1

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Matematika merupakan bidang studi yang dipelajari oleh semua siswa dari SD hingga SMA dan bahkan juga di Perguruan Tinggi. Ada banyak alasan tentang perlunya siswa belajar matematika. Menurut Cornelius dalam Abdurrahman (2003:253) mengemukakan : Lima alasan perlunya belajar matematika karena matematika merupakan (1) sarana berpikir yang jelas dan logis, (2) sarana untuk memecahkan masalah kehidupan sehari-hari, (3) sarana mengenal pola-pola hubungan dan generalisasi pengalaman, (4) sarana untuk mengembangkan kreativitas, dan (5) sarana untuk meningkatkan kesadaran terhadap perkembangan budaya. Pemerintah selalu melakukan penyempurnaan kurikulum untuk

meningkatkan mutu pendidikan. Berdasarkan sumber (http://www.prayudi. wordpress.com) menyatakan : Di antara hasil terbaru penyempurnaan tersebut adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Salah satu kelebihan dari kurikulum terbaru ini adalah dinyatakannya pemecahan masalah (problem solving), penalaran (reasoning), komunikasi (communication), dan menghargai kegunaan matematika sebagai tujuan pembelajaran matematika SD, SMP, SMA, dan SMK disamping tujuan yang berkaitan dengan pemahaman konsep yang sudah dikenal guru. Sedangkan berdasarkan hasil belajar matematika, Lerner dalam

Abdurrahman (2003:253) mengemukakan bahwa : “ kurikulum bidang studi matematika hendaknya mencakup tiga elemen, (1) konsep, (2) keterampilan, dan (3) pemecahan masalah”.

1

2

Dari kedua pernyataan di atas, salah satu aspek yang ditekankan dalam kurikulum adalah meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa. Pemecahan masalah merupakan bagian dari kurikulum matematika yang sangat penting karena dalam proses pembelajaran maupun penyelesaiannya, siswa dimungkinkan memperoleh pengalaman menggunakan pengetahuan serta keterampilan yang sudah dimiliki untuk diterapkan pada pemecahan masalah yang bersifat tidak rutin. Suryadi, dkk (dalam Suherman, Erman, dkk UPI, 2003: 83) dalam surveinya tentang current situation on mathematics and science education in Bandung yang disponsori oleh JICA, menyatakan penemuan bahwa :“pemecahan masalah matematika merupakan salah satu kegiatan matematika yang dianggap penting baik oleh para guru maupun siswa di semua tingkatan mulai dari SD sampai SMU”. Namun hal tersebut dianggap bagian yang paling sulit dalam mempelajarinya maupun bagi guru dalam mengajarkannya. Suatu masalah biasanya memuat suatu situasi yang mendorong seseorang untuk menyelesaikannya, akan tetapi tidak tahu secara langsung apa yang harus dikerjakan untuk menyelesaikannya. Sesuai dengan yang dikatakan oleh seorang guru matematika SMP Negeri 1 Lumbanjulu, Ibu L.Simungkalit mengatakan bahwa : Siswa kurang mampu dalam memecahkan masalah pada pokok bahasan kubus dan balok, ini terjadi karena tingkat konsentrasi siswa yang tidak maksimal, yang mungkin disebabkan karena metode yang digunakan tidak cocok atau metode sebelumnya tidak membuat siswa termotivasi sehingga kebanyakan siswa kurang mampu memecahkan masalah yang berhubungan dengan materi tersebut.

3

Dari hasil survei peneliti (tanggal 3 Agustus 2012) berupa pemberian tes diagnostik kepada 36 siswa kelas IX SMP Negeri 1 Lumbanjulu menunjukkan bahwa 86,7% dari 36 siswa kesulitan mengerjakan soal penerapan rumus-rumus Kubus dan Balok, 67,1% dari 36 siswa kesulitan mengerjakan soal cerita bentuk aplikasi rumus Kubus dan Balok yang terkait dunia nyata dan 78,9% dari 36 siswa kesulitan dalam menyelesaikan soal dalam bentuk pemecahan masalah terkait dunia nyata. Dari beberapa uraian di atas penulis dapat simpulkan banyak siswa yang tidak mampu menyelesaikan soal dikarenakan proses pembelajaran yang kurang bermakna sehingga menyebabkan rendahnya kemampuan siswa memecahkan masalah. Dengan demikian, tugas guru bukan sekedar mengajarkan ilmu semata kepada siswa, tetapi membantu siswa belajar. Tekanan pembelajarannya harus pada aktivitas siswa untuk belajar, aktif secara mental maupun fisis. Tugas guru adalah memfasilitasi siswa dalam belajar. Menurut Suparno dkk (2002) menyatakan bahwa :“dalam pembelajaran yang bermakna perlu ada dua aktivitas, yakni aktif dalam kegiatan berpikir dan aktif dalam berbuat”. Artinya, perbuatan nyata siswa dalam pembelajaran merupakan hasil keterlibatan berpikir siswa terhadap obyek belajar dan pengalaman hasil perbuatan siswa itu sendiri, untuk diolah dalam kerangka berpikir dan pengetahuan yang dimilikinya. Salah satu cara yang dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa adalah dengan penerapan teori vygotsky. Teori vygotsky lebih menekankan pada kemampuan siswa memecahkan masalah dengan menerapkan empat prinsip dalam proses pembelajarannya, yaitu sosiokultural, konsep zone of proximal

. Minat belajar siswa masih rendah 3. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas.2. Dengan demikian. maka peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian dengan mengangkat judul : “Penerapan Teori Vygotsky untuk Meningkatkan Pemecahan Masalah Pada Materi Geometri di Kelas IX SMP Negeri 1 Lumban Julu Tahun Ajaran 2012/2013”. cepat. Penguasaan guru terhadap berbagai pendekatan pembelajaran belum optimal. 1.4 development. scaffolding. 4. Mereka juga mampu memotivasi diri sendiri dalam mengkonstruksi pengetahuan dan berusaha mencapai tujuan yang sudah direncanakan terlebih dahulu. Sehingga dengan menerapkan cara tersebut. Berdasarkan penjelasan tersebut di atas. dan perkembangan mental berangkat dari bidang sosial ke bidang individu. Kemampuan siswa dalam memecahkan masalah masih rendah. 2. beberapa masalah dapat diidentifikasi sebagai berikut : 1. tingkat kemampuan pemecahan masalah siswa akan semakin baik. 5. siswa akan lebih mudah. dan mandiri menyelesaikan masalah yang dihadapinya. Siswa kurang mampu menerapkan konsep dalam memecahkan masalah matematika. Hasil belajar matematika siswa masih rendah.

Apakah dengan penerapan teori vygotsky meningkatkan kemampuan siswa memecahkan masalah pada pokok bahasan “kubus dan balok”? 1. maka penulis merasa perlu memberikan batasan terhadap masalah yang akan dikaji agar analisis hasil penelitian ini dapat dilakukan dengan lebih mendalam dan terarah. Apakah dengan penerapan teori vygosky meningkatkan minat siswa memecahkan masalah pada pokok bahasan “kubus dan balok’’? 3. Bagaimana tingkat kemampuan siswa memecahkan masalah dengan menerapkan teori vygotsky pada pokok bahasan “kubus dan balok”? 2.5 1.3. 1.5. maka yang menjadi fokus permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut : 1. Rumusan Masalah Berdasarkan batasan masalah di atas.4. Pembatasan Masalah Melihat luasnya cakupan masalah-masalah yang teridentifikasi dibandingkan waktu dan kemampuan yang dimiliki penulis. Tujuan Penelitian Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjawab pokok permasalahan di atas adalah : . Masalah yang akan dikaji dalam penelitian ini terbatas pada menganalisis kendala yang dialami siswa kelas IX SMP Negeri 1 Lumbanjulu dalam memecahkan masalah dan upaya penanggulangan kesulitan siswa melalui penerapan teori vygotsky sehingga hasil belajar siswa memecahkan masalah pada pokok bahasan “kubus dan balok” dapat ditingkatkan.

Bagi guru/calon guru yaitu sebagai informasi mengenai hasil belajar siswa dalam memecahkan masalah yang diajar dengan menerapkan teori vygotsky pada pokok bahasan kubus dan balok. Bagi peneliti yaitu hasil dan perangkat penelitian ini dapat dijadikan pertimbangan untuk menerapkan teori belajar Vygotsky pada pokok bahasan kubus dan balok maupun pokok bahasan yang lain dan dapat dikembangkan untuk penelitian selanjutnya. 1. . Bahan informasi bagi penelitian sejenis. 3. Mengetahui minat siswa dalam memecahkan masalah metematika dengan menerapkan teori vygotsky dapat meningkat. diantaranya yakni: 1. Menentukan tingkat pencapaian kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dengan menerapkan teori belajar vygotsky pada pokok bahasan kubus dan balok. 2. Mengetahui kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematika dengan menerapkan teori vygotsky dapat meningkat.6. Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi peningkatan mutu pendidikan. 3. 4.6 1. Manfaat Penelitian Setelah penelitian ini selesai diharapkan dapat bermanfaat bagi semua kalangan. 2. khususnya dalam proses belajar mengajar matematika di dalam kelas.

diharapkan bisa menjadi bahan pertimbangan untuk dapat membantu siswa dalam membantu proses belajarnya di rumah. . 6.7 5. Bagi orangtua. Bagi pimpinan sekolah yaitu bisa menjadi bahan pertimbangan kepada tenaga edukatif untuk menerapkan teori belajar Vygotsky dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut.

Obyek tak langsung antara lain : kemampuan menyelidiki dan memecahkan masalah. Fakta Contoh fakta ialah angka/lambang bilangan. ruas garis.1 Tinjauan Toeritis 2. bekerja. sudut. Seseorang dikatakan belajar bila dapat diasumsikan dalam diri orang itu terjadi suatu proses kegiatan yang mengakibatkan perubahan tingkah laku.1. Belajar Mengajar Matematika Belajar marupakan kegiatan setiap orang. Kegiatan atau usaha untuk mencapai perubahan tingkah laku sendiri merupakan hasil belajar. bersikap positif terhadap matematika dan mengerti bagaimana seharusnya belajar. obyek langsung dan obyek tak langsung”. simbol dan notasi. sehingga siswa dapat mengaitkan informasi baru dengan struktur kognitif yang dimiliki. Belajar dikatakan bermakna bila informasi yang akan dipelajari siswa sesuai dengan struktur kognitif yang dimiliki.Dalam teori belajar Robert M. mandiri(belajar.Gagne (dalam Asrin 2006:13) mengatakan bahwa :” dalam belajar ada dua obyek yang dapat diperoleh siswa.8 BAB II KAJIAN PUSTAKA 2. 6 . dll). Obyek langsung adalah antara lain : 1.1.

dan teori. 4. Karena itu untuk mempelajari suatu materi yang baru. menjumlahkan pecahan dan sebagainya. Seseorang dikatakan berpikir apabila melakukan kegiatan mental dan orang yang belajar matematika selalu melakukan kegiatan mental. Dari sini terlihat bahwa belajar matematika itu merupakan proses membangun atau mengkonstruksi . yang dapat berupa sifat. Karena matematika merupakan ide-ide yang abstrak yang diberi simbol-simbol maka konsep-konsep matematika harus dipahami lebih dahulu sebelum memanipulasi simbol-simbol itu. Seseorang akan lebih mudah mempelajari sesuatu bila belajar itu didasari pada apa yang telah diketahui orang. Keterampilan Keterampilan adalah kemampuan memberikan jawaban yang benar dan cepat. Misalnya melakukan pembagian cara cepat. pengalaman belajar yang lalu akan mempengaruhi proses belajar materi selanjutnya. Konsep Konsep merupakan ide abstrak yang memungkinkan kita mengelompokkan benda-benda (obyek) ke dalam contoh. kemudian dapat disusun kesimpulan. 3. Dalam proses belajar mengajar matematika terjadi proses berpikir. membagi bilangan dengan pecahan. dalil. Aturan (Prinsip) Aturan ialah obyek yang paling abstrak. seseorang dapat menyusun hubungan-hubungan antar bagian-bagian informasi sebagai pengertian. Sehingga dalam berpikir.9 2.

. Menurut Herman Hudoyo (2001:32) bahwa:”tujuan belajar matematika secara konseptual dimaksudkan dapat mmecahkan masalah dalam matematika dan mempelajari matematika lebih lanjut. Akan tetapi belajar itu harus aktif dan dinamis. Sedangkan secara praktis dimaksudkan menerapkan pengertahuan pada bidang lainnya”. Transfer belajar matematika dapat dilihat dari kemampuan seseorang menfungsionalkan materi matematika yang dipelajari. Belajar matematika pada dasarnya merupakan proses yang diarahkan pada suatu tujuan. Tujuan mengajar adalah agar pengetahuan yang disampaikan itu dapat dipahami peserta didik. selanjutnya dapat mengaplikasikan pada situasi yang baru. baik secara konseptual maupun secara praktis. Dengan demikian. Apabila terjadi proses belajar mengajar itu baik. Dua komponen penting dari pembelajaran dan pengajaran matematika yaitu membantu siswa untuk mengembangkan pemahaman/pengertian hubungan dan untuk mengkonstruksi /membangun pengetahuan dan konsep matematika. Mengajar adalah suatu kegiatan dimana pengajar menyampaikan pengetahuan atau pengalaman yang dimiliki kepada peserta didik. sehingga mengajar bisa dikatakan baik.10 konsep-konsep dan prinsip-prinsiptidak sekedar penghafalan yang terkesan pasif dan statis. apabila hasil belajar peserta didik juga baik. siswa sebagai subyek akan dapat memahami matematika. Tujuan belajar matematika ditinjau dari segi kognitif adalah terjadinya transfer belajar. Dalam proses itu juga melibatkan bagaimana bentuk mengajarnya. maka dapat diharapkan bahwa hasil peserta didik akan baik pula. seperti masalah yang ada dalam kehidupan sehari-hari.

Apabila guru ingin mengajarkan matematika kepada peserta didik dengan baik dan berhasil maka yang pertama kali guru menetapkan tujuan pembelajaran dan pendekatan apa yang tepat digunakan untuk mencapai tujuan tersebut. Pengajaran harus berorientasi terhadap tujuan yang akan dicapai. ditinjau dari hakekat matematika dan segi psikologinya. Pernyataan di atas dapat dimaknai bahwa pertimbangan guru memilih suatu metode mengajar matematika adalah guru harus mengenal karakteristik matematika tersebut dan psikologi pembelajarannya. misalnya karakteristik siswanya. . karakteristik bahan ajar matematika. Kata cocok dapat dilihat dari berbagai segi. ada dua hal yang harus dilakukan yaitu guru harus menguasai materi yang akan diajarkannya dan memikirkan bagaimana cara menyampaikannya dengan baik. Siswa akan aktif dalam proses pembelajaran apabila guru mengetahui pengetahuan yang dimiliki siswa. Menurut Hudoyo (1988:123) menyatakan bahwa : Metode mengajar matematika adalah suatu cara atau teknik mmatematika yang disusun secara sistematika dan logika. guru matematika haruslah mempertimbangkan perkembangan intelektual serta kemampuan dan kesiapan siswa tersebut dalam belajar.11 Seorang guru sebelum terjun di depan kelas membawakan suatu bahan pengajaran. Seorang guru sangat penting mempersiapkan suatu cara yang cocok mengajarkan suatu materi. guru harus membawakan matematika ke dalam kehidupan nyata siswa. sarana dan prasarana pendukung dan sebagainya.dari segi psikologi ini.

12 2. Selain itu. 2. faktor sosial. Kesulitan dalam belajar dan menggunakan prinsip Jika kesulitan siswa dalam menggunakan prinsip kita analisa. Kenyataan inilah yang harus segera ditangani dan dipecahkan. Siswa lupa nama singkatan suatu obyek Misalnya siswa lupa memangkatkan suatu bilangan dengan pangkat dua.2. Hal ini disebabkan antara lain: a. b. Kesulitan belajar siswa dapat disebabkan oleh beberapa faktor. faktor pedagogik. terdapat pula kesulitan khusus dalam belajar matematika seperti: 1. Kesulitan dalam menggunakan konsep Dalam hal ini dipandang bahwa siswa telah memperoleh pengajaran sautu konsep. tampaklah bahwa pada umumnya sebab kesulitan tersebut antara lain: . baik faktor internal maupun faktor eksternal seperti: fisiologi. Misalkan siswa yang mampu menyatakan istilah kuadrat dan kali dua dan mereka menganggap sama. Siswa kurang mampu menyatakan arti istilah dalam konsep. dalam proses belajar mengajar masih dijumpai bahwa siswa mengalami kesulitan belajar. Kesulitan belajar merupakan suatu kondisi dalam proses belajar mengajar yang ditandai dengan hambatan-hambatan tertentu dalam mencapai hasil belajar yang diharapkan. tetapi belum menguasainya mungkin karena lupa sebagian atau seluruhnya. Mungkin pula konsep yang dikuasai kurang cermat. Kesulitan Belajar Matematika Pada kenyataanya.1.

Untuk mengecek kebenaran dugaan ini. Kesulitan memecahkan soal berbentuk verbal. Guru dapat mengecek apakah ada istilah-istilah yang mungkin belum diketahui atau dilupakan. c. Miskin dari konsep dasar secara potensial merupakan sebab kesulitan belajar prinsip yang diajarkan dengan metode kontekstual (contoh nyata). Tidak mengerti apa yang dibaca. a.13 a. yaitu kemampuan memahami soal berbentuk cerita dan kemampuan mengubah soal verbal menjadi model matematika. Beberapa sebab siswa sulit memecahkan soal berbentuk verbal. setelah membaca soal. b. 3. apa yang diketahui dan apa yang dinyatakan serta rumus-rumus apa yang diperlukan. akibat kurang pengetahuan siswa tentang konsep atau beberapa istilah yang tidak diketahui. Memecahkan soal berbentuk verbal berarti menerapkan pengetahuan yang dimiliki secara teoritis untuk memecahkan persoalan nyata atau keadaan seharihari.ana siswa dengan situasi yang diceritakan dalam soal. Siswa kurang jelas dengan prinsip yang telah diajarkan. Keberhasilan dalam memecahkan persoalan berbentuk verbal tergantung kemampuan pemahaman verbal. biasanya dalam bentuk persamaan serta kesesuaian penga. Siswa tidak mempunyai konsep yang dapat digunakan untuk mengembangkan prinsip sebagai butir pengetahuan yang perlu. . guru dapat meminta siswa untuk menyatakan pendapatnya dengan menggunakan bahasanya sendiri. Selain itu juga perlu dipahami.

com) menyatakan bahwa : “dalam kehidupan sehari-hari. Atau dapat diartikan sebagai segala sesuatu atau kegiatan yang dapat dilakukan.14 b. kita tidak terlepas dari sesuatu yang namanya masalah.3. sehingga pemecahan masalah merupakan fokus utama dalam pembelajaran matematika”. bahwa menurut W.1. kurang cerdas. tidak ada minat. Sebagian besar ahli pendidikan matematika menyatakan bahwa masalah merupakan pertanyaan yang harus dijawab atau direspon siswa. tidak ada bakat.S adalah Poerwadarminta(1996:78) menyebutkan “kemampuan kesanggupan”. 2. (b) pengajarannya yang kurang baik dan dapat disebabkan oleh kesalahan pengajaran dalam menyajikan metode ataupun tidak adanya alat peraga. Kesulitan belajar dapat ditunjukkan dengan beberapa gejala yaitu: • • • Menunjukkan prestasi yang rendah Hasil yang dicapai tidak sesuai dengan usaha yang dilakukan Keterlambatan dalam melaksanakan tugas yang diberikan Obyek yang dapat kita periksa untuk mengetahui penyebab kesukaran siswa belajar contohnya seperti: (a) materi yang diajarkan dianggap terlalu sulit. Tidak semua . Depdiknas tahun 2007 (http: //educare .php ?option . Siswa tidak mengubah soal berbentuk verbal menjadi model matematika dan hubungannya. suasana yang tidak mendukung. emosi tidak stabil.J. Kemampuan Pemecahan Masalah Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. dan (c) dari siswa sendiri disebabkan karena kelemahan jasmani.net /index .e_fkipunla .

(dalam B.e_fkipunla. memilih pendekatan dan strategi pemecahan dan menyelesaikan model untuk menyelesaikan masalah”.net menyebutkan bahwa “Pemecahan masalah (problem solving) adalah proses menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh sebelumnya ke dalam situasi baru yang belum dikenal atau proses berpikir untuk menentukan apa yang harus dilakukan ketika kita tidak tahu apa yang harus kita lakukan”. mengorganisasi data dan memilih informasi yang relevan dalam pemecahan masalah 3.15 pertanyaan merupakan suatu masalah.Sinaga) menyatakan bahwa “kemampuan pemecahan masalah adalah kemampuan atau kompetensi strategis yang ditunjukkan siswa dalam memahami. maka kita sedang memecahkan masalah”. Karenanya. menyajikan masalah secara matematik dalam berbagai bentuk . menunjukkan pemahaman masalah 2. Suatu pertanyaan akan menjadi masalah hanya jika pertanyaan itu menunjukkan adanya suatu tantangan (challenge) yang tidak dapat dipecahkan oleh prosedur rutin yang sudah diketahui oleh siswa. keterampilan atau pengalaman untuk memecahkan suatu dilemma atau situasi yang baru atau yang membingungkan. Indikator yang menunjukkan kemampuan pemecahan masalah antara lain adalah: 1. Dari pernyataan tersebut. Dalam Departmen of Education tahun 1996 menyebutkan bahwa : “Apabila kita menerapkan pengetahuan matematika.dapat terjadi bahwa suatu masalah bagi seseorang siswa akan menjadi “pertanyaan” bagi siswa lainnya karena ia sudah mengetahui prosedur untuk menyelesaikannya. Dalam http://educare.

Menurut Sumarmo Tahun 2003 (http: //educare . Strategi untuk memecahkan suatu masalah matematika ada beberapa strategi yang dapat digunakan bergantung pada masalah yang akan dipecahkan. 1991). apa yang tidak diketahui (ditanyakan). apakah informasi cukup.(3) menjelaskan/ menginterpretasikan hasil sesuai masalah asal.(4) menyusun model matematika dan menyelesaikannya untuk masalah nyata dan menggunakan matematika secara bermakna. ditanyakan. serta kecukupan unsur yang diperlukan.php ?option . memilih pendekatan dan metode pemecahan masalah secara tepat 5. Namun. siswa membutuhkan banyak kesempatan untuk menciptakan dan memecahkan masalah dalam bidang matematika dan dalam konteks kehidupan nyata. Menurut Polya (dalam Ruseffendi. kondisi (syarat) apa yang harus dipenuhi. Kegiatan dapat yang dilakukan pada langkah ini adalah: apa (data) yang diketahui. menyatakan kembali masalah asli dalam bentuk yang lebih operasional (dapat dipecahkan). yakni: 1. ada strategi pemecahan masalah yang bersifat umum yaitu yang disarankan oleh George Polya.net /index . untuk memecahkan suatu masalah ada empat langkah yang dapat dilakukan.(2) merumuskan masalah situasi seharihari dan metematik. mengembangkan strategi pemecahan masalah 6. .com) menyatakan bahwa: Aktivitas-aktivitas yang tercakup dalam kegiatan pemecahan masalah meliputi: (1) mengidentifikasi unsur yang diketahui. Memahami masalah. menyelesaikan masalah yang tidak rutin Untuk menjadi seorang pemecah masalah yang baik.e_fkipunla . menerapkan strategi untuk menyelesaikan berbagai masalah (sejenis dan masalah baru) dalam atau luar matematika. membuat dan menafsirkan model matematika dari suatu masalah 7.16 4.

Kegiatan yang dapat dilakukan pada langkah ini adalah: menjalankan prosedur yang telah dibuat pada langkah sebelumnya untuk mendapatkan penyelesaian. 4. menyusun prosedur penyelesaian (membuat konjektur). Kegiatan yang dapat dilakukan pada langkah ini adalah: mencoba mencari atau mengingat masalah yang pernah diselesaikan yang memiliki kemiripan dengan masalah yang akan dipecahkan. Memecahkan soal berbentuk cerita berarti menerapkan pengetahuan yang dimiliki secara teoritis untuk memecahkan persoalan nyata/keadaan sehari-hari. Guru dapat mengecek apakah ada istilah-istilah yang mungkin belum diketahui/dilupakan. Untuk memahaminya. 3. Merencanakan pemecahannya. Memeriksa kembali prosedur dan hasil penyelesaian. guru dapat meminta siswa menyatakan pendapatnya dengan menggunakan bahasanya sendiri. Soal cerita dapat dikerjakan langsung tanpa ada gambar karena dari masalah tersebut siswa kurang lebih sudah dapat memahaminya. atau apakah prosedur dapat dibuat generalisasinya.17 2. mencari pola atau aturan. Kegiatan yang dapat dilakukan pada langkah ini adalah: menganalisis dan mengevaluasi apakah prosedur yang diterapkan dan hasil yang diperoleh benar. guru . Menyelesaikan masalah sesuai rencana. Sedangkan jika soal berbentuk gambar.

Pengertian Media Pembelajaran Dalam proses pembelajaran matematika penggunaan media sangat membantu siswa untuk lebih mudah memahami dan mengerti konsep dari materi yang diajarkan. Karena siswa dapat mengerti dan memahami unsurunsur yang ada pada gambar.3. Media Pembelajaran Alat A. lalu siswa akan mempelajari ide-ide matematika secara informal.1. selanjutnya belajar matematika secara formal. Hidayat (2010) menyatakan “media meliputi alat bantu guru dalam mengajar serta sarana pembawa pesan”. ‘perantara’ atau ‘pengantar’. supaya siswa terbiasa mengerjakan soal-soal yang tidak hanya mengandalkan ingatan yang baik saja. Kemudian siswa bereksplorasi dengan benda kongkrit. Media adalah bentuk-bentuk komunikasi baik tercetak maupun audiovisual serta peralatannya.18 lebih menekankan kepada siswa untuk memahami gambar dan dirangkaikan kembali ke dalam soal cerita. 2. . Djamarah (2006:121) menyatakan “media adalah alat bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan”. Asosiasi Pendidikan Nasional (national education association) memiliki perngertian yang berbeda. Dengan demikian inti dari belajar memecahkan masalah. Menurut Arsyad (2009:3) kata media berasal dari bahasa Latin medius yang secara harfiah berarti ‘tengah’. tetapi siswa diharapkan dapat mengaitkan dengan situasi nyata yang pernah dialaminya atau yang pernah dipikirkannya.

cara. Jadi dapat dikatakan bahwa media pembelajaran adalah sebuah alat yang berfungsi untuk menyampaikan pesan pembelajaran. Banyaknya pengertian dari media yang dikemukakan diatas. Bahkan adakalanya pesan yang diterima tidak sesuai dengan maksud yang disampaikan. dapat disimpulkan bahwa pengertian media adalah segala sesuatu (alat) yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima dalam bentuk tercetak ataupun audiovisual. Inilah hakikat dari media pembelajaran. Bagan komunikasi dengan unsur media dapat dilihat seperti skema berikut ini : Pengirima n Pesan Pesan Media Penerim a Pesan . artinya tidak selamanya pesan yang disampaikan oleh pengirim pesan mudah diterima oleh penerima pesan. perbuatan yang menjadikan orang atau mahluk hidup belajar”. dan dibaca (Arief. Namun demikian. 2009:17). Pesan yang dikirim oleh guru berupa isi/materi pelajaran yang dituangkan ke dalam simbol-simbol komunikasi baik verbal maupun nonverbal. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002:17) “pembelajaran adalah proses. Pembelajaran hakikatnya adalah proses komunikasi. dalam suatu proses komunikasi diperlukan saluran yang berfungsi untuk mempermudah penyampaian pesan.19 media hendaknya bisa dimanipulasi. Oleh sebab itu. bisa terjadi proses komunikasi mengalami hambatan.dkk. dapat didengar. dimana guru berperan sebagai pengantar pesan dan siswa sebagai penerima pesan. dapat dilihat.

2009) . Proses Komunikasi dengan Media (Wina Sanjaya.1.Pesan 20 Gambar 2.

Media . Media visual ini ada yang menampilkan gambar diam seperti gambar atau lukisan. Dalam penelitian ini media pembelajaran yang akan digunakan adalah media animasi power point. karena meliputi kemampuan kedua jenis media yang pertama dan kedua. (1) media video. Media Visual Media visual adalah media yang hanya mengandalkan indera penglihatan. diantaranya adalah: 1. Jenis Media Djamarah (2006:124) mengklasifikasikan media dilihat dari jenisnya.cassette recorder. 2. Ada pula yang menampilkan gambar atau simbol yang bergerak. (2) media komputer. audiovisual banyak dikembangkan untuk keperluan pembelajaran. Media audiovisual dapat dibagi menjadi dua yaitu. Media video dan media komputer banyak dikembangkan untuk keperluan pembelajaran. seperti radio. Media animasi power point ini merupakan media pembelajaran atau perlengkapan dan termasuk pada media audiovisual.Media Audiovisual Media audiovisual adalah media yang mempunyai unsur suara dan unsur gambar. biasanya dikemas dalam bentuk VCD. gerak. telepon. Jenis media audiovisual mempunyai kemampuan yang lebih baik. dan tampilan teks.21 B. Media Auditif Media auditif adalah media yang hanya mengandalkan kemampuan suara saja. suara serta gambar.

bukan hanya melalui mengingat-ingat fakta. permukaan gelas.22 C. Dan wujud dari kubus itu sendiri. daerah bujur sangkar.com/2012/01/07/alat-peraga-matematika/) Dari penjelasan diatas. Benda-benda itu misalnya batu-batuan dan kacang-kacangan untuk menerangkan konsep bilangan. Rusefendi (1993) menerangkan bahwa : “Alat peraga merupakan alat bantu untuk menerangkan atau mewujudkan konsep-konsep matematika. Siswa juga mendapat kesempatan terlibat dalam proses pengamatan dengan bantuan alat peraga. Menurut Rusefendi (1993) penggunaan alat peraga dapat dikaitkan dan dihubungkan dengan salah satu atau beberapa dari : . kubus (bendanya) untuk menjelaskan konsep titik. (http://edukasi. Untuk memahami konsep abstrak anak memerlukan benda-benda kongkrit (real) sebagai perantaranya. benda-benda bidang beraturan untuk menerangkan konsep pecahan.kompasiana. Selanjutnya konsep abstrak yang baru dipelajari akan mengendap. maka diharapkan tumbuh minat belajar matematika dalam dirinya dan akan menyenangi konsep yang akan disajikan. ruas garis. Konsep abstrak dapat dicapai melalui tingkat-tingkat belajar yang berbeda-beda. gelang. Alat peraga dalam pelajaran matematika memegang peranan penting sebagai alat bantu untuk menciptakan proses belajar mengajar yang efektif. melekat. alat peraga adalah alat bantu dalam pengajaran matematika yang nantinya akan bermanfat bagi kelangsungan proses belajar mengajar. benda seperti cincin. Alat Peraga Pada dasarnya siswa belajar melalui benda kongkrit. dan tahan lama bila siswa belajar melalui berbuat dan pengertian. dan sebagainya untuk menerangkan konsep lingkaran dan sebagainya”.

Pemecahan masalah pada umumnya 8. satu cara untuk mencapai sesuatu.23 1. Pengundangan untuk berpikir 9. hubungan antara satu dengan yang lainnya dan bagaimana mereka memberikan sumbangsih terhadap pokok persoalan”. Pembentukan konsep 2.com/2012/01/07/alat-peraga-matematika/) Dari uraian diatas. dengan bantuan alat peraga diharapkan peserta didik lebih mudah memahami materi matematika yang telah dipelajari dan siap untuk mengaplikasikannya. termasuk pelayanannya terhadap anak lemah dan berbakat 5. Pengundangan untuk berdiskusi (http://edukasi.  Pemahaman Konsep Konsep merupakan rumusan. alat peraga dipakai sebagai alat ukur 6. Menurut Edmund Bachman (2005) ”Konsep merupakan pokok utama dibalik sebuah permasalahan. Latihan dan penguatan 4. Pengukuran. Pengundangan berpartisipasi aktif 10. . Pemahaman konsep 3. Layanan terhadap perbedaan individual. satu kerangka untuk menganalisa sebuah persoalan.kompasiana. Pengamatan dan penemuan sendiri ide-ide dan relasi baru serta penyimpulan secara umum 7.

24 Siswa dapat peka terhadap matematika hanya jika mereka mengerti konsep dan makna atau interpretasinya. untuk itu apapun tujuan pembelajaran yang diharapkan tidak akan tercapai. Kemampuan dasar adalah suatu kemampuan yang harus dimiliki untuk suatu pokok bahasan tertentu (yang baru). tetapi mencakup kecakapan-kecakapan yang jangkauannya lebih luas. keterurutan penguasaan matematika itu perlu mendapat perhatian. dalam belajar matematika seorang siswa harus lebih dahulu pada tahap yang satu baru dibolehkan melangkah pada tahap berikutnya. Seperti yang dikemukakan Hudojo (1988:10) bahwa” Di dalam belajar matematika apabila konsep A dan konsep B dipelajari terlebih dahulu”. apabila kemampuan itu tidak dikuasai. Proses pemahaman konsep matematika dapat diserap siswa jika guru dalam proses pembelajaran menggunakan alat peraga ataupun media pembelajaran. Belajar matematika berkaitan erat dengan matematika itu sendiri. dimana hal tersebut merupakan prasyarat mutlak. Oleh sebab itu. Hal ini menekankan bahwa jika seorang siswa atau guru ingin menguasai suatu konsep matematika dengan baik. Tetapi seringkali siswa hanya menghafal konsep (defenisi) tanpa memperhatikan syarat-syarat dan hubungan antara konsep. Pemahaman terhadap konsep-konsep matematika bukan hanya sekedar mengingat kembali defenisi-defenisi dan mengenali contohcontoh biasa. Matematika tersusun secara hirarkis sehingga konsep-konsep terdahulu menjadi prasyarat untuk memahami konsep berikutnya. konsep akan dapat lebih mudah di pahami dengan jelas serta . yang sesuai dengan topik yang di ajarkan. Karena dengan bantuan alat-alat tersebut.

 Pengembangan Minat Minat selama ini hanya dikenal dengan sebutan keinginan yang dimiliki oleh seseorang. tanpa ada yang menyuruh.edu/index. Sedangkan Holland (http://forum. minat belajar dapat diartikan dengan suatu keinginan atau kemauan yang disertai perhatian dan keaktifan yang sengaja yang akhirnya melahirkan rasa senang dalam perubahan tingkah laku. maka dapat disimpulkan minat adalah suatu rasa ingin tahu pada suatu hal atau aktivitas. Minat belajar merupakan salah satu faktor penunjang keberhasilan proses pembelajaran matematika. Dengan adanya minat belajar pada siswa dapat memudahkan membimbing dan mengarahkan siswa untuk belajar. Minat yang timbul dari kebutuhan siswa merupakan faktor penting bagi siswa dalam melaksanakan kegiatan-kegiatannya. oleh karena itu minat belajar anak harus diperhatikan dengan cermat.25 siswa tidak hanya sekedar mudah mengingat melainkan memahami materi yang diajarkan. Dari penjelasan di atas. sehingga antara satu dengan yang lain mempunyai perbedaan dalam keinginannya. .upi.php?topic=162) mengatakan bahwa “minat adalah aktivitas atau tugas-tugas yang membangkitkan rasa ingin tahu”. Jika dikaitkan dengan belajar. Slameto (2003:180) mengatakan “minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa keterikatan pada suatu hal atau aktivitas.

. Menggunakan alat-alat peraga atau media 4. Dengan demikian siswa akan tertarik untuk mempelajari matematika. Semua kegiatan belajar harus kontras Dalam pembelajaran yang melibatkan siswa dengan bantuan alat peraga akan membangkitkan minat. Sehingga muncul dalam diri siswa untuk mempelajari materi lebih lanjut dan merasa penasaran serta ingin lebih tahu tentang konsep yang akan dipelajarinya secara mendalam. Pengembangan minat dapat dilakukan guru dengan berbagai cara misalnya dengan memperkenalkan kepada siswa berbagai belajar yang menarik. Beberapa hal yang dapat dilakukan guru dalam mengembangkan minat siswa dalam belajar matematika.. Pembelajaran hendaknya mampu membangkitkan aktivitas siswa 5.26 Guru mempunyai peranan yang besar dalam pengembangan minat siswa. Menyesuaikan bahan pelajaran yang diajarkan dengan minat siswa.” Jika guru mengabaikan minat belajar siswa maka akan mengakibatkan ketidakberhasilan dalam proses pembelajaran matematika. misalnya dengan memanfaatkan lingkungan. bahkan motivasi siswa. Pembelajaran dapat dilakukan dengan cara dari mudah ke yang sukar atau dari konkret ke abstrak 3. 1. 2. Hal ini ditegaskan Tanner dalam Slameto (2003:181) bahwa “para pengajar juga harus berusaha membentuk minat-minat baru pada diri siswa. menggunakan alat peraga atau media dalam pembelajaran.

Dalam proses pembelajaran hendaknya siswa diberi kesempatan untuk memanipulasi benda-benda dengan menggunakan media pembelajaran matematika. Teori Belajar Alat Pembelajaran matematika yang menggunakan alat peraga ataupun media mampu melibatkan siswa untuk aktif dalam proses pembelajaran. siswa akan melihat langsung keteraturan dan pola strukur yang terdapat dalam penggunaan media pembelajaran matematika yang diperhatikannya. Tahapan belajar menurut Brunner dalam Hudojo (1988 : 58) sebagai berikut.sehingga anak memahami materi yang harus dikuasai. Melalui penggunaan media pembelajaran matematika yang ada.27 2.4. diantaranya . 1. Strategi Pembelajaran Geometri A.disamping hubungan yang terkait antara konsep-konsep dan struktur-struktur tersebut.1. Dengan menggunakan alat peraga atau media pembelajaran pemahaman konsep akan lebih mudah di pahami. Ada beberapa teori yang mendukung penggunaan alat peraga atau media pembelajaran.struktur yang termuat dalam pokok bahasan yang diajarkan. Bruner menyarankan keaktifan anak dalam proses belajar secara penuh agar anak dapat mengenal konsep dan struktur yang tercakup dalam bahan yang sedang dibicarakan. adalah . Teori Bruner Bruner mengungkapkan bahwa belajar matematika akan lebih berhasil jika proses pengajaran anak diarahkan pada konsep-konsep dan struktur.

wordpress.  Tahap ikonik Tahapan dimana kegiatan siswa berhubungan dengan mental. 2. (2) konsep abstrak matematika tersaji dalam bentuk konkrit”. Pendekatan Belajar Menurut Depdikbud (http://mari-berkawand/. Hal ini juga ditegaskan Rusefendi (1990) bahwa “Penggunaan alat peraga dalam matematika mampu membuat (1) proses belajar termotivasi baik murid dan guru.. jelaslah bahwa penggunaan alat peraga atau media dalam pembelajaran sangat membantu siswa untuk lebih memahami konsep serta mengembangkan minat belajar.28  Tahap enaktif Dalam tahap ini siswa secara langsung terlibat dalam memanipulasi objek. merupakan gambaran dari objek yang dimanipulasinya.com/2008/02/02/teoriteori-belajar) B. (http://akhmadsudrajat. Berdasarkan teori diatas. mendorong siswa dengan menghubungkan yang dipelajari dengan kehidupan sehari-hari.  Tahap simbolik Tahapan dimana anak-anak memanipulasi simbol-simbol atau objek tertentu. Teori Jhon Dewey Teori ini menyatakan : Mengkaitkan bahan pelajaran dengan situasi dunia nyata.com/2011/03 /pengertian-pendekatan-pembelajaran.html) pendekatan dapat diartikan “sebagai . pengalaman sesungguhnya dan penerapannya/manfaatnya./blogspot.

c) pendekatan achieving Berdasarkan pendekatan-pendekatan diatas. atau cara untuk mendekati sesuatu”. Karena penggunaan alat peraga dan media membuat siswa aktif dan mempraktikkan sendiri materi pelajaran geometri. perbuatan. dalam pembelajaran geometri pendekatan belajar yang diterapkan adalah pendekatan hukum Jost.29 proses.b) pendekatan deep. 2) Pendekatan Ballard & Clanchy Dalam pendekatan ini. siswa belajar pada umumnya dipengaruhi oleh sikap terhadap ilmu pengetahuan. Sedangkan pendekatan belajar merupakan suatu cara yang disengaja oleh guru untuk membuat siswa belajar dengan aktif. dari yang paling klasik sampai yang paling modern. . pendekatan belajar siswa dapat dikelompokkan ke dalam tiga prototype: a) pendekatansurface. Diantaranya : 1) Pendekatan Hukum Jost Salah satu asumsi penting yang mendasari Hukum Jost (Jost’s law) adalah siswa yang lebih sering mempraktikkan materi pelajaran akan lebih mudah memanggil kembali memori lama yang berhubungan dengan materi yang sedang ditekuni. Banyak pendekatan belajar yang dapat dilakukan oleh para guru kepada siswanya untuk mempelajari bidang studi atau materi pelajaran yang sedang mereka tekuni. yaitu: sikap melestarikan apa yang sudah ada dan sikap memperluas 3) Pendekatan Biggs Hasil penelitian Biggs.

member penguatan. seperti membuka dan menutup pelajaran. dan kondisi guru itu sendiri. Model Belajar Dalam keseharian istilah model dimaksudkan terhadap pola atau bentuk yang akan menjadi acuan. Sedangkan Kiswono mengatakan model dalam konteks pembelajaran diartikan “sebagai suatu pola kegiatan guru-siswa untuk menghasilkan perubahan-perubahan yang terjadi pada diri siswa sebagai akibat perbuatan mengajar dan belajar “. Mengelola di sini memiliki arti yang luas yang menyangkut bagaimana seorang guru mampu . juga bagaimana guru menerapkan strategi. . Guru yang berkompeten menurut Sardiman (dalam http://psb-psma.id/alim-sumarno/model-pembelajaran) Untuk membelajarkan siswa sesuai dengan cara-gaya belajar mereka sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai dengan optimal ada berbagai model belajar. Oleh karena itu. fasilitas media yang tersedia. dalam memilih model belajar yang tepat haruslah memperhatikan kondisi siswa.unesa. dan sebagainya. teori belajar dan pembelajaran. menjelaskan. sifat materi bahan ajar. menvariasikan media.menguasai keterampilan dasar mengajar.ac.org/content/blog/pengertian-pendekatan-strategi-metodeteknik-taktik-dan-model-pembelajaran) adalah “guru yang mampu mengelola program belajar-mengajar. Dalam prakteknya.30 C. Karena seorang guru harus mampu memiliki motivasi dan semangat kebaruan dalam proses pembelajaran yang dijalaninya. (http://blog. guru harus ingat bahwa tidak ada model belajar yang paling tepat untuk segala situasi dan kondisi. bertanya.elearning. dan melaksanakan pembelajaran kondusif “.

seperti vektor. blogspot. Geometri merupakan salah satu cabang dari pelajaran matematika yang penting untuk dipelajari. blogspot. Menurut Sanjaya (2008:294) dalam dunia pendidikan.com/2008/07/pembelajaran-geometri-berdasarkan-tahap. Strategi Belajar Mengajar Geometri Secara umum strategi dapat diartikan sebagai suatu garis-garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan. kerja yang sistematis.html) menyatakan bahwa “dengan pembelajaran geometri mampu mengembangkan kemampuan pemecahan masalah dan mendukung banyak topik lain dalam matematika”.31 D. karena geometri mencakup latihan berpikir logis. . Sedangkan Kemp (dalam http://hipni. dan kalkulus. Pembelajaran geometri merupakan hal yang sangat penting karena pembelajaran geometri sangat mendukung banyak topik.html) menjelaskan strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara efektif dan efesien. Kennedy & Tipps (dalam http://mulin-unisma. menghidupkan kreativitas serta dapat mengembangkan kemampuan berinovasi. Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran merupakan suatu rencana tindakan (rangkaian kegiatan) yang dilakukan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran tercapai. strategi diartikan sebagai perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.com/2011/09/definisi-pengertian-strategi.

b. pengukuran. pada tahap ini siswa tidak dapat memahami dan menentukan sifat geometrid dan karakteristik bangun ynag ditunjukkan. Tahap 0 ( visualisasi ) Tahap ini juga dikenal dengan tahap dasar. tetapi memandang objek sebagai keseluruhan. yaitu : a. Teori van Hiele ini diakui secara internasional dan memberikan pengaruh yang kuat dalam pembelajaran geometri di sekolah. Siswa dapat menentukan sifatsifat suatu bangun dengan melakukan pengamatan.32 Pembelajaran geometri dipengaruhi oleh teori van Hiele yang dikembangkan oleh Pierre Marie van Hiele dan Diana van Hiele-Geldof. Siswa secara eksplisit tidak terfokus pada sifat-sifat objek yang diamati. siswa belum sepenuhnya dapat menjelaskan hubungan antara sifat-sifat tersebut. ataupun tahap visual. belum dapat melihat hubungan antara beberapa bangun geometri dan defenisi. Pada tahap ini sudah Nampak adanya analisis konsep dan sifat-sifatnya. . Tahap 1 ( analisis ) Tahap ini juga dikenal dengan tahap deskriptif. Akan tetapi. menggambar dan membuat model. tahap holistik. Menurut teori van Hiele dalam Raharjo Ismail dalam artikelnya yang berjudul Geometrid dan Teori Belajar Van Hiele . Oleh karena itu. eksperimen. tahap rekognisi. Pada tahap ini siswa mengenal bentuk-bentuk geometri hanya sekedar berdasarkan karakteristik visual dan penampakannya. seseorang akan melalui lima tahap perkembangan berpikir dalam belajar geometri.

33 c. tahap teoritik. Pada tahap ini. e. Teori van Hiele mempunyai karakteristik. Pada tahap ini siswa dapat menyusun bukiti. Dalam tahap ini juga siswa berpeluang untuk mengembangkan bukti lebih dari satu cara. Siswa juga dapat menyusun teorema dalam sistem aksiomatik. Tahap 4 ( Rigor ) Pada tahap ini siswa bernalar secara formal dalam system matematika dan dapat menganalisis konsekuensi dari manipulasi aksioma dan defenisi. menemukan sifatsifat dari berbagai bangun dengan mengggunakan deduksi informal. Saling keterkaitan antara bentuk yang tidak terdefenisikan. Perbedaan antara pernyataan dan konversinya dapat dibuat serta siswa menyadari perlunya pembuktian melalui serangkai penalaran deduktif. teorema dan pembuktian formal dapat dipahami. Tahap 3 ( Deduksi ) Tahap ini dikenal juga dengan tahap deduksi formal. d. Siswa juga dapat membuat defenisi abstrak. tahap relasional. siswa sudah dapat melihat hubungan sifat-sifat pada suatu bangun geometrid an sifat-sifat antara beberapa bangun geometri. Tahap 2 ( Deduksi Informal ) Tahap ini dikenal juga dengan tahap abstrak. (2) kecepatan berpindah dari tahap ke tahap . defenisi. Meskipun demikian. dan dapat mengklasifikasikan bangun-bangun secara hirarki. tidak hanya sekedar menerima bukti. aksioma. atau tahap keterkaitan. yaitu (1) tahap-tahap tersebut bersifat hirarki dan sekuensial. siswa belum memahami bahwa deduksi logis adalah metode untuk membangun geometri.

isi. yakni seseorang harus melalui tahaptahap tersebut sesuai urutannya. Sedangkan . Secara khusus yakni guru. (4) kosakata. Kualitas pengetahuan siswa tidak ditentukan oleh akumulasi pengetahuannya. kosakata dan lainnya berada pada tahap yang lebih tinggi daripada tahap berpikir siswa.34 berikutnya lebih bergantung pada pembelajaran. (5) mismatch. Tahaptahap berpikir van Hiele akan dilalui oleh siswa secara berurutan. (2) tahap-tahap tersebut bersifat terurut dan hirarki. Setiap tahap dalam teori van Hiele. (2) kemajuan. yakni keberhasilan dari tahap ke tahap lebih banyak dipengaruhi oleh isi dan metode pembelajaran daripada oleh usia. terdapat “lompatan” dalam kurva belajar seseorang. Siswa akan melemati suatu tahap yang matang sebekum menuju tahap selanjutnya. Clements & Battista menyatakan bahwa teori van Hiele mempunyai karakteristik. yakni objek yang masih kurang jelas akan menjadi objek yang jelas pada tahap berikutnya. yakni jika seorang berada pada suatu tahap dan tahap pembelajaran berada pada tahap yang berbeda. menunjukkan karakteristik proses berpikir siswa dalam belajar geometri dan pemahamannya dalam konteks geometri. dan (3) setiap tahap mempunyai kosakata dan sistem relasi sendiri-sendiri. tetapi ditentukan oleh proses berpikir yang digunakan. dan (4) setiap tahap mempunyai kosakata sendiri-sendiri. (3) konsep yang dipahami secara implisit pada suatu tahap akan dipahami secara eksplisit pada tahap berikutnya. yakni masingmasing tahap mempunyai kosakata dan sistem relasi sendiri. bahan pembelajaran. (3) intrinsic dan ekstrinsik. yaitu (1) belajar adalah proses yang tidak kontinu. Crowley menyatakan bahwa teori van Hiele mempunyai sifat-sifat berikut (1) berurutan.

Hal ini ditegaskan juga oleh Winataputra. Dalam hal ini keaktifan siswa tidak hanya pada keterampilan mengerjakan soal sebagai aplikasi dari konsepkonsep matematika yang telah dipelajari. 2.kemenag. seorang guru harus mampu menyediakan pengalaman belajar yang cocok dengan tahap berpikir siswa. Pelaksanaan strategi belajar mengajar geometri atau strategi pembelajaran yang dimaksud adalah dengan menerapkan pembelajaran langsung yang dibantu dengan alat peraga atau media.1.go. Oleh sebab itu. melainkan perlu lebih mementingkan pemahaman pada proses terbentuknya konsep. Pengertian Trianto (2009:41) mengungkapkan pengertian model pembelajaran langsung adalah suatu model pembelajaran yang dirancang khusus untuk menunjang proses belajar siswa yang berkaitan dengan pengetahuan deklaratif dan pengetahuan prosedural yang terstruktur dengan baik.id/file/dokumen /vanhiele. Model Pembelajaran Langsung A. .5. dapat diajarkan dengan pola kegiatan yang bertahap selangkah demi selangkah. Jadi. dalam pembelajaran geometri guru perlu mengembangkan model pembelajaran yang mampu meningkatkan kemampuan berpikir siswa dalam materi geometri serta melibatkan siswa secara aktif.pdf) bahwa “dalam pembelajaran matematika hendaknya dipilih strategi pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif”. dkk (dalam http://bdk surabaya.35 kecepatan berpindah dari suatu tahap ke tahap berikutnya lebih bergantung pada metode pembelajaran daripada umur dan kematangan.

tape recorder. Pengajaran langsung digunakan untuk menyampaikan pelajaran yang ditransformasikan .36 Model pembelajaran ini ditujukan untuk membantu siswa mempelajari keterampilan dasar dan memperoleh informasi yang dapat diajarkan selangkah demi selangkah. dan guru juga seyogyanya menggunakan media yang sesuai. Model pembelajaran ini menekankan pada penguasaan konsep dan perubahan tingkah laku dengan mengutamakan pendekatan deduktif. dan kerja kelompok. peragaan. Menurut Kardi dan Nurul dalam Trianto (2009:41) ciri dari pembelajaran langsung adalah : • Adanya tujuan pembelajaran dan pengaruh model pada siswa termasuk prosedur penelitian hasil belajar • • Sintaks atau pola keseluruhan dan alur kegiatan pembelajaran Sistem pengolahan dan lingkungan belajar yang diperlukan agar kegiatan pembelajaran tertentu dapat berlangsung dengan berhasil B. Sintaks atau Pola Pembelajaran Langsung Pada model pembelajaran langsung terdapat 5 sintaks yang sangat penting. gambar. Dalam model ini guru berperan sebagai penyampaian informasi. misalnya film. Pengajaran langsung menurut Kardi dalam Trianto (2009:42) dapat berupa ceramah. Guru mengawali pelajaran dengan penjelasan tentang tujuan dan latar belakang pembelajaran. pelatihan atau praktik. demonstrasi. dan sebagainya. serta mempersiapkan siswa untuk menerima penjelasan guru.

Sintaks model pembelajaran langsung tersebut disajikan dalam 5 tahap. Menyampaikan Tujuan dan Mempersiapkan Siswa a. dan mempersiapkan siswa 2 Mendemonstrasikan Pengetahuan dan Mendemonstrasikan keterampilan atau Keterampilan 3 Membimbing Pelatihan 4 Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik 5 Memberikan latihan dan penerapan konsep menyajikan informasi tahap demi tahap Guru memberi latihan terbimbing Mengecek kemampuan siswa dan memberikan umpan balik Mempersiapkan latihan untuk siswa dengan menerapkan konsep yang dipelajari pada kehidupan sehari-hari. berikut. memotivasi siswa. Penjelasan 5 Fase Model Pembelajaran Langsung 1.1.3. Materi dan mempersiapkan siswa Prasyarat.1.1. sehingga guru dapat merancang dengan tepat waktu yang digunakan.5.1 Sintaks Model Pembelajaran Langsung Fase Uraian Peran Guru 1 Menyampaikan Tujuan Pembelajaran Menjelaskan Tujuan. Menyampaikan tujuan .37 langsung oleh guru kepada siswa. Penyusunan waktu yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran harus seefisien mungkin. Seperti yang ditunjukkan Tabel 2. Tabel 2.

pada guru pemula dan belum berpengalaman ditemukan banyak penjelasan yang kabur dan membingungkan. 2. mempunyai dampak yang positif terhadap proses belajar siswa. yang relevan dengan pokok pembicaraan yang akan dipelajari. b. mengapa mereka berpatisipasi dalam suatu pelajaran tertentu.38 Para siswa perlu mengetahui dengan jelas.Mencapai Kejelasan Kemampuan guru untuk memberikan informasi yang jelas dan spesifik kepada siswa.html) adalah sebagai berikut: a. Mendemonstrasikan Pengetahuan dan Keterampilan Menurut Kardi dan Nur kunci untuk berhasil ialah mempresentasikan informasi sejelas mungkin dan mengikuti langkah-langkah demonstrasi yang efektif (http://www. dan mengingatkan kembali pada hasil belajar yang telah dimilikinya. memusatkan perhatian siswa pada pokok pembicaraan.com/2012/03/5-fase-model-pembelajaran- langsung. atau memberikan sejumlah pertanyaan kepada . Menyiapkan siswa yaitu memusatkan perhatian siswa pada materi yang akan kita ajarkan. tujuan ini dapat dicapai dengan jalan mengulang pokok-pokok pembicaraan pelajaran yang lalu. dan mereka perlu mengetahui apa yang harus mereka lakukan setelah selesai berperan serta dalam pelajaran itu. Hal ini pada umumnya terjadi pada . membantu siswa melihat relevansi pelajaran. Sementara itu. serta memotivasi siswa berperan aktif selama proses pembelajaran berlangsung. Menyiapkan siswa Kegiatan ini bertujuan untuk menarik perhatian siswa.inforppsilabus.

Melakukan demonstrasi Agar dapat mendemonstrasikan suatu konsep atau keterampilan dengan berhasil. (http://www. • Perhatikan tahap-tahap awal pelatihan.39 saat guru tidak mengusai sepenuhnya isi pokok bahasan yang diajarkannya. 3. dan tidak menguasai teknik komunikasi yang baik. Mengecek Pemahaman dan Memberikan Umpan Balik Kegiatan ini merupakan aspek penting dalam pembelajaran langsung.. • Hati-hati terhadap kelebihan dan kelemahan latihan berkelanjutan dan latihan terdistribusi. guru perlu sepenuhnya menguasai konsep atau keterampilan yang akan di demonstrasikan.html) 4. karena tanpa mengetahui hasilnya. dalam kenyataannya. dan berlatih melakukan demonstrasi untuk menguasai komponen-komponennya. latihan tidak banyak manfaatnya bagi siswa.com/2012/03/5-fase-model-pembelajaranlangsung.inforppsilabus. Membimbing pelatihan Menurut Kardi dan Nur prinsip-prinsip yang dapat digunakan sebagai acuan bagi guru dalam menerapkan dan melakukan pelatihan diantaranya: • • Tugasi siswa melakukan latihan singkat dan bermakna Berikan pelatihan sampai benar-benar menguasai konsep atau keterampilan yang dipelajari. tugas paling penting bagi guru dalam menggunakan model . b.

C. tes. • Guru semestinya menginformasikan kepada orang tua siswa tentang tingkat keterlibatan mereka yang diharapkan. Umpan balik sebaiknya diberikan seusai pelatihan dan sesuai dengan tingkat perkembangan siswa. 5. misalnya umpan balik secara lisan. tetapi merupakan kelanjutan pelatihan untuk pembelajaran berikutnya. guru merespon jawaban yang diberikan siswa tersebut. Memberikan Kesempatan untuk Pelatihan Lanjutan dan Penerapan Kebanyakan latihan mandiri yang diberikan kepada siswa sebagai fase akhir pelajaran pembelajaran langsung adalah pekerjaan rumah. Pelaksanaan Pembelajaran Langsung . Fase ini ditandai dengan pertanyaanpertanyaan yang diberikan oleh guru kepada siswa dan siswa memberikan tanggapan berupa jawaban yang menurut mereka benar. • Guru seharusnya memberikan umpan balik tentang Pekerjaan Rumah (PR) tersebut. sehingga siswa dapat mengetahui dan memperbaiki kesalahannya dalam menjawab latihan.40 pembelajaran langsung adalah memberi siswa umpan balik bermakna dan pengetahuan tentang hasil latihannya. Selanjutnya. ada tiga panduan umum untuk latihan-latihan mandiri yang diberikan sebagai Pekerjaan Rumah (PR) diantaranya: • Tugas rumah yang diberikan bukan merupakan kelanjutan dari proses pembelajaran. Guru dapat menggunakan berbagai cara untuk memberikan umpan balik kepada siswa. dan komentar tertulis .

dan waktu menilai hasilnya. Mager mengemukakan bahwa tujuan pembelajaran khusus harus sangat spesifik yang terdiri dari tiga bagian. pelaksanaan yang baik model pembelajaran langsung memerlukan tindakan-tindakan dan keputusan-keputusan yang jelas dari guru selama berlangsungnya perencanaan.41 Sebagaimana halnya setiap mengajar. Tugas –tugas Perencanaan a. Merumuskan Tujuan Untuk merumuskan tujuan pembelajaran dapat digunakan model Mager dalam Trianto (2009:46). langkah-langkah atau tindakan tertentu merupakan ciri khusus pembelajaran langsung. Ciri utama unik yang terlihat dalam melaksanakan suatu pembelajaran langsung adalah sebagai berikut : 1. pada saat melaksanakan pembelajaran. yaitu :  Perilaku siswa  Situasi pengetesan  Kriteria kinerja . Beberapa diantara tindakan tersebut dapat dijumpai pada model pembelajaran lain.

Guru harus selektif dalam memilih konsep yang diajarkan dengan model pengajaran langsung. 2. d. (2) memotivasi siswa agar mereka tetap melakukan tugas-tugasnya dengan perhatian yang optimal. Melakukan analisis tugas Analisis tugas adalah alat yang digunakan guru untuk mengidentifikasi dengan presisi yang tinggi hakikat yang setepatnya dari suatu keterampilan atau butir pengetahuan yang terstruktur dengan baik.42 b. Ada 2 hal yang perlu diperhatikan oleh guru : (1) memastikan bahwa waktu yang disediakan sepadan dengan bakat dan kemampuan siswa. akan membantu guru menentukan dengan tepat apa yang perlu dilakukan siswa untuk melaksanakan keterampilan yang dipelajari. sesuai dengan tujuan pengajaran b. menggunakan soal tes yang sesuai . Dengan menganalisis tugas. Memilih Isi Guru harus mempertimbangkan berapa banyak informasi yang akan disampaikan dalam kurun waktu tertentu. c. mencakup semua tugas pengajaran c. Merencanakan Waktu dan Ruang Pada suatu pembelajaran langsung. Penilaian Pada Model Pembelajaran Langsung 5 prinsip dasar dalam merancang sistem penilaian : a. yang akan diajarkan guru. merencanakan dan mengelola waktu dan ruang merupakan kegiatan yang sangat penting.

Jaramillo (1996) menjelaskan.S. 2.43 d. buatlah soal yang valid dan sereliabel mungkin e. tulisan-tulisannya menjadi sangat berpengaruh. mengenal poin penting tentang pikiran anak ini lebih dari setengah abad yang lalu.1. Vygotsky adalah pengagum Piaget. Vygotsky percaya bahwa subyek yang dipelajari berpengaruh pada proses belajar. karyanya baru dipublikasikan di dunia Barat pada tahun 1960-an. Sejak saat itulah. yang sangat tertarik pada efek interaksi siswa dengan teman sekelas pada pelajaran. seorang psikolog berkebangsaan Rusia. Sezaman dengan Piaget. tetapi Vygotsky tidak setuju dengan pandangan Piaget bahwa anak menjelajahi dunianya sendirian dan membentuk gambaran realitas batinnya sendiri. Lev Vygotsky (1896-1934). Namun. Vygotsky.6 Teori Belajar Vygotsky Perkembangan kognitif dan bahasa anak-anak tidak berkembang dalam suatu situasi sosial yang hampa. manfaatkan hasil tes untuk memperbaiki proses belajar mengajar berikutnya. Vygotsky mencatat bahwa interaksi individu dengan orang lain berlangsung pada situasi sosial. Walaupun setuju dengan Piaget bahwa perkembangan kognitif terjadi secara bertahap dan dicirikan dengan gaya berpikir yang berbeda-beda. dan mengakui bahwa tiap-tiap disiplin ilmu . Vygotsky menulis di Uni Soviet selama 1920-an dan 1930-an. Konstruktivisme yang mempunyai pengaruh besar pada tahun 1930 yang bekerja sebagai ahli Psikologi Rusia adalah L. Teori Vygotsky mendapat perhatian yang makin besar ketika memasuki akhir abad ke-20.

Teori Vygotsky menawarkan suatu potret perkembangan manusia sebagai sesuatu yang tidak terpisahkan dari kegiatan-kegiatan sosial dan budaya. dan penalaran melibatkan pembelajaran menggunakan temuan-temuan masyarakat seperti bahasa.44 mempunyai metode pembelajaran tersendiri. Vygotsky menyatakan bahwa siswa belajar melalui interaksi bersama dengan orang dewasa atau teman yang lebih cakap. sistem matematika. Vygotsky adalah seorang guru yang tertarik untuk mendesign kurikulum sebagai fasilitas dalam interaksi siswa. Siswa bekerja dalam ZPD jika siswa tidak dapat memecahkan masalah sendiri. Penekanan Vygotsky pada peran kebudayaan dan masyarakat di dalam . yang berfokus pada konteks pembangunan sosial budaya. dan alat-alat ingatan.html) sebagai berikut : (1)Sosiokultural. perhatian. Siswa diberi masalah yang kompleks. (2) ZPD (zone of proximal development). Pendekatan pembelajaran yang dipandang sesuai adalah pembelajaran kooperatif. dan kemudian diberi bantuan secukupnya dalam memecahkannya. Vygotsky mengemukakan empat prinsip yang dinyatakan oleh Slavin (dalam http://rochmad-unnes. 1. Vygotsky menekankan bagaimana proses-proses perkembangan mental seperti ingatan. dan realistik. Berkaitan dengan pembelajaran. (3) Vygostky menekankan pada scaffolding. Bahwa siswa akan dapat mempelajari konsep-konsep dengan baik jika berada dalam ZPD. sulit.com / 2008/02/01 _archive. (4) perkembangan yang berangkat dari bidang social ke bidang individu. tetapi dapat memecahkan masalah itu setelah mendapat bantuan orang dewasa atau temannya (peer). Ia juga menekankan bagaimana anak-anak dibantu berkembang dengan bimbingan dari orang-orang yang sudah terampil di dalam bidang-bidang tersebut. Konsep Sosiokultural Banyak developmentalis yang bekerja di bidang kebudayaan dan pembangunan menemukan dirinya sepaham dengan Vygotsky. blogspot.

Namun. Fungsi-fungsi mental yang lebih tinggi ini dianggap sebagai ”alat kebudayaan” tempat individu hidup dan alat-alat itu berasal dari budaya. Menurut Vygotsky. Karena itulah berpikir setiap anak dengan cara yang sama dengan anggota lain dalam kebudayaannya. Piaget memandang anak-anak sebagai pembelajaran lewat penemuan individual. berfikir dan menyelesaikan masalah. dan melek huruf. Vygotsky menekankan baik level konteks sosial yang bersifat institusional maupun level konteks sosial yang bersifat interpersonal. anak-anak tak banyak memiliki fungsi mental yang lebih tinggi seperti ingatan. Alat-alat itu diwariskan pada anak-anak oleh anggota-anggota kebudayaan yang lebih tua selama pengalaman pembelajaran yang dipandu. sejarah kebudayaan menyediakan organisasi dan alat-alat yang berguna bagi aktivitas kognitif melalui institusi seperti sekolah. Level interpersonal memiliki suatu pengaruh yang lebih langsung pada keberfungsian mental anak. . Pada level institusional. sedangkan Vygotsky lebih banyak menekankan peranan orang dewasa dan anak-anak lain dalam memudahkan perkembangan si anak.45 perkembangan kognitif berbeda dengan gambaran Piaget tentang anak sebagai ilmuwan kecil yang kesepian. penemuan seperti komputer. Pengalaman dengan orang lain secara berangsur menjadi semakin mendalam dan membentuk gambaran batin anak tentang dunia. Interaksi institusional memberi kepada anak suatu norma-norma perilaku dan sosial yang luas untuk membimbing hidupnya. anak-anak lahir dengan fungsi mental yang relatif dasar seperti kemampuan untuk memahami dunia luar dan memusatkan perhatian.

2. Aktual development ditentukan apakah seorang anak dapat melakukan sesuatu tanpa bantuan orang dewasa atau guru. Vygotsky mencari pengertian bagaiman anak-anak berkembang dengan melalui proses belajar. Menurut teori Vygotsky. Zone Perkembangan Proksimal Meskipun pada akhirnya anak-anak akan mempelajari sendiri beberapa konsep melalui pengalaman sehari-hari. Pada sisi lain. Sedangkan potensial development . perkembangan mental anakanak menjadi matang. Vygotsky percaya bahwa anak akan jauh lebih berkembang jika berinteraksi dengan orang lain. Konsep sosiokultural adalah interaksi antara aspek “internal” dan “eksternal” dari pebelajaran dan penekanannya pada lingkungan sosial pebelajaran. Melalui pengorganisasian pengalaman-pengalaman interaksi sosial yang berada di dalam suatu latar belakang kebudayaan ini. Anak-anak tidak akan pernah mengembangkan pemikiran operasional formal tanpa bantuan orang lain. tetapi masih dalam proses pematangan.masing individu dalam konsep budaya. Vygotsky membedakan antara aktual development dan potensial development pada anak.com) menyatakan bahwa : Keterampilan-keterampilan dalam keberfungsian mental berkembang melalui interaksi sosial langsung. fungsi kognitif berasal dari interaksi sosial masing . Piaget menjelaskan proses perkembangan kognitif sejalan dengan kemajuan anak-anak. Informasi tentang alat-alat. keterampilan-keterampilan dan hubungan-hubungan interpersonal kognitif dipancarkan melalui interaksi langsung dengan manusia. dimana fungsi-fungsi kognitif belum matang.46 Menurut Vygotsky Tahun 1962(dalam http://valmband. dan dia menggambarkan bahwa anak-anak mampu melakukan sesuatu sendiri.multiply. Pada satu sisi.

Untuk memaksimalkan perkembangan.com ) bahwa: Zona Perkembangan Proksimal merupakan celah antara actual development dan potensial development. dimana antara apakah seorang anak dapat melakukan sesuatu tanpa bantuan orang dewasa dan apakah seorang anak dapat melakukan sesuatu dengan arahan orang dewasa atau kerjasama dengan teman sebaya. Konsep Scaffolding Scaffolding merupakan suatu istilah yang ditemukan oleh seorang ahli psikologi perkembangan-kognitif masa kini. perkembangan mereka kemungkinan akan berjalan lambat. siswa mendiskusikan pengertian barunya dengan temannya kemudian mencocokkan dan mendalami kemudian menggunakannya.com ) bahwa : Zone Proximal of Development adalah jarak antara tingkat perkembangan sesungguhnya yang ditunjukkan dalam kemampuan pemecahan masalah secara mandiri dan tingkat kemampuan perkembangan potensial yang ditunjukkan dalam kemampuan pemecahan masalah di bawah bimbingan orang dewasa atau teman sebaya yang lebih mampu. Maka (dalam http://www. Maksud dari ZPD adalah menitikberatkan ZPD pada interaksi sosial akan dapat memudahkan perkembangan anak. yakni suatu proses . Melalui perubahan yang berturut-turut dalam berbicara dan bersikap.47 membedakan apakah seorang anak dapat melakukan sesuatu. 3. Sebuah konsekuensi pada proses ini adalah bahwa siswa belajar untuk pengaturan sendiri (self-regulasi). Ketika siswa mengerjakan pekerjaanya di sekolah sendiri.wordpress. memecahkan masalah di bawah petunjuk orang dewasa atau kerjasama dengan teman sebaya.multiply.prayudi. Menurut teori Vygotsky (dalam http://valmband. Jerome Bruner. siswa seharusnya bekerja dengan teman yang lebih terampil yang dapat memimpin secara sistematis dalam memecahkan masalah yang lebih kompleks.

wordpress. Dikatakannya bahwa fungsi-fungsi mental yang lebih tinggi dalam diri seseorang akan muncul dan berasal dari kehidupan sosialnya. Sementara itu fungsi intrsmental dipandang sebagai derivasi atau keturunan yang tumbuh atau terbentuk melalui penguasaan dan internalisasi terhadap proses-proses sosial tersebut. 4. Jadi. peringatan. dorongan menguraikan masalah ke dalam bentuk lain yang memungkinkan siswa dapat mandiri.tahap awal pembelajaran dan kemudian mengurangi bantuan tersebut dan memberikan kesempatan kepada anak tersebut mengambil alih tanggung jawab yang semakin besar segera setelah ia mampu mengerjakan sendiri. Bantuan yang diberikan guru dapat berupa petunjuk.prayudi. setiap kemampuan seseorang akan tumbuh dan berkembang melewati dua aturan. (dalam http://www.48 yang digunakan orang dewasa untuk menuntun anak-anak melalui zona perkembangan proksimalnya. yaitu tataran sosial tempat orang-orang membentuk lingkungan sosialnya (dapat dikategorikan sebagai interpsikologis atau intermental).com ) bahwa : Teori scaffolding adalah memberikan kepada seseorang anak sejumlah besar bantuan selama tahap . dan tataran psikologis di dalam diri orang yang bersangkutan (dapat dikategorikan sebagai intrapsikologis atau intar mental). Perkembangan Mental dari Sosial ke Individu Menurut Vygotsky. Pandangan teori ini menempatkan intermental atau lingkungan sosial sebagai faktor primer dan konstitutif terhadap pembentukan pengetahuan serta perkembangan kognitif seseorang. .

teman sebaya juga berpengaruh dengan penting pada perkembangan penemuan kognitif individu anak. 3. Dalam istilah teoritis. Namun. Pemaknaan atau konstruksi pengetahuan baru muncul atau terjadi melalaui proses internalisasi. ini berarti anak-anak bekerja dalam zona perkembangan proksimal dan guru menyediakan scaffolding bagi anak selama melalui ZPD. walaupun anak tetap dilibatkan dalam pembelajaran aktif. guru harus secara aktif mendampingi setiap kegiatan anak-anak. kerja kelompok secara kooperatif (cooperative groupwork) tampaknya mempercepat perkembangan anak. Secara khusus Vygotsky mengemukakan bahwa disamping guru. yaitu seorang anak mengajari . Belajar dan berkembang merupakan satu kesatuan dan saling menentukan. Sebaliknya mereka malah menyatakan.berlawanan pembelajaran lewat (individual discovery learning). keduanya tidak mendukung pengajaran didaktis diganti sepenuhnya. Gagasan tentang kelompok kerja kreatif ini diperluasa menjadi pengajaran pribadi oleh teman sebaya ( peer tutoring). Pengaruh karya Vygotsky terhadap dunia pengajaran adalah sebagai berikut : 1.49 Pada mulanya anak berpartisipasi dalam kegiatan sosial tertentu tanpa memahami maknanya. yaitu mampu memunculkan perubahan dan perkembangan yang tidak sekedar berupa transfer atau pengalihan. internalisasi yang dimaksud oleh Vygotsky bersifat transformative. 2. Walaupun Vygotsky dan Bruner telah mengusulkan peranan yang lebih penting bagi orang dewasa dalam pembelajaran anak-anak daripad peran yang diusulkan Piaget.

Besaran-Besaran pada Kubus dan Balok 1. Materi Pelajaran KUBUS DAN BALOK A. Luas selubung dan permukaan kubus Kubus adalah bangun ruang yang dibatasi oleh enam daerah persegi yang kongruen (sama sebangun). Jadi teori belajar Vygotsky adalah salah satu teori belajar sosial sehingga sangat sesuai dengan model pembelajaran kooperatif. 2.50 anak lainnya yang agak tertinggal dalam pelajaran.konsep dan pemecahan masalah. Keberhasilan pengajaran oleh teman sebaya ini dengan menggunakan teori Vygotsky. Luas selubung dan permukaan kubus dan balok a. Dalam model pembelajaran kooperatif terjadi interaktif sosial yaitu interaksi antara siswa dengan siswa dan antara siswa dengan guru dalam usaha menemukan konsep . H G H E D A a B F G H D C G H C E A B F E E F . Satu anak bisa lebih efektif membimbing anak lainnya melewati ZPD karena mereka sendiri baru saja melewati tahap itu sehingga bis adengan mudah melihat kesulitan-kesulitan yang dihadapi anak lain dan menyediakan scaffolding yang sesuai.8.1.

maka: 1. Luas selubung dan permukaan balok Balok adalah sebuah benda yang dibatasi oleh enam daerah persegi panjang yang masing-masing dinamakan bidang sisi atau sisi balok. Luas selubung kubus = 4 a2 2.EFGH adalah a.51 Misalnya panjang rusuk kubus ABCD. H H G F t G C G H H E D p D E A E B F F E l C A B . Maka: Luas selubung kubus = Luas ABFE + Luas BCGF + Luas DCGH + Luas ADHE =axa+axa+axa+axa = a2 + a2 + a2 + a2 = 4 a2 Luas permukaan kubus = Luas selubung + Lauas ABCD + Luas EFGH = 4 a2 + a x a + a x a = 4 a2 + a2 + a2 = 6 a2 Kesimpulan: Jika panjang rusuk suatu kubus adalah a. Luas permukaan kubus = 6 a2 b.

maka: Luas selubung balok = Luas ABFE+Luas BCGF + Luas CDGH + Luas ADHE = (p x t) + (l x t) + (p x t) + (l x t) = t (p + l + p + l) = t (p + l).52 Misalkan balok ABCD . dan tinggi = t Maka: 1.t + 2(p x l) = 2 (pt + lt + pl) Luas permukaan balok = Luas selubung + 2 x Luas bidang alas Kesimpulan : Misalkan suatu balok memiliki ukuran panjang = p. lebar BC = l dan tinggi CG = t .t + p x l + p x l = 2(p + l). Luas permukaan balok = 2 (pt + pl + lt) . EFGH memiliki ukuran panjang AB = p.t = keliling ABCD x t Luas permukaan balok = Luas selubung + Luas ABCD + Luas EFGH = 2(p + l). lebar = l. Luas selubung balok = 2(p + l)t 2.2 = 2 (p + l).

Volume Kubus (a) (b) (c) Pada gambar (a). Maka volume kubusnya = (3 x 3 x 3) satuan volume = 27 satuan volume Dengan demikian. yaitu kubus yang memiliki panjang rusuk 1 satuan panjang. tampak kubus satuan. Maka volume kubus satuan = (1 x 1 x 1) satuan volume = 1 satuan volume Pada gambar (b) dan (c) tampak kubus yang memiliki panjang 3 satuan panjang.53 2. Volume Kubus dan Balok a. volume kubus (V) yang memiliki panjang rusuk a dirumuskan sebagai berikut : V =axaxa = a3 .

b. Volume baloknya = (4 x 3 x 2) satuan volume = 24 satuan volume . Volume Balok (a) (b) (c) Pada gambar (a). tampak kubus satuan dengan panjang rusuknya 1 satuan panjang dan volume satuan = (1 x 1 x 1) satuan volume = 1 satuan volume Pada gambar (b) dan (c).54 Dengan : V = volume kubus a = panjang rusuk kubus Kesimpulan : Volume kubus sama dengan panjang rusuknya di pangkatkan tiga. tampak balok yang memiliki panjang 4 satuan panjang. lebar 3 satuan panjang dan tinggi 2 satuan panjang.

Panjang rusuk kubus: Panjang seluruh rusuk kubus: pt = 12a = 12 A E D a B H F C G . dengan satuan panjang yang sesuai. dan tinggi. dan volume V satuan volume (satuan isi).55 Jadi. B. lebarnya l satuan panjang. Merancang kubus untuk volume tertentu Untuk dapat merancang kubus untuk volume tertentu kamu perlu mengetahui hubungan-hubugan berikut. 1. Merancang Kubus dan Balok untuk Volume Tertentu 1. 2. Apabila suatu balok panjangnya p satuan panjang. Maka balok itu dirumuskan sebagai berikut: H E F D t p B l G Volume V=pxlxt Dengan : V = volume balok p = panjang balok l = lebar balok t = tinggi balok Kesimpulan : A C Volume balok sama dengan perkalian semua rusuk yang bertemu pada sebuah titik sudut balok. lebar. Diberikan volume kubus V dan panjang rusuknya a. volume balok merupakan perkalian panjang. tingginya t satuan panjang.

5...(2) . maka: 3. 6.. Diberikan volume balok V. 7. maka t = b. maka: . 1. Jika luas sisinya A1 = pl. maka p = 2. maka l = c.. Jika diketahui besar volume V. Jika luas sisinya A3 = lt.. Jika rusuk-rusknya p : l : t = a : b : c. Jika luas sisinya A2 = pt.. Jika luas sisi-sisinya A1 : A2 : A3 = a : b : c. a. maka panjang rusuk a adalah Panjang seluruh rusuk kubus (pt) adalah pt = 12a Subtitusikan (1) diperoleh pt = . 4.56 3..(1) Sekarang untuk dapat merancang balok untuk volume tertentu kita perlu mengetahui hubungan-hubungan berikut.. Panjang diagonal sisi kubus: ps = Panjang diagonal ruang kubus: pr = Luas bidang sisi kubus: Ls = a2 = Luas selubung kubus: Lb = 4a2 = 4 Luas permukaan kubus: Lm = 6a2 = 6 Perhatikan uraian berikut ini yang menjelaskan beberapa hubungan diatas volume kubus (V) dengan panjang rusuk a dalah V = a3.

dengan k > 0 V=pxlxt V = ak x bk x ck V = abc k3 k= Jadi. dan t = ck. p=a l=b t=c .57 Perhatikan uraian berikut ini yang menjelaskan beberapa hubungan di atas. E H F t G D A p C B l Jika volume V dan luas sisinya A1. l = bk. dengan A1 = pl. maka kamu memisalkan p = ak. atau A3 = lt. maka : V = A1t sehingga diperoleh t = V = A2l sehingga diperoleh l = V = A3p sehingga diperoleh p = Jika volume balok V dan rusuk-rusuknya p : l : t = a : b : c. atau A2 = pt.

maka panjang rusuk kubus baru menjadi (a . maka volume kubus semula adalah = a3.h)3 = a3 . Jika panjang rusuk kubus semula a bertambah besar h.h3 = 3h + 3ah2 . maka panjang rusuk kubus baru menjadi (a + h) dan volumenya adalah Vb Vb Vb = (a + h)3 = a3 + 3a3h + 3ah2 + h3 =a →a= = V s + 3h + 3h 2 3 H E F D A a B G +h 3 Perubahan volume kubusnya adalah: ∆V = Vb .3a3h + 3ah2 .h) dan volumenya adalah Vb Vb Vb = (a .58 Volume Kubus dan Balok Jika Ukuran Rusuknya Berubah 1. maka panjang rusuk kubus baru menjadi ka dan volumenya adalah: . Kubus Misalkan panjang kubus semula adalah a.h3 = a3 → a = = V s .3h + 3h2 .h3 Perubahan volume kubusnya adalah ∆V = Vb .Vs = 3a3h + 3ah .h3 Jika panjang rusuk semula a diperbesar atau diperkecil dengan factor skala k.Vs = 3a3h + 3ah + h3 = 3h + 3ah2 + h3 C Jika panjang rusuk semula a berkurang h.

Vs = (pl + pt + lt)h + (p x l x t)h2 + h3 2.h) (l .h) = (pl .lth + lh2 + lh2 . maka panjang rusuk-rusuk balok baru adalah (p + h). maka panjang rusuk-rusuk balok baru adalah (p + h). (l + h). Balok Misalnya balok memiliki ukuran panjang = p. dan volume balok baru adalah: Vb = (p . dan t berkurang sebesar h.h) = plt . dan (t + h). (l + h). dan tinggi = t.pth + ph2 .h2)(t . l.h3 . lebar = l.h) (t .ume kubusnya adalah ∆V 2.59 Vb = kp x kl x kt =(k3)(plt) = k3Vs Perubahan vo.1) Vs G t C B l Vb = (p + h) (l + h) (t + h) = (pl + ph + lh + h2)(t + h) = plt + plh + pth + ph2 + lth + lh2 + lh2 + h3 Perubahan volume balok adalah: ∆V = Vb .lh .Vs = k3 Vs – Vs = (k3 . dan volume balok baru adalah: E H F D A p = Vb . maka volume baloknya adalah Vs = p x l 1. Jika panjang rusuk-rusuk balok semula p. dan (t + h).ph .plh .

sehingga volume balok baru adalah: Vb = ap x bl x cl = (abc)(plt) = abc V Perubahan volume baloknya adalah: ∆V = Vb . l.lh2 .Vs = abc Vs . dan t diberbesar atau diperkecil dengan faktor skala k. dan t diberbesar atau diperkecil dengan faktor skala a. maka panjang rusuk-rusuk balok baru adalah kp.lh2 .Vs = plh + pth . b. dan c. maka panjang rusuk-rusuk balok baru adalah ap.(p x l x t)h2 + h3 3. kl dan kl. Jika panjang rusuk-rusuk balok semula p. Jika panjang rusuk-rusuk balok semula p.ume kubusnya adalah ∆V = Vb .1) Vs Penerapan Kubus dan Balok dalam Kehidupan Dengan pengetahuan yang baik mengenai kubus dan balok kamu dapat menerapkannya dalam kehidupan yang nyata untuk memecahkan berbagai kasus yang berkaitan dengan kubus dan balok.ph2 + lth .h3 = (pl + pt + lt)h .Vs = (abc – 1 Vs) 4.Vs = k3 Vs – Vs = (k3 . . l. sehingga volume balok baru adalah: Vb = kp x kl x kt =(k3)(plt) = k3Vs Perubahan vo.60 Perubahan volume balok adalah: ∆V = Vb . bl dan cl.

Pembelajaran yang menerapkan teori vygotsky lebih menekankan pada siswa yang mengkonstruksi pengetahuan sendiri sedangkan guru lebih ditekankan sebagai fasilitator. Bahwa siswa akan dapat mempelajari konsep-konsep dengan baik jika berada dalam ZPD. Sosiokultural.9 Kerangka Konseptual Belajar merupakan suatu proses bagaimana siswa mendapat pengalaman sehingga terjadi perubahan tingkah laku. Jadi belajar bukan berorientasi kepada terselesaikannya materi tetapi harus berorientasi pada tujuan dan pengalaman belajar yang telah dimiliki siswa.61 2. Vygotsky menyatakan bahwa siswa belajar melalui interaksi bersama dengan orang dewasa atau teman yang lebih cakap. Pembelajaran menerapkan teori berdasarkan kegiatan yang berpusat pada siswa untuk mengkonstruksi pengetahuan secara sendiri dan dengan bantuan lingkungan sosial budayanya. Tahap-tahapan dalam teori belajar vygotsky adalah : 1. ZPD (zone of proximal development). 2. Siswa bekerja dalam ZPD jika siswa tidak dapat memecahkan masalah sendiri. tetapi dapat memecahkan masalah itu setelah mendapat bantuan orang dewasa atau temannya (peer) . Pendekatan pembelajaran yang dipandang sesuai adalah pembelajaran kooperatif. Sehingga pembelajaran bersifat aktif dan dinamis.1.

Siswa diberi masalah yang kompleks. dan realistik. sulit. dan kemudian diberi bantuan secukupnya dalam memecahkannya. 4. Perkembangan yang berangkat dari bidang social ke bidang individu. .62 3. Vygostky menekankan pada scaffolding.

63 Secara lebih rinci dapat dilihat dari skema berikut ini : Belajar dan Pembelajaran Pembelajaran Matematika Metode yang Digunakan Guru Kurang Bermakna. Dominan Ceramah Pemecahan Masalah Dicari penyelesaian Kemampuan pemecahan masalah masih rendah Solusi belum ditemukan Strategi pemecahan masalalah Dilakukannya Upaya Melakukan pendekatan pembelajaran matematika realistik Langkah Pemecahan Masalah Polya Dikaitkan Dengan Situasi Dunia Nyata Memahami Masalah Merencanakan Meneyelesaikan Memeriksa Kembali Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Meningkat Diperoleh Hasil .

siswa yang proses pembelajarannya menerapkan pembelajaran kontruktivisme aliran vygotsky memiliki kemampuan pemecahan masalah yang lebih baik daripada sebelum diberikan proses pembelajaran tersebut. Secara keseluruhan. ternyata memperoleh hasil yang lebih efektif terhadap siswa.A 2007/2008) oleh Pribadi Ginting.4 Hipotesis Tindakan Berdasarkan tinjauan teoritis dan kerangka konseptual. Secara umum. pembelajaran kontruktivisme aliran vygotsky dapat menjadi sebuah alternatif untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. maka hipotesis penelitian ini adalah : “Penerapan teori Vygotsky dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa pada materi geometri”. Dengan kata lain. Beliau menyimpulkan bahwa setelah pembelajaran dilakukan.64 2. .3 Kajian Penelitian yang Relevan Adapun kajian peneleitian yang relevan terhadap penelitian yang dilakukan peneliti adalah dengan judul penelitian Pembelajaran Matematika dengan Menerapkan Model Kontruktivisme Aliran Vygotsky (dengan jenis penelitian tindakan kelas yang dilakukan di kelas VII SMP Swasta Nasrani 3 Medan pada T. 2. mahasiswa UNIMED Jurusan Pendidikan Matematika. bahwa pembelajaran kontruktivisme aliran vygotsky menjadikan siswa sebagai subjek dan berinisiatif sendiri dalam kegiatan pembelajaran dan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah mengalami peningkatan setelah dilakukan tindakan.

Dari hasil tes diagnostik yang diujikan pada saat prapenelitian. bahwa siswa mengalami kesulitan dalam memahami dan menerapkan rumus-rumus pada materi Bangun Ruang Kubus dan Balok dengan persentase rata-rata siswa yang menjawab benar keseluruhan tes adalah 39. Dari 5 kelas yang ada siswa kelas IX di SMP Negeri 1 Lumbanjulu T.6%.Sehingga dapat diupayakan pembelajaran yang sesuai keadaan siswa. sedangkan yang menjawab salah adalah 60. jika hendak mengadakan Penelitian Tindakan Kelas yaitu penentuan subyek penelitian.1 Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Lumbanjulu.A 2012/2013 diambil satu kelas sebagai subyek penelitian yaitu kelas IX-I yang berjumlah 36 siswa. 64 .A 2012/2013. 3. Adapun alasan memilih lokasi penelitian adalah karena pada pembelajaran Bangun Ruang Kubus dan Balok menunjukkan kemampuan siswa memecahkan masalah kurang optimal.3 Objek Penelitian Objek dalam penelitian ini adalah upaya meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dengan penerapan teori Vygotsky pada materi geometri di kelas IX SMP Negeri 1 Lumbanjulu T.2 Subjek Penelitian Satu masalah penting yang harus dilakukan oleh seorang peneliti. 3.65 BAB III METODE PENELITIAN 3.4%.

b. Pemilihan jenis PTK karena peneliti terlibat langsung dan sudah merupakan tugas peneliti sebagai calon pendidik yang harus selalu berusaha meningkatkan mutu pendidikan. Sedangkan jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Teori Vygotsky adalah salah satu teori belajar sosial sehingga sangat sesuai dengan model pembelajaran kooperatif karena dalam model pembelajaran kooperatif terjadi interaktif sosial yaitu interaksi antara siswa dengan siswa dan antara siswa dengan guru dalam usaha menemukan konsep . Dengan menerapkan empat prinsip dalam proses pembelajarannya yaitu sosiokultural. memilih pendekatan dan strategi pemecahan dan menyelesaikan model untuk menyelesaikan masalah. 3.5 Jenis Penelitian Pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan kualitatif yang berguna untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dengan penerapan teori vygotsky pada pokok bahasan Bangun Ruang Kubus dan Balok pada siswa kelas IX di SMP Negeri 1 Lumbanjulu.66 3. Kemampuan pemecahan masalah adalah kemampuan atau kompetensi strategik yang ditunjukkan siswa dalam memahami. dan perkembangan mental dari bidang sosial ke bidang individu. konsep ZPD. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) . scaffolding.konsep dan pemecahan masalah.4 Definisi Operasional Untuk dapat melakukan variabel penelitian secara kuantitatif maka variabel-variabel didefinisikan sebagai berikut: a.

6 Alat Pengumpul Data Alat yang digunakan dalam pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes. dan observasi. 3. 1.6. 3.6. wawancara.67 merupakan kajian tentang situasi sosial dan pandangan untuk meningkatkan mutu tindakan yang ada di dalamnya. ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan siswa memecahkan masalah mangalami peningkatan berdasarkan rata-rata setelah diberi teori vygotsky.1 Tes Dalam penelitian ini diberikan tes kemampuan pemecahan masalah. 3. yaitu Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research).7 Prosedur Penelitian Sesuai dengan jenis penelitian ini. maka penelitian ini memiliki tahap atau siklus sebagai berikut : Siklus I No. Tahap-Tahap Sasaran Penelitian Perencanaan. yang dilakukan adalah • Wawancara • Untuk mengetahui kesulitan • Data siswa dalam memahami siswa kesulitan Output .3 Observasi Observasi yang dilakukan merupakan pengamatan terhadap seluruh kegiatan dan perubahan yang terjadi pada saat diberikan tindakan. 3.

• Merancang RPP • Agar pembelajaran yang • KBM efektif berlangsung lebih terarah. Pelaksanaan. untuk menemukan rumus . (pengajuan masalah yang pemdengan teori • Guru memberikan masalah • Peningkatan kepada siswa yang telah disusun Kegiatan berkaitan dalam Siswa dengan Lembar yang materi kemampuan pemecahan masalah siswa kubus dan balok dalam kehidupan sehari-hari berada pada ZPD. meliputi : • Melakukan belajaran penerapan vygotsky. 2.• Tes kemampuan pemecahan masalah I mampuan pemecahan masalah I kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal yang berkaitan dengan materi. • Membuat tes ke. • Membuat observasi lembar • Untuk kondisi melihat belajar bagaimana • Data mengajar KBM kondisi yang berlangsung di kelas.68 materi Kubus sebagai tindakan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa.• Untuk haman mengetahui serta pema.

• Siswa saling memberikan argumennya masing dalam masingkegiatan .69 sosiokultur. presentasi kerja). • Guru memberikan waktu kepada siswa untuk masalah secara mendiskusikan tersebut berkelompok. scaffolding. dan luas permukaan kubus dan balok hasil • Siswa mencermati masalah yang diberikan guru. • Guru mengarahkan siswa untuk membagi kelompok yang telah disusun sebelumnya. • Siswa berusaha mencoba menyelesaikan masalah I. • Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan hal-hal yang kurang dimengerti pada masalah I.

70 diskusi tersebut untuk menyelesaikan masalah. • Guru mengamati setiap kegiatan siswa di setiap kelompok untuk melihat kesulitan-kesulitan dihadapi siswa. • Setelah diselesaikan guru masing masalah oleh I siswa. sedangkan yang lain • Siswa memperoleh hasil diskusinya dan guru . masingkelompok hasil meminta mempresentasikan diskusinya kolompok menanggapi. • Guru menanyakan kembali apa hal-hal yang masih kurang dimengerti siswa dan membimbing siswa yang mengatasi masalah yang mereka hadapi.

• Setelah diselesaikan. I Pada tahap ini dilakukan observasi terhadap pelak. • Guru melakukan tanya jawab untuk menunjukkan kebenaran konsep yang telah ditemukan siswa. masalah I guru luas permukaan memberikan waktu kepada siswa untuk menyelesaikan masalah II. III. • Untuk mengetahui hasil yang dicapai oleh siswa setelah • Pemberian ke-mampuam pemecah-an masalah 3. dan seterusnya dengan prosedur penyelesaian yang sama seperti pada masalah I.71 memberikan penguatan.• Data kondisi tes proses berlangsung. • Hasil diskusi merupakan konsep kubus. pembelajaran • Data hasil tes kemampuan pemecahan masalah I .

Tahap ini dilakukan untuk menganalisa dan memberikan • Hasil identifikasi arti Refleksi terhadap data yang masalah masalah baru) (hasil yang diperoleh. siswa masalah 4. memperjelas data. peneliti kelas. mengajar Evalusi berlangdilakukan untuk mengukur peningkatan ke-mampuan memecahkan matematika.72 sanaan Observasi tindakan dengan lembar KBM menggunakan observasi yang telah dibuat. sehingga diambil kesimpulan dari tindakan yang telah dilakukan. mengajar guru kelas didepan yang bertugas sebagai pengamat mengisi lembar obsevasi untuk mengamati kegiatan yang terjadi selama proses belajar sung. Hasil refleksi ini .

73 kemudian digunakan sebagai dasar untuk perencanaan pada siklus berikutnya. .

meliputi : • Melakukan pembelajaran dengan penerapan vygotsky. teori • Proses pembalajaran sama • Peningkatan seperti pada siklus I ( dengan perbaikan proses kemampuan pemecahan masalah siswa pembelajaran misal dengan bantuan alat peraga seperti .74 Siklus II No. • Membuat observasi lembar • Untuk kondisi melihat belajar bagaimana • Data mengajar KBM kondisi Output yang berlangsung di kelas.• Untuk puan masalah II pemecahan haman mengetahui serta pema. 1. • Membuat tes kemam.• KBM efektif lajaran sebagai tindak lanjut dari siklus I. yang dilakukan adalah • Mendesain RPP • Melakukan perbaikan pembe.• Tes kemampuam pemecahan masalah II kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan materi. Tahap-Tahap Sasaran Penelitian Perencanaan. 2. Pelaksanaan.

mana siswa yang telah kemampuan pemecahan masalah I memahami 3. Refleksi Untuk mengetahui terdapat melihat apakah kesulitan dan masih yang • Hasil identifikasi masalah dialami siswa baik kesulitan dalam ataupun memahami kesulitan materi dalam menyelesaikan masalah yang berkenaan dengan materi . dll). 4. Observasi Untuk melihat apakah telah • ada perubahan berarti yang terjadi pada kondisi Data kondisi KBM pembelajaran di kelas setelah perbaikan program pengajaran dilakukan. • Pemberian tes kema.75 kerangkla dan model bangun ruang kubus dan balok.• Untuk mpuan masalah II pemecahan mengetahui sejauh • Data hasil tes mana penguasaan siswa dan sejauh kurang mengerti.

Jika masih terdapat dilanjutkan kesulitan. pada maka siklus berikutnya. Keputusan Definisi Masalah Keputusan Definisi Ulang Masalah Evaluasi Asesmen Kebutuhan Evaluasi Asesmen Kebutuhan Implementasi Hipotesis/Gagasan Implementasi Hipotesis/Gagasan Revisi Rencana Tindakan Revisi Rencana Tindakan . Peneliti mengharapkan kemampuan siswa memecahkan masalah lebih baik dan dapat bertahan dalam jangka waktu yang cukup lama. 1993:53) dalam Wiriatmadja (2000:69) sebagai berikut: Tindakan Siklus 1 Tindakan yang membutuhkan Perbaikan Situasi Masalah Tindakan Siklus 2 Dst...Kernan (dengan modifikasi dari Hopskin.76 kubus dan balok. Secara lebih rinci prosedur pelaksanaan penelitian tindakan kelas menurut model Mc.

1. untuk mengetahui sejauh mana persentasi kemampuan siswa memecahkan masalah dapat digunakan rumus: i.8. selajutnya dikoreksi hasil pekerjaan siswa. Penentuan Ketuntasan Pemecahan Masalah Secara Individu DSP = P x 100% Q Keterangan : DSP = daya serap perorangan P Q Dengan kriteria : 0 % ≤ DSP < 65 % 65 %≤ DSP ≤100% . dipelajari dan ditelaah untuk mengolongkan dan mengorganisasikan jawaban-jawaban siswa.8 Teknik Analisis Data 3. siswa telah mampu memecahkan masalah = skor yang diperoleh siswa = skor maksimal Sedangkan pengolongan besarnya persentase kemampuan memecahkan masalah menurut Nurkancana (1986:89) adalah sebagai berikut: . sehingga memungkinkan adanya kesimpulan. Setelah dilakukan tes kemampuan pemecahan masalah kepada siswa.77 T1 T2 3. 3. siswa belum mampu memecahkan masalah . Reduksi data Setelah tes mengenai geometri diberikan.2 Menyajikan data Kegiatan analisis berikutnya adalah penyajian data yang diartikan sebagai kumpulan data yang terorganisasikan.8.

Jika terjadi peningkatan nilai rata-rata tes kemampuan pemecahan masalah I dan tes kemampuan pemecahan masalah II maupun tes kemampuan pemecahan masalah berikutnya. kelas belum mampu memecahkan masalah 85 %≤ DSK ≤100% . Penentuan Persentase Siswa Mampu Memecahkan Masalah Secara Klasikal DSK = M x 100% N Ket : DSK = persentase kelas yang mampu memecahkan masalah M = banyak siswa yang telah mampu memecahkan masalah N = banyak siswa seluruhnya Dengan criteria: 0% ≤ DSK < 85 % . kelas telah mampu memecahkan masalah Untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan kemampuan pemecahan masalah siswa setelah pembelajaran dengan menerapkan teori vygotsky dilihat dari hasil deskriptif skor tes kemampuan pemecahan masalah. serta sudah terdapat ketentuan ketuntasan secara individu dan klasikal yang tersebut di atas maka tujuan penelitian ini telah tecapai.78 0% ≤ DSP ≤ 54%. Setiap skor tes kemampuan pemecahan masalah tersebut akan dibandingkan. kemampuan pemecahan masalah sedang 80% ≤ DSP ≤ 89%. kemampuan pemecahan masalah rendah 65% ≤ DSP ≤ 79%. . kemampuan pemecahan masalah sangat tinggi ii. kemampuan pemecahan masalah sangat rendah 55% ≤ DSP ≤ 64%. kemampuan pemecahan masalah tinggi 90% ≤ DSP ≤ 100%.

3. balok. Materi . dan bagian-bagiannya serta menentukan ukurannya. Indikator Menemukan rumus luas permukaan kubus dan balok. Standar Kompetensi Memahami sifat-sifat kubus. Menghitung luas permukaan kubus dan balok. 2. 4. Kompetensi Dasar Menghitung luas permukaan dan volume kubus dan balok.79 Lampiran 1 SIKLUS I RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN I ( RPP I ) Mata Pelajaran Pokok Bahasan : Matematika : Kubus dan Balok Sub Pokok Bahasan : Menghitung luas permukaan dan volume kubus dan balok Kelas / Semester : IX / I Jumlah Pertemuan : 2 x pertemuan Waktu : 2 x 40 menit 1.

Pembelajaran Komunikasi Kegiatan awal Kegiatan Guru Kegiatan Siswa • Membuka pelajaran menyampaikan dan • Mendengarkan tujuan pembelajaran yang Alokasi Waktu 2’ . dan pemecahan masalah.  Strategi Pembelajaran Strategi pembelajaran yang digunakan adalah pola pembelajaran kooperatif berbasis interaksi sosial. 6. diskusi. Model. Skenario Pembelajaran Pertemuan I Tahap No.80 Mencari rumus luas permukaan kubus dan balok. pemberian tugas. Menggunakan rumus untuk menghitung luas permukaan kubus dan balok.  Metode Pembelajaran Metode pembelajaran yang digunakan adalah penemuan.  Lembar Kegiatan siswa(LKS). Strategi dan Metode Pembelajaran  Model Pembelajaran Model pembelajaran yang digunakan adalah model pembelajaran kontruktivisme aliran vygotsky. 7. tanya jawab. 1. 5. Kelengkapan  Rencana Pelaksanaan Pembelajaran(RPP).  Buku pegangan guru dan siswa (Yudistira).

Appersepsi • Menanyakan materi yang sudah dipelajari masih dipahami. tetapi kurang disampaikan guru. 2. • Menanyakan dan • Mendengarkan mengingatkan kembali materi dan memberikan argumen tentang materi prasyarat yang guru.81 tujuan pembelajaran. • Mengaitkan materi kubus dan balok dalam kehidupan seharihari. . • Melakukan tanya jawab dengan diajukan prasyarat sebelum memasuki materi pelajaran. • Mendengarkan dan secara tidak langsung memikirkan apa yang disampaikan guru. • Mendengarkan arahan guru dan bertanya memang yang jika ada masih 5’ kurang dipahami.

82 guru. • Memberikan dorongan kepada siswa untuk berkelompok membentuk kelompok belajar. • Membagi siswa • Mendengarkan arahan guru dan melaksanakan arahannya. mengemukakan pengetahuan awalnya tentang konsep yang akan dibahas. duduk menjadi beberapa kelompok secara heterogen sehingga di setiap • Siswa kelompok diharapkan terjadi proses sosiokultur di antara siswa. • Berusaha mengeluarkan pendapat/argume n masing-masing siswa. 3. Pemberitahuan Kompetensi dan Indikator • Menyampaikan secara lisan • Memperhatikan dan mencermati 3' kompetensi dasar dan indikator kompetensi dasar dan yang indikator (tertera pada point .

kubus dan balok dalam kehidupan sehari-hari untuk menemukan rumus luas permukaan kubus dan balok. 1. I(LKS I) Alokasi Waktu 10’ siswa yang telah disusun dalam diberikan Lembar Kegiatan Siswa I(LKS I) • Mencermati yang dengan berkaitan materi masalah yang ada pada LKS I. Kegiatan Inti Kegiatan Guru Kegiatan Siswa • Memberikan masalah kepada • Menerima Lembar Kegiatan Siwa yang guru.83 2 dan 3) yang akan peserta melalui bahasan dan balok. Pembelajaran Pengajuan masalah yang berada pada ZPD dicapai didik pokok kubus disampaikan oleh guru. • Memberikan • Menanyakan hal- . Tahap No.

• Saling memberikan argumennya masing-masing dalam diskusi untuk kegiatan tersebut dapat 25’ mendiskusikan masalah 1 secara berkelompok. Pembelajaran sosiokultur • Memberikan waktu siswa kepada untuk untuk pada siswa hal yang kurang dipahami masalah 1. pada • Berusaha mencoba menyelesaikan masalah 1. menyelesaikan masalah. 2.84 kesempatan kepada untuk menanyakan halhal yang kurang dimengerti masalah 1. • Dengan pembagian . • Mengarahkan siswa mengerjakan masalah 1 pada LKS.

85 kelompok yang heterogen. buku diskusi antara siswa pada setiap kelompok dan bila perlu pada dalam bebas dan terbuka. bertanya guru menyelesaikan masalah tersebut. berdiskusi. • Mengontrol jalannya diskusidan mencermati persepsi siswa • Berusaha memahami masalah. • Memberikan dorongan kepada siswa untuk terus dapat menyelesaikan masalah mengeluarkan pendapat secara dan • Memperhatikan dan memahami masalah 1 dengan bantuan paket. siswa bisa menciptakan kondisi diskusi yang efektif dan kondusif. berupaya dan untuk .

86 yang dalam berbeda menyelesaikanya. . • Memberikan 3. peringatan. yang • Mencermati guru berupa arahan guru dan mencoba kembali memahami masalah. dorongan. Scaffolding bantuan siswa dan • Mendengarkan arahan guru dan mencermati bantuan 1 yang 10’ kepada untuk menyelesaikan masalah tersebut. memandang memahami masalah. dapat diberikan guru. menguraikan masalah ke dalam bentuk lain yang memungkinkan siswa mandiri. • Bantuan diberikan dapat petunjuk.

• Mengamati setiap • Mengerjakan kegiatan siswa di setiap untuk kesulitankesulitan yang kelompok melihat kegiatan pemecahan masalah. agar kerja siswa lebih efektif. .87 • Memberikan bantuan guna menghantarkan siswa memahami masalah dan dalam terbatas penyelesaiaannya. • Berkeliling mengamati siswa memberi kerja dan arahan • Mencermati arahan guru dan terus mencoba melakukan aktivitas pemecahan masalah. dihadapi siswa.

mereka hadapi. mengkonstruksi pengetahuannya sendiri.88 • Menanyakan kembali apa halhal yang masih kurang dimengerti siswa membimbing siswa masalah mengatasi yang dan • Mendengarkan dan bertanya kepada guru jika masih kesulitan dihadapi ada yang dalam memecahkan masalah. • Bantuan diberikan tergantung pada yang . • Bantuan diberikan demi dikurangi sehingga lebih memecahkan masalah dengan siswa bisa yang • Menyelesaikan sedikit sedikit masalah 1 dengan adanya bantuan guru dan proses sosiokultur dengan teman 20’ sekelompok.

• Memberikan tanggapan terhadap argumen atau yang oleh lain. 4.89 masalah yang dihadapi siswa. • Setelah masalah 1 • Kelompok diselesaikan oleh siswa. Presentasi Hasil Kerja meminta satu guru salah kelompok terpilih menyajikan hasil kerjanya di depan kelas kelompok duduk dan lain dan yang mempresentasikan hasil diskusinya. sedangkan kelompok yanglain menanggapi. • Memberi kesempatan kepada kelompok lain mengkritisi mendengarkan kelompok penyaji. pertanyaan diajukan kelompok atau menanggapi hasil kerja kelompok penyaji dan mengekspresikan ide-ide secara .

.90 terbuka. mendiskusikan untuk hasil memadu pemikiran beberapa kelompok. • Melakukan tanya • jawab untuk Bertanya kepada guru ataupun menunjukkan kebenaran konsep yang ditemukan dan telah siswa kelompok penyaji untuk menemukan hasil diskusinya. memberikan • Memperoleh hasil diskusi dari penguatan. • Sesekali mengajukan pertanyaan untuk memastikan pemecahan masalah dan ditanggapi penyaji dapat oleh • Kelompok mengecek kembalihasil kerjanya mengajukan masukan pertanyaan atau atas dan lain beda pemecahan masalah dan kelompok lain.

• Setelah masalah 1 • Mengikuti diselesaikan.91 masalah 1 yaitu konsep permukaan kubus. memberikan waktu siswa kepada untuk kembali pola luas kegiatan di atas sehingga ditemukan konsep pemecahan masalah pada menyelesaikan masalah 2. dan seterusnya dengan prosedur penyelesaian yang sama pemecahan masalah 1. 1.3. Tahap No. Kegiatan Akhir Kegiatan Guru Kegiatan Siswa • Memberikan kesempatan kepada untuk menanyakan siswa • Bertanya pada Alokasi Waktu 5’ guru tentang halhal yang kurang dimengerti. . Pembelajaran Pelaporan seperti Lembar Kegiatan Siswa I (LKS I).

92 kembali yang dimengerti hal-hal kurang pada materi yang baru dipelajari. tetapi kurang • Mendengarkan arahan guru dan bertanya memang yang jika ada masih 5’ dan • Mendengarkan tujuan pembelajaran yang disampaikan guru. Pembelajaran Komunikasi Kegiatan awal Kegiatan Guru Kegiatan Siswa • Membuka pelajaran menyampaikan tujuan pembelajaran. • Memberikan tugas • Mendengarkan sebagai untuk latihan dikerjakan dan melaksanakan arahan guru. 1. Alokasi Waktu 2’ kurang dipahami. Pertemuan II Tahap No. Appersepsi • Menanyakan materi yang sudah dipelajari masih dipahami. 2. . di rumah.

• Mengaitkan materi kubus dan balok dalam balok • Mendengarkan dan secara tidak langsung memikirkan apa yang disampaikan guru. permukaan kubus dan sebelum memasuki materi pelajaran baru. • Membagi siswa • Mendengarkan arahan guru dan melaksanakan arahannya. dengan kehidupan seharihari.93 • Menanyakan dan • Mendengarkan mengingatkan kembali rumus konsep luas dan memberikan argumen tentang materi sebelumnya. • Melakukan tanya jawab guru. menjadi beberapa kelompok secara heterogen .

mengemukakan pengetahuan awalnya tentang konsep yang akan dibahas.94 sehingga di setiap • Siswa kelompok diharapkan terjadi proses sosiokultur di antara siswa. • Berusaha mengeluarkan pendapat/argume n masing-masing siswa. • Memberikan dorongan kepada siswa untuk duduk berkelompok membentuk kelompok belajar. Pemberitahuan Kompetensi dan Indikator • Menyampaikan secara lisan • Memperhatikan dan mencermati 3’ kompetensi dasar dan indikator kompetensi dasar dan yang disampaikan oleh guru. 3. indikator (tertera pada point 2 dan 3) yang akan peserta melalui bahasan dicapai didik pokok kubus .

Tahap No.95 dan balok. kubus dan balok dalam kehidupan sehari-hari untuk menggunakan rumus luas permukaan kubus dan balok. Pembelajaran Pengajuan masalah yang berada pada ZPD Kegiatan Inti Kegiatan Guru Kegiatan Siswa • Memberikan masalah kepada • Menerima Lembar Kegiatan Siwa II(LKS II) yang guru. diberikan Alokasi Waktu 10’ siswa yang telah disusun dalam Lembar Kegiatan Siswa II(LKS II) • Mencermati yang dengan berkaitan materi masalah yang ada pada LKS II. 1. pada . • Memberikan kesempatan kepada untuk menanyakan halhal yang kurang siswa • Menanyakan halhal yang kurang dipahami masalah 1.

Pembelajaran sosiokultur • Memberikan waktu siswa kepada untuk • Saling memberikan argumennya masing-masing dalam diskusi untuk kegiatan tersebut dapat 25’ mendiskusikan masalah 1 secara berkelompok.96 dimengerti masalah 1. • Mengarahkan siswa mengerjakan pada • Berusaha mencoba menyelesaikan masalah 1. untuk masalah 1 pada LKS. menyelesaikan masalah. 2. • Dengan pembagian kelompok yang heterogen. siswa bisa menciptakan kondisi diskusi yang efektif dan .

.97 kondusif. dan siswa berbeda • Berusaha memahami masalah. • Memberikan dorongan kepada siswa untuk terus dapat menyelesaikan masalah mengeluarkan pendapat secara dan • Memperhatikan dan memahami masalah 1 dengan bantuan paket. buku diskusi antara siswa pada setiap kelompok dan bila perlu pada dalam bebas dan terbuka. berupaya dan untuk menyelesaikanny a. bertanya guru menyelesaikan masalah tersebut. berdiskusi. • Mengontrol jalannya diskusidan mencermati persepsi yang dalam memandang memahami masalah.

menguraikan masalah ke dalam bentuk lain yang memungkinkan siswa mandiri. dorongan. • Mencermati arahan guru dan mencoba kembali memahami masalah. Scaffolding bantuan siswa kepada untuk • Mendengarkan arahan guru dan mencermati bantuan 1 yang 10’ menyelesaikan masalah tersebut. peringatan.98 • Memberikan 3. . • Bantuan diberikan dapat petunjuk. • Memberikan bantuan guna menghantarkan siswa dalam terbatas dapat yang guru berupa diberikan guru.

• Mengamati setiap • Mengerjakan kegiatan siswa di setiap untuk kesulitankesulitan yang kelompok melihat kegiatan pemecahan masalah. agar kerja siswa lebih efektif. • Berkeliling mengamati siswa memberi kerja dan arahan • Mencermati arahan guru dan terus mencoba melakukan aktivitas pemecahan masalah. • Menanyakan kembali apa halhal yang masih kurang dimengerti siswa membimbing dan • Mendengarkan dan bertanya kepada guru jika masih kesulitan dihadapi ada yang dalam .99 memahami masalah dan penyelesaiaannya. dihadapi siswa.

Presentasi Hasil Kerja masalah dengan siswa bisa yang • Menyelesaikan sedikit sedikit masalah 1 dengan adanya bantuan guru dan proses sosiokultur dengan teman sekelompok.100 siswa masalah mengatasi yang memecahkan masalah. mereka hadapi. • Setelah masalah 1 • Kelompok diselesaikan oleh siswa. 20’ mengkonstruksi pengetahuannya sendiri. • Bantuan diberikan tergantung masalah pada yang yang dihadapi siswa. • Bantuan diberikan demi dikurangi sehingga lebih memecahkan 4. meminta guru salah terpilih menyajikan hasil kerjanya di depan yang .

• Sesekali mengajukan pertanyaan untuk memastikan pemecahan secara • Kelompok mengecek kembalihasil kerjanya mengajukan lain dan . • Memberikan tanggapan terhadap argumen atau yang oleh lain. pertanyaan diajukan kelompok atau menanggapi hasil kerja kelompok penyaji dan mengekspresikan ide-ide terbuka.101 satu kelompok kelas kelompok duduk dan lain dan mempresentasikan hasil diskusinya. sedangkan kelompok yanglain menanggapi. • Memberi kesempatan kepada kelompok lain mengkritisi mendengarkan kelompok penyaji.

• Melakukan tanya • jawab untuk Bertanya kepada guru ataupun menunjukkan kebenaran konsep yang ditemukan dan telah siswa kelompok penyaji untuk menemukan hasil diskusinya. masalah 1 yaitu menggunakan rumus untuk menghitung luas permukaan balok.102 masalah dan ditanggapi penyaji dapat oleh masukan pertanyaan atau atas beda pemecahan masalah dan kelompok lain. mendiskusikan untuk hasil memadu pemikiran beberapa kelompok. • Setelah masalah 1 • Mengikuti . memberikan • Memperoleh hasil diskusi dari penguatan.

Tahap No.3. 1. dan seterusnya dengan prosedur penyelesaian yang sama pemecahan masalah 1. materi yang baru dipelajari. memberikan waktu siswa kepada untuk kembali pola kegiatan di atas sehingga ditemukan konsep pemecahan masalah pada menyelesaikan masalah 2.103 diselesaikan. . Pembelajaran Pelaporan seperti Lembar Kegiatan Siswa II (LKS II). Kegiatan Akhir Kegiatan Guru Kegiatan Siswa • Memberikan kesempatan kepada untuk menanyakan kembali yang dimengerti hal-hal kurang pada siswa • Bertanya pada Alokasi Waktu 5’ guru tentang halhal yang kurang dimengerti.

20.104 • Memberikan tugas • Mendengarkan sebagai untuk latihan dikerjakan dan melaksanakan arahan guru. di rumah. BC adalah lebar kubus. Suatu tempat pembuangan sampah berbentuk balok ABCD. dimana AB adalah panjang kubus. dan CG = 2x m.000. Jika balok tersebut akan dibuat dari bahan kayu triplek yang harganya Rp. Tentukan luas kotak tersebut jika bagian atas kotak tersebut dibuka (tanpa tutup)! 2.00 tiap m2. Hitunglah harga bahan yang dibutuhkan! . dan CG adalah tnggi dari kubus. Jika diberikan suatu kotak berbentuk kubus ABCD.EFGH dengan AB = (2x + 2) m. Penilaian Teknik : Tes Kemampuan Pemecahan Masalah Buku Instrumen : Pertanyaan Tertulis Instrumen : 1. BC = (x + 3) m. Panjang rusuk seluruhnya 60 m.EFGH. 8.

dan bagian-bagiannya serta menentukan ukurannya. Indikator Menentukan rumus volume kubus dan balok. balok. Model. 4.105 SIKLUS II RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN II ( RPP II ) Mata Pelajaran Pokok Bahasan : Matematika : Kubus dan Balok Sub Pokok Bahasan : Menghitung luas permukaan dan volume kubus dan balok Kelas / Semester : IX / I Jumlah Pertemuan : 2 x pertemuan Waktu : 2 x 40 menit 1. Kompetensi Dasar Menghitung luas permukaan dan volume kubus dan balok. 5. Menggunakan rumus untuk mnentukan volume kubus dan balok. Standar Kompetensi Memahami sifat-sifat kubus. Materi Mencari rumus volume kubus dan balok. 3. Strategi dan Metode Pembelajaran . 2.

pemberian tugas. tanya jawab. 6.  Buku pegangan guru dan siswa (Yudistira). 7.  Strategi Pembelajaran Strategi pembelajaran yang digunakan adalah pola pembelajaran kooperatif berbasis interaksi sosial.  Alat Peraga (Kerangka dan model-model bangun ruang kubus dan balok).106  Model Pembelajaran Model pembelajaran yang digunakan adalah model pembelajaran kontruktivisme aliran vygotsky. Skenario Pembelajaran .  Metode Pembelajaran Metode pembelajaran yang digunakan adalah penemuan.  Lembar Kegiatan siswa(LKS). Kelengkapan  Rencana Pelaksanaan Pembelajaran(RPP). dan pemecahan masalah. diskusi.

• Menanyakan dan • Mendengarkan dan memberikan argumen tentang materi sebelumnya yang diajukan mengingatkan kembali materi pada pertemuan sebelumnya memasuki pelajaran baru. ada yang masih kurang dipahami. 1. Pembelajaran Komunikasi Kegiatan awal Kegiatan Guru Kegiatan Siswa • Membuka dan pelajaran • Mendengarkan tujuan pembelajaran yang disampaikan guru. Appersepsi • Menanyakan materi • Mendengarkan arahan dan jika guru bertanya memang 5’ yang sudah dipelajari tetapi masih kurang dipahami.107 Pertemuan I Tahap No. 2. Alokasi Waktu 2’ menyampaikan tujuan pembelajaran. sebelum materi .

• Melakukan tanya jawab dengan guru. dan materi • Mendengarkan balok dan secara kehidupan tidak langsung memikirkan apa yang disampaikan guru.108 guru. duduk guru heterogen sehingga di setiap diharapkan kelompok terjadi • Siswa proses sosiokultur di antara siswa. berkelompok membentuk kelompok belajar. • Membagi menjadi kelompok siswa • Mendengarkan beberapa secara arahan dan melaksanakan arahannya. • Memberikan dorongan • Berusaha kepada siswa untuk mengeluarkan . • Mengaitkan kubus dalam sehari-hari.

• Menyampaikan secara • Memperhatikan 3. indikator yang disampaikan oleh guru. memecahkan masalah. . Pemberitahuan Kompetensi dan Indikator lisan kompetensi dasar dan indikator (tertera pada point 2 dan 3) yang akan dicapai dan mencermati kompetensi dasar dan 3’ peserta didik melalui pokok bahasan kubus dan balok.109 mengemukakan pengetahuan awalnya tentang konsep yang akan dibahas. pendapat/argu men masing- masing siswa.membagi. • Mendengarkan dan menjelaskan alat peraga bantu memudahkan memahami sebagai alat untuk siswa dan dan berusaha memahami penjelasan guru. • Menyiapkan.

• Mengarahkan 2. rumus volume kubus dan balok. yang berkaitan dengan materi balok kubus dan • Mencermati dalam masalah yang kehidupan sehari-hari untuk menemukan ada pada LKS III. 1. Pembelajaran Pengajuan masalah yang berada pada ZPD Kegiatan Inti Kegiatan Guru Kegiatan Siswa • Memberikan masalah • Menerima kepada siswa yang Lembar Kegiatan III(LKS Siwa III) Alokasi Waktu 10’ telah disusun dalam Lembar Siswa Kegiatan III(LKS III) yang diberikan guru. • Memberikan kesempatan siswa menanyakan yang dimengerti masalah 1. yang mengerjakan . untuk siswa • Berusaha mencoba kepada untuk hal-hal kurang pada • Menanyakan hal-hal kurang dipahami pada masalah 1.110 Tahap No.

peraga kepada siswa untuk dapat memaxsimalkan penggunaan peraga yang alat telah diberikan. • Memberi dorongan • Menggunakan alat untuk memudahkan pemecahan masalah.111 masalah 1 pada LKS. • Memberikan dorongan • Memperhatikan kepada siswa untuk terus menyelesaikan masalah 3. Pembelajaran sosiokultur • Memberikan waktu • Saling memberikan argumennya secara masing-masing dalam kegiatan diskusi tersebut untuk dapat 25’ kepada siswa untuk mendiskusikan masalah 1 berkelompok. menyelesaikan masalah. mengeluarkan dan dapat dan memahami masalah 1 dengan bantuan buku diskusi paket. menyelesaikan masalah 1. antara .

siswa yang berbeda dalam dan masalah. memandang memahami • Memberikan bantuan • Mendengarkan Scaffolding kepada siswa untuk menyelesaikan masalah 1 tersebut. dan berupaya untuk menyelesaikan nya.112 pendapat secara bebas dan terbuka. • Mengontrol diskusi mencermati jalannya • Berusaha dan persepsi memahami masalah. diberikan guru. • Bantuan yang arahan dan mencermati bantuan yang guru 10’ diberikan guru dapat berupa petunjuk. berdiskusi. . siswa setiap pada kelompok dan bila bertanya guru perlu pada dalam menyelesaikan masalah tersebut.

• Berkeliling mengamati • Mencermati kerja siswa dan arahan dan mencoba melakukan aktivitas pemecahan masalah. • Mengamati kegiatan setiap • Mengerjakan siswa di kegiatan pemecahan masalah. siswa lebih setiap kelompok untuk melihat kesulitan- . menguraikan masalah ke dalam bentuk lain yang memungkinkan siswa dapat mandiri. guru terus memberi arahan agar kerja efektif.113 peringatan. memahami dan kembali memahami masalah. • Memberikan bantuan • Mencermati terbatas guna arahan dan guru mencoba menghantarkan siswa dalam masalah penyelesaiaannya. dorongan.

yang • Menanyakan kembali • Mendengarkan apa masih hal-hal yang kurang dan kepada bertanya guru dimengerti siswa dan membimbing mengatasi siswa masalah jika masih ada kesulitan yang dihadapi dalam memecahkan masalah. • Bantuan Presentasi Hasil Kerja diberikan pada yang tergantung yang sekelompok. 20’ masalah dihadapi siswa. . • Bantuan yang • Menyelesaikan masalah 1 diberikan sedikit demi sedikit dikurangi dengan adanya bantuan dan guru proses sehingga siswa lebih bisa masalah memecahkan dengan sosiokultur dengan teman mengkonstruksi pengetahuannya sendiri.114 kesulitan dihadapi siswa. yang mereka hadapi. 4.

guru meminta salah satu kelompok mempresentasikan hasil sedangkan diskusinya. atau mengekspresikan ideide secara terbuka. yang lain menanggapi. • Sesekali mengajukan • Kelompok lain untuk mengecek kembalihasil masalah dapat kerjanya mengajukan dan pertanyaan memastikan pemecahan penyaji dan . kelompok di depan kelas dan kelompok lain duduk dan mendengarkan kelompok penyaji.115 • Setelah masalah 1 • Kelompok yang oleh terpilih menyajikan hasil kerjanya diselesaikan siswa. • Memberi kesempatan • Memberikan kepada kelompok lain mengkritisi menanggapi kerja penyaji atau hasil kelompok dan tanggapan terhadap argumen pertanyaan yang diajukan oleh kelompok lain.

• Memperoleh hasil diskusi dari masalah 1 yaitu konsep volume kubus. menemukan hasil diskusinya.116 ditanggapi kelompok lain. oleh masukan atau pertanyaan atas beda pemecahan masalah dan mendiskusikan untuk memadu hasil pemikiran beberapa kelompok. . • Melakukan jawab menunjukkan kebenaran konsep tanya • untuk Bertanya kepada ataupun kelompok penyaji untuk guru yang telah ditemukan siswa dan memberikan penguatan.

memberikan waktu kegiatan di atas sehingga ditemukan kepada siswa untuk menyelesaikan masalah seterusnya 2. .3. dan dengan konsep pemecahan masalah Lembar Kegiatan Siswa III (LKS III). pada prosedur penyelesaian yang sama seperti pemecahan masalah 1.117 • Setelah masalah 1 • Mengikuti kembali pola diselesaikan.

. sebagai latihan untuk dikerjakan di rumah.118 Tahap No. pada tentang yang Alokasi Waktu 5’ menanyakan kembali hal-hal yang kurang dimengerti materi dipelajari. 1. Pembelajaran Pelaporan Kegiatan Akhir Kegiatan Guru Kegiatan Siswa • Memberikan kesempatan siswa kepada untuk • Bertanya guru hal-hal kurang dimengerti. • Memberikan yang pada baru tugas • Mendengarkan dan melaksanakan arahan guru.

119 Pertemuan II Tahap No. Pembelajaran Komunikasi Kegiatan awal Kegiatan Guru Kegiatan Siswa • Membuka dan pelajaran • Mendengarkan tujuan pembelajaran yang disampaikan guru. 1. ada yang masih kurang dipahami. • Mengaitkan materi • Mendengarkan . • Menanyakan dan • Mendengarkan dan memberikan argumen tentang materi sebelumnya. Appersepsi • Menanyakan materi • Mendengarkan arahan dan jika guru bertanya memang 5’ Alokasi Waktu 2’ menyampaikan tujuan pembelajaran. yang sudah dipelajari tetapi masih kurang dipahami. 2. mengingatkan kembali konsep rumus volume kubus sebelum dan balok memasuki materi pelajaran baru.

• Melakukan tanya jawab dengan guru. • Membagi menjadi kelompok siswa • Mendengarkan beberapa secara arahan dan melaksanakan arahannya. duduk guru heterogen sehingga di setiap diharapkan kelompok terjadi • Siswa proses sosiokultur di antara siswa.120 kubus dalam dan balok dan secara kehidupan tidak langsung memikirkan apa yang sehari-hari. berkelompok membentuk kelompok belajar.membagi. • Mendengarkan dan menjelaskan alat peraga bantu sebagai alat untuk dan berusaha memahami penjelasan . disampaikan guru. • Menyiapkan.

121 memudahkan memahami siswa dan guru. indikator yang disampaikan oleh guru. . peserta didik melalui pokok bahasan kubus dan balok. 3. • Memberikan dorongan • Berusaha kepada siswa untuk mengemukakan pengetahuan awalnya tentang konsep yang akan dibahas. Pemberitahuan Kompetensi dan Indikator • Menyampaikan secara • Memperhatikan lisan kompetensi dasar dan indikator (tertera pada point 2 dan 3) yang akan dicapai dan mencermati kompetensi dasar dan 3’ mengeluarkan pendapat/argu men masing- masing siswa. memecahkan masalah.

• Mengarahkan untuk siswa • Berusaha mencoba menyelesaikan masalah 1.122 No. Tahap Pembelajaran Kegiatan Inti Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Alokasi Waktu 1. Pembelajaran kepada untuk hal-hal kurang pada • Menanyakan hal-hal kurang dipahami pada masalah 1. 2. Pengajuan masalah yang berada pada ZPD • Memberikan masalah • Menerima kepada siswa yang Lembar Kegiatan IV(LKS Siwa IV) 10’ telah disusun dalam Lembar Siswa Kegiatan IV(LKS IV) yang diberikan guru. . rumus volume kubus dan balok. • Memberikan kesempatan siswa menanyakan yang dimengerti masalah 1. yang mengerjakan masalah 1 pada LKS. yang berkaitan dengan materi balok kubus dan • Mencermati dalam masalah yang kehidupan sehari-hari untuk menggunakan ada pada LKS IV.

• Memberikan dorongan • Memperhatikan kepada siswa untuk dan memahami .123 sosiokultur • Memberikan waktu • Saling memberikan argumennya secara masing-masing dalam kegiatan diskusi tersebut untuk dapat 25’ kepada siswa untuk mendiskusikan masalah 1 berkelompok. peraga kepada siswa untuk dapat memaxsimalkan penggunaan 3. menyelesaikan masalah. • Dengan pembagian kelompok yang heterogen. peraga yang alat telah diberikan. siswa bisa menciptakan kondisi diskusi yang efektif dan kondusif. • Memberi dorongan • Menggunakan alat untuk memudahkan pemecahan masalah.

Scaffolding masalah.124 terus menyelesaikan masalah mengeluarkan dapat masalah 1 dengan bantuan dan buku diskusi siswa setiap kelompok dan bila bertanya guru perlu pada dalam paket. menyelesaikan masalah tersebut. antara pada pendapat secara bebas dan terbuka. memandang memahami • Memberikan bantuan • Mendengarkan kepada siswa untuk menyelesaikan masalah 1 tersebut. dan berupaya untuk menyelesaikan nya. . siswa yang berbeda dalam dan 4. berdiskusi. • Bantuan yang arahan dan mencermati bantuan yang guru diberikan guru dapat diberikan guru. • Mengontrol diskusidan mencermati persepsi jalannya • Berusaha memahami masalah.

guru terus memberi arahan agar kerja efektif. siswa lebih setiap kelompok untuk melihat kesulitan dihadapi siswa. peringatan. kesulitanyang . • Berkeliling mengamati • Mencermati kerja siswa dan arahan dan mencoba melakukan aktivitas pemecahan masalah. • Mengamati kegiatan setiap • Mengerjakan siswa di kegiatan pemecahan masalah. dorongan. memahami dan kembali memahami masalah. • Memberikan bantuan • Mencermati terbatas guna arahan dan guru mencoba menghantarkan siswa dalam masalah penyelesaiaannya. menguraikan masalah ke dalam bentuk lain yang memungkinkan 10’ siswa dapat mandiri.125 berupa petunjuk.

Presentasi Hasil Kerja • Setelah masalah 1 • Kelompok yang oleh terpilih menyajikan hasil kerjanya diselesaikan siswa. yang mereka hadapi. masalah dihadapi siswa. guru meminta salah satu kelompok mempresentasikan di depan kelas .126 • Menanyakan kembali • Mendengarkan apa masih hal-hal yang kurang dan kepada bertanya guru dimengerti siswa dan membimbing mengatasi siswa masalah jika masih ada kesulitan yang dihadapi dalam memecahkan masalah. • Bantuan yang • Menyelesaikan masalah 1 diberikan sedikit demi sedikit dikurangi dengan adanya bantuan dan guru proses sehingga siswa lebih bisa masalah memecahkan dengan sosiokultur dengan teman mengkonstruksi pengetahuannya sendiri. • Bantuan diberikan pada yang tergantung yang sekelompok.

kelompok dan kelompok lain duduk dan mendengarkan kelompok penyaji. • Sesekali mengajukan • Kelompok lain untuk mengecek kembalihasil masalah dapat oleh kerjanya mengajukan masukan atau dan pertanyaan memastikan pemecahan penyaji ditanggapi kelompok lain. dan pertanyaan atas beda pemecahan masalah dan mendiskusikan untuk memadu hasil pemikiran . yang lain menanggapi. atau 20’ mengekspresikan ideide secara terbuka.127 hasil sedangkan diskusinya. • Memberi kesempatan • Memberikan kepada kelompok lain mengkritisi menanggapi kerja penyaji atau hasil kelompok dan tanggapan terhadap argumen pertanyaan yang diajukan oleh kelompok lain.

dan dengan konsep pemecahan . memberikan kegiatan di atas sehingga ditemukan kepada siswa untuk menyelesaikan masalah seterusnya 2. • Setelah masalah 1 • Mengikuti kembali waktu pola diselesaikan. • Memperoleh hasil diskusi dari masalah 1 yaitu menggunakan rumus untuk memecahkan masalah terkait dunia nyata.. • Melakukan jawab menunjukkan kebenaran konsep tanya • untuk Bertanya kepada ataupun kelompok penyaji untuk guru yang telah ditemukan siswa dan memberikan penguatan.128 beberapa kelompok.3. menemukan hasil diskusinya.

. Kegiatan Siswa IV (LKS IV).129 prosedur penyelesaian yang sama seperti masalah Lembar pada pemecahan masalah 1.

130

Tahap No. Pembelajaran

Kegiatan Akhir Kegiatan Guru Kegiatan Siswa

Alokasi Waktu

1.

Pelaporan

• Memberikan kesempatan siswa kepada untuk

• Bertanya guru hal-hal kurang dimengerti.

pada tentang yang

5’

menanyakan kembali hal-hal yang kurang dimengerti materi dipelajari. • Memberikan yang pada baru

tugas • Mendengarkan dan melaksanakan arahan guru.

sebagai latihan untuk dikerjakan di rumah.

8. Penilaian Teknik : Tes Kemampuan Pemecahan Masalah Buku Instrumen : Pertanyaan Tertulis Instrumen : 1. Akan dibuat sebuah bak penampungan air dari bahan baja anti karat berbentuk balok ABCD, EFGH. AB = Panjang, BC = lebar, dan BF = Tinggi. Jika panjang, lebar,dan tinggi ukurannya berturut-turut 3x cm, 2x cm, dan 2 (x+20) cm. Tentukan volume balok! (dalam x).

131

2.

Sebuah akuarium mempunyai ukuran panjang, lebar dan tinggi berturutturut 60 cm, 45 cm, dan 50 cm. akuarium itu terisih penuh air. Jika 36 liter airnya dipindahkan ketempat lain, maka tinggi air dalam akuarium sekarang adalah…..

132

Lampiran 3 LEMBAR KEGIATAN SISWA I (LKS I) Mata Pelajaran Kelas : Matematika : IX SMP Negeri 1 LumbanJulu

Pokok Bahasan : Kubus dan Balok Indikator 1. : Menemukan rumus luas permukaan kubus dan balok

Jika diberikan suatu kotak berbentuk kubus ABCD.EFGH tanpa tutup, dimana AB adalah panjang kubus, BC adalah lebar kubus, dan CG adalah tinggi dari kubus.panjang sisinya = r. Tentukan luas permukaan kotak tersebut! Jawaban: • Memahami masalah Diketahui : …………………………………………………………………. …………………………………………………………………. Ditanya : …………………………………………………………………. …………………………………………………………………. • Merencanakan pemecahan masalah Kotak ABCD.EFGH dapat digambarkan sebagai berikut :

…………………….

) = 6 (…. jika p = 2l = 3t.) – (….) – (…. lebar.satuan luas • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar 2.x….) = 6 x Luas bidang • Melaksanakan pemecahan masalah Lp = 6 x Luas bidang sisi – 1 Luas bidang sisi = 6 (….. Tentukanlah luas permukaan balok tersebut! Jawaban : • Memahami masalah Diketahui : …………………………………………………………………. • Merencanakan pemecahan masalah Kotak ABCD.) = …….EFGH. …………………………………………………………………. dan tinggi pada gambar) Panjang rusuk (….) = …………. …………………………………………………………………. Ditanya : …………………………………………………………………..133 (tentukan letak panjang.. tinggi AE = t.EFGH dapat digambarkan sebagai berikut : . Luas permukaan (…. lebar BC = l.x…. dengan panjang AB = p. Diberikan balok ABCD.

(tentukan letak panjang. ..) = …………. ) = 2 (……) = …….+ ……. +….... Luas permukaan (…. ... Lebar (….. lebar. BC = (x + 2) cm.EFGH dengan AB = (2x + 3) cm...134 …………………….. . Luas permukaan(….....) = 2 (pl + pt + lt) = 2 (….... dan tinggi pada gambar) Panjang(…...) = ………….. Jika panjang kawat seluruhnya tidak lebih dari 240 cm.) = ………….. Maka.) = 2 (pl + pt + lt) • Melaksanakan pemecahan masalah l= p = 2l ⇒ l= p = 3t ⇒ . maka nilai x adalah……. Kerangka balok ABCD.. Jawaban : • Memahami masalah . Tinggi (….satuan luas • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar 3. dan CG = 2x cm.

.) = …………. (tentukan letak panjang.EFGH dapat digambarkan sebagai berikut : ……………………. Sebuah lemari dari kayu berbentuk balok. ………………………………………………………………….) =…….) = …………. Tinggi (….) = …………. Berapa cm2 yang dibutuhkan untuk membuat lemari tersebut? .+……) = 4 (……. Ditanya : ………………………………………………………………….. lebar lemari x cm dan tinggi lemari 4x cm.cm • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar 4. lebar.135 Diketahui : …………………………………………………………………. dan tinggi pada gambar) Panjang(…. …………………………………………………………………. Panjang lemari 2x cm. • Merencanakan pemecahan masalah Balok ABCD. Panjang kawat seluruhnya = 4p + 4l + 4t = 4 (p + l + t) • Melaksanakan pemecahan masalah Panjang kawat seluruhnya = 4 (p + l + t) (………) (………) x = 4 (…… +……. Lebar (….

Luas permukaan (….) = 2 (pl + pt + lt) • Melaksanakan pemecahan masalah Luas permukaan (…. dan tinggi pada gambar) Panjang(…. Ditanya : …………………………………………………………………. Tinggi (….) = …………. ………………………………………………………………….136 Jawaban : • Memahami masalah Diketahui : …………………………………………………………………. Lebar (…. ………………………………………………………………….) = ………….. lebar.) = ……cm2 • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar .) = 2 (pl + pt + lt) = 2 (….+……+…. (tentukan letak panjang.) = 2 (…. • Merencanakan pemecahan masalah Lemari dari kayu dapat digambarkan sebagai berikut : …………………….) = ………….

137 Lampiran 4 LEMBAR KEGIATAN SISWA II (LKS II) Mata Pelajaran Kelas : Matematika : IX SMP Negeri 1 LumbanJulu Pokok Bahasan : Kubus dan Balok Indikator : Menggunakan rumus untuk menghitung luas permukaan kubus dan balok 1.000. Panjang rusuk seluruhnya 60 m. • Merencanakan pemecahan masalah Balok ABCD. Ditanya : ………………………………………………………………….00 tiap m2. Jika balok tersebut akan dibuat dari bahan kayu triplek yang harganya Rp. ………………………………………………………………….EFGH dapat digambarkan sebagai berikut : . ………………………………………………………………….EFGH dengan AB = (2x + 2) m. 20. dan CG = 2x m. Suatu tempat pembuangan sampah berbentuk balok ABCD. Hitunglah harga bahan yang dibutuhkan! Jawaban : • Memahami masalah Diketahui : …………………………………………………………………. BC = (x + 3) m.

) = 2 (……) = …….) = 2 (pl + pt + lt) = 2 (…. Tinggi (….rupiah .20.+…..) = 2 (pl + pt + lt) • Melaksanakan pemecahan masalah Panjang kawat seluruhnya= 4 (p + l + t) (……. (tentukan letak panjang. lebar. m Maka diperoleh : panjang (….) = ………….) x = 4 (…. dan tinggi pada gambar) Panjang(….+….) = ………….138 ……………………. +….) = (……) Lebar (…) = (….) (……..) = (……) Luas permukaan(….) Tinggi (….000/ m2 = ……….+ …….) = 4 (……) = ……. Lebar (…..) = ………….satuan luas Harga bahan yang dibutuhkan = Lp x Rp. Panjang rusuk seluruhnya = 4 (p + l + t) Luas permukaan (….

lebar.) = …………. (tentukan letak panjang. Jika panjang balok dan lebarnya berselisih 5 cm. Ditanya : …………………………………………………………………. Luas selubung (….) = 2 (p + l) t Luas permukaan (…. • Merencanakan pemecahan masalah Mainan tersebut dapat digambarkan sebagai berikut : ……………………. Lebar (….139 • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar 2. …………………………………………………………………. dan tinggi pada gambar) Panjang(….) = …………. Tinggi (…. tinggi balok 4 cm dan luas selubungnya 360 cm 2.) = 2 (pl + pt + lt) • Melaksanakan pemecahan masalah Luas selubung = 2 (p + l) t . Sebuah mainan anak-anak berbentuk balok. Hitunglah berapa cm2 yang dibutuhkan untuk membuat kotak mainan tersebut? Jawaban : • Memahami masalah Diketahui : ………………………………………………………………….) = …………. ………………………………………………………………….

140 (…. ………………………………………………………………….)= 2 (….. Panjang (…) =……… = ……. …………………………………………………………………. +….bak tersebut akan dilapisi dengan baja anti karat.. Ditanya : ………………………………………………………………….+ ……. • Merencanakan pemecahan masalah . Tentukan berapa m 2 baja anti karat yang dibutuhkan untuk membuat bak tersebut! Jawaban : = ……. + l) t l Maka..cm Luas permukaan(….) = 2 (pl + pt + lt) = 2 (….satuan luas Jadi yang dibutuhkan untuk membuat mainan tersebut adalah…….. Sebuah bak mandi berbentuk kubus dengan panjang rusuknya 1 m.cm • Memahami masalah Diketahui : …………………………………………………………………. ) = 2 (……) = ……. • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar 3.

) = 6 a2 • Melaksanakan pemecahan masalah Baja yang dibutuhkan = luas permukaan kubus = …………. 2500. …………………………………………………………………. = …. …………………………………………………………………. . jika harga bahannya Rp. (tentukan letak panjang.141 Bak mandi tersebut dapat digambarkan sebagai berikut : …………………. panjang rusuknya berselisih 4 cm dan luas permukaannya berselisih 192 cm2. Ditanya : …………………………………………………………………. lebar. Hitunglah selisih harga yang dibutuhkan untuk membuat kedua kubus tersebut.m2 • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar 4. a.. Dua buah kubus. Luas permukaan (….) = …………. dan tinggi pada gambar) Panjang rusuk (…. Hitunglah panjang rusuk kedua kubus tersebut! b.00 tiap cm2! Jawaban : • Memahami masalah Diketahui : ………………………………………………………………….

r1 – r2 = ……. L1 – L2 =………. . • Melaksanakan pemecahan masalah a. r2 =……. Harga bahan yang dibutuhkan untuk kubus II = L2 x Rp.2500 = …………. (tentukan letak panjang rusuk pada gambar) r1 = ..cm2 maka L1 = ….= …….) Jadi .cm ⇒ Luas permukaan (….142 • Merencanakan pemecahan masalah Kubus dapat digambarkan sebagai berikut : ……………………. …… . Maka luas permukaan I = ……. L1 – L2 =…….cm b.... diperoleh r1 = ……. Harga bahan yang dibutuhkan untuk kubus I = L1 x Rp. Luas permukaan II =……...…….. Jika r1 =…… dan r2 = ….cm..2500 = ………… Selisih harga yang dibutuhkan adalah ………. maka L1 = 6 (…....) L2 = 6 (…..) = 6 r2 L1 – L2 = ….

EFGH. …………………………………………………………………. lebar. dan 2 (x+20) cm. …………………………………………………………………. 2x cm. Jika panjang. AB = Panjang. BC = lebar.dan tinggi ukurannya berturut-turut 3x cm. dan BF = Tinggi. Pokok Bahasan : Kubus dan Balok Indikator 1. • Merencanakan pemecahan masalah Bak penampungan air tersebut dapat digambarkan sebagai berikut : . Ditanya : …………………………………………………………………. Tentukan volume balok! (dalam x) Jawaban: • Memahami masalah Diketahui : …………………………………………………………………. : Menemukan rumus volume kubus dan balok Akan dibuat sebuah bak penampungan air dari bahan baja anti karat berbentuk balok ABCD.143 • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar Lampiran 5 LEMBAR KEGIATAN SISWA III (LKS III) Mata Pelajaran Kelas : Matematika : IX SMP Negeri 1 LumbanJulu.

Dua buah kubus ABCD.) = p x l xt • Melaksanakan pemecahan masalah Volume balok (…. Ditanya : ………………………………………………………………….) = ………….) = ………….(dalam x) • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar 2. ………………………………………………………………….144 …………………….. Tentukan perbandingan volume kubus pertama dan kedua! Jawaban: • Memahami masalah Diketahui : ………………………………………………………………….) = …………. Jika volume kubus ke II r3cm3. Lebar (…. …………………………………………………………………. . Volume balok (….x……. dan tinggi pada gambar) Panjang(….) = p x l x t = …. lebar.x…… = …………. Tinggi (…. EFGH dengan panjang rusuk kubus I adalah 2x panjang rusuk kubus ke II. (tentukan letak panjang.

(tentukan letak panjang.x volume kubus II Perbandinganvolumenya adalah……… • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar 3.145 • Merencanakan pemecahan masalah Dapat digambarkan sebagai berikut : …………………….) =….. lebar.) Volume kubus (….r2 volume kubus I = a3 = ………… Volume kubus II = a3 =………. lebar.. Jika setiap rusuknya ditambah 2 cm. Pada sebuah balok dengan panjang.. Tentukan volume balok tersebut! Jawaban: .panjang rusuk kubus II (…. Maka : V1 = V2 ……=…… Jadi. volume kubus I = …….)= a3 • Melaksanakan pemecahan masalah r1 = …. dan tinggi. dan tinggi pada gambar) Panjang rusuk kubus I(….

Dua buah kubus masing-masing rusuknya adalah r1 dan r2..satuan volume (dalam x) • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar 4.) = …………. …………………………………………………………………. hitunglah selisih volume kubus kedua jika panjang rusuk kubus kedua ditambah 2 cm! Jawaban: .) = ………….) = …………. lebar. • Merencanakan pemecahan masalah Balok tersebut dapat digambarkan sebagai berikut : …………………….)= p x l x t • Melaksanakan pemecahan masalah Volume balok (…. Volume balok (…. dimana r1 = r2.) = p x l x t = ……x……x…… = …………. Lebar (…. (tentukan letak panjang. Tinggi (….146 • Memahami masalah Diketahui : …………………………………………………………………. dan tinggi pada gambar) Panjang(…. …………………………………………………………………. Ditanya : ………………………………………………………………….

satuan volume Maka selisih volume kubus = V1 – V2 = …… .. =…………. Ditanya : …………………………………………………………………. …………………………………………………………………. diperoleh panjang rusuk II (…. (tentukan letak panjang rusuknya pada gambar) Panjang rusuk setelah ditambah 2 cm.……. • Merencanakan pemecahan masalah Kedua kubus tersebut dapat digambarkan sebagai berikut : ……………………..satuanvolume Volume kubus II (…) = a3 = …….147 • Memahami masalah Diketahui : ………………………………………………………………….) =… Volume kubus (…) = a3 • Melaksanakan pemecahan masalah Volume kubus I (…) = a3 =…….satuan volume • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar . ………………………………………………………………….

Hitunglah volume masing-masing kemasan! b. • Merencanakan pemecahan masalah . Ditanya : …………………………………………………………………. 30 cm 8 cm BESAR 20 cm 20 cm 12 cm 8 cm STANDAR a.500. ………………………………………………………………….148 Lampiran 6 LEMBAR KEGIATAN SISWA IV (LKS IV) Mata Pelajaran Kelas : Matematika : IX SMP Negeri 1 LumbanJulu Pokok Bahasan : Kubus dan Balok Indikator : Menggunakan rumus nutuk menghitung volume kubus dan balok 1. Bubuk deterjen pembersih dijual dalam dua kemasan yakni ukuran besar ukuran standar yang masing-masing dijual dengan harga Rp. …………………………………………………………………. 9000. 20. Manakah yang lebih murah? Jawaban: • Memahami masalah Diketahui : ………………………………………………………………….00 dan Rp.00.

satuan volume.) = ………….. (tentukan letak panjang.. Lebar (….rupiah. Tinggi (…. Volume kemasan besar (Vb) = p x l x t = ……x……x…… = …………. Volume balok (…. dan tinggi pada gambar) Pada kemasan besar : Panjang(…. Lebar (…. Volume kemasan standar(Vs) = p x l x t = ……x……x…… = ………….) = ………….) = …………. Harga kemasan besar = Rp……..) = ………….satuan volume. b.)= p x l x t • Melaksanakan pemecahan masalah a. x Vb =…………. .149 Dapat digambarkan sebagai berikut : …………………….rupiah Harga kemasan standar =Rp……x Vs =………. lebar.) = …………..) = …………. Pada kemasan standar : Panjang(…. Tinggi (….

liter . …………………………………………………………………. Ditanya : …………………………………………………………………. …………………………………………………………………. • Merencanakan pemecahan masalah Dapat digambarkan sebagai berikut : ……………………. lebar dan tinggi berturut-turut 60 cm.. dan 50 cm.satuan volume. Jawaban: • Memahami masalah Diketahui : …………………………………………………………………. akuarium itu terisih penuh air.…. lebar. 45 cm.. (tentukan letak panjang.150 • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar 2... Jika 36 liter airnya dipindahkan ketempat lain. Jika 36 liter airnya dipindahkan. Sebuah akuarium mempunyai ukuran panjang. maka tinggi air dalam akuarium sekarang adalah. maka sisa air di akuarium sekarang adalah = Va .)= p x l x t • Melaksanakan pemecahan masalah Volume akuarium (Va) = p x l x t = ……x……x…… = …………. dan tinggi pada gambar) Volume balok (….

Air itu dikeluarkan melalui lubang pada tempat air tadi ke suatu tempat lain yang berukuran 60 cm x 40 cm x 6 cm a.jadi tinggi air dalam akuarium sekarang adalah : V pxlxt =……cm3 = ……cm3 ….. .. lebar 60 cm. ………………………………………………………………….cm3 t = ….x t = ……. Berapakah tinggi permukaan air pada tempat kedua? Jawaban: • Memahami masalah Diketahui : …………………………………………………………………. dan tinggi 160 cm. Ditanya : ………………………………………………………………….……cm3 =…………cm3 Volume air sekarang = …. Diketahui tempat air berukuran panjang 80 cm.cm3.cm • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar 3.satuan tinggi air sekarang =…. Jika permukaan air dalam tempat pertama turun 1 cm. maka berapakah volume air dalam tempat kedua? b.x…. ………………………………………………………………….151 = ……cm3.

dan tinggi pada gambar) Volume balok (….x….. tinggi air pada tempat kedua adalah…….satuan volume Volume air pada tempat kedua = volume air yang turun yaitu …. maka volume air yang turun adalah : Vair turun = p x l x t = …x…. t = ……satuan jadi. .. =……. lebar.)= p x l x t • Melaksanakan pemecahan masalah a.satuan volume.152 • Merencanakan pemecahan masalah Dapat digambarkan sebagai berikut : …………………….x….x….satuan volume Jika permukaan tempat air I turun 1 cm. b..Volume air I (V1) = p x l x t = ……x……x…… = …………. (tentukan letak panjang.x…..Tinggi air pada tempat kedua Vair turun = p x l x t (……) = ….

• Merencanakan pemecahan masalah Dapat digambarkan sebagai berikut : …………………….153 • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar 4. Hitunglah panjang modelnya! Jawaban: • Memahami masalah Diketahui : ………………………………………………………………….satuan volume. lebar. ………………………………………………………………….) dan volume model (…) = 8 : 1 Vb 8 = Vm 1 . Perbandingan volume batu bata (….)= p x l x t • Melaksanakan pemecahan masalah Volume batu bata (Vb) = p x l x t = ……x……x…… = …………. dan tinggi pada gambar) Volume balok (…. Sebuah batu bata berukuran 20 cm x 10 cm x 5 cm dibuat suatu model sehingga perbandingan volume batu bata dan modelnya 8 : 1.. (tentukan letak panjang. …………………………………………………………………. Ditanya : ………………………………………………………………….

154

Vm =

Vb 8

=……..satuan volume Maka volume model batu bata adalah …… satuan volume. • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar

155

Lampiran 7 KISI-KISI PRETES Mata Pelajaran Pokok Bahasan : Matematika : Bangun Datar

Sub Pokok Bahasan : Penerapan bangun datar dalam kehidupan nyata Kelas / Semester : IX / I IX SMP Negeri 1 LumbanJulu

Indikator kemampuan No. 1. Indikator Materi Siswa dapat melakukan proses pemecahan masalah dalam No.soal 1 2 3 4 pemecahan masalah 1 2 3 4 5 6 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

menyelesaikan soal penerapan bangun datar dalam kehidupan nyata.

Keterangan: • Indikator Pemecahan Masalah :  1: Menunjukan pemahaman, mengorganisasi data dan memilih informasi yang relevan dalam pemecahan masalah

156

 2:  3:  4:  5:  6:

Menyajikan masalah secara matematik dalam berbagai bentuk Memilih pendekatan dan metode pemecahan masalah secara tepat Mengembangkan strategi pemecahan masalah Membuat dan menafsirkan model matematika dari suatu masalah Menyelesaikan masalah yang tidak rutin

157

Lampiran 8 KISI-KISI TES KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH Mata Pelajaran Pokok Bahasan : Matematika : Kubus dan Balok

Sub Pokok Bahasan : Menghitung luas permukaan dan volume kubus dan balok Kelas / Semester : IX / I SMP Negeri 1 LumbanJulu

Indikator No. Indikator Materi No.soal kemampuan

1.

Siswa mampu mencari luas permukaan dan volume

TKPM I 1 4

pemecahan masalah TKPM II 1 2 3 4 5 6 √ √ √ √ √ √

kubus dan balok. 2. Siswa mampu mencari 2 3

3

√ √ √ √ √ √

panjang rusuk kubus dan balok. 3. Siswa dapat melakukan

√ √ √ √ √ √

-

1

√ √ √ √ √ √

proses pemecahan masalah dalam menyelesaikan soal penerapan kubus dalam √ melakukan 2 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

kehidupan nyata. 4. Siswa dapat

158

proses pemecahan masalah dalam menyelesaikan soal penerapan balok dalam

4

kehidupan nyata. √ √ √ √ √ √

√ √ √ √ √ Keterangan : • • • TKPM I : Tes Kemampun Pemecahan Masalah I TKPM II : Tes Kemampun Pemecahan Masalah II Indikator Pemecahan Masalah :  1: Menunjukan pemahaman, mengorganisasi data dan memilih informasi yang relevan dalam pemecahan masalah  2:  3:  4:  5:  6: Menyajikan masalah secara matematik dalam berbagai bentuk Memilih pendekatan dan metode pemecahan masalah secara tepat Mengembangkan strategi pemecahan masalah Membuat dan menafsirkan model matematika dari suatu masalah Menyelesaikan masalah yang tidak rutin

159

Lampiran 9 LEMBAR VALIDITAS SOAL PRETES Mata Pelajaran Pokok Bahasan : Matematika : Bangun Datar

Sub Pokok Bahasan : Penerapan bangun datar dalam kehidupan nyata Kelas / Semester : IX / I SMP Negeri 1 LumbanJulu

Kompetensi Indikator Materi Dasar Menghitung besaran pada bangun datar. 1. Siswa dapat melakukan proses pemecahan masalah dalam menyelesaikan soal penerapan bangun datar dalam kehidupan nyata. Saran : No soal 1 2 3 4 V

Validitas KV TV

................................................................................................................................... .................................................................................................................................... ……………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………

.160 Keterangan : V : Valid (dapat dilaksanakan) KV : Kurang Valid (dapat dilaksanakan dengan perbaikan) TV : Tidak Valid (tidak dapat dilaksanakan) Padangsidimpuan. Agustus 2008 Validator NIP.

Siswa mampu mencari luas permukaan dan volume kubus dan balok. Siswa dapat melakukan proses pemecahan masalah dalam menyelesaikan soal penerapan kubus dalam kehidupan nyata. Siswa dapat melakukan 2 → TKPM II 4 → TKPM II pemecahan masalah 1 → TKPM I 4 → TKPM I 3 → TKPM II 2 → TKPM I 3 → TKPM I 1 → TKPM II kemampuan V Validitas KV TV . 5. dan 4. 2. Siswa mampu mencari panjang rusuk kubus dan balok.161 Lampiran 10 LEMBAR VALIDITAS SOAL TES KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH Mata Pelajaran Pokok Bahasan : Matematika : Kubus dan Balok Sub Pokok Bahasan : Menghitung luas permukaan dan volume kubus dan balok Kelas / Semester : IX / I SMP Negeri 1 LumbanJulu Pada tes Kompetensi Indikator Materi Dasar Menghitung luas permukaan dan kubus balok volume 3.

.................................................................................................................................. Validator Agustus 2008 NIP.................162 proses pemecahan masalah dalam menyelesaikan soal penerapan balok dalam kehidupan nyata....................................................................... Keterangan : V : Valid (dapat dilaksanakan) KV : Kurang Valid (dapat dilaksanakan dengan perbaikan) TV : Tidak Valid (tidak dapat dilaksanakan) Padangsidimpuan.............................................. ........................................... .......................................... Saran : ....... ............................................

Dr. Yasifati Hia.163 Lampiran 11 HASIL VALIDASI PRETES Nomor Soal 1 2 3 4 I V V V V II V V KV V Validasi III V V V V IV V V V V HASIL VALIDASI TES KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH Nomor I Soal 1 2 3 4 V V V V TKPM I Validasi II III V KV KV V V V V V Nomo IV V V V V r Soal 1 2 3 4 I V V V V TKPM II Validasi II III V V V KV V V V V IV V V V V NAMA-NAMA VALIDATOR No. M.Si NIP 131851425 Pekerjaan Dosen Universitas Negeri Medan 2. M. D.Pd 131473061 Dosen Universitas Negeri Medan 3. Asmin. Siregar 130528943 Guru SMP Negeri 3 Padangsidimpuan .S. Hj. Nama 1.

Marpaung 130798287 Guru SMA Negeri 1 Padangsidimpuan . T.164 4.

tentukan banyaknya asbes yang dibutuhkan! 3. Hitunglah luas dinding tembok tersebut! . Tentukan banyak genteng yang dibutuhkan! 2. Bagian atap suatu rumah yang berbentuk persegi panjang memiliki ukuran 7 m x 5. 2. yaitu sebagai berikut: 1. dan mengintrepetasi gambar. Bagian atap suatu rumah yang berukuran 10 m x 8 m akan ditutup asbes yang berukuran 113 cm x 84 cm . mengubah soal menjadi model matematika(membuat model matematika).6 m. 3. • Kerjakan soal secara individu! SOAL! 1. Merencanakan pemecahan masalah : membuat pola / aturan pemecahan masalah. dapat berupa penggunaan variabel (mengubah variabel).165 Lampiran 12 TES MATEMATIKA(PRETES) Petunjuk : • Kerjakan soal di bawah ini dengan menggunakan langkah-langkah pemecahan masalah. Memahami masalah : tuliskan apa yang diketahui dan apa yang ditanya dari soal dengan lengkap. Gambar di bawah ditunjukkan dinding tembok suatu bangunan. Melaksanakan pemecahan masalah : mengerjakan penyelesaian masalah dengan lengkap dan benar. Atap rumah itu akan ditutup genteng yang berukuran 42 cm x 33 cm. a.

tentukan banyak bata yang diperlukan untuk dinding seluas itu! 3m D 8m 4. jika ukran bata yang terpasang dengan posisi panjang dan lebar yaitu C dengan ukuran 30 cm x 8 cm.5 m 1. Luas kayu. Luas kaca.6 m Pintu . 2m 1. Pada gambar di bawah diperlihatkan pintu dengan kaca.2 m b. 0. Kaca 0.9 m Tentukan : a.166 b.2 m A 4m B 4.

Memahami masalah : tuliskan apa yang diketahui dan apa yang ditanya dari soal dengan lengkap. dan mengintrepetasi gambar. 2. Merencanakan pemecahan masalah : membuat pola / aturan pemecahan masalah. mengubah soal menjadi model matematika(membuat model matematika). 3. yaitu sebagai berikut: 1. Melaksanakan pemecahan masalah : mengerjakan penyelesaian masalah dengan lengkap dan benar.167 Lampiran 13 TES KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH I Mata Pelajaran Pokok Bahasan : Matematika : Kubus dan Balok Sub Pokok Bahasan : Menghitung luas permukaan kubus dan balok Kelas / Semester Petunjuk : • Kerjakan soal di bawah ini dengan menggunakan langkah-langkah pemecahan masalah. • Kerjakan soal secara individu! : IX / I SMP Negeri 1 LumbanJulu . dapat berupa penggunaan variabel (mengubah variabel).

t : l = 2:5. Dan panjang rusuk baloknya 456 cm. panjang rusuknya mempunyai selisih 4 cm dan luas permukaannya mempunyai selisih 192 cm2.168 SOAL! 1. Dua buah kotak berbentuk kubus.00 tiap m2. Tentukan luas permukaan balok itu! 4. Panjang rusuk seluruhnya 60 m.000. berapa cm2 bahan kayu tripleks yang dibutuhkan untuk membuat bangun tersebut? 8 cm 8 cm 10 cm 2 cm 8 cm 12 cm 12 cm . Hitunglah harga bahan yang dibutuhkan! 2. Hitung panjang rusuk masing-masing kedua kubus tersebut! 3. 25. Jika p : l = 17:10. Suatu bak berbentuk balok dengan panjang. Suatu tempat pembuangan sampah berbentuk balok ABCD. lebar dan tinggi suatu balok berturut-turut dinyatakan dengan p. dan t. Dari gambar bangun di bawah ini. l. BC = (x + 2) m. Jika balok tersebut akan dibuat dari bahan kayu triplek yang harganya Rp.EFGH dengan AB = (2x + 3) m. dan CG = 2x m.

yaitu sebagai berikut: 1. Memahami masalah : tuliskan apa yang diketahui dan apa yang ditanya dari soal dengan lengkap. mengubah soal menjadi model matematika(membuat model matematika). 2. Melaksanakan pemecahan masalah : mengerjakan penyelesaian masalah dengan lengkap dan benar. dapat berupa penggunaan variabel (mengubah variabel).169 Lampiran 14 TES KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH II Mata Pelajaran Pokok Bahasan : Matematika : Kubus dan Balok Sub Pokok Bahasan : Menghitung volume kubus dan balok Kelas / Semester Petunjuk : • Kerjakan soal di bawah ini dengan menggunakan langkah-langkah pemecahan masalah. Merencanakan pemecahan masalah : membuat pola / aturan pemecahan masalah. dan mengintrepetasi gambar. • Kerjakan soal secara individu! : IX / I SMP Negeri 1 LumbanJulu . 3.

Air yang tertumpah c. hitunglah harga bahannya! 2.728 m3. Jika kubus itu dibuat dari bahan baja anti karat yang harganya Rp. Tentukan volume kayu yang digunakan untuk membuat kotak terbuka. lebar 46 cm. Ke dalam bak tersebut dimasukan suatu benda balok berukuran 8 cm x 12 cm x 60 cm. Tentukanlah: b. .000.170 SOAL! 1. dan kedalaman 18 cm. yang berbentuk balok.00 tiap m2. sehingga air dalam bak tertumpah. dengan menentukan panjang rusuk dan luas permukaannya. dengan ketebalan 2 cm. Sisa kawat! 3. Bak penuh air dengan volume 432 liter. Rancanglah suatu tempat penampungan air berbentuk kubus yang mempunyai volume 1. jika diketahui ukuran bagian dalam kotak adalah panjang 54 cm. Suatu bak penampung air berbentuk kotak dengan kerangka kawat dimana luas alas 5400 cm2. 30.

Tentukan massa baja tersebut! 12.860 kg/m3. Sebuah baja berbentuk bangun seperi di bawah ini.5 cm 5cm 20 cm 5 cm 30 cm 10 m . Jika massa jenis baja 7.171 4.

172

Lampiran 15 ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH PRETES • Memahami masalah

1. Diketahui : ukuran atap ⇒ panjang = 7 m lebar = 5,6 m ukuran genteng ⇒ panjang = 42 cm lebar = 33 cm Ditanya : banyak genteng yang dibutuhkan?

Penyelesaian : • Merencanakan pemecahan masalah Atap Genteng p = 7 m , l = 5,6 m p = 42 cm , l = 33 cm

Luas persegi = p x l • menyelesaikan masalah

 Luas atap = p x l = 7 m x 5,6 m = 39,2 m2 = 392.000 cm2  Luas sebuah genteng = p x l = 42 cm x 33 cm = 1.386 cm2

173

Banyak genteng yang harus disediakan = luas sebuah genteng
392.000 cm 2 = 1.386 cm 2

luas atap

= 282,8

≈ 283 buah
• Dapat menyimpulkan hasil jawaban dari masalah

Jadi, banyaknya genteng yang harus disediakan adalah 283 buah • Memahami masalah

2. Diketahui : ukuran atap ⇒ panjang = 10 m lebar = 8 m ukuran asbes ⇒ panjang = 113 cm lebar = 84 cm Ditanya : banyak asbes yang dibutuhkan?

Penyelesaian : • Merencanakan Atap Asbes p = 10 m , l = 8 m p = 113 cm , l = 84 cm

Luas persegi = p x l • Menyelesaikan masalah

 Luas atap = p x l = 10 m x 8 m = 80 m2 = 800.000 cm2

174

 Luas sebuah asbes

=pxl = 113 cm x 84 cm = 9492 cm2

Banyak asbes yang harus disediakan = luas sebuah asbes =
800.000 cm 2 9492 cm 2

luas atap

= 84,28 buah

≈ 84 buah
• Dapat menyimpulkan hasil jawaban dari masalah

Jadi, banyaknya asbes yang harus disediakan adalah 84 buah. • Memahami masalah : t. tembok I (t1) = 4,5 m t.tembok II (t2) = 3 m lebar tembok (l) =4 m panjang jendela (p) = 1,2 m lebar jendela (l) = 0,8 m Ditanya : a. Luas dinding tembok=…….? b. Banyak bata yang diperlukan jika ukuran bata 30 cm x 8 cm =………? Penyelesaian : • Merencanakan Tembok Jendela t1 = 4,5 m, t2 = 3 m, l =4 m p = 1,2 m, l = 0,8 m

3. Diketahui

2 x 0.96 m 2 240 cm 2 29.400 cm 2 240 cm 2 = = = 1210 buah .8 m = 0.5 m + 3 m) x ½.175 Luas trapesium : ½ jumlah dua sisi sejajar x tinggi Luas persegi = p x l • Menyelesaikan masalah a. Luas tembok = Luas trapesium = jumlah dua sisi sejajar x 1/2 tinggi = (t1 + t2) x ½.4 = 15 m2 b.96 m2 Maka.l = (4. Luas bata = p x l = 30 cm x 8 cm = 240 cm2 Luas jendela = p x l = 1. banyak bata yang diperlukan = luas tembok − luas jendela luas sebuah bata = 15 m 2 − 0.04 m 2 240 cm 2 290.

Luas kaca = p x l = 1. jumlah bata yang dibutuhkan adalah 1210 buah • Memahami masalah : seperti gambar ukuran pintu ⇒ panjang = 2 m lebar = 0. Luas tembok adalah 30 m2 b.9 m p = 1.2 m lebar =0. Diketahui Ditanya : a. Luas kaca b.2 m.9 m ukuran kaca ⇒ panjang = 1. Luas kayu Penyelesaian : • Merencanakan Pintu Kaca p = 2 m. a.72 m2 . l = 0.6 m Luas persegi = p x l • Menyelesaikan masalah a.176 • Dapat menyimpulkan hasil jawaban dari masalah Jadi.6 m 4.6 m = 0. l = 0.2 m x 0.

a.72 m2 = 1.0.08 m2 • Dapat menyimpulkan hasil jawaban dari masalah Jadi. Luas kayu adalah 1.8 m2 . Luas kaca adalah 0. Luas kayu = Luas pintu – Luas kaca =1.9 m = 1. Luas pintu = p x l = 2 m x 0.08 m2 .72 m2 b.177 b.8 m2 Maka.

EFGH AB = (2x + 3) m BC = (x + 2) m CG = 2x m Panjang rusuk seluruhnya = 60 m Harga bahan = Rp. 25.00/ m2 Ditanya : harga bahan yang dibutuhkan untuk membuat balok tersebut =.000.? H G F D A B C Penyelesaian : E • Menyusun prosedur/membuat pola /aturan Dari gambar di atas Panjang balok : AB = CD = GH = EF = 4 AB Lebar balok : BC = AD = EH = FG = 4 BC Tinggi balok : AE = BF = CG = DH = 4 CG ..178 Lampiran 16 ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH TES KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH I • Memahami masalah 1... Diketahui : Balok ABCD.

20 m 20x m = 40 m x x = 40m 20m =2m Sehingga diperoleh : Panjang balok = (2x + 3) m = (2.2 m = 4 meter Luas balok = 2 (p.l + l.4) = 2 (28 + 16 + 28) = 2 ( 72 ) = 144 m2 . • Menyelesaikan masalah Panjang seluruh rusuk balok = 4 AB +4 BC + 4 CG 60 m = 4 (2x + 3) m+ 4 (x + 2) m + 4(2x) m 60 m = (8x + 12 + 4x + 8 + 8x) m 60 m = (20x + 20) m 20x m = 60 m.t) = 2 (7.179 Maka . t + p.4 + 7.4 + 4.2 + 3) m = 7 m Lebar balok = (x + 2) m = (2 + 2) m = 4 meter Tinggi balok = 2x m = 2.

r2 ) = 192 .000 : Rp.L2 = 192 cm2 Ditanya : r1 dan r2 = ……..L2 = 192 cm2 L1 = 192 cm2 + L2 Maka. • Meneyelesaikan masalah L1 = 192 cm2 + L2 6 r12 = 192 + 6 r22 6 r12 . Diketahui : dua buah kubus r1 .? Penyelesaian : • Membuat pola  r1 .r2 = 4 L1 .r2 = 4 r1 = 4 + r2  L1 .000.180 Maka harga bahan yang dibutuhkan adalah : luas balok x harga tiap meter :144 m2 x Rp. 3.6 r22 = 192 6 ( r12 .00 • Memahami masalah 2.r22 ) = 192 6{( r1 + r2 )( r1 .25.600.

maka r1 = 4 + r2 =4+2 =6 • Menyimpulkan hasil jawaban dari masalah Maka diperoleh : Panjang rusuk kotak I adalah 6 cm Panjang rusuk kotak II adalah 2 cm • 2.r2 ) 6{(4 + 2 r2 )(4)} = 192 6 ( 16 + 8 r2 ) = 192 =192 96 + 48 r2 = 192 48 r2 = 192 – 96 48 r2 = 96 r2 = 96 48 =2 r2 = 2. Memahami masalah Diketahui : Suatu bak berbentuk balok dengan: Panjang = p Lebar =l Tinggi = t .181 Karena. r1 = 4 + r2 Sehingga di peroleh : 6{(4 + r2 + r2 )(4 + r2 .

5 cm .182 Panjang rusuk : 465cm Ditanya: Luas Permukaan Balok (L): ….? Penyelesaian: • Menyusun Prosedur.  p : l = 17 : 10 →  → • Meneyelesaikan masalah Panjang rusuk = 465 cm 4p + 4l + 4t = 465cm 68l + 40l +16l = 4650cm 124l = 4650 cm l = 37.

dan tinggi = 2 cm Ditanya : luas bangun tersebut =………. 15) + (37.5) = 2(3909.lebar = 2 cm. dan tinggi = 2 cm Bangun II (baian tengah) ⇒ panjang = 8 cm.75. dan tinggi = 8 cm Bangun III(bagian bawah) ⇒ panjang = 12 cm.lebar = 8 cm.625 + 956.183 = 63.375) =7818.lebar = 8 cm. 15)} = 2(2390.25 + 562.75cm = 15 cm Maka luas permukaan bak = 2(pl + pt + lt) = 2{(63.75 cm2 • 3.75.5) + (63. Memahami masalah Diketahui : Bangun seperti gambar Bangun I (bagian atas) ⇒ panjang = 8 cm.5 . 37.75cm2 Jadi luas permuaan bak adalah 7818.? .

t) = 2 (8 . 8 + 2 . t + l . t) = 2 (8 . l + p . t) = 2 (12 . t + l . 2 + 8. 8 + 8. t + l . 8 + 12 . l + p . 2 + 8 . l + p . luas bangun tersebut adalah 656 cm2 Luas bangun I (L I) . 2 + 8 . 8) = 2 (16 + 64 + 16) = 192 cm2 Luas bangun III (LIII) = 2 (p .184 Penyelesaian : • Menyusun prosedur/membuat pola /aturan Luas bangun = L I + L II + L III • Meneyelesaikan masalah = 2 (p . 2) = 2 (64 + 16 + 16) = 2 (96) = 192 cm2 Luas bangun II (L II) = 2 (p . 2) = 2 (96 + 24 +16) = 2 (136) = 272 cm2 Sehinggan diperoleh : Luas bangun = L I + L II + L III = 192 cm2 + 192 cm2 + 272 cm2 = 656 cm2 • Menyimpulkan hasil jawaban dari masalah Jadi.

44) = 8.200.2 meter Maka.000.259.2 meter panjang rusuk kubus = 1.64 m2 Harga bahan = L.00 = 8.30.2 )2 = 6 (1.00 tiap m2 Ditanya : harga bahan seluruhnua = ………? Penyelesaian : • Menyusun prosedur/membuat pola /aturan V = s3 1.00 • Menyimpulkan hasil jawaban dari masalah .64 x Rp.000.185 Lampiran 17 ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH TES KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH II • Memahami masalah 1. Luas kubus = 6 s2 = 6 (1.30. kubus x Rp.728 m3 Harga bahan = Rp.00 = Rp. Diketahui : tempat penampungan air berbentuk kubus V = 1. 30.728 m3) 1.728 m 3 = 1.000.728 m3 = s3 s s = 3 (karena V = 1.

76 liter Banyak air yang tertumpah = volume balok = 5.186 Jadi harga bahan yang dibutuhkan untuk tempat penampungan air tersebut adalah Rp.200. banyak air yang tertumpah b.00 2.76 liter b. Diketahui : bak berbentuk kotak L = 5400 cm2 V = 432liter Benda balok ⇒ p = 8 cm l = 12 cm t = 60 cm Ditanya : a.Volume balok(V b ) ⇒ V k = 432 liter( dik ) .259.240 cm3 a. sisa kawat Penyelesaian : • Menyusun prosedur/membuat pola /aturan =pxlxt = 8 cm x 12 cm x 60 cm = 5760 cm3 V b = 5760 cm3 = 5.24 liter = 426. Perubahan volume =Vk -Vb = 432 liter– 5.76 liter = 426.76 dm3 = 5.

= (54 × 46 × 18) cm3 = 44. a. = (46 + 2 + 2) cm = 50 cm. = (58 × 50 × 20) cm3 = 58... banyak air yang tertumpah adalah 426.? Penyelesaian : • Menyusun prosedur/membuat pola /aturan dan menyelesaikan masalah = (54 + 2 + 2) cm = 58 cm...000 cm3.24 liter Maka tinggi airnya = luas kotak x tinggi 426..24 liter b. Diketahui : Ketebalan kayu = 2 cm Bagian dalam kotak panjang = 54 cm Lebar = 46 cm Tinggi = 18 cm Ditanya : Volume kayu = .. Panjang luar Lebar luar Tinggi luar Volume luar Volume dalam • Menyimpulkan hasil jawaban dari masalah .240 cm3 = 5400 cm2 x t t t 426.. sisa panjang kawat adalah 79 cm 3..187 Volume air sekarang = 426. = (18 + 2) cm = 20 cm.712 cm3..9 cm ≈ 79 cm • Menyimpulkan hasil jawaban dari masalah Jadi.240 cm 3 = 5400 cm 2 = 78.

dan tinggi = 5cm Bangun II (baian tengah) ⇒ panjang = 10 m.05 m = 0.860 kg/m3 Ditanya : massa baja balok = ………? Penyelesaian : • Menyusun prosedur/membuat pola /aturan dan menyelesaikan masalah Volume baja (V) = V I + V II + V III  Volume I (bagian atas) = p x l x t = 10 m x 30 cm x 5 cm = 10 m x 0.288 cm 3 4.15 m3  Volume II (bagian tengah) = p x l x t = 10 m x 5 cm x 20 cm = 10 m x 0.lebar = 5 cm.712) cm3= 13.05 m x 0. volume kayu yang digunakan = (58.188 Jadi. dan tinggi = 5 cm Massa jenis baja = 7.000 – 44.3 m x 0.1 m3 .lebar = 30 cm. Diketahui : baja balok Bangun I (bagian atas) ⇒ panjang = 10 m.2 m = 0.lebar = 30 cm. dan tinggi = 20 cm Bangun III(bagian bawah) ⇒ panjang = 10 m.

V = 7.189  Volume III (bagian bawah) = p x l x t = 10 m x 30 cm x 5 cm = 10 m x 0.15 m3 Volome baja balok = V I + V II + V III = 0. 0.3 m x 0.15 m3 = 0.4 m3 = 3144 kg • Menyimpulkan hasil jawaban dari masalah Jadi.05 m = 0.15 m3 + 0. massa baja balok adalah 3144 kg .1 m3 + 0.4 m3 ρ= m V ⇒ m = ρ.860 kg/m3 .

membuat pola / aturan • Menyelesaikan masalah : menjalankan prosedur yang 2 0 2 telah dibuat • Tidak menuliskan apa-apa / Tidak respon • Memahami masalah : menuliskan apa yang diketahui. ditanya. ditanya. menyatakan kembali masalah asli dalam bentuk 3 yang operasional 5 • Merencanakan pemecahan masalah : menyusun prosedur penyelesaian. ditanya. menyatakan kembali masalah asli dalam bentuk yang operasional 3 • Merencanakan pemecahan masalah : menyusun prosedur penyelesaian. menyatakan kembali masalah asli dalam bentuk yang operasional 4 • Merencanakan pemecahan masalah : menyusun . membuat pola / aturan • Menyelesaikan masalah : menjalankan prosedur yang 5 3 0 2 telah dibuat • Tidak menuliskan apa-apa / Tidak respon • Memahami masalah : menuliskan apa yang diketahui.190 Lampiran 18 Pedoman Penskoran Nilai Tes Matematika Soal 1 Skor 0 2 Kriteria • Tidak menuliskan apa-apa / Tidak respon • Memahami masalah : menuliskan apa yang diketahui.

191 9 prosedur penyelesaian. ditanya. menyatakan kembali masalah asli dalam bentuk yang operasional 4 • Merencanakan pemecahan masalah : menyusun prosedur penyelesaian. membuat pola / aturan 9 • Menyelesaikan masalah : menjalankan prosedur yang telah dibuat . membuat pola / aturan • Menyelesaikan masalah : menjalankan prosedur yang telah dibuat 4 0 2 • Tidak menuliskan apa-apa / Tidak respon • Memahami masalah : menuliskan apa yang diketahui.

Langkah-langkah pemecahan masalah 1.5 3 5 2 3 9x4 2. • Menuliskan hasilnya saja dan benar. menuliskan .192 Rincian keterangan pedoman penskoran pada langkah-langkah pemecahan masalah No. • Tidak menuliskan apa yang ditanya. • Tidak menuliskan rencana pemecahan masalah.5 3x4 Atau 4x4 0 4 0 1 0.5 Total Skor 2. • Menuliskan apa yang ditanya tetapi tidak lengkap.5 2x4 Skor 1 0. • Menuliskan rencana pemecahan masalah dengan 3 lengkap. • Salah merencanakan pemecahan masalah. • Menuliskan aturan penyelesaian tidak tuntas tetapi hasilnya benar. • Menuliskan aturan penyelesaian dengan benar. • Menuliskan apa yang diketahui dengan benar • Menuliskan apa yang diketahui tetapi tidak lengkap. • Menuliskan apa yang ditanya dengan benar. • Menuliskan rencana pemecahan masalah tetapi 2 tidak lengkap. • Tidak menuliskan apa yang diketahui. 3. • Menuliskan aturan penyelesaian dengan tuntas 4 tetapi hasilnya salah. 1 0 5 1 0 9 5x4 Atau 7.

• Menuliskan hasilnya tetapi salah. • Tidak menuliskan penyelesaian masalah.5 0 . 1 0 1.193 aturan penyelesaian tidak tuntas dan hasilnya salah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful