P. 1
Cerita Hantu Salju Versi Jepang

Cerita Hantu Salju Versi Jepang

|Views: 2|Likes:
Published by YukiiRamadhan
fiksi
fiksi

More info:

Published by: YukiiRamadhan on Apr 04, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/19/2013

pdf

text

original

namun setelah bersusah payah skhirnya Minokichi tertidur juga. Ketika itu cuaca begitu dingin dan mulai turun badai salju. Siapapun yang ingin menyebrangi sungai harus melewatinya dengan bantuan kapal penyebrang kecil. Dalam ketakutan yang amat sangat. Kisah hantu tidak klasik ditandai dengan adegan berdarah-darah. Minokichi merasakan bahwa . Ia tengah meniupkan nafasnya yang dingin menyerupai asap putih kepada Mosaku. Minokichi benar-benar terkejut dan ketakutan.LEGENDA YUKI-ONNA (WANITA SALJU) Kisah Yuki-Onna (Wanita Salju) Merupakan salah satu kisah hantu klasik di Jepang.Entah telah berapa lama Minokichi tertidur. Minokichi melihat seorang wanita dalam pondok. Suatu hari Mosaku dan Minokichi sedang dalam perjalan pulang. Setiap hari mereka berangkat pagi-pagi sekali ke sebuah hutan yang jaraknya 5 mil dari desa mereka. kesedihan yang dalam dan tragedi.lalu kemudian beristirahat. Di antara desa mereka dan hutan yang dituju ada sebuah sungai besar yang beraliran deras. Pondok itu benar-benar sederhana. Badai tidak mereda dan udara malah bertambah dingin. sementara Minokichi yang masih muda termenung mendeangar suara angin yang menderu yang disertai arus sungai yang bertambah deras. Sadar bahwa mereka tidak mungkin menyebrangi sungai. saat itulah sang wanita misterius itu beradu pandang dengannya. Ternyata pintu pondok yang mereka diami telah terbuka dengan paksa. hanya terdiri dari sebuah ruangan tanpa jendela yang berisi dua buah Tatami. Mosaku dan Minokichi yang sudah lelah segera menutup pintu agar salju tidak masuk ke dalam pondok. Begitu derasnya arus sungai tersebut sehingga tidak ada jembatan yang kuat menahan arus (jembatan yang ada selalu rusak akibat terjangan arus deras). ia ingin menjerit namun tak ada sebuah suara pun yang keluar dari mulutnya. wanita yang putih seperti salju dan memancarkan cahaya seperti salju (Yuki-Akari) sedang membungkuk diatas Mosaku. Minokichi adalah seorang pemuda tegap berumur 18 tahun. mereka memutuskan bermalam di pondok sementara si pengayuh perahu. bahkan pernah dibuat dalam bentuk film klasik. Mosaku adalah seorang pria yang berada di usia senja. tanpa perabotan apapun. Saat sampai di di tepi sungai. Cerita dimulai dari dua orang penebang kayu bernama Mosaku dan Minokichi yang hidup di daerah provinsi Musashi (terletak di antara Tokyo dan Saitama). tiba-tiba ia terbangun karena merasakan butirbutir salju yang lembut di wajahnya. yang sudah sering diangkat dalam bentuk Opera. ia mendekatkan wajahnya pada Minokichi. mereka menemukan bahwa si pengayuh perahu yang menyebrangkan mereka telah pulang ke rumah dan meninggalkan perahunya karena cuaca buruk. sementara muridnya . namun lebih merupakan cerita yang yang diisi tokoh manusia dan hantu yang melibatkan percintaan. Mereka merasa cukup hangat dan nyaman sehingga Mosaku yang lanjut usia tak lama berbaring langsung tertidur pulas.

Mengira bahwa itu hanyalah mimpi. Gadis itu tertawa sambil mengatakan bahwa ia belum memiliki pasangan atau kekasih. Ketika fajar tiba. Sambil menutup pintu ia bertanya-tanya apakah bukan angin yang membuka pintu pondok tadi. Minokichi sedang berada dalam perjalanan pulang melalui jalan setapak di hutan. dan untuk menyambung hidupnya ia akan pergi ke Yedo (Edo atau Tokyo) untuk mencari kerabatnya agar dapat membantu mencarikannya pekerjaan sebagai pelayan. sehingga ia memberanikan diri untuk bertanya apakah gadis itu sudah memiliki pasangan. namun rasanya gadis itu nampaknya makin cantik dimatanya. walaupun sorot matanya membuat tubuhnya gemetar dalam ketakutan. Minokichi segera bangun dan melihat keluar namun ia tidak melihat siapapun atau apapun. ia meninggalkan Minokichi sendirian. “aku ingin memperlakukanmu sama seperti orang lain. Minokichi. Ia pun balik bertanya apakah Minokichi telah memiliki pasangan. ia telah kehilangan kedua orangtua. membelahnya menjadi potongan-potongan kecil. Namun dalam hati masing-masing telah tumbuh rasa saling menyukai. Sementara Minokichi dibawa pulang kerumahnya. dan Minokichi menjawab bahwa ia pun belum memilikinya.wanita yang berada di hadapannya adalah seorang wanita yang amat cantik. Minokichi baru berani kembali pada pekerjaan sehari-harinya. lalu menguburkan jenazah Mosaku. Mereka pun mulai berjalan bersama dan bercakap-cakap. Mosaku telah meninggal. badai pun berakhir dan si pengayuh perahu menemukan Minokichi yang tergeletak pingsan di samping Mosaku yang telah meninggal. saat ia berpapasan dengan seorang gadis yang amat cantik. Kau. Pada musim dingin tahun berikutnya. tapi aku kasihan padamu. Setelah sembuh. Ia dihantui oleh kematian Mosaku. masih muda. namun juga . dan ternyata wajahnya telah membeku. Si gadis menceritakan bahwa ia bernama O-Yuki. karena ia tidak ingin kehilangan nyawanya. berkulit putih indah. namun ia bersikeras untuk menceritakan kejadian itu pada siapapun. Ia membawa keduanya menyebrang. Ia memanggil Mosaku namun tidak ada jawaban. Wanita itu terus menatap Minokichi dan tiba-tiba tersenyum dan berkata. lalu menjual kayu tersebut ke pasar dengan bantuan ibunya. Setelah pernyataan ini maka kedua muda-mudi ini tidak berbicara lagi sampai mereka tiba di desa tempat tinggal Minokichi. Aku tidak akan menyakitimu tapi jika kau memberitahu siapapun termasuk ibumu tentang apa yang terjadi malam ini… maka aku akan membunuhmu! Ingat apa yang telah kukatakan ini. Maka Minokichi mengundang O-Yuki untuk singgah dan beristirahat di rumahnya. begitu tampan. Minokichi pun mulai merasa suka pada gadis itu. Minokichi pun menyapa gadis itu dan tanpa disangka gadis itu menjawab dengan suara yang menurut Minokichi adalah suara yang paling merdu didengarnya. yang hendak melalui jalan yang sama. Minokichi mengulurkan tangan untuk menyentuh Mosaku dan tanpa sengaja ia menyentuh wajah Mosaku. O-Yuki ternyata bukan hanya gadis cantik. Minokichi tidak dapat langsung melupakan kejadian yang telah ia alami. Entah apa yang dirasakan Minokichi.” Seusai wanita salju itu berkata. Lama berselang. menebang kayu.

berkelakuan baik. karena jika kamu tidak melakukannya. Pada akhirnya O-Yuki tidak pernah melanjutkan perjalanannya ke Yedo. maka aku akan melakukan hal yang pernah aku katakana padamu…” Minokichi tidak sempat berkata apa-apa. Sekarang. Banyak penduduk desa yang mengagumi O-Yuki. Semuanya tampan dan cantik. Lima tahun kemudian ibu Minokichi meninggal. O-Yuki mulai tidak terlihat dan kemudian menguap menjadi butir-butir salju yang halus.” O-Yuki langsung melemparkan jahitannya. Ibu Minokichi pun tak butuh waktu lama untuk menyukainya. “itu adalah aku! Bukankah aku telah mengatakan bahwa aku akan membunuhmujika cerita itu pernah keluar dari mulutmu. Suatu malam setelah anak-anak tidur. sejak saat itu. “Melihat kau menjahit dengan pantulan cahaya di wajahmu. Tentu saja ia pasti bukan manusia dan aku sangat takut padanya. serta memiliki kulit putih seindah ibunya. Minokichi yang sedang menatapnya. ia tidak pernah terlihat lagi. demi anakanak kita…” O-Yuki tetap berteriak namun suaranya menjadi penuh kesedihan. Ia mendekati suaminya dan berseru. bahkan ia telah melahirkan 10 orang anak lelaki dan perempuan bagi Minokichi. O-Yuki bertanya. O-Yuki tetap bersama-sama Minokichi. aku teringat suatu hal aneh yang terjadi saat aku masih berusia 18 tahun. mereka. tiba-tiba berkata.yang menghilang melalui cerobong asap. “Entah itu sebuah mimpi atau bukan. . ”ceritakanlah padaku. Secantik saat pertama kedatangannya di desa. O-Yuki menjahit dibantu dengan sebuah cahaya dari lampu kertas.tapi saat-saat itulah aku pernah melihat orang secantik engkau. dimana kau bertemu dengannya?” lalu Minokichi mulai bercerita tentang Mosaku dan pengalamannya di pondok pengayuh perahu. melainkan menetap di desa itu dan tinggal bersama Minokichi dan ibunya. Kala itu aku melihat seorang wanita yang secantik dan seputih dirimu… dan ia memang mirip denganmu… “ Tanpa menghentikan pekerjaannya. Kebanyakan petani tampak tua setelah melahirkan anak. sebagai istri dan menantu. Hingga sekarang pun aku tidak yakin apakah yang aku lihat itu mimpi atau memang benar-benar seorang wanita salju. “jagalah aak-anak kita. namun O-Yuki yang telah menjadi ibu 10 anak tetap terlihat cantik. Sampai ia membujuk agar O-Yuki mau menunda perjalanannya ke Yedo.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->