Sejarah penemuan bakteri Bakteri pertama ditemukan oleh Anthony Van Leeuwenhoek pada 1674 dengan menggunakan mikroskop

buatannya sendiri. Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828, diambil dari kata Yunani βακτηριον yang memiliki arti "small stick". Bakteri Bakteri, dari kata Latin bacterium (jamak, bacteria), adalah kelompok terbanyak dari organisme hidup. Mereka sangatlah kecil (mikroskopik), biasanya hanya berukuran 0,5-5 μm, meski ada jenis dapat menjangkau 0,3 mm dalam diameter ( Thiomargarita) dan kebanyakan uniselular (bersel tunggal), dengan struktur sel yang relatif sederhana tanpa nukleus/inti sel, cytoskeleton, dan organel lain seperti mitokondria dan kloroplas. Bakteri merupakan prokariota, untuk membedakan mereka dengan organisme yang memiliki sel lebih kompleks, disebut eukariota. Istilah bakteri telah diterapkan untuk semua prokariota atau untuk kelompok besar mereka, tergantung pada gagasan mengenai hubungan mereka. Bakteri tersebar di mana-mana, di tanah, air, dan sebagai simbiosis dari organisme lain. Banyak patogen merupakan bakteri.. Mereka umumnya memiliki dinding sel, seperti sel tumbuhan dan jamur, tetapi dengan komposisi sangat berbeda (peptidoglikan). Banyak yang bergerak menggunakan flagela, yang berbeda dalam strukturnya dari flagela kelompok lain. Bakteri dapat kita lihat seperti gambar di bawah ini :

Struktur sel Seperti prokariota (organisme yang tidak memiliki selaput inti) pada umumnya, semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana.

Struktur bakteri yang paling penting adalah dinding sel. Bakteri dapat digolongkan menjadi dua kelompok yaitu Gram positif dan Gram negatif didasarkan pada perbedaan struktur dinging sel. Bakteri Gram positif memiliki dinding sel yang terdiri atas lapisan peptidoglikan yang tebal dan asam teichoic. Sementara bakteri Gram negatif memiliki lapisan luar, lipopolisakarida - terdiri atas membran dan lapisan peptidoglikan yang tipis terletak pada periplasma (di antara lapisan luar dan membran sitoplasmik). Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagela dan fimbria yang digunakan untuk bergerak, melekat dan konjugasi. Beberapa bakteri juga memiliki kapsul atau lapisan lendir yang membantu pelekatan bakteri pada suatu permukaan dan biofilm formation. Bakteri juga memiliki kromosom, ribosom dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan, vakuola gas dan magnetosom. Alat gerak bakteri Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel. Hampir semua bakteri yang berbentuk lengkung dan sebagian yang berbentuk batang ditemukan adanya flagel. Sedangkan bakteri kokus jarang sekali memiliki flagel. Ukuran flagel bakteri sangat kecil, tebalnya 0,02 – 0,1 mikro, dan panjangnya melebihi panjang sel bakteri. Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki, bakteri dibagi menjadi lima golongan, yaitu: A. Monotrik : mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya. B. Lofotrik : mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya. C. Amfitrik : mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya. D. Peritrik : mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya Morfologi/bentuk bakteri Berdasarkan berntuknya, bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar, yaitu:

Kokus (Coccus) dalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola, dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut: o Mikrococcus, jika kecil dan tunggal o Diplococcus, jka bergandanya dua-dua o Tetracoccus, jika bergandengan empat dan membentuk bujursangkar o Sarcina, jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus, jika bergerombol

Oleh karena itu untuk membandingkan bentuk serta ukuran bakteri. jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus. jika lengkung kurang dari setengah lingkaran o Spiral. kondisinya harus sama. yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C.• • Streptococcus. medium dan usia. dan cahaya. bakteri dibagi menjadi 3 golongan: • Bakteri psikrofil. Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu. jika lengkung lebih dari setengah lingkaran o Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan. Pada umumnya bakteri yang usianya lebih muda ukurannya relatif lebih besar daripada yang sudah tua. jika bergandengan membentuk rantai Spiril (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut: o Vibrio. (bentuk koma). dan mempunyai variasi sebagai berikut: o Diplobacillus. Pengaruh lingkungan terhadap bakteri Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri. kelembapan. dengan suhu optimum 15 °C. Suhu Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya. . jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakte ri yang berbentuk batang atau silinder.

serta sisa-sisa atau kotoran organisme. Sinar ultraviolet dapat menyebabkan terjadinya ionisasi komponen sel yang berakibat menghambat pertumbuhan atau menyebabkan kematian. Pengaruh cahaya terhadap bakteri dapat digunakan sebagai dasar sterilisasi atau pengawetan bahan makanan. dengan suhu optimum 50 . Jika keadaan lingkungan tidak menguntungkan seperti suhu tinggi. Spora tersebut dibentuk dalam sel yang disebut endospora. gas amoniak. yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C. Endospora dibentuk oleh penggumpalan protoplasma yang sedikit sekali mengandung air. misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan. yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C. kekeringan atau zat-zat kimia tertentu. Umumnya cahaya merusak sel mikroorganisme yang tidak berklorofil. Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti.65 °C Pada tahun 1967 di Yellow Stone Park ditemukan bakteri yang hidup dalam sumber air panas bersuhu 93° – 500 °C. karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2. endospora dapat tumbuh menjadi satu sel bakteri biasa. Bakteri termofil. dengan suhu optimum 25° – 40 °C. Bakteri menguntungkan Bakteri pengurai Bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang mati. . Kelembapan Pada umumnya bakteri memerlukan kelembapan yang cukup tinggi. dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana. beberapa spesies dari Bacillus yang aerob dan beberapa spesies dari Clostridium yang anaerob dapat mempertahankan diri dengan spora. Oleh karena itu endospora lebih tahan terhadap keadaan lingkungan yang tidak menguntungkan dibandingkan dengan bakteri aktif. Apabila keadaan lingkungan membaik kembali. Letak endospora di tengah-tengah sel bakteri atau pada salah satu ujungnya. Oleh karena itu keberadaan bakteri ini sangat berperan dalam mineralisasi di alam dan dengan cara ini bakteri membersihkan dunia dari sampah-sampah organik. kira-kira 85%. Cahaya Cahaya sangat berpengaruh pada proses pertumbuhan bakteri.• • Bakteri mesofil. Bakteri tersebut menguraikan protein.

Prosesnya dinamakan nitratasi. bakteri anaerobik membantu mencernakan selusosa rumput menjadi zat yang lebih sederhana sehingga dapat diserap oleh dinding usus. Tetapi sebaliknya di dalam air yang disediakan untuk sumber air minum. Bakteri usus Bakteri Eschereria coli hidup di kolon (usus besar) manusia. Proses ini dinamakan nitritasi. Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu: • Oksidasi amoniak menjadi nitrit oleh bakteri nitrit. berfungsi membantu membusukkan sisa pencernaan juga menghasilkan vitamin B12. Dalam organ pencernaan berbagai hewan ternak dan kuda. dan vitamin K yang penting dalam proses pembekuan darah. Bakteri fermentasi Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: .Bakteri nitrifikasi Bakteri nitrifikasi adalah bakteri-bakteri tertentu yang mampu menyusun senyawa nitrat dari amoniak yang berlangsung secara aerob di dalam tanah. nitrat yang berlebihan tidak baik karena akan menyebabkan pertumbuhan ganggang di permukaan air menjadi berlimpah. nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat. • Oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat oleh bakteri nitrat. Dalam bidang pertanian.

Adolf Mayer.Bakteri merugikan Bakteri perusak makanan Beberapa spesies pengurai tumbuh di dalam makanan. menemukan bahwa penyakit tersebut dapat menular ketika tanaman yang ia teliti menjadi sakit setelah disemprot dengan getah tanaman yang sakit. melainkan merupakan contagium vivum fluidum. Mayer menyimpulkan bahwa penyakit tersebut disebabkan oleh bakteri yang lebih kecil dari biasanya dan tidak dapat dilihat dengan mikroskop. Pada tahun 1883. Racun tersebut berbahaya bagi kesehatan manusia. Contoh bakteri yang menyebabkan denitrifikasi adalah Micrococcus denitrificans dan Pseudomonas denitrificans. yaitu sejenis cairan hidup pembawa penyakit. Loeffler dan Frosch melaporkan bahwa penyebab penyakit mulut dan kaki sapi dapat melewati filter yang tidak dapat dilewati bakteri. menghasilkan asam bongkrek. . Kemungkinan kedua ini dibuang pada tahun 1897 setelah Martinus Beijerinck dari Belanda menemukan bahwa agen infeksi di dalam getah yang sudah disaring tersebut dapat bereproduksi karena kemampuannya menimbulkan penyakit tidak berkurang setelah beberapa kali ditransfer antartanaman. seringkali terdapat pada makanan kalengan Pseudomonas cocovenenans.Patogen mosaik tembakau disimpulkan sebagai bukan bakteri. atau bakteri tersebut mengeluarkan toksin yang dapat menembus saringan. Pada tahun 1892. penyebab pelendiran makanan Bakteri denitrifikasi Jika oksigen dalam tanah kurang maka akan berlangsung denitrifikasi. pada tahun 1898. Contohnya: • • • Clostridium botulinum. Ivanowsky lalu menyimpulkan dua kemungkinan. menghasilkan racun botulinin. yaitu nitrat direduksi sehingga terbentuk nitrit dan akhirnya menjadi amoniak yang tidak dapat dimanfaatkan oleh tumbuhan. Karena tidak berhasil menemukan mikroba di getah tanaman tersebut. Dimitri Ivanowsky dari Rusia menemukan bahwa getah daun tembakau yang sudah disaring dengan penyaring bakteri masih dapat menimbulkan penyakit mosaik. yaitu bahwa bakteri penyebab penyakit tersebut berbentuk sangat kecil sehingga masih dapat melewati saringan. Mereka mengubah makanan dan mengeluarkan hasil metabolisme yang berupa toksin (racun). Sejarah penemuan virus Penelitian mengenai virus dimulai dengan penelitian mengenai penyakit mosaik yang menghambat pertumbuhan tanaman tembakau dan membuat daun tanaman tersebut memiliki bercak-bercak. seorang ilmuwan Jerman. terdapat pada tempe bongkrek Leuconostoc mesenteroides. Setelah itu.

sementara istilah bakteriofag atau fag digunakan untuk jenis yang menyerang jenis-jenis sel prokariota (bakteri dan organisme lain yang tidak berinti sel). Istilah virus biasanya merujuk pada partikel-partikel yang menginfeksi sel-sel eukariota (organisme multisel dan banyak jenis organisme sel tunggal). Karena karakteristik khasnya ini virus selalu terasosiasi dengan penyakit tertentu. Genom virus menyandi baik protein yang digunakan untuk memuat bahan genetik maupun protein yang dibutuhkan dalam daur hidupnya. Dalam sel inang. Kausche.[2] Virus ini juga merupakan virus yang pertama kali divisualisasikan dengan mikroskop elektron pada tahun 1939 oleh ilmuwan Jerman G. Ruska. virus merupakan parasit obligat dan di luar inangnya menjadi tak berdaya. E. Virus hanya dapat bereproduksi di dalam material hidup dengan menginvasi dan memanfaatkan sel makhluk hidup karena virus tidak memiliki perlengkapan selular untuk bereproduksi sendiri. setelah Wendell Meredith Stanley dari Amerika Serikat berhasil mengkristalkan partikel penyebab penyakit mosaik yang kini dikenal sebagai virus mosaik tembakau. lipid. Pfankuch. tetapi tidak kombinasi keduanya) yang diselubungi semacam bahan pelindung yang terdiri atas protein. glikoprotein. dan H. Biasanya virus mengandung sejumlah kecil asam nukleat (DNA atau RNA.Namun demikian. mereka menyimpulkan bahwa patogennya adalah bakteri yang sangat kecil. Bakteri dapat kita lihat seperti gambar di bawah ini : . atau tanaman (misalnya virus mosaik tembakau/TMV). atau kombinasi ketiganya. Virus Virus adalah parasit berukuran mikroskopik yang menginfeksi sel organisme biologis.A. baik pada manusia (misalnya virus influenza dan HIV). hewan (misalnya virus flu burung). Virus sering diperdebatkan statusnya sebagai makhluk hidup karena ia tidak dapat menjalankan fungsi biologisnya secara bebas. Pendapat Beijerinck baru terbukti pada tahun 1935.

heliks. Selain itu. sedangkan virus terbesar sekalipun sukar dilihat dengan mikroskop cahaya.Struktur dan anatomi virus Virus merupakan organisme subselular yang karena ukurannya sangat kecil. Kapsid terbentuk dari banyak subunit protein yang disebut kapsomer. DNA untai tunggal. atau RNA untai tunggal. Genom virus dapat terdiri dari DNA untai ganda. Bahan genetik kebanyakan virus hewan dan manusia berupa DNA. Virus terkecil berdiameter hanya 20 nm (lebih kecil daripada ribosom). atau bentuk yang lebih kompleks dan terdiri atas protein yang disandikan oleh genom virus. RNA untai ganda. Bahan genetik virus diselubungi oleh suatu lapisan pelindung. Asam nukleat genom virus dapat berupa DNA ataupun RNA. Jumlah gen virus bervariasi dari empat untuk yang terkecil sampai dengan beberapa ratus untuk yang terbesar. kapsid bisa berbentuk bulat (sferik). asam nukleat genom virus dapat berbentuk linear tunggal atau sirkuler. Ukurannya lebih kecil daripada bakteri sehingga virus tidak dapat disaring dengan penyaring bakteri. Bergantung pada tipe virusnya. dan pada virus tumbuhan kebanyakan adalah RNA yang beruntai tunggal. Reproduksi virus . hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop elektron. polihedral. Protein yang menjadi lapisan pelindung tersebut disebut kapsid.

Siklus litik Siklus litik dalam virologi merupakan salah satu siklus reproduksi virus selain siklus lisogenik. Siklus litik. Siklus litik dianggap sebagai cara reproduksi virus yang utama karena menyangkut penghancuran sel inangnya. Contoh-contoh virus . Tahap penyisipan tersebut kemudian membentuk provirus. replikasi (biosintesis) dan lisis. yaitu adsorpsi dan penetrasi. Tahapan dari siklus ini hampir sama dengan siklus litik. Setiap siklus litik dalam prosesnya membutuhkan waktu dari 10-60 menit Siklus lisogenik Siklus lisogenik dalam virologi merupakan siklus reproduksi virus selain siklus litik. perbedaannya yaitu sel inangnya tidak hancur tetapi disisipi oleh asam nukleat dari virus. penyisipan gen virus dan pembelahan sel inang. secara umum mempunyai tiga tahap yaitu adsorbsi & penetrasi. Siklus lisogenik secara umum mempunyai tiga tahap.

Retrovirus adalah virus ARN hewan yang mempunyai tahap ADN. Pada saat ADN inang mengalami replikasi. pada virus influenza materi genetiknya berupa rantai tunggal ARN yang kemudian mengalami replikasi menjadi mARN.HIV (Human Immunodeficiency Virus) Termasuk salah satu retrovirus yang secara khusus menyerang sel darah putih (sel T). Hanya saja. Virus influenza Siklus replikasi virus influenza hampir sama dengan siklus replikasi virus herpes. yaitu enzim transkriptase balik yang mengubah rantai tunggal ARN (sebagai cetakan) menjadi rantai ganda kopian ADN (cADN). cADN bergabung dengan ADN inang mengikuti replikasi ADN inang. Selanjutnya. .gila. secara langsung ADN virus ikut mengalami replikasi. Virus tersebut mempunyai suatu enzim. Virus herpes Virus herpes merupakan virus ADN dengan rantai ganda yang kemudian disalin menjadi mARN.

Melalui terapi gen. . Baru-baru ini David Sanders. gen jahat (penyebab infeksi) yang terdapat dalam virus diubah menjadi gen baik (penyembuh). Dalam temuannva yang dipublikasikan dalam Jurnal Virology. dan tumbuhan. seorang profesor biologi pada Purdue's School of Science telah menemukan cara pemanfaatan virus dalam dunia kesehatan. Meskipun demikian. Peranan Virus dalam Kehidupan Beberapa virus ada yang dapat dimanfaatkan dalam rekombinasi genetika. Paramyxovirus merupakan penyebab penyakit campak dan gondong. kebanyakan virus bersifat merugikan terhadap kehidupan manusia. Edisi 15 Desember 2002. hewan. David Sanders berhasil menjinakkan cangkang luar virus Ebola sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pembawa gen kepada sel yang sakit (paru-paru).Paramyxovirus Paramyxovirus adalah semacam virus ARN yang selanjutnya mengalami replikasi menjadi mARN.

Pencegahan dan pengobatan Karena biasanya memanipulasi mekanisme sel induknya untuk bereproduksi. Tabel berikut ini memuat beberapa macam penyakit yang disebabkan oleh virus. virus hepatitis menginfeksi hati. Metode pengobatan sejauh ini yang dianggap paling efektif adalah vaksinasi. hewan. Virus yang menyebabkan selesma menyerang saluran pernapasan. dan tumbuhan. Tiap virus secara khusus menyerang sel-sel tertentu dari inangnya. dan virus rabies menyerang sel-sel saraf. yaitu suatu penyakit yang mengakibatkan menurunnya daya tahan tubuh penderita penyakit tersebut disebabkan oleh virus HIV yang secara khusus menyerang sel darah putih. Penyembuhan penyakit akibat infeksi virus biasanya disalah-antisipasikan dengan penggunaan antibiotik. virus sangat sulit untuk dibunuh. Sejauh ini tidak ada makhluk hidup yang tahan terhadap virus. Karena itulah diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan apakah suatu penyakit disebabkan oleh bakteri atau virus. Begitu juga yang terjadi pada penyakit AIDS (acquired immune deficiency syndrome). . yang sama sekali tidak mempunyai pengaruh terhadap kehidupan virus. Efek samping penggunaan antibiotik adalah resistansi bakteri terhadap antibiotik. virus campak menginfeksi kulit. untuk merangsang kekebalan alami tubuh terhadap proses infeksi.Virus sangat dikenal sebagai penyebab penyakit infeksi pada manusia. dan obat-obatan yang mengatasi gejala akibat infeksi virus.

Dinding ini menyelubungi membran plasma dan sitoplasma hifa. jamur tidak memangsa dan mencernakan makanan. Jamur merupakan kelompok organisme eukariotik yang membentuk dunia jamur atau regnum fungi. Hifa pada jamur yang bersifat parasit biasanya mengalami modifikasi menjadi haustoria yang merupakan organ penyerap makanan dari substrat. Ada jamur yang satu sel. struktur tubuh. misalnya jamur merang. dan kadangkala inti sel yang mengalir dari sel ke sel. namun. pertumbuhan.CIRI-CIRI UMUM JAMUR Kita telah mengenal jamur dalam kehidupan sehari-hari meskipun tidak sebaik tumbuhan lainnya. mitokondria. Clntuk memperoleh makanan. Namun. Cara Makan dan Habitat Jamur Semua jenis jamur bersifat heterotrof. Struktur hifa senositik dihasilkan oleh pembelahan inti sel berkali-kali yang tidak diikuti dengan pembelahan sitoplasma. serasah. jamur banyak muncul pada musim hujan di kayu-kayu lapuk. haustoria dapat menembus jaringan substrat. maupun tumpukan jerami. ada pula jamur yang multiseluler membentuk tubuh buah besar yang ukurannya mencapai satu meter. berbeda dengan organisme lainnya. jamur ini segera mati setelah musim kemarau tiba. 2. Kebanyakan hifa dibatasi oleh dinding melintang atau septa. kemudian menyimpannya dalam bentuk glikogen. manusia telah mampu membudidayakan jamur dalam medium buatan. vitamin. contohnyojamur kayu. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sebagai contoh. Oleh karena jamur merupakan konsumen maka jamur bergantung pada substrat yang menyediakan karbohidrat. adapula hifa yang tidak bersepta atau hifa senositik. dan . misalnyo khamir. jamur menyerap zat organik dari lingkungan melalui hifa dan miseliumnya. jamur tiram. Tubuh jamur tersusun dari komponen dasar yang disebut hifa. Miselium menyusun jalinan-jalinan semu menjadi tubuh buah. Ciri-ciri jamur berbeda dengan organisme lainnya dalam hal cara makan. dan reproduksinya. Hifa yang membentuk miselium dan tubuh buah Hifa adalah struktur menyerupai benang yang tersusun dari dinding berbentuk pipa. Hal itu disebabkan karena jamur hanya tumbuh pada waktu tertentu. protein. Sitoplasmanya mengandung organel eukariotik. 1. dan jamur kuping. Gbr. Jamur pada umumnya multiseluler (bersel banyak). pada kondisi tertentu yang mendukung. dan lama hidupnya terbatas. Akan tetapi. Struktur Tubuh Struktur tubuh jamur tergantung pada jenisnya. Septa mempunyai pori besar yang cukup untuk dilewati ribosom. Hifa membentuk jaringan yang disebut miselium.

dan kebanyakan dari kelas Oomycetes. Meskipun kebanyakan hidup di darat. hifa dapat juga langsung menyerap bahanbahan organik dalam bentuk sederhana yang dikeluarkan oleh inangnya. Simbiosis mutualisme jamur dengan tanaman dapat dilihat pada mikoriza. Jamur saprofit menyerap makanannya dari organisme yang telah mati seperti kayu tumbang dan buah jatuh. Jamur yang hidup bersimbiosis. a. Parasit fakultatif adalah jamur yang bersifat parasit jika mendapatkan inang yang sesuai. Sebagai makhluk heterotrof. jamur dapat bersifat parasit obligat. parasit fakultatif. selain menyerap makanan dari organisme lain juga menghasilkan zat tertentu yang bermanfaat bagi simbionnya. Cara hidup jamur lainnya adalah melakukan simbiosis mutualisme. Jamur berhabitat pada bermacammacam lingkungan dan berasosiasi dengan banyak organisme. Sebagian besar jamur saprofit mengeluar-kan enzim hidrolase pada substrat makanan untuk mendekomposisi molekul kompleks menjadi molekul sederhana sehingga mudah diserap oleh hifa.3. Parasit obligat merupakan sifat jamur yang hanya dapat hidup pada inangnya.senyawa kimia lainnya. c. atau saprofit. Selain itu. beberapa jamur ada yang hidup di air dan berasosiasi dengan organisme air. Misalnya. Lihat Gambar 5. sedangkan di luar inangnya tidak dapat hidup. Jamur yang hidup di air biasanya bersifat parasit atau saprofit. Semua zat itu diperoleh dari lingkungannya. . tetapi bersifat saprofit jika tidak mendapatkan inang yang cocok. yaitu jamur yang hidup di akar tanaman kacang-kacangan atau pada liken. Pneumonia carinii (khamir yang menginfeksi paru-paru penderita AIDS). b. Saprofit merupakan jamur pelapuk dan pengubah susunan zat organik yang mati.

Apabila kondisi habitat sesuai. yaitu persatuan sel dari dua . maka spora akan berkecambah dan tumbuh menjadi jamur dewasa. jamur memperbanyak diri dengan memproduksi sejumlah besar spora aseksual. jamur menghasilkan spora. Bila mendapatkan tempat yang cocok. Pertumbuhan dan Reproduksi Reproduksi jamur dapat secara seksual (generatif) dan aseksual (vegetatif). tetapi adapula yang multiseluler. Reproduksi secara seksual pada jamur melalui kontak gametangium dan konjugasi. Secara aseksual. Kontak gametangium mengakibatkan terjadinya singami.3. Spora aseksual dapat terbawa air atau angin. Spora jamur berbeda-beda bentuk dan ukurannya dan biasanya uniseluler.

f. beberapa jamur juga mempunyai peranan yang merugikan. dan bir. e. inti sel dari masing-masing induk bersatu tetapi tidak melebur dan membentuk dikarion. Albugo merupakan parasit pada tanaman pertanian. b.individu. Pasangan inti dalam sel dikarion atau miselium akan membelah dalam waktu beberapa bulan hingga beberapa tahun. d. c. yaitu dalam pembuatan tempe dan oncom. Singami terjadi dalam dua tahap. a. c. Khamir Saccharomyces berguna sebagai fermentor dalam industri keju. . roti. baik peran yang merugikan maupun yang menguntungkan. d. Phythophthora inf'estan menyebabkan penyakit pada daun tanaman kentang. Jamur yang menguntungkan meliputi berbagai jenis antara lain sebagai berikut. Saprolegnia sebagai parasit pada tubuh organisme air. a. Phytium sebagai hama bibit tanaman yang menyebabkan penyakit rebah semai. b. Setelah plasmogami terjadi. 4. Volvariella volvacea (jamur merang) berguna sebagai bahan pangan berprotein tinggi. Peranan Jamur Peranan jamur dalam kehidupan manusia sangat banyak. Pneumonia carinii menyebabkan penyakit pneumonia pada paru-paru manusia. Higroporus dan Lycoperdon perlatum berguna sebagai dekomposer. tahap pertama adalah plasmogami (peleburan sitoplasma) dan tahap kedua adalah kariogami (peleburan inti). Rhizopus dan Mucor berguna dalam industri bahan makanan. Candida sp. penyebab keputihan dan sariawan pada manusia. e. Di samping peranan yang menguntungkan. Akhimya inti sel melebur membentuk sel diploid yang segera melakukan pembelahan meiosis. antara lain sebagai berikut. Penicillium notatum berguna sebagai penghasil antibiotik.

Virus. Anak yang masih di dalam kandungan atau anak yang sedang menyusu walaupun hidup dan mendapat makanan dari induknya. saya menemukan sebuah berkas word document mengenai parasitologi. hexamastic sp dll). Protozoa.2). maka menurut saya ini adalah sebuah “ilmu pengantar” tentang seluk beluk parasit yang mudah dipahami dan dicerna. dimana parasit tersebut mendapat makanan tanpa ada konpensasi apapun untuk hidupnya (1. baik bersifat sementara atau permanent. Bakteri dan Jamur termasuk kedalam Parasit. tetapi bisa mencerna dan mengubah partikel kayu menjadi . tetapi karena telah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Trichomonas sp. Mikologi dan di beberapa Negara Entomologi (Artropoda) telah tumbuh menjadi disiplin ilmu tersendiri (1) Berdasarkan (1). pada awalnya : Cacing. Tricercomitus sp. Dari pengertian tersebut. Komensalisme dan Mutualisme : SIMBIOSE adalah hidup bersama antara dua orgenisme yang berbeda spesies dan bersifat permanen. yang artinya seseorang yang ikut makan semeja. Setelah saya buka dan baca. satu sama lain saling memerlukan dan tidak dapat dipisahkan. maka tulisan ini saya sajikan di sini. karena sama spesies sehingga tidak termasuk parasit (2) Parasit berasal dari kata “Parasitus” (Latin) = “Parasitos” (Grik). sedangkan flagellate saluran pencernaan tidak dapat memakan patikel kayu. Karena saya menganggap isinya sangat bagus sebagai sebuah “ilmu dasar” bagi para penghobi burung berkaitan dengan hobi mereka yang tidak terlepas dengan masalah kesehatan burung. yakni salah satu parasit yang menyebabkan matinya ribuan burung di Eropa Barat. Organisme yang mendapat makanan disebut PARASIT sedangkan organisme yang kehilangan makanan disebut HOSPES (1. dimana organisme yang satu hidup pada atau didalam tubuh organisme yang lain untuk mendapat makanan tanpa ada konpensasi apapun. Artopoda. Mengandung maksud seseorang yang ikut makan makanan orang lain tanpa seijin orang yang memiliki makanan tersebut (2 ). Fenomena Hidup Parasitis ini harus dibedakan dengan yang bersifat : Symbiose. Berikut ini isi berkas tersebut: Fenomena hidup parasitis adalah hidup bersama antara dua organisme yang berbeda spesies. dimana anai-anai akan memberikan tempat yang cocok untuk tempat hidup flagellate tersebut serta dapat memakan partikel-patikel kayu tetapi tidak bisa mencerna menjadi glukosa. Jadi Parasit adalah organisme yang selama atau sebagian hayatnya hidup pada atau didalam tubuh organisme lain. atau dengan kata lain kedua orgenisme tadi saling mendapat keuntungan Contoh : hidup bersama antara anai-anai (rayap) (Zootermopis sp) dengan flagellate saluran pencernaan seperti (Trichonympha sp. maka Virologi.2). streblomastix sp. Bakteriologi.Parasit Parasit dan gangguannya terhadap inang (hospes) Ketika gugling mencari informasi mengenai Trichomonas gallinae.

Contoh lain : Tungau Demodex sp akan hidup didalam folikel rambut dan kelenjar minyak hewan dan manusia tanpa menimbulkan gejala klinis (tungau untung).glukosa. cairan getah bening atau eksudat Contoh : artropoda (lalat dan nyamuk). bakteri akan berkembang didalam saluran pencernaan hewan (mendapat keuntungan) dan dalam batas normal hewan tidak menderita (tidak rugi). tetapi hidup bersama ini tidak permanent. Trypanosoma sp ) menghisap darah. PARASIT KERUGIAN akibat parasit terjadi melalui beberapa cara (1.3) : 1.2. sedangkan pencernaan makanan dari ruminansia dibantu oleh flora dan fauna (Ruminansia juga mendapat untung). pada kondisi normal hewan dan manusia tidak dirugikan. Protozoa (Eimeria sp) merusak epitel usus. Taenia spp). MUTUALISME adalah hidup bersama yang bersifat tidak permanen antara dua orgenisme yang berbeda spesies. Menghisap darah. helminth (cacing Ancylostoma sp) dan Protozoa darah (Plasmodium sp. Artopoda larva lalat Gastrophylus sp merusak dinding lambung 4. dimana satu sama lain sama-sama mendapat keuntungan Contoh : hidup bersama antara Ruminansia dengan beberapa fauna dan flora yang hidup didalam rumen. Glukosa sama-sama diperlukan oleh anai-anai dan flagelalta untuk kelangsungan hidupnya (sama sama mendapat keuntungan) KOMENSALISME adalah hidup bersama antara dua organisme yang berbeda spesies. sedangkan orgenisme yang lain tidak dirugikan dan tidak pula mendapat keuntungan. Syngamus sp). Contoh : hidup bersama antara bakteri Escheria coli didalam saluran pencernaan hewan. Menimbulkan gangguan mekanik . Contoh lain : hidup bersama antara burung jalak dengan sapi. Menghisap makanan hospes Contoh : Helmin (cacing Ascaris sp. Flora dan fauna mendapat makanan dari hasil permentasi makanan ruminansia (flora dan fauna mendapat keuntungan). Artropoda (lalat jenis tertentu). Leucocytozoon sp. dimana burung jalak akan memakan caplak yang menghisap darah sapi (jalak mendapat keuntungan) sedangkan sapi terbebas dari parasit penghisap darah (sapi juga mendapat keuntungan). protozoa (Trichomonas sp) menghisap cairan getah bening atau eksudat 2. Helmin (cacing Thelazia sp. Merusak jaringan tubuh Contoh : cacing Trematoda Fasciola gigantica merusak jaringan hati. tetapi hidup bersama ini tidak permanen (bisa hidup sendiri sendiri). kesemuanya menghisap makanan hospes 3. dimana organisme yang satu mendapat keuntungan.

Contoh : bentuk peralihan cacing pita echinococus granulosus (kista hidatida) yang berpredileksi didalam hati. tempat gigitannya timbul reaksi alergi 9. Memudahkan masuknya mikro-organisme Contoh : artropda (gigitan nyamuk. caplak dan tungau) kesemuanya menimbulkan radang. menghancurkan sel darah merah unggas) . menghancurkan sel epitel saluran cerna. caplak). antikoagulan dan produksi toksik dari metabolismenya) Contoh : Protozoa (Trypanosoma sp). 7. karena mengadakan pertumbuhan didalamnya Contoh : protozoa (Eimeria sp. Plasmodium sp. kutu. pinjal. nyamuk. Dapat menghncurkan sel. lalat menularkan malaria unggas 11. bisa menekan organ hati dan organ lainnya. 12. artropoda (lalat. Gigitan dari Artropoda (lalat. 5. Menghasilkan berbagai substansi toksik seperti (hemolysin. nyamuk. helmin (tempat masuknya larva cacing Ancylostoma sp) menimbulkan kelukaan dan memudahkan masuknya mikro-organisme sehingga terjadi infeksi sekunder. caplak) dan Helmin (cacing Ancylostoma sp) menghasilkan substansi seperti tersebut terdahulu 8. Leucocytozoon dan Haemoproteus. Menimbulkan reaksi alergi Contoh : artropoda (Sarcoptes sp. nyamuk. lalat. Menimbulkan penyumbatan secara mekanis Contoh : cacing Ascaris suum jika jumlahnya banyak dapat menyumbat saluran pencernaan babi. Dapat menstimulir terjadinya kanker Contoh : cacing Spirocerca lupi telah terbukti dapat menstimulir (merangsang) terjadinya kanker saluran pencernaan anjing 10. Menimbulkan radang Contoh : larva dari cacing Ancylostoma sp bisa menembus kulit dan menimbulkan radang. Membawa beberapa penyakit (Vektor) Contoh : caplak menularkan Anaplasmosis. kutu dan pinjal). Protozoa Eimeria sp merusak epitel usus dan mengakibatkan terjadinya radang 6. histilysine.

Beberapa parasit berbahaya pada satu spesies hewan. Sedangkan jika babi tersebut telah menampakkan gejala klinis disebut menderita Ascariosis Contoh infeksi Protozoa saluran pencernaan (Balantidium sp).13. sehingga babi tersebut menderita Ascariasis. sedangkan pada spesies yang lain tidak atau kurang berbahaya. . Menurunkan resistensi tubuh hospes terhadap penyakit lainnya. Ada parasit walaupun jumlahnya masih sedikit sudah membahayakan hospes. Parasit bisa dibedakan berdasarkan : (1) Akibat yang ditimbulkan (2) Lama hidup parasit pada hospes (3) Lama waktu berparasitnya (4) Sifat keparasitannya (5) Jumlah hospes yang diperlukan (6) Tempat berparasitnya 1. sehingga ada istilah “Host range”. tetapi ada juga yang jika jumlahnya cukup banyak baru membahayakan hospes. tetapi hewannya belum menampakkan gejala klinis. Ada beberapa parasit hanya membutuhkan satu satu hospes dalam menyelesaikan siklus hidupnya. Parasit dengan “host range” yang semakin lebar berarti semakin banyak spesies hewan yang bisa terinfeksi dengan dampak yang nyata dan sebaliknya apabila parasit dengan “host range’ yang sempit berarti semakin sedikit spesies hewan yang bisa terinfeksi. hasil pemeriksaan tinja ditemukan bentuk kista atau tropozoit Balantidium sp. sedangkan ParasitOSIS adalah jika parasit telah mampu menimbulkan lesi (jejas) atau gejala klinis pada hospesnya. tetapi ada juga yang lebih dari satu hospes. BERDASARKAN AKIBAT YANG DITIMBULKAN Berdasarkan akibat yang ditimbulkan. hasil pemeriksaan tinja ditemukan telur cacing Ascaris suum tetapi babi tersebut belum menampakkan gejala klinis. Contoh : infeksi cacing Ascaris suum pada babi. Berdasarkan (1). sehingga disebut hewan menderita Balantidiasis dan jika gejala klinisnya sudah nampak disebut Balantidiosis. parasit dapat dibedakan menjadi : ParasitiASIS adalah jika parasit belum mampu menimbulkan lesi (jejas) atau tanda klinis pada hospesnya. sehingga menyebabkan ada perbedaan istilah parasit diantara para ahli.

redia dan cercaria hidup sebagai parasit pada siput air tawar (Lymnaea sp). BERDASARKAN LAMA WAKTU BERPARASITNYA Berdasarkan lama waktu berparasitnya. sedangkan jentik (belum dewasa) hidup bebas didalam air. lalat akan menghisap darah hospesnya pada waktu tertentu saja . Parasit Temporer (Berkala = Periodik) adalah parasit yang mengunjungi hospesnya pada waktu –waktu tertentu saja. Protozoa Plasmodium sp. 3. parasit dapat diebdakan menjadi . embrio yang ada didalam telur hidup bebas. stadium aseksualnya berparasit didalam eritrosit unggas. Parasit yang Hampir Seluruh Hidupnya sebagai Parasit. Dari hasil pemeriksaan kerokan kulit ditemukan tungau Sarcoptes sp. Artopoda (kutu Menopon gallinae). Contoh : cacing Fasciola gigantica. stadium mirasidium. Parasit yang Dewasa sebagai Parasit dan Sebelum Dewasa Hidup Bebas Contoh : artropoda nyamuk. sedangkan stadium seksualnya berparasit didalam tubuh nyamuk. sedangkan lalat dewasanya hidup bebas c. Anopheles dan Culex) betina dewasa hidup sebagai parasit (menghisap darah). stadium metasercaria hidup bebas dan cacing dewasanya berparasit didalam hati dan kantung empedu herbivopa. sporokista. sejak dari telur sampai dewasa hidup dan melekat pada bulu ayam b. (Aedes. 2.Contoh : Nyamuk. d. a. 4. BERDASARKAN LAMA HIDUP BERPARASIT PADA HOSPES Berdasarkan lama hidup perparasit pada hospes. Parasit yang Belum Dewasa sebagai Parasit dan setelah Dewasa Hidup Bebas Contoh : artopoda (lalat Chrysomia sp) dimana larva lalat ini umumnya hidup di sela-sela ceracak kaki sapi sehingga menimbulkan Miasis.Contoh infestasi artropoda kudis kulit (Sarcoptes scabiei penyebab Scabies). Selama hidupnya sebagai parasit Belum dewasa sebagai parasit dan dewasa hidup bebas Dewasa hidup sebagai parasit da. jika hewannya belum menampakkan gejala klinis disebut menderita Scabiasis dan jika sudah menampakkan gejala klinis disebut Scabiosis 2. 3. Parasit yang Selama Hidupnya sebagai Parasit Contoh : Cacing Trichinella spiralis cacing dewasanya hidup didalam saluran pencernaan dan larvanya hidup diantara sel-sel daging serat lintang babi. parasit dapat dibedakan menjadi : 1. belum dewasa hidup bebas hamper selama hidupnya sebagai parasit a.

salah satunya kutu (Menopon gallinae) karena selama hidupnya (telur. Contoh . dimana parasit tersebut tidak mengalami perkembangan atau menimbulkan kerusakan pada hospes tersebut. sedangkan lalat dewasa hidup bebas. Contoh : cacing Ascaris suum secara normal berpredileksi (lokasi berparasitnya) didalam usus halus babi. cacing hati Fasciola gigantica. tanpa hospes akan mati. tetapi pernah ditemukan didalam telur dan uterus ayam. tetapi karena sesuatu sebab yang tidak diketahui secara pasti bisa ditemukan didalam kantung empedu atau lambung babi. Parasit Stasioner berkala. Contoh pada pemeriksaan tinja anjing ditemukan telur cacing pita Taenia saginata yang seharusnya berparasit pada manusia. . c. Cacing Trichinella spiralis. kemungkinan karena anjing memakan tinja manusia yang mengandung telur cacing pita tersebut. Parasit Stasioner Permanen. tetapi kadang-kadang bisa ditemukan berparasit didalam usus manusia terutama anak-anak. Contoh : cacing pita Dipyllidium caninum adalah saluran pencernaan anjing. Contoh lalat rumah (Musca domestica) umumnya baik stadium larva dan dewasa hedup bebas. apabila menetap selama satu stadium siklus hidupnya disebut Parasit Stasioner Berkala (Stasioner Periodik) dan apabila selama hidupnya menetap dan berparasit pada hospes disebut Parasit Stasioner Permanen. Contoh lain cacing Ascaridia galli adalah cacing saluran pencernaan ayam. karena stadium larva saja yang berparasit didalam lambung kuda. pinjal yang infektif secara tidak sengaja termakan oleh anak-anak sehingga didalam ususnya terinfeksi cacing pita anjing b. 4. baik stadium larva dan dewasanya hidup didalam tubuh hewan. BERDASARKAN SIFAT KEPARASITANNYA Berdasarkan sifat keparasitannya. Parasit Fakultatif adalah parasit yang dapat hidup bebas atau hidup sebagai parasit. Parasit Stasioner. lalat Gastrophylus sp. Parasit Spuriosa adalah parasit yang dikeluarkan oleh bukan hospes yang semestinya. Contoh lain : pada pemeriksaan tinja ayam ditemukan telur cacing Ascaris suum yang berparasit pada babi. Contoh. jadi untuk kelangsungan hidupnya mutlak memerlukan hospes. kemungkinan disebabkan karena ayam memakan bagian tinja babi yang terkontaminasi telur cacing Ascaris suum. tetapi jika larvanya hidup didalam luka maka menyebabkan Miasis (Belatungan) d. Parasit Eratica adalah parasit yang lokasi berparasitnya ditemukan tidak pada target organnya. larva dan dewasa) hidup pada bulu unggas.b. Kejadiannya dimana telur cacing pita termakan oleh larva pinjal (Ctenocephalides sp) yang merupakan hospes antara cacing pita tersebut. Parasit Isidentil adalah parasit yang secara kebetulan ditemukan pada hospes yang tidak seharusnya (hospes yang tidak wajar). Parasit Obligat adalah parasit yang hidupnya mutlak sebagai parasit. e. parasit dapat dibedakan menjadi parasit : a. adalah parasit yang sebagian atau seluruh hidupnya menetap pada hospes. Protozoa (Eimeria sp) dan Artropoda (Sarcoptes sp) kesemuanya mutlak memerlukan hospes.

persendian. Contoh : cacing saluran pencernaan. BERDASARKAN TEMPAT BERPARASITNYA Berdasarkan tempat berparasitnya (predileksinya). EKTOPARASIT = EKTOZOA adalah parasit yang secara umum hidup pada permukaan luar tubuh (kulit) hospes atau didalam liang (telinga luar dan rongga hidung) yang berhubungan bebas dengan dunia luar dan termasuk juga parasit datang – pergi (parasit yang tidak menetap didalam tubuh hospes). rongga dada. caplak dan tungau b. Contoh : artropoda : kutu.3) Hospes dapat dibedakan berdasarkan : 1. Stadium Parasit .5. redia dan serkaria) sedangkan dewasanya memerlukan mamalia sebagai hospes definitifnya c. protozoa saluran cerna dan protozoa darah dll HOSPES Hospes (inang = hewan penjamu) adalah hewan yang menderita kerugian akibat harus menberikan makan parasit (1. nimpa dan dewasanya berparasit pada satu atau beberapa hewan sejenis 6. cacing jantung.2. ENDOPARASIT = ENDOZOA adalah parasit yang hidup didalam organ dalam. karena stadium larva. system (alimentarius. otot daging atau jaringan lainnya yang tidak berhubungan langsung dengan dunia luar. sporokista. PARASIT MONOXEN adalah parasit yang dalam menyelesaikan siklus hidupnya hanya membutuhkan satu hospes yaitu hospes definitif saja Contoh : tungau Sarcoptes membutuhkan hanya satu hospes definitif saja b. PARASIT POLIXEN (“poly” = banyak) adalah parasit yang dalam menyelesaikan siklus hidupnya memerlukan lebih dari satu hospes. nyamuk. pinjal. Contoh : cacing hati Fasciola gigantica memerlukan siput air tawar Lymnaea sp pada stadium (mirasidium. tetapi kesemuanya dari satu jenis. Contoh : kebanyakan caplak adalah parasit polixen. PARASIT HETEROXEN (“heteros” = berbeda) sering disebut juga DIHETEROXEN adalah parasit yang dalam menyelesaikan siklus hidupnya melalui stadium-stadium yang setiap stadiumnya memerlukan hospes yang berlainan. lalat. rongga perut. maka parasit dibedakan menjadi : a. BERDASARKAN JUMLAH HOSPES YANG DIPERLUKAN Berdasarkan jumlah hospes yang dibutuhkan dalam menyelesaikan siklus hidupnya. sirkulasi. respirasi). parasit dapat dibedakan menjadi : a.

lalat Tabanus sp. VEKTOR MEKANIK. bila agen penyakit tidak mengalami perkembang biakan dalam tubuh vector.2. sehingga Lymnaea disebut Hospes Esensial b. hospes alternative. Jadi pada kasus malaria unggas ini. maka hospes dapat dibedakan menjadi : a. Contoh : pada kasus malaria seperti dituliskan terdahulu. HOSPES INTERMEDIER (hospes sementara. HOSPES ESENSIAL adalah hospes yang keberadaannya dalam siklus hidup parasit merupakan satu keharusan. stadium (mirasidium. HOSPES DEFINITIF (Inang definitive. stadium Schizon dan Merozoit ditemukan didalam sel darah merah unggas. sehingga siput disebut sebagai hospes intermedier 2. Contoh : penyebaran penyakit surra oleh protozoa Trypanosoma evansi pada kuda. inang antara) adalah hospes yang memberikan makan untuk hidup parasit stadium aseksual atau belum dewasa. redia dan serkaria) berkembang didalam tubuh siput air tawar (Lymnaea sp). Vektor adalah organisme yang memindahkan parasit stadium infektif dari penderita ke organisme penerima (2) Secara umum vector dapat dibedakan menjadi : 1. dimana bentuk seksualnya (makrogamet dan mikrogamet) ditemukan didalam tubuh nyamuk. hospes sekunder. Inang primer) adalah hospes yang memberikan makan untuk hidup parasit stadium seksual atau dewasa. Induk semang. HOSPES NON-ESENSIAL adalah hospes yang keberadaannya dalam siklus hidup parasit tidak merupakan satu keharusan. BERDASARKAN STADIUM PARASIT Berdasarkan stadium paarsit yang dikandungnya. Contoh lain pada infeksi cacing hati Fasciola gigantica. Contoh : salah satu penyakit malaria unggas disebabkan oleh protozoa Plasmodium malariae. VEKTOR Vektor berarti pembawa atau pengangkut. nyamuk adalah sebagai hospes definitive. Hippobosca sp dan Stomoxys sp merupakan vector . BERDASARKAN PERLU TIDAKNYA HOSPES Berdasarkan perlu tidaknya hospes untuk kelangsungan hidup parasit. siput air tawar genus Lymnaea harus ada untuk kelengkapan siklus hidup parasit. cacing tanah tidak merupakan hospes yang harus ada. sedangkan stadium Schizon dan Merozoit ditemukan didalam darah unggas. sporokista. karena tanpa cacing tanahpun siklus hidup cacing masih bisa berlangsung. Contoh : dalam siklus hidup Cacing Ascaridia galli yang menginfeksi ayam. maka hospes dapat dibedakan menjadi : a. Contoh : dalam siklus cacing hati Fasciola gigantica. Perlu tidaknya hospes 1. sehingga unggas sebagai hospes intermedier. b.

Jadi didalam tubuh vector terjadi perkembangan microfilaria dari L1 à L2 à L3. melainkan karena sarana lain seperti (bahan yang tercemar oleh parasit atau parasit sendiri yang aktif mencari hospes) INFEKSI atau INFESTASI . dimana hanya terjadi perbanyakan agen saja. air susu atau plasenta 2. Oosit ini selanjutnya berkembang dan menghasilkan banyak (beribu-ribu) Sporozoit yang bersifat infeksius. Stadium mikrogamet dan makrogamet yang ada didalam sel darah merah penderita diisap oleh Culicoides sp. atau termasuk juga yang melalui bahan-bahan tercemar. Kalau didalam tubuh vector hanya terjadi pendewasaan saja dari agen penyakit disebut : CYCLODEVELOPMENTAL dan apabila selain terjadi pendewasaan juga terjadi perkembang biakan (penggandaan. KONTAK LANGSUNG adalah penularan yang terjadi karena adanya kontak fisik antara dua individu atau lebih. PENULARAN SECARA HORIZONTAL adalah cara penularan yang umumnya terjadi antara individu yang satu dengan individu yang lainnya. Zygota ini dalam perkembangan lebih lanjut menjadi satu ookinet dan berkembang lagi penjadi satu oosit. tungau . 2. CARA PENULARAN PARASIT Secara umum parasit dapat ditularkan dengan dua cara.mekanik karena didalam tubuh lalat tersebut Trypanosoma sp tidak mengalami perkembangan. Didalam tubuh nyamuk microfilaria akan berkembang menjadi larva stadium 1 à larva stadium 2 dan à larva stadium 3 yang bersifat infeksius. Contoh vector Propagative adalah kebanyakan pada penularan penyakit virus. cara penularan tersebut dapat terjadi melalui : 1. 2. KONTAK TIDAK LANGSUNG adalah penularan yang terjadi bukan karena terjadinya kontak fisik antara individu. VEKTOR BIOLOGIK. Contoh : penularan kutu. bila agen penyakit mengalami perkembang biakan atau pendewasaan dalam tubuh vector.2) 1. perbanyakan) dari agen penyakit disebut CYCLOPROPAGATIVE dan apabila dalam tubuh vector hanya terjadi perkembang biakan dari agen penyakit disebut PROPAGATIVE.Didalam tubuh Culicoides sp akan terjadi perkawinan antara mikrogamet dengan makrogamet sehingga menghasilkan satu zygote. Contoh vektor Cyclodevelopmental : penularan Dirofillaria immitis cacing jantung anjing terjadi karena larva cacing yang disebut Mikrofilaria diisap bersama darah oleh nyamuk Aedes aegypti. Contoh vector Cyclopropagative : penyakit malaria unggas pada ayam salah satunya disebabkan oleh Leucocytozoon spp yang ditularkan oleh lalat Culicoides arakawae. Berkaitan dengan hal ini. Penularan dengan cara ini dapat terjadi melalui : telur. PENULARAN SECARA VERTIKAL adalah penularan yang terjadi melalui induk kepada anak yang baru dilahirkannya. yaitu secara Vertical dan Horizontal (1.

INFESTASI atau INFEKSI CAMPURAN adalah bila satu individu (hospes) ditemukan dua atau lebih parasit. gejala akan tanpak jika sapi kepayahan dipakai membajak di sawah. Adaptasi morfologi dapat dibedakan menjadi . Anaplasma sp ADAPTASI PARASIT Adaptasi ini dapat bersifat MORFOLOGI dan BIOLOGI. 2. . MODIFIKASI NEOFORMASI. sedangkan yang ada didalam sel darah merah seperti Babesia sp. INFESTASI atau INFEKSI LATEN adalah bila individu (hospes) telah membawa parasit tetapi tidak menampakkan gejala sakit. tetapi dari hasil pertemuan terakhir penggunaan istilah Infestasi hanya digunakan untuk golongan Artropoda dan Infeksi untuk Helmin dan Protozoa (1. pada adaptasi ini susunan bagian tubuh mengalami modifikasi untuk menjadi alat khusus. cacing dan protozoa 2. pada adaptasi ini terjadi reduksi bahkan benarbenar terjadi degenerasi alat atau bagian tubuh dan jaringan-jaringan yang mempunyai hubungan fisiologis. ADAPTASI MORFOLOGI adalah adaptasi yang disertai dengan adanya perubahan tubuh sehingga memungkinkan untuk hidupnya parasit dalam hospes. gejala sakit akan nampak apabila ada parasit lain ikut menyerang jaringan yang sama. 1. Contoh pada seekor ayam ditemukan kutu. Contoh kutu yang hidup pada unggas dan mamalia ujung kakinya ada yang dilengkapi dengan cakar ada yang tidak (disesuaikan untuk melekat pada bulu atau rambut). 3. MODIFIKASI DEGENERASI .Penggunaan istilah Infestasi dan Infeksi sampai saat ini masih sering terjadi perdebatan para ahli.2) Secara umum Infestasi atau Infeksi parasit dapat dibedakan menjadi : 1. Contoh : protozoa Trypanosoma evansi pada sapi kadang-kadang tanpa gejala. INFESTASI atau INFEKSI TERSEMBUNYI adalah bila individu (hospes) yang telah membawa parasit tetapi tanpa gejala sakit. Contoh : Plasmodium bubalis pada kerbau tidak menimbulakn gejala sakit. Protozoa yang hidup didalam darah dan diluar sel darah juga mengalami modifikasi neoformasi. Contoh : mirasidium dari cacing hati Fasciola gigantica akan melepas silianya agar bisa menyesuaikan diri dan berkembang didalam tubuh siput air tawar Lymnaea sp. gejala sakit baru akan nampak apabila terjadi pemacu patogenitas parasit atau factor pendefresi kekebalan tubuh. dimana yang hidup diluar sel darah merah seperti Trypanosoma sp memiliki membrane undulans untuk bisa bergerak. Anaplasma sp tidak memiliki membrane undulans karena tidak perlu untuk bergerak. Hasil dari penyesuaian ini menyebabkan terbentuknya spesies parasit yang tempatnya pada tubuh hospes tertentu dan sifat keparasitannya khas (2) 1. apabila tidak disertai adanya parasit darah yang lainnya seperti Babesia sp.

jika siput Lymnaea sp tidak ada maka siklus . 1. Disini hanya memerluka satu hospes babi dan perkembangan telur terjadi diluar tubuh babi (fase bebas).2. maka pengetahuan ekologi parasit tidak boleh diabaikan. EKOLOGI PARASIT Dalam usaha menentukan usaha kebijakan pencegahan. Dalam adaptasi biologi parasit mempunyai bermacam – macam kecendrungan hayati untuk bereaksi atau menanggapi secara khusus terhadap rangsangan dari luar. SIKLUS HIDUP Siklus hidup (daur hidup) parasit adalah serangkaian fase (stadium) dari paarsit untuk kelangsungan hidupnya. sebagai contoh pada penyakit cacing hati Fasciola gigantica. Viabilitas (daya tahan hidup) Patogenitas dan Immunogenitasnya. SIKLUS HIDUP secara LANGSUNG . seandainya parasit tidak bisa menetralkannya niscaya parasit akan mati tercerna. Contoh : parasit cacing saluran pencernaan mempunyai kemampuan mengeluarkan antikinase yang berfungsi menetralkan getah pancreas hospes. Mengenai siklus hidup parasit sangatlah penting. Dalam mempelajari ekologi parasit. redia dan serkaria. dari dalam telur akan keluar mirasidium yang harus membutuhkan hospes intermedier siput Lymnaea sp untuk berkembang menjadi sporokista. telur mengalami perkembangan dimana di dalam telur terbentuk larva stadium 1 dan 2 yang bersifat infektif dan akhirnya tertelan lagi oleh babi dan berkembang menjadi dewasa. yang dominant berpengaruh antara lain cara penyebaran (siklus hidup). cacing dewasa yang berpredileksi didalam kantung empedu bertelur dan keluar bersama tinja dan mencemari lingkungan. Cara penyebaran (siklus hidup) berpengaruh terhadap ekologi parasit. ADAPTASI BIOLOGI. untuk kelangsungan hidup parasit membutuhkan satu hospes definitive dan satu atau lebih hospes intermedier. 2. setidak – tidaknya ada tiga factor yang berperan antara lain : (1) Parasit. Contoh cacing Ascaris suum yang menginfeksi babi. pengendalian dan pemberantasan penyakit parasiter. untuk melangsungan hidup parasit memerkulan hanya satu hospes (hospes definitif) dan parasit ini biasanya memiliki fase bebas. karena pengendalian penyakit parasit tanpa dilandasi dengan pengetahuan siklus hidup parasit adalah sia – sia (2. adaptasi ini lebih memungkinkan untuk tahannya hidup parasit pada tempat predileksinya. FAKTOR PARASIT. (2) Hospes dan (3) Lingkungan yang saling mempengaruhi dan saling berhubungan dalam mempengaruhi persentase kejadian (Prevalensi infeksi ) atau Tingkat infeksi (Intensitas infeksi). serkaria akan keluar dari tubuh siput dan menempel pada rumput menjadi Metaserkaria infektif dan akhirnya harus tertelan oleh sapi.3) Siklus hidup parasit secara umum dapat dibedakan menjadi : 1. cacing dewasa bertelur dan keluar bersama tinja dan mencemari lingkungan. Contoh cacing hati Fasciola gigantica yang menginfeksi sapi. SIKLUS HIDUP secara TIDAK LANGSUNG.

ras. sinar matahari. Lingkungan yang paling dominant berpengaruh terhadap ekologi parasit seperti musim. Parasit adalah hewan renik yang dapat menurunkan produktivitas hewan yang ditumpanginya. . status immunitas dan status nutrisi. 2. FAKTOR LINGKUNGAN. FAKTOR HOSPES. tatalaksana peternakan Belum Diperiksa Tungau Varroa destructor pada tubuh lebah madu Gigitan serangga pada tubuh manusia. tidak semua parasit bisa merangsang terbentuknya tanggap kebal (kekebalan). sebagai contoh telur cacing Neoascaris sp lebih tahan kekeringan jika dibandingkan dengan telur Ascaris lainnya. suhu. Parasit dapat menyerang manusia dan hewan. yang paling dominant dari hospes mempengaruhi ekologi parasit antara lain : umur. Viabilitas (daya tahan hidup). jenis kelamin. 3. seperti menyerang kulit manusia. Contoh Eimeria tenella patogenitasnya paling tinggi dibandingkan dengan Eimeria (necatrix. curah hujan. Parasitoid adalah parasit yang menggunakan jaringan organisme lainnya untuk kebutuhan nutrisi mereka sampai orang yang ditumpangi meninggal karena kehilangan jaringan atau nutrisi yang dibutuhkan. Patogenitas. keadaan geografi.selain itu dari satu jenis yang berbeda varietasnya respon kekebalan yang terbentuk mungkin bisa jauh berbeda. acervulina. pre cox). sehingga pada daerah kering prevalensi dan intensitas infeksi Neoascaris sp umumnya akan lebih tinggi jika dibandingkan dengan Ascariasis. Immunogenitas. dari setiap parasit daya tahan hidupnya berbeda-beda. lingkungan merupakan faktor yang sangat penting dan sangat komplek dalam mempengaruhi ekologi parasit.hidup cacing hati akan terputus dan penyakit akan lenyap. satu jenis parasit menimbulkan kesusakan yang berbeda pada setiap jenis hewan dan bahkan pada hewan yang sama.

Predator pada umumnya lebih aktif dan mempunyai daur hidup yang lebih panjang. Demikian pula ukuran tubuh predator lebih besar bila dibandingkan dengan mangsanya. 1990). selain itu pada umumnya parasit memerlukan suatu individu inang bagi pertumbuhannya. selama hidupnya atau sebagian dari masa hidupnya. Bagi parasit. agak menetap dan cenderung memiliki daur hidup yang pendek.Parasitisme adalah bentuk simbiosis dari dua individu yang satu tinggal. sedangkan parasit pada umumnya memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil bila dibandingkan dengan inangnya (Natawigena. berlindung atau maka di atau dari individu lainnya yang disebut inang. . apakah dalam jangka waktu sampai dewasa atau hanya sebagian dari stadia hidupnya. sedangkan parasit tidak banyak bergerak. inang adalah habitatnya sedangkan mangsa bagi predator bukan merupakan habitatnya. sedangkan predator memerlukan beberapa mangsa selama hidupnya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful