P. 1
Makalah Akhlak Dan Tasawuf

Makalah Akhlak Dan Tasawuf

|Views: 149|Likes:
Published by Aziz Damanhuri
Makalah Akhlak Dan Tasawuf
Makalah Akhlak Dan Tasawuf

More info:

Published by: Aziz Damanhuri on Apr 04, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/07/2016

pdf

text

original

MAKALAH Dasar - Dasar Falsafi Maqamat dan Ahwal

Makalah ini di susun guna untuk memenuhi tugas mata kuliah : AKHLAK DAN TASAWUF Dosen Pembimbing : Drs. Hamim Toha, M.Ag

Di susun oleh : Kholid Ahmad sahlan

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM DIPONEGORO (STAID) KABUPATEN TULUNGAGUNG TAHUN 2011/2012

Tulungagung. Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada Bapak Drs.KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan Rahmd. M. Semoga makalah kami ini dapat bermanfaat bagi kami khususnya dan bagi pembaca pada umunya. Taufik Serta Hidayahnya sehingga kami masih di beri kesempatan untuk menyelesaikan Makalah yang berjudul “Dasar-dasar Falsafi dan Maqamat dan Ahwal” dengan lancar tanpa ada kesulitan sedikitpun.Ag selaku Dosen Pembibing kami yang telah memberikan arahan kepada kami sehingga kami dapat menerapkan semua yang telah di ajarkan beliau guna untuk menyempurnakan Makalah yang kami selesaikan ini. 04 April 2012 Penyusun . Kami menyadari bahwa makalah yang kami selesaikan ini masih banyak sekali kekuranganya sehingga kami masih memerlukan kritik dan saran yang membangun guna untuk memperbaiki makala selanjutnya. Hamim Toha.Ucapan terimakasih juga tak lupa saya sampaikan kepada teman-tema yang telah berjuang dengan keras untuk menyelsaikan makalah ini.

Maqam Banyak jalan dan cara yang ditempuhi seorang sufi dalam meraih cita-cita dan tujuannya mereka untuk mendekatkan diri kepada Allah s. i ii iii 1 1 1 1 2 2 2 2 2 5 7 9 9 9 A. Latar Belakang………………………………………………. seorang sufi pasti . Tujuan………………………………………………………… C.Kesimpulan…………………………………………………… B.DAFTAR ISI Caver luar Caver Dalam…………………………………………………………. BAB II Pembahasan………………………………………………… A... Ahwal……………………………………………………. Metode Berfikir Irfani………………………………………… BAB III Penutup…………………………………………………….t seperti memperbanyak zikir. Maqamat………………………………………………… b. A. Sumber Masalah………………………………………………. Saran…………………………………………………………. Kata Pengantar……………………………………………………… Daftar Isi……………………………………………………………. B... Dafatar Pustaka BAB II PEMBAHASAN D. dalam perjalanan spritualnya. Akhwal-akhwal yang yang di jumpai dalam perjalanan Sufi… D. Oleh karena itu.w. a. beramal soleh dan sebagainya. Perbedaan Maqam dan Ahwal………………………………. B. Perbedaan Maqam dan Ahwal Pengertian dan perbedaan maqamat dan ahwal : a.. Maqomat-maqomat dalam Tasawuf…………………………… C. BAB I Pendahuluan…………………………………………………..

zuhud berarti membenci dunia demi mencintai akhirat (Abdul Fattah. Syukur Abdul Fattah Sayyid Ahmad (2000: 124) dalam bukunya Tasawuf: antara Al-Ghazali dan Ibnu Taimiyah. zuhud adalah meninggalkan segala yang melalaikan hati dari Allah. Al-Ghazali mengatakan. 2. Maqam ditandai dengan kemapanan sedangkan hal justru mudah hilang. pakaian dari mereka yang telah diberikan sebuah misi. mahkota kaum bertakwa. dalam QS. Sedang menurut. Al-Junaid mengatakan “Bersyukur adalah bahwa engkau tidak memandang dirimu layak menerima nikmat 6. mempunyai sikap tidak terbelenggu oleh hidup kebendaan. Kedua : membulatkan tekad dan bersungguh-sungguh dalam bertaubat. solusi) dari Allah. Menguatnya motivasi agama dalam melawan motivasi syahwat. Menguatnya dorongan agama dalam melawan motivasi syahwat. tidak ada satu dosa pun melainkan bertaubat karenanya. bahwa hal sama dengan bakat. keadaaan ( hal ) tidak termasuk usaha latihan . orang yang meninggalkan kehidupan duniawi. Zuhud Secara bahasa Zuhud : Zuhd (Arab) darwis. 2008 : 77 ). Al-Ghazali mengatakan. Ibnu Qayyim al-Jauziyyah pernah mengatakan bahwa taubat yang murni itu mengandungi tiga unsur: Pertama : taubat yang meliputi atas keseluruhan jenis dosa.w. Az-Zumar [39]: 10 Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas. Abu Sulaiman al-Darani dalam Simuh .” Al Junaid berkata bahwa sabar itu. tidak memisahkan antara sabar dan syukur. pertapa dalam Islam. Ahwal Keadaan atau kondisi psikologis ketika seorang sufi mencapai maqam tertentu. Tawakal . ”Kefakiran adalah jubah dari mereka yang mulia.menempuh beberapa tahapan.latihan rohaniyah. disebut ’sabar’.w. sabar dan syukur adalah dua buah kata yang digunakan untuk menyebut satu makna. 4. hiasan para Mukmin.t. hadits. Abu Bakar al-Mishri berkata ”Fakir yang sesungguhnya adalah tidak memiliki sesuatu dan hatinya juga tidak menginginkan sesuatu”. sehingga tiada keraguan dan menunda-nunda kesempatan untuk bertaubat. Misalnya surat Al-Hadid ayat 20-23 3. jika dilihat dari sudut pandang motivasi agama. 2000: 117). Simuh (1997:62) mengutip. Sabr (Sabar) Firman Allah swt. Sedangkan orang yang memiliki sikap zuhud disebut zahid. Amin Syukur (1997: 1) menambahkan.”Sabar berarti bersemayamnya pembangkit ketaatan sebagai ganti pembangkit hawa-nafsu.a. Berkata. zuhud berarti mengasingkan diri dari kesenangan dunia untuk ibadah. ”menanggung beban demi Allah s.t dan menginginkan karunia-Nya. Kembali kepada kebenaran yang dilegalkan Allah SWT. khauf kepada Allah s. E.” 5. jika dilihat dari sudut pandang dorongan syahwat. dan para ulama.( Syamsun Ni'am. Tahapan-tahapan itu disebutkan Maqamat/stasiun (jama’ dari maqam). Taubat Secara bahasa. peringatan bagi pencari. Bahkan menurut beliau. dan diajarkan Rasulullah s. disebut ’syukur’. hingga saat-saat sulit tersebut berlalu”. Taubat merupakan upaya seorang hamba menyesali dan meninggalkan perbuatan dosa yang pernah dilakukan selama ini.w. Dan para sufi menegaskan perbedaan maqam dan hal. Sedang menurut Sahl At-Tusturi.”bahwa tangan terbebas dari harta dan hati terbebas dari angan-angan Makna dan hakikat zuhud banyak diungkap Al-Qur’an. Menurut Al-Thusi. rampasan para’arifin. Faqr (Fakir) Ibrahim ibn Ahmad Al-Khawwash ra. perhiasan para budiman. bahawa hakikat taubat adalah kembali dari maksiat menuju taat. Maqomat-maqomat dalam Tasawuf Adapun tahapan-tahapan yang harus dilalui dalam al-maqamat tersebut antara lain: 1. kembali dari jalan yang jauh menuju jalan yang dekat. Al-Junaid menyatakan bahwa zuhud adalah. benteng bagi para ’abid. sementara hal dapat diperoleh sese-orang tanpa sengaja. Istilah kompleksnya. ”sabar berarti menanti kelapangan (jalan keluar. sementara maqam diperoleh dengan daya dan upaya ( Rosihan Anwar. 2001: 51) b. Maqam dapat dicapai seseorang dengan kehendak dan upayanya. taubat berarti kembali. dan penjara bagi para pendosa . Al-Ghazali menyatakan. dan Ketiga : menyucikan jiwa dari segala kotoran dan hal-hal yang dapat mengurangi rasa keikhlasan.

muhasabah sesudah beramal itu ada tiga: 1. F. Introspeksi diri atas perkara yang mubah. orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah. dia menjawab. Hubb (Cinta) Cinta dalam bahasa Arab disebut al-hubb atau mahabbah yang berasal dari kalimat habbahubban-hibban yang berarti waddahu. atas dasar apa ia melakukannya. dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (QS. ia berkata. Dalam Al-Quran banyak dijumpai kata-kata al-hubb atau mahabbah yang bermakna cinta.t. (HR. 2. Ketika Rabi’ah al Adhawiyah ditanya tentang cinta. dan yang paling mulia adalah cinta kepada Dzat yang telah menjadikan hati cinta kepada-Nya dan menjadikan seluruh makhluk memiliki fitrah untuk mengesakan-Nya. Muhasabah (Introspeksi) Dari Syadad bin Aus r. ketika ditanya tentang tawakal. cinta yang paling bermanfaat. ”antara orang yang mencintai (muhibb) dan orang yang dicintai (mahbub) tidak ada jarak (Syamsun Ni’am. raja’ dan khauf berjalan seimbang dan saling mempengaruhi (Anwar dan Solihin. Introspeksi diri atas setiap amalan yang lebih baik ditinggalka daripada dikerjakan. rab yang Maha Mencintai dan pantas dicintai.” (lihat QS. ”Dia mewakilkan urusannya kepada si fulan”. Allah s.(2004: 93-94). Al-Anbiya’(21):1) Menurut Ibnu Rajab Al-Hambali dkk. ArRaja’ dan Khauf (berharap dan takut) Menurut kaum sufi. mereka itu mengharapkan rahmat Allah. Tawakal berarti menggantungkan hati hanya kepada ’al wakil’ (tumpuan perwakilan) . Firman Allah swt. Ar Raja’(Berpengharapan kepada Allah) Raja’ diartikan berharap atau optimisme . tetapi ia juga berarti kualitas kepuasan dengan sesuatu atau seseorang. 2000:74). Al Junaid berkomentar tentang cinta. menjelaskan dalam Al-Qur’an: “Dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah pada hari kiamat dengan sendiri-sendiri. syauq. cinta adalah kecenderungan naluriah kepada sesuatu yang menyenangkan. Al ahwal tersebut di antaranya: muhasabah dan muraqabah. Al-Baqarah [2]: 165. Kata Arabnya muraqabah. 2000: 75). Artinya. Karena hidup di dunia merupakan rangkaian dari sebuah planing dan misi besar seorang hamba. Ridha (Rela) Ridha berarti penerimaan. Muraqabah (Keterjagaan) Praktik sufi yang sangat penting ialah keterjagaan. Namun berikut ini adalah penjelasan dari beberapa hal-hal saja: 1.. yang paling wajib.. Diantaranya QS. Sebab. Maryam (19): 95. hakikat cinta hanya diperuntukan kepada Allah swt. 3.a. Ruwaim mengatakan. Imam Turmudzi. 2001: 111). Ini dipraktikkan agar dapat menyaksikan dan menghaluskan keadaan diri sendiri. Introspeksi diri atas berbagai ketaatan yang telah dilalaikan. ”hidup untuk satu hari menenangkan kepedulian akan hari esok”. ”cinta berarti merasuknya sifat-sifat sang kekasih mengambil alih dari sifat-sifat pecinta”. musyahadah dan yakin (Rosihan Anwar dan Mukhtar Solihin. tawakal adalah percaya akan janji. ‘Orang yang pandai adalah yang menghisab (mengevaluasi) dirinya sendiri serta beramal untuk kehidupan sesudah kematian.. Ibnu Rajab Al-Hambali dkk (2004: 127) mengatakan. Allah s.w. Al-Ghazali berkata. Allah ridha terhadap mereka dan mereka pun ridha terhadap-Nya (QS. ‘Hadits ini adalah hadits hasan’)Hadits di atas menggambarkan urgensi muhasabah (evaluasi diri) dalam menjalani kehidupan di dunia ini. menyebutkan ridha dalam kitab-Nya. raja’ dan khauf. Dan Sahl ibn ’Abdullah berkata bahwa tawakal itu. Akhwal-akhwal yang yang di jumpai dalam perjalanan Sufi Hal-hal yang dimaksud adalah al ahwal yang dialami para salik dalam menempuh perjalanan menuju ma’rifatullah. bahwa beliau berkata. 3. Abu Bakar Al-Zaqaq berkata. keduanya memiliki fungsi yang sama yakni menundukan perasaan jasmani yang berasal dari nafsu dan amarah.Kata’tawakal’ diambil dari akar kata ’wakalah’. AlMaidah[5]:119). Dan keridhaan Allah adalah lebih besar (QS Al-Taubah [9]:72). yang paling tinggi. Sedangkan orang yang lemah adalah yang dirinya mengikuti hawa nafsunya serta berangan-angan terhadap Allah swt.. uns.w. ” Menyerahkan diri kepada Allah dalam urusan apa pun yang Allah kehendaki”. 2. Muhasabah dan Muraqabah Kedua hal ini dikaji secara bersamaan oleh sebagian sufi. Kata ’mewakilkan’ di sini berarti ’menyerahkan’ atau ’mempercayakan’. 7.t. qarb.thuma’ninah. Ridha digambarkan sebagai”keteguhan di hadapan qadha”. hubb. yaitu menggapai keridhaan Rab-nya. Sesungguhnya orang-orang yang beriman. dari Rasulullah saw. punya makna kasih atau mengasihi (Louis Ma’luf dalam Syamsun Ni’am.Al-Baqarah [2]: 218) Ada tiga hal yang dipenuhi oleh orang yang raja’ terhadap . 2001: 117). yaitu tenang dan senangnya hati karena menunggu sesuatu yang dicintai .

Secara harfiyah (etimologi) Tazkiyat An-Nafs terdiri atas dua kata. Setiap orang yang ber-raja’ pastilah ia orang yang ber-khauf (takut). 2. (2003: 133). Meliputi berbagai bentuk. artinya engkau selalu berada dalam pemeliharaan Allah” Syair tersebut menggambarkan sekilas perasaan keintiman para sufi dengan Tuhan. Dzakir (orang yang ingat). Riyadhah Riyadhah adalah latihan kejiwaan melalui upaya membiasakan diri agar tidak melakukan perihal yang mengotori jiwanya (Solihin. jika ilmu sudah sampai pada hati. 2001: 65). 2004: 85). dan nifaq. 4. 4. Perihal tersebut dapat dilihat dalam QS Al-Jumu’ah [62]: 2. perilaku anggota badan juga akan berubah. yakni pelaku zikir. Rindu (shauq) Selama masih ada cinta. 3. Menurut Imam Al-Ghazali (dalam Badri. 1. Madzkur (Tuhan yang diingat). yaitu ’tazkiyat’ dan ’an-nafs’. yang berarti mengisyaratkan. yakni isim mashdar dari kata ’zakka’ yang berarti penyucian (Ma’aluf dalam Solihin. Seperti halnya sepasang pemuda dan pemudi. hanyalah angan-angan semata. sehingga jiwa menjadi bersih. simak petikan syair sufistik berikut: ”Ada orang yang merasa sepi dalam keramaian. Al-Quran dalam beberapa ayatnya menggerakan hati manusia dengan mengingat keagungan-Nya. Ada pula orang yang merasa bising dalam kesepian. 2003: 54). Bagi sufi yang rindu kepada Tuhan maut dapat mempertemukanya dengan Tuhan. Takut akan kehilangannya. Ia adalah orang yang selalu memikirkan kekasihnya sebab sedang dimabuk cinta. Dafatar Pustaka . yang disimbolkan sebagai sang kekasih. 2. G. Dalam lubuk jiwa seorang sufi. Tafakur (Refleksi) Secara harfiah ’Tafakur’ berarti memikirkan sesuatu secara mendalam. Alangkah mulianya engkau berteman dengan Allah. Al-Ahzab [33:41). yakni rindu untuk segeran bertemu dengan Tuhan. Khauf (Takut kepada Allah) Abu Hafsh berkata. dan petunjuk menuju keridhaan Allah (Ath-Thakhisi dalam Solihin. Khauf dikatakan pula sebagai ungkapan derita hati dan kegundahannya terhadap apa yang akan dihadapi..1989). Kata ’tazkiat’. Tazkiyat An-Nafs Dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya). Segenap orang yang beriman dituntut oleh Allah untuk ingat sebanyak-banyaknya kepada-Nya (lihat QS.w. Muhammad Ath-Thakhisi berpendapat. Yaitu: Mencintai yang diharapkannya.sesuatu. 3.t. Sedang menurut Al-Ghazali dalam Solihin. menyebut atau mengingat-ingat (Munawir dalam Solihin. Tazkiyat An-Nafs (membersihkan jiwa) merupakan salah satu tugas yang diemban Rasulullah saw . . Sehingga mampu mencegah diri dari bermaksiat dan mengikatnya dengan bentuk-bentuk ketaatan (Ibnu Rajab dkk. sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu. Dengan begitu dapat diketahui Tazkiyat An-Nafs bermakna penyucian jiwa . penuh cahaya. Syauq tetap di perlukan. mengagungkan. Kata ’an-nafs’ berarti jiwa dalam arti psikis. sistematis dan terperinci (Gulen. maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. Usaha untuk mendapatkannya Raja’ yang tidak disertai dengan tiga perkara di atas. Dzikrullah Istilah ’zikr’ berasaldari bahasa Arab. rasa rindu hidup denaga subur. 2003: 130). Intim hanya digunakan sebagai simbol bahasa dalam memahami kedalaman hubb (cinta) hamba kepada Allah swt. jika hati sudah berubah. 5. 2003: 131). sebab itu idup merintangi pertemuan ‘abid dengan ma’budn-Nya. Metode Berfikir Irfani Berikut penjelasan masing-masing bagian dari metode irfani. Asy-Syams [91]: 7-10). keadaan hati akan berubah. 2005: 147). Berikut penjelasannya: 1. Tazkiyat An-Nafs adalah mengeluarkan jiwa dari ikatan-ikatan hawa nafsu. 2000: 76). Dalam surat Ali Imran [3] ayat 190-191. berasal dari bahasa Arab. Dzikr (aktivitas zikir) itu sendiri. Tazkiyat An-Nafs pada intinya diorientasikan pada arti takhliyat an-nafs (pengosongan jiwa dari sifat tercela) dan tahliyat annafs (penghiasan jiwa dengan sifat terpuji.. dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya (QS. Uns (Intim) Uns adalah sifat merasa selalu berteman. 2001: 34). Istilah ’intim’ di sini. yang digunakan-Nya untuk menghukum manusia yang berontak keluar dari ambang pintu-Nya (Mulyad dalam Syamsun Ni’am. Untuk mendeskripsikan uns ini. jelas bukan merujuk pada pengertian hubungan sesama makhluk. tidak pernah merasa kesepian (Anwar dan Solihin. khauf /takut adalah cambuk Allah s. riya.

Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.com http://www.. 2005. C. 2000. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Syekh. Jalan Kearifan Sufi: Tasawuf sebagai Terapi Derita Manusia. Sunatullah dalam Jiwa Manusia: Sebuah Pendekatan Psikologi Islam.blogspot. Cinta Ilahi: Perspektif Rabi’ah al-Adawiyah dan Jalaluddin Rumi. Ilmu Tasawuf.bicarasufi. Jakarta: The International Institute of Islamic Thought (IIIT) Indonesia. 2000. Simuh. http://www. Ibnu Qayyim Al-Jauziyah. 2004. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.com/2008/04/kerangka-berpikir-irfani-dasar-dasar. Bandung: CV Pustaka Setia. Mukhtar Solihin. Bertasawuf Tanpa Tarekat: Aura Tasawuf Positif. Yogyakarta: Mitra Pustaka.com Yunasril Ali. 2002 Rosihan Anwar dan Mukhtar Solihin. Tasawuf: antara Al-Ghazali dan Ibnu Taimiyah.. DR. Tasawuf dan Perkembangannya dalam Islam. Imam Al-Ghazali. Missi Suci Para Sufi. Tazkiyatun Nafs: Konsep Penyucian Jiwa Menurut Ulama Salafusshalih. Sells. Surabaya: Risalah Gusti. Terbakar Cinta Tuhan: Kajian Eksklusif Spiritualitas Islam Awal. 2002. Jakarta: Khalifa. 2004. 2001.com/ Ibnu Rajab Al-Hambali. Kunci-Kunci Rahasia Sufi. Mukhtar Solihin. H. 2003. Bandung: CV Pustaka Setia. Amin Syukur. Jakarta: Srigunting. Prof. 2003.. Bandung: Mizan.html . Yogyakarta: Pustaka Sufi.com/ http://www. Jakarta: PT Serambi Ilmu Semesta. Zuhud di Abad Modern. 2002 Fathullah Gulen. Tasawuf: Dari Sufisme Klasik ke Neo-Sufisme.cybermq.Abdul Fattah Sayyid Ahmad. Prof. Bandung: CV.Ramli Bihar Anwar. Rahasia Sufi. 1997. Jakarta: Penerbit IIMAN bekerjasama dengan Penerbit HIKMAH. Syayid Abi Bakar Ibnu Muh. Tasawuf Tematik: Membedah Tema-tema Penting Tasawuf. 2003. 1997. Michael A. Achmad Mubarok. Solo: Pustaka Arafah. Rivay Siregar.dakwatuna. Syamsun Ni’am. 2003 www. A. Abdul Qadir al-Jilani. Terapi Sufistik: Penyembuhan Penyakit Kejiwaan Perspektif Tasawuf.Pustaka Setia.dzikrullah.sisyat86inspiriete. Sumber: http://www. 2001. Syatha.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->