1

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Matematika merupakan bidang studi yang dipelajari oleh semua siswa dari SD hingga SMA dan bahkan juga di Perguruan Tinggi. Ada banyak alasan tentang perlunya siswa belajar matematika. Menurut Cornelius dalam Abdurrahman (2003:253) mengemukakan : Lima alasan perlunya belajar matematika karena matematika merupakan (1) sarana berpikir yang jelas dan logis, (2) sarana untuk memecahkan masalah kehidupan sehari-hari, (3) sarana mengenal pola-pola hubungan dan generalisasi pengalaman, (4) sarana untuk mengembangkan kreativitas, dan (5) sarana untuk meningkatkan kesadaran terhadap perkembangan budaya. Pemerintah selalu melakukan penyempurnaan kurikulum untuk

meningkatkan mutu pendidikan. Berdasarkan sumber (http://www.prayudi. wordpress.com) menyatakan : Di antara hasil terbaru penyempurnaan tersebut adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Salah satu kelebihan dari kurikulum terbaru ini adalah dinyatakannya pemecahan masalah (problem solving), penalaran (reasoning), komunikasi (communication), dan menghargai kegunaan matematika sebagai tujuan pembelajaran matematika SD, SMP, SMA, dan SMK disamping tujuan yang berkaitan dengan pemahaman konsep yang sudah dikenal guru. Sedangkan berdasarkan hasil belajar matematika, Lerner dalam

Abdurrahman (2003:253) mengemukakan bahwa : “ kurikulum bidang studi matematika hendaknya mencakup tiga elemen, (1) konsep, (2) keterampilan, dan (3) pemecahan masalah”.

1

2

Dari kedua pernyataan di atas, salah satu aspek yang ditekankan dalam kurikulum adalah meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa. Pemecahan masalah merupakan bagian dari kurikulum matematika yang sangat penting karena dalam proses pembelajaran maupun penyelesaiannya, siswa dimungkinkan memperoleh pengalaman menggunakan pengetahuan serta keterampilan yang sudah dimiliki untuk diterapkan pada pemecahan masalah yang bersifat tidak rutin. Suryadi, dkk (dalam Suherman, Erman, dkk UPI, 2003: 83) dalam surveinya tentang current situation on mathematics and science education in Bandung yang disponsori oleh JICA, menyatakan penemuan bahwa :“pemecahan masalah matematika merupakan salah satu kegiatan matematika yang dianggap penting baik oleh para guru maupun siswa di semua tingkatan mulai dari SD sampai SMU”. Namun hal tersebut dianggap bagian yang paling sulit dalam mempelajarinya maupun bagi guru dalam mengajarkannya. Suatu masalah biasanya memuat suatu situasi yang mendorong seseorang untuk menyelesaikannya, akan tetapi tidak tahu secara langsung apa yang harus dikerjakan untuk menyelesaikannya. Sesuai dengan yang dikatakan oleh seorang guru matematika SMP Negeri 1 Lumbanjulu, Ibu L.Simungkalit mengatakan bahwa : Siswa kurang mampu dalam memecahkan masalah pada pokok bahasan kubus dan balok, ini terjadi karena tingkat konsentrasi siswa yang tidak maksimal, yang mungkin disebabkan karena metode yang digunakan tidak cocok atau metode sebelumnya tidak membuat siswa termotivasi sehingga kebanyakan siswa kurang mampu memecahkan masalah yang berhubungan dengan materi tersebut.

3

Dari hasil survei peneliti (tanggal 3 Agustus 2012) berupa pemberian tes diagnostik kepada 36 siswa kelas IX SMP Negeri 1 Lumbanjulu menunjukkan bahwa 86,7% dari 36 siswa kesulitan mengerjakan soal penerapan rumus-rumus Kubus dan Balok, 67,1% dari 36 siswa kesulitan mengerjakan soal cerita bentuk aplikasi rumus Kubus dan Balok yang terkait dunia nyata dan 78,9% dari 36 siswa kesulitan dalam menyelesaikan soal dalam bentuk pemecahan masalah terkait dunia nyata. Dari beberapa uraian di atas penulis dapat simpulkan banyak siswa yang tidak mampu menyelesaikan soal dikarenakan proses pembelajaran yang kurang bermakna sehingga menyebabkan rendahnya kemampuan siswa memecahkan masalah. Dengan demikian, tugas guru bukan sekedar mengajarkan ilmu semata kepada siswa, tetapi membantu siswa belajar. Tekanan pembelajarannya harus pada aktivitas siswa untuk belajar, aktif secara mental maupun fisis. Tugas guru adalah memfasilitasi siswa dalam belajar. Menurut Suparno dkk (2002) menyatakan bahwa :“dalam pembelajaran yang bermakna perlu ada dua aktivitas, yakni aktif dalam kegiatan berpikir dan aktif dalam berbuat”. Artinya, perbuatan nyata siswa dalam pembelajaran merupakan hasil keterlibatan berpikir siswa terhadap obyek belajar dan pengalaman hasil perbuatan siswa itu sendiri, untuk diolah dalam kerangka berpikir dan pengetahuan yang dimilikinya. Salah satu cara yang dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa adalah dengan penerapan teori vygotsky. Teori vygotsky lebih menekankan pada kemampuan siswa memecahkan masalah dengan menerapkan empat prinsip dalam proses pembelajarannya, yaitu sosiokultural, konsep zone of proximal

dan perkembangan mental berangkat dari bidang sosial ke bidang individu. Berdasarkan penjelasan tersebut di atas. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas. Kemampuan siswa dalam memecahkan masalah masih rendah. beberapa masalah dapat diidentifikasi sebagai berikut : 1.2. 4. Dengan demikian. cepat. Sehingga dengan menerapkan cara tersebut. Mereka juga mampu memotivasi diri sendiri dalam mengkonstruksi pengetahuan dan berusaha mencapai tujuan yang sudah direncanakan terlebih dahulu.4 development. 2. dan mandiri menyelesaikan masalah yang dihadapinya. maka peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian dengan mengangkat judul : “Penerapan Teori Vygotsky untuk Meningkatkan Pemecahan Masalah Pada Materi Geometri di Kelas IX SMP Negeri 1 Lumban Julu Tahun Ajaran 2012/2013”. tingkat kemampuan pemecahan masalah siswa akan semakin baik. . siswa akan lebih mudah. Hasil belajar matematika siswa masih rendah. Penguasaan guru terhadap berbagai pendekatan pembelajaran belum optimal. scaffolding. Siswa kurang mampu menerapkan konsep dalam memecahkan masalah matematika. 5. 1. Minat belajar siswa masih rendah 3.

Rumusan Masalah Berdasarkan batasan masalah di atas. Bagaimana tingkat kemampuan siswa memecahkan masalah dengan menerapkan teori vygotsky pada pokok bahasan “kubus dan balok”? 2. Pembatasan Masalah Melihat luasnya cakupan masalah-masalah yang teridentifikasi dibandingkan waktu dan kemampuan yang dimiliki penulis. maka yang menjadi fokus permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut : 1.3.4. Tujuan Penelitian Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjawab pokok permasalahan di atas adalah : . 1.5 1. Apakah dengan penerapan teori vygotsky meningkatkan kemampuan siswa memecahkan masalah pada pokok bahasan “kubus dan balok”? 1. maka penulis merasa perlu memberikan batasan terhadap masalah yang akan dikaji agar analisis hasil penelitian ini dapat dilakukan dengan lebih mendalam dan terarah. Masalah yang akan dikaji dalam penelitian ini terbatas pada menganalisis kendala yang dialami siswa kelas IX SMP Negeri 1 Lumbanjulu dalam memecahkan masalah dan upaya penanggulangan kesulitan siswa melalui penerapan teori vygotsky sehingga hasil belajar siswa memecahkan masalah pada pokok bahasan “kubus dan balok” dapat ditingkatkan. Apakah dengan penerapan teori vygosky meningkatkan minat siswa memecahkan masalah pada pokok bahasan “kubus dan balok’’? 3.5.

3. 2. . 4. diantaranya yakni: 1. khususnya dalam proses belajar mengajar matematika di dalam kelas. Mengetahui kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematika dengan menerapkan teori vygotsky dapat meningkat. Menentukan tingkat pencapaian kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dengan menerapkan teori belajar vygotsky pada pokok bahasan kubus dan balok. Bagi peneliti yaitu hasil dan perangkat penelitian ini dapat dijadikan pertimbangan untuk menerapkan teori belajar Vygotsky pada pokok bahasan kubus dan balok maupun pokok bahasan yang lain dan dapat dikembangkan untuk penelitian selanjutnya. 2. 1. Manfaat Penelitian Setelah penelitian ini selesai diharapkan dapat bermanfaat bagi semua kalangan.6.6 1. Bahan informasi bagi penelitian sejenis. Mengetahui minat siswa dalam memecahkan masalah metematika dengan menerapkan teori vygotsky dapat meningkat. Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi peningkatan mutu pendidikan. 3. Bagi guru/calon guru yaitu sebagai informasi mengenai hasil belajar siswa dalam memecahkan masalah yang diajar dengan menerapkan teori vygotsky pada pokok bahasan kubus dan balok.

Bagi orangtua. Bagi pimpinan sekolah yaitu bisa menjadi bahan pertimbangan kepada tenaga edukatif untuk menerapkan teori belajar Vygotsky dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut. 6.7 5. . diharapkan bisa menjadi bahan pertimbangan untuk dapat membantu siswa dalam membantu proses belajarnya di rumah.

Seseorang dikatakan belajar bila dapat diasumsikan dalam diri orang itu terjadi suatu proses kegiatan yang mengakibatkan perubahan tingkah laku. Kegiatan atau usaha untuk mencapai perubahan tingkah laku sendiri merupakan hasil belajar. 6 . Obyek langsung adalah antara lain : 1.1.8 BAB II KAJIAN PUSTAKA 2. ruas garis.Dalam teori belajar Robert M. bersikap positif terhadap matematika dan mengerti bagaimana seharusnya belajar. sehingga siswa dapat mengaitkan informasi baru dengan struktur kognitif yang dimiliki. simbol dan notasi.1. obyek langsung dan obyek tak langsung”. Belajar dikatakan bermakna bila informasi yang akan dipelajari siswa sesuai dengan struktur kognitif yang dimiliki. mandiri(belajar.Gagne (dalam Asrin 2006:13) mengatakan bahwa :” dalam belajar ada dua obyek yang dapat diperoleh siswa. bekerja. Belajar Mengajar Matematika Belajar marupakan kegiatan setiap orang. Obyek tak langsung antara lain : kemampuan menyelidiki dan memecahkan masalah.1 Tinjauan Toeritis 2. sudut. Fakta Contoh fakta ialah angka/lambang bilangan. dll).

Dalam proses belajar mengajar matematika terjadi proses berpikir. Seseorang akan lebih mudah mempelajari sesuatu bila belajar itu didasari pada apa yang telah diketahui orang. Aturan (Prinsip) Aturan ialah obyek yang paling abstrak. seseorang dapat menyusun hubungan-hubungan antar bagian-bagian informasi sebagai pengertian. Sehingga dalam berpikir. Seseorang dikatakan berpikir apabila melakukan kegiatan mental dan orang yang belajar matematika selalu melakukan kegiatan mental. menjumlahkan pecahan dan sebagainya. pengalaman belajar yang lalu akan mempengaruhi proses belajar materi selanjutnya. dan teori. Misalnya melakukan pembagian cara cepat. 3. kemudian dapat disusun kesimpulan.9 2. membagi bilangan dengan pecahan. 4. Dari sini terlihat bahwa belajar matematika itu merupakan proses membangun atau mengkonstruksi . Karena itu untuk mempelajari suatu materi yang baru. Karena matematika merupakan ide-ide yang abstrak yang diberi simbol-simbol maka konsep-konsep matematika harus dipahami lebih dahulu sebelum memanipulasi simbol-simbol itu. Keterampilan Keterampilan adalah kemampuan memberikan jawaban yang benar dan cepat. Konsep Konsep merupakan ide abstrak yang memungkinkan kita mengelompokkan benda-benda (obyek) ke dalam contoh. dalil. yang dapat berupa sifat.

seperti masalah yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Transfer belajar matematika dapat dilihat dari kemampuan seseorang menfungsionalkan materi matematika yang dipelajari. maka dapat diharapkan bahwa hasil peserta didik akan baik pula. . Menurut Herman Hudoyo (2001:32) bahwa:”tujuan belajar matematika secara konseptual dimaksudkan dapat mmecahkan masalah dalam matematika dan mempelajari matematika lebih lanjut. Mengajar adalah suatu kegiatan dimana pengajar menyampaikan pengetahuan atau pengalaman yang dimiliki kepada peserta didik. Belajar matematika pada dasarnya merupakan proses yang diarahkan pada suatu tujuan. baik secara konseptual maupun secara praktis. selanjutnya dapat mengaplikasikan pada situasi yang baru. sehingga mengajar bisa dikatakan baik. apabila hasil belajar peserta didik juga baik.10 konsep-konsep dan prinsip-prinsiptidak sekedar penghafalan yang terkesan pasif dan statis. Tujuan belajar matematika ditinjau dari segi kognitif adalah terjadinya transfer belajar. siswa sebagai subyek akan dapat memahami matematika. Dua komponen penting dari pembelajaran dan pengajaran matematika yaitu membantu siswa untuk mengembangkan pemahaman/pengertian hubungan dan untuk mengkonstruksi /membangun pengetahuan dan konsep matematika. Tujuan mengajar adalah agar pengetahuan yang disampaikan itu dapat dipahami peserta didik. Sedangkan secara praktis dimaksudkan menerapkan pengertahuan pada bidang lainnya”. Apabila terjadi proses belajar mengajar itu baik. Dengan demikian. Akan tetapi belajar itu harus aktif dan dinamis. Dalam proses itu juga melibatkan bagaimana bentuk mengajarnya.

ditinjau dari hakekat matematika dan segi psikologinya. Pernyataan di atas dapat dimaknai bahwa pertimbangan guru memilih suatu metode mengajar matematika adalah guru harus mengenal karakteristik matematika tersebut dan psikologi pembelajarannya.dari segi psikologi ini. guru harus membawakan matematika ke dalam kehidupan nyata siswa. ada dua hal yang harus dilakukan yaitu guru harus menguasai materi yang akan diajarkannya dan memikirkan bagaimana cara menyampaikannya dengan baik. Menurut Hudoyo (1988:123) menyatakan bahwa : Metode mengajar matematika adalah suatu cara atau teknik mmatematika yang disusun secara sistematika dan logika. Kata cocok dapat dilihat dari berbagai segi. Apabila guru ingin mengajarkan matematika kepada peserta didik dengan baik dan berhasil maka yang pertama kali guru menetapkan tujuan pembelajaran dan pendekatan apa yang tepat digunakan untuk mencapai tujuan tersebut.11 Seorang guru sebelum terjun di depan kelas membawakan suatu bahan pengajaran. Seorang guru sangat penting mempersiapkan suatu cara yang cocok mengajarkan suatu materi. Pengajaran harus berorientasi terhadap tujuan yang akan dicapai. misalnya karakteristik siswanya. . guru matematika haruslah mempertimbangkan perkembangan intelektual serta kemampuan dan kesiapan siswa tersebut dalam belajar. sarana dan prasarana pendukung dan sebagainya. karakteristik bahan ajar matematika. Siswa akan aktif dalam proses pembelajaran apabila guru mengetahui pengetahuan yang dimiliki siswa.

Siswa kurang mampu menyatakan arti istilah dalam konsep. terdapat pula kesulitan khusus dalam belajar matematika seperti: 1. Kesulitan belajar merupakan suatu kondisi dalam proses belajar mengajar yang ditandai dengan hambatan-hambatan tertentu dalam mencapai hasil belajar yang diharapkan. Kenyataan inilah yang harus segera ditangani dan dipecahkan.12 2. faktor sosial.2. Siswa lupa nama singkatan suatu obyek Misalnya siswa lupa memangkatkan suatu bilangan dengan pangkat dua.1. Kesulitan belajar siswa dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Misalkan siswa yang mampu menyatakan istilah kuadrat dan kali dua dan mereka menganggap sama. dalam proses belajar mengajar masih dijumpai bahwa siswa mengalami kesulitan belajar. 2. Selain itu. Hal ini disebabkan antara lain: a. Kesulitan dalam belajar dan menggunakan prinsip Jika kesulitan siswa dalam menggunakan prinsip kita analisa. b. faktor pedagogik. Kesulitan Belajar Matematika Pada kenyataanya. Mungkin pula konsep yang dikuasai kurang cermat. Kesulitan dalam menggunakan konsep Dalam hal ini dipandang bahwa siswa telah memperoleh pengajaran sautu konsep. tampaklah bahwa pada umumnya sebab kesulitan tersebut antara lain: . baik faktor internal maupun faktor eksternal seperti: fisiologi. tetapi belum menguasainya mungkin karena lupa sebagian atau seluruhnya.

yaitu kemampuan memahami soal berbentuk cerita dan kemampuan mengubah soal verbal menjadi model matematika.13 a. Siswa kurang jelas dengan prinsip yang telah diajarkan. Keberhasilan dalam memecahkan persoalan berbentuk verbal tergantung kemampuan pemahaman verbal. Tidak mengerti apa yang dibaca. . Untuk mengecek kebenaran dugaan ini. Miskin dari konsep dasar secara potensial merupakan sebab kesulitan belajar prinsip yang diajarkan dengan metode kontekstual (contoh nyata). Siswa tidak mempunyai konsep yang dapat digunakan untuk mengembangkan prinsip sebagai butir pengetahuan yang perlu. Beberapa sebab siswa sulit memecahkan soal berbentuk verbal. a. b.ana siswa dengan situasi yang diceritakan dalam soal. akibat kurang pengetahuan siswa tentang konsep atau beberapa istilah yang tidak diketahui. Selain itu juga perlu dipahami. 3. Guru dapat mengecek apakah ada istilah-istilah yang mungkin belum diketahui atau dilupakan. c. biasanya dalam bentuk persamaan serta kesesuaian penga. Kesulitan memecahkan soal berbentuk verbal. guru dapat meminta siswa untuk menyatakan pendapatnya dengan menggunakan bahasanya sendiri. apa yang diketahui dan apa yang dinyatakan serta rumus-rumus apa yang diperlukan. setelah membaca soal. Memecahkan soal berbentuk verbal berarti menerapkan pengetahuan yang dimiliki secara teoritis untuk memecahkan persoalan nyata atau keadaan seharihari.

Atau dapat diartikan sebagai segala sesuatu atau kegiatan yang dapat dilakukan. 2.14 b.net /index .3.e_fkipunla . emosi tidak stabil. kita tidak terlepas dari sesuatu yang namanya masalah. suasana yang tidak mendukung. bahwa menurut W.S adalah Poerwadarminta(1996:78) menyebutkan “kemampuan kesanggupan”. sehingga pemecahan masalah merupakan fokus utama dalam pembelajaran matematika”. Siswa tidak mengubah soal berbentuk verbal menjadi model matematika dan hubungannya. tidak ada bakat.1.J.com) menyatakan bahwa : “dalam kehidupan sehari-hari. Sebagian besar ahli pendidikan matematika menyatakan bahwa masalah merupakan pertanyaan yang harus dijawab atau direspon siswa.php ?option . kurang cerdas. Kesulitan belajar dapat ditunjukkan dengan beberapa gejala yaitu: • • • Menunjukkan prestasi yang rendah Hasil yang dicapai tidak sesuai dengan usaha yang dilakukan Keterlambatan dalam melaksanakan tugas yang diberikan Obyek yang dapat kita periksa untuk mengetahui penyebab kesukaran siswa belajar contohnya seperti: (a) materi yang diajarkan dianggap terlalu sulit. Tidak semua . dan (c) dari siswa sendiri disebabkan karena kelemahan jasmani. (b) pengajarannya yang kurang baik dan dapat disebabkan oleh kesalahan pengajaran dalam menyajikan metode ataupun tidak adanya alat peraga. tidak ada minat. Kemampuan Pemecahan Masalah Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Depdiknas tahun 2007 (http: //educare .

net menyebutkan bahwa “Pemecahan masalah (problem solving) adalah proses menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh sebelumnya ke dalam situasi baru yang belum dikenal atau proses berpikir untuk menentukan apa yang harus dilakukan ketika kita tidak tahu apa yang harus kita lakukan”.dapat terjadi bahwa suatu masalah bagi seseorang siswa akan menjadi “pertanyaan” bagi siswa lainnya karena ia sudah mengetahui prosedur untuk menyelesaikannya. (dalam B. menyajikan masalah secara matematik dalam berbagai bentuk . Dari pernyataan tersebut.e_fkipunla. mengorganisasi data dan memilih informasi yang relevan dalam pemecahan masalah 3. Indikator yang menunjukkan kemampuan pemecahan masalah antara lain adalah: 1. keterampilan atau pengalaman untuk memecahkan suatu dilemma atau situasi yang baru atau yang membingungkan. menunjukkan pemahaman masalah 2.15 pertanyaan merupakan suatu masalah. Suatu pertanyaan akan menjadi masalah hanya jika pertanyaan itu menunjukkan adanya suatu tantangan (challenge) yang tidak dapat dipecahkan oleh prosedur rutin yang sudah diketahui oleh siswa. Dalam http://educare. Dalam Departmen of Education tahun 1996 menyebutkan bahwa : “Apabila kita menerapkan pengetahuan matematika. memilih pendekatan dan strategi pemecahan dan menyelesaikan model untuk menyelesaikan masalah”. Karenanya.Sinaga) menyatakan bahwa “kemampuan pemecahan masalah adalah kemampuan atau kompetensi strategis yang ditunjukkan siswa dalam memahami. maka kita sedang memecahkan masalah”.

. ada strategi pemecahan masalah yang bersifat umum yaitu yang disarankan oleh George Polya. memilih pendekatan dan metode pemecahan masalah secara tepat 5. apakah informasi cukup. membuat dan menafsirkan model matematika dari suatu masalah 7. siswa membutuhkan banyak kesempatan untuk menciptakan dan memecahkan masalah dalam bidang matematika dan dalam konteks kehidupan nyata. menyatakan kembali masalah asli dalam bentuk yang lebih operasional (dapat dipecahkan). kondisi (syarat) apa yang harus dipenuhi. menerapkan strategi untuk menyelesaikan berbagai masalah (sejenis dan masalah baru) dalam atau luar matematika. mengembangkan strategi pemecahan masalah 6.(2) merumuskan masalah situasi seharihari dan metematik. untuk memecahkan suatu masalah ada empat langkah yang dapat dilakukan. yakni: 1.php ?option .(4) menyusun model matematika dan menyelesaikannya untuk masalah nyata dan menggunakan matematika secara bermakna.e_fkipunla . Memahami masalah.16 4. Kegiatan dapat yang dilakukan pada langkah ini adalah: apa (data) yang diketahui. serta kecukupan unsur yang diperlukan.net /index . Namun. 1991). Menurut Sumarmo Tahun 2003 (http: //educare .(3) menjelaskan/ menginterpretasikan hasil sesuai masalah asal. ditanyakan.com) menyatakan bahwa: Aktivitas-aktivitas yang tercakup dalam kegiatan pemecahan masalah meliputi: (1) mengidentifikasi unsur yang diketahui. Strategi untuk memecahkan suatu masalah matematika ada beberapa strategi yang dapat digunakan bergantung pada masalah yang akan dipecahkan. menyelesaikan masalah yang tidak rutin Untuk menjadi seorang pemecah masalah yang baik. apa yang tidak diketahui (ditanyakan). Menurut Polya (dalam Ruseffendi.

Kegiatan yang dapat dilakukan pada langkah ini adalah: mencoba mencari atau mengingat masalah yang pernah diselesaikan yang memiliki kemiripan dengan masalah yang akan dipecahkan. Untuk memahaminya. Guru dapat mengecek apakah ada istilah-istilah yang mungkin belum diketahui/dilupakan. guru . Memeriksa kembali prosedur dan hasil penyelesaian. guru dapat meminta siswa menyatakan pendapatnya dengan menggunakan bahasanya sendiri. atau apakah prosedur dapat dibuat generalisasinya. mencari pola atau aturan. Kegiatan yang dapat dilakukan pada langkah ini adalah: menganalisis dan mengevaluasi apakah prosedur yang diterapkan dan hasil yang diperoleh benar. Kegiatan yang dapat dilakukan pada langkah ini adalah: menjalankan prosedur yang telah dibuat pada langkah sebelumnya untuk mendapatkan penyelesaian. 3. Soal cerita dapat dikerjakan langsung tanpa ada gambar karena dari masalah tersebut siswa kurang lebih sudah dapat memahaminya. Merencanakan pemecahannya.17 2. Memecahkan soal berbentuk cerita berarti menerapkan pengetahuan yang dimiliki secara teoritis untuk memecahkan persoalan nyata/keadaan sehari-hari. 4. Menyelesaikan masalah sesuai rencana. menyusun prosedur penyelesaian (membuat konjektur). Sedangkan jika soal berbentuk gambar.

Pengertian Media Pembelajaran Dalam proses pembelajaran matematika penggunaan media sangat membantu siswa untuk lebih mudah memahami dan mengerti konsep dari materi yang diajarkan. . Media adalah bentuk-bentuk komunikasi baik tercetak maupun audiovisual serta peralatannya. ‘perantara’ atau ‘pengantar’. selanjutnya belajar matematika secara formal. Media Pembelajaran Alat A. Dengan demikian inti dari belajar memecahkan masalah. lalu siswa akan mempelajari ide-ide matematika secara informal. Kemudian siswa bereksplorasi dengan benda kongkrit.3. Djamarah (2006:121) menyatakan “media adalah alat bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan”. Karena siswa dapat mengerti dan memahami unsurunsur yang ada pada gambar. Asosiasi Pendidikan Nasional (national education association) memiliki perngertian yang berbeda.1. Menurut Arsyad (2009:3) kata media berasal dari bahasa Latin medius yang secara harfiah berarti ‘tengah’. tetapi siswa diharapkan dapat mengaitkan dengan situasi nyata yang pernah dialaminya atau yang pernah dipikirkannya. Hidayat (2010) menyatakan “media meliputi alat bantu guru dalam mengajar serta sarana pembawa pesan”. 2. supaya siswa terbiasa mengerjakan soal-soal yang tidak hanya mengandalkan ingatan yang baik saja.18 lebih menekankan kepada siswa untuk memahami gambar dan dirangkaikan kembali ke dalam soal cerita.

Inilah hakikat dari media pembelajaran. dalam suatu proses komunikasi diperlukan saluran yang berfungsi untuk mempermudah penyampaian pesan.19 media hendaknya bisa dimanipulasi. Jadi dapat dikatakan bahwa media pembelajaran adalah sebuah alat yang berfungsi untuk menyampaikan pesan pembelajaran. dan dibaca (Arief. bisa terjadi proses komunikasi mengalami hambatan. Oleh sebab itu. Pembelajaran hakikatnya adalah proses komunikasi. perbuatan yang menjadikan orang atau mahluk hidup belajar”. dapat disimpulkan bahwa pengertian media adalah segala sesuatu (alat) yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima dalam bentuk tercetak ataupun audiovisual. 2009:17). cara. Namun demikian. Pesan yang dikirim oleh guru berupa isi/materi pelajaran yang dituangkan ke dalam simbol-simbol komunikasi baik verbal maupun nonverbal. artinya tidak selamanya pesan yang disampaikan oleh pengirim pesan mudah diterima oleh penerima pesan.dkk. dimana guru berperan sebagai pengantar pesan dan siswa sebagai penerima pesan. Bahkan adakalanya pesan yang diterima tidak sesuai dengan maksud yang disampaikan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002:17) “pembelajaran adalah proses. dapat dilihat. dapat didengar. Bagan komunikasi dengan unsur media dapat dilihat seperti skema berikut ini : Pengirima n Pesan Pesan Media Penerim a Pesan . Banyaknya pengertian dari media yang dikemukakan diatas.

Pesan 20 Gambar 2. 2009) .1. Proses Komunikasi dengan Media (Wina Sanjaya.

Media video dan media komputer banyak dikembangkan untuk keperluan pembelajaran. Dalam penelitian ini media pembelajaran yang akan digunakan adalah media animasi power point. gerak. Media animasi power point ini merupakan media pembelajaran atau perlengkapan dan termasuk pada media audiovisual.cassette recorder. telepon. Media audiovisual dapat dibagi menjadi dua yaitu. Media Auditif Media auditif adalah media yang hanya mengandalkan kemampuan suara saja. Media visual ini ada yang menampilkan gambar diam seperti gambar atau lukisan. Media Visual Media visual adalah media yang hanya mengandalkan indera penglihatan. (1) media video. diantaranya adalah: 1. dan tampilan teks.Media Audiovisual Media audiovisual adalah media yang mempunyai unsur suara dan unsur gambar. (2) media komputer. 2. seperti radio.21 B. suara serta gambar. Jenis Media Djamarah (2006:124) mengklasifikasikan media dilihat dari jenisnya. karena meliputi kemampuan kedua jenis media yang pertama dan kedua. Jenis media audiovisual mempunyai kemampuan yang lebih baik. biasanya dikemas dalam bentuk VCD. audiovisual banyak dikembangkan untuk keperluan pembelajaran. Media . Ada pula yang menampilkan gambar atau simbol yang bergerak.

gelang. kubus (bendanya) untuk menjelaskan konsep titik. maka diharapkan tumbuh minat belajar matematika dalam dirinya dan akan menyenangi konsep yang akan disajikan. bukan hanya melalui mengingat-ingat fakta. Rusefendi (1993) menerangkan bahwa : “Alat peraga merupakan alat bantu untuk menerangkan atau mewujudkan konsep-konsep matematika. benda seperti cincin. Siswa juga mendapat kesempatan terlibat dalam proses pengamatan dengan bantuan alat peraga. benda-benda bidang beraturan untuk menerangkan konsep pecahan. Alat peraga dalam pelajaran matematika memegang peranan penting sebagai alat bantu untuk menciptakan proses belajar mengajar yang efektif. daerah bujur sangkar. Alat Peraga Pada dasarnya siswa belajar melalui benda kongkrit. (http://edukasi. Konsep abstrak dapat dicapai melalui tingkat-tingkat belajar yang berbeda-beda. Menurut Rusefendi (1993) penggunaan alat peraga dapat dikaitkan dan dihubungkan dengan salah satu atau beberapa dari : . Dan wujud dari kubus itu sendiri. permukaan gelas. dan sebagainya untuk menerangkan konsep lingkaran dan sebagainya”. Untuk memahami konsep abstrak anak memerlukan benda-benda kongkrit (real) sebagai perantaranya.22 C.com/2012/01/07/alat-peraga-matematika/) Dari penjelasan diatas. Selanjutnya konsep abstrak yang baru dipelajari akan mengendap. dan tahan lama bila siswa belajar melalui berbuat dan pengertian. melekat. ruas garis.kompasiana. alat peraga adalah alat bantu dalam pengajaran matematika yang nantinya akan bermanfat bagi kelangsungan proses belajar mengajar. Benda-benda itu misalnya batu-batuan dan kacang-kacangan untuk menerangkan konsep bilangan.

Latihan dan penguatan 4. Pengundangan untuk berdiskusi (http://edukasi.com/2012/01/07/alat-peraga-matematika/) Dari uraian diatas. Pengamatan dan penemuan sendiri ide-ide dan relasi baru serta penyimpulan secara umum 7. Pemecahan masalah pada umumnya 8. alat peraga dipakai sebagai alat ukur 6. satu cara untuk mencapai sesuatu. Menurut Edmund Bachman (2005) ”Konsep merupakan pokok utama dibalik sebuah permasalahan. Pemahaman konsep 3.23 1. Pembentukan konsep 2.kompasiana. satu kerangka untuk menganalisa sebuah persoalan. Pengundangan untuk berpikir 9.  Pemahaman Konsep Konsep merupakan rumusan. Layanan terhadap perbedaan individual. dengan bantuan alat peraga diharapkan peserta didik lebih mudah memahami materi matematika yang telah dipelajari dan siap untuk mengaplikasikannya. hubungan antara satu dengan yang lainnya dan bagaimana mereka memberikan sumbangsih terhadap pokok persoalan”. . Pengukuran. Pengundangan berpartisipasi aktif 10. termasuk pelayanannya terhadap anak lemah dan berbakat 5.

yang sesuai dengan topik yang di ajarkan. Tetapi seringkali siswa hanya menghafal konsep (defenisi) tanpa memperhatikan syarat-syarat dan hubungan antara konsep. tetapi mencakup kecakapan-kecakapan yang jangkauannya lebih luas. dimana hal tersebut merupakan prasyarat mutlak. Matematika tersusun secara hirarkis sehingga konsep-konsep terdahulu menjadi prasyarat untuk memahami konsep berikutnya. Hal ini menekankan bahwa jika seorang siswa atau guru ingin menguasai suatu konsep matematika dengan baik. Belajar matematika berkaitan erat dengan matematika itu sendiri. Seperti yang dikemukakan Hudojo (1988:10) bahwa” Di dalam belajar matematika apabila konsep A dan konsep B dipelajari terlebih dahulu”. apabila kemampuan itu tidak dikuasai. konsep akan dapat lebih mudah di pahami dengan jelas serta . Oleh sebab itu. Kemampuan dasar adalah suatu kemampuan yang harus dimiliki untuk suatu pokok bahasan tertentu (yang baru). Pemahaman terhadap konsep-konsep matematika bukan hanya sekedar mengingat kembali defenisi-defenisi dan mengenali contohcontoh biasa. Proses pemahaman konsep matematika dapat diserap siswa jika guru dalam proses pembelajaran menggunakan alat peraga ataupun media pembelajaran. untuk itu apapun tujuan pembelajaran yang diharapkan tidak akan tercapai. dalam belajar matematika seorang siswa harus lebih dahulu pada tahap yang satu baru dibolehkan melangkah pada tahap berikutnya. Karena dengan bantuan alat-alat tersebut.24 Siswa dapat peka terhadap matematika hanya jika mereka mengerti konsep dan makna atau interpretasinya. keterurutan penguasaan matematika itu perlu mendapat perhatian.

upi.edu/index. Minat belajar merupakan salah satu faktor penunjang keberhasilan proses pembelajaran matematika. oleh karena itu minat belajar anak harus diperhatikan dengan cermat. Jika dikaitkan dengan belajar. . tanpa ada yang menyuruh.25 siswa tidak hanya sekedar mudah mengingat melainkan memahami materi yang diajarkan. Dengan adanya minat belajar pada siswa dapat memudahkan membimbing dan mengarahkan siswa untuk belajar. Slameto (2003:180) mengatakan “minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa keterikatan pada suatu hal atau aktivitas. sehingga antara satu dengan yang lain mempunyai perbedaan dalam keinginannya. Minat yang timbul dari kebutuhan siswa merupakan faktor penting bagi siswa dalam melaksanakan kegiatan-kegiatannya.  Pengembangan Minat Minat selama ini hanya dikenal dengan sebutan keinginan yang dimiliki oleh seseorang. Dari penjelasan di atas. maka dapat disimpulkan minat adalah suatu rasa ingin tahu pada suatu hal atau aktivitas. Sedangkan Holland (http://forum.php?topic=162) mengatakan bahwa “minat adalah aktivitas atau tugas-tugas yang membangkitkan rasa ingin tahu”. minat belajar dapat diartikan dengan suatu keinginan atau kemauan yang disertai perhatian dan keaktifan yang sengaja yang akhirnya melahirkan rasa senang dalam perubahan tingkah laku.

Menggunakan alat-alat peraga atau media 4. Menyesuaikan bahan pelajaran yang diajarkan dengan minat siswa. Pembelajaran hendaknya mampu membangkitkan aktivitas siswa 5.26 Guru mempunyai peranan yang besar dalam pengembangan minat siswa. Semua kegiatan belajar harus kontras Dalam pembelajaran yang melibatkan siswa dengan bantuan alat peraga akan membangkitkan minat. 2. Dengan demikian siswa akan tertarik untuk mempelajari matematika. misalnya dengan memanfaatkan lingkungan.. Hal ini ditegaskan Tanner dalam Slameto (2003:181) bahwa “para pengajar juga harus berusaha membentuk minat-minat baru pada diri siswa.” Jika guru mengabaikan minat belajar siswa maka akan mengakibatkan ketidakberhasilan dalam proses pembelajaran matematika. menggunakan alat peraga atau media dalam pembelajaran. Beberapa hal yang dapat dilakukan guru dalam mengembangkan minat siswa dalam belajar matematika. bahkan motivasi siswa. Sehingga muncul dalam diri siswa untuk mempelajari materi lebih lanjut dan merasa penasaran serta ingin lebih tahu tentang konsep yang akan dipelajarinya secara mendalam. . Pengembangan minat dapat dilakukan guru dengan berbagai cara misalnya dengan memperkenalkan kepada siswa berbagai belajar yang menarik. Pembelajaran dapat dilakukan dengan cara dari mudah ke yang sukar atau dari konkret ke abstrak 3. 1.

Strategi Pembelajaran Geometri A.disamping hubungan yang terkait antara konsep-konsep dan struktur-struktur tersebut. diantaranya . Dalam proses pembelajaran hendaknya siswa diberi kesempatan untuk memanipulasi benda-benda dengan menggunakan media pembelajaran matematika. Dengan menggunakan alat peraga atau media pembelajaran pemahaman konsep akan lebih mudah di pahami.1. Bruner menyarankan keaktifan anak dalam proses belajar secara penuh agar anak dapat mengenal konsep dan struktur yang tercakup dalam bahan yang sedang dibicarakan. Ada beberapa teori yang mendukung penggunaan alat peraga atau media pembelajaran. Teori Belajar Alat Pembelajaran matematika yang menggunakan alat peraga ataupun media mampu melibatkan siswa untuk aktif dalam proses pembelajaran. Teori Bruner Bruner mengungkapkan bahwa belajar matematika akan lebih berhasil jika proses pengajaran anak diarahkan pada konsep-konsep dan struktur. Melalui penggunaan media pembelajaran matematika yang ada.sehingga anak memahami materi yang harus dikuasai.27 2. siswa akan melihat langsung keteraturan dan pola strukur yang terdapat dalam penggunaan media pembelajaran matematika yang diperhatikannya. adalah . 1.struktur yang termuat dalam pokok bahasan yang diajarkan. Tahapan belajar menurut Brunner dalam Hudojo (1988 : 58) sebagai berikut.4.

/blogspot. Pendekatan Belajar Menurut Depdikbud (http://mari-berkawand/. pengalaman sesungguhnya dan penerapannya/manfaatnya.. merupakan gambaran dari objek yang dimanipulasinya.  Tahap ikonik Tahapan dimana kegiatan siswa berhubungan dengan mental.com/2011/03 /pengertian-pendekatan-pembelajaran.html) pendekatan dapat diartikan “sebagai . (http://akhmadsudrajat. mendorong siswa dengan menghubungkan yang dipelajari dengan kehidupan sehari-hari. Berdasarkan teori diatas. 2.28  Tahap enaktif Dalam tahap ini siswa secara langsung terlibat dalam memanipulasi objek. (2) konsep abstrak matematika tersaji dalam bentuk konkrit”.wordpress. jelaslah bahwa penggunaan alat peraga atau media dalam pembelajaran sangat membantu siswa untuk lebih memahami konsep serta mengembangkan minat belajar.com/2008/02/02/teoriteori-belajar) B. Hal ini juga ditegaskan Rusefendi (1990) bahwa “Penggunaan alat peraga dalam matematika mampu membuat (1) proses belajar termotivasi baik murid dan guru.  Tahap simbolik Tahapan dimana anak-anak memanipulasi simbol-simbol atau objek tertentu. Teori Jhon Dewey Teori ini menyatakan : Mengkaitkan bahan pelajaran dengan situasi dunia nyata.

pendekatan belajar siswa dapat dikelompokkan ke dalam tiga prototype: a) pendekatansurface. perbuatan. Sedangkan pendekatan belajar merupakan suatu cara yang disengaja oleh guru untuk membuat siswa belajar dengan aktif. siswa belajar pada umumnya dipengaruhi oleh sikap terhadap ilmu pengetahuan. Banyak pendekatan belajar yang dapat dilakukan oleh para guru kepada siswanya untuk mempelajari bidang studi atau materi pelajaran yang sedang mereka tekuni.29 proses.b) pendekatan deep. 2) Pendekatan Ballard & Clanchy Dalam pendekatan ini. atau cara untuk mendekati sesuatu”. Diantaranya : 1) Pendekatan Hukum Jost Salah satu asumsi penting yang mendasari Hukum Jost (Jost’s law) adalah siswa yang lebih sering mempraktikkan materi pelajaran akan lebih mudah memanggil kembali memori lama yang berhubungan dengan materi yang sedang ditekuni. . Karena penggunaan alat peraga dan media membuat siswa aktif dan mempraktikkan sendiri materi pelajaran geometri. c) pendekatan achieving Berdasarkan pendekatan-pendekatan diatas. dari yang paling klasik sampai yang paling modern. dalam pembelajaran geometri pendekatan belajar yang diterapkan adalah pendekatan hukum Jost. yaitu: sikap melestarikan apa yang sudah ada dan sikap memperluas 3) Pendekatan Biggs Hasil penelitian Biggs.

elearning. Dalam prakteknya. teori belajar dan pembelajaran. Sedangkan Kiswono mengatakan model dalam konteks pembelajaran diartikan “sebagai suatu pola kegiatan guru-siswa untuk menghasilkan perubahan-perubahan yang terjadi pada diri siswa sebagai akibat perbuatan mengajar dan belajar “. dan sebagainya. seperti membuka dan menutup pelajaran. juga bagaimana guru menerapkan strategi. Karena seorang guru harus mampu memiliki motivasi dan semangat kebaruan dalam proses pembelajaran yang dijalaninya. . Oleh karena itu. Mengelola di sini memiliki arti yang luas yang menyangkut bagaimana seorang guru mampu . dalam memilih model belajar yang tepat haruslah memperhatikan kondisi siswa.30 C. bertanya. dan melaksanakan pembelajaran kondusif “.unesa. menjelaskan. fasilitas media yang tersedia. member penguatan. dan kondisi guru itu sendiri. Guru yang berkompeten menurut Sardiman (dalam http://psb-psma.id/alim-sumarno/model-pembelajaran) Untuk membelajarkan siswa sesuai dengan cara-gaya belajar mereka sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai dengan optimal ada berbagai model belajar.menguasai keterampilan dasar mengajar. sifat materi bahan ajar.org/content/blog/pengertian-pendekatan-strategi-metodeteknik-taktik-dan-model-pembelajaran) adalah “guru yang mampu mengelola program belajar-mengajar.ac. Model Belajar Dalam keseharian istilah model dimaksudkan terhadap pola atau bentuk yang akan menjadi acuan. menvariasikan media. guru harus ingat bahwa tidak ada model belajar yang paling tepat untuk segala situasi dan kondisi. (http://blog.

. blogspot. Geometri merupakan salah satu cabang dari pelajaran matematika yang penting untuk dipelajari.html) menjelaskan strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara efektif dan efesien. Sedangkan Kemp (dalam http://hipni.html) menyatakan bahwa “dengan pembelajaran geometri mampu mengembangkan kemampuan pemecahan masalah dan mendukung banyak topik lain dalam matematika”. Strategi Belajar Mengajar Geometri Secara umum strategi dapat diartikan sebagai suatu garis-garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan. Kennedy & Tipps (dalam http://mulin-unisma. kerja yang sistematis. dan kalkulus. blogspot.31 D.com/2011/09/definisi-pengertian-strategi. menghidupkan kreativitas serta dapat mengembangkan kemampuan berinovasi. karena geometri mencakup latihan berpikir logis. seperti vektor. strategi diartikan sebagai perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Menurut Sanjaya (2008:294) dalam dunia pendidikan. Pembelajaran geometri merupakan hal yang sangat penting karena pembelajaran geometri sangat mendukung banyak topik.com/2008/07/pembelajaran-geometri-berdasarkan-tahap. Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran merupakan suatu rencana tindakan (rangkaian kegiatan) yang dilakukan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran tercapai.

tahap rekognisi. Teori van Hiele ini diakui secara internasional dan memberikan pengaruh yang kuat dalam pembelajaran geometri di sekolah. tahap holistik. Akan tetapi.32 Pembelajaran geometri dipengaruhi oleh teori van Hiele yang dikembangkan oleh Pierre Marie van Hiele dan Diana van Hiele-Geldof. ataupun tahap visual. menggambar dan membuat model. Menurut teori van Hiele dalam Raharjo Ismail dalam artikelnya yang berjudul Geometrid dan Teori Belajar Van Hiele . . pengukuran. tetapi memandang objek sebagai keseluruhan. belum dapat melihat hubungan antara beberapa bangun geometri dan defenisi. Siswa dapat menentukan sifatsifat suatu bangun dengan melakukan pengamatan. seseorang akan melalui lima tahap perkembangan berpikir dalam belajar geometri. Pada tahap ini siswa mengenal bentuk-bentuk geometri hanya sekedar berdasarkan karakteristik visual dan penampakannya. eksperimen. siswa belum sepenuhnya dapat menjelaskan hubungan antara sifat-sifat tersebut. Tahap 0 ( visualisasi ) Tahap ini juga dikenal dengan tahap dasar. Oleh karena itu. Pada tahap ini sudah Nampak adanya analisis konsep dan sifat-sifatnya. pada tahap ini siswa tidak dapat memahami dan menentukan sifat geometrid dan karakteristik bangun ynag ditunjukkan. b. Tahap 1 ( analisis ) Tahap ini juga dikenal dengan tahap deskriptif. Siswa secara eksplisit tidak terfokus pada sifat-sifat objek yang diamati. yaitu : a.

Tahap 4 ( Rigor ) Pada tahap ini siswa bernalar secara formal dalam system matematika dan dapat menganalisis konsekuensi dari manipulasi aksioma dan defenisi. Dalam tahap ini juga siswa berpeluang untuk mengembangkan bukti lebih dari satu cara. menemukan sifatsifat dari berbagai bangun dengan mengggunakan deduksi informal. teorema dan pembuktian formal dapat dipahami. Meskipun demikian. Pada tahap ini siswa dapat menyusun bukiti. Teori van Hiele mempunyai karakteristik. d.33 c. defenisi. dan dapat mengklasifikasikan bangun-bangun secara hirarki. tahap teoritik. siswa belum memahami bahwa deduksi logis adalah metode untuk membangun geometri. Tahap 2 ( Deduksi Informal ) Tahap ini dikenal juga dengan tahap abstrak. yaitu (1) tahap-tahap tersebut bersifat hirarki dan sekuensial. Perbedaan antara pernyataan dan konversinya dapat dibuat serta siswa menyadari perlunya pembuktian melalui serangkai penalaran deduktif. atau tahap keterkaitan. Tahap 3 ( Deduksi ) Tahap ini dikenal juga dengan tahap deduksi formal. Siswa juga dapat menyusun teorema dalam sistem aksiomatik. e. tidak hanya sekedar menerima bukti. Siswa juga dapat membuat defenisi abstrak. (2) kecepatan berpindah dari tahap ke tahap . siswa sudah dapat melihat hubungan sifat-sifat pada suatu bangun geometrid an sifat-sifat antara beberapa bangun geometri. Pada tahap ini. Saling keterkaitan antara bentuk yang tidak terdefenisikan. tahap relasional. aksioma.

bahan pembelajaran. yakni objek yang masih kurang jelas akan menjadi objek yang jelas pada tahap berikutnya. Secara khusus yakni guru. tetapi ditentukan oleh proses berpikir yang digunakan. menunjukkan karakteristik proses berpikir siswa dalam belajar geometri dan pemahamannya dalam konteks geometri. Crowley menyatakan bahwa teori van Hiele mempunyai sifat-sifat berikut (1) berurutan.34 berikutnya lebih bergantung pada pembelajaran. (2) kemajuan. (3) konsep yang dipahami secara implisit pada suatu tahap akan dipahami secara eksplisit pada tahap berikutnya. Siswa akan melemati suatu tahap yang matang sebekum menuju tahap selanjutnya. (2) tahap-tahap tersebut bersifat terurut dan hirarki. Kualitas pengetahuan siswa tidak ditentukan oleh akumulasi pengetahuannya. yakni seseorang harus melalui tahaptahap tersebut sesuai urutannya. yaitu (1) belajar adalah proses yang tidak kontinu. (5) mismatch. Tahaptahap berpikir van Hiele akan dilalui oleh siswa secara berurutan. Clements & Battista menyatakan bahwa teori van Hiele mempunyai karakteristik. (4) kosakata. dan (4) setiap tahap mempunyai kosakata sendiri-sendiri. Setiap tahap dalam teori van Hiele. terdapat “lompatan” dalam kurva belajar seseorang. isi. (3) intrinsic dan ekstrinsik. yakni keberhasilan dari tahap ke tahap lebih banyak dipengaruhi oleh isi dan metode pembelajaran daripada oleh usia. Sedangkan . kosakata dan lainnya berada pada tahap yang lebih tinggi daripada tahap berpikir siswa. yakni masingmasing tahap mempunyai kosakata dan sistem relasi sendiri. yakni jika seorang berada pada suatu tahap dan tahap pembelajaran berada pada tahap yang berbeda. dan (3) setiap tahap mempunyai kosakata dan sistem relasi sendiri-sendiri.

1.pdf) bahwa “dalam pembelajaran matematika hendaknya dipilih strategi pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif”. seorang guru harus mampu menyediakan pengalaman belajar yang cocok dengan tahap berpikir siswa.go.id/file/dokumen /vanhiele.35 kecepatan berpindah dari suatu tahap ke tahap berikutnya lebih bergantung pada metode pembelajaran daripada umur dan kematangan. melainkan perlu lebih mementingkan pemahaman pada proses terbentuknya konsep. Model Pembelajaran Langsung A. Jadi. 2. . dapat diajarkan dengan pola kegiatan yang bertahap selangkah demi selangkah. dalam pembelajaran geometri guru perlu mengembangkan model pembelajaran yang mampu meningkatkan kemampuan berpikir siswa dalam materi geometri serta melibatkan siswa secara aktif. Oleh sebab itu. Hal ini ditegaskan juga oleh Winataputra.5. Dalam hal ini keaktifan siswa tidak hanya pada keterampilan mengerjakan soal sebagai aplikasi dari konsepkonsep matematika yang telah dipelajari.kemenag. Pengertian Trianto (2009:41) mengungkapkan pengertian model pembelajaran langsung adalah suatu model pembelajaran yang dirancang khusus untuk menunjang proses belajar siswa yang berkaitan dengan pengetahuan deklaratif dan pengetahuan prosedural yang terstruktur dengan baik. dkk (dalam http://bdk surabaya. Pelaksanaan strategi belajar mengajar geometri atau strategi pembelajaran yang dimaksud adalah dengan menerapkan pembelajaran langsung yang dibantu dengan alat peraga atau media.

dan sebagainya. gambar. Model pembelajaran ini menekankan pada penguasaan konsep dan perubahan tingkah laku dengan mengutamakan pendekatan deduktif. Pengajaran langsung menurut Kardi dalam Trianto (2009:42) dapat berupa ceramah. misalnya film. serta mempersiapkan siswa untuk menerima penjelasan guru. dan guru juga seyogyanya menggunakan media yang sesuai.36 Model pembelajaran ini ditujukan untuk membantu siswa mempelajari keterampilan dasar dan memperoleh informasi yang dapat diajarkan selangkah demi selangkah. demonstrasi. peragaan. Guru mengawali pelajaran dengan penjelasan tentang tujuan dan latar belakang pembelajaran. Dalam model ini guru berperan sebagai penyampaian informasi. Sintaks atau Pola Pembelajaran Langsung Pada model pembelajaran langsung terdapat 5 sintaks yang sangat penting. dan kerja kelompok. pelatihan atau praktik. tape recorder. Menurut Kardi dan Nurul dalam Trianto (2009:41) ciri dari pembelajaran langsung adalah : • Adanya tujuan pembelajaran dan pengaruh model pada siswa termasuk prosedur penelitian hasil belajar • • Sintaks atau pola keseluruhan dan alur kegiatan pembelajaran Sistem pengolahan dan lingkungan belajar yang diperlukan agar kegiatan pembelajaran tertentu dapat berlangsung dengan berhasil B. Pengajaran langsung digunakan untuk menyampaikan pelajaran yang ditransformasikan .

sehingga guru dapat merancang dengan tepat waktu yang digunakan. Seperti yang ditunjukkan Tabel 2.1.1.37 langsung oleh guru kepada siswa. Sintaks model pembelajaran langsung tersebut disajikan dalam 5 tahap. Penjelasan 5 Fase Model Pembelajaran Langsung 1.3. Menyampaikan Tujuan dan Mempersiapkan Siswa a. dan mempersiapkan siswa 2 Mendemonstrasikan Pengetahuan dan Mendemonstrasikan keterampilan atau Keterampilan 3 Membimbing Pelatihan 4 Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik 5 Memberikan latihan dan penerapan konsep menyajikan informasi tahap demi tahap Guru memberi latihan terbimbing Mengecek kemampuan siswa dan memberikan umpan balik Mempersiapkan latihan untuk siswa dengan menerapkan konsep yang dipelajari pada kehidupan sehari-hari. Penyusunan waktu yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran harus seefisien mungkin. berikut.1 Sintaks Model Pembelajaran Langsung Fase Uraian Peran Guru 1 Menyampaikan Tujuan Pembelajaran Menjelaskan Tujuan. Materi dan mempersiapkan siswa Prasyarat.1. memotivasi siswa. Menyampaikan tujuan . Tabel 2.5.

tujuan ini dapat dicapai dengan jalan mengulang pokok-pokok pembicaraan pelajaran yang lalu.html) adalah sebagai berikut: a.com/2012/03/5-fase-model-pembelajaran- langsung. mempunyai dampak yang positif terhadap proses belajar siswa. dan mengingatkan kembali pada hasil belajar yang telah dimilikinya. mengapa mereka berpatisipasi dalam suatu pelajaran tertentu. b.inforppsilabus. memusatkan perhatian siswa pada pokok pembicaraan. Menyiapkan siswa yaitu memusatkan perhatian siswa pada materi yang akan kita ajarkan.Mencapai Kejelasan Kemampuan guru untuk memberikan informasi yang jelas dan spesifik kepada siswa. Hal ini pada umumnya terjadi pada .38 Para siswa perlu mengetahui dengan jelas.pada guru pemula dan belum berpengalaman ditemukan banyak penjelasan yang kabur dan membingungkan. Mendemonstrasikan Pengetahuan dan Keterampilan Menurut Kardi dan Nur kunci untuk berhasil ialah mempresentasikan informasi sejelas mungkin dan mengikuti langkah-langkah demonstrasi yang efektif (http://www. yang relevan dengan pokok pembicaraan yang akan dipelajari. Sementara itu. Menyiapkan siswa Kegiatan ini bertujuan untuk menarik perhatian siswa. serta memotivasi siswa berperan aktif selama proses pembelajaran berlangsung. 2. dan mereka perlu mengetahui apa yang harus mereka lakukan setelah selesai berperan serta dalam pelajaran itu. membantu siswa melihat relevansi pelajaran. atau memberikan sejumlah pertanyaan kepada .

• Hati-hati terhadap kelebihan dan kelemahan latihan berkelanjutan dan latihan terdistribusi. dan tidak menguasai teknik komunikasi yang baik.html) 4. (http://www.inforppsilabus. Mengecek Pemahaman dan Memberikan Umpan Balik Kegiatan ini merupakan aspek penting dalam pembelajaran langsung. dan berlatih melakukan demonstrasi untuk menguasai komponen-komponennya. tugas paling penting bagi guru dalam menggunakan model . Membimbing pelatihan Menurut Kardi dan Nur prinsip-prinsip yang dapat digunakan sebagai acuan bagi guru dalam menerapkan dan melakukan pelatihan diantaranya: • • Tugasi siswa melakukan latihan singkat dan bermakna Berikan pelatihan sampai benar-benar menguasai konsep atau keterampilan yang dipelajari..39 saat guru tidak mengusai sepenuhnya isi pokok bahasan yang diajarkannya. • Perhatikan tahap-tahap awal pelatihan. guru perlu sepenuhnya menguasai konsep atau keterampilan yang akan di demonstrasikan. latihan tidak banyak manfaatnya bagi siswa. b. dalam kenyataannya. karena tanpa mengetahui hasilnya.com/2012/03/5-fase-model-pembelajaranlangsung. 3. Melakukan demonstrasi Agar dapat mendemonstrasikan suatu konsep atau keterampilan dengan berhasil.

• Guru semestinya menginformasikan kepada orang tua siswa tentang tingkat keterlibatan mereka yang diharapkan. 5. guru merespon jawaban yang diberikan siswa tersebut. Selanjutnya. tes. • Guru seharusnya memberikan umpan balik tentang Pekerjaan Rumah (PR) tersebut. Guru dapat menggunakan berbagai cara untuk memberikan umpan balik kepada siswa. Memberikan Kesempatan untuk Pelatihan Lanjutan dan Penerapan Kebanyakan latihan mandiri yang diberikan kepada siswa sebagai fase akhir pelajaran pembelajaran langsung adalah pekerjaan rumah. C. Pelaksanaan Pembelajaran Langsung .40 pembelajaran langsung adalah memberi siswa umpan balik bermakna dan pengetahuan tentang hasil latihannya. misalnya umpan balik secara lisan. tetapi merupakan kelanjutan pelatihan untuk pembelajaran berikutnya. Umpan balik sebaiknya diberikan seusai pelatihan dan sesuai dengan tingkat perkembangan siswa. Fase ini ditandai dengan pertanyaanpertanyaan yang diberikan oleh guru kepada siswa dan siswa memberikan tanggapan berupa jawaban yang menurut mereka benar. ada tiga panduan umum untuk latihan-latihan mandiri yang diberikan sebagai Pekerjaan Rumah (PR) diantaranya: • Tugas rumah yang diberikan bukan merupakan kelanjutan dari proses pembelajaran. sehingga siswa dapat mengetahui dan memperbaiki kesalahannya dalam menjawab latihan. dan komentar tertulis .

dan waktu menilai hasilnya.41 Sebagaimana halnya setiap mengajar. Ciri utama unik yang terlihat dalam melaksanakan suatu pembelajaran langsung adalah sebagai berikut : 1. pelaksanaan yang baik model pembelajaran langsung memerlukan tindakan-tindakan dan keputusan-keputusan yang jelas dari guru selama berlangsungnya perencanaan. langkah-langkah atau tindakan tertentu merupakan ciri khusus pembelajaran langsung. Merumuskan Tujuan Untuk merumuskan tujuan pembelajaran dapat digunakan model Mager dalam Trianto (2009:46). pada saat melaksanakan pembelajaran. Beberapa diantara tindakan tersebut dapat dijumpai pada model pembelajaran lain. yaitu :  Perilaku siswa  Situasi pengetesan  Kriteria kinerja . Tugas –tugas Perencanaan a. Mager mengemukakan bahwa tujuan pembelajaran khusus harus sangat spesifik yang terdiri dari tiga bagian.

Merencanakan Waktu dan Ruang Pada suatu pembelajaran langsung. Penilaian Pada Model Pembelajaran Langsung 5 prinsip dasar dalam merancang sistem penilaian : a. Ada 2 hal yang perlu diperhatikan oleh guru : (1) memastikan bahwa waktu yang disediakan sepadan dengan bakat dan kemampuan siswa. d. akan membantu guru menentukan dengan tepat apa yang perlu dilakukan siswa untuk melaksanakan keterampilan yang dipelajari. (2) memotivasi siswa agar mereka tetap melakukan tugas-tugasnya dengan perhatian yang optimal. merencanakan dan mengelola waktu dan ruang merupakan kegiatan yang sangat penting. 2. Memilih Isi Guru harus mempertimbangkan berapa banyak informasi yang akan disampaikan dalam kurun waktu tertentu. c. Melakukan analisis tugas Analisis tugas adalah alat yang digunakan guru untuk mengidentifikasi dengan presisi yang tinggi hakikat yang setepatnya dari suatu keterampilan atau butir pengetahuan yang terstruktur dengan baik.42 b. sesuai dengan tujuan pengajaran b. Dengan menganalisis tugas. menggunakan soal tes yang sesuai . yang akan diajarkan guru. mencakup semua tugas pengajaran c. Guru harus selektif dalam memilih konsep yang diajarkan dengan model pengajaran langsung.

Konstruktivisme yang mempunyai pengaruh besar pada tahun 1930 yang bekerja sebagai ahli Psikologi Rusia adalah L. Teori Vygotsky mendapat perhatian yang makin besar ketika memasuki akhir abad ke-20. dan mengakui bahwa tiap-tiap disiplin ilmu . Jaramillo (1996) menjelaskan. Vygotsky. Sezaman dengan Piaget. Namun. yang sangat tertarik pada efek interaksi siswa dengan teman sekelas pada pelajaran. Walaupun setuju dengan Piaget bahwa perkembangan kognitif terjadi secara bertahap dan dicirikan dengan gaya berpikir yang berbeda-beda. Vygotsky adalah pengagum Piaget. Sejak saat itulah. seorang psikolog berkebangsaan Rusia. manfaatkan hasil tes untuk memperbaiki proses belajar mengajar berikutnya. tulisan-tulisannya menjadi sangat berpengaruh.S.1.43 d. 2. Vygotsky mencatat bahwa interaksi individu dengan orang lain berlangsung pada situasi sosial. tetapi Vygotsky tidak setuju dengan pandangan Piaget bahwa anak menjelajahi dunianya sendirian dan membentuk gambaran realitas batinnya sendiri. mengenal poin penting tentang pikiran anak ini lebih dari setengah abad yang lalu. karyanya baru dipublikasikan di dunia Barat pada tahun 1960-an. buatlah soal yang valid dan sereliabel mungkin e.6 Teori Belajar Vygotsky Perkembangan kognitif dan bahasa anak-anak tidak berkembang dalam suatu situasi sosial yang hampa. Vygotsky percaya bahwa subyek yang dipelajari berpengaruh pada proses belajar. Lev Vygotsky (1896-1934). Vygotsky menulis di Uni Soviet selama 1920-an dan 1930-an.

dan alat-alat ingatan. Bahwa siswa akan dapat mempelajari konsep-konsep dengan baik jika berada dalam ZPD. (3) Vygostky menekankan pada scaffolding. tetapi dapat memecahkan masalah itu setelah mendapat bantuan orang dewasa atau temannya (peer). Vygotsky mengemukakan empat prinsip yang dinyatakan oleh Slavin (dalam http://rochmad-unnes. Ia juga menekankan bagaimana anak-anak dibantu berkembang dengan bimbingan dari orang-orang yang sudah terampil di dalam bidang-bidang tersebut. perhatian. Penekanan Vygotsky pada peran kebudayaan dan masyarakat di dalam . blogspot. Vygotsky menyatakan bahwa siswa belajar melalui interaksi bersama dengan orang dewasa atau teman yang lebih cakap. Konsep Sosiokultural Banyak developmentalis yang bekerja di bidang kebudayaan dan pembangunan menemukan dirinya sepaham dengan Vygotsky. sistem matematika. (2) ZPD (zone of proximal development). dan kemudian diberi bantuan secukupnya dalam memecahkannya. Berkaitan dengan pembelajaran. sulit. (4) perkembangan yang berangkat dari bidang social ke bidang individu. yang berfokus pada konteks pembangunan sosial budaya. Pendekatan pembelajaran yang dipandang sesuai adalah pembelajaran kooperatif. Siswa diberi masalah yang kompleks.44 mempunyai metode pembelajaran tersendiri. Siswa bekerja dalam ZPD jika siswa tidak dapat memecahkan masalah sendiri. dan penalaran melibatkan pembelajaran menggunakan temuan-temuan masyarakat seperti bahasa. Vygotsky adalah seorang guru yang tertarik untuk mendesign kurikulum sebagai fasilitas dalam interaksi siswa. Teori Vygotsky menawarkan suatu potret perkembangan manusia sebagai sesuatu yang tidak terpisahkan dari kegiatan-kegiatan sosial dan budaya.html) sebagai berikut : (1)Sosiokultural.com / 2008/02/01 _archive. 1. Vygotsky menekankan bagaimana proses-proses perkembangan mental seperti ingatan. dan realistik.

Level interpersonal memiliki suatu pengaruh yang lebih langsung pada keberfungsian mental anak. anak-anak tak banyak memiliki fungsi mental yang lebih tinggi seperti ingatan. Piaget memandang anak-anak sebagai pembelajaran lewat penemuan individual.45 perkembangan kognitif berbeda dengan gambaran Piaget tentang anak sebagai ilmuwan kecil yang kesepian. Pengalaman dengan orang lain secara berangsur menjadi semakin mendalam dan membentuk gambaran batin anak tentang dunia. berfikir dan menyelesaikan masalah. dan melek huruf. Interaksi institusional memberi kepada anak suatu norma-norma perilaku dan sosial yang luas untuk membimbing hidupnya. penemuan seperti komputer. Karena itulah berpikir setiap anak dengan cara yang sama dengan anggota lain dalam kebudayaannya. Vygotsky menekankan baik level konteks sosial yang bersifat institusional maupun level konteks sosial yang bersifat interpersonal. sejarah kebudayaan menyediakan organisasi dan alat-alat yang berguna bagi aktivitas kognitif melalui institusi seperti sekolah. . sedangkan Vygotsky lebih banyak menekankan peranan orang dewasa dan anak-anak lain dalam memudahkan perkembangan si anak. Pada level institusional. Alat-alat itu diwariskan pada anak-anak oleh anggota-anggota kebudayaan yang lebih tua selama pengalaman pembelajaran yang dipandu. Fungsi-fungsi mental yang lebih tinggi ini dianggap sebagai ”alat kebudayaan” tempat individu hidup dan alat-alat itu berasal dari budaya. Namun. anak-anak lahir dengan fungsi mental yang relatif dasar seperti kemampuan untuk memahami dunia luar dan memusatkan perhatian. Menurut Vygotsky.

perkembangan mental anakanak menjadi matang.multiply. Anak-anak tidak akan pernah mengembangkan pemikiran operasional formal tanpa bantuan orang lain. Vygotsky percaya bahwa anak akan jauh lebih berkembang jika berinteraksi dengan orang lain.46 Menurut Vygotsky Tahun 1962(dalam http://valmband. Vygotsky mencari pengertian bagaiman anak-anak berkembang dengan melalui proses belajar. Zone Perkembangan Proksimal Meskipun pada akhirnya anak-anak akan mempelajari sendiri beberapa konsep melalui pengalaman sehari-hari. Informasi tentang alat-alat.com) menyatakan bahwa : Keterampilan-keterampilan dalam keberfungsian mental berkembang melalui interaksi sosial langsung. Aktual development ditentukan apakah seorang anak dapat melakukan sesuatu tanpa bantuan orang dewasa atau guru. dimana fungsi-fungsi kognitif belum matang. Pada sisi lain. Melalui pengorganisasian pengalaman-pengalaman interaksi sosial yang berada di dalam suatu latar belakang kebudayaan ini. Sedangkan potensial development . Menurut teori Vygotsky. 2.masing individu dalam konsep budaya. dan dia menggambarkan bahwa anak-anak mampu melakukan sesuatu sendiri. fungsi kognitif berasal dari interaksi sosial masing . Pada satu sisi. keterampilan-keterampilan dan hubungan-hubungan interpersonal kognitif dipancarkan melalui interaksi langsung dengan manusia. tetapi masih dalam proses pematangan. Vygotsky membedakan antara aktual development dan potensial development pada anak. Piaget menjelaskan proses perkembangan kognitif sejalan dengan kemajuan anak-anak. Konsep sosiokultural adalah interaksi antara aspek “internal” dan “eksternal” dari pebelajaran dan penekanannya pada lingkungan sosial pebelajaran.

com ) bahwa : Zone Proximal of Development adalah jarak antara tingkat perkembangan sesungguhnya yang ditunjukkan dalam kemampuan pemecahan masalah secara mandiri dan tingkat kemampuan perkembangan potensial yang ditunjukkan dalam kemampuan pemecahan masalah di bawah bimbingan orang dewasa atau teman sebaya yang lebih mampu. memecahkan masalah di bawah petunjuk orang dewasa atau kerjasama dengan teman sebaya. Maka (dalam http://www.multiply. Sebuah konsekuensi pada proses ini adalah bahwa siswa belajar untuk pengaturan sendiri (self-regulasi).47 membedakan apakah seorang anak dapat melakukan sesuatu.prayudi. siswa mendiskusikan pengertian barunya dengan temannya kemudian mencocokkan dan mendalami kemudian menggunakannya. Konsep Scaffolding Scaffolding merupakan suatu istilah yang ditemukan oleh seorang ahli psikologi perkembangan-kognitif masa kini. dimana antara apakah seorang anak dapat melakukan sesuatu tanpa bantuan orang dewasa dan apakah seorang anak dapat melakukan sesuatu dengan arahan orang dewasa atau kerjasama dengan teman sebaya. perkembangan mereka kemungkinan akan berjalan lambat. Melalui perubahan yang berturut-turut dalam berbicara dan bersikap. 3.com ) bahwa: Zona Perkembangan Proksimal merupakan celah antara actual development dan potensial development. Maksud dari ZPD adalah menitikberatkan ZPD pada interaksi sosial akan dapat memudahkan perkembangan anak. siswa seharusnya bekerja dengan teman yang lebih terampil yang dapat memimpin secara sistematis dalam memecahkan masalah yang lebih kompleks. Menurut teori Vygotsky (dalam http://valmband. Ketika siswa mengerjakan pekerjaanya di sekolah sendiri. yakni suatu proses . Jerome Bruner.wordpress. Untuk memaksimalkan perkembangan.

setiap kemampuan seseorang akan tumbuh dan berkembang melewati dua aturan. dorongan menguraikan masalah ke dalam bentuk lain yang memungkinkan siswa dapat mandiri. Dikatakannya bahwa fungsi-fungsi mental yang lebih tinggi dalam diri seseorang akan muncul dan berasal dari kehidupan sosialnya. yaitu tataran sosial tempat orang-orang membentuk lingkungan sosialnya (dapat dikategorikan sebagai interpsikologis atau intermental).com ) bahwa : Teori scaffolding adalah memberikan kepada seseorang anak sejumlah besar bantuan selama tahap . (dalam http://www. peringatan.wordpress. 4. . dan tataran psikologis di dalam diri orang yang bersangkutan (dapat dikategorikan sebagai intrapsikologis atau intar mental). Bantuan yang diberikan guru dapat berupa petunjuk. Sementara itu fungsi intrsmental dipandang sebagai derivasi atau keturunan yang tumbuh atau terbentuk melalui penguasaan dan internalisasi terhadap proses-proses sosial tersebut. Pandangan teori ini menempatkan intermental atau lingkungan sosial sebagai faktor primer dan konstitutif terhadap pembentukan pengetahuan serta perkembangan kognitif seseorang.prayudi.tahap awal pembelajaran dan kemudian mengurangi bantuan tersebut dan memberikan kesempatan kepada anak tersebut mengambil alih tanggung jawab yang semakin besar segera setelah ia mampu mengerjakan sendiri. Jadi. Perkembangan Mental dari Sosial ke Individu Menurut Vygotsky.48 yang digunakan orang dewasa untuk menuntun anak-anak melalui zona perkembangan proksimalnya.

Gagasan tentang kelompok kerja kreatif ini diperluasa menjadi pengajaran pribadi oleh teman sebaya ( peer tutoring). Secara khusus Vygotsky mengemukakan bahwa disamping guru.berlawanan pembelajaran lewat (individual discovery learning).49 Pada mulanya anak berpartisipasi dalam kegiatan sosial tertentu tanpa memahami maknanya. yaitu mampu memunculkan perubahan dan perkembangan yang tidak sekedar berupa transfer atau pengalihan. Pemaknaan atau konstruksi pengetahuan baru muncul atau terjadi melalaui proses internalisasi. 3. Namun. guru harus secara aktif mendampingi setiap kegiatan anak-anak. Dalam istilah teoritis. walaupun anak tetap dilibatkan dalam pembelajaran aktif. Pengaruh karya Vygotsky terhadap dunia pengajaran adalah sebagai berikut : 1. yaitu seorang anak mengajari . internalisasi yang dimaksud oleh Vygotsky bersifat transformative. Sebaliknya mereka malah menyatakan. Walaupun Vygotsky dan Bruner telah mengusulkan peranan yang lebih penting bagi orang dewasa dalam pembelajaran anak-anak daripad peran yang diusulkan Piaget. teman sebaya juga berpengaruh dengan penting pada perkembangan penemuan kognitif individu anak. ini berarti anak-anak bekerja dalam zona perkembangan proksimal dan guru menyediakan scaffolding bagi anak selama melalui ZPD. 2. keduanya tidak mendukung pengajaran didaktis diganti sepenuhnya. Belajar dan berkembang merupakan satu kesatuan dan saling menentukan. kerja kelompok secara kooperatif (cooperative groupwork) tampaknya mempercepat perkembangan anak.

Satu anak bisa lebih efektif membimbing anak lainnya melewati ZPD karena mereka sendiri baru saja melewati tahap itu sehingga bis adengan mudah melihat kesulitan-kesulitan yang dihadapi anak lain dan menyediakan scaffolding yang sesuai. 2.konsep dan pemecahan masalah. H G H E D A a B F G H D C G H C E A B F E E F .50 anak lainnya yang agak tertinggal dalam pelajaran.1. Jadi teori belajar Vygotsky adalah salah satu teori belajar sosial sehingga sangat sesuai dengan model pembelajaran kooperatif. Luas selubung dan permukaan kubus dan balok a. Materi Pelajaran KUBUS DAN BALOK A.8. Keberhasilan pengajaran oleh teman sebaya ini dengan menggunakan teori Vygotsky. Dalam model pembelajaran kooperatif terjadi interaktif sosial yaitu interaksi antara siswa dengan siswa dan antara siswa dengan guru dalam usaha menemukan konsep . Besaran-Besaran pada Kubus dan Balok 1. Luas selubung dan permukaan kubus Kubus adalah bangun ruang yang dibatasi oleh enam daerah persegi yang kongruen (sama sebangun).

51 Misalnya panjang rusuk kubus ABCD. Maka: Luas selubung kubus = Luas ABFE + Luas BCGF + Luas DCGH + Luas ADHE =axa+axa+axa+axa = a2 + a2 + a2 + a2 = 4 a2 Luas permukaan kubus = Luas selubung + Lauas ABCD + Luas EFGH = 4 a2 + a x a + a x a = 4 a2 + a2 + a2 = 6 a2 Kesimpulan: Jika panjang rusuk suatu kubus adalah a.EFGH adalah a. Luas selubung kubus = 4 a2 2. H H G F t G C G H H E D p D E A E B F F E l C A B . Luas selubung dan permukaan balok Balok adalah sebuah benda yang dibatasi oleh enam daerah persegi panjang yang masing-masing dinamakan bidang sisi atau sisi balok. Luas permukaan kubus = 6 a2 b. maka: 1.

52 Misalkan balok ABCD .t = keliling ABCD x t Luas permukaan balok = Luas selubung + Luas ABCD + Luas EFGH = 2(p + l). maka: Luas selubung balok = Luas ABFE+Luas BCGF + Luas CDGH + Luas ADHE = (p x t) + (l x t) + (p x t) + (l x t) = t (p + l + p + l) = t (p + l). EFGH memiliki ukuran panjang AB = p.t + 2(p x l) = 2 (pt + lt + pl) Luas permukaan balok = Luas selubung + 2 x Luas bidang alas Kesimpulan : Misalkan suatu balok memiliki ukuran panjang = p. dan tinggi = t Maka: 1.2 = 2 (p + l). lebar = l. Luas permukaan balok = 2 (pt + pl + lt) . lebar BC = l dan tinggi CG = t . Luas selubung balok = 2(p + l)t 2.t + p x l + p x l = 2(p + l).

volume kubus (V) yang memiliki panjang rusuk a dirumuskan sebagai berikut : V =axaxa = a3 . Maka volume kubusnya = (3 x 3 x 3) satuan volume = 27 satuan volume Dengan demikian. Volume Kubus dan Balok a. tampak kubus satuan. yaitu kubus yang memiliki panjang rusuk 1 satuan panjang. Volume Kubus (a) (b) (c) Pada gambar (a). Maka volume kubus satuan = (1 x 1 x 1) satuan volume = 1 satuan volume Pada gambar (b) dan (c) tampak kubus yang memiliki panjang 3 satuan panjang.53 2.

54 Dengan : V = volume kubus a = panjang rusuk kubus Kesimpulan : Volume kubus sama dengan panjang rusuknya di pangkatkan tiga. tampak balok yang memiliki panjang 4 satuan panjang. b. lebar 3 satuan panjang dan tinggi 2 satuan panjang. Volume Balok (a) (b) (c) Pada gambar (a). Volume baloknya = (4 x 3 x 2) satuan volume = 24 satuan volume . tampak kubus satuan dengan panjang rusuknya 1 satuan panjang dan volume satuan = (1 x 1 x 1) satuan volume = 1 satuan volume Pada gambar (b) dan (c).

Panjang rusuk kubus: Panjang seluruh rusuk kubus: pt = 12a = 12 A E D a B H F C G .55 Jadi. dan volume V satuan volume (satuan isi). Apabila suatu balok panjangnya p satuan panjang. lebarnya l satuan panjang. Maka balok itu dirumuskan sebagai berikut: H E F D t p B l G Volume V=pxlxt Dengan : V = volume balok p = panjang balok l = lebar balok t = tinggi balok Kesimpulan : A C Volume balok sama dengan perkalian semua rusuk yang bertemu pada sebuah titik sudut balok. 1. tingginya t satuan panjang. 2. volume balok merupakan perkalian panjang. Merancang Kubus dan Balok untuk Volume Tertentu 1. lebar. dan tinggi. dengan satuan panjang yang sesuai. Merancang kubus untuk volume tertentu Untuk dapat merancang kubus untuk volume tertentu kamu perlu mengetahui hubungan-hubugan berikut. B. Diberikan volume kubus V dan panjang rusuknya a.

maka t = b. maka: 3. 5.56 3... Jika rusuk-rusknya p : l : t = a : b : c.. 1. maka panjang rusuk a adalah Panjang seluruh rusuk kubus (pt) adalah pt = 12a Subtitusikan (1) diperoleh pt = .(1) Sekarang untuk dapat merancang balok untuk volume tertentu kita perlu mengetahui hubungan-hubungan berikut.(2) . Jika luas sisinya A2 = pt. maka l = c.. maka p = 2. 7. 6. Jika diketahui besar volume V. Jika luas sisinya A1 = pl.. a.. Jika luas sisi-sisinya A1 : A2 : A3 = a : b : c.. Jika luas sisinya A3 = lt. maka: . Panjang diagonal sisi kubus: ps = Panjang diagonal ruang kubus: pr = Luas bidang sisi kubus: Ls = a2 = Luas selubung kubus: Lb = 4a2 = 4 Luas permukaan kubus: Lm = 6a2 = 6 Perhatikan uraian berikut ini yang menjelaskan beberapa hubungan diatas volume kubus (V) dengan panjang rusuk a dalah V = a3.. Diberikan volume balok V. 4.

dan t = ck.57 Perhatikan uraian berikut ini yang menjelaskan beberapa hubungan di atas. dengan k > 0 V=pxlxt V = ak x bk x ck V = abc k3 k= Jadi. E H F t G D A p C B l Jika volume V dan luas sisinya A1. p=a l=b t=c . maka : V = A1t sehingga diperoleh t = V = A2l sehingga diperoleh l = V = A3p sehingga diperoleh p = Jika volume balok V dan rusuk-rusuknya p : l : t = a : b : c. atau A2 = pt. l = bk. maka kamu memisalkan p = ak. atau A3 = lt. dengan A1 = pl.

Vs = 3a3h + 3ah .3a3h + 3ah2 . Kubus Misalkan panjang kubus semula adalah a. Jika panjang rusuk kubus semula a bertambah besar h.h3 = a3 → a = = V s .h3 = 3h + 3ah2 .Vs = 3a3h + 3ah + h3 = 3h + 3ah2 + h3 C Jika panjang rusuk semula a berkurang h.h3 Perubahan volume kubusnya adalah ∆V = Vb . maka panjang rusuk kubus baru menjadi ka dan volumenya adalah: .h) dan volumenya adalah Vb Vb Vb = (a . maka volume kubus semula adalah = a3. maka panjang rusuk kubus baru menjadi (a + h) dan volumenya adalah Vb Vb Vb = (a + h)3 = a3 + 3a3h + 3ah2 + h3 =a →a= = V s + 3h + 3h 2 3 H E F D A a B G +h 3 Perubahan volume kubusnya adalah: ∆V = Vb .3h + 3h2 .h3 Jika panjang rusuk semula a diperbesar atau diperkecil dengan factor skala k.58 Volume Kubus dan Balok Jika Ukuran Rusuknya Berubah 1. maka panjang rusuk kubus baru menjadi (a .h)3 = a3 .

l.ph .Vs = (pl + pt + lt)h + (p x l x t)h2 + h3 2. Jika panjang rusuk-rusuk balok semula p. maka volume baloknya adalah Vs = p x l 1. maka panjang rusuk-rusuk balok baru adalah (p + h). dan volume balok baru adalah: Vb = (p . dan t berkurang sebesar h.lh . maka panjang rusuk-rusuk balok baru adalah (p + h).1) Vs G t C B l Vb = (p + h) (l + h) (t + h) = (pl + ph + lh + h2)(t + h) = plt + plh + pth + ph2 + lth + lh2 + lh2 + h3 Perubahan volume balok adalah: ∆V = Vb .h2)(t .h) = plt . dan (t + h).59 Vb = kp x kl x kt =(k3)(plt) = k3Vs Perubahan vo.h) = (pl .h) (t .h) (l .h3 . Balok Misalnya balok memiliki ukuran panjang = p.ume kubusnya adalah ∆V 2.Vs = k3 Vs – Vs = (k3 .plh . dan tinggi = t. dan (t + h).lth + lh2 + lh2 . lebar = l. (l + h).pth + ph2 . dan volume balok baru adalah: E H F D A p = Vb . (l + h).

dan c. dan t diberbesar atau diperkecil dengan faktor skala k. l. maka panjang rusuk-rusuk balok baru adalah kp. kl dan kl. Jika panjang rusuk-rusuk balok semula p.(p x l x t)h2 + h3 3. sehingga volume balok baru adalah: Vb = kp x kl x kt =(k3)(plt) = k3Vs Perubahan vo.1) Vs Penerapan Kubus dan Balok dalam Kehidupan Dengan pengetahuan yang baik mengenai kubus dan balok kamu dapat menerapkannya dalam kehidupan yang nyata untuk memecahkan berbagai kasus yang berkaitan dengan kubus dan balok. maka panjang rusuk-rusuk balok baru adalah ap.lh2 . sehingga volume balok baru adalah: Vb = ap x bl x cl = (abc)(plt) = abc V Perubahan volume baloknya adalah: ∆V = Vb .h3 = (pl + pt + lt)h . bl dan cl.Vs = k3 Vs – Vs = (k3 .lh2 . l. dan t diberbesar atau diperkecil dengan faktor skala a.Vs = (abc – 1 Vs) 4.60 Perubahan volume balok adalah: ∆V = Vb . .ph2 + lth . Jika panjang rusuk-rusuk balok semula p.Vs = abc Vs .Vs = plh + pth . b.ume kubusnya adalah ∆V = Vb .

Pembelajaran yang menerapkan teori vygotsky lebih menekankan pada siswa yang mengkonstruksi pengetahuan sendiri sedangkan guru lebih ditekankan sebagai fasilitator. Bahwa siswa akan dapat mempelajari konsep-konsep dengan baik jika berada dalam ZPD. Pendekatan pembelajaran yang dipandang sesuai adalah pembelajaran kooperatif. Jadi belajar bukan berorientasi kepada terselesaikannya materi tetapi harus berorientasi pada tujuan dan pengalaman belajar yang telah dimiliki siswa. tetapi dapat memecahkan masalah itu setelah mendapat bantuan orang dewasa atau temannya (peer) . Sosiokultural.61 2. ZPD (zone of proximal development).1. 2. Sehingga pembelajaran bersifat aktif dan dinamis.9 Kerangka Konseptual Belajar merupakan suatu proses bagaimana siswa mendapat pengalaman sehingga terjadi perubahan tingkah laku. Pembelajaran menerapkan teori berdasarkan kegiatan yang berpusat pada siswa untuk mengkonstruksi pengetahuan secara sendiri dan dengan bantuan lingkungan sosial budayanya. Siswa bekerja dalam ZPD jika siswa tidak dapat memecahkan masalah sendiri. Tahap-tahapan dalam teori belajar vygotsky adalah : 1. Vygotsky menyatakan bahwa siswa belajar melalui interaksi bersama dengan orang dewasa atau teman yang lebih cakap.

dan kemudian diberi bantuan secukupnya dalam memecahkannya. 4. Perkembangan yang berangkat dari bidang social ke bidang individu. Vygostky menekankan pada scaffolding. Siswa diberi masalah yang kompleks.62 3. sulit. dan realistik. .

Dominan Ceramah Pemecahan Masalah Dicari penyelesaian Kemampuan pemecahan masalah masih rendah Solusi belum ditemukan Strategi pemecahan masalalah Dilakukannya Upaya Melakukan pendekatan pembelajaran matematika realistik Langkah Pemecahan Masalah Polya Dikaitkan Dengan Situasi Dunia Nyata Memahami Masalah Merencanakan Meneyelesaikan Memeriksa Kembali Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Meningkat Diperoleh Hasil .63 Secara lebih rinci dapat dilihat dari skema berikut ini : Belajar dan Pembelajaran Pembelajaran Matematika Metode yang Digunakan Guru Kurang Bermakna.

mahasiswa UNIMED Jurusan Pendidikan Matematika. bahwa pembelajaran kontruktivisme aliran vygotsky menjadikan siswa sebagai subjek dan berinisiatif sendiri dalam kegiatan pembelajaran dan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah mengalami peningkatan setelah dilakukan tindakan. Secara keseluruhan. maka hipotesis penelitian ini adalah : “Penerapan teori Vygotsky dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa pada materi geometri”. Beliau menyimpulkan bahwa setelah pembelajaran dilakukan.64 2. Dengan kata lain.3 Kajian Penelitian yang Relevan Adapun kajian peneleitian yang relevan terhadap penelitian yang dilakukan peneliti adalah dengan judul penelitian Pembelajaran Matematika dengan Menerapkan Model Kontruktivisme Aliran Vygotsky (dengan jenis penelitian tindakan kelas yang dilakukan di kelas VII SMP Swasta Nasrani 3 Medan pada T. Secara umum. siswa yang proses pembelajarannya menerapkan pembelajaran kontruktivisme aliran vygotsky memiliki kemampuan pemecahan masalah yang lebih baik daripada sebelum diberikan proses pembelajaran tersebut. ternyata memperoleh hasil yang lebih efektif terhadap siswa. pembelajaran kontruktivisme aliran vygotsky dapat menjadi sebuah alternatif untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa.4 Hipotesis Tindakan Berdasarkan tinjauan teoritis dan kerangka konseptual.A 2007/2008) oleh Pribadi Ginting. . 2.

bahwa siswa mengalami kesulitan dalam memahami dan menerapkan rumus-rumus pada materi Bangun Ruang Kubus dan Balok dengan persentase rata-rata siswa yang menjawab benar keseluruhan tes adalah 39.3 Objek Penelitian Objek dalam penelitian ini adalah upaya meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dengan penerapan teori Vygotsky pada materi geometri di kelas IX SMP Negeri 1 Lumbanjulu T.2 Subjek Penelitian Satu masalah penting yang harus dilakukan oleh seorang peneliti. 64 . Adapun alasan memilih lokasi penelitian adalah karena pada pembelajaran Bangun Ruang Kubus dan Balok menunjukkan kemampuan siswa memecahkan masalah kurang optimal.6%. Dari 5 kelas yang ada siswa kelas IX di SMP Negeri 1 Lumbanjulu T.Sehingga dapat diupayakan pembelajaran yang sesuai keadaan siswa.A 2012/2013.A 2012/2013 diambil satu kelas sebagai subyek penelitian yaitu kelas IX-I yang berjumlah 36 siswa. jika hendak mengadakan Penelitian Tindakan Kelas yaitu penentuan subyek penelitian. 3.4%. 3. Dari hasil tes diagnostik yang diujikan pada saat prapenelitian.1 Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Lumbanjulu.65 BAB III METODE PENELITIAN 3. sedangkan yang menjawab salah adalah 60.

scaffolding. Teori Vygotsky adalah salah satu teori belajar sosial sehingga sangat sesuai dengan model pembelajaran kooperatif karena dalam model pembelajaran kooperatif terjadi interaktif sosial yaitu interaksi antara siswa dengan siswa dan antara siswa dengan guru dalam usaha menemukan konsep . Kemampuan pemecahan masalah adalah kemampuan atau kompetensi strategik yang ditunjukkan siswa dalam memahami. memilih pendekatan dan strategi pemecahan dan menyelesaikan model untuk menyelesaikan masalah. b.5 Jenis Penelitian Pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan kualitatif yang berguna untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dengan penerapan teori vygotsky pada pokok bahasan Bangun Ruang Kubus dan Balok pada siswa kelas IX di SMP Negeri 1 Lumbanjulu. Dengan menerapkan empat prinsip dalam proses pembelajarannya yaitu sosiokultural. dan perkembangan mental dari bidang sosial ke bidang individu. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) .4 Definisi Operasional Untuk dapat melakukan variabel penelitian secara kuantitatif maka variabel-variabel didefinisikan sebagai berikut: a. 3. Sedangkan jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Pemilihan jenis PTK karena peneliti terlibat langsung dan sudah merupakan tugas peneliti sebagai calon pendidik yang harus selalu berusaha meningkatkan mutu pendidikan.66 3.konsep dan pemecahan masalah. konsep ZPD.

dan observasi.67 merupakan kajian tentang situasi sosial dan pandangan untuk meningkatkan mutu tindakan yang ada di dalamnya.6. 3.6 Alat Pengumpul Data Alat yang digunakan dalam pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes. 3. 3. yaitu Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan siswa memecahkan masalah mangalami peningkatan berdasarkan rata-rata setelah diberi teori vygotsky. Tahap-Tahap Sasaran Penelitian Perencanaan.1 Tes Dalam penelitian ini diberikan tes kemampuan pemecahan masalah. yang dilakukan adalah • Wawancara • Untuk mengetahui kesulitan • Data siswa dalam memahami siswa kesulitan Output .6. 1. wawancara. maka penelitian ini memiliki tahap atau siklus sebagai berikut : Siklus I No.7 Prosedur Penelitian Sesuai dengan jenis penelitian ini.3 Observasi Observasi yang dilakukan merupakan pengamatan terhadap seluruh kegiatan dan perubahan yang terjadi pada saat diberikan tindakan. 3.

• Merancang RPP • Agar pembelajaran yang • KBM efektif berlangsung lebih terarah. 2.• Untuk haman mengetahui serta pema.68 materi Kubus sebagai tindakan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa.• Tes kemampuan pemecahan masalah I mampuan pemecahan masalah I kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal yang berkaitan dengan materi. • Membuat observasi lembar • Untuk kondisi melihat belajar bagaimana • Data mengajar KBM kondisi yang berlangsung di kelas. untuk menemukan rumus . • Membuat tes ke. (pengajuan masalah yang pemdengan teori • Guru memberikan masalah • Peningkatan kepada siswa yang telah disusun Kegiatan berkaitan dalam Siswa dengan Lembar yang materi kemampuan pemecahan masalah siswa kubus dan balok dalam kehidupan sehari-hari berada pada ZPD. meliputi : • Melakukan belajaran penerapan vygotsky. Pelaksanaan.

• Guru memberikan waktu kepada siswa untuk masalah secara mendiskusikan tersebut berkelompok. dan luas permukaan kubus dan balok hasil • Siswa mencermati masalah yang diberikan guru. • Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan hal-hal yang kurang dimengerti pada masalah I. presentasi kerja). scaffolding. • Siswa berusaha mencoba menyelesaikan masalah I. • Siswa saling memberikan argumennya masing dalam masingkegiatan . • Guru mengarahkan siswa untuk membagi kelompok yang telah disusun sebelumnya.69 sosiokultur.

• Guru menanyakan kembali apa hal-hal yang masih kurang dimengerti siswa dan membimbing siswa yang mengatasi masalah yang mereka hadapi.70 diskusi tersebut untuk menyelesaikan masalah. • Setelah diselesaikan guru masing masalah oleh I siswa. sedangkan yang lain • Siswa memperoleh hasil diskusinya dan guru . • Guru mengamati setiap kegiatan siswa di setiap kelompok untuk melihat kesulitan-kesulitan dihadapi siswa. masingkelompok hasil meminta mempresentasikan diskusinya kolompok menanggapi.

pembelajaran • Data hasil tes kemampuan pemecahan masalah I . dan seterusnya dengan prosedur penyelesaian yang sama seperti pada masalah I. • Untuk mengetahui hasil yang dicapai oleh siswa setelah • Pemberian ke-mampuam pemecah-an masalah 3. • Guru melakukan tanya jawab untuk menunjukkan kebenaran konsep yang telah ditemukan siswa.71 memberikan penguatan. III.• Data kondisi tes proses berlangsung. masalah I guru luas permukaan memberikan waktu kepada siswa untuk menyelesaikan masalah II. • Hasil diskusi merupakan konsep kubus. I Pada tahap ini dilakukan observasi terhadap pelak. • Setelah diselesaikan.

mengajar Evalusi berlangdilakukan untuk mengukur peningkatan ke-mampuan memecahkan matematika. peneliti kelas. memperjelas data. sehingga diambil kesimpulan dari tindakan yang telah dilakukan. siswa masalah 4. Tahap ini dilakukan untuk menganalisa dan memberikan • Hasil identifikasi arti Refleksi terhadap data yang masalah masalah baru) (hasil yang diperoleh. mengajar guru kelas didepan yang bertugas sebagai pengamat mengisi lembar obsevasi untuk mengamati kegiatan yang terjadi selama proses belajar sung. Hasil refleksi ini .72 sanaan Observasi tindakan dengan lembar KBM menggunakan observasi yang telah dibuat.

.73 kemudian digunakan sebagai dasar untuk perencanaan pada siklus berikutnya.

• Untuk puan masalah II pemecahan haman mengetahui serta pema. Pelaksanaan.74 Siklus II No. yang dilakukan adalah • Mendesain RPP • Melakukan perbaikan pembe.• KBM efektif lajaran sebagai tindak lanjut dari siklus I. • Membuat tes kemam. • Membuat observasi lembar • Untuk kondisi melihat belajar bagaimana • Data mengajar KBM kondisi Output yang berlangsung di kelas. 2. meliputi : • Melakukan pembelajaran dengan penerapan vygotsky. teori • Proses pembalajaran sama • Peningkatan seperti pada siklus I ( dengan perbaikan proses kemampuan pemecahan masalah siswa pembelajaran misal dengan bantuan alat peraga seperti . 1. Tahap-Tahap Sasaran Penelitian Perencanaan.• Tes kemampuam pemecahan masalah II kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan materi.

4.• Untuk mpuan masalah II pemecahan mengetahui sejauh • Data hasil tes mana penguasaan siswa dan sejauh kurang mengerti. • Pemberian tes kema.75 kerangkla dan model bangun ruang kubus dan balok. Observasi Untuk melihat apakah telah • ada perubahan berarti yang terjadi pada kondisi Data kondisi KBM pembelajaran di kelas setelah perbaikan program pengajaran dilakukan. Refleksi Untuk mengetahui terdapat melihat apakah kesulitan dan masih yang • Hasil identifikasi masalah dialami siswa baik kesulitan dalam ataupun memahami kesulitan materi dalam menyelesaikan masalah yang berkenaan dengan materi . dll). mana siswa yang telah kemampuan pemecahan masalah I memahami 3.

Secara lebih rinci prosedur pelaksanaan penelitian tindakan kelas menurut model Mc. Jika masih terdapat dilanjutkan kesulitan. pada maka siklus berikutnya. Keputusan Definisi Masalah Keputusan Definisi Ulang Masalah Evaluasi Asesmen Kebutuhan Evaluasi Asesmen Kebutuhan Implementasi Hipotesis/Gagasan Implementasi Hipotesis/Gagasan Revisi Rencana Tindakan Revisi Rencana Tindakan .. 1993:53) dalam Wiriatmadja (2000:69) sebagai berikut: Tindakan Siklus 1 Tindakan yang membutuhkan Perbaikan Situasi Masalah Tindakan Siklus 2 Dst..Kernan (dengan modifikasi dari Hopskin.76 kubus dan balok. Peneliti mengharapkan kemampuan siswa memecahkan masalah lebih baik dan dapat bertahan dalam jangka waktu yang cukup lama.

Reduksi data Setelah tes mengenai geometri diberikan.1. selajutnya dikoreksi hasil pekerjaan siswa.8 Teknik Analisis Data 3. sehingga memungkinkan adanya kesimpulan.8.2 Menyajikan data Kegiatan analisis berikutnya adalah penyajian data yang diartikan sebagai kumpulan data yang terorganisasikan. Setelah dilakukan tes kemampuan pemecahan masalah kepada siswa. dipelajari dan ditelaah untuk mengolongkan dan mengorganisasikan jawaban-jawaban siswa.8.77 T1 T2 3. siswa telah mampu memecahkan masalah = skor yang diperoleh siswa = skor maksimal Sedangkan pengolongan besarnya persentase kemampuan memecahkan masalah menurut Nurkancana (1986:89) adalah sebagai berikut: . siswa belum mampu memecahkan masalah . untuk mengetahui sejauh mana persentasi kemampuan siswa memecahkan masalah dapat digunakan rumus: i. 3. Penentuan Ketuntasan Pemecahan Masalah Secara Individu DSP = P x 100% Q Keterangan : DSP = daya serap perorangan P Q Dengan kriteria : 0 % ≤ DSP < 65 % 65 %≤ DSP ≤100% .

kelas belum mampu memecahkan masalah 85 %≤ DSK ≤100% . kemampuan pemecahan masalah sangat tinggi ii. serta sudah terdapat ketentuan ketuntasan secara individu dan klasikal yang tersebut di atas maka tujuan penelitian ini telah tecapai. kemampuan pemecahan masalah tinggi 90% ≤ DSP ≤ 100%. kemampuan pemecahan masalah sedang 80% ≤ DSP ≤ 89%.78 0% ≤ DSP ≤ 54%. . Setiap skor tes kemampuan pemecahan masalah tersebut akan dibandingkan. kelas telah mampu memecahkan masalah Untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan kemampuan pemecahan masalah siswa setelah pembelajaran dengan menerapkan teori vygotsky dilihat dari hasil deskriptif skor tes kemampuan pemecahan masalah. Penentuan Persentase Siswa Mampu Memecahkan Masalah Secara Klasikal DSK = M x 100% N Ket : DSK = persentase kelas yang mampu memecahkan masalah M = banyak siswa yang telah mampu memecahkan masalah N = banyak siswa seluruhnya Dengan criteria: 0% ≤ DSK < 85 % . Jika terjadi peningkatan nilai rata-rata tes kemampuan pemecahan masalah I dan tes kemampuan pemecahan masalah II maupun tes kemampuan pemecahan masalah berikutnya. kemampuan pemecahan masalah rendah 65% ≤ DSP ≤ 79%. kemampuan pemecahan masalah sangat rendah 55% ≤ DSP ≤ 64%.

3. Indikator Menemukan rumus luas permukaan kubus dan balok. balok. 2. Materi . Standar Kompetensi Memahami sifat-sifat kubus.79 Lampiran 1 SIKLUS I RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN I ( RPP I ) Mata Pelajaran Pokok Bahasan : Matematika : Kubus dan Balok Sub Pokok Bahasan : Menghitung luas permukaan dan volume kubus dan balok Kelas / Semester : IX / I Jumlah Pertemuan : 2 x pertemuan Waktu : 2 x 40 menit 1. dan bagian-bagiannya serta menentukan ukurannya. 4. Kompetensi Dasar Menghitung luas permukaan dan volume kubus dan balok. Menghitung luas permukaan kubus dan balok.

pemberian tugas. dan pemecahan masalah. 6. Kelengkapan  Rencana Pelaksanaan Pembelajaran(RPP).  Lembar Kegiatan siswa(LKS). Skenario Pembelajaran Pertemuan I Tahap No. 1.  Strategi Pembelajaran Strategi pembelajaran yang digunakan adalah pola pembelajaran kooperatif berbasis interaksi sosial.80 Mencari rumus luas permukaan kubus dan balok. Model.  Metode Pembelajaran Metode pembelajaran yang digunakan adalah penemuan. Menggunakan rumus untuk menghitung luas permukaan kubus dan balok. Strategi dan Metode Pembelajaran  Model Pembelajaran Model pembelajaran yang digunakan adalah model pembelajaran kontruktivisme aliran vygotsky. 7. diskusi.  Buku pegangan guru dan siswa (Yudistira). 5. tanya jawab. Pembelajaran Komunikasi Kegiatan awal Kegiatan Guru Kegiatan Siswa • Membuka pelajaran menyampaikan dan • Mendengarkan tujuan pembelajaran yang Alokasi Waktu 2’ .

Appersepsi • Menanyakan materi yang sudah dipelajari masih dipahami. • Mendengarkan dan secara tidak langsung memikirkan apa yang disampaikan guru. • Menanyakan dan • Mendengarkan mengingatkan kembali materi dan memberikan argumen tentang materi prasyarat yang guru. . 2. tetapi kurang disampaikan guru.81 tujuan pembelajaran. • Melakukan tanya jawab dengan diajukan prasyarat sebelum memasuki materi pelajaran. • Mengaitkan materi kubus dan balok dalam kehidupan seharihari. • Mendengarkan arahan guru dan bertanya memang yang jika ada masih 5’ kurang dipahami.

mengemukakan pengetahuan awalnya tentang konsep yang akan dibahas. • Membagi siswa • Mendengarkan arahan guru dan melaksanakan arahannya.82 guru. 3. Pemberitahuan Kompetensi dan Indikator • Menyampaikan secara lisan • Memperhatikan dan mencermati 3' kompetensi dasar dan indikator kompetensi dasar dan yang indikator (tertera pada point . duduk menjadi beberapa kelompok secara heterogen sehingga di setiap • Siswa kelompok diharapkan terjadi proses sosiokultur di antara siswa. • Berusaha mengeluarkan pendapat/argume n masing-masing siswa. • Memberikan dorongan kepada siswa untuk berkelompok membentuk kelompok belajar.

I(LKS I) Alokasi Waktu 10’ siswa yang telah disusun dalam diberikan Lembar Kegiatan Siswa I(LKS I) • Mencermati yang dengan berkaitan materi masalah yang ada pada LKS I. kubus dan balok dalam kehidupan sehari-hari untuk menemukan rumus luas permukaan kubus dan balok. Pembelajaran Pengajuan masalah yang berada pada ZPD dicapai didik pokok kubus disampaikan oleh guru. Kegiatan Inti Kegiatan Guru Kegiatan Siswa • Memberikan masalah kepada • Menerima Lembar Kegiatan Siwa yang guru. Tahap No. 1. • Memberikan • Menanyakan hal- .83 2 dan 3) yang akan peserta melalui bahasan dan balok.

• Mengarahkan siswa mengerjakan masalah 1 pada LKS.84 kesempatan kepada untuk menanyakan halhal yang kurang dimengerti masalah 1. menyelesaikan masalah. 2. • Dengan pembagian . • Saling memberikan argumennya masing-masing dalam diskusi untuk kegiatan tersebut dapat 25’ mendiskusikan masalah 1 secara berkelompok. pada • Berusaha mencoba menyelesaikan masalah 1. Pembelajaran sosiokultur • Memberikan waktu siswa kepada untuk untuk pada siswa hal yang kurang dipahami masalah 1.

berdiskusi. • Memberikan dorongan kepada siswa untuk terus dapat menyelesaikan masalah mengeluarkan pendapat secara dan • Memperhatikan dan memahami masalah 1 dengan bantuan paket. • Mengontrol jalannya diskusidan mencermati persepsi siswa • Berusaha memahami masalah. buku diskusi antara siswa pada setiap kelompok dan bila perlu pada dalam bebas dan terbuka. siswa bisa menciptakan kondisi diskusi yang efektif dan kondusif.85 kelompok yang heterogen. berupaya dan untuk . bertanya guru menyelesaikan masalah tersebut.

Scaffolding bantuan siswa dan • Mendengarkan arahan guru dan mencermati bantuan 1 yang 10’ kepada untuk menyelesaikan masalah tersebut. • Bantuan diberikan dapat petunjuk. memandang memahami masalah. • Memberikan 3. peringatan. menguraikan masalah ke dalam bentuk lain yang memungkinkan siswa mandiri. yang • Mencermati guru berupa arahan guru dan mencoba kembali memahami masalah.86 yang dalam berbeda menyelesaikanya. . dorongan. dapat diberikan guru.

agar kerja siswa lebih efektif. • Berkeliling mengamati siswa memberi kerja dan arahan • Mencermati arahan guru dan terus mencoba melakukan aktivitas pemecahan masalah.87 • Memberikan bantuan guna menghantarkan siswa memahami masalah dan dalam terbatas penyelesaiaannya. . dihadapi siswa. • Mengamati setiap • Mengerjakan kegiatan siswa di setiap untuk kesulitankesulitan yang kelompok melihat kegiatan pemecahan masalah.

mengkonstruksi pengetahuannya sendiri. mereka hadapi.88 • Menanyakan kembali apa halhal yang masih kurang dimengerti siswa membimbing siswa masalah mengatasi yang dan • Mendengarkan dan bertanya kepada guru jika masih kesulitan dihadapi ada yang dalam memecahkan masalah. • Bantuan diberikan demi dikurangi sehingga lebih memecahkan masalah dengan siswa bisa yang • Menyelesaikan sedikit sedikit masalah 1 dengan adanya bantuan guru dan proses sosiokultur dengan teman 20’ sekelompok. • Bantuan diberikan tergantung pada yang .

89 masalah yang dihadapi siswa. Presentasi Hasil Kerja meminta satu guru salah kelompok terpilih menyajikan hasil kerjanya di depan kelas kelompok duduk dan lain dan yang mempresentasikan hasil diskusinya. • Memberi kesempatan kepada kelompok lain mengkritisi mendengarkan kelompok penyaji. • Memberikan tanggapan terhadap argumen atau yang oleh lain. sedangkan kelompok yanglain menanggapi. pertanyaan diajukan kelompok atau menanggapi hasil kerja kelompok penyaji dan mengekspresikan ide-ide secara . • Setelah masalah 1 • Kelompok diselesaikan oleh siswa. 4.

. • Melakukan tanya • jawab untuk Bertanya kepada guru ataupun menunjukkan kebenaran konsep yang ditemukan dan telah siswa kelompok penyaji untuk menemukan hasil diskusinya. mendiskusikan untuk hasil memadu pemikiran beberapa kelompok.90 terbuka. • Sesekali mengajukan pertanyaan untuk memastikan pemecahan masalah dan ditanggapi penyaji dapat oleh • Kelompok mengecek kembalihasil kerjanya mengajukan masukan pertanyaan atau atas dan lain beda pemecahan masalah dan kelompok lain. memberikan • Memperoleh hasil diskusi dari penguatan.

Pembelajaran Pelaporan seperti Lembar Kegiatan Siswa I (LKS I). Tahap No. 1. . memberikan waktu siswa kepada untuk kembali pola luas kegiatan di atas sehingga ditemukan konsep pemecahan masalah pada menyelesaikan masalah 2.91 masalah 1 yaitu konsep permukaan kubus.3. • Setelah masalah 1 • Mengikuti diselesaikan. dan seterusnya dengan prosedur penyelesaian yang sama pemecahan masalah 1. Kegiatan Akhir Kegiatan Guru Kegiatan Siswa • Memberikan kesempatan kepada untuk menanyakan siswa • Bertanya pada Alokasi Waktu 5’ guru tentang halhal yang kurang dimengerti.

2. Pembelajaran Komunikasi Kegiatan awal Kegiatan Guru Kegiatan Siswa • Membuka pelajaran menyampaikan tujuan pembelajaran. tetapi kurang • Mendengarkan arahan guru dan bertanya memang yang jika ada masih 5’ dan • Mendengarkan tujuan pembelajaran yang disampaikan guru. Pertemuan II Tahap No. . 1.92 kembali yang dimengerti hal-hal kurang pada materi yang baru dipelajari. Appersepsi • Menanyakan materi yang sudah dipelajari masih dipahami. di rumah. Alokasi Waktu 2’ kurang dipahami. • Memberikan tugas • Mendengarkan sebagai untuk latihan dikerjakan dan melaksanakan arahan guru.

menjadi beberapa kelompok secara heterogen . dengan kehidupan seharihari.93 • Menanyakan dan • Mendengarkan mengingatkan kembali rumus konsep luas dan memberikan argumen tentang materi sebelumnya. • Membagi siswa • Mendengarkan arahan guru dan melaksanakan arahannya. • Melakukan tanya jawab guru. permukaan kubus dan sebelum memasuki materi pelajaran baru. • Mengaitkan materi kubus dan balok dalam balok • Mendengarkan dan secara tidak langsung memikirkan apa yang disampaikan guru.

94 sehingga di setiap • Siswa kelompok diharapkan terjadi proses sosiokultur di antara siswa. Pemberitahuan Kompetensi dan Indikator • Menyampaikan secara lisan • Memperhatikan dan mencermati 3’ kompetensi dasar dan indikator kompetensi dasar dan yang disampaikan oleh guru. 3. • Berusaha mengeluarkan pendapat/argume n masing-masing siswa. • Memberikan dorongan kepada siswa untuk duduk berkelompok membentuk kelompok belajar. mengemukakan pengetahuan awalnya tentang konsep yang akan dibahas. indikator (tertera pada point 2 dan 3) yang akan peserta melalui bahasan dicapai didik pokok kubus .

kubus dan balok dalam kehidupan sehari-hari untuk menggunakan rumus luas permukaan kubus dan balok. • Memberikan kesempatan kepada untuk menanyakan halhal yang kurang siswa • Menanyakan halhal yang kurang dipahami masalah 1. diberikan Alokasi Waktu 10’ siswa yang telah disusun dalam Lembar Kegiatan Siswa II(LKS II) • Mencermati yang dengan berkaitan materi masalah yang ada pada LKS II.95 dan balok. Tahap No. 1. Pembelajaran Pengajuan masalah yang berada pada ZPD Kegiatan Inti Kegiatan Guru Kegiatan Siswa • Memberikan masalah kepada • Menerima Lembar Kegiatan Siwa II(LKS II) yang guru. pada .

2. siswa bisa menciptakan kondisi diskusi yang efektif dan . • Mengarahkan siswa mengerjakan pada • Berusaha mencoba menyelesaikan masalah 1. untuk masalah 1 pada LKS. Pembelajaran sosiokultur • Memberikan waktu siswa kepada untuk • Saling memberikan argumennya masing-masing dalam diskusi untuk kegiatan tersebut dapat 25’ mendiskusikan masalah 1 secara berkelompok. • Dengan pembagian kelompok yang heterogen. menyelesaikan masalah.96 dimengerti masalah 1.

berdiskusi. bertanya guru menyelesaikan masalah tersebut. berupaya dan untuk menyelesaikanny a. buku diskusi antara siswa pada setiap kelompok dan bila perlu pada dalam bebas dan terbuka. dan siswa berbeda • Berusaha memahami masalah. • Memberikan dorongan kepada siswa untuk terus dapat menyelesaikan masalah mengeluarkan pendapat secara dan • Memperhatikan dan memahami masalah 1 dengan bantuan paket. • Mengontrol jalannya diskusidan mencermati persepsi yang dalam memandang memahami masalah.97 kondusif. .

• Bantuan diberikan dapat petunjuk. dorongan. Scaffolding bantuan siswa kepada untuk • Mendengarkan arahan guru dan mencermati bantuan 1 yang 10’ menyelesaikan masalah tersebut.98 • Memberikan 3. • Memberikan bantuan guna menghantarkan siswa dalam terbatas dapat yang guru berupa diberikan guru. menguraikan masalah ke dalam bentuk lain yang memungkinkan siswa mandiri. • Mencermati arahan guru dan mencoba kembali memahami masalah. . peringatan.

• Berkeliling mengamati siswa memberi kerja dan arahan • Mencermati arahan guru dan terus mencoba melakukan aktivitas pemecahan masalah. dihadapi siswa. • Menanyakan kembali apa halhal yang masih kurang dimengerti siswa membimbing dan • Mendengarkan dan bertanya kepada guru jika masih kesulitan dihadapi ada yang dalam .99 memahami masalah dan penyelesaiaannya. agar kerja siswa lebih efektif. • Mengamati setiap • Mengerjakan kegiatan siswa di setiap untuk kesulitankesulitan yang kelompok melihat kegiatan pemecahan masalah.

• Setelah masalah 1 • Kelompok diselesaikan oleh siswa.100 siswa masalah mengatasi yang memecahkan masalah. Presentasi Hasil Kerja masalah dengan siswa bisa yang • Menyelesaikan sedikit sedikit masalah 1 dengan adanya bantuan guru dan proses sosiokultur dengan teman sekelompok. 20’ mengkonstruksi pengetahuannya sendiri. • Bantuan diberikan tergantung masalah pada yang yang dihadapi siswa. mereka hadapi. • Bantuan diberikan demi dikurangi sehingga lebih memecahkan 4. meminta guru salah terpilih menyajikan hasil kerjanya di depan yang .

sedangkan kelompok yanglain menanggapi. pertanyaan diajukan kelompok atau menanggapi hasil kerja kelompok penyaji dan mengekspresikan ide-ide terbuka. • Memberi kesempatan kepada kelompok lain mengkritisi mendengarkan kelompok penyaji.101 satu kelompok kelas kelompok duduk dan lain dan mempresentasikan hasil diskusinya. • Memberikan tanggapan terhadap argumen atau yang oleh lain. • Sesekali mengajukan pertanyaan untuk memastikan pemecahan secara • Kelompok mengecek kembalihasil kerjanya mengajukan lain dan .

mendiskusikan untuk hasil memadu pemikiran beberapa kelompok. • Melakukan tanya • jawab untuk Bertanya kepada guru ataupun menunjukkan kebenaran konsep yang ditemukan dan telah siswa kelompok penyaji untuk menemukan hasil diskusinya. memberikan • Memperoleh hasil diskusi dari penguatan. masalah 1 yaitu menggunakan rumus untuk menghitung luas permukaan balok. • Setelah masalah 1 • Mengikuti .102 masalah dan ditanggapi penyaji dapat oleh masukan pertanyaan atau atas beda pemecahan masalah dan kelompok lain.

. 1. memberikan waktu siswa kepada untuk kembali pola kegiatan di atas sehingga ditemukan konsep pemecahan masalah pada menyelesaikan masalah 2. Pembelajaran Pelaporan seperti Lembar Kegiatan Siswa II (LKS II).103 diselesaikan. dan seterusnya dengan prosedur penyelesaian yang sama pemecahan masalah 1.3. Tahap No. materi yang baru dipelajari. Kegiatan Akhir Kegiatan Guru Kegiatan Siswa • Memberikan kesempatan kepada untuk menanyakan kembali yang dimengerti hal-hal kurang pada siswa • Bertanya pada Alokasi Waktu 5’ guru tentang halhal yang kurang dimengerti.

di rumah.104 • Memberikan tugas • Mendengarkan sebagai untuk latihan dikerjakan dan melaksanakan arahan guru. Tentukan luas kotak tersebut jika bagian atas kotak tersebut dibuka (tanpa tutup)! 2. 20. 8. Jika diberikan suatu kotak berbentuk kubus ABCD.EFGH dengan AB = (2x + 2) m. dan CG adalah tnggi dari kubus. Penilaian Teknik : Tes Kemampuan Pemecahan Masalah Buku Instrumen : Pertanyaan Tertulis Instrumen : 1.EFGH.00 tiap m2. Hitunglah harga bahan yang dibutuhkan! . Panjang rusuk seluruhnya 60 m. BC = (x + 3) m. dan CG = 2x m. dimana AB adalah panjang kubus. BC adalah lebar kubus. Jika balok tersebut akan dibuat dari bahan kayu triplek yang harganya Rp. Suatu tempat pembuangan sampah berbentuk balok ABCD.000.

Indikator Menentukan rumus volume kubus dan balok. Model. 5. Strategi dan Metode Pembelajaran . Kompetensi Dasar Menghitung luas permukaan dan volume kubus dan balok. Menggunakan rumus untuk mnentukan volume kubus dan balok.105 SIKLUS II RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN II ( RPP II ) Mata Pelajaran Pokok Bahasan : Matematika : Kubus dan Balok Sub Pokok Bahasan : Menghitung luas permukaan dan volume kubus dan balok Kelas / Semester : IX / I Jumlah Pertemuan : 2 x pertemuan Waktu : 2 x 40 menit 1. 4. balok. dan bagian-bagiannya serta menentukan ukurannya. 3. 2. Materi Mencari rumus volume kubus dan balok. Standar Kompetensi Memahami sifat-sifat kubus.

Skenario Pembelajaran .  Lembar Kegiatan siswa(LKS).  Buku pegangan guru dan siswa (Yudistira). diskusi. 7.  Metode Pembelajaran Metode pembelajaran yang digunakan adalah penemuan. Kelengkapan  Rencana Pelaksanaan Pembelajaran(RPP). tanya jawab. pemberian tugas.  Alat Peraga (Kerangka dan model-model bangun ruang kubus dan balok). 6.106  Model Pembelajaran Model pembelajaran yang digunakan adalah model pembelajaran kontruktivisme aliran vygotsky.  Strategi Pembelajaran Strategi pembelajaran yang digunakan adalah pola pembelajaran kooperatif berbasis interaksi sosial. dan pemecahan masalah.

• Menanyakan dan • Mendengarkan dan memberikan argumen tentang materi sebelumnya yang diajukan mengingatkan kembali materi pada pertemuan sebelumnya memasuki pelajaran baru. Alokasi Waktu 2’ menyampaikan tujuan pembelajaran. 2. Pembelajaran Komunikasi Kegiatan awal Kegiatan Guru Kegiatan Siswa • Membuka dan pelajaran • Mendengarkan tujuan pembelajaran yang disampaikan guru. ada yang masih kurang dipahami. Appersepsi • Menanyakan materi • Mendengarkan arahan dan jika guru bertanya memang 5’ yang sudah dipelajari tetapi masih kurang dipahami.107 Pertemuan I Tahap No. sebelum materi . 1.

108 guru. duduk guru heterogen sehingga di setiap diharapkan kelompok terjadi • Siswa proses sosiokultur di antara siswa. dan materi • Mendengarkan balok dan secara kehidupan tidak langsung memikirkan apa yang disampaikan guru. berkelompok membentuk kelompok belajar. • Memberikan dorongan • Berusaha kepada siswa untuk mengeluarkan . • Melakukan tanya jawab dengan guru. • Membagi menjadi kelompok siswa • Mendengarkan beberapa secara arahan dan melaksanakan arahannya. • Mengaitkan kubus dalam sehari-hari.

109 mengemukakan pengetahuan awalnya tentang konsep yang akan dibahas. indikator yang disampaikan oleh guru. • Menyiapkan.membagi. • Menyampaikan secara • Memperhatikan 3. Pemberitahuan Kompetensi dan Indikator lisan kompetensi dasar dan indikator (tertera pada point 2 dan 3) yang akan dicapai dan mencermati kompetensi dasar dan 3’ peserta didik melalui pokok bahasan kubus dan balok. memecahkan masalah. pendapat/argu men masing- masing siswa. . • Mendengarkan dan menjelaskan alat peraga bantu memudahkan memahami sebagai alat untuk siswa dan dan berusaha memahami penjelasan guru.

Pembelajaran Pengajuan masalah yang berada pada ZPD Kegiatan Inti Kegiatan Guru Kegiatan Siswa • Memberikan masalah • Menerima kepada siswa yang Lembar Kegiatan III(LKS Siwa III) Alokasi Waktu 10’ telah disusun dalam Lembar Siswa Kegiatan III(LKS III) yang diberikan guru.110 Tahap No. • Mengarahkan 2. untuk siswa • Berusaha mencoba kepada untuk hal-hal kurang pada • Menanyakan hal-hal kurang dipahami pada masalah 1. 1. yang berkaitan dengan materi balok kubus dan • Mencermati dalam masalah yang kehidupan sehari-hari untuk menemukan ada pada LKS III. rumus volume kubus dan balok. • Memberikan kesempatan siswa menanyakan yang dimengerti masalah 1. yang mengerjakan .

peraga kepada siswa untuk dapat memaxsimalkan penggunaan peraga yang alat telah diberikan. • Memberi dorongan • Menggunakan alat untuk memudahkan pemecahan masalah.111 masalah 1 pada LKS. • Memberikan dorongan • Memperhatikan kepada siswa untuk terus menyelesaikan masalah 3. menyelesaikan masalah 1. antara . menyelesaikan masalah. mengeluarkan dan dapat dan memahami masalah 1 dengan bantuan buku diskusi paket. Pembelajaran sosiokultur • Memberikan waktu • Saling memberikan argumennya secara masing-masing dalam kegiatan diskusi tersebut untuk dapat 25’ kepada siswa untuk mendiskusikan masalah 1 berkelompok.

siswa yang berbeda dalam dan masalah. • Bantuan yang arahan dan mencermati bantuan yang guru 10’ diberikan guru dapat berupa petunjuk. diberikan guru. • Mengontrol diskusi mencermati jalannya • Berusaha dan persepsi memahami masalah. berdiskusi. . memandang memahami • Memberikan bantuan • Mendengarkan Scaffolding kepada siswa untuk menyelesaikan masalah 1 tersebut.112 pendapat secara bebas dan terbuka. dan berupaya untuk menyelesaikan nya. siswa setiap pada kelompok dan bila bertanya guru perlu pada dalam menyelesaikan masalah tersebut.

siswa lebih setiap kelompok untuk melihat kesulitan- . • Berkeliling mengamati • Mencermati kerja siswa dan arahan dan mencoba melakukan aktivitas pemecahan masalah. guru terus memberi arahan agar kerja efektif. • Mengamati kegiatan setiap • Mengerjakan siswa di kegiatan pemecahan masalah. memahami dan kembali memahami masalah. dorongan. • Memberikan bantuan • Mencermati terbatas guna arahan dan guru mencoba menghantarkan siswa dalam masalah penyelesaiaannya.113 peringatan. menguraikan masalah ke dalam bentuk lain yang memungkinkan siswa dapat mandiri.

4. yang • Menanyakan kembali • Mendengarkan apa masih hal-hal yang kurang dan kepada bertanya guru dimengerti siswa dan membimbing mengatasi siswa masalah jika masih ada kesulitan yang dihadapi dalam memecahkan masalah.114 kesulitan dihadapi siswa. 20’ masalah dihadapi siswa. • Bantuan Presentasi Hasil Kerja diberikan pada yang tergantung yang sekelompok. • Bantuan yang • Menyelesaikan masalah 1 diberikan sedikit demi sedikit dikurangi dengan adanya bantuan dan guru proses sehingga siswa lebih bisa masalah memecahkan dengan sosiokultur dengan teman mengkonstruksi pengetahuannya sendiri. . yang mereka hadapi.

guru meminta salah satu kelompok mempresentasikan hasil sedangkan diskusinya. yang lain menanggapi. kelompok di depan kelas dan kelompok lain duduk dan mendengarkan kelompok penyaji. atau mengekspresikan ideide secara terbuka. • Sesekali mengajukan • Kelompok lain untuk mengecek kembalihasil masalah dapat kerjanya mengajukan dan pertanyaan memastikan pemecahan penyaji dan . • Memberi kesempatan • Memberikan kepada kelompok lain mengkritisi menanggapi kerja penyaji atau hasil kelompok dan tanggapan terhadap argumen pertanyaan yang diajukan oleh kelompok lain.115 • Setelah masalah 1 • Kelompok yang oleh terpilih menyajikan hasil kerjanya diselesaikan siswa.

• Memperoleh hasil diskusi dari masalah 1 yaitu konsep volume kubus. oleh masukan atau pertanyaan atas beda pemecahan masalah dan mendiskusikan untuk memadu hasil pemikiran beberapa kelompok. menemukan hasil diskusinya. • Melakukan jawab menunjukkan kebenaran konsep tanya • untuk Bertanya kepada ataupun kelompok penyaji untuk guru yang telah ditemukan siswa dan memberikan penguatan.116 ditanggapi kelompok lain. .

dan dengan konsep pemecahan masalah Lembar Kegiatan Siswa III (LKS III).3.117 • Setelah masalah 1 • Mengikuti kembali pola diselesaikan. . memberikan waktu kegiatan di atas sehingga ditemukan kepada siswa untuk menyelesaikan masalah seterusnya 2. pada prosedur penyelesaian yang sama seperti pemecahan masalah 1.

• Memberikan yang pada baru tugas • Mendengarkan dan melaksanakan arahan guru. pada tentang yang Alokasi Waktu 5’ menanyakan kembali hal-hal yang kurang dimengerti materi dipelajari. sebagai latihan untuk dikerjakan di rumah.118 Tahap No. . 1. Pembelajaran Pelaporan Kegiatan Akhir Kegiatan Guru Kegiatan Siswa • Memberikan kesempatan siswa kepada untuk • Bertanya guru hal-hal kurang dimengerti.

• Mengaitkan materi • Mendengarkan . 2.119 Pertemuan II Tahap No. Pembelajaran Komunikasi Kegiatan awal Kegiatan Guru Kegiatan Siswa • Membuka dan pelajaran • Mendengarkan tujuan pembelajaran yang disampaikan guru. Appersepsi • Menanyakan materi • Mendengarkan arahan dan jika guru bertanya memang 5’ Alokasi Waktu 2’ menyampaikan tujuan pembelajaran. 1. mengingatkan kembali konsep rumus volume kubus sebelum dan balok memasuki materi pelajaran baru. ada yang masih kurang dipahami. • Menanyakan dan • Mendengarkan dan memberikan argumen tentang materi sebelumnya. yang sudah dipelajari tetapi masih kurang dipahami.

berkelompok membentuk kelompok belajar. • Menyiapkan. disampaikan guru. • Membagi menjadi kelompok siswa • Mendengarkan beberapa secara arahan dan melaksanakan arahannya. • Melakukan tanya jawab dengan guru.120 kubus dalam dan balok dan secara kehidupan tidak langsung memikirkan apa yang sehari-hari. duduk guru heterogen sehingga di setiap diharapkan kelompok terjadi • Siswa proses sosiokultur di antara siswa. • Mendengarkan dan menjelaskan alat peraga bantu sebagai alat untuk dan berusaha memahami penjelasan .membagi.

peserta didik melalui pokok bahasan kubus dan balok. memecahkan masalah. indikator yang disampaikan oleh guru. Pemberitahuan Kompetensi dan Indikator • Menyampaikan secara • Memperhatikan lisan kompetensi dasar dan indikator (tertera pada point 2 dan 3) yang akan dicapai dan mencermati kompetensi dasar dan 3’ mengeluarkan pendapat/argu men masing- masing siswa. 3. .121 memudahkan memahami siswa dan guru. • Memberikan dorongan • Berusaha kepada siswa untuk mengemukakan pengetahuan awalnya tentang konsep yang akan dibahas.

Pengajuan masalah yang berada pada ZPD • Memberikan masalah • Menerima kepada siswa yang Lembar Kegiatan IV(LKS Siwa IV) 10’ telah disusun dalam Lembar Siswa Kegiatan IV(LKS IV) yang diberikan guru. . Pembelajaran kepada untuk hal-hal kurang pada • Menanyakan hal-hal kurang dipahami pada masalah 1. rumus volume kubus dan balok. Tahap Pembelajaran Kegiatan Inti Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Alokasi Waktu 1. yang berkaitan dengan materi balok kubus dan • Mencermati dalam masalah yang kehidupan sehari-hari untuk menggunakan ada pada LKS IV. yang mengerjakan masalah 1 pada LKS. • Memberikan kesempatan siswa menanyakan yang dimengerti masalah 1. 2. • Mengarahkan untuk siswa • Berusaha mencoba menyelesaikan masalah 1.122 No.

• Memberi dorongan • Menggunakan alat untuk memudahkan pemecahan masalah. menyelesaikan masalah.123 sosiokultur • Memberikan waktu • Saling memberikan argumennya secara masing-masing dalam kegiatan diskusi tersebut untuk dapat 25’ kepada siswa untuk mendiskusikan masalah 1 berkelompok. • Memberikan dorongan • Memperhatikan kepada siswa untuk dan memahami . peraga yang alat telah diberikan. peraga kepada siswa untuk dapat memaxsimalkan penggunaan 3. siswa bisa menciptakan kondisi diskusi yang efektif dan kondusif. • Dengan pembagian kelompok yang heterogen.

menyelesaikan masalah tersebut. Scaffolding masalah. berdiskusi. . • Bantuan yang arahan dan mencermati bantuan yang guru diberikan guru dapat diberikan guru. • Mengontrol diskusidan mencermati persepsi jalannya • Berusaha memahami masalah.124 terus menyelesaikan masalah mengeluarkan dapat masalah 1 dengan bantuan dan buku diskusi siswa setiap kelompok dan bila bertanya guru perlu pada dalam paket. antara pada pendapat secara bebas dan terbuka. memandang memahami • Memberikan bantuan • Mendengarkan kepada siswa untuk menyelesaikan masalah 1 tersebut. siswa yang berbeda dalam dan 4. dan berupaya untuk menyelesaikan nya.

125 berupa petunjuk. siswa lebih setiap kelompok untuk melihat kesulitan dihadapi siswa. menguraikan masalah ke dalam bentuk lain yang memungkinkan 10’ siswa dapat mandiri. guru terus memberi arahan agar kerja efektif. memahami dan kembali memahami masalah. • Mengamati kegiatan setiap • Mengerjakan siswa di kegiatan pemecahan masalah. dorongan. • Memberikan bantuan • Mencermati terbatas guna arahan dan guru mencoba menghantarkan siswa dalam masalah penyelesaiaannya. • Berkeliling mengamati • Mencermati kerja siswa dan arahan dan mencoba melakukan aktivitas pemecahan masalah. kesulitanyang . peringatan.

masalah dihadapi siswa. yang mereka hadapi.126 • Menanyakan kembali • Mendengarkan apa masih hal-hal yang kurang dan kepada bertanya guru dimengerti siswa dan membimbing mengatasi siswa masalah jika masih ada kesulitan yang dihadapi dalam memecahkan masalah. Presentasi Hasil Kerja • Setelah masalah 1 • Kelompok yang oleh terpilih menyajikan hasil kerjanya diselesaikan siswa. • Bantuan yang • Menyelesaikan masalah 1 diberikan sedikit demi sedikit dikurangi dengan adanya bantuan dan guru proses sehingga siswa lebih bisa masalah memecahkan dengan sosiokultur dengan teman mengkonstruksi pengetahuannya sendiri. guru meminta salah satu kelompok mempresentasikan di depan kelas . • Bantuan diberikan pada yang tergantung yang sekelompok.

yang lain menanggapi. • Sesekali mengajukan • Kelompok lain untuk mengecek kembalihasil masalah dapat oleh kerjanya mengajukan masukan atau dan pertanyaan memastikan pemecahan penyaji ditanggapi kelompok lain. • Memberi kesempatan • Memberikan kepada kelompok lain mengkritisi menanggapi kerja penyaji atau hasil kelompok dan tanggapan terhadap argumen pertanyaan yang diajukan oleh kelompok lain. dan pertanyaan atas beda pemecahan masalah dan mendiskusikan untuk memadu hasil pemikiran . atau 20’ mengekspresikan ideide secara terbuka. kelompok dan kelompok lain duduk dan mendengarkan kelompok penyaji.127 hasil sedangkan diskusinya.

memberikan kegiatan di atas sehingga ditemukan kepada siswa untuk menyelesaikan masalah seterusnya 2. dan dengan konsep pemecahan . menemukan hasil diskusinya. • Setelah masalah 1 • Mengikuti kembali waktu pola diselesaikan. • Melakukan jawab menunjukkan kebenaran konsep tanya • untuk Bertanya kepada ataupun kelompok penyaji untuk guru yang telah ditemukan siswa dan memberikan penguatan.128 beberapa kelompok..3. • Memperoleh hasil diskusi dari masalah 1 yaitu menggunakan rumus untuk memecahkan masalah terkait dunia nyata.

.129 prosedur penyelesaian yang sama seperti masalah Lembar pada pemecahan masalah 1. Kegiatan Siswa IV (LKS IV).

130

Tahap No. Pembelajaran

Kegiatan Akhir Kegiatan Guru Kegiatan Siswa

Alokasi Waktu

1.

Pelaporan

• Memberikan kesempatan siswa kepada untuk

• Bertanya guru hal-hal kurang dimengerti.

pada tentang yang

5’

menanyakan kembali hal-hal yang kurang dimengerti materi dipelajari. • Memberikan yang pada baru

tugas • Mendengarkan dan melaksanakan arahan guru.

sebagai latihan untuk dikerjakan di rumah.

8. Penilaian Teknik : Tes Kemampuan Pemecahan Masalah Buku Instrumen : Pertanyaan Tertulis Instrumen : 1. Akan dibuat sebuah bak penampungan air dari bahan baja anti karat berbentuk balok ABCD, EFGH. AB = Panjang, BC = lebar, dan BF = Tinggi. Jika panjang, lebar,dan tinggi ukurannya berturut-turut 3x cm, 2x cm, dan 2 (x+20) cm. Tentukan volume balok! (dalam x).

131

2.

Sebuah akuarium mempunyai ukuran panjang, lebar dan tinggi berturutturut 60 cm, 45 cm, dan 50 cm. akuarium itu terisih penuh air. Jika 36 liter airnya dipindahkan ketempat lain, maka tinggi air dalam akuarium sekarang adalah…..

132

Lampiran 3 LEMBAR KEGIATAN SISWA I (LKS I) Mata Pelajaran Kelas : Matematika : IX SMP Negeri 1 LumbanJulu

Pokok Bahasan : Kubus dan Balok Indikator 1. : Menemukan rumus luas permukaan kubus dan balok

Jika diberikan suatu kotak berbentuk kubus ABCD.EFGH tanpa tutup, dimana AB adalah panjang kubus, BC adalah lebar kubus, dan CG adalah tinggi dari kubus.panjang sisinya = r. Tentukan luas permukaan kotak tersebut! Jawaban: • Memahami masalah Diketahui : …………………………………………………………………. …………………………………………………………………. Ditanya : …………………………………………………………………. …………………………………………………………………. • Merencanakan pemecahan masalah Kotak ABCD.EFGH dapat digambarkan sebagai berikut :

…………………….

dan tinggi pada gambar) Panjang rusuk (….133 (tentukan letak panjang. • Merencanakan pemecahan masalah Kotak ABCD. lebar BC = l... jika p = 2l = 3t.EFGH dapat digambarkan sebagai berikut : ..) – (…. Diberikan balok ABCD. tinggi AE = t. Tentukanlah luas permukaan balok tersebut! Jawaban : • Memahami masalah Diketahui : …………………………………………………………………. dengan panjang AB = p.) = …….satuan luas • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar 2.EFGH.x….x….) = 6 x Luas bidang • Melaksanakan pemecahan masalah Lp = 6 x Luas bidang sisi – 1 Luas bidang sisi = 6 (…. ………………………………………………………………….) = 6 (….) = …………. Luas permukaan (…. …………………………………………………………………. Ditanya : …………………………………………………………………. lebar.) – (….

. Luas permukaan (…..) = 2 (pl + pt + lt) • Melaksanakan pemecahan masalah l= p = 2l ⇒ l= p = 3t ⇒ .) = …………..134 …………………….. dan CG = 2x cm.+ ……. BC = (x + 2) cm. . Lebar (…. Jika panjang kawat seluruhnya tidak lebih dari 240 cm. dan tinggi pada gambar) Panjang(…. Luas permukaan(…... ... Kerangka balok ABCD. (tentukan letak panjang. ....) = …………. Jawaban : • Memahami masalah .satuan luas • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar 3.. +….) = 2 (pl + pt + lt) = 2 (….. ) = 2 (……) = …….... Maka..... maka nilai x adalah…….EFGH dengan AB = (2x + 3) cm.. Tinggi (….) = ………….. lebar.

Ditanya : ………………………………………………………………….. ………………………………………………………………….) =……. dan tinggi pada gambar) Panjang(….EFGH dapat digambarkan sebagai berikut : ……………………. Lebar (…. ………………………………………………………………….) = …………. Panjang kawat seluruhnya = 4p + 4l + 4t = 4 (p + l + t) • Melaksanakan pemecahan masalah Panjang kawat seluruhnya = 4 (p + l + t) (………) (………) x = 4 (…… +……. Berapa cm2 yang dibutuhkan untuk membuat lemari tersebut? .+……) = 4 (…….135 Diketahui : ………………………………………………………………….) = …………. Sebuah lemari dari kayu berbentuk balok. Panjang lemari 2x cm. (tentukan letak panjang. • Merencanakan pemecahan masalah Balok ABCD..cm • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar 4. lebar.) = …………. Tinggi (…. lebar lemari x cm dan tinggi lemari 4x cm.

…………………………………………………………………. …………………………………………………………………. (tentukan letak panjang. dan tinggi pada gambar) Panjang(…. Luas permukaan (….136 Jawaban : • Memahami masalah Diketahui : …………………………………………………………………. lebar.) = ………….) = 2 (pl + pt + lt) • Melaksanakan pemecahan masalah Luas permukaan (…..) = 2 (….) = …………. Tinggi (….) = 2 (pl + pt + lt) = 2 (…. Lebar (…. Ditanya : ………………………………………………………………….) = ……cm2 • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar .+……+…. • Merencanakan pemecahan masalah Lemari dari kayu dapat digambarkan sebagai berikut : …………………….) = ………….

Panjang rusuk seluruhnya 60 m.00 tiap m2. 20.000.137 Lampiran 4 LEMBAR KEGIATAN SISWA II (LKS II) Mata Pelajaran Kelas : Matematika : IX SMP Negeri 1 LumbanJulu Pokok Bahasan : Kubus dan Balok Indikator : Menggunakan rumus untuk menghitung luas permukaan kubus dan balok 1. Suatu tempat pembuangan sampah berbentuk balok ABCD. BC = (x + 3) m. ………………………………………………………………….EFGH dapat digambarkan sebagai berikut : . Jika balok tersebut akan dibuat dari bahan kayu triplek yang harganya Rp. dan CG = 2x m.EFGH dengan AB = (2x + 2) m. Hitunglah harga bahan yang dibutuhkan! Jawaban : • Memahami masalah Diketahui : …………………………………………………………………. • Merencanakan pemecahan masalah Balok ABCD. Ditanya : …………………………………………………………………. ………………………………………………………………….

Tinggi (….20.+….) Tinggi (….) = ………….) = 2 (pl + pt + lt) = 2 (….) (……..) = (……) Luas permukaan(….. m Maka diperoleh : panjang (…. Panjang rusuk seluruhnya = 4 (p + l + t) Luas permukaan (…. ) = 2 (……) = …….+ …….) = ………….) = (……) Lebar (…) = (….138 …………………….) = 2 (pl + pt + lt) • Melaksanakan pemecahan masalah Panjang kawat seluruhnya= 4 (p + l + t) (……. (tentukan letak panjang..) = …………. lebar. +…. Lebar (….000/ m2 = ……….rupiah . dan tinggi pada gambar) Panjang(….) x = 4 (….) = 4 (……) = …….+….satuan luas Harga bahan yang dibutuhkan = Lp x Rp.

Sebuah mainan anak-anak berbentuk balok. Jika panjang balok dan lebarnya berselisih 5 cm. ………………………………………………………………….) = 2 (pl + pt + lt) • Melaksanakan pemecahan masalah Luas selubung = 2 (p + l) t .) = 2 (p + l) t Luas permukaan (…. Tinggi (….) = …………. Luas selubung (…. lebar. Hitunglah berapa cm2 yang dibutuhkan untuk membuat kotak mainan tersebut? Jawaban : • Memahami masalah Diketahui : …………………………………………………………………. Ditanya : …………………………………………………………………. • Merencanakan pemecahan masalah Mainan tersebut dapat digambarkan sebagai berikut : ……………………. tinggi balok 4 cm dan luas selubungnya 360 cm 2.) = …………. Lebar (….139 • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar 2. …………………………………………………………………. dan tinggi pada gambar) Panjang(…. (tentukan letak panjang.) = ………….

+ l) t l Maka.. +….cm Luas permukaan(…. ) = 2 (……) = …….)= 2 (….bak tersebut akan dilapisi dengan baja anti karat.) = 2 (pl + pt + lt) = 2 (…. • Merencanakan pemecahan masalah . Ditanya : …………………………………………………………………. …………………………………………………………………. ………………………………………………………………….cm • Memahami masalah Diketahui : ………………………………………………………………….satuan luas Jadi yang dibutuhkan untuk membuat mainan tersebut adalah…….. Tentukan berapa m 2 baja anti karat yang dibutuhkan untuk membuat bak tersebut! Jawaban : = …….. Panjang (…) =……… = …….+ …….140 (….. Sebuah bak mandi berbentuk kubus dengan panjang rusuknya 1 m. • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar 3.

dan tinggi pada gambar) Panjang rusuk (…. ………………………………………………………………….) = 6 a2 • Melaksanakan pemecahan masalah Baja yang dibutuhkan = luas permukaan kubus = ………….141 Bak mandi tersebut dapat digambarkan sebagai berikut : …………………. a. Ditanya : …………………………………………………………………. Hitunglah panjang rusuk kedua kubus tersebut! b.00 tiap cm2! Jawaban : • Memahami masalah Diketahui : …………………………………………………………………. jika harga bahannya Rp. = …. Luas permukaan (….) = …………. 2500. panjang rusuknya berselisih 4 cm dan luas permukaannya berselisih 192 cm2. (tentukan letak panjang.m2 • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar 4. Dua buah kubus. …………………………………………………………………. . lebar.. Hitunglah selisih harga yang dibutuhkan untuk membuat kedua kubus tersebut.

.cm. r1 – r2 = …….cm b.cm2 maka L1 = ….142 • Merencanakan pemecahan masalah Kubus dapat digambarkan sebagai berikut : ……………………. Harga bahan yang dibutuhkan untuk kubus I = L1 x Rp....2500 = ………….. Luas permukaan II =…….= ……. . diperoleh r1 = …….. Jika r1 =…… dan r2 = …. L1 – L2 =…….. Harga bahan yang dibutuhkan untuk kubus II = L2 x Rp.cm ⇒ Luas permukaan (…. maka L1 = 6 (….) L2 = 6 (…... Maka luas permukaan I = …….) Jadi .2500 = ………… Selisih harga yang dibutuhkan adalah ………. L1 – L2 =………. (tentukan letak panjang rusuk pada gambar) r1 = .. • Melaksanakan pemecahan masalah a.……. …… ... r2 =…….) = 6 r2 L1 – L2 = ….

• Merencanakan pemecahan masalah Bak penampungan air tersebut dapat digambarkan sebagai berikut : . …………………………………………………………………. : Menemukan rumus volume kubus dan balok Akan dibuat sebuah bak penampungan air dari bahan baja anti karat berbentuk balok ABCD. lebar.dan tinggi ukurannya berturut-turut 3x cm. Pokok Bahasan : Kubus dan Balok Indikator 1. Tentukan volume balok! (dalam x) Jawaban: • Memahami masalah Diketahui : …………………………………………………………………. 2x cm. ………………………………………………………………….143 • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar Lampiran 5 LEMBAR KEGIATAN SISWA III (LKS III) Mata Pelajaran Kelas : Matematika : IX SMP Negeri 1 LumbanJulu. Ditanya : …………………………………………………………………. dan 2 (x+20) cm. Jika panjang. EFGH. BC = lebar. AB = Panjang. dan BF = Tinggi.

x……. Dua buah kubus ABCD. dan tinggi pada gambar) Panjang(…. Jika volume kubus ke II r3cm3. Ditanya : ………………………………………………………………….) = p x l xt • Melaksanakan pemecahan masalah Volume balok (…. lebar.(dalam x) • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar 2.) = p x l x t = …. …………………………………………………………………. Tinggi (….) = ………….. ………………………………………………………………….144 ……………………. EFGH dengan panjang rusuk kubus I adalah 2x panjang rusuk kubus ke II. Volume balok (…. (tentukan letak panjang.x…… = ………….) = …………. .) = …………. Lebar (…. Tentukan perbandingan volume kubus pertama dan kedua! Jawaban: • Memahami masalah Diketahui : ………………………………………………………………….

.)= a3 • Melaksanakan pemecahan masalah r1 = …. lebar.panjang rusuk kubus II (…. Maka : V1 = V2 ……=…… Jadi. dan tinggi. dan tinggi pada gambar) Panjang rusuk kubus I(…. Jika setiap rusuknya ditambah 2 cm. volume kubus I = ……. Tentukan volume balok tersebut! Jawaban: .. lebar.) =….r2 volume kubus I = a3 = ………… Volume kubus II = a3 =……….x volume kubus II Perbandinganvolumenya adalah……… • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar 3. (tentukan letak panjang..145 • Merencanakan pemecahan masalah Dapat digambarkan sebagai berikut : …………………….) Volume kubus (…. Pada sebuah balok dengan panjang.

Volume balok (…. Lebar (…. …………………………………………………………………. Tinggi (…. dan tinggi pada gambar) Panjang(….satuan volume (dalam x) • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar 4.) = p x l x t = ……x……x…… = ………….) = …………. hitunglah selisih volume kubus kedua jika panjang rusuk kubus kedua ditambah 2 cm! Jawaban: . lebar.) = …………. dimana r1 = r2. Ditanya : …………………………………………………………………. Dua buah kubus masing-masing rusuknya adalah r1 dan r2.)= p x l x t • Melaksanakan pemecahan masalah Volume balok (…. (tentukan letak panjang. • Merencanakan pemecahan masalah Balok tersebut dapat digambarkan sebagai berikut : …………………….146 • Memahami masalah Diketahui : ………………………………………………………………….) = …………. …………………………………………………………………..

147 • Memahami masalah Diketahui : …………………………………………………………………. Ditanya : …………………………………………………………………. …………………………………………………………………..) =… Volume kubus (…) = a3 • Melaksanakan pemecahan masalah Volume kubus I (…) = a3 =……. • Merencanakan pemecahan masalah Kedua kubus tersebut dapat digambarkan sebagai berikut : ……………………..……. …………………………………………………………………. =…………. (tentukan letak panjang rusuknya pada gambar) Panjang rusuk setelah ditambah 2 cm.satuanvolume Volume kubus II (…) = a3 = …….satuan volume • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar .satuan volume Maka selisih volume kubus = V1 – V2 = …… . diperoleh panjang rusuk II (….

00.00 dan Rp.148 Lampiran 6 LEMBAR KEGIATAN SISWA IV (LKS IV) Mata Pelajaran Kelas : Matematika : IX SMP Negeri 1 LumbanJulu Pokok Bahasan : Kubus dan Balok Indikator : Menggunakan rumus nutuk menghitung volume kubus dan balok 1. …………………………………………………………………. …………………………………………………………………. Bubuk deterjen pembersih dijual dalam dua kemasan yakni ukuran besar ukuran standar yang masing-masing dijual dengan harga Rp. Manakah yang lebih murah? Jawaban: • Memahami masalah Diketahui : …………………………………………………………………. 20. 30 cm 8 cm BESAR 20 cm 20 cm 12 cm 8 cm STANDAR a. Hitunglah volume masing-masing kemasan! b. • Merencanakan pemecahan masalah .500. Ditanya : …………………………………………………………………. 9000.

rupiah. dan tinggi pada gambar) Pada kemasan besar : Panjang(…. Lebar (…...) = ………….) = ………….) = ………….satuan volume. Volume kemasan standar(Vs) = p x l x t = ……x……x…… = …………..) = …………. Pada kemasan standar : Panjang(…. b. Tinggi (….)= p x l x t • Melaksanakan pemecahan masalah a. Volume balok (…. Volume kemasan besar (Vb) = p x l x t = ……x……x…… = …………. Tinggi (….) = …………. (tentukan letak panjang.149 Dapat digambarkan sebagai berikut : ……………………. x Vb =………….) = …………. lebar. . Lebar (…. Harga kemasan besar = Rp…….satuan volume..rupiah Harga kemasan standar =Rp……x Vs =……….

akuarium itu terisih penuh air. 45 cm. (tentukan letak panjang. Ditanya : ………………………………………………………………….satuan volume.. Sebuah akuarium mempunyai ukuran panjang.liter . dan tinggi pada gambar) Volume balok (…. …………………………………………………………………. maka sisa air di akuarium sekarang adalah = Va . Jika 36 liter airnya dipindahkan ketempat lain..…. Jika 36 liter airnya dipindahkan. lebar dan tinggi berturut-turut 60 cm. • Merencanakan pemecahan masalah Dapat digambarkan sebagai berikut : ……………………. Jawaban: • Memahami masalah Diketahui : ………………………………………………………………….150 • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar 2. lebar.)= p x l x t • Melaksanakan pemecahan masalah Volume akuarium (Va) = p x l x t = ……x……x…… = …………. dan 50 cm.. ………………………………………………………………….. maka tinggi air dalam akuarium sekarang adalah.

.jadi tinggi air dalam akuarium sekarang adalah : V pxlxt =……cm3 = ……cm3 …. Air itu dikeluarkan melalui lubang pada tempat air tadi ke suatu tempat lain yang berukuran 60 cm x 40 cm x 6 cm a.. Berapakah tinggi permukaan air pada tempat kedua? Jawaban: • Memahami masalah Diketahui : ………………………………………………………………….x t = ……. Ditanya : ………………………………………………………………….cm • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar 3. .satuan tinggi air sekarang =…. dan tinggi 160 cm. …………………………………………………………………. lebar 60 cm. …………………………………………………………………. Diketahui tempat air berukuran panjang 80 cm.cm3 t = ….x….151 = ……cm3. maka berapakah volume air dalam tempat kedua? b. Jika permukaan air dalam tempat pertama turun 1 cm.……cm3 =…………cm3 Volume air sekarang = ….cm3.

t = ……satuan jadi. . (tentukan letak panjang.)= p x l x t • Melaksanakan pemecahan masalah a.Volume air I (V1) = p x l x t = ……x……x…… = …………. b.satuan volume Jika permukaan tempat air I turun 1 cm.. dan tinggi pada gambar) Volume balok (…..x….x….x….152 • Merencanakan pemecahan masalah Dapat digambarkan sebagai berikut : …………………….. lebar. maka volume air yang turun adalah : Vair turun = p x l x t = …x….satuan volume.x…..Tinggi air pada tempat kedua Vair turun = p x l x t (……) = …. tinggi air pada tempat kedua adalah……. =…….satuan volume Volume air pada tempat kedua = volume air yang turun yaitu ….

Perbandingan volume batu bata (…. • Merencanakan pemecahan masalah Dapat digambarkan sebagai berikut : ……………………. Sebuah batu bata berukuran 20 cm x 10 cm x 5 cm dibuat suatu model sehingga perbandingan volume batu bata dan modelnya 8 : 1. …………………………………………………………………. Ditanya : …………………………………………………………………. lebar. (tentukan letak panjang. dan tinggi pada gambar) Volume balok (….)= p x l x t • Melaksanakan pemecahan masalah Volume batu bata (Vb) = p x l x t = ……x……x…… = …………. Hitunglah panjang modelnya! Jawaban: • Memahami masalah Diketahui : …………………………………………………………………. …………………………………………………………………..153 • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar 4.) dan volume model (…) = 8 : 1 Vb 8 = Vm 1 .satuan volume.

154

Vm =

Vb 8

=……..satuan volume Maka volume model batu bata adalah …… satuan volume. • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar

155

Lampiran 7 KISI-KISI PRETES Mata Pelajaran Pokok Bahasan : Matematika : Bangun Datar

Sub Pokok Bahasan : Penerapan bangun datar dalam kehidupan nyata Kelas / Semester : IX / I IX SMP Negeri 1 LumbanJulu

Indikator kemampuan No. 1. Indikator Materi Siswa dapat melakukan proses pemecahan masalah dalam No.soal 1 2 3 4 pemecahan masalah 1 2 3 4 5 6 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

menyelesaikan soal penerapan bangun datar dalam kehidupan nyata.

Keterangan: • Indikator Pemecahan Masalah :  1: Menunjukan pemahaman, mengorganisasi data dan memilih informasi yang relevan dalam pemecahan masalah

156

 2:  3:  4:  5:  6:

Menyajikan masalah secara matematik dalam berbagai bentuk Memilih pendekatan dan metode pemecahan masalah secara tepat Mengembangkan strategi pemecahan masalah Membuat dan menafsirkan model matematika dari suatu masalah Menyelesaikan masalah yang tidak rutin

157

Lampiran 8 KISI-KISI TES KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH Mata Pelajaran Pokok Bahasan : Matematika : Kubus dan Balok

Sub Pokok Bahasan : Menghitung luas permukaan dan volume kubus dan balok Kelas / Semester : IX / I SMP Negeri 1 LumbanJulu

Indikator No. Indikator Materi No.soal kemampuan

1.

Siswa mampu mencari luas permukaan dan volume

TKPM I 1 4

pemecahan masalah TKPM II 1 2 3 4 5 6 √ √ √ √ √ √

kubus dan balok. 2. Siswa mampu mencari 2 3

3

√ √ √ √ √ √

panjang rusuk kubus dan balok. 3. Siswa dapat melakukan

√ √ √ √ √ √

-

1

√ √ √ √ √ √

proses pemecahan masalah dalam menyelesaikan soal penerapan kubus dalam √ melakukan 2 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

kehidupan nyata. 4. Siswa dapat

158

proses pemecahan masalah dalam menyelesaikan soal penerapan balok dalam

4

kehidupan nyata. √ √ √ √ √ √

√ √ √ √ √ Keterangan : • • • TKPM I : Tes Kemampun Pemecahan Masalah I TKPM II : Tes Kemampun Pemecahan Masalah II Indikator Pemecahan Masalah :  1: Menunjukan pemahaman, mengorganisasi data dan memilih informasi yang relevan dalam pemecahan masalah  2:  3:  4:  5:  6: Menyajikan masalah secara matematik dalam berbagai bentuk Memilih pendekatan dan metode pemecahan masalah secara tepat Mengembangkan strategi pemecahan masalah Membuat dan menafsirkan model matematika dari suatu masalah Menyelesaikan masalah yang tidak rutin

159

Lampiran 9 LEMBAR VALIDITAS SOAL PRETES Mata Pelajaran Pokok Bahasan : Matematika : Bangun Datar

Sub Pokok Bahasan : Penerapan bangun datar dalam kehidupan nyata Kelas / Semester : IX / I SMP Negeri 1 LumbanJulu

Kompetensi Indikator Materi Dasar Menghitung besaran pada bangun datar. 1. Siswa dapat melakukan proses pemecahan masalah dalam menyelesaikan soal penerapan bangun datar dalam kehidupan nyata. Saran : No soal 1 2 3 4 V

Validitas KV TV

................................................................................................................................... .................................................................................................................................... ……………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………

160 Keterangan : V : Valid (dapat dilaksanakan) KV : Kurang Valid (dapat dilaksanakan dengan perbaikan) TV : Tidak Valid (tidak dapat dilaksanakan) Padangsidimpuan. . Agustus 2008 Validator NIP.

dan 4. 5. Siswa dapat melakukan 2 → TKPM II 4 → TKPM II pemecahan masalah 1 → TKPM I 4 → TKPM I 3 → TKPM II 2 → TKPM I 3 → TKPM I 1 → TKPM II kemampuan V Validitas KV TV . Siswa mampu mencari luas permukaan dan volume kubus dan balok. 2.161 Lampiran 10 LEMBAR VALIDITAS SOAL TES KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH Mata Pelajaran Pokok Bahasan : Matematika : Kubus dan Balok Sub Pokok Bahasan : Menghitung luas permukaan dan volume kubus dan balok Kelas / Semester : IX / I SMP Negeri 1 LumbanJulu Pada tes Kompetensi Indikator Materi Dasar Menghitung luas permukaan dan kubus balok volume 3. Siswa dapat melakukan proses pemecahan masalah dalam menyelesaikan soal penerapan kubus dalam kehidupan nyata. Siswa mampu mencari panjang rusuk kubus dan balok.

......................................................................................................162 proses pemecahan masalah dalam menyelesaikan soal penerapan balok dalam kehidupan nyata.................................. ............................... Validator Agustus 2008 NIP............................ .......................................................... .................................... Keterangan : V : Valid (dapat dilaksanakan) KV : Kurang Valid (dapat dilaksanakan dengan perbaikan) TV : Tidak Valid (tidak dapat dilaksanakan) Padangsidimpuan.... Saran : ...........................................................................................................

S. M.Pd 131473061 Dosen Universitas Negeri Medan 3. Dr. M. Hj. D. Yasifati Hia. Nama 1.Si NIP 131851425 Pekerjaan Dosen Universitas Negeri Medan 2.163 Lampiran 11 HASIL VALIDASI PRETES Nomor Soal 1 2 3 4 I V V V V II V V KV V Validasi III V V V V IV V V V V HASIL VALIDASI TES KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH Nomor I Soal 1 2 3 4 V V V V TKPM I Validasi II III V KV KV V V V V V Nomo IV V V V V r Soal 1 2 3 4 I V V V V TKPM II Validasi II III V V V KV V V V V IV V V V V NAMA-NAMA VALIDATOR No. Siregar 130528943 Guru SMP Negeri 3 Padangsidimpuan . Asmin.

164 4. Marpaung 130798287 Guru SMA Negeri 1 Padangsidimpuan . T.

6 m. 2. tentukan banyaknya asbes yang dibutuhkan! 3. Gambar di bawah ditunjukkan dinding tembok suatu bangunan. dapat berupa penggunaan variabel (mengubah variabel). Bagian atap suatu rumah yang berbentuk persegi panjang memiliki ukuran 7 m x 5. Memahami masalah : tuliskan apa yang diketahui dan apa yang ditanya dari soal dengan lengkap. 3. Melaksanakan pemecahan masalah : mengerjakan penyelesaian masalah dengan lengkap dan benar. dan mengintrepetasi gambar. Merencanakan pemecahan masalah : membuat pola / aturan pemecahan masalah. Hitunglah luas dinding tembok tersebut! . yaitu sebagai berikut: 1. Atap rumah itu akan ditutup genteng yang berukuran 42 cm x 33 cm.165 Lampiran 12 TES MATEMATIKA(PRETES) Petunjuk : • Kerjakan soal di bawah ini dengan menggunakan langkah-langkah pemecahan masalah. Tentukan banyak genteng yang dibutuhkan! 2. mengubah soal menjadi model matematika(membuat model matematika). Bagian atap suatu rumah yang berukuran 10 m x 8 m akan ditutup asbes yang berukuran 113 cm x 84 cm . a. • Kerjakan soal secara individu! SOAL! 1.

2 m b.9 m Tentukan : a. Kaca 0.2 m A 4m B 4. jika ukran bata yang terpasang dengan posisi panjang dan lebar yaitu C dengan ukuran 30 cm x 8 cm. Pada gambar di bawah diperlihatkan pintu dengan kaca. 2m 1. Luas kayu.6 m Pintu .166 b. tentukan banyak bata yang diperlukan untuk dinding seluas itu! 3m D 8m 4.5 m 1. Luas kaca. 0.

dan mengintrepetasi gambar. mengubah soal menjadi model matematika(membuat model matematika). 2. • Kerjakan soal secara individu! : IX / I SMP Negeri 1 LumbanJulu . Merencanakan pemecahan masalah : membuat pola / aturan pemecahan masalah. dapat berupa penggunaan variabel (mengubah variabel). 3. yaitu sebagai berikut: 1. Memahami masalah : tuliskan apa yang diketahui dan apa yang ditanya dari soal dengan lengkap.167 Lampiran 13 TES KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH I Mata Pelajaran Pokok Bahasan : Matematika : Kubus dan Balok Sub Pokok Bahasan : Menghitung luas permukaan kubus dan balok Kelas / Semester Petunjuk : • Kerjakan soal di bawah ini dengan menggunakan langkah-langkah pemecahan masalah. Melaksanakan pemecahan masalah : mengerjakan penyelesaian masalah dengan lengkap dan benar.

panjang rusuknya mempunyai selisih 4 cm dan luas permukaannya mempunyai selisih 192 cm2. lebar dan tinggi suatu balok berturut-turut dinyatakan dengan p. t : l = 2:5. Dari gambar bangun di bawah ini. Dan panjang rusuk baloknya 456 cm. Jika p : l = 17:10. Suatu bak berbentuk balok dengan panjang. Panjang rusuk seluruhnya 60 m. l. Dua buah kotak berbentuk kubus. 25. Hitunglah harga bahan yang dibutuhkan! 2.000. dan t. Hitung panjang rusuk masing-masing kedua kubus tersebut! 3.EFGH dengan AB = (2x + 3) m. Jika balok tersebut akan dibuat dari bahan kayu triplek yang harganya Rp. Tentukan luas permukaan balok itu! 4. BC = (x + 2) m. Suatu tempat pembuangan sampah berbentuk balok ABCD.00 tiap m2. dan CG = 2x m. berapa cm2 bahan kayu tripleks yang dibutuhkan untuk membuat bangun tersebut? 8 cm 8 cm 10 cm 2 cm 8 cm 12 cm 12 cm .168 SOAL! 1.

dapat berupa penggunaan variabel (mengubah variabel). 3. yaitu sebagai berikut: 1. mengubah soal menjadi model matematika(membuat model matematika). Merencanakan pemecahan masalah : membuat pola / aturan pemecahan masalah. Memahami masalah : tuliskan apa yang diketahui dan apa yang ditanya dari soal dengan lengkap.169 Lampiran 14 TES KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH II Mata Pelajaran Pokok Bahasan : Matematika : Kubus dan Balok Sub Pokok Bahasan : Menghitung volume kubus dan balok Kelas / Semester Petunjuk : • Kerjakan soal di bawah ini dengan menggunakan langkah-langkah pemecahan masalah. 2. dan mengintrepetasi gambar. Melaksanakan pemecahan masalah : mengerjakan penyelesaian masalah dengan lengkap dan benar. • Kerjakan soal secara individu! : IX / I SMP Negeri 1 LumbanJulu .

Sisa kawat! 3.170 SOAL! 1. dengan menentukan panjang rusuk dan luas permukaannya. yang berbentuk balok.000. sehingga air dalam bak tertumpah. 30. Bak penuh air dengan volume 432 liter. Tentukanlah: b. Suatu bak penampung air berbentuk kotak dengan kerangka kawat dimana luas alas 5400 cm2. hitunglah harga bahannya! 2. dengan ketebalan 2 cm.00 tiap m2. . Tentukan volume kayu yang digunakan untuk membuat kotak terbuka. lebar 46 cm. Jika kubus itu dibuat dari bahan baja anti karat yang harganya Rp. jika diketahui ukuran bagian dalam kotak adalah panjang 54 cm. Ke dalam bak tersebut dimasukan suatu benda balok berukuran 8 cm x 12 cm x 60 cm. dan kedalaman 18 cm.728 m3. Air yang tertumpah c. Rancanglah suatu tempat penampungan air berbentuk kubus yang mempunyai volume 1.

5 cm 5cm 20 cm 5 cm 30 cm 10 m .171 4.860 kg/m3. Tentukan massa baja tersebut! 12. Jika massa jenis baja 7. Sebuah baja berbentuk bangun seperi di bawah ini.

172

Lampiran 15 ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH PRETES • Memahami masalah

1. Diketahui : ukuran atap ⇒ panjang = 7 m lebar = 5,6 m ukuran genteng ⇒ panjang = 42 cm lebar = 33 cm Ditanya : banyak genteng yang dibutuhkan?

Penyelesaian : • Merencanakan pemecahan masalah Atap Genteng p = 7 m , l = 5,6 m p = 42 cm , l = 33 cm

Luas persegi = p x l • menyelesaikan masalah

 Luas atap = p x l = 7 m x 5,6 m = 39,2 m2 = 392.000 cm2  Luas sebuah genteng = p x l = 42 cm x 33 cm = 1.386 cm2

173

Banyak genteng yang harus disediakan = luas sebuah genteng
392.000 cm 2 = 1.386 cm 2

luas atap

= 282,8

≈ 283 buah
• Dapat menyimpulkan hasil jawaban dari masalah

Jadi, banyaknya genteng yang harus disediakan adalah 283 buah • Memahami masalah

2. Diketahui : ukuran atap ⇒ panjang = 10 m lebar = 8 m ukuran asbes ⇒ panjang = 113 cm lebar = 84 cm Ditanya : banyak asbes yang dibutuhkan?

Penyelesaian : • Merencanakan Atap Asbes p = 10 m , l = 8 m p = 113 cm , l = 84 cm

Luas persegi = p x l • Menyelesaikan masalah

 Luas atap = p x l = 10 m x 8 m = 80 m2 = 800.000 cm2

174

 Luas sebuah asbes

=pxl = 113 cm x 84 cm = 9492 cm2

Banyak asbes yang harus disediakan = luas sebuah asbes =
800.000 cm 2 9492 cm 2

luas atap

= 84,28 buah

≈ 84 buah
• Dapat menyimpulkan hasil jawaban dari masalah

Jadi, banyaknya asbes yang harus disediakan adalah 84 buah. • Memahami masalah : t. tembok I (t1) = 4,5 m t.tembok II (t2) = 3 m lebar tembok (l) =4 m panjang jendela (p) = 1,2 m lebar jendela (l) = 0,8 m Ditanya : a. Luas dinding tembok=…….? b. Banyak bata yang diperlukan jika ukuran bata 30 cm x 8 cm =………? Penyelesaian : • Merencanakan Tembok Jendela t1 = 4,5 m, t2 = 3 m, l =4 m p = 1,2 m, l = 0,8 m

3. Diketahui

Luas tembok = Luas trapesium = jumlah dua sisi sejajar x 1/2 tinggi = (t1 + t2) x ½.4 = 15 m2 b.96 m2 Maka.175 Luas trapesium : ½ jumlah dua sisi sejajar x tinggi Luas persegi = p x l • Menyelesaikan masalah a. banyak bata yang diperlukan = luas tembok − luas jendela luas sebuah bata = 15 m 2 − 0.l = (4. Luas bata = p x l = 30 cm x 8 cm = 240 cm2 Luas jendela = p x l = 1.96 m 2 240 cm 2 29.8 m = 0.04 m 2 240 cm 2 290.400 cm 2 240 cm 2 = = = 1210 buah .5 m + 3 m) x ½.2 x 0.

2 m. Luas kaca = p x l = 1.9 m p = 1.2 m lebar =0. Luas kayu Penyelesaian : • Merencanakan Pintu Kaca p = 2 m. Luas kaca b. l = 0.6 m 4.6 m Luas persegi = p x l • Menyelesaikan masalah a. Diketahui Ditanya : a.6 m = 0. a. Luas tembok adalah 30 m2 b. jumlah bata yang dibutuhkan adalah 1210 buah • Memahami masalah : seperti gambar ukuran pintu ⇒ panjang = 2 m lebar = 0.2 m x 0.176 • Dapat menyimpulkan hasil jawaban dari masalah Jadi.9 m ukuran kaca ⇒ panjang = 1.72 m2 . l = 0.

Luas kaca adalah 0.177 b.9 m = 1.72 m2 b. Luas kayu adalah 1.8 m2 . Luas pintu = p x l = 2 m x 0. Luas kayu = Luas pintu – Luas kaca =1.8 m2 Maka. a.72 m2 = 1.08 m2 .08 m2 • Dapat menyimpulkan hasil jawaban dari masalah Jadi.0.

178 Lampiran 16 ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH TES KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH I • Memahami masalah 1.00/ m2 Ditanya : harga bahan yang dibutuhkan untuk membuat balok tersebut =.000... 25.EFGH AB = (2x + 3) m BC = (x + 2) m CG = 2x m Panjang rusuk seluruhnya = 60 m Harga bahan = Rp.. Diketahui : Balok ABCD.? H G F D A B C Penyelesaian : E • Menyusun prosedur/membuat pola /aturan Dari gambar di atas Panjang balok : AB = CD = GH = EF = 4 AB Lebar balok : BC = AD = EH = FG = 4 BC Tinggi balok : AE = BF = CG = DH = 4 CG .

4) = 2 (28 + 16 + 28) = 2 ( 72 ) = 144 m2 .4 + 7. • Menyelesaikan masalah Panjang seluruh rusuk balok = 4 AB +4 BC + 4 CG 60 m = 4 (2x + 3) m+ 4 (x + 2) m + 4(2x) m 60 m = (8x + 12 + 4x + 8 + 8x) m 60 m = (20x + 20) m 20x m = 60 m. t + p.4 + 4.l + l.20 m 20x m = 40 m x x = 40m 20m =2m Sehingga diperoleh : Panjang balok = (2x + 3) m = (2.2 + 3) m = 7 m Lebar balok = (x + 2) m = (2 + 2) m = 4 meter Tinggi balok = 2x m = 2.t) = 2 (7.2 m = 4 meter Luas balok = 2 (p.179 Maka .

3.6 r22 = 192 6 ( r12 .25. Diketahui : dua buah kubus r1 .? Penyelesaian : • Membuat pola  r1 . • Meneyelesaikan masalah L1 = 192 cm2 + L2 6 r12 = 192 + 6 r22 6 r12 .180 Maka harga bahan yang dibutuhkan adalah : luas balok x harga tiap meter :144 m2 x Rp.r2 = 4 L1 .L2 = 192 cm2 L1 = 192 cm2 + L2 Maka.600.00 • Memahami masalah 2.r2 ) = 192 .000 : Rp..r22 ) = 192 6{( r1 + r2 )( r1 .000.r2 = 4 r1 = 4 + r2  L1 .L2 = 192 cm2 Ditanya : r1 dan r2 = …….

maka r1 = 4 + r2 =4+2 =6 • Menyimpulkan hasil jawaban dari masalah Maka diperoleh : Panjang rusuk kotak I adalah 6 cm Panjang rusuk kotak II adalah 2 cm • 2.r2 ) 6{(4 + 2 r2 )(4)} = 192 6 ( 16 + 8 r2 ) = 192 =192 96 + 48 r2 = 192 48 r2 = 192 – 96 48 r2 = 96 r2 = 96 48 =2 r2 = 2. Memahami masalah Diketahui : Suatu bak berbentuk balok dengan: Panjang = p Lebar =l Tinggi = t . r1 = 4 + r2 Sehingga di peroleh : 6{(4 + r2 + r2 )(4 + r2 .181 Karena.

182 Panjang rusuk : 465cm Ditanya: Luas Permukaan Balok (L): ….5 cm .  p : l = 17 : 10 →  → • Meneyelesaikan masalah Panjang rusuk = 465 cm 4p + 4l + 4t = 465cm 68l + 40l +16l = 4650cm 124l = 4650 cm l = 37.? Penyelesaian: • Menyusun Prosedur.

dan tinggi = 2 cm Ditanya : luas bangun tersebut =……….75cm = 15 cm Maka luas permukaan bak = 2(pl + pt + lt) = 2{(63.lebar = 8 cm. dan tinggi = 2 cm Bangun II (baian tengah) ⇒ panjang = 8 cm. 37.75.5) = 2(3909.lebar = 2 cm.5) + (63.625 + 956.75cm2 Jadi luas permuaan bak adalah 7818.5 .25 + 562.? . Memahami masalah Diketahui : Bangun seperti gambar Bangun I (bagian atas) ⇒ panjang = 8 cm. 15) + (37.75 cm2 • 3.75.375) =7818. 15)} = 2(2390.lebar = 8 cm.183 = 63. dan tinggi = 8 cm Bangun III(bagian bawah) ⇒ panjang = 12 cm.

t + l . t + l . l + p . t) = 2 (12 . 2 + 8 . 2) = 2 (64 + 16 + 16) = 2 (96) = 192 cm2 Luas bangun II (L II) = 2 (p . t) = 2 (8 . 8 + 8. 8 + 2 . 8 + 12 . 2) = 2 (96 + 24 +16) = 2 (136) = 272 cm2 Sehinggan diperoleh : Luas bangun = L I + L II + L III = 192 cm2 + 192 cm2 + 272 cm2 = 656 cm2 • Menyimpulkan hasil jawaban dari masalah Jadi. t + l . t) = 2 (8 . 2 + 8. l + p . l + p . luas bangun tersebut adalah 656 cm2 Luas bangun I (L I) .184 Penyelesaian : • Menyusun prosedur/membuat pola /aturan Luas bangun = L I + L II + L III • Meneyelesaikan masalah = 2 (p . 8) = 2 (16 + 64 + 16) = 192 cm2 Luas bangun III (LIII) = 2 (p . 2 + 8 .

2 meter panjang rusuk kubus = 1.200. 30.259.30.44) = 8.2 meter Maka.00 tiap m2 Ditanya : harga bahan seluruhnua = ………? Penyelesaian : • Menyusun prosedur/membuat pola /aturan V = s3 1.000.728 m3 Harga bahan = Rp.64 x Rp. Diketahui : tempat penampungan air berbentuk kubus V = 1.64 m2 Harga bahan = L.00 = Rp.00 = 8. kubus x Rp.000. Luas kubus = 6 s2 = 6 (1.00 • Menyimpulkan hasil jawaban dari masalah .30.2 )2 = 6 (1.728 m 3 = 1.000.185 Lampiran 17 ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH TES KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH II • Memahami masalah 1.728 m3) 1.728 m3 = s3 s s = 3 (karena V = 1.

76 liter = 426.24 liter = 426. Diketahui : bak berbentuk kotak L = 5400 cm2 V = 432liter Benda balok ⇒ p = 8 cm l = 12 cm t = 60 cm Ditanya : a. sisa kawat Penyelesaian : • Menyusun prosedur/membuat pola /aturan =pxlxt = 8 cm x 12 cm x 60 cm = 5760 cm3 V b = 5760 cm3 = 5.76 liter b.200. Perubahan volume =Vk -Vb = 432 liter– 5.76 liter Banyak air yang tertumpah = volume balok = 5.Volume balok(V b ) ⇒ V k = 432 liter( dik ) .76 dm3 = 5.240 cm3 a.186 Jadi harga bahan yang dibutuhkan untuk tempat penampungan air tersebut adalah Rp.00 2. banyak air yang tertumpah b.259.

= (18 + 2) cm = 20 cm.? Penyelesaian : • Menyusun prosedur/membuat pola /aturan dan menyelesaikan masalah = (54 + 2 + 2) cm = 58 cm. = (58 × 50 × 20) cm3 = 58.. banyak air yang tertumpah adalah 426. Diketahui : Ketebalan kayu = 2 cm Bagian dalam kotak panjang = 54 cm Lebar = 46 cm Tinggi = 18 cm Ditanya : Volume kayu = .240 cm 3 = 5400 cm 2 = 78.000 cm3...240 cm3 = 5400 cm2 x t t t 426.9 cm ≈ 79 cm • Menyimpulkan hasil jawaban dari masalah Jadi.24 liter b.. sisa panjang kawat adalah 79 cm 3.712 cm3. Panjang luar Lebar luar Tinggi luar Volume luar Volume dalam • Menyimpulkan hasil jawaban dari masalah .. = (54 × 46 × 18) cm3 = 44..24 liter Maka tinggi airnya = luas kotak x tinggi 426. a. = (46 + 2 + 2) cm = 50 cm....187 Volume air sekarang = 426.

288 cm 3 4. volume kayu yang digunakan = (58.05 m = 0.712) cm3= 13.188 Jadi.15 m3  Volume II (bagian tengah) = p x l x t = 10 m x 5 cm x 20 cm = 10 m x 0. dan tinggi = 5cm Bangun II (baian tengah) ⇒ panjang = 10 m.3 m x 0.05 m x 0.860 kg/m3 Ditanya : massa baja balok = ………? Penyelesaian : • Menyusun prosedur/membuat pola /aturan dan menyelesaikan masalah Volume baja (V) = V I + V II + V III  Volume I (bagian atas) = p x l x t = 10 m x 30 cm x 5 cm = 10 m x 0.lebar = 30 cm.lebar = 5 cm.1 m3 .lebar = 30 cm. dan tinggi = 5 cm Massa jenis baja = 7. Diketahui : baja balok Bangun I (bagian atas) ⇒ panjang = 10 m.000 – 44. dan tinggi = 20 cm Bangun III(bagian bawah) ⇒ panjang = 10 m.2 m = 0.

15 m3 Volome baja balok = V I + V II + V III = 0. massa baja balok adalah 3144 kg .4 m3 ρ= m V ⇒ m = ρ. 0.4 m3 = 3144 kg • Menyimpulkan hasil jawaban dari masalah Jadi.05 m = 0.15 m3 = 0.860 kg/m3 .15 m3 + 0.3 m x 0.189  Volume III (bagian bawah) = p x l x t = 10 m x 30 cm x 5 cm = 10 m x 0. V = 7.1 m3 + 0.

membuat pola / aturan • Menyelesaikan masalah : menjalankan prosedur yang 2 0 2 telah dibuat • Tidak menuliskan apa-apa / Tidak respon • Memahami masalah : menuliskan apa yang diketahui. ditanya. ditanya. menyatakan kembali masalah asli dalam bentuk yang operasional 4 • Merencanakan pemecahan masalah : menyusun . menyatakan kembali masalah asli dalam bentuk yang operasional 3 • Merencanakan pemecahan masalah : menyusun prosedur penyelesaian. membuat pola / aturan • Menyelesaikan masalah : menjalankan prosedur yang 5 3 0 2 telah dibuat • Tidak menuliskan apa-apa / Tidak respon • Memahami masalah : menuliskan apa yang diketahui.190 Lampiran 18 Pedoman Penskoran Nilai Tes Matematika Soal 1 Skor 0 2 Kriteria • Tidak menuliskan apa-apa / Tidak respon • Memahami masalah : menuliskan apa yang diketahui. menyatakan kembali masalah asli dalam bentuk 3 yang operasional 5 • Merencanakan pemecahan masalah : menyusun prosedur penyelesaian. ditanya.

membuat pola / aturan • Menyelesaikan masalah : menjalankan prosedur yang telah dibuat 4 0 2 • Tidak menuliskan apa-apa / Tidak respon • Memahami masalah : menuliskan apa yang diketahui.191 9 prosedur penyelesaian. menyatakan kembali masalah asli dalam bentuk yang operasional 4 • Merencanakan pemecahan masalah : menyusun prosedur penyelesaian. ditanya. membuat pola / aturan 9 • Menyelesaikan masalah : menjalankan prosedur yang telah dibuat .

• Menuliskan hasilnya saja dan benar.5 2x4 Skor 1 0. 1 0 5 1 0 9 5x4 Atau 7. • Salah merencanakan pemecahan masalah. • Tidak menuliskan rencana pemecahan masalah. • Menuliskan apa yang diketahui dengan benar • Menuliskan apa yang diketahui tetapi tidak lengkap. • Menuliskan apa yang ditanya dengan benar.5 3 5 2 3 9x4 2. • Menuliskan aturan penyelesaian dengan tuntas 4 tetapi hasilnya salah. • Tidak menuliskan apa yang ditanya.5 Total Skor 2.5 3x4 Atau 4x4 0 4 0 1 0.192 Rincian keterangan pedoman penskoran pada langkah-langkah pemecahan masalah No. • Menuliskan rencana pemecahan masalah dengan 3 lengkap. • Menuliskan apa yang ditanya tetapi tidak lengkap. menuliskan . • Menuliskan aturan penyelesaian dengan benar. Langkah-langkah pemecahan masalah 1. 3. • Menuliskan aturan penyelesaian tidak tuntas tetapi hasilnya benar. • Menuliskan rencana pemecahan masalah tetapi 2 tidak lengkap. • Tidak menuliskan apa yang diketahui.

5 0 .193 aturan penyelesaian tidak tuntas dan hasilnya salah. 1 0 1. • Menuliskan hasilnya tetapi salah. • Tidak menuliskan penyelesaian masalah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful