P. 1
teori pembangunan

teori pembangunan

|Views: 120|Likes:
Published by Teguh Supriyanto
teori tentang pembangunan
teori tentang pembangunan

More info:

Published by: Teguh Supriyanto on Apr 04, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/19/2013

pdf

text

original

Sections

  • Pencarian jati diri bukanlah suatu hal yang bersifa sepele. Karena jati diri itu
  • Kebebasan dari Perbudakan/Penindasan
  • Negara sangat bergantung pada kemampuan Negara tersebut dalam menabung dan
  • (“kemampuan menghasilkan kekayaan”) dan Gross National Product actual
  • (“kekayaan aktual”). Tetapi masalah pokoknya adalah bagaimana mencapai
  • Laju pembangunan ekonomi suatu Negara ditunjukkan dengan menggunakan
  • GDP/GNP masyarakat lebih rendah dibandingkan pertambahan penduduk makan
  • Pembangunan merupakan peningkatan pendapatan masyarakat yaitu
  • Pembangunan merupakan perkembangan GDP/GNP yang terjadi disuatu
  • Mencapai pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi dana pertumbuhan
  • Mencapai tingkat kestabilan harga yang mantap dengan kata lain
  • Mengatasi masalah-masalah pengangguran dan perluasan kesempatan
  • Pendistribusian pendapatan yang lebih merata dan adil
  • Perancis pada awal abad ke-19. Teori ini mendasarkan adanya 6 (enam)
  • Manifesto. Teori pertumbahan ekonomi dari Rostow pada dasarnya merupakan
  • Pembangunan dilakukan dengan mempertimbangkan potensi daerah
  • Pembangunan daerah tidak hanya terkait dengan sektor ekonomi semata
  • Pembangunan dilakukan secara bertahap sesuai dengan skala prioritas dan
  • Besar”melaui investasi simultan di berbagai sektor kegitan ekonomi. Investasi
  • Direct Productive Activities (DPA). Pada saat ketesediaan dana pembangunan
  • (1960) dengan mendasarkan analisisnya pada Teori Ekonomi Neo-klasik
  • Y =PDB perkapita atau Q/L
  • (1975) di Amerika serikat. Teori ini berkembang pada waktu bersamaan dengan
  • 2. Hasrat menabung (MPs =s) adalah konstan
  • 3. Proses produksi memiliki koefisien yang tetap (Constan Return To Scale)
  • A. Tahap masyarakat tradisional (the tradisional society )
  • B. Tahap peletakan dasar untuk tinggal landas (the preconditional society)
  • C. Tahap tinggal landas (the Take-off)
  • D. Tahap bergerak mennuku kematangan ( the drive to maturity)
  • E. Tahap era konsumsi tinggi massa ( the age of high mass consumption )
  • Total Produksi
  • 1) Akumulasi Modal
  • 2) Pertumbuhan Penduduk
  • 3) Kemajuan Teknologi
  • 2.5.1 Teori Basis Ekspor (Export Base Theory)
  • Teori ini dikemukakan oleh Douglas E.North (1955) ini merupakan model
  • (Convegence). Hal ini disebabkan pada Negara sedang berkembang lalu lintas
  • Effect” dan “Back wash effect”. Spread Effect merupakan kekuatan yang menuju
  • 2. Perbedaan Kondisi Demografis
  • 3. Kurang Lancarnya Mobilitas Barang dan Jasa
  • Heckser-Ohlin dalam Ilmu ekonomi internasional bahwa apabila kegitan
  • 4. Konsentrasi Kegitan Eokonomi Wilayah
  • 5. Alokasi Dana Pembangunan Antar Wilayah
  • Yi =PDRB perkapita daerah i
  • Y =PDRB perkapita rata-rata seluruh daerah
  • I(y) : Indeks Enthropy Theil
  • Yj : PDRB perkapita kota/Kabupaten j
  • Y : Rata-rata PDRB perkapita Provinsi
  • Xj : Jumlah Penduduk Kota/kabupaten j
  • X : Jumlah Penduduk Provinsi
  • Kabupaten Banyumas. Hasil penelitian sutarno dan mudrajad kuncoro (2003)
  • Tapanuli Utara dan Humbang Hasundutan serta menguji potensi ekonomi kedua
  • Location Quatient (LQ) dipakai sebagai analisis dalam mengukur tingkat
  • 1. Terjadi Ketimpangan Pembangunan antara Kabupaten Tapanuli Utara dan
  • 2. Hipotesis Kuznets tentang ”U Terbalik” berlaku di Kabupaten Tapanuli

xxvi

BAB II URAIAN TEORITIS

2.1 Pengertian Pembangunan Pembangunan dapat diartikan sebagai upaya terencana dan terprogram yang dilakukan secara terus menerus oleh sutau Negara untuk menciptakan masyarakat yang lebih baik. Setiap individu (society) atau Negara (state) akan selalu bekerja keras untuk melakukan pembangunan demi kelangsungan hidupnya untuk masa ini dan masa yang akan datang. Pembangunan dapat diartikan sebagai upaya terencana dan terprogram yang dilakukan secara terus menerus oleh suatu Negara untuk menciptakan masyarakat yang lebih baik, dan merupakan proses dinamis untuk mencapai kesejahtraan masyarakat. proses kegiatan yang dilakukan dalam rangka pengembangan kegiatan ekonomi dan peningkatan taraf hidup masyarakat. Tiap-tiap Negara selalu mengejar dengan yang namanya

pembangunan. Dengan tujuan semua orang turut mengambil bagian. Sedangkan kemajuan ekonomi adalah suatu komponen esensial dari pembangunan itu,walaupun bukan satu-satunya.hal ini disebabkan pembangunan itu bukanlah semata-mata fenomena ekonomi. Dalam pengertian yang paling mendasar, bahwa pembangunan itu haruslah mencakup masalah-masalah materi dan financial dalam kehidupan. Pembangunan seharusnya diselidiki sebagai suatu proses

multidimensional yang melibatkan reorganisasi dan reorientasi dari semua system ekonomi dan sosial (Todaro, 1987 ; 63 ).

xxvii

Pembangunan haruslah diarahkan kembali sebagai suatu serangan terhadap kebusukan/kejahatan dunia sekarang ; krisis pangan,kurang

gizi,pengangguran,dan ketimpangan pendapatan. Karena jika diukur dari pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan,pembangunan telah mencapai sukses yang besar,akan tetapi jika ditinjau dan dikaji dari segi pengurangan tingakat kemiskinan,keadilan dan pengurangan tingkat pengangguran maka pembangunan itu mengalami kegagalan.( Paul P.streeten, Chairman of Editorial advisord Board, world development, 1967 ). 2.11 Tiga Nilai Inti Pembangunan Dalam bukunya Michael P.Todaro mengutip pendapat Profesor Goulet dan tokoh-tokoh lainnya mengatakan bahwa paling tidak adanya tiga komponen dasar atau nilai inti yang harus dijadikan sebagai basis konseptual dan pedoman praktis untuk memahami makna pembangunan yang paling hakiki. Ketiga komponen dasar itu adalah Kecukupan (sustenance) jati diri (self-estem), serta kebebasan (freedom); ketiga hal tersebut nilai pokok atau tujuan inti yang harus dicapai dan diperoleh oleh setiap masyarakat melalui pembangunan. Ketiga komponen tersebut berkaitan secara langsung dengan kebutuhan manusuia yang paling mendasar, yang terwujud dalam berbgai macam manifestasi di seluruh masyarakat dan budaya sepanjang zaman.  Kecukupan: kemampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar. Yang dimaksud dengan kecukupan bukan hanya sekedar menyangkut makanan. Melainkan mewakili semua hal yang merupakan kebutuhan dasar manusia secara fisik. Kebutuhan dasar ini meliputi

xxviii

pangan,sandang,papan,kesehatan, dan keamanan. Apabila salah satu satu dari sekian banyak kebutuhan dasar ini tidak terpenuhi maka muncullah

keterbelakangan absolute. Fungsi dari semua kegiatan pemabangunan pada hakekatnya adalah untuk menyediakan sebanyak banyak mungkin perangakat dan bekal guna menghindari kesengsaraan dan ketidakberdayaan yang diakibatkan oleh kekurangan pangan,sandang,papan,kesehatan,dan keamanan. Atas dasar tersebutlah dinyatakan bahwa keberhasilan pembangunan itu merupakan prasayarat bagi membaiknya kualitas kehidupan. Tanpa adanya kemajuan ekonomi secara berkesinambungan,maka realisasi potensi manusia, baik itu indvidu maupun keseluruhan masyarakat,tidak mungkin berlangsung. Setiap individu harus mendapat kecukupan untuk mendapatkan lebih. Dengan demikian,kenaikan pendapatan perkapita,penambahan lapangan kerja,pengentasan kemiskinan,serta pemerataan pendapatan,merupakan hal-hal yang harus ada (necessary condition) bagi pembangunan,tapi tidak akan memadai tanpa adanya fakto-faktor inti/positif lainnya (not sufficient condition). Dalam laporan PBB,Human Development Report terbitan tahun 1994 pada bab pembukaan dengan tegas menyatakan : Bahwa semau manusia lahir dengan membawa potensi kapabilitas tertentu. Tujuan pembangunan adalah menciptakan suatu lingkungan yang memungkinkan setiap orang mengembangkan kapabilitas itu,dan kesempatnnya harus senantiasa dipupuk dari satu generasi ke generasi berikutnya. Pondasi nyata bagi pembangunan manusia adalah universalisme pengakuan atas hidup manusia. Namun jika semua perhatian diarahkan ke hal itu,maka hal tersebut adalah kekliruan. Ada dua alasan pokok. Pertama, akumulasi kekayaan tidak menjamin

xxix

tersedia atau terpenuhinya pilihan-pilihan terpenting bagi manusia. Kedua,pilihanpilihan manusia itu jauh lebih besar dari kekayaan.(Human Development Report,1994).

 Jati Diri :Harga Diri Sebagai Manusia. Komponen inti dari pembangunan yang kedua adalah menyangkut jati diri. Kehidupan yang serba lebih baik adalah adanya dorongan dari dalam diri untuk maju,untuk menghargai diri sendiri,untuk merasa diri pantas (able) dan layak untuk melakukan sesuatu. Semua itu terangkum dalam jati diri(self-esteem). Pencarian jati diri bukanlah suatu hal yang bersifa sepele. Karena jati diri itu bukan hal yang sepele. Penyebaran nilai-nilai modern yang bersumber dari Negara-negara maju telah menimbulkan kebingungan dan kejutan budaya di

banyak Negara berkembang.kontak dengan masyarakt lain baik secara ekonomis maupun teknologis lebih maju acap kali menyebabkan defenisi dan batasan mengenai baik-buruk atau benar-salah menjadi kabur. Ini dikarenakan kesejahtraan nasional muncul sebagai berhala baru. Kemakmuran materil lambat laun dijadikan sebagai suatu ukuran kelayakan universal,dan dinobatkan sebagi landasan atas penilaian sesuatu. Derasnya serbuan nilai-nilai barat yang mengikis jati diri masyarakat dinegara-negara berkembang. Banyak bangsa yang merasa dirinya kecil atau tidak berarti hanya karena mereka tidak meiliki kemajuan ekonomi dan teknologi seperti bangsa-bangsa lain. Selanjutnya yang dianggap hebat adalah mempunyai kemajuan ekonomi dan teknologi modern,sehingga masyarakt di Negara-negara dunia ketiga berlomab-lomba untuk mengejar ketertinggalan tanpa menyadari kehilangan jati dirinya.

2.baik secara fisik .1. Kebebasan dalam konteks ini diartikan secara luas sebagai kemampuan untuk berdiri tegak sehingga tidak diperbudak oleh pengejaran aspek-aspek materil dalam kehidupan serta bebas dari perasaan perbudakan sosial sebagai manusia terhadap alam.Todaro: 1977) : .xxx  Kebebasan dari Perbudakan/Penindasan Tata nilai ketiga sebagai nilai-nilai hakiki pembanguna adalah konsep “Kebebasan atau Kemerdekaan.tetapi pembangunan dalam semua masyaraktat haruslah mempunyai.dalam usaha untuk mencapai tujuan sosial yang dinamakan dengan “pembangunan”Arthur Lewis(1954) menekankan hubungan antara pertumbuhan ekonomi dan kebebasan dari sikap-sikap budak.ekonomi dan institusional.tapi karena meningkatnya kebebasan manusia untuk memilih.paling sedikit tiga sasaran sebagai berikut(Michael P. Kebebasan merangkum pilihan-pilihan yang luas bagi masyarakat dan anggotanya secara bersama-sama untuk memperkecil paksaan/tekanan dari luar.bahwa keuntungan dari pertumbuhan ekonomi bukanlah kenikmatan karena kekayaan bertambah. Kebebasan dari kebodohan dan ketergantungan terhadap pihak asing.mencakup usaha-usaha untuk mencapai kehidupan yang lebih baik. Apapun komponen-komponen khusus untuk mencapai kehidupan yang lebih baik ini.mapun non fisik yang dimiliki oleh masyarakat melalui beberapa gabungan proses social.dengan menyimpulkan.2 Tiga sasaran pembangunan Dapat disimpulkan bahwa pembangunan.

pendidikan yang lebih baik dan perhatian yang lebih besar terhadap nilai-nilai budaya dan manusiawi .tidak hanya dalam hubungannya dengan orang lain dan juga Negara-negara lain tapi dari sumber-sumber kebodohan dan penderitaan manusia.kesehatan dan perlindungan.dan bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan materil . • Mengangkat taraf hidup.yang terkenal dengan bukunya An Iquiry into the nature and cause the .peneyediaan lapangan kerja yang memadai.2 Pengertian dan Teori Pembangunan Ekonomi Pembangunan ekonomi merupakan proses atau kegiatan yang dilaksanakan oleh suatu Negara dalam rangka pengembangan kegiatan ekonomi meningkatkan kesejahtraan masyarakat khususnya di bidang untuk ekonomi. Pembahasan tentang masalah pembangunan ekonomi memang bukanlah suatu perkembangan baru dalam ilmu ekonomi karena studi tentang pembangunan ekonomi tersebut telah menarikperhatian para pakar ekonomi sejak zaman kaum merkantilis. baik itu secara individu maupun nasional.seperti makanan. Adam smith misalnya.tapi juga untuk mengangkat kesadaran akan harga diri.termasuk menambah danmempertinggi penghasilan. 2.xxxi • Meningkatkan persediaan dan memperluas pembagian/pemerata an bahanbahan pokok yang dibutuhkan untuk bisa hidup.kaum klasik. • Memperluas jangkauan pilihan ekonomi dan sosial bagi semua bagi seluruh masyarakat dengan cara membebaskan mereka dari sikap-sikap budak dan ketergantungan.sampai marx dan Keynes ahli-ahli ekonomi tersebut telah mengemukakan teorinya tentang pembangunan ekonomi.perumahan.

Selain itu.xxxii wealth of nation (1776)mengemukakan bahwapembangunan ekonomi suatu Negara sangat bergantung pada kemampuan Negara tersebut dalam menabung dan berinvestasi. Tetapi masalah pokoknya adalah bagaimana mencapai tingkat Gross National Product potensial yang tinggi. Thomas Robert Malthus mengemukakan salah satu gagasannya mengenai konsep pembangunan. baik terhadap struktur ekonomi. Mudrajat Kuncoro (2004) juga memberikan gagasannya bahwa pembangunan ekonomi adalah suatu proses yang bersifat multidimensional yang melibatkan kepada perubahan besar. Malthus mendefenisikan masalah pembangunan ekonomi sebagai sesuatu yang menjelaskan perbedaan Gross National Product potensial (“kemampuan menghasilkan kekayaan”) dan Gross National Product actual (“kekayaan aktual”).ukuran pasar dapat mempengaruhi produktivitas dan pada gilirannya akan mempengaruhi tingkat pendapatan. Kesejahteraan suatu negara sebagian bergantung pada kuantitas produk yang dihasilkan oleh tenaga kerjanya dan sebagian lagi pada nilai atas produk tersebut. khususnya bidang ekonomi bahwa pembangunan ekonomi dapat dicapai dengan meningkatkan kesejahteraan penduduk suatu negara. mengurangi atau menghapuskan . dalam bukunya yang berjudul The Progress of Wealth (Buku II) yang dikembangkan dari bukunya berjudul Principles of Political Economy (1820). Smith juga memperhatikan ukuran pasar yang dimiliki suatu Negara sebab luar pasar sangat mempengaruhi volume produksi yang akhirnya tergantung pada tingkat pendapatan. perubahan sosial. Tinggi rendahnya tingkat pendapatan sangat berpengaruh pada tingkat kemampuan untuk menabung dan dorongan berinvestasi.

sedangkan keseluruhan usaha-usaha pembangunan meliputi juga usaha-usaha pembangunan sosial. Biasanya laju pembangunan ekonomi suatu negara ditunjukkan dengan menggunakan tingkat pertumbuhan PDB/PNB. melainkan juga memperhatikan kegiatan-kegiatan yang dilakukan suatu negara untuk mengembangkan kegiatan ekonomi dan kualitas hidup masyarakatnya. Akhirnya disadari bahwa pengertian pembangunan itu sangat luas.dan kebudayaan. Dengan demikian. Dengan adanya pembatasan tersebut maka pengertian pembangunan ekonomi pada umumnya didefenisikan sebagai suatu . Pembangunan ekonomi perlu dipandang sebagai kenaikan dalam pendapatan per kapita karena kenaikan itu merupakan penerimaan dan timbulnya perbaikan dalam kesejahteraan ekonomi masyarakat. mengurangi ketimpangan.xxxiii kemiskinan. pembangunan ekonomi pada umumnya didefenisikan sebagai suatu proses yang menyebabkan kenaikan pendapatan riil per kapita penduduk suatu negara dalam jangka panjang yang disertai oleh perbaikan sistem kelembagaan.pembangunanekonomi hanya meliputi usaha sesuatu masyarakat untuk mengembangkan kegiatan ekonomi dan meningktakan tingkat pendapatan masyarakat. dan pengangguran dalam konteks pertumbuhan ekonomi. Menurut Sadono Sukirno (1985).kegiatan ekonomi selalu dipandang sebagai sebahagian dari usaha pembangunan yang dijalankan oleh masyarakat. walupun kebijaksanaan-kebijaksanaan pembangunan ekonomi selalu ditujukan untuk mempertinggi kesejahtraan dalam arti yang seluas-luasnya.politik. bukan hanya sekedar bagaimana menaikkan Produk Domestik Bruto (PDB) per tahun saja.

Namun walaupun demikian cara tersebut mempunyai kelemahan karena cara itu tidak secara tepat menunjukkan perbaikan kesejahtraan masyarakat yang dicapai. Oleh karena itu pertambahan kegitan ekonomi digunakan untuk mempertinggi kesejahtraan ekonomi masyaraktat.hal ini membuktikan bahwa pertambahan GDP/GNP tidak memperbaiki tingkat kesejahtraan ekonomi.terjadi pula pertambahan penduduk. .xxxiv proses yang menyebabakan pendapatan perkapita penduduk sesuatu masyarakat meningkat dalam jangka panjang. Beberapa perbedaan yang timbul ini menyebabkan beberapa ekonom membedakan pengertian pembangunan ekonomi (Economic development) dengan pertumbuhan ekonomi (economic Growth) para ekonom menggunakan istilah pembangunan ekonomi sebagai (Lincolin Arsyad. Laju pembangunan ekonomi suatu Negara ditunjukkan dengan menggunakan tingkat pertambahan Produk Domestik Bruto (Gross Domestic Bruto atau GDP).1997) :  Pembangunan merupakan peningkatan pendapatan masyarakat yaitu tingkat pertamabahan GDP/GNP pada suatu tahun tertentu adalah melebihi tingkat pertumbuhan penduduk. Apabila pertambahn GDP/GNP masyarakat lebih rendah dibandingkan pertambahan penduduk makan pendapatan perkapita akan tetap sama atau cenderung menurun.  Pembangunan merupakan perkembangan GDP/GNP yang terjadi disuatu Negara dibarengi oleh perombakan dan sruktur ekonominya. Pada saat terjadi pertambahan kegiatan ekonomi masyarakat.

perubahan (Alokasi).peningkatan produksi memang merupakan salah satuciri produk dalam proses pembangunan. Tujuan yang ingin dicapai dalam pembangunan ekonomi yang diwujudkan dalam berbagai kebutuhan. perubahan pada kerangka kelembagaan (Institusional Framework) dalam kehidupan masyarakat secara komprehensif.selain segi penignkatan perubahan produksi komposisi secara kuantitatif. Pembangunan mengandung arti yang luas.secara umum disimpulkan sebagai berikut :  Mencapai pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi dana pertumbuhan produksi nasional yang cepat secara bersamaan. Jika tujuan ini sudah tercapai maka tahap kedua adalah menciptakan kesempatan-kesempatan bagi warganya umtuk mencukupi segala kebutuhannya.xxxv Menurut Gant (1971) ada dua tahap dalam tujuan pembangunan yaitu tahap pertama bertujuan untuk menghapuskan kemiskinan.perubahan pada pola pemabgian (distribusi) kekayaan dan pendapatan diantara berbagai golongan pelaku ekonomi. .  Mengatasi masalah-masalah pengangguran dan perluasan kesempatan kerja bagi seluruh angkatan kerja.  Pendistribusian pendapatan yang lebih merata dan adil.proses pembangunan pada pola mencakup penggunaan produksi.  Mencapai tingkat kestabilan harga yang mantap dengan kata lain mengendalikan tingkat inflasi yang terjadi di perekonomian.sumber daya produksi (Produvtive Resources) diantara sector-sektor kegiatan ekonomi.

sasaran yang ingin dicapai ada lima yaitu sebagai berikut : Terpenuhinya kebutuhan sandang.pembangunan dianggap sebagai sarana menuju kehidupan yang meniggalkan aspek tradisionalisme suatu masyarakat.1 Pembangunan dalam Perspektif Paradigma Modernisasi Pembangunan kerapkali dikaitkan dengan modernisasi. Umumnya orang beranggapan bahwa pembangunan adalah kata benda netral yang maksudnya adalah suatu kata yang digunakan untuk menjelaskan proses dan usaha untuk meningkatkan kehidupan ekonomi.pendidikan.dan .2000: 29). Asumsi tersebut ditolak oleh Faqih dalam Runtuhnya teori pembangunan dan Globalisasi (2002).pemukiman yang dilengkapi infrastruktur yang layak. Modernisasi adalah suatu bentuk perubahan sosial yang diharapkan terjadi.social budaya. Terjaminnya partisipasi masyaraktat dalam pengambilan keputusan dan pelaksanaan proyek-proyek.xxxvi Dalam melaksanakan pembangunan. ( Suryana.kesehatan.2. 2.dan perumahan serta peralatan sederhana dan berbagai kebutuhan yang secara luas dipandang perlu oleh masyarakat yang bersangkutan. Terciptanya kesempatan yang luas untuk memperoleh berbagai jasa publik.politik. Dalam perspektif modernisasi.pangan. Terjaminnya hak untuk memperolah kesempatan kerja yang produktif yang memungkinkan adanya balas jasa yang setimpal untuk memnuhi kebutuhan rumah tangga.

xxxvii infrastruktur masyarakat. Ada beberapa teori tentang modernisasi yang melekat dalam konsep pembangunan dalam pengertian ini.teori ini lahir setelah Revolusi Industri dan Revolusi Perancis pada awal abad ke-19. yang dikembangkan oleh Merton dan Parsons. Teori Evolusi atau disebut juga teori organik adalah warisan zaman pencerahan yang sangat menonjol saa itu. c. Dalam perspektif modernisasi.suatu keharusan dan berjalan melalui sebab yang sama. kontinyu.maka pemikiran Rostow akan dijadikan kunci bahasan. Teori Evolusi. Theory ekonomi Kapitalisme. Teori ini mendasarkan adanya 6 (enam) asumsi perubahan sosial.teori ini muncul pertama kali tahun 1930an yang terkenal dengan structural functionalism.dalam hal ini teori pertumbuhan ekonomi merupakan pilar dari perubahan sosial yang ingin dicapai dalam suatu proses pembangunan ekonomi. b.yakni perubahan sosial dilihat sebagai natural. Teori Fungsionalisme. immanent. Dalam membahas teori-teori modernisasi dan pembangunan. Teori evolusi sangat berpengaruh terhadap perkembangan teori pembangunan dalam perspektif modernisasi. Dalam teori ini dinyatakan bahwa teori perubahan social modernisasi dan pembangunan pertumbuhan pada dasarnya dibangun diatas landasan kapitalisme.teori ini menjelaskan perubahan sosial dan modernisasi. Dengan demikian pembangunan disejajarkan dengan konsep perubahan sosial dan sejajar dengan kata ‘modernisasi’. a.pembangunan menggunakan theory pertumbuhan ekonomi (economic growth). .direksional. Teori Fungsionalisme muncul sebgai kritik teori evolusi.

2. Teori Pertumbuhan Ekonomi. Penganut paham structural ini memiliki kesamaan baik berada diblekang konsep structural fungsionalisme maupun penganut structural radikal.teori prestasi.para penganut paham struktural dalam pembangunan mencoba memperjuangkan perubahan sosial namun dalam sudut pandang objektivisme.namun memiliki keterkaitan diantara komponen yang ada didalam maupun diluar. Teori yang dihasilkan oleh Rostow ini sangat tekenal dan menjadi dasar kebijakan bagi semua Negara yang menjalankan pembangunan pasaka perang dingin.teori evolusi.teori penciptaan tenaga kerja sampai dengan apa yang disebut oleh Chenery sebagai redireksi investasi. Teori Modernisasi lahir tahun 1950an di Amerika Serikat dan merupakan respon kaum intelektual terhadap perang dingin yang bagi penganut Evolusi dianut sebagai jalan yang optimis menuju perubahan. 2.2 Pembangunan dalam Perspektif Struktural Dalam perspektif Struktural. Sementara pandangan structural radikal kemudian . Teori Modernisasi.teori modernisasi. Faqih (2002) memberikan penjelasan. Teori Modernisasi dalam konteks ini erat sekali dengan konsep perubahn sosial.dan lahir sebagai buah dari perang dingin antar ideology kapitalisme dan sosialisme.teori pertumbuhan ekonomi. e.dengan perangkat teori ekonomi kapitalisme.pembangunan dilihat bukan sebagai proses perubahan sosial yang berdiri sendiri.xxxviii d. Pandangan Struktural-Fungsional ini merupakan landasan pembangunan dalam makna yang kapitalistik.teori SDM.

teoridifusionisme.(ii) . teori dualism. Teori pertumbahan ekonomi dari Rostow pada dasarnya merupakan sebauh versi dari teori modernisasi dan pembangunan. teori behavioralisme.oleh Rostow. Dalam hal ini teori strukturalis terdiri dari teori dependensia.menurut Faqih(2002) adalah suatu bentuk teori modernisasi yang menggunakan metafora pertumbuhan.yakni the stages of economic Growth : A Non-Comunist Manifesto. Asumsinya adalah semua masyarakat Barat pernah mengalami tradisional dan akhirnya menjadi modern. (i) masyarakat tradisional.yakni suatu teori yang meyakini bahwaofaktoe manusia (bukan struktur dan sistem) menjadi focus utama perhatian.dan karenanya harus dipecahkan melalui pembangunan. Pikiran ini kemudian menjelma menjadi apa yang disebut sebagai the fivestage scheme.dianggap sebagai masalah. teori fungsionalisme serta teori konflik yang meliputi teori strukturalis-marxian dan strukturalis non Marxian dikategorikan dalam model taksonomis.3 Pembangunan dalam Perspektif Pertumbuhan Ekonomi Teori pertumbuhan ekonomi merupakan hasil pemikiran Rostow yang lahir dalam tulisannya.yakni tumbuh sebagai organism.serta teori humanism. 2.yang disebutnya sebagai pembangunan.xxxix dikembangkan ke dalam banyak teori baru seperti teori ilmu sosial kritik. Tahapan pertama proses ini adalah. Sikap manusia yang tradisional.sedangkan teori equilibrium meliputi teori psikodinamika.sebagai proses evolusi perjalanan dari tradisional ke modern.dan selalu berjalan linear kedepan. Teori pertumbuhan menurut.teori ketergantungan dan seterusnya.teori perubahan sosial marxisme post-struktural. Rostow melihat perubahan sosial (sosial Change).2.

. syarat-syarat itu adalah : • • Keadaan barang dan modal yang sudah mencapai kapasitas penuh Keadaan tabungan (saving) yang sebanding atau proporsional dengan pendapatan nasional.Keynes.serta Rostow.prasyarat utama untuk menciptakannya adalah dengan modal (capital).(v) masyarakat modern yang dicitacitakan.teori pertumbuhan ekonomi adalah tata cara untuk menentukan jumlah rata-rata pendapatan perkapita penduduk. Teori Schumpeter lebih menekankan pada pentingnya pelaku Bisnis dalam rangka menaikkan tingkat pertumbuhan ekonomi suatu Negara. Teori pertumbuhan ekonomi periode neoklasik atau teori pertumbuhan ekonomi modern. Pendapatan perkapita adalah pendapatan rata-rata penduduk sebuah Negara dalam jangka waktu tertentu.didominasi oleh nama-nama seperti.(iv) masyarakat pematangan pertumbuhan.Schumpeter.maka teori Harold Domar lebih menekankan pada analisisnya pada syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh suatu Negara dalam rangka mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi yang stabil (steady Growth) dalam waktu jangka panjang .Harrold Domar. Untuk mencapai perkembangan ini menurut ini Rostow.(iii) masyarakat tinggal landas.yakni masyarakat industry.dimana di dalamnya tercipta masyarakat modern masa konsumsi tinggi (High mass consumption).xl masyarakat prakondisi tinggal landas. Secara lebih terperinci. Angka pendaptan perkapita diperoleh dengan cara membagi pendapatan nasional bruto sebuah Negara dalam tahun tertentu dengan jumlah penduduk pada tahun itu pula.

seperti PDB pertumbuhan ekonomi.distribusi pendaptan. Di Indonesia.yakni tergantung pada fokus dan orientasi pembangunan mana yang dilaksanakan dan dimensi mana yang lebih menjadi perhatian bersama decision maker dan para planner sebgai perencana dan perancang.yakni bahwa keberhasilan pembanguanan diukur dengan seberap jauh upaya-upaya dapat mengentaskan kemiskinan. Ukuran keberhasilan pembangunan lainnya adalah dengan pendekatan kemiskinan.para pelaksana pembangunan itu sendiri sebgai pihak sebagai pihak yang menjalankan atau sering disebut juga sebagai agen pembangunan. Ukuran keberhasilan pembangunan idealnya harus ditentukan berdasarkan dimensi pembangunan. (3) distribusi intra rumah tangga dan (4) karakteristik personal.yaitu (1) tahapan identifikasi target pembangunan dan (2) tahapan agregasi karakteristik target pembangunan.xli • Keadaan rasio modal produksi (capital output ratio) yang tetap.maupun masyarakat pada umumnya sebagai sasaran pembangunan (safi’i. . Pengukuran keberhasilan pembangunan menurut Fatah (2006) harus melewati dua tahap.(2)akses kepada barang yang tidak dipasarkan. 2007). Ravvalon and Datt (1996) menyarankan ukuran keberhasilan pembangunan bisa dilihat dari factor-faktor berikut yaitu (1) pengeluaran rill setiap dewasa.dan pendaptan perkapita. ada beberapa jenis ukuran keberhasilan pembangunan yang digunakan dalam masyarakat : 1) Berdasarkan pendapatan dan nilai produksi.

tingkata degradasi lahan dan seterusnya (Fatah.2006).tingkat dan kualitas lingkungan (meliputi tingkat pencemaran berbagai aspek.poverty Gap dan severity index.pembangunan ekonomi daerah adalah suatu proses dimana pemerintah daerah dan seluruh komponen masyarakat mengelola berbagai sumber daya yang ada dan membentuk suatu pola kemitraan umtuk menciptakan suatu lapangan kerja baru dan merangsang pengembangan kegitan ekonomi dalam daerah tersebut amat tergantung dari masalah fundamental yang dihadapi oleh daerah itu.xlii 2) Berdasarkan investasi.25 kemudian dibagi dengan rata-rata rasio pangan terhadap pengeluaran total).seperti tingkat investasi.seperti jumlah penduduk miskin.serta metode RAO (16 kg beras dikali 1.3 Pembangunan Ekonomi Daerah. Bagaimana daerah mengatasi masalah fundamental yang dihadapi .tingkat kesehatan( meliputi kesehatan ibu dan anaj dan akses faslitas hidup sehat). Secara umum. 3) Berdasarkan kemiskinan dan pengentasannya. dan jumlah FDI (Foreign DirectInvestment).tingkat pemenuhan kebutuhan dasar Sembilan bahan pokok (BPN).jumlah PMA (Penanaman Modal Asing) dan PMDN (Penanaman Modala Dalam Negeri).tingkat kecukupan pangan.tingkat kecukupan 52 jenis komoditas pangan. 4) Berdasarkan keadaan sosial dan kelesetarian lingkungan.seperti tingkat pendidikan (untuk berbagai level dan kombinasinya).yaitu investasi langsung oleh pihak asing. 2.tingkata kerusakan hutan.

perbaikan kapasitas tenaga kerja yang ada untuk menghasilkan produk dan jasa yang lebih baik. Perencanaan pembangunan ekonomi daerah bisa dianggap sebagai perencanaan untuk memperbaiki sumber-sumberdaya publik yang tersedia di daerah tersebut dan untuk memperbaiki kapasitas sektor swasta dalam menciptakan nilai sumberdaya-sumberdaya secara bertangung jawab. Apabila pembangunan daerah diserahkan sepenuhnya kepada mekanisme kepasar maka pembangunan dan hasilnya tidak dapat dirasakan oleh seluruh komponen atau daerah secara merata (Lincoln Arsyad.pembangunan industri-industri alternatif. Dalam pembangunan ekonomi diperlukan campur tangan pemerintah. Lincoln Arsyad (1977) mendefenisikan pembangunan ekonomi daerah sebagai suatu proses dimana pemerintah daerah dan masyarakat mengelola sumberdaya yang ada serta membentuk suatu pola kemitraan antara pemerintah daerah dan sektor swasta untuk menciptakan lapangan kerja baru dan merangsang perkembangan ekonomi dengan daerah tersebut.1977).dan kemudian memilih strategi yang tepat (Kuncoro.1977).yang mencakup pembentukan-pembentukan institusi baru. Dalam konteks inilah pentingnya merumuskan visi dan misi.xliii ditentukan oleh strategi pembangunan yang dipilih. Menurut pendapat Arsyad (1977) perbedaan keadaan sosial ekonomi di sertiap daerah akan membawa impliaksi bahwa cakupan campur tangan pemrintah .identifikasi pasarpasar baru.2004).alih ilmu pengetahuan dan pengembangan perusahaan-perusahaan baru (Lincoln Arsyad. Pembangunan ekonomi daerah merupakan suatu proses.

Peningkatan pendapatan perkapita c.theory pembangunan yang ada selama ini memang belum berhasil mengupas secara tuntas mengenai kegiatan-kegiatan pembangunan ekonomi yang ada di daerah. Memusatnya ekspansi ekonomi di sutau daerah dapat disebabkan oleh berbagai hal misalnya konsisi dan situasi alamiah yang ada.2004). Mengikuti identifikasi yang dilakukan kuncoro (2004). Menurut Kuncoro (2004).yang dapat digunakan penerapannya di daerah-daerah di Indonesia untuk melakukan evalusi .letak geografis. Perbedaan tingkat pembangunan antar daerah mengakibatkan perbedaan tingkat kesejahteraan antar daerah.xliv ntuk setiap daerah juga berbeda. dan sebagainya. karena itu sangatlah penting untuk melakukan perumusan ulang paradigma baru perencanaan pembangunan ekonomi daerah yang lebih komprehensif. Salah satu pokok yang harus diperhatikan dalam rangka menerapkan paradigma pembangunan ekonomi daerah yang lebih komprehensif adalah bagaimana proses identifikasi fundamental pembangunan secara lebih realistis. Sedangkan pokok-pokok yang harus diperhatikan untuk menyusun identifikasi fundamental ekonomi pembangunan daerah tersebut adalah a. Pengurangan angka kemiskinan. Peningkatan laju pertumbuhan ekonomi daerah b. Diperlukan suatu sintesis diantara berbagai pendekatan yang ada sehingga bisa dihasilkan rumusan baru tentang paradigma baru pembangunan ekonomi daerah secara lebih tepat.pengangguran dan ketimpangan secara signifikan (kuncoro.

2007.Msi. Dalam hal ini ukuran keberhasilan bukanlah banyaknya perusahaan yang berdiri. Safi’I.tetapi seberapa besar angakatan kerja dilingkngan sekitar yang berhasil diserap oleh kegiatan pembangunan.xlv atau penilaian pembangunan ekonmi daerah yang terjadi saat ini maka dapat dijelasakan sebagai berukut: Pendekatan dan Konsep Baru Dalam Pembangunan Ekonomi Daerah Komponen Kesempatan Kerja Konsep Lama Semakin Konsep Baru Banyak Perusahaan harus perusahaan = semakin mengembangkan banyak kesempatan kerja pekerjaan yang sesuai dengan potensi penduduk daerah Basis pembangunan Pengembangan ekonomi Aset-Aset Lokasi Keunggulan didasarkan fisik Sumberdaya Pengetahuan Ketersediaan Kerja sektor Pengembangan lembagalembaga ekonomi baru komparatif Keunggulan pada kompetitif asset didasarkan pada kualitas lingkungan Angkatan Pengetahuan dan Inovasi sebagaipenggerak ekonomi Sumber : H.M. Hal 56 Dari pemetaan tersebut dapat dipahami paradigma baru pembangunan ekonomi daerah sangat mengandalkan pada adanya potensi penduduk setempat sesuai dengan kebutuhan. Selain itu pertimbangan keberhasilan bukan terletak pada seberapa besar banyak asset fisik yang dimilki .

2007). Paradigma baru pembangunan ekonomi daerah mengandaikan pembangunan yang ada di daerah mencakup hal berikut :  Pembangunan dilakukan dengan mempertimbangkan potensi daerah bersangkutan.terutama perubahan sosial (Safi’I. Investasi tidak mesti simultan dan diarahkan ke industry strategis.hokum. Keputusan investasi pada sektor yang . Proses pembangunan ekonomi daerah pada dasarnya bukanlah sekedar fenomena pembangunan ekonomi semata.1 Teori Albert Hirschman Albert Hirschman dalam teorinya yang terkenal sebagai ungrowth balance mengatakan bahwa pembangunan berproses melalui difusi pertumbuhan dari leading sector menuju ke logging sektor.birokrasi dan lainnya.yakni industri yang berkait antara satu sektor dengan sektor yang lain (Hirschman.  Pembangunan daerah tidak hanya terkait dengan sektor ekonomi semata melainkan keberhasilnnya juga terkait dengan faktor lainnya seperti sosial.budaya. 2007).namun yang lebih luas dari itu pembangunan memiliki perspektif luas.3. 2.pembangunan tidak semata-mata ditunjukkan oleh prestasi pertumbuhan ekonomi yang dicapai oleh suatu Negara.  Pembangunan dilakukan secara bertahap sesuai dengan skala prioritas dan memiliki pengaruh untuk menggerakkan sektor lainnya secara lebih cepat.politik.1958).serta kebutuhan dan kemampuan daerah menjalankan pembangunan.xlvi melainkan pada kualitas lingkungan dan pengembangan kelembagaan ekonomi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat ( Safi’i.

pilihan lokasi. Dengan investasi tersebut.baik forward linkage maupun backwardlinkage.xlvii mempunyai kaitan paling panjang dengan sektor-sektor lain. Dimana menurut Nurkse untuk mengatasi diskontinuitas pembangunan perlu “dorongan Besar”melaui investasi simultan di berbagai sektor kegitan ekonomi.pembangunan memerlukan prioritas. Pandangan atau teori Nurkse bertentangan dengan teori Albert Hirschman.3.ketakcukupan tabungan dan khususnya ketakcukupan kemampuan keusahawanan. Nurkse tekenal dengan The Big Push Theory-nya yang menetang upaya pembangunan yang bersifata gradulaisme dan inkrementalisme.2 Theori Nurkse. Dalam pemahaman Hirschman. Nurkse (1957) .individu mupun sektor strategis yang juga punya efek forward dan backward.karena investasi pada sektor lain akan mempunyai imbas yang terpanjang pada sektor lain. 2.dan pertumbuhannya akan membantu menumbuhkan pula sektorsektor yang terkait dengan sektor tersebut. Sementara di daerah-daerah miskin.sektor tersebut bertumbuh.investasi yang rendah justru karena kemiskinan mereka. Hirschman (1958) mengemukakan bahwa di daerah miskin banyak kendala yang dihadapi pada saat setiap sektor melaksankan strategi kebijakan pertumbuha berimbang. Investasi capital sinkronis pada aneka ragam industry merupakan tindakan tepat untuk mengatasi kegagalan pembangunan (Balance Growth). Kendalanya adalah ketakcukupan permintaan. Permasalahannya adalah bahwa untuk mendukung investasi secara besarbesaran itu memerlukan dana yang besar.

yang pada gilirannya akan mengakibatkan rendahnya investasi.dan kenyataan bahwa “syarat minimal” ketersediaan prasarana sudah tersedia.cukup tepat untuk mempertimbangkan saran tentang development via shortage (pembangunan melalui kekurangan). Pada saat ketesediaan dana pembangunan yang menipis. Sebabnya Nurkse mengusulkan tiga kebijakan meningkatkan tabungan. Investasi rendah akan mengakibatkan rendahnya produktivitas yang pada gilirannya akan mengakibatkan rendahnya pendapatan mereka.xlviii dengan mengemukakan vicious circle of poverty menyatakan kemiskinan mengakibatkan rendahnya tabungan.4 Pengertian dan Teori Pertumbuhan Ekonomi Teori-teori yang menentukan laju pertumbuhan ekonomi dan pembangunan oleh para ahli ekonomi dimana pandangan mereka banyak diarahkan pada pembanguan di Negara-negara berkembang. Pandangan Nurkse sangat berbedan dengan Hirschman (1958) yang menyatakan dalam konsepnya strategi pembangunan ekonomi adanya pilihan orientasi kebijakan antara investasi pada social overhead capital (SOC) atau Direct Productive Activities (DPA). 2.sebagai pengganti strategi “pembangunan melalui kapasitas berlimpah” (development via excess capacity). Pertumbuhan ekonomi merupakan suatu gambaran mengenai dampak kebijaksanaan pemerintah yang dilaksanakan khususnya dibidang ekonomi. Pertumbuhan ekonomi merupakan laju pertumbuhan yang dibentuk dari berbagai macam sektor ekonomi yang secara tidak langsung menggambarkan tingkat pertumbuhan ekonomi yang terjadi. Pertumbuhan ekonomi terjadi apabila .investasi dan produktivitas.

baik dalam hal perubahan sosial.xlix terdapat banyak out-put yang dihasilkan.perkembangan tersebut dinyatakan dalam bentuk persentase perubahan pendapatan nasional pada tahun tertentu dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pertumbuhan modal 3.tetapi juga menekankan pada perusahaan perusahaan dalam kebudayaan dan pengetahuan teknik dalam menghasilkan out-put yang lebih banyak. Pertumbuhan dalam inovasi dan teknologi Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan sebagai suatu ukuran kuantitatif yang menggambarkan perkembangan suatu perekonomian dalam suatu tahun tertentu apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pertumbuhan dalam tenaga kerja 2.nilai GNP yang digunakan adalah GNP harga konstan. Menurut Samuelson (2001).dan kebiasaan yang tidak sesuai lagi dengan sasaran pembangunan. Atau dapat diartikan bahwa pertumbuhan merupakan bagian dari pembangunan ekonomi.pengaruh perubahan harga (inflasi) tidak . Dalam mengukur pertumbuhan ekonomi nasional. Pembangunan ekonomi selalu diikuti oleh pertumbuhan ekonomi tetapi pertumbuhan tidak sebaliknya.pertumbuhan ekonomi merupakan GNP yang bersumber dari hal-hal sebgai berikut : 1. Sedangkan pembangunan ekonomi tidak hanya sekedar menekankan pada out-put semata.kebudayaan. Pengertian lain menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi merupakan suatu kondisi terjadinya perkembangan GNP potensial yang mencerminkan adanya pertumbuhan out-put perkapita dan meningkatnya standard hidup masyarakat.

pertumbuhan ekonomi suatu daerah akan sangat ditentukan oleh kemampuan daerah tersebut untuk meningkatkan kegiatan produksinya.yang bisa menampung kemungkinan berbagai substitusi antar kapital (K) dan tenga kerja. Dalam Model neo-klasik Solow-Swan dipergunakan suatu bentuk fungsi produksi yang lebih umum.kemajuan teknologi dan out-put saling berinteraksi dalam proses pertumbuhan ekonomi. Teori-teori pertumbuhan ekonomi melihat hubungan antara pertumbuhan ekonomi dan factor-faktor penentu pertumbuhan ekonomi. Asumsi penting dari Solow adalah (Rahardja. Ada beberapa teori mengenai pertumbuhan ekonomi : 2.1 Model Pertumbuhan Neo-Klasik (Neo Classic Growth Theory) Robert Solow dan Trevor Swan secara sendiri-sendiri mengembangkan model pertumbuhan ekonomi yang sekarang sering disebut dengan nama model Pertumbuhan Neo-klasik (Boediono.2004:128) : .model neo klasik dipelopori oleh George H. Dalam sjafrizal(2008).tetapi juga ditentukan oleh mobilitas tenaga kerja dan mobilitas modal antar daerah.4. Model Solow –Swan memusatkan perhatiannya pada bagaimana pertumbuhan penduduk.1992).akumulasi kapital. Menurut model ini.l lagi atau sudah dihilangkan dan hanya menunjukkan perubahan kuantitas barang dan jasa.Bort (1960) dengan mendasarkan analisisnya pada Teori Ekonomi Neo-klasik. Sedangkan kegiatan produksi suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh potensi daerah bersangkutan.

K= Modal .dapat dipersempit faktor-faktor penentu pertumbuhan menjadi hanya stok barang dan modal dan tenaga kerja. Seluruh penduduk bekerja sehingga pendapatan = jumlah tenaga kerja Dengan asumsi-asumsi tersebut. Lebih lanjut lagi.maka : Y= f(k) Dimana : Y K = PDB perkapita atau Q/L = Barang Modal perkapita K/L .dapat diasumsikan bahwa PDB perkapita semata-mata ditentukan oleh stok barang dan modal per tenaga kerja. Tidak ada sektor pemerintah. Jika Q =out-put atau PDB .li • • • • • • Tingkat Teknologi dianggap Konstan (tidak ada kemajuan teknologi) Tingkat depresiasi dianggap konstan. Tidak perdagangan luar negeri atau aliran masuk barang modal.dan L= Tenaga Kerja. Tingkat pertambahan penduduk (tenaga kerja) juga dianggap konstan.

4. Menurut pandangan Schumpeter. Termasuk dalam langkah-langkah inovasi adalah penyusunan tehniktehnik tahap produksi serta masalah organisasi manajemen. Namun kekuasaan tersebut cenderung memunculkan monopoli kekuatan pasar.1 Hipotesa Neo-Klasik Tingkat Pembangunan 2. Sebab para pengusahalah yang mempunyai kemampuan dan keberanian mengaplikasikan penemuan-penemuan baru dalam aktivitas produksi.lii Ketimpangan Regional Kurva Ketimpangan Regional Gambar 2. Dalam langkah-langkah pengaplikasian penemuan-penemuan baru dalam dunia usaha merupakan langkah inovasi. Monopoli .agar produk yang dihasilkan dapat diteriam dipasar.2 Teori Schumpeter Schumpeter berpandangan bahwa pertumbuhan ekonomi sangat ditentukan oleh kemampuan kewirausahaan (Enterpreneur).kemajuan perekonomian kapitalis disebabkan diberinya keleluasaan untuk para entrepreneur (Wirausaha).

yang pada akhirnya dapat menghancurkan system kapitalis itu sendiri. Untuk mewujudkan potensi pertumbuhan yang terkandung didalam teknologi maka perlu diadakan serangkaian penyesuaian kelembagaan. 2.ekonomi.sikap.institusional (kelembagaan).dan ideologis terhadap berbagai tuntutan keadaan yang ada.3 Teori Pertumbuhan Kuznets Menurut Kuznets.4.tetapi tidak cukup itu saja masih dibutuhkan faktorfaktor lainnya. 3. Kenaikan out-put secara berkesinambungan adalah manifestasi atau perwujudan dari apa yang disebut dengan pertumbuhan ekonomi sedangkan kemampuan menyediakan berbagai jenis barang itu sendiri merupakan tanda kematangan ekonomi (Economic Matirity) disuatu Negara yang bersangkutan.2000:144) .terutama sosial politik. Masing-masing dari ketiga pokok dari defenisi itu sangat penting yaitu : 1.dan ideology (Todaro. Perkembangan teknologi merupakan suatu dasar atau pra kondisi bagi berlangsungnya suatu pertumbuhan ekonomi secara berkesinambungan. Kenaikan kapasitas itu sendiri akan dimungkinkan oleh adanya kemajuan atau penyesuaian teknologi. 2.pertumbuhan ekonomi adalah kenaikan kapasitas dalam jangka panjang dari Negara yang bersangkutan untuk menyediakan berbagai barang ekonomi pada penduduknya.liii inilah yang memunculkan masalah-masalah non.

Teori ini dikemukakan oleh Roy F. 3.Harrod (1948) dan Evsey D. . Proses produksi memiliki koefisien yang tetap (Constan Return To Scale) 4. Atas dasar asumsi-asumsi khusus tersebut. Namun kesimpulannya menunjukkan bahwa pemerintah perlu merencanakan besarnya investasi agar terdapat keseimbangan dalam sisi penawaran dan sisi permintaan barang. Perekonomian bersifat tertutup 2. dimana : o g = growth ( Tingkat pertumbuhan Out-put) o K= Kapital ( Tingkat Pertumbuhan Modal) o n = Tingkat pertumbuhan angkatan kerja Harrod-Domar mendasarkan teorinya berdasarkan pada mekanisme pasar (market) tanpa campur tangan pemerintah. Teori ini berkembang pada waktu bersamaan dengan teori klasik.4 Teori Pertumbuhan Harrod-Domar. Tingkat pertumbuhan angkatan kerja adalah konstan dan sama dengan pertumbuhan penduduk.maka Harrod-Domar membuat analisis dan menyimpulkan bahwa pertumbuhan jangka panjang yang mantap hanya bisa tercapai apabila terpenuhinya syarat-syarat sebagai berikut : g= K = n. teori Harrod-Domar didasari pada asumsi : 1.4. Hasrat menabung (MPs =s) adalah konstan.Domar (1975) di Amerika serikat.liv 2.

Tahap era konsumsi tinggi massa ( the age of high mass consumption ) 2. Menurut teori ini berlakunya The Law Of Dimisnishing Returns (TLDR) menyebabkan tidak semua penduduk dapat dilibatkan dalam proses produksi.5 Teori Pertumbuhan Rostow Menurut teori pertumbuhan Rostow pembangunan ekonomi atau transformasi suatu masyarakat tradisional menjadi masyarakat modern merupakan suatu proses yang berdimensi banyak. Tahap bergerak mennuku kematangan ( the drive to maturity) E.4. Dalam bukunya yang berjudul “The Stage of Economic” (1960). Tahap peletakan dasar untuk tinggal landas (the preconditional society) C.lv 2.4. Tahap masyarakat tradisional (the tradisional society ) B. .6 Teori Jumlah Penduduk Optimal Teori ini telah lam dikembangkan oleh kaum klasik.2004:127). Tahap tinggal landas (the Take-off) D. Jika dipaksakan.justru akan menurunkan tingkat out-put perekonomian (Rahardja. Rostow mengemukakan tahap-tahap dalam proses pembangunan ekonomi yang dialami oleh setiap Negara pada umumnya dihadapkan pada lima tahap yaitu : A.

1. Jika jumlah tenaga kerja .lvi Total Produksi (output) Q3 TP2 Q1 Q2 TP1 0 Tenaga Kerja L1 L2 Gambar 2.dengan jumlah Out-put (PDB) adalah Q1.kurva TP1 menunjukkan hubungan antar a jumlah tenaga kerja dengan tingkat out-put (fungsi produksi).2 : Jumlah Penduduk optimal Pada gambar 2. Kondisi optimal akan tercapai jika jumlah penduduk (tenaga kerja ) yang terlihat dalam proses produksi adalah L1 .

peralatan fisik. 2) Pertumbuhan Penduduk Pertumbuhan penduduk dan angkatan kerja secara tradisional dianggap sebagain salah satu faktor produksi yang memacu pertumbuhan ekonomi. ketiga hal itu adalah : 1) Akumulasi Modal Akumulasi modal meliputi semua bentuk atau jenis investasi yang ditanamkan pada tanah. Jumlah tenga kerja yang lebih besar berarti akan menambah jumlah tenaga produktif. Hal ini terjadi karena cepatnya terjadi TLDR.lvii ditambah menjadi L2 PDB justru berkurang menjadi Q2. Ada tiga faktor ataupun komponen utama dalam pertumbuhan ekonomi dari setiap bangsa.sedangkan pertumbuhan penduduk yang lebih besar yang berarti ukuran pasar domestiknya lebih besar.modal ataupun sumber daya manusia. 3) Kemajuan Teknologi Kemajuan teknologi terbagi atas tiga kelompok yaitu : . Investasi produktif yang bersifat langsung tersebut harus dilengkapi dengan berbagai investasi penunjang yang disebut investasi infrastruktur ekonomi sosial. Dimana positif atau negatifnya pertambahan penduduk bagi upaya pembangunan ekonomi sepenuhnya tergantung pada system perekonomian yang bersangkutan. Akumulasi modal terjadi apabila sebagaian dari pendapatan ditabung dan diinvestasikan kembali dengan tujuan memperbesar out-put dan pendapatan dikemudian hari.

lviii  Kemajuan teknologi yang netral.tenaga kerja. Myrdal (1968) dan Friedman (1976) menyebutkan bahwa pertumbuhan atau perkembangan daerah akan menuju kepada divergensi.hal ini dikarenakan hamper semua penelitian dalam dunia ilmu pengetahuan dan teknologi dilakukan di Negara-negara maju dengan tujuan utama menghemat pekerja dan bukan penghemat modal. Petumbuhan regional adalah produk dari banyak faktor yang bersifat intern dan eksetern sosio politik.Pertumbuhan ekonomi daerah yang berbeda-beda akan menyebabkan terjadinya ketimpangan atau disparitas ekonomi dan ketimpangan pendapatan antar daerah. .5 Teori Pembangunan Regional.jumlah pekerja yang dibutuhkan dalam berbagai produksi mulai semakin sedikit..  Kemajuan teknologi yang hemat tenaga kerja.sebagian besar kemajuan teknologi pada abad kedua puluh adalah teknologi yang hemat tenaga kerja.  Kemajuan teknologi yang hemat modal.dan modal.merupakan fenomena yang relative langka.seperti pengelompokan tenga kerja yang mendorong peningkatan output masyarakat.inovasi yang sederhana.terjadi apabila teknologi tersebut memungkinkan kita mencapai tingkat produksi yang lebih tinggi menggunakan jumlah dan kombinasi faktor in-put yang sama. 2. Faktor itern meliputi distribusi meliputi distribusi faktor produksi sperti tanah. Sedangkan salah satu penentu ekstern yang penting adalah tingkat permintaan dari daerah lain terhadap komoditi yang dihasilkan oleh suatu daerah tertentu.

Model teori basis ekspor ini menekankan pada beberapa hal antara lain : a) Bahwa suatu daerah tidak menjadi daerah industri untuk dapat tumbuh dengan cepat.5.North (1955) ini merupakan model yang paling spesifik dari teori pertumbuhan ekonomi.tanpa mempertimbangkan batas wilayah administrative.sehingga pertumbuhan ekonomi daerah lebih banyak ditentukan oleh jenis keuntungan dan tata lokasi kegiatan tersebut. Sealin itu.1 Teori Basis Ekspor (Export Base Theory) Teori ini dikemukakan oleh Douglas E. . Ada beberapa teori pertumbuhan ekonomi regional yang lazim dikenal yaitu : 2.tetapi lebih ditekankan pada pertimbangan keterkaitan mata-rantai proses industry dan distribusi. Keinginan untuk memperoleh keuntungan ekonomi jangka pendek seringkali menimbulkan keinginan untuk mengeksploitasi sumber daya alam secara berlebihan sehingga menurunkan kualitas (degaradasi) dan kuantitas sumber daya alam dan lingkungan hidup.seringkali pula terjadinya konflik pemanfaatan ruang antar sektor. Region yang ruang tinjauannya lebih berfokus kepada kemampuan untuk melakukan transaksi ekspor.lix Percepatan pembangunan dan pertumbuhan wilayah-wilayah strategis dan cepat tumbuh di dorong sehingga dapat mengembangkan wilayah-wilayah tertinggal di sekitarnya dalam suatu system wilayah pengembangan ekonomi yang sinergis.sebab faktor penentu pertumbuhan daerah adalah keuntungan komparatif (keuntungan lokasi) yang dimiliki yang oleh daerah tersebut.

lx b) Pertumbuhan ekonomi suatu daerah akan dapat dimaksimalkan bila daerah yang bersangkutan memanfaatkan keuntungan komparatif yang dimiliki menjadi kekuatan basis ekspor . Hal ini berarti bahwa untuk meningkatkan pertumbuhan suatu region.pada saat proses pembangunan baru dimulai. Unsure-unsur yang menentukan pertumbuhan ekonomi regional adalah modal.5. Teori ini mendasarkan analisanya pada komponen fungsi produksi.dan teknologi. 2.2 Teori Neo-klasik (Neo-Classic Theory) Dalam Negara sedang berkembang.tenga kerja. .tingkat perbedaan kemakmuran antar wilaya cenderung menjadi tinggi (divergence). Hal ini disebabkan pada Negara sedang berkembang lalu lintas modal masih belum lancar sehingga proses penyesuaian kea rah tingkat keseimbangan pertumbuhan belum dapata terjadi ( Sirojuzilam. sedangkan bila proses pembangunan telah balan dalam waktu yang lama maka perbedaan tingkat kemakmuran antar wilayah cenderung menurun (Convegence).2005:9 ). c) Ketimpangan antar daerah tetap sangat besar dipengaruhi oleh variasi potensi masing-masing daerah.strategi pembangunan Harus disesuaikan dengan keuntungan lokasi yang dimilikinya dan tidak harus sama dengan strategi pembangunan pada tingkat nasional. Adapun kekhususan teori ini adalah dibahasnya secara mendalam pengaruh perpindahan penduduk (migrasi) dam lalu lintas modal terhadap pertumbuhan regional.

Sedangkan pada Negara-negara yang telah maju proses penyesuaian tersebut dapat terjadi dengan lancar karena telah sempurnanya fasilitas perhubungan dan komunikasi. Pertambahan permintaan terhadap produk daerah miskin tersebut terutama barang-barang hasil pertanian oleh daerah kaya tentu saja mempunyai nilai permintaan yang rendah.4 Teori pusat Lingkungan (Core Perpihery Theory). Teori pusat lingkungan ini di kemukakan oleh Friedman sejak tahun 1966.sementara konsumsi daerah miskin terhadap produk daerah kaya akan lebih mungkin terjadi.5.5.yang melihat hubungan antara pembangunan kota (core) dan desa . 2. Dengan timbulnya derah kaya. Namun Myrdal meyakini bahwasanya dampak Spread Effect ini lebih kecil daripada Back wash effect.3 Teori Kumulatif Kausatif (Cummulative Causative Theory) Yang mempelopori teori ini adalah Gunnar Myrdal (1957) yang mengatakan adanya suatu keadaan berdasarkan kekuatan relative dari “Spread Effect” dan “Back wash effect”. Spread Effect merupakan kekuatan yang menuju konvergensi antar daerah-daerah kay dan daerah-daerah miskin. Dengan demikian mendorong pertumbuhannya. Para pelopor teori ini menekankan pentingnya campur tangan pemerintah untuk mengatasi perbedaan yang semakin menonjol. 2.lxi Masih belum lancarnya fasilitas perhubungan dan komunikasi serta kuatnya tradisi yang menghalangi mobilitas penduduk biasanya merupakan faktor utama yang menyebabkan belum lancarnya arus perpindahan orang dan modal antar daerah.maka akan tumbuh pula permintaannya terhadap produkproduk daerah miskin.

Secara geografis pusat pertumbuhan adalah suatu lokasi yang banyak memiliki fasilitas dan kemudahan sehingga menjadi pusat daya tarik yang menyebabkan berbagai macam usaha tertarik untuk berlokasi di daerah tersebut dan memanfaatkan fasilitas yang ada. Pusat pertumbuhan harus memiliki empat cirri yaitu adanya hubungan intern antara berbagai macam kegiatan yang memiliki nilai .misalnya adanya kelengkapan yang memadai sebagaimana halnya diperkotaan. Friedman berusaha untuk merumuskan suatu keadaan yang akan menciptakan suatu suasana kota di areal pedesaan.lxii (periphery) disekitarnya. Pusat pertumbuhan jika dilihat secara fungsional adalah suatu lokasi konsentrasi kelompok usaha atau cabang industri yang karena sifat hubungannya memiliki unsur-unsur kedinamisan sehingga mampu menstimulasi kehidupan ekonomi baik kedalam maupun keluar (derah belakangnya). Maka dengan demikian teori pusat pertumbuhan merupakan salah satu alat untuk mencapai tujuan pembangunan regional yang saling bertolak belakang.5.5 Teori Pusat Pertumbuhan (Growth Poles Theory) Teori pusat pertumbuhan merupakan salah satu teori yang dapat menggabungkan antara prinsip-prinsip konsentrasi dengan desentralisasi secara sekaligus. Tidak semua kota generative dapat dikategorikan sebagai pusat pertumbuhan.yaitu pertumbuhan dan pemerataan pembangunan keseluruh pelsok daerah. 2. teori ini juga dapat menggabungkan antara kebijaksanaan dan program pembangunan wilayah dan perkotaan terpadu.atau sebaliknya bagaimana pula menciptakan kehidupan dan nunsa desa di daerah kota.

Dalam analisa tersebut dimunculkan sebuah prediksi tentang hubungan antara tingkat pembangunan ekonomi nasional suatu Negara dengan ketimpangan pembangunan antar wilayah.konsentrasi geografis. Proses ini akan terjadi sampai ketimpangan tersebut mencapai titik puncak. (Robinson.2008). 2.maka secara berangsur-angsur ketimpangan pemabanguan antar wilayah akan tersebut akan menurun (Sjafrizal .ketimpangan wilayah berkaitan erat dengan system kapitalis yang dikendalikan oleh motif laba.2008).6 Ketimpangan Pembangunan Wilayah Secara teoritis. Menurut hipotesa Neo-klasik .dan bersifat mendorong pertumbuhan daerah belakang.lxiii ekonomi.adanya multiflier effect (efek ganda). Motif laba inilah yang mendorong berkembangnya pembangunan terpusat di wilayah-wilayah yang memiliki harapan laba tinggi.sementara wilayah-wilayah yang lainnya tetap terlantar. Myrdal dalam jinghan (1990).2004: 115).pada permulaan proses pembangunan suatu Negara. Lincolin Arsyad (1997) juga berpendapat perbedaan tingkat pembangunan ekononomi antar wilayah menyebabkan perbedaan tingkat kesejahtraan antar wilayah. Ekspansi ekonomi suatu daerah akan mempunyai .permasalahan ketimpangan pembangunan antar wilayah mula-mula dimunculkan oleh Douglas C North dalam analisanya tentang teori pertumbuhan Neo-kalasik.ketimpangan pembangunan antar wilayah cenderung meningkat. Hipotesa ini kemudian lazim dikenal sebagai Hipotesa Neo-klasik (sjafrizal. Setelah itu bila proses pembangunan terus berlanjut.

2004).modal.maka akan memberikan dorongan kepada daerah yang terbelakang untuk dapat berusaha menigkatkan kualitas hidupnya agar tidak jau tertinggal dengan daerah sekitarnya. Pada kenyataannya ketimpangan tidak dapat dihilangkan dalam pembangunan suatu daerah.serta ketimpangan yang tinggi dipandang tidak adil (Todaro. Daerah dengan kandungan sumber daya alam yang cukup tinggi akan dapat memproduksi barang-barang tertentu dengan biaya relaif murah diabandingkan dengan daerah lain yang mempunyai kandungan sumber daya alam lebih rendah. Namun disatu sisi. Perbedaan kandungan sumber daya ala mini jelas akan mempengaruhi kegiatan produksi daerah yang bersangkutan.sehingga ketimpangan dalam hal ini memberikan dampak positif. Hal tersebut berupa inefisiensi ekonomi.melemahkan stabilitas sosial dan solidaritas.lxiv pengaruh yang merugikan bagi daerah-daerh lain. Perbedaan kandungan sumber daya alam Indonesia yang merupakan suatu Negara kepulauan yang sanat besar.ada pula dampak negatif yang ditimbulkan dengan semakin tingginya ketimpangan antar wilayah. Adapun faktor-faktor utama yang menyebabkan terjadinya ketimpangan pembangunan wilayah adalah sebagai berikut : 1.karena tenaga kerja yang ada. Kondisi ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi .perdagangan akan pindah ke daerah yang melakukan ekspansi tersebut. Disamping itu daerah-daerah tersebut akan bersaing guna meningkatkan kualitas hidupnya. disatu sisi dengan adanya ketimpangan. Demikian pula dengan kandungan sumber daya alam yang sangat besar pada masin-masing daerah dengan komposisi yang berbeda-beda juga.

kurang lancarnay mobilitas barang dan jasa.perbedaan tingkat pendidikan dan kesehatan. Sedangkan daerah yang kandungan sumber daya alamnya lebih kecil cenderung akan mengalami pertumbuhan yang lambat.maka kelebihan produksi suatu daerah tidak dapat dijual kedaerah lain .dan perbedaan dalam hal tingkah laku serta etos kerja masyarakat daerah yang bersangkutan. Mobilitas barang dan jasa ini meliputi kegitan perdagangan antar daerah.perbedaan kondisi ketenagakerjaan. Perbedaan Kondisi Demografis Kondisi demografis dalam hal ini menyangkut perbedaan tingkat pertumbuhan dan struktur kependudukan. Mobilitas barang (perdagangan) antar daerah tentu akan mempengaruhi ketimpangan pembangunan antar wilayah.lxv daerah yang bersangkutan menjadi lebih cepat. Pengaruhnya dalam hal ketimpangan pembangunan wilayah adalah bahwa akan berpengaruh terhadap produktivitas kerja masyarakat pada daerah yang bersangkutan. 3. Akibatnya penyebaran proses pembangunan akan terhambat dan ketimpangan pembangunan antar wilayah akan cenderung menjadi tinggi.daerah dengan kondisi demografis yang baik akan cenderung mempunyai produktivitas kerja yang lebih tinggi sehingga hal ini akan mendorong peningkatan investasi dan selanjutnya akan meningkatkan penyediaan lapangan kerja dan pertumbuhan daerah yang bersangkutan. 2. Sebagaimana ditunjukkan oleh Teori Heckser-Ohlin dalam Ilmu ekonomi internasional bahwa apabila kegitan perdagangan internasional dan antar wilayah kurang lancar maka penyamaan harga faktor produksi (factor price equalization) akan terganggu. Kurang Lancarnya Mobilitas Barang dan Jasa.

gas. Kondisi tersebut selanjutnya akan mendorong proses pembangunan daerah melalui peningkatan penyediaan lapangan kerja dan tingkat pendapatan masyarakat. Konsentrasi Kegitan Eokonomi Wilayah Konsentrasi kegitan ekonomi antar daerah yang cukup tinggi akan cenderung mendorong meningkatnya ketimpangan pembangunan antar wilayah karena proses pembangunan akan lebih cepat pada daerah dengan konsentrasi kegitan ekonomi yang lebih tinggi. kondiai demografis (kependudukan) juga ikut mempengaruhi karena kegiatan ekonomi akan .misalnya minyak bumi. batu bara.terjadi pada daerah dengan konsentrasi kegiatan ekonomi yang lebih rendah.baik darat. terdapatnya sumberdaya alam yang lebih banyak pada daerah tertentu. Kedua. Ketiga. meratanya fasilitas transportasi.dan udara juga ikut mempengaruhi konsentrasi kegiatan ekonomi antadaerah. Konsentrasi kegitan ekonomi tersebut dapat disebabkan oleh beberapa hal. Demikian pula sebaliknya.dan bahan mineral lainnya. Hal tersebut akan menimbulkan ketimpangan pembangunan antar wilayah karena kelebihan suatu daerah tidak dapat dimanfaatkan oleh yang membutuhkan sehingga daerah terbelakang sulit mendorong proses pembangunannya. Demikian pula halnya dengan migrasi yang kurang lancar menyebabkan kelebihan tenaga kerja suatu daerah tidak dapat dimanfaatkan daerah lain yang sangat membutuhkan. Pertumbuhan ekonomi akan cenderung lebih cepat pada daerah dimana terdapat konsentrasi kegiatan ekonomi yang cukup besar. Pertama.lxvi yang membutuhkan. Demikian pula apabila konsentrasi kegiatan ekonomi pada suatu daerah relatif rendah yang selanjutnya juga mendorong terjadinya pengangguran dan rendahnya tingkat pendapatan masyarakat setempat. 4.laut.

lxvii cenderung terkonsentrasi dimana sumberdaya manusia tersedia dengan kualitas yang baik. Alokasi investasi pemerintah kedaerah lebih banyak ditentukan oleh system pemerintahan daerah yang dianut .baik untuk bahan baku maupun hasil produksi yang harus dikeluarkan oleh pengusaha.perbedaan upah buruh. Alokasi Dana Pembangunan Antar Wilayah. Kekuatan yang berperan banyak dalam menarik investasi swasta kesutau daerah adalah keuntungan lokasi yang dimiliki daerah tertentu.maka alokasi dana pemerintah akan cenderung lebih banyak dialokasikan pada pemerintah pusat sehingga ketimpangan pembangunan antar wilayah akan cenderung tinggi. Investasi merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan pertumbuhan ekonomi suatu daerah.dan sewa tanah. karena itu. apabila system pemerintahan yang dianut adalah otonomi daerah atau federal.konsentrasi pasar. Sedangkan keuntungan lokasi tersebut ditetntukan oleh ongkos transportasi. Selanjutnya akan mendorong proses pembangunan daerah melalui penyediaan tenaga kerja yang lebih banyak dan tingkat pendapatan perkapita yang lebih tinggi. Tidak demikian halnya dengan investasi swasta yang lebih banyak ditentukan oleh kekuatan pasar. bila system pemerintahan daerah yang dianut bersifat sentralistik. 5.daerah yang dapat menarik lebih banyak investasi pemerintah dan investasi swasta akan cenderung memiliki tingkata pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat.maka alokasi dana akan lebih banyak dialokasikan ke daerah sehingga ketimpangan pembangunan antar wilayah cenderung lebih rendah. Termasuk keuntungan aglomerasi yang timbul karena terjadinya konsentrasi beberapa kegiatan ekonomi terkait pada suatu daerah tertentu. Namun.tingkat persaingan usaha. Karena .

juga menggunakan indeks ketimpangan regional theil.6. 2. Untuk mengukur ketimpangan pendapatan regional bruto provinsi.lxviii itu.2008): Dimana : Yi Y fi n = PDRB perkapita daerah i = PDRB perkapita rata-rata seluruh daerah = Jumlah penduduk daerah i = Jumlah penduduk seluruh daerah Indeks Williamsons berkisar antara 0 < IW < 1.2 Indeks Enthorophy Theil. Indeks ketimpangan regional .6. 2.2008). Sedangkan bila mendekati satu maka semakin timpang wilayah yang diteliti (Sjafrizal. dimana semakin mendekati nol artinya wilayah tersebut semakin tidak timpang.2008). tidaklah mengherankan apabila investasi cenderung lebih banyak terkonsentrasi didaerah perkotaan dibanding dengan daerah pedesaan sehingga daerah perkotaan cenderung tumbuh lebih cepat dibandingkan daerah pedesaan (Sjahfrizal.1 Indeks Williamson Untuk mengetahui tingkat ketimpangan antar wilayah menggunakan indeks ketimpangan regional (regional inequality) yang dinamakan indeks ketimpangan Williamsons (Sjafrizal.

dimana semakin mendekati nol artinya wilayah tersebut semakin tidak timpang.yang pertama akan digunakan untuk menganalisis kecenderungan konsentrasi geografis selama periode tertentu dan yang kedua juga penting ketika kita mengkaji gambaran yang lebih rinci mengenai kesenjangan/ketimpangan spasial.Indeks Enthoropi Theil berksiar antara 0 < IET < 1. Indeks entrophy theil memungkinkan untuk membuat perbandingan selama kurun waktu tertentu.lxix Theil tersebut dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu ketimpangan regional dalam wilayah dan ketimpangan regional atau regional. Sedangkan bila mendekati satu maka semakin timpang wilayah yang diteliti. 2.7 Hipotesis Kuznets . Adapun rumus untuk menghitung Indeks Entrophy Theil adalah sebagai berikut : x log Dimana : I(y) Yj Y Xj X : Indeks Enthropy Theil : PDRB perkapita kota/Kabupaten j : Rata-rata PDRB perkapita Provinsi : Jumlah Penduduk Kota/kabupaten j : Jumlah Penduduk Provinsi Sama halnya dengan denga Indeks Williamsons. Indeks ini juga dapat menyediakan secara rinci dalam sub unit geografis yang lebih kecil.

e) Adanya kecenderungan Negara-negara yang mulai atau sudah maju perekonomiannya untuk berusaha merambah bagian-bagian dunia lainnya sebagai daerah pemasaran dan sumber bahan baku yang baru.2004).institusional (kelembagaan).lxx Simon Kuznets (1955) dalam kuncoro (2006) membuat hipotesis adanya kurva U terbalik (Inverted U Curve ) bahwa mula-mula ketika pembangunan dimulai.namun setelah mencapai suatu tingkat pembangunan tertentu.”pertumbuhan ekonomi adalah kenaikan kapasitas dalam jangka panjang dari Negara yang bersangkutan untuk menyediakan berbagai barang ekonomi kepada penduduknya. Professor Kusnetz mengemukakan enam karakteristik atau ciri proses pertumbuhan ekonomi yang bisa ditemui dihampir semua Negara yang sekarang maju sebagai berikut : a) Tingkat pertumbuhan out-put perkapita dan pertumbuhan penduduk tinggi b) Tingkat kenaikan produktivitas faktor total tinggi. d) Tingkat transformasi sosial dan ideologi tinggi. Dua faktor yang pertama lazim disebut sebagai variable-variabel ekonomi agregat.dan ideologis terhadap berbagai tuntutan keadaan yang ada (Todaro. f) Terbatasnya penyebaran pertumbuhan ekonomi yang hanya mencapai sepertiga bagian penduduk dunia. Menurut Kuznet. Kenaikan kapasitas itu sendiri ditentukan atau dimungkinkan oleh adanya kemajuan atau penyesuaian-penyesuaian teknologi.distribusi pendapatan semakin merata.distribusi pendapatan akan makin tidak merata. Sedangkan nomor tiga dan empat biasa disebut sebagai variabel-variabel . c) Tingkat trasnformasi structural ekonomi tinggi.

Kritik utama terhadap kurva Kuznets adalah dimana hasil ini sangat sensitif terhadap ukuran inequality dan pemilihan set data.hal ini dikarenakan Negara berkembang tidak mampu mengikuti pertumbuhan Negara-negara maju tersebut.sehingga terjadilah kesenjangan antar Negara maju dan Negara berkembang dalam pertumbuhan ekonominya. Pada penelitiannya sutarno dan mudrajad kuncoro (2003) menggunakan Indeks Williamsons untuk mengukur ketimpangan dan melihat hubungannya terhadap pertumbuhan PDRB di Kabupaten Banyumas. Pada akhirnya analisis Kuznets ( Todaro. Namun sebelumnya hipotesis Kuznets pernah dibuktikan oleh sutarno dan mudrajad kuncoro pada kabupaten banyumas.seseorang bisa mendapat kurva U.kurva U terbalik.2004). Dengan melakukan pemilihan berbeda. Hasil penelitian sutarno dan mudrajad kuncoro (2003) menunjukkan kurva berbentuk U terbalik.2006) menyatakan bahwa pertumbuhan di Negara-negara maju tidak menyebabakan Negara-negara berkembang ikut tumbuh.atau tidak ada hubungan sama sekali.dimana pada pertumbuhan awal ketimpangan memburuk dan pada tahap-tahap berikutnya ketimpangan menurun.namun pada suatu waktu akan terjadi peningkatan ketimpangan lagi dan akhirnya akan menurun lagi sehingga dapat dikatakan peristiwa tersebut seperti berulang kembali. Adapun dua faktor yang terkhir disebut sebagai variabelvariabel yang mempengaruhi penyebaran pertumbuhan ekonomi secara internasional (Todaro.lxxi transformasi struktural. .

Ketimpangan Pembangunan Tapanuli Utara Humbang Hasundutan IndeksWilliamson Indeks Williamson Potensi Ekonomi Potensi Ekonomi LQ(Location Q i ) LQ ( Location Quatient) .lxxii 2.8 Kerangka Konseptual.

3. Cateris Paribus . Hipotesis Kuznets tentang ”U Terbalik” berlaku di Kabupaten Tapanuli Utara dan Humbang Hasundutan. penulis menggunakan beberapa metode analisis data untuk melihat dan menguji besar ketimpangan yang terjadi dikabupaten Tapanuli Utara dan Humbang Hasundutan serta menguji potensi ekonomi kedua daerah degan menggunakan LQ (Location Quatient) serta melakukan uji beda terhadap Indeks Williamsons (IW) dan LQ kedua kabupaten denWhitney test. Terjadi Ketimpangan Pembangunan antara Kabupaten Tapanuli Utara dan Humbang Hasundutan.lxxiii Gambar 2.8. yang kebenarannya masih perlu dibuktikan atau diuji secara empiris. Dalam gambar tersebut terlihat Metode Analisis Indeks Williamson (IW). Hipotesis Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap permasalahan yang menjadi objek penelitian. 2. maka hipotesis penelitiannya adalah sebagai berikut : 1. Berdasarkan permasalahan. Location Quatient (LQ) dipakai sebagai analisis dalam mengukur tingkat ketimpangan pembangunan dan potensi ekonomi daerah dengan LQ. Cateris Paribus 2. Kerangka Konseptual Penelitian Analisis Ketimpangan Pembangunan Antara Kabupaten Tapanuli Utara dengan Humbang Hasundutan Pada penulisan skripsi ini.

Cateris Paribus .lxxiv 3. Sektor-sektor ekonomi unggulan dapat menunjang pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Tapanuli Utara dan Humbang Hasundutan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->