expected present worth (EPW) dari tiap alternatif adalah : EPW (Ai) = Baik (S1) 115.000) = Rp.000) + 0.000(υ(θ13)) 3.000 Ekspektasi (PWperluasan kecil) = 0.972. Formulasi matriks contoh 10.15 (24.000) + 0. ………….000(υ(θ33)) ∑υ (θ j =1 n ij ) P( S j ) …………………………………………………………………10. υ(θ ij) = nilai yang berkaitan dengan θ ij atau elemen-elemen dari matriks pay off.000) + 0.028.000.000. Dengan menggunakan symbol-simbol di atas. = probabilitas dari Sj.15 (10.25 (128.000(υ(θ12)) 108. dimana ∑ P( S j =1 m j ) =1 θ ij = menunjukkan alternatif Ai dengan keadaan Sj.101. 2.000 Dari perhitungan diatas pilih alternatif melakukan pemugaran dua kali lipat dari kapasitas sekarang karena menghasilkn nilai ekspetasi uang sekarang yang terbesar dibandingkan dua alternatif yang lain .000. 2.000.4 dapat ditulis dalam bentuk : Alternatif Tak ada perluasan (A1) Perluasan kecil (A2) Perluasan besar (A3) P (Sj) (υ(θij)) dalam hal ini merupakan PW dari diagram pohon. I = 1.000.000 (υ(θ11)) 128. ……n.250.

15 ) = 90.000 ( 0. berikan rekomendasi yang harus dipilih oleh perusahaan tersebut.000 ( 0.7.60 ) + 3. 150.000 ( 0.000 ( 0.000 ( 0. tetapi jika kondisi bisnis jelek hanya dapat menghemat Rp.25 )+108.000.60 ) + 24. 2. S2 : ekonomi stabil dan S3 : ekonomi jelek.25 )+110. Untuk menyederhanakan masalah diandaikan ada 2 alternatif proposal yang harus dipilih salah satunya.000 ( 0.028. 350.15 ) = 101.000 ( 0.50 jika 3 tahun pertama adalah baik dan 0.Dari tabel diatas diperoleh : EPW ( A1 ) EPW ( A2 ) EPW ( A3 ) = 115000. 200.972. umur teknis komputer kecil adalah 6 tahun dan nilai akhir pada tahun ketiga diabaikan. probabilitas kondisi bisnis baik untuk 3 tahun berikutnya adalah 0.028. jika kondisi bisnis dalam 3 tahun mendatang baik maka penggunan komputer besar akan menghemat pengeluaran Rp.000 ( 0.000K tiap tahun untuk selam 3 tahun jika kondisi baik.000K/tahun dan persewaan tersebut dapat diperbaharui.000 = 128.15 ) = 97. 100. Dengan menggunakan Marr 30% sebelum pajak. Marr yang digunakan setelah pajak adalah 15 %.000. Alternatif pertama adalah menyewa sebuah komputer besar untuk 3 tahun dengan ongkos sewa Rp.8 jika 3 tahun pertama adalah jelek. tetapi jika kondisi bisnis selam 3 tahun mendatang jelek penghematan komputer tersebut hanya Rp.000K tiap tahun.000K.000. Probabilitas atau kemungkinan kondisi bisnis baik untuk 3 tahun mendatang adalah 0.000.250. Alternatif kedua adalah membeli sebuah komputer kecil dengan harga Rp. Andaikan sebuah perusahaan ingin sebuah komputer untuk meningkatkan efisiensi sistem pengendalian produksinya. 150.25 )+ 100.000K.000 Soal-soal: 1. Perusahaan PALAPA harus melakukan salah satu pemilihan dari 3 alternatif proposal yang diajukan. pajak pendapatan 50%.60 ) + 10. 99 . yaitu S1 : ada perbaikan ekonomi. umur teknis 10 tahun dengan nilai akhir nol.000 ( 0.000.250. Penggunaan komputer kecil dapat menghemat Rp.000K tiap tahun. Data berikut merupakan biaya alternatif tersebut dengan 3 kondisi masa depan yang mungkin timbul. Andaikan digunakan depresiasi straight line. 150.000 = 155.028.

600.000 30.000. Ekonomi Teknik.500.2000. tidak dipengaruhi pajak pendapatan dan diandaikan dapat diperoleh kembali secara penuh pada akhir tahun ke 10. Surabaya 100 . Pujawan.000 2000. 2004.000 80. Penerbit Guna Widya. Andaikan juga P(S1) = 0.000 10.000.000.600..2.N.000 3.000 15.000 25. Mc Graw Hill Book Co.000 Modal kerja antara lain diperlukan untuk biaya inventaris.200.N.000 S1 18.5.000 8.000. P(S3) = 0.000. Edisi Pertama.000 22. New York. P(S2) = 0.000 (kecuali pajak pendapatan) S2 16.Penerimaan dikurangi pengeluaran Investasi Modal Alternatif A1 A2 A3 Peralatan 40. Daftar Pustaka: Barish.000 12. buatlah matrik keputusannya setelah pajak.000.Inc. tanpa dikenai pajak.3. Berdasarkan data diatas.000 S3 14.000.000 Modal Kerja 10. Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making. N.200. 1995.000.

Tingkat pemajemukan dari setiap periode yang kurang dari satu tahun Suatu jenis bunga dimana besarnya bunga pada suatu periode dihitung berdasarkan besarnya induk ditambah dengan besarnya bunga yang telah terakumulasi pada periode sebelumnya. Misal: untuk mengetahui sebagaimana pengaruh perubahan tingkat suku bunga terhadap NPV yang bisa diperoleh dari suatu investasi Biaya-biaya yang besarnya tidak dipengaruhi oleh volume produksi. yang dihitung dengan persamaan-persamaan rumus bunga selama periode satu tahun bunga tahunan termasuk efek b. Misal: biaya tanah. Ongkos penggunaan modal (capital) a. biaya tenaga kerja langsung dan sebagainya. Bunga majemuk sering disebut juga dengan istilah bunga berbunga 101 . Jumlah uang yang menjadi kompensasi atas peminjaman sejumlah uang pada suatu periode waktu. Nilai tingkat bunga yang sebenarnya. Misal: biaya bahan baku. a.APPENDIX A DAFTAR ISTILAH DALAM EKONOMI TEKNIK Akuntansi (accounting) - Aliran kas (cash flow) Analisa manfaat-biaya (benefit cost analysis) - Analisa resiko - Analisa sensitivitas - Biaya-biaya tetap (fixed cost) Biaya-biaya variabel (variable costs) - - Bunga (interest) - Bunga efektif (effective interest) - Bunga majemuk (compound interest) - Proses untuk mengidentifikasikan. biaya gedung dan sebagainya Biaya-biaya yang besarnya secara langsung berkorelasi dengan volume produksi. b. meringkas dan mengkomunikasikan informasiinformasi ekonomi sehingga dapat dipakai penunjang dalam menghasilkan keputusan Aliran keluar masuknya uang tunai (kas) pada sebuah perusahaan atau organisasi Suatu analisa yang dilakukan untuk menilai kelayakan proyek-proyek pemerintah (sektor publik) dengan membandingkan manfaat yang bisa dirasakan oleh masyarakat umum dengan biaya yang dikeluarkan oleh sponsor proyek (pemerintah) Suatu analisa yang memberikan gambaran tingkat ketidakpastian (resiko) yang dihadapi oleh suatu keputusan (investasi) Suatu analisa yang digunakan untuk mengetahui seberapa sensitif suatu keputusan terhadap perubahan-perubahan variabel yang mempengaruhi. mengukur.

Bunga nominal (nominal interest) Bunga sederhana (simple interest) Capitalized cost - - - Capitalized worth Deflasi Depresiasi Deret gradien (gradient series) Deret seragam (annual worth) Diagram aliran kas (cash flow diagram) - - Diskonting (discounting) - Ekonomi teknik (engineering economy) Equivalent Uniform Annual Cost (EUAC) Equivalent Uniform Annual Revenue (EUAR) Eskalasi - - - External Rate of Return (ERR) - Indeks harga (price index) - Tingkat bunga tahunan yang mengabaikan pemajemukan pada periode-periode yang kurang dari setahun Bunga yang dihitung hanya dari induk tanpa memperhitungkan bunga yang telah diakumulasikan pada periode sebelumnya Nilai sekarang dari deret seragam yang berupa ongkos yang berlangsung dalam waktu yang tak terhingga lamanya Nilai sekarang dari deret seragam yang berlangsung dalam waktu yang tak terhingga lamanya Peristiwa terjadinya penurunan harga-harga barang. jasa atau faktor-faktor produksi secara umum Penurunan nilai suatu aset atau properti karena waktu dan pemakaian Sederetan penerimaan atau pengeluaran tunai yang meningkat atau menurun dengan jumlah yang tetap selama beberapa periode yang berurutan Pengeluaran atau penerimaan yang jumlahnya tetap tiap periode selama jangka waktu tertentu Ilustrasi grafis dari transaksi-transaksi ekonomi yang dilukiskan pada garis skala waktu. dimana garis horisontal menunjukkan skala waktu dan garis vertikal menunjukkan besarnya aliran kas pada periode yang bersangkutan Suatu proses untuk menentukan nilai sekarang dari sejumlah uang yang nilainya beberapa periode mendatang diketahui. Disiplin ilmu yang digunakan untuk menganalisa aspek-aspek ekonomi dari usulan investasi yang bersifat teknis Pengeluaran-pengeluaran yang dikonversi menjadi pendapatan ekuivalen tahunan yang seragam Pendapatan-pendapatan atau pemasukan-pemasukan yang dikonversi menjadi pendapatan ekuivalen tahunan Perubahan harga diferensial yang mengakibatkan harga beberapa komoditi berubah pada tingkat yang berbeda dari perubahan harga yang terjadi secara umum Suatu nilai ROR (rate of return) yang diperoleh dengan asumsi bahwa hasil investasi diinvestasikan kembali pada proyek lain yang ROR-nya berbeda dengan ROR proyek atau investasi saat ini Perbandingan antara harga beberapa komoditi pada suatu hari terhadap harga-harga komoditi tersebut pada hari-hari lain 102 .

jasa atau faktor produksi secara umum Suatu nilai rate of return (ROR) yang diperoleh dengan asumsi bahwa semua hasil investasi diinvestasikan kembali pada proyek yang ROR-nya sama Suatu pengeluaran atau pengorbanan yang dilakukan untuk suatu harapan dimasa yang akan datang Laporan yang menunjukkan hasil suatu operasi selama satu periode akuntansi yang berisi informasi secara sistematis tentang seluruh pendapatan dan beban perusahaan untuk tahun buku yang bersangkutan Kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajibankewajiban jangka pendeknya Semua manfaat positif yang akan dirasakan oleh masyarakat umum dengan dibangunnya suatu proyek Nilai minimal dari tingkat bunga yang dapat diterima oleh investor sebagai patokan untuk menetapkan layak tidaknya suatu usulan investasi dilaksanakan Dana atau sumber dana yang digunakan untuk membangun atau meneruskan operasi suatu proyek atau usaha Laporan yang berisi informasi posisi finansial (aset. Perkiraan nilai suatu asset pada akhir umurnya.Inflasi Internal Rate of Return (IRR) - Investasi (investment) Laporan rugi laba (income statement) - Likuiditas (liquidity) Manfaat (benefit) Minimum Attractive Rate of Return (MARR) Modal (capital) - - Neraca (balance sheet) - Nilai buku (book value) Nilai harapan (expected value ) - Nilai mendatang (future worth) Niali sekarang ( present worth) - - Nilai sekarang netto (net present worth) Nilai sisa (salvage value) - - Peristiwa terjadinya kenaikan harga-harga barang. Nilai dari semua pengeluaran atau pemasukan selama horison perencanaan yang dikonversi ke suatu titik yang didefinisikan sebagai waktu mendatang. 103 . Nilai dari semua pengeluaran atau pemasukan selama horison perencanaan yang dikonversi ke suatu titik yang didefinisikan sebagai waktu sekarang (periode nol) Nilai netto dari semua pemasukan dan pengeluaran selama horison perencanaan yang dikonversi ke suatu titik yang didefinisikan sebagai waktu mendatang. biasanya pada akhir tahun fiskal Nilai awal suatu aset atau properti setelah dikurangi akumulasi nilai depresiasi nilai sampai saat itu Nilai rata-rata berbobot yang diperoleh dari penjumlahan semua nilai-nilai yang mungkin terjadi setelah dikalikan dengan probabilitas terjadinya masing-masing nilai tersebut. hutang dan kepemilikan) dari suatu organisasi pada saat tertentu. Biasanya merupakan pengurangan nilai jual asset tersebut dengan biaya yang diperlukan untuk memindahkannya.

ongkos yang secara langsung berkaitan (berkorelasi) dengan pembuatan suatu produk. lama operasi. Jumlah semua pendapatan. misalnya ongkos bahan baku. dan sebagainya. Jumlah pendapatan yang akan dikenakan pajak pendapatan yang sesuai dengan peraturan perpajakan yang berlaku. dimana total pengeluaran sama dengan total pemasukan b. Titik yang dinyatakan variabel output. Ongkos yang diperlukan untuk meningkatkan satu unit output pada tingkat produksi tertentu. Pendapatan kapital disini adalah harga jual dikurangi harga beli asset tersebut. baik yang berasal dari penjualan maupun pendapatan bunga selama satu periode akuntansi. banyaknya penjualan dan sebagainya. Jumlah periode (tahun) yang diperlukan untuk mengambalikan (menutup) ongkos investasi awal dengan tingkat bunga tertentu a. Pendapatan yang diperoleh apabila harga jual asset melebihi harga belinya. Titik yang menyatakan variabel output dimana dua alternatif sama baiknya ditinjau dari sudut ekonomi c. ongkos tenaga kerja langsung.Ongkos langsung (direct cost) - Ongkos marjinal (marginal cost) Pendapatan kapital (capital gain) Pendapatan kotor (gross income) Pendapatan kena pajak (taxable income) Periode pengambilan (payback period) Rate of Return (ROR) - - - - - Tingkat bunga (interest rate) Titik impas (break even point = BEP) - - Umur depresiasi (depresiable life) Umur teknis (working life) - Ongkos. misal: volume produksi. Suatu tingkat bunga yang menyebabkan NPV suatu investasi = 0 b. Titik yang menyatakan variabel output dimana biaya-biaya membuat sama dengan biaya-biaya membeli suatu produk Waktu dimana suatu aset atau alat boleh didepresiasi Periode waktu dimana suatu alat atau aset masih bisa dioperasikan dengan baik 104 . Tingkat bunga (penghasilan) yang diperoleh dari suatu investasi ROR biasanya dinyatakan dalam persen Rasio dari bunga yang dikenakan terhadap induk dalam suatu periode waktu dan biasanya dinyatakan dalam persentase terhadap induknya a.

APPENDIX B TABEL PEMAJEMUKAN DISKRIT DAN PEMAJEMUKAN KONTINYU 105 .