43875230 Makalah Diabetes

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Banyak orang yang masih mengganggap penyakit diabetes merupakan penyakit orang tua atau penyakit yang hanya timbul karena faktor keturunan. Padahal, setiap orang dapat mengidap diabetes, baik tua maupun muda. Diabetes adalah kondisi yang kronis, dimana tubuh tidak dapat mengubah makanan menjadi energi sebagaimana harusnya. Hal ini berasosiasi dengan komplikasi yang terjadi dalam jangka waktu yang cukup lama yang kemudian mempengaruhi hampir seluruh bahagian tubuh. Kondisi ini acap kali menjurus ke arah masalah-masalah kesehatan sebagai berikut. • • • • • Kebutaan Penyakit jantung dan urat nadi Gagal ginjal Beragam amputasi Kerusakan pada syaraf

Diabetes yang tidak terkontrol dapat mengganggu kehamilan, dan pada umumnya menyebabkan cacat bagi bayi yang dilahirkan oleh seorang ibu penderita diabetes. Ada tiga jenis diabetes: Jenis 1, jenis 2, dan masa kehamilan (gestasional). Pada tahun 2000 menurut WHO diperkirakan sedikitnya 171 juta orang di seluruh dunia menderita diabetes , atau sekitar 2,8% dari total populasi. Insidensnya terus meningkat dengan cepat, dan diperkirakan pada tahun 2030, angka ini akan bertambah menjadi 366 juta atau sekitar 4,4% dari populasi dunia. Peningkatan prevalens terbesar terjadi di Asia dan Afrika, sebagai akibat dari tren urbanisasi dan perubahan gaya hidup, seperti pola makan “Western-style” yang tidak sehat. (Sumber : Wild S, Roglic G, Green A, Sicree R, King H. Global prevalence of diabetes: estimates for the year 2000 and projections for 2030. Diabetes Care 2004 May;27(5):1047-53.) Menurut Prof. Dr. Sidartawan Soegondo, Indonesia menjadi negara keempat di dunia yang memiliki angka diabetesi terbanyak. Diabetesi secara keseluruhan di Indonesia mengalami peningkatan hingga 14 juta orang (DetikNews, 15 April 2007). Hal ini berdasarkan laporan dari WHO, dimana pada jumlah diabetesi di Indonesia pada tahun
1

2000 adalah 8,4 juta orang setelah India (31,7 juta), Cina (20,8 juta) dan Amerika Serikat (17,7 juta). Diperkirakan jumlah tersebut akan meningkat pada tahun 2030, India (79,4 juta), Cina (42,3 juta), Amerika Serikat (30,3 juta) dan Indonesia (21,3 juta) (Darmono, 2005). Di Indonesia sendiri, berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007, dari 24417 responden berusia >15 tahun, 10,2% mengalami Toleransi Glukosa Terganggu (kadar glukosa 140-200 mg/dl setelah puasa selama 14 jam dan diberi glukosa oral 75 gram). Sebanyak 1,5% mengalami Diabetes Melitus yang terdiagnosis dan 4,2% mengalami Diabetes Melitus yang tidak terdiagnosis. Baik DM maupun TGT lebih banyak ditemukan pada wanita dibandingkan pria, dan lebih sering pada golongan dengan tingkat pendidikan dan status sosial rendah. Daerah dengan angka penderita DM paling tinggi yaitu Kalimantan Barat dan Maluku Utara yaitu 11,1 %, sedangkan kelompok usia penderita DM terbanyak adalah 55-64 tahun yaitu 13,5%. Beberapa hal yang dihubungkan dengan risiko terkena DM adalah obesitas (sentral), hipertensi, kurangnya aktivitas fisik dan konsumsi sayur-buah kurang dari 5 porsi perhari. Peningkatan jumlah diabetesi disebabkan keterlambatan penegakan diagnosis penyakit tersebut. Pasien sudah meninggal akibat kompikasi sebelum adanya penegakan diagnosis (Sudoyo et al, 2006). Penyebab keterlambatan penegakan diagnosis tersebut adalah banyaknya faktor yang berpengaruh terhadap pilihan-pilihan yang ada atau beragamnya variabel. Sangat disayangkan bahwa banyak penderita diabetes yang tidak menyadari dirinya mengidap penyakit yang lebih sering disebut penyakit gula atau kencing manis. Hal ini mungkin disebabkan minimnya informasi masyarakat tentang diabetes terutama gejalagejalanya.

2

1.2 Tujuan Penulisan Makalah Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui apakah kebiasaan hidup yang monoton tanpa adanya perubahan gaya hidup dapat menimbulkan penyakit diabetes.

1.3 Manfaat Penulisan Makalah
Manfaat penulisan makalah ini adalah : 1. Bagi penulis : 1. Membantu dokter dalam hal penegakan diagnosis penyakit Diabetes. 2. Membantu pasien untuk mengetahui tipe diabetes yang diderita dari kondisi gula darah pasien. 2. Bagi pembaca : 1. Membantu pembaca untuk mengetahui bagaimana cara mengetahui gejala-gejala diabetes. 2. Membantu pembaca untuk mengetahui penyebab – penyebab penyakit diabetes. 3. Membantu pembaca untuk mengetahui tipe-tipe diabetes.

3

Gribble FM. Kadar glukosa darah yang meningkat. (Aschroft FM. insulin disintesis dan kemudian disekresikan kedalam darah sesuai kebutuhan tubuh untuk keperluan regulasi glukosa darah. Dengan bantuan enzim peptidase. preproinsulin mengalami pemecahan sehingga terbentuk proinsulin. yang kemudian dihimpun dalam gelembung-gelembung (secretory vesicles) dalam sel tersebut. ATP-Sensitive K + Channels and insulin secretion :Their role in health and disease.BAB II KAJIAN PUSTAKA 3. karena fungsi insulin memang sangat dibutuhkan dalam proses utilisasi glukosa yang ada dalam darah. ATP-Sensitive K + Channels and insulin secretion :Their role in health and disease. Gribble FM. (Aschroft FM. Gribble FM. Mengenai bagaimana mekanisme sesungguhnya dari sintesis dan sekresi insulin setelah adanya rangsangan tersebut. Secara fisiologis. Di sini. ATP-Sensitive K + Channels and insulin secretion :Their role in health and disease. bila ada rangsangan pada sel beta. Diabetologia 42: 903-19) Mekanism diatas diperlukan bagi berlangsungnya proses metabolisme secara normal. Diabetologia 42: 903-19) 4 . merupakan hal yang cukup rumit dan belum sepenuhnya dapat dipahami secara jelas. sekali lagi dengan bantuan enzim peptidase. 1999.1 Fisiologi Glukosa Darah Proses Pembentukan dan Sekresi Insulin Insulin merupakan hormon yang terdiri dari rangkaian asam amino. (Aschroft FM. 1999. Diabetologia 42: 903-19) Sintesis insulin dimulai dalam bentuk preproinsulin (precursor hormon insulin) pada retikulum endoplasma sel beta. regulasi glukosa darah yang baik diatur bersama dengan hormone glukagon yang disekresikan oleh sel alfa kelenjar pankreas. Disamping glukosa. merupakan komponen utama yang memberi rangsangan terhadap sel beta dalam memproduksi insulin. proinsulin diurai menjadi insulin dan peptida-C (C-peptide) yang keduanya sudah siap untuk disekresikan secara bersamaan melalui membran sel. beberapa jenis asam amino dan obat-obatan. dapat pula memiliki efek yang sama dalam rangsangan terhadap sel beta. Dalam keadaan normal. 1999. dihasilkan oleh sel beta kelenjar pankreas.

Gribble FM. (Aschroft FM. ATP-Sensitive K + Channels and insulin secretion :Their role in health and disease. Gribble FM. dan hepar. 5 . berfungsi mengatur regulasi glukosa darah agar selalu dalam batas-batas fisiologis. sebagai cerminan metabolisme glukosa yang fisiologis. Setelah berikatan. insulin disekresikan sesuai dengan kebutuhan tubuh normal oleh sel beta dalam dua fase. selain diperlukan mekanisme serta dinamika sekresi yang normal.Dinamika Sekresi Insulin Dalam keadaan fisiologis. khususnya diabetes tipe 2. Diabetologia 42: 903-19) Aksi Insulin Insulin mempunyai fungsi penting pada berbagai proses metabolisme dalam tubuh terutama metabolisme karbohidrat. Hormon ini sangat krusial perannya dalam proses utilisasi glukosa oleh hampir seluruh jaringan tubuh. (Aschroft FM. Proses sintesis dan translokasi GLUT-4 inilah yang bekerja memasukkan glukosa dari ekstra ke intrasel untuk selanjutnya mengalami metabolisme. Rendahnya sensitivitas atau tingginya resistensi jaringan tubuh terhadap insulin merupakan salah satu faktor etiologi terjadinya diabetes. 1999. Insulin yang dihasilkan ini. 1999. meskipun mekanisme kerja yang sesungguhnya belum begitu jelas. dibutuhkan pula aksi insulin yang berlangsung normal. transduksi sinyal berperan dalam meningkatkan kuantitas GLUT-4 (glucose transporter4) dan selanjutnya juga pada mendorong penempatannya pada membran sel. Untuk mendapatkan proses metabolisme glukosa normal. 1999. kedua fase sekresi insulin yang berlangsung secara sinkron tersebut. ATP-Sensitive K + Channels and insulin secretion :Their role in health and disease. Gribble FM. (Aschroft FM. Dengan demikian. sehingga sekresinya berbentuk biphasic. sekresi insulin normal yang biphasic ini akan terjadi setelah adanya rangsangan seperti glukosa yang berasal dari makanan atau minuman. Diabetologia 42: 903-19) Pada jaringan perifer seperti jaringan otot dan lemak. Seperti dikemukakan. menjaga kadar glukosa darah selalu dalam batas-batas normal. baik saat puasa maupun setelah mendapat beban. Ikatan antara insulin dan reseptor akan menghasilkan semacam sinyal yang berguna bagi proses regulasi atau metabolisme glukosa didalam sel otot dan lemak. lemak. terutama pada otot. insulin berikatan dengan sejenis reseptor (insulin receptor substrate = IRS) yang terdapat pada membran sel tersebut. ATP-Sensitive K + Channels and insulin secretion :Their role in health and disease.

(Aschroft FM. Secara klinis. Diabetologia 42: 903-19) Gangguan metabolisme glukosa yang terjadi. 1999. (Aschroft FM. Diabetologia 42: 903-19) Efek Metabolisme dari Insulin Gangguan. gangguan tersebut dikenal sebagai gejala diabetes melitus. tapi juga di jaringan hepar dimana GLUT-2 berfungsi sebagai kendaraan pengangkut glukosa melewati membrana sel kedalam sel. Pada dasarnya ini bermula dari hambatan dalam utilisasi glukosa yang kemudian diikuti oleh peningkatan kadar glukosa darah. disertai oleh faktor lingkungan ( environment ).Diabetologia 42: 903-19) Baik atau buruknya regulasi glukosa darah tidak hanya berkaitan dengan metabolisme glukosa di jaringan perifer. gangguan tersebut murni disebabkan defisiensi insulin secara absolut. Peninggian kadar glukosa darah puasa. baik dari produksi maupun aksi insulin. Sedangkan pada diabetes tipe 1 (DMT1). lebih ditentukan oleh peningkatan produksi glukosa secara endogen yang berasal dari proses glukoneogenesis dan glikogenolisis di jaringan hepar. diawali oleh kelainan pada dinamika sekresi insulin berupa gangguan pada fase 1 sekresi insulin yang tidak sesuai 6 . Gribble FM. gangguan metabolisme glukosa disebabkan oleh dua faktor utama yakni tidak adekuatnya sekresi insulin (defisiensi insulin) dan kurang sensitifnya jaringan tubuh terhadap insulin (resistensi insulin). menyebabkan gangguan pada metabolisme glukosa. Gribble FM. yakni jenis diabetes yang paling sering ditemukan. dengan berbagai dampak yang ditimbulkannya. Manakala jaringan (hepar) resisten terhadap insulin. maka efek inhibisi hormon tersebut terhadap mekanisme produksi glukosa endogen secara berlebihan menjadi tidak lagi optimal. dan semakin tinggi tingkat produksi glukosa dari hepar. Dalam hal inilah jaringan hepar ikut berperan dalam mengatur homeostasis glukosa tubuh. 1999. ATP-Sensitive K + Channels and insulin secretion :Their role in health and disease. Semakin tinggi tingkat resistensi insulin. Pada diabetes melitus tipe 2 (DMT2). semakin rendah kemampuan inhibisinya terhadap proses glikogenolisis dan glukoneogenesis. ATP-Sensitive K + Channels and insulin secretion :Their role in health and disease. Kedua proses ini berlangsung secara normal pada orang sehat karena dikontrol oleh hormon insulin.

Gribble FM. Yang pertama terjadi adalah hiperglikemia akut pascaprandial (HAP) yakni peningkatan kadar glukosa darah segera (10-30 menit) setelah beban glukosa (makan atau minum). terutama mikrovaskular. Semakin tingginya tingkat resistensi insulin dapat terlihat pula dari peningkatan kadar glukosa darah puasa maupun postprandial. Secara klinis. meskipun dengan kadar insulin serum yang cukup tinggi. Kerusakan jaringan yang terjadi. Diabetologia 42: 903-19) Kelainan berupa disfungsi sel beta dan resistensi insulin merupakan faktor etiologi yang bersifat bawaan (genetik). 1999. meningkat secara tajam pada tahap diabetes. namun hiperglikemia masih dapat terjadi. (Aschroft FM. Diabetologia 42: 903-19) Resistensi insulin mulai menonjol peranannya semenjak perubahan atau konversi fase TGT menjadi DMT2. disamping obat-obatan yang berkhasiat menurunkan resistensi insulin ( insulin sensitizer ). Gribble FM. semakin rendah kemampuan inhibisinya terhadap proses glikogenolisis dan glukoneogenesis. Untuk mendapatkan kadar glukosa yang normal dalam darah diperlukan obat-obatan yang dapat merangsang sel beta untuk peningkatan sekresi insulin ( insulin secretagogue ) atau bila diperlukan secara substitusi insulin. dan berakibat langsung terhadap peningkatan kadar glukosa darah (hiperglikemia). ATP-Sensitive K + Channels and insulin secretion :Their role in health and disease. (Aschroft FM. Peningkatan kadar glukosa darah oleh karena utilisasi yang tidak berlangsung sempurna pada gilirannya secara klinis sering memunculkan abnormalitas dari kadar lipid darah. Defisiensi insulin ini secara langsung menimbulkan dampak buruk terhadap homeostasis glukosa darah. Diabetologia 42: 903-19) Jadi. ATP-Sensitive K + Channels and insulin secretion :Their role in health and disease. Dikatakan bahwa pada saat tersebut faktor resistensi insulin mulai dominan sebagai penyebab hiperglikemia maupun berbagai kerusakan jaringan. dapat disimpulkan perjalanan penyakit DMT2. 1999. ATPSensitive K + Channels and insulin secretion :Their role in health and disease. perjalanan penyakit ini bersifat progressif dan cenderung melibatkan pula gangguan metabolisme lemak ataupun protein. Ini terlihat dari kenyataan bahwa pada tahap awal DMT2. pada awalnya ditentukan oleh kinerja fase 1 yang kemudian memberi dampak negatif terhadap kinerja fase 2. sedangkan gangguan makrovaskular telah muncul semenjak prediabetes.kebutuhan (inadekuat). (Aschroft FM. menyebabkan semakin tinggi pula tingkat produksi glukosa dari hepar. pada hepar semakin tinggi tingkat resistensi insulin. 7 . Gribble FM. Sejalan dengan itu. 1999.

Apabila tubuh menghasilkan terlampau sedikit insulin atau jika tubuh tidak menanggapi insulin dengan tepat terjadilah diabetes. Rangkaian kelainan yang dilatarbelakangi oleh resistensi insulin. sering menimbulkan kumpulan gejala yang dinamakan sindroma metabolic. Faktor utama pada diabetes ialah insulin. Macam-Macam. suatu hormon yang dihasilkan oleh sel khusus di pankreas. ATP-Sensitive K + Channels and insulin secretion :Their role in health and disease. dan Penyebab Diabetes Definisi Diabetes adalah suatu penyakit karena tubuh tidak mampu mengendalikan jumlah gula. Diabetologia 42: 903-19) 3. Diabetes biasanya dapat dikendalikan dengan makanan yang rendah kadar gulanya.Hiperglikemia terjadi tidak hanya disebabkan oleh gangguan sekresi insulin (defisiensi insulin). juga mengendalikan jumlah glukosa dalam darah. Gribble FM. suatu kadara gula darah yang tingginya sudah membahayakan. Meskipun begitu. terkadang menyebabkan komplikasi seperti kebutaan dan stroke. tapi pada saat bersamaan juga oleh rendahnya respons jaringan tubuh terhadap insulin (resistensi insulin). dalam aliran darah. 1999. Gangguan metabolisme glukosa akan berlanjut pada gangguan metabolisme lemak dan protein serta proses kerusakan berbagai jaringan tubuh. Penyakit Diabetes Mellitus biasanya herediter (menurun) dan merupakan penyakit metabolik sebagai akibat dari tubuh yang kekurangan insulin efektif yang merubah gula 8 . Gangguan atau pengaruh lingkungan seperti gaya hidup atau obesitas akan mempercepat progresivitas perjalanan penyakit. Diabetes Mellitus adalah penyakit yang ditandai dengan tingginya kadar gula dalam darah (hiperglikemi) dan kadar gula yang tinggi pula dalam air seni (glukosuria). Ini menyebabkan hiperglikemia. Insulin memberi sinyal kepada sel tubuh agar menyerap glukosa. atau glukosa. atau suntukan insulin secara teratur. (Aschroft FM. selain daripada intoleransi terhadap glukosa beserta berbagai akibatnya.2 Definisi. Insulin bekerja dengan hormon pankreas lain yang disebut glukagon. penyakit ini lama kelamaan minta korban juga. obat yang di minum.

com) Macam-Macam Klasifikasi DM dan gangguan toleransi glukosa menurut WHO 1985 A. Kenapa insulin menjadi berkurang dalam tubuh? Karena pancreas sebagai pabriknya insulin sedang terganggu sehingga berkurang fungsinya. Hasil metabolisme tubuh tersebut adalah gula yang nantinya akan diubah lagi menjadi energi. Clnical Classes 9 . segera setelah makan tubuh akan melakukan metabolisme karbohidrat. Itulah sebabnya pada penderita DM diharuskan mengatur makanannya supaya kadar gula darahnya tidak melonjak dalam satu waktu tertentu. Jika jumlah insulin kurang banyak. Pada DM tipe I bahkan bisa terjadi tidak ada produksi insulin sama sekali sehingga terpaksa memerlukan insulin dari luar atau injeksi insulin. dll. Pada orang normal. (http://www. Bisa jadi pancreas kelelahan sehingga sel Beta Langerhanz menjadi berkurang. baik itu energi gerak. energi panas. yaitu mengubah gula yang ada di darah menjadi glikogen tadi. di saat inilah hormon insulin melakukan tugasnya. Itulah sebabnya beberapa saat sesudah makan kadar gula darah akan meningkat. atau kualitas insulin kurang baik. Naah. Mungkin juga pancreas sedang sakit karena ada bakteri/virus atau tumor yang merusak sel Beta Langerhanz. untuk lebih lengkapnya bisa dilihat pada box Diagnosa DM.darah menjadi gula otot (glikogen). metabolisme lemak. Seberapa tingginya? Bisa dikatakan Diabetes jika kadar gula darah setelah puasa (disingkat GDP) 10 jam masih lebih dari 120mg% atau pada saat 2 jam setelah makan (disingkat 2jpp: 2 jam post prandial) lebih dari 200mg%. metabolisme protein dengan masing-masing rangkaiannya yang begitu rumit.dr-rocky. maka kadar gula darah tetap tinggi meskipun sudah beberapa jam setelah makan.

000). Certain genetic syndromes f. MRDM (Malnutrition Related DM) : a.000 – 30. Pada DM tipe II. sehingga glukosa sudah diabsorpsi masuk darah tapi insulin belum memadai. Fibrocalculous Pancreatic Diabetes Melitus (FCPD) b. Protein Deficient Pancreatic Diabetes Mellitus (PDPD) 5. kelainan terletak di beberapa tempat : 1. 2. IDDM (DM tipe I) 2. NIDDM (DM tipe II) 3. Disease of hormonal etiology c. pada obesitas 10 . Jumlah reseptor di jaringan perifer kurang (antara 20.Gestational DM (DM hanya pada saat hamil) B. Bila meragukan Tipe 1 atau Tipe 2 disebut : Questionable DM 4. Statistical Risk Classes Yang termasuk dalam klasifikasi ini adalah penderita yang : • • • Kedua orang tuanya menderita DM (potential DM) Pernah menderita GTG kemudian normal lagi Pernah melahirkan bayi dengan berat lahir lebih dari 4 kg Pada DM tipe I kelainan terletak pada sel beta pankreas yang tidak mampu membuat dan mengeluarkan insulin dalam jumlah dan kualitas yang cukup. Pancreatic disease b. tetapi terdapat keterlambatan.I. Diabetes Melistus 1. bahkan kadang-kadang tidak ada sekresi (produksi) insulin sama sekali. Abnormal of insulin or its receptor e. Impaired Glucose Tolerane (GTG = DM Chemical = DM Latent) III. Sekresi insulin oleh pankreas mungkin cukup. Miscellanous II. Other Tupes of DM associated with certain conditions and syndromes : a. Drug of chemical induced conditions d.

sehingga HCN dari singkong merusak sel beta pankrea s yang sebetulnya HCNbisa dinetralkan oleh asam amino dari protein makanan.2. Kekurangan protein dan kalori jangka panjang (protein deficient hypothesis). (http://www.3 dan 4 Pada DM akibat malnutrisi (DM-Malnutrisi atau disingkat DM-M) terjadinya DM-M diduga karena : 1. 2. 3.bahkan hanya sekitar 20. 3. tetapi kualitas reseptor jelek. 5. Adanya kelainan campuran di antara no 1. sehingga insulin tidak efektif.000.dr-rocky. sehingga proses glikolisis intra seluler terganggu. Sebab lain yang belum jelas.com) 11 . dan terus dikeluarkan melalui urin (cyanide cassava hypothesis). 4. Jumlah reseptor cukup. Terdapat kelainan di pasca reseptor. Kekurangan protein jangka panjang yang bersamaan dengan makanan utama singkong.

Tergantung insulin (IDDM. obesitas dan tingginya kadar asam lemak bebas. faktor genetik dikatakan memiliki peran yang kuat dalam munculnya DM ini. heterozigot DR3/DR4 merupakan risiko khusus Tabel 1. Faktor genetik ini akan berinteraksi dengan faktor lingkungan seperti gaya hidup. normal atau bahkan tinggi Reseptor berkurang atau tidak efektif Antibody terhadap sel pualu tidak ada Jumlah sel beta berkurang sedikit Obat hipoglikemik oral sering efektif Tidak ada hubungan dengan fenotipe HLA Patofisiologi Diabetes Melitus Diabetes Melitus (DM) merupakan suatu kelainan yang heterogenik dengan karakter utama hiperglikemia kronis. tipe II) Bentuk lazim: sekitar 85% dari diabetes Umur biasanya 40 tahun Penderita sering gemuk Gejala lambat laun atau asimptomatik Ketoasidosis jarang kecuali bila ada penyakit lain yang berat Sindroma hiperosmolar nonketonik diawali oleh gangguan ginjal atau kardovaskular Kadar insulin rendah. Tipe I) 10-15 & penderita diabetes masuk golongan ini Biasanya pada anak dan remaja Berat badan normal atau kurus Gejala secara mendadak Ketoasidosis sering terjadi karena tak terkontrol Sindrom nonketonik hiperosmolar tidak dijumpai Insulin yang beredar tidak dapat di ukur Resptor insulin tidak terganggu Sering didapat antibody terhadap sel pulau Jumlah sel beta berkuarang banyak Tidak ada respons terhadap obat hipoglikemik oral Ada hubungan dengan fenotipe HLA antigen DR3 dan DR4 (juga B8. diet.html. rendahnya aktivitas fisik. B15). Perbedaan DM Tipe I dan DM tipe I Tidak tergantung insulin (NIDDM. 2007). 12 . Meskipun pola pewarisannya belum jelas. Pada DM terjadi defek sekresi insulin. ( diabetesmelitus. resistensi insulin di perifer dan gangguan regulasi produksi glukosa oleh hepar.

sekalipun tertusuk jarum /paku atau terkena benda panas. Neuropati diabetik ini berupa gangguan motorik. kalus dapat berubah menjadi ulkus yang bila disertai dengan infeksi berkembang menjadi selulitis dan 13 . kulit tampak pucat atau kebiru-biruan. Pada gangguan pembuluh darah. sehingga ada bagian yang tidak berasa apa-apa/mati rasa. Bila pada kaki timbul luka yang sukar sembuh sampai menjadi busuk (gangren). dan adanya infeksi. kaki harus dipotong di atas bagian yang membusuk tersebut. Kaki yang tidak berasa akan berbahaya karena bila menginjak benda tajam tidak akan dirasa padahal telah timbul luka. disebut neuropati diabetik dapat timbul gangguan rasa (sensorik) baal. Akibatnya. Jika sudah gangren. Kelainan tungkai bawah karena diabetes disebabkan adanya gangguan pembuluh darah.Penyakit diabetes membuat gangguan/komplikasi melalui kerusakan pada pembuluh darah di seluruh tubuh. Gangguan sensorik menyebabkan mati rasa setempat dan hilangnya perlindungan terhadap trauma sehingga penderita mengalami cedera tanpa disadari. otot mengecil. kemudian pada akhirnya dapat menjadi gangren/jaringan busuk. Angiopati diabetik hampir selalu juga mengakibatkan neuropati perifer. disebut angiopati diabetik. Selain itu bila saraf yang terkena timbul neuropati diabetik. dan pada pembuluh darah halus (mikrovaskular) disebut mikroangiopati. kurang berasa sampai mati rasa. Bila yang terkena pembuluh darah di otak timbul stroke. pada jantung penyakit jantung koroner yang dapat berakibat serangan jantung/infark jantung. hal ini akan membahayakan pasien karena infeksi bisa menjalar ke seluruh tubuh (sepsis). mudah lelah. gangguan saraf. perubahan cara berjalan. timbul kelemahan otot. jika ada luka sukar sembuh karena aliran darah ke bagian tersebut sudah berkurang. dan akan menimbulkan titik tekean baru pada telapak kaki sehingga terjadi kalus pada tempat itu. Gangren diabetik merupakan dampak jangka lama arteriosclerosis dan emboli trombus kecil. sensorik dan autonom yang masing-masing memegang peranan pada terjadinya luka kaki. Pemeriksaan nadi pada kaki sukar diraba. Bila terjadi gangguan saraf. Penyakit ini berjalan kronis dan terbagi dua yaitu gangguan pada pembuluh darah besar (makrovaskular) disebut makroangiopati. kemudian terinfeksi dan kuman tumbuh subur. Selain itu gangguan motorik. bila pada mata terjadi kebutaan. Paralisis otot kaki menyebabkan terjadinya perubahan keseimbangan di sendi kaki. kram otot. jika diraba terasa dingin. pada ginjal menjadi penyakit ginjal kronik sampai gagal ginjal tahap akhir sehingga harus cuci darah atau transplantasi. kaki bisa terasa sakit. ditambah dengan mudahnya terjadi infeksi.

Faktor kedua adalah lingkungan gula darah yang subur untuk perkembangan bakteri patogen. Faktor pertama adalah angiopati arteriol yang menyebabkan perfusi jaringan kaki kurang baik sehingga mekanisme radang jadi tidak efektif. Faktor ketiga terbukanya pintas arteri-vena di subkutis. aliran nutrien akan memintas tempat infeksi di kulit. Infeksi dan luka ini sukar sembuh dan mudah mengalami nekrosis akibat dari tiga faktor. 3.berakhir dengan gangren. diantaranya: 1. Sembilan dari sepuluh orang gemuk berpotensi untuk terserang diabetes mellitus. 4. Gangguan saraf autonom mengakibatkan hilangnya sekresi kulit sehingga kulit kering dan mudah mengalami luka yang sukar sembuh. Pewarisan gen ini dapat sampai ke cucunya bahkan cicit walaupun resikonya sangat kecil. konsumsi makan yang berlebihan dan tidak diimbangi dengan sekresi insulin dalam jumlah yang memadai dapat menyebabkan kadar gula dalam darah meningkat dan pastinya akan menyebabkan diabetes melitus. Faktor Genetis Diabetes mellitus dapat diwariskan dari orang tua kepada anak. Gen penyebab diabetes mellitus akan dibawa oleh anak jika orang tuanya menderita diabetes mellitus. Segala jenis residu obat yang terakumulasi dalam waktu yang lama dapat mengiritasi 14 . Penyebab Ada beberapa hal-hal yang dapat menyebabkan penyakit diabetes. Bahan-bahan Kimia dan Obat-obatan Bahan-bahan kimia dapat mengiritasi pankreas yang menyebabkan radang pankreas. 2. radang pada pankreas akan mengakibatkan fungsi pankreas menurun sehingga tidak ada sekresi hormon-hormon untuk proses metabolisme tubuh termasuk insulin. Pola makan Makan secara berlebihan dan melebihi jumlah kadar kalori yang dibutuhkan oleh tubuh dapat memacu timbulnya diabetes mellitus. Obesitas (Kegemukan) Orang gemuk dengan berat badan lebih dari 90 kg cenderung memiliki peluang lebih besar untuk terkena penyakit diabetes militus.

Kalori yang tertimbun di dalam tubuh merupakan faktor utama penyebab diabetes mellitus selain disfungsi pankreas. pemeriksaan yang dianjurkan adalah pemeriksaan glukosa dengan cara enzimatik dengan bahan darah plasma vena. Jika orang malas berolah raga memiliki resiko lebih tinggi untuk terkena penyakit diabetes mellitus karena olah raga berfungsi untuk membakar kalori yang berlebihan di dalam tubuh. 2007. Penyakit dan infeksi pada pankreas Infeksi mikroorganisme dan virus pada pankreas juga dapat menyebabkan radang pankreas yang otomatis akan menyebabkan fungsi pankreas turun sehingga tidak ada sekresi hormon-hormon untuk proses metabolisme tubuh termasuk insulin. Diagnosis klinis DM umumnya akan akan dipikirkan bila ada keluhan khas DM 15 . Walaupun demikian sesuai dengan kondisi setempat dapat juga digunakan bahan darah utuh (whole blood).kulinet. (Reno Gustaviani. Dalam menentukan diagnosis DM harus diperhatikan asal bahan darah yang diambil dan cara pemeriksaan yang dipakai. pemeriksaan glukosa darah seyogyanya dilakukan di laboratorium klinik yang terpercaya (yang melakukan pemantauan kendali mutu secara teratur). Pola hidup Pola hidup juga sangat mempengaruhi faktor penyebab diabetes mellitus. (http://www.com) Penegakan Diagnosa Diagnosis DM harus didasarkan pada pemeriksaan kadar glukosa darah. Buku ajar Ilmu Penyakit Dalam edisi keempat Jilid III). vena ataupun kapiler dengan memperhatikan angkaangka kriteria diagnostic yang berbeda sesuai pembakuan oleh WHO. 5. Untuk pemantauan hasil pengobatan dapat diperiksa glukosa dan kapiler. 6. Penyakit seperti kolesterol tinggi dan dislipidemia dapat meningkatkan resiko terkema diabetes mellitus.pankreas. Untuk diagnosis. Untuk memastikan diagnosis DM.

polidipsia. dan tidak patognomonik untuk diabetes. mata kabur. Namun TTGO dalam prakteknya sangat jarang dilakukan. Rasio meningkatnya karies gigi juga diamati pada diabetes yang tidak terkontrol. serta pruritus vulvae pada pasien wanita. gatal. termasuk cheilosis. Kadar glukosa darah sewaktu ≥ mg/dl pada hari yang lain. atau dari hasil tes toleransi glukosa oral (TTGO) didapatkan kadar glukosa darah pasca pembebanan ≥ 200mg/dl. proliferasi gingival polipoid. dan disfungsi ereksi pada pria. perubahan yang diamati juga pada diabetes yang terkontrol. Untuk kelompok tanpa keluhan khas DM . polifagia. (Reno Gustaviani. dan penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan sebabnya. mukosa kering dan pecah . baik kadar glukosa darah puasa ≥ 126 mg/dl. streptococcus hemolitikus. Meskipun sukar untuk membuat kesimpulan yang definitive tentang efek spesifik diabetes pada jaringan periodonsium. 2007. Buku ajar Ilmu Penyakit Dalam edisi keempat Jilid III). dan perlawanan terhadap infeksi yang normal pula. Keluhan lain yang mungkin dikemukakan pasien adalah lemah.3 Manifestasi Gejala Diabetes Manifestasi Pada Mulut Sejumlah perubahan oral yang dijelaskan pada diabetes. pemeriksaaan glukosa darah sewaktu ≥ 200 mg/dl sudah cukup untuk menegakkan diagnosis DM. periodontitis dan kehilangan gigi. dengan spesies yang dominant yaitu Candida albicans. dan stafilokokus. hasil pemeriksaan glukosa darah yang baru satu kali saja abnormal. rasa terbakar pada mulut dan lidah. Individu dengan diabetes yang terkontrol memiliki respon terhadap jaringan yang normal. berkurangnya aliran saliva. variasi perubahan telah dijelaskan termasuk tendensi pembesaran gingival.pecah.berupa poliuria. Perubahan yang paling parah pada 16 . terbentuknya gingival polip. Pengaruh diabetes pada jaringan periodonsium telah diamati secara keseluruhan. perkembangan gigi-geligi yang normal. Jika keluhan khas. tidak spesifik. Hasil pemeriksaan kadar glukosa darah puasa ≥ 126 mg/dl juga digunakan untuk patokan diagnosis DM karena lebih mudah diterima oleh pasien serta murah. terbentuknya abses. Harus diingat bahwa perubahan tidak selalu terlihat. dan tidak ada peningkatan insiden karies gigi. Selain itu. kesemutan. 3.

Inflamasi gingival tingkat lanjut. Penelitian terbaru menyatakan bahwa diabetes yang tidak terkontrol atau kurang berhubungan dengan meningkatnya kerentanan dan keparahan terhadap infeksi termasuk periodontitis. (http://dok-lisa. Diabetes tidak menyebabkan gingivitis atau poket periodontal. poket periodontal yang sangat dalam. dan abses periodontal sering terdapat pada pasien diabetes mellitus yang memiliki oral hygiene yang buruk. tetapi destruksi ini menjadi lebih luas seiring dengan meningkatnya umur. dan meningkat sampai 39% pada usia 19 tahun dan diatasnya. dengan faktor lokal yang sama. destruksi periodontal yang luas sering terjadi sehubungan dengan umur pasien. Perbedaan derajat diabetes pada penderita dan control pada penderita dan keparahan penyakit mengindikasikan sample pasien bertanggung jawab terhadap kurangnya konsistensi ini. studi yang terkontrol menunjukkan prevalensi yang lebih tinggi dan keparahan penyakit periodontal pada penderita diabetes daripada yang tidak menderita diabetes. Meskipun beberapa penelitian belum menemukan hubungan antara stadium diabetic dengan kondisi periodontal. Periodontitis pada diabetes mellitus tipe I nampak setelah umur 12 tahun. dan meningkatnya mobilitas gigi. tetapi terdapat indikasi bahwa dia dapat merubah respon jaringan periodontal terhadap faktor lokal. Prevalensi periodontitis dilaporkan sebanyak 9. mempercepat bone loss dan memperlambat penyembuhan setelah pembedahan pada jaringan periodontal.8% pada usia 13-18 tahun.com/feeds/1772733680616438780/comments/default) 17 . Penemuan termasuk loss of attachment yang lebih parah.blogspot. meningkatnya bleeding on probing. Anak-anak dengan diabetes mellitus tipe I cenderung memiliki destruksi yang lebih parah di sekitar M1 dan insisivus daripada di sekitar gigi yang lain.diabetes yang tidak terkontrol adalah berkurangnya perlawanan terhadap dan meningkatnya kerentanan terhadap infeksi yang menyebabkan kerusakan pada jaringan periodontal. kehilangan tulang yang cepat. Literature untuk pernyataan ini dan pengaruh secara keseluruhan terhadap fakta tentang adanya penyakit periodontal pada diabetes mellitus tidak konsisten atau merupakan pola yang nyata. Pada juvenile diabetic. Abses periodontal yang sering terjadi merupakan gejala penyakit periodontal yang terlihat pada penderita diabetes.

PERIODONTITIS 18 . berakibat gangguan menurunnya daya kemotaksis. hal ini menyebabkan abnormalitas pada proliferasi epidermal dan terjadi akantosis nigrikan. (http://indodiabetes. oleh karena NEG tidak dapat didegradasi. akibatnya terjadi penurunan solubilitas asam dan enzimatik di dalam kolagen kulit. secara normal terjadi. maka terjadilah hipertrigliserid yang memberikan manifestasi kulit sebagai xantoma eruptif. neurologi atau sistem imun). fagositosis dan kemampuan bakterisidal sel lekosit maka kemudahan infeksi maupun ulkus. Pada penderita DM juga terjadi disregulasi metabolisme lipid. penyakit Diabetes memberikan manifestasi yang bervariasi. namun mekanisme pasti belum diketahui.Manifestasi Pada Kulit Pada organ kulit. Sementara pada penderita DM tipe 2 resisten terhadap insulin sering terjadi hiperinsulinemia. Adanya kondisi hiperglikemia juga menyebabkan gangguan mekanisme sistem imunoregulasi. Inilah jawaban kenapa pada penderita diabetes dapat terjadi gangguan retinopati. Diduga berhubungan dengan kondisi hiperglikemia atau disfungsi insulin. jika regulatori protein ini terganggu maka akan terjadi penumpukan protein non-enzymatic glycosylation (NEG). nefropati maupun mikrovaskuler.html/) Beberapa Contoh Manifestasi Oral Diabetes Pada Tubuh 1.com/manifestasi-kulitpada-penderita-kencing-manis-diabetes-mellitus. Produksi NEG pada proses penuaan kronologis. Kondisi hiperglikemia berperan penting dalam sistem regulatori protein seperti kolagen. Adanya penumpukan NEG ini menyebabkan akumulasi protein advanced glycosylation end products (AGEs). hal ini merupakan predisposisi terjadinya trauma atau infeksi. kerusakan yang ditimbulkan terjadi baik secara langsung maupun tidak langsung (melalui pembuluh darah. tetapi produksi NEG ini tidak sebanyak saat hiperglikemia. Pada penderita diabetes terjadi penurunan inervasi sensori kulit.

penggunaan antibiotik yang luas. dengan tepi irregular Lokasi paling sering : garis tengah dorsum lidah 19 . 3.Resistensi jaringan gingiva dan jaringan periodontal menurun karena adanya : • Perubahan komposisi kolagen • Regulasi diabetes dan oral Hygiene Faktor pencetus : • • • Faktor infeksi Angiopati diabetic Neuropati diabeti 2. Etiologi : jamur candida albicans. gundul. MEDIAN RHOMBOID GLOSSITIS Suatu bercak licin. daerah sekitar eritema. ANGULAR CHEILITIS Merupakan suatu lesi kronis berupa fissure (celah pada sudut bibir. berupa fisure yang dalam) seringnya bilateral. merupakan penurunan dimensi vertical. Faktor predisposisi : anemia. usia tua. lesi berwarna merah tanpa papilla filiformis. terasa nyeri karena sampai ke membran basalis. berbatas jelas. kebiasaan OH (oral higiene) mulut yang jelek.

alergi 5. 4. 6. defisiensi nutrisi. FISSURED TOUNGE 7. BURNING MOUTH SYNDROME Rasa terbakar pada mulut. Gangguan imun Keluhan Lichen Planus: • Rasa kasar pada mukosa mulut • Sensitivitas terhadap makanan panas. supresi imun. di mana pertumbuhan miselium bermetastasis ke orang lain. ketidakseimbangan hormonal. ORAL LICHEN PLANUS Ciri khas lesi berbentuk seperti jala menyilang. Bersifat kronis. obat-obatan. Predisposisi : infeksi kronis. MUCORMYCOSIS Mikosis yang disebabkan oleh jamur ordo mucoroles. absidia. antibiotik spektrum luas.Etiologi : candida albicans Predisposisi : pasien diabetes. asam atau pedas • Rasa nyeri yng hilang timbul pada mukosa mulut 20 . mukosa atau kulit dan mukosa Etiologi : Belum jelas Predisposisi (faktor pencetus) : Stress Emosi. kelainan darah. termasuk spesies mucor. dan rhizopus. Sering kali dimulai pada saluran pernapasan bagian atas ke paru-paru. Obat-obatan. berbumbu. dapat terjadi pada kulit. aliran balik asam lambung. dikenal sbagai "wickham striae".

Secara umum.blogspot.com/feeds/post. lemak dan proteinnya sendiri untuk mendapatkan energi. Mengalami masalah pada kulit seperti gatal atau borok. butuh waktu lama untuk dapat sembuh. • Mudah merasa lelah. Hal ini karena sewaktu tubuh tidak dapat menyalurkan gula ke dalam selselnya. ada baiknya Anda melakukan pengecekan untuk mengetahui kadar gula darah. Penyebabnya karena penderita diabetes tipe 1 sering terbangun pada malam hari untuk buang air kecil sehingga tidak dapat tidur nyenyak. • • • • • Sering kesemutan pada kaki atau tangan.4 Pemeriksaan Laboratorium Pemeriksaan penyaring dikerjakan pada kelompok dengan salah satu resiko DM 21 . Apabila Anda mengalami beberapa gejala tersebut.html) Manifestasi Klinis Pada Diabetes Karena kekurangan insulin dan memiliki kadar gula yang tinggi dalam darah.• Nyeri pada gingival • Plak putih/ merah pada mukosa mulut • Ulserasi pada mukosa mulut • Gingiva kemerahan (http://manisfestasioralpadapasiendiabetes. maka beberapa gejala yang umum bagi penderita diabetes baik tipe 1 maupun tipe 2. tubuh membakar glikogen. 2010. Perubahan perilaku seperti mudah tersinggung. beberapa gejala yang terjadi antara lain: • • • Sering buang air kecil Sering merasa sangat haus Sering lapar karena tidak mendapat cukup energi sehingga tubuh memberi sinyal lapar Penurunan berat badan secara tiba-tiba meski tidak ada usaha menurunkan berat badan. Jika mengalami luka.htm. (GejalaKencingManis_Ciri-ciriPenyakitGula.) 3.

Masih belum ada kesesuaian tentang banyaknya glukosa yang diberikan. melahirkan bayi cacat atau BB lahir bayi > 4000 g 6. Riwayat abortus berulang. Beberapa peneliti menggunakan dosis standard (bervariasi antara 50 g. Kekurangan karbohidrat. anticonvulsant. 75 g atau 100 g). Kolesterol HDL ≤ 35 mg/dl dan atau trigliserida ≥ 250 mg/dl (Reno Gutaviani. sedangkan 22 . Kadar glukosa darah puasa normal hampir pasti menyingkirkan adanya diabetes. Jika kadar darah puasa lebih dari 140 mg/dl atau 150 mg/dl pada dua kali pemeriksaan atau lebih. Hipertensi (≥ 140/90 mmHg) 4. Hiperglikemia setelah puasa atau kadar glukosa darah sewaktu lebih dari 200 mg/dl merupakan gejala yang khas untuk diabetes khususnya diabetes mellitus. steroid atau obat kontraseptif oral. tidak boleh merokok. Berat badan lebih : BBR > 110% BB idaman atau IMT > 23 kg/m2 3. Pemeriksaan yang paling mudah untuk mengetahui penyakit diabetes adalah dengan melakukan pengujian kadar darah puasa. GTT) hanya berguna untuk diagnostic bila kadar gula darah puasa atau postprandial meragukan atau bila ada glukosaria yang tidak jelas sebabnya. Test toleransi glukosa intravena yang biasanya lebih sukar untuk ditafsirkan jarang digunakan untuk diagnosa. makan atau minum air selama 12 jam sebelum test di lakukan. Buku Ajar Penyakit dalamEdisi keempat Jilid III). Test toleransi terhadap glukosa (glucose rolerance test. Selain itu penderita juga tidak boleh minum alkohol. Penderita yang menjalani GTT harus berada dalam status gizi baik.sebagai berikut: 1. 2007. Riwayat DM dalam garis keturunan 5. Test toleransi glukosa oral dapat dipengaruhi oleh banyak variabel fisiologik dan dapat di tafsirkan bermacam-macam. Penderita harus makan paling sedikit 150 g karbohidrat tiap hari selama tiga hari sebelum test dilakukan. Karena itu GTT sebaiknya tidak dilakukan pada penderita yang dirawat baring atau tidak boleh turun dari tempat tidur atau pada orang dengan diit yang tidak mencukupi. tidak ada aktivitas atau istirahat berbaring dapat menggangu toleransi terhadap glukosa. diuretic. tidak boleh makan salisilat. Usia > 45 tahun 2.

Tabel 2. Pengumpulan urin tidak mutlak tetapi sering dilakuakn. Bila terjadi glukosuria tanpa hiperglikemia penderita sebaiknya diperiksa terhadap ada tidaknya fungsi tribuli yang abnormal.yang lain member glukosa menurut ukuran tubuh yaitu 1. penampungan urin pada 1 ½ hingga 2 jam tidak menimbulkan kesukaran dan hasil pemeriksaan dapat memberi petunjuk berapa banyak glukosa yang dikeluarkan oleh penderita pada tingkat hiperglikemia tertentu. penderita diberi glukosa dalam air yang biasanya diberi rasa supaya lebih mudah diminum. kebanyakan peneliti memeriksa darah setelah 1 dan 2 jam.com/pemeriksaan-penunjang-untuk-diabetes-mellitus) 3.5 Pencegahan dan Pengobatan Farmakologi dan Nonfarmakologi 23 . Setelah darah puasa diambil. Bila glukosa diberikan dengan cairan dalam jumlah besar.75 g/kg berat badan atau 50 g/m2 permukaan tubuh. Protocol urutan pengambilan darah berbeda-beda. beberapa peneliti lain mengambil darah jam ke-3 sedangkan yang lain lagi mengambil contoh darah pada ½ jam dan 1 ½ jam setelah minum glukosa.scribd. interpretasi kadar glukosa darah (mg/dl) Bukan DM Kadar Glukosa Darah Sewaktu Plasma Vena Darah Kapiler Kadar Glukosa Darah Puasa Plasma Vena Darah Kapiler <110 <90 110-125 90-109 >126 >110 <110 <90 110-199 90-199 >200 >200 Belum Pasti DM DM (http://www.

• Pencegahan sekunder: menemukan pengidap DM sedini mugkin. Obat Hipoglemik Oral yang Tersedia di Indonesia Generik Nama Dagang Mg/tab Dosis Harian 250-3000 500-3000 500-2000 24 4-8 24 Lama Kerja 6-8 6-8 Frek/ hari 1-3 2-3 1 1 1 Biguanid Metformin Glucophage Glumin 500-850 500 500-750 500 Metformin XR Glucophage-XR Glumin-XR Tiazolidin/ Roziglitazon Avandia 4 24 .Pencegahan Menurut WHO tahun 1994. Usaha ini meliputi: o Mencegah timbulnya komplikasi o Mencegah progresi daripada komplikasi itu supaya tidak menjadi kegagalan organ o Mencegah kecacatan tubuh Terapi Farmakologi Tabel 3. hingga dengan demikian dapat dilakukan upaya untuk mencegah komplikasi atau kalaupun sudah ada komplikasi masih reversible. misalnya dengan tes penyaringan terutama pada populasi resiko tinggi. Dengan demikian pasien diabetes yang sebelumnya tidak terdiagnosis dapat terjaring. • Pencegahan tersier: semua upaya untuk mencegah komplikasi atau kecacatan akibat komplikasi itu. upaya pencegahan pada diabetes ada 3 jenis atau tahap yaitu: • Pencegahan sekunder: semua aktivitas yang ditujukan untuk pencegah timbulnya hiperglikimia pada individu yang beresiko untuk jadi diabetes atau pada populasi umum.

30 100-250 2.5-6 360 100-300 - 3 3 3 Penghambat Acarbose Glukosidase α Obat kombinasi Tetap Metformin + Glucovance Gibenklamid 250/1. Buku Ajar Penyakit dalamEdisi keempat Jilid III).1.2.3. 25 .2.5 500/5 2mg/500m g 4mg/500m g 4mg 1000mg 8mg 1000mg / 12 / 1-2 Metformin + Avandamet Rosiglitazon 2 (Sudartawan Soegondo.3.4 1.5-6 1-6 1-6 1-6 24 24 24 24 1 1 1 1 Glinid Repaglinid Nateglinid NovoNorm Starlix Glucobay 0.glitazone Pioglitazon Actos Deculin 15.25 500/2.2.5. 2007.2.2 120 50-100 1.4 1.4 30-120 0.4 1.30 15.3.5-5 15-30 15-45 100-500 2.3.5-15 24 24 24-36 12-24 1 1 1 1-2 Sulfonilurea Klorpropamid Gibenklamid Diabenese Daonil Euglukon Glipizid Minidiab Glucotrol-XL 5-10 5-10 5-20 5-20 10-16 12-16** 1-2 1 Glikazid Diamicron Diamicron-MR 80 30 80-240 30-120 10-20 1-2 Glukidon Glimepirid Glurenorm Amaryl Gluvas Amadiab Metrix 30 1.

Jumlah kebutuhan protein yang direkomendasikan sekitar 10-15% dari total kalori per hari. Dan pembatasan  Edukasi Yaitu melakukan edukasi tentang berbagai masalah yang berkaitan dengan penyakit diabetes yang dilakukan secara terus-menerus. Diantaranya karbohidrat yang diberikan pada pasien diabetes tidak lebih dari 55-56% dari total kebutuhan energy sehari. berbicara. bahkan tersenyum. serta melakukan apa yang telah dianjurkan dari edukasi yang didapatkannya. memasak. fatty acids). atau tidak lebih dari 70% jika dikombinasi dengan pemberian asam lemak tak jenuh rantai tunggal (MUFA = monounsaturated asupan lemak.Terapi Nonfarmakologi Beberapa terapi nonfarmakologi dengan cara merubah gaya hidup yang dapat digunakan untuk menyembuhkan diabetes. (Em Yunir. berfikir. Berangkat kerja. Buku Ajar Penyakit dalamEdisi keempat Jilid III). Semua kegiatan tadi tanpa disadari oleh diabetes. mencuci.  Latihan Jasmani Yaitu meningkatkan aktivitas jasmani dengan cara melakukan aktivitas minimal otot skeletal lebih dari yang diperlukan untuk ventilasi basal paru. 26 . kemudian tidur. 2007. tertawa. merencanakan kegiatan esok. antara lain:  Terapi gizi medis Yaitu pengaturan pola makan dan acupan gizi pada makanan. telah sekaligus menjalankan pengelolaan terhadap DM sehari-hari. Suharko Soebardi. makan. bekerja. seperti misalnya: bangun tidur. berpakaian.

koma .3.kematian Makrovaskule r Mikrovaskule r jantun g Miokard infark Cerebra l Stroke ekstremit as Gangguan integritas kulit Retina Ginjal Gg. penglihatan Gagal ginjal 27 .6 Mapping dan Pembahasan Mapping Konsep peradangan pankreas ( insulitis ) Defisiensi insulin & resistensi insulin Glukagon glukoneogenesis Penurunan pemakaian glukosa oleh sel Hiperglikemi a Protein Nitrogen urine dehidras i Aterosklerosis Lemak Asidosis .

Insulitis bisa disebabkan macam – macam di antaranya virus. Insulitis hanya menyerang sel beta. Secara patologi terlihat adanya peradangan pankreas ( insulitis ) yang ditandai dengan adanya infiltrasi makrofag dan limfosit T teraktivasi di sekitar dan di dalam sel islet. 28 . biasanya sel alfa dan sel delta tetap utuh.Etiologi Diabetes Mellitus tipe 1 hingga kini masih belum dapat disepakati oleh para ahli. Sedangkan pada penderita yang non obesitas. Namun hampir semua berpendapat adanya destruksi sel β pulau Langerhans. seperti virus cocksakie. rubella. Sehingga kerusakan ini akan menyebabkan terbentuknya antibodi ICA ( Islet Cell Antibody ) yang mengganggu produksi insulin. yang diakibatkan oleh proses autoimun. Sedangkan Diabetes Mellitus tipe 2 pada umumnya lebih bersifat genetik. herpes dan lain – lain. Tipe ini mencakup lebih dari 90 % dari semua populasi diabetes. Pada penderita yang obesitas. kelainan primernya adalah resistensi insulin di jaringan perifer seperti otot dan lemak sehingga terjadi peningkatan kebutuhan insulin. Pada Diabetes jenis ini dijumpai kadar insulin normal atau meningkat yang disebabkan oleh sekresi insulin abnormal dan resistensi terhadap kerja insulin karena kurangnya reseptor insulin pada organ target sehingga terjadi defek relatif pankreas untuk mensekresi insulin. kelainan primernya berupa kerusakan sel beta dan kelainan sekundernya di jaringan perifer. kadang dijumpai virus yang merusak sitoplasma sel.

Aterosklerosis ini 2-6 kali lebih sering terjadi pada penderita diabetes. ginjal. terutama yang menuju ke kulit dan saraf. sehingga mempercepat terjadinya aterosklerosis (penimbunan plak lemak di dalam pembuluh darah). sehingga berakibat rusaknya pembuluh darah. dan pembuluh darah kaki (makroangiopati). Kelainan fungsi ginjal bisa menyebabkan gagal ginjal sehingga penderita harus menjalani cuci darah (dialisa). Hal ini berkaitan dengan kadar gula darah yang tinggi terus menerus.BAB III PENUTUP 3.1Kesimpulan Diabetes merupakan penyakit yang memiliki komplikasi (menyebabkan terjadinya penyakit lain) yang paling banyak. Kadar gula darah yang tidak terkontrol juga cenderung menyebabkan kadar zat berlemak dalam darah meningkat. jantung. Sirkulasi darah yang buruk ini melalui pembuluh darah besar (makro) bisa melukai otak. Zat kompleks yang terdiri dari gula di dalam dinding pembuluh darah menyebabkan pembuluh darah menebal dan mengalami kebocoran. Komplikasi yang lebih sering terjadi dan mematikan adalah serangan jantung dan stroke. Kerusakan pada saraf menyebabkan kulit lebih sering mengalami cedera karena penderita tidak dapat 29 . Gangguan pada saraf dapat bermanifestasi dalam beberapa bentuk. saraf dan kulit serta memperlambat penyembuhan luka. Kerusakan pada pembuluh darah mata bisa menyebabkan gangguan penglihatan akibat kerusakan pada retina mata (retinopati diabetikum). Penderita diabetes bisa mengalami berbagai komplikasi jangka panjang jika diabetesnya tidak dikelola dengan baik. saraf dan struktur internal lainnya. Akibat penebalan ini maka aliran darah akan berkurang. maka sebuah lengan atau tungkai biasa secara tiba-tiba menjadi lemah. sedangkan pembuluh darah kecil (mikro) bisa melukai mata. Jika satu saraf mengalami kelainan fungsi (mononeuropati).

maka kita harus menjaga pola makan kita sehari-hari dan juga rajin berolahraga. Karena itu biasanya diberikan terapi sulih insulin atau obat hipoglikemik (penurun kadar gula darah) per-oral. semakin mendekati kisaran yang normal. hipertensi. Di antaranya adalah diabetes. Tujuan utama dari pengobatan diabetes adalah untuk mempertahankan kadar gula darah dalam kisaran yang normal. dan salah satu di antaranya adalah pola makan yang tidak baik. olah raga dan diet. pola makan sehat juga terbukti bermanfaat mencegah terjadinya penyakit jantung koroner. Ada banyak hal yang diduga menjadi pemicu munculnya penyakit diabetes. Ulkus di kaki bisa sangat dalam dan mengalami infeksi serta masa penyembuhannya lama sehingga sebagian tungkai harus diamputasi. termasuk di Indonesia. Namun. dan 30 . Seseorang yang obesitas dan menderita diabetes tipe 2 tidak akan memerlukan pengobatan jika mereka menurunkan berat badannya dan berolah raga secara teratur. Jika pengendalian berat badan dan berolahraga tidak berhasil maka dokter kemudian memberikan obat yang dapat diminum (oral = mulut) atau menggunakan insulin. maka kemungkinan terjadinya komplikasi sementara maupun jangka panjang menjadi semakin berkurang. Pengobatan diabetes meliputi pengendalian berat badan. sebagian besar penderita merasa kesulitan menurunkan berat badan dan melakukan olahraga yang teratur. yang juga salah satu penyebab utama kematian di banyak negara. Di samping itu.2Saran Jika ingin mengurangi resiko terkena diabetes. Diabetes tipe 1 hanya bisa diobati dengan insulin tetapi tipe 2 dapat diobati dengan obat oral. Untuk itu diperlukan pemantauan kadar gula darah secara teratur baik dilakukan secara mandiri dengan alat tes kadar gula darah sendiri di rumah atau dilakukan di laboratorium terdekat. Namun. kadar gula darah yang benar-benar normal sulit untuk dipertahankan.meradakan perubahan tekanan maupun suhu. 3. Meskipun demikian. Berkurangnya aliran darah ke kulit juga bisa menyebabkan ulkus (borok) dan semua penyembuhan luka berjalan lambat. kanker. Banyak penyakit dapat dicegah dengan gaya hidup dan pola makan yang sehat.

yaitu zat alamiah yang berfungsi melindungi tubuh dari pembentukan tumor. dan keju akan meningkatkan risiko kanker dan penyakit jantung koroner. Serat juga berikatan dengan asam empedu yang mengandung kolesterol dan akan mengeluarkannya dari tubuh lewat tinja. susu. tidaklah terdapat pada daging.kerusakan ginjal. Perbanyak jumlah serat dalam makanan sehari-hari Mengkonsumsi karbohidrat kompleks dan makanan berserat sebagai pengganti karbohidrat sederhana (seperti tepung atau gula).5 porsi sayur-sayuran. Perbanyak konsumsi bahan makanan dari tumbuhan Bahan makanan dari tumbuhan merupakan bahan makanan utama untuk pencegahan diabetes.4 porsi buah-buahan dan 3 . Manfaat serat yang lainnya yang tak kalah penting adalah efek anti sembelit yang dimilikinya. Berikut ini beberapa tips pola makan yang sehat yang dapat digunakan: 1. 4. 3. diperkirakan akan menurunkan risiko kanker sebesar 20 %. Serat bermanfaat memperlambat waktu pencernaan makanan. keju maupun minyak. Sedangkan proses pemutihan tepung terigu justru akan menghilangkan kandungan serat gandum. Dengan mengkonsumsi 2 . Serat yang terkandung dalam sayur dan buah. 2. minyak nabati relatif tidak meningkatkan berat badan. Minimalkan penggunaan lemak jenuh Lemak jenuh yang terkandung pada produk hewani seperti daging. sehingga kesehatan usus menjadi lebih baik karena buang air besar dapat dilakukan secara lancar setiap hari. Selain mengurangi risiko penyakit. Bahan pangan yang dapat digunakan untuk menggantikan lemak jenuh adalah minyak nabati seperti minyak zaitun dan minyak canola yang mengandung lemak tak jenuh. Hal ini karena sayur dan buah merupakan sumber utama phytochemicals. sehingga rasa kenyang terasa lebih lama dan tubuh dapat menyerap zat gizi dari makanan dengan baik. Variasi makanan 31 . susu. sehingga akhirnya kadar kolesterol akan turun.

Sayur dan buah merupakan sumber vitamin. 7. Bahan makanan alami Pilihlah bahan makanan yang masih alami. Antioksidan adalah penghancur radikal bebas yang ada dalam tubuh. 32 . Kekurangan zat gizi karena makan terlalu sedikit sudah tentu akan menyebabkan tubuh tidak memiliki modal yang cukup untuk metabolisme sehari-hari dan untuk membangun kekebalan terhadap penyakit. Tidak teraturnya jadwal makan dapat menyebabkan berbagai keluhan sakit maag. Pengaturan makan merupakan pilar utama pengelolaan diabetes mellitus (DM). 6. mineral dan antioksidan yang alami. Makan secara teratur Sedapat mungkin aturlah agar makan dilakukan secara teratur waktunya. 5. Makan secukupnya Makanlah secukupnya. bahan makanan yang diawetkan serta asap rokok merupakan contoh sumber radikal bebas di sekitar kita. Namun demikian makan yang berlebihan juga akan menyebabkan penimbunan bahan makanan yang tidak terpakai sehingga terjadi kegemukan dan peningkatan kadar lemak. dalam artian jangan sampai kekurangan namun juga janganlah berlebihan. nutrisi. Konsumsi bahan makanan yang mengandung antioksidan akan menurunkan kadar radikal bebas di dalam tubuh sehingga mencegah kerusakan jaringan tubuh dan terjadinya kanker.Susunlah menu makanan secara bervariasi. jantung. Proses pengolahan bahan pangan seringkali malah menghilangkan zat gizi dan nutrisi yang terkandung di dalamnya. Riset para ahli telah menunjukkan bahwa zat gizi. Hal ini penting karena sekresi asam lambung dan enzim pencernaan umumnya mengikuti irama harian sesuai dengan jadwal makan sebelumnya. yang justru akan membebani kerja organ hati. dan ginjal. menggunakan berbagai jenis sayur dan buah. karena adanya iritasi dari asam lambung dan enzim pencernaan pada saluran cerna yang kosong. dan antioksidan dari bahan pangan alami lebih baik kualitasnya dari pada yang berupa olahan ataupun berupa suplemen makanan. Lingkungan yang tercemar.

Tujuan makan sesuai kebutuhan kalori adalah agar dapat mencapai dan mempertahankan berat badan yang normal. kadar gula darah sulit dikendalikan. Informasi yang kurang tepat sering kali merugikan Diabetisi itu sendiri. Diabetisi tak perlu takut makan dan dianjurkan makan bersama anggota keluarga lainnya. Sebaliknya anjuran makan bagi Diabetisi juga akan sangat baik untuk orang sehat yang non DM dan juga untuk mencegah penyakit salah gizi yang lainnya. antara lain tidak lagi dapat menikmati makanan kesukaan mereka. yaitu menu makanan yang seimbang sesuai kebutuhan gizi. Pada Diabetisi yang gemuk. 33 . Diabetisi (orang dengan diabetes) sering mendapat berbagai informasi tentang makanan dan DM dari berbagai sumber yang tidak selalu benar. kita perlu mengetahui kebutuhan kalori sehari. ahli gizi/diet juga menyaranakan variasi makanan sesuai dengan daftar bahan makanan penukar. Berat badan normal berkisar antara kurang dari 10% sampai lebih dari 10% dari berat badan idaman. Selain membantu dalam kebutuhan kalori. sehingga berat badan perlu dibuat normal.Namun. Sebenarnya anjuran makan pada Diabetisi sama dengan anjuran makan sehat umumnya. yaitu makanan menu seimbang dan sesuai dengan kebutuhan kalori masingmasing. Untuk dapat makan sesuai kebutuhan gizi.

com/manifestasi-kulit-pada-penderita-kencing-manis-diabetesmellitus.com/feeds/1772733680616438780/comments/default http://creasoft.com/pemeriksaan-penunjang-untuk-diabetes-mellitus http://www.html/ http://manisfestasioralpadapasiendiabetes.html http://dok-lisa.kulinet.wordpress. Guyton Fisiologi Manusia dan Mekanisme Penyakit. http://indodiabetes.com/2008/04/15/diabetes-mellitus/feeds http://www.com http://www.dr-rocky.scribd.blogspot.DAFTAR PUSTAKA Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam jilid 3 edisi IV.com/feeds/post.com 34 .blogspot.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful