BAB I PENDAHULUAN

Analisia ekonomi teknik adalah beberapa metode yang digunakan untuk menganalisis alternatif-alternatif mana yang harus dipilih secara sistematis, sesuai dengan kondisikondisi tertentu. Pengertian-pengertian dasar ekonomi yang banyak di gunakan disini adalah aliran kas (cash flow), pengaruh waktu terhadap nilai uang (time value of money), ekuivalensi (equivalence), suku bunga majemuk, suku bunga nominal dan efektif. Pemahaman pengertian-pengertian tersebut sangat bermanfaat dalam mempelajari ekonomi teknik. Metode-metode yang banyak digunakan oleh para ahli teknik dapat di

kelompokkan sebagai berikut: nilai uang sekarang (present worth), biaya tahunan / periode (annual cost), suku bunga investasi (rate of return), pemanfaatan biaya (benefit cost ratio), penyusutan/penghapusan (depreciation), dan pajak pendapatan (income taxes). Jika inflasi diperhitungkan, maka analisis harus dilakukan dalam daya beli tetap (constant purchasing power). Penerapan teori keputusan (decision theory) dalam ekonomi teknik dewasa ini berkembang, yang tujuannya adalah untuk mendapatkan hasil analisis yang lebih akurat dengan resiko tertentu.

Aliran Kas (Cash Flow) Pada umumnya langkah pertama dalam menganalisis masalah ekonomi adalah membuat tabel aliran kas, sehingga dari tabel tersebut dapat di ketahui perkembangan uang sesuai dengan waktu. Contoh 1.1. Misal seseorang membeli mobil baru seharga Rp. 15.000.000,-. Biaya pengoperasian dan pemeliharaan pada akhir tahun pertama adalah Rp. 800.000,-, pada akhir tahun kedua Rp.900.000,-; pada akhir tahun ketiga Rp. 110.000,- dan pada akhir tahun keempat Rp.1.200.000,-. karena biaya pengoperasian dan pemeliharaan tiap tahun cenderung meningkat maka pemilik mobil tersebut ingin menjual mobilnya pada akhir tahun keempat seharga Rp. 6.000.000,-.

1

Dari data di atas dibuat tabel aliran kas sebagai berikut : Keterangan Permulaan thn pertama Akhir thn pertama Akhir thn kedua Akhir thn ketiga Akhir thn keempat Tahun 0 1 2 3 4 Aliran Kas - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. + Rp. 15.000.000,800.000,900.000,1.100.000,1.200.000,6.000.000,-

Secara grafik, tabel di atas dapat di gambarkan sebagai berikut :
6.000.000 15.000.000 800.000 900.000 1.100.000 1.200.000

0

1

2

3

4

Gambar 1.1. Diagram Contoh 1. Contoh 1.2 : Suatu perusahaan pada bulan Januari 2001 membeli mesin tik merek PALAPA seharga Rp. 500.000,- dengan garansi 2 tahun (oleh karena itu ongkos reparasi tahun 2001 dan 2002 tidak ada). Dalam tahun 2003 ada ongkos reperasi Rp. 86.000,dalam tahun 2004 sejumlah Rp. 130.000,- dan dalam tahun 2005 sejumlah Rp. 140.000,-. Pada tahun 2005, mesin tik tersebut di jual seharga Rp. 300.000,-. Tabel aliran kasnya sebagai berikut : Keterangan Mulai tahun Akhir tahun Tahun 2001 2001 2002 2003 2004 2005 Aliran Kas - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. 500.000,0,0,86.000,130.000,-

+ Rp. 160.000,-

2

Dianalogikan menjadi: Tahun 0 1 2 3 4 5 Aliran Kas - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. 500.000,0,0,86.000,130.000,-

+ Rp. 160.000,-

Konsep Nilai Uang Terhadap Waktu. Nilai uang Rp. 10.000,- sekarang lebih tinggi daripada nilai Rp. 10.000,- tahun depan, apalagi dalam periode atau jangka waktu yang lebih panjang. Untuk mempelajari nilai uang untuk masa yang panjang di perlukan pengertian suku bunga (interest rate). Misal seseorang meminjam modal Rp.100.000,-; dengan bunga Rp. 1.500,- tiap bulan. Bunga :
1500 = 0,015 = 1,5 % tiap bulan 100.000

Dalam satu tahun bunga tersebut adalah (1,5 %) x 12 = 18 %, dan di sebut suku bunga

nominal (sederhana). Tetapi dalam prakteknya orang tersebut dalam satu tahun
membayar suku bunga lebih tinggi, yang di sebut suku bunga majemuk (effective interest

rate), dengan perhitungan sebagai berikut :
Bulan
0 1 2

Modal yang dipinjam
100.000 100.000 + 0,015 (100.000) = 100.000 (1 + 0,015) = 101.500 100.000 (1 + 0,015) + 0,015 (100.000 (1 + 0,015)) = 100.000 (1 + 0,015)2 = 103.200 100.000 (1 + 0,015) + 0,015 (100.000 (1 + 0,015) ) = 100.000 (1 + 0,015)3 = 104.570
2 2

3

• • •
12

Jadi besar suku bunga yang dipinjam adalah

119.560 − 100.000 = 0,1956 100.000

= 100.000 (1 + 0,15)12 = 119.560

= 19,56%, yang

berarti lebih tinggi 1,56 % dari suku bunga nominal. Secara umum jika, jika i adalah suku

3

: i = (1 + 0. ada suku bunga lain yang sering digunakan yaitu suku bunga majemuk kontinyu (continuous campounding of interest). 9 bulan dan 1 tahun.3 : Seseorang mendepositokan uangnya Rp.061 atau Rp. 61.015)2 – 1 = 0.015)4 – 1 = 0. jumlah deposito tersebut menjadi F = P (1 + Jika di ambil k = r mn ) m m . 15.000.000. suku bunga tiap tahun r.000.. 46.015 atau Rp. 6 bulan.000. 1 kuartal dan sebagainya) dan m menunjukkan jangka waktu modal tersebut didepositokan atau di investasikan maka : Suku bunga majemuk = (1 + i)m – 1 …………………………… Dalam ekonomi teknik.pada sebuah Bank yang membayar bunga 1½ % tiap 3 bulan. 4 .- Di samping kedua suku bunga tersebut. dan dalam setahun ada m periode (misal m tiap kuartal) maka jumlah uang di depositokan pada akhir tahun tersebut adalah : F = P (1 + r m ) m Setelah n tahun.015 3 bulan 6 bulan 9 bulan 1 tahun : i = (1 + 0.03 atau Rp.: i = (1 + 0.: i = (1 + 0. di peroleh r 1 1 F = P ( 1 + ) r k n = P (1 + ) k r n k k 1 Dari kalkulus : Li P (1 + ) k r n = P e r n………………………… k K ∞ Dimana e r n adalah suku bunga majemuk kontinyu. 1.000. 30.015)3 – 1 = 0. Misal seseorang mendepositokan uangnya sejumlah P.bunga tiap periode (misalnya 1 bulan.046 atau Rp. Penyelesaiannya : i = 1 ½ % = 0. Tentukan bunga yang diperoleh orang tersebut setelah 3 bulan.015)1 – 1 = 0.000. suku bunga majemuk lebih sering di pakai daripada suku bunga nominal. Contoh 1.

000 550.000.100 + 1.4 : Misal seseorang mendepositokan uangnya Rp.964.500 pada tiga tahun mendatang.000) = 550.Rp.000 605.sekarang akan ekuivalen dengan berapa untuk 3 tahun mendatang.di suatu bank dengan suku bunga 9% pertahun untuk selama 3 tahun. 2. Tahun 0 (sekarang) : Ekuivalensi 500. 665. nilai Rp.5 Ekuivalensi Dari pangalaman.000.6 : Misal ada 2 alternatif A dan B dengan tabel aliran kas sebagai berikut: Tahun 0 1 2 3 Alternatif A .000.10 (605.000 sekarang berbeda dengan Rp.000. Maka jumlah depositonya pada akhir tahun ketiga adalah : F = 1.5 Jadi jumlah uangnya pada akhir tahun ketiga adalah Rp.309.Contoh 1.800.000 + 800 + 800 + 800 B . 1.000) = 665. 2.000 e 3 (0.000 + 0. Ekuivalen merupakan konsep yang sangat penting dalam analisis ekonomi teknik dan di gunakan antara lain untuk memilih alternatif yang terbaik diantara 2 alternatif atau lebih.10 (550.000.000 sekarang akan ekuivalen dengan Rp. Contoh 1. Contoh 1. 5..000 + 0..09) = 1. 500.100 5 . 5.5 : Dengan suku bunga 10% / thn.100 + 1.000 + 1.000 500.000) = 605. 1.964.Rp.500 Akhir tahun pertama : kedua ketiga : : Jadi uang sejumlah Rp.309.10 (500.000 tiga tahun mendatang. uang Rp. 500.000 + 0.

Hitung suku bunga majemuk dalam setahun jika diketahui suku bunga adalah : a).1 %/hari secara kontinyu. tapi tidak dapat disimpulkan bahwa alternatif B lebih baik dari A. Suku bunga suatu bank adalah 2 % tiap bulan. Pujawan. Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making. Ekonomi Teknik.N. Hitung suku bunga nominal dan majemuk dalam setahun. 0.1 % tiap hari b).. sehingga keuntungan atau penghematan tiap tahunnya lebih besar dari A. Hitung suku bunga majemuk dalam setahun bila suku bunga adalah : a). 1995. Daftar Pustaka: Barish. dilakukan perhitungan ekivalensinya. 2004. Haryono.Investasi B lebih besar dari A. New York. N. untuk membandingkan kedua alternatif tersebut. Surabaya.N. 12 % tiap bulan 2. 3. Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Penerbit Guna Widya. 0. Soal-soal : 1. 12 % tiap kuartal c). 1990. Mc Graw Hill Book Co.Inc. Ekonomi Teknik. Edisi Pertama. 12 % tiap enam bulan b). Surabaya 6 .

. n)... n) = (1 + i)n disebut faktor jumlah bergabung..2..... Pembayaran Tunggal..... F dan A sebagai fungsi dari i dan n adalah : A. Faktor jumlah bergabung Misal sekarang ada uang sejumlah P dan diinvestasikan dengan suku bunga 1 tiap tahun. i% ... Diperoleh : Tahun Jumlah uang awal periode + Suku bunga akhir periode = Jumlah uang akhir tahun 0 1 2 3 • • • n P P P (1 + i) P (1 + i)2 • • • P (1 + i)n-1 + + + + Pi Pi (1 + i) Pi (1 + i)2 • • • Pi (1 + i)n-1 = = = = P P (1 + i) P (1 + i)2 P (1 + i)3 • • • P (1 + i)n = Jadi jika jumlah uang sekarang P... i% . yakni: F = P (1 + i)n = P (F/P .. yang nilai-nilainya telah ditabelkan. 7 ..... maka pada akhir tahun ke n menjadi P (1 + i)n atau nilai P akan ekuivalen dengan P (1 + i)n setelah n tahun..BAB II EFFECTIVE INTEREST RATE Simbol-simbol : i = suku bunga tiap periode n = jangka waktu / umur teknis P = jumlah uang sekarang (present worth) F = jumlah uang mendatang (future worth) A = pembayaran seri merata(anuitas) G = pembayaran secara gradien Hubungan antara P..1 (F/P . 1..

000. Faktor terpendam (sinking fund factor) Tinjau situasi berikut: 8 .000 (F/P.. Contoh 2.P = F (P/F. 6 %.n = F (P/F.000.000.2 (P/F.1 : P ekuivalen dengan F. uang Rp. 1.n) ………………………2.5584) = Rp. Pembayaran Seri Merata 1.n disebut faktor jumlah sekarang.000 F = 1.000 0 1 2 3 n Gambar 2.791.000. 1.1. 2. n) = (1 + i).000.- B. Faktor jumlah sekarang (kebalikan dari rumus 2. 1. 10) = 1.331.331.10 F = 1.000. agar pada 1 Januari 2005 modal tersebut menjadi Rp.000.000.000.i %.2 : Beberapa modal yang harus diinvestasikan pada 1 Januari 1995. 1.Contoh 2.1) Dari rumus 2.000..000.000 . i = 0.akan ekuivalen dengan berapa dalam 3 tahun ? Penyelesaian : P = 1.791.331. P = F (1 +i).791.000. 1.10)3 = 1.000. 3) = 1.000(1.Secara Grafis : P = 1. 10 %. 1.i %.3310) = Rp.000 (1 + 0. 1.dengan bunga 6% pertahun? Penyelesaian : n = 10.000.Jadi nilai ekuivalennya adalah Rp.1: Dengan bunga 10 % pertahun.000 (0. F = Rp.000.Jadi modal yang harus diinvestasikan adalah Rp.

3 F(A/F. diperoleh (1 + i ) F = A (1 + i ) + (1 + i )2 + (1 + i )3 ………… + (1 + i )n = A∑ (1 + i ) t t =1 n Kurangkan dengan persamaan mula-mula diperoleh : i F = A (1 + i)n – 1 A=F i (1 + i ) n − 1 = F(A/F.i %. + (1 + i )n – 1 Ruas kiri dan kanan dikalikan (1 + i ).n) = i disebut faktor terpendam (1 + i ) n − 1 9 .2) : F A A A A A 0 1 2 3 n-1 n Gambar 2..Modal sejumlah A diinvestasikan pada tiap akhir tahun selama n tahun (lihat Gambar 2.i %.n) ………………………2.2 : Pembayaran merata A ekuivalen dengan F Tahun Investasi Nilai investasi pada tahun ke n 1 2 3 • • • n A A A • • • A A (1 + i)n-1 A (1 + i)n-2 A (1 + i)n-3 • • • A F = A 1 + (1 + i ) + (1 + i )2 + (1 + i )3 + ………….

000 tiap 3 bulan.3 : Misal seseorang ingin mendepositokan uangnya setiap 3 bulan.000. Pemyelesaian : F = Rp.1 dan 2. Faktor Pengembalian Modal (Capital recovery factor) Dari rumus 2. 2.000. 10. berapa yang harus ia depositokan tiap 3 bulan.40) = 184. 1.000.000. n) = 10. n = 40. sehingga pada akhir tahun ke 10 ia memiliki uang Rp. n) = i (1 + i ) n disebut faktor pengembalian modal (1 + i ) n − 1 Secara Grafis : P A A A A 0 1 2 3 n Gambar 2. i %. 1 ½ .dan sisanya diangsur selama 48 bulan dengan angsuran sama. i %. 10.suku bunga tiap tahun adalah 6 %. Jika bunga 1 % maka hitung besar angsuran tersebut. 10 .240.000.dengan uang muka Rp.4: Misal seseorang ingin membeli sepeda motor seharga Rp.3 diperoleh : A=F i (1 + i ) n i i n = P (1 + i) = P (1 + i ) n − 1 (1 + i ) n − 1 (1 + i ) n − 1 Atau A = P (A/P. n) ………………………………2..4 (A/P. 6.000 (A/F.000 Jadi ia harus mendepositokan sebesar Rp. 184.000.i %. i = 1½ % A = F(A/F.000 ..3 : P ekuivalen dengan A Contoh 2.200..Contoh 2.

450 3.000 (F/A.240. Dari rumus 1.000 (A/P. i %.200..3. 563. i %.960. 100.2. i %.5: Seseorang mendepositokan uangnya tiap akhir tahun sebesar Rp. 1.000 F = A(F/A. i %. A = Rp. 5) = Rp.000. n) disebut faktor jumlah sekarang Contoh 2. diperoleh P=A (1 + i ) n − 1 = A (P/A.5 (F/A.960. Berapakah uang yang dimilikinya pada akhir tahun ke 5.000 – 1.582) = Rp. 7) = 179.000. n) = 4. n) ………………………………………. 6 %. n) = 100. Penyelesaian : A = Rp. 130.selama 7 tahun dengan suku bunga 6 % tiap tahun.000 N = 48 bulan.000 (0.0263) = Rp.- 4.4.450 Jadi besar angsuran tiap bulan adalah Rp. i = 1 % / bulan A = P (A/P.960.200 P = A (P/A. 100. agar tiap tahun dapat diambil Rp.6 i (i + 1) (P/A.Penyelesaian: P = 6. i %.000 = 4.6: Berapa yang harus didepositokaan 1 Januari 2000..06. n) i F = A (F/A. 179. n) disebut faktor jumlah bergabung (untuk pembanyaran seri merata) Contoh 2.200.700. Faktor jumlah sekarang (untuk pembayaran seri merata).2. 48 ) = 4. n) ……………………. n = 7 .dengan suku bunga 6% / tahun . i %.11 . Faktor jumlah bergabung Dari rumus 2. i %.179. i %.000. Penyelesaian : i = 0. 6 %.200 (5. 130. diperoleh A=F i (1 + i ) n − 1 F=A (1 + i ) n − 1 = A (F/A.

demikian seterusnya naik Rp.000.000.200. pada tahun ketiga Rp.700. asuransi.1... Biaya pengoperasian dan pemeliharaan (antara lain pajak.-.-..umur teknis 6 tahun dan nilai akhir (salvage value) nol.4.500.000.. Pembayaran Seri Tidak Merata Contoh masalah : Biaya pemeliharaan suatu mesin selalu bertambah sesuai dengan umur mesin tersebut.. 1. + (1+i)2 + (1+i) + 1i i G (1 + i ) n − 1 nG − i i i (1 + i ) n − 1 i nG i − n i (1 + i ) − 1 i (1 + i ) n − 1 Jadi : A= G i = G nG i − i i (1 + i ) n − 1 12 . 1. Jadi sebagai gradien (G) adalah Rp.-.. + (1+i)2 + (1+i) .000.000. Grafik Gradien Diperoleh : F=G = = F = (1 + i ) n −1 − 1 (1 + i ) n − 2 − 1 (1 + i ) 2 − 1 (1 + i ) − 1 + + . 200. + + i i i i G (1+i)n – 1 + (1+i)n – 2 + ….000..Secara umum: P (n-1)G 2G 1G 0G 3G 0 1 2 3 4 n Gambar 2. gaji karyawan. 6. Misal sebuah mesin dalam kondisi baru berharga Rp.tiap tahun.900. biaya energi dan sebagainya) ditaksir pada tahun pertama Rp..(n-1) i G nG (1+i)n – 1 + (1+i)n – 2 + …. pada tahun kedua Rp.C.000.

7 : Biaya pengoperasian dan pemeliharaan suatu mesin pada akhir tahun pertama adalah Rp.000 (P/G.untuk selama 7 tahun. n) disebut faktor konversi gradien untuk nilai uang sekarang. 1.-. 6 %.000. n) (A/G. n) (P/A.200.000 225.(1).Jadi jumlah uang yang diperlukan sekarang adalah Rp.842) = Rp. i %.210) + 35. Penyelesaian: P 400. (2). i %.. n) = (A/G. 6 %. n) (P/G. i %. Faktor konversi gradien untuk pembayaran seri merata. i %.657.000 0 1 2 3 8 P = 155.000 155.000 (6.155.000 190. 8) = 155.000 (19.- 13 .000 (P/A. 8) + 35. i %. Hasil diatas sebagai : A= G nG i 1 n i − =G − n i i (1 + i ) − 1 i i (1 + i ) n − 1 A = G(A/G.657. i %. Contoh 2. Faktor konversi gradien untuk nilai uang sekarang Dengan penalaran yang sama maka diperoleh : P = G (P/G. 35. Berapakah uang yang harus disediakan sekarang untuk pengoperasian dan pemeliharaan selama 8 tahun jika suku bunga 6% tiap tahun.000. n) disebut faktor konversi gradien untuk pembayaran seri merata. 1.200. dan naik tiap tahun Rp.

200.1. semua dengan suku bunga sama yaitu 8 %.Contoh 2.05 P1 = F1 (P/F. 1. 2 tahun kemudian Rp.000. 5) = 1.200. 14 . 5%.000 (0.200.200 P2 = F2 (P/F.000 (0.000 .000. n3 = 15. F4 = 1. 5 %. 1.7835) = 940. 2.300 ( perbedaan kecil timbul.000 (0.000 pada tahun ke 5.200.000 1.200. F2 = 1.000 F3 = 1.462) P = Rp.200.706. 2. 15) = 1.000 pada tahun ke 15 dan Rp. 10) = 1. karena F1 = F2 = F3 = F4 : P = F (A/F. dan 4 tahun kemudian Rp.200.6139) = 736. 1. Rp.000 1.200.000 0 5 10 15 20 n1 = 5. 5 %. n2 = 10.200.200. 5 %.000. agar dapat disediakan Rp.200.18097) (12. 1. sebab adanya pembulatan).200 P4 = F4 (P/F.000.200. 5) (P/A. 20) = 1.500.000. 20) = 1. Contoh 2.000 pada tahun ke 20? Penyelesaian : P 1.200.3769) = 452. 2. 5 %. F1 = 1. Berapakah jumlah total uangnya pada tahun ke 10.200.4810) = 572.8: Berapa modal yang diinvestasikan sekarang dengan suku bunga 5%.200.1.000. n4 = 20.9 : Seseorang mendepositokan uangnya sekarang Rp.200.300 Jadi modal yang harus diinvestasikan adalah: P = P1 + P2 + P3 + P4 = Rp. i = 0.200.000 1. 5 %.400 Cara langsung.000 (0.000 pada tahun ke 10. Rp.000.000 (0.700 P3 = F3 (P/F.706.

dengan suku bunga 7%/tahun. (catatan : suku bunga yang diperoleh disebut interval rate of return (IRR). n3 = 6.000.000.8509) + 1. n2 = 8.- Contoh 2.13907 Jadi i kira-kira 11.000 P3 = 1.11 + 0.000. 8 %.11) = 0.1589) + 1.5869) = 8.000 P Cara coba-coba (trial and error): Untuk i = 11 % Î (A/P. i %.1400 − 0. Pinjaman tersebut harus diangsur tiap 6 bulan selama 30 tahun dengan jumlah angsuran 15 .P1 = 2.000. 15) = 0.1400 50.000 A = ( A / P.1 %.12 − 0.000 tiap tahun untuk selama 15 tahun.15) = = 0. profitability index (PI). P = 50.10 : Suatu investasi Rp. 8 %. 7. 11 %.11: Seseorang meminjam uang dari bank Rp.14862 − 0.000.000. F = F1 + F2 + F3 = P1 (P/F. 6) = 2.000 Jadi jumlah total uangnya pada akhir tahun ke 10 adalah Rp.13907 (0.500. 10) + P2 (P/F.000.000 A = P(A/P.681. Berapa kira-kira i (suku bunga) dari invetasi tersebut ? Penyelesaian : n = 15.000 (1.111 0.000 (2.000 P2 = 1. 8) + P3 (P/F. Dalam artikel keuangan disebut figure of menit (measure of worth). A = 7. 12 %. 50. 15) = 0. i %.000.000.14682 i = 0.000.681.000. 15) Î 7.000 F 0 2 4 8 Dari gambar terlihat n1= 10..000. Contoh 2.000 (1. 100.500. 8.000 diharapkan menghasilkan penerimaan Rp.13907 i = 12 % Î (A/P.000. 8 %.000.

jika suku bunga 11% / tahun. 5 ½.000 selama 5 tahun. 5 1/2 . 3 ½ %.000 P1 A A A A A 0 1 2 3 20 60 A = P (A/P. Berapa pokok dari uang tersebut yang telah di bayarkan pada akhir tahun ke 10 (tepat setelah angsuran ke 20 dibayar). 100. n) = 100. 255.000 (P/A. 85.000 Pokok yang belum di bayar P1 = 4. P = 100.538) = 7.000 (A/F.538.000 Contoh 2.000 .000.690 Jadi harus didepositokan Rp. 5 ½ . 60) = 4.538. mulai 1 Januari 2006. 10) = 1. Penyelesaian : A1 A1 A1 A A A 0 1 2 18 19 20 28 A = 1.612.000 (7.000. i %.000.200 = Rp.690 tiap 6 bulan mulai 1 Januari 1997 sampai 1 Juli 2005. 40) = 85.009.000.000 P18 = menjadi F untuk A1 A1 = F18 (A/F.200 Jadi pokok yang telah dibayar = Rp. 16 .612.yang sama.Rp. 8) = 7.000 (0. 8) = 7.000.000 (A/P. 14.538.009. 1.000.000 A1 = jumlah uang yang didepositokan P18 = A (P/A.12 : Berapa jumlah uang yang harus didepositokan pada tanggal 1 Januari 1997 sampai 1 Juli 2005 agar tiap 6 bulan dapat diambil Rp. 3 ½ %.388.03392) = 255.

69% 4.965.000.13 : Untuk memperluas usahanya sebuah perusahaan ingin membeli sebidang tanah atau menyewanya selama 15 tahun.000. Jika disewa ongkosnya Rp. 5.000.000 Sewa Rp.000.000. Hitung suku bunga (rate of return) antara selisih antara kedua alternatif tersebut.000. 15) = 4. 7%. digunakan rumusan sebagai berikut untuk lebih mendalam lihat rumus Bab 5 : Nilai bersih sekarang (net present worth = NPW = 0) 0 = .000 0 1 2 3 15 Untuk menghitung rate of return.000 5.000.000.000. 8%.000 i = 8 % : .000 17 . 5. Harga jual tanah tersebut ditaksir Rp.000 pada tahun ke 15.000.000 + 5.000.-.000 (P/F.000.000. 14) + 100.000 (P/F.965. Jika dibeli.000 tiap awal tahun.75. 8%. 100.000 5. 14) + 100.000 5.000.000 + 2. 15)= -2.000 (P/A.000.000.01) = 7. harganya Rp.000 Rp. 7 %.000. 14) + 100.260. 100.965. Penyelesaian : P (biaya awal) Tahun (1 – 14) Nilai akhir (tahun ke 15) Beli Rp.000. 15) Dengan cara coba-coba : i = 7 % : .75.000 (P/A.000.000. i %.000 100. i %.Contoh 2.000 Rp.000. 80.000.000 + 5.000.000 5.000 Grafik beli sewa : 75.260. 80.75.000 − 0 (0.000 i = 7% + 4.000 (P/F. 5.000 + 5.000 (P/A.

000 + 95.000 (6.400 i = 8% : −75. Contoh 2.7%.15) + 5.000 200.14 :Hitung rate of return investasi yang ditabelkan sebagai berikut: Tahun 0 1 2 3 4 5 Aliran Kas – Rp.67% 545.000 (6.000 150.000 0 Nilai biaya sekarang – Nilai penerimaan (keuntungan) sekarang = 0 yaitu P – P1 + P11 = 0 atau : 595.000. 50. i %.000 ( A / F .000 100.000 Rp.5) = 0 Dengan cara coba-coba : i = 10% ______ 595.000 (3.000 P1 P11 = 250.000 ( P /.000 100.000 50.000.000.15)) + 5.000 ( A / P.000.400 + 263.791) − 50.000 Rp.000 ( P / G .000 ( A / F .000 + 200.15) = −263.400 − 0 (0.862) = −9.000 − 250.000 Rp.Cara lain : Nilai bersih pembayaran merata (net annual cost atau net equivalent uniform annual cost = NEUAC) = 0.000 250.000 50.000.75.7%.397) = −13.000 + 95. 595.7%.000 ( A / P.650 i = 12% ______ 595.000.400 Catatan : Untuk mengetahui interprestasi hasil ini lihat Bab 5. 15) + 5.600 18 .000 Grafiknya : 595. 150.000.5) − 50.000 250.15) = 545. i %.01) = 7. 100.400 i = 7% + 545.605) − 50.000 − 250. i %. 250.000 + 95.000 150.000 − 250.000 Rp.000. 15) Dengan cara coba-coba : i = 7% : −75.000 Rp.000 (A/F. 200.000 (3.000.000 (A/P.8%. 0 = .

650 Contoh 2.000 untuk selama 8 tahun.3)(20.000 20. Menurut staf ahli investor tersebut.10) = 20.83% 13. Modal awal Rp.000.000 440.000 (3.10)( F / A.000 dan tiap tahun menghasilkan Rp.000 ( F /.000 untuk selama 20 tahun.Jadi i = 10% + 2% 9. G = 40.000 dan tiap tahun menghasilakn Rp.000.- 0 Soal-soal : 1.15 : Seseorang investor ingin membeli sebidang tanah seharga Rp.15%.000.0456) + 400. b.000 (20.10) + ( F / A.000. 500.000 Jadi 10 tahun mendatang investasi tersebut akan menghasilkan Rp.781.304) = 91.15%. Jika tanah tersebut dibeli tahun pertama.000.600 + 9.304) + 40.000.000. 3. 600. 5.000. 19 .000 ( A / G. Berapa harga jual tanah tersebut 10 tahun mendatang jika investasi tersebut menghasilkan suku bunga (pertumbuhan) 15 % sebelum pajak. 40.650 − 0 = 10.000 pada tahun-tahun berikutnya. 20. A = 400. Modal awal Rp.000. Penyelesaian : P = 20.000. tanah tersebut dapat dijual 10 tahun lagi dengan harga yang menguntungkan.15%.000 F 480.000 (4.000 400. 91.10) + 40. Dengan menggunakan tabel suku bunga dan interpolasi. tentukan nilai pendekatan suku bunga dari investasi berikut: a.781.000.000 520.000 10 2 3 4 1 F = 20. dan ditaksir pajak tersebut akan naik Rp.

berapa besar angsuran yang harus dibayarkan tiap tahun untuk selama 20 tahun. c).500. 10.000 dalam 1 minggu. b). Uang sejumlah Rp. b). 4.000 tiap tahun untuk selama 15 tahun dan nilai akhir peralatan tersebut pada akhir tahun 15 adalah Rp.000 akan menghasilkan pendapatan berapa setiap tahun untuk selama-lamanya (anggap n Î ∞ ). 753.100. Hitung : a). Dengansuku bunga 11 % tiap tahun. 250.000 4. i = 6. c). Deposito berakhir apabila orang tersebut telah mencapai usia 65 tahun. hitung pertanyaan-prtanyaan berikut : a). d) Rp.000.000 (bantuan mulai diberikan pada akhir tiga bulan pertama umur 65 tahun). jika orang yang akan dibantu tersebut sekarang berusia 25 tahun.143.88 %. Berapa yang harus didepositokan tiap 3 bulan. 40. Seseorang meminjam uang dari suatu Bank pasar Rp. c). 50.200 . 8. Modal awal untuk suatu peralatan Rp.000 dan harus dikembalikan Rp. Jawaban : a).i = 10.31 %.000 dan menghasilkan penghematan Rp. c). 50. uang sejumlah Rp. Bantuan tersebut diberikan tiap 3 bulan sebesar Rp.c. suku bunga bank tersebut b). akan ekuivalen dengan barapa sekarang.000.6 %) 2. Untuk itu yayasan mendepositokan uangnya di suatu bank dengan suku bunga 8% tiap tahun. suku bunga majemuk bank tersebut tiap tahun. Sebuah yayasan sosial ingin mengembangkan dana sosial untuk membantu manula yang berusia antara 65 sampai 90 tahun. d). b) Rp. (besar angsuran sama).480 .000.000.000.000 Jawaban : a).44 %. b). suku bunga nominal bank tersebut tiap tahun. 1. Jawaban : a) Rp.000 akan ekuivalen dengan berapa 40 tahun mendatang.Rp. Investasi sebesar Rp. 3. a).000.i = 15. 15.000 pada 12 tahun mendatang. pinjaman sebesar Rp. 20 .i = 25 %.000. 770.i majemuk = 109475. 50.i nominal = 1300%.000 .c). 1. 6.

Inc.Au. Jawaban : a) Rp. Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making. 1992. Second Edition. b) Rp. Ekonomi Teknik. Prentice Hall International Inc. Daftar Pustaka: Au.460 . Edisi Pertama. N. 2004. New Jersey. Barish.480. New York. Surabaya 21 . Berapa yang harus didepositokan tiap 3 bual. Tung and Thomas P.. Penerbit Guna Widya. 1995. Mc Graw Hill Book Co. 9. Engineering Economics for Capital Invesment Analysis. jika orang yang akan dibantu tersebut sekarang berusia 40 tahun. 34. Pujawan.N.b).N.

10. 3. Dalam situasi tertentu.000 K untuk perawatan mesin-mesin. Misal sebuah perusahaan melakukan pekerjaan diluar kemampuannya. Dalam bab ini akan dibahas suatu metode yang berkaitan dengan mengkonvensasikan semua aliran kas ke jumlah biaya tahunan yang ekuivalen. Misal Seseorang manajer teknik mempunyai budget Rp. Fixed Output : Sasaran yang hendak dicapai tetap. Misal seorang kontraktor telah menekan kontrak dengan biaya tetap untuk memperbaiki sebuah pabrik. kita sering berhadapan pada sejumlah alternatif dan kita harus memilih salah satunya yang paling ekonomis. Berdasarkan kategori diatas. Fixed Input : Modal atau sumber-sumber daya tetap. pembayaran merata dan gradien ke-ekuivalen-nya pada saat yang lain. Perhitungan-perhitungan suku bunga majemuk tersebut merupakan bagian yang penting dalam melakukan anlisa ekonomi. sehingga diperlukan biaya-biaya tambahan (antara lain waktu lembur) Supaya dapat dicapai standar yang telah disepakati.BAB III EQUIVALENT UNIFORM ANNUAL COST Metode-metode yang telah dibahas pada Bab II menunjukkan cara-cara untuk mengkonvirmasikan sejumlah uang. Neither Input or Output Fixed : Modal maupun sasaran tidak pasti/tidak tetap. EUAC atau EUAB biasanya digunakan untuk menentukan pilihan antara 2 alternatif atau lebih. Dalam ekonomi teknik. Pada umumnya masalah analisa ekonomi dapat dikategorikan salah satu dari berikut : 1. sebagai criteria penggunaan EUAC atau EUAB untuk pemilihan dua alternatif atau lebih sebagai berikut : Kategori Kriteria (annual cost criterion) Fixed input Fixed output Neither input or output fixed Maksimalkan EUAB Minimalkan EUAC Maksimalkan [EUAB – EUAC] 22 . 2. Jika perhitungan berkaitan dengan cost disebut equivalent uniform annual cost (EUAC) dan jika dengan benefit disebut equivalent uniform annual benefit (EUAB).

i %.2505) − 600 K (0. 500.000. n) atau atau CR = ( P − F )( A / P.000 K (0.1 CR = Pi + ( P − F )( A / F .Jika nilai akhir tidak sama dengan nol maka disebut Capital recovery cost (CR) yang diberikan oleh : CR = P ( A / P. 200.700 500.000 Rp.3.15) − 1000 K ( A / F . Dengan menggunakan suku bunga i = 8%.000 15 tahun 5 tahun Biaya pengoperasian dan pemeliharaan telah termasuk asuransi. listrik.000 + = Rp. i %.1168) − 1. Rp.8%. n) + Fi ………………………….15) = 10.149.000 Alternatif B Rp.000 K ( A / P. 1.200 200.700 CR = 10. i %.000 600. n) dimana S = nilai akhir.000 K (0.000 Rp. 1.000 Rp. Contoh 3.331.200 23 .8%.0368) Biaya pengoperasian dan pemeliharaan /tahun EUAC (B) = = 1. pajak..1 : Tinjau 2 alternatif investasi berikut Alternatif A Biaya awal Biaya pengoperasian dan Pemeliharaan tiap tahun Nilai akhir Umur teknis Rp.5) = 5000 K (0.5) − 600 K ( A / F . i %.8%.131. dan sebagainya.1705) Biaya pengoperasian dan pemeliharaan /tahun EUAC (A) Alternatif B : = = 1. 5.8%. 10.000 + = Rp. Penyelesaian : Perbandingan biaya yang ekuvalen yang dikeluarkan tiap tahun adalah sebagai berikut : Alternatif A CR = 5000 K ( A / P. n) − S ( A / F .000.649. 1.000. tentukan alternatif mana yang dipilih.

000 600.000 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Grafik ekuivalensinya: 1.000 600.000 5.000.000.649.649.700 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 1. 24 . Interpretasi : untuk alternatif A grafik yang bersesuaian sebagai berikut : 5.Dari hasil perhitungan diatas dipilih alternatif B. sebab biaya yang dikeluarkan tiap tahun lebih kecil dari pada alternatif A.700 0 1 2 3 4 5 1.700 0 1 2 3 4 5 Alternatif B dapat dibuat dengan cara yang sama dengan diatas.649.000.000 5.

000 + 300.500.000 + 600.700. Kalau akhir pada tabel menunjukkan bahwa ekstra pengeluaran sebesar Rp.200.000 -500.000 .000/tahun + 300. maka sebagai periode adalah 260 tahun.20.000.000 .000/tahun . yang berarti analisisnya cukup ruwet untuk dilakukan (cara mengatasinya lihat Grant.500.000.000 + 1. Membandingkan alternatif-alternatif yang mempunyai usia pakai abadi Dalam pratek mungkin umur teknis suatu proyek (misalnya bangunan dam) dapat mencapai umur 60 tahun atau 100 tahun.200.000 Jika alternatif A dan B dibandingkan untuk periode 15 tahun.200.12.200.000 .000 .000. 25 .000.000 -10.700.000/tahun . 5.000 + 400.000.400.000 + 300.000 + 8.000 .000 .000/tahun .5. dalam hal ini alternatif B lebih ekonomis. dengan 5 siklus untuk alternatif pertama dan 4 siklus untuk alternatif yang kedua.Tabel aliran Kasnya : Tahun Alternatif A Alternatif B B–A 0 1–4 5 6-9 10 11-14 15 -5.500.000 .5.000 + 600. Karena 15 habis bibagi dengan 5 maka analisis dan aliran kasnya dapat dilakukan secara sederhana.200.000/tahun .000.000. beberapa asumsi mengenai akhir tahun kelima dan kesepuluh untuk alternatif A harus diberikan antara lain diasumsikan bahwa pada akhir tahun ke 5 dan 10.000/tahun + 4.000 .000/tahun + 300. 8.200.000/tahun . Eugene L Bab 20).000.000 akan menghasilkan Rp. Alternatif yang mempunyai umur teknis yang cukup lama tersebut dapat dianalisis dengan menganggap umur teknis n menuju ∞ dan nilai akhir atau S dianggap 0.000/tahun + 300. biaya awal untuk alternatif A diulang kembali (lihat gambar dan tabel diatas).000 .000 + 600.000. Jika umur teknis masingmasing alternatif adalah 13 dan 20 tahun.000 +300.000 -500.5.000 -500. Dalam perbandingan 2 alternatif yang mempunyai umur teknis misal 12 tahun dan 15 tahun maka sebagai periode analisis adalah kelipatan persekutuan terkecil dari 12 dan 15 yaitu 60 tahun.700.

Jadi diperoleh :

CR = ( P − F )( A / P, i%, n) + Fi CR = P( A / P, i%, n)
CR = Pi

bila F ≠ 0 bila F = 0 bila n Î ∞

Contoh 3.2: Bandingkan EUAC secara abadi untuk 2 alternatif proyek pemerintah berikut dengan menggunakan suku bunga 9%. Alternatif pertama memepunyai biaya awal investasi Rp.150.000.000, yang terdiri atas Rp. 75.000.000 untuk pembelian tanah (diasumsikan abadi ) dan Rp. 75.000.000 untuk bangunan yang memerlukan rehabilitasi tanpa nilai akhir dan ditaksir biaya pembaharuan bangunan tersebut Rp. 75.000.000 untuk tiap 30 tahun. Biaya pemeliharaan tiap tahun selama 10 tahun petama adalah Rp. 10.000.000 dan untuk tahun-tahun – tahun berikutnya Rp. 7.000.000 tiap tahun. Alternatif kedua mempunyai biaya awal investasi Rp. 250.000.000, yang terdiri atas Rp. 100.000.000 untuk pembelian tanah dan Rp. 150.000.000 untuk bangunan yang memerlukan rehabilitasi tiap 50 tahun dengan nilai akhir Rp. 30.000.000. Andaikan bahwa penerimaan bersih untuk tiap-tiap pembaharuan adalah Rp. 120.000.000. Biaya pemeliharaan tiap tahun Rp. 4.000.000.

Penyelesaiannya : Diagram untuk alternatif I.
75.000.000 10.000.000 75.000.000 7.000.000

0

1

10 11

30

60

EUAC (I) = 75.000.000(0,09) + 75.000.000( A / P,9%,30) + 7.000.000 + 3.000.000 (P/A, 9 %, 10) (0,09) = Rp. 22.784.000

26

Diagram untuk alternatif II.
120.000.000 150.000.000 100.000.000 4.000.000 (abadi) 120.000.000 120.000.000

0

1

50
30.000.000

100

150

EUAC (II)

= (150.000.000 – 30.000.000) (A/F, 9 %, 50) + 30.000.000 (0,09) + 100.000.000 (0,09) + 4.000.000 = Rp. 26.648.000

Jadi pilih alternatif I, karena biaya tahunannya lebih murah.

Contoh 3.3 : Sebuah universitas ingin membangun instalasi penjernihan air bersih sendiri dengan menggunakan sumber air sejauh kira-kira 3 mil dari universitas tersebut. Untuk penyaluran air bersih tersebut, di pertimbangkan dua jenis pipa yang mana akan di pilih salah satunya, dengan data sebagai berikut : Pipa A Biaya awal Umur teknis peralatan Biaya awal peralatan Umur teknis peralatan Rp. 120.000.000 60 tahun Rp. 15.000.000 20 tahun Pipa B Rp. 80.000.000 30 tahun Rp. 20.000.000 20 tahun Rp. 4.000.000

Biaya energy untuk pompa pertahun Rp. 3.000.000 Pertambahan biaya energy Untuk pompa tiap tahun Rp. 60.000

Rp.

80.000

Dengan menggunakan periode 60 tahun, bandingkan EUAC (A) dengan EUAC (B) dengan menggunakan suku bunga 6 % (suku bunga kecil sebab investasi tas merupakan organisasi sosial). Andaikan nilai akhir untuk pipa dan peralatannya adalah nol dan andaikan biaya peremajaan selama periode 60 tahun sama besarnya dengan biaya awal.

27

Penyelesaian : Diagram untuk EUAC (A) :
15.000.000 15.000.000 120.000.000 15.000.000 3.000.000 60.000

0

1

20

40

60

EUAC (A) = 120.000.000 (A/P, 6 %, 60) + 15.000.000 (A/P, 6 %, 20) + 3.000.000 + 60.000 (A/G, 6 %, 60) = Rp. 12.621.000 Diagram untuk EUAC (B) :
80.000.000 20.000.000 80.000.000 20.000.000 4.000.000 20.000.000 80.000

0

1

20

30

40

60

EUAC (B) = 80.000.000 (A/P, 6%, 30) + 20.000.000 (A/P, 6%, 20) + 4.000.000 + 80.000 (A/G, 6%, 60) = Rp. 12.739.000 Berdasarkan perhitungan diatas pilih alternatif A

Contoh 3.4: 2 Jenis heat exchanger ingin dibandingkan biaya pemakaiannya dalam industri kimia tertentu. Jenis Y harganya Rp. 8.400.000 dengan umur teknis 6 tahun dan nilai akhir nol serta biaya pengoperasiannya tiap tahun Rp. 1.700.000. jenis Z harganya Rp. 10.000.000 dengan umur teknis 9 tahun, niali akhir serta biaya pengoperasiannya tiap tahun Rp.1.500.000 K. jika jenis Z dipilih, maka ada pajak ekstra yang di taksir Rp. 200.000 tiap tahun. Bandingkan EUAC kedua jenis heat exchanger tersebut dengan i setelah pajak 16%.

28

Penyelesaian : Diagram untuk EUAC (Y) : 8.400.700. 16 %.400. 12) (A/P.000 Matematika 1.700.000 0 1 6 7 12 13 18 EUAC (Y) = 8.800.000 1. 18) + 8.980.400.980.000 1.400.000 Perhitungan diatas disebut perhitungan secara implisit. 9) + 1. 18) + 8. 16 %. 18) + 1.000 (A/P.700.700.000 8.000 = Rp.700. Caranya sebagai berikut: EUAC (Y): 8.000 (A/P.400.000 29 .400. 6) (A/P. 3.400. 16 %.000 8.700.000 1.000 Diagram untuk EUAC (Z) : 10.000 = Rp.000 (P/F.000 (A/P. Cara lain adalah dengan cara eksplisit yaitu dengan menggunakan kelipatan persekutuan terkecil dari 6 dan 9 sebagai perbandingan. 16 %.000 (P/F.000 0 1 2 3 4 5 6 EUAC (Y) = 8.000 = Rp.700. 3.000 1. 6) + 1. 16 %.800.700. 4.400. 16 %.044. 16 %.000 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 EUAC (Z) = 10.

200.000 1.000 Proposal I.030.50.000. Suatu pengujian secara otomatis dapat dilakukan dengan menggunakan unit X atau unit Y.000. 2. Dua proposal diusulkan.00 . Jika unit Y dipilih ada pajak ekstra pada tahun pertama sebesar Rp.700.000 tiap tahun. Umur teknis kedua unit tersebut masing-masing ditaksir 10 tahun. 3. 9)) (A/P. 665.000. 125. Team perencanaan sebuah kota mempertimbangkan untuk mengembangkan pusat rekreasi. 12.000.000 Rp.000.000.000. 650.000.000 dan nilai akhir Rp.000 Rp. Harga unit X Rp.000.000.800. 4.000.000. 100.000 10. Dengan i = 20 % setelah pajak.000. 30. 175.800 . 9.EUAC (Z): 10.000.000 dan selanjutnya naik sebesar Rp. 250.800. tahun kedua sebesar Rp.000.700.000 Rp.000. tahun kedua Rp.000 0 1 9 10 18 EUAC (Z) = (10. 240. 4. 7.000 + 10. 16 %. 18) + 1.000 Rp.000 Rp. dengan masing-masing biaya sebagai berikut: Proposal I Pengembangan tanah (abadi) Bangunan Fasilitas rekreasi Biaya pemeliharaan tiap tahun Rp. bangunan tiap 15 tahun harus dilakukan peremajaan dengan biaya Rp. 15.000 dan selanjutnya tiap tahun naik Rp. sedangkan fasilitas rekreasi harus diremajakan tiap 10 tahun dengan biaya Rp. 16 %.000 Proposal II Rp.000. 30 . 16.000 = Rp.000.000 Soal-soal: 1. 65. 9. tentukan unit mana yang saudara rekomendasi untuk dipilih? 2. Harga unit Y Rp.000 (P/F.000 Rp.000 dan nilai akhir Rp.000.000 1.000.044 .700. Biaya pengoperasian pada tahun pertama ditaksir Rp. Biaya pengoperasian tiap tahun ditaksir Rp.000. 65.800.000.

i = 9%. Principles of Engineering Economy. dengan asumsi bahwa perbaikan-perbaikan yang dilakukan membuat bangunan dan fasilitas rekreasi baru seperti semula.G. Leland and Anthony T. Gant. bangunan dan fasilitas rekreasi masing-masing harus dilakukan peremajaan dengan biaya seperti pembangunan semula. and GJ. Grant Ireson.. Eugene L. Engineering Economy.Proposal II. Second Edition.Inc. Singapore. 1981. 1985. Thuesen. W. and Richard S. John Wiley and Sons. Fifth Edition.. Mc Graw Hill Book Co.. Engineering Economy. Singapore. H. Seventh Edition. Leavenworth. Bandingkan EUAC kedua proposal tersebut secara abadi. Prentice Hall of India Private Limited. Fabriky. Daftar Pustaka: Blank. Thuesen.. New Delhi. WJ. 1982. 31 .

Seperti keuntungan masa depan dalam menanamkan modal di industri perminyakan. (Dalam perhitungan EUAC di Bab 2 tidak perlu mempunyai periode yang sama). Jika digunakan PW maka sebagai periode digunakan kelipatan persekutuan terkecil (KPT) dari 6 dan 12 yaitu 12 tahun. Dalam pemakaian perhitungan present worth (PW) untuk membandingkan 2 alternatif (atau lebih) harus digunakan periode yang sama. ingin diketahui ekuivalennya pada saat sekarang. harus digunakan perhitungan dengan menggunakan periode yang sama atau menggunakan EUAC. A A 0 B 6 12 0 12 Perhitungan seperti diatas mudah dilakukan sebab KPT tidak terlalu ruwet. Seperti halnya dalam Bab 3. diperoleh: 32 . dengan demikian baru dapat dibandingkan (lihat diagram). Tetapi jika misalnya suatu alat X mempunyai umur teknis 11 tahun dan alat Y mempunyai umur teknis 13 tahun analisis dengan PW cukup ruwet untuk dilakukan. Untuk hal demikian.BAB IV PRESENT WORTH Perhitungan disini bertujuan untuk mengkonvirmasikan semua aliran kas ke jumlah ekuivalen pada t = 0 (waktu sekarang). Misalnya tidak dibenarkan membandingkan PW dari mesin A yang mempunyai umur teknis 6 tahun dengan PW dari mesin B yang mempunyai umur teknis 12 tahun. Analisis present worth sering digunakan untuk menentukan nilai sekarang (t = 0) dari uang yang diterima atau yang dibayar pada masa depan. sehingga dalam analisis mesin A harus diganti dengan mesin yang identik (harganya sama) pada akhir tahun keenam.

CAPITALIZED COST Jika n Î ∞ maka analisis present worth disebut capitalized cost dengan rumus (buktikan) : P= A ………………………………………. Harga mesin Y adalah Rp. 20.000. 100. 500.000.000. Pada tahun pertama tidak ada biaya pemeliharaan (ada garansi satu tahun dari pabrik). 8 %. 100.000 0 1 4 8 12 PW (X) = 10.4. 4) + 10.000 dan bertambah Rp. 8) + 500.1 i Contoh 4.Kategori Present Worth Criterion Fixed Input Fixed Output Neither Input or Output Fixed Maksimalkan present worth benefit Minimalkan present worth cost Maksimalkan present worth benefit .000.000 pada tahun-tahun berikutnya. Jika i = 8%.5. 8 %. biaya pemeliharaan tiap tahun Rp.000 (P/F.000 500.000. pada tahun kedua ada biaya pemeliharaan sebesar Rp.000.1: Harga mesin X adalah Rp. Umur teknis mesin Y ditaksir 12 tahun dengan nilai akhir Rp.000.000.000 (P/F. mesin mana yang harus dipilih? Penyelesainnya : Untuk mesin X : 10.521. umur teknis 4 tahun dengan nilai akhir nol.000 10.000..present worth cost atau maksimalkan Net Present worth. 10.000 33 . 12) = Rp.000.000.000 (P/A.000 10.000. 26.000 + 10.8 %.000.

6%. 26.000 = PW = = Rp.000.784. 6%.648.2. 12) – 5. 40) + 3.084.000 5. 8 %. 20) + (P/F. 6%.09 Capitalized Cost = 296.648.000 – 253.333 0. 60) = 205.000.000. 6%.000 (P/A. 6 %. 6%. 60) + 80.000.000 Jadi pilih alternatif A karena PW A < PW B EUAC (I) 34 .000 (P/F.000 = PW = 0.3: Lihat kembali contoh 3.000 = 42.000.000 0 1 2 3 12 PW (Y) = 20. 40)) + 4.000 + 100.000 PW (B) = 80. Penyelesaiannya : = Rp.784.000.000 (P/F.Untuk mesin Y : 20. 22. Bandingkan PW kedua alternatif di atas secara abadi.000.000 Dari contoh 3. 253.2: Lihat kembali contoh 3.000.000 (1+(P/F. 6%. Contoh 4.000.000.000.084.000 (P/G.000 Jadi pilih mesin Y karena mempunyai PW lebih kecil.000 + 3.3 dan lakukan analisis dengan menggunakan present worth.2.961.927. jadi dipilih alternatif I.875.09 EUAC (II) = Rp.000 100.000. Contoh 4.000. dikarenakan pembulatan. diperoleh Capitalized Cost 26. 8 %.478.000 = Rp.22. Penyelesaian : PW (A) = 135.648. Δ PW = = = 42.000. 30)) + 20.157. 26.000 3. 21. maka Capitalized Cost 22.09 0.157. 296. 6%. 20) + (P/F.864. 12) = Rp.784.000 + 15.09 Ada perbedaan sedikit.000 (1+(P/F.000 (P/A.000 (P/G.933.000 0.000 . 60) = 203.

20).4: Sebuah perusahaan ingin membeli sebuah mesin baru untuk menunjang perluasan usahanya. harganya Rp 90.000 (P/F.000. 5) (P/A.500. Biaya pengoperasian dan pemeliharaan ditaksir Rp.000.000.000 dan biaya pemeliharaan Rp.500 . 20) + 6.000. Rp. PW (2 mesin manual) = Rp 334.000. Gaji karyawan ditaksir sebesar Rp 8. ada pajak ekstra yang harus dibayarkan tiap tahun sebesar Rp.850.30.000. nilai akhir Rp 2.000.000) (P/A.000. 5) (8% 15) – 5. Jika mesin oto matis dipilih.000.000. 20) + Rp 3. Tiap 5 tahun diperlukan overhaul dengan biaya ditaksir Mesin otomatis memerlukan alat pengontrol yang sebesar harganya Rp.647.876.(6. 8%. umur teknis 20 tahun dan ditaksir nilai akhirnya adalah Rp 5.15) + 2.500 .000 (A/F.000.000 + 13. 8%.000 tiap tahun.000.500.8%.000 Jadi dipilih mesin otomatis sebab PW (1 mesin otomatis) < PW ( 2 mesin manual) 35 .3. umur teknis 10 tahun. biaya pengoperasian dan meliharaan tiap tahun ditaksir Rp5. 8% 20) = Rp 167.000.000.000 (A/F.000 tiap tahun. Tiap 5 tahun diperlukan overhaul dengan biaya ditaksir sebesar Rp.8%.000.000. Ada 2 alternatif yang dapat digunakan yaitu mesin yang bekerja secara otomatis atau yang bekerja secara manual.000 (P/F.1. Derdasarkan data di atas jenis mesin mana yang dipilih jika suku bunga setelah.000. l2.000.000.000 (PA. Gaji karyawan ditaksir Rp.438. 10) + ( 3.000.000 (P/A. 8%.000.850. 8% 20) = Rp.500. 36. Untuk mesin otomatis.000 + 30.000.2.000 + 1.000.000 tiap tahun.000 + 12. umur teknis 20 tahun dengan nilai akhir Rp 6.000.000.000.000 + 2.500. 8%. PW (1 mesin otomatis) = 90.500.pa j a k 8 % .6. Dari kapasitas perluasan usaha diketahui bahwa diperlukan sebuah mesin otomatis atau 2 buah mesin manual.000. P enyelesaian: PW (1 mesin manual) = 36. 8%.Contoh 4.3.000 / tah un. Harga sebuah mesin manual Rp. 329.000.000.000) (P/F.000 + 27.

000. Ditaksir setelah 15 tahun asrama tersebut laku dijual Rp. Seorang investor mempertimbangkan untuk membeli asrama mahasiswa seharga Rp90. Mc Graw Hill Book Co. 36 .000. Ekonomi Teknik.000 pada tahun-tahun berikutnya.000 pada tahun-tahun berikutnya. Dengan menggunakan i sebelum pajak sebesar 18% . John Wiley and Sons. Sistem B memerlukan biaya awal Rp72.000. Thuesen. dan ditaksir biaya pemeliharaan tiap tahun Rp 2.800. Haryono. Gant.000 dan dapat dipakai sampai 20 tahun tanpa memerlukan biaya pergantian elemen-elemen. H.65. 1982..G.000 dan tiap 10 tahun diperlukan pergantian elemen-elemen tertentu pada pompa dan ditaksir biayanya Rp.500.000.000. Fifth Edition.000 pada tahun pertama dan naik Rp 500. Principles of Engineering Economy. apakah asrama seharga Rp 90. Grant Ireson.000.000. K e d u a s i s t e m tidak mempunyai nilai akhir nol.000.000 pada tahun pertama dan bertambah Rp 350. Dua alternatif sistem penyediaan air dipertimbangkan untuk digunakan disuatu k o t a k e c i l . Daftar Pustaka: Blank. Prentice Hall of India Private Limited. Biaya pengoperasian dan pemeliharaan ditaksir Rp 12. Singapore. Karena lokasinya strategis (dilingkungan perguruan Tinggi). Thuesen.Soa1 – soal : 1. Second Edition.000 tersebut layak dibeli oleh investor tersebut? 2. and Richard S. Eugene L.16. WJ. 1990..000. Singapore. W. Engineering Economy.Inc. New Delhi. Bandingkan present worth kedua sistem untuk pelayanan s e l a m a 20 tahun dengan menggunakan i = 11%. Seventh Edition..000. s i s t e m A memerlukan bia ya awal Rp 58.. Fabriky.000. 1981.000. 1985.000. Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Surabaya. diharapkan asrama tersebut selalu terisi penuh. Engineering Economy. Leavenworth. Leland and Anthony T. and GJ. Biaya pengoperasian dan pameliharaan di taksir Rp10. Tiap tahun ditaksir asrama tersebut memberikan penghasilan sebesar Rp 10.

jika tidak maka lebih ekonomis menyimpan uang di bank.1 NPW = 0 (net present worth = 0 ).BAB V ANALISIS LAJU PENGEMBALIAN MODAL ( RATE OF RETURN ANALYSIS ) Dalam bab-bab sebelumnya suku bunga diketahui. Jika suku bunga investasi tersebut lebih besar dari suku bunga bank atau Minimum Atractive Rate of Return (MARR). Pengertian “Rate of Return” atau laju pengembalian modal disini adalah ekuivalen dengan pengertian profit (keuntungan) dalam teori ekonomi. Dalam beberapa keadaan adalah bermanfaat untuk menghitung suku bunga suatu investasi.PWkeuntungan = 0 ……………………………………… 5. Internal Rate of Return (IRR). Rate of Return yang diperoleh disebut juga Profitability Index (PI). Seperti halnya dalam perhitungan Equivalent Uniform Annual Cost (EUAC) atau Present Worth (PW). dimana dengan suku bunga tersebut kedua alternatif ekuivalen. untuk mengetahui apakah investasi tersebut menguntungkan atau tidak. 37 .2 atau NAW (net annual worth) = 0 Catatan: Perhitungan untuk mendapatkan rate of return dengan cara ini disebut juga discounted cash flow method atau investor’s method. Jika menggunakan EUAC: EUAC atau = EUAB EUAC – EUAB = 0 …………………………………… 5. Perbandingan antara berbagai alternatif yang terdiri atas sejumlah penerimaan / keuntungan dan pengeluaran / biaya yang berbeda dengan periode yang berlainan dapat dilakukan dengan menghitung suku bunganya. metode laju pengembalian modal dapat juga diterapkan untuk memilih salah satu dari dua atau lebih alternatif yang paling efisien atau ekonomis. Jadi dalam hal ini laju pengembalian modal dapat didefinisikan sebagai suku bunga sedemikian hingga: PWbiaya = PWkeuntungan atau atau PWbiaya . Biasanya suku bunga invastasi tersebut dibandingkan suku bunga yang terdapat di bank atau suku bunga standart. maka investasi tersebut dapat dilakukan.

000 200.000 (P/G.000 + Rp 200.000 + Rp 100.000 (6.00 – 250.000 (3.000 + Rp 50.000 50.791) – 5. 5) = 0 Dicoba dengan i = 10% : 595.000 + Rp 250.650 Dicoba dengan i = 12% : 595.600 + 9.397) = 13.000 (3.682) = -9.605) – 50.000 250.000 Penyelesaian : Diagram dari tabel tersebut sebagai berikut: 595.83% 13. 5) – 50.000 (P/A. 1%.000 150.1: Hitung rate of return untuk suatu investasi yang digambarkan dalam tabel aliran kas berikut : Tahun Aliran Kas 0 1 2 3 4 5 – Rp 595. 1%.000 (6.650 − 0 = 10.650 38 .000 + Rp 150.000 – 250.600 Rate of Return = i = 10% + 2% 9.Contoh 5.000 _________________________________________________ 0 1 2 3 4 5 NPW = 0 atau PWbiaya – PWkeuntungan = 0 595.000 – 250.000 100.

9.200.800.9.000 2.2: Pengendalian material disuatu pabrik dilakukan secara manual.000 . biaya cuti dan sebagainya) ditaksir tiap tahun Rp.000. gaji karyawan ditaksir akan berkurang menjadi Rp.9.800. 10) + 2.000.200.000.200.800.000 6. Dengan menggunakan pengendalian otomatis tersebut. i%.9.000 tiap tahun.800.000 .800.000 6. Pertama-tama dibuat terlebih dahulu tabel aliran kas tersebut : Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Alternatif A .800.15. Pengendalian secara manual ini disebut alternatif A.000 2.000 2.9.9.200. Biaya yang diperlukan untuk gaji karyawan yang mengoperasikan pengendalian material tersebut (termasuk gaji lembur. 300.400.15.400.Contoh 5. Untuk menekan gaji karyawan yang cenderung meningkat.800. Rp.000 2.400.000 6.300.400.000 2.000 6. 15. tentukan alternatif mana yang dipilih. Biaya pengoperasian yang terdiri atas biaya listrik. i%.000 .000 6.000 2. pabrik tersebut ingin mengganti pengendalian material tersebut dengan otomatis ingin mengganti pengendalian material tersebut dengan yang otomatis (alternatif B) yang harganya adalah Rp.400. 3.800.200.000 2.000 + 2.100.800.000 2.200.000.1.000 2.000 6.9.400. 9. 1.800.400.3% > 9% maka pilih alternatif B karena lebih ekonomis.000 . 400.000.000 . Pengendalian otomatis tersebut dapat dipakai selama 10 tahun dengan nilai akhir nol.000 6.000.000 .000 6.200.000 6.000 (A/P.000 .200.000.200.000.3%.400. pemeliharaan dan pajak masing-masing-masing tiap tahun adalah Rp. 10) Atau NAW = 0 = -15. Karena i = 13.400.200.9. Jika digunakan perhitungan EUAC (Bab 3) maka diperoleh : 39 .400.000 Dengan cara coba-coba diperoleh i = 13.000 (P/A.000 Alternatif B .000.000 6.300.9. Jika suku bunga i = 9% (MARR).000.200. dan Rp.000 .000 B–A .000 .000 tiap tahun.9. asuransi.800.000 NPW = 0 = -15.800.000 2. Jika pengendalian otomatis yang digunakan ada pajak ekstra sebesar Rp.

300. i% .000 + 300. Contoh 5. Penyelesaian : Tahun B–A 0 1 2 3 .000 + 400.EUAC (A) EUAC (B) = Rp.Rp. 800. 1.000 Jika i (MARR) adalah 5%.000 + 300.800.100.Rp. tentukan alternatif mana yang harus dipilih.000 + 300.100.000 NPW = 0 = .1%.000 Rp.000 + 1. 3) Dengan cara coba-coba dan interpolasi diperoleh i = 6.7% 40 . bahwa EUAC (B) < EUAC (A).000 Rp. 8.000 (A/P. diperoleh i = 8. i% .737. 800. 3) = 0.000 = Rp.000 Rp.000 = 15.000 + 800.000 (P/A.000 300.000 . i%.000.100.000 Rp. Perhatikan bahwa jika masing-masing alternatif A dan B dihitung rate of return-nya adalah sebagai berikut: A : -2.000. diperoleh i = 9.000. 2. 9%. 2.000 300.000 + 1.800.7% B : -2.000 (P/A.1% > 5% (MARR) maka dipilih alternatif B.800.000 300. 10) + 3.000 (P/A.000. hasilnya konsisten dengan perhitungan PW. 9.000 Rp. 1.3) = 0.100.200. Karena 6.3: Misal ada 2 alternatif yang tabel aliran kasnya diberikan sebagai berikut: Tahun A B 0 1 2 3 . 1.100. 800.000 Rp.800.

000. Tiap proyek ditaksir mempunyai nilai akhir Rp.000.000 41 .000 Rp 40. 12%. pengeluaran tiap tahun untuk pemelih araan ditaksir Rp 32. 13%.085.000.maka investasi dengan biaya yang lebih besar dipilih dan jika i < i maka pilih investasi dengan biaya yang le bih kecil. Contoh 5.. Untuk proyek X : 0 = .000 (P/A.000 Rp 50.000.000 tiap tahun untuk selama 25 tahun.000 tiap tahun untuk selama 25 tahun.000.000.000. tentukan alternatif mana yang dipilih. 25) Untuk i = 12% : .250.000. pengeluaran tiap tahun untuk pemeliharaan ditaksir Rp 40.500.000.916. Kriteria di atas dapat diperluas untuk 3 alternatif ata u l eb i h .250.000. Dengan investasi tersebut ditaksir Rp.000. 25).4 : Misal ada 2 proyek.100.000.000 Rp 88.000 tiap tahun.000.000 (P /A.000.000 (P/F.000 (P/A. 12%.000 25 tahun Rp 325.000 tiap tahun. 25) + 50.000.000 (P/I'.000.000. Penyelesaian : Proyek X Proyek Y Biaya awal Penerimaan/ tahun Pengeluaran/ tahun Pajak Pendapatan/ tahun Nilai Akhir Umur teknis Rp 250.000.000+32.000.000.000 Rp 50. pajak pendapa t a n d i t a k sir Rp 24. Proyek Y memerlukan investasi awal diperoleh penerimaan RP 325.250.000.000 25 tahun Penyelesaian : pertama – tama dihitung terlebih d ahulu rate of return tiap proyek.000.000.000 Rp 23. 50. Proyek X memerlukan investasi awal Rp 250.000.000.000.000.000 + 32. Dengan investasi tersebut d itaksir diperoleh penerimaan Rp 88.000 + 32.000 Rp 24.000. = 13. 25) + 50.000 Untuk i = 13 : . 25) = 3.000. i%.000.000 Rp 32. 13% 25)+50.000 Rp 100. pajak pendapatan ditaksir Rp 23. yaitu proyek X dan Y.000. Dengan menggunakan i (MARR) 11% setelah pajak. i%.000.000 (P/F.

25) + 50. maka proyek X dapat diterima ( acceptable).5 : (Menghitung rate of return untuk selisih 2 alternatif y ang mempunyai umur teknis berlainan).000 + 36.085. K a r e n a 10% < 11% maka proyek Y tidak ekonomis ( not acceptable ). 70.000.000. i%.000 Rp 120.000.23 % 3.000 (P/A.916.000 20 tahun Rp 10. 1 . Kare n a k a l a u d i h i t u n g ju g a akan menghasilkan rate of return yang lebih kecil dari 11%. 25) Dengan interpolasi diperoleh i = 10%. Contoh 5.000 40 tahun Rp 20.000 Rp 6.000 (P/F. 0 0 0 tiap tahun.000. i%.000 Karena 12.000.000 − 1 1% = 12.000.000 pada alternatif II.4%.Diperoleh i = 12 % + 3. 2 5 0 .000 Rp 9.916. 42 .000 + 13. Hitung rate of return karena adanya investasi ekstra sebesar Rp. yaitu 3.325.000 Jika alter n a t i f I I y an g d i p i l i h m a k a a d a p a j a k e k s t r a s e b e s a r R p . K a r e n a i t u dipilih proyek X.500. Disini tidak perlu dihitung NPW (X-Y) = 0 untuk mendapatkan rate of return -nya.000. Mis a l diberikan dua a l t e r n a t i f dengan data s e b a g a i berikut : Alternatif I Alternatif II Biaya investasi Umur teknis Nilai Akhir Biaya pengoperasian dan pemeliharaan Tiap tahun Rp 50.000.000. Untuk proyek Y : 0 = .23 % > 11 %.

000.000 7. d.000.250.70. 40) + 40. 40) = 0 Dengan interpelasi diperoleh i = 2.750.000 1.000 + 1.000 9.000 (P/A.50.000 9.000.000 + 20.000 NPW (II – I) = .750.000.250.000 + 40.000. dengun alternatif selanjutnya (yang mempunyai biaya investasi lebih besar) dengan prosedur seperti sebelumnya.250.000.000 (P/F. Hitung rate of return t i a p .750.t i a p a l t e r n a t i f .750.000. Tahun 0 1 – 19 20 Alternatif I .000 9.000 + 10. i%. Susun alternatif menurut besarnya biaya investasi.000.000 .000 1.000 .000 + 10. b. 43 .000 - 7.7.000 + 1.000.250. 20) + 10.000 7.000 + 10.7% Perhitungan rate of return untuk 3 alternatif atau lebih : Jika ada 3 alternatif atau lebih yang tidak saling berkaitan (mutually exclusive) maka perhitungan rate of return -nya dapat digunakan penalaran yang sama seperti 2 alternatif.000 21 – 39 40 9. i%.750. Selidiki dua alternatif yang mempunyai biaya terendah dengan prosedur s e p e r ti s ebelumnya. yaitu a.000.000 + 1.000.000.50.P e n yelesa i a n : Untuk menghitung rate of return selisihnya dibuat tabel aliran k as sebagai berikut (untuk alternatif I diasumsikan bahwa taksiran pengeluaran 20 tahun kedua sama dengan pengeluaran pada 20 tahun pertama).000/tahun - Alternatif II . Lenyapkan alternatif yang mempunyai rate of return lebih kecil dari MARR yang diberikan.000/tahun II – I .000 (P/F.000. Bandingkan alternatif yang diperoleh di c.000.120.70. i%.000.000. c.

200 (P/A. Untuk A : 0 = – 400. 125. 5). 46. Proses dilanjutkan sampai semua alternatif telah diuji dan alternatif terbaik telah diperoleh. i = 12. Contoh 5.000 + 125.700 (P/A. Jadi tinggal 3 alternatif yang harus dibandingkan dan jika disusun menurut besarnya biaya inv es tasi d i p e r o l e h : A Biaya awal Rp.efisien).000 B Rp.200 Keuntungan/tahun Rp. 400. i%.900 (P/A.200 Keuntungan/tahun Rp. 5).e.700 44 . 100.200 (P/A. diperoleh hasil sebagai berikut. 200. Penyelesaian : Pertama-tama hitung terlebih dahulu rate of return tiap alternatif dengan interpolasi.000 + 27. 5). 5).000 Rp.000 Rp. i = 8% Karena alternatif C mempunyai rate of return 5 % < 6 %. 100. 125. i = 8. i = 5% D : 0 = – 500. maka alternatif dapat dilenyapkan (tidak dipertimbangkan lagi sebab kurang .3% B : 0 = – 100. i%. tentukan alternatf mana yang harus dipilih.700 C Rp. 400.000 Rp. 400. 27.000 + 46. 500.900 C Rp.000 + 100.900 Tiap alternatif mempunyai umur teknis 5 tahun dan nilai akhir nol. i%.3% C : 0 = – 200.000 Rp. 100.000 B Rp.6 : Diberikan alternatfp sebagai berikut : A Biaya awal Rp. Penyelesaian. i%. 500. 27.200 D Rp. Jika i% (MARR) 6%.000 Rp.

200 (P/A.Bandingkan terlebih dahulu A dengan B : A–B Biaya awal Rp. K a r e n a 6 . i%.300. 300.9 % .pilih alternatif D.000 Keuntungan/tahun Rp. i%.100.000 Keuntungan/tahun Rp. Karena 7% > 6% maka dipilih alternatif A dan alternatif B dapat dilenyapkan (tak perlu dibandingkan dengan alternatif D). Selanjutnya membandingkan A dengan D.000 + 21. 45 . 5) Dengan interpolasi diperoleh i = 7%. 73. 100. 9 % > 6 % maka .200 NPW (A – B) = 0 = . D e n g a n i n t e r p o l a s i d i p e r o l e h i = 6. Untuk memilih alternatif yang paling ekonomis. Kesimpulan :Dari contoh-contoh di atas dapat disimpulkan bahwa perh i t u n g a n rate of return tiap alternatif tidak memberikan d a s a r u n t u k memilih alternatif. 21. 5). diperlukan perhitungan rate of return selisihnya (incremental).000 + 73. sebagai berikut: D–A Biaya awal Rp.300 NPW ( D-A ) = 0 = .300 (P/A.

000 Rp 16.400.850.000 Rp 9.000 4 tahun Rp 1.000 Rp 16.000 5 tahun 0 Rp B Rp 40.000.000.000.000.000 Rp 11.000 Rp 11.000.Soal-soal : 1.000 Rp 11. Berdasarkan perhitungan tersebut. Suatu komponen elektronik yang digunakan untuk perakitan dapat di buat dengan menggunakan 2 metode yaitu metade A atau B.000 Rp 1.000. G e n e r a t o r t e r s e b u t t e l a h b e r u s i a 5 tahun dan memerlukan banyak biaya untuk mengoperasikannya agar dapat berfungsi dalam keadaan darurat.000.000. 2. dan disimpulkan ada 2 jenis generator yang memenuhi syarat dengan data sebagai berikut : Alternatif I Harga Umur teknis Nilai Akhir Rp 40.000 1.000.000 Rp 10. Sebuah rumah sakit mempunyai sebuah ge n e r a t o r cadangan yang digunakan untuk keadaan darurat.000.000 Rp 16.000.000 A Rp 40.000. Data berikut menunjukkan biaya yang berkaitan dengan kedua metode tersebut : Biaya investasi Umur teknis Nilai Akhir Pengeluaran: Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5 Rp 12.000. hitung r a t e o f return yang diperoleh sebelum pajak karena adanya ekstra invest as i pada B.000 5 tahun 5. a l ter n a tif mana yang lebih menguntungkan atau ekonomis. Ahli teknik rumah sakit telah melakukan studi untuk mengganti generator tersebut.000.000 Biaya pengoperasian dan pemeliharaan Rp tiap tahun 46 .000.000.000.000 Rp 14.000 Dengan suku bunga i (MARR) sebelum pajak 18%.000 Alternatif II Rp 80.000 40 tahun Rp 2.

G. H. Gant. Engineering Economy. Fifth Edition. Second Edition.. W. New Delhi.. Engineering Economy.Karena rumah sakit tersebut milik pemerintah maka tidak ada paj a k . 1982. and Richard S. 1985. J i k a r u mah sakit tersebut menggunakan i (MARR) 10%. Principles of Engineering Economy. Daftar Pustaka: Blank.. Prentice Hall of India Private Limited. Thuesen. 1981. 47 . and GJ. Fabriky.Inc. Singapore.. Grant Ireson. Leland and Anthony T. Singapore. maka tentukan mesin y ang dipilih. Thuesen. Seventh Edition. WJ. Leavenworth. Eugene L. John Wiley and Sons. Mc Graw Hill Book Co.

apakah bendungan tersebut dapat dijadikan tempat wisata d an ap akah mungkin untuk membangun PLTA secara ekonomis. Misalnya dalam pembangunan bendungan tersebut. Jelas ini bermanfaat bagi masyarakat. Hal tersebut berarti antara lain memperlancar arus ekonomi. sedangkan sebaliknya tidak. Dalam hal ini perlu berhati-hati untuk melakukan analisis pemanfaatan biaya. disamping adanya maanfaat tapi ada juga kerugian-kerugiannya (disbenefits) antara lain mengorbankan sebagian masyarakat yang tanahnya digunakan untuk proyek tersebut. rumah sakit dan obat-obatan. dimana hal ini diperlukan tinjauan yang panjang dan luas. Jika manfaat yang diperoleh lebih besar daripada b iaya yang dikeluarkan maka dikatakan proyek acceptable. Analisa ini adalah cara praktis untuk menaksir kemanfaatan proyek. misalnya proyek perbaikan jalan yang bertujuan untuk memperlancar dan mengurangi ke c e l a k aan lalu lintas. analisis pemanfaatan biaya disini juga memperhitungkan suku bunga. mengurangi pengeluaran untuk memperbaiki kendaraan. p e mer i n tah ingin membangun bendungan baru disuatu daerah. Pada umumnya cukup sulit untuk mengidentifikasikan manfaat (benefit) yang diterima oleh masyarakat.Tetapi 48 . mana yang relevant dianggap sebagai suatu manfaat dan mana yang tidak. Seperti halnya evaluasi ekonomis untuk swasta. Contoh lain. untuk itu perlu dilakukan pertimbangan-pertimbangan yang matang. Proyek-proyek tersebut mi s a ln y a. Dengan kata lain diperlukan analisa dan evaluasi dari berbagai sudut pandang yang relevan terhadap ongkos-ongkos maupun manfaat yang disumbangkannya. karena dapat mengurangi kemacetan dan kecelakaan. untuk itu perlu dikaji terlebih dahulu apakali biaya ( cost ) yang dikeluarkan tersebut memberikan manfaat ( benefit ) yang lebih atau tidak terhadap masyarakat disekitarnya dan tentu saja t e r h a dap program pemerintah sendiri.BAB VI ANALISA MANFAAT BIAYA ( BENEFIT COST ANALYSIS ) Analisa manfaat biaya (benefit cost analysis) adalah analisa yang sangat umum digunakan untuk mengevaluasi proyek-proyek yang dibiayai oleh pemerintah. Dengan adanya proyek tersebut apakah dapat meningkatkan produksi padi daerah tersebut tiap ha.

900( P / A. tetapi disini dihitung incremental B/C.pengurangan pengeluaran ini berakibat berkurangnya penerimaan untuk bengkelbengkel.97 46.06 = C PWcos t 400. Contoh 6.5) 200. dokter. 6. sehingga dalam analisis kerugian-kerugian pada bengkel. : Lihat kembali contoh 5.5) = = 1.17 = 0. rumah sakit dan pengacara tidak perlu dimasukkan dan tidak dianggap suatu disbenefit. Dari sudut pemerintah dan pandangan masyarakat.6%.6%.000 B : B/C C : B/C = = = 1.5) 100. jika B/C < 1 pilih alternatif dcngan biaya lebih rendah.000 49 .6 Pertama-tama dihitung perbandingan B/C untuk tiap alternatif. jelas kecelakaan lalu lintas tersebut tak diingini. B PWbenefit EUAB ………………………………………………. digunakan logika yang sama seperti analisis rate of return. rumah sakit dan pengec a r a -penga car a. Misal B= benefit dan C = cost maka perbandingan benefit dan cost dihitung degan rumus. Kalau perbandingan incremental B/C > 1 mak a p ilih altern atif b iaya lebih tinggi. dokter. Sedangkan kerugian penduduk karena tanahnya digunakan untuk proyek bendungan tersebut merupakan suatu disbenefit yang harus dipertimbangkan dalam analisisnya.000 27.700( P / A. Untuk 3 alternatif atau lebih. Metode analisis dengan menggunakan B/C adalah ekuivalen dengan analisis rate of return. yaitu diperlukan analisis incremental .1. jika B/C > 1 maka proyek acceptable dan sebaliknya tidak. Untuk alternatif: A : B/C = B PWbenefit 100.1 = = C PWcos t EUAC Untuk suku bunga i. Kriteria perbadingan B/C untuk 2 alternatif Hitung perbandingan incremental B/C untuk aliran kas yang merupakan perbedaan antara alternatif biaya yang lebih tinggi dengan alternatif biaya lebih rendah.200( P / A.6%.

6%.900 D Rp. 100.700 I n crem en t al p er b a n d i n g an B / C = 24. 21.000 Rp.000 Rp. B Biaya awal Benefit/tahun Rp. Selanjutnya.5) = 1. 100.5) 200. 0 2 100. 100.200( P / A.900 D Rp.000 Rp. 100.D : B/C = 125. A Biaya awal Benefit/tahun Rp.300( P / A. 400. 125.000 = 1.5) = 1. 50 . 27.000 Rp.000 Karena incremental p er b andingan B/C > 1 maka alternatif A lebih ekonomis daripada B . 500.300( P / A.02 100.6%.000 A–B Incremental biaya awal Incremental benefit/t a h u n 100. B/C < 1 maka alternatif C dapat dilenyapkan.000 K a r en a B / C > 1 ma k a d i p i l i h al t e r n a ti f D . 500. Dari hasil di atas diperoleh hasil yang ekuivalen jika menggunakan analisis rate of return. 125.6%.200 Incremental D–A Rp.000 72.05 Untuk alternatif C karena.700 A Rp. 400.000 Rp.000 Rp. susun alternatif sisanya menurut besarnya dan selidiki incremental B/C untuk 2 alternatif dengan biay a terkecil.300 I n cr e me n t a l B / C = 24.

51 .000.000.1. sebab data yang tersedia dalam tahunan.kecilnya banjir yang timbul). B i a y a p e r b a i k a n s a l u r a n d i t a k s ir Rp 2. K edua macam biaya tersebut dibebankan pada anggaran pemerintah.000. Seperti halnya dalan contoh 6. Yaitu : pembangunan dam merugikan hasil perikanan rakyat yang ditaksir jumlahnya Rp 28.000. Berdasarkan data di atas akan diselidiki alternatif mana yang paling ekonomis dengan i = 6 % dan umur teknis 50 tahun.000.000 (Dalam praktek nilai taksiran tersebut dapat diperoleh dengan menggunakan metode statistika.000 tiap tahun. Alternatif pertama yaitu me mp er baik i salu ran (S) untuk memperlancar aliran sunga i d a n alternatif kedua membangun dam dan reservoir (D & R).000. k a r e n a k e r u g i a n t i a p t a h u n b e r u h a h s e s u a i denga n b e s a r . yaitu sebagai nilai e k s p e k t a s i ( e x p e c t e d value ).300.Contoh 6. Keuntungan tiap tahun disini adalah berkurangnya kerugian akibat banjir karena adanya alternatif S dibandingkan dengan alternatif TP. Kedua biaya tersebut dibebankan pada anggaran pemerintah. Biaya pembangunan dam dan reservoir (D & R) ditaksir Rp 5.55. sedangkan pembangunan reservoir merugikan hasil pertanian dan peternakan karena berkurangnya lahan dan ditaksir jumlahnya Rp. Pertama dibandingkan terlebih dahulu alternatif perbaikan saluran (S) dengan alternatif tidak ada pengendalian banjir (TP). Penyelesaian : Dalam perhitungan disini digunakan benefit dan cost tiap tahun untuk memudahkan.Taksiran kerusakan akibat banjir tiap tahun j i k a t i d a k ada p e n g endalian banjir(TP) adalah Rp 480. dilakukan perhitungan incremental B/C menurut besarnya biaya. Jika alternatif S dibangun kerugian tersebut dapat dikurangi me n j a d i Rp 105.10.900.000 dan ditaksir biaya pengoperasian dan pemeliharaannya tiap tahun Rp 40.000 tiap tahun. : Dalam suatu proyek pengendalian banjir ada 2 alternatif yang diusulkan.000.000 dan jika alternatif D & P dibangun kerugian tersebut berkurang menjadi Rp. 0 0 0 .000. 0 0 0 .000 dan biaya pemeliharaann y a t ia p t ah u n d i ta k s ir R p 3 5 . Pembangunan D & R mempunyai akibat samping yang merugikan lingkungan dan masyarakat sekitarnya. (Dalam analisis ekonomi ini disebut disbenefit/benefit negatip/malefit).000.2.

Jika keuntungan-keuntungan atau kerugian-kerugian tersebut dapat dinyatakan dalam suatu ukuran efektivitas maka perhitungan yang berkaitan dengannya disebut cost efective analysis.000. Biasanya cost tersebut dinyatakan dalam present worth atau equivalent uniform annual cost. 6%.000.TP ) B/C = = 480. keuntungan-keuntungan atau kerugian-kerugian kadang-kadang tidak dapat dinyatakan dalam bentuk sejumlah uang.000.R. COST – EFFECTIVE ANALYSIS : Dalam keadaan – keadaan tertentu baik dalam bidang swasta maupun pemerintah.000 2900. Contoh 6.000 = 375.3 : Sebuah pabrik ingin mengurangi sampai 75% banyaknya limbah kimia yang dibuang tiap hari kesebuah sungai sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. Present worth disini disebut life-cycle cost dari sistem.71 219. dalam pengembangan sistem senjata.000.000 375. biaya pengoperasian dan pemeliharaan. 6%.000 = 0.50) + 35.000 = 1.000) = 12.000.000 Karena B/C > 1 berarti pembangunan saluran manfaat yang besar dibandingkan tanpa pengendalian banjir sama sekali.000.000 C(D & R– S) = 5300.000 – 55.000.50 + 35. Cost disini mungkin biaya riset.000. Untuk itu telah ada 3 perusahaan yang melakukan penawaran untuk memperbaiki sistem pembuangan pabrik 52 .000.000 = 219.000) – (28.000 .08 157.105.08 alternatif S lebih bermanfaat dibandingkan alternatif D &. pengembangan. pengendalian polusi dan sebagainya.000 Karena B/C – 0.000 .000 (A/P.000 (A/P.000 (A/P.000.Sedangkan biaya tiap tahun adalah capital recovery cost dan biaya pemeliharaan alternatif S .000.000. biaya pergantian dan sebagainya dalam jangka waktu tertentu.000. nilai akhir.000.000 = 157. B (S .000 B/C = 12.T P ) C (S . Selanjutnya dihitung perbandingan incremental B/C antara altarnatif D & R dengan alternatif S : B (D & R – S) = (105.000 .000 = 2900. 6%.000. Misalnya.000 + 10.000.000. 50) + 40.000.

000 (P/F.000 + 9.000.000 90% Perhitungan life cycle cost : PW (A) = 125.000.723.000 (P/A.000 9.000.000 PW (B) PW (G) = 160.000 15.000 9. Penyelesaian : Untuk memudahkan.000 12.161.000 Jika penawaran dari perusahaan A diterima.200.000 190. tentukan penawaran mana yang harus dipilih.000.000 25.200. Kontraktor dari perusahaan C menjamin bahwa sistem yang dibuatnya akan mengurangi limbah kimia buangan tersebut sampai 90%. sedangkan kontraktor dari perusahaan A dan B menjamin bahwa sistem mereka paling tidak akan memenuhi syarat yang telah ditetapkan. 9%.000.200. terlihat bahwa walaupun perusahaan B mempunyai biaya awal lebih besar dari A.000. 15 ) = 272.000. Kedua perusahaan tersebut mempunyai ukuran sistem efektivitas yang sama (75%). 9%. Tiap sistem yang dikembangkan dapat digunakan untuk selama 15 tahun.000 Dari hasil perhitungan di atas.tersebut.000. tetapi life cycle costnya lebih kecil. Pemilihan antara penawaran perusahaan B dan C tidak begitu jelas karena ukuran efektivitas perusahaan C lebih tinggi dan sulit diukur 53 .000 (P/A.000.000 75.000 = 190.000% B 160.9% 10) 15.000 12. 5) + (P/F. 25.000 15.000. dan pemeliharaan tiap tahun Biaya penggantian Efisiensi sistem A 125. komponen tertentu dari sistem harus diganti tiap 5 tahun dengan biaya Rp.000.000.000. Dengan menggunakan MARR 9%.000.9%. 99%. Data berikut merupakan biaya penawaran yang diajukan oleh ketiga perusahaan tersebut : Biaya awal Biaya pengoperasian dan pemeliharaan/tahun Perusahaan A B C 125.000.000+ 12.000 160.000 + 25. 15) = 264.000 ( P/A .000 75% C 190.15) = 256. dibuat terlebih dahulu tabel sebagai berikut: Biaya awal Biaya pengoperasian.000.000. jadi dalam hal ini penawaran perusahaan B lebih ekonomis.732.000.000.

Perbandingan B/C antara D & R dengan S dan antara D & R dengan TP masing-masing adalah 0. maka masalahnya sederhana. PW (C B) = 7. Kalau cost bukan merupakan masalah untuk meningkatkan efisiensi sebesar 15/75 . Dalam contoh 6. 60% dengan 72 % dan sebagainya. . kerugian (disbenefit) akibat proyek D & R tiap tahun Rp. Jika 2 alternatif yang dibandingkan mempunyai ukuran efektivitas yang sama. tetapi belum tentu merupakan atau menghasilkan suatu pilihan yang final. Soal – soal : 1. Catatan : Dalam beberapa kejadian tertentu cost-effective analysis ekuivalen dengan penggunaan benefit-cost analysis . Dari perhitungan. seperti pemilihan penawaran perusahaan A dan B di atas.2 . y aitu memilih alternatif dengan cost terkecil. Jika life-cycle cost dua alternatif sama.38. Karena berlaku antara untuk 80% dengan 96%.B) = 15 % Dari hasil tersebut. Demikian sebaliknya. Seperti halnya dalam analisis pemanfaatan biaya.dengan nilai sejumlah uang tertentu. Yang tepat adalah harus diputuskan apakah efisiensi 20 % sebanding dengan Rp 7. Misalnya dalam contoh 6. Dengan menggunakan kriteria tersebut akan mengurangi banyaknya alternatif yang dibandingkan. untuk memutuskan alternatif mana yang dipilih tergantung pada kondisi atau kriteria yang telah ditetapkan. Jika efisiensi ini yang digunakan sebagai ukuran efektivitas yang dibandingkan dengan life cycle cost Rp 7429 K akan menimbulkan salah pengertian.429. disini dilihat juga incremental ukuran efektivitas yang diperoleh dibandingkan dengan incremental life-cycle costnya. maka dipilih alternatif yang mempunyai efisinsi yang lebih tinggi. tersebut juga terlihat bahwa efisiensi meningkat 20% jika penawaran C dipilih.429 efisiensi (C .20 % maka penawaran C yang dipilih. perbandingan penawaran antara perusahaan B dengan C tidak langsung jelas. (rubber yard sticks). tetapi dalam beberapa hal berlainan. sebab 20 % tersebut merupakan ukuran yang bersifat elastis.000.000. karena makin tinggi ukuran efektivitas diperlukan tambahan biaya. Hitung perbandingan-perbandingan B/C 54 .08 dan 1.3 tersebut.03.

Biaya awal untuk P adalah Rp.000.000. Berikan kesimpulan hasil tersebut. 2. 3. tetapi ini diimbangi dengan berkembangnya tempat 55 .880. yaitu melakukan pengerukan (alternatif P) dan membangun dam dan reservoir (alternatif D& R). 50.000 tiap tahun.400. Untuk itu telah diusulkan dua tempat yaitu M dan N. Alternatif D& R dibangun jika alternatif P dibangun. Jika D & R dibangun kerugian akibat banjir berkurang menjadi Rp 30. tapi ini diimbangi oleh barkembangnya daerah rekreasi. Untuk lokasi M. sebuah jembatan akan dipindahkan tempatnya dengan menggunakan konstruksi baru.000.600. Hitung perbandingan B/C yang sesuai untuk melakukan studi ekonomis kedua lokasi tersebut.000.000 dan naik Rp 5.000.000.000 tiap tahun. biaya pengoperasian dan pemeliharaannya ditaksir tiap tahun adalah Rp 45. Sebuah sungai yang membelah sebuah kota.000 dan biaya pemeliharaannya tiap tahun ditaksir Rp 30.000 dan bertambah Rp 20.000.000. Jika dilakukan pengerukan (P) maka kerugian-kerugian ditaksir berkurang menjadi Rp180. selalu menimbulkan kerugian karena banjir yang ditimbulkannya. Ditaksir kerugian tersebut tiap tahun Rp.000.000 dan Rp 90. Dengan dibangunnya jembatan tersebut akan memperlancar arus lalu lintas sehingga memberikan keuntungan bagi masyarakat yang ditaksir untuk loksi M dan N tiap tahun masing-masing adalah Rp.000. diperlukan biaya awal Rp.000. Hitung juga rate of return karena adanya ekstra investasi untuk proyek D & R dihandingkan proyek S. hitung rate of return karena adanya ekstra investasi untuk proyek S dibandingkan proyek TP.000. 3. Suatu proposal telah diajukan untuk mengendalikan banjir tersebut. D & R akan mengurangi daerah pertanian. Dari soal 1.000. diperlukan biaya awa1 sebesar Rp.000 dan untuk lokasi N.000.000 dan Rp 660.000.000. Biaya pemeliharaan jembatan dilokasi M dan N tiap tahun masing-masing adalah Rp 120. Karena tidak sesuai dengan perkembangan lalu lintas.000. Karena adanya pengerukan tersebut akan ada kerugian lingkungan. umur teknis 20 tahun dan andaikan nilai akhir kedua jembatan tersebut masing-masing 60% dari biaya awal pembuatan jembatan tersebut.000.tersebut kembali jika kerugian yang diterima masyarakat tersebut dianggap sebagai cost dan bukan suatu disbenefit.000.000 dan naik Rp 12. Biaya awal alternatif D & R adalah Rp 1.000 tiap tahun.000.000. 4.300.000.000.000.000. ini ditaksir tiap tahun menimbulkan kerugian (disbenefit) Rp 20.000. Gunakan MARR 8 %.

New York.rekreasi yang memberikan keuntungan tiap tahun Rp 8. R. Daftar Pustaka: Barish. Ekonomi Teknik. 1995. Dengan menggunakan MARR 9 % dapatkan perbandingan B/C yang sesuai untuk P . Edisi Pertama. D . Pujawan.000. N. Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making..Inc.N.N.000. Penerbit Guna Widya. Gunakan periode 30 tahun dan andaikan nilai akhir proyek nol. Surabaya 56 . Mc Graw Hill Book Co. 2004.

dan jika diselesaikan diperoleh nilal x yang dicari dan merupakan suatu titik impas dapat dicari dengan menggunakan prosedur-prosedur yang telah dikembangkan dalam matematika. biaya minimal. Beberapa alternatif yang merupakan fungsi dengan variabel yang sama dapat dibandingkan berdasarkan.BAB VII ANALISIS TITIK PULANG POKOK DAN BIAYA TERKECIL (BREAK EVENT POINT DAN MINIMUM COST ANALYSIS) Dalam beberapa kondisi ekonomi. Analisa Titik Pulang Pokok Jika biaya dari dua alternatif dipengaruhi oleh variabel yang sama maka dapat dicari nilai dari variabel tersebut sehingga kedua alternatif mempunyai biaya yang sama. Nilai variabel yang demikian disebut biaya minimal (minimum. kemudian ingin ditentukan nilai dari variabel tersebut sedemikian hingga biaya kedua alternatif tersebut sama. cost point). Biaya dari tiap-tiap alternatif dapat dinyatakan sebagai fungsi variabel independen yang sama. misal : TC1 Dimana : TC1 TC2 x = f1(x) dan TC2 = f2(x) = total biaya untuk alternatif I = total biaya untuk alternatif II = variabei independen yang mempengaruhi alternatif I dan II. Nilai dari variabel yang diperoleh disebut sebagai titik (break-event point). Jika dua atau lebih alternatif merupakan fungsi dari suatu variabel yang sama. Jika biaya dari suatu alternatif merupakan fungsi dari satu variabel yang dapat berupa beberapa nilai tertentu maka adalah bermanfaat untuk menentukan nilai suatu variabel dimana biaya minimal. Karena itu f1 (x) = f2(x). 57 . biaya dari suatu alternatif mungkin merupakan fungsi dari suatu variabel. Untuk mendapatkan nilai x yang membuat kedua biaya alternatif tersebut sama adalah dengan menyamakan TC1 = TC2.

174. Alternatif A memerlukan biaya awal untuk pembelian motor listrik yang bekerja secara otomatis dengan harga Rp 1.000 – 200.000.10) = 399.000 dan nilai akhirnya pada akhir tahun keempat ditaksir Rp 200. Biaya pengoperasian tiap jam Rp 840.400. 10%. 550. Biaya bahan bakar untuk tiap jam operasi ditaksir Rp 420 . dan biaya pemeliharaan tiap tahun ditksir Rp 120. biaya pemeliharaan ditaksir Rp 150 tiap jam dan biaya operator tiap jam Rp 800.10%. Banyak jam beroperasi (jam motor bekerja) tiap tahun tergantung p a d a t i n gi curah hujan (jadi merupakan suatu variabel).000 dan nilai akhir nol pada akhir periode tahun keempat.000 = biaya pemeliharaan tiap tahun untuk alternatif A = Rp. Akan ditentukan berapa jam tiap tahun kedu a motor terse b u t b e r o p e r a s i agar biaya kedua altenatif tersebut sama. Motor tersebut diperlukan untuk jangka waktu 4 diusulkan 2 alternatif. Gunakan i (MARR)10 % tahun. 120.000 CA t Maka TCA TCB CRB HB = biaya pengoperasian tiap jam = Rp 840 = jumlah jam operasi tiap tahun = CRA + MA + CA t = total FUAC (B) = Capital recovery cost alternatif B = Rp.400.1: Andaikan bahwa diperlukan motor bertenaga 20 TK untuk memompa air dari suatu sumber air. Untuk penyediaan motor tersebut telah Penyelesaian : Misal TCA CRA MA = total EUAC (A) = Capital recovery cost alternatif A = (1. Alternatif B memerlukan biaya awal untuk pembelian motor gaselin Rp 550.Contoh 7.000 (0.000 = b i ay a t i a p jam d a r i p e n ggunaan ga s elin + o p e r a t o r + pemeliharaan = R p 420 + Rp 800 + Rp 150 = Rp 1370 58 .4) + 200.000.000 (A/P. 4) = Rp.000) (A/P.

Maka TCB = CRB + Ht.000 + 120. Jika digunakan kurang dari 651 jam maka motor gasolin lebih ekonomis dan jika digunakan lebih d a r i 651 jam motor listrik lebih ekonomis.t = jumlah jam operasi tiap tahun.000) = = 651 jam CA − H B 840 − 1370 = TCB atau CRA + MA + CAt = CRB + HBt Jadi kedua motor tersebut sama ekonomisnya jika kedua motor tersebut beroperasi selama 651 jam dalam setahun. Untuk mendapatkan titik impas adalah dengan menyelesaikan t dari persamaan. Gambar 7.000 − (399.37) = Rp.84) – 174 – 100 (1. Perbedaan biaya tahunn antara kedua alternatif tersebut untuk sembarang jam operasi tertentu dapat d ih itung sebagai berikut : Misalnya kedua motor dioperasikan 100 jam tiap tahun maka TC = TCA . 292.TCB = CRA + MA + CAt – CRB . 1200 Gasolin Listrik 800 400 0 200 400 600 800 jam operasi / tahun Gambar 7.000 + 100 (0.1 menunjukkan total biaya tiap tahun sebagai fungsi dari banyaknya jam bekerja tiap tahun.000 59 .HBt = 399.1 : Total biaya sebagai fungsi dari jumlah jam operasi. TCA diperoleh t= CR B − CR B + M A 174.000 + 120.

500. Contoh 7.500. steel (baja) dan frame (kayu).000.250.000a (0.500. pemeliharaan dan sebagainya) diberikan oleh tabel sebagai berikut: Beton Biaya pembangunan/kaki persegi Biaya pemeliharaan/ tahun Biaya pengendalian cuaca/ tahun Taksiran nilai akhir Rp 24. Setelah melakukan penelitian yang mendalam.99) (A/P.000a (0.08) + 4.032) ( 0.01) (0.250.2% biaya pembangunan Kayu Rp 35.000a (0. 60 . 8%.000 - Baja 29. Tentukan titik impas dari ketiga jenis konstruksi tersebut jika digunakan i (MARR) 8% Penyelesaian : Misal x luas bangunan yang akan dibangun : TC (Beton) TC (Baja) = 24. 8%.000 Rp 1.000 = 3. 8%.000 Rp 2.2 : Sebuah perusahaan konsultan pembangunan telah melakukan studi untuk pembangunan sebuah gedung dengan luas antara 2000 sampai 6000 kaki persegi. 20) + 35.000 = 2.000.000 Rp 5.250. 20) + 8.000. Dalam contoh sebelumnya. 20) + 29.000 Untuk memperoleh titik impas adalah dengan menyelesaikan persamaan tiap pasang dari alternatif sebagai fungsi luas bangunan dalam suatu grafik.08) + 6. Dalam pasal ini akan dibahas untuk alternatif.400.968) (A/P.000a + 6.000 1% biaya pembangunan 20 tahun Taksiran umur teknis 20 tahun 20 tahun Biaya total tiap jenis konstruksi merupakan fungsi dari luas bangunan yang akan dibangun.000 = 2.000 = 29.000 Rp 1.Analisis Titik Impas Untuk 3 Alternatif atau Lebih.558.600. telah dibahas analisis titik impas yang menyangkut 2 alternatif.000 a (A/P. dan dari grafik tersebut dapat dicari titik impasnya. Data biaya yang berkaitan dengan ketiga jenis biaya tersebut (biaya konstruksi.934.000a + 4. ada 3 jenis konstruksi yang sesuai untuk gedung tersebut yaitu concrete (beton).000 TC (kayu) = 35.440a + 8.000 Rp 3.000 Rp Rp 5.000 3.000.000a (0.

B dan C = bilangan-bilangan tetap Untuk mendapatkan nilai X yang meminimalkan TC adalah dengan menurunkan TC ke x dan kemudian menyamakannya dengan n o l d i p e r o l e h: 61 . Dan jika membangun dengan 5000 kaki persegi.000 15. A. Untuk perluasan lebih d a r i 3 a l t e r n a t i f d a p a t d i g u n a k a n penalaran yang sama dengan di atas. yang ekonomi s a d a l a h k onstruksi kayu.000 beton 20.ka membangun gedung dengan luas 4000 kaki persegi maka yang ekonomis. Sedangkan yang lebih kecil dari 3000 kaki persegi.000. Misal biaya total ( Total Cost ) s u a t u a l t e r n a tif dipengaruhi komponen biaya secara linear dan kebalikannya. yang ekonomis adalah konstruksi beton. Analisis Biaya Minimum Suatu alternatif mungkin memiliki dua atau lebih komponen biaya. adalah membangun dengan konstruksi baja.Biaya kayu baja 25.000.000.000 2000 3000 4000 5000 6000 luas bangunan Dari gr afik di atas terlihat bahwa ji. yaitu : TC dimana : X = AX + B +C X = variabel yang mempengaruhi. dimana suatu komponen biaya mungkin dipengaruhi oleh suatu variabel mis a l n y a s e c a r a linear a t a u k e b a l i k annya atau mungkin dipengaruhi secara linear dan kebalikannya.

Dalam hal ini resistansi adalah berbanding terbalik dengan ukuran konduktor sehingga biaya energi listrik yang hilang akan berkurang jika ukuran konduktor bertambah besar. Resistansi konduktor tembaga yang panjangnya 140 kaki dan luasnya 1 inci2 adalah 0. Energi yang hilang (kilowat jam) dalam konduktor disebabkan resistansi adalah sama dengan I2 R X jumlah jam : 1000.40)(12)( A)(555) 539. dan pemeliharaan diabaikan.000 + Rp 600 untuk tiap pon tembaga. Tetapi jika ukuran konduktor bertambah besar.3: Suatu contoh klasik mengenai analisis biaya minimum adalah menentukan luasan konduktor elektronik. 6%. 20) + 500 (539. suku bunga 6 % Misal A = luas konduktor .6) A (0.001 1435 ohm.000 + (600 – 500) (539.B dTC =A– 2 =0ÆX= dX X B A Contoh 7.890 A + 13. maka energi yang hilang tiap tahun adalah : (1920)2 (24) 365( 0. Data pembiayaan dan keteknikan untuk instalasi konduktor tersebut sebagai berikut : panjang konduktor 140 kaki. Misalnya suatu konduktor tembaga dipertimbangkan untuk digunakan mentransmisi beban aliran listrik pada suatu sub-station.06) = 20. pajak insurance. sebesar 1920 ampere untuk 24 jam (1 hari) selama 36 5 h a r i . biaya investasi akan bertambah juga. Berat tembaga 55 pon tiap kaki3 . biaya instalasi Rp 160. Energi yang hilang ditaksir b ernilai Rp 7 tiap k ilowat jam.940 62 .490 )( Rp7) = A A Berat konduktor (dalam pon) : (1.6 A 1728 Capital recovery cost dalam dollar tiap tahun adalah : 160. nilai akhir Rp 500 tiap pon tembaga. dan resintansi berbanding terbalik dengan luasnya. Untuk ukuran konduktor tertentu dapat ditentukan jumlah kedua komponen biaya tersebut minimal.0011435 258. umur teknis ditaksir 20 tahun.6) A (A/P. dimana adalah arus listrik (dalam ampere) dan R adalah resistansi konduktor dalam ohm.

52 inci 2 dimana dengan luasan tersebut akan diperoleh biaya total tiap tahun yang minimal.370 Biaya Kehilangan I2R 2 3 4 5 6 55.720 129.890 A + = 20. Untuk mengetahui perubahan-perubahan dari komhonen-komponen biaya tersebut dapat dilakukan secara tabulasi dan grafik sebagai berikut: Luasan penampang ( inci 2 ) Biaya Biaya investasi Biaya hilang I 2 R Biaya total tiap tahun 2 55.720 Luas penampang yang paling ekonomi untuk konduktor terjadi pada saat biaya investasi sama dengan biaya kebilangan energi tiap tahun (Hukum Kelvin).890 – 258.610 86. Cara tabulasi dan grafik terseb u t cukup bermanfaat jika cukup sulit mendapatkan hubungan matematis antara variabel-variabelnya.680 51.500 118.120 185.490 =0 A 258.750 43.890 Jadi dipilih konduktor yang luas penampangnya 3.390 139.760 162.370 3 76.160 170.490 = 3.510 4 5 6 97. Misalnya sebuah perusahaan farmasi 63 .280 64.090 162.940 A 258.400 TC 185.140 182. 090 Biaya Investasi 129.Jadi biaya total tiap tahun adalah : TC dTC dA A= = 20.490 + 13.52 inci2 20.

Taksiran biaya variabel dan tetap dapat diperoleh dengan melakukan percobaan jika digunakan satu.000. Dalam proses ini dapat digunakan atau beberapa evaporator dan dapat digunakan berulang kali.610. Hasilnya sebagai berikut (tiap tahun 200 hari k e r ja ) : Biaya Biaya t e t a p ( biaya awal.710. komputer yang dibeli harus bekerja supaya membeli komputer tersebut ekonomis.000 yang terjadi bila 3 evaporator digunakan.350.000 6.240.000.000 Luasan penarnpang ( inci 2 ) 1 2 3 4 Dari tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa total biaya terendah tiap tahun adalah Rp. Biaya pengoperasian ditaksir Rp.000 5.000 1.000 860. Biaya variabel yang pokok adalah biaya pembuatan uap yang kira-kira berbanding terbalik dengan banyaknya evaporator yang digunakan dalam instalasi.000 tiap tahun secara kontrak.000 4.030.000.850. dua. karena itu di gunakan cara tabulas i a t a u g r af i k .960. karyawan dan sbg) Biaya total/tahun.000 3.960.000 3. Jika suku bunga tiap tahun 12 %. 50.000 tiap hari. 5. 130.000 6. dibandingkan menyewa? 64 . 4. 3.560. dan biaya pemeliharaan Rp. maka berapa hari tiap tahun.merencanakan untuk menggunakan proses penguapan dalam menghasilkan suatu jenis produknya. 7.190.30. Sebuah lembaga konsultan ingin membeli sebuah komputer seharga Rp. Soal – soal 1.220.000 3. Biaya tetap kira-kira sebanding dengan banyaknya evaporator yang digunakan.000 8.000 tiap hari.000 2. Sebagai alternatif adalah menyewa komputer dengan rata-rata ongkos sewa Rp. tiga atau empat evaporator.000.000. Ditaksir umur teknis dan nilai akhir komputer tersebut masing-masing adalah 6 tahun dan Rp. Dari pengalaman dan pengujian menunjukkan bahwa diperlukan persamaan atau fungsi yang kompleks untuk menjelaskan hubungan antara biaya-biaya yang digunakan. asuransi pajak dan sbg) Biaya variabel (pemeliharaan.680.

000.300 tiap jam operasi untuk pembelian bahan bakar. Pujawan. Institut Teknologi Sepuluh Nopember.500. Mesin gas hidrokarbon harganya Rp.300. Harga mesin ga s olin Rp. 240. mesin diesel ekonomis. 1990. sehingga dapat diabaikan. Mc Graw Hill Book Co. 4. 150.800. untuk buldozer yang ia beli.000. Harga mes in diesel Rp. Penerbit Guna Widya.200 tiap unit dan diperlukan b ia y a p er a l a t a n yang besarnya Rp. dan memerlukan biaya Rp 2.000 tiap tahun. Haryono. 2004. biaya pengoperasian Rp. biaya pemeliharaan R p .000 tiap tahun. Seseorang produsen alat-alat elektronik tertentu ingin mempertimbangkan 2 motode yang digunakan untuk menghasilkan suatu papan sirkuit. Ekonomi Teknik. 200. Edisi Pertama. Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making.600 tiap jam operasi untuk gaselin.900 tiap jam operasi untuk bahan bakar. 300.N. dan mesin gas ekonomis. Daftar Pustaka: Barish. dan memerlukan biaya Rp.000. N. diesel atau gas hidrokarbon. Jika suku bunga 10 % tiap tahun. Dengan menggunakan i = 15 % a) Buat g r a f i k total biaya tiap tahun dari tiap mesin sebagai fungsi dari jumlah jam mesin tersebut bekerja dalam setahun. 0.000. Ekonomi Teknik..000. Metode kedua dilakukan s e c ar a mencetak papan sirkuit tersebut dan ini memerlukan biaya investasi sebesar Rp. berapa banyak papan sirkuit yang harus diproduksi tiap tahun agar kedua metode tersebut sama ekonomisnya? 3. b) Tentukan interval jam mesin bekerja dalam setahun sehingga mes i n g asolin ekonomis.2.000. 150. Surabaya 65 . 3.N. Nilai akhir ketiga mesin tersebut sama. umur tekn is 9 tahun dan nilai akhir Rp. 3. 2. 2. New York. Metode pertama yaitu dikerjakan secara manual dan ditaksir biayanya Rp 1.Inc. Umur teknis tiap mesin adalah 5 tahun. Bi. Surabaya. 315.000 tiap tahun dan memerlukan biaya Rp. 3.52 tiap unit dan biaya pemeliharaan peralatan Rp. 1995. Seorang kontraktor harus menentukan pilihannya apakah menggunakan mesin g a s e l i n .000 tiap tahun.000 tiap tahun.aya buruh Rp. biay a pemelihaan Rp.

terutama dalam analisis yang berkaitan dengan pajak dan pengaruh inflasi ( after tax and inflation analysis ). Depresiasi yang disebabkan antara lain karena semakin majunya perkembangan teknologi. Untuk memudahkan pemahaman dalam melakukan alokasi depresiasi diberikan contoh . Depresiasi secara umum dapat digolongkan dalam 2 kelompok. Untuk memahami konsep depresiasi bukanlah suatu hal yang mudah. yaitu depresiasi nilai asset yang sebanarnya sesuai dengan waktu dan yang kedua (yang penting dalam ekonomi teknik) yaitu bagaimana mengalokasikan depresiasi (accounting depreciation) nilai asset tersebut.sederhana sebagai beriku t : 66 . Secara umum depresiasi dapat didefinisikan sebagai berkurangnya nilai suatu asset (yang dapat berupa mesin-mesin. diinvest a s ikan diperhitungkan sebagai biaya produksi. Da1am praktek adalah cukup sulit untuk menaksir besarnya alokasi depresiasi yang tepat dari suatu asset. karena disini memuat 2 pengertian yang harus dipertimbangakan.BAB VIII METODE DEPRESIASI Depresiasi atau penyusutan modal adalah suatu komponen yang penting dalam analisis ekonomi teknik. sehingga diperlukan mesin-mesin atau peralatan-peralatan baru yang lebih efisien dan ekonomis daripada yang dipakai sekarang atau karena adanya perubahan demand di masya r ak at baik dari segi kualitas maupun kuantitas sehingga diperlukan tambahan mesin-mesin dan peralatan-peralatan baru (functional depreciation ). yaitu: 1. sehingga terdapat kesulitan-kesulitan dalam mengkalkulasikan biaya-biaya secara tepat. 2. Karena modal digunakan terlebih dahulu sebelum menghasilkan barang produksi. bangunan gedung dll) sesuai dengan waktu. Yang pertama. Dalam mengalokasikan depresiasi nilai asset ada 2 hal yang dipertimbangkan yaitu: Untuk menjamin bahwa asset yang diinvestasikan dapat diperoleh kembali selama umur ekonomisnya: Untuk menjamin bahwa asset yang. Depresiasi yang disebabkan antara lain mesin-mesin atau peralatan-peralatan yang digunakan semakin tua sehingga kemanpuannya berkurang ( physical degradation ). sehingga berkaitan dengan p a j ak.

pemeliharaan. Dalam contoh diatas terliliat bahwa depresiasi dibebankan pada biaya produksi (dalam akutansi disebut amortized cost) sehingga mempengaruhi profit atau rate of return yang diperoleh perusahaan. 15. Metode yang bertujuan untuk mengalokasikan depresiasi yang lebih besar pada awal umur teknis daripada akhir umur tek nis . Metode yang bertujuan untuk mengalokasikan depresiasi secara merata selama umur teknis. Apabila keuntungan tersebut ia habiskan Rp. Metode depresiasi dapat diklasifikasikan sebagai berikut: 1.000 = Rp. 5. dan nilai akhir (S).5. umur teknis (n) . penggunaan energi listrik tiap komponen ditaksir Rp.000 sebagai penghapusan modal.000 tiap tahun. perusahaan dapat memproduksi 1000 unit komponen tiap tahun yang harganya Rp. 2. ada 3 komponen utama yang digunakan. Dengan menggunakan mesin tersebut.000 tiap tahun.000.000. 2.000. 7. Ka1au dihitung penghapusan modalnya.000.500. 2.500. 4.000 untuk menunjang proses produksinya. Karena ia tidak menyisihkan keuntungannya secara tapat untuk pembelian mesin baru. Metode yang digunakan adalah straight line depreciation accounting . 8. Biaya-biaya untuk pembelian bahan baku.000.000 tiap tahun (ini belum memperhitungkan laju in f lasi) dari yang Rp. dan depreciation accounting (SOYD). Sehingga pengusaha tersebut menganggap ia mendapatkan keuntungan sebesar Rp. Metode yang digunakan antara lain: declining balance depreciation accounting . Apabila mesin tersebut dapat dipakai untuk selama 2 tahum. 2. sehingga keuntungan bersih yang dapat dia gunakan adalah Rp.000 dia sisihkan untuk membeli mesin baru.500 2. 67 Sum of Years digits .Misal sebuah perusahaan membeli sebuah mesin seharga Rp. Dalam ekonomi teknik tujuan utama dari depresiasi adalah untuk mendapatkan aliran kas dengan mempertimbangkan pajak dan inflasi. y a i t u : nilai a s s e t ( P ) . Untuk menghitung depresiasi. 5. maka pada akhir tahun ke 2 pengusaha tersebut tidak dapat lagi membeli mesin baru dengan kapasitas yang sama. upah kar yawan. maka tiap kali penggunaan mesin harus diperhitungkan uang sejumlah : Rp.000 untuk biaya hidupnya sehari-hari maka tiap tahun ia mempunyai simpanan sebesar Rp.000 tiap komponen.000.

3.

Metode yang bertujuan untuk mengalokasikan depresiasi yang lebih besar pada akhir umur teknis daripada awal umur teknis. Metode yang digunakan adalah sinking – fund depreciation accounting.

Straight line depreciation accounting

Besarnya depresiasi pada tahun ke t dengan metode ini diberikan oleh rumus : Dt = P − S 1− S / P = P = dP ………………………..8.1. n n

dimana d adalah laju depresiasi. Contoh 8.1 : Misal P = Rp. 10.000.000, S = 1.000.000 dan n = 5 tahun Dt = P − S 10.000.000 − 1.000.000 = = 1.800.000 tiap tahun. n 5

Secara tabulasi : t 0 1 2 3 4 5 Dt 1.800.000 1.800.000 1.800.000 1.800.000 1.800.000 Nilai buku BVt 10.000.000 8.200.000 6.400.000 4.600.000 2.800.000 1.000.000

BVt adalah nilai buku pada tahun ke t yang besarnya adalah BVt -1 - Dt, Dimana BV0 = P, dan dapat dibuktikan bahwa: BVt = P − P−S t = P(1 − tDt ) …………………………..8.2.05 n

DECLINING – BALANCE Depreciation Accounting

Dalam metode ini besarnya depresiasi pada awal-awal tahun pemakaian lebih besar dari pada akhir tahun pemakaian. Karena diharapkan misalnya mesin-mesin yang baru dapat memeberikan produktivitas yang lebih tinggi pada awal pemakainnya daripada akhir pemakaiannya. Dalam metode ini, untuk laju depresiasi tertentu, besarnya depresiasi adalah perkalian laju depresiasi dengan nilai buku pada periode bersangkutan. 68

Contoh 8.2 : Lihat kembali contoh 8.1. Misal digunakan laju depresiasi 40%. t 0 1 2 3 4 5 0,4(10.000.000) = 4.000.000 0,4(6.000.000) = 2.400.000 0,4(3.600.000) = 1.440.000 0,4(2.160.000) = 864.000 0,4(1.296.000) = 518.400 1− S / P = kd n Dt BVt 10.000.000 6.000.000 3.600.000 2.160.000 1.296.000 777.600

Faktor laju depresiasi dr = K Dan jika diandaikan

k S = 0 maka dr = n P

Konstanta k biasanya adalah 1,25 ; 1,5 ; 2,0. Jika k = 2 seperti contoh 8.2. disebut double declining balance depreciation. Besarnya depresiasi pada tahun ke t adalah : Dt = dr (BVt-1) …………………………………9.3. Dan BVt-1 = P (1- dr)t-1 ……………………………..8.4.

Sum of Years digits (SOYD) depreciation accounting

Metode ini berdasarkan jumlah bilangan tahun, dimana nilai suatu asset berkurang sebanding dengan unit tahunnya. Contoh 8.3: Lihat kembali contoh 8.1. Jumlah unit tahun = 1 + 2 + 3 + 4 + 5 = 15

69

t

Unit tahun

Dt

BVt

0 1 2 3 4 5 5 4 3 2 1 5/15(10.000.000-1.000.000) = 3.000.000 4/15(10.000.000-1.000.000) = 2.400.000 3/15(10.000.000-1.000.000) = 1.800.000 2/15(10.000.000-1.000.000) = 1.200.000 1/15(10.000.000-1.000.000) = 600.000

10.000.000 7.000.000 4.600.000 2.800.000 1.600.000 1.000.000

Secara umum : Jumlah unit tahun = 1 + 2 + ………. + n = Dt = (P-S) n(n + 1) 2

2(n − t + 1) ……………………………………….. 8.5 n(n + 1) 2m m(m + 1) − ……………………………. . 8.6 n n(n + 1)

BVm = P- (P-S)

Sinking – fund depreciation accounting

Dalam metode ini di andaikan nilai dari asset berkurang pada saat laju depresiasi bertambah. Contoh 8.4: Lihat kembali contoh 8.1 dan digunakan sinking fund 6 %. Sinking fund depreciation pada tahun : Pertama Kedua Ketiga Keempat Kelima : (10.000.000 – 1.000.000) (A/F, 6%, 5) : 1.596.600 + 0,06 (1.596.600) : 1.692.390 + 0,06 (1.692.390) : 1.793.940 + 0,06 (1.793.940) : 1.901.580 + 0,06 (1.901.580) = 1.596.600

= 1.692.390 = 1.793.940 = 1.901.580 = 2.015.670

70

901.600 1. 10. i. i%.000. i%.t 0 1 2 3 4 5 Dt BVt 10. t-1) …………………………. n) (F/A. 10.000 SOYD 4. i.8. n) + i (P-S) (A/F. Nilai buku asset Rp..7.692.820 Secara umum : Dt = (P-S) (A/F.596.000 6.711.000 Declining balance 2.000 1 2 3 4 5 Gambar 8.000. t-1) Setelah disederhanakan diperoleh : Dt = (P-S) (A/F.015.060 3.670 8.1. n) (F/A.000 71 .580 2.917.793.400 6. n) (F/P.390 1.000.403.000 4.000 1. t) ……………………….490 999. 8. i.000.015. i ..000 6% sinking fund Straight line 8.940 1. 8. BVt = P-(P-F) (A/F.000.000.000. i.

c.000 (P/A. Setelah pajak pendapatan dengan menggunakan depresiasi ACRS (accelerated cost recovery system). Setelah pajak pendapatan dengan menggunakan double rate declining balance depreciation untuk 4 tahun pertama dan 4 tahun berikutnya digunakan straight line depreciation. h. i. Setelah pajak pendapatan dengan SOYD dan ITC (investuen tax credit) sebesar 10% diterapkan langsung.5: Suatu investasi pada peralatan seharga Rp. Setelah pajak pendapatan dengan SOYD. Sebelum pajak NPW = 0 = . 8) Dengan cara interpolasi (trial and error) diperoleh i = 18. b.000.900.900. 36. Setelah pajak pendapatan dengan menggunakan straight line depreciation. i %.36. Dt = P − S 36. f.Contoh : 8. g.000 diharapkan dapat menghemat pengeluaran perusahaan sebesar Rp. b.000.000. d. Sebelum pajak pendapatan (before income tax). e. Setelah pajak pendapatan dengan menggunakan depresiasi ACRS untuk 5 tahun mulai 1986 dan ITC sebesar 10 % diterapkan langsung. Dengan menggunakan pajak pendapatan (income tax rate) sebesar 48 %. Penyelesainnya : a. Setelah pajak pendapatan dengan mengandaikan investasi dihapuskan sebesar 20 % tiap tahun untuk 5 tahun dan ITC sebesar 10 % diterapkan langsung.000 tiap tahun untuk selama 8 tahun dan ditaksir nilai akhirnya sama dengan nol pada akhir tahun ke 8.3 %.000 = = 4. lihat Tabel (apendik) dan ITC sebesar 10 % diterapkan langsung. hitung rate of return investasi tersebut dengan menggunakan kondisi-kondisi berikut : a. 8. Setelah pajak pendapatan dengan mengadaikan semua investasi dihapuskan untuk tujuan pajak.000 n 8 72 .000 + 8.500.

900.400.000 8(8 + 1) c).000.000 2112.000. 2(n − t + 1) n(n + 1) 2(8 − 1 + 1) = 8.000 4.000 2112.000 + 8.000 4.000 4.900.738 . D4 = 5.000. D6 = 3.000 2112.000 4.000 4.000.000.000.000 2112.500.738 . D8 = 1.000 4.000 6.000 4.900.400.36.500.000 2112.000 4.000.000 NPW = 0 = .Dibuat terlebih dahulu aliran kasnya : Tahun Aliran Kas sebelum pajak (A) 0 1 2 3 4 5 6 7 8 36.778.000 4.400.500.900.48 C) Aliran Kas setelah pajak (E = A + D) 36.2 %.900.000. Dt = (P-S) D1 = 36.000 + 6.000 D2 = 7.000 6.000 6.000 6.000.900.000 + 8.738 .900.000. n) Dengan interpolasi diperoleh i = 10.000 4. D7 = 2.000 4.000.000.000 Depresiasi (B) Yang dikenai pajak (C = A + B) Besar pajak (D = -0.400.000.000.500.000 2112.738 .738 .900.000 6.000.400.000 + 8.400.000 + 8.000 4.738 .000 4. 73 .000 2112.000 + 8.000 4.000.000 4.500.500.000 6.000 6. D3 = 6. D5 = 4.400.000 2112.738 .000 4.000. i %.738 .000.500.000 + 8.000.000 + 8.000 (P/A.000 6.000 + 8.400.500.

382. 8) – 480.2 % 74 .900.468.900.000 7.000 6.000 (B) (C = A + B) (D = -0.000 + 8.000 6.000 2.000 4.000.988.792.000 3.000 NPW = 0 = .000 7.000.000 2.000 5.000 8.000. i %.900.000 1.000 3.000.000 5.000 8.000 - - 432.900.000 8.000 1.108.000 6.000 36.000 8. 8) Dengan interpolasi diperoleh i = 11.000 + 8.000 3.548.872.900.000 (P/A.900.000.832.000 7. i %.48 C) (E = A + D) - 8.068.000.000.900.000.312.508.392.000 1.000 7.000 2.000.000 4.000 5.900.36.000 8.000 8.028.000 912.000 7.468.000 5.900.588.Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 (A) 36.000 - - 900.000 2.000 8.900.900.000.900.000.900.900.000 3.000 1.000 6.000 (P/G.

000 5.905.900.390.2.995.500 3.000) = 6.000.000 8.000.000 8. D2 = dr BV1 = 0.000 6.000.36. yaitu : Dt = (11.000.500 BV3 = 36.1 % 75 .000. 8.000 5.2.25 n Dihitung terlebih dahulu depresiasinya dengan double rate declining balance depreciation untuk 4 tahun pertama.868.000 9.905.000 8.25 BV3 = 3.797. 7.000 8.000.1. BV0 = 36.000 .000.052.500 BV4 = merupakan P untuk straight line depretation.000 8.900. i %.000 2.000 .000 .36.905.750.900.000.000 (P/A.2.995.000 3.000 8.000 6.25) = 27.000.000 (1-0.000 2.25)4 = 11.052.900. untuk t = 5.000.451.000 .995.449.000 6.000 BV4 = 36.797.900.995.25 (27.1.000 BV2 = P (1 – dr2) = 36.000) = 9.000 BV1 = P (1 – dr) = 36.000 .25 BV2 = 50.842.000) (P/F. 4 Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 A 36.000 2.000 NPW = 0 = .000 d3 = 0.000 .500 − 0) = 2.500 D4 = 0.000.032.000 5.000 8.625.000 6.000 + 5.000 48.848.187.000 (1.25)3 = 15.25)2 = 20. 6.900.d).948. dr = 2 = 0. 8) + CFt – 5.250.000 2150.000 5.000.000 -100.000 6.000 8.995.055.000 (1-0.103.848.052.500 5.2.062.848.900.905.000 6.000.000 8.25 (36.000 2. D1 = dr BV0 = 0.000 .052.390.2.837.995.900.000 5.000 .750. i %. t) Dengan interpolasi diperoleh i = 11.000 7.848.0.000 - B C D E .000 7.000.848.000 (1-0.000.

000.000.000.272.900.000 5.588.900.4.900.36.272.352.900. i %.000 8.000.000 (P/G.468.628.900.000 1.000 4.000 5. i %.000 6.32.000 2.4.000 2.36.272.468.600.000.000 1.827.900. Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 A .000.900.000 .000.000 8.000 NPW = 0 = .108.832.000.000) = 3.000 8.000 8.628.18.000 .900.000 8.000.000 8.000 900.000.000 4. Tahun 0 1 2 3 A .000 912.000 8.900.312.000 3.900.548.000.000 7.900.000 7.900.000 8.000 4.628.000 4.000 7.000 7.e).900. f).000 E 32.000 ITC = 10 % (36.000 5.988.000 8.000 4.000 2.900.000 8.000 + 8.000 6.000 (P/A.000 2.000 E . n) – 480.900.000 3.600.000 B C D 3.000 5.798.000 1.000 6.000 76 .280.900.000 6. 8) Dengan interpolasi diperoleh i = 14.4.392.000 8.000 3.900.900.028.900.068.000 8.508.000 .000.000 7.000 8.000 8.000 B C D 17.6 %.000 8.000 3.000 0 0 0 8.900.000 432.900.000.000 1.720.

000 E .628.000 8.000.560.272.272.000 Besar pajak investasi = .900.000 Keempat = 0.4.000 Dengan interpolasi diperoleh i = 14.272.816.000 1.000 B C D 3.680.000 -7.628.000 -5.650.22 (36.000 8.000 8.4.900.000 .900.000 Kelima = 0.000 4.000 1.500.600.000) = 17.000 .000) = 7.4.220.600.400.000 8.000.643.000 .650.900.000 8.643.000 4.084.000 8.900.900.400. i %.000 8.000 1.7 % h).272.650.000) = 7.900. Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 A .470.560.560.1.000. 8) Dengan interpolasi diperoleh i = 18.4.720.36.000 8.900.000 8.000 8.200.4.628.000 B C D 3.000 4.000) = 7.000 Depresiasi pada tahun pertama = 0.900.000 -7.21 (36.000 8.000 -7.900.000 980. g).000 .000.000 0 0 0 3.000 7.000 8.000 8.400.36.000 .000 8.000 -7.272.272.920.920.900.900.000 8.000.4.32.000 8.000 8.272.000 8.900.000.21 (36.000 .900.000 .18.000 .272.000 .900.628.000 8.628.000 + 4.000 -7.900.900.628.000) = 5.21 (36.15 (36.643.000 4.000 E .084.48 (-36.000 .340.000 4.000 77 .000 8.628.430.000 Ketiga = 0.200.272.000 0 0 0 0 0 8.000 8.000 1.4.000 4.700.000 .272.700.3 %.900.000 -7.900.900.000 .900.272.32.4.816.000.0.000 NPW = 0 = .000 .000 1.000 .000 8.400. Tahun 0 1 2 A .340.000 8.000 (P/A.000 8.000 8.280.628.000 8.628.900.000 .000.000 8.000 4.000 Kedua = 0.340.000) = 7.000 4.900.4 5 6 7 8 8.

000 .000.900.640.628.6 : Sebuah mesin baru berharga Rp.000 8. i).000.000 8.000 8.900.000 .084.400.9 %.4.272.520.000.258.5.000 8.000 1.900.000 8.000 8.000 -2.4. apendik) adalah 20 % (36.000.000 6.000 -11.000 4.000.272.890.000 B C D 3.000 8. Contoh 8.000.900. dengan menggunakan mesin tersebut diharapkan dapat menghemat biaya pengeluaran Rp. 78 .000 Tahun kelima = 8 % (36.272.000 Tahun ketiga = 24 % (36.000 .000 E .900.700.620.000.000 8.000 .000) = 2.000 0 0 0 1.4.084.000.2.000 1.880.200.900.010.900.900.700.900.600.000 8.000 .200.775.000 .272. Dengan interpolasi diperoleh i = 14.4.000) = 8.000 .000 4.628.000 8.000 8.000 1.000 .900.000 .000 -7.000.900. 36.020.000 0 0 0 1.8.000 4.000) = 11.000 8.816.000 -7.816.000 -7.507.900.200. 180.000 .000 .000 4.000 8.000 .000 .158.000 8.000) = 7.000 8.200.000 8.000 6.000 Tahun keempat = 16 % (36.000 .900.000 4.6 %.200.125.000 8.000 260.628.000 8.628.900.000 Besar depresiasi dari tahun pertama sampai kelima (………… lihat tabel ……….816.000) = 7.3 4 5 6 7 8 8.084.900.900. 30.2.000 4.880.4.140.000 Tahun kedua = 32 % (36.000 8.000 3.000 8.000 .000.816.000 10.900.393.200.000 8.1.32.700.000.272.000 8.000 -7.000 8.36.700.760.000) = 5.000 Besarnya depresiasi pada tahun pertama = 20 % (36.084.000 tiap tahun untuk selama waktu 10 tahun dan ditaksir pada tahun ke 10 nilai akhir mesin tersebut Rp.000 Dengan interpolasi diperoleh i = 15.000.272.520.900.000 8.760.000 .628.000..000 7.900.640.900.4.628. Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 A .

8. c).920.920.000.000.000.000.000. setelah pajak pendapatan dengan menggunakan straight line depreciation.400.000.000 (P/A.000. 10) Dengan interpolasi diperoleh i = 8.000.10 = 0 n 10 BV10 = P − ( Karena nilai akhir pada tahun ke 10 yaitu Rp. i %. i %.000 (P/F.000.000 (P/A.000 + 25.000 .000 25.9 %.000.000 30.Dengan menggunakan pajak pendapatan sebesar 48%.000.000 − 30. hitung rate of return dengan kondisi-kondisi berikut: a). NPW = 0 = .000 (P/F. i %. c).000 21.000.000.000. 10) + 30.000 180.000 − 0 = 45.000 P−S ) t = 180.000 10 A -180. b).000 − 30.000. 10) + 30.000. setelah pajak pendapatan dengan menggunakan straight line depreciation untuk 4 tahun dan dianggap nilai akhir nol pada akhir tahun ke 4 tersebut d).000 -10. setelah pajak pendapatan dengan menggunakan straight line depreciation untuk 10 tahun dan nilai akhir ditaksir Rp.000. sebelum pajak pendapatan. sehingga tak ada pajak pendapatan.000 4 P−S (180.000 + 36.48 (30.180. 30.000K.000 – 0) = 14.2 % b).000.180. Dt = 180.000.000 -15. NPW = 0 = .000 = 15.080.10 n 10 Catatan : BV10 = P − ( = 30.000.000 B C D E -180.000 .000. Penyelesaian : a).000 Jadi nilai buku pada akhir tahun ke 10 = nilai akhir mesin tersebut.000 30.000.000 .000 − 0) ) t = 180.000 lebih besar dari BV10 maka ada pajak sebesar 0. Dt = Tahun 0 1 – 10 10 180. 10) Dengan interpolasi diperoleh i = 16.000 36.000.000. i %. 79 .

000.000 10 (180.560.000.000 .000.560.000 + 25.180. 4) + 15.000 K - Nilai akhir = Rp.000 -17.10 10 A -180.000.000.400.000.000 -14.000 -45.000.000 25.000.000 .000 .000 . i %.000 − 30.000.5 %. i %.000 40.080 . 10) Dengan interpolasi di peroleh i = 10.000. i %.000.000 8.000 36.000 10. i %.000.920. 10) Dengan interpolasi di peroleh i = 8.000 .000 10 BV = 180.000 18.22.560 .000 Besarnya penghematan pajak karena adanya capital loss = 4.22.000 (P/F.9.320.250. 4) + 18.000 Jadi modal yang hilang (capital loss) = 8.750.000 Tahun 0 1 – 10 10 A .000 4.000 (P/A.000 30. i %.Tahun 0 1 – 10 5 .000 15.000. Contoh 8.000.000 36.600.000 36.750.48 (22.15.000 .000 + 40.000.000.920. 8.600.000 21.000 (P/A.000 (P/F.560.000.000) .000 .000 .000 = 15.000 = .000 – 30. i %.000.000 NPW = 0 = .10 = 30.000 (P/A.000 − 30.000 B C D E .000) = 10.000.000 B C D E -180.000 .180.000. 6) (P/F. Dt = 180.000 0 36.000 18.10.000.000.000 NPW = 0 = .320. 10) + 18.000.180.180.7 : Misal ada 4 alternatif penanaman modal sebagai berikut : 80 .320.6% d).

000 D -500. terlebih dahulu di hitung rate of return tiap alternatif. Berdasarkan data di atas.000 20.000.400.300.000 -10.900 .25.000.800.200.000 40.000 22.600.000.000 C 350.200 .000.700 .000 101. alternatif mana yang paling ekonomis jika di gunakan depresiasi straight line.0.5 % 81 .000 .800 .000 D 500.000.000 -10.200.000 Penerimaan kotor tiap tahun karena adanya tersebut Biaya pengoperasian dan pemeliharaan tiap tahun Penerimaan bersih tiap tahun 44.600.500.000 .000 32. 20) i = 6.000 51. i %.000 51.000 20.000 (P/A.000 34.000.000 (P/A.700.100. pajak pendapatan 50% dan i (Marr) 6%.500 .400 . Penyelesaian: Seperti halnya dalam bab-bab sebelumnya.100 .000 .500.000 -21.400.600.000 + 22.000 -20.000 -16.000 65.7. Jelaskan faktor-faktor yang harus di pertimbangkan dalam pemilihan alternatif tersebut.200.000 33.000 + 17.800 .000 24.50 C) Aliran kas setelah pajak (E = A + D) A -200.400.000 .500 .000 50.000.000 17.000.Biaya peralatan investasi A 200.000 B -250.000 117.000 .000 27.400.000 -17.300 .000 . 32.000 45.000.000 65.000 24.000 52. 20) i < 6 % NPW (B) = 0 = -250.000 NPW (A) = 0 = .200.000 60.000 . untuk pemilihan alternatif berganda ini.000 C -350.100.800. Untuk menyingkat perhitungan di buat tabel sebagai berikut: Investasi Aliran kas sebelum pajak (A) Depresiasi (B) Yang dikenai pajak (C = A + B) Besarnya pajak (D = .000 B 250.000 Umur teknis masing-masing peralatan tiap alternatif di taksir 20 tahun dan nilai akhirnya nol.400.200 .800.000 14. i %.

000. sehingga dipilih alternatif C.000.000 34.000 11. misalnya kemampuan pengadaan finansial yang diperlukan untuk biaya awal investasi.NPW (C) = 0 = -350. Dengan interpolasi diperoleh i > 6 %.300.000.000 (P/A.C dan D seperti sebelumnya.000 + 11.200.5 % Dari hasil perhitungan tersebut.000.000.000 NPW (D – C) = 0 – 150. B Investasi Aliran kas setelah pajak -250.900.000 C-B -100. 20) i = 7.300.100.Pemasaran (marketing) .9 % < 6 %. yaitu dengan menyusun alternatif menurut besarnya biaya investasi dan kemudian dihitung incremental aliran kas setelah pajak.000 + 34. karena itu dipilih alternatif C.000.000 D -500.600.900.300.000 C -350.Kemungkinan adanya kendala-kendala yang belum dipertimbangkan. i %.000 45. Faktor-faktor lain yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan alternatif tersebut antara lain: . . Soal-soal: 82 .000 (P/A. 20). 20) i = 6.700.000.5 % NPW (D) = 0 = -500.000 10. i %. 20). Diperoleh i= 3.000 (P/A.700.000.000 (P/A. i %.200.000 34.000.000 + 10. i %.Safety (keselamatan) .000 C-D -150.000 NPW (C – B) = 0 = . terlihat alternatif I tidak perlu dipertimbangkan lebih lanjut karena rate of return-nya < 6 %. Jadi tinggal membandingkan alternatif B .dan sebagainya.000 22.000. C Investasi Aliran kas setelah pajak -350.000 + 45.

000.000. Harga notebook tersebut Rp. memberikan pendekatan yang cukup baik. (metode “Original Book” rata-rata profit tiap tahun dibagi dengan biaya awal). 3. Rp. 20.000 untuk selama 2 tahun. Dengan menggunakan metode “average book”.000 pada tahun kedua naik Rp. Peralatan A dapat menghemat biaya pengoperasian dan pemeliharaan sebesar Rp.000. Rp.000. c. b.000. 12. Metode depresiasi double declining balance. 3. 78.000 pada tahun pertama. hitung rate of return tiap peralatan (metode “average book” = rata-rata profit tiap tahun dibagi dengan rat-rata nilai buku). Sebuah perusahaan ingin membeli sebuah mesin baru seharga Rp.000 dan ditaksir mempunyai umur teknis 6 tahun dan nilai akhir Rp.000.000. a. 9. Dengan menggunakan depresiasi straight line untuk kedua jenis peralatan tersebut. 16. jika digunakan : a.25. Hitung rate of return yang sebenarnya sebelum pajak untuk tiap peralatan tersebut. Ada 2 jenis peralatan yang harus dipilih salah satunya yaitu yang paling ekonomis. Dengan 83 . Dengan menggunakan metode “Original Book”. 2. b. Berikan usulan mengenai perbedaan hasil ketiga metode diatas dan dalam kondisi bagaimana metode “original book”.000. c.300.000 dan diharapkan dapat digunakan selama 15 tahun dengan nilai akhir nol.000 pada tahun-tahun berikutnya. 3. investasi pada mesin tersebut akan didepresiasikan dengan SOYD dengan nilai akhir nol pada akhir tahun ke 12. sebuah perusahaan membeli komputer untuk meningkatkan efisiensi dan pelayanan administrasinya. dengan menggunakan mesin baru tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi sehingga dapat menekan biaya pengoperasian Rp. Metode depresiasi straight line. Metode depresiasi sinking fund 6 %. Pada tahun 2003.1. Peralatan B dapat menghemat biaya pengoperasian dan pemeliharaan sebesar Rp.50. Untuk tujuan pepajakan. Metode depresiasi SOYD.4. Berapa besar depresiasi dan nilai buku pada tahun ke 3.000. hitung rate of return tiap peralatan.000 pada tahun kedua dan berkurang Rp.000.000 pada tahun-tahun berikutnya. d. Sebuah perusahaan kontruksi memperimbangkan untuk membeli sebuah peralatan untuk menunjang operasinya. Masing-masing peralatan tersebut berharga Rp. d.000 pada tahun pertama. 17.000.000.

hitung rate of return sebelum dan sesudah pajak dari investasi tersebut. Leavenworth. Second Edition. 1982. 1981. W. Engineering Economy.Inc. WJ. Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Fifth Edition. New Delhi. Daftar Pustaka: Blank. Surabaya.. Gant. Haryono. Grant Ireson.. and Richard S. Principles of Engineering Economy. Eugene L.. Thuesen. Engineering Economy. Singapore. Mc Graw Hill Book Co.menggunakan pajak pendapatan sebesar 48%. H.G. Singapore. Seventh Edition. Fabriky. Leland and Anthony T. Ekonomi Teknik. and GJ. John Wiley and Sons. 84 . 1985. Thuesen. Prentice Hall of India Private Limited.. 1990.

hal ini berarti bahwa secara umum harga-harga pada tahun anggaran 1986-1987 adalah 9. Jadi inflasi menurunkan daya beli uang sesuai dengan waktu.000 pada tahun 1995 dengan bunga 5% tiap tahun dan dapat diuangkan pada tahun 2010. Dalam praktek hal ini jelas tidak relevan. 10. Andaikan obligasi tersebut dikeluarkan oleh pemerintah sehingga bebas pajak. sehingga dalam analisis ekonomi hal ini sangat diperhitungkan. Untuk itu telah dikembangkan beberapa metode untuk menghitung laju inflasi (indeks harga konsumen) antara lain di U. Untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan mengkonvirmasikan semua aliran kas ke daya beli tetap (constant purchasing power) berdasarkan laju inflasi (index harga konsumen) yang sesuai. Contoh 9. digunakan CPI (consumer price index) yang disusun berdasarkan 400 jenis bahan pokok dan jasa.S.A. Tabel berikut menunjukkan aliran kas dari pembelian obligasi tersebut dan andaikan laju inflasi pada kolom ketiga diketahui : 85 .BAB IX INFLASI Dalam contoh-contoh sebelumnya.87 % lebih tinggi dari pada tahun anggaran 1985-1986 (dianggap sebagai tahun dasar).87 %. Sedangkan di Indonesia disusun oleh HPS berdasarkan 150 bahan pokok dan jasa. Oleh karena itu aliran kas dari suatu investasi harus disesuaikan atau dikonversikan ke daya beli tetap (constant purchasing power). Yang berarti daya beli (purchasing power) dari uang cenderung turun dari tahun ke tahun.000. analisis dilakukan tanpa memepertimbangkan pengaruh laju inflasi atau kenaikan harga-harga.1: Seseorang membeli obligasi seharga Rp. karena harga-harga tiap tahun cenderung meningkat. Laju inflasi umum di Surabaya berdasarkan perhitungan HPS selama tahun anggaran 1986-1987 naik sebesar 9.

500. Setelah 116.000 478.000 500. karena kalau dijumlahkan adalah Rp.000 468.000 399.000 500.000 288.200 170.400 Aliran kas yang dikonversikan ke daya beli tetap -10.000 500.200 100.000 256.000 500.000 238.000 500.100 147.400 116.200 109.500.300 121.500 181.000 Laju inflasi (CPI) 92. 86 .000.000 104. tetapi jika inflasi diperhitungkan mungkin investasi tersebut merugikan.000 314.500 195. aliran dikonversikan ke daya beli tetap pada tahun 1995.000 272.000 500.000 500.000 500.000 492. Jadi dapat disimpulkan bahwa suatu investasi dapat menguntungkan jika pengaruh inflasi diabaikan.000 = Rp.000 500.000.300 125.000 383. pada kolom 4.700 161.300 133.000 446. yaitu misalnya tahun 2001 akan mempunyai daya beli atau ekuivalen dengan ( 92.000 500.000 500.000 10.500 97.000 500.338. 500.000.000 500.900 ) Rp.000 349.000 500.300 dikonversikan ke daya beli tetap pada tahun 1995 diperoleh jumlah hasilnya negatif (Rp.000 425.Tahun 1995 96 97 98 99 2000 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 Aliran kas dalam nilai sekarang -10. 399.000 Pada kolom 2 dimana inflasi tidak diperhitungkan investasi tersebut menguntungkan. 7.000 pada tahun 1995.000) yang berarti bahwa investasi tersebut merugikan.000 371.900 94.

35.Contoh 9. 10 tahun kemudian dapat diuangkan Rp. Sehingga hasil perhitungan rate of return-nya lebih tinggi yakni mendekati 20%. tahun ketiga diberi indeks 110 dan seterusnya.35. 1. i%. yaitu untuk saat sekarang diberi indeks 100. NPW = 0 = . 70.tahun kedua diberi indeks 105. 133.000.500.85% c. yaitu obligasi yang berharga Rp. 10) dengan interpolasi diperoleh 11. Berikan komentar tentang pernyataan staf ahli investor tersebut! Penyelesaian: a. Staf ahli investor tersebut menaksir bahwa laju inflasi umum untuk 10 tahun mendatang mendekati laju inflasi arithmetic gradient.2: Seorang investor ingin membeli sebidang tanah yang luasnya 5 Ha dengan harga Rp. Staf ahli investor tersebut menyatakan bahwa investasi pada tanah tersebut akan menghasilkan rate of return hampir 20 %. Pertanyaan : a. 10) + 133. mungkin disebabkan dalam analisisnya tidak mempertimbangkan adanya inflasi.3: Sebagai alternatif yang lain dari pembelian tanah adalah membeli obligasi yang memiliki i = 8% tiap tahun dengan harga 50% dari nilai nominalnya.000 (P/A . 40.000. Hitung rate of return dari investasi tersebut dalam daya beli tetap! c.333. i% . Pernyataan staf ahli tersebut bahwa investasi akan menghasilkan rate of return hampir 20%. Taksir berapa nilai jual tanah tersebut 10 tahun kemudian dalam daya beli tetap? b.35.40.000. Tulis NPW untuk menghitungkan rate of return dari investasi tersebut dalam daya beli tetap (constant purchasing power). Pertanyaan: a.333.000000.000.000 tiap Ha.000.000 x 5 x 100/150 = Rp.000 – 1.000. 87 . Investor tersebut berniat menjual tanah tersebut 10 tahun kemudian. Contoh 9. Andaikan suku bunga dibayar tetap 1 tahun kemudian.000.330 b.330 (P/F . Rp. Besar pajak tiap tahun adalah Rp. Ditaksir 10 tahun kemudian tanah tersebut laku dijual Rp.000.500.

500.000 + 3.500. NPW = 0 = .370.666.000.000.000 -1.000 -1. i %.500. tulis NPW untuk menghitung rate of return selisih kedua investasi tersebut.433.000 5.000 + 70.000 6.362.000. Berdasarkan tabel c).000 -81.000.000 -1.000 5.000 d. n) n =1 10 88 .500.000 5.480. Penyelesaian : a.000 + 46. c.000 + 5. 100 10 5.500.000 -1.500.000 + 4. Dari c) diperoleh : NPW = 0 = ∑ (0 − PT )( P / F .333.500.000 5. Hitung rate of return pada soal d) dan interpretasikan hasilnya.148.500.590.000 + 2.000 + 4.660 ( Obligasi – Pembelian tanah) 0 6.500.369. i%.862. i %.000 -1.666.500.807.000.000 + 5. e.000 + 4.090.733.000 +∑ ( P / F .000 -1. n) 150 n = 1 1 + 0.000 5.b. Buat tabel aliran kas (Obligasi – Pembelian tanah) berdasarkan daya beli tetap. c.000 -1.000 6.35.980.166.000 -1.000 + 4. 10) x b.000 6.5n Dari a) dengan interpolasi diperoleh i = 14.648.000 -1. d.833.000 (P/F.333.600 + 4. Hitung rate of return dari a).500.330 - Obligasi 35.93 % Tabel aliran kas (Obligasi – Pembelian tanah) dalam daya beli tetap : Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 10 Pembelian tanah -35.600.000 -1.000 + 133.000 + 4.869.

74 %. a.000 tiap tahun untuk selama 10 tahun. 5.000.e. 89 . Jika laju inflasi tiap yahun 6 %.000.000. Sebuah perusahaan membeli sebidang tanah seharga Rp. 2. Jadi pilih investasi pada pembelian obligasi jika Marr < 7.000 pada tahun kedua.000 dan berniat menjualnya kembali 10 tahun kemudian dengan harga ditaksir Rp.74 %.000.000 pada tahun pertama.000 tiap tahun.000. 32.000. 320.74 % dan pilih pembelian tanah bila Marr > 7. Sistem depresiasi yang digunakan adalah sistem depresiasi SOYD dan pajak sebesar 49%.700.8 %) d. Dari d) dengan interpolasi diperoleh i = 7. maka hitung rate of return setelah pajak dalam daya beli tetap (i = 10.000 pada tahun-tahun berikutnya. 100. Jika tanah tersebut dijual 10 tahun kemudian maka ada pajak ekstra sebesar 45% terhadap keuntungan sebesar Rp. Sebuah perusahaan ingin membeli sebuah alat pengendalian material dengan harga Rp.000 sehingga harga bersih 10 tahun kemudian adalah Rp.000.000. tanah tersebut disewakan yang ongkos sewanya cukup untuk membayar pajak atas tanah tersebut. Hitung rate of return sebelum pajak dan laju inflasi tidak di perhitungkan. dan bertambah Rp. 27. 110. 20.3 %) c. Andaikan ada kenaikan gaji karyawan sehingga penghematan sebelum pajak berkurang yaitu Rp. Rp. Hitung rate of return sebelum pajak (i = 20. Hitung rate of return setelah pajak (i = 12. 26. dengan menggunakan alat tersebut diharapkan dapat mengurangi gaji perusahaan sebesar Rp.1%) b. Ditaksir 10 tahun kemudian harga-harga akan meningkat 2 kali lipat dari saat sekarang. Hitung rate of return setelah pajak jika laju inflasi diperhitungkan. tetapi menambah biaya pengoperasian dan pemeliharaan sebesar Rp.000. Komisi penjualan sebesar Rp. b. 300.000. Soal-soal : 1. 200.000.000. 1.9%) c. Umur teknis perusahaan tersebut adalah nilai akhir nol.300.300. Berdasarkan data diatas : a. Hitung rate of return sebelum pajak jika laju inflasi tidak diperhitungkan (i = 7. Selama 10 tahun tersebut.

3. ada pajak kekayaan sebesar Rp. Jika tanah tersebut dibeli. 3. Berapa besar penambahan rate of return sebelum dan sesudah pajak karena adanya kenaikan gaji karyawan tersebut.000 tiap tahun untuk jangka waktu 10 tahun.100. 346.(Bandingkan dengan jawaban a dan b di atas).000.000. b. 25. Hitung rate of return sebelum pajak dalam daya beli tetap (constant purchasing power).110. Jika 10 tahun kemudian tanah tersebut laku dijual seharga pembelian mula-mula (Rp. 3. Jika selisih tersebut hanya dikenai pajak 20%. - Dengan tanpa melakukan perhitungan berikan jawaban saudara jika inflasi diperhitungkan.000.- Dengan mengandaikan laju inflasi tidak diperhitungkan. penerimaan-penerimaan dan pengeluaran-pengeluaran lain adalah sama bila tanah tersebut bila dibeli atau disewa. Sebuah perusahaan konstruksi ingin memperluas kapasitas tempat penyimpanan alatalat beratnya. Alternatif pertama yaitu membeli sebidang tanah seharga Rp. Andaikan ada pajak sebesar 49% dan selisih harga penjualan tanah pada akhir tahun ke 10 (Rp.000) dengan pembelian mula-mula (Rp.000) maka hitung rate of return sebelum pajak. hitung rate of return sebelum dan sesudah pajak. 3.000. Selain pajak pendapatan (income taxes). maka ongkos sewanya pada tahun ke n adalah Rp.000 dan alternatif kedua yaitu menyewa tanah tersebut dengan ongkos sewa Rp.000. hitung rate of return setelah pajak dalam daya beli tetap. Jadi jika tanah tersebut tidak jadi dibeli.000 tiap tahun.12)n dan pada akhir tahun ke 10 harga jual tanah tersebut sebelum pajak adalah Rp.110.461. 110.000. hitung rate of return setelah pajak dalam daya beli tetap.110.000 (1.000.000) dikenai pajak sebesar 49%. 90 .000.12)10 = Rp. Andaikan laju inflasi umum 12% tiap tahun. a.000 (1.000. Jika besar pajak 49% tiap tahun maka hitung rate of return setelah pajak.

2004. Haryono. Ekonomi Teknik. 1990. Mc Graw Hill Book Co.N.Inc.. Ekonomi Teknik. 1995.Daftar Pustaka: Barish. Surabaya 91 . Edisi Pertama. New York. Surabaya.N. Penerbit Guna Widya. Pujawan. Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making. N. Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

Selama jangka waktu tersebut mungkin terdapat perubahan dari iklim usaha yang sulit diramalkan. Komponen teori probabilitas yang banyak digunakan dalam teori penganmbilan keputusan adalah nilai ekspresi (rata hitung) dan variansi (variance). karena banyaknya faktor-faktor yang mempengaruhi. Keputusan yang diambil berdasarkan teori probabilitas digolongkan sebagai proses pengambilan keputusan berdasarkan resiko tertentu dan diharapkan dengan penggunaan teori probabilitas analisis yang dilakukan untuk masa depan mendekati situasi yang sebenarnya. Nilai ekspetasi : ∑ x xP(x). baik faktor internal maupun eksternal dari proyek atau perusahaan tersebut. Metode kuantitatif yang banyak digunakan untuk memperhitungkan resiko dalam mengambil keputusan karena adanya unsur-unsur ketidak pastian adalah teori probabilitas. Adanya unsur-unsur ketidakpastian dalam jangka waktu tertentu harus diperhitungkan dalam analisis ekonomi teknik agar supaya diperoleh hasil analisis yang lebih akurat.BAB X TEORI KEPUTUSAN TERAPAN Pada umumnya investasi dalam proyek pemerintah dan swasta berlaku untuk jangka waktu yang panjang. Untuk suatu variabel random x : a. bila x diskrit E (x) = ∞ −∞ ∫ xP(x). bila x kontinyu dimana P(x) f(x) = fungsi probabilitas masa dari x = fungsi padat probabilitas dari x 92 . Dengan teori probabilitas akan diramalkan kejadian-kejadian yang akan timbul pada masa mendatang dengan resiko (derajat kepercayaan) tertentu.

Penyelesaian : Ambil M1 = uang logam pertama menunjukkan muka.5) = 0. Ruang eksperimen dari pelemparan 2 uang logam tersebut adalah : S = {(M1 M2). Hitung nilai ekspektasi dan varianci dari jumlah muka yang timbul. Varianci : ∑ x x2 P(x) – {E(x)}2.5) = 0. bila x diskrit σ2 (x) = E{x}2 – {E(x)}2 = ∞ −∞ ∫ x2 f(x) dx – {E(x)}2. (B1 B2)} Misal x merupakan variabel random (acak) yang menunjukkan banyaknya muka yang muncul.b.5) (0.25 93 .50 P (x = 2) = P (B1 B2) = P (B1) P (B2) = (0. B1 = uang logam pertama menunjukkan belakang. bila Y kontinyu Contoh 10. (B1 M2). (M1 B2).5) + (0.5) = 0.5) (0.25 P(x = 1) = P (M1 B2) = P (B1 B2 ∪ B1 M2) = P (M1) P (B2) + P (B1) P (M2) = (0. B2 = uang logam kedua menunjukkan belakang.5) (0. M2 = uang logam kedua menunjukkan muka. diperoleh : 0 B1 B2 M1 B2 X= 1 B1 M2 2 M1 M2 P(x = 0) = P (B1 B2 ) = P (B1) P (B2) = (0.1: Andaikan 2 mata uang yang seimbang dilempar.5) (0.

Rp..50) + Rp.25 E (x) = ∑ x x P (x) = 0(0.Tabel distribusi probabilitasnya : x 0 1 2 P(x) 0. expected annual equivalents. 40 (0. 100.25) = Rp.2 : Dari contoh 10.50) + 2 (0. andaikan diadakan aturan permainan sebagai berikut : jika tidak ada yang timbul maka kalah Rp.5) + 12 (0.25) – 1 = 0. jika muka 1 yang timbul maka menang Rp.25) + 1 (0. Data berikut menunjukkan biaya konstruksi dan taksiran kemungkinan terjadinya banjir yang merusakkan yang dikumpulkan selama 50 tahun. 80(0.25 0. 40. 80.25) = 1 σ2 (x) = E{x}2 – {E(x)}2 = 02 (0. Contoh 10..1.3 : Dalam suatu proyek pengendalian banjir diusulkan beberapa alternatif untuk membangun tanggul sungai. 100 (0.-.25) + Rp. atau expected future worth) dapat digunakan sebagai basis untuk melakukan atau meminimalkan biaya. 15.- Penganmbilan keputusan berdasarkan nilai ekspetasi: Untuk investasi yang memperhitungkan resiko maka perhitungan nilai ekspektasi (misalnya expected present worth.5 Contoh 10. 94 .-. Jika 2 muka yang timbul maka menang Rp.50 0.50) + 22 (0. Nilai kemenangan atau keuntungan yang diharapkan (nilai ekspektasi) dari permainan tersebut jika permainan berlangsung lama adalah : E (keuntungan) = .

000 Kolom B atau frekuensi sungai yang melewati batas normal tanggul diperoleh dari pengamatan selama 50 tahun dan kolom C diperoleh dengan membagi masing-masing frekuensi tersebut dengan 50. 0 Rp.000 dan seterusnya. 550.000. tentukan alternatif pembangunan yang paling ekonomis.04 1/50 = 0. Penyelesaian : Sebagai basis untuk perbandingan digunakan expected equivalent annual cost karena probabilitas dapat dipandang sebagai kemungkinan tingginya banjir pada suatu tahun tertentu. 200. Untuk tinggi tanggul kaki : Ekspetasi (EUAC) = 100.000) + (0. 150. 400.02) (300.24 8/50 = 0.000 Rp.04 (200. 100. dan umur teknis tahun merupakan waktu yang cukup lama.000 Rp. 100.000. Kolom D merupakan taksiran kerugian yang ditimbulkan oleh banjir yang disebabkan tinggi air disungai melebihi tinggi tanggul.06 2/50 = 0.000.000.000.000) + 0.000) + (0.000.000 Rp.000. Misalnya jika dibangun tanggul 10 kaki sedangkan pada suatu saat tertentu tinggi dari air sungai 15 kaki maka kerugian yang timbul ditaksir Rp.000 (A/P.000.000.000 Rp.000.000. 0 Rp.000.000.000 dan jika tinggi air sungai 20 kaki maka kerugian yang timbul ditaksir Rp.48 12/50 = 0. 53.000.06)(15.16(100. 450.000 Rp. 100. 330. Kolom E menunjukkan biaya awal konstruksi tanggul. 210.000 Rp. 150.000 Rp.000 95 . 15) + 0.000.000.000.000 Rp.682.000 Rp.02 Rp. 300. 12 %. Dengan menggunakan Marr 12 % dan umur teknis tanggul 15 tahun.16 3/50 = 0.Tinggi tanggul (kaki) (A) Frekuensi sungai Probabilitas sungai Kerugian yang melewati batas diakibatkan yang Biaya karena pembangunan melewati batas normal tanggul (C) maksimal tanggul (B) sungai melewati batas tanggul (E) tanggul (D) 0 5 10 15 20 25 24 12 8 3 2 1 24/50 = 0.000) = Rp.

000) + 0. Alternatif yang lain adalah memperluas supermarketnya.04 (100.04 (100. Penggunaan diagram pohon (decision tree) dalam teori keputusan dan finansial semakin berkembang dewasa ini. tetapi biaya yang dikeluarkan tidak sebanding dengan kerugian yang ditimbulkannya. 80.751.000. Diagram Pohon dalam Pengambilan Keputusan.000. Pembangunan tanggul yang lebih tinggi dari 10 kaki dapat mengurangi kerugian akibat banjir.000. 15) + 0.000 (A/P. kemungkinan keadaan yang dapat terjadi pada masa depan misalnya adalah bisnis dalam kondisi baik. Beberapa alternatif tertentu memerlukan pengambilan keputusan bertahap/bersyarat (Bayesian approach).000 (A/P.000. Terdapat banyak kemungkinan keadaan yang dapat terjadi.000 (A/P.000. 12%.000 Untuk tinggi tanggul 15 kaki : Ekspetasi (EUAC) = 330.04 (150.000.000. 12%. c. yang dapat 96 .000. Contoh 10. 46.000 (A/P. Dari hasil penelitian pasar disimpulkan bahwa jika ia ingin melanjutkan usahanya dengan laju pertumbuhan seperti saat ini untuk masa mendatang diperlukan tambahan jam kerja untuk mengoperasikan supermarketnya. Untuk tinggi tanggul 25 kaki : Ekspetasi (EUAC) = 550.000 Dari hasil perhitungan diatas ekspektasi annual cost yang paling minimum adalah pembangunan tanggul dengan tinggi 10 kaki.02 (100. 15) + 0. sedang atau jelek.000. 12%.000) + 0.828.000) = Rp.480.4: Seorang pemilik supermarket ingin memperluas usahanya.000.000) + 0.02 (200. b. Dalam dunia bisnis.000 Untuk tinggi tanggul 20 kaki : Ekspetasi (EUAC) = 450. Diagram pohon digunakan antara lain bila : a.000) = Rp.02 (150. 15) = Rp.Untuk tinggi tanggul 10 kaki : Ekspetasi (EAUC) = 210.069. 15) + 0. 12%. Terdapat sangat banyak alternatif yang harus dipilih.000. 55.000) = 68.

000 Rp.000 Perluasn besar Rp. 12. Dari studi pendahuluan ( tidak termasuk pajak ) diperoleh data sebagai berikut : NPW sebelum pajak Untuk tiap alternatif Kondisi Bisnis Baik Cukup buruk Taksiran Probobalitas 0.000 Rp. 145.20%.dicapai dengan 2 kemungkinan.000 + 15.000. 190.000 – 41.000.000.5) = = = = = = 128. Yang pertama adalah dengan memugar supermarketnya dengan menambah ruangan dengan biaya Rp.60 0.000 10.028.000.000 190.000. 10.20%. Yang kedua adalah memugar toko tersebut dengan memperluas sampai 2 kali dari sekarang ( hal ini di sebabkan kemungkinan adanya perkembangan pesat untuk daerah sekitar supermarket tersebut untuk masa mendatang ) dengan biaya Rp 41.000 120. 10.000 (P/F.000.000.000.60) Buruk (0.000 Rp.972.000.000 108.15) 115.000 Rp.000.000 + 15.60) Buruk (0.028.5) 10.000 110.000 .000.000 + 15.000 dengan nilai akhir Rp 15.000. 100.000 155.000.5) 145.000 Rp.000 – 12.60) Buruk (0.000.000 3.25) Perluasan kecil Sedang (0.000.000.000.000.000.000 dengan nilai akhir nol dan pemugaran tersebut cukup untuk mengimbangi perkembangan bisnisnya untuk 5 tahun ke mendatang.000.000.000 Berdasarkan data tersebut dan dengan i = 20%.000 97 .15) Baik (0.000.000 – 41.000 (P/F. Penyelesaian : Dibuat terlebih dahulu diagram pohon sebagai berikut: Baik (0.000.25 0.000 140.000. 120.000 15.15 Tidak ada perluasan Rp. tentukan alternatif mana yang paling ekonomis.000.25) Perluasan besar Sedang (0.000 Perluasan Kecil Rp. 15.000 – 41.000 (P/F.000 Rp.000.000.000.15) Baik (0. 140.25) Tak ada perluasan Sedang (0.000.000 – 12.20%.24.000 100.000. 115.000 – 12.000.000.000 pada akhir tahun ke–5.000.

000(υ(θ33)) ∑υ (θ j =1 n ij ) P( S j ) …………………………………………………………………10.000.000) = Rp. suatu masalah pengambilan keputusan dapat dinyatakan dalam bentuk matriks keputusan: Ai Sj P(Sj) = menunjukkan alternatif-alternatif yang tidak saling terkait (mutually exclusive). contoh 10.972. 97.000.60 (110.000) = Rp. Dengan menggunakan symbol-simbol di atas.000) + 0.000(υ(θ13)) 3.000.000) + 0.60 (100. ………….25 (128.000.n. Formulasi matriks contoh 10.000.250. I = 1.000(υ(θ23)) -24.1 98 . = menunjukkan keadaan-keadaan alternatif masa depan j = 1. Rumus umum untuk expected present worth (EPW) dari tiap alternatif adalah : EPW (Ai) = Baik (S1) 115.250.4 : Karena adanya bentuk yang simetris dari hasil yang mungkin terjadi.000(υ(θ32)) Buruk (S3) 10.000 Dari perhitungan diatas pilih alternatif melakukan pemugaran dua kali lipat dari kapasitas sekarang karena menghasilkn nilai ekspetasi uang sekarang yang terbesar dibandingkan dua alternatif yang lain .000. = probabilitas dari Sj.000) + 0.000 Ekspektasi (PWperluasan kecil) = 0.25 (115. 2.000.000.000) + 0.000 Ekspektasi (PWperluasan besar) = 0.000. 90.Ekspektasi (PW tak perluasan ) = 0.15 (3.000(υ(θ22)) 110.101.60 (108.15 (10. 2. υ(θ ij) = nilai yang berkaitan dengan θ ij atau elemen-elemen dari matriks pay off.028.000 (υ(θ11)) 128.000.972.4 dapat ditulis dalam bentuk : Alternatif Tak ada perluasan (A1) Perluasan kecil (A2) Perluasan besar (A3) P (Sj) (υ(θij)) dalam hal ini merupakan PW dari diagram pohon. ……n.15 (24.000) + 0. dimana ∑ P( S j =1 m j ) =1 θ ij = menunjukkan alternatif Ai dengan keadaan Sj.028.000) = Rp.000) + 0.25 (115.000.000 (υ(θ32)) Sedang (S2) 100.000.000 (υ(θ21)) 110.000.028.000(υ(θ12)) 108.028.

tetapi jika kondisi bisnis selam 3 tahun mendatang jelek penghematan komputer tersebut hanya Rp.000K.028. 350. Data berikut merupakan biaya alternatif tersebut dengan 3 kondisi masa depan yang mungkin timbul. yaitu S1 : ada perbaikan ekonomi. Marr yang digunakan setelah pajak adalah 15 %. berikan rekomendasi yang harus dipilih oleh perusahaan tersebut.028.000 ( 0.000 ( 0. umur teknis 10 tahun dengan nilai akhir nol.60 ) + 10. 150.000 ( 0.15 ) = 101. 200.000K tiap tahun. Penggunaan komputer kecil dapat menghemat Rp. 2.972. Dengan menggunakan Marr 30% sebelum pajak.60 ) + 3. 99 .7.000K tiap tahun untuk selam 3 tahun jika kondisi baik. Alternatif kedua adalah membeli sebuah komputer kecil dengan harga Rp.8 jika 3 tahun pertama adalah jelek. Perusahaan PALAPA harus melakukan salah satu pemilihan dari 3 alternatif proposal yang diajukan.000 ( 0. 150.25 )+108.15 ) = 97. Andaikan digunakan depresiasi straight line. S2 : ekonomi stabil dan S3 : ekonomi jelek. Andaikan sebuah perusahaan ingin sebuah komputer untuk meningkatkan efisiensi sistem pengendalian produksinya. 100.50 jika 3 tahun pertama adalah baik dan 0.25 )+ 100.000.000 = 128. Untuk menyederhanakan masalah diandaikan ada 2 alternatif proposal yang harus dipilih salah satunya.028.000 Soal-soal: 1. probabilitas kondisi bisnis baik untuk 3 tahun berikutnya adalah 0.250.000 = 155. Alternatif pertama adalah menyewa sebuah komputer besar untuk 3 tahun dengan ongkos sewa Rp. tetapi jika kondisi bisnis jelek hanya dapat menghemat Rp.000K tiap tahun.000. jika kondisi bisnis dalam 3 tahun mendatang baik maka penggunan komputer besar akan menghemat pengeluaran Rp. Probabilitas atau kemungkinan kondisi bisnis baik untuk 3 tahun mendatang adalah 0.000 ( 0.000 ( 0.000 ( 0.60 ) + 24.Dari tabel diatas diperoleh : EPW ( A1 ) EPW ( A2 ) EPW ( A3 ) = 115000. umur teknis komputer kecil adalah 6 tahun dan nilai akhir pada tahun ketiga diabaikan. pajak pendapatan 50%.000.000K/tahun dan persewaan tersebut dapat diperbaharui.000 ( 0. 150.25 )+110.000.000 ( 0.000K.250.000.15 ) = 90.

1995.000 S3 14. N.000 30.2.000. P(S3) = 0.500. Berdasarkan data diatas. P(S2) = 0.000 22.000 (kecuali pajak pendapatan) S2 16.000. Ekonomi Teknik.000 S1 18.N.000 8.000 80. Mc Graw Hill Book Co.000.Penerimaan dikurangi pengeluaran Investasi Modal Alternatif A1 A2 A3 Peralatan 40.000 Modal Kerja 10.000 10. Andaikan juga P(S1) = 0.Inc.000.200. Daftar Pustaka: Barish.000 25.2000.000. 2004.000.N..000. buatlah matrik keputusannya setelah pajak.3.000 15.600. Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making.000. Penerbit Guna Widya. New York.000 Modal kerja antara lain diperlukan untuk biaya inventaris.000 2000. tanpa dikenai pajak.000 12. Pujawan. tidak dipengaruhi pajak pendapatan dan diandaikan dapat diperoleh kembali secara penuh pada akhir tahun ke 10.600.5. Edisi Pertama.000 3.200. Surabaya 100 .

Ongkos penggunaan modal (capital) a. mengukur. Tingkat pemajemukan dari setiap periode yang kurang dari satu tahun Suatu jenis bunga dimana besarnya bunga pada suatu periode dihitung berdasarkan besarnya induk ditambah dengan besarnya bunga yang telah terakumulasi pada periode sebelumnya. Misal: biaya bahan baku.APPENDIX A DAFTAR ISTILAH DALAM EKONOMI TEKNIK Akuntansi (accounting) - Aliran kas (cash flow) Analisa manfaat-biaya (benefit cost analysis) - Analisa resiko - Analisa sensitivitas - Biaya-biaya tetap (fixed cost) Biaya-biaya variabel (variable costs) - - Bunga (interest) - Bunga efektif (effective interest) - Bunga majemuk (compound interest) - Proses untuk mengidentifikasikan. b. Bunga majemuk sering disebut juga dengan istilah bunga berbunga 101 . Jumlah uang yang menjadi kompensasi atas peminjaman sejumlah uang pada suatu periode waktu. meringkas dan mengkomunikasikan informasiinformasi ekonomi sehingga dapat dipakai penunjang dalam menghasilkan keputusan Aliran keluar masuknya uang tunai (kas) pada sebuah perusahaan atau organisasi Suatu analisa yang dilakukan untuk menilai kelayakan proyek-proyek pemerintah (sektor publik) dengan membandingkan manfaat yang bisa dirasakan oleh masyarakat umum dengan biaya yang dikeluarkan oleh sponsor proyek (pemerintah) Suatu analisa yang memberikan gambaran tingkat ketidakpastian (resiko) yang dihadapi oleh suatu keputusan (investasi) Suatu analisa yang digunakan untuk mengetahui seberapa sensitif suatu keputusan terhadap perubahan-perubahan variabel yang mempengaruhi. yang dihitung dengan persamaan-persamaan rumus bunga selama periode satu tahun bunga tahunan termasuk efek b. Misal: biaya tanah. biaya tenaga kerja langsung dan sebagainya. Misal: untuk mengetahui sebagaimana pengaruh perubahan tingkat suku bunga terhadap NPV yang bisa diperoleh dari suatu investasi Biaya-biaya yang besarnya tidak dipengaruhi oleh volume produksi. biaya gedung dan sebagainya Biaya-biaya yang besarnya secara langsung berkorelasi dengan volume produksi. Nilai tingkat bunga yang sebenarnya. a.

Disiplin ilmu yang digunakan untuk menganalisa aspek-aspek ekonomi dari usulan investasi yang bersifat teknis Pengeluaran-pengeluaran yang dikonversi menjadi pendapatan ekuivalen tahunan yang seragam Pendapatan-pendapatan atau pemasukan-pemasukan yang dikonversi menjadi pendapatan ekuivalen tahunan Perubahan harga diferensial yang mengakibatkan harga beberapa komoditi berubah pada tingkat yang berbeda dari perubahan harga yang terjadi secara umum Suatu nilai ROR (rate of return) yang diperoleh dengan asumsi bahwa hasil investasi diinvestasikan kembali pada proyek lain yang ROR-nya berbeda dengan ROR proyek atau investasi saat ini Perbandingan antara harga beberapa komoditi pada suatu hari terhadap harga-harga komoditi tersebut pada hari-hari lain 102 . dimana garis horisontal menunjukkan skala waktu dan garis vertikal menunjukkan besarnya aliran kas pada periode yang bersangkutan Suatu proses untuk menentukan nilai sekarang dari sejumlah uang yang nilainya beberapa periode mendatang diketahui.Bunga nominal (nominal interest) Bunga sederhana (simple interest) Capitalized cost - - - Capitalized worth Deflasi Depresiasi Deret gradien (gradient series) Deret seragam (annual worth) Diagram aliran kas (cash flow diagram) - - Diskonting (discounting) - Ekonomi teknik (engineering economy) Equivalent Uniform Annual Cost (EUAC) Equivalent Uniform Annual Revenue (EUAR) Eskalasi - - - External Rate of Return (ERR) - Indeks harga (price index) - Tingkat bunga tahunan yang mengabaikan pemajemukan pada periode-periode yang kurang dari setahun Bunga yang dihitung hanya dari induk tanpa memperhitungkan bunga yang telah diakumulasikan pada periode sebelumnya Nilai sekarang dari deret seragam yang berupa ongkos yang berlangsung dalam waktu yang tak terhingga lamanya Nilai sekarang dari deret seragam yang berlangsung dalam waktu yang tak terhingga lamanya Peristiwa terjadinya penurunan harga-harga barang. jasa atau faktor-faktor produksi secara umum Penurunan nilai suatu aset atau properti karena waktu dan pemakaian Sederetan penerimaan atau pengeluaran tunai yang meningkat atau menurun dengan jumlah yang tetap selama beberapa periode yang berurutan Pengeluaran atau penerimaan yang jumlahnya tetap tiap periode selama jangka waktu tertentu Ilustrasi grafis dari transaksi-transaksi ekonomi yang dilukiskan pada garis skala waktu.

Biasanya merupakan pengurangan nilai jual asset tersebut dengan biaya yang diperlukan untuk memindahkannya. Nilai dari semua pengeluaran atau pemasukan selama horison perencanaan yang dikonversi ke suatu titik yang didefinisikan sebagai waktu sekarang (periode nol) Nilai netto dari semua pemasukan dan pengeluaran selama horison perencanaan yang dikonversi ke suatu titik yang didefinisikan sebagai waktu mendatang.jasa atau faktor produksi secara umum Suatu nilai rate of return (ROR) yang diperoleh dengan asumsi bahwa semua hasil investasi diinvestasikan kembali pada proyek yang ROR-nya sama Suatu pengeluaran atau pengorbanan yang dilakukan untuk suatu harapan dimasa yang akan datang Laporan yang menunjukkan hasil suatu operasi selama satu periode akuntansi yang berisi informasi secara sistematis tentang seluruh pendapatan dan beban perusahaan untuk tahun buku yang bersangkutan Kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajibankewajiban jangka pendeknya Semua manfaat positif yang akan dirasakan oleh masyarakat umum dengan dibangunnya suatu proyek Nilai minimal dari tingkat bunga yang dapat diterima oleh investor sebagai patokan untuk menetapkan layak tidaknya suatu usulan investasi dilaksanakan Dana atau sumber dana yang digunakan untuk membangun atau meneruskan operasi suatu proyek atau usaha Laporan yang berisi informasi posisi finansial (aset. biasanya pada akhir tahun fiskal Nilai awal suatu aset atau properti setelah dikurangi akumulasi nilai depresiasi nilai sampai saat itu Nilai rata-rata berbobot yang diperoleh dari penjumlahan semua nilai-nilai yang mungkin terjadi setelah dikalikan dengan probabilitas terjadinya masing-masing nilai tersebut. Nilai dari semua pengeluaran atau pemasukan selama horison perencanaan yang dikonversi ke suatu titik yang didefinisikan sebagai waktu mendatang. Perkiraan nilai suatu asset pada akhir umurnya. 103 .Inflasi Internal Rate of Return (IRR) - Investasi (investment) Laporan rugi laba (income statement) - Likuiditas (liquidity) Manfaat (benefit) Minimum Attractive Rate of Return (MARR) Modal (capital) - - Neraca (balance sheet) - Nilai buku (book value) Nilai harapan (expected value ) - Nilai mendatang (future worth) Niali sekarang ( present worth) - - Nilai sekarang netto (net present worth) Nilai sisa (salvage value) - - Peristiwa terjadinya kenaikan harga-harga barang. hutang dan kepemilikan) dari suatu organisasi pada saat tertentu.

ongkos yang secara langsung berkaitan (berkorelasi) dengan pembuatan suatu produk. Tingkat bunga (penghasilan) yang diperoleh dari suatu investasi ROR biasanya dinyatakan dalam persen Rasio dari bunga yang dikenakan terhadap induk dalam suatu periode waktu dan biasanya dinyatakan dalam persentase terhadap induknya a. misalnya ongkos bahan baku. Suatu tingkat bunga yang menyebabkan NPV suatu investasi = 0 b. Pendapatan yang diperoleh apabila harga jual asset melebihi harga belinya. Titik yang menyatakan variabel output dimana dua alternatif sama baiknya ditinjau dari sudut ekonomi c. Pendapatan kapital disini adalah harga jual dikurangi harga beli asset tersebut. Jumlah semua pendapatan. Ongkos yang diperlukan untuk meningkatkan satu unit output pada tingkat produksi tertentu. ongkos tenaga kerja langsung. dimana total pengeluaran sama dengan total pemasukan b. baik yang berasal dari penjualan maupun pendapatan bunga selama satu periode akuntansi. Titik yang menyatakan variabel output dimana biaya-biaya membuat sama dengan biaya-biaya membeli suatu produk Waktu dimana suatu aset atau alat boleh didepresiasi Periode waktu dimana suatu alat atau aset masih bisa dioperasikan dengan baik 104 . lama operasi. misal: volume produksi. Titik yang dinyatakan variabel output. Jumlah pendapatan yang akan dikenakan pajak pendapatan yang sesuai dengan peraturan perpajakan yang berlaku. banyaknya penjualan dan sebagainya. dan sebagainya.Ongkos langsung (direct cost) - Ongkos marjinal (marginal cost) Pendapatan kapital (capital gain) Pendapatan kotor (gross income) Pendapatan kena pajak (taxable income) Periode pengambilan (payback period) Rate of Return (ROR) - - - - - Tingkat bunga (interest rate) Titik impas (break even point = BEP) - - Umur depresiasi (depresiable life) Umur teknis (working life) - Ongkos. Jumlah periode (tahun) yang diperlukan untuk mengambalikan (menutup) ongkos investasi awal dengan tingkat bunga tertentu a.

APPENDIX B TABEL PEMAJEMUKAN DISKRIT DAN PEMAJEMUKAN KONTINYU 105 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful