Bahan Ajar Ekotek

BAB I PENDAHULUAN

Analisia ekonomi teknik adalah beberapa metode yang digunakan untuk menganalisis alternatif-alternatif mana yang harus dipilih secara sistematis, sesuai dengan kondisikondisi tertentu. Pengertian-pengertian dasar ekonomi yang banyak di gunakan disini adalah aliran kas (cash flow), pengaruh waktu terhadap nilai uang (time value of money), ekuivalensi (equivalence), suku bunga majemuk, suku bunga nominal dan efektif. Pemahaman pengertian-pengertian tersebut sangat bermanfaat dalam mempelajari ekonomi teknik. Metode-metode yang banyak digunakan oleh para ahli teknik dapat di

kelompokkan sebagai berikut: nilai uang sekarang (present worth), biaya tahunan / periode (annual cost), suku bunga investasi (rate of return), pemanfaatan biaya (benefit cost ratio), penyusutan/penghapusan (depreciation), dan pajak pendapatan (income taxes). Jika inflasi diperhitungkan, maka analisis harus dilakukan dalam daya beli tetap (constant purchasing power). Penerapan teori keputusan (decision theory) dalam ekonomi teknik dewasa ini berkembang, yang tujuannya adalah untuk mendapatkan hasil analisis yang lebih akurat dengan resiko tertentu.

Aliran Kas (Cash Flow) Pada umumnya langkah pertama dalam menganalisis masalah ekonomi adalah membuat tabel aliran kas, sehingga dari tabel tersebut dapat di ketahui perkembangan uang sesuai dengan waktu. Contoh 1.1. Misal seseorang membeli mobil baru seharga Rp. 15.000.000,-. Biaya pengoperasian dan pemeliharaan pada akhir tahun pertama adalah Rp. 800.000,-, pada akhir tahun kedua Rp.900.000,-; pada akhir tahun ketiga Rp. 110.000,- dan pada akhir tahun keempat Rp.1.200.000,-. karena biaya pengoperasian dan pemeliharaan tiap tahun cenderung meningkat maka pemilik mobil tersebut ingin menjual mobilnya pada akhir tahun keempat seharga Rp. 6.000.000,-.

1

Dari data di atas dibuat tabel aliran kas sebagai berikut : Keterangan Permulaan thn pertama Akhir thn pertama Akhir thn kedua Akhir thn ketiga Akhir thn keempat Tahun 0 1 2 3 4 Aliran Kas - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. + Rp. 15.000.000,800.000,900.000,1.100.000,1.200.000,6.000.000,-

Secara grafik, tabel di atas dapat di gambarkan sebagai berikut :
6.000.000 15.000.000 800.000 900.000 1.100.000 1.200.000

0

1

2

3

4

Gambar 1.1. Diagram Contoh 1. Contoh 1.2 : Suatu perusahaan pada bulan Januari 2001 membeli mesin tik merek PALAPA seharga Rp. 500.000,- dengan garansi 2 tahun (oleh karena itu ongkos reparasi tahun 2001 dan 2002 tidak ada). Dalam tahun 2003 ada ongkos reperasi Rp. 86.000,dalam tahun 2004 sejumlah Rp. 130.000,- dan dalam tahun 2005 sejumlah Rp. 140.000,-. Pada tahun 2005, mesin tik tersebut di jual seharga Rp. 300.000,-. Tabel aliran kasnya sebagai berikut : Keterangan Mulai tahun Akhir tahun Tahun 2001 2001 2002 2003 2004 2005 Aliran Kas - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. 500.000,0,0,86.000,130.000,-

+ Rp. 160.000,-

2

Dianalogikan menjadi: Tahun 0 1 2 3 4 5 Aliran Kas - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. 500.000,0,0,86.000,130.000,-

+ Rp. 160.000,-

Konsep Nilai Uang Terhadap Waktu. Nilai uang Rp. 10.000,- sekarang lebih tinggi daripada nilai Rp. 10.000,- tahun depan, apalagi dalam periode atau jangka waktu yang lebih panjang. Untuk mempelajari nilai uang untuk masa yang panjang di perlukan pengertian suku bunga (interest rate). Misal seseorang meminjam modal Rp.100.000,-; dengan bunga Rp. 1.500,- tiap bulan. Bunga :
1500 = 0,015 = 1,5 % tiap bulan 100.000

Dalam satu tahun bunga tersebut adalah (1,5 %) x 12 = 18 %, dan di sebut suku bunga

nominal (sederhana). Tetapi dalam prakteknya orang tersebut dalam satu tahun
membayar suku bunga lebih tinggi, yang di sebut suku bunga majemuk (effective interest

rate), dengan perhitungan sebagai berikut :
Bulan
0 1 2

Modal yang dipinjam
100.000 100.000 + 0,015 (100.000) = 100.000 (1 + 0,015) = 101.500 100.000 (1 + 0,015) + 0,015 (100.000 (1 + 0,015)) = 100.000 (1 + 0,015)2 = 103.200 100.000 (1 + 0,015) + 0,015 (100.000 (1 + 0,015) ) = 100.000 (1 + 0,015)3 = 104.570
2 2

3

• • •
12

Jadi besar suku bunga yang dipinjam adalah

119.560 − 100.000 = 0,1956 100.000

= 100.000 (1 + 0,15)12 = 119.560

= 19,56%, yang

berarti lebih tinggi 1,56 % dari suku bunga nominal. Secara umum jika, jika i adalah suku

3

015 atau Rp.: i = (1 + 0. dan dalam setahun ada m periode (misal m tiap kuartal) maka jumlah uang di depositokan pada akhir tahun tersebut adalah : F = P (1 + r m ) m Setelah n tahun. 6 bulan. Tentukan bunga yang diperoleh orang tersebut setelah 3 bulan. 1.- Di samping kedua suku bunga tersebut.015)4 – 1 = 0.015 3 bulan 6 bulan 9 bulan 1 tahun : i = (1 + 0. di peroleh r 1 1 F = P ( 1 + ) r k n = P (1 + ) k r n k k 1 Dari kalkulus : Li P (1 + ) k r n = P e r n………………………… k K ∞ Dimana e r n adalah suku bunga majemuk kontinyu.: i = (1 + 0. 4 . 61. 46.bunga tiap periode (misalnya 1 bulan. Contoh 1.03 atau Rp. 15.000. 1 kuartal dan sebagainya) dan m menunjukkan jangka waktu modal tersebut didepositokan atau di investasikan maka : Suku bunga majemuk = (1 + i)m – 1 …………………………… Dalam ekonomi teknik. Misal seseorang mendepositokan uangnya sejumlah P.pada sebuah Bank yang membayar bunga 1½ % tiap 3 bulan. Penyelesaiannya : i = 1 ½ % = 0.000. jumlah deposito tersebut menjadi F = P (1 + Jika di ambil k = r mn ) m m . ada suku bunga lain yang sering digunakan yaitu suku bunga majemuk kontinyu (continuous campounding of interest).3 : Seseorang mendepositokan uangnya Rp.000. suku bunga tiap tahun r. 9 bulan dan 1 tahun. suku bunga majemuk lebih sering di pakai daripada suku bunga nominal.061 atau Rp.000.015)3 – 1 = 0. 30.015)1 – 1 = 0.015)2 – 1 = 0.000.: i = (1 + 0.046 atau Rp..000.

000 e 3 (0.4 : Misal seseorang mendepositokan uangnya Rp. 1.000 + 800 + 800 + 800 B .000.Rp.000.di suatu bank dengan suku bunga 9% pertahun untuk selama 3 tahun.Contoh 1.5 Ekuivalensi Dari pangalaman.10 (500. Maka jumlah depositonya pada akhir tahun ketiga adalah : F = 1.5 Jadi jumlah uangnya pada akhir tahun ketiga adalah Rp.10 (605.Rp.000 + 1.09) = 1. Tahun 0 (sekarang) : Ekuivalensi 500.100 + 1.000) = 665. 2.000 sekarang akan ekuivalen dengan Rp. 5. Contoh 1..964.000 500.800.6 : Misal ada 2 alternatif A dan B dengan tabel aliran kas sebagai berikut: Tahun 0 1 2 3 Alternatif A .100 + 1. nilai Rp. Contoh 1.000. 2.000 + 0.500 pada tiga tahun mendatang.000 550.309.10 (550.309.964.000) = 550.000 + 0. 500.000. uang Rp.000) = 605.. 500.100 5 . 1.000 605. 665.5 : Dengan suku bunga 10% / thn.000 tiga tahun mendatang. 5.sekarang akan ekuivalen dengan berapa untuk 3 tahun mendatang. Ekuivalen merupakan konsep yang sangat penting dalam analisis ekonomi teknik dan di gunakan antara lain untuk memilih alternatif yang terbaik diantara 2 alternatif atau lebih.000.000 sekarang berbeda dengan Rp.000 + 0.500 Akhir tahun pertama : kedua ketiga : : Jadi uang sejumlah Rp.

2004. 12 % tiap kuartal c). N.1 % tiap hari b). Hitung suku bunga nominal dan majemuk dalam setahun.Investasi B lebih besar dari A.N. 1995. Surabaya. Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making. 1990. Soal-soal : 1. Pujawan.N.1 %/hari secara kontinyu. Hitung suku bunga majemuk dalam setahun bila suku bunga adalah : a). 12 % tiap bulan 2. sehingga keuntungan atau penghematan tiap tahunnya lebih besar dari A. Ekonomi Teknik. tapi tidak dapat disimpulkan bahwa alternatif B lebih baik dari A. 3. Daftar Pustaka: Barish. untuk membandingkan kedua alternatif tersebut. 0. Mc Graw Hill Book Co. Suku bunga suatu bank adalah 2 % tiap bulan.. Surabaya 6 . Ekonomi Teknik. Hitung suku bunga majemuk dalam setahun jika diketahui suku bunga adalah : a). 0. 12 % tiap enam bulan b). Haryono. Edisi Pertama.Inc. Penerbit Guna Widya. dilakukan perhitungan ekivalensinya. New York. Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

yang nilai-nilainya telah ditabelkan.....BAB II EFFECTIVE INTEREST RATE Simbol-simbol : i = suku bunga tiap periode n = jangka waktu / umur teknis P = jumlah uang sekarang (present worth) F = jumlah uang mendatang (future worth) A = pembayaran seri merata(anuitas) G = pembayaran secara gradien Hubungan antara P... Faktor jumlah bergabung Misal sekarang ada uang sejumlah P dan diinvestasikan dengan suku bunga 1 tiap tahun. i% ...1 (F/P . F dan A sebagai fungsi dari i dan n adalah : A.2. 1.... n) = (1 + i)n disebut faktor jumlah bergabung. n)... Pembayaran Tunggal. 7 .... maka pada akhir tahun ke n menjadi P (1 + i)n atau nilai P akan ekuivalen dengan P (1 + i)n setelah n tahun.. yakni: F = P (1 + i)n = P (F/P .... i% . Diperoleh : Tahun Jumlah uang awal periode + Suku bunga akhir periode = Jumlah uang akhir tahun 0 1 2 3 • • • n P P P (1 + i) P (1 + i)2 • • • P (1 + i)n-1 + + + + Pi Pi (1 + i) Pi (1 + i)2 • • • Pi (1 + i)n-1 = = = = P P (1 + i) P (1 + i)2 P (1 + i)3 • • • P (1 + i)n = Jadi jika jumlah uang sekarang P.....

000 F = 1.akan ekuivalen dengan berapa dalam 3 tahun ? Penyelesaian : P = 1. Faktor jumlah sekarang (kebalikan dari rumus 2.1) Dari rumus 2.5584) = Rp.10 F = 1.n disebut faktor jumlah sekarang.791.331.i %. 1. 1.000. agar pada 1 Januari 2005 modal tersebut menjadi Rp.000. 2.10)3 = 1.Jadi nilai ekuivalennya adalah Rp.3310) = Rp.000. 1.000.000 (1 + 0.Secara Grafis : P = 1. Pembayaran Seri Merata 1.000(1.1 : P ekuivalen dengan F...000 (0.000.000.dengan bunga 6% pertahun? Penyelesaian : n = 10.1.Jadi modal yang harus diinvestasikan adalah Rp. 6 %.331.- B. 1.000 (F/P. i = 0.000 .000. Contoh 2.000.000.n) ………………………2.i %. 1. 3) = 1.n = F (P/F.791.791.1: Dengan bunga 10 % pertahun. P = F (1 +i). 1. F = Rp.P = F (P/F.331. 10 %.000.2 : Beberapa modal yang harus diinvestasikan pada 1 Januari 1995.000.000 0 1 2 3 n Gambar 2.000. uang Rp.Contoh 2.000. 1.000.2 (P/F. Faktor terpendam (sinking fund factor) Tinjau situasi berikut: 8 .000. n) = (1 + i). 10) = 1.

i %.Modal sejumlah A diinvestasikan pada tiap akhir tahun selama n tahun (lihat Gambar 2. + (1 + i )n – 1 Ruas kiri dan kanan dikalikan (1 + i ).2) : F A A A A A 0 1 2 3 n-1 n Gambar 2..n) ………………………2.n) = i disebut faktor terpendam (1 + i ) n − 1 9 . diperoleh (1 + i ) F = A (1 + i ) + (1 + i )2 + (1 + i )3 ………… + (1 + i )n = A∑ (1 + i ) t t =1 n Kurangkan dengan persamaan mula-mula diperoleh : i F = A (1 + i)n – 1 A=F i (1 + i ) n − 1 = F(A/F.i %.3 F(A/F.2 : Pembayaran merata A ekuivalen dengan F Tahun Investasi Nilai investasi pada tahun ke n 1 2 3 • • • n A A A • • • A A (1 + i)n-1 A (1 + i)n-2 A (1 + i)n-3 • • • A F = A 1 + (1 + i ) + (1 + i )2 + (1 + i )3 + ………….

3 : P ekuivalen dengan A Contoh 2. i %. i %.000.200.000 Jadi ia harus mendepositokan sebesar Rp.000. 10.3 : Misal seseorang ingin mendepositokan uangnya setiap 3 bulan. sehingga pada akhir tahun ke 10 ia memiliki uang Rp.000.i %. 10 ..000. n) = i (1 + i ) n disebut faktor pengembalian modal (1 + i ) n − 1 Secara Grafis : P A A A A 0 1 2 3 n Gambar 2.40) = 184.1 dan 2. Jika bunga 1 % maka hitung besar angsuran tersebut. Pemyelesaian : F = Rp. 184. n = 40. Faktor Pengembalian Modal (Capital recovery factor) Dari rumus 2..000.4 (A/P.dan sisanya diangsur selama 48 bulan dengan angsuran sama.dengan uang muka Rp.000 tiap 3 bulan. 10. 6. i = 1½ % A = F(A/F. 1 ½ .000. n) = 10.240.suku bunga tiap tahun adalah 6 %.Contoh 2.3 diperoleh : A=F i (1 + i ) n i i n = P (1 + i) = P (1 + i ) n − 1 (1 + i ) n − 1 (1 + i ) n − 1 Atau A = P (A/P. 1. n) ………………………………2.4: Misal seseorang ingin membeli sepeda motor seharga Rp. 2.000 (A/F.000 .. berapa yang harus ia depositokan tiap 3 bulan.

Berapakah uang yang dimilikinya pada akhir tahun ke 5.000 = 4.5: Seseorang mendepositokan uangnya tiap akhir tahun sebesar Rp.5 (F/A.. i %.- 4. 6 %.000. i %. Penyelesaian : i = 0. i %.000 (F/A.960. 48 ) = 4.000 F = A(F/A. n) i F = A (F/A.2. n) disebut faktor jumlah sekarang Contoh 2. Faktor jumlah sekarang (untuk pembayaran seri merata). Dari rumus 1. A = Rp.200 (5. Faktor jumlah bergabung Dari rumus 2. n) disebut faktor jumlah bergabung (untuk pembanyaran seri merata) Contoh 2.240.700. 100. n) = 4.4. 130.2. i %.450 3.0263) = Rp.179. 563. 5) = Rp. i = 1 % / bulan A = P (A/P.06. n = 7 .960.Penyelesaian: P = 6.200.200 P = A (P/A. 6 %. 130.000. i %.000 (0. n) = 100. 7) = 179. 1. diperoleh P=A (1 + i ) n − 1 = A (P/A.450 Jadi besar angsuran tiap bulan adalah Rp.000 (A/P. i %.000 N = 48 bulan.selama 7 tahun dengan suku bunga 6 % tiap tahun.960.200.6 i (i + 1) (P/A. diperoleh A=F i (1 + i ) n − 1 F=A (1 + i ) n − 1 = A (F/A.dengan suku bunga 6% / tahun .000. Penyelesaian : A = Rp.6: Berapa yang harus didepositokaan 1 Januari 2000. i %.11 . i %. 179.000 – 1..3. n) …………………….582) = Rp. agar tiap tahun dapat diambil Rp. 100. n) ……………………………………….

-.000. 200. Grafik Gradien Diperoleh : F=G = = F = (1 + i ) n −1 − 1 (1 + i ) n − 2 − 1 (1 + i ) 2 − 1 (1 + i ) − 1 + + .-.C.000. gaji karyawan. 6.umur teknis 6 tahun dan nilai akhir (salvage value) nol. biaya energi dan sebagainya) ditaksir pada tahun pertama Rp.1. pada tahun ketiga Rp.000..900.000.. Jadi sebagai gradien (G) adalah Rp. 1..4....000. Misal sebuah mesin dalam kondisi baru berharga Rp.Secara umum: P (n-1)G 2G 1G 0G 3G 0 1 2 3 4 n Gambar 2. pada tahun kedua Rp.500. Pembayaran Seri Tidak Merata Contoh masalah : Biaya pemeliharaan suatu mesin selalu bertambah sesuai dengan umur mesin tersebut.000.-.000. demikian seterusnya naik Rp. + (1+i)2 + (1+i) + 1i i G (1 + i ) n − 1 nG − i i i (1 + i ) n − 1 i nG i − n i (1 + i ) − 1 i (1 + i ) n − 1 Jadi : A= G i = G nG i − i i (1 + i ) n − 1 12 . 1. Biaya pengoperasian dan pemeliharaan (antara lain pajak. asuransi..200.700..tiap tahun. + + i i i i G (1+i)n – 1 + (1+i)n – 2 + ….(n-1) i G nG (1+i)n – 1 + (1+i)n – 2 + …. + (1+i)2 + (1+i) .

1. Contoh 2.200. dan naik tiap tahun Rp. 8) + 35. (2). 8) = 155. n) = (A/G.000 155. n) disebut faktor konversi gradien untuk pembayaran seri merata.000 0 1 2 3 8 P = 155. i %.155. n) (P/A. n) (P/G. i %.000. Berapakah uang yang harus disediakan sekarang untuk pengoperasian dan pemeliharaan selama 8 tahun jika suku bunga 6% tiap tahun. n) (A/G. i %. i %.657.000 (P/G.000 (6.657.000 (19. n) disebut faktor konversi gradien untuk nilai uang sekarang.842) = Rp. 35.200.. Faktor konversi gradien untuk nilai uang sekarang Dengan penalaran yang sama maka diperoleh : P = G (P/G.Jadi jumlah uang yang diperlukan sekarang adalah Rp. Faktor konversi gradien untuk pembayaran seri merata. i %. 1.000 190.000 (P/A.(1).000 225. 6 %.-. Hasil diatas sebagai : A= G nG i 1 n i − =G − n i i (1 + i ) − 1 i i (1 + i ) n − 1 A = G(A/G.210) + 35.7 : Biaya pengoperasian dan pemeliharaan suatu mesin pada akhir tahun pertama adalah Rp. Penyelesaian: P 400. i %. 6 %.000.- 13 .untuk selama 7 tahun.

6139) = 736.500. 15) = 1.200. 20) = 1.200. Rp.1.000. F4 = 1.000 pada tahun ke 15 dan Rp. n2 = 10.200.1.000 (0. 2.000 1.200.000 1.000 (0.4810) = 572.300 ( perbedaan kecil timbul. Contoh 2. 5 %.700 P3 = F3 (P/F.200. 1.200.000. 5 %. 10) = 1. 1.200.200 P2 = F2 (P/F.000 0 5 10 15 20 n1 = 5.000 1.200.000. i = 0.200.Contoh 2. 5 %.000.000 pada tahun ke 5. 14 .200. n4 = 20.462) P = Rp. semua dengan suku bunga sama yaitu 8 %. 2 tahun kemudian Rp. 2.300 Jadi modal yang harus diinvestasikan adalah: P = P1 + P2 + P3 + P4 = Rp.200.200. 2.18097) (12.000 pada tahun ke 10.000. agar dapat disediakan Rp.000.7835) = 940.9 : Seseorang mendepositokan uangnya sekarang Rp.200. 5 %.200.000 (0.706. 20) = 1.400 Cara langsung.000 . 1. 1. 5%.3769) = 452.05 P1 = F1 (P/F. Rp. 5 %. Berapakah jumlah total uangnya pada tahun ke 10.200.200.000 pada tahun ke 20? Penyelesaian : P 1.706.8: Berapa modal yang diinvestasikan sekarang dengan suku bunga 5%. F2 = 1. sebab adanya pembulatan).000 F3 = 1. dan 4 tahun kemudian Rp. 5) = 1.200 P4 = F4 (P/F.200. n3 = 15.000 (0. F1 = 1. 5) (P/A.000 (0.000. karena F1 = F2 = F3 = F4 : P = F (A/F.

8 %. i %. 8) + P3 (P/F.500. 12 %.000.1 %.8509) + 1.1589) + 1. Contoh 2.- Contoh 2. F = F1 + F2 + F3 = P1 (P/F..11) = 0.000.000 (1.000. 50.000.1400 − 0.000 tiap tahun untuk selama 15 tahun.11 + 0. Pinjaman tersebut harus diangsur tiap 6 bulan selama 30 tahun dengan jumlah angsuran 15 . 6) = 2.000 diharapkan menghasilkan penerimaan Rp.111 0.000 A = P(A/P.13907 i = 12 % Î (A/P.000.000.15) = = 0. 15) Î 7.000.dengan suku bunga 7%/tahun.681.000 P Cara coba-coba (trial and error): Untuk i = 11 % Î (A/P.000 (2.5869) = 8. 15) = 0.12 − 0. Dalam artikel keuangan disebut figure of menit (measure of worth). 11 %.000 P2 = 1.P1 = 2. n3 = 6.000.000 F 0 2 4 8 Dari gambar terlihat n1= 10.000. 8.000. 7. A = 7.000.000 (1. i %. P = 50. 8 %. n2 = 8. (catatan : suku bunga yang diperoleh disebut interval rate of return (IRR).13907 Jadi i kira-kira 11.681. 100.13907 (0.000 P3 = 1.000 A = ( A / P.14862 − 0.10 : Suatu investasi Rp.1400 50.000 Jadi jumlah total uangnya pada akhir tahun ke 10 adalah Rp.000.11: Seseorang meminjam uang dari bank Rp. profitability index (PI).000. 15) = 0.000.500.14682 i = 0. Berapa kira-kira i (suku bunga) dari invetasi tersebut ? Penyelesaian : n = 15. 10) + P2 (P/F. 8 %.

612. 1.000. 5 ½.388.000 .000. 60) = 4.009.000 Contoh 2.12 : Berapa jumlah uang yang harus didepositokan pada tanggal 1 Januari 1997 sampai 1 Juli 2005 agar tiap 6 bulan dapat diambil Rp.690 Jadi harus didepositokan Rp. n) = 100.538) = 7.200 = Rp. 3 ½ %.538. jika suku bunga 11% / tahun.000 (A/P. i %.000 Pokok yang belum di bayar P1 = 4. P = 100.Rp.000 P1 A A A A A 0 1 2 3 20 60 A = P (A/P. mulai 1 Januari 2006.009.000. Berapa pokok dari uang tersebut yang telah di bayarkan pada akhir tahun ke 10 (tepat setelah angsuran ke 20 dibayar). 85. 40) = 85. 8) = 7. 16 .200 Jadi pokok yang telah dibayar = Rp.612. 8) = 7. 10) = 1.000 (7.000.538. 3 ½ %. 255.000.03392) = 255.000 (0.000 A1 = jumlah uang yang didepositokan P18 = A (P/A.690 tiap 6 bulan mulai 1 Januari 1997 sampai 1 Juli 2005. Penyelesaian : A1 A1 A1 A A A 0 1 2 18 19 20 28 A = 1.000 (A/F.000 (P/A. 14.000 selama 5 tahun.000. 5 ½ .538. 5 1/2 .yang sama. 100.000 P18 = menjadi F untuk A1 A1 = F18 (A/F.

000. Penyelesaian : P (biaya awal) Tahun (1 – 14) Nilai akhir (tahun ke 15) Beli Rp.000 0 1 2 3 15 Untuk menghitung rate of return.000 (P/A.000 + 5.01) = 7.69% 4.000 i = 7% + 4. 14) + 100.000.000 (P/F.000. 5.75.260. 15) = 4. 14) + 100.000. 5.000.000.000 tiap awal tahun.75.000 (P/A.000 Grafik beli sewa : 75.000.000 − 0 (0.000 Rp.000 17 . Harga jual tanah tersebut ditaksir Rp. 100.965.000 Rp.000 (P/A.000.000 5.000 i = 8 % : .000 (P/F. 14) + 100. digunakan rumusan sebagai berikut untuk lebih mendalam lihat rumus Bab 5 : Nilai bersih sekarang (net present worth = NPW = 0) 0 = .000.000 + 2. Hitung suku bunga (rate of return) antara selisih antara kedua alternatif tersebut.000 (P/F. 7%. 80.75.000.000. 8%. i %.000.000.000.000.000 5.000.000. 8%.000 5.000. 7 %.000. 80.000 pada tahun ke 15.000 Sewa Rp. 5.000.000. 100.260.13 : Untuk memperluas usahanya sebuah perusahaan ingin membeli sebidang tanah atau menyewanya selama 15 tahun. Jika disewa ongkosnya Rp.000 5.000. 15) Dengan cara coba-coba : i = 7 % : . Jika dibeli. i %.965. 15)= -2.-.000.Contoh 2.000 100.000 + 5. harganya Rp.965.000 + 5.

67% 545.000 100. 150. 0 = .000.7%.000 ( A / P.791) − 50.000 (6. Contoh 2.5) = 0 Dengan cara coba-coba : i = 10% ______ 595.000 ( A / F .000 ( A / P. 595.000 (A/F.000 + 200.000 P1 P11 = 250.000 (3.000 (A/P.000 − 250.000 − 250.000.000 50.000 + 95.862) = −9. 15) Dengan cara coba-coba : i = 7% : −75.000 Rp.650 i = 12% ______ 595.000 150.000 (6.605) − 50.000 Rp.5) − 50.600 18 .000 250.400 − 0 (0. 100. 250.15) = 545. 200.000.400 + 263.14 :Hitung rate of return investasi yang ditabelkan sebagai berikut: Tahun 0 1 2 3 4 5 Aliran Kas – Rp. i %.000 150.400 i = 7% + 545.000 + 95.000.7%.75.000 100.000 ( P /.000.000 ( P / G .15)) + 5.7%.000 200.000. i %. i %.Cara lain : Nilai bersih pembayaran merata (net annual cost atau net equivalent uniform annual cost = NEUAC) = 0.000.15) + 5.000 Grafiknya : 595.000 Rp.000 (3.000 Rp.000.000.400 Catatan : Untuk mengetahui interprestasi hasil ini lihat Bab 5.01) = 7.397) = −13.000 0 Nilai biaya sekarang – Nilai penerimaan (keuntungan) sekarang = 0 yaitu P – P1 + P11 = 0 atau : 595.000 + 95.8%.000 50.15) = −263. 15) + 5.000 ( A / F . 50.000 250.000 − 250.000 Rp.400 i = 8% : −75.

15%.000 ( A / G.000 untuk selama 8 tahun. Modal awal Rp.000.650 − 0 = 10.0456) + 400. Berapa harga jual tanah tersebut 10 tahun mendatang jika investasi tersebut menghasilkan suku bunga (pertumbuhan) 15 % sebelum pajak.781.000.15 : Seseorang investor ingin membeli sebidang tanah seharga Rp. 500. A = 400. G = 40.Jadi i = 10% + 2% 9.10)( F / A.10) + 40. Modal awal Rp.000 pada tahun-tahun berikutnya.000 Jadi 10 tahun mendatang investasi tersebut akan menghasilkan Rp.000 F 480.000.000 440.000 20.650 Contoh 2.000. b.000.83% 13.- 0 Soal-soal : 1. tanah tersebut dapat dijual 10 tahun lagi dengan harga yang menguntungkan.000.000 dan tiap tahun menghasilakn Rp.000.600 + 9.000 dan tiap tahun menghasilkan Rp.000 400. 600.781. 19 . Jika tanah tersebut dibeli tahun pertama.15%. 91.304) + 40.000 (20. 20.15%.000.000 (3. Penyelesaian : P = 20. 40.304) = 91.10) + ( F / A. Menurut staf ahli investor tersebut.000.000 10 2 3 4 1 F = 20.000 520.000. Dengan menggunakan tabel suku bunga dan interpolasi.000 ( F /.000. dan ditaksir pajak tersebut akan naik Rp. 5. tentukan nilai pendekatan suku bunga dari investasi berikut: a. 3.000 (4.3)(20.10) = 20.000 untuk selama 20 tahun.

000 pada 12 tahun mendatang.i nominal = 1300%.31 %.000 dan harus dikembalikan Rp.480 . (besar angsuran sama).000 tiap tahun untuk selama 15 tahun dan nilai akhir peralatan tersebut pada akhir tahun 15 adalah Rp.000. 250. 50.000. 4.000 (bantuan mulai diberikan pada akhir tiga bulan pertama umur 65 tahun). 20 . 50. Modal awal untuk suatu peralatan Rp.000 dan menghasilkan penghematan Rp. 3.i majemuk = 109475. d).i = 10. hitung pertanyaan-prtanyaan berikut : a). c). d) Rp. jika orang yang akan dibantu tersebut sekarang berusia 25 tahun. 770.000 akan ekuivalen dengan berapa 40 tahun mendatang. a). 50. Jawaban : a).88 %. Untuk itu yayasan mendepositokan uangnya di suatu bank dengan suku bunga 8% tiap tahun.000 akan menghasilkan pendapatan berapa setiap tahun untuk selama-lamanya (anggap n Î ∞ ). i = 6. berapa besar angsuran yang harus dibayarkan tiap tahun untuk selama 20 tahun.Rp. akan ekuivalen dengan barapa sekarang. Sebuah yayasan sosial ingin mengembangkan dana sosial untuk membantu manula yang berusia antara 65 sampai 90 tahun.500. Deposito berakhir apabila orang tersebut telah mencapai usia 65 tahun.000. b).000. 8.i = 25 %. 40.200 .100.6 %) 2. 753. Dengansuku bunga 11 % tiap tahun. Hitung : a). c).i = 15.143. Bantuan tersebut diberikan tiap 3 bulan sebesar Rp.000 Jawaban : a). Seseorang meminjam uang dari suatu Bank pasar Rp.c).000. pinjaman sebesar Rp.000 4.000. 1. 1. uang sejumlah Rp.000. Berapa yang harus didepositokan tiap 3 bulan.c.000 . c). 10.44 %. Investasi sebesar Rp. b). suku bunga bank tersebut b). 15. suku bunga majemuk bank tersebut tiap tahun. b). b) Rp. Jawaban : a) Rp. 6.000 dalam 1 minggu. suku bunga nominal bank tersebut tiap tahun. c). Uang sejumlah Rp.

Ekonomi Teknik. Engineering Economics for Capital Invesment Analysis.N. Tung and Thomas P. 9. 1992. Edisi Pertama. Jawaban : a) Rp. Second Edition.Inc. Daftar Pustaka: Au.460 . Prentice Hall International Inc. Pujawan.N. N.b).Au. jika orang yang akan dibantu tersebut sekarang berusia 40 tahun. New York. 1995. New Jersey. Barish. 2004. 34. Mc Graw Hill Book Co. Berapa yang harus didepositokan tiap 3 bual. Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making.. Penerbit Guna Widya. b) Rp. Surabaya 21 .480.

Fixed Input : Modal atau sumber-sumber daya tetap. Pada umumnya masalah analisa ekonomi dapat dikategorikan salah satu dari berikut : 1. EUAC atau EUAB biasanya digunakan untuk menentukan pilihan antara 2 alternatif atau lebih. sebagai criteria penggunaan EUAC atau EUAB untuk pemilihan dua alternatif atau lebih sebagai berikut : Kategori Kriteria (annual cost criterion) Fixed input Fixed output Neither input or output fixed Maksimalkan EUAB Minimalkan EUAC Maksimalkan [EUAB – EUAC] 22 . Dalam situasi tertentu. Berdasarkan kategori diatas. 10.000 K untuk perawatan mesin-mesin. Misal Seseorang manajer teknik mempunyai budget Rp. Perhitungan-perhitungan suku bunga majemuk tersebut merupakan bagian yang penting dalam melakukan anlisa ekonomi. Jika perhitungan berkaitan dengan cost disebut equivalent uniform annual cost (EUAC) dan jika dengan benefit disebut equivalent uniform annual benefit (EUAB). 3. pembayaran merata dan gradien ke-ekuivalen-nya pada saat yang lain. kita sering berhadapan pada sejumlah alternatif dan kita harus memilih salah satunya yang paling ekonomis. Fixed Output : Sasaran yang hendak dicapai tetap. 2. Dalam ekonomi teknik. Dalam bab ini akan dibahas suatu metode yang berkaitan dengan mengkonvensasikan semua aliran kas ke jumlah biaya tahunan yang ekuivalen.BAB III EQUIVALENT UNIFORM ANNUAL COST Metode-metode yang telah dibahas pada Bab II menunjukkan cara-cara untuk mengkonvirmasikan sejumlah uang. Neither Input or Output Fixed : Modal maupun sasaran tidak pasti/tidak tetap. Misal seorang kontraktor telah menekan kontrak dengan biaya tetap untuk memperbaiki sebuah pabrik. Misal sebuah perusahaan melakukan pekerjaan diluar kemampuannya. sehingga diperlukan biaya-biaya tambahan (antara lain waktu lembur) Supaya dapat dicapai standar yang telah disepakati.

200. pajak.000 K (0.8%.700 CR = 10. n) atau atau CR = ( P − F )( A / P.200 23 .15) = 10.3. i %.149. n) − S ( A / F . 1.8%.649.1705) Biaya pengoperasian dan pemeliharaan /tahun EUAC (A) Alternatif B : = = 1.8%. Contoh 3.000 15 tahun 5 tahun Biaya pengoperasian dan pemeliharaan telah termasuk asuransi.200 200.000 + = Rp.1 : Tinjau 2 alternatif investasi berikut Alternatif A Biaya awal Biaya pengoperasian dan Pemeliharaan tiap tahun Nilai akhir Umur teknis Rp.5) − 600 K ( A / F . 10.8%. tentukan alternatif mana yang dipilih. dan sebagainya.000 Rp.000.700 500. 5. 1.000 Rp. 500.000.Jika nilai akhir tidak sama dengan nol maka disebut Capital recovery cost (CR) yang diberikan oleh : CR = P ( A / P. i %..15) − 1000 K ( A / F .000 600. 1.131.000 K (0.2505) − 600 K (0.000 Alternatif B Rp.1168) − 1. n) dimana S = nilai akhir.5) = 5000 K (0. Penyelesaian : Perbandingan biaya yang ekuvalen yang dikeluarkan tiap tahun adalah sebagai berikut : Alternatif A CR = 5000 K ( A / P. i %. listrik.000 + = Rp.000 K ( A / P. n) + Fi ………………………….000. Dengan menggunakan suku bunga i = 8%.331.000 Rp.0368) Biaya pengoperasian dan pemeliharaan /tahun EUAC (B) = = 1. i %. Rp.1 CR = Pi + ( P − F )( A / F .

700 0 1 2 3 4 5 Alternatif B dapat dibuat dengan cara yang sama dengan diatas.000.649.Dari hasil perhitungan diatas dipilih alternatif B.700 0 1 2 3 4 5 1.700 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 1.649.000 600.000.000 5. sebab biaya yang dikeluarkan tiap tahun lebih kecil dari pada alternatif A.000 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Grafik ekuivalensinya: 1.000.649. 24 .000 600.000 5. Interpretasi : untuk alternatif A grafik yang bersesuaian sebagai berikut : 5.

000/tahun .000 .000/tahun .500.000 + 600.000.000.000/tahun + 300.200.700.000/tahun + 4.000.500.000 + 400.000 .000/tahun .200.000/tahun . yang berarti analisisnya cukup ruwet untuk dilakukan (cara mengatasinya lihat Grant.5. Jika umur teknis masingmasing alternatif adalah 13 dan 20 tahun. Kalau akhir pada tabel menunjukkan bahwa ekstra pengeluaran sebesar Rp.5.000 + 8.000.200.20. Karena 15 habis bibagi dengan 5 maka analisis dan aliran kasnya dapat dilakukan secara sederhana.Tabel aliran Kasnya : Tahun Alternatif A Alternatif B B–A 0 1–4 5 6-9 10 11-14 15 -5.200.000 -500.000.000 + 1.000 Jika alternatif A dan B dibandingkan untuk periode 15 tahun.700.200.000 -500. maka sebagai periode adalah 260 tahun.000 .000. beberapa asumsi mengenai akhir tahun kelima dan kesepuluh untuk alternatif A harus diberikan antara lain diasumsikan bahwa pada akhir tahun ke 5 dan 10.000 + 300.200. dalam hal ini alternatif B lebih ekonomis.12.000/tahun + 300.000 -500. dengan 5 siklus untuk alternatif pertama dan 4 siklus untuk alternatif yang kedua.000 .000.000/tahun .500. Eugene L Bab 20).400.000 + 600. biaya awal untuk alternatif A diulang kembali (lihat gambar dan tabel diatas).000 .000. 8.000 . Dalam perbandingan 2 alternatif yang mempunyai umur teknis misal 12 tahun dan 15 tahun maka sebagai periode analisis adalah kelipatan persekutuan terkecil dari 12 dan 15 yaitu 60 tahun.000 + 300. Membandingkan alternatif-alternatif yang mempunyai usia pakai abadi Dalam pratek mungkin umur teknis suatu proyek (misalnya bangunan dam) dapat mencapai umur 60 tahun atau 100 tahun.000 .000 -10. Alternatif yang mempunyai umur teknis yang cukup lama tersebut dapat dianalisis dengan menganggap umur teknis n menuju ∞ dan nilai akhir atau S dianggap 0. 25 .000 . 5.000 + 600.000.000 .000 +300.000/tahun + 300.700.5.000 akan menghasilkan Rp.

Jadi diperoleh :

CR = ( P − F )( A / P, i%, n) + Fi CR = P( A / P, i%, n)
CR = Pi

bila F ≠ 0 bila F = 0 bila n Î ∞

Contoh 3.2: Bandingkan EUAC secara abadi untuk 2 alternatif proyek pemerintah berikut dengan menggunakan suku bunga 9%. Alternatif pertama memepunyai biaya awal investasi Rp.150.000.000, yang terdiri atas Rp. 75.000.000 untuk pembelian tanah (diasumsikan abadi ) dan Rp. 75.000.000 untuk bangunan yang memerlukan rehabilitasi tanpa nilai akhir dan ditaksir biaya pembaharuan bangunan tersebut Rp. 75.000.000 untuk tiap 30 tahun. Biaya pemeliharaan tiap tahun selama 10 tahun petama adalah Rp. 10.000.000 dan untuk tahun-tahun – tahun berikutnya Rp. 7.000.000 tiap tahun. Alternatif kedua mempunyai biaya awal investasi Rp. 250.000.000, yang terdiri atas Rp. 100.000.000 untuk pembelian tanah dan Rp. 150.000.000 untuk bangunan yang memerlukan rehabilitasi tiap 50 tahun dengan nilai akhir Rp. 30.000.000. Andaikan bahwa penerimaan bersih untuk tiap-tiap pembaharuan adalah Rp. 120.000.000. Biaya pemeliharaan tiap tahun Rp. 4.000.000.

Penyelesaiannya : Diagram untuk alternatif I.
75.000.000 10.000.000 75.000.000 7.000.000

0

1

10 11

30

60

EUAC (I) = 75.000.000(0,09) + 75.000.000( A / P,9%,30) + 7.000.000 + 3.000.000 (P/A, 9 %, 10) (0,09) = Rp. 22.784.000

26

Diagram untuk alternatif II.
120.000.000 150.000.000 100.000.000 4.000.000 (abadi) 120.000.000 120.000.000

0

1

50
30.000.000

100

150

EUAC (II)

= (150.000.000 – 30.000.000) (A/F, 9 %, 50) + 30.000.000 (0,09) + 100.000.000 (0,09) + 4.000.000 = Rp. 26.648.000

Jadi pilih alternatif I, karena biaya tahunannya lebih murah.

Contoh 3.3 : Sebuah universitas ingin membangun instalasi penjernihan air bersih sendiri dengan menggunakan sumber air sejauh kira-kira 3 mil dari universitas tersebut. Untuk penyaluran air bersih tersebut, di pertimbangkan dua jenis pipa yang mana akan di pilih salah satunya, dengan data sebagai berikut : Pipa A Biaya awal Umur teknis peralatan Biaya awal peralatan Umur teknis peralatan Rp. 120.000.000 60 tahun Rp. 15.000.000 20 tahun Pipa B Rp. 80.000.000 30 tahun Rp. 20.000.000 20 tahun Rp. 4.000.000

Biaya energy untuk pompa pertahun Rp. 3.000.000 Pertambahan biaya energy Untuk pompa tiap tahun Rp. 60.000

Rp.

80.000

Dengan menggunakan periode 60 tahun, bandingkan EUAC (A) dengan EUAC (B) dengan menggunakan suku bunga 6 % (suku bunga kecil sebab investasi tas merupakan organisasi sosial). Andaikan nilai akhir untuk pipa dan peralatannya adalah nol dan andaikan biaya peremajaan selama periode 60 tahun sama besarnya dengan biaya awal.

27

Penyelesaian : Diagram untuk EUAC (A) :
15.000.000 15.000.000 120.000.000 15.000.000 3.000.000 60.000

0

1

20

40

60

EUAC (A) = 120.000.000 (A/P, 6 %, 60) + 15.000.000 (A/P, 6 %, 20) + 3.000.000 + 60.000 (A/G, 6 %, 60) = Rp. 12.621.000 Diagram untuk EUAC (B) :
80.000.000 20.000.000 80.000.000 20.000.000 4.000.000 20.000.000 80.000

0

1

20

30

40

60

EUAC (B) = 80.000.000 (A/P, 6%, 30) + 20.000.000 (A/P, 6%, 20) + 4.000.000 + 80.000 (A/G, 6%, 60) = Rp. 12.739.000 Berdasarkan perhitungan diatas pilih alternatif A

Contoh 3.4: 2 Jenis heat exchanger ingin dibandingkan biaya pemakaiannya dalam industri kimia tertentu. Jenis Y harganya Rp. 8.400.000 dengan umur teknis 6 tahun dan nilai akhir nol serta biaya pengoperasiannya tiap tahun Rp. 1.700.000. jenis Z harganya Rp. 10.000.000 dengan umur teknis 9 tahun, niali akhir serta biaya pengoperasiannya tiap tahun Rp.1.500.000 K. jika jenis Z dipilih, maka ada pajak ekstra yang di taksir Rp. 200.000 tiap tahun. Bandingkan EUAC kedua jenis heat exchanger tersebut dengan i setelah pajak 16%.

28

000 0 1 6 7 12 13 18 EUAC (Y) = 8. 16 %.000 = Rp. 18) + 8. 18) + 1.000 8.800.000 Matematika 1.000 0 1 2 3 4 5 6 EUAC (Y) = 8. 16 %.400.000 1.700.000 (A/P.000 = Rp.400. 16 %. 4.400. 18) + 8.000 Diagram untuk EUAC (Z) : 10.400.000 (P/F. 12) (A/P.000 1.000 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 EUAC (Z) = 10.980. Cara lain adalah dengan cara eksplisit yaitu dengan menggunakan kelipatan persekutuan terkecil dari 6 dan 9 sebagai perbandingan. Caranya sebagai berikut: EUAC (Y): 8.000 8.044.400. 16 %.400.700.000 (A/P.400.000 29 .000 1.980. 16 %. 16 %.700.700.400. 16 %. 6) + 1.700.700.000 1. 3.000 = Rp.000 Perhitungan diatas disebut perhitungan secara implisit. 3. 6) (A/P. 9) + 1.000 (P/F.000 (A/P.700.800.Penyelesaian : Diagram untuk EUAC (Y) : 8.700.

Harga unit Y Rp.000.000. 4.000 1.EUAC (Z): 10. 18) + 1. dengan masing-masing biaya sebagai berikut: Proposal I Pengembangan tanah (abadi) Bangunan Fasilitas rekreasi Biaya pemeliharaan tiap tahun Rp.000 Rp.000. 175.000 Rp. 2. 16 %.000.000 0 1 9 10 18 EUAC (Z) = (10. Harga unit X Rp.000 + 10.030. tahun kedua Rp. Suatu pengujian secara otomatis dapat dilakukan dengan menggunakan unit X atau unit Y.700. 65. sedangkan fasilitas rekreasi harus diremajakan tiap 10 tahun dengan biaya Rp.000 Soal-soal: 1. 9.700.000 Rp. 65. 30 .000. 650. Team perencanaan sebuah kota mempertimbangkan untuk mengembangkan pusat rekreasi.000 dan nilai akhir Rp.000 tiap tahun.000 dan selanjutnya naik sebesar Rp.800.000. Biaya pengoperasian pada tahun pertama ditaksir Rp.000. 125.000 Proposal I.000.000. 4. Umur teknis kedua unit tersebut masing-masing ditaksir 10 tahun.000. 200.000. 30.800 .044 .000 Rp. 7.000.000. Dua proposal diusulkan. 9.000. 9)) (A/P. 16. 15.000.800.000. 16 %.000 Proposal II Rp. 12.000 Rp. tahun kedua sebesar Rp.800.00 . 665. 240.000. 250.000.000. 3.000 (P/F.50.000.000 1. bangunan tiap 15 tahun harus dilakukan peremajaan dengan biaya Rp.000 dan nilai akhir Rp. Jika unit Y dipilih ada pajak ekstra pada tahun pertama sebesar Rp.700.000.000 = Rp.000 Rp.000 10. Biaya pengoperasian tiap tahun ditaksir Rp.000 dan selanjutnya tiap tahun naik Rp. tentukan unit mana yang saudara rekomendasi untuk dipilih? 2. 100.000. Dengan i = 20 % setelah pajak.

. Mc Graw Hill Book Co. dengan asumsi bahwa perbaikan-perbaikan yang dilakukan membuat bangunan dan fasilitas rekreasi baru seperti semula. Daftar Pustaka: Blank. Leland and Anthony T.G. Principles of Engineering Economy. 1982. and Richard S. H. Engineering Economy. and GJ. Seventh Edition..Proposal II. Eugene L. New Delhi. Thuesen. Fifth Edition. Gant. bangunan dan fasilitas rekreasi masing-masing harus dilakukan peremajaan dengan biaya seperti pembangunan semula. Singapore. 1981.. i = 9%. W. Leavenworth. Thuesen. 1985. Fabriky. Singapore.Inc. WJ. Bandingkan EUAC kedua proposal tersebut secara abadi. Prentice Hall of India Private Limited.. Engineering Economy. Grant Ireson. 31 . John Wiley and Sons. Second Edition.

Untuk hal demikian. diperoleh: 32 . Seperti keuntungan masa depan dalam menanamkan modal di industri perminyakan. dengan demikian baru dapat dibandingkan (lihat diagram). (Dalam perhitungan EUAC di Bab 2 tidak perlu mempunyai periode yang sama).BAB IV PRESENT WORTH Perhitungan disini bertujuan untuk mengkonvirmasikan semua aliran kas ke jumlah ekuivalen pada t = 0 (waktu sekarang). Dalam pemakaian perhitungan present worth (PW) untuk membandingkan 2 alternatif (atau lebih) harus digunakan periode yang sama. Jika digunakan PW maka sebagai periode digunakan kelipatan persekutuan terkecil (KPT) dari 6 dan 12 yaitu 12 tahun. Tetapi jika misalnya suatu alat X mempunyai umur teknis 11 tahun dan alat Y mempunyai umur teknis 13 tahun analisis dengan PW cukup ruwet untuk dilakukan. sehingga dalam analisis mesin A harus diganti dengan mesin yang identik (harganya sama) pada akhir tahun keenam. A A 0 B 6 12 0 12 Perhitungan seperti diatas mudah dilakukan sebab KPT tidak terlalu ruwet. Misalnya tidak dibenarkan membandingkan PW dari mesin A yang mempunyai umur teknis 6 tahun dengan PW dari mesin B yang mempunyai umur teknis 12 tahun. Analisis present worth sering digunakan untuk menentukan nilai sekarang (t = 0) dari uang yang diterima atau yang dibayar pada masa depan. ingin diketahui ekuivalennya pada saat sekarang. Seperti halnya dalam Bab 3. harus digunakan perhitungan dengan menggunakan periode yang sama atau menggunakan EUAC.

pada tahun kedua ada biaya pemeliharaan sebesar Rp. CAPITALIZED COST Jika n Î ∞ maka analisis present worth disebut capitalized cost dengan rumus (buktikan) : P= A ……………………………………….000. 100.Kategori Present Worth Criterion Fixed Input Fixed Output Neither Input or Output Fixed Maksimalkan present worth benefit Minimalkan present worth cost Maksimalkan present worth benefit .000.present worth cost atau maksimalkan Net Present worth.000.000 dan bertambah Rp.1 i Contoh 4.. 100.000 10.8 %. biaya pemeliharaan tiap tahun Rp.000. 26. 8 %.5.521.000.000. Umur teknis mesin Y ditaksir 12 tahun dengan nilai akhir Rp. 10.000.000.000 + 10.000 10. Jika i = 8%.000 (P/F.1: Harga mesin X adalah Rp. 8 %. 500.000. umur teknis 4 tahun dengan nilai akhir nol.000. Pada tahun pertama tidak ada biaya pemeliharaan (ada garansi satu tahun dari pabrik).000 500.000 (P/A.000. 20.000.000 0 1 4 8 12 PW (X) = 10.000 33 . 8) + 500.000 pada tahun-tahun berikutnya.000.000 (P/F.4. 12) = Rp. 4) + 10. Harga mesin Y adalah Rp. mesin mana yang harus dipilih? Penyelesainnya : Untuk mesin X : 10.

6%.000 + 100.09 Capitalized Cost = 296.000.784.22.927.09 EUAC (II) = Rp.478.000 = Rp.000 PW (B) = 80. 60) = 203. diperoleh Capitalized Cost 26.000.000 100. 60) = 205. 26.2.784. Penyelesaian : PW (A) = 135. 20) + (P/F. 20) + (P/F. Δ PW = = = 42.000.09 0.000.000 = PW = = Rp. 21.084. 26.864.09 Ada perbedaan sedikit. Bandingkan PW kedua alternatif di atas secara abadi.000 0 1 2 3 12 PW (Y) = 20.000 5.000.000 + 3.000 3. Penyelesaiannya : = Rp.875.000.000 (1+(P/F.000.648.333 0.000.2: Lihat kembali contoh 3. 6%.000 .157.000 Dari contoh 3.000 (P/F. 8 %. Contoh 4.000 0.3 dan lakukan analisis dengan menggunakan present worth.2.648. 6%.933. Contoh 4.000.961. 40)) + 4.Untuk mesin Y : 20.000.000 (P/A.3: Lihat kembali contoh 3. 12) – 5.084.000 (P/G. 30)) + 20. 40) + 3. 6%.000 – 253.000.157. 6%.784. 253.000 = PW = 0. 60) + 80. 22.000. 8 %.000.648. 6 %. 6%. 6%. dikarenakan pembulatan.000. 296.000 Jadi pilih mesin Y karena mempunyai PW lebih kecil.000 (P/G. jadi dipilih alternatif I.000 (P/A.000 (P/F.000 (1+(P/F.000 = 42. maka Capitalized Cost 22.000 Jadi pilih alternatif A karena PW A < PW B EUAC (I) 34 . 12) = Rp.000 + 15.

8% 20) = Rp 167. Gaji karyawan ditaksir sebesar Rp 8.8%.000 + 30. 20) + Rp 3.1.000.000 + 12. Tiap 5 tahun diperlukan overhaul dengan biaya ditaksir Mesin otomatis memerlukan alat pengontrol yang sebesar harganya Rp. 36.000. umur teknis 20 tahun dan ditaksir nilai akhirnya adalah Rp 5. harganya Rp 90.000. Tiap 5 tahun diperlukan overhaul dengan biaya ditaksir sebesar Rp. Rp.000 (P/F.000.000.500. 8%.3. 5) (P/A.500.000 tiap tahun. 8%.20).000 Jadi dipilih mesin otomatis sebab PW (1 mesin otomatis) < PW ( 2 mesin manual) 35 .000.000.000. umur teknis 20 tahun dengan nilai akhir Rp 6.500 . 20) + 6.(6.000.000. Jika mesin oto matis dipilih.000.000.Contoh 4.876. nilai akhir Rp 2.000.8%. ada pajak ekstra yang harus dibayarkan tiap tahun sebesar Rp.000.000 + 1.500 . 8%.000) (P/F.500.000. Derdasarkan data di atas jenis mesin mana yang dipilih jika suku bunga setelah. Ada 2 alternatif yang dapat digunakan yaitu mesin yang bekerja secara otomatis atau yang bekerja secara manual.000.000.000. P enyelesaian: PW (1 mesin manual) = 36. Gaji karyawan ditaksir Rp. 10) + ( 3.000 (P/F.000.000 (P/A.000 (A/F.000 + 2.000) (P/A.438. l2. 8% 20) = Rp.000 + 27. umur teknis 10 tahun.000 (A/F.2.500.pa j a k 8 % .000.30. Dari kapasitas perluasan usaha diketahui bahwa diperlukan sebuah mesin otomatis atau 2 buah mesin manual.000.647.000. 8%. 8%. Harga sebuah mesin manual Rp.000.000.000.15) + 2.000 tiap tahun.000 + 13. PW (2 mesin manual) = Rp 334. 5) (8% 15) – 5.500.3. 329. PW (1 mesin otomatis) = 90.000.000 tiap tahun. biaya pengoperasian dan meliharaan tiap tahun ditaksir Rp5.6.850.000.4: Sebuah perusahaan ingin membeli sebuah mesin baru untuk menunjang perluasan usahanya.850. Untuk mesin otomatis.000 dan biaya pemeliharaan Rp. Biaya pengoperasian dan pemeliharaan ditaksir Rp.000.000.000 / tah un.000 (PA.

. 1985. apakah asrama seharga Rp 90.000.Inc. Biaya pengoperasian dan pemeliharaan ditaksir Rp 12. and GJ. New Delhi. and Richard S. 1990. Fifth Edition. Gant. Daftar Pustaka: Blank. Singapore.000.G. W. Institut Teknologi Sepuluh Nopember.16. Engineering Economy. Mc Graw Hill Book Co. Seventh Edition. dan ditaksir biaya pemeliharaan tiap tahun Rp 2. Ditaksir setelah 15 tahun asrama tersebut laku dijual Rp. H. Thuesen. Sistem B memerlukan biaya awal Rp72. Grant Ireson. diharapkan asrama tersebut selalu terisi penuh.Soa1 – soal : 1. Leavenworth. 36 .000 pada tahun pertama dan naik Rp 500.000. 1982.000 dan tiap 10 tahun diperlukan pergantian elemen-elemen tertentu pada pompa dan ditaksir biayanya Rp. Principles of Engineering Economy. K e d u a s i s t e m tidak mempunyai nilai akhir nol. Thuesen.65. Second Edition. Surabaya..000.000.000. Singapore. Engineering Economy.000 tersebut layak dibeli oleh investor tersebut? 2. Eugene L.000. Prentice Hall of India Private Limited.800.000. s i s t e m A memerlukan bia ya awal Rp 58. Ekonomi Teknik.000. Leland and Anthony T. 1981. Bandingkan present worth kedua sistem untuk pelayanan s e l a m a 20 tahun dengan menggunakan i = 11%..000.000 pada tahun-tahun berikutnya. Dengan menggunakan i sebelum pajak sebesar 18% . Tiap tahun ditaksir asrama tersebut memberikan penghasilan sebesar Rp 10.000.000.000. Fabriky. Seorang investor mempertimbangkan untuk membeli asrama mahasiswa seharga Rp90.000 pada tahun pertama dan bertambah Rp 350. Dua alternatif sistem penyediaan air dipertimbangkan untuk digunakan disuatu k o t a k e c i l . WJ. Karena lokasinya strategis (dilingkungan perguruan Tinggi).000 dan dapat dipakai sampai 20 tahun tanpa memerlukan biaya pergantian elemen-elemen. Haryono.000 pada tahun-tahun berikutnya. Biaya pengoperasian dan pameliharaan di taksir Rp10.500.. John Wiley and Sons.

Seperti halnya dalam perhitungan Equivalent Uniform Annual Cost (EUAC) atau Present Worth (PW).BAB V ANALISIS LAJU PENGEMBALIAN MODAL ( RATE OF RETURN ANALYSIS ) Dalam bab-bab sebelumnya suku bunga diketahui. 37 . Pengertian “Rate of Return” atau laju pengembalian modal disini adalah ekuivalen dengan pengertian profit (keuntungan) dalam teori ekonomi. Biasanya suku bunga invastasi tersebut dibandingkan suku bunga yang terdapat di bank atau suku bunga standart. metode laju pengembalian modal dapat juga diterapkan untuk memilih salah satu dari dua atau lebih alternatif yang paling efisien atau ekonomis. jika tidak maka lebih ekonomis menyimpan uang di bank. dimana dengan suku bunga tersebut kedua alternatif ekuivalen. untuk mengetahui apakah investasi tersebut menguntungkan atau tidak. Jika menggunakan EUAC: EUAC atau = EUAB EUAC – EUAB = 0 …………………………………… 5.2 atau NAW (net annual worth) = 0 Catatan: Perhitungan untuk mendapatkan rate of return dengan cara ini disebut juga discounted cash flow method atau investor’s method. Jadi dalam hal ini laju pengembalian modal dapat didefinisikan sebagai suku bunga sedemikian hingga: PWbiaya = PWkeuntungan atau atau PWbiaya . Dalam beberapa keadaan adalah bermanfaat untuk menghitung suku bunga suatu investasi. Jika suku bunga investasi tersebut lebih besar dari suku bunga bank atau Minimum Atractive Rate of Return (MARR). Internal Rate of Return (IRR). Perbandingan antara berbagai alternatif yang terdiri atas sejumlah penerimaan / keuntungan dan pengeluaran / biaya yang berbeda dengan periode yang berlainan dapat dilakukan dengan menghitung suku bunganya.PWkeuntungan = 0 ……………………………………… 5. maka investasi tersebut dapat dilakukan. Rate of Return yang diperoleh disebut juga Profitability Index (PI).1 NPW = 0 (net present worth = 0 ).

682) = -9.000 100.650 Dicoba dengan i = 12% : 595.000 – 250. 5) = 0 Dicoba dengan i = 10% : 595.000 Penyelesaian : Diagram dari tabel tersebut sebagai berikut: 595.000 + Rp 100.000 (6.83% 13.00 – 250.000 + Rp 250.791) – 5.000 _________________________________________________ 0 1 2 3 4 5 NPW = 0 atau PWbiaya – PWkeuntungan = 0 595.000 200.000 + Rp 50.000 + Rp 150.000 150.650 38 . 5) – 50.000 (P/A.000 (3. 1%.000 – 250.600 Rate of Return = i = 10% + 2% 9.650 − 0 = 10.605) – 50.600 + 9.000 (3.Contoh 5.000 (P/G.000 + Rp 200.000 50.1: Hitung rate of return untuk suatu investasi yang digambarkan dalam tabel aliran kas berikut : Tahun Aliran Kas 0 1 2 3 4 5 – Rp 595.000 250. 1%.000 (6.397) = 13.

400.000 2.400.000 Dengan cara coba-coba diperoleh i = 13.2: Pengendalian material disuatu pabrik dilakukan secara manual.000 . 9.200.000 6.000 6.000 tiap tahun.000 .400. 300.200.800.300.000 2.000.200.200.000 2.9. Dengan menggunakan pengendalian otomatis tersebut.1. pemeliharaan dan pajak masing-masing-masing tiap tahun adalah Rp. 400.000 .000 2.3%.Contoh 5.9.000.000 Alternatif B .200.400.000 6. 15.000 + 2.800.000 (P/A. 10) Atau NAW = 0 = -15.000 .200.000 6. i%. Untuk menekan gaji karyawan yang cenderung meningkat.800.15.000 (A/P. 1.000. Jika pengendalian otomatis yang digunakan ada pajak ekstra sebesar Rp.800.000 .800.200. Biaya pengoperasian yang terdiri atas biaya listrik.000 2.000 6.9.9. Karena i = 13. Biaya yang diperlukan untuk gaji karyawan yang mengoperasikan pengendalian material tersebut (termasuk gaji lembur.000 2. biaya cuti dan sebagainya) ditaksir tiap tahun Rp.200.400. Rp.000 2. Jika digunakan perhitungan EUAC (Bab 3) maka diperoleh : 39 .000 6.000. tentukan alternatif mana yang dipilih.000 2.000 6. gaji karyawan ditaksir akan berkurang menjadi Rp. Pengendalian otomatis tersebut dapat dipakai selama 10 tahun dengan nilai akhir nol.300.200.000.000.200.9.9. i%.000 tiap tahun.400.9.15.9.9.800.100.000.000 .3% > 9% maka pilih alternatif B karena lebih ekonomis.000 6. Pengendalian secara manual ini disebut alternatif A.000 2.000.000. Pertama-tama dibuat terlebih dahulu tabel aliran kas tersebut : Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Alternatif A .800. Jika suku bunga i = 9% (MARR).9.400.000 B–A . 3.800.400.000 2.400.200. 10) + 2.000 . asuransi.000 6.000. dan Rp.800. pabrik tersebut ingin mengganti pengendalian material tersebut dengan otomatis ingin mengganti pengendalian material tersebut dengan yang otomatis (alternatif B) yang harganya adalah Rp.800.000 6.000 NPW = 0 = -15.400.800.800.000 .000 .

000 (P/A.000. 2.737.200.000 + 1. 800.000.800. 3) Dengan cara coba-coba dan interpolasi diperoleh i = 6. 8. 1.000 (P/A.000 Jika i (MARR) adalah 5%.000 + 400. 1. Perhatikan bahwa jika masing-masing alternatif A dan B dihitung rate of return-nya adalah sebagai berikut: A : -2.100.000 (A/P.Rp.000 + 1. Contoh 5.000 Rp.000 NPW = 0 = .100.000 300. 1.Rp.000 Rp. bahwa EUAC (B) < EUAC (A).100.000 + 300.000 Rp. 800. Karena 6.800. i%.000 Rp. 3) = 0. diperoleh i = 8.000 = Rp.000. 800.EUAC (A) EUAC (B) = Rp.100.000 = 15.100.000 300. tentukan alternatif mana yang harus dipilih. 10) + 3. i% . 9%.000 300.000 Rp.800.7% 40 .000.1% > 5% (MARR) maka dipilih alternatif B.800. 2. hasilnya konsisten dengan perhitungan PW.000 + 800.7% B : -2.000 Rp.000 (P/A.000 .1%.3: Misal ada 2 alternatif yang tabel aliran kasnya diberikan sebagai berikut: Tahun A B 0 1 2 3 . diperoleh i = 9. 9.3) = 0. i% .000 + 300.300. Penyelesaian : Tahun B–A 0 1 2 3 .000 + 300.

000 Rp 23.000 25 tahun Penyelesaian : pertama – tama dihitung terlebih d ahulu rate of return tiap proyek.000.000 25 tahun Rp 325. pajak pendapatan ditaksir Rp 23.000 tiap tahun untuk selama 25 tahun. pengeluaran tiap tahun untuk pemelih araan ditaksir Rp 32. Dengan investasi tersebut ditaksir Rp. Penyelesaian : Proyek X Proyek Y Biaya awal Penerimaan/ tahun Pengeluaran/ tahun Pajak Pendapatan/ tahun Nilai Akhir Umur teknis Rp 250. Kriteria di atas dapat diperluas untuk 3 alternatif ata u l eb i h . Tiap proyek ditaksir mempunyai nilai akhir Rp.000.000.000.000 tiap tahun. Proyek Y memerlukan investasi awal diperoleh penerimaan RP 325.000. 12%.000 Rp 50.916.000 (P/F. i%.000 Rp 40.000 (P/F.000 Rp 100.250. 25) Untuk i = 12% : . Dengan investasi tersebut d itaksir diperoleh penerimaan Rp 88.100.000.000 (P/A.000.000. tentukan alternatif mana yang dipilih. 50.000.000.4 : Misal ada 2 proyek.000 tiap tahun untuk selama 25 tahun.000.000.000 Rp 24. Proyek X memerlukan investasi awal Rp 250..000.000 (P/A.000.000. 12%.000.000 tiap tahun.000.000.000 Rp 50. pengeluaran tiap tahun untuk pemeliharaan ditaksir Rp 40.000.000. 25) = 3. 25) + 50. i%.085.000. = 13.000.000.000 Rp 88.000 (P /A.000 41 .maka investasi dengan biaya yang lebih besar dipilih dan jika i < i maka pilih investasi dengan biaya yang le bih kecil. 13%.000 Untuk i = 13 : .000.250.000 + 32. 25) + 50.000+32. 25). yaitu proyek X dan Y.000.500.000.000.000.250. 13% 25)+50. Untuk proyek X : 0 = .000 Rp 32. Contoh 5.000.000 (P/I'. pajak pendapa t a n d i t a k sir Rp 24.000.000.000 + 32. Dengan menggunakan i (MARR) 11% setelah pajak.000.

000 Karena 12. Mis a l diberikan dua a l t e r n a t i f dengan data s e b a g a i berikut : Alternatif I Alternatif II Biaya investasi Umur teknis Nilai Akhir Biaya pengoperasian dan pemeliharaan Tiap tahun Rp 50.000 (P/A. 25) + 50.000. 2 5 0 .000 + 36. 25) Dengan interpolasi diperoleh i = 10%.000 40 tahun Rp 20. Hitung rate of return karena adanya investasi ekstra sebesar Rp.916.916. 1 . i%.23 % > 11 %.000.325. K a r e n a i t u dipilih proyek X. 42 .000 − 1 1% = 12.23 % 3.5 : (Menghitung rate of return untuk selisih 2 alternatif y ang mempunyai umur teknis berlainan). Kare n a k a l a u d i h i t u n g ju g a akan menghasilkan rate of return yang lebih kecil dari 11%.4%.085. Disini tidak perlu dihitung NPW (X-Y) = 0 untuk mendapatkan rate of return -nya.000. yaitu 3. 0 0 0 tiap tahun.000 Rp 9.000. 70.000 Rp 120.000 + 13. Contoh 5.500. K a r e n a 10% < 11% maka proyek Y tidak ekonomis ( not acceptable ). maka proyek X dapat diterima ( acceptable).000 20 tahun Rp 10.000 pada alternatif II.000 (P/F. Untuk proyek Y : 0 = .000. i%.000.000 Rp 6.000.000.Diperoleh i = 12 % + 3.000.000 Jika alter n a t i f I I y an g d i p i l i h m a k a a d a p a j a k e k s t r a s e b e s a r R p .

000.000 1. yaitu a. Susun alternatif menurut besarnya biaya investasi. Selidiki dua alternatif yang mempunyai biaya terendah dengan prosedur s e p e r ti s ebelumnya.000.000. d.000 9.000 1.000 + 1.000 + 10.000.000.000 (P/F.000 7.120.250.750.000 9.000 7.t i a p a l t e r n a t i f .70. i%.000.50.000 .000 - 7.70. Hitung rate of return t i a p .250.000 + 10. 40) + 40.000 + 20. i%. 40) = 0 Dengan interpelasi diperoleh i = 2.000 NPW (II – I) = .000/tahun - Alternatif II .750.000.000.000 (P/A.P e n yelesa i a n : Untuk menghitung rate of return selisihnya dibuat tabel aliran k as sebagai berikut (untuk alternatif I diasumsikan bahwa taksiran pengeluaran 20 tahun kedua sama dengan pengeluaran pada 20 tahun pertama).000. dengun alternatif selanjutnya (yang mempunyai biaya investasi lebih besar) dengan prosedur seperti sebelumnya.000. c.000 (P/F.250.750.000.000 + 1.000 + 1.750.7.000. Bandingkan alternatif yang diperoleh di c.000.000.7% Perhitungan rate of return untuk 3 alternatif atau lebih : Jika ada 3 alternatif atau lebih yang tidak saling berkaitan (mutually exclusive) maka perhitungan rate of return -nya dapat digunakan penalaran yang sama seperti 2 alternatif.000 + 40.000 .000 21 – 39 40 9. i%.000 9.50.250. 43 .000.750.000/tahun II – I . Tahun 0 1 – 19 20 Alternatif I . b. Lenyapkan alternatif yang mempunyai rate of return lebih kecil dari MARR yang diberikan.000 + 10.000. 20) + 10.

200 Keuntungan/tahun Rp. 200.000 B Rp. i%. 46. 400. 500.200 Keuntungan/tahun Rp.efisien).000 + 27. Contoh 5. i = 5% D : 0 = – 500.000 Rp.3% C : 0 = – 200. i%. 27.900 C Rp. Untuk A : 0 = – 400. 100. 5). i = 12.000 Rp. Penyelesaian.000 Rp. Penyelesaian : Pertama-tama hitung terlebih dahulu rate of return tiap alternatif dengan interpolasi. 5). 125. tentukan alternatf mana yang harus dipilih.6 : Diberikan alternatfp sebagai berikut : A Biaya awal Rp.000 + 100.200 D Rp. 5).3% B : 0 = – 100. 100.200 (P/A. 5). 400. Proses dilanjutkan sampai semua alternatif telah diuji dan alternatif terbaik telah diperoleh. i%.700 C Rp.700 44 .000 Rp.000 + 46. i = 8% Karena alternatif C mempunyai rate of return 5 % < 6 %. Jadi tinggal 3 alternatif yang harus dibandingkan dan jika disusun menurut besarnya biaya inv es tasi d i p e r o l e h : A Biaya awal Rp. i%. 27. maka alternatif dapat dilenyapkan (tidak dipertimbangkan lagi sebab kurang . diperoleh hasil sebagai berikut. i = 8.e.700 (P/A. 125. Jika i% (MARR) 6%.200 (P/A. 100. 400.000 + 125.900 (P/A. 500.000 B Rp.900 Tiap alternatif mempunyai umur teknis 5 tahun dan nilai akhir nol.000 Rp.

200 NPW (A – B) = 0 = .9 % .000 + 21.200 (P/A. 5). i%. i%. 73.100. sebagai berikut: D–A Biaya awal Rp. K a r e n a 6 . Selanjutnya membandingkan A dengan D. 5) Dengan interpolasi diperoleh i = 7%. Karena 7% > 6% maka dipilih alternatif A dan alternatif B dapat dilenyapkan (tak perlu dibandingkan dengan alternatif D).300 (P/A. Kesimpulan :Dari contoh-contoh di atas dapat disimpulkan bahwa perh i t u n g a n rate of return tiap alternatif tidak memberikan d a s a r u n t u k memilih alternatif.pilih alternatif D. 45 .000 Keuntungan/tahun Rp. diperlukan perhitungan rate of return selisihnya (incremental). Untuk memilih alternatif yang paling ekonomis.000 Keuntungan/tahun Rp. 9 % > 6 % maka . D e n g a n i n t e r p o l a s i d i p e r o l e h i = 6. 21. 300. 100.300.000 + 73.300 NPW ( D-A ) = 0 = .Bandingkan terlebih dahulu A dengan B : A–B Biaya awal Rp.

2.000. dan disimpulkan ada 2 jenis generator yang memenuhi syarat dengan data sebagai berikut : Alternatif I Harga Umur teknis Nilai Akhir Rp 40.000.000.000 5 tahun 0 Rp B Rp 40.400.000.000 40 tahun Rp 2.000 1.000 Biaya pengoperasian dan pemeliharaan Rp tiap tahun 46 .000.000 Rp 16.000 Rp 16.000. G e n e r a t o r t e r s e b u t t e l a h b e r u s i a 5 tahun dan memerlukan banyak biaya untuk mengoperasikannya agar dapat berfungsi dalam keadaan darurat.850.000.000 Alternatif II Rp 80.000 Rp 14.000.000. Ahli teknik rumah sakit telah melakukan studi untuk mengganti generator tersebut.000. hitung r a t e o f return yang diperoleh sebelum pajak karena adanya ekstra invest as i pada B.000 A Rp 40.000 Rp 11.000 Rp 16.000 Rp 11.000 4 tahun Rp 1.000.000.000 Rp 9.000 5 tahun 5.000. Suatu komponen elektronik yang digunakan untuk perakitan dapat di buat dengan menggunakan 2 metode yaitu metade A atau B.000.000 Dengan suku bunga i (MARR) sebelum pajak 18%. a l ter n a tif mana yang lebih menguntungkan atau ekonomis.Soal-soal : 1.000 Rp 1.000. Berdasarkan perhitungan tersebut. Sebuah rumah sakit mempunyai sebuah ge n e r a t o r cadangan yang digunakan untuk keadaan darurat.000. Data berikut menunjukkan biaya yang berkaitan dengan kedua metode tersebut : Biaya investasi Umur teknis Nilai Akhir Pengeluaran: Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5 Rp 12.000 Rp 11.000 Rp 10.000.

Grant Ireson. 1985. Gant. Engineering Economy. W. Engineering Economy. Thuesen.. Fifth Edition. Daftar Pustaka: Blank. H. Eugene L. Fabriky. New Delhi.Karena rumah sakit tersebut milik pemerintah maka tidak ada paj a k .. 1982. 1981. Leavenworth. Seventh Edition. and Richard S. and GJ. Principles of Engineering Economy.Inc.. Second Edition.. WJ. Thuesen.G. J i k a r u mah sakit tersebut menggunakan i (MARR) 10%. Prentice Hall of India Private Limited. John Wiley and Sons. Singapore. Singapore. Mc Graw Hill Book Co. 47 . maka tentukan mesin y ang dipilih. Leland and Anthony T.

mengurangi pengeluaran untuk memperbaiki kendaraan. sedangkan sebaliknya tidak. karena dapat mengurangi kemacetan dan kecelakaan. Dalam hal ini perlu berhati-hati untuk melakukan analisis pemanfaatan biaya. Seperti halnya evaluasi ekonomis untuk swasta. untuk itu perlu dilakukan pertimbangan-pertimbangan yang matang. Contoh lain. misalnya proyek perbaikan jalan yang bertujuan untuk memperlancar dan mengurangi ke c e l a k aan lalu lintas. p e mer i n tah ingin membangun bendungan baru disuatu daerah. Proyek-proyek tersebut mi s a ln y a. Dengan adanya proyek tersebut apakah dapat meningkatkan produksi padi daerah tersebut tiap ha. Jika manfaat yang diperoleh lebih besar daripada b iaya yang dikeluarkan maka dikatakan proyek acceptable. disamping adanya maanfaat tapi ada juga kerugian-kerugiannya (disbenefits) antara lain mengorbankan sebagian masyarakat yang tanahnya digunakan untuk proyek tersebut. untuk itu perlu dikaji terlebih dahulu apakali biaya ( cost ) yang dikeluarkan tersebut memberikan manfaat ( benefit ) yang lebih atau tidak terhadap masyarakat disekitarnya dan tentu saja t e r h a dap program pemerintah sendiri. mana yang relevant dianggap sebagai suatu manfaat dan mana yang tidak. Pada umumnya cukup sulit untuk mengidentifikasikan manfaat (benefit) yang diterima oleh masyarakat. Dengan kata lain diperlukan analisa dan evaluasi dari berbagai sudut pandang yang relevan terhadap ongkos-ongkos maupun manfaat yang disumbangkannya.Tetapi 48 . Misalnya dalam pembangunan bendungan tersebut. apakah bendungan tersebut dapat dijadikan tempat wisata d an ap akah mungkin untuk membangun PLTA secara ekonomis. Analisa ini adalah cara praktis untuk menaksir kemanfaatan proyek. rumah sakit dan obat-obatan.BAB VI ANALISA MANFAAT BIAYA ( BENEFIT COST ANALYSIS ) Analisa manfaat biaya (benefit cost analysis) adalah analisa yang sangat umum digunakan untuk mengevaluasi proyek-proyek yang dibiayai oleh pemerintah. Hal tersebut berarti antara lain memperlancar arus ekonomi. analisis pemanfaatan biaya disini juga memperhitungkan suku bunga. Jelas ini bermanfaat bagi masyarakat. dimana hal ini diperlukan tinjauan yang panjang dan luas.

200( P / A. B PWbenefit EUAB ……………………………………………….5) 100.6%. jelas kecelakaan lalu lintas tersebut tak diingini. Dari sudut pemerintah dan pandangan masyarakat.900( P / A. digunakan logika yang sama seperti analisis rate of return. Untuk alternatif: A : B/C = B PWbenefit 100.17 = 0. Kriteria perbadingan B/C untuk 2 alternatif Hitung perbandingan incremental B/C untuk aliran kas yang merupakan perbedaan antara alternatif biaya yang lebih tinggi dengan alternatif biaya lebih rendah. Misal B= benefit dan C = cost maka perbandingan benefit dan cost dihitung degan rumus. : Lihat kembali contoh 5. Sedangkan kerugian penduduk karena tanahnya digunakan untuk proyek bendungan tersebut merupakan suatu disbenefit yang harus dipertimbangkan dalam analisisnya.000 49 . Metode analisis dengan menggunakan B/C adalah ekuivalen dengan analisis rate of return. sehingga dalam analisis kerugian-kerugian pada bengkel.000 27.06 = C PWcos t 400. rumah sakit dan pengec a r a -penga car a. jika B/C > 1 maka proyek acceptable dan sebaliknya tidak.pengurangan pengeluaran ini berakibat berkurangnya penerimaan untuk bengkelbengkel.1 = = C PWcos t EUAC Untuk suku bunga i.6 Pertama-tama dihitung perbandingan B/C untuk tiap alternatif.5) 200. Kalau perbandingan incremental B/C > 1 mak a p ilih altern atif b iaya lebih tinggi. rumah sakit dan pengacara tidak perlu dimasukkan dan tidak dianggap suatu disbenefit.000 B : B/C C : B/C = = = 1. 6.97 46.5) = = 1. tetapi disini dihitung incremental B/C. jika B/C < 1 pilih alternatif dcngan biaya lebih rendah.6%.6%. yaitu diperlukan analisis incremental .1. Untuk 3 alternatif atau lebih. Contoh 6. dokter. dokter.700( P / A.

000 Rp.05 Untuk alternatif C karena.000 Karena incremental p er b andingan B/C > 1 maka alternatif A lebih ekonomis daripada B .000 A–B Incremental biaya awal Incremental benefit/t a h u n 100.700 A Rp. 100. 100.000 Rp.300 I n cr e me n t a l B / C = 24.000 Rp.6%. B Biaya awal Benefit/tahun Rp. B/C < 1 maka alternatif C dapat dilenyapkan.6%. 125.000 72.5) = 1. 400. 125. A Biaya awal Benefit/tahun Rp.900 D Rp. Dari hasil di atas diperoleh hasil yang ekuivalen jika menggunakan analisis rate of return.5) = 1. 50 . 0 2 100.D : B/C = 125. 500.000 = 1. 400.300( P / A. Selanjutnya.6%.200( P / A.02 100.300( P / A. susun alternatif sisanya menurut besarnya dan selidiki incremental B/C untuk 2 alternatif dengan biay a terkecil. 21. 100.700 I n crem en t al p er b a n d i n g an B / C = 24.000 Rp.900 D Rp.000 K a r en a B / C > 1 ma k a d i p i l i h al t e r n a ti f D . 27.000 Rp.200 Incremental D–A Rp.000 Rp. 100. 500.5) 200.

000 tiap tahun.Contoh 6. sebab data yang tersedia dalam tahunan. yaitu sebagai nilai e k s p e k t a s i ( e x p e c t e d value ).2.000.000.10. : Dalam suatu proyek pengendalian banjir ada 2 alternatif yang diusulkan.1.000. K edua macam biaya tersebut dibebankan pada anggaran pemerintah. dilakukan perhitungan incremental B/C menurut besarnya biaya. Penyelesaian : Dalam perhitungan disini digunakan benefit dan cost tiap tahun untuk memudahkan.kecilnya banjir yang timbul).000. Alternatif pertama yaitu me mp er baik i salu ran (S) untuk memperlancar aliran sunga i d a n alternatif kedua membangun dam dan reservoir (D & R). sedangkan pembangunan reservoir merugikan hasil pertanian dan peternakan karena berkurangnya lahan dan ditaksir jumlahnya Rp. B i a y a p e r b a i k a n s a l u r a n d i t a k s ir Rp 2.000.000. 0 0 0 . Yaitu : pembangunan dam merugikan hasil perikanan rakyat yang ditaksir jumlahnya Rp 28. k a r e n a k e r u g i a n t i a p t a h u n b e r u h a h s e s u a i denga n b e s a r .000 dan ditaksir biaya pengoperasian dan pemeliharaannya tiap tahun Rp 40.000 (Dalam praktek nilai taksiran tersebut dapat diperoleh dengan menggunakan metode statistika. Biaya pembangunan dam dan reservoir (D & R) ditaksir Rp 5.Taksiran kerusakan akibat banjir tiap tahun j i k a t i d a k ada p e n g endalian banjir(TP) adalah Rp 480. Pertama dibandingkan terlebih dahulu alternatif perbaikan saluran (S) dengan alternatif tidak ada pengendalian banjir (TP). Pembangunan D & R mempunyai akibat samping yang merugikan lingkungan dan masyarakat sekitarnya. Jika alternatif S dibangun kerugian tersebut dapat dikurangi me n j a d i Rp 105.000. 51 .300.900.000 dan biaya pemeliharaann y a t ia p t ah u n d i ta k s ir R p 3 5 . Kedua biaya tersebut dibebankan pada anggaran pemerintah.000.000 tiap tahun.000 dan jika alternatif D & P dibangun kerugian tersebut berkurang menjadi Rp.55. 0 0 0 . Berdasarkan data di atas akan diselidiki alternatif mana yang paling ekonomis dengan i = 6 % dan umur teknis 50 tahun. (Dalam analisis ekonomi ini disebut disbenefit/benefit negatip/malefit). Keuntungan tiap tahun disini adalah berkurangnya kerugian akibat banjir karena adanya alternatif S dibandingkan dengan alternatif TP. Seperti halnya dalan contoh 6.000.

000 = 375.000 (A/P. pengendalian polusi dan sebagainya.000 = 1.T P ) C (S . B (S . 6%.000) – (28.000.000 (A/P. nilai akhir.000. biaya pengoperasian dan pemeliharaan.000. keuntungan-keuntungan atau kerugian-kerugian kadang-kadang tidak dapat dinyatakan dalam bentuk sejumlah uang.3 : Sebuah pabrik ingin mengurangi sampai 75% banyaknya limbah kimia yang dibuang tiap hari kesebuah sungai sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. biaya pergantian dan sebagainya dalam jangka waktu tertentu. dalam pengembangan sistem senjata.000.000 Karena B/C > 1 berarti pembangunan saluran manfaat yang besar dibandingkan tanpa pengendalian banjir sama sekali.50 + 35.000 375.000 2900.000. Misalnya.000. pengembangan.000 Karena B/C – 0. Present worth disini disebut life-cycle cost dari sistem.000) = 12.08 157. 6%.000. 6%.000.08 alternatif S lebih bermanfaat dibandingkan alternatif D &.000 .000.000 .000 + 10.50) + 35.000.71 219.TP ) B/C = = 480. Cost disini mungkin biaya riset.000. Jika keuntungan-keuntungan atau kerugian-kerugian tersebut dapat dinyatakan dalam suatu ukuran efektivitas maka perhitungan yang berkaitan dengannya disebut cost efective analysis.000 = 2900.105. Selanjutnya dihitung perbandingan incremental B/C antara altarnatif D & R dengan alternatif S : B (D & R – S) = (105.000.000.000 C(D & R– S) = 5300.000.000.R. 50) + 40. Untuk itu telah ada 3 perusahaan yang melakukan penawaran untuk memperbaiki sistem pembuangan pabrik 52 .000 (A/P.000.000 = 219.000 = 157.000 .000 = 0. Contoh 6.000 – 55. Biasanya cost tersebut dinyatakan dalam present worth atau equivalent uniform annual cost. COST – EFFECTIVE ANALYSIS : Dalam keadaan – keadaan tertentu baik dalam bidang swasta maupun pemerintah.000 B/C = 12.000.Sedangkan biaya tiap tahun adalah capital recovery cost dan biaya pemeliharaan alternatif S .000.

99%.000.000.000.000 75% C 190. 5) + (P/F.000.000.000. terlihat bahwa walaupun perusahaan B mempunyai biaya awal lebih besar dari A.000 90% Perhitungan life cycle cost : PW (A) = 125.tersebut.000. 15 ) = 272.000. 9%.9% 10) 15.9%. 25.000. Tiap sistem yang dikembangkan dapat digunakan untuk selama 15 tahun. Kontraktor dari perusahaan C menjamin bahwa sistem yang dibuatnya akan mengurangi limbah kimia buangan tersebut sampai 90%. dibuat terlebih dahulu tabel sebagai berikut: Biaya awal Biaya pengoperasian.000 Jika penawaran dari perusahaan A diterima. Data berikut merupakan biaya penawaran yang diajukan oleh ketiga perusahaan tersebut : Biaya awal Biaya pengoperasian dan pemeliharaan/tahun Perusahaan A B C 125.000.000% B 160.000 190. Kedua perusahaan tersebut mempunyai ukuran sistem efektivitas yang sama (75%). komponen tertentu dari sistem harus diganti tiap 5 tahun dengan biaya Rp. tentukan penawaran mana yang harus dipilih.000 75. Dengan menggunakan MARR 9%. dan pemeliharaan tiap tahun Biaya penggantian Efisiensi sistem A 125.000 + 25.15) = 256. sedangkan kontraktor dari perusahaan A dan B menjamin bahwa sistem mereka paling tidak akan memenuhi syarat yang telah ditetapkan.200.000 9. Penyelesaian : Untuk memudahkan. 15) = 264.000 12.000 PW (B) PW (G) = 160. 9%.000.000.000 (P/A.000 = 190.000 9.000 15.000 25.000 12.000 Dari hasil perhitungan di atas.000.000 15. Pemilihan antara penawaran perusahaan B dan C tidak begitu jelas karena ukuran efektivitas perusahaan C lebih tinggi dan sulit diukur 53 .000 160.000.000+ 12.000 ( P/A .161.000.723.000 (P/A.000.200.000. tetapi life cycle costnya lebih kecil.000 + 9.000 (P/F. jadi dalam hal ini penawaran perusahaan B lebih ekonomis.000.200.000.732.

tersebut juga terlihat bahwa efisiensi meningkat 20% jika penawaran C dipilih. tetapi belum tentu merupakan atau menghasilkan suatu pilihan yang final. Jika life-cycle cost dua alternatif sama. maka dipilih alternatif yang mempunyai efisinsi yang lebih tinggi. tetapi dalam beberapa hal berlainan. Jika 2 alternatif yang dibandingkan mempunyai ukuran efektivitas yang sama. Misalnya dalam contoh 6. y aitu memilih alternatif dengan cost terkecil.000. Jika efisiensi ini yang digunakan sebagai ukuran efektivitas yang dibandingkan dengan life cycle cost Rp 7429 K akan menimbulkan salah pengertian.3 tersebut. Demikian sebaliknya. Dalam contoh 6. 60% dengan 72 % dan sebagainya.429.08 dan 1. Kalau cost bukan merupakan masalah untuk meningkatkan efisiensi sebesar 15/75 .38. Seperti halnya dalam analisis pemanfaatan biaya. Perbandingan B/C antara D & R dengan S dan antara D & R dengan TP masing-masing adalah 0.dengan nilai sejumlah uang tertentu.B) = 15 % Dari hasil tersebut. Catatan : Dalam beberapa kejadian tertentu cost-effective analysis ekuivalen dengan penggunaan benefit-cost analysis . seperti pemilihan penawaran perusahaan A dan B di atas. karena makin tinggi ukuran efektivitas diperlukan tambahan biaya. (rubber yard sticks). kerugian (disbenefit) akibat proyek D & R tiap tahun Rp.03. disini dilihat juga incremental ukuran efektivitas yang diperoleh dibandingkan dengan incremental life-cycle costnya. sebab 20 % tersebut merupakan ukuran yang bersifat elastis.20 % maka penawaran C yang dipilih. Dengan menggunakan kriteria tersebut akan mengurangi banyaknya alternatif yang dibandingkan. untuk memutuskan alternatif mana yang dipilih tergantung pada kondisi atau kriteria yang telah ditetapkan. Dari perhitungan.000. perbandingan penawaran antara perusahaan B dengan C tidak langsung jelas. PW (C B) = 7. Hitung perbandingan-perbandingan B/C 54 . maka masalahnya sederhana. .2 . Yang tepat adalah harus diputuskan apakah efisiensi 20 % sebanding dengan Rp 7.429 efisiensi (C . Soal – soal : 1. Karena berlaku antara untuk 80% dengan 96%.

Berikan kesimpulan hasil tersebut.000.000 dan untuk lokasi N.000 dan Rp 90. Karena tidak sesuai dengan perkembangan lalu lintas. Dari soal 1.000 tiap tahun.000. yaitu melakukan pengerukan (alternatif P) dan membangun dam dan reservoir (alternatif D& R). Ditaksir kerugian tersebut tiap tahun Rp.000.000.300. Hitung perbandingan B/C yang sesuai untuk melakukan studi ekonomis kedua lokasi tersebut. Alternatif D& R dibangun jika alternatif P dibangun. tapi ini diimbangi oleh barkembangnya daerah rekreasi.000.000 dan Rp 660.000. Hitung juga rate of return karena adanya ekstra investasi untuk proyek D & R dihandingkan proyek S. Jika D & R dibangun kerugian akibat banjir berkurang menjadi Rp 30. Biaya pemeliharaan jembatan dilokasi M dan N tiap tahun masing-masing adalah Rp 120. Biaya awal alternatif D & R adalah Rp 1. 50.000.000.000. Suatu proposal telah diajukan untuk mengendalikan banjir tersebut.000. umur teknis 20 tahun dan andaikan nilai akhir kedua jembatan tersebut masing-masing 60% dari biaya awal pembuatan jembatan tersebut. 2. hitung rate of return karena adanya ekstra investasi untuk proyek S dibandingkan proyek TP. diperlukan biaya awal Rp.000.000 dan naik Rp 12. Biaya awal untuk P adalah Rp.000. Jika dilakukan pengerukan (P) maka kerugian-kerugian ditaksir berkurang menjadi Rp180.000. D & R akan mengurangi daerah pertanian. 4.000.400.tersebut kembali jika kerugian yang diterima masyarakat tersebut dianggap sebagai cost dan bukan suatu disbenefit. Untuk itu telah diusulkan dua tempat yaitu M dan N.000.000 dan biaya pemeliharaannya tiap tahun ditaksir Rp 30.880.000.000.000 dan bertambah Rp 20.000. Karena adanya pengerukan tersebut akan ada kerugian lingkungan. 3. Untuk lokasi M. diperlukan biaya awa1 sebesar Rp. tetapi ini diimbangi dengan berkembangnya tempat 55 .000 dan naik Rp 5.000.000. ini ditaksir tiap tahun menimbulkan kerugian (disbenefit) Rp 20. Gunakan MARR 8 %. biaya pengoperasian dan pemeliharaannya ditaksir tiap tahun adalah Rp 45.000 tiap tahun.000 tiap tahun.000.000. sebuah jembatan akan dipindahkan tempatnya dengan menggunakan konstruksi baru. selalu menimbulkan kerugian karena banjir yang ditimbulkannya.000.600. Dengan dibangunnya jembatan tersebut akan memperlancar arus lalu lintas sehingga memberikan keuntungan bagi masyarakat yang ditaksir untuk loksi M dan N tiap tahun masing-masing adalah Rp.000.000. Sebuah sungai yang membelah sebuah kota. 3.000.

R. Edisi Pertama. 1995.rekreasi yang memberikan keuntungan tiap tahun Rp 8.000.Inc. Surabaya 56 . D . N. 2004. Gunakan periode 30 tahun dan andaikan nilai akhir proyek nol.N.. Daftar Pustaka: Barish. Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making.N. Dengan menggunakan MARR 9 % dapatkan perbandingan B/C yang sesuai untuk P . Pujawan. Penerbit Guna Widya.000. Ekonomi Teknik. Mc Graw Hill Book Co. New York.

57 . Biaya dari tiap-tiap alternatif dapat dinyatakan sebagai fungsi variabel independen yang sama. misal : TC1 Dimana : TC1 TC2 x = f1(x) dan TC2 = f2(x) = total biaya untuk alternatif I = total biaya untuk alternatif II = variabei independen yang mempengaruhi alternatif I dan II. Analisa Titik Pulang Pokok Jika biaya dari dua alternatif dipengaruhi oleh variabel yang sama maka dapat dicari nilai dari variabel tersebut sehingga kedua alternatif mempunyai biaya yang sama. biaya minimal. Beberapa alternatif yang merupakan fungsi dengan variabel yang sama dapat dibandingkan berdasarkan. cost point). Nilai dari variabel yang diperoleh disebut sebagai titik (break-event point).BAB VII ANALISIS TITIK PULANG POKOK DAN BIAYA TERKECIL (BREAK EVENT POINT DAN MINIMUM COST ANALYSIS) Dalam beberapa kondisi ekonomi. dan jika diselesaikan diperoleh nilal x yang dicari dan merupakan suatu titik impas dapat dicari dengan menggunakan prosedur-prosedur yang telah dikembangkan dalam matematika. Karena itu f1 (x) = f2(x). biaya dari suatu alternatif mungkin merupakan fungsi dari suatu variabel. Jika dua atau lebih alternatif merupakan fungsi dari suatu variabel yang sama. Untuk mendapatkan nilai x yang membuat kedua biaya alternatif tersebut sama adalah dengan menyamakan TC1 = TC2. kemudian ingin ditentukan nilai dari variabel tersebut sedemikian hingga biaya kedua alternatif tersebut sama. Nilai variabel yang demikian disebut biaya minimal (minimum. Jika biaya dari suatu alternatif merupakan fungsi dari satu variabel yang dapat berupa beberapa nilai tertentu maka adalah bermanfaat untuk menentukan nilai suatu variabel dimana biaya minimal.

000 = b i ay a t i a p jam d a r i p e n ggunaan ga s elin + o p e r a t o r + pemeliharaan = R p 420 + Rp 800 + Rp 150 = Rp 1370 58 .4) + 200. Alternatif A memerlukan biaya awal untuk pembelian motor listrik yang bekerja secara otomatis dengan harga Rp 1. Alternatif B memerlukan biaya awal untuk pembelian motor gaselin Rp 550. 120.000 – 200.000 = biaya pemeliharaan tiap tahun untuk alternatif A = Rp.400.Contoh 7.000.000 dan nilai akhirnya pada akhir tahun keempat ditaksir Rp 200. biaya pemeliharaan ditaksir Rp 150 tiap jam dan biaya operator tiap jam Rp 800. 550.000 (A/P. Biaya bahan bakar untuk tiap jam operasi ditaksir Rp 420 . Biaya pengoperasian tiap jam Rp 840. dan biaya pemeliharaan tiap tahun ditksir Rp 120.000) (A/P. 174.1: Andaikan bahwa diperlukan motor bertenaga 20 TK untuk memompa air dari suatu sumber air.10%.400.10) = 399.000 (0.000 CA t Maka TCA TCB CRB HB = biaya pengoperasian tiap jam = Rp 840 = jumlah jam operasi tiap tahun = CRA + MA + CA t = total FUAC (B) = Capital recovery cost alternatif B = Rp. Gunakan i (MARR)10 % tahun. Motor tersebut diperlukan untuk jangka waktu 4 diusulkan 2 alternatif. Banyak jam beroperasi (jam motor bekerja) tiap tahun tergantung p a d a t i n gi curah hujan (jadi merupakan suatu variabel). Untuk penyediaan motor tersebut telah Penyelesaian : Misal TCA CRA MA = total EUAC (A) = Capital recovery cost alternatif A = (1. Akan ditentukan berapa jam tiap tahun kedu a motor terse b u t b e r o p e r a s i agar biaya kedua altenatif tersebut sama.000 dan nilai akhir nol pada akhir periode tahun keempat.000. 4) = Rp. 10%.

84) – 174 – 100 (1.000 59 . Gambar 7.37) = Rp.1 menunjukkan total biaya tiap tahun sebagai fungsi dari banyaknya jam bekerja tiap tahun. Perbedaan biaya tahunn antara kedua alternatif tersebut untuk sembarang jam operasi tertentu dapat d ih itung sebagai berikut : Misalnya kedua motor dioperasikan 100 jam tiap tahun maka TC = TCA .1 : Total biaya sebagai fungsi dari jumlah jam operasi. 1200 Gasolin Listrik 800 400 0 200 400 600 800 jam operasi / tahun Gambar 7.TCB = CRA + MA + CAt – CRB . 292. Jika digunakan kurang dari 651 jam maka motor gasolin lebih ekonomis dan jika digunakan lebih d a r i 651 jam motor listrik lebih ekonomis. TCA diperoleh t= CR B − CR B + M A 174.000 + 120.000 + 120.000) = = 651 jam CA − H B 840 − 1370 = TCB atau CRA + MA + CAt = CRB + HBt Jadi kedua motor tersebut sama ekonomisnya jika kedua motor tersebut beroperasi selama 651 jam dalam setahun. Maka TCB = CRB + Ht.t = jumlah jam operasi tiap tahun. Untuk mendapatkan titik impas adalah dengan menyelesaikan t dari persamaan.000 + 100 (0.000 − (399.HBt = 399.

60 .250.600.000a (0.000a (0.500.250.000 Rp 1.000 Untuk memperoleh titik impas adalah dengan menyelesaikan persamaan tiap pasang dari alternatif sebagai fungsi luas bangunan dalam suatu grafik.000 = 29. 8%.000a (0. pemeliharaan dan sebagainya) diberikan oleh tabel sebagai berikut: Beton Biaya pembangunan/kaki persegi Biaya pemeliharaan/ tahun Biaya pengendalian cuaca/ tahun Taksiran nilai akhir Rp 24.000 1% biaya pembangunan 20 tahun Taksiran umur teknis 20 tahun 20 tahun Biaya total tiap jenis konstruksi merupakan fungsi dari luas bangunan yang akan dibangun.2% biaya pembangunan Kayu Rp 35. 20) + 35.000 Rp 1.000.250. Setelah melakukan penelitian yang mendalam.000. telah dibahas analisis titik impas yang menyangkut 2 alternatif.000 Rp Rp 5.000 Rp 5. ada 3 jenis konstruksi yang sesuai untuk gedung tersebut yaitu concrete (beton).500.400.000 a (A/P.934.08) + 4.000 Rp 2. 8%.440a + 8. 8%.Analisis Titik Impas Untuk 3 Alternatif atau Lebih.000 3.000 Rp 3. Contoh 7.000 = 3.000. Dalam pasal ini akan dibahas untuk alternatif. 20) + 29.000 = 2. steel (baja) dan frame (kayu).000a (0.99) (A/P. Dalam contoh sebelumnya.000. 20) + 8.000a + 4.01) (0.000 = 2.000 TC (kayu) = 35.08) + 6.000a + 6. Data biaya yang berkaitan dengan ketiga jenis biaya tersebut (biaya konstruksi.2 : Sebuah perusahaan konsultan pembangunan telah melakukan studi untuk pembangunan sebuah gedung dengan luas antara 2000 sampai 6000 kaki persegi.032) ( 0.500. dan dari grafik tersebut dapat dicari titik impasnya.558.968) (A/P.000 - Baja 29. Tentukan titik impas dari ketiga jenis konstruksi tersebut jika digunakan i (MARR) 8% Penyelesaian : Misal x luas bangunan yang akan dibangun : TC (Beton) TC (Baja) = 24.

B dan C = bilangan-bilangan tetap Untuk mendapatkan nilai X yang meminimalkan TC adalah dengan menurunkan TC ke x dan kemudian menyamakannya dengan n o l d i p e r o l e h: 61 .Biaya kayu baja 25. dimana suatu komponen biaya mungkin dipengaruhi oleh suatu variabel mis a l n y a s e c a r a linear a t a u k e b a l i k annya atau mungkin dipengaruhi secara linear dan kebalikannya. Sedangkan yang lebih kecil dari 3000 kaki persegi.ka membangun gedung dengan luas 4000 kaki persegi maka yang ekonomis.000. yang ekonomi s a d a l a h k onstruksi kayu.000 15. adalah membangun dengan konstruksi baja.000 2000 3000 4000 5000 6000 luas bangunan Dari gr afik di atas terlihat bahwa ji. Misal biaya total ( Total Cost ) s u a t u a l t e r n a tif dipengaruhi komponen biaya secara linear dan kebalikannya. Analisis Biaya Minimum Suatu alternatif mungkin memiliki dua atau lebih komponen biaya. A.000 beton 20.000. Untuk perluasan lebih d a r i 3 a l t e r n a t i f d a p a t d i g u n a k a n penalaran yang sama dengan di atas. yaitu : TC dimana : X = AX + B +C X = variabel yang mempengaruhi.000. Dan jika membangun dengan 5000 kaki persegi. yang ekonomis adalah konstruksi beton.

Misalnya suatu konduktor tembaga dipertimbangkan untuk digunakan mentransmisi beban aliran listrik pada suatu sub-station. Data pembiayaan dan keteknikan untuk instalasi konduktor tersebut sebagai berikut : panjang konduktor 140 kaki. sebesar 1920 ampere untuk 24 jam (1 hari) selama 36 5 h a r i .890 A + 13.940 62 . biaya investasi akan bertambah juga. pajak insurance. Tetapi jika ukuran konduktor bertambah besar.6) A (A/P.000 + (600 – 500) (539. biaya instalasi Rp 160.6 A 1728 Capital recovery cost dalam dollar tiap tahun adalah : 160. dan resintansi berbanding terbalik dengan luasnya.3: Suatu contoh klasik mengenai analisis biaya minimum adalah menentukan luasan konduktor elektronik. suku bunga 6 % Misal A = luas konduktor . Energi yang hilang (kilowat jam) dalam konduktor disebabkan resistansi adalah sama dengan I2 R X jumlah jam : 1000. nilai akhir Rp 500 tiap pon tembaga.0011435 258.6) A (0.490 )( Rp7) = A A Berat konduktor (dalam pon) : (1. Untuk ukuran konduktor tertentu dapat ditentukan jumlah kedua komponen biaya tersebut minimal. maka energi yang hilang tiap tahun adalah : (1920)2 (24) 365( 0. dan pemeliharaan diabaikan. Berat tembaga 55 pon tiap kaki3 .06) = 20. umur teknis ditaksir 20 tahun.40)(12)( A)(555) 539. 20) + 500 (539. Energi yang hilang ditaksir b ernilai Rp 7 tiap k ilowat jam. 6%.001 1435 ohm. Dalam hal ini resistansi adalah berbanding terbalik dengan ukuran konduktor sehingga biaya energi listrik yang hilang akan berkurang jika ukuran konduktor bertambah besar. Resistansi konduktor tembaga yang panjangnya 140 kaki dan luasnya 1 inci2 adalah 0. dimana adalah arus listrik (dalam ampere) dan R adalah resistansi konduktor dalam ohm.B dTC =A– 2 =0ÆX= dX X B A Contoh 7.000 + Rp 600 untuk tiap pon tembaga.

490 + 13.680 51.52 inci2 20.140 182.890 – 258. 090 Biaya Investasi 129.610 86.52 inci 2 dimana dengan luasan tersebut akan diperoleh biaya total tiap tahun yang minimal.090 162. Misalnya sebuah perusahaan farmasi 63 .370 Biaya Kehilangan I2R 2 3 4 5 6 55.760 162.720 Luas penampang yang paling ekonomi untuk konduktor terjadi pada saat biaya investasi sama dengan biaya kebilangan energi tiap tahun (Hukum Kelvin).280 64.120 185. Cara tabulasi dan grafik terseb u t cukup bermanfaat jika cukup sulit mendapatkan hubungan matematis antara variabel-variabelnya.390 139.890 A + = 20.490 = 3.370 3 76.500 118.Jadi biaya total tiap tahun adalah : TC dTC dA A= = 20.750 43.720 129.940 A 258.510 4 5 6 97.890 Jadi dipilih konduktor yang luas penampangnya 3.160 170.400 TC 185.490 =0 A 258. Untuk mengetahui perubahan-perubahan dari komhonen-komponen biaya tersebut dapat dilakukan secara tabulasi dan grafik sebagai berikut: Luasan penampang ( inci 2 ) Biaya Biaya investasi Biaya hilang I 2 R Biaya total tiap tahun 2 55.

Dalam proses ini dapat digunakan atau beberapa evaporator dan dapat digunakan berulang kali. Biaya pengoperasian ditaksir Rp. Soal – soal 1.000 860.merencanakan untuk menggunakan proses penguapan dalam menghasilkan suatu jenis produknya. Biaya tetap kira-kira sebanding dengan banyaknya evaporator yang digunakan.000 Luasan penarnpang ( inci 2 ) 1 2 3 4 Dari tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa total biaya terendah tiap tahun adalah Rp.000 tiap hari. 5.000 5. Sebuah lembaga konsultan ingin membeli sebuah komputer seharga Rp.000 4.000.960. tiga atau empat evaporator.30.000.000 3. 7.560. karena itu di gunakan cara tabulas i a t a u g r af i k . 4. Sebagai alternatif adalah menyewa komputer dengan rata-rata ongkos sewa Rp.000 3.030. Hasilnya sebagai berikut (tiap tahun 200 hari k e r ja ) : Biaya Biaya t e t a p ( biaya awal. 130. komputer yang dibeli harus bekerja supaya membeli komputer tersebut ekonomis. 50.000.000 yang terjadi bila 3 evaporator digunakan.850.710.000 2.000 1.240. dan biaya pemeliharaan Rp.220.610.000.350.000. Ditaksir umur teknis dan nilai akhir komputer tersebut masing-masing adalah 6 tahun dan Rp. Dari pengalaman dan pengujian menunjukkan bahwa diperlukan persamaan atau fungsi yang kompleks untuk menjelaskan hubungan antara biaya-biaya yang digunakan.000 6.000 3.960. dibandingkan menyewa? 64 .000 6.680. karyawan dan sbg) Biaya total/tahun. 3. Biaya variabel yang pokok adalah biaya pembuatan uap yang kira-kira berbanding terbalik dengan banyaknya evaporator yang digunakan dalam instalasi.000 8. asuransi pajak dan sbg) Biaya variabel (pemeliharaan.000 tiap hari.000 tiap tahun secara kontrak. Taksiran biaya variabel dan tetap dapat diperoleh dengan melakukan percobaan jika digunakan satu.190. maka berapa hari tiap tahun. dua. Jika suku bunga tiap tahun 12 %.

000 tiap tahun. Haryono.000. Jika suku bunga 10 % tiap tahun. 3.900 tiap jam operasi untuk bahan bakar.000. Dengan menggunakan i = 15 % a) Buat g r a f i k total biaya tiap tahun dari tiap mesin sebagai fungsi dari jumlah jam mesin tersebut bekerja dalam setahun. berapa banyak papan sirkuit yang harus diproduksi tiap tahun agar kedua metode tersebut sama ekonomisnya? 3. 0. 150. 1990.2.N.800.aya buruh Rp. Ekonomi Teknik. dan mesin gas ekonomis. Seorang kontraktor harus menentukan pilihannya apakah menggunakan mesin g a s e l i n . 315..Inc.000. Penerbit Guna Widya. 240.300 tiap jam operasi untuk pembelian bahan bakar. Edisi Pertama. Umur teknis tiap mesin adalah 5 tahun.000. 2004. dan memerlukan biaya Rp. 2. Surabaya. Ekonomi Teknik. 3.500.000 tiap tahun dan memerlukan biaya Rp. Mesin gas hidrokarbon harganya Rp. b) Tentukan interval jam mesin bekerja dalam setahun sehingga mes i n g asolin ekonomis. untuk buldozer yang ia beli. New York. Harga mesin ga s olin Rp.N. Harga mes in diesel Rp. dan memerlukan biaya Rp 2. 300. Metode kedua dilakukan s e c ar a mencetak papan sirkuit tersebut dan ini memerlukan biaya investasi sebesar Rp.000 tiap tahun.600 tiap jam operasi untuk gaselin. diesel atau gas hidrokarbon. Pujawan. 2. Metode pertama yaitu dikerjakan secara manual dan ditaksir biayanya Rp 1.200 tiap unit dan diperlukan b ia y a p er a l a t a n yang besarnya Rp.52 tiap unit dan biaya pemeliharaan peralatan Rp.000 tiap tahun. Daftar Pustaka: Barish. Mc Graw Hill Book Co. Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making.000 tiap tahun.000. mesin diesel ekonomis. Seseorang produsen alat-alat elektronik tertentu ingin mempertimbangkan 2 motode yang digunakan untuk menghasilkan suatu papan sirkuit. 3. 150. 200. biay a pemelihaan Rp. biaya pemeliharaan R p . 1995. sehingga dapat diabaikan. Surabaya 65 . Bi. 4. Nilai akhir ketiga mesin tersebut sama. biaya pengoperasian Rp.000. Institut Teknologi Sepuluh Nopember. N.300. umur tekn is 9 tahun dan nilai akhir Rp.

diinvest a s ikan diperhitungkan sebagai biaya produksi. Da1am praktek adalah cukup sulit untuk menaksir besarnya alokasi depresiasi yang tepat dari suatu asset. Dalam mengalokasikan depresiasi nilai asset ada 2 hal yang dipertimbangkan yaitu: Untuk menjamin bahwa asset yang diinvestasikan dapat diperoleh kembali selama umur ekonomisnya: Untuk menjamin bahwa asset yang.BAB VIII METODE DEPRESIASI Depresiasi atau penyusutan modal adalah suatu komponen yang penting dalam analisis ekonomi teknik. Untuk memahami konsep depresiasi bukanlah suatu hal yang mudah. Karena modal digunakan terlebih dahulu sebelum menghasilkan barang produksi. Untuk memudahkan pemahaman dalam melakukan alokasi depresiasi diberikan contoh . karena disini memuat 2 pengertian yang harus dipertimbangakan. 2. Yang pertama. Depresiasi secara umum dapat digolongkan dalam 2 kelompok. sehingga berkaitan dengan p a j ak. yaitu: 1. yaitu depresiasi nilai asset yang sebanarnya sesuai dengan waktu dan yang kedua (yang penting dalam ekonomi teknik) yaitu bagaimana mengalokasikan depresiasi (accounting depreciation) nilai asset tersebut. sehingga diperlukan mesin-mesin atau peralatan-peralatan baru yang lebih efisien dan ekonomis daripada yang dipakai sekarang atau karena adanya perubahan demand di masya r ak at baik dari segi kualitas maupun kuantitas sehingga diperlukan tambahan mesin-mesin dan peralatan-peralatan baru (functional depreciation ). terutama dalam analisis yang berkaitan dengan pajak dan pengaruh inflasi ( after tax and inflation analysis ). Secara umum depresiasi dapat didefinisikan sebagai berkurangnya nilai suatu asset (yang dapat berupa mesin-mesin. sehingga terdapat kesulitan-kesulitan dalam mengkalkulasikan biaya-biaya secara tepat. bangunan gedung dll) sesuai dengan waktu.sederhana sebagai beriku t : 66 . Depresiasi yang disebabkan antara lain mesin-mesin atau peralatan-peralatan yang digunakan semakin tua sehingga kemanpuannya berkurang ( physical degradation ). Depresiasi yang disebabkan antara lain karena semakin majunya perkembangan teknologi.

y a i t u : nilai a s s e t ( P ) .000 tiap komponen. Sehingga pengusaha tersebut menganggap ia mendapatkan keuntungan sebesar Rp. 7. 67 Sum of Years digits . pemeliharaan. 2.000. maka tiap kali penggunaan mesin harus diperhitungkan uang sejumlah : Rp. 5. maka pada akhir tahun ke 2 pengusaha tersebut tidak dapat lagi membeli mesin baru dengan kapasitas yang sama.000 untuk menunjang proses produksinya.000.000. 5. Metode yang bertujuan untuk mengalokasikan depresiasi secara merata selama umur teknis. 8. 2.Misal sebuah perusahaan membeli sebuah mesin seharga Rp.000 untuk biaya hidupnya sehari-hari maka tiap tahun ia mempunyai simpanan sebesar Rp. Metode yang digunakan adalah straight line depreciation accounting . Apabila mesin tersebut dapat dipakai untuk selama 2 tahum.500. upah kar yawan. Ka1au dihitung penghapusan modalnya. Dalam ekonomi teknik tujuan utama dari depresiasi adalah untuk mendapatkan aliran kas dengan mempertimbangkan pajak dan inflasi.500. Dengan menggunakan mesin tersebut.500 2.000. Karena ia tidak menyisihkan keuntungannya secara tapat untuk pembelian mesin baru.000 sebagai penghapusan modal. 2. penggunaan energi listrik tiap komponen ditaksir Rp. perusahaan dapat memproduksi 1000 unit komponen tiap tahun yang harganya Rp. Metode yang bertujuan untuk mengalokasikan depresiasi yang lebih besar pada awal umur teknis daripada akhir umur tek nis .000. ada 3 komponen utama yang digunakan. Metode depresiasi dapat diklasifikasikan sebagai berikut: 1. Metode yang digunakan antara lain: declining balance depreciation accounting . Biaya-biaya untuk pembelian bahan baku. 4.000 dia sisihkan untuk membeli mesin baru. Untuk menghitung depresiasi. dan depreciation accounting (SOYD).000 tiap tahun. dan nilai akhir (S). Apabila keuntungan tersebut ia habiskan Rp. 2. sehingga keuntungan bersih yang dapat dia gunakan adalah Rp.000 tiap tahun (ini belum memperhitungkan laju in f lasi) dari yang Rp.000 = Rp. 15.000. umur teknis (n) . Dalam contoh diatas terliliat bahwa depresiasi dibebankan pada biaya produksi (dalam akutansi disebut amortized cost) sehingga mempengaruhi profit atau rate of return yang diperoleh perusahaan.000 tiap tahun.5.

3.

Metode yang bertujuan untuk mengalokasikan depresiasi yang lebih besar pada akhir umur teknis daripada awal umur teknis. Metode yang digunakan adalah sinking – fund depreciation accounting.

Straight line depreciation accounting

Besarnya depresiasi pada tahun ke t dengan metode ini diberikan oleh rumus : Dt = P − S 1− S / P = P = dP ………………………..8.1. n n

dimana d adalah laju depresiasi. Contoh 8.1 : Misal P = Rp. 10.000.000, S = 1.000.000 dan n = 5 tahun Dt = P − S 10.000.000 − 1.000.000 = = 1.800.000 tiap tahun. n 5

Secara tabulasi : t 0 1 2 3 4 5 Dt 1.800.000 1.800.000 1.800.000 1.800.000 1.800.000 Nilai buku BVt 10.000.000 8.200.000 6.400.000 4.600.000 2.800.000 1.000.000

BVt adalah nilai buku pada tahun ke t yang besarnya adalah BVt -1 - Dt, Dimana BV0 = P, dan dapat dibuktikan bahwa: BVt = P − P−S t = P(1 − tDt ) …………………………..8.2.05 n

DECLINING – BALANCE Depreciation Accounting

Dalam metode ini besarnya depresiasi pada awal-awal tahun pemakaian lebih besar dari pada akhir tahun pemakaian. Karena diharapkan misalnya mesin-mesin yang baru dapat memeberikan produktivitas yang lebih tinggi pada awal pemakainnya daripada akhir pemakaiannya. Dalam metode ini, untuk laju depresiasi tertentu, besarnya depresiasi adalah perkalian laju depresiasi dengan nilai buku pada periode bersangkutan. 68

Contoh 8.2 : Lihat kembali contoh 8.1. Misal digunakan laju depresiasi 40%. t 0 1 2 3 4 5 0,4(10.000.000) = 4.000.000 0,4(6.000.000) = 2.400.000 0,4(3.600.000) = 1.440.000 0,4(2.160.000) = 864.000 0,4(1.296.000) = 518.400 1− S / P = kd n Dt BVt 10.000.000 6.000.000 3.600.000 2.160.000 1.296.000 777.600

Faktor laju depresiasi dr = K Dan jika diandaikan

k S = 0 maka dr = n P

Konstanta k biasanya adalah 1,25 ; 1,5 ; 2,0. Jika k = 2 seperti contoh 8.2. disebut double declining balance depreciation. Besarnya depresiasi pada tahun ke t adalah : Dt = dr (BVt-1) …………………………………9.3. Dan BVt-1 = P (1- dr)t-1 ……………………………..8.4.

Sum of Years digits (SOYD) depreciation accounting

Metode ini berdasarkan jumlah bilangan tahun, dimana nilai suatu asset berkurang sebanding dengan unit tahunnya. Contoh 8.3: Lihat kembali contoh 8.1. Jumlah unit tahun = 1 + 2 + 3 + 4 + 5 = 15

69

t

Unit tahun

Dt

BVt

0 1 2 3 4 5 5 4 3 2 1 5/15(10.000.000-1.000.000) = 3.000.000 4/15(10.000.000-1.000.000) = 2.400.000 3/15(10.000.000-1.000.000) = 1.800.000 2/15(10.000.000-1.000.000) = 1.200.000 1/15(10.000.000-1.000.000) = 600.000

10.000.000 7.000.000 4.600.000 2.800.000 1.600.000 1.000.000

Secara umum : Jumlah unit tahun = 1 + 2 + ………. + n = Dt = (P-S) n(n + 1) 2

2(n − t + 1) ……………………………………….. 8.5 n(n + 1) 2m m(m + 1) − ……………………………. . 8.6 n n(n + 1)

BVm = P- (P-S)

Sinking – fund depreciation accounting

Dalam metode ini di andaikan nilai dari asset berkurang pada saat laju depresiasi bertambah. Contoh 8.4: Lihat kembali contoh 8.1 dan digunakan sinking fund 6 %. Sinking fund depreciation pada tahun : Pertama Kedua Ketiga Keempat Kelima : (10.000.000 – 1.000.000) (A/F, 6%, 5) : 1.596.600 + 0,06 (1.596.600) : 1.692.390 + 0,06 (1.692.390) : 1.793.940 + 0,06 (1.793.940) : 1.901.580 + 0,06 (1.901.580) = 1.596.600

= 1.692.390 = 1.793.940 = 1.901.580 = 2.015.670

70

8.7.940 1.711.901.000 SOYD 4.1.000 Declining balance 2.000 4. n) (F/A. 8.000 1 2 3 4 5 Gambar 8. i. i . t) ……………………….692.390 1. i.490 999. BVt = P-(P-F) (A/F.000..000 6.t 0 1 2 3 4 5 Dt BVt 10.000. i%. n) (F/P.060 3.000. t-1) Setelah disederhanakan diperoleh : Dt = (P-S) (A/F.917. t-1) …………………………. i.000.793.015. n) (F/A. 10. i.000 1.400 6. n) + i (P-S) (A/F.000 6% sinking fund Straight line 8.596.. 10. 8.000.000 71 .670 8.015.580 2.820 Secara umum : Dt = (P-S) (A/F.000. Nilai buku asset Rp.600 1.000.403. i%.

000 = = 4.000. g. lihat Tabel (apendik) dan ITC sebesar 10 % diterapkan langsung. Setelah pajak pendapatan dengan menggunakan depresiasi ACRS (accelerated cost recovery system). Setelah pajak pendapatan dengan menggunakan depresiasi ACRS untuk 5 tahun mulai 1986 dan ITC sebesar 10 % diterapkan langsung.5: Suatu investasi pada peralatan seharga Rp. 8.000 n 8 72 . Dt = P − S 36. b. c. d. i %. Dengan menggunakan pajak pendapatan (income tax rate) sebesar 48 %. Setelah pajak pendapatan dengan menggunakan double rate declining balance depreciation untuk 4 tahun pertama dan 4 tahun berikutnya digunakan straight line depreciation.500. Setelah pajak pendapatan dengan mengandaikan investasi dihapuskan sebesar 20 % tiap tahun untuk 5 tahun dan ITC sebesar 10 % diterapkan langsung. Penyelesainnya : a. Sebelum pajak NPW = 0 = .900. Setelah pajak pendapatan dengan menggunakan straight line depreciation.000 + 8.900. hitung rate of return investasi tersebut dengan menggunakan kondisi-kondisi berikut : a. b. e.000. f. Setelah pajak pendapatan dengan SOYD.36. h.000.000 diharapkan dapat menghemat pengeluaran perusahaan sebesar Rp.000 (P/A. Setelah pajak pendapatan dengan mengadaikan semua investasi dihapuskan untuk tujuan pajak. i. Setelah pajak pendapatan dengan SOYD dan ITC (investuen tax credit) sebesar 10% diterapkan langsung.000 tiap tahun untuk selama 8 tahun dan ditaksir nilai akhirnya sama dengan nol pada akhir tahun ke 8.3 %. 36.Contoh : 8. 8) Dengan cara interpolasi (trial and error) diperoleh i = 18. Sebelum pajak pendapatan (before income tax).

400.000. 73 .000 2112.000 6.000.000 + 8.000 6.000.000 4. D6 = 3.000.738 .000.738 .738 .2 %.500. D3 = 6. D7 = 2.000 + 6.000 8(8 + 1) c).000 NPW = 0 = .000 + 8.000 Depresiasi (B) Yang dikenai pajak (C = A + B) Besar pajak (D = -0.000.000 6.000 + 8.738 . D5 = 4.000 2112.000 4.000 4. D8 = 1.400.000.000 4.400.000 4.000 4.000 4.000 2112.000 4.000.900.900. n) Dengan interpolasi diperoleh i = 10.000 + 8.48 C) Aliran Kas setelah pajak (E = A + D) 36.000 2112.000.000 4.000 2112.500.000 + 8.000 4.000 2112.000 6.000.000.000.778.738 .000 + 8.000 4.500.000.500.000.738 .500.000 + 8.Dibuat terlebih dahulu aliran kasnya : Tahun Aliran Kas sebelum pajak (A) 0 1 2 3 4 5 6 7 8 36.500.400.000.900.36. i %.900.900.900. D4 = 5.000.000 4.738 .000.900.738 .900.000 4.000.400. Dt = (P-S) D1 = 36.000 + 8.500. 2(n − t + 1) n(n + 1) 2(8 − 1 + 1) = 8.000 4.400.000 4.500.000 6.400.000.000 D2 = 7.400.000 2112.000 6.000 2112.000 6.000 4.000 6.000 (P/A.

000 (B) (C = A + B) (D = -0.900.872.508.000 4.Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 (A) 36.000 1.028.000 3.468.900.000 8.000 8.000 8.000 5.000 NPW = 0 = .900.108.000 2.000.000 7.000 1.000.000 7.000 1.900.000 6.312.000 8.000 7.000 8.000.000 1. 8) Dengan interpolasi diperoleh i = 11.000 4.000 912.900. 8) – 480.000.000 7.900.900.000 2.000 2.468.000 3.2 % 74 .000 (P/A.000 5.900.000 6. i %.000. i %.000 (P/G.000.832.000 - - 900.36.000 8.900.000 5.000.000 3.000 2.000.000.000 3.900.000.988.588.900.392.792.900.000 6.000 6.382.548.068.000.000 36.900.000 + 8.000 7.48 C) (E = A + D) - 8.000 5.000 8.000 - - 432.900.000 + 8.

000.2.750.797.000.055.25)4 = 11.750.36.000 (1.000 3.1.000 7.000 5.000 5.000 (1-0.000 2.000 .848.d).000 8.052.500 BV3 = 36.25)2 = 20.948.25 n Dihitung terlebih dahulu depresiasinya dengan double rate declining balance depreciation untuk 4 tahun pertama.36.187.900.000.000.000) = 9.848.000 2150.000 .000 .848.995. BV0 = 36.000 + 5.000 .000.842.000 7.25 (27.000 8.062.449.000 (1-0.500 5.000 8.000 NPW = 0 = .000 2.000 BV1 = P (1 – dr) = 36.103.000.000 6.905.000. 8) + CFt – 5.000 8.000 BV4 = 36.900.900.000 6.500 BV4 = merupakan P untuk straight line depretation.000) = 6. i %.000 BV2 = P (1 – dr2) = 36.000.000 5.868.000) (P/F.250.25 BV2 = 50.2.995.000 -100.905.000 8.052.25) = 27.000.1.900.052.2. i %. dr = 2 = 0.625.2.000 8.000 2.000 .0.848.000 9.000 8.25)3 = 15.451.000 6.500 D4 = 0.000 (1-0.848.390.900.000 .797.000 8.000 8.000 .390. untuk t = 5.032.000 6.995.900.000.1 % 75 .25 (36.995.500 3. 6.000.000 6.000 d3 = 0.000.000.000.900.000 48. D2 = dr BV1 = 0.000 2.052. 4 Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 A 36. 8.500 − 0) = 2.000 .000 6.837.000.000 5.000 (P/A.995. t) Dengan interpolasi diperoleh i = 11. D1 = dr BV0 = 0.905. 7.905.995.000 - B C D E .2. yaitu : Dt = (11.000 5.900.25 BV3 = 3.

900.000 8.000 4.36. 8) Dengan interpolasi diperoleh i = 14.000 8.000 ITC = 10 % (36.000 5.798.900.628.468.900.827.000 3. i %.900.000.000 432.000 .600.000 900.272.000.000 8.000 8.4.900.000 8.628.900.000.000 4.000 B C D 17.4.000 8.000 B C D 3.32.000 8.000.000 5.000 3.900.000 912.720.000 1.988.900.832.000 7.000 0 0 0 8.000 2.000 (P/G.000 2.000 E 32.000 8.18. n) – 480.000 3.000 8.900.000 7.272.000 2.000 5.000 NPW = 0 = .000 4.900.600.000. Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 A .000 8.900.000 7.000.000 E .000 4.392.312.548.000 + 8.000 7.900.280.900.628.000 2.352.900. i %.000 8.900.4.000.000 6.000 1.000.000.000.36.900.068.900.000 4.000 6.000 8.000.900.900.000 (P/A. Tahun 0 1 2 3 A .028.000 1.000.508. f).6 %.272.000 8.000 7.588.000 1.108.000) = 3.000 6.000 6.000 8.e).000.900.000 76 .000 .000 3.000 8.000 5.000 .468.900.

400.400.272.000 8. 8) Dengan interpolasi diperoleh i = 18.000 7.628.220.000 1.084.000.200.272.643.000 -7.084.48 (-36.000 1.900.272.000 Kedua = 0.000 4. Tahun 0 1 2 A .18.000 1.280.000 4.000 4.650.000.272.000 8.900.600.000) = 5.600. Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 A .900.000.000 8.900.000 .21 (36.900.900.000 8.000 .628.900.21 (36.900.560.000 8.000 (P/A.900.000 0 0 0 0 0 8.816.000 77 .000 1.560.000 -7.000 8.000 .4.643.700.000 .000 .000 4. i %.628.900.000 8.000 4.680.000 4.000 8.4.000 8.000 Depresiasi pada tahun pertama = 0.000 8.22 (36.36.000 Ketiga = 0.000 Besar pajak investasi = .900.900.000) = 7.000 -7.340.628.900.500.000 B C D 3.000 Dengan interpolasi diperoleh i = 14.720.560.000 E .000 .000 8.21 (36.000 Keempat = 0.000 1.340.000 8.000 .000 8.400.900.000 980.900.000 8.4.000) = 17.272.700.000 8.000 + 4.000) = 7.200.000 NPW = 0 = .000 .4.000 .0.340.272.000.000 4.000 8.628.000 8.000) = 7.000.000 0 0 0 3.000 -7.643.900.000.900.15 (36.3 %.000 .000) = 7.816.650.900.900.000 8.272.900.000 8.000 .7 % h).000 8.000 8.920.900.272.628.36.000 B C D 3.470.000 8.272.000 8.000 Kelima = 0.000 E .000 4.900.4.272.000.000 -7.4.4.000 .628.000 -5.000 8.000 8. g).4 5 6 7 8 8.400.920.000 8.000 .628.32.000 -7.4.000 8.000.000 .650.272.1.628.430.900.32.000 .

36.700.000 Tahun ketiga = 24 % (36.900.000.000 8.900.000 8..000 8.640.900.000 -7.775. dengan menggunakan mesin tersebut diharapkan dapat menghemat biaya pengeluaran Rp.760.628.900.000 Tahun kedua = 32 % (36.000.3 4 5 6 7 8 8.000 8.900.000 1.000 .000 .000.400.000 .000 10.000 -7.000 1.620.4.000 8.000 8.816.4.000 8.000 6.000 4.258.000.000 8.000 8.000 -7.900.200.000.816.880.700.000.000 8. 180.900.000.900.000 B C D 3.8.000 8.000 .900.272. apendik) adalah 20 % (36.000 8. 30.000 8.520.125.393.760.628.000 8.628. Contoh 8.000.900.000 8.000 -7.200.000 8.158.200.272.890.1.000 .000 .140.32.000) = 7.000 Dengan interpolasi diperoleh i = 15.000 8.084.900.900.000 Besarnya depresiasi pada tahun pertama = 20 % (36.272.000.880.000 8.084.9 %.010.000 8.4.000.000 -11.020.900.000 0 0 0 1.816.000 Tahun keempat = 16 % (36.700.628.900.2.000 8.4.272.272.000 8.000) = 5.084.272.084.000 Tahun kelima = 8 % (36.000 4.507.000 8.628.900.6 %.900. Dengan interpolasi diperoleh i = 14.000 .000 4.000 8.000 Besar depresiasi dari tahun pertama sampai kelima (………… lihat tabel ……….000 .000 -2.200.000.000 .000) = 8.000 8.200.900.000 .000 .000 tiap tahun untuk selama waktu 10 tahun dan ditaksir pada tahun ke 10 nilai akhir mesin tersebut Rp.000) = 2.000. Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 A .000) = 7.000 .000 E . i).000 .000 6.000 .000 .816.900.5.4.700.628.2.000 1.600.000 0 0 0 1.000.520.36.6 : Sebuah mesin baru berharga Rp.000 7.000 4.000) = 11.000 .900.000 3.4. 78 .000 4.900.640.000 260.000 4.200.

10 = 0 n 10 BV10 = P − ( Karena nilai akhir pada tahun ke 10 yaitu Rp.400.000.000 30.000.000.000 − 30. 30.000 .000. NPW = 0 = .000 + 25.000 Jadi nilai buku pada akhir tahun ke 10 = nilai akhir mesin tersebut.000.000 36.000. Penyelesaian : a).000.2 % b). 79 . sebelum pajak pendapatan. Dt = Tahun 0 1 – 10 10 180.000.000 lebih besar dari BV10 maka ada pajak sebesar 0. i %.000. c).9 %.000 (P/F. b).000 4 P−S (180. NPW = 0 = .000.000.180.000 30.000.000. setelah pajak pendapatan dengan menggunakan straight line depreciation untuk 4 tahun dan dianggap nilai akhir nol pada akhir tahun ke 4 tersebut d).000.000.000 (P/A. 8.920.000 -10.000 . i %. i %. c).000 B C D E -180.000.000 – 0) = 14.000 P−S ) t = 180.080. sehingga tak ada pajak pendapatan.000 (P/F. Dt = 180. 10) Dengan interpolasi diperoleh i = 8.10 n 10 Catatan : BV10 = P − ( = 30.000K.000.000.48 (30.000.000 + 36.000.000 − 0 = 45. 10) + 30. 10) Dengan interpolasi diperoleh i = 16. setelah pajak pendapatan dengan menggunakan straight line depreciation untuk 10 tahun dan nilai akhir ditaksir Rp.000 (P/A.000 − 0) ) t = 180.000 180.000.Dengan menggunakan pajak pendapatan sebesar 48%. i %. 10) + 30.000 .920.000.000 = 15.000 -15.000 21. hitung rate of return dengan kondisi-kondisi berikut: a).000 10 A -180.000 25.000.000 − 30.000.180. setelah pajak pendapatan dengan menggunakan straight line depreciation.

4) + 18.750.10.000.000 − 30.600. Dt = 180. 8.320.000 25.000 B C D E -180.320.000 .000.5 %.180.000 .000 NPW = 0 = .000 + 25.000 21.10 = 30.000) = 10.7 : Misal ada 4 alternatif penanaman modal sebagai berikut : 80 .000 -17.320.10 10 A -180.000 -45.000 .000.560.180.000.000 (P/A.000.000 10 BV = 180.000 8.9.000 (P/F.000 Besarnya penghematan pajak karena adanya capital loss = 4.560 .000 (P/A.000.180.000.000 – 30. i %. 10) Dengan interpolasi di peroleh i = 8.000.15.000 = .920.000.400.000 Jadi modal yang hilang (capital loss) = 8.000.000 -14.000 (P/F.000 4.000 . i %.000.000 .000 18.000 36. 6) (P/F.180.000 .Tahun 0 1 – 10 5 .000 = 15.6% d).750.000 NPW = 0 = .000 B C D E .000 + 40.000 (P/A.000 10 (180.000 .000 0 36.000 36.000. Contoh 8.000.22.000 .250.000. i %.000 K - Nilai akhir = Rp. i %.000.000.000.000.000 36.920. 10) Dengan interpolasi di peroleh i = 10.000 Tahun 0 1 – 10 10 A .000.000 40.000 18.000 10.080 .48 (22.000 . i %.000 30.000. i %.560.000. 10) + 18.000 − 30.000.000) .22.000 15.560. 4) + 15.600.000.

000 (P/A.000 .200.000.000 -16. 20) i = 6.000 17.800.400.000 B 250.0.000.000 D -500.000 NPW (A) = 0 = . alternatif mana yang paling ekonomis jika di gunakan depresiasi straight line. pajak pendapatan 50% dan i (Marr) 6%.000 32.000 24.500 .400 .400.000 -20.5 % 81 .000 60.300 .200.400.300.000 C -350. i %.000 -10.000 C 350.000 40.100.000 27.000 -21.600.500 .200 .700 .200.200 .000 .000 33.500. terlebih dahulu di hitung rate of return tiap alternatif.000 Umur teknis masing-masing peralatan tiap alternatif di taksir 20 tahun dan nilai akhirnya nol.200.000.800 .000.000 + 17.000 14.800.000.000 51.000 101.000 117.600.000 20.700.000 B -250.100.800 . Penyelesaian: Seperti halnya dalam bab-bab sebelumnya.000 .800.000 -10. untuk pemilihan alternatif berganda ini. 20) i < 6 % NPW (B) = 0 = -250.000 20.7. Jelaskan faktor-faktor yang harus di pertimbangkan dalam pemilihan alternatif tersebut.000 24.000 51.000 (P/A.50 C) Aliran kas setelah pajak (E = A + D) A -200.000 D 500.000.Biaya peralatan investasi A 200.600.400. Berdasarkan data di atas.000.000 45.000 . 32.100 .000 34.000 50. i %.000 52.900 .500.000 .000 .000 -17.000 Penerimaan kotor tiap tahun karena adanya tersebut Biaya pengoperasian dan pemeliharaan tiap tahun Penerimaan bersih tiap tahun 44.25.000 .000.000 + 22.000 65.000 65.400. Untuk menyingkat perhitungan di buat tabel sebagai berikut: Investasi Aliran kas sebelum pajak (A) Depresiasi (B) Yang dikenai pajak (C = A + B) Besarnya pajak (D = .000.000 22.

20). Jadi tinggal membandingkan alternatif B .000 34. C Investasi Aliran kas setelah pajak -350. .000 C-B -100.000. i %.700. 20).5 % Dari hasil perhitungan tersebut.000. sehingga dipilih alternatif C.5 % NPW (D) = 0 = -500.300.000 D -500.000.000 (P/A. B Investasi Aliran kas setelah pajak -250.600.000 + 34.9 % < 6 %. misalnya kemampuan pengadaan finansial yang diperlukan untuk biaya awal investasi. 20) i = 6.000 11.700.dan sebagainya. Diperoleh i= 3. Faktor-faktor lain yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan alternatif tersebut antara lain: .000 C-D -150.000.000.000 (P/A.C dan D seperti sebelumnya.000 10. karena itu dipilih alternatif C.300.Pemasaran (marketing) .300.Kemungkinan adanya kendala-kendala yang belum dipertimbangkan.NPW (C) = 0 = -350.000 + 11.000 22. terlihat alternatif I tidak perlu dipertimbangkan lebih lanjut karena rate of return-nya < 6 %.000 C -350.000.200.000. yaitu dengan menyusun alternatif menurut besarnya biaya investasi dan kemudian dihitung incremental aliran kas setelah pajak. 20) i = 7.000 34. Dengan interpolasi diperoleh i > 6 %. i %.000 NPW (D – C) = 0 – 150.000.000 + 10.000.200.000 NPW (C – B) = 0 = .000 45.000.900. i %.000 (P/A.100. i %.000 (P/A.Safety (keselamatan) .000 + 45. Soal-soal: 82 .900.

Metode depresiasi straight line. Pada tahun 2003.000 pada tahun pertama. c. Dengan menggunakan metode “Original Book”.000 pada tahun kedua naik Rp.000.000 pada tahun-tahun berikutnya.1. Dengan menggunakan depresiasi straight line untuk kedua jenis peralatan tersebut.000 pada tahun-tahun berikutnya.000. Peralatan B dapat menghemat biaya pengoperasian dan pemeliharaan sebesar Rp.000 pada tahun pertama. (metode “Original Book” rata-rata profit tiap tahun dibagi dengan biaya awal). 3. 12. d. b. 17. Berapa besar depresiasi dan nilai buku pada tahun ke 3.000.000.000. Ada 2 jenis peralatan yang harus dipilih salah satunya yaitu yang paling ekonomis. c. Untuk tujuan pepajakan. Metode depresiasi sinking fund 6 %. Dengan 83 . dengan menggunakan mesin baru tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi sehingga dapat menekan biaya pengoperasian Rp.000 dan ditaksir mempunyai umur teknis 6 tahun dan nilai akhir Rp.000.000. Berikan usulan mengenai perbedaan hasil ketiga metode diatas dan dalam kondisi bagaimana metode “original book”. hitung rate of return tiap peralatan (metode “average book” = rata-rata profit tiap tahun dibagi dengan rat-rata nilai buku). hitung rate of return tiap peralatan. investasi pada mesin tersebut akan didepresiasikan dengan SOYD dengan nilai akhir nol pada akhir tahun ke 12. d. Peralatan A dapat menghemat biaya pengoperasian dan pemeliharaan sebesar Rp. 2. sebuah perusahaan membeli komputer untuk meningkatkan efisiensi dan pelayanan administrasinya.000. memberikan pendekatan yang cukup baik. Rp. 3. Metode depresiasi double declining balance.000.000 pada tahun kedua dan berkurang Rp. Rp. jika digunakan : a.000 untuk selama 2 tahun. Dengan menggunakan metode “average book”.000. 3. 20.4. b. Masing-masing peralatan tersebut berharga Rp.000.000 dan diharapkan dapat digunakan selama 15 tahun dengan nilai akhir nol.300. a.50. Harga notebook tersebut Rp. Hitung rate of return yang sebenarnya sebelum pajak untuk tiap peralatan tersebut. 78. Metode depresiasi SOYD. 9. Sebuah perusahaan ingin membeli sebuah mesin baru seharga Rp. 16. Sebuah perusahaan kontruksi memperimbangkan untuk membeli sebuah peralatan untuk menunjang operasinya.25.000.

1982. Eugene L.G. Singapore. Leland and Anthony T. Daftar Pustaka: Blank. Institut Teknologi Sepuluh Nopember.Inc. Ekonomi Teknik. Thuesen. Mc Graw Hill Book Co. Second Edition. John Wiley and Sons. and GJ. W. Haryono. Singapore. 1981. Surabaya.menggunakan pajak pendapatan sebesar 48%. 84 .. Gant. 1985. and Richard S. Fifth Edition. Principles of Engineering Economy. WJ. Thuesen. Leavenworth.. Seventh Edition. Engineering Economy. Prentice Hall of India Private Limited. Engineering Economy. H. 1990.. Fabriky. hitung rate of return sebelum dan sesudah pajak dari investasi tersebut. Grant Ireson. New Delhi..

10. Yang berarti daya beli (purchasing power) dari uang cenderung turun dari tahun ke tahun. analisis dilakukan tanpa memepertimbangkan pengaruh laju inflasi atau kenaikan harga-harga. Andaikan obligasi tersebut dikeluarkan oleh pemerintah sehingga bebas pajak. Tabel berikut menunjukkan aliran kas dari pembelian obligasi tersebut dan andaikan laju inflasi pada kolom ketiga diketahui : 85 . Sedangkan di Indonesia disusun oleh HPS berdasarkan 150 bahan pokok dan jasa.87 %. Contoh 9. Jadi inflasi menurunkan daya beli uang sesuai dengan waktu.S. karena harga-harga tiap tahun cenderung meningkat. Laju inflasi umum di Surabaya berdasarkan perhitungan HPS selama tahun anggaran 1986-1987 naik sebesar 9. Dalam praktek hal ini jelas tidak relevan.000. Oleh karena itu aliran kas dari suatu investasi harus disesuaikan atau dikonversikan ke daya beli tetap (constant purchasing power). digunakan CPI (consumer price index) yang disusun berdasarkan 400 jenis bahan pokok dan jasa.1: Seseorang membeli obligasi seharga Rp.000 pada tahun 1995 dengan bunga 5% tiap tahun dan dapat diuangkan pada tahun 2010.87 % lebih tinggi dari pada tahun anggaran 1985-1986 (dianggap sebagai tahun dasar).BAB IX INFLASI Dalam contoh-contoh sebelumnya. Untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan mengkonvirmasikan semua aliran kas ke daya beli tetap (constant purchasing power) berdasarkan laju inflasi (index harga konsumen) yang sesuai.A. hal ini berarti bahwa secara umum harga-harga pada tahun anggaran 1986-1987 adalah 9. Untuk itu telah dikembangkan beberapa metode untuk menghitung laju inflasi (indeks harga konsumen) antara lain di U. sehingga dalam analisis ekonomi hal ini sangat diperhitungkan.

000 425.000 500.338.900 94.000 314. Jadi dapat disimpulkan bahwa suatu investasi dapat menguntungkan jika pengaruh inflasi diabaikan.000 371.000.000 288.000 500.000 10.000 478.500.000 500.000 500.500.300 121.200 100.000 349.000 500.000 446. aliran dikonversikan ke daya beli tetap pada tahun 1995.000 468.900 ) Rp.000 500.000 500.500 181.000 500.700 161.400 116. tetapi jika inflasi diperhitungkan mungkin investasi tersebut merugikan.000 500.Tahun 1995 96 97 98 99 2000 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 Aliran kas dalam nilai sekarang -10.000 Pada kolom 2 dimana inflasi tidak diperhitungkan investasi tersebut menguntungkan. 86 .300 125.000) yang berarti bahwa investasi tersebut merugikan. karena kalau dijumlahkan adalah Rp.000 104.000 500. pada kolom 4.000 256.200 109.000 272.000 399.000.000.300 133.000 500. yaitu misalnya tahun 2001 akan mempunyai daya beli atau ekuivalen dengan ( 92. 7. 500.500 97.000 500.000 = Rp.000 492.100 147.000 pada tahun 1995.000 383.000 500.300 dikonversikan ke daya beli tetap pada tahun 1995 diperoleh jumlah hasilnya negatif (Rp.500 195.000 Laju inflasi (CPI) 92.200 170. 399.000 238.000 500.400 Aliran kas yang dikonversikan ke daya beli tetap -10. Setelah 116.

Tulis NPW untuk menghitungkan rate of return dari investasi tersebut dalam daya beli tetap (constant purchasing power). Pertanyaan: a.500.000000.tahun kedua diberi indeks 105. yaitu obligasi yang berharga Rp. 1. 10 tahun kemudian dapat diuangkan Rp. Rp. Pernyataan staf ahli tersebut bahwa investasi akan menghasilkan rate of return hampir 20%.000. yaitu untuk saat sekarang diberi indeks 100. mungkin disebabkan dalam analisisnya tidak mempertimbangkan adanya inflasi. tahun ketiga diberi indeks 110 dan seterusnya. Andaikan suku bunga dibayar tetap 1 tahun kemudian.000 tiap Ha.330 (P/F .000.3: Sebagai alternatif yang lain dari pembelian tanah adalah membeli obligasi yang memiliki i = 8% tiap tahun dengan harga 50% dari nilai nominalnya. NPW = 0 = .000. Berikan komentar tentang pernyataan staf ahli investor tersebut! Penyelesaian: a.85% c. 133. i% .333. 40. Investor tersebut berniat menjual tanah tersebut 10 tahun kemudian. Contoh 9.000. Pertanyaan : a. 10) dengan interpolasi diperoleh 11. i%.000. Staf ahli investor tersebut menaksir bahwa laju inflasi umum untuk 10 tahun mendatang mendekati laju inflasi arithmetic gradient. 87 . Ditaksir 10 tahun kemudian tanah tersebut laku dijual Rp.330 b. Besar pajak tiap tahun adalah Rp.Contoh 9.2: Seorang investor ingin membeli sebidang tanah yang luasnya 5 Ha dengan harga Rp.35.000.000. 10) + 133.333.000 – 1. 70.40.500.35. Sehingga hasil perhitungan rate of return-nya lebih tinggi yakni mendekati 20%.000. Staf ahli investor tersebut menyatakan bahwa investasi pada tanah tersebut akan menghasilkan rate of return hampir 20 %.35.000 (P/A . Hitung rate of return dari investasi tersebut dalam daya beli tetap! c.000 x 5 x 100/150 = Rp. Taksir berapa nilai jual tanah tersebut 10 tahun kemudian dalam daya beli tetap? b.

869.666.433. n) 150 n = 1 1 + 0.500.600.000 -1.000 +∑ ( P / F .369.000 + 4.000 + 5.000 5.333. e.000 -1.000 5.000 -1.148. Dari c) diperoleh : NPW = 0 = ∑ (0 − PT )( P / F . i %. Buat tabel aliran kas (Obligasi – Pembelian tanah) berdasarkan daya beli tetap.000 + 5. Hitung rate of return dari a).000 -81.000.500.500.000 5.500.000. Penyelesaian : a.500.000 + 4.500.370.733.590.333. 100 10 5. NPW = 0 = .000 + 133.000 6.090.000 -1.166.480.000 -1.5n Dari a) dengan interpolasi diperoleh i = 14.000 + 4.35.833. i %.980.000 5. i%.000 (P/F.660 ( Obligasi – Pembelian tanah) 0 6.500.330 - Obligasi 35.000 + 46. Hitung rate of return pada soal d) dan interpretasikan hasilnya.500.862. d. c.500.600 + 4.500.000 5.000 -1.000 6.807.000 -1.648. n) n =1 10 88 .000. Berdasarkan tabel c).362. 10) x b.500.000 + 4.000 6.000 + 70.b.000 + 3.000 -1.666. c.000 d.000 -1.000 + 2.000 + 4. tulis NPW untuk menghitung rate of return selisih kedua investasi tersebut.000.000 -1.000.93 % Tabel aliran kas (Obligasi – Pembelian tanah) dalam daya beli tetap : Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 10 Pembelian tanah -35.

Jadi pilih investasi pada pembelian obligasi jika Marr < 7.74 % dan pilih pembelian tanah bila Marr > 7. 2.700. Hitung rate of return setelah pajak jika laju inflasi diperhitungkan. Komisi penjualan sebesar Rp.3 %) c.000. Hitung rate of return sebelum pajak jika laju inflasi tidak diperhitungkan (i = 7. Jika laju inflasi tiap yahun 6 %.000. Sebuah perusahaan membeli sebidang tanah seharga Rp. Umur teknis perusahaan tersebut adalah nilai akhir nol.e. 5.000 dan berniat menjualnya kembali 10 tahun kemudian dengan harga ditaksir Rp. 20.000. tanah tersebut disewakan yang ongkos sewanya cukup untuk membayar pajak atas tanah tersebut. Hitung rate of return setelah pajak (i = 12. 74 %. Jika tanah tersebut dijual 10 tahun kemudian maka ada pajak ekstra sebesar 45% terhadap keuntungan sebesar Rp.300. 320.000.000 pada tahun kedua. Hitung rate of return sebelum pajak (i = 20. 89 .000 tiap tahun untuk selama 10 tahun.000.000 pada tahun-tahun berikutnya. 200. 110.000. Ditaksir 10 tahun kemudian harga-harga akan meningkat 2 kali lipat dari saat sekarang.000. 26.000.000. Berdasarkan data diatas : a. Sistem depresiasi yang digunakan adalah sistem depresiasi SOYD dan pajak sebesar 49%.1%) b.000. Selama 10 tahun tersebut. Sebuah perusahaan ingin membeli sebuah alat pengendalian material dengan harga Rp.000 sehingga harga bersih 10 tahun kemudian adalah Rp. Andaikan ada kenaikan gaji karyawan sehingga penghematan sebelum pajak berkurang yaitu Rp.000. Rp. Hitung rate of return sebelum pajak dan laju inflasi tidak di perhitungkan.9%) c. 300.74 %. dengan menggunakan alat tersebut diharapkan dapat mengurangi gaji perusahaan sebesar Rp.300.000 pada tahun pertama. tetapi menambah biaya pengoperasian dan pemeliharaan sebesar Rp.000.000 tiap tahun. 32. Soal-soal : 1. a. 100. maka hitung rate of return setelah pajak dalam daya beli tetap (i = 10. 27.8 %) d. Dari d) dengan interpolasi diperoleh i = 7. dan bertambah Rp. b. 1.

110. - Dengan tanpa melakukan perhitungan berikan jawaban saudara jika inflasi diperhitungkan. Jika tanah tersebut dibeli. a. b. Berapa besar penambahan rate of return sebelum dan sesudah pajak karena adanya kenaikan gaji karyawan tersebut.000 dan alternatif kedua yaitu menyewa tanah tersebut dengan ongkos sewa Rp. Andaikan ada pajak sebesar 49% dan selisih harga penjualan tanah pada akhir tahun ke 10 (Rp.12)n dan pada akhir tahun ke 10 harga jual tanah tersebut sebelum pajak adalah Rp.110. Andaikan laju inflasi umum 12% tiap tahun. 3.- Dengan mengandaikan laju inflasi tidak diperhitungkan.461.(Bandingkan dengan jawaban a dan b di atas).000. 3.000) dikenai pajak sebesar 49%.000 (1.000 tiap tahun untuk jangka waktu 10 tahun.110. Jadi jika tanah tersebut tidak jadi dibeli. 3. 90 .000 (1.000. maka ongkos sewanya pada tahun ke n adalah Rp. 3. hitung rate of return sebelum dan sesudah pajak.000. hitung rate of return setelah pajak dalam daya beli tetap.000.000. Sebuah perusahaan konstruksi ingin memperluas kapasitas tempat penyimpanan alatalat beratnya. Jika 10 tahun kemudian tanah tersebut laku dijual seharga pembelian mula-mula (Rp.000 tiap tahun.000. 25. penerimaan-penerimaan dan pengeluaran-pengeluaran lain adalah sama bila tanah tersebut bila dibeli atau disewa.12)10 = Rp. Hitung rate of return sebelum pajak dalam daya beli tetap (constant purchasing power).100. hitung rate of return setelah pajak dalam daya beli tetap. ada pajak kekayaan sebesar Rp.000.000) dengan pembelian mula-mula (Rp.000. 346. Jika besar pajak 49% tiap tahun maka hitung rate of return setelah pajak. Selain pajak pendapatan (income taxes). Jika selisih tersebut hanya dikenai pajak 20%. Alternatif pertama yaitu membeli sebidang tanah seharga Rp.000) maka hitung rate of return sebelum pajak. 110.000.

Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making. 1995.N. Penerbit Guna Widya. Ekonomi Teknik. Ekonomi Teknik.. Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Surabaya. Edisi Pertama. New York.Inc. 1990.N. Pujawan. 2004. N. Haryono. Surabaya 91 . Mc Graw Hill Book Co.Daftar Pustaka: Barish.

Selama jangka waktu tersebut mungkin terdapat perubahan dari iklim usaha yang sulit diramalkan.BAB X TEORI KEPUTUSAN TERAPAN Pada umumnya investasi dalam proyek pemerintah dan swasta berlaku untuk jangka waktu yang panjang. Keputusan yang diambil berdasarkan teori probabilitas digolongkan sebagai proses pengambilan keputusan berdasarkan resiko tertentu dan diharapkan dengan penggunaan teori probabilitas analisis yang dilakukan untuk masa depan mendekati situasi yang sebenarnya. Metode kuantitatif yang banyak digunakan untuk memperhitungkan resiko dalam mengambil keputusan karena adanya unsur-unsur ketidak pastian adalah teori probabilitas. Komponen teori probabilitas yang banyak digunakan dalam teori penganmbilan keputusan adalah nilai ekspresi (rata hitung) dan variansi (variance). Untuk suatu variabel random x : a. bila x diskrit E (x) = ∞ −∞ ∫ xP(x). Adanya unsur-unsur ketidakpastian dalam jangka waktu tertentu harus diperhitungkan dalam analisis ekonomi teknik agar supaya diperoleh hasil analisis yang lebih akurat. Nilai ekspetasi : ∑ x xP(x). baik faktor internal maupun eksternal dari proyek atau perusahaan tersebut. Dengan teori probabilitas akan diramalkan kejadian-kejadian yang akan timbul pada masa mendatang dengan resiko (derajat kepercayaan) tertentu. bila x kontinyu dimana P(x) f(x) = fungsi probabilitas masa dari x = fungsi padat probabilitas dari x 92 . karena banyaknya faktor-faktor yang mempengaruhi.

5) (0. (B1 M2). (M1 B2).5) = 0.1: Andaikan 2 mata uang yang seimbang dilempar.25 P(x = 1) = P (M1 B2) = P (B1 B2 ∪ B1 M2) = P (M1) P (B2) + P (B1) P (M2) = (0. Varianci : ∑ x x2 P(x) – {E(x)}2.50 P (x = 2) = P (B1 B2) = P (B1) P (B2) = (0.5) (0. Penyelesaian : Ambil M1 = uang logam pertama menunjukkan muka. M2 = uang logam kedua menunjukkan muka. B1 = uang logam pertama menunjukkan belakang. diperoleh : 0 B1 B2 M1 B2 X= 1 B1 M2 2 M1 M2 P(x = 0) = P (B1 B2 ) = P (B1) P (B2) = (0.b.5) = 0. Ruang eksperimen dari pelemparan 2 uang logam tersebut adalah : S = {(M1 M2). B2 = uang logam kedua menunjukkan belakang.25 93 .5) (0. (B1 B2)} Misal x merupakan variabel random (acak) yang menunjukkan banyaknya muka yang muncul.5) (0.5) + (0. bila x diskrit σ2 (x) = E{x}2 – {E(x)}2 = ∞ −∞ ∫ x2 f(x) dx – {E(x)}2. Hitung nilai ekspektasi dan varianci dari jumlah muka yang timbul. bila Y kontinyu Contoh 10.5) = 0.

50) + 2 (0.25) – 1 = 0.-. jika muka 1 yang timbul maka menang Rp..50 0.25) + Rp. 94 . 40.50) + Rp. Jika 2 muka yang timbul maka menang Rp.25) = 1 σ2 (x) = E{x}2 – {E(x)}2 = 02 (0. 15. atau expected future worth) dapat digunakan sebagai basis untuk melakukan atau meminimalkan biaya.1. 80.25) = Rp.Tabel distribusi probabilitasnya : x 0 1 2 P(x) 0.5 Contoh 10.5) + 12 (0. Nilai kemenangan atau keuntungan yang diharapkan (nilai ekspektasi) dari permainan tersebut jika permainan berlangsung lama adalah : E (keuntungan) = .Rp. 80(0. expected annual equivalents. 40 (0.25 E (x) = ∑ x x P (x) = 0(0. andaikan diadakan aturan permainan sebagai berikut : jika tidak ada yang timbul maka kalah Rp.-..2 : Dari contoh 10. Contoh 10.3 : Dalam suatu proyek pengendalian banjir diusulkan beberapa alternatif untuk membangun tanggul sungai. 100.50) + 22 (0.25 0. 100 (0.- Penganmbilan keputusan berdasarkan nilai ekspetasi: Untuk investasi yang memperhitungkan resiko maka perhitungan nilai ekspektasi (misalnya expected present worth. Data berikut menunjukkan biaya konstruksi dan taksiran kemungkinan terjadinya banjir yang merusakkan yang dikumpulkan selama 50 tahun.25) + 1 (0.

210.000 (A/P. 12 %.000) + (0.000 dan jika tinggi air sungai 20 kaki maka kerugian yang timbul ditaksir Rp. dan umur teknis tahun merupakan waktu yang cukup lama.02 Rp. Dengan menggunakan Marr 12 % dan umur teknis tanggul 15 tahun.000. 0 Rp.000. Kolom E menunjukkan biaya awal konstruksi tanggul.000 Rp.000 Kolom B atau frekuensi sungai yang melewati batas normal tanggul diperoleh dari pengamatan selama 50 tahun dan kolom C diperoleh dengan membagi masing-masing frekuensi tersebut dengan 50. Kolom D merupakan taksiran kerugian yang ditimbulkan oleh banjir yang disebabkan tinggi air disungai melebihi tinggi tanggul.000.000 Rp. 450.000 Rp. 300.000.000 Rp.000. 150. 0 Rp.000 Rp.000 dan seterusnya.000. 200.000.000.16(100.000) = Rp. Misalnya jika dibangun tanggul 10 kaki sedangkan pada suatu saat tertentu tinggi dari air sungai 15 kaki maka kerugian yang timbul ditaksir Rp. 400.04 1/50 = 0.000 Rp. 150.24 8/50 = 0. 53. 330.000. tentukan alternatif pembangunan yang paling ekonomis.48 12/50 = 0.000.16 3/50 = 0.04 (200.06)(15.000.000.000 Rp.000 95 .000) + (0.000.000. 550. 100. 15) + 0.682.000.000) + 0.06 2/50 = 0. 100.000.02) (300.000 Rp.Tinggi tanggul (kaki) (A) Frekuensi sungai Probabilitas sungai Kerugian yang melewati batas diakibatkan yang Biaya karena pembangunan melewati batas normal tanggul (C) maksimal tanggul (B) sungai melewati batas tanggul (E) tanggul (D) 0 5 10 15 20 25 24 12 8 3 2 1 24/50 = 0. Penyelesaian : Sebagai basis untuk perbandingan digunakan expected equivalent annual cost karena probabilitas dapat dipandang sebagai kemungkinan tingginya banjir pada suatu tahun tertentu. 100. Untuk tinggi tanggul kaki : Ekspetasi (EUAC) = 100.000 Rp.000.

000.000 (A/P.04 (150. 15) = Rp. 80. Dari hasil penelitian pasar disimpulkan bahwa jika ia ingin melanjutkan usahanya dengan laju pertumbuhan seperti saat ini untuk masa mendatang diperlukan tambahan jam kerja untuk mengoperasikan supermarketnya.751. kemungkinan keadaan yang dapat terjadi pada masa depan misalnya adalah bisnis dalam kondisi baik.480. Penggunaan diagram pohon (decision tree) dalam teori keputusan dan finansial semakin berkembang dewasa ini. 15) + 0. c. Terdapat banyak kemungkinan keadaan yang dapat terjadi.069.000. Untuk tinggi tanggul 25 kaki : Ekspetasi (EUAC) = 550.828.000) = Rp.000) + 0.000. Contoh 10.000 (A/P.000) = Rp.000 Untuk tinggi tanggul 20 kaki : Ekspetasi (EUAC) = 450.000 (A/P.000 Untuk tinggi tanggul 15 kaki : Ekspetasi (EUAC) = 330. 12%. Pembangunan tanggul yang lebih tinggi dari 10 kaki dapat mengurangi kerugian akibat banjir.02 (100.4: Seorang pemilik supermarket ingin memperluas usahanya. 15) + 0. 12%. 55.000.000) + 0.000) = 68. 15) + 0. Terdapat sangat banyak alternatif yang harus dipilih.000.04 (100.000.Untuk tinggi tanggul 10 kaki : Ekspetasi (EAUC) = 210. Dalam dunia bisnis.02 (150.000. Alternatif yang lain adalah memperluas supermarketnya.000.000 Dari hasil perhitungan diatas ekspektasi annual cost yang paling minimum adalah pembangunan tanggul dengan tinggi 10 kaki. sedang atau jelek.000.000. 12%. 46.000) + 0. b. Diagram Pohon dalam Pengambilan Keputusan.000 (A/P.04 (100.000. Diagram pohon digunakan antara lain bila : a.02 (200. tetapi biaya yang dikeluarkan tidak sebanding dengan kerugian yang ditimbulkannya. Beberapa alternatif tertentu memerlukan pengambilan keputusan bertahap/bersyarat (Bayesian approach). 12%. yang dapat 96 .

000.25) Tak ada perluasan Sedang (0.000 155.000 120.000 3. 140.000.000 dengan nilai akhir Rp 15.000 – 41. 115.25) Perluasan kecil Sedang (0.000.5) = = = = = = 128.000.60) Buruk (0.25 0. 15.20%.20%.000 Berdasarkan data tersebut dan dengan i = 20%.15) Baik (0. tentukan alternatif mana yang paling ekonomis.000 Rp.000.dicapai dengan 2 kemungkinan.000 Rp.000 Rp.000.000 + 15.000 – 12.000 Perluasan Kecil Rp.000 (P/F. 12.000 140. Penyelesaian : Dibuat terlebih dahulu diagram pohon sebagai berikut: Baik (0.000.000 + 15.000.000.000.000 190.24. Dari studi pendahuluan ( tidak termasuk pajak ) diperoleh data sebagai berikut : NPW sebelum pajak Untuk tiap alternatif Kondisi Bisnis Baik Cukup buruk Taksiran Probobalitas 0.5) 145. 120.000 Rp. 100. 10.000 – 12. Yang kedua adalah memugar toko tersebut dengan memperluas sampai 2 kali dari sekarang ( hal ini di sebabkan kemungkinan adanya perkembangan pesat untuk daerah sekitar supermarket tersebut untuk masa mendatang ) dengan biaya Rp 41.000.000 Rp.15 Tidak ada perluasan Rp.000 10.000.000 (P/F.60) Buruk (0.972.000 Rp. 10.000. 145.000.000.000.000.000.000 97 .000 100.000 110.000 dengan nilai akhir nol dan pemugaran tersebut cukup untuk mengimbangi perkembangan bisnisnya untuk 5 tahun ke mendatang.000.000.000.000 .000 – 12.000.000 15.000 pada akhir tahun ke–5.000.000.000. 190.000.20%.000 (P/F.000 Perluasn besar Rp.000.000.000.000 – 41.000.60 0.000.000.000 108.000 + 15.5) 10.25) Perluasan besar Sedang (0.60) Buruk (0.028.000 – 41.15) Baik (0.000.028.15) 115. Yang pertama adalah dengan memugar supermarketnya dengan menambah ruangan dengan biaya Rp.

Rumus umum untuk expected present worth (EPW) dari tiap alternatif adalah : EPW (Ai) = Baik (S1) 115.60 (108.25 (115.000.000) + 0.1 98 .000(υ(θ13)) 3.000) + 0. = probabilitas dari Sj. suatu masalah pengambilan keputusan dapat dinyatakan dalam bentuk matriks keputusan: Ai Sj P(Sj) = menunjukkan alternatif-alternatif yang tidak saling terkait (mutually exclusive). 97.972.250.15 (24.028.028.000 Ekspektasi (PWperluasan besar) = 0.000) = Rp.000.000(υ(θ12)) 108.000.000(υ(θ23)) -24.000 (υ(θ21)) 110.000) = Rp.15 (3.000.n.4 : Karena adanya bentuk yang simetris dari hasil yang mungkin terjadi.25 (115. …………. dimana ∑ P( S j =1 m j ) =1 θ ij = menunjukkan alternatif Ai dengan keadaan Sj.000) + 0.000. Formulasi matriks contoh 10.000.Ekspektasi (PW tak perluasan ) = 0. I = 1.000(υ(θ33)) ∑υ (θ j =1 n ij ) P( S j ) …………………………………………………………………10.000 (υ(θ32)) Sedang (S2) 100. Dengan menggunakan symbol-simbol di atas. = menunjukkan keadaan-keadaan alternatif masa depan j = 1.25 (128.972.000) + 0.15 (10. ……n.000.000. υ(θ ij) = nilai yang berkaitan dengan θ ij atau elemen-elemen dari matriks pay off. 2. 90.000.000 (υ(θ11)) 128.60 (100.000) = Rp.250.000.000) + 0. 2.000 Ekspektasi (PWperluasan kecil) = 0.4 dapat ditulis dalam bentuk : Alternatif Tak ada perluasan (A1) Perluasan kecil (A2) Perluasan besar (A3) P (Sj) (υ(θij)) dalam hal ini merupakan PW dari diagram pohon.000) + 0.000. contoh 10.000.101.000(υ(θ22)) 110.60 (110.000(υ(θ32)) Buruk (S3) 10.028.000 Dari perhitungan diatas pilih alternatif melakukan pemugaran dua kali lipat dari kapasitas sekarang karena menghasilkn nilai ekspetasi uang sekarang yang terbesar dibandingkan dua alternatif yang lain .028.000.

25 )+108.000 ( 0. Alternatif kedua adalah membeli sebuah komputer kecil dengan harga Rp. S2 : ekonomi stabil dan S3 : ekonomi jelek. Data berikut merupakan biaya alternatif tersebut dengan 3 kondisi masa depan yang mungkin timbul.000 ( 0. 350. 150.000.000 ( 0.000K. Andaikan sebuah perusahaan ingin sebuah komputer untuk meningkatkan efisiensi sistem pengendalian produksinya. berikan rekomendasi yang harus dipilih oleh perusahaan tersebut.028.000 ( 0. yaitu S1 : ada perbaikan ekonomi.15 ) = 101.000. Penggunaan komputer kecil dapat menghemat Rp. 200.000K tiap tahun.028.972. tetapi jika kondisi bisnis jelek hanya dapat menghemat Rp.8 jika 3 tahun pertama adalah jelek.25 )+ 100. umur teknis komputer kecil adalah 6 tahun dan nilai akhir pada tahun ketiga diabaikan. 150.000 = 128.50 jika 3 tahun pertama adalah baik dan 0. 2. probabilitas kondisi bisnis baik untuk 3 tahun berikutnya adalah 0. 150.Dari tabel diatas diperoleh : EPW ( A1 ) EPW ( A2 ) EPW ( A3 ) = 115000.000 = 155.000 ( 0. jika kondisi bisnis dalam 3 tahun mendatang baik maka penggunan komputer besar akan menghemat pengeluaran Rp. 100.028. umur teknis 10 tahun dengan nilai akhir nol. Dengan menggunakan Marr 30% sebelum pajak. Andaikan digunakan depresiasi straight line. pajak pendapatan 50%.000 ( 0.000K tiap tahun untuk selam 3 tahun jika kondisi baik. Marr yang digunakan setelah pajak adalah 15 %. Perusahaan PALAPA harus melakukan salah satu pemilihan dari 3 alternatif proposal yang diajukan.000 ( 0.15 ) = 97. 99 .000. Untuk menyederhanakan masalah diandaikan ada 2 alternatif proposal yang harus dipilih salah satunya.000.000.000K/tahun dan persewaan tersebut dapat diperbaharui.25 )+110.7.60 ) + 24.000 ( 0.60 ) + 10.250.15 ) = 90.000 Soal-soal: 1. tetapi jika kondisi bisnis selam 3 tahun mendatang jelek penghematan komputer tersebut hanya Rp.60 ) + 3.000 ( 0.000K tiap tahun. Alternatif pertama adalah menyewa sebuah komputer besar untuk 3 tahun dengan ongkos sewa Rp. Probabilitas atau kemungkinan kondisi bisnis baik untuk 3 tahun mendatang adalah 0.000K.250.

New York.000 30. Edisi Pertama.000 Modal Kerja 10. Ekonomi Teknik.000 Modal kerja antara lain diperlukan untuk biaya inventaris. tanpa dikenai pajak. Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making. Penerbit Guna Widya. Mc Graw Hill Book Co.3.000. N.000.000.. 2004.000 10.000. buatlah matrik keputusannya setelah pajak. Berdasarkan data diatas.000.000 8.000 2000.N.000 25.600.000 S1 18.000 S3 14.000 15. P(S2) = 0.000 22.000.500. 1995.5. Andaikan juga P(S1) = 0.600.Inc. P(S3) = 0. Daftar Pustaka: Barish. Pujawan.000 12.000 80.2.Penerimaan dikurangi pengeluaran Investasi Modal Alternatif A1 A2 A3 Peralatan 40.N.200.000 (kecuali pajak pendapatan) S2 16. Surabaya 100 . tidak dipengaruhi pajak pendapatan dan diandaikan dapat diperoleh kembali secara penuh pada akhir tahun ke 10.000 3.200.2000.000.000.

Misal: untuk mengetahui sebagaimana pengaruh perubahan tingkat suku bunga terhadap NPV yang bisa diperoleh dari suatu investasi Biaya-biaya yang besarnya tidak dipengaruhi oleh volume produksi. Tingkat pemajemukan dari setiap periode yang kurang dari satu tahun Suatu jenis bunga dimana besarnya bunga pada suatu periode dihitung berdasarkan besarnya induk ditambah dengan besarnya bunga yang telah terakumulasi pada periode sebelumnya. Jumlah uang yang menjadi kompensasi atas peminjaman sejumlah uang pada suatu periode waktu. biaya tenaga kerja langsung dan sebagainya. Ongkos penggunaan modal (capital) a. meringkas dan mengkomunikasikan informasiinformasi ekonomi sehingga dapat dipakai penunjang dalam menghasilkan keputusan Aliran keluar masuknya uang tunai (kas) pada sebuah perusahaan atau organisasi Suatu analisa yang dilakukan untuk menilai kelayakan proyek-proyek pemerintah (sektor publik) dengan membandingkan manfaat yang bisa dirasakan oleh masyarakat umum dengan biaya yang dikeluarkan oleh sponsor proyek (pemerintah) Suatu analisa yang memberikan gambaran tingkat ketidakpastian (resiko) yang dihadapi oleh suatu keputusan (investasi) Suatu analisa yang digunakan untuk mengetahui seberapa sensitif suatu keputusan terhadap perubahan-perubahan variabel yang mempengaruhi. Bunga majemuk sering disebut juga dengan istilah bunga berbunga 101 . Nilai tingkat bunga yang sebenarnya. Misal: biaya tanah. b.APPENDIX A DAFTAR ISTILAH DALAM EKONOMI TEKNIK Akuntansi (accounting) - Aliran kas (cash flow) Analisa manfaat-biaya (benefit cost analysis) - Analisa resiko - Analisa sensitivitas - Biaya-biaya tetap (fixed cost) Biaya-biaya variabel (variable costs) - - Bunga (interest) - Bunga efektif (effective interest) - Bunga majemuk (compound interest) - Proses untuk mengidentifikasikan. a. mengukur. Misal: biaya bahan baku. biaya gedung dan sebagainya Biaya-biaya yang besarnya secara langsung berkorelasi dengan volume produksi. yang dihitung dengan persamaan-persamaan rumus bunga selama periode satu tahun bunga tahunan termasuk efek b.

Disiplin ilmu yang digunakan untuk menganalisa aspek-aspek ekonomi dari usulan investasi yang bersifat teknis Pengeluaran-pengeluaran yang dikonversi menjadi pendapatan ekuivalen tahunan yang seragam Pendapatan-pendapatan atau pemasukan-pemasukan yang dikonversi menjadi pendapatan ekuivalen tahunan Perubahan harga diferensial yang mengakibatkan harga beberapa komoditi berubah pada tingkat yang berbeda dari perubahan harga yang terjadi secara umum Suatu nilai ROR (rate of return) yang diperoleh dengan asumsi bahwa hasil investasi diinvestasikan kembali pada proyek lain yang ROR-nya berbeda dengan ROR proyek atau investasi saat ini Perbandingan antara harga beberapa komoditi pada suatu hari terhadap harga-harga komoditi tersebut pada hari-hari lain 102 . dimana garis horisontal menunjukkan skala waktu dan garis vertikal menunjukkan besarnya aliran kas pada periode yang bersangkutan Suatu proses untuk menentukan nilai sekarang dari sejumlah uang yang nilainya beberapa periode mendatang diketahui.Bunga nominal (nominal interest) Bunga sederhana (simple interest) Capitalized cost - - - Capitalized worth Deflasi Depresiasi Deret gradien (gradient series) Deret seragam (annual worth) Diagram aliran kas (cash flow diagram) - - Diskonting (discounting) - Ekonomi teknik (engineering economy) Equivalent Uniform Annual Cost (EUAC) Equivalent Uniform Annual Revenue (EUAR) Eskalasi - - - External Rate of Return (ERR) - Indeks harga (price index) - Tingkat bunga tahunan yang mengabaikan pemajemukan pada periode-periode yang kurang dari setahun Bunga yang dihitung hanya dari induk tanpa memperhitungkan bunga yang telah diakumulasikan pada periode sebelumnya Nilai sekarang dari deret seragam yang berupa ongkos yang berlangsung dalam waktu yang tak terhingga lamanya Nilai sekarang dari deret seragam yang berlangsung dalam waktu yang tak terhingga lamanya Peristiwa terjadinya penurunan harga-harga barang. jasa atau faktor-faktor produksi secara umum Penurunan nilai suatu aset atau properti karena waktu dan pemakaian Sederetan penerimaan atau pengeluaran tunai yang meningkat atau menurun dengan jumlah yang tetap selama beberapa periode yang berurutan Pengeluaran atau penerimaan yang jumlahnya tetap tiap periode selama jangka waktu tertentu Ilustrasi grafis dari transaksi-transaksi ekonomi yang dilukiskan pada garis skala waktu.

Nilai dari semua pengeluaran atau pemasukan selama horison perencanaan yang dikonversi ke suatu titik yang didefinisikan sebagai waktu mendatang. Perkiraan nilai suatu asset pada akhir umurnya.Inflasi Internal Rate of Return (IRR) - Investasi (investment) Laporan rugi laba (income statement) - Likuiditas (liquidity) Manfaat (benefit) Minimum Attractive Rate of Return (MARR) Modal (capital) - - Neraca (balance sheet) - Nilai buku (book value) Nilai harapan (expected value ) - Nilai mendatang (future worth) Niali sekarang ( present worth) - - Nilai sekarang netto (net present worth) Nilai sisa (salvage value) - - Peristiwa terjadinya kenaikan harga-harga barang. Nilai dari semua pengeluaran atau pemasukan selama horison perencanaan yang dikonversi ke suatu titik yang didefinisikan sebagai waktu sekarang (periode nol) Nilai netto dari semua pemasukan dan pengeluaran selama horison perencanaan yang dikonversi ke suatu titik yang didefinisikan sebagai waktu mendatang.jasa atau faktor produksi secara umum Suatu nilai rate of return (ROR) yang diperoleh dengan asumsi bahwa semua hasil investasi diinvestasikan kembali pada proyek yang ROR-nya sama Suatu pengeluaran atau pengorbanan yang dilakukan untuk suatu harapan dimasa yang akan datang Laporan yang menunjukkan hasil suatu operasi selama satu periode akuntansi yang berisi informasi secara sistematis tentang seluruh pendapatan dan beban perusahaan untuk tahun buku yang bersangkutan Kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajibankewajiban jangka pendeknya Semua manfaat positif yang akan dirasakan oleh masyarakat umum dengan dibangunnya suatu proyek Nilai minimal dari tingkat bunga yang dapat diterima oleh investor sebagai patokan untuk menetapkan layak tidaknya suatu usulan investasi dilaksanakan Dana atau sumber dana yang digunakan untuk membangun atau meneruskan operasi suatu proyek atau usaha Laporan yang berisi informasi posisi finansial (aset. Biasanya merupakan pengurangan nilai jual asset tersebut dengan biaya yang diperlukan untuk memindahkannya. 103 . biasanya pada akhir tahun fiskal Nilai awal suatu aset atau properti setelah dikurangi akumulasi nilai depresiasi nilai sampai saat itu Nilai rata-rata berbobot yang diperoleh dari penjumlahan semua nilai-nilai yang mungkin terjadi setelah dikalikan dengan probabilitas terjadinya masing-masing nilai tersebut. hutang dan kepemilikan) dari suatu organisasi pada saat tertentu.

baik yang berasal dari penjualan maupun pendapatan bunga selama satu periode akuntansi. misalnya ongkos bahan baku. dan sebagainya. Jumlah pendapatan yang akan dikenakan pajak pendapatan yang sesuai dengan peraturan perpajakan yang berlaku. Jumlah semua pendapatan. banyaknya penjualan dan sebagainya. lama operasi. Pendapatan kapital disini adalah harga jual dikurangi harga beli asset tersebut. misal: volume produksi. Suatu tingkat bunga yang menyebabkan NPV suatu investasi = 0 b.Ongkos langsung (direct cost) - Ongkos marjinal (marginal cost) Pendapatan kapital (capital gain) Pendapatan kotor (gross income) Pendapatan kena pajak (taxable income) Periode pengambilan (payback period) Rate of Return (ROR) - - - - - Tingkat bunga (interest rate) Titik impas (break even point = BEP) - - Umur depresiasi (depresiable life) Umur teknis (working life) - Ongkos. ongkos tenaga kerja langsung. Tingkat bunga (penghasilan) yang diperoleh dari suatu investasi ROR biasanya dinyatakan dalam persen Rasio dari bunga yang dikenakan terhadap induk dalam suatu periode waktu dan biasanya dinyatakan dalam persentase terhadap induknya a. Jumlah periode (tahun) yang diperlukan untuk mengambalikan (menutup) ongkos investasi awal dengan tingkat bunga tertentu a. Titik yang menyatakan variabel output dimana dua alternatif sama baiknya ditinjau dari sudut ekonomi c. Ongkos yang diperlukan untuk meningkatkan satu unit output pada tingkat produksi tertentu. Pendapatan yang diperoleh apabila harga jual asset melebihi harga belinya. Titik yang dinyatakan variabel output. Titik yang menyatakan variabel output dimana biaya-biaya membuat sama dengan biaya-biaya membeli suatu produk Waktu dimana suatu aset atau alat boleh didepresiasi Periode waktu dimana suatu alat atau aset masih bisa dioperasikan dengan baik 104 .ongkos yang secara langsung berkaitan (berkorelasi) dengan pembuatan suatu produk. dimana total pengeluaran sama dengan total pemasukan b.

APPENDIX B TABEL PEMAJEMUKAN DISKRIT DAN PEMAJEMUKAN KONTINYU 105 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful