MAKALAH AGAMA

“INSEMINASI BUATAN DALAM PANDANGAN ISLAM”
D I S U S U N Oleh :
Putri Silvia Nindo Mayang Sumba Dio Rancha Pratama Ade Satria Apriadi FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ANDALAS JURUSAN PENDIDIKAN DOKTER

Alasan Pemilihan Judul Alasan pemilihan judul “INSEMINASI BUATAN PADA MANUSIA” tidak lain untuk meluruskan pandangan masyarakat terhadap permasalahan INSEMINASI BUATAN.Inseminasi Buatan Dalam Pandangan Islam BAB I PENDAHULUAN 1. Daniel Rumondor memberikan isyarat bahwa inseminasi buatan agaknya diilhami oleh keberhasilan syeikh-syeikh arab memperanakkan kuda sejak tahun 1322.Tujuan penulisan Menjunjung tinggi hukum-hukum syariat. Dan eksperimen yang berhasil di perancis diikuti oleh laporan dokter Amerika pada tahun 1866 bahwa ia berhasil melakukannya sebanyak 55 pada 6 orang wanita dan bayi inseminasi buatan pertama di nagara itu. 2)Menghindarkan kepunahan manusia.1. 1. Latar belakang melakukan inseminasi buatan adalh keinginan-keinginan sebagai berikut: 1)Keinginan memperoleh atau menolong untuk memperoleh keturunan. 1. 4)Memilih suatu jenis kelamin. . 3)Memperoleh generasi jenius atau manusia super.2. Praktek inseminasi buatan pada manusia secara tidak langsung terkandung dalam cerita Midrash di mana ben sirah dikandung tidak sengaja karena ibunya memakai air bak yang sudah terampur sedikit air mani. 5)Mengembangkan teknologi kedokteran.Latar Belakang Untuk memahami secara pasti latar belakang pelaksanaan inseminasi buatan mengalami kesulitan karena tidak ada kesepakatan siapa penemu pertamanya. Mempelajari lebih dalam seputar permasalahan “INSEMINASI BUATAN PADA MANUSIA”.3.

Metode penulisan Karya tulis ini disusun berdasarkan metode pustaka dengan merujuk pada buku-buku.1.4. . majalahmajalah. makalah-makalah yang berdasarkan Alqur’an dan Hadits.

Allah SWT berfirman: . karena kedua cara pengambilan sel telur itu tidak dapat dilepaskan dengan melihat atau pun meraba dan memasukkan sesuatu pada vagina. Dengan ara laporoskopi folikel akan tampak jelas pada lapang pandangan laparoskopi kemudian indung telur dipegang dengan penjepit dan dilakukan pengisapan. Asal penempatan bibit.1. 1. Pada dasarnya islam melarang melihat aurat orang lain dan setiap muslim diwajibkan memelihara auratnya sendiri. Cairan tersebut diperiksa dibawah mikroskop untuk meyakinkan apakah sel telur sudah di temukan. folikel yang tampak di layar ditusuk dengan jarum melalui vagina kemudian dilakukan pengisapan folikel yang berisi sel telur seperti cara pengisapan laparoskopi. Dalam bahasa Indonesia ada 1.akan menyangkut hal-hal seperti: 1).INSEMINASI BUATAN YANG DIPERBOLEHKAN MENURUT HUKUM ISLAM Pelaksanaan inseminasi buatan yang diperbolehkan yang jika dikaitkan dengan hukum islam. 2).Pengambilan Sel Telur (Ovum Pick Up=OPU) Dalam inseminasi buatan ada dua cara untuk pengambilan telur.yang artinya mempertemukan / mengawinkan.BAB II PEMBAHASAN 1. atau penghamilan buatan.Pengambilan bibit Yang dimaksud dengan pengambilan bibit disini adalah pengambilan sel telur (ovum pick up ) dan pengambilan \pengeluaran sperma. pembuahan buatan. 1. Penanaman bibit. Yang perlu dianalisis pada pengambilan ovum tersebut adalah melihat aurat wanita. Cairan folikel yang berisi sel telur ditampung dalam tabung.yang menyebut pemanian buatan.1. Pengambilan bibit. Dalam bahasa arab di sebut yang berasal dari kata .PENGERTIAN INSEMINASI BUATAN Inseminasi buatan merupakan terjemahan dari istilah inggris artificial insemination. yaitu dengan Laparoskopi1 dan USG (Ultrasonografi).2. 3). Adapun dengan cara USG.

AN-NUR:31 Dalam praktek pengambilan sel telur seperti dijelaskan di atas. Di samping kondisi itu.dan memelihara kemaluannya.S. Islam membolehkannya karena sesuai dengan kaidah ushul fiqh.dan (f)Sperma mimpi malam..”Hendaklah mereka menahan pandangannya. dan tidak merangsang sahwat dapat dikategorikan sebagai hal yang darurat.dokter pemeriksa pun harus tetap menjaga Etik Kedokteran 2. “Katakanlah kepada wanita yang beriman.dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya..bagaimana dengan wanita yang akan melahirkan? Berdasarkan uraian diatas dapat diambil pengertian bahwa pengambilan sel telur (ovum) dalam pelaksanaan inseminasi buatan dihalalkan karena pertimbangan dharurat. Q. Sulit dibayangkan jika dalam kondisi dharurat seperti itu masih diharamkan melihat aurat wanita.. Sebab . Disamping itu para dokter sering juga berkhalwat dengan pasien ketika mendiagnosa penyakit..sesungguhnya Allah maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.para dokter ahli tidak lepas dari melihat bahkan meraba atau memasukkan sesuatu dalam aurat wanita. Demi mencegah fitnah dan godaan setan .. “Keadaan dharurat membolehkan sesuatu yang di larang. Akan sangat baik jika dokter pemeriksa itu dari jenis kelamin yang sama. terjaga keamanan.pengeluaran dan pengambilan sperma lebih mudah.yang demikian itu adalah suci bagi mereka. Pelaksanaan tersebut jika diniati dengan baik.Pengeluaran sperma Di banding dengan pengambilan sl telur. maka sebaiknya sewaktu dokter yang memeriksa pasien dihadiri orang ketiga dari keluarga maupun tenaga para medis.Untuk memperoleh sperma dari laki-laki dapat dilakukan antara lain dengan: (a)istimna’(masturbasi.“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman.kecuali yang (biasa) tampak darinya ……………………………… Q.onani) (b)’azl (c) Dihisap langsung dari pelir(testis) (d)jima’dengan memakai kondom (e)sperma yang ditumpahkan ke dalam vagina yang dihisap dengan cepat dengan spuit.AN-NUR:30 ... sesuai dengan kaidah ushul: “Menghindari kesusahan lebih diutamakan dari mengambil maslahat.hendaknya mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya.. ...S.

Penanaman Bibit (Embryo Transfer) Setelah sel telur dan sperma di dapat. Ada yang mengharamkan secara mutlak. Alasan yang dikemukakan adalah bahwa Allah SWT memerintahkan menjaga kemaluan dalam segala keadaan kecuali kepada isteri atau budak yang dimilikinya.Untuk keperluan inseminasi buatan. ada pula yang menghukumi makruh. sedangkan tidak memiliki isteri atau amah(budak) dan tidak mampu kawin. Ahnaf berpendapat bahwa onani memang haram. kedua calon bibit tersebut dipertemukan dalam awan petri. Dalam Alquran surat al-mu’minun ayat 5 yang berbunyi: “Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya” Allah SWT memerintahkan agar manusia menjaga kemaluannya kecuali pada yang telah dihalalkan. Al-Imam Taqiyyudin Abi Bakri Ibn Muhammad al-Husainy juga mengemukakan kebolehan onani yang di lakukan oleh isteri atau ammah-nya karena itu memang tempat kesenangannya. fuqaha’(ahli fiqh) berbeda pendapat. tetapi kalau karena takut zina. atau kesehatan. boleh dilakukan. proses inseminasi buatan seperti telah disinggungkan pada uraian sebelumnya. cara yang terbaik adalah masturbasi(onani). Embrio yang tersisa kemudian disimpan beku atau . karena kuatnya syahwat dan tidak sampai menimbulkan zina.2. Sesudah itu antara sel telur dan sperma dipertemukan. Jika dengan teknik in vitro. 1.Secara umum Islam memandang bahwa melakukan onani tergolong tidak etis. ada yang mewajibkan juga pada hal-hal tertentu. penanaman bibit biasanya lebih dari satu. Mengenai hukum. Memperhatikan pendapat-pendapat mengenai hukun onani diatas. tetapi jika teknik TAGIT sperma langsung disemprotkan ke dalam rahim Untuk menghindari kemungkinan kegagalan.Kaidah ushul menyebutkan: “Mengambil yang lebih ringan dari suatu kemudharatan adalah wajib” Kalau karena alasan takut zina. dilakukan pencucian sperma dengan tujuan memisahkan sperma yang motil dengan sperma yang tidak motil.Yang menimbulkan persoalan dalam hukum islam adalah bagaimana hukum onani dalam kaitan dengan pelaksanaan inseminasi buatan tersebut. Agaknya Yusuf al-Qardhawy juga sependapat dengan hanabilah mengenai hal ini. ada yang mengharamkan pada hal-hal tertentu. maka dalam kaitan dengan pengeluaran\pengambilan sperma untuk inseminasi buatan. maka hukumya wajib. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pengambilan sel telur (ovum) dan sperma untuk keperluan inseminasi buatan-dengan illat hajah tentunya-dapat dibenarkan oleh hukum islam. maka menurut hanabilah onani diperbolehkan.

Hukum pengguguran/pembunuhan janin yang telah yang telah diperselisihkan para fuqaha adalah pengguguran yang dilakukan 4 bulan setelah konsepsi.Asal dan Tempat Penanaman Bibit Sesuai dengan klasifikasi asal dan tempat penanaman bibit yang terdapat dalam bab II diatas. .dibuang. dimulai dari pembuahan hasil pertemuan sperma dan ovum. karena para ahli inseminasi mengetahui persis telah terjadinya konsepsi manusia dengan adanya pembuahan itu. Kalau abortus diartikan sebagai keluarnya isi rahim ibu yang telah mengandung. Secara umum motif zina hanya untuk melampiaskan hawa nafsu dan bukan untuk memperoleh keturunan.Embrio tersebut belum dapat disebut sebagai manusia sebenarnya tetapi masih berupa konsepsi. Dalam Islam. Sebagai bahan analisis. Sulit jika sekiranya jika pemusnahan itu bukan suatu kesengajaan.Bibit dari suami istri dan ditanamkan pada isteri Dari uraian di atas dapat diambil pengertian bahwa proses kejadian manusia. Maka dapat di pahami bahwa di antara manfaat sanggama adalah mempertemukan sperma dengan ovum. 3). 1. Inseminasi buatan yang bibitnya berasal dari sperma suami dan ovum isteri – jika dikaitkan dengan batasan ikah dan zina – maka ia bukan termasuk kategori zina karena suami isteri tersebut telah terikat dengan akad nikah. 2).Embrio tersebut belum ditanamkan dalam rahim wanita. Setelah memperhatikan uraian diatas penulis berkecenderungan untuk menyatakan bahwa pemusnahan embrio sisa penanaman bibit dalam pelaksanaan inseminasi buatan itu dihalalkan/diperbolehkan dengan alas an sebagai berikut: 1). berikut akan dianalisis menurut tinjauan hukum islam. Oleh sebab itu pertemuan sperma dan ovumnya dihalalkan. bersanggama hanya diperbolehkan setlah akad nikah yang sah. karena bibit tersebut belum/tidak berada pada rahim wanita. Dengan alasan di atas dapat disimpulkan bahwa pemusnahan embrio dalam pelaksanaan inseminasi buatan tidak dapat digolongkan sebagai pembunuhan terhadap manusia sebenarnya. Yang menambah rumit persoalan adalah pembuangan sisa embrio yang dilakukan dengan sengaja. Dengan zina. dapat juga terjadi kehamilan. Yang menjadi persoalan dalam kaitan hukum islam di sini adalah bagaimana hukum pembuangan embrio tersebut. patut dicatat bahwa embrio tersebut tidak berada dalam rahim wanita. Ulama’ Hanafiyah memperbolehkan pengguguran janin sebelum mencapai 120 hari.maka pembicaraan ini tidak tergolong pada perbuatan aborsi. baik menurut fuqaha maupun ahli kedokteran. pertemuan sperma dan ovum itu melalui senggama. Hubungan seksual yang tanpa didahului akad nikah dapat tergolong pada perbuatan zina. walaupun hal ini biasanya tidak menjadi tujuan akhir perzinaan. Apakah hal tersebut dapat di golongkan kepada pembunuhan?. Pendapat ini yang terkuat dalam madzhab Maliki. Secara alami. Sebagian mazhab ini ada yang berpendapat hukumnya makruh bila tanpa udzur. Ulama’ zaidiyah sebagian dijelaskan oleh al-dasuqi menghukumi haram.3.Embrio tersebut bias jadi tidak menimbulkan kehamilan kalau ditanamkan dalam rahim wanita. mereka sepakat tentang keharamannya. 1.

” Berdasarkan pengertian diatas. yang dapat diindonesiakan sebagai penderma.. Dalam kamus. Klasifikasi inseminasi buatan sebagaimana dikemukakan di atas ada yang tidak termasuk dalam kategori donor... seperti inseminasi model kedua. Sebaiknya dipakai istilah pembuahan sperma dan ovum yang bukan dari pasangan yang memiliki ikatan pernikahan yang sah.Anak hasil pembuahan sperma dan ovum yang memiliki ikatan nikah ... Hakikatnya “Upaya mempertemukan sperma dan ovum yang tidak mempunyai ikatan pernikahan yang sah. bukan sisi hakikat.... Definisi semacam ini agaknya hanya melihat dari satu sisi yaitu sisi cara..... Al-Ribasy dan Zakaria Ahmad al-Barry tidak menggambarkan secara jelas kasus semacam ini.Pembagian semacam ini agaknya kurang pas.telah bersabda Rosulullah SAW: Tidak halal bagi seseorang yang beriman kepada allah dan hari kemudian air (spermanya)menyirami tanaman orang lain (rahim wanita lain). dan dapat disebut juga sebagai zina.. Mahmud Syaltut..Rosulullah SAW bersabda: ‫ع‬ .... Dokter H.Ali Akbar mengqiyaskan hal ini dengan radha’ah. ‫ي‬ ‫ أل‬.. (hadits riwayat Abu daud) Dalam kasus ini lembaga Fiqh Islam OKI menghukumi haram karena dikhawatirkan percampuran nasab dan hilangnya keibuan serta hilangnya syra’ lainnya.. Uraian berikut didasarkan atas pengertian bahwa pembuahan yang dilakukan bukan dari pasangan yang memiliki ikatan pernikahan tergolong perbuatan zina walaupun para fuqaha’ terdahulu agaknya cenderung membatasi zina dengan Masuknya zakar laki-laki kedalam farji wanita yang tidak terikat dengan pernikahan... ‫ىث‬ ].. Berdasarkan alasan diatas maka pembuahan ovum dengan sperma dari suami yang tidak memiliki ikatan nikah yang sah tidak dapat dibenarkan oleh islam. Yusuf Al Qardhawi. Majelis Ulama’ DKI Jakarta juga menghukumi haram. Pembagian semacam ini akan mempunyai pengaruh dalam analisis status anak seprti dibahas di bawah ini. anak hasil inseminasi buatan yang secara garis besar dibagi menjadi dua: pembuahan sperma dan ovum yang memiliki ikatan nikah dan yang tidak memiliki ikatan nikah. 1. 1..3. donor biasa diterjemahkan a giver dan person who gives. Akan tetapi mereka jelas-jelas mengharamkan inseminasi buatan yang bibitnya (khususnya sperma) bukan berasal dari suaminya yang sah.INSEMINASI BUATAN YANG DILARANG MENURUT HUKUM ISLAM Adapun Inseminasi Buatan yang dilarang yaitu jika sperma dan ovum bukan berasal dari suami istri yang memiliki ikatan nikah yang sah.‫ ق‬:[ ‫أل‬ DariRoifi’bin Tsabit alAnshori.Status Anak Hasil Inseminasi Buatan Inseminasi buatan terbagi dua yaitu Artificial insemination by husband disebut dengan homologous dan artificial insemination by donor disebut dengan heterologous.4.1..

kemahraman. karena wanita yang melahirkan itu hanya menerima titipan embrio. (hadits riwayat Abu daud. 2. Diantara dalil yang mengharamkan pembuahan sperma dan ovum yang tidak memiliki ikatan nikahialah sabda Rosuluallah SAW yang berbunyi: ‫ء‬ “ Tidak halal bagi seseorang yang beriman kepada allah dan hari kemudian air (spermanya)menyirami tanaman orang lain (rahim wanita lain). tapi dianggap hasan oleh al-Bazzar) . seperti yang telah disinggung di atas. Hal-hal yang menyangkut pemakaian nama bapak sebagai sumber keturunan. Kalau ditinjau secara lahiriyah dan hayati. baik secara ginetik maupun hayati. dan waris berlaku sebagai anak kandung. adalah anak kandung. 1.Pada wanita lain yang tidak memiliki ikatan nikah Sebagaimana yang telah diuraikan pada nomor 1 dan 2.3. 2. Tirmidzi dan dianggap sah oleh Ibnu Hibban. Yang tergolong pada model ini adalah: 2. Secara umum.2. 1.‫ه‬ ‫ه‬ ‫ث‬ . pada rahim isteri sendiri yang memiliki ovum (tidak poligami) . perwalian.2. pembuahan sperma dan ovum pada semua jenis di atas dapat dikategorikan sebagai zina. pada isteri sendiri yang tidak memiliki ovum (berpoligami). dan pada orang lain.1.Pada isteri sendiri yang memiliki ovum Status anak inseminasi jenis ini.1Sperma suami yang sudah meninggal dengan ovum isteri dan ditanamkan pada rahim isteri.Dalam hal penanaman embrio bias terdapat dalm tiga kemungkinan.Tetapi kalau ditinjau seara hakiki.Anak hasil pembuahan sperma dan ovum yang tidak memiliki ikatan nikah. anak tersebut dapat diqiyaskan dengan anak susuan karena wanita yang melahirkan ini hanya dititipi embrio hasil pertemuan sperma dan ovum pasangan yang terikat dengan akad nikah.3. anak tersebut adlah anak milik ibu yang melahirkan.Pada isteri sendiri yang tidak memiliki ovum.Sperma laki-laki lain dengan ovum wanita yang tidak bersuami dan ditanamkan pada rahim wanita yang tidak bersuami tersebut.Sperma suami dengan ovum wanita lain dan ditanamkan pada rahim isteri. 1. 2. anak tersebut adalah anak yang mempunyai bibit. pembuahan sperma dan ovum pada semua jenis di atas dapat dikategorikan sebagai zina. Secara umum.

karena islam senantiasa menyuruh umatnya agar senantiasa berusaha.1.termasuk dalam hal memperoleh keturunan. .contohnya jika sperma dan ovum untuk inseminasi bukan berasal dari suami istri yang memiliki ikatan nikah.karena tidak sesuai dengan metoda yang dianjurkan.Tetapi pada beberapa kasus inseminasi diharamkan.5 Kesimpulan Inseminasi buatan pada hakikatnya diperbolehkan dalam islam.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful