MERAWAT JENAZAH

. 3. Kemaian secara fisik adalah kamatian yang benar-benar berakhir karena semua organ tubuh sudah tidak berfungsi untuk bertahan hidup.berhentinya semua aktifias kehidupan. Kamatian secara ruhani adalah kamatian yang sudah diambang ajal dimana jiwa dan raga sudah tidak bernyawa. 4. Akhir dari kehidupan. ketiadaan nyawa pada oraganisme biologis. 2.• KEMATIAN Pengertian 1. Berheninya suatu kehidupan .

penyakit ). Kematian sosial Kematian karena seseorang telah kehilangan kontak dengan orang lain ( di kucilkan – sifat sombong. 3. Jika seluruh organ berhenti maka kematian biologis menjadi kematian fisik 2. Kematian yang disebabkan karena aspek kepribadiannya telah hilang ( tidak memi liki rasa malu melakukan perbuatan yang semestinya tidak pantas dilakukan.rai gedheg) Kematian biologis . Kamatian seluruh atau sebagian organisme tidak berfungsi . Kamatian psikologis.MACAM-MACAM KEMAIAN 1. .

Siapa yg. mengucap laa ilaaha illallah sebelum mati. .MENGHADAPI SAKARATUL MAUT • Mentalkin ( Mengajarkan syahadat ) “ Ajarkanlah kepada orang yang akan mati diantarakamu dengan Laa ilaha illallah .R. ia pasti masuk surga pada suatu hari di suatu masa walaupun sebelum itu ia akan mendapat musibah (H.R Muslim dan Ibnu Hibban). • Berdo‟a dan tidak berbicara kecuali yang baik (H. Muslim dan Al Baihaqi).

. Pejamkan matanya . Rasulullah bersabda : “Laisa minna man lathama al khuduuda wa syaqqa al jubuuba wada‟aa bada‟awaa al jaahiliyyati” aartinya: Tidak termasuk glongan kami orang yang menampar nampar pipi.SESUDAH MENINGGAL DUNIA • Ucapkankanlah istirja‟ yaitu “ Inna lillaahi wainna ilaihi raajiuun ” ( QS al Baqarah /1:156 ) • Janganlah meratap secara berlebihan . mendoakan dan memintakan ampun atas dosanya. al Bukhori. 2.Muslim. Katubkan mulutnya dengan membalutkan kain melingkar dari dagu hingga ubun-ubun. 3. Sedekapkan tangannya diatas dadanya dan luruskan kakinya. merobek robek baju dan memenggil-manggil dengan panggilan jahiliyah ( HR.Ibn al Jarud dan al Baihaqi) • Lakukan hal-hal sbb: 1.

. bujurkan jenazah kearah utara dan tutup dengan kain.relasi dan kerabat. Menyegerakan perawatan jenazah : . 5.4. Mengabarkan berita kamtian kepada tetangga .Memandikan jenazah. . Bila mungkin.Menshalatkan jenazah. .Menguburkan jenazah. 6.Mengkafani jenazah. .

1. Menyiapkan kain kafan. MEMANDIKAN JENAZAH • Persiapan: 1. 4. Menyiapkan tempat mandi yang tertutup. 2. Menyediakan air secukupnya dan perleng kapan mandi (handuk. wangi-wangian . kecuali suami atau isteri). . 3.laki dan jenazah perempuan oleh perempuan.sarung tangan dll).kapur barus . Usahakan yang memandikan jenazah keluarga dekat jenazah (jenazah laki-laki oleh laki. sabun.

Di sunnahkan memulai memandikan dengan membersihkan anggota wudlunya dengan mendahulukan sebelah kanan dan menyiramkan hingga 3 atau 5. Membersihkan seluruh tubuhnya dari kotoran dan najis. Melepaskan seluruh pakaian dan perhiasan yang dikenakan ( cincin dan gigi palsu ). Bagian akhir siraman dicampur dengan wangiwangian. Memandikan dengan lembut . ( kuku. mulut dan lobang –lobang lainnya). 7 kali ( ganjil) . Menyisir rambutnya (wanita yang berambut panjang hendaknya dikepang menjadi 3). .• Cara memandikan jenazah: – – – – – – – – – Niat ikhlas karena Allah. Mengeringkan jenazah dengan handuk. hati-hati dan sopan. Menutup jenazah dengan kain (tidak transparan).

4. minyak wangi.baju dan kain basahan sesuai urutannya. lk 10 mtr/ permpuan dan 7. Siapkan tempat untuk mengkafani / meletakkan kain kain kafan dan jenazah.Ibn Jarud dan al Baihaqi dan Ahmad dri Aisyiyah. Untuk perempuan aturlah mukena. dan perempuan rangkap 5 lapis.2. Sungguhnya Rasulullah saw dikafani dengan 3 kain tenunan Yaman yang putih. Sabda Rosullah . kapur barus. Sediakan perlengkapan: tali sejumlah 5. 5. 2.tidak pakai kemeja dan tidak pula sorban (yg dimasukkan kedaamnya ) HR 6 Perawi. . Sediakan kain secukupnya . kapas. 3. MENGKAFANI JENAZAH Persiapan: 1. diutamakan berwarna putih. Kain kafan jenazah laki-laki rangkap 3 dan perempuan rangkap 5 lapis.5 mtr/ pria dewasa.

Potong kain lk.50 mtr . 4.50 mtr – untuk kain penutup Potong kain lk. selebihnya kain untuk pempes bila diperlukan. 1. cm.untuk lapisan luar. 3. 1..50 mtr – untuk baju kurung. Potong kain lk. 5. 2 lbr.1.Cara memotong kain u. . Potong kain sepanjang tubuh jenazah plus 50 2. Potong kain lk.ambil 20 cm untuk tali dan sisanya untuk kain basahan.1 mtr – untuk kerudung.perempuan 1.

kemudian diambil 20 cm untuk tali ( 4 biji ) dan selebihnya untuk kain basahan/sarung. . . dan selebihnya untuk kain pempes bila diperlukan. 2 lembar. Potong kain 1.50 cm untuk kain penutup 3.50 cm . Potong kain sepanjang jenazah plus 50 cm. 2. Pria 1.Cara memotong kain u. Potong kain 1.

. 4. Siapkan 5 buah tali di tempat yg disediakan di bagian atas kepala. 2.Cara menyusun kain u. Terakhir tutup jenazah dengan kain penutup/ sarung mulai dari dada ke bawah. perut dan bagian bawah kaki. 6. Lembarkan dua kain agak menyilang. Kmd.perempuan 1. Taruh kain basahan mulai dari pinggul. Kemudian baju kurung ( tanpa dijahit) 5. dada. Kemudian taruh kain pempes 7. Kemudian Taruh kerudung. 3.

Meletakkan jenazah diatas kain kafan yang telah disiapkan dan taburi dengan kapur barus dan diberi minyak wangi.• Pelaksanaan mengkafani jenazah: 1. 3.dimulai dari pempes ( bila ada) kemudian kain basahan . Bila diperlukan tutuplah lubang-lubang yang mengeluarkan cairan dengan kapas. Bagi jenazah laki-laki dibungkus dengan 3 lapis kain. 4. 2. kemudian kain pembungkus luar dimulai dari kain sebelah kanan jenazah dahulu disusul kemudian sebelah kiri dan terakhir diikat dengan ikatan simpul disebelah kiri jenazah . Lepaskan kain selubung dalam keadaan aurat tetap tertutup. . kain penutup.

baju kurung. dimulai dari pempes (bila ada) kemudian kain basahan. dibungkus dengan 5 lapis kain. kain penutup . Bila diperlukan ruang jenazah diberi pewangi. kain kerudung. 6.5. seterusnya dibungkus dimulai dari kain sebelah kanan jenazah disusul kain sebelah sebelah kiri dan terakhir diikat dengan ikatan simpul disebelah kiri jenazah. Bagi jenazah perempuan . .

Catatan : Letak imam bagi jenazah laki-laki diarah kepala dan imam bagi jenazah perempuan di arah perut. • Membaca takbir pertama dilanjutkan membaca al• • • Fatikah.3. Membaca takbir kedua . . Membaca takbir ketiga . kemudian diteruskan do‟a. kemudian membaca shalawat. kemudian diteruskan doa ringkas dan diakhiri salam. Membaca takbir keempat. TATA CARA SHALAT JENAZAH • Niat ikhlas karena Allah.

Mendo‟akan jenazah sebelum pulang.Al Baihaqi.R. Disunnahkan meninggikan permukaan tanah sedikit (sejengkal) dan memberi tanda.dan Abdullah Ibn Ahmad). Ahmad dan Ibn Abi Syaibah). (H. Meletakkan jenazah dalam lahat . hendaklah mengucapkan : Bismillaahi wabillaahi wa‟ala millati rasulillaahi shalallaahu „alaihi wasallam. Al Hakim.4. MENGUBURKAN • • • Di sunnahkan memasukkan jenazah dari arah kaki kubur. Abu Dawud. • • • . Meletakkan jenazah dalam kubur pada lambung kanannya dan muka menghadap kiblat. Disunnahkan bagi orang ikut kekuburan melemparkan 3 geggam tanah dengan kedua tangannya.R. (H.

-SELAMAT BERLATIH- WASSALAMU „ALAIKUM WR. .WB.