1

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Matematika merupakan bidang studi yang dipelajari oleh semua siswa dari SD hingga SMA dan bahkan juga di Perguruan Tinggi. Ada banyak alasan tentang perlunya siswa belajar matematika. Menurut Cornelius dalam Abdurrahman (2003:253) mengemukakan : Lima alasan perlunya belajar matematika karena matematika merupakan (1) sarana berpikir yang jelas dan logis, (2) sarana untuk memecahkan masalah kehidupan sehari-hari, (3) sarana mengenal pola-pola hubungan dan generalisasi pengalaman, (4) sarana untuk mengembangkan kreativitas, dan (5) sarana untuk meningkatkan kesadaran terhadap perkembangan budaya. Pemerintah selalu melakukan penyempurnaan kurikulum untuk

meningkatkan mutu pendidikan. Berdasarkan sumber (http://www.prayudi. wordpress.com) menyatakan : Di antara hasil terbaru penyempurnaan tersebut adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Salah satu kelebihan dari kurikulum terbaru ini adalah dinyatakannya pemecahan masalah (problem solving), penalaran (reasoning), komunikasi (communication), dan menghargai kegunaan matematika sebagai tujuan pembelajaran matematika SD, SMP, SMA, dan SMK disamping tujuan yang berkaitan dengan pemahaman konsep yang sudah dikenal guru. Sedangkan berdasarkan hasil belajar matematika, Lerner dalam

Abdurrahman (2003:253) mengemukakan bahwa : “ kurikulum bidang studi matematika hendaknya mencakup tiga elemen, (1) konsep, (2) keterampilan, dan (3) pemecahan masalah”.

1

2

Dari kedua pernyataan di atas, salah satu aspek yang ditekankan dalam kurikulum adalah meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa. Pemecahan masalah merupakan bagian dari kurikulum matematika yang sangat penting karena dalam proses pembelajaran maupun penyelesaiannya, siswa dimungkinkan memperoleh pengalaman menggunakan pengetahuan serta keterampilan yang sudah dimiliki untuk diterapkan pada pemecahan masalah yang bersifat tidak rutin. Suryadi, dkk (dalam Suherman, Erman, dkk UPI, 2003: 83) dalam surveinya tentang current situation on mathematics and science education in Bandung yang disponsori oleh JICA, menyatakan penemuan bahwa :“pemecahan masalah matematika merupakan salah satu kegiatan matematika yang dianggap penting baik oleh para guru maupun siswa di semua tingkatan mulai dari SD sampai SMU”. Namun hal tersebut dianggap bagian yang paling sulit dalam mempelajarinya maupun bagi guru dalam mengajarkannya. Suatu masalah biasanya memuat suatu situasi yang mendorong seseorang untuk menyelesaikannya, akan tetapi tidak tahu secara langsung apa yang harus dikerjakan untuk menyelesaikannya. Sesuai dengan yang dikatakan oleh seorang guru matematika SMP Negeri 1 Lumbanjulu, Ibu L.Simungkalit mengatakan bahwa : Siswa kurang mampu dalam memecahkan masalah pada pokok bahasan kubus dan balok, ini terjadi karena tingkat konsentrasi siswa yang tidak maksimal, yang mungkin disebabkan karena metode yang digunakan tidak cocok atau metode sebelumnya tidak membuat siswa termotivasi sehingga kebanyakan siswa kurang mampu memecahkan masalah yang berhubungan dengan materi tersebut.

3

Dari hasil survei peneliti (tanggal 3 Agustus 2012) berupa pemberian tes diagnostik kepada 36 siswa kelas IX SMP Negeri 1 Lumbanjulu menunjukkan bahwa 86,7% dari 36 siswa kesulitan mengerjakan soal penerapan rumus-rumus Kubus dan Balok, 67,1% dari 36 siswa kesulitan mengerjakan soal cerita bentuk aplikasi rumus Kubus dan Balok yang terkait dunia nyata dan 78,9% dari 36 siswa kesulitan dalam menyelesaikan soal dalam bentuk pemecahan masalah terkait dunia nyata. Dari beberapa uraian di atas penulis dapat simpulkan banyak siswa yang tidak mampu menyelesaikan soal dikarenakan proses pembelajaran yang kurang bermakna sehingga menyebabkan rendahnya kemampuan siswa memecahkan masalah. Dengan demikian, tugas guru bukan sekedar mengajarkan ilmu semata kepada siswa, tetapi membantu siswa belajar. Tekanan pembelajarannya harus pada aktivitas siswa untuk belajar, aktif secara mental maupun fisis. Tugas guru adalah memfasilitasi siswa dalam belajar. Menurut Suparno dkk (2002) menyatakan bahwa :“dalam pembelajaran yang bermakna perlu ada dua aktivitas, yakni aktif dalam kegiatan berpikir dan aktif dalam berbuat”. Artinya, perbuatan nyata siswa dalam pembelajaran merupakan hasil keterlibatan berpikir siswa terhadap obyek belajar dan pengalaman hasil perbuatan siswa itu sendiri, untuk diolah dalam kerangka berpikir dan pengetahuan yang dimilikinya. Salah satu cara yang dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa adalah dengan penerapan teori vygotsky. Teori vygotsky lebih menekankan pada kemampuan siswa memecahkan masalah dengan menerapkan empat prinsip dalam proses pembelajarannya, yaitu sosiokultural, konsep zone of proximal

siswa akan lebih mudah. dan mandiri menyelesaikan masalah yang dihadapinya. Penguasaan guru terhadap berbagai pendekatan pembelajaran belum optimal. Siswa kurang mampu menerapkan konsep dalam memecahkan masalah matematika. dan perkembangan mental berangkat dari bidang sosial ke bidang individu. tingkat kemampuan pemecahan masalah siswa akan semakin baik. Berdasarkan penjelasan tersebut di atas. 2. .4 development. Hasil belajar matematika siswa masih rendah. 5. beberapa masalah dapat diidentifikasi sebagai berikut : 1. Kemampuan siswa dalam memecahkan masalah masih rendah. Sehingga dengan menerapkan cara tersebut. Mereka juga mampu memotivasi diri sendiri dalam mengkonstruksi pengetahuan dan berusaha mencapai tujuan yang sudah direncanakan terlebih dahulu. maka peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian dengan mengangkat judul : “Penerapan Teori Vygotsky untuk Meningkatkan Pemecahan Masalah Pada Materi Geometri di Kelas IX SMP Negeri 1 Lumban Julu Tahun Ajaran 2012/2013”.2. 4. 1. scaffolding. Dengan demikian. cepat. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas. Minat belajar siswa masih rendah 3.

Masalah yang akan dikaji dalam penelitian ini terbatas pada menganalisis kendala yang dialami siswa kelas IX SMP Negeri 1 Lumbanjulu dalam memecahkan masalah dan upaya penanggulangan kesulitan siswa melalui penerapan teori vygotsky sehingga hasil belajar siswa memecahkan masalah pada pokok bahasan “kubus dan balok” dapat ditingkatkan. Bagaimana tingkat kemampuan siswa memecahkan masalah dengan menerapkan teori vygotsky pada pokok bahasan “kubus dan balok”? 2. maka penulis merasa perlu memberikan batasan terhadap masalah yang akan dikaji agar analisis hasil penelitian ini dapat dilakukan dengan lebih mendalam dan terarah. 1. maka yang menjadi fokus permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut : 1. Rumusan Masalah Berdasarkan batasan masalah di atas.3. Apakah dengan penerapan teori vygotsky meningkatkan kemampuan siswa memecahkan masalah pada pokok bahasan “kubus dan balok”? 1. Tujuan Penelitian Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjawab pokok permasalahan di atas adalah : . Apakah dengan penerapan teori vygosky meningkatkan minat siswa memecahkan masalah pada pokok bahasan “kubus dan balok’’? 3.4.5.5 1. Pembatasan Masalah Melihat luasnya cakupan masalah-masalah yang teridentifikasi dibandingkan waktu dan kemampuan yang dimiliki penulis.

Mengetahui kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematika dengan menerapkan teori vygotsky dapat meningkat. . diantaranya yakni: 1. Bagi guru/calon guru yaitu sebagai informasi mengenai hasil belajar siswa dalam memecahkan masalah yang diajar dengan menerapkan teori vygotsky pada pokok bahasan kubus dan balok. Mengetahui minat siswa dalam memecahkan masalah metematika dengan menerapkan teori vygotsky dapat meningkat. Bahan informasi bagi penelitian sejenis. 2. 3. Manfaat Penelitian Setelah penelitian ini selesai diharapkan dapat bermanfaat bagi semua kalangan. khususnya dalam proses belajar mengajar matematika di dalam kelas. 1. Bagi peneliti yaitu hasil dan perangkat penelitian ini dapat dijadikan pertimbangan untuk menerapkan teori belajar Vygotsky pada pokok bahasan kubus dan balok maupun pokok bahasan yang lain dan dapat dikembangkan untuk penelitian selanjutnya. 3. Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi peningkatan mutu pendidikan.6.6 1. Menentukan tingkat pencapaian kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dengan menerapkan teori belajar vygotsky pada pokok bahasan kubus dan balok. 2. 4.

. Bagi orangtua. 6. Bagi pimpinan sekolah yaitu bisa menjadi bahan pertimbangan kepada tenaga edukatif untuk menerapkan teori belajar Vygotsky dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut. diharapkan bisa menjadi bahan pertimbangan untuk dapat membantu siswa dalam membantu proses belajarnya di rumah.7 5.

Fakta Contoh fakta ialah angka/lambang bilangan.Dalam teori belajar Robert M. 6 . Obyek langsung adalah antara lain : 1.1. obyek langsung dan obyek tak langsung”.8 BAB II KAJIAN PUSTAKA 2. sudut. Belajar Mengajar Matematika Belajar marupakan kegiatan setiap orang. bersikap positif terhadap matematika dan mengerti bagaimana seharusnya belajar. Seseorang dikatakan belajar bila dapat diasumsikan dalam diri orang itu terjadi suatu proses kegiatan yang mengakibatkan perubahan tingkah laku. sehingga siswa dapat mengaitkan informasi baru dengan struktur kognitif yang dimiliki. simbol dan notasi. dll).Gagne (dalam Asrin 2006:13) mengatakan bahwa :” dalam belajar ada dua obyek yang dapat diperoleh siswa.1. bekerja.1 Tinjauan Toeritis 2. Obyek tak langsung antara lain : kemampuan menyelidiki dan memecahkan masalah. ruas garis. Belajar dikatakan bermakna bila informasi yang akan dipelajari siswa sesuai dengan struktur kognitif yang dimiliki. mandiri(belajar. Kegiatan atau usaha untuk mencapai perubahan tingkah laku sendiri merupakan hasil belajar.

membagi bilangan dengan pecahan. Dari sini terlihat bahwa belajar matematika itu merupakan proses membangun atau mengkonstruksi .9 2. menjumlahkan pecahan dan sebagainya. dan teori. Seseorang akan lebih mudah mempelajari sesuatu bila belajar itu didasari pada apa yang telah diketahui orang. Keterampilan Keterampilan adalah kemampuan memberikan jawaban yang benar dan cepat. Karena itu untuk mempelajari suatu materi yang baru. 4. 3. Aturan (Prinsip) Aturan ialah obyek yang paling abstrak. pengalaman belajar yang lalu akan mempengaruhi proses belajar materi selanjutnya. dalil. Dalam proses belajar mengajar matematika terjadi proses berpikir. Konsep Konsep merupakan ide abstrak yang memungkinkan kita mengelompokkan benda-benda (obyek) ke dalam contoh. yang dapat berupa sifat. kemudian dapat disusun kesimpulan. Misalnya melakukan pembagian cara cepat. Karena matematika merupakan ide-ide yang abstrak yang diberi simbol-simbol maka konsep-konsep matematika harus dipahami lebih dahulu sebelum memanipulasi simbol-simbol itu. seseorang dapat menyusun hubungan-hubungan antar bagian-bagian informasi sebagai pengertian. Sehingga dalam berpikir. Seseorang dikatakan berpikir apabila melakukan kegiatan mental dan orang yang belajar matematika selalu melakukan kegiatan mental.

10 konsep-konsep dan prinsip-prinsiptidak sekedar penghafalan yang terkesan pasif dan statis. Dua komponen penting dari pembelajaran dan pengajaran matematika yaitu membantu siswa untuk mengembangkan pemahaman/pengertian hubungan dan untuk mengkonstruksi /membangun pengetahuan dan konsep matematika. siswa sebagai subyek akan dapat memahami matematika. Transfer belajar matematika dapat dilihat dari kemampuan seseorang menfungsionalkan materi matematika yang dipelajari. Tujuan belajar matematika ditinjau dari segi kognitif adalah terjadinya transfer belajar. Tujuan mengajar adalah agar pengetahuan yang disampaikan itu dapat dipahami peserta didik. Menurut Herman Hudoyo (2001:32) bahwa:”tujuan belajar matematika secara konseptual dimaksudkan dapat mmecahkan masalah dalam matematika dan mempelajari matematika lebih lanjut. seperti masalah yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Dalam proses itu juga melibatkan bagaimana bentuk mengajarnya. Akan tetapi belajar itu harus aktif dan dinamis. selanjutnya dapat mengaplikasikan pada situasi yang baru. baik secara konseptual maupun secara praktis. . Mengajar adalah suatu kegiatan dimana pengajar menyampaikan pengetahuan atau pengalaman yang dimiliki kepada peserta didik. apabila hasil belajar peserta didik juga baik. Sedangkan secara praktis dimaksudkan menerapkan pengertahuan pada bidang lainnya”. Apabila terjadi proses belajar mengajar itu baik. sehingga mengajar bisa dikatakan baik. Belajar matematika pada dasarnya merupakan proses yang diarahkan pada suatu tujuan. Dengan demikian. maka dapat diharapkan bahwa hasil peserta didik akan baik pula.

ditinjau dari hakekat matematika dan segi psikologinya. Seorang guru sangat penting mempersiapkan suatu cara yang cocok mengajarkan suatu materi. sarana dan prasarana pendukung dan sebagainya. Apabila guru ingin mengajarkan matematika kepada peserta didik dengan baik dan berhasil maka yang pertama kali guru menetapkan tujuan pembelajaran dan pendekatan apa yang tepat digunakan untuk mencapai tujuan tersebut. misalnya karakteristik siswanya. Siswa akan aktif dalam proses pembelajaran apabila guru mengetahui pengetahuan yang dimiliki siswa. guru matematika haruslah mempertimbangkan perkembangan intelektual serta kemampuan dan kesiapan siswa tersebut dalam belajar. Menurut Hudoyo (1988:123) menyatakan bahwa : Metode mengajar matematika adalah suatu cara atau teknik mmatematika yang disusun secara sistematika dan logika. Pernyataan di atas dapat dimaknai bahwa pertimbangan guru memilih suatu metode mengajar matematika adalah guru harus mengenal karakteristik matematika tersebut dan psikologi pembelajarannya. Kata cocok dapat dilihat dari berbagai segi. ada dua hal yang harus dilakukan yaitu guru harus menguasai materi yang akan diajarkannya dan memikirkan bagaimana cara menyampaikannya dengan baik. guru harus membawakan matematika ke dalam kehidupan nyata siswa. Pengajaran harus berorientasi terhadap tujuan yang akan dicapai. .11 Seorang guru sebelum terjun di depan kelas membawakan suatu bahan pengajaran. karakteristik bahan ajar matematika.dari segi psikologi ini.

Kesulitan Belajar Matematika Pada kenyataanya. Siswa lupa nama singkatan suatu obyek Misalnya siswa lupa memangkatkan suatu bilangan dengan pangkat dua. Hal ini disebabkan antara lain: a. faktor pedagogik.1. faktor sosial. Kesulitan belajar siswa dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Selain itu. tetapi belum menguasainya mungkin karena lupa sebagian atau seluruhnya. Mungkin pula konsep yang dikuasai kurang cermat. tampaklah bahwa pada umumnya sebab kesulitan tersebut antara lain: . dalam proses belajar mengajar masih dijumpai bahwa siswa mengalami kesulitan belajar. Kesulitan dalam belajar dan menggunakan prinsip Jika kesulitan siswa dalam menggunakan prinsip kita analisa. terdapat pula kesulitan khusus dalam belajar matematika seperti: 1. Kenyataan inilah yang harus segera ditangani dan dipecahkan.2. Kesulitan dalam menggunakan konsep Dalam hal ini dipandang bahwa siswa telah memperoleh pengajaran sautu konsep. Misalkan siswa yang mampu menyatakan istilah kuadrat dan kali dua dan mereka menganggap sama. Kesulitan belajar merupakan suatu kondisi dalam proses belajar mengajar yang ditandai dengan hambatan-hambatan tertentu dalam mencapai hasil belajar yang diharapkan. Siswa kurang mampu menyatakan arti istilah dalam konsep. baik faktor internal maupun faktor eksternal seperti: fisiologi.12 2. b. 2.

Siswa tidak mempunyai konsep yang dapat digunakan untuk mengembangkan prinsip sebagai butir pengetahuan yang perlu. c. Kesulitan memecahkan soal berbentuk verbal.ana siswa dengan situasi yang diceritakan dalam soal. Tidak mengerti apa yang dibaca. Beberapa sebab siswa sulit memecahkan soal berbentuk verbal. biasanya dalam bentuk persamaan serta kesesuaian penga. Selain itu juga perlu dipahami. Keberhasilan dalam memecahkan persoalan berbentuk verbal tergantung kemampuan pemahaman verbal. Untuk mengecek kebenaran dugaan ini. guru dapat meminta siswa untuk menyatakan pendapatnya dengan menggunakan bahasanya sendiri. akibat kurang pengetahuan siswa tentang konsep atau beberapa istilah yang tidak diketahui. Guru dapat mengecek apakah ada istilah-istilah yang mungkin belum diketahui atau dilupakan. 3. apa yang diketahui dan apa yang dinyatakan serta rumus-rumus apa yang diperlukan. Miskin dari konsep dasar secara potensial merupakan sebab kesulitan belajar prinsip yang diajarkan dengan metode kontekstual (contoh nyata). yaitu kemampuan memahami soal berbentuk cerita dan kemampuan mengubah soal verbal menjadi model matematika.13 a. Siswa kurang jelas dengan prinsip yang telah diajarkan. setelah membaca soal. . b. Memecahkan soal berbentuk verbal berarti menerapkan pengetahuan yang dimiliki secara teoritis untuk memecahkan persoalan nyata atau keadaan seharihari. a.

S adalah Poerwadarminta(1996:78) menyebutkan “kemampuan kesanggupan”.J. suasana yang tidak mendukung. Atau dapat diartikan sebagai segala sesuatu atau kegiatan yang dapat dilakukan. 2. bahwa menurut W. Tidak semua . Kemampuan Pemecahan Masalah Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Kesulitan belajar dapat ditunjukkan dengan beberapa gejala yaitu: • • • Menunjukkan prestasi yang rendah Hasil yang dicapai tidak sesuai dengan usaha yang dilakukan Keterlambatan dalam melaksanakan tugas yang diberikan Obyek yang dapat kita periksa untuk mengetahui penyebab kesukaran siswa belajar contohnya seperti: (a) materi yang diajarkan dianggap terlalu sulit. emosi tidak stabil. Sebagian besar ahli pendidikan matematika menyatakan bahwa masalah merupakan pertanyaan yang harus dijawab atau direspon siswa. tidak ada minat.14 b. kita tidak terlepas dari sesuatu yang namanya masalah. kurang cerdas. dan (c) dari siswa sendiri disebabkan karena kelemahan jasmani. Siswa tidak mengubah soal berbentuk verbal menjadi model matematika dan hubungannya.com) menyatakan bahwa : “dalam kehidupan sehari-hari. sehingga pemecahan masalah merupakan fokus utama dalam pembelajaran matematika”. (b) pengajarannya yang kurang baik dan dapat disebabkan oleh kesalahan pengajaran dalam menyajikan metode ataupun tidak adanya alat peraga.e_fkipunla .3. tidak ada bakat.net /index .php ?option .1. Depdiknas tahun 2007 (http: //educare .

net menyebutkan bahwa “Pemecahan masalah (problem solving) adalah proses menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh sebelumnya ke dalam situasi baru yang belum dikenal atau proses berpikir untuk menentukan apa yang harus dilakukan ketika kita tidak tahu apa yang harus kita lakukan”. Dalam Departmen of Education tahun 1996 menyebutkan bahwa : “Apabila kita menerapkan pengetahuan matematika. Karenanya.15 pertanyaan merupakan suatu masalah. mengorganisasi data dan memilih informasi yang relevan dalam pemecahan masalah 3. menyajikan masalah secara matematik dalam berbagai bentuk .e_fkipunla. Dalam http://educare. Dari pernyataan tersebut. Suatu pertanyaan akan menjadi masalah hanya jika pertanyaan itu menunjukkan adanya suatu tantangan (challenge) yang tidak dapat dipecahkan oleh prosedur rutin yang sudah diketahui oleh siswa. keterampilan atau pengalaman untuk memecahkan suatu dilemma atau situasi yang baru atau yang membingungkan. (dalam B. maka kita sedang memecahkan masalah”. memilih pendekatan dan strategi pemecahan dan menyelesaikan model untuk menyelesaikan masalah”. menunjukkan pemahaman masalah 2.Sinaga) menyatakan bahwa “kemampuan pemecahan masalah adalah kemampuan atau kompetensi strategis yang ditunjukkan siswa dalam memahami.dapat terjadi bahwa suatu masalah bagi seseorang siswa akan menjadi “pertanyaan” bagi siswa lainnya karena ia sudah mengetahui prosedur untuk menyelesaikannya. Indikator yang menunjukkan kemampuan pemecahan masalah antara lain adalah: 1.

e_fkipunla . ada strategi pemecahan masalah yang bersifat umum yaitu yang disarankan oleh George Polya. Namun. menerapkan strategi untuk menyelesaikan berbagai masalah (sejenis dan masalah baru) dalam atau luar matematika.php ?option .com) menyatakan bahwa: Aktivitas-aktivitas yang tercakup dalam kegiatan pemecahan masalah meliputi: (1) mengidentifikasi unsur yang diketahui. mengembangkan strategi pemecahan masalah 6. apa yang tidak diketahui (ditanyakan). membuat dan menafsirkan model matematika dari suatu masalah 7. apakah informasi cukup. 1991). Memahami masalah. untuk memecahkan suatu masalah ada empat langkah yang dapat dilakukan. memilih pendekatan dan metode pemecahan masalah secara tepat 5. yakni: 1. . Menurut Sumarmo Tahun 2003 (http: //educare .net /index . Strategi untuk memecahkan suatu masalah matematika ada beberapa strategi yang dapat digunakan bergantung pada masalah yang akan dipecahkan.(4) menyusun model matematika dan menyelesaikannya untuk masalah nyata dan menggunakan matematika secara bermakna. menyelesaikan masalah yang tidak rutin Untuk menjadi seorang pemecah masalah yang baik. Kegiatan dapat yang dilakukan pada langkah ini adalah: apa (data) yang diketahui. siswa membutuhkan banyak kesempatan untuk menciptakan dan memecahkan masalah dalam bidang matematika dan dalam konteks kehidupan nyata. kondisi (syarat) apa yang harus dipenuhi. menyatakan kembali masalah asli dalam bentuk yang lebih operasional (dapat dipecahkan).(2) merumuskan masalah situasi seharihari dan metematik.16 4. ditanyakan.(3) menjelaskan/ menginterpretasikan hasil sesuai masalah asal. serta kecukupan unsur yang diperlukan. Menurut Polya (dalam Ruseffendi.

Merencanakan pemecahannya. menyusun prosedur penyelesaian (membuat konjektur). 4. 3. Guru dapat mengecek apakah ada istilah-istilah yang mungkin belum diketahui/dilupakan. guru dapat meminta siswa menyatakan pendapatnya dengan menggunakan bahasanya sendiri. Kegiatan yang dapat dilakukan pada langkah ini adalah: menjalankan prosedur yang telah dibuat pada langkah sebelumnya untuk mendapatkan penyelesaian. Kegiatan yang dapat dilakukan pada langkah ini adalah: mencoba mencari atau mengingat masalah yang pernah diselesaikan yang memiliki kemiripan dengan masalah yang akan dipecahkan. Memecahkan soal berbentuk cerita berarti menerapkan pengetahuan yang dimiliki secara teoritis untuk memecahkan persoalan nyata/keadaan sehari-hari. mencari pola atau aturan.17 2. guru . Untuk memahaminya. Soal cerita dapat dikerjakan langsung tanpa ada gambar karena dari masalah tersebut siswa kurang lebih sudah dapat memahaminya. Menyelesaikan masalah sesuai rencana. atau apakah prosedur dapat dibuat generalisasinya. Sedangkan jika soal berbentuk gambar. Memeriksa kembali prosedur dan hasil penyelesaian. Kegiatan yang dapat dilakukan pada langkah ini adalah: menganalisis dan mengevaluasi apakah prosedur yang diterapkan dan hasil yang diperoleh benar.

Hidayat (2010) menyatakan “media meliputi alat bantu guru dalam mengajar serta sarana pembawa pesan”. lalu siswa akan mempelajari ide-ide matematika secara informal. tetapi siswa diharapkan dapat mengaitkan dengan situasi nyata yang pernah dialaminya atau yang pernah dipikirkannya. Media Pembelajaran Alat A. selanjutnya belajar matematika secara formal. Karena siswa dapat mengerti dan memahami unsurunsur yang ada pada gambar.3. ‘perantara’ atau ‘pengantar’. Kemudian siswa bereksplorasi dengan benda kongkrit.18 lebih menekankan kepada siswa untuk memahami gambar dan dirangkaikan kembali ke dalam soal cerita. . 2. Pengertian Media Pembelajaran Dalam proses pembelajaran matematika penggunaan media sangat membantu siswa untuk lebih mudah memahami dan mengerti konsep dari materi yang diajarkan. Dengan demikian inti dari belajar memecahkan masalah. Menurut Arsyad (2009:3) kata media berasal dari bahasa Latin medius yang secara harfiah berarti ‘tengah’. supaya siswa terbiasa mengerjakan soal-soal yang tidak hanya mengandalkan ingatan yang baik saja.1. Media adalah bentuk-bentuk komunikasi baik tercetak maupun audiovisual serta peralatannya. Djamarah (2006:121) menyatakan “media adalah alat bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan”. Asosiasi Pendidikan Nasional (national education association) memiliki perngertian yang berbeda.

dapat dilihat. 2009:17). dimana guru berperan sebagai pengantar pesan dan siswa sebagai penerima pesan. Bagan komunikasi dengan unsur media dapat dilihat seperti skema berikut ini : Pengirima n Pesan Pesan Media Penerim a Pesan . Pembelajaran hakikatnya adalah proses komunikasi. cara. dapat didengar. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002:17) “pembelajaran adalah proses. dan dibaca (Arief. Jadi dapat dikatakan bahwa media pembelajaran adalah sebuah alat yang berfungsi untuk menyampaikan pesan pembelajaran. dapat disimpulkan bahwa pengertian media adalah segala sesuatu (alat) yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima dalam bentuk tercetak ataupun audiovisual. perbuatan yang menjadikan orang atau mahluk hidup belajar”. Pesan yang dikirim oleh guru berupa isi/materi pelajaran yang dituangkan ke dalam simbol-simbol komunikasi baik verbal maupun nonverbal. Bahkan adakalanya pesan yang diterima tidak sesuai dengan maksud yang disampaikan.dkk. Inilah hakikat dari media pembelajaran. dalam suatu proses komunikasi diperlukan saluran yang berfungsi untuk mempermudah penyampaian pesan. Oleh sebab itu. artinya tidak selamanya pesan yang disampaikan oleh pengirim pesan mudah diterima oleh penerima pesan.19 media hendaknya bisa dimanipulasi. Banyaknya pengertian dari media yang dikemukakan diatas. Namun demikian. bisa terjadi proses komunikasi mengalami hambatan.

1. Proses Komunikasi dengan Media (Wina Sanjaya. 2009) .Pesan 20 Gambar 2.

(2) media komputer. Jenis Media Djamarah (2006:124) mengklasifikasikan media dilihat dari jenisnya. Jenis media audiovisual mempunyai kemampuan yang lebih baik. Media audiovisual dapat dibagi menjadi dua yaitu. 2.21 B. seperti radio. (1) media video. Media visual ini ada yang menampilkan gambar diam seperti gambar atau lukisan. karena meliputi kemampuan kedua jenis media yang pertama dan kedua. Ada pula yang menampilkan gambar atau simbol yang bergerak. dan tampilan teks. Media Auditif Media auditif adalah media yang hanya mengandalkan kemampuan suara saja. Media Visual Media visual adalah media yang hanya mengandalkan indera penglihatan. Dalam penelitian ini media pembelajaran yang akan digunakan adalah media animasi power point. gerak. Media video dan media komputer banyak dikembangkan untuk keperluan pembelajaran. telepon. Media animasi power point ini merupakan media pembelajaran atau perlengkapan dan termasuk pada media audiovisual. biasanya dikemas dalam bentuk VCD.cassette recorder. diantaranya adalah: 1. suara serta gambar.Media Audiovisual Media audiovisual adalah media yang mempunyai unsur suara dan unsur gambar. Media . audiovisual banyak dikembangkan untuk keperluan pembelajaran.

alat peraga adalah alat bantu dalam pengajaran matematika yang nantinya akan bermanfat bagi kelangsungan proses belajar mengajar. melekat. Siswa juga mendapat kesempatan terlibat dalam proses pengamatan dengan bantuan alat peraga.22 C. dan tahan lama bila siswa belajar melalui berbuat dan pengertian. benda seperti cincin. bukan hanya melalui mengingat-ingat fakta. Selanjutnya konsep abstrak yang baru dipelajari akan mengendap. Alat Peraga Pada dasarnya siswa belajar melalui benda kongkrit. (http://edukasi. Untuk memahami konsep abstrak anak memerlukan benda-benda kongkrit (real) sebagai perantaranya. ruas garis. Konsep abstrak dapat dicapai melalui tingkat-tingkat belajar yang berbeda-beda. Rusefendi (1993) menerangkan bahwa : “Alat peraga merupakan alat bantu untuk menerangkan atau mewujudkan konsep-konsep matematika. dan sebagainya untuk menerangkan konsep lingkaran dan sebagainya”. gelang. Menurut Rusefendi (1993) penggunaan alat peraga dapat dikaitkan dan dihubungkan dengan salah satu atau beberapa dari : . maka diharapkan tumbuh minat belajar matematika dalam dirinya dan akan menyenangi konsep yang akan disajikan. daerah bujur sangkar. benda-benda bidang beraturan untuk menerangkan konsep pecahan. kubus (bendanya) untuk menjelaskan konsep titik.com/2012/01/07/alat-peraga-matematika/) Dari penjelasan diatas.kompasiana. Benda-benda itu misalnya batu-batuan dan kacang-kacangan untuk menerangkan konsep bilangan. Alat peraga dalam pelajaran matematika memegang peranan penting sebagai alat bantu untuk menciptakan proses belajar mengajar yang efektif. permukaan gelas. Dan wujud dari kubus itu sendiri.

Pengukuran.com/2012/01/07/alat-peraga-matematika/) Dari uraian diatas. Pengamatan dan penemuan sendiri ide-ide dan relasi baru serta penyimpulan secara umum 7. Pengundangan untuk berpikir 9.kompasiana. dengan bantuan alat peraga diharapkan peserta didik lebih mudah memahami materi matematika yang telah dipelajari dan siap untuk mengaplikasikannya. . hubungan antara satu dengan yang lainnya dan bagaimana mereka memberikan sumbangsih terhadap pokok persoalan”. termasuk pelayanannya terhadap anak lemah dan berbakat 5. alat peraga dipakai sebagai alat ukur 6. Pengundangan untuk berdiskusi (http://edukasi. Pemecahan masalah pada umumnya 8.  Pemahaman Konsep Konsep merupakan rumusan. Latihan dan penguatan 4.23 1. Layanan terhadap perbedaan individual. satu kerangka untuk menganalisa sebuah persoalan. Pengundangan berpartisipasi aktif 10. Pemahaman konsep 3. Pembentukan konsep 2. satu cara untuk mencapai sesuatu. Menurut Edmund Bachman (2005) ”Konsep merupakan pokok utama dibalik sebuah permasalahan.

Belajar matematika berkaitan erat dengan matematika itu sendiri. Tetapi seringkali siswa hanya menghafal konsep (defenisi) tanpa memperhatikan syarat-syarat dan hubungan antara konsep. dimana hal tersebut merupakan prasyarat mutlak. apabila kemampuan itu tidak dikuasai. Karena dengan bantuan alat-alat tersebut. keterurutan penguasaan matematika itu perlu mendapat perhatian. yang sesuai dengan topik yang di ajarkan.24 Siswa dapat peka terhadap matematika hanya jika mereka mengerti konsep dan makna atau interpretasinya. dalam belajar matematika seorang siswa harus lebih dahulu pada tahap yang satu baru dibolehkan melangkah pada tahap berikutnya. Seperti yang dikemukakan Hudojo (1988:10) bahwa” Di dalam belajar matematika apabila konsep A dan konsep B dipelajari terlebih dahulu”. konsep akan dapat lebih mudah di pahami dengan jelas serta . Kemampuan dasar adalah suatu kemampuan yang harus dimiliki untuk suatu pokok bahasan tertentu (yang baru). tetapi mencakup kecakapan-kecakapan yang jangkauannya lebih luas. Hal ini menekankan bahwa jika seorang siswa atau guru ingin menguasai suatu konsep matematika dengan baik. Pemahaman terhadap konsep-konsep matematika bukan hanya sekedar mengingat kembali defenisi-defenisi dan mengenali contohcontoh biasa. Proses pemahaman konsep matematika dapat diserap siswa jika guru dalam proses pembelajaran menggunakan alat peraga ataupun media pembelajaran. Matematika tersusun secara hirarkis sehingga konsep-konsep terdahulu menjadi prasyarat untuk memahami konsep berikutnya. untuk itu apapun tujuan pembelajaran yang diharapkan tidak akan tercapai. Oleh sebab itu.

Slameto (2003:180) mengatakan “minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa keterikatan pada suatu hal atau aktivitas.php?topic=162) mengatakan bahwa “minat adalah aktivitas atau tugas-tugas yang membangkitkan rasa ingin tahu”. sehingga antara satu dengan yang lain mempunyai perbedaan dalam keinginannya. maka dapat disimpulkan minat adalah suatu rasa ingin tahu pada suatu hal atau aktivitas.  Pengembangan Minat Minat selama ini hanya dikenal dengan sebutan keinginan yang dimiliki oleh seseorang. . Jika dikaitkan dengan belajar. oleh karena itu minat belajar anak harus diperhatikan dengan cermat. Dengan adanya minat belajar pada siswa dapat memudahkan membimbing dan mengarahkan siswa untuk belajar.upi.edu/index. Dari penjelasan di atas. Minat yang timbul dari kebutuhan siswa merupakan faktor penting bagi siswa dalam melaksanakan kegiatan-kegiatannya. minat belajar dapat diartikan dengan suatu keinginan atau kemauan yang disertai perhatian dan keaktifan yang sengaja yang akhirnya melahirkan rasa senang dalam perubahan tingkah laku. tanpa ada yang menyuruh.25 siswa tidak hanya sekedar mudah mengingat melainkan memahami materi yang diajarkan. Minat belajar merupakan salah satu faktor penunjang keberhasilan proses pembelajaran matematika. Sedangkan Holland (http://forum.

Menyesuaikan bahan pelajaran yang diajarkan dengan minat siswa. Semua kegiatan belajar harus kontras Dalam pembelajaran yang melibatkan siswa dengan bantuan alat peraga akan membangkitkan minat. menggunakan alat peraga atau media dalam pembelajaran. bahkan motivasi siswa. .” Jika guru mengabaikan minat belajar siswa maka akan mengakibatkan ketidakberhasilan dalam proses pembelajaran matematika. Beberapa hal yang dapat dilakukan guru dalam mengembangkan minat siswa dalam belajar matematika. Dengan demikian siswa akan tertarik untuk mempelajari matematika. Pengembangan minat dapat dilakukan guru dengan berbagai cara misalnya dengan memperkenalkan kepada siswa berbagai belajar yang menarik.. Menggunakan alat-alat peraga atau media 4. 1. Pembelajaran hendaknya mampu membangkitkan aktivitas siswa 5. Hal ini ditegaskan Tanner dalam Slameto (2003:181) bahwa “para pengajar juga harus berusaha membentuk minat-minat baru pada diri siswa. Sehingga muncul dalam diri siswa untuk mempelajari materi lebih lanjut dan merasa penasaran serta ingin lebih tahu tentang konsep yang akan dipelajarinya secara mendalam. Pembelajaran dapat dilakukan dengan cara dari mudah ke yang sukar atau dari konkret ke abstrak 3. misalnya dengan memanfaatkan lingkungan. 2.26 Guru mempunyai peranan yang besar dalam pengembangan minat siswa.

27 2. 1. Teori Bruner Bruner mengungkapkan bahwa belajar matematika akan lebih berhasil jika proses pengajaran anak diarahkan pada konsep-konsep dan struktur. Dengan menggunakan alat peraga atau media pembelajaran pemahaman konsep akan lebih mudah di pahami. Teori Belajar Alat Pembelajaran matematika yang menggunakan alat peraga ataupun media mampu melibatkan siswa untuk aktif dalam proses pembelajaran.4. siswa akan melihat langsung keteraturan dan pola strukur yang terdapat dalam penggunaan media pembelajaran matematika yang diperhatikannya. Tahapan belajar menurut Brunner dalam Hudojo (1988 : 58) sebagai berikut. Bruner menyarankan keaktifan anak dalam proses belajar secara penuh agar anak dapat mengenal konsep dan struktur yang tercakup dalam bahan yang sedang dibicarakan. adalah .sehingga anak memahami materi yang harus dikuasai. Strategi Pembelajaran Geometri A. Ada beberapa teori yang mendukung penggunaan alat peraga atau media pembelajaran.1.struktur yang termuat dalam pokok bahasan yang diajarkan.disamping hubungan yang terkait antara konsep-konsep dan struktur-struktur tersebut. Dalam proses pembelajaran hendaknya siswa diberi kesempatan untuk memanipulasi benda-benda dengan menggunakan media pembelajaran matematika. Melalui penggunaan media pembelajaran matematika yang ada. diantaranya .

wordpress. 2. mendorong siswa dengan menghubungkan yang dipelajari dengan kehidupan sehari-hari. (http://akhmadsudrajat.com/2011/03 /pengertian-pendekatan-pembelajaran. Pendekatan Belajar Menurut Depdikbud (http://mari-berkawand/.html) pendekatan dapat diartikan “sebagai . Teori Jhon Dewey Teori ini menyatakan : Mengkaitkan bahan pelajaran dengan situasi dunia nyata. jelaslah bahwa penggunaan alat peraga atau media dalam pembelajaran sangat membantu siswa untuk lebih memahami konsep serta mengembangkan minat belajar.  Tahap ikonik Tahapan dimana kegiatan siswa berhubungan dengan mental. Hal ini juga ditegaskan Rusefendi (1990) bahwa “Penggunaan alat peraga dalam matematika mampu membuat (1) proses belajar termotivasi baik murid dan guru. merupakan gambaran dari objek yang dimanipulasinya.28  Tahap enaktif Dalam tahap ini siswa secara langsung terlibat dalam memanipulasi objek.  Tahap simbolik Tahapan dimana anak-anak memanipulasi simbol-simbol atau objek tertentu./blogspot. (2) konsep abstrak matematika tersaji dalam bentuk konkrit”. pengalaman sesungguhnya dan penerapannya/manfaatnya. Berdasarkan teori diatas.com/2008/02/02/teoriteori-belajar) B..

atau cara untuk mendekati sesuatu”.29 proses.b) pendekatan deep. Diantaranya : 1) Pendekatan Hukum Jost Salah satu asumsi penting yang mendasari Hukum Jost (Jost’s law) adalah siswa yang lebih sering mempraktikkan materi pelajaran akan lebih mudah memanggil kembali memori lama yang berhubungan dengan materi yang sedang ditekuni. Sedangkan pendekatan belajar merupakan suatu cara yang disengaja oleh guru untuk membuat siswa belajar dengan aktif. yaitu: sikap melestarikan apa yang sudah ada dan sikap memperluas 3) Pendekatan Biggs Hasil penelitian Biggs. siswa belajar pada umumnya dipengaruhi oleh sikap terhadap ilmu pengetahuan. dalam pembelajaran geometri pendekatan belajar yang diterapkan adalah pendekatan hukum Jost. Banyak pendekatan belajar yang dapat dilakukan oleh para guru kepada siswanya untuk mempelajari bidang studi atau materi pelajaran yang sedang mereka tekuni. dari yang paling klasik sampai yang paling modern. perbuatan. Karena penggunaan alat peraga dan media membuat siswa aktif dan mempraktikkan sendiri materi pelajaran geometri. pendekatan belajar siswa dapat dikelompokkan ke dalam tiga prototype: a) pendekatansurface. 2) Pendekatan Ballard & Clanchy Dalam pendekatan ini. c) pendekatan achieving Berdasarkan pendekatan-pendekatan diatas. .

id/alim-sumarno/model-pembelajaran) Untuk membelajarkan siswa sesuai dengan cara-gaya belajar mereka sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai dengan optimal ada berbagai model belajar. . sifat materi bahan ajar. (http://blog. fasilitas media yang tersedia.menguasai keterampilan dasar mengajar. Dalam prakteknya. dan melaksanakan pembelajaran kondusif “.unesa. Mengelola di sini memiliki arti yang luas yang menyangkut bagaimana seorang guru mampu . Oleh karena itu. Guru yang berkompeten menurut Sardiman (dalam http://psb-psma. teori belajar dan pembelajaran. dan kondisi guru itu sendiri. juga bagaimana guru menerapkan strategi. guru harus ingat bahwa tidak ada model belajar yang paling tepat untuk segala situasi dan kondisi. member penguatan. bertanya.30 C. Sedangkan Kiswono mengatakan model dalam konteks pembelajaran diartikan “sebagai suatu pola kegiatan guru-siswa untuk menghasilkan perubahan-perubahan yang terjadi pada diri siswa sebagai akibat perbuatan mengajar dan belajar “. menvariasikan media. dan sebagainya.ac. Karena seorang guru harus mampu memiliki motivasi dan semangat kebaruan dalam proses pembelajaran yang dijalaninya. seperti membuka dan menutup pelajaran.elearning.org/content/blog/pengertian-pendekatan-strategi-metodeteknik-taktik-dan-model-pembelajaran) adalah “guru yang mampu mengelola program belajar-mengajar. Model Belajar Dalam keseharian istilah model dimaksudkan terhadap pola atau bentuk yang akan menjadi acuan. menjelaskan. dalam memilih model belajar yang tepat haruslah memperhatikan kondisi siswa.

blogspot.31 D. Strategi Belajar Mengajar Geometri Secara umum strategi dapat diartikan sebagai suatu garis-garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan. blogspot. seperti vektor. Pembelajaran geometri merupakan hal yang sangat penting karena pembelajaran geometri sangat mendukung banyak topik. kerja yang sistematis. strategi diartikan sebagai perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. . dan kalkulus.html) menjelaskan strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara efektif dan efesien. karena geometri mencakup latihan berpikir logis. Sedangkan Kemp (dalam http://hipni. Menurut Sanjaya (2008:294) dalam dunia pendidikan. menghidupkan kreativitas serta dapat mengembangkan kemampuan berinovasi.com/2011/09/definisi-pengertian-strategi. Kennedy & Tipps (dalam http://mulin-unisma. Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran merupakan suatu rencana tindakan (rangkaian kegiatan) yang dilakukan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran tercapai.html) menyatakan bahwa “dengan pembelajaran geometri mampu mengembangkan kemampuan pemecahan masalah dan mendukung banyak topik lain dalam matematika”.com/2008/07/pembelajaran-geometri-berdasarkan-tahap. Geometri merupakan salah satu cabang dari pelajaran matematika yang penting untuk dipelajari.

. pada tahap ini siswa tidak dapat memahami dan menentukan sifat geometrid dan karakteristik bangun ynag ditunjukkan. Siswa dapat menentukan sifatsifat suatu bangun dengan melakukan pengamatan. Tahap 0 ( visualisasi ) Tahap ini juga dikenal dengan tahap dasar. seseorang akan melalui lima tahap perkembangan berpikir dalam belajar geometri. yaitu : a. pengukuran. tahap holistik. siswa belum sepenuhnya dapat menjelaskan hubungan antara sifat-sifat tersebut.32 Pembelajaran geometri dipengaruhi oleh teori van Hiele yang dikembangkan oleh Pierre Marie van Hiele dan Diana van Hiele-Geldof. Pada tahap ini sudah Nampak adanya analisis konsep dan sifat-sifatnya. Siswa secara eksplisit tidak terfokus pada sifat-sifat objek yang diamati. Oleh karena itu. Menurut teori van Hiele dalam Raharjo Ismail dalam artikelnya yang berjudul Geometrid dan Teori Belajar Van Hiele . menggambar dan membuat model. Akan tetapi. tahap rekognisi. belum dapat melihat hubungan antara beberapa bangun geometri dan defenisi. ataupun tahap visual. eksperimen. Pada tahap ini siswa mengenal bentuk-bentuk geometri hanya sekedar berdasarkan karakteristik visual dan penampakannya. Teori van Hiele ini diakui secara internasional dan memberikan pengaruh yang kuat dalam pembelajaran geometri di sekolah. b. tetapi memandang objek sebagai keseluruhan. Tahap 1 ( analisis ) Tahap ini juga dikenal dengan tahap deskriptif.

d. atau tahap keterkaitan. menemukan sifatsifat dari berbagai bangun dengan mengggunakan deduksi informal. Tahap 2 ( Deduksi Informal ) Tahap ini dikenal juga dengan tahap abstrak. Tahap 4 ( Rigor ) Pada tahap ini siswa bernalar secara formal dalam system matematika dan dapat menganalisis konsekuensi dari manipulasi aksioma dan defenisi. yaitu (1) tahap-tahap tersebut bersifat hirarki dan sekuensial. Perbedaan antara pernyataan dan konversinya dapat dibuat serta siswa menyadari perlunya pembuktian melalui serangkai penalaran deduktif. Teori van Hiele mempunyai karakteristik. tidak hanya sekedar menerima bukti. Dalam tahap ini juga siswa berpeluang untuk mengembangkan bukti lebih dari satu cara. tahap teoritik. defenisi. Pada tahap ini. dan dapat mengklasifikasikan bangun-bangun secara hirarki. Pada tahap ini siswa dapat menyusun bukiti. Meskipun demikian. siswa belum memahami bahwa deduksi logis adalah metode untuk membangun geometri. e. Saling keterkaitan antara bentuk yang tidak terdefenisikan. (2) kecepatan berpindah dari tahap ke tahap . tahap relasional. Tahap 3 ( Deduksi ) Tahap ini dikenal juga dengan tahap deduksi formal. Siswa juga dapat membuat defenisi abstrak. teorema dan pembuktian formal dapat dipahami.33 c. siswa sudah dapat melihat hubungan sifat-sifat pada suatu bangun geometrid an sifat-sifat antara beberapa bangun geometri. Siswa juga dapat menyusun teorema dalam sistem aksiomatik. aksioma.

yakni seseorang harus melalui tahaptahap tersebut sesuai urutannya. (2) tahap-tahap tersebut bersifat terurut dan hirarki. tetapi ditentukan oleh proses berpikir yang digunakan. yakni jika seorang berada pada suatu tahap dan tahap pembelajaran berada pada tahap yang berbeda. Sedangkan . dan (3) setiap tahap mempunyai kosakata dan sistem relasi sendiri-sendiri. Kualitas pengetahuan siswa tidak ditentukan oleh akumulasi pengetahuannya. Clements & Battista menyatakan bahwa teori van Hiele mempunyai karakteristik. yakni keberhasilan dari tahap ke tahap lebih banyak dipengaruhi oleh isi dan metode pembelajaran daripada oleh usia. menunjukkan karakteristik proses berpikir siswa dalam belajar geometri dan pemahamannya dalam konteks geometri. yakni masingmasing tahap mempunyai kosakata dan sistem relasi sendiri. yakni objek yang masih kurang jelas akan menjadi objek yang jelas pada tahap berikutnya. Secara khusus yakni guru. Siswa akan melemati suatu tahap yang matang sebekum menuju tahap selanjutnya. (5) mismatch. (4) kosakata. (3) konsep yang dipahami secara implisit pada suatu tahap akan dipahami secara eksplisit pada tahap berikutnya. yaitu (1) belajar adalah proses yang tidak kontinu. Setiap tahap dalam teori van Hiele. kosakata dan lainnya berada pada tahap yang lebih tinggi daripada tahap berpikir siswa. bahan pembelajaran. isi. terdapat “lompatan” dalam kurva belajar seseorang. (2) kemajuan.34 berikutnya lebih bergantung pada pembelajaran. dan (4) setiap tahap mempunyai kosakata sendiri-sendiri. (3) intrinsic dan ekstrinsik. Crowley menyatakan bahwa teori van Hiele mempunyai sifat-sifat berikut (1) berurutan. Tahaptahap berpikir van Hiele akan dilalui oleh siswa secara berurutan.

id/file/dokumen /vanhiele. Model Pembelajaran Langsung A. dalam pembelajaran geometri guru perlu mengembangkan model pembelajaran yang mampu meningkatkan kemampuan berpikir siswa dalam materi geometri serta melibatkan siswa secara aktif. Jadi. dkk (dalam http://bdk surabaya. . seorang guru harus mampu menyediakan pengalaman belajar yang cocok dengan tahap berpikir siswa.kemenag. Hal ini ditegaskan juga oleh Winataputra.pdf) bahwa “dalam pembelajaran matematika hendaknya dipilih strategi pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif”. Oleh sebab itu. Pelaksanaan strategi belajar mengajar geometri atau strategi pembelajaran yang dimaksud adalah dengan menerapkan pembelajaran langsung yang dibantu dengan alat peraga atau media. Pengertian Trianto (2009:41) mengungkapkan pengertian model pembelajaran langsung adalah suatu model pembelajaran yang dirancang khusus untuk menunjang proses belajar siswa yang berkaitan dengan pengetahuan deklaratif dan pengetahuan prosedural yang terstruktur dengan baik. 2.35 kecepatan berpindah dari suatu tahap ke tahap berikutnya lebih bergantung pada metode pembelajaran daripada umur dan kematangan.1. melainkan perlu lebih mementingkan pemahaman pada proses terbentuknya konsep.go. dapat diajarkan dengan pola kegiatan yang bertahap selangkah demi selangkah.5. Dalam hal ini keaktifan siswa tidak hanya pada keterampilan mengerjakan soal sebagai aplikasi dari konsepkonsep matematika yang telah dipelajari.

dan sebagainya. Guru mengawali pelajaran dengan penjelasan tentang tujuan dan latar belakang pembelajaran. serta mempersiapkan siswa untuk menerima penjelasan guru. gambar.36 Model pembelajaran ini ditujukan untuk membantu siswa mempelajari keterampilan dasar dan memperoleh informasi yang dapat diajarkan selangkah demi selangkah. Menurut Kardi dan Nurul dalam Trianto (2009:41) ciri dari pembelajaran langsung adalah : • Adanya tujuan pembelajaran dan pengaruh model pada siswa termasuk prosedur penelitian hasil belajar • • Sintaks atau pola keseluruhan dan alur kegiatan pembelajaran Sistem pengolahan dan lingkungan belajar yang diperlukan agar kegiatan pembelajaran tertentu dapat berlangsung dengan berhasil B. pelatihan atau praktik. misalnya film. Dalam model ini guru berperan sebagai penyampaian informasi. peragaan. Pengajaran langsung menurut Kardi dalam Trianto (2009:42) dapat berupa ceramah. Model pembelajaran ini menekankan pada penguasaan konsep dan perubahan tingkah laku dengan mengutamakan pendekatan deduktif. dan kerja kelompok. Sintaks atau Pola Pembelajaran Langsung Pada model pembelajaran langsung terdapat 5 sintaks yang sangat penting. tape recorder. demonstrasi. Pengajaran langsung digunakan untuk menyampaikan pelajaran yang ditransformasikan . dan guru juga seyogyanya menggunakan media yang sesuai.

1 Sintaks Model Pembelajaran Langsung Fase Uraian Peran Guru 1 Menyampaikan Tujuan Pembelajaran Menjelaskan Tujuan.1.1.1. Menyampaikan Tujuan dan Mempersiapkan Siswa a.37 langsung oleh guru kepada siswa.5. dan mempersiapkan siswa 2 Mendemonstrasikan Pengetahuan dan Mendemonstrasikan keterampilan atau Keterampilan 3 Membimbing Pelatihan 4 Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik 5 Memberikan latihan dan penerapan konsep menyajikan informasi tahap demi tahap Guru memberi latihan terbimbing Mengecek kemampuan siswa dan memberikan umpan balik Mempersiapkan latihan untuk siswa dengan menerapkan konsep yang dipelajari pada kehidupan sehari-hari. Sintaks model pembelajaran langsung tersebut disajikan dalam 5 tahap. sehingga guru dapat merancang dengan tepat waktu yang digunakan. Seperti yang ditunjukkan Tabel 2. memotivasi siswa. Penyusunan waktu yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran harus seefisien mungkin. berikut.3. Tabel 2. Materi dan mempersiapkan siswa Prasyarat. Menyampaikan tujuan . Penjelasan 5 Fase Model Pembelajaran Langsung 1.

serta memotivasi siswa berperan aktif selama proses pembelajaran berlangsung. Sementara itu. Menyiapkan siswa Kegiatan ini bertujuan untuk menarik perhatian siswa. 2.inforppsilabus.html) adalah sebagai berikut: a.Mencapai Kejelasan Kemampuan guru untuk memberikan informasi yang jelas dan spesifik kepada siswa. membantu siswa melihat relevansi pelajaran. tujuan ini dapat dicapai dengan jalan mengulang pokok-pokok pembicaraan pelajaran yang lalu.com/2012/03/5-fase-model-pembelajaran- langsung. atau memberikan sejumlah pertanyaan kepada . dan mereka perlu mengetahui apa yang harus mereka lakukan setelah selesai berperan serta dalam pelajaran itu. Hal ini pada umumnya terjadi pada . mempunyai dampak yang positif terhadap proses belajar siswa. b. Menyiapkan siswa yaitu memusatkan perhatian siswa pada materi yang akan kita ajarkan. mengapa mereka berpatisipasi dalam suatu pelajaran tertentu.pada guru pemula dan belum berpengalaman ditemukan banyak penjelasan yang kabur dan membingungkan. Mendemonstrasikan Pengetahuan dan Keterampilan Menurut Kardi dan Nur kunci untuk berhasil ialah mempresentasikan informasi sejelas mungkin dan mengikuti langkah-langkah demonstrasi yang efektif (http://www. dan mengingatkan kembali pada hasil belajar yang telah dimilikinya. memusatkan perhatian siswa pada pokok pembicaraan.38 Para siswa perlu mengetahui dengan jelas. yang relevan dengan pokok pembicaraan yang akan dipelajari.

3. b. karena tanpa mengetahui hasilnya.39 saat guru tidak mengusai sepenuhnya isi pokok bahasan yang diajarkannya.html) 4.inforppsilabus. • Hati-hati terhadap kelebihan dan kelemahan latihan berkelanjutan dan latihan terdistribusi..com/2012/03/5-fase-model-pembelajaranlangsung. tugas paling penting bagi guru dalam menggunakan model . (http://www. latihan tidak banyak manfaatnya bagi siswa. dalam kenyataannya. guru perlu sepenuhnya menguasai konsep atau keterampilan yang akan di demonstrasikan. dan berlatih melakukan demonstrasi untuk menguasai komponen-komponennya. Mengecek Pemahaman dan Memberikan Umpan Balik Kegiatan ini merupakan aspek penting dalam pembelajaran langsung. dan tidak menguasai teknik komunikasi yang baik. Membimbing pelatihan Menurut Kardi dan Nur prinsip-prinsip yang dapat digunakan sebagai acuan bagi guru dalam menerapkan dan melakukan pelatihan diantaranya: • • Tugasi siswa melakukan latihan singkat dan bermakna Berikan pelatihan sampai benar-benar menguasai konsep atau keterampilan yang dipelajari. • Perhatikan tahap-tahap awal pelatihan. Melakukan demonstrasi Agar dapat mendemonstrasikan suatu konsep atau keterampilan dengan berhasil.

Umpan balik sebaiknya diberikan seusai pelatihan dan sesuai dengan tingkat perkembangan siswa. Guru dapat menggunakan berbagai cara untuk memberikan umpan balik kepada siswa. tes. C. Fase ini ditandai dengan pertanyaanpertanyaan yang diberikan oleh guru kepada siswa dan siswa memberikan tanggapan berupa jawaban yang menurut mereka benar. Pelaksanaan Pembelajaran Langsung . • Guru semestinya menginformasikan kepada orang tua siswa tentang tingkat keterlibatan mereka yang diharapkan. ada tiga panduan umum untuk latihan-latihan mandiri yang diberikan sebagai Pekerjaan Rumah (PR) diantaranya: • Tugas rumah yang diberikan bukan merupakan kelanjutan dari proses pembelajaran. misalnya umpan balik secara lisan. dan komentar tertulis . sehingga siswa dapat mengetahui dan memperbaiki kesalahannya dalam menjawab latihan. tetapi merupakan kelanjutan pelatihan untuk pembelajaran berikutnya. Memberikan Kesempatan untuk Pelatihan Lanjutan dan Penerapan Kebanyakan latihan mandiri yang diberikan kepada siswa sebagai fase akhir pelajaran pembelajaran langsung adalah pekerjaan rumah. 5. guru merespon jawaban yang diberikan siswa tersebut. • Guru seharusnya memberikan umpan balik tentang Pekerjaan Rumah (PR) tersebut.40 pembelajaran langsung adalah memberi siswa umpan balik bermakna dan pengetahuan tentang hasil latihannya. Selanjutnya.

Mager mengemukakan bahwa tujuan pembelajaran khusus harus sangat spesifik yang terdiri dari tiga bagian. Merumuskan Tujuan Untuk merumuskan tujuan pembelajaran dapat digunakan model Mager dalam Trianto (2009:46).41 Sebagaimana halnya setiap mengajar. Beberapa diantara tindakan tersebut dapat dijumpai pada model pembelajaran lain. pada saat melaksanakan pembelajaran. dan waktu menilai hasilnya. yaitu :  Perilaku siswa  Situasi pengetesan  Kriteria kinerja . langkah-langkah atau tindakan tertentu merupakan ciri khusus pembelajaran langsung. Ciri utama unik yang terlihat dalam melaksanakan suatu pembelajaran langsung adalah sebagai berikut : 1. Tugas –tugas Perencanaan a. pelaksanaan yang baik model pembelajaran langsung memerlukan tindakan-tindakan dan keputusan-keputusan yang jelas dari guru selama berlangsungnya perencanaan.

mencakup semua tugas pengajaran c. Memilih Isi Guru harus mempertimbangkan berapa banyak informasi yang akan disampaikan dalam kurun waktu tertentu. c. Penilaian Pada Model Pembelajaran Langsung 5 prinsip dasar dalam merancang sistem penilaian : a. 2. d. merencanakan dan mengelola waktu dan ruang merupakan kegiatan yang sangat penting. yang akan diajarkan guru. akan membantu guru menentukan dengan tepat apa yang perlu dilakukan siswa untuk melaksanakan keterampilan yang dipelajari. Melakukan analisis tugas Analisis tugas adalah alat yang digunakan guru untuk mengidentifikasi dengan presisi yang tinggi hakikat yang setepatnya dari suatu keterampilan atau butir pengetahuan yang terstruktur dengan baik.42 b. menggunakan soal tes yang sesuai . Guru harus selektif dalam memilih konsep yang diajarkan dengan model pengajaran langsung. Ada 2 hal yang perlu diperhatikan oleh guru : (1) memastikan bahwa waktu yang disediakan sepadan dengan bakat dan kemampuan siswa. Merencanakan Waktu dan Ruang Pada suatu pembelajaran langsung. (2) memotivasi siswa agar mereka tetap melakukan tugas-tugasnya dengan perhatian yang optimal. sesuai dengan tujuan pengajaran b. Dengan menganalisis tugas.

Sejak saat itulah. Vygotsky mencatat bahwa interaksi individu dengan orang lain berlangsung pada situasi sosial. Vygotsky adalah pengagum Piaget. Vygotsky percaya bahwa subyek yang dipelajari berpengaruh pada proses belajar.43 d. Walaupun setuju dengan Piaget bahwa perkembangan kognitif terjadi secara bertahap dan dicirikan dengan gaya berpikir yang berbeda-beda. Sezaman dengan Piaget. dan mengakui bahwa tiap-tiap disiplin ilmu . Vygotsky menulis di Uni Soviet selama 1920-an dan 1930-an.1. Jaramillo (1996) menjelaskan. Namun. yang sangat tertarik pada efek interaksi siswa dengan teman sekelas pada pelajaran. tulisan-tulisannya menjadi sangat berpengaruh. Teori Vygotsky mendapat perhatian yang makin besar ketika memasuki akhir abad ke-20. Lev Vygotsky (1896-1934). Vygotsky. Konstruktivisme yang mempunyai pengaruh besar pada tahun 1930 yang bekerja sebagai ahli Psikologi Rusia adalah L. buatlah soal yang valid dan sereliabel mungkin e. mengenal poin penting tentang pikiran anak ini lebih dari setengah abad yang lalu.S. tetapi Vygotsky tidak setuju dengan pandangan Piaget bahwa anak menjelajahi dunianya sendirian dan membentuk gambaran realitas batinnya sendiri.6 Teori Belajar Vygotsky Perkembangan kognitif dan bahasa anak-anak tidak berkembang dalam suatu situasi sosial yang hampa. seorang psikolog berkebangsaan Rusia. 2. karyanya baru dipublikasikan di dunia Barat pada tahun 1960-an. manfaatkan hasil tes untuk memperbaiki proses belajar mengajar berikutnya.

Vygotsky menyatakan bahwa siswa belajar melalui interaksi bersama dengan orang dewasa atau teman yang lebih cakap.com / 2008/02/01 _archive. Konsep Sosiokultural Banyak developmentalis yang bekerja di bidang kebudayaan dan pembangunan menemukan dirinya sepaham dengan Vygotsky. sulit.html) sebagai berikut : (1)Sosiokultural. blogspot. dan penalaran melibatkan pembelajaran menggunakan temuan-temuan masyarakat seperti bahasa. (2) ZPD (zone of proximal development). perhatian.44 mempunyai metode pembelajaran tersendiri. Ia juga menekankan bagaimana anak-anak dibantu berkembang dengan bimbingan dari orang-orang yang sudah terampil di dalam bidang-bidang tersebut. Vygotsky menekankan bagaimana proses-proses perkembangan mental seperti ingatan. dan kemudian diberi bantuan secukupnya dalam memecahkannya. dan realistik. Siswa bekerja dalam ZPD jika siswa tidak dapat memecahkan masalah sendiri. Berkaitan dengan pembelajaran. Siswa diberi masalah yang kompleks. yang berfokus pada konteks pembangunan sosial budaya. Teori Vygotsky menawarkan suatu potret perkembangan manusia sebagai sesuatu yang tidak terpisahkan dari kegiatan-kegiatan sosial dan budaya. Pendekatan pembelajaran yang dipandang sesuai adalah pembelajaran kooperatif. (4) perkembangan yang berangkat dari bidang social ke bidang individu. sistem matematika. Vygotsky mengemukakan empat prinsip yang dinyatakan oleh Slavin (dalam http://rochmad-unnes. tetapi dapat memecahkan masalah itu setelah mendapat bantuan orang dewasa atau temannya (peer). dan alat-alat ingatan. (3) Vygostky menekankan pada scaffolding. 1. Penekanan Vygotsky pada peran kebudayaan dan masyarakat di dalam . Bahwa siswa akan dapat mempelajari konsep-konsep dengan baik jika berada dalam ZPD. Vygotsky adalah seorang guru yang tertarik untuk mendesign kurikulum sebagai fasilitas dalam interaksi siswa.

Karena itulah berpikir setiap anak dengan cara yang sama dengan anggota lain dalam kebudayaannya. Pada level institusional. Vygotsky menekankan baik level konteks sosial yang bersifat institusional maupun level konteks sosial yang bersifat interpersonal. Interaksi institusional memberi kepada anak suatu norma-norma perilaku dan sosial yang luas untuk membimbing hidupnya. Piaget memandang anak-anak sebagai pembelajaran lewat penemuan individual. Fungsi-fungsi mental yang lebih tinggi ini dianggap sebagai ”alat kebudayaan” tempat individu hidup dan alat-alat itu berasal dari budaya. . penemuan seperti komputer. berfikir dan menyelesaikan masalah. sejarah kebudayaan menyediakan organisasi dan alat-alat yang berguna bagi aktivitas kognitif melalui institusi seperti sekolah. anak-anak tak banyak memiliki fungsi mental yang lebih tinggi seperti ingatan. Alat-alat itu diwariskan pada anak-anak oleh anggota-anggota kebudayaan yang lebih tua selama pengalaman pembelajaran yang dipandu. Level interpersonal memiliki suatu pengaruh yang lebih langsung pada keberfungsian mental anak. Namun.45 perkembangan kognitif berbeda dengan gambaran Piaget tentang anak sebagai ilmuwan kecil yang kesepian. Menurut Vygotsky. anak-anak lahir dengan fungsi mental yang relatif dasar seperti kemampuan untuk memahami dunia luar dan memusatkan perhatian. Pengalaman dengan orang lain secara berangsur menjadi semakin mendalam dan membentuk gambaran batin anak tentang dunia. dan melek huruf. sedangkan Vygotsky lebih banyak menekankan peranan orang dewasa dan anak-anak lain dalam memudahkan perkembangan si anak.

tetapi masih dalam proses pematangan. Aktual development ditentukan apakah seorang anak dapat melakukan sesuatu tanpa bantuan orang dewasa atau guru.multiply.com) menyatakan bahwa : Keterampilan-keterampilan dalam keberfungsian mental berkembang melalui interaksi sosial langsung. Menurut teori Vygotsky. fungsi kognitif berasal dari interaksi sosial masing . Pada satu sisi.masing individu dalam konsep budaya. Pada sisi lain. 2. Vygotsky mencari pengertian bagaiman anak-anak berkembang dengan melalui proses belajar. Vygotsky percaya bahwa anak akan jauh lebih berkembang jika berinteraksi dengan orang lain. Konsep sosiokultural adalah interaksi antara aspek “internal” dan “eksternal” dari pebelajaran dan penekanannya pada lingkungan sosial pebelajaran. Melalui pengorganisasian pengalaman-pengalaman interaksi sosial yang berada di dalam suatu latar belakang kebudayaan ini. Informasi tentang alat-alat. dan dia menggambarkan bahwa anak-anak mampu melakukan sesuatu sendiri. perkembangan mental anakanak menjadi matang.46 Menurut Vygotsky Tahun 1962(dalam http://valmband. Anak-anak tidak akan pernah mengembangkan pemikiran operasional formal tanpa bantuan orang lain. Zone Perkembangan Proksimal Meskipun pada akhirnya anak-anak akan mempelajari sendiri beberapa konsep melalui pengalaman sehari-hari. Piaget menjelaskan proses perkembangan kognitif sejalan dengan kemajuan anak-anak. Vygotsky membedakan antara aktual development dan potensial development pada anak. Sedangkan potensial development . keterampilan-keterampilan dan hubungan-hubungan interpersonal kognitif dipancarkan melalui interaksi langsung dengan manusia. dimana fungsi-fungsi kognitif belum matang.

Maksud dari ZPD adalah menitikberatkan ZPD pada interaksi sosial akan dapat memudahkan perkembangan anak.wordpress. Melalui perubahan yang berturut-turut dalam berbicara dan bersikap. memecahkan masalah di bawah petunjuk orang dewasa atau kerjasama dengan teman sebaya. Jerome Bruner. 3.multiply. Menurut teori Vygotsky (dalam http://valmband. Sebuah konsekuensi pada proses ini adalah bahwa siswa belajar untuk pengaturan sendiri (self-regulasi).prayudi. Ketika siswa mengerjakan pekerjaanya di sekolah sendiri. Untuk memaksimalkan perkembangan.47 membedakan apakah seorang anak dapat melakukan sesuatu. perkembangan mereka kemungkinan akan berjalan lambat.com ) bahwa : Zone Proximal of Development adalah jarak antara tingkat perkembangan sesungguhnya yang ditunjukkan dalam kemampuan pemecahan masalah secara mandiri dan tingkat kemampuan perkembangan potensial yang ditunjukkan dalam kemampuan pemecahan masalah di bawah bimbingan orang dewasa atau teman sebaya yang lebih mampu. Konsep Scaffolding Scaffolding merupakan suatu istilah yang ditemukan oleh seorang ahli psikologi perkembangan-kognitif masa kini. yakni suatu proses .com ) bahwa: Zona Perkembangan Proksimal merupakan celah antara actual development dan potensial development. Maka (dalam http://www. dimana antara apakah seorang anak dapat melakukan sesuatu tanpa bantuan orang dewasa dan apakah seorang anak dapat melakukan sesuatu dengan arahan orang dewasa atau kerjasama dengan teman sebaya. siswa mendiskusikan pengertian barunya dengan temannya kemudian mencocokkan dan mendalami kemudian menggunakannya. siswa seharusnya bekerja dengan teman yang lebih terampil yang dapat memimpin secara sistematis dalam memecahkan masalah yang lebih kompleks.

Bantuan yang diberikan guru dapat berupa petunjuk. 4. .tahap awal pembelajaran dan kemudian mengurangi bantuan tersebut dan memberikan kesempatan kepada anak tersebut mengambil alih tanggung jawab yang semakin besar segera setelah ia mampu mengerjakan sendiri.prayudi. Sementara itu fungsi intrsmental dipandang sebagai derivasi atau keturunan yang tumbuh atau terbentuk melalui penguasaan dan internalisasi terhadap proses-proses sosial tersebut.wordpress. yaitu tataran sosial tempat orang-orang membentuk lingkungan sosialnya (dapat dikategorikan sebagai interpsikologis atau intermental).48 yang digunakan orang dewasa untuk menuntun anak-anak melalui zona perkembangan proksimalnya.com ) bahwa : Teori scaffolding adalah memberikan kepada seseorang anak sejumlah besar bantuan selama tahap . dorongan menguraikan masalah ke dalam bentuk lain yang memungkinkan siswa dapat mandiri. Jadi. Pandangan teori ini menempatkan intermental atau lingkungan sosial sebagai faktor primer dan konstitutif terhadap pembentukan pengetahuan serta perkembangan kognitif seseorang. (dalam http://www. setiap kemampuan seseorang akan tumbuh dan berkembang melewati dua aturan. Dikatakannya bahwa fungsi-fungsi mental yang lebih tinggi dalam diri seseorang akan muncul dan berasal dari kehidupan sosialnya. Perkembangan Mental dari Sosial ke Individu Menurut Vygotsky. dan tataran psikologis di dalam diri orang yang bersangkutan (dapat dikategorikan sebagai intrapsikologis atau intar mental). peringatan.

Pemaknaan atau konstruksi pengetahuan baru muncul atau terjadi melalaui proses internalisasi. keduanya tidak mendukung pengajaran didaktis diganti sepenuhnya. 2. kerja kelompok secara kooperatif (cooperative groupwork) tampaknya mempercepat perkembangan anak. Walaupun Vygotsky dan Bruner telah mengusulkan peranan yang lebih penting bagi orang dewasa dalam pembelajaran anak-anak daripad peran yang diusulkan Piaget. Dalam istilah teoritis. walaupun anak tetap dilibatkan dalam pembelajaran aktif. guru harus secara aktif mendampingi setiap kegiatan anak-anak. Belajar dan berkembang merupakan satu kesatuan dan saling menentukan. ini berarti anak-anak bekerja dalam zona perkembangan proksimal dan guru menyediakan scaffolding bagi anak selama melalui ZPD. yaitu seorang anak mengajari . Sebaliknya mereka malah menyatakan. Secara khusus Vygotsky mengemukakan bahwa disamping guru. internalisasi yang dimaksud oleh Vygotsky bersifat transformative. teman sebaya juga berpengaruh dengan penting pada perkembangan penemuan kognitif individu anak.49 Pada mulanya anak berpartisipasi dalam kegiatan sosial tertentu tanpa memahami maknanya. Pengaruh karya Vygotsky terhadap dunia pengajaran adalah sebagai berikut : 1. Namun. yaitu mampu memunculkan perubahan dan perkembangan yang tidak sekedar berupa transfer atau pengalihan. Gagasan tentang kelompok kerja kreatif ini diperluasa menjadi pengajaran pribadi oleh teman sebaya ( peer tutoring). 3.berlawanan pembelajaran lewat (individual discovery learning).

Besaran-Besaran pada Kubus dan Balok 1. Luas selubung dan permukaan kubus dan balok a. Materi Pelajaran KUBUS DAN BALOK A. Keberhasilan pengajaran oleh teman sebaya ini dengan menggunakan teori Vygotsky. 2. Satu anak bisa lebih efektif membimbing anak lainnya melewati ZPD karena mereka sendiri baru saja melewati tahap itu sehingga bis adengan mudah melihat kesulitan-kesulitan yang dihadapi anak lain dan menyediakan scaffolding yang sesuai. Luas selubung dan permukaan kubus Kubus adalah bangun ruang yang dibatasi oleh enam daerah persegi yang kongruen (sama sebangun).8.konsep dan pemecahan masalah. H G H E D A a B F G H D C G H C E A B F E E F . Jadi teori belajar Vygotsky adalah salah satu teori belajar sosial sehingga sangat sesuai dengan model pembelajaran kooperatif.50 anak lainnya yang agak tertinggal dalam pelajaran. Dalam model pembelajaran kooperatif terjadi interaktif sosial yaitu interaksi antara siswa dengan siswa dan antara siswa dengan guru dalam usaha menemukan konsep .1.

H H G F t G C G H H E D p D E A E B F F E l C A B . maka: 1.51 Misalnya panjang rusuk kubus ABCD.EFGH adalah a. Luas selubung kubus = 4 a2 2. Luas selubung dan permukaan balok Balok adalah sebuah benda yang dibatasi oleh enam daerah persegi panjang yang masing-masing dinamakan bidang sisi atau sisi balok. Maka: Luas selubung kubus = Luas ABFE + Luas BCGF + Luas DCGH + Luas ADHE =axa+axa+axa+axa = a2 + a2 + a2 + a2 = 4 a2 Luas permukaan kubus = Luas selubung + Lauas ABCD + Luas EFGH = 4 a2 + a x a + a x a = 4 a2 + a2 + a2 = 6 a2 Kesimpulan: Jika panjang rusuk suatu kubus adalah a. Luas permukaan kubus = 6 a2 b.

52 Misalkan balok ABCD . maka: Luas selubung balok = Luas ABFE+Luas BCGF + Luas CDGH + Luas ADHE = (p x t) + (l x t) + (p x t) + (l x t) = t (p + l + p + l) = t (p + l). lebar BC = l dan tinggi CG = t . EFGH memiliki ukuran panjang AB = p. Luas permukaan balok = 2 (pt + pl + lt) . dan tinggi = t Maka: 1.2 = 2 (p + l).t + p x l + p x l = 2(p + l). Luas selubung balok = 2(p + l)t 2.t + 2(p x l) = 2 (pt + lt + pl) Luas permukaan balok = Luas selubung + 2 x Luas bidang alas Kesimpulan : Misalkan suatu balok memiliki ukuran panjang = p.t = keliling ABCD x t Luas permukaan balok = Luas selubung + Luas ABCD + Luas EFGH = 2(p + l). lebar = l.

tampak kubus satuan. Maka volume kubus satuan = (1 x 1 x 1) satuan volume = 1 satuan volume Pada gambar (b) dan (c) tampak kubus yang memiliki panjang 3 satuan panjang. Volume Kubus dan Balok a.53 2. Maka volume kubusnya = (3 x 3 x 3) satuan volume = 27 satuan volume Dengan demikian. yaitu kubus yang memiliki panjang rusuk 1 satuan panjang. Volume Kubus (a) (b) (c) Pada gambar (a). volume kubus (V) yang memiliki panjang rusuk a dirumuskan sebagai berikut : V =axaxa = a3 .

54 Dengan : V = volume kubus a = panjang rusuk kubus Kesimpulan : Volume kubus sama dengan panjang rusuknya di pangkatkan tiga. Volume Balok (a) (b) (c) Pada gambar (a). Volume baloknya = (4 x 3 x 2) satuan volume = 24 satuan volume . b. tampak balok yang memiliki panjang 4 satuan panjang. lebar 3 satuan panjang dan tinggi 2 satuan panjang. tampak kubus satuan dengan panjang rusuknya 1 satuan panjang dan volume satuan = (1 x 1 x 1) satuan volume = 1 satuan volume Pada gambar (b) dan (c).

Apabila suatu balok panjangnya p satuan panjang. volume balok merupakan perkalian panjang. Panjang rusuk kubus: Panjang seluruh rusuk kubus: pt = 12a = 12 A E D a B H F C G . Diberikan volume kubus V dan panjang rusuknya a. dan volume V satuan volume (satuan isi). lebar. Maka balok itu dirumuskan sebagai berikut: H E F D t p B l G Volume V=pxlxt Dengan : V = volume balok p = panjang balok l = lebar balok t = tinggi balok Kesimpulan : A C Volume balok sama dengan perkalian semua rusuk yang bertemu pada sebuah titik sudut balok. dan tinggi.55 Jadi. Merancang Kubus dan Balok untuk Volume Tertentu 1. 2. B. lebarnya l satuan panjang. tingginya t satuan panjang. dengan satuan panjang yang sesuai. 1. Merancang kubus untuk volume tertentu Untuk dapat merancang kubus untuk volume tertentu kamu perlu mengetahui hubungan-hubugan berikut.

a.. 6. 5..56 3.(2) . Jika luas sisinya A2 = pt. maka t = b. maka p = 2. Jika rusuk-rusknya p : l : t = a : b : c. Diberikan volume balok V. 1.. maka l = c. 4.. Jika diketahui besar volume V. maka: 3.. maka panjang rusuk a adalah Panjang seluruh rusuk kubus (pt) adalah pt = 12a Subtitusikan (1) diperoleh pt = .. Jika luas sisi-sisinya A1 : A2 : A3 = a : b : c.. maka: . Panjang diagonal sisi kubus: ps = Panjang diagonal ruang kubus: pr = Luas bidang sisi kubus: Ls = a2 = Luas selubung kubus: Lb = 4a2 = 4 Luas permukaan kubus: Lm = 6a2 = 6 Perhatikan uraian berikut ini yang menjelaskan beberapa hubungan diatas volume kubus (V) dengan panjang rusuk a dalah V = a3. Jika luas sisinya A3 = lt.. Jika luas sisinya A1 = pl. 7.(1) Sekarang untuk dapat merancang balok untuk volume tertentu kita perlu mengetahui hubungan-hubungan berikut.

E H F t G D A p C B l Jika volume V dan luas sisinya A1. atau A3 = lt. p=a l=b t=c .57 Perhatikan uraian berikut ini yang menjelaskan beberapa hubungan di atas. atau A2 = pt. maka : V = A1t sehingga diperoleh t = V = A2l sehingga diperoleh l = V = A3p sehingga diperoleh p = Jika volume balok V dan rusuk-rusuknya p : l : t = a : b : c. dan t = ck. maka kamu memisalkan p = ak. dengan A1 = pl. dengan k > 0 V=pxlxt V = ak x bk x ck V = abc k3 k= Jadi. l = bk.

maka panjang rusuk kubus baru menjadi (a . Kubus Misalkan panjang kubus semula adalah a.h3 Perubahan volume kubusnya adalah ∆V = Vb .3h + 3h2 .h)3 = a3 .h3 = a3 → a = = V s . Jika panjang rusuk kubus semula a bertambah besar h.h3 Jika panjang rusuk semula a diperbesar atau diperkecil dengan factor skala k. maka volume kubus semula adalah = a3. maka panjang rusuk kubus baru menjadi ka dan volumenya adalah: .3a3h + 3ah2 .h) dan volumenya adalah Vb Vb Vb = (a .Vs = 3a3h + 3ah + h3 = 3h + 3ah2 + h3 C Jika panjang rusuk semula a berkurang h. maka panjang rusuk kubus baru menjadi (a + h) dan volumenya adalah Vb Vb Vb = (a + h)3 = a3 + 3a3h + 3ah2 + h3 =a →a= = V s + 3h + 3h 2 3 H E F D A a B G +h 3 Perubahan volume kubusnya adalah: ∆V = Vb .58 Volume Kubus dan Balok Jika Ukuran Rusuknya Berubah 1.Vs = 3a3h + 3ah .h3 = 3h + 3ah2 .

maka volume baloknya adalah Vs = p x l 1.lh . l. Jika panjang rusuk-rusuk balok semula p.ph . (l + h).h3 . (l + h).h) (l .h) (t .plh .59 Vb = kp x kl x kt =(k3)(plt) = k3Vs Perubahan vo. dan volume balok baru adalah: Vb = (p .Vs = (pl + pt + lt)h + (p x l x t)h2 + h3 2. Balok Misalnya balok memiliki ukuran panjang = p. lebar = l. dan (t + h). dan t berkurang sebesar h.pth + ph2 . dan tinggi = t. dan (t + h).lth + lh2 + lh2 . maka panjang rusuk-rusuk balok baru adalah (p + h). dan volume balok baru adalah: E H F D A p = Vb . maka panjang rusuk-rusuk balok baru adalah (p + h).h) = plt .h) = (pl .ume kubusnya adalah ∆V 2.h2)(t .Vs = k3 Vs – Vs = (k3 .1) Vs G t C B l Vb = (p + h) (l + h) (t + h) = (pl + ph + lh + h2)(t + h) = plt + plh + pth + ph2 + lth + lh2 + lh2 + h3 Perubahan volume balok adalah: ∆V = Vb .

60 Perubahan volume balok adalah: ∆V = Vb .lh2 . b. l. dan t diberbesar atau diperkecil dengan faktor skala k.ume kubusnya adalah ∆V = Vb . l. Jika panjang rusuk-rusuk balok semula p.Vs = plh + pth . Jika panjang rusuk-rusuk balok semula p.(p x l x t)h2 + h3 3.ph2 + lth . kl dan kl.Vs = abc Vs . sehingga volume balok baru adalah: Vb = ap x bl x cl = (abc)(plt) = abc V Perubahan volume baloknya adalah: ∆V = Vb . dan t diberbesar atau diperkecil dengan faktor skala a. bl dan cl. sehingga volume balok baru adalah: Vb = kp x kl x kt =(k3)(plt) = k3Vs Perubahan vo. dan c.Vs = k3 Vs – Vs = (k3 . .Vs = (abc – 1 Vs) 4. maka panjang rusuk-rusuk balok baru adalah kp.lh2 .1) Vs Penerapan Kubus dan Balok dalam Kehidupan Dengan pengetahuan yang baik mengenai kubus dan balok kamu dapat menerapkannya dalam kehidupan yang nyata untuk memecahkan berbagai kasus yang berkaitan dengan kubus dan balok.h3 = (pl + pt + lt)h . maka panjang rusuk-rusuk balok baru adalah ap.

1. Pembelajaran menerapkan teori berdasarkan kegiatan yang berpusat pada siswa untuk mengkonstruksi pengetahuan secara sendiri dan dengan bantuan lingkungan sosial budayanya. Pembelajaran yang menerapkan teori vygotsky lebih menekankan pada siswa yang mengkonstruksi pengetahuan sendiri sedangkan guru lebih ditekankan sebagai fasilitator. ZPD (zone of proximal development). Bahwa siswa akan dapat mempelajari konsep-konsep dengan baik jika berada dalam ZPD. Tahap-tahapan dalam teori belajar vygotsky adalah : 1. Pendekatan pembelajaran yang dipandang sesuai adalah pembelajaran kooperatif. Jadi belajar bukan berorientasi kepada terselesaikannya materi tetapi harus berorientasi pada tujuan dan pengalaman belajar yang telah dimiliki siswa. Vygotsky menyatakan bahwa siswa belajar melalui interaksi bersama dengan orang dewasa atau teman yang lebih cakap. Sehingga pembelajaran bersifat aktif dan dinamis. Siswa bekerja dalam ZPD jika siswa tidak dapat memecahkan masalah sendiri. tetapi dapat memecahkan masalah itu setelah mendapat bantuan orang dewasa atau temannya (peer) . Sosiokultural. 2.61 2.9 Kerangka Konseptual Belajar merupakan suatu proses bagaimana siswa mendapat pengalaman sehingga terjadi perubahan tingkah laku.

Vygostky menekankan pada scaffolding. 4. sulit. dan realistik. Siswa diberi masalah yang kompleks. dan kemudian diberi bantuan secukupnya dalam memecahkannya.62 3. . Perkembangan yang berangkat dari bidang social ke bidang individu.

Dominan Ceramah Pemecahan Masalah Dicari penyelesaian Kemampuan pemecahan masalah masih rendah Solusi belum ditemukan Strategi pemecahan masalalah Dilakukannya Upaya Melakukan pendekatan pembelajaran matematika realistik Langkah Pemecahan Masalah Polya Dikaitkan Dengan Situasi Dunia Nyata Memahami Masalah Merencanakan Meneyelesaikan Memeriksa Kembali Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Meningkat Diperoleh Hasil .63 Secara lebih rinci dapat dilihat dari skema berikut ini : Belajar dan Pembelajaran Pembelajaran Matematika Metode yang Digunakan Guru Kurang Bermakna.

Dengan kata lain. ternyata memperoleh hasil yang lebih efektif terhadap siswa. Secara keseluruhan. . maka hipotesis penelitian ini adalah : “Penerapan teori Vygotsky dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa pada materi geometri”. mahasiswa UNIMED Jurusan Pendidikan Matematika.A 2007/2008) oleh Pribadi Ginting.64 2. bahwa pembelajaran kontruktivisme aliran vygotsky menjadikan siswa sebagai subjek dan berinisiatif sendiri dalam kegiatan pembelajaran dan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah mengalami peningkatan setelah dilakukan tindakan. 2. siswa yang proses pembelajarannya menerapkan pembelajaran kontruktivisme aliran vygotsky memiliki kemampuan pemecahan masalah yang lebih baik daripada sebelum diberikan proses pembelajaran tersebut.3 Kajian Penelitian yang Relevan Adapun kajian peneleitian yang relevan terhadap penelitian yang dilakukan peneliti adalah dengan judul penelitian Pembelajaran Matematika dengan Menerapkan Model Kontruktivisme Aliran Vygotsky (dengan jenis penelitian tindakan kelas yang dilakukan di kelas VII SMP Swasta Nasrani 3 Medan pada T.4 Hipotesis Tindakan Berdasarkan tinjauan teoritis dan kerangka konseptual. pembelajaran kontruktivisme aliran vygotsky dapat menjadi sebuah alternatif untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Secara umum. Beliau menyimpulkan bahwa setelah pembelajaran dilakukan.

Sehingga dapat diupayakan pembelajaran yang sesuai keadaan siswa.1 Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Lumbanjulu. 64 . 3.4%. Dari hasil tes diagnostik yang diujikan pada saat prapenelitian.3 Objek Penelitian Objek dalam penelitian ini adalah upaya meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dengan penerapan teori Vygotsky pada materi geometri di kelas IX SMP Negeri 1 Lumbanjulu T.A 2012/2013 diambil satu kelas sebagai subyek penelitian yaitu kelas IX-I yang berjumlah 36 siswa. Dari 5 kelas yang ada siswa kelas IX di SMP Negeri 1 Lumbanjulu T.6%. bahwa siswa mengalami kesulitan dalam memahami dan menerapkan rumus-rumus pada materi Bangun Ruang Kubus dan Balok dengan persentase rata-rata siswa yang menjawab benar keseluruhan tes adalah 39. 3.2 Subjek Penelitian Satu masalah penting yang harus dilakukan oleh seorang peneliti. Adapun alasan memilih lokasi penelitian adalah karena pada pembelajaran Bangun Ruang Kubus dan Balok menunjukkan kemampuan siswa memecahkan masalah kurang optimal. jika hendak mengadakan Penelitian Tindakan Kelas yaitu penentuan subyek penelitian.65 BAB III METODE PENELITIAN 3.A 2012/2013. sedangkan yang menjawab salah adalah 60.

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) . Pemilihan jenis PTK karena peneliti terlibat langsung dan sudah merupakan tugas peneliti sebagai calon pendidik yang harus selalu berusaha meningkatkan mutu pendidikan. konsep ZPD. Kemampuan pemecahan masalah adalah kemampuan atau kompetensi strategik yang ditunjukkan siswa dalam memahami.5 Jenis Penelitian Pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan kualitatif yang berguna untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dengan penerapan teori vygotsky pada pokok bahasan Bangun Ruang Kubus dan Balok pada siswa kelas IX di SMP Negeri 1 Lumbanjulu. scaffolding. dan perkembangan mental dari bidang sosial ke bidang individu. Teori Vygotsky adalah salah satu teori belajar sosial sehingga sangat sesuai dengan model pembelajaran kooperatif karena dalam model pembelajaran kooperatif terjadi interaktif sosial yaitu interaksi antara siswa dengan siswa dan antara siswa dengan guru dalam usaha menemukan konsep . b. 3. Dengan menerapkan empat prinsip dalam proses pembelajarannya yaitu sosiokultural.konsep dan pemecahan masalah. memilih pendekatan dan strategi pemecahan dan menyelesaikan model untuk menyelesaikan masalah. Sedangkan jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK).66 3.4 Definisi Operasional Untuk dapat melakukan variabel penelitian secara kuantitatif maka variabel-variabel didefinisikan sebagai berikut: a.

1 Tes Dalam penelitian ini diberikan tes kemampuan pemecahan masalah. maka penelitian ini memiliki tahap atau siklus sebagai berikut : Siklus I No. wawancara. 3. ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan siswa memecahkan masalah mangalami peningkatan berdasarkan rata-rata setelah diberi teori vygotsky.6. 1.7 Prosedur Penelitian Sesuai dengan jenis penelitian ini. dan observasi. 3. yang dilakukan adalah • Wawancara • Untuk mengetahui kesulitan • Data siswa dalam memahami siswa kesulitan Output .6. 3. 3.6 Alat Pengumpul Data Alat yang digunakan dalam pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes. yaitu Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Tahap-Tahap Sasaran Penelitian Perencanaan.67 merupakan kajian tentang situasi sosial dan pandangan untuk meningkatkan mutu tindakan yang ada di dalamnya.3 Observasi Observasi yang dilakukan merupakan pengamatan terhadap seluruh kegiatan dan perubahan yang terjadi pada saat diberikan tindakan.

2. meliputi : • Melakukan belajaran penerapan vygotsky.68 materi Kubus sebagai tindakan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa. untuk menemukan rumus . • Membuat tes ke. (pengajuan masalah yang pemdengan teori • Guru memberikan masalah • Peningkatan kepada siswa yang telah disusun Kegiatan berkaitan dalam Siswa dengan Lembar yang materi kemampuan pemecahan masalah siswa kubus dan balok dalam kehidupan sehari-hari berada pada ZPD.• Untuk haman mengetahui serta pema.• Tes kemampuan pemecahan masalah I mampuan pemecahan masalah I kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal yang berkaitan dengan materi. • Merancang RPP • Agar pembelajaran yang • KBM efektif berlangsung lebih terarah. • Membuat observasi lembar • Untuk kondisi melihat belajar bagaimana • Data mengajar KBM kondisi yang berlangsung di kelas. Pelaksanaan.

scaffolding. • Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan hal-hal yang kurang dimengerti pada masalah I. • Guru memberikan waktu kepada siswa untuk masalah secara mendiskusikan tersebut berkelompok. dan luas permukaan kubus dan balok hasil • Siswa mencermati masalah yang diberikan guru. presentasi kerja). • Siswa berusaha mencoba menyelesaikan masalah I. • Guru mengarahkan siswa untuk membagi kelompok yang telah disusun sebelumnya.69 sosiokultur. • Siswa saling memberikan argumennya masing dalam masingkegiatan .

• Guru menanyakan kembali apa hal-hal yang masih kurang dimengerti siswa dan membimbing siswa yang mengatasi masalah yang mereka hadapi. • Setelah diselesaikan guru masing masalah oleh I siswa. sedangkan yang lain • Siswa memperoleh hasil diskusinya dan guru .70 diskusi tersebut untuk menyelesaikan masalah. • Guru mengamati setiap kegiatan siswa di setiap kelompok untuk melihat kesulitan-kesulitan dihadapi siswa. masingkelompok hasil meminta mempresentasikan diskusinya kolompok menanggapi.

III. masalah I guru luas permukaan memberikan waktu kepada siswa untuk menyelesaikan masalah II.71 memberikan penguatan.• Data kondisi tes proses berlangsung. dan seterusnya dengan prosedur penyelesaian yang sama seperti pada masalah I. • Guru melakukan tanya jawab untuk menunjukkan kebenaran konsep yang telah ditemukan siswa. I Pada tahap ini dilakukan observasi terhadap pelak. • Hasil diskusi merupakan konsep kubus. • Untuk mengetahui hasil yang dicapai oleh siswa setelah • Pemberian ke-mampuam pemecah-an masalah 3. • Setelah diselesaikan. pembelajaran • Data hasil tes kemampuan pemecahan masalah I .

Tahap ini dilakukan untuk menganalisa dan memberikan • Hasil identifikasi arti Refleksi terhadap data yang masalah masalah baru) (hasil yang diperoleh. memperjelas data. peneliti kelas. mengajar Evalusi berlangdilakukan untuk mengukur peningkatan ke-mampuan memecahkan matematika. siswa masalah 4. Hasil refleksi ini . mengajar guru kelas didepan yang bertugas sebagai pengamat mengisi lembar obsevasi untuk mengamati kegiatan yang terjadi selama proses belajar sung. sehingga diambil kesimpulan dari tindakan yang telah dilakukan.72 sanaan Observasi tindakan dengan lembar KBM menggunakan observasi yang telah dibuat.

.73 kemudian digunakan sebagai dasar untuk perencanaan pada siklus berikutnya.

2.• Tes kemampuam pemecahan masalah II kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan materi. Pelaksanaan. teori • Proses pembalajaran sama • Peningkatan seperti pada siklus I ( dengan perbaikan proses kemampuan pemecahan masalah siswa pembelajaran misal dengan bantuan alat peraga seperti . 1. yang dilakukan adalah • Mendesain RPP • Melakukan perbaikan pembe. Tahap-Tahap Sasaran Penelitian Perencanaan. • Membuat observasi lembar • Untuk kondisi melihat belajar bagaimana • Data mengajar KBM kondisi Output yang berlangsung di kelas.74 Siklus II No.• KBM efektif lajaran sebagai tindak lanjut dari siklus I. • Membuat tes kemam. meliputi : • Melakukan pembelajaran dengan penerapan vygotsky.• Untuk puan masalah II pemecahan haman mengetahui serta pema.

4. dll). Refleksi Untuk mengetahui terdapat melihat apakah kesulitan dan masih yang • Hasil identifikasi masalah dialami siswa baik kesulitan dalam ataupun memahami kesulitan materi dalam menyelesaikan masalah yang berkenaan dengan materi . mana siswa yang telah kemampuan pemecahan masalah I memahami 3.• Untuk mpuan masalah II pemecahan mengetahui sejauh • Data hasil tes mana penguasaan siswa dan sejauh kurang mengerti.75 kerangkla dan model bangun ruang kubus dan balok. • Pemberian tes kema. Observasi Untuk melihat apakah telah • ada perubahan berarti yang terjadi pada kondisi Data kondisi KBM pembelajaran di kelas setelah perbaikan program pengajaran dilakukan.

Keputusan Definisi Masalah Keputusan Definisi Ulang Masalah Evaluasi Asesmen Kebutuhan Evaluasi Asesmen Kebutuhan Implementasi Hipotesis/Gagasan Implementasi Hipotesis/Gagasan Revisi Rencana Tindakan Revisi Rencana Tindakan .76 kubus dan balok. pada maka siklus berikutnya. Peneliti mengharapkan kemampuan siswa memecahkan masalah lebih baik dan dapat bertahan dalam jangka waktu yang cukup lama. Secara lebih rinci prosedur pelaksanaan penelitian tindakan kelas menurut model Mc. Jika masih terdapat dilanjutkan kesulitan.Kernan (dengan modifikasi dari Hopskin.. 1993:53) dalam Wiriatmadja (2000:69) sebagai berikut: Tindakan Siklus 1 Tindakan yang membutuhkan Perbaikan Situasi Masalah Tindakan Siklus 2 Dst..

selajutnya dikoreksi hasil pekerjaan siswa. sehingga memungkinkan adanya kesimpulan. Penentuan Ketuntasan Pemecahan Masalah Secara Individu DSP = P x 100% Q Keterangan : DSP = daya serap perorangan P Q Dengan kriteria : 0 % ≤ DSP < 65 % 65 %≤ DSP ≤100% .77 T1 T2 3. Reduksi data Setelah tes mengenai geometri diberikan. 3.8.2 Menyajikan data Kegiatan analisis berikutnya adalah penyajian data yang diartikan sebagai kumpulan data yang terorganisasikan. Setelah dilakukan tes kemampuan pemecahan masalah kepada siswa. dipelajari dan ditelaah untuk mengolongkan dan mengorganisasikan jawaban-jawaban siswa. untuk mengetahui sejauh mana persentasi kemampuan siswa memecahkan masalah dapat digunakan rumus: i.1. siswa telah mampu memecahkan masalah = skor yang diperoleh siswa = skor maksimal Sedangkan pengolongan besarnya persentase kemampuan memecahkan masalah menurut Nurkancana (1986:89) adalah sebagai berikut: .8. siswa belum mampu memecahkan masalah .8 Teknik Analisis Data 3.

kemampuan pemecahan masalah rendah 65% ≤ DSP ≤ 79%. Setiap skor tes kemampuan pemecahan masalah tersebut akan dibandingkan. kemampuan pemecahan masalah sangat rendah 55% ≤ DSP ≤ 64%. Penentuan Persentase Siswa Mampu Memecahkan Masalah Secara Klasikal DSK = M x 100% N Ket : DSK = persentase kelas yang mampu memecahkan masalah M = banyak siswa yang telah mampu memecahkan masalah N = banyak siswa seluruhnya Dengan criteria: 0% ≤ DSK < 85 % . kemampuan pemecahan masalah tinggi 90% ≤ DSP ≤ 100%. kelas telah mampu memecahkan masalah Untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan kemampuan pemecahan masalah siswa setelah pembelajaran dengan menerapkan teori vygotsky dilihat dari hasil deskriptif skor tes kemampuan pemecahan masalah. kemampuan pemecahan masalah sedang 80% ≤ DSP ≤ 89%. kelas belum mampu memecahkan masalah 85 %≤ DSK ≤100% . Jika terjadi peningkatan nilai rata-rata tes kemampuan pemecahan masalah I dan tes kemampuan pemecahan masalah II maupun tes kemampuan pemecahan masalah berikutnya. serta sudah terdapat ketentuan ketuntasan secara individu dan klasikal yang tersebut di atas maka tujuan penelitian ini telah tecapai.78 0% ≤ DSP ≤ 54%. . kemampuan pemecahan masalah sangat tinggi ii.

Kompetensi Dasar Menghitung luas permukaan dan volume kubus dan balok. Materi . Menghitung luas permukaan kubus dan balok. Indikator Menemukan rumus luas permukaan kubus dan balok. 4. 3.79 Lampiran 1 SIKLUS I RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN I ( RPP I ) Mata Pelajaran Pokok Bahasan : Matematika : Kubus dan Balok Sub Pokok Bahasan : Menghitung luas permukaan dan volume kubus dan balok Kelas / Semester : IX / I Jumlah Pertemuan : 2 x pertemuan Waktu : 2 x 40 menit 1. Standar Kompetensi Memahami sifat-sifat kubus. 2. dan bagian-bagiannya serta menentukan ukurannya. balok.

 Metode Pembelajaran Metode pembelajaran yang digunakan adalah penemuan. 5. 1. pemberian tugas. Model. diskusi. Kelengkapan  Rencana Pelaksanaan Pembelajaran(RPP).  Buku pegangan guru dan siswa (Yudistira).  Lembar Kegiatan siswa(LKS). 7. Skenario Pembelajaran Pertemuan I Tahap No. Pembelajaran Komunikasi Kegiatan awal Kegiatan Guru Kegiatan Siswa • Membuka pelajaran menyampaikan dan • Mendengarkan tujuan pembelajaran yang Alokasi Waktu 2’ . tanya jawab. dan pemecahan masalah. 6.  Strategi Pembelajaran Strategi pembelajaran yang digunakan adalah pola pembelajaran kooperatif berbasis interaksi sosial. Strategi dan Metode Pembelajaran  Model Pembelajaran Model pembelajaran yang digunakan adalah model pembelajaran kontruktivisme aliran vygotsky.80 Mencari rumus luas permukaan kubus dan balok. Menggunakan rumus untuk menghitung luas permukaan kubus dan balok.

• Menanyakan dan • Mendengarkan mengingatkan kembali materi dan memberikan argumen tentang materi prasyarat yang guru. tetapi kurang disampaikan guru.81 tujuan pembelajaran. • Mendengarkan arahan guru dan bertanya memang yang jika ada masih 5’ kurang dipahami. Appersepsi • Menanyakan materi yang sudah dipelajari masih dipahami. 2. • Mendengarkan dan secara tidak langsung memikirkan apa yang disampaikan guru. . • Mengaitkan materi kubus dan balok dalam kehidupan seharihari. • Melakukan tanya jawab dengan diajukan prasyarat sebelum memasuki materi pelajaran.

duduk menjadi beberapa kelompok secara heterogen sehingga di setiap • Siswa kelompok diharapkan terjadi proses sosiokultur di antara siswa. • Membagi siswa • Mendengarkan arahan guru dan melaksanakan arahannya. • Memberikan dorongan kepada siswa untuk berkelompok membentuk kelompok belajar. Pemberitahuan Kompetensi dan Indikator • Menyampaikan secara lisan • Memperhatikan dan mencermati 3' kompetensi dasar dan indikator kompetensi dasar dan yang indikator (tertera pada point .82 guru. • Berusaha mengeluarkan pendapat/argume n masing-masing siswa. mengemukakan pengetahuan awalnya tentang konsep yang akan dibahas. 3.

I(LKS I) Alokasi Waktu 10’ siswa yang telah disusun dalam diberikan Lembar Kegiatan Siswa I(LKS I) • Mencermati yang dengan berkaitan materi masalah yang ada pada LKS I.83 2 dan 3) yang akan peserta melalui bahasan dan balok. kubus dan balok dalam kehidupan sehari-hari untuk menemukan rumus luas permukaan kubus dan balok. Pembelajaran Pengajuan masalah yang berada pada ZPD dicapai didik pokok kubus disampaikan oleh guru. Kegiatan Inti Kegiatan Guru Kegiatan Siswa • Memberikan masalah kepada • Menerima Lembar Kegiatan Siwa yang guru. 1. Tahap No. • Memberikan • Menanyakan hal- .

pada • Berusaha mencoba menyelesaikan masalah 1. menyelesaikan masalah. Pembelajaran sosiokultur • Memberikan waktu siswa kepada untuk untuk pada siswa hal yang kurang dipahami masalah 1. 2. • Saling memberikan argumennya masing-masing dalam diskusi untuk kegiatan tersebut dapat 25’ mendiskusikan masalah 1 secara berkelompok. • Mengarahkan siswa mengerjakan masalah 1 pada LKS.84 kesempatan kepada untuk menanyakan halhal yang kurang dimengerti masalah 1. • Dengan pembagian .

berdiskusi. buku diskusi antara siswa pada setiap kelompok dan bila perlu pada dalam bebas dan terbuka. berupaya dan untuk . bertanya guru menyelesaikan masalah tersebut. • Mengontrol jalannya diskusidan mencermati persepsi siswa • Berusaha memahami masalah.85 kelompok yang heterogen. siswa bisa menciptakan kondisi diskusi yang efektif dan kondusif. • Memberikan dorongan kepada siswa untuk terus dapat menyelesaikan masalah mengeluarkan pendapat secara dan • Memperhatikan dan memahami masalah 1 dengan bantuan paket.

• Bantuan diberikan dapat petunjuk. dorongan. dapat diberikan guru. . memandang memahami masalah. yang • Mencermati guru berupa arahan guru dan mencoba kembali memahami masalah. • Memberikan 3. peringatan. menguraikan masalah ke dalam bentuk lain yang memungkinkan siswa mandiri. Scaffolding bantuan siswa dan • Mendengarkan arahan guru dan mencermati bantuan 1 yang 10’ kepada untuk menyelesaikan masalah tersebut.86 yang dalam berbeda menyelesaikanya.

• Berkeliling mengamati siswa memberi kerja dan arahan • Mencermati arahan guru dan terus mencoba melakukan aktivitas pemecahan masalah. • Mengamati setiap • Mengerjakan kegiatan siswa di setiap untuk kesulitankesulitan yang kelompok melihat kegiatan pemecahan masalah. dihadapi siswa. agar kerja siswa lebih efektif.87 • Memberikan bantuan guna menghantarkan siswa memahami masalah dan dalam terbatas penyelesaiaannya. .

• Bantuan diberikan demi dikurangi sehingga lebih memecahkan masalah dengan siswa bisa yang • Menyelesaikan sedikit sedikit masalah 1 dengan adanya bantuan guru dan proses sosiokultur dengan teman 20’ sekelompok. • Bantuan diberikan tergantung pada yang .88 • Menanyakan kembali apa halhal yang masih kurang dimengerti siswa membimbing siswa masalah mengatasi yang dan • Mendengarkan dan bertanya kepada guru jika masih kesulitan dihadapi ada yang dalam memecahkan masalah. mereka hadapi. mengkonstruksi pengetahuannya sendiri.

89 masalah yang dihadapi siswa. 4. • Memberi kesempatan kepada kelompok lain mengkritisi mendengarkan kelompok penyaji. Presentasi Hasil Kerja meminta satu guru salah kelompok terpilih menyajikan hasil kerjanya di depan kelas kelompok duduk dan lain dan yang mempresentasikan hasil diskusinya. • Setelah masalah 1 • Kelompok diselesaikan oleh siswa. • Memberikan tanggapan terhadap argumen atau yang oleh lain. sedangkan kelompok yanglain menanggapi. pertanyaan diajukan kelompok atau menanggapi hasil kerja kelompok penyaji dan mengekspresikan ide-ide secara .

. memberikan • Memperoleh hasil diskusi dari penguatan. • Melakukan tanya • jawab untuk Bertanya kepada guru ataupun menunjukkan kebenaran konsep yang ditemukan dan telah siswa kelompok penyaji untuk menemukan hasil diskusinya.90 terbuka. mendiskusikan untuk hasil memadu pemikiran beberapa kelompok. • Sesekali mengajukan pertanyaan untuk memastikan pemecahan masalah dan ditanggapi penyaji dapat oleh • Kelompok mengecek kembalihasil kerjanya mengajukan masukan pertanyaan atau atas dan lain beda pemecahan masalah dan kelompok lain.

Pembelajaran Pelaporan seperti Lembar Kegiatan Siswa I (LKS I).91 masalah 1 yaitu konsep permukaan kubus. Kegiatan Akhir Kegiatan Guru Kegiatan Siswa • Memberikan kesempatan kepada untuk menanyakan siswa • Bertanya pada Alokasi Waktu 5’ guru tentang halhal yang kurang dimengerti. memberikan waktu siswa kepada untuk kembali pola luas kegiatan di atas sehingga ditemukan konsep pemecahan masalah pada menyelesaikan masalah 2. Tahap No. dan seterusnya dengan prosedur penyelesaian yang sama pemecahan masalah 1.3. . 1. • Setelah masalah 1 • Mengikuti diselesaikan.

Pembelajaran Komunikasi Kegiatan awal Kegiatan Guru Kegiatan Siswa • Membuka pelajaran menyampaikan tujuan pembelajaran. . Alokasi Waktu 2’ kurang dipahami. tetapi kurang • Mendengarkan arahan guru dan bertanya memang yang jika ada masih 5’ dan • Mendengarkan tujuan pembelajaran yang disampaikan guru. Appersepsi • Menanyakan materi yang sudah dipelajari masih dipahami.92 kembali yang dimengerti hal-hal kurang pada materi yang baru dipelajari. di rumah. 1. Pertemuan II Tahap No. • Memberikan tugas • Mendengarkan sebagai untuk latihan dikerjakan dan melaksanakan arahan guru. 2.

• Membagi siswa • Mendengarkan arahan guru dan melaksanakan arahannya.93 • Menanyakan dan • Mendengarkan mengingatkan kembali rumus konsep luas dan memberikan argumen tentang materi sebelumnya. • Mengaitkan materi kubus dan balok dalam balok • Mendengarkan dan secara tidak langsung memikirkan apa yang disampaikan guru. menjadi beberapa kelompok secara heterogen . dengan kehidupan seharihari. permukaan kubus dan sebelum memasuki materi pelajaran baru. • Melakukan tanya jawab guru.

Pemberitahuan Kompetensi dan Indikator • Menyampaikan secara lisan • Memperhatikan dan mencermati 3’ kompetensi dasar dan indikator kompetensi dasar dan yang disampaikan oleh guru. indikator (tertera pada point 2 dan 3) yang akan peserta melalui bahasan dicapai didik pokok kubus . mengemukakan pengetahuan awalnya tentang konsep yang akan dibahas. 3.94 sehingga di setiap • Siswa kelompok diharapkan terjadi proses sosiokultur di antara siswa. • Memberikan dorongan kepada siswa untuk duduk berkelompok membentuk kelompok belajar. • Berusaha mengeluarkan pendapat/argume n masing-masing siswa.

pada . diberikan Alokasi Waktu 10’ siswa yang telah disusun dalam Lembar Kegiatan Siswa II(LKS II) • Mencermati yang dengan berkaitan materi masalah yang ada pada LKS II. • Memberikan kesempatan kepada untuk menanyakan halhal yang kurang siswa • Menanyakan halhal yang kurang dipahami masalah 1. 1. kubus dan balok dalam kehidupan sehari-hari untuk menggunakan rumus luas permukaan kubus dan balok.95 dan balok. Pembelajaran Pengajuan masalah yang berada pada ZPD Kegiatan Inti Kegiatan Guru Kegiatan Siswa • Memberikan masalah kepada • Menerima Lembar Kegiatan Siwa II(LKS II) yang guru. Tahap No.

• Dengan pembagian kelompok yang heterogen. menyelesaikan masalah. 2. untuk masalah 1 pada LKS. Pembelajaran sosiokultur • Memberikan waktu siswa kepada untuk • Saling memberikan argumennya masing-masing dalam diskusi untuk kegiatan tersebut dapat 25’ mendiskusikan masalah 1 secara berkelompok.96 dimengerti masalah 1. siswa bisa menciptakan kondisi diskusi yang efektif dan . • Mengarahkan siswa mengerjakan pada • Berusaha mencoba menyelesaikan masalah 1.

buku diskusi antara siswa pada setiap kelompok dan bila perlu pada dalam bebas dan terbuka. dan siswa berbeda • Berusaha memahami masalah. berupaya dan untuk menyelesaikanny a. • Memberikan dorongan kepada siswa untuk terus dapat menyelesaikan masalah mengeluarkan pendapat secara dan • Memperhatikan dan memahami masalah 1 dengan bantuan paket.97 kondusif. berdiskusi. . • Mengontrol jalannya diskusidan mencermati persepsi yang dalam memandang memahami masalah. bertanya guru menyelesaikan masalah tersebut.

peringatan. • Bantuan diberikan dapat petunjuk. . dorongan. • Memberikan bantuan guna menghantarkan siswa dalam terbatas dapat yang guru berupa diberikan guru. Scaffolding bantuan siswa kepada untuk • Mendengarkan arahan guru dan mencermati bantuan 1 yang 10’ menyelesaikan masalah tersebut. • Mencermati arahan guru dan mencoba kembali memahami masalah.98 • Memberikan 3. menguraikan masalah ke dalam bentuk lain yang memungkinkan siswa mandiri.

agar kerja siswa lebih efektif. • Berkeliling mengamati siswa memberi kerja dan arahan • Mencermati arahan guru dan terus mencoba melakukan aktivitas pemecahan masalah. • Mengamati setiap • Mengerjakan kegiatan siswa di setiap untuk kesulitankesulitan yang kelompok melihat kegiatan pemecahan masalah. • Menanyakan kembali apa halhal yang masih kurang dimengerti siswa membimbing dan • Mendengarkan dan bertanya kepada guru jika masih kesulitan dihadapi ada yang dalam .99 memahami masalah dan penyelesaiaannya. dihadapi siswa.

Presentasi Hasil Kerja masalah dengan siswa bisa yang • Menyelesaikan sedikit sedikit masalah 1 dengan adanya bantuan guru dan proses sosiokultur dengan teman sekelompok. • Bantuan diberikan demi dikurangi sehingga lebih memecahkan 4. • Setelah masalah 1 • Kelompok diselesaikan oleh siswa. 20’ mengkonstruksi pengetahuannya sendiri.100 siswa masalah mengatasi yang memecahkan masalah. meminta guru salah terpilih menyajikan hasil kerjanya di depan yang . mereka hadapi. • Bantuan diberikan tergantung masalah pada yang yang dihadapi siswa.

• Sesekali mengajukan pertanyaan untuk memastikan pemecahan secara • Kelompok mengecek kembalihasil kerjanya mengajukan lain dan . • Memberi kesempatan kepada kelompok lain mengkritisi mendengarkan kelompok penyaji. sedangkan kelompok yanglain menanggapi.101 satu kelompok kelas kelompok duduk dan lain dan mempresentasikan hasil diskusinya. pertanyaan diajukan kelompok atau menanggapi hasil kerja kelompok penyaji dan mengekspresikan ide-ide terbuka. • Memberikan tanggapan terhadap argumen atau yang oleh lain.

memberikan • Memperoleh hasil diskusi dari penguatan. masalah 1 yaitu menggunakan rumus untuk menghitung luas permukaan balok. • Setelah masalah 1 • Mengikuti .102 masalah dan ditanggapi penyaji dapat oleh masukan pertanyaan atau atas beda pemecahan masalah dan kelompok lain. • Melakukan tanya • jawab untuk Bertanya kepada guru ataupun menunjukkan kebenaran konsep yang ditemukan dan telah siswa kelompok penyaji untuk menemukan hasil diskusinya. mendiskusikan untuk hasil memadu pemikiran beberapa kelompok.

Kegiatan Akhir Kegiatan Guru Kegiatan Siswa • Memberikan kesempatan kepada untuk menanyakan kembali yang dimengerti hal-hal kurang pada siswa • Bertanya pada Alokasi Waktu 5’ guru tentang halhal yang kurang dimengerti. Pembelajaran Pelaporan seperti Lembar Kegiatan Siswa II (LKS II).3. dan seterusnya dengan prosedur penyelesaian yang sama pemecahan masalah 1. .103 diselesaikan. Tahap No. materi yang baru dipelajari. memberikan waktu siswa kepada untuk kembali pola kegiatan di atas sehingga ditemukan konsep pemecahan masalah pada menyelesaikan masalah 2. 1.

Tentukan luas kotak tersebut jika bagian atas kotak tersebut dibuka (tanpa tutup)! 2. BC = (x + 3) m.104 • Memberikan tugas • Mendengarkan sebagai untuk latihan dikerjakan dan melaksanakan arahan guru.000. Hitunglah harga bahan yang dibutuhkan! .EFGH dengan AB = (2x + 2) m. Penilaian Teknik : Tes Kemampuan Pemecahan Masalah Buku Instrumen : Pertanyaan Tertulis Instrumen : 1. di rumah. dan CG adalah tnggi dari kubus. BC adalah lebar kubus. Jika diberikan suatu kotak berbentuk kubus ABCD. dan CG = 2x m. 8. dimana AB adalah panjang kubus. 20. Panjang rusuk seluruhnya 60 m.00 tiap m2. Suatu tempat pembuangan sampah berbentuk balok ABCD.EFGH. Jika balok tersebut akan dibuat dari bahan kayu triplek yang harganya Rp.

105 SIKLUS II RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN II ( RPP II ) Mata Pelajaran Pokok Bahasan : Matematika : Kubus dan Balok Sub Pokok Bahasan : Menghitung luas permukaan dan volume kubus dan balok Kelas / Semester : IX / I Jumlah Pertemuan : 2 x pertemuan Waktu : 2 x 40 menit 1. Menggunakan rumus untuk mnentukan volume kubus dan balok. Model. Kompetensi Dasar Menghitung luas permukaan dan volume kubus dan balok. 5. 3. Strategi dan Metode Pembelajaran . dan bagian-bagiannya serta menentukan ukurannya. Standar Kompetensi Memahami sifat-sifat kubus. balok. 4. 2. Materi Mencari rumus volume kubus dan balok. Indikator Menentukan rumus volume kubus dan balok.

7.  Alat Peraga (Kerangka dan model-model bangun ruang kubus dan balok). Skenario Pembelajaran .  Lembar Kegiatan siswa(LKS). pemberian tugas. diskusi. tanya jawab. 6.  Buku pegangan guru dan siswa (Yudistira). dan pemecahan masalah. Kelengkapan  Rencana Pelaksanaan Pembelajaran(RPP).106  Model Pembelajaran Model pembelajaran yang digunakan adalah model pembelajaran kontruktivisme aliran vygotsky.  Strategi Pembelajaran Strategi pembelajaran yang digunakan adalah pola pembelajaran kooperatif berbasis interaksi sosial.  Metode Pembelajaran Metode pembelajaran yang digunakan adalah penemuan.

1. ada yang masih kurang dipahami. • Menanyakan dan • Mendengarkan dan memberikan argumen tentang materi sebelumnya yang diajukan mengingatkan kembali materi pada pertemuan sebelumnya memasuki pelajaran baru. Appersepsi • Menanyakan materi • Mendengarkan arahan dan jika guru bertanya memang 5’ yang sudah dipelajari tetapi masih kurang dipahami. Alokasi Waktu 2’ menyampaikan tujuan pembelajaran. sebelum materi .107 Pertemuan I Tahap No. 2. Pembelajaran Komunikasi Kegiatan awal Kegiatan Guru Kegiatan Siswa • Membuka dan pelajaran • Mendengarkan tujuan pembelajaran yang disampaikan guru.

duduk guru heterogen sehingga di setiap diharapkan kelompok terjadi • Siswa proses sosiokultur di antara siswa. • Mengaitkan kubus dalam sehari-hari.108 guru. berkelompok membentuk kelompok belajar. • Melakukan tanya jawab dengan guru. dan materi • Mendengarkan balok dan secara kehidupan tidak langsung memikirkan apa yang disampaikan guru. • Membagi menjadi kelompok siswa • Mendengarkan beberapa secara arahan dan melaksanakan arahannya. • Memberikan dorongan • Berusaha kepada siswa untuk mengeluarkan .

Pemberitahuan Kompetensi dan Indikator lisan kompetensi dasar dan indikator (tertera pada point 2 dan 3) yang akan dicapai dan mencermati kompetensi dasar dan 3’ peserta didik melalui pokok bahasan kubus dan balok. .membagi. memecahkan masalah. • Mendengarkan dan menjelaskan alat peraga bantu memudahkan memahami sebagai alat untuk siswa dan dan berusaha memahami penjelasan guru. • Menyampaikan secara • Memperhatikan 3. pendapat/argu men masing- masing siswa.109 mengemukakan pengetahuan awalnya tentang konsep yang akan dibahas. • Menyiapkan. indikator yang disampaikan oleh guru.

1. untuk siswa • Berusaha mencoba kepada untuk hal-hal kurang pada • Menanyakan hal-hal kurang dipahami pada masalah 1. Pembelajaran Pengajuan masalah yang berada pada ZPD Kegiatan Inti Kegiatan Guru Kegiatan Siswa • Memberikan masalah • Menerima kepada siswa yang Lembar Kegiatan III(LKS Siwa III) Alokasi Waktu 10’ telah disusun dalam Lembar Siswa Kegiatan III(LKS III) yang diberikan guru. • Mengarahkan 2.110 Tahap No. rumus volume kubus dan balok. yang berkaitan dengan materi balok kubus dan • Mencermati dalam masalah yang kehidupan sehari-hari untuk menemukan ada pada LKS III. • Memberikan kesempatan siswa menanyakan yang dimengerti masalah 1. yang mengerjakan .

• Memberikan dorongan • Memperhatikan kepada siswa untuk terus menyelesaikan masalah 3. mengeluarkan dan dapat dan memahami masalah 1 dengan bantuan buku diskusi paket. menyelesaikan masalah. Pembelajaran sosiokultur • Memberikan waktu • Saling memberikan argumennya secara masing-masing dalam kegiatan diskusi tersebut untuk dapat 25’ kepada siswa untuk mendiskusikan masalah 1 berkelompok. menyelesaikan masalah 1. antara . peraga kepada siswa untuk dapat memaxsimalkan penggunaan peraga yang alat telah diberikan.111 masalah 1 pada LKS. • Memberi dorongan • Menggunakan alat untuk memudahkan pemecahan masalah.

memandang memahami • Memberikan bantuan • Mendengarkan Scaffolding kepada siswa untuk menyelesaikan masalah 1 tersebut. siswa yang berbeda dalam dan masalah. siswa setiap pada kelompok dan bila bertanya guru perlu pada dalam menyelesaikan masalah tersebut. berdiskusi. diberikan guru. dan berupaya untuk menyelesaikan nya.112 pendapat secara bebas dan terbuka. • Bantuan yang arahan dan mencermati bantuan yang guru 10’ diberikan guru dapat berupa petunjuk. . • Mengontrol diskusi mencermati jalannya • Berusaha dan persepsi memahami masalah.

• Berkeliling mengamati • Mencermati kerja siswa dan arahan dan mencoba melakukan aktivitas pemecahan masalah. • Memberikan bantuan • Mencermati terbatas guna arahan dan guru mencoba menghantarkan siswa dalam masalah penyelesaiaannya. • Mengamati kegiatan setiap • Mengerjakan siswa di kegiatan pemecahan masalah.113 peringatan. dorongan. siswa lebih setiap kelompok untuk melihat kesulitan- . memahami dan kembali memahami masalah. menguraikan masalah ke dalam bentuk lain yang memungkinkan siswa dapat mandiri. guru terus memberi arahan agar kerja efektif.

• Bantuan yang • Menyelesaikan masalah 1 diberikan sedikit demi sedikit dikurangi dengan adanya bantuan dan guru proses sehingga siswa lebih bisa masalah memecahkan dengan sosiokultur dengan teman mengkonstruksi pengetahuannya sendiri. 4. yang mereka hadapi. 20’ masalah dihadapi siswa. yang • Menanyakan kembali • Mendengarkan apa masih hal-hal yang kurang dan kepada bertanya guru dimengerti siswa dan membimbing mengatasi siswa masalah jika masih ada kesulitan yang dihadapi dalam memecahkan masalah. .114 kesulitan dihadapi siswa. • Bantuan Presentasi Hasil Kerja diberikan pada yang tergantung yang sekelompok.

guru meminta salah satu kelompok mempresentasikan hasil sedangkan diskusinya. kelompok di depan kelas dan kelompok lain duduk dan mendengarkan kelompok penyaji.115 • Setelah masalah 1 • Kelompok yang oleh terpilih menyajikan hasil kerjanya diselesaikan siswa. • Memberi kesempatan • Memberikan kepada kelompok lain mengkritisi menanggapi kerja penyaji atau hasil kelompok dan tanggapan terhadap argumen pertanyaan yang diajukan oleh kelompok lain. atau mengekspresikan ideide secara terbuka. yang lain menanggapi. • Sesekali mengajukan • Kelompok lain untuk mengecek kembalihasil masalah dapat kerjanya mengajukan dan pertanyaan memastikan pemecahan penyaji dan .

• Melakukan jawab menunjukkan kebenaran konsep tanya • untuk Bertanya kepada ataupun kelompok penyaji untuk guru yang telah ditemukan siswa dan memberikan penguatan. menemukan hasil diskusinya. • Memperoleh hasil diskusi dari masalah 1 yaitu konsep volume kubus. . oleh masukan atau pertanyaan atas beda pemecahan masalah dan mendiskusikan untuk memadu hasil pemikiran beberapa kelompok.116 ditanggapi kelompok lain.

117 • Setelah masalah 1 • Mengikuti kembali pola diselesaikan. memberikan waktu kegiatan di atas sehingga ditemukan kepada siswa untuk menyelesaikan masalah seterusnya 2.3. dan dengan konsep pemecahan masalah Lembar Kegiatan Siswa III (LKS III). pada prosedur penyelesaian yang sama seperti pemecahan masalah 1. .

.118 Tahap No. 1. • Memberikan yang pada baru tugas • Mendengarkan dan melaksanakan arahan guru. pada tentang yang Alokasi Waktu 5’ menanyakan kembali hal-hal yang kurang dimengerti materi dipelajari. Pembelajaran Pelaporan Kegiatan Akhir Kegiatan Guru Kegiatan Siswa • Memberikan kesempatan siswa kepada untuk • Bertanya guru hal-hal kurang dimengerti. sebagai latihan untuk dikerjakan di rumah.

2. ada yang masih kurang dipahami. yang sudah dipelajari tetapi masih kurang dipahami. • Mengaitkan materi • Mendengarkan . Pembelajaran Komunikasi Kegiatan awal Kegiatan Guru Kegiatan Siswa • Membuka dan pelajaran • Mendengarkan tujuan pembelajaran yang disampaikan guru. mengingatkan kembali konsep rumus volume kubus sebelum dan balok memasuki materi pelajaran baru.119 Pertemuan II Tahap No. • Menanyakan dan • Mendengarkan dan memberikan argumen tentang materi sebelumnya. Appersepsi • Menanyakan materi • Mendengarkan arahan dan jika guru bertanya memang 5’ Alokasi Waktu 2’ menyampaikan tujuan pembelajaran. 1.

• Melakukan tanya jawab dengan guru. berkelompok membentuk kelompok belajar. • Membagi menjadi kelompok siswa • Mendengarkan beberapa secara arahan dan melaksanakan arahannya.120 kubus dalam dan balok dan secara kehidupan tidak langsung memikirkan apa yang sehari-hari. duduk guru heterogen sehingga di setiap diharapkan kelompok terjadi • Siswa proses sosiokultur di antara siswa. disampaikan guru. • Menyiapkan.membagi. • Mendengarkan dan menjelaskan alat peraga bantu sebagai alat untuk dan berusaha memahami penjelasan .

indikator yang disampaikan oleh guru. Pemberitahuan Kompetensi dan Indikator • Menyampaikan secara • Memperhatikan lisan kompetensi dasar dan indikator (tertera pada point 2 dan 3) yang akan dicapai dan mencermati kompetensi dasar dan 3’ mengeluarkan pendapat/argu men masing- masing siswa. .121 memudahkan memahami siswa dan guru. 3. peserta didik melalui pokok bahasan kubus dan balok. • Memberikan dorongan • Berusaha kepada siswa untuk mengemukakan pengetahuan awalnya tentang konsep yang akan dibahas. memecahkan masalah.

rumus volume kubus dan balok. Tahap Pembelajaran Kegiatan Inti Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Alokasi Waktu 1. Pengajuan masalah yang berada pada ZPD • Memberikan masalah • Menerima kepada siswa yang Lembar Kegiatan IV(LKS Siwa IV) 10’ telah disusun dalam Lembar Siswa Kegiatan IV(LKS IV) yang diberikan guru.122 No. yang mengerjakan masalah 1 pada LKS. Pembelajaran kepada untuk hal-hal kurang pada • Menanyakan hal-hal kurang dipahami pada masalah 1. • Mengarahkan untuk siswa • Berusaha mencoba menyelesaikan masalah 1. yang berkaitan dengan materi balok kubus dan • Mencermati dalam masalah yang kehidupan sehari-hari untuk menggunakan ada pada LKS IV. • Memberikan kesempatan siswa menanyakan yang dimengerti masalah 1. . 2.

peraga yang alat telah diberikan. siswa bisa menciptakan kondisi diskusi yang efektif dan kondusif. • Dengan pembagian kelompok yang heterogen. menyelesaikan masalah.123 sosiokultur • Memberikan waktu • Saling memberikan argumennya secara masing-masing dalam kegiatan diskusi tersebut untuk dapat 25’ kepada siswa untuk mendiskusikan masalah 1 berkelompok. • Memberikan dorongan • Memperhatikan kepada siswa untuk dan memahami . • Memberi dorongan • Menggunakan alat untuk memudahkan pemecahan masalah. peraga kepada siswa untuk dapat memaxsimalkan penggunaan 3.

Scaffolding masalah. siswa yang berbeda dalam dan 4. berdiskusi. menyelesaikan masalah tersebut. memandang memahami • Memberikan bantuan • Mendengarkan kepada siswa untuk menyelesaikan masalah 1 tersebut.124 terus menyelesaikan masalah mengeluarkan dapat masalah 1 dengan bantuan dan buku diskusi siswa setiap kelompok dan bila bertanya guru perlu pada dalam paket. . antara pada pendapat secara bebas dan terbuka. dan berupaya untuk menyelesaikan nya. • Mengontrol diskusidan mencermati persepsi jalannya • Berusaha memahami masalah. • Bantuan yang arahan dan mencermati bantuan yang guru diberikan guru dapat diberikan guru.

125 berupa petunjuk. memahami dan kembali memahami masalah. • Memberikan bantuan • Mencermati terbatas guna arahan dan guru mencoba menghantarkan siswa dalam masalah penyelesaiaannya. • Berkeliling mengamati • Mencermati kerja siswa dan arahan dan mencoba melakukan aktivitas pemecahan masalah. kesulitanyang . guru terus memberi arahan agar kerja efektif. peringatan. siswa lebih setiap kelompok untuk melihat kesulitan dihadapi siswa. dorongan. menguraikan masalah ke dalam bentuk lain yang memungkinkan 10’ siswa dapat mandiri. • Mengamati kegiatan setiap • Mengerjakan siswa di kegiatan pemecahan masalah.

masalah dihadapi siswa. Presentasi Hasil Kerja • Setelah masalah 1 • Kelompok yang oleh terpilih menyajikan hasil kerjanya diselesaikan siswa.126 • Menanyakan kembali • Mendengarkan apa masih hal-hal yang kurang dan kepada bertanya guru dimengerti siswa dan membimbing mengatasi siswa masalah jika masih ada kesulitan yang dihadapi dalam memecahkan masalah. guru meminta salah satu kelompok mempresentasikan di depan kelas . • Bantuan yang • Menyelesaikan masalah 1 diberikan sedikit demi sedikit dikurangi dengan adanya bantuan dan guru proses sehingga siswa lebih bisa masalah memecahkan dengan sosiokultur dengan teman mengkonstruksi pengetahuannya sendiri. yang mereka hadapi. • Bantuan diberikan pada yang tergantung yang sekelompok.

atau 20’ mengekspresikan ideide secara terbuka. dan pertanyaan atas beda pemecahan masalah dan mendiskusikan untuk memadu hasil pemikiran . yang lain menanggapi. • Memberi kesempatan • Memberikan kepada kelompok lain mengkritisi menanggapi kerja penyaji atau hasil kelompok dan tanggapan terhadap argumen pertanyaan yang diajukan oleh kelompok lain. kelompok dan kelompok lain duduk dan mendengarkan kelompok penyaji. • Sesekali mengajukan • Kelompok lain untuk mengecek kembalihasil masalah dapat oleh kerjanya mengajukan masukan atau dan pertanyaan memastikan pemecahan penyaji ditanggapi kelompok lain.127 hasil sedangkan diskusinya.

menemukan hasil diskusinya.128 beberapa kelompok.. • Setelah masalah 1 • Mengikuti kembali waktu pola diselesaikan. memberikan kegiatan di atas sehingga ditemukan kepada siswa untuk menyelesaikan masalah seterusnya 2. • Melakukan jawab menunjukkan kebenaran konsep tanya • untuk Bertanya kepada ataupun kelompok penyaji untuk guru yang telah ditemukan siswa dan memberikan penguatan. • Memperoleh hasil diskusi dari masalah 1 yaitu menggunakan rumus untuk memecahkan masalah terkait dunia nyata. dan dengan konsep pemecahan .3.

.129 prosedur penyelesaian yang sama seperti masalah Lembar pada pemecahan masalah 1. Kegiatan Siswa IV (LKS IV).

130

Tahap No. Pembelajaran

Kegiatan Akhir Kegiatan Guru Kegiatan Siswa

Alokasi Waktu

1.

Pelaporan

• Memberikan kesempatan siswa kepada untuk

• Bertanya guru hal-hal kurang dimengerti.

pada tentang yang

5’

menanyakan kembali hal-hal yang kurang dimengerti materi dipelajari. • Memberikan yang pada baru

tugas • Mendengarkan dan melaksanakan arahan guru.

sebagai latihan untuk dikerjakan di rumah.

8. Penilaian Teknik : Tes Kemampuan Pemecahan Masalah Buku Instrumen : Pertanyaan Tertulis Instrumen : 1. Akan dibuat sebuah bak penampungan air dari bahan baja anti karat berbentuk balok ABCD, EFGH. AB = Panjang, BC = lebar, dan BF = Tinggi. Jika panjang, lebar,dan tinggi ukurannya berturut-turut 3x cm, 2x cm, dan 2 (x+20) cm. Tentukan volume balok! (dalam x).

131

2.

Sebuah akuarium mempunyai ukuran panjang, lebar dan tinggi berturutturut 60 cm, 45 cm, dan 50 cm. akuarium itu terisih penuh air. Jika 36 liter airnya dipindahkan ketempat lain, maka tinggi air dalam akuarium sekarang adalah…..

132

Lampiran 3 LEMBAR KEGIATAN SISWA I (LKS I) Mata Pelajaran Kelas : Matematika : IX SMP Negeri 1 LumbanJulu

Pokok Bahasan : Kubus dan Balok Indikator 1. : Menemukan rumus luas permukaan kubus dan balok

Jika diberikan suatu kotak berbentuk kubus ABCD.EFGH tanpa tutup, dimana AB adalah panjang kubus, BC adalah lebar kubus, dan CG adalah tinggi dari kubus.panjang sisinya = r. Tentukan luas permukaan kotak tersebut! Jawaban: • Memahami masalah Diketahui : …………………………………………………………………. …………………………………………………………………. Ditanya : …………………………………………………………………. …………………………………………………………………. • Merencanakan pemecahan masalah Kotak ABCD.EFGH dapat digambarkan sebagai berikut :

…………………….

lebar.) = 6 (….) – (….EFGH. Diberikan balok ABCD.satuan luas • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar 2.x…..) = ……. • Merencanakan pemecahan masalah Kotak ABCD. tinggi AE = t. dan tinggi pada gambar) Panjang rusuk (….EFGH dapat digambarkan sebagai berikut : .133 (tentukan letak panjang. Ditanya : …………………………………………………………………. Tentukanlah luas permukaan balok tersebut! Jawaban : • Memahami masalah Diketahui : …………………………………………………………………. jika p = 2l = 3t.) = ………….x…. Luas permukaan (….. ………………………………………………………………….) – (….) = 6 x Luas bidang • Melaksanakan pemecahan masalah Lp = 6 x Luas bidang sisi – 1 Luas bidang sisi = 6 (…. dengan panjang AB = p. lebar BC = l.. ………………………………………………………………….

Maka. lebar.. Jika panjang kawat seluruhnya tidak lebih dari 240 cm.. Lebar (….. Kerangka balok ABCD..134 ……………………...) = ………….) = …………. dan CG = 2x cm. BC = (x + 2) cm....) = …………. dan tinggi pada gambar) Panjang(…..... +….+ …….. Luas permukaan(…. . ) = 2 (……) = ……. .. ..) = 2 (pl + pt + lt) • Melaksanakan pemecahan masalah l= p = 2l ⇒ l= p = 3t ⇒ . (tentukan letak panjang. maka nilai x adalah……..EFGH dengan AB = (2x + 3) cm. Jawaban : • Memahami masalah .. Luas permukaan (…. Tinggi (…..) = 2 (pl + pt + lt) = 2 (…..satuan luas • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar 3...

135 Diketahui : …………………………………………………………………. Panjang lemari 2x cm.) = …………. Lebar (…. lebar. Berapa cm2 yang dibutuhkan untuk membuat lemari tersebut? .cm • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar 4. Tinggi (…. lebar lemari x cm dan tinggi lemari 4x cm. Ditanya : …………………………………………………………………. dan tinggi pada gambar) Panjang(…. (tentukan letak panjang. Sebuah lemari dari kayu berbentuk balok.) =…….EFGH dapat digambarkan sebagai berikut : ……………………. • Merencanakan pemecahan masalah Balok ABCD. …………………………………………………………………. …………………………………………………………………..+……) = 4 (…….) = …………. Panjang kawat seluruhnya = 4p + 4l + 4t = 4 (p + l + t) • Melaksanakan pemecahan masalah Panjang kawat seluruhnya = 4 (p + l + t) (………) (………) x = 4 (…… +……..) = ………….

………………………………………………………………….) = ………….) = ………….) = ……cm2 • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar .) = …………. Luas permukaan (…. lebar. Lebar (…. • Merencanakan pemecahan masalah Lemari dari kayu dapat digambarkan sebagai berikut : …………………….+……+….) = 2 (pl + pt + lt) = 2 (…..136 Jawaban : • Memahami masalah Diketahui : ………………………………………………………………….) = 2 (pl + pt + lt) • Melaksanakan pemecahan masalah Luas permukaan (…. …………………………………………………………………. (tentukan letak panjang. Tinggi (….) = 2 (…. dan tinggi pada gambar) Panjang(…. Ditanya : ………………………………………………………………….

137 Lampiran 4 LEMBAR KEGIATAN SISWA II (LKS II) Mata Pelajaran Kelas : Matematika : IX SMP Negeri 1 LumbanJulu Pokok Bahasan : Kubus dan Balok Indikator : Menggunakan rumus untuk menghitung luas permukaan kubus dan balok 1. dan CG = 2x m. …………………………………………………………………. Suatu tempat pembuangan sampah berbentuk balok ABCD. Hitunglah harga bahan yang dibutuhkan! Jawaban : • Memahami masalah Diketahui : ………………………………………………………………….EFGH dengan AB = (2x + 2) m.000.EFGH dapat digambarkan sebagai berikut : . Panjang rusuk seluruhnya 60 m. Jika balok tersebut akan dibuat dari bahan kayu triplek yang harganya Rp. ………………………………………………………………….00 tiap m2. • Merencanakan pemecahan masalah Balok ABCD. BC = (x + 3) m. 20. Ditanya : ………………………………………………………………….

000/ m2 = ……….) = 4 (……) = …….) = (……) Luas permukaan(….) = ………….) = (……) Lebar (…) = (…. m Maka diperoleh : panjang (….. dan tinggi pada gambar) Panjang(…. lebar.rupiah . (tentukan letak panjang.+….) = ………….) = ………….) x = 4 (….138 …………………….) (…….) = 2 (pl + pt + lt) = 2 (….+ ……. ) = 2 (……) = ……. Lebar (….) Tinggi (…... +…. Panjang rusuk seluruhnya = 4 (p + l + t) Luas permukaan (….20. Tinggi (….+….satuan luas Harga bahan yang dibutuhkan = Lp x Rp.) = 2 (pl + pt + lt) • Melaksanakan pemecahan masalah Panjang kawat seluruhnya= 4 (p + l + t) (…….

…………………………………………………………………. Luas selubung (…. Tinggi (…. • Merencanakan pemecahan masalah Mainan tersebut dapat digambarkan sebagai berikut : ……………………. Lebar (…. Hitunglah berapa cm2 yang dibutuhkan untuk membuat kotak mainan tersebut? Jawaban : • Memahami masalah Diketahui : ………………………………………………………………….) = …………. dan tinggi pada gambar) Panjang(…. tinggi balok 4 cm dan luas selubungnya 360 cm 2.) = 2 (pl + pt + lt) • Melaksanakan pemecahan masalah Luas selubung = 2 (p + l) t . …………………………………………………………………. lebar. (tentukan letak panjang.) = 2 (p + l) t Luas permukaan (….139 • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar 2. Sebuah mainan anak-anak berbentuk balok. Jika panjang balok dan lebarnya berselisih 5 cm.) = …………. Ditanya : ………………………………………………………………….) = ………….

cm • Memahami masalah Diketahui : …………………………………………………………………. ………………………………………………………………….bak tersebut akan dilapisi dengan baja anti karat...cm Luas permukaan(…. Sebuah bak mandi berbentuk kubus dengan panjang rusuknya 1 m. ) = 2 (……) = …….. Panjang (…) =……… = …….+ ……. +….. Ditanya : …………………………………………………………………. + l) t l Maka. Tentukan berapa m 2 baja anti karat yang dibutuhkan untuk membuat bak tersebut! Jawaban : = …….)= 2 (….satuan luas Jadi yang dibutuhkan untuk membuat mainan tersebut adalah…….) = 2 (pl + pt + lt) = 2 (….140 (…. • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar 3. …………………………………………………………………. • Merencanakan pemecahan masalah .

dan tinggi pada gambar) Panjang rusuk (…. (tentukan letak panjang. . a. = …. Hitunglah panjang rusuk kedua kubus tersebut! b..00 tiap cm2! Jawaban : • Memahami masalah Diketahui : ………………………………………………………………….141 Bak mandi tersebut dapat digambarkan sebagai berikut : …………………. Luas permukaan (…. Ditanya : …………………………………………………………………. jika harga bahannya Rp. …………………………………………………………………. ………………………………………………………………….) = ………….m2 • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar 4. 2500. panjang rusuknya berselisih 4 cm dan luas permukaannya berselisih 192 cm2. Hitunglah selisih harga yang dibutuhkan untuk membuat kedua kubus tersebut.) = 6 a2 • Melaksanakan pemecahan masalah Baja yang dibutuhkan = luas permukaan kubus = …………. lebar. Dua buah kubus.

.) = 6 r2 L1 – L2 = ….2500 = ………… Selisih harga yang dibutuhkan adalah ……….cm.. diperoleh r1 = ……... r1 – r2 = …….= …….142 • Merencanakan pemecahan masalah Kubus dapat digambarkan sebagai berikut : …………………….. Harga bahan yang dibutuhkan untuk kubus I = L1 x Rp.) L2 = 6 (…. L1 – L2 =……….2500 = …………. . Luas permukaan II =……..cm ⇒ Luas permukaan (….... maka L1 = 6 (….…….. L1 – L2 =……. (tentukan letak panjang rusuk pada gambar) r1 = . Harga bahan yang dibutuhkan untuk kubus II = L2 x Rp.. Maka luas permukaan I = ……. …… .cm b.) Jadi . r2 =…….cm2 maka L1 = …. • Melaksanakan pemecahan masalah a.. Jika r1 =…… dan r2 = ….

2x cm. Jika panjang. Pokok Bahasan : Kubus dan Balok Indikator 1. : Menemukan rumus volume kubus dan balok Akan dibuat sebuah bak penampungan air dari bahan baja anti karat berbentuk balok ABCD. dan BF = Tinggi. Ditanya : …………………………………………………………………. …………………………………………………………………. AB = Panjang. lebar. …………………………………………………………………. BC = lebar.dan tinggi ukurannya berturut-turut 3x cm. dan 2 (x+20) cm.143 • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar Lampiran 5 LEMBAR KEGIATAN SISWA III (LKS III) Mata Pelajaran Kelas : Matematika : IX SMP Negeri 1 LumbanJulu. • Merencanakan pemecahan masalah Bak penampungan air tersebut dapat digambarkan sebagai berikut : . Tentukan volume balok! (dalam x) Jawaban: • Memahami masalah Diketahui : …………………………………………………………………. EFGH.

EFGH dengan panjang rusuk kubus I adalah 2x panjang rusuk kubus ke II.. Lebar (…. .x……. Tinggi (….) = p x l xt • Melaksanakan pemecahan masalah Volume balok (….144 ……………………. Dua buah kubus ABCD. ………………………………………………………………….x…… = ………….) = p x l x t = …. Tentukan perbandingan volume kubus pertama dan kedua! Jawaban: • Memahami masalah Diketahui : …………………………………………………………………. dan tinggi pada gambar) Panjang(…. ………………………………………………………………….) = …………. (tentukan letak panjang. lebar.) = ………….(dalam x) • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar 2. Volume balok (….) = …………. Ditanya : …………………………………………………………………. Jika volume kubus ke II r3cm3.

)= a3 • Melaksanakan pemecahan masalah r1 = ….) Volume kubus (….x volume kubus II Perbandinganvolumenya adalah……… • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar 3..145 • Merencanakan pemecahan masalah Dapat digambarkan sebagai berikut : ……………………. Tentukan volume balok tersebut! Jawaban: . lebar. lebar. dan tinggi pada gambar) Panjang rusuk kubus I(….. volume kubus I = …….. Jika setiap rusuknya ditambah 2 cm.) =…. Maka : V1 = V2 ……=…… Jadi. (tentukan letak panjang.r2 volume kubus I = a3 = ………… Volume kubus II = a3 =………. Pada sebuah balok dengan panjang.panjang rusuk kubus II (…. dan tinggi.

• Merencanakan pemecahan masalah Balok tersebut dapat digambarkan sebagai berikut : ……………………. Lebar (….satuan volume (dalam x) • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar 4.) = …………. Ditanya : ………………………………………………………………….)= p x l x t • Melaksanakan pemecahan masalah Volume balok (…. dan tinggi pada gambar) Panjang(…. dimana r1 = r2. lebar. …………………………………………………………………. Volume balok (…. hitunglah selisih volume kubus kedua jika panjang rusuk kubus kedua ditambah 2 cm! Jawaban: ..) = …………. Tinggi (…. Dua buah kubus masing-masing rusuknya adalah r1 dan r2.) = p x l x t = ……x……x…… = ………….) = ………….146 • Memahami masalah Diketahui : …………………………………………………………………. …………………………………………………………………. (tentukan letak panjang.

(tentukan letak panjang rusuknya pada gambar) Panjang rusuk setelah ditambah 2 cm.satuan volume • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar . =…………..…….satuanvolume Volume kubus II (…) = a3 = ……. • Merencanakan pemecahan masalah Kedua kubus tersebut dapat digambarkan sebagai berikut : …………………….147 • Memahami masalah Diketahui : …………………………………………………………………. ………………………………………………………………….satuan volume Maka selisih volume kubus = V1 – V2 = …… .) =… Volume kubus (…) = a3 • Melaksanakan pemecahan masalah Volume kubus I (…) = a3 =……. ………………………………………………………………….. Ditanya : …………………………………………………………………. diperoleh panjang rusuk II (….

30 cm 8 cm BESAR 20 cm 20 cm 12 cm 8 cm STANDAR a. Bubuk deterjen pembersih dijual dalam dua kemasan yakni ukuran besar ukuran standar yang masing-masing dijual dengan harga Rp. …………………………………………………………………. Ditanya : ………………………………………………………………….00. Hitunglah volume masing-masing kemasan! b. 9000.500.148 Lampiran 6 LEMBAR KEGIATAN SISWA IV (LKS IV) Mata Pelajaran Kelas : Matematika : IX SMP Negeri 1 LumbanJulu Pokok Bahasan : Kubus dan Balok Indikator : Menggunakan rumus nutuk menghitung volume kubus dan balok 1. Manakah yang lebih murah? Jawaban: • Memahami masalah Diketahui : …………………………………………………………………. 20.00 dan Rp. …………………………………………………………………. • Merencanakan pemecahan masalah .

.) = ………….rupiah Harga kemasan standar =Rp……x Vs =………. (tentukan letak panjang. Tinggi (…. Harga kemasan besar = Rp……. Lebar (….)= p x l x t • Melaksanakan pemecahan masalah a.rupiah. Tinggi (…..) = ………….satuan volume.) = ………….) = …………. x Vb =…………. Volume balok (….149 Dapat digambarkan sebagai berikut : …………………….satuan volume.) = …………. . Pada kemasan standar : Panjang(…. Volume kemasan besar (Vb) = p x l x t = ……x……x…… = …………. Lebar (…. Volume kemasan standar(Vs) = p x l x t = ……x……x…… = …………..) = …………. b. dan tinggi pada gambar) Pada kemasan besar : Panjang(…. lebar..

lebar. Jika 36 liter airnya dipindahkan... (tentukan letak panjang.liter . 45 cm. …………………………………………………………………. …………………………………………………………………. Sebuah akuarium mempunyai ukuran panjang.satuan volume. dan tinggi pada gambar) Volume balok (…. maka sisa air di akuarium sekarang adalah = Va .150 • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar 2. • Merencanakan pemecahan masalah Dapat digambarkan sebagai berikut : ……………………. Ditanya : …………………………………………………………………. Jawaban: • Memahami masalah Diketahui : …………………………………………………………………..)= p x l x t • Melaksanakan pemecahan masalah Volume akuarium (Va) = p x l x t = ……x……x…… = …………. dan 50 cm. Jika 36 liter airnya dipindahkan ketempat lain. maka tinggi air dalam akuarium sekarang adalah. akuarium itu terisih penuh air.…. lebar dan tinggi berturut-turut 60 cm..

Diketahui tempat air berukuran panjang 80 cm.cm • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar 3. …………………………………………………………………. Jika permukaan air dalam tempat pertama turun 1 cm. maka berapakah volume air dalam tempat kedua? b. lebar 60 cm.satuan tinggi air sekarang =…. dan tinggi 160 cm. …………………………………………………………………. Air itu dikeluarkan melalui lubang pada tempat air tadi ke suatu tempat lain yang berukuran 60 cm x 40 cm x 6 cm a.……cm3 =…………cm3 Volume air sekarang = ….cm3 t = ….x…..x t = ……. . Ditanya : ………………………………………………………………….151 = ……cm3.jadi tinggi air dalam akuarium sekarang adalah : V pxlxt =……cm3 = ……cm3 …. Berapakah tinggi permukaan air pada tempat kedua? Jawaban: • Memahami masalah Diketahui : …………………………………………………………………..cm3.

dan tinggi pada gambar) Volume balok (…. tinggi air pada tempat kedua adalah……..satuan volume Volume air pada tempat kedua = volume air yang turun yaitu …. t = ……satuan jadi. b.Tinggi air pada tempat kedua Vair turun = p x l x t (……) = ….satuan volume Jika permukaan tempat air I turun 1 cm.satuan volume. =…….x….)= p x l x t • Melaksanakan pemecahan masalah a. (tentukan letak panjang.Volume air I (V1) = p x l x t = ……x……x…… = …………..x…. maka volume air yang turun adalah : Vair turun = p x l x t = …x…..x….. .152 • Merencanakan pemecahan masalah Dapat digambarkan sebagai berikut : …………………….x…. lebar.

Hitunglah panjang modelnya! Jawaban: • Memahami masalah Diketahui : …………………………………………………………………. Ditanya : ………………………………………………………………….) dan volume model (…) = 8 : 1 Vb 8 = Vm 1 . ………………………………………………………………….)= p x l x t • Melaksanakan pemecahan masalah Volume batu bata (Vb) = p x l x t = ……x……x…… = …………. …………………………………………………………………. dan tinggi pada gambar) Volume balok (…. • Merencanakan pemecahan masalah Dapat digambarkan sebagai berikut : …………………….. Perbandingan volume batu bata (…. (tentukan letak panjang. lebar. Sebuah batu bata berukuran 20 cm x 10 cm x 5 cm dibuat suatu model sehingga perbandingan volume batu bata dan modelnya 8 : 1.153 • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar 4.satuan volume.

154

Vm =

Vb 8

=……..satuan volume Maka volume model batu bata adalah …… satuan volume. • Periksa kembali langkah-langkah penyelesaian sehingga hasil yang diperoleh benar

155

Lampiran 7 KISI-KISI PRETES Mata Pelajaran Pokok Bahasan : Matematika : Bangun Datar

Sub Pokok Bahasan : Penerapan bangun datar dalam kehidupan nyata Kelas / Semester : IX / I IX SMP Negeri 1 LumbanJulu

Indikator kemampuan No. 1. Indikator Materi Siswa dapat melakukan proses pemecahan masalah dalam No.soal 1 2 3 4 pemecahan masalah 1 2 3 4 5 6 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

menyelesaikan soal penerapan bangun datar dalam kehidupan nyata.

Keterangan: • Indikator Pemecahan Masalah :  1: Menunjukan pemahaman, mengorganisasi data dan memilih informasi yang relevan dalam pemecahan masalah

156

 2:  3:  4:  5:  6:

Menyajikan masalah secara matematik dalam berbagai bentuk Memilih pendekatan dan metode pemecahan masalah secara tepat Mengembangkan strategi pemecahan masalah Membuat dan menafsirkan model matematika dari suatu masalah Menyelesaikan masalah yang tidak rutin

157

Lampiran 8 KISI-KISI TES KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH Mata Pelajaran Pokok Bahasan : Matematika : Kubus dan Balok

Sub Pokok Bahasan : Menghitung luas permukaan dan volume kubus dan balok Kelas / Semester : IX / I SMP Negeri 1 LumbanJulu

Indikator No. Indikator Materi No.soal kemampuan

1.

Siswa mampu mencari luas permukaan dan volume

TKPM I 1 4

pemecahan masalah TKPM II 1 2 3 4 5 6 √ √ √ √ √ √

kubus dan balok. 2. Siswa mampu mencari 2 3

3

√ √ √ √ √ √

panjang rusuk kubus dan balok. 3. Siswa dapat melakukan

√ √ √ √ √ √

-

1

√ √ √ √ √ √

proses pemecahan masalah dalam menyelesaikan soal penerapan kubus dalam √ melakukan 2 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

kehidupan nyata. 4. Siswa dapat

158

proses pemecahan masalah dalam menyelesaikan soal penerapan balok dalam

4

kehidupan nyata. √ √ √ √ √ √

√ √ √ √ √ Keterangan : • • • TKPM I : Tes Kemampun Pemecahan Masalah I TKPM II : Tes Kemampun Pemecahan Masalah II Indikator Pemecahan Masalah :  1: Menunjukan pemahaman, mengorganisasi data dan memilih informasi yang relevan dalam pemecahan masalah  2:  3:  4:  5:  6: Menyajikan masalah secara matematik dalam berbagai bentuk Memilih pendekatan dan metode pemecahan masalah secara tepat Mengembangkan strategi pemecahan masalah Membuat dan menafsirkan model matematika dari suatu masalah Menyelesaikan masalah yang tidak rutin

159

Lampiran 9 LEMBAR VALIDITAS SOAL PRETES Mata Pelajaran Pokok Bahasan : Matematika : Bangun Datar

Sub Pokok Bahasan : Penerapan bangun datar dalam kehidupan nyata Kelas / Semester : IX / I SMP Negeri 1 LumbanJulu

Kompetensi Indikator Materi Dasar Menghitung besaran pada bangun datar. 1. Siswa dapat melakukan proses pemecahan masalah dalam menyelesaikan soal penerapan bangun datar dalam kehidupan nyata. Saran : No soal 1 2 3 4 V

Validitas KV TV

................................................................................................................................... .................................................................................................................................... ……………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………

.160 Keterangan : V : Valid (dapat dilaksanakan) KV : Kurang Valid (dapat dilaksanakan dengan perbaikan) TV : Tidak Valid (tidak dapat dilaksanakan) Padangsidimpuan. Agustus 2008 Validator NIP.

2. 5.161 Lampiran 10 LEMBAR VALIDITAS SOAL TES KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH Mata Pelajaran Pokok Bahasan : Matematika : Kubus dan Balok Sub Pokok Bahasan : Menghitung luas permukaan dan volume kubus dan balok Kelas / Semester : IX / I SMP Negeri 1 LumbanJulu Pada tes Kompetensi Indikator Materi Dasar Menghitung luas permukaan dan kubus balok volume 3. dan 4. Siswa dapat melakukan proses pemecahan masalah dalam menyelesaikan soal penerapan kubus dalam kehidupan nyata. Siswa dapat melakukan 2 → TKPM II 4 → TKPM II pemecahan masalah 1 → TKPM I 4 → TKPM I 3 → TKPM II 2 → TKPM I 3 → TKPM I 1 → TKPM II kemampuan V Validitas KV TV . Siswa mampu mencari panjang rusuk kubus dan balok. Siswa mampu mencari luas permukaan dan volume kubus dan balok.

.......................................... .................................................................. Validator Agustus 2008 NIP..........................162 proses pemecahan masalah dalam menyelesaikan soal penerapan balok dalam kehidupan nyata...... ....................................................................... Saran : ....................................................................... ......................................................... Keterangan : V : Valid (dapat dilaksanakan) KV : Kurang Valid (dapat dilaksanakan dengan perbaikan) TV : Tidak Valid (tidak dapat dilaksanakan) Padangsidimpuan.............................................................

Hj. Asmin.S. D. Nama 1.163 Lampiran 11 HASIL VALIDASI PRETES Nomor Soal 1 2 3 4 I V V V V II V V KV V Validasi III V V V V IV V V V V HASIL VALIDASI TES KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH Nomor I Soal 1 2 3 4 V V V V TKPM I Validasi II III V KV KV V V V V V Nomo IV V V V V r Soal 1 2 3 4 I V V V V TKPM II Validasi II III V V V KV V V V V IV V V V V NAMA-NAMA VALIDATOR No.Si NIP 131851425 Pekerjaan Dosen Universitas Negeri Medan 2.Pd 131473061 Dosen Universitas Negeri Medan 3. Yasifati Hia. Dr. Siregar 130528943 Guru SMP Negeri 3 Padangsidimpuan . M. M.

164 4. T. Marpaung 130798287 Guru SMA Negeri 1 Padangsidimpuan .

Hitunglah luas dinding tembok tersebut! . 2. Merencanakan pemecahan masalah : membuat pola / aturan pemecahan masalah. Bagian atap suatu rumah yang berbentuk persegi panjang memiliki ukuran 7 m x 5. Tentukan banyak genteng yang dibutuhkan! 2. mengubah soal menjadi model matematika(membuat model matematika). Melaksanakan pemecahan masalah : mengerjakan penyelesaian masalah dengan lengkap dan benar. yaitu sebagai berikut: 1.6 m. dapat berupa penggunaan variabel (mengubah variabel).165 Lampiran 12 TES MATEMATIKA(PRETES) Petunjuk : • Kerjakan soal di bawah ini dengan menggunakan langkah-langkah pemecahan masalah. Atap rumah itu akan ditutup genteng yang berukuran 42 cm x 33 cm. Gambar di bawah ditunjukkan dinding tembok suatu bangunan. a. Bagian atap suatu rumah yang berukuran 10 m x 8 m akan ditutup asbes yang berukuran 113 cm x 84 cm . Memahami masalah : tuliskan apa yang diketahui dan apa yang ditanya dari soal dengan lengkap. tentukan banyaknya asbes yang dibutuhkan! 3. dan mengintrepetasi gambar. 3. • Kerjakan soal secara individu! SOAL! 1.

Kaca 0. 2m 1. Pada gambar di bawah diperlihatkan pintu dengan kaca.2 m b. Luas kayu. tentukan banyak bata yang diperlukan untuk dinding seluas itu! 3m D 8m 4.5 m 1.9 m Tentukan : a.2 m A 4m B 4. Luas kaca. jika ukran bata yang terpasang dengan posisi panjang dan lebar yaitu C dengan ukuran 30 cm x 8 cm.6 m Pintu .166 b. 0.

• Kerjakan soal secara individu! : IX / I SMP Negeri 1 LumbanJulu . dapat berupa penggunaan variabel (mengubah variabel). 2.167 Lampiran 13 TES KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH I Mata Pelajaran Pokok Bahasan : Matematika : Kubus dan Balok Sub Pokok Bahasan : Menghitung luas permukaan kubus dan balok Kelas / Semester Petunjuk : • Kerjakan soal di bawah ini dengan menggunakan langkah-langkah pemecahan masalah. Merencanakan pemecahan masalah : membuat pola / aturan pemecahan masalah. Melaksanakan pemecahan masalah : mengerjakan penyelesaian masalah dengan lengkap dan benar. dan mengintrepetasi gambar. mengubah soal menjadi model matematika(membuat model matematika). yaitu sebagai berikut: 1. Memahami masalah : tuliskan apa yang diketahui dan apa yang ditanya dari soal dengan lengkap. 3.

Tentukan luas permukaan balok itu! 4. Hitunglah harga bahan yang dibutuhkan! 2. Jika p : l = 17:10.00 tiap m2. dan CG = 2x m. berapa cm2 bahan kayu tripleks yang dibutuhkan untuk membuat bangun tersebut? 8 cm 8 cm 10 cm 2 cm 8 cm 12 cm 12 cm . lebar dan tinggi suatu balok berturut-turut dinyatakan dengan p. Suatu tempat pembuangan sampah berbentuk balok ABCD. Dari gambar bangun di bawah ini. Hitung panjang rusuk masing-masing kedua kubus tersebut! 3.000. Dan panjang rusuk baloknya 456 cm. 25. dan t. panjang rusuknya mempunyai selisih 4 cm dan luas permukaannya mempunyai selisih 192 cm2. Panjang rusuk seluruhnya 60 m. BC = (x + 2) m. Dua buah kotak berbentuk kubus. Suatu bak berbentuk balok dengan panjang. Jika balok tersebut akan dibuat dari bahan kayu triplek yang harganya Rp. l. t : l = 2:5.EFGH dengan AB = (2x + 3) m.168 SOAL! 1.

2. • Kerjakan soal secara individu! : IX / I SMP Negeri 1 LumbanJulu . Melaksanakan pemecahan masalah : mengerjakan penyelesaian masalah dengan lengkap dan benar. yaitu sebagai berikut: 1. mengubah soal menjadi model matematika(membuat model matematika).169 Lampiran 14 TES KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH II Mata Pelajaran Pokok Bahasan : Matematika : Kubus dan Balok Sub Pokok Bahasan : Menghitung volume kubus dan balok Kelas / Semester Petunjuk : • Kerjakan soal di bawah ini dengan menggunakan langkah-langkah pemecahan masalah. Memahami masalah : tuliskan apa yang diketahui dan apa yang ditanya dari soal dengan lengkap. dapat berupa penggunaan variabel (mengubah variabel). 3. dan mengintrepetasi gambar. Merencanakan pemecahan masalah : membuat pola / aturan pemecahan masalah.

Suatu bak penampung air berbentuk kotak dengan kerangka kawat dimana luas alas 5400 cm2. . Tentukan volume kayu yang digunakan untuk membuat kotak terbuka. 30. Jika kubus itu dibuat dari bahan baja anti karat yang harganya Rp. lebar 46 cm.170 SOAL! 1. dan kedalaman 18 cm. Bak penuh air dengan volume 432 liter. Tentukanlah: b.728 m3. dengan menentukan panjang rusuk dan luas permukaannya. Sisa kawat! 3. sehingga air dalam bak tertumpah.00 tiap m2. yang berbentuk balok. dengan ketebalan 2 cm.000. hitunglah harga bahannya! 2. jika diketahui ukuran bagian dalam kotak adalah panjang 54 cm. Air yang tertumpah c. Rancanglah suatu tempat penampungan air berbentuk kubus yang mempunyai volume 1. Ke dalam bak tersebut dimasukan suatu benda balok berukuran 8 cm x 12 cm x 60 cm.

Tentukan massa baja tersebut! 12.171 4. Jika massa jenis baja 7.860 kg/m3. Sebuah baja berbentuk bangun seperi di bawah ini.5 cm 5cm 20 cm 5 cm 30 cm 10 m .

172

Lampiran 15 ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH PRETES • Memahami masalah

1. Diketahui : ukuran atap ⇒ panjang = 7 m lebar = 5,6 m ukuran genteng ⇒ panjang = 42 cm lebar = 33 cm Ditanya : banyak genteng yang dibutuhkan?

Penyelesaian : • Merencanakan pemecahan masalah Atap Genteng p = 7 m , l = 5,6 m p = 42 cm , l = 33 cm

Luas persegi = p x l • menyelesaikan masalah

 Luas atap = p x l = 7 m x 5,6 m = 39,2 m2 = 392.000 cm2  Luas sebuah genteng = p x l = 42 cm x 33 cm = 1.386 cm2

173

Banyak genteng yang harus disediakan = luas sebuah genteng
392.000 cm 2 = 1.386 cm 2

luas atap

= 282,8

≈ 283 buah
• Dapat menyimpulkan hasil jawaban dari masalah

Jadi, banyaknya genteng yang harus disediakan adalah 283 buah • Memahami masalah

2. Diketahui : ukuran atap ⇒ panjang = 10 m lebar = 8 m ukuran asbes ⇒ panjang = 113 cm lebar = 84 cm Ditanya : banyak asbes yang dibutuhkan?

Penyelesaian : • Merencanakan Atap Asbes p = 10 m , l = 8 m p = 113 cm , l = 84 cm

Luas persegi = p x l • Menyelesaikan masalah

 Luas atap = p x l = 10 m x 8 m = 80 m2 = 800.000 cm2

174

 Luas sebuah asbes

=pxl = 113 cm x 84 cm = 9492 cm2

Banyak asbes yang harus disediakan = luas sebuah asbes =
800.000 cm 2 9492 cm 2

luas atap

= 84,28 buah

≈ 84 buah
• Dapat menyimpulkan hasil jawaban dari masalah

Jadi, banyaknya asbes yang harus disediakan adalah 84 buah. • Memahami masalah : t. tembok I (t1) = 4,5 m t.tembok II (t2) = 3 m lebar tembok (l) =4 m panjang jendela (p) = 1,2 m lebar jendela (l) = 0,8 m Ditanya : a. Luas dinding tembok=…….? b. Banyak bata yang diperlukan jika ukuran bata 30 cm x 8 cm =………? Penyelesaian : • Merencanakan Tembok Jendela t1 = 4,5 m, t2 = 3 m, l =4 m p = 1,2 m, l = 0,8 m

3. Diketahui

04 m 2 240 cm 2 290.4 = 15 m2 b.8 m = 0.400 cm 2 240 cm 2 = = = 1210 buah .5 m + 3 m) x ½.2 x 0. Luas tembok = Luas trapesium = jumlah dua sisi sejajar x 1/2 tinggi = (t1 + t2) x ½.96 m 2 240 cm 2 29.175 Luas trapesium : ½ jumlah dua sisi sejajar x tinggi Luas persegi = p x l • Menyelesaikan masalah a.l = (4. Luas bata = p x l = 30 cm x 8 cm = 240 cm2 Luas jendela = p x l = 1. banyak bata yang diperlukan = luas tembok − luas jendela luas sebuah bata = 15 m 2 − 0.96 m2 Maka.

6 m 4. Luas kaca = p x l = 1.9 m ukuran kaca ⇒ panjang = 1.6 m Luas persegi = p x l • Menyelesaikan masalah a. Diketahui Ditanya : a.2 m x 0.176 • Dapat menyimpulkan hasil jawaban dari masalah Jadi.2 m. a. Luas kaca b.2 m lebar =0. Luas kayu Penyelesaian : • Merencanakan Pintu Kaca p = 2 m. jumlah bata yang dibutuhkan adalah 1210 buah • Memahami masalah : seperti gambar ukuran pintu ⇒ panjang = 2 m lebar = 0.6 m = 0. Luas tembok adalah 30 m2 b. l = 0. l = 0.9 m p = 1.72 m2 .

Luas kayu = Luas pintu – Luas kaca =1.9 m = 1.177 b. a. Luas pintu = p x l = 2 m x 0.0.72 m2 = 1.8 m2 Maka.08 m2 • Dapat menyimpulkan hasil jawaban dari masalah Jadi. Luas kayu adalah 1.08 m2 .72 m2 b. Luas kaca adalah 0.8 m2 .

000.? H G F D A B C Penyelesaian : E • Menyusun prosedur/membuat pola /aturan Dari gambar di atas Panjang balok : AB = CD = GH = EF = 4 AB Lebar balok : BC = AD = EH = FG = 4 BC Tinggi balok : AE = BF = CG = DH = 4 CG .EFGH AB = (2x + 3) m BC = (x + 2) m CG = 2x m Panjang rusuk seluruhnya = 60 m Harga bahan = Rp.178 Lampiran 16 ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH TES KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH I • Memahami masalah 1..00/ m2 Ditanya : harga bahan yang dibutuhkan untuk membuat balok tersebut =.. Diketahui : Balok ABCD.. 25.

t) = 2 (7.l + l.179 Maka .2 + 3) m = 7 m Lebar balok = (x + 2) m = (2 + 2) m = 4 meter Tinggi balok = 2x m = 2. • Menyelesaikan masalah Panjang seluruh rusuk balok = 4 AB +4 BC + 4 CG 60 m = 4 (2x + 3) m+ 4 (x + 2) m + 4(2x) m 60 m = (8x + 12 + 4x + 8 + 8x) m 60 m = (20x + 20) m 20x m = 60 m.20 m 20x m = 40 m x x = 40m 20m =2m Sehingga diperoleh : Panjang balok = (2x + 3) m = (2.2 m = 4 meter Luas balok = 2 (p.4 + 4. t + p.4 + 7.4) = 2 (28 + 16 + 28) = 2 ( 72 ) = 144 m2 .

180 Maka harga bahan yang dibutuhkan adalah : luas balok x harga tiap meter :144 m2 x Rp. 3.r2 = 4 L1 .r2 ) = 192 .00 • Memahami masalah 2.r22 ) = 192 6{( r1 + r2 )( r1 .25.L2 = 192 cm2 L1 = 192 cm2 + L2 Maka. • Meneyelesaikan masalah L1 = 192 cm2 + L2 6 r12 = 192 + 6 r22 6 r12 .000.L2 = 192 cm2 Ditanya : r1 dan r2 = ……. Diketahui : dua buah kubus r1 ..6 r22 = 192 6 ( r12 .r2 = 4 r1 = 4 + r2  L1 .? Penyelesaian : • Membuat pola  r1 .000 : Rp.600.

r1 = 4 + r2 Sehingga di peroleh : 6{(4 + r2 + r2 )(4 + r2 . Memahami masalah Diketahui : Suatu bak berbentuk balok dengan: Panjang = p Lebar =l Tinggi = t .181 Karena.r2 ) 6{(4 + 2 r2 )(4)} = 192 6 ( 16 + 8 r2 ) = 192 =192 96 + 48 r2 = 192 48 r2 = 192 – 96 48 r2 = 96 r2 = 96 48 =2 r2 = 2. maka r1 = 4 + r2 =4+2 =6 • Menyimpulkan hasil jawaban dari masalah Maka diperoleh : Panjang rusuk kotak I adalah 6 cm Panjang rusuk kotak II adalah 2 cm • 2.

? Penyelesaian: • Menyusun Prosedur.182 Panjang rusuk : 465cm Ditanya: Luas Permukaan Balok (L): ….5 cm .  p : l = 17 : 10 →  → • Meneyelesaikan masalah Panjang rusuk = 465 cm 4p + 4l + 4t = 465cm 68l + 40l +16l = 4650cm 124l = 4650 cm l = 37.

dan tinggi = 2 cm Bangun II (baian tengah) ⇒ panjang = 8 cm. Memahami masalah Diketahui : Bangun seperti gambar Bangun I (bagian atas) ⇒ panjang = 8 cm. dan tinggi = 8 cm Bangun III(bagian bawah) ⇒ panjang = 12 cm.75cm = 15 cm Maka luas permukaan bak = 2(pl + pt + lt) = 2{(63.75cm2 Jadi luas permuaan bak adalah 7818.lebar = 8 cm. 37.75 cm2 • 3. 15) + (37. 15)} = 2(2390.5) = 2(3909.25 + 562.625 + 956.75. dan tinggi = 2 cm Ditanya : luas bangun tersebut =……….lebar = 8 cm.375) =7818.5) + (63.? .75.183 = 63.5 .lebar = 2 cm.

8 + 12 . 8 + 2 . 2 + 8 . 2 + 8 . 8) = 2 (16 + 64 + 16) = 192 cm2 Luas bangun III (LIII) = 2 (p . l + p . 8 + 8.184 Penyelesaian : • Menyusun prosedur/membuat pola /aturan Luas bangun = L I + L II + L III • Meneyelesaikan masalah = 2 (p . 2 + 8. 2) = 2 (96 + 24 +16) = 2 (136) = 272 cm2 Sehinggan diperoleh : Luas bangun = L I + L II + L III = 192 cm2 + 192 cm2 + 272 cm2 = 656 cm2 • Menyimpulkan hasil jawaban dari masalah Jadi. luas bangun tersebut adalah 656 cm2 Luas bangun I (L I) . 2) = 2 (64 + 16 + 16) = 2 (96) = 192 cm2 Luas bangun II (L II) = 2 (p . l + p . t) = 2 (12 . t + l . l + p . t + l . t + l . t) = 2 (8 . t) = 2 (8 .

30. Luas kubus = 6 s2 = 6 (1.30.728 m 3 = 1.2 meter panjang rusuk kubus = 1.00 tiap m2 Ditanya : harga bahan seluruhnua = ………? Penyelesaian : • Menyusun prosedur/membuat pola /aturan V = s3 1.00 = 8.44) = 8.000.2 )2 = 6 (1.000.200. kubus x Rp.000.00 • Menyimpulkan hasil jawaban dari masalah . 30.728 m3 Harga bahan = Rp.64 m2 Harga bahan = L.64 x Rp.259.728 m3) 1. Diketahui : tempat penampungan air berbentuk kubus V = 1.728 m3 = s3 s s = 3 (karena V = 1.185 Lampiran 17 ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH TES KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH II • Memahami masalah 1.00 = Rp.2 meter Maka.

186 Jadi harga bahan yang dibutuhkan untuk tempat penampungan air tersebut adalah Rp. banyak air yang tertumpah b.Volume balok(V b ) ⇒ V k = 432 liter( dik ) . Perubahan volume =Vk -Vb = 432 liter– 5. Diketahui : bak berbentuk kotak L = 5400 cm2 V = 432liter Benda balok ⇒ p = 8 cm l = 12 cm t = 60 cm Ditanya : a.00 2.76 liter = 426.76 liter b.76 dm3 = 5.259.24 liter = 426.240 cm3 a. sisa kawat Penyelesaian : • Menyusun prosedur/membuat pola /aturan =pxlxt = 8 cm x 12 cm x 60 cm = 5760 cm3 V b = 5760 cm3 = 5.200.76 liter Banyak air yang tertumpah = volume balok = 5.

. a. Diketahui : Ketebalan kayu = 2 cm Bagian dalam kotak panjang = 54 cm Lebar = 46 cm Tinggi = 18 cm Ditanya : Volume kayu = .000 cm3. = (58 × 50 × 20) cm3 = 58. sisa panjang kawat adalah 79 cm 3.. = (54 × 46 × 18) cm3 = 44.240 cm 3 = 5400 cm 2 = 78..240 cm3 = 5400 cm2 x t t t 426.24 liter b.24 liter Maka tinggi airnya = luas kotak x tinggi 426. Panjang luar Lebar luar Tinggi luar Volume luar Volume dalam • Menyimpulkan hasil jawaban dari masalah . = (46 + 2 + 2) cm = 50 cm.712 cm3. = (18 + 2) cm = 20 cm.187 Volume air sekarang = 426.9 cm ≈ 79 cm • Menyimpulkan hasil jawaban dari masalah Jadi...? Penyelesaian : • Menyusun prosedur/membuat pola /aturan dan menyelesaikan masalah = (54 + 2 + 2) cm = 58 cm. banyak air yang tertumpah adalah 426.....

dan tinggi = 20 cm Bangun III(bagian bawah) ⇒ panjang = 10 m. volume kayu yang digunakan = (58.05 m = 0.05 m x 0.3 m x 0.188 Jadi.2 m = 0.15 m3  Volume II (bagian tengah) = p x l x t = 10 m x 5 cm x 20 cm = 10 m x 0. dan tinggi = 5 cm Massa jenis baja = 7.lebar = 30 cm.lebar = 30 cm.000 – 44.288 cm 3 4.712) cm3= 13. Diketahui : baja balok Bangun I (bagian atas) ⇒ panjang = 10 m.860 kg/m3 Ditanya : massa baja balok = ………? Penyelesaian : • Menyusun prosedur/membuat pola /aturan dan menyelesaikan masalah Volume baja (V) = V I + V II + V III  Volume I (bagian atas) = p x l x t = 10 m x 30 cm x 5 cm = 10 m x 0.lebar = 5 cm. dan tinggi = 5cm Bangun II (baian tengah) ⇒ panjang = 10 m.1 m3 .

15 m3 = 0.189  Volume III (bagian bawah) = p x l x t = 10 m x 30 cm x 5 cm = 10 m x 0.3 m x 0.15 m3 + 0.860 kg/m3 .4 m3 = 3144 kg • Menyimpulkan hasil jawaban dari masalah Jadi.15 m3 Volome baja balok = V I + V II + V III = 0.4 m3 ρ= m V ⇒ m = ρ. massa baja balok adalah 3144 kg .1 m3 + 0. 0. V = 7.05 m = 0.

ditanya. membuat pola / aturan • Menyelesaikan masalah : menjalankan prosedur yang 2 0 2 telah dibuat • Tidak menuliskan apa-apa / Tidak respon • Memahami masalah : menuliskan apa yang diketahui. ditanya. menyatakan kembali masalah asli dalam bentuk yang operasional 4 • Merencanakan pemecahan masalah : menyusun . menyatakan kembali masalah asli dalam bentuk yang operasional 3 • Merencanakan pemecahan masalah : menyusun prosedur penyelesaian. membuat pola / aturan • Menyelesaikan masalah : menjalankan prosedur yang 5 3 0 2 telah dibuat • Tidak menuliskan apa-apa / Tidak respon • Memahami masalah : menuliskan apa yang diketahui. ditanya.190 Lampiran 18 Pedoman Penskoran Nilai Tes Matematika Soal 1 Skor 0 2 Kriteria • Tidak menuliskan apa-apa / Tidak respon • Memahami masalah : menuliskan apa yang diketahui. menyatakan kembali masalah asli dalam bentuk 3 yang operasional 5 • Merencanakan pemecahan masalah : menyusun prosedur penyelesaian.

membuat pola / aturan • Menyelesaikan masalah : menjalankan prosedur yang telah dibuat 4 0 2 • Tidak menuliskan apa-apa / Tidak respon • Memahami masalah : menuliskan apa yang diketahui. ditanya.191 9 prosedur penyelesaian. membuat pola / aturan 9 • Menyelesaikan masalah : menjalankan prosedur yang telah dibuat . menyatakan kembali masalah asli dalam bentuk yang operasional 4 • Merencanakan pemecahan masalah : menyusun prosedur penyelesaian.

menuliskan . 3. • Tidak menuliskan rencana pemecahan masalah. • Menuliskan rencana pemecahan masalah dengan 3 lengkap. • Menuliskan hasilnya saja dan benar. • Menuliskan aturan penyelesaian tidak tuntas tetapi hasilnya benar. • Tidak menuliskan apa yang diketahui. 1 0 5 1 0 9 5x4 Atau 7. • Menuliskan rencana pemecahan masalah tetapi 2 tidak lengkap.5 3 5 2 3 9x4 2. Langkah-langkah pemecahan masalah 1. • Tidak menuliskan apa yang ditanya. • Menuliskan apa yang ditanya dengan benar.5 2x4 Skor 1 0. • Menuliskan aturan penyelesaian dengan benar. • Menuliskan apa yang ditanya tetapi tidak lengkap.192 Rincian keterangan pedoman penskoran pada langkah-langkah pemecahan masalah No. • Salah merencanakan pemecahan masalah.5 3x4 Atau 4x4 0 4 0 1 0. • Menuliskan aturan penyelesaian dengan tuntas 4 tetapi hasilnya salah.5 Total Skor 2. • Menuliskan apa yang diketahui dengan benar • Menuliskan apa yang diketahui tetapi tidak lengkap.

• Menuliskan hasilnya tetapi salah. • Tidak menuliskan penyelesaian masalah.5 0 . 1 0 1.193 aturan penyelesaian tidak tuntas dan hasilnya salah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful