1

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Matematika merupakan bidang studi yang dipelajari oleh semua siswa dari SD hingga SMA dan bahkan juga di Perguruan Tinggi. Ada banyak alasan tentang perlunya siswa belajar matematika. Menurut Cornelius dalam Abdurrahman (2003:253) mengemukakan : Lima alasan perlunya belajar matematika karena matematika merupakan (1) sarana berpikir yang jelas dan logis, (2) sarana untuk memecahkan masalah kehidupan sehari-hari, (3) sarana mengenal pola-pola hubungan dan generalisasi pengalaman, (4) sarana untuk mengembangkan kreativitas, dan (5) sarana untuk meningkatkan kesadaran terhadap perkembangan budaya. Pemerintah selalu melakukan penyempurnaan kurikulum untuk

meningkatkan mutu pendidikan. Berdasarkan sumber (http://www.prayudi. wordpress.com) menyatakan : Di antara hasil terbaru penyempurnaan tersebut adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Salah satu kelebihan dari kurikulum terbaru ini adalah dinyatakannya pemecahan masalah (problem solving), penalaran (reasoning), komunikasi (communication), dan menghargai kegunaan matematika sebagai tujuan pembelajaran matematika SD, SMP, SMA, dan SMK disamping tujuan yang berkaitan dengan pemahaman konsep yang sudah dikenal guru. Sedangkan berdasarkan hasil belajar matematika, Lerner dalam

Abdurrahman (2003:253) mengemukakan bahwa : “ kurikulum bidang studi matematika hendaknya mencakup tiga elemen, (1) konsep, (2) keterampilan, dan (3) pemecahan masalah”.

1

2

Dari kedua pernyataan di atas, salah satu aspek yang ditekankan dalam kurikulum adalah meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa. Pemecahan masalah merupakan bagian dari kurikulum matematika yang sangat penting karena dalam proses pembelajaran maupun penyelesaiannya, siswa dimungkinkan memperoleh pengalaman menggunakan pengetahuan serta keterampilan yang sudah dimiliki untuk diterapkan pada pemecahan masalah yang bersifat tidak rutin. Suryadi, dkk (dalam Suherman, Erman, dkk UPI, 2003: 83) dalam surveinya tentang current situation on mathematics and science education in Bandung yang disponsori oleh JICA, menyatakan penemuan bahwa :“pemecahan masalah matematika merupakan salah satu kegiatan matematika yang dianggap penting baik oleh para guru maupun siswa di semua tingkatan mulai dari SD sampai SMU”. Namun hal tersebut dianggap bagian yang paling sulit dalam mempelajarinya maupun bagi guru dalam mengajarkannya. Suatu masalah biasanya memuat suatu situasi yang mendorong seseorang untuk menyelesaikannya, akan tetapi tidak tahu secara langsung apa yang harus dikerjakan untuk menyelesaikannya. Sesuai dengan yang dikatakan oleh seorang guru matematika SMP Negeri 1 Lumbanjulu, Ibu L.Simungkalit mengatakan bahwa : Siswa kurang mampu dalam memecahkan masalah pada pokok bahasan kubus dan balok, ini terjadi karena tingkat konsentrasi siswa yang tidak maksimal, yang mungkin disebabkan karena metode yang digunakan tidak cocok atau metode sebelumnya tidak membuat siswa termotivasi sehingga kebanyakan siswa kurang mampu memecahkan masalah yang berhubungan dengan materi tersebut.

3

Dari hasil survei peneliti (tanggal 3 Agustus 2012) berupa pemberian tes diagnostik kepada 36 siswa kelas IX SMP Negeri 1 Lumbanjulu menunjukkan bahwa 86,7% dari 36 siswa kesulitan mengerjakan soal penerapan rumus-rumus Kubus dan Balok, 67,1% dari 36 siswa kesulitan mengerjakan soal cerita bentuk aplikasi rumus Kubus dan Balok yang terkait dunia nyata dan 78,9% dari 36 siswa kesulitan dalam menyelesaikan soal dalam bentuk pemecahan masalah terkait dunia nyata. Dari beberapa uraian di atas penulis dapat simpulkan banyak siswa yang tidak mampu menyelesaikan soal dikarenakan proses pembelajaran yang kurang bermakna sehingga menyebabkan rendahnya kemampuan siswa memecahkan masalah. Dengan demikian, tugas guru bukan sekedar mengajarkan ilmu semata kepada siswa, tetapi membantu siswa belajar. Tekanan pembelajarannya harus pada aktivitas siswa untuk belajar, aktif secara mental maupun fisis. Tugas guru adalah memfasilitasi siswa dalam belajar. Menurut Suparno dkk (2002) menyatakan bahwa :“dalam pembelajaran yang bermakna perlu ada dua aktivitas, yakni aktif dalam kegiatan berpikir dan aktif dalam berbuat”. Artinya, perbuatan nyata siswa dalam pembelajaran merupakan hasil keterlibatan berpikir siswa terhadap obyek belajar dan pengalaman hasil perbuatan siswa itu sendiri, untuk diolah dalam kerangka berpikir dan pengetahuan yang dimilikinya. Salah satu cara yang dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa adalah dengan penerapan teori vygotsky. Teori vygotsky lebih menekankan pada kemampuan siswa memecahkan masalah dengan menerapkan empat prinsip dalam proses pembelajarannya, yaitu sosiokultural, konsep zone of proximal

Kemampuan siswa dalam memecahkan masalah masih rendah. Sehingga dengan menerapkan cara tersebut. maka peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian dengan mengangkat judul : “Penerapan Teori Vygotsky untuk Meningkatkan Pemecahan Masalah Pada Materi Geometri di Kelas IX SMP Negeri 1 Lumban Julu Tahun Ajaran 2012/2013”. Hasil belajar matematika siswa masih rendah. tingkat kemampuan pemecahan masalah siswa akan semakin baik. dan perkembangan mental berangkat dari bidang sosial ke bidang individu. scaffolding. 5. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas. Siswa kurang mampu menerapkan konsep dalam memecahkan masalah matematika. Mereka juga mampu memotivasi diri sendiri dalam mengkonstruksi pengetahuan dan berusaha mencapai tujuan yang sudah direncanakan terlebih dahulu. Minat belajar siswa masih rendah 3. 1. 4. Dengan demikian. 2.2. cepat.4 development. siswa akan lebih mudah. Berdasarkan penjelasan tersebut di atas. beberapa masalah dapat diidentifikasi sebagai berikut : 1. dan mandiri menyelesaikan masalah yang dihadapinya. . Penguasaan guru terhadap berbagai pendekatan pembelajaran belum optimal.

1.3.4. Tujuan Penelitian Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjawab pokok permasalahan di atas adalah : . Pembatasan Masalah Melihat luasnya cakupan masalah-masalah yang teridentifikasi dibandingkan waktu dan kemampuan yang dimiliki penulis. Rumusan Masalah Berdasarkan batasan masalah di atas.5. maka yang menjadi fokus permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut : 1. Bagaimana tingkat kemampuan siswa memecahkan masalah dengan menerapkan teori vygotsky pada pokok bahasan “kubus dan balok”? 2. Masalah yang akan dikaji dalam penelitian ini terbatas pada menganalisis kendala yang dialami siswa kelas IX SMP Negeri 1 Lumbanjulu dalam memecahkan masalah dan upaya penanggulangan kesulitan siswa melalui penerapan teori vygotsky sehingga hasil belajar siswa memecahkan masalah pada pokok bahasan “kubus dan balok” dapat ditingkatkan. maka penulis merasa perlu memberikan batasan terhadap masalah yang akan dikaji agar analisis hasil penelitian ini dapat dilakukan dengan lebih mendalam dan terarah. Apakah dengan penerapan teori vygosky meningkatkan minat siswa memecahkan masalah pada pokok bahasan “kubus dan balok’’? 3.5 1. Apakah dengan penerapan teori vygotsky meningkatkan kemampuan siswa memecahkan masalah pada pokok bahasan “kubus dan balok”? 1.

1. Bagi guru/calon guru yaitu sebagai informasi mengenai hasil belajar siswa dalam memecahkan masalah yang diajar dengan menerapkan teori vygotsky pada pokok bahasan kubus dan balok. Bagi peneliti yaitu hasil dan perangkat penelitian ini dapat dijadikan pertimbangan untuk menerapkan teori belajar Vygotsky pada pokok bahasan kubus dan balok maupun pokok bahasan yang lain dan dapat dikembangkan untuk penelitian selanjutnya. Menentukan tingkat pencapaian kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dengan menerapkan teori belajar vygotsky pada pokok bahasan kubus dan balok. 3.6 1. Mengetahui minat siswa dalam memecahkan masalah metematika dengan menerapkan teori vygotsky dapat meningkat. Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi peningkatan mutu pendidikan. 3. 4.6. khususnya dalam proses belajar mengajar matematika di dalam kelas. 2. Bahan informasi bagi penelitian sejenis. 2. . Mengetahui kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematika dengan menerapkan teori vygotsky dapat meningkat. diantaranya yakni: 1. Manfaat Penelitian Setelah penelitian ini selesai diharapkan dapat bermanfaat bagi semua kalangan.

Bagi orangtua. 6. Bagi pimpinan sekolah yaitu bisa menjadi bahan pertimbangan kepada tenaga edukatif untuk menerapkan teori belajar Vygotsky dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut. .7 5. diharapkan bisa menjadi bahan pertimbangan untuk dapat membantu siswa dalam membantu proses belajarnya di rumah.

Belajar Mengajar Matematika Belajar marupakan kegiatan setiap orang. sudut. obyek langsung dan obyek tak langsung”. Obyek langsung adalah antara lain : 1.Gagne (dalam Asrin 2006:13) mengatakan bahwa :” dalam belajar ada dua obyek yang dapat diperoleh siswa.1.8 BAB II KAJIAN PUSTAKA 2. Obyek tak langsung antara lain : kemampuan menyelidiki dan memecahkan masalah. ruas garis. Seseorang dikatakan belajar bila dapat diasumsikan dalam diri orang itu terjadi suatu proses kegiatan yang mengakibatkan perubahan tingkah laku. sehingga siswa dapat mengaitkan informasi baru dengan struktur kognitif yang dimiliki. Kegiatan atau usaha untuk mencapai perubahan tingkah laku sendiri merupakan hasil belajar. bekerja. mandiri(belajar. dll). Fakta Contoh fakta ialah angka/lambang bilangan.1 Tinjauan Toeritis 2. Belajar dikatakan bermakna bila informasi yang akan dipelajari siswa sesuai dengan struktur kognitif yang dimiliki. bersikap positif terhadap matematika dan mengerti bagaimana seharusnya belajar.Dalam teori belajar Robert M. simbol dan notasi.1. 6 .

3. Seseorang akan lebih mudah mempelajari sesuatu bila belajar itu didasari pada apa yang telah diketahui orang. pengalaman belajar yang lalu akan mempengaruhi proses belajar materi selanjutnya. membagi bilangan dengan pecahan. Dalam proses belajar mengajar matematika terjadi proses berpikir. menjumlahkan pecahan dan sebagainya. Misalnya melakukan pembagian cara cepat. yang dapat berupa sifat. Aturan (Prinsip) Aturan ialah obyek yang paling abstrak. dalil. Seseorang dikatakan berpikir apabila melakukan kegiatan mental dan orang yang belajar matematika selalu melakukan kegiatan mental. Dari sini terlihat bahwa belajar matematika itu merupakan proses membangun atau mengkonstruksi . Karena itu untuk mempelajari suatu materi yang baru. Sehingga dalam berpikir. Keterampilan Keterampilan adalah kemampuan memberikan jawaban yang benar dan cepat. 4. dan teori. Karena matematika merupakan ide-ide yang abstrak yang diberi simbol-simbol maka konsep-konsep matematika harus dipahami lebih dahulu sebelum memanipulasi simbol-simbol itu. seseorang dapat menyusun hubungan-hubungan antar bagian-bagian informasi sebagai pengertian.9 2. Konsep Konsep merupakan ide abstrak yang memungkinkan kita mengelompokkan benda-benda (obyek) ke dalam contoh. kemudian dapat disusun kesimpulan.

Dengan demikian. selanjutnya dapat mengaplikasikan pada situasi yang baru. Apabila terjadi proses belajar mengajar itu baik. Tujuan mengajar adalah agar pengetahuan yang disampaikan itu dapat dipahami peserta didik. Sedangkan secara praktis dimaksudkan menerapkan pengertahuan pada bidang lainnya”.10 konsep-konsep dan prinsip-prinsiptidak sekedar penghafalan yang terkesan pasif dan statis. Menurut Herman Hudoyo (2001:32) bahwa:”tujuan belajar matematika secara konseptual dimaksudkan dapat mmecahkan masalah dalam matematika dan mempelajari matematika lebih lanjut. Tujuan belajar matematika ditinjau dari segi kognitif adalah terjadinya transfer belajar. Dalam proses itu juga melibatkan bagaimana bentuk mengajarnya. sehingga mengajar bisa dikatakan baik. Dua komponen penting dari pembelajaran dan pengajaran matematika yaitu membantu siswa untuk mengembangkan pemahaman/pengertian hubungan dan untuk mengkonstruksi /membangun pengetahuan dan konsep matematika. Mengajar adalah suatu kegiatan dimana pengajar menyampaikan pengetahuan atau pengalaman yang dimiliki kepada peserta didik. siswa sebagai subyek akan dapat memahami matematika. . baik secara konseptual maupun secara praktis. seperti masalah yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Akan tetapi belajar itu harus aktif dan dinamis. apabila hasil belajar peserta didik juga baik. maka dapat diharapkan bahwa hasil peserta didik akan baik pula. Transfer belajar matematika dapat dilihat dari kemampuan seseorang menfungsionalkan materi matematika yang dipelajari. Belajar matematika pada dasarnya merupakan proses yang diarahkan pada suatu tujuan.

guru harus membawakan matematika ke dalam kehidupan nyata siswa. guru matematika haruslah mempertimbangkan perkembangan intelektual serta kemampuan dan kesiapan siswa tersebut dalam belajar. Seorang guru sangat penting mempersiapkan suatu cara yang cocok mengajarkan suatu materi. . sarana dan prasarana pendukung dan sebagainya. Pernyataan di atas dapat dimaknai bahwa pertimbangan guru memilih suatu metode mengajar matematika adalah guru harus mengenal karakteristik matematika tersebut dan psikologi pembelajarannya. Menurut Hudoyo (1988:123) menyatakan bahwa : Metode mengajar matematika adalah suatu cara atau teknik mmatematika yang disusun secara sistematika dan logika. misalnya karakteristik siswanya. Pengajaran harus berorientasi terhadap tujuan yang akan dicapai. ada dua hal yang harus dilakukan yaitu guru harus menguasai materi yang akan diajarkannya dan memikirkan bagaimana cara menyampaikannya dengan baik. ditinjau dari hakekat matematika dan segi psikologinya.dari segi psikologi ini. Kata cocok dapat dilihat dari berbagai segi. Apabila guru ingin mengajarkan matematika kepada peserta didik dengan baik dan berhasil maka yang pertama kali guru menetapkan tujuan pembelajaran dan pendekatan apa yang tepat digunakan untuk mencapai tujuan tersebut. Siswa akan aktif dalam proses pembelajaran apabila guru mengetahui pengetahuan yang dimiliki siswa.11 Seorang guru sebelum terjun di depan kelas membawakan suatu bahan pengajaran. karakteristik bahan ajar matematika.

Siswa kurang mampu menyatakan arti istilah dalam konsep.2.12 2. Kenyataan inilah yang harus segera ditangani dan dipecahkan. Kesulitan dalam menggunakan konsep Dalam hal ini dipandang bahwa siswa telah memperoleh pengajaran sautu konsep. Kesulitan dalam belajar dan menggunakan prinsip Jika kesulitan siswa dalam menggunakan prinsip kita analisa. 2. Kesulitan belajar siswa dapat disebabkan oleh beberapa faktor. tetapi belum menguasainya mungkin karena lupa sebagian atau seluruhnya. terdapat pula kesulitan khusus dalam belajar matematika seperti: 1. Siswa lupa nama singkatan suatu obyek Misalnya siswa lupa memangkatkan suatu bilangan dengan pangkat dua. tampaklah bahwa pada umumnya sebab kesulitan tersebut antara lain: . b. Hal ini disebabkan antara lain: a. faktor pedagogik. baik faktor internal maupun faktor eksternal seperti: fisiologi. Kesulitan Belajar Matematika Pada kenyataanya. Selain itu. Mungkin pula konsep yang dikuasai kurang cermat.1. dalam proses belajar mengajar masih dijumpai bahwa siswa mengalami kesulitan belajar. faktor sosial. Kesulitan belajar merupakan suatu kondisi dalam proses belajar mengajar yang ditandai dengan hambatan-hambatan tertentu dalam mencapai hasil belajar yang diharapkan. Misalkan siswa yang mampu menyatakan istilah kuadrat dan kali dua dan mereka menganggap sama.

Tidak mengerti apa yang dibaca. a. setelah membaca soal. guru dapat meminta siswa untuk menyatakan pendapatnya dengan menggunakan bahasanya sendiri. Miskin dari konsep dasar secara potensial merupakan sebab kesulitan belajar prinsip yang diajarkan dengan metode kontekstual (contoh nyata). Siswa kurang jelas dengan prinsip yang telah diajarkan. biasanya dalam bentuk persamaan serta kesesuaian penga. Memecahkan soal berbentuk verbal berarti menerapkan pengetahuan yang dimiliki secara teoritis untuk memecahkan persoalan nyata atau keadaan seharihari. Beberapa sebab siswa sulit memecahkan soal berbentuk verbal. Selain itu juga perlu dipahami. Kesulitan memecahkan soal berbentuk verbal. b. akibat kurang pengetahuan siswa tentang konsep atau beberapa istilah yang tidak diketahui. Untuk mengecek kebenaran dugaan ini.ana siswa dengan situasi yang diceritakan dalam soal. Guru dapat mengecek apakah ada istilah-istilah yang mungkin belum diketahui atau dilupakan. apa yang diketahui dan apa yang dinyatakan serta rumus-rumus apa yang diperlukan. yaitu kemampuan memahami soal berbentuk cerita dan kemampuan mengubah soal verbal menjadi model matematika.13 a. Keberhasilan dalam memecahkan persoalan berbentuk verbal tergantung kemampuan pemahaman verbal. Siswa tidak mempunyai konsep yang dapat digunakan untuk mengembangkan prinsip sebagai butir pengetahuan yang perlu. 3. . c.

e_fkipunla . emosi tidak stabil. Kemampuan Pemecahan Masalah Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. tidak ada minat. Sebagian besar ahli pendidikan matematika menyatakan bahwa masalah merupakan pertanyaan yang harus dijawab atau direspon siswa.net /index .3. tidak ada bakat. (b) pengajarannya yang kurang baik dan dapat disebabkan oleh kesalahan pengajaran dalam menyajikan metode ataupun tidak adanya alat peraga.com) menyatakan bahwa : “dalam kehidupan sehari-hari. Siswa tidak mengubah soal berbentuk verbal menjadi model matematika dan hubungannya.1. suasana yang tidak mendukung. dan (c) dari siswa sendiri disebabkan karena kelemahan jasmani. Kesulitan belajar dapat ditunjukkan dengan beberapa gejala yaitu: • • • Menunjukkan prestasi yang rendah Hasil yang dicapai tidak sesuai dengan usaha yang dilakukan Keterlambatan dalam melaksanakan tugas yang diberikan Obyek yang dapat kita periksa untuk mengetahui penyebab kesukaran siswa belajar contohnya seperti: (a) materi yang diajarkan dianggap terlalu sulit.S adalah Poerwadarminta(1996:78) menyebutkan “kemampuan kesanggupan”. 2. kita tidak terlepas dari sesuatu yang namanya masalah. sehingga pemecahan masalah merupakan fokus utama dalam pembelajaran matematika”.14 b.php ?option . bahwa menurut W. Depdiknas tahun 2007 (http: //educare . Tidak semua .J. kurang cerdas. Atau dapat diartikan sebagai segala sesuatu atau kegiatan yang dapat dilakukan.

Indikator yang menunjukkan kemampuan pemecahan masalah antara lain adalah: 1. (dalam B.e_fkipunla.dapat terjadi bahwa suatu masalah bagi seseorang siswa akan menjadi “pertanyaan” bagi siswa lainnya karena ia sudah mengetahui prosedur untuk menyelesaikannya. memilih pendekatan dan strategi pemecahan dan menyelesaikan model untuk menyelesaikan masalah”. Dalam http://educare. Karenanya. maka kita sedang memecahkan masalah”.15 pertanyaan merupakan suatu masalah.Sinaga) menyatakan bahwa “kemampuan pemecahan masalah adalah kemampuan atau kompetensi strategis yang ditunjukkan siswa dalam memahami. menyajikan masalah secara matematik dalam berbagai bentuk . keterampilan atau pengalaman untuk memecahkan suatu dilemma atau situasi yang baru atau yang membingungkan. menunjukkan pemahaman masalah 2. Suatu pertanyaan akan menjadi masalah hanya jika pertanyaan itu menunjukkan adanya suatu tantangan (challenge) yang tidak dapat dipecahkan oleh prosedur rutin yang sudah diketahui oleh siswa.net menyebutkan bahwa “Pemecahan masalah (problem solving) adalah proses menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh sebelumnya ke dalam situasi baru yang belum dikenal atau proses berpikir untuk menentukan apa yang harus dilakukan ketika kita tidak tahu apa yang harus kita lakukan”. Dari pernyataan tersebut. mengorganisasi data dan memilih informasi yang relevan dalam pemecahan masalah 3. Dalam Departmen of Education tahun 1996 menyebutkan bahwa : “Apabila kita menerapkan pengetahuan matematika.

ada strategi pemecahan masalah yang bersifat umum yaitu yang disarankan oleh George Polya.(4) menyusun model matematika dan menyelesaikannya untuk masalah nyata dan menggunakan matematika secara bermakna. menyelesaikan masalah yang tidak rutin Untuk menjadi seorang pemecah masalah yang baik. 1991).net /index . apakah informasi cukup. mengembangkan strategi pemecahan masalah 6.com) menyatakan bahwa: Aktivitas-aktivitas yang tercakup dalam kegiatan pemecahan masalah meliputi: (1) mengidentifikasi unsur yang diketahui. Namun. Kegiatan dapat yang dilakukan pada langkah ini adalah: apa (data) yang diketahui. memilih pendekatan dan metode pemecahan masalah secara tepat 5. siswa membutuhkan banyak kesempatan untuk menciptakan dan memecahkan masalah dalam bidang matematika dan dalam konteks kehidupan nyata. serta kecukupan unsur yang diperlukan. Menurut Sumarmo Tahun 2003 (http: //educare .php ?option . Menurut Polya (dalam Ruseffendi. untuk memecahkan suatu masalah ada empat langkah yang dapat dilakukan. ditanyakan.(2) merumuskan masalah situasi seharihari dan metematik. menyatakan kembali masalah asli dalam bentuk yang lebih operasional (dapat dipecahkan).16 4. kondisi (syarat) apa yang harus dipenuhi. menerapkan strategi untuk menyelesaikan berbagai masalah (sejenis dan masalah baru) dalam atau luar matematika. Memahami masalah. Strategi untuk memecahkan suatu masalah matematika ada beberapa strategi yang dapat digunakan bergantung pada masalah yang akan dipecahkan.(3) menjelaskan/ menginterpretasikan hasil sesuai masalah asal. apa yang tidak diketahui (ditanyakan).e_fkipunla . membuat dan menafsirkan model matematika dari suatu masalah 7. yakni: 1. .

Sedangkan jika soal berbentuk gambar. Guru dapat mengecek apakah ada istilah-istilah yang mungkin belum diketahui/dilupakan. atau apakah prosedur dapat dibuat generalisasinya. Kegiatan yang dapat dilakukan pada langkah ini adalah: mencoba mencari atau mengingat masalah yang pernah diselesaikan yang memiliki kemiripan dengan masalah yang akan dipecahkan. guru dapat meminta siswa menyatakan pendapatnya dengan menggunakan bahasanya sendiri. Merencanakan pemecahannya. menyusun prosedur penyelesaian (membuat konjektur). Memeriksa kembali prosedur dan hasil penyelesaian. 4. 3. Untuk memahaminya. guru . Kegiatan yang dapat dilakukan pada langkah ini adalah: menganalisis dan mengevaluasi apakah prosedur yang diterapkan dan hasil yang diperoleh benar. Menyelesaikan masalah sesuai rencana.17 2. Memecahkan soal berbentuk cerita berarti menerapkan pengetahuan yang dimiliki secara teoritis untuk memecahkan persoalan nyata/keadaan sehari-hari. mencari pola atau aturan. Kegiatan yang dapat dilakukan pada langkah ini adalah: menjalankan prosedur yang telah dibuat pada langkah sebelumnya untuk mendapatkan penyelesaian. Soal cerita dapat dikerjakan langsung tanpa ada gambar karena dari masalah tersebut siswa kurang lebih sudah dapat memahaminya.

tetapi siswa diharapkan dapat mengaitkan dengan situasi nyata yang pernah dialaminya atau yang pernah dipikirkannya. Pengertian Media Pembelajaran Dalam proses pembelajaran matematika penggunaan media sangat membantu siswa untuk lebih mudah memahami dan mengerti konsep dari materi yang diajarkan. Kemudian siswa bereksplorasi dengan benda kongkrit. Menurut Arsyad (2009:3) kata media berasal dari bahasa Latin medius yang secara harfiah berarti ‘tengah’. . Djamarah (2006:121) menyatakan “media adalah alat bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan”. Karena siswa dapat mengerti dan memahami unsurunsur yang ada pada gambar. 2. Media Pembelajaran Alat A. lalu siswa akan mempelajari ide-ide matematika secara informal. supaya siswa terbiasa mengerjakan soal-soal yang tidak hanya mengandalkan ingatan yang baik saja.18 lebih menekankan kepada siswa untuk memahami gambar dan dirangkaikan kembali ke dalam soal cerita. Dengan demikian inti dari belajar memecahkan masalah. Hidayat (2010) menyatakan “media meliputi alat bantu guru dalam mengajar serta sarana pembawa pesan”. Asosiasi Pendidikan Nasional (national education association) memiliki perngertian yang berbeda.3. Media adalah bentuk-bentuk komunikasi baik tercetak maupun audiovisual serta peralatannya.1. selanjutnya belajar matematika secara formal. ‘perantara’ atau ‘pengantar’.

artinya tidak selamanya pesan yang disampaikan oleh pengirim pesan mudah diterima oleh penerima pesan. Inilah hakikat dari media pembelajaran. Bagan komunikasi dengan unsur media dapat dilihat seperti skema berikut ini : Pengirima n Pesan Pesan Media Penerim a Pesan . 2009:17). dalam suatu proses komunikasi diperlukan saluran yang berfungsi untuk mempermudah penyampaian pesan. Namun demikian. dapat dilihat. Pesan yang dikirim oleh guru berupa isi/materi pelajaran yang dituangkan ke dalam simbol-simbol komunikasi baik verbal maupun nonverbal.19 media hendaknya bisa dimanipulasi. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002:17) “pembelajaran adalah proses. dapat didengar. Pembelajaran hakikatnya adalah proses komunikasi. dapat disimpulkan bahwa pengertian media adalah segala sesuatu (alat) yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima dalam bentuk tercetak ataupun audiovisual. dimana guru berperan sebagai pengantar pesan dan siswa sebagai penerima pesan. Bahkan adakalanya pesan yang diterima tidak sesuai dengan maksud yang disampaikan. Oleh sebab itu. Banyaknya pengertian dari media yang dikemukakan diatas. perbuatan yang menjadikan orang atau mahluk hidup belajar”.dkk. dan dibaca (Arief. Jadi dapat dikatakan bahwa media pembelajaran adalah sebuah alat yang berfungsi untuk menyampaikan pesan pembelajaran. bisa terjadi proses komunikasi mengalami hambatan. cara.

Pesan 20 Gambar 2. 2009) . Proses Komunikasi dengan Media (Wina Sanjaya.1.

Media visual ini ada yang menampilkan gambar diam seperti gambar atau lukisan. Media Visual Media visual adalah media yang hanya mengandalkan indera penglihatan. Jenis Media Djamarah (2006:124) mengklasifikasikan media dilihat dari jenisnya. gerak. Ada pula yang menampilkan gambar atau simbol yang bergerak. 2. Dalam penelitian ini media pembelajaran yang akan digunakan adalah media animasi power point. Media audiovisual dapat dibagi menjadi dua yaitu. (1) media video. Media Auditif Media auditif adalah media yang hanya mengandalkan kemampuan suara saja. Media animasi power point ini merupakan media pembelajaran atau perlengkapan dan termasuk pada media audiovisual. suara serta gambar.Media Audiovisual Media audiovisual adalah media yang mempunyai unsur suara dan unsur gambar.21 B. telepon. diantaranya adalah: 1. dan tampilan teks. (2) media komputer. karena meliputi kemampuan kedua jenis media yang pertama dan kedua. Media .cassette recorder. audiovisual banyak dikembangkan untuk keperluan pembelajaran. biasanya dikemas dalam bentuk VCD. Jenis media audiovisual mempunyai kemampuan yang lebih baik. Media video dan media komputer banyak dikembangkan untuk keperluan pembelajaran. seperti radio.

permukaan gelas. Alat peraga dalam pelajaran matematika memegang peranan penting sebagai alat bantu untuk menciptakan proses belajar mengajar yang efektif. dan tahan lama bila siswa belajar melalui berbuat dan pengertian. gelang. alat peraga adalah alat bantu dalam pengajaran matematika yang nantinya akan bermanfat bagi kelangsungan proses belajar mengajar. benda-benda bidang beraturan untuk menerangkan konsep pecahan. Rusefendi (1993) menerangkan bahwa : “Alat peraga merupakan alat bantu untuk menerangkan atau mewujudkan konsep-konsep matematika.com/2012/01/07/alat-peraga-matematika/) Dari penjelasan diatas. kubus (bendanya) untuk menjelaskan konsep titik. Siswa juga mendapat kesempatan terlibat dalam proses pengamatan dengan bantuan alat peraga. Dan wujud dari kubus itu sendiri. Selanjutnya konsep abstrak yang baru dipelajari akan mengendap. melekat. daerah bujur sangkar. dan sebagainya untuk menerangkan konsep lingkaran dan sebagainya”. (http://edukasi. benda seperti cincin. maka diharapkan tumbuh minat belajar matematika dalam dirinya dan akan menyenangi konsep yang akan disajikan. Menurut Rusefendi (1993) penggunaan alat peraga dapat dikaitkan dan dihubungkan dengan salah satu atau beberapa dari : .22 C. Konsep abstrak dapat dicapai melalui tingkat-tingkat belajar yang berbeda-beda. bukan hanya melalui mengingat-ingat fakta. Alat Peraga Pada dasarnya siswa belajar melalui benda kongkrit. Benda-benda itu misalnya batu-batuan dan kacang-kacangan untuk menerangkan konsep bilangan. ruas garis. Untuk memahami konsep abstrak anak memerlukan benda-benda kongkrit (real) sebagai perantaranya.kompasiana.

Latihan dan penguatan 4. Pemahaman konsep 3. Pengundangan untuk berdiskusi (http://edukasi. Pengundangan berpartisipasi aktif 10. alat peraga dipakai sebagai alat ukur 6. Pembentukan konsep 2. Pengundangan untuk berpikir 9. hubungan antara satu dengan yang lainnya dan bagaimana mereka memberikan sumbangsih terhadap pokok persoalan”. .kompasiana. Pengamatan dan penemuan sendiri ide-ide dan relasi baru serta penyimpulan secara umum 7. Layanan terhadap perbedaan individual. Pengukuran. satu kerangka untuk menganalisa sebuah persoalan. dengan bantuan alat peraga diharapkan peserta didik lebih mudah memahami materi matematika yang telah dipelajari dan siap untuk mengaplikasikannya. Pemecahan masalah pada umumnya 8.23 1.com/2012/01/07/alat-peraga-matematika/) Dari uraian diatas. Menurut Edmund Bachman (2005) ”Konsep merupakan pokok utama dibalik sebuah permasalahan. satu cara untuk mencapai sesuatu. termasuk pelayanannya terhadap anak lemah dan berbakat 5.  Pemahaman Konsep Konsep merupakan rumusan.

24 Siswa dapat peka terhadap matematika hanya jika mereka mengerti konsep dan makna atau interpretasinya. Kemampuan dasar adalah suatu kemampuan yang harus dimiliki untuk suatu pokok bahasan tertentu (yang baru). dalam belajar matematika seorang siswa harus lebih dahulu pada tahap yang satu baru dibolehkan melangkah pada tahap berikutnya. Seperti yang dikemukakan Hudojo (1988:10) bahwa” Di dalam belajar matematika apabila konsep A dan konsep B dipelajari terlebih dahulu”. yang sesuai dengan topik yang di ajarkan. dimana hal tersebut merupakan prasyarat mutlak. Hal ini menekankan bahwa jika seorang siswa atau guru ingin menguasai suatu konsep matematika dengan baik. Proses pemahaman konsep matematika dapat diserap siswa jika guru dalam proses pembelajaran menggunakan alat peraga ataupun media pembelajaran. Oleh sebab itu. keterurutan penguasaan matematika itu perlu mendapat perhatian. untuk itu apapun tujuan pembelajaran yang diharapkan tidak akan tercapai. konsep akan dapat lebih mudah di pahami dengan jelas serta . Matematika tersusun secara hirarkis sehingga konsep-konsep terdahulu menjadi prasyarat untuk memahami konsep berikutnya. Karena dengan bantuan alat-alat tersebut. apabila kemampuan itu tidak dikuasai. Belajar matematika berkaitan erat dengan matematika itu sendiri. Pemahaman terhadap konsep-konsep matematika bukan hanya sekedar mengingat kembali defenisi-defenisi dan mengenali contohcontoh biasa. tetapi mencakup kecakapan-kecakapan yang jangkauannya lebih luas. Tetapi seringkali siswa hanya menghafal konsep (defenisi) tanpa memperhatikan syarat-syarat dan hubungan antara konsep.

 Pengembangan Minat Minat selama ini hanya dikenal dengan sebutan keinginan yang dimiliki oleh seseorang. Minat yang timbul dari kebutuhan siswa merupakan faktor penting bagi siswa dalam melaksanakan kegiatan-kegiatannya. Sedangkan Holland (http://forum. Jika dikaitkan dengan belajar.edu/index.upi. sehingga antara satu dengan yang lain mempunyai perbedaan dalam keinginannya. oleh karena itu minat belajar anak harus diperhatikan dengan cermat. tanpa ada yang menyuruh.php?topic=162) mengatakan bahwa “minat adalah aktivitas atau tugas-tugas yang membangkitkan rasa ingin tahu”.25 siswa tidak hanya sekedar mudah mengingat melainkan memahami materi yang diajarkan. minat belajar dapat diartikan dengan suatu keinginan atau kemauan yang disertai perhatian dan keaktifan yang sengaja yang akhirnya melahirkan rasa senang dalam perubahan tingkah laku. maka dapat disimpulkan minat adalah suatu rasa ingin tahu pada suatu hal atau aktivitas. . Minat belajar merupakan salah satu faktor penunjang keberhasilan proses pembelajaran matematika. Dari penjelasan di atas. Dengan adanya minat belajar pada siswa dapat memudahkan membimbing dan mengarahkan siswa untuk belajar. Slameto (2003:180) mengatakan “minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa keterikatan pada suatu hal atau aktivitas.

Menyesuaikan bahan pelajaran yang diajarkan dengan minat siswa. Semua kegiatan belajar harus kontras Dalam pembelajaran yang melibatkan siswa dengan bantuan alat peraga akan membangkitkan minat.” Jika guru mengabaikan minat belajar siswa maka akan mengakibatkan ketidakberhasilan dalam proses pembelajaran matematika. Pengembangan minat dapat dilakukan guru dengan berbagai cara misalnya dengan memperkenalkan kepada siswa berbagai belajar yang menarik. Hal ini ditegaskan Tanner dalam Slameto (2003:181) bahwa “para pengajar juga harus berusaha membentuk minat-minat baru pada diri siswa. misalnya dengan memanfaatkan lingkungan.26 Guru mempunyai peranan yang besar dalam pengembangan minat siswa. Dengan demikian siswa akan tertarik untuk mempelajari matematika. Sehingga muncul dalam diri siswa untuk mempelajari materi lebih lanjut dan merasa penasaran serta ingin lebih tahu tentang konsep yang akan dipelajarinya secara mendalam.. Pembelajaran dapat dilakukan dengan cara dari mudah ke yang sukar atau dari konkret ke abstrak 3. 2. menggunakan alat peraga atau media dalam pembelajaran. Beberapa hal yang dapat dilakukan guru dalam mengembangkan minat siswa dalam belajar matematika. Pembelajaran hendaknya mampu membangkitkan aktivitas siswa 5. bahkan motivasi siswa. . Menggunakan alat-alat peraga atau media 4. 1.

Teori Belajar Alat Pembelajaran matematika yang menggunakan alat peraga ataupun media mampu melibatkan siswa untuk aktif dalam proses pembelajaran. Melalui penggunaan media pembelajaran matematika yang ada.sehingga anak memahami materi yang harus dikuasai. Ada beberapa teori yang mendukung penggunaan alat peraga atau media pembelajaran. 1. Strategi Pembelajaran Geometri A. Bruner menyarankan keaktifan anak dalam proses belajar secara penuh agar anak dapat mengenal konsep dan struktur yang tercakup dalam bahan yang sedang dibicarakan. Dengan menggunakan alat peraga atau media pembelajaran pemahaman konsep akan lebih mudah di pahami.disamping hubungan yang terkait antara konsep-konsep dan struktur-struktur tersebut.struktur yang termuat dalam pokok bahasan yang diajarkan.1. diantaranya .4. Teori Bruner Bruner mengungkapkan bahwa belajar matematika akan lebih berhasil jika proses pengajaran anak diarahkan pada konsep-konsep dan struktur. siswa akan melihat langsung keteraturan dan pola strukur yang terdapat dalam penggunaan media pembelajaran matematika yang diperhatikannya.27 2. Dalam proses pembelajaran hendaknya siswa diberi kesempatan untuk memanipulasi benda-benda dengan menggunakan media pembelajaran matematika. Tahapan belajar menurut Brunner dalam Hudojo (1988 : 58) sebagai berikut. adalah .

Hal ini juga ditegaskan Rusefendi (1990) bahwa “Penggunaan alat peraga dalam matematika mampu membuat (1) proses belajar termotivasi baik murid dan guru. Pendekatan Belajar Menurut Depdikbud (http://mari-berkawand/. Berdasarkan teori diatas. merupakan gambaran dari objek yang dimanipulasinya.html) pendekatan dapat diartikan “sebagai . Teori Jhon Dewey Teori ini menyatakan : Mengkaitkan bahan pelajaran dengan situasi dunia nyata. jelaslah bahwa penggunaan alat peraga atau media dalam pembelajaran sangat membantu siswa untuk lebih memahami konsep serta mengembangkan minat belajar. 2.  Tahap ikonik Tahapan dimana kegiatan siswa berhubungan dengan mental. (2) konsep abstrak matematika tersaji dalam bentuk konkrit”.com/2011/03 /pengertian-pendekatan-pembelajaran..  Tahap simbolik Tahapan dimana anak-anak memanipulasi simbol-simbol atau objek tertentu.28  Tahap enaktif Dalam tahap ini siswa secara langsung terlibat dalam memanipulasi objek. (http://akhmadsudrajat. mendorong siswa dengan menghubungkan yang dipelajari dengan kehidupan sehari-hari./blogspot. pengalaman sesungguhnya dan penerapannya/manfaatnya.com/2008/02/02/teoriteori-belajar) B.wordpress.

yaitu: sikap melestarikan apa yang sudah ada dan sikap memperluas 3) Pendekatan Biggs Hasil penelitian Biggs.b) pendekatan deep. 2) Pendekatan Ballard & Clanchy Dalam pendekatan ini. pendekatan belajar siswa dapat dikelompokkan ke dalam tiga prototype: a) pendekatansurface. c) pendekatan achieving Berdasarkan pendekatan-pendekatan diatas. Diantaranya : 1) Pendekatan Hukum Jost Salah satu asumsi penting yang mendasari Hukum Jost (Jost’s law) adalah siswa yang lebih sering mempraktikkan materi pelajaran akan lebih mudah memanggil kembali memori lama yang berhubungan dengan materi yang sedang ditekuni. siswa belajar pada umumnya dipengaruhi oleh sikap terhadap ilmu pengetahuan. Karena penggunaan alat peraga dan media membuat siswa aktif dan mempraktikkan sendiri materi pelajaran geometri. dari yang paling klasik sampai yang paling modern. Sedangkan pendekatan belajar merupakan suatu cara yang disengaja oleh guru untuk membuat siswa belajar dengan aktif. .29 proses. Banyak pendekatan belajar yang dapat dilakukan oleh para guru kepada siswanya untuk mempelajari bidang studi atau materi pelajaran yang sedang mereka tekuni. dalam pembelajaran geometri pendekatan belajar yang diterapkan adalah pendekatan hukum Jost. perbuatan. atau cara untuk mendekati sesuatu”.

menvariasikan media. (http://blog.unesa. dalam memilih model belajar yang tepat haruslah memperhatikan kondisi siswa.menguasai keterampilan dasar mengajar. sifat materi bahan ajar.elearning.ac. juga bagaimana guru menerapkan strategi. Karena seorang guru harus mampu memiliki motivasi dan semangat kebaruan dalam proses pembelajaran yang dijalaninya. . dan melaksanakan pembelajaran kondusif “. Oleh karena itu.id/alim-sumarno/model-pembelajaran) Untuk membelajarkan siswa sesuai dengan cara-gaya belajar mereka sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai dengan optimal ada berbagai model belajar. dan sebagainya. bertanya. member penguatan. teori belajar dan pembelajaran. guru harus ingat bahwa tidak ada model belajar yang paling tepat untuk segala situasi dan kondisi. Mengelola di sini memiliki arti yang luas yang menyangkut bagaimana seorang guru mampu . Dalam prakteknya. menjelaskan.30 C. dan kondisi guru itu sendiri. Sedangkan Kiswono mengatakan model dalam konteks pembelajaran diartikan “sebagai suatu pola kegiatan guru-siswa untuk menghasilkan perubahan-perubahan yang terjadi pada diri siswa sebagai akibat perbuatan mengajar dan belajar “. fasilitas media yang tersedia. Guru yang berkompeten menurut Sardiman (dalam http://psb-psma.org/content/blog/pengertian-pendekatan-strategi-metodeteknik-taktik-dan-model-pembelajaran) adalah “guru yang mampu mengelola program belajar-mengajar. Model Belajar Dalam keseharian istilah model dimaksudkan terhadap pola atau bentuk yang akan menjadi acuan. seperti membuka dan menutup pelajaran.

dan kalkulus. . seperti vektor.html) menyatakan bahwa “dengan pembelajaran geometri mampu mengembangkan kemampuan pemecahan masalah dan mendukung banyak topik lain dalam matematika”. Kennedy & Tipps (dalam http://mulin-unisma.31 D. kerja yang sistematis. strategi diartikan sebagai perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. blogspot. Pembelajaran geometri merupakan hal yang sangat penting karena pembelajaran geometri sangat mendukung banyak topik. Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran merupakan suatu rencana tindakan (rangkaian kegiatan) yang dilakukan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran tercapai. Menurut Sanjaya (2008:294) dalam dunia pendidikan. Sedangkan Kemp (dalam http://hipni. karena geometri mencakup latihan berpikir logis.html) menjelaskan strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara efektif dan efesien.com/2011/09/definisi-pengertian-strategi. blogspot. menghidupkan kreativitas serta dapat mengembangkan kemampuan berinovasi. Geometri merupakan salah satu cabang dari pelajaran matematika yang penting untuk dipelajari. Strategi Belajar Mengajar Geometri Secara umum strategi dapat diartikan sebagai suatu garis-garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan.com/2008/07/pembelajaran-geometri-berdasarkan-tahap.

Menurut teori van Hiele dalam Raharjo Ismail dalam artikelnya yang berjudul Geometrid dan Teori Belajar Van Hiele . . b. Siswa secara eksplisit tidak terfokus pada sifat-sifat objek yang diamati. Akan tetapi. yaitu : a. pada tahap ini siswa tidak dapat memahami dan menentukan sifat geometrid dan karakteristik bangun ynag ditunjukkan. seseorang akan melalui lima tahap perkembangan berpikir dalam belajar geometri. pengukuran. tahap holistik. eksperimen. Pada tahap ini siswa mengenal bentuk-bentuk geometri hanya sekedar berdasarkan karakteristik visual dan penampakannya. Oleh karena itu. tetapi memandang objek sebagai keseluruhan. menggambar dan membuat model. siswa belum sepenuhnya dapat menjelaskan hubungan antara sifat-sifat tersebut. Teori van Hiele ini diakui secara internasional dan memberikan pengaruh yang kuat dalam pembelajaran geometri di sekolah. Siswa dapat menentukan sifatsifat suatu bangun dengan melakukan pengamatan. tahap rekognisi. ataupun tahap visual. Pada tahap ini sudah Nampak adanya analisis konsep dan sifat-sifatnya.32 Pembelajaran geometri dipengaruhi oleh teori van Hiele yang dikembangkan oleh Pierre Marie van Hiele dan Diana van Hiele-Geldof. belum dapat melihat hubungan antara beberapa bangun geometri dan defenisi. Tahap 1 ( analisis ) Tahap ini juga dikenal dengan tahap deskriptif. Tahap 0 ( visualisasi ) Tahap ini juga dikenal dengan tahap dasar.

menemukan sifatsifat dari berbagai bangun dengan mengggunakan deduksi informal. tahap relasional. teorema dan pembuktian formal dapat dipahami. d. Meskipun demikian. Tahap 2 ( Deduksi Informal ) Tahap ini dikenal juga dengan tahap abstrak. tahap teoritik. Pada tahap ini siswa dapat menyusun bukiti. siswa sudah dapat melihat hubungan sifat-sifat pada suatu bangun geometrid an sifat-sifat antara beberapa bangun geometri. Siswa juga dapat menyusun teorema dalam sistem aksiomatik. siswa belum memahami bahwa deduksi logis adalah metode untuk membangun geometri. atau tahap keterkaitan. tidak hanya sekedar menerima bukti. Saling keterkaitan antara bentuk yang tidak terdefenisikan. dan dapat mengklasifikasikan bangun-bangun secara hirarki. Pada tahap ini.33 c. defenisi. yaitu (1) tahap-tahap tersebut bersifat hirarki dan sekuensial. (2) kecepatan berpindah dari tahap ke tahap . Siswa juga dapat membuat defenisi abstrak. Perbedaan antara pernyataan dan konversinya dapat dibuat serta siswa menyadari perlunya pembuktian melalui serangkai penalaran deduktif. Teori van Hiele mempunyai karakteristik. aksioma. e. Tahap 4 ( Rigor ) Pada tahap ini siswa bernalar secara formal dalam system matematika dan dapat menganalisis konsekuensi dari manipulasi aksioma dan defenisi. Tahap 3 ( Deduksi ) Tahap ini dikenal juga dengan tahap deduksi formal. Dalam tahap ini juga siswa berpeluang untuk mengembangkan bukti lebih dari satu cara.

(2) tahap-tahap tersebut bersifat terurut dan hirarki. isi. Siswa akan melemati suatu tahap yang matang sebekum menuju tahap selanjutnya. Clements & Battista menyatakan bahwa teori van Hiele mempunyai karakteristik.34 berikutnya lebih bergantung pada pembelajaran. terdapat “lompatan” dalam kurva belajar seseorang. bahan pembelajaran. tetapi ditentukan oleh proses berpikir yang digunakan. Kualitas pengetahuan siswa tidak ditentukan oleh akumulasi pengetahuannya. (2) kemajuan. (3) intrinsic dan ekstrinsik. yakni objek yang masih kurang jelas akan menjadi objek yang jelas pada tahap berikutnya. yaitu (1) belajar adalah proses yang tidak kontinu. dan (3) setiap tahap mempunyai kosakata dan sistem relasi sendiri-sendiri. Tahaptahap berpikir van Hiele akan dilalui oleh siswa secara berurutan. kosakata dan lainnya berada pada tahap yang lebih tinggi daripada tahap berpikir siswa. Sedangkan . menunjukkan karakteristik proses berpikir siswa dalam belajar geometri dan pemahamannya dalam konteks geometri. dan (4) setiap tahap mempunyai kosakata sendiri-sendiri. yakni seseorang harus melalui tahaptahap tersebut sesuai urutannya. Setiap tahap dalam teori van Hiele. Crowley menyatakan bahwa teori van Hiele mempunyai sifat-sifat berikut (1) berurutan. yakni keberhasilan dari tahap ke tahap lebih banyak dipengaruhi oleh isi dan metode pembelajaran daripada oleh usia. (4) kosakata. (3) konsep yang dipahami secara implisit pada suatu tahap akan dipahami secara eksplisit pada tahap berikutnya. (5) mismatch. Secara khusus yakni guru. yakni masingmasing tahap mempunyai kosakata dan sistem relasi sendiri. yakni jika seorang berada pada suatu tahap dan tahap pembelajaran berada pada tahap yang berbeda.

kemenag. Model Pembelajaran Langsung A.35 kecepatan berpindah dari suatu tahap ke tahap berikutnya lebih bergantung pada metode pembelajaran daripada umur dan kematangan. 2. dapat diajarkan dengan pola kegiatan yang bertahap selangkah demi selangkah.go. melainkan perlu lebih mementingkan pemahaman pada proses terbentuknya konsep. seorang guru harus mampu menyediakan pengalaman belajar yang cocok dengan tahap berpikir siswa.id/file/dokumen /vanhiele. Pengertian Trianto (2009:41) mengungkapkan pengertian model pembelajaran langsung adalah suatu model pembelajaran yang dirancang khusus untuk menunjang proses belajar siswa yang berkaitan dengan pengetahuan deklaratif dan pengetahuan prosedural yang terstruktur dengan baik. Dalam hal ini keaktifan siswa tidak hanya pada keterampilan mengerjakan soal sebagai aplikasi dari konsepkonsep matematika yang telah dipelajari. dalam pembelajaran geometri guru perlu mengembangkan model pembelajaran yang mampu meningkatkan kemampuan berpikir siswa dalam materi geometri serta melibatkan siswa secara aktif. Hal ini ditegaskan juga oleh Winataputra. Pelaksanaan strategi belajar mengajar geometri atau strategi pembelajaran yang dimaksud adalah dengan menerapkan pembelajaran langsung yang dibantu dengan alat peraga atau media.pdf) bahwa “dalam pembelajaran matematika hendaknya dipilih strategi pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif”.5. Oleh sebab itu. dkk (dalam http://bdk surabaya. Jadi. .1.

demonstrasi. dan sebagainya.36 Model pembelajaran ini ditujukan untuk membantu siswa mempelajari keterampilan dasar dan memperoleh informasi yang dapat diajarkan selangkah demi selangkah. Model pembelajaran ini menekankan pada penguasaan konsep dan perubahan tingkah laku dengan mengutamakan pendekatan deduktif. dan kerja kelompok. Pengajaran langsung menurut Kardi dalam Trianto (2009:42) dapat berupa ceramah. Menurut Kardi dan Nurul dalam Trianto (2009:41) ciri dari pembelajaran langsung adalah : • Adanya tujuan pembelajaran dan pengaruh model pada siswa termasuk prosedur penelitian hasil belajar • • Sintaks atau pola keseluruhan dan alur kegiatan pembelajaran Sistem pengolahan dan lingkungan belajar yang diperlukan agar kegiatan pembelajaran tertentu dapat berlangsung dengan berhasil B. gambar. Sintaks atau Pola Pembelajaran Langsung Pada model pembelajaran langsung terdapat 5 sintaks yang sangat penting. dan guru juga seyogyanya menggunakan media yang sesuai. misalnya film. serta mempersiapkan siswa untuk menerima penjelasan guru. Guru mengawali pelajaran dengan penjelasan tentang tujuan dan latar belakang pembelajaran. Pengajaran langsung digunakan untuk menyampaikan pelajaran yang ditransformasikan . Dalam model ini guru berperan sebagai penyampaian informasi. peragaan. pelatihan atau praktik. tape recorder.

1. Penjelasan 5 Fase Model Pembelajaran Langsung 1.1.37 langsung oleh guru kepada siswa. memotivasi siswa.1 Sintaks Model Pembelajaran Langsung Fase Uraian Peran Guru 1 Menyampaikan Tujuan Pembelajaran Menjelaskan Tujuan.5. sehingga guru dapat merancang dengan tepat waktu yang digunakan. Tabel 2. berikut. Sintaks model pembelajaran langsung tersebut disajikan dalam 5 tahap.1. Seperti yang ditunjukkan Tabel 2. Materi dan mempersiapkan siswa Prasyarat. Penyusunan waktu yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran harus seefisien mungkin. Menyampaikan tujuan . Menyampaikan Tujuan dan Mempersiapkan Siswa a.3. dan mempersiapkan siswa 2 Mendemonstrasikan Pengetahuan dan Mendemonstrasikan keterampilan atau Keterampilan 3 Membimbing Pelatihan 4 Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik 5 Memberikan latihan dan penerapan konsep menyajikan informasi tahap demi tahap Guru memberi latihan terbimbing Mengecek kemampuan siswa dan memberikan umpan balik Mempersiapkan latihan untuk siswa dengan menerapkan konsep yang dipelajari pada kehidupan sehari-hari.

serta memotivasi siswa berperan aktif selama proses pembelajaran berlangsung. Menyiapkan siswa yaitu memusatkan perhatian siswa pada materi yang akan kita ajarkan. Sementara itu. Menyiapkan siswa Kegiatan ini bertujuan untuk menarik perhatian siswa. membantu siswa melihat relevansi pelajaran.Mencapai Kejelasan Kemampuan guru untuk memberikan informasi yang jelas dan spesifik kepada siswa. 2.38 Para siswa perlu mengetahui dengan jelas. b. yang relevan dengan pokok pembicaraan yang akan dipelajari. dan mengingatkan kembali pada hasil belajar yang telah dimilikinya.inforppsilabus. memusatkan perhatian siswa pada pokok pembicaraan. Mendemonstrasikan Pengetahuan dan Keterampilan Menurut Kardi dan Nur kunci untuk berhasil ialah mempresentasikan informasi sejelas mungkin dan mengikuti langkah-langkah demonstrasi yang efektif (http://www. mengapa mereka berpatisipasi dalam suatu pelajaran tertentu. mempunyai dampak yang positif terhadap proses belajar siswa. atau memberikan sejumlah pertanyaan kepada . tujuan ini dapat dicapai dengan jalan mengulang pokok-pokok pembicaraan pelajaran yang lalu. dan mereka perlu mengetahui apa yang harus mereka lakukan setelah selesai berperan serta dalam pelajaran itu.pada guru pemula dan belum berpengalaman ditemukan banyak penjelasan yang kabur dan membingungkan.html) adalah sebagai berikut: a.com/2012/03/5-fase-model-pembelajaran- langsung. Hal ini pada umumnya terjadi pada .

Mengecek Pemahaman dan Memberikan Umpan Balik Kegiatan ini merupakan aspek penting dalam pembelajaran langsung. dan berlatih melakukan demonstrasi untuk menguasai komponen-komponennya. dan tidak menguasai teknik komunikasi yang baik.html) 4. • Hati-hati terhadap kelebihan dan kelemahan latihan berkelanjutan dan latihan terdistribusi.39 saat guru tidak mengusai sepenuhnya isi pokok bahasan yang diajarkannya. b. latihan tidak banyak manfaatnya bagi siswa. guru perlu sepenuhnya menguasai konsep atau keterampilan yang akan di demonstrasikan.. • Perhatikan tahap-tahap awal pelatihan. 3.inforppsilabus. (http://www. Membimbing pelatihan Menurut Kardi dan Nur prinsip-prinsip yang dapat digunakan sebagai acuan bagi guru dalam menerapkan dan melakukan pelatihan diantaranya: • • Tugasi siswa melakukan latihan singkat dan bermakna Berikan pelatihan sampai benar-benar menguasai konsep atau keterampilan yang dipelajari. tugas paling penting bagi guru dalam menggunakan model . karena tanpa mengetahui hasilnya. Melakukan demonstrasi Agar dapat mendemonstrasikan suatu konsep atau keterampilan dengan berhasil.com/2012/03/5-fase-model-pembelajaranlangsung. dalam kenyataannya.

Selanjutnya.40 pembelajaran langsung adalah memberi siswa umpan balik bermakna dan pengetahuan tentang hasil latihannya. Umpan balik sebaiknya diberikan seusai pelatihan dan sesuai dengan tingkat perkembangan siswa. • Guru seharusnya memberikan umpan balik tentang Pekerjaan Rumah (PR) tersebut. Guru dapat menggunakan berbagai cara untuk memberikan umpan balik kepada siswa. tetapi merupakan kelanjutan pelatihan untuk pembelajaran berikutnya. • Guru semestinya menginformasikan kepada orang tua siswa tentang tingkat keterlibatan mereka yang diharapkan. ada tiga panduan umum untuk latihan-latihan mandiri yang diberikan sebagai Pekerjaan Rumah (PR) diantaranya: • Tugas rumah yang diberikan bukan merupakan kelanjutan dari proses pembelajaran. C. 5. Memberikan Kesempatan untuk Pelatihan Lanjutan dan Penerapan Kebanyakan latihan mandiri yang diberikan kepada siswa sebagai fase akhir pelajaran pembelajaran langsung adalah pekerjaan rumah. dan komentar tertulis . guru merespon jawaban yang diberikan siswa tersebut. sehingga siswa dapat mengetahui dan memperbaiki kesalahannya dalam menjawab latihan. Fase ini ditandai dengan pertanyaanpertanyaan yang diberikan oleh guru kepada siswa dan siswa memberikan tanggapan berupa jawaban yang menurut mereka benar. misalnya umpan balik secara lisan. Pelaksanaan Pembelajaran Langsung . tes.

dan waktu menilai hasilnya. langkah-langkah atau tindakan tertentu merupakan ciri khusus pembelajaran langsung. Tugas –tugas Perencanaan a. pada saat melaksanakan pembelajaran. Mager mengemukakan bahwa tujuan pembelajaran khusus harus sangat spesifik yang terdiri dari tiga bagian. Merumuskan Tujuan Untuk merumuskan tujuan pembelajaran dapat digunakan model Mager dalam Trianto (2009:46).41 Sebagaimana halnya setiap mengajar. Beberapa diantara tindakan tersebut dapat dijumpai pada model pembelajaran lain. yaitu :  Perilaku siswa  Situasi pengetesan  Kriteria kinerja . pelaksanaan yang baik model pembelajaran langsung memerlukan tindakan-tindakan dan keputusan-keputusan yang jelas dari guru selama berlangsungnya perencanaan. Ciri utama unik yang terlihat dalam melaksanakan suatu pembelajaran langsung adalah sebagai berikut : 1.

c. menggunakan soal tes yang sesuai . mencakup semua tugas pengajaran c. sesuai dengan tujuan pengajaran b. Memilih Isi Guru harus mempertimbangkan berapa banyak informasi yang akan disampaikan dalam kurun waktu tertentu. merencanakan dan mengelola waktu dan ruang merupakan kegiatan yang sangat penting. Ada 2 hal yang perlu diperhatikan oleh guru : (1) memastikan bahwa waktu yang disediakan sepadan dengan bakat dan kemampuan siswa. akan membantu guru menentukan dengan tepat apa yang perlu dilakukan siswa untuk melaksanakan keterampilan yang dipelajari. (2) memotivasi siswa agar mereka tetap melakukan tugas-tugasnya dengan perhatian yang optimal. Merencanakan Waktu dan Ruang Pada suatu pembelajaran langsung. Dengan menganalisis tugas. Melakukan analisis tugas Analisis tugas adalah alat yang digunakan guru untuk mengidentifikasi dengan presisi yang tinggi hakikat yang setepatnya dari suatu keterampilan atau butir pengetahuan yang terstruktur dengan baik. Penilaian Pada Model Pembelajaran Langsung 5 prinsip dasar dalam merancang sistem penilaian : a. Guru harus selektif dalam memilih konsep yang diajarkan dengan model pengajaran langsung. yang akan diajarkan guru.42 b. d. 2.

seorang psikolog berkebangsaan Rusia. Walaupun setuju dengan Piaget bahwa perkembangan kognitif terjadi secara bertahap dan dicirikan dengan gaya berpikir yang berbeda-beda. Sejak saat itulah. Vygotsky.43 d. yang sangat tertarik pada efek interaksi siswa dengan teman sekelas pada pelajaran. Sezaman dengan Piaget. manfaatkan hasil tes untuk memperbaiki proses belajar mengajar berikutnya. Lev Vygotsky (1896-1934).S. Vygotsky mencatat bahwa interaksi individu dengan orang lain berlangsung pada situasi sosial. Konstruktivisme yang mempunyai pengaruh besar pada tahun 1930 yang bekerja sebagai ahli Psikologi Rusia adalah L. tetapi Vygotsky tidak setuju dengan pandangan Piaget bahwa anak menjelajahi dunianya sendirian dan membentuk gambaran realitas batinnya sendiri. 2. mengenal poin penting tentang pikiran anak ini lebih dari setengah abad yang lalu. tulisan-tulisannya menjadi sangat berpengaruh. Vygotsky adalah pengagum Piaget. buatlah soal yang valid dan sereliabel mungkin e. Vygotsky percaya bahwa subyek yang dipelajari berpengaruh pada proses belajar.6 Teori Belajar Vygotsky Perkembangan kognitif dan bahasa anak-anak tidak berkembang dalam suatu situasi sosial yang hampa.1. karyanya baru dipublikasikan di dunia Barat pada tahun 1960-an. Jaramillo (1996) menjelaskan. Vygotsky menulis di Uni Soviet selama 1920-an dan 1930-an. Namun. Teori Vygotsky mendapat perhatian yang makin besar ketika memasuki akhir abad ke-20. dan mengakui bahwa tiap-tiap disiplin ilmu .

Vygotsky mengemukakan empat prinsip yang dinyatakan oleh Slavin (dalam http://rochmad-unnes. Pendekatan pembelajaran yang dipandang sesuai adalah pembelajaran kooperatif. dan penalaran melibatkan pembelajaran menggunakan temuan-temuan masyarakat seperti bahasa. 1. (4) perkembangan yang berangkat dari bidang social ke bidang individu. Vygotsky menekankan bagaimana proses-proses perkembangan mental seperti ingatan. dan realistik. sistem matematika.44 mempunyai metode pembelajaran tersendiri. perhatian. blogspot. Siswa bekerja dalam ZPD jika siswa tidak dapat memecahkan masalah sendiri.html) sebagai berikut : (1)Sosiokultural. tetapi dapat memecahkan masalah itu setelah mendapat bantuan orang dewasa atau temannya (peer). Penekanan Vygotsky pada peran kebudayaan dan masyarakat di dalam .com / 2008/02/01 _archive. yang berfokus pada konteks pembangunan sosial budaya. (3) Vygostky menekankan pada scaffolding. Konsep Sosiokultural Banyak developmentalis yang bekerja di bidang kebudayaan dan pembangunan menemukan dirinya sepaham dengan Vygotsky. Teori Vygotsky menawarkan suatu potret perkembangan manusia sebagai sesuatu yang tidak terpisahkan dari kegiatan-kegiatan sosial dan budaya. Bahwa siswa akan dapat mempelajari konsep-konsep dengan baik jika berada dalam ZPD. (2) ZPD (zone of proximal development). Ia juga menekankan bagaimana anak-anak dibantu berkembang dengan bimbingan dari orang-orang yang sudah terampil di dalam bidang-bidang tersebut. dan alat-alat ingatan. Vygotsky menyatakan bahwa siswa belajar melalui interaksi bersama dengan orang dewasa atau teman yang lebih cakap. dan kemudian diberi bantuan secukupnya dalam memecahkannya. Berkaitan dengan pembelajaran. sulit. Vygotsky adalah seorang guru yang tertarik untuk mendesign kurikulum sebagai fasilitas dalam interaksi siswa. Siswa diberi masalah yang kompleks.

dan melek huruf. Karena itulah berpikir setiap anak dengan cara yang sama dengan anggota lain dalam kebudayaannya. Menurut Vygotsky. Level interpersonal memiliki suatu pengaruh yang lebih langsung pada keberfungsian mental anak. penemuan seperti komputer. anak-anak lahir dengan fungsi mental yang relatif dasar seperti kemampuan untuk memahami dunia luar dan memusatkan perhatian. Pengalaman dengan orang lain secara berangsur menjadi semakin mendalam dan membentuk gambaran batin anak tentang dunia. berfikir dan menyelesaikan masalah. anak-anak tak banyak memiliki fungsi mental yang lebih tinggi seperti ingatan. Interaksi institusional memberi kepada anak suatu norma-norma perilaku dan sosial yang luas untuk membimbing hidupnya. Alat-alat itu diwariskan pada anak-anak oleh anggota-anggota kebudayaan yang lebih tua selama pengalaman pembelajaran yang dipandu. . sejarah kebudayaan menyediakan organisasi dan alat-alat yang berguna bagi aktivitas kognitif melalui institusi seperti sekolah. Namun. Fungsi-fungsi mental yang lebih tinggi ini dianggap sebagai ”alat kebudayaan” tempat individu hidup dan alat-alat itu berasal dari budaya. sedangkan Vygotsky lebih banyak menekankan peranan orang dewasa dan anak-anak lain dalam memudahkan perkembangan si anak.45 perkembangan kognitif berbeda dengan gambaran Piaget tentang anak sebagai ilmuwan kecil yang kesepian. Pada level institusional. Vygotsky menekankan baik level konteks sosial yang bersifat institusional maupun level konteks sosial yang bersifat interpersonal. Piaget memandang anak-anak sebagai pembelajaran lewat penemuan individual.

Vygotsky percaya bahwa anak akan jauh lebih berkembang jika berinteraksi dengan orang lain. fungsi kognitif berasal dari interaksi sosial masing . Sedangkan potensial development . dan dia menggambarkan bahwa anak-anak mampu melakukan sesuatu sendiri. Aktual development ditentukan apakah seorang anak dapat melakukan sesuatu tanpa bantuan orang dewasa atau guru. dimana fungsi-fungsi kognitif belum matang. Anak-anak tidak akan pernah mengembangkan pemikiran operasional formal tanpa bantuan orang lain. Pada satu sisi. keterampilan-keterampilan dan hubungan-hubungan interpersonal kognitif dipancarkan melalui interaksi langsung dengan manusia. perkembangan mental anakanak menjadi matang. Vygotsky membedakan antara aktual development dan potensial development pada anak. tetapi masih dalam proses pematangan. Pada sisi lain. Piaget menjelaskan proses perkembangan kognitif sejalan dengan kemajuan anak-anak. Vygotsky mencari pengertian bagaiman anak-anak berkembang dengan melalui proses belajar. 2. Informasi tentang alat-alat.com) menyatakan bahwa : Keterampilan-keterampilan dalam keberfungsian mental berkembang melalui interaksi sosial langsung.46 Menurut Vygotsky Tahun 1962(dalam http://valmband. Melalui pengorganisasian pengalaman-pengalaman interaksi sosial yang berada di dalam suatu latar belakang kebudayaan ini.masing individu dalam konsep budaya. Konsep sosiokultural adalah interaksi antara aspek “internal” dan “eksternal” dari pebelajaran dan penekanannya pada lingkungan sosial pebelajaran. Menurut teori Vygotsky.multiply. Zone Perkembangan Proksimal Meskipun pada akhirnya anak-anak akan mempelajari sendiri beberapa konsep melalui pengalaman sehari-hari.

Untuk memaksimalkan perkembangan. siswa mendiskusikan pengertian barunya dengan temannya kemudian mencocokkan dan mendalami kemudian menggunakannya. Ketika siswa mengerjakan pekerjaanya di sekolah sendiri.multiply. Sebuah konsekuensi pada proses ini adalah bahwa siswa belajar untuk pengaturan sendiri (self-regulasi). siswa seharusnya bekerja dengan teman yang lebih terampil yang dapat memimpin secara sistematis dalam memecahkan masalah yang lebih kompleks.com ) bahwa : Zone Proximal of Development adalah jarak antara tingkat perkembangan sesungguhnya yang ditunjukkan dalam kemampuan pemecahan masalah secara mandiri dan tingkat kemampuan perkembangan potensial yang ditunjukkan dalam kemampuan pemecahan masalah di bawah bimbingan orang dewasa atau teman sebaya yang lebih mampu. perkembangan mereka kemungkinan akan berjalan lambat.com ) bahwa: Zona Perkembangan Proksimal merupakan celah antara actual development dan potensial development.prayudi. Konsep Scaffolding Scaffolding merupakan suatu istilah yang ditemukan oleh seorang ahli psikologi perkembangan-kognitif masa kini. yakni suatu proses . Jerome Bruner. memecahkan masalah di bawah petunjuk orang dewasa atau kerjasama dengan teman sebaya. Maka (dalam http://www.47 membedakan apakah seorang anak dapat melakukan sesuatu. Menurut teori Vygotsky (dalam http://valmband. Melalui perubahan yang berturut-turut dalam berbicara dan bersikap. Maksud dari ZPD adalah menitikberatkan ZPD pada interaksi sosial akan dapat memudahkan perkembangan anak. 3.wordpress. dimana antara apakah seorang anak dapat melakukan sesuatu tanpa bantuan orang dewasa dan apakah seorang anak dapat melakukan sesuatu dengan arahan orang dewasa atau kerjasama dengan teman sebaya.

peringatan. (dalam http://www.wordpress. .prayudi. setiap kemampuan seseorang akan tumbuh dan berkembang melewati dua aturan. Sementara itu fungsi intrsmental dipandang sebagai derivasi atau keturunan yang tumbuh atau terbentuk melalui penguasaan dan internalisasi terhadap proses-proses sosial tersebut.com ) bahwa : Teori scaffolding adalah memberikan kepada seseorang anak sejumlah besar bantuan selama tahap . dan tataran psikologis di dalam diri orang yang bersangkutan (dapat dikategorikan sebagai intrapsikologis atau intar mental). Jadi. dorongan menguraikan masalah ke dalam bentuk lain yang memungkinkan siswa dapat mandiri.48 yang digunakan orang dewasa untuk menuntun anak-anak melalui zona perkembangan proksimalnya. yaitu tataran sosial tempat orang-orang membentuk lingkungan sosialnya (dapat dikategorikan sebagai interpsikologis atau intermental). Dikatakannya bahwa fungsi-fungsi mental yang lebih tinggi dalam diri seseorang akan muncul dan berasal dari kehidupan sosialnya. 4. Perkembangan Mental dari Sosial ke Individu Menurut Vygotsky.tahap awal pembelajaran dan kemudian mengurangi bantuan tersebut dan memberikan kesempatan kepada anak tersebut mengambil alih tanggung jawab yang semakin besar segera setelah ia mampu mengerjakan sendiri. Bantuan yang diberikan guru dapat berupa petunjuk. Pandangan teori ini menempatkan intermental atau lingkungan sosial sebagai faktor primer dan konstitutif terhadap pembentukan pengetahuan serta perkembangan kognitif seseorang.

Pengaruh karya Vygotsky terhadap dunia pengajaran adalah sebagai berikut : 1. guru harus secara aktif mendampingi setiap kegiatan anak-anak. keduanya tidak mendukung pengajaran didaktis diganti sepenuhnya. Pemaknaan atau konstruksi pengetahuan baru muncul atau terjadi melalaui proses internalisasi.berlawanan pembelajaran lewat (individual discovery learning). Walaupun Vygotsky dan Bruner telah mengusulkan peranan yang lebih penting bagi orang dewasa dalam pembelajaran anak-anak daripad peran yang diusulkan Piaget. 2. teman sebaya juga berpengaruh dengan penting pada perkembangan penemuan kognitif individu anak. yaitu mampu memunculkan perubahan dan perkembangan yang tidak sekedar berupa transfer atau pengalihan. walaupun anak tetap dilibatkan dalam pembelajaran aktif. Namun. 3. yaitu seorang anak mengajari . ini berarti anak-anak bekerja dalam zona perkembangan proksimal dan guru menyediakan scaffolding bagi anak selama melalui ZPD. Gagasan tentang kelompok kerja kreatif ini diperluasa menjadi pengajaran pribadi oleh teman sebaya ( peer tutoring). kerja kelompok secara kooperatif (cooperative groupwork) tampaknya mempercepat perkembangan anak. Belajar dan berkembang merupakan satu kesatuan dan saling menentukan. Sebaliknya mereka malah menyatakan. Secara khusus Vygotsky mengemukakan bahwa disamping guru. Dalam istilah teoritis.49 Pada mulanya anak berpartisipasi dalam kegiatan sosial tertentu tanpa memahami maknanya. internalisasi yang dimaksud oleh Vygotsky bersifat transformative.

50 anak lainnya yang agak tertinggal dalam pelajaran. H G H E D A a B F G H D C G H C E A B F E E F .konsep dan pemecahan masalah. Satu anak bisa lebih efektif membimbing anak lainnya melewati ZPD karena mereka sendiri baru saja melewati tahap itu sehingga bis adengan mudah melihat kesulitan-kesulitan yang dihadapi anak lain dan menyediakan scaffolding yang sesuai. Luas selubung dan permukaan kubus dan balok a. 2. Materi Pelajaran KUBUS DAN BALOK A.1. Jadi teori belajar Vygotsky adalah salah satu teori belajar sosial sehingga sangat sesuai dengan model pembelajaran kooperatif. Besaran-Besaran pada Kubus dan Balok 1. Luas selubung dan permukaan kubus Kubus adalah bangun ruang yang dibatasi oleh enam daerah persegi yang kongruen (sama sebangun).8. Dalam model pembelajaran kooperatif terjadi interaktif sosial yaitu interaksi antara siswa dengan siswa dan antara siswa dengan guru dalam usaha menemukan konsep . Keberhasilan pengajaran oleh teman sebaya ini dengan menggunakan teori Vygotsky.

Maka: Luas selubung kubus = Luas ABFE + Luas BCGF + Luas DCGH + Luas ADHE =axa+axa+axa+axa = a2 + a2 + a2 + a2 = 4 a2 Luas permukaan kubus = Luas selubung + Lauas ABCD + Luas EFGH = 4 a2 + a x a + a x a = 4 a2 + a2 + a2 = 6 a2 Kesimpulan: Jika panjang rusuk suatu kubus adalah a.EFGH adalah a.51 Misalnya panjang rusuk kubus ABCD. Luas selubung kubus = 4 a2 2. H H G F t G C G H H E D p D E A E B F F E l C A B . Luas permukaan kubus = 6 a2 b. maka: 1. Luas selubung dan permukaan balok Balok adalah sebuah benda yang dibatasi oleh enam daerah persegi panjang yang masing-masing dinamakan bidang sisi atau sisi balok.

t = keliling ABCD x t Luas permukaan balok = Luas selubung + Luas ABCD + Luas EFGH = 2(p + l). Luas permukaan balok = 2 (pt + pl + lt) . lebar = l.t + p x l + p x l = 2(p + l).2 = 2 (p + l).52 Misalkan balok ABCD . Luas selubung balok = 2(p + l)t 2. EFGH memiliki ukuran panjang AB = p. dan tinggi = t Maka: 1. lebar BC = l dan tinggi CG = t . maka: Luas selubung balok = Luas ABFE+Luas BCGF + Luas CDGH + Luas ADHE = (p x t) + (l x t) + (p x t) + (l x t) = t (p + l + p + l) = t (p + l).t + 2(p x l) = 2 (pt + lt + pl) Luas permukaan balok = Luas selubung + 2 x Luas bidang alas Kesimpulan : Misalkan suatu balok memiliki ukuran panjang = p.

Volume Kubus dan Balok a.53 2. volume kubus (V) yang memiliki panjang rusuk a dirumuskan sebagai berikut : V =axaxa = a3 . Maka volume kubus satuan = (1 x 1 x 1) satuan volume = 1 satuan volume Pada gambar (b) dan (c) tampak kubus yang memiliki panjang 3 satuan panjang. yaitu kubus yang memiliki panjang rusuk 1 satuan panjang. Volume Kubus (a) (b) (c) Pada gambar (a). tampak kubus satuan. Maka volume kubusnya = (3 x 3 x 3) satuan volume = 27 satuan volume Dengan demikian.

54 Dengan : V = volume kubus a = panjang rusuk kubus Kesimpulan : Volume kubus sama dengan panjang rusuknya di pangkatkan tiga. tampak kubus satuan dengan panjang rusuknya 1 satuan panjang dan volume satuan = (1 x 1 x 1) satuan volume = 1 satuan volume Pada gambar (b) dan (c). Volume Balok (a) (b) (c) Pada gambar (a). b. tampak balok yang memiliki panjang 4 satuan panjang. lebar 3 satuan panjang dan tinggi 2 satuan panjang. Volume baloknya = (4 x 3 x 2) satuan volume = 24 satuan volume .

55 Jadi. lebarnya l satuan panjang. Apabila suatu balok panjangnya p satuan panjang. Panjang rusuk kubus: Panjang seluruh rusuk kubus: pt = 12a = 12 A E D a B H F C G . tingginya t satuan panjang. dan volume V satuan volume (satuan isi). volume balok merupakan perkalian panjang. Diberikan volume kubus V dan panjang rusuknya a. Merancang kubus untuk volume tertentu Untuk dapat merancang kubus untuk volume tertentu kamu perlu mengetahui hubungan-hubugan berikut. lebar. B. 1. dengan satuan panjang yang sesuai. 2. Merancang Kubus dan Balok untuk Volume Tertentu 1. dan tinggi. Maka balok itu dirumuskan sebagai berikut: H E F D t p B l G Volume V=pxlxt Dengan : V = volume balok p = panjang balok l = lebar balok t = tinggi balok Kesimpulan : A C Volume balok sama dengan perkalian semua rusuk yang bertemu pada sebuah titik sudut balok.

.. Jika luas sisinya A2 = pt. Panjang diagonal sisi kubus: ps = Panjang diagonal ruang kubus: pr = Luas bidang sisi kubus: Ls = a2 = Luas selubung kubus: Lb = 4a2 = 4 Luas permukaan kubus: Lm = 6a2 = 6 Perhatikan uraian berikut ini yang menjelaskan beberapa hubungan diatas volume kubus (V) dengan panjang rusuk a dalah V = a3. maka: 3. maka l = c. maka t = b.. 7. a. 4. Jika luas sisi-sisinya A1 : A2 : A3 = a : b : c.(1) Sekarang untuk dapat merancang balok untuk volume tertentu kita perlu mengetahui hubungan-hubungan berikut.. maka: . Jika rusuk-rusknya p : l : t = a : b : c. Jika luas sisinya A1 = pl. Diberikan volume balok V. maka panjang rusuk a adalah Panjang seluruh rusuk kubus (pt) adalah pt = 12a Subtitusikan (1) diperoleh pt = . Jika luas sisinya A3 = lt.56 3.. 5... Jika diketahui besar volume V. 6. maka p = 2..(2) . 1.

l = bk. dan t = ck. maka kamu memisalkan p = ak. E H F t G D A p C B l Jika volume V dan luas sisinya A1. atau A3 = lt. p=a l=b t=c . maka : V = A1t sehingga diperoleh t = V = A2l sehingga diperoleh l = V = A3p sehingga diperoleh p = Jika volume balok V dan rusuk-rusuknya p : l : t = a : b : c. atau A2 = pt.57 Perhatikan uraian berikut ini yang menjelaskan beberapa hubungan di atas. dengan k > 0 V=pxlxt V = ak x bk x ck V = abc k3 k= Jadi. dengan A1 = pl.

maka panjang rusuk kubus baru menjadi (a . Jika panjang rusuk kubus semula a bertambah besar h.3h + 3h2 .h)3 = a3 .h3 = 3h + 3ah2 . maka panjang rusuk kubus baru menjadi ka dan volumenya adalah: .h) dan volumenya adalah Vb Vb Vb = (a .h3 Perubahan volume kubusnya adalah ∆V = Vb . Kubus Misalkan panjang kubus semula adalah a.h3 Jika panjang rusuk semula a diperbesar atau diperkecil dengan factor skala k. maka volume kubus semula adalah = a3.Vs = 3a3h + 3ah + h3 = 3h + 3ah2 + h3 C Jika panjang rusuk semula a berkurang h.Vs = 3a3h + 3ah .3a3h + 3ah2 .h3 = a3 → a = = V s . maka panjang rusuk kubus baru menjadi (a + h) dan volumenya adalah Vb Vb Vb = (a + h)3 = a3 + 3a3h + 3ah2 + h3 =a →a= = V s + 3h + 3h 2 3 H E F D A a B G +h 3 Perubahan volume kubusnya adalah: ∆V = Vb .58 Volume Kubus dan Balok Jika Ukuran Rusuknya Berubah 1.

dan tinggi = t. (l + h).lh .Vs = k3 Vs – Vs = (k3 . dan volume balok baru adalah: Vb = (p .lth + lh2 + lh2 . Jika panjang rusuk-rusuk balok semula p. dan t berkurang sebesar h. dan (t + h).Vs = (pl + pt + lt)h + (p x l x t)h2 + h3 2.h) (l . dan volume balok baru adalah: E H F D A p = Vb . l.ume kubusnya adalah ∆V 2.ph .h) = (pl . maka panjang rusuk-rusuk balok baru adalah (p + h). (l + h).h) = plt . dan (t + h). maka volume baloknya adalah Vs = p x l 1.59 Vb = kp x kl x kt =(k3)(plt) = k3Vs Perubahan vo.1) Vs G t C B l Vb = (p + h) (l + h) (t + h) = (pl + ph + lh + h2)(t + h) = plt + plh + pth + ph2 + lth + lh2 + lh2 + h3 Perubahan volume balok adalah: ∆V = Vb .h2)(t . Balok Misalnya balok memiliki ukuran panjang = p.h) (t .plh . lebar = l.pth + ph2 .h3 . maka panjang rusuk-rusuk balok baru adalah (p + h).

h3 = (pl + pt + lt)h . l.(p x l x t)h2 + h3 3.Vs = (abc – 1 Vs) 4. sehingga volume balok baru adalah: Vb = ap x bl x cl = (abc)(plt) = abc V Perubahan volume baloknya adalah: ∆V = Vb .Vs = plh + pth . Jika panjang rusuk-rusuk balok semula p.lh2 . l.ph2 + lth . bl dan cl.Vs = abc Vs . maka panjang rusuk-rusuk balok baru adalah kp. dan t diberbesar atau diperkecil dengan faktor skala k. b.1) Vs Penerapan Kubus dan Balok dalam Kehidupan Dengan pengetahuan yang baik mengenai kubus dan balok kamu dapat menerapkannya dalam kehidupan yang nyata untuk memecahkan berbagai kasus yang berkaitan dengan kubus dan balok. .lh2 . dan t diberbesar atau diperkecil dengan faktor skala a. maka panjang rusuk-rusuk balok baru adalah ap. Jika panjang rusuk-rusuk balok semula p.Vs = k3 Vs – Vs = (k3 . sehingga volume balok baru adalah: Vb = kp x kl x kt =(k3)(plt) = k3Vs Perubahan vo. dan c. kl dan kl.60 Perubahan volume balok adalah: ∆V = Vb .ume kubusnya adalah ∆V = Vb .

2.1. tetapi dapat memecahkan masalah itu setelah mendapat bantuan orang dewasa atau temannya (peer) . ZPD (zone of proximal development). Bahwa siswa akan dapat mempelajari konsep-konsep dengan baik jika berada dalam ZPD. Siswa bekerja dalam ZPD jika siswa tidak dapat memecahkan masalah sendiri. Tahap-tahapan dalam teori belajar vygotsky adalah : 1. Pembelajaran menerapkan teori berdasarkan kegiatan yang berpusat pada siswa untuk mengkonstruksi pengetahuan secara sendiri dan dengan bantuan lingkungan sosial budayanya. Pembelajaran yang menerapkan teori vygotsky lebih menekankan pada siswa yang mengkonstruksi pengetahuan sendiri sedangkan guru lebih ditekankan sebagai fasilitator. Jadi belajar bukan berorientasi kepada terselesaikannya materi tetapi harus berorientasi pada tujuan dan pengalaman belajar yang telah dimiliki siswa.61 2. Pendekatan pembelajaran yang dipandang sesuai adalah pembelajaran kooperatif. Vygotsky menyatakan bahwa siswa belajar melalui interaksi bersama dengan orang dewasa atau teman yang lebih cakap. Sehingga pembelajaran bersifat aktif dan dinamis.9 Kerangka Konseptual Belajar merupakan suatu proses bagaimana siswa mendapat pengalaman sehingga terjadi perubahan tingkah laku. Sosiokultural.

4. dan realistik. dan kemudian diberi bantuan secukupnya dalam memecahkannya. . sulit. Siswa diberi masalah yang kompleks. Perkembangan yang berangkat dari bidang social ke bidang individu.62 3. Vygostky menekankan pada scaffolding.

63 Secara lebih rinci dapat dilihat dari skema berikut ini : Belajar dan Pembelajaran Pembelajaran Matematika Metode yang Digunakan Guru Kurang Bermakna. Dominan Ceramah Pemecahan Masalah Dicari penyelesaian Kemampuan pemecahan masalah masih rendah Solusi belum ditemukan Strategi pemecahan masalalah Dilakukannya Upaya Melakukan pendekatan pembelajaran matematika realistik Langkah Pemecahan Masalah Polya Dikaitkan Dengan Situasi Dunia Nyata Memahami Masalah Merencanakan Meneyelesaikan Memeriksa Kembali Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Meningkat Diperoleh Hasil .

maka hipotesis penelitian ini adalah : “Penerapan teori Vygotsky dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa pada materi geometri”.64 2.4 Hipotesis Tindakan Berdasarkan tinjauan teoritis dan kerangka konseptual. ternyata memperoleh hasil yang lebih efektif terhadap siswa. siswa yang proses pembelajarannya menerapkan pembelajaran kontruktivisme aliran vygotsky memiliki kemampuan pemecahan masalah yang lebih baik daripada sebelum diberikan proses pembelajaran tersebut. Beliau menyimpulkan bahwa setelah pembelajaran dilakukan. Secara umum. Secara keseluruhan. bahwa pembelajaran kontruktivisme aliran vygotsky menjadikan siswa sebagai subjek dan berinisiatif sendiri dalam kegiatan pembelajaran dan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah mengalami peningkatan setelah dilakukan tindakan.3 Kajian Penelitian yang Relevan Adapun kajian peneleitian yang relevan terhadap penelitian yang dilakukan peneliti adalah dengan judul penelitian Pembelajaran Matematika dengan Menerapkan Model Kontruktivisme Aliran Vygotsky (dengan jenis penelitian tindakan kelas yang dilakukan di kelas VII SMP Swasta Nasrani 3 Medan pada T.A 2007/2008) oleh Pribadi Ginting. Dengan kata lain. . pembelajaran kontruktivisme aliran vygotsky dapat menjadi sebuah alternatif untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. mahasiswa UNIMED Jurusan Pendidikan Matematika. 2.

6%. 64 . 3.65 BAB III METODE PENELITIAN 3. sedangkan yang menjawab salah adalah 60.4%. 3.A 2012/2013.1 Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Lumbanjulu.3 Objek Penelitian Objek dalam penelitian ini adalah upaya meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dengan penerapan teori Vygotsky pada materi geometri di kelas IX SMP Negeri 1 Lumbanjulu T.A 2012/2013 diambil satu kelas sebagai subyek penelitian yaitu kelas IX-I yang berjumlah 36 siswa. bahwa siswa mengalami kesulitan dalam memahami dan menerapkan rumus-rumus pada materi Bangun Ruang Kubus dan Balok dengan persentase rata-rata siswa yang menjawab benar keseluruhan tes adalah 39.2 Subjek Penelitian Satu masalah penting yang harus dilakukan oleh seorang peneliti. Dari 5 kelas yang ada siswa kelas IX di SMP Negeri 1 Lumbanjulu T. Dari hasil tes diagnostik yang diujikan pada saat prapenelitian. jika hendak mengadakan Penelitian Tindakan Kelas yaitu penentuan subyek penelitian.Sehingga dapat diupayakan pembelajaran yang sesuai keadaan siswa. Adapun alasan memilih lokasi penelitian adalah karena pada pembelajaran Bangun Ruang Kubus dan Balok menunjukkan kemampuan siswa memecahkan masalah kurang optimal.

dan perkembangan mental dari bidang sosial ke bidang individu. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) . Kemampuan pemecahan masalah adalah kemampuan atau kompetensi strategik yang ditunjukkan siswa dalam memahami. scaffolding.66 3. Teori Vygotsky adalah salah satu teori belajar sosial sehingga sangat sesuai dengan model pembelajaran kooperatif karena dalam model pembelajaran kooperatif terjadi interaktif sosial yaitu interaksi antara siswa dengan siswa dan antara siswa dengan guru dalam usaha menemukan konsep . konsep ZPD.5 Jenis Penelitian Pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan kualitatif yang berguna untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dengan penerapan teori vygotsky pada pokok bahasan Bangun Ruang Kubus dan Balok pada siswa kelas IX di SMP Negeri 1 Lumbanjulu. 3. Pemilihan jenis PTK karena peneliti terlibat langsung dan sudah merupakan tugas peneliti sebagai calon pendidik yang harus selalu berusaha meningkatkan mutu pendidikan.konsep dan pemecahan masalah.4 Definisi Operasional Untuk dapat melakukan variabel penelitian secara kuantitatif maka variabel-variabel didefinisikan sebagai berikut: a. b. Sedangkan jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Dengan menerapkan empat prinsip dalam proses pembelajarannya yaitu sosiokultural. memilih pendekatan dan strategi pemecahan dan menyelesaikan model untuk menyelesaikan masalah.

7 Prosedur Penelitian Sesuai dengan jenis penelitian ini. maka penelitian ini memiliki tahap atau siklus sebagai berikut : Siklus I No.6 Alat Pengumpul Data Alat yang digunakan dalam pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes. Tahap-Tahap Sasaran Penelitian Perencanaan. yaitu Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). dan observasi. ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan siswa memecahkan masalah mangalami peningkatan berdasarkan rata-rata setelah diberi teori vygotsky. wawancara.6.3 Observasi Observasi yang dilakukan merupakan pengamatan terhadap seluruh kegiatan dan perubahan yang terjadi pada saat diberikan tindakan.67 merupakan kajian tentang situasi sosial dan pandangan untuk meningkatkan mutu tindakan yang ada di dalamnya. 3. 1. 3. 3.1 Tes Dalam penelitian ini diberikan tes kemampuan pemecahan masalah. yang dilakukan adalah • Wawancara • Untuk mengetahui kesulitan • Data siswa dalam memahami siswa kesulitan Output .6. 3.

• Merancang RPP • Agar pembelajaran yang • KBM efektif berlangsung lebih terarah.68 materi Kubus sebagai tindakan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa.• Untuk haman mengetahui serta pema. (pengajuan masalah yang pemdengan teori • Guru memberikan masalah • Peningkatan kepada siswa yang telah disusun Kegiatan berkaitan dalam Siswa dengan Lembar yang materi kemampuan pemecahan masalah siswa kubus dan balok dalam kehidupan sehari-hari berada pada ZPD. • Membuat tes ke. 2. Pelaksanaan.• Tes kemampuan pemecahan masalah I mampuan pemecahan masalah I kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal yang berkaitan dengan materi. • Membuat observasi lembar • Untuk kondisi melihat belajar bagaimana • Data mengajar KBM kondisi yang berlangsung di kelas. untuk menemukan rumus . meliputi : • Melakukan belajaran penerapan vygotsky.

• Siswa saling memberikan argumennya masing dalam masingkegiatan . scaffolding. presentasi kerja). • Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan hal-hal yang kurang dimengerti pada masalah I.69 sosiokultur. dan luas permukaan kubus dan balok hasil • Siswa mencermati masalah yang diberikan guru. • Guru mengarahkan siswa untuk membagi kelompok yang telah disusun sebelumnya. • Guru memberikan waktu kepada siswa untuk masalah secara mendiskusikan tersebut berkelompok. • Siswa berusaha mencoba menyelesaikan masalah I.

70 diskusi tersebut untuk menyelesaikan masalah. sedangkan yang lain • Siswa memperoleh hasil diskusinya dan guru . masingkelompok hasil meminta mempresentasikan diskusinya kolompok menanggapi. • Setelah diselesaikan guru masing masalah oleh I siswa. • Guru mengamati setiap kegiatan siswa di setiap kelompok untuk melihat kesulitan-kesulitan dihadapi siswa. • Guru menanyakan kembali apa hal-hal yang masih kurang dimengerti siswa dan membimbing siswa yang mengatasi masalah yang mereka hadapi.

pembelajaran • Data hasil tes kemampuan pemecahan masalah I . dan seterusnya dengan prosedur penyelesaian yang sama seperti pada masalah I. I Pada tahap ini dilakukan observasi terhadap pelak. • Hasil diskusi merupakan konsep kubus. • Untuk mengetahui hasil yang dicapai oleh siswa setelah • Pemberian ke-mampuam pemecah-an masalah 3.71 memberikan penguatan. masalah I guru luas permukaan memberikan waktu kepada siswa untuk menyelesaikan masalah II. • Setelah diselesaikan.• Data kondisi tes proses berlangsung. III. • Guru melakukan tanya jawab untuk menunjukkan kebenaran konsep yang telah ditemukan siswa.

memperjelas data. mengajar guru kelas didepan yang bertugas sebagai pengamat mengisi lembar obsevasi untuk mengamati kegiatan yang terjadi selama proses belajar sung. mengajar Evalusi berlangdilakukan untuk mengukur peningkatan ke-mampuan memecahkan matematika. siswa masalah 4. sehingga diambil kesimpulan dari tindakan yang telah dilakukan. Hasil refleksi ini .72 sanaan Observasi tindakan dengan lembar KBM menggunakan observasi yang telah dibuat. Tahap ini dilakukan untuk menganalisa dan memberikan • Hasil identifikasi arti Refleksi terhadap data yang masalah masalah baru) (hasil yang diperoleh. peneliti kelas.

73 kemudian digunakan sebagai dasar untuk perencanaan pada siklus berikutnya. .

yang dilakukan adalah • Mendesain RPP • Melakukan perbaikan pembe.• KBM efektif lajaran sebagai tindak lanjut dari siklus I. teori • Proses pembalajaran sama • Peningkatan seperti pada siklus I ( dengan perbaikan proses kemampuan pemecahan masalah siswa pembelajaran misal dengan bantuan alat peraga seperti . Tahap-Tahap Sasaran Penelitian Perencanaan. • Membuat observasi lembar • Untuk kondisi melihat belajar bagaimana • Data mengajar KBM kondisi Output yang berlangsung di kelas.• Untuk puan masalah II pemecahan haman mengetahui serta pema. meliputi : • Melakukan pembelajaran dengan penerapan vygotsky.74 Siklus II No.• Tes kemampuam pemecahan masalah II kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan materi. • Membuat tes kemam. 1. Pelaksanaan. 2.

Refleksi Untuk mengetahui terdapat melihat apakah kesulitan dan masih yang • Hasil identifikasi masalah dialami siswa baik kesulitan dalam ataupun memahami kesulitan materi dalam menyelesaikan masalah yang berkenaan dengan materi . dll). 4. Observasi Untuk melihat apakah telah • ada perubahan berarti yang terjadi pada kondisi Data kondisi KBM pembelajaran di kelas setelah perbaikan program pengajaran dilakukan. mana siswa yang telah kemampuan pemecahan masalah I memahami 3.75 kerangkla dan model bangun ruang kubus dan balok.• Untuk mpuan masalah II pemecahan mengetahui sejauh • Data hasil tes mana penguasaan siswa dan sejauh kurang mengerti. • Pemberian tes kema.

Keputusan Definisi Masalah Keputusan Definisi Ulang Masalah Evaluasi Asesmen Kebutuhan Evaluasi Asesmen Kebutuhan Implementasi Hipotesis/Gagasan Implementasi Hipotesis/Gagasan Revisi Rencana Tindakan Revisi Rencana Tindakan . Secara lebih rinci prosedur pelaksanaan penelitian tindakan kelas menurut model Mc.. Peneliti mengharapkan kemampuan siswa memecahkan masalah lebih baik dan dapat bertahan dalam jangka waktu yang cukup lama..Kernan (dengan modifikasi dari Hopskin. Jika masih terdapat dilanjutkan kesulitan.76 kubus dan balok. pada maka siklus berikutnya. 1993:53) dalam Wiriatmadja (2000:69) sebagai berikut: Tindakan Siklus 1 Tindakan yang membutuhkan Perbaikan Situasi Masalah Tindakan Siklus 2 Dst.

Penentuan Ketuntasan Pemecahan Masalah Secara Individu DSP = P x 100% Q Keterangan : DSP = daya serap perorangan P Q Dengan kriteria : 0 % ≤ DSP < 65 % 65 %≤ DSP ≤100% .1. dipelajari dan ditelaah untuk mengolongkan dan mengorganisasikan jawaban-jawaban siswa. selajutnya dikoreksi hasil pekerjaan siswa. 3.2 Menyajikan data Kegiatan analisis berikutnya adalah penyajian data yang diartikan sebagai kumpulan data yang terorganisasikan. siswa belum mampu memecahkan masalah . Reduksi data Setelah tes mengenai geometri diberikan. sehingga memungkinkan adanya kesimpulan. siswa telah mampu memecahkan masalah = skor yang diperoleh siswa = skor maksimal Sedangkan pengolongan besarnya persentase kemampuan memecahkan masalah menurut Nurkancana (1986:89) adalah sebagai berikut: .8.8 Teknik Analisis Data 3.8.77 T1 T2 3. untuk mengetahui sejauh mana persentasi kemampuan siswa memecahkan masalah dapat digunakan rumus: i. Setelah dilakukan tes kemampuan pemecahan masalah kepada siswa.

kemampuan pemecahan masalah rendah 65% ≤ DSP ≤ 79%. kemampuan pemecahan masalah sedang 80% ≤ DSP ≤ 89%. kemampuan pemecahan masalah sangat rendah 55% ≤ DSP ≤ 64%. kemampuan pemecahan masalah sangat tinggi ii. kemampuan pemecahan masalah tinggi 90% ≤ DSP ≤ 100%. serta sudah terdapat ketentuan ketuntasan secara individu dan klasikal yang tersebut di atas maka tujuan penelitian ini telah tecapai. Jika terjadi peningkatan nilai rata-rata tes kemampuan pemecahan masalah I dan tes kemampuan pemecahan masalah II maupun tes kemampuan pemecahan masalah berikutnya. kelas telah mampu memecahkan masalah Untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan kemampuan pemecahan masalah siswa setelah pembelajaran dengan menerapkan teori vygotsky dilihat dari hasil deskriptif skor tes kemampuan pemecahan masalah.78 0% ≤ DSP ≤ 54%. kelas belum mampu memecahkan masalah 85 %≤ DSK ≤100% . . Setiap skor tes kemampuan pemecahan masalah tersebut akan dibandingkan. Penentuan Persentase Siswa Mampu Memecahkan Masalah Secara Klasikal DSK = M x 100% N Ket : DSK = persentase kelas yang mampu memecahkan masalah M = banyak siswa yang telah mampu memecahkan masalah N = banyak siswa seluruhnya Dengan criteria: 0% ≤ DSK < 85 % .

2. Menghitung luas permukaan kubus dan balok. Kompetensi Dasar Menghitung luas permukaan dan volume kubus dan balok. dan bagian-bagiannya serta menentukan ukurannya. 4. Indikator Menemukan rumus luas permukaan kubus dan balok.79 Lampiran 1 SIKLUS I RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN I ( RPP I ) Mata Pelajaran Pokok Bahasan : Matematika : Kubus dan Balok Sub Pokok Bahasan : Menghitung luas permukaan dan volume kubus dan balok Kelas / Semester : IX / I Jumlah Pertemuan : 2 x pertemuan Waktu : 2 x 40 menit 1. balok. Standar Kompetensi Memahami sifat-sifat kubus. 3. Materi .

Skenario Pembelajaran Pertemuan I Tahap No. Menggunakan rumus untuk menghitung luas permukaan kubus dan balok.  Lembar Kegiatan siswa(LKS). dan pemecahan masalah. 5. 6. Strategi dan Metode Pembelajaran  Model Pembelajaran Model pembelajaran yang digunakan adalah model pembelajaran kontruktivisme aliran vygotsky.  Buku pegangan guru dan siswa (Yudistira). Kelengkapan  Rencana Pelaksanaan Pembelajaran(RPP). tanya jawab. 7.  Metode Pembelajaran Metode pembelajaran yang digunakan adalah penemuan.80 Mencari rumus luas permukaan kubus dan balok. 1. Model. diskusi. pemberian tugas. Pembelajaran Komunikasi Kegiatan awal Kegiatan Guru Kegiatan Siswa • Membuka pelajaran menyampaikan dan • Mendengarkan tujuan pembelajaran yang Alokasi Waktu 2’ .  Strategi Pembelajaran Strategi pembelajaran yang digunakan adalah pola pembelajaran kooperatif berbasis interaksi sosial.

• Mengaitkan materi kubus dan balok dalam kehidupan seharihari. • Mendengarkan dan secara tidak langsung memikirkan apa yang disampaikan guru. • Menanyakan dan • Mendengarkan mengingatkan kembali materi dan memberikan argumen tentang materi prasyarat yang guru. • Mendengarkan arahan guru dan bertanya memang yang jika ada masih 5’ kurang dipahami. 2. .81 tujuan pembelajaran. tetapi kurang disampaikan guru. Appersepsi • Menanyakan materi yang sudah dipelajari masih dipahami. • Melakukan tanya jawab dengan diajukan prasyarat sebelum memasuki materi pelajaran.

3. Pemberitahuan Kompetensi dan Indikator • Menyampaikan secara lisan • Memperhatikan dan mencermati 3' kompetensi dasar dan indikator kompetensi dasar dan yang indikator (tertera pada point . • Membagi siswa • Mendengarkan arahan guru dan melaksanakan arahannya. • Berusaha mengeluarkan pendapat/argume n masing-masing siswa. mengemukakan pengetahuan awalnya tentang konsep yang akan dibahas. duduk menjadi beberapa kelompok secara heterogen sehingga di setiap • Siswa kelompok diharapkan terjadi proses sosiokultur di antara siswa.82 guru. • Memberikan dorongan kepada siswa untuk berkelompok membentuk kelompok belajar.

• Memberikan • Menanyakan hal- . Kegiatan Inti Kegiatan Guru Kegiatan Siswa • Memberikan masalah kepada • Menerima Lembar Kegiatan Siwa yang guru. 1.83 2 dan 3) yang akan peserta melalui bahasan dan balok. Tahap No. kubus dan balok dalam kehidupan sehari-hari untuk menemukan rumus luas permukaan kubus dan balok. Pembelajaran Pengajuan masalah yang berada pada ZPD dicapai didik pokok kubus disampaikan oleh guru. I(LKS I) Alokasi Waktu 10’ siswa yang telah disusun dalam diberikan Lembar Kegiatan Siswa I(LKS I) • Mencermati yang dengan berkaitan materi masalah yang ada pada LKS I.

2. • Dengan pembagian . pada • Berusaha mencoba menyelesaikan masalah 1.84 kesempatan kepada untuk menanyakan halhal yang kurang dimengerti masalah 1. • Saling memberikan argumennya masing-masing dalam diskusi untuk kegiatan tersebut dapat 25’ mendiskusikan masalah 1 secara berkelompok. menyelesaikan masalah. Pembelajaran sosiokultur • Memberikan waktu siswa kepada untuk untuk pada siswa hal yang kurang dipahami masalah 1. • Mengarahkan siswa mengerjakan masalah 1 pada LKS.

siswa bisa menciptakan kondisi diskusi yang efektif dan kondusif. berupaya dan untuk .85 kelompok yang heterogen. • Memberikan dorongan kepada siswa untuk terus dapat menyelesaikan masalah mengeluarkan pendapat secara dan • Memperhatikan dan memahami masalah 1 dengan bantuan paket. • Mengontrol jalannya diskusidan mencermati persepsi siswa • Berusaha memahami masalah. buku diskusi antara siswa pada setiap kelompok dan bila perlu pada dalam bebas dan terbuka. berdiskusi. bertanya guru menyelesaikan masalah tersebut.

• Bantuan diberikan dapat petunjuk.86 yang dalam berbeda menyelesaikanya. menguraikan masalah ke dalam bentuk lain yang memungkinkan siswa mandiri. peringatan. memandang memahami masalah. dorongan. yang • Mencermati guru berupa arahan guru dan mencoba kembali memahami masalah. • Memberikan 3. . dapat diberikan guru. Scaffolding bantuan siswa dan • Mendengarkan arahan guru dan mencermati bantuan 1 yang 10’ kepada untuk menyelesaikan masalah tersebut.

87 • Memberikan bantuan guna menghantarkan siswa memahami masalah dan dalam terbatas penyelesaiaannya. • Berkeliling mengamati siswa memberi kerja dan arahan • Mencermati arahan guru dan terus mencoba melakukan aktivitas pemecahan masalah. . • Mengamati setiap • Mengerjakan kegiatan siswa di setiap untuk kesulitankesulitan yang kelompok melihat kegiatan pemecahan masalah. dihadapi siswa. agar kerja siswa lebih efektif.

mereka hadapi.88 • Menanyakan kembali apa halhal yang masih kurang dimengerti siswa membimbing siswa masalah mengatasi yang dan • Mendengarkan dan bertanya kepada guru jika masih kesulitan dihadapi ada yang dalam memecahkan masalah. • Bantuan diberikan demi dikurangi sehingga lebih memecahkan masalah dengan siswa bisa yang • Menyelesaikan sedikit sedikit masalah 1 dengan adanya bantuan guru dan proses sosiokultur dengan teman 20’ sekelompok. • Bantuan diberikan tergantung pada yang . mengkonstruksi pengetahuannya sendiri.

sedangkan kelompok yanglain menanggapi. 4. • Memberikan tanggapan terhadap argumen atau yang oleh lain. • Setelah masalah 1 • Kelompok diselesaikan oleh siswa. pertanyaan diajukan kelompok atau menanggapi hasil kerja kelompok penyaji dan mengekspresikan ide-ide secara . • Memberi kesempatan kepada kelompok lain mengkritisi mendengarkan kelompok penyaji. Presentasi Hasil Kerja meminta satu guru salah kelompok terpilih menyajikan hasil kerjanya di depan kelas kelompok duduk dan lain dan yang mempresentasikan hasil diskusinya.89 masalah yang dihadapi siswa.

• Melakukan tanya • jawab untuk Bertanya kepada guru ataupun menunjukkan kebenaran konsep yang ditemukan dan telah siswa kelompok penyaji untuk menemukan hasil diskusinya. memberikan • Memperoleh hasil diskusi dari penguatan. mendiskusikan untuk hasil memadu pemikiran beberapa kelompok. .90 terbuka. • Sesekali mengajukan pertanyaan untuk memastikan pemecahan masalah dan ditanggapi penyaji dapat oleh • Kelompok mengecek kembalihasil kerjanya mengajukan masukan pertanyaan atau atas dan lain beda pemecahan masalah dan kelompok lain.

3. memberikan waktu siswa kepada untuk kembali pola luas kegiatan di atas sehingga ditemukan konsep pemecahan masalah pada menyelesaikan masalah 2.91 masalah 1 yaitu konsep permukaan kubus. Tahap No. dan seterusnya dengan prosedur penyelesaian yang sama pemecahan masalah 1. 1. • Setelah masalah 1 • Mengikuti diselesaikan. Pembelajaran Pelaporan seperti Lembar Kegiatan Siswa I (LKS I). . Kegiatan Akhir Kegiatan Guru Kegiatan Siswa • Memberikan kesempatan kepada untuk menanyakan siswa • Bertanya pada Alokasi Waktu 5’ guru tentang halhal yang kurang dimengerti.

Appersepsi • Menanyakan materi yang sudah dipelajari masih dipahami. • Memberikan tugas • Mendengarkan sebagai untuk latihan dikerjakan dan melaksanakan arahan guru. Pertemuan II Tahap No. di rumah. Pembelajaran Komunikasi Kegiatan awal Kegiatan Guru Kegiatan Siswa • Membuka pelajaran menyampaikan tujuan pembelajaran. Alokasi Waktu 2’ kurang dipahami. . 1. tetapi kurang • Mendengarkan arahan guru dan bertanya memang yang jika ada masih 5’ dan • Mendengarkan tujuan pembelajaran yang disampaikan guru.92 kembali yang dimengerti hal-hal kurang pada materi yang baru dipelajari. 2.

93 • Menanyakan dan • Mendengarkan mengingatkan kembali rumus konsep luas dan memberikan argumen tentang materi sebelumnya. • Melakukan tanya jawab guru. • Membagi siswa • Mendengarkan arahan guru dan melaksanakan arahannya. menjadi beberapa kelompok secara heterogen . permukaan kubus dan sebelum memasuki materi pelajaran baru. dengan kehidupan seharihari. • Mengaitkan materi kubus dan balok dalam balok • Mendengarkan dan secara tidak langsung memikirkan apa yang disampaikan guru.

94 sehingga di setiap • Siswa kelompok diharapkan terjadi proses sosiokultur di antara siswa. Pemberitahuan Kompetensi dan Indikator • Menyampaikan secara lisan • Memperhatikan dan mencermati 3’ kompetensi dasar dan indikator kompetensi dasar dan yang disampaikan oleh guru. 3. • Memberikan dorongan kepada siswa untuk duduk berkelompok membentuk kelompok belajar. mengemukakan pengetahuan awalnya tentang konsep yang akan dibahas. indikator (tertera pada point 2 dan 3) yang akan peserta melalui bahasan dicapai didik pokok kubus . • Berusaha mengeluarkan pendapat/argume n masing-masing siswa.

pada . diberikan Alokasi Waktu 10’ siswa yang telah disusun dalam Lembar Kegiatan Siswa II(LKS II) • Mencermati yang dengan berkaitan materi masalah yang ada pada LKS II. Tahap No.95 dan balok. Pembelajaran Pengajuan masalah yang berada pada ZPD Kegiatan Inti Kegiatan Guru Kegiatan Siswa • Memberikan masalah kepada • Menerima Lembar Kegiatan Siwa II(LKS II) yang guru. 1. • Memberikan kesempatan kepada untuk menanyakan halhal yang kurang siswa • Menanyakan halhal yang kurang dipahami masalah 1. kubus dan balok dalam kehidupan sehari-hari untuk menggunakan rumus luas permukaan kubus dan balok.

Pembelajaran sosiokultur • Memberikan waktu siswa kepada untuk • Saling memberikan argumennya masing-masing dalam diskusi untuk kegiatan tersebut dapat 25’ mendiskusikan masalah 1 secara berkelompok. untuk masalah 1 pada LKS. • Dengan pembagian kelompok yang heterogen.96 dimengerti masalah 1. • Mengarahkan siswa mengerjakan pada • Berusaha mencoba menyelesaikan masalah 1. siswa bisa menciptakan kondisi diskusi yang efektif dan . menyelesaikan masalah. 2.

berdiskusi. dan siswa berbeda • Berusaha memahami masalah. buku diskusi antara siswa pada setiap kelompok dan bila perlu pada dalam bebas dan terbuka. • Mengontrol jalannya diskusidan mencermati persepsi yang dalam memandang memahami masalah. .97 kondusif. bertanya guru menyelesaikan masalah tersebut. • Memberikan dorongan kepada siswa untuk terus dapat menyelesaikan masalah mengeluarkan pendapat secara dan • Memperhatikan dan memahami masalah 1 dengan bantuan paket. berupaya dan untuk menyelesaikanny a.

Scaffolding bantuan siswa kepada untuk • Mendengarkan arahan guru dan mencermati bantuan 1 yang 10’ menyelesaikan masalah tersebut. • Memberikan bantuan guna menghantarkan siswa dalam terbatas dapat yang guru berupa diberikan guru. • Bantuan diberikan dapat petunjuk. menguraikan masalah ke dalam bentuk lain yang memungkinkan siswa mandiri. dorongan. peringatan.98 • Memberikan 3. • Mencermati arahan guru dan mencoba kembali memahami masalah. .

99 memahami masalah dan penyelesaiaannya. dihadapi siswa. agar kerja siswa lebih efektif. • Berkeliling mengamati siswa memberi kerja dan arahan • Mencermati arahan guru dan terus mencoba melakukan aktivitas pemecahan masalah. • Menanyakan kembali apa halhal yang masih kurang dimengerti siswa membimbing dan • Mendengarkan dan bertanya kepada guru jika masih kesulitan dihadapi ada yang dalam . • Mengamati setiap • Mengerjakan kegiatan siswa di setiap untuk kesulitankesulitan yang kelompok melihat kegiatan pemecahan masalah.

mereka hadapi. • Bantuan diberikan tergantung masalah pada yang yang dihadapi siswa. • Setelah masalah 1 • Kelompok diselesaikan oleh siswa. • Bantuan diberikan demi dikurangi sehingga lebih memecahkan 4.100 siswa masalah mengatasi yang memecahkan masalah. Presentasi Hasil Kerja masalah dengan siswa bisa yang • Menyelesaikan sedikit sedikit masalah 1 dengan adanya bantuan guru dan proses sosiokultur dengan teman sekelompok. 20’ mengkonstruksi pengetahuannya sendiri. meminta guru salah terpilih menyajikan hasil kerjanya di depan yang .

• Memberi kesempatan kepada kelompok lain mengkritisi mendengarkan kelompok penyaji.101 satu kelompok kelas kelompok duduk dan lain dan mempresentasikan hasil diskusinya. pertanyaan diajukan kelompok atau menanggapi hasil kerja kelompok penyaji dan mengekspresikan ide-ide terbuka. • Sesekali mengajukan pertanyaan untuk memastikan pemecahan secara • Kelompok mengecek kembalihasil kerjanya mengajukan lain dan . • Memberikan tanggapan terhadap argumen atau yang oleh lain. sedangkan kelompok yanglain menanggapi.

• Melakukan tanya • jawab untuk Bertanya kepada guru ataupun menunjukkan kebenaran konsep yang ditemukan dan telah siswa kelompok penyaji untuk menemukan hasil diskusinya.102 masalah dan ditanggapi penyaji dapat oleh masukan pertanyaan atau atas beda pemecahan masalah dan kelompok lain. • Setelah masalah 1 • Mengikuti . memberikan • Memperoleh hasil diskusi dari penguatan. mendiskusikan untuk hasil memadu pemikiran beberapa kelompok. masalah 1 yaitu menggunakan rumus untuk menghitung luas permukaan balok.

memberikan waktu siswa kepada untuk kembali pola kegiatan di atas sehingga ditemukan konsep pemecahan masalah pada menyelesaikan masalah 2.3. 1. dan seterusnya dengan prosedur penyelesaian yang sama pemecahan masalah 1. Kegiatan Akhir Kegiatan Guru Kegiatan Siswa • Memberikan kesempatan kepada untuk menanyakan kembali yang dimengerti hal-hal kurang pada siswa • Bertanya pada Alokasi Waktu 5’ guru tentang halhal yang kurang dimengerti. materi yang baru dipelajari.103 diselesaikan. Tahap No. Pembelajaran Pelaporan seperti Lembar Kegiatan Siswa II (LKS II). .

Tentukan luas kotak tersebut jika bagian atas kotak tersebut dibuka (tanpa tutup)! 2. dimana AB adalah panjang kubus. Suatu tempat pembuangan sampah berbentuk balok ABCD. Penilaian Teknik : Tes Kemampuan Pemecahan Masalah Buku Instrumen : Pertanyaan Tertulis Instrumen : 1. BC adalah lebar kubus.104 • Memberikan tugas • Mendengarkan sebagai untuk latihan dikerjakan dan melaksanakan arahan guru. BC = (x + 3) m. 8. 20. Jika balok tersebut akan dibuat dari bahan kayu triplek yang harganya Rp.EFGH.000.00 tiap m2. dan CG = 2x m. Hitunglah harga bahan yang dibutuhkan! . Panjang rusuk seluruhnya 60 m. di rumah. dan CG adalah tnggi dari kubus. Jika diberikan suatu kotak berbentuk kubus ABCD.EFGH dengan AB = (2x + 2) m.

3. Standar Kompetensi Memahami sifat-sifat kubus. 4. Materi Mencari rumus volume kubus dan balok. Indikator Menentukan rumus volume kubus dan balok. Strategi dan Metode Pembelajaran . Kompetensi Dasar Menghitung luas permukaan dan volume kubus dan balok. Model. dan bagian-bagiannya serta menentukan ukurannya. 2. 5.105 SIKLUS II RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN II ( RPP II ) Mata Pelajaran Pokok Bahasan : Matematika : Kubus dan Balok Sub Pokok Bahasan : Menghitung luas permukaan dan volume kubus dan balok Kelas / Semester : IX / I Jumlah Pertemuan : 2 x pertemuan Waktu : 2 x 40 menit 1. balok. Menggunakan rumus untuk mnentukan volume kubus dan balok.

tanya jawab. diskusi. dan pemecahan masalah.  Strategi Pembelajaran Strategi pembelajaran yang digunakan adalah pola pembelajaran kooperatif berbasis interaksi sosial.  Buku pegangan guru dan siswa (Yudistira).106  Model Pembelajaran Model pembelajaran yang digunakan adalah model pembelajaran kontruktivisme aliran vygotsky. Kelengkapan  Rencana Pelaksanaan Pembelajaran(RPP). 7. pemberian tugas. Skenario Pembelajaran . 6.  Metode Pembelajaran Metode pembelajaran yang digunakan adalah penemuan.  Lembar Kegiatan siswa(LKS).  Alat Peraga (Kerangka dan model-model bangun ruang kubus dan balok).

ada yang masih kurang dipahami. Appersepsi • Menanyakan materi • Mendengarkan arahan dan jika guru bertanya memang 5’ yang sudah dipelajari tetapi masih kurang dipahami.107 Pertemuan I Tahap No. Alokasi Waktu 2’ menyampaikan tujuan pembelajaran. Pembelajaran Komunikasi Kegiatan awal Kegiatan Guru Kegiatan Siswa • Membuka dan pelajaran • Mendengarkan tujuan pembelajaran yang disampaikan guru. 1. • Menanyakan dan • Mendengarkan dan memberikan argumen tentang materi sebelumnya yang diajukan mengingatkan kembali materi pada pertemuan sebelumnya memasuki pelajaran baru. sebelum materi . 2.

• Melakukan tanya jawab dengan guru. • Membagi menjadi kelompok siswa • Mendengarkan beberapa secara arahan dan melaksanakan arahannya. duduk guru heterogen sehingga di setiap diharapkan kelompok terjadi • Siswa proses sosiokultur di antara siswa.108 guru. dan materi • Mendengarkan balok dan secara kehidupan tidak langsung memikirkan apa yang disampaikan guru. berkelompok membentuk kelompok belajar. • Mengaitkan kubus dalam sehari-hari. • Memberikan dorongan • Berusaha kepada siswa untuk mengeluarkan .

• Mendengarkan dan menjelaskan alat peraga bantu memudahkan memahami sebagai alat untuk siswa dan dan berusaha memahami penjelasan guru. memecahkan masalah. Pemberitahuan Kompetensi dan Indikator lisan kompetensi dasar dan indikator (tertera pada point 2 dan 3) yang akan dicapai dan mencermati kompetensi dasar dan 3’ peserta didik melalui pokok bahasan kubus dan balok.109 mengemukakan pengetahuan awalnya tentang konsep yang akan dibahas. pendapat/argu men masing- masing siswa. . • Menyampaikan secara • Memperhatikan 3. indikator yang disampaikan oleh guru.membagi. • Menyiapkan.

rumus volume kubus dan balok. untuk siswa • Berusaha mencoba kepada untuk hal-hal kurang pada • Menanyakan hal-hal kurang dipahami pada masalah 1. yang mengerjakan . yang berkaitan dengan materi balok kubus dan • Mencermati dalam masalah yang kehidupan sehari-hari untuk menemukan ada pada LKS III. • Mengarahkan 2. Pembelajaran Pengajuan masalah yang berada pada ZPD Kegiatan Inti Kegiatan Guru Kegiatan Siswa • Memberikan masalah • Menerima kepada siswa yang Lembar Kegiatan III(LKS Siwa III) Alokasi Waktu 10’ telah disusun dalam Lembar Siswa Kegiatan III(LKS III) yang diberikan guru. • Memberikan kesempatan siswa menanyakan yang dimengerti masalah 1.110 Tahap No. 1.

• Memberikan dorongan • Memperhatikan kepada siswa untuk terus menyelesaikan masalah 3. Pembelajaran sosiokultur • Memberikan waktu • Saling memberikan argumennya secara masing-masing dalam kegiatan diskusi tersebut untuk dapat 25’ kepada siswa untuk mendiskusikan masalah 1 berkelompok. menyelesaikan masalah. mengeluarkan dan dapat dan memahami masalah 1 dengan bantuan buku diskusi paket.111 masalah 1 pada LKS. • Memberi dorongan • Menggunakan alat untuk memudahkan pemecahan masalah. peraga kepada siswa untuk dapat memaxsimalkan penggunaan peraga yang alat telah diberikan. menyelesaikan masalah 1. antara .

siswa setiap pada kelompok dan bila bertanya guru perlu pada dalam menyelesaikan masalah tersebut. • Bantuan yang arahan dan mencermati bantuan yang guru 10’ diberikan guru dapat berupa petunjuk.112 pendapat secara bebas dan terbuka. siswa yang berbeda dalam dan masalah. memandang memahami • Memberikan bantuan • Mendengarkan Scaffolding kepada siswa untuk menyelesaikan masalah 1 tersebut. dan berupaya untuk menyelesaikan nya. diberikan guru. • Mengontrol diskusi mencermati jalannya • Berusaha dan persepsi memahami masalah. berdiskusi. .

• Mengamati kegiatan setiap • Mengerjakan siswa di kegiatan pemecahan masalah. • Berkeliling mengamati • Mencermati kerja siswa dan arahan dan mencoba melakukan aktivitas pemecahan masalah. dorongan.113 peringatan. guru terus memberi arahan agar kerja efektif. siswa lebih setiap kelompok untuk melihat kesulitan- . memahami dan kembali memahami masalah. menguraikan masalah ke dalam bentuk lain yang memungkinkan siswa dapat mandiri. • Memberikan bantuan • Mencermati terbatas guna arahan dan guru mencoba menghantarkan siswa dalam masalah penyelesaiaannya.

• Bantuan yang • Menyelesaikan masalah 1 diberikan sedikit demi sedikit dikurangi dengan adanya bantuan dan guru proses sehingga siswa lebih bisa masalah memecahkan dengan sosiokultur dengan teman mengkonstruksi pengetahuannya sendiri.114 kesulitan dihadapi siswa. yang mereka hadapi. 4. yang • Menanyakan kembali • Mendengarkan apa masih hal-hal yang kurang dan kepada bertanya guru dimengerti siswa dan membimbing mengatasi siswa masalah jika masih ada kesulitan yang dihadapi dalam memecahkan masalah. 20’ masalah dihadapi siswa. . • Bantuan Presentasi Hasil Kerja diberikan pada yang tergantung yang sekelompok.

guru meminta salah satu kelompok mempresentasikan hasil sedangkan diskusinya. yang lain menanggapi. atau mengekspresikan ideide secara terbuka. kelompok di depan kelas dan kelompok lain duduk dan mendengarkan kelompok penyaji. • Memberi kesempatan • Memberikan kepada kelompok lain mengkritisi menanggapi kerja penyaji atau hasil kelompok dan tanggapan terhadap argumen pertanyaan yang diajukan oleh kelompok lain. • Sesekali mengajukan • Kelompok lain untuk mengecek kembalihasil masalah dapat kerjanya mengajukan dan pertanyaan memastikan pemecahan penyaji dan .115 • Setelah masalah 1 • Kelompok yang oleh terpilih menyajikan hasil kerjanya diselesaikan siswa.

oleh masukan atau pertanyaan atas beda pemecahan masalah dan mendiskusikan untuk memadu hasil pemikiran beberapa kelompok.116 ditanggapi kelompok lain. • Memperoleh hasil diskusi dari masalah 1 yaitu konsep volume kubus. . menemukan hasil diskusinya. • Melakukan jawab menunjukkan kebenaran konsep tanya • untuk Bertanya kepada ataupun kelompok penyaji untuk guru yang telah ditemukan siswa dan memberikan penguatan.

. pada prosedur penyelesaian yang sama seperti pemecahan masalah 1. memberikan waktu kegiatan di atas sehingga ditemukan kepada siswa untuk menyelesaikan masalah seterusnya 2.3.117 • Setelah masalah 1 • Mengikuti kembali pola diselesaikan. dan dengan konsep pemecahan masalah Lembar Kegiatan Siswa III (LKS III).

pada tentang yang Alokasi Waktu 5’ menanyakan kembali hal-hal yang kurang dimengerti materi dipelajari. 1. .118 Tahap No. • Memberikan yang pada baru tugas • Mendengarkan dan melaksanakan arahan guru. sebagai latihan untuk dikerjakan di rumah. Pembelajaran Pelaporan Kegiatan Akhir Kegiatan Guru Kegiatan Siswa • Memberikan kesempatan siswa kepada untuk • Bertanya guru hal-hal kurang dimengerti.

Appersepsi • Menanyakan materi • Mendengarkan arahan dan jika guru bertanya memang 5’ Alokasi Waktu 2’ menyampaikan tujuan pembelajaran.119 Pertemuan II Tahap No. ada yang masih kurang dipahami. Pembelajaran Komunikasi Kegiatan awal Kegiatan Guru Kegiatan Siswa • Membuka dan pelajaran • Mendengarkan tujuan pembelajaran yang disampaikan guru. yang sudah dipelajari tetapi masih kurang dipahami. • Mengaitkan materi • Mendengarkan . mengingatkan kembali konsep rumus volume kubus sebelum dan balok memasuki materi pelajaran baru. 2. 1. • Menanyakan dan • Mendengarkan dan memberikan argumen tentang materi sebelumnya.

120 kubus dalam dan balok dan secara kehidupan tidak langsung memikirkan apa yang sehari-hari.membagi. duduk guru heterogen sehingga di setiap diharapkan kelompok terjadi • Siswa proses sosiokultur di antara siswa. disampaikan guru. • Mendengarkan dan menjelaskan alat peraga bantu sebagai alat untuk dan berusaha memahami penjelasan . • Melakukan tanya jawab dengan guru. • Menyiapkan. • Membagi menjadi kelompok siswa • Mendengarkan beberapa secara arahan dan melaksanakan arahannya. berkelompok membentuk kelompok belajar.

3. Pemberitahuan Kompetensi dan Indikator • Menyampaikan secara • Memperhatikan lisan kompetensi dasar dan indikator (tertera pada point 2 dan 3) yang akan dicapai dan mencermati kompetensi dasar dan 3’ mengeluarkan pendapat/argu men masing- masing siswa. • Memberikan dorongan • Berusaha kepada siswa untuk mengemukakan pengetahuan awalnya tentang konsep yang akan dibahas. peserta didik melalui pokok bahasan kubus dan balok.121 memudahkan memahami siswa dan guru. indikator yang disampaikan oleh guru. memecahkan masalah. .

• Mengarahkan untuk siswa • Berusaha mencoba menyelesaikan masalah 1. . Pengajuan masalah yang berada pada ZPD • Memberikan masalah • Menerima kepada siswa yang Lembar Kegiatan IV(LKS Siwa IV) 10’ telah disusun dalam Lembar Siswa Kegiatan IV(LKS IV) yang diberikan guru. Pembelajaran kepada untuk hal-hal kurang pada • Menanyakan hal-hal kurang dipahami pada masalah 1. Tahap Pembelajaran Kegiatan Inti Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Alokasi Waktu 1. 2. • Memberikan kesempatan siswa menanyakan yang dimengerti masalah 1. yang mengerjakan masalah 1 pada LKS. rumus volume kubus dan balok.122 No. yang berkaitan dengan materi balok kubus dan • Mencermati dalam masalah yang kehidupan sehari-hari untuk menggunakan ada pada LKS IV.

123 sosiokultur • Memberikan waktu • Saling memberikan argumennya secara masing-masing dalam kegiatan diskusi tersebut untuk dapat 25’ kepada siswa untuk mendiskusikan masalah 1 berkelompok. • Dengan pembagian kelompok yang heterogen. menyelesaikan masalah. • Memberikan dorongan • Memperhatikan kepada siswa untuk dan memahami . siswa bisa menciptakan kondisi diskusi yang efektif dan kondusif. peraga yang alat telah diberikan. peraga kepada siswa untuk dapat memaxsimalkan penggunaan 3. • Memberi dorongan • Menggunakan alat untuk memudahkan pemecahan masalah.

antara pada pendapat secara bebas dan terbuka. • Mengontrol diskusidan mencermati persepsi jalannya • Berusaha memahami masalah. memandang memahami • Memberikan bantuan • Mendengarkan kepada siswa untuk menyelesaikan masalah 1 tersebut. dan berupaya untuk menyelesaikan nya. menyelesaikan masalah tersebut. Scaffolding masalah. . berdiskusi.124 terus menyelesaikan masalah mengeluarkan dapat masalah 1 dengan bantuan dan buku diskusi siswa setiap kelompok dan bila bertanya guru perlu pada dalam paket. • Bantuan yang arahan dan mencermati bantuan yang guru diberikan guru dapat diberikan guru. siswa yang berbeda dalam dan 4.

• Berkeliling mengamati • Mencermati kerja siswa dan arahan dan mencoba melakukan aktivitas pemecahan masalah. • Mengamati kegiatan setiap • Mengerjakan siswa di kegiatan pemecahan masalah.125 berupa petunjuk. peringatan. dorongan. memahami dan kembali memahami masalah. • Memberikan bantuan • Mencermati terbatas guna arahan dan guru mencoba menghantarkan siswa dalam masalah penyelesaiaannya. menguraikan masalah ke dalam bentuk lain yang memungkinkan 10’ siswa dapat mandiri. kesulitanyang . guru terus memberi arahan agar kerja efektif. siswa lebih setiap kelompok untuk melihat kesulitan dihadapi siswa.

Presentasi Hasil Kerja • Setelah masalah 1 • Kelompok yang oleh terpilih menyajikan hasil kerjanya diselesaikan siswa.126 • Menanyakan kembali • Mendengarkan apa masih hal-hal yang kurang dan kepada bertanya guru dimengerti siswa dan membimbing mengatasi siswa masalah jika masih ada kesulitan yang dihadapi dalam memecahkan masalah. masalah dihadapi siswa. yang mereka hadapi. • Bantuan yang • Menyelesaikan masalah 1 diberikan sedikit demi sedikit dikurangi dengan adanya bantuan dan guru proses sehingga siswa lebih bisa masalah memecahkan dengan sosiokultur dengan teman mengkonstruksi pengetahuannya sendiri. • Bantuan diberikan pada yang tergantung yang sekelompok. guru meminta salah satu kelompok mempresentasikan di depan kelas .

atau 20’ mengekspresikan ideide secara terbuka.127 hasil sedangkan diskusinya. dan pertanyaan atas beda pemecahan masalah dan mendiskusikan untuk memadu hasil pemikiran . • Memberi kesempatan • Memberikan kepada kelompok lain mengkritisi menanggapi kerja penyaji atau hasil kelompok dan tanggapan terhadap argumen pertanyaan yang diajukan oleh kelompok lain. yang lain menanggapi. • Sesekali mengajukan • Kelompok lain untuk mengecek kembalihasil masalah dapat oleh kerjanya mengajukan masukan atau dan pertanyaan memastikan pemecahan penyaji ditanggapi kelompok lain. kelompok dan kelompok lain duduk dan mendengarkan kelompok penyaji.

• Melakukan jawab menunjukkan kebenaran konsep tanya • untuk Bertanya kepada ataupun kelompok penyaji untuk guru yang telah ditemukan siswa dan memberikan penguatan. • Setelah masalah 1 • Mengikuti kembali waktu pola diselesaikan. • Memperoleh hasil diskusi dari masalah 1 yaitu menggunakan rumus untuk memecahkan masalah terkait dunia nyata.128 beberapa kelompok..3. menemukan hasil diskusinya. memberikan kegiatan di atas sehingga ditemukan kepada siswa untuk menyelesaikan masalah seterusnya 2. dan dengan konsep pemecahan .

129 prosedur penyelesaian yang sama seperti masalah Lembar pada pemecahan masalah 1. . Kegiatan Siswa IV (LKS IV).

130

Tahap No. Pembelajaran

Kegiatan Akhir Kegiatan Guru Kegiatan Siswa

Alokasi Waktu

1.

Pelaporan

• Memberikan kesempatan siswa kepada untuk

• Bertanya guru hal-hal kurang dimengerti.

pada tentang yang

5’

menanyakan kembali hal-hal yang kurang dimengerti materi dipelajari. • Memberikan yang pada baru

tugas • Mendengarkan dan melaksanakan arahan guru.

sebagai latihan untuk dikerjakan di rumah.

8. Penilaian Teknik : Tes Kemampuan Pemecahan Masalah Buku Instrumen : Pertanyaan Tertulis Instrumen : 1. Akan dibuat sebuah bak penampungan air dari bahan baja anti karat berbentuk balok ABCD, EFGH. AB = Panjang, BC = lebar, dan BF = Tinggi. Jika panjang, lebar,dan tinggi ukurannya berturut-turut 3x cm, 2x cm, dan 2 (x+20) cm. Tentukan volume balok! (dalam x).

131

2.

Sebuah akuarium mempunyai ukuran panjang, lebar dan tinggi berturutturut 60 cm, 45 cm, dan 50 cm. akuarium itu terisih penuh air. Jika 36 liter airnya dipindahkan ketempat lain, maka tinggi air dalam akuarium sekarang adalah…..

132

Lampiran 3 LEMBAR KEGIATAN SISWA I (LKS I) Mata Pelajaran Kelas : Matematika : IX SMP Negeri 1 LumbanJulu

Pokok Bahasan : Kubus dan Balok Indikator 1. : Menemukan rumus luas permukaan kubus dan balok

Jika diberikan suatu kotak berbentuk kubus ABCD.EFGH tanpa tutup, dimana AB adalah panjang kubus, BC adalah lebar kubus, dan CG adalah tinggi dari kubus.panjang sisinya = r. Tentukan luas permukaan kotak tersebut! Jawaban: • Memahami masalah Diketahui : …………………………………………………………………. …………………………………………………………………. Ditanya : …………………………………………………………………. …………………………………………………………………. • Merencanakan pemecahan masalah Kotak ABCD.EFGH dapat digambarkan sebagai berikut :

…………………….

.) = …………. tinggi AE = t. lebar BC = l. Tentukanlah luas permukaan balok tersebut! Jawaban : • Memahami masalah Diketahui : …………………………………………………………………. • Merencanakan pemecahan masalah Kotak ABCD.satuan luas • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar 2.EFGH dapat digambarkan sebagai berikut : .) – (…. Ditanya : ………………………………………………………………….x….) = …….) – (…. ………………………………………………………………….133 (tentukan letak panjang.) = 6 x Luas bidang • Melaksanakan pemecahan masalah Lp = 6 x Luas bidang sisi – 1 Luas bidang sisi = 6 (….. Luas permukaan (…. Diberikan balok ABCD.EFGH. lebar.) = 6 (….. dengan panjang AB = p. ………………………………………………………………….x…. dan tinggi pada gambar) Panjang rusuk (…. jika p = 2l = 3t.

. Luas permukaan(…... Lebar (….. Jika panjang kawat seluruhnya tidak lebih dari 240 cm..... Jawaban : • Memahami masalah . . Kerangka balok ABCD.satuan luas • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar 3.) = 2 (pl + pt + lt) = 2 (…. maka nilai x adalah……...EFGH dengan AB = (2x + 3) cm..) = ………….. Luas permukaan (….. lebar.) = 2 (pl + pt + lt) • Melaksanakan pemecahan masalah l= p = 2l ⇒ l= p = 3t ⇒ .+ …….134 ……………………. dan CG = 2x cm....) = …………. (tentukan letak panjang.. Tinggi (…. Maka.. ... dan tinggi pada gambar) Panjang(….) = …………. BC = (x + 2) cm. +…. ) = 2 (……) = ……... .

Tinggi (…. Lebar (….) = ………….+……) = 4 (……. Ditanya : …………………………………………………………………. Panjang lemari 2x cm. …………………………………………………………………. Sebuah lemari dari kayu berbentuk balok.) = …………. Berapa cm2 yang dibutuhkan untuk membuat lemari tersebut? . lebar lemari x cm dan tinggi lemari 4x cm.) = ………….. Panjang kawat seluruhnya = 4p + 4l + 4t = 4 (p + l + t) • Melaksanakan pemecahan masalah Panjang kawat seluruhnya = 4 (p + l + t) (………) (………) x = 4 (…… +……. (tentukan letak panjang.. ………………………………………………………………….EFGH dapat digambarkan sebagai berikut : …………………….cm • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar 4.) =……. dan tinggi pada gambar) Panjang(…. • Merencanakan pemecahan masalah Balok ABCD. lebar.135 Diketahui : ………………………………………………………………….

136 Jawaban : • Memahami masalah Diketahui : ………………………………………………………………….) = …………. ………………………………………………………………….) = 2 (…. Lebar (…. lebar.) = ………….) = 2 (pl + pt + lt) • Melaksanakan pemecahan masalah Luas permukaan (….) = ………….) = ……cm2 • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar . • Merencanakan pemecahan masalah Lemari dari kayu dapat digambarkan sebagai berikut : …………………….+……+…. Ditanya : ………………………………………………………………….. Tinggi (…. Luas permukaan (…. (tentukan letak panjang. dan tinggi pada gambar) Panjang(…. ………………………………………………………………….) = 2 (pl + pt + lt) = 2 (….

Jika balok tersebut akan dibuat dari bahan kayu triplek yang harganya Rp. Hitunglah harga bahan yang dibutuhkan! Jawaban : • Memahami masalah Diketahui : ………………………………………………………………….EFGH dapat digambarkan sebagai berikut : . …………………………………………………………………. …………………………………………………………………. BC = (x + 3) m. Ditanya : …………………………………………………………………. 20. • Merencanakan pemecahan masalah Balok ABCD. Suatu tempat pembuangan sampah berbentuk balok ABCD.000. dan CG = 2x m.137 Lampiran 4 LEMBAR KEGIATAN SISWA II (LKS II) Mata Pelajaran Kelas : Matematika : IX SMP Negeri 1 LumbanJulu Pokok Bahasan : Kubus dan Balok Indikator : Menggunakan rumus untuk menghitung luas permukaan kubus dan balok 1.EFGH dengan AB = (2x + 2) m. Panjang rusuk seluruhnya 60 m.00 tiap m2.

+….) = 4 (……) = …….) = ………….) (……. dan tinggi pada gambar) Panjang(….) = …………. +….+…...) Tinggi (….) = 2 (pl + pt + lt) • Melaksanakan pemecahan masalah Panjang kawat seluruhnya= 4 (p + l + t) (…….20.) x = 4 (….satuan luas Harga bahan yang dibutuhkan = Lp x Rp. Panjang rusuk seluruhnya = 4 (p + l + t) Luas permukaan (….138 …………………….+ …….) = ………….rupiah . ) = 2 (……) = …….) = 2 (pl + pt + lt) = 2 (….. Lebar (…. (tentukan letak panjang. Tinggi (….) = (……) Luas permukaan(…. m Maka diperoleh : panjang (…. lebar.000/ m2 = ……….) = (……) Lebar (…) = (….

Hitunglah berapa cm2 yang dibutuhkan untuk membuat kotak mainan tersebut? Jawaban : • Memahami masalah Diketahui : ………………………………………………………………….) = ………….) = ………….) = 2 (pl + pt + lt) • Melaksanakan pemecahan masalah Luas selubung = 2 (p + l) t . Luas selubung (…. tinggi balok 4 cm dan luas selubungnya 360 cm 2. Tinggi (….) = …………. Jika panjang balok dan lebarnya berselisih 5 cm. Lebar (…. (tentukan letak panjang. ………………………………………………………………….) = 2 (p + l) t Luas permukaan (…. lebar. dan tinggi pada gambar) Panjang(…. Ditanya : ………………………………………………………………….139 • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar 2. Sebuah mainan anak-anak berbentuk balok. • Merencanakan pemecahan masalah Mainan tersebut dapat digambarkan sebagai berikut : ……………………. ………………………………………………………………….

+…. + l) t l Maka. ) = 2 (……) = …….+ ……..) = 2 (pl + pt + lt) = 2 (…. Tentukan berapa m 2 baja anti karat yang dibutuhkan untuk membuat bak tersebut! Jawaban : = …….)= 2 (….satuan luas Jadi yang dibutuhkan untuk membuat mainan tersebut adalah……. ………………………………………………………………….cm Luas permukaan(….. • Merencanakan pemecahan masalah .140 (….cm • Memahami masalah Diketahui : ………………………………………………………………….. …………………………………………………………………. • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar 3. Sebuah bak mandi berbentuk kubus dengan panjang rusuknya 1 m..bak tersebut akan dilapisi dengan baja anti karat. Panjang (…) =……… = ……. Ditanya : ………………………………………………………………….

. Luas permukaan (….) = 6 a2 • Melaksanakan pemecahan masalah Baja yang dibutuhkan = luas permukaan kubus = …………. jika harga bahannya Rp. . …………………………………………………………………. Dua buah kubus.00 tiap cm2! Jawaban : • Memahami masalah Diketahui : …………………………………………………………………. Hitunglah panjang rusuk kedua kubus tersebut! b. lebar.141 Bak mandi tersebut dapat digambarkan sebagai berikut : …………………. 2500.m2 • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar 4. panjang rusuknya berselisih 4 cm dan luas permukaannya berselisih 192 cm2. Hitunglah selisih harga yang dibutuhkan untuk membuat kedua kubus tersebut. …………………………………………………………………. a. (tentukan letak panjang. dan tinggi pada gambar) Panjang rusuk (…. Ditanya : ………………………………………………………………….) = …………. = ….

L1 – L2 =………. diperoleh r1 = …….2500 = …………. Harga bahan yang dibutuhkan untuk kubus I = L1 x Rp... Jika r1 =…… dan r2 = ….cm2 maka L1 = ….) Jadi .cm b..cm ⇒ Luas permukaan (…. • Melaksanakan pemecahan masalah a.2500 = ………… Selisih harga yang dibutuhkan adalah ………. r2 =……...cm..= …….) = 6 r2 L1 – L2 = ….. . Maka luas permukaan I = ……....…….. r1 – r2 = ……. Luas permukaan II =……..142 • Merencanakan pemecahan masalah Kubus dapat digambarkan sebagai berikut : ……………………. …… .) L2 = 6 (…. L1 – L2 =……. maka L1 = 6 (…. (tentukan letak panjang rusuk pada gambar) r1 = . Harga bahan yang dibutuhkan untuk kubus II = L2 x Rp.

lebar. Tentukan volume balok! (dalam x) Jawaban: • Memahami masalah Diketahui : …………………………………………………………………. Ditanya : …………………………………………………………………. …………………………………………………………………. BC = lebar.143 • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar Lampiran 5 LEMBAR KEGIATAN SISWA III (LKS III) Mata Pelajaran Kelas : Matematika : IX SMP Negeri 1 LumbanJulu. • Merencanakan pemecahan masalah Bak penampungan air tersebut dapat digambarkan sebagai berikut : . 2x cm. …………………………………………………………………. dan BF = Tinggi. dan 2 (x+20) cm. AB = Panjang. Jika panjang. Pokok Bahasan : Kubus dan Balok Indikator 1. EFGH. : Menemukan rumus volume kubus dan balok Akan dibuat sebuah bak penampungan air dari bahan baja anti karat berbentuk balok ABCD.dan tinggi ukurannya berturut-turut 3x cm.

…………………………………………………………………. Dua buah kubus ABCD.x…… = …………. lebar.. . Tinggi (…. EFGH dengan panjang rusuk kubus I adalah 2x panjang rusuk kubus ke II. Jika volume kubus ke II r3cm3. dan tinggi pada gambar) Panjang(….) = ………….) = p x l x t = ….) = p x l xt • Melaksanakan pemecahan masalah Volume balok (….144 …………………….) = ………….) = …………. Tentukan perbandingan volume kubus pertama dan kedua! Jawaban: • Memahami masalah Diketahui : ………………………………………………………………….(dalam x) • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar 2. (tentukan letak panjang. …………………………………………………………………. Ditanya : ………………………………………………………………….x……. Volume balok (…. Lebar (….

. Maka : V1 = V2 ……=…… Jadi.x volume kubus II Perbandinganvolumenya adalah……… • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar 3.)= a3 • Melaksanakan pemecahan masalah r1 = …. lebar. Tentukan volume balok tersebut! Jawaban: . Jika setiap rusuknya ditambah 2 cm..panjang rusuk kubus II (…. (tentukan letak panjang.145 • Merencanakan pemecahan masalah Dapat digambarkan sebagai berikut : ……………………. dan tinggi pada gambar) Panjang rusuk kubus I(…. dan tinggi. Pada sebuah balok dengan panjang. lebar. volume kubus I = …….) =…..) Volume kubus (….r2 volume kubus I = a3 = ………… Volume kubus II = a3 =……….

Dua buah kubus masing-masing rusuknya adalah r1 dan r2. Volume balok (…. • Merencanakan pemecahan masalah Balok tersebut dapat digambarkan sebagai berikut : …………………….) = …………. lebar. dimana r1 = r2. Lebar (….satuan volume (dalam x) • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar 4.) = p x l x t = ……x……x…… = …………. dan tinggi pada gambar) Panjang(…. …………………………………………………………………. ………………………………………………………………….) = …………. hitunglah selisih volume kubus kedua jika panjang rusuk kubus kedua ditambah 2 cm! Jawaban: ..146 • Memahami masalah Diketahui : …………………………………………………………………. Ditanya : ………………………………………………………………….) = …………. Tinggi (….)= p x l x t • Melaksanakan pemecahan masalah Volume balok (…. (tentukan letak panjang.

) =… Volume kubus (…) = a3 • Melaksanakan pemecahan masalah Volume kubus I (…) = a3 =…….satuan volume Maka selisih volume kubus = V1 – V2 = …… . ………………………………………………………………….147 • Memahami masalah Diketahui : ………………………………………………………………….…….satuanvolume Volume kubus II (…) = a3 = ……. =………….. (tentukan letak panjang rusuknya pada gambar) Panjang rusuk setelah ditambah 2 cm. ………………………………………………………………….satuan volume • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar .. • Merencanakan pemecahan masalah Kedua kubus tersebut dapat digambarkan sebagai berikut : ……………………. diperoleh panjang rusuk II (…. Ditanya : ………………………………………………………………….

9000.500. Bubuk deterjen pembersih dijual dalam dua kemasan yakni ukuran besar ukuran standar yang masing-masing dijual dengan harga Rp. 20.00. 30 cm 8 cm BESAR 20 cm 20 cm 12 cm 8 cm STANDAR a. …………………………………………………………………. Hitunglah volume masing-masing kemasan! b. ………………………………………………………………….148 Lampiran 6 LEMBAR KEGIATAN SISWA IV (LKS IV) Mata Pelajaran Kelas : Matematika : IX SMP Negeri 1 LumbanJulu Pokok Bahasan : Kubus dan Balok Indikator : Menggunakan rumus nutuk menghitung volume kubus dan balok 1.00 dan Rp. Manakah yang lebih murah? Jawaban: • Memahami masalah Diketahui : …………………………………………………………………. Ditanya : …………………………………………………………………. • Merencanakan pemecahan masalah .

Lebar (…. Harga kemasan besar = Rp…….rupiah.) = …………. Tinggi (….satuan volume.149 Dapat digambarkan sebagai berikut : …………………….) = ………….) = …………. Lebar (….satuan volume. Volume kemasan besar (Vb) = p x l x t = ……x……x…… = …………..) = ………….)= p x l x t • Melaksanakan pemecahan masalah a.) = ………….. Volume balok (…. Volume kemasan standar(Vs) = p x l x t = ……x……x…… = …………. dan tinggi pada gambar) Pada kemasan besar : Panjang(….. b.) = …………. Tinggi (…. Pada kemasan standar : Panjang(….. lebar. (tentukan letak panjang. . x Vb =………….rupiah Harga kemasan standar =Rp……x Vs =……….

.)= p x l x t • Melaksanakan pemecahan masalah Volume akuarium (Va) = p x l x t = ……x……x…… = …………..150 • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar 2. • Merencanakan pemecahan masalah Dapat digambarkan sebagai berikut : ……………………. maka sisa air di akuarium sekarang adalah = Va . dan 50 cm. (tentukan letak panjang. lebar.. lebar dan tinggi berturut-turut 60 cm.liter . akuarium itu terisih penuh air. Jawaban: • Memahami masalah Diketahui : …………………………………………………………………. ………………………………………………………………….satuan volume. Sebuah akuarium mempunyai ukuran panjang.…. 45 cm. dan tinggi pada gambar) Volume balok (…. Ditanya : …………………………………………………………………. Jika 36 liter airnya dipindahkan. ………………………………………………………………….. maka tinggi air dalam akuarium sekarang adalah. Jika 36 liter airnya dipindahkan ketempat lain.

x…. Berapakah tinggi permukaan air pada tempat kedua? Jawaban: • Memahami masalah Diketahui : ………………………………………………………………….cm • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar 3. Ditanya : ………………………………………………………………….cm3 t = ….x t = ……..satuan tinggi air sekarang =….……cm3 =…………cm3 Volume air sekarang = …. Diketahui tempat air berukuran panjang 80 cm.cm3.jadi tinggi air dalam akuarium sekarang adalah : V pxlxt =……cm3 = ……cm3 …. maka berapakah volume air dalam tempat kedua? b. . lebar 60 cm. Jika permukaan air dalam tempat pertama turun 1 cm.151 = ……cm3. dan tinggi 160 cm. Air itu dikeluarkan melalui lubang pada tempat air tadi ke suatu tempat lain yang berukuran 60 cm x 40 cm x 6 cm a. …………………………………………………………………. …………………………………………………………………..

x…. maka volume air yang turun adalah : Vair turun = p x l x t = …x….satuan volume Jika permukaan tempat air I turun 1 cm. tinggi air pada tempat kedua adalah…….Volume air I (V1) = p x l x t = ……x……x…… = …………. dan tinggi pada gambar) Volume balok (….)= p x l x t • Melaksanakan pemecahan masalah a.satuan volume Volume air pada tempat kedua = volume air yang turun yaitu ….satuan volume. (tentukan letak panjang. lebar..152 • Merencanakan pemecahan masalah Dapat digambarkan sebagai berikut : …………………….x…..Tinggi air pada tempat kedua Vair turun = p x l x t (……) = …. t = ……satuan jadi.x…. b..x…. . =……..

) dan volume model (…) = 8 : 1 Vb 8 = Vm 1 . …………………………………………………………………. lebar. Perbandingan volume batu bata (…. …………………………………………………………………. Hitunglah panjang modelnya! Jawaban: • Memahami masalah Diketahui : …………………………………………………………………. • Merencanakan pemecahan masalah Dapat digambarkan sebagai berikut : …………………….153 • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar 4. dan tinggi pada gambar) Volume balok (….)= p x l x t • Melaksanakan pemecahan masalah Volume batu bata (Vb) = p x l x t = ……x……x…… = ………….. (tentukan letak panjang.satuan volume. Ditanya : …………………………………………………………………. Sebuah batu bata berukuran 20 cm x 10 cm x 5 cm dibuat suatu model sehingga perbandingan volume batu bata dan modelnya 8 : 1.

154

Vm =

Vb 8

=……..satuan volume Maka volume model batu bata adalah …… satuan volume. • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar

155

Lampiran 7 KISI-KISI PRETES Mata Pelajaran Pokok Bahasan : Matematika : Bangun Datar

Sub Pokok Bahasan : Penerapan bangun datar dalam kehidupan nyata Kelas / Semester : IX / I IX SMP Negeri 1 LumbanJulu

Indikator kemampuan No. 1. Indikator Materi Siswa dapat melakukan proses pemecahan masalah dalam No.soal 1 2 3 4 pemecahan masalah 1 2 3 4 5 6 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

menyelesaikan soal penerapan bangun datar dalam kehidupan nyata.

Keterangan: • Indikator Pemecahan Masalah :  1: Menunjukan pemahaman, mengorganisasi data dan memilih informasi yang relevan dalam pemecahan masalah

156

 2:  3:  4:  5:  6:

Menyajikan masalah secara matematik dalam berbagai bentuk Memilih pendekatan dan metode pemecahan masalah secara tepat Mengembangkan strategi pemecahan masalah Membuat dan menafsirkan model matematika dari suatu masalah Menyelesaikan masalah yang tidak rutin

157

Lampiran 8 KISI-KISI TES KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH Mata Pelajaran Pokok Bahasan : Matematika : Kubus dan Balok

Sub Pokok Bahasan : Menghitung luas permukaan dan volume kubus dan balok Kelas / Semester : IX / I SMP Negeri 1 LumbanJulu

Indikator No. Indikator Materi No.soal kemampuan

1.

Siswa mampu mencari luas permukaan dan volume

TKPM I 1 4

pemecahan masalah TKPM II 1 2 3 4 5 6 √ √ √ √ √ √

kubus dan balok. 2. Siswa mampu mencari 2 3

3

√ √ √ √ √ √

panjang rusuk kubus dan balok. 3. Siswa dapat melakukan

√ √ √ √ √ √

-

1

√ √ √ √ √ √

proses pemecahan masalah dalam menyelesaikan soal penerapan kubus dalam √ melakukan 2 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

kehidupan nyata. 4. Siswa dapat

158

proses pemecahan masalah dalam menyelesaikan soal penerapan balok dalam

4

kehidupan nyata. √ √ √ √ √ √

√ √ √ √ √ Keterangan : • • • TKPM I : Tes Kemampun Pemecahan Masalah I TKPM II : Tes Kemampun Pemecahan Masalah II Indikator Pemecahan Masalah :  1: Menunjukan pemahaman, mengorganisasi data dan memilih informasi yang relevan dalam pemecahan masalah  2:  3:  4:  5:  6: Menyajikan masalah secara matematik dalam berbagai bentuk Memilih pendekatan dan metode pemecahan masalah secara tepat Mengembangkan strategi pemecahan masalah Membuat dan menafsirkan model matematika dari suatu masalah Menyelesaikan masalah yang tidak rutin

159

Lampiran 9 LEMBAR VALIDITAS SOAL PRETES Mata Pelajaran Pokok Bahasan : Matematika : Bangun Datar

Sub Pokok Bahasan : Penerapan bangun datar dalam kehidupan nyata Kelas / Semester : IX / I SMP Negeri 1 LumbanJulu

Kompetensi Indikator Materi Dasar Menghitung besaran pada bangun datar. 1. Siswa dapat melakukan proses pemecahan masalah dalam menyelesaikan soal penerapan bangun datar dalam kehidupan nyata. Saran : No soal 1 2 3 4 V

Validitas KV TV

................................................................................................................................... .................................................................................................................................... ……………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………

. Agustus 2008 Validator NIP.160 Keterangan : V : Valid (dapat dilaksanakan) KV : Kurang Valid (dapat dilaksanakan dengan perbaikan) TV : Tidak Valid (tidak dapat dilaksanakan) Padangsidimpuan.

2. Siswa mampu mencari panjang rusuk kubus dan balok. Siswa dapat melakukan proses pemecahan masalah dalam menyelesaikan soal penerapan kubus dalam kehidupan nyata. Siswa dapat melakukan 2 → TKPM II 4 → TKPM II pemecahan masalah 1 → TKPM I 4 → TKPM I 3 → TKPM II 2 → TKPM I 3 → TKPM I 1 → TKPM II kemampuan V Validitas KV TV . dan 4. 5. Siswa mampu mencari luas permukaan dan volume kubus dan balok.161 Lampiran 10 LEMBAR VALIDITAS SOAL TES KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH Mata Pelajaran Pokok Bahasan : Matematika : Kubus dan Balok Sub Pokok Bahasan : Menghitung luas permukaan dan volume kubus dan balok Kelas / Semester : IX / I SMP Negeri 1 LumbanJulu Pada tes Kompetensi Indikator Materi Dasar Menghitung luas permukaan dan kubus balok volume 3.

.................................................................................................. Saran : .................................................................................... ......................................... Validator Agustus 2008 NIP................ Keterangan : V : Valid (dapat dilaksanakan) KV : Kurang Valid (dapat dilaksanakan dengan perbaikan) TV : Tidak Valid (tidak dapat dilaksanakan) Padangsidimpuan................................. .............................................................................162 proses pemecahan masalah dalam menyelesaikan soal penerapan balok dalam kehidupan nyata.............. .....................................

Hj.Si NIP 131851425 Pekerjaan Dosen Universitas Negeri Medan 2. Yasifati Hia. D. Nama 1.163 Lampiran 11 HASIL VALIDASI PRETES Nomor Soal 1 2 3 4 I V V V V II V V KV V Validasi III V V V V IV V V V V HASIL VALIDASI TES KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH Nomor I Soal 1 2 3 4 V V V V TKPM I Validasi II III V KV KV V V V V V Nomo IV V V V V r Soal 1 2 3 4 I V V V V TKPM II Validasi II III V V V KV V V V V IV V V V V NAMA-NAMA VALIDATOR No. Siregar 130528943 Guru SMP Negeri 3 Padangsidimpuan . Asmin. M. M. Dr.Pd 131473061 Dosen Universitas Negeri Medan 3.S.

164 4. T. Marpaung 130798287 Guru SMA Negeri 1 Padangsidimpuan .

Atap rumah itu akan ditutup genteng yang berukuran 42 cm x 33 cm. Tentukan banyak genteng yang dibutuhkan! 2. Bagian atap suatu rumah yang berukuran 10 m x 8 m akan ditutup asbes yang berukuran 113 cm x 84 cm . Gambar di bawah ditunjukkan dinding tembok suatu bangunan. 3.165 Lampiran 12 TES MATEMATIKA(PRETES) Petunjuk : • Kerjakan soal di bawah ini dengan menggunakan langkah-langkah pemecahan masalah. dan mengintrepetasi gambar. Melaksanakan pemecahan masalah : mengerjakan penyelesaian masalah dengan lengkap dan benar. dapat berupa penggunaan variabel (mengubah variabel). Merencanakan pemecahan masalah : membuat pola / aturan pemecahan masalah. Bagian atap suatu rumah yang berbentuk persegi panjang memiliki ukuran 7 m x 5. Hitunglah luas dinding tembok tersebut! . yaitu sebagai berikut: 1. • Kerjakan soal secara individu! SOAL! 1. tentukan banyaknya asbes yang dibutuhkan! 3. mengubah soal menjadi model matematika(membuat model matematika).6 m. Memahami masalah : tuliskan apa yang diketahui dan apa yang ditanya dari soal dengan lengkap. 2. a.

2 m A 4m B 4.5 m 1. tentukan banyak bata yang diperlukan untuk dinding seluas itu! 3m D 8m 4. 2m 1.6 m Pintu . Luas kayu. Kaca 0. 0. jika ukran bata yang terpasang dengan posisi panjang dan lebar yaitu C dengan ukuran 30 cm x 8 cm.2 m b.9 m Tentukan : a.166 b. Pada gambar di bawah diperlihatkan pintu dengan kaca. Luas kaca.

3.167 Lampiran 13 TES KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH I Mata Pelajaran Pokok Bahasan : Matematika : Kubus dan Balok Sub Pokok Bahasan : Menghitung luas permukaan kubus dan balok Kelas / Semester Petunjuk : • Kerjakan soal di bawah ini dengan menggunakan langkah-langkah pemecahan masalah. Melaksanakan pemecahan masalah : mengerjakan penyelesaian masalah dengan lengkap dan benar. Merencanakan pemecahan masalah : membuat pola / aturan pemecahan masalah. yaitu sebagai berikut: 1. • Kerjakan soal secara individu! : IX / I SMP Negeri 1 LumbanJulu . dan mengintrepetasi gambar. dapat berupa penggunaan variabel (mengubah variabel). 2. Memahami masalah : tuliskan apa yang diketahui dan apa yang ditanya dari soal dengan lengkap. mengubah soal menjadi model matematika(membuat model matematika).

00 tiap m2. l. 25. t : l = 2:5. Tentukan luas permukaan balok itu! 4. Jika balok tersebut akan dibuat dari bahan kayu triplek yang harganya Rp. panjang rusuknya mempunyai selisih 4 cm dan luas permukaannya mempunyai selisih 192 cm2. lebar dan tinggi suatu balok berturut-turut dinyatakan dengan p. Suatu bak berbentuk balok dengan panjang. BC = (x + 2) m. Jika p : l = 17:10.EFGH dengan AB = (2x + 3) m. Suatu tempat pembuangan sampah berbentuk balok ABCD. dan CG = 2x m. Hitunglah harga bahan yang dibutuhkan! 2. berapa cm2 bahan kayu tripleks yang dibutuhkan untuk membuat bangun tersebut? 8 cm 8 cm 10 cm 2 cm 8 cm 12 cm 12 cm . Dan panjang rusuk baloknya 456 cm. Dua buah kotak berbentuk kubus. Dari gambar bangun di bawah ini.000.168 SOAL! 1. Hitung panjang rusuk masing-masing kedua kubus tersebut! 3. Panjang rusuk seluruhnya 60 m. dan t.

yaitu sebagai berikut: 1. Memahami masalah : tuliskan apa yang diketahui dan apa yang ditanya dari soal dengan lengkap. dapat berupa penggunaan variabel (mengubah variabel). 3.169 Lampiran 14 TES KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH II Mata Pelajaran Pokok Bahasan : Matematika : Kubus dan Balok Sub Pokok Bahasan : Menghitung volume kubus dan balok Kelas / Semester Petunjuk : • Kerjakan soal di bawah ini dengan menggunakan langkah-langkah pemecahan masalah. 2. • Kerjakan soal secara individu! : IX / I SMP Negeri 1 LumbanJulu . Melaksanakan pemecahan masalah : mengerjakan penyelesaian masalah dengan lengkap dan benar. mengubah soal menjadi model matematika(membuat model matematika). dan mengintrepetasi gambar. Merencanakan pemecahan masalah : membuat pola / aturan pemecahan masalah.

30.170 SOAL! 1. Suatu bak penampung air berbentuk kotak dengan kerangka kawat dimana luas alas 5400 cm2. Jika kubus itu dibuat dari bahan baja anti karat yang harganya Rp. sehingga air dalam bak tertumpah. Bak penuh air dengan volume 432 liter. Ke dalam bak tersebut dimasukan suatu benda balok berukuran 8 cm x 12 cm x 60 cm. dengan ketebalan 2 cm. Air yang tertumpah c.728 m3. dan kedalaman 18 cm. Tentukan volume kayu yang digunakan untuk membuat kotak terbuka. hitunglah harga bahannya! 2. Rancanglah suatu tempat penampungan air berbentuk kubus yang mempunyai volume 1. lebar 46 cm.000. Tentukanlah: b. Sisa kawat! 3. jika diketahui ukuran bagian dalam kotak adalah panjang 54 cm. dengan menentukan panjang rusuk dan luas permukaannya.00 tiap m2. yang berbentuk balok. .

860 kg/m3. Tentukan massa baja tersebut! 12.171 4. Sebuah baja berbentuk bangun seperi di bawah ini. Jika massa jenis baja 7.5 cm 5cm 20 cm 5 cm 30 cm 10 m .

172

Lampiran 15 ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH PRETES • Memahami masalah

1. Diketahui : ukuran atap ⇒ panjang = 7 m lebar = 5,6 m ukuran genteng ⇒ panjang = 42 cm lebar = 33 cm Ditanya : banyak genteng yang dibutuhkan?

Penyelesaian : • Merencanakan pemecahan masalah Atap Genteng p = 7 m , l = 5,6 m p = 42 cm , l = 33 cm

Luas persegi = p x l • menyelesaikan masalah

 Luas atap = p x l = 7 m x 5,6 m = 39,2 m2 = 392.000 cm2  Luas sebuah genteng = p x l = 42 cm x 33 cm = 1.386 cm2

173

Banyak genteng yang harus disediakan = luas sebuah genteng
392.000 cm 2 = 1.386 cm 2

luas atap

= 282,8

≈ 283 buah
• Dapat menyimpulkan hasil jawaban dari masalah

Jadi, banyaknya genteng yang harus disediakan adalah 283 buah • Memahami masalah

2. Diketahui : ukuran atap ⇒ panjang = 10 m lebar = 8 m ukuran asbes ⇒ panjang = 113 cm lebar = 84 cm Ditanya : banyak asbes yang dibutuhkan?

Penyelesaian : • Merencanakan Atap Asbes p = 10 m , l = 8 m p = 113 cm , l = 84 cm

Luas persegi = p x l • Menyelesaikan masalah

 Luas atap = p x l = 10 m x 8 m = 80 m2 = 800.000 cm2

174

 Luas sebuah asbes

=pxl = 113 cm x 84 cm = 9492 cm2

Banyak asbes yang harus disediakan = luas sebuah asbes =
800.000 cm 2 9492 cm 2

luas atap

= 84,28 buah

≈ 84 buah
• Dapat menyimpulkan hasil jawaban dari masalah

Jadi, banyaknya asbes yang harus disediakan adalah 84 buah. • Memahami masalah : t. tembok I (t1) = 4,5 m t.tembok II (t2) = 3 m lebar tembok (l) =4 m panjang jendela (p) = 1,2 m lebar jendela (l) = 0,8 m Ditanya : a. Luas dinding tembok=…….? b. Banyak bata yang diperlukan jika ukuran bata 30 cm x 8 cm =………? Penyelesaian : • Merencanakan Tembok Jendela t1 = 4,5 m, t2 = 3 m, l =4 m p = 1,2 m, l = 0,8 m

3. Diketahui

96 m 2 240 cm 2 29. banyak bata yang diperlukan = luas tembok − luas jendela luas sebuah bata = 15 m 2 − 0.2 x 0.400 cm 2 240 cm 2 = = = 1210 buah .175 Luas trapesium : ½ jumlah dua sisi sejajar x tinggi Luas persegi = p x l • Menyelesaikan masalah a.8 m = 0.96 m2 Maka.5 m + 3 m) x ½. Luas tembok = Luas trapesium = jumlah dua sisi sejajar x 1/2 tinggi = (t1 + t2) x ½.04 m 2 240 cm 2 290.4 = 15 m2 b.l = (4. Luas bata = p x l = 30 cm x 8 cm = 240 cm2 Luas jendela = p x l = 1.

l = 0. l = 0.72 m2 .9 m p = 1.9 m ukuran kaca ⇒ panjang = 1.6 m Luas persegi = p x l • Menyelesaikan masalah a. a.2 m.6 m 4. Luas kayu Penyelesaian : • Merencanakan Pintu Kaca p = 2 m.176 • Dapat menyimpulkan hasil jawaban dari masalah Jadi. jumlah bata yang dibutuhkan adalah 1210 buah • Memahami masalah : seperti gambar ukuran pintu ⇒ panjang = 2 m lebar = 0.2 m lebar =0.6 m = 0. Diketahui Ditanya : a. Luas tembok adalah 30 m2 b. Luas kaca = p x l = 1. Luas kaca b.2 m x 0.

72 m2 = 1.9 m = 1. Luas pintu = p x l = 2 m x 0. Luas kayu = Luas pintu – Luas kaca =1.08 m2 .0.8 m2 Maka.8 m2 .177 b. a. Luas kaca adalah 0.08 m2 • Dapat menyimpulkan hasil jawaban dari masalah Jadi.72 m2 b. Luas kayu adalah 1.

EFGH AB = (2x + 3) m BC = (x + 2) m CG = 2x m Panjang rusuk seluruhnya = 60 m Harga bahan = Rp.000.? H G F D A B C Penyelesaian : E • Menyusun prosedur/membuat pola /aturan Dari gambar di atas Panjang balok : AB = CD = GH = EF = 4 AB Lebar balok : BC = AD = EH = FG = 4 BC Tinggi balok : AE = BF = CG = DH = 4 CG .. Diketahui : Balok ABCD. 25..178 Lampiran 16 ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH TES KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH I • Memahami masalah 1.00/ m2 Ditanya : harga bahan yang dibutuhkan untuk membuat balok tersebut =..

2 + 3) m = 7 m Lebar balok = (x + 2) m = (2 + 2) m = 4 meter Tinggi balok = 2x m = 2.4) = 2 (28 + 16 + 28) = 2 ( 72 ) = 144 m2 . t + p.20 m 20x m = 40 m x x = 40m 20m =2m Sehingga diperoleh : Panjang balok = (2x + 3) m = (2.2 m = 4 meter Luas balok = 2 (p.l + l.4 + 7.179 Maka .t) = 2 (7.4 + 4. • Menyelesaikan masalah Panjang seluruh rusuk balok = 4 AB +4 BC + 4 CG 60 m = 4 (2x + 3) m+ 4 (x + 2) m + 4(2x) m 60 m = (8x + 12 + 4x + 8 + 8x) m 60 m = (20x + 20) m 20x m = 60 m.

25.r22 ) = 192 6{( r1 + r2 )( r1 .r2 ) = 192 .00 • Memahami masalah 2.6 r22 = 192 6 ( r12 .600. Diketahui : dua buah kubus r1 ..L2 = 192 cm2 L1 = 192 cm2 + L2 Maka.000.r2 = 4 L1 .L2 = 192 cm2 Ditanya : r1 dan r2 = …….? Penyelesaian : • Membuat pola  r1 .180 Maka harga bahan yang dibutuhkan adalah : luas balok x harga tiap meter :144 m2 x Rp. • Meneyelesaikan masalah L1 = 192 cm2 + L2 6 r12 = 192 + 6 r22 6 r12 .000 : Rp.r2 = 4 r1 = 4 + r2  L1 . 3.

r2 ) 6{(4 + 2 r2 )(4)} = 192 6 ( 16 + 8 r2 ) = 192 =192 96 + 48 r2 = 192 48 r2 = 192 – 96 48 r2 = 96 r2 = 96 48 =2 r2 = 2. maka r1 = 4 + r2 =4+2 =6 • Menyimpulkan hasil jawaban dari masalah Maka diperoleh : Panjang rusuk kotak I adalah 6 cm Panjang rusuk kotak II adalah 2 cm • 2.181 Karena. r1 = 4 + r2 Sehingga di peroleh : 6{(4 + r2 + r2 )(4 + r2 . Memahami masalah Diketahui : Suatu bak berbentuk balok dengan: Panjang = p Lebar =l Tinggi = t .

182 Panjang rusuk : 465cm Ditanya: Luas Permukaan Balok (L): ….5 cm .? Penyelesaian: • Menyusun Prosedur.  p : l = 17 : 10 →  → • Meneyelesaikan masalah Panjang rusuk = 465 cm 4p + 4l + 4t = 465cm 68l + 40l +16l = 4650cm 124l = 4650 cm l = 37.

Memahami masalah Diketahui : Bangun seperti gambar Bangun I (bagian atas) ⇒ panjang = 8 cm.183 = 63.75cm = 15 cm Maka luas permukaan bak = 2(pl + pt + lt) = 2{(63. 37.lebar = 2 cm.375) =7818.5) + (63.75cm2 Jadi luas permuaan bak adalah 7818.25 + 562. 15)} = 2(2390.lebar = 8 cm.75 cm2 • 3. dan tinggi = 2 cm Ditanya : luas bangun tersebut =……….75.625 + 956.5) = 2(3909.5 .75. dan tinggi = 8 cm Bangun III(bagian bawah) ⇒ panjang = 12 cm.? . 15) + (37.lebar = 8 cm. dan tinggi = 2 cm Bangun II (baian tengah) ⇒ panjang = 8 cm.

8 + 12 . t) = 2 (8 . t + l . t) = 2 (12 . 2) = 2 (96 + 24 +16) = 2 (136) = 272 cm2 Sehinggan diperoleh : Luas bangun = L I + L II + L III = 192 cm2 + 192 cm2 + 272 cm2 = 656 cm2 • Menyimpulkan hasil jawaban dari masalah Jadi. l + p . l + p . 2 + 8. t + l . luas bangun tersebut adalah 656 cm2 Luas bangun I (L I) . 2) = 2 (64 + 16 + 16) = 2 (96) = 192 cm2 Luas bangun II (L II) = 2 (p . 8 + 2 . 2 + 8 . 8) = 2 (16 + 64 + 16) = 192 cm2 Luas bangun III (LIII) = 2 (p . t + l . 8 + 8. 2 + 8 .184 Penyelesaian : • Menyusun prosedur/membuat pola /aturan Luas bangun = L I + L II + L III • Meneyelesaikan masalah = 2 (p . t) = 2 (8 . l + p .

kubus x Rp.185 Lampiran 17 ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH TES KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH II • Memahami masalah 1.00 tiap m2 Ditanya : harga bahan seluruhnua = ………? Penyelesaian : • Menyusun prosedur/membuat pola /aturan V = s3 1.00 = Rp.2 meter Maka.64 x Rp.00 • Menyimpulkan hasil jawaban dari masalah . Diketahui : tempat penampungan air berbentuk kubus V = 1.30.000.728 m3 Harga bahan = Rp. Luas kubus = 6 s2 = 6 (1.30. 30.000.2 meter panjang rusuk kubus = 1.728 m3) 1.000.2 )2 = 6 (1.259.44) = 8.00 = 8.728 m3 = s3 s s = 3 (karena V = 1.728 m 3 = 1.64 m2 Harga bahan = L.200.

Volume balok(V b ) ⇒ V k = 432 liter( dik ) . Diketahui : bak berbentuk kotak L = 5400 cm2 V = 432liter Benda balok ⇒ p = 8 cm l = 12 cm t = 60 cm Ditanya : a.24 liter = 426.186 Jadi harga bahan yang dibutuhkan untuk tempat penampungan air tersebut adalah Rp. sisa kawat Penyelesaian : • Menyusun prosedur/membuat pola /aturan =pxlxt = 8 cm x 12 cm x 60 cm = 5760 cm3 V b = 5760 cm3 = 5.200. banyak air yang tertumpah b.76 liter b.76 dm3 = 5.76 liter Banyak air yang tertumpah = volume balok = 5.259. Perubahan volume =Vk -Vb = 432 liter– 5.76 liter = 426.00 2.240 cm3 a.

24 liter b..187 Volume air sekarang = 426.. = (58 × 50 × 20) cm3 = 58.. a. banyak air yang tertumpah adalah 426. = (46 + 2 + 2) cm = 50 cm.240 cm3 = 5400 cm2 x t t t 426.240 cm 3 = 5400 cm 2 = 78..9 cm ≈ 79 cm • Menyimpulkan hasil jawaban dari masalah Jadi.? Penyelesaian : • Menyusun prosedur/membuat pola /aturan dan menyelesaikan masalah = (54 + 2 + 2) cm = 58 cm. Diketahui : Ketebalan kayu = 2 cm Bagian dalam kotak panjang = 54 cm Lebar = 46 cm Tinggi = 18 cm Ditanya : Volume kayu = .712 cm3. = (54 × 46 × 18) cm3 = 44.....000 cm3.. sisa panjang kawat adalah 79 cm 3.24 liter Maka tinggi airnya = luas kotak x tinggi 426. = (18 + 2) cm = 20 cm. Panjang luar Lebar luar Tinggi luar Volume luar Volume dalam • Menyimpulkan hasil jawaban dari masalah .

volume kayu yang digunakan = (58.000 – 44.188 Jadi.860 kg/m3 Ditanya : massa baja balok = ………? Penyelesaian : • Menyusun prosedur/membuat pola /aturan dan menyelesaikan masalah Volume baja (V) = V I + V II + V III  Volume I (bagian atas) = p x l x t = 10 m x 30 cm x 5 cm = 10 m x 0. Diketahui : baja balok Bangun I (bagian atas) ⇒ panjang = 10 m.lebar = 30 cm.05 m x 0.3 m x 0. dan tinggi = 5 cm Massa jenis baja = 7.2 m = 0. dan tinggi = 5cm Bangun II (baian tengah) ⇒ panjang = 10 m. dan tinggi = 20 cm Bangun III(bagian bawah) ⇒ panjang = 10 m.lebar = 30 cm.15 m3  Volume II (bagian tengah) = p x l x t = 10 m x 5 cm x 20 cm = 10 m x 0.05 m = 0.1 m3 .712) cm3= 13.lebar = 5 cm.288 cm 3 4.

1 m3 + 0.860 kg/m3 .4 m3 = 3144 kg • Menyimpulkan hasil jawaban dari masalah Jadi.15 m3 + 0.189  Volume III (bagian bawah) = p x l x t = 10 m x 30 cm x 5 cm = 10 m x 0.3 m x 0.15 m3 = 0.4 m3 ρ= m V ⇒ m = ρ. 0.15 m3 Volome baja balok = V I + V II + V III = 0. massa baja balok adalah 3144 kg . V = 7.05 m = 0.

menyatakan kembali masalah asli dalam bentuk 3 yang operasional 5 • Merencanakan pemecahan masalah : menyusun prosedur penyelesaian. menyatakan kembali masalah asli dalam bentuk yang operasional 4 • Merencanakan pemecahan masalah : menyusun . menyatakan kembali masalah asli dalam bentuk yang operasional 3 • Merencanakan pemecahan masalah : menyusun prosedur penyelesaian. membuat pola / aturan • Menyelesaikan masalah : menjalankan prosedur yang 5 3 0 2 telah dibuat • Tidak menuliskan apa-apa / Tidak respon • Memahami masalah : menuliskan apa yang diketahui. ditanya. ditanya. ditanya.190 Lampiran 18 Pedoman Penskoran Nilai Tes Matematika Soal 1 Skor 0 2 Kriteria • Tidak menuliskan apa-apa / Tidak respon • Memahami masalah : menuliskan apa yang diketahui. membuat pola / aturan • Menyelesaikan masalah : menjalankan prosedur yang 2 0 2 telah dibuat • Tidak menuliskan apa-apa / Tidak respon • Memahami masalah : menuliskan apa yang diketahui.

191 9 prosedur penyelesaian. membuat pola / aturan 9 • Menyelesaikan masalah : menjalankan prosedur yang telah dibuat . ditanya. menyatakan kembali masalah asli dalam bentuk yang operasional 4 • Merencanakan pemecahan masalah : menyusun prosedur penyelesaian. membuat pola / aturan • Menyelesaikan masalah : menjalankan prosedur yang telah dibuat 4 0 2 • Tidak menuliskan apa-apa / Tidak respon • Memahami masalah : menuliskan apa yang diketahui.

• Salah merencanakan pemecahan masalah. • Menuliskan apa yang ditanya dengan benar. menuliskan . • Tidak menuliskan apa yang ditanya. • Menuliskan aturan penyelesaian dengan benar. 3. • Tidak menuliskan apa yang diketahui. • Menuliskan rencana pemecahan masalah tetapi 2 tidak lengkap.5 2x4 Skor 1 0. • Menuliskan apa yang diketahui dengan benar • Menuliskan apa yang diketahui tetapi tidak lengkap. • Menuliskan aturan penyelesaian dengan tuntas 4 tetapi hasilnya salah. • Menuliskan apa yang ditanya tetapi tidak lengkap. • Tidak menuliskan rencana pemecahan masalah. • Menuliskan aturan penyelesaian tidak tuntas tetapi hasilnya benar.5 Total Skor 2. Langkah-langkah pemecahan masalah 1.5 3x4 Atau 4x4 0 4 0 1 0.5 3 5 2 3 9x4 2. 1 0 5 1 0 9 5x4 Atau 7.192 Rincian keterangan pedoman penskoran pada langkah-langkah pemecahan masalah No. • Menuliskan hasilnya saja dan benar. • Menuliskan rencana pemecahan masalah dengan 3 lengkap.

1 0 1. • Tidak menuliskan penyelesaian masalah.193 aturan penyelesaian tidak tuntas dan hasilnya salah. • Menuliskan hasilnya tetapi salah.5 0 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful