P. 1
Skripsi Komplit - Copy (2)

Skripsi Komplit - Copy (2)

|Views: 12|Likes:
Published by Teddy Alfra Siagian

More info:

Published by: Teddy Alfra Siagian on Apr 05, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/17/2013

pdf

text

original

Sections

  • 1.1.Latar Belakang Masalah
  • 1.2.Identifikasi Masalah
  • 1.3.Pembatasan Masalah
  • 1.4.Rumusan Masalah
  • 1.5.Tujuan Penelitian
  • 1.6.Manfaat Penelitian
  • 2.1.1. Belajar Mengajar Matematika
  • 2.1.2.Kesulitan Belajar Matematika
  • 2.1.3. Media Pembelajaran Alat
  • 2.1.4. Strategi Pembelajaran Geometri
  • 2.1.5. Model Pembelajaran Langsung
  • 2.1.6Teori Belajar Vygotsky
  • 2.1.8.Materi Pelajaran
  • 2.1.9Kerangka Konseptual
  • 2.3Kajian Penelitian yang Relevan
  • 2.4 Hipotesis Tindakan
  • 3.1 Lokasi Penelitian
  • 3.2 Subjek Penelitian
  • 3.3 Objek Penelitian
  • 3.4 Definisi Operasional
  • 3.5 Jenis Penelitian
  • 3.6.1 Tes
  • 3.6.3 Observasi
  • 3.7 Prosedur Penelitian
  • 3.8.1. Reduksi data
  • 3.8.2 Menyajikan data
  • 5.Model, Strategi dan Metode Pembelajaran
  • 6.Kelengkapan
  • 7.Skenario Pembelajaran
  • 8.Penilaian
  • 12 cm

1

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Matematika merupakan bidang studi yang dipelajari oleh semua siswa dari SD hingga SMA dan bahkan juga di Perguruan Tinggi. Ada banyak alasan tentang perlunya siswa belajar matematika. Menurut Cornelius dalam Abdurrahman (2003:253) mengemukakan : Lima alasan perlunya belajar matematika karena matematika merupakan (1) sarana berpikir yang jelas dan logis, (2) sarana untuk memecahkan masalah kehidupan sehari-hari, (3) sarana mengenal pola-pola hubungan dan generalisasi pengalaman, (4) sarana untuk mengembangkan kreativitas, dan (5) sarana untuk meningkatkan kesadaran terhadap perkembangan budaya. Pemerintah selalu melakukan penyempurnaan kurikulum untuk

meningkatkan mutu pendidikan. Berdasarkan sumber (http://www.prayudi. wordpress.com) menyatakan : Di antara hasil terbaru penyempurnaan tersebut adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Salah satu kelebihan dari kurikulum terbaru ini adalah dinyatakannya pemecahan masalah (problem solving), penalaran (reasoning), komunikasi (communication), dan menghargai kegunaan matematika sebagai tujuan pembelajaran matematika SD, SMP, SMA, dan SMK disamping tujuan yang berkaitan dengan pemahaman konsep yang sudah dikenal guru. Sedangkan berdasarkan hasil belajar matematika, Lerner dalam

Abdurrahman (2003:253) mengemukakan bahwa : “ kurikulum bidang studi matematika hendaknya mencakup tiga elemen, (1) konsep, (2) keterampilan, dan (3) pemecahan masalah”.

1

2

Dari kedua pernyataan di atas, salah satu aspek yang ditekankan dalam kurikulum adalah meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa. Pemecahan masalah merupakan bagian dari kurikulum matematika yang sangat penting karena dalam proses pembelajaran maupun penyelesaiannya, siswa dimungkinkan memperoleh pengalaman menggunakan pengetahuan serta keterampilan yang sudah dimiliki untuk diterapkan pada pemecahan masalah yang bersifat tidak rutin. Suryadi, dkk (dalam Suherman, Erman, dkk UPI, 2003: 83) dalam surveinya tentang current situation on mathematics and science education in Bandung yang disponsori oleh JICA, menyatakan penemuan bahwa :“pemecahan masalah matematika merupakan salah satu kegiatan matematika yang dianggap penting baik oleh para guru maupun siswa di semua tingkatan mulai dari SD sampai SMU”. Namun hal tersebut dianggap bagian yang paling sulit dalam mempelajarinya maupun bagi guru dalam mengajarkannya. Suatu masalah biasanya memuat suatu situasi yang mendorong seseorang untuk menyelesaikannya, akan tetapi tidak tahu secara langsung apa yang harus dikerjakan untuk menyelesaikannya. Sesuai dengan yang dikatakan oleh seorang guru matematika SMP Negeri 1 Lumbanjulu, Ibu L.Simungkalit mengatakan bahwa : Siswa kurang mampu dalam memecahkan masalah pada pokok bahasan kubus dan balok, ini terjadi karena tingkat konsentrasi siswa yang tidak maksimal, yang mungkin disebabkan karena metode yang digunakan tidak cocok atau metode sebelumnya tidak membuat siswa termotivasi sehingga kebanyakan siswa kurang mampu memecahkan masalah yang berhubungan dengan materi tersebut.

3

Dari hasil survei peneliti (tanggal 3 Agustus 2012) berupa pemberian tes diagnostik kepada 36 siswa kelas IX SMP Negeri 1 Lumbanjulu menunjukkan bahwa 86,7% dari 36 siswa kesulitan mengerjakan soal penerapan rumus-rumus Kubus dan Balok, 67,1% dari 36 siswa kesulitan mengerjakan soal cerita bentuk aplikasi rumus Kubus dan Balok yang terkait dunia nyata dan 78,9% dari 36 siswa kesulitan dalam menyelesaikan soal dalam bentuk pemecahan masalah terkait dunia nyata. Dari beberapa uraian di atas penulis dapat simpulkan banyak siswa yang tidak mampu menyelesaikan soal dikarenakan proses pembelajaran yang kurang bermakna sehingga menyebabkan rendahnya kemampuan siswa memecahkan masalah. Dengan demikian, tugas guru bukan sekedar mengajarkan ilmu semata kepada siswa, tetapi membantu siswa belajar. Tekanan pembelajarannya harus pada aktivitas siswa untuk belajar, aktif secara mental maupun fisis. Tugas guru adalah memfasilitasi siswa dalam belajar. Menurut Suparno dkk (2002) menyatakan bahwa :“dalam pembelajaran yang bermakna perlu ada dua aktivitas, yakni aktif dalam kegiatan berpikir dan aktif dalam berbuat”. Artinya, perbuatan nyata siswa dalam pembelajaran merupakan hasil keterlibatan berpikir siswa terhadap obyek belajar dan pengalaman hasil perbuatan siswa itu sendiri, untuk diolah dalam kerangka berpikir dan pengetahuan yang dimilikinya. Salah satu cara yang dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa adalah dengan penerapan teori vygotsky. Teori vygotsky lebih menekankan pada kemampuan siswa memecahkan masalah dengan menerapkan empat prinsip dalam proses pembelajarannya, yaitu sosiokultural, konsep zone of proximal

dan perkembangan mental berangkat dari bidang sosial ke bidang individu. Sehingga dengan menerapkan cara tersebut. 4. Siswa kurang mampu menerapkan konsep dalam memecahkan masalah matematika. Penguasaan guru terhadap berbagai pendekatan pembelajaran belum optimal. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas. 5. beberapa masalah dapat diidentifikasi sebagai berikut : 1. .2.4 development. Berdasarkan penjelasan tersebut di atas. dan mandiri menyelesaikan masalah yang dihadapinya. cepat. Mereka juga mampu memotivasi diri sendiri dalam mengkonstruksi pengetahuan dan berusaha mencapai tujuan yang sudah direncanakan terlebih dahulu. Minat belajar siswa masih rendah 3. tingkat kemampuan pemecahan masalah siswa akan semakin baik. Kemampuan siswa dalam memecahkan masalah masih rendah. Hasil belajar matematika siswa masih rendah. 1. 2. maka peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian dengan mengangkat judul : “Penerapan Teori Vygotsky untuk Meningkatkan Pemecahan Masalah Pada Materi Geometri di Kelas IX SMP Negeri 1 Lumban Julu Tahun Ajaran 2012/2013”. Dengan demikian. scaffolding. siswa akan lebih mudah.

maka yang menjadi fokus permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut : 1.5 1. Bagaimana tingkat kemampuan siswa memecahkan masalah dengan menerapkan teori vygotsky pada pokok bahasan “kubus dan balok”? 2. Masalah yang akan dikaji dalam penelitian ini terbatas pada menganalisis kendala yang dialami siswa kelas IX SMP Negeri 1 Lumbanjulu dalam memecahkan masalah dan upaya penanggulangan kesulitan siswa melalui penerapan teori vygotsky sehingga hasil belajar siswa memecahkan masalah pada pokok bahasan “kubus dan balok” dapat ditingkatkan.4. Apakah dengan penerapan teori vygotsky meningkatkan kemampuan siswa memecahkan masalah pada pokok bahasan “kubus dan balok”? 1. Rumusan Masalah Berdasarkan batasan masalah di atas.5. maka penulis merasa perlu memberikan batasan terhadap masalah yang akan dikaji agar analisis hasil penelitian ini dapat dilakukan dengan lebih mendalam dan terarah.3. Pembatasan Masalah Melihat luasnya cakupan masalah-masalah yang teridentifikasi dibandingkan waktu dan kemampuan yang dimiliki penulis. 1. Tujuan Penelitian Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjawab pokok permasalahan di atas adalah : . Apakah dengan penerapan teori vygosky meningkatkan minat siswa memecahkan masalah pada pokok bahasan “kubus dan balok’’? 3.

4. Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi peningkatan mutu pendidikan. Manfaat Penelitian Setelah penelitian ini selesai diharapkan dapat bermanfaat bagi semua kalangan.6 1. 3. Menentukan tingkat pencapaian kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dengan menerapkan teori belajar vygotsky pada pokok bahasan kubus dan balok. 1. 2. Bagi guru/calon guru yaitu sebagai informasi mengenai hasil belajar siswa dalam memecahkan masalah yang diajar dengan menerapkan teori vygotsky pada pokok bahasan kubus dan balok. diantaranya yakni: 1. . Bahan informasi bagi penelitian sejenis. Mengetahui minat siswa dalam memecahkan masalah metematika dengan menerapkan teori vygotsky dapat meningkat.6. Bagi peneliti yaitu hasil dan perangkat penelitian ini dapat dijadikan pertimbangan untuk menerapkan teori belajar Vygotsky pada pokok bahasan kubus dan balok maupun pokok bahasan yang lain dan dapat dikembangkan untuk penelitian selanjutnya. khususnya dalam proses belajar mengajar matematika di dalam kelas. 3. Mengetahui kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematika dengan menerapkan teori vygotsky dapat meningkat. 2.

7 5. diharapkan bisa menjadi bahan pertimbangan untuk dapat membantu siswa dalam membantu proses belajarnya di rumah. . Bagi orangtua. 6. Bagi pimpinan sekolah yaitu bisa menjadi bahan pertimbangan kepada tenaga edukatif untuk menerapkan teori belajar Vygotsky dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut.

1 Tinjauan Toeritis 2. Obyek langsung adalah antara lain : 1. Belajar dikatakan bermakna bila informasi yang akan dipelajari siswa sesuai dengan struktur kognitif yang dimiliki. sehingga siswa dapat mengaitkan informasi baru dengan struktur kognitif yang dimiliki. sudut. simbol dan notasi. ruas garis. Obyek tak langsung antara lain : kemampuan menyelidiki dan memecahkan masalah. Fakta Contoh fakta ialah angka/lambang bilangan. Seseorang dikatakan belajar bila dapat diasumsikan dalam diri orang itu terjadi suatu proses kegiatan yang mengakibatkan perubahan tingkah laku. bersikap positif terhadap matematika dan mengerti bagaimana seharusnya belajar. mandiri(belajar. Belajar Mengajar Matematika Belajar marupakan kegiatan setiap orang.Gagne (dalam Asrin 2006:13) mengatakan bahwa :” dalam belajar ada dua obyek yang dapat diperoleh siswa. dll).Dalam teori belajar Robert M.1. obyek langsung dan obyek tak langsung”. bekerja. 6 . Kegiatan atau usaha untuk mencapai perubahan tingkah laku sendiri merupakan hasil belajar.1.8 BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.

Dalam proses belajar mengajar matematika terjadi proses berpikir. Keterampilan Keterampilan adalah kemampuan memberikan jawaban yang benar dan cepat. Konsep Konsep merupakan ide abstrak yang memungkinkan kita mengelompokkan benda-benda (obyek) ke dalam contoh. 4. Aturan (Prinsip) Aturan ialah obyek yang paling abstrak. membagi bilangan dengan pecahan. kemudian dapat disusun kesimpulan.9 2. menjumlahkan pecahan dan sebagainya. Misalnya melakukan pembagian cara cepat. Sehingga dalam berpikir. Karena matematika merupakan ide-ide yang abstrak yang diberi simbol-simbol maka konsep-konsep matematika harus dipahami lebih dahulu sebelum memanipulasi simbol-simbol itu. 3. Dari sini terlihat bahwa belajar matematika itu merupakan proses membangun atau mengkonstruksi . seseorang dapat menyusun hubungan-hubungan antar bagian-bagian informasi sebagai pengertian. Seseorang akan lebih mudah mempelajari sesuatu bila belajar itu didasari pada apa yang telah diketahui orang. yang dapat berupa sifat. dalil. Seseorang dikatakan berpikir apabila melakukan kegiatan mental dan orang yang belajar matematika selalu melakukan kegiatan mental. pengalaman belajar yang lalu akan mempengaruhi proses belajar materi selanjutnya. dan teori. Karena itu untuk mempelajari suatu materi yang baru.

apabila hasil belajar peserta didik juga baik. Apabila terjadi proses belajar mengajar itu baik. maka dapat diharapkan bahwa hasil peserta didik akan baik pula. . Menurut Herman Hudoyo (2001:32) bahwa:”tujuan belajar matematika secara konseptual dimaksudkan dapat mmecahkan masalah dalam matematika dan mempelajari matematika lebih lanjut. Sedangkan secara praktis dimaksudkan menerapkan pengertahuan pada bidang lainnya”. Mengajar adalah suatu kegiatan dimana pengajar menyampaikan pengetahuan atau pengalaman yang dimiliki kepada peserta didik. sehingga mengajar bisa dikatakan baik. Dua komponen penting dari pembelajaran dan pengajaran matematika yaitu membantu siswa untuk mengembangkan pemahaman/pengertian hubungan dan untuk mengkonstruksi /membangun pengetahuan dan konsep matematika. Tujuan mengajar adalah agar pengetahuan yang disampaikan itu dapat dipahami peserta didik. Akan tetapi belajar itu harus aktif dan dinamis. Tujuan belajar matematika ditinjau dari segi kognitif adalah terjadinya transfer belajar. selanjutnya dapat mengaplikasikan pada situasi yang baru. siswa sebagai subyek akan dapat memahami matematika. Belajar matematika pada dasarnya merupakan proses yang diarahkan pada suatu tujuan. Dalam proses itu juga melibatkan bagaimana bentuk mengajarnya. Dengan demikian. baik secara konseptual maupun secara praktis. seperti masalah yang ada dalam kehidupan sehari-hari.10 konsep-konsep dan prinsip-prinsiptidak sekedar penghafalan yang terkesan pasif dan statis. Transfer belajar matematika dapat dilihat dari kemampuan seseorang menfungsionalkan materi matematika yang dipelajari.

sarana dan prasarana pendukung dan sebagainya. guru matematika haruslah mempertimbangkan perkembangan intelektual serta kemampuan dan kesiapan siswa tersebut dalam belajar. Menurut Hudoyo (1988:123) menyatakan bahwa : Metode mengajar matematika adalah suatu cara atau teknik mmatematika yang disusun secara sistematika dan logika. guru harus membawakan matematika ke dalam kehidupan nyata siswa. karakteristik bahan ajar matematika. Siswa akan aktif dalam proses pembelajaran apabila guru mengetahui pengetahuan yang dimiliki siswa. Apabila guru ingin mengajarkan matematika kepada peserta didik dengan baik dan berhasil maka yang pertama kali guru menetapkan tujuan pembelajaran dan pendekatan apa yang tepat digunakan untuk mencapai tujuan tersebut. ditinjau dari hakekat matematika dan segi psikologinya. misalnya karakteristik siswanya. Pernyataan di atas dapat dimaknai bahwa pertimbangan guru memilih suatu metode mengajar matematika adalah guru harus mengenal karakteristik matematika tersebut dan psikologi pembelajarannya. ada dua hal yang harus dilakukan yaitu guru harus menguasai materi yang akan diajarkannya dan memikirkan bagaimana cara menyampaikannya dengan baik.11 Seorang guru sebelum terjun di depan kelas membawakan suatu bahan pengajaran. Seorang guru sangat penting mempersiapkan suatu cara yang cocok mengajarkan suatu materi. Pengajaran harus berorientasi terhadap tujuan yang akan dicapai.dari segi psikologi ini. Kata cocok dapat dilihat dari berbagai segi. .

tetapi belum menguasainya mungkin karena lupa sebagian atau seluruhnya. Hal ini disebabkan antara lain: a. faktor pedagogik. Kesulitan belajar merupakan suatu kondisi dalam proses belajar mengajar yang ditandai dengan hambatan-hambatan tertentu dalam mencapai hasil belajar yang diharapkan. Misalkan siswa yang mampu menyatakan istilah kuadrat dan kali dua dan mereka menganggap sama. Kenyataan inilah yang harus segera ditangani dan dipecahkan. 2. b. dalam proses belajar mengajar masih dijumpai bahwa siswa mengalami kesulitan belajar. Selain itu.12 2. Kesulitan belajar siswa dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Siswa lupa nama singkatan suatu obyek Misalnya siswa lupa memangkatkan suatu bilangan dengan pangkat dua.2. baik faktor internal maupun faktor eksternal seperti: fisiologi. Mungkin pula konsep yang dikuasai kurang cermat. terdapat pula kesulitan khusus dalam belajar matematika seperti: 1. Kesulitan dalam menggunakan konsep Dalam hal ini dipandang bahwa siswa telah memperoleh pengajaran sautu konsep. faktor sosial. Kesulitan Belajar Matematika Pada kenyataanya. Siswa kurang mampu menyatakan arti istilah dalam konsep.1. Kesulitan dalam belajar dan menggunakan prinsip Jika kesulitan siswa dalam menggunakan prinsip kita analisa. tampaklah bahwa pada umumnya sebab kesulitan tersebut antara lain: .

b. a. Untuk mengecek kebenaran dugaan ini. c. Siswa tidak mempunyai konsep yang dapat digunakan untuk mengembangkan prinsip sebagai butir pengetahuan yang perlu. setelah membaca soal. akibat kurang pengetahuan siswa tentang konsep atau beberapa istilah yang tidak diketahui. Kesulitan memecahkan soal berbentuk verbal. Selain itu juga perlu dipahami. biasanya dalam bentuk persamaan serta kesesuaian penga. guru dapat meminta siswa untuk menyatakan pendapatnya dengan menggunakan bahasanya sendiri. yaitu kemampuan memahami soal berbentuk cerita dan kemampuan mengubah soal verbal menjadi model matematika. Miskin dari konsep dasar secara potensial merupakan sebab kesulitan belajar prinsip yang diajarkan dengan metode kontekstual (contoh nyata). Beberapa sebab siswa sulit memecahkan soal berbentuk verbal. Siswa kurang jelas dengan prinsip yang telah diajarkan. Tidak mengerti apa yang dibaca. Keberhasilan dalam memecahkan persoalan berbentuk verbal tergantung kemampuan pemahaman verbal.ana siswa dengan situasi yang diceritakan dalam soal.13 a. Memecahkan soal berbentuk verbal berarti menerapkan pengetahuan yang dimiliki secara teoritis untuk memecahkan persoalan nyata atau keadaan seharihari. apa yang diketahui dan apa yang dinyatakan serta rumus-rumus apa yang diperlukan. . 3. Guru dapat mengecek apakah ada istilah-istilah yang mungkin belum diketahui atau dilupakan.

Depdiknas tahun 2007 (http: //educare .S adalah Poerwadarminta(1996:78) menyebutkan “kemampuan kesanggupan”.J.com) menyatakan bahwa : “dalam kehidupan sehari-hari. bahwa menurut W. tidak ada minat.php ?option .net /index . Sebagian besar ahli pendidikan matematika menyatakan bahwa masalah merupakan pertanyaan yang harus dijawab atau direspon siswa. 2. kita tidak terlepas dari sesuatu yang namanya masalah.e_fkipunla .3. tidak ada bakat. Atau dapat diartikan sebagai segala sesuatu atau kegiatan yang dapat dilakukan. Tidak semua . Siswa tidak mengubah soal berbentuk verbal menjadi model matematika dan hubungannya.1. kurang cerdas. dan (c) dari siswa sendiri disebabkan karena kelemahan jasmani.14 b. suasana yang tidak mendukung. Kesulitan belajar dapat ditunjukkan dengan beberapa gejala yaitu: • • • Menunjukkan prestasi yang rendah Hasil yang dicapai tidak sesuai dengan usaha yang dilakukan Keterlambatan dalam melaksanakan tugas yang diberikan Obyek yang dapat kita periksa untuk mengetahui penyebab kesukaran siswa belajar contohnya seperti: (a) materi yang diajarkan dianggap terlalu sulit. sehingga pemecahan masalah merupakan fokus utama dalam pembelajaran matematika”. (b) pengajarannya yang kurang baik dan dapat disebabkan oleh kesalahan pengajaran dalam menyajikan metode ataupun tidak adanya alat peraga. emosi tidak stabil. Kemampuan Pemecahan Masalah Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia.

Sinaga) menyatakan bahwa “kemampuan pemecahan masalah adalah kemampuan atau kompetensi strategis yang ditunjukkan siswa dalam memahami. Suatu pertanyaan akan menjadi masalah hanya jika pertanyaan itu menunjukkan adanya suatu tantangan (challenge) yang tidak dapat dipecahkan oleh prosedur rutin yang sudah diketahui oleh siswa. Dalam Departmen of Education tahun 1996 menyebutkan bahwa : “Apabila kita menerapkan pengetahuan matematika. memilih pendekatan dan strategi pemecahan dan menyelesaikan model untuk menyelesaikan masalah”. keterampilan atau pengalaman untuk memecahkan suatu dilemma atau situasi yang baru atau yang membingungkan.15 pertanyaan merupakan suatu masalah.dapat terjadi bahwa suatu masalah bagi seseorang siswa akan menjadi “pertanyaan” bagi siswa lainnya karena ia sudah mengetahui prosedur untuk menyelesaikannya. menunjukkan pemahaman masalah 2. Indikator yang menunjukkan kemampuan pemecahan masalah antara lain adalah: 1.e_fkipunla. Dalam http://educare. Dari pernyataan tersebut. menyajikan masalah secara matematik dalam berbagai bentuk .net menyebutkan bahwa “Pemecahan masalah (problem solving) adalah proses menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh sebelumnya ke dalam situasi baru yang belum dikenal atau proses berpikir untuk menentukan apa yang harus dilakukan ketika kita tidak tahu apa yang harus kita lakukan”. Karenanya. maka kita sedang memecahkan masalah”. mengorganisasi data dan memilih informasi yang relevan dalam pemecahan masalah 3. (dalam B.

(3) menjelaskan/ menginterpretasikan hasil sesuai masalah asal. . yakni: 1. apa yang tidak diketahui (ditanyakan). Namun. menyatakan kembali masalah asli dalam bentuk yang lebih operasional (dapat dipecahkan). Menurut Sumarmo Tahun 2003 (http: //educare . Strategi untuk memecahkan suatu masalah matematika ada beberapa strategi yang dapat digunakan bergantung pada masalah yang akan dipecahkan. siswa membutuhkan banyak kesempatan untuk menciptakan dan memecahkan masalah dalam bidang matematika dan dalam konteks kehidupan nyata. ada strategi pemecahan masalah yang bersifat umum yaitu yang disarankan oleh George Polya. apakah informasi cukup. serta kecukupan unsur yang diperlukan. membuat dan menafsirkan model matematika dari suatu masalah 7. Memahami masalah.php ?option . Kegiatan dapat yang dilakukan pada langkah ini adalah: apa (data) yang diketahui.(4) menyusun model matematika dan menyelesaikannya untuk masalah nyata dan menggunakan matematika secara bermakna. menerapkan strategi untuk menyelesaikan berbagai masalah (sejenis dan masalah baru) dalam atau luar matematika. ditanyakan. 1991). untuk memecahkan suatu masalah ada empat langkah yang dapat dilakukan.16 4.com) menyatakan bahwa: Aktivitas-aktivitas yang tercakup dalam kegiatan pemecahan masalah meliputi: (1) mengidentifikasi unsur yang diketahui. kondisi (syarat) apa yang harus dipenuhi. memilih pendekatan dan metode pemecahan masalah secara tepat 5.(2) merumuskan masalah situasi seharihari dan metematik.e_fkipunla . menyelesaikan masalah yang tidak rutin Untuk menjadi seorang pemecah masalah yang baik. Menurut Polya (dalam Ruseffendi.net /index . mengembangkan strategi pemecahan masalah 6.

mencari pola atau aturan. atau apakah prosedur dapat dibuat generalisasinya. Kegiatan yang dapat dilakukan pada langkah ini adalah: menganalisis dan mengevaluasi apakah prosedur yang diterapkan dan hasil yang diperoleh benar. guru dapat meminta siswa menyatakan pendapatnya dengan menggunakan bahasanya sendiri. Memecahkan soal berbentuk cerita berarti menerapkan pengetahuan yang dimiliki secara teoritis untuk memecahkan persoalan nyata/keadaan sehari-hari.17 2. Sedangkan jika soal berbentuk gambar. guru . Menyelesaikan masalah sesuai rencana. Kegiatan yang dapat dilakukan pada langkah ini adalah: menjalankan prosedur yang telah dibuat pada langkah sebelumnya untuk mendapatkan penyelesaian. Memeriksa kembali prosedur dan hasil penyelesaian. 4. Untuk memahaminya. Merencanakan pemecahannya. Soal cerita dapat dikerjakan langsung tanpa ada gambar karena dari masalah tersebut siswa kurang lebih sudah dapat memahaminya. Kegiatan yang dapat dilakukan pada langkah ini adalah: mencoba mencari atau mengingat masalah yang pernah diselesaikan yang memiliki kemiripan dengan masalah yang akan dipecahkan. menyusun prosedur penyelesaian (membuat konjektur). 3. Guru dapat mengecek apakah ada istilah-istilah yang mungkin belum diketahui/dilupakan.

‘perantara’ atau ‘pengantar’. tetapi siswa diharapkan dapat mengaitkan dengan situasi nyata yang pernah dialaminya atau yang pernah dipikirkannya. supaya siswa terbiasa mengerjakan soal-soal yang tidak hanya mengandalkan ingatan yang baik saja.18 lebih menekankan kepada siswa untuk memahami gambar dan dirangkaikan kembali ke dalam soal cerita.3. Menurut Arsyad (2009:3) kata media berasal dari bahasa Latin medius yang secara harfiah berarti ‘tengah’. lalu siswa akan mempelajari ide-ide matematika secara informal. Pengertian Media Pembelajaran Dalam proses pembelajaran matematika penggunaan media sangat membantu siswa untuk lebih mudah memahami dan mengerti konsep dari materi yang diajarkan. Dengan demikian inti dari belajar memecahkan masalah. Djamarah (2006:121) menyatakan “media adalah alat bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan”. . Media Pembelajaran Alat A. Karena siswa dapat mengerti dan memahami unsurunsur yang ada pada gambar.1. Hidayat (2010) menyatakan “media meliputi alat bantu guru dalam mengajar serta sarana pembawa pesan”. Kemudian siswa bereksplorasi dengan benda kongkrit. 2. Asosiasi Pendidikan Nasional (national education association) memiliki perngertian yang berbeda. selanjutnya belajar matematika secara formal. Media adalah bentuk-bentuk komunikasi baik tercetak maupun audiovisual serta peralatannya.

artinya tidak selamanya pesan yang disampaikan oleh pengirim pesan mudah diterima oleh penerima pesan. bisa terjadi proses komunikasi mengalami hambatan. Jadi dapat dikatakan bahwa media pembelajaran adalah sebuah alat yang berfungsi untuk menyampaikan pesan pembelajaran. Namun demikian. perbuatan yang menjadikan orang atau mahluk hidup belajar”. dapat didengar. Bahkan adakalanya pesan yang diterima tidak sesuai dengan maksud yang disampaikan. 2009:17). dapat dilihat. Pesan yang dikirim oleh guru berupa isi/materi pelajaran yang dituangkan ke dalam simbol-simbol komunikasi baik verbal maupun nonverbal. dalam suatu proses komunikasi diperlukan saluran yang berfungsi untuk mempermudah penyampaian pesan. Inilah hakikat dari media pembelajaran. dapat disimpulkan bahwa pengertian media adalah segala sesuatu (alat) yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima dalam bentuk tercetak ataupun audiovisual. Oleh sebab itu. cara. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002:17) “pembelajaran adalah proses. dimana guru berperan sebagai pengantar pesan dan siswa sebagai penerima pesan.19 media hendaknya bisa dimanipulasi. Banyaknya pengertian dari media yang dikemukakan diatas. dan dibaca (Arief. Bagan komunikasi dengan unsur media dapat dilihat seperti skema berikut ini : Pengirima n Pesan Pesan Media Penerim a Pesan . Pembelajaran hakikatnya adalah proses komunikasi.dkk.

1. 2009) . Proses Komunikasi dengan Media (Wina Sanjaya.Pesan 20 Gambar 2.

Media audiovisual dapat dibagi menjadi dua yaitu. Media animasi power point ini merupakan media pembelajaran atau perlengkapan dan termasuk pada media audiovisual. gerak. Media . Media Auditif Media auditif adalah media yang hanya mengandalkan kemampuan suara saja. (2) media komputer.cassette recorder. Jenis media audiovisual mempunyai kemampuan yang lebih baik. seperti radio. telepon. Media Visual Media visual adalah media yang hanya mengandalkan indera penglihatan. biasanya dikemas dalam bentuk VCD. Media visual ini ada yang menampilkan gambar diam seperti gambar atau lukisan. Ada pula yang menampilkan gambar atau simbol yang bergerak. suara serta gambar. Jenis Media Djamarah (2006:124) mengklasifikasikan media dilihat dari jenisnya.Media Audiovisual Media audiovisual adalah media yang mempunyai unsur suara dan unsur gambar. dan tampilan teks.21 B. Dalam penelitian ini media pembelajaran yang akan digunakan adalah media animasi power point. audiovisual banyak dikembangkan untuk keperluan pembelajaran. karena meliputi kemampuan kedua jenis media yang pertama dan kedua. diantaranya adalah: 1. Media video dan media komputer banyak dikembangkan untuk keperluan pembelajaran. (1) media video. 2.

ruas garis. Siswa juga mendapat kesempatan terlibat dalam proses pengamatan dengan bantuan alat peraga. alat peraga adalah alat bantu dalam pengajaran matematika yang nantinya akan bermanfat bagi kelangsungan proses belajar mengajar. kubus (bendanya) untuk menjelaskan konsep titik. dan tahan lama bila siswa belajar melalui berbuat dan pengertian.22 C. Alat peraga dalam pelajaran matematika memegang peranan penting sebagai alat bantu untuk menciptakan proses belajar mengajar yang efektif. Menurut Rusefendi (1993) penggunaan alat peraga dapat dikaitkan dan dihubungkan dengan salah satu atau beberapa dari : . Konsep abstrak dapat dicapai melalui tingkat-tingkat belajar yang berbeda-beda. benda seperti cincin. bukan hanya melalui mengingat-ingat fakta.kompasiana.com/2012/01/07/alat-peraga-matematika/) Dari penjelasan diatas. (http://edukasi. Alat Peraga Pada dasarnya siswa belajar melalui benda kongkrit. permukaan gelas. Selanjutnya konsep abstrak yang baru dipelajari akan mengendap. Untuk memahami konsep abstrak anak memerlukan benda-benda kongkrit (real) sebagai perantaranya. melekat. benda-benda bidang beraturan untuk menerangkan konsep pecahan. maka diharapkan tumbuh minat belajar matematika dalam dirinya dan akan menyenangi konsep yang akan disajikan. dan sebagainya untuk menerangkan konsep lingkaran dan sebagainya”. gelang. daerah bujur sangkar. Rusefendi (1993) menerangkan bahwa : “Alat peraga merupakan alat bantu untuk menerangkan atau mewujudkan konsep-konsep matematika. Dan wujud dari kubus itu sendiri. Benda-benda itu misalnya batu-batuan dan kacang-kacangan untuk menerangkan konsep bilangan.

dengan bantuan alat peraga diharapkan peserta didik lebih mudah memahami materi matematika yang telah dipelajari dan siap untuk mengaplikasikannya.23 1. Latihan dan penguatan 4. Pengamatan dan penemuan sendiri ide-ide dan relasi baru serta penyimpulan secara umum 7. satu cara untuk mencapai sesuatu.kompasiana. hubungan antara satu dengan yang lainnya dan bagaimana mereka memberikan sumbangsih terhadap pokok persoalan”. Pemahaman konsep 3. Layanan terhadap perbedaan individual. .  Pemahaman Konsep Konsep merupakan rumusan. Pembentukan konsep 2. alat peraga dipakai sebagai alat ukur 6. Pengundangan untuk berdiskusi (http://edukasi.com/2012/01/07/alat-peraga-matematika/) Dari uraian diatas. Pengundangan untuk berpikir 9. Pemecahan masalah pada umumnya 8. satu kerangka untuk menganalisa sebuah persoalan. termasuk pelayanannya terhadap anak lemah dan berbakat 5. Pengukuran. Pengundangan berpartisipasi aktif 10. Menurut Edmund Bachman (2005) ”Konsep merupakan pokok utama dibalik sebuah permasalahan.

dalam belajar matematika seorang siswa harus lebih dahulu pada tahap yang satu baru dibolehkan melangkah pada tahap berikutnya. yang sesuai dengan topik yang di ajarkan. Seperti yang dikemukakan Hudojo (1988:10) bahwa” Di dalam belajar matematika apabila konsep A dan konsep B dipelajari terlebih dahulu”. keterurutan penguasaan matematika itu perlu mendapat perhatian. apabila kemampuan itu tidak dikuasai. Hal ini menekankan bahwa jika seorang siswa atau guru ingin menguasai suatu konsep matematika dengan baik. Karena dengan bantuan alat-alat tersebut. tetapi mencakup kecakapan-kecakapan yang jangkauannya lebih luas. Pemahaman terhadap konsep-konsep matematika bukan hanya sekedar mengingat kembali defenisi-defenisi dan mengenali contohcontoh biasa. Kemampuan dasar adalah suatu kemampuan yang harus dimiliki untuk suatu pokok bahasan tertentu (yang baru). konsep akan dapat lebih mudah di pahami dengan jelas serta .24 Siswa dapat peka terhadap matematika hanya jika mereka mengerti konsep dan makna atau interpretasinya. Matematika tersusun secara hirarkis sehingga konsep-konsep terdahulu menjadi prasyarat untuk memahami konsep berikutnya. Tetapi seringkali siswa hanya menghafal konsep (defenisi) tanpa memperhatikan syarat-syarat dan hubungan antara konsep. untuk itu apapun tujuan pembelajaran yang diharapkan tidak akan tercapai. Belajar matematika berkaitan erat dengan matematika itu sendiri. Oleh sebab itu. Proses pemahaman konsep matematika dapat diserap siswa jika guru dalam proses pembelajaran menggunakan alat peraga ataupun media pembelajaran. dimana hal tersebut merupakan prasyarat mutlak.

oleh karena itu minat belajar anak harus diperhatikan dengan cermat. maka dapat disimpulkan minat adalah suatu rasa ingin tahu pada suatu hal atau aktivitas.edu/index. Dengan adanya minat belajar pada siswa dapat memudahkan membimbing dan mengarahkan siswa untuk belajar. . Dari penjelasan di atas. Slameto (2003:180) mengatakan “minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa keterikatan pada suatu hal atau aktivitas.upi. Sedangkan Holland (http://forum.php?topic=162) mengatakan bahwa “minat adalah aktivitas atau tugas-tugas yang membangkitkan rasa ingin tahu”. Jika dikaitkan dengan belajar. minat belajar dapat diartikan dengan suatu keinginan atau kemauan yang disertai perhatian dan keaktifan yang sengaja yang akhirnya melahirkan rasa senang dalam perubahan tingkah laku. Minat yang timbul dari kebutuhan siswa merupakan faktor penting bagi siswa dalam melaksanakan kegiatan-kegiatannya. sehingga antara satu dengan yang lain mempunyai perbedaan dalam keinginannya. Minat belajar merupakan salah satu faktor penunjang keberhasilan proses pembelajaran matematika.  Pengembangan Minat Minat selama ini hanya dikenal dengan sebutan keinginan yang dimiliki oleh seseorang. tanpa ada yang menyuruh.25 siswa tidak hanya sekedar mudah mengingat melainkan memahami materi yang diajarkan.

” Jika guru mengabaikan minat belajar siswa maka akan mengakibatkan ketidakberhasilan dalam proses pembelajaran matematika.26 Guru mempunyai peranan yang besar dalam pengembangan minat siswa. Menggunakan alat-alat peraga atau media 4. Hal ini ditegaskan Tanner dalam Slameto (2003:181) bahwa “para pengajar juga harus berusaha membentuk minat-minat baru pada diri siswa. Pembelajaran dapat dilakukan dengan cara dari mudah ke yang sukar atau dari konkret ke abstrak 3. 1. Sehingga muncul dalam diri siswa untuk mempelajari materi lebih lanjut dan merasa penasaran serta ingin lebih tahu tentang konsep yang akan dipelajarinya secara mendalam.. Beberapa hal yang dapat dilakukan guru dalam mengembangkan minat siswa dalam belajar matematika. Dengan demikian siswa akan tertarik untuk mempelajari matematika. Pembelajaran hendaknya mampu membangkitkan aktivitas siswa 5. Pengembangan minat dapat dilakukan guru dengan berbagai cara misalnya dengan memperkenalkan kepada siswa berbagai belajar yang menarik. bahkan motivasi siswa. menggunakan alat peraga atau media dalam pembelajaran. Menyesuaikan bahan pelajaran yang diajarkan dengan minat siswa. . misalnya dengan memanfaatkan lingkungan. Semua kegiatan belajar harus kontras Dalam pembelajaran yang melibatkan siswa dengan bantuan alat peraga akan membangkitkan minat. 2.

4.27 2. diantaranya . Teori Bruner Bruner mengungkapkan bahwa belajar matematika akan lebih berhasil jika proses pengajaran anak diarahkan pada konsep-konsep dan struktur. Dalam proses pembelajaran hendaknya siswa diberi kesempatan untuk memanipulasi benda-benda dengan menggunakan media pembelajaran matematika. Bruner menyarankan keaktifan anak dalam proses belajar secara penuh agar anak dapat mengenal konsep dan struktur yang tercakup dalam bahan yang sedang dibicarakan. Teori Belajar Alat Pembelajaran matematika yang menggunakan alat peraga ataupun media mampu melibatkan siswa untuk aktif dalam proses pembelajaran. siswa akan melihat langsung keteraturan dan pola strukur yang terdapat dalam penggunaan media pembelajaran matematika yang diperhatikannya.sehingga anak memahami materi yang harus dikuasai. Tahapan belajar menurut Brunner dalam Hudojo (1988 : 58) sebagai berikut. Dengan menggunakan alat peraga atau media pembelajaran pemahaman konsep akan lebih mudah di pahami.1. 1.disamping hubungan yang terkait antara konsep-konsep dan struktur-struktur tersebut. adalah .struktur yang termuat dalam pokok bahasan yang diajarkan. Ada beberapa teori yang mendukung penggunaan alat peraga atau media pembelajaran. Melalui penggunaan media pembelajaran matematika yang ada. Strategi Pembelajaran Geometri A.

com/2011/03 /pengertian-pendekatan-pembelajaran./blogspot. 2.  Tahap ikonik Tahapan dimana kegiatan siswa berhubungan dengan mental.wordpress. jelaslah bahwa penggunaan alat peraga atau media dalam pembelajaran sangat membantu siswa untuk lebih memahami konsep serta mengembangkan minat belajar. Pendekatan Belajar Menurut Depdikbud (http://mari-berkawand/. Hal ini juga ditegaskan Rusefendi (1990) bahwa “Penggunaan alat peraga dalam matematika mampu membuat (1) proses belajar termotivasi baik murid dan guru.com/2008/02/02/teoriteori-belajar) B.  Tahap simbolik Tahapan dimana anak-anak memanipulasi simbol-simbol atau objek tertentu. (2) konsep abstrak matematika tersaji dalam bentuk konkrit”..html) pendekatan dapat diartikan “sebagai . mendorong siswa dengan menghubungkan yang dipelajari dengan kehidupan sehari-hari. merupakan gambaran dari objek yang dimanipulasinya.28  Tahap enaktif Dalam tahap ini siswa secara langsung terlibat dalam memanipulasi objek. Berdasarkan teori diatas. Teori Jhon Dewey Teori ini menyatakan : Mengkaitkan bahan pelajaran dengan situasi dunia nyata. pengalaman sesungguhnya dan penerapannya/manfaatnya. (http://akhmadsudrajat.

Karena penggunaan alat peraga dan media membuat siswa aktif dan mempraktikkan sendiri materi pelajaran geometri. c) pendekatan achieving Berdasarkan pendekatan-pendekatan diatas.29 proses. Diantaranya : 1) Pendekatan Hukum Jost Salah satu asumsi penting yang mendasari Hukum Jost (Jost’s law) adalah siswa yang lebih sering mempraktikkan materi pelajaran akan lebih mudah memanggil kembali memori lama yang berhubungan dengan materi yang sedang ditekuni. dalam pembelajaran geometri pendekatan belajar yang diterapkan adalah pendekatan hukum Jost. . Sedangkan pendekatan belajar merupakan suatu cara yang disengaja oleh guru untuk membuat siswa belajar dengan aktif. Banyak pendekatan belajar yang dapat dilakukan oleh para guru kepada siswanya untuk mempelajari bidang studi atau materi pelajaran yang sedang mereka tekuni. siswa belajar pada umumnya dipengaruhi oleh sikap terhadap ilmu pengetahuan. 2) Pendekatan Ballard & Clanchy Dalam pendekatan ini.b) pendekatan deep. yaitu: sikap melestarikan apa yang sudah ada dan sikap memperluas 3) Pendekatan Biggs Hasil penelitian Biggs. dari yang paling klasik sampai yang paling modern. perbuatan. atau cara untuk mendekati sesuatu”. pendekatan belajar siswa dapat dikelompokkan ke dalam tiga prototype: a) pendekatansurface.

Sedangkan Kiswono mengatakan model dalam konteks pembelajaran diartikan “sebagai suatu pola kegiatan guru-siswa untuk menghasilkan perubahan-perubahan yang terjadi pada diri siswa sebagai akibat perbuatan mengajar dan belajar “. sifat materi bahan ajar. menjelaskan. seperti membuka dan menutup pelajaran.org/content/blog/pengertian-pendekatan-strategi-metodeteknik-taktik-dan-model-pembelajaran) adalah “guru yang mampu mengelola program belajar-mengajar.elearning.id/alim-sumarno/model-pembelajaran) Untuk membelajarkan siswa sesuai dengan cara-gaya belajar mereka sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai dengan optimal ada berbagai model belajar. teori belajar dan pembelajaran. Oleh karena itu.ac.unesa. juga bagaimana guru menerapkan strategi. dalam memilih model belajar yang tepat haruslah memperhatikan kondisi siswa. menvariasikan media. Karena seorang guru harus mampu memiliki motivasi dan semangat kebaruan dalam proses pembelajaran yang dijalaninya. dan melaksanakan pembelajaran kondusif “. member penguatan. fasilitas media yang tersedia. . (http://blog. dan sebagainya. Dalam prakteknya. guru harus ingat bahwa tidak ada model belajar yang paling tepat untuk segala situasi dan kondisi. dan kondisi guru itu sendiri.30 C. Model Belajar Dalam keseharian istilah model dimaksudkan terhadap pola atau bentuk yang akan menjadi acuan. Mengelola di sini memiliki arti yang luas yang menyangkut bagaimana seorang guru mampu .menguasai keterampilan dasar mengajar. bertanya. Guru yang berkompeten menurut Sardiman (dalam http://psb-psma.

Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran merupakan suatu rencana tindakan (rangkaian kegiatan) yang dilakukan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran tercapai. Geometri merupakan salah satu cabang dari pelajaran matematika yang penting untuk dipelajari. karena geometri mencakup latihan berpikir logis. .com/2011/09/definisi-pengertian-strategi. Pembelajaran geometri merupakan hal yang sangat penting karena pembelajaran geometri sangat mendukung banyak topik. blogspot. strategi diartikan sebagai perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. seperti vektor. Kennedy & Tipps (dalam http://mulin-unisma.31 D. menghidupkan kreativitas serta dapat mengembangkan kemampuan berinovasi.html) menjelaskan strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara efektif dan efesien. blogspot. Sedangkan Kemp (dalam http://hipni. Strategi Belajar Mengajar Geometri Secara umum strategi dapat diartikan sebagai suatu garis-garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan.com/2008/07/pembelajaran-geometri-berdasarkan-tahap. kerja yang sistematis. dan kalkulus.html) menyatakan bahwa “dengan pembelajaran geometri mampu mengembangkan kemampuan pemecahan masalah dan mendukung banyak topik lain dalam matematika”. Menurut Sanjaya (2008:294) dalam dunia pendidikan.

Teori van Hiele ini diakui secara internasional dan memberikan pengaruh yang kuat dalam pembelajaran geometri di sekolah. yaitu : a. belum dapat melihat hubungan antara beberapa bangun geometri dan defenisi. pada tahap ini siswa tidak dapat memahami dan menentukan sifat geometrid dan karakteristik bangun ynag ditunjukkan. Oleh karena itu. ataupun tahap visual. Menurut teori van Hiele dalam Raharjo Ismail dalam artikelnya yang berjudul Geometrid dan Teori Belajar Van Hiele . tahap holistik. b. siswa belum sepenuhnya dapat menjelaskan hubungan antara sifat-sifat tersebut. Pada tahap ini sudah Nampak adanya analisis konsep dan sifat-sifatnya. Pada tahap ini siswa mengenal bentuk-bentuk geometri hanya sekedar berdasarkan karakteristik visual dan penampakannya. pengukuran. Siswa secara eksplisit tidak terfokus pada sifat-sifat objek yang diamati. Akan tetapi. Tahap 0 ( visualisasi ) Tahap ini juga dikenal dengan tahap dasar. menggambar dan membuat model. eksperimen. tetapi memandang objek sebagai keseluruhan. Tahap 1 ( analisis ) Tahap ini juga dikenal dengan tahap deskriptif. .32 Pembelajaran geometri dipengaruhi oleh teori van Hiele yang dikembangkan oleh Pierre Marie van Hiele dan Diana van Hiele-Geldof. Siswa dapat menentukan sifatsifat suatu bangun dengan melakukan pengamatan. tahap rekognisi. seseorang akan melalui lima tahap perkembangan berpikir dalam belajar geometri.

menemukan sifatsifat dari berbagai bangun dengan mengggunakan deduksi informal. Pada tahap ini siswa dapat menyusun bukiti. siswa sudah dapat melihat hubungan sifat-sifat pada suatu bangun geometrid an sifat-sifat antara beberapa bangun geometri. Tahap 4 ( Rigor ) Pada tahap ini siswa bernalar secara formal dalam system matematika dan dapat menganalisis konsekuensi dari manipulasi aksioma dan defenisi. teorema dan pembuktian formal dapat dipahami. e. defenisi. Tahap 2 ( Deduksi Informal ) Tahap ini dikenal juga dengan tahap abstrak. tahap relasional. Perbedaan antara pernyataan dan konversinya dapat dibuat serta siswa menyadari perlunya pembuktian melalui serangkai penalaran deduktif. Tahap 3 ( Deduksi ) Tahap ini dikenal juga dengan tahap deduksi formal. aksioma. tidak hanya sekedar menerima bukti. dan dapat mengklasifikasikan bangun-bangun secara hirarki. Teori van Hiele mempunyai karakteristik. (2) kecepatan berpindah dari tahap ke tahap . d. yaitu (1) tahap-tahap tersebut bersifat hirarki dan sekuensial. Meskipun demikian. siswa belum memahami bahwa deduksi logis adalah metode untuk membangun geometri. atau tahap keterkaitan. tahap teoritik. Dalam tahap ini juga siswa berpeluang untuk mengembangkan bukti lebih dari satu cara. Siswa juga dapat membuat defenisi abstrak. Pada tahap ini. Siswa juga dapat menyusun teorema dalam sistem aksiomatik.33 c. Saling keterkaitan antara bentuk yang tidak terdefenisikan.

terdapat “lompatan” dalam kurva belajar seseorang. yakni masingmasing tahap mempunyai kosakata dan sistem relasi sendiri. (2) kemajuan. dan (4) setiap tahap mempunyai kosakata sendiri-sendiri. bahan pembelajaran. yakni keberhasilan dari tahap ke tahap lebih banyak dipengaruhi oleh isi dan metode pembelajaran daripada oleh usia. (2) tahap-tahap tersebut bersifat terurut dan hirarki. (4) kosakata. Setiap tahap dalam teori van Hiele. (3) konsep yang dipahami secara implisit pada suatu tahap akan dipahami secara eksplisit pada tahap berikutnya. (3) intrinsic dan ekstrinsik. Siswa akan melemati suatu tahap yang matang sebekum menuju tahap selanjutnya. menunjukkan karakteristik proses berpikir siswa dalam belajar geometri dan pemahamannya dalam konteks geometri. dan (3) setiap tahap mempunyai kosakata dan sistem relasi sendiri-sendiri. yakni jika seorang berada pada suatu tahap dan tahap pembelajaran berada pada tahap yang berbeda.34 berikutnya lebih bergantung pada pembelajaran. Crowley menyatakan bahwa teori van Hiele mempunyai sifat-sifat berikut (1) berurutan. Tahaptahap berpikir van Hiele akan dilalui oleh siswa secara berurutan. (5) mismatch. Kualitas pengetahuan siswa tidak ditentukan oleh akumulasi pengetahuannya. isi. Sedangkan . yaitu (1) belajar adalah proses yang tidak kontinu. yakni objek yang masih kurang jelas akan menjadi objek yang jelas pada tahap berikutnya. Clements & Battista menyatakan bahwa teori van Hiele mempunyai karakteristik. Secara khusus yakni guru. kosakata dan lainnya berada pada tahap yang lebih tinggi daripada tahap berpikir siswa. yakni seseorang harus melalui tahaptahap tersebut sesuai urutannya. tetapi ditentukan oleh proses berpikir yang digunakan.

Dalam hal ini keaktifan siswa tidak hanya pada keterampilan mengerjakan soal sebagai aplikasi dari konsepkonsep matematika yang telah dipelajari. dkk (dalam http://bdk surabaya. melainkan perlu lebih mementingkan pemahaman pada proses terbentuknya konsep. seorang guru harus mampu menyediakan pengalaman belajar yang cocok dengan tahap berpikir siswa. Jadi.pdf) bahwa “dalam pembelajaran matematika hendaknya dipilih strategi pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif”.35 kecepatan berpindah dari suatu tahap ke tahap berikutnya lebih bergantung pada metode pembelajaran daripada umur dan kematangan. Pengertian Trianto (2009:41) mengungkapkan pengertian model pembelajaran langsung adalah suatu model pembelajaran yang dirancang khusus untuk menunjang proses belajar siswa yang berkaitan dengan pengetahuan deklaratif dan pengetahuan prosedural yang terstruktur dengan baik. dalam pembelajaran geometri guru perlu mengembangkan model pembelajaran yang mampu meningkatkan kemampuan berpikir siswa dalam materi geometri serta melibatkan siswa secara aktif. Pelaksanaan strategi belajar mengajar geometri atau strategi pembelajaran yang dimaksud adalah dengan menerapkan pembelajaran langsung yang dibantu dengan alat peraga atau media. Oleh sebab itu. 2.id/file/dokumen /vanhiele.kemenag. dapat diajarkan dengan pola kegiatan yang bertahap selangkah demi selangkah.go.1. Hal ini ditegaskan juga oleh Winataputra. .5. Model Pembelajaran Langsung A.

Pengajaran langsung digunakan untuk menyampaikan pelajaran yang ditransformasikan . Menurut Kardi dan Nurul dalam Trianto (2009:41) ciri dari pembelajaran langsung adalah : • Adanya tujuan pembelajaran dan pengaruh model pada siswa termasuk prosedur penelitian hasil belajar • • Sintaks atau pola keseluruhan dan alur kegiatan pembelajaran Sistem pengolahan dan lingkungan belajar yang diperlukan agar kegiatan pembelajaran tertentu dapat berlangsung dengan berhasil B. misalnya film.36 Model pembelajaran ini ditujukan untuk membantu siswa mempelajari keterampilan dasar dan memperoleh informasi yang dapat diajarkan selangkah demi selangkah. Guru mengawali pelajaran dengan penjelasan tentang tujuan dan latar belakang pembelajaran. tape recorder. gambar. Sintaks atau Pola Pembelajaran Langsung Pada model pembelajaran langsung terdapat 5 sintaks yang sangat penting. demonstrasi. dan kerja kelompok. Model pembelajaran ini menekankan pada penguasaan konsep dan perubahan tingkah laku dengan mengutamakan pendekatan deduktif. dan guru juga seyogyanya menggunakan media yang sesuai. serta mempersiapkan siswa untuk menerima penjelasan guru. Pengajaran langsung menurut Kardi dalam Trianto (2009:42) dapat berupa ceramah. pelatihan atau praktik. peragaan. dan sebagainya. Dalam model ini guru berperan sebagai penyampaian informasi.

1 Sintaks Model Pembelajaran Langsung Fase Uraian Peran Guru 1 Menyampaikan Tujuan Pembelajaran Menjelaskan Tujuan.1.5. sehingga guru dapat merancang dengan tepat waktu yang digunakan.3. Seperti yang ditunjukkan Tabel 2.37 langsung oleh guru kepada siswa. berikut. Menyampaikan Tujuan dan Mempersiapkan Siswa a. dan mempersiapkan siswa 2 Mendemonstrasikan Pengetahuan dan Mendemonstrasikan keterampilan atau Keterampilan 3 Membimbing Pelatihan 4 Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik 5 Memberikan latihan dan penerapan konsep menyajikan informasi tahap demi tahap Guru memberi latihan terbimbing Mengecek kemampuan siswa dan memberikan umpan balik Mempersiapkan latihan untuk siswa dengan menerapkan konsep yang dipelajari pada kehidupan sehari-hari. memotivasi siswa.1. Materi dan mempersiapkan siswa Prasyarat.1. Penjelasan 5 Fase Model Pembelajaran Langsung 1. Menyampaikan tujuan . Tabel 2. Sintaks model pembelajaran langsung tersebut disajikan dalam 5 tahap. Penyusunan waktu yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran harus seefisien mungkin.

dan mengingatkan kembali pada hasil belajar yang telah dimilikinya. Menyiapkan siswa yaitu memusatkan perhatian siswa pada materi yang akan kita ajarkan. memusatkan perhatian siswa pada pokok pembicaraan. 2. Menyiapkan siswa Kegiatan ini bertujuan untuk menarik perhatian siswa.pada guru pemula dan belum berpengalaman ditemukan banyak penjelasan yang kabur dan membingungkan. mengapa mereka berpatisipasi dalam suatu pelajaran tertentu.html) adalah sebagai berikut: a.38 Para siswa perlu mengetahui dengan jelas. mempunyai dampak yang positif terhadap proses belajar siswa. membantu siswa melihat relevansi pelajaran. atau memberikan sejumlah pertanyaan kepada . b. tujuan ini dapat dicapai dengan jalan mengulang pokok-pokok pembicaraan pelajaran yang lalu. dan mereka perlu mengetahui apa yang harus mereka lakukan setelah selesai berperan serta dalam pelajaran itu. Mendemonstrasikan Pengetahuan dan Keterampilan Menurut Kardi dan Nur kunci untuk berhasil ialah mempresentasikan informasi sejelas mungkin dan mengikuti langkah-langkah demonstrasi yang efektif (http://www.Mencapai Kejelasan Kemampuan guru untuk memberikan informasi yang jelas dan spesifik kepada siswa. serta memotivasi siswa berperan aktif selama proses pembelajaran berlangsung. yang relevan dengan pokok pembicaraan yang akan dipelajari. Sementara itu. Hal ini pada umumnya terjadi pada .com/2012/03/5-fase-model-pembelajaran- langsung.inforppsilabus.

inforppsilabus. dan tidak menguasai teknik komunikasi yang baik.html) 4. 3.39 saat guru tidak mengusai sepenuhnya isi pokok bahasan yang diajarkannya. Membimbing pelatihan Menurut Kardi dan Nur prinsip-prinsip yang dapat digunakan sebagai acuan bagi guru dalam menerapkan dan melakukan pelatihan diantaranya: • • Tugasi siswa melakukan latihan singkat dan bermakna Berikan pelatihan sampai benar-benar menguasai konsep atau keterampilan yang dipelajari.com/2012/03/5-fase-model-pembelajaranlangsung. b. guru perlu sepenuhnya menguasai konsep atau keterampilan yang akan di demonstrasikan. latihan tidak banyak manfaatnya bagi siswa.. tugas paling penting bagi guru dalam menggunakan model . • Perhatikan tahap-tahap awal pelatihan. dalam kenyataannya. Melakukan demonstrasi Agar dapat mendemonstrasikan suatu konsep atau keterampilan dengan berhasil. Mengecek Pemahaman dan Memberikan Umpan Balik Kegiatan ini merupakan aspek penting dalam pembelajaran langsung. • Hati-hati terhadap kelebihan dan kelemahan latihan berkelanjutan dan latihan terdistribusi. (http://www. karena tanpa mengetahui hasilnya. dan berlatih melakukan demonstrasi untuk menguasai komponen-komponennya.

• Guru semestinya menginformasikan kepada orang tua siswa tentang tingkat keterlibatan mereka yang diharapkan. Guru dapat menggunakan berbagai cara untuk memberikan umpan balik kepada siswa. • Guru seharusnya memberikan umpan balik tentang Pekerjaan Rumah (PR) tersebut. Selanjutnya. 5. Memberikan Kesempatan untuk Pelatihan Lanjutan dan Penerapan Kebanyakan latihan mandiri yang diberikan kepada siswa sebagai fase akhir pelajaran pembelajaran langsung adalah pekerjaan rumah. guru merespon jawaban yang diberikan siswa tersebut.40 pembelajaran langsung adalah memberi siswa umpan balik bermakna dan pengetahuan tentang hasil latihannya. sehingga siswa dapat mengetahui dan memperbaiki kesalahannya dalam menjawab latihan. tetapi merupakan kelanjutan pelatihan untuk pembelajaran berikutnya. ada tiga panduan umum untuk latihan-latihan mandiri yang diberikan sebagai Pekerjaan Rumah (PR) diantaranya: • Tugas rumah yang diberikan bukan merupakan kelanjutan dari proses pembelajaran. C. Pelaksanaan Pembelajaran Langsung . Umpan balik sebaiknya diberikan seusai pelatihan dan sesuai dengan tingkat perkembangan siswa. tes. misalnya umpan balik secara lisan. Fase ini ditandai dengan pertanyaanpertanyaan yang diberikan oleh guru kepada siswa dan siswa memberikan tanggapan berupa jawaban yang menurut mereka benar. dan komentar tertulis .

pada saat melaksanakan pembelajaran. dan waktu menilai hasilnya. Beberapa diantara tindakan tersebut dapat dijumpai pada model pembelajaran lain. langkah-langkah atau tindakan tertentu merupakan ciri khusus pembelajaran langsung. pelaksanaan yang baik model pembelajaran langsung memerlukan tindakan-tindakan dan keputusan-keputusan yang jelas dari guru selama berlangsungnya perencanaan. Mager mengemukakan bahwa tujuan pembelajaran khusus harus sangat spesifik yang terdiri dari tiga bagian.41 Sebagaimana halnya setiap mengajar. Tugas –tugas Perencanaan a. yaitu :  Perilaku siswa  Situasi pengetesan  Kriteria kinerja . Ciri utama unik yang terlihat dalam melaksanakan suatu pembelajaran langsung adalah sebagai berikut : 1. Merumuskan Tujuan Untuk merumuskan tujuan pembelajaran dapat digunakan model Mager dalam Trianto (2009:46).

Guru harus selektif dalam memilih konsep yang diajarkan dengan model pengajaran langsung. c. yang akan diajarkan guru. Merencanakan Waktu dan Ruang Pada suatu pembelajaran langsung.42 b. mencakup semua tugas pengajaran c. Dengan menganalisis tugas. menggunakan soal tes yang sesuai . Memilih Isi Guru harus mempertimbangkan berapa banyak informasi yang akan disampaikan dalam kurun waktu tertentu. d. sesuai dengan tujuan pengajaran b. merencanakan dan mengelola waktu dan ruang merupakan kegiatan yang sangat penting. (2) memotivasi siswa agar mereka tetap melakukan tugas-tugasnya dengan perhatian yang optimal. Penilaian Pada Model Pembelajaran Langsung 5 prinsip dasar dalam merancang sistem penilaian : a. akan membantu guru menentukan dengan tepat apa yang perlu dilakukan siswa untuk melaksanakan keterampilan yang dipelajari. Melakukan analisis tugas Analisis tugas adalah alat yang digunakan guru untuk mengidentifikasi dengan presisi yang tinggi hakikat yang setepatnya dari suatu keterampilan atau butir pengetahuan yang terstruktur dengan baik. Ada 2 hal yang perlu diperhatikan oleh guru : (1) memastikan bahwa waktu yang disediakan sepadan dengan bakat dan kemampuan siswa. 2.

Walaupun setuju dengan Piaget bahwa perkembangan kognitif terjadi secara bertahap dan dicirikan dengan gaya berpikir yang berbeda-beda. Jaramillo (1996) menjelaskan. mengenal poin penting tentang pikiran anak ini lebih dari setengah abad yang lalu. tulisan-tulisannya menjadi sangat berpengaruh. Vygotsky menulis di Uni Soviet selama 1920-an dan 1930-an.S. buatlah soal yang valid dan sereliabel mungkin e. Sejak saat itulah. yang sangat tertarik pada efek interaksi siswa dengan teman sekelas pada pelajaran. Vygotsky. tetapi Vygotsky tidak setuju dengan pandangan Piaget bahwa anak menjelajahi dunianya sendirian dan membentuk gambaran realitas batinnya sendiri. Konstruktivisme yang mempunyai pengaruh besar pada tahun 1930 yang bekerja sebagai ahli Psikologi Rusia adalah L. Lev Vygotsky (1896-1934). Vygotsky percaya bahwa subyek yang dipelajari berpengaruh pada proses belajar. Vygotsky adalah pengagum Piaget. Teori Vygotsky mendapat perhatian yang makin besar ketika memasuki akhir abad ke-20. karyanya baru dipublikasikan di dunia Barat pada tahun 1960-an. 2.43 d.1.6 Teori Belajar Vygotsky Perkembangan kognitif dan bahasa anak-anak tidak berkembang dalam suatu situasi sosial yang hampa. Namun. Sezaman dengan Piaget. manfaatkan hasil tes untuk memperbaiki proses belajar mengajar berikutnya. Vygotsky mencatat bahwa interaksi individu dengan orang lain berlangsung pada situasi sosial. dan mengakui bahwa tiap-tiap disiplin ilmu . seorang psikolog berkebangsaan Rusia.

sistem matematika. sulit. perhatian. Konsep Sosiokultural Banyak developmentalis yang bekerja di bidang kebudayaan dan pembangunan menemukan dirinya sepaham dengan Vygotsky. (2) ZPD (zone of proximal development). yang berfokus pada konteks pembangunan sosial budaya. dan kemudian diberi bantuan secukupnya dalam memecahkannya. Berkaitan dengan pembelajaran.44 mempunyai metode pembelajaran tersendiri.com / 2008/02/01 _archive. Siswa bekerja dalam ZPD jika siswa tidak dapat memecahkan masalah sendiri. 1.html) sebagai berikut : (1)Sosiokultural. Teori Vygotsky menawarkan suatu potret perkembangan manusia sebagai sesuatu yang tidak terpisahkan dari kegiatan-kegiatan sosial dan budaya. dan alat-alat ingatan. Ia juga menekankan bagaimana anak-anak dibantu berkembang dengan bimbingan dari orang-orang yang sudah terampil di dalam bidang-bidang tersebut. Penekanan Vygotsky pada peran kebudayaan dan masyarakat di dalam . Vygotsky menyatakan bahwa siswa belajar melalui interaksi bersama dengan orang dewasa atau teman yang lebih cakap. Vygotsky adalah seorang guru yang tertarik untuk mendesign kurikulum sebagai fasilitas dalam interaksi siswa. dan realistik. Vygotsky menekankan bagaimana proses-proses perkembangan mental seperti ingatan. dan penalaran melibatkan pembelajaran menggunakan temuan-temuan masyarakat seperti bahasa. blogspot. tetapi dapat memecahkan masalah itu setelah mendapat bantuan orang dewasa atau temannya (peer). (3) Vygostky menekankan pada scaffolding. Siswa diberi masalah yang kompleks. (4) perkembangan yang berangkat dari bidang social ke bidang individu. Pendekatan pembelajaran yang dipandang sesuai adalah pembelajaran kooperatif. Vygotsky mengemukakan empat prinsip yang dinyatakan oleh Slavin (dalam http://rochmad-unnes. Bahwa siswa akan dapat mempelajari konsep-konsep dengan baik jika berada dalam ZPD.

Namun. sejarah kebudayaan menyediakan organisasi dan alat-alat yang berguna bagi aktivitas kognitif melalui institusi seperti sekolah. Piaget memandang anak-anak sebagai pembelajaran lewat penemuan individual. anak-anak tak banyak memiliki fungsi mental yang lebih tinggi seperti ingatan. anak-anak lahir dengan fungsi mental yang relatif dasar seperti kemampuan untuk memahami dunia luar dan memusatkan perhatian. Pada level institusional. dan melek huruf. berfikir dan menyelesaikan masalah. penemuan seperti komputer. Menurut Vygotsky. Pengalaman dengan orang lain secara berangsur menjadi semakin mendalam dan membentuk gambaran batin anak tentang dunia. . Fungsi-fungsi mental yang lebih tinggi ini dianggap sebagai ”alat kebudayaan” tempat individu hidup dan alat-alat itu berasal dari budaya.45 perkembangan kognitif berbeda dengan gambaran Piaget tentang anak sebagai ilmuwan kecil yang kesepian. sedangkan Vygotsky lebih banyak menekankan peranan orang dewasa dan anak-anak lain dalam memudahkan perkembangan si anak. Vygotsky menekankan baik level konteks sosial yang bersifat institusional maupun level konteks sosial yang bersifat interpersonal. Karena itulah berpikir setiap anak dengan cara yang sama dengan anggota lain dalam kebudayaannya. Interaksi institusional memberi kepada anak suatu norma-norma perilaku dan sosial yang luas untuk membimbing hidupnya. Alat-alat itu diwariskan pada anak-anak oleh anggota-anggota kebudayaan yang lebih tua selama pengalaman pembelajaran yang dipandu. Level interpersonal memiliki suatu pengaruh yang lebih langsung pada keberfungsian mental anak.

dan dia menggambarkan bahwa anak-anak mampu melakukan sesuatu sendiri. Anak-anak tidak akan pernah mengembangkan pemikiran operasional formal tanpa bantuan orang lain.com) menyatakan bahwa : Keterampilan-keterampilan dalam keberfungsian mental berkembang melalui interaksi sosial langsung. Sedangkan potensial development . Konsep sosiokultural adalah interaksi antara aspek “internal” dan “eksternal” dari pebelajaran dan penekanannya pada lingkungan sosial pebelajaran. Aktual development ditentukan apakah seorang anak dapat melakukan sesuatu tanpa bantuan orang dewasa atau guru.multiply.46 Menurut Vygotsky Tahun 1962(dalam http://valmband. Vygotsky mencari pengertian bagaiman anak-anak berkembang dengan melalui proses belajar. keterampilan-keterampilan dan hubungan-hubungan interpersonal kognitif dipancarkan melalui interaksi langsung dengan manusia. Vygotsky percaya bahwa anak akan jauh lebih berkembang jika berinteraksi dengan orang lain. Zone Perkembangan Proksimal Meskipun pada akhirnya anak-anak akan mempelajari sendiri beberapa konsep melalui pengalaman sehari-hari. tetapi masih dalam proses pematangan. Informasi tentang alat-alat.masing individu dalam konsep budaya. perkembangan mental anakanak menjadi matang. Pada sisi lain. Melalui pengorganisasian pengalaman-pengalaman interaksi sosial yang berada di dalam suatu latar belakang kebudayaan ini. 2. fungsi kognitif berasal dari interaksi sosial masing . Pada satu sisi. Menurut teori Vygotsky. Vygotsky membedakan antara aktual development dan potensial development pada anak. Piaget menjelaskan proses perkembangan kognitif sejalan dengan kemajuan anak-anak. dimana fungsi-fungsi kognitif belum matang.

yakni suatu proses . Konsep Scaffolding Scaffolding merupakan suatu istilah yang ditemukan oleh seorang ahli psikologi perkembangan-kognitif masa kini.com ) bahwa : Zone Proximal of Development adalah jarak antara tingkat perkembangan sesungguhnya yang ditunjukkan dalam kemampuan pemecahan masalah secara mandiri dan tingkat kemampuan perkembangan potensial yang ditunjukkan dalam kemampuan pemecahan masalah di bawah bimbingan orang dewasa atau teman sebaya yang lebih mampu.47 membedakan apakah seorang anak dapat melakukan sesuatu. Maksud dari ZPD adalah menitikberatkan ZPD pada interaksi sosial akan dapat memudahkan perkembangan anak.com ) bahwa: Zona Perkembangan Proksimal merupakan celah antara actual development dan potensial development.wordpress. Melalui perubahan yang berturut-turut dalam berbicara dan bersikap. Jerome Bruner. siswa mendiskusikan pengertian barunya dengan temannya kemudian mencocokkan dan mendalami kemudian menggunakannya. 3. memecahkan masalah di bawah petunjuk orang dewasa atau kerjasama dengan teman sebaya. perkembangan mereka kemungkinan akan berjalan lambat.prayudi. siswa seharusnya bekerja dengan teman yang lebih terampil yang dapat memimpin secara sistematis dalam memecahkan masalah yang lebih kompleks. dimana antara apakah seorang anak dapat melakukan sesuatu tanpa bantuan orang dewasa dan apakah seorang anak dapat melakukan sesuatu dengan arahan orang dewasa atau kerjasama dengan teman sebaya. Sebuah konsekuensi pada proses ini adalah bahwa siswa belajar untuk pengaturan sendiri (self-regulasi). Maka (dalam http://www.multiply. Menurut teori Vygotsky (dalam http://valmband. Untuk memaksimalkan perkembangan. Ketika siswa mengerjakan pekerjaanya di sekolah sendiri.

com ) bahwa : Teori scaffolding adalah memberikan kepada seseorang anak sejumlah besar bantuan selama tahap .48 yang digunakan orang dewasa untuk menuntun anak-anak melalui zona perkembangan proksimalnya. dorongan menguraikan masalah ke dalam bentuk lain yang memungkinkan siswa dapat mandiri.prayudi. setiap kemampuan seseorang akan tumbuh dan berkembang melewati dua aturan. peringatan. Sementara itu fungsi intrsmental dipandang sebagai derivasi atau keturunan yang tumbuh atau terbentuk melalui penguasaan dan internalisasi terhadap proses-proses sosial tersebut. yaitu tataran sosial tempat orang-orang membentuk lingkungan sosialnya (dapat dikategorikan sebagai interpsikologis atau intermental). Perkembangan Mental dari Sosial ke Individu Menurut Vygotsky. dan tataran psikologis di dalam diri orang yang bersangkutan (dapat dikategorikan sebagai intrapsikologis atau intar mental). Dikatakannya bahwa fungsi-fungsi mental yang lebih tinggi dalam diri seseorang akan muncul dan berasal dari kehidupan sosialnya. Jadi. . Pandangan teori ini menempatkan intermental atau lingkungan sosial sebagai faktor primer dan konstitutif terhadap pembentukan pengetahuan serta perkembangan kognitif seseorang. 4.wordpress. (dalam http://www.tahap awal pembelajaran dan kemudian mengurangi bantuan tersebut dan memberikan kesempatan kepada anak tersebut mengambil alih tanggung jawab yang semakin besar segera setelah ia mampu mengerjakan sendiri. Bantuan yang diberikan guru dapat berupa petunjuk.

berlawanan pembelajaran lewat (individual discovery learning). teman sebaya juga berpengaruh dengan penting pada perkembangan penemuan kognitif individu anak. 3. Pemaknaan atau konstruksi pengetahuan baru muncul atau terjadi melalaui proses internalisasi. kerja kelompok secara kooperatif (cooperative groupwork) tampaknya mempercepat perkembangan anak. keduanya tidak mendukung pengajaran didaktis diganti sepenuhnya. Dalam istilah teoritis. Belajar dan berkembang merupakan satu kesatuan dan saling menentukan. walaupun anak tetap dilibatkan dalam pembelajaran aktif. yaitu mampu memunculkan perubahan dan perkembangan yang tidak sekedar berupa transfer atau pengalihan. internalisasi yang dimaksud oleh Vygotsky bersifat transformative. ini berarti anak-anak bekerja dalam zona perkembangan proksimal dan guru menyediakan scaffolding bagi anak selama melalui ZPD. Gagasan tentang kelompok kerja kreatif ini diperluasa menjadi pengajaran pribadi oleh teman sebaya ( peer tutoring). Secara khusus Vygotsky mengemukakan bahwa disamping guru. 2. Sebaliknya mereka malah menyatakan. yaitu seorang anak mengajari . guru harus secara aktif mendampingi setiap kegiatan anak-anak. Walaupun Vygotsky dan Bruner telah mengusulkan peranan yang lebih penting bagi orang dewasa dalam pembelajaran anak-anak daripad peran yang diusulkan Piaget. Namun. Pengaruh karya Vygotsky terhadap dunia pengajaran adalah sebagai berikut : 1.49 Pada mulanya anak berpartisipasi dalam kegiatan sosial tertentu tanpa memahami maknanya.

Keberhasilan pengajaran oleh teman sebaya ini dengan menggunakan teori Vygotsky.8.1. Materi Pelajaran KUBUS DAN BALOK A. Satu anak bisa lebih efektif membimbing anak lainnya melewati ZPD karena mereka sendiri baru saja melewati tahap itu sehingga bis adengan mudah melihat kesulitan-kesulitan yang dihadapi anak lain dan menyediakan scaffolding yang sesuai. Dalam model pembelajaran kooperatif terjadi interaktif sosial yaitu interaksi antara siswa dengan siswa dan antara siswa dengan guru dalam usaha menemukan konsep . Besaran-Besaran pada Kubus dan Balok 1. Luas selubung dan permukaan kubus dan balok a. 2. H G H E D A a B F G H D C G H C E A B F E E F .konsep dan pemecahan masalah.50 anak lainnya yang agak tertinggal dalam pelajaran. Jadi teori belajar Vygotsky adalah salah satu teori belajar sosial sehingga sangat sesuai dengan model pembelajaran kooperatif. Luas selubung dan permukaan kubus Kubus adalah bangun ruang yang dibatasi oleh enam daerah persegi yang kongruen (sama sebangun).

Luas selubung kubus = 4 a2 2. Maka: Luas selubung kubus = Luas ABFE + Luas BCGF + Luas DCGH + Luas ADHE =axa+axa+axa+axa = a2 + a2 + a2 + a2 = 4 a2 Luas permukaan kubus = Luas selubung + Lauas ABCD + Luas EFGH = 4 a2 + a x a + a x a = 4 a2 + a2 + a2 = 6 a2 Kesimpulan: Jika panjang rusuk suatu kubus adalah a. Luas permukaan kubus = 6 a2 b. Luas selubung dan permukaan balok Balok adalah sebuah benda yang dibatasi oleh enam daerah persegi panjang yang masing-masing dinamakan bidang sisi atau sisi balok.EFGH adalah a. H H G F t G C G H H E D p D E A E B F F E l C A B .51 Misalnya panjang rusuk kubus ABCD. maka: 1.

Luas permukaan balok = 2 (pt + pl + lt) .t + 2(p x l) = 2 (pt + lt + pl) Luas permukaan balok = Luas selubung + 2 x Luas bidang alas Kesimpulan : Misalkan suatu balok memiliki ukuran panjang = p.t + p x l + p x l = 2(p + l).52 Misalkan balok ABCD . EFGH memiliki ukuran panjang AB = p. lebar = l.2 = 2 (p + l). Luas selubung balok = 2(p + l)t 2. maka: Luas selubung balok = Luas ABFE+Luas BCGF + Luas CDGH + Luas ADHE = (p x t) + (l x t) + (p x t) + (l x t) = t (p + l + p + l) = t (p + l).t = keliling ABCD x t Luas permukaan balok = Luas selubung + Luas ABCD + Luas EFGH = 2(p + l). dan tinggi = t Maka: 1. lebar BC = l dan tinggi CG = t .

Volume Kubus dan Balok a. volume kubus (V) yang memiliki panjang rusuk a dirumuskan sebagai berikut : V =axaxa = a3 . yaitu kubus yang memiliki panjang rusuk 1 satuan panjang. tampak kubus satuan. Volume Kubus (a) (b) (c) Pada gambar (a).53 2. Maka volume kubus satuan = (1 x 1 x 1) satuan volume = 1 satuan volume Pada gambar (b) dan (c) tampak kubus yang memiliki panjang 3 satuan panjang. Maka volume kubusnya = (3 x 3 x 3) satuan volume = 27 satuan volume Dengan demikian.

Volume baloknya = (4 x 3 x 2) satuan volume = 24 satuan volume . Volume Balok (a) (b) (c) Pada gambar (a).54 Dengan : V = volume kubus a = panjang rusuk kubus Kesimpulan : Volume kubus sama dengan panjang rusuknya di pangkatkan tiga. b. tampak kubus satuan dengan panjang rusuknya 1 satuan panjang dan volume satuan = (1 x 1 x 1) satuan volume = 1 satuan volume Pada gambar (b) dan (c). lebar 3 satuan panjang dan tinggi 2 satuan panjang. tampak balok yang memiliki panjang 4 satuan panjang.

Merancang kubus untuk volume tertentu Untuk dapat merancang kubus untuk volume tertentu kamu perlu mengetahui hubungan-hubugan berikut. Merancang Kubus dan Balok untuk Volume Tertentu 1. 1. B. lebar. Diberikan volume kubus V dan panjang rusuknya a. volume balok merupakan perkalian panjang. lebarnya l satuan panjang. dan tinggi.55 Jadi. Apabila suatu balok panjangnya p satuan panjang. dan volume V satuan volume (satuan isi). 2. Panjang rusuk kubus: Panjang seluruh rusuk kubus: pt = 12a = 12 A E D a B H F C G . dengan satuan panjang yang sesuai. tingginya t satuan panjang. Maka balok itu dirumuskan sebagai berikut: H E F D t p B l G Volume V=pxlxt Dengan : V = volume balok p = panjang balok l = lebar balok t = tinggi balok Kesimpulan : A C Volume balok sama dengan perkalian semua rusuk yang bertemu pada sebuah titik sudut balok.

Jika luas sisinya A2 = pt.. maka: . Jika luas sisinya A1 = pl... Panjang diagonal sisi kubus: ps = Panjang diagonal ruang kubus: pr = Luas bidang sisi kubus: Ls = a2 = Luas selubung kubus: Lb = 4a2 = 4 Luas permukaan kubus: Lm = 6a2 = 6 Perhatikan uraian berikut ini yang menjelaskan beberapa hubungan diatas volume kubus (V) dengan panjang rusuk a dalah V = a3. maka l = c. Jika luas sisinya A3 = lt. Jika rusuk-rusknya p : l : t = a : b : c.. 1. maka panjang rusuk a adalah Panjang seluruh rusuk kubus (pt) adalah pt = 12a Subtitusikan (1) diperoleh pt = .(1) Sekarang untuk dapat merancang balok untuk volume tertentu kita perlu mengetahui hubungan-hubungan berikut. a. maka: 3. Diberikan volume balok V... 6.56 3.. 5. Jika diketahui besar volume V. 7..(2) . maka p = 2. 4. Jika luas sisi-sisinya A1 : A2 : A3 = a : b : c. maka t = b.

57 Perhatikan uraian berikut ini yang menjelaskan beberapa hubungan di atas. maka kamu memisalkan p = ak. E H F t G D A p C B l Jika volume V dan luas sisinya A1. p=a l=b t=c . dan t = ck. atau A3 = lt. dengan A1 = pl. l = bk. dengan k > 0 V=pxlxt V = ak x bk x ck V = abc k3 k= Jadi. maka : V = A1t sehingga diperoleh t = V = A2l sehingga diperoleh l = V = A3p sehingga diperoleh p = Jika volume balok V dan rusuk-rusuknya p : l : t = a : b : c. atau A2 = pt.

maka panjang rusuk kubus baru menjadi (a + h) dan volumenya adalah Vb Vb Vb = (a + h)3 = a3 + 3a3h + 3ah2 + h3 =a →a= = V s + 3h + 3h 2 3 H E F D A a B G +h 3 Perubahan volume kubusnya adalah: ∆V = Vb .h3 Jika panjang rusuk semula a diperbesar atau diperkecil dengan factor skala k.h3 Perubahan volume kubusnya adalah ∆V = Vb . maka panjang rusuk kubus baru menjadi ka dan volumenya adalah: .h3 = a3 → a = = V s .h)3 = a3 .h3 = 3h + 3ah2 . maka panjang rusuk kubus baru menjadi (a .3a3h + 3ah2 . Jika panjang rusuk kubus semula a bertambah besar h. maka volume kubus semula adalah = a3.58 Volume Kubus dan Balok Jika Ukuran Rusuknya Berubah 1.Vs = 3a3h + 3ah .3h + 3h2 .Vs = 3a3h + 3ah + h3 = 3h + 3ah2 + h3 C Jika panjang rusuk semula a berkurang h.h) dan volumenya adalah Vb Vb Vb = (a . Kubus Misalkan panjang kubus semula adalah a.

lh . dan volume balok baru adalah: E H F D A p = Vb .lth + lh2 + lh2 . dan (t + h). Balok Misalnya balok memiliki ukuran panjang = p. Jika panjang rusuk-rusuk balok semula p. (l + h).h3 . dan tinggi = t.Vs = (pl + pt + lt)h + (p x l x t)h2 + h3 2.pth + ph2 . maka panjang rusuk-rusuk balok baru adalah (p + h). (l + h).h) (t . maka panjang rusuk-rusuk balok baru adalah (p + h).ph .h) = (pl . dan volume balok baru adalah: Vb = (p .Vs = k3 Vs – Vs = (k3 .ume kubusnya adalah ∆V 2. maka volume baloknya adalah Vs = p x l 1. dan t berkurang sebesar h.1) Vs G t C B l Vb = (p + h) (l + h) (t + h) = (pl + ph + lh + h2)(t + h) = plt + plh + pth + ph2 + lth + lh2 + lh2 + h3 Perubahan volume balok adalah: ∆V = Vb .59 Vb = kp x kl x kt =(k3)(plt) = k3Vs Perubahan vo.h2)(t . lebar = l.h) = plt . l.plh .h) (l . dan (t + h).

h3 = (pl + pt + lt)h . sehingga volume balok baru adalah: Vb = ap x bl x cl = (abc)(plt) = abc V Perubahan volume baloknya adalah: ∆V = Vb . l. Jika panjang rusuk-rusuk balok semula p.60 Perubahan volume balok adalah: ∆V = Vb . dan c. dan t diberbesar atau diperkecil dengan faktor skala k.(p x l x t)h2 + h3 3.ume kubusnya adalah ∆V = Vb .lh2 . bl dan cl. maka panjang rusuk-rusuk balok baru adalah ap. Jika panjang rusuk-rusuk balok semula p. l. dan t diberbesar atau diperkecil dengan faktor skala a.Vs = (abc – 1 Vs) 4.1) Vs Penerapan Kubus dan Balok dalam Kehidupan Dengan pengetahuan yang baik mengenai kubus dan balok kamu dapat menerapkannya dalam kehidupan yang nyata untuk memecahkan berbagai kasus yang berkaitan dengan kubus dan balok.ph2 + lth . maka panjang rusuk-rusuk balok baru adalah kp. b.Vs = k3 Vs – Vs = (k3 . sehingga volume balok baru adalah: Vb = kp x kl x kt =(k3)(plt) = k3Vs Perubahan vo.lh2 . .Vs = abc Vs .Vs = plh + pth . kl dan kl.

Pembelajaran menerapkan teori berdasarkan kegiatan yang berpusat pada siswa untuk mengkonstruksi pengetahuan secara sendiri dan dengan bantuan lingkungan sosial budayanya. Sehingga pembelajaran bersifat aktif dan dinamis.9 Kerangka Konseptual Belajar merupakan suatu proses bagaimana siswa mendapat pengalaman sehingga terjadi perubahan tingkah laku. Vygotsky menyatakan bahwa siswa belajar melalui interaksi bersama dengan orang dewasa atau teman yang lebih cakap. Jadi belajar bukan berorientasi kepada terselesaikannya materi tetapi harus berorientasi pada tujuan dan pengalaman belajar yang telah dimiliki siswa. tetapi dapat memecahkan masalah itu setelah mendapat bantuan orang dewasa atau temannya (peer) . ZPD (zone of proximal development). Pendekatan pembelajaran yang dipandang sesuai adalah pembelajaran kooperatif. Siswa bekerja dalam ZPD jika siswa tidak dapat memecahkan masalah sendiri.61 2. Pembelajaran yang menerapkan teori vygotsky lebih menekankan pada siswa yang mengkonstruksi pengetahuan sendiri sedangkan guru lebih ditekankan sebagai fasilitator. Tahap-tahapan dalam teori belajar vygotsky adalah : 1.1. 2. Bahwa siswa akan dapat mempelajari konsep-konsep dengan baik jika berada dalam ZPD. Sosiokultural.

dan realistik. sulit. Perkembangan yang berangkat dari bidang social ke bidang individu. Siswa diberi masalah yang kompleks. Vygostky menekankan pada scaffolding.62 3. . dan kemudian diberi bantuan secukupnya dalam memecahkannya. 4.

Dominan Ceramah Pemecahan Masalah Dicari penyelesaian Kemampuan pemecahan masalah masih rendah Solusi belum ditemukan Strategi pemecahan masalalah Dilakukannya Upaya Melakukan pendekatan pembelajaran matematika realistik Langkah Pemecahan Masalah Polya Dikaitkan Dengan Situasi Dunia Nyata Memahami Masalah Merencanakan Meneyelesaikan Memeriksa Kembali Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Meningkat Diperoleh Hasil .63 Secara lebih rinci dapat dilihat dari skema berikut ini : Belajar dan Pembelajaran Pembelajaran Matematika Metode yang Digunakan Guru Kurang Bermakna.

A 2007/2008) oleh Pribadi Ginting. ternyata memperoleh hasil yang lebih efektif terhadap siswa. Secara umum. Secara keseluruhan. maka hipotesis penelitian ini adalah : “Penerapan teori Vygotsky dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa pada materi geometri”. .3 Kajian Penelitian yang Relevan Adapun kajian peneleitian yang relevan terhadap penelitian yang dilakukan peneliti adalah dengan judul penelitian Pembelajaran Matematika dengan Menerapkan Model Kontruktivisme Aliran Vygotsky (dengan jenis penelitian tindakan kelas yang dilakukan di kelas VII SMP Swasta Nasrani 3 Medan pada T. mahasiswa UNIMED Jurusan Pendidikan Matematika. Dengan kata lain.4 Hipotesis Tindakan Berdasarkan tinjauan teoritis dan kerangka konseptual. 2. siswa yang proses pembelajarannya menerapkan pembelajaran kontruktivisme aliran vygotsky memiliki kemampuan pemecahan masalah yang lebih baik daripada sebelum diberikan proses pembelajaran tersebut.64 2. Beliau menyimpulkan bahwa setelah pembelajaran dilakukan. bahwa pembelajaran kontruktivisme aliran vygotsky menjadikan siswa sebagai subjek dan berinisiatif sendiri dalam kegiatan pembelajaran dan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah mengalami peningkatan setelah dilakukan tindakan. pembelajaran kontruktivisme aliran vygotsky dapat menjadi sebuah alternatif untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa.

Sehingga dapat diupayakan pembelajaran yang sesuai keadaan siswa. 3.1 Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Lumbanjulu.6%. Adapun alasan memilih lokasi penelitian adalah karena pada pembelajaran Bangun Ruang Kubus dan Balok menunjukkan kemampuan siswa memecahkan masalah kurang optimal. jika hendak mengadakan Penelitian Tindakan Kelas yaitu penentuan subyek penelitian. 64 .4%.A 2012/2013 diambil satu kelas sebagai subyek penelitian yaitu kelas IX-I yang berjumlah 36 siswa. 3. sedangkan yang menjawab salah adalah 60.2 Subjek Penelitian Satu masalah penting yang harus dilakukan oleh seorang peneliti. Dari hasil tes diagnostik yang diujikan pada saat prapenelitian.3 Objek Penelitian Objek dalam penelitian ini adalah upaya meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dengan penerapan teori Vygotsky pada materi geometri di kelas IX SMP Negeri 1 Lumbanjulu T. bahwa siswa mengalami kesulitan dalam memahami dan menerapkan rumus-rumus pada materi Bangun Ruang Kubus dan Balok dengan persentase rata-rata siswa yang menjawab benar keseluruhan tes adalah 39.65 BAB III METODE PENELITIAN 3.A 2012/2013. Dari 5 kelas yang ada siswa kelas IX di SMP Negeri 1 Lumbanjulu T.

konsep ZPD.5 Jenis Penelitian Pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan kualitatif yang berguna untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dengan penerapan teori vygotsky pada pokok bahasan Bangun Ruang Kubus dan Balok pada siswa kelas IX di SMP Negeri 1 Lumbanjulu. memilih pendekatan dan strategi pemecahan dan menyelesaikan model untuk menyelesaikan masalah. Sedangkan jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). dan perkembangan mental dari bidang sosial ke bidang individu. 3.konsep dan pemecahan masalah.4 Definisi Operasional Untuk dapat melakukan variabel penelitian secara kuantitatif maka variabel-variabel didefinisikan sebagai berikut: a. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) . Kemampuan pemecahan masalah adalah kemampuan atau kompetensi strategik yang ditunjukkan siswa dalam memahami. scaffolding. Dengan menerapkan empat prinsip dalam proses pembelajarannya yaitu sosiokultural.66 3. Pemilihan jenis PTK karena peneliti terlibat langsung dan sudah merupakan tugas peneliti sebagai calon pendidik yang harus selalu berusaha meningkatkan mutu pendidikan. b. Teori Vygotsky adalah salah satu teori belajar sosial sehingga sangat sesuai dengan model pembelajaran kooperatif karena dalam model pembelajaran kooperatif terjadi interaktif sosial yaitu interaksi antara siswa dengan siswa dan antara siswa dengan guru dalam usaha menemukan konsep .

maka penelitian ini memiliki tahap atau siklus sebagai berikut : Siklus I No. 3. 3.67 merupakan kajian tentang situasi sosial dan pandangan untuk meningkatkan mutu tindakan yang ada di dalamnya. 1. 3. dan observasi.6.3 Observasi Observasi yang dilakukan merupakan pengamatan terhadap seluruh kegiatan dan perubahan yang terjadi pada saat diberikan tindakan.6. 3. yang dilakukan adalah • Wawancara • Untuk mengetahui kesulitan • Data siswa dalam memahami siswa kesulitan Output .6 Alat Pengumpul Data Alat yang digunakan dalam pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes. yaitu Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan siswa memecahkan masalah mangalami peningkatan berdasarkan rata-rata setelah diberi teori vygotsky. wawancara.1 Tes Dalam penelitian ini diberikan tes kemampuan pemecahan masalah.7 Prosedur Penelitian Sesuai dengan jenis penelitian ini. Tahap-Tahap Sasaran Penelitian Perencanaan.

• Tes kemampuan pemecahan masalah I mampuan pemecahan masalah I kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal yang berkaitan dengan materi. 2. Pelaksanaan.• Untuk haman mengetahui serta pema. • Membuat tes ke. • Merancang RPP • Agar pembelajaran yang • KBM efektif berlangsung lebih terarah. meliputi : • Melakukan belajaran penerapan vygotsky. • Membuat observasi lembar • Untuk kondisi melihat belajar bagaimana • Data mengajar KBM kondisi yang berlangsung di kelas.68 materi Kubus sebagai tindakan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa. untuk menemukan rumus . (pengajuan masalah yang pemdengan teori • Guru memberikan masalah • Peningkatan kepada siswa yang telah disusun Kegiatan berkaitan dalam Siswa dengan Lembar yang materi kemampuan pemecahan masalah siswa kubus dan balok dalam kehidupan sehari-hari berada pada ZPD.

• Guru mengarahkan siswa untuk membagi kelompok yang telah disusun sebelumnya. • Siswa berusaha mencoba menyelesaikan masalah I.69 sosiokultur. dan luas permukaan kubus dan balok hasil • Siswa mencermati masalah yang diberikan guru. • Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan hal-hal yang kurang dimengerti pada masalah I. scaffolding. • Guru memberikan waktu kepada siswa untuk masalah secara mendiskusikan tersebut berkelompok. presentasi kerja). • Siswa saling memberikan argumennya masing dalam masingkegiatan .

• Guru menanyakan kembali apa hal-hal yang masih kurang dimengerti siswa dan membimbing siswa yang mengatasi masalah yang mereka hadapi. sedangkan yang lain • Siswa memperoleh hasil diskusinya dan guru . • Guru mengamati setiap kegiatan siswa di setiap kelompok untuk melihat kesulitan-kesulitan dihadapi siswa. masingkelompok hasil meminta mempresentasikan diskusinya kolompok menanggapi. • Setelah diselesaikan guru masing masalah oleh I siswa.70 diskusi tersebut untuk menyelesaikan masalah.

• Data kondisi tes proses berlangsung. masalah I guru luas permukaan memberikan waktu kepada siswa untuk menyelesaikan masalah II. III.71 memberikan penguatan. • Setelah diselesaikan. I Pada tahap ini dilakukan observasi terhadap pelak. pembelajaran • Data hasil tes kemampuan pemecahan masalah I . dan seterusnya dengan prosedur penyelesaian yang sama seperti pada masalah I. • Guru melakukan tanya jawab untuk menunjukkan kebenaran konsep yang telah ditemukan siswa. • Untuk mengetahui hasil yang dicapai oleh siswa setelah • Pemberian ke-mampuam pemecah-an masalah 3. • Hasil diskusi merupakan konsep kubus.

Hasil refleksi ini . memperjelas data. mengajar Evalusi berlangdilakukan untuk mengukur peningkatan ke-mampuan memecahkan matematika. mengajar guru kelas didepan yang bertugas sebagai pengamat mengisi lembar obsevasi untuk mengamati kegiatan yang terjadi selama proses belajar sung. peneliti kelas. siswa masalah 4.72 sanaan Observasi tindakan dengan lembar KBM menggunakan observasi yang telah dibuat. Tahap ini dilakukan untuk menganalisa dan memberikan • Hasil identifikasi arti Refleksi terhadap data yang masalah masalah baru) (hasil yang diperoleh. sehingga diambil kesimpulan dari tindakan yang telah dilakukan.

.73 kemudian digunakan sebagai dasar untuk perencanaan pada siklus berikutnya.

teori • Proses pembalajaran sama • Peningkatan seperti pada siklus I ( dengan perbaikan proses kemampuan pemecahan masalah siswa pembelajaran misal dengan bantuan alat peraga seperti .• Untuk puan masalah II pemecahan haman mengetahui serta pema. 2. • Membuat observasi lembar • Untuk kondisi melihat belajar bagaimana • Data mengajar KBM kondisi Output yang berlangsung di kelas.74 Siklus II No. 1.• KBM efektif lajaran sebagai tindak lanjut dari siklus I. meliputi : • Melakukan pembelajaran dengan penerapan vygotsky. Tahap-Tahap Sasaran Penelitian Perencanaan.• Tes kemampuam pemecahan masalah II kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan materi. • Membuat tes kemam. yang dilakukan adalah • Mendesain RPP • Melakukan perbaikan pembe. Pelaksanaan.

mana siswa yang telah kemampuan pemecahan masalah I memahami 3. 4.75 kerangkla dan model bangun ruang kubus dan balok. Observasi Untuk melihat apakah telah • ada perubahan berarti yang terjadi pada kondisi Data kondisi KBM pembelajaran di kelas setelah perbaikan program pengajaran dilakukan. Refleksi Untuk mengetahui terdapat melihat apakah kesulitan dan masih yang • Hasil identifikasi masalah dialami siswa baik kesulitan dalam ataupun memahami kesulitan materi dalam menyelesaikan masalah yang berkenaan dengan materi .• Untuk mpuan masalah II pemecahan mengetahui sejauh • Data hasil tes mana penguasaan siswa dan sejauh kurang mengerti. • Pemberian tes kema. dll).

Peneliti mengharapkan kemampuan siswa memecahkan masalah lebih baik dan dapat bertahan dalam jangka waktu yang cukup lama. 1993:53) dalam Wiriatmadja (2000:69) sebagai berikut: Tindakan Siklus 1 Tindakan yang membutuhkan Perbaikan Situasi Masalah Tindakan Siklus 2 Dst. pada maka siklus berikutnya.. Keputusan Definisi Masalah Keputusan Definisi Ulang Masalah Evaluasi Asesmen Kebutuhan Evaluasi Asesmen Kebutuhan Implementasi Hipotesis/Gagasan Implementasi Hipotesis/Gagasan Revisi Rencana Tindakan Revisi Rencana Tindakan .. Secara lebih rinci prosedur pelaksanaan penelitian tindakan kelas menurut model Mc.Kernan (dengan modifikasi dari Hopskin.76 kubus dan balok. Jika masih terdapat dilanjutkan kesulitan.

Setelah dilakukan tes kemampuan pemecahan masalah kepada siswa. Penentuan Ketuntasan Pemecahan Masalah Secara Individu DSP = P x 100% Q Keterangan : DSP = daya serap perorangan P Q Dengan kriteria : 0 % ≤ DSP < 65 % 65 %≤ DSP ≤100% .8. untuk mengetahui sejauh mana persentasi kemampuan siswa memecahkan masalah dapat digunakan rumus: i. Reduksi data Setelah tes mengenai geometri diberikan. sehingga memungkinkan adanya kesimpulan. siswa belum mampu memecahkan masalah .2 Menyajikan data Kegiatan analisis berikutnya adalah penyajian data yang diartikan sebagai kumpulan data yang terorganisasikan.77 T1 T2 3.1. selajutnya dikoreksi hasil pekerjaan siswa. dipelajari dan ditelaah untuk mengolongkan dan mengorganisasikan jawaban-jawaban siswa.8 Teknik Analisis Data 3. siswa telah mampu memecahkan masalah = skor yang diperoleh siswa = skor maksimal Sedangkan pengolongan besarnya persentase kemampuan memecahkan masalah menurut Nurkancana (1986:89) adalah sebagai berikut: . 3.8.

serta sudah terdapat ketentuan ketuntasan secara individu dan klasikal yang tersebut di atas maka tujuan penelitian ini telah tecapai. kelas belum mampu memecahkan masalah 85 %≤ DSK ≤100% . Setiap skor tes kemampuan pemecahan masalah tersebut akan dibandingkan. . kelas telah mampu memecahkan masalah Untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan kemampuan pemecahan masalah siswa setelah pembelajaran dengan menerapkan teori vygotsky dilihat dari hasil deskriptif skor tes kemampuan pemecahan masalah. kemampuan pemecahan masalah tinggi 90% ≤ DSP ≤ 100%. kemampuan pemecahan masalah sangat tinggi ii. Jika terjadi peningkatan nilai rata-rata tes kemampuan pemecahan masalah I dan tes kemampuan pemecahan masalah II maupun tes kemampuan pemecahan masalah berikutnya. kemampuan pemecahan masalah sedang 80% ≤ DSP ≤ 89%. kemampuan pemecahan masalah sangat rendah 55% ≤ DSP ≤ 64%. kemampuan pemecahan masalah rendah 65% ≤ DSP ≤ 79%.78 0% ≤ DSP ≤ 54%. Penentuan Persentase Siswa Mampu Memecahkan Masalah Secara Klasikal DSK = M x 100% N Ket : DSK = persentase kelas yang mampu memecahkan masalah M = banyak siswa yang telah mampu memecahkan masalah N = banyak siswa seluruhnya Dengan criteria: 0% ≤ DSK < 85 % .

balok. Standar Kompetensi Memahami sifat-sifat kubus. Indikator Menemukan rumus luas permukaan kubus dan balok. 4.79 Lampiran 1 SIKLUS I RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN I ( RPP I ) Mata Pelajaran Pokok Bahasan : Matematika : Kubus dan Balok Sub Pokok Bahasan : Menghitung luas permukaan dan volume kubus dan balok Kelas / Semester : IX / I Jumlah Pertemuan : 2 x pertemuan Waktu : 2 x 40 menit 1. Kompetensi Dasar Menghitung luas permukaan dan volume kubus dan balok. Menghitung luas permukaan kubus dan balok. dan bagian-bagiannya serta menentukan ukurannya. 2. Materi . 3.

dan pemecahan masalah. 6. Pembelajaran Komunikasi Kegiatan awal Kegiatan Guru Kegiatan Siswa • Membuka pelajaran menyampaikan dan • Mendengarkan tujuan pembelajaran yang Alokasi Waktu 2’ .  Metode Pembelajaran Metode pembelajaran yang digunakan adalah penemuan. 1. Strategi dan Metode Pembelajaran  Model Pembelajaran Model pembelajaran yang digunakan adalah model pembelajaran kontruktivisme aliran vygotsky.  Lembar Kegiatan siswa(LKS). Model. diskusi. tanya jawab. pemberian tugas. Kelengkapan  Rencana Pelaksanaan Pembelajaran(RPP).  Strategi Pembelajaran Strategi pembelajaran yang digunakan adalah pola pembelajaran kooperatif berbasis interaksi sosial. Menggunakan rumus untuk menghitung luas permukaan kubus dan balok. Skenario Pembelajaran Pertemuan I Tahap No. 7.80 Mencari rumus luas permukaan kubus dan balok. 5.  Buku pegangan guru dan siswa (Yudistira).

2. . Appersepsi • Menanyakan materi yang sudah dipelajari masih dipahami. • Mengaitkan materi kubus dan balok dalam kehidupan seharihari. tetapi kurang disampaikan guru. • Mendengarkan arahan guru dan bertanya memang yang jika ada masih 5’ kurang dipahami. • Melakukan tanya jawab dengan diajukan prasyarat sebelum memasuki materi pelajaran. • Menanyakan dan • Mendengarkan mengingatkan kembali materi dan memberikan argumen tentang materi prasyarat yang guru. • Mendengarkan dan secara tidak langsung memikirkan apa yang disampaikan guru.81 tujuan pembelajaran.

Pemberitahuan Kompetensi dan Indikator • Menyampaikan secara lisan • Memperhatikan dan mencermati 3' kompetensi dasar dan indikator kompetensi dasar dan yang indikator (tertera pada point . • Membagi siswa • Mendengarkan arahan guru dan melaksanakan arahannya. duduk menjadi beberapa kelompok secara heterogen sehingga di setiap • Siswa kelompok diharapkan terjadi proses sosiokultur di antara siswa.82 guru. • Memberikan dorongan kepada siswa untuk berkelompok membentuk kelompok belajar. • Berusaha mengeluarkan pendapat/argume n masing-masing siswa. mengemukakan pengetahuan awalnya tentang konsep yang akan dibahas. 3.

1. kubus dan balok dalam kehidupan sehari-hari untuk menemukan rumus luas permukaan kubus dan balok. • Memberikan • Menanyakan hal- . Pembelajaran Pengajuan masalah yang berada pada ZPD dicapai didik pokok kubus disampaikan oleh guru. I(LKS I) Alokasi Waktu 10’ siswa yang telah disusun dalam diberikan Lembar Kegiatan Siswa I(LKS I) • Mencermati yang dengan berkaitan materi masalah yang ada pada LKS I. Tahap No. Kegiatan Inti Kegiatan Guru Kegiatan Siswa • Memberikan masalah kepada • Menerima Lembar Kegiatan Siwa yang guru.83 2 dan 3) yang akan peserta melalui bahasan dan balok.

pada • Berusaha mencoba menyelesaikan masalah 1. • Mengarahkan siswa mengerjakan masalah 1 pada LKS. 2. • Saling memberikan argumennya masing-masing dalam diskusi untuk kegiatan tersebut dapat 25’ mendiskusikan masalah 1 secara berkelompok. Pembelajaran sosiokultur • Memberikan waktu siswa kepada untuk untuk pada siswa hal yang kurang dipahami masalah 1. menyelesaikan masalah.84 kesempatan kepada untuk menanyakan halhal yang kurang dimengerti masalah 1. • Dengan pembagian .

85 kelompok yang heterogen. berupaya dan untuk . • Memberikan dorongan kepada siswa untuk terus dapat menyelesaikan masalah mengeluarkan pendapat secara dan • Memperhatikan dan memahami masalah 1 dengan bantuan paket. bertanya guru menyelesaikan masalah tersebut. berdiskusi. siswa bisa menciptakan kondisi diskusi yang efektif dan kondusif. buku diskusi antara siswa pada setiap kelompok dan bila perlu pada dalam bebas dan terbuka. • Mengontrol jalannya diskusidan mencermati persepsi siswa • Berusaha memahami masalah.

menguraikan masalah ke dalam bentuk lain yang memungkinkan siswa mandiri. dorongan. • Memberikan 3. peringatan. yang • Mencermati guru berupa arahan guru dan mencoba kembali memahami masalah.86 yang dalam berbeda menyelesaikanya. Scaffolding bantuan siswa dan • Mendengarkan arahan guru dan mencermati bantuan 1 yang 10’ kepada untuk menyelesaikan masalah tersebut. memandang memahami masalah. dapat diberikan guru. • Bantuan diberikan dapat petunjuk. .

dihadapi siswa. • Mengamati setiap • Mengerjakan kegiatan siswa di setiap untuk kesulitankesulitan yang kelompok melihat kegiatan pemecahan masalah. . • Berkeliling mengamati siswa memberi kerja dan arahan • Mencermati arahan guru dan terus mencoba melakukan aktivitas pemecahan masalah. agar kerja siswa lebih efektif.87 • Memberikan bantuan guna menghantarkan siswa memahami masalah dan dalam terbatas penyelesaiaannya.

88 • Menanyakan kembali apa halhal yang masih kurang dimengerti siswa membimbing siswa masalah mengatasi yang dan • Mendengarkan dan bertanya kepada guru jika masih kesulitan dihadapi ada yang dalam memecahkan masalah. • Bantuan diberikan demi dikurangi sehingga lebih memecahkan masalah dengan siswa bisa yang • Menyelesaikan sedikit sedikit masalah 1 dengan adanya bantuan guru dan proses sosiokultur dengan teman 20’ sekelompok. • Bantuan diberikan tergantung pada yang . mengkonstruksi pengetahuannya sendiri. mereka hadapi.

Presentasi Hasil Kerja meminta satu guru salah kelompok terpilih menyajikan hasil kerjanya di depan kelas kelompok duduk dan lain dan yang mempresentasikan hasil diskusinya. • Memberi kesempatan kepada kelompok lain mengkritisi mendengarkan kelompok penyaji.89 masalah yang dihadapi siswa. pertanyaan diajukan kelompok atau menanggapi hasil kerja kelompok penyaji dan mengekspresikan ide-ide secara . • Setelah masalah 1 • Kelompok diselesaikan oleh siswa. sedangkan kelompok yanglain menanggapi. 4. • Memberikan tanggapan terhadap argumen atau yang oleh lain.

mendiskusikan untuk hasil memadu pemikiran beberapa kelompok. . • Melakukan tanya • jawab untuk Bertanya kepada guru ataupun menunjukkan kebenaran konsep yang ditemukan dan telah siswa kelompok penyaji untuk menemukan hasil diskusinya. memberikan • Memperoleh hasil diskusi dari penguatan. • Sesekali mengajukan pertanyaan untuk memastikan pemecahan masalah dan ditanggapi penyaji dapat oleh • Kelompok mengecek kembalihasil kerjanya mengajukan masukan pertanyaan atau atas dan lain beda pemecahan masalah dan kelompok lain.90 terbuka.

Pembelajaran Pelaporan seperti Lembar Kegiatan Siswa I (LKS I). .91 masalah 1 yaitu konsep permukaan kubus. • Setelah masalah 1 • Mengikuti diselesaikan. memberikan waktu siswa kepada untuk kembali pola luas kegiatan di atas sehingga ditemukan konsep pemecahan masalah pada menyelesaikan masalah 2. 1.3. Tahap No. Kegiatan Akhir Kegiatan Guru Kegiatan Siswa • Memberikan kesempatan kepada untuk menanyakan siswa • Bertanya pada Alokasi Waktu 5’ guru tentang halhal yang kurang dimengerti. dan seterusnya dengan prosedur penyelesaian yang sama pemecahan masalah 1.

di rumah. tetapi kurang • Mendengarkan arahan guru dan bertanya memang yang jika ada masih 5’ dan • Mendengarkan tujuan pembelajaran yang disampaikan guru. .92 kembali yang dimengerti hal-hal kurang pada materi yang baru dipelajari. • Memberikan tugas • Mendengarkan sebagai untuk latihan dikerjakan dan melaksanakan arahan guru. Appersepsi • Menanyakan materi yang sudah dipelajari masih dipahami. Pembelajaran Komunikasi Kegiatan awal Kegiatan Guru Kegiatan Siswa • Membuka pelajaran menyampaikan tujuan pembelajaran. 1. Pertemuan II Tahap No. Alokasi Waktu 2’ kurang dipahami. 2.

menjadi beberapa kelompok secara heterogen .93 • Menanyakan dan • Mendengarkan mengingatkan kembali rumus konsep luas dan memberikan argumen tentang materi sebelumnya. • Mengaitkan materi kubus dan balok dalam balok • Mendengarkan dan secara tidak langsung memikirkan apa yang disampaikan guru. permukaan kubus dan sebelum memasuki materi pelajaran baru. • Membagi siswa • Mendengarkan arahan guru dan melaksanakan arahannya. dengan kehidupan seharihari. • Melakukan tanya jawab guru.

indikator (tertera pada point 2 dan 3) yang akan peserta melalui bahasan dicapai didik pokok kubus . Pemberitahuan Kompetensi dan Indikator • Menyampaikan secara lisan • Memperhatikan dan mencermati 3’ kompetensi dasar dan indikator kompetensi dasar dan yang disampaikan oleh guru. • Berusaha mengeluarkan pendapat/argume n masing-masing siswa. • Memberikan dorongan kepada siswa untuk duduk berkelompok membentuk kelompok belajar.94 sehingga di setiap • Siswa kelompok diharapkan terjadi proses sosiokultur di antara siswa. 3. mengemukakan pengetahuan awalnya tentang konsep yang akan dibahas.

kubus dan balok dalam kehidupan sehari-hari untuk menggunakan rumus luas permukaan kubus dan balok.95 dan balok. diberikan Alokasi Waktu 10’ siswa yang telah disusun dalam Lembar Kegiatan Siswa II(LKS II) • Mencermati yang dengan berkaitan materi masalah yang ada pada LKS II. Pembelajaran Pengajuan masalah yang berada pada ZPD Kegiatan Inti Kegiatan Guru Kegiatan Siswa • Memberikan masalah kepada • Menerima Lembar Kegiatan Siwa II(LKS II) yang guru. • Memberikan kesempatan kepada untuk menanyakan halhal yang kurang siswa • Menanyakan halhal yang kurang dipahami masalah 1. 1. pada . Tahap No.

96 dimengerti masalah 1. Pembelajaran sosiokultur • Memberikan waktu siswa kepada untuk • Saling memberikan argumennya masing-masing dalam diskusi untuk kegiatan tersebut dapat 25’ mendiskusikan masalah 1 secara berkelompok. • Dengan pembagian kelompok yang heterogen. menyelesaikan masalah. siswa bisa menciptakan kondisi diskusi yang efektif dan . • Mengarahkan siswa mengerjakan pada • Berusaha mencoba menyelesaikan masalah 1. 2. untuk masalah 1 pada LKS.

• Memberikan dorongan kepada siswa untuk terus dapat menyelesaikan masalah mengeluarkan pendapat secara dan • Memperhatikan dan memahami masalah 1 dengan bantuan paket. berupaya dan untuk menyelesaikanny a. dan siswa berbeda • Berusaha memahami masalah. buku diskusi antara siswa pada setiap kelompok dan bila perlu pada dalam bebas dan terbuka.97 kondusif. berdiskusi. bertanya guru menyelesaikan masalah tersebut. • Mengontrol jalannya diskusidan mencermati persepsi yang dalam memandang memahami masalah. .

. peringatan.98 • Memberikan 3. • Memberikan bantuan guna menghantarkan siswa dalam terbatas dapat yang guru berupa diberikan guru. • Mencermati arahan guru dan mencoba kembali memahami masalah. menguraikan masalah ke dalam bentuk lain yang memungkinkan siswa mandiri. dorongan. Scaffolding bantuan siswa kepada untuk • Mendengarkan arahan guru dan mencermati bantuan 1 yang 10’ menyelesaikan masalah tersebut. • Bantuan diberikan dapat petunjuk.

• Menanyakan kembali apa halhal yang masih kurang dimengerti siswa membimbing dan • Mendengarkan dan bertanya kepada guru jika masih kesulitan dihadapi ada yang dalam . • Berkeliling mengamati siswa memberi kerja dan arahan • Mencermati arahan guru dan terus mencoba melakukan aktivitas pemecahan masalah.99 memahami masalah dan penyelesaiaannya. agar kerja siswa lebih efektif. • Mengamati setiap • Mengerjakan kegiatan siswa di setiap untuk kesulitankesulitan yang kelompok melihat kegiatan pemecahan masalah. dihadapi siswa.

• Bantuan diberikan tergantung masalah pada yang yang dihadapi siswa. 20’ mengkonstruksi pengetahuannya sendiri. • Setelah masalah 1 • Kelompok diselesaikan oleh siswa. meminta guru salah terpilih menyajikan hasil kerjanya di depan yang . mereka hadapi.100 siswa masalah mengatasi yang memecahkan masalah. • Bantuan diberikan demi dikurangi sehingga lebih memecahkan 4. Presentasi Hasil Kerja masalah dengan siswa bisa yang • Menyelesaikan sedikit sedikit masalah 1 dengan adanya bantuan guru dan proses sosiokultur dengan teman sekelompok.

• Memberi kesempatan kepada kelompok lain mengkritisi mendengarkan kelompok penyaji. • Memberikan tanggapan terhadap argumen atau yang oleh lain. sedangkan kelompok yanglain menanggapi. pertanyaan diajukan kelompok atau menanggapi hasil kerja kelompok penyaji dan mengekspresikan ide-ide terbuka. • Sesekali mengajukan pertanyaan untuk memastikan pemecahan secara • Kelompok mengecek kembalihasil kerjanya mengajukan lain dan .101 satu kelompok kelas kelompok duduk dan lain dan mempresentasikan hasil diskusinya.

memberikan • Memperoleh hasil diskusi dari penguatan.102 masalah dan ditanggapi penyaji dapat oleh masukan pertanyaan atau atas beda pemecahan masalah dan kelompok lain. mendiskusikan untuk hasil memadu pemikiran beberapa kelompok. • Melakukan tanya • jawab untuk Bertanya kepada guru ataupun menunjukkan kebenaran konsep yang ditemukan dan telah siswa kelompok penyaji untuk menemukan hasil diskusinya. masalah 1 yaitu menggunakan rumus untuk menghitung luas permukaan balok. • Setelah masalah 1 • Mengikuti .

memberikan waktu siswa kepada untuk kembali pola kegiatan di atas sehingga ditemukan konsep pemecahan masalah pada menyelesaikan masalah 2. Tahap No. materi yang baru dipelajari. Kegiatan Akhir Kegiatan Guru Kegiatan Siswa • Memberikan kesempatan kepada untuk menanyakan kembali yang dimengerti hal-hal kurang pada siswa • Bertanya pada Alokasi Waktu 5’ guru tentang halhal yang kurang dimengerti. 1. dan seterusnya dengan prosedur penyelesaian yang sama pemecahan masalah 1. Pembelajaran Pelaporan seperti Lembar Kegiatan Siswa II (LKS II). .103 diselesaikan.3.

104 • Memberikan tugas • Mendengarkan sebagai untuk latihan dikerjakan dan melaksanakan arahan guru. BC adalah lebar kubus. 8. Penilaian Teknik : Tes Kemampuan Pemecahan Masalah Buku Instrumen : Pertanyaan Tertulis Instrumen : 1.00 tiap m2. dimana AB adalah panjang kubus.EFGH. 20.000. Jika diberikan suatu kotak berbentuk kubus ABCD. di rumah. Hitunglah harga bahan yang dibutuhkan! . Suatu tempat pembuangan sampah berbentuk balok ABCD. Tentukan luas kotak tersebut jika bagian atas kotak tersebut dibuka (tanpa tutup)! 2. Panjang rusuk seluruhnya 60 m. dan CG adalah tnggi dari kubus.EFGH dengan AB = (2x + 2) m. Jika balok tersebut akan dibuat dari bahan kayu triplek yang harganya Rp. BC = (x + 3) m. dan CG = 2x m.

Strategi dan Metode Pembelajaran . Menggunakan rumus untuk mnentukan volume kubus dan balok. Indikator Menentukan rumus volume kubus dan balok. 2. balok. Standar Kompetensi Memahami sifat-sifat kubus. 3. Kompetensi Dasar Menghitung luas permukaan dan volume kubus dan balok. Model. dan bagian-bagiannya serta menentukan ukurannya.105 SIKLUS II RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN II ( RPP II ) Mata Pelajaran Pokok Bahasan : Matematika : Kubus dan Balok Sub Pokok Bahasan : Menghitung luas permukaan dan volume kubus dan balok Kelas / Semester : IX / I Jumlah Pertemuan : 2 x pertemuan Waktu : 2 x 40 menit 1. 4. 5. Materi Mencari rumus volume kubus dan balok.

106  Model Pembelajaran Model pembelajaran yang digunakan adalah model pembelajaran kontruktivisme aliran vygotsky.  Strategi Pembelajaran Strategi pembelajaran yang digunakan adalah pola pembelajaran kooperatif berbasis interaksi sosial. 6. diskusi.  Alat Peraga (Kerangka dan model-model bangun ruang kubus dan balok). Kelengkapan  Rencana Pelaksanaan Pembelajaran(RPP). dan pemecahan masalah.  Lembar Kegiatan siswa(LKS). 7.  Buku pegangan guru dan siswa (Yudistira). tanya jawab. Skenario Pembelajaran .  Metode Pembelajaran Metode pembelajaran yang digunakan adalah penemuan. pemberian tugas.

1.107 Pertemuan I Tahap No. • Menanyakan dan • Mendengarkan dan memberikan argumen tentang materi sebelumnya yang diajukan mengingatkan kembali materi pada pertemuan sebelumnya memasuki pelajaran baru. Pembelajaran Komunikasi Kegiatan awal Kegiatan Guru Kegiatan Siswa • Membuka dan pelajaran • Mendengarkan tujuan pembelajaran yang disampaikan guru. sebelum materi . ada yang masih kurang dipahami. 2. Alokasi Waktu 2’ menyampaikan tujuan pembelajaran. Appersepsi • Menanyakan materi • Mendengarkan arahan dan jika guru bertanya memang 5’ yang sudah dipelajari tetapi masih kurang dipahami.

• Melakukan tanya jawab dengan guru. • Memberikan dorongan • Berusaha kepada siswa untuk mengeluarkan . • Mengaitkan kubus dalam sehari-hari. duduk guru heterogen sehingga di setiap diharapkan kelompok terjadi • Siswa proses sosiokultur di antara siswa. dan materi • Mendengarkan balok dan secara kehidupan tidak langsung memikirkan apa yang disampaikan guru. berkelompok membentuk kelompok belajar.108 guru. • Membagi menjadi kelompok siswa • Mendengarkan beberapa secara arahan dan melaksanakan arahannya.

pendapat/argu men masing- masing siswa. . • Menyampaikan secara • Memperhatikan 3.109 mengemukakan pengetahuan awalnya tentang konsep yang akan dibahas. indikator yang disampaikan oleh guru. • Mendengarkan dan menjelaskan alat peraga bantu memudahkan memahami sebagai alat untuk siswa dan dan berusaha memahami penjelasan guru. • Menyiapkan. memecahkan masalah. Pemberitahuan Kompetensi dan Indikator lisan kompetensi dasar dan indikator (tertera pada point 2 dan 3) yang akan dicapai dan mencermati kompetensi dasar dan 3’ peserta didik melalui pokok bahasan kubus dan balok.membagi.

yang berkaitan dengan materi balok kubus dan • Mencermati dalam masalah yang kehidupan sehari-hari untuk menemukan ada pada LKS III. • Mengarahkan 2. untuk siswa • Berusaha mencoba kepada untuk hal-hal kurang pada • Menanyakan hal-hal kurang dipahami pada masalah 1. yang mengerjakan . Pembelajaran Pengajuan masalah yang berada pada ZPD Kegiatan Inti Kegiatan Guru Kegiatan Siswa • Memberikan masalah • Menerima kepada siswa yang Lembar Kegiatan III(LKS Siwa III) Alokasi Waktu 10’ telah disusun dalam Lembar Siswa Kegiatan III(LKS III) yang diberikan guru. rumus volume kubus dan balok. 1.110 Tahap No. • Memberikan kesempatan siswa menanyakan yang dimengerti masalah 1.

Pembelajaran sosiokultur • Memberikan waktu • Saling memberikan argumennya secara masing-masing dalam kegiatan diskusi tersebut untuk dapat 25’ kepada siswa untuk mendiskusikan masalah 1 berkelompok. mengeluarkan dan dapat dan memahami masalah 1 dengan bantuan buku diskusi paket. • Memberikan dorongan • Memperhatikan kepada siswa untuk terus menyelesaikan masalah 3. menyelesaikan masalah.111 masalah 1 pada LKS. antara . • Memberi dorongan • Menggunakan alat untuk memudahkan pemecahan masalah. peraga kepada siswa untuk dapat memaxsimalkan penggunaan peraga yang alat telah diberikan. menyelesaikan masalah 1.

berdiskusi. siswa setiap pada kelompok dan bila bertanya guru perlu pada dalam menyelesaikan masalah tersebut.112 pendapat secara bebas dan terbuka. . dan berupaya untuk menyelesaikan nya. siswa yang berbeda dalam dan masalah. memandang memahami • Memberikan bantuan • Mendengarkan Scaffolding kepada siswa untuk menyelesaikan masalah 1 tersebut. • Mengontrol diskusi mencermati jalannya • Berusaha dan persepsi memahami masalah. • Bantuan yang arahan dan mencermati bantuan yang guru 10’ diberikan guru dapat berupa petunjuk. diberikan guru.

• Memberikan bantuan • Mencermati terbatas guna arahan dan guru mencoba menghantarkan siswa dalam masalah penyelesaiaannya. • Mengamati kegiatan setiap • Mengerjakan siswa di kegiatan pemecahan masalah. dorongan. siswa lebih setiap kelompok untuk melihat kesulitan- . menguraikan masalah ke dalam bentuk lain yang memungkinkan siswa dapat mandiri. guru terus memberi arahan agar kerja efektif. • Berkeliling mengamati • Mencermati kerja siswa dan arahan dan mencoba melakukan aktivitas pemecahan masalah. memahami dan kembali memahami masalah.113 peringatan.

yang mereka hadapi. 20’ masalah dihadapi siswa. 4. • Bantuan yang • Menyelesaikan masalah 1 diberikan sedikit demi sedikit dikurangi dengan adanya bantuan dan guru proses sehingga siswa lebih bisa masalah memecahkan dengan sosiokultur dengan teman mengkonstruksi pengetahuannya sendiri. .114 kesulitan dihadapi siswa. • Bantuan Presentasi Hasil Kerja diberikan pada yang tergantung yang sekelompok. yang • Menanyakan kembali • Mendengarkan apa masih hal-hal yang kurang dan kepada bertanya guru dimengerti siswa dan membimbing mengatasi siswa masalah jika masih ada kesulitan yang dihadapi dalam memecahkan masalah.

yang lain menanggapi. guru meminta salah satu kelompok mempresentasikan hasil sedangkan diskusinya. kelompok di depan kelas dan kelompok lain duduk dan mendengarkan kelompok penyaji. atau mengekspresikan ideide secara terbuka. • Sesekali mengajukan • Kelompok lain untuk mengecek kembalihasil masalah dapat kerjanya mengajukan dan pertanyaan memastikan pemecahan penyaji dan .115 • Setelah masalah 1 • Kelompok yang oleh terpilih menyajikan hasil kerjanya diselesaikan siswa. • Memberi kesempatan • Memberikan kepada kelompok lain mengkritisi menanggapi kerja penyaji atau hasil kelompok dan tanggapan terhadap argumen pertanyaan yang diajukan oleh kelompok lain.

. • Melakukan jawab menunjukkan kebenaran konsep tanya • untuk Bertanya kepada ataupun kelompok penyaji untuk guru yang telah ditemukan siswa dan memberikan penguatan.116 ditanggapi kelompok lain. menemukan hasil diskusinya. oleh masukan atau pertanyaan atas beda pemecahan masalah dan mendiskusikan untuk memadu hasil pemikiran beberapa kelompok. • Memperoleh hasil diskusi dari masalah 1 yaitu konsep volume kubus.

3. . dan dengan konsep pemecahan masalah Lembar Kegiatan Siswa III (LKS III). pada prosedur penyelesaian yang sama seperti pemecahan masalah 1. memberikan waktu kegiatan di atas sehingga ditemukan kepada siswa untuk menyelesaikan masalah seterusnya 2.117 • Setelah masalah 1 • Mengikuti kembali pola diselesaikan.

1. • Memberikan yang pada baru tugas • Mendengarkan dan melaksanakan arahan guru.118 Tahap No. pada tentang yang Alokasi Waktu 5’ menanyakan kembali hal-hal yang kurang dimengerti materi dipelajari. . sebagai latihan untuk dikerjakan di rumah. Pembelajaran Pelaporan Kegiatan Akhir Kegiatan Guru Kegiatan Siswa • Memberikan kesempatan siswa kepada untuk • Bertanya guru hal-hal kurang dimengerti.

• Mengaitkan materi • Mendengarkan . Pembelajaran Komunikasi Kegiatan awal Kegiatan Guru Kegiatan Siswa • Membuka dan pelajaran • Mendengarkan tujuan pembelajaran yang disampaikan guru. Appersepsi • Menanyakan materi • Mendengarkan arahan dan jika guru bertanya memang 5’ Alokasi Waktu 2’ menyampaikan tujuan pembelajaran. • Menanyakan dan • Mendengarkan dan memberikan argumen tentang materi sebelumnya. 2. ada yang masih kurang dipahami.119 Pertemuan II Tahap No. 1. yang sudah dipelajari tetapi masih kurang dipahami. mengingatkan kembali konsep rumus volume kubus sebelum dan balok memasuki materi pelajaran baru.

berkelompok membentuk kelompok belajar. • Melakukan tanya jawab dengan guru.120 kubus dalam dan balok dan secara kehidupan tidak langsung memikirkan apa yang sehari-hari. • Mendengarkan dan menjelaskan alat peraga bantu sebagai alat untuk dan berusaha memahami penjelasan . • Membagi menjadi kelompok siswa • Mendengarkan beberapa secara arahan dan melaksanakan arahannya. disampaikan guru. duduk guru heterogen sehingga di setiap diharapkan kelompok terjadi • Siswa proses sosiokultur di antara siswa.membagi. • Menyiapkan.

. memecahkan masalah. indikator yang disampaikan oleh guru. Pemberitahuan Kompetensi dan Indikator • Menyampaikan secara • Memperhatikan lisan kompetensi dasar dan indikator (tertera pada point 2 dan 3) yang akan dicapai dan mencermati kompetensi dasar dan 3’ mengeluarkan pendapat/argu men masing- masing siswa. 3. • Memberikan dorongan • Berusaha kepada siswa untuk mengemukakan pengetahuan awalnya tentang konsep yang akan dibahas. peserta didik melalui pokok bahasan kubus dan balok.121 memudahkan memahami siswa dan guru.

. • Mengarahkan untuk siswa • Berusaha mencoba menyelesaikan masalah 1. Tahap Pembelajaran Kegiatan Inti Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Alokasi Waktu 1. 2. Pengajuan masalah yang berada pada ZPD • Memberikan masalah • Menerima kepada siswa yang Lembar Kegiatan IV(LKS Siwa IV) 10’ telah disusun dalam Lembar Siswa Kegiatan IV(LKS IV) yang diberikan guru. • Memberikan kesempatan siswa menanyakan yang dimengerti masalah 1. rumus volume kubus dan balok. yang berkaitan dengan materi balok kubus dan • Mencermati dalam masalah yang kehidupan sehari-hari untuk menggunakan ada pada LKS IV. yang mengerjakan masalah 1 pada LKS.122 No. Pembelajaran kepada untuk hal-hal kurang pada • Menanyakan hal-hal kurang dipahami pada masalah 1.

123 sosiokultur • Memberikan waktu • Saling memberikan argumennya secara masing-masing dalam kegiatan diskusi tersebut untuk dapat 25’ kepada siswa untuk mendiskusikan masalah 1 berkelompok. • Memberikan dorongan • Memperhatikan kepada siswa untuk dan memahami . menyelesaikan masalah. • Memberi dorongan • Menggunakan alat untuk memudahkan pemecahan masalah. peraga yang alat telah diberikan. siswa bisa menciptakan kondisi diskusi yang efektif dan kondusif. peraga kepada siswa untuk dapat memaxsimalkan penggunaan 3. • Dengan pembagian kelompok yang heterogen.

• Mengontrol diskusidan mencermati persepsi jalannya • Berusaha memahami masalah. berdiskusi. memandang memahami • Memberikan bantuan • Mendengarkan kepada siswa untuk menyelesaikan masalah 1 tersebut. . • Bantuan yang arahan dan mencermati bantuan yang guru diberikan guru dapat diberikan guru. antara pada pendapat secara bebas dan terbuka. dan berupaya untuk menyelesaikan nya. siswa yang berbeda dalam dan 4.124 terus menyelesaikan masalah mengeluarkan dapat masalah 1 dengan bantuan dan buku diskusi siswa setiap kelompok dan bila bertanya guru perlu pada dalam paket. menyelesaikan masalah tersebut. Scaffolding masalah.

guru terus memberi arahan agar kerja efektif. • Memberikan bantuan • Mencermati terbatas guna arahan dan guru mencoba menghantarkan siswa dalam masalah penyelesaiaannya. dorongan. menguraikan masalah ke dalam bentuk lain yang memungkinkan 10’ siswa dapat mandiri. • Mengamati kegiatan setiap • Mengerjakan siswa di kegiatan pemecahan masalah. memahami dan kembali memahami masalah. • Berkeliling mengamati • Mencermati kerja siswa dan arahan dan mencoba melakukan aktivitas pemecahan masalah. kesulitanyang . peringatan.125 berupa petunjuk. siswa lebih setiap kelompok untuk melihat kesulitan dihadapi siswa.

masalah dihadapi siswa. yang mereka hadapi.126 • Menanyakan kembali • Mendengarkan apa masih hal-hal yang kurang dan kepada bertanya guru dimengerti siswa dan membimbing mengatasi siswa masalah jika masih ada kesulitan yang dihadapi dalam memecahkan masalah. Presentasi Hasil Kerja • Setelah masalah 1 • Kelompok yang oleh terpilih menyajikan hasil kerjanya diselesaikan siswa. • Bantuan diberikan pada yang tergantung yang sekelompok. guru meminta salah satu kelompok mempresentasikan di depan kelas . • Bantuan yang • Menyelesaikan masalah 1 diberikan sedikit demi sedikit dikurangi dengan adanya bantuan dan guru proses sehingga siswa lebih bisa masalah memecahkan dengan sosiokultur dengan teman mengkonstruksi pengetahuannya sendiri.

kelompok dan kelompok lain duduk dan mendengarkan kelompok penyaji. dan pertanyaan atas beda pemecahan masalah dan mendiskusikan untuk memadu hasil pemikiran . • Memberi kesempatan • Memberikan kepada kelompok lain mengkritisi menanggapi kerja penyaji atau hasil kelompok dan tanggapan terhadap argumen pertanyaan yang diajukan oleh kelompok lain. yang lain menanggapi. atau 20’ mengekspresikan ideide secara terbuka.127 hasil sedangkan diskusinya. • Sesekali mengajukan • Kelompok lain untuk mengecek kembalihasil masalah dapat oleh kerjanya mengajukan masukan atau dan pertanyaan memastikan pemecahan penyaji ditanggapi kelompok lain.

• Setelah masalah 1 • Mengikuti kembali waktu pola diselesaikan..128 beberapa kelompok.3. • Melakukan jawab menunjukkan kebenaran konsep tanya • untuk Bertanya kepada ataupun kelompok penyaji untuk guru yang telah ditemukan siswa dan memberikan penguatan. memberikan kegiatan di atas sehingga ditemukan kepada siswa untuk menyelesaikan masalah seterusnya 2. • Memperoleh hasil diskusi dari masalah 1 yaitu menggunakan rumus untuk memecahkan masalah terkait dunia nyata. menemukan hasil diskusinya. dan dengan konsep pemecahan .

. Kegiatan Siswa IV (LKS IV).129 prosedur penyelesaian yang sama seperti masalah Lembar pada pemecahan masalah 1.

130

Tahap No. Pembelajaran

Kegiatan Akhir Kegiatan Guru Kegiatan Siswa

Alokasi Waktu

1.

Pelaporan

• Memberikan kesempatan siswa kepada untuk

• Bertanya guru hal-hal kurang dimengerti.

pada tentang yang

5’

menanyakan kembali hal-hal yang kurang dimengerti materi dipelajari. • Memberikan yang pada baru

tugas • Mendengarkan dan melaksanakan arahan guru.

sebagai latihan untuk dikerjakan di rumah.

8. Penilaian Teknik : Tes Kemampuan Pemecahan Masalah Buku Instrumen : Pertanyaan Tertulis Instrumen : 1. Akan dibuat sebuah bak penampungan air dari bahan baja anti karat berbentuk balok ABCD, EFGH. AB = Panjang, BC = lebar, dan BF = Tinggi. Jika panjang, lebar,dan tinggi ukurannya berturut-turut 3x cm, 2x cm, dan 2 (x+20) cm. Tentukan volume balok! (dalam x).

131

2.

Sebuah akuarium mempunyai ukuran panjang, lebar dan tinggi berturutturut 60 cm, 45 cm, dan 50 cm. akuarium itu terisih penuh air. Jika 36 liter airnya dipindahkan ketempat lain, maka tinggi air dalam akuarium sekarang adalah…..

132

Lampiran 3 LEMBAR KEGIATAN SISWA I (LKS I) Mata Pelajaran Kelas : Matematika : IX SMP Negeri 1 LumbanJulu

Pokok Bahasan : Kubus dan Balok Indikator 1. : Menemukan rumus luas permukaan kubus dan balok

Jika diberikan suatu kotak berbentuk kubus ABCD.EFGH tanpa tutup, dimana AB adalah panjang kubus, BC adalah lebar kubus, dan CG adalah tinggi dari kubus.panjang sisinya = r. Tentukan luas permukaan kotak tersebut! Jawaban: • Memahami masalah Diketahui : …………………………………………………………………. …………………………………………………………………. Ditanya : …………………………………………………………………. …………………………………………………………………. • Merencanakan pemecahan masalah Kotak ABCD.EFGH dapat digambarkan sebagai berikut :

…………………….

Diberikan balok ABCD.) – (…..x….EFGH. Luas permukaan (…..) = 6 (…. lebar. Tentukanlah luas permukaan balok tersebut! Jawaban : • Memahami masalah Diketahui : …………………………………………………………………. Ditanya : ………………………………………………………………….) = 6 x Luas bidang • Melaksanakan pemecahan masalah Lp = 6 x Luas bidang sisi – 1 Luas bidang sisi = 6 (…. ………………………………………………………………….) = …….) = ………….. tinggi AE = t. dan tinggi pada gambar) Panjang rusuk (…. lebar BC = l.satuan luas • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar 2. ………………………………………………………………….x….) – (….133 (tentukan letak panjang. • Merencanakan pemecahan masalah Kotak ABCD.EFGH dapat digambarkan sebagai berikut : . jika p = 2l = 3t. dengan panjang AB = p.

dan CG = 2x cm.. BC = (x + 2) cm.) = 2 (pl + pt + lt) = 2 (…. ) = 2 (……) = …….134 …………………….. lebar. Jawaban : • Memahami masalah .. +…. dan tinggi pada gambar) Panjang(…........) = …………... Jika panjang kawat seluruhnya tidak lebih dari 240 cm. Maka..) = …………..) = 2 (pl + pt + lt) • Melaksanakan pemecahan masalah l= p = 2l ⇒ l= p = 3t ⇒ . . Kerangka balok ABCD.. Lebar (…. (tentukan letak panjang. .) = …………. Luas permukaan(…... maka nilai x adalah……. .. Luas permukaan (….EFGH dengan AB = (2x + 3) cm. Tinggi (…....+ ……..satuan luas • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar 3.

EFGH dapat digambarkan sebagai berikut : ……………………. Panjang lemari 2x cm. Ditanya : …………………………………………………………………. dan tinggi pada gambar) Panjang(….cm • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar 4.. • Merencanakan pemecahan masalah Balok ABCD.) =……. Lebar (….. Sebuah lemari dari kayu berbentuk balok.) = …………. Tinggi (…. lebar. …………………………………………………………………. lebar lemari x cm dan tinggi lemari 4x cm.) = …………. Panjang kawat seluruhnya = 4p + 4l + 4t = 4 (p + l + t) • Melaksanakan pemecahan masalah Panjang kawat seluruhnya = 4 (p + l + t) (………) (………) x = 4 (…… +……. (tentukan letak panjang.135 Diketahui : …………………………………………………………………. …………………………………………………………………. Berapa cm2 yang dibutuhkan untuk membuat lemari tersebut? .+……) = 4 (…….) = ………….

) = 2 (pl + pt + lt) = 2 (…. Tinggi (….) = …………. (tentukan letak panjang.) = 2 (…. …………………………………………………………………. Lebar (…. • Merencanakan pemecahan masalah Lemari dari kayu dapat digambarkan sebagai berikut : …………………….+……+….) = ……cm2 • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar . Luas permukaan (….136 Jawaban : • Memahami masalah Diketahui : …………………………………………………………………. Ditanya : ………………………………………………………………….) = ………….) = 2 (pl + pt + lt) • Melaksanakan pemecahan masalah Luas permukaan (…. …………………………………………………………………..) = …………. lebar. dan tinggi pada gambar) Panjang(….

Suatu tempat pembuangan sampah berbentuk balok ABCD. …………………………………………………………………. Ditanya : …………………………………………………………………. …………………………………………………………………. dan CG = 2x m. Jika balok tersebut akan dibuat dari bahan kayu triplek yang harganya Rp. • Merencanakan pemecahan masalah Balok ABCD.00 tiap m2.000. BC = (x + 3) m.EFGH dapat digambarkan sebagai berikut : . 20.137 Lampiran 4 LEMBAR KEGIATAN SISWA II (LKS II) Mata Pelajaran Kelas : Matematika : IX SMP Negeri 1 LumbanJulu Pokok Bahasan : Kubus dan Balok Indikator : Menggunakan rumus untuk menghitung luas permukaan kubus dan balok 1.EFGH dengan AB = (2x + 2) m. Hitunglah harga bahan yang dibutuhkan! Jawaban : • Memahami masalah Diketahui : …………………………………………………………………. Panjang rusuk seluruhnya 60 m.

) = …………. m Maka diperoleh : panjang (….+ …….138 ……………………. Lebar (….) = 2 (pl + pt + lt) = 2 (….+….rupiah . Tinggi (….000/ m2 = ………..) = 4 (……) = ……. (tentukan letak panjang.20. +….) x = 4 (…. ) = 2 (……) = …….) = 2 (pl + pt + lt) • Melaksanakan pemecahan masalah Panjang kawat seluruhnya= 4 (p + l + t) (…….) Tinggi (….) = …………..) = (……) Lebar (…) = (…. dan tinggi pada gambar) Panjang(….) = ………….) (……. Panjang rusuk seluruhnya = 4 (p + l + t) Luas permukaan (….) = (……) Luas permukaan(…..+…. lebar.satuan luas Harga bahan yang dibutuhkan = Lp x Rp.

lebar. ………………………………………………………………….) = …………. Ditanya : …………………………………………………………………. Hitunglah berapa cm2 yang dibutuhkan untuk membuat kotak mainan tersebut? Jawaban : • Memahami masalah Diketahui : …………………………………………………………………. …………………………………………………………………. dan tinggi pada gambar) Panjang(…. Lebar (…. Sebuah mainan anak-anak berbentuk balok. tinggi balok 4 cm dan luas selubungnya 360 cm 2. Jika panjang balok dan lebarnya berselisih 5 cm.) = 2 (pl + pt + lt) • Melaksanakan pemecahan masalah Luas selubung = 2 (p + l) t . Luas selubung (….) = …………. Tinggi (….) = ………….139 • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar 2. • Merencanakan pemecahan masalah Mainan tersebut dapat digambarkan sebagai berikut : …………………….) = 2 (p + l) t Luas permukaan (…. (tentukan letak panjang.

Panjang (…) =……… = …….cm • Memahami masalah Diketahui : …………………………………………………………………. Ditanya : …………………………………………………………………. …………………………………………………………………. ) = 2 (……) = …….140 (…. + l) t l Maka.bak tersebut akan dilapisi dengan baja anti karat. • Merencanakan pemecahan masalah .) = 2 (pl + pt + lt) = 2 (….. Tentukan berapa m 2 baja anti karat yang dibutuhkan untuk membuat bak tersebut! Jawaban : = …….cm Luas permukaan(….+ ……. • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar 3. Sebuah bak mandi berbentuk kubus dengan panjang rusuknya 1 m.)= 2 (….... …………………………………………………………………. +….satuan luas Jadi yang dibutuhkan untuk membuat mainan tersebut adalah…….

Dua buah kubus. panjang rusuknya berselisih 4 cm dan luas permukaannya berselisih 192 cm2. Ditanya : …………………………………………………………………. dan tinggi pada gambar) Panjang rusuk (…. .00 tiap cm2! Jawaban : • Memahami masalah Diketahui : …………………………………………………………………. Luas permukaan (….) = 6 a2 • Melaksanakan pemecahan masalah Baja yang dibutuhkan = luas permukaan kubus = …………. ………………………………………………………………….141 Bak mandi tersebut dapat digambarkan sebagai berikut : …………………. lebar.) = …………. jika harga bahannya Rp. Hitunglah panjang rusuk kedua kubus tersebut! b. …………………………………………………………………. a. (tentukan letak panjang. = …. 2500.. Hitunglah selisih harga yang dibutuhkan untuk membuat kedua kubus tersebut.m2 • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar 4.

Jika r1 =…… dan r2 = …...) Jadi .) = 6 r2 L1 – L2 = …. • Melaksanakan pemecahan masalah a.. Harga bahan yang dibutuhkan untuk kubus I = L1 x Rp.……. r1 – r2 = …….cm ⇒ Luas permukaan (…. L1 – L2 =……….cm2 maka L1 = ….= ……. r2 =…….) L2 = 6 (…. …… . Luas permukaan II =…….2500 = ………… Selisih harga yang dibutuhkan adalah ………... maka L1 = 6 (…..2500 = …………...142 • Merencanakan pemecahan masalah Kubus dapat digambarkan sebagai berikut : ……………………. Harga bahan yang dibutuhkan untuk kubus II = L2 x Rp. .cm b. L1 – L2 =……. (tentukan letak panjang rusuk pada gambar) r1 = .. diperoleh r1 = ……....cm. Maka luas permukaan I = …….

• Merencanakan pemecahan masalah Bak penampungan air tersebut dapat digambarkan sebagai berikut : . : Menemukan rumus volume kubus dan balok Akan dibuat sebuah bak penampungan air dari bahan baja anti karat berbentuk balok ABCD. Pokok Bahasan : Kubus dan Balok Indikator 1. Jika panjang. 2x cm. AB = Panjang.dan tinggi ukurannya berturut-turut 3x cm. …………………………………………………………………. …………………………………………………………………. BC = lebar. dan 2 (x+20) cm. lebar. dan BF = Tinggi. Tentukan volume balok! (dalam x) Jawaban: • Memahami masalah Diketahui : …………………………………………………………………. EFGH.143 • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar Lampiran 5 LEMBAR KEGIATAN SISWA III (LKS III) Mata Pelajaran Kelas : Matematika : IX SMP Negeri 1 LumbanJulu. Ditanya : ………………………………………………………………….

Ditanya : ………………………………………………………………….x…… = ………….) = ………….) = p x l x t = …..) = …………. (tentukan letak panjang. …………………………………………………………………. . Jika volume kubus ke II r3cm3. Lebar (….x……. dan tinggi pada gambar) Panjang(….) = p x l xt • Melaksanakan pemecahan masalah Volume balok (…. ………………………………………………………………….144 ……………………. Volume balok (…. EFGH dengan panjang rusuk kubus I adalah 2x panjang rusuk kubus ke II. Tinggi (…. lebar. Dua buah kubus ABCD.) = …………. Tentukan perbandingan volume kubus pertama dan kedua! Jawaban: • Memahami masalah Diketahui : ………………………………………………………………….(dalam x) • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar 2.

Pada sebuah balok dengan panjang..panjang rusuk kubus II (…. Jika setiap rusuknya ditambah 2 cm. (tentukan letak panjang. dan tinggi.) =…. lebar.145 • Merencanakan pemecahan masalah Dapat digambarkan sebagai berikut : ……………………. lebar.. volume kubus I = …….) Volume kubus (…. dan tinggi pada gambar) Panjang rusuk kubus I(….r2 volume kubus I = a3 = ………… Volume kubus II = a3 =……….x volume kubus II Perbandinganvolumenya adalah……… • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar 3.)= a3 • Melaksanakan pemecahan masalah r1 = ….. Tentukan volume balok tersebut! Jawaban: . Maka : V1 = V2 ……=…… Jadi.

Dua buah kubus masing-masing rusuknya adalah r1 dan r2. dimana r1 = r2. • Merencanakan pemecahan masalah Balok tersebut dapat digambarkan sebagai berikut : ……………………. (tentukan letak panjang. Lebar (…. ………………………………………………………………….satuan volume (dalam x) • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar 4. lebar. ………………………………………………………………….) = p x l x t = ……x……x…… = …………. Tinggi (….) = …………. hitunglah selisih volume kubus kedua jika panjang rusuk kubus kedua ditambah 2 cm! Jawaban: . dan tinggi pada gambar) Panjang(….. Ditanya : ………………………………………………………………….)= p x l x t • Melaksanakan pemecahan masalah Volume balok (….146 • Memahami masalah Diketahui : ………………………………………………………………….) = ………….) = …………. Volume balok (….

satuan volume • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar .satuan volume Maka selisih volume kubus = V1 – V2 = …… . =………….satuanvolume Volume kubus II (…) = a3 = ……..……. …………………………………………………………………. Ditanya : …………………………………………………………………. diperoleh panjang rusuk II (….. ………………………………………………………………….) =… Volume kubus (…) = a3 • Melaksanakan pemecahan masalah Volume kubus I (…) = a3 =……. (tentukan letak panjang rusuknya pada gambar) Panjang rusuk setelah ditambah 2 cm.147 • Memahami masalah Diketahui : …………………………………………………………………. • Merencanakan pemecahan masalah Kedua kubus tersebut dapat digambarkan sebagai berikut : …………………….

500. 9000. Hitunglah volume masing-masing kemasan! b. Ditanya : …………………………………………………………………. 30 cm 8 cm BESAR 20 cm 20 cm 12 cm 8 cm STANDAR a.148 Lampiran 6 LEMBAR KEGIATAN SISWA IV (LKS IV) Mata Pelajaran Kelas : Matematika : IX SMP Negeri 1 LumbanJulu Pokok Bahasan : Kubus dan Balok Indikator : Menggunakan rumus nutuk menghitung volume kubus dan balok 1. Bubuk deterjen pembersih dijual dalam dua kemasan yakni ukuran besar ukuran standar yang masing-masing dijual dengan harga Rp. 20. Manakah yang lebih murah? Jawaban: • Memahami masalah Diketahui : …………………………………………………………………. • Merencanakan pemecahan masalah . ………………………………………………………………….00 dan Rp.00. ………………………………………………………………….

) = …………. Volume kemasan besar (Vb) = p x l x t = ……x……x…… = …………. Tinggi (…. b. . Volume kemasan standar(Vs) = p x l x t = ……x……x…… = …………. Harga kemasan besar = Rp…….. lebar.) = ………….satuan volume.rupiah Harga kemasan standar =Rp……x Vs =……….149 Dapat digambarkan sebagai berikut : …………………….) = ………….. Lebar (….)= p x l x t • Melaksanakan pemecahan masalah a.rupiah.. Pada kemasan standar : Panjang(….) = …………. x Vb =………….satuan volume.) = …………. (tentukan letak panjang. Tinggi (…..) = …………. dan tinggi pada gambar) Pada kemasan besar : Panjang(…. Lebar (…. Volume balok (….

Jawaban: • Memahami masalah Diketahui : …………………………………………………………………. lebar. maka sisa air di akuarium sekarang adalah = Va . • Merencanakan pemecahan masalah Dapat digambarkan sebagai berikut : …………………….)= p x l x t • Melaksanakan pemecahan masalah Volume akuarium (Va) = p x l x t = ……x……x…… = …………. akuarium itu terisih penuh air. (tentukan letak panjang.. Jika 36 liter airnya dipindahkan. Sebuah akuarium mempunyai ukuran panjang. …………………………………………………………………...…. Jika 36 liter airnya dipindahkan ketempat lain. dan 50 cm. dan tinggi pada gambar) Volume balok (…. ………………………………………………………………….satuan volume.. maka tinggi air dalam akuarium sekarang adalah. lebar dan tinggi berturut-turut 60 cm.liter . Ditanya : …………………………………………………………………. 45 cm.150 • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar 2.

Air itu dikeluarkan melalui lubang pada tempat air tadi ke suatu tempat lain yang berukuran 60 cm x 40 cm x 6 cm a.cm3 t = ….cm • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar 3.x….cm3. …………………………………………………………………. maka berapakah volume air dalam tempat kedua? b.……cm3 =…………cm3 Volume air sekarang = ….jadi tinggi air dalam akuarium sekarang adalah : V pxlxt =……cm3 = ……cm3 …. .151 = ……cm3. lebar 60 cm.satuan tinggi air sekarang =…. dan tinggi 160 cm.. Ditanya : ………………………………………………………………….. Berapakah tinggi permukaan air pada tempat kedua? Jawaban: • Memahami masalah Diketahui : …………………………………………………………………. ………………………………………………………………….x t = ……. Diketahui tempat air berukuran panjang 80 cm. Jika permukaan air dalam tempat pertama turun 1 cm.

satuan volume Jika permukaan tempat air I turun 1 cm.Volume air I (V1) = p x l x t = ……x……x…… = ………….satuan volume Volume air pada tempat kedua = volume air yang turun yaitu ….x….x…. (tentukan letak panjang.x…..x…. .)= p x l x t • Melaksanakan pemecahan masalah a..152 • Merencanakan pemecahan masalah Dapat digambarkan sebagai berikut : …………………….. t = ……satuan jadi. lebar.satuan volume. maka volume air yang turun adalah : Vair turun = p x l x t = …x…. =……. b. dan tinggi pada gambar) Volume balok (…. tinggi air pada tempat kedua adalah……..Tinggi air pada tempat kedua Vair turun = p x l x t (……) = ….

Ditanya : ………………………………………………………………….. Perbandingan volume batu bata (…. ………………………………………………………………….satuan volume. dan tinggi pada gambar) Volume balok (….) dan volume model (…) = 8 : 1 Vb 8 = Vm 1 .)= p x l x t • Melaksanakan pemecahan masalah Volume batu bata (Vb) = p x l x t = ……x……x…… = …………. (tentukan letak panjang. Sebuah batu bata berukuran 20 cm x 10 cm x 5 cm dibuat suatu model sehingga perbandingan volume batu bata dan modelnya 8 : 1.153 • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar 4. Hitunglah panjang modelnya! Jawaban: • Memahami masalah Diketahui : …………………………………………………………………. • Merencanakan pemecahan masalah Dapat digambarkan sebagai berikut : ……………………. lebar. ………………………………………………………………….

154

Vm =

Vb 8

=……..satuan volume Maka volume model batu bata adalah …… satuan volume. • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar

155

Lampiran 7 KISI-KISI PRETES Mata Pelajaran Pokok Bahasan : Matematika : Bangun Datar

Sub Pokok Bahasan : Penerapan bangun datar dalam kehidupan nyata Kelas / Semester : IX / I IX SMP Negeri 1 LumbanJulu

Indikator kemampuan No. 1. Indikator Materi Siswa dapat melakukan proses pemecahan masalah dalam No.soal 1 2 3 4 pemecahan masalah 1 2 3 4 5 6 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

menyelesaikan soal penerapan bangun datar dalam kehidupan nyata.

Keterangan: • Indikator Pemecahan Masalah :  1: Menunjukan pemahaman, mengorganisasi data dan memilih informasi yang relevan dalam pemecahan masalah

156

 2:  3:  4:  5:  6:

Menyajikan masalah secara matematik dalam berbagai bentuk Memilih pendekatan dan metode pemecahan masalah secara tepat Mengembangkan strategi pemecahan masalah Membuat dan menafsirkan model matematika dari suatu masalah Menyelesaikan masalah yang tidak rutin

157

Lampiran 8 KISI-KISI TES KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH Mata Pelajaran Pokok Bahasan : Matematika : Kubus dan Balok

Sub Pokok Bahasan : Menghitung luas permukaan dan volume kubus dan balok Kelas / Semester : IX / I SMP Negeri 1 LumbanJulu

Indikator No. Indikator Materi No.soal kemampuan

1.

Siswa mampu mencari luas permukaan dan volume

TKPM I 1 4

pemecahan masalah TKPM II 1 2 3 4 5 6 √ √ √ √ √ √

kubus dan balok. 2. Siswa mampu mencari 2 3

3

√ √ √ √ √ √

panjang rusuk kubus dan balok. 3. Siswa dapat melakukan

√ √ √ √ √ √

-

1

√ √ √ √ √ √

proses pemecahan masalah dalam menyelesaikan soal penerapan kubus dalam √ melakukan 2 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

kehidupan nyata. 4. Siswa dapat

158

proses pemecahan masalah dalam menyelesaikan soal penerapan balok dalam

4

kehidupan nyata. √ √ √ √ √ √

√ √ √ √ √ Keterangan : • • • TKPM I : Tes Kemampun Pemecahan Masalah I TKPM II : Tes Kemampun Pemecahan Masalah II Indikator Pemecahan Masalah :  1: Menunjukan pemahaman, mengorganisasi data dan memilih informasi yang relevan dalam pemecahan masalah  2:  3:  4:  5:  6: Menyajikan masalah secara matematik dalam berbagai bentuk Memilih pendekatan dan metode pemecahan masalah secara tepat Mengembangkan strategi pemecahan masalah Membuat dan menafsirkan model matematika dari suatu masalah Menyelesaikan masalah yang tidak rutin

159

Lampiran 9 LEMBAR VALIDITAS SOAL PRETES Mata Pelajaran Pokok Bahasan : Matematika : Bangun Datar

Sub Pokok Bahasan : Penerapan bangun datar dalam kehidupan nyata Kelas / Semester : IX / I SMP Negeri 1 LumbanJulu

Kompetensi Indikator Materi Dasar Menghitung besaran pada bangun datar. 1. Siswa dapat melakukan proses pemecahan masalah dalam menyelesaikan soal penerapan bangun datar dalam kehidupan nyata. Saran : No soal 1 2 3 4 V

Validitas KV TV

................................................................................................................................... .................................................................................................................................... ……………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………

160 Keterangan : V : Valid (dapat dilaksanakan) KV : Kurang Valid (dapat dilaksanakan dengan perbaikan) TV : Tidak Valid (tidak dapat dilaksanakan) Padangsidimpuan. Agustus 2008 Validator NIP. .

161 Lampiran 10 LEMBAR VALIDITAS SOAL TES KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH Mata Pelajaran Pokok Bahasan : Matematika : Kubus dan Balok Sub Pokok Bahasan : Menghitung luas permukaan dan volume kubus dan balok Kelas / Semester : IX / I SMP Negeri 1 LumbanJulu Pada tes Kompetensi Indikator Materi Dasar Menghitung luas permukaan dan kubus balok volume 3. Siswa mampu mencari panjang rusuk kubus dan balok. Siswa dapat melakukan 2 → TKPM II 4 → TKPM II pemecahan masalah 1 → TKPM I 4 → TKPM I 3 → TKPM II 2 → TKPM I 3 → TKPM I 1 → TKPM II kemampuan V Validitas KV TV . Siswa dapat melakukan proses pemecahan masalah dalam menyelesaikan soal penerapan kubus dalam kehidupan nyata. 5. Siswa mampu mencari luas permukaan dan volume kubus dan balok. 2. dan 4.

............................................................... Saran : .................................................................162 proses pemecahan masalah dalam menyelesaikan soal penerapan balok dalam kehidupan nyata.... ........................................... ................................................... Validator Agustus 2008 NIP............................................................. Keterangan : V : Valid (dapat dilaksanakan) KV : Kurang Valid (dapat dilaksanakan dengan perbaikan) TV : Tidak Valid (tidak dapat dilaksanakan) Padangsidimpuan......................... ........................................................................................

163 Lampiran 11 HASIL VALIDASI PRETES Nomor Soal 1 2 3 4 I V V V V II V V KV V Validasi III V V V V IV V V V V HASIL VALIDASI TES KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH Nomor I Soal 1 2 3 4 V V V V TKPM I Validasi II III V KV KV V V V V V Nomo IV V V V V r Soal 1 2 3 4 I V V V V TKPM II Validasi II III V V V KV V V V V IV V V V V NAMA-NAMA VALIDATOR No. D. Siregar 130528943 Guru SMP Negeri 3 Padangsidimpuan . M. Asmin.S. Hj.Pd 131473061 Dosen Universitas Negeri Medan 3. Nama 1. M.Si NIP 131851425 Pekerjaan Dosen Universitas Negeri Medan 2. Yasifati Hia. Dr.

Marpaung 130798287 Guru SMA Negeri 1 Padangsidimpuan .164 4. T.

dan mengintrepetasi gambar. yaitu sebagai berikut: 1. dapat berupa penggunaan variabel (mengubah variabel). Gambar di bawah ditunjukkan dinding tembok suatu bangunan. Tentukan banyak genteng yang dibutuhkan! 2. Bagian atap suatu rumah yang berbentuk persegi panjang memiliki ukuran 7 m x 5. tentukan banyaknya asbes yang dibutuhkan! 3. mengubah soal menjadi model matematika(membuat model matematika).165 Lampiran 12 TES MATEMATIKA(PRETES) Petunjuk : • Kerjakan soal di bawah ini dengan menggunakan langkah-langkah pemecahan masalah. Hitunglah luas dinding tembok tersebut! . a. 3.6 m. Bagian atap suatu rumah yang berukuran 10 m x 8 m akan ditutup asbes yang berukuran 113 cm x 84 cm . Memahami masalah : tuliskan apa yang diketahui dan apa yang ditanya dari soal dengan lengkap. 2. Atap rumah itu akan ditutup genteng yang berukuran 42 cm x 33 cm. • Kerjakan soal secara individu! SOAL! 1. Merencanakan pemecahan masalah : membuat pola / aturan pemecahan masalah. Melaksanakan pemecahan masalah : mengerjakan penyelesaian masalah dengan lengkap dan benar.

5 m 1.9 m Tentukan : a.6 m Pintu . Pada gambar di bawah diperlihatkan pintu dengan kaca. 2m 1.166 b.2 m b.2 m A 4m B 4. Luas kayu. Luas kaca. Kaca 0. tentukan banyak bata yang diperlukan untuk dinding seluas itu! 3m D 8m 4. 0. jika ukran bata yang terpasang dengan posisi panjang dan lebar yaitu C dengan ukuran 30 cm x 8 cm.

3. Melaksanakan pemecahan masalah : mengerjakan penyelesaian masalah dengan lengkap dan benar. mengubah soal menjadi model matematika(membuat model matematika). 2. dan mengintrepetasi gambar. yaitu sebagai berikut: 1. dapat berupa penggunaan variabel (mengubah variabel). • Kerjakan soal secara individu! : IX / I SMP Negeri 1 LumbanJulu . Memahami masalah : tuliskan apa yang diketahui dan apa yang ditanya dari soal dengan lengkap. Merencanakan pemecahan masalah : membuat pola / aturan pemecahan masalah.167 Lampiran 13 TES KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH I Mata Pelajaran Pokok Bahasan : Matematika : Kubus dan Balok Sub Pokok Bahasan : Menghitung luas permukaan kubus dan balok Kelas / Semester Petunjuk : • Kerjakan soal di bawah ini dengan menggunakan langkah-langkah pemecahan masalah.

Dan panjang rusuk baloknya 456 cm. Panjang rusuk seluruhnya 60 m. lebar dan tinggi suatu balok berturut-turut dinyatakan dengan p. Dari gambar bangun di bawah ini. berapa cm2 bahan kayu tripleks yang dibutuhkan untuk membuat bangun tersebut? 8 cm 8 cm 10 cm 2 cm 8 cm 12 cm 12 cm . Suatu bak berbentuk balok dengan panjang.168 SOAL! 1.00 tiap m2. 25. Hitunglah harga bahan yang dibutuhkan! 2. dan CG = 2x m. Jika balok tersebut akan dibuat dari bahan kayu triplek yang harganya Rp. Suatu tempat pembuangan sampah berbentuk balok ABCD. panjang rusuknya mempunyai selisih 4 cm dan luas permukaannya mempunyai selisih 192 cm2.000. Jika p : l = 17:10. Dua buah kotak berbentuk kubus. t : l = 2:5.EFGH dengan AB = (2x + 3) m. dan t. Hitung panjang rusuk masing-masing kedua kubus tersebut! 3. l. Tentukan luas permukaan balok itu! 4. BC = (x + 2) m.

Melaksanakan pemecahan masalah : mengerjakan penyelesaian masalah dengan lengkap dan benar. mengubah soal menjadi model matematika(membuat model matematika). Memahami masalah : tuliskan apa yang diketahui dan apa yang ditanya dari soal dengan lengkap. • Kerjakan soal secara individu! : IX / I SMP Negeri 1 LumbanJulu . dapat berupa penggunaan variabel (mengubah variabel).169 Lampiran 14 TES KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH II Mata Pelajaran Pokok Bahasan : Matematika : Kubus dan Balok Sub Pokok Bahasan : Menghitung volume kubus dan balok Kelas / Semester Petunjuk : • Kerjakan soal di bawah ini dengan menggunakan langkah-langkah pemecahan masalah. yaitu sebagai berikut: 1. Merencanakan pemecahan masalah : membuat pola / aturan pemecahan masalah. 2. dan mengintrepetasi gambar. 3.

Suatu bak penampung air berbentuk kotak dengan kerangka kawat dimana luas alas 5400 cm2.00 tiap m2. dengan menentukan panjang rusuk dan luas permukaannya. lebar 46 cm. 30. dengan ketebalan 2 cm.728 m3. Tentukanlah: b. Air yang tertumpah c. Ke dalam bak tersebut dimasukan suatu benda balok berukuran 8 cm x 12 cm x 60 cm. hitunglah harga bahannya! 2. Bak penuh air dengan volume 432 liter. Tentukan volume kayu yang digunakan untuk membuat kotak terbuka. Rancanglah suatu tempat penampungan air berbentuk kubus yang mempunyai volume 1. sehingga air dalam bak tertumpah. dan kedalaman 18 cm. .170 SOAL! 1.000. jika diketahui ukuran bagian dalam kotak adalah panjang 54 cm. Sisa kawat! 3. yang berbentuk balok. Jika kubus itu dibuat dari bahan baja anti karat yang harganya Rp.

Tentukan massa baja tersebut! 12.860 kg/m3. Jika massa jenis baja 7. Sebuah baja berbentuk bangun seperi di bawah ini.171 4.5 cm 5cm 20 cm 5 cm 30 cm 10 m .

172

Lampiran 15 ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH PRETES • Memahami masalah

1. Diketahui : ukuran atap ⇒ panjang = 7 m lebar = 5,6 m ukuran genteng ⇒ panjang = 42 cm lebar = 33 cm Ditanya : banyak genteng yang dibutuhkan?

Penyelesaian : • Merencanakan pemecahan masalah Atap Genteng p = 7 m , l = 5,6 m p = 42 cm , l = 33 cm

Luas persegi = p x l • menyelesaikan masalah

 Luas atap = p x l = 7 m x 5,6 m = 39,2 m2 = 392.000 cm2  Luas sebuah genteng = p x l = 42 cm x 33 cm = 1.386 cm2

173

Banyak genteng yang harus disediakan = luas sebuah genteng
392.000 cm 2 = 1.386 cm 2

luas atap

= 282,8

≈ 283 buah
• Dapat menyimpulkan hasil jawaban dari masalah

Jadi, banyaknya genteng yang harus disediakan adalah 283 buah • Memahami masalah

2. Diketahui : ukuran atap ⇒ panjang = 10 m lebar = 8 m ukuran asbes ⇒ panjang = 113 cm lebar = 84 cm Ditanya : banyak asbes yang dibutuhkan?

Penyelesaian : • Merencanakan Atap Asbes p = 10 m , l = 8 m p = 113 cm , l = 84 cm

Luas persegi = p x l • Menyelesaikan masalah

 Luas atap = p x l = 10 m x 8 m = 80 m2 = 800.000 cm2

174

 Luas sebuah asbes

=pxl = 113 cm x 84 cm = 9492 cm2

Banyak asbes yang harus disediakan = luas sebuah asbes =
800.000 cm 2 9492 cm 2

luas atap

= 84,28 buah

≈ 84 buah
• Dapat menyimpulkan hasil jawaban dari masalah

Jadi, banyaknya asbes yang harus disediakan adalah 84 buah. • Memahami masalah : t. tembok I (t1) = 4,5 m t.tembok II (t2) = 3 m lebar tembok (l) =4 m panjang jendela (p) = 1,2 m lebar jendela (l) = 0,8 m Ditanya : a. Luas dinding tembok=…….? b. Banyak bata yang diperlukan jika ukuran bata 30 cm x 8 cm =………? Penyelesaian : • Merencanakan Tembok Jendela t1 = 4,5 m, t2 = 3 m, l =4 m p = 1,2 m, l = 0,8 m

3. Diketahui

2 x 0.96 m 2 240 cm 2 29.8 m = 0.4 = 15 m2 b.400 cm 2 240 cm 2 = = = 1210 buah . Luas tembok = Luas trapesium = jumlah dua sisi sejajar x 1/2 tinggi = (t1 + t2) x ½. banyak bata yang diperlukan = luas tembok − luas jendela luas sebuah bata = 15 m 2 − 0.04 m 2 240 cm 2 290. Luas bata = p x l = 30 cm x 8 cm = 240 cm2 Luas jendela = p x l = 1.l = (4.5 m + 3 m) x ½.96 m2 Maka.175 Luas trapesium : ½ jumlah dua sisi sejajar x tinggi Luas persegi = p x l • Menyelesaikan masalah a.

9 m ukuran kaca ⇒ panjang = 1.6 m = 0.2 m.6 m 4.6 m Luas persegi = p x l • Menyelesaikan masalah a.2 m x 0. l = 0. jumlah bata yang dibutuhkan adalah 1210 buah • Memahami masalah : seperti gambar ukuran pintu ⇒ panjang = 2 m lebar = 0. a.176 • Dapat menyimpulkan hasil jawaban dari masalah Jadi. Luas tembok adalah 30 m2 b. Luas kaca b.2 m lebar =0. Diketahui Ditanya : a. Luas kayu Penyelesaian : • Merencanakan Pintu Kaca p = 2 m.72 m2 . Luas kaca = p x l = 1.9 m p = 1. l = 0.

72 m2 = 1. Luas kayu = Luas pintu – Luas kaca =1.8 m2 Maka.0. Luas kaca adalah 0.08 m2 • Dapat menyimpulkan hasil jawaban dari masalah Jadi.08 m2 . Luas kayu adalah 1.72 m2 b. a.177 b.8 m2 . Luas pintu = p x l = 2 m x 0.9 m = 1.

. 25.? H G F D A B C Penyelesaian : E • Menyusun prosedur/membuat pola /aturan Dari gambar di atas Panjang balok : AB = CD = GH = EF = 4 AB Lebar balok : BC = AD = EH = FG = 4 BC Tinggi balok : AE = BF = CG = DH = 4 CG . Diketahui : Balok ABCD..178 Lampiran 16 ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH TES KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH I • Memahami masalah 1.EFGH AB = (2x + 3) m BC = (x + 2) m CG = 2x m Panjang rusuk seluruhnya = 60 m Harga bahan = Rp.000..00/ m2 Ditanya : harga bahan yang dibutuhkan untuk membuat balok tersebut =.

179 Maka .20 m 20x m = 40 m x x = 40m 20m =2m Sehingga diperoleh : Panjang balok = (2x + 3) m = (2.2 m = 4 meter Luas balok = 2 (p. t + p.2 + 3) m = 7 m Lebar balok = (x + 2) m = (2 + 2) m = 4 meter Tinggi balok = 2x m = 2.4 + 7.t) = 2 (7.l + l.4) = 2 (28 + 16 + 28) = 2 ( 72 ) = 144 m2 . • Menyelesaikan masalah Panjang seluruh rusuk balok = 4 AB +4 BC + 4 CG 60 m = 4 (2x + 3) m+ 4 (x + 2) m + 4(2x) m 60 m = (8x + 12 + 4x + 8 + 8x) m 60 m = (20x + 20) m 20x m = 60 m.4 + 4.

6 r22 = 192 6 ( r12 . Diketahui : dua buah kubus r1 .r22 ) = 192 6{( r1 + r2 )( r1 .r2 = 4 L1 .. 3.600.180 Maka harga bahan yang dibutuhkan adalah : luas balok x harga tiap meter :144 m2 x Rp.000 : Rp.L2 = 192 cm2 L1 = 192 cm2 + L2 Maka.L2 = 192 cm2 Ditanya : r1 dan r2 = …….r2 = 4 r1 = 4 + r2  L1 .? Penyelesaian : • Membuat pola  r1 .000.r2 ) = 192 . • Meneyelesaikan masalah L1 = 192 cm2 + L2 6 r12 = 192 + 6 r22 6 r12 .00 • Memahami masalah 2.25.

181 Karena.r2 ) 6{(4 + 2 r2 )(4)} = 192 6 ( 16 + 8 r2 ) = 192 =192 96 + 48 r2 = 192 48 r2 = 192 – 96 48 r2 = 96 r2 = 96 48 =2 r2 = 2. r1 = 4 + r2 Sehingga di peroleh : 6{(4 + r2 + r2 )(4 + r2 . maka r1 = 4 + r2 =4+2 =6 • Menyimpulkan hasil jawaban dari masalah Maka diperoleh : Panjang rusuk kotak I adalah 6 cm Panjang rusuk kotak II adalah 2 cm • 2. Memahami masalah Diketahui : Suatu bak berbentuk balok dengan: Panjang = p Lebar =l Tinggi = t .

5 cm .  p : l = 17 : 10 →  → • Meneyelesaikan masalah Panjang rusuk = 465 cm 4p + 4l + 4t = 465cm 68l + 40l +16l = 4650cm 124l = 4650 cm l = 37.? Penyelesaian: • Menyusun Prosedur.182 Panjang rusuk : 465cm Ditanya: Luas Permukaan Balok (L): ….

dan tinggi = 2 cm Bangun II (baian tengah) ⇒ panjang = 8 cm. 37. 15) + (37. Memahami masalah Diketahui : Bangun seperti gambar Bangun I (bagian atas) ⇒ panjang = 8 cm.75.75cm = 15 cm Maka luas permukaan bak = 2(pl + pt + lt) = 2{(63.375) =7818.625 + 956.lebar = 8 cm.lebar = 8 cm.25 + 562. dan tinggi = 8 cm Bangun III(bagian bawah) ⇒ panjang = 12 cm. 15)} = 2(2390.183 = 63.75 cm2 • 3.5) + (63. dan tinggi = 2 cm Ditanya : luas bangun tersebut =……….5 .75.? .75cm2 Jadi luas permuaan bak adalah 7818.lebar = 2 cm.5) = 2(3909.

t + l . t) = 2 (8 . 2) = 2 (64 + 16 + 16) = 2 (96) = 192 cm2 Luas bangun II (L II) = 2 (p . 2 + 8. 2 + 8 .184 Penyelesaian : • Menyusun prosedur/membuat pola /aturan Luas bangun = L I + L II + L III • Meneyelesaikan masalah = 2 (p . l + p . 8 + 2 . 8 + 12 . l + p . t + l . t) = 2 (8 . 2 + 8 . luas bangun tersebut adalah 656 cm2 Luas bangun I (L I) . 8 + 8. t) = 2 (12 . 8) = 2 (16 + 64 + 16) = 192 cm2 Luas bangun III (LIII) = 2 (p . l + p . t + l . 2) = 2 (96 + 24 +16) = 2 (136) = 272 cm2 Sehinggan diperoleh : Luas bangun = L I + L II + L III = 192 cm2 + 192 cm2 + 272 cm2 = 656 cm2 • Menyimpulkan hasil jawaban dari masalah Jadi.

44) = 8.185 Lampiran 17 ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH TES KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH II • Memahami masalah 1.200.2 )2 = 6 (1.000.000.728 m3) 1. 30.728 m 3 = 1.000.00 = 8.259.64 x Rp.30.00 • Menyimpulkan hasil jawaban dari masalah .30.64 m2 Harga bahan = L.2 meter Maka.728 m3 = s3 s s = 3 (karena V = 1. kubus x Rp.00 = Rp.2 meter panjang rusuk kubus = 1. Diketahui : tempat penampungan air berbentuk kubus V = 1. Luas kubus = 6 s2 = 6 (1.728 m3 Harga bahan = Rp.00 tiap m2 Ditanya : harga bahan seluruhnua = ………? Penyelesaian : • Menyusun prosedur/membuat pola /aturan V = s3 1.

76 liter b. banyak air yang tertumpah b.259.186 Jadi harga bahan yang dibutuhkan untuk tempat penampungan air tersebut adalah Rp.24 liter = 426.76 dm3 = 5.Volume balok(V b ) ⇒ V k = 432 liter( dik ) .200.240 cm3 a. Diketahui : bak berbentuk kotak L = 5400 cm2 V = 432liter Benda balok ⇒ p = 8 cm l = 12 cm t = 60 cm Ditanya : a. Perubahan volume =Vk -Vb = 432 liter– 5.76 liter Banyak air yang tertumpah = volume balok = 5.00 2.76 liter = 426. sisa kawat Penyelesaian : • Menyusun prosedur/membuat pola /aturan =pxlxt = 8 cm x 12 cm x 60 cm = 5760 cm3 V b = 5760 cm3 = 5.

= (54 × 46 × 18) cm3 = 44...240 cm 3 = 5400 cm 2 = 78... sisa panjang kawat adalah 79 cm 3... = (18 + 2) cm = 20 cm... Diketahui : Ketebalan kayu = 2 cm Bagian dalam kotak panjang = 54 cm Lebar = 46 cm Tinggi = 18 cm Ditanya : Volume kayu = . a. Panjang luar Lebar luar Tinggi luar Volume luar Volume dalam • Menyimpulkan hasil jawaban dari masalah .240 cm3 = 5400 cm2 x t t t 426.24 liter Maka tinggi airnya = luas kotak x tinggi 426.000 cm3.712 cm3.24 liter b. banyak air yang tertumpah adalah 426. = (46 + 2 + 2) cm = 50 cm.? Penyelesaian : • Menyusun prosedur/membuat pola /aturan dan menyelesaikan masalah = (54 + 2 + 2) cm = 58 cm.. = (58 × 50 × 20) cm3 = 58.9 cm ≈ 79 cm • Menyimpulkan hasil jawaban dari masalah Jadi.187 Volume air sekarang = 426.

dan tinggi = 5cm Bangun II (baian tengah) ⇒ panjang = 10 m.712) cm3= 13. dan tinggi = 20 cm Bangun III(bagian bawah) ⇒ panjang = 10 m.1 m3 .3 m x 0.860 kg/m3 Ditanya : massa baja balok = ………? Penyelesaian : • Menyusun prosedur/membuat pola /aturan dan menyelesaikan masalah Volume baja (V) = V I + V II + V III  Volume I (bagian atas) = p x l x t = 10 m x 30 cm x 5 cm = 10 m x 0. dan tinggi = 5 cm Massa jenis baja = 7.288 cm 3 4.05 m x 0.05 m = 0.188 Jadi. Diketahui : baja balok Bangun I (bagian atas) ⇒ panjang = 10 m.15 m3  Volume II (bagian tengah) = p x l x t = 10 m x 5 cm x 20 cm = 10 m x 0.lebar = 5 cm.lebar = 30 cm. volume kayu yang digunakan = (58.2 m = 0.000 – 44.lebar = 30 cm.

massa baja balok adalah 3144 kg .4 m3 = 3144 kg • Menyimpulkan hasil jawaban dari masalah Jadi.15 m3 Volome baja balok = V I + V II + V III = 0.1 m3 + 0.3 m x 0.4 m3 ρ= m V ⇒ m = ρ.860 kg/m3 .15 m3 = 0.15 m3 + 0. V = 7.05 m = 0. 0.189  Volume III (bagian bawah) = p x l x t = 10 m x 30 cm x 5 cm = 10 m x 0.

ditanya. menyatakan kembali masalah asli dalam bentuk yang operasional 3 • Merencanakan pemecahan masalah : menyusun prosedur penyelesaian. menyatakan kembali masalah asli dalam bentuk yang operasional 4 • Merencanakan pemecahan masalah : menyusun . ditanya. membuat pola / aturan • Menyelesaikan masalah : menjalankan prosedur yang 5 3 0 2 telah dibuat • Tidak menuliskan apa-apa / Tidak respon • Memahami masalah : menuliskan apa yang diketahui.190 Lampiran 18 Pedoman Penskoran Nilai Tes Matematika Soal 1 Skor 0 2 Kriteria • Tidak menuliskan apa-apa / Tidak respon • Memahami masalah : menuliskan apa yang diketahui. membuat pola / aturan • Menyelesaikan masalah : menjalankan prosedur yang 2 0 2 telah dibuat • Tidak menuliskan apa-apa / Tidak respon • Memahami masalah : menuliskan apa yang diketahui. ditanya. menyatakan kembali masalah asli dalam bentuk 3 yang operasional 5 • Merencanakan pemecahan masalah : menyusun prosedur penyelesaian.

membuat pola / aturan 9 • Menyelesaikan masalah : menjalankan prosedur yang telah dibuat . ditanya. menyatakan kembali masalah asli dalam bentuk yang operasional 4 • Merencanakan pemecahan masalah : menyusun prosedur penyelesaian.191 9 prosedur penyelesaian. membuat pola / aturan • Menyelesaikan masalah : menjalankan prosedur yang telah dibuat 4 0 2 • Tidak menuliskan apa-apa / Tidak respon • Memahami masalah : menuliskan apa yang diketahui.

• Menuliskan apa yang ditanya tetapi tidak lengkap.5 3x4 Atau 4x4 0 4 0 1 0. • Menuliskan rencana pemecahan masalah dengan 3 lengkap. Langkah-langkah pemecahan masalah 1. • Menuliskan rencana pemecahan masalah tetapi 2 tidak lengkap. • Menuliskan aturan penyelesaian tidak tuntas tetapi hasilnya benar. • Salah merencanakan pemecahan masalah. • Tidak menuliskan apa yang ditanya. • Menuliskan aturan penyelesaian dengan benar. menuliskan .5 Total Skor 2. • Menuliskan apa yang ditanya dengan benar.5 2x4 Skor 1 0. • Menuliskan hasilnya saja dan benar. 1 0 5 1 0 9 5x4 Atau 7. • Menuliskan apa yang diketahui dengan benar • Menuliskan apa yang diketahui tetapi tidak lengkap. • Menuliskan aturan penyelesaian dengan tuntas 4 tetapi hasilnya salah.5 3 5 2 3 9x4 2. • Tidak menuliskan rencana pemecahan masalah. 3. • Tidak menuliskan apa yang diketahui.192 Rincian keterangan pedoman penskoran pada langkah-langkah pemecahan masalah No.

• Tidak menuliskan penyelesaian masalah. • Menuliskan hasilnya tetapi salah.5 0 . 1 0 1.193 aturan penyelesaian tidak tuntas dan hasilnya salah.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->