BOBBY TRY MAYENDRA

MAKNA PANCSILA DALAM AL-QURAN
1. KETUHANAN YANG MAHA ESA Pada sila pertama ini mengandung ajaran ketauhidan dan keimanan kepada tuhan yang maha esa, sebagaimana tercermin dalam surat al-baqarah ayat 163 : “Dan tuhanmu adalah tuhan yang maha esa; tidak ada tuhan melainkan dia yang maha pemurah lagi maha penyayang.” Dan dalam surat al-ankabut ayat 46 : ْ‫ككمَل‬ ُ‫ه او‬ ُ‫ل او‬ َ‫إ ا‬ ِ‫ول‬ َ‫ندا ا‬ َ‫ه ا‬ ُ‫ل او‬ َ‫إ ا‬ ِ‫ول‬ َ‫م ا‬ ْ‫ك َل‬ ُ‫ي او‬ ْ‫ل َل‬ َ‫إ ا‬ ِ‫ل ل‬ َ‫ز ا‬ ِ‫ن ل‬ ْ‫أ َل‬ ُ‫واو‬ َ‫ندا ا‬ َ‫ي ا‬ ْ‫ل َل‬ َ‫إ ا‬ ِ‫ل ل‬ َ‫ز ا‬ ِ‫ن ل‬ ْ‫أ َل‬ ُ‫ذ ي او‬ ِ‫ل ل‬ َّ‫بداا‬ ِ‫ندا ل‬ َّ‫م ا‬ َ‫ءا ا‬ َ‫لاوا ا‬ ُ‫قاواو‬ ُ‫و او‬ َ‫م ا‬ ْ‫ه َل‬ ُ‫ن او‬ ْ‫م َل‬ ِ‫ماوا ل‬ ُ‫ل او‬ َ‫ظ ا‬ َ‫ن ا‬ َ‫ذني ا‬ ِ‫ل ل‬ َّ‫ل اا‬ َّ‫إ ا‬ ِ‫ن ل‬ ُ‫س او‬ َ‫ح ا‬ ْ‫أ َل‬ َ‫ ي ا‬ َ‫ه ا‬ ِ‫ت ي ل‬ ِ‫ل ل‬ َّ‫بداا‬ ِ‫ل ل‬ َّ‫إ ا‬ ِ‫ب ل‬ ِ‫تدا ل‬ َ‫ك ا‬ ِ‫ل ل‬ ْ‫ل ا َل‬ َ‫ه ا‬ ْ‫أ َل‬ َ‫لاوا ا‬ ُ‫داو‬ ِ‫جدا ل‬ َ‫ت ا‬ ُ‫ اَ او‬ ‫ول‬ َ‫ ا‬ َ‫ماو ا‬ ‫ن‬ ُ‫ل او‬ ِ‫سل‬ ْ‫م َل‬ ُ‫ه او‬ ُ‫ل او‬ َ‫ن ا‬ ُ‫ح او‬ ْ‫ن َل‬ َ‫و ا‬ َ‫د ا‬ ٌ ‫ح و‬ ِ‫وا ل‬ َ‫ ا‬ “Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang zalim di antara mereka [1155], dan katakanlah: "Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhanmu adalah satu; dan kami hanya kepada-Nya berserah diri”. 2. KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB Pada sila kedua ini mencerminkan nilai kemanusiaan dan bersikap adil, hal ini diperintahkan dalam al-qur’an surat al-maidah ayat 8 : ‫قككاوا‬ ُ‫ت او‬ َّ‫واا‬ َ‫او ى ا‬ َ‫ق ك ا‬ ْ‫ت َل‬ َّ‫للا‬ ِ‫ب ل‬ ُ‫ر او‬ َ‫ق ك ا‬ ْ‫أ َل‬ َ‫او ا‬ َ‫ه ا‬ ُ‫لاوا او‬ ُ‫داو‬ ِ‫ع ل‬ ْ‫لاوا ا َل‬ ُ‫داو‬ ِ‫ع ل‬ ْ‫ت َل‬ َ‫ل ا‬ َّ‫أ ا‬ َ‫ل ى ا‬ َ‫ع ا‬ َ‫م ا‬ ٍ ‫او ع‬ ْ‫ق َل‬ َ‫ن ا‬ ُ‫ننآ او‬ َ‫ش ا‬ َ‫م ا‬ ْ‫ك َل‬ ُ‫ن او‬ َّ‫م ا‬ َ‫ر ا‬ ِ‫ج ل‬ ْ‫ني َل‬ َ‫ل ا‬ َ‫و ا‬ َ‫ط ا‬ ِ‫س ل‬ ْ‫ق َل‬ ِ‫ل ل‬ ْ‫بدا َل‬ ِ‫ء ل‬ َ‫دا ا‬ َ‫ه ا‬ َ‫ش ا‬ ُ‫لِل او‬ ِ‫ن ل‬ َّ‫ا‬ َ‫مي ا‬ ِ‫اوا ل‬ َّ‫ق ا‬ َ‫ناوا ا‬ ُ‫كاو او‬ ُ‫ناوا او‬ ُ‫م او‬ َ‫ءا ا‬ َ‫ن ا‬ َ‫ذني ا‬ ِ‫ل ل‬ َّ‫هدا اا‬ َ‫ني ا‬ ُّ‫أه‬ َ‫نيدا ا‬ َ‫ ا‬ ‫لاون‬ َ‫ ا‬ ُ‫ماو‬ َ‫ع ا‬ ْ‫ت َل‬ َ‫مدا ا‬ َ‫ب ا‬ ِ‫ر ل‬ ٌ ‫بي و‬ ِ‫خ ل‬ َ‫لِل ا‬ َ‫ن ا ا‬ َّ‫ا‬ َّ‫إ ا‬ ِ‫لِل ل‬ َ‫ا ا‬ َّ‫ا‬ “Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. 3. PERSATUAN INDONESIA sila ketiga merupakan suatu ajaran persatuan serta kebersamaan serta tidak bercerai-berai, sebagaimana ajakan allah dalam surat al-imron ayat 103 : ‫نككدا‬ ً‫اوا ا‬ َ‫خ ا‬ ْ‫إ َل‬ ِ‫ه ل‬ ِ‫تك ل‬ ِ‫م ل‬ َ‫ع ا‬ ْ‫ن َل‬ ِ‫ب ل‬ ِ‫م ل‬ ْ‫ت َل‬ ُ‫ح او‬ ْ‫ب َل‬ َ‫صك ا‬ ْ‫أ َل‬ َ‫ف ا‬ َ‫م ا‬ ْ‫ك َل‬ ُ‫ب او‬ ِ‫لككاو ل‬ ُ‫قاو‬ ُ‫ن او‬ َ‫يك ا‬ ْ‫ب َل‬ َ‫ف ا‬ َ‫ل ا‬ َّ‫أا‬ َ‫فك ا‬ َ‫ء ا‬ ً‫دا ا‬ َ‫أعَلْك ا‬ َ‫م ا‬ ْ‫تك َل‬ ُ‫ن او‬ ْ‫ك َل‬ ُ‫ذ او‬ ْ‫إ َل‬ ِ‫م ل‬ ْ‫ك َل‬ ُ‫ي او‬ ْ‫ل َل‬ َ‫ع ا‬ َ‫لِل ا‬ ِ‫ة ا ل‬ َّ‫ا‬ َ‫م ا‬ َ‫ع ا‬ ْ‫ن َل‬ ِ‫روا ل‬ ُ‫ك او‬ ُ‫ذ او‬ ْ‫وا َل‬ َ‫قاوا ا‬ ُ‫ر او‬ َّ‫ف ا‬ َ‫ت ا‬ َ‫ل ا‬ َ‫و ا‬ َ‫عدا ا‬ ً‫مي ا‬ ِ‫ج ل‬ َ‫لِل ا‬ ِ‫ل ا ل‬ َّ‫ا‬ ِ‫ب ل‬ ْ‫ح َل‬ َ‫ب ا‬ ِ‫ماوا ل‬ ُ‫ص او‬ ِ‫ت ل‬ َ‫واعَلْ ا‬ َ‫ ا‬ َ‫دو ا‬ ‫ن‬ ُ‫ت او‬ َ‫ه ا‬ ْ‫ت َل‬ َ‫م ا‬ ْ‫ك َل‬ ُ‫ل او‬ َّ‫عا‬ َ‫ل ا‬ َ‫ه ا‬ ِ‫ت ل‬ ِ‫نيدا ل‬ َ‫ءا ا‬ َ‫م ا‬ ْ‫ك َل‬ ُ‫ل او‬ َ‫لِل ا‬ ُ‫ن ا او‬ َّ‫ا‬ ُ‫ي او‬ ِّ‫ب ن‬ َ‫ني ا‬ ُ‫ك او‬ َ‫ل ا‬ ِ‫ذل‬ َ‫ك ا‬ َ‫هدا ا‬ َ‫ن ا‬ ْ‫م َل‬ ِ‫م ل‬ ْ‫ك َل‬ ُ‫ذ او‬ َ‫ق ا‬ َ‫ن ا‬ ْ‫أ َل‬ َ‫ف ا‬ َ‫ر ا‬ ِ‫ندا ل‬ َّ‫ن ال ا‬ َ‫م ا‬ ِ‫ة ل‬ ٍ ‫ر ع‬ َ‫ف ا‬ ْ‫ح َل‬ ُ‫فدا او‬ َ‫ش ا‬ َ‫ل ى ا‬ َ‫ع ا‬ َ‫م ا‬ ْ‫ت َل‬ ُ‫ن او‬ ْ‫ك َل‬ ُ‫و او‬ َ‫ ا‬ “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu allah

dan damai. kemungkaran dan permusuhan. Demikianlah allah menerangkan ayat-ayat-nya kepadamu. Tidaklah berselisih tentang kitab itu melainkan orang yang telah didatangkan kepada mereka kitab. 4. makmur. untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad.”(qs al-hujurat 13) “manusia itu adalah umat yang satu. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu.(qs al-baqarah 213) . Dan allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-nya kepada jalan yang lurus”. sebagai pemberi peringatan. karena dengki antara mereka sendiri. Hal ini disebutkan dalam surat an-nahl ayat 90 : َ‫رو ا‬ ‫ن‬ ُ‫ك او‬ َّ‫ذ ا‬ َ‫ت ا‬ َ‫م ا‬ ْ‫ك َل‬ ُ‫ل او‬ َّ‫عا‬ َ‫ل ا‬ َ‫م ا‬ ْ‫ك َل‬ ُ‫ظ او‬ ُ‫ع او‬ ِ‫ني ل‬ َ‫ ي ا‬ ِ‫غ ل‬ ْ‫ب َل‬ َ‫ل ا‬ ْ‫وا َل‬ َ‫ر ا‬ ِ‫ك ل‬ َ‫ن ا‬ ْ‫م َل‬ ُ‫ل او‬ ْ‫وا َل‬ َ‫ء ا‬ ِ‫شدا ل‬ َ‫ح ا‬ ْ‫ف َل‬ َ‫ل ا‬ ْ‫ن ا َل‬ ِ‫ع ل‬ َ‫ه ى ا‬ َ‫ن ا‬ ْ‫ني َل‬ َ‫و ا‬ َ‫ب ى ا‬ َ‫ر ا‬ ْ‫ق َل‬ ُ‫ل او‬ ْ‫ذ ي ا َل‬ ِ‫ء ل‬ ِ‫تدا ل‬ َ‫إني ا‬ ِ‫ول‬ َ‫ن ا‬ ِ‫سدا ل‬ َ‫ح ا‬ ْ‫ل َل‬ ْ‫وا لَِل‬ َ‫ل ا‬ ِ‫د ل‬ ْ‫ع َل‬ َ‫ل ا‬ ْ‫بدا َل‬ ِ‫ر ل‬ ُ‫م او‬ ُ‫أ او‬ ْ‫ني َل‬ َ‫لِل ا‬ َ‫ن ا ا‬ َّ‫ا‬ َّ‫إ ا‬ ِ‫ل‬ “sesungguhnya allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan. mohonkanlah ampun bagi mereka. dan allah melarang dari perbuatan keji. dan allah menurunkan bersama mereka kitab yang benar. Karena itu ma’afkanlah mereka.” Bhineka tunggal ika “hai manusia. KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAH KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN DAN PERWAKILAN Sila yang memberi petunjuk dalam pelaksanaan kepemimpinan berdasarkan kebijakan yaitu bermusyawarah seperti dalam surat shaad ayat 20 : ِ‫طدا ل‬ ‫ب‬ َ‫خ ا‬ ِ‫ل ل‬ ْ‫ل ا َل‬ َ‫ص ا‬ ْ‫ف َل‬ َ‫و ا‬ َ‫ة ا‬ َ‫م ا‬ َ‫ك ا‬ ْ‫ح َل‬ ِ‫ل ل‬ ْ‫ه ا َل‬ ُ‫ندا او‬ َ‫ي ا‬ ْ‫ت َل‬ َ‫ءا ا‬ َ‫و ا‬ َ‫ه ا‬ ُ‫ك او‬ َ‫ل ا‬ ْ‫م َل‬ ُ‫ندا او‬ َ‫د ا‬ ْ‫د َل‬ َ‫ش ا‬ َ‫و ا‬ َ‫ ا‬ “dan kami kuatkan kerajaannya dan kami berikan kepadanya hikmah dan kebijaksanaan dalam menyelesaikan perselisihan.menyelamatkan kamu dari padanya. sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. maka bertawakkallah kepada allah. maka allah mengutus para nabi. agar kamu mendapat petunjuk”. Maka allah memberi petunjuk orang-orang yang beriman kepada kebenaran tentang hal yang mereka perselisihkann itu dengan kehendak-nya. aman. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.” 5. Sesungguhnya allah maha mengetahui lagi maha mengenal. tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA Sila yang menggambarkan terwujudnya rakyat adil. (setelah timbul perselisihan). memberi kepada kaum kerabat. dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu.” Dan dalam surat al-imron ayat 159 “maka disebabkan rahmat dari allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sesungguhnya allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-nya. yaitu setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata.

syarak balinduang adat bapaneh. Pepatah Adat Minangkabau lainnya juga memperkuat Sila Pertama Ketuhanan Yang Maha Esa. Pepatah di atas menjelaskan akan kepastian kematian bagi setiap makhluk hidup termasuk manusia—tanpa mengenal usia. 1981: 1999).Syarak mangato. Pepatah ini menunjukkan realitas masyarakat yang mensinergikan peranan akal dan posisi keimanan dalam menjalankan kehidupan ini. Pepatah Petitih adat Minangkabau yang mengkristal ke dalam Dasar ketuhanan yang maha Esa Keyakinan pada Tuhan bagi masyarakat Minangkabau. sebagaimana pepatah berikut ini : “Mumbang jatuah karambia jatuah” (Majolelo. Konsep tentang Tuhan dalam pepatah adat Minangkabau juga terlihat jelas dari keyakinan terhadap adanya akhir kehidupan (kematian) dan pembalasan perbuatan manusia pada hari akhir. merupakan sesuatu yang mutlak adanya. Hal tersebut dimanifestasikan dalam konsep keimanan seseorang dalam setiap tindak tanduknya sebagaimana ungkapan pepatah berikut ini : “Hiduik Baraka mati bariman” (Navis. Keimanan harus dijaga agar jangan sampai tergelincir. baik tua maupun muda. adat mamakai. 1996: 158). Artinya. Masyarakat Minangkabau dikenal sebagai masyarakat yang kuat memegang adat dan taat menjalankan agamanya.syarak basandi Kitabullah. sehingga eksistensi Tuhan berada pada posisi yang paling tinggi. dan kemudi harus dijaga agar jangan sampai patah. 1971: 186). keimanan merupakan realitas metafisis tentang Tuhan. (Hidup mempergunakan akal mati berlandaskan Iman). (Putik kelapa jatuh kelapa jatuh). karena keduanya menjadi pedoman dalam kehidupan bagi setiap orang. sebagaimana ungkapan pepatah-petitih berikut ini : “Adaik basandi syarak. sebagaimana halnya mumbang (putik kelapa) pada kondisi tertentu dapat jatuh seperti halnya buah kelapa yang sudah tua. Pepatah ini sekaligus menjelaskan kepada manusia adanya kekuatan adikodrati yang mengatur kehidupan ini. sedangkan akal merupakan realitas metafisis dari manusia dalam kehidupan duniawinya.” . (Iman yang tidak boleh retak kemudi yang tidak boleh patah pedoman tidak boleh goyang haluan tidak boleh berubah). “Iman nan tak buliah ratak kamudi nan tak buliah patah padoman indak buliah tagelek haluan nan indak buliah barubah” (Nasroen.Makna pancasila dalam pepatah petitih adat minangkabau 1.

1971: 126). dan tujuan hidup manusia adalah tercapainya kebahagiaan melalui prinsip “seseorang dengan bersama. “Kok gadang jan malendo kok cadiek jan manjua” (Nasroen. maka kelebihan itu mereka gunakan untuk kepentingan bersama dan mendatangkan manfaat yang besar bagi masyarakat luas. . nan ketek dikasihi Samo gadang bao bakawan Ibu bapak labiah sakali” (Hakimy. Pepatah Petitih adat Minangkabau yang mengkristal ke dalam Dasar kemanusiaan Yang Adil dan Beradab : Pepatah petitih adat Minangkabau menilai bahwa setiap individu memiliki ikatan yang kuat dalam sebuah sistem masyarakatnya. saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah. 1994: 187-190) Pesan yang terkandung : Bahwa antara Adat dan agama adalah dua hal yang sama penting bagi kehidupan masyarakat Minangkabau. (Kayu beringin di tengah padang yang berpucuk benar-benar bulat yang berakar benar-benar tunggang daun rimbun tempat berlindung batang besar tempat bersandar urat kuat tempat duduk bersila dahannya tempat bergantung yang tinggi kelihatan dari jauh dekat mula bertemu tempat berlindung ketika kepanasan untuk berteduh bila kehujanan). Nan tuo dihormati. 2. yaitu “sehina dan semalu”. cara. Pesan berikutnya. Kalau ada di antara individu dalam masyarakat tersebut yang mempunyai kelebihan. bahwa setiap individu tersebut menunjukkan fungsinya dalam kehidupan bermasyarakat dan tidak ada seorang individu pun yang tidak berfungsi. sesuai dengan kompetensinya masing-masing sebagaimana ungkapan pepatah berikut ini : “Nan buto pahambuih lasuang nan pakak palapeh badia nan lumpuah pahuni rumah nan kuat pambao baban nan binguang ka disuruah-suruah nan cadiak lawan barundiang” (Nasroen. 1997: 159). Artinya. Filsafat adat Minangkabau mempunyai dasar. hormat menghormati dan bekerjasama antara sesama pemeluk agama. sebagaimana yang diungkapkan dalam pepatah berikut ini : “Kayu baringin di tangah padang nan bapucuak sabana bulek nan baurek sabanna tunggang daun rimbun tampek balinduang batang gadang tampek basanda urek kuek tampek baselo dahannyo tampek bagantuang nan tinggi tampak jauah dakek jolong basuo tampek balinduang kapanasan bakeh bataduah kahujanan” (Hakimy. dan tidak memaksakan agama dan kepercayannnya pada orang lain.“ Dituruik parentah Allah Dapakai Kato Kabulatan Kok syarak lah taujudullah Kok adaik taambun jantan Indak dapek sarimbang padi Batuang dibalah ka parahu Indak dapek bakandak hati Kandak Tuhan nan balaku. 1971: 58) (Yang buta penghembus lesung (alat utk menghidupkan api dalam tungku) yang tuli pelepas bedil yang lumpuh penghuni rumah yang kuat pembawa beban yang bodoh untuk disuruhsuruh yang cerdik lawan berbicara) Ungkapan pepatah di atas menunjukkan bahwa setiap orang tetap bermanfaat dalam komunitasnya meskipun dalam fungsi yang berbeda-beda. Adat merupakan penjabaran sikap beragama. sebagaimana keragaaman aktivitas yang dijalankan manusia dalam kehidupannya. dan bersama untuk seseorang”. dan tujuan yang sama dalam mengelola keragaman fungsi dan potensi tersebut.

tatungkuik samo makan tanah. tatilantang samo minum ambun. Sebagai bagian dari bangsa-bangsa dunia. yang akan meresahkan orang lain atau masyarakat. “Kok sakik silau-menyilau Kok mati janguak manjanguak Kaba buruak bahamburan Kaba baik bahimbauan” “Rusuah bapujuak. Nan cadiak tampek batanyo. hilang bacari. Seorang pemimpin seharusnya mengayomi masyarakat yang dipimpinnya dan masyarakat mendapatkan perlindungan. Nan bungkuak katangkai bajak. Nan kayo tampek batenggang”.(Kalau besar jangan menabrak kalau pintar jangan menipu). anyuik bapintehi Luluih basalami. ibarat pohon rindang yang dijadikan tempat berlindung dari panasnya sinar matahari di waktu siang dan tempat berteduh jika kehujanan. dan arahan dari kewibawaan dan kearifan seorang pimpinan. tarapung samo anyuik. menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan gemar melaksanakan kegiatan kemanusiaan serta berani membela kebenaran. jika mampu menerapkan prinsip “seseorang dengan bersama dan bersama untuk seseorang” dalam kepemimpinannya. Saling mencintai sesama. jatuah bajawek Senteang babilai. Pepatah di atas merupakan kiasan terhadap kelebihan yang dimiliki seseorang sehingga dijadikan pemimpin (penghulu) dalam komunitasnya. bersikap tenggang rasa.” ( Hakimi. Pepatah Petitih Adat Minangkabau yang mengkristal ke dalam Dasar Persatuan Indonesia Perilaku dan tindakan manusia di dalam ungkapan pepatah petitih adat Minangkabau merupakan pencerminan seseorang terhadap pemahaman nilai-nilai persatuan dan kebersamaan dalam hidup. Sebaliknya seseorang yang memiliki kelebihan jangan semena-mena dalam bertindak. tidak semena-mena terhadap orang lain. Ungkapan pepatah adat menyatakan bahwa : . 1994:190192) Pesan yang terkandung dalam pepatah petitih di atas adalah : sikap untuk mengakui persamaan derajat. kurang batukuak Lamah batueh. “Kahilia sarangkuah dayuang. Nan lumpuah panunggu rumah. nan luruih katangkai sapu.Tagak samo tinggi. bimbingan. Seorang penghulu yang diibaratkan sebagai pohon rindang yang tumbuh di tengah padang luas. persamaan hak dan kewajiban. Nan buto pahambuih lasuang. ibarat orang yang pintar tetapi menjadikan kepintaran itu sebagai alat untuk menipu dan merugikan orang lain Pepatah adat Minangkabau lainnya menyebutkan : “Duduak samo randah. 3. bangsa Indonesia siap bekerjasama dengan bangsa-bangsa lain. tarandam samo basah”. Nan pakak pamasang badia. akan mendatangkan manfaat yang besar bagi masyarakat yang dipimpinnya. Nan pandai tampek baguru.” “Satapak tak namuah lalu Salangkah tak namuah suruik Di mato tak dipiciangkan Diparuik tak dikampihkan Di dado tak dibusuangkan Nan bana barasak tidak . ka mudiak saantak galah.

Ringan samo dijinjiang. kehidupan individu seseorang senantiasa dalam bingkai kehidupan sosialnya dalam masyarakat. “Sakabek arek sabuhua mati. juga memperhatikan seluruh kepentingan hidup bermasyarakat. Pepatah Petitih Adat Minangkabau yang mengkristal ke dalam Dasar Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan Salah satu pola pikir yang secara konsisten masih lekat dalam kehidupan masyarakat Minangkabau adalah proses pengambilan keputusan melalui musyawarah mufakat. Kata mufakat ini menempati kedudukan yang kuat dalam adat. karena kebenarannya didasarkan atas persetujuan dan . hujan ameh di nagari urang. Bangga sebagai banagsa Indonesia 4. (Bertingkat naik bertangga turun bersaudara memagar saudara berkampung memagar kampung bernegara memagar Negara berbangsa memagar bangsa) Ungkapan adat di atas mengandung pengertian bahwa setiap orang. Ungkapan pepatah adat “sakabek bak siriah. berbangsa. kehidupan bernagari. kehidupan bertetangga. 1971: 51). Baribu sabab mandating Namun mati hanyo sakali”.” “Hujan batu di nagari awak. rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan Negara. memiliki syarat dan ketentuan-ketentuan yang dijalankan oleh masyarakat hingga hari ini. Saciok bak ayam. Melalui konsep harmoni tersebut. selain memperhatikan seluruh kepentingan pribadi. dan kehidupan berbangsa. tidak ada yang lebih tinggi satu dengan yang lainnya. Martabat diri seseorang merupakan kesatuan dalam pergaulan hidup di tengah masyarakatnya. Barek samo dipikua. serumpun seperti serai) merupakan wujud dari penghargaan setiap pribadi dalam satu kesatuan kehidupan masyarakat. namun kampuang takana juo”. sadanciang bak basi”. “Ka lurah samo manurun. “Basilang tombak dalam parang Sabalum aja bapantang mati. 1994: 192-93) Pesan yang terkandung dalam ungkapan pepatah petitih di atas adalah agar setiap warga menempatkan persatuan. kesatuan. Musyawarah sebagai bentuk dialektika masyarakat. sehingga seorang manusia individu harus menjaga (mamaga) tatanan nilai sosial masyarakat di manapun dia berada. Prinsip harmoni kehidupan dalam ungkapan pepatah petitih adat Minangkabau sangat diperhatikan baik dalam hubungan antar individu. sarumpun bak sarai” (seikat seperti sirih. dan bernegara. kepentingan dan keselamatan bangsa dan Negara di atas kepentingan pribadi dan golongan. Ka Bukik samo mandaki. Cinta tanah air.“Batingkek naik batanggo turun badunsanak mamaga dunsanak bakampuang mamaga kampuang banagari mamaga nagari babangso mamaga bangso” (Nasroen. yaitu harus berdasarkan persetujuan bersama melalui permusyawaratan menurut alur dan patut. Keberadaan seseorang sebagai individu selalu diperhitungkan dalam setiap keadaan. (Hakimi.

2000: 1-2). Kedua ungkapan pepatah di atas menjadi prinsip-prinsip utama dalam pengambilan keputusan di Minangkabau baik dalam situasi sengketa maupun non-sengketa. (Bulat telah boleh digulingkan pipih telah boleh dilayangkan rata berlantai papan licin berdinding kulit). Nan bana kato saiyo.kesepakatan bersama. (Baik kata dalam mufakatburuk kata di luar mufakat) Maksud dari pepatah di atas adalah bahwa kata yang dihasilkan oleh mufakat adalah kata yang terjamin kebenarannya dan itulah kata yang baik. Pepatah kedua merupakan penjelasan lebih lanjut dari adanya mufakat bulat sebagaimana yang dijelaskan dalam pepatah yang pertama. sebagaimana kekuatan kata pusaka yang didasarkan pada kenyataan dalam alam nyata. Bulat berbongkol tidak akan dapat digulingkan dan tipis bersegi tidak akan dapat dilayangkan. apabila tidak ada sanding atau bongkolnya dan lantai tempat menggulingkannya harus rata (Syarifuddin. Pepatah adat Minangkabau juga mengungkapkan beberapa nilai-nilai musyawarah berikut ini : “Lamak kato dilega bumi. Kesepakatan dapat dicapai setelah dirundingkan terlebih dahulu. Mufakat yang didalamnya masih terdapat suara yang tidak senang. dimana air yang bulat hanya terdapat dalam pembuluh (bambu yang bulat tempat lewat dan mengalirnya air) dan kata yang bulat hanya terdapat dalam mufakat. 1988: 79). sedangkan kata yang dihasilkan bukan oleh suatu mufakat adalah kata yang tidak baik. 1996: 120). Hal ini menunjukkan bahwa mufakat merupakan dasar pengambilan keputusan dalam segala bidang kehidupan. Lamak siriah dilega carano. sehingga apapun yang akan dilakukan harus ditempuh secara mufakat. disebut bulat berbongkol dan tipis bersegi. Keputusan menjadi benar apabila sakato atau mufakat telah dicapai oleh semua pihak yang terlibat. Pepatah pertama mensyaratkan pengambilan keputusan harus melalui proses musyawarah mufakat. “Bulek alah buliah diguliangkan pipiah alah buliah dilayangkan data balantai papan licin balantai kulik” (Hakimy. bahwa adat Minangkabau mengakui mufakat yang didukung oleh seluruh anggota. menggunakan kata kiasan pada air. (Bulat air oleh pembuluh bulat kata oleh muafakat air titisan betung benar titisan orang). 1971: 52). 1982: 283). Ungkapan pepatah lainnya yang menjadi landasan berfikir masyarakat dalam bermusyawarah adalah sebagai berikut : “Bulek aie dek pambuluah bulek kato dek mupakat aie batitisan batuang bana batitisan urang” (Nasroen. Ungkapan “musyawarah untuk mufakat” dianggap sebagai dasar dari bentuk khas demokrasi di Indonesia (Bechmann. Pepatah yang pertama. bukan mufakat atas dasar suara terbanyak. Nan rajo kato mufakat. Bulat baru dapat digulingkan. sebagaimana pepatah adat yang berbunyi : “Elok kato jo mupakaik buruak kato dilua mupakaik” (Navis.” .

Samo bapokokbabalanjo Samo bajariah bausaho” “Nan babarih nan bapahek Nan saukua nan bakabuang Curiang barih buliah diliek Cupak papek gantang babubuang” “Jan mangguntiang dalam lipatan Panuhuak kawan sairiang Manahan jarek dipintu Mamapeh dalam balango” “Malabihi ancak-ancak. bertenggang rasa. nan lamak samo ditueh. menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban. nan rusuah samo dipujuak. Mangurangi sio-sio Bayang-bayang sapanjang badan Jan tinggi duduak dari tagak Usah gadang pasak dari tiang Jan gadang singguluang dari badan” (Hakimi. tidak memaksakan kehendak pada orang lain. Tidak memaksakan kehendak pada orang lain. antara lain : “Barek samo dipikue. Pepatah Petitih Adat Minangkabau yang mengkristal ke dalam Dasar Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. mengembangkan suasana kekeluargaan dan kegotong-royongan.“Pandang jauah dilayangkan Pandang dakek ditukiakkan Nak tampak ujuik jo mukasuik Saukua mangko manjadi Sasuai mangko takanak Nan bana kato saiyo Nan rajo kato mufakaik Kato surang dibuleki Kato basamo dipaikan Tuah kato mufakaik Cilako kato basilang Elok kato dalam mufakaik Buruak kato dilua mufakaik “Lah digiliang bulek-bulek Lah ditapiak picak-picak Bulek aia ka pambuluah Bulek kato ka mufakaik” (Hakimi. bersikap adil. 1994: 195-198) Pesan yang terkandung : Solidaritas sosial atau kesetia kawanan sosial. 1994: 193-195) Pesan yang terkandung dari pepatah di atas adalah : agar setiap orang mengutammakan kepentingan bersama diatas kepentingan pribadi dan golongan. nan senteang samo dibilai” “Mandapek samo balabo. nan condong samo ditungkek. mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan. 5. tidak bergaya hidup mewah dan suka bekerja keras. ringan samo dijinjiang. Kahilangan samo marugi. Ikut bertanggungh jawab atas keputusan bersama. menghormati hak-hak orang lain. siap memberikan pertolongan pada orang lain. .

Pendidikan Agama dan Pendidikan Kewarganegaraan. e. bahwa sistem pendidikan nasional harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan. wajib diberikan dalam Kurikulum setiap program studi. (2) (3) (4) (5) (6) SK Mendiknas RI No 232/U/2000 Bahwa kelompok mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan. b. d. c. c. Uu no 20 th 2003 a. nasional. Pembantu Rektor universitas/institut yang diselenggarakan oleh Pemerintah diangkat dan diberhentikan oleh Rektor setelah mendapat pertimbangan senat universitas/institut . Menteri lain atau pimpinan lembaga Pemerintah lain setelah mendapat pertimbangan senat universitas/institut yang bersangkutan. b. bahwa pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 mengamanatkan Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum. mencerdaskan kehidupan bangsa. peningkatan mutu serta relevansi dan efisiensi manajemen pendidikan untuk menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a. Pimpinan dan anggota badan penyelenggara universitas/institut yang diselenggarakan oleh masyarakat tidak dibenarkan menjadi pimpinan universitas/institut yang bersangkutan. Pembantu Rektor universitas/institut yang diselenggarakan oleh masyarakat diangkat dan diberhentikan oleh Rektor setelah mendapat pertimbangan senat universitas/institut dan pertimbangan badan penyelenggara universitas/institut. bahwa Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 mengamanatkan Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan undang-undang. dan d perlu membentuk Undang-Undang tentang Sistem Pendidikan Nasional. dan berkesinambungan. yang terdiri atas Prndidikan Pancasila. perdamaian abadi dan keadilan sosial. terarah. dan global sehingga perlu dilakukan pembaharuan pendidikan secara terencana. Rektor universitas/institut yang diselenggarakan oleh masyarakat diangkat dan diberhentikan oleh badan penyelenggara universitas/institut yang bersangkutan setelah mendapat pertimbangan senat universitas/institut. Apabila rektor universitas/institut yang diangkat tidak memenuhi persyaratan dan/atau proses pengangkatan tidak memenuhi ketentuan yang berlaku.UU No 2 Th 1989 pasal 39 ayat 2 (1) Rektor universitas/institut yang diselenggarakan oleh Pemerintah diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Menteri. . Menteri bisa meminta badan penyelenggara universitas/institut untuk mengulang proses pengangkatan. dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. bahwa Undang-undang Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional tidak memadai lagi dan perlu diganti serta perlu disempurnakan agar sesuai dengan amanat perubahan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful