P. 1
Penyakit Karantina Muhammad Fauzi

Penyakit Karantina Muhammad Fauzi

|Views: 497|Likes:
Published by Muhammad Fauzi
Epidemiologi
Epidemiologi

More info:

Categories:Types, Research
Published by: Muhammad Fauzi on Apr 04, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/06/2015

pdf

text

original

PENYAKIT KARANTINA PES 1. Pengertian Wabah Menurut UU No.4/1984 Menurut UU No. 6 / 1962 yang diperbaharui dengan UU No.

4 / 1984 tentang wabah penyakit menular, yang termasuk penyakit wabah adalah : 1. Penyakit Karantina, yang terdiri dari : a. b. c. d. e. f. Pes (Plague) Kolera (Cholera) cacar (Smallpox) Demam Kuning (Yellow Fever) Demam Balik – Balik (Relapsing Fever) Typhus Bercak Wabahi (Typhus Exanthematicus Epidemika)

Penyakit Karantina adalah penyakit menular yang sesuai dengan International sanitary Regulation (ISR) dari WHO, yang pencegahan dan pemberantasannya dilaksanakan secara internasional. Karantina artinya pembatasan kebebasan/penahanan seseorang yang diduga telah mendapat penularan suatu penyakit Karantina selama masa inkubasi dari penyakit karantina yang diduga. Bila selama dalam penahanan itu ia benar-benar menderita penyakit karantina yang diduga, ia akan diisolasakan, dan bila setelah masa inkubasi tersebut ia tetap sehat, ia akan dibebaskan. Panjangnya masa inkubasi bagi masing-masing penyakit karantina sesuai ketentuan dari ISR adalah : Pes Kolera Cacar Demam Kuning Demam Balik – Balik Typhus Bercak Wabahi : 6 hari : 5 hari : 14 hari : 6 hari : 8 hari : 14 hari

Dalam rangka pencegahan dan pemberantasan penyakit karantina, ISR juga memuat kententuan – ketentuan yang diwajibkan semua negara yang menjadi anggota WHO untuk : 1. Melaksanakan upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit karantina di negara masing-masing.

dari Italia dan Yunani ke Perancis. 2. Dengan demikian wabah pes tiba di Eropa. terutama pelabuhan dan pusat perdagangan yang kerap terserang. yakni pes Justinius pada Abad ke-6. tentang karantina udara. 1 / 1962. Untuk melaksanakan ketentuan tersebut. kereta api. penyakit pes tetap membara selam 300 tahun. Penyakit ini menyebar dari kota-kota pelabuhan Laut Tengah ke pedalaman utara dan barat. Wabah-wabah ini mencapai puncaknya di London dalam wabah raya tahun 1665. Setelah menyapu Eropa pada Abada ke-14. tentang karantina laut. dan kota-kota pelabuhan. Spanyol. Sejarah Penyakit PES Penyebaran penyakit PES yang mematikan sudah dimulai abad ke 14 sampai kini. semua perdagangan dan lalu . Jumlah korbannya 25 juta orang. 2 / 1962. daftar kematian mingguan kota London menunjukkan bahwa lebih dari 30. 2. Genoa. di Indonesia telah dikeluarkan 2 undang – undang yaitu : 1. tetapi sisanya mendarat di Konstatinopel. Banyak di antara mereka meninggal di kapal. Pasukan tartar berhenti menyerang dengan batu kemudian menggantinya dengan melemparkan mayat-mayat tentara mereka sendiri yang meninggal karena pes. Undang – Undang RI. Undang – Undang RI No. sekali-kali meledak bila orang rentan tinggal berdesak-desakan di suatu tempat. Lama-kelamaan penyakit ini menjadi penyakit kota.000 orang meninggal dunia. Akibatnya seluruh kota Caffa terinfeksi. misalnya kapal laut. semenanjung krim. No. Pada tahun 1348 dua pertiga penduduk Eropa telah terkena. dan Inggris. dan disana menulari keluarga dan kawannya. Mereka yang melarikan diri ke laut pun menemukan penyakit pes sebagai penumpang gelap di atas kapal. Wabah raya penyakit pes yang pertama. Selama delapan tahun wabah raya berkecamuk dan sekurang-kurangnya separuh dari jumlah penderita meninggal. Di London. yaitu tindakan – tindakan yang dilakukan untuk menolak masuknya dan mencegah keluarnya penyakit – penyakit karantina melalui segala alat perhubungan lalu lintas.2. Diawali perang antara pasukan tartar dengan pedagang dari Genoa yang ada di kota Caffa. Venesia. Pada waktu itu tak ada tempat untuk bersembunyi. Orang Genoa yang masih hidup segera kembali ke kapal dan berlayar lagi. Pada bulan September tahun itu. pesawat udara. bus dan lain – lain. berkecamuk waktu perdagangan internasional meningkat. Melaksanakan tindakan karantina.

bahan tajama yang dapat membakar kulit. adalah infeksi yang disebabkan bakteri Yersinia pestis (Y. Akhirnya pada musim gugur tahun 1666. gigitan/cakaran binatang yang terinfeksi plague. Surabaya. Pes masuk pertama kali di Indonesia pada tahun 1910 melalui pelabuhan Tanjung Perak. penularan terjadi dari dari percikan air liur penderita yang terbawa oleh udara. dan pisau dalam usaha mereka memecahkan pembengkakan serta mengeluarkan cairannya. Kutu yang terinfeksi dapat membawa bakteri ini sampai berbulan. 3. yang memberikan nama pada penyakit ini (pes bubonic).275 orang yang terjadi pada tahun 1934. penyakit pes mulai menghilang dari London. Definisi PES Plague. tahun 1923 melalui pelabuhan cirebon dan tahun 1927 melalui pelabuhan Tegal. Di Indonesia dan negara2 Asia Tenggara kutu carrier plague adalah Xenophylla astia. Dari awal mula penyebaran penyakit PES tersebut bisa disimpulkan bahwa sudah sejak dahulu kala sampai kini. Dokter-dokter terkemuka pada zaman itu pun tak dapat menghentikan penyakit pes itu. semarang.375 orang dengan angka kematian tertinggi yaitu 23.lintas sempat terhenti. infeksi mikroba merupakan ancaman utama terhadap kesehatan manusia. Korban yang diakibatkan karena penyakit pes dari tahun 1910 sampai deng tahun 1960 tercatat 245. Selain itu pes juga dikenal dengan nama Pesteurellois atau Yersiniosis/Palgue. Selain jenis kutu tersebut. dengan keyakinan bahwa bila ini terjadi. Dokter menggunakan tapal panas. penyakit ini Pes(sampar) merupakan penyakit yang terdaftar dalam Karantina International dan juga disebut remerging disease dan masih merupakan masalah kesehatan yang dapat menimbulkan kejadian luar biasa ataupun wabah. kemudian tahun 1916 melalui pelabuhan Tanjung Mas. Pes merupakan penyakit zoonosa terutama pada tikus dan rodent lain dan dapat ditularkan kepada manusia. Orang takut dekat-mendekati anatar satu sama lain. Di masa kini. disebut juga penyakit pes. Penyakit ini menular lewat gigitan kutu tikus. umumnya timbul di ketiak atau di selangkangan. orang sakit akan tertolong. dan kontak dengan tubuh binatang yang terinfeksi. Selain itu pada kasus pneumonic plague. Pes juga merupakan penyakit yang bersifat akut disebabkan oleh kuman/bakteri.lamanya. penyakit ini juga ditularkan oleh kutu jenis lain. Xenopsylla cheopis. pestis) dan ditularkan oleh kutu tikus (flea). . Bubo atau pembengkakan kelenjar. Setelah tahun 1720 penyakit pes lenyap pula dari Eropa Barat.

mereka melakukannya sedemikian rupa sehingga penyakit dapat ditularkan pada pejamu rentan. atau zat organic (seperti tinja dan makanan) yang menjadi tempat tumbuh dan berkembang biak infeksius. Vektor menyebabkan agent infeksi dari manusia atau hewan yang rentan melalui. Kingdom: Bacteria. non sporing Gram negatif Pada suhu 280C merupakan suhu optimum tetapi kapsul terbentuk tidak sempurna Pada suhu 370C merupakan suhu yang terbaik bagi pertumbuhan bakteri tersebut. tanah.4. - Penyebab PES Pes disebabkan oleh : Kuman/Bakteri Yersinia pestis (Pasteurellois pestis) Kuman berbentuk batang. Reservoir utama dari penyakit pes adalah hewan –hewan rodent (tikus.7 mikron Bersifat biopolar. dan cairan tubuhnya.kelinci) Kucing di Amerika juga pada bajing. Neopsylla sondaica dan stivalus cognatus. non motil.5-2x0. Sewaktu organisme infeksius berkembang biak dalam reservoir. culexiritans.5-0. Sumber penularan ini dapat merupakan risiko bagi kesehatan masyarakat. Pada kultur darah dimana suhunya 370C. tumbuhan. Vektor pes adalah pinjal. Reservoir Reservoir (sumber penularan) adalah manusia.Ordo: Enterobacteriales . gigitan. Phylum: Proteobacteria.Famili: Enterobacteriacheae . . ukuran 1. Pertumbuhan lebih cepat bila berada pada media yang mengandung darah atau cairan jaringan dalam suhu 300C. Genus: Yersinia . kotoran. atau secara tidak langsung melalui kontaminasi pada makanan. bagian: gamma proteobacteria. namun bila dipindahkan dalam media laboratorium koloni tersebut berubah menjai irregular dan kasar. Inokulum virulen yang diturunkan dari jaringan yang terinfeksi menghasilkan koloni yang berwarna abu-abu dan kental. 5. koloninya akan semakain mengecil dalam waktu 24 jam. Spesies : Yersinia pestis. Organisme ini tidak motil dan tumbuh sebagai anaerob fakultatif di beberapa media bakteriologi. Manusia sering berperan sebagai reservoir sekaligus pejamu. Di Indonesia saat i ni ada 4 jenis pinjal yaitu: Xenopsylla cheopis. Vektor PES Vektor adalah setiap makhluk hidup selain manusia yang membawa penyakit yang menyebarkan dan menjalani proses penularan penyakit. 6. hewan.

Gejalanya kelenjar getah bening yang dekat dengan tempat gigitan binatang/kutu yang terinfeksi akan membengkak berisi cairan (disebut Bubo). Pembengkakan akan terjadi. pendarahan di bawah kulit atau organ2 tubuh lainnya. lemah. misalnya para Biologi yang sedang mengadakan penelitian di hutan. limpa dan thymus. shock. Penularan Penyakit PES Secara alamiah penyakit pes dapat bertahan atau terpelihara pada rodent. Tidak terdapat benjolan pada penderita. apabila ada pinjal yang menghisap darah tikus yang mengandung kuman pes tadi. muntah. bisa juga merupakan infeksi sekunder akibat Bubonic plague dan Septicemic plague yang tidak diobati dengan benar. Penularan pes secara eksidental dapat terjadi pada orang – orang yang bila digigit oleh pinjal tikus hutan yang infektif. sesak napas. pusing. Pneumonic plague : Masa inkubasi 1-3 hari. sakit pada perut. lemah. pembekuan darah pada saluran darah. Gejalanya mirip flu.dan kuman-kuman tersebut akan dipindahkan ke hewan tikus lain atau manusia dengan cara yang sama yaitu melalui gigitan. 8. Kumankuman pes yang terdapat di dalam darah tikus sakit. Jenis Pes Dan Gejalanya Pada Manusia Bubonic plague: Masa inkubasi 2-7 hari.7. menggigil. Bubonic plague jarang menular pada orang lain.Ini dapat terjadi pada pekerja-pekerja di hutan. sedang masa inkubasi untuk pes paru-paru adalah 2-4 hari. demam. sakit pada dada. Septicemic plague : Gejalanya demam. mual. benjolan lunak berisi cairan di di tonsil/adenoid (amandel). batuk. 9. menggigil. ataupun pada orang-orang yang mengadakan rekreasi/camping di hutan. Terasa sakit apabila ditekan. Gejalanya pneumonia (radang paru2). Ini adalah penyakit plague yang paling berbahaya dibandingkan jenis lainnya. pusing. Masa Inkubasi Masa inkubasi untuk penyakit pes bubo adalah 2-6 hari. Pneumonic plague menular lewat udara. organ tubuh tidak bekerja dg baik. Septicemic plague dapat juga disebabkan Bubonic plague dan Pneumonic plague yang tidak diobati dengan benar. dapat ditularkan ke hewan lain atau manusia. tekanan darah rendah. napas pendek. Penularan pes ini dapat terjadi pada para yang berhubungan erat dengan tikus hutan. Septicemic plague jarang menular pada orang lain. dimana ianya terkena .

4. pinjalyang efektif kemudian menggigit manusia. Menyimpan bahan makanan dan makanan jadi di tempat yang tidak mungkin dicapai atau mengundang tikus. Pes paru sekunder terjadi bila cairan .darah atau organ tikus yang mengandung kuman pes. Menggunakan lantai semen. 2. ada pula upaya pemberantasan penyakit pes yaitu sebagai berikut. Penularan pes dari orang yang menderita pes paru-paru kepada orang lain melalui percikan ludah atau pernapasan. Upaya Pencegahan dan Pengobatan Pencegahan Pencegahan penyakit pes dapat dilakukan melalui penyuluhan dan pendidikan kesehatan kepada masyarakat dengan cara mengurangi atau mencegah terjadinya kontak dengan tikus serta pinjalnya. Cara mengurangi atau mencegah terjadinya kontak antara tikus beserta pinjalnya dengan manusia dapat dilakukan seperti berikut. Surasetja (1980). 1. 5. menyatakan bahwa selain upaya pencegahan. Penularan pes dari tikus hutan komersial melalui pinjal. Melaporkan kepada petugas Puskesmas bilamana menjumpai adanya tikus mati tanpa sebab yang jelas (rat fall). limfa dan pada bubo. Pes paru primer dapat dinyatakan bila cairan paru pasitif dan pes cairan limpa negatif. Membuka beberapa buah genting pada siang hari atau memasang genting kaca sehingga sinar matahari dapat masuk ke dalam rumah sebanyak-banyaknya. Penempatan kandang ternak di luar rumah. 10. 7. 6. 2. Penularan pes dari orang ke orang dapat pula terjadi melalui gigitan pinjal manusia Culex Irritans (Human flea). Pada mayat itu dilakukan fungsi paru. Keharusan melaporkan adanya kematian sebelum mayat dikubur. Kasus yang umum terjadi dimana penularan pes pada orang karena digigit oleh pinjal infeksi setelah menggigit tikus domestik/komersial yang mengandung kuman pes. 1. Perbaikan konstruksi rumah dan gedung-gedung sehingga mengurangi kesempatan bagi tikus untuk bersarang (rat proof). Tinggi tempat tidur lebih dari 20 cm dari tanah. Keharusan ini tercantum dalam undang-undang karantina danepidemi (UU Wabah 1962). 3. a. Keharusan melaporkan terjadinya penyakit pes oleh para dokter supaya tindakan pencegahan dan pemberantasan penyakit dapat dijalankan.

Penduduk di sekitar rumah pes divaksinasi. 7. Pembasmian pinjal tikus dilakukan dengan bubuk DDT yang ditaruh pada tempat yang biasa dilalui oleh tikus. Perbaikan rumah agar tikus tidak bersarang di dalam rumah. kemudian dosis diturunkan menjadi 2 gram/hari selama 5 hari berturut-turut. Pembasmian tikus dengan racun. Tindakan kebersihan seperti menjemur alat-alat tidur setiap minggu. dan sebagainya agar tikus yang tertular pes tidak terangkut dari satu daerah ke daerah yang lain. perangkap dan kucing. Lalu rumah tersebut diperbaiki kembali. . 1) Untuk tersangka pes - Tetracycline 4x250 mg biberikan selama 5 hari berturut-turut atau Cholamphenicol 4x250 mg diberikan selama 5 hari berturut-turut Streptomycine dengan dosis 3 gram/hari (IM) selama 2 hari berturut-turut. b. 6. 4. Rumah disemprot dengan DDT. Tindakan selanjutnya jika telah dinyatakan diagnosa pes adalah penderita pes paru (primer dan sekunder) harus diisolasi dan dirawat di rumah sakit. 5. - 3) Untuk pencegahan terutama ditujukan pada: - Penduduk yang kontak (serumah) dengan pendeita pes bobo. 9. Pes septichaemi jika cairan paru negatif dan cairan limpa positif. Suntikan anti pes secara umum. Pengobatan Upaya pengobatan terhadap penderita penyakit pes. gerobak. kemudian dosis dikurangi menjadi 2 garam/hari selama 5 hari berturutturut. Kemudian rumah itu dibuka atapnya agar matahari dapat masuk. Pengawasan angkutan padi dan lain-lain dengan pikulan. 8. 3. Bubuk DDT akan melekat pada bulu tikus sehingga akan membunuh pinjal-pinjal itu. Jangan ada sisasisa makanan yang berhamburan dan menarik tikus.Setelah panas hilang.kemudian dosis diturunkan menjadi 2 gram/hari selama 5 hari berturut-turut atau Chlomphenicol 6-8 gram/hari selama 5 hari berturut –turut. baik yang menularkan maupun yang tertular adalah sebagai berukut. Hal ini dapat pula dilakukan serangkaian pemberantasan nyamuk malaria melalui penyemprotan.paru dan cairan limpa positif. 2) Untuk Penderita Pes - - Dilanjutkan dengan pemberian : Tetracycline 4-6 gram/hari selama 2 hari berturut-turut.

11. Membantu melakukan evaluasi terhadap program kesehatan yang sedang atau telah dilakukan.- Seluruh penduduk desa/dusun/RW jika ada penderita pes paru. . 3. Dengan cara ini bisa dianalisa tempat. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk memecahkan masalah penyebaran penyakit berdasarkan ilmu epidemiologi adalah : 1. Mengarahkan intervensi yang diperlukan untuk menanggulangi masalah yang perlu dipecahkan. maka manusia bisa sakit. kemudian menginfeksi makhluk hidup yang tinggal didalamnya. Dalam hal ini dapat dilihat lingkungan memegang peranan penting dalam penyebaran penyakit pes ini. 4. Tetapi yang dianjurkan adalah dengan pemberian Tertracycline 500mg/hari selama 10 hari berturut-turut. waktu dan jumlah orang yang terkena penyakit pes. waktu dan jumlah orang yang terkena Konsep segitiga epidemiologi menjelaskan bahwa apabila keseimbangan tidak tercapai. dalam artian ada 1 faktor lingkungan yang terganggu. Penyakit pes yang digolongkan ke pola penyakit menular yang berhubungan dengan adanya infeksi/kesehatan lignkungan. Mengembangkan metodologi untuk menganalisa keadaan sautu penyakit dalam upaya mengatasi atau menanggulanginya. Dengan mengetahui hal itu dapat dianalisa selanjutnya mengenai apa penyebab penyebarannya 2. Lingkungan yang tidak sehat membuat perkembangan penyakit tersebut semakin cepat. Jika tidak dilakukan penanganan serius. maka penyakit ini bisa menjadi endemik. Mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan berkembangnya penyakit PES Studi epidemiologi mempelajari. 5. Penggunaan Epidemiologi Dalam Studi Kasus Penyakit Pes Menggunakan metode epidemiologi dimana dipelajari faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi timbulnya kejadian suatu penyakit. Epidemiologi memiliki kemampuan untuk mengetahui distribusi dan faktor-faktor penyebab masalah kesehatan dan mengarahkan intervensi yang diperlukan karena epidemiologi dalam menangani suatu penyakit selalu menganalisa dari segi tempat. maka kemudian penyakit ini menyebar ketika orang sehat tertular saat sedang berinteraksi dengan pengidap pes. Menyediakan data yang diperlukan untuk perencanaan kesehatan dan pengambilan keputusan. Karena didalam suatu lingkungan kita berinteraksi.

Ditunjang pula oleh pengetahuan dan persepsi penduduk yang salah terhadap penyakit pes. Perbukitan Tengger Bromo.Dalam penggunaan ilmu epidemiologi untuk memecahkan solusi permasalahan suatu kasus kita perlu menggunakan beberapa pendekatan epidemiologi. Data yang dikumpulkan menyangkut aspek sosial budaya yang meliputi adat. Politis Merupakan pendekatan epidemiologi dengan pertimbangan pendapat-pendapat orang-orang penting dalam pengambilan keputusan. perbukitan Tengger Bromo. Jawa Timur Penyakit pes pada dasarnya terjadi akibat adanya hubungan antara manusia dengan kondisi lingkungan yang menyangkut rodent. Masyarakat sangat mensakralkan tempat-tempat tertentu yang dianggap mempunyai nilai kesejarahan serta nilai budaya seperti Petrenan. 3. . Ada 3 (tiga) pendekatan epidemiologi yaitu : 1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat dusun Solorowo masih tradisional. 12. Di dusun ini dilakukan penelitian kualitatif mengenai hal ini dengan pendekatan sosio-ekologi. Kabupaten Pasuruan. tradisi. Penularan Penyakit Pes Di Dusun Sulorowo. kepercayaan. Penduduk sangat akrab terhadap lingkungan alam sekitarnya. 2. pinjal dan habitat juga sifat tradisional tersebut menunjang tetap terpeliharanya penularan pes di masyarakat dusun Solorowo. pinjal dan habitat. Pendekatan Progmatif Merupakan suatu bentuk pendekatan epidemiologi yang berkeinginan bebas dari rasa sakit dan rasa tidak nyaman. maka penyakit tersebut sewaktu-waktu akan tetap menjadi wabah di dusun Solorowo. persepsi serta sikap dan kebiasaan penduduk yang diduga ada kaitan dengan penularan pes. Adanya hubungan antara manusia dengan kondisi lingkungan alam sekitarnya yang menyangkut rodent. yaitu tempat yang disakralkan yang dipercaya sebagai tempat makam leluhur dijadikan tempat pemujaan dan untuk menyelenggarakan upacara ritual dan keagamaan. nilai-nilai. Kabupaten Pasuruan. Pendekatan Logis Merupakan pendekatan epidemiologi dengan ilmiah sesuai dengan dasar teori melalui program-program dengan menggunakan indikator Morbiditas dan Mortalitas. Kasus-kasus Penyakit PES di Indonesia a. Jawa Timur Penularan penyakit Pes di dusun Sulorowo.

Untuk mengendalikan penyakit ini. Masing-masing daerah sebanyak 250 perangkap tikus. Kemudian tikustikus itu dikumpulkan di Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Banten guna diuji laboratorium. Bakteri pes atau pasteurella pestis hidup dengan menempel pada tubuh tikus. Dari beberapa kasus diatas dapat disimpulkan walaupun penyakit pes terjadi 1 kasus pada tahun 2007 penyakit ini hampir tidak ada lagi kejadian pada manusia tetapi pinjal yang berada di tubuh tikus-tikus penyebab pes masih banyak disekitar lingkungan masyarakat. tetapi ditemukan positif pada beberapa rodent di beberapa daerah survey. Kepala Seksi Pengendalian Resiko Lingkungan Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Banten Juanda mengatakan. Sementara itu. situasi kasus pes pada manusia cenderung fluktuatif selama 20042008. Bojonegara. Tak hanya tikus. pihaknya memberlakukan program pelabuhan sehat. anjing. tupai.91 persen pinjal dari 192 tikus yang berhasil ditangkap. Untuk menangkap tikus-tikus itu pihaknya telah menyebar 250 perangkap yang disebar di beberapa lima wilayah kerja Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Banten. pinjal juga dapat ditemukan di semua binatang pengerat seperti marmut. ditemukan 173 pinjal dalam tubuh tikus-tikus tersebut. Pengambilan tikus akan dilakukan mulai setiap Senin dan Sabtu. . Penularan penyakit Pes di Banten Berdasarkan data yang diperoleh dari Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Banten. dan kambing. dan pemantauan jentik nyamuk pembawa penyakit DBD. Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Banten Endang Syarifuddin menambahkan. Melainkan pihaknya juga akan melakukan fogging. Dalam pelaksanaannya.b. jika diporsentasekan terdapat 0. Anyer. Karangantu. Penyakit ini dapat menular ke manusia hingga menyebabkan infeksi apabila tergigit. rusa. dan Labuan. pelaksanaan program pelabuhan sehat ini tak hanya memberantas tikus sebagai antisipasi penyebaran pes. hamster. Pada tahun 2007 terjadi 1 kasus pes pada manusia dan pada tahun 2008 tidak ditemukan kasus pes pada manusia. pemberian bubuk abate. setiap pelabuhan dan titik rawan seperti permukiman warga sekitar pelabuhan juga akan dipasang perangkap tikus. kucing. kelinci. Di Indonesia. dari 192 tikus yang tertangkap di perkantoran sekitar area Pelabuhan Merak.

1011015006 FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS MULAWARMAN SAMARINDA 2013 .SURVEILANS EPIDEMIOLOGI PENYAKIT KARANTINA PES Disusun Oleh: MUHAMMAD FAUZI NIM.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->