Unggul Dalam Iptek Kokoh Dalam Imtaq

PROPOSAL PENELITIAN HUBUNGAN MENGKONSUMSI KAFEIN TERHADAP TERJADINYA OSTEOPOROSIS PADA USIA 45 – 60 TAHUN DI RS. ISLAM JAKARTA

OLEH : ROHIMA NPM : 2009720046 PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN DAN KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA TAHUN 2012

1

LEMBAR PERSETUJUAN PROPOSAL PENELITIAN HUBUNGAN MENGKONSUMSI KAFEIN TERHADAP TERJADINYA OSTEOPOROSIS PADA USIA USIA 45 – 60 TAHUN DI RS. ISLAM JAKARTA Jakarta,... Januari 2012

Menyetujui,

Dosen Mata Ajar Metodologi Riset

(Muhammad Hadi, SKM., M.Kes)

Mengetahui,

Ka. Program Studi Ilmu Keperawatan FKK-UMJ

(Muhammad Hadi, SKM., M.Kes)

2

CURICULUM VITAE

Nama NPM Tempat/ Tanggal Lahir Jenis Kelamin Agama Alamat

: Rohima : 2009720046 : Jakarta, 20 November 1991 : Perempuan : Islam : Jl. Pemuda II, Rt 011/003 No. 67 Rawamangun Jakarta – Timur (13220)

No. Telepon Email Riwayat pendidikan 1. 2. SD SMP

: 089601732054 : Rohima_104@yahoo.com : : SDN 040 Kunto Darussalam Riau : SMP N 1 Rambah Riau : SMA N 1 Rambah Riau

3. SMA

4. Mahasiswa (Program A) Program Studi Ilmu Keperawatan FKK-UMJ, angkatan tahun 2009 sampai dengan sekarang.

3

peneliti ingin menyampaikan terima kasih yang sebesarbesarnya kepada: 1. 4 .KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur bagi Allah SWT yang telah melimpahkan segala rahmat dan karunia-Nya serta nikmat sehat. Shalawat serta salam senantiasa tercurahkan kepada Nabi besar Muhammad SAW. Kepada kedua orang tua tersayang beserta keluarga yang telah memberikan dukungan doa. 2. materil. Pada penyusunan usulan penelitian ini. sekaligus selaku dosen pengajar mata kuliah metodologi riset yang telah banyak memberikan pengarahan dan bimbingan dalam penyusunan usulan penelitian ini. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan rahmat dan karunia-Nya kepada kita sekeluarga. kepada para keluarga. SKM. peneliti menyadari bahwa dalam pembuatan tugas akhir riset keperawatan ini tidak dapat terselesaikan tanpa bimbingan dan bantuan dari berbagai. para sahabat. M. serta seluruh para pengikutnya sampai akhir zaman.Kes selaku Ketua Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Dan Kesehatan Universita Muhammadiyah Jakarta. ilmu dan waktu yang tidak pernah berhenti sampai saat ini sehingga proposal penelitian ini dapat diselesaikan dengan judul “Hubungan Mengkonsumsi Kafein Terhadap Terjadinya Osteoporosis pada usia 45 . Bapak Muhammad Hadi.60 tahun Tahun Di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih”. iman. moral dan dukungan dikala saya sedang meyusun Riset Keperawatan ini. Oleh karena itu.

4.. Amin ya robbal „alamin.Januari 2013 Peneliti 5 .. oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar proposal penelitian ini dapat menjadi lebih baik.3. Sebelumnya peneliti menyadari bahwa masih terdapat kekurangan dalam karya tulis ini. Seluruh pihak terkait yang tidak dapat disebutkan satu-persatu. Teman-teman angkatan 2009 Program Studi Ilmu Keperawatan FKK-UMJ yang selalu kompak dan saling memberikan dukungan satu sama lain serta berkontribusi dalam penelitian.. Jakarta. Penulis berharap semoga proposal penelitian dapat memberikan banyak manfaat bagi kemaslahatan umat.

............................................................. 9 1 8 8 8 i ii iii iv BAB II TINJAUAN TEORITIS 11 I.......................................................... Konsep kafein ............. BAB I PENDAHULUAN A........... CURICULUM VITAE ........................ Rumusan Masalah . D.................................................................................................................. II........... Sifat Kimia......................................................... Tujuan Penelitian .................. Sumber Kafein......................... D......... Metabolisme kafein..................................................... Pertanyaan Penelitian..................................... 2................................................................ Manfaat Penelitian .................................................. A.................................................................... KATA PENGANTAR ............................................................. DAFTAR ISI ......................................................................... Konsep Osteoporosis .......................................................... B..... Latar Belakang ...................................................... 1... Definisi Kafein............ Tujuan Umum ............ Tujuan Khusus .........................................................................................................................................................................................................DAFTAR ISI Hal LEMBAR PERSETUJUAN ...................................... C........................ E............. 22 6 ....................................................................... B........................................................................................................................ C......

.. Etika Penelitian .......................................... 45 45 45 45 49 49 51 51 7 ................................. G.................................... F......BAB III KERANGKA KONSEP DAN DEFINISI OPERASIONAL A........ Populasi dan Sampel ....................................................... Hipotesis Penelitian .............................................. Definisi Operasional .............................. Pengolahan Data ......................................................................................... Desain Penelitian ............................................................................................... B....... Kerangka Konsep ......... E......................................................................................................... D.................................................................................................. Waktu Penelitian ...................... H.................................................................... Pengumpulan Data .............................. C..................... B... Tempat Penelitian ................. BAB IV METODOLOGI PENELITIAN 39 41 41 A.......................................................... Analisa Data ........... C................................................

termasuk osteoporosis akan menjadi problem muskolokeletal yang memerlukan perhatian khusus. Latar Belakang Dengan meningkatnya usia harapan hidup. Menurut studi yang dilakukan International Osteoporosis Foundation (2009) ditemukan bahwa pada usia 35 tahun. hidup yang tidak banyak bergerak atau immobilisasi. Dengan demikian kasus osteoporosis dengan berbagai akibatnya terutama fraktur diperkirakan juga akan meningkat (Sodoyo. Fraktur kompresi ganda vertebra mengakibatkan deformitas skelet (Lumbantobing. Faktor yang mempercepat proses osteoporosis mencakup intake kalsium yang rendah. sepertiga orang Asia berpotensi menderita 8 . Pada tahun 1990.BAB I PENDAHULUAN A. maka berbagai penyakit degeneratif dan metabolik. 2004). ternyata jumlah penduduk yang berusia 55 tahun atau lebih mencapai 9. terutama dinegara berkembang termasuk indonesia. Selain itu osteoporosis sering mengakibatkan fraktur kompresi vertebra torakalis dan lumbalis. menopause yang dini. 2009). dan sering mengakibatkan fraktur kompresi pada vertebra. dan patah tulang colles pada pergelangan tangan. dan mengenai lebih banyak wanita daripada pria. fraktur daerah kolum femoralis dan daerah trokhanter. intake alkohol yang tinggi. Osteoporosis merupakan penyakit pada lansia. riwayat keluarga dengan osteoporosis dan skoliosis.2% meningkat 50% dibandingkan survey tahun 1971.

hari mulai anak .laki.000). Jauh melebihi serangan jantung (410. insidensi fraktur (1. 2008). kurang bergerak. 2001 Osteoporosis adalah kelainan kerangka. nyeri. dan 9 . Maka kepadatan tulang menjadi rendah sampai terjadinya osteoporosis (Suryadi. Rata-rata wanita usia 75 tahun telah kehilangan 25% tulang kortikalnya dan 40% tulang trabekularnya. 2000). ditandai dengan kekuatan tulang mengkhawatirkan dan dipengaruhi oleh meningkatnya risiko patah tulang. Dari jumlah ini hampir 55% berusia 55 tahun ke atas lebih banyak perempuan daripada laki .anak sampai dewasa. Di Amerika Serikat 44 juta orang mempunyai kepadatan tulang yang sangat rendah. dan kecacatan yang berkaitan dengan nyeri juga meninggal (Brunner & Suddarth’s.000 kasus.000). Sedangkan kekuatan tulang merefleksikan gabungan dari dua faktor.200. tidak berolah raga serta kurang pengetahuan tentang pencegahan osteoporosis yang kurang akibat kurangnya aktivitas fisik yang dilakukan sehari . 2007). yaitu densitas tulang dan kualitas tulang (Junaidi. Dengan bertambahnya usia polulasi ini. Prevalensi osteoporosis pada wanita usia 75 adalah 90%. Penyebabnya osteoporosis dipengaruhi oleh berbagai faktor dan pada individu bersifat multifaktoral seperti gaya hidup tidak sehat. Pada tahun 2003 di Amerika Serikat. serta kurangnya asupan kalsium. stroke (371. Menurut National Institute of Health (NIH). 1 dari 2 wanita kulit putih akan mengalami osteoporosis dalam kehidupannya (DepKes. patah tulang belakang setiap tahun mencapai 1.3 juta per tahun).osteoporosis dan 25% dari mereka yang berisiko terkena pengeroposan tulang tesebut. 2001).

2003). Jumlah usia lanjut di Indonesia diperkirakan akan naik 414% dalam kurun waktu 19902025. 2009). Angka ini diperkirakan mencapai 6. Selama 10 tahun terakhir. Di Hongkong.com. Keropos tulang merupakan semacam silent disease. penyakit diam-diam yang selama bertahun-tahun tidak terlalu dirasakan penderitanya (www.3 juta.kanker payudara (239. Konsumsi kalsium yang cukup selama masa pertumbuhan akan menjamin simpanan kalsium yang tinggi di dalam tulang.5 juta akan naik menjadi 24 juta pada tahun 2015. jumlah patah tulang osteoporosis meningkat dengan cepat.000 penduduk menderita cedera panggul akibat osteoporosis. Konsumsi kalsium yang cukup selama masa pertumbuhan akan menjamin 10 . Bahkan dikatakan setiap 20 detik terjadi patah tulang punggung (Sihombing.indomedia. Bisa diperkirakan besarnya jumlah penduduk yang dapat terancam dengan osteoporosis (DepKes. Di seluruh Dunia pada tahun 1990 terjadi 1. yang seiring dengan semakin tingginya usia harapan hidup (Hilmy. Menurut WHO dalam bidang osteoporosis.7 juta kasus patah tulang panggul. setiap tahun 247 per 100. 2006). di Singapura setiap hari terdapat empat wanita usia 50 tahun mengalami patah tulang panggul. 2009). sedangkan perempuan menopause yang tahun 2000 diperhitungkan 15. 1998).300). Masa tulang puncak adalah keadaan dimana tercapainya kepadatan tulang secara maksimal di akhir kematangan tulang. Osteoporosis merupakan penyakit kedua setelah jantung yang tergolong berbahaya dan bisa menimbulkan kematian bagi penderitanya (WHO. WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) memperkirakan bahwa pada tahun 2050 lebih dari 50% cedera panggul terjadi di Asia.

termasuk sebagai antioksidan. Kafein dikonsumsi di seluruh dunia. biasanya terkandung pada minuman yang terbuat dari biji kopi atau daun teh. rapuh dan keropos dan diperlukan jangka waktu yang lebih panjang sehingga tulang menjadi tipis. menghilangkan rasa kantuk dan supaya otak lebih fokus. Tidak seperti jenis stimulan lain. seperti nutrisi yang baik. kafein legal dan tidak ada hukum yang mengatur mengenai kafein. Orang biasanya rutin mengonsumsi kopi untuk mengatasi kecemasan. Reaksi withdrawal adalah hal yang sering dialami bagi peminum kafein 11 . Masa tulang yang tinggi berarti tulang kuat dan sehat sehingga tidak mudah tipis. kafein juga dapat menimbulkan risiko kesehatan dan memiliki efek negatif lainnya. rapuh dan keropos dikemudian hari. Meskipun memiliki banyak manfaat. Efek dari kafein ini telah diketahui secara umum sebagai perangsang sistem saraf pusat disamping itu terdapat dampak yang ditimbulkan dari kafein apabila dikonsumsi berlebihan dan dalam jangka waktu lama yaitu dapat menyebabkan osteoporosis. Telah diketahui bahwa puncak massa tulang dicapai pada usia 20 tahun akhir atau awal 30 tahun baik pada wanita ataupun pada pria dan sangat dipengaruhi oleh faktor genetik dan faktor lingkungan. Selain itu juga efek samping dari kopi yang bersifat candu sehingga memiliki reaksi withdrawal (reaksi kebalikan) ketika tubuh tidak mengkonsumsi kafein. Tetapi jika seseorang telah kecanduan kafein akan timbul gejala penarikan atau yang biasa disebut dengan gejala withdrawal jika seseorang berhenti mengkonsumsinya. pola hidup aktif dan latihan fisik.simpanan kalsium tinggi dalam tulang sehingga simpanan kalsium yang tinggi membuat tulang menjadi padat.

Keseimbangan mineral tulang diatur oleh aktivitas dari osteoblas. Oleh karena itu. Konsumsi kafein secara normal dalam kehidupan sehari-hari. Dengan mengurangi penggunaan kafein berarti kita telah berupaya untuk pencegahan terjadinya osteoporosis dari faktor risiko yang dapat diubah. kemungkinan tersebut dapat diminimalisir dengan tindakan preventif berupa mengurangi asupan kafein terhadap seseorang yang sering mengkonsumsi kafein dalam jangka waktu yang cukup lama. Reaksi withdrawal akan memuncak pada hari ke-2 setelah tidak minum kafein dan baru hilang setelah hari ke-3. Rumusan Masalah Osteoporosis adalah suatu penyakit sistemik tulang yang ditandai penurunan massa tulang total yang mengarah pada gangguan metabolik tulang sehingga tulang menjadi mudah rapuh dan patah. Adanya hambatan tersebut sehingga dapat menyebabkan 12 . Kafein juga mempunyai efek yang lain yaitu menghambat proliferasi sel-sel pembentuk tulang atau osteoblas. melibatkan penghambatan aktivitas osteoblas secara langsung maupun tidak langsung. mengkonsumsi kafein lebih dari 3 gelas/hari menyebabkan tubuh selalu ingin buang air kecil. penggunaan kafein yang berlebihan dan dalam jangka waktu yang cukup lama mengakibatkan kandungan kalsium dalam tulang dapat berangsur-angsur berkurang karena kafein bersifat menarik cadangan mineral kalsium dari tulang sehingga tulang menjadi keropos. Akan tetapi. 2001). Efek dari konsumsi kafein terhadap tulang.rutin. Keadaan tersebut menyebabkan kalsium banyak terbuang bersama urine (Djoko R. B. yaitu batas kafein moderat 200-300 mg atau 2-3 cangkir kopi sehari.

C. D. Tujuan Penelitian Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan sebelumnya. b. Berdasarkan fenomena di atas. A. Mengetahui Efek dari konsumsi kafein terhadap tulang yang melibatkan penghambatan aktivitas osteoblas sehingga menyebabkan osteoporosis. Pertanyaan Penelitian Dalam penelitian ini apakah ada hubungan antara konsumsi kafein terhadap terjadinya osteoporosis.osteoporosis. Mengetahui perbandingan antara pasien yang sering mengkonsumsi kafein dalam jangka waktu yang cukup lama dengan yang tidak mengkonsumsi kafein di Rumah Sakit Islam Jakarta. Institusi Pelayanan Kesehatan Penelitian ini diharapkan menjadi salah satu pilihan bagi tenaga kesehatan terutama perawat sebagai bentuk upaya alternatif untuk meminimalisir terjadinya 13 . maka peneliti ingin mengetahui lebih jauh tentang ”adakah hubungan mengkonsumsi kafein terhadap terjadinya osteoporosis di rs islam jakarta”. Tujuan Umum Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan penggunaan kafein terhadap osteoporosis di Rs Islam Jakarta. Manfaat Penelitian Adapun hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat untuk semua pihak. 2. tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut ini. 1. yaitu: 1. Tujuan Khusus a.

2. Institusi Pendidikan Penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan mengenai hubungan mengkonsumsi kafein yang berlebihan dalam jangka waktu lama sehingga berpotensi terjadinya osteoporosis dalam pengembangan ilmu keperawatan.osteoporosis dengan cara mengurangi konsumsi kafein yang berlebihan dalam jangka waktu yang lama. Klien Menambah pengetahuan klien mengenai hubungan mengkonsumsi kafein yang berlebihan terhadap osteoporosis. Peneliti Penelitian ini bermanfaat bagi peneliti dalam mengetahui akibat intake kafein yang berlebihan terhadap osteoporosis. 14 . 3. Salah satu upaya pencegahan osteoporosis yaitu berupa mengurangi asupan kafein yang berlebihan sehingga dapat termotivasi untuk sembuh agar dapat meningkatkan kualitas hidupnya. 4.

Minuman berkafein seperti kopi dan alkohol juga dapat menimbulkan tulang keropos. Kafein merupakan senyawa kimia alkaloid terkandung secara alami pada lebih dari 60 jenis tanaman terutama teh (1.5 %). Hasilnya adalah bahwa air seni peminum kafein lebih banyak mengandung kalsium. Friedrich Ferdinand Runge pada tahun 1819. dan biji kola 15 . Kafein ditemukan oleh seorang ahli kimia Jerman.8 %). dan kalsium itu berasal dari proses pembentukan tulang. Definisi Kafein Kafein adalah senyawa alkaloid xantina berbentuk kristal dan berasa pahit yang bekerja sebagai obat perangsang psikoaktif dan diuretik ringan (Maugan. kafein adalah komponen kimia paling kuat di dalam kopi. kopi (1-1. Robert Heany dan Dr.BAB II TINJAUAN PUSTAKA A.4. Selain itu kafein dan alkohol bersifat toksin yang menghambat proses pembentukan massa tulang (osteoblas). Hal ini dipertegas oleh Dr. Ia menemukan istilah kafein dengan suatu campuran kimiawi di dalam kopi (Kaffee dalam bahasa Jerman) yang di dalam bahasa Inggris menjadi caffeine. Seperti diketahui banyak orang. 2003). Karen Rafferty dari Creighton University Osteoporosis Research Centre di Nebraska yang menemukan hubungan antara minuman berkafein dengan keroposnya tulang. rapuh dan rusak. Konsep Kafein 1.

Kafein diproduksi secara komersial dengan cara ekstraksi dari tanaman tertentu serta diproduksi secara sintetis. cola. 1986). Kafein juga digunakan sebagai penguat rasa atau bumbu pada berbagai industri makanan (Misra et al. satu sajian kopi mengandung sekitar 40 (30 Ml espresso varietas arabica) mg kafein sampai dengan 100 mg kafein untuk satu cangkir (120 Ml) kopi. Kebanyakan produksi kafein bertujuan untuk memenuhi kebutuhan industri minuman. Sumber kafein utama dunia adalah biji kopi. Kafein banyak ditemukan dalam minuman teh. cokelat. maupun obat-obatan. Kafein adalah zat kimia yang berasal dari tanaman yang dapat menstimulasi otak dan sistem saraf. Kandungan pada kopi bervariasi tergantung pada jenis kopi dan metode pembuatan yang digunakan. Sumber kafein Kafein ditemukan dalam banyak jenis tanaman dikenal sebagai pestisida alami. Murray (2004) dalam dunia medis. Kafein terkandung dalam beberapa makanan dan minuman lain seperti coklat dan teh. Umumnya kopi dark-roast memiliki kadar kafein yang lebih rendah karena proses pemanggangan akan mengurangi kandungan kafein pada biji 16 . 2. dengan kadar kafein tinggi yang diamati pada bibit tanaman baru tumbuh (frischknecht. Secara umum. tetapi kandungan kafein terbesar adalah pada kopi. kafein yang hampir setiap hari dikenal sebagai trimethylxantine dan termasuk jenis alkaloida.(2.7-3. minuman berenergi. 2008). Kafein merupakan zat stimulan kimia alami yang disebut trimethylxanthine yang bersifat adiktif.6 %).

Theobromine (12%) : meningkatkan dilatasi pembuluh darah (aliran darah semakin bertambah cepat) dan meningkatkan volume urine (efek diuretik).3.7-trimetilxantine (Farmakologi UI. Pada orang dewasa yang sehat jangka waktu penyerapannya adalah 3-4 jam. yaitu : 1. 2.tersebut. Bahkan kafein juga terkandung dalam sejumlah minuman seperti kola. Metabolisme kafein Diserap sepenuhnya oleh tubuh melalui usus halus dalam waktu 45 menit setelah penyerapan dan disebarkan ke seluruh jaringan tubuh. Inilah yang menyebabkan energi tubuh seseorang meningkat setelah minum kafein. dan kakao. Pada bayi dan anak memiliki jangka waktu penyerapan lebih lama selama 30 jam. kafein adalah serbuk putih yang pahit (Phytomedical Technologies. Kafein diuraikan dalam hati oleh sistem enzym sitokhrom P 450 oksidasi kepada 3 dimetilxanthin metabolik. 3. Sifat kimia Kafein merupakan alkaloid yang tergolong dalam keluaraga methylxanthine bersama senyawa tefilin dan teobromin berlaku sebagai perangsang sistem saraf pusat. Pada keadaan asal. 17 . Theoromin merupakan alkaloida utama didalam kokoa (coklat). 4. 1995). dan struktur kimianya 1. 2006) dengan rumus kimianya C6H10O2. sedangkan pada wanita yang memekai kontrasepsi oral waktu penyerapan adalah 5-10 jam. sehingga kadar gliserol dan asam lemak dalam plasma darah bertambah. kafein juga terkandung di dalam teh. kemampuan tubuh untuk mengeluarkan hasil metabolit (waktu paruh) tersebut bervariasi pada setiap individu. Selain biji kopi. Paraxanthine (84%) : mempunyai efek meningkatkan lipolisis.

yaitu penyakit yang mempunyai sifat khas berupa massa tulangnya rendah atau berkurang. osteo artinya tulang. Definisi Osteoporosis Osteoporosis merupakan kelainan metabolik tulang dimana terdapat penurunan massa tulang tanpa disertai kelainan pada matriks tulang. Konsep Osteoporosis 1. Osteoporosis atau keropos tulang merupakan penyakit kronik yang ditandai dengan rendahnya massa tulang yang disertai perubahan mikro arsitektur tulang dan penurunan kualitas jaringan tulang yang dapat menimbulkan kerapuhan tulang. Masing-masing dari hasil metabolisme ini akan dimetabolisme lebih lanjut dan akan dikeluarkan melalui urin. 2009). dan porous berarti berlubang-lubang atau keropos. Jadi. B. 2007). Kelainan ini 2-4 kali lebih sering pada wanita dibandingkan pria. osteoporosis adalah tulang yang keropos.3. tulang belakang. disertai gangguan mikro-arsitektur tulang dan penurunan kualitas jaringan tulang yang dapat menimbulkan kerapuhan tulang (Tandra. Dari seluruh penderita. Osteoporosis berasal dari kata osteo dan porous. digunakan pada pengobatan asma. Teofilin (4%) : melemaskan otot-otot saluran pernafasan. satu diantara tiga wanita yang berumur di atas 60 tahun dan satu diantara pria yang berumur di atas 75 tahun akan mengalami patah tulang akibat kelainan ini. 18 . serta tulang pinggul (Zaviera. Patah tulang sering terjadi adalah pada pergelangan tangan. sehingga tulang mudah retak atau bahkan patah tulang.

2. 2005: 1). Osteoporosis primer Osteoporosis primer terbagi atas 2 tipe. Dimana keadaan tersebut tidak memberikan keluhan klinis. Terdapat perubahan pergantian tulang homeostasis normal.Osteoporosis berasal dari kata osteo yang artinya tulang. menyebabkan kerapuhan tulang sehingga meningkatkan risiko terjadinya fraktur. tulang menjadi mudah fraktur dengan stres yang tidak akan menimbulkan pengaruh pada tulang normal (Brunner & Suddarth’s. Osteoporosis adalah kelainan di mana terjadi penurunan massa tulang total. rapuh dan mudah patah. sedangkan porous berarti batang. Tulang secara progresif menjadi porus. kecepatan resorpsi tulang lebih besar dari kecepatan pembentukan tulang. Osteoporosis adalah penyakit yang ditandai berkurangnya massa tulang. 2007) Osteoporosis dapat dibagi menjadi 3 kelompok sebagai berikut : 1. keropos dan mudah patah (James Johnson. kecuali apabila telah terjadi fraktur (thief in the night). sehingga menyebabkan kondisi tulang menjadi rapuh. 19 . mengakibatkan penurunan massa tulang total. Klasifikasi dan jenis osteoporosis Menurut (Rasjad Chairuddin. 2001). Kelompok kerja World Health Organization (WHO) dan konsensus ahli mendefinisikan osteoporosis sebagai suatu penyakit yang ditandai dengan rendahnya massa tulang dan memburuknya mikrostruktural jaringan tulang. yaitu: Tipe 1 adalah tipe yang timbul pada wanita pasca menopause.

2.Tipe 2 Terjadi pada orang lanjut usia baik pria maupun wanita. usia remaja (adolesen). meninggalkan lubang-lubang besar didalam struktur sarang lebah dari bagian dalam atau bagian trabekular. wanita pramenopause dan pria usia pertengahan. Osteoporosis idiopatik Osteoporosis idiopatik adalah osteoporosis yang tidak diketahui penyebabnya dan ditemukan pada usia kanak-kanak (juvenil. hipertiroidisme) dan akibat obat-obatan yang toksik untuk tulang ( misalnya glukokortikoid). Deformitas tulang Dapat terjadi fraktur traumatik pada vertebra dan menyebabkan kifosis angular yange dapat menyebabkan medula spinalis tertekan sehingga dapat terjadi paraparesis. Osteoporosis mencuri kekuatan mineral dari tulang tanpa diketahui. 3. Tanda dan gejala osteoporosis Tanda dan gejala yang sering ditemukan adalah: 1. 2. Keadaan ini sama seperti mengganti kain bertenun padat denagn kain renda dalam bentuk 3 dimensi. 3. Osteoporosis jenis ini jauh lebih jarang terjadi dibandingkan jenis lainnya. Osteoporosis sekunder Osteoporosis sekunder terutama disebabkan oleh penyakit-penyakit tulang erosif (misalnya mieloma multipel. Nyeri tulang Nyeri terutama pada tulang belakang yang intensita serangannya meningkat pada malam hari. Tulang 20 .

Faktor risiko terjadinya osteoporosis Menurut Eri D. kelengkungan tulang belakang progresif. 2006). nyeri pinggang dan fraktur lengan. tulang belakang. mudah patah jika terkena sedikit benturan. dan kita tidak akan menyadari hal itu (Gomes. Nasution (2003: 14-29) faktor-faktor yang menyebabkan osteoporosis adalah sebagai berikut : 21 . Gambar 1. Manifestasi yang paling umum dari osteoporosis adalah hilangnya tinggi badan. osteopororsis sering disebut "silent disease" karena kehilangan tulang terjadi tanpa gejala. 3.akan menjadi lemah dan rapuh. atau pinggul. Kehilangan tinggi badan yang khas disebabkan osteoporosis. 4.

Asupan kalsium rendah Kekurangan kalsium dalam masa kanak-kanak dan remaja menyebabkan tidak tercapainya massa tulang yang maksimal pada waktu dewasa. tulang yang pertama kali terkena osteoporosis biasanya pada vertebra spinalis dan tipikalnya mengenai vertebra torakalis bawah dan vertebra lumbalis atas. Perokok mempunyai kemungkinan dua kali lebih besar mengalami patah tulang pinggul. Penggunaan Alkohol Konsumsi alkohol yang berlebihan dapat mengubah metabolisme vitamin D atau penyerapan kalsium terganggu yang dapat mengakibatkan tulang lemah dan tidak normal. pergelangan tangan serta tulang punggung. Bagian tulang yang terkena osteoporosis Menurut Susan J.1. Keadaan ini dapat berlangsung terus. Proporsi lengan dan tungkai terhadap kerangka aksial tubuh tidak normal dan tampak lebih panjang. sehingga rongga rusuk bagian bawah menyentuh crista iliaca anterior. 5. Merokok Tembakau dapat meracuni tulang dan menurunkan kadar estrogen. G dialih bahasakan oleh Anton C. W (2001: 205-206). 4. Aktivitas fisik Seseorang yang terlalu lama istirahat di tempat tidur dapat mengurangi massa tulang. Penurunan tinggi badan karena osteoporosis bisa mencapai 5 sampai 8 inchi. 2. 22 . Hidup dengan aktivitas fisik yang teratur dapat menghasilkan massa tulang yang optimal. 3.

Daerah yang paling sering timbul keretakan di bagian pergelangan tangan. dengan peningkatan asupan kalsium pada permulaan umur pertengahan. Pencegahan Osteoporosis Osteoporosis dapat dicegah dengan strategi pencegahan yang paling efektif yaitu dimulai saat dini untuk memaksimalkan massa tulang puncak dan untuk membangun tulang yang sehat. 2009:490).200 mg. termasuk asupan kalsium dan vitamin D. 6. Beberapa intervensi yang memaksimalkan dan mempertahankan massa tulang secara umum memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.50 tahun : 1.18 tahun : 1. dapat melindungi terhadap demineralisasi skeletal. 2008). keju swis. Suzanne. brokoli kukus. Jumlah kalsium harian dari asupan makanan dan suplemen yang dibutuhkan untuk tetap seimbang dalam upaya pencegahan osteoporosis menurut rekomendasi Institute of Medicine (IOM): < 1 tahun : 210 . Terdiri atas tiga gelas vitamin D susu skim atau susu penuh atau makanan lain yang tinggi kalsium (misalnya.000 mg.300 mg. usia 9 . Untuk meyakinkan asupan kalsium yang mencukupi perlu diresepkan preparat kalsium yaitu kalsium karbonat (Smeltzer. 2008). rutin latihan beban. Penatalaksanaan Diet kaya kalium dan vitamin D yang mencukupi dan seimbang sepanjang hidup. usia 19 . C. 7. dan menghindari tembakau dan penyalahgunaan alkohol (Black & Hawks. usia 4 sampai 8 tahun : 800 mg. tulang belakang serta tulang pinggul (Ulfah. usia 1 sampai 3 tahun : 500 mg. < 51 tahun : 1. salmon kaleng dengan tulangnya) setiap hari.270 mg. 23 .

Terapi untuk osteoporosis tidak hanya difokuskan untuk menghambat resorpsi tulang atau merangsang pembentukan tulang. 24 . Tidak kalah penting yaitu mengurangi risiko terjatuh.Osteoporosis bersifat multifaktorial sehingga penanganannya pun sangat komplek.

HIPOTESIS PENELITIAN. Variabel penelitian adalah suatu objek pengamatan atau sifat. Kerangka Konsep Kerangka konsep penelitian menjelaskan tentang konsep yang mendasari penelitian yang tersusun berdasarkan variabel penelitian.BAB III KERANGKA KONSEP. Sehingga mudah dipahami dan menjadi acuan penelitian. atau nilai yang ditetapkan peneliti dengan tujuan untuk dipelajari dan ditarik suatu kesimpulan. Adapun kerangka konsepnya adalah sebagai berikut : Variabel independent Variabel dependent Konsumsi kafein :   Mengkonsumsi kafein Tidak mengkonsumsi kafein Terjadinya Osteoporosis Data Demografi :      Usia Jenis Kelamin Agama Pendidikan Pekerjaan  25 . DAN DEFINISI OPERASIONAL A. Variabel independen dalam penelitian ini adalah responden yang mengkonsumsi kafein dan tidak mengkonsumsi kafein sedangkan variabel dependen adalah terjadinya osteoporosis di rumah sakit islam jakarta.

Dengan demikian adanya hubungan mengkonsumsi kafein yang dapat mengakibatkan berkurangnya cadangan mineral kalsium dari tulang sehingga tulang menjadi keropos karena kafein bersifat menarik mineral kalsium tulang.Keterangan : Bukan Fokus Penelitian Fokus Penelitian Kerlinger (1973) menyatakan bahwa variabel adalah konstruk (constructs) atau sifat yang akan dipelajari. B. 1981). 26 . Efek dari kafein ini telah diketahui secara umum sebagai perangsang sistem saraf pusat disamping itu terdapat akibat yang ditimbulkan dari kafein apabila dikonsumsi berlebihan dan dalam jangka waktu lama yaitu dapat menyebabkan osteoporosis. Disamping itu variabel adalah suatu kualitas dimana peneliti mempelajari dan menarik kesimpulan darinya (Kidder. Sedangkan diketahui keseimbangan mineral tulang diatur oleh aktivitas dari osteoblas. Disamping itu efek dari konsumsi kafein terhadap tulang melibatkan penghambatan aktivitas osteoblas secara langsung maupun tidak langsung dan menghambat proliferasi sel-sel pembentuk tulang atau osteoblas. Hipotesis Berdasarkan studi kepustakaan peneliti mengajukan hipotesis untuk masalah penelitian yaitu sebagai berikut : Kafein merupakan stimulan kimia alami biasa disebut sebagai trimethylxanthine yang bersifat adiktif dan termasuk jenis alkaloida. Oleh karena itu adanya hubungan mengkonsumsi kafein terhadap pasien dengan osteoporosis. kafein berfungsi sebagai stimulan pada sistem saraf pusat dan sistem metabolik. Pada manusia.

Dependent Osteoporosis Suatu gangguan metabolik tulang ditandai dengan penurunan massa tulang total seseorang. Definisi operasional Pada definisi operasional ini. Tidak terlalu Wawancara Rasio 1. peneliti ingin memaparkan hubungan konsumsi kafein terhadap terjadinya osteoporosis di Rumah Sakit Islam Jakarta.C. Kadang-kadang 3. Tidak pernah 2. Sering rentan terhadap latihan pembebanan berat badan 27 . Wawancara Rasio 1. Variabel Definisi Operasional Cara Pengukur Skala Hasil ukur Independent Konsumsi kafein Suatu kebiasaan yang cenderung digemari seseorang dengan menggunakan zat stimulan dalam kehidupan seharihari. Tidak memiliki ketahanan latihan pembebanan berat badan 2.

3. Sangat rentan terhadap latihan pembebanan berat badan Data Demografi Usia Jumlah tahun yang telah dilalui sejak lahir sampai dilakukan penelitian Kuesioner Ordinal 0 : >65 tahun 1 : 55-64 tahun 2 : 40-50 tahun 28 . Cukup rentan terhadap latihan pembebanan berat badan 4. Rentan terhadap latihan pembebanan berat badan 5.

Sampel a). C. Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Islam Jakarta dengan alasan bahwa jumlah pasien memenuhi syarat untuk dilakukan penelitian. 2007). 2006). 29 . Populasi dalam penelitian ini adalah pasien dengan osteoporosis yang dirawat di Rumah Sakit Islam Jakarta sejumlah 2.BAB IV METODELOGI PENELITIAN A.Februari 2013 D. Desain Penelitian Dalam penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dengan pendekatan case control yaitu mengamati efek dulu kemudian mempelajari status faktor penyebab pada waktu dulu yang bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengetahui hubungan mengkonsumsi kafein terhadap osteoporosis. responden. Waktu penelitian Penelitian akan dilakukan pada bulan Januari . Populasi dan sampel 1. Populasi Populasi adalah jumlah keseluruhan dari unit analisa yang ciri-cirinya akan diduga (Masri singarimbun. B. Jumlah Sampel Sampel adalah bagian dari populasi terjangkau yang dapat dipergunakan sebagai subjek penelitian melalui sampling (Nursalam.

Untuk mendapatkan data tentang konsumsi kafein terhadap terjadinya osteoporosis. peneliti menggunakan alat pengumpulan data berupa lembar kuesioner.Laki-laki atau perempuan .Sampel penelitian yang akan dijadikan sampel adalah seluruh total populasi pasien osteoporosis sejumlah responden. 3 kadang-kadang. 4 tidak pernah. Cara pengumpulan data Dalam penelitian ini. 2.Pasien bersedia menjadi responden tanpa ada unsur paksaan dari siapapun E. Adapun kriteria responden. Tehnik Pengambilan Sampel Sampel penelitian ini dengan metode total sampling ialah suatu teknik dengan mengambil seluruh jumlah populasi yang ada di Rumah Sakit Islam Jakarta.Pasien dapat membaca dan menulis . peneliti menggunakan kuesioner dengan pertanyaan tertutup sebagai alat pengumpulan data dengan beberapa pertimbangan sebagai berikut: 30 . Alat pengumpul data Penelitian menggunakan instrumen beberapa kuesioner yang didapat dari responden langsung. Pengumpulan data 1. Kuesioner menggunakan skala likert dengan option sebagai berikut: 1 selalu. b).Berusia 36 sampai 45 tahun . 2 sering.Pasien yang terdiagnosa dengan osteoporosis . sebagai berikut: .

e. yaitu etos yang berhubungan dengan pertimbangan pembuat keputusan. 1997). Meminta surat izin dari direktur Rumah Sakit Islam Jakarta untuk mengadakan penelitian di Rumah Sakit tersebut. c. d. Sebelum melakukan penelitian. Etika Penelitian Etika berasal dari kata yunani. peneliti memberikan penjelasan terlebih dahulu tentang tujuan dan manfaat penelitian serta menghormati hak-hak responden meskipun peneliti ini tidak mengandung resiko (Milton. Menyerahkan surat izin penelitian kepada kepala ruangan dengan menjelaskan maksud dan tujuan dari penelitian. F. Pengumpulan data dilaksanakan ditempat penelitian dengan prosedur sebagai berikut : a. Setelah proposal penelitian mendapat persetujuan dari pembimbing. Tahap selanjutnya adalah menyebarkan angket kepada responden yang subjek penelitian dan menjelaskan cara mengisi kuesioner.Supaya mudah untuk mengelolahnya dan memudahkan pasien untuk memilih salah satu jawaban yang telah disediakan dengan memberi tanda check list (√) dan tanda (x) pada jawaban yang dipilih. benar atau tidaknya suatu perbuatan karena tidak ada undangundang atau peraturan yang menegaskan hal yang harus dilakukan (Mimin Emi Suhami. 31 . 1999). Setelah menjawab semuanya. peneliti mengajukan permohonan izin penelitian kepada ketua PSIK FKK Universitas Muhammadiyah Jakarta. kuesiner dikumpulkan kembali untuk diolah dan dianalisa. 2004). jawaban lebih objektif serta efisiensi waktu (Soehartono. b.

Daftar pertanyaan yang telah diisi dikumpulkan dan dilakukan prosedur analisa data. meliputi : 1. 2. Dilakukan dengan cara mengoreksi data yang telah diperoleh meliputi kebenaran pengisisan. 2. Anonimity (tanpa nama) Untuk menjaga kerahasiaan responden peneliti tidak mencantumkan namanya pada lembar pengumpulan data tetapi cukup dengan memberi inisial nama klien. Pengolahan Data Pengolahan data dimulai pada saat pengumpulan data telah selesai. 2008). kelengkapan dan kecocokan data yang diinginkan. Apabila pasien menolak untuk diteliti maka peneliti tidak akan memaksa dan tetap menghormati haknya. mengoreksi kesinambungan data dan mengoreksi keseragaman data (Nursalam. Informed Consent (lembar persetujuan) Lembar persetujuan diberikan kepada subjek yang akan diteliti. G. Confidentiality (kerahasiaan) Kerahasiaan informasi responden dijamin oleh peneliti hanya kelompok data tertentu saja yang akan disajikansebagai hasil penelitian. Apabila pasien bersedia diteliti maka pasien dapat menandatangani lembar persetujuan tersebut. Peneliti menjelaskan maksud dan tujuan peneliti yang akan dilakukan serta dampak yang mungkin terjadi sebelum dan sesudah pengumpulan data. 32 .Adapun etika penelitian meliputi: 1. Coding. yaitu kegiatan merubah data berbentuk huruf menjadi data berbentuk angka atau bilangan. 3. Editing data dilakukan untuk mengoreksi kelengkapan data.

yaitu membersihkan data yang merupakan kegiatan pengecekan kembali data yang sudah di entry apakah ada kesalahan atau tidak. Analisa Data Analisa data dilakukan dengan dua tahap yaitu : a.3. b.masing variabel yang diteliti. H. Processing. Cleaning. Analisa univariat adalah analisa data yang digunakan untuk menjelaskan atau mendeskripsikan karakteristik masing . Analisa bivariat adalah analisa data yang digunakan untuk melihat hubungan variabel independen 33 . 4. yaitu proses data yang dilakukan dengan cara di entry data dari kuesioner ke paket data.

Suzanne. (Edisi VIII.). Holistic Health Solution. Hokanson Hawks. Joyce M & Jane. (2003). M. Medical-Surgical Nursing: Critical Thinking in Patient Care. Lumbantobing. Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi. Osteoporosis Usia Muda. (2004). Jakarta: FKUI. Iskandar. (1986). Neurogeriatri. Peter. 34 . Jakarta: Grasindo. Joan. Frischknecht. Gomez.M. dkk. Junaidi. Buku Ajar Keperawatan Medikal-Bedah. Jakarta: LeMone. (2007). (2009). USA: Pearson. Jakarta: Bintang Lamumpatue. RJ. (Editor). Awas Pengeroposan Tulang: Bagaimana Menghindari dan Menghadapinya. Medical-Surgical Nursing: Clinical Management for Positive Outcomes.). (2001). Jakarta: Salemba Medika. (2007). Singapura: Saunders Elsevier. Smeltzer. Burke. Osteoporosis: . (Edisi Ketiga). (9th ed. S. Caffeine Ingestion and Fluid Balance: Human Nutrition Dietetics. (2011).DAFTAR PUSTAKA Black. Chairuddin. Rasjad. Purine Alkaloid Formation in Buds and Developing Leaflets of Coffea Arabica: Expression of an Optimal Defence Strategy. (2006). (5th ed. Maughan. Priscilia & Keren. Jakarta: Media Graha. Jakarta: EGC. Jakarta: Arcan. Volume III). C. (2011).

Textbook of Medical-Surgical Nursing. Osteoporosis. Suzanne. (2010). 35 .). Philadelphia: Lippincot Raven. (2008). (2009). Textbook of Medical-Surgical Nursing.Smeltzer. Philadelphia: The point 2. C. Suzanne. C.). Tandra. Hans. (11th ed. Smeltzer. (20th ed. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful