P. 1
Perda 2006 - 11 Tentang Pedoman Penyusunan Organisasi Tata Kerja Pemerintahan Desa

Perda 2006 - 11 Tentang Pedoman Penyusunan Organisasi Tata Kerja Pemerintahan Desa

|Views: 331|Likes:
Published by Bebem Hyp
Pedoman Penyusunan Organisasi Tata Kerja
Pedoman Penyusunan Organisasi Tata Kerja

More info:

Published by: Bebem Hyp on Apr 04, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/25/2015

pdf

text

original

PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN GROBOGAN

PERATURAN DAERAH KABUPATEN GROBOGAN NOMOR 11 TAHUN 2006 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA PEMERINTAHAN DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, BUPATI GROBOGAN, Menimbang : a. bahwa dalam rangka peningkatan dan kelancaran penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan masyarakat, perlu disusun organisasi dan tata kerja Pemerintah Desa yang sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa; b. bahwa untuk maksud tersebut huruf a di atas, maka pengaturannya perlu ditetapkan dalam Peraturan Daerah tentang Pedoman Penyusunan Organisasi dan Tata Kerja Pemerintahan Desa. Mengingat : 1. Undang–Undang Nomor 13 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah – Daerah Kabupaten Dalam Lingkungan Propinsi Jawa Tengah. 2. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389); 3. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2005 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 108, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4548 );

Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 158. Badan Permusyawaratan Desa. 4. Pemerintahan Desa adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh Pemerintah Desa dan Badan Permusyawaratan Desa dalam mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal usul dan adatistiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem Pemerintahan Negara Republik Indonesia yang berada di Daerah. Camat adalah Kepala Kecamatan di Daerah. 3. selanjutnya disingkat BPD adalah lembaga yang merupakan perwujudan demokrasi dalam penyelenggaraan pemerintahan desa sebagai unsur penyelenggara pemerintahan desa di Daerah. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Daerah ini yang dimaksud dengan : 1. Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat. Pemerintah Daerah adalah Bupati dan Perangkat Daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintah daerah. 7. Bupati adalah Bupati Grobogan. 2 . Daerah adalah Kabupaten Grobogan. 5. Dengan Persetujuan Bersama DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN GROBOGAN dan BUPATI GROBOGAN MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN DAERAH TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA PEMERINTAHAN DESA. 8.4. 2. berdasarkan asal-usul dan adat-istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berada di Daerah. 6. Pemerintah Desa adalah Kepala Desa dan Perangkat Desa sebagai unsur penyelenggara pemerintahan desa di Daerah. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4587).

9. urusan pemerintahan lainnya yang oleh peraturan perundang-undangan diserahkan kepada desa. Pengaturan BPD sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dalam Peraturan Daerah tersendiri. Perangkat Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri dari Sekretaris Desa dan Perangkat Desa lainnya. c. d. Peraturan Desa adalah peraturan perundang–undangan yang dibuat oleh BPD bersama Kepala Desa. b. BAB II KEDUDUKAN. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Pasal 3 Pemerintah Desa mempunyai tugas pokok dan fungsi mengatur dan menyelenggarakan Pemerintahan Desa berdasarkan kebijakan yang ditetapkan bersama dengan BPD. urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan Kabupaten yang diserahkan pengaturannya kepada desa. 3 . BAB III SUSUNAN ORGANISASI Bagian Pertama Susunan Organisasi Pemerintahan Desa Pasal 4 (1) (2) Pemerintahan Desa terdiri dari Pemerintah Desa dan BPD. Pasal 5 (1) (2) Pemerintah Desa terdiri dari Kepala Desa dan Perangkat Desa. urusan pemerintahan yang sudah ada berdasarkan hak asal usul desa. TUGAS DAN FUNGSI Pasal 2 Pemerintah Desa berkedudukan sebagai unsur pelaksana Pemerintahan Desa dalam rangka penyelenggaraan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan desa meliputi : a. tugas pembantuan dari Pemerintah. dan Pemerintah Daerah.

(3) Perangkat Desa lainnya sebagaimana dimaksud pada ayat (2) terdiri atas : a. (2) Bagan Organisasi Pemerintahan Desa sebagaimana tercantum dalam Lampiran merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini. dan kemasyarakatan. yaitu terdiri dari paling sedikit 3 (tiga) Kepala Urusan dan paling banyak 5 (lima) Kepala Urusan. mengajukan rancangan peraturan desa. e. Unsur Kewilayahan. diantaranya adalah Modin. Sekretariat Desa. c. menyusun dan mengajukan rancangan peraturan desa mengenai APB Desa untuk dibahas dan ditetapkan bersama BPD. kekayaan desa dan luas wilayah. pembangunan. membina perekonomian desa. Pelaksana Teknis Lapangan. Jaga baya dan lainnya sesuai kebutuhan Desa. f. Kepala Desa mempunyai wewenang : a. dan i. melaksanakan wewenang lain sesuai dengan peraturan perundangundangan. mengoordinasikan pembangunan desa secara partisipatif. h. g. membina kehidupan masyarakat desa. Bagian Kedua Kepala Desa Pasal 7 (1) (2) Kepala Desa mempunyai tugas menyelenggarakan urusan pemerintahan. (4) Jumlah Perangkat Desa dari unsur Sekretariat Desa jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi sosial budaya masyarakat setempat serta memperhatikan jumlah penduduk. dan c. b. Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1). menetapkan peraturan desa yang telah mendapat persetujuan bersama BPD. memimpin penyelenggaraan pemerintahan desa berdasarkan kebijakan yang ditetapkan bersama BPD. b. Ulu-Ulu. d. 4 . mewakili desanya di dalam dan di luar pengadilan dan dapat menunjuk kuasa hukum untuk mewakilinya sesuai dengan peraturan perundangundangan. Pasal 6 (1) Susunan organisasi Pemerintah Desa ditetapkan lebih lanjut dengan Peraturan Desa.

memberikan laporan Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta mempertahankan dan memelihara keutuhan Negara Kesatuan Republik pertanggungjawaban (3) menginformasikan penyelenggaraan pemerintahan desa kepada masyarakat. 5 . mengembangkan pendapatan masyarakat dan desa. melaksanakan kehidupan demokrasi. b. memegang teguh dan mengamalkan Pancasila. (4) Laporan keterangan pertanggungjawaban kepada BPD sebagaimana dimaksud pada ayat (2) disampaikan 1 (satu) kali dalam 1 (satu) tahun dalam musyawarah BPD. mendamaikan perselisihan masyarakat di desa. k. mengembangkan potensi sumber daya alam dan melestarikan lingkungan hidup. Korupsi dan Nepotisme. menyelenggarakan administrasi pemerintahan desa yang baik. melaksanakan dan mempertanggungjawabkan pengelolaan keuangan desa. h. melaksanakan UndangUndang Indonesia. serta laporan penyelenggaraan keterangan laporan kepada kepada Bupati. f. d. melaksanakan urusan yang menjadi kewenangan desa.Pasal 8 (1) Dalam melaksanakan tugas dan wewenang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7. Kepala Desa mempunyai kewajiban : a. mengayomi dan melestarikan nilai-nilai sosial budaya dan adat istiadat. Laporan penyelenggaraan Pemerintahan Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (2) disampaikan kepada Bupati melalui Camat 1 (satu) kali dalam 1 (satu) tahun. dapat berupa selebaran yang ditempelkan pada papan pengumuman atau diinformasikan secara lisan dalam berbagai pertemuan masyarakat desa. m. e. i. memelihara ketentraman dan ketertiban masyarakat. menjalin hubungan kerja dengan seluruh mitra kerja pemerintahan desa. dan o. (2) Selain kewajiban sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Kepala Desa mempunyai pemerintahan kewajiban desa untuk memberikan BPD. n. (5) Menginformasikan laporan penyelenggaraan pemerintahan desa kepada masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (2). melaksanakan prinsip tata pemerintahan desa yang bersih dan bebas dari Kolusi. membina. c. meningkatkan kesejahteraan masyarakat. j. radio komunitas atau media lainnya. l. memberdayakan masyarakat dan kelembagaan di desa. menaati dan menegakkan seluruh peraturan perundang-undangan. g.

Kepala Desa bagi Sekretaris Desa. b. urusan pembangunan dan perekonomian. dan e. b. Bagian Ketiga Perangkat Desa Pasal 9 (1) (2) Perangkat Desa bertugas membantu Kepala Desa. b. (5) Kepala urusan pola minimal terdiri dari : a. Sekretaris Desa bertanggungjawab secara teknis administratif kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah. urusan pemerintahan. Kepala Urusan Pembangunan dan Perekonomian. Kepala Dusun dan Unsur Pelaksana Teknis. Paragraf 1 Sekretariat Desa Pasal 10 (1) Sekretariat Desa berkedudukan sebagai unsur staf yang membantu Kepala Desa dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya serta dipimpin Sekretaris Desa. c. Perangkat Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bertanggungjawab kepada : a. Laporan akhir masa jabatan Kepala Desa disampaikan kepada Bupati melalui Camat dan kepada BPD. urusan umum.(6) (7) Laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) digunakan oleh Bupati sebagai dasar melakukan evaluasi penyelenggaraan pemerintahan desa dan sebagai bahan pembinaan lebih lanjut. urusan kesejahteraan rakyat. (2) Sekretaris Desa mempunyai tugas menjalankan fungsi administrasi pemerintahan. dan c. (3) Dalam melaksanakan tugasnya. (3) Sekretaris Desa melaksanakan : a. (4) Dalam melaksanakan tugas Sekretaris Desa dibantu oleh paling sedikit 3 (tiga) Kepala Urusan dan paling banyak 5 (lima) Kepala Urusan. Sekretaris Desa bagi Kepala Urusan. 6 . pembangunan. dan kemasyarakatan. d. Dalam melaksanakan tugasnya. Kepala Urusan Pemerintahan dan Keuangan. Kepala Urusan Umum dan Kesejahteraan Rakyat. urusan keuangan.

f. Kepala Urusan Pemerintahan. 7 . dan e. mengolah dan mengevaluasi data di bidang pembangunan dan perekonomian. Pasal 11 Kepala Urusan Pemerintahan dan Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (5) huruf a mempunyai tugas : a. melakukan bimbingan di bidang perkoperasian pengusaha ekonomi lemah dan kegiatan perekonomian lainnya dalam rangka meningkatkan kehidupan perekonomian masyarakat. Kepala Urusan Umum.dan k. e. c. melakukan pembinaan ketentraman dan ketertiban. mengolah dan mengevaluasi data di bidang pemerintahan dan keuangan. d. membantu tugas-tugas di bidang pemungutan pajak. Pasal 12 Kepala Urusan Pembangunan dan Perekonomian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (5) huruf b mempunyai tugas : a. b. Kepala Urusan Kesejahteraan Rakyat. Kepala Urusan Pembangunan dan Perekonomian.(6) Kepala urusan pola maksimal terdiri dari : a. c. melakukan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Desa. mengumpulkan bahan dan menyusun laporan di bidang pemerintahan. c. retribusi dan pendapatan lain-lain. b. j. h. melakukan administrasi pemerintahan dan keuangan. Kepala Urusan Keuangan. i. ketentraman dan ketertiban. membantu penyelenggaraan kegiatan administrasi perlindungan masyarakat. melakukan pelayanan administrasi kepada masyarakat. b. melakukan administrasi Peraturan Desa dan Keputusan Kepala Desa. ketentraman dan ketertiban. membantu pelaksanaan tugas-tugas di bidang keagrariaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang baru. di bidang pemerintahan. g. mengumpulkan. d. mengumpulkan. mengumpulkan bahan dalam rangka pembinaan wilayah dan masyarakat. melakukan pelayanan kepada masyarakat di bidang perekonomian dan pembangunan.

j. membantu tugas-tugas di bidang administrasi kependudukan dan catatan sipil. e. ketentraman dan ketertiban. c. mengumpulkan bahan dan menyusun laporan di bidang pemerintahan. melakukan pengaturan pelaksanaan rapat-rapat dinas dan upacara. membantu mengumpulkan dan menyalurkan bantuan korban bencana. melakukan urusan perlengkapan dan inventaris desa. h. membantu koordinasi pelaksanaan pembangunan serta menjaga dan memelihara prasarana dan sarana fisik di lingkungan desa. Pramuka dan organisasi kemasyarakatan lainnya. g. h. melakukan urusan rumah tangga Pemerintah Desa. membina kegiatan keagamaan yang ada. 8 . membantu tugas-tugas di bidang pemungutan pajak. dan k. melakukan kegiatan dalam rangka meningkatkan swadaya dan partisipasi masyarakat. mengolah dan mengevaluasi data di bidang pemerintahan. f. j. melakukan pelayanan kepada masyarakat di bidang kesejahteraan rakyat. mengumpulkan bahan dalam rangka pembinaan wilayah dan masyarakat. melakukan kegiatan dalam rangka pelaksanaan musbangdus dan musbangdes.d. d. mengumpulkan. f. melakukan administrasi perekonomian dan pembangunan di desa. i. g. membantu pelaksanaan bimbingan kegiatan Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK). b. e. dan h. melakukan pembinaan ketentraman dan ketertiban. membantu pelaksanaan tugas di bidang keagrariaan sesuai peraturan perundangundangan yang berlaku. b. mengumpulkan bahan dan menyusun laporan Pemerintah Desa. Pasal 13 Kepala Urusan Umum dan Kesejahteraan Rakyat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (5) huruf c mempunyai tugas : a. melakukan pelayanan kepada masyarakat di bidang pemerintahan. Karang Taruna. melakukan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Desa. i. membantu penyelenggaraan kegiatan administrasi Pertahanan Sipil. melakukan urusan tata usaha desa. f. e. d. g. c. melakukan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Desa. melakukan administrasi Peraturan Desa dan Keputusan Kepala Desa. retribusi dan pendapatan lainnya. mengumpulkan bahan dan menyusun laporan di bidang kesejahteran rakyat. Pasal 14 Kepala Urusan Pemerintahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (6) huruf a mempunyai tugas : a.

9 pertanggungjawaban atas penggunaan keuangan yang telah . melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Desa. d. mengolah dan mengevaluasi data di bidang pembangunan dan perekonomian. kesehatan. membantu mengumpulkan dan menyalurkan bantuan terhadap korban bencana. f. melakukan bimbingan di bidang keagamaan. mengolah dan mengevaluasi data di bidang kesejahteraan rakyat. melakukan bimbingan di bidang perkoperasian pengusaha ekonomi lemah dan kegiatan perekonomian lainnya dalam rangka meningkatkan kehidupan perekonomian masyarakat. keluarga berencana dan pendidikan masyarakat. mengumpulkan bahan dan menyusun laporan di bidang keuangan. b. melakukan administrasi perekonomian dan pembangunan di desa. mengumpulkan. melaksanakan musbangdus. melakukan pelayanan kepada masyarakat di bidang kesejahteraan rakyat. Pasal 15 Kepala Urusan Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (6) huruf b mempunyai tugas : a. d. melakukan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Desa. Pasal 17 Kepala Urusan Kesejahteraan Rakyat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (6) huruf d mempunyai tugas : a. g. c. mengumpulkan. d. membantu koordinasi pelaksanaan pembangunan serta menjaga dan memelihara prasarana dan sarana fisik di lingkungan desa. dan l. mengurus dikeluarkan. Pasal 16 Kepala Urusan Pembangunan dan Perekonomian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (6) huruf c mempunyai tugas : a. mengurus pembukuan keuangan Desa. melakukan kegiatan dalam rangka pelaksanaan musbangdus dan musbangdes. menyimpan dan mengeluarkan uang Desa. melakukan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Desa. dan h. menerima. melakukan kegiatan dalam rangka meningkatkan swadaya dan partisipasi masyarakat. ketentraman dan ketertiban. c. b. dan e. mengumpulkan bahan dan menyusun laporan di bidang pemerintahan. e. melakukan pelayanan kepada masyarakat di bidang perekonomian dan pembangunan. b. c.k.

melakukan pengaturan pelaksanaan rapat-rapat dinas dan upacara. cerai dan rujuk. membantu melaksanakan dan atau mengkoordinasikan kegiatan administrasi nikah. melaksanakan kegiatan-kegiatan keagamaan dan urusan kematian. melakukan urusan perlengkapan dan inventaris desa. melakukan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Desa. melakukan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Desa. g. 10 . membantu memfasilitasi dalam rangka pembinaan kerukunan antar umat beragama. Ulu-ulu. dan g. membina kegiatan keagamaan yang ada. dan h. c. sosial budaya dan keagamaan. Karang Taruna. b. b. d. kesehatan.e. malakukan urusan tata usaha desa. Pasal 20 Modin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 huruf a mempunyai tugas : a. e. mengumpulkan bahan dan menyusun laporan Pemerintah Desa. melakukan urusan rumah tangga Pemerintah Desa. melakukan administrasi kepegawaian. Modin. c. dan sebagainya sesuai kebutuhan desa. Pasal 18 Kepala Urusan Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (6) huruf e mempunyai tugas : a. talak. mengumpulkan bahan dan menyusun laporan di bidang kesejahteraan rakyat. Jagabaya. diantaranya adalah : a. membantu pelaksanaan bimbingan kegiatan Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK). dan d. b. f. c. d. Pramuka dan organisasi kemasyarakatan lainnya. Paragraf 2 Pelaksana Teknis Lapangan Pasal 19 Pelaksana Teknis Lapangan adalah perangkat desa yang diangkat oleh Kepala Desa berdasarkan kebutuhan dan kemampuan Desa. f. melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Desa.

membantu tersedianya kebutuhan air bagi petani. b.pemeliharaan saluran air dan sebagainya.Pasal 21 Ulu-ulu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 huruf b mempunyai tugas : a. melaksanakan keputusan dan kebijakan Kepala Desa. serta ketentraman dan ketertiban. melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Desa. e. . melakukan penyuluhan program Pemerintah. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Daerah. melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Desa. membantu Kepala Desa dalam kegiatan pembinaan dan kerukunan warga. d. b. (2) Kepala Dusun mempunyai tugas : a. dan g. c. dan c. melaksanakan kegiatan pemerintahan. membantu pelaksanaan tugas Kepala Desa. Paragraf 3 Unsur Kewilayahan Pasal 23 (1) Unsur kewilayahan adalah Perangkat Desa yang diangkat oleh Kepala Desa yang disebut Kepala Dusun. 11 . Pasal 22 Jagabaya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 huruf c mempunyai tugas : a. membina dan menjaga keamanan. ketentraman dan ketertiban. tentram dan tertib. memfasilitasi organisasi petani pemakai air dalam hal : . f.membantu penyusunan kegiatan dalam rangka penerapan teknologi tepat guna. melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Desa. . membina dan meningkatkan swadaya gotong-royong. dan . b.memfasilitasi keperluan di bidang pertanian. mengambil langkah-langkah baik preventif maupun represif dalam rangka menciptakan keadaan desanya yang aman. pembangunan dan kemasyarakatan.

Pasal 26 Pemerintah Kabupaten dan Camat wajib membina dan mengawasi penyelenggaraan pemerintahan desa dan lembaga kemasyarakatan. BAB V PEMBINAAN DAN PENGAWASAN Pasal 25 Setiap Pimpinan Satuan Organisasi dalam lingkungan Pemerintah Desa melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas dan kewajiban bawahannya serta memberikan bimbingan dan petunjuk teknis bagi pelaksaaan tugas dan kewajiban masing-masing. Pasal 27 Pembinaan dan pengawasan Pemerintah Kabupaten sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 meliputi : a. (2) Hubungan Pemerintah Desa dengan BPD bersifat mitra kerja dalam penyelenggaraan pemerintahan desa. memberikan pedoman teknis pelaksanaan dan pengembangan lembaga kemasyarakatan. memberikan pedoman penyusunan peraturan desa dan peraturan kepala desa. memberikan pedoman pelaksanaan tugas pembantuan dari kabupaten ke desa. f. menetapkan pembiayaan alokasi dana perimbangan untuk desa. integrasi dan sinkronisasi. melakukan evaluasi dan pengawasan peraturan desa. menetapkan pengaturan kewenangan kabupaten yang diserahkan pengaturannya kepada desa. konsultatif dan koordinatif. i. c. memberikan pedoman penyusunan perencanaan pembangunan partisipatif.BAB IV TATA KERJA Pasal 24 (1) Dalam melaksanakan tugasnya Pemerintah Desa menerapkan prinsip-prinsip koordinasi. d. j. e. k. melakukan penelitian tentang penyelenggaraan pemerintahan desa. (3) Hubungan kerja antara Pemerintah Desa dengan Lembaga Kemasyarakatan Desa bersifat kemitraan. lembaga adat beserta hak-hak tradisionalnya dalam pelaksanaan pemerintahan desa. mengawasi pengelolaan keuangan desa dan pendayagunaan aset desa. b. melakukan pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan desa dan lembaga kemasyarakatan. memfasilitasi keberadaan kesatuan masyarakat hukum adat. h. nilai adat istiadat. 12 . g.

n. m. 13 . memfasilitasi kerjasama antar desa dan kerjasama desa dengan pihak ketiga. memfasilitasi kerjasama antar lembaga kemasyarakatan dan kerjasama lembaga kemasyarakatan dengan pihak ketiga. e. memfasilitasi administrasi tata pemerintahan desa. j. memfasilitasi koordinasi unit kerja pemerintahan dalam pengembangan lembaga kemasyarakatan. memfasilitasi pelaksanaan urusan otonomi daerah Kabupaten yang diserahkan kepada desa. h. memfasilitasi upaya penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum. c.. k.undangan. memfasilitasi penerapan dan penegakan peraturan perundang-undangan. melakukan upaya-upaya percepatan atau akselerasi pembangunan perdesaan. dan kewajiban lembaga kemasyarakatan. memfasilitasi bantuan teknis dan pendampingan kepada lembaga kemasyarakatan. BAB VI KETENTUAN PERALIHAN Pasal 29 Peraturan Desa yang mengatur mengenai Susunan Organisasi Pemerintah Desa yang bertentangan atau tidak sesuai dengan Peraturan Daerah ini. l. memfasilitasi pengelolaan keuangan desa dan pendayagunaan aset desa. Perangkat Desa dan BPD sesuai dengan kondisi dan sosial budaya masyarakat setempat. memfasilitasi pelaksanaan pemberdayaan masyarakat desa. memberikan penghargaan atas prestasi yang dilaksanakan dalam penyelenggaraan pemerintahan desa dan lembaga kemasyarakatan. g. o. m. diganti atau diubah paling lama 1 (satu) tahun sejak diundangkannya Peraturan Daerah ini. memfasilitasi penyusunan peraturan desa dan peraturan kepala desa. d. fungsi. menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan bagi pemerintah desa dan lembaga kemasyarakatan.l. i. f. memfasilitasi pelaksanaan tugas. memfasilitasi penyusunan perencanaan pembangunan partisipatif. Pasal 28 Pembinaan dan pengawasan Camat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 meliputi : a. dan n. b. memberikan sanksi atas penyimpangan yang dilakukan oleh kepala desa sebagaimana diatur dalam peraturan perundang. menetapkan pakaian dan atribut lainnya bagi Kepala Desa. memfasilitasi pelaksanaan tugas kepala desa dan perangkat desa. dan p.

Ditetapkan di Purwodadi pada tanggal ………. BUPATI GROBOGAN. 14 . Agar setiap orang mengetahuinya.. SERI ….. BAMBANG PUDJIONO Diundangkan di Purwodadi pada tanggal ……………. Peraturan Daerah Kabupaten Grobogan Nomor 11 Tahun 2000 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Pemerintah Desa Kabupaten Grobogan (Lembaran Daerah Kabupaten Grobogan Tahun 2000 Nomor 8 Seri D) dicabut dan dinyatakan tidak berlaku... Pasal 32 Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN GROBOGAN..BAB VII KETENTUAN PENUTUP Pasal 30 Pada saat Peraturan Daerah ini mulai berlaku.. Pasal 31 Pelaksanaan Peraturan Daerah ini diatur lebih lanjut oleh Bupati.. SUTOMO HERU PRIANTO LEMBARAN DAERAH KABUPATEN GROBOGAN TAHUN 2006 NOMOR …. memerintahkan pengundangan Peraturan Daerah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Daerah Kabupaten Grobogan.

dan urusan pemerintahan lainnya yang oleh peraturan perundang-undangan diserahkan kepada desa. maka Peraturan Daerah Kabupaten Grobogan Nomor 11 Tahun 2000 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Pemerintahan Desa Kabupaten Grobogan perlu diganti dan disesuaikan. urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan Kabupaten yang diserahkan pengaturannya kepada desa. II. Pemerintah Desa terdiri dari Kepala Desa dan Perangkat Desa. Pemerintah Propinsi dan Pemerintah Kabupaten. serta menginformasikan laporan penyelenggaraan pemerintahan desa kepada masyarakat. unsur pelaksana teknis lapangan dan unsur kewilayahan. memberikan laporan keterangan pertanggungjawaban kepada BPD. yang merupakan pengganti UndangUndang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah. Kepala Desa dalam melaksanakan tugas. 15 . wewenang dan kewajibannya memiliki kewajiban untuk memberikan laporan penyelenggaraan kepada Bupati. Pemerintah Desa menyelenggarakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan desa meliputi urusan pemerintahan yang sudah ada berdasarkan hak asal usul desa.PENJELASAN ATAS PERATURAN DAERAH KABUPATEN GROBOGAN NOMOR TAHUN 2006 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA PEMERINTAHAN DESA I. tugas pembantuan dari Pemerintah. terdiri atas Sekretaris Desa dan Perangkat Desa lainnya yang terdiri dari unsur sekretariat desa. dan dengan telah ditetapkannya Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa. Dalam kedudukannya sebagai unsur pelaksana Pemerintahan Desa. PENJELASAN UMUM Dengan diterbitkannya Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2005 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang – Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Perubahan Atas UndangUndang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Adapun Perangkat Desa yang memiliki tugas membantu Kepala Desa. PENJELASAN PASAL DEMI PASAL Pasal 1 Cukup jelas.

Pasal 2 Cukup jelas Pasal 3 Cukup jelas Pasal 4 Cukup jelas Pasal 5 Cukup jelas Pasal 6 Cukup jelas Pasal 7 Cukup jelas Pasal 8 Cukup jelas Pasal 9 Cukup jelas Pasal 10 Cukup jelas Pasal 11 Cukup jelas Pasal 12 Cukup jelas Pasal 13 Cukup jelas Pasal 14 Cukup jelas 16 .

Pasal 15 Cukup jelas Pasal 16 Cukup jelas Pasal 17 Cukup jelas Pasal 18 Cukup jelas Pasal 19 Cukup jelas Pasal 20 Cukup jelas Pasal 21 Cukup jelas Pasal 22 Cukup jelas Pasal 23 Cukup jelas Pasal 24 Cukup jelas Pasal 25 Cukup jelas Pasal 26 Cukup jelas Pasal 27 Cukup jelas Pasal 28 Cukup jelas 17 .

Pasal 29 Cukup jelas Pasal 30 Cukup jelas Pasal 31 Cukup jelas Pasal 32 Cukup jelas 18 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->