LAPORAN PRAKTIKUM LOKASI DAN WAKTU SENSASI RESEPTOR PENGECAP Mata Kuliah: Anatomi Dan Fisiologi Manusia

Dosen pengampu: Luisa Diana Handoyo, M. Si.

Oleh: Dwi Putri Pasinggi 101434039

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2012

Acara Praktikum Judul praktikum : Lokasi Dan Waktu Sensasi Reseptor Pengecap Hari. Lidah merupakan massa jaringan pengikat dan otot lurik yang diliputi oleh membran mukosa. Lidah juga merupakan suatu rawan (cartilago) yang akarnya tertanam pada bagian posterior rongga mulut (cavum oris) dekat dengan katup epiglotis yang menuju ke laryng.00 WIB : Laboratorium Biologi Universitas Sanata Dharma B. Lidah terletak pada dasar mulut dan tersusun atas otot rangka yang terlekat pada tulang hyoideus.00 – 10. telinga. manusia memiliki sistem koordinasi yang mengatur semua aktivitas.2011). 18 Mei 2012 : Pukul 08. Kinerja sistem koordinasi dibantu oleh reseptor. Otot . tulang rahang bawah dan processus styloideus di tulang pelipis. 2008). Mahasiswa mengetahui variasi waktu pengecap C. Tiap rasa pada zat yang masuk ke dalam rongga mulut akan direspon oleh lidah di tempat yang berbeda-beda (Marco Aponno. kulit dan lidah. asam. Pada bagian bawah lidah membran mukosanya halus. tanggal Waktu Tempat : Jumat. (Domi. Terdapat dua jenis otot pada lidah yaitu otot ekstrinsik dan intrinsik. Tujuan Praktikum Tujuan yang ingin dicapai dalam praktikum kali ini adalah sebagai berikut: 1.A. Dasar Teori Dalam aktivitasnya. Reseptor ini berupa alat indera yang terdiri dari mata. hidung. Mahasiswa mengetahui lokasi reseptor pengecap pada manusia 2. Membran mukosa melekat erat pada otot karena jaringan penyambung lamina propia menembus ke dalam ruang-ruang antar berkas-berkas otot. Lidah merupakan bagian tubuh penting untuk indra pengecap yang terdapat kemoreseptor (bagian yang berfungsi untuk menangkap rangsangan kimia yang larut pada air) untuk merasakan respon rasa asin. Reseptor merupakan bagianbagian tubuh yang berfungsi untuk menerima rangsangan dari lingkungan. Setiap orang normalnya memiliki lima indera yang berfungsi dengan baik untuk menangkap rangsangan sehingga dapat memberikan respon sesuai dengan keinginan atau sesuai dengan insting kita (Godam.2011). pahit dan rasa manis.

. terutama pada mandibula. asam dan manis. lalu mengubah bentuk-bentuk energi rangsangan menjadi sinyal listrik serta bahasa sistem saraf dan akan dikirimkan ke otak. Berikut adalah transduksi rasa manis. yaitu sel pengecap dan sel penunjang. Sedangkan otot ekstrinsik adalah oto yang origo dan inserdionnya terdapat dalam lidah pada lingu dan aponeurosis lingua. foliate dan circumvalata. hal ini akan mengaktifkan stimulator pada sitoplasma. berorigo di luar. Rasa manis dimulai dengan melekatnya molekul gula pada papila. pengecap rasa manis trdpt pd ujung lidah. asam dan pahit. kemudian sel reseptor akan merespon rangsangan tertentu. Enzim ini akan mengaktifkan pembentukan Camp dari ATP. bentuknya menyerupai jamur karena memiliki tangkai permukaan yang halus dengan bagian atas yang melebar fungsinya adalah untuk mengecap rasa asin. Hal ini akan membuat ion K dapat keluar sehingga mengakibatkan depolarisasi pada puting pengecap. Filiformis terdapat di bagian posterrior berbentuk seperti benang halus pada filiformis tidak terdapat reseptor pengecap. Cicumvalata merupakan papila yang sangat besar dengan permukaan berbentuk pipih meluas untuk mengecap rasa pahit sedangkan foliate terdapat di pangkal lidah bagian lateral (Domi. Pada permukaan atas lidah terdapat banyak tonjolan-tonjolan epitel mulut dan lamina propia yang disebut papila. Hal ini akan mengakibatkan terlepasnya neotransmiter ke sinaps dan selanjutnya akan diteruskan ke otak. Sel pengecap berfungsi sebagai reseptor. pengecap rasa asam trdpt pd tepi lidah. lalu otak akan menerjemahkan sinyal yang diberikan tersebut dan menentukan rasa dari makanan yang kita makan. asin. pengecap rasa asin trdpt pd ujung & tepi lidah. 2011). sedangkan sel penyokong berfungsi untuk menopang (Marco Aponno. tulang hyoid dan berinsersi pada lidah. Masuknya ion Na mengakibatkan tertutupnya saluran keluar ion K. Rasa asin disebabkan masuknya ion Na.2011). Setiap papila terdiri dari dua macam sel. (Adecha Chann. Stimulator (protein G) akan mengaktifkan enzim adenilat siklase. Depolarisasi mengakibatkan neotransmiter keluar. Zat-zat kimia dari makanan yang kita makan. dan impuls bisa diterima oleh otak.intrinsik adalah serat otot yang menghubungkan lidah dengan bagian disekitarnya. Ada empat jenis papila yaitu filiformis. pada sel pengecap terdapat silia (rambut gustatori) yang memanjang ke lubang pengecap. fungiformis. Fungiformis terdapat di bagian anterior dan di antara filiformis. mencapai kuncup pengecap melalui lubang-lubang pengecap (taste pores).2012). Pengecap rasa pahit terdapat pada pangkal lidah.

2011) D. Pelekatan ii akan mengakibatkan teraktivasinya protein G lainnya yang kemudian akan mengaktifkan enzim fosfolipase. rasa asam terjadi karena konsentrasi proteon atau ion H. tepi lidah belakang. Enzim ini akan membuat IP3 yang merupan senyawa yang larut daam sitoplasma yang terdapat dalam RE.Transduksi pahit akan berikatan dengan reseptor pada membran. Membran sanyat permeable terhadap proton ini. Alat. tengah pangkal lidah. tepi lidah depan. Masuknya proton akan membuat depolarisasi akibatnya neotransmiter dilepaskan ke sinaps (Rachmah Kurniasari. Alat a) Tusuk gigi b) Kapas c) Tissue d) Stopwatch/jam 2. dan versin. Tidak sepeti rasa manis dan pahit. Maka ion Ca akan keluar menuju Sitoplasma. garam daput. Berikatan IP3 dengan reseptor akan membuat terbukanya ion Ca. Peningkatan ion Ca akan membuat saluran K terbuka dan terjadi sinaps. bubuk kina. Bahan a) Bubuk gula b) Bubukasam sitrat c) Garam dapur d) Bubuk kina e) Vetsin/monosodium glutamat f) Air tawar 3. 3) Dicatat apa rasanya masukkan ke dalam tabel 4) Mulut dikumur sebelum bahan yang lain dirasakan 5) Diulangi cara yang sama unuk bahan bubuk asam sitrat. . Bahan dan Cara Kerja 1. Cara Kerja a) Lokasi reseptor pengecap 1) Rongga mulut dibersihkan dengan cara dikumur dengan air tawar 2) Diletakkan sedikit bubuk gula berturut-turut pada ujung lidah depan.

bubuk kina dan vetsin. 9) Hasilnya dicatat di tabel dan dibandingkan dengan hasil kelompok lain. 4) Waktunya dicatat di tabel. 5) Berkumur dengan air tawar lagi. 7) Dibandingkan hasilnya dengan kelompok lain. 6) Langkah c dan d diulangi sesudah lebih kurang 3 menit 7) Diulangi 3 kali dan dihitung waktu reratanya 8) Dikerjakan hal yang saa untuk bubuk asam sitrat. Hasil pengujian lokasi reseptor pengecap Bahan Probandus Lusi Ren Duodenum Lung Lusi Ren Duodenum Lung Lusi Ren Duodenum Lung Yesi Ren Duodenum Lung Ujung lidah +++ +++ +++ +++ +++ ++ ++ ++ ++ ++ + ++ ++ + + Tepi depan ++ ++ ++ ++ + ++ ++ ++ +++ +++ +++ +++ + ++ ++ ++ Tepi belakang + + + ++ +++ +++ +++ ++ + ++ ++ ++ ++ + Pangkal lidah + + ++ + ++ + + + + +++ +++ +++ +++ Gula Asam sitrat Garam dapur Bubuk kina . 3) Diletakkan sedikit gula pada lokasi yang sudah diketahui pada percobaan 1. garam dapur. b) Waktu sensasi 1) Rongga mulut dibersihkan dengan cara dikumur dengan air tawar 2) Permukaan lidah dikeringkan dengan tissue dan dipertahankan agar lidah tetap berada di luar mulut. E.6) Ditentuka daerah yang paling tegas/ tajam rasanya terhadap masing-masing bahan. Hasil Pengamatan 1. Lokasi reseptor pengecap Tabel 1. Dihitung waktu hingga sensasi terasa. namun lidah tidak dikeringkan.

Gambar diagram lidah Gurih Pahit Manis Asam Asin 3.Vetsin Retha Ren Duodenum Lung + + + +++ ++ + ++ + +++ +++ +++ ++ ++ - Ket : +++ = sangat terasa ++ = terasa + = sedikit terasa .5 7 5 1 10. Waktu sensasi (detik/ menit) Tabel 2.8 B 2 3 12 1 4 4.4 Garam K 3 9 13 2 14 8.4 Bubuk Kina K B 2 2 20 10 8 16 19. Sitrat K 3 23 26 2 20 14.2 B 2 2 8 1 4 3.9 7.1 B 1 2 10 2 2 3.2 .4 As.= tidak terasa 2. Hasil pengujian waktu sensasi lidah Klp Rektum Ren Lung Duodenum Arteri Rerata Gula K 2.5 16 19 3 40 16.2 Vetsin K 5 25 14 2 14 12 B 2 19 10 8 2 8.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful