1

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Matematika merupakan bidang studi yang dipelajari oleh semua siswa dari SD hingga SMA dan bahkan juga di Perguruan Tinggi. Ada banyak alasan tentang perlunya siswa belajar matematika. Menurut Cornelius dalam Abdurrahman (2003:253) mengemukakan : Lima alasan perlunya belajar matematika karena matematika merupakan (1) sarana berpikir yang jelas dan logis, (2) sarana untuk memecahkan masalah kehidupan sehari-hari, (3) sarana mengenal pola-pola hubungan dan generalisasi pengalaman, (4) sarana untuk mengembangkan kreativitas, dan (5) sarana untuk meningkatkan kesadaran terhadap perkembangan budaya. Pemerintah selalu melakukan penyempurnaan kurikulum untuk

meningkatkan mutu pendidikan. Berdasarkan sumber (http://www.prayudi. wordpress.com) menyatakan : Di antara hasil terbaru penyempurnaan tersebut adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Salah satu kelebihan dari kurikulum terbaru ini adalah dinyatakannya pemecahan masalah (problem solving), penalaran (reasoning), komunikasi (communication), dan menghargai kegunaan matematika sebagai tujuan pembelajaran matematika SD, SMP, SMA, dan SMK disamping tujuan yang berkaitan dengan pemahaman konsep yang sudah dikenal guru. Sedangkan berdasarkan hasil belajar matematika, Lerner dalam

Abdurrahman (2003:253) mengemukakan bahwa : “ kurikulum bidang studi matematika hendaknya mencakup tiga elemen, (1) konsep, (2) keterampilan, dan (3) pemecahan masalah”.

1

2

Dari kedua pernyataan di atas, salah satu aspek yang ditekankan dalam kurikulum adalah meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa. Pemecahan masalah merupakan bagian dari kurikulum matematika yang sangat penting karena dalam proses pembelajaran maupun penyelesaiannya, siswa dimungkinkan memperoleh pengalaman menggunakan pengetahuan serta keterampilan yang sudah dimiliki untuk diterapkan pada pemecahan masalah yang bersifat tidak rutin. Suryadi, dkk (dalam Suherman, Erman, dkk UPI, 2003: 83) dalam surveinya tentang current situation on mathematics and science education in Bandung yang disponsori oleh JICA, menyatakan penemuan bahwa :“pemecahan masalah matematika merupakan salah satu kegiatan matematika yang dianggap penting baik oleh para guru maupun siswa di semua tingkatan mulai dari SD sampai SMU”. Namun hal tersebut dianggap bagian yang paling sulit dalam mempelajarinya maupun bagi guru dalam mengajarkannya. Suatu masalah biasanya memuat suatu situasi yang mendorong seseorang untuk menyelesaikannya, akan tetapi tidak tahu secara langsung apa yang harus dikerjakan untuk menyelesaikannya. Sesuai dengan yang dikatakan oleh seorang guru matematika SMP Negeri 1 Lumbanjulu, Ibu L.Simungkalit mengatakan bahwa : Siswa kurang mampu dalam memecahkan masalah pada pokok bahasan kubus dan balok, ini terjadi karena tingkat konsentrasi siswa yang tidak maksimal, yang mungkin disebabkan karena metode yang digunakan tidak cocok atau metode sebelumnya tidak membuat siswa termotivasi sehingga kebanyakan siswa kurang mampu memecahkan masalah yang berhubungan dengan materi tersebut.

3

Dari hasil survei peneliti (tanggal 3 Agustus 2012) berupa pemberian tes diagnostik kepada 36 siswa kelas IX SMP Negeri 1 Lumbanjulu menunjukkan bahwa 86,7% dari 36 siswa kesulitan mengerjakan soal penerapan rumus-rumus Kubus dan Balok, 67,1% dari 36 siswa kesulitan mengerjakan soal cerita bentuk aplikasi rumus Kubus dan Balok yang terkait dunia nyata dan 78,9% dari 36 siswa kesulitan dalam menyelesaikan soal dalam bentuk pemecahan masalah terkait dunia nyata. Dari beberapa uraian di atas penulis dapat simpulkan banyak siswa yang tidak mampu menyelesaikan soal dikarenakan proses pembelajaran yang kurang bermakna sehingga menyebabkan rendahnya kemampuan siswa memecahkan masalah. Dengan demikian, tugas guru bukan sekedar mengajarkan ilmu semata kepada siswa, tetapi membantu siswa belajar. Tekanan pembelajarannya harus pada aktivitas siswa untuk belajar, aktif secara mental maupun fisis. Tugas guru adalah memfasilitasi siswa dalam belajar. Menurut Suparno dkk (2002) menyatakan bahwa :“dalam pembelajaran yang bermakna perlu ada dua aktivitas, yakni aktif dalam kegiatan berpikir dan aktif dalam berbuat”. Artinya, perbuatan nyata siswa dalam pembelajaran merupakan hasil keterlibatan berpikir siswa terhadap obyek belajar dan pengalaman hasil perbuatan siswa itu sendiri, untuk diolah dalam kerangka berpikir dan pengetahuan yang dimilikinya. Salah satu cara yang dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa adalah dengan penerapan teori vygotsky. Teori vygotsky lebih menekankan pada kemampuan siswa memecahkan masalah dengan menerapkan empat prinsip dalam proses pembelajarannya, yaitu sosiokultural, konsep zone of proximal

dan perkembangan mental berangkat dari bidang sosial ke bidang individu.4 development. Minat belajar siswa masih rendah 3. 4. Penguasaan guru terhadap berbagai pendekatan pembelajaran belum optimal. Berdasarkan penjelasan tersebut di atas. dan mandiri menyelesaikan masalah yang dihadapinya. 2. maka peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian dengan mengangkat judul : “Penerapan Teori Vygotsky untuk Meningkatkan Pemecahan Masalah Pada Materi Geometri di Kelas IX SMP Negeri 1 Lumban Julu Tahun Ajaran 2012/2013”. .2. siswa akan lebih mudah. Dengan demikian. tingkat kemampuan pemecahan masalah siswa akan semakin baik. beberapa masalah dapat diidentifikasi sebagai berikut : 1. Hasil belajar matematika siswa masih rendah. cepat. Kemampuan siswa dalam memecahkan masalah masih rendah. scaffolding. Sehingga dengan menerapkan cara tersebut. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas. Siswa kurang mampu menerapkan konsep dalam memecahkan masalah matematika. 5. 1. Mereka juga mampu memotivasi diri sendiri dalam mengkonstruksi pengetahuan dan berusaha mencapai tujuan yang sudah direncanakan terlebih dahulu.

4. Rumusan Masalah Berdasarkan batasan masalah di atas. maka penulis merasa perlu memberikan batasan terhadap masalah yang akan dikaji agar analisis hasil penelitian ini dapat dilakukan dengan lebih mendalam dan terarah.5 1.5. Pembatasan Masalah Melihat luasnya cakupan masalah-masalah yang teridentifikasi dibandingkan waktu dan kemampuan yang dimiliki penulis. Apakah dengan penerapan teori vygotsky meningkatkan kemampuan siswa memecahkan masalah pada pokok bahasan “kubus dan balok”? 1. 1. Bagaimana tingkat kemampuan siswa memecahkan masalah dengan menerapkan teori vygotsky pada pokok bahasan “kubus dan balok”? 2.3. Apakah dengan penerapan teori vygosky meningkatkan minat siswa memecahkan masalah pada pokok bahasan “kubus dan balok’’? 3. Tujuan Penelitian Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjawab pokok permasalahan di atas adalah : . maka yang menjadi fokus permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut : 1. Masalah yang akan dikaji dalam penelitian ini terbatas pada menganalisis kendala yang dialami siswa kelas IX SMP Negeri 1 Lumbanjulu dalam memecahkan masalah dan upaya penanggulangan kesulitan siswa melalui penerapan teori vygotsky sehingga hasil belajar siswa memecahkan masalah pada pokok bahasan “kubus dan balok” dapat ditingkatkan.

2. Mengetahui minat siswa dalam memecahkan masalah metematika dengan menerapkan teori vygotsky dapat meningkat. Bahan informasi bagi penelitian sejenis. 3. Mengetahui kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematika dengan menerapkan teori vygotsky dapat meningkat. 3. Bagi peneliti yaitu hasil dan perangkat penelitian ini dapat dijadikan pertimbangan untuk menerapkan teori belajar Vygotsky pada pokok bahasan kubus dan balok maupun pokok bahasan yang lain dan dapat dikembangkan untuk penelitian selanjutnya. khususnya dalam proses belajar mengajar matematika di dalam kelas. Menentukan tingkat pencapaian kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dengan menerapkan teori belajar vygotsky pada pokok bahasan kubus dan balok. 2. 1. diantaranya yakni: 1. 4. .6.6 1. Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi peningkatan mutu pendidikan. Manfaat Penelitian Setelah penelitian ini selesai diharapkan dapat bermanfaat bagi semua kalangan. Bagi guru/calon guru yaitu sebagai informasi mengenai hasil belajar siswa dalam memecahkan masalah yang diajar dengan menerapkan teori vygotsky pada pokok bahasan kubus dan balok.

7 5. Bagi pimpinan sekolah yaitu bisa menjadi bahan pertimbangan kepada tenaga edukatif untuk menerapkan teori belajar Vygotsky dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut. Bagi orangtua. . 6. diharapkan bisa menjadi bahan pertimbangan untuk dapat membantu siswa dalam membantu proses belajarnya di rumah.

ruas garis.Dalam teori belajar Robert M. 6 .1. Belajar dikatakan bermakna bila informasi yang akan dipelajari siswa sesuai dengan struktur kognitif yang dimiliki. dll). bersikap positif terhadap matematika dan mengerti bagaimana seharusnya belajar. mandiri(belajar.8 BAB II KAJIAN PUSTAKA 2. Belajar Mengajar Matematika Belajar marupakan kegiatan setiap orang.1. Fakta Contoh fakta ialah angka/lambang bilangan. sudut. Obyek langsung adalah antara lain : 1. sehingga siswa dapat mengaitkan informasi baru dengan struktur kognitif yang dimiliki. Kegiatan atau usaha untuk mencapai perubahan tingkah laku sendiri merupakan hasil belajar.Gagne (dalam Asrin 2006:13) mengatakan bahwa :” dalam belajar ada dua obyek yang dapat diperoleh siswa.1 Tinjauan Toeritis 2. simbol dan notasi. obyek langsung dan obyek tak langsung”. bekerja. Obyek tak langsung antara lain : kemampuan menyelidiki dan memecahkan masalah. Seseorang dikatakan belajar bila dapat diasumsikan dalam diri orang itu terjadi suatu proses kegiatan yang mengakibatkan perubahan tingkah laku.

3. Karena matematika merupakan ide-ide yang abstrak yang diberi simbol-simbol maka konsep-konsep matematika harus dipahami lebih dahulu sebelum memanipulasi simbol-simbol itu. kemudian dapat disusun kesimpulan. seseorang dapat menyusun hubungan-hubungan antar bagian-bagian informasi sebagai pengertian. pengalaman belajar yang lalu akan mempengaruhi proses belajar materi selanjutnya. dalil. dan teori. Sehingga dalam berpikir.9 2. Aturan (Prinsip) Aturan ialah obyek yang paling abstrak. Misalnya melakukan pembagian cara cepat. Konsep Konsep merupakan ide abstrak yang memungkinkan kita mengelompokkan benda-benda (obyek) ke dalam contoh. 4. membagi bilangan dengan pecahan. Keterampilan Keterampilan adalah kemampuan memberikan jawaban yang benar dan cepat. yang dapat berupa sifat. Dalam proses belajar mengajar matematika terjadi proses berpikir. Seseorang akan lebih mudah mempelajari sesuatu bila belajar itu didasari pada apa yang telah diketahui orang. Seseorang dikatakan berpikir apabila melakukan kegiatan mental dan orang yang belajar matematika selalu melakukan kegiatan mental. Karena itu untuk mempelajari suatu materi yang baru. menjumlahkan pecahan dan sebagainya. Dari sini terlihat bahwa belajar matematika itu merupakan proses membangun atau mengkonstruksi .

Belajar matematika pada dasarnya merupakan proses yang diarahkan pada suatu tujuan. selanjutnya dapat mengaplikasikan pada situasi yang baru. apabila hasil belajar peserta didik juga baik. Tujuan mengajar adalah agar pengetahuan yang disampaikan itu dapat dipahami peserta didik. Dalam proses itu juga melibatkan bagaimana bentuk mengajarnya. seperti masalah yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Mengajar adalah suatu kegiatan dimana pengajar menyampaikan pengetahuan atau pengalaman yang dimiliki kepada peserta didik. baik secara konseptual maupun secara praktis. Menurut Herman Hudoyo (2001:32) bahwa:”tujuan belajar matematika secara konseptual dimaksudkan dapat mmecahkan masalah dalam matematika dan mempelajari matematika lebih lanjut. Dengan demikian.10 konsep-konsep dan prinsip-prinsiptidak sekedar penghafalan yang terkesan pasif dan statis. Tujuan belajar matematika ditinjau dari segi kognitif adalah terjadinya transfer belajar. . siswa sebagai subyek akan dapat memahami matematika. Apabila terjadi proses belajar mengajar itu baik. sehingga mengajar bisa dikatakan baik. Akan tetapi belajar itu harus aktif dan dinamis. Sedangkan secara praktis dimaksudkan menerapkan pengertahuan pada bidang lainnya”. Transfer belajar matematika dapat dilihat dari kemampuan seseorang menfungsionalkan materi matematika yang dipelajari. Dua komponen penting dari pembelajaran dan pengajaran matematika yaitu membantu siswa untuk mengembangkan pemahaman/pengertian hubungan dan untuk mengkonstruksi /membangun pengetahuan dan konsep matematika. maka dapat diharapkan bahwa hasil peserta didik akan baik pula.

. Seorang guru sangat penting mempersiapkan suatu cara yang cocok mengajarkan suatu materi. Siswa akan aktif dalam proses pembelajaran apabila guru mengetahui pengetahuan yang dimiliki siswa. guru harus membawakan matematika ke dalam kehidupan nyata siswa. misalnya karakteristik siswanya. ditinjau dari hakekat matematika dan segi psikologinya.11 Seorang guru sebelum terjun di depan kelas membawakan suatu bahan pengajaran. Kata cocok dapat dilihat dari berbagai segi.dari segi psikologi ini. karakteristik bahan ajar matematika. ada dua hal yang harus dilakukan yaitu guru harus menguasai materi yang akan diajarkannya dan memikirkan bagaimana cara menyampaikannya dengan baik. Pernyataan di atas dapat dimaknai bahwa pertimbangan guru memilih suatu metode mengajar matematika adalah guru harus mengenal karakteristik matematika tersebut dan psikologi pembelajarannya. Pengajaran harus berorientasi terhadap tujuan yang akan dicapai. Menurut Hudoyo (1988:123) menyatakan bahwa : Metode mengajar matematika adalah suatu cara atau teknik mmatematika yang disusun secara sistematika dan logika. guru matematika haruslah mempertimbangkan perkembangan intelektual serta kemampuan dan kesiapan siswa tersebut dalam belajar. sarana dan prasarana pendukung dan sebagainya. Apabila guru ingin mengajarkan matematika kepada peserta didik dengan baik dan berhasil maka yang pertama kali guru menetapkan tujuan pembelajaran dan pendekatan apa yang tepat digunakan untuk mencapai tujuan tersebut.

Kesulitan belajar siswa dapat disebabkan oleh beberapa faktor. baik faktor internal maupun faktor eksternal seperti: fisiologi. 2. Siswa kurang mampu menyatakan arti istilah dalam konsep.1. dalam proses belajar mengajar masih dijumpai bahwa siswa mengalami kesulitan belajar. Kesulitan belajar merupakan suatu kondisi dalam proses belajar mengajar yang ditandai dengan hambatan-hambatan tertentu dalam mencapai hasil belajar yang diharapkan. Hal ini disebabkan antara lain: a. terdapat pula kesulitan khusus dalam belajar matematika seperti: 1. Misalkan siswa yang mampu menyatakan istilah kuadrat dan kali dua dan mereka menganggap sama. Kesulitan dalam belajar dan menggunakan prinsip Jika kesulitan siswa dalam menggunakan prinsip kita analisa. Selain itu. Mungkin pula konsep yang dikuasai kurang cermat. faktor sosial. tampaklah bahwa pada umumnya sebab kesulitan tersebut antara lain: .2. Kesulitan Belajar Matematika Pada kenyataanya. faktor pedagogik. Kesulitan dalam menggunakan konsep Dalam hal ini dipandang bahwa siswa telah memperoleh pengajaran sautu konsep. Kenyataan inilah yang harus segera ditangani dan dipecahkan.12 2. tetapi belum menguasainya mungkin karena lupa sebagian atau seluruhnya. Siswa lupa nama singkatan suatu obyek Misalnya siswa lupa memangkatkan suatu bilangan dengan pangkat dua. b.

akibat kurang pengetahuan siswa tentang konsep atau beberapa istilah yang tidak diketahui. Memecahkan soal berbentuk verbal berarti menerapkan pengetahuan yang dimiliki secara teoritis untuk memecahkan persoalan nyata atau keadaan seharihari. Miskin dari konsep dasar secara potensial merupakan sebab kesulitan belajar prinsip yang diajarkan dengan metode kontekstual (contoh nyata). guru dapat meminta siswa untuk menyatakan pendapatnya dengan menggunakan bahasanya sendiri. .ana siswa dengan situasi yang diceritakan dalam soal. Guru dapat mengecek apakah ada istilah-istilah yang mungkin belum diketahui atau dilupakan. Siswa tidak mempunyai konsep yang dapat digunakan untuk mengembangkan prinsip sebagai butir pengetahuan yang perlu. 3. biasanya dalam bentuk persamaan serta kesesuaian penga. Untuk mengecek kebenaran dugaan ini. Keberhasilan dalam memecahkan persoalan berbentuk verbal tergantung kemampuan pemahaman verbal. apa yang diketahui dan apa yang dinyatakan serta rumus-rumus apa yang diperlukan. c. Kesulitan memecahkan soal berbentuk verbal.13 a. setelah membaca soal. Selain itu juga perlu dipahami. Siswa kurang jelas dengan prinsip yang telah diajarkan. Tidak mengerti apa yang dibaca. Beberapa sebab siswa sulit memecahkan soal berbentuk verbal. b. a. yaitu kemampuan memahami soal berbentuk cerita dan kemampuan mengubah soal verbal menjadi model matematika.

Kesulitan belajar dapat ditunjukkan dengan beberapa gejala yaitu: • • • Menunjukkan prestasi yang rendah Hasil yang dicapai tidak sesuai dengan usaha yang dilakukan Keterlambatan dalam melaksanakan tugas yang diberikan Obyek yang dapat kita periksa untuk mengetahui penyebab kesukaran siswa belajar contohnya seperti: (a) materi yang diajarkan dianggap terlalu sulit.J. suasana yang tidak mendukung.net /index .e_fkipunla . Siswa tidak mengubah soal berbentuk verbal menjadi model matematika dan hubungannya. kurang cerdas.S adalah Poerwadarminta(1996:78) menyebutkan “kemampuan kesanggupan”.3. dan (c) dari siswa sendiri disebabkan karena kelemahan jasmani. tidak ada bakat. 2.1. Depdiknas tahun 2007 (http: //educare . Sebagian besar ahli pendidikan matematika menyatakan bahwa masalah merupakan pertanyaan yang harus dijawab atau direspon siswa.com) menyatakan bahwa : “dalam kehidupan sehari-hari. Tidak semua . Atau dapat diartikan sebagai segala sesuatu atau kegiatan yang dapat dilakukan. bahwa menurut W. kita tidak terlepas dari sesuatu yang namanya masalah. sehingga pemecahan masalah merupakan fokus utama dalam pembelajaran matematika”.14 b. emosi tidak stabil. (b) pengajarannya yang kurang baik dan dapat disebabkan oleh kesalahan pengajaran dalam menyajikan metode ataupun tidak adanya alat peraga. tidak ada minat. Kemampuan Pemecahan Masalah Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia.php ?option .

mengorganisasi data dan memilih informasi yang relevan dalam pemecahan masalah 3. menyajikan masalah secara matematik dalam berbagai bentuk . Karenanya.net menyebutkan bahwa “Pemecahan masalah (problem solving) adalah proses menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh sebelumnya ke dalam situasi baru yang belum dikenal atau proses berpikir untuk menentukan apa yang harus dilakukan ketika kita tidak tahu apa yang harus kita lakukan”. (dalam B. memilih pendekatan dan strategi pemecahan dan menyelesaikan model untuk menyelesaikan masalah”.e_fkipunla. Dalam http://educare. maka kita sedang memecahkan masalah”. keterampilan atau pengalaman untuk memecahkan suatu dilemma atau situasi yang baru atau yang membingungkan. menunjukkan pemahaman masalah 2. Suatu pertanyaan akan menjadi masalah hanya jika pertanyaan itu menunjukkan adanya suatu tantangan (challenge) yang tidak dapat dipecahkan oleh prosedur rutin yang sudah diketahui oleh siswa.dapat terjadi bahwa suatu masalah bagi seseorang siswa akan menjadi “pertanyaan” bagi siswa lainnya karena ia sudah mengetahui prosedur untuk menyelesaikannya. Indikator yang menunjukkan kemampuan pemecahan masalah antara lain adalah: 1.Sinaga) menyatakan bahwa “kemampuan pemecahan masalah adalah kemampuan atau kompetensi strategis yang ditunjukkan siswa dalam memahami. Dari pernyataan tersebut. Dalam Departmen of Education tahun 1996 menyebutkan bahwa : “Apabila kita menerapkan pengetahuan matematika.15 pertanyaan merupakan suatu masalah.

untuk memecahkan suatu masalah ada empat langkah yang dapat dilakukan. ada strategi pemecahan masalah yang bersifat umum yaitu yang disarankan oleh George Polya. menyatakan kembali masalah asli dalam bentuk yang lebih operasional (dapat dipecahkan). mengembangkan strategi pemecahan masalah 6. serta kecukupan unsur yang diperlukan. Strategi untuk memecahkan suatu masalah matematika ada beberapa strategi yang dapat digunakan bergantung pada masalah yang akan dipecahkan. . memilih pendekatan dan metode pemecahan masalah secara tepat 5. apa yang tidak diketahui (ditanyakan). apakah informasi cukup.com) menyatakan bahwa: Aktivitas-aktivitas yang tercakup dalam kegiatan pemecahan masalah meliputi: (1) mengidentifikasi unsur yang diketahui.(3) menjelaskan/ menginterpretasikan hasil sesuai masalah asal. Menurut Polya (dalam Ruseffendi. membuat dan menafsirkan model matematika dari suatu masalah 7. Kegiatan dapat yang dilakukan pada langkah ini adalah: apa (data) yang diketahui.e_fkipunla . yakni: 1.php ?option . ditanyakan. 1991). Menurut Sumarmo Tahun 2003 (http: //educare .(4) menyusun model matematika dan menyelesaikannya untuk masalah nyata dan menggunakan matematika secara bermakna. kondisi (syarat) apa yang harus dipenuhi.(2) merumuskan masalah situasi seharihari dan metematik. Memahami masalah. menerapkan strategi untuk menyelesaikan berbagai masalah (sejenis dan masalah baru) dalam atau luar matematika.16 4. Namun.net /index . siswa membutuhkan banyak kesempatan untuk menciptakan dan memecahkan masalah dalam bidang matematika dan dalam konteks kehidupan nyata. menyelesaikan masalah yang tidak rutin Untuk menjadi seorang pemecah masalah yang baik.

mencari pola atau aturan. Menyelesaikan masalah sesuai rencana. Guru dapat mengecek apakah ada istilah-istilah yang mungkin belum diketahui/dilupakan. menyusun prosedur penyelesaian (membuat konjektur). Soal cerita dapat dikerjakan langsung tanpa ada gambar karena dari masalah tersebut siswa kurang lebih sudah dapat memahaminya. Kegiatan yang dapat dilakukan pada langkah ini adalah: menjalankan prosedur yang telah dibuat pada langkah sebelumnya untuk mendapatkan penyelesaian.17 2. atau apakah prosedur dapat dibuat generalisasinya. Kegiatan yang dapat dilakukan pada langkah ini adalah: mencoba mencari atau mengingat masalah yang pernah diselesaikan yang memiliki kemiripan dengan masalah yang akan dipecahkan. guru . Sedangkan jika soal berbentuk gambar. Kegiatan yang dapat dilakukan pada langkah ini adalah: menganalisis dan mengevaluasi apakah prosedur yang diterapkan dan hasil yang diperoleh benar. 3. guru dapat meminta siswa menyatakan pendapatnya dengan menggunakan bahasanya sendiri. Untuk memahaminya. Memecahkan soal berbentuk cerita berarti menerapkan pengetahuan yang dimiliki secara teoritis untuk memecahkan persoalan nyata/keadaan sehari-hari. Merencanakan pemecahannya. 4. Memeriksa kembali prosedur dan hasil penyelesaian.

18 lebih menekankan kepada siswa untuk memahami gambar dan dirangkaikan kembali ke dalam soal cerita. Pengertian Media Pembelajaran Dalam proses pembelajaran matematika penggunaan media sangat membantu siswa untuk lebih mudah memahami dan mengerti konsep dari materi yang diajarkan.3. lalu siswa akan mempelajari ide-ide matematika secara informal. supaya siswa terbiasa mengerjakan soal-soal yang tidak hanya mengandalkan ingatan yang baik saja. Djamarah (2006:121) menyatakan “media adalah alat bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan”. selanjutnya belajar matematika secara formal. Karena siswa dapat mengerti dan memahami unsurunsur yang ada pada gambar. Media Pembelajaran Alat A.1. Asosiasi Pendidikan Nasional (national education association) memiliki perngertian yang berbeda. 2. . Hidayat (2010) menyatakan “media meliputi alat bantu guru dalam mengajar serta sarana pembawa pesan”. Dengan demikian inti dari belajar memecahkan masalah. Kemudian siswa bereksplorasi dengan benda kongkrit. tetapi siswa diharapkan dapat mengaitkan dengan situasi nyata yang pernah dialaminya atau yang pernah dipikirkannya. ‘perantara’ atau ‘pengantar’. Menurut Arsyad (2009:3) kata media berasal dari bahasa Latin medius yang secara harfiah berarti ‘tengah’. Media adalah bentuk-bentuk komunikasi baik tercetak maupun audiovisual serta peralatannya.

dan dibaca (Arief. bisa terjadi proses komunikasi mengalami hambatan. artinya tidak selamanya pesan yang disampaikan oleh pengirim pesan mudah diterima oleh penerima pesan. dalam suatu proses komunikasi diperlukan saluran yang berfungsi untuk mempermudah penyampaian pesan. Oleh sebab itu. Bahkan adakalanya pesan yang diterima tidak sesuai dengan maksud yang disampaikan. dimana guru berperan sebagai pengantar pesan dan siswa sebagai penerima pesan. Jadi dapat dikatakan bahwa media pembelajaran adalah sebuah alat yang berfungsi untuk menyampaikan pesan pembelajaran. Bagan komunikasi dengan unsur media dapat dilihat seperti skema berikut ini : Pengirima n Pesan Pesan Media Penerim a Pesan . Inilah hakikat dari media pembelajaran. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002:17) “pembelajaran adalah proses. Pesan yang dikirim oleh guru berupa isi/materi pelajaran yang dituangkan ke dalam simbol-simbol komunikasi baik verbal maupun nonverbal. dapat didengar. cara. perbuatan yang menjadikan orang atau mahluk hidup belajar”. dapat disimpulkan bahwa pengertian media adalah segala sesuatu (alat) yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima dalam bentuk tercetak ataupun audiovisual. 2009:17).dkk.19 media hendaknya bisa dimanipulasi. Banyaknya pengertian dari media yang dikemukakan diatas. Namun demikian. Pembelajaran hakikatnya adalah proses komunikasi. dapat dilihat.

Proses Komunikasi dengan Media (Wina Sanjaya. 2009) .Pesan 20 Gambar 2.1.

(1) media video. telepon. Dalam penelitian ini media pembelajaran yang akan digunakan adalah media animasi power point. 2. Media audiovisual dapat dibagi menjadi dua yaitu. Media Visual Media visual adalah media yang hanya mengandalkan indera penglihatan. audiovisual banyak dikembangkan untuk keperluan pembelajaran. biasanya dikemas dalam bentuk VCD. dan tampilan teks.Media Audiovisual Media audiovisual adalah media yang mempunyai unsur suara dan unsur gambar. Jenis media audiovisual mempunyai kemampuan yang lebih baik.21 B. gerak. Ada pula yang menampilkan gambar atau simbol yang bergerak. Jenis Media Djamarah (2006:124) mengklasifikasikan media dilihat dari jenisnya. Media video dan media komputer banyak dikembangkan untuk keperluan pembelajaran. seperti radio. Media Auditif Media auditif adalah media yang hanya mengandalkan kemampuan suara saja.cassette recorder. (2) media komputer. karena meliputi kemampuan kedua jenis media yang pertama dan kedua. Media animasi power point ini merupakan media pembelajaran atau perlengkapan dan termasuk pada media audiovisual. Media . diantaranya adalah: 1. Media visual ini ada yang menampilkan gambar diam seperti gambar atau lukisan. suara serta gambar.

permukaan gelas.kompasiana. ruas garis. dan tahan lama bila siswa belajar melalui berbuat dan pengertian. gelang. Siswa juga mendapat kesempatan terlibat dalam proses pengamatan dengan bantuan alat peraga. maka diharapkan tumbuh minat belajar matematika dalam dirinya dan akan menyenangi konsep yang akan disajikan. Konsep abstrak dapat dicapai melalui tingkat-tingkat belajar yang berbeda-beda. benda-benda bidang beraturan untuk menerangkan konsep pecahan.com/2012/01/07/alat-peraga-matematika/) Dari penjelasan diatas. benda seperti cincin. Selanjutnya konsep abstrak yang baru dipelajari akan mengendap. Menurut Rusefendi (1993) penggunaan alat peraga dapat dikaitkan dan dihubungkan dengan salah satu atau beberapa dari : . dan sebagainya untuk menerangkan konsep lingkaran dan sebagainya”. Alat Peraga Pada dasarnya siswa belajar melalui benda kongkrit. kubus (bendanya) untuk menjelaskan konsep titik. Alat peraga dalam pelajaran matematika memegang peranan penting sebagai alat bantu untuk menciptakan proses belajar mengajar yang efektif. Dan wujud dari kubus itu sendiri. alat peraga adalah alat bantu dalam pengajaran matematika yang nantinya akan bermanfat bagi kelangsungan proses belajar mengajar.22 C. Untuk memahami konsep abstrak anak memerlukan benda-benda kongkrit (real) sebagai perantaranya. (http://edukasi. bukan hanya melalui mengingat-ingat fakta. Benda-benda itu misalnya batu-batuan dan kacang-kacangan untuk menerangkan konsep bilangan. melekat. daerah bujur sangkar. Rusefendi (1993) menerangkan bahwa : “Alat peraga merupakan alat bantu untuk menerangkan atau mewujudkan konsep-konsep matematika.

Pemecahan masalah pada umumnya 8. Pengamatan dan penemuan sendiri ide-ide dan relasi baru serta penyimpulan secara umum 7. satu kerangka untuk menganalisa sebuah persoalan. . satu cara untuk mencapai sesuatu. Pengundangan berpartisipasi aktif 10.kompasiana. Pengundangan untuk berpikir 9.com/2012/01/07/alat-peraga-matematika/) Dari uraian diatas.23 1. Pengukuran.  Pemahaman Konsep Konsep merupakan rumusan. dengan bantuan alat peraga diharapkan peserta didik lebih mudah memahami materi matematika yang telah dipelajari dan siap untuk mengaplikasikannya. Pembentukan konsep 2. Layanan terhadap perbedaan individual. Pemahaman konsep 3. termasuk pelayanannya terhadap anak lemah dan berbakat 5. alat peraga dipakai sebagai alat ukur 6. Menurut Edmund Bachman (2005) ”Konsep merupakan pokok utama dibalik sebuah permasalahan. Latihan dan penguatan 4. hubungan antara satu dengan yang lainnya dan bagaimana mereka memberikan sumbangsih terhadap pokok persoalan”. Pengundangan untuk berdiskusi (http://edukasi.

Proses pemahaman konsep matematika dapat diserap siswa jika guru dalam proses pembelajaran menggunakan alat peraga ataupun media pembelajaran. untuk itu apapun tujuan pembelajaran yang diharapkan tidak akan tercapai. Pemahaman terhadap konsep-konsep matematika bukan hanya sekedar mengingat kembali defenisi-defenisi dan mengenali contohcontoh biasa. Karena dengan bantuan alat-alat tersebut. Kemampuan dasar adalah suatu kemampuan yang harus dimiliki untuk suatu pokok bahasan tertentu (yang baru). Hal ini menekankan bahwa jika seorang siswa atau guru ingin menguasai suatu konsep matematika dengan baik. konsep akan dapat lebih mudah di pahami dengan jelas serta . keterurutan penguasaan matematika itu perlu mendapat perhatian. dimana hal tersebut merupakan prasyarat mutlak. apabila kemampuan itu tidak dikuasai. Tetapi seringkali siswa hanya menghafal konsep (defenisi) tanpa memperhatikan syarat-syarat dan hubungan antara konsep. Matematika tersusun secara hirarkis sehingga konsep-konsep terdahulu menjadi prasyarat untuk memahami konsep berikutnya. Belajar matematika berkaitan erat dengan matematika itu sendiri. Seperti yang dikemukakan Hudojo (1988:10) bahwa” Di dalam belajar matematika apabila konsep A dan konsep B dipelajari terlebih dahulu”. Oleh sebab itu.24 Siswa dapat peka terhadap matematika hanya jika mereka mengerti konsep dan makna atau interpretasinya. dalam belajar matematika seorang siswa harus lebih dahulu pada tahap yang satu baru dibolehkan melangkah pada tahap berikutnya. yang sesuai dengan topik yang di ajarkan. tetapi mencakup kecakapan-kecakapan yang jangkauannya lebih luas.

Slameto (2003:180) mengatakan “minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa keterikatan pada suatu hal atau aktivitas.edu/index. maka dapat disimpulkan minat adalah suatu rasa ingin tahu pada suatu hal atau aktivitas. oleh karena itu minat belajar anak harus diperhatikan dengan cermat.upi. Sedangkan Holland (http://forum. minat belajar dapat diartikan dengan suatu keinginan atau kemauan yang disertai perhatian dan keaktifan yang sengaja yang akhirnya melahirkan rasa senang dalam perubahan tingkah laku. Jika dikaitkan dengan belajar. tanpa ada yang menyuruh. sehingga antara satu dengan yang lain mempunyai perbedaan dalam keinginannya. Dengan adanya minat belajar pada siswa dapat memudahkan membimbing dan mengarahkan siswa untuk belajar.25 siswa tidak hanya sekedar mudah mengingat melainkan memahami materi yang diajarkan.  Pengembangan Minat Minat selama ini hanya dikenal dengan sebutan keinginan yang dimiliki oleh seseorang. .php?topic=162) mengatakan bahwa “minat adalah aktivitas atau tugas-tugas yang membangkitkan rasa ingin tahu”. Minat belajar merupakan salah satu faktor penunjang keberhasilan proses pembelajaran matematika. Minat yang timbul dari kebutuhan siswa merupakan faktor penting bagi siswa dalam melaksanakan kegiatan-kegiatannya. Dari penjelasan di atas.

Menggunakan alat-alat peraga atau media 4. Menyesuaikan bahan pelajaran yang diajarkan dengan minat siswa. Pengembangan minat dapat dilakukan guru dengan berbagai cara misalnya dengan memperkenalkan kepada siswa berbagai belajar yang menarik. Semua kegiatan belajar harus kontras Dalam pembelajaran yang melibatkan siswa dengan bantuan alat peraga akan membangkitkan minat. Pembelajaran hendaknya mampu membangkitkan aktivitas siswa 5. Hal ini ditegaskan Tanner dalam Slameto (2003:181) bahwa “para pengajar juga harus berusaha membentuk minat-minat baru pada diri siswa. bahkan motivasi siswa. Beberapa hal yang dapat dilakukan guru dalam mengembangkan minat siswa dalam belajar matematika. 2.” Jika guru mengabaikan minat belajar siswa maka akan mengakibatkan ketidakberhasilan dalam proses pembelajaran matematika. Dengan demikian siswa akan tertarik untuk mempelajari matematika.. misalnya dengan memanfaatkan lingkungan. menggunakan alat peraga atau media dalam pembelajaran. Sehingga muncul dalam diri siswa untuk mempelajari materi lebih lanjut dan merasa penasaran serta ingin lebih tahu tentang konsep yang akan dipelajarinya secara mendalam. 1. Pembelajaran dapat dilakukan dengan cara dari mudah ke yang sukar atau dari konkret ke abstrak 3. .26 Guru mempunyai peranan yang besar dalam pengembangan minat siswa.

Tahapan belajar menurut Brunner dalam Hudojo (1988 : 58) sebagai berikut.27 2.4.struktur yang termuat dalam pokok bahasan yang diajarkan. diantaranya . Bruner menyarankan keaktifan anak dalam proses belajar secara penuh agar anak dapat mengenal konsep dan struktur yang tercakup dalam bahan yang sedang dibicarakan.1. siswa akan melihat langsung keteraturan dan pola strukur yang terdapat dalam penggunaan media pembelajaran matematika yang diperhatikannya. Melalui penggunaan media pembelajaran matematika yang ada. Teori Bruner Bruner mengungkapkan bahwa belajar matematika akan lebih berhasil jika proses pengajaran anak diarahkan pada konsep-konsep dan struktur. adalah . Dalam proses pembelajaran hendaknya siswa diberi kesempatan untuk memanipulasi benda-benda dengan menggunakan media pembelajaran matematika. Teori Belajar Alat Pembelajaran matematika yang menggunakan alat peraga ataupun media mampu melibatkan siswa untuk aktif dalam proses pembelajaran. 1. Ada beberapa teori yang mendukung penggunaan alat peraga atau media pembelajaran. Dengan menggunakan alat peraga atau media pembelajaran pemahaman konsep akan lebih mudah di pahami.disamping hubungan yang terkait antara konsep-konsep dan struktur-struktur tersebut.sehingga anak memahami materi yang harus dikuasai. Strategi Pembelajaran Geometri A.

/blogspot. (2) konsep abstrak matematika tersaji dalam bentuk konkrit”. Teori Jhon Dewey Teori ini menyatakan : Mengkaitkan bahan pelajaran dengan situasi dunia nyata.wordpress.28  Tahap enaktif Dalam tahap ini siswa secara langsung terlibat dalam memanipulasi objek. Pendekatan Belajar Menurut Depdikbud (http://mari-berkawand/. Berdasarkan teori diatas.html) pendekatan dapat diartikan “sebagai . Hal ini juga ditegaskan Rusefendi (1990) bahwa “Penggunaan alat peraga dalam matematika mampu membuat (1) proses belajar termotivasi baik murid dan guru..  Tahap simbolik Tahapan dimana anak-anak memanipulasi simbol-simbol atau objek tertentu. 2.com/2008/02/02/teoriteori-belajar) B. mendorong siswa dengan menghubungkan yang dipelajari dengan kehidupan sehari-hari. (http://akhmadsudrajat. merupakan gambaran dari objek yang dimanipulasinya.com/2011/03 /pengertian-pendekatan-pembelajaran. pengalaman sesungguhnya dan penerapannya/manfaatnya. jelaslah bahwa penggunaan alat peraga atau media dalam pembelajaran sangat membantu siswa untuk lebih memahami konsep serta mengembangkan minat belajar.  Tahap ikonik Tahapan dimana kegiatan siswa berhubungan dengan mental.

yaitu: sikap melestarikan apa yang sudah ada dan sikap memperluas 3) Pendekatan Biggs Hasil penelitian Biggs. perbuatan.b) pendekatan deep. dalam pembelajaran geometri pendekatan belajar yang diterapkan adalah pendekatan hukum Jost. c) pendekatan achieving Berdasarkan pendekatan-pendekatan diatas. Banyak pendekatan belajar yang dapat dilakukan oleh para guru kepada siswanya untuk mempelajari bidang studi atau materi pelajaran yang sedang mereka tekuni. Karena penggunaan alat peraga dan media membuat siswa aktif dan mempraktikkan sendiri materi pelajaran geometri. 2) Pendekatan Ballard & Clanchy Dalam pendekatan ini. Sedangkan pendekatan belajar merupakan suatu cara yang disengaja oleh guru untuk membuat siswa belajar dengan aktif.29 proses. siswa belajar pada umumnya dipengaruhi oleh sikap terhadap ilmu pengetahuan. dari yang paling klasik sampai yang paling modern. . pendekatan belajar siswa dapat dikelompokkan ke dalam tiga prototype: a) pendekatansurface. Diantaranya : 1) Pendekatan Hukum Jost Salah satu asumsi penting yang mendasari Hukum Jost (Jost’s law) adalah siswa yang lebih sering mempraktikkan materi pelajaran akan lebih mudah memanggil kembali memori lama yang berhubungan dengan materi yang sedang ditekuni. atau cara untuk mendekati sesuatu”.

dan kondisi guru itu sendiri. juga bagaimana guru menerapkan strategi. Karena seorang guru harus mampu memiliki motivasi dan semangat kebaruan dalam proses pembelajaran yang dijalaninya. fasilitas media yang tersedia. bertanya. Dalam prakteknya. (http://blog.unesa. teori belajar dan pembelajaran. dalam memilih model belajar yang tepat haruslah memperhatikan kondisi siswa. Model Belajar Dalam keseharian istilah model dimaksudkan terhadap pola atau bentuk yang akan menjadi acuan. dan melaksanakan pembelajaran kondusif “. Sedangkan Kiswono mengatakan model dalam konteks pembelajaran diartikan “sebagai suatu pola kegiatan guru-siswa untuk menghasilkan perubahan-perubahan yang terjadi pada diri siswa sebagai akibat perbuatan mengajar dan belajar “. sifat materi bahan ajar. . member penguatan.ac. guru harus ingat bahwa tidak ada model belajar yang paling tepat untuk segala situasi dan kondisi. Mengelola di sini memiliki arti yang luas yang menyangkut bagaimana seorang guru mampu . Oleh karena itu.elearning. seperti membuka dan menutup pelajaran.org/content/blog/pengertian-pendekatan-strategi-metodeteknik-taktik-dan-model-pembelajaran) adalah “guru yang mampu mengelola program belajar-mengajar.id/alim-sumarno/model-pembelajaran) Untuk membelajarkan siswa sesuai dengan cara-gaya belajar mereka sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai dengan optimal ada berbagai model belajar.30 C. dan sebagainya. menjelaskan. menvariasikan media. Guru yang berkompeten menurut Sardiman (dalam http://psb-psma.menguasai keterampilan dasar mengajar.

html) menjelaskan strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara efektif dan efesien. Pembelajaran geometri merupakan hal yang sangat penting karena pembelajaran geometri sangat mendukung banyak topik.com/2008/07/pembelajaran-geometri-berdasarkan-tahap.31 D. seperti vektor. Geometri merupakan salah satu cabang dari pelajaran matematika yang penting untuk dipelajari. Sedangkan Kemp (dalam http://hipni. blogspot. strategi diartikan sebagai perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. dan kalkulus.com/2011/09/definisi-pengertian-strategi. Strategi Belajar Mengajar Geometri Secara umum strategi dapat diartikan sebagai suatu garis-garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan. Menurut Sanjaya (2008:294) dalam dunia pendidikan.html) menyatakan bahwa “dengan pembelajaran geometri mampu mengembangkan kemampuan pemecahan masalah dan mendukung banyak topik lain dalam matematika”. Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran merupakan suatu rencana tindakan (rangkaian kegiatan) yang dilakukan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran tercapai. kerja yang sistematis. menghidupkan kreativitas serta dapat mengembangkan kemampuan berinovasi. Kennedy & Tipps (dalam http://mulin-unisma. blogspot. karena geometri mencakup latihan berpikir logis. .

Tahap 1 ( analisis ) Tahap ini juga dikenal dengan tahap deskriptif. Siswa dapat menentukan sifatsifat suatu bangun dengan melakukan pengamatan. Menurut teori van Hiele dalam Raharjo Ismail dalam artikelnya yang berjudul Geometrid dan Teori Belajar Van Hiele . ataupun tahap visual. pada tahap ini siswa tidak dapat memahami dan menentukan sifat geometrid dan karakteristik bangun ynag ditunjukkan. tetapi memandang objek sebagai keseluruhan. pengukuran. Tahap 0 ( visualisasi ) Tahap ini juga dikenal dengan tahap dasar. siswa belum sepenuhnya dapat menjelaskan hubungan antara sifat-sifat tersebut. tahap holistik. belum dapat melihat hubungan antara beberapa bangun geometri dan defenisi. Siswa secara eksplisit tidak terfokus pada sifat-sifat objek yang diamati. . seseorang akan melalui lima tahap perkembangan berpikir dalam belajar geometri. tahap rekognisi. Oleh karena itu. menggambar dan membuat model. b. Teori van Hiele ini diakui secara internasional dan memberikan pengaruh yang kuat dalam pembelajaran geometri di sekolah. yaitu : a. eksperimen. Akan tetapi. Pada tahap ini siswa mengenal bentuk-bentuk geometri hanya sekedar berdasarkan karakteristik visual dan penampakannya.32 Pembelajaran geometri dipengaruhi oleh teori van Hiele yang dikembangkan oleh Pierre Marie van Hiele dan Diana van Hiele-Geldof. Pada tahap ini sudah Nampak adanya analisis konsep dan sifat-sifatnya.

aksioma. Tahap 3 ( Deduksi ) Tahap ini dikenal juga dengan tahap deduksi formal. Siswa juga dapat menyusun teorema dalam sistem aksiomatik. dan dapat mengklasifikasikan bangun-bangun secara hirarki. yaitu (1) tahap-tahap tersebut bersifat hirarki dan sekuensial. e. atau tahap keterkaitan. (2) kecepatan berpindah dari tahap ke tahap . Tahap 2 ( Deduksi Informal ) Tahap ini dikenal juga dengan tahap abstrak. siswa belum memahami bahwa deduksi logis adalah metode untuk membangun geometri. menemukan sifatsifat dari berbagai bangun dengan mengggunakan deduksi informal. tahap teoritik. tidak hanya sekedar menerima bukti. Pada tahap ini siswa dapat menyusun bukiti. teorema dan pembuktian formal dapat dipahami. Tahap 4 ( Rigor ) Pada tahap ini siswa bernalar secara formal dalam system matematika dan dapat menganalisis konsekuensi dari manipulasi aksioma dan defenisi. tahap relasional.33 c. defenisi. Teori van Hiele mempunyai karakteristik. siswa sudah dapat melihat hubungan sifat-sifat pada suatu bangun geometrid an sifat-sifat antara beberapa bangun geometri. Perbedaan antara pernyataan dan konversinya dapat dibuat serta siswa menyadari perlunya pembuktian melalui serangkai penalaran deduktif. Meskipun demikian. Dalam tahap ini juga siswa berpeluang untuk mengembangkan bukti lebih dari satu cara. Pada tahap ini. Siswa juga dapat membuat defenisi abstrak. d. Saling keterkaitan antara bentuk yang tidak terdefenisikan.

Kualitas pengetahuan siswa tidak ditentukan oleh akumulasi pengetahuannya. Sedangkan . Clements & Battista menyatakan bahwa teori van Hiele mempunyai karakteristik. (4) kosakata. dan (3) setiap tahap mempunyai kosakata dan sistem relasi sendiri-sendiri. yakni seseorang harus melalui tahaptahap tersebut sesuai urutannya. dan (4) setiap tahap mempunyai kosakata sendiri-sendiri. menunjukkan karakteristik proses berpikir siswa dalam belajar geometri dan pemahamannya dalam konteks geometri. yakni keberhasilan dari tahap ke tahap lebih banyak dipengaruhi oleh isi dan metode pembelajaran daripada oleh usia. terdapat “lompatan” dalam kurva belajar seseorang. yakni masingmasing tahap mempunyai kosakata dan sistem relasi sendiri. yaitu (1) belajar adalah proses yang tidak kontinu.34 berikutnya lebih bergantung pada pembelajaran. isi. kosakata dan lainnya berada pada tahap yang lebih tinggi daripada tahap berpikir siswa. Secara khusus yakni guru. Tahaptahap berpikir van Hiele akan dilalui oleh siswa secara berurutan. tetapi ditentukan oleh proses berpikir yang digunakan. yakni objek yang masih kurang jelas akan menjadi objek yang jelas pada tahap berikutnya. (3) konsep yang dipahami secara implisit pada suatu tahap akan dipahami secara eksplisit pada tahap berikutnya. bahan pembelajaran. (3) intrinsic dan ekstrinsik. Siswa akan melemati suatu tahap yang matang sebekum menuju tahap selanjutnya. (2) kemajuan. Crowley menyatakan bahwa teori van Hiele mempunyai sifat-sifat berikut (1) berurutan. (2) tahap-tahap tersebut bersifat terurut dan hirarki. (5) mismatch. yakni jika seorang berada pada suatu tahap dan tahap pembelajaran berada pada tahap yang berbeda. Setiap tahap dalam teori van Hiele.

Hal ini ditegaskan juga oleh Winataputra. dalam pembelajaran geometri guru perlu mengembangkan model pembelajaran yang mampu meningkatkan kemampuan berpikir siswa dalam materi geometri serta melibatkan siswa secara aktif. Pelaksanaan strategi belajar mengajar geometri atau strategi pembelajaran yang dimaksud adalah dengan menerapkan pembelajaran langsung yang dibantu dengan alat peraga atau media.35 kecepatan berpindah dari suatu tahap ke tahap berikutnya lebih bergantung pada metode pembelajaran daripada umur dan kematangan. .pdf) bahwa “dalam pembelajaran matematika hendaknya dipilih strategi pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif”. 2. melainkan perlu lebih mementingkan pemahaman pada proses terbentuknya konsep.5.kemenag. dkk (dalam http://bdk surabaya. Model Pembelajaran Langsung A. Jadi.go.1. Dalam hal ini keaktifan siswa tidak hanya pada keterampilan mengerjakan soal sebagai aplikasi dari konsepkonsep matematika yang telah dipelajari. Pengertian Trianto (2009:41) mengungkapkan pengertian model pembelajaran langsung adalah suatu model pembelajaran yang dirancang khusus untuk menunjang proses belajar siswa yang berkaitan dengan pengetahuan deklaratif dan pengetahuan prosedural yang terstruktur dengan baik.id/file/dokumen /vanhiele. Oleh sebab itu. seorang guru harus mampu menyediakan pengalaman belajar yang cocok dengan tahap berpikir siswa. dapat diajarkan dengan pola kegiatan yang bertahap selangkah demi selangkah.

gambar. Sintaks atau Pola Pembelajaran Langsung Pada model pembelajaran langsung terdapat 5 sintaks yang sangat penting. Menurut Kardi dan Nurul dalam Trianto (2009:41) ciri dari pembelajaran langsung adalah : • Adanya tujuan pembelajaran dan pengaruh model pada siswa termasuk prosedur penelitian hasil belajar • • Sintaks atau pola keseluruhan dan alur kegiatan pembelajaran Sistem pengolahan dan lingkungan belajar yang diperlukan agar kegiatan pembelajaran tertentu dapat berlangsung dengan berhasil B. peragaan. dan guru juga seyogyanya menggunakan media yang sesuai. dan kerja kelompok. Pengajaran langsung menurut Kardi dalam Trianto (2009:42) dapat berupa ceramah. Dalam model ini guru berperan sebagai penyampaian informasi. demonstrasi. misalnya film. Guru mengawali pelajaran dengan penjelasan tentang tujuan dan latar belakang pembelajaran.36 Model pembelajaran ini ditujukan untuk membantu siswa mempelajari keterampilan dasar dan memperoleh informasi yang dapat diajarkan selangkah demi selangkah. dan sebagainya. serta mempersiapkan siswa untuk menerima penjelasan guru. tape recorder. pelatihan atau praktik. Pengajaran langsung digunakan untuk menyampaikan pelajaran yang ditransformasikan . Model pembelajaran ini menekankan pada penguasaan konsep dan perubahan tingkah laku dengan mengutamakan pendekatan deduktif.

1. Menyampaikan tujuan . Penjelasan 5 Fase Model Pembelajaran Langsung 1. Seperti yang ditunjukkan Tabel 2. Sintaks model pembelajaran langsung tersebut disajikan dalam 5 tahap.1. Penyusunan waktu yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran harus seefisien mungkin.1 Sintaks Model Pembelajaran Langsung Fase Uraian Peran Guru 1 Menyampaikan Tujuan Pembelajaran Menjelaskan Tujuan. Materi dan mempersiapkan siswa Prasyarat. sehingga guru dapat merancang dengan tepat waktu yang digunakan.3. Tabel 2. Menyampaikan Tujuan dan Mempersiapkan Siswa a. berikut.1.37 langsung oleh guru kepada siswa. dan mempersiapkan siswa 2 Mendemonstrasikan Pengetahuan dan Mendemonstrasikan keterampilan atau Keterampilan 3 Membimbing Pelatihan 4 Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik 5 Memberikan latihan dan penerapan konsep menyajikan informasi tahap demi tahap Guru memberi latihan terbimbing Mengecek kemampuan siswa dan memberikan umpan balik Mempersiapkan latihan untuk siswa dengan menerapkan konsep yang dipelajari pada kehidupan sehari-hari. memotivasi siswa.5.

Sementara itu. mempunyai dampak yang positif terhadap proses belajar siswa.html) adalah sebagai berikut: a. dan mengingatkan kembali pada hasil belajar yang telah dimilikinya. Mendemonstrasikan Pengetahuan dan Keterampilan Menurut Kardi dan Nur kunci untuk berhasil ialah mempresentasikan informasi sejelas mungkin dan mengikuti langkah-langkah demonstrasi yang efektif (http://www. mengapa mereka berpatisipasi dalam suatu pelajaran tertentu.inforppsilabus. memusatkan perhatian siswa pada pokok pembicaraan. Menyiapkan siswa Kegiatan ini bertujuan untuk menarik perhatian siswa.pada guru pemula dan belum berpengalaman ditemukan banyak penjelasan yang kabur dan membingungkan.38 Para siswa perlu mengetahui dengan jelas. 2. yang relevan dengan pokok pembicaraan yang akan dipelajari. atau memberikan sejumlah pertanyaan kepada .com/2012/03/5-fase-model-pembelajaran- langsung. Menyiapkan siswa yaitu memusatkan perhatian siswa pada materi yang akan kita ajarkan. dan mereka perlu mengetahui apa yang harus mereka lakukan setelah selesai berperan serta dalam pelajaran itu.Mencapai Kejelasan Kemampuan guru untuk memberikan informasi yang jelas dan spesifik kepada siswa. Hal ini pada umumnya terjadi pada . b. membantu siswa melihat relevansi pelajaran. serta memotivasi siswa berperan aktif selama proses pembelajaran berlangsung. tujuan ini dapat dicapai dengan jalan mengulang pokok-pokok pembicaraan pelajaran yang lalu.

guru perlu sepenuhnya menguasai konsep atau keterampilan yang akan di demonstrasikan. Membimbing pelatihan Menurut Kardi dan Nur prinsip-prinsip yang dapat digunakan sebagai acuan bagi guru dalam menerapkan dan melakukan pelatihan diantaranya: • • Tugasi siswa melakukan latihan singkat dan bermakna Berikan pelatihan sampai benar-benar menguasai konsep atau keterampilan yang dipelajari. tugas paling penting bagi guru dalam menggunakan model . (http://www.com/2012/03/5-fase-model-pembelajaranlangsung. b. karena tanpa mengetahui hasilnya. • Hati-hati terhadap kelebihan dan kelemahan latihan berkelanjutan dan latihan terdistribusi. 3.html) 4. Melakukan demonstrasi Agar dapat mendemonstrasikan suatu konsep atau keterampilan dengan berhasil.39 saat guru tidak mengusai sepenuhnya isi pokok bahasan yang diajarkannya. dan tidak menguasai teknik komunikasi yang baik.inforppsilabus. latihan tidak banyak manfaatnya bagi siswa.. • Perhatikan tahap-tahap awal pelatihan. Mengecek Pemahaman dan Memberikan Umpan Balik Kegiatan ini merupakan aspek penting dalam pembelajaran langsung. dan berlatih melakukan demonstrasi untuk menguasai komponen-komponennya. dalam kenyataannya.

• Guru seharusnya memberikan umpan balik tentang Pekerjaan Rumah (PR) tersebut. 5.40 pembelajaran langsung adalah memberi siswa umpan balik bermakna dan pengetahuan tentang hasil latihannya. • Guru semestinya menginformasikan kepada orang tua siswa tentang tingkat keterlibatan mereka yang diharapkan. Fase ini ditandai dengan pertanyaanpertanyaan yang diberikan oleh guru kepada siswa dan siswa memberikan tanggapan berupa jawaban yang menurut mereka benar. Guru dapat menggunakan berbagai cara untuk memberikan umpan balik kepada siswa. misalnya umpan balik secara lisan. tetapi merupakan kelanjutan pelatihan untuk pembelajaran berikutnya. Memberikan Kesempatan untuk Pelatihan Lanjutan dan Penerapan Kebanyakan latihan mandiri yang diberikan kepada siswa sebagai fase akhir pelajaran pembelajaran langsung adalah pekerjaan rumah. dan komentar tertulis . sehingga siswa dapat mengetahui dan memperbaiki kesalahannya dalam menjawab latihan. Umpan balik sebaiknya diberikan seusai pelatihan dan sesuai dengan tingkat perkembangan siswa. Pelaksanaan Pembelajaran Langsung . ada tiga panduan umum untuk latihan-latihan mandiri yang diberikan sebagai Pekerjaan Rumah (PR) diantaranya: • Tugas rumah yang diberikan bukan merupakan kelanjutan dari proses pembelajaran. C. guru merespon jawaban yang diberikan siswa tersebut. Selanjutnya. tes.

41 Sebagaimana halnya setiap mengajar. pelaksanaan yang baik model pembelajaran langsung memerlukan tindakan-tindakan dan keputusan-keputusan yang jelas dari guru selama berlangsungnya perencanaan. dan waktu menilai hasilnya. Tugas –tugas Perencanaan a. Beberapa diantara tindakan tersebut dapat dijumpai pada model pembelajaran lain. Mager mengemukakan bahwa tujuan pembelajaran khusus harus sangat spesifik yang terdiri dari tiga bagian. pada saat melaksanakan pembelajaran. yaitu :  Perilaku siswa  Situasi pengetesan  Kriteria kinerja . langkah-langkah atau tindakan tertentu merupakan ciri khusus pembelajaran langsung. Merumuskan Tujuan Untuk merumuskan tujuan pembelajaran dapat digunakan model Mager dalam Trianto (2009:46). Ciri utama unik yang terlihat dalam melaksanakan suatu pembelajaran langsung adalah sebagai berikut : 1.

mencakup semua tugas pengajaran c. Merencanakan Waktu dan Ruang Pada suatu pembelajaran langsung.42 b. c. Memilih Isi Guru harus mempertimbangkan berapa banyak informasi yang akan disampaikan dalam kurun waktu tertentu. akan membantu guru menentukan dengan tepat apa yang perlu dilakukan siswa untuk melaksanakan keterampilan yang dipelajari. Guru harus selektif dalam memilih konsep yang diajarkan dengan model pengajaran langsung. sesuai dengan tujuan pengajaran b. d. 2. (2) memotivasi siswa agar mereka tetap melakukan tugas-tugasnya dengan perhatian yang optimal. Ada 2 hal yang perlu diperhatikan oleh guru : (1) memastikan bahwa waktu yang disediakan sepadan dengan bakat dan kemampuan siswa. Penilaian Pada Model Pembelajaran Langsung 5 prinsip dasar dalam merancang sistem penilaian : a. merencanakan dan mengelola waktu dan ruang merupakan kegiatan yang sangat penting. menggunakan soal tes yang sesuai . Dengan menganalisis tugas. yang akan diajarkan guru. Melakukan analisis tugas Analisis tugas adalah alat yang digunakan guru untuk mengidentifikasi dengan presisi yang tinggi hakikat yang setepatnya dari suatu keterampilan atau butir pengetahuan yang terstruktur dengan baik.

Konstruktivisme yang mempunyai pengaruh besar pada tahun 1930 yang bekerja sebagai ahli Psikologi Rusia adalah L. buatlah soal yang valid dan sereliabel mungkin e. mengenal poin penting tentang pikiran anak ini lebih dari setengah abad yang lalu. Lev Vygotsky (1896-1934).1. karyanya baru dipublikasikan di dunia Barat pada tahun 1960-an. tulisan-tulisannya menjadi sangat berpengaruh. Vygotsky. dan mengakui bahwa tiap-tiap disiplin ilmu . 2. Vygotsky percaya bahwa subyek yang dipelajari berpengaruh pada proses belajar.43 d. Jaramillo (1996) menjelaskan. Vygotsky adalah pengagum Piaget. manfaatkan hasil tes untuk memperbaiki proses belajar mengajar berikutnya. Sejak saat itulah. seorang psikolog berkebangsaan Rusia. Vygotsky mencatat bahwa interaksi individu dengan orang lain berlangsung pada situasi sosial. yang sangat tertarik pada efek interaksi siswa dengan teman sekelas pada pelajaran. Namun. tetapi Vygotsky tidak setuju dengan pandangan Piaget bahwa anak menjelajahi dunianya sendirian dan membentuk gambaran realitas batinnya sendiri. Walaupun setuju dengan Piaget bahwa perkembangan kognitif terjadi secara bertahap dan dicirikan dengan gaya berpikir yang berbeda-beda. Vygotsky menulis di Uni Soviet selama 1920-an dan 1930-an.6 Teori Belajar Vygotsky Perkembangan kognitif dan bahasa anak-anak tidak berkembang dalam suatu situasi sosial yang hampa. Teori Vygotsky mendapat perhatian yang makin besar ketika memasuki akhir abad ke-20. Sezaman dengan Piaget.S.

sulit. dan realistik. tetapi dapat memecahkan masalah itu setelah mendapat bantuan orang dewasa atau temannya (peer). Konsep Sosiokultural Banyak developmentalis yang bekerja di bidang kebudayaan dan pembangunan menemukan dirinya sepaham dengan Vygotsky. Siswa diberi masalah yang kompleks. Bahwa siswa akan dapat mempelajari konsep-konsep dengan baik jika berada dalam ZPD. sistem matematika. (4) perkembangan yang berangkat dari bidang social ke bidang individu. perhatian. Vygotsky menyatakan bahwa siswa belajar melalui interaksi bersama dengan orang dewasa atau teman yang lebih cakap. blogspot.44 mempunyai metode pembelajaran tersendiri. Siswa bekerja dalam ZPD jika siswa tidak dapat memecahkan masalah sendiri. Vygotsky adalah seorang guru yang tertarik untuk mendesign kurikulum sebagai fasilitas dalam interaksi siswa. dan kemudian diberi bantuan secukupnya dalam memecahkannya. Berkaitan dengan pembelajaran.html) sebagai berikut : (1)Sosiokultural. Vygotsky mengemukakan empat prinsip yang dinyatakan oleh Slavin (dalam http://rochmad-unnes. (2) ZPD (zone of proximal development). Pendekatan pembelajaran yang dipandang sesuai adalah pembelajaran kooperatif. Teori Vygotsky menawarkan suatu potret perkembangan manusia sebagai sesuatu yang tidak terpisahkan dari kegiatan-kegiatan sosial dan budaya. 1. dan alat-alat ingatan. Vygotsky menekankan bagaimana proses-proses perkembangan mental seperti ingatan. (3) Vygostky menekankan pada scaffolding. yang berfokus pada konteks pembangunan sosial budaya. Penekanan Vygotsky pada peran kebudayaan dan masyarakat di dalam . Ia juga menekankan bagaimana anak-anak dibantu berkembang dengan bimbingan dari orang-orang yang sudah terampil di dalam bidang-bidang tersebut.com / 2008/02/01 _archive. dan penalaran melibatkan pembelajaran menggunakan temuan-temuan masyarakat seperti bahasa.

berfikir dan menyelesaikan masalah. . Vygotsky menekankan baik level konteks sosial yang bersifat institusional maupun level konteks sosial yang bersifat interpersonal. dan melek huruf. Interaksi institusional memberi kepada anak suatu norma-norma perilaku dan sosial yang luas untuk membimbing hidupnya. Level interpersonal memiliki suatu pengaruh yang lebih langsung pada keberfungsian mental anak. Alat-alat itu diwariskan pada anak-anak oleh anggota-anggota kebudayaan yang lebih tua selama pengalaman pembelajaran yang dipandu. anak-anak lahir dengan fungsi mental yang relatif dasar seperti kemampuan untuk memahami dunia luar dan memusatkan perhatian. Piaget memandang anak-anak sebagai pembelajaran lewat penemuan individual. Namun. sejarah kebudayaan menyediakan organisasi dan alat-alat yang berguna bagi aktivitas kognitif melalui institusi seperti sekolah. Pengalaman dengan orang lain secara berangsur menjadi semakin mendalam dan membentuk gambaran batin anak tentang dunia. sedangkan Vygotsky lebih banyak menekankan peranan orang dewasa dan anak-anak lain dalam memudahkan perkembangan si anak. Menurut Vygotsky.45 perkembangan kognitif berbeda dengan gambaran Piaget tentang anak sebagai ilmuwan kecil yang kesepian. Karena itulah berpikir setiap anak dengan cara yang sama dengan anggota lain dalam kebudayaannya. Pada level institusional. penemuan seperti komputer. anak-anak tak banyak memiliki fungsi mental yang lebih tinggi seperti ingatan. Fungsi-fungsi mental yang lebih tinggi ini dianggap sebagai ”alat kebudayaan” tempat individu hidup dan alat-alat itu berasal dari budaya.

Aktual development ditentukan apakah seorang anak dapat melakukan sesuatu tanpa bantuan orang dewasa atau guru. perkembangan mental anakanak menjadi matang. Sedangkan potensial development . Anak-anak tidak akan pernah mengembangkan pemikiran operasional formal tanpa bantuan orang lain. Vygotsky membedakan antara aktual development dan potensial development pada anak.46 Menurut Vygotsky Tahun 1962(dalam http://valmband.multiply. fungsi kognitif berasal dari interaksi sosial masing . Informasi tentang alat-alat.masing individu dalam konsep budaya. Pada satu sisi. tetapi masih dalam proses pematangan. dan dia menggambarkan bahwa anak-anak mampu melakukan sesuatu sendiri. Menurut teori Vygotsky. Melalui pengorganisasian pengalaman-pengalaman interaksi sosial yang berada di dalam suatu latar belakang kebudayaan ini. dimana fungsi-fungsi kognitif belum matang. keterampilan-keterampilan dan hubungan-hubungan interpersonal kognitif dipancarkan melalui interaksi langsung dengan manusia. Pada sisi lain. Vygotsky mencari pengertian bagaiman anak-anak berkembang dengan melalui proses belajar. 2.com) menyatakan bahwa : Keterampilan-keterampilan dalam keberfungsian mental berkembang melalui interaksi sosial langsung. Konsep sosiokultural adalah interaksi antara aspek “internal” dan “eksternal” dari pebelajaran dan penekanannya pada lingkungan sosial pebelajaran. Piaget menjelaskan proses perkembangan kognitif sejalan dengan kemajuan anak-anak. Zone Perkembangan Proksimal Meskipun pada akhirnya anak-anak akan mempelajari sendiri beberapa konsep melalui pengalaman sehari-hari. Vygotsky percaya bahwa anak akan jauh lebih berkembang jika berinteraksi dengan orang lain.

47 membedakan apakah seorang anak dapat melakukan sesuatu.multiply. Ketika siswa mengerjakan pekerjaanya di sekolah sendiri. perkembangan mereka kemungkinan akan berjalan lambat. yakni suatu proses . Sebuah konsekuensi pada proses ini adalah bahwa siswa belajar untuk pengaturan sendiri (self-regulasi). Konsep Scaffolding Scaffolding merupakan suatu istilah yang ditemukan oleh seorang ahli psikologi perkembangan-kognitif masa kini. Untuk memaksimalkan perkembangan.prayudi. Jerome Bruner.wordpress. siswa seharusnya bekerja dengan teman yang lebih terampil yang dapat memimpin secara sistematis dalam memecahkan masalah yang lebih kompleks.com ) bahwa : Zone Proximal of Development adalah jarak antara tingkat perkembangan sesungguhnya yang ditunjukkan dalam kemampuan pemecahan masalah secara mandiri dan tingkat kemampuan perkembangan potensial yang ditunjukkan dalam kemampuan pemecahan masalah di bawah bimbingan orang dewasa atau teman sebaya yang lebih mampu. Menurut teori Vygotsky (dalam http://valmband. dimana antara apakah seorang anak dapat melakukan sesuatu tanpa bantuan orang dewasa dan apakah seorang anak dapat melakukan sesuatu dengan arahan orang dewasa atau kerjasama dengan teman sebaya. Maksud dari ZPD adalah menitikberatkan ZPD pada interaksi sosial akan dapat memudahkan perkembangan anak. Melalui perubahan yang berturut-turut dalam berbicara dan bersikap. siswa mendiskusikan pengertian barunya dengan temannya kemudian mencocokkan dan mendalami kemudian menggunakannya. memecahkan masalah di bawah petunjuk orang dewasa atau kerjasama dengan teman sebaya.com ) bahwa: Zona Perkembangan Proksimal merupakan celah antara actual development dan potensial development. Maka (dalam http://www. 3.

Bantuan yang diberikan guru dapat berupa petunjuk. setiap kemampuan seseorang akan tumbuh dan berkembang melewati dua aturan.prayudi. 4. Jadi. Perkembangan Mental dari Sosial ke Individu Menurut Vygotsky. Pandangan teori ini menempatkan intermental atau lingkungan sosial sebagai faktor primer dan konstitutif terhadap pembentukan pengetahuan serta perkembangan kognitif seseorang. .tahap awal pembelajaran dan kemudian mengurangi bantuan tersebut dan memberikan kesempatan kepada anak tersebut mengambil alih tanggung jawab yang semakin besar segera setelah ia mampu mengerjakan sendiri.48 yang digunakan orang dewasa untuk menuntun anak-anak melalui zona perkembangan proksimalnya. peringatan. yaitu tataran sosial tempat orang-orang membentuk lingkungan sosialnya (dapat dikategorikan sebagai interpsikologis atau intermental). Sementara itu fungsi intrsmental dipandang sebagai derivasi atau keturunan yang tumbuh atau terbentuk melalui penguasaan dan internalisasi terhadap proses-proses sosial tersebut. dan tataran psikologis di dalam diri orang yang bersangkutan (dapat dikategorikan sebagai intrapsikologis atau intar mental). dorongan menguraikan masalah ke dalam bentuk lain yang memungkinkan siswa dapat mandiri.com ) bahwa : Teori scaffolding adalah memberikan kepada seseorang anak sejumlah besar bantuan selama tahap . Dikatakannya bahwa fungsi-fungsi mental yang lebih tinggi dalam diri seseorang akan muncul dan berasal dari kehidupan sosialnya. (dalam http://www.wordpress.

Pengaruh karya Vygotsky terhadap dunia pengajaran adalah sebagai berikut : 1. Namun. yaitu mampu memunculkan perubahan dan perkembangan yang tidak sekedar berupa transfer atau pengalihan.49 Pada mulanya anak berpartisipasi dalam kegiatan sosial tertentu tanpa memahami maknanya. Secara khusus Vygotsky mengemukakan bahwa disamping guru. walaupun anak tetap dilibatkan dalam pembelajaran aktif. internalisasi yang dimaksud oleh Vygotsky bersifat transformative. ini berarti anak-anak bekerja dalam zona perkembangan proksimal dan guru menyediakan scaffolding bagi anak selama melalui ZPD. Gagasan tentang kelompok kerja kreatif ini diperluasa menjadi pengajaran pribadi oleh teman sebaya ( peer tutoring). 3. keduanya tidak mendukung pengajaran didaktis diganti sepenuhnya. Walaupun Vygotsky dan Bruner telah mengusulkan peranan yang lebih penting bagi orang dewasa dalam pembelajaran anak-anak daripad peran yang diusulkan Piaget. Belajar dan berkembang merupakan satu kesatuan dan saling menentukan. Sebaliknya mereka malah menyatakan. guru harus secara aktif mendampingi setiap kegiatan anak-anak. teman sebaya juga berpengaruh dengan penting pada perkembangan penemuan kognitif individu anak. Dalam istilah teoritis. 2. kerja kelompok secara kooperatif (cooperative groupwork) tampaknya mempercepat perkembangan anak.berlawanan pembelajaran lewat (individual discovery learning). Pemaknaan atau konstruksi pengetahuan baru muncul atau terjadi melalaui proses internalisasi. yaitu seorang anak mengajari .

Keberhasilan pengajaran oleh teman sebaya ini dengan menggunakan teori Vygotsky. Satu anak bisa lebih efektif membimbing anak lainnya melewati ZPD karena mereka sendiri baru saja melewati tahap itu sehingga bis adengan mudah melihat kesulitan-kesulitan yang dihadapi anak lain dan menyediakan scaffolding yang sesuai. Luas selubung dan permukaan kubus Kubus adalah bangun ruang yang dibatasi oleh enam daerah persegi yang kongruen (sama sebangun).50 anak lainnya yang agak tertinggal dalam pelajaran. Dalam model pembelajaran kooperatif terjadi interaktif sosial yaitu interaksi antara siswa dengan siswa dan antara siswa dengan guru dalam usaha menemukan konsep .konsep dan pemecahan masalah. Besaran-Besaran pada Kubus dan Balok 1.8. Jadi teori belajar Vygotsky adalah salah satu teori belajar sosial sehingga sangat sesuai dengan model pembelajaran kooperatif. Luas selubung dan permukaan kubus dan balok a.1. Materi Pelajaran KUBUS DAN BALOK A. 2. H G H E D A a B F G H D C G H C E A B F E E F .

51 Misalnya panjang rusuk kubus ABCD.EFGH adalah a. Maka: Luas selubung kubus = Luas ABFE + Luas BCGF + Luas DCGH + Luas ADHE =axa+axa+axa+axa = a2 + a2 + a2 + a2 = 4 a2 Luas permukaan kubus = Luas selubung + Lauas ABCD + Luas EFGH = 4 a2 + a x a + a x a = 4 a2 + a2 + a2 = 6 a2 Kesimpulan: Jika panjang rusuk suatu kubus adalah a. Luas permukaan kubus = 6 a2 b. Luas selubung dan permukaan balok Balok adalah sebuah benda yang dibatasi oleh enam daerah persegi panjang yang masing-masing dinamakan bidang sisi atau sisi balok. H H G F t G C G H H E D p D E A E B F F E l C A B . Luas selubung kubus = 4 a2 2. maka: 1.

t + 2(p x l) = 2 (pt + lt + pl) Luas permukaan balok = Luas selubung + 2 x Luas bidang alas Kesimpulan : Misalkan suatu balok memiliki ukuran panjang = p. Luas permukaan balok = 2 (pt + pl + lt) . EFGH memiliki ukuran panjang AB = p. lebar BC = l dan tinggi CG = t .52 Misalkan balok ABCD . Luas selubung balok = 2(p + l)t 2.t = keliling ABCD x t Luas permukaan balok = Luas selubung + Luas ABCD + Luas EFGH = 2(p + l). maka: Luas selubung balok = Luas ABFE+Luas BCGF + Luas CDGH + Luas ADHE = (p x t) + (l x t) + (p x t) + (l x t) = t (p + l + p + l) = t (p + l).t + p x l + p x l = 2(p + l). lebar = l. dan tinggi = t Maka: 1.2 = 2 (p + l).

yaitu kubus yang memiliki panjang rusuk 1 satuan panjang. Maka volume kubusnya = (3 x 3 x 3) satuan volume = 27 satuan volume Dengan demikian.53 2. Maka volume kubus satuan = (1 x 1 x 1) satuan volume = 1 satuan volume Pada gambar (b) dan (c) tampak kubus yang memiliki panjang 3 satuan panjang. tampak kubus satuan. Volume Kubus (a) (b) (c) Pada gambar (a). Volume Kubus dan Balok a. volume kubus (V) yang memiliki panjang rusuk a dirumuskan sebagai berikut : V =axaxa = a3 .

tampak balok yang memiliki panjang 4 satuan panjang.54 Dengan : V = volume kubus a = panjang rusuk kubus Kesimpulan : Volume kubus sama dengan panjang rusuknya di pangkatkan tiga. Volume baloknya = (4 x 3 x 2) satuan volume = 24 satuan volume . tampak kubus satuan dengan panjang rusuknya 1 satuan panjang dan volume satuan = (1 x 1 x 1) satuan volume = 1 satuan volume Pada gambar (b) dan (c). b. Volume Balok (a) (b) (c) Pada gambar (a). lebar 3 satuan panjang dan tinggi 2 satuan panjang.

Merancang kubus untuk volume tertentu Untuk dapat merancang kubus untuk volume tertentu kamu perlu mengetahui hubungan-hubugan berikut. lebarnya l satuan panjang. B. Diberikan volume kubus V dan panjang rusuknya a. Apabila suatu balok panjangnya p satuan panjang.55 Jadi. lebar. dan volume V satuan volume (satuan isi). 2. dengan satuan panjang yang sesuai. 1. dan tinggi. tingginya t satuan panjang. volume balok merupakan perkalian panjang. Maka balok itu dirumuskan sebagai berikut: H E F D t p B l G Volume V=pxlxt Dengan : V = volume balok p = panjang balok l = lebar balok t = tinggi balok Kesimpulan : A C Volume balok sama dengan perkalian semua rusuk yang bertemu pada sebuah titik sudut balok. Panjang rusuk kubus: Panjang seluruh rusuk kubus: pt = 12a = 12 A E D a B H F C G . Merancang Kubus dan Balok untuk Volume Tertentu 1.

maka: . 5.. Jika luas sisinya A1 = pl... Panjang diagonal sisi kubus: ps = Panjang diagonal ruang kubus: pr = Luas bidang sisi kubus: Ls = a2 = Luas selubung kubus: Lb = 4a2 = 4 Luas permukaan kubus: Lm = 6a2 = 6 Perhatikan uraian berikut ini yang menjelaskan beberapa hubungan diatas volume kubus (V) dengan panjang rusuk a dalah V = a3.56 3. Jika luas sisinya A3 = lt. maka l = c. 6. 7... maka t = b. Jika rusuk-rusknya p : l : t = a : b : c. Jika diketahui besar volume V. a. maka panjang rusuk a adalah Panjang seluruh rusuk kubus (pt) adalah pt = 12a Subtitusikan (1) diperoleh pt = . Jika luas sisi-sisinya A1 : A2 : A3 = a : b : c.. Diberikan volume balok V. 1.(2) . Jika luas sisinya A2 = pt.. maka: 3.(1) Sekarang untuk dapat merancang balok untuk volume tertentu kita perlu mengetahui hubungan-hubungan berikut. 4.. maka p = 2.

dengan k > 0 V=pxlxt V = ak x bk x ck V = abc k3 k= Jadi. atau A2 = pt. E H F t G D A p C B l Jika volume V dan luas sisinya A1. dan t = ck. dengan A1 = pl. l = bk. maka kamu memisalkan p = ak. atau A3 = lt. maka : V = A1t sehingga diperoleh t = V = A2l sehingga diperoleh l = V = A3p sehingga diperoleh p = Jika volume balok V dan rusuk-rusuknya p : l : t = a : b : c.57 Perhatikan uraian berikut ini yang menjelaskan beberapa hubungan di atas. p=a l=b t=c .

Vs = 3a3h + 3ah + h3 = 3h + 3ah2 + h3 C Jika panjang rusuk semula a berkurang h.h3 = a3 → a = = V s . maka panjang rusuk kubus baru menjadi ka dan volumenya adalah: .3h + 3h2 .h) dan volumenya adalah Vb Vb Vb = (a .3a3h + 3ah2 . maka volume kubus semula adalah = a3.h3 = 3h + 3ah2 .h)3 = a3 . maka panjang rusuk kubus baru menjadi (a + h) dan volumenya adalah Vb Vb Vb = (a + h)3 = a3 + 3a3h + 3ah2 + h3 =a →a= = V s + 3h + 3h 2 3 H E F D A a B G +h 3 Perubahan volume kubusnya adalah: ∆V = Vb . Kubus Misalkan panjang kubus semula adalah a. maka panjang rusuk kubus baru menjadi (a .Vs = 3a3h + 3ah .h3 Jika panjang rusuk semula a diperbesar atau diperkecil dengan factor skala k. Jika panjang rusuk kubus semula a bertambah besar h.h3 Perubahan volume kubusnya adalah ∆V = Vb .58 Volume Kubus dan Balok Jika Ukuran Rusuknya Berubah 1.

h3 . maka panjang rusuk-rusuk balok baru adalah (p + h). dan t berkurang sebesar h. (l + h).Vs = k3 Vs – Vs = (k3 . Jika panjang rusuk-rusuk balok semula p. dan volume balok baru adalah: E H F D A p = Vb .h) (t . l.h) (l .1) Vs G t C B l Vb = (p + h) (l + h) (t + h) = (pl + ph + lh + h2)(t + h) = plt + plh + pth + ph2 + lth + lh2 + lh2 + h3 Perubahan volume balok adalah: ∆V = Vb .ph .Vs = (pl + pt + lt)h + (p x l x t)h2 + h3 2.lth + lh2 + lh2 . maka panjang rusuk-rusuk balok baru adalah (p + h).lh .59 Vb = kp x kl x kt =(k3)(plt) = k3Vs Perubahan vo. maka volume baloknya adalah Vs = p x l 1. Balok Misalnya balok memiliki ukuran panjang = p.h2)(t . dan (t + h). dan (t + h).pth + ph2 . (l + h).ume kubusnya adalah ∆V 2. dan volume balok baru adalah: Vb = (p .h) = (pl .plh .h) = plt . dan tinggi = t. lebar = l.

dan t diberbesar atau diperkecil dengan faktor skala k.Vs = k3 Vs – Vs = (k3 . l. sehingga volume balok baru adalah: Vb = kp x kl x kt =(k3)(plt) = k3Vs Perubahan vo.lh2 . .60 Perubahan volume balok adalah: ∆V = Vb .Vs = (abc – 1 Vs) 4. maka panjang rusuk-rusuk balok baru adalah ap. b.Vs = plh + pth .Vs = abc Vs .lh2 . Jika panjang rusuk-rusuk balok semula p.ume kubusnya adalah ∆V = Vb . dan c. dan t diberbesar atau diperkecil dengan faktor skala a. sehingga volume balok baru adalah: Vb = ap x bl x cl = (abc)(plt) = abc V Perubahan volume baloknya adalah: ∆V = Vb . Jika panjang rusuk-rusuk balok semula p. l.1) Vs Penerapan Kubus dan Balok dalam Kehidupan Dengan pengetahuan yang baik mengenai kubus dan balok kamu dapat menerapkannya dalam kehidupan yang nyata untuk memecahkan berbagai kasus yang berkaitan dengan kubus dan balok. maka panjang rusuk-rusuk balok baru adalah kp.h3 = (pl + pt + lt)h . kl dan kl.(p x l x t)h2 + h3 3. bl dan cl.ph2 + lth .

Vygotsky menyatakan bahwa siswa belajar melalui interaksi bersama dengan orang dewasa atau teman yang lebih cakap. Tahap-tahapan dalam teori belajar vygotsky adalah : 1. Sehingga pembelajaran bersifat aktif dan dinamis. 2. Sosiokultural. Pembelajaran menerapkan teori berdasarkan kegiatan yang berpusat pada siswa untuk mengkonstruksi pengetahuan secara sendiri dan dengan bantuan lingkungan sosial budayanya. Pembelajaran yang menerapkan teori vygotsky lebih menekankan pada siswa yang mengkonstruksi pengetahuan sendiri sedangkan guru lebih ditekankan sebagai fasilitator. tetapi dapat memecahkan masalah itu setelah mendapat bantuan orang dewasa atau temannya (peer) . Pendekatan pembelajaran yang dipandang sesuai adalah pembelajaran kooperatif.61 2. Jadi belajar bukan berorientasi kepada terselesaikannya materi tetapi harus berorientasi pada tujuan dan pengalaman belajar yang telah dimiliki siswa. Bahwa siswa akan dapat mempelajari konsep-konsep dengan baik jika berada dalam ZPD. ZPD (zone of proximal development).9 Kerangka Konseptual Belajar merupakan suatu proses bagaimana siswa mendapat pengalaman sehingga terjadi perubahan tingkah laku. Siswa bekerja dalam ZPD jika siswa tidak dapat memecahkan masalah sendiri.1.

dan realistik. sulit. Perkembangan yang berangkat dari bidang social ke bidang individu. dan kemudian diberi bantuan secukupnya dalam memecahkannya. Vygostky menekankan pada scaffolding. 4. Siswa diberi masalah yang kompleks.62 3. .

63 Secara lebih rinci dapat dilihat dari skema berikut ini : Belajar dan Pembelajaran Pembelajaran Matematika Metode yang Digunakan Guru Kurang Bermakna. Dominan Ceramah Pemecahan Masalah Dicari penyelesaian Kemampuan pemecahan masalah masih rendah Solusi belum ditemukan Strategi pemecahan masalalah Dilakukannya Upaya Melakukan pendekatan pembelajaran matematika realistik Langkah Pemecahan Masalah Polya Dikaitkan Dengan Situasi Dunia Nyata Memahami Masalah Merencanakan Meneyelesaikan Memeriksa Kembali Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Meningkat Diperoleh Hasil .

4 Hipotesis Tindakan Berdasarkan tinjauan teoritis dan kerangka konseptual. mahasiswa UNIMED Jurusan Pendidikan Matematika. maka hipotesis penelitian ini adalah : “Penerapan teori Vygotsky dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa pada materi geometri”. ternyata memperoleh hasil yang lebih efektif terhadap siswa. bahwa pembelajaran kontruktivisme aliran vygotsky menjadikan siswa sebagai subjek dan berinisiatif sendiri dalam kegiatan pembelajaran dan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah mengalami peningkatan setelah dilakukan tindakan.64 2. Secara umum. pembelajaran kontruktivisme aliran vygotsky dapat menjadi sebuah alternatif untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. siswa yang proses pembelajarannya menerapkan pembelajaran kontruktivisme aliran vygotsky memiliki kemampuan pemecahan masalah yang lebih baik daripada sebelum diberikan proses pembelajaran tersebut. Secara keseluruhan.A 2007/2008) oleh Pribadi Ginting. . 2.3 Kajian Penelitian yang Relevan Adapun kajian peneleitian yang relevan terhadap penelitian yang dilakukan peneliti adalah dengan judul penelitian Pembelajaran Matematika dengan Menerapkan Model Kontruktivisme Aliran Vygotsky (dengan jenis penelitian tindakan kelas yang dilakukan di kelas VII SMP Swasta Nasrani 3 Medan pada T. Beliau menyimpulkan bahwa setelah pembelajaran dilakukan. Dengan kata lain.

6%. 64 . jika hendak mengadakan Penelitian Tindakan Kelas yaitu penentuan subyek penelitian. Dari 5 kelas yang ada siswa kelas IX di SMP Negeri 1 Lumbanjulu T. 3.4%. Dari hasil tes diagnostik yang diujikan pada saat prapenelitian.Sehingga dapat diupayakan pembelajaran yang sesuai keadaan siswa. sedangkan yang menjawab salah adalah 60.A 2012/2013 diambil satu kelas sebagai subyek penelitian yaitu kelas IX-I yang berjumlah 36 siswa. Adapun alasan memilih lokasi penelitian adalah karena pada pembelajaran Bangun Ruang Kubus dan Balok menunjukkan kemampuan siswa memecahkan masalah kurang optimal.2 Subjek Penelitian Satu masalah penting yang harus dilakukan oleh seorang peneliti.1 Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Lumbanjulu. 3. bahwa siswa mengalami kesulitan dalam memahami dan menerapkan rumus-rumus pada materi Bangun Ruang Kubus dan Balok dengan persentase rata-rata siswa yang menjawab benar keseluruhan tes adalah 39.65 BAB III METODE PENELITIAN 3.3 Objek Penelitian Objek dalam penelitian ini adalah upaya meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dengan penerapan teori Vygotsky pada materi geometri di kelas IX SMP Negeri 1 Lumbanjulu T.A 2012/2013.

4 Definisi Operasional Untuk dapat melakukan variabel penelitian secara kuantitatif maka variabel-variabel didefinisikan sebagai berikut: a. Sedangkan jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Dengan menerapkan empat prinsip dalam proses pembelajarannya yaitu sosiokultural.konsep dan pemecahan masalah. memilih pendekatan dan strategi pemecahan dan menyelesaikan model untuk menyelesaikan masalah.5 Jenis Penelitian Pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan kualitatif yang berguna untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dengan penerapan teori vygotsky pada pokok bahasan Bangun Ruang Kubus dan Balok pada siswa kelas IX di SMP Negeri 1 Lumbanjulu. scaffolding. b.66 3. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) . dan perkembangan mental dari bidang sosial ke bidang individu. 3. Pemilihan jenis PTK karena peneliti terlibat langsung dan sudah merupakan tugas peneliti sebagai calon pendidik yang harus selalu berusaha meningkatkan mutu pendidikan. Teori Vygotsky adalah salah satu teori belajar sosial sehingga sangat sesuai dengan model pembelajaran kooperatif karena dalam model pembelajaran kooperatif terjadi interaktif sosial yaitu interaksi antara siswa dengan siswa dan antara siswa dengan guru dalam usaha menemukan konsep . Kemampuan pemecahan masalah adalah kemampuan atau kompetensi strategik yang ditunjukkan siswa dalam memahami. konsep ZPD.

1. wawancara. ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan siswa memecahkan masalah mangalami peningkatan berdasarkan rata-rata setelah diberi teori vygotsky.3 Observasi Observasi yang dilakukan merupakan pengamatan terhadap seluruh kegiatan dan perubahan yang terjadi pada saat diberikan tindakan. dan observasi. maka penelitian ini memiliki tahap atau siklus sebagai berikut : Siklus I No.67 merupakan kajian tentang situasi sosial dan pandangan untuk meningkatkan mutu tindakan yang ada di dalamnya. Tahap-Tahap Sasaran Penelitian Perencanaan. 3.6 Alat Pengumpul Data Alat yang digunakan dalam pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes.6.7 Prosedur Penelitian Sesuai dengan jenis penelitian ini. yang dilakukan adalah • Wawancara • Untuk mengetahui kesulitan • Data siswa dalam memahami siswa kesulitan Output .6.1 Tes Dalam penelitian ini diberikan tes kemampuan pemecahan masalah. 3. 3. 3. yaitu Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research).

Pelaksanaan.• Untuk haman mengetahui serta pema. meliputi : • Melakukan belajaran penerapan vygotsky. 2. • Membuat tes ke.68 materi Kubus sebagai tindakan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa. • Merancang RPP • Agar pembelajaran yang • KBM efektif berlangsung lebih terarah. • Membuat observasi lembar • Untuk kondisi melihat belajar bagaimana • Data mengajar KBM kondisi yang berlangsung di kelas. untuk menemukan rumus .• Tes kemampuan pemecahan masalah I mampuan pemecahan masalah I kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal yang berkaitan dengan materi. (pengajuan masalah yang pemdengan teori • Guru memberikan masalah • Peningkatan kepada siswa yang telah disusun Kegiatan berkaitan dalam Siswa dengan Lembar yang materi kemampuan pemecahan masalah siswa kubus dan balok dalam kehidupan sehari-hari berada pada ZPD.

• Siswa saling memberikan argumennya masing dalam masingkegiatan . • Siswa berusaha mencoba menyelesaikan masalah I. • Guru mengarahkan siswa untuk membagi kelompok yang telah disusun sebelumnya.69 sosiokultur. • Guru memberikan waktu kepada siswa untuk masalah secara mendiskusikan tersebut berkelompok. • Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan hal-hal yang kurang dimengerti pada masalah I. dan luas permukaan kubus dan balok hasil • Siswa mencermati masalah yang diberikan guru. presentasi kerja). scaffolding.

• Setelah diselesaikan guru masing masalah oleh I siswa. • Guru mengamati setiap kegiatan siswa di setiap kelompok untuk melihat kesulitan-kesulitan dihadapi siswa. sedangkan yang lain • Siswa memperoleh hasil diskusinya dan guru . masingkelompok hasil meminta mempresentasikan diskusinya kolompok menanggapi.70 diskusi tersebut untuk menyelesaikan masalah. • Guru menanyakan kembali apa hal-hal yang masih kurang dimengerti siswa dan membimbing siswa yang mengatasi masalah yang mereka hadapi.

• Setelah diselesaikan. masalah I guru luas permukaan memberikan waktu kepada siswa untuk menyelesaikan masalah II. III.71 memberikan penguatan. pembelajaran • Data hasil tes kemampuan pemecahan masalah I . dan seterusnya dengan prosedur penyelesaian yang sama seperti pada masalah I. • Untuk mengetahui hasil yang dicapai oleh siswa setelah • Pemberian ke-mampuam pemecah-an masalah 3. • Guru melakukan tanya jawab untuk menunjukkan kebenaran konsep yang telah ditemukan siswa. I Pada tahap ini dilakukan observasi terhadap pelak. • Hasil diskusi merupakan konsep kubus.• Data kondisi tes proses berlangsung.

72 sanaan Observasi tindakan dengan lembar KBM menggunakan observasi yang telah dibuat. memperjelas data. siswa masalah 4. mengajar Evalusi berlangdilakukan untuk mengukur peningkatan ke-mampuan memecahkan matematika. mengajar guru kelas didepan yang bertugas sebagai pengamat mengisi lembar obsevasi untuk mengamati kegiatan yang terjadi selama proses belajar sung. sehingga diambil kesimpulan dari tindakan yang telah dilakukan. Tahap ini dilakukan untuk menganalisa dan memberikan • Hasil identifikasi arti Refleksi terhadap data yang masalah masalah baru) (hasil yang diperoleh. Hasil refleksi ini . peneliti kelas.

.73 kemudian digunakan sebagai dasar untuk perencanaan pada siklus berikutnya.

• KBM efektif lajaran sebagai tindak lanjut dari siklus I. teori • Proses pembalajaran sama • Peningkatan seperti pada siklus I ( dengan perbaikan proses kemampuan pemecahan masalah siswa pembelajaran misal dengan bantuan alat peraga seperti . meliputi : • Melakukan pembelajaran dengan penerapan vygotsky.74 Siklus II No.• Tes kemampuam pemecahan masalah II kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan materi. Tahap-Tahap Sasaran Penelitian Perencanaan. Pelaksanaan. • Membuat tes kemam. 1. 2. yang dilakukan adalah • Mendesain RPP • Melakukan perbaikan pembe.• Untuk puan masalah II pemecahan haman mengetahui serta pema. • Membuat observasi lembar • Untuk kondisi melihat belajar bagaimana • Data mengajar KBM kondisi Output yang berlangsung di kelas.

4. • Pemberian tes kema. Refleksi Untuk mengetahui terdapat melihat apakah kesulitan dan masih yang • Hasil identifikasi masalah dialami siswa baik kesulitan dalam ataupun memahami kesulitan materi dalam menyelesaikan masalah yang berkenaan dengan materi .75 kerangkla dan model bangun ruang kubus dan balok.• Untuk mpuan masalah II pemecahan mengetahui sejauh • Data hasil tes mana penguasaan siswa dan sejauh kurang mengerti. mana siswa yang telah kemampuan pemecahan masalah I memahami 3. Observasi Untuk melihat apakah telah • ada perubahan berarti yang terjadi pada kondisi Data kondisi KBM pembelajaran di kelas setelah perbaikan program pengajaran dilakukan. dll).

. Jika masih terdapat dilanjutkan kesulitan.Kernan (dengan modifikasi dari Hopskin. Keputusan Definisi Masalah Keputusan Definisi Ulang Masalah Evaluasi Asesmen Kebutuhan Evaluasi Asesmen Kebutuhan Implementasi Hipotesis/Gagasan Implementasi Hipotesis/Gagasan Revisi Rencana Tindakan Revisi Rencana Tindakan .. 1993:53) dalam Wiriatmadja (2000:69) sebagai berikut: Tindakan Siklus 1 Tindakan yang membutuhkan Perbaikan Situasi Masalah Tindakan Siklus 2 Dst. pada maka siklus berikutnya.76 kubus dan balok. Peneliti mengharapkan kemampuan siswa memecahkan masalah lebih baik dan dapat bertahan dalam jangka waktu yang cukup lama. Secara lebih rinci prosedur pelaksanaan penelitian tindakan kelas menurut model Mc.

8.2 Menyajikan data Kegiatan analisis berikutnya adalah penyajian data yang diartikan sebagai kumpulan data yang terorganisasikan. untuk mengetahui sejauh mana persentasi kemampuan siswa memecahkan masalah dapat digunakan rumus: i. Setelah dilakukan tes kemampuan pemecahan masalah kepada siswa.8. Reduksi data Setelah tes mengenai geometri diberikan. sehingga memungkinkan adanya kesimpulan. selajutnya dikoreksi hasil pekerjaan siswa.77 T1 T2 3.8 Teknik Analisis Data 3. dipelajari dan ditelaah untuk mengolongkan dan mengorganisasikan jawaban-jawaban siswa. 3.1. siswa belum mampu memecahkan masalah . Penentuan Ketuntasan Pemecahan Masalah Secara Individu DSP = P x 100% Q Keterangan : DSP = daya serap perorangan P Q Dengan kriteria : 0 % ≤ DSP < 65 % 65 %≤ DSP ≤100% . siswa telah mampu memecahkan masalah = skor yang diperoleh siswa = skor maksimal Sedangkan pengolongan besarnya persentase kemampuan memecahkan masalah menurut Nurkancana (1986:89) adalah sebagai berikut: .

kemampuan pemecahan masalah rendah 65% ≤ DSP ≤ 79%. kelas telah mampu memecahkan masalah Untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan kemampuan pemecahan masalah siswa setelah pembelajaran dengan menerapkan teori vygotsky dilihat dari hasil deskriptif skor tes kemampuan pemecahan masalah. .78 0% ≤ DSP ≤ 54%. Jika terjadi peningkatan nilai rata-rata tes kemampuan pemecahan masalah I dan tes kemampuan pemecahan masalah II maupun tes kemampuan pemecahan masalah berikutnya. kelas belum mampu memecahkan masalah 85 %≤ DSK ≤100% . kemampuan pemecahan masalah sedang 80% ≤ DSP ≤ 89%. Penentuan Persentase Siswa Mampu Memecahkan Masalah Secara Klasikal DSK = M x 100% N Ket : DSK = persentase kelas yang mampu memecahkan masalah M = banyak siswa yang telah mampu memecahkan masalah N = banyak siswa seluruhnya Dengan criteria: 0% ≤ DSK < 85 % . kemampuan pemecahan masalah sangat tinggi ii. serta sudah terdapat ketentuan ketuntasan secara individu dan klasikal yang tersebut di atas maka tujuan penelitian ini telah tecapai. Setiap skor tes kemampuan pemecahan masalah tersebut akan dibandingkan. kemampuan pemecahan masalah tinggi 90% ≤ DSP ≤ 100%. kemampuan pemecahan masalah sangat rendah 55% ≤ DSP ≤ 64%.

Indikator Menemukan rumus luas permukaan kubus dan balok. 3. Menghitung luas permukaan kubus dan balok. Kompetensi Dasar Menghitung luas permukaan dan volume kubus dan balok. balok. Standar Kompetensi Memahami sifat-sifat kubus. 4. 2.79 Lampiran 1 SIKLUS I RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN I ( RPP I ) Mata Pelajaran Pokok Bahasan : Matematika : Kubus dan Balok Sub Pokok Bahasan : Menghitung luas permukaan dan volume kubus dan balok Kelas / Semester : IX / I Jumlah Pertemuan : 2 x pertemuan Waktu : 2 x 40 menit 1. Materi . dan bagian-bagiannya serta menentukan ukurannya.

5. Model.  Metode Pembelajaran Metode pembelajaran yang digunakan adalah penemuan. 7. diskusi. Skenario Pembelajaran Pertemuan I Tahap No. pemberian tugas.  Lembar Kegiatan siswa(LKS). Pembelajaran Komunikasi Kegiatan awal Kegiatan Guru Kegiatan Siswa • Membuka pelajaran menyampaikan dan • Mendengarkan tujuan pembelajaran yang Alokasi Waktu 2’ . tanya jawab.  Strategi Pembelajaran Strategi pembelajaran yang digunakan adalah pola pembelajaran kooperatif berbasis interaksi sosial. 1.  Buku pegangan guru dan siswa (Yudistira). Kelengkapan  Rencana Pelaksanaan Pembelajaran(RPP).80 Mencari rumus luas permukaan kubus dan balok. Menggunakan rumus untuk menghitung luas permukaan kubus dan balok. 6. Strategi dan Metode Pembelajaran  Model Pembelajaran Model pembelajaran yang digunakan adalah model pembelajaran kontruktivisme aliran vygotsky. dan pemecahan masalah.

. • Mendengarkan dan secara tidak langsung memikirkan apa yang disampaikan guru. Appersepsi • Menanyakan materi yang sudah dipelajari masih dipahami. 2.81 tujuan pembelajaran. • Melakukan tanya jawab dengan diajukan prasyarat sebelum memasuki materi pelajaran. • Mengaitkan materi kubus dan balok dalam kehidupan seharihari. tetapi kurang disampaikan guru. • Mendengarkan arahan guru dan bertanya memang yang jika ada masih 5’ kurang dipahami. • Menanyakan dan • Mendengarkan mengingatkan kembali materi dan memberikan argumen tentang materi prasyarat yang guru.

mengemukakan pengetahuan awalnya tentang konsep yang akan dibahas. • Berusaha mengeluarkan pendapat/argume n masing-masing siswa.82 guru. • Memberikan dorongan kepada siswa untuk berkelompok membentuk kelompok belajar. Pemberitahuan Kompetensi dan Indikator • Menyampaikan secara lisan • Memperhatikan dan mencermati 3' kompetensi dasar dan indikator kompetensi dasar dan yang indikator (tertera pada point . duduk menjadi beberapa kelompok secara heterogen sehingga di setiap • Siswa kelompok diharapkan terjadi proses sosiokultur di antara siswa. • Membagi siswa • Mendengarkan arahan guru dan melaksanakan arahannya. 3.

Tahap No. Pembelajaran Pengajuan masalah yang berada pada ZPD dicapai didik pokok kubus disampaikan oleh guru. Kegiatan Inti Kegiatan Guru Kegiatan Siswa • Memberikan masalah kepada • Menerima Lembar Kegiatan Siwa yang guru. 1.83 2 dan 3) yang akan peserta melalui bahasan dan balok. I(LKS I) Alokasi Waktu 10’ siswa yang telah disusun dalam diberikan Lembar Kegiatan Siswa I(LKS I) • Mencermati yang dengan berkaitan materi masalah yang ada pada LKS I. kubus dan balok dalam kehidupan sehari-hari untuk menemukan rumus luas permukaan kubus dan balok. • Memberikan • Menanyakan hal- .

• Saling memberikan argumennya masing-masing dalam diskusi untuk kegiatan tersebut dapat 25’ mendiskusikan masalah 1 secara berkelompok. 2. menyelesaikan masalah. pada • Berusaha mencoba menyelesaikan masalah 1. • Mengarahkan siswa mengerjakan masalah 1 pada LKS. Pembelajaran sosiokultur • Memberikan waktu siswa kepada untuk untuk pada siswa hal yang kurang dipahami masalah 1.84 kesempatan kepada untuk menanyakan halhal yang kurang dimengerti masalah 1. • Dengan pembagian .

bertanya guru menyelesaikan masalah tersebut. buku diskusi antara siswa pada setiap kelompok dan bila perlu pada dalam bebas dan terbuka. berdiskusi. berupaya dan untuk . • Mengontrol jalannya diskusidan mencermati persepsi siswa • Berusaha memahami masalah. • Memberikan dorongan kepada siswa untuk terus dapat menyelesaikan masalah mengeluarkan pendapat secara dan • Memperhatikan dan memahami masalah 1 dengan bantuan paket. siswa bisa menciptakan kondisi diskusi yang efektif dan kondusif.85 kelompok yang heterogen.

Scaffolding bantuan siswa dan • Mendengarkan arahan guru dan mencermati bantuan 1 yang 10’ kepada untuk menyelesaikan masalah tersebut. yang • Mencermati guru berupa arahan guru dan mencoba kembali memahami masalah. dorongan. menguraikan masalah ke dalam bentuk lain yang memungkinkan siswa mandiri. peringatan. • Memberikan 3. • Bantuan diberikan dapat petunjuk. . memandang memahami masalah.86 yang dalam berbeda menyelesaikanya. dapat diberikan guru.

. • Berkeliling mengamati siswa memberi kerja dan arahan • Mencermati arahan guru dan terus mencoba melakukan aktivitas pemecahan masalah. agar kerja siswa lebih efektif. dihadapi siswa.87 • Memberikan bantuan guna menghantarkan siswa memahami masalah dan dalam terbatas penyelesaiaannya. • Mengamati setiap • Mengerjakan kegiatan siswa di setiap untuk kesulitankesulitan yang kelompok melihat kegiatan pemecahan masalah.

88 • Menanyakan kembali apa halhal yang masih kurang dimengerti siswa membimbing siswa masalah mengatasi yang dan • Mendengarkan dan bertanya kepada guru jika masih kesulitan dihadapi ada yang dalam memecahkan masalah. mereka hadapi. • Bantuan diberikan tergantung pada yang . • Bantuan diberikan demi dikurangi sehingga lebih memecahkan masalah dengan siswa bisa yang • Menyelesaikan sedikit sedikit masalah 1 dengan adanya bantuan guru dan proses sosiokultur dengan teman 20’ sekelompok. mengkonstruksi pengetahuannya sendiri.

4. pertanyaan diajukan kelompok atau menanggapi hasil kerja kelompok penyaji dan mengekspresikan ide-ide secara . sedangkan kelompok yanglain menanggapi.89 masalah yang dihadapi siswa. • Memberikan tanggapan terhadap argumen atau yang oleh lain. Presentasi Hasil Kerja meminta satu guru salah kelompok terpilih menyajikan hasil kerjanya di depan kelas kelompok duduk dan lain dan yang mempresentasikan hasil diskusinya. • Memberi kesempatan kepada kelompok lain mengkritisi mendengarkan kelompok penyaji. • Setelah masalah 1 • Kelompok diselesaikan oleh siswa.

.90 terbuka. memberikan • Memperoleh hasil diskusi dari penguatan. • Melakukan tanya • jawab untuk Bertanya kepada guru ataupun menunjukkan kebenaran konsep yang ditemukan dan telah siswa kelompok penyaji untuk menemukan hasil diskusinya. mendiskusikan untuk hasil memadu pemikiran beberapa kelompok. • Sesekali mengajukan pertanyaan untuk memastikan pemecahan masalah dan ditanggapi penyaji dapat oleh • Kelompok mengecek kembalihasil kerjanya mengajukan masukan pertanyaan atau atas dan lain beda pemecahan masalah dan kelompok lain.

dan seterusnya dengan prosedur penyelesaian yang sama pemecahan masalah 1. Tahap No. • Setelah masalah 1 • Mengikuti diselesaikan. Kegiatan Akhir Kegiatan Guru Kegiatan Siswa • Memberikan kesempatan kepada untuk menanyakan siswa • Bertanya pada Alokasi Waktu 5’ guru tentang halhal yang kurang dimengerti.91 masalah 1 yaitu konsep permukaan kubus.3. memberikan waktu siswa kepada untuk kembali pola luas kegiatan di atas sehingga ditemukan konsep pemecahan masalah pada menyelesaikan masalah 2. . Pembelajaran Pelaporan seperti Lembar Kegiatan Siswa I (LKS I). 1.

Alokasi Waktu 2’ kurang dipahami. • Memberikan tugas • Mendengarkan sebagai untuk latihan dikerjakan dan melaksanakan arahan guru. Appersepsi • Menanyakan materi yang sudah dipelajari masih dipahami. 2. Pembelajaran Komunikasi Kegiatan awal Kegiatan Guru Kegiatan Siswa • Membuka pelajaran menyampaikan tujuan pembelajaran. . tetapi kurang • Mendengarkan arahan guru dan bertanya memang yang jika ada masih 5’ dan • Mendengarkan tujuan pembelajaran yang disampaikan guru. 1.92 kembali yang dimengerti hal-hal kurang pada materi yang baru dipelajari. Pertemuan II Tahap No. di rumah.

• Melakukan tanya jawab guru. menjadi beberapa kelompok secara heterogen .93 • Menanyakan dan • Mendengarkan mengingatkan kembali rumus konsep luas dan memberikan argumen tentang materi sebelumnya. permukaan kubus dan sebelum memasuki materi pelajaran baru. • Membagi siswa • Mendengarkan arahan guru dan melaksanakan arahannya. • Mengaitkan materi kubus dan balok dalam balok • Mendengarkan dan secara tidak langsung memikirkan apa yang disampaikan guru. dengan kehidupan seharihari.

3. • Memberikan dorongan kepada siswa untuk duduk berkelompok membentuk kelompok belajar. indikator (tertera pada point 2 dan 3) yang akan peserta melalui bahasan dicapai didik pokok kubus . Pemberitahuan Kompetensi dan Indikator • Menyampaikan secara lisan • Memperhatikan dan mencermati 3’ kompetensi dasar dan indikator kompetensi dasar dan yang disampaikan oleh guru.94 sehingga di setiap • Siswa kelompok diharapkan terjadi proses sosiokultur di antara siswa. mengemukakan pengetahuan awalnya tentang konsep yang akan dibahas. • Berusaha mengeluarkan pendapat/argume n masing-masing siswa.

pada . • Memberikan kesempatan kepada untuk menanyakan halhal yang kurang siswa • Menanyakan halhal yang kurang dipahami masalah 1. kubus dan balok dalam kehidupan sehari-hari untuk menggunakan rumus luas permukaan kubus dan balok. Pembelajaran Pengajuan masalah yang berada pada ZPD Kegiatan Inti Kegiatan Guru Kegiatan Siswa • Memberikan masalah kepada • Menerima Lembar Kegiatan Siwa II(LKS II) yang guru. diberikan Alokasi Waktu 10’ siswa yang telah disusun dalam Lembar Kegiatan Siswa II(LKS II) • Mencermati yang dengan berkaitan materi masalah yang ada pada LKS II. Tahap No. 1.95 dan balok.

Pembelajaran sosiokultur • Memberikan waktu siswa kepada untuk • Saling memberikan argumennya masing-masing dalam diskusi untuk kegiatan tersebut dapat 25’ mendiskusikan masalah 1 secara berkelompok. menyelesaikan masalah. untuk masalah 1 pada LKS.96 dimengerti masalah 1. • Dengan pembagian kelompok yang heterogen. • Mengarahkan siswa mengerjakan pada • Berusaha mencoba menyelesaikan masalah 1. siswa bisa menciptakan kondisi diskusi yang efektif dan . 2.

bertanya guru menyelesaikan masalah tersebut. berdiskusi. • Memberikan dorongan kepada siswa untuk terus dapat menyelesaikan masalah mengeluarkan pendapat secara dan • Memperhatikan dan memahami masalah 1 dengan bantuan paket. buku diskusi antara siswa pada setiap kelompok dan bila perlu pada dalam bebas dan terbuka. . dan siswa berbeda • Berusaha memahami masalah. berupaya dan untuk menyelesaikanny a. • Mengontrol jalannya diskusidan mencermati persepsi yang dalam memandang memahami masalah.97 kondusif.

. Scaffolding bantuan siswa kepada untuk • Mendengarkan arahan guru dan mencermati bantuan 1 yang 10’ menyelesaikan masalah tersebut.98 • Memberikan 3. menguraikan masalah ke dalam bentuk lain yang memungkinkan siswa mandiri. peringatan. dorongan. • Mencermati arahan guru dan mencoba kembali memahami masalah. • Bantuan diberikan dapat petunjuk. • Memberikan bantuan guna menghantarkan siswa dalam terbatas dapat yang guru berupa diberikan guru.

agar kerja siswa lebih efektif. • Berkeliling mengamati siswa memberi kerja dan arahan • Mencermati arahan guru dan terus mencoba melakukan aktivitas pemecahan masalah. • Menanyakan kembali apa halhal yang masih kurang dimengerti siswa membimbing dan • Mendengarkan dan bertanya kepada guru jika masih kesulitan dihadapi ada yang dalam .99 memahami masalah dan penyelesaiaannya. dihadapi siswa. • Mengamati setiap • Mengerjakan kegiatan siswa di setiap untuk kesulitankesulitan yang kelompok melihat kegiatan pemecahan masalah.

mereka hadapi. • Bantuan diberikan demi dikurangi sehingga lebih memecahkan 4. Presentasi Hasil Kerja masalah dengan siswa bisa yang • Menyelesaikan sedikit sedikit masalah 1 dengan adanya bantuan guru dan proses sosiokultur dengan teman sekelompok. • Setelah masalah 1 • Kelompok diselesaikan oleh siswa.100 siswa masalah mengatasi yang memecahkan masalah. meminta guru salah terpilih menyajikan hasil kerjanya di depan yang . 20’ mengkonstruksi pengetahuannya sendiri. • Bantuan diberikan tergantung masalah pada yang yang dihadapi siswa.

• Memberi kesempatan kepada kelompok lain mengkritisi mendengarkan kelompok penyaji.101 satu kelompok kelas kelompok duduk dan lain dan mempresentasikan hasil diskusinya. • Sesekali mengajukan pertanyaan untuk memastikan pemecahan secara • Kelompok mengecek kembalihasil kerjanya mengajukan lain dan . pertanyaan diajukan kelompok atau menanggapi hasil kerja kelompok penyaji dan mengekspresikan ide-ide terbuka. • Memberikan tanggapan terhadap argumen atau yang oleh lain. sedangkan kelompok yanglain menanggapi.

memberikan • Memperoleh hasil diskusi dari penguatan. masalah 1 yaitu menggunakan rumus untuk menghitung luas permukaan balok. • Setelah masalah 1 • Mengikuti .102 masalah dan ditanggapi penyaji dapat oleh masukan pertanyaan atau atas beda pemecahan masalah dan kelompok lain. • Melakukan tanya • jawab untuk Bertanya kepada guru ataupun menunjukkan kebenaran konsep yang ditemukan dan telah siswa kelompok penyaji untuk menemukan hasil diskusinya. mendiskusikan untuk hasil memadu pemikiran beberapa kelompok.

3. 1. dan seterusnya dengan prosedur penyelesaian yang sama pemecahan masalah 1. Pembelajaran Pelaporan seperti Lembar Kegiatan Siswa II (LKS II).103 diselesaikan. memberikan waktu siswa kepada untuk kembali pola kegiatan di atas sehingga ditemukan konsep pemecahan masalah pada menyelesaikan masalah 2. Kegiatan Akhir Kegiatan Guru Kegiatan Siswa • Memberikan kesempatan kepada untuk menanyakan kembali yang dimengerti hal-hal kurang pada siswa • Bertanya pada Alokasi Waktu 5’ guru tentang halhal yang kurang dimengerti. . materi yang baru dipelajari. Tahap No.

BC = (x + 3) m.00 tiap m2. Jika balok tersebut akan dibuat dari bahan kayu triplek yang harganya Rp. Hitunglah harga bahan yang dibutuhkan! . BC adalah lebar kubus.000. Penilaian Teknik : Tes Kemampuan Pemecahan Masalah Buku Instrumen : Pertanyaan Tertulis Instrumen : 1. dimana AB adalah panjang kubus.EFGH dengan AB = (2x + 2) m. 8.104 • Memberikan tugas • Mendengarkan sebagai untuk latihan dikerjakan dan melaksanakan arahan guru. Panjang rusuk seluruhnya 60 m. Jika diberikan suatu kotak berbentuk kubus ABCD. di rumah. Suatu tempat pembuangan sampah berbentuk balok ABCD.EFGH. 20. Tentukan luas kotak tersebut jika bagian atas kotak tersebut dibuka (tanpa tutup)! 2. dan CG adalah tnggi dari kubus. dan CG = 2x m.

Indikator Menentukan rumus volume kubus dan balok. Materi Mencari rumus volume kubus dan balok. balok. Kompetensi Dasar Menghitung luas permukaan dan volume kubus dan balok. Standar Kompetensi Memahami sifat-sifat kubus.105 SIKLUS II RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN II ( RPP II ) Mata Pelajaran Pokok Bahasan : Matematika : Kubus dan Balok Sub Pokok Bahasan : Menghitung luas permukaan dan volume kubus dan balok Kelas / Semester : IX / I Jumlah Pertemuan : 2 x pertemuan Waktu : 2 x 40 menit 1. 3. dan bagian-bagiannya serta menentukan ukurannya. Menggunakan rumus untuk mnentukan volume kubus dan balok. 5. Model. 4. 2. Strategi dan Metode Pembelajaran .

 Strategi Pembelajaran Strategi pembelajaran yang digunakan adalah pola pembelajaran kooperatif berbasis interaksi sosial.106  Model Pembelajaran Model pembelajaran yang digunakan adalah model pembelajaran kontruktivisme aliran vygotsky. 7. dan pemecahan masalah. diskusi. tanya jawab.  Metode Pembelajaran Metode pembelajaran yang digunakan adalah penemuan.  Lembar Kegiatan siswa(LKS). 6. Skenario Pembelajaran . Kelengkapan  Rencana Pelaksanaan Pembelajaran(RPP).  Buku pegangan guru dan siswa (Yudistira).  Alat Peraga (Kerangka dan model-model bangun ruang kubus dan balok). pemberian tugas.

Pembelajaran Komunikasi Kegiatan awal Kegiatan Guru Kegiatan Siswa • Membuka dan pelajaran • Mendengarkan tujuan pembelajaran yang disampaikan guru. Appersepsi • Menanyakan materi • Mendengarkan arahan dan jika guru bertanya memang 5’ yang sudah dipelajari tetapi masih kurang dipahami.107 Pertemuan I Tahap No. ada yang masih kurang dipahami. • Menanyakan dan • Mendengarkan dan memberikan argumen tentang materi sebelumnya yang diajukan mengingatkan kembali materi pada pertemuan sebelumnya memasuki pelajaran baru. 1. Alokasi Waktu 2’ menyampaikan tujuan pembelajaran. sebelum materi . 2.

• Melakukan tanya jawab dengan guru.108 guru. duduk guru heterogen sehingga di setiap diharapkan kelompok terjadi • Siswa proses sosiokultur di antara siswa. dan materi • Mendengarkan balok dan secara kehidupan tidak langsung memikirkan apa yang disampaikan guru. • Mengaitkan kubus dalam sehari-hari. berkelompok membentuk kelompok belajar. • Membagi menjadi kelompok siswa • Mendengarkan beberapa secara arahan dan melaksanakan arahannya. • Memberikan dorongan • Berusaha kepada siswa untuk mengeluarkan .

• Menyiapkan.membagi. Pemberitahuan Kompetensi dan Indikator lisan kompetensi dasar dan indikator (tertera pada point 2 dan 3) yang akan dicapai dan mencermati kompetensi dasar dan 3’ peserta didik melalui pokok bahasan kubus dan balok. .109 mengemukakan pengetahuan awalnya tentang konsep yang akan dibahas. • Mendengarkan dan menjelaskan alat peraga bantu memudahkan memahami sebagai alat untuk siswa dan dan berusaha memahami penjelasan guru. • Menyampaikan secara • Memperhatikan 3. indikator yang disampaikan oleh guru. memecahkan masalah. pendapat/argu men masing- masing siswa.

• Memberikan kesempatan siswa menanyakan yang dimengerti masalah 1. Pembelajaran Pengajuan masalah yang berada pada ZPD Kegiatan Inti Kegiatan Guru Kegiatan Siswa • Memberikan masalah • Menerima kepada siswa yang Lembar Kegiatan III(LKS Siwa III) Alokasi Waktu 10’ telah disusun dalam Lembar Siswa Kegiatan III(LKS III) yang diberikan guru. untuk siswa • Berusaha mencoba kepada untuk hal-hal kurang pada • Menanyakan hal-hal kurang dipahami pada masalah 1. yang mengerjakan . rumus volume kubus dan balok.110 Tahap No. yang berkaitan dengan materi balok kubus dan • Mencermati dalam masalah yang kehidupan sehari-hari untuk menemukan ada pada LKS III. 1. • Mengarahkan 2.

menyelesaikan masalah 1. peraga kepada siswa untuk dapat memaxsimalkan penggunaan peraga yang alat telah diberikan. mengeluarkan dan dapat dan memahami masalah 1 dengan bantuan buku diskusi paket. menyelesaikan masalah. • Memberikan dorongan • Memperhatikan kepada siswa untuk terus menyelesaikan masalah 3.111 masalah 1 pada LKS. Pembelajaran sosiokultur • Memberikan waktu • Saling memberikan argumennya secara masing-masing dalam kegiatan diskusi tersebut untuk dapat 25’ kepada siswa untuk mendiskusikan masalah 1 berkelompok. • Memberi dorongan • Menggunakan alat untuk memudahkan pemecahan masalah. antara .

diberikan guru. memandang memahami • Memberikan bantuan • Mendengarkan Scaffolding kepada siswa untuk menyelesaikan masalah 1 tersebut. berdiskusi. siswa setiap pada kelompok dan bila bertanya guru perlu pada dalam menyelesaikan masalah tersebut. . siswa yang berbeda dalam dan masalah. • Mengontrol diskusi mencermati jalannya • Berusaha dan persepsi memahami masalah.112 pendapat secara bebas dan terbuka. • Bantuan yang arahan dan mencermati bantuan yang guru 10’ diberikan guru dapat berupa petunjuk. dan berupaya untuk menyelesaikan nya.

guru terus memberi arahan agar kerja efektif. menguraikan masalah ke dalam bentuk lain yang memungkinkan siswa dapat mandiri. • Berkeliling mengamati • Mencermati kerja siswa dan arahan dan mencoba melakukan aktivitas pemecahan masalah. • Mengamati kegiatan setiap • Mengerjakan siswa di kegiatan pemecahan masalah. siswa lebih setiap kelompok untuk melihat kesulitan- .113 peringatan. dorongan. • Memberikan bantuan • Mencermati terbatas guna arahan dan guru mencoba menghantarkan siswa dalam masalah penyelesaiaannya. memahami dan kembali memahami masalah.

. yang • Menanyakan kembali • Mendengarkan apa masih hal-hal yang kurang dan kepada bertanya guru dimengerti siswa dan membimbing mengatasi siswa masalah jika masih ada kesulitan yang dihadapi dalam memecahkan masalah. 20’ masalah dihadapi siswa. 4. • Bantuan Presentasi Hasil Kerja diberikan pada yang tergantung yang sekelompok.114 kesulitan dihadapi siswa. • Bantuan yang • Menyelesaikan masalah 1 diberikan sedikit demi sedikit dikurangi dengan adanya bantuan dan guru proses sehingga siswa lebih bisa masalah memecahkan dengan sosiokultur dengan teman mengkonstruksi pengetahuannya sendiri. yang mereka hadapi.

115 • Setelah masalah 1 • Kelompok yang oleh terpilih menyajikan hasil kerjanya diselesaikan siswa. • Memberi kesempatan • Memberikan kepada kelompok lain mengkritisi menanggapi kerja penyaji atau hasil kelompok dan tanggapan terhadap argumen pertanyaan yang diajukan oleh kelompok lain. atau mengekspresikan ideide secara terbuka. kelompok di depan kelas dan kelompok lain duduk dan mendengarkan kelompok penyaji. yang lain menanggapi. • Sesekali mengajukan • Kelompok lain untuk mengecek kembalihasil masalah dapat kerjanya mengajukan dan pertanyaan memastikan pemecahan penyaji dan . guru meminta salah satu kelompok mempresentasikan hasil sedangkan diskusinya.

116 ditanggapi kelompok lain. • Memperoleh hasil diskusi dari masalah 1 yaitu konsep volume kubus. menemukan hasil diskusinya. oleh masukan atau pertanyaan atas beda pemecahan masalah dan mendiskusikan untuk memadu hasil pemikiran beberapa kelompok. . • Melakukan jawab menunjukkan kebenaran konsep tanya • untuk Bertanya kepada ataupun kelompok penyaji untuk guru yang telah ditemukan siswa dan memberikan penguatan.

117 • Setelah masalah 1 • Mengikuti kembali pola diselesaikan. dan dengan konsep pemecahan masalah Lembar Kegiatan Siswa III (LKS III). memberikan waktu kegiatan di atas sehingga ditemukan kepada siswa untuk menyelesaikan masalah seterusnya 2. . pada prosedur penyelesaian yang sama seperti pemecahan masalah 1.3.

Pembelajaran Pelaporan Kegiatan Akhir Kegiatan Guru Kegiatan Siswa • Memberikan kesempatan siswa kepada untuk • Bertanya guru hal-hal kurang dimengerti. sebagai latihan untuk dikerjakan di rumah.118 Tahap No. 1. • Memberikan yang pada baru tugas • Mendengarkan dan melaksanakan arahan guru. pada tentang yang Alokasi Waktu 5’ menanyakan kembali hal-hal yang kurang dimengerti materi dipelajari. .

mengingatkan kembali konsep rumus volume kubus sebelum dan balok memasuki materi pelajaran baru. • Menanyakan dan • Mendengarkan dan memberikan argumen tentang materi sebelumnya. Pembelajaran Komunikasi Kegiatan awal Kegiatan Guru Kegiatan Siswa • Membuka dan pelajaran • Mendengarkan tujuan pembelajaran yang disampaikan guru. ada yang masih kurang dipahami. • Mengaitkan materi • Mendengarkan . yang sudah dipelajari tetapi masih kurang dipahami.119 Pertemuan II Tahap No. 2. 1. Appersepsi • Menanyakan materi • Mendengarkan arahan dan jika guru bertanya memang 5’ Alokasi Waktu 2’ menyampaikan tujuan pembelajaran.

disampaikan guru. • Menyiapkan. • Membagi menjadi kelompok siswa • Mendengarkan beberapa secara arahan dan melaksanakan arahannya.120 kubus dalam dan balok dan secara kehidupan tidak langsung memikirkan apa yang sehari-hari.membagi. • Melakukan tanya jawab dengan guru. duduk guru heterogen sehingga di setiap diharapkan kelompok terjadi • Siswa proses sosiokultur di antara siswa. berkelompok membentuk kelompok belajar. • Mendengarkan dan menjelaskan alat peraga bantu sebagai alat untuk dan berusaha memahami penjelasan .

121 memudahkan memahami siswa dan guru. peserta didik melalui pokok bahasan kubus dan balok. • Memberikan dorongan • Berusaha kepada siswa untuk mengemukakan pengetahuan awalnya tentang konsep yang akan dibahas. memecahkan masalah. indikator yang disampaikan oleh guru. 3. . Pemberitahuan Kompetensi dan Indikator • Menyampaikan secara • Memperhatikan lisan kompetensi dasar dan indikator (tertera pada point 2 dan 3) yang akan dicapai dan mencermati kompetensi dasar dan 3’ mengeluarkan pendapat/argu men masing- masing siswa.

• Memberikan kesempatan siswa menanyakan yang dimengerti masalah 1. • Mengarahkan untuk siswa • Berusaha mencoba menyelesaikan masalah 1. Tahap Pembelajaran Kegiatan Inti Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Alokasi Waktu 1. Pengajuan masalah yang berada pada ZPD • Memberikan masalah • Menerima kepada siswa yang Lembar Kegiatan IV(LKS Siwa IV) 10’ telah disusun dalam Lembar Siswa Kegiatan IV(LKS IV) yang diberikan guru. rumus volume kubus dan balok. yang mengerjakan masalah 1 pada LKS.122 No. 2. Pembelajaran kepada untuk hal-hal kurang pada • Menanyakan hal-hal kurang dipahami pada masalah 1. yang berkaitan dengan materi balok kubus dan • Mencermati dalam masalah yang kehidupan sehari-hari untuk menggunakan ada pada LKS IV. .

• Memberikan dorongan • Memperhatikan kepada siswa untuk dan memahami . • Dengan pembagian kelompok yang heterogen. peraga yang alat telah diberikan. • Memberi dorongan • Menggunakan alat untuk memudahkan pemecahan masalah. siswa bisa menciptakan kondisi diskusi yang efektif dan kondusif. menyelesaikan masalah.123 sosiokultur • Memberikan waktu • Saling memberikan argumennya secara masing-masing dalam kegiatan diskusi tersebut untuk dapat 25’ kepada siswa untuk mendiskusikan masalah 1 berkelompok. peraga kepada siswa untuk dapat memaxsimalkan penggunaan 3.

menyelesaikan masalah tersebut. antara pada pendapat secara bebas dan terbuka. berdiskusi. dan berupaya untuk menyelesaikan nya.124 terus menyelesaikan masalah mengeluarkan dapat masalah 1 dengan bantuan dan buku diskusi siswa setiap kelompok dan bila bertanya guru perlu pada dalam paket. • Mengontrol diskusidan mencermati persepsi jalannya • Berusaha memahami masalah. siswa yang berbeda dalam dan 4. • Bantuan yang arahan dan mencermati bantuan yang guru diberikan guru dapat diberikan guru. Scaffolding masalah. . memandang memahami • Memberikan bantuan • Mendengarkan kepada siswa untuk menyelesaikan masalah 1 tersebut.

• Memberikan bantuan • Mencermati terbatas guna arahan dan guru mencoba menghantarkan siswa dalam masalah penyelesaiaannya. dorongan. menguraikan masalah ke dalam bentuk lain yang memungkinkan 10’ siswa dapat mandiri. peringatan. kesulitanyang . • Mengamati kegiatan setiap • Mengerjakan siswa di kegiatan pemecahan masalah. siswa lebih setiap kelompok untuk melihat kesulitan dihadapi siswa. memahami dan kembali memahami masalah.125 berupa petunjuk. guru terus memberi arahan agar kerja efektif. • Berkeliling mengamati • Mencermati kerja siswa dan arahan dan mencoba melakukan aktivitas pemecahan masalah.

126 • Menanyakan kembali • Mendengarkan apa masih hal-hal yang kurang dan kepada bertanya guru dimengerti siswa dan membimbing mengatasi siswa masalah jika masih ada kesulitan yang dihadapi dalam memecahkan masalah. • Bantuan diberikan pada yang tergantung yang sekelompok. guru meminta salah satu kelompok mempresentasikan di depan kelas . • Bantuan yang • Menyelesaikan masalah 1 diberikan sedikit demi sedikit dikurangi dengan adanya bantuan dan guru proses sehingga siswa lebih bisa masalah memecahkan dengan sosiokultur dengan teman mengkonstruksi pengetahuannya sendiri. masalah dihadapi siswa. yang mereka hadapi. Presentasi Hasil Kerja • Setelah masalah 1 • Kelompok yang oleh terpilih menyajikan hasil kerjanya diselesaikan siswa.

127 hasil sedangkan diskusinya. kelompok dan kelompok lain duduk dan mendengarkan kelompok penyaji. atau 20’ mengekspresikan ideide secara terbuka. • Sesekali mengajukan • Kelompok lain untuk mengecek kembalihasil masalah dapat oleh kerjanya mengajukan masukan atau dan pertanyaan memastikan pemecahan penyaji ditanggapi kelompok lain. • Memberi kesempatan • Memberikan kepada kelompok lain mengkritisi menanggapi kerja penyaji atau hasil kelompok dan tanggapan terhadap argumen pertanyaan yang diajukan oleh kelompok lain. yang lain menanggapi. dan pertanyaan atas beda pemecahan masalah dan mendiskusikan untuk memadu hasil pemikiran .

• Melakukan jawab menunjukkan kebenaran konsep tanya • untuk Bertanya kepada ataupun kelompok penyaji untuk guru yang telah ditemukan siswa dan memberikan penguatan. menemukan hasil diskusinya. • Memperoleh hasil diskusi dari masalah 1 yaitu menggunakan rumus untuk memecahkan masalah terkait dunia nyata..3. dan dengan konsep pemecahan . memberikan kegiatan di atas sehingga ditemukan kepada siswa untuk menyelesaikan masalah seterusnya 2.128 beberapa kelompok. • Setelah masalah 1 • Mengikuti kembali waktu pola diselesaikan.

129 prosedur penyelesaian yang sama seperti masalah Lembar pada pemecahan masalah 1. Kegiatan Siswa IV (LKS IV). .

130

Tahap No. Pembelajaran

Kegiatan Akhir Kegiatan Guru Kegiatan Siswa

Alokasi Waktu

1.

Pelaporan

• Memberikan kesempatan siswa kepada untuk

• Bertanya guru hal-hal kurang dimengerti.

pada tentang yang

5’

menanyakan kembali hal-hal yang kurang dimengerti materi dipelajari. • Memberikan yang pada baru

tugas • Mendengarkan dan melaksanakan arahan guru.

sebagai latihan untuk dikerjakan di rumah.

8. Penilaian Teknik : Tes Kemampuan Pemecahan Masalah Buku Instrumen : Pertanyaan Tertulis Instrumen : 1. Akan dibuat sebuah bak penampungan air dari bahan baja anti karat berbentuk balok ABCD, EFGH. AB = Panjang, BC = lebar, dan BF = Tinggi. Jika panjang, lebar,dan tinggi ukurannya berturut-turut 3x cm, 2x cm, dan 2 (x+20) cm. Tentukan volume balok! (dalam x).

131

2.

Sebuah akuarium mempunyai ukuran panjang, lebar dan tinggi berturutturut 60 cm, 45 cm, dan 50 cm. akuarium itu terisih penuh air. Jika 36 liter airnya dipindahkan ketempat lain, maka tinggi air dalam akuarium sekarang adalah…..

132

Lampiran 3 LEMBAR KEGIATAN SISWA I (LKS I) Mata Pelajaran Kelas : Matematika : IX SMP Negeri 1 LumbanJulu

Pokok Bahasan : Kubus dan Balok Indikator 1. : Menemukan rumus luas permukaan kubus dan balok

Jika diberikan suatu kotak berbentuk kubus ABCD.EFGH tanpa tutup, dimana AB adalah panjang kubus, BC adalah lebar kubus, dan CG adalah tinggi dari kubus.panjang sisinya = r. Tentukan luas permukaan kotak tersebut! Jawaban: • Memahami masalah Diketahui : …………………………………………………………………. …………………………………………………………………. Ditanya : …………………………………………………………………. …………………………………………………………………. • Merencanakan pemecahan masalah Kotak ABCD.EFGH dapat digambarkan sebagai berikut :

…………………….

• Merencanakan pemecahan masalah Kotak ABCD.. lebar. lebar BC = l.) = ………….) = ……. jika p = 2l = 3t.x…. Ditanya : …………………………………………………………………. Diberikan balok ABCD. ………………………………………………………………….) – (….EFGH. dan tinggi pada gambar) Panjang rusuk (…. Luas permukaan (….) = 6 x Luas bidang • Melaksanakan pemecahan masalah Lp = 6 x Luas bidang sisi – 1 Luas bidang sisi = 6 (….EFGH dapat digambarkan sebagai berikut : .) = 6 (…. Tentukanlah luas permukaan balok tersebut! Jawaban : • Memahami masalah Diketahui : ………………………………………………………………….. …………………………………………………………………. dengan panjang AB = p..satuan luas • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar 2. tinggi AE = t.x….133 (tentukan letak panjang.) – (….

.. dan tinggi pada gambar) Panjang(….. (tentukan letak panjang. .) = 2 (pl + pt + lt) • Melaksanakan pemecahan masalah l= p = 2l ⇒ l= p = 3t ⇒ ....) = ………….. lebar. . Luas permukaan (…. Jika panjang kawat seluruhnya tidak lebih dari 240 cm.) = …………... Lebar (….EFGH dengan AB = (2x + 3) cm.+ …….. Luas permukaan(…... dan CG = 2x cm. +…. Kerangka balok ABCD.... maka nilai x adalah……....134 ……………………. Maka. Tinggi (….. ) = 2 (……) = …….) = …………. BC = (x + 2) cm.satuan luas • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar 3..) = 2 (pl + pt + lt) = 2 (…... Jawaban : • Memahami masalah ..

) = …………. lebar lemari x cm dan tinggi lemari 4x cm. dan tinggi pada gambar) Panjang(…. Berapa cm2 yang dibutuhkan untuk membuat lemari tersebut? . Panjang kawat seluruhnya = 4p + 4l + 4t = 4 (p + l + t) • Melaksanakan pemecahan masalah Panjang kawat seluruhnya = 4 (p + l + t) (………) (………) x = 4 (…… +…….. Tinggi (….) =…….cm • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar 4. ………………………………………………………………….) = ………….EFGH dapat digambarkan sebagai berikut : ……………………. (tentukan letak panjang. lebar. • Merencanakan pemecahan masalah Balok ABCD. Sebuah lemari dari kayu berbentuk balok. Panjang lemari 2x cm. ………………………………………………………………….. Lebar (….+……) = 4 (…….135 Diketahui : …………………………………………………………………. Ditanya : ………………………………………………………………….) = ………….

…………………………………………………………………. dan tinggi pada gambar) Panjang(…..) = 2 (pl + pt + lt) = 2 (…. (tentukan letak panjang.136 Jawaban : • Memahami masalah Diketahui : ………………………………………………………………….) = …………. Lebar (….) = ………….) = 2 (…. …………………………………………………………………. • Merencanakan pemecahan masalah Lemari dari kayu dapat digambarkan sebagai berikut : ……………………. Ditanya : …………………………………………………………………. Luas permukaan (….) = ……cm2 • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar . lebar.) = 2 (pl + pt + lt) • Melaksanakan pemecahan masalah Luas permukaan (….) = ………….+……+…. Tinggi (….

BC = (x + 3) m.000.00 tiap m2. 20. …………………………………………………………………. …………………………………………………………………. dan CG = 2x m. Suatu tempat pembuangan sampah berbentuk balok ABCD. Ditanya : ………………………………………………………………….EFGH dengan AB = (2x + 2) m. • Merencanakan pemecahan masalah Balok ABCD. Hitunglah harga bahan yang dibutuhkan! Jawaban : • Memahami masalah Diketahui : ………………………………………………………………….137 Lampiran 4 LEMBAR KEGIATAN SISWA II (LKS II) Mata Pelajaran Kelas : Matematika : IX SMP Negeri 1 LumbanJulu Pokok Bahasan : Kubus dan Balok Indikator : Menggunakan rumus untuk menghitung luas permukaan kubus dan balok 1. Panjang rusuk seluruhnya 60 m.EFGH dapat digambarkan sebagai berikut : . Jika balok tersebut akan dibuat dari bahan kayu triplek yang harganya Rp.

) x = 4 (…. ) = 2 (……) = …….+…. Panjang rusuk seluruhnya = 4 (p + l + t) Luas permukaan (…..rupiah .000/ m2 = ……….) = (……) Lebar (…) = (….20.+ …….) = 2 (pl + pt + lt) • Melaksanakan pemecahan masalah Panjang kawat seluruhnya= 4 (p + l + t) (……. Lebar (…. +….) = (……) Luas permukaan(…..) (……. lebar..) = ………….) = ………….) = 2 (pl + pt + lt) = 2 (….+…. dan tinggi pada gambar) Panjang(…. m Maka diperoleh : panjang (…. (tentukan letak panjang.satuan luas Harga bahan yang dibutuhkan = Lp x Rp. Tinggi (….) = 4 (……) = …….) = ………….) Tinggi (….138 …………………….

…………………………………………………………………. Jika panjang balok dan lebarnya berselisih 5 cm. (tentukan letak panjang. …………………………………………………………………. Hitunglah berapa cm2 yang dibutuhkan untuk membuat kotak mainan tersebut? Jawaban : • Memahami masalah Diketahui : ………………………………………………………………….139 • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar 2. Lebar (….) = 2 (pl + pt + lt) • Melaksanakan pemecahan masalah Luas selubung = 2 (p + l) t .) = …………. • Merencanakan pemecahan masalah Mainan tersebut dapat digambarkan sebagai berikut : ……………………. lebar. Sebuah mainan anak-anak berbentuk balok.) = ………….) = …………. dan tinggi pada gambar) Panjang(…. Tinggi (…. Ditanya : ………………………………………………………………….) = 2 (p + l) t Luas permukaan (…. tinggi balok 4 cm dan luas selubungnya 360 cm 2. Luas selubung (….

Panjang (…) =……… = …….bak tersebut akan dilapisi dengan baja anti karat. • Merencanakan pemecahan masalah . Tentukan berapa m 2 baja anti karat yang dibutuhkan untuk membuat bak tersebut! Jawaban : = ……. Ditanya : ………………………………………………………………….140 (…. ) = 2 (……) = …….) = 2 (pl + pt + lt) = 2 (….. +….+ ……. ………………………………………………………………….cm Luas permukaan(….. Sebuah bak mandi berbentuk kubus dengan panjang rusuknya 1 m. • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar 3.satuan luas Jadi yang dibutuhkan untuk membuat mainan tersebut adalah…….cm • Memahami masalah Diketahui : …………………………………………………………………. ………………………………………………………………….)= 2 (…. + l) t l Maka...

. dan tinggi pada gambar) Panjang rusuk (….m2 • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar 4. a.. Ditanya : …………………………………………………………………. Hitunglah selisih harga yang dibutuhkan untuk membuat kedua kubus tersebut. …………………………………………………………………. Dua buah kubus. jika harga bahannya Rp.) = 6 a2 • Melaksanakan pemecahan masalah Baja yang dibutuhkan = luas permukaan kubus = ………….00 tiap cm2! Jawaban : • Memahami masalah Diketahui : …………………………………………………………………. ………………………………………………………………….141 Bak mandi tersebut dapat digambarkan sebagai berikut : …………………. panjang rusuknya berselisih 4 cm dan luas permukaannya berselisih 192 cm2. = …. (tentukan letak panjang. Luas permukaan (…. Hitunglah panjang rusuk kedua kubus tersebut! b. 2500.) = …………. lebar.

cm b.……. . Luas permukaan II =……. r2 =……...cm ⇒ Luas permukaan (…. Harga bahan yang dibutuhkan untuk kubus II = L2 x Rp. (tentukan letak panjang rusuk pada gambar) r1 = ..2500 = ………… Selisih harga yang dibutuhkan adalah ……….= ……..) Jadi . • Melaksanakan pemecahan masalah a. L1 – L2 =…….cm2 maka L1 = …..2500 = …………. L1 – L2 =………..142 • Merencanakan pemecahan masalah Kubus dapat digambarkan sebagai berikut : …………………….) = 6 r2 L1 – L2 = …...cm. diperoleh r1 = …….) L2 = 6 (…. Harga bahan yang dibutuhkan untuk kubus I = L1 x Rp. r1 – r2 = …….. Maka luas permukaan I = ……. Jika r1 =…… dan r2 = …. …… .... maka L1 = 6 (….

• Merencanakan pemecahan masalah Bak penampungan air tersebut dapat digambarkan sebagai berikut : . dan 2 (x+20) cm.dan tinggi ukurannya berturut-turut 3x cm.143 • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar Lampiran 5 LEMBAR KEGIATAN SISWA III (LKS III) Mata Pelajaran Kelas : Matematika : IX SMP Negeri 1 LumbanJulu. Tentukan volume balok! (dalam x) Jawaban: • Memahami masalah Diketahui : …………………………………………………………………. dan BF = Tinggi. : Menemukan rumus volume kubus dan balok Akan dibuat sebuah bak penampungan air dari bahan baja anti karat berbentuk balok ABCD. AB = Panjang. Ditanya : …………………………………………………………………. Pokok Bahasan : Kubus dan Balok Indikator 1. lebar. …………………………………………………………………. 2x cm. BC = lebar. Jika panjang. …………………………………………………………………. EFGH.

) = p x l xt • Melaksanakan pemecahan masalah Volume balok (…. Volume balok (….(dalam x) • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar 2. Dua buah kubus ABCD.) = p x l x t = …. lebar. (tentukan letak panjang.. dan tinggi pada gambar) Panjang(….) = ………….x…….) = …………. EFGH dengan panjang rusuk kubus I adalah 2x panjang rusuk kubus ke II. …………………………………………………………………. Tentukan perbandingan volume kubus pertama dan kedua! Jawaban: • Memahami masalah Diketahui : …………………………………………………………………. .x…… = …………. Ditanya : ………………………………………………………………….) = …………. Tinggi (….144 ……………………. Lebar (…. …………………………………………………………………. Jika volume kubus ke II r3cm3.

lebar. Jika setiap rusuknya ditambah 2 cm.)= a3 • Melaksanakan pemecahan masalah r1 = …. lebar.145 • Merencanakan pemecahan masalah Dapat digambarkan sebagai berikut : …………………….) =…. volume kubus I = ……. dan tinggi.) Volume kubus (….. (tentukan letak panjang.x volume kubus II Perbandinganvolumenya adalah……… • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar 3..panjang rusuk kubus II (….r2 volume kubus I = a3 = ………… Volume kubus II = a3 =………. Maka : V1 = V2 ……=…… Jadi. Tentukan volume balok tersebut! Jawaban: .. dan tinggi pada gambar) Panjang rusuk kubus I(…. Pada sebuah balok dengan panjang.

dan tinggi pada gambar) Panjang(….) = p x l x t = ……x……x…… = …………. …………………………………………………………………. Tinggi (….) = …………. (tentukan letak panjang. Ditanya : ………………………………………………………………….satuan volume (dalam x) • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar 4. Volume balok (….) = …………. lebar.)= p x l x t • Melaksanakan pemecahan masalah Volume balok (…. dimana r1 = r2. Lebar (….146 • Memahami masalah Diketahui : ………………………………………………………………….. …………………………………………………………………. hitunglah selisih volume kubus kedua jika panjang rusuk kubus kedua ditambah 2 cm! Jawaban: .) = …………. Dua buah kubus masing-masing rusuknya adalah r1 dan r2. • Merencanakan pemecahan masalah Balok tersebut dapat digambarkan sebagai berikut : …………………….

147 • Memahami masalah Diketahui : …………………………………………………………………. ………………………………………………………………….……..satuan volume • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar .) =… Volume kubus (…) = a3 • Melaksanakan pemecahan masalah Volume kubus I (…) = a3 =……. diperoleh panjang rusuk II (….satuanvolume Volume kubus II (…) = a3 = …….satuan volume Maka selisih volume kubus = V1 – V2 = …… . …………………………………………………………………. =…………. Ditanya : …………………………………………………………………. • Merencanakan pemecahan masalah Kedua kubus tersebut dapat digambarkan sebagai berikut : …………………….. (tentukan letak panjang rusuknya pada gambar) Panjang rusuk setelah ditambah 2 cm.

…………………………………………………………………. ………………………………………………………………….00. Ditanya : …………………………………………………………………. • Merencanakan pemecahan masalah . 30 cm 8 cm BESAR 20 cm 20 cm 12 cm 8 cm STANDAR a. Bubuk deterjen pembersih dijual dalam dua kemasan yakni ukuran besar ukuran standar yang masing-masing dijual dengan harga Rp.148 Lampiran 6 LEMBAR KEGIATAN SISWA IV (LKS IV) Mata Pelajaran Kelas : Matematika : IX SMP Negeri 1 LumbanJulu Pokok Bahasan : Kubus dan Balok Indikator : Menggunakan rumus nutuk menghitung volume kubus dan balok 1.500.00 dan Rp. Hitunglah volume masing-masing kemasan! b. 9000. Manakah yang lebih murah? Jawaban: • Memahami masalah Diketahui : …………………………………………………………………. 20.

Tinggi (…. Tinggi (…. Lebar (…. dan tinggi pada gambar) Pada kemasan besar : Panjang(…. (tentukan letak panjang.) = …………. x Vb =………….satuan volume.rupiah. Volume balok (….) = …………... lebar.) = ………….satuan volume. .149 Dapat digambarkan sebagai berikut : …………………….) = …………. b.. Harga kemasan besar = Rp……..)= p x l x t • Melaksanakan pemecahan masalah a.rupiah Harga kemasan standar =Rp……x Vs =………. Volume kemasan standar(Vs) = p x l x t = ……x……x…… = …………. Volume kemasan besar (Vb) = p x l x t = ……x……x…… = …………. Pada kemasan standar : Panjang(….) = ………….) = …………. Lebar (….

Jika 36 liter airnya dipindahkan ketempat lain. 45 cm. lebar dan tinggi berturut-turut 60 cm. …………………………………………………………………. maka tinggi air dalam akuarium sekarang adalah...….satuan volume.liter . • Merencanakan pemecahan masalah Dapat digambarkan sebagai berikut : ……………………. Jawaban: • Memahami masalah Diketahui : ………………………………………………………………….. (tentukan letak panjang. Ditanya : ………………………………………………………………….. Jika 36 liter airnya dipindahkan. dan tinggi pada gambar) Volume balok (…. Sebuah akuarium mempunyai ukuran panjang. …………………………………………………………………. dan 50 cm.150 • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar 2.)= p x l x t • Melaksanakan pemecahan masalah Volume akuarium (Va) = p x l x t = ……x……x…… = …………. akuarium itu terisih penuh air. lebar. maka sisa air di akuarium sekarang adalah = Va .

cm • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar 3. maka berapakah volume air dalam tempat kedua? b.cm3 t = …. lebar 60 cm.151 = ……cm3. Berapakah tinggi permukaan air pada tempat kedua? Jawaban: • Memahami masalah Diketahui : …………………………………………………………………. Diketahui tempat air berukuran panjang 80 cm.cm3.x…. ………………………………………………………………….x t = ……. .jadi tinggi air dalam akuarium sekarang adalah : V pxlxt =……cm3 = ……cm3 …. dan tinggi 160 cm. Jika permukaan air dalam tempat pertama turun 1 cm.. …………………………………………………………………. Air itu dikeluarkan melalui lubang pada tempat air tadi ke suatu tempat lain yang berukuran 60 cm x 40 cm x 6 cm a.……cm3 =…………cm3 Volume air sekarang = …. Ditanya : ………………………………………………………………….satuan tinggi air sekarang =…..

lebar.. dan tinggi pada gambar) Volume balok (….152 • Merencanakan pemecahan masalah Dapat digambarkan sebagai berikut : ……………………. maka volume air yang turun adalah : Vair turun = p x l x t = …x….satuan volume Volume air pada tempat kedua = volume air yang turun yaitu …..Volume air I (V1) = p x l x t = ……x……x…… = …………. t = ……satuan jadi. tinggi air pada tempat kedua adalah…….satuan volume Jika permukaan tempat air I turun 1 cm.x…. .x…..x….Tinggi air pada tempat kedua Vair turun = p x l x t (……) = ….)= p x l x t • Melaksanakan pemecahan masalah a.satuan volume. b.x….. =……. (tentukan letak panjang.

. • Merencanakan pemecahan masalah Dapat digambarkan sebagai berikut : ……………………. Sebuah batu bata berukuran 20 cm x 10 cm x 5 cm dibuat suatu model sehingga perbandingan volume batu bata dan modelnya 8 : 1. dan tinggi pada gambar) Volume balok (…. (tentukan letak panjang.153 • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar 4. Ditanya : …………………………………………………………………. lebar.satuan volume. …………………………………………………………………. Hitunglah panjang modelnya! Jawaban: • Memahami masalah Diketahui : ………………………………………………………………….) dan volume model (…) = 8 : 1 Vb 8 = Vm 1 .)= p x l x t • Melaksanakan pemecahan masalah Volume batu bata (Vb) = p x l x t = ……x……x…… = …………. …………………………………………………………………. Perbandingan volume batu bata (….

154

Vm =

Vb 8

=……..satuan volume Maka volume model batu bata adalah …… satuan volume. • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar

155

Lampiran 7 KISI-KISI PRETES Mata Pelajaran Pokok Bahasan : Matematika : Bangun Datar

Sub Pokok Bahasan : Penerapan bangun datar dalam kehidupan nyata Kelas / Semester : IX / I IX SMP Negeri 1 LumbanJulu

Indikator kemampuan No. 1. Indikator Materi Siswa dapat melakukan proses pemecahan masalah dalam No.soal 1 2 3 4 pemecahan masalah 1 2 3 4 5 6 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

menyelesaikan soal penerapan bangun datar dalam kehidupan nyata.

Keterangan: • Indikator Pemecahan Masalah :  1: Menunjukan pemahaman, mengorganisasi data dan memilih informasi yang relevan dalam pemecahan masalah

156

 2:  3:  4:  5:  6:

Menyajikan masalah secara matematik dalam berbagai bentuk Memilih pendekatan dan metode pemecahan masalah secara tepat Mengembangkan strategi pemecahan masalah Membuat dan menafsirkan model matematika dari suatu masalah Menyelesaikan masalah yang tidak rutin

157

Lampiran 8 KISI-KISI TES KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH Mata Pelajaran Pokok Bahasan : Matematika : Kubus dan Balok

Sub Pokok Bahasan : Menghitung luas permukaan dan volume kubus dan balok Kelas / Semester : IX / I SMP Negeri 1 LumbanJulu

Indikator No. Indikator Materi No.soal kemampuan

1.

Siswa mampu mencari luas permukaan dan volume

TKPM I 1 4

pemecahan masalah TKPM II 1 2 3 4 5 6 √ √ √ √ √ √

kubus dan balok. 2. Siswa mampu mencari 2 3

3

√ √ √ √ √ √

panjang rusuk kubus dan balok. 3. Siswa dapat melakukan

√ √ √ √ √ √

-

1

√ √ √ √ √ √

proses pemecahan masalah dalam menyelesaikan soal penerapan kubus dalam √ melakukan 2 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

kehidupan nyata. 4. Siswa dapat

158

proses pemecahan masalah dalam menyelesaikan soal penerapan balok dalam

4

kehidupan nyata. √ √ √ √ √ √

√ √ √ √ √ Keterangan : • • • TKPM I : Tes Kemampun Pemecahan Masalah I TKPM II : Tes Kemampun Pemecahan Masalah II Indikator Pemecahan Masalah :  1: Menunjukan pemahaman, mengorganisasi data dan memilih informasi yang relevan dalam pemecahan masalah  2:  3:  4:  5:  6: Menyajikan masalah secara matematik dalam berbagai bentuk Memilih pendekatan dan metode pemecahan masalah secara tepat Mengembangkan strategi pemecahan masalah Membuat dan menafsirkan model matematika dari suatu masalah Menyelesaikan masalah yang tidak rutin

159

Lampiran 9 LEMBAR VALIDITAS SOAL PRETES Mata Pelajaran Pokok Bahasan : Matematika : Bangun Datar

Sub Pokok Bahasan : Penerapan bangun datar dalam kehidupan nyata Kelas / Semester : IX / I SMP Negeri 1 LumbanJulu

Kompetensi Indikator Materi Dasar Menghitung besaran pada bangun datar. 1. Siswa dapat melakukan proses pemecahan masalah dalam menyelesaikan soal penerapan bangun datar dalam kehidupan nyata. Saran : No soal 1 2 3 4 V

Validitas KV TV

................................................................................................................................... .................................................................................................................................... ……………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………

Agustus 2008 Validator NIP.160 Keterangan : V : Valid (dapat dilaksanakan) KV : Kurang Valid (dapat dilaksanakan dengan perbaikan) TV : Tidak Valid (tidak dapat dilaksanakan) Padangsidimpuan. .

Siswa dapat melakukan 2 → TKPM II 4 → TKPM II pemecahan masalah 1 → TKPM I 4 → TKPM I 3 → TKPM II 2 → TKPM I 3 → TKPM I 1 → TKPM II kemampuan V Validitas KV TV . Siswa dapat melakukan proses pemecahan masalah dalam menyelesaikan soal penerapan kubus dalam kehidupan nyata. 2. 5.161 Lampiran 10 LEMBAR VALIDITAS SOAL TES KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH Mata Pelajaran Pokok Bahasan : Matematika : Kubus dan Balok Sub Pokok Bahasan : Menghitung luas permukaan dan volume kubus dan balok Kelas / Semester : IX / I SMP Negeri 1 LumbanJulu Pada tes Kompetensi Indikator Materi Dasar Menghitung luas permukaan dan kubus balok volume 3. Siswa mampu mencari luas permukaan dan volume kubus dan balok. dan 4. Siswa mampu mencari panjang rusuk kubus dan balok.

.............................................. Validator Agustus 2008 NIP..................................... Keterangan : V : Valid (dapat dilaksanakan) KV : Kurang Valid (dapat dilaksanakan dengan perbaikan) TV : Tidak Valid (tidak dapat dilaksanakan) Padangsidimpuan................................................................. ................................................................................................................................. Saran : ..................................... ...........162 proses pemecahan masalah dalam menyelesaikan soal penerapan balok dalam kehidupan nyata.............................................................. .............

D.Pd 131473061 Dosen Universitas Negeri Medan 3.S.Si NIP 131851425 Pekerjaan Dosen Universitas Negeri Medan 2.163 Lampiran 11 HASIL VALIDASI PRETES Nomor Soal 1 2 3 4 I V V V V II V V KV V Validasi III V V V V IV V V V V HASIL VALIDASI TES KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH Nomor I Soal 1 2 3 4 V V V V TKPM I Validasi II III V KV KV V V V V V Nomo IV V V V V r Soal 1 2 3 4 I V V V V TKPM II Validasi II III V V V KV V V V V IV V V V V NAMA-NAMA VALIDATOR No. Nama 1. Siregar 130528943 Guru SMP Negeri 3 Padangsidimpuan . Yasifati Hia. Hj. M. Dr. Asmin. M.

Marpaung 130798287 Guru SMA Negeri 1 Padangsidimpuan .164 4. T.

tentukan banyaknya asbes yang dibutuhkan! 3. Atap rumah itu akan ditutup genteng yang berukuran 42 cm x 33 cm. 3. Bagian atap suatu rumah yang berukuran 10 m x 8 m akan ditutup asbes yang berukuran 113 cm x 84 cm .6 m. Gambar di bawah ditunjukkan dinding tembok suatu bangunan. mengubah soal menjadi model matematika(membuat model matematika). dapat berupa penggunaan variabel (mengubah variabel). Tentukan banyak genteng yang dibutuhkan! 2. dan mengintrepetasi gambar. 2. Bagian atap suatu rumah yang berbentuk persegi panjang memiliki ukuran 7 m x 5. yaitu sebagai berikut: 1. Memahami masalah : tuliskan apa yang diketahui dan apa yang ditanya dari soal dengan lengkap. a.165 Lampiran 12 TES MATEMATIKA(PRETES) Petunjuk : • Kerjakan soal di bawah ini dengan menggunakan langkah-langkah pemecahan masalah. Merencanakan pemecahan masalah : membuat pola / aturan pemecahan masalah. Hitunglah luas dinding tembok tersebut! . Melaksanakan pemecahan masalah : mengerjakan penyelesaian masalah dengan lengkap dan benar. • Kerjakan soal secara individu! SOAL! 1.

166 b. Luas kayu.2 m A 4m B 4. 2m 1. tentukan banyak bata yang diperlukan untuk dinding seluas itu! 3m D 8m 4. Pada gambar di bawah diperlihatkan pintu dengan kaca.9 m Tentukan : a.5 m 1.6 m Pintu . Kaca 0. jika ukran bata yang terpasang dengan posisi panjang dan lebar yaitu C dengan ukuran 30 cm x 8 cm. 0.2 m b. Luas kaca.

mengubah soal menjadi model matematika(membuat model matematika). yaitu sebagai berikut: 1. 2. Memahami masalah : tuliskan apa yang diketahui dan apa yang ditanya dari soal dengan lengkap. dapat berupa penggunaan variabel (mengubah variabel). 3. • Kerjakan soal secara individu! : IX / I SMP Negeri 1 LumbanJulu . dan mengintrepetasi gambar. Melaksanakan pemecahan masalah : mengerjakan penyelesaian masalah dengan lengkap dan benar. Merencanakan pemecahan masalah : membuat pola / aturan pemecahan masalah.167 Lampiran 13 TES KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH I Mata Pelajaran Pokok Bahasan : Matematika : Kubus dan Balok Sub Pokok Bahasan : Menghitung luas permukaan kubus dan balok Kelas / Semester Petunjuk : • Kerjakan soal di bawah ini dengan menggunakan langkah-langkah pemecahan masalah.

lebar dan tinggi suatu balok berturut-turut dinyatakan dengan p. BC = (x + 2) m. Tentukan luas permukaan balok itu! 4. Dua buah kotak berbentuk kubus. 25. dan CG = 2x m.EFGH dengan AB = (2x + 3) m.000. t : l = 2:5. Jika balok tersebut akan dibuat dari bahan kayu triplek yang harganya Rp. dan t. Jika p : l = 17:10.00 tiap m2. panjang rusuknya mempunyai selisih 4 cm dan luas permukaannya mempunyai selisih 192 cm2. Suatu bak berbentuk balok dengan panjang. Hitung panjang rusuk masing-masing kedua kubus tersebut! 3. berapa cm2 bahan kayu tripleks yang dibutuhkan untuk membuat bangun tersebut? 8 cm 8 cm 10 cm 2 cm 8 cm 12 cm 12 cm . Hitunglah harga bahan yang dibutuhkan! 2. Dan panjang rusuk baloknya 456 cm.168 SOAL! 1. l. Dari gambar bangun di bawah ini. Panjang rusuk seluruhnya 60 m. Suatu tempat pembuangan sampah berbentuk balok ABCD.

• Kerjakan soal secara individu! : IX / I SMP Negeri 1 LumbanJulu . yaitu sebagai berikut: 1. mengubah soal menjadi model matematika(membuat model matematika).169 Lampiran 14 TES KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH II Mata Pelajaran Pokok Bahasan : Matematika : Kubus dan Balok Sub Pokok Bahasan : Menghitung volume kubus dan balok Kelas / Semester Petunjuk : • Kerjakan soal di bawah ini dengan menggunakan langkah-langkah pemecahan masalah. Memahami masalah : tuliskan apa yang diketahui dan apa yang ditanya dari soal dengan lengkap. Melaksanakan pemecahan masalah : mengerjakan penyelesaian masalah dengan lengkap dan benar. 2. dan mengintrepetasi gambar. Merencanakan pemecahan masalah : membuat pola / aturan pemecahan masalah. dapat berupa penggunaan variabel (mengubah variabel). 3.

dengan menentukan panjang rusuk dan luas permukaannya.728 m3. Rancanglah suatu tempat penampungan air berbentuk kubus yang mempunyai volume 1. sehingga air dalam bak tertumpah. Tentukanlah: b. Bak penuh air dengan volume 432 liter. Tentukan volume kayu yang digunakan untuk membuat kotak terbuka. Suatu bak penampung air berbentuk kotak dengan kerangka kawat dimana luas alas 5400 cm2. dan kedalaman 18 cm. lebar 46 cm. jika diketahui ukuran bagian dalam kotak adalah panjang 54 cm. hitunglah harga bahannya! 2. Sisa kawat! 3. dengan ketebalan 2 cm.000. Air yang tertumpah c. . yang berbentuk balok. Ke dalam bak tersebut dimasukan suatu benda balok berukuran 8 cm x 12 cm x 60 cm.170 SOAL! 1. 30. Jika kubus itu dibuat dari bahan baja anti karat yang harganya Rp.00 tiap m2.

171 4.5 cm 5cm 20 cm 5 cm 30 cm 10 m . Tentukan massa baja tersebut! 12.860 kg/m3. Jika massa jenis baja 7. Sebuah baja berbentuk bangun seperi di bawah ini.

172

Lampiran 15 ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH PRETES • Memahami masalah

1. Diketahui : ukuran atap ⇒ panjang = 7 m lebar = 5,6 m ukuran genteng ⇒ panjang = 42 cm lebar = 33 cm Ditanya : banyak genteng yang dibutuhkan?

Penyelesaian : • Merencanakan pemecahan masalah Atap Genteng p = 7 m , l = 5,6 m p = 42 cm , l = 33 cm

Luas persegi = p x l • menyelesaikan masalah

 Luas atap = p x l = 7 m x 5,6 m = 39,2 m2 = 392.000 cm2  Luas sebuah genteng = p x l = 42 cm x 33 cm = 1.386 cm2

173

Banyak genteng yang harus disediakan = luas sebuah genteng
392.000 cm 2 = 1.386 cm 2

luas atap

= 282,8

≈ 283 buah
• Dapat menyimpulkan hasil jawaban dari masalah

Jadi, banyaknya genteng yang harus disediakan adalah 283 buah • Memahami masalah

2. Diketahui : ukuran atap ⇒ panjang = 10 m lebar = 8 m ukuran asbes ⇒ panjang = 113 cm lebar = 84 cm Ditanya : banyak asbes yang dibutuhkan?

Penyelesaian : • Merencanakan Atap Asbes p = 10 m , l = 8 m p = 113 cm , l = 84 cm

Luas persegi = p x l • Menyelesaikan masalah

 Luas atap = p x l = 10 m x 8 m = 80 m2 = 800.000 cm2

174

 Luas sebuah asbes

=pxl = 113 cm x 84 cm = 9492 cm2

Banyak asbes yang harus disediakan = luas sebuah asbes =
800.000 cm 2 9492 cm 2

luas atap

= 84,28 buah

≈ 84 buah
• Dapat menyimpulkan hasil jawaban dari masalah

Jadi, banyaknya asbes yang harus disediakan adalah 84 buah. • Memahami masalah : t. tembok I (t1) = 4,5 m t.tembok II (t2) = 3 m lebar tembok (l) =4 m panjang jendela (p) = 1,2 m lebar jendela (l) = 0,8 m Ditanya : a. Luas dinding tembok=…….? b. Banyak bata yang diperlukan jika ukuran bata 30 cm x 8 cm =………? Penyelesaian : • Merencanakan Tembok Jendela t1 = 4,5 m, t2 = 3 m, l =4 m p = 1,2 m, l = 0,8 m

3. Diketahui

04 m 2 240 cm 2 290.175 Luas trapesium : ½ jumlah dua sisi sejajar x tinggi Luas persegi = p x l • Menyelesaikan masalah a.8 m = 0. banyak bata yang diperlukan = luas tembok − luas jendela luas sebuah bata = 15 m 2 − 0.4 = 15 m2 b.2 x 0.96 m 2 240 cm 2 29.5 m + 3 m) x ½.l = (4. Luas bata = p x l = 30 cm x 8 cm = 240 cm2 Luas jendela = p x l = 1.400 cm 2 240 cm 2 = = = 1210 buah . Luas tembok = Luas trapesium = jumlah dua sisi sejajar x 1/2 tinggi = (t1 + t2) x ½.96 m2 Maka.

l = 0.6 m = 0.6 m 4.6 m Luas persegi = p x l • Menyelesaikan masalah a.9 m p = 1.2 m.9 m ukuran kaca ⇒ panjang = 1. Luas kaca b. jumlah bata yang dibutuhkan adalah 1210 buah • Memahami masalah : seperti gambar ukuran pintu ⇒ panjang = 2 m lebar = 0.2 m lebar =0.2 m x 0.72 m2 . Luas tembok adalah 30 m2 b. Luas kaca = p x l = 1. Luas kayu Penyelesaian : • Merencanakan Pintu Kaca p = 2 m. Diketahui Ditanya : a. a. l = 0.176 • Dapat menyimpulkan hasil jawaban dari masalah Jadi.

08 m2 .72 m2 b. a. Luas pintu = p x l = 2 m x 0.8 m2 . Luas kayu adalah 1. Luas kaca adalah 0.0.9 m = 1.177 b.72 m2 = 1.08 m2 • Dapat menyimpulkan hasil jawaban dari masalah Jadi.8 m2 Maka. Luas kayu = Luas pintu – Luas kaca =1.

. 25.00/ m2 Ditanya : harga bahan yang dibutuhkan untuk membuat balok tersebut =.. Diketahui : Balok ABCD.178 Lampiran 16 ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH TES KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH I • Memahami masalah 1.? H G F D A B C Penyelesaian : E • Menyusun prosedur/membuat pola /aturan Dari gambar di atas Panjang balok : AB = CD = GH = EF = 4 AB Lebar balok : BC = AD = EH = FG = 4 BC Tinggi balok : AE = BF = CG = DH = 4 CG ..000.EFGH AB = (2x + 3) m BC = (x + 2) m CG = 2x m Panjang rusuk seluruhnya = 60 m Harga bahan = Rp.

4) = 2 (28 + 16 + 28) = 2 ( 72 ) = 144 m2 .4 + 7.179 Maka .4 + 4.2 m = 4 meter Luas balok = 2 (p.2 + 3) m = 7 m Lebar balok = (x + 2) m = (2 + 2) m = 4 meter Tinggi balok = 2x m = 2.l + l. • Menyelesaikan masalah Panjang seluruh rusuk balok = 4 AB +4 BC + 4 CG 60 m = 4 (2x + 3) m+ 4 (x + 2) m + 4(2x) m 60 m = (8x + 12 + 4x + 8 + 8x) m 60 m = (20x + 20) m 20x m = 60 m.20 m 20x m = 40 m x x = 40m 20m =2m Sehingga diperoleh : Panjang balok = (2x + 3) m = (2. t + p.t) = 2 (7.

000.25..r2 = 4 r1 = 4 + r2  L1 .000 : Rp.600.r2 ) = 192 .L2 = 192 cm2 Ditanya : r1 dan r2 = ……. • Meneyelesaikan masalah L1 = 192 cm2 + L2 6 r12 = 192 + 6 r22 6 r12 .L2 = 192 cm2 L1 = 192 cm2 + L2 Maka. Diketahui : dua buah kubus r1 .r2 = 4 L1 .00 • Memahami masalah 2. 3.6 r22 = 192 6 ( r12 .? Penyelesaian : • Membuat pola  r1 .180 Maka harga bahan yang dibutuhkan adalah : luas balok x harga tiap meter :144 m2 x Rp.r22 ) = 192 6{( r1 + r2 )( r1 .

maka r1 = 4 + r2 =4+2 =6 • Menyimpulkan hasil jawaban dari masalah Maka diperoleh : Panjang rusuk kotak I adalah 6 cm Panjang rusuk kotak II adalah 2 cm • 2. r1 = 4 + r2 Sehingga di peroleh : 6{(4 + r2 + r2 )(4 + r2 .r2 ) 6{(4 + 2 r2 )(4)} = 192 6 ( 16 + 8 r2 ) = 192 =192 96 + 48 r2 = 192 48 r2 = 192 – 96 48 r2 = 96 r2 = 96 48 =2 r2 = 2.181 Karena. Memahami masalah Diketahui : Suatu bak berbentuk balok dengan: Panjang = p Lebar =l Tinggi = t .

? Penyelesaian: • Menyusun Prosedur.5 cm .  p : l = 17 : 10 →  → • Meneyelesaikan masalah Panjang rusuk = 465 cm 4p + 4l + 4t = 465cm 68l + 40l +16l = 4650cm 124l = 4650 cm l = 37.182 Panjang rusuk : 465cm Ditanya: Luas Permukaan Balok (L): ….

15) + (37.375) =7818.75cm = 15 cm Maka luas permukaan bak = 2(pl + pt + lt) = 2{(63. dan tinggi = 2 cm Bangun II (baian tengah) ⇒ panjang = 8 cm.625 + 956.5 .75.lebar = 2 cm.lebar = 8 cm.75cm2 Jadi luas permuaan bak adalah 7818. Memahami masalah Diketahui : Bangun seperti gambar Bangun I (bagian atas) ⇒ panjang = 8 cm. dan tinggi = 8 cm Bangun III(bagian bawah) ⇒ panjang = 12 cm.lebar = 8 cm.5) = 2(3909. 37.25 + 562. 15)} = 2(2390.75.75 cm2 • 3. dan tinggi = 2 cm Ditanya : luas bangun tersebut =……….183 = 63.5) + (63.? .

2) = 2 (96 + 24 +16) = 2 (136) = 272 cm2 Sehinggan diperoleh : Luas bangun = L I + L II + L III = 192 cm2 + 192 cm2 + 272 cm2 = 656 cm2 • Menyimpulkan hasil jawaban dari masalah Jadi. 8) = 2 (16 + 64 + 16) = 192 cm2 Luas bangun III (LIII) = 2 (p . luas bangun tersebut adalah 656 cm2 Luas bangun I (L I) . 8 + 12 . 2 + 8 .184 Penyelesaian : • Menyusun prosedur/membuat pola /aturan Luas bangun = L I + L II + L III • Meneyelesaikan masalah = 2 (p . t + l . l + p . l + p . 8 + 2 . l + p . 2 + 8 . t) = 2 (12 . t + l . 2 + 8. t) = 2 (8 . t) = 2 (8 . 2) = 2 (64 + 16 + 16) = 2 (96) = 192 cm2 Luas bangun II (L II) = 2 (p . t + l . 8 + 8.

000.2 )2 = 6 (1.64 m2 Harga bahan = L.200.728 m3) 1.185 Lampiran 17 ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH TES KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH II • Memahami masalah 1.00 = 8.000.2 meter panjang rusuk kubus = 1. Diketahui : tempat penampungan air berbentuk kubus V = 1.30.30.2 meter Maka.00 = Rp.00 tiap m2 Ditanya : harga bahan seluruhnua = ………? Penyelesaian : • Menyusun prosedur/membuat pola /aturan V = s3 1. Luas kubus = 6 s2 = 6 (1.259. kubus x Rp.64 x Rp.00 • Menyimpulkan hasil jawaban dari masalah .728 m3 = s3 s s = 3 (karena V = 1. 30.000.728 m 3 = 1.44) = 8.728 m3 Harga bahan = Rp.

24 liter = 426. sisa kawat Penyelesaian : • Menyusun prosedur/membuat pola /aturan =pxlxt = 8 cm x 12 cm x 60 cm = 5760 cm3 V b = 5760 cm3 = 5.Volume balok(V b ) ⇒ V k = 432 liter( dik ) .76 liter Banyak air yang tertumpah = volume balok = 5. Diketahui : bak berbentuk kotak L = 5400 cm2 V = 432liter Benda balok ⇒ p = 8 cm l = 12 cm t = 60 cm Ditanya : a.00 2.200. Perubahan volume =Vk -Vb = 432 liter– 5.76 liter b.240 cm3 a. banyak air yang tertumpah b.76 liter = 426.76 dm3 = 5.259.186 Jadi harga bahan yang dibutuhkan untuk tempat penampungan air tersebut adalah Rp.

= (46 + 2 + 2) cm = 50 cm.24 liter Maka tinggi airnya = luas kotak x tinggi 426..24 liter b.. Panjang luar Lebar luar Tinggi luar Volume luar Volume dalam • Menyimpulkan hasil jawaban dari masalah . Diketahui : Ketebalan kayu = 2 cm Bagian dalam kotak panjang = 54 cm Lebar = 46 cm Tinggi = 18 cm Ditanya : Volume kayu = . sisa panjang kawat adalah 79 cm 3. = (18 + 2) cm = 20 cm.000 cm3..240 cm3 = 5400 cm2 x t t t 426.. banyak air yang tertumpah adalah 426.. a.? Penyelesaian : • Menyusun prosedur/membuat pola /aturan dan menyelesaikan masalah = (54 + 2 + 2) cm = 58 cm.712 cm3.... = (54 × 46 × 18) cm3 = 44.187 Volume air sekarang = 426. = (58 × 50 × 20) cm3 = 58.9 cm ≈ 79 cm • Menyimpulkan hasil jawaban dari masalah Jadi.240 cm 3 = 5400 cm 2 = 78..

2 m = 0. volume kayu yang digunakan = (58.3 m x 0.188 Jadi.000 – 44. dan tinggi = 5 cm Massa jenis baja = 7.288 cm 3 4.1 m3 . dan tinggi = 20 cm Bangun III(bagian bawah) ⇒ panjang = 10 m.lebar = 30 cm.lebar = 5 cm.712) cm3= 13.05 m = 0. dan tinggi = 5cm Bangun II (baian tengah) ⇒ panjang = 10 m.lebar = 30 cm. Diketahui : baja balok Bangun I (bagian atas) ⇒ panjang = 10 m.15 m3  Volume II (bagian tengah) = p x l x t = 10 m x 5 cm x 20 cm = 10 m x 0.860 kg/m3 Ditanya : massa baja balok = ………? Penyelesaian : • Menyusun prosedur/membuat pola /aturan dan menyelesaikan masalah Volume baja (V) = V I + V II + V III  Volume I (bagian atas) = p x l x t = 10 m x 30 cm x 5 cm = 10 m x 0.05 m x 0.

0.4 m3 = 3144 kg • Menyimpulkan hasil jawaban dari masalah Jadi.4 m3 ρ= m V ⇒ m = ρ.15 m3 + 0.3 m x 0.1 m3 + 0.860 kg/m3 .189  Volume III (bagian bawah) = p x l x t = 10 m x 30 cm x 5 cm = 10 m x 0. massa baja balok adalah 3144 kg . V = 7.05 m = 0.15 m3 = 0.15 m3 Volome baja balok = V I + V II + V III = 0.

190 Lampiran 18 Pedoman Penskoran Nilai Tes Matematika Soal 1 Skor 0 2 Kriteria • Tidak menuliskan apa-apa / Tidak respon • Memahami masalah : menuliskan apa yang diketahui. menyatakan kembali masalah asli dalam bentuk yang operasional 3 • Merencanakan pemecahan masalah : menyusun prosedur penyelesaian. menyatakan kembali masalah asli dalam bentuk yang operasional 4 • Merencanakan pemecahan masalah : menyusun . membuat pola / aturan • Menyelesaikan masalah : menjalankan prosedur yang 2 0 2 telah dibuat • Tidak menuliskan apa-apa / Tidak respon • Memahami masalah : menuliskan apa yang diketahui. ditanya. ditanya. membuat pola / aturan • Menyelesaikan masalah : menjalankan prosedur yang 5 3 0 2 telah dibuat • Tidak menuliskan apa-apa / Tidak respon • Memahami masalah : menuliskan apa yang diketahui. menyatakan kembali masalah asli dalam bentuk 3 yang operasional 5 • Merencanakan pemecahan masalah : menyusun prosedur penyelesaian. ditanya.

menyatakan kembali masalah asli dalam bentuk yang operasional 4 • Merencanakan pemecahan masalah : menyusun prosedur penyelesaian. membuat pola / aturan 9 • Menyelesaikan masalah : menjalankan prosedur yang telah dibuat .191 9 prosedur penyelesaian. ditanya. membuat pola / aturan • Menyelesaikan masalah : menjalankan prosedur yang telah dibuat 4 0 2 • Tidak menuliskan apa-apa / Tidak respon • Memahami masalah : menuliskan apa yang diketahui.

1 0 5 1 0 9 5x4 Atau 7.192 Rincian keterangan pedoman penskoran pada langkah-langkah pemecahan masalah No. • Menuliskan apa yang diketahui dengan benar • Menuliskan apa yang diketahui tetapi tidak lengkap. • Menuliskan apa yang ditanya tetapi tidak lengkap. Langkah-langkah pemecahan masalah 1. menuliskan .5 Total Skor 2. • Menuliskan aturan penyelesaian dengan benar. 3.5 2x4 Skor 1 0.5 3 5 2 3 9x4 2.5 3x4 Atau 4x4 0 4 0 1 0. • Menuliskan rencana pemecahan masalah tetapi 2 tidak lengkap. • Menuliskan aturan penyelesaian tidak tuntas tetapi hasilnya benar. • Tidak menuliskan rencana pemecahan masalah. • Tidak menuliskan apa yang ditanya. • Menuliskan hasilnya saja dan benar. • Menuliskan aturan penyelesaian dengan tuntas 4 tetapi hasilnya salah. • Tidak menuliskan apa yang diketahui. • Salah merencanakan pemecahan masalah. • Menuliskan apa yang ditanya dengan benar. • Menuliskan rencana pemecahan masalah dengan 3 lengkap.

193 aturan penyelesaian tidak tuntas dan hasilnya salah.5 0 . 1 0 1. • Tidak menuliskan penyelesaian masalah. • Menuliskan hasilnya tetapi salah.