1

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Matematika merupakan bidang studi yang dipelajari oleh semua siswa dari SD hingga SMA dan bahkan juga di Perguruan Tinggi. Ada banyak alasan tentang perlunya siswa belajar matematika. Menurut Cornelius dalam Abdurrahman (2003:253) mengemukakan : Lima alasan perlunya belajar matematika karena matematika merupakan (1) sarana berpikir yang jelas dan logis, (2) sarana untuk memecahkan masalah kehidupan sehari-hari, (3) sarana mengenal pola-pola hubungan dan generalisasi pengalaman, (4) sarana untuk mengembangkan kreativitas, dan (5) sarana untuk meningkatkan kesadaran terhadap perkembangan budaya. Pemerintah selalu melakukan penyempurnaan kurikulum untuk

meningkatkan mutu pendidikan. Berdasarkan sumber (http://www.prayudi. wordpress.com) menyatakan : Di antara hasil terbaru penyempurnaan tersebut adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Salah satu kelebihan dari kurikulum terbaru ini adalah dinyatakannya pemecahan masalah (problem solving), penalaran (reasoning), komunikasi (communication), dan menghargai kegunaan matematika sebagai tujuan pembelajaran matematika SD, SMP, SMA, dan SMK disamping tujuan yang berkaitan dengan pemahaman konsep yang sudah dikenal guru. Sedangkan berdasarkan hasil belajar matematika, Lerner dalam

Abdurrahman (2003:253) mengemukakan bahwa : “ kurikulum bidang studi matematika hendaknya mencakup tiga elemen, (1) konsep, (2) keterampilan, dan (3) pemecahan masalah”.

1

2

Dari kedua pernyataan di atas, salah satu aspek yang ditekankan dalam kurikulum adalah meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa. Pemecahan masalah merupakan bagian dari kurikulum matematika yang sangat penting karena dalam proses pembelajaran maupun penyelesaiannya, siswa dimungkinkan memperoleh pengalaman menggunakan pengetahuan serta keterampilan yang sudah dimiliki untuk diterapkan pada pemecahan masalah yang bersifat tidak rutin. Suryadi, dkk (dalam Suherman, Erman, dkk UPI, 2003: 83) dalam surveinya tentang current situation on mathematics and science education in Bandung yang disponsori oleh JICA, menyatakan penemuan bahwa :“pemecahan masalah matematika merupakan salah satu kegiatan matematika yang dianggap penting baik oleh para guru maupun siswa di semua tingkatan mulai dari SD sampai SMU”. Namun hal tersebut dianggap bagian yang paling sulit dalam mempelajarinya maupun bagi guru dalam mengajarkannya. Suatu masalah biasanya memuat suatu situasi yang mendorong seseorang untuk menyelesaikannya, akan tetapi tidak tahu secara langsung apa yang harus dikerjakan untuk menyelesaikannya. Sesuai dengan yang dikatakan oleh seorang guru matematika SMP Negeri 1 Lumbanjulu, Ibu L.Simungkalit mengatakan bahwa : Siswa kurang mampu dalam memecahkan masalah pada pokok bahasan kubus dan balok, ini terjadi karena tingkat konsentrasi siswa yang tidak maksimal, yang mungkin disebabkan karena metode yang digunakan tidak cocok atau metode sebelumnya tidak membuat siswa termotivasi sehingga kebanyakan siswa kurang mampu memecahkan masalah yang berhubungan dengan materi tersebut.

3

Dari hasil survei peneliti (tanggal 3 Agustus 2012) berupa pemberian tes diagnostik kepada 36 siswa kelas IX SMP Negeri 1 Lumbanjulu menunjukkan bahwa 86,7% dari 36 siswa kesulitan mengerjakan soal penerapan rumus-rumus Kubus dan Balok, 67,1% dari 36 siswa kesulitan mengerjakan soal cerita bentuk aplikasi rumus Kubus dan Balok yang terkait dunia nyata dan 78,9% dari 36 siswa kesulitan dalam menyelesaikan soal dalam bentuk pemecahan masalah terkait dunia nyata. Dari beberapa uraian di atas penulis dapat simpulkan banyak siswa yang tidak mampu menyelesaikan soal dikarenakan proses pembelajaran yang kurang bermakna sehingga menyebabkan rendahnya kemampuan siswa memecahkan masalah. Dengan demikian, tugas guru bukan sekedar mengajarkan ilmu semata kepada siswa, tetapi membantu siswa belajar. Tekanan pembelajarannya harus pada aktivitas siswa untuk belajar, aktif secara mental maupun fisis. Tugas guru adalah memfasilitasi siswa dalam belajar. Menurut Suparno dkk (2002) menyatakan bahwa :“dalam pembelajaran yang bermakna perlu ada dua aktivitas, yakni aktif dalam kegiatan berpikir dan aktif dalam berbuat”. Artinya, perbuatan nyata siswa dalam pembelajaran merupakan hasil keterlibatan berpikir siswa terhadap obyek belajar dan pengalaman hasil perbuatan siswa itu sendiri, untuk diolah dalam kerangka berpikir dan pengetahuan yang dimilikinya. Salah satu cara yang dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa adalah dengan penerapan teori vygotsky. Teori vygotsky lebih menekankan pada kemampuan siswa memecahkan masalah dengan menerapkan empat prinsip dalam proses pembelajarannya, yaitu sosiokultural, konsep zone of proximal

4 development. Siswa kurang mampu menerapkan konsep dalam memecahkan masalah matematika. dan mandiri menyelesaikan masalah yang dihadapinya. . scaffolding. dan perkembangan mental berangkat dari bidang sosial ke bidang individu. beberapa masalah dapat diidentifikasi sebagai berikut : 1. tingkat kemampuan pemecahan masalah siswa akan semakin baik. Mereka juga mampu memotivasi diri sendiri dalam mengkonstruksi pengetahuan dan berusaha mencapai tujuan yang sudah direncanakan terlebih dahulu. 1. maka peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian dengan mengangkat judul : “Penerapan Teori Vygotsky untuk Meningkatkan Pemecahan Masalah Pada Materi Geometri di Kelas IX SMP Negeri 1 Lumban Julu Tahun Ajaran 2012/2013”. Berdasarkan penjelasan tersebut di atas. Hasil belajar matematika siswa masih rendah. siswa akan lebih mudah. 2. cepat. Minat belajar siswa masih rendah 3.2. Kemampuan siswa dalam memecahkan masalah masih rendah. Dengan demikian. Sehingga dengan menerapkan cara tersebut. 4. Penguasaan guru terhadap berbagai pendekatan pembelajaran belum optimal. 5. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas.

maka yang menjadi fokus permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut : 1. Apakah dengan penerapan teori vygotsky meningkatkan kemampuan siswa memecahkan masalah pada pokok bahasan “kubus dan balok”? 1. Apakah dengan penerapan teori vygosky meningkatkan minat siswa memecahkan masalah pada pokok bahasan “kubus dan balok’’? 3. Pembatasan Masalah Melihat luasnya cakupan masalah-masalah yang teridentifikasi dibandingkan waktu dan kemampuan yang dimiliki penulis. Rumusan Masalah Berdasarkan batasan masalah di atas. Tujuan Penelitian Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjawab pokok permasalahan di atas adalah : .4.5. Bagaimana tingkat kemampuan siswa memecahkan masalah dengan menerapkan teori vygotsky pada pokok bahasan “kubus dan balok”? 2. maka penulis merasa perlu memberikan batasan terhadap masalah yang akan dikaji agar analisis hasil penelitian ini dapat dilakukan dengan lebih mendalam dan terarah.3.5 1. 1. Masalah yang akan dikaji dalam penelitian ini terbatas pada menganalisis kendala yang dialami siswa kelas IX SMP Negeri 1 Lumbanjulu dalam memecahkan masalah dan upaya penanggulangan kesulitan siswa melalui penerapan teori vygotsky sehingga hasil belajar siswa memecahkan masalah pada pokok bahasan “kubus dan balok” dapat ditingkatkan.

3. 1. khususnya dalam proses belajar mengajar matematika di dalam kelas. Menentukan tingkat pencapaian kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dengan menerapkan teori belajar vygotsky pada pokok bahasan kubus dan balok. Bagi guru/calon guru yaitu sebagai informasi mengenai hasil belajar siswa dalam memecahkan masalah yang diajar dengan menerapkan teori vygotsky pada pokok bahasan kubus dan balok. Bagi peneliti yaitu hasil dan perangkat penelitian ini dapat dijadikan pertimbangan untuk menerapkan teori belajar Vygotsky pada pokok bahasan kubus dan balok maupun pokok bahasan yang lain dan dapat dikembangkan untuk penelitian selanjutnya. Mengetahui kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematika dengan menerapkan teori vygotsky dapat meningkat. 3. 2. 2. . Manfaat Penelitian Setelah penelitian ini selesai diharapkan dapat bermanfaat bagi semua kalangan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi peningkatan mutu pendidikan. Bahan informasi bagi penelitian sejenis.6 1. 4. Mengetahui minat siswa dalam memecahkan masalah metematika dengan menerapkan teori vygotsky dapat meningkat. diantaranya yakni: 1.6.

6. diharapkan bisa menjadi bahan pertimbangan untuk dapat membantu siswa dalam membantu proses belajarnya di rumah. Bagi pimpinan sekolah yaitu bisa menjadi bahan pertimbangan kepada tenaga edukatif untuk menerapkan teori belajar Vygotsky dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut. . Bagi orangtua.7 5.

1. Kegiatan atau usaha untuk mencapai perubahan tingkah laku sendiri merupakan hasil belajar. mandiri(belajar. bekerja. dll).1 Tinjauan Toeritis 2.Dalam teori belajar Robert M. Seseorang dikatakan belajar bila dapat diasumsikan dalam diri orang itu terjadi suatu proses kegiatan yang mengakibatkan perubahan tingkah laku.1.Gagne (dalam Asrin 2006:13) mengatakan bahwa :” dalam belajar ada dua obyek yang dapat diperoleh siswa. sudut. sehingga siswa dapat mengaitkan informasi baru dengan struktur kognitif yang dimiliki. obyek langsung dan obyek tak langsung”. bersikap positif terhadap matematika dan mengerti bagaimana seharusnya belajar.8 BAB II KAJIAN PUSTAKA 2. Obyek tak langsung antara lain : kemampuan menyelidiki dan memecahkan masalah. Belajar dikatakan bermakna bila informasi yang akan dipelajari siswa sesuai dengan struktur kognitif yang dimiliki. simbol dan notasi. Obyek langsung adalah antara lain : 1. 6 . ruas garis. Fakta Contoh fakta ialah angka/lambang bilangan. Belajar Mengajar Matematika Belajar marupakan kegiatan setiap orang.

dan teori. 3. Dari sini terlihat bahwa belajar matematika itu merupakan proses membangun atau mengkonstruksi . Seseorang akan lebih mudah mempelajari sesuatu bila belajar itu didasari pada apa yang telah diketahui orang.9 2. Sehingga dalam berpikir. Aturan (Prinsip) Aturan ialah obyek yang paling abstrak. yang dapat berupa sifat. seseorang dapat menyusun hubungan-hubungan antar bagian-bagian informasi sebagai pengertian. pengalaman belajar yang lalu akan mempengaruhi proses belajar materi selanjutnya. kemudian dapat disusun kesimpulan. Karena matematika merupakan ide-ide yang abstrak yang diberi simbol-simbol maka konsep-konsep matematika harus dipahami lebih dahulu sebelum memanipulasi simbol-simbol itu. Keterampilan Keterampilan adalah kemampuan memberikan jawaban yang benar dan cepat. Misalnya melakukan pembagian cara cepat. Seseorang dikatakan berpikir apabila melakukan kegiatan mental dan orang yang belajar matematika selalu melakukan kegiatan mental. menjumlahkan pecahan dan sebagainya. 4. membagi bilangan dengan pecahan. Konsep Konsep merupakan ide abstrak yang memungkinkan kita mengelompokkan benda-benda (obyek) ke dalam contoh. Karena itu untuk mempelajari suatu materi yang baru. dalil. Dalam proses belajar mengajar matematika terjadi proses berpikir.

Menurut Herman Hudoyo (2001:32) bahwa:”tujuan belajar matematika secara konseptual dimaksudkan dapat mmecahkan masalah dalam matematika dan mempelajari matematika lebih lanjut. Transfer belajar matematika dapat dilihat dari kemampuan seseorang menfungsionalkan materi matematika yang dipelajari. Tujuan mengajar adalah agar pengetahuan yang disampaikan itu dapat dipahami peserta didik. Belajar matematika pada dasarnya merupakan proses yang diarahkan pada suatu tujuan. baik secara konseptual maupun secara praktis. seperti masalah yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Mengajar adalah suatu kegiatan dimana pengajar menyampaikan pengetahuan atau pengalaman yang dimiliki kepada peserta didik. sehingga mengajar bisa dikatakan baik. Tujuan belajar matematika ditinjau dari segi kognitif adalah terjadinya transfer belajar. Akan tetapi belajar itu harus aktif dan dinamis. Apabila terjadi proses belajar mengajar itu baik. selanjutnya dapat mengaplikasikan pada situasi yang baru. Dengan demikian. maka dapat diharapkan bahwa hasil peserta didik akan baik pula. Dua komponen penting dari pembelajaran dan pengajaran matematika yaitu membantu siswa untuk mengembangkan pemahaman/pengertian hubungan dan untuk mengkonstruksi /membangun pengetahuan dan konsep matematika.10 konsep-konsep dan prinsip-prinsiptidak sekedar penghafalan yang terkesan pasif dan statis. apabila hasil belajar peserta didik juga baik. Dalam proses itu juga melibatkan bagaimana bentuk mengajarnya. siswa sebagai subyek akan dapat memahami matematika. . Sedangkan secara praktis dimaksudkan menerapkan pengertahuan pada bidang lainnya”.

dari segi psikologi ini. guru matematika haruslah mempertimbangkan perkembangan intelektual serta kemampuan dan kesiapan siswa tersebut dalam belajar. misalnya karakteristik siswanya. Seorang guru sangat penting mempersiapkan suatu cara yang cocok mengajarkan suatu materi.11 Seorang guru sebelum terjun di depan kelas membawakan suatu bahan pengajaran. Menurut Hudoyo (1988:123) menyatakan bahwa : Metode mengajar matematika adalah suatu cara atau teknik mmatematika yang disusun secara sistematika dan logika. Kata cocok dapat dilihat dari berbagai segi. sarana dan prasarana pendukung dan sebagainya. ditinjau dari hakekat matematika dan segi psikologinya. ada dua hal yang harus dilakukan yaitu guru harus menguasai materi yang akan diajarkannya dan memikirkan bagaimana cara menyampaikannya dengan baik. karakteristik bahan ajar matematika. . Apabila guru ingin mengajarkan matematika kepada peserta didik dengan baik dan berhasil maka yang pertama kali guru menetapkan tujuan pembelajaran dan pendekatan apa yang tepat digunakan untuk mencapai tujuan tersebut. guru harus membawakan matematika ke dalam kehidupan nyata siswa. Pernyataan di atas dapat dimaknai bahwa pertimbangan guru memilih suatu metode mengajar matematika adalah guru harus mengenal karakteristik matematika tersebut dan psikologi pembelajarannya. Pengajaran harus berorientasi terhadap tujuan yang akan dicapai. Siswa akan aktif dalam proses pembelajaran apabila guru mengetahui pengetahuan yang dimiliki siswa.

Kesulitan belajar merupakan suatu kondisi dalam proses belajar mengajar yang ditandai dengan hambatan-hambatan tertentu dalam mencapai hasil belajar yang diharapkan. tampaklah bahwa pada umumnya sebab kesulitan tersebut antara lain: . Hal ini disebabkan antara lain: a. Misalkan siswa yang mampu menyatakan istilah kuadrat dan kali dua dan mereka menganggap sama. Selain itu. Kesulitan Belajar Matematika Pada kenyataanya. Kenyataan inilah yang harus segera ditangani dan dipecahkan.12 2. b. dalam proses belajar mengajar masih dijumpai bahwa siswa mengalami kesulitan belajar. Kesulitan dalam belajar dan menggunakan prinsip Jika kesulitan siswa dalam menggunakan prinsip kita analisa. Siswa kurang mampu menyatakan arti istilah dalam konsep. baik faktor internal maupun faktor eksternal seperti: fisiologi. Kesulitan dalam menggunakan konsep Dalam hal ini dipandang bahwa siswa telah memperoleh pengajaran sautu konsep. faktor pedagogik. faktor sosial. Kesulitan belajar siswa dapat disebabkan oleh beberapa faktor. terdapat pula kesulitan khusus dalam belajar matematika seperti: 1.2. Mungkin pula konsep yang dikuasai kurang cermat.1. Siswa lupa nama singkatan suatu obyek Misalnya siswa lupa memangkatkan suatu bilangan dengan pangkat dua. tetapi belum menguasainya mungkin karena lupa sebagian atau seluruhnya. 2.

Selain itu juga perlu dipahami. setelah membaca soal. apa yang diketahui dan apa yang dinyatakan serta rumus-rumus apa yang diperlukan. Kesulitan memecahkan soal berbentuk verbal. 3. Untuk mengecek kebenaran dugaan ini. a. Tidak mengerti apa yang dibaca.ana siswa dengan situasi yang diceritakan dalam soal. Guru dapat mengecek apakah ada istilah-istilah yang mungkin belum diketahui atau dilupakan.13 a. Miskin dari konsep dasar secara potensial merupakan sebab kesulitan belajar prinsip yang diajarkan dengan metode kontekstual (contoh nyata). Siswa kurang jelas dengan prinsip yang telah diajarkan. biasanya dalam bentuk persamaan serta kesesuaian penga. akibat kurang pengetahuan siswa tentang konsep atau beberapa istilah yang tidak diketahui. yaitu kemampuan memahami soal berbentuk cerita dan kemampuan mengubah soal verbal menjadi model matematika. Keberhasilan dalam memecahkan persoalan berbentuk verbal tergantung kemampuan pemahaman verbal. . b. Beberapa sebab siswa sulit memecahkan soal berbentuk verbal. guru dapat meminta siswa untuk menyatakan pendapatnya dengan menggunakan bahasanya sendiri. c. Memecahkan soal berbentuk verbal berarti menerapkan pengetahuan yang dimiliki secara teoritis untuk memecahkan persoalan nyata atau keadaan seharihari. Siswa tidak mempunyai konsep yang dapat digunakan untuk mengembangkan prinsip sebagai butir pengetahuan yang perlu.

kurang cerdas.net /index . tidak ada bakat. (b) pengajarannya yang kurang baik dan dapat disebabkan oleh kesalahan pengajaran dalam menyajikan metode ataupun tidak adanya alat peraga.J. sehingga pemecahan masalah merupakan fokus utama dalam pembelajaran matematika”.1.e_fkipunla .php ?option . bahwa menurut W.S adalah Poerwadarminta(1996:78) menyebutkan “kemampuan kesanggupan”. Depdiknas tahun 2007 (http: //educare .3. kita tidak terlepas dari sesuatu yang namanya masalah. Kesulitan belajar dapat ditunjukkan dengan beberapa gejala yaitu: • • • Menunjukkan prestasi yang rendah Hasil yang dicapai tidak sesuai dengan usaha yang dilakukan Keterlambatan dalam melaksanakan tugas yang diberikan Obyek yang dapat kita periksa untuk mengetahui penyebab kesukaran siswa belajar contohnya seperti: (a) materi yang diajarkan dianggap terlalu sulit. tidak ada minat. suasana yang tidak mendukung. Kemampuan Pemecahan Masalah Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia.14 b. Tidak semua . emosi tidak stabil. Siswa tidak mengubah soal berbentuk verbal menjadi model matematika dan hubungannya. 2. Sebagian besar ahli pendidikan matematika menyatakan bahwa masalah merupakan pertanyaan yang harus dijawab atau direspon siswa. Atau dapat diartikan sebagai segala sesuatu atau kegiatan yang dapat dilakukan. dan (c) dari siswa sendiri disebabkan karena kelemahan jasmani.com) menyatakan bahwa : “dalam kehidupan sehari-hari.

mengorganisasi data dan memilih informasi yang relevan dalam pemecahan masalah 3.net menyebutkan bahwa “Pemecahan masalah (problem solving) adalah proses menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh sebelumnya ke dalam situasi baru yang belum dikenal atau proses berpikir untuk menentukan apa yang harus dilakukan ketika kita tidak tahu apa yang harus kita lakukan”.Sinaga) menyatakan bahwa “kemampuan pemecahan masalah adalah kemampuan atau kompetensi strategis yang ditunjukkan siswa dalam memahami. Suatu pertanyaan akan menjadi masalah hanya jika pertanyaan itu menunjukkan adanya suatu tantangan (challenge) yang tidak dapat dipecahkan oleh prosedur rutin yang sudah diketahui oleh siswa. menyajikan masalah secara matematik dalam berbagai bentuk . Karenanya. keterampilan atau pengalaman untuk memecahkan suatu dilemma atau situasi yang baru atau yang membingungkan.15 pertanyaan merupakan suatu masalah.dapat terjadi bahwa suatu masalah bagi seseorang siswa akan menjadi “pertanyaan” bagi siswa lainnya karena ia sudah mengetahui prosedur untuk menyelesaikannya. maka kita sedang memecahkan masalah”. Dalam http://educare. Dalam Departmen of Education tahun 1996 menyebutkan bahwa : “Apabila kita menerapkan pengetahuan matematika. menunjukkan pemahaman masalah 2. Indikator yang menunjukkan kemampuan pemecahan masalah antara lain adalah: 1. (dalam B. Dari pernyataan tersebut. memilih pendekatan dan strategi pemecahan dan menyelesaikan model untuk menyelesaikan masalah”.e_fkipunla.

(3) menjelaskan/ menginterpretasikan hasil sesuai masalah asal. menyatakan kembali masalah asli dalam bentuk yang lebih operasional (dapat dipecahkan). Menurut Sumarmo Tahun 2003 (http: //educare . memilih pendekatan dan metode pemecahan masalah secara tepat 5. Memahami masalah.16 4. Kegiatan dapat yang dilakukan pada langkah ini adalah: apa (data) yang diketahui. ada strategi pemecahan masalah yang bersifat umum yaitu yang disarankan oleh George Polya. untuk memecahkan suatu masalah ada empat langkah yang dapat dilakukan. ditanyakan. kondisi (syarat) apa yang harus dipenuhi.e_fkipunla . menerapkan strategi untuk menyelesaikan berbagai masalah (sejenis dan masalah baru) dalam atau luar matematika. Menurut Polya (dalam Ruseffendi. Strategi untuk memecahkan suatu masalah matematika ada beberapa strategi yang dapat digunakan bergantung pada masalah yang akan dipecahkan.php ?option . serta kecukupan unsur yang diperlukan. membuat dan menafsirkan model matematika dari suatu masalah 7. .(4) menyusun model matematika dan menyelesaikannya untuk masalah nyata dan menggunakan matematika secara bermakna. 1991). siswa membutuhkan banyak kesempatan untuk menciptakan dan memecahkan masalah dalam bidang matematika dan dalam konteks kehidupan nyata. yakni: 1.com) menyatakan bahwa: Aktivitas-aktivitas yang tercakup dalam kegiatan pemecahan masalah meliputi: (1) mengidentifikasi unsur yang diketahui. menyelesaikan masalah yang tidak rutin Untuk menjadi seorang pemecah masalah yang baik. Namun. apakah informasi cukup.(2) merumuskan masalah situasi seharihari dan metematik. apa yang tidak diketahui (ditanyakan). mengembangkan strategi pemecahan masalah 6.net /index .

Kegiatan yang dapat dilakukan pada langkah ini adalah: mencoba mencari atau mengingat masalah yang pernah diselesaikan yang memiliki kemiripan dengan masalah yang akan dipecahkan. Sedangkan jika soal berbentuk gambar. mencari pola atau aturan. guru .17 2. guru dapat meminta siswa menyatakan pendapatnya dengan menggunakan bahasanya sendiri. Soal cerita dapat dikerjakan langsung tanpa ada gambar karena dari masalah tersebut siswa kurang lebih sudah dapat memahaminya. Guru dapat mengecek apakah ada istilah-istilah yang mungkin belum diketahui/dilupakan. Memeriksa kembali prosedur dan hasil penyelesaian. atau apakah prosedur dapat dibuat generalisasinya. 4. menyusun prosedur penyelesaian (membuat konjektur). Kegiatan yang dapat dilakukan pada langkah ini adalah: menjalankan prosedur yang telah dibuat pada langkah sebelumnya untuk mendapatkan penyelesaian. Untuk memahaminya. Menyelesaikan masalah sesuai rencana. Memecahkan soal berbentuk cerita berarti menerapkan pengetahuan yang dimiliki secara teoritis untuk memecahkan persoalan nyata/keadaan sehari-hari. 3. Kegiatan yang dapat dilakukan pada langkah ini adalah: menganalisis dan mengevaluasi apakah prosedur yang diterapkan dan hasil yang diperoleh benar. Merencanakan pemecahannya.

‘perantara’ atau ‘pengantar’. tetapi siswa diharapkan dapat mengaitkan dengan situasi nyata yang pernah dialaminya atau yang pernah dipikirkannya. Menurut Arsyad (2009:3) kata media berasal dari bahasa Latin medius yang secara harfiah berarti ‘tengah’. Asosiasi Pendidikan Nasional (national education association) memiliki perngertian yang berbeda. Pengertian Media Pembelajaran Dalam proses pembelajaran matematika penggunaan media sangat membantu siswa untuk lebih mudah memahami dan mengerti konsep dari materi yang diajarkan. selanjutnya belajar matematika secara formal. lalu siswa akan mempelajari ide-ide matematika secara informal. Media Pembelajaran Alat A. Media adalah bentuk-bentuk komunikasi baik tercetak maupun audiovisual serta peralatannya. supaya siswa terbiasa mengerjakan soal-soal yang tidak hanya mengandalkan ingatan yang baik saja. Karena siswa dapat mengerti dan memahami unsurunsur yang ada pada gambar. Kemudian siswa bereksplorasi dengan benda kongkrit. .18 lebih menekankan kepada siswa untuk memahami gambar dan dirangkaikan kembali ke dalam soal cerita. 2. Dengan demikian inti dari belajar memecahkan masalah. Hidayat (2010) menyatakan “media meliputi alat bantu guru dalam mengajar serta sarana pembawa pesan”.1. Djamarah (2006:121) menyatakan “media adalah alat bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan”.3.

dapat didengar. Inilah hakikat dari media pembelajaran. dalam suatu proses komunikasi diperlukan saluran yang berfungsi untuk mempermudah penyampaian pesan. Pesan yang dikirim oleh guru berupa isi/materi pelajaran yang dituangkan ke dalam simbol-simbol komunikasi baik verbal maupun nonverbal. Namun demikian. Oleh sebab itu. dapat dilihat. 2009:17). artinya tidak selamanya pesan yang disampaikan oleh pengirim pesan mudah diterima oleh penerima pesan. Bahkan adakalanya pesan yang diterima tidak sesuai dengan maksud yang disampaikan. Banyaknya pengertian dari media yang dikemukakan diatas. Bagan komunikasi dengan unsur media dapat dilihat seperti skema berikut ini : Pengirima n Pesan Pesan Media Penerim a Pesan . Pembelajaran hakikatnya adalah proses komunikasi. perbuatan yang menjadikan orang atau mahluk hidup belajar”. dan dibaca (Arief. dimana guru berperan sebagai pengantar pesan dan siswa sebagai penerima pesan.dkk. bisa terjadi proses komunikasi mengalami hambatan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002:17) “pembelajaran adalah proses.19 media hendaknya bisa dimanipulasi. Jadi dapat dikatakan bahwa media pembelajaran adalah sebuah alat yang berfungsi untuk menyampaikan pesan pembelajaran. cara. dapat disimpulkan bahwa pengertian media adalah segala sesuatu (alat) yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima dalam bentuk tercetak ataupun audiovisual.

1. 2009) . Proses Komunikasi dengan Media (Wina Sanjaya.Pesan 20 Gambar 2.

seperti radio. Media .cassette recorder. Jenis Media Djamarah (2006:124) mengklasifikasikan media dilihat dari jenisnya. (1) media video. (2) media komputer. Media visual ini ada yang menampilkan gambar diam seperti gambar atau lukisan. suara serta gambar. Media Auditif Media auditif adalah media yang hanya mengandalkan kemampuan suara saja. karena meliputi kemampuan kedua jenis media yang pertama dan kedua.Media Audiovisual Media audiovisual adalah media yang mempunyai unsur suara dan unsur gambar. dan tampilan teks. diantaranya adalah: 1. biasanya dikemas dalam bentuk VCD. Media animasi power point ini merupakan media pembelajaran atau perlengkapan dan termasuk pada media audiovisual. Media Visual Media visual adalah media yang hanya mengandalkan indera penglihatan. Dalam penelitian ini media pembelajaran yang akan digunakan adalah media animasi power point.21 B. Jenis media audiovisual mempunyai kemampuan yang lebih baik. Media audiovisual dapat dibagi menjadi dua yaitu. telepon. gerak. Media video dan media komputer banyak dikembangkan untuk keperluan pembelajaran. audiovisual banyak dikembangkan untuk keperluan pembelajaran. 2. Ada pula yang menampilkan gambar atau simbol yang bergerak.

Menurut Rusefendi (1993) penggunaan alat peraga dapat dikaitkan dan dihubungkan dengan salah satu atau beberapa dari : . Benda-benda itu misalnya batu-batuan dan kacang-kacangan untuk menerangkan konsep bilangan.22 C. melekat. benda-benda bidang beraturan untuk menerangkan konsep pecahan. daerah bujur sangkar. permukaan gelas. Selanjutnya konsep abstrak yang baru dipelajari akan mengendap. bukan hanya melalui mengingat-ingat fakta. gelang. dan tahan lama bila siswa belajar melalui berbuat dan pengertian. Untuk memahami konsep abstrak anak memerlukan benda-benda kongkrit (real) sebagai perantaranya. dan sebagainya untuk menerangkan konsep lingkaran dan sebagainya”. Rusefendi (1993) menerangkan bahwa : “Alat peraga merupakan alat bantu untuk menerangkan atau mewujudkan konsep-konsep matematika. Konsep abstrak dapat dicapai melalui tingkat-tingkat belajar yang berbeda-beda. kubus (bendanya) untuk menjelaskan konsep titik. Alat peraga dalam pelajaran matematika memegang peranan penting sebagai alat bantu untuk menciptakan proses belajar mengajar yang efektif.kompasiana. Dan wujud dari kubus itu sendiri. (http://edukasi. ruas garis. maka diharapkan tumbuh minat belajar matematika dalam dirinya dan akan menyenangi konsep yang akan disajikan. alat peraga adalah alat bantu dalam pengajaran matematika yang nantinya akan bermanfat bagi kelangsungan proses belajar mengajar. benda seperti cincin. Alat Peraga Pada dasarnya siswa belajar melalui benda kongkrit.com/2012/01/07/alat-peraga-matematika/) Dari penjelasan diatas. Siswa juga mendapat kesempatan terlibat dalam proses pengamatan dengan bantuan alat peraga.

 Pemahaman Konsep Konsep merupakan rumusan. Pengundangan berpartisipasi aktif 10. . Pengundangan untuk berpikir 9.kompasiana. Pemecahan masalah pada umumnya 8. Pemahaman konsep 3. Latihan dan penguatan 4.23 1. Pengamatan dan penemuan sendiri ide-ide dan relasi baru serta penyimpulan secara umum 7. dengan bantuan alat peraga diharapkan peserta didik lebih mudah memahami materi matematika yang telah dipelajari dan siap untuk mengaplikasikannya. satu kerangka untuk menganalisa sebuah persoalan. Pengukuran. Pembentukan konsep 2. termasuk pelayanannya terhadap anak lemah dan berbakat 5. Menurut Edmund Bachman (2005) ”Konsep merupakan pokok utama dibalik sebuah permasalahan. hubungan antara satu dengan yang lainnya dan bagaimana mereka memberikan sumbangsih terhadap pokok persoalan”. Layanan terhadap perbedaan individual. satu cara untuk mencapai sesuatu.com/2012/01/07/alat-peraga-matematika/) Dari uraian diatas. alat peraga dipakai sebagai alat ukur 6. Pengundangan untuk berdiskusi (http://edukasi.

Seperti yang dikemukakan Hudojo (1988:10) bahwa” Di dalam belajar matematika apabila konsep A dan konsep B dipelajari terlebih dahulu”. keterurutan penguasaan matematika itu perlu mendapat perhatian. yang sesuai dengan topik yang di ajarkan. Belajar matematika berkaitan erat dengan matematika itu sendiri. dalam belajar matematika seorang siswa harus lebih dahulu pada tahap yang satu baru dibolehkan melangkah pada tahap berikutnya. Matematika tersusun secara hirarkis sehingga konsep-konsep terdahulu menjadi prasyarat untuk memahami konsep berikutnya.24 Siswa dapat peka terhadap matematika hanya jika mereka mengerti konsep dan makna atau interpretasinya. untuk itu apapun tujuan pembelajaran yang diharapkan tidak akan tercapai. Hal ini menekankan bahwa jika seorang siswa atau guru ingin menguasai suatu konsep matematika dengan baik. Oleh sebab itu. konsep akan dapat lebih mudah di pahami dengan jelas serta . apabila kemampuan itu tidak dikuasai. dimana hal tersebut merupakan prasyarat mutlak. Karena dengan bantuan alat-alat tersebut. Kemampuan dasar adalah suatu kemampuan yang harus dimiliki untuk suatu pokok bahasan tertentu (yang baru). tetapi mencakup kecakapan-kecakapan yang jangkauannya lebih luas. Pemahaman terhadap konsep-konsep matematika bukan hanya sekedar mengingat kembali defenisi-defenisi dan mengenali contohcontoh biasa. Proses pemahaman konsep matematika dapat diserap siswa jika guru dalam proses pembelajaran menggunakan alat peraga ataupun media pembelajaran. Tetapi seringkali siswa hanya menghafal konsep (defenisi) tanpa memperhatikan syarat-syarat dan hubungan antara konsep.

Minat yang timbul dari kebutuhan siswa merupakan faktor penting bagi siswa dalam melaksanakan kegiatan-kegiatannya.edu/index.  Pengembangan Minat Minat selama ini hanya dikenal dengan sebutan keinginan yang dimiliki oleh seseorang. Dengan adanya minat belajar pada siswa dapat memudahkan membimbing dan mengarahkan siswa untuk belajar. sehingga antara satu dengan yang lain mempunyai perbedaan dalam keinginannya. Slameto (2003:180) mengatakan “minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa keterikatan pada suatu hal atau aktivitas.25 siswa tidak hanya sekedar mudah mengingat melainkan memahami materi yang diajarkan. maka dapat disimpulkan minat adalah suatu rasa ingin tahu pada suatu hal atau aktivitas. Minat belajar merupakan salah satu faktor penunjang keberhasilan proses pembelajaran matematika. minat belajar dapat diartikan dengan suatu keinginan atau kemauan yang disertai perhatian dan keaktifan yang sengaja yang akhirnya melahirkan rasa senang dalam perubahan tingkah laku. oleh karena itu minat belajar anak harus diperhatikan dengan cermat.php?topic=162) mengatakan bahwa “minat adalah aktivitas atau tugas-tugas yang membangkitkan rasa ingin tahu”. tanpa ada yang menyuruh. Dari penjelasan di atas. Jika dikaitkan dengan belajar. Sedangkan Holland (http://forum. .upi.

Menggunakan alat-alat peraga atau media 4. Pembelajaran dapat dilakukan dengan cara dari mudah ke yang sukar atau dari konkret ke abstrak 3.” Jika guru mengabaikan minat belajar siswa maka akan mengakibatkan ketidakberhasilan dalam proses pembelajaran matematika. Hal ini ditegaskan Tanner dalam Slameto (2003:181) bahwa “para pengajar juga harus berusaha membentuk minat-minat baru pada diri siswa. 2. Pengembangan minat dapat dilakukan guru dengan berbagai cara misalnya dengan memperkenalkan kepada siswa berbagai belajar yang menarik. Menyesuaikan bahan pelajaran yang diajarkan dengan minat siswa. 1. Pembelajaran hendaknya mampu membangkitkan aktivitas siswa 5. Semua kegiatan belajar harus kontras Dalam pembelajaran yang melibatkan siswa dengan bantuan alat peraga akan membangkitkan minat. menggunakan alat peraga atau media dalam pembelajaran. misalnya dengan memanfaatkan lingkungan. Beberapa hal yang dapat dilakukan guru dalam mengembangkan minat siswa dalam belajar matematika.26 Guru mempunyai peranan yang besar dalam pengembangan minat siswa. bahkan motivasi siswa. Dengan demikian siswa akan tertarik untuk mempelajari matematika.. . Sehingga muncul dalam diri siswa untuk mempelajari materi lebih lanjut dan merasa penasaran serta ingin lebih tahu tentang konsep yang akan dipelajarinya secara mendalam.

Dengan menggunakan alat peraga atau media pembelajaran pemahaman konsep akan lebih mudah di pahami.27 2. Tahapan belajar menurut Brunner dalam Hudojo (1988 : 58) sebagai berikut. adalah .disamping hubungan yang terkait antara konsep-konsep dan struktur-struktur tersebut. siswa akan melihat langsung keteraturan dan pola strukur yang terdapat dalam penggunaan media pembelajaran matematika yang diperhatikannya.1. Bruner menyarankan keaktifan anak dalam proses belajar secara penuh agar anak dapat mengenal konsep dan struktur yang tercakup dalam bahan yang sedang dibicarakan. Strategi Pembelajaran Geometri A.sehingga anak memahami materi yang harus dikuasai. Melalui penggunaan media pembelajaran matematika yang ada. Teori Bruner Bruner mengungkapkan bahwa belajar matematika akan lebih berhasil jika proses pengajaran anak diarahkan pada konsep-konsep dan struktur.struktur yang termuat dalam pokok bahasan yang diajarkan. diantaranya . Teori Belajar Alat Pembelajaran matematika yang menggunakan alat peraga ataupun media mampu melibatkan siswa untuk aktif dalam proses pembelajaran. 1.4. Dalam proses pembelajaran hendaknya siswa diberi kesempatan untuk memanipulasi benda-benda dengan menggunakan media pembelajaran matematika. Ada beberapa teori yang mendukung penggunaan alat peraga atau media pembelajaran.

/blogspot.28  Tahap enaktif Dalam tahap ini siswa secara langsung terlibat dalam memanipulasi objek. pengalaman sesungguhnya dan penerapannya/manfaatnya. Hal ini juga ditegaskan Rusefendi (1990) bahwa “Penggunaan alat peraga dalam matematika mampu membuat (1) proses belajar termotivasi baik murid dan guru. (http://akhmadsudrajat. Teori Jhon Dewey Teori ini menyatakan : Mengkaitkan bahan pelajaran dengan situasi dunia nyata. mendorong siswa dengan menghubungkan yang dipelajari dengan kehidupan sehari-hari.wordpress.  Tahap simbolik Tahapan dimana anak-anak memanipulasi simbol-simbol atau objek tertentu.  Tahap ikonik Tahapan dimana kegiatan siswa berhubungan dengan mental. 2. Berdasarkan teori diatas.. merupakan gambaran dari objek yang dimanipulasinya. (2) konsep abstrak matematika tersaji dalam bentuk konkrit”. jelaslah bahwa penggunaan alat peraga atau media dalam pembelajaran sangat membantu siswa untuk lebih memahami konsep serta mengembangkan minat belajar. Pendekatan Belajar Menurut Depdikbud (http://mari-berkawand/.com/2008/02/02/teoriteori-belajar) B.com/2011/03 /pengertian-pendekatan-pembelajaran.html) pendekatan dapat diartikan “sebagai .

pendekatan belajar siswa dapat dikelompokkan ke dalam tiga prototype: a) pendekatansurface. c) pendekatan achieving Berdasarkan pendekatan-pendekatan diatas. atau cara untuk mendekati sesuatu”. Karena penggunaan alat peraga dan media membuat siswa aktif dan mempraktikkan sendiri materi pelajaran geometri. dari yang paling klasik sampai yang paling modern. Sedangkan pendekatan belajar merupakan suatu cara yang disengaja oleh guru untuk membuat siswa belajar dengan aktif.b) pendekatan deep. . dalam pembelajaran geometri pendekatan belajar yang diterapkan adalah pendekatan hukum Jost. perbuatan. Banyak pendekatan belajar yang dapat dilakukan oleh para guru kepada siswanya untuk mempelajari bidang studi atau materi pelajaran yang sedang mereka tekuni. 2) Pendekatan Ballard & Clanchy Dalam pendekatan ini. Diantaranya : 1) Pendekatan Hukum Jost Salah satu asumsi penting yang mendasari Hukum Jost (Jost’s law) adalah siswa yang lebih sering mempraktikkan materi pelajaran akan lebih mudah memanggil kembali memori lama yang berhubungan dengan materi yang sedang ditekuni. yaitu: sikap melestarikan apa yang sudah ada dan sikap memperluas 3) Pendekatan Biggs Hasil penelitian Biggs.29 proses. siswa belajar pada umumnya dipengaruhi oleh sikap terhadap ilmu pengetahuan.

seperti membuka dan menutup pelajaran. sifat materi bahan ajar.menguasai keterampilan dasar mengajar. Model Belajar Dalam keseharian istilah model dimaksudkan terhadap pola atau bentuk yang akan menjadi acuan. dan sebagainya. (http://blog. fasilitas media yang tersedia. member penguatan.org/content/blog/pengertian-pendekatan-strategi-metodeteknik-taktik-dan-model-pembelajaran) adalah “guru yang mampu mengelola program belajar-mengajar.ac. menjelaskan.elearning. dalam memilih model belajar yang tepat haruslah memperhatikan kondisi siswa. menvariasikan media. Mengelola di sini memiliki arti yang luas yang menyangkut bagaimana seorang guru mampu . bertanya.30 C. Dalam prakteknya.unesa. teori belajar dan pembelajaran. . dan melaksanakan pembelajaran kondusif “. Guru yang berkompeten menurut Sardiman (dalam http://psb-psma. Oleh karena itu. juga bagaimana guru menerapkan strategi. guru harus ingat bahwa tidak ada model belajar yang paling tepat untuk segala situasi dan kondisi.id/alim-sumarno/model-pembelajaran) Untuk membelajarkan siswa sesuai dengan cara-gaya belajar mereka sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai dengan optimal ada berbagai model belajar. dan kondisi guru itu sendiri. Karena seorang guru harus mampu memiliki motivasi dan semangat kebaruan dalam proses pembelajaran yang dijalaninya. Sedangkan Kiswono mengatakan model dalam konteks pembelajaran diartikan “sebagai suatu pola kegiatan guru-siswa untuk menghasilkan perubahan-perubahan yang terjadi pada diri siswa sebagai akibat perbuatan mengajar dan belajar “.

. menghidupkan kreativitas serta dapat mengembangkan kemampuan berinovasi. seperti vektor.html) menjelaskan strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara efektif dan efesien.com/2011/09/definisi-pengertian-strategi. Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran merupakan suatu rencana tindakan (rangkaian kegiatan) yang dilakukan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran tercapai. Kennedy & Tipps (dalam http://mulin-unisma.com/2008/07/pembelajaran-geometri-berdasarkan-tahap. Sedangkan Kemp (dalam http://hipni. blogspot. Geometri merupakan salah satu cabang dari pelajaran matematika yang penting untuk dipelajari. blogspot.html) menyatakan bahwa “dengan pembelajaran geometri mampu mengembangkan kemampuan pemecahan masalah dan mendukung banyak topik lain dalam matematika”. Strategi Belajar Mengajar Geometri Secara umum strategi dapat diartikan sebagai suatu garis-garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan. Pembelajaran geometri merupakan hal yang sangat penting karena pembelajaran geometri sangat mendukung banyak topik. dan kalkulus. kerja yang sistematis.31 D. strategi diartikan sebagai perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. karena geometri mencakup latihan berpikir logis. Menurut Sanjaya (2008:294) dalam dunia pendidikan.

Siswa secara eksplisit tidak terfokus pada sifat-sifat objek yang diamati. Pada tahap ini sudah Nampak adanya analisis konsep dan sifat-sifatnya. tahap rekognisi. belum dapat melihat hubungan antara beberapa bangun geometri dan defenisi. Akan tetapi. seseorang akan melalui lima tahap perkembangan berpikir dalam belajar geometri. menggambar dan membuat model. Pada tahap ini siswa mengenal bentuk-bentuk geometri hanya sekedar berdasarkan karakteristik visual dan penampakannya. b. Siswa dapat menentukan sifatsifat suatu bangun dengan melakukan pengamatan. pengukuran. eksperimen. Teori van Hiele ini diakui secara internasional dan memberikan pengaruh yang kuat dalam pembelajaran geometri di sekolah. pada tahap ini siswa tidak dapat memahami dan menentukan sifat geometrid dan karakteristik bangun ynag ditunjukkan. ataupun tahap visual. tetapi memandang objek sebagai keseluruhan. . Tahap 1 ( analisis ) Tahap ini juga dikenal dengan tahap deskriptif. tahap holistik. Menurut teori van Hiele dalam Raharjo Ismail dalam artikelnya yang berjudul Geometrid dan Teori Belajar Van Hiele . Tahap 0 ( visualisasi ) Tahap ini juga dikenal dengan tahap dasar. yaitu : a. siswa belum sepenuhnya dapat menjelaskan hubungan antara sifat-sifat tersebut. Oleh karena itu.32 Pembelajaran geometri dipengaruhi oleh teori van Hiele yang dikembangkan oleh Pierre Marie van Hiele dan Diana van Hiele-Geldof.

d. tahap teoritik. Tahap 4 ( Rigor ) Pada tahap ini siswa bernalar secara formal dalam system matematika dan dapat menganalisis konsekuensi dari manipulasi aksioma dan defenisi. Meskipun demikian. dan dapat mengklasifikasikan bangun-bangun secara hirarki. yaitu (1) tahap-tahap tersebut bersifat hirarki dan sekuensial. Siswa juga dapat menyusun teorema dalam sistem aksiomatik. menemukan sifatsifat dari berbagai bangun dengan mengggunakan deduksi informal. Siswa juga dapat membuat defenisi abstrak. Pada tahap ini. Perbedaan antara pernyataan dan konversinya dapat dibuat serta siswa menyadari perlunya pembuktian melalui serangkai penalaran deduktif. tidak hanya sekedar menerima bukti. aksioma. Tahap 3 ( Deduksi ) Tahap ini dikenal juga dengan tahap deduksi formal.33 c. siswa sudah dapat melihat hubungan sifat-sifat pada suatu bangun geometrid an sifat-sifat antara beberapa bangun geometri. tahap relasional. atau tahap keterkaitan. Teori van Hiele mempunyai karakteristik. Pada tahap ini siswa dapat menyusun bukiti. Dalam tahap ini juga siswa berpeluang untuk mengembangkan bukti lebih dari satu cara. Tahap 2 ( Deduksi Informal ) Tahap ini dikenal juga dengan tahap abstrak. defenisi. e. teorema dan pembuktian formal dapat dipahami. (2) kecepatan berpindah dari tahap ke tahap . Saling keterkaitan antara bentuk yang tidak terdefenisikan. siswa belum memahami bahwa deduksi logis adalah metode untuk membangun geometri.

Sedangkan . Tahaptahap berpikir van Hiele akan dilalui oleh siswa secara berurutan. Crowley menyatakan bahwa teori van Hiele mempunyai sifat-sifat berikut (1) berurutan. (3) intrinsic dan ekstrinsik. (3) konsep yang dipahami secara implisit pada suatu tahap akan dipahami secara eksplisit pada tahap berikutnya. yakni objek yang masih kurang jelas akan menjadi objek yang jelas pada tahap berikutnya. Siswa akan melemati suatu tahap yang matang sebekum menuju tahap selanjutnya. dan (4) setiap tahap mempunyai kosakata sendiri-sendiri. (4) kosakata. dan (3) setiap tahap mempunyai kosakata dan sistem relasi sendiri-sendiri. terdapat “lompatan” dalam kurva belajar seseorang. yakni seseorang harus melalui tahaptahap tersebut sesuai urutannya.34 berikutnya lebih bergantung pada pembelajaran. kosakata dan lainnya berada pada tahap yang lebih tinggi daripada tahap berpikir siswa. (5) mismatch. Clements & Battista menyatakan bahwa teori van Hiele mempunyai karakteristik. (2) tahap-tahap tersebut bersifat terurut dan hirarki. yakni jika seorang berada pada suatu tahap dan tahap pembelajaran berada pada tahap yang berbeda. isi. (2) kemajuan. Kualitas pengetahuan siswa tidak ditentukan oleh akumulasi pengetahuannya. yaitu (1) belajar adalah proses yang tidak kontinu. yakni masingmasing tahap mempunyai kosakata dan sistem relasi sendiri. tetapi ditentukan oleh proses berpikir yang digunakan. bahan pembelajaran. Secara khusus yakni guru. menunjukkan karakteristik proses berpikir siswa dalam belajar geometri dan pemahamannya dalam konteks geometri. Setiap tahap dalam teori van Hiele. yakni keberhasilan dari tahap ke tahap lebih banyak dipengaruhi oleh isi dan metode pembelajaran daripada oleh usia.

go.kemenag. dalam pembelajaran geometri guru perlu mengembangkan model pembelajaran yang mampu meningkatkan kemampuan berpikir siswa dalam materi geometri serta melibatkan siswa secara aktif.5. Jadi. . Pelaksanaan strategi belajar mengajar geometri atau strategi pembelajaran yang dimaksud adalah dengan menerapkan pembelajaran langsung yang dibantu dengan alat peraga atau media. Dalam hal ini keaktifan siswa tidak hanya pada keterampilan mengerjakan soal sebagai aplikasi dari konsepkonsep matematika yang telah dipelajari. dkk (dalam http://bdk surabaya. Pengertian Trianto (2009:41) mengungkapkan pengertian model pembelajaran langsung adalah suatu model pembelajaran yang dirancang khusus untuk menunjang proses belajar siswa yang berkaitan dengan pengetahuan deklaratif dan pengetahuan prosedural yang terstruktur dengan baik. Oleh sebab itu. 2.id/file/dokumen /vanhiele. seorang guru harus mampu menyediakan pengalaman belajar yang cocok dengan tahap berpikir siswa.35 kecepatan berpindah dari suatu tahap ke tahap berikutnya lebih bergantung pada metode pembelajaran daripada umur dan kematangan. Model Pembelajaran Langsung A. Hal ini ditegaskan juga oleh Winataputra.pdf) bahwa “dalam pembelajaran matematika hendaknya dipilih strategi pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif”. melainkan perlu lebih mementingkan pemahaman pada proses terbentuknya konsep. dapat diajarkan dengan pola kegiatan yang bertahap selangkah demi selangkah.1.

serta mempersiapkan siswa untuk menerima penjelasan guru. Pengajaran langsung digunakan untuk menyampaikan pelajaran yang ditransformasikan . dan sebagainya. tape recorder. gambar. dan guru juga seyogyanya menggunakan media yang sesuai. misalnya film. Sintaks atau Pola Pembelajaran Langsung Pada model pembelajaran langsung terdapat 5 sintaks yang sangat penting.36 Model pembelajaran ini ditujukan untuk membantu siswa mempelajari keterampilan dasar dan memperoleh informasi yang dapat diajarkan selangkah demi selangkah. peragaan. pelatihan atau praktik. Menurut Kardi dan Nurul dalam Trianto (2009:41) ciri dari pembelajaran langsung adalah : • Adanya tujuan pembelajaran dan pengaruh model pada siswa termasuk prosedur penelitian hasil belajar • • Sintaks atau pola keseluruhan dan alur kegiatan pembelajaran Sistem pengolahan dan lingkungan belajar yang diperlukan agar kegiatan pembelajaran tertentu dapat berlangsung dengan berhasil B. Model pembelajaran ini menekankan pada penguasaan konsep dan perubahan tingkah laku dengan mengutamakan pendekatan deduktif. dan kerja kelompok. demonstrasi. Dalam model ini guru berperan sebagai penyampaian informasi. Guru mengawali pelajaran dengan penjelasan tentang tujuan dan latar belakang pembelajaran. Pengajaran langsung menurut Kardi dalam Trianto (2009:42) dapat berupa ceramah.

memotivasi siswa. dan mempersiapkan siswa 2 Mendemonstrasikan Pengetahuan dan Mendemonstrasikan keterampilan atau Keterampilan 3 Membimbing Pelatihan 4 Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik 5 Memberikan latihan dan penerapan konsep menyajikan informasi tahap demi tahap Guru memberi latihan terbimbing Mengecek kemampuan siswa dan memberikan umpan balik Mempersiapkan latihan untuk siswa dengan menerapkan konsep yang dipelajari pada kehidupan sehari-hari. Penyusunan waktu yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran harus seefisien mungkin. Sintaks model pembelajaran langsung tersebut disajikan dalam 5 tahap. sehingga guru dapat merancang dengan tepat waktu yang digunakan. Penjelasan 5 Fase Model Pembelajaran Langsung 1. Tabel 2. berikut.1. Seperti yang ditunjukkan Tabel 2.1 Sintaks Model Pembelajaran Langsung Fase Uraian Peran Guru 1 Menyampaikan Tujuan Pembelajaran Menjelaskan Tujuan.37 langsung oleh guru kepada siswa.1.1.3. Materi dan mempersiapkan siswa Prasyarat. Menyampaikan Tujuan dan Mempersiapkan Siswa a. Menyampaikan tujuan .5.

Hal ini pada umumnya terjadi pada .Mencapai Kejelasan Kemampuan guru untuk memberikan informasi yang jelas dan spesifik kepada siswa. b.html) adalah sebagai berikut: a.com/2012/03/5-fase-model-pembelajaran- langsung. dan mereka perlu mengetahui apa yang harus mereka lakukan setelah selesai berperan serta dalam pelajaran itu. atau memberikan sejumlah pertanyaan kepada . mempunyai dampak yang positif terhadap proses belajar siswa. tujuan ini dapat dicapai dengan jalan mengulang pokok-pokok pembicaraan pelajaran yang lalu. 2.pada guru pemula dan belum berpengalaman ditemukan banyak penjelasan yang kabur dan membingungkan. Mendemonstrasikan Pengetahuan dan Keterampilan Menurut Kardi dan Nur kunci untuk berhasil ialah mempresentasikan informasi sejelas mungkin dan mengikuti langkah-langkah demonstrasi yang efektif (http://www. membantu siswa melihat relevansi pelajaran.38 Para siswa perlu mengetahui dengan jelas. Menyiapkan siswa yaitu memusatkan perhatian siswa pada materi yang akan kita ajarkan. yang relevan dengan pokok pembicaraan yang akan dipelajari. Menyiapkan siswa Kegiatan ini bertujuan untuk menarik perhatian siswa. Sementara itu. mengapa mereka berpatisipasi dalam suatu pelajaran tertentu. serta memotivasi siswa berperan aktif selama proses pembelajaran berlangsung. dan mengingatkan kembali pada hasil belajar yang telah dimilikinya.inforppsilabus. memusatkan perhatian siswa pada pokok pembicaraan.

dalam kenyataannya. karena tanpa mengetahui hasilnya.inforppsilabus.39 saat guru tidak mengusai sepenuhnya isi pokok bahasan yang diajarkannya.com/2012/03/5-fase-model-pembelajaranlangsung. (http://www. • Hati-hati terhadap kelebihan dan kelemahan latihan berkelanjutan dan latihan terdistribusi. 3. Membimbing pelatihan Menurut Kardi dan Nur prinsip-prinsip yang dapat digunakan sebagai acuan bagi guru dalam menerapkan dan melakukan pelatihan diantaranya: • • Tugasi siswa melakukan latihan singkat dan bermakna Berikan pelatihan sampai benar-benar menguasai konsep atau keterampilan yang dipelajari. b. guru perlu sepenuhnya menguasai konsep atau keterampilan yang akan di demonstrasikan. dan tidak menguasai teknik komunikasi yang baik.html) 4. tugas paling penting bagi guru dalam menggunakan model .. Mengecek Pemahaman dan Memberikan Umpan Balik Kegiatan ini merupakan aspek penting dalam pembelajaran langsung. • Perhatikan tahap-tahap awal pelatihan. dan berlatih melakukan demonstrasi untuk menguasai komponen-komponennya. latihan tidak banyak manfaatnya bagi siswa. Melakukan demonstrasi Agar dapat mendemonstrasikan suatu konsep atau keterampilan dengan berhasil.

Guru dapat menggunakan berbagai cara untuk memberikan umpan balik kepada siswa. C. dan komentar tertulis . tetapi merupakan kelanjutan pelatihan untuk pembelajaran berikutnya. Umpan balik sebaiknya diberikan seusai pelatihan dan sesuai dengan tingkat perkembangan siswa. guru merespon jawaban yang diberikan siswa tersebut. tes. Selanjutnya. ada tiga panduan umum untuk latihan-latihan mandiri yang diberikan sebagai Pekerjaan Rumah (PR) diantaranya: • Tugas rumah yang diberikan bukan merupakan kelanjutan dari proses pembelajaran. Fase ini ditandai dengan pertanyaanpertanyaan yang diberikan oleh guru kepada siswa dan siswa memberikan tanggapan berupa jawaban yang menurut mereka benar. misalnya umpan balik secara lisan. Pelaksanaan Pembelajaran Langsung . • Guru seharusnya memberikan umpan balik tentang Pekerjaan Rumah (PR) tersebut. Memberikan Kesempatan untuk Pelatihan Lanjutan dan Penerapan Kebanyakan latihan mandiri yang diberikan kepada siswa sebagai fase akhir pelajaran pembelajaran langsung adalah pekerjaan rumah. • Guru semestinya menginformasikan kepada orang tua siswa tentang tingkat keterlibatan mereka yang diharapkan. sehingga siswa dapat mengetahui dan memperbaiki kesalahannya dalam menjawab latihan.40 pembelajaran langsung adalah memberi siswa umpan balik bermakna dan pengetahuan tentang hasil latihannya. 5.

Beberapa diantara tindakan tersebut dapat dijumpai pada model pembelajaran lain. Tugas –tugas Perencanaan a. yaitu :  Perilaku siswa  Situasi pengetesan  Kriteria kinerja . pelaksanaan yang baik model pembelajaran langsung memerlukan tindakan-tindakan dan keputusan-keputusan yang jelas dari guru selama berlangsungnya perencanaan. Mager mengemukakan bahwa tujuan pembelajaran khusus harus sangat spesifik yang terdiri dari tiga bagian. Merumuskan Tujuan Untuk merumuskan tujuan pembelajaran dapat digunakan model Mager dalam Trianto (2009:46). pada saat melaksanakan pembelajaran.41 Sebagaimana halnya setiap mengajar. Ciri utama unik yang terlihat dalam melaksanakan suatu pembelajaran langsung adalah sebagai berikut : 1. dan waktu menilai hasilnya. langkah-langkah atau tindakan tertentu merupakan ciri khusus pembelajaran langsung.

sesuai dengan tujuan pengajaran b. 2. Memilih Isi Guru harus mempertimbangkan berapa banyak informasi yang akan disampaikan dalam kurun waktu tertentu. Dengan menganalisis tugas. yang akan diajarkan guru. Guru harus selektif dalam memilih konsep yang diajarkan dengan model pengajaran langsung. menggunakan soal tes yang sesuai . merencanakan dan mengelola waktu dan ruang merupakan kegiatan yang sangat penting. Penilaian Pada Model Pembelajaran Langsung 5 prinsip dasar dalam merancang sistem penilaian : a. d. Merencanakan Waktu dan Ruang Pada suatu pembelajaran langsung. Ada 2 hal yang perlu diperhatikan oleh guru : (1) memastikan bahwa waktu yang disediakan sepadan dengan bakat dan kemampuan siswa. akan membantu guru menentukan dengan tepat apa yang perlu dilakukan siswa untuk melaksanakan keterampilan yang dipelajari.42 b. (2) memotivasi siswa agar mereka tetap melakukan tugas-tugasnya dengan perhatian yang optimal. mencakup semua tugas pengajaran c. c. Melakukan analisis tugas Analisis tugas adalah alat yang digunakan guru untuk mengidentifikasi dengan presisi yang tinggi hakikat yang setepatnya dari suatu keterampilan atau butir pengetahuan yang terstruktur dengan baik.

Walaupun setuju dengan Piaget bahwa perkembangan kognitif terjadi secara bertahap dan dicirikan dengan gaya berpikir yang berbeda-beda. Vygotsky menulis di Uni Soviet selama 1920-an dan 1930-an. buatlah soal yang valid dan sereliabel mungkin e. karyanya baru dipublikasikan di dunia Barat pada tahun 1960-an. Jaramillo (1996) menjelaskan. Konstruktivisme yang mempunyai pengaruh besar pada tahun 1930 yang bekerja sebagai ahli Psikologi Rusia adalah L. seorang psikolog berkebangsaan Rusia. mengenal poin penting tentang pikiran anak ini lebih dari setengah abad yang lalu. Vygotsky. Teori Vygotsky mendapat perhatian yang makin besar ketika memasuki akhir abad ke-20. tulisan-tulisannya menjadi sangat berpengaruh.6 Teori Belajar Vygotsky Perkembangan kognitif dan bahasa anak-anak tidak berkembang dalam suatu situasi sosial yang hampa. tetapi Vygotsky tidak setuju dengan pandangan Piaget bahwa anak menjelajahi dunianya sendirian dan membentuk gambaran realitas batinnya sendiri. manfaatkan hasil tes untuk memperbaiki proses belajar mengajar berikutnya. 2. Vygotsky mencatat bahwa interaksi individu dengan orang lain berlangsung pada situasi sosial. Vygotsky percaya bahwa subyek yang dipelajari berpengaruh pada proses belajar.1.S. Lev Vygotsky (1896-1934). Sezaman dengan Piaget. Namun. dan mengakui bahwa tiap-tiap disiplin ilmu .43 d. yang sangat tertarik pada efek interaksi siswa dengan teman sekelas pada pelajaran. Vygotsky adalah pengagum Piaget. Sejak saat itulah.

(4) perkembangan yang berangkat dari bidang social ke bidang individu. Konsep Sosiokultural Banyak developmentalis yang bekerja di bidang kebudayaan dan pembangunan menemukan dirinya sepaham dengan Vygotsky. dan penalaran melibatkan pembelajaran menggunakan temuan-temuan masyarakat seperti bahasa. (2) ZPD (zone of proximal development). blogspot. Bahwa siswa akan dapat mempelajari konsep-konsep dengan baik jika berada dalam ZPD. Penekanan Vygotsky pada peran kebudayaan dan masyarakat di dalam . Teori Vygotsky menawarkan suatu potret perkembangan manusia sebagai sesuatu yang tidak terpisahkan dari kegiatan-kegiatan sosial dan budaya.html) sebagai berikut : (1)Sosiokultural. tetapi dapat memecahkan masalah itu setelah mendapat bantuan orang dewasa atau temannya (peer). 1. dan alat-alat ingatan. Vygotsky mengemukakan empat prinsip yang dinyatakan oleh Slavin (dalam http://rochmad-unnes.44 mempunyai metode pembelajaran tersendiri. Vygotsky menekankan bagaimana proses-proses perkembangan mental seperti ingatan. Pendekatan pembelajaran yang dipandang sesuai adalah pembelajaran kooperatif. Ia juga menekankan bagaimana anak-anak dibantu berkembang dengan bimbingan dari orang-orang yang sudah terampil di dalam bidang-bidang tersebut. dan kemudian diberi bantuan secukupnya dalam memecahkannya. sulit. dan realistik. (3) Vygostky menekankan pada scaffolding. Vygotsky menyatakan bahwa siswa belajar melalui interaksi bersama dengan orang dewasa atau teman yang lebih cakap. Siswa diberi masalah yang kompleks. Berkaitan dengan pembelajaran. sistem matematika. yang berfokus pada konteks pembangunan sosial budaya.com / 2008/02/01 _archive. perhatian. Siswa bekerja dalam ZPD jika siswa tidak dapat memecahkan masalah sendiri. Vygotsky adalah seorang guru yang tertarik untuk mendesign kurikulum sebagai fasilitas dalam interaksi siswa.

berfikir dan menyelesaikan masalah. Pengalaman dengan orang lain secara berangsur menjadi semakin mendalam dan membentuk gambaran batin anak tentang dunia. Piaget memandang anak-anak sebagai pembelajaran lewat penemuan individual. anak-anak tak banyak memiliki fungsi mental yang lebih tinggi seperti ingatan. Alat-alat itu diwariskan pada anak-anak oleh anggota-anggota kebudayaan yang lebih tua selama pengalaman pembelajaran yang dipandu. . Level interpersonal memiliki suatu pengaruh yang lebih langsung pada keberfungsian mental anak. sedangkan Vygotsky lebih banyak menekankan peranan orang dewasa dan anak-anak lain dalam memudahkan perkembangan si anak. Pada level institusional.45 perkembangan kognitif berbeda dengan gambaran Piaget tentang anak sebagai ilmuwan kecil yang kesepian. Fungsi-fungsi mental yang lebih tinggi ini dianggap sebagai ”alat kebudayaan” tempat individu hidup dan alat-alat itu berasal dari budaya. dan melek huruf. Interaksi institusional memberi kepada anak suatu norma-norma perilaku dan sosial yang luas untuk membimbing hidupnya. sejarah kebudayaan menyediakan organisasi dan alat-alat yang berguna bagi aktivitas kognitif melalui institusi seperti sekolah. Karena itulah berpikir setiap anak dengan cara yang sama dengan anggota lain dalam kebudayaannya. Menurut Vygotsky. penemuan seperti komputer. Namun. Vygotsky menekankan baik level konteks sosial yang bersifat institusional maupun level konteks sosial yang bersifat interpersonal. anak-anak lahir dengan fungsi mental yang relatif dasar seperti kemampuan untuk memahami dunia luar dan memusatkan perhatian.

dan dia menggambarkan bahwa anak-anak mampu melakukan sesuatu sendiri. Pada satu sisi. fungsi kognitif berasal dari interaksi sosial masing .46 Menurut Vygotsky Tahun 1962(dalam http://valmband. Vygotsky membedakan antara aktual development dan potensial development pada anak. Vygotsky percaya bahwa anak akan jauh lebih berkembang jika berinteraksi dengan orang lain. keterampilan-keterampilan dan hubungan-hubungan interpersonal kognitif dipancarkan melalui interaksi langsung dengan manusia.com) menyatakan bahwa : Keterampilan-keterampilan dalam keberfungsian mental berkembang melalui interaksi sosial langsung. Zone Perkembangan Proksimal Meskipun pada akhirnya anak-anak akan mempelajari sendiri beberapa konsep melalui pengalaman sehari-hari. Sedangkan potensial development .multiply. Informasi tentang alat-alat. 2. Melalui pengorganisasian pengalaman-pengalaman interaksi sosial yang berada di dalam suatu latar belakang kebudayaan ini.masing individu dalam konsep budaya. tetapi masih dalam proses pematangan. Piaget menjelaskan proses perkembangan kognitif sejalan dengan kemajuan anak-anak. Anak-anak tidak akan pernah mengembangkan pemikiran operasional formal tanpa bantuan orang lain. Menurut teori Vygotsky. Pada sisi lain. perkembangan mental anakanak menjadi matang. dimana fungsi-fungsi kognitif belum matang. Vygotsky mencari pengertian bagaiman anak-anak berkembang dengan melalui proses belajar. Aktual development ditentukan apakah seorang anak dapat melakukan sesuatu tanpa bantuan orang dewasa atau guru. Konsep sosiokultural adalah interaksi antara aspek “internal” dan “eksternal” dari pebelajaran dan penekanannya pada lingkungan sosial pebelajaran.

Untuk memaksimalkan perkembangan. Konsep Scaffolding Scaffolding merupakan suatu istilah yang ditemukan oleh seorang ahli psikologi perkembangan-kognitif masa kini.multiply. dimana antara apakah seorang anak dapat melakukan sesuatu tanpa bantuan orang dewasa dan apakah seorang anak dapat melakukan sesuatu dengan arahan orang dewasa atau kerjasama dengan teman sebaya. 3. Ketika siswa mengerjakan pekerjaanya di sekolah sendiri. Jerome Bruner. siswa mendiskusikan pengertian barunya dengan temannya kemudian mencocokkan dan mendalami kemudian menggunakannya. Maka (dalam http://www. Sebuah konsekuensi pada proses ini adalah bahwa siswa belajar untuk pengaturan sendiri (self-regulasi). Maksud dari ZPD adalah menitikberatkan ZPD pada interaksi sosial akan dapat memudahkan perkembangan anak. siswa seharusnya bekerja dengan teman yang lebih terampil yang dapat memimpin secara sistematis dalam memecahkan masalah yang lebih kompleks.47 membedakan apakah seorang anak dapat melakukan sesuatu. Melalui perubahan yang berturut-turut dalam berbicara dan bersikap. perkembangan mereka kemungkinan akan berjalan lambat.wordpress. yakni suatu proses .com ) bahwa: Zona Perkembangan Proksimal merupakan celah antara actual development dan potensial development. memecahkan masalah di bawah petunjuk orang dewasa atau kerjasama dengan teman sebaya.com ) bahwa : Zone Proximal of Development adalah jarak antara tingkat perkembangan sesungguhnya yang ditunjukkan dalam kemampuan pemecahan masalah secara mandiri dan tingkat kemampuan perkembangan potensial yang ditunjukkan dalam kemampuan pemecahan masalah di bawah bimbingan orang dewasa atau teman sebaya yang lebih mampu.prayudi. Menurut teori Vygotsky (dalam http://valmband.

peringatan. Pandangan teori ini menempatkan intermental atau lingkungan sosial sebagai faktor primer dan konstitutif terhadap pembentukan pengetahuan serta perkembangan kognitif seseorang.tahap awal pembelajaran dan kemudian mengurangi bantuan tersebut dan memberikan kesempatan kepada anak tersebut mengambil alih tanggung jawab yang semakin besar segera setelah ia mampu mengerjakan sendiri. Dikatakannya bahwa fungsi-fungsi mental yang lebih tinggi dalam diri seseorang akan muncul dan berasal dari kehidupan sosialnya. Jadi. dorongan menguraikan masalah ke dalam bentuk lain yang memungkinkan siswa dapat mandiri. setiap kemampuan seseorang akan tumbuh dan berkembang melewati dua aturan.48 yang digunakan orang dewasa untuk menuntun anak-anak melalui zona perkembangan proksimalnya.prayudi. . 4. (dalam http://www. Bantuan yang diberikan guru dapat berupa petunjuk. yaitu tataran sosial tempat orang-orang membentuk lingkungan sosialnya (dapat dikategorikan sebagai interpsikologis atau intermental). Perkembangan Mental dari Sosial ke Individu Menurut Vygotsky. Sementara itu fungsi intrsmental dipandang sebagai derivasi atau keturunan yang tumbuh atau terbentuk melalui penguasaan dan internalisasi terhadap proses-proses sosial tersebut. dan tataran psikologis di dalam diri orang yang bersangkutan (dapat dikategorikan sebagai intrapsikologis atau intar mental).com ) bahwa : Teori scaffolding adalah memberikan kepada seseorang anak sejumlah besar bantuan selama tahap .wordpress.

walaupun anak tetap dilibatkan dalam pembelajaran aktif. yaitu mampu memunculkan perubahan dan perkembangan yang tidak sekedar berupa transfer atau pengalihan. keduanya tidak mendukung pengajaran didaktis diganti sepenuhnya. internalisasi yang dimaksud oleh Vygotsky bersifat transformative. Walaupun Vygotsky dan Bruner telah mengusulkan peranan yang lebih penting bagi orang dewasa dalam pembelajaran anak-anak daripad peran yang diusulkan Piaget. Pemaknaan atau konstruksi pengetahuan baru muncul atau terjadi melalaui proses internalisasi. Belajar dan berkembang merupakan satu kesatuan dan saling menentukan. Namun. guru harus secara aktif mendampingi setiap kegiatan anak-anak. ini berarti anak-anak bekerja dalam zona perkembangan proksimal dan guru menyediakan scaffolding bagi anak selama melalui ZPD. yaitu seorang anak mengajari . Sebaliknya mereka malah menyatakan. Pengaruh karya Vygotsky terhadap dunia pengajaran adalah sebagai berikut : 1. 2. Dalam istilah teoritis. teman sebaya juga berpengaruh dengan penting pada perkembangan penemuan kognitif individu anak. kerja kelompok secara kooperatif (cooperative groupwork) tampaknya mempercepat perkembangan anak. Gagasan tentang kelompok kerja kreatif ini diperluasa menjadi pengajaran pribadi oleh teman sebaya ( peer tutoring).49 Pada mulanya anak berpartisipasi dalam kegiatan sosial tertentu tanpa memahami maknanya. 3. Secara khusus Vygotsky mengemukakan bahwa disamping guru.berlawanan pembelajaran lewat (individual discovery learning).

Satu anak bisa lebih efektif membimbing anak lainnya melewati ZPD karena mereka sendiri baru saja melewati tahap itu sehingga bis adengan mudah melihat kesulitan-kesulitan yang dihadapi anak lain dan menyediakan scaffolding yang sesuai.50 anak lainnya yang agak tertinggal dalam pelajaran. Besaran-Besaran pada Kubus dan Balok 1. Jadi teori belajar Vygotsky adalah salah satu teori belajar sosial sehingga sangat sesuai dengan model pembelajaran kooperatif. 2. Luas selubung dan permukaan kubus dan balok a. Materi Pelajaran KUBUS DAN BALOK A.1.konsep dan pemecahan masalah. Keberhasilan pengajaran oleh teman sebaya ini dengan menggunakan teori Vygotsky. Dalam model pembelajaran kooperatif terjadi interaktif sosial yaitu interaksi antara siswa dengan siswa dan antara siswa dengan guru dalam usaha menemukan konsep . H G H E D A a B F G H D C G H C E A B F E E F . Luas selubung dan permukaan kubus Kubus adalah bangun ruang yang dibatasi oleh enam daerah persegi yang kongruen (sama sebangun).8.

Maka: Luas selubung kubus = Luas ABFE + Luas BCGF + Luas DCGH + Luas ADHE =axa+axa+axa+axa = a2 + a2 + a2 + a2 = 4 a2 Luas permukaan kubus = Luas selubung + Lauas ABCD + Luas EFGH = 4 a2 + a x a + a x a = 4 a2 + a2 + a2 = 6 a2 Kesimpulan: Jika panjang rusuk suatu kubus adalah a. Luas selubung dan permukaan balok Balok adalah sebuah benda yang dibatasi oleh enam daerah persegi panjang yang masing-masing dinamakan bidang sisi atau sisi balok. H H G F t G C G H H E D p D E A E B F F E l C A B . maka: 1. Luas permukaan kubus = 6 a2 b.EFGH adalah a.51 Misalnya panjang rusuk kubus ABCD. Luas selubung kubus = 4 a2 2.

t + 2(p x l) = 2 (pt + lt + pl) Luas permukaan balok = Luas selubung + 2 x Luas bidang alas Kesimpulan : Misalkan suatu balok memiliki ukuran panjang = p. dan tinggi = t Maka: 1. lebar = l. maka: Luas selubung balok = Luas ABFE+Luas BCGF + Luas CDGH + Luas ADHE = (p x t) + (l x t) + (p x t) + (l x t) = t (p + l + p + l) = t (p + l). Luas permukaan balok = 2 (pt + pl + lt) . lebar BC = l dan tinggi CG = t .t = keliling ABCD x t Luas permukaan balok = Luas selubung + Luas ABCD + Luas EFGH = 2(p + l). Luas selubung balok = 2(p + l)t 2. EFGH memiliki ukuran panjang AB = p.t + p x l + p x l = 2(p + l).2 = 2 (p + l).52 Misalkan balok ABCD .

Maka volume kubusnya = (3 x 3 x 3) satuan volume = 27 satuan volume Dengan demikian. volume kubus (V) yang memiliki panjang rusuk a dirumuskan sebagai berikut : V =axaxa = a3 . Maka volume kubus satuan = (1 x 1 x 1) satuan volume = 1 satuan volume Pada gambar (b) dan (c) tampak kubus yang memiliki panjang 3 satuan panjang. Volume Kubus dan Balok a. tampak kubus satuan.53 2. Volume Kubus (a) (b) (c) Pada gambar (a). yaitu kubus yang memiliki panjang rusuk 1 satuan panjang.

lebar 3 satuan panjang dan tinggi 2 satuan panjang. Volume Balok (a) (b) (c) Pada gambar (a).54 Dengan : V = volume kubus a = panjang rusuk kubus Kesimpulan : Volume kubus sama dengan panjang rusuknya di pangkatkan tiga. tampak balok yang memiliki panjang 4 satuan panjang. Volume baloknya = (4 x 3 x 2) satuan volume = 24 satuan volume . b. tampak kubus satuan dengan panjang rusuknya 1 satuan panjang dan volume satuan = (1 x 1 x 1) satuan volume = 1 satuan volume Pada gambar (b) dan (c).

tingginya t satuan panjang. Panjang rusuk kubus: Panjang seluruh rusuk kubus: pt = 12a = 12 A E D a B H F C G . 2. dan tinggi. 1. Merancang Kubus dan Balok untuk Volume Tertentu 1. dengan satuan panjang yang sesuai. Apabila suatu balok panjangnya p satuan panjang. lebar.55 Jadi. Merancang kubus untuk volume tertentu Untuk dapat merancang kubus untuk volume tertentu kamu perlu mengetahui hubungan-hubugan berikut. dan volume V satuan volume (satuan isi). Maka balok itu dirumuskan sebagai berikut: H E F D t p B l G Volume V=pxlxt Dengan : V = volume balok p = panjang balok l = lebar balok t = tinggi balok Kesimpulan : A C Volume balok sama dengan perkalian semua rusuk yang bertemu pada sebuah titik sudut balok. volume balok merupakan perkalian panjang. B. lebarnya l satuan panjang. Diberikan volume kubus V dan panjang rusuknya a.

Panjang diagonal sisi kubus: ps = Panjang diagonal ruang kubus: pr = Luas bidang sisi kubus: Ls = a2 = Luas selubung kubus: Lb = 4a2 = 4 Luas permukaan kubus: Lm = 6a2 = 6 Perhatikan uraian berikut ini yang menjelaskan beberapa hubungan diatas volume kubus (V) dengan panjang rusuk a dalah V = a3. maka t = b. Jika diketahui besar volume V. maka: 3.. 1..(2) . maka: . 4.. Jika rusuk-rusknya p : l : t = a : b : c. Jika luas sisinya A3 = lt. Jika luas sisinya A2 = pt. 6. 5. maka panjang rusuk a adalah Panjang seluruh rusuk kubus (pt) adalah pt = 12a Subtitusikan (1) diperoleh pt = . maka p = 2. Diberikan volume balok V.. 7. a.56 3... Jika luas sisinya A1 = pl. maka l = c.(1) Sekarang untuk dapat merancang balok untuk volume tertentu kita perlu mengetahui hubungan-hubungan berikut. Jika luas sisi-sisinya A1 : A2 : A3 = a : b : c...

p=a l=b t=c . dengan k > 0 V=pxlxt V = ak x bk x ck V = abc k3 k= Jadi.57 Perhatikan uraian berikut ini yang menjelaskan beberapa hubungan di atas. maka kamu memisalkan p = ak. atau A2 = pt. atau A3 = lt. dengan A1 = pl. maka : V = A1t sehingga diperoleh t = V = A2l sehingga diperoleh l = V = A3p sehingga diperoleh p = Jika volume balok V dan rusuk-rusuknya p : l : t = a : b : c. E H F t G D A p C B l Jika volume V dan luas sisinya A1. dan t = ck. l = bk.

Jika panjang rusuk kubus semula a bertambah besar h.h3 = a3 → a = = V s . maka volume kubus semula adalah = a3. maka panjang rusuk kubus baru menjadi (a .h3 = 3h + 3ah2 .Vs = 3a3h + 3ah .h) dan volumenya adalah Vb Vb Vb = (a . Kubus Misalkan panjang kubus semula adalah a.Vs = 3a3h + 3ah + h3 = 3h + 3ah2 + h3 C Jika panjang rusuk semula a berkurang h.3h + 3h2 .h3 Perubahan volume kubusnya adalah ∆V = Vb .h)3 = a3 .h3 Jika panjang rusuk semula a diperbesar atau diperkecil dengan factor skala k.3a3h + 3ah2 . maka panjang rusuk kubus baru menjadi ka dan volumenya adalah: .58 Volume Kubus dan Balok Jika Ukuran Rusuknya Berubah 1. maka panjang rusuk kubus baru menjadi (a + h) dan volumenya adalah Vb Vb Vb = (a + h)3 = a3 + 3a3h + 3ah2 + h3 =a →a= = V s + 3h + 3h 2 3 H E F D A a B G +h 3 Perubahan volume kubusnya adalah: ∆V = Vb .

1) Vs G t C B l Vb = (p + h) (l + h) (t + h) = (pl + ph + lh + h2)(t + h) = plt + plh + pth + ph2 + lth + lh2 + lh2 + h3 Perubahan volume balok adalah: ∆V = Vb .h) (l . lebar = l. maka panjang rusuk-rusuk balok baru adalah (p + h).h2)(t .ume kubusnya adalah ∆V 2.ph .59 Vb = kp x kl x kt =(k3)(plt) = k3Vs Perubahan vo. (l + h). dan tinggi = t. Balok Misalnya balok memiliki ukuran panjang = p. dan (t + h).lh .h) (t . l.h) = (pl . dan volume balok baru adalah: Vb = (p .h) = plt .Vs = k3 Vs – Vs = (k3 . maka panjang rusuk-rusuk balok baru adalah (p + h). maka volume baloknya adalah Vs = p x l 1. dan t berkurang sebesar h.lth + lh2 + lh2 .h3 . dan (t + h).plh . (l + h).pth + ph2 .Vs = (pl + pt + lt)h + (p x l x t)h2 + h3 2. dan volume balok baru adalah: E H F D A p = Vb . Jika panjang rusuk-rusuk balok semula p.

Vs = abc Vs . maka panjang rusuk-rusuk balok baru adalah kp.lh2 .1) Vs Penerapan Kubus dan Balok dalam Kehidupan Dengan pengetahuan yang baik mengenai kubus dan balok kamu dapat menerapkannya dalam kehidupan yang nyata untuk memecahkan berbagai kasus yang berkaitan dengan kubus dan balok. l. . sehingga volume balok baru adalah: Vb = kp x kl x kt =(k3)(plt) = k3Vs Perubahan vo.60 Perubahan volume balok adalah: ∆V = Vb . dan c.ume kubusnya adalah ∆V = Vb . dan t diberbesar atau diperkecil dengan faktor skala k.ph2 + lth . bl dan cl. sehingga volume balok baru adalah: Vb = ap x bl x cl = (abc)(plt) = abc V Perubahan volume baloknya adalah: ∆V = Vb .Vs = (abc – 1 Vs) 4.lh2 .h3 = (pl + pt + lt)h . Jika panjang rusuk-rusuk balok semula p.Vs = k3 Vs – Vs = (k3 . dan t diberbesar atau diperkecil dengan faktor skala a. b.(p x l x t)h2 + h3 3.Vs = plh + pth . l. kl dan kl. maka panjang rusuk-rusuk balok baru adalah ap. Jika panjang rusuk-rusuk balok semula p.

ZPD (zone of proximal development). Siswa bekerja dalam ZPD jika siswa tidak dapat memecahkan masalah sendiri.61 2. Pembelajaran yang menerapkan teori vygotsky lebih menekankan pada siswa yang mengkonstruksi pengetahuan sendiri sedangkan guru lebih ditekankan sebagai fasilitator. Vygotsky menyatakan bahwa siswa belajar melalui interaksi bersama dengan orang dewasa atau teman yang lebih cakap. Jadi belajar bukan berorientasi kepada terselesaikannya materi tetapi harus berorientasi pada tujuan dan pengalaman belajar yang telah dimiliki siswa. Sehingga pembelajaran bersifat aktif dan dinamis. Tahap-tahapan dalam teori belajar vygotsky adalah : 1. 2.1.9 Kerangka Konseptual Belajar merupakan suatu proses bagaimana siswa mendapat pengalaman sehingga terjadi perubahan tingkah laku. Pembelajaran menerapkan teori berdasarkan kegiatan yang berpusat pada siswa untuk mengkonstruksi pengetahuan secara sendiri dan dengan bantuan lingkungan sosial budayanya. Pendekatan pembelajaran yang dipandang sesuai adalah pembelajaran kooperatif. Sosiokultural. tetapi dapat memecahkan masalah itu setelah mendapat bantuan orang dewasa atau temannya (peer) . Bahwa siswa akan dapat mempelajari konsep-konsep dengan baik jika berada dalam ZPD.

sulit.62 3. 4. Siswa diberi masalah yang kompleks. Perkembangan yang berangkat dari bidang social ke bidang individu. dan realistik. . Vygostky menekankan pada scaffolding. dan kemudian diberi bantuan secukupnya dalam memecahkannya.

63 Secara lebih rinci dapat dilihat dari skema berikut ini : Belajar dan Pembelajaran Pembelajaran Matematika Metode yang Digunakan Guru Kurang Bermakna. Dominan Ceramah Pemecahan Masalah Dicari penyelesaian Kemampuan pemecahan masalah masih rendah Solusi belum ditemukan Strategi pemecahan masalalah Dilakukannya Upaya Melakukan pendekatan pembelajaran matematika realistik Langkah Pemecahan Masalah Polya Dikaitkan Dengan Situasi Dunia Nyata Memahami Masalah Merencanakan Meneyelesaikan Memeriksa Kembali Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Meningkat Diperoleh Hasil .

Secara umum.A 2007/2008) oleh Pribadi Ginting. pembelajaran kontruktivisme aliran vygotsky dapat menjadi sebuah alternatif untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Beliau menyimpulkan bahwa setelah pembelajaran dilakukan. bahwa pembelajaran kontruktivisme aliran vygotsky menjadikan siswa sebagai subjek dan berinisiatif sendiri dalam kegiatan pembelajaran dan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah mengalami peningkatan setelah dilakukan tindakan.3 Kajian Penelitian yang Relevan Adapun kajian peneleitian yang relevan terhadap penelitian yang dilakukan peneliti adalah dengan judul penelitian Pembelajaran Matematika dengan Menerapkan Model Kontruktivisme Aliran Vygotsky (dengan jenis penelitian tindakan kelas yang dilakukan di kelas VII SMP Swasta Nasrani 3 Medan pada T. siswa yang proses pembelajarannya menerapkan pembelajaran kontruktivisme aliran vygotsky memiliki kemampuan pemecahan masalah yang lebih baik daripada sebelum diberikan proses pembelajaran tersebut. Secara keseluruhan.4 Hipotesis Tindakan Berdasarkan tinjauan teoritis dan kerangka konseptual. maka hipotesis penelitian ini adalah : “Penerapan teori Vygotsky dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa pada materi geometri”. Dengan kata lain. mahasiswa UNIMED Jurusan Pendidikan Matematika.64 2. . ternyata memperoleh hasil yang lebih efektif terhadap siswa. 2.

sedangkan yang menjawab salah adalah 60. jika hendak mengadakan Penelitian Tindakan Kelas yaitu penentuan subyek penelitian.Sehingga dapat diupayakan pembelajaran yang sesuai keadaan siswa.6%.3 Objek Penelitian Objek dalam penelitian ini adalah upaya meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dengan penerapan teori Vygotsky pada materi geometri di kelas IX SMP Negeri 1 Lumbanjulu T.2 Subjek Penelitian Satu masalah penting yang harus dilakukan oleh seorang peneliti.65 BAB III METODE PENELITIAN 3. Dari 5 kelas yang ada siswa kelas IX di SMP Negeri 1 Lumbanjulu T.A 2012/2013 diambil satu kelas sebagai subyek penelitian yaitu kelas IX-I yang berjumlah 36 siswa. bahwa siswa mengalami kesulitan dalam memahami dan menerapkan rumus-rumus pada materi Bangun Ruang Kubus dan Balok dengan persentase rata-rata siswa yang menjawab benar keseluruhan tes adalah 39.A 2012/2013. 3. 64 .1 Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Lumbanjulu. 3. Dari hasil tes diagnostik yang diujikan pada saat prapenelitian. Adapun alasan memilih lokasi penelitian adalah karena pada pembelajaran Bangun Ruang Kubus dan Balok menunjukkan kemampuan siswa memecahkan masalah kurang optimal.4%.

b. scaffolding. 3.5 Jenis Penelitian Pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan kualitatif yang berguna untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dengan penerapan teori vygotsky pada pokok bahasan Bangun Ruang Kubus dan Balok pada siswa kelas IX di SMP Negeri 1 Lumbanjulu. konsep ZPD.4 Definisi Operasional Untuk dapat melakukan variabel penelitian secara kuantitatif maka variabel-variabel didefinisikan sebagai berikut: a. memilih pendekatan dan strategi pemecahan dan menyelesaikan model untuk menyelesaikan masalah. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) . dan perkembangan mental dari bidang sosial ke bidang individu.66 3. Pemilihan jenis PTK karena peneliti terlibat langsung dan sudah merupakan tugas peneliti sebagai calon pendidik yang harus selalu berusaha meningkatkan mutu pendidikan. Teori Vygotsky adalah salah satu teori belajar sosial sehingga sangat sesuai dengan model pembelajaran kooperatif karena dalam model pembelajaran kooperatif terjadi interaktif sosial yaitu interaksi antara siswa dengan siswa dan antara siswa dengan guru dalam usaha menemukan konsep . Sedangkan jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Kemampuan pemecahan masalah adalah kemampuan atau kompetensi strategik yang ditunjukkan siswa dalam memahami.konsep dan pemecahan masalah. Dengan menerapkan empat prinsip dalam proses pembelajarannya yaitu sosiokultural.

6 Alat Pengumpul Data Alat yang digunakan dalam pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes. 3.67 merupakan kajian tentang situasi sosial dan pandangan untuk meningkatkan mutu tindakan yang ada di dalamnya. 1. Tahap-Tahap Sasaran Penelitian Perencanaan. dan observasi. yang dilakukan adalah • Wawancara • Untuk mengetahui kesulitan • Data siswa dalam memahami siswa kesulitan Output .3 Observasi Observasi yang dilakukan merupakan pengamatan terhadap seluruh kegiatan dan perubahan yang terjadi pada saat diberikan tindakan. ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan siswa memecahkan masalah mangalami peningkatan berdasarkan rata-rata setelah diberi teori vygotsky.6. 3.6. wawancara. yaitu Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research).7 Prosedur Penelitian Sesuai dengan jenis penelitian ini. maka penelitian ini memiliki tahap atau siklus sebagai berikut : Siklus I No.1 Tes Dalam penelitian ini diberikan tes kemampuan pemecahan masalah. 3. 3.

• Membuat observasi lembar • Untuk kondisi melihat belajar bagaimana • Data mengajar KBM kondisi yang berlangsung di kelas. untuk menemukan rumus . (pengajuan masalah yang pemdengan teori • Guru memberikan masalah • Peningkatan kepada siswa yang telah disusun Kegiatan berkaitan dalam Siswa dengan Lembar yang materi kemampuan pemecahan masalah siswa kubus dan balok dalam kehidupan sehari-hari berada pada ZPD.• Tes kemampuan pemecahan masalah I mampuan pemecahan masalah I kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal yang berkaitan dengan materi.• Untuk haman mengetahui serta pema. 2.68 materi Kubus sebagai tindakan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa. • Merancang RPP • Agar pembelajaran yang • KBM efektif berlangsung lebih terarah. Pelaksanaan. • Membuat tes ke. meliputi : • Melakukan belajaran penerapan vygotsky.

presentasi kerja).69 sosiokultur. dan luas permukaan kubus dan balok hasil • Siswa mencermati masalah yang diberikan guru. • Siswa saling memberikan argumennya masing dalam masingkegiatan . • Guru memberikan waktu kepada siswa untuk masalah secara mendiskusikan tersebut berkelompok. • Siswa berusaha mencoba menyelesaikan masalah I. • Guru mengarahkan siswa untuk membagi kelompok yang telah disusun sebelumnya. scaffolding. • Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan hal-hal yang kurang dimengerti pada masalah I.

• Guru mengamati setiap kegiatan siswa di setiap kelompok untuk melihat kesulitan-kesulitan dihadapi siswa. sedangkan yang lain • Siswa memperoleh hasil diskusinya dan guru .70 diskusi tersebut untuk menyelesaikan masalah. masingkelompok hasil meminta mempresentasikan diskusinya kolompok menanggapi. • Setelah diselesaikan guru masing masalah oleh I siswa. • Guru menanyakan kembali apa hal-hal yang masih kurang dimengerti siswa dan membimbing siswa yang mengatasi masalah yang mereka hadapi.

• Setelah diselesaikan.• Data kondisi tes proses berlangsung. I Pada tahap ini dilakukan observasi terhadap pelak. masalah I guru luas permukaan memberikan waktu kepada siswa untuk menyelesaikan masalah II. • Untuk mengetahui hasil yang dicapai oleh siswa setelah • Pemberian ke-mampuam pemecah-an masalah 3. • Hasil diskusi merupakan konsep kubus. dan seterusnya dengan prosedur penyelesaian yang sama seperti pada masalah I. pembelajaran • Data hasil tes kemampuan pemecahan masalah I . III. • Guru melakukan tanya jawab untuk menunjukkan kebenaran konsep yang telah ditemukan siswa.71 memberikan penguatan.

mengajar Evalusi berlangdilakukan untuk mengukur peningkatan ke-mampuan memecahkan matematika. mengajar guru kelas didepan yang bertugas sebagai pengamat mengisi lembar obsevasi untuk mengamati kegiatan yang terjadi selama proses belajar sung. Hasil refleksi ini . memperjelas data. sehingga diambil kesimpulan dari tindakan yang telah dilakukan. Tahap ini dilakukan untuk menganalisa dan memberikan • Hasil identifikasi arti Refleksi terhadap data yang masalah masalah baru) (hasil yang diperoleh. siswa masalah 4. peneliti kelas.72 sanaan Observasi tindakan dengan lembar KBM menggunakan observasi yang telah dibuat.

.73 kemudian digunakan sebagai dasar untuk perencanaan pada siklus berikutnya.

teori • Proses pembalajaran sama • Peningkatan seperti pada siklus I ( dengan perbaikan proses kemampuan pemecahan masalah siswa pembelajaran misal dengan bantuan alat peraga seperti . 2. Pelaksanaan.74 Siklus II No.• Untuk puan masalah II pemecahan haman mengetahui serta pema. Tahap-Tahap Sasaran Penelitian Perencanaan. 1.• KBM efektif lajaran sebagai tindak lanjut dari siklus I. yang dilakukan adalah • Mendesain RPP • Melakukan perbaikan pembe.• Tes kemampuam pemecahan masalah II kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan materi. • Membuat tes kemam. • Membuat observasi lembar • Untuk kondisi melihat belajar bagaimana • Data mengajar KBM kondisi Output yang berlangsung di kelas. meliputi : • Melakukan pembelajaran dengan penerapan vygotsky.

mana siswa yang telah kemampuan pemecahan masalah I memahami 3. Refleksi Untuk mengetahui terdapat melihat apakah kesulitan dan masih yang • Hasil identifikasi masalah dialami siswa baik kesulitan dalam ataupun memahami kesulitan materi dalam menyelesaikan masalah yang berkenaan dengan materi . 4. Observasi Untuk melihat apakah telah • ada perubahan berarti yang terjadi pada kondisi Data kondisi KBM pembelajaran di kelas setelah perbaikan program pengajaran dilakukan.• Untuk mpuan masalah II pemecahan mengetahui sejauh • Data hasil tes mana penguasaan siswa dan sejauh kurang mengerti. dll). • Pemberian tes kema.75 kerangkla dan model bangun ruang kubus dan balok.

Jika masih terdapat dilanjutkan kesulitan.. 1993:53) dalam Wiriatmadja (2000:69) sebagai berikut: Tindakan Siklus 1 Tindakan yang membutuhkan Perbaikan Situasi Masalah Tindakan Siklus 2 Dst. Keputusan Definisi Masalah Keputusan Definisi Ulang Masalah Evaluasi Asesmen Kebutuhan Evaluasi Asesmen Kebutuhan Implementasi Hipotesis/Gagasan Implementasi Hipotesis/Gagasan Revisi Rencana Tindakan Revisi Rencana Tindakan . Secara lebih rinci prosedur pelaksanaan penelitian tindakan kelas menurut model Mc..Kernan (dengan modifikasi dari Hopskin. Peneliti mengharapkan kemampuan siswa memecahkan masalah lebih baik dan dapat bertahan dalam jangka waktu yang cukup lama. pada maka siklus berikutnya.76 kubus dan balok.

siswa belum mampu memecahkan masalah .1. Reduksi data Setelah tes mengenai geometri diberikan. siswa telah mampu memecahkan masalah = skor yang diperoleh siswa = skor maksimal Sedangkan pengolongan besarnya persentase kemampuan memecahkan masalah menurut Nurkancana (1986:89) adalah sebagai berikut: . Penentuan Ketuntasan Pemecahan Masalah Secara Individu DSP = P x 100% Q Keterangan : DSP = daya serap perorangan P Q Dengan kriteria : 0 % ≤ DSP < 65 % 65 %≤ DSP ≤100% . sehingga memungkinkan adanya kesimpulan. dipelajari dan ditelaah untuk mengolongkan dan mengorganisasikan jawaban-jawaban siswa. Setelah dilakukan tes kemampuan pemecahan masalah kepada siswa.8.2 Menyajikan data Kegiatan analisis berikutnya adalah penyajian data yang diartikan sebagai kumpulan data yang terorganisasikan. untuk mengetahui sejauh mana persentasi kemampuan siswa memecahkan masalah dapat digunakan rumus: i. 3.77 T1 T2 3.8.8 Teknik Analisis Data 3. selajutnya dikoreksi hasil pekerjaan siswa.

kelas belum mampu memecahkan masalah 85 %≤ DSK ≤100% . Penentuan Persentase Siswa Mampu Memecahkan Masalah Secara Klasikal DSK = M x 100% N Ket : DSK = persentase kelas yang mampu memecahkan masalah M = banyak siswa yang telah mampu memecahkan masalah N = banyak siswa seluruhnya Dengan criteria: 0% ≤ DSK < 85 % . . kemampuan pemecahan masalah rendah 65% ≤ DSP ≤ 79%. serta sudah terdapat ketentuan ketuntasan secara individu dan klasikal yang tersebut di atas maka tujuan penelitian ini telah tecapai. kemampuan pemecahan masalah sangat rendah 55% ≤ DSP ≤ 64%. Setiap skor tes kemampuan pemecahan masalah tersebut akan dibandingkan. kemampuan pemecahan masalah tinggi 90% ≤ DSP ≤ 100%. kelas telah mampu memecahkan masalah Untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan kemampuan pemecahan masalah siswa setelah pembelajaran dengan menerapkan teori vygotsky dilihat dari hasil deskriptif skor tes kemampuan pemecahan masalah. Jika terjadi peningkatan nilai rata-rata tes kemampuan pemecahan masalah I dan tes kemampuan pemecahan masalah II maupun tes kemampuan pemecahan masalah berikutnya. kemampuan pemecahan masalah sangat tinggi ii.78 0% ≤ DSP ≤ 54%. kemampuan pemecahan masalah sedang 80% ≤ DSP ≤ 89%.

79 Lampiran 1 SIKLUS I RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN I ( RPP I ) Mata Pelajaran Pokok Bahasan : Matematika : Kubus dan Balok Sub Pokok Bahasan : Menghitung luas permukaan dan volume kubus dan balok Kelas / Semester : IX / I Jumlah Pertemuan : 2 x pertemuan Waktu : 2 x 40 menit 1. 4. Materi . Indikator Menemukan rumus luas permukaan kubus dan balok. balok. Standar Kompetensi Memahami sifat-sifat kubus. 2. Kompetensi Dasar Menghitung luas permukaan dan volume kubus dan balok. dan bagian-bagiannya serta menentukan ukurannya. 3. Menghitung luas permukaan kubus dan balok.

Skenario Pembelajaran Pertemuan I Tahap No. 5. Menggunakan rumus untuk menghitung luas permukaan kubus dan balok.  Lembar Kegiatan siswa(LKS).  Metode Pembelajaran Metode pembelajaran yang digunakan adalah penemuan. Strategi dan Metode Pembelajaran  Model Pembelajaran Model pembelajaran yang digunakan adalah model pembelajaran kontruktivisme aliran vygotsky. 6.  Strategi Pembelajaran Strategi pembelajaran yang digunakan adalah pola pembelajaran kooperatif berbasis interaksi sosial. Pembelajaran Komunikasi Kegiatan awal Kegiatan Guru Kegiatan Siswa • Membuka pelajaran menyampaikan dan • Mendengarkan tujuan pembelajaran yang Alokasi Waktu 2’ . dan pemecahan masalah. 1. pemberian tugas. Kelengkapan  Rencana Pelaksanaan Pembelajaran(RPP). tanya jawab.80 Mencari rumus luas permukaan kubus dan balok.  Buku pegangan guru dan siswa (Yudistira). Model. 7. diskusi.

• Melakukan tanya jawab dengan diajukan prasyarat sebelum memasuki materi pelajaran. • Mendengarkan dan secara tidak langsung memikirkan apa yang disampaikan guru. . 2. Appersepsi • Menanyakan materi yang sudah dipelajari masih dipahami. tetapi kurang disampaikan guru.81 tujuan pembelajaran. • Mengaitkan materi kubus dan balok dalam kehidupan seharihari. • Mendengarkan arahan guru dan bertanya memang yang jika ada masih 5’ kurang dipahami. • Menanyakan dan • Mendengarkan mengingatkan kembali materi dan memberikan argumen tentang materi prasyarat yang guru.

duduk menjadi beberapa kelompok secara heterogen sehingga di setiap • Siswa kelompok diharapkan terjadi proses sosiokultur di antara siswa. mengemukakan pengetahuan awalnya tentang konsep yang akan dibahas. • Berusaha mengeluarkan pendapat/argume n masing-masing siswa.82 guru. Pemberitahuan Kompetensi dan Indikator • Menyampaikan secara lisan • Memperhatikan dan mencermati 3' kompetensi dasar dan indikator kompetensi dasar dan yang indikator (tertera pada point . 3. • Membagi siswa • Mendengarkan arahan guru dan melaksanakan arahannya. • Memberikan dorongan kepada siswa untuk berkelompok membentuk kelompok belajar.

Pembelajaran Pengajuan masalah yang berada pada ZPD dicapai didik pokok kubus disampaikan oleh guru. 1. Tahap No. kubus dan balok dalam kehidupan sehari-hari untuk menemukan rumus luas permukaan kubus dan balok.83 2 dan 3) yang akan peserta melalui bahasan dan balok. Kegiatan Inti Kegiatan Guru Kegiatan Siswa • Memberikan masalah kepada • Menerima Lembar Kegiatan Siwa yang guru. • Memberikan • Menanyakan hal- . I(LKS I) Alokasi Waktu 10’ siswa yang telah disusun dalam diberikan Lembar Kegiatan Siswa I(LKS I) • Mencermati yang dengan berkaitan materi masalah yang ada pada LKS I.

84 kesempatan kepada untuk menanyakan halhal yang kurang dimengerti masalah 1. • Mengarahkan siswa mengerjakan masalah 1 pada LKS. menyelesaikan masalah. 2. Pembelajaran sosiokultur • Memberikan waktu siswa kepada untuk untuk pada siswa hal yang kurang dipahami masalah 1. • Dengan pembagian . • Saling memberikan argumennya masing-masing dalam diskusi untuk kegiatan tersebut dapat 25’ mendiskusikan masalah 1 secara berkelompok. pada • Berusaha mencoba menyelesaikan masalah 1.

• Memberikan dorongan kepada siswa untuk terus dapat menyelesaikan masalah mengeluarkan pendapat secara dan • Memperhatikan dan memahami masalah 1 dengan bantuan paket. • Mengontrol jalannya diskusidan mencermati persepsi siswa • Berusaha memahami masalah. berupaya dan untuk .85 kelompok yang heterogen. bertanya guru menyelesaikan masalah tersebut. berdiskusi. siswa bisa menciptakan kondisi diskusi yang efektif dan kondusif. buku diskusi antara siswa pada setiap kelompok dan bila perlu pada dalam bebas dan terbuka.

Scaffolding bantuan siswa dan • Mendengarkan arahan guru dan mencermati bantuan 1 yang 10’ kepada untuk menyelesaikan masalah tersebut. • Memberikan 3. dapat diberikan guru. memandang memahami masalah.86 yang dalam berbeda menyelesaikanya. dorongan. . menguraikan masalah ke dalam bentuk lain yang memungkinkan siswa mandiri. peringatan. yang • Mencermati guru berupa arahan guru dan mencoba kembali memahami masalah. • Bantuan diberikan dapat petunjuk.

agar kerja siswa lebih efektif. dihadapi siswa.87 • Memberikan bantuan guna menghantarkan siswa memahami masalah dan dalam terbatas penyelesaiaannya. • Berkeliling mengamati siswa memberi kerja dan arahan • Mencermati arahan guru dan terus mencoba melakukan aktivitas pemecahan masalah. • Mengamati setiap • Mengerjakan kegiatan siswa di setiap untuk kesulitankesulitan yang kelompok melihat kegiatan pemecahan masalah. .

• Bantuan diberikan demi dikurangi sehingga lebih memecahkan masalah dengan siswa bisa yang • Menyelesaikan sedikit sedikit masalah 1 dengan adanya bantuan guru dan proses sosiokultur dengan teman 20’ sekelompok.88 • Menanyakan kembali apa halhal yang masih kurang dimengerti siswa membimbing siswa masalah mengatasi yang dan • Mendengarkan dan bertanya kepada guru jika masih kesulitan dihadapi ada yang dalam memecahkan masalah. mengkonstruksi pengetahuannya sendiri. • Bantuan diberikan tergantung pada yang . mereka hadapi.

89 masalah yang dihadapi siswa. • Setelah masalah 1 • Kelompok diselesaikan oleh siswa. 4. pertanyaan diajukan kelompok atau menanggapi hasil kerja kelompok penyaji dan mengekspresikan ide-ide secara . Presentasi Hasil Kerja meminta satu guru salah kelompok terpilih menyajikan hasil kerjanya di depan kelas kelompok duduk dan lain dan yang mempresentasikan hasil diskusinya. • Memberi kesempatan kepada kelompok lain mengkritisi mendengarkan kelompok penyaji. • Memberikan tanggapan terhadap argumen atau yang oleh lain. sedangkan kelompok yanglain menanggapi.

memberikan • Memperoleh hasil diskusi dari penguatan. • Melakukan tanya • jawab untuk Bertanya kepada guru ataupun menunjukkan kebenaran konsep yang ditemukan dan telah siswa kelompok penyaji untuk menemukan hasil diskusinya. • Sesekali mengajukan pertanyaan untuk memastikan pemecahan masalah dan ditanggapi penyaji dapat oleh • Kelompok mengecek kembalihasil kerjanya mengajukan masukan pertanyaan atau atas dan lain beda pemecahan masalah dan kelompok lain.90 terbuka. mendiskusikan untuk hasil memadu pemikiran beberapa kelompok. .

Tahap No. Pembelajaran Pelaporan seperti Lembar Kegiatan Siswa I (LKS I). 1. memberikan waktu siswa kepada untuk kembali pola luas kegiatan di atas sehingga ditemukan konsep pemecahan masalah pada menyelesaikan masalah 2. • Setelah masalah 1 • Mengikuti diselesaikan.91 masalah 1 yaitu konsep permukaan kubus. . Kegiatan Akhir Kegiatan Guru Kegiatan Siswa • Memberikan kesempatan kepada untuk menanyakan siswa • Bertanya pada Alokasi Waktu 5’ guru tentang halhal yang kurang dimengerti.3. dan seterusnya dengan prosedur penyelesaian yang sama pemecahan masalah 1.

• Memberikan tugas • Mendengarkan sebagai untuk latihan dikerjakan dan melaksanakan arahan guru. Appersepsi • Menanyakan materi yang sudah dipelajari masih dipahami. Alokasi Waktu 2’ kurang dipahami.92 kembali yang dimengerti hal-hal kurang pada materi yang baru dipelajari. Pembelajaran Komunikasi Kegiatan awal Kegiatan Guru Kegiatan Siswa • Membuka pelajaran menyampaikan tujuan pembelajaran. . 2. 1. di rumah. tetapi kurang • Mendengarkan arahan guru dan bertanya memang yang jika ada masih 5’ dan • Mendengarkan tujuan pembelajaran yang disampaikan guru. Pertemuan II Tahap No.

permukaan kubus dan sebelum memasuki materi pelajaran baru. menjadi beberapa kelompok secara heterogen .93 • Menanyakan dan • Mendengarkan mengingatkan kembali rumus konsep luas dan memberikan argumen tentang materi sebelumnya. • Melakukan tanya jawab guru. • Mengaitkan materi kubus dan balok dalam balok • Mendengarkan dan secara tidak langsung memikirkan apa yang disampaikan guru. • Membagi siswa • Mendengarkan arahan guru dan melaksanakan arahannya. dengan kehidupan seharihari.

indikator (tertera pada point 2 dan 3) yang akan peserta melalui bahasan dicapai didik pokok kubus . • Memberikan dorongan kepada siswa untuk duduk berkelompok membentuk kelompok belajar. Pemberitahuan Kompetensi dan Indikator • Menyampaikan secara lisan • Memperhatikan dan mencermati 3’ kompetensi dasar dan indikator kompetensi dasar dan yang disampaikan oleh guru. • Berusaha mengeluarkan pendapat/argume n masing-masing siswa.94 sehingga di setiap • Siswa kelompok diharapkan terjadi proses sosiokultur di antara siswa. mengemukakan pengetahuan awalnya tentang konsep yang akan dibahas. 3.

kubus dan balok dalam kehidupan sehari-hari untuk menggunakan rumus luas permukaan kubus dan balok. 1. diberikan Alokasi Waktu 10’ siswa yang telah disusun dalam Lembar Kegiatan Siswa II(LKS II) • Mencermati yang dengan berkaitan materi masalah yang ada pada LKS II. Pembelajaran Pengajuan masalah yang berada pada ZPD Kegiatan Inti Kegiatan Guru Kegiatan Siswa • Memberikan masalah kepada • Menerima Lembar Kegiatan Siwa II(LKS II) yang guru. pada . Tahap No.95 dan balok. • Memberikan kesempatan kepada untuk menanyakan halhal yang kurang siswa • Menanyakan halhal yang kurang dipahami masalah 1.

Pembelajaran sosiokultur • Memberikan waktu siswa kepada untuk • Saling memberikan argumennya masing-masing dalam diskusi untuk kegiatan tersebut dapat 25’ mendiskusikan masalah 1 secara berkelompok.96 dimengerti masalah 1. siswa bisa menciptakan kondisi diskusi yang efektif dan . untuk masalah 1 pada LKS. menyelesaikan masalah. • Dengan pembagian kelompok yang heterogen. 2. • Mengarahkan siswa mengerjakan pada • Berusaha mencoba menyelesaikan masalah 1.

.97 kondusif. berdiskusi. • Memberikan dorongan kepada siswa untuk terus dapat menyelesaikan masalah mengeluarkan pendapat secara dan • Memperhatikan dan memahami masalah 1 dengan bantuan paket. berupaya dan untuk menyelesaikanny a. bertanya guru menyelesaikan masalah tersebut. • Mengontrol jalannya diskusidan mencermati persepsi yang dalam memandang memahami masalah. buku diskusi antara siswa pada setiap kelompok dan bila perlu pada dalam bebas dan terbuka. dan siswa berbeda • Berusaha memahami masalah.

.98 • Memberikan 3. Scaffolding bantuan siswa kepada untuk • Mendengarkan arahan guru dan mencermati bantuan 1 yang 10’ menyelesaikan masalah tersebut. • Mencermati arahan guru dan mencoba kembali memahami masalah. dorongan. • Bantuan diberikan dapat petunjuk. peringatan. • Memberikan bantuan guna menghantarkan siswa dalam terbatas dapat yang guru berupa diberikan guru. menguraikan masalah ke dalam bentuk lain yang memungkinkan siswa mandiri.

• Berkeliling mengamati siswa memberi kerja dan arahan • Mencermati arahan guru dan terus mencoba melakukan aktivitas pemecahan masalah. • Mengamati setiap • Mengerjakan kegiatan siswa di setiap untuk kesulitankesulitan yang kelompok melihat kegiatan pemecahan masalah. agar kerja siswa lebih efektif.99 memahami masalah dan penyelesaiaannya. • Menanyakan kembali apa halhal yang masih kurang dimengerti siswa membimbing dan • Mendengarkan dan bertanya kepada guru jika masih kesulitan dihadapi ada yang dalam . dihadapi siswa.

• Bantuan diberikan tergantung masalah pada yang yang dihadapi siswa. 20’ mengkonstruksi pengetahuannya sendiri. • Bantuan diberikan demi dikurangi sehingga lebih memecahkan 4. meminta guru salah terpilih menyajikan hasil kerjanya di depan yang . • Setelah masalah 1 • Kelompok diselesaikan oleh siswa. Presentasi Hasil Kerja masalah dengan siswa bisa yang • Menyelesaikan sedikit sedikit masalah 1 dengan adanya bantuan guru dan proses sosiokultur dengan teman sekelompok. mereka hadapi.100 siswa masalah mengatasi yang memecahkan masalah.

sedangkan kelompok yanglain menanggapi. pertanyaan diajukan kelompok atau menanggapi hasil kerja kelompok penyaji dan mengekspresikan ide-ide terbuka. • Sesekali mengajukan pertanyaan untuk memastikan pemecahan secara • Kelompok mengecek kembalihasil kerjanya mengajukan lain dan . • Memberi kesempatan kepada kelompok lain mengkritisi mendengarkan kelompok penyaji. • Memberikan tanggapan terhadap argumen atau yang oleh lain.101 satu kelompok kelas kelompok duduk dan lain dan mempresentasikan hasil diskusinya.

• Setelah masalah 1 • Mengikuti . • Melakukan tanya • jawab untuk Bertanya kepada guru ataupun menunjukkan kebenaran konsep yang ditemukan dan telah siswa kelompok penyaji untuk menemukan hasil diskusinya.102 masalah dan ditanggapi penyaji dapat oleh masukan pertanyaan atau atas beda pemecahan masalah dan kelompok lain. memberikan • Memperoleh hasil diskusi dari penguatan. masalah 1 yaitu menggunakan rumus untuk menghitung luas permukaan balok. mendiskusikan untuk hasil memadu pemikiran beberapa kelompok.

dan seterusnya dengan prosedur penyelesaian yang sama pemecahan masalah 1. Tahap No. 1. .3. materi yang baru dipelajari. Pembelajaran Pelaporan seperti Lembar Kegiatan Siswa II (LKS II). memberikan waktu siswa kepada untuk kembali pola kegiatan di atas sehingga ditemukan konsep pemecahan masalah pada menyelesaikan masalah 2.103 diselesaikan. Kegiatan Akhir Kegiatan Guru Kegiatan Siswa • Memberikan kesempatan kepada untuk menanyakan kembali yang dimengerti hal-hal kurang pada siswa • Bertanya pada Alokasi Waktu 5’ guru tentang halhal yang kurang dimengerti.

104 • Memberikan tugas • Mendengarkan sebagai untuk latihan dikerjakan dan melaksanakan arahan guru. Suatu tempat pembuangan sampah berbentuk balok ABCD. Penilaian Teknik : Tes Kemampuan Pemecahan Masalah Buku Instrumen : Pertanyaan Tertulis Instrumen : 1. 20. Tentukan luas kotak tersebut jika bagian atas kotak tersebut dibuka (tanpa tutup)! 2. Panjang rusuk seluruhnya 60 m.00 tiap m2. dan CG adalah tnggi dari kubus.EFGH. Hitunglah harga bahan yang dibutuhkan! . BC adalah lebar kubus. Jika balok tersebut akan dibuat dari bahan kayu triplek yang harganya Rp. BC = (x + 3) m. 8. dan CG = 2x m. dimana AB adalah panjang kubus.000. Jika diberikan suatu kotak berbentuk kubus ABCD. di rumah.EFGH dengan AB = (2x + 2) m.

Kompetensi Dasar Menghitung luas permukaan dan volume kubus dan balok. 5. dan bagian-bagiannya serta menentukan ukurannya. 2.105 SIKLUS II RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN II ( RPP II ) Mata Pelajaran Pokok Bahasan : Matematika : Kubus dan Balok Sub Pokok Bahasan : Menghitung luas permukaan dan volume kubus dan balok Kelas / Semester : IX / I Jumlah Pertemuan : 2 x pertemuan Waktu : 2 x 40 menit 1. Indikator Menentukan rumus volume kubus dan balok. Materi Mencari rumus volume kubus dan balok. balok. Menggunakan rumus untuk mnentukan volume kubus dan balok. 4. 3. Model. Standar Kompetensi Memahami sifat-sifat kubus. Strategi dan Metode Pembelajaran .

7.  Strategi Pembelajaran Strategi pembelajaran yang digunakan adalah pola pembelajaran kooperatif berbasis interaksi sosial. 6. Skenario Pembelajaran .106  Model Pembelajaran Model pembelajaran yang digunakan adalah model pembelajaran kontruktivisme aliran vygotsky.  Buku pegangan guru dan siswa (Yudistira).  Alat Peraga (Kerangka dan model-model bangun ruang kubus dan balok). diskusi. tanya jawab.  Metode Pembelajaran Metode pembelajaran yang digunakan adalah penemuan. dan pemecahan masalah. Kelengkapan  Rencana Pelaksanaan Pembelajaran(RPP).  Lembar Kegiatan siswa(LKS). pemberian tugas.

2. ada yang masih kurang dipahami. Appersepsi • Menanyakan materi • Mendengarkan arahan dan jika guru bertanya memang 5’ yang sudah dipelajari tetapi masih kurang dipahami.107 Pertemuan I Tahap No. sebelum materi . • Menanyakan dan • Mendengarkan dan memberikan argumen tentang materi sebelumnya yang diajukan mengingatkan kembali materi pada pertemuan sebelumnya memasuki pelajaran baru. Alokasi Waktu 2’ menyampaikan tujuan pembelajaran. Pembelajaran Komunikasi Kegiatan awal Kegiatan Guru Kegiatan Siswa • Membuka dan pelajaran • Mendengarkan tujuan pembelajaran yang disampaikan guru. 1.

108 guru. dan materi • Mendengarkan balok dan secara kehidupan tidak langsung memikirkan apa yang disampaikan guru. • Mengaitkan kubus dalam sehari-hari. • Membagi menjadi kelompok siswa • Mendengarkan beberapa secara arahan dan melaksanakan arahannya. • Melakukan tanya jawab dengan guru. • Memberikan dorongan • Berusaha kepada siswa untuk mengeluarkan . berkelompok membentuk kelompok belajar. duduk guru heterogen sehingga di setiap diharapkan kelompok terjadi • Siswa proses sosiokultur di antara siswa.

indikator yang disampaikan oleh guru. Pemberitahuan Kompetensi dan Indikator lisan kompetensi dasar dan indikator (tertera pada point 2 dan 3) yang akan dicapai dan mencermati kompetensi dasar dan 3’ peserta didik melalui pokok bahasan kubus dan balok. pendapat/argu men masing- masing siswa. . • Menyampaikan secara • Memperhatikan 3.109 mengemukakan pengetahuan awalnya tentang konsep yang akan dibahas.membagi. • Menyiapkan. memecahkan masalah. • Mendengarkan dan menjelaskan alat peraga bantu memudahkan memahami sebagai alat untuk siswa dan dan berusaha memahami penjelasan guru.

untuk siswa • Berusaha mencoba kepada untuk hal-hal kurang pada • Menanyakan hal-hal kurang dipahami pada masalah 1.110 Tahap No. Pembelajaran Pengajuan masalah yang berada pada ZPD Kegiatan Inti Kegiatan Guru Kegiatan Siswa • Memberikan masalah • Menerima kepada siswa yang Lembar Kegiatan III(LKS Siwa III) Alokasi Waktu 10’ telah disusun dalam Lembar Siswa Kegiatan III(LKS III) yang diberikan guru. • Mengarahkan 2. yang berkaitan dengan materi balok kubus dan • Mencermati dalam masalah yang kehidupan sehari-hari untuk menemukan ada pada LKS III. yang mengerjakan . 1. • Memberikan kesempatan siswa menanyakan yang dimengerti masalah 1. rumus volume kubus dan balok.

Pembelajaran sosiokultur • Memberikan waktu • Saling memberikan argumennya secara masing-masing dalam kegiatan diskusi tersebut untuk dapat 25’ kepada siswa untuk mendiskusikan masalah 1 berkelompok. • Memberikan dorongan • Memperhatikan kepada siswa untuk terus menyelesaikan masalah 3. menyelesaikan masalah 1. menyelesaikan masalah. • Memberi dorongan • Menggunakan alat untuk memudahkan pemecahan masalah. peraga kepada siswa untuk dapat memaxsimalkan penggunaan peraga yang alat telah diberikan. mengeluarkan dan dapat dan memahami masalah 1 dengan bantuan buku diskusi paket.111 masalah 1 pada LKS. antara .

. diberikan guru. memandang memahami • Memberikan bantuan • Mendengarkan Scaffolding kepada siswa untuk menyelesaikan masalah 1 tersebut. dan berupaya untuk menyelesaikan nya. • Bantuan yang arahan dan mencermati bantuan yang guru 10’ diberikan guru dapat berupa petunjuk. berdiskusi. • Mengontrol diskusi mencermati jalannya • Berusaha dan persepsi memahami masalah. siswa setiap pada kelompok dan bila bertanya guru perlu pada dalam menyelesaikan masalah tersebut.112 pendapat secara bebas dan terbuka. siswa yang berbeda dalam dan masalah.

dorongan. siswa lebih setiap kelompok untuk melihat kesulitan- . menguraikan masalah ke dalam bentuk lain yang memungkinkan siswa dapat mandiri. • Mengamati kegiatan setiap • Mengerjakan siswa di kegiatan pemecahan masalah. • Memberikan bantuan • Mencermati terbatas guna arahan dan guru mencoba menghantarkan siswa dalam masalah penyelesaiaannya.113 peringatan. guru terus memberi arahan agar kerja efektif. • Berkeliling mengamati • Mencermati kerja siswa dan arahan dan mencoba melakukan aktivitas pemecahan masalah. memahami dan kembali memahami masalah.

• Bantuan Presentasi Hasil Kerja diberikan pada yang tergantung yang sekelompok. . yang mereka hadapi. 4. 20’ masalah dihadapi siswa.114 kesulitan dihadapi siswa. • Bantuan yang • Menyelesaikan masalah 1 diberikan sedikit demi sedikit dikurangi dengan adanya bantuan dan guru proses sehingga siswa lebih bisa masalah memecahkan dengan sosiokultur dengan teman mengkonstruksi pengetahuannya sendiri. yang • Menanyakan kembali • Mendengarkan apa masih hal-hal yang kurang dan kepada bertanya guru dimengerti siswa dan membimbing mengatasi siswa masalah jika masih ada kesulitan yang dihadapi dalam memecahkan masalah.

yang lain menanggapi. guru meminta salah satu kelompok mempresentasikan hasil sedangkan diskusinya. kelompok di depan kelas dan kelompok lain duduk dan mendengarkan kelompok penyaji. • Memberi kesempatan • Memberikan kepada kelompok lain mengkritisi menanggapi kerja penyaji atau hasil kelompok dan tanggapan terhadap argumen pertanyaan yang diajukan oleh kelompok lain. atau mengekspresikan ideide secara terbuka.115 • Setelah masalah 1 • Kelompok yang oleh terpilih menyajikan hasil kerjanya diselesaikan siswa. • Sesekali mengajukan • Kelompok lain untuk mengecek kembalihasil masalah dapat kerjanya mengajukan dan pertanyaan memastikan pemecahan penyaji dan .

• Memperoleh hasil diskusi dari masalah 1 yaitu konsep volume kubus. oleh masukan atau pertanyaan atas beda pemecahan masalah dan mendiskusikan untuk memadu hasil pemikiran beberapa kelompok. menemukan hasil diskusinya. • Melakukan jawab menunjukkan kebenaran konsep tanya • untuk Bertanya kepada ataupun kelompok penyaji untuk guru yang telah ditemukan siswa dan memberikan penguatan. .116 ditanggapi kelompok lain.

.117 • Setelah masalah 1 • Mengikuti kembali pola diselesaikan. memberikan waktu kegiatan di atas sehingga ditemukan kepada siswa untuk menyelesaikan masalah seterusnya 2. pada prosedur penyelesaian yang sama seperti pemecahan masalah 1.3. dan dengan konsep pemecahan masalah Lembar Kegiatan Siswa III (LKS III).

pada tentang yang Alokasi Waktu 5’ menanyakan kembali hal-hal yang kurang dimengerti materi dipelajari. sebagai latihan untuk dikerjakan di rumah. .118 Tahap No. Pembelajaran Pelaporan Kegiatan Akhir Kegiatan Guru Kegiatan Siswa • Memberikan kesempatan siswa kepada untuk • Bertanya guru hal-hal kurang dimengerti. 1. • Memberikan yang pada baru tugas • Mendengarkan dan melaksanakan arahan guru.

2.119 Pertemuan II Tahap No. 1. Pembelajaran Komunikasi Kegiatan awal Kegiatan Guru Kegiatan Siswa • Membuka dan pelajaran • Mendengarkan tujuan pembelajaran yang disampaikan guru. Appersepsi • Menanyakan materi • Mendengarkan arahan dan jika guru bertanya memang 5’ Alokasi Waktu 2’ menyampaikan tujuan pembelajaran. • Mengaitkan materi • Mendengarkan . mengingatkan kembali konsep rumus volume kubus sebelum dan balok memasuki materi pelajaran baru. yang sudah dipelajari tetapi masih kurang dipahami. • Menanyakan dan • Mendengarkan dan memberikan argumen tentang materi sebelumnya. ada yang masih kurang dipahami.

120 kubus dalam dan balok dan secara kehidupan tidak langsung memikirkan apa yang sehari-hari. • Menyiapkan. • Membagi menjadi kelompok siswa • Mendengarkan beberapa secara arahan dan melaksanakan arahannya. disampaikan guru.membagi. berkelompok membentuk kelompok belajar. • Melakukan tanya jawab dengan guru. • Mendengarkan dan menjelaskan alat peraga bantu sebagai alat untuk dan berusaha memahami penjelasan . duduk guru heterogen sehingga di setiap diharapkan kelompok terjadi • Siswa proses sosiokultur di antara siswa.

Pemberitahuan Kompetensi dan Indikator • Menyampaikan secara • Memperhatikan lisan kompetensi dasar dan indikator (tertera pada point 2 dan 3) yang akan dicapai dan mencermati kompetensi dasar dan 3’ mengeluarkan pendapat/argu men masing- masing siswa. • Memberikan dorongan • Berusaha kepada siswa untuk mengemukakan pengetahuan awalnya tentang konsep yang akan dibahas. . indikator yang disampaikan oleh guru.121 memudahkan memahami siswa dan guru. peserta didik melalui pokok bahasan kubus dan balok. memecahkan masalah. 3.

yang berkaitan dengan materi balok kubus dan • Mencermati dalam masalah yang kehidupan sehari-hari untuk menggunakan ada pada LKS IV. 2. • Memberikan kesempatan siswa menanyakan yang dimengerti masalah 1.122 No. Pembelajaran kepada untuk hal-hal kurang pada • Menanyakan hal-hal kurang dipahami pada masalah 1. yang mengerjakan masalah 1 pada LKS. Pengajuan masalah yang berada pada ZPD • Memberikan masalah • Menerima kepada siswa yang Lembar Kegiatan IV(LKS Siwa IV) 10’ telah disusun dalam Lembar Siswa Kegiatan IV(LKS IV) yang diberikan guru. • Mengarahkan untuk siswa • Berusaha mencoba menyelesaikan masalah 1. . Tahap Pembelajaran Kegiatan Inti Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Alokasi Waktu 1. rumus volume kubus dan balok.

123 sosiokultur • Memberikan waktu • Saling memberikan argumennya secara masing-masing dalam kegiatan diskusi tersebut untuk dapat 25’ kepada siswa untuk mendiskusikan masalah 1 berkelompok. menyelesaikan masalah. • Memberi dorongan • Menggunakan alat untuk memudahkan pemecahan masalah. • Memberikan dorongan • Memperhatikan kepada siswa untuk dan memahami . siswa bisa menciptakan kondisi diskusi yang efektif dan kondusif. peraga yang alat telah diberikan. • Dengan pembagian kelompok yang heterogen. peraga kepada siswa untuk dapat memaxsimalkan penggunaan 3.

berdiskusi. antara pada pendapat secara bebas dan terbuka. . memandang memahami • Memberikan bantuan • Mendengarkan kepada siswa untuk menyelesaikan masalah 1 tersebut. menyelesaikan masalah tersebut. dan berupaya untuk menyelesaikan nya. siswa yang berbeda dalam dan 4. • Bantuan yang arahan dan mencermati bantuan yang guru diberikan guru dapat diberikan guru. • Mengontrol diskusidan mencermati persepsi jalannya • Berusaha memahami masalah.124 terus menyelesaikan masalah mengeluarkan dapat masalah 1 dengan bantuan dan buku diskusi siswa setiap kelompok dan bila bertanya guru perlu pada dalam paket. Scaffolding masalah.

125 berupa petunjuk. kesulitanyang . siswa lebih setiap kelompok untuk melihat kesulitan dihadapi siswa. • Memberikan bantuan • Mencermati terbatas guna arahan dan guru mencoba menghantarkan siswa dalam masalah penyelesaiaannya. memahami dan kembali memahami masalah. dorongan. menguraikan masalah ke dalam bentuk lain yang memungkinkan 10’ siswa dapat mandiri. • Mengamati kegiatan setiap • Mengerjakan siswa di kegiatan pemecahan masalah. peringatan. guru terus memberi arahan agar kerja efektif. • Berkeliling mengamati • Mencermati kerja siswa dan arahan dan mencoba melakukan aktivitas pemecahan masalah.

126 • Menanyakan kembali • Mendengarkan apa masih hal-hal yang kurang dan kepada bertanya guru dimengerti siswa dan membimbing mengatasi siswa masalah jika masih ada kesulitan yang dihadapi dalam memecahkan masalah. guru meminta salah satu kelompok mempresentasikan di depan kelas . masalah dihadapi siswa. yang mereka hadapi. • Bantuan diberikan pada yang tergantung yang sekelompok. Presentasi Hasil Kerja • Setelah masalah 1 • Kelompok yang oleh terpilih menyajikan hasil kerjanya diselesaikan siswa. • Bantuan yang • Menyelesaikan masalah 1 diberikan sedikit demi sedikit dikurangi dengan adanya bantuan dan guru proses sehingga siswa lebih bisa masalah memecahkan dengan sosiokultur dengan teman mengkonstruksi pengetahuannya sendiri.

• Memberi kesempatan • Memberikan kepada kelompok lain mengkritisi menanggapi kerja penyaji atau hasil kelompok dan tanggapan terhadap argumen pertanyaan yang diajukan oleh kelompok lain. kelompok dan kelompok lain duduk dan mendengarkan kelompok penyaji. yang lain menanggapi. atau 20’ mengekspresikan ideide secara terbuka. • Sesekali mengajukan • Kelompok lain untuk mengecek kembalihasil masalah dapat oleh kerjanya mengajukan masukan atau dan pertanyaan memastikan pemecahan penyaji ditanggapi kelompok lain.127 hasil sedangkan diskusinya. dan pertanyaan atas beda pemecahan masalah dan mendiskusikan untuk memadu hasil pemikiran .

• Memperoleh hasil diskusi dari masalah 1 yaitu menggunakan rumus untuk memecahkan masalah terkait dunia nyata.128 beberapa kelompok. dan dengan konsep pemecahan . menemukan hasil diskusinya.3. • Setelah masalah 1 • Mengikuti kembali waktu pola diselesaikan. • Melakukan jawab menunjukkan kebenaran konsep tanya • untuk Bertanya kepada ataupun kelompok penyaji untuk guru yang telah ditemukan siswa dan memberikan penguatan. memberikan kegiatan di atas sehingga ditemukan kepada siswa untuk menyelesaikan masalah seterusnya 2..

Kegiatan Siswa IV (LKS IV).129 prosedur penyelesaian yang sama seperti masalah Lembar pada pemecahan masalah 1. .

130

Tahap No. Pembelajaran

Kegiatan Akhir Kegiatan Guru Kegiatan Siswa

Alokasi Waktu

1.

Pelaporan

• Memberikan kesempatan siswa kepada untuk

• Bertanya guru hal-hal kurang dimengerti.

pada tentang yang

5’

menanyakan kembali hal-hal yang kurang dimengerti materi dipelajari. • Memberikan yang pada baru

tugas • Mendengarkan dan melaksanakan arahan guru.

sebagai latihan untuk dikerjakan di rumah.

8. Penilaian Teknik : Tes Kemampuan Pemecahan Masalah Buku Instrumen : Pertanyaan Tertulis Instrumen : 1. Akan dibuat sebuah bak penampungan air dari bahan baja anti karat berbentuk balok ABCD, EFGH. AB = Panjang, BC = lebar, dan BF = Tinggi. Jika panjang, lebar,dan tinggi ukurannya berturut-turut 3x cm, 2x cm, dan 2 (x+20) cm. Tentukan volume balok! (dalam x).

131

2.

Sebuah akuarium mempunyai ukuran panjang, lebar dan tinggi berturutturut 60 cm, 45 cm, dan 50 cm. akuarium itu terisih penuh air. Jika 36 liter airnya dipindahkan ketempat lain, maka tinggi air dalam akuarium sekarang adalah…..

132

Lampiran 3 LEMBAR KEGIATAN SISWA I (LKS I) Mata Pelajaran Kelas : Matematika : IX SMP Negeri 1 LumbanJulu

Pokok Bahasan : Kubus dan Balok Indikator 1. : Menemukan rumus luas permukaan kubus dan balok

Jika diberikan suatu kotak berbentuk kubus ABCD.EFGH tanpa tutup, dimana AB adalah panjang kubus, BC adalah lebar kubus, dan CG adalah tinggi dari kubus.panjang sisinya = r. Tentukan luas permukaan kotak tersebut! Jawaban: • Memahami masalah Diketahui : …………………………………………………………………. …………………………………………………………………. Ditanya : …………………………………………………………………. …………………………………………………………………. • Merencanakan pemecahan masalah Kotak ABCD.EFGH dapat digambarkan sebagai berikut :

…………………….

EFGH dapat digambarkan sebagai berikut : .x…. dan tinggi pada gambar) Panjang rusuk (….) = …….) = 6 x Luas bidang • Melaksanakan pemecahan masalah Lp = 6 x Luas bidang sisi – 1 Luas bidang sisi = 6 (….EFGH..) – (…. • Merencanakan pemecahan masalah Kotak ABCD. lebar. jika p = 2l = 3t. …………………………………………………………………. Tentukanlah luas permukaan balok tersebut! Jawaban : • Memahami masalah Diketahui : …………………………………………………………………. dengan panjang AB = p.133 (tentukan letak panjang. Ditanya : …………………………………………………………………. Diberikan balok ABCD.) = ………….) – (…..x….. tinggi AE = t. Luas permukaan (…. lebar BC = l. ………………………………………………………………….satuan luas • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar 2.) = 6 (….

Maka.... ) = 2 (……) = ……. . Lebar (….. Luas permukaan(….. Luas permukaan (…. . (tentukan letak panjang.... Jika panjang kawat seluruhnya tidak lebih dari 240 cm.) = ………….. maka nilai x adalah……...) = 2 (pl + pt + lt) • Melaksanakan pemecahan masalah l= p = 2l ⇒ l= p = 3t ⇒ . .134 …………………….. +…. Jawaban : • Memahami masalah .) = 2 (pl + pt + lt) = 2 (…...EFGH dengan AB = (2x + 3) cm.) = …………. Kerangka balok ABCD....satuan luas • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar 3.+ ……. dan CG = 2x cm. dan tinggi pada gambar) Panjang(….... lebar. BC = (x + 2) cm.. Tinggi (…..) = ………….

………………………………………………………………….cm • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar 4. • Merencanakan pemecahan masalah Balok ABCD. …………………………………………………………………. lebar.) = …………. Tinggi (….) = ………….. (tentukan letak panjang. Sebuah lemari dari kayu berbentuk balok. Ditanya : ………………………………………………………………….+……) = 4 (……. Panjang kawat seluruhnya = 4p + 4l + 4t = 4 (p + l + t) • Melaksanakan pemecahan masalah Panjang kawat seluruhnya = 4 (p + l + t) (………) (………) x = 4 (…… +…….) =…….EFGH dapat digambarkan sebagai berikut : ……………………..135 Diketahui : …………………………………………………………………. dan tinggi pada gambar) Panjang(…. lebar lemari x cm dan tinggi lemari 4x cm. Panjang lemari 2x cm. Berapa cm2 yang dibutuhkan untuk membuat lemari tersebut? .) = …………. Lebar (….

dan tinggi pada gambar) Panjang(….) = 2 (…. (tentukan letak panjang.) = ………….136 Jawaban : • Memahami masalah Diketahui : ………………………………………………………………….) = …………. Ditanya : …………………………………………………………………. Lebar (….) = ……cm2 • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar .. Tinggi (….) = 2 (pl + pt + lt) = 2 (…. Luas permukaan (….+……+…. • Merencanakan pemecahan masalah Lemari dari kayu dapat digambarkan sebagai berikut : …………………….) = …………. ………………………………………………………………….) = 2 (pl + pt + lt) • Melaksanakan pemecahan masalah Luas permukaan (…. …………………………………………………………………. lebar.

Suatu tempat pembuangan sampah berbentuk balok ABCD. 20. Ditanya : ………………………………………………………………….000. …………………………………………………………………. Hitunglah harga bahan yang dibutuhkan! Jawaban : • Memahami masalah Diketahui : ………………………………………………………………….137 Lampiran 4 LEMBAR KEGIATAN SISWA II (LKS II) Mata Pelajaran Kelas : Matematika : IX SMP Negeri 1 LumbanJulu Pokok Bahasan : Kubus dan Balok Indikator : Menggunakan rumus untuk menghitung luas permukaan kubus dan balok 1.EFGH dengan AB = (2x + 2) m. • Merencanakan pemecahan masalah Balok ABCD.00 tiap m2. Jika balok tersebut akan dibuat dari bahan kayu triplek yang harganya Rp. Panjang rusuk seluruhnya 60 m. dan CG = 2x m.EFGH dapat digambarkan sebagai berikut : . BC = (x + 3) m. ………………………………………………………………….

Tinggi (….) = 4 (……) = …….) (……..rupiah . lebar.) = (……) Luas permukaan(….) = ………….) = …………. ) = 2 (……) = …….138 ……………………. Panjang rusuk seluruhnya = 4 (p + l + t) Luas permukaan (….. +….20.) = 2 (pl + pt + lt) = 2 (….) = ………….satuan luas Harga bahan yang dibutuhkan = Lp x Rp. (tentukan letak panjang.+…. dan tinggi pada gambar) Panjang(….+ …….000/ m2 = ……….+….) = (……) Lebar (…) = (…. m Maka diperoleh : panjang (….) = 2 (pl + pt + lt) • Melaksanakan pemecahan masalah Panjang kawat seluruhnya= 4 (p + l + t) (…….) Tinggi (….) x = 4 (….. Lebar (….

) = ………….) = …………. Ditanya : …………………………………………………………………. Jika panjang balok dan lebarnya berselisih 5 cm. ………………………………………………………………….) = 2 (p + l) t Luas permukaan (…. • Merencanakan pemecahan masalah Mainan tersebut dapat digambarkan sebagai berikut : ……………………. dan tinggi pada gambar) Panjang(…. Sebuah mainan anak-anak berbentuk balok.) = …………. Luas selubung (…. …………………………………………………………………. Tinggi (…. Hitunglah berapa cm2 yang dibutuhkan untuk membuat kotak mainan tersebut? Jawaban : • Memahami masalah Diketahui : …………………………………………………………………. tinggi balok 4 cm dan luas selubungnya 360 cm 2.139 • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar 2. (tentukan letak panjang. lebar.) = 2 (pl + pt + lt) • Melaksanakan pemecahan masalah Luas selubung = 2 (p + l) t . Lebar (….

Tentukan berapa m 2 baja anti karat yang dibutuhkan untuk membuat bak tersebut! Jawaban : = …….. Sebuah bak mandi berbentuk kubus dengan panjang rusuknya 1 m. + l) t l Maka. …………………………………………………………………. • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar 3. • Merencanakan pemecahan masalah ..bak tersebut akan dilapisi dengan baja anti karat.. ) = 2 (……) = …….)= 2 (…. ………………………………………………………………….) = 2 (pl + pt + lt) = 2 (….+ ……. Ditanya : ………………………………………………………………….cm • Memahami masalah Diketahui : ………………………………………………………………….cm Luas permukaan(….satuan luas Jadi yang dibutuhkan untuk membuat mainan tersebut adalah……. +….140 (….. Panjang (…) =……… = …….

…………………………………………………………………. Dua buah kubus.) = 6 a2 • Melaksanakan pemecahan masalah Baja yang dibutuhkan = luas permukaan kubus = ………….m2 • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar 4. = ….00 tiap cm2! Jawaban : • Memahami masalah Diketahui : …………………………………………………………………. 2500. ………………………………………………………………….141 Bak mandi tersebut dapat digambarkan sebagai berikut : …………………. (tentukan letak panjang. a. Luas permukaan (…. Hitunglah panjang rusuk kedua kubus tersebut! b. jika harga bahannya Rp. lebar.) = …………. . Hitunglah selisih harga yang dibutuhkan untuk membuat kedua kubus tersebut.. Ditanya : …………………………………………………………………. dan tinggi pada gambar) Panjang rusuk (…. panjang rusuknya berselisih 4 cm dan luas permukaannya berselisih 192 cm2.

.2500 = …………. maka L1 = 6 (…. • Melaksanakan pemecahan masalah a. Luas permukaan II =……...) L2 = 6 (….. r1 – r2 = …….…….. (tentukan letak panjang rusuk pada gambar) r1 = ... r2 =…….) Jadi ..2500 = ………… Selisih harga yang dibutuhkan adalah ……….cm. Harga bahan yang dibutuhkan untuk kubus I = L1 x Rp. Jika r1 =…… dan r2 = …..142 • Merencanakan pemecahan masalah Kubus dapat digambarkan sebagai berikut : …………………….. diperoleh r1 = ……. Maka luas permukaan I = …….. L1 – L2 =…….) = 6 r2 L1 – L2 = ….cm ⇒ Luas permukaan (…. Harga bahan yang dibutuhkan untuk kubus II = L2 x Rp.cm2 maka L1 = …. …… ..= …….cm b. L1 – L2 =………. .

Jika panjang. dan 2 (x+20) cm. • Merencanakan pemecahan masalah Bak penampungan air tersebut dapat digambarkan sebagai berikut : . Ditanya : …………………………………………………………………. …………………………………………………………………. 2x cm. Tentukan volume balok! (dalam x) Jawaban: • Memahami masalah Diketahui : …………………………………………………………………. lebar. dan BF = Tinggi. EFGH.143 • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar Lampiran 5 LEMBAR KEGIATAN SISWA III (LKS III) Mata Pelajaran Kelas : Matematika : IX SMP Negeri 1 LumbanJulu. : Menemukan rumus volume kubus dan balok Akan dibuat sebuah bak penampungan air dari bahan baja anti karat berbentuk balok ABCD. Pokok Bahasan : Kubus dan Balok Indikator 1. …………………………………………………………………. AB = Panjang.dan tinggi ukurannya berturut-turut 3x cm. BC = lebar.

144 ……………………. Dua buah kubus ABCD. EFGH dengan panjang rusuk kubus I adalah 2x panjang rusuk kubus ke II. (tentukan letak panjang. Volume balok (…..(dalam x) • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar 2. .) = ………….x……. …………………………………………………………………. dan tinggi pada gambar) Panjang(….) = …………. …………………………………………………………………. Jika volume kubus ke II r3cm3. Tinggi (….) = …………. Lebar (….) = p x l xt • Melaksanakan pemecahan masalah Volume balok (….) = p x l x t = …. lebar.x…… = …………. Tentukan perbandingan volume kubus pertama dan kedua! Jawaban: • Memahami masalah Diketahui : …………………………………………………………………. Ditanya : ………………………………………………………………….

Jika setiap rusuknya ditambah 2 cm.panjang rusuk kubus II (…. lebar.x volume kubus II Perbandinganvolumenya adalah……… • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar 3.r2 volume kubus I = a3 = ………… Volume kubus II = a3 =……….) Volume kubus (…. lebar. Pada sebuah balok dengan panjang.145 • Merencanakan pemecahan masalah Dapat digambarkan sebagai berikut : ……………………..)= a3 • Melaksanakan pemecahan masalah r1 = …. (tentukan letak panjang. dan tinggi. dan tinggi pada gambar) Panjang rusuk kubus I(….. Tentukan volume balok tersebut! Jawaban: . Maka : V1 = V2 ……=…… Jadi. volume kubus I = ……..) =….

dan tinggi pada gambar) Panjang(….146 • Memahami masalah Diketahui : …………………………………………………………………. (tentukan letak panjang. ………………………………………………………………….) = …………. Volume balok (…. Lebar (…. Dua buah kubus masing-masing rusuknya adalah r1 dan r2.) = …………. Ditanya : ………………………………………………………………….) = p x l x t = ……x……x…… = ………….)= p x l x t • Melaksanakan pemecahan masalah Volume balok (…. Tinggi (…. lebar.) = ………….. hitunglah selisih volume kubus kedua jika panjang rusuk kubus kedua ditambah 2 cm! Jawaban: . dimana r1 = r2. ………………………………………………………………….satuan volume (dalam x) • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar 4. • Merencanakan pemecahan masalah Balok tersebut dapat digambarkan sebagai berikut : …………………….

satuanvolume Volume kubus II (…) = a3 = ……..……. …………………………………………………………………. • Merencanakan pemecahan masalah Kedua kubus tersebut dapat digambarkan sebagai berikut : …………………….satuan volume • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar . =………….satuan volume Maka selisih volume kubus = V1 – V2 = …… . Ditanya : …………………………………………………………………. (tentukan letak panjang rusuknya pada gambar) Panjang rusuk setelah ditambah 2 cm.. diperoleh panjang rusuk II (…. ………………………………………………………………….147 • Memahami masalah Diketahui : ………………………………………………………………….) =… Volume kubus (…) = a3 • Melaksanakan pemecahan masalah Volume kubus I (…) = a3 =…….

20. • Merencanakan pemecahan masalah . …………………………………………………………………. …………………………………………………………………. Manakah yang lebih murah? Jawaban: • Memahami masalah Diketahui : …………………………………………………………………. Ditanya : ………………………………………………………………….00 dan Rp. 30 cm 8 cm BESAR 20 cm 20 cm 12 cm 8 cm STANDAR a.148 Lampiran 6 LEMBAR KEGIATAN SISWA IV (LKS IV) Mata Pelajaran Kelas : Matematika : IX SMP Negeri 1 LumbanJulu Pokok Bahasan : Kubus dan Balok Indikator : Menggunakan rumus nutuk menghitung volume kubus dan balok 1. Bubuk deterjen pembersih dijual dalam dua kemasan yakni ukuran besar ukuran standar yang masing-masing dijual dengan harga Rp. 9000. Hitunglah volume masing-masing kemasan! b.00.500.

lebar.) = …………. b.satuan volume.149 Dapat digambarkan sebagai berikut : …………………….rupiah Harga kemasan standar =Rp……x Vs =……….. Harga kemasan besar = Rp……. Volume kemasan standar(Vs) = p x l x t = ……x……x…… = …………. Tinggi (….) = …………. Volume balok (….. (tentukan letak panjang.satuan volume.)= p x l x t • Melaksanakan pemecahan masalah a. dan tinggi pada gambar) Pada kemasan besar : Panjang(….) = …………. Lebar (….) = …………. Pada kemasan standar : Panjang(….) = ………….) = …………. Tinggi (…. Volume kemasan besar (Vb) = p x l x t = ……x……x…… = ………….rupiah. . x Vb =………….. Lebar (…..

Jika 36 liter airnya dipindahkan. dan 50 cm. lebar dan tinggi berturut-turut 60 cm.satuan volume. akuarium itu terisih penuh air. maka tinggi air dalam akuarium sekarang adalah. Jika 36 liter airnya dipindahkan ketempat lain.. 45 cm.150 • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar 2. • Merencanakan pemecahan masalah Dapat digambarkan sebagai berikut : ……………………... …………………………………………………………………. maka sisa air di akuarium sekarang adalah = Va ..liter . Sebuah akuarium mempunyai ukuran panjang. (tentukan letak panjang. lebar.….)= p x l x t • Melaksanakan pemecahan masalah Volume akuarium (Va) = p x l x t = ……x……x…… = …………. Jawaban: • Memahami masalah Diketahui : …………………………………………………………………. …………………………………………………………………. dan tinggi pada gambar) Volume balok (…. Ditanya : ………………………………………………………………….

………………………………………………………………….jadi tinggi air dalam akuarium sekarang adalah : V pxlxt =……cm3 = ……cm3 …. maka berapakah volume air dalam tempat kedua? b. …………………………………………………………………. Jika permukaan air dalam tempat pertama turun 1 cm. Air itu dikeluarkan melalui lubang pada tempat air tadi ke suatu tempat lain yang berukuran 60 cm x 40 cm x 6 cm a. lebar 60 cm.……cm3 =…………cm3 Volume air sekarang = ….cm • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar 3. Diketahui tempat air berukuran panjang 80 cm. dan tinggi 160 cm.satuan tinggi air sekarang =…. Berapakah tinggi permukaan air pada tempat kedua? Jawaban: • Memahami masalah Diketahui : ………………………………………………………………….cm3 t = ….cm3.x t = ……. Ditanya : …………………………………………………………………... .x….151 = ……cm3.

)= p x l x t • Melaksanakan pemecahan masalah a. .satuan volume.satuan volume Jika permukaan tempat air I turun 1 cm.Tinggi air pada tempat kedua Vair turun = p x l x t (……) = …. dan tinggi pada gambar) Volume balok (….x…. lebar. tinggi air pada tempat kedua adalah…….x…. (tentukan letak panjang. b...x…. maka volume air yang turun adalah : Vair turun = p x l x t = …x….satuan volume Volume air pada tempat kedua = volume air yang turun yaitu …..152 • Merencanakan pemecahan masalah Dapat digambarkan sebagai berikut : …………………….x…..Volume air I (V1) = p x l x t = ……x……x…… = …………. =……. t = ……satuan jadi.

. …………………………………………………………………. dan tinggi pada gambar) Volume balok (….153 • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar 4. (tentukan letak panjang. ………………………………………………………………….) dan volume model (…) = 8 : 1 Vb 8 = Vm 1 . Perbandingan volume batu bata (…. lebar. • Merencanakan pemecahan masalah Dapat digambarkan sebagai berikut : …………………….satuan volume. Hitunglah panjang modelnya! Jawaban: • Memahami masalah Diketahui : ………………………………………………………………….)= p x l x t • Melaksanakan pemecahan masalah Volume batu bata (Vb) = p x l x t = ……x……x…… = …………. Sebuah batu bata berukuran 20 cm x 10 cm x 5 cm dibuat suatu model sehingga perbandingan volume batu bata dan modelnya 8 : 1. Ditanya : ………………………………………………………………….

154

Vm =

Vb 8

=……..satuan volume Maka volume model batu bata adalah …… satuan volume. • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar

155

Lampiran 7 KISI-KISI PRETES Mata Pelajaran Pokok Bahasan : Matematika : Bangun Datar

Sub Pokok Bahasan : Penerapan bangun datar dalam kehidupan nyata Kelas / Semester : IX / I IX SMP Negeri 1 LumbanJulu

Indikator kemampuan No. 1. Indikator Materi Siswa dapat melakukan proses pemecahan masalah dalam No.soal 1 2 3 4 pemecahan masalah 1 2 3 4 5 6 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

menyelesaikan soal penerapan bangun datar dalam kehidupan nyata.

Keterangan: • Indikator Pemecahan Masalah :  1: Menunjukan pemahaman, mengorganisasi data dan memilih informasi yang relevan dalam pemecahan masalah

156

 2:  3:  4:  5:  6:

Menyajikan masalah secara matematik dalam berbagai bentuk Memilih pendekatan dan metode pemecahan masalah secara tepat Mengembangkan strategi pemecahan masalah Membuat dan menafsirkan model matematika dari suatu masalah Menyelesaikan masalah yang tidak rutin

157

Lampiran 8 KISI-KISI TES KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH Mata Pelajaran Pokok Bahasan : Matematika : Kubus dan Balok

Sub Pokok Bahasan : Menghitung luas permukaan dan volume kubus dan balok Kelas / Semester : IX / I SMP Negeri 1 LumbanJulu

Indikator No. Indikator Materi No.soal kemampuan

1.

Siswa mampu mencari luas permukaan dan volume

TKPM I 1 4

pemecahan masalah TKPM II 1 2 3 4 5 6 √ √ √ √ √ √

kubus dan balok. 2. Siswa mampu mencari 2 3

3

√ √ √ √ √ √

panjang rusuk kubus dan balok. 3. Siswa dapat melakukan

√ √ √ √ √ √

-

1

√ √ √ √ √ √

proses pemecahan masalah dalam menyelesaikan soal penerapan kubus dalam √ melakukan 2 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

kehidupan nyata. 4. Siswa dapat

158

proses pemecahan masalah dalam menyelesaikan soal penerapan balok dalam

4

kehidupan nyata. √ √ √ √ √ √

√ √ √ √ √ Keterangan : • • • TKPM I : Tes Kemampun Pemecahan Masalah I TKPM II : Tes Kemampun Pemecahan Masalah II Indikator Pemecahan Masalah :  1: Menunjukan pemahaman, mengorganisasi data dan memilih informasi yang relevan dalam pemecahan masalah  2:  3:  4:  5:  6: Menyajikan masalah secara matematik dalam berbagai bentuk Memilih pendekatan dan metode pemecahan masalah secara tepat Mengembangkan strategi pemecahan masalah Membuat dan menafsirkan model matematika dari suatu masalah Menyelesaikan masalah yang tidak rutin

159

Lampiran 9 LEMBAR VALIDITAS SOAL PRETES Mata Pelajaran Pokok Bahasan : Matematika : Bangun Datar

Sub Pokok Bahasan : Penerapan bangun datar dalam kehidupan nyata Kelas / Semester : IX / I SMP Negeri 1 LumbanJulu

Kompetensi Indikator Materi Dasar Menghitung besaran pada bangun datar. 1. Siswa dapat melakukan proses pemecahan masalah dalam menyelesaikan soal penerapan bangun datar dalam kehidupan nyata. Saran : No soal 1 2 3 4 V

Validitas KV TV

................................................................................................................................... .................................................................................................................................... ……………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………

.160 Keterangan : V : Valid (dapat dilaksanakan) KV : Kurang Valid (dapat dilaksanakan dengan perbaikan) TV : Tidak Valid (tidak dapat dilaksanakan) Padangsidimpuan. Agustus 2008 Validator NIP.

dan 4. 5. Siswa dapat melakukan proses pemecahan masalah dalam menyelesaikan soal penerapan kubus dalam kehidupan nyata. 2. Siswa mampu mencari panjang rusuk kubus dan balok. Siswa dapat melakukan 2 → TKPM II 4 → TKPM II pemecahan masalah 1 → TKPM I 4 → TKPM I 3 → TKPM II 2 → TKPM I 3 → TKPM I 1 → TKPM II kemampuan V Validitas KV TV .161 Lampiran 10 LEMBAR VALIDITAS SOAL TES KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH Mata Pelajaran Pokok Bahasan : Matematika : Kubus dan Balok Sub Pokok Bahasan : Menghitung luas permukaan dan volume kubus dan balok Kelas / Semester : IX / I SMP Negeri 1 LumbanJulu Pada tes Kompetensi Indikator Materi Dasar Menghitung luas permukaan dan kubus balok volume 3. Siswa mampu mencari luas permukaan dan volume kubus dan balok.

..........................................................................162 proses pemecahan masalah dalam menyelesaikan soal penerapan balok dalam kehidupan nyata....................................... .................. Validator Agustus 2008 NIP............................................................................................................................ Saran : ...... Keterangan : V : Valid (dapat dilaksanakan) KV : Kurang Valid (dapat dilaksanakan dengan perbaikan) TV : Tidak Valid (tidak dapat dilaksanakan) Padangsidimpuan....... ....................... .............................................................................................................

Pd 131473061 Dosen Universitas Negeri Medan 3. Yasifati Hia. M. Hj.S. Nama 1. M.163 Lampiran 11 HASIL VALIDASI PRETES Nomor Soal 1 2 3 4 I V V V V II V V KV V Validasi III V V V V IV V V V V HASIL VALIDASI TES KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH Nomor I Soal 1 2 3 4 V V V V TKPM I Validasi II III V KV KV V V V V V Nomo IV V V V V r Soal 1 2 3 4 I V V V V TKPM II Validasi II III V V V KV V V V V IV V V V V NAMA-NAMA VALIDATOR No. D.Si NIP 131851425 Pekerjaan Dosen Universitas Negeri Medan 2. Dr. Siregar 130528943 Guru SMP Negeri 3 Padangsidimpuan . Asmin.

164 4. Marpaung 130798287 Guru SMA Negeri 1 Padangsidimpuan . T.

• Kerjakan soal secara individu! SOAL! 1. 3. dan mengintrepetasi gambar. dapat berupa penggunaan variabel (mengubah variabel). Melaksanakan pemecahan masalah : mengerjakan penyelesaian masalah dengan lengkap dan benar. Memahami masalah : tuliskan apa yang diketahui dan apa yang ditanya dari soal dengan lengkap.165 Lampiran 12 TES MATEMATIKA(PRETES) Petunjuk : • Kerjakan soal di bawah ini dengan menggunakan langkah-langkah pemecahan masalah. Bagian atap suatu rumah yang berukuran 10 m x 8 m akan ditutup asbes yang berukuran 113 cm x 84 cm . yaitu sebagai berikut: 1. Atap rumah itu akan ditutup genteng yang berukuran 42 cm x 33 cm. Tentukan banyak genteng yang dibutuhkan! 2. Hitunglah luas dinding tembok tersebut! . mengubah soal menjadi model matematika(membuat model matematika).6 m. tentukan banyaknya asbes yang dibutuhkan! 3. Merencanakan pemecahan masalah : membuat pola / aturan pemecahan masalah. Gambar di bawah ditunjukkan dinding tembok suatu bangunan. Bagian atap suatu rumah yang berbentuk persegi panjang memiliki ukuran 7 m x 5. a. 2.

0. Kaca 0. Luas kaca.2 m b. Pada gambar di bawah diperlihatkan pintu dengan kaca. jika ukran bata yang terpasang dengan posisi panjang dan lebar yaitu C dengan ukuran 30 cm x 8 cm. 2m 1.2 m A 4m B 4.5 m 1.6 m Pintu . tentukan banyak bata yang diperlukan untuk dinding seluas itu! 3m D 8m 4. Luas kayu.9 m Tentukan : a.166 b.

dan mengintrepetasi gambar. 2. Melaksanakan pemecahan masalah : mengerjakan penyelesaian masalah dengan lengkap dan benar. Merencanakan pemecahan masalah : membuat pola / aturan pemecahan masalah. mengubah soal menjadi model matematika(membuat model matematika). • Kerjakan soal secara individu! : IX / I SMP Negeri 1 LumbanJulu . dapat berupa penggunaan variabel (mengubah variabel).167 Lampiran 13 TES KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH I Mata Pelajaran Pokok Bahasan : Matematika : Kubus dan Balok Sub Pokok Bahasan : Menghitung luas permukaan kubus dan balok Kelas / Semester Petunjuk : • Kerjakan soal di bawah ini dengan menggunakan langkah-langkah pemecahan masalah. Memahami masalah : tuliskan apa yang diketahui dan apa yang ditanya dari soal dengan lengkap. 3. yaitu sebagai berikut: 1.

Jika p : l = 17:10.168 SOAL! 1. Jika balok tersebut akan dibuat dari bahan kayu triplek yang harganya Rp. Dua buah kotak berbentuk kubus. dan CG = 2x m.EFGH dengan AB = (2x + 3) m. Hitunglah harga bahan yang dibutuhkan! 2. panjang rusuknya mempunyai selisih 4 cm dan luas permukaannya mempunyai selisih 192 cm2. Suatu bak berbentuk balok dengan panjang. dan t. l. Tentukan luas permukaan balok itu! 4. berapa cm2 bahan kayu tripleks yang dibutuhkan untuk membuat bangun tersebut? 8 cm 8 cm 10 cm 2 cm 8 cm 12 cm 12 cm . Dan panjang rusuk baloknya 456 cm. Hitung panjang rusuk masing-masing kedua kubus tersebut! 3. t : l = 2:5. 25. BC = (x + 2) m. Panjang rusuk seluruhnya 60 m.00 tiap m2. Suatu tempat pembuangan sampah berbentuk balok ABCD.000. lebar dan tinggi suatu balok berturut-turut dinyatakan dengan p. Dari gambar bangun di bawah ini.

dan mengintrepetasi gambar. dapat berupa penggunaan variabel (mengubah variabel). yaitu sebagai berikut: 1. Memahami masalah : tuliskan apa yang diketahui dan apa yang ditanya dari soal dengan lengkap.169 Lampiran 14 TES KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH II Mata Pelajaran Pokok Bahasan : Matematika : Kubus dan Balok Sub Pokok Bahasan : Menghitung volume kubus dan balok Kelas / Semester Petunjuk : • Kerjakan soal di bawah ini dengan menggunakan langkah-langkah pemecahan masalah. Melaksanakan pemecahan masalah : mengerjakan penyelesaian masalah dengan lengkap dan benar. mengubah soal menjadi model matematika(membuat model matematika). Merencanakan pemecahan masalah : membuat pola / aturan pemecahan masalah. • Kerjakan soal secara individu! : IX / I SMP Negeri 1 LumbanJulu . 3. 2.

dengan ketebalan 2 cm. Tentukanlah: b. 30. Bak penuh air dengan volume 432 liter.170 SOAL! 1. Tentukan volume kayu yang digunakan untuk membuat kotak terbuka. Sisa kawat! 3. Suatu bak penampung air berbentuk kotak dengan kerangka kawat dimana luas alas 5400 cm2.000. sehingga air dalam bak tertumpah. hitunglah harga bahannya! 2. Ke dalam bak tersebut dimasukan suatu benda balok berukuran 8 cm x 12 cm x 60 cm. Rancanglah suatu tempat penampungan air berbentuk kubus yang mempunyai volume 1.00 tiap m2. Air yang tertumpah c. Jika kubus itu dibuat dari bahan baja anti karat yang harganya Rp. dan kedalaman 18 cm. yang berbentuk balok. dengan menentukan panjang rusuk dan luas permukaannya. .728 m3. jika diketahui ukuran bagian dalam kotak adalah panjang 54 cm. lebar 46 cm.

171 4. Tentukan massa baja tersebut! 12. Jika massa jenis baja 7. Sebuah baja berbentuk bangun seperi di bawah ini.5 cm 5cm 20 cm 5 cm 30 cm 10 m .860 kg/m3.

172

Lampiran 15 ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH PRETES • Memahami masalah

1. Diketahui : ukuran atap ⇒ panjang = 7 m lebar = 5,6 m ukuran genteng ⇒ panjang = 42 cm lebar = 33 cm Ditanya : banyak genteng yang dibutuhkan?

Penyelesaian : • Merencanakan pemecahan masalah Atap Genteng p = 7 m , l = 5,6 m p = 42 cm , l = 33 cm

Luas persegi = p x l • menyelesaikan masalah

 Luas atap = p x l = 7 m x 5,6 m = 39,2 m2 = 392.000 cm2  Luas sebuah genteng = p x l = 42 cm x 33 cm = 1.386 cm2

173

Banyak genteng yang harus disediakan = luas sebuah genteng
392.000 cm 2 = 1.386 cm 2

luas atap

= 282,8

≈ 283 buah
• Dapat menyimpulkan hasil jawaban dari masalah

Jadi, banyaknya genteng yang harus disediakan adalah 283 buah • Memahami masalah

2. Diketahui : ukuran atap ⇒ panjang = 10 m lebar = 8 m ukuran asbes ⇒ panjang = 113 cm lebar = 84 cm Ditanya : banyak asbes yang dibutuhkan?

Penyelesaian : • Merencanakan Atap Asbes p = 10 m , l = 8 m p = 113 cm , l = 84 cm

Luas persegi = p x l • Menyelesaikan masalah

 Luas atap = p x l = 10 m x 8 m = 80 m2 = 800.000 cm2

174

 Luas sebuah asbes

=pxl = 113 cm x 84 cm = 9492 cm2

Banyak asbes yang harus disediakan = luas sebuah asbes =
800.000 cm 2 9492 cm 2

luas atap

= 84,28 buah

≈ 84 buah
• Dapat menyimpulkan hasil jawaban dari masalah

Jadi, banyaknya asbes yang harus disediakan adalah 84 buah. • Memahami masalah : t. tembok I (t1) = 4,5 m t.tembok II (t2) = 3 m lebar tembok (l) =4 m panjang jendela (p) = 1,2 m lebar jendela (l) = 0,8 m Ditanya : a. Luas dinding tembok=…….? b. Banyak bata yang diperlukan jika ukuran bata 30 cm x 8 cm =………? Penyelesaian : • Merencanakan Tembok Jendela t1 = 4,5 m, t2 = 3 m, l =4 m p = 1,2 m, l = 0,8 m

3. Diketahui

banyak bata yang diperlukan = luas tembok − luas jendela luas sebuah bata = 15 m 2 − 0.2 x 0. Luas tembok = Luas trapesium = jumlah dua sisi sejajar x 1/2 tinggi = (t1 + t2) x ½.4 = 15 m2 b.04 m 2 240 cm 2 290.8 m = 0.l = (4.175 Luas trapesium : ½ jumlah dua sisi sejajar x tinggi Luas persegi = p x l • Menyelesaikan masalah a.96 m2 Maka.400 cm 2 240 cm 2 = = = 1210 buah . Luas bata = p x l = 30 cm x 8 cm = 240 cm2 Luas jendela = p x l = 1.96 m 2 240 cm 2 29.5 m + 3 m) x ½.

Luas kaca = p x l = 1.2 m lebar =0.9 m p = 1.6 m = 0.72 m2 .176 • Dapat menyimpulkan hasil jawaban dari masalah Jadi.6 m 4.2 m x 0.6 m Luas persegi = p x l • Menyelesaikan masalah a. l = 0. Luas kayu Penyelesaian : • Merencanakan Pintu Kaca p = 2 m. jumlah bata yang dibutuhkan adalah 1210 buah • Memahami masalah : seperti gambar ukuran pintu ⇒ panjang = 2 m lebar = 0. l = 0. Diketahui Ditanya : a. Luas tembok adalah 30 m2 b. a.9 m ukuran kaca ⇒ panjang = 1.2 m. Luas kaca b.

Luas kayu adalah 1.8 m2 .8 m2 Maka.9 m = 1.72 m2 = 1.177 b. a.72 m2 b.08 m2 . Luas pintu = p x l = 2 m x 0. Luas kayu = Luas pintu – Luas kaca =1.0. Luas kaca adalah 0.08 m2 • Dapat menyimpulkan hasil jawaban dari masalah Jadi.

..? H G F D A B C Penyelesaian : E • Menyusun prosedur/membuat pola /aturan Dari gambar di atas Panjang balok : AB = CD = GH = EF = 4 AB Lebar balok : BC = AD = EH = FG = 4 BC Tinggi balok : AE = BF = CG = DH = 4 CG .000.178 Lampiran 16 ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH TES KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH I • Memahami masalah 1.EFGH AB = (2x + 3) m BC = (x + 2) m CG = 2x m Panjang rusuk seluruhnya = 60 m Harga bahan = Rp.00/ m2 Ditanya : harga bahan yang dibutuhkan untuk membuat balok tersebut =. Diketahui : Balok ABCD.. 25.

l + l.20 m 20x m = 40 m x x = 40m 20m =2m Sehingga diperoleh : Panjang balok = (2x + 3) m = (2. t + p.4 + 7.2 m = 4 meter Luas balok = 2 (p.179 Maka .4) = 2 (28 + 16 + 28) = 2 ( 72 ) = 144 m2 .t) = 2 (7. • Menyelesaikan masalah Panjang seluruh rusuk balok = 4 AB +4 BC + 4 CG 60 m = 4 (2x + 3) m+ 4 (x + 2) m + 4(2x) m 60 m = (8x + 12 + 4x + 8 + 8x) m 60 m = (20x + 20) m 20x m = 60 m.2 + 3) m = 7 m Lebar balok = (x + 2) m = (2 + 2) m = 4 meter Tinggi balok = 2x m = 2.4 + 4.

• Meneyelesaikan masalah L1 = 192 cm2 + L2 6 r12 = 192 + 6 r22 6 r12 .180 Maka harga bahan yang dibutuhkan adalah : luas balok x harga tiap meter :144 m2 x Rp.r2 = 4 r1 = 4 + r2  L1 .00 • Memahami masalah 2.000.000 : Rp.r2 ) = 192 .25..r22 ) = 192 6{( r1 + r2 )( r1 . Diketahui : dua buah kubus r1 .r2 = 4 L1 .? Penyelesaian : • Membuat pola  r1 .6 r22 = 192 6 ( r12 .L2 = 192 cm2 Ditanya : r1 dan r2 = …….L2 = 192 cm2 L1 = 192 cm2 + L2 Maka.600. 3.

Memahami masalah Diketahui : Suatu bak berbentuk balok dengan: Panjang = p Lebar =l Tinggi = t .r2 ) 6{(4 + 2 r2 )(4)} = 192 6 ( 16 + 8 r2 ) = 192 =192 96 + 48 r2 = 192 48 r2 = 192 – 96 48 r2 = 96 r2 = 96 48 =2 r2 = 2.181 Karena. maka r1 = 4 + r2 =4+2 =6 • Menyimpulkan hasil jawaban dari masalah Maka diperoleh : Panjang rusuk kotak I adalah 6 cm Panjang rusuk kotak II adalah 2 cm • 2. r1 = 4 + r2 Sehingga di peroleh : 6{(4 + r2 + r2 )(4 + r2 .

 p : l = 17 : 10 →  → • Meneyelesaikan masalah Panjang rusuk = 465 cm 4p + 4l + 4t = 465cm 68l + 40l +16l = 4650cm 124l = 4650 cm l = 37.182 Panjang rusuk : 465cm Ditanya: Luas Permukaan Balok (L): ….? Penyelesaian: • Menyusun Prosedur.5 cm .

75 cm2 • 3.lebar = 8 cm.5) + (63.183 = 63. 15) + (37.75cm2 Jadi luas permuaan bak adalah 7818.25 + 562. 37. dan tinggi = 2 cm Bangun II (baian tengah) ⇒ panjang = 8 cm.75cm = 15 cm Maka luas permukaan bak = 2(pl + pt + lt) = 2{(63.5 .? . dan tinggi = 2 cm Ditanya : luas bangun tersebut =………. Memahami masalah Diketahui : Bangun seperti gambar Bangun I (bagian atas) ⇒ panjang = 8 cm.375) =7818.lebar = 8 cm.625 + 956.lebar = 2 cm. dan tinggi = 8 cm Bangun III(bagian bawah) ⇒ panjang = 12 cm.75. 15)} = 2(2390.75.5) = 2(3909.

t) = 2 (8 . 2 + 8 . t) = 2 (12 . 2 + 8 . 8 + 12 . t + l . 8 + 2 . 8) = 2 (16 + 64 + 16) = 192 cm2 Luas bangun III (LIII) = 2 (p . t + l . luas bangun tersebut adalah 656 cm2 Luas bangun I (L I) . 8 + 8. l + p . 2 + 8. 2) = 2 (64 + 16 + 16) = 2 (96) = 192 cm2 Luas bangun II (L II) = 2 (p . l + p . l + p . t + l . 2) = 2 (96 + 24 +16) = 2 (136) = 272 cm2 Sehinggan diperoleh : Luas bangun = L I + L II + L III = 192 cm2 + 192 cm2 + 272 cm2 = 656 cm2 • Menyimpulkan hasil jawaban dari masalah Jadi. t) = 2 (8 .184 Penyelesaian : • Menyusun prosedur/membuat pola /aturan Luas bangun = L I + L II + L III • Meneyelesaikan masalah = 2 (p .

Diketahui : tempat penampungan air berbentuk kubus V = 1.00 • Menyimpulkan hasil jawaban dari masalah .2 )2 = 6 (1.30.728 m3) 1.00 = 8.000.00 tiap m2 Ditanya : harga bahan seluruhnua = ………? Penyelesaian : • Menyusun prosedur/membuat pola /aturan V = s3 1.30.000.00 = Rp.185 Lampiran 17 ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH TES KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH II • Memahami masalah 1. 30.64 x Rp.728 m3 = s3 s s = 3 (karena V = 1.44) = 8.259.200.2 meter Maka.2 meter panjang rusuk kubus = 1.000.728 m3 Harga bahan = Rp. Luas kubus = 6 s2 = 6 (1.64 m2 Harga bahan = L.728 m 3 = 1. kubus x Rp.

200.186 Jadi harga bahan yang dibutuhkan untuk tempat penampungan air tersebut adalah Rp.76 dm3 = 5.00 2.24 liter = 426.76 liter b. banyak air yang tertumpah b.Volume balok(V b ) ⇒ V k = 432 liter( dik ) . sisa kawat Penyelesaian : • Menyusun prosedur/membuat pola /aturan =pxlxt = 8 cm x 12 cm x 60 cm = 5760 cm3 V b = 5760 cm3 = 5. Diketahui : bak berbentuk kotak L = 5400 cm2 V = 432liter Benda balok ⇒ p = 8 cm l = 12 cm t = 60 cm Ditanya : a.76 liter Banyak air yang tertumpah = volume balok = 5.259.240 cm3 a. Perubahan volume =Vk -Vb = 432 liter– 5.76 liter = 426.

.187 Volume air sekarang = 426.? Penyelesaian : • Menyusun prosedur/membuat pola /aturan dan menyelesaikan masalah = (54 + 2 + 2) cm = 58 cm. a. sisa panjang kawat adalah 79 cm 3. Panjang luar Lebar luar Tinggi luar Volume luar Volume dalam • Menyimpulkan hasil jawaban dari masalah .. banyak air yang tertumpah adalah 426...9 cm ≈ 79 cm • Menyimpulkan hasil jawaban dari masalah Jadi.24 liter Maka tinggi airnya = luas kotak x tinggi 426. = (18 + 2) cm = 20 cm...240 cm3 = 5400 cm2 x t t t 426. Diketahui : Ketebalan kayu = 2 cm Bagian dalam kotak panjang = 54 cm Lebar = 46 cm Tinggi = 18 cm Ditanya : Volume kayu = .. = (58 × 50 × 20) cm3 = 58. = (54 × 46 × 18) cm3 = 44..000 cm3.. = (46 + 2 + 2) cm = 50 cm.240 cm 3 = 5400 cm 2 = 78.24 liter b.712 cm3.

dan tinggi = 5 cm Massa jenis baja = 7.712) cm3= 13.288 cm 3 4. volume kayu yang digunakan = (58.lebar = 30 cm. dan tinggi = 5cm Bangun II (baian tengah) ⇒ panjang = 10 m.3 m x 0.2 m = 0.188 Jadi.860 kg/m3 Ditanya : massa baja balok = ………? Penyelesaian : • Menyusun prosedur/membuat pola /aturan dan menyelesaikan masalah Volume baja (V) = V I + V II + V III  Volume I (bagian atas) = p x l x t = 10 m x 30 cm x 5 cm = 10 m x 0. Diketahui : baja balok Bangun I (bagian atas) ⇒ panjang = 10 m.lebar = 5 cm.000 – 44.05 m x 0.lebar = 30 cm. dan tinggi = 20 cm Bangun III(bagian bawah) ⇒ panjang = 10 m.15 m3  Volume II (bagian tengah) = p x l x t = 10 m x 5 cm x 20 cm = 10 m x 0.05 m = 0.1 m3 .

1 m3 + 0. 0.4 m3 = 3144 kg • Menyimpulkan hasil jawaban dari masalah Jadi.15 m3 = 0.15 m3 + 0.3 m x 0.4 m3 ρ= m V ⇒ m = ρ.15 m3 Volome baja balok = V I + V II + V III = 0.189  Volume III (bagian bawah) = p x l x t = 10 m x 30 cm x 5 cm = 10 m x 0.05 m = 0. massa baja balok adalah 3144 kg . V = 7.860 kg/m3 .

menyatakan kembali masalah asli dalam bentuk yang operasional 4 • Merencanakan pemecahan masalah : menyusun . menyatakan kembali masalah asli dalam bentuk yang operasional 3 • Merencanakan pemecahan masalah : menyusun prosedur penyelesaian. ditanya. membuat pola / aturan • Menyelesaikan masalah : menjalankan prosedur yang 2 0 2 telah dibuat • Tidak menuliskan apa-apa / Tidak respon • Memahami masalah : menuliskan apa yang diketahui. membuat pola / aturan • Menyelesaikan masalah : menjalankan prosedur yang 5 3 0 2 telah dibuat • Tidak menuliskan apa-apa / Tidak respon • Memahami masalah : menuliskan apa yang diketahui. ditanya.190 Lampiran 18 Pedoman Penskoran Nilai Tes Matematika Soal 1 Skor 0 2 Kriteria • Tidak menuliskan apa-apa / Tidak respon • Memahami masalah : menuliskan apa yang diketahui. ditanya. menyatakan kembali masalah asli dalam bentuk 3 yang operasional 5 • Merencanakan pemecahan masalah : menyusun prosedur penyelesaian.

191 9 prosedur penyelesaian. membuat pola / aturan • Menyelesaikan masalah : menjalankan prosedur yang telah dibuat 4 0 2 • Tidak menuliskan apa-apa / Tidak respon • Memahami masalah : menuliskan apa yang diketahui. membuat pola / aturan 9 • Menyelesaikan masalah : menjalankan prosedur yang telah dibuat . ditanya. menyatakan kembali masalah asli dalam bentuk yang operasional 4 • Merencanakan pemecahan masalah : menyusun prosedur penyelesaian.

5 2x4 Skor 1 0. • Menuliskan aturan penyelesaian dengan benar. • Menuliskan apa yang ditanya tetapi tidak lengkap.5 3 5 2 3 9x4 2. • Menuliskan apa yang ditanya dengan benar.5 3x4 Atau 4x4 0 4 0 1 0. • Tidak menuliskan apa yang ditanya. • Salah merencanakan pemecahan masalah. Langkah-langkah pemecahan masalah 1.192 Rincian keterangan pedoman penskoran pada langkah-langkah pemecahan masalah No. • Tidak menuliskan rencana pemecahan masalah. menuliskan . • Menuliskan rencana pemecahan masalah tetapi 2 tidak lengkap. • Tidak menuliskan apa yang diketahui. • Menuliskan rencana pemecahan masalah dengan 3 lengkap. • Menuliskan aturan penyelesaian tidak tuntas tetapi hasilnya benar. • Menuliskan hasilnya saja dan benar. • Menuliskan aturan penyelesaian dengan tuntas 4 tetapi hasilnya salah. 1 0 5 1 0 9 5x4 Atau 7. • Menuliskan apa yang diketahui dengan benar • Menuliskan apa yang diketahui tetapi tidak lengkap.5 Total Skor 2. 3.

1 0 1.193 aturan penyelesaian tidak tuntas dan hasilnya salah. • Tidak menuliskan penyelesaian masalah.5 0 . • Menuliskan hasilnya tetapi salah.