5

BAB II LANDASAN TEORI

2.1

Konsep Manajemen Kualitas

Manusia selalu berhadapan dengan persoalan kualitas dalam kehidupan sehari-hari mereka. Kualitas dapat diukur dan didefinisikan. Kualitas mempunyai banyak kriteria yang berbeda dan kriteria ini terus berubah, bahkan masing-masing manusia mempunyai kriteria yang berbeda. Untuk itu, penting adanya untuk mengukur preferensi dan mengukur kembali secara berkala. Produk, jasa, manusia, proses, dan elemen lingkungan adalah kritikal. Kualitas tidak hanya dipergunakan pada produk dan jasa tetapi juga pada manusia dan proses yang menyediakan mereka dan lingkungan yang mana mereka sediakan.1 Menurut Gaspersz (Gaspersz, 2001, p.5), manajemen kualitas terpadu didefinisikan sebagai suatu cara meningkatkan performasi secara terusmenerus (continues performance improvement) pada level setiap operasi atau proses, dalam setiap area fungsional dari suatu organisasi, dengan

1

Goetsch, David.L. Davis, Stanley B.. 2003. “Quality management : Introduction Total Quality Management for Production, Processing, and Services”. Edition. Pearson Education, Inc

to Fourth

6

menggunakan semua sumber daya manusia dan modal yang tersedia. Sementara Joseph Juran sangat terkenal dengan konsep trilogy kualitas, yaitu : perencanaan kualitas (quality planning), pengendalian kualitas (quality control), dan perbaikan atau peningkatan kualitas (guality improvement). (Gryna, 2001, p.11). 2

Tabel 2.1 Proses-proses Dalam Manajemen Kualitas Menurut Diagram Trilogy Joseph Juran ( Gryna, 2001, p.11)
PERENCANAAN KUALITAS Identifikasi proyek Identifikasi konsumen Menemukan kebutuhan konsumen Membangun produk PENGENDALIAN KUALITAS Memilih subyek kontrol Membuat pengukuran Membangun standar penampilan Mengukur penampilan yang sebenarnya Membangun proses Membandingkan dengan standar Mengembangkan kendali proses, transfer ke operasi Mengambil tindakan terhadap perbedaan Menyediakan dan menguji cara memperbaiki Berhubungan dengan kesulitan untuk berubah dan mengontrol untuk mencapai hasil Diagnosa kasus PENINGKATAN KUALITAS Membuktikan kebutuhan Mengidentifikasi proyek Organisasi tim proyek

2

“Six Sigma Dalam Manajemen Mutu”. http://www.angelfire.com/moon/artemisia_diana/files/UTSManajemenMutu.doc.

7

2.2

Tingkat Layanan (Service Level)

Tingkat layanan (service level) operasional dari setiap perusahaan ditekankan untuk mencapai keseimbangan antara pengadaan produk dan kebutuhan pasar. Perencanaan yang kurang baik dapat mengakibatkan ketidakpuasan pelanggan, sementara itu pengadaan produk yang berlebihan akan berakibat pada kelebihan stok.

Peningkatan kinerja tingkat layanan dapat dilakukan dengan cara3: • Meningkatkan tingkat kepuasan pelanggan - memperbaiki tingkat layanan dengan memperkirakan kebutuhan pasar. • Menurunkan biaya - meminimumkan inventori • Memperbaiki control dan waktu respon - menciptakan proses kerja dan pengawasan yang didukung oleh sistem informasi • Perencanaan bisnis - menyediakan analisa probabilitas akan situasi dan kondisi dalam jangka panjang dan pendek.

3

“Customer Experience and Service Level: Field Service Operation Improvement”. http://www.tefen.com/services.asp?pageInstanceId=27v

sistematis dan dapat dipertanggung jawabkan. Wheelwright.3 Teori Peramalan (Forecast) Salah satu keputusan penting dalam perusahaan adalah kecilnya resiko kesalahan nilai produksi dan nilai penjualan. Untuk membantu tercapainya suatu keputusan yang optimal. Tarsito. yang pada akhirnya produk tersebut dapat digunakan di masyarakat. MSIE. Ir. Peramalan (forecast) merupakan prediksi nilai-nilai sebuah peubah berdasarkan kepada nilai yang diketahui dari peubah tersebut atau peubah yang berhubungan.4 Peramalan adalah perpaduan antara seni dan ilmu dalam memperkirakan keadaan di masa yang akan datang. Prof. Dr. Ekonomi Terapan. Salah satu alat yang diperlukan dan merupakan bagian integral dari proses pengambilan keputusan adalah dengan menggunakan metode peramalan. Resiko tersebut dapat dijadikan patokan suatu perusahaan untuk menghasilkan suatu produk. (1991). S. MSC. Terjemahan Aroef. p519). 1991. yang pada gilirannya didasarkan pada data histories dan pengalaman (Makridakis. Meramal juga dapat didasarkan pada keahlian judgment. dengan cara memproyeksikan data-data masa lampau ke masa yang akan datang dengan 4 Makridakis. Bandung .8 2. Matthias. diperlukan adanya suatu cara yang tepat.

1996. Dalam usaha mengetahui atau melihat perkembangan di masa depan. 2. B. p147). dan Render. Menurut Makridakis (1999. J. peramalan dibutuhkan untuk menentukan kapan suatu peristiwa akan terjadi atau suatu kebutuhan akan timbul sehingga dapat dipersiapkan kebijakan atau tindakan-tindakan yang perlu dilakukan. Peramalan adalah tingkat perkiraan yang diharapkan untuk suatu produk atau beberapa produk dalam periode waktu tertentu di masa yang akan datang. Pola atau tingkah laku dari urutan kejadian ekonomi atau kegiatan perusahaan dan saingan di masa lalu dan sekarang.3. peranan peramalan sangat penting. baik dalam penelitian. p14-15). Dan dapat diartikan bahwa peramalan adalah suatu taksiran yang ilmiah.9 menggunakan model matematika maupun perkiraan yang subjektif (Heizer. mencerminkan keadaan ekonomi atau hasil kerja perusahaan itu dan saingannya. 1992. JE. perencanaan maupun dalam pengambilan keputusan.1 Kegunaan dan Peran Peramalan Peramalan diperlukan karena adanya perbedaan waktu antara kesadaran akan dibutuhkannya suatu kebijakan baru dengan waktu pelaksanaan kebijakan tersebut. p19). Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. peramalan adalah suatu teori dimana kita bisa melihat (menduga) keadaan yang akan terjadi. Baik tidaknya hasil suatu penelitian dalam ekonomi dan dunia usaha sangat ditentukan oleh ketepatan ramalan yang dibuat. meskipun akan terdapat sedikit kesalahan (Biegel. oleh karena .

money supplies. pemasaran. langkah-langkah peramalan yang diambil dan metode yang digunakan. berhubungan dengan silkus bisnis dimana melalui prediksi nilai inflasi. dan perencanaan personal. Akhirnya baik tidaknya suatu ramalan sangat ditentukan oleh orang yang melakukannya.B. 3. rencana permintaan produk atau jasa pada suatu perusahaan. . yaitu: 1. Dan Render. 2.3. 2.J. dan indicator perencanaan yang lainnya. kapasitas. p160).10 itu. 1996. sistem penjadwalan. Sehingga yang penting diperhatikan adalah usaha untuk memperkecil kemungkinan kesalahan tersebut.. ketepatan dari ramalan tersebut merupakan hal yang sangat penting. dimana selalu ada unsur kesalahannya. Demand forecast. Walaupun demikian perlu disadari bahwa suatu ramalan adalah tetap ramalan. mengenai kemajuan teknologi dimana dapat menghasilkan produk baru. ramalan permintaan ini dapat mengkoordinasikan produksi pada perusahaan. Economic forecast.2 Tipe-tipe Peramalan Suatu perusahaan menggunakan tiga tipe ramalan pada perencanaan operasionalnya untuk yang akan datang (Heizer. Ramalan permintaan ini disebut juga peramalan penjualan (sales forecast). keuangan. Technological forecast.

3 Langkah-langkah Peramalan Mutu dari hasil peramalan yang disusun. maka model teresenut perlu dievaluasi ulang dan diganti apabila perlu. Pada dasarnya ada tiga langkah peramalan yang penting.3. 2. Data yang dikumpulkan haruslah data yang akurat sebab data yang tidak akurat atau kurang memadai. yaitu: 1. peramalan yang baik adalah peramalan yang dilakukan dengan mengikuti langkah-langkah atau prosedur penyusunan yang baik. Apabila akurasi model data itu menurun karena terjadinya perubahan pola data. Mengumpulkan dan menganalisa data lalu. 3. Menganalisa data dengan menggunakan tabulasi akan mempermudah untuk mengetahui pola data itu. dan mempertimbangkan adanya beberapa faktor perubahan.11 2. Menurut Sofyan Assauri (1985. tahap ini berguna untuk mencari pola dari data pada masa lalu. Menentukan metode yang dipergunakan. Memproyeksikan data yang lalu dengan menggunakan metode yang dipergunakan. sangat ditentukan oleh proses pelaksanaan penyusunannya. . akan menyebabkan hasil ramalan menjadi kurang tepat. p5). Metode peramalan yang baik adalah metode yang memberikan hasil ramalan yang tidak jauh berbeda dengan kenyataan yang terjadi.

Sejak saat itu metode dekomposisi telah dipergunakan secara luas dalam bidang ekonomi dan bisnis. • Kecenderungan (trend) menggambarkan perilaku data dalam jangka panjang. Metode dekomposisi merupakan salah satu model peramalan yang telah lama dipergunakan diantara metode-metode lainnya.3.12 2. atau tidak berubah. Data = pola + error = f (trend. data peningkatan mengenai penjualan perumahan yang .4 Metode Dekomposisi Menurut Vincent Gaspersz (1991. Model ini diperkenalkan oleh para ahli ekonomi pada permulaan abad ke-20 dalam mencoba mengendalikan siklus usaha. Ketiga komponen tersebut adalah kecenderungan (trend). menurun.p368-372). Dasar dari metode dekomposisi yang sekarang diperkenalkan pada tahun 1920 ketika konsep rasio terhadap trend diperkenalkan. siklik. musiman) + galat Metode dekomposisi pada umumnya mencoba mengidentifikasikan tiga komponen secara terpisah sebagai pola dasar. Misalnya. dan faktor musiman (seasonal factor). Metode dekomposisi mendasarkan asumsi bahwa data yang ada merupakan gabungan komponen pola dan error. siklik (cyclical). yang dapat bersifat menaik.

pengaruh trend dan pengaruh . Konsep dasar dari metode dekomposisi adalah memisahkan secara empiris pengaruh dari faktor musiman. Misalnya. Oleh karena itulah faktor siklis ini sangat sulit untuk diramalkan. dalam arti musim akan berulang setiap tahunnya atau kurang dari 1 tahun. resesi. minggu. • Faktor musiman berkaitan erat dengan fluktuasi periodik yang relatif konstan di sekitar garis trend yang berulang secara teratur dalam periode yang sama pada setiap tahun. volume penjualan pohon natal yang tinggi pada bulan Desember dalam setiap tahun. depresi dan kondisi perekonomian lainnya. bulan. Perbedaan antara faktor siklik dan faktor musim adalah ”musim” selalu berulang pada interval waktu yang tetap sepanjang tahun. dan tahun. • Faktor siklik merupakan suatu pola berkala dalam deret waktu yang terjadi dan berulang kembali setelah suatu masa dalam beberapa tahun dan biasanya dengan waktu yang tidak sama. Misalnya. atau volume penjualan buku pelajaran pada awal-awal tiap tahun ajaran baru.13 (sebagian) terjadi karena adanya pertumbuhan penduduk jangka panjang. sedangkan ”siklik” akan berulang kembali setelah lebih dari 1 tahun bahkan ada kemungkinan tidak akan berulang kembali. Variasi datanya dapat terjadi dalam satuan hari.

Hal ini disebabkan masing-masing faktor berdiri sendiri. Model pertambahan jarang dipergunakan karena lebih sulit pengerjaannya. tentu harus mengetahui kelebihan penjualan potensial. Analisis model ini memungkinkan manajemen untuk membuat rencana jangka pendek. Menurut Sofjan assauri (1984. Dengan menentukan pengaruh faktor musiman.14 siklik. Faktor galat yang tidak lain adalah sisaan (selisih antara data actual dan model) tidak dapat diperkirakan tetapi dapat diidentifaksi. Model perkalian merupakan model yang sering digunakan. sehingga trend tidak mempunyai pengaruh atas faktor musim. bisa dilakukan dalam bentuk penambahan atau perkalian. tetapi pada musim lain ia hanya mampu menjual 1000 unit sebulan. keuntungan metode dekomposisi secara nyata adalah : a. Contoh : Suatu perusahaan yang ingin meneliti kemungkinan perluasan pabrik dan alat-alatnya. misalnya untuk 15 tahun mendatang. Contoh: Suatu perusahaan menjual 5500 unit sebulan pada suatu musim. b.p209). manajemen atau perencanaan dapat memperkirakan lebih . Bentuk fungsi metode ini. karena pada model ini faktor musim dan siklus dinyatakan dalam bentuk indeks. Analisis model ini memungkinkan peramal untuk menentukan trend jangka panjang dari variable yang dipertimbangkan.

Six Sigma sebagai standar pengukuran dalam variasi produk diperkenalkan pada tahun 1920 sewaktu Walter Shewhart memperlihatkan bahwa tiga sigma dari rata-rata adalah titik dimana suatu proses memerlukan perbaikan.4.isixsigma.com/library/content/c020815a. http://www.4 Six Sigma 2.1 Sejarah Six Sigma Pada mulanya Six Sigma diperkenalkan sebagai standar pengukuran oleh Carl Frederick Gauss (1777-1855) yang juga memperkenalkan konsep kurva normal.asp . Contoh: Seorang manajer perlu memutuskan tentang percepatan atau perlambatan rekutmen personalia sehingga dapat dicapai tingkat pemanfaatan tenaga kerja yang lebih baik. dibawah kendali Bob Galvin sebagai chairman.15 tepat besarnya persediaan bahan baku atau jumlahh tenaga kerja yang dibutuhkan. para insinyur Motorola tidak cukup puas dengan tingkat pengukuran kualitas yang mereka miliki yang mengukur variasi per seribu 5 “The History of Six Sigma”. Analisis model ini membantu dalam perencanaan jangka menengah.5 Pada awal 1980-an. 2. c.

Robert P. – Cavanagh. . 2002. Pada tahun 1987. Yang mereka inginkan adalah pengukuran variasi per satu juta kesempatan. Sebagaimana Six Sigma menyebar ke seluruh perusahaan dengan dukungan kuat dari chairman Motorola. Roland R. Mereka menciptakan suatu standard dan metodologi yang membutuhkan perubahan kultur yang berhubungan dengan pengukuran kualitas tersebut.6 Six Sigma membantu Motorola menyadari hasil yang dapat dihasilkan dengan perubahan yang mendasar dalam organisasi mereka. Six Sigma memberikan kepada Motorola sebuah cara yang sedehana dan konsisten untuk melacak dan membandingkan kinerja dengan persyaratan pelanggan (ukuran six sigma) dan sebuah target ambisius dari kualitas yang sempurna secara praktik (tujuan Six Sigma).16 kesempatan. diperkecil menjadi tujuan 10 kali peningkatan setiap dua tahun – atau 100 kali dalam empat tahun.Neuman.Peter S. Mereka 6 Pande. seperti target awal pada awal tahun 1980an sebesar 10 kali peningkatan pada lima tahun. “The Six Sigma Way”. Six Sigma memberikan “otot” ekstra kepada Motorola untuk mencapai tujuan-tujuan yang pada saat itu sepertinya tidak mungkin. Yogyakarta: Andi . Konsep perbaikan inovatif itu disebut ‘Six Sigma’. keluar pendekatan baru dari Sektor Komunikasi Motorola yang pada saat itu dikepalai oleh George Fisher. Cavanagh. Bob Gavin. yang kemudian menjadi top executive di Kodak.

Six Sigma terus berkembang dari waktu ke waktu. Secara sederhana Six Sigma pada beberapa organisasi dapat diartikan sebagai suatu ukuran kualitas yang bergerak ke arah kesempurnaan. symbol. Six Sigma dapat dilihat sebagai suatu visi. tujuan. tidak hanya sebagai sistem pengukuran kualitas seperti TQM (Total Quality Management) atau ISO melainkan suatu cara untuk menjalankan bisnis. tetapi perhatian lebih banyak diberikan kepada rata-rata peningkatan dalam proses dan produk. suatu ukuran untuk menyatakan variasi (variance). dan mungkin lebih mudah untuk membuat daftar tentang Six Sigma adalah bukan hal yang sulit. 2001. Maksudnya adalah Six Sigma merupakan suatu disiplin. filosofi. pendekatan 7 Tennant. Six sigma dapat diartikan demikian karena kunci utama perbaikan Six Sigma adalah statistik menggunakan metode-metode.” .2 Pengertian Six Sigma Sigma merupakan symbol standard deviasi pada statistik (∑ atau σ) yang berasal dari huruf Yunani. Geoff. “Six Sigma: SPC and TQM in Manufacturing and Services.7 2. atau ketidak-tepatan sekelompok item atau proses. Six sigma dapat diartikan sebagai suatu metode yang digunakan oleh para insinyur dan statistikawan dalam memperbaiki atau mengembangkan proses atau produk.4. “Six Sigma adalah banyak hal. dan metodologi”.17 mencatat penghematan lebih dari $16 Billion sebagai hasil akhir implementasi Six Sigma. Meskipun sasaran “Six Sigma” penting.

Proses-proses Sigma harus dapat menghasilkan kesalahan kurang dari 3.What is Six Sigma?” http://www.9 Tingkat kesalahan yang rendah mengakibatkan penurunan dari segi biaya dan meningkatkan loyalty atau kesetiaan pelanggan. makin sedikit suatu proses mengalami variasi dan makin sedikit pula kesalahan yang akan dialami.18 melalui data dan suatu metodologi untuk mengurangi atau meniadakan kesalahan (defects) dalam produksi dalam semua proses. Apabila tercapai. maka Six Sigma akan dapat memastikan bahwa keseluruhan proses produksi berjalan pada efisiensi yang optimal. Makin tinggi nilai sigma. Pada proses manufacturing jumlah produk yang tidak mencapai standard kualitas dapat dihitung. Produsen 8 “Six Sigma .com/sixsigma/six_sigma.4 per satu juta peluang (per million opportunities) atau mencapai 99. keterlambatan juga dapat diukur. Implementasi Six Sigma berokus pada proses. Six sigma adalah suatu pendekatan kearah kustomer atau pelanggan (customer based approach) yang menyadari bahwa kesalahan produksi merupakan biaya yang mahal.com/whatis.8 Tujuan dari Sigma adalah untuk mengurangi variasi pada output sehingga tidak akan melampaui enam standard deviasi (Sigma) antara rata-rata (mean) dan batas spesifikasi terdekat.isixsigma.ixperion. mulai dari proses manufaktur hingga transaksi dan dari produk ke pelayanan (service). baik itu pada proses produksi atau jasa. Begitu pula pada lingkungan jasa. Suatu kesalahan dapat diartikan sebagai semua hal diluar persyaratan pelanggan.9966% tingkat kesuksesan.asp 9 http://www.htm .

Retensi pelanggan atau loyalitas pelanggan 5. Pengurangan biaya 2. Keuntungan dari penerapan Six Sigma berbeda untuk setiap perusahaan tergantung pada usaha yang dijalankannya. Pengurangan kesalahan pada produk atau produk cacat 6. data. Perubahan budaya kerja 7. Maka Six Sigma merupakan suatu alat untuk mencapai strategi bisnis ini. Pertumbuhan pangsa pasar 3. Tetapi umumnya dengan penerapan Six Sigma akan ada perbaikan dalam hal-hal berikut ini: 1. Pengembangan produk atau jasa . yaitu: Six Sigma merupakan suatu sistem yang komprehensif dan fleksibel untuk mencapai. maka dapat disederhanakan menjadi satu definisi yang lengkap dan jelas. perbaikan dan mengkaji ulang proses usaha. memberi dukungan dan memaksimalkan proses usaha.19 dengan biaya yang terendah dan penilaian yang tinggi dari pelanggan merupakan produsen yang paling kompetitif dalam penyediaan produk dan jasa. yang berfokus pada pemahaman akan kebutuhan pelanggan dengan menggunakan fakta. dan analisis statistik serta terus menerus memperhatikan pengaturan. visi dan misi serta strategi perusahaan bersangkutan. Dari sekian banyak pengertian di atas. Pengurangan waktu siklus 4.

Ada banyak pendekatan Six Sigma. Hal ini dikarenakan: • Aktifitas-aktifitas ini merupakan kunci yang mendukung keberhasilan kompetitif suatu perusahaan. pelayanan pelanggan. pemasaran. 3. Misalnya pada bidang manajemen. Six Sigma sangat berpotensi diterapkan pada bidang jasa atau nonmaufakturing di samping lingkungan yang bersifat teknikal.20 Six Sigma mempunyai kesamaan dengan prinsip-prinsip dan alat-alat kualitas yang dikembangkan oleh W. Six Sigma dapat diterapkan di bidang usaha apa saja mulai dari perencanaan strategi sampai operasional hingga pelayanan kepada pelanggan. Edwards Deming dan Joseph Juran. karena setiap perusahaan akan mempunyai pendekatan yang berbeda dengan perusahaan lainnya. 2. . Six Sigma meliputi sekumpulan praktik dan ketrampilan usaha yang merupakan kunci menuju kesuksesan dan perkembangan ke arah yang lebih baik. Keuntungan Six Sigma akan terlihat kita memimpin keseluruhan organisasi atau departemen dalam perusahaan kita. logistik. keuangan. dan sebagainya. sesuai dengan budaya kerja serta visi misi perusahaan tersebut. Hal-hal yang terselubung di balik penerapan Six Sigma adalah sebagai berikut: 1. teknologi informasi. seperti produk yang terukur berubah menjadi komoditi dalam pemesanan jangka pendek.

Six Sigma bila ditinjau dari segi perolehan finansial akan terlibat pada keuntungan intangible (tak terukur).doc .angelfire. kolaborasi. 4. 5. dan menciptakan strategi yang mendayagunakan kemampuan pribadi karyawan dan kemampuan teknikal.com/moon/artemisia_diana/files/UTSManajemenMutu.21 • Ada banyak kelebihan lainnya. tetapi berupa hal lain yang lebih berharga. Jadi Six Sigma dimaksudkan untuk berperan dalam bidang komersial transaksi dan administrasi yang memerlukan pendekatan khusus. komunikasi. http://www. Six Sigma sebagai keberhasilan individu dan keberhasilan teknikal.10 10 “Six Sigma Dalam Manajemen Mutu”. Kreativitas. karena biasanya aktivitas nonmanufaktur hanya mempunyai efektivitas sebesar 70%. Ide-ide pokok Six Sigma dapat memberi inspirasi dan memotivasi ide-ide dan kinerja yang lebih baik dari karyawan-karyawan. Perubahan sikap dan budaya kerja perusahaan yang diperoleh dari perbaikan proses dan karyawankaryawan yang telah diberi pelatihan mengenai Six Sigma akan memberi keuntungan kepada perusahaan bukan berupa uang. dan dedikasi merupakan hal-hal yang lebih mempengaruhi keberhasilan perusahaan.

Analyze – menganalisis. Improve – memperbaiki. 3. masih ada waktu untuk menerapkan Six Sigma. Pada kasus desain proses. Bila suatu usaha secara signifikan . Yang pertama adalah DMAIC. Ada tiga kualifikasi dasar yang harus dipenuhi bila akan menggunakan metode DMAIC. Measure. atau kesempatan apa yang akan diraih. ada aktivitas baru yang diluncurkan di mana tidak ada proses yang muncul. Pihak manajemen mungkin hanya mengerti permasalahan secara teoritis. Analyze. tetapi tidak mengetahui akar penyebab masalah. Ada celah antara kinerja sekarang dengan yang diharapkan. yaitu: 1. 2. Measure – mengukur. Bila pihak manajemen telah merencanakan perubahan jangka pendek. Pertamatama perlu ditentukan permasalahan apa yang harus dipecahkan. Penerapan Six Sigma secara cepat dapat menghemat waktu untuk analisis yang lebih akurat. Penyebab masalah tidak dipahami secara benar. Verify)/DFSS (Design for Six Sigma) untuk proses yang belum ada. Control – mengendalikan).22 2.3 Metodologi Six Sigma (DMAIC) Model pendekatan Six Sigma yang paling umum digunakan sekarang adalah DMAIC (Define – mendefinisikan. Terdapat dua macam metodologi dalam Six Sigma.4. Solusi belum ditetapkan. untuk proses yang sudah ada dan yang kedua adalah DMADV (Define. Design.

gagal mengirim produk-produk baru. kota.4. . Menghasilkan keuntungan adalah suatu dasar dari mempunyai pelanggan yang menginginkan produk atau jasa suatu perusahaan. Keinginan pada suatu produk atau jasa adalah suatu permulaan. perusahaan melakukan pendekatan yang berbeda-beda. memiliki pelanggan baru. akuisisi. 2. dan negara tempat mereka membuat produk atau menyediakan jasa. Untuk mencari keuntungan. 2.4.1 Transformasi Bisnis Jika suatu perusahaan kalah di pasaran.4. Perusahaan yang menguntungkan menyediakan pekerjaan dan membayar pajak yang mana memberikan manfaat pada komunitas.23 telah dijalankan untuk menjembatani celah tersebut. atau teknologi yang menciptakan peluang untuk perbaikan perusahaan. Six Sigma merupakan pendekatan yang tepat untuk perubahan berskala penuh. dan perbedaan itu membenarkan adanya berbagai cara untuk mengimplementasikan proses Six Sigma.4 Alasan Perusahaan Membutuhkan Six Sigma Perusahaan dibuat untuk mencari keuntungan. penerapan Six Sigma tidak akan berguna. mengalami kerugian. maka para karyawan dan manajer yang setia dapat sering merasakan perlunya perusahaan menanggalkan kebiasaan lama dan mentransformasi diri.

atau dikosentrasikan pada unit-unit bisnis terbatas atau bidang-bidang fungsional dari organisasi.4. pendekatan ini akan berpengaruh terhadap proses kerja. dengan tim dan pelatihan yang ditekankan pada peluang-peluang utama dan juga kelemahan utama.4. Area-area proses kunci dan untuk merekomendasikan perubahan: • • • • • • • Pendistribusian produk-produk Keefektifan proses penjualan Pengembangan produk baru Komplain pelanggan yang kritis Cacat produk dan masalah-masalah yang biasa terjadi Sistem informasi yang kritis bagi pengambilan keputusan bisnis Pengurangan biaya berskala besar 2. Sebenarnya bagi yang terlibat langsung.24 Dalam melakukan transformasi bisnis. pendekatan perbaikan strategis dapat serupa dengan usaha berskala perusahaan.2 Perbaikan Strategis Usaha perbaikan strategis dapat dibagi pada satu atau dua kebutuhan bisnis kritis. dan bagaimana proses kerja dievaluasi. bagaimana berinteraksi dengan para pelanggan dan rekan kerja. pengukuran proses kerja. tapi tidak seekstensif atau seambisius usaha-usaha yang paling agresif. Di sisi .

. kadang merupakan masalah yang mendapatkan fokus lebih dulu namum usaha perbaikannya tidak berhasil dengan orang-orang yang dilatih dalam seperangkat alat Six Sigma. dengan berdasarkan fakta-fakta dan pemahaman riil terhadap akar masalah dan kebutuhan.25 lain. dan menggunakan data serta analisis yang efektif daripada menggunakan penjelaskan singkat yang dipakai sebelumnya.4. 2. sejumlah perusahaan yang telah memulai dengan fokus strategis yang lebih terbatas. Manfaat pendekatan ini adalah fokus kepada isu-isu yang berguna dan mengatasi akar masalahnya.3 Pemecahan Masalah Pendekatan ini merupakan pendekatan yang paling mudah untuk perbaikan dengan menggunakan Six Sigma. Alat-alat tersebut memimpin kepada analisis serta solusi yang lebih baik terhadap masalah. Target-target pendekatan ini masih terbatas pada masalah-masalah yang mendesak dan bersifat menetap.4. diwaktu berikutnya memperluas Six Sigma kedalam inisiatif perubahan perusahaan dengan skala penuh. Pendekatan ini paling baik bagi perusahaan-perusahaan yang ingin mendapatkan manfaat-manfaat Six Sigma tanpa menciptakan reaksi perubahan mayor didalam perusahaan.

termasuk keuntungan yang berhasil diperolehnya.4. Variasi buruk yang berpengaruh negatif pada pelanggan disebut cacat (defect). Pada perusahaan. .5 Manajemen Six Sigma Manajemen Six Sigma dalam jangka panjang akan bersatu dalam suatu sistem loop-tertutup yang memerlukan feedback atau umpan balik berupa sekumpulan informasi internal dan eksternal yang akan menginformasikan kepada para manajer bagaimana kinerja perusahaan harus dipertahankan dan bagaimana perusahaan dibawa ke arah pertumbuhan yang lebih baik. stimuli internal adalah pengukuran aktivitas bagian dalam proses. Penerapan Six Sigma dengan sistem loop-tertutup ini akan dapat mengurangi arah yang tidak menentu pada perusahaan dan tetap menjaga kestabilan kinerja serta keberhasilan perusahaan. serta kepuasan pelanggan dan berbagai sumber data lainnya. ketidakpastian atau arah yang tak menentu ini disebut variasi. Dalam Six Sigma. Pendekatan yang digunakan untuk membuat. Sistem loop-tertutup yang baik akan bertahan walaupun perusahaan harus menghadapi masalah dan ketidakpastian yang melanda perusahaan di dalam atmosfir bisnis yang serba tidak menentu ini. sedangkan elemen feedback eksternal adalah hal-hal apa saja yang diinformasikan kepada perusahaan mengenai keberhasilannya mencapai tujuan atau tetap berada di jalur yang tepat.26 2.

dan memperbaiki sistem bisnis loop tertutup disebut manajemen proses. Tengah adalah organisasi atau proses.2 Model Proses Bisnis (Sumber: Six Sigma Dalam Manajemen Mutu) Gambar di atas menunjukkan pada sebelah kiri adalah input dari proses atau sistem.1 Sistem Loop Tertutup (Sumber: Six Sigma Dalam Manajemen Mutu) Penguraian konsep system loop-tertutup secara aljabar Gambar 2. perbaikan proses. dan desain ulang proses. Pelanggan. Proses Data. Info pasar.27 memonitor. Sebelah kanan adalah produk hasil output dari . melukiskan peta proses atau bagan arus. Wawasan masa depan HASIL Keputusan Strategis Dan Operasional SUKSES PERUSAHAAN ANDA Gambar 2.

pengaruh inti pada kepuasan pelanggan. serta dapat secara otomatis mengenali tanda-tanda prosesnya. kepuasan pelanggan. perusahaan akan dapat memahami sistem dan variabel mana yang dapat dimonitor dan direspon balik dengan cepat. pemasoknya. “X” menunjukkan masukan dan aliran proses sebagai petunjuk perubahan pada bagian upstream dari sistem. teknologi. variabel-variabel proses seperti waktu siklus. karyawannya terutama pelanggan dan pesaing. Sedangkan “Y” menunjukkan pengukuran kinerja usaha. adalah cara matematis untuk menyatakan perubahan atau variabel di dalam masukan dan proses sistem akan sangat menentukan skor akhir atau Y. sehingga akan dapat mencapai kekuatan dan kinerja yang baru serta efektif. Tetapi dengan Six Sigma. serta akan meliputi pelanggan penting dan juga keuntungan yang akan diraih.28 sistem atau proses. Sedangkan X bisa berarti tindakan penting untuk mencapai tujuan strategi. keuntungan. Selama ini banyak perusahaan yang belum dapat memahami hubungan antara variabel X dan Y. Ada penambahan sedikit kata-kata berupa huruf X dan Y pada gambar di atas yang mewakili pengukuran atau variabel pada bagian-bagian yang berbeda di dalam sistem. Rumus Y = f (x) yang dapat dibaca Y adalah fungsi dari x. serta kualitas masukan pada proses dari pelanggan maupun supplier. serta efisiensi bisnis secara keseluruhan. Y bisa berarti tujuan strategi. kebutuhan pelanggan. . kualitas hasil kerja. sumber daya dan lain-lain.

yaitu di mana terdapat dua kelompok yang saling membandingkan asumsi yang berbeda-beda. Menyatukan tujuan yang penuh ambisi dengan memusatkan perhatian seluruh organisasi pada tujuan kinerja 99. . diperlukan pedoman-pedoman yang jelas. Maka perbaikan yang cukup signifikan dalam perusahaan akan dapat tercapai. Hal-hal logis seputar penerapan Six Sigma adalah: 1. Hal ini untuk mencegah jalan perusahaan menuju ke arah yang tidak konsisten dan berpotensi untuk menjadi tidak seimbang. Hal ini akan menguntungkan kedua belah pihak dalam memikirkan apa saja yang benar-benar signifikan dalam proses bisnis ini. Secara ringkas. Agar penerapan Six Sigma efektif. Dengan berfokus pada cacat atau kemungkinan terjadinya cacat. 2.29 Perusahaan-perusahaan yang mengadopsi sistem Six Sigma menemukan bahwa pendekatan “skala Sigma” untuk mengevaluasi kinerja proses memberikan kepada perusahaan keuntungan-keuntungan yang signifikan.997 %. maka akan dapat didefinisikan cacat dan mengukur hampir semua aktivitas dan proses usaha. Begitu kebutuhan dapat didefinisikan secara jelas. 3. Menyediakan pengukuran yang sifatnya konsisten. Six Sigma mengukur permintaan dalam arti yang sebenarnya dari apa yang dibutuhkan pelanggan. Sigma mengukur: 1. pengukuran Six Sigma dapat digunakan untuk mengukur dan membandingkan proses-proses yang berbeda di dalam organisasi.

3. Gambar 2.30 2.11 2.4. Seperti halnya pengukuran yang lain. Misalnya apabila kebutuhan pelanggan berubah. maka kinerja Six Sigma juga akan berubah untuk mengakomodasi perubahan tersebut. Sistem Six Sigma digerakan atas dasar tiga strategi dasar.com/moon/artemisia_diana/files/UTSManajemenMutu.doc . http://www. dan semua strategi tersebut berfokus kembali pada proses organisasi perusahaan tersebut. Maksudnya adalah Six Sigma selalu berubah mengikuti keadaan dan kondisi perusahaan.3 Tiga Strategi Six Sigma (Sumber: Six Sigma Dalam Manajemen Mutu) 11 “Six Sigma Dalam Manajemen Mutu”. Manajemen harus dapat membuat prioritas apa yang harus diukur terlebih dahulu. Six Sigma juga membutuhkan waktu dan sumber daya.6 Strategi Manajemen dan Perbaikan Six Sigma Sistem Six Sigma akan berhasil dengan baik apabila terdapat pengetahuan akan kebutuhan pelanggan dan pengukuran yang efektif. Sifat Six Sigma adalah tidak statis (dinamis).angelfire.

Tujuan dari desain atau desain ulang proses bukan untuk menyesuaikan suatu proses. Desain atau Desain Ulang Proses (Process Design/Redesign) : Membangun bisnis yang lebih baik. yaitu: 1. “Incremental Improvement” atau perbaikan tambahan. 3. Meliputi strategi untuk mengembangkan solusi yang menghilangkan akar penyebab masalah pada kinerja usaha. yaitu prinsip-prinsip Six Sigma digunakan untuk membuat produk atau jasa baru yang berhubungan erat dengan kebutuhan pelanggan dan divalidasikan dengan data serta pengujian yang memadai. dan Kaizen. karena melibatkan perusahaan dari kesalahan dan arah fungsi hingga . suatu bentuk perbaikan berkesinambungan dari Jepang. Disebut juga “Continuous Improvement” atau perbaikan yang berkesinambungan. 2. tetapi cenderung menempatkan suatu proses atau sebagian proses dengan proses yang baru.31 Berikut ini akan diuraikan secara ringkas mengenai tiga strategi Six Sigma. Juga sering disebut dengan desain Six Sigma. Manajemen Proses (Process Management): Infrastruktur kepemimpinan Six Sigma . Strategi ketiga ini merupakan strategi yang paling evolusioner. Perbaikan Proses (Process Improvement): Menemukan solusi untuk mencapai target.

daya saing dan profitabilitas perusahaan. Perbaikan proses dan desain atau desain ulang proses yang dilaksanakan bersamaan dengan alat-alat perbaikan Six Sigma digunakan secara terus menerus untuk meningkatkan kinerja.32 pemahaman dan pemudahan proses.com/moon/artemisia_diana/files/UTSManajemenMutu. Kebutuhan pelanggan diartikan secara jelas dan selalu diperbaharui (update) secara teratur.doc . b. Pada manajemen proses ini. menggunakan pengukuran dan pemahaman proses untuk menilai kinerja pada saat yang tepat dan mengambil tindakan untuk mengetahui permasalahan dan peluang apa yang muncul. e. yaitu: a. aktivitas proses dan masukan yang menyeluruh dan berarti. kebijakan dan metode Six Sigma menjadi bagian yang menyatu dalam menjalankankan usaha. c. yang merupakan aliran kerja yang melibatkan nilai pelanggan dan pemegang saham. d. http://www. Manajer dan bawahannya. Pengukuran keluaran.angelfire.12 12 “Six Sigma Dalam Manajemen Mutu”. termasuk orang yang bersangkutan dalam proses tersebut. Proses dicatat dan diatur secara end-to-end dan tanggung jawab dibuat sedemikian rupa untuk menjamin adanya manajemen proses lintas fungsional atau cross-functional yang kritis.

CTQ ini mencakup batas spesifikasi atas dan bawah atau faktor-faktor lainnya yang berhubungan dengan produk/jasa. Alat-alat atau metode-metode tersebut akan diuraikan pada bagian ini.6 Tools Yang Dipakai Dalam Six Sigma Salah satu kunci keberhasilan Six Sigma adalah kerja tim dan juga alat-alat yang digunakan dapat memberi kekuatan pada proses usaha perbaikan dan usaha pembelajaran. Quality Function Deployment (QFD) adalah suatu proses yang sistematik untuk memotivasi suatu bisnis agar lebih fokus terhadap pelanggan. CTQ mewakili karakteristik produk/jasa yang didefinisikan oleh pelanggan.isixsigma.33 2.htm . QFD ini digunakan untuk mengidentifikasi dan memecahkan masalah yang 13 “Critical To Quality” http://www. baik pelanggan internal maupun eksternal.com/dictionary/Critical_To_Quality_-_CTQ-216. Biasanya CTQ ini harus diterjemahkan dari pernyataan pelanggan yang kualitatif menjadi suatu tindakan spesifikasi bisnis yang kuantitatif. CTQ mensejajarkan perbaikan dengan persyaratan kepuasan pelanggan.13 2.5 Critical To Quality (CTQ) Critical to Quality (CTQ) adalah suatu cara pengukuran produk/proses yang mana standard kinerja atau batas spesifikasinya harus sesuai dengan kepuasan pelanggan.

Ini merupakan suatu proses untuk mengerti keinginan pelanggan dan pentingnya keuntungan yang akan diperoleh.htm 17 “Process Capability” http://www.14 Diagram Boxplot adalah suatu alat grafik dasar yang menampilkan pengumpulan. dan pendistribusian dari kumpulan data yang berkesinambungan. proses.15 Grafik run chart adalah suatu pengukuran kinerja dari suatu proses pada suatu periode waktu yang digunakan untuk mengidentifikasi tren atau pola. dan quartile. median.com/dictionary/Run_Chart-114. penyebaran.isixsigma.com/dictionary/QFD-103.isixsigma.isixsigma.htm . yaitu nilai tengah dari 50% data.com/dictionary/Boxplot-196.com/dictionary/Process_Capability-299.htm 15 “Boxplot” http://www.17 Diagram sebab akibat (Fishbone) adalah analisa yang dilakukan dengan memulai pada akibat atau masalah yang timbul kemudian secara terstruktur mencari kemungkinan penyebabnya.34 terlibat dalam penyediaan produk. Diagram boxplot ini menyediakan hasil ringkasan dari kumpulan data. Pada umumnya ada enam 14 “Quality Function Deployment” http://www.htm 16 “Run Chart” http://www.isixsigma. Beberapa indikator yang digunakan menunjukkan kinerja keseluruhan dan kinerja potential.16 Process capability menunjuk kepada kemampuan dari suatu proses untuk memproduksi suatu produk/jasa yang bebas dari penyimpangan (defect) di bawah kendali lingkungan produksi/jasa. jasa dan strategi yang akan lebih memuaskan pelanggan.

Diagram Pareto ini membantu di dalam mengidentifikasi suatu penyebab masalah yang paling sering terjadi atau memberikan kontribusi terbesar. Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) merupakan seperangkat pedoman. method.35 faktor yang dapat menimbulkan penyimpangan di dalam proses bisnis yaitu 5 M (material. tapi juga dalam aktivitas pengumpulan data. Selain tools-tools di atas. mother nature) dan 1 P (people). terdapat tools lainnya seperti pengujian Tingkat Signifikan Statistik (Chi – Square. prosedur dan bahkan dalam pelaksanaan inisiatif Six Sigma. Satu-satu prasyarat adalah adanya situasi yang kompleks atau berisiko tinggi dimana perlu diberikannya penekanan khusus untuk menghentikan masalah. dalam hal mencari berbagai masalah bukan hanya dalam proses serta perbaikan kerja. ANOVA) yang mana merupakan teknik yang digunakan para ahli statistik untuk mencari pola atau . usaha-usaha Voice of Customer. machine. dan format untuk mengidentifikasi dan memprioritas masalah penting atau kegagalan. proses. Metode FMEA mempunyai banyak aplikasi dalam lingkungan Six Sigma. t – test. Analisa pareto dilakukan dengan menyusun atau mengelompokan data dari yang terbesar sampai terkecil. Analisa Pareto ini biasanya menggunakan aturan “80/20” yang mengindikasikan bahwa 80% biaya yang timbul di dalam perusahaan disebabkan oleh 20% masalah. measures.

3. Memeriksa validitas data. Roland R. Yogyakarta: Andi Pande. Roland R. b. “The Six Sigma Way”. produk. Pada Six Sigma. “The Six Sigma Way”. Robert P. – Cavanagh. Menguji hipotesa akar masalah dengan melihat apakah ada hubungan antar penyebab yang diduga (X) dan respon atau ouput (Y). c. Adapun kegunaan dari Korelasi dan Regresi itu sendiri adalah19: 1. alat-alat ini dapat digunakan untuk18: a. Analisis korelasi dan regresi menganalisa hubungan antara dua faktor atau lebih. . Menentukan jenis pola data atau distribusi dalam sekelompok data kontinu. d. berarti perubahan pada satu faktor akan berakibat pada faktor lain.36 menguji kecurigaan mereka pada data yang ada. Robert P. – Cavanagh.Neuman. Cavanagh. Memprediksi kinerja sebuah proses.Peter S. Mengkonfirmasi permasalahan yang terjadi atau adanya perubahan yang berarti pada kinerja proses.Neuman. . atau jasa dibawah kondisi tertentu. 2002. Yogyakarta: Andi . Mengukur dan membandingkan pengaruh berbagai faktor (X) pada hasil (Y). 18 19 Pande. Cavanagh. 2002. 2. Mengembangkan akar penyebab hipotesis berdasarkan pola dan perbedaan yang ada. Validasi atau tidak menyetujui akar penyebab hipotesis.Peter S. e. Bila dua faktor saling berhubungan.

Pelatihan berjalan dengan baik di luar Black Belt dan tim-tim. penekanan pada pelanggan barangkali merupakan unsur yang paling dapat dicatat dari Six Sigma di GE. Meskipun pengeluaran dan alat-alat statistik tampaknya mendapatkan publisitas paling banyak.7.angelfire. dan memberikan produk yang baru dan lebih baik. Welch mencatat:”Selama hampir empat dekade di GE. http://www. serta nilai tambah dari servis yang juga lebih sempurna. Puluhan ribu dari para manajer dan asosiasi GE telah dilatih dalam metode-metode Six Sigma.1 General Electric Six Sigma memberi kesempatan bagi GE untuk senantiasa menyempurnakan respon pada kebutuhan pelanggan.com/moon/artemisia_diana/files/UTSManajemenMutu. Sukses GE adalah hasil dari komitmen dan usaha yang “penuh semangat”. sampai melibatkan setiap manajer dan profesional di GE dan juga banyak dari orang-orang di garis depan.doc .20 20 “Six Sigma Dalam Manajemen Mutu”.7 Implementasi Six Sigma Pada Perusahaan-perusahaan 2. sebuah investasi yang sangat besar dalam hal waktu dan uang. saya tidak pernah melihat sebuah gerakan inisiatif perusahaan yang sangat berkemauan dan sangat cepat dalam mengejar sebuah ide besar”.37 2.

2 Motorola Dewasa ini. Executive mapan dari Kodak. pemimpin bidang elektronik yang berhasil dan diakui adalah Motorola yang terkait dengan penerapan Six Sigma. Six Sigma digunakan untuk menjawab pertanyaan bagaimana agar bertahan dalam bidang usaha. Tetapi tahun 1987. Baru dua tahun menjalankan Six Sigma.7. Pemimpin puncak Motorola menyadari bahwa kualitas produk mereka buruk. Konsep inovatif ini dinamakan “Six Sigma”.000 karyawan menjadi 130.000 karyawan pada saat sekarang. Tenaga kerja meningkat dari 71.38 2. tapi dua hal utama adalah cara yang konsisten untuk keluar dan membandingkan kinerja kebutuhan pelanggan (pengukuran Sigma) dan target kualitas sempurna (tujuan Sigma). Motorola merupakan perusahaan yang menemukan konsep yang telah diterapkan pada keselurahan sistem manajemen ini. Motorola merupakan salah satu perusahaan Amerika Serikat dan Eropa yang bersaing ketat dengan perusahaan Jepang. Motorola mendapat penghargaan Malcolm Balridge National Quality Award. ada pendekatan baru yang muncul dari bagian komunikasi Motorola yang pada saat itu dipegang oleh George Fisher. Bagi Motorola. Mereka tidak memiliki program kualitas. Banyak hal yang dilibatkan Six Sigma di Motorola. . Sekitar tahun 1980 dan awal 1990.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful