membaca adalah jendela dunia

Di usia saya yang masih sangat muda ini, saya berharap untuk selalu menggalih pengetahuan dengan membaca. karena apa?.. dengan membaca kita tahu akan hal-hal yang kita baca. asalkan tidak asal baca. seperti pepatah mengatakan, membaca adalah jendela dunia.. kenapa ko begitu?.. apakah anda tahu yang di maksud dengan jendela dunia?... ibarat rumah anda. dengan adanya jendela, anda dapat melihat sesuatu di sisi balik jendela rumah anda anda akan dapat melihat suatu hal yang indah dan sesuatu yang baru pastinya. dengan adanya jendela di rumah anda merupakan suatu manfaat untuk sebuah pandangan baru. maka dari itu sebisa mungkin saya memaparkan akan hal-hal yang saya ketahui dari membaca. saya kutib dari artikel pendekar tidar ; Semasa seorang anak memasuki bangku pendidikan formal, hal pertama yang diajarkan oleh guru adalah pelajaran baca tulis. Hal tersebut tentunya sangat penting sebagai suatu landasan perpijak, modal awal sekaligus titik awal untuk pembelajaran selanjutnya. Sudahkah ketrampilan baca tulis yang seakan sederhana dan mudah kita lakukan tersebut kita pahami maknanya secara mendalam? Apakah arti dari membaca? Apakah makna dari menulis? Risalah kenabian berupa wahyu Al Qur’an yang diberikan pertama kali kepada Nabi Muhammad SAW adalah iqro’, bacalah! Kenapa kita diperintahkan terlebih dahulu untuk membaca? Bukannya menulis? Hal tersebut tentunya bukan tanpa alasan dan sebenarnya urutan tersebut sangat terkait dengan struktur sembilan puluh sembilan nama Allah dalam Al Asmul Husna. Bagaimana maksudnya? AdZohiir dan Al Bathien adalah sebagian dari asma Allah. Kata lahir lebih dahulu hadir sebelum batin. Jadi sebenarnya manusia diperintahkan untuk “melihat” yang lahir guna kemudian disimpan dalam dunia ba tin kita, itulah arti membaca. Saya kutib dari artikel damarjati supadjar “membaca adalah suatu aktivitas membatin suatu hal yang lahir”, tentunya dalam pengertian luas. Maksud dari lahir disini adalah benda dalam artian fisik, kongkrit maupun abstrak yang dapat diindera oleh panca indra manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung. Langsung dalam pengertian melalui penglihatan, perabaan, penciuman, pengecapan, maupun pendengaran. Sedangkan tidak langsung dapat diartikan melalui ciri-ciri suatu benda atau keadaaan, ataupun dengan peralatan bantu tertentu. Contoh yang paling sederhana adalah membaca tulisan. Tulisan adalah suatu bentuk fisik kongkrit yang melalui indra penglihatan, atau bisa juga melalui perabaan bagi saudara kita yang tuna netra, kita jadikan sebagai input untuk diolah oleh otak berdasarkan referensi pengetahuan yang pernah diajarkan(pelajaran mengenai abjad) untuk kemudian disimpan dalam memori. Dari memori tersebut kemudian tersusunlah kata dan kalimat yang dapat kita keluarkan melalui ucapan, atau bisa jadi kita hentikan sampai tahapan penyimpanan makna dalam memori jika kita membaca secara batin. Dari contoh sederhana tersebut kemudian dapat ditarik makna yang lebih luas menyangkut obyek baca tidak hanya lagi berujud tulisan. Kita bisa membaca warna sebagai merah, hitam, putih, biru dan sebagainya. Kita bisa membaca gambar, lukisan, gunung, air, batu, laut, langit dan masih banyak benda yang lain. Kita juga bisa membaca suasana sebagai panas, dingin, senang, susah, menakutkan. Suhu dapat kita baca secara tidak langsung dengan bantuan alat termometer, kelembaban udara dibantu dengan higrometer maupun barometer. Curah hujan dapat diukur dengan regenmeter, massa dapat ditimbang, radiasi dapat diketahui dengan surveymeter, dan masih banyak contoh lain. Pertanyaan berlanjut, apa yang mesti dibaca manusia? Yang harus dibaca manusia adalah ilmu Allah. Karena apa?.. perlu anda sadari, semua yang terjadi di bumi ini atas kehidupan manusia karena allah. Mungkin bagi anda penganut agama lain sama keyakinan anda semua karena dari tuhan (sesuatu yang kita yakini sebagai sang pencipta) Menurut para ahli tafsir, ilmu Allah dibagi menjadi dua yaitu ilmu Allah yang terucap atau kalam, serta ilmu Allah yang tercipta atau disebut alam. Dengan demikian untuk kemaslahatan hidup manusia dalam mengembangkan tugas memakmurkan bumi, manusia diharuskan membaca, dalam arti mengaji, mengkaji, meneliti, dan berpikir mengenai kalam dan alam. Hanya dengan penguasaan ilmu kalam dan alamlah manusia dapat menciptakan pengetahuan dan teknologi untuk kesejahtearaan hidupnya.

perhatian. Pada seorang . peternakan sangat diperlukan untuk menunjang pekerjaan warga dewasa. ditambah keterbatasan ekonomi serta informasi nampaknya merupakan satu kombinasi yang sangat kuat bagi pemberdayaan masyarakat setempat. hasrat. Dari keterpenuhan kebutuhan warga tersebut diharapkan nantinya membaca bisa tertanam lebih lanjut menjadi suatu budaya positif. Kreativitas. Orang tuda dan pendidik hendaknya menemukenali dan menghargai bakat kreatif anak dan emmebrikan kesempatan untuk mengembangkannya secara optimal. Kreativitas sebagai produk. Dengan demikian yang perlu ditekankan adalah pengadaan buku untuk “memenuhi kebutuhan warga”. Melalui gemar membaca seseorang dapat menjadi pandai. membaca merupakan salah satu kebiasaan yang baik untuk mengembangkan imajinasi dan kreaivitas. Terbiasa demikian. menurut Prof. Adapun bagi anak-anak dan usia remaja. Buku tentang pertanian. Setiap anak mempunyai bakat kreatif. dan jangan terlalu cepat mengharapkan produk kreatif yang bermakna dan bermanfaat (karena akan mengurangi kesenangan dan keasyikan anak untuk berkreasi). perlu kiranya dibahas terlebih dahulu mengenai pengertian kreativitas. Kreativitas sebagai proses bersibuk diri secara kreatif. dan motivasi) dan dari luar (lingkungan keluarga. Kegemaran membaca merupakan kegiatan positif yang memiliki banyak manfaat. dan masyarakat) agar bakat kreatif dapat diwujudkan. KEGEMARAN MEMBACA SEBAGAI FAKTOR PENDUKUNG MENINGKATNYA KREATIVITAS Pendahuluan Tidak jarang orang tua membiarkan anaknya terbiasa melakukan sesuatu yang kurang bermanfaat. serat sarana-prasarana yang diperlukan. perkebunan. Orang tua dan pendidik diharapkan dapat memberikan dukungan. umpamanya membiarkan anak menonton program televisi yang kurang memiliki bobot pendidikan. sekolah. yaitu: Kreativitas dari aspek pribadi. seperti buku tentang pelajaran sekolah. antara lain berusaha menumbuhkan kegemaran membaca bagi anak-anaknya. namun masing-masing dalam bidang dan dalam kadar yang berbeda-beda. Siapa yang disebut kreatif? Sebelum menjabarkan siapa yang disebut kreatif. Membaca adalah jendela dunia ilmu pengetahuan. nampaknya buku bisa menjadi alternatif untuk membedah wawasan warga. akan menimbulkan dampak negatif yang kelak akan merugikan anak tersebut. Dalam keadaaan yang demikian. Utami Munandar (1996:251-252) dapat ditinjau dari 4 aspek (4P). Orang tua yang bijaksana sejak dini telah mempersiapkan diri bagi perilaku positif yang diharapkan terbina pada anakanaknya. pembelajaran agama dan bahasa. Pada anak usia prasekolah hendaknya kreativitas sebagai proses yang diutamakan. dongeng nasehat akan sangat membantu kebutuhan mereka. Khususnya bagi anak-anak. merupakan suatu ciptaan yang baru dan bermakna bagi individu dan/atau bagi lingkungannya. muncul dari keunikan pribadi individu dalam interaksi dengan lingkungannya. Kreativitas ditinjau dari aspek pendorong menunjuk pada perlunya dorongan dari dalam individu (berupa minat.Kurangnya kesadaran akan pentingnya harkat pendidikan.

Mengapa membaca meningkatkan imajinasi dan kreativitas? Seorang anak. membuat ia senang membaca. Yang penting produk tersebut dihargai. umpamanya bermacam jenis mobil dari Eropa dan Amerika. dan ia tidak meniru atau mencontoh pekerjaan orang lain. dan menganggap membaca adalah kegiatan yang menyenangkan dan penting. Bangsa tersebutlah yang dapat mempertahankan nilai-nilai bangsanya. Yang dimaksud dengan media adalah musik. dan komputer. jika baginya hasil karya tersebut baru. yang juga membuatnya dapat memenuhi sebagian keingitahuannya. Setelah mendengar cerita.anak. Amerika dan beebrapa negara Eropa lainnya. . dengan membiasakan anak terhadap buku. dan makin kaya imajinasi yang dilakukan pada saat membaca maupun setelah membacanya. umpamanya bangsa Jepang. Keingintahuan ini perlu terus dipupuk dan dirangsang. Membaca berarti berimajinasi! Makin banyak materi yang dibaca. 'terjajah'oleh produk-produk mereka pula. Bangsa yang maju umumnya adalah bangsa yang gemar membaca. salah satunya melalui buku. dan berimajinasi dapat dilakukan dengan membaca. Membacakan cerita dari buku membantu anak mengembangkan imajinasi. karena bila tidak bangsa tersebut akan `terjajah' oleh nilai-nilai bangsa lain. karena keragaman media memperkaya pengalaman dan membuat anak tidak bosan daripada hanya menggunakan satu media. dan melibatkan anak dalam berkreasi. bahan cetak. hasil karyanya sudah dapat disebut kreatif. Seorang anak yang kreatif tidak puas dengan apa yang diperolehnya. baik berupa lisan. tertulis ataupun melalui hasil karya lainnya yang lain dari pada yang lain (unik). ia belum pernah membuatnya sebelumnya. memberikan pengalaman belajar yang menarik. Imajinasi merupakan proses kreatif. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa seorang yang kreatif adalah seorang yang dapat mencetuskan atau mengekspresikan ideidenya. komputer ataupun telepon canggih dari Jepang. melalui gambar yang menarik seorang anak dapat terstimulasi untuk melukis ataupun menulis cerita yang kreatif. Anak dapat banyak berimajinasi karena kegiatan membaca. makin banyak pengetahuan yang diperoleh. sehingga ia merasa puas dan tetap bersemangat dalam berkreasi. yang dapat diperolehnya melalui aktivitas membaca. Melalui membaca mereka dapat berimajinasi sebelum menciptakan produk yang unik. dan selalu `mencari' informasi. Penelitian-penelitian menunjukkan bahwa media dapat mengembangkan kreativitas seseorang. seperti dalam pengembangan keterampilan kreatif. hanya bangsa yang keratiflah yang dapat unggul. Buku merupakan bahan cetak. Dengan tibanya era globalisasi. bahkan sejak bayi memiliki keingintahuan yang besar terhadap dunia di sekitarnya. anak dapat membuat cerita sendiri ataupun meneruskan cerita yang didengarnya. Usaha ini mendukung munculnya proses kreatifseorang anak. Buku merupakan jendela dunia. Merekapun memiliki karya-karya besar yang kreatif. belum pernah dibuat sebelumnya (orisinil).

Selain itu terdapat permasalahan dalam pelaksanaan dan penggunaan media informasi baik cetak ataupun elektronik. dimaksudkan di era globalisasi ini segala bentuk kunci kesuksesan di pegang oleh informasi. mampu berkreasi lebih baik dan dapat berdiri setidaknya sejajar dengan bangsa lain di dunia. termasuk pemilihan acara – acara ataupun topik di dalamnya. masyarakat enggan atau kurang berminat dalam mendapatkan informasi dengan membaca.Melalui membaca. banyak alasan yang melatar belakangi. serta banyak memberikan pengaruh kepada mereka yang banyak mengakses informasi tersebut. Latar belakang masalah Dewasa ini informasi merupakan salah satu kebutuhan pokok yang wajib untuk di penuhi . sehingga informasi dan berita yang masuk untuk di terima masyarakat hanya sedikit dan kurang maksimal. yaitu hanya sebatas sebagai penghibur saja. masyarakat serta seberapa besar informasi yang di dapat . tetapi masalah mulai muncul ketika hak pengaksesan informasi tersebut terdapat kesenjangan.ugm.pdf Masyarakat. terdapat perbedaan kesempatan untuk memperoleh suatu informasi. biasanya masyarakat lebih memilih yang lebih praktis serta mudah . Informasi – informasi tersebut banyak beredar di sekitar kita baik dari media cetak ataupun media elektronik yang selalu mendampingi kita kesehariannya. diharapkan bangsa Indonesia kelak memiliki wawasan yang luas.ac. Dengan gemar membaca seorang anak akan lebih mudah `menerima' serta memahami pengetahuan yang diterimanya dalam pendidikan formalnya pula.yahoo. Penelitian menunjukkan bahwa pengalaman sejak dini bersama buku berkaitan erat dengan keberhasilan kemampuan membaca di tingkat pendidikan dasar. http://groups. yang nantinya dapat berakibat membagi sebagian masyarakat dengan sebagian masyarakat lain dari yang mendapat keuntungan atas info tersebut dengan mereka yang merugi karena keterbatasan hak akses.id/data/pubdata/pusta/supriyono1.com/group/ganesha14/message/254 http://lib. Perbendaharaan kata atau konsep-konsep yang dimilikinya lebih berkembang dari pada mereka yang tidak gemar membaca. Semakin banyak informasi yang di terima. di tambah lagi informasi – informasi yang setiap hari di sajikan belum tentu apa . Berbicara masalah kaitan antara informasi. Sudah barang tentu bentuk kemajuan dan pembangunan juga sulit berkembang. maka semakin banyak pula kita mengetahui terhadap hal – hal yang baru dimana suatu saat berguna bagi kita untuk kedepannya. Budaya Membaca Dan Perpustakaan. Konsep Membangun Masyarakat Peka Informasi Penulis Lina Khoerunnisa Tgl 03 April 2012 BAB I PENDAHULUAN A.

tetapi sebagian besar masyarakat. yaitu penanaman budaya membaca di dalam masyarakat. dll. faktor yang juga menjadi penyendat adalah terbatasnya pusat – pusat bacaan atau sulitnya mengakses seperti perpustakaan. Serta tidak adanya bentuk implementasi ( secara nyata ) dari informasi tersebut. terutama masyarakat desa. perpustakaan malah hanya sebagai hiasan dan pemanis daerah saja.yang ingin di cari atau di dapatkan. Tidak bermaksud menggeneralisasikan setiap masyarakat seperti itu. Mempersempit jurang kesenjangan antar masyarakat akibat terbatasnya informasi lewat membaca. Tujuan Membaca adalah salah satu kebiasaan yang tidak akan pernah tergantikan dan tidak boleh di tinggalkan jika ingin mendapatkan informasi – informasi. buku. Pemanfaatan perpustakaan sebagai media tepat guna untuk masyarakat sebagai bentuk pembangunan. atau memimpin. Definisi lain menyebutkan managemen adalah ilmu atau seni mengatur pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber – sumber lainya secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan tertentu[1]. C. Selain permasalahan di atas masih ada permasalahan lagi yang cukup pelik dan sulit untuk di laksanakan. antara lain :     Kurangnya akses terhadap bahan – bahan bacaan. Kerangka teori Konsep Management Mutu Total (Total Quality Management) Managemen berasal dari bahasa Inggris “to manage” yang berarti mengelola .Dampak panjangnya masyarakat yang tersenjangi tersebut mengarah pada penghambatan kemajuan . terutama dari pihak luar. Agar informasi yang di dapat masyarakat mampu di praktekkan dalam kehidupan sehari – hari serta untuk peningkatan aspek – aspek di dalamnya. yaitu sistem pengendalian mutu yang mengutamakan dalam memenuhi kebutuhan pelanggan dengan sebaik – baiknya atau . Selain faktor di atas. Kurang adanya minat. Kiranya tujuan pengangkatan masalah tersebut adalah :     Guna mendorong masyarakat untuk dapat mengakses informasi yang di inginkan lewat membaca. Banyak faktor yang mendukung kenapa budaya membaca di dalam masyarakat sulit berkembang . B. Tidak adanya dorongan . Banyak perpustakaan yang kurang performa sebagai gudang informasi .Di dalam konsep managemen terdapat konsep managemen mutu total . koran .

meningkatkan kualitas produk. 4. masyarakat mampu menjawab masalah – masalah besar yang di hadapai : 1. serta peningkatan komunikasi dan moral dalam berorganisasi.[3] Konsep Masyarakat Aktif : Teori Proses – Proses Sosial Menurut Amitai Etzioni (1968) masyarakat aktif adalah masyarakat yang menguasai dunia sosial mereka. adanya tujuan yang harus di capai oleh pelaku. Di dalam konsep ini terdapat prinsip – prinsip managemen mutu total . inovasi. 2. terdapat juga tujuan – tujuan suatu lembaga dalam menggunakan managemen mutu total ini .pengendalian kualitas[2]. masalah arah individu untuk berkembang. mengarah kepada kekuasaan termasuk menyusun kembali keteraturan – keteraturan sosial. antara lain :      meningkatkan kualitas dan efektifitas. antara lain:      Berkesinambungan. dan lewat kesadaran. baik pengetahuan ilmiah maupun sosial. Selain prinsip di atas. masalah bagaimana mengendalikan masa depanya. Suatu masyarakat di katakan aktif ketika masyarakat tersebut mampu memegang pengetahuan sebagai kunci transformasi sosial . pengakuan dan penghargaan atas prestasi. dan 3. BAB II PEMBAHASAN . memuaskan pelanggan. Jadi penekanan dalam masyarakat aktif adalah sekelompok pelaku yang memiliki pengetahuan dimana nantinya di gunakan untuk membimbing masyarakat ke dalam tranformasi sosial. dimana tidak di kendalikan oleh kekuatan – kekuatan luar atau kekuatan aktif lainya. adanya sekelompok pelaku yang memiliki pengetahuan. melangkah dengan benar sejak awal. 3. dorongan. 2. Terdapat tiga elemen untuk melihat suatu masyarakat di katakan aktif [4]: 1. penanaman sikap mental. meningkatkan pangsa pasar. masalah sejauh mana seseorang mampu untuk mengendalikan diri. Etzioni menyatakan dampak dari penguasaan pengetahuan yaitu mampu mengangkat kesadaran dan tindakan sosial masyarakat akan lingkungannya. masalah pengendalian masa depan yang tidak sepenuhnya tergantung pada takdir.

Berdasarkan teori masyarakat aktif mengungkapkan bahwa masyarakat aktif adalah masyarakat yang menguasai dunia sosial mereka . sebagai promotor. yang merupakan program pemerintah dimana melibatkan masyarakat sebagai penggagas. gairah atau keinginan seseorang terhadap sesuatu[5]. karena mereka menganggap pekerjaannya jauh lebih penting. keikut sertaan tersebut bukan hanya dalam bentuk dukungan tetapi juga bentuk partisipasi. di harapkan masyarakat paham terlebih dahulu. pedagang. langkah terakhir ialah . semisal petani.Langkah selanjutnya. maka tidak akan berjalan juga.dan pelaku program. ini sangat efektif untuk meluncurkan program penyuluhan tersebut. Contoh suatu desa ingin mengadakan suatu program budidaya lele dan ternak sapi.Masyarakat bukan lagi sebagai obyek semata tetapi juga menjadi subyek pelaku pembangunanya sendiri (otonomi). masyarakat di ajak rerembuk akan cara – cara pelaksanaanya. Seperti program PNPM Mandiri. bahwa pengetahuan merupakan kunci untuk mewujudkan masyarakat yang aktif (transformasi masyarakat)[6]. bentuk – bentuk pemicu “in side” tersebut masih berkesinambungan dengan program – program pemerintah. di sini masyarakat yang sudah terbekali bacaan akan dapat dengan mudah berinteraksi secara aktif.Keikutsertaan masyarakat dalam pembangunan tentu merupakan bentuk dari masyarakat aktif. dengan memberi pancingan masyarakat atas info – info yang mengulas hal tersebut lewat selebaran dan buku – buku bacaan. walaupun terdapat perpustakaan dekat pun kalau tidak ada pemicu yang ampuh untuk membuat masyarakat menjadi minat.Minat merupakan istilah yang tepat di gunakan dalam mengaktifkan penyaluran informasi kepada masyarakat. apalagi mereka yang tersibukkan oleh pekerjaan mereka masing – masing.Sikap tersebut terjadi ketika adanya kecenderungan hati yang tinggi. mempunyai informasi terhadapnya dan terus ter up date . disini pemerintah desa setempat dan orang luar yang di tunjuk sebagai fasilitator bertugas menerangkan maksud dan tujuan . Di sini penulis menyebut sebagai pemicu “ in side”. antara lain membantu masyarakat untuk dapat secara tepat berternak sapi dan lele. Proses pembangunan yang dicanankan pemerintah terutama di tujukan kepada masyarakat kini tidak lagi bersifat top down. program peningkatan minat baca dapat di sisipkan dalam progam tersebut. tetapi botton up yang berarti adanya turut serta masyarakat dalam menciptakan kemajuan dan perencanaan pembangunanya sendiri. langkah berikutnya mengimplementasi teori tersebut di dalam bentuk nyata. Guna menarik minat masyarakat. Bentuk sumbangan – sumbangan tersebut di dapat oleh masyarakat jika mereka mampu dan paham akan masalahnya. bahwa program untuk meningkatkan minat baca di dalam masyarakat bisa di sisipkan dalam program – program pemerintah. Tidak setiap orang dapat atau mempunyai minat lebih dalam membaca . buruh yang kesehariannya bergumul dengan pekerjaannya sehingga sulit menyisihkan waktu untuk membaca.Untuk mengusahakan masyarakat dapat seaktif itu tidaklah serta merta mengajak masyarakat untuk langsung membaca dengan meyodorkan tumpukan buku dan bahan bacaan lain. serta bentuk usaha yang nyata dimana dapat menumbuhkan kemakmuran setempat. Minat inilah yang perlu di tumbuhkan di dalam masyarakat untuk menjawab permasalahan kesenjangan ke depan. sumbangan ide.

di maksudkan perpustakaan sudah berdiri sejak dahulu dengan gedung dasain lama. lewat managemen perpustakaan . Di sini penulis menyebut sebagi pemicu “out side”.bukan masyarakatnya yang harus memulai.Berhubungan dengan masyarakat aktif. masyarakat serta program – program yang sedang . Di sini penekanan pada perpustakaan daerah sebagai pusat bacaaan masyarakat umum. yaitu pemicu – pemicu lain yang datang dari luar dimana dapat mempengaruhi masyarakat dalam mengembangkan minatnya.mengevaluasi program tersebut. Di sinilah peran perpustakaan daerah mulai bergerak . untuk men support kemajuan dan minat baca. di sinilah peran apa yang disebut perpustakaan bergerak. dan lain sebagainya . jika ingin masyarakat tertarik terhadap perpustakaan maka perpustakaan juga berbenah diri agar di manfaatkan. maka solusinya selain tetap pengoptimalan dua kriteria lainya . bentuk dan pola gedung modern. serta peralatan yang di butuhkan . Seiring dengan perjalanya program dan mulai merayapnya budaya membaca di dalam masyarakat.dari yang bersifat struktural maupun fungsional. Seseorang tertarik karena senang terhadap sesuatu.akan dan yang ingin di laksanakan. jika tidak di tindak lanjuti maka sangat di sayangkan. Permasalahan lain muncul ialah bagaimana cara menentukan kecocokan program dengan ke efektifitasnya progam budaya membaca di dalam masyarakat. berdasar teori managemen mutu total prinsip – prinsip . dengan penekanan kekonsitensian dari fasilitator. yaitu dengan penelusuran minat masyarakat. sumber belajar . dalam proses ini dalam perjalanan program tetap mengetengahkan bahan bacaan sebagai sumber ilmu.lewat bantuan fasilitator sebagai penghubung antara keduanya. penelitian. Perpustakaan sebagai pusat ilmu agar mampu memberikan informasi dan inspirasi secara maksimal . serta pengadaan buku. bahwa pembacaanya mampu membuat perubahan serta mendapat pengetahuan – pengetahuan baru. maka minat dan budaya membaca semakin mempunyai kesempatan besar terlaksana . lewat hal itu fasilitator bertugas memfasilitasi mulai dari pengadaan buku – buku dan bahan bacaan yang terkait. yaitu dengan pengoptimalan fungsional. perlu berbenah dari .Struktural di sini di maksudkan adalah pembangunan infrastruktur. mungkin tidak hanya dari pihak fasilitator dan pihak perpustakaan saja. Seperti minat Ibu – ibu PKK dalam memasak macam – macam roti. tetapi masyarakat terpelajar dan mahasiswa pun bisa turut membantu . seperti tempat dan infrastruktur tidak mendukung. maka disinilah titik dimana masyarakat mulai tertarik. karena dengan minat terkandung selera yang bisa diambil dan di manfaatkan. para pemuda berminat dalam pengolahan sampah menjadi kompos. sesuai maksud di bentuknya perpustakaan yaitu sebagai pusat informasi . Tetapi jika beberapa kriteria di atas ada hal yang tidak bisa dipenuhi. menangkap keinginan masyarakat yang ingin mendapatkan ilmu lebih. karena kita berbicara masalah minat. rekreasi serta kagiatan ilmiah lainya[7] . peralatan – peralatan . dimulai dari :     pemilihan tempat yang strategis.

Budaya membaca sangatlah penting untuk di pertahankan di dalam kehidupan sosial bermasyarakat. BAB III KESIMPULAN DAN SARAN Membaca adalah sebuah metode pembacaan yang sudah di lakukan sejak dahulu hingga kini. pengadaan pelatihan kerja. Budaya membaca seharusnya tidak boleh di tinggalkan mengingat kemajuan zaman. Selain itu penguatan akan budaya baca ialah dapat mengurangi jarak pemisah di dalam strata sosial terutama dalam intelektual sehingga bentuk dari konflik yang akan muncul dapat di redam. konsep one place to all informations. lewat itu dapat medorong masyarakat untuk berkembang dan mampu menggunakan ilmu – ilmu tersebut serta dapat menambah skill masyarakat.SARAN : . terbuka akan hal – hal baru dan mampu menerima perubahan jika di perlukan. perpustakaan di biasakan sebagai tempat pengadaaan event – eventyang masih bersangkutan dengan masyarakat dan dunia membaca :     pameran buku – buku baru.managemen mutu yang telah di kemukakan di depan. informasi tentang pariwisata lokal. bedah buku / pemutaran film edukasi. Bentuk – bentuk fungsional lain yang perlu di tambahkan adalah. di sinilah pengoptimalan informasi yang di butuhkan masyarakat agar dapat mudah mengaksesnya seperti :    informasi pemerintahan atau publikasi pemerintah. dapat disalurkan.Ada beberapa langkah yang bisa mendukung prinsip seta tujuan managemen tersebut:   bentuk rasa komitmen dari prinsip dan tujuan awal. informasi umum / lowongan pekerjaan lokal. karena lewat membaca segala ilmu yang ingin di mengerti. Selain itu. dimaksudkan perpustakaan sebagai pusatnya informasi. SARAN . sehingga masyarakat semakin dapat mengikuti perkembangan zaman. serta dengan membangkitkan budaya membaca dampaknya dapat mendorong masyarakat untuk menggunakan perpustakaan sebagai tempat menimba ilmu secara optimal yang murah meriah. termasuk juga tujuan managemen . pameran UKM ( Unit Kerja Masyarakat ) serta hasil produk lokal. Dari keseluruhan pembahasan di atas mengerucutkan bahwa budaya membaca perlu di tingkatkan di kalangan masyarakat.

Jakarta:PT.   Perlunya penguatan di dalam masyarakat dengan seringnya di adakan kegiatan – kegiatan yang bersifat edukatif – kreatif Pengoptimalan perpustakaan serta kegiatan – kegiatan terhadap masyarakat yang jauh dari kota atau desa terpencil terhadap budaya membaca Adanya sumbangsih antara pemerintah.Jakarta:Universitas Terbuka.’Perpustakaan dan Masyarakat’.Raja Grafindo Persada. Salah Indonesia dibandingkan dengan negara tetangga seperti Malaysia.26-27 [4] Margaret M Poloma.24 [3] Ibid. Dari penelitian yang dilakukan oleh suatu badan internasional dalam bidang pendidikan (Internasional Education Association) 1992 menyatakan bahwa pendidikan di Indonesia tertinggal jauh dibandingkan dengan negara lain di ASEAN. Wardiman Djojonegoro membantah keras. Taslimah. Ungkapan-ungkapan seperti itu sudah beberapa kali diungkapkaan.Yayasan Obor Indonesia.hlm356 [7] Sutarno NS.HS.Yayasan Obor Indonesia. Gama Media.2005.”Managemen Perpustakaan”. Thailand dan India. NS. masih lebih rendah.’Perpustakaan dan Masyarakat’. katanya harus diadakan penelitial ulang untuk . “ Managemen Perpustakaan”. terutama dalam hal pembentukan sikap dan perilaku anak didik. Yayasan Obor Indonesia.’Sosiologi Kontemporer’. hlm 33-34 Penulis: Sri Muhammad Kusumantoro Budaya Baca Solusi Mencerdaskan Bangsa Penulis Lina Khoerunnisa Tgl 28 March 2012 Rating: 3. pada waktu itu Prof. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.2007.Gama Media. M Poloma. Delapan tahun yang lalu. mutu pendidikan Indonesia merosot.0/5 (1 vote cast) Tujuan utama dari Pendidikan Nasional adalah mencerdaskan kehidupan bangsa.1996. Singapura. Dengan nada gusar. hlm. Margaret. 2003.hlm. hlm 27 [6] Margaret M Poloma.Raja Grafindo Persada. Lasa.2005. 2003. Daftar Pustaka: HS. hlm. “ Managemen Perpustakaan Umum”. Managemen Perpustakaan Umum.”Perpustakaan dan Masyarakat”. Secara khusus. Badan Pertimbangan Pendidikan Nasional ( BPPN ) berdasakan penelitian terhadap beberapa Perguruan Tinggi serta perorangan. Dr. Yusuf . Jakarta:PT. [1] Taslimah Yusuf. Sutarno. yaitu pada tahun 1993. 2003. swasta dan pihak – pihak yang terkait dalam mengembangkan budaya membaca dan pengoptimalan perpustakaan.Jakarta:PT. 357 [5] Sutarno NS. 2007. hal ini berarti meningkatkan Sumber Daya Manusia. 32 [2] Lasa. Bagaimana situasi pendidikan di Indonesia saat ini ? Sangat suram.1996.2007. “Sosiologi Kontemporer”.’Sosiologi Kontemporer’.hlm.Raja Grafindo Persada. Jakarta:Universitas Terbuka.

Hal ini perlu kita garis bawahi. Rendahnya relevansi pendidikan dengan kebutuhan 6. Oleh karena itu kita sebagai seorang pelajar harus memanfaatkan perpustakaan yang ada di Sekolah dengan baik. Dari keadaan penyebab diatas. Mahalnya biaya pendondidikan.meski dicanangkan sekolah gratis. Mungkin hanya sebagian kecil dari kita.memuktikan bahwa mutu pendidikan Indonesia rendah. masih bisa berhasil didalam bidang studi yang lain. Namun. dalam lokakarya Profesi Guru Menghadapi Tantangan Abad 21. Ungkapan ini dibahas secara menarik dalam buku “The World Book Student Handbook ” Chicago: World book Enciclopedia. Budaya Baca yang Rendah Saai ini kita sering mendengar bahwa “Membaca adalah kunci keberhasilan di Sekolah (Reading is the key to success in school)”. Frans Magins Suseno. Salah satu kesimpulan mereka yang menarik adalah bahwa seorang murid yang tidak berhasil dalam bidang tertentu misalnya Matematika. Tetapi pertanyaan yang muncul dibenak kita saat ini adalah: apa sebabnya mutu pendidikan kita begitu merosot? Penyebabnya adalah: 1. Tetapi seorang murid yang malas membaca. karena bila ia nanti menjadi mahasiswa. yang berimplikasi antara lain pada penyelenggaraan otonomi pengelolaan pendidikan dan otonomi sekolah. namun setelah disimak lebih jauh segera mereka menyimpulkan bahwa segala sesuatu yang ingin diketahui untuk dapat diketahui untuk dapat dimengerti harus dibaca. kita kembalikan lagi kepada peran pemerintah dalam menanganinya. Rendahnya sarana fisik 2. tidak untuk hal lainnya. hanya untuk iuran bulanannya saja. hampir seluruh waktu studinya terserap untuk membaca. Seorang pelajar yang tidak banyak membaca akan mendapat kesulitan dalam melanjutkan studinya. Sementara itu Prof. penyebab yang lain adalah peyelenggaraan pendidikan nasional yang dilakukan secara birokratik-sentralistik. Tetapi apakah kita memikirkan lebih dalam tentang makna dari ungkapan tersebut? Tentu tidak. sehingga mencegah terulangnya penyelenggaraan penyelenggaraan pendidikan nasional secara birokratik-sentralistik. Selain itu kita juga harus pandai memanfaatkan waktu luang yang ada untuk membaca . 1981. Mula-mula mereka merasa agak aneh. Selain keenam diatas. Rendahnya kualitas dan kesejahteraan guru 3. supaya Sumber Daya Manusia di Indonesia meningkat. Dalam bab “Why is reading important (Mengapa Membaca itu Penting)” dibahas tentang sekelompok guru di Amerika Serikat yang mengadakan penyelidikan tentang murid sekolah dan problema belajar. menyatakan “ Mutu pendidikan masyarakat Indonesia masih sangat menyedihkan” ada yang membanamtah. Rendahnya prestasi siswa 4. Rendahnya kesempatan pemerataan pendikan 5. hampir selalu tidak berhasil dalam semua bidang studinya. Upaya perbaikan atas kenyataan tersebut dijalankan dengan dukungan suasana kondusif berupa penetapan otonomi daerah dibidang pendidikan dan kebudayaan.

dan mencari informasi sebanyak mungkin supaya kita mendapatkan banyak pengetahuan entah itu dari membaca maupun mendengar. Tersedianya ruangan yang cukup luas dengan perlengikakapannya termasuk ruang baca yang menarik dan terdapat ungkapan kata-kata bijak. 2. Supaya Perpustakaan Sekolah diminati oleh siswa maka ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Penyebabnya adalah masyarakat Indonesia jarang membaca bahkan bahkan tidak pernah membaca. Tetapi anehnya di Dunia Internasional Indonesia diakui sangat berhasil dalam pemberantasan buta huruf. mereka malas. mereka beranggapan bahwa membaca itu membosankan. Kesulitan membaca ini berlaku juga pada seluruh kegiatan kegiatan manusia dalam masyarakat. Bagaimana dengan minat baca bangsa indonesia itu sendiri? Sangat mempihatinkan. Demikianlah pentingnya minat baca. Ciri masyarakat ilmiah itu sendiri adalah harus banyak membaca. Tapi yang paling menonjol adalah kesadaran dari diri mereka sendiri tidak ada. tetapi juga untuk kegiatan dalam pembangunan bangsa.Tidak hanya untuk pendididikan pribadi. instruksi-instruksi dan pedoman-pedoman harus dibaca untuk dilaksanakan secara efektif sesuai tujuannya ”The simple jobs require some reading”. Apa sebabnya budaya baca masyarakat Indonesia sngat rendah?. Studi penelitian dan semua jenis pekerjaan dan kegiatan lain memerlukan bacaan untuk dimengerti dan dimanfaatkan. Ingatlah ”Waktu Adalah Uang (Time Is Money)”. Selain itu ”Rendahnya mutu pendidikan di Perguruan Tinggi disebabkan oleh pelajaran pelajaran membaca sejak di Sekolah Dasar yang kurang sanggup merangsang kegairahan muridmuridnya”. Pada umumnya masyarakat Indonesia adalah ”diktator”. Tersedianya koleksi bahan bacaan selengkap mungkin yang secara khusus diseleksi untuk Perpustakaan Sekolah. Saat ini minat baca masyarakat Indonesia sangat rendah bahkan tergolong salah satu terendah di Dunia Internsional. Faktanya yaitu pada hari aksara internasional ke-31 tahun 1996. Peranan Perpustakaan Sekolah Sesungguhnya yang paling efektif untuk meningkatkan budaya baca masyarakat Indonesia adalah melalui pemanfaatan perpustakaan sekolah sejak di Sekolah Dasar. yaitu: 1. Namun ada pendapat ”Ketiadagairahan membaca dikalangan mahasiswa maupun pelajar bersumber pada pendididkan yang tidak menanamkan antara lai pentingnya membaca sejak sekolah dasar”. bahwa membaca itu penting. artinya yaitu studinya hanya mengandalkan diktat. mantan presiden Soeharto menyatakan keprihatinan-nya karena rendahnya budaya baca msyarakat Indonesia (Suara Pembaruan 27 Juni 1996). karena semakin banyak membaca kita akan semakin tahu/banyak pengetahuan. membaca itu serius. Ada lagi yang mengungkapkan bahwa para sarjana d an cendikiawan termasuk para dosen kurang minat baca. . sehingga mempengaruhi mutu masyarakat ilmiah.

setiap murid telah membaca tiga puluh lima buku. Perpustakaan bertujuan mengembangkan kecerdasan masyarakat madani Indonsia. Tapi jika keperluan itu timbul untuk pengadaan buku. islam. sejarah humaniora. Mengaktifkan Perpustakaan yang Ada Mengaktifkan tentu perlu biaya. tulisan. seperti mulai menggunakan ensiklopedi.menambah koleksi dengan buku-buku mutakhir. Setelah dibacakan murid disuruh menceritakan kembali sesudah itu guru memberi pertanyaan yang mewajibkan anak-anak menggunakan sumber perpstakaan. laporan media. Bisasanya untuk menjadi terkenal dan menarik akan kelengkapannya. untuk memperkenalkan buku-buku yang cocok bagi mereka. berakal sehat dan siap berperan konstruktif didalam kebhinekaan budaya bangsanya. budaya. Semacam bimbingan membaca. Pengadaan bisa ditempuh dengan “kampanye donasi”. Dengan sistem itu berarti setelah tamat. Sebagai sasaran utamanya adalah pelayanan yang aktif. Suatu kebiasaan intelektual yang sangat mereka perlukan untuk pendidikan seumur hidup ( lifelong education). yang paling ideal adalah seorang guru dengan sendirinya mengasai masalah pendidikan dan telah dilatih secara khusus untuk mengelola Perpustakaan Sekolah. Kemudian diadakan juga ”story telling”. majalah. yaitu guru atau pustakawanmemilih buku cerita yang menarik dan membacakan kepada mereka. sastra. Diskusi tersebut misalnya membahas tentang koleksi buku atau program lainnya. Pasti ada orang yang bersedia menyumbangkan buku miliknya yang sudah dibutuhkan demi kemaslahatan yang lebih luas.yaitu orangorang yang selain mencintai buku. Tujuan itu ingin dicapai dengan penyebar luasan buah pikiran dan informasi yang bersumber pada buku. artinya bukan menunggu anak-anak dengan sendirinya datang keperpustakaan tetapi melibatkan unsur ”paksaan” antara lain untuk kelas satu dan dua sewaktu-waktu diajak kelas masuk ke Perpustakaan dengan didampingi oleh gurunya dilayani bersama putakawan. politik. Tersedianya pengelola yang khusus dilatih untuk Perpustakaan Sekolah. Selain itu dengan begini perpustakaan ini kan sering dikunjungi oleh masyarakat. Setiap bulan atau setiap tahun diharapkan perpustkaan bisa menerbitkan buku dan setiap bulan mngadakan diskusi. Sejak kelas empat setiap murid diwajibkan satu buku dalam waktu satu bulan dan membuat sinopsis buku yang diberikan tersebut dengan bimbingan guru.3. 4. dan mereka tertarik untuk membacanya. Yang mesti ada dalam kegiatan itu mestinya bukan syarat yang pelik. mau bekerja sukarela membantu mengaktifkan perpustakaan publik.perpustakaan itu harus terdapat koleksi buku yang meliputi subjek korupsi.Dengan begitu perpustakaan dapat membantu mengembangkan suatu masyarakat madani di Indonesia yang cerdas. dan para pemikir.mestinya bisa ditempuh dengan jalan lain tanpa harus mengeluarkan uang dalam jumlah besar. suat prestasi yang sangat tinggi dan pelestarian budaya baca yang sangat baik. Numun yang terpenting adalah membekali par murid dengan kebiasaan membaca (Reading Habit). militer. Dengan sistem ini berarti perpustakaan sekolah terlibat langsung dalam program belajar-mengajar di Sekolah dan merupakan komponen pelengkap dari sistem pendidikan serta menanamkan peran yang penting dalam proses belajar-mengajar. .

Carilah jalan lain untuk bisa membaca.dan buku cerita. Kegiatan membaca jelas lebih bermanfaat daripada menonton TV. Carilah selalu waktu untuk dapat membaca. Tidak perlu menunggu lampu ada dirumah atau suruhan dari guru untuk membaca di Perpustakaan. tetapi juga hikmah yang berguna untuk diri kita sendiri dan orang-orang disekitar kita. tetapi kepuasan membaca ceritanya di novel akan lebih nikmat daripada menonton filmnya di TV. transkip hasil diskusi dan kliping atau bahkan bisa ditambah dengan koleksi koran baik itu koran bahasa inggris maupun bahasa Indonesia. Koleksi lainnya berupa berbagai Jurnal Ilmiah terbitan indonesia dan asing. dia menghalalkan semua cara supaya dia bisa membaca. ruangan yang sudah tersedia. sedangkan menonton TV praktis justru mematikan imajinasi. tidaklah berlebihan kalau sejumlah cendekiawan mengatakan bahwa orang-orang yang paling malang ialah mereka yang semasa hidupnya tidak pernah menikmati bacaan-bacaan yang berkualitas tinggi. dia hanya menggunakan obor. karena dengan membaca kita bukan hanya memperoleh pengetahuan. Hal itu akan menjadikan masyarakat menjadi cerdas. Kita pun akan jauh lebih mudah memahami cerita yang kita baca dari buku karena kita bisa secara mudah mengulangi bagian mana yang kurang kita pahami. baik yang ditulis oleh penulis lokal maupun asing. dan menerbitkan buku. Seperti kisah zaman dahulu ada seorang anak kecil yang bisa membaca tetapi dirumahnya tidak ada lampu. dirahkan pada kegiatan diseminasi informasi. lomba meringkas buku. sementara membaca membuat pikiran pembacanya aktif dan kepuasannya tidak terganggu oleh tayangan iklan.Untuk programnya. kita mengaktifkan pikiran sehingga apa yang kita baca terkesan hidup dalam imajinasi. Hal ini karena membaca membuat imajinasi kita hidup. Seorang yang mempunyai hobi olahraga pasti senang membaca buku-buku tentang olahraga. Membaca memberikan kepuasan yang jauh melebihi menonton TV. Menonton TV kurang memuaskan karena selain banyak iklannya juga membuat penontonnya pasif. buku-buku yang membahas tema hobi juga bisa menghibur pembacanya. Koleksi utama difokuskan pada isu-isu nasional. Tidak perlu menuntut apa yang belum dimiliki untuk mengejar pengetahuan dan kemajuan tetapi berusahalah dengan apa yang ada pada kita. otomatis kita jga dapat mengimbangi negara lain yang SDM-nya tinggi dan rendah SDA-nya. Karena itu. Betapa besar keinginannya untuk membaca. Dengan membaca. Namun ironisnya kita justru sering menghabiskan waktu secara percuma di depan si mata satu tersebut. fasilitas sudah lengkap. Meskipun banyak cerita film diangkat dari kisah suatu novel.Selain buku karya fiksi yang bisa memberikan hiburan. Apabila itu sudah terjadi. tujuh audiovisual. Pengembangan koleksi dipertahankan terus pada kriteria mutu terbaik dan kemutakhiran. Hal ini tidak memungkinkan kalau kita menonton TV. Dari hal tersebut diatas maka akan menambah kegairahan untuk membaca disana. Serta masyarakat menjadi cinta perputakaan dan akhirnya kalau mereka telah suka membaca maka mereka akan semakin tahu. Jadi membaca adalah kegiatan yang selain sangat bermanfaat. tekhnologi sudah canggih. juga sangat nikmat. Dan dapat kita simpulkan kalau masyarakat indonesia menjadi cerdas siapakah yang untung? Pasti kita sendirikan!. Dengan begitu kita dapat menyeimbangkan antara SDA dan SDM. Sampai akhirnya matanya sakit karena pada saat dia membaca dia tidak menggunakan lampu. lomba meresensi buku. Tetapi apakah keinginan kita sebesar anak yang dalam . mengerti akan suatu hal. Bandingkan dengan sekarang!.

Dengan terus-menerus membaca kita akan mendapatkan semakin banyak pengetahuan dan semakin banyak terhibur. Maka mulai dari sekarang dan masa yang akan datang terus budayakan membaca buku. Manusia cerdas karena membaca ” I Love Reading. Anggapan seperti ini sungguh salah. Perpustakaan umum.html . Kuncinya adalah kita tidak harus serius tetapi kita harus enjoi. apakah kita akan menyesal telah menggunakan waktu kita untuk membaca? Tentu tidak. ”Siapa yang Membaca Dialah yang akan Berhasil dalam Mengejar Cita - citanya”.com/budaya-baca-solusi-mencerdaskan-bangsa. bisa disebut juga sebagai manusia cerdas/ masyarakat perpustakaan cerdas. Karena membaca tidak hanya mendapatkan pengetahan tetapi juga menghibur diri dan mengimajinasikan apa yang kita baca. sehingga apa yang kita baca mudah untuk kita resapi.kisah diatas? Jauh sekali. Jangan sia-siakan fasilitas yang ada disekitar kita. supaya kita bisa meraih cita-cita kita. Apabila kita sudah berhasil. I Love Library”.pemustaka. bahkan kalaupun kita tidak membaca ”is no problem” mereka malah memilih untuk bermain atau mendengarkan saja. karena membaca erat kaitannya dengan menulis. Penulis: Siti Istikomah http://www. karena perpustakaan adalah tempat segudang ilmu pengetahuan yang banyak sekali hikmah dan manfaatnya. kaya pengetahuan dan terampil. supaya menjadi manusia yang cerdas. misalnya Perpustakaan Sekolah. Bagi mereka tidak membaca itu tidak masalah.