1

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Matematika merupakan bidang studi yang dipelajari oleh semua siswa dari SD hingga SMA dan bahkan juga di Perguruan Tinggi. Ada banyak alasan tentang perlunya siswa belajar matematika. Menurut Cornelius dalam Abdurrahman (2003:253) mengemukakan : Lima alasan perlunya belajar matematika karena matematika merupakan (1) sarana berpikir yang jelas dan logis, (2) sarana untuk memecahkan masalah kehidupan sehari-hari, (3) sarana mengenal pola-pola hubungan dan generalisasi pengalaman, (4) sarana untuk mengembangkan kreativitas, dan (5) sarana untuk meningkatkan kesadaran terhadap perkembangan budaya. Pemerintah selalu melakukan penyempurnaan kurikulum untuk

meningkatkan mutu pendidikan. Berdasarkan sumber (http://www.prayudi. wordpress.com) menyatakan : Di antara hasil terbaru penyempurnaan tersebut adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Salah satu kelebihan dari kurikulum terbaru ini adalah dinyatakannya pemecahan masalah (problem solving), penalaran (reasoning), komunikasi (communication), dan menghargai kegunaan matematika sebagai tujuan pembelajaran matematika SD, SMP, SMA, dan SMK disamping tujuan yang berkaitan dengan pemahaman konsep yang sudah dikenal guru. Sedangkan berdasarkan hasil belajar matematika, Lerner dalam

Abdurrahman (2003:253) mengemukakan bahwa : “ kurikulum bidang studi matematika hendaknya mencakup tiga elemen, (1) konsep, (2) keterampilan, dan (3) pemecahan masalah”.

1

2

Dari kedua pernyataan di atas, salah satu aspek yang ditekankan dalam kurikulum adalah meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa. Pemecahan masalah merupakan bagian dari kurikulum matematika yang sangat penting karena dalam proses pembelajaran maupun penyelesaiannya, siswa dimungkinkan memperoleh pengalaman menggunakan pengetahuan serta keterampilan yang sudah dimiliki untuk diterapkan pada pemecahan masalah yang bersifat tidak rutin. Suryadi, dkk (dalam Suherman, Erman, dkk UPI, 2003: 83) dalam surveinya tentang current situation on mathematics and science education in Bandung yang disponsori oleh JICA, menyatakan penemuan bahwa :“pemecahan masalah matematika merupakan salah satu kegiatan matematika yang dianggap penting baik oleh para guru maupun siswa di semua tingkatan mulai dari SD sampai SMU”. Namun hal tersebut dianggap bagian yang paling sulit dalam mempelajarinya maupun bagi guru dalam mengajarkannya. Suatu masalah biasanya memuat suatu situasi yang mendorong seseorang untuk menyelesaikannya, akan tetapi tidak tahu secara langsung apa yang harus dikerjakan untuk menyelesaikannya. Sesuai dengan yang dikatakan oleh seorang guru matematika SMP Negeri 1 Lumbanjulu, Ibu L.Simungkalit mengatakan bahwa : Siswa kurang mampu dalam memecahkan masalah pada pokok bahasan kubus dan balok, ini terjadi karena tingkat konsentrasi siswa yang tidak maksimal, yang mungkin disebabkan karena metode yang digunakan tidak cocok atau metode sebelumnya tidak membuat siswa termotivasi sehingga kebanyakan siswa kurang mampu memecahkan masalah yang berhubungan dengan materi tersebut.

3

Dari hasil survei peneliti (tanggal 3 Agustus 2012) berupa pemberian tes diagnostik kepada 36 siswa kelas IX SMP Negeri 1 Lumbanjulu menunjukkan bahwa 86,7% dari 36 siswa kesulitan mengerjakan soal penerapan rumus-rumus Kubus dan Balok, 67,1% dari 36 siswa kesulitan mengerjakan soal cerita bentuk aplikasi rumus Kubus dan Balok yang terkait dunia nyata dan 78,9% dari 36 siswa kesulitan dalam menyelesaikan soal dalam bentuk pemecahan masalah terkait dunia nyata. Dari beberapa uraian di atas penulis dapat simpulkan banyak siswa yang tidak mampu menyelesaikan soal dikarenakan proses pembelajaran yang kurang bermakna sehingga menyebabkan rendahnya kemampuan siswa memecahkan masalah. Dengan demikian, tugas guru bukan sekedar mengajarkan ilmu semata kepada siswa, tetapi membantu siswa belajar. Tekanan pembelajarannya harus pada aktivitas siswa untuk belajar, aktif secara mental maupun fisis. Tugas guru adalah memfasilitasi siswa dalam belajar. Menurut Suparno dkk (2002) menyatakan bahwa :“dalam pembelajaran yang bermakna perlu ada dua aktivitas, yakni aktif dalam kegiatan berpikir dan aktif dalam berbuat”. Artinya, perbuatan nyata siswa dalam pembelajaran merupakan hasil keterlibatan berpikir siswa terhadap obyek belajar dan pengalaman hasil perbuatan siswa itu sendiri, untuk diolah dalam kerangka berpikir dan pengetahuan yang dimilikinya. Salah satu cara yang dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa adalah dengan penerapan teori vygotsky. Teori vygotsky lebih menekankan pada kemampuan siswa memecahkan masalah dengan menerapkan empat prinsip dalam proses pembelajarannya, yaitu sosiokultural, konsep zone of proximal

Sehingga dengan menerapkan cara tersebut. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas. Penguasaan guru terhadap berbagai pendekatan pembelajaran belum optimal. 5. 4. beberapa masalah dapat diidentifikasi sebagai berikut : 1. 1. siswa akan lebih mudah. dan mandiri menyelesaikan masalah yang dihadapinya. Hasil belajar matematika siswa masih rendah. Mereka juga mampu memotivasi diri sendiri dalam mengkonstruksi pengetahuan dan berusaha mencapai tujuan yang sudah direncanakan terlebih dahulu. tingkat kemampuan pemecahan masalah siswa akan semakin baik. Kemampuan siswa dalam memecahkan masalah masih rendah. Minat belajar siswa masih rendah 3. maka peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian dengan mengangkat judul : “Penerapan Teori Vygotsky untuk Meningkatkan Pemecahan Masalah Pada Materi Geometri di Kelas IX SMP Negeri 1 Lumban Julu Tahun Ajaran 2012/2013”.4 development. scaffolding. Dengan demikian. cepat. . Siswa kurang mampu menerapkan konsep dalam memecahkan masalah matematika. Berdasarkan penjelasan tersebut di atas. dan perkembangan mental berangkat dari bidang sosial ke bidang individu.2. 2.

Tujuan Penelitian Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjawab pokok permasalahan di atas adalah : . Bagaimana tingkat kemampuan siswa memecahkan masalah dengan menerapkan teori vygotsky pada pokok bahasan “kubus dan balok”? 2.3. maka yang menjadi fokus permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut : 1. Apakah dengan penerapan teori vygotsky meningkatkan kemampuan siswa memecahkan masalah pada pokok bahasan “kubus dan balok”? 1. Pembatasan Masalah Melihat luasnya cakupan masalah-masalah yang teridentifikasi dibandingkan waktu dan kemampuan yang dimiliki penulis. Masalah yang akan dikaji dalam penelitian ini terbatas pada menganalisis kendala yang dialami siswa kelas IX SMP Negeri 1 Lumbanjulu dalam memecahkan masalah dan upaya penanggulangan kesulitan siswa melalui penerapan teori vygotsky sehingga hasil belajar siswa memecahkan masalah pada pokok bahasan “kubus dan balok” dapat ditingkatkan.4.5. Rumusan Masalah Berdasarkan batasan masalah di atas.5 1. Apakah dengan penerapan teori vygosky meningkatkan minat siswa memecahkan masalah pada pokok bahasan “kubus dan balok’’? 3. maka penulis merasa perlu memberikan batasan terhadap masalah yang akan dikaji agar analisis hasil penelitian ini dapat dilakukan dengan lebih mendalam dan terarah. 1.

Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi peningkatan mutu pendidikan. Manfaat Penelitian Setelah penelitian ini selesai diharapkan dapat bermanfaat bagi semua kalangan. Bagi peneliti yaitu hasil dan perangkat penelitian ini dapat dijadikan pertimbangan untuk menerapkan teori belajar Vygotsky pada pokok bahasan kubus dan balok maupun pokok bahasan yang lain dan dapat dikembangkan untuk penelitian selanjutnya. 4. 2. Bahan informasi bagi penelitian sejenis. 1. Menentukan tingkat pencapaian kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dengan menerapkan teori belajar vygotsky pada pokok bahasan kubus dan balok. 2. Mengetahui kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematika dengan menerapkan teori vygotsky dapat meningkat. . 3. Mengetahui minat siswa dalam memecahkan masalah metematika dengan menerapkan teori vygotsky dapat meningkat. khususnya dalam proses belajar mengajar matematika di dalam kelas. 3.6.6 1. diantaranya yakni: 1. Bagi guru/calon guru yaitu sebagai informasi mengenai hasil belajar siswa dalam memecahkan masalah yang diajar dengan menerapkan teori vygotsky pada pokok bahasan kubus dan balok.

Bagi orangtua. diharapkan bisa menjadi bahan pertimbangan untuk dapat membantu siswa dalam membantu proses belajarnya di rumah. .7 5. Bagi pimpinan sekolah yaitu bisa menjadi bahan pertimbangan kepada tenaga edukatif untuk menerapkan teori belajar Vygotsky dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut. 6.

dll).1 Tinjauan Toeritis 2.Gagne (dalam Asrin 2006:13) mengatakan bahwa :” dalam belajar ada dua obyek yang dapat diperoleh siswa. bersikap positif terhadap matematika dan mengerti bagaimana seharusnya belajar. simbol dan notasi.8 BAB II KAJIAN PUSTAKA 2. bekerja. Obyek langsung adalah antara lain : 1. sudut.Dalam teori belajar Robert M. Kegiatan atau usaha untuk mencapai perubahan tingkah laku sendiri merupakan hasil belajar. Belajar Mengajar Matematika Belajar marupakan kegiatan setiap orang. mandiri(belajar. Seseorang dikatakan belajar bila dapat diasumsikan dalam diri orang itu terjadi suatu proses kegiatan yang mengakibatkan perubahan tingkah laku. ruas garis. Obyek tak langsung antara lain : kemampuan menyelidiki dan memecahkan masalah.1. 6 .1. Fakta Contoh fakta ialah angka/lambang bilangan. obyek langsung dan obyek tak langsung”. Belajar dikatakan bermakna bila informasi yang akan dipelajari siswa sesuai dengan struktur kognitif yang dimiliki. sehingga siswa dapat mengaitkan informasi baru dengan struktur kognitif yang dimiliki.

9 2. Dari sini terlihat bahwa belajar matematika itu merupakan proses membangun atau mengkonstruksi . kemudian dapat disusun kesimpulan. dalil. yang dapat berupa sifat. Konsep Konsep merupakan ide abstrak yang memungkinkan kita mengelompokkan benda-benda (obyek) ke dalam contoh. Keterampilan Keterampilan adalah kemampuan memberikan jawaban yang benar dan cepat. seseorang dapat menyusun hubungan-hubungan antar bagian-bagian informasi sebagai pengertian. membagi bilangan dengan pecahan. menjumlahkan pecahan dan sebagainya. Dalam proses belajar mengajar matematika terjadi proses berpikir. Sehingga dalam berpikir. dan teori. pengalaman belajar yang lalu akan mempengaruhi proses belajar materi selanjutnya. Misalnya melakukan pembagian cara cepat. Seseorang akan lebih mudah mempelajari sesuatu bila belajar itu didasari pada apa yang telah diketahui orang. Karena itu untuk mempelajari suatu materi yang baru. Karena matematika merupakan ide-ide yang abstrak yang diberi simbol-simbol maka konsep-konsep matematika harus dipahami lebih dahulu sebelum memanipulasi simbol-simbol itu. 3. Aturan (Prinsip) Aturan ialah obyek yang paling abstrak. 4. Seseorang dikatakan berpikir apabila melakukan kegiatan mental dan orang yang belajar matematika selalu melakukan kegiatan mental.

Apabila terjadi proses belajar mengajar itu baik. Menurut Herman Hudoyo (2001:32) bahwa:”tujuan belajar matematika secara konseptual dimaksudkan dapat mmecahkan masalah dalam matematika dan mempelajari matematika lebih lanjut. Belajar matematika pada dasarnya merupakan proses yang diarahkan pada suatu tujuan. selanjutnya dapat mengaplikasikan pada situasi yang baru. baik secara konseptual maupun secara praktis. apabila hasil belajar peserta didik juga baik. maka dapat diharapkan bahwa hasil peserta didik akan baik pula. Akan tetapi belajar itu harus aktif dan dinamis. siswa sebagai subyek akan dapat memahami matematika. Transfer belajar matematika dapat dilihat dari kemampuan seseorang menfungsionalkan materi matematika yang dipelajari. Dengan demikian. Mengajar adalah suatu kegiatan dimana pengajar menyampaikan pengetahuan atau pengalaman yang dimiliki kepada peserta didik. sehingga mengajar bisa dikatakan baik. Dalam proses itu juga melibatkan bagaimana bentuk mengajarnya. seperti masalah yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan secara praktis dimaksudkan menerapkan pengertahuan pada bidang lainnya”. Tujuan belajar matematika ditinjau dari segi kognitif adalah terjadinya transfer belajar. Tujuan mengajar adalah agar pengetahuan yang disampaikan itu dapat dipahami peserta didik.10 konsep-konsep dan prinsip-prinsiptidak sekedar penghafalan yang terkesan pasif dan statis. . Dua komponen penting dari pembelajaran dan pengajaran matematika yaitu membantu siswa untuk mengembangkan pemahaman/pengertian hubungan dan untuk mengkonstruksi /membangun pengetahuan dan konsep matematika.

11 Seorang guru sebelum terjun di depan kelas membawakan suatu bahan pengajaran. guru harus membawakan matematika ke dalam kehidupan nyata siswa. Pengajaran harus berorientasi terhadap tujuan yang akan dicapai. Siswa akan aktif dalam proses pembelajaran apabila guru mengetahui pengetahuan yang dimiliki siswa.dari segi psikologi ini. ditinjau dari hakekat matematika dan segi psikologinya. . Menurut Hudoyo (1988:123) menyatakan bahwa : Metode mengajar matematika adalah suatu cara atau teknik mmatematika yang disusun secara sistematika dan logika. Kata cocok dapat dilihat dari berbagai segi. Apabila guru ingin mengajarkan matematika kepada peserta didik dengan baik dan berhasil maka yang pertama kali guru menetapkan tujuan pembelajaran dan pendekatan apa yang tepat digunakan untuk mencapai tujuan tersebut. Seorang guru sangat penting mempersiapkan suatu cara yang cocok mengajarkan suatu materi. misalnya karakteristik siswanya. karakteristik bahan ajar matematika. Pernyataan di atas dapat dimaknai bahwa pertimbangan guru memilih suatu metode mengajar matematika adalah guru harus mengenal karakteristik matematika tersebut dan psikologi pembelajarannya. sarana dan prasarana pendukung dan sebagainya. guru matematika haruslah mempertimbangkan perkembangan intelektual serta kemampuan dan kesiapan siswa tersebut dalam belajar. ada dua hal yang harus dilakukan yaitu guru harus menguasai materi yang akan diajarkannya dan memikirkan bagaimana cara menyampaikannya dengan baik.

2. b. faktor sosial. Selain itu. Kesulitan belajar merupakan suatu kondisi dalam proses belajar mengajar yang ditandai dengan hambatan-hambatan tertentu dalam mencapai hasil belajar yang diharapkan. dalam proses belajar mengajar masih dijumpai bahwa siswa mengalami kesulitan belajar. Siswa lupa nama singkatan suatu obyek Misalnya siswa lupa memangkatkan suatu bilangan dengan pangkat dua. Kesulitan Belajar Matematika Pada kenyataanya. Kesulitan dalam belajar dan menggunakan prinsip Jika kesulitan siswa dalam menggunakan prinsip kita analisa. Siswa kurang mampu menyatakan arti istilah dalam konsep. faktor pedagogik. Kesulitan dalam menggunakan konsep Dalam hal ini dipandang bahwa siswa telah memperoleh pengajaran sautu konsep. Kenyataan inilah yang harus segera ditangani dan dipecahkan. Hal ini disebabkan antara lain: a. tampaklah bahwa pada umumnya sebab kesulitan tersebut antara lain: . Mungkin pula konsep yang dikuasai kurang cermat.12 2. baik faktor internal maupun faktor eksternal seperti: fisiologi. terdapat pula kesulitan khusus dalam belajar matematika seperti: 1. tetapi belum menguasainya mungkin karena lupa sebagian atau seluruhnya.2. Misalkan siswa yang mampu menyatakan istilah kuadrat dan kali dua dan mereka menganggap sama. Kesulitan belajar siswa dapat disebabkan oleh beberapa faktor.1.

3. guru dapat meminta siswa untuk menyatakan pendapatnya dengan menggunakan bahasanya sendiri.13 a. Guru dapat mengecek apakah ada istilah-istilah yang mungkin belum diketahui atau dilupakan. . apa yang diketahui dan apa yang dinyatakan serta rumus-rumus apa yang diperlukan. Beberapa sebab siswa sulit memecahkan soal berbentuk verbal. Siswa tidak mempunyai konsep yang dapat digunakan untuk mengembangkan prinsip sebagai butir pengetahuan yang perlu. Miskin dari konsep dasar secara potensial merupakan sebab kesulitan belajar prinsip yang diajarkan dengan metode kontekstual (contoh nyata). b. Selain itu juga perlu dipahami. Tidak mengerti apa yang dibaca. Siswa kurang jelas dengan prinsip yang telah diajarkan. Keberhasilan dalam memecahkan persoalan berbentuk verbal tergantung kemampuan pemahaman verbal. yaitu kemampuan memahami soal berbentuk cerita dan kemampuan mengubah soal verbal menjadi model matematika. akibat kurang pengetahuan siswa tentang konsep atau beberapa istilah yang tidak diketahui. a.ana siswa dengan situasi yang diceritakan dalam soal. Memecahkan soal berbentuk verbal berarti menerapkan pengetahuan yang dimiliki secara teoritis untuk memecahkan persoalan nyata atau keadaan seharihari. Untuk mengecek kebenaran dugaan ini. c. biasanya dalam bentuk persamaan serta kesesuaian penga. Kesulitan memecahkan soal berbentuk verbal. setelah membaca soal.

Tidak semua . tidak ada minat.1. Kemampuan Pemecahan Masalah Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia.php ?option . (b) pengajarannya yang kurang baik dan dapat disebabkan oleh kesalahan pengajaran dalam menyajikan metode ataupun tidak adanya alat peraga. Sebagian besar ahli pendidikan matematika menyatakan bahwa masalah merupakan pertanyaan yang harus dijawab atau direspon siswa. Siswa tidak mengubah soal berbentuk verbal menjadi model matematika dan hubungannya. suasana yang tidak mendukung. 2. kurang cerdas.J. sehingga pemecahan masalah merupakan fokus utama dalam pembelajaran matematika”.S adalah Poerwadarminta(1996:78) menyebutkan “kemampuan kesanggupan”. Kesulitan belajar dapat ditunjukkan dengan beberapa gejala yaitu: • • • Menunjukkan prestasi yang rendah Hasil yang dicapai tidak sesuai dengan usaha yang dilakukan Keterlambatan dalam melaksanakan tugas yang diberikan Obyek yang dapat kita periksa untuk mengetahui penyebab kesukaran siswa belajar contohnya seperti: (a) materi yang diajarkan dianggap terlalu sulit. bahwa menurut W. tidak ada bakat.net /index . emosi tidak stabil.e_fkipunla . kita tidak terlepas dari sesuatu yang namanya masalah.3. Depdiknas tahun 2007 (http: //educare .14 b. Atau dapat diartikan sebagai segala sesuatu atau kegiatan yang dapat dilakukan. dan (c) dari siswa sendiri disebabkan karena kelemahan jasmani.com) menyatakan bahwa : “dalam kehidupan sehari-hari.

mengorganisasi data dan memilih informasi yang relevan dalam pemecahan masalah 3.dapat terjadi bahwa suatu masalah bagi seseorang siswa akan menjadi “pertanyaan” bagi siswa lainnya karena ia sudah mengetahui prosedur untuk menyelesaikannya. Dalam Departmen of Education tahun 1996 menyebutkan bahwa : “Apabila kita menerapkan pengetahuan matematika. keterampilan atau pengalaman untuk memecahkan suatu dilemma atau situasi yang baru atau yang membingungkan.15 pertanyaan merupakan suatu masalah. Indikator yang menunjukkan kemampuan pemecahan masalah antara lain adalah: 1. maka kita sedang memecahkan masalah”. Dari pernyataan tersebut. (dalam B.e_fkipunla. Suatu pertanyaan akan menjadi masalah hanya jika pertanyaan itu menunjukkan adanya suatu tantangan (challenge) yang tidak dapat dipecahkan oleh prosedur rutin yang sudah diketahui oleh siswa. memilih pendekatan dan strategi pemecahan dan menyelesaikan model untuk menyelesaikan masalah”.net menyebutkan bahwa “Pemecahan masalah (problem solving) adalah proses menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh sebelumnya ke dalam situasi baru yang belum dikenal atau proses berpikir untuk menentukan apa yang harus dilakukan ketika kita tidak tahu apa yang harus kita lakukan”. menyajikan masalah secara matematik dalam berbagai bentuk . menunjukkan pemahaman masalah 2. Dalam http://educare.Sinaga) menyatakan bahwa “kemampuan pemecahan masalah adalah kemampuan atau kompetensi strategis yang ditunjukkan siswa dalam memahami. Karenanya.

ditanyakan. apakah informasi cukup. menyelesaikan masalah yang tidak rutin Untuk menjadi seorang pemecah masalah yang baik. membuat dan menafsirkan model matematika dari suatu masalah 7.php ?option . ada strategi pemecahan masalah yang bersifat umum yaitu yang disarankan oleh George Polya. kondisi (syarat) apa yang harus dipenuhi. yakni: 1.(3) menjelaskan/ menginterpretasikan hasil sesuai masalah asal. Kegiatan dapat yang dilakukan pada langkah ini adalah: apa (data) yang diketahui. 1991). Memahami masalah. siswa membutuhkan banyak kesempatan untuk menciptakan dan memecahkan masalah dalam bidang matematika dan dalam konteks kehidupan nyata.(4) menyusun model matematika dan menyelesaikannya untuk masalah nyata dan menggunakan matematika secara bermakna. menyatakan kembali masalah asli dalam bentuk yang lebih operasional (dapat dipecahkan).e_fkipunla . Menurut Polya (dalam Ruseffendi.16 4. serta kecukupan unsur yang diperlukan. Strategi untuk memecahkan suatu masalah matematika ada beberapa strategi yang dapat digunakan bergantung pada masalah yang akan dipecahkan. untuk memecahkan suatu masalah ada empat langkah yang dapat dilakukan. mengembangkan strategi pemecahan masalah 6. Menurut Sumarmo Tahun 2003 (http: //educare .(2) merumuskan masalah situasi seharihari dan metematik. Namun.net /index . apa yang tidak diketahui (ditanyakan).com) menyatakan bahwa: Aktivitas-aktivitas yang tercakup dalam kegiatan pemecahan masalah meliputi: (1) mengidentifikasi unsur yang diketahui. menerapkan strategi untuk menyelesaikan berbagai masalah (sejenis dan masalah baru) dalam atau luar matematika. . memilih pendekatan dan metode pemecahan masalah secara tepat 5.

Kegiatan yang dapat dilakukan pada langkah ini adalah: menjalankan prosedur yang telah dibuat pada langkah sebelumnya untuk mendapatkan penyelesaian. Kegiatan yang dapat dilakukan pada langkah ini adalah: menganalisis dan mengevaluasi apakah prosedur yang diterapkan dan hasil yang diperoleh benar. Untuk memahaminya.17 2. Menyelesaikan masalah sesuai rencana. mencari pola atau aturan. 3. atau apakah prosedur dapat dibuat generalisasinya. Guru dapat mengecek apakah ada istilah-istilah yang mungkin belum diketahui/dilupakan. menyusun prosedur penyelesaian (membuat konjektur). Merencanakan pemecahannya. Memecahkan soal berbentuk cerita berarti menerapkan pengetahuan yang dimiliki secara teoritis untuk memecahkan persoalan nyata/keadaan sehari-hari. 4. Kegiatan yang dapat dilakukan pada langkah ini adalah: mencoba mencari atau mengingat masalah yang pernah diselesaikan yang memiliki kemiripan dengan masalah yang akan dipecahkan. Soal cerita dapat dikerjakan langsung tanpa ada gambar karena dari masalah tersebut siswa kurang lebih sudah dapat memahaminya. guru . Memeriksa kembali prosedur dan hasil penyelesaian. guru dapat meminta siswa menyatakan pendapatnya dengan menggunakan bahasanya sendiri. Sedangkan jika soal berbentuk gambar.

Asosiasi Pendidikan Nasional (national education association) memiliki perngertian yang berbeda. Pengertian Media Pembelajaran Dalam proses pembelajaran matematika penggunaan media sangat membantu siswa untuk lebih mudah memahami dan mengerti konsep dari materi yang diajarkan. Karena siswa dapat mengerti dan memahami unsurunsur yang ada pada gambar. 2. selanjutnya belajar matematika secara formal. tetapi siswa diharapkan dapat mengaitkan dengan situasi nyata yang pernah dialaminya atau yang pernah dipikirkannya. Djamarah (2006:121) menyatakan “media adalah alat bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan”. lalu siswa akan mempelajari ide-ide matematika secara informal. Media Pembelajaran Alat A. .18 lebih menekankan kepada siswa untuk memahami gambar dan dirangkaikan kembali ke dalam soal cerita. Kemudian siswa bereksplorasi dengan benda kongkrit. ‘perantara’ atau ‘pengantar’. Menurut Arsyad (2009:3) kata media berasal dari bahasa Latin medius yang secara harfiah berarti ‘tengah’.3. Dengan demikian inti dari belajar memecahkan masalah.1. Media adalah bentuk-bentuk komunikasi baik tercetak maupun audiovisual serta peralatannya. Hidayat (2010) menyatakan “media meliputi alat bantu guru dalam mengajar serta sarana pembawa pesan”. supaya siswa terbiasa mengerjakan soal-soal yang tidak hanya mengandalkan ingatan yang baik saja.

perbuatan yang menjadikan orang atau mahluk hidup belajar”. Oleh sebab itu. Bahkan adakalanya pesan yang diterima tidak sesuai dengan maksud yang disampaikan. Bagan komunikasi dengan unsur media dapat dilihat seperti skema berikut ini : Pengirima n Pesan Pesan Media Penerim a Pesan .dkk. dapat didengar. Inilah hakikat dari media pembelajaran. dalam suatu proses komunikasi diperlukan saluran yang berfungsi untuk mempermudah penyampaian pesan. dan dibaca (Arief. artinya tidak selamanya pesan yang disampaikan oleh pengirim pesan mudah diterima oleh penerima pesan. dapat dilihat. dapat disimpulkan bahwa pengertian media adalah segala sesuatu (alat) yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima dalam bentuk tercetak ataupun audiovisual. cara. bisa terjadi proses komunikasi mengalami hambatan. Namun demikian. Banyaknya pengertian dari media yang dikemukakan diatas. 2009:17). Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002:17) “pembelajaran adalah proses. Pembelajaran hakikatnya adalah proses komunikasi. dimana guru berperan sebagai pengantar pesan dan siswa sebagai penerima pesan. Jadi dapat dikatakan bahwa media pembelajaran adalah sebuah alat yang berfungsi untuk menyampaikan pesan pembelajaran. Pesan yang dikirim oleh guru berupa isi/materi pelajaran yang dituangkan ke dalam simbol-simbol komunikasi baik verbal maupun nonverbal.19 media hendaknya bisa dimanipulasi.

1. Proses Komunikasi dengan Media (Wina Sanjaya. 2009) .Pesan 20 Gambar 2.

cassette recorder. Jenis Media Djamarah (2006:124) mengklasifikasikan media dilihat dari jenisnya. Media . karena meliputi kemampuan kedua jenis media yang pertama dan kedua. diantaranya adalah: 1. audiovisual banyak dikembangkan untuk keperluan pembelajaran.Media Audiovisual Media audiovisual adalah media yang mempunyai unsur suara dan unsur gambar. Media visual ini ada yang menampilkan gambar diam seperti gambar atau lukisan. Dalam penelitian ini media pembelajaran yang akan digunakan adalah media animasi power point. suara serta gambar. 2. dan tampilan teks. gerak. biasanya dikemas dalam bentuk VCD. telepon. (2) media komputer. seperti radio. Ada pula yang menampilkan gambar atau simbol yang bergerak. Media animasi power point ini merupakan media pembelajaran atau perlengkapan dan termasuk pada media audiovisual. Media Auditif Media auditif adalah media yang hanya mengandalkan kemampuan suara saja.21 B. Jenis media audiovisual mempunyai kemampuan yang lebih baik. Media audiovisual dapat dibagi menjadi dua yaitu. Media Visual Media visual adalah media yang hanya mengandalkan indera penglihatan. (1) media video. Media video dan media komputer banyak dikembangkan untuk keperluan pembelajaran.

(http://edukasi.22 C. alat peraga adalah alat bantu dalam pengajaran matematika yang nantinya akan bermanfat bagi kelangsungan proses belajar mengajar. gelang. dan tahan lama bila siswa belajar melalui berbuat dan pengertian. Untuk memahami konsep abstrak anak memerlukan benda-benda kongkrit (real) sebagai perantaranya. ruas garis.com/2012/01/07/alat-peraga-matematika/) Dari penjelasan diatas. Selanjutnya konsep abstrak yang baru dipelajari akan mengendap. maka diharapkan tumbuh minat belajar matematika dalam dirinya dan akan menyenangi konsep yang akan disajikan. benda seperti cincin. daerah bujur sangkar. Rusefendi (1993) menerangkan bahwa : “Alat peraga merupakan alat bantu untuk menerangkan atau mewujudkan konsep-konsep matematika. permukaan gelas. bukan hanya melalui mengingat-ingat fakta. kubus (bendanya) untuk menjelaskan konsep titik. Siswa juga mendapat kesempatan terlibat dalam proses pengamatan dengan bantuan alat peraga.kompasiana. Konsep abstrak dapat dicapai melalui tingkat-tingkat belajar yang berbeda-beda. dan sebagainya untuk menerangkan konsep lingkaran dan sebagainya”. melekat. Alat peraga dalam pelajaran matematika memegang peranan penting sebagai alat bantu untuk menciptakan proses belajar mengajar yang efektif. Benda-benda itu misalnya batu-batuan dan kacang-kacangan untuk menerangkan konsep bilangan. Menurut Rusefendi (1993) penggunaan alat peraga dapat dikaitkan dan dihubungkan dengan salah satu atau beberapa dari : . benda-benda bidang beraturan untuk menerangkan konsep pecahan. Alat Peraga Pada dasarnya siswa belajar melalui benda kongkrit. Dan wujud dari kubus itu sendiri.

Pemecahan masalah pada umumnya 8.23 1. Menurut Edmund Bachman (2005) ”Konsep merupakan pokok utama dibalik sebuah permasalahan. Pengamatan dan penemuan sendiri ide-ide dan relasi baru serta penyimpulan secara umum 7.kompasiana.  Pemahaman Konsep Konsep merupakan rumusan. Pengukuran. Pemahaman konsep 3. dengan bantuan alat peraga diharapkan peserta didik lebih mudah memahami materi matematika yang telah dipelajari dan siap untuk mengaplikasikannya.com/2012/01/07/alat-peraga-matematika/) Dari uraian diatas. hubungan antara satu dengan yang lainnya dan bagaimana mereka memberikan sumbangsih terhadap pokok persoalan”. Latihan dan penguatan 4. Pembentukan konsep 2. Pengundangan untuk berdiskusi (http://edukasi. Layanan terhadap perbedaan individual. termasuk pelayanannya terhadap anak lemah dan berbakat 5. . satu cara untuk mencapai sesuatu. Pengundangan untuk berpikir 9. Pengundangan berpartisipasi aktif 10. satu kerangka untuk menganalisa sebuah persoalan. alat peraga dipakai sebagai alat ukur 6.

tetapi mencakup kecakapan-kecakapan yang jangkauannya lebih luas. untuk itu apapun tujuan pembelajaran yang diharapkan tidak akan tercapai. Belajar matematika berkaitan erat dengan matematika itu sendiri. konsep akan dapat lebih mudah di pahami dengan jelas serta . Kemampuan dasar adalah suatu kemampuan yang harus dimiliki untuk suatu pokok bahasan tertentu (yang baru). dimana hal tersebut merupakan prasyarat mutlak. Pemahaman terhadap konsep-konsep matematika bukan hanya sekedar mengingat kembali defenisi-defenisi dan mengenali contohcontoh biasa. Oleh sebab itu. Proses pemahaman konsep matematika dapat diserap siswa jika guru dalam proses pembelajaran menggunakan alat peraga ataupun media pembelajaran. Karena dengan bantuan alat-alat tersebut.24 Siswa dapat peka terhadap matematika hanya jika mereka mengerti konsep dan makna atau interpretasinya. yang sesuai dengan topik yang di ajarkan. Tetapi seringkali siswa hanya menghafal konsep (defenisi) tanpa memperhatikan syarat-syarat dan hubungan antara konsep. apabila kemampuan itu tidak dikuasai. keterurutan penguasaan matematika itu perlu mendapat perhatian. Seperti yang dikemukakan Hudojo (1988:10) bahwa” Di dalam belajar matematika apabila konsep A dan konsep B dipelajari terlebih dahulu”. Hal ini menekankan bahwa jika seorang siswa atau guru ingin menguasai suatu konsep matematika dengan baik. Matematika tersusun secara hirarkis sehingga konsep-konsep terdahulu menjadi prasyarat untuk memahami konsep berikutnya. dalam belajar matematika seorang siswa harus lebih dahulu pada tahap yang satu baru dibolehkan melangkah pada tahap berikutnya.

Minat belajar merupakan salah satu faktor penunjang keberhasilan proses pembelajaran matematika. Slameto (2003:180) mengatakan “minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa keterikatan pada suatu hal atau aktivitas. tanpa ada yang menyuruh. Minat yang timbul dari kebutuhan siswa merupakan faktor penting bagi siswa dalam melaksanakan kegiatan-kegiatannya. maka dapat disimpulkan minat adalah suatu rasa ingin tahu pada suatu hal atau aktivitas.  Pengembangan Minat Minat selama ini hanya dikenal dengan sebutan keinginan yang dimiliki oleh seseorang. oleh karena itu minat belajar anak harus diperhatikan dengan cermat. sehingga antara satu dengan yang lain mempunyai perbedaan dalam keinginannya.25 siswa tidak hanya sekedar mudah mengingat melainkan memahami materi yang diajarkan. Jika dikaitkan dengan belajar. Sedangkan Holland (http://forum. Dengan adanya minat belajar pada siswa dapat memudahkan membimbing dan mengarahkan siswa untuk belajar.upi. Dari penjelasan di atas. .edu/index.php?topic=162) mengatakan bahwa “minat adalah aktivitas atau tugas-tugas yang membangkitkan rasa ingin tahu”. minat belajar dapat diartikan dengan suatu keinginan atau kemauan yang disertai perhatian dan keaktifan yang sengaja yang akhirnya melahirkan rasa senang dalam perubahan tingkah laku.

Hal ini ditegaskan Tanner dalam Slameto (2003:181) bahwa “para pengajar juga harus berusaha membentuk minat-minat baru pada diri siswa. Beberapa hal yang dapat dilakukan guru dalam mengembangkan minat siswa dalam belajar matematika. misalnya dengan memanfaatkan lingkungan. Pengembangan minat dapat dilakukan guru dengan berbagai cara misalnya dengan memperkenalkan kepada siswa berbagai belajar yang menarik. Menyesuaikan bahan pelajaran yang diajarkan dengan minat siswa. 2. Pembelajaran dapat dilakukan dengan cara dari mudah ke yang sukar atau dari konkret ke abstrak 3.. Dengan demikian siswa akan tertarik untuk mempelajari matematika.26 Guru mempunyai peranan yang besar dalam pengembangan minat siswa. 1. menggunakan alat peraga atau media dalam pembelajaran. bahkan motivasi siswa. Sehingga muncul dalam diri siswa untuk mempelajari materi lebih lanjut dan merasa penasaran serta ingin lebih tahu tentang konsep yang akan dipelajarinya secara mendalam. Menggunakan alat-alat peraga atau media 4. . Semua kegiatan belajar harus kontras Dalam pembelajaran yang melibatkan siswa dengan bantuan alat peraga akan membangkitkan minat.” Jika guru mengabaikan minat belajar siswa maka akan mengakibatkan ketidakberhasilan dalam proses pembelajaran matematika. Pembelajaran hendaknya mampu membangkitkan aktivitas siswa 5.

1. diantaranya .4.struktur yang termuat dalam pokok bahasan yang diajarkan. 1. Teori Bruner Bruner mengungkapkan bahwa belajar matematika akan lebih berhasil jika proses pengajaran anak diarahkan pada konsep-konsep dan struktur. Melalui penggunaan media pembelajaran matematika yang ada. Bruner menyarankan keaktifan anak dalam proses belajar secara penuh agar anak dapat mengenal konsep dan struktur yang tercakup dalam bahan yang sedang dibicarakan.disamping hubungan yang terkait antara konsep-konsep dan struktur-struktur tersebut.sehingga anak memahami materi yang harus dikuasai.27 2. adalah . Tahapan belajar menurut Brunner dalam Hudojo (1988 : 58) sebagai berikut. siswa akan melihat langsung keteraturan dan pola strukur yang terdapat dalam penggunaan media pembelajaran matematika yang diperhatikannya. Strategi Pembelajaran Geometri A. Dalam proses pembelajaran hendaknya siswa diberi kesempatan untuk memanipulasi benda-benda dengan menggunakan media pembelajaran matematika. Dengan menggunakan alat peraga atau media pembelajaran pemahaman konsep akan lebih mudah di pahami. Teori Belajar Alat Pembelajaran matematika yang menggunakan alat peraga ataupun media mampu melibatkan siswa untuk aktif dalam proses pembelajaran. Ada beberapa teori yang mendukung penggunaan alat peraga atau media pembelajaran.

(2) konsep abstrak matematika tersaji dalam bentuk konkrit”.com/2008/02/02/teoriteori-belajar) B. Teori Jhon Dewey Teori ini menyatakan : Mengkaitkan bahan pelajaran dengan situasi dunia nyata. Pendekatan Belajar Menurut Depdikbud (http://mari-berkawand/. jelaslah bahwa penggunaan alat peraga atau media dalam pembelajaran sangat membantu siswa untuk lebih memahami konsep serta mengembangkan minat belajar. 2./blogspot. Berdasarkan teori diatas. mendorong siswa dengan menghubungkan yang dipelajari dengan kehidupan sehari-hari.html) pendekatan dapat diartikan “sebagai .wordpress.  Tahap ikonik Tahapan dimana kegiatan siswa berhubungan dengan mental.28  Tahap enaktif Dalam tahap ini siswa secara langsung terlibat dalam memanipulasi objek.. Hal ini juga ditegaskan Rusefendi (1990) bahwa “Penggunaan alat peraga dalam matematika mampu membuat (1) proses belajar termotivasi baik murid dan guru. merupakan gambaran dari objek yang dimanipulasinya.  Tahap simbolik Tahapan dimana anak-anak memanipulasi simbol-simbol atau objek tertentu. (http://akhmadsudrajat.com/2011/03 /pengertian-pendekatan-pembelajaran. pengalaman sesungguhnya dan penerapannya/manfaatnya.

29 proses. siswa belajar pada umumnya dipengaruhi oleh sikap terhadap ilmu pengetahuan. . pendekatan belajar siswa dapat dikelompokkan ke dalam tiga prototype: a) pendekatansurface. dari yang paling klasik sampai yang paling modern. atau cara untuk mendekati sesuatu”.b) pendekatan deep. yaitu: sikap melestarikan apa yang sudah ada dan sikap memperluas 3) Pendekatan Biggs Hasil penelitian Biggs. dalam pembelajaran geometri pendekatan belajar yang diterapkan adalah pendekatan hukum Jost. c) pendekatan achieving Berdasarkan pendekatan-pendekatan diatas. 2) Pendekatan Ballard & Clanchy Dalam pendekatan ini. Sedangkan pendekatan belajar merupakan suatu cara yang disengaja oleh guru untuk membuat siswa belajar dengan aktif. Diantaranya : 1) Pendekatan Hukum Jost Salah satu asumsi penting yang mendasari Hukum Jost (Jost’s law) adalah siswa yang lebih sering mempraktikkan materi pelajaran akan lebih mudah memanggil kembali memori lama yang berhubungan dengan materi yang sedang ditekuni. perbuatan. Karena penggunaan alat peraga dan media membuat siswa aktif dan mempraktikkan sendiri materi pelajaran geometri. Banyak pendekatan belajar yang dapat dilakukan oleh para guru kepada siswanya untuk mempelajari bidang studi atau materi pelajaran yang sedang mereka tekuni.

Model Belajar Dalam keseharian istilah model dimaksudkan terhadap pola atau bentuk yang akan menjadi acuan. fasilitas media yang tersedia.menguasai keterampilan dasar mengajar.elearning.ac. Karena seorang guru harus mampu memiliki motivasi dan semangat kebaruan dalam proses pembelajaran yang dijalaninya. dan sebagainya.id/alim-sumarno/model-pembelajaran) Untuk membelajarkan siswa sesuai dengan cara-gaya belajar mereka sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai dengan optimal ada berbagai model belajar. dan kondisi guru itu sendiri. guru harus ingat bahwa tidak ada model belajar yang paling tepat untuk segala situasi dan kondisi. menjelaskan. dan melaksanakan pembelajaran kondusif “. Guru yang berkompeten menurut Sardiman (dalam http://psb-psma. Oleh karena itu. Mengelola di sini memiliki arti yang luas yang menyangkut bagaimana seorang guru mampu . seperti membuka dan menutup pelajaran. (http://blog. dalam memilih model belajar yang tepat haruslah memperhatikan kondisi siswa. menvariasikan media.30 C. juga bagaimana guru menerapkan strategi. bertanya.unesa. Dalam prakteknya. Sedangkan Kiswono mengatakan model dalam konteks pembelajaran diartikan “sebagai suatu pola kegiatan guru-siswa untuk menghasilkan perubahan-perubahan yang terjadi pada diri siswa sebagai akibat perbuatan mengajar dan belajar “. sifat materi bahan ajar.org/content/blog/pengertian-pendekatan-strategi-metodeteknik-taktik-dan-model-pembelajaran) adalah “guru yang mampu mengelola program belajar-mengajar. teori belajar dan pembelajaran. . member penguatan.

Geometri merupakan salah satu cabang dari pelajaran matematika yang penting untuk dipelajari. strategi diartikan sebagai perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.31 D.com/2011/09/definisi-pengertian-strategi.html) menyatakan bahwa “dengan pembelajaran geometri mampu mengembangkan kemampuan pemecahan masalah dan mendukung banyak topik lain dalam matematika”.html) menjelaskan strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara efektif dan efesien. Kennedy & Tipps (dalam http://mulin-unisma.com/2008/07/pembelajaran-geometri-berdasarkan-tahap. dan kalkulus. Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran merupakan suatu rencana tindakan (rangkaian kegiatan) yang dilakukan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran tercapai. karena geometri mencakup latihan berpikir logis. . blogspot. seperti vektor. Strategi Belajar Mengajar Geometri Secara umum strategi dapat diartikan sebagai suatu garis-garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan. Pembelajaran geometri merupakan hal yang sangat penting karena pembelajaran geometri sangat mendukung banyak topik. menghidupkan kreativitas serta dapat mengembangkan kemampuan berinovasi. kerja yang sistematis. Sedangkan Kemp (dalam http://hipni. Menurut Sanjaya (2008:294) dalam dunia pendidikan. blogspot.

Pada tahap ini siswa mengenal bentuk-bentuk geometri hanya sekedar berdasarkan karakteristik visual dan penampakannya. Siswa secara eksplisit tidak terfokus pada sifat-sifat objek yang diamati. seseorang akan melalui lima tahap perkembangan berpikir dalam belajar geometri. Pada tahap ini sudah Nampak adanya analisis konsep dan sifat-sifatnya. tetapi memandang objek sebagai keseluruhan. pada tahap ini siswa tidak dapat memahami dan menentukan sifat geometrid dan karakteristik bangun ynag ditunjukkan. Siswa dapat menentukan sifatsifat suatu bangun dengan melakukan pengamatan. Oleh karena itu. pengukuran. b. Tahap 1 ( analisis ) Tahap ini juga dikenal dengan tahap deskriptif. Tahap 0 ( visualisasi ) Tahap ini juga dikenal dengan tahap dasar. tahap rekognisi.32 Pembelajaran geometri dipengaruhi oleh teori van Hiele yang dikembangkan oleh Pierre Marie van Hiele dan Diana van Hiele-Geldof. Teori van Hiele ini diakui secara internasional dan memberikan pengaruh yang kuat dalam pembelajaran geometri di sekolah. eksperimen. . yaitu : a. tahap holistik. menggambar dan membuat model. ataupun tahap visual. Menurut teori van Hiele dalam Raharjo Ismail dalam artikelnya yang berjudul Geometrid dan Teori Belajar Van Hiele . belum dapat melihat hubungan antara beberapa bangun geometri dan defenisi. siswa belum sepenuhnya dapat menjelaskan hubungan antara sifat-sifat tersebut. Akan tetapi.

Siswa juga dapat menyusun teorema dalam sistem aksiomatik. d. Tahap 3 ( Deduksi ) Tahap ini dikenal juga dengan tahap deduksi formal. Pada tahap ini. dan dapat mengklasifikasikan bangun-bangun secara hirarki. siswa sudah dapat melihat hubungan sifat-sifat pada suatu bangun geometrid an sifat-sifat antara beberapa bangun geometri. tahap teoritik. Tahap 2 ( Deduksi Informal ) Tahap ini dikenal juga dengan tahap abstrak. Tahap 4 ( Rigor ) Pada tahap ini siswa bernalar secara formal dalam system matematika dan dapat menganalisis konsekuensi dari manipulasi aksioma dan defenisi. (2) kecepatan berpindah dari tahap ke tahap . Dalam tahap ini juga siswa berpeluang untuk mengembangkan bukti lebih dari satu cara. Pada tahap ini siswa dapat menyusun bukiti. e. Perbedaan antara pernyataan dan konversinya dapat dibuat serta siswa menyadari perlunya pembuktian melalui serangkai penalaran deduktif. Siswa juga dapat membuat defenisi abstrak. menemukan sifatsifat dari berbagai bangun dengan mengggunakan deduksi informal. tahap relasional. defenisi. Meskipun demikian. yaitu (1) tahap-tahap tersebut bersifat hirarki dan sekuensial. siswa belum memahami bahwa deduksi logis adalah metode untuk membangun geometri. tidak hanya sekedar menerima bukti. atau tahap keterkaitan. teorema dan pembuktian formal dapat dipahami.33 c. Teori van Hiele mempunyai karakteristik. Saling keterkaitan antara bentuk yang tidak terdefenisikan. aksioma.

Sedangkan . yaitu (1) belajar adalah proses yang tidak kontinu. Clements & Battista menyatakan bahwa teori van Hiele mempunyai karakteristik. (5) mismatch. (3) konsep yang dipahami secara implisit pada suatu tahap akan dipahami secara eksplisit pada tahap berikutnya. tetapi ditentukan oleh proses berpikir yang digunakan. Tahaptahap berpikir van Hiele akan dilalui oleh siswa secara berurutan. Crowley menyatakan bahwa teori van Hiele mempunyai sifat-sifat berikut (1) berurutan. yakni objek yang masih kurang jelas akan menjadi objek yang jelas pada tahap berikutnya. isi. menunjukkan karakteristik proses berpikir siswa dalam belajar geometri dan pemahamannya dalam konteks geometri.34 berikutnya lebih bergantung pada pembelajaran. Siswa akan melemati suatu tahap yang matang sebekum menuju tahap selanjutnya. (3) intrinsic dan ekstrinsik. Secara khusus yakni guru. yakni seseorang harus melalui tahaptahap tersebut sesuai urutannya. kosakata dan lainnya berada pada tahap yang lebih tinggi daripada tahap berpikir siswa. (2) tahap-tahap tersebut bersifat terurut dan hirarki. dan (4) setiap tahap mempunyai kosakata sendiri-sendiri. Kualitas pengetahuan siswa tidak ditentukan oleh akumulasi pengetahuannya. yakni jika seorang berada pada suatu tahap dan tahap pembelajaran berada pada tahap yang berbeda. yakni keberhasilan dari tahap ke tahap lebih banyak dipengaruhi oleh isi dan metode pembelajaran daripada oleh usia. dan (3) setiap tahap mempunyai kosakata dan sistem relasi sendiri-sendiri. yakni masingmasing tahap mempunyai kosakata dan sistem relasi sendiri. (4) kosakata. (2) kemajuan. bahan pembelajaran. terdapat “lompatan” dalam kurva belajar seseorang. Setiap tahap dalam teori van Hiele.

kemenag. Dalam hal ini keaktifan siswa tidak hanya pada keterampilan mengerjakan soal sebagai aplikasi dari konsepkonsep matematika yang telah dipelajari.5.1. melainkan perlu lebih mementingkan pemahaman pada proses terbentuknya konsep. dkk (dalam http://bdk surabaya. Jadi. Oleh sebab itu.id/file/dokumen /vanhiele.go. . Model Pembelajaran Langsung A. Pengertian Trianto (2009:41) mengungkapkan pengertian model pembelajaran langsung adalah suatu model pembelajaran yang dirancang khusus untuk menunjang proses belajar siswa yang berkaitan dengan pengetahuan deklaratif dan pengetahuan prosedural yang terstruktur dengan baik. dapat diajarkan dengan pola kegiatan yang bertahap selangkah demi selangkah.pdf) bahwa “dalam pembelajaran matematika hendaknya dipilih strategi pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif”.35 kecepatan berpindah dari suatu tahap ke tahap berikutnya lebih bergantung pada metode pembelajaran daripada umur dan kematangan. Pelaksanaan strategi belajar mengajar geometri atau strategi pembelajaran yang dimaksud adalah dengan menerapkan pembelajaran langsung yang dibantu dengan alat peraga atau media. seorang guru harus mampu menyediakan pengalaman belajar yang cocok dengan tahap berpikir siswa. 2. dalam pembelajaran geometri guru perlu mengembangkan model pembelajaran yang mampu meningkatkan kemampuan berpikir siswa dalam materi geometri serta melibatkan siswa secara aktif. Hal ini ditegaskan juga oleh Winataputra.

Pengajaran langsung digunakan untuk menyampaikan pelajaran yang ditransformasikan . tape recorder. Dalam model ini guru berperan sebagai penyampaian informasi. gambar. serta mempersiapkan siswa untuk menerima penjelasan guru. Model pembelajaran ini menekankan pada penguasaan konsep dan perubahan tingkah laku dengan mengutamakan pendekatan deduktif. Pengajaran langsung menurut Kardi dalam Trianto (2009:42) dapat berupa ceramah. demonstrasi. dan guru juga seyogyanya menggunakan media yang sesuai. Guru mengawali pelajaran dengan penjelasan tentang tujuan dan latar belakang pembelajaran. peragaan. misalnya film. dan kerja kelompok. pelatihan atau praktik. dan sebagainya.36 Model pembelajaran ini ditujukan untuk membantu siswa mempelajari keterampilan dasar dan memperoleh informasi yang dapat diajarkan selangkah demi selangkah. Menurut Kardi dan Nurul dalam Trianto (2009:41) ciri dari pembelajaran langsung adalah : • Adanya tujuan pembelajaran dan pengaruh model pada siswa termasuk prosedur penelitian hasil belajar • • Sintaks atau pola keseluruhan dan alur kegiatan pembelajaran Sistem pengolahan dan lingkungan belajar yang diperlukan agar kegiatan pembelajaran tertentu dapat berlangsung dengan berhasil B. Sintaks atau Pola Pembelajaran Langsung Pada model pembelajaran langsung terdapat 5 sintaks yang sangat penting.

memotivasi siswa. Penjelasan 5 Fase Model Pembelajaran Langsung 1. Sintaks model pembelajaran langsung tersebut disajikan dalam 5 tahap. Penyusunan waktu yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran harus seefisien mungkin.1.3.5. Materi dan mempersiapkan siswa Prasyarat. Tabel 2.1 Sintaks Model Pembelajaran Langsung Fase Uraian Peran Guru 1 Menyampaikan Tujuan Pembelajaran Menjelaskan Tujuan. Menyampaikan Tujuan dan Mempersiapkan Siswa a.1.1. sehingga guru dapat merancang dengan tepat waktu yang digunakan. dan mempersiapkan siswa 2 Mendemonstrasikan Pengetahuan dan Mendemonstrasikan keterampilan atau Keterampilan 3 Membimbing Pelatihan 4 Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik 5 Memberikan latihan dan penerapan konsep menyajikan informasi tahap demi tahap Guru memberi latihan terbimbing Mengecek kemampuan siswa dan memberikan umpan balik Mempersiapkan latihan untuk siswa dengan menerapkan konsep yang dipelajari pada kehidupan sehari-hari. berikut. Seperti yang ditunjukkan Tabel 2.37 langsung oleh guru kepada siswa. Menyampaikan tujuan .

tujuan ini dapat dicapai dengan jalan mengulang pokok-pokok pembicaraan pelajaran yang lalu. Hal ini pada umumnya terjadi pada . membantu siswa melihat relevansi pelajaran.pada guru pemula dan belum berpengalaman ditemukan banyak penjelasan yang kabur dan membingungkan. dan mereka perlu mengetahui apa yang harus mereka lakukan setelah selesai berperan serta dalam pelajaran itu. Mendemonstrasikan Pengetahuan dan Keterampilan Menurut Kardi dan Nur kunci untuk berhasil ialah mempresentasikan informasi sejelas mungkin dan mengikuti langkah-langkah demonstrasi yang efektif (http://www.html) adalah sebagai berikut: a. b. Menyiapkan siswa Kegiatan ini bertujuan untuk menarik perhatian siswa. memusatkan perhatian siswa pada pokok pembicaraan. mempunyai dampak yang positif terhadap proses belajar siswa. dan mengingatkan kembali pada hasil belajar yang telah dimilikinya. mengapa mereka berpatisipasi dalam suatu pelajaran tertentu.com/2012/03/5-fase-model-pembelajaran- langsung. serta memotivasi siswa berperan aktif selama proses pembelajaran berlangsung. 2. atau memberikan sejumlah pertanyaan kepada .inforppsilabus.Mencapai Kejelasan Kemampuan guru untuk memberikan informasi yang jelas dan spesifik kepada siswa.38 Para siswa perlu mengetahui dengan jelas. Sementara itu. Menyiapkan siswa yaitu memusatkan perhatian siswa pada materi yang akan kita ajarkan. yang relevan dengan pokok pembicaraan yang akan dipelajari.

Membimbing pelatihan Menurut Kardi dan Nur prinsip-prinsip yang dapat digunakan sebagai acuan bagi guru dalam menerapkan dan melakukan pelatihan diantaranya: • • Tugasi siswa melakukan latihan singkat dan bermakna Berikan pelatihan sampai benar-benar menguasai konsep atau keterampilan yang dipelajari. tugas paling penting bagi guru dalam menggunakan model . • Hati-hati terhadap kelebihan dan kelemahan latihan berkelanjutan dan latihan terdistribusi. Melakukan demonstrasi Agar dapat mendemonstrasikan suatu konsep atau keterampilan dengan berhasil. dan berlatih melakukan demonstrasi untuk menguasai komponen-komponennya.html) 4. b.com/2012/03/5-fase-model-pembelajaranlangsung.inforppsilabus. 3. • Perhatikan tahap-tahap awal pelatihan. guru perlu sepenuhnya menguasai konsep atau keterampilan yang akan di demonstrasikan. dan tidak menguasai teknik komunikasi yang baik.39 saat guru tidak mengusai sepenuhnya isi pokok bahasan yang diajarkannya. karena tanpa mengetahui hasilnya. latihan tidak banyak manfaatnya bagi siswa. (http://www. Mengecek Pemahaman dan Memberikan Umpan Balik Kegiatan ini merupakan aspek penting dalam pembelajaran langsung.. dalam kenyataannya.

sehingga siswa dapat mengetahui dan memperbaiki kesalahannya dalam menjawab latihan. Guru dapat menggunakan berbagai cara untuk memberikan umpan balik kepada siswa. ada tiga panduan umum untuk latihan-latihan mandiri yang diberikan sebagai Pekerjaan Rumah (PR) diantaranya: • Tugas rumah yang diberikan bukan merupakan kelanjutan dari proses pembelajaran. Pelaksanaan Pembelajaran Langsung . tes. tetapi merupakan kelanjutan pelatihan untuk pembelajaran berikutnya. • Guru semestinya menginformasikan kepada orang tua siswa tentang tingkat keterlibatan mereka yang diharapkan. guru merespon jawaban yang diberikan siswa tersebut. Memberikan Kesempatan untuk Pelatihan Lanjutan dan Penerapan Kebanyakan latihan mandiri yang diberikan kepada siswa sebagai fase akhir pelajaran pembelajaran langsung adalah pekerjaan rumah. misalnya umpan balik secara lisan. C. 5. Fase ini ditandai dengan pertanyaanpertanyaan yang diberikan oleh guru kepada siswa dan siswa memberikan tanggapan berupa jawaban yang menurut mereka benar. • Guru seharusnya memberikan umpan balik tentang Pekerjaan Rumah (PR) tersebut.40 pembelajaran langsung adalah memberi siswa umpan balik bermakna dan pengetahuan tentang hasil latihannya. Umpan balik sebaiknya diberikan seusai pelatihan dan sesuai dengan tingkat perkembangan siswa. Selanjutnya. dan komentar tertulis .

pada saat melaksanakan pembelajaran. Merumuskan Tujuan Untuk merumuskan tujuan pembelajaran dapat digunakan model Mager dalam Trianto (2009:46). pelaksanaan yang baik model pembelajaran langsung memerlukan tindakan-tindakan dan keputusan-keputusan yang jelas dari guru selama berlangsungnya perencanaan. dan waktu menilai hasilnya. langkah-langkah atau tindakan tertentu merupakan ciri khusus pembelajaran langsung. Mager mengemukakan bahwa tujuan pembelajaran khusus harus sangat spesifik yang terdiri dari tiga bagian. Tugas –tugas Perencanaan a. yaitu :  Perilaku siswa  Situasi pengetesan  Kriteria kinerja .41 Sebagaimana halnya setiap mengajar. Ciri utama unik yang terlihat dalam melaksanakan suatu pembelajaran langsung adalah sebagai berikut : 1. Beberapa diantara tindakan tersebut dapat dijumpai pada model pembelajaran lain.

Penilaian Pada Model Pembelajaran Langsung 5 prinsip dasar dalam merancang sistem penilaian : a. Memilih Isi Guru harus mempertimbangkan berapa banyak informasi yang akan disampaikan dalam kurun waktu tertentu. Guru harus selektif dalam memilih konsep yang diajarkan dengan model pengajaran langsung. Merencanakan Waktu dan Ruang Pada suatu pembelajaran langsung. menggunakan soal tes yang sesuai . c. mencakup semua tugas pengajaran c.42 b. yang akan diajarkan guru. (2) memotivasi siswa agar mereka tetap melakukan tugas-tugasnya dengan perhatian yang optimal. 2. sesuai dengan tujuan pengajaran b. Melakukan analisis tugas Analisis tugas adalah alat yang digunakan guru untuk mengidentifikasi dengan presisi yang tinggi hakikat yang setepatnya dari suatu keterampilan atau butir pengetahuan yang terstruktur dengan baik. akan membantu guru menentukan dengan tepat apa yang perlu dilakukan siswa untuk melaksanakan keterampilan yang dipelajari. Ada 2 hal yang perlu diperhatikan oleh guru : (1) memastikan bahwa waktu yang disediakan sepadan dengan bakat dan kemampuan siswa. merencanakan dan mengelola waktu dan ruang merupakan kegiatan yang sangat penting. Dengan menganalisis tugas. d.

Teori Vygotsky mendapat perhatian yang makin besar ketika memasuki akhir abad ke-20. Vygotsky. manfaatkan hasil tes untuk memperbaiki proses belajar mengajar berikutnya.S. Jaramillo (1996) menjelaskan. Walaupun setuju dengan Piaget bahwa perkembangan kognitif terjadi secara bertahap dan dicirikan dengan gaya berpikir yang berbeda-beda.6 Teori Belajar Vygotsky Perkembangan kognitif dan bahasa anak-anak tidak berkembang dalam suatu situasi sosial yang hampa.1. seorang psikolog berkebangsaan Rusia. Sezaman dengan Piaget. Vygotsky menulis di Uni Soviet selama 1920-an dan 1930-an. Vygotsky percaya bahwa subyek yang dipelajari berpengaruh pada proses belajar. tulisan-tulisannya menjadi sangat berpengaruh. 2. Namun. mengenal poin penting tentang pikiran anak ini lebih dari setengah abad yang lalu. Vygotsky mencatat bahwa interaksi individu dengan orang lain berlangsung pada situasi sosial. Sejak saat itulah. Konstruktivisme yang mempunyai pengaruh besar pada tahun 1930 yang bekerja sebagai ahli Psikologi Rusia adalah L. yang sangat tertarik pada efek interaksi siswa dengan teman sekelas pada pelajaran. dan mengakui bahwa tiap-tiap disiplin ilmu . buatlah soal yang valid dan sereliabel mungkin e. karyanya baru dipublikasikan di dunia Barat pada tahun 1960-an. Vygotsky adalah pengagum Piaget. Lev Vygotsky (1896-1934).43 d. tetapi Vygotsky tidak setuju dengan pandangan Piaget bahwa anak menjelajahi dunianya sendirian dan membentuk gambaran realitas batinnya sendiri.

dan penalaran melibatkan pembelajaran menggunakan temuan-temuan masyarakat seperti bahasa. tetapi dapat memecahkan masalah itu setelah mendapat bantuan orang dewasa atau temannya (peer). Vygotsky menyatakan bahwa siswa belajar melalui interaksi bersama dengan orang dewasa atau teman yang lebih cakap. Penekanan Vygotsky pada peran kebudayaan dan masyarakat di dalam .com / 2008/02/01 _archive. dan alat-alat ingatan. blogspot. yang berfokus pada konteks pembangunan sosial budaya. Siswa bekerja dalam ZPD jika siswa tidak dapat memecahkan masalah sendiri.44 mempunyai metode pembelajaran tersendiri. Vygotsky menekankan bagaimana proses-proses perkembangan mental seperti ingatan. (4) perkembangan yang berangkat dari bidang social ke bidang individu. Bahwa siswa akan dapat mempelajari konsep-konsep dengan baik jika berada dalam ZPD. Konsep Sosiokultural Banyak developmentalis yang bekerja di bidang kebudayaan dan pembangunan menemukan dirinya sepaham dengan Vygotsky.html) sebagai berikut : (1)Sosiokultural. Vygotsky mengemukakan empat prinsip yang dinyatakan oleh Slavin (dalam http://rochmad-unnes. sistem matematika. Ia juga menekankan bagaimana anak-anak dibantu berkembang dengan bimbingan dari orang-orang yang sudah terampil di dalam bidang-bidang tersebut. Vygotsky adalah seorang guru yang tertarik untuk mendesign kurikulum sebagai fasilitas dalam interaksi siswa. Teori Vygotsky menawarkan suatu potret perkembangan manusia sebagai sesuatu yang tidak terpisahkan dari kegiatan-kegiatan sosial dan budaya. 1. Siswa diberi masalah yang kompleks. perhatian. dan realistik. Berkaitan dengan pembelajaran. (3) Vygostky menekankan pada scaffolding. (2) ZPD (zone of proximal development). Pendekatan pembelajaran yang dipandang sesuai adalah pembelajaran kooperatif. dan kemudian diberi bantuan secukupnya dalam memecahkannya. sulit.

Pada level institusional. penemuan seperti komputer.45 perkembangan kognitif berbeda dengan gambaran Piaget tentang anak sebagai ilmuwan kecil yang kesepian. Alat-alat itu diwariskan pada anak-anak oleh anggota-anggota kebudayaan yang lebih tua selama pengalaman pembelajaran yang dipandu. Level interpersonal memiliki suatu pengaruh yang lebih langsung pada keberfungsian mental anak. Interaksi institusional memberi kepada anak suatu norma-norma perilaku dan sosial yang luas untuk membimbing hidupnya. anak-anak lahir dengan fungsi mental yang relatif dasar seperti kemampuan untuk memahami dunia luar dan memusatkan perhatian. Menurut Vygotsky. . Pengalaman dengan orang lain secara berangsur menjadi semakin mendalam dan membentuk gambaran batin anak tentang dunia. Karena itulah berpikir setiap anak dengan cara yang sama dengan anggota lain dalam kebudayaannya. sedangkan Vygotsky lebih banyak menekankan peranan orang dewasa dan anak-anak lain dalam memudahkan perkembangan si anak. Namun. Vygotsky menekankan baik level konteks sosial yang bersifat institusional maupun level konteks sosial yang bersifat interpersonal. Piaget memandang anak-anak sebagai pembelajaran lewat penemuan individual. dan melek huruf. Fungsi-fungsi mental yang lebih tinggi ini dianggap sebagai ”alat kebudayaan” tempat individu hidup dan alat-alat itu berasal dari budaya. sejarah kebudayaan menyediakan organisasi dan alat-alat yang berguna bagi aktivitas kognitif melalui institusi seperti sekolah. berfikir dan menyelesaikan masalah. anak-anak tak banyak memiliki fungsi mental yang lebih tinggi seperti ingatan.

Pada satu sisi. fungsi kognitif berasal dari interaksi sosial masing . Menurut teori Vygotsky. tetapi masih dalam proses pematangan.masing individu dalam konsep budaya. Pada sisi lain. Informasi tentang alat-alat.46 Menurut Vygotsky Tahun 1962(dalam http://valmband. Vygotsky membedakan antara aktual development dan potensial development pada anak. 2. Anak-anak tidak akan pernah mengembangkan pemikiran operasional formal tanpa bantuan orang lain. Aktual development ditentukan apakah seorang anak dapat melakukan sesuatu tanpa bantuan orang dewasa atau guru. Piaget menjelaskan proses perkembangan kognitif sejalan dengan kemajuan anak-anak. Sedangkan potensial development . Zone Perkembangan Proksimal Meskipun pada akhirnya anak-anak akan mempelajari sendiri beberapa konsep melalui pengalaman sehari-hari. perkembangan mental anakanak menjadi matang. Vygotsky percaya bahwa anak akan jauh lebih berkembang jika berinteraksi dengan orang lain.com) menyatakan bahwa : Keterampilan-keterampilan dalam keberfungsian mental berkembang melalui interaksi sosial langsung. dan dia menggambarkan bahwa anak-anak mampu melakukan sesuatu sendiri. keterampilan-keterampilan dan hubungan-hubungan interpersonal kognitif dipancarkan melalui interaksi langsung dengan manusia.multiply. dimana fungsi-fungsi kognitif belum matang. Vygotsky mencari pengertian bagaiman anak-anak berkembang dengan melalui proses belajar. Konsep sosiokultural adalah interaksi antara aspek “internal” dan “eksternal” dari pebelajaran dan penekanannya pada lingkungan sosial pebelajaran. Melalui pengorganisasian pengalaman-pengalaman interaksi sosial yang berada di dalam suatu latar belakang kebudayaan ini.

47 membedakan apakah seorang anak dapat melakukan sesuatu. perkembangan mereka kemungkinan akan berjalan lambat.com ) bahwa: Zona Perkembangan Proksimal merupakan celah antara actual development dan potensial development. Untuk memaksimalkan perkembangan.com ) bahwa : Zone Proximal of Development adalah jarak antara tingkat perkembangan sesungguhnya yang ditunjukkan dalam kemampuan pemecahan masalah secara mandiri dan tingkat kemampuan perkembangan potensial yang ditunjukkan dalam kemampuan pemecahan masalah di bawah bimbingan orang dewasa atau teman sebaya yang lebih mampu. Menurut teori Vygotsky (dalam http://valmband. 3.multiply. Ketika siswa mengerjakan pekerjaanya di sekolah sendiri. dimana antara apakah seorang anak dapat melakukan sesuatu tanpa bantuan orang dewasa dan apakah seorang anak dapat melakukan sesuatu dengan arahan orang dewasa atau kerjasama dengan teman sebaya. yakni suatu proses .wordpress. Maka (dalam http://www. siswa mendiskusikan pengertian barunya dengan temannya kemudian mencocokkan dan mendalami kemudian menggunakannya. Konsep Scaffolding Scaffolding merupakan suatu istilah yang ditemukan oleh seorang ahli psikologi perkembangan-kognitif masa kini. Sebuah konsekuensi pada proses ini adalah bahwa siswa belajar untuk pengaturan sendiri (self-regulasi). Maksud dari ZPD adalah menitikberatkan ZPD pada interaksi sosial akan dapat memudahkan perkembangan anak.prayudi. memecahkan masalah di bawah petunjuk orang dewasa atau kerjasama dengan teman sebaya. Jerome Bruner. siswa seharusnya bekerja dengan teman yang lebih terampil yang dapat memimpin secara sistematis dalam memecahkan masalah yang lebih kompleks. Melalui perubahan yang berturut-turut dalam berbicara dan bersikap.

com ) bahwa : Teori scaffolding adalah memberikan kepada seseorang anak sejumlah besar bantuan selama tahap . yaitu tataran sosial tempat orang-orang membentuk lingkungan sosialnya (dapat dikategorikan sebagai interpsikologis atau intermental). 4. peringatan. Pandangan teori ini menempatkan intermental atau lingkungan sosial sebagai faktor primer dan konstitutif terhadap pembentukan pengetahuan serta perkembangan kognitif seseorang. Bantuan yang diberikan guru dapat berupa petunjuk. dorongan menguraikan masalah ke dalam bentuk lain yang memungkinkan siswa dapat mandiri. dan tataran psikologis di dalam diri orang yang bersangkutan (dapat dikategorikan sebagai intrapsikologis atau intar mental).prayudi. setiap kemampuan seseorang akan tumbuh dan berkembang melewati dua aturan. Dikatakannya bahwa fungsi-fungsi mental yang lebih tinggi dalam diri seseorang akan muncul dan berasal dari kehidupan sosialnya. Jadi.48 yang digunakan orang dewasa untuk menuntun anak-anak melalui zona perkembangan proksimalnya.tahap awal pembelajaran dan kemudian mengurangi bantuan tersebut dan memberikan kesempatan kepada anak tersebut mengambil alih tanggung jawab yang semakin besar segera setelah ia mampu mengerjakan sendiri. .wordpress. Perkembangan Mental dari Sosial ke Individu Menurut Vygotsky. Sementara itu fungsi intrsmental dipandang sebagai derivasi atau keturunan yang tumbuh atau terbentuk melalui penguasaan dan internalisasi terhadap proses-proses sosial tersebut. (dalam http://www.

Sebaliknya mereka malah menyatakan. Gagasan tentang kelompok kerja kreatif ini diperluasa menjadi pengajaran pribadi oleh teman sebaya ( peer tutoring). 3. ini berarti anak-anak bekerja dalam zona perkembangan proksimal dan guru menyediakan scaffolding bagi anak selama melalui ZPD. Belajar dan berkembang merupakan satu kesatuan dan saling menentukan. 2. keduanya tidak mendukung pengajaran didaktis diganti sepenuhnya. Secara khusus Vygotsky mengemukakan bahwa disamping guru. Pengaruh karya Vygotsky terhadap dunia pengajaran adalah sebagai berikut : 1. yaitu seorang anak mengajari . Namun. walaupun anak tetap dilibatkan dalam pembelajaran aktif. yaitu mampu memunculkan perubahan dan perkembangan yang tidak sekedar berupa transfer atau pengalihan. Walaupun Vygotsky dan Bruner telah mengusulkan peranan yang lebih penting bagi orang dewasa dalam pembelajaran anak-anak daripad peran yang diusulkan Piaget. teman sebaya juga berpengaruh dengan penting pada perkembangan penemuan kognitif individu anak. guru harus secara aktif mendampingi setiap kegiatan anak-anak.berlawanan pembelajaran lewat (individual discovery learning). internalisasi yang dimaksud oleh Vygotsky bersifat transformative. Dalam istilah teoritis.49 Pada mulanya anak berpartisipasi dalam kegiatan sosial tertentu tanpa memahami maknanya. kerja kelompok secara kooperatif (cooperative groupwork) tampaknya mempercepat perkembangan anak. Pemaknaan atau konstruksi pengetahuan baru muncul atau terjadi melalaui proses internalisasi.

Dalam model pembelajaran kooperatif terjadi interaktif sosial yaitu interaksi antara siswa dengan siswa dan antara siswa dengan guru dalam usaha menemukan konsep . Satu anak bisa lebih efektif membimbing anak lainnya melewati ZPD karena mereka sendiri baru saja melewati tahap itu sehingga bis adengan mudah melihat kesulitan-kesulitan yang dihadapi anak lain dan menyediakan scaffolding yang sesuai. H G H E D A a B F G H D C G H C E A B F E E F .8.50 anak lainnya yang agak tertinggal dalam pelajaran. 2. Materi Pelajaran KUBUS DAN BALOK A.1. Besaran-Besaran pada Kubus dan Balok 1. Luas selubung dan permukaan kubus dan balok a. Jadi teori belajar Vygotsky adalah salah satu teori belajar sosial sehingga sangat sesuai dengan model pembelajaran kooperatif.konsep dan pemecahan masalah. Keberhasilan pengajaran oleh teman sebaya ini dengan menggunakan teori Vygotsky. Luas selubung dan permukaan kubus Kubus adalah bangun ruang yang dibatasi oleh enam daerah persegi yang kongruen (sama sebangun).

Luas permukaan kubus = 6 a2 b.EFGH adalah a. maka: 1. Luas selubung kubus = 4 a2 2.51 Misalnya panjang rusuk kubus ABCD. H H G F t G C G H H E D p D E A E B F F E l C A B . Maka: Luas selubung kubus = Luas ABFE + Luas BCGF + Luas DCGH + Luas ADHE =axa+axa+axa+axa = a2 + a2 + a2 + a2 = 4 a2 Luas permukaan kubus = Luas selubung + Lauas ABCD + Luas EFGH = 4 a2 + a x a + a x a = 4 a2 + a2 + a2 = 6 a2 Kesimpulan: Jika panjang rusuk suatu kubus adalah a. Luas selubung dan permukaan balok Balok adalah sebuah benda yang dibatasi oleh enam daerah persegi panjang yang masing-masing dinamakan bidang sisi atau sisi balok.

52 Misalkan balok ABCD . lebar BC = l dan tinggi CG = t . lebar = l. Luas selubung balok = 2(p + l)t 2. dan tinggi = t Maka: 1.t + 2(p x l) = 2 (pt + lt + pl) Luas permukaan balok = Luas selubung + 2 x Luas bidang alas Kesimpulan : Misalkan suatu balok memiliki ukuran panjang = p. Luas permukaan balok = 2 (pt + pl + lt) . maka: Luas selubung balok = Luas ABFE+Luas BCGF + Luas CDGH + Luas ADHE = (p x t) + (l x t) + (p x t) + (l x t) = t (p + l + p + l) = t (p + l). EFGH memiliki ukuran panjang AB = p.t + p x l + p x l = 2(p + l).t = keliling ABCD x t Luas permukaan balok = Luas selubung + Luas ABCD + Luas EFGH = 2(p + l).2 = 2 (p + l).

Volume Kubus (a) (b) (c) Pada gambar (a). Volume Kubus dan Balok a. Maka volume kubus satuan = (1 x 1 x 1) satuan volume = 1 satuan volume Pada gambar (b) dan (c) tampak kubus yang memiliki panjang 3 satuan panjang. yaitu kubus yang memiliki panjang rusuk 1 satuan panjang. tampak kubus satuan. volume kubus (V) yang memiliki panjang rusuk a dirumuskan sebagai berikut : V =axaxa = a3 .53 2. Maka volume kubusnya = (3 x 3 x 3) satuan volume = 27 satuan volume Dengan demikian.

b. tampak balok yang memiliki panjang 4 satuan panjang. tampak kubus satuan dengan panjang rusuknya 1 satuan panjang dan volume satuan = (1 x 1 x 1) satuan volume = 1 satuan volume Pada gambar (b) dan (c). Volume baloknya = (4 x 3 x 2) satuan volume = 24 satuan volume . Volume Balok (a) (b) (c) Pada gambar (a).54 Dengan : V = volume kubus a = panjang rusuk kubus Kesimpulan : Volume kubus sama dengan panjang rusuknya di pangkatkan tiga. lebar 3 satuan panjang dan tinggi 2 satuan panjang.

lebarnya l satuan panjang. Maka balok itu dirumuskan sebagai berikut: H E F D t p B l G Volume V=pxlxt Dengan : V = volume balok p = panjang balok l = lebar balok t = tinggi balok Kesimpulan : A C Volume balok sama dengan perkalian semua rusuk yang bertemu pada sebuah titik sudut balok. dan tinggi. Merancang kubus untuk volume tertentu Untuk dapat merancang kubus untuk volume tertentu kamu perlu mengetahui hubungan-hubugan berikut. dengan satuan panjang yang sesuai. Panjang rusuk kubus: Panjang seluruh rusuk kubus: pt = 12a = 12 A E D a B H F C G . Apabila suatu balok panjangnya p satuan panjang. lebar. dan volume V satuan volume (satuan isi). volume balok merupakan perkalian panjang. Merancang Kubus dan Balok untuk Volume Tertentu 1. Diberikan volume kubus V dan panjang rusuknya a. tingginya t satuan panjang. B.55 Jadi. 1. 2.

(2) .56 3. 4. Jika luas sisi-sisinya A1 : A2 : A3 = a : b : c. a. 6. maka l = c. Jika rusuk-rusknya p : l : t = a : b : c. 7. maka t = b. Diberikan volume balok V. Panjang diagonal sisi kubus: ps = Panjang diagonal ruang kubus: pr = Luas bidang sisi kubus: Ls = a2 = Luas selubung kubus: Lb = 4a2 = 4 Luas permukaan kubus: Lm = 6a2 = 6 Perhatikan uraian berikut ini yang menjelaskan beberapa hubungan diatas volume kubus (V) dengan panjang rusuk a dalah V = a3. Jika luas sisinya A2 = pt.. maka: .. maka p = 2. Jika diketahui besar volume V.. 5...(1) Sekarang untuk dapat merancang balok untuk volume tertentu kita perlu mengetahui hubungan-hubungan berikut. 1. Jika luas sisinya A3 = lt.. maka: 3.. Jika luas sisinya A1 = pl.. maka panjang rusuk a adalah Panjang seluruh rusuk kubus (pt) adalah pt = 12a Subtitusikan (1) diperoleh pt = .

dan t = ck. maka : V = A1t sehingga diperoleh t = V = A2l sehingga diperoleh l = V = A3p sehingga diperoleh p = Jika volume balok V dan rusuk-rusuknya p : l : t = a : b : c. atau A3 = lt.57 Perhatikan uraian berikut ini yang menjelaskan beberapa hubungan di atas. maka kamu memisalkan p = ak. l = bk. dengan A1 = pl. p=a l=b t=c . dengan k > 0 V=pxlxt V = ak x bk x ck V = abc k3 k= Jadi. E H F t G D A p C B l Jika volume V dan luas sisinya A1. atau A2 = pt.

3a3h + 3ah2 .h3 Perubahan volume kubusnya adalah ∆V = Vb .3h + 3h2 . maka panjang rusuk kubus baru menjadi ka dan volumenya adalah: . Kubus Misalkan panjang kubus semula adalah a.h3 = 3h + 3ah2 . maka panjang rusuk kubus baru menjadi (a + h) dan volumenya adalah Vb Vb Vb = (a + h)3 = a3 + 3a3h + 3ah2 + h3 =a →a= = V s + 3h + 3h 2 3 H E F D A a B G +h 3 Perubahan volume kubusnya adalah: ∆V = Vb . Jika panjang rusuk kubus semula a bertambah besar h. maka volume kubus semula adalah = a3.Vs = 3a3h + 3ah .h3 = a3 → a = = V s .h) dan volumenya adalah Vb Vb Vb = (a .h3 Jika panjang rusuk semula a diperbesar atau diperkecil dengan factor skala k.58 Volume Kubus dan Balok Jika Ukuran Rusuknya Berubah 1.h)3 = a3 . maka panjang rusuk kubus baru menjadi (a .Vs = 3a3h + 3ah + h3 = 3h + 3ah2 + h3 C Jika panjang rusuk semula a berkurang h.

h2)(t .plh .h) = plt . dan (t + h).lth + lh2 + lh2 .ph .pth + ph2 .h) (t . maka panjang rusuk-rusuk balok baru adalah (p + h). dan volume balok baru adalah: E H F D A p = Vb .h) (l .Vs = k3 Vs – Vs = (k3 . dan (t + h). l. maka volume baloknya adalah Vs = p x l 1.1) Vs G t C B l Vb = (p + h) (l + h) (t + h) = (pl + ph + lh + h2)(t + h) = plt + plh + pth + ph2 + lth + lh2 + lh2 + h3 Perubahan volume balok adalah: ∆V = Vb . maka panjang rusuk-rusuk balok baru adalah (p + h). dan t berkurang sebesar h.Vs = (pl + pt + lt)h + (p x l x t)h2 + h3 2.h3 .h) = (pl .59 Vb = kp x kl x kt =(k3)(plt) = k3Vs Perubahan vo. (l + h). lebar = l. (l + h).lh . Balok Misalnya balok memiliki ukuran panjang = p. Jika panjang rusuk-rusuk balok semula p.ume kubusnya adalah ∆V 2. dan tinggi = t. dan volume balok baru adalah: Vb = (p .

60 Perubahan volume balok adalah: ∆V = Vb . b. sehingga volume balok baru adalah: Vb = ap x bl x cl = (abc)(plt) = abc V Perubahan volume baloknya adalah: ∆V = Vb . dan c. . l.h3 = (pl + pt + lt)h . bl dan cl. l. maka panjang rusuk-rusuk balok baru adalah ap. dan t diberbesar atau diperkecil dengan faktor skala a. kl dan kl.Vs = k3 Vs – Vs = (k3 .ph2 + lth . maka panjang rusuk-rusuk balok baru adalah kp.(p x l x t)h2 + h3 3. Jika panjang rusuk-rusuk balok semula p. dan t diberbesar atau diperkecil dengan faktor skala k. Jika panjang rusuk-rusuk balok semula p.Vs = abc Vs .Vs = (abc – 1 Vs) 4.ume kubusnya adalah ∆V = Vb .lh2 .1) Vs Penerapan Kubus dan Balok dalam Kehidupan Dengan pengetahuan yang baik mengenai kubus dan balok kamu dapat menerapkannya dalam kehidupan yang nyata untuk memecahkan berbagai kasus yang berkaitan dengan kubus dan balok.lh2 . sehingga volume balok baru adalah: Vb = kp x kl x kt =(k3)(plt) = k3Vs Perubahan vo.Vs = plh + pth .

ZPD (zone of proximal development). Sehingga pembelajaran bersifat aktif dan dinamis. Bahwa siswa akan dapat mempelajari konsep-konsep dengan baik jika berada dalam ZPD. Jadi belajar bukan berorientasi kepada terselesaikannya materi tetapi harus berorientasi pada tujuan dan pengalaman belajar yang telah dimiliki siswa. Sosiokultural. Siswa bekerja dalam ZPD jika siswa tidak dapat memecahkan masalah sendiri.9 Kerangka Konseptual Belajar merupakan suatu proses bagaimana siswa mendapat pengalaman sehingga terjadi perubahan tingkah laku.61 2. tetapi dapat memecahkan masalah itu setelah mendapat bantuan orang dewasa atau temannya (peer) . Pembelajaran yang menerapkan teori vygotsky lebih menekankan pada siswa yang mengkonstruksi pengetahuan sendiri sedangkan guru lebih ditekankan sebagai fasilitator. Vygotsky menyatakan bahwa siswa belajar melalui interaksi bersama dengan orang dewasa atau teman yang lebih cakap.1. Tahap-tahapan dalam teori belajar vygotsky adalah : 1. Pendekatan pembelajaran yang dipandang sesuai adalah pembelajaran kooperatif. 2. Pembelajaran menerapkan teori berdasarkan kegiatan yang berpusat pada siswa untuk mengkonstruksi pengetahuan secara sendiri dan dengan bantuan lingkungan sosial budayanya.

Perkembangan yang berangkat dari bidang social ke bidang individu. dan kemudian diberi bantuan secukupnya dalam memecahkannya. Siswa diberi masalah yang kompleks. 4. dan realistik. Vygostky menekankan pada scaffolding. sulit. .62 3.

63 Secara lebih rinci dapat dilihat dari skema berikut ini : Belajar dan Pembelajaran Pembelajaran Matematika Metode yang Digunakan Guru Kurang Bermakna. Dominan Ceramah Pemecahan Masalah Dicari penyelesaian Kemampuan pemecahan masalah masih rendah Solusi belum ditemukan Strategi pemecahan masalalah Dilakukannya Upaya Melakukan pendekatan pembelajaran matematika realistik Langkah Pemecahan Masalah Polya Dikaitkan Dengan Situasi Dunia Nyata Memahami Masalah Merencanakan Meneyelesaikan Memeriksa Kembali Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Meningkat Diperoleh Hasil .

mahasiswa UNIMED Jurusan Pendidikan Matematika. Beliau menyimpulkan bahwa setelah pembelajaran dilakukan.4 Hipotesis Tindakan Berdasarkan tinjauan teoritis dan kerangka konseptual. bahwa pembelajaran kontruktivisme aliran vygotsky menjadikan siswa sebagai subjek dan berinisiatif sendiri dalam kegiatan pembelajaran dan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah mengalami peningkatan setelah dilakukan tindakan. Secara keseluruhan. maka hipotesis penelitian ini adalah : “Penerapan teori Vygotsky dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa pada materi geometri”.64 2. Dengan kata lain. 2. ternyata memperoleh hasil yang lebih efektif terhadap siswa. . Secara umum.A 2007/2008) oleh Pribadi Ginting. siswa yang proses pembelajarannya menerapkan pembelajaran kontruktivisme aliran vygotsky memiliki kemampuan pemecahan masalah yang lebih baik daripada sebelum diberikan proses pembelajaran tersebut. pembelajaran kontruktivisme aliran vygotsky dapat menjadi sebuah alternatif untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa.3 Kajian Penelitian yang Relevan Adapun kajian peneleitian yang relevan terhadap penelitian yang dilakukan peneliti adalah dengan judul penelitian Pembelajaran Matematika dengan Menerapkan Model Kontruktivisme Aliran Vygotsky (dengan jenis penelitian tindakan kelas yang dilakukan di kelas VII SMP Swasta Nasrani 3 Medan pada T.

3. Dari 5 kelas yang ada siswa kelas IX di SMP Negeri 1 Lumbanjulu T. sedangkan yang menjawab salah adalah 60. 64 .Sehingga dapat diupayakan pembelajaran yang sesuai keadaan siswa.A 2012/2013.4%. jika hendak mengadakan Penelitian Tindakan Kelas yaitu penentuan subyek penelitian.65 BAB III METODE PENELITIAN 3.A 2012/2013 diambil satu kelas sebagai subyek penelitian yaitu kelas IX-I yang berjumlah 36 siswa.3 Objek Penelitian Objek dalam penelitian ini adalah upaya meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dengan penerapan teori Vygotsky pada materi geometri di kelas IX SMP Negeri 1 Lumbanjulu T.2 Subjek Penelitian Satu masalah penting yang harus dilakukan oleh seorang peneliti.1 Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Lumbanjulu.6%. Dari hasil tes diagnostik yang diujikan pada saat prapenelitian. bahwa siswa mengalami kesulitan dalam memahami dan menerapkan rumus-rumus pada materi Bangun Ruang Kubus dan Balok dengan persentase rata-rata siswa yang menjawab benar keseluruhan tes adalah 39. Adapun alasan memilih lokasi penelitian adalah karena pada pembelajaran Bangun Ruang Kubus dan Balok menunjukkan kemampuan siswa memecahkan masalah kurang optimal. 3.

memilih pendekatan dan strategi pemecahan dan menyelesaikan model untuk menyelesaikan masalah. scaffolding.konsep dan pemecahan masalah. Dengan menerapkan empat prinsip dalam proses pembelajarannya yaitu sosiokultural. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) . Sedangkan jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). b.4 Definisi Operasional Untuk dapat melakukan variabel penelitian secara kuantitatif maka variabel-variabel didefinisikan sebagai berikut: a. Pemilihan jenis PTK karena peneliti terlibat langsung dan sudah merupakan tugas peneliti sebagai calon pendidik yang harus selalu berusaha meningkatkan mutu pendidikan. 3. Teori Vygotsky adalah salah satu teori belajar sosial sehingga sangat sesuai dengan model pembelajaran kooperatif karena dalam model pembelajaran kooperatif terjadi interaktif sosial yaitu interaksi antara siswa dengan siswa dan antara siswa dengan guru dalam usaha menemukan konsep . dan perkembangan mental dari bidang sosial ke bidang individu.66 3. konsep ZPD. Kemampuan pemecahan masalah adalah kemampuan atau kompetensi strategik yang ditunjukkan siswa dalam memahami.5 Jenis Penelitian Pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan kualitatif yang berguna untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dengan penerapan teori vygotsky pada pokok bahasan Bangun Ruang Kubus dan Balok pada siswa kelas IX di SMP Negeri 1 Lumbanjulu.

wawancara. ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan siswa memecahkan masalah mangalami peningkatan berdasarkan rata-rata setelah diberi teori vygotsky. dan observasi. 1. 3. 3. 3. yaitu Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research).7 Prosedur Penelitian Sesuai dengan jenis penelitian ini. 3.1 Tes Dalam penelitian ini diberikan tes kemampuan pemecahan masalah.6.67 merupakan kajian tentang situasi sosial dan pandangan untuk meningkatkan mutu tindakan yang ada di dalamnya.3 Observasi Observasi yang dilakukan merupakan pengamatan terhadap seluruh kegiatan dan perubahan yang terjadi pada saat diberikan tindakan. yang dilakukan adalah • Wawancara • Untuk mengetahui kesulitan • Data siswa dalam memahami siswa kesulitan Output . Tahap-Tahap Sasaran Penelitian Perencanaan. maka penelitian ini memiliki tahap atau siklus sebagai berikut : Siklus I No.6.6 Alat Pengumpul Data Alat yang digunakan dalam pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes.

• Membuat tes ke. 2.• Tes kemampuan pemecahan masalah I mampuan pemecahan masalah I kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal yang berkaitan dengan materi. Pelaksanaan. meliputi : • Melakukan belajaran penerapan vygotsky.• Untuk haman mengetahui serta pema.68 materi Kubus sebagai tindakan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa. untuk menemukan rumus . • Membuat observasi lembar • Untuk kondisi melihat belajar bagaimana • Data mengajar KBM kondisi yang berlangsung di kelas. (pengajuan masalah yang pemdengan teori • Guru memberikan masalah • Peningkatan kepada siswa yang telah disusun Kegiatan berkaitan dalam Siswa dengan Lembar yang materi kemampuan pemecahan masalah siswa kubus dan balok dalam kehidupan sehari-hari berada pada ZPD. • Merancang RPP • Agar pembelajaran yang • KBM efektif berlangsung lebih terarah.

• Siswa berusaha mencoba menyelesaikan masalah I. • Guru memberikan waktu kepada siswa untuk masalah secara mendiskusikan tersebut berkelompok. • Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan hal-hal yang kurang dimengerti pada masalah I.69 sosiokultur. dan luas permukaan kubus dan balok hasil • Siswa mencermati masalah yang diberikan guru. • Guru mengarahkan siswa untuk membagi kelompok yang telah disusun sebelumnya. • Siswa saling memberikan argumennya masing dalam masingkegiatan . scaffolding. presentasi kerja).

masingkelompok hasil meminta mempresentasikan diskusinya kolompok menanggapi.70 diskusi tersebut untuk menyelesaikan masalah. sedangkan yang lain • Siswa memperoleh hasil diskusinya dan guru . • Setelah diselesaikan guru masing masalah oleh I siswa. • Guru menanyakan kembali apa hal-hal yang masih kurang dimengerti siswa dan membimbing siswa yang mengatasi masalah yang mereka hadapi. • Guru mengamati setiap kegiatan siswa di setiap kelompok untuk melihat kesulitan-kesulitan dihadapi siswa.

dan seterusnya dengan prosedur penyelesaian yang sama seperti pada masalah I. • Untuk mengetahui hasil yang dicapai oleh siswa setelah • Pemberian ke-mampuam pemecah-an masalah 3.71 memberikan penguatan. III. pembelajaran • Data hasil tes kemampuan pemecahan masalah I .• Data kondisi tes proses berlangsung. masalah I guru luas permukaan memberikan waktu kepada siswa untuk menyelesaikan masalah II. • Hasil diskusi merupakan konsep kubus. I Pada tahap ini dilakukan observasi terhadap pelak. • Setelah diselesaikan. • Guru melakukan tanya jawab untuk menunjukkan kebenaran konsep yang telah ditemukan siswa.

mengajar Evalusi berlangdilakukan untuk mengukur peningkatan ke-mampuan memecahkan matematika.72 sanaan Observasi tindakan dengan lembar KBM menggunakan observasi yang telah dibuat. Tahap ini dilakukan untuk menganalisa dan memberikan • Hasil identifikasi arti Refleksi terhadap data yang masalah masalah baru) (hasil yang diperoleh. mengajar guru kelas didepan yang bertugas sebagai pengamat mengisi lembar obsevasi untuk mengamati kegiatan yang terjadi selama proses belajar sung. Hasil refleksi ini . sehingga diambil kesimpulan dari tindakan yang telah dilakukan. siswa masalah 4. memperjelas data. peneliti kelas.

73 kemudian digunakan sebagai dasar untuk perencanaan pada siklus berikutnya. .

teori • Proses pembalajaran sama • Peningkatan seperti pada siklus I ( dengan perbaikan proses kemampuan pemecahan masalah siswa pembelajaran misal dengan bantuan alat peraga seperti . • Membuat observasi lembar • Untuk kondisi melihat belajar bagaimana • Data mengajar KBM kondisi Output yang berlangsung di kelas. • Membuat tes kemam.74 Siklus II No. 1. meliputi : • Melakukan pembelajaran dengan penerapan vygotsky.• Untuk puan masalah II pemecahan haman mengetahui serta pema. yang dilakukan adalah • Mendesain RPP • Melakukan perbaikan pembe. 2. Pelaksanaan.• KBM efektif lajaran sebagai tindak lanjut dari siklus I. Tahap-Tahap Sasaran Penelitian Perencanaan.• Tes kemampuam pemecahan masalah II kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan materi.

• Untuk mpuan masalah II pemecahan mengetahui sejauh • Data hasil tes mana penguasaan siswa dan sejauh kurang mengerti. 4. dll). Observasi Untuk melihat apakah telah • ada perubahan berarti yang terjadi pada kondisi Data kondisi KBM pembelajaran di kelas setelah perbaikan program pengajaran dilakukan.75 kerangkla dan model bangun ruang kubus dan balok. Refleksi Untuk mengetahui terdapat melihat apakah kesulitan dan masih yang • Hasil identifikasi masalah dialami siswa baik kesulitan dalam ataupun memahami kesulitan materi dalam menyelesaikan masalah yang berkenaan dengan materi . • Pemberian tes kema. mana siswa yang telah kemampuan pemecahan masalah I memahami 3.

Jika masih terdapat dilanjutkan kesulitan.76 kubus dan balok.Kernan (dengan modifikasi dari Hopskin. Secara lebih rinci prosedur pelaksanaan penelitian tindakan kelas menurut model Mc.. Peneliti mengharapkan kemampuan siswa memecahkan masalah lebih baik dan dapat bertahan dalam jangka waktu yang cukup lama. pada maka siklus berikutnya. 1993:53) dalam Wiriatmadja (2000:69) sebagai berikut: Tindakan Siklus 1 Tindakan yang membutuhkan Perbaikan Situasi Masalah Tindakan Siklus 2 Dst.. Keputusan Definisi Masalah Keputusan Definisi Ulang Masalah Evaluasi Asesmen Kebutuhan Evaluasi Asesmen Kebutuhan Implementasi Hipotesis/Gagasan Implementasi Hipotesis/Gagasan Revisi Rencana Tindakan Revisi Rencana Tindakan .

siswa telah mampu memecahkan masalah = skor yang diperoleh siswa = skor maksimal Sedangkan pengolongan besarnya persentase kemampuan memecahkan masalah menurut Nurkancana (1986:89) adalah sebagai berikut: .1.8 Teknik Analisis Data 3. Penentuan Ketuntasan Pemecahan Masalah Secara Individu DSP = P x 100% Q Keterangan : DSP = daya serap perorangan P Q Dengan kriteria : 0 % ≤ DSP < 65 % 65 %≤ DSP ≤100% .77 T1 T2 3. 3. untuk mengetahui sejauh mana persentasi kemampuan siswa memecahkan masalah dapat digunakan rumus: i. Reduksi data Setelah tes mengenai geometri diberikan.8. sehingga memungkinkan adanya kesimpulan. selajutnya dikoreksi hasil pekerjaan siswa. dipelajari dan ditelaah untuk mengolongkan dan mengorganisasikan jawaban-jawaban siswa.2 Menyajikan data Kegiatan analisis berikutnya adalah penyajian data yang diartikan sebagai kumpulan data yang terorganisasikan. siswa belum mampu memecahkan masalah . Setelah dilakukan tes kemampuan pemecahan masalah kepada siswa.8.

kelas telah mampu memecahkan masalah Untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan kemampuan pemecahan masalah siswa setelah pembelajaran dengan menerapkan teori vygotsky dilihat dari hasil deskriptif skor tes kemampuan pemecahan masalah. . kelas belum mampu memecahkan masalah 85 %≤ DSK ≤100% . kemampuan pemecahan masalah sangat rendah 55% ≤ DSP ≤ 64%. Jika terjadi peningkatan nilai rata-rata tes kemampuan pemecahan masalah I dan tes kemampuan pemecahan masalah II maupun tes kemampuan pemecahan masalah berikutnya. kemampuan pemecahan masalah rendah 65% ≤ DSP ≤ 79%.78 0% ≤ DSP ≤ 54%. Setiap skor tes kemampuan pemecahan masalah tersebut akan dibandingkan. serta sudah terdapat ketentuan ketuntasan secara individu dan klasikal yang tersebut di atas maka tujuan penelitian ini telah tecapai. kemampuan pemecahan masalah sedang 80% ≤ DSP ≤ 89%. Penentuan Persentase Siswa Mampu Memecahkan Masalah Secara Klasikal DSK = M x 100% N Ket : DSK = persentase kelas yang mampu memecahkan masalah M = banyak siswa yang telah mampu memecahkan masalah N = banyak siswa seluruhnya Dengan criteria: 0% ≤ DSK < 85 % . kemampuan pemecahan masalah tinggi 90% ≤ DSP ≤ 100%. kemampuan pemecahan masalah sangat tinggi ii.

Menghitung luas permukaan kubus dan balok. Kompetensi Dasar Menghitung luas permukaan dan volume kubus dan balok. 3. balok.79 Lampiran 1 SIKLUS I RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN I ( RPP I ) Mata Pelajaran Pokok Bahasan : Matematika : Kubus dan Balok Sub Pokok Bahasan : Menghitung luas permukaan dan volume kubus dan balok Kelas / Semester : IX / I Jumlah Pertemuan : 2 x pertemuan Waktu : 2 x 40 menit 1. Materi . dan bagian-bagiannya serta menentukan ukurannya. Standar Kompetensi Memahami sifat-sifat kubus. 4. Indikator Menemukan rumus luas permukaan kubus dan balok. 2.

80 Mencari rumus luas permukaan kubus dan balok.  Lembar Kegiatan siswa(LKS). Skenario Pembelajaran Pertemuan I Tahap No.  Buku pegangan guru dan siswa (Yudistira). 5.  Strategi Pembelajaran Strategi pembelajaran yang digunakan adalah pola pembelajaran kooperatif berbasis interaksi sosial. Kelengkapan  Rencana Pelaksanaan Pembelajaran(RPP). Pembelajaran Komunikasi Kegiatan awal Kegiatan Guru Kegiatan Siswa • Membuka pelajaran menyampaikan dan • Mendengarkan tujuan pembelajaran yang Alokasi Waktu 2’ .  Metode Pembelajaran Metode pembelajaran yang digunakan adalah penemuan. diskusi. 7. 6. 1. Model. tanya jawab. dan pemecahan masalah. Menggunakan rumus untuk menghitung luas permukaan kubus dan balok. Strategi dan Metode Pembelajaran  Model Pembelajaran Model pembelajaran yang digunakan adalah model pembelajaran kontruktivisme aliran vygotsky. pemberian tugas.

tetapi kurang disampaikan guru. • Menanyakan dan • Mendengarkan mengingatkan kembali materi dan memberikan argumen tentang materi prasyarat yang guru. • Mendengarkan arahan guru dan bertanya memang yang jika ada masih 5’ kurang dipahami. • Mengaitkan materi kubus dan balok dalam kehidupan seharihari. • Mendengarkan dan secara tidak langsung memikirkan apa yang disampaikan guru. . • Melakukan tanya jawab dengan diajukan prasyarat sebelum memasuki materi pelajaran. 2. Appersepsi • Menanyakan materi yang sudah dipelajari masih dipahami.81 tujuan pembelajaran.

• Berusaha mengeluarkan pendapat/argume n masing-masing siswa. Pemberitahuan Kompetensi dan Indikator • Menyampaikan secara lisan • Memperhatikan dan mencermati 3' kompetensi dasar dan indikator kompetensi dasar dan yang indikator (tertera pada point . • Membagi siswa • Mendengarkan arahan guru dan melaksanakan arahannya. 3. duduk menjadi beberapa kelompok secara heterogen sehingga di setiap • Siswa kelompok diharapkan terjadi proses sosiokultur di antara siswa. mengemukakan pengetahuan awalnya tentang konsep yang akan dibahas.82 guru. • Memberikan dorongan kepada siswa untuk berkelompok membentuk kelompok belajar.

Kegiatan Inti Kegiatan Guru Kegiatan Siswa • Memberikan masalah kepada • Menerima Lembar Kegiatan Siwa yang guru. Pembelajaran Pengajuan masalah yang berada pada ZPD dicapai didik pokok kubus disampaikan oleh guru. • Memberikan • Menanyakan hal- . I(LKS I) Alokasi Waktu 10’ siswa yang telah disusun dalam diberikan Lembar Kegiatan Siswa I(LKS I) • Mencermati yang dengan berkaitan materi masalah yang ada pada LKS I. 1. kubus dan balok dalam kehidupan sehari-hari untuk menemukan rumus luas permukaan kubus dan balok.83 2 dan 3) yang akan peserta melalui bahasan dan balok. Tahap No.

• Mengarahkan siswa mengerjakan masalah 1 pada LKS.84 kesempatan kepada untuk menanyakan halhal yang kurang dimengerti masalah 1. 2. • Dengan pembagian . • Saling memberikan argumennya masing-masing dalam diskusi untuk kegiatan tersebut dapat 25’ mendiskusikan masalah 1 secara berkelompok. Pembelajaran sosiokultur • Memberikan waktu siswa kepada untuk untuk pada siswa hal yang kurang dipahami masalah 1. pada • Berusaha mencoba menyelesaikan masalah 1. menyelesaikan masalah.

• Memberikan dorongan kepada siswa untuk terus dapat menyelesaikan masalah mengeluarkan pendapat secara dan • Memperhatikan dan memahami masalah 1 dengan bantuan paket. buku diskusi antara siswa pada setiap kelompok dan bila perlu pada dalam bebas dan terbuka. berupaya dan untuk . siswa bisa menciptakan kondisi diskusi yang efektif dan kondusif. berdiskusi. bertanya guru menyelesaikan masalah tersebut. • Mengontrol jalannya diskusidan mencermati persepsi siswa • Berusaha memahami masalah.85 kelompok yang heterogen.

• Bantuan diberikan dapat petunjuk. Scaffolding bantuan siswa dan • Mendengarkan arahan guru dan mencermati bantuan 1 yang 10’ kepada untuk menyelesaikan masalah tersebut. dapat diberikan guru. . yang • Mencermati guru berupa arahan guru dan mencoba kembali memahami masalah. peringatan. dorongan. memandang memahami masalah.86 yang dalam berbeda menyelesaikanya. • Memberikan 3. menguraikan masalah ke dalam bentuk lain yang memungkinkan siswa mandiri.

• Berkeliling mengamati siswa memberi kerja dan arahan • Mencermati arahan guru dan terus mencoba melakukan aktivitas pemecahan masalah. dihadapi siswa.87 • Memberikan bantuan guna menghantarkan siswa memahami masalah dan dalam terbatas penyelesaiaannya. • Mengamati setiap • Mengerjakan kegiatan siswa di setiap untuk kesulitankesulitan yang kelompok melihat kegiatan pemecahan masalah. . agar kerja siswa lebih efektif.

• Bantuan diberikan tergantung pada yang . mereka hadapi. mengkonstruksi pengetahuannya sendiri.88 • Menanyakan kembali apa halhal yang masih kurang dimengerti siswa membimbing siswa masalah mengatasi yang dan • Mendengarkan dan bertanya kepada guru jika masih kesulitan dihadapi ada yang dalam memecahkan masalah. • Bantuan diberikan demi dikurangi sehingga lebih memecahkan masalah dengan siswa bisa yang • Menyelesaikan sedikit sedikit masalah 1 dengan adanya bantuan guru dan proses sosiokultur dengan teman 20’ sekelompok.

4. pertanyaan diajukan kelompok atau menanggapi hasil kerja kelompok penyaji dan mengekspresikan ide-ide secara . • Setelah masalah 1 • Kelompok diselesaikan oleh siswa. • Memberi kesempatan kepada kelompok lain mengkritisi mendengarkan kelompok penyaji. Presentasi Hasil Kerja meminta satu guru salah kelompok terpilih menyajikan hasil kerjanya di depan kelas kelompok duduk dan lain dan yang mempresentasikan hasil diskusinya. sedangkan kelompok yanglain menanggapi. • Memberikan tanggapan terhadap argumen atau yang oleh lain.89 masalah yang dihadapi siswa.

• Sesekali mengajukan pertanyaan untuk memastikan pemecahan masalah dan ditanggapi penyaji dapat oleh • Kelompok mengecek kembalihasil kerjanya mengajukan masukan pertanyaan atau atas dan lain beda pemecahan masalah dan kelompok lain. memberikan • Memperoleh hasil diskusi dari penguatan.90 terbuka. • Melakukan tanya • jawab untuk Bertanya kepada guru ataupun menunjukkan kebenaran konsep yang ditemukan dan telah siswa kelompok penyaji untuk menemukan hasil diskusinya. mendiskusikan untuk hasil memadu pemikiran beberapa kelompok. .

memberikan waktu siswa kepada untuk kembali pola luas kegiatan di atas sehingga ditemukan konsep pemecahan masalah pada menyelesaikan masalah 2. Tahap No. • Setelah masalah 1 • Mengikuti diselesaikan. dan seterusnya dengan prosedur penyelesaian yang sama pemecahan masalah 1. Pembelajaran Pelaporan seperti Lembar Kegiatan Siswa I (LKS I). . 1.3.91 masalah 1 yaitu konsep permukaan kubus. Kegiatan Akhir Kegiatan Guru Kegiatan Siswa • Memberikan kesempatan kepada untuk menanyakan siswa • Bertanya pada Alokasi Waktu 5’ guru tentang halhal yang kurang dimengerti.

Appersepsi • Menanyakan materi yang sudah dipelajari masih dipahami.92 kembali yang dimengerti hal-hal kurang pada materi yang baru dipelajari. tetapi kurang • Mendengarkan arahan guru dan bertanya memang yang jika ada masih 5’ dan • Mendengarkan tujuan pembelajaran yang disampaikan guru. Pembelajaran Komunikasi Kegiatan awal Kegiatan Guru Kegiatan Siswa • Membuka pelajaran menyampaikan tujuan pembelajaran. 2. • Memberikan tugas • Mendengarkan sebagai untuk latihan dikerjakan dan melaksanakan arahan guru. . di rumah. Alokasi Waktu 2’ kurang dipahami. Pertemuan II Tahap No. 1.

93 • Menanyakan dan • Mendengarkan mengingatkan kembali rumus konsep luas dan memberikan argumen tentang materi sebelumnya. permukaan kubus dan sebelum memasuki materi pelajaran baru. • Melakukan tanya jawab guru. • Membagi siswa • Mendengarkan arahan guru dan melaksanakan arahannya. menjadi beberapa kelompok secara heterogen . dengan kehidupan seharihari. • Mengaitkan materi kubus dan balok dalam balok • Mendengarkan dan secara tidak langsung memikirkan apa yang disampaikan guru.

Pemberitahuan Kompetensi dan Indikator • Menyampaikan secara lisan • Memperhatikan dan mencermati 3’ kompetensi dasar dan indikator kompetensi dasar dan yang disampaikan oleh guru. 3. mengemukakan pengetahuan awalnya tentang konsep yang akan dibahas. • Memberikan dorongan kepada siswa untuk duduk berkelompok membentuk kelompok belajar. indikator (tertera pada point 2 dan 3) yang akan peserta melalui bahasan dicapai didik pokok kubus .94 sehingga di setiap • Siswa kelompok diharapkan terjadi proses sosiokultur di antara siswa. • Berusaha mengeluarkan pendapat/argume n masing-masing siswa.

pada . Pembelajaran Pengajuan masalah yang berada pada ZPD Kegiatan Inti Kegiatan Guru Kegiatan Siswa • Memberikan masalah kepada • Menerima Lembar Kegiatan Siwa II(LKS II) yang guru. diberikan Alokasi Waktu 10’ siswa yang telah disusun dalam Lembar Kegiatan Siswa II(LKS II) • Mencermati yang dengan berkaitan materi masalah yang ada pada LKS II. • Memberikan kesempatan kepada untuk menanyakan halhal yang kurang siswa • Menanyakan halhal yang kurang dipahami masalah 1. kubus dan balok dalam kehidupan sehari-hari untuk menggunakan rumus luas permukaan kubus dan balok.95 dan balok. 1. Tahap No.

untuk masalah 1 pada LKS. menyelesaikan masalah. Pembelajaran sosiokultur • Memberikan waktu siswa kepada untuk • Saling memberikan argumennya masing-masing dalam diskusi untuk kegiatan tersebut dapat 25’ mendiskusikan masalah 1 secara berkelompok. siswa bisa menciptakan kondisi diskusi yang efektif dan . • Mengarahkan siswa mengerjakan pada • Berusaha mencoba menyelesaikan masalah 1. • Dengan pembagian kelompok yang heterogen.96 dimengerti masalah 1. 2.

97 kondusif. • Mengontrol jalannya diskusidan mencermati persepsi yang dalam memandang memahami masalah. . buku diskusi antara siswa pada setiap kelompok dan bila perlu pada dalam bebas dan terbuka. berupaya dan untuk menyelesaikanny a. bertanya guru menyelesaikan masalah tersebut. berdiskusi. • Memberikan dorongan kepada siswa untuk terus dapat menyelesaikan masalah mengeluarkan pendapat secara dan • Memperhatikan dan memahami masalah 1 dengan bantuan paket. dan siswa berbeda • Berusaha memahami masalah.

98 • Memberikan 3. dorongan. peringatan. • Memberikan bantuan guna menghantarkan siswa dalam terbatas dapat yang guru berupa diberikan guru. • Bantuan diberikan dapat petunjuk. Scaffolding bantuan siswa kepada untuk • Mendengarkan arahan guru dan mencermati bantuan 1 yang 10’ menyelesaikan masalah tersebut. • Mencermati arahan guru dan mencoba kembali memahami masalah. . menguraikan masalah ke dalam bentuk lain yang memungkinkan siswa mandiri.

• Menanyakan kembali apa halhal yang masih kurang dimengerti siswa membimbing dan • Mendengarkan dan bertanya kepada guru jika masih kesulitan dihadapi ada yang dalam .99 memahami masalah dan penyelesaiaannya. agar kerja siswa lebih efektif. dihadapi siswa. • Berkeliling mengamati siswa memberi kerja dan arahan • Mencermati arahan guru dan terus mencoba melakukan aktivitas pemecahan masalah. • Mengamati setiap • Mengerjakan kegiatan siswa di setiap untuk kesulitankesulitan yang kelompok melihat kegiatan pemecahan masalah.

meminta guru salah terpilih menyajikan hasil kerjanya di depan yang . • Setelah masalah 1 • Kelompok diselesaikan oleh siswa. • Bantuan diberikan demi dikurangi sehingga lebih memecahkan 4. Presentasi Hasil Kerja masalah dengan siswa bisa yang • Menyelesaikan sedikit sedikit masalah 1 dengan adanya bantuan guru dan proses sosiokultur dengan teman sekelompok.100 siswa masalah mengatasi yang memecahkan masalah. mereka hadapi. 20’ mengkonstruksi pengetahuannya sendiri. • Bantuan diberikan tergantung masalah pada yang yang dihadapi siswa.

sedangkan kelompok yanglain menanggapi. pertanyaan diajukan kelompok atau menanggapi hasil kerja kelompok penyaji dan mengekspresikan ide-ide terbuka. • Memberikan tanggapan terhadap argumen atau yang oleh lain.101 satu kelompok kelas kelompok duduk dan lain dan mempresentasikan hasil diskusinya. • Sesekali mengajukan pertanyaan untuk memastikan pemecahan secara • Kelompok mengecek kembalihasil kerjanya mengajukan lain dan . • Memberi kesempatan kepada kelompok lain mengkritisi mendengarkan kelompok penyaji.

mendiskusikan untuk hasil memadu pemikiran beberapa kelompok. • Setelah masalah 1 • Mengikuti . • Melakukan tanya • jawab untuk Bertanya kepada guru ataupun menunjukkan kebenaran konsep yang ditemukan dan telah siswa kelompok penyaji untuk menemukan hasil diskusinya. masalah 1 yaitu menggunakan rumus untuk menghitung luas permukaan balok. memberikan • Memperoleh hasil diskusi dari penguatan.102 masalah dan ditanggapi penyaji dapat oleh masukan pertanyaan atau atas beda pemecahan masalah dan kelompok lain.

materi yang baru dipelajari. Tahap No.3. 1. dan seterusnya dengan prosedur penyelesaian yang sama pemecahan masalah 1.103 diselesaikan. . Pembelajaran Pelaporan seperti Lembar Kegiatan Siswa II (LKS II). Kegiatan Akhir Kegiatan Guru Kegiatan Siswa • Memberikan kesempatan kepada untuk menanyakan kembali yang dimengerti hal-hal kurang pada siswa • Bertanya pada Alokasi Waktu 5’ guru tentang halhal yang kurang dimengerti. memberikan waktu siswa kepada untuk kembali pola kegiatan di atas sehingga ditemukan konsep pemecahan masalah pada menyelesaikan masalah 2.

Suatu tempat pembuangan sampah berbentuk balok ABCD. BC = (x + 3) m.000. Penilaian Teknik : Tes Kemampuan Pemecahan Masalah Buku Instrumen : Pertanyaan Tertulis Instrumen : 1. Panjang rusuk seluruhnya 60 m.EFGH dengan AB = (2x + 2) m. dimana AB adalah panjang kubus. 8. Jika diberikan suatu kotak berbentuk kubus ABCD. 20. Tentukan luas kotak tersebut jika bagian atas kotak tersebut dibuka (tanpa tutup)! 2. dan CG adalah tnggi dari kubus. di rumah. BC adalah lebar kubus. dan CG = 2x m.00 tiap m2. Hitunglah harga bahan yang dibutuhkan! .104 • Memberikan tugas • Mendengarkan sebagai untuk latihan dikerjakan dan melaksanakan arahan guru. Jika balok tersebut akan dibuat dari bahan kayu triplek yang harganya Rp.EFGH.

balok. Materi Mencari rumus volume kubus dan balok. 4. 2. Kompetensi Dasar Menghitung luas permukaan dan volume kubus dan balok.105 SIKLUS II RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN II ( RPP II ) Mata Pelajaran Pokok Bahasan : Matematika : Kubus dan Balok Sub Pokok Bahasan : Menghitung luas permukaan dan volume kubus dan balok Kelas / Semester : IX / I Jumlah Pertemuan : 2 x pertemuan Waktu : 2 x 40 menit 1. Indikator Menentukan rumus volume kubus dan balok. Model. dan bagian-bagiannya serta menentukan ukurannya. 3. Standar Kompetensi Memahami sifat-sifat kubus. 5. Strategi dan Metode Pembelajaran . Menggunakan rumus untuk mnentukan volume kubus dan balok.

 Metode Pembelajaran Metode pembelajaran yang digunakan adalah penemuan. tanya jawab.  Strategi Pembelajaran Strategi pembelajaran yang digunakan adalah pola pembelajaran kooperatif berbasis interaksi sosial. 7. Skenario Pembelajaran .  Lembar Kegiatan siswa(LKS).  Buku pegangan guru dan siswa (Yudistira).  Alat Peraga (Kerangka dan model-model bangun ruang kubus dan balok). pemberian tugas. 6. dan pemecahan masalah.106  Model Pembelajaran Model pembelajaran yang digunakan adalah model pembelajaran kontruktivisme aliran vygotsky. diskusi. Kelengkapan  Rencana Pelaksanaan Pembelajaran(RPP).

ada yang masih kurang dipahami.107 Pertemuan I Tahap No. Alokasi Waktu 2’ menyampaikan tujuan pembelajaran. 2. sebelum materi . 1. Pembelajaran Komunikasi Kegiatan awal Kegiatan Guru Kegiatan Siswa • Membuka dan pelajaran • Mendengarkan tujuan pembelajaran yang disampaikan guru. Appersepsi • Menanyakan materi • Mendengarkan arahan dan jika guru bertanya memang 5’ yang sudah dipelajari tetapi masih kurang dipahami. • Menanyakan dan • Mendengarkan dan memberikan argumen tentang materi sebelumnya yang diajukan mengingatkan kembali materi pada pertemuan sebelumnya memasuki pelajaran baru.

• Melakukan tanya jawab dengan guru. • Mengaitkan kubus dalam sehari-hari. • Membagi menjadi kelompok siswa • Mendengarkan beberapa secara arahan dan melaksanakan arahannya. • Memberikan dorongan • Berusaha kepada siswa untuk mengeluarkan . duduk guru heterogen sehingga di setiap diharapkan kelompok terjadi • Siswa proses sosiokultur di antara siswa.108 guru. dan materi • Mendengarkan balok dan secara kehidupan tidak langsung memikirkan apa yang disampaikan guru. berkelompok membentuk kelompok belajar.

indikator yang disampaikan oleh guru. Pemberitahuan Kompetensi dan Indikator lisan kompetensi dasar dan indikator (tertera pada point 2 dan 3) yang akan dicapai dan mencermati kompetensi dasar dan 3’ peserta didik melalui pokok bahasan kubus dan balok.109 mengemukakan pengetahuan awalnya tentang konsep yang akan dibahas.membagi. . pendapat/argu men masing- masing siswa. • Menyiapkan. memecahkan masalah. • Menyampaikan secara • Memperhatikan 3. • Mendengarkan dan menjelaskan alat peraga bantu memudahkan memahami sebagai alat untuk siswa dan dan berusaha memahami penjelasan guru.

yang mengerjakan . • Memberikan kesempatan siswa menanyakan yang dimengerti masalah 1. rumus volume kubus dan balok. yang berkaitan dengan materi balok kubus dan • Mencermati dalam masalah yang kehidupan sehari-hari untuk menemukan ada pada LKS III.110 Tahap No. untuk siswa • Berusaha mencoba kepada untuk hal-hal kurang pada • Menanyakan hal-hal kurang dipahami pada masalah 1. Pembelajaran Pengajuan masalah yang berada pada ZPD Kegiatan Inti Kegiatan Guru Kegiatan Siswa • Memberikan masalah • Menerima kepada siswa yang Lembar Kegiatan III(LKS Siwa III) Alokasi Waktu 10’ telah disusun dalam Lembar Siswa Kegiatan III(LKS III) yang diberikan guru. • Mengarahkan 2. 1.

peraga kepada siswa untuk dapat memaxsimalkan penggunaan peraga yang alat telah diberikan. menyelesaikan masalah 1. antara . • Memberi dorongan • Menggunakan alat untuk memudahkan pemecahan masalah. mengeluarkan dan dapat dan memahami masalah 1 dengan bantuan buku diskusi paket. • Memberikan dorongan • Memperhatikan kepada siswa untuk terus menyelesaikan masalah 3.111 masalah 1 pada LKS. menyelesaikan masalah. Pembelajaran sosiokultur • Memberikan waktu • Saling memberikan argumennya secara masing-masing dalam kegiatan diskusi tersebut untuk dapat 25’ kepada siswa untuk mendiskusikan masalah 1 berkelompok.

siswa yang berbeda dalam dan masalah. memandang memahami • Memberikan bantuan • Mendengarkan Scaffolding kepada siswa untuk menyelesaikan masalah 1 tersebut. . dan berupaya untuk menyelesaikan nya. siswa setiap pada kelompok dan bila bertanya guru perlu pada dalam menyelesaikan masalah tersebut. berdiskusi.112 pendapat secara bebas dan terbuka. diberikan guru. • Mengontrol diskusi mencermati jalannya • Berusaha dan persepsi memahami masalah. • Bantuan yang arahan dan mencermati bantuan yang guru 10’ diberikan guru dapat berupa petunjuk.

• Mengamati kegiatan setiap • Mengerjakan siswa di kegiatan pemecahan masalah. memahami dan kembali memahami masalah. menguraikan masalah ke dalam bentuk lain yang memungkinkan siswa dapat mandiri. • Berkeliling mengamati • Mencermati kerja siswa dan arahan dan mencoba melakukan aktivitas pemecahan masalah. • Memberikan bantuan • Mencermati terbatas guna arahan dan guru mencoba menghantarkan siswa dalam masalah penyelesaiaannya. dorongan. siswa lebih setiap kelompok untuk melihat kesulitan- .113 peringatan. guru terus memberi arahan agar kerja efektif.

20’ masalah dihadapi siswa. 4.114 kesulitan dihadapi siswa. yang mereka hadapi. yang • Menanyakan kembali • Mendengarkan apa masih hal-hal yang kurang dan kepada bertanya guru dimengerti siswa dan membimbing mengatasi siswa masalah jika masih ada kesulitan yang dihadapi dalam memecahkan masalah. • Bantuan Presentasi Hasil Kerja diberikan pada yang tergantung yang sekelompok. • Bantuan yang • Menyelesaikan masalah 1 diberikan sedikit demi sedikit dikurangi dengan adanya bantuan dan guru proses sehingga siswa lebih bisa masalah memecahkan dengan sosiokultur dengan teman mengkonstruksi pengetahuannya sendiri. .

• Memberi kesempatan • Memberikan kepada kelompok lain mengkritisi menanggapi kerja penyaji atau hasil kelompok dan tanggapan terhadap argumen pertanyaan yang diajukan oleh kelompok lain. atau mengekspresikan ideide secara terbuka.115 • Setelah masalah 1 • Kelompok yang oleh terpilih menyajikan hasil kerjanya diselesaikan siswa. kelompok di depan kelas dan kelompok lain duduk dan mendengarkan kelompok penyaji. • Sesekali mengajukan • Kelompok lain untuk mengecek kembalihasil masalah dapat kerjanya mengajukan dan pertanyaan memastikan pemecahan penyaji dan . guru meminta salah satu kelompok mempresentasikan hasil sedangkan diskusinya. yang lain menanggapi.

menemukan hasil diskusinya.116 ditanggapi kelompok lain. • Memperoleh hasil diskusi dari masalah 1 yaitu konsep volume kubus. • Melakukan jawab menunjukkan kebenaran konsep tanya • untuk Bertanya kepada ataupun kelompok penyaji untuk guru yang telah ditemukan siswa dan memberikan penguatan. oleh masukan atau pertanyaan atas beda pemecahan masalah dan mendiskusikan untuk memadu hasil pemikiran beberapa kelompok. .

memberikan waktu kegiatan di atas sehingga ditemukan kepada siswa untuk menyelesaikan masalah seterusnya 2. .3. pada prosedur penyelesaian yang sama seperti pemecahan masalah 1.117 • Setelah masalah 1 • Mengikuti kembali pola diselesaikan. dan dengan konsep pemecahan masalah Lembar Kegiatan Siswa III (LKS III).

. • Memberikan yang pada baru tugas • Mendengarkan dan melaksanakan arahan guru. sebagai latihan untuk dikerjakan di rumah. Pembelajaran Pelaporan Kegiatan Akhir Kegiatan Guru Kegiatan Siswa • Memberikan kesempatan siswa kepada untuk • Bertanya guru hal-hal kurang dimengerti.118 Tahap No. 1. pada tentang yang Alokasi Waktu 5’ menanyakan kembali hal-hal yang kurang dimengerti materi dipelajari.

• Mengaitkan materi • Mendengarkan . mengingatkan kembali konsep rumus volume kubus sebelum dan balok memasuki materi pelajaran baru. Appersepsi • Menanyakan materi • Mendengarkan arahan dan jika guru bertanya memang 5’ Alokasi Waktu 2’ menyampaikan tujuan pembelajaran.119 Pertemuan II Tahap No. 2. • Menanyakan dan • Mendengarkan dan memberikan argumen tentang materi sebelumnya. 1. yang sudah dipelajari tetapi masih kurang dipahami. Pembelajaran Komunikasi Kegiatan awal Kegiatan Guru Kegiatan Siswa • Membuka dan pelajaran • Mendengarkan tujuan pembelajaran yang disampaikan guru. ada yang masih kurang dipahami.

berkelompok membentuk kelompok belajar. duduk guru heterogen sehingga di setiap diharapkan kelompok terjadi • Siswa proses sosiokultur di antara siswa. • Membagi menjadi kelompok siswa • Mendengarkan beberapa secara arahan dan melaksanakan arahannya.membagi. • Mendengarkan dan menjelaskan alat peraga bantu sebagai alat untuk dan berusaha memahami penjelasan . • Menyiapkan. disampaikan guru.120 kubus dalam dan balok dan secara kehidupan tidak langsung memikirkan apa yang sehari-hari. • Melakukan tanya jawab dengan guru.

3. . • Memberikan dorongan • Berusaha kepada siswa untuk mengemukakan pengetahuan awalnya tentang konsep yang akan dibahas. Pemberitahuan Kompetensi dan Indikator • Menyampaikan secara • Memperhatikan lisan kompetensi dasar dan indikator (tertera pada point 2 dan 3) yang akan dicapai dan mencermati kompetensi dasar dan 3’ mengeluarkan pendapat/argu men masing- masing siswa. memecahkan masalah. peserta didik melalui pokok bahasan kubus dan balok.121 memudahkan memahami siswa dan guru. indikator yang disampaikan oleh guru.

rumus volume kubus dan balok. yang berkaitan dengan materi balok kubus dan • Mencermati dalam masalah yang kehidupan sehari-hari untuk menggunakan ada pada LKS IV. Pembelajaran kepada untuk hal-hal kurang pada • Menanyakan hal-hal kurang dipahami pada masalah 1. 2. yang mengerjakan masalah 1 pada LKS. Pengajuan masalah yang berada pada ZPD • Memberikan masalah • Menerima kepada siswa yang Lembar Kegiatan IV(LKS Siwa IV) 10’ telah disusun dalam Lembar Siswa Kegiatan IV(LKS IV) yang diberikan guru.122 No. • Memberikan kesempatan siswa menanyakan yang dimengerti masalah 1. Tahap Pembelajaran Kegiatan Inti Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Alokasi Waktu 1. • Mengarahkan untuk siswa • Berusaha mencoba menyelesaikan masalah 1. .

• Memberi dorongan • Menggunakan alat untuk memudahkan pemecahan masalah. peraga kepada siswa untuk dapat memaxsimalkan penggunaan 3.123 sosiokultur • Memberikan waktu • Saling memberikan argumennya secara masing-masing dalam kegiatan diskusi tersebut untuk dapat 25’ kepada siswa untuk mendiskusikan masalah 1 berkelompok. • Memberikan dorongan • Memperhatikan kepada siswa untuk dan memahami . siswa bisa menciptakan kondisi diskusi yang efektif dan kondusif. • Dengan pembagian kelompok yang heterogen. peraga yang alat telah diberikan. menyelesaikan masalah.

.124 terus menyelesaikan masalah mengeluarkan dapat masalah 1 dengan bantuan dan buku diskusi siswa setiap kelompok dan bila bertanya guru perlu pada dalam paket. menyelesaikan masalah tersebut. antara pada pendapat secara bebas dan terbuka. • Bantuan yang arahan dan mencermati bantuan yang guru diberikan guru dapat diberikan guru. dan berupaya untuk menyelesaikan nya. memandang memahami • Memberikan bantuan • Mendengarkan kepada siswa untuk menyelesaikan masalah 1 tersebut. siswa yang berbeda dalam dan 4. • Mengontrol diskusidan mencermati persepsi jalannya • Berusaha memahami masalah. Scaffolding masalah. berdiskusi.

dorongan. • Memberikan bantuan • Mencermati terbatas guna arahan dan guru mencoba menghantarkan siswa dalam masalah penyelesaiaannya. siswa lebih setiap kelompok untuk melihat kesulitan dihadapi siswa. kesulitanyang . • Berkeliling mengamati • Mencermati kerja siswa dan arahan dan mencoba melakukan aktivitas pemecahan masalah. peringatan. menguraikan masalah ke dalam bentuk lain yang memungkinkan 10’ siswa dapat mandiri.125 berupa petunjuk. • Mengamati kegiatan setiap • Mengerjakan siswa di kegiatan pemecahan masalah. memahami dan kembali memahami masalah. guru terus memberi arahan agar kerja efektif.

guru meminta salah satu kelompok mempresentasikan di depan kelas . Presentasi Hasil Kerja • Setelah masalah 1 • Kelompok yang oleh terpilih menyajikan hasil kerjanya diselesaikan siswa.126 • Menanyakan kembali • Mendengarkan apa masih hal-hal yang kurang dan kepada bertanya guru dimengerti siswa dan membimbing mengatasi siswa masalah jika masih ada kesulitan yang dihadapi dalam memecahkan masalah. • Bantuan yang • Menyelesaikan masalah 1 diberikan sedikit demi sedikit dikurangi dengan adanya bantuan dan guru proses sehingga siswa lebih bisa masalah memecahkan dengan sosiokultur dengan teman mengkonstruksi pengetahuannya sendiri. • Bantuan diberikan pada yang tergantung yang sekelompok. masalah dihadapi siswa. yang mereka hadapi.

dan pertanyaan atas beda pemecahan masalah dan mendiskusikan untuk memadu hasil pemikiran .127 hasil sedangkan diskusinya. yang lain menanggapi. • Sesekali mengajukan • Kelompok lain untuk mengecek kembalihasil masalah dapat oleh kerjanya mengajukan masukan atau dan pertanyaan memastikan pemecahan penyaji ditanggapi kelompok lain. atau 20’ mengekspresikan ideide secara terbuka. kelompok dan kelompok lain duduk dan mendengarkan kelompok penyaji. • Memberi kesempatan • Memberikan kepada kelompok lain mengkritisi menanggapi kerja penyaji atau hasil kelompok dan tanggapan terhadap argumen pertanyaan yang diajukan oleh kelompok lain.

memberikan kegiatan di atas sehingga ditemukan kepada siswa untuk menyelesaikan masalah seterusnya 2.. dan dengan konsep pemecahan . • Setelah masalah 1 • Mengikuti kembali waktu pola diselesaikan. • Memperoleh hasil diskusi dari masalah 1 yaitu menggunakan rumus untuk memecahkan masalah terkait dunia nyata. • Melakukan jawab menunjukkan kebenaran konsep tanya • untuk Bertanya kepada ataupun kelompok penyaji untuk guru yang telah ditemukan siswa dan memberikan penguatan.128 beberapa kelompok.3. menemukan hasil diskusinya.

. Kegiatan Siswa IV (LKS IV).129 prosedur penyelesaian yang sama seperti masalah Lembar pada pemecahan masalah 1.

130

Tahap No. Pembelajaran

Kegiatan Akhir Kegiatan Guru Kegiatan Siswa

Alokasi Waktu

1.

Pelaporan

• Memberikan kesempatan siswa kepada untuk

• Bertanya guru hal-hal kurang dimengerti.

pada tentang yang

5’

menanyakan kembali hal-hal yang kurang dimengerti materi dipelajari. • Memberikan yang pada baru

tugas • Mendengarkan dan melaksanakan arahan guru.

sebagai latihan untuk dikerjakan di rumah.

8. Penilaian Teknik : Tes Kemampuan Pemecahan Masalah Buku Instrumen : Pertanyaan Tertulis Instrumen : 1. Akan dibuat sebuah bak penampungan air dari bahan baja anti karat berbentuk balok ABCD, EFGH. AB = Panjang, BC = lebar, dan BF = Tinggi. Jika panjang, lebar,dan tinggi ukurannya berturut-turut 3x cm, 2x cm, dan 2 (x+20) cm. Tentukan volume balok! (dalam x).

131

2.

Sebuah akuarium mempunyai ukuran panjang, lebar dan tinggi berturutturut 60 cm, 45 cm, dan 50 cm. akuarium itu terisih penuh air. Jika 36 liter airnya dipindahkan ketempat lain, maka tinggi air dalam akuarium sekarang adalah…..

132

Lampiran 3 LEMBAR KEGIATAN SISWA I (LKS I) Mata Pelajaran Kelas : Matematika : IX SMP Negeri 1 LumbanJulu

Pokok Bahasan : Kubus dan Balok Indikator 1. : Menemukan rumus luas permukaan kubus dan balok

Jika diberikan suatu kotak berbentuk kubus ABCD.EFGH tanpa tutup, dimana AB adalah panjang kubus, BC adalah lebar kubus, dan CG adalah tinggi dari kubus.panjang sisinya = r. Tentukan luas permukaan kotak tersebut! Jawaban: • Memahami masalah Diketahui : …………………………………………………………………. …………………………………………………………………. Ditanya : …………………………………………………………………. …………………………………………………………………. • Merencanakan pemecahan masalah Kotak ABCD.EFGH dapat digambarkan sebagai berikut :

…………………….

lebar. ………………………………………………………………….) = 6 x Luas bidang • Melaksanakan pemecahan masalah Lp = 6 x Luas bidang sisi – 1 Luas bidang sisi = 6 (…. lebar BC = l. dan tinggi pada gambar) Panjang rusuk (….) = …………. dengan panjang AB = p. Diberikan balok ABCD.. tinggi AE = t..) = ……. Tentukanlah luas permukaan balok tersebut! Jawaban : • Memahami masalah Diketahui : ………………………………………………………………….EFGH dapat digambarkan sebagai berikut : . • Merencanakan pemecahan masalah Kotak ABCD.x….) = 6 (….satuan luas • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar 2.133 (tentukan letak panjang.) – (….x…..) – (…. jika p = 2l = 3t. Luas permukaan (…. …………………………………………………………………. Ditanya : ………………………………………………………………….EFGH.

satuan luas • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar 3..EFGH dengan AB = (2x + 3) cm. maka nilai x adalah……. . Jawaban : • Memahami masalah ..) = ………….. ) = 2 (……) = …….... +….) = 2 (pl + pt + lt) • Melaksanakan pemecahan masalah l= p = 2l ⇒ l= p = 3t ⇒ .) = …………... BC = (x + 2) cm..134 …………………….. lebar. .+ ……...... dan CG = 2x cm.. .. Tinggi (…. Jika panjang kawat seluruhnya tidak lebih dari 240 cm. dan tinggi pada gambar) Panjang(….. Luas permukaan(…. Lebar (….. Luas permukaan (…. Kerangka balok ABCD..) = 2 (pl + pt + lt) = 2 (….. (tentukan letak panjang.. Maka.) = ………….

Panjang lemari 2x cm.) = …………. • Merencanakan pemecahan masalah Balok ABCD. lebar lemari x cm dan tinggi lemari 4x cm.) = ………….EFGH dapat digambarkan sebagai berikut : ……………………. Panjang kawat seluruhnya = 4p + 4l + 4t = 4 (p + l + t) • Melaksanakan pemecahan masalah Panjang kawat seluruhnya = 4 (p + l + t) (………) (………) x = 4 (…… +……. Berapa cm2 yang dibutuhkan untuk membuat lemari tersebut? . dan tinggi pada gambar) Panjang(….) = ………….+……) = 4 (……. Ditanya : ………………………………………………………………….. …………………………………………………………………. Lebar (…. ………………………………………………………………….cm • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar 4. Tinggi (….. lebar. (tentukan letak panjang.135 Diketahui : …………………………………………………………………. Sebuah lemari dari kayu berbentuk balok.) =…….

) = 2 (….) = …………. Tinggi (…. ………………………………………………………………….) = …………. lebar. Lebar (….) = ……cm2 • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar . dan tinggi pada gambar) Panjang(….) = 2 (pl + pt + lt) = 2 (…. (tentukan letak panjang. • Merencanakan pemecahan masalah Lemari dari kayu dapat digambarkan sebagai berikut : ……………………. Ditanya : ………………………………………………………………….+……+….) = ………….136 Jawaban : • Memahami masalah Diketahui : …………………………………………………………………..) = 2 (pl + pt + lt) • Melaksanakan pemecahan masalah Luas permukaan (…. …………………………………………………………………. Luas permukaan (….

EFGH dapat digambarkan sebagai berikut : .EFGH dengan AB = (2x + 2) m. dan CG = 2x m. • Merencanakan pemecahan masalah Balok ABCD. ………………………………………………………………….137 Lampiran 4 LEMBAR KEGIATAN SISWA II (LKS II) Mata Pelajaran Kelas : Matematika : IX SMP Negeri 1 LumbanJulu Pokok Bahasan : Kubus dan Balok Indikator : Menggunakan rumus untuk menghitung luas permukaan kubus dan balok 1. Suatu tempat pembuangan sampah berbentuk balok ABCD. Jika balok tersebut akan dibuat dari bahan kayu triplek yang harganya Rp.00 tiap m2. Hitunglah harga bahan yang dibutuhkan! Jawaban : • Memahami masalah Diketahui : …………………………………………………………………. Ditanya : …………………………………………………………………. …………………………………………………………………. Panjang rusuk seluruhnya 60 m.000. BC = (x + 3) m. 20.

20.) = 4 (……) = …….+…...) = (……) Lebar (…) = (….138 …………………….rupiah .) = 2 (pl + pt + lt) • Melaksanakan pemecahan masalah Panjang kawat seluruhnya= 4 (p + l + t) (……. m Maka diperoleh : panjang (….) = …………. dan tinggi pada gambar) Panjang(….satuan luas Harga bahan yang dibutuhkan = Lp x Rp. ) = 2 (……) = …….) = (……) Luas permukaan(…..000/ m2 = ………. Tinggi (….) x = 4 (…. (tentukan letak panjang.+….+ ……. lebar. +….) = …………. Panjang rusuk seluruhnya = 4 (p + l + t) Luas permukaan (….) Tinggi (….) = 2 (pl + pt + lt) = 2 (….) = ………….) (……. Lebar (….

Lebar (….) = 2 (p + l) t Luas permukaan (….) = …………. Luas selubung (…. Tinggi (…. Hitunglah berapa cm2 yang dibutuhkan untuk membuat kotak mainan tersebut? Jawaban : • Memahami masalah Diketahui : …………………………………………………………………. (tentukan letak panjang. • Merencanakan pemecahan masalah Mainan tersebut dapat digambarkan sebagai berikut : …………………….) = 2 (pl + pt + lt) • Melaksanakan pemecahan masalah Luas selubung = 2 (p + l) t . Sebuah mainan anak-anak berbentuk balok.) = …………. tinggi balok 4 cm dan luas selubungnya 360 cm 2.139 • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar 2. lebar.) = …………. …………………………………………………………………. …………………………………………………………………. dan tinggi pada gambar) Panjang(…. Jika panjang balok dan lebarnya berselisih 5 cm. Ditanya : ………………………………………………………………….

Tentukan berapa m 2 baja anti karat yang dibutuhkan untuk membuat bak tersebut! Jawaban : = …….satuan luas Jadi yang dibutuhkan untuk membuat mainan tersebut adalah…….+ …….) = 2 (pl + pt + lt) = 2 (…. + l) t l Maka. Sebuah bak mandi berbentuk kubus dengan panjang rusuknya 1 m..cm Luas permukaan(….bak tersebut akan dilapisi dengan baja anti karat. …………………………………………………………………. Ditanya : …………………………………………………………………. • Merencanakan pemecahan masalah . Panjang (…) =……… = …….. +…. ………………………………………………………………….140 (….cm • Memahami masalah Diketahui : …………………………………………………………………. ) = 2 (……) = …….)= 2 (….. • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar 3..

00 tiap cm2! Jawaban : • Memahami masalah Diketahui : …………………………………………………………………. . Ditanya : …………………………………………………………………. …………………………………………………………………. dan tinggi pada gambar) Panjang rusuk (…. lebar. (tentukan letak panjang. Hitunglah panjang rusuk kedua kubus tersebut! b. ………………………………………………………………….) = …………. a. Hitunglah selisih harga yang dibutuhkan untuk membuat kedua kubus tersebut. = …. Luas permukaan (…. jika harga bahannya Rp. 2500. Dua buah kubus.) = 6 a2 • Melaksanakan pemecahan masalah Baja yang dibutuhkan = luas permukaan kubus = ………….m2 • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar 4. panjang rusuknya berselisih 4 cm dan luas permukaannya berselisih 192 cm2..141 Bak mandi tersebut dapat digambarkan sebagai berikut : ………………….

Harga bahan yang dibutuhkan untuk kubus I = L1 x Rp. L1 – L2 =……... …… . diperoleh r1 = …….cm ⇒ Luas permukaan (…. maka L1 = 6 (….. Luas permukaan II =…….2500 = ………….) = 6 r2 L1 – L2 = …..... Maka luas permukaan I = ……. r1 – r2 = ……. L1 – L2 =……….142 • Merencanakan pemecahan masalah Kubus dapat digambarkan sebagai berikut : ……………………. (tentukan letak panjang rusuk pada gambar) r1 = . r2 =…….) Jadi ..cm b. Harga bahan yang dibutuhkan untuk kubus II = L2 x Rp..cm.cm2 maka L1 = ….. Jika r1 =…… dan r2 = …..……. • Melaksanakan pemecahan masalah a..) L2 = 6 (….2500 = ………… Selisih harga yang dibutuhkan adalah ……….= ……. .

Pokok Bahasan : Kubus dan Balok Indikator 1. : Menemukan rumus volume kubus dan balok Akan dibuat sebuah bak penampungan air dari bahan baja anti karat berbentuk balok ABCD. …………………………………………………………………. 2x cm. BC = lebar.dan tinggi ukurannya berturut-turut 3x cm. AB = Panjang. Tentukan volume balok! (dalam x) Jawaban: • Memahami masalah Diketahui : …………………………………………………………………. lebar. • Merencanakan pemecahan masalah Bak penampungan air tersebut dapat digambarkan sebagai berikut : . ………………………………………………………………….143 • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar Lampiran 5 LEMBAR KEGIATAN SISWA III (LKS III) Mata Pelajaran Kelas : Matematika : IX SMP Negeri 1 LumbanJulu. Jika panjang. dan BF = Tinggi. EFGH. Ditanya : …………………………………………………………………. dan 2 (x+20) cm.

x……. Tinggi (….. .) = p x l xt • Melaksanakan pemecahan masalah Volume balok (….x…… = …………. lebar. EFGH dengan panjang rusuk kubus I adalah 2x panjang rusuk kubus ke II. Ditanya : …………………………………………………………………. Volume balok (….(dalam x) • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar 2. dan tinggi pada gambar) Panjang(…. Tentukan perbandingan volume kubus pertama dan kedua! Jawaban: • Memahami masalah Diketahui : …………………………………………………………………. Dua buah kubus ABCD.) = ………….) = …………. …………………………………………………………………. Lebar (…. (tentukan letak panjang. Jika volume kubus ke II r3cm3. ………………………………………………………………….) = ………….) = p x l x t = ….144 …………………….

Jika setiap rusuknya ditambah 2 cm. Tentukan volume balok tersebut! Jawaban: . dan tinggi. dan tinggi pada gambar) Panjang rusuk kubus I(….145 • Merencanakan pemecahan masalah Dapat digambarkan sebagai berikut : ……………………. lebar. Pada sebuah balok dengan panjang. volume kubus I = …….)= a3 • Melaksanakan pemecahan masalah r1 = …..r2 volume kubus I = a3 = ………… Volume kubus II = a3 =……….) Volume kubus (….. (tentukan letak panjang. lebar. Maka : V1 = V2 ……=…… Jadi.) =…..panjang rusuk kubus II (….x volume kubus II Perbandinganvolumenya adalah……… • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar 3.

…………………………………………………………………..satuan volume (dalam x) • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar 4. Lebar (…. ………………………………………………………………….) = …………. • Merencanakan pemecahan masalah Balok tersebut dapat digambarkan sebagai berikut : ……………………. Dua buah kubus masing-masing rusuknya adalah r1 dan r2.) = …………. Tinggi (…. (tentukan letak panjang. Volume balok (…. hitunglah selisih volume kubus kedua jika panjang rusuk kubus kedua ditambah 2 cm! Jawaban: .) = …………. dan tinggi pada gambar) Panjang(….146 • Memahami masalah Diketahui : …………………………………………………………………. dimana r1 = r2.) = p x l x t = ……x……x…… = ………….)= p x l x t • Melaksanakan pemecahan masalah Volume balok (…. lebar. Ditanya : ………………………………………………………………….

satuanvolume Volume kubus II (…) = a3 = ……..…….147 • Memahami masalah Diketahui : …………………………………………………………………. diperoleh panjang rusuk II (….satuan volume • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar . =………….. (tentukan letak panjang rusuknya pada gambar) Panjang rusuk setelah ditambah 2 cm. Ditanya : …………………………………………………………………. …………………………………………………………………. • Merencanakan pemecahan masalah Kedua kubus tersebut dapat digambarkan sebagai berikut : …………………….) =… Volume kubus (…) = a3 • Melaksanakan pemecahan masalah Volume kubus I (…) = a3 =…….satuan volume Maka selisih volume kubus = V1 – V2 = …… . ………………………………………………………………….

…………………………………………………………………. 30 cm 8 cm BESAR 20 cm 20 cm 12 cm 8 cm STANDAR a.148 Lampiran 6 LEMBAR KEGIATAN SISWA IV (LKS IV) Mata Pelajaran Kelas : Matematika : IX SMP Negeri 1 LumbanJulu Pokok Bahasan : Kubus dan Balok Indikator : Menggunakan rumus nutuk menghitung volume kubus dan balok 1. Bubuk deterjen pembersih dijual dalam dua kemasan yakni ukuran besar ukuran standar yang masing-masing dijual dengan harga Rp. 9000. Ditanya : ………………………………………………………………….00.500. ………………………………………………………………….00 dan Rp. • Merencanakan pemecahan masalah . 20. Hitunglah volume masing-masing kemasan! b. Manakah yang lebih murah? Jawaban: • Memahami masalah Diketahui : ………………………………………………………………….

) = ………….satuan volume.) = ………….) = …………. x Vb =…………. (tentukan letak panjang. Tinggi (….)= p x l x t • Melaksanakan pemecahan masalah a. b. Volume kemasan besar (Vb) = p x l x t = ……x……x…… = ………….rupiah. lebar..satuan volume. Lebar (…. . Harga kemasan besar = Rp…….rupiah Harga kemasan standar =Rp……x Vs =………. Volume balok (…. Pada kemasan standar : Panjang(…... Tinggi (….) = …………. Lebar (…..) = …………. dan tinggi pada gambar) Pada kemasan besar : Panjang(…. Volume kemasan standar(Vs) = p x l x t = ……x……x…… = ………….) = ………….149 Dapat digambarkan sebagai berikut : …………………….

150 • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar 2. Jika 36 liter airnya dipindahkan ketempat lain.)= p x l x t • Melaksanakan pemecahan masalah Volume akuarium (Va) = p x l x t = ……x……x…… = …………. Sebuah akuarium mempunyai ukuran panjang. Jika 36 liter airnya dipindahkan. (tentukan letak panjang.liter ..satuan volume. maka tinggi air dalam akuarium sekarang adalah. …………………………………………………………………. Ditanya : ………………………………………………………………….. 45 cm. lebar. lebar dan tinggi berturut-turut 60 cm.. maka sisa air di akuarium sekarang adalah = Va .…. akuarium itu terisih penuh air. dan 50 cm. Jawaban: • Memahami masalah Diketahui : …………………………………………………………………. ………………………………………………………………….. • Merencanakan pemecahan masalah Dapat digambarkan sebagai berikut : ……………………. dan tinggi pada gambar) Volume balok (….

.151 = ……cm3. .……cm3 =…………cm3 Volume air sekarang = …. Berapakah tinggi permukaan air pada tempat kedua? Jawaban: • Memahami masalah Diketahui : …………………………………………………………………. dan tinggi 160 cm.cm3. Jika permukaan air dalam tempat pertama turun 1 cm. maka berapakah volume air dalam tempat kedua? b.x t = …….cm • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar 3.cm3 t = …. Diketahui tempat air berukuran panjang 80 cm. Ditanya : …………………………………………………………………. lebar 60 cm.jadi tinggi air dalam akuarium sekarang adalah : V pxlxt =……cm3 = ……cm3 …. …………………………………………………………………. ………………………………………………………………….satuan tinggi air sekarang =….x…. Air itu dikeluarkan melalui lubang pada tempat air tadi ke suatu tempat lain yang berukuran 60 cm x 40 cm x 6 cm a..

x….satuan volume Volume air pada tempat kedua = volume air yang turun yaitu …. ...)= p x l x t • Melaksanakan pemecahan masalah a. lebar. dan tinggi pada gambar) Volume balok (…. tinggi air pada tempat kedua adalah……. (tentukan letak panjang.satuan volume.x…. maka volume air yang turun adalah : Vair turun = p x l x t = …x….. t = ……satuan jadi. b.x…..152 • Merencanakan pemecahan masalah Dapat digambarkan sebagai berikut : …………………….Volume air I (V1) = p x l x t = ……x……x…… = ………….x….satuan volume Jika permukaan tempat air I turun 1 cm. =…….Tinggi air pada tempat kedua Vair turun = p x l x t (……) = ….

Perbandingan volume batu bata (…. Sebuah batu bata berukuran 20 cm x 10 cm x 5 cm dibuat suatu model sehingga perbandingan volume batu bata dan modelnya 8 : 1..)= p x l x t • Melaksanakan pemecahan masalah Volume batu bata (Vb) = p x l x t = ……x……x…… = …………. lebar. (tentukan letak panjang. Ditanya : …………………………………………………………………. dan tinggi pada gambar) Volume balok (….153 • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar 4.) dan volume model (…) = 8 : 1 Vb 8 = Vm 1 . ………………………………………………………………….satuan volume. Hitunglah panjang modelnya! Jawaban: • Memahami masalah Diketahui : …………………………………………………………………. …………………………………………………………………. • Merencanakan pemecahan masalah Dapat digambarkan sebagai berikut : …………………….

154

Vm =

Vb 8

=……..satuan volume Maka volume model batu bata adalah …… satuan volume. • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar

155

Lampiran 7 KISI-KISI PRETES Mata Pelajaran Pokok Bahasan : Matematika : Bangun Datar

Sub Pokok Bahasan : Penerapan bangun datar dalam kehidupan nyata Kelas / Semester : IX / I IX SMP Negeri 1 LumbanJulu

Indikator kemampuan No. 1. Indikator Materi Siswa dapat melakukan proses pemecahan masalah dalam No.soal 1 2 3 4 pemecahan masalah 1 2 3 4 5 6 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

menyelesaikan soal penerapan bangun datar dalam kehidupan nyata.

Keterangan: • Indikator Pemecahan Masalah :  1: Menunjukan pemahaman, mengorganisasi data dan memilih informasi yang relevan dalam pemecahan masalah

156

 2:  3:  4:  5:  6:

Menyajikan masalah secara matematik dalam berbagai bentuk Memilih pendekatan dan metode pemecahan masalah secara tepat Mengembangkan strategi pemecahan masalah Membuat dan menafsirkan model matematika dari suatu masalah Menyelesaikan masalah yang tidak rutin

157

Lampiran 8 KISI-KISI TES KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH Mata Pelajaran Pokok Bahasan : Matematika : Kubus dan Balok

Sub Pokok Bahasan : Menghitung luas permukaan dan volume kubus dan balok Kelas / Semester : IX / I SMP Negeri 1 LumbanJulu

Indikator No. Indikator Materi No.soal kemampuan

1.

Siswa mampu mencari luas permukaan dan volume

TKPM I 1 4

pemecahan masalah TKPM II 1 2 3 4 5 6 √ √ √ √ √ √

kubus dan balok. 2. Siswa mampu mencari 2 3

3

√ √ √ √ √ √

panjang rusuk kubus dan balok. 3. Siswa dapat melakukan

√ √ √ √ √ √

-

1

√ √ √ √ √ √

proses pemecahan masalah dalam menyelesaikan soal penerapan kubus dalam √ melakukan 2 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

kehidupan nyata. 4. Siswa dapat

158

proses pemecahan masalah dalam menyelesaikan soal penerapan balok dalam

4

kehidupan nyata. √ √ √ √ √ √

√ √ √ √ √ Keterangan : • • • TKPM I : Tes Kemampun Pemecahan Masalah I TKPM II : Tes Kemampun Pemecahan Masalah II Indikator Pemecahan Masalah :  1: Menunjukan pemahaman, mengorganisasi data dan memilih informasi yang relevan dalam pemecahan masalah  2:  3:  4:  5:  6: Menyajikan masalah secara matematik dalam berbagai bentuk Memilih pendekatan dan metode pemecahan masalah secara tepat Mengembangkan strategi pemecahan masalah Membuat dan menafsirkan model matematika dari suatu masalah Menyelesaikan masalah yang tidak rutin

159

Lampiran 9 LEMBAR VALIDITAS SOAL PRETES Mata Pelajaran Pokok Bahasan : Matematika : Bangun Datar

Sub Pokok Bahasan : Penerapan bangun datar dalam kehidupan nyata Kelas / Semester : IX / I SMP Negeri 1 LumbanJulu

Kompetensi Indikator Materi Dasar Menghitung besaran pada bangun datar. 1. Siswa dapat melakukan proses pemecahan masalah dalam menyelesaikan soal penerapan bangun datar dalam kehidupan nyata. Saran : No soal 1 2 3 4 V

Validitas KV TV

................................................................................................................................... .................................................................................................................................... ……………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………

160 Keterangan : V : Valid (dapat dilaksanakan) KV : Kurang Valid (dapat dilaksanakan dengan perbaikan) TV : Tidak Valid (tidak dapat dilaksanakan) Padangsidimpuan. Agustus 2008 Validator NIP. .

Siswa dapat melakukan proses pemecahan masalah dalam menyelesaikan soal penerapan kubus dalam kehidupan nyata.161 Lampiran 10 LEMBAR VALIDITAS SOAL TES KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH Mata Pelajaran Pokok Bahasan : Matematika : Kubus dan Balok Sub Pokok Bahasan : Menghitung luas permukaan dan volume kubus dan balok Kelas / Semester : IX / I SMP Negeri 1 LumbanJulu Pada tes Kompetensi Indikator Materi Dasar Menghitung luas permukaan dan kubus balok volume 3. Siswa mampu mencari luas permukaan dan volume kubus dan balok. Siswa mampu mencari panjang rusuk kubus dan balok. 5. Siswa dapat melakukan 2 → TKPM II 4 → TKPM II pemecahan masalah 1 → TKPM I 4 → TKPM I 3 → TKPM II 2 → TKPM I 3 → TKPM I 1 → TKPM II kemampuan V Validitas KV TV . dan 4. 2.

............................................................................................................................................ .................................................. Saran : ..................................................................... ............................................................... Keterangan : V : Valid (dapat dilaksanakan) KV : Kurang Valid (dapat dilaksanakan dengan perbaikan) TV : Tidak Valid (tidak dapat dilaksanakan) Padangsidimpuan.......162 proses pemecahan masalah dalam menyelesaikan soal penerapan balok dalam kehidupan nyata.. ............................................ Validator Agustus 2008 NIP.........................

Si NIP 131851425 Pekerjaan Dosen Universitas Negeri Medan 2. M. Asmin. Yasifati Hia. Siregar 130528943 Guru SMP Negeri 3 Padangsidimpuan . Dr.163 Lampiran 11 HASIL VALIDASI PRETES Nomor Soal 1 2 3 4 I V V V V II V V KV V Validasi III V V V V IV V V V V HASIL VALIDASI TES KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH Nomor I Soal 1 2 3 4 V V V V TKPM I Validasi II III V KV KV V V V V V Nomo IV V V V V r Soal 1 2 3 4 I V V V V TKPM II Validasi II III V V V KV V V V V IV V V V V NAMA-NAMA VALIDATOR No. Hj.Pd 131473061 Dosen Universitas Negeri Medan 3. Nama 1. M.S. D.

T.164 4. Marpaung 130798287 Guru SMA Negeri 1 Padangsidimpuan .

Tentukan banyak genteng yang dibutuhkan! 2.165 Lampiran 12 TES MATEMATIKA(PRETES) Petunjuk : • Kerjakan soal di bawah ini dengan menggunakan langkah-langkah pemecahan masalah. Bagian atap suatu rumah yang berukuran 10 m x 8 m akan ditutup asbes yang berukuran 113 cm x 84 cm . Atap rumah itu akan ditutup genteng yang berukuran 42 cm x 33 cm. 2. Gambar di bawah ditunjukkan dinding tembok suatu bangunan. mengubah soal menjadi model matematika(membuat model matematika). yaitu sebagai berikut: 1. Melaksanakan pemecahan masalah : mengerjakan penyelesaian masalah dengan lengkap dan benar. 3. Memahami masalah : tuliskan apa yang diketahui dan apa yang ditanya dari soal dengan lengkap. tentukan banyaknya asbes yang dibutuhkan! 3. Hitunglah luas dinding tembok tersebut! . dapat berupa penggunaan variabel (mengubah variabel). Merencanakan pemecahan masalah : membuat pola / aturan pemecahan masalah. dan mengintrepetasi gambar. a. • Kerjakan soal secara individu! SOAL! 1.6 m. Bagian atap suatu rumah yang berbentuk persegi panjang memiliki ukuran 7 m x 5.

2m 1.6 m Pintu . Kaca 0.2 m A 4m B 4. Luas kayu. 0. Luas kaca.5 m 1.9 m Tentukan : a. tentukan banyak bata yang diperlukan untuk dinding seluas itu! 3m D 8m 4.2 m b. Pada gambar di bawah diperlihatkan pintu dengan kaca. jika ukran bata yang terpasang dengan posisi panjang dan lebar yaitu C dengan ukuran 30 cm x 8 cm.166 b.

3. Memahami masalah : tuliskan apa yang diketahui dan apa yang ditanya dari soal dengan lengkap.167 Lampiran 13 TES KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH I Mata Pelajaran Pokok Bahasan : Matematika : Kubus dan Balok Sub Pokok Bahasan : Menghitung luas permukaan kubus dan balok Kelas / Semester Petunjuk : • Kerjakan soal di bawah ini dengan menggunakan langkah-langkah pemecahan masalah. yaitu sebagai berikut: 1. mengubah soal menjadi model matematika(membuat model matematika). • Kerjakan soal secara individu! : IX / I SMP Negeri 1 LumbanJulu . 2. dapat berupa penggunaan variabel (mengubah variabel). Merencanakan pemecahan masalah : membuat pola / aturan pemecahan masalah. dan mengintrepetasi gambar. Melaksanakan pemecahan masalah : mengerjakan penyelesaian masalah dengan lengkap dan benar.

Suatu bak berbentuk balok dengan panjang. Suatu tempat pembuangan sampah berbentuk balok ABCD. Dan panjang rusuk baloknya 456 cm.000. Tentukan luas permukaan balok itu! 4. Panjang rusuk seluruhnya 60 m. Dua buah kotak berbentuk kubus. t : l = 2:5. panjang rusuknya mempunyai selisih 4 cm dan luas permukaannya mempunyai selisih 192 cm2. dan t. Hitunglah harga bahan yang dibutuhkan! 2. Jika balok tersebut akan dibuat dari bahan kayu triplek yang harganya Rp.00 tiap m2. Jika p : l = 17:10. berapa cm2 bahan kayu tripleks yang dibutuhkan untuk membuat bangun tersebut? 8 cm 8 cm 10 cm 2 cm 8 cm 12 cm 12 cm . 25. lebar dan tinggi suatu balok berturut-turut dinyatakan dengan p. Dari gambar bangun di bawah ini. Hitung panjang rusuk masing-masing kedua kubus tersebut! 3.EFGH dengan AB = (2x + 3) m. BC = (x + 2) m. dan CG = 2x m. l.168 SOAL! 1.

• Kerjakan soal secara individu! : IX / I SMP Negeri 1 LumbanJulu . dan mengintrepetasi gambar. mengubah soal menjadi model matematika(membuat model matematika). dapat berupa penggunaan variabel (mengubah variabel). 2.169 Lampiran 14 TES KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH II Mata Pelajaran Pokok Bahasan : Matematika : Kubus dan Balok Sub Pokok Bahasan : Menghitung volume kubus dan balok Kelas / Semester Petunjuk : • Kerjakan soal di bawah ini dengan menggunakan langkah-langkah pemecahan masalah. yaitu sebagai berikut: 1. Melaksanakan pemecahan masalah : mengerjakan penyelesaian masalah dengan lengkap dan benar. 3. Memahami masalah : tuliskan apa yang diketahui dan apa yang ditanya dari soal dengan lengkap. Merencanakan pemecahan masalah : membuat pola / aturan pemecahan masalah.

Tentukanlah: b. sehingga air dalam bak tertumpah. dengan menentukan panjang rusuk dan luas permukaannya. yang berbentuk balok.728 m3. hitunglah harga bahannya! 2. Suatu bak penampung air berbentuk kotak dengan kerangka kawat dimana luas alas 5400 cm2. . Ke dalam bak tersebut dimasukan suatu benda balok berukuran 8 cm x 12 cm x 60 cm.000. Rancanglah suatu tempat penampungan air berbentuk kubus yang mempunyai volume 1. dan kedalaman 18 cm. lebar 46 cm. Jika kubus itu dibuat dari bahan baja anti karat yang harganya Rp. Air yang tertumpah c.00 tiap m2.170 SOAL! 1. Tentukan volume kayu yang digunakan untuk membuat kotak terbuka. Bak penuh air dengan volume 432 liter. Sisa kawat! 3. 30. dengan ketebalan 2 cm. jika diketahui ukuran bagian dalam kotak adalah panjang 54 cm.

Sebuah baja berbentuk bangun seperi di bawah ini.171 4.860 kg/m3. Jika massa jenis baja 7.5 cm 5cm 20 cm 5 cm 30 cm 10 m . Tentukan massa baja tersebut! 12.

172

Lampiran 15 ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH PRETES • Memahami masalah

1. Diketahui : ukuran atap ⇒ panjang = 7 m lebar = 5,6 m ukuran genteng ⇒ panjang = 42 cm lebar = 33 cm Ditanya : banyak genteng yang dibutuhkan?

Penyelesaian : • Merencanakan pemecahan masalah Atap Genteng p = 7 m , l = 5,6 m p = 42 cm , l = 33 cm

Luas persegi = p x l • menyelesaikan masalah

 Luas atap = p x l = 7 m x 5,6 m = 39,2 m2 = 392.000 cm2  Luas sebuah genteng = p x l = 42 cm x 33 cm = 1.386 cm2

173

Banyak genteng yang harus disediakan = luas sebuah genteng
392.000 cm 2 = 1.386 cm 2

luas atap

= 282,8

≈ 283 buah
• Dapat menyimpulkan hasil jawaban dari masalah

Jadi, banyaknya genteng yang harus disediakan adalah 283 buah • Memahami masalah

2. Diketahui : ukuran atap ⇒ panjang = 10 m lebar = 8 m ukuran asbes ⇒ panjang = 113 cm lebar = 84 cm Ditanya : banyak asbes yang dibutuhkan?

Penyelesaian : • Merencanakan Atap Asbes p = 10 m , l = 8 m p = 113 cm , l = 84 cm

Luas persegi = p x l • Menyelesaikan masalah

 Luas atap = p x l = 10 m x 8 m = 80 m2 = 800.000 cm2

174

 Luas sebuah asbes

=pxl = 113 cm x 84 cm = 9492 cm2

Banyak asbes yang harus disediakan = luas sebuah asbes =
800.000 cm 2 9492 cm 2

luas atap

= 84,28 buah

≈ 84 buah
• Dapat menyimpulkan hasil jawaban dari masalah

Jadi, banyaknya asbes yang harus disediakan adalah 84 buah. • Memahami masalah : t. tembok I (t1) = 4,5 m t.tembok II (t2) = 3 m lebar tembok (l) =4 m panjang jendela (p) = 1,2 m lebar jendela (l) = 0,8 m Ditanya : a. Luas dinding tembok=…….? b. Banyak bata yang diperlukan jika ukuran bata 30 cm x 8 cm =………? Penyelesaian : • Merencanakan Tembok Jendela t1 = 4,5 m, t2 = 3 m, l =4 m p = 1,2 m, l = 0,8 m

3. Diketahui

l = (4. Luas tembok = Luas trapesium = jumlah dua sisi sejajar x 1/2 tinggi = (t1 + t2) x ½.2 x 0.96 m2 Maka.8 m = 0. Luas bata = p x l = 30 cm x 8 cm = 240 cm2 Luas jendela = p x l = 1.04 m 2 240 cm 2 290.5 m + 3 m) x ½.4 = 15 m2 b.400 cm 2 240 cm 2 = = = 1210 buah .175 Luas trapesium : ½ jumlah dua sisi sejajar x tinggi Luas persegi = p x l • Menyelesaikan masalah a.96 m 2 240 cm 2 29. banyak bata yang diperlukan = luas tembok − luas jendela luas sebuah bata = 15 m 2 − 0.

6 m Luas persegi = p x l • Menyelesaikan masalah a.9 m ukuran kaca ⇒ panjang = 1. Luas kaca = p x l = 1.72 m2 . Luas kayu Penyelesaian : • Merencanakan Pintu Kaca p = 2 m. Luas kaca b. Diketahui Ditanya : a. a.176 • Dapat menyimpulkan hasil jawaban dari masalah Jadi. l = 0.2 m lebar =0. Luas tembok adalah 30 m2 b.2 m.9 m p = 1.6 m = 0.6 m 4. jumlah bata yang dibutuhkan adalah 1210 buah • Memahami masalah : seperti gambar ukuran pintu ⇒ panjang = 2 m lebar = 0.2 m x 0. l = 0.

08 m2 .0. Luas kayu adalah 1.08 m2 • Dapat menyimpulkan hasil jawaban dari masalah Jadi.72 m2 = 1. Luas kaca adalah 0. Luas pintu = p x l = 2 m x 0.9 m = 1. Luas kayu = Luas pintu – Luas kaca =1.8 m2 Maka.8 m2 .72 m2 b. a.177 b.

000.178 Lampiran 16 ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH TES KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH I • Memahami masalah 1..? H G F D A B C Penyelesaian : E • Menyusun prosedur/membuat pola /aturan Dari gambar di atas Panjang balok : AB = CD = GH = EF = 4 AB Lebar balok : BC = AD = EH = FG = 4 BC Tinggi balok : AE = BF = CG = DH = 4 CG .. Diketahui : Balok ABCD.EFGH AB = (2x + 3) m BC = (x + 2) m CG = 2x m Panjang rusuk seluruhnya = 60 m Harga bahan = Rp.00/ m2 Ditanya : harga bahan yang dibutuhkan untuk membuat balok tersebut =.. 25.

4 + 4.t) = 2 (7.2 + 3) m = 7 m Lebar balok = (x + 2) m = (2 + 2) m = 4 meter Tinggi balok = 2x m = 2. t + p.20 m 20x m = 40 m x x = 40m 20m =2m Sehingga diperoleh : Panjang balok = (2x + 3) m = (2.4) = 2 (28 + 16 + 28) = 2 ( 72 ) = 144 m2 .179 Maka .2 m = 4 meter Luas balok = 2 (p. • Menyelesaikan masalah Panjang seluruh rusuk balok = 4 AB +4 BC + 4 CG 60 m = 4 (2x + 3) m+ 4 (x + 2) m + 4(2x) m 60 m = (8x + 12 + 4x + 8 + 8x) m 60 m = (20x + 20) m 20x m = 60 m.l + l.4 + 7.

r2 ) = 192 .600.r22 ) = 192 6{( r1 + r2 )( r1 .L2 = 192 cm2 Ditanya : r1 dan r2 = …….00 • Memahami masalah 2. 3.r2 = 4 L1 .L2 = 192 cm2 L1 = 192 cm2 + L2 Maka..? Penyelesaian : • Membuat pola  r1 .6 r22 = 192 6 ( r12 .r2 = 4 r1 = 4 + r2  L1 . • Meneyelesaikan masalah L1 = 192 cm2 + L2 6 r12 = 192 + 6 r22 6 r12 .000.25. Diketahui : dua buah kubus r1 .000 : Rp.180 Maka harga bahan yang dibutuhkan adalah : luas balok x harga tiap meter :144 m2 x Rp.

181 Karena. r1 = 4 + r2 Sehingga di peroleh : 6{(4 + r2 + r2 )(4 + r2 . Memahami masalah Diketahui : Suatu bak berbentuk balok dengan: Panjang = p Lebar =l Tinggi = t .r2 ) 6{(4 + 2 r2 )(4)} = 192 6 ( 16 + 8 r2 ) = 192 =192 96 + 48 r2 = 192 48 r2 = 192 – 96 48 r2 = 96 r2 = 96 48 =2 r2 = 2. maka r1 = 4 + r2 =4+2 =6 • Menyimpulkan hasil jawaban dari masalah Maka diperoleh : Panjang rusuk kotak I adalah 6 cm Panjang rusuk kotak II adalah 2 cm • 2.

 p : l = 17 : 10 →  → • Meneyelesaikan masalah Panjang rusuk = 465 cm 4p + 4l + 4t = 465cm 68l + 40l +16l = 4650cm 124l = 4650 cm l = 37.? Penyelesaian: • Menyusun Prosedur.5 cm .182 Panjang rusuk : 465cm Ditanya: Luas Permukaan Balok (L): ….

75.75 cm2 • 3.625 + 956. 15) + (37.25 + 562.183 = 63.lebar = 2 cm.75cm = 15 cm Maka luas permukaan bak = 2(pl + pt + lt) = 2{(63. dan tinggi = 2 cm Ditanya : luas bangun tersebut =……….5) + (63.5 . dan tinggi = 2 cm Bangun II (baian tengah) ⇒ panjang = 8 cm.75.lebar = 8 cm.? . 37.75cm2 Jadi luas permuaan bak adalah 7818. Memahami masalah Diketahui : Bangun seperti gambar Bangun I (bagian atas) ⇒ panjang = 8 cm. dan tinggi = 8 cm Bangun III(bagian bawah) ⇒ panjang = 12 cm.375) =7818. 15)} = 2(2390.lebar = 8 cm.5) = 2(3909.

184 Penyelesaian : • Menyusun prosedur/membuat pola /aturan Luas bangun = L I + L II + L III • Meneyelesaikan masalah = 2 (p . 2) = 2 (96 + 24 +16) = 2 (136) = 272 cm2 Sehinggan diperoleh : Luas bangun = L I + L II + L III = 192 cm2 + 192 cm2 + 272 cm2 = 656 cm2 • Menyimpulkan hasil jawaban dari masalah Jadi. 8 + 8. 2 + 8. 8 + 2 . 2 + 8 . 8) = 2 (16 + 64 + 16) = 192 cm2 Luas bangun III (LIII) = 2 (p . luas bangun tersebut adalah 656 cm2 Luas bangun I (L I) . t) = 2 (12 . 2 + 8 . l + p . l + p . t + l . 8 + 12 . t + l . t + l . 2) = 2 (64 + 16 + 16) = 2 (96) = 192 cm2 Luas bangun II (L II) = 2 (p . t) = 2 (8 . l + p . t) = 2 (8 .

30.000.000. kubus x Rp.64 x Rp.00 = 8.30.728 m3) 1.2 )2 = 6 (1.00 • Menyimpulkan hasil jawaban dari masalah . 30.44) = 8. Luas kubus = 6 s2 = 6 (1.2 meter Maka.728 m 3 = 1.728 m3 Harga bahan = Rp.259.000.00 = Rp.00 tiap m2 Ditanya : harga bahan seluruhnua = ………? Penyelesaian : • Menyusun prosedur/membuat pola /aturan V = s3 1.64 m2 Harga bahan = L.200.2 meter panjang rusuk kubus = 1. Diketahui : tempat penampungan air berbentuk kubus V = 1.728 m3 = s3 s s = 3 (karena V = 1.185 Lampiran 17 ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH TES KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH II • Memahami masalah 1.

76 liter b.259.76 dm3 = 5.24 liter = 426.Volume balok(V b ) ⇒ V k = 432 liter( dik ) . Diketahui : bak berbentuk kotak L = 5400 cm2 V = 432liter Benda balok ⇒ p = 8 cm l = 12 cm t = 60 cm Ditanya : a.240 cm3 a.200. sisa kawat Penyelesaian : • Menyusun prosedur/membuat pola /aturan =pxlxt = 8 cm x 12 cm x 60 cm = 5760 cm3 V b = 5760 cm3 = 5.76 liter = 426.76 liter Banyak air yang tertumpah = volume balok = 5. Perubahan volume =Vk -Vb = 432 liter– 5.186 Jadi harga bahan yang dibutuhkan untuk tempat penampungan air tersebut adalah Rp. banyak air yang tertumpah b.00 2.

sisa panjang kawat adalah 79 cm 3....9 cm ≈ 79 cm • Menyimpulkan hasil jawaban dari masalah Jadi.? Penyelesaian : • Menyusun prosedur/membuat pola /aturan dan menyelesaikan masalah = (54 + 2 + 2) cm = 58 cm.240 cm3 = 5400 cm2 x t t t 426. = (58 × 50 × 20) cm3 = 58...240 cm 3 = 5400 cm 2 = 78. Panjang luar Lebar luar Tinggi luar Volume luar Volume dalam • Menyimpulkan hasil jawaban dari masalah .. Diketahui : Ketebalan kayu = 2 cm Bagian dalam kotak panjang = 54 cm Lebar = 46 cm Tinggi = 18 cm Ditanya : Volume kayu = . = (46 + 2 + 2) cm = 50 cm. a.24 liter Maka tinggi airnya = luas kotak x tinggi 426...24 liter b.. = (54 × 46 × 18) cm3 = 44.000 cm3. banyak air yang tertumpah adalah 426. = (18 + 2) cm = 20 cm.187 Volume air sekarang = 426.712 cm3.

05 m x 0.15 m3  Volume II (bagian tengah) = p x l x t = 10 m x 5 cm x 20 cm = 10 m x 0.lebar = 30 cm. dan tinggi = 5 cm Massa jenis baja = 7.712) cm3= 13.2 m = 0.1 m3 .lebar = 30 cm.3 m x 0. Diketahui : baja balok Bangun I (bagian atas) ⇒ panjang = 10 m.lebar = 5 cm.05 m = 0. dan tinggi = 20 cm Bangun III(bagian bawah) ⇒ panjang = 10 m.000 – 44.288 cm 3 4.860 kg/m3 Ditanya : massa baja balok = ………? Penyelesaian : • Menyusun prosedur/membuat pola /aturan dan menyelesaikan masalah Volume baja (V) = V I + V II + V III  Volume I (bagian atas) = p x l x t = 10 m x 30 cm x 5 cm = 10 m x 0. dan tinggi = 5cm Bangun II (baian tengah) ⇒ panjang = 10 m. volume kayu yang digunakan = (58.188 Jadi.

0.15 m3 Volome baja balok = V I + V II + V III = 0.4 m3 = 3144 kg • Menyimpulkan hasil jawaban dari masalah Jadi.1 m3 + 0.860 kg/m3 .15 m3 = 0.15 m3 + 0. V = 7.05 m = 0.189  Volume III (bagian bawah) = p x l x t = 10 m x 30 cm x 5 cm = 10 m x 0. massa baja balok adalah 3144 kg .3 m x 0.4 m3 ρ= m V ⇒ m = ρ.

menyatakan kembali masalah asli dalam bentuk yang operasional 3 • Merencanakan pemecahan masalah : menyusun prosedur penyelesaian. ditanya. membuat pola / aturan • Menyelesaikan masalah : menjalankan prosedur yang 2 0 2 telah dibuat • Tidak menuliskan apa-apa / Tidak respon • Memahami masalah : menuliskan apa yang diketahui. menyatakan kembali masalah asli dalam bentuk 3 yang operasional 5 • Merencanakan pemecahan masalah : menyusun prosedur penyelesaian. ditanya. ditanya.190 Lampiran 18 Pedoman Penskoran Nilai Tes Matematika Soal 1 Skor 0 2 Kriteria • Tidak menuliskan apa-apa / Tidak respon • Memahami masalah : menuliskan apa yang diketahui. membuat pola / aturan • Menyelesaikan masalah : menjalankan prosedur yang 5 3 0 2 telah dibuat • Tidak menuliskan apa-apa / Tidak respon • Memahami masalah : menuliskan apa yang diketahui. menyatakan kembali masalah asli dalam bentuk yang operasional 4 • Merencanakan pemecahan masalah : menyusun .

ditanya. menyatakan kembali masalah asli dalam bentuk yang operasional 4 • Merencanakan pemecahan masalah : menyusun prosedur penyelesaian.191 9 prosedur penyelesaian. membuat pola / aturan 9 • Menyelesaikan masalah : menjalankan prosedur yang telah dibuat . membuat pola / aturan • Menyelesaikan masalah : menjalankan prosedur yang telah dibuat 4 0 2 • Tidak menuliskan apa-apa / Tidak respon • Memahami masalah : menuliskan apa yang diketahui.

• Menuliskan aturan penyelesaian dengan benar. • Menuliskan aturan penyelesaian tidak tuntas tetapi hasilnya benar. • Tidak menuliskan apa yang diketahui.5 3x4 Atau 4x4 0 4 0 1 0. • Menuliskan aturan penyelesaian dengan tuntas 4 tetapi hasilnya salah. • Menuliskan rencana pemecahan masalah tetapi 2 tidak lengkap.192 Rincian keterangan pedoman penskoran pada langkah-langkah pemecahan masalah No. Langkah-langkah pemecahan masalah 1.5 3 5 2 3 9x4 2. • Menuliskan apa yang ditanya tetapi tidak lengkap. • Menuliskan apa yang diketahui dengan benar • Menuliskan apa yang diketahui tetapi tidak lengkap. 3. • Tidak menuliskan rencana pemecahan masalah.5 Total Skor 2. • Menuliskan hasilnya saja dan benar. • Menuliskan rencana pemecahan masalah dengan 3 lengkap. • Tidak menuliskan apa yang ditanya. • Salah merencanakan pemecahan masalah.5 2x4 Skor 1 0. 1 0 5 1 0 9 5x4 Atau 7. menuliskan . • Menuliskan apa yang ditanya dengan benar.

• Tidak menuliskan penyelesaian masalah. 1 0 1.5 0 . • Menuliskan hasilnya tetapi salah.193 aturan penyelesaian tidak tuntas dan hasilnya salah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful