P. 1
Makalah jeruk nipis

Makalah jeruk nipis

|Views: 1,043|Likes:

More info:

Published by: Jerry Skate RasBebas on Apr 05, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/30/2014

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG.

Jeruk nipis atau limau nipis adalah tumbuhan perdu yang menghasilkan buahdengan nama sama. Tumbuhan ini dimanfaatkan buahnya, yang biasanya bulat, berwarna hijau atau kuning, memiliki diameter 3-6 cm, umumnya mengandungdaging buah masam, agak serupa rasanya dengan lemon. Jeruk nipis, yang sering dinamakan secara salah kaprah sebagai jeruk limau, dipakai perasan isi buahnya untuk memasamkan makanan, seperti pada soto. Fungsinya sama dengan cuka. Sebagai bahan obat tradisional, perasan langsung buah jeruk nipis dipakai sebagai obat batuk, diberikan bersama dengan kapur untuk menurunkan demam. Perasannya juga dipakai sebagai obat batuk. B. TUJUAN a. Dapat mengenal tanaman jeruk nipis. b. Mengetahui pembudidayaan jeruk nipis.

Untuk daerah yang intensitas dan kecepatan anginnya tinggi tanaman penahan angin lebih baik ditanam berderet tegak lurus dengan arah angin. Temperatur optimal antara 25-30 derajat C namun ada yang masih dapat tumbuh normal pada 38 derajat C. Kecepatan angin yang lebih dari 40-48% akan merontokkan bunga dan buah. ujung tumpul. Iklim a. Sedang permukaan kulit luarnya berwarna tua dan kusam. jeruk memerlukan 5-6. Sedangkan tulang daunnya menyirip dengan tangkai bersayap. dan keras. Tanaman jeruk nipis mempunyai akar tunggang. Buah jeruk nipis yang sudah tua rasanya asam. Klasifikasi Citrus aurantifolia dikenal dengan nama jeruk nipis.4-0.5-5 cm berwarna (kulit luar) hijau atau kekuning-kuningan. Tanaman jeruk umumnya menyukai tempat-tempat yang dapat memperoleh sinar matahari langsung (CCRC.5 cm. c. Jeruk nipis termasuk jenis tumbuhan perdu yang banyak memiliki dahan dan ranting. . Jeruk Keprok memerlukan temperatur 20 derajat C. SYARAT TUMBUH TANAMAN 1. B. d. dan tepi beringgit. Klasifikasi tanaman ini adalah sebagai berikut : Kingdom : Plantae Divisio : Spermatophyta Subdivisio : Angiospermae Klas : Dicotyledonae Bangsa : Rutales Famili : Rutaceae Genus : Citrus Species : Citrus aurantifolia (Cristm.5-2. b.25-0.7 cm berwama putih kekuningan dan tangkai putik silindris putih kekuningan. berbentuk bulat telur atau lanset dengan panjang 0. Bunganya berukuran majemuk/tunggal yang tumbuh di ketiak daun atau di ujung batang dengan diameter 1. Di Indonesia tanaman ini sangat memerlukan air yang cukup terutama di bulan Juli-Agustus. Bulan basah ini diperlukan untuk perkembangan bunga dan buah agar tanahnya tetap lembab.5-3. Batang pohonnya berkayu ulet. hijau dan lebar 5-25 mm. Panjang daunyya mencapai 2. Semua jenis jeruk tidak menyukai tempat yang terlindung dari sinar matahari. Tergantung pada spesiesnya. 2009) 2.25 cm dan lebar 0. MORFOLOGI dan TAKSONOMI Jeruk nipis (Citrus aurantifolia) termasuk salah satu jenis Citrus Geruk.5 cm berwarna putih Tanaman jeruk nipis pada umur 2. Daunnya majemuk.BAB II TINJAUAN PUSTAKA A.5-9 cm dan lebarnya 2-5 cm. 6-7 atau 9 bulan basah (musim hujan). Daun mahkota berjumlah 4-5.5 m.5 tahun sudah mulai berbuah.7-1.) Swingle. kelopak bungan berbentuk seperti mangkok berbagi 4-5 dengan diameter 0. berduri. Tingginya sekitar 0. berbentuk ellips dengan pangkal membulat. Buahnya berbentuk bulat sebesar bola pingpong dengan diameter 3.

berdiameter batang 2-3 cm. Derajat keasaman tanah (pH tanah) yang cocok untuk budidaya jeruk adalah 5. Tanah diolah sedalam 30-4. akar serabut banyak. Cara generative Biji diambil dari buah dengan cara memeras buah yang telah dipotong. Jenis tanah Andosol dan Latosol sangat cocok untuk budidaya jeruk. Kelembaban optimum untuk pertumbuhan tanaman ini sekitar 70-80%. CARA BERCOCOK TANAM 1. Biji dikeringanginkan di tempat yang tidak disinari selama 2-3 hari hingga lendirnya hilang. Pada musim kemarau 150 cm dan pada musim hujan 50 cm.5–6. e. Persyaratan Bibit Bibit jeruk yang biasa ditanam berasal dari perbanyakan vegetatif berupa penyambungan tunas pucuk. Teknik Penyemaian Bibit a. pasir (1:1:1). c. persemaian diberi atap. subur. Media tumbuh dalam polibag adalah campuran pupuk kandang dan sekam (2:1) atau pupuk kandang. Sebelum ditanami. b. akar tunggang berukuran sedang dan memiliki sertifikasi penangkaran bibit.5 dengan pH optimum 6. 3. b. Tanaman jeruk dapat tumbuh dengan baik di daerah yang memiliki kemiringan sekitar 300. debu 25-50% dan pasir < 50%. Bibit dipindahtanam ke dalam polibag 15 x 35 cm setelah tingginya 20 cm pada umur 3-5 bulan. daya adaptasi lingkungan tinggi. Jarak petakan 0. c. tahan/toleran terhadap penyakit virus. Setelah tanam.5-1 m. Ketinggian Tempat Tinggi tempat dimana jeruk dapat dibudidayakan bervariasi dari dataran rendah sampai tinggi. Bibit yang baik adalah yang bebas penyakit. Pembibitan a. busuk akar dan nematoda. Untuk kedua cara ini perlu dipersiapkan batang bawah (onderstam/rootstock) yang dipilih dari jenis jeruk dengan perakaran kuat dan luas. sekam. tahan kekeringan. cukup humus. Media Tanam a. b. d.e. mirip dengan induknya (true to type). Penyiapan Bibit Bibit yang biasa digunakan untuk budidaya jeruk didapatkan dengan cara generatif dan vegetatif. Areal persemaian memiliki tanah yang subur. tambahkan pupuk kandang 1 kg/m2.15-1.20 m membujur dari utara ke selatan. C. Cara Vegetatif Metode yang lazim dilakukan adalah penyambungan tunas pucuk dan penempelan mata tempel. 2. Tanah yang baik adalah lempung sampai lempung berpasir dengan fraksi liat 727%. permukaan batang halus. Tanaman jeruk menyukai air yang mengandung garam sekitar 10%.5 x 2 cm dan langsung disiram.cm dan dibuat petakan persemaian berukuran 1. Air tanah yang optimal berada pada kedalaman 150–200 cm di bawah permukaan tanah. Varietas batang bawah yang biasa . Biji ditanam dalam alur dengan jarak tanam 1-1. tata air dan udara baik.

Jarak tanam bervariasi untuk setiap jenis jeruk dapat dilihat pada data berikut ini: 1) Keprok dan Siem : jarak tanam 5 x 5 m 2) Manis : jarak tanam 7 x 7 m 3) Sitrun (Citroen) : jarak tanam 6 x 7 m 4) Nipis : jarak tanam 4 x 4 m 5) Grape fruit : jarak tanam 8 x 8 m 6) Besar : jarak tanam (10-12) x (10-12) m Lubang tanam hanya dibuat pada tanah yang belum diolah dan dibuat 2 minggu sebelum tanah. Letakkan mulsa sedemikian rupa agar tidak menyentuh batang untuk menghindari kebusukan batang. Jika ditanam di suatu bukit perlu dibuat sengkedan/teras. Jika air kurang tersedia. ZA=200. perlu dilakukan: 1) Pengurangan daun dan cabang yang berlebihan. Setelah penanaman tanah dikembalikan lagi ke tempat asalnya. D. .digunakan oleh penangkar adalah Japanese citroen. 1 bulan: Urea=100.kandang=20 kg/tan. siram secukupnya dan diberi mulsa jerami. Sebelum tanaman berproduksi dan tajuknya saling menaungi.  Pemupukan Pemberian jenis pupuk dan dosis (gram/tanaman) setelah penanaman adalah sebagai berikut: 1. 3) Pengaturan posisi akar agar jangan ada yang terlipat. Tanaman diairi sedikitnya satu kali dalam seminggu pada musim kemarau.  Penyulaman Dilakukan pada tanaman yang tidak tumbuh. tanaman sela diganti oleh rumput/tanaman legum penutup tanah yang sekaligus berfungsi sebagai penambah nitrogen bagi tanaman jeruk. Tanah bagian dalam dipisahkan dengan tanah dari lapisan atas tanah (25 cm). Pengolahan Media Tanam Tanaman jeruk ditanam di tegalan tanah sawah/di lahan berlereng. Lahan yang akan ditamani dibersihkan dari tanaman lain atau sisa-sisa tanaman. TSP=25. tanah di sekitar tanaman digemburkan dan ditutup mulsa. Setelah tajuk saling menutupi. dapat ditanam tanaman sela baik kacang-kacangan/sayuran. P. daun kelapa atau daun-daun yang bebas penyakit di sekitarnya. 2. Tanah berasal dari lapisan atas dicampur dengan 20 kg pupuk kandang. Bedengan (guludan) berukuran 1 x 1 x 1 m hanya dibuat jika jeruk ditanam di tanah sawah. 1. 2) Pengurangan akar. tetapi sebaiknya ditanam diawal musim hujan. Troyer Citrange dan Carizzo citrange. PEMELIHARAAN TANAMAN  Pengairan dan Penyiraman Penyiraman jangan menggenangi batang akar. Cleopatra. ZK=100. Dolomit=20. Setelah bibit ditaman. Sebelum ditanam. Rough lemon. Teknik Penanaman Bibit jeruk dapat ditanam pada musim hujan atau musim kemarau jika tersedia air untuk menyirami.

ZA=1400. 3. TSP=75. daun muda.kandang=200 kg/tan. kuncup daun. ZK=500. 4. P.) . ZK=700. tunas.kandang=40 kg/tan.2. P. Dolomit=60.  Pembubunan Jika ditanam di tanah berlereng. ZA=800.) Bagian yang diserang adalah tunas muda dan bunga. Gejala: alur melingkar transparan atau keperakan.  Hama Dan Penyakit 1. Gejala: bercak keperakperakan atau coklat pada buah dan bercak kuning atau coklat pada daun. rontok.kandang=80 kg/ta 5 bulan: Urea=500.kandang=60 kg/ta 4 bulan: Urea=400. Gejala: tunas keriting. ZK=400. tunas/daun muda mengkerut. Pengendalian: semprotkan insektisida dengan bahan aktif Methidathion. P.kandang=140 kg/tan. P. 3) Ulat peliang daun (Phyllocnistis citrella. Dolomit=120. Dimethoate. P. 5) Penggerek buah (Citripestis sagittiferella. TSP=200. Kemudian daun dipetik dan dibenamkan dalam tanah. Aphis gossypii. 7) Ulat penggerek bunga dan puru buah (Prays sp. Eriophyes sheldoni Tetranychus sp Bagian yang diserang adalah tangkai. . Dolomit=80. 5.. Pengendalian: memetik buah yang terinfeksi kemudian menggunakan insektisida Methomyl. Hama 1) Kutu loncat (Diaphorina citri. 6 bulan: Urea=600. Gejala: bercak coklat kehitaman dengan pusat berwarna lebih terang pada tunas dan buah muda. menggulung. Gejala: daun menggulung dan membekas sampai daun dewasa. Selain itu buang bagian yang terserang. Penambahan tanah perlu dilakukan jika pangkal akar sudah mulai terlihat. perlu diperhatikan apakah ada tanah di sekitar perakaran yang tererosi. Dicofol. 9. ZK=300. Penyemprotan dilakukan menjelang dan saat bertunas. ZA=400. ZA=600. Pengendalian: semprotkan akarisida berahan aktif Propargite. 8 bulan: Urea >1000. 8. 7 bulan: Urea=700. 3 bulan: Urea=300. 2) Kutu daun (Toxoptera citridus aurantii. Dolomit=140. 8 bulan: Urea=800. 4) Tungau (Tenuipalsus sp.kandang=120 kg/tan. Methidathion yang disemprotkan pada buah berumur 2-5 minggu. P. ZK=600. Pengendalian: semprotkan insektisida dengan bahan aktif Methomil. TSP=175. TSP=50. 6) Kutu penghisap daun (Helopeltis antonii. TSP=200. ZK=800. 6. Dolomit=160. tanaman mati. ZK=800.) Bagian yang diserang Helopeltis antonii. bercak disertai keluarnya cairan buah yang menjadi nekrosis. TSP=125. P. P. Pengendalian: menggunakan insektisida dengan bahan aktif Methidathion.kandang=100 kg/tan. Dolomit=200.) Bagian yang diserang adalah buah.) Bagian yang diserang adalah daun muda. ZA=1000. 2 bulan: Urea=200. ZA=1600. Pengendalian: menggunakan insektisida bahan aktif dimethoate. Dolomit=40.) Bagian yang diserang adalah tangkai. Dolomit=100. ZK=200.kandang=160 kg/tan. ZA=2000. TSP=100. ZA=1200. TSP=150. 7. Gejala: lubang yang mengeluarkan getah. daun dan buah.

Bagian yang diserang adalah kuncup bunga jeruk manis atau jeruk bes. Pengendalian: gunakan pestisida Methidhation. besar dan batang bawah jeruk Japanese citroen. daun di ujung tunas menjadi hitam.) Bagian yang diserang adalah daun tua pada ranting atau dahan bagian bawah. Kemudian gunakan insektisida Carbaryl (Sevin 85 S) dan Diazinon (Basudin 60 EC. Pengendalian: gunakan insektisida dengan bahan aktif Methomyl dan Methidathion.5 cm. bunga mudah rontok. Gejala: daun berwarna kuning. buah gugur. Gejala: bekas lubang-lubang bergaris tengah 0. Gejala: lubang kecil di bagian tengah. Bagian yang diserang jeruk manis. 10) Lalat buah (Dacus sp. lancip. kurangi kelembaban perakaran.3-0. bekas luka berwarna coklat keabu-abuan kadang-kadang disertai nekrotis. Kemudian gunakan insektisida berbahan aktif. Bagian yang diserang: silinder pusat (phloem) batang. tepi daun menggulung ke atas. 10 G). Gejala: daun sempit. buah dan tangkai. 11) Kutu sisik (Lepidosaphes beckii Unaspis citri.) Bagian yang diserang adalah buah yang hampir masak. buah muda gugur sebelum tua. Kemudian cegah datangnya semut yang dapat memindahkan kutu. Gejala: helai daun menebal. pertumbuhan terhambat. Selain itu penempatan lokasi kebun minimal 5 km dari kebun jeruk yang terserang CVPD. kecil. kemudian kendalikan vektor dengan insektisida Supracide atau Cascade. kering dan gugur. Pengendalian: perhatikan sanitasi kebun. 12) Kumbang belalai (Maeuterpes dentipes. memusnahkan tanaman yang terserang. Methidathion.) Bagian yang diserang adalah tangkai buah. biji rusak dan pangkal buah oranye. 9) Kutu dompolon (Planococcus citri. Pengendalian: menjaga agar tajuk tanaman tidak terlalu rapat dan sinar matahari measuk ke bagian tajuk. buah kecil. daun kaku pemucatan. asam.) Bagian yang diserang daun. ranting muda kadang-kadang mati. Gunakan insektisida untuk vektor dan perhatikan sanitasi kebun yang baik. Gejala: berkas berwarna kuning. Kemudian buang bagian yang diserang. hindari memakai mulsa jerami. Pengendalian: gunakan tanaman sehat dan bebas CVPD. 2) Tristeza Penyebab: virus Citrus tristeza dengan vektor Toxoptera. 8) Thrips (Scirtotfrips citri. Pada gejala serangan berat terlihat ranting dan cabang kering dan kulit retak buah gugur. nipis. pada masa bertunas.) Bagian yang diserang adalah tangkai dan daun muda. 2. Pengendalian: gunakan insektisda Methomyl. belatung kecil di bagian dalam buah. Penyakit 1) CVPD Penyebab: Bacterium like organism dengan vektor kutu loncat Diaphorina citri. mengering dan buah gugur. Pengendalian: gunakan Feromon Methyl-Eugenol atau protein Hydrolisate. Pengendalian: perbaiki sanitasi kebun. vena daun. bercak khlorotis dan gugur daun. Gejala: lekuk batang . Gejala: daun gugur. 3) Woody gall (Vein Enation) .

buat tinggi tempelan minimum 20 cm dari permukaan tanah. 11) Kanker Penyebab: bakteri Xanthomonas campestris Cv. luka membesar dan tampak seperti gabus pecah dengan diameter 3-5 mm. Gejala: tepung berwarna putih di daun dan tangkai muda. tanaman kering. siem. Pengendalian: hindari kerusakan mekanis. pelilinan buah dan pemangkasan bagian bawah pohon. Pengendalian: Fungisida Benomyl atau . Bagian yang diserang adalah daun. Bagian yang diserang adalah daun. buah. Copper oxychlorida. kulit kering dan mengelupas. Bagian yang diserang: Jeruk nipis. Pengendalian: kulit yang terinfeksi dikelupas dan disaput fungisida carbolineum.Penyebab: virus Citrus Vein Enation dengan vektor Toxoptera citridus. 5) Embun tepung Penyebab: jamur Odidium tingitanium. tangkai. Gejala: tunas tidak segar. Botryodiplodia theobromae. Gejala: kulit ketiak cabang menghasilkan gom yang menarik perhatian kumbang. Gejala: bercak kecil berwarna hijau-gelap atau kuning di sepanjang tepi. Gejala: terdapat tepung-tepung padat berwarna hijau kebiruan pada permukaan kulit. Bagian yang diserang adalah batang. Aphis gossypii. bekas potongan diberi karbolineum atau fungisida Cu. tangkai atau buah. Gejala: retakan melintang pada batang dan keluarnya gom. Bagian yang diserang adalah buah. Alternaria sp. Pengendalian: pengolahan dan pengairan yang baik. Rough lemon dan Sour Orange. Bagian yang diserang: buah dan bunga Gejala: dua-empat minggu sebelum panen buah gugur. 4) Blendok Penyebab: jamur Diplodia natalensis. Bagian yang diserang adalah batang atau cabang. Phytophtora citriphora. Selain itu untuk . Pengendalian: pemangkasan teratur. manis. Pengendalian: pemotongan cabang terinfeksi. 6) Kudis Penyebab: jamur Sphaceloma fawcetti. Bagian yang diserang adalah akar dan pangkal batang serta daun di bagian ujung dahan berwarna kuning. batang kering dan sulit dikelupas. Pengendalian: Fungisida Cu seperti Bubur Bordeaux. Citri. 10) Jamur upas Penyebab: Upasia salmonicolor. dan fungisida Benomyl 2 kali dalam setahun. Kemudian gunakan Fungisida Dithiocarbamate /Benomyl (Benlate). sterilisasi tanah pada waktu penanaman. 7) Busuk buah Penyebab: Penicillium spp. Colletotrichum sp. celupkan buah ke dalam air panas/fungis. Kemudian potong cabang yang terinfeksi. Bagian yang diserang adalah daun dan tangkai muda. 9) Buah gugur premature Penyebab: jamur Fusarium sp. Pengendalian: gunaan mata tempel bebas virus dan perhatikan sanitasi lingkungan. warna kayu jadi keabu-abuan. Pengendalian: gunakan fungisida. Gejala: Tonjolan tidak teratur yang tersebar pada tulang daun di permukaan daun. Gejala: bercak kecil jernih yang berubah menjadi gabus berwarna kuning atau oranye. 8) Busuk akar dan pangkal batang Penyebab: jamur Phyrophthoranicotianae.

Pisahkan buah yang mutunya rendah. gunakan tempat yang sehat dan bersih dengan temperatur ruangan 8-10 derajat C. Pengumpulan Di kebun. Penyimpanan Untuk menyimpan buah jeruk. Kemudian buah jeruk digolongkan sesuai dengan ukuran dan jenisnya. Sortasi dilakukan berdasarkan diameter dan berat buah yang biasanya terdiri atas 4 kelas. 4. 2. .mencegah serangan ulat peliang daun adalah dengan mencelupkan mata tempel ke dalam 1. Pengemasan Sebelum pengiriman.000 ppm Streptomycin selama 1 jam. 3. Wadah untuk mengemas jeruk berkapasitas 50-60 kg. PASCA PANEN 1. Penyortiran dan Penggolongan Setelah buah dipetik dan dikumpulkan. E. buah dikemas di dalam keranjang bambu/kayu tebal yang tidak terlalu berat untuk kebutuhan lokal dan kardus untuk ekspor. Kelas A adalah buah dengan diameter dan berat terbesar sedangkan kelas D memiliki diameter dan berat terkecil. selanjutnya buah disortasi/dipisahkan dari buah yang busuk. buah dikumpulkan di tempat yang teduh dan bersih. Pengepakan jangan terlalu padat agar buah tidak rusak. memar dan buang buah yang rusak. Buah disusun sedemikian rupa sehingga di antara buah jeruk ada ruang udara bebas tetapi buah tidak dapat bergerak.

Dan dapat meningkatkan kualitas produksi yang dihasilkan maka diharapkan perlu adanya perhatian khusus dalam hal proses pengolahan jeruk nipis. Sedang permukaan kulit luarnya berwarna tua dan kusam. Citrus limoniaOsbeck. Citrus acidaRoxb. kita dapat mengetahui cara budidaya tanaman jeruk nipis. berbentuk ellips dengan pangkal membulat. . di pulau Jawa dikenal dengan nama jeruk nipis (Sunda) dan jeruk pecel (Jawa).F. aupfisis (Seram). Batang pohonnya berkayu ulet. mudakenelo (Solor) dan delomakii (Rote).... Citrus aurantium Jeruk nipis termasuk salah satu jenis citrus Geruk. ujung tumpul. mudutelong (Flores). di pulau Sulawesi dengan nama lemo ape. lemonepis. Sinonim : Limonia aurantifolia Christm. di pulau Kalimantan dikenal dengan nama lemau nepi. di Maluku dengan naman puhat em nepi (Buru). ausinepsis.5-9 cm dan lebarnya 2-5 cm. usinepese (Ambon) dan Wanabeudu (Halmahera) sedangkan di Nusa tenggara disebut jeruk alit. Citrus lima Luman. dangaceta (Bima). KESIMPULAN Tanaman Citrus aurantifolia (Cristm.W. Daunnya majemuk. B. Jeruk nipis termasuk jenis tumbuhan perdu yang banyak memiliki dahan dan ranting. berduri.) Swingle dikenal di pulau Sumatra dengan nama Kelangsa (Aceh). kapulungan.5 m. lemo kapasa (Bugis) dan lemo kadasa (Makasar).5-3.BAB III PENUTUP A. ahusi hisni. SARAN Setelah membaca makalah diatas. Citrus spinosissima G. Panjang daunyya mencapai 2. lemo (Bali). Tingginya sekitar 0. dan keras. Limon spinosum Mill. Meyer. inta. dan tepi beringgit.

University of Florida.Medicinal Use of Citrus Scienses departmenr. Yogyakarta.com/journal/item/3 Ferguson. Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada. . 2008. Budidaya Jeruk.ufl.Cooperative extension services Institute of Food Agricultural Science.DAFTAR PUSTAKA Cancer Chemoprevention Research Center (CCRC) .2002. Jeruk Nipis (Citrus aurantiifolia). Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. BAPPENAS Jakarta.com/ Kemal Prihatman. http://ccrcfarmasiugm. Gainesville (on line).wordpress.edu/body Chi 96.multiply.http://edis.ifas. 2009. http://otrad. Februari 2000.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->