INDONESIA MASA DEMOKRASI TERPIMPIN (1959-1966) A.

DEKRIT PRESIDEN  Demokrasi Terpimpin berlaku di Indonesia antara tahun 1959-1966, yaitu dari dikeluarkannya Dekrit Presiden 5 Juli 1959 hingga Jatuhnya kekuasaan Sukarno.  Disebut Demokrasi terpimpin karena demokrasi di Indonesia saat itu mengandalkan pada kepemimpinan Presiden Sukarno.  Demokrasi Terpimpin ditafsirkan dari sila ke-4 Pancasila, yaitu Kerakyatan yang dipimpin hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Kata “dipimpin” kemudian ditafsirkan bahwa demokrasi harus dipimpin oleh presiden.  Terpimpin pada saat pemerintahan Sukarno adalah kepemimpinan pada satu tangan saja yaitu presiden. Latar belakang dicetuskannya sistem demokrasi terpimpin : 1. Dari segi keamanan Banyaknya gerakan sparatis pada masa demokrasi liberal, menyebabkan ketidak stabilan di bidang keamanan. 2. Dari segi perekonomian Sering terjadinya pergantian kabinet pada masa demokrasi liberal menyebabkan program-program yang dirancang oleh kabinet tidak dapat dijalankan secara utuh, sehingga pembangunan ekonomi tersendat. 3. Dari segi politik Situasi politik yang kacau dan semakin buruk dikarenakan ;  Konstituante gagal dalam menyusun UUD baru untuk menggantikan UUDS 1950 sehingga membawa Indonesia ke jurang kehancuran sebab Indonesia tidak mempunyai pijakan hukum yang mantap.  Konflik antar partai politik yang mengganggu stabilitas nasional  Banyaknya partai dalam parlemen yang saling berbeda pendapat sementara sulit sekali untuk  Masing-masing partai politik selalu berusaha untuk menghalalkan segala cara agar tujuan partainya tercapai. Demi menyelamatkan negara maka presiden melakukan tindakan mengeluarkan keputusan Presiden RI No. 75/1959 sebuah dekrit yang selanjutnya dikenal dengan Dekrit Presiden 5 Juli 1959. Tujuan dikeluarkan dekrit adalah untuk menyelesaikan masalah negara yang semakin tidak menentu dan untuk menyelamatkan negara. Tugas Demokrasi terpimpin : a. Demokrasi Terpimpin harus mengembalikan keadaan politik negara yang tidak setabil sebagai warisan masa Demokrasi Parlementer/Liberal menjadi lebih mantap/stabil. b. Demokrasi Terpimpin merupakan reaksi terhadap Demokrasi Parlementer/Liberal. Hal ini disebabkan karena :  Pada masa Demokrasi parlementer, kekuasaan presiden hanya terbatas sebagai kepala negara.  Sedangkan kekuasaan Pemerintah dilaksanakan oleh partai. Dampaknya: Penataan kehidupan politik menyimpang dari tujuan awal, yaitu demokratisasi (menciptakan stabilitas politik yang demokratis) menjadi sentralisasi (pemusatan kekuasaan di tangan presiden). Isi Dekrit Presiden adalah sebagai berikut. a. Pembubaran konstituante b. Tidak berlakunya UUDS 1950 dan berlakunya kembali UUD 1945. c. Pembentukan MPRS dan DPAS

Akan tetapi. Hal tersebut tampak dengan adanya tindakan presiden untuk mengangkat Ketua MPRS dirangkap oleh Wakil Perdana Menteri III serta pengagkatan wakil ketua MPRS yang dipilih dan dipimpin . B. adalah sebagai berikut. Presiden menentukan apa yang harus diputuskan oleh MPRS. Sejak Dekrit.  Ternyata UUD 1945 tidak dilaksanakan secara murni dan konsekuen. DPRGR dan Front Nasional. Pelaksanaan masa Demokrasi Terpimpin : • Kebebasan partai dibatasi • Presiden cenderung berkuasa mutlak sebagai kepala negara sekaligus kepala pemerintahan. adalah sebagai berikut. PELAKSANAAN DEMOKRASI TERPIMPIN Penyimpangan-penyimpangan pelaksanaan Demokrasi terpimpin dari UUD 1945 adalah sebagai berikut. • Dibentuk lembaga-lembaga negara antara lain MPRS. Hal itu semakin terlihat pada masa Orde Baru dan tetap terasa sampai sekarang. yaitu UUD 1945 bagi kelangsungan negara. yaitu MPRS dan lembaga tinggi negara berupa DPAS yang selama masa Demokrasi Parlemen tertertunda pembentukannya. Dampak Demokrasi Terpimpin : Dampak positif diberlakukannya Dekrit Presiden 5 Juli 1959.dan lembaga tinggi negara. MPR. kenyataannya bertentangan dengan UUD 1945.Reaksi dengan adanya Dekrit Presiden:  Rakyat menyambut baik sebab mereka telah mendambakan adanya stabilitas politik yang telah goyah selama masa Liberal.  Memberi kekeuasaan yang besar pada presiden. • Pemerintah berusaha menata kehidupan politik sesuai dengan UUD 1945.  Merintis pembentukan lembaga tertinggi negara.  KSAD meminta kepada seluruh anggota TNI-AD untuk melaksanakan pengamanan Dekrit Presiden. Kedudukan Presiden Berdasarkan UUD 1945.  Memberi peluang bagi militer untuk terjun dalam bidang politik. Dampak negatif diberlakukannya Dekrit Presiden 5 Juli 1959. UUD 45 yang harusnya menjadi dasar hukum konstitusional penyelenggaraan pemerintahan pelaksanaannya hanya menjadi slogan-slogan kosong belaka.  DPR pada tanggal 22 Juli 1945 secara aklamasi menyatakan kesediaannya untuk melakanakan UUD 1945. sebab MPRS tunduk kepada Presiden.  Memberikan pedoman yang jelas.  Mahkamah Agung membenarkan dan mendukung pelaksanaan Dekrit Presiden. Hal itu terlihat pada masa Demokrasi terpimpin dan berlanjut sampai Orde Baru. 1. kedudukan Presiden berada di bawah MPR.  Menyelamatkan negara dari perpecahan dan krisis politik berkepanjangan. militer terutama Angkatan Darat menjadi kekuatan politik yang disegani.DPAS.

dan 200 orang wakil golongan. Tugas front nasional adalah sebagai berikut. Lembaga ini diketuai oleh Presiden sendiri. Tugas MPRS terbatas pada menetapkan Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN). Pembentukan MPRS Presiden juga membentuk MPRS berdasarkan Penetapan Presiden No. Sosialisme Indonesia. 8 orang utusan daerah. a.3 tahun 1959. Melaksanakan Demokrasi Terpimpin 4. Tujuannya adalah menyatukan segala bentuk potensi nasional menjadi kekuatan untuk menyukseskan pembangunan.13 Tahun 1959. Pembentukan Dewan Pertimbangan Agung Sementara Dewan Pertimbangan Agung Sementara (DPAS) dibentuk berdasarkan Penetapan Presiden No.  Menyelesaikan Revolusi Nasional  Melaksanakan Pembangunan . Keanggotaan MPRS terdiri dari 61 orang anggota DPR. Anggota MPRS ditunjuk dan diangkat oleh Presiden dengan syarat : Setuju kembali kepada UUD 1945. Hal ini disebabkan karena DPAS yang mengusulkan dengan suara bulat agar pidato presiden pada hari kemerdekaan RI 17 AGUSTUS 1959 yang berjudul ” Penemuan Kembali Revolusi Kita” yang dikenal dengan Manifesto Politik Republik Indonesia (Manipol) ditetapkan sebagai GBHN berdasarkan Penpres No. Melaksanakan manifesto politik b. Presiden selanjutnya menyatakan pembubaran DPR dan sebagai gantinya presiden membentuk Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong (DPR-GR). dan Setuju pada manifesto Politik. Sehingga lebih dikenal dengan MANIPOL USDEK. Pembubaran DPR dan Pembentukan DPR-GR Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) hasil pemilu tahun 1955 dibubarkan karena DPR menolak RAPBN tahun 1960 yang diajukan pemerintah. Tugas DPR GR adalah sebagai berikut. Front Nasional dipimpin oleh Presiden Sukarno sendiri.1 tahun 1960. 2. 12 orang wakil partai politik. dan 24 orang wakil golongan. Pembentukan Front Nasional Front Nasional dibentuk berdasarkan Penetapan Presiden No. Demokrasi Terpimpin. 5. Mewujudkan amanat penderitaan rakyat c. dan Kepribadian Indonesia). 3. Ekonomi Terpimpin. Setia kepada perjuangan Republik Indonesia. Pelaksanaannya kedudukan DPAS juga berada dibawah pemerintah/presiden sebab presiden adalah ketuanya. Tindakan presiden tersebut bertentangan dengan UUD 1945 sebab berdasarkan UUD 1945 presiden tidak dapat membubarkan DPR. Keanggotaan DPAS terdiri atas satu orang wakil ketua. 94 orang utusan daerah. Peraturan DPRGR juga ditentukan oleh presiden. 2 Tahun 1959. Dimana semua anggotanya ditunjuk oleh presiden. Sehingga DPRGR harus mengikuti kehendak serta kebijakan pemerintah. Front Nasional merupakan sebuah organisasi massa yang memperjuangkan cita-cita proklamasi dan cita-cita yang terkandung dalam UUD 1945. Tugas DPAS adalah memberi jawaban atas pertanyaan presiden dan mengajukan usul kepada pemerintah.oleh partai-partai besar serta wakil ABRI yang masing-masing berkedudukan sebagai menteri yang tidak memimpin departemen. Tindakan tersebut bertentangan dengan UUD 1945 karena Berdasarkan UUD 1945 pengangkatan anggota MPRS sebagai lembaga tertinggi negara harus melalui pemilihan umum sehingga partaipartai yang terpilih oleh rakyat memiliki anggota-anggota yang duduk di MPR. Inti Manipol adalah USDEK (Undang-undang Dasar 1945.

Inti dari ajaran ini adalah bahwa seluruh unsur kehidupan berbangsa dan bernegara harus dicapai melalui revolusi. Ajaran Nasakom mulai disebarkan pada masyarakat. Selain itu PKI mengambil alih kedudukan dan kekuasaan pemerintahan yang sah. Keterlibatan PKI dalam Ajaran Nasakom Perbedaan ideologi dari partai-partai yang berkembang masa demokrasi parlementer menimbulkan perbedaan pemahaman mengenai kehidupan berbangsa dan bernegara yang berdampak pada terancamnya persatuan di Indonesia. 8. 7. 10. Tujuannya untuk menggalang persatuan bangsa. Agama. presiden membentuk kabinet Kerja. Pembentukan Kabinet Kerja Tanggal 9 Juli 1959. Angkatan Bersenjata Republik Indonesia TNI dan Polri disatukan menjadi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) yang terdiri atas 4 angkatan yaitu TNI Angkatan Darat. Mengembalikan Irian Barat 6. Pada masa demokrasi terpimpin pemerintah mengambil langkah untuk menyamakan pemahaman mengenai kehidupan berbangsa dan bernegara dengan menyampaikan ajaran NASAKOM (Nasionalis. 9. Sosialisme Indonesia. Hingga tahun 1964 Kabinet Kerja mengalami tiga kali perombakan (reshuffle). Upaya penyebarluasan ajaran Nasakom dimanfaatkan oleh PKI dengan mengemukakan bahwa PKI merupakan barisan terdepan pembela NASAKOM. TNI Angkatan Udara. Adanya ajaran RESOPIM Tujuan adanya ajaran RESOPIM (Revolusi. Kelompok yang kritis terhadap ajaran Nasakom adalah kalangan cendekiawan dan ABRI. Sebagai wakil presiden diangkatlah Ir. Bagi presiden NASAKOM merupakan cerminan paham berbagai golongan dalam masyarakat.  Mencukupi kebutuhan sandang pangan  Menciptakan keamanan negara  Mengembalikan Irian Barat. padahal kedudukan menteri seharusnya sebagai pembantu presiden. Presiden yakin bahwa dengan menerima dan melaksanakan Nasakom maka persatuan Indonesia akan terwujud. dan Pimpinan Nasional) adalah untuk memperkuat kedudukan Presiden Sukarno. PKI berhasil meyakinkan presiden bahwa Presiden Sukarno tanpa PKI akan menjadi lemah terhadap TNI. Ajaran Resopim diumumkan pada peringatan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-16. Masingmasing angkatan dipimpin oleh Menteri Panglima Angkatanyang kedudukannya langsung berada di bawah presiden. yaitu Presiden Sukarno. Program kabinet ini adalah sebagai berikut. Juanda. Dikeluarkan ajaran Nasakom sama saja dengan upaya untuk memperkuat kedudukan Presiden sebab jika menolak Nasakom sama saja dengan menolak presiden. TNI Angkatan Laut. Penataan Kehidupan Partai Politik . dan Komunis). Keterlibatan PKI tersebut menyebabkan ajaran Nasakom menyimpang dari ajaran kehidupan berbangsa dan bernegara serta mengeser kedudukan Pancasila dan UUD 1945 menjadi komunis. dijiwai oleh sosialisme. dan dikendalikan oleh satu pimpinan nasional yang disebut Panglima Besar Revolusi (PBR). Dampak dari sosialisasi Resopim ini maka kedudukan lembaga-lembaga tinggi dan tertinggi negara ditetapkan dibawah presiden. ABRI menjadi salah satu golongan fungsional dan kekuatan sosial politik Indonesia. dan Angkatan Kepolisian. Hal ini terlihat dengan adanya pemberian pangkat menteri kepada pimpinan lembaga tersebut.

Dalam rangka konfrontasi tersebut Presiden mengumumkan Dwi Komando Rakyat (Dwikora) pada tanggal 3 Mei 1964.Phnom Penh – Hanoi – Peking .  Pelaksanaan Dwikora dengan mengirimkan sukarelawan ke Malaysia Timur dan Barat menunjukkan adanya campur tanggan Indonesia pada masalah dalam negeri Malaysia. kedudukan partai dibatasi oleh penetapan presiden No. yang isinya sebagai berikut. c. misalnya jumlah anggota yang terlalu sedikit akan dibubarkan sehingga dari 28 partai yang ada hanya tinggal 11 partai. Arah Politik Luar Negeri a.  Bantu perjuangan rakyat Malaysia untuk membebaskan diri dari Nekolim Inggris. b. . Politik Konfrontasi Nefo dan Oldefo Terjadi penyimpangan dari politik luar negeri bebas aktif yang menjadi cenderung condong pada salah satu poros. Proyek-proyek tersebut membutuhkan biaya yang sangat besar mencapai milyaran rupiah diantaranya diselenggarakannya GANEFO (Games of the New Emerging Forces ) yang membutuhkan pembangunan kompleks Olahraga Senayan serta biaya perjalanan bagi delegasi asing. Pembatasan gerak-gerik partai semakin memperkuat kedudukan pemerintah terutama presiden. Saat itu Indonesia memberlakukan politik konfrontasi yang lebih mengarah pada negaranegara kapitalis seperti negara Eropa Barat dan Amerika Serikat. Politik Konfrontasi Malaysia Indonesia juga menjalankan politik konfrontasi dengan Malaysia.Pada masa demokrasi Parlementer. partai dapat melakukan kegiatan politik secara leluasa. Jakarta . Kedua Partai tersebut resmi dibubarkan pada tanggal 17 Agustus 1960. Oldefo merupakan kekuatan lama yang telah mapan yakni negaranegara kapitalis yang neokolonialis dan imperialis (Nekolim). Partai yang tidak memenuhi syarat. Tindakan pemerintah ini dikenal dengan penyederhanaan kepartaian. Kedudukan presiden yang kuat tersebut tampak dengan tindakannya untuk membubarkan 2 partai politik yang pernah berjaya masa demokrasi Parlementer yaitu Masyumi dan Partai Sosialis Indonesia (PSI). Hal ini disebabkan karena pemerintah tidak setuju dengan pembentukan negara federasi Malaysia yang dianggap sebagai proyek neokolonialisme Inggris yang membahayakan Indonesia dan negara-negara blok Nefo.Pyong Yang . Politik Konfrontasi tersebut dilandasi oleh pandangan tentang Nefo (New Emerging Forces) dan Oldefo (Old Established Forces) Nefo merupakan kekuatan baru yang sedang muncul yaitu negaranegara progresif revolusioner (termasuk Indonesia dan negara-negara komunis umumnya) yang anti imperialisme dan kolonialisme. 11. Dampaknya ruang gerak Indonesia di forum internasional menjadi sempit sebab hanya berpedoman ke negara-negara komunis.  Perhebat Ketahanan Revolusi Indonesia. 7 tahun 1959. Untuk mewujudkan Nefo maka dibentuk poros . Sedangkan pada masa demokrasi terpimpin. Politik Mercusuar Politik Mercusuar dijalankan oleh presiden sebab beliau menganggap bahwa Indonesia merupakan mercusuar yang dapat menerangi jalan bagi Nefo di seluruh dunia. Alasan pembubaran partai tersebuat adalah karena sejumlah anggota dari kedua partai tersebut terlibat dalam pemberontakan PRRI dan Permesta. Untuk mewujudkannya maka diselenggarakan proyek-proyek besar dan spektakuler yang diharapkan dapat menempatkan Indonesia pada kedudukan yang terkemuka di kalangan Nefo.

Soekarno sebagai Pemimpin Besar Revolusi yang berarti sebagai presiden seumur hidup. Sehingga lebih dikenal dengan MANIPOL USDEK. b. Sehingga ekonomi terpimpin merupakan bagian dari demokrasi terpimpin. Indonesia keluar dari keanggotaan PBB sebab Malaysia diangkat menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB. persaingan di antara TNI dengan Parpol. Besarnya kekuasaan Presiden terpimpin tampak dengan: dalam Pelaksanaan demokrasi a. SISTEM EKONOMI DEMOKRASI TERPIMPIN Seiring dengan perubahan politik menuju demokrasi terpimpin maka ekonomipun mengikuti ekonomi terpimpin. Pengangkatan Ir. e. f. GNB merupakan pancaran dan revitalisasi dari UUD1945 baik dalam skala nasional dan internasional. d. Politik Gerakan Non-Blok Gerakan Non-Blok merupakan gerakan persaudaraan negara-negara AsiaAfrika yang kehidupan politiknya tidak terpengaruh oleh Blok Barat maupun Blok Timur. Pembentukan Badan Perancang Pembangunan Nasional (Bappenas) Untuk melaksanakan pembangunan ekonomi di bawah Kabinet Karya maka dibentuklah Dewan Perancang Nasional (Depernas) pada tanggal 15 Agustus 1959 dipimpin oleh Moh. Inti Manipol adalah USDEK (Undang-undang Dasar 1945. dan Kepribadian Indonesia). Sosialisme Indonesia. Pengangkatan Ketua MPRS dirangkap oleh Wakil Perdana Menteri III serta pengagkatan wakil ketua MPRS yang dipilih dan dipimpin oleh partai-partai besar serta wakil ABRI yang masing-masing berkedudukan sebagai menteri yang tidak memimpin departemen. Keterlibatan Indonesia dalam GNB menunjukkan bahwa kehidupan politik Indonesia di dunia sudah cukup maju. C. Selanjutnya gerakan ini memusatkan perjuangannya pada gerakan kemerdekaan bangsa-bangsa Asia-Afrika dan mencegah perluasan Perang Dingin. Ekonomi Terpimpin. Presiden mengambil alih pemimpin tertinggi Angkatan Bersenjata dengan di bentuk Komandan Operasi Tertinggi (KOTI). c. Pidato presiden yang berjudul ”Penemuan Kembali Revolusi Kita” pada tanggal 17 Agustus 1959 yang dikenal dengan Manifesto Politik Republik Indonesia (Manipol) ditetapkan sebagai GBHN atas usul DPA yang bersidang tanggal 23-25 September 1959. Pidato presiden yang berjudul ”Berdiri di atas Kaki Sendiri” sebagai pedoman revolusi dan politik luar negeri. 1. Bagi RI. Langkah yang ditempuh pemerintah untuk menunjang pembangunan ekonomi adalah sebagai berikut. Tugas Depernas :  Mempersiapkan rancangan Undang-undang Pembangunan Nasional yang berencana . Yamin dengan anggota berjumlah 50 orang. GNB merupakan gerakan yang bebas mendukung perdamaian dunia dan kemanusiaan. g. Dimana semua aktivitas ekonomi disentralisasikan di pusat pemerintahan sementara daerah merupakan kepanjangan dari pusat. Demokrasi Terpimpin. Presiden berusaha menciptakan kondisi persaingan di antara angkatan. d.Pada tanggal 7 Januari 1965.

100 c. Hal ini disebabkan karena :  Penghasilan negara berkurang karena adanya gangguan keamanan akibat pergolakan daerah yang menyebabkan ekspor menurun. Mengenai masalah pembangunan terutama mengenai perencanaan dan pembangunan proyek besar dalam bidang industri dan prasarana tidak dapat berjalan dengan lancar sesuai harapan.000 menjadi Rp. 1. 500 menjadi Rp. 50 b. Pada masa pemotongan nilai uang memang berdampak pada harga barang menjadi murah tetapi tetap saja tidak dapat dibeli oleh rakyat karena mereka tidak memiliki uang. Guna membendung inflasi yang tetap tinggi b. Pembekuan semua simpanan di bank yang melebihi Rp. Para pengusaha daerah di seluruh Indonesia tidak mematuhi sepenuhnya ketentuan keuangan tersebut. Kenaikan laju inflasi Latar Belakang meningkatnya laju inflasi : a. RI sedang mengeluarkan kekuatan untuk membebaskan Irian Barat. Penurunan Nilai Uang (Devaluasi) Tujuan dilakukan Devaluasi : a. dalam waktu 1 tahun Depenas berhasil menyusun Rancangan Dasar Undang-undang Pembangunan Nasional Sementara Berencana tahapan tahun 1961-1969 yang disetujui oleh MPRS. 2. g. Menilai Penyelenggaraan Pembangunan Hasil yang dicapai.  Pengeluaran biaya untuk penyelenggaraan Asian Games IV tahun 1962. Upaya likuidasi semua sektor pemerintah maupun swasta guna penghematan dan pengawasan terhadap pelaksanaan anggaran belanja tidak berhasil. Anggaran belanja mengalami defisit yang semakin besar. Penghasilan negara berupa devisa dan penghasilan lainnya mengalami kemerosotan. d. Tugas Bappenas adalah  Menyusun rencana jangka panjang dan rencana tahuanan. e.  Menyiapkan serta menilai hasil kerja mandataris untuk MPRS. c. f. b. 1963 Dewan Perancang Nasional (Depernas) diganti dengan nama Badan Perancang Pembangunan Nasional (Bappenas) yang dipimpin oleh Presiden Sukarno.000 Tetapi usaha pemerintah tersebut tetap tidak mampu mengatasi kemerosotan ekonomi yang semakin jauh. Penertiban administrasi dan manajemen perusahaan guna mencapai keseimbangan keuangan tak memberikan banyak pengaruh. Uang kertas pecahan bernilai Rp. Meningkatkan nilai rupiah sehingga rakyat kecil tidak dirugikan. Penyaluran kredit baru pada usaha-usaha yang dianggap penting bagi kesejahteraan rakyat dan pembangunan mengalami kegagalan. Untuk mengurangi jumlah uang yang beredar di masyarakat c. yaitu sebagai berikut. a. Uang kertas pecahan bernilai Rp.  Mengawasi dan menilai pelaksanaan pembangunan. Kegagalan-kegagalan tersebut disebabkan karena: . baik nasional maupun daerah. 25. Maka pada tanggal 25 Agustus 1959 pemerintah mengumumkan keputusannya mengenai penuruan nilai uang (devaluasi). terutama perbaikan dalam bidang moneter. Pinjaman luar negeri tidak mampu mengatasi masalah yang ada. Nilai mata uang rupiah mengalami kemerosotan.  Pengambilalihan perusahaan Belanda pada tahun 1958 yang tidak diimbangi oleh tenaga kerja manajemen yang cakap dan berpengalaman.

Dampaknya dari kebijakan pemerintah tersebut : ♣ Uang rupiah baru yang seharusnya bernilai 1000 kali lipat uang rupiah lama akan tetapi di masyarakat uang rupiah baru hanya dihargai sekitar 10 kali lipat lebih tinggi dari uang rupiah baru. ♣ Tindakan moneter pemerintah untuk menekan angka inflasi malahan menyebabkan meningkatnya angka inflasi. Pemerintah menyelenggarakan proyek-proyek mercusuar seperti GANEFO (Games of the New Emerging Forces ) dan CONEFO (Conference of the New Emerging Forces) yang memaksa pemerintah untuk memperbesar pengeluarannya pada setiap tahunnya. Peraturan tersebut tidak mampu mengatasi kesulitan ekonomi dan masalah inflasi b.  Tahun 1965. 1. Tujuan utama dibentuk Dekon adalah untuk menciptakan ekonomi yang bersifat nasional. 1000 menjadi Rp. Strategi Dekon adalah mensukseskan Pembangunan Sementara Berencana 8 tahun yang polanya telah diserahkan oleh Bappenas tanggal 13 Agustus 1960. demokratis.Pemerintah tidak mempunyai kemauan politik untuk menahan diri dalam melakukan pengeluaran.  Ekspor semakin buruk dan pembatasan Impor karena lemahnya devisa. misalnya Sistem Bukti Ekspor (BE)  Sulitnya memperoleh bantuan modal dan tenaga dari luar negri sehingga pembangunan yang direncanakan guna meningkatkan taraf hidup rakyat tidak dapat terlaksana dengan baik. Sehingga menambah berat angka inflasi. ♣ 13 Desember 1965 pemerintah mengambil langkah devaluasi dengan menjadikan uang senilai Rp. a. cadangan emas dan devisa telah habis bahkan menunjukkan saldo negatif sebesar US$ 3 juta sebagai dampak politik konfrontasi dengan Malaysia dan negara-negara barat. Pelaksanaannya. Pemerintah Indonesia menyatakan bahwa sistem ekonomi Indonesia adalah Berdikari yaitu berdiri diatas kaki sendiri. dan bebas dari sisa-sisa imperialisme untuk mencapai tahap ekonomi sosialis Indonesia dengan cara terpimpin. 3. Dampaknya :  Inflasi semakin bertambah tinggi  Harga-harga semakin bertambah tinggi  Kehidupan masyarakat semakin terjerpit  Indonesia pada tahun 1961 secara terus menerus harus membiayai kekeurangan neraca pembayaran dari cadangan emas dan devisa. Kebijakan pemerintah : ♣ Keadaan defisit negara yang semakin meningkat ini diakhiri pemerintah dengan pencetakan uang baru tanpa perhitungan matang. Deklarasi Ekonomi (Dekon) Latar belakang dikeluarkan Deklarasi Ekonomi adalah karena:  Berbagai peraturan dikeluarkan pemerintah untuk merangsang ekspor (export drive) mengalami kegagalan. Dekon dinyatakan sebagai strategi dasar ekonomi Terpimpin Indonesia yang menjadi bagian dari strategi umum revolusi Indonesia. Dekon mengakibatkan stagnasi bagi perekonomian Indonesia . Sehingga pada tanggal 28 Maret 1963 dikeluarkan landasan baru guna perbaikan ekonomi secara menyeluruh yaitu Deklarasi Ekonomi (DEKON) dengan 14 peraturan pokoknya.

Peleburan bank-bank negara Presiden berusaha mempersatukan semua bank negara ke dalam satu bank sentral sehingga didirikan Bank Tunggal Milik Negara berdasarkan Penpres No. Adanya masalah ekonomi yang muncul karena pemutusan hubungan dengan Singapura dan Malaysia dalam rangka kasi Dwikora. Sehingga Indonesia mampu memeprbesar komoditi ekspor. dari eksport tersebut maka akan digunakan untuk membayar utang luar negeri dan untuk kepentingan dalam negeri. tetapi diatasi dengan cara-cara politis. Bank Negara Indonesia ke dalam Bank Indonesia. Untuk mewujudkan tujuan tersebut maka dilakukan peleburan bankbank negara seperti Bank Koperasi dan Nelayan (BKTN). Kesulitan-kesulitan ekonomi semakin mencolok. . c. dan bank umum.  Peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah sering bertentangana antara satu peraturan dengan peraturan yang lainnya.  Masalah ekonomi tidak diatasi berdasarkan prinsip-prinsip ekonomi.  Tidak ada ukuran yang objektif untuk menilai suatu usaha atau hasil dari suatu usaha. Kegagalan Peraturan Pemerintah disebabkan karena: a. Politik konfrontasi dengan Malaysia dan negara barat semakin memperparah kemerosotan ekonomi Indonesia. Hasil pertanian tersebut diekspor untuk memperoleh devisa yang selanjutnya digunakan untuk mengimpor berbagai bahan baku/ barang konsumsi yang belum dihasilkan di Indonesia.c. b. d. Tindakan itu menimbulkan spekulasi dan penyelewengan dalam penggunaan uang negara sebab tidak ada lembaga pengawas. Jika Indonesia tidak mampu memperoleh keuntungan maka akan mencari bantuan berupa kredit luar negeri guna memenuhi biaya import dan memenuhi kebutuhan masyarakat di dalam negeri.  Kemenangan politik diutamakan sedangkan kehidupan ekonomi diabaikan (politik dikedepankan tanpa memperhatikan ekonomi). Dengan bantuan kredit tersebut membuka jalan bagi perdagangan dari negara yang memeberikan pinjaman kepada Indonesia. Kegagalan pemerintah dalam menanggung masalah ekonomi . Bank Umum Negara. Meningkatkan Perdagangan dan Perkreditan Luar Negeri Pemerintah membangkitkan ekonomi agraris atau pertanian.  Terjadinya berbagai bentuk penyelewengan dan salah urus. 7 tahun 1965. 5. disebabkan karena:  Semua kegiatan ekonomi terpusat sehingga kegitan ekonomi mengalami penuruan yang disertai dengan infasi. c. Bank Tabungan Negara. 4. tampak dengan adanya kenaikan harga barang mencapai 400 % pada tahun 19611962. bank sentral. Beban hidup rakyat semakin berat. Dibentuklah Bank Negara Indonesia yang terbagi dalam beberapa unit dengan tugas dan pekerjaan masing-masing. Pembentukan Komando Tertinggi Operasi Ekonomi (KOTOE) dan Kesatuan Operasi (KESOP) Dikeluarkan peraturan tanggal 17 April 1964 mengenai adanya Komando Tertinggi Operasi Ekonomi (KOTOE) dan Kesatuan Operasi (KESOP) dalam usaha perdagangan. b. Tidak terwujudnya pinjaman dari International Monetary Fund (IMF) sebesar US$ 400 juta. Kebijakan lain pemerintah a. sebab kurang lebih 80% penduduk Indonesia hidup dari bidang pertanian. Tugas bank tersebut adalah sebagai bank sirkulasi.

 Kebrangkutan tidak dapat dikendalikan. Masyarakat mengalami kesulitan hidup. kemiskinan. dan kriminalitas. .