MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA NY “F” DENGAN ABORTUS INKOMPLIT DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PANGKEP TANGGAL 29-30 JUNI

2012

KARYA TULIS ILMIAH Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat dalam Menyelesaikan Program Pendidikan Diploma III Kebidanan Stikes Mega Rezky Makassar

DIAN FITRI LATIF NIM : 08 3145 106 067

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MEGA REZKY MAKASSAR PROGRAM STUDI D III KEBIDANAN 2012 MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA NY “F” DENGAN ABORTUS INKOMPLIT DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PANGKEP TANGGAL 29-30 JUNI 2012 DIAN FITRI LATIF 08 3145 106 067 Karya Tulis Ini Disetujui Untuk Di Pertahankan Dalam Ujian Karya Tulis Ilmiah Di Hadapan Tim Penguji. Makassar, September 2012 Mengetahui :

Pembimbing I

Pembimbing II

Hj. Kasmah Mursalim, SKM,.M.Kes NIDN: 092 707 790 3

Hj. Nurbajani Tjanggi S.SiT.,MM. NIP: 090 612540

Jurusan Kebidanan Ketua

Prodi DIII Kebidanan Ketua

Hj. Nurbajani Tjanggi, S.ST., MM. NIDN: 090 612 540

Syamsuriyati, S.ST.,SKM,.M.Kes NIP: 0927047301

SURAT PERNYATAAN PERSETUJUAN WAKTU UJIAN Dengan ini menyatakan : Nama NIM Jurusan : DIAN FITRI LATIF : 08 3145 106 067 : Program D-III Kebidanan

Setuju untuk melakukan ujian karya tulis ilmiah dengan judul “Manajemen Asuhan Kebidanan Pada Ny “F” Dengan Abortus Inkomplit Di RS Umum Daerah pangkep Tanggal 29 – 30 Juni 2012” Hari / Tanggal Jam : Selasa : 18 September 2012 Mengetahui : Pembimbing I Pembimbing II

Hj. Kasmah Mursalim, SKM,.M.Kes NIDN: 092 707 790 3

Hj. Nurbajani Tjanggi, S.SiT.,MM. NIP: 090 612 540

Jurusan Kebidanan Ketua

Prodi DIII Kebidanan Ketua

Hj. Nurbajani Tjanggi, S.ST., MM. NIDN: 090 612 540

Syamsuriyati, S.ST.,SKM,.M.Kes NIP: 0927047301

PENGESAHAN TIM PENGUJI

Karya tulis ilmiah ini telah diperiksa dan disahkan oleh tim penguji program DIII Kebidanan Stikes Mega Rezki Makassar yang dilaksanakan pada :

Kes NIDN.MM :Hj.Kes : Hj. Suku/Bangsa 7. NIM 3. SKM. S. IDENTITAS PENULIS 1. S.M.Kes Mengetahui.M.Hari Tanggal : Selasa : 18 September 2012 TIM PENGUJI Penguji I Penguji II Penguji III : Syamsuriyati.M.ST.. 51 . Nurbajani Tjanggi. Nama 2.SiT.MM NIDN. Kasmah Mursalim. Jenis Kelamin 5. No. S.Perintis Kemerdekaan 6... 090 612540 Prodi DIII Kebidanan Ketua Syamsuriyati.ST. Nurbajani Tjanggi. Agama 6. Tempat/Tanggal Lahir 4. 092 7047301 RIWAYAT HIDUP A..SKM. S..SKM. Alamat :Dian Fitri Latif :08 3145 106 067 :Sawerigadi...SiT. 02 April 1990 :Perempuan :Islam :Muna/Indonesia :Jl. ( ( ( ) ) ) Jurusan Kebidanan Ketua Hj.

ayahanda La Ode Abdul latif Boy dan Ibunda Wa Ode Zaluwu Latif.B. Kec. RIWAYAT PENDIDIKAN 1. Oleh karena itu dengan segala hormat perkenankan penulis mengucapkan terima kasih banyak terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya Terkhusus kepada orang tua tercinta. 1 Sawerigadi 2008 4. Tamat SMU Neg. sehingga Karya Tulis Ilmiah ini dapat diselesaikan yang merupakan salah satu syarat menyelesaikan pendidikan di jurusan kebidanan Program D III kebidanan Stikes Mega Rezky Makassar dengan judul “Manajemen asuhan kebidanan pada Ny. menyayangi serta memberi dukungan baik moril maupun finansial sampai hari ini. Tidak lupa penulis ucapkan terima kasih kepada yang terhormat : . Tamat SDN 15 Sawerigadi. Penulis menyadari bahwa karya tulis ilmiah ini tidak akan terselesikan tanpa dukungan dan bantuan dari berbagai pihak yang telah banyak meluangkan waktunya untuk memberikan curah pikiran dan tenaganya demi kesempurnaan penulisannya. 2 Lawa Tahun 2005 3. Megikuti Pendidikan Prodi D III Kebidanan Stikes Mega Rezky Makassar sejak Tahun 2008 sampai 2012 KATA PENGANTAR Bissmillahi Rahmani Rahim Puji dan syukur penulis panjatkan kehadiran Allah SWT yang telah melimpahkan karunia dan rahmat-Nya. Tamat SMP Neg. Barangka. Kab. yang tak pernah lelah mendoakan.”F” dengan abortus inkomplit di Rumah Sakit Umum Daerah Pangkep”.Muna 2002 2.

5. M. Ibu Sumarni. Ibu Syamsuriyati. Bapak F.. Teristimewa kepada saudara-saudaraku Benny Latif Boy. dukungan serta doa restunya kepada penulis. SKM selaku Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Pangkep 9.MM.Kes. 4. Suriyani. Telah bersedia berkoban serta sangat bijak dan profesional dalam membimbing penulis ketika proses pembuatan dan penyusunan Karya Tulis Ilmiahs 8. MH selaku ketua Yayasan Pendidikan Islam Mega Rezky Makassar 3. Kasmah Mursalim. selaku ketua program D III Kebidanan Stikes Mega Rezky Makassar 6.SKM.SKM. M. H. Rekan-rekan seperjuangan mahasiswa program D III kebidanan Stikes Mega Rezky Makassar yang telah membantu dan memberikan dorongan dalam proses penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini. MH.. Dwi Djokopurnomo. Wa Ode Umniyah Salah Latif.ST. selaku ketua jurusan kebidanan Stikes Mega Rezky Makassar sekaligus sebagai pembimbing dalam penulisan karya tulis ilmiah. S.Kes selaku Pembimbing Akademik 7. 12. Alimuddin.1.M.M. dr. 11.PH selaku ketua Stikes Mega Rezky Makassar. Bardin Latif Boy.sahabat yang sangat baik dan telah banyak memberikan canda dan tawanya serta dukungan dan kerja samanya selama penulis mengikuti pendidikan. Sahabat. S. Segenap dosen dan Staf Pegawai dilingkungan Stikes Mega Rezky Makassar 10. S. Hj. SH. Ibu Hj. dan Wa Ode Muflihah Latif yang telah banyak memcurahkan kasih sayang. M.SiT. SKM.. Bapak Dr. Ibu Nurbajani Tjanggi. Bapak H. Manaba AMR.Kes. selaku penasehat Pembina Yayasan Pendidikan Islam Stikes Mega Rezky Makassar 2.. SH. .Kn.ST.

................................... Penulis menyadari bahwa karya Tulis ini masih jauh dari kesempurnaan dan masih banyak kekurangan.......................................................... 27 Agustus 2012 Dian Fitri latif DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL HALAMAN PERSETUJUAN ...................iii KATA PENGANTAR ............................ Kesempurnaan takkan pernah digapai dengan hati yang ditutupi keangkuhan.....................................iv DAFTAR ISI ....vi ............................................. baik dari segi penyusunan kalimat maupun dari bobot keilmiahannya. oleh karena itu dengan segala kerendahan hati penulis mohon maaf dan bersedia menerima kritikan dan saran yang konstruktif untuk Karya Tulis Ilmiah ini.i HALAMAN PENGESAHAN .................................ii BIODATA ....................................Dan untuk seluruh pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah memberikan doa dan support kepada penulis serta rasa syukur yang teramat sangat kepada Allah SWT yang selalu memberi kemudahan untuk segala aktivitas yang kita kerjakan............ Amin Makassar................................................................................................. Akhir kata semoga Karya Tulis Ilmiah ini dapat betmanfaat bagi penulis dan rekanrekan sekalian...................................................................................

.................................... Gejala Lain Dari Abortus Inkomplit ........ Diagnosis Abortus ..... Tinjauan tentang abortus.12 5.............................................................................................................................................7 a..............................18 ....................................................................................... Latar belakang ..........................4 1) Tujuan Umum.................................................... Abortus inkomplit ..................................................... Gambaran klinis Abortus inkomplit .......................................7 1................................... Pengertian Abortus inkomplit............. Manfaat Penulisan .......7 b.......................................................................................................6 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A... Klasifikasi Abortus......................4 C......... Abortus secara umum.....1 B. Metode penulisan ................... Penanganan ................................. Tinjauan umum tentang Abortus Inkomplit.....BAB I PENDAHULUAN A............................12 6................................................................................................................15 B...10 4........... Tujuan Penulisan .................... Komplikasi Abortus ............17 1............................................................................................................................................................... Ruang Lingkup Pembahasan .................................................................................................................17 3.........................17 2..........................................................................................13 7......................................4 2) Tujuan Khusus...........................................................................4 D.........................8 2................................................ Patofisiologi Abortus ............5 E................ Etiologi Abortus ..................................................... Pengertian......................8 3.....................................

..........39 : Pelaksanaan Asuhan kebidanan ………………………...........58 B....18 1.........……...............................20 4................ Pengertian Manajemen Kebidanan ........ Standar Nomenklatur Asuhan Kebidanan ................................................... Saran ……………………………………………………………………….......................................………........C............ Kesimpulan …………………………………………………………………............ Bagan Manajemen Asuhan Kebidanan ... Dokumentasi dalam bentuk SOAP .....19 3......... Tahapan Manajemen Asuhan Kebidanan ........18 2........25 5.34 : Merumusan diagnose / Masalah Potensial………………37 : Tindakan Segera / Kolaborasi ……………………………........................39 : Rencana Tindakan Asuhan Kebidanan .....28 : Merumuskan diagnose / Masalah Aktual …………..........................41 : Evaluasi …………………………………………………… .59 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN ......27 BAB III STUDI KASUS Langkah I Langkah II Langkah III Langkah IV Langkah V Langkah VI Langkah VII : Mengidentifikasi data dasar ………………...43 BAB IV PEMBAHASAN ………………………………………………………… …51 BAB V PENUTUP A............................. Konsep Dasar Manajemen Asuhan Kebidanan...

DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Lampiran 2 Lampiran 3 Lampiran 4 : Lembar Konsul : Usulan Judul KTI : Rekomendasi Pengambilan Data Awal : Surat Keterangan selesai Meneliti dari RSUD. PANGKEP .

DAFTAR TABEL Tabel 1 Tabel 2 : Pendokumentasian Manajemen asuhan Kebidanan : Gejala klinis Abortus .

2008) Asuhan kebidanan adalah suatu penerapan fungsi dan kegiatan yang menjadi tanggung jawab dalam memberikan pelayanan kebidanan pada pasien yang mempunyai kebutuhan atau masalah dalam bidang kesehatan. ibu pada masa nifas. Melindungi kesehatan masyarakat dengan menjamin tersedianya upaya kesehatan yang paripurna. bermutu dan berkeadilan. bayi baru kahir dan keluarga berencana. dan elemen-elemen dalam proses manajemen dilaksanakan berulang-ulang membentuk sebuah siklus yang terarah dan teratur. Visi ini dituangkan menjadi empat misi yaitu Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pemberdayaan masyarakat. (Simatupang. Abortus adalah pengeluaran hasil konsepsi yang terjadi pada umur kehamilan ˂ 20 minggu dan berat badan janin ˂ 500 gram. serta Menciptakan tata kelola kepemerintahan yang baik. ibu pada masa hamil. Latar belakang Dalam visi dan misi Indonesia sehat 2014 adalah “Masyarakat Yang Mandiri dan Berkeadilan“. Elemen-elemen tersebut dijalankan dengan aktivitas yang saling berkaitan. termasuk swasta dan masyarakat madani.BAB I PENDAHULUAN A. merata. Adapun dampak dari masalah bila tidak mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat maka dapat menambah angka . Manajemen adalah sebuah proses karena manajemen memerlukan waktu untuk melaksanakannya. menjamin ketersediaan dan pemerataan sumberdaya kesehatan.

9%. terlalu sering melahirkan 37%. sedangkan penyebab tidak langsung adalah rendahnya akses pada perempuan dalam mendapatkan layanan. (Ericca.000 .000 kelahiran pada tahun 2009. karena kementerian telah menyiapkan beberapa program termasuk juga pengawasan dan evaluasi. terlalu tua saat melahirkan 13. syok dan perforasi. dan terlalu pendek waktu melahirkan 9. Pada 2015 mendatang angka kematian ibu melahirkan di Indonesia ditargetkan menurun menjadi 103 kematian per 100.000 kelahiran.3%. Menurut WHO (World Health Organisation). (Manuaba.000 kelahiran. Menurut WHO (World Health Organisation). Abortus inkomplit adalah keguguran tidak lengkap sebagian dari buah kehamilan telah dilahirkan tapi sebagian jaringan masih tertinggal didalam rahim.4%. di seluruh dunia sekitar 40-60 juta ibu yang tidak menginginkan kehamilannya melakukan aborsi setiap tahun.. Namun angka kematian ibu di Indonesia saat ini pada tahun 2010 tergolong masih cukup tinggi yaitu mencapai 228 kematian per 100.kematian ibu yang di sebabkan oleh komplikasi dari abortus yaitu terjadi infeksi. terlalu muda 0. infeksi 11% dan aborsi tidak aman sebesar 5%. 2001) Adapun penyebab langsung kematian ibu di Indonesia pada tahun 2007 adalah perdarahan yang mencapai 28%. Sekitar 500. Walaupun sebelumnya Indonesia telah mampu melakukan penurunan dari angka 300 kematian per 100. pre eklamsi dan eklamsi 24%. 2011) Penanganan yang terpenting dalam menangani masalah abortus adalah bidan mampu mengetahui dari gejala-gejala abortus agar dalam mendiagnosa suatu masalah tepat dan sebaiknya dalam hal ini bidan melakukan kolaborasi dengan dokter dan di tunjang oleh fasilitas yang memadai.

Di Sulawesi selatan berdasarkan data yang di peroleh dari dinas kesehatan tingkat 1 dari bulan januari – desember 2007 jumlah ibu yang mengalami abortus 2478 orang dan yang mengalami kematian 4 orang dan pada tahun 2008 jumlah ibu yang mengalami abortus adalah 2571 orang dan yang mengalami kematian 2 orang dan pada tahun 2009 jumlah ibu yang mengalami abortus adalah 2571 orang dan yang mengalami kematian 6 orang. B.0 kematian per 100.000 kelahiran hidup dan di singapura 6 kematian per 100. 1997). AKI di Indonesia tahun 2010 masih cukup tinggi bahkan tertinggi di ASEAN (Association of Southeast Asian Nations) yakni 228 kematian per 100.ibu mengalami kematian yang disebabkan oleh kehamilan dan persalinan. brunai 39.000 kelahiran hidup. insipeins 9 orang. Ruang Lingkup Pembahasan Berdasarkan latar belakang diatas peneliti tertarik untuk melakukan penulisan dengan judul abortus inkomplit yang diharapkan dapat membahas bagaimana .000 kelahiran hidup. memberikan motivasi pada penulis untuk melaksanakan asuhan kebidanan pada kasus abortus inkomplit. C. (Ericca. provokatus 11 orang. sekitar 30-50 % di antaranya meninggal akibat komplikasi abortus yang tidak aman dan sekitar 90 % kematian tersebut terjadi di Negara berkembang termasuk Indonesia. infeksiosa 4 orang. Masih tingginya angka kejadian abortus yang menyebabkan perdarahan. 2011). (Susanto.E. AKI di Filipina 170 kemaian per 100.000 kelahiran hidup.000 kelahiran hidup. Sedangkan data yang diperoleh dari rumah sakit Pangkep jumlah kasus abortus yang pernah dirawat mulai januari – desember 2011 tercatat 162 kasus abortus di antaranya terdapat 138 orang abortus inkomplit. di Thailand 44 kematian per 100.

Tujuan umum Dapat memperoleh pengalaman nyata tentang pelaksanan asuhan kebidanan abortus inkomplit di rumah sakit dengan pendekatan manajemen kebidanan. 2. Dapat mengevaluasi tentang efektifitas tindakan yang telah dilaksanakan pada kasus abortus inkomplit di RS. Manfaat Penulisan 1. d. c. Dapat melaksanakan tindakan segera dan kolaborasi pada kasusaobortus inkomplit di RS. Tujuan Penulisan 1. Dapat mendokumentasikan hasil asuhan kebidanan pada kasus abortus inkomplit di RS D. C. Manfaat ilmiah . f. b.mendalami studi kasus tentang manajemen asuhan kebidanan pada Ny “F” dengan abortus inkomplit. Dapat melaksanakan pengkajian pada klien dengan kasus abortus inkomplit di RS. Tujuan khusus a. h. e. Dapat melaksanakan rencana tindakan asuhan kebidanan pada kasus abortus inkomplit di RS. g. Dapat melaksanakan implementasi secara langsung dari rencana asuhan kebidanan yang telah disusun pada kasus abortus inkomplit di RS. Dapat mengantisipasi kemungkinan timbulnya diagnose atau masalah potensial pada kasus abortus inkomplit di RS. Dapat menganalisa dan mempresentasikan data untuk menetukan diagnose masalah actual pada kasus abortus inkomplit di RS.

. Hasil asuhan yang telah di berikan di harapkan dapat menjadi informasi pada instansi departemen kesehatan dan instansi terkait.Sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan diploma III akademi kebidanan Stike Mega Rezky Makassar. Studi kepustakaan Penulis mempelajari dan membaca buku serta literature dari berbagai sumber yang berhubungan dengan abortus inkomplit. Manfaat bagi penulis Merupakan pengalaman paling berharga bagi penulis. Observasi Data diperoleh dengan cara melakukan kunjungan dan pemantauan secara lengsung kepada klien. 3. sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan menambah wawasan khususnya dalam memberikan asuhan kebidanan pada Ny “F” dengan abortus inkomplit. Metode Penulisan Penulisan kasus ini menggunakan beberapa metode yaitu : 1. 2. Manfaat praktis a. Studi kasus Dengan menggunakan proses maamjemen kebidanan komprehensif data yang dikumpulkan hingga evaluasi yang didapatkan dengan menggunakan metode : a. b. Hasil asuhan yang telah di berikan di harapkan dapat menjadi sumber informasi untuk RS. 2. E.

OG demi kelancaran dan terselesaikannya penulisan karya tulis ini. Tinjauan Tentang Abortus 1. (Syaifuddin B.b. Diskusi Dalam hal ini penulis melakukan diskusi dengan tenaga kesehatan terutama bidan dan dokter Sp. BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. 4. (Elstar Offest. 2001). c. Pemeriksaan fisik Penulis melakukan pemeriksaan fisik secara sistematis mulai dari kepala hingga kaki pada klien untuk memperoleh data yang objektif. . Studi dokumentasi Penulis membaca dan mempelajari status klien berdasarkan dengan catatan medic yang berkaitan kasus klien. (Syaifuddin B. 3. Definisi lain dari abortus adalah berakhirnya suatu kehamilan (oleh sebab-sebab tertentu) atau sebelum kehamilan tersebut berusia 22 minggu atau buah kehamilan belum mampu untuk hidup diluar kandungan. Pengertian a. Abortus dapat juga dikatakan sebagai perdarahan pervaginam pada kehamilan ˂ 22 minggu. 2000). Abortus adalah berakhirnya kehamilan sebelum anak dapat hidup diluar kandungan. b. 2000).

(Manuaba. 1998). 2. R 1998). Abortus adalah pengeluaran hasil konsepsi pada usia kehamilan ˂ 20 minggu atau berat janin ˂ 500 gram. 1998). 1998). h. i. 1998). Abortus merupakan berhentinya proses kehamilan sebelum berumur 28 minggu atau berat janin 1. Dimana abortus spontan dapat dibagi atas : (Mochtar R. 2001). Abortus inkomplit adalah pengeluaran hasil konsepsi hanya sebagian yang dikeluarkan dengan tertinggal desidua atau plasenta. Menurut jeffcoat. g. (Manuaba. 1) Abortus kompletus (keguguran lengkap) adalah seluruh hasil konsepsi dikeluarkan (desidua dan fetus). 2005). (Mochtar R.000 gram. 1998). yaitu fetus belum dapat hidup di dunia luar. semata-mata disebabkan oleh factor-faktor alamiah atau terjadi tanpa unsure tindakan diluar dan dengan kekuatan sendiri. (wiknjosastro H. Berdasarkan pengertian diatas maka kesimpulan yang dapat ditarik bahwa abortus adalah keluarnya hasil konsepsi dari dalam rahim sebelum kehamilan mencapai 20 minggu dan berat ˂ 500 gram. sehingga rongga rahim kosong. . f. Abortus inkomplit adalah pengeluaran sebagian hasil konsepsi pada kehamilan sebelum 20 minggu dengan masih adanya sisa tertinggal dalam uterus. abortus adalah pengeluaran dari hasil konsepsi sebelum usia kehamilan 28 minggu. (Mochtar. 1998). e.d. (Manuaba. (Mochtar R. Klasifikasi Abortus a. (Elstar Offest. Abortus inkomplit adalah keguguran yang tidak lengkap sebagian buah kehamilan tapi sebagian jaringan masih tertinggal. Abortus spontan Abortus spontan yang terjadi dengan tidak diketahui factor-faktor mekanis ataupun medisinalis.

1998). 1998). 3) Abortus inkomplit adalah keguguran bersisa artinya pengeluaran sebagian konsepsi pada kehamilan sebelum 22 minggu dengan masih ada sisa tertinggal dalam uterus. Abortus provokatus (induced abortion) Adalah abortus yang disengaja. (Mochtar R. Dalam hal ini keluarnya fetus masih dapat dipertahankan atau dicegah dengan memberikan obatobatan hormonal dan anti pasmodika serta istirahat. 1998). 7) Abortus infeksiosus adalah keguguran yang disertai infeksi genetalia sedangkan abortus septic adalah abortus infeksiosus berat disertai penyebaran kuman atau toksinnya kedalam peredaran darah atau peritoneum. 1998). 6) Abortus habitualis adalah keguguran berulang dimana penderita mengalami keguguran berturut-turut 3 kali atau lebih. 1998). abortus ini dibagi menjadi sebagai berikut : 1) Abortus medisinalis . b. (Mochtar R. tetapi tertahan didalam rahim selama 2 bulan atau lebih setelah janin mati. (Mochtar R. (Elstar. (Mochtar R.2) Abortus insipiens adalah keguguran yang sedang berlangsung dengan ostium sudah terbuka dan ketuban yang teraba. pada abortus insipiens kehamilan tidak dapat dipertahankan lagi. 2001). (Mochtar R. 5) Missed Abortion (keguguran tertunda) adalah keadaan dimana janin telah mati sebelum minggu ke 22. 4) Abortus imminens adalah keguguran yang membakat dan akan terjadi. baik dengan memakai obat-obatan maupun dengan alat.

virus. b. 1998). Kelainan pertumbuhan hasil konsepsi dapat menyebabkan kematian janin atau cacat. radiasi. Hal ini dapat disebabkan : a. kelainan yang sering ditemukan pada abortus spontan ialah trisomi. sehingga plasenta tidak dapat berfungsi. bila lingkungan di endometrium sekitar tempat implantasi kurang sempurna sehingga pemberian zat-zat makanan pada hasil konsepsi terganggu. biasanya perlu mendapat persetujuan 2 sampai 3 tim dokter. poliploidi dan kemungkinan pula kelainan kromosom seks. 2) Lingkungan yang tidak sempurna. kelainan berat biasanya menyebabkan kematian mudigah pada hamil muda. (Mochtar R. obat-obatan dan sebagainya. (Mochtar R. 2) Abortus kriminalis Adalah abortus yang terjadi oleh karena tindakan yang tidak legal atau tidak berdasarkan indikasi medis. dengan alasan bila ke hamilan dilanjutkan dapat membahayakan jiwa ibu. Kelainan pada plasenta 1) Infeksi pada plasenta dengan berbagai sebab. . Factorfaktor yang menyebabkan kelainan dalam pertumbuhan adalah sebagai berikut : 1) Kelainan kromosom. Etiologi abortus Pada kehamilan muda abortus tidak jarang didahului oleh kematian mudigah atau sebaliknya. 3.Adalah abortus karena berdasarkan indikasi medis. 3) Pengaruh dari luar. Dapat mempengaruhi baik hasil konsepsi maupun lingkungan hidupnya dalam uterus. Pengaruh ini umumnya dinamakan pengaruh teratogen. 1998). pada kehamilan lebih lanjut biasanya janin dikeluarkan dalam keadaan masih hidup.

peri tonisis ummu dan penyakit menahun. 2002). laparatomi. Bagian yang terlepas dianggap benda asing sehingga rahim berusaha untuk mengeluarkan dengan berkontraksi. tetapi harus diingat bahwa hanya retroversion uteri gravid inkaserata atau mioma submukosum yang memegang peranan penting. 3) Hipertensi menyebabkan gangguan peredaran darah ke plasenta menimbulkan keguguran. mioma uteri. Penyakit ibu Penyakit mendadak seperti pneumonia. Pengeluaran tersebut dapat terjadi secara spontan seluruhnya atau sebagian masih tertinggal sehingga dapat menyebabkan berbagai sehingga . keracunan.2) Gangguan pada pembuluh darah plasenta yang diantaranya pada penderita diabetes mellitus. tifus abdominalis. kelainan bawaan uterus dapat menyebabkan abortus. malaria dan lain-lain dapat menyebabkan abortus. (Wiknjosastro H. pielonefritis. Patofisiologi abortus Patofisiologi terjadinya keguguran mulai dari terlepasnya sebagian atau seluruh jaringan plasenta. Sebab lain abortus adalah dalam trimester II adalah serviks inkomplit yang dapat disebabkan oleh kehamilan bawaan pada serviks. dilatasi serviks atau robekan serviks uteri yang tidak dijahit. yang menyebabkan perdarahan sehingga terjadi kekurangan oksigen. anemia berat. Toksin. bakteri. sehingga dapat menyebabkan kematian janin dan kemudia terjadi abortus. d. Keadaan traktus genetalis Retroversion uteri. 4. virus atau plasmodium dapat melalui plasenta masuk ke janin. c.

hasil konsepsi dikeluarkan seluruhnya. diikuti oleh nekrosis jaringan sekitarnya. Perforasi Perforasi uterus pada kerokan dapat terjadi terutama pada uterus dalam hiperrentrofleksi. Infeksi posisi . Karena dianggap benda asing. sedangkan kehamilan 8-14 minggu telah masuk agak dalam. (Mochtar R. kemudian atau seluruh hasil konsepsi terlepas. b. perforasi. 5. a. Perdarahan Perdarahan dapat diatasi dengan pengosongan uterus dari sisa-sisa hasil konsepsi dan jika perlu pemberian tranfusi darah. Pada permulaan terjadi perdarahan dalam desidua. karena vili korialis belum menembus desidua terlalu dalam. 1998). infeksi dan syok. terjadi perdarahan dan disertai pengeluaran seluruh atau sebagian hasil konsepsi. karena itu banyak terjadi perdarahan. Pada kehamilan dibawah 8 minggu. 1998). Oleh karena itu keguguran memberi gejala umum sakit perut karena kontraksi rahim. (Manuaba. c. Kematian karena perdarahan dapat terjadi apabila pertolongan tidak diberikan pada waktunya. Komplikasi abortus Komplikasi yang berbahaya pada abortus adalah perdarahan. sehingga sebagian keluar dan sebagian lagi akan tertinggal.penyakit. maka uterus berkontraksi untuk mengeluarkannya.

parametrium dan peritoneum. f. Syok Pada abortus biasanya terjadi karena perdarahan (syok hemoragik) dan karena infeksi berat. d. terjadilah peritonitis umum atau sepsis dan kemungkinan diikuti oleh syok. b. Dapat diikuti oleh pengeluaran hasil konsepsi e. Apabila infeksi menyebar lebih jauh. Pemeriksaan fundus uteri c. 2002). (Wiknjosastro H. Hasil pemeriksaan fisik terhadap penderita bervariasi : a. Disertai sakit perut d. 6. Pemeriksaan dalam : 1) Serviks uteri masih tertutup 2) Serviks sudah terbuka dan dapat teraba ketuban dan hasil konsepsi dalam kavum uteri pada kanalis servikalis . Tinggi dan besarnya tetap dan sesuai umur kehamilan. Tinggi dan besarnya sudah mengecil. e. Terjadi perdarahan c. Diagnose abortus Diagnose abortus diperlukan beberapa criteria sebagai berikut: a. tuba. d.Pada abortus septic virulensi bakteri tinggi dan infeksi menyebar ke miometrium. Fundus uteri tidak teraba diatas sympisis. Pemeriksaan hasil tes hamil masih positif atau sudah negative. Pemeriksaan fisik bervariasi tergantung jumlah perdarahan. Terdapat keterlambatan datang bulan b.

3) Besarnya rahim (uterus) telah mengecil. 4) Konsistensinya lunak. (Manuaba, 1998) 5) Pikirkan kemungkinan kehamilan ektopik pada wanita anemia, PID, gejala abortus atau keluhan nyeri tidak biasanya. (saifuddin B, 2002) Selain itu berikut ini adalah gejala klinis dari jari-jari abortus : No. ABORTUS 1 GEJALA KLINIS

Abortus inkomplit1. Amenorhea 2. Sakit perut (kram / nyeri perut bagian bawah) 3. Mules-mules 4. Perdarahan biasanya berupa stolsel (darah beku) 5. Perdarahan bisa sedikit atau banyak 6. Sudah ada keluar fetus atau jaringan 7. Setelah terjadi abortus dengan pengeluaran jaringan perdarahan berlangsung terus. 8. Pada VT untuk abortus yang baru tejadi didapati serviks terbuka, kadang-kadang dapat diraba sisasisa jaringan dalam kanalis servikalis atau kavum uteri.

2

Abortus imminens 1.

Perdarahan pervaginam, dengan atau tanpa disertain kontraksi.

2.

Serviks masih tertutup jika janin masih hidup, umumnya dapat bertahan sampai kehamilan aterm dan lahir normal.

3

Abortus insipiens 1. Perdarahan pervagianam, dengan kontraksi makin

lama makin kuat dan makin sering. 2. Serviks terbuka. 3. Hasil konsepsi masih dalam rahim. 4 Abortus kompletus 1. Nyeri yang hebat. 2. Jaringan hasil konsepsi keluar semua. 3. Perdarahan sedikit. 4. OUE telah menutup 5. Uterus mengecil. 5 Missed abortion 1. Hipofibrinogenik gangguan penjendalan / koagulasi darah. Dengan pemeriksaan CTBT (clothing timebleeding time) akan memanjang.

7. Penanganan a. Penanganan umum 1) Lakukan penilaian secara cepat mengenai keadaan umum pasien, termasuk tandatanda vital. 2) Periksa tanda-tanda syok (pucat, berkeringat banyak, pingsan tekanan sistolik ˂ 90 mmHg, nadi ˃ 112 x/i). 3) Jika dicurigai ada syok, segera mulai penanganan syok, jika tidak tidak terlihat tandatanda syok, tetap pikirkan kemungkinan tersebut saat penolong melakukan evaluasi mengenai kondisi wanita karena kondisinya dapat memburuk dengan cepat, jika terjadi syok, sangat penting untuk memulai penanganan syok dengan segera. 4) Jika pasien dalam keadaan syok, pikirkan kemungkinan kehamilan ektopik terganggu.

5) Pasang infuse dengan jarum besar (16 G atau lebih besar) berikan larutan garam fisiologis atau RL dengan tetesan cepat (500 ml dalam 2 jam pertama), (saifuddin B, 2002). b. Penanganan abortus inkomplit 1) Jika perdarahan tidak seberapa banyak dan kehamilan ˂ 16 minggu, evakuasi dapat dilakukan secara digital atau dengan cunam ovum untuk mengeluarkan hasil konsepsi yang keluar melalui serviks. Jika perdarahan berhenti, beri ergometrium 0,2 mg IM atau misoprostol 400 mg per oral. 2) Jika perdarahan banyak atau terus berlangsung dan usia kehamilan ˂ 16 minggu, evakuasi sisa hasil konsepsi dengan : a) Aspirasi Vacum Manual (AVM) merupakan metode yang terpilih. Evakuasi dengan kuret tajam sebaiknya hanya dilakukan jika AVM tidak tersedia. b) Jika evakuasi belum dapat dilakukan segera, beri ergometrium 0,2 mg IM (dapat di ulangi setelah 4 jam jika perlu). 3) Jika kehamilan ˃ 16 minggu a) Berikan infuse oksitosin 20 unit dalam 500 ml cairan IV (garam fisiologis atau RL) dengan kecepatan 40 tetes/menit sampai terjadi ekspulsi konsepsi. b) Jika perlu berikan misoprostol 200 mg pervaginam setiap 4 jam sampai terjadi ekspulsi hasil konsepsi (maksimal 80 mg) c) Evakuasi sisa hasil konsepsi yang tertinggal dalam uterus. d) Pastikan untuk tetap memantau kondisi ibu setelah penanganan, (saifuddin B, 2002). B. Tinjauan umum tentang abortus inkomplit

Abortus inkomplit ditandai dengan dikeluarkannya sebagian hasil konsepsi dari uterus. 2) Dapat diraba jaringan dalam rahim atau kanalis servikalis 3) Dengan pemeriksaan inspekulum perdarahan bertambah. (Wiknjosastro H. 1998) 3. kadang-kadang dapat diraba sisa-sisa jaringan dalam kanalis servikalis atau kavum uteri. 2) Perdarahan mendadak banyak menimbulkan keadaan gawat. 2. 2002). sehingga sisanya memberikan gejala klinis sebagai berikut : 1) Perdarahan memanjang.1. Gejala lain dari abortus inkomplit antara lain : 1) Amenorea 2) Sakit perut 3) Mulas-mulas 4) Perdarahan biasa sedikit atau benyak 5) Biasanya perdarahan berupa stolsel 6) Sudah ada keluar fetus atau jaringan 7) Pada abortus yang sudah lama terjadi atau pada abortus provokatus yang dilakukan oleh orang-orang tidak ahli. . sering terjadi infeksi. (Mochtar R. serta uterus yang berukuran lebih kecil dari seharusnya. sampai terjadi keadaan anemis. Gambaran klinis abortus inkomplit Pada pemeriksaan dapat dijumpai gambaran sebagai berikut: 1) Kanalis servikalis terbuka. 8) Pada pemeriksaan dalam (VT) untuk abortus yang baru terjadi didapati serviks terbuka. 3) Terjadi infeksi degan ditandai suhu tinggi. 4) Dapat terjadi degenerasi ganas (koriokarsinoma).

Konsep Dasar Manajemen Asuhan kebidanan 1. Manajemen kebidanan adalah proses pemecahan masalah yang digunakan oleh bidan serta merupakan metode yang terorganisasi melalui tindakan yang logical dalam pemberian pelayanan. Hal ini merupakan suatu metode pengorganisasian rangkaian pemikiran dan tindakan dalam ukuran dalam ukuran logis bagi kedua pihak yaitu pasien dan pelaksana pelayanan kesehatan. Pengertian lain dari manajemen kebidanan adalah alat yang mendasari seorang bidan untuk memecahkan masalah klien dalam berbagai situasi dan kondisi yaitu dengan tekhnik antara alin observasi. Proses ini menggambarkan ketentuan atau syarat-syarat prilaku yang diharapkan dan si pemberi jasa pelayanan klinik. Hal tersebut diatas menyatakan dengan jelas tidak hanya menyangkut proses pikir dan bertindak akan tetapi juga tingkat perilaku yang diharapkan untuk dicapai dan setiap step dalam penemuan dan pengambilan keputusan demi menyediakan pelayanan kebidanan yang aman dan menyeluruh. wawancara. Ke 7 langkah terdiri dari keseluruhan kerangka kerja yang dapat dipakai dalam segala situasi.C. Setiap langkah bagaimanapun juga dapat dipecah/dirubah untuk . Tahapan manajemen kebidanan Proses manajemen adalah sustu proses pemecahan masalah dimulai dalam bidang keperawatan kebidanan pada awal tahun 1970-an. Pengetian manajemen asuhan kebidanan menurut Varney’s Midwifery Manajemen kebidanan adalah suatu metode pendekatan pemecahan masalah yang digunakan oleh bidan dalam pemberian asuhan kebidanan. anamnesa dan pemeriksaan. 2.

Menilai adanya kebutuhan untuk intervensi segera oleh bidan atau oleh dokter dan atau tindakan konsultasi/kolaborasi oleh tim kesehatan lain berdasarkan kondisi klien. dan ini sangat bervariasi dengan bagaimana kondisi klien saat itu. review dan data laboratorium serta laporan singkat . Hal-hal yang perlu dari setiap proses manajemen : 1. Melaksanakan rencana tindakan secara efisien dan menjamin rasa aman klien. d. c. pemeriksaan fisik dan pemeriksaan panggul atas indikasi review dari keadaan sekarang dan catatan RS terdahulu. g. Rangkaian/langkah tersebut sebagai berikut : a. Memeriksa dengan memperoleh seluruh data yang dibutuhkan untuk penilaian secara sempurna dari klien. e. Mengantisipasi diagnose atau masalah potensial yang mungkin dapat terjadi dan masalah / diagnose yang telah diidentifikasi.sebagai batas tugas kewajiban. Menilai tentang efektifitas tindakan yang telah diberikan serta mengadakan penyesuaian kembali pada langkah sebelumnya pada setiap aspek dan proses manajemen yang tidak efektif. Mengembangkan suatu rencana tindakan yang komprehensif dengan didukung oleh penjelasan serta rasional yang benar dengan penekanan pada keputusan yang diambil pada tahap selanjutnya. LANGKAH I IDENTIFIKASI DATA DASAR Adapun pengumpulan data yang komplit untuk menilai klien. Mengidentifikasi masalah atau diagnose secara teliti berdasarkan interpretasi data yang benar. f. b. Data ini termasuk riwayat.

Bidan mengumpulkan data dasar secara komplit walaupun pasien mengalami komplikasi yang membutuhkan penyampaian kepada dokter untuk konsultasi atau kolaborasi. Betapa masalah tidak dapat didefinisikan sebagai suatu diagnose.dan keterangan tambahan. Masalah lebih sering berhubungan dengan apa yang dialami oleh pasien dan diagnose yang telah ditetapkan dan lebih sering diidentifikasi oleh bidan dengan berfokus pada apa yang dikemukakan oleh klien secara individual. 3. pencegahan jika memungkinkan. Semua informasi saling terkait dan semua sumber adalah berhubungan dengan kondisi klien. 2. Pada saat seperti ini langkah I mungkin overlap dengan langkah V atau VI (atau merupakan bagian dari rangkaian yang berkelanjutan) sesuai data yang dikumpulkan dari hasil pemeriksaan laboratorium dan hasil pemeriksaan diagnostic lain. LANGKAH III MERUMUSKAN DIAGNOSA / MASALAH POTENSIAL Identifikasi adanya diagnosa atau masalah potensial lain dan diagnose atau masalah saat sekarang adalah merupakan urusan antisipasi. LANGKAH II MERUMUSKAN DIAGNOSA / MASALAH AKTUAL Langkah ini dikembangkan dari interpretasi data kedalam identifikasi yang spesifik mengenai masalah atau diagnose. 4. LANGKAH IV TINDAKAN SEGERA / KOLABORASI . Pada langkah ini sangat vital untuk perawatan yang aman. Kata masalah atau diagnose digunakan keduanya. menunggu dan waspada dalam persiapan untuk segala sesuatu yang dapat terjadi. akan tetapi membutuhkan suatu pertimbangan dalam pengembangan suatu rencana yang komprehensif untuk pasien.

atau dengan kata lain apapun yang menyinggung setiap aspek yang termasuk dalam perawatan yang diterima. sebagai hasil perkembangan dan tanda-tanda khas sekarang ini dan antisipasi diagnose dan masalah. beberapa data memberi indikasi adanya situasi emergensi dimana bidan terus bertindak segera dalam rangka menyelamatkan nyawa ibu atau janin. keluarga/budaya atau masalah-masalah psikologis. tugas pada langkah ini termasuk diskusi dan penyusunan rencana tindakan bersama dengan pasien sebagai suatu konfirmasi atau . Pada suatu tindakan yang komprehensif tidak hanya termasuk indikasi apa yang timbul berdasarkan kondisi klien dan masalah apa yang berhubungan dengan kondisi tersebut. Beberapa jenis data dapat menunjukkan adanya situasi yang memerlukan tindakan dokter. LANGKAH V RENCANA TINDAKAN ASUHAN KEBIDANAN Penembangan suatu rencana komprehensif yang ditentukan berdasarkan langkah sebelumnya.Menggambarkan sifat proses manajemen secara terus menerus tidak hanya pada pemberian pelayanan dasar pada kunjungan antenatal secara periodic akan tetapi juga pada saat bidan bersama klien. Oleh karena itu. Data yang baru tetap diperoleh dan dievaluasi. Pada situasi lain yang tidak dalam keadaan emergensi akan tetapi tetap membutuhkan konsultasi atau kolaborasi dokter. juga meliputi pengumpulan data dasar atas informasi tambahan yang diperlukan. Agar efektif suatu rencana seharusnya disetujui bersama oleh bidan serta pasien. 5. pendidikan kesehatan dan kepercayaan/agama. tetapi juga bimbingan yang diberikan lebih dahulu kepada ibu terhadap apa yang diharapkan pasien selanjutnya. sebab pada akhirnya si ibulah yang akan atau tidak akan mengimplementasikan rencana tersebut.

. Implementasi yang efektif akan mengurangi biaya perawatan dan meningkatnya kualitas pelayanan kepada pasien. 6. Hal ini mungkin dapat dikerjakan seluruhnya oleh bidan atau sebagian dilaksanakan oleh ibu sendiri. dan masih tetap terlibat dalam penatalaksanaan perawatan klien yang mengalami komplikasi. LANGKAH VII EVALUASI Evaluasi pada kenyataannya adalah cara untuk mengecek apakah rencana yang telah dilaksanakan benar memenuhi kebutuhan pasien. maka seorang bidan yang memikul tanggung jawab untuk pelaksanaan tindakan kolaborasi dan perawatan secara menyeluruh bagi pasien.persetujuan. 7. Seluruh keputusan yang dibuat untuk pengembangan suatu rencana tindakan seharusnya menggambarkan rasional yang tepat berdasarkan pengetahuan yang relevan dan sesuai teori terbaru (up to date) dan asumsi yang tepat tentang kelakuan pasien (apa yang akan atau tidak akan dilakukan oleh pasien). bidan atau tim kesehatan lain. Dalam situasi dimana bidan melaksanakan tindakan kolaborasi dengan seorang dokter. Jika seorang bidan tidak melaksanakan tindakan sendiri maka ia menerima tanggung jawab mengurus pelaksanaannya (mengamati pasien adalah memastikan bahwa tindakan tersebut memang tindakan yang benar terlaksana). LANGKAH VI PELAKSANAAN ASUHAN KEBIDANAN Langkah ini adalah pelaksanaan rencana tindakan. Rasional berdasarkan pengetahuan teoritis yang keliru atau kurang atau data yang tidak komplit dan tidak tepat akan memberi hasil perawatan yang tidak sempurna dan mungkin tidak aman. yaitu kebutuhan yang diidentifikasikan pada tahap penentuan diagnose dan masalah.

Dokumentasi dalam bentuk SOAP : Subjektif (S) Menggambarkan pendokumentasian hasil pemeriksaan data klien anamnesis. jelas. Asuhan yang telah dilakukan harus dicatat secara benar. yang didalamnya tersirat proses berfikir secara sistematis.Rencana yang dianggap efektif bila dilaksanakan dan tidak efektif. Langkah-langkah dalam kebidanan menggambarkan alur pola pikir dan bertindak bidan dalam pengambilan keputusan klinik untuk mengatasi masalah. Untuk orang lain mengetahui apa yang telah dilakukan oleh seorang bidan melalui proses berfikir sistematis. logis dalam suatu metode pendokumentasian. Seorang bidan dalam menghadapi seorang klien sesuai langkah-langkah dalam proses manajemen kebidanan. Pendokumentasian yang benar adalah pendokumentasian yang dapat mengkomunikasikan kepada orang lain mengenai aturan yang telah dilakukan dan yang akan dilakukan pada seorang klien. Objektif (O) . 1997) Pendokumenntasian proses manajemen kebidanan dalam asuhan kebidanan. Manajemen kebidanan merupakan suatu metode atau bentuk pendekatan yang digunakan oleh bidan dalam memberikan asuhan kebidanan. alur berfikir bidan saat menghadapi klien meliputi 7 langkah. 3. Menurut Helen Varnei’s. (Varney Helen. sementara pada bagian lain dikatakan tidak efektif.

Didukung oleh klinikal jugdgemant dalam lingkup praktek kebidanan e. Dapat diselesaikan dengan pendekatan manajemen kebidanan . Standar Nomenklatur Asuhan Kebidanan a. a. Diagnose / masalah b. Assessment (A) Menggambarkan pendokumentasian hasil analisa dan interpretasi data subjektif dan objektif dalam suatu identifikasi. hasil laboratorium dan test diagnostic lalu yang dirumuskan dalam data focus untuk mendukung assessment. tindakan dan evaluasi berdasarkan assessment. Antisipasi diagnose / masalah potensial c. Berhubungan langsung dengan praktek kebidanan c.Menggambarkan pendokumentasian hasil pemeriksaan fisik klien. Planning (P) Menggambarkan pendokumentasian. Perlunya tindakan segera oleh bidan atau dokter. (Varney Helen. konsultasi/kolaborasi atau rujukan. 1997) 4. Diakui dan telah disahkan oleh profesi b. Memiliki cirri khas kebidanan d.

Bagan manajemen asuhan kebidanan Tabel : Pendokumentasian Manajemen Asuhan Kebidanan Pencatatan dari Asuhan Kebidanan Proses Manajemen Kebidanan 7 Langkah dari Halen Varney 1. Tindakan Segera dan kolaborasi Asuhan Kebidanan 5. Merumuskan Diagnosa 3.5. Antisipasi Diagnosa/ Masalah Potensial 4. Konsul b. Rencana Tindakan Asuhan Kebidanan 6. Pengumpulan data 5 Langkah Kompetensi Bidan Data Pendokumentasian Asuhan Kebidanan Soap Notes Subjektif Objektif 2. Implementasi Assesment/ Diagnosa Assesment/ Diagnosa Membuat rencana Implementasi Planning: a. Tes Lab .

konseling BAB III STUDI KASUS MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA NY “F” DENGAN TANGGAL 29 S/D 30 JUNI 2012 No. Evaluasi Evaluasi c.00 wita Pengkaji : Dian Fitri Latif LANGKAH I IDENTIFIKASI DATA DASAR A. Rujukan d. Pendidikan/ (Sumber : Simatupang E.30 wita Tanggal pengkajian : 29 Juni 2012 jam : 09. UMUM DAERAH PANGKEP Tanggal kunjungan : 29 Juni 2012 jam : 08. Identitas istri / suami Nama Umur : Ny “F” : 40 Tahun / Tn “ M” / 40 Tahun / ± 17 tahun / Makassar / Islam / SMA Nikah/lamanya : 1x Suku Agama Pendidikan : Makassar : Islam : SD .7. hal 62). 2006. register : 10 24 62 ABORTUS INKOMPLIT DI RS.J.

Ibu mengeluh keluar darah dari jalan lahir sebanyak 1 sarung kecil. Keluar darah yang bergumpal-gumpal disertai jaringan b. 7. 6. HPHT tanggal 12-04-2012 3. 9. Ibu tidak pernah mengkonsumsi obat-obatan selain dari dokter 8. Riwayat keluhan utama a. Ibu tidak pernah menderita penyakit yang serius . TP tanggal 19-01-2013 4. Ibu tidak pernah minum jamu. Ibu mengatakan umur kehamilannya ± 3 bulan. D. 5. Nyeri perut bagian bawah C.Pekerjaan Alamat : IRT : Banggae / Wiraswasta B. Data biologis/fisiologis 1. Ibu mengatakan pernah merasakan nyeri perut hebat selama kehamilan. Riwayat kesehatan yang lalu 1. Riwayat kehamilan 1.00 wita 2. Ibu mengatakan ini kehamilannya yang keenam dan tidak pernah keguguran. Darah keluar sebanyak 1 sarung c. Ibu mengatakan tidak pernah di urut. 10. Keluhan utama Masuk rumah sakit dengan keluhan keluar darah dari jalan sejak tanggal 29 Juni 2012 jam : 06. GVI PV AO 2.

Riwayat reproduksi 1. Riwayat kehamilan sekarang a. Ibu mengatakan tidak pernah diurut oleh dukun e. E. TP tanggal 19-01-2012 c. Ibu menikah 1 kali dengan suaminya sekarang dan sudah berlangsung selama ± 17 tahun . Ibu tidak pernah menderita penyakit tumor dan kanker 3. Ibu tidak pernah menderita penyakit infeksi pada organ reproduksi b. Riwayat menstruasi − − − − Menarche : ± 14 tahun Siklus Durasi : 28 – 30 hari : 5 – 6 hari Tidak ada nyeri perut pada saat haid 2. HPHT tanggal 12-04-2012 b. Ibu tidak pernah mengkonsumsi obat-obatan dan jamu-jamuan F. Ibu tidak ada alergi terhadap makanan dan minuman 5. Tidak ada riwayat keluarga menderita penyakit menular 3. Tidak ada riwayat penyakit keturunan dalam keluarga 4. minuman beralkohol dan rokok. Ibu mengatakan ini kehamilannya yang keenam dan tidak pernah keguguran d. Riwayat ginekologi a.2. Ibu tidak ada ketergantungan obat-obatan. Riwayat social ekonomi 1.

Personal hygiene − Mandi 2 kali sehari . tahu dan ikan b. Ibu menikah pada umur ± 22 tahun G. Ibu dan keluarga sudah mempersiapkan biaya untuk segala pengobatan 3. Kebutuhan nutrisi a. Pola pemenuhan kebutuhan dasar sehari-hari 1. Frekuensi makan 3 kali sehari c. BAB − − − − Frekuensi 1 kali sehari Warna kuning Konsistensi lunak Selama masuk rumah sakit tidak ada perubahan c. Kebutuhan eliminasi a. tempe.2. sayur. Kebiasaan makan nasi. Selama masuk rumah sakit tidak ada perubahan 2. Kebutuhan minum 7 gelas / hari d. BAK − − − − Frekuensi 4 – 5 kali sehari Warna kuning muda Bau amoniak Selama masuk rumah sakit tidak ada perubahan b.

Wajah : Tidak odema. c. 7 °c 4. Leher : Tidak Ada pembesaran pada kelenjar tyroid. tidak ada gigi tercabut dan caries d.00 wita) Tidur malam 7 jam (22. tidak ada massa dan nyeri tekan. S : 36. Abdomen : Nampak linea nigra. Inspeksi/palpasi a. Istirahat − − − Tidur siang 2 jam (14. Pemeriksaan fisik 1. Mulut dan Gigi e. ekspresi Nampak cemas. Keadaan umum baik 2.pucat dan : Rambut bersih. tonus otot perut kendor.00 – 05. sclera putih : Bersih. warna kecoklatan pada areola mammae. berombak hitam dan tidak mudah meringis kesakitan. . N : 80 x/i. Kepala rontok.00 – 16. putting susu menonjol. b. g.− − − Gosok gigi 2 kali sehari Ganti pakaian setiap selesai mandi Selama masuk rumah sakit ibu rajin mengganti sarung tiap kali basah d.00 wita) Selama masuk rumah sakit ibu dianjurkan istirahat total H. Payudara : Simetris kiri dan kanan. TTV : TD :100/80 mmHg. P : 22 x/i. Mata : Conjungtiva pucat. Kesadaran composmentis 3. striae alba. limfe dan vena jugularis f.

00 – 350. Ibu terlihat berserah diri kepada tuhan J. Trombosit 4. Hemoglobin : 10. Leukosit 3. CT 5. Ibu dan keluarga selalu berdoa kepada tuhan 3. Ibu dan keluarga khawatir dengan keadaannya 2.00 wita 1. jam : 11. Pemeriksaan laboratorium Tanggal 29 Juni 2012.000) : 188. h.tidak ada luka bekas operasi dan palpasi Leopold I TFU 1 jari di atas simpisis.2 gram % (N : 12 – 14 gram %) 2. VT − − − − − : Vulva dan vagina : tidak ada kelainan Porsio OUE/OUI Uterus Pelepasan : lunak dan tebal : terbuka. Tungkai : tidak ada udema dan varices I.00) : 9.000 (N : 150. BT 6. Plano test : 3700 (N : 5000 – 10. tampak pengeluaran darah dari jalan lahir. teraba jaringan : antefleksi. kesan besar : darah j.5” (N : 7-14 menit) : 2. 25” (1-4 menit) : positif LANGKAH II IDENTIFIKASI DIAGNOSA / MASALAH AKTUAL . Data psikologis dan spiritual 1. i. Genetalia : tidak ad avarices dan oedema pada vulva.

Gestasi 11 Minggu 1 Hari . GVI PV AO Dasar DS : ibu mengatakan ini kehamilannya yang keenam dan tidak pernah Keguguran DO : − − − − − Palpasi Leopold I : TFU 1 jari diatas simpisis Tonus otot perut tampak kendor Tampak adanya strie albicans HPHT tanggal. kecemasan dengan abortus inkomplit. Gestasi 11 Minggu 1 Hari. 212) 2. anemia ringan. tampak pelepasan darah yang merupakan tanda dan gejala abortus inkomplit. − Nyeri perut bagian bawah disertai dengan perdarahan pervaginam yang sifatnya encer dan bergumpal sebanyak 1 sarung serta pemeriksaan OUE/OUI terbuka dan teraba jaringan. 1. hal. ( synopsis obstetric. 12-04-2012 Plano test positif Analisa dan interpretasi data − Dari HPHT tanggal 12-04-2012 sampai tanggal pengkajian 25-04-2012 maka umur kehamilan ibu 11 minggu 1 hari sehingga pebesaran perut tidak sesuai dengan umur kehamilan dimana pada palpasi Leopold I TFU 1 jari di atas simpisis dan pembesaran perut tidak sesuai dengan umur kehamilan 11 minggu 1 hari menandakan terdapat kelainan pertumbuhan hasil konsepsi.Diagnose : GVI PV AO.

2012 maka umur kehamilan ibu 11 minggu 1 hari. Ibu mengatakan umur kehamilan 3 bulan lebih.DS : - ibu mengatakan umur kehamilannya ± 3 bulan HPHT tanggal 12-04-2012 DO : TP tanggal 19-01-2012 - Palpasi Leopold I TFU 1 jari diatas simpisis Analisa dan interpretasi data Dari HPHT tanggal 12-04-2012 sampai tanggal pengkajian 29-06. Plano tes : positif VT : vulva dan vagina : tidak ada kelainan Porsio OUE/OUI Uterus Pelepasan : lunak dan tebal : terbuka. Nampak ada pengeluaran darah dari jalan lahir bergumpal-gumpal dan disertai pengeluaran jaringan. DO : keadaan umum ibu Nampak lemah. - Palpasi Leopold I TFU 1 jari diatas simpisis. Ibu mengatakan dia mengalami nyeri perut yang hebat. kesan besar : darah Analisa dan interpretasi data . Abortus inkomplit DS : ibu mengatakan keluar darah dari jalan lahir sebanyak setengah sarung yang berupa jaringan. 3. teraba jaringan : antefleksi.

DO :Keadaan umum ibu lemah Nampak pengeluaran darah dari jalan lahir Hb : 10.2 gr % Konjungtiva pucat Analisa dan interpretasi Data - Kehilangan cairan tubuh dalam jumlah yang banyak menyebabkan volume darah menurun sehingga perfusi jaringan darah menurun dan terjadi gangguan sirkulasi darah dalam mikro. − Pemeriksaan dalam terdapat pada serviks dan teraba sisa jaringan menandakan abortus inkomplit Masalah actual 1. Kecemasan DS : Ibu dan keluarga khawatir dengan keadaanya DO :Ekspresi wajah ibu Nampak cemas .Dengan demikian volume darah yang kembalike jantung makin berkurang sehingga timbul kelemahan jantung - Menurut WHO kejadian Anemia berkisar antara 20% sampai 80% dengan menetapkan Hb : 11gr % sebagai dasar.− Pada abortus inkomplit didapati gejala seperti sakit pada perut. perdarahan yang tidak biasa (banyak) dan biasanya berupa darah yang bergumpal-gumpal dan jaringan. 2. Anemia ringan Dasar DS : ibu mengeluh keluar darah dari jalan lahir sebanyak setengah sarung.

2.7 o c VT : vulva dan vagina : tidak ada kelainan Porsio OUE/OUI Uterus Pelepasan : lunak dan tebal : terbuka. P: 22 x/I.7 oc Analisa dan interpretasi data Kurangnya informasi dan pengetahuan ibu tentang keadaannya menyebabkan rasa sakit sehingga emosinya labil dan timbul rasa cemas. P: 22 x/I. 2002) . N : 80 x/I. Antisipasi terjadinya syok akibat perdarahan (prof. hanifa wiknjosastro SpOG. Dr. Anemia sedang Dasar DS : ibu mengatakan umur kehamilannya ± 3 bulan Ibu mengatakan keluar darah darah dari jalan lahir sebanyak satu sarung dan disertai rasa nyeri pada perut. S:36. DO : keadaan umum ibu baik - Tampak darah keluar dari jalan lahir berwarna kehitaman TTV : TD : 100 / 80 mmHg.- TTV : TD : 100 / 80 mmHg. S:36. N : 80 x/I. LANGKAH III IDENTIFIKASI DIAGNOSA / MASALAH POTENSIAL 1.1 cm teraba jaringan : antefleksi : darah Analisa dan interpretasi data Dengan adanya pembukaan OUI dan sering dilakukan pemeriksaan dalam (VT) dapat menjadi tempat masuknya mikroorganisme kedalam uterus melalui serviks dan berkembang biak yang dapat menyebabkan timbulnya infeksi.

LANGKAH IV TINDAKAN SEGERA / KOLABORASI 1. N : 80 x/I. Ibu mengatakan tubuh terasa lemah DO : conjungtiva pucat ibu mengatakan keluar darah dari jalan lahir sebanyak satu Ada pengeluaran darah yang bergumpal-gumpal TTV : TD : 100 / 80 mmHg. 2 gram % Analisa dan interpretasi data Perdarahan pada abortus inkomplit dapat banyak sekali sehingga menyebabkan syok dan perdarahan tidak akan berhenti sebelum sisa hasil konsepsi dikeluarkan. P: 22 x/I. S:36.7 o c HB : 10.Dasar DS : Sarung. 2. Kolaborasi dengan dokter untuk pemasangan infuse RL 12 tetes+oxytocin 1 ampul. Konsultasi dengan dokter tentang persiapan kuret : Persiapan alat : Handscoen Kateter Kom betadine Kapas savlon Kasa steril speculum sim 1 pasang tampon tang tenakulum sonde uterus abortus tang .

Gestasi 11 Minggu 1 Hari dengan Masalah potensial : - Syok akibat perdarahan Tujuan :abortus inkomplit teratasi - Anemia ringan teratasi Kecemasan ibu berkurang Tidak terjadi infeksi Tidak terjadi syok akibat perdarahan Criteria : - keadaan ibu tetap baik HB ibu tetap dalam batas normal yaitu 12 – 14 gr % Ekspresi wajah ibu tampak tenang TTV dalam batas normal : TD : systole : 90 – 130 mmHg Diastole : 70 – 80 mmHg N : 60 – 90 x/i P : 16 – 24 x/i S : 36 – 37 ° c - Seluruh jaringan dikeluarkan dari uterus . Masalah actual : anemia ringan dan kecemasan Anemia sedang : GVI PV AO.- Kuret tumpul - kuret tajam LANGKAH V RENCANA TINDAKAN ASUHAN KEBIDANAN Diagnose abortus inkomplit.

Bantu ibu mengatur posisi yang nyaman Rasional : posisi yang nyaman bagi ibu dapat mengurangi rasa nyeri. Beri dukungan psikososial Rasional : dengan memberikan semangat sehingga ibu akan lebih tabah dalam menghadapi keadaannya. . 6. 5. 3. 2. Persetujuan tindakan (informed consent) Rasional : dengan memberi penjelasan kepada ibu maka ibu dapat mengerti. Jelaskan pada ibu tentang persiapan kuret Rasional : dengan memberi penjelasan kepada ibu maka ibu dapat mengerti. 4. 7. Ajarkan ibu tekhnik relaksasi Rasional : tekhnik relaksasi merupakan cara untuk mengurangi rangsangan nyeri sehingga tidak dapat di persepsikan dan juga dapat meningkatkan suplay oksigen kejaringan. Observasi tanda-tanda vital Rasional : dengan mengkaji tanda-tanda vital dapat diketahui keadaan umum ibu sehingga memudahkan tindakan selanjutnya. Jelaskan pada ibu tentang kehamilannya Rasional : dengan member penjelasan pada ibu maka ibu dapat mengerti tentang keadaan kehamilannya.Rencana tindakan : 1.

Perencanaan kuret Hasil : persiapan alat kuret telah tersedia Persiapan alat : Handscoen Kateter Kom betadine Kapas savlon Kasa steril Kuret tumpul speculum sim 1 pasang tampon tang tenakulum sonde uterus abortus tang kuret tajam . Menjelaskan tentang informed consent Hasil : suami menandatangani lembar persetujuan tindakan 3. S:36. Beri penjelasan tentang masalah yang dihadapi Rasional : dengan penjelasan yang diberikan pada ibu dapat memahami masalah yang di alami sehingga ibu tidak merasa cemas.8. P: 22 x/I. Mengobservasi TTV Hasil : TD : 100 / 80 mmHg. LANGKAH VI MELAKSANAKAN ASUHAN KEBIDANAN Tanggal 29 Juni 2012 1. N : 80 x/I. Menjelaskan penyebab nyeri yang dirasakan oleh ibu Hasil : ibu mengerti yang dijelaskan 2. 9.7 o c 4. Anjurkan ibu menjaga kebersihan diri Rasional : personal hygiene yang baik menghambat berkembang biaknya kuman pathogen yang dapat menyebabkan infeksi.

00 wita. Perdarahan tidak ada i. jepit porsio dengan tenakulum gigi satu arah. e. Ibu berbaring dengan posisi litotomi dengan infuse RL terpasang di tangan kiri dengan 28 tetes/menit + 10 unit oxytocin. Pasang doek steril dibawah bokong ibu. Penatalaksanaan pemberian obat kolaborasi dengan dokter Hasil : oxytocin 1 amp + RL 12 tetes/menit : dosis 3 x 1. jam 11. Jaringan ± 10 cc perdarahan ± 15 cc j. tablet per oral : dosis 3 x 1. Kuret selesai. Aseptic dan antiseptic vulva dan vagina c.2 mg : dosis 3 x 1. uterus antefleksi ± 10 cm. HB 2 jam post kuret 9 gram % LANGKAH VII EVALUASI . identifikasi porsio. Evaluasi jaringan dengan abortus tang selanjutnya dengan kuret tumpul. Tampon (-) l. Pasang speculum posterior dan anterior. g. f.5. jam : 13. Pendarahan saat Katerisasi ± 150 cc d. tablet per oral Mengecek HB 2 jam post kuret Laporan kuret tanggal 29 Juni 2012. tablet per oral Cefadroxil 500 mg Viliron 500 mg Metal ergometrine 0. b. k. Sonde uterus. injeksi oxytocin : ergometri 1 : 1/IM h.30 wita a.

Ibu sudah dikuret dengan HB 2 jam post kuret 9 gram % 2. S:36.Tanggal 30 Juni 2012 1. Keadaan umum ibu baik 3. register Tanggal kunjungan Tanggal pengkajian Pengkaji Identitas istri / suami Nama Umur : Ny “F” / Tn “ M” : 10 24 62 : 29 Juni 2012 : 29 Juni 2012 : Dian Fitri Latif jam : 08. UMUM DAERAH PANGKEP TANGGAL 29 JUNI 2012 No. N : 80 x/I. TTV : TD : 90/60 mmHg. PENDOKUMENTASIAN HASIL ASUHAN KEBIDANAN PADA NY “F” DENGAN ABORTUS INKOMPLIT DI RS. Tidak terdapat tanda-tanda infeksi 5.30 wita jam : 09. P: 22 x/I. Seluruh hasil konsepsi telah dikeluarkan dan Pendarahan pervaginam sudah berhenti.7 o c 4.00 wita : 40 Tahun / 40 Tahun / ± 17 Tahun Nikah/lamanya : 1x Suku Agama : Makassar / Makassar : Islam / Islam .

Ekspresi wajah ibu tampak cemas dan kesakitan 3. Tidak pernah mengkonsumsi obat-obatan tanpa resep dokter atau bidan juga jamujamuan dan tidak pernah diurut. 3. Objektif (O) Tanggal 29 Juni 2012 1. 7. Pembesaran perut tidak sesuai dengan umur kehamilan dimana uterus membesar dengan umur kehamilan 11 minggu 1 hari. Konjungtiva merah muda dan sclera tidak ikterus 4. Palpasi Leopold I TFU 1 jari atas simpisis 8. TP tanggal 19-01-2013 2.00 wita : − vulva dan vagina : tidak ada kelainan . Pemeriksaan dalam (VT) tanggal 29 Juni 2012 jam : 12. Tidak ada odema pada wajah dan tungkai 5.Pendidikan Pekerjaan Alamat Subjektif (S) : SD : IRT : Banggae / SD / Wiraswasta Tanggal 29 Juni 2012 1. Nyeri perut bagian bawah disertai dengan perdarahan pervaginam yang sifatnya encer dan banyak sejak tanggal 29 Juni 2012 sebanyak 1 sarung. Kehamilannya yang keenam dan idak pernah mengalami keguguran sebelumnya. 4. Tidak ada luka bekas operasi 6. HPHT tanggal 12-04-2012 2.

5” (N : 7-14 menit) : 2. suami menandatangani lembaran persetujuan tindakan. Menganjurkan ibu untuk berKB pasca abortus.2 gram % (N : 12 – 14 gram %) Plano test Leukosit Trombosit PLR : CT BT : positif : 3700 (N : 5000 – 10. 2.000/mm3) : 188. Mengobservasi TTV : . 5. teraba jaringan dan tampak − − − − − Hemoglobin : 10.000 (N : 150. 25” (1-4 menit) Assessment (A) Diagnose Masalah actual : Abortus inkomplit : Anemia ringan potensial terjadinya Anemia sedang Masalah potensial : - Syok akibat perdarahan Planning (P) 1. Menganjurkan ibu menjaga kebersihan dan terutama dengan genetalianya.− − Porsio OUE/OUI pelepasan darah : lunak dan tebal : terbuka. Menganjurkan ibu makan makanan bergizi dan seimbang. 3. 4.00/mm3) : 9. Menjelaskan tentang informed consent.00 – 350.

Katerisasi ± 150 cc . Perencanaan kuret. Aseptic dan antiseptic vulva dan vagina 3. tablet per oral : dosis 3 x 1. S:36. N : 80 x/I.2 mg : dosis 3 x 1. P: 22 x/I. Ibu berbaring dengan posisi litotomi dengan infuse RL terpasang di tangan kiri dengan 28 tetes/menit + 10 unit oxytocin. persiapan alat kuret telah tersedia Persiapan alat : Handscoen Kateter Kom betadine Kapas savlon Kasa steril Kuret tumpul speculum sim 1 pasang tampon tang tenakulum sonde uterus abortus tang kuret tajam 7. Penatalaksanaan pemberian obat kolaborasi dengan dokter Hasil : amoxicillin 3 x 500 mg 2x1 Metal ergometrin 25 mg 3x1 Sf 1x1 Oxytocin 1 amp + RL 12 tetes/menit Cefadroxil 500 mg Viliron 500 mg : dosis 3 x 1.7 o c 6. tablet per oral Metal ergometrine 0.TD : 100 / 80 mmHg. 2. tablet per oral Mengecek HB 2 jam post kuret Laporan kuret tanggal 29 Juni 2012 jam : 13.30 wita 1.

HB 2 jam post kuret 9 gram % s .4. 11. jam :11.00 wita 6. Pasang doek steril dibawah bokong ibu 5. Kuret selesai. Perdarahan tidak ada 9. 7. Pasang speculum posterior dan anterior. injeksi oxytocin : ergometri 1 : 1/IM 8. Jaringan ± 10 cc perdarahan ± 15 cc 10. jepit porsio dengan tenakulum gigi satu arah. identifikasi porsio. Evaluasi jaringan dengan abortus tang selanjutnya dengan kuret tumpul. Sonde uterus. uterus antefleksi ± 10 cm.

30 wita jam : 09.00 wita Tanggal kunjungan : 29 Juni 2012 Tanggal pengkajian : 29 April 2011 Pengkaji : Dian Fitri Latif Identitas istri / suami Nama Umur Nikah/lamanya Suku Agama Pendidikan Pekerjaan : Ny “F” / Tn “ M” : 40 Tahun / 40 Tahun : 1x / ± 17 Tahun : Makassar / Makassar : Islam : SD : IRT / Islam / SMA / Wiraswasta .PENDOKUMENTASIAN HASIL ASUHAN KEBIDANAN PADA NY “F” DENGAN POST KURET DI RS. register : 10 24 62 jam : 08. 30 JUNI 2012 No. UMUM DAERAH PANGKEP TANGGAL.

metal ergometrin 0.Alamat : Banggae Subjektif (S) 1.2 mg 2x1. Sf 1x1. Konjungtiva merah muda dan sclera tidak ikterus 3. 3. 2. Melanjutkan pemberian obat omoxilin 500 mg 3x1. Menganjurkan ibu untuk ber KB pasca Abortus. 2. 4. Ibu masih istirahat total dan masih takut bergerak Objektif (O) 1. Menganjurkan ibu makan makanan bergizi dan seimbang. Mengobservasi TTV : . Ibu mengatakan masih ada keluar darah dari jalan lahir. nyeri perut bagian bawah dan daerah genetalia. asamafenamat 500 mg 3x1 5. Menganjurkan ibu tetap menjaga kebersihan diri terutama daerah genetalianya. Tidak ada odema pad wajah dan tungkai 4. Pemeriksaan laboratorium HB : 11 gram % Assessment (A) Diagnose Masalah actual : Post Kuret Abortus inkomplit :- Masalah potensial : potensial terjadinya infeksi Planning (P) 1. Ekspresi wajah ibu masih tampak cemas dan kesakitan berkurang 2.

memperkenalkan diri. riwayat kesehatan lalu dan sekarang. Manajemen asuhan kebidanan dilaksanakan Di Rumah Sakit Umum Daerah Pangkep dari tanggal 29 S/D 30 Juni. riwayat reproduksi. Di awali dengan member salam kepada ibu. riwayat social ekonomi. S:36. N : 80 x/I. Kunjungan penulis pada klien saat ini merupakan kunjungan awal sesuai dengan waktu pelaksanaan studi kasus bagi penulis sebagai berikut. riwayat kehamilan. Pendekatan dalam studi kasus ini dilaksanakan berdasarkan 7 langkah manajemen kebidanan yang selanjutnya didokumentasikan dalam bentuk SOAP selama satu kali kunjungan klinik. Pengumpulan data dilakukan berdasarkan manajemen asuhan kebidanan dengan kasus Abortus inkomplit pada Ny “F” yang meliputi : LANGKAH I IDENTIFIKASI DAN ANALISA DATA DASAR Dalam pengkajian diawali dengan pengumpulan data melalui anamneses meliputi identifikasi klien atau suami. P: 22 x/I. menyampaikan tujuan pengumpulan data lengkap untuk setiap kunjungan penulis. pola pemenuhan kebutuhan dasar sehari-hari hasil anamneses yang dilanjutkan dengan .TD : 100 / 80 mmHg. data biologis/fisiologis.7 o c BAB IV PEMBAHASAN Pada bab ini penulis membandingkan tinjauan hasil pelaksanaan asuhan kebidanan kasus abortus inkomplit pada Ny “F” dengan tinjauan pustaka.

Dalam tinjauan pustaka dikatakan bahwa abortus inkomplit merupakan pengeluaran hasil konsepsi.data yang objektif melalui pemeriksaan fisik dan laboratorium untuk memudahkan dalam menentukan diagnose . perdarahan pervaginam. nyeri perut bagian bawah dan pemeriksaan dalam (VT) servik terbuka dan teraba jaringan dalam kavum uteri. dan adapun gejala-gejala yang ditemukan seperti amenorrhea. sakit bagian bawah. plano test positif. Hb : 10. Data yang diperoleh pada kasus Ny “F” dengan Abortus Inkomplit penulis memperoleh data dari hasil pengkajian yang meliputi amenorhea. Perdarahan pervaginam terus menerus karena masih ada hasil konsepsi dalam kavum uteri.2 gram % dan pemeriksaan dalam (VT) terbuka dan teraba jaringan. Pada tinjauan pustaka ditemukan beberapa diagnose abortus inkomplit dan ditegakkan sebagai berikut : 1. Dengan melihat data yang diperoleh maka tidak terdapat perbedaan antara tinjauan pustaka dengan kasus nyata pada Ny “F” dengan Abortus inkomplit. pembesaran perut tidak sesuai umur kehamilan. Pada tahap pengkajian ini penulis tidak menemukan hambatan yang berarti karena adanya sifat kooperatif dari Ny “F” yang dapat menerima kehadiran penulis terbuka dan mau menerima anjuran serta saran-saran yang diberikan oleh bidan. LANGKAH II MERUMUSKAN DIAGNOSA MASALAH AKTUAL Dalam menegakkan suatu diagnose atau masalah kebidanan berdasarkan pendekatan asuhan kebidanan yang didukung dan ditunjang oleh beberapa data. baik subjektif maupun objektif yang diperoleh dari hasil pengkajian yang dilakukan. . perdarahan sebanyak 1 sarung berwarna merah segar.

masalah potensial yang terjadi pada kasus abortus inkomplit yaitu dapat terjadi perdarahan karena masih ada sisa hasil konsepsi yang tertinggal dalam uterus. Pada Ny “F” dengan Abortus Inkomplit ditemukan masalah potensial yaitu terjadinya infeksi. LANGKAH IV TINDAKAN SEGERA DAN KOLABORASI Pada tinjauan puataka tindakan segera yang dilakukan untuk memperbaiki keadaan umum ibu dengan pemasangan infuse bila terjadi perdarahan banyak dan . Anemia dan kecemasan Pada kasus Ny “F” dengan abortus inkomplit ditemukan nyeri dan kecemasan karena pada saat pengkajian penulis menemukan pengeluaran darah secara terus menerus disertai nyeri perut dan pada saat VT terdapat pembukaan pada servik dan teraba sisa jaringan. infeksi dan syok karena adanya pembukaan serviks yang merupakan jalan masuknya kuman ke jalan lahir. LANGKAH III IDENTIFIKASI DIAGNOSA MASALAH POTENSIAL Berdasarkan tinjauan pustaka. Dengan demikian penerapan tinjauan pustaka dan tinjauan kasus studi Ny “F” secara garis besar tampak ada persamaan dalam diagnose actual yang ditegakkan sehingga memudahkan memberikan tindakan selanjutnya. Selain itu juga dapat terjadi perforasi. Nampak adanya kesamaan dengan tinjauan pustaka. perlu dilakukan antisipasi sebelum keadaan tersebut jika tidak segera ditangani. Ostium uteri interna dan eksterna terbuka 4. Nyeri perut bagian bawah 3.2. Oleh karena itu. diagnose / masalah yang bisa terjadi adalah potensial terjadi infeksi. Pada kasus abortus inkomplit.

Pada kasus Ny “F” penangan yang dilakukan yaitu dengan kuret dan pemberian obat antibiotic yaitu amoxilin. asam mefenamat 3x1 untuk mengurangi nyeri. Pada kasus Ny “F” dilakukan tindakan kolaborasi pemberian cairan infuse RL dan kolaborasi untuk persiapan tindakan kolaborasi.pemberian antibiotic untuk mencegah terjadi infeksi dan selanjutnya mempersiapkan kuretase. LANGKAH V RENCANA TINDAKAN ASUHAN KEBIDANAN Perencanaan adalah kasus penyusunan suatu rencana atau tindakan berdasarkan identifikasi masalah saat sekarang serta diagnose dan masalah lain yang mungkin terjadi dan perlu dirumuskan tujuan yang akan dicapai serta criteria keberhasilannya. Dengan melihat data yang diperoleh. LANGKAH VI IMPLEMENTASI TINDAKAN ASUHAN KEBIDANAN . Abortus Inkomplit adalah merupakan pengeluaran hasil konsepsi sebelum kehamilan mencapai umur 22 minggu. maka terdapat kesamaan antara tinjauan pustaka dengan kasus nyata pada Ny “F” dengan Abortus Inkomplit. obat analgesic. Asuhan kebidanan adalah merupakan suatu penerapan fungsi dan kegiatan yang menandai tanggung jawab dalam memberikan pelayanan kebidanan pada pasien yang mempunyai kebutuhan atau masalah dalam bidang kesehatan. ibu pada masa nifas dan bayi baru lahir serta keluarga berencana. pemberian obat antibiotic. Pada tinjauan pustaka perencanaan tindakan pada ibu antenatal dengan abortus inkomplit adalah dengan digital atau kuretase. Hal ini menunjukkan adanya kesamaan antara tinjauan pustaka dengan manajemen asuhan kebidanan pada penerapan studi dilahan praktek.

PENDOKUMENTASIAN HASIL ASUHAN KEBIDANAN . Dari evaluasi akhir didapatkan kemajuan pada Ny “F” yakni perdarahan sudah berhenti dan ibu tetap istirahat total dengan mengkonsumsi makanan bergizi dan obat yang diberikan yaitu : • • • amoxicillin 3 x 500 mg 2x1 Metal ergometrin 25 mg 3x1 Sf 1x1 Berdasarkan studi kasus pada Ny “F” dengan Abortus Inkomplit tidak ditemukan hal-hal yang menyimpang dari evaluasi tinjauan pustaka oleh karena itu bila dibandingkan secara garis besar tidak ditemukan kesenjangan. Implementasi dapat dikerjakan oleh bidan ataupun dilaksanakan ibu serta bekerja sama dengan tim kesehatan lainnya sesuai dengan tindakan yang telah direncanakan. LANGKAH VII EVALUASI ASUHAN KEBIDANAN Pada tinjauan pustaka manajemen asuhan kebidanan evaluasi merupakan langkah akhir dari prose asuhan kebidanan. Pada studi Ny “F” dengan Abortus Inkomplit semua tindakan telah direncanakan sudah dilaksanakan seluruhnya dengan baik. dimana tahap ini ditemukan kemajuan dan keberhasilan dalam dalam mengatasi masalah yang dihadapi oleh klien.Sesuai tinjauan manajemen kebidanan bahwa melaksanakan rencana tindakan harus efesiensi dan menjamin rasa aman klien. tanpa hambatan kerja sama dan penerimaan yang baik dari klien serta dukungan dari keluarga dan petugas kesehatan.

Objektif. Pendokumentasian ini dibuat dan dicatat dalam rekam medic klien yang telah tersedia di setiap Rumah Sakit Umum Daerah Pangkep. dan teori yang telah ada dimana pendokumentasiannya dibuat dalam bentuk SOAP (Subjektif. Assesment. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN .Pendokumentasian dibuat sebagai laporan pertanggung jawaban seorang petugas kesehatan (bidan) atas segala tindakan yang dilakukan pada klien. Dalam pendokumentasian hasil asuhan kebidanan pada Ny “F” tidak ada perbedaan antara teori dan praktek yang telah dilaksanakan Rumah Sakit Umum Daerah Pangkep. Planning).

Dalam pengkajian diawali dengan pengumpulan data melalui anamneses meliputi identifikasi klien atau suami.Pada bab ini penulis akan mengemukakan beberapa kesimpulan dan saran untuk memberikan gambaran dan informasi studi kasus tentang abortus inkomplit. Pada kasus Ny “F” dilakukan tindakan kolaborasi pemberian cairan infuse RL dan kolaborasi untuk persiapan tindakan kolaborasi. 6. baik subjektif maupun objektif yang diperoleh dari hasil pengkajian yang dilakukan. riwayat reproduksi. 3. Implementasi dilakukan berdasarkan penanganan menurut teori. Pada tinjauan pustaka perencanaan tindakan pada ibu antenatal dengan abortus inkomplit adalah dengan digital atau kuretase. A. Nampak adanya kesamaan dengan tinjauan pustaka. Dalam pendokumentasian hasil asuhan kebidanan pada Ny “F” tidak ada perbedaan antara teori dan praktek yang telah dilaksanakan di RUMAH SAKIT UMUM DAERAH . Berdasarkan studi kasus pada Ny “F” dengan abortus inkomplit tidak ditemukan hal-hal yang menyimpang dari evaluasi tinjauan pustaka oleh karena itu bila dibandingkan secara garis besar tidak ditemukan kesenjangan. riwayat kehamilan. data biologis/fisiologis. Pada kasus Ny “F” dengan abortus inkomplit ditemukan masalah potensial yaitu terjadinya anemia sedang. 5. 2. pemberian obat antibiotic. riwayat kesehatan lalu dan sekarang. 4. pola pemenuhan kebutuhan dasar sehari-hari hasil. 8. Dalam menegakkan suatu diagnose atau masalah kebidanan berdasarkan pendekatan asuhan kebidanan yang didukung dan ditunjang oleh beberapa data. 7. Kesimpulan 1. riwayat social ekonomi.

Planning) B. sehingga mudah terjangkau oleh masyarakat serta meningkatkan pelayanan kesehatan diberbagai bidang . Saran 1. b. Bagi institusi pendidikan Untuk setiap institusi pendidikan agar menerapkan asuhan kebidanan dalam pemecahan masalah dengan upaya dapat lebih ditingkatkan dan dikembangkan. 2. Objektif. Bagi petugas kesehatan a. c. Bagi pemerintah Mendirikan pusat pelayanan kesehatan diberbagai tempat dan secara menyeluruh. agar mengerti dan mau bekerjasama untuk mengatasi masalah serta partisipasi aktif keluarga yang sangat dibutuhkan dalam menunjang proses penyembuhan. Untuk meningkatkan mutu asuhan kebidanan hendaknya bidan mampu mengikuti perkembangan dan ilmu pengetahuan pada umumnya dalam proses kebidanan. Pendidikan kesehatan perlu ditingkatkan kepada pasien dan keluarga. Sebagai petugas kesehatan khususnya bidan diharapkan dapat mengetahui tanda dan gejala awal dari abortus inkomplit sehingga dapat dideteksi lebih awal apabila menemukan kasus tersebut serta mendapatkan penangan selanjutnya ataupun merujuk ke tempat pelayanan kesehatan yang lebih memadai. Assesment. 3.PANGKEP dan teori yang telah ada dimana pendokumentasiannya dibuat dalam bentuk SOAP (subjektif.

Perawatan Maternitas.com diakses 10 Maret 2006. Simatupang Erna Juliana.com diakses 1 2 Maret 2006. Cetakan I. Ilmu Kebidanan. 1998. 2002. Pengaruh Aborsi. Jakarta Ginekologi .Pikiranrakyat.B. Jones and Bartlett.G. 1998. Yayasan Bina Pustaka. Jakarta. Edisi II. 2008. Jakarta. Sinopsis Obstetri. Edisi III. Jakarta. Obstetri Williams. Jakarta. EGC. Perawatan Kebidanan. Jakarta. Bhratora. EGC. Penerapan Unsur-Unsur Manajemen. Manuaba. Buku Ajaran Praktek Kebidanan. Tempo. Varney Helen. Cetakan I. Jakarta. 2005. Pusdiknakes. EGC. dkk. http://www. Jilid I. 1997. Edisi I. Manuaba I. Program Safe Motherhood Modul. 2006.Hidayatullah. I. Farrer Hallen. Ilmu Kebidanan. Awan Indah. Jakarta.DAFTAR PUSTAKA Ibrahim Christina S. 2001. Cetakan VI. 1995. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal Dan Neonatal . Kesehatan. Wijono. Jakarta. EGC. 1994.B. 2002. London. EGC.A. 1998. Wiknjosastro Hanifa. EGC. 2002. Jakarta. Edisi 18. Jakarta. http://www. ECG. Cetakan I. Kedaruratan Obstetri dan Ginekologi. YBP SP. 2002. YBP-SP. Cunningham. Syaifuddin A. Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana. 1993. Ruth Johson dan Wendy Taylor. Gawat-Darurat Obstetri-Ginekologi & ObstetriSosial untuk Profesi Bidan.C. Midwifery Text Book Third Edition. Melfiawati S. Jakarta Edisi II EGC. Rustam Mochtar.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful