P. 1
Tata Cara Sholat Sesuai Tuntunan Rosululloh Bagian 8

Tata Cara Sholat Sesuai Tuntunan Rosululloh Bagian 8

|Views: 3|Likes:
Published by kmmhaurgeulis

More info:

Published by: kmmhaurgeulis on Apr 04, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/06/2014

pdf

text

original

Tata Cara Sholat Sesuai Tuntunan Rosululloh (Bagian 8-Selesai

)

A. Latar Belakang Buletin Gerbang Muhlisin edisi kali ini merupakan kelanjutan edisi sebelumnya yang akan mengulas tentang tata cara sholat sesuai tuntunan Rosululloh.

B. Tata Cara Sholat Sesuai Tuntunan Rosululloh 12. Duduk Tasyahud Akhir Pada rakaat terakhir, setelah sujud yang kedua kemudian duduk tawaruq untuk tasyahud akhir dan membaca salam sebagai tanda bahwa sholat telah selesai. Tata cara duduk tasyahud akhir adalah sebagai berikut: a) Duduk tawaruq, yaitu duduk dengan cara mempersilangkan kaki kiri di bawah kaki kanan, sedangkan kaki kanan bertumpu dengan ujung jari yang dilipat ke bawah menghadap ke kiblat. b) Mengacungkan telunjuk jari tangan kanan seperti ketika duduk tasyahud awal. c) Membaca tasyahud dan sholawat sebagaimana ketika duduk tasyahud awal. d) Diteruskan dengan membaca doa: “Allo-humma inni- a'udzu bika min 'adza-bi jahannama wa min 'adza-bil qobri wa min fitnatil mahya- wal mama-ti wa min syarri fitnatil masi-hid dajja-l.”

Artinya: “Ya Alloh, aku berlindung kepada-Mu dari siksa jahanam dan siksa kubur, begitu juga aku berlindung kepada-Mu dari fitnahnya hidup dan fitnahnya mati, serta dari kejahatan fitnah Dajjal.”

Dalilnya adalah: 1) Hadits dari Abu Huroiroh menerangkan bahwa Rosululloh saw. bersabda: "Apabila salah seorang daripadamu bertasyahhud, hendaklah minta perlindungan kepada Alloh dari empat perkara, dengan berdo'a: "Allohumma inni- a'udzu bika …dan seterusnya hadits. Demikian pula dalam riwayat lain, dengan kalimat: "Kalau selesai bertasyahhud akhir, hendaklah meminta perlindungan dari empat perkara"… seterusnya hadits.” (Diriwayatkan oleh Muslim).

13. Membaca Salam Setelah selesai berdoa Allo-humma inni- a'udzu bika min 'adza-bi jahannama wa min 'adza-bil qobri wa min fitnatil mahya- wal mama-ti wa min syarri fitnatil masi-hid dajja-l, maka: a) Mengucapkan salam, yaitu dengan membaca assalamu'alaikum wa rohmatullo-hi wa baroka-tuh, seraya telunjuk jari kanan ditarik kembali, dan menoleh ke arah kanan hingga pipi kanan seluruhnya kelihatan dari arah belakang. b) Diteruskan dengan mengucapkan salam, yaitu dengan membaca

assalamu'alaikum wa rohmatullo-hi wa baroka-tuh, seraya menoleh ke arah kiri hingga pipi kiri seluruhnya kelihatan dari arah belakang.

Dalilnya adalah: 1) Menurut hadits Abu Dawud dengan sanad shohih dari Wail bin Hujur, katanya: "Aku sholat bersama–sama Rosululloh saw. maka beliau bersalam ke kanannya dengan membaca: “Assala-mu 'alaikum wa rahmatullahi wa baraka-tuh” dan bersalam ke kirinya dengan membaca: "Assala-mu 'alaikum wa rahmatulla-hi wa baraka-tuh". (Terdapat dalam kitab Bulughul Marom).

14. Tertib Mengerjakan sholat dengan mengikuti urut-urutan seperti yang telah diuraikan pada Buletin Gerbang Muhlisin Edisi 16-23 sifatnya adalah pasti, tidak boleh dirubah sama sekali, sekalipun hanya sedikit saja. Tidak boleh sujud mendahului ruku, i’tidal mendahului takbirotul ihrom ataupun tasyahud akhir mendahului tasyahud awal, semua gerakan sholat harus dilakukan secara urut sesuai dengan apa yang telah diuraikan pada Buletin Gerbang Muhlisin Edisi 16-23.

Disamping pelaksanaannya harus tertib, juga ada satu hal lagi yang tidak kalah pentingnya, yaitu sikap tenang (thuma’ninah), hingga tidak terasa sidikit pun sikap terburu-buru atau tergesa-gesa dalam melaksanakan setiap gerakan dalam sholat. Apalagi kalau mengingat bahwa sesungguhnya di saat seseorang sedang melakukan sholat hakikatnya pada saat tersebut ia sedang menemui kekasihnya yang sangat

dicintai. Bukankah surat al-Baqoroh ayat 165 menggambarkan perilaku seorang mukmin dengan kalimat:

“Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Alloh; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Alloh. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Alloh.”

Sebagai salah satu tanda seseorang mencintai kepada yang dicintainya akan terlihat betap asyiknya setiap waktu ia mendapatkan kesempatan untuk bertemu dan berbicara dengannya. Sholat merupakan saat seorang hamba dapat menemui Sang Maha Terkasih, yaitu Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Oleh karena itu sudah semestinyalah sholat dikerjakan dengan penuh kekhusyukan, tawadhu, sakinah dan thuma’ninah. Ketenangan sangat ditekankan ketika mengerjakan sholat, penuh konsentrasi saat melaksanakannya dan tenang pula saat melaksanakan setiap gerakan sholat, baik ketika berdiri, ruku, i’tidal, sujud maupun ketika duduk di antara dua sujud, tasyahud awal hingga tasyahud akhir.

Wallohu a’lam. [Selesai]

Sumber: Http://tarjih.muhammadiyah.or.id/download-manhaj.html Pasha, Musthafa Kamal, Chalil, M.S., Wahardjani. 2003. Fikih Islam Sesuai Dengan Putusan Majelis Tarjih, Citra Karsa Mandiri, Yogyakarta, Halaman 58-62

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->