BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG.

Jeruk nipis atau limau nipis adalah tumbuhan perdu yang menghasilkan buahdengan nama sama. Tumbuhan ini dimanfaatkan buahnya, yang biasanya bulat, berwarna hijau atau kuning, memiliki diameter 3-6 cm, umumnya mengandungdaging buah masam, agak serupa rasanya dengan lemon. Jeruk nipis, yang sering dinamakan secara salah kaprah sebagai jeruk limau, dipakai perasan isi buahnya untuk memasamkan makanan, seperti pada soto. Fungsinya sama dengan cuka. Sebagai bahan obat tradisional, perasan langsung buah jeruk nipis dipakai sebagai obat batuk, diberikan bersama dengan kapur untuk menurunkan demam. Perasannya juga dipakai sebagai obat batuk. B. TUJUAN a. Dapat mengenal tanaman jeruk nipis. b. Mengetahui pembudidayaan jeruk nipis.

b. Sedangkan tulang daunnya menyirip dengan tangkai bersayap.5-5 cm berwarna (kulit luar) hijau atau kekuning-kuningan. B. Sedang permukaan kulit luarnya berwarna tua dan kusam. Tingginya sekitar 0.5 m.5-2.25 cm dan lebar 0. Untuk daerah yang intensitas dan kecepatan anginnya tinggi tanaman penahan angin lebih baik ditanam berderet tegak lurus dengan arah angin. Klasifikasi Citrus aurantifolia dikenal dengan nama jeruk nipis. Tanaman jeruk umumnya menyukai tempat-tempat yang dapat memperoleh sinar matahari langsung (CCRC. Klasifikasi tanaman ini adalah sebagai berikut : Kingdom : Plantae Divisio : Spermatophyta Subdivisio : Angiospermae Klas : Dicotyledonae Bangsa : Rutales Famili : Rutaceae Genus : Citrus Species : Citrus aurantifolia (Cristm. Semua jenis jeruk tidak menyukai tempat yang terlindung dari sinar matahari. 6-7 atau 9 bulan basah (musim hujan). c. jeruk memerlukan 5-6. Bunganya berukuran majemuk/tunggal yang tumbuh di ketiak daun atau di ujung batang dengan diameter 1. berbentuk bulat telur atau lanset dengan panjang 0. dan tepi beringgit. MORFOLOGI dan TAKSONOMI Jeruk nipis (Citrus aurantifolia) termasuk salah satu jenis Citrus Geruk. Tergantung pada spesiesnya. ujung tumpul. hijau dan lebar 5-25 mm.BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. berbentuk ellips dengan pangkal membulat.7-1. Daunnya majemuk. Bulan basah ini diperlukan untuk perkembangan bunga dan buah agar tanahnya tetap lembab. Kecepatan angin yang lebih dari 40-48% akan merontokkan bunga dan buah. Iklim a. berduri. Temperatur optimal antara 25-30 derajat C namun ada yang masih dapat tumbuh normal pada 38 derajat C.7 cm berwama putih kekuningan dan tangkai putik silindris putih kekuningan. . SYARAT TUMBUH TANAMAN 1.) Swingle. Panjang daunyya mencapai 2. Di Indonesia tanaman ini sangat memerlukan air yang cukup terutama di bulan Juli-Agustus.4-0.25-0.5-9 cm dan lebarnya 2-5 cm. kelopak bungan berbentuk seperti mangkok berbagi 4-5 dengan diameter 0. Daun mahkota berjumlah 4-5. dan keras. Jeruk nipis termasuk jenis tumbuhan perdu yang banyak memiliki dahan dan ranting. Batang pohonnya berkayu ulet. Buahnya berbentuk bulat sebesar bola pingpong dengan diameter 3. d. Jeruk Keprok memerlukan temperatur 20 derajat C.5 cm. 2009) 2.5 cm berwarna putih Tanaman jeruk nipis pada umur 2.5 tahun sudah mulai berbuah.5-3. Buah jeruk nipis yang sudah tua rasanya asam. Tanaman jeruk nipis mempunyai akar tunggang.

mirip dengan induknya (true to type). busuk akar dan nematoda. d. Untuk kedua cara ini perlu dipersiapkan batang bawah (onderstam/rootstock) yang dipilih dari jenis jeruk dengan perakaran kuat dan luas. Areal persemaian memiliki tanah yang subur. c. Sebelum ditanami. Media tumbuh dalam polibag adalah campuran pupuk kandang dan sekam (2:1) atau pupuk kandang. Cara generative Biji diambil dari buah dengan cara memeras buah yang telah dipotong. Jarak petakan 0. Persyaratan Bibit Bibit jeruk yang biasa ditanam berasal dari perbanyakan vegetatif berupa penyambungan tunas pucuk. Bibit yang baik adalah yang bebas penyakit. Tanah diolah sedalam 30-4. berdiameter batang 2-3 cm. tata air dan udara baik. Tanaman jeruk dapat tumbuh dengan baik di daerah yang memiliki kemiringan sekitar 300.20 m membujur dari utara ke selatan. Biji dikeringanginkan di tempat yang tidak disinari selama 2-3 hari hingga lendirnya hilang. Pembibitan a.5 dengan pH optimum 6. 2. Biji ditanam dalam alur dengan jarak tanam 1-1. tambahkan pupuk kandang 1 kg/m2. pasir (1:1:1). cukup humus. Varietas batang bawah yang biasa .5–6.5 x 2 cm dan langsung disiram. sekam. c. akar tunggang berukuran sedang dan memiliki sertifikasi penangkaran bibit. Media Tanam a. Ketinggian Tempat Tinggi tempat dimana jeruk dapat dibudidayakan bervariasi dari dataran rendah sampai tinggi. Derajat keasaman tanah (pH tanah) yang cocok untuk budidaya jeruk adalah 5. Bibit dipindahtanam ke dalam polibag 15 x 35 cm setelah tingginya 20 cm pada umur 3-5 bulan. subur. tahan/toleran terhadap penyakit virus.e. Tanah yang baik adalah lempung sampai lempung berpasir dengan fraksi liat 727%. permukaan batang halus. Air tanah yang optimal berada pada kedalaman 150–200 cm di bawah permukaan tanah.15-1. akar serabut banyak. daya adaptasi lingkungan tinggi.5-1 m. debu 25-50% dan pasir < 50%. Cara Vegetatif Metode yang lazim dilakukan adalah penyambungan tunas pucuk dan penempelan mata tempel. b.cm dan dibuat petakan persemaian berukuran 1. persemaian diberi atap. Tanaman jeruk menyukai air yang mengandung garam sekitar 10%. Setelah tanam. e. Teknik Penyemaian Bibit a. CARA BERCOCOK TANAM 1. Penyiapan Bibit Bibit yang biasa digunakan untuk budidaya jeruk didapatkan dengan cara generatif dan vegetatif. Kelembaban optimum untuk pertumbuhan tanaman ini sekitar 70-80%. tahan kekeringan. C. Pada musim kemarau 150 cm dan pada musim hujan 50 cm. Jenis tanah Andosol dan Latosol sangat cocok untuk budidaya jeruk. 3. b. b.

 Penyulaman Dilakukan pada tanaman yang tidak tumbuh. dapat ditanam tanaman sela baik kacang-kacangan/sayuran. PEMELIHARAAN TANAMAN  Pengairan dan Penyiraman Penyiraman jangan menggenangi batang akar. perlu dilakukan: 1) Pengurangan daun dan cabang yang berlebihan. Sebelum tanaman berproduksi dan tajuknya saling menaungi. siram secukupnya dan diberi mulsa jerami.kandang=20 kg/tan. 2) Pengurangan akar. D. 1 bulan: Urea=100.digunakan oleh penangkar adalah Japanese citroen. ZK=100. ZA=200.  Pemupukan Pemberian jenis pupuk dan dosis (gram/tanaman) setelah penanaman adalah sebagai berikut: 1. TSP=25. tetapi sebaiknya ditanam diawal musim hujan. Jika air kurang tersedia. Setelah penanaman tanah dikembalikan lagi ke tempat asalnya. Setelah bibit ditaman. 1. Setelah tajuk saling menutupi. daun kelapa atau daun-daun yang bebas penyakit di sekitarnya. Tanaman diairi sedikitnya satu kali dalam seminggu pada musim kemarau. Bedengan (guludan) berukuran 1 x 1 x 1 m hanya dibuat jika jeruk ditanam di tanah sawah. tanah di sekitar tanaman digemburkan dan ditutup mulsa. Lahan yang akan ditamani dibersihkan dari tanaman lain atau sisa-sisa tanaman. 2. Jika ditanam di suatu bukit perlu dibuat sengkedan/teras. Sebelum ditanam. Tanah bagian dalam dipisahkan dengan tanah dari lapisan atas tanah (25 cm). Letakkan mulsa sedemikian rupa agar tidak menyentuh batang untuk menghindari kebusukan batang. Rough lemon. Troyer Citrange dan Carizzo citrange. P. 3) Pengaturan posisi akar agar jangan ada yang terlipat. Tanah berasal dari lapisan atas dicampur dengan 20 kg pupuk kandang. . tanaman sela diganti oleh rumput/tanaman legum penutup tanah yang sekaligus berfungsi sebagai penambah nitrogen bagi tanaman jeruk. Dolomit=20. Pengolahan Media Tanam Tanaman jeruk ditanam di tegalan tanah sawah/di lahan berlereng. Jarak tanam bervariasi untuk setiap jenis jeruk dapat dilihat pada data berikut ini: 1) Keprok dan Siem : jarak tanam 5 x 5 m 2) Manis : jarak tanam 7 x 7 m 3) Sitrun (Citroen) : jarak tanam 6 x 7 m 4) Nipis : jarak tanam 4 x 4 m 5) Grape fruit : jarak tanam 8 x 8 m 6) Besar : jarak tanam (10-12) x (10-12) m Lubang tanam hanya dibuat pada tanah yang belum diolah dan dibuat 2 minggu sebelum tanah. Cleopatra. Teknik Penanaman Bibit jeruk dapat ditanam pada musim hujan atau musim kemarau jika tersedia air untuk menyirami.

ZA=400. 2 bulan: Urea=200. ZA=1600. ZA=1200.2.) Bagian yang diserang adalah tangkai. TSP=150. 8.kandang=120 kg/tan. 5. P. ZK=800. ZA=600. 6 bulan: Urea=600. 3 bulan: Urea=300. ZA=1000. tanaman mati. menggulung. daun dan buah.kandang=80 kg/ta 5 bulan: Urea=500. TSP=50. Dolomit=100. 6. ZK=300. Penambahan tanah perlu dilakukan jika pangkal akar sudah mulai terlihat. P. 7) Ulat penggerek bunga dan puru buah (Prays sp. ZK=500. Gejala: alur melingkar transparan atau keperakan.) . P.kandang=140 kg/tan. P.) Bagian yang diserang adalah daun muda. ZK=600.) Bagian yang diserang Helopeltis antonii. Penyemprotan dilakukan menjelang dan saat bertunas. Kemudian daun dipetik dan dibenamkan dalam tanah.kandang=40 kg/tan. Dolomit=120. TSP=75.  Hama Dan Penyakit 1. Pengendalian: semprotkan insektisida dengan bahan aktif Methidathion. Hama 1) Kutu loncat (Diaphorina citri. daun muda. 4. kuncup daun. Gejala: daun menggulung dan membekas sampai daun dewasa. Eriophyes sheldoni Tetranychus sp Bagian yang diserang adalah tangkai. Gejala: bercak coklat kehitaman dengan pusat berwarna lebih terang pada tunas dan buah muda.) Bagian yang diserang adalah buah.  Pembubunan Jika ditanam di tanah berlereng. Dolomit=140. rontok. Dolomit=80. ZA=1400. ZK=800. P. Aphis gossypii. TSP=200. 8 bulan: Urea >1000. Selain itu buang bagian yang terserang. ZA=800. 4) Tungau (Tenuipalsus sp. TSP=100.kandang=200 kg/tan. Dimethoate. Gejala: tunas keriting. 3. P. 7 bulan: Urea=700.. ZK=400. Dolomit=60. ZK=200. Dolomit=40. Pengendalian: semprotkan insektisida dengan bahan aktif Methomil. Methidathion yang disemprotkan pada buah berumur 2-5 minggu. tunas/daun muda mengkerut. . 5) Penggerek buah (Citripestis sagittiferella. Pengendalian: memetik buah yang terinfeksi kemudian menggunakan insektisida Methomyl. Pengendalian: semprotkan akarisida berahan aktif Propargite. TSP=175. Gejala: bercak keperakperakan atau coklat pada buah dan bercak kuning atau coklat pada daun. 3) Ulat peliang daun (Phyllocnistis citrella.) Bagian yang diserang adalah tunas muda dan bunga. P. Pengendalian: menggunakan insektisida dengan bahan aktif Methidathion. TSP=125. tunas. 8 bulan: Urea=800.kandang=160 kg/tan. Dicofol. Dolomit=200. perlu diperhatikan apakah ada tanah di sekitar perakaran yang tererosi. Gejala: lubang yang mengeluarkan getah. 6) Kutu penghisap daun (Helopeltis antonii. ZK=700.kandang=100 kg/tan. 2) Kutu daun (Toxoptera citridus aurantii. 9. 7. ZA=2000. Dolomit=160.kandang=60 kg/ta 4 bulan: Urea=400. P. TSP=200. bercak disertai keluarnya cairan buah yang menjadi nekrosis. Pengendalian: menggunakan insektisida bahan aktif dimethoate.

Gejala: lekuk batang . asam. Kemudian buang bagian yang diserang. Pengendalian: gunakan Feromon Methyl-Eugenol atau protein Hydrolisate. Bagian yang diserang jeruk manis. buah gugur.3-0. Gejala: daun gugur. Methidathion. 3) Woody gall (Vein Enation) . Pengendalian: menjaga agar tajuk tanaman tidak terlalu rapat dan sinar matahari measuk ke bagian tajuk. pada masa bertunas. Pengendalian: perhatikan sanitasi kebun. buah kecil. bekas luka berwarna coklat keabu-abuan kadang-kadang disertai nekrotis. besar dan batang bawah jeruk Japanese citroen. kering dan gugur. vena daun. Kemudian gunakan insektisida Carbaryl (Sevin 85 S) dan Diazinon (Basudin 60 EC. Gejala: daun sempit. buah dan tangkai. bunga mudah rontok. kemudian kendalikan vektor dengan insektisida Supracide atau Cascade. Gejala: daun berwarna kuning. 10 G). kecil. Gejala: berkas berwarna kuning. 2) Tristeza Penyebab: virus Citrus tristeza dengan vektor Toxoptera. Gejala: bekas lubang-lubang bergaris tengah 0. mengering dan buah gugur. Pengendalian: perbaiki sanitasi kebun. Pengendalian: gunakan tanaman sehat dan bebas CVPD. tepi daun menggulung ke atas. belatung kecil di bagian dalam buah. Selain itu penempatan lokasi kebun minimal 5 km dari kebun jeruk yang terserang CVPD. buah muda gugur sebelum tua. Penyakit 1) CVPD Penyebab: Bacterium like organism dengan vektor kutu loncat Diaphorina citri. Kemudian gunakan insektisida berbahan aktif. kurangi kelembaban perakaran. memusnahkan tanaman yang terserang. biji rusak dan pangkal buah oranye.5 cm. bercak khlorotis dan gugur daun. Gejala: lubang kecil di bagian tengah. 8) Thrips (Scirtotfrips citri. 9) Kutu dompolon (Planococcus citri.) Bagian yang diserang adalah daun tua pada ranting atau dahan bagian bawah. pertumbuhan terhambat. Kemudian cegah datangnya semut yang dapat memindahkan kutu. 11) Kutu sisik (Lepidosaphes beckii Unaspis citri.) Bagian yang diserang adalah tangkai buah.) Bagian yang diserang daun.) Bagian yang diserang adalah tangkai dan daun muda. 2. Pada gejala serangan berat terlihat ranting dan cabang kering dan kulit retak buah gugur. Pengendalian: gunakan insektisida dengan bahan aktif Methomyl dan Methidathion. Bagian yang diserang: silinder pusat (phloem) batang. hindari memakai mulsa jerami.) Bagian yang diserang adalah buah yang hampir masak. Pengendalian: gunakan pestisida Methidhation. daun di ujung tunas menjadi hitam. 10) Lalat buah (Dacus sp. nipis. Gunakan insektisida untuk vektor dan perhatikan sanitasi kebun yang baik. Gejala: helai daun menebal. 12) Kumbang belalai (Maeuterpes dentipes. ranting muda kadang-kadang mati. Pengendalian: gunakan insektisda Methomyl.Bagian yang diserang adalah kuncup bunga jeruk manis atau jeruk bes. lancip. daun kaku pemucatan.

Pengendalian: Fungisida Benomyl atau . Pengendalian: pemangkasan teratur. Phytophtora citriphora. Pengendalian: hindari kerusakan mekanis. 7) Busuk buah Penyebab: Penicillium spp. Aphis gossypii. kulit kering dan mengelupas. Pengendalian: kulit yang terinfeksi dikelupas dan disaput fungisida carbolineum. 6) Kudis Penyebab: jamur Sphaceloma fawcetti. buat tinggi tempelan minimum 20 cm dari permukaan tanah. 8) Busuk akar dan pangkal batang Penyebab: jamur Phyrophthoranicotianae. bekas potongan diberi karbolineum atau fungisida Cu. Rough lemon dan Sour Orange. Gejala: kulit ketiak cabang menghasilkan gom yang menarik perhatian kumbang. Gejala: tunas tidak segar. Bagian yang diserang adalah daun. luka membesar dan tampak seperti gabus pecah dengan diameter 3-5 mm. Copper oxychlorida. Bagian yang diserang adalah daun. pelilinan buah dan pemangkasan bagian bawah pohon. manis. 4) Blendok Penyebab: jamur Diplodia natalensis. Gejala: bercak kecil jernih yang berubah menjadi gabus berwarna kuning atau oranye. Bagian yang diserang adalah akar dan pangkal batang serta daun di bagian ujung dahan berwarna kuning. Bagian yang diserang adalah batang. batang kering dan sulit dikelupas. Bagian yang diserang: Jeruk nipis. tanaman kering. Gejala: Tonjolan tidak teratur yang tersebar pada tulang daun di permukaan daun. 9) Buah gugur premature Penyebab: jamur Fusarium sp. sterilisasi tanah pada waktu penanaman. Gejala: tepung berwarna putih di daun dan tangkai muda. Gejala: bercak kecil berwarna hijau-gelap atau kuning di sepanjang tepi. tangkai atau buah. Bagian yang diserang adalah daun dan tangkai muda. Pengendalian: pemotongan cabang terinfeksi. 10) Jamur upas Penyebab: Upasia salmonicolor. Pengendalian: gunaan mata tempel bebas virus dan perhatikan sanitasi lingkungan. tangkai. 11) Kanker Penyebab: bakteri Xanthomonas campestris Cv. celupkan buah ke dalam air panas/fungis. Pengendalian: gunakan fungisida. Botryodiplodia theobromae. dan fungisida Benomyl 2 kali dalam setahun.Penyebab: virus Citrus Vein Enation dengan vektor Toxoptera citridus. Kemudian gunakan Fungisida Dithiocarbamate /Benomyl (Benlate). Bagian yang diserang adalah buah. Kemudian potong cabang yang terinfeksi. Citri. Pengendalian: pengolahan dan pengairan yang baik. Gejala: retakan melintang pada batang dan keluarnya gom. Colletotrichum sp. Gejala: terdapat tepung-tepung padat berwarna hijau kebiruan pada permukaan kulit. Alternaria sp. siem. Selain itu untuk . buah. warna kayu jadi keabu-abuan. Bagian yang diserang: buah dan bunga Gejala: dua-empat minggu sebelum panen buah gugur. 5) Embun tepung Penyebab: jamur Odidium tingitanium. Bagian yang diserang adalah batang atau cabang. Pengendalian: Fungisida Cu seperti Bubur Bordeaux.

Buah disusun sedemikian rupa sehingga di antara buah jeruk ada ruang udara bebas tetapi buah tidak dapat bergerak. 2. E. selanjutnya buah disortasi/dipisahkan dari buah yang busuk. . gunakan tempat yang sehat dan bersih dengan temperatur ruangan 8-10 derajat C. Sortasi dilakukan berdasarkan diameter dan berat buah yang biasanya terdiri atas 4 kelas. memar dan buang buah yang rusak. Pengemasan Sebelum pengiriman. Kelas A adalah buah dengan diameter dan berat terbesar sedangkan kelas D memiliki diameter dan berat terkecil.mencegah serangan ulat peliang daun adalah dengan mencelupkan mata tempel ke dalam 1. Penyimpanan Untuk menyimpan buah jeruk.000 ppm Streptomycin selama 1 jam. 3. Pisahkan buah yang mutunya rendah. Pengepakan jangan terlalu padat agar buah tidak rusak. buah dikemas di dalam keranjang bambu/kayu tebal yang tidak terlalu berat untuk kebutuhan lokal dan kardus untuk ekspor. Penyortiran dan Penggolongan Setelah buah dipetik dan dikumpulkan. PASCA PANEN 1. buah dikumpulkan di tempat yang teduh dan bersih. Kemudian buah jeruk digolongkan sesuai dengan ukuran dan jenisnya. Wadah untuk mengemas jeruk berkapasitas 50-60 kg. Pengumpulan Di kebun. 4.

Jeruk nipis termasuk jenis tumbuhan perdu yang banyak memiliki dahan dan ranting.5-9 cm dan lebarnya 2-5 cm. Batang pohonnya berkayu ulet.W. aupfisis (Seram). kita dapat mengetahui cara budidaya tanaman jeruk nipis. Citrus lima Luman. ausinepsis. Citrus acidaRoxb. Daunnya majemuk. Meyer. di pulau Jawa dikenal dengan nama jeruk nipis (Sunda) dan jeruk pecel (Jawa). di pulau Kalimantan dikenal dengan nama lemau nepi. Tingginya sekitar 0. Dan dapat meningkatkan kualitas produksi yang dihasilkan maka diharapkan perlu adanya perhatian khusus dalam hal proses pengolahan jeruk nipis. berbentuk ellips dengan pangkal membulat. inta. Citrus aurantium Jeruk nipis termasuk salah satu jenis citrus Geruk. lemonepis. Citrus limoniaOsbeck.. usinepese (Ambon) dan Wanabeudu (Halmahera) sedangkan di Nusa tenggara disebut jeruk alit. B. mudutelong (Flores). SARAN Setelah membaca makalah diatas. dangaceta (Bima). kapulungan. lemo kapasa (Bugis) dan lemo kadasa (Makasar).. KESIMPULAN Tanaman Citrus aurantifolia (Cristm.5-3. . berduri. lemo (Bali). Panjang daunyya mencapai 2. di pulau Sulawesi dengan nama lemo ape. ujung tumpul. Citrus spinosissima G. Sinonim : Limonia aurantifolia Christm. Limon spinosum Mill.5 m. Sedang permukaan kulit luarnya berwarna tua dan kusam.. mudakenelo (Solor) dan delomakii (Rote).F. di Maluku dengan naman puhat em nepi (Buru). dan keras.BAB III PENUTUP A.) Swingle dikenal di pulau Sumatra dengan nama Kelangsa (Aceh). ahusi hisni. dan tepi beringgit.

http://edis.ufl. Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan.com/ Kemal Prihatman.DAFTAR PUSTAKA Cancer Chemoprevention Research Center (CCRC) . Jeruk Nipis (Citrus aurantiifolia).com/journal/item/3 Ferguson. 2008.edu/body Chi 96. http://ccrcfarmasiugm.ifas.Medicinal Use of Citrus Scienses departmenr.wordpress.Cooperative extension services Institute of Food Agricultural Science. University of Florida. Yogyakarta.2002. 2009. BAPPENAS Jakarta. Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada. Gainesville (on line). http://otrad. . Budidaya Jeruk.multiply. Februari 2000.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful