P. 1
pancasila dalam alquran

pancasila dalam alquran

|Views: 30|Likes:

More info:

Published by: Aes Andry La Beneamata on Apr 04, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/03/2014

pdf

text

original

BOBBY TRY MAYENDRA

MAKNA PANCSILA DALAM AL-QURAN
1. KETUHANAN YANG MAHA ESA Pada sila pertama ini mengandung ajaran ketauhidan dan keimanan kepada tuhan yang maha esa, sebagaimana tercermin dalam surat al-baqarah ayat 163 : “Dan tuhanmu adalah tuhan yang maha esa; tidak ada tuhan melainkan dia yang maha pemurah lagi maha penyayang.” Dan dalam surat al-ankabut ayat 46 : ْ‫ككمَل‬ ُ‫ه او‬ ُ‫ل او‬ َ‫إ ا‬ ِ‫ول‬ َ‫ندا ا‬ َ‫ه ا‬ ُ‫ل او‬ َ‫إ ا‬ ِ‫ول‬ َ‫م ا‬ ْ‫ك َل‬ ُ‫ي او‬ ْ‫ل َل‬ َ‫إ ا‬ ِ‫ل ل‬ َ‫ز ا‬ ِ‫ن ل‬ ْ‫أ َل‬ ُ‫واو‬ َ‫ندا ا‬ َ‫ي ا‬ ْ‫ل َل‬ َ‫إ ا‬ ِ‫ل ل‬ َ‫ز ا‬ ِ‫ن ل‬ ْ‫أ َل‬ ُ‫ذ ي او‬ ِ‫ل ل‬ َّ‫بداا‬ ِ‫ندا ل‬ َّ‫م ا‬ َ‫ءا ا‬ َ‫لاوا ا‬ ُ‫قاواو‬ ُ‫و او‬ َ‫م ا‬ ْ‫ه َل‬ ُ‫ن او‬ ْ‫م َل‬ ِ‫ماوا ل‬ ُ‫ل او‬ َ‫ظ ا‬ َ‫ن ا‬ َ‫ذني ا‬ ِ‫ل ل‬ َّ‫ل اا‬ َّ‫إ ا‬ ِ‫ن ل‬ ُ‫س او‬ َ‫ح ا‬ ْ‫أ َل‬ َ‫ ي ا‬ َ‫ه ا‬ ِ‫ت ي ل‬ ِ‫ل ل‬ َّ‫بداا‬ ِ‫ل ل‬ َّ‫إ ا‬ ِ‫ب ل‬ ِ‫تدا ل‬ َ‫ك ا‬ ِ‫ل ل‬ ْ‫ل ا َل‬ َ‫ه ا‬ ْ‫أ َل‬ َ‫لاوا ا‬ ُ‫داو‬ ِ‫جدا ل‬ َ‫ت ا‬ ُ‫ اَ او‬ ‫ول‬ َ‫ ا‬ َ‫ماو ا‬ ‫ن‬ ُ‫ل او‬ ِ‫سل‬ ْ‫م َل‬ ُ‫ه او‬ ُ‫ل او‬ َ‫ن ا‬ ُ‫ح او‬ ْ‫ن َل‬ َ‫و ا‬ َ‫د ا‬ ٌ ‫ح و‬ ِ‫وا ل‬ َ‫ ا‬ “Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang zalim di antara mereka [1155], dan katakanlah: "Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhanmu adalah satu; dan kami hanya kepada-Nya berserah diri”. 2. KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB Pada sila kedua ini mencerminkan nilai kemanusiaan dan bersikap adil, hal ini diperintahkan dalam al-qur’an surat al-maidah ayat 8 : ‫قككاوا‬ ُ‫ت او‬ َّ‫واا‬ َ‫او ى ا‬ َ‫ق ك ا‬ ْ‫ت َل‬ َّ‫للا‬ ِ‫ب ل‬ ُ‫ر او‬ َ‫ق ك ا‬ ْ‫أ َل‬ َ‫او ا‬ َ‫ه ا‬ ُ‫لاوا او‬ ُ‫داو‬ ِ‫ع ل‬ ْ‫لاوا ا َل‬ ُ‫داو‬ ِ‫ع ل‬ ْ‫ت َل‬ َ‫ل ا‬ َّ‫أ ا‬ َ‫ل ى ا‬ َ‫ع ا‬ َ‫م ا‬ ٍ ‫او ع‬ ْ‫ق َل‬ َ‫ن ا‬ ُ‫ننآ او‬ َ‫ش ا‬ َ‫م ا‬ ْ‫ك َل‬ ُ‫ن او‬ َّ‫م ا‬ َ‫ر ا‬ ِ‫ج ل‬ ْ‫ني َل‬ َ‫ل ا‬ َ‫و ا‬ َ‫ط ا‬ ِ‫س ل‬ ْ‫ق َل‬ ِ‫ل ل‬ ْ‫بدا َل‬ ِ‫ء ل‬ َ‫دا ا‬ َ‫ه ا‬ َ‫ش ا‬ ُ‫لِل او‬ ِ‫ن ل‬ َّ‫ا‬ َ‫مي ا‬ ِ‫اوا ل‬ َّ‫ق ا‬ َ‫ناوا ا‬ ُ‫كاو او‬ ُ‫ناوا او‬ ُ‫م او‬ َ‫ءا ا‬ َ‫ن ا‬ َ‫ذني ا‬ ِ‫ل ل‬ َّ‫هدا اا‬ َ‫ني ا‬ ُّ‫أه‬ َ‫نيدا ا‬ َ‫ ا‬ ‫لاون‬ َ‫ ا‬ ُ‫ماو‬ َ‫ع ا‬ ْ‫ت َل‬ َ‫مدا ا‬ َ‫ب ا‬ ِ‫ر ل‬ ٌ ‫بي و‬ ِ‫خ ل‬ َ‫لِل ا‬ َ‫ن ا ا‬ َّ‫ا‬ َّ‫إ ا‬ ِ‫لِل ل‬ َ‫ا ا‬ َّ‫ا‬ “Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. 3. PERSATUAN INDONESIA sila ketiga merupakan suatu ajaran persatuan serta kebersamaan serta tidak bercerai-berai, sebagaimana ajakan allah dalam surat al-imron ayat 103 : ‫نككدا‬ ً‫اوا ا‬ َ‫خ ا‬ ْ‫إ َل‬ ِ‫ه ل‬ ِ‫تك ل‬ ِ‫م ل‬ َ‫ع ا‬ ْ‫ن َل‬ ِ‫ب ل‬ ِ‫م ل‬ ْ‫ت َل‬ ُ‫ح او‬ ْ‫ب َل‬ َ‫صك ا‬ ْ‫أ َل‬ َ‫ف ا‬ َ‫م ا‬ ْ‫ك َل‬ ُ‫ب او‬ ِ‫لككاو ل‬ ُ‫قاو‬ ُ‫ن او‬ َ‫يك ا‬ ْ‫ب َل‬ َ‫ف ا‬ َ‫ل ا‬ َّ‫أا‬ َ‫فك ا‬ َ‫ء ا‬ ً‫دا ا‬ َ‫أعَلْك ا‬ َ‫م ا‬ ْ‫تك َل‬ ُ‫ن او‬ ْ‫ك َل‬ ُ‫ذ او‬ ْ‫إ َل‬ ِ‫م ل‬ ْ‫ك َل‬ ُ‫ي او‬ ْ‫ل َل‬ َ‫ع ا‬ َ‫لِل ا‬ ِ‫ة ا ل‬ َّ‫ا‬ َ‫م ا‬ َ‫ع ا‬ ْ‫ن َل‬ ِ‫روا ل‬ ُ‫ك او‬ ُ‫ذ او‬ ْ‫وا َل‬ َ‫قاوا ا‬ ُ‫ر او‬ َّ‫ف ا‬ َ‫ت ا‬ َ‫ل ا‬ َ‫و ا‬ َ‫عدا ا‬ ً‫مي ا‬ ِ‫ج ل‬ َ‫لِل ا‬ ِ‫ل ا ل‬ َّ‫ا‬ ِ‫ب ل‬ ْ‫ح َل‬ َ‫ب ا‬ ِ‫ماوا ل‬ ُ‫ص او‬ ِ‫ت ل‬ َ‫واعَلْ ا‬ َ‫ ا‬ َ‫دو ا‬ ‫ن‬ ُ‫ت او‬ َ‫ه ا‬ ْ‫ت َل‬ َ‫م ا‬ ْ‫ك َل‬ ُ‫ل او‬ َّ‫عا‬ َ‫ل ا‬ َ‫ه ا‬ ِ‫ت ل‬ ِ‫نيدا ل‬ َ‫ءا ا‬ َ‫م ا‬ ْ‫ك َل‬ ُ‫ل او‬ َ‫لِل ا‬ ُ‫ن ا او‬ َّ‫ا‬ ُ‫ي او‬ ِّ‫ب ن‬ َ‫ني ا‬ ُ‫ك او‬ َ‫ل ا‬ ِ‫ذل‬ َ‫ك ا‬ َ‫هدا ا‬ َ‫ن ا‬ ْ‫م َل‬ ِ‫م ل‬ ْ‫ك َل‬ ُ‫ذ او‬ َ‫ق ا‬ َ‫ن ا‬ ْ‫أ َل‬ َ‫ف ا‬ َ‫ر ا‬ ِ‫ندا ل‬ َّ‫ن ال ا‬ َ‫م ا‬ ِ‫ة ل‬ ٍ ‫ر ع‬ َ‫ف ا‬ ْ‫ح َل‬ ُ‫فدا او‬ َ‫ش ا‬ َ‫ل ى ا‬ َ‫ع ا‬ َ‫م ا‬ ْ‫ت َل‬ ُ‫ن او‬ ْ‫ك َل‬ ُ‫و او‬ َ‫ ا‬ “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu allah

memberi kepada kaum kerabat. Dan allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-nya kepada jalan yang lurus”. Sesungguhnya allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-nya.” Bhineka tunggal ika “hai manusia. untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan.” 5. sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Hal ini disebutkan dalam surat an-nahl ayat 90 : َ‫رو ا‬ ‫ن‬ ُ‫ك او‬ َّ‫ذ ا‬ َ‫ت ا‬ َ‫م ا‬ ْ‫ك َل‬ ُ‫ل او‬ َّ‫عا‬ َ‫ل ا‬ َ‫م ا‬ ْ‫ك َل‬ ُ‫ظ او‬ ُ‫ع او‬ ِ‫ني ل‬ َ‫ ي ا‬ ِ‫غ ل‬ ْ‫ب َل‬ َ‫ل ا‬ ْ‫وا َل‬ َ‫ر ا‬ ِ‫ك ل‬ َ‫ن ا‬ ْ‫م َل‬ ُ‫ل او‬ ْ‫وا َل‬ َ‫ء ا‬ ِ‫شدا ل‬ َ‫ح ا‬ ْ‫ف َل‬ َ‫ل ا‬ ْ‫ن ا َل‬ ِ‫ع ل‬ َ‫ه ى ا‬ َ‫ن ا‬ ْ‫ني َل‬ َ‫و ا‬ َ‫ب ى ا‬ َ‫ر ا‬ ْ‫ق َل‬ ُ‫ل او‬ ْ‫ذ ي ا َل‬ ِ‫ء ل‬ ِ‫تدا ل‬ َ‫إني ا‬ ِ‫ول‬ َ‫ن ا‬ ِ‫سدا ل‬ َ‫ح ا‬ ْ‫ل َل‬ ْ‫وا لَِل‬ َ‫ل ا‬ ِ‫د ل‬ ْ‫ع َل‬ َ‫ل ا‬ ْ‫بدا َل‬ ِ‫ر ل‬ ُ‫م او‬ ُ‫أ او‬ ْ‫ني َل‬ َ‫لِل ا‬ َ‫ن ا ا‬ َّ‫ا‬ َّ‫إ ا‬ ِ‫ل‬ “sesungguhnya allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan.menyelamatkan kamu dari padanya. karena dengki antara mereka sendiri. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad. (setelah timbul perselisihan).” Dan dalam surat al-imron ayat 159 “maka disebabkan rahmat dari allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA Sila yang menggambarkan terwujudnya rakyat adil. dan allah menurunkan bersama mereka kitab yang benar. kemungkaran dan permusuhan.(qs al-baqarah 213) . KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAH KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN DAN PERWAKILAN Sila yang memberi petunjuk dalam pelaksanaan kepemimpinan berdasarkan kebijakan yaitu bermusyawarah seperti dalam surat shaad ayat 20 : ِ‫طدا ل‬ ‫ب‬ َ‫خ ا‬ ِ‫ل ل‬ ْ‫ل ا َل‬ َ‫ص ا‬ ْ‫ف َل‬ َ‫و ا‬ َ‫ة ا‬ َ‫م ا‬ َ‫ك ا‬ ْ‫ح َل‬ ِ‫ل ل‬ ْ‫ه ا َل‬ ُ‫ندا او‬ َ‫ي ا‬ ْ‫ت َل‬ َ‫ءا ا‬ َ‫و ا‬ َ‫ه ا‬ ُ‫ك او‬ َ‫ل ا‬ ْ‫م َل‬ ُ‫ندا او‬ َ‫د ا‬ ْ‫د َل‬ َ‫ش ا‬ َ‫و ا‬ َ‫ ا‬ “dan kami kuatkan kerajaannya dan kami berikan kepadanya hikmah dan kebijaksanaan dalam menyelesaikan perselisihan. tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. yaitu setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata. Maka allah memberi petunjuk orang-orang yang beriman kepada kebenaran tentang hal yang mereka perselisihkann itu dengan kehendak-nya. makmur. aman. 4. dan damai. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar. mohonkanlah ampun bagi mereka. agar kamu mendapat petunjuk”. Karena itu ma’afkanlah mereka. sebagai pemberi peringatan.”(qs al-hujurat 13) “manusia itu adalah umat yang satu. Sesungguhnya allah maha mengetahui lagi maha mengenal. Demikianlah allah menerangkan ayat-ayat-nya kepadamu. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran. dan allah melarang dari perbuatan keji. Tidaklah berselisih tentang kitab itu melainkan orang yang telah didatangkan kepada mereka kitab. maka bertawakkallah kepada allah. maka allah mengutus para nabi.

syarak balinduang adat bapaneh.Makna pancasila dalam pepatah petitih adat minangkabau 1. Artinya. Pepatah ini menunjukkan realitas masyarakat yang mensinergikan peranan akal dan posisi keimanan dalam menjalankan kehidupan ini. Konsep tentang Tuhan dalam pepatah adat Minangkabau juga terlihat jelas dari keyakinan terhadap adanya akhir kehidupan (kematian) dan pembalasan perbuatan manusia pada hari akhir. karena keduanya menjadi pedoman dalam kehidupan bagi setiap orang. 1971: 186). (Hidup mempergunakan akal mati berlandaskan Iman).Syarak mangato. (Iman yang tidak boleh retak kemudi yang tidak boleh patah pedoman tidak boleh goyang haluan tidak boleh berubah). sebagaimana halnya mumbang (putik kelapa) pada kondisi tertentu dapat jatuh seperti halnya buah kelapa yang sudah tua.syarak basandi Kitabullah. 1981: 1999). sebagaimana pepatah berikut ini : “Mumbang jatuah karambia jatuah” (Majolelo. Pepatah Adat Minangkabau lainnya juga memperkuat Sila Pertama Ketuhanan Yang Maha Esa. Keimanan harus dijaga agar jangan sampai tergelincir. “Iman nan tak buliah ratak kamudi nan tak buliah patah padoman indak buliah tagelek haluan nan indak buliah barubah” (Nasroen. Pepatah ini sekaligus menjelaskan kepada manusia adanya kekuatan adikodrati yang mengatur kehidupan ini. (Putik kelapa jatuh kelapa jatuh). Masyarakat Minangkabau dikenal sebagai masyarakat yang kuat memegang adat dan taat menjalankan agamanya. Pepatah Petitih adat Minangkabau yang mengkristal ke dalam Dasar ketuhanan yang maha Esa Keyakinan pada Tuhan bagi masyarakat Minangkabau. sehingga eksistensi Tuhan berada pada posisi yang paling tinggi. 1996: 158). merupakan sesuatu yang mutlak adanya. Pepatah di atas menjelaskan akan kepastian kematian bagi setiap makhluk hidup termasuk manusia—tanpa mengenal usia. Hal tersebut dimanifestasikan dalam konsep keimanan seseorang dalam setiap tindak tanduknya sebagaimana ungkapan pepatah berikut ini : “Hiduik Baraka mati bariman” (Navis. keimanan merupakan realitas metafisis tentang Tuhan.” . dan kemudi harus dijaga agar jangan sampai patah. sedangkan akal merupakan realitas metafisis dari manusia dalam kehidupan duniawinya. adat mamakai. sebagaimana ungkapan pepatah-petitih berikut ini : “Adaik basandi syarak. baik tua maupun muda.

cara. hormat menghormati dan bekerjasama antara sesama pemeluk agama. (Kayu beringin di tengah padang yang berpucuk benar-benar bulat yang berakar benar-benar tunggang daun rimbun tempat berlindung batang besar tempat bersandar urat kuat tempat duduk bersila dahannya tempat bergantung yang tinggi kelihatan dari jauh dekat mula bertemu tempat berlindung ketika kepanasan untuk berteduh bila kehujanan). Nan tuo dihormati. sebagaimana keragaaman aktivitas yang dijalankan manusia dalam kehidupannya. Pesan berikutnya. Filsafat adat Minangkabau mempunyai dasar. 1994: 187-190) Pesan yang terkandung : Bahwa antara Adat dan agama adalah dua hal yang sama penting bagi kehidupan masyarakat Minangkabau. sebagaimana yang diungkapkan dalam pepatah berikut ini : “Kayu baringin di tangah padang nan bapucuak sabana bulek nan baurek sabanna tunggang daun rimbun tampek balinduang batang gadang tampek basanda urek kuek tampek baselo dahannyo tampek bagantuang nan tinggi tampak jauah dakek jolong basuo tampek balinduang kapanasan bakeh bataduah kahujanan” (Hakimy. dan bersama untuk seseorang”. saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah. sesuai dengan kompetensinya masing-masing sebagaimana ungkapan pepatah berikut ini : “Nan buto pahambuih lasuang nan pakak palapeh badia nan lumpuah pahuni rumah nan kuat pambao baban nan binguang ka disuruah-suruah nan cadiak lawan barundiang” (Nasroen. 1971: 58) (Yang buta penghembus lesung (alat utk menghidupkan api dalam tungku) yang tuli pelepas bedil yang lumpuh penghuni rumah yang kuat pembawa beban yang bodoh untuk disuruhsuruh yang cerdik lawan berbicara) Ungkapan pepatah di atas menunjukkan bahwa setiap orang tetap bermanfaat dalam komunitasnya meskipun dalam fungsi yang berbeda-beda. 1971: 126). maka kelebihan itu mereka gunakan untuk kepentingan bersama dan mendatangkan manfaat yang besar bagi masyarakat luas. yaitu “sehina dan semalu”. dan tujuan yang sama dalam mengelola keragaman fungsi dan potensi tersebut. Artinya. dan tujuan hidup manusia adalah tercapainya kebahagiaan melalui prinsip “seseorang dengan bersama. bahwa setiap individu tersebut menunjukkan fungsinya dalam kehidupan bermasyarakat dan tidak ada seorang individu pun yang tidak berfungsi. Kalau ada di antara individu dalam masyarakat tersebut yang mempunyai kelebihan. . “Kok gadang jan malendo kok cadiek jan manjua” (Nasroen. 1997: 159). nan ketek dikasihi Samo gadang bao bakawan Ibu bapak labiah sakali” (Hakimy.“ Dituruik parentah Allah Dapakai Kato Kabulatan Kok syarak lah taujudullah Kok adaik taambun jantan Indak dapek sarimbang padi Batuang dibalah ka parahu Indak dapek bakandak hati Kandak Tuhan nan balaku. 2. Pepatah Petitih adat Minangkabau yang mengkristal ke dalam Dasar kemanusiaan Yang Adil dan Beradab : Pepatah petitih adat Minangkabau menilai bahwa setiap individu memiliki ikatan yang kuat dalam sebuah sistem masyarakatnya. dan tidak memaksakan agama dan kepercayannnya pada orang lain. Adat merupakan penjabaran sikap beragama.

” “Satapak tak namuah lalu Salangkah tak namuah suruik Di mato tak dipiciangkan Diparuik tak dikampihkan Di dado tak dibusuangkan Nan bana barasak tidak . Sebaliknya seseorang yang memiliki kelebihan jangan semena-mena dalam bertindak. Nan pandai tampek baguru. bimbingan. “Kahilia sarangkuah dayuang. tatungkuik samo makan tanah. ibarat pohon rindang yang dijadikan tempat berlindung dari panasnya sinar matahari di waktu siang dan tempat berteduh jika kehujanan. bersikap tenggang rasa. tarapung samo anyuik. ibarat orang yang pintar tetapi menjadikan kepintaran itu sebagai alat untuk menipu dan merugikan orang lain Pepatah adat Minangkabau lainnya menyebutkan : “Duduak samo randah. kurang batukuak Lamah batueh. 1994:190192) Pesan yang terkandung dalam pepatah petitih di atas adalah : sikap untuk mengakui persamaan derajat. “Kok sakik silau-menyilau Kok mati janguak manjanguak Kaba buruak bahamburan Kaba baik bahimbauan” “Rusuah bapujuak. Seorang pemimpin seharusnya mengayomi masyarakat yang dipimpinnya dan masyarakat mendapatkan perlindungan. bangsa Indonesia siap bekerjasama dengan bangsa-bangsa lain. Nan kayo tampek batenggang”. Nan buto pahambuih lasuang. persamaan hak dan kewajiban. tatilantang samo minum ambun. Nan bungkuak katangkai bajak. ka mudiak saantak galah. Ungkapan pepatah adat menyatakan bahwa : . jika mampu menerapkan prinsip “seseorang dengan bersama dan bersama untuk seseorang” dalam kepemimpinannya. nan luruih katangkai sapu. menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan gemar melaksanakan kegiatan kemanusiaan serta berani membela kebenaran. Nan lumpuah panunggu rumah. akan mendatangkan manfaat yang besar bagi masyarakat yang dipimpinnya. Saling mencintai sesama. Nan cadiak tampek batanyo. 3. hilang bacari. jatuah bajawek Senteang babilai. tidak semena-mena terhadap orang lain. Seorang penghulu yang diibaratkan sebagai pohon rindang yang tumbuh di tengah padang luas.” ( Hakimi. yang akan meresahkan orang lain atau masyarakat.(Kalau besar jangan menabrak kalau pintar jangan menipu). anyuik bapintehi Luluih basalami. tarandam samo basah”. dan arahan dari kewibawaan dan kearifan seorang pimpinan. Pepatah Petitih Adat Minangkabau yang mengkristal ke dalam Dasar Persatuan Indonesia Perilaku dan tindakan manusia di dalam ungkapan pepatah petitih adat Minangkabau merupakan pencerminan seseorang terhadap pemahaman nilai-nilai persatuan dan kebersamaan dalam hidup. Nan pakak pamasang badia. Pepatah di atas merupakan kiasan terhadap kelebihan yang dimiliki seseorang sehingga dijadikan pemimpin (penghulu) dalam komunitasnya. Sebagai bagian dari bangsa-bangsa dunia.Tagak samo tinggi.

Barek samo dipikua. kehidupan bertetangga. kesatuan. juga memperhatikan seluruh kepentingan hidup bermasyarakat. Melalui konsep harmoni tersebut. Keberadaan seseorang sebagai individu selalu diperhitungkan dalam setiap keadaan. sehingga seorang manusia individu harus menjaga (mamaga) tatanan nilai sosial masyarakat di manapun dia berada. kehidupan individu seseorang senantiasa dalam bingkai kehidupan sosialnya dalam masyarakat. (Hakimi. 1994: 192-93) Pesan yang terkandung dalam ungkapan pepatah petitih di atas adalah agar setiap warga menempatkan persatuan. serumpun seperti serai) merupakan wujud dari penghargaan setiap pribadi dalam satu kesatuan kehidupan masyarakat. hujan ameh di nagari urang. sadanciang bak basi”. dan kehidupan berbangsa. rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan Negara. Ungkapan pepatah adat “sakabek bak siriah. selain memperhatikan seluruh kepentingan pribadi.” “Hujan batu di nagari awak. Pepatah Petitih Adat Minangkabau yang mengkristal ke dalam Dasar Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan Salah satu pola pikir yang secara konsisten masih lekat dalam kehidupan masyarakat Minangkabau adalah proses pengambilan keputusan melalui musyawarah mufakat. sarumpun bak sarai” (seikat seperti sirih. berbangsa. Ka Bukik samo mandaki. kepentingan dan keselamatan bangsa dan Negara di atas kepentingan pribadi dan golongan. dan bernegara. karena kebenarannya didasarkan atas persetujuan dan . namun kampuang takana juo”. kehidupan bernagari. Bangga sebagai banagsa Indonesia 4. Cinta tanah air. “Ka lurah samo manurun. tidak ada yang lebih tinggi satu dengan yang lainnya. Ringan samo dijinjiang.“Batingkek naik batanggo turun badunsanak mamaga dunsanak bakampuang mamaga kampuang banagari mamaga nagari babangso mamaga bangso” (Nasroen. yaitu harus berdasarkan persetujuan bersama melalui permusyawaratan menurut alur dan patut. Saciok bak ayam. Baribu sabab mandating Namun mati hanyo sakali”. Musyawarah sebagai bentuk dialektika masyarakat. 1971: 51). Kata mufakat ini menempati kedudukan yang kuat dalam adat. memiliki syarat dan ketentuan-ketentuan yang dijalankan oleh masyarakat hingga hari ini. Martabat diri seseorang merupakan kesatuan dalam pergaulan hidup di tengah masyarakatnya. (Bertingkat naik bertangga turun bersaudara memagar saudara berkampung memagar kampung bernegara memagar Negara berbangsa memagar bangsa) Ungkapan adat di atas mengandung pengertian bahwa setiap orang. Prinsip harmoni kehidupan dalam ungkapan pepatah petitih adat Minangkabau sangat diperhatikan baik dalam hubungan antar individu. “Sakabek arek sabuhua mati. “Basilang tombak dalam parang Sabalum aja bapantang mati.

Kesepakatan dapat dicapai setelah dirundingkan terlebih dahulu. apabila tidak ada sanding atau bongkolnya dan lantai tempat menggulingkannya harus rata (Syarifuddin. sebagaimana kekuatan kata pusaka yang didasarkan pada kenyataan dalam alam nyata. Hal ini menunjukkan bahwa mufakat merupakan dasar pengambilan keputusan dalam segala bidang kehidupan. 1982: 283). Kedua ungkapan pepatah di atas menjadi prinsip-prinsip utama dalam pengambilan keputusan di Minangkabau baik dalam situasi sengketa maupun non-sengketa. bahwa adat Minangkabau mengakui mufakat yang didukung oleh seluruh anggota. sedangkan kata yang dihasilkan bukan oleh suatu mufakat adalah kata yang tidak baik. Nan rajo kato mufakat. Lamak siriah dilega carano. 1988: 79). 1996: 120). Nan bana kato saiyo. Bulat baru dapat digulingkan. Pepatah yang pertama. dimana air yang bulat hanya terdapat dalam pembuluh (bambu yang bulat tempat lewat dan mengalirnya air) dan kata yang bulat hanya terdapat dalam mufakat. Pepatah adat Minangkabau juga mengungkapkan beberapa nilai-nilai musyawarah berikut ini : “Lamak kato dilega bumi.kesepakatan bersama. 1971: 52).” . Pepatah kedua merupakan penjelasan lebih lanjut dari adanya mufakat bulat sebagaimana yang dijelaskan dalam pepatah yang pertama. bukan mufakat atas dasar suara terbanyak. disebut bulat berbongkol dan tipis bersegi. “Bulek alah buliah diguliangkan pipiah alah buliah dilayangkan data balantai papan licin balantai kulik” (Hakimy. sebagaimana pepatah adat yang berbunyi : “Elok kato jo mupakaik buruak kato dilua mupakaik” (Navis. Ungkapan “musyawarah untuk mufakat” dianggap sebagai dasar dari bentuk khas demokrasi di Indonesia (Bechmann. Keputusan menjadi benar apabila sakato atau mufakat telah dicapai oleh semua pihak yang terlibat. Mufakat yang didalamnya masih terdapat suara yang tidak senang. 2000: 1-2). (Baik kata dalam mufakatburuk kata di luar mufakat) Maksud dari pepatah di atas adalah bahwa kata yang dihasilkan oleh mufakat adalah kata yang terjamin kebenarannya dan itulah kata yang baik. (Bulat air oleh pembuluh bulat kata oleh muafakat air titisan betung benar titisan orang). sehingga apapun yang akan dilakukan harus ditempuh secara mufakat. menggunakan kata kiasan pada air. Pepatah pertama mensyaratkan pengambilan keputusan harus melalui proses musyawarah mufakat. (Bulat telah boleh digulingkan pipih telah boleh dilayangkan rata berlantai papan licin berdinding kulit). Bulat berbongkol tidak akan dapat digulingkan dan tipis bersegi tidak akan dapat dilayangkan. Ungkapan pepatah lainnya yang menjadi landasan berfikir masyarakat dalam bermusyawarah adalah sebagai berikut : “Bulek aie dek pambuluah bulek kato dek mupakat aie batitisan batuang bana batitisan urang” (Nasroen.

nan condong samo ditungkek. siap memberikan pertolongan pada orang lain. . menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban. 1994: 195-198) Pesan yang terkandung : Solidaritas sosial atau kesetia kawanan sosial. antara lain : “Barek samo dipikue. 1994: 193-195) Pesan yang terkandung dari pepatah di atas adalah : agar setiap orang mengutammakan kepentingan bersama diatas kepentingan pribadi dan golongan. mengembangkan suasana kekeluargaan dan kegotong-royongan. menghormati hak-hak orang lain. mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan. ringan samo dijinjiang. Pepatah Petitih Adat Minangkabau yang mengkristal ke dalam Dasar Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. nan senteang samo dibilai” “Mandapek samo balabo. Samo bapokokbabalanjo Samo bajariah bausaho” “Nan babarih nan bapahek Nan saukua nan bakabuang Curiang barih buliah diliek Cupak papek gantang babubuang” “Jan mangguntiang dalam lipatan Panuhuak kawan sairiang Manahan jarek dipintu Mamapeh dalam balango” “Malabihi ancak-ancak. bersikap adil.“Pandang jauah dilayangkan Pandang dakek ditukiakkan Nak tampak ujuik jo mukasuik Saukua mangko manjadi Sasuai mangko takanak Nan bana kato saiyo Nan rajo kato mufakaik Kato surang dibuleki Kato basamo dipaikan Tuah kato mufakaik Cilako kato basilang Elok kato dalam mufakaik Buruak kato dilua mufakaik “Lah digiliang bulek-bulek Lah ditapiak picak-picak Bulek aia ka pambuluah Bulek kato ka mufakaik” (Hakimi. Tidak memaksakan kehendak pada orang lain. 5. tidak memaksakan kehendak pada orang lain. nan rusuah samo dipujuak. bertenggang rasa. Mangurangi sio-sio Bayang-bayang sapanjang badan Jan tinggi duduak dari tagak Usah gadang pasak dari tiang Jan gadang singguluang dari badan” (Hakimi. Ikut bertanggungh jawab atas keputusan bersama. Kahilangan samo marugi. nan lamak samo ditueh. tidak bergaya hidup mewah dan suka bekerja keras.

dan berkesinambungan. yang terdiri atas Prndidikan Pancasila. terarah. nasional. (2) (3) (4) (5) (6) SK Mendiknas RI No 232/U/2000 Bahwa kelompok mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan. Apabila rektor universitas/institut yang diangkat tidak memenuhi persyaratan dan/atau proses pengangkatan tidak memenuhi ketentuan yang berlaku. Pendidikan Agama dan Pendidikan Kewarganegaraan. Menteri bisa meminta badan penyelenggara universitas/institut untuk mengulang proses pengangkatan. dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. d. bahwa Undang-undang Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional tidak memadai lagi dan perlu diganti serta perlu disempurnakan agar sesuai dengan amanat perubahan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. perdamaian abadi dan keadilan sosial. b. Menteri lain atau pimpinan lembaga Pemerintah lain setelah mendapat pertimbangan senat universitas/institut yang bersangkutan. mencerdaskan kehidupan bangsa. bahwa pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 mengamanatkan Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum. b. peningkatan mutu serta relevansi dan efisiensi manajemen pendidikan untuk menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal. Pembantu Rektor universitas/institut yang diselenggarakan oleh Pemerintah diangkat dan diberhentikan oleh Rektor setelah mendapat pertimbangan senat universitas/institut . c.UU No 2 Th 1989 pasal 39 ayat 2 (1) Rektor universitas/institut yang diselenggarakan oleh Pemerintah diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Menteri. Uu no 20 th 2003 a. wajib diberikan dalam Kurikulum setiap program studi. dan d perlu membentuk Undang-Undang tentang Sistem Pendidikan Nasional. bahwa sistem pendidikan nasional harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan. bahwa Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 mengamanatkan Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan undang-undang. c. Pembantu Rektor universitas/institut yang diselenggarakan oleh masyarakat diangkat dan diberhentikan oleh Rektor setelah mendapat pertimbangan senat universitas/institut dan pertimbangan badan penyelenggara universitas/institut. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a. Pimpinan dan anggota badan penyelenggara universitas/institut yang diselenggarakan oleh masyarakat tidak dibenarkan menjadi pimpinan universitas/institut yang bersangkutan. . dan global sehingga perlu dilakukan pembaharuan pendidikan secara terencana. Rektor universitas/institut yang diselenggarakan oleh masyarakat diangkat dan diberhentikan oleh badan penyelenggara universitas/institut yang bersangkutan setelah mendapat pertimbangan senat universitas/institut. e.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->