P. 1
Skripsi BAB 1 Pendahuluan - Pengaruh Profesionalisme dan Kompensasi Guru Terhadap Kinerja Guru di MTs HM Tribakti Kediri.doc

Skripsi BAB 1 Pendahuluan - Pengaruh Profesionalisme dan Kompensasi Guru Terhadap Kinerja Guru di MTs HM Tribakti Kediri.doc

|Views: 798|Likes:
Published by Rafi Barca
Bab 1 Pendahuluan
Skripsi berjudul Pengaruh Profesionalisme dan Kompensasi Guru Terhadap Kinerja Guru di MTs HM Tribakti Kediri
Bab 1 Pendahuluan
Skripsi berjudul Pengaruh Profesionalisme dan Kompensasi Guru Terhadap Kinerja Guru di MTs HM Tribakti Kediri

More info:

Published by: Rafi Barca on Apr 05, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/27/2014

pdf

text

original

1

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Pada saat ini profesi guru masih banyak dibicarakan orang atau masih saja dipertanyakan orang, baik dikalangan para pakar pendidikan maupun di luar pakar pendidikan. Bahwa selama dasawarsa terakhir ini hampir setiap hari media massa khususnya media massa cetak baik harian maupun mingguan memuat berita tentang guru. Profesi guru bukan sekedar wahana untuk menyalurkan hobi ataupun sebagai pekerjaan sambilan, akan tetapi guru adalah pekerjaan yang mulia, sebab dari gurulah segala peadaban dimulai dan mengalami perkembanan yang sangat mengagumkan hingga detik ini. Sebagai tenaga profsional guru memegang peranan dan tanggung jawab yang penting dalam pelaksanaan program pembelajaran di sekolah. Selain itu guru juga memiliki tanggung jawab atas tercapainya tujuan pembelajaran di sekolah. Seorang guru dihormati karena mampu menjelaskan kondisi masyarakatnya, alamnya atau memiliki stock of knowledge yang akan ditransfer pada anak didiknya, anak asuhnya atau bahkan rakyatnya. Sebuah pembelajaran sangat ditentukan keberhasilannya oleh kiat masingmasing guru di kelas. Tenaga pengajar (guru) yang profesional akan terukur dari sejauh mana guru menguasai kelas yang diasuhnya, hingga mengatur peserta didiknya mencapai hasil belajar yang optimal.

2

Guru sebagai pekerja profesional harus memfasilitasi dirinya dengan seperangkat pengalaman, keterampilan dan pengetahuan tentang keguruan selain harus menguasai substansi keilmuan yang ditekuninya. Banyaknya guru yang mengajar masih terkesan hanya memerlukan strategi kuat dan berbagai metode tertentu dalam mengajar. Dalam kaitannya dengan peran guru Cohen dan Usman mengklasifikasikan tiga (3) peran utama guru yakni : 1. Guru sebagai direktur pembelajaran 2. Guru sebagai penghubung sekolah dengan masyarakat
3. Guru sebagai anggota atau bagian dari profesinya1.

Jelaslah bahwa guru memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan kualitas pengajaran yang dilaksanakan, oleh karena itu guru harus memikirkan dan membuat perencanaan yang seksama terhadap kualitas pengajarannya. Keberadaan guru amatlah penting bagi sebuah bangsa terlebih lagi bagi keberlangsungan hidup bangsa di tengah-tengah lintasan perjalanan jaman dengan teknologi yang kian canggih dan segala perubahan serta pergeseran nilai. Hal ini membawa konsekwensi kepada guru untuk meningkatkan peranan dan kemampuannya.

1

Depag RI,Wawasan tugas Guru dan Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal Kelembagaan Agama Islam .Jakarta;2005 hal. iii

3

Dalam keseluruhan kegiatan pendidikan baik di sekolah maupun di luar sekolah, guru memiliki posisi sentral dan strategis. Hal ini mengandung makna bahwa upaya reformasi pendidikan hanya dapat terwujud apabila guru yang berada di front terdepan mendapat prioritas. Apabila unsur guru terabaikan maka upaya reformasi pendidikan bagaimanapun bagusnya, maka tidak akan mampu mencapai hasil optimal dan hanya sekedar wacana saja. Oleh karena itu masalah guru baik dalam jumlah mutu dan kesejahteraannya harus mendapat prioritas dalam keseluruhan pendidikan nasional. Baik dari kepentingan pendidikan nasional maupun tugas fungsional guru, semuanya menuntut agar pendidikan dilaksanakan secara profesional artinya dilaksanakan secara sungguh-sungguh dan didukunung oleh kinerja profesional. Profesionalisme adalah paham yang mengajarkan bahwa setiap pekerjaan harus dilakukan oleh yang profesional. Adapun orang yang profesional adalah orang yang memiliki kemampuan khusus sebagai profesi2. Fungsi sistem pendidikan biasanya dipandang sebagai transisi budaya tradisional, namun sekolah dipandangan sebagai alat perubahan dan investasi besar harus dilakukan pengolahan yang berdasarkan pada nilai profesionalisme. Penerapan profesionalisme pada tingkat pengajar (guru) merupakan bagian ntegral dalam pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan termasuk dalam

pendidikan islam profesionalisme seorang guru dalam aplikasi pendidikan memegang peranan penting da;am mewujudkan tujuan pendidikan.
2

Ahmad Tafsir,Ilmu Pendidikan dalam Perspektif Islam,Bandung; Remaja Rosdakarya,2011 hal 107

4

Kinerja guru merupakan seluruh usaha guru untuk mengantarkan proses pembelajaran mencapai tujuan penidikan. Adapun kinerja guru meliputi seluruh kegiatan yang menyangkut tugas profesionalnya sebagai guru dan tugas pengembangan pribadi guru. Tugas profesional guru mencakup suatu rentetan kegiatan dimulai dari kegiatan merencanakan pengajaran, menyajikan dan mengevaluasi hingga memberikan tindak lanjut dari hasil ealuasi. Tugas pengembangan pribadi guru bertujuan untuk meningkatkan kemampuan profesi dan akademis berupa kegiatan-kegiatan yang diarahkan untuk menambah, memperluas dan memperdalam ilmu yang ditekuni. Salah satu faktor yang juga dapat mempengaruhi kinerja guru adalah pemberian kompensasi atau imbalan dan tunjangan lainnya yang diperoleh setelah melaksanakan tugasnya. Bentuk kompensasi dapat berbentuk uang atau barang yang diberikan pada guru atau kompensasi langsung (direct compensation) berupa gaji, upah dan upah insentive atau kompensasi tidak langsung (indirect compensation) berupa tunjangan hari raya, pakaian dinas, darmawisata dan sarana ibadah. Kompensasi diberikan merupakan balas jasa atas prestasi kerja yang telah dilakukan dan merupakan ikatan kerja sama sebagaimana diungkapkan oleh Masthis dan Jackson3. Kualitas guru ditentukan dan dipengaruhi oleh berbaai faktor internal maupun eksternal, seperti tingkat pendidikan, penguasaan subjek, pengalaman,

3

Mathis L. R. Jackson.Human Resource Management,Manajemen Sumber daya manusia.JakartaSalemba Barat 2006 hal 121

5

kualitas kepribadian, kualitas kehidupan, sikap dan pandangan lingkungan masyarakat dan sebagainya. Salah satu unsur yang ikut mempengaruhi adalah “imbalan jasa” yang berupa gaji atau kompensasi dan tunjangan yang lainnya yang diperoleh guru setelah melaksanakan tugasnya. Adanya faktor profesionalisme guru yang baik didukung juga dengan pemberian kompensasi yang memadai, maka diharapkan pikiran guru akan dapat meningkatkan kinerja guru dan mampu membangun suasana yang kondusif di lembaga tersebut dikarenakan adanya kinerja guru yang semakin maksimal, sebaliknya yang terjadi di MTs HM Tribakti terlihat adanya indikasi yang menunjukkan bentuk nyata akibat dari kurangnya profesional guru yang kurang baik juga adanya pemberian kompensasi yang kurang memadai sehingga mengakibatkan kinerja guru kurang baik. Hal ini terlihat dari penurunan tingkat produktivitas kinerja guru yang tercermin dari prosentase kehadiran guru di sekolah dan di kelas menurun. Motivasi guru untuk bekerja merosot, kompetensi guru dalam pengembangan pembelajaran tidak banyak peningkatan, kreatifitas guru tidak berkembang, adanya sebagian guru yang belum memiliki perangkat pembelajaran sebagaimana dokumen administrasi pembelajaran, guru datang terlambat serta pulang lebih dulu sebelum jam berakhir. Indikasi permasalahan yang berkaitan dengan pemberian kompensasi yang diterima guru kurang dapat memenuhi kebutuhan material dan non material, kompensasi ditetapkan tidak berdasarkan acuan yang baku, kompensasi diberikan berdasarkan kekeluargaan yang fleksibel sehingga terkadang menimbulkann ketidakpuasan guru. Hal diatas berdampak pada kinerja guru, sehingga terjadi

6

penurunan tingkat kualitas dan kuantitas kehadiran guru di kelas berarti menunjukkan kinerja yang kurang baik. Berdasarkan uraian diatas maka penulis tertarik untuk mengambil judul penelitian “Pengaruh Profesionalisme dan Kompensasi Guru Terhadap Kinerja Guru di MTs HM Tribakti Kediri”.

B. RUMUSAN MASALAH Berdasarkan latar belakang diatas penulis dapat merumuskan masalah penelitian sebagai berikut : 1. Adakah pengaruh antara profesionalisme terhadap kinerja guru ? 2. Adakah pengaruh antara kompensasi terhadap kinerja guru ? 3. Adakah pengaruh antara profersonalisme dan kompensasi terhadap kinerja guru ?

C. TUJUAN PENELITIAN Dari permasalahan yang penulis rumuskan diatas, maka tujuan penelitian ini adalah : 1. Untuk membuktikan ada atau tidaknya pengaruh antara profesionalisme terhadap kinerja guru. 2. Untuk membuktikann ada atau tidaknya pengaruh kompensasi terhadap kinerja guru. 3. Untuk membuktikan ada atau tidaknya pengaruh antara profesionalsime dan kompensasi terhadap kinerja guru.

7

D. DEFINISI OPERASIONAL Penelitian ini melibatkan tiga variabel yaitu dua variabel bebas (independent variabel) yang berupa profesionalisme dan kompensasi dan satu variabel terikat (dependent variabel) yang berupa kinerja guru. Dalam memudahkan pemahaman terhadap judul tesis ini penulis memberi penegasan dan penjelasan terhadap beberapa kata dalam judul penelitian ini sebagai berikut. 1. Profesionalisme Profesionalisme berasal dari bahasa inggris yaitu dari kata

“professionalisme” 4yang berarti sifat profesional, sedangkan profesional dalam bahasa indonesia berarti mengenai profesi keahlian5. Adapun guru profesional adalah guru yang memmemiliki berbagai macam kompetensi dan kemampuan serta keahlian khusus dalam bidang kegiatan belajar mengajar. Dengan demikian yang dimaksud profesionalisme guru dalam penelitian ini adalah keahlian yang dimiliki oleh seseorang yang meliputi berbagai macam kompetensi dan kemampuan khususnya dalam bidang kegiatan belajar mengajar. 2. Kompensasi Kompensasi adalah semua pendapatan yang berbentuk uang, barang, langsung ataupun tidak langsung yang diterima bayaran sebagai imbalan atas jada yang diberikan kepada perusahaan. Penghargaan yang diterima seseorang dalam bentuk apapun sangat berkaitan dengan kepuasan kerja seseorang karena

4 5

John M,Echol danHasan Sadily , Kamus Inggris Indonesia,Jakarta : Gramedia,1993,Hal 449 Puis A. Partanto dan M.Dahlan Albarry,Kamus Ilmiah Populer ,surabaya,Arkola:1994 hal 627

8

merasa diperhatikan, dihargai sehingga dapat termotivasi dirinya untuk dapat bekerja lebih baik lagi. Yang dimaksud dengan kompensasi adalah penghargaan atau pendapatan yang berbentuk imbalan, jasa yang diberikan kepada guru setelah guru tersebut melakukan pekerjaannya, sehingga penghargaan yang diterima tersebut memberikan efek kepuasan kerja sehingga dapat memacu prestasi kerja yang lebih baik.

3.

Kinerja Kinerja diartikan sebagai ungkapan kemajuan yang didasari oleh

pengetahuan, keterampilan dan sikap serta motivasi untuk menghasilkan sesuatu6. Pendapat lain mengatakan bahwa kinerja diartikan sesuatu pencapaian persyaratan penghargaan tertentu yang akhirnya secara langsung dapat tercermin dari output yang dihasilkan baik kuantitas maupun jualitasnya. Mengacu pada pengertian tersebut kinerja hasil pekerjaan secara kualitas dan kuantitas yang dicapai seseorang melalaui suatu upaya yang sengaja dengan menggunakan seluruh potensi yang dimilikinya baik berupa pengetahuan, sikap maupun ketreampilan sesuai dengan tanggung jawab diberikan.

E. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Umum :

6

Simamora,Hendry,Manajemen Sumber Daya Manusia (Jogjakarta.STIE YKPN 1997 hal 423

9

a. Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan bagi pengembangan ilmu dan pengetahuan terutama dalam dunia pendidikan. b. Menjadi bahan masukan untuk kepentingan pengembangan ilmu bagi pihak – pihak yang berkepentingan guru menjadikan penelitian lebih lanjut terhadap objek sejenis yang belum tercakup dalam penelitian ini. c. Menambah wawasan bagi oara praktisi pendidikan bahwa kinerja guru dapat dipengaruhi oleh banyak faktor diantaranya profesionalisme guru, kompensasi.

2. Manfaat Khusus Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pengelola pendidikan di MTs HM Tribakti Kediri terutama dalam meningkatkan kinerja guru. Dengan profesionalisme dan kompensasi yang memadai dapat berdampak kepada kierja guru di MTs HM Tribakti sesuai dengan harapan.

3. Bagi IAII a. Hasil penelitian ini dimaksudkan sebagai sumbangsih peneltiian dalam mengembangkan khasanah ilmu pengetahuan sosial khususnya bidang pendidikan. b. Untuk menambah wawasan bagi mahasiswa – mahasiswa selanjutnya.

F. HIPOTESIS PENELITIAN

10

Berdasarkan latar belakang rumusan, tujuan penelitian di atas, peneliti mengajukan beberapa hipotesis sebagai berikut : 1. Ada pengaruh profesionalisme guru terhadap kinerja guru di MTs HM Tribakti Kediri 2. Ada pengaruh antara kompensasi terhadap kinerja guru 3. Ada pengaruh antara profesionalisme dan kompensasi terhadap kinerja guru di MTs HM Tribakti.

G. SISTEMATIKA PENULISAN Untuk memudahkan dalam memahami tesis ini, maka tesis ini akan kami susun secara sistematis sebagai berikut : Bagian awal yang meliputi : a. Halaman Sampul b. Halaman Judul c. Halaman Persetujuan d. Abstraksi e. Kata Pengantar f. Daftar Isi g. Daftar Tabel

11

Bagian inti meliputi : BAB I : PENDAHULUAN Dalam bab ini membahas latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, hipotesis penelitian, manfaat penelitian, difinisi operasional, sistematika penulisan. Bab II : KAJIAN PUSTAKA Dalam penelitian ini peneliti memaparkan tentang pengertian dan tujuan profesionalisme dalam pendidikan islam, beberapa bentuk atau model pengembangan profesionalisme guru dalam islam aplikasi profesionalisme guru dalam proses pembelajaran, profesionalisme guru dalam perspektif islam, pengertian kompensasi, tujuan system kompensasi, faktor yang mempengaruhi besarnya kompensasi. BAB III : METODOLOGI PENELITIAN Dalam bab ini akan kami paparkan tentang tahapan kerja penelitian yaitu : jenis penelitian, rancangan penelitian, populasi dan sampel, teknik pengumpulan data, instrument penelitian, teknik pengolahan data dan analisa data atau interpretasi data.

12

BAB IV

: SETTING LOKASI Pada bab ini akan dipaparkan tentang setting lokasi yang terdiri dari latar belakang historis Mts HM Tribakti, visi, misi, tujuan, profil madrasah, kurikulum kegiatan, pembelajaran alokasi waktu.

BAB V

: PAPARKAN DATA dan HASIL PENELITIAN Dalam bab ini dipaparkan deskripsi data dan pengujian hipotesa

BAB VI

: PEMBAHASAN HASIL PENELIITAN Dalam bab ini dipaparkan analisa pengaruh profesionalisme guru terhadap kinerja guru analisa pengaruh kompensasi guru terhadap kinerja, guru dan analisa pengaruh profesionalisme dan kompensasi terhadap kinerja guru.

BAB VII

: PENUTUP Dalam bab ini berisikan kesimpulan dan saran.

Bagian akhir meliputi: a. Daftar Kepustakaan b. Lampiran – lampiran c. Riwayat hidup

13

INSTRUMEN PROFESIONALISME GURU Alternatif Jawaban Responden. 5 = Sangat Baik 4 = Baik 3 = Tidak Tahu 2 = KUrang Baik 1 = Sangat Tidak Baik No PERNYATAAN Alternative Jawaban 1 2 3 4 5

Pedagogik 1. Guru dapat memahami dengan baik ciri – ciri peserta didik. 2. Guru dapat memahami potensi – potensi anak didik. 3. Guru dapat menguasai berbagai model dan strategi pembelajaran 4. Guru dapat menguasai cara menerapkan ICT dalam PBM 5. Guru dapat menguasai bahaa Indonesia yang baik sebagai medium of instruction yang efektif 6 Guru dapat menguasai pendekatan pedagogic dalam permasalahan pembelajaran 7. Guru dapat merancang PBM yang komprehensif 8. Guru dapat menilai kemajuan belajar peserta didik secara total 9. Guru dapat membimbing anak bila menghadapi persoalan dalam pembelajaran 10. Guru dapat menguasai prinsip dan proses PBM 11. 12. 13. 14. Guru dapat menggunakan praga dalam PBM Guru dapat mengkaji pelajaran yang diajarkan Guru dapat menelaah buku pelajaran Guru melakukan penelitian Kepribadian 15. Guru dapat memberikan keteladanan yang baik kepada peserta didik 16. Guru memberikan pujian terhadap peserta didik yang dapat menyelesaikan tugas tepat waktu 17 Guru dapat memiliki komitmen dan kemauan tinggi dalam melaukan tugasnya sebagai guru professional 18 Guru dapat memiliki rasa kasih saying kepada peserta didik tanpa membeda - bedakan 19 Guru dapat memiliki rasa tanggung jawab yang kokoh dalam melakukan fungsinya sebagai guru 20 Guru memiliki akhlak mulia Professional 21. Guru mampu menguasai substansi atau materi atau isi teaching

14

subjects atau mata pelajaran yang menjadi bidang keahlian 22. Guru mampu menguasai learning resources yang diperlukan dalam proses belajar mengajar 23. Guru mampu menguasai bagaimana mengolah learning resources dari lingkungan hidup sehingga dapat dipergunakan untuk mendukung proses pembelajaran 24. Guru mampu menguasai bagaimana menerapkan teknologi informasi dalam upaya meningkatkan efektivitas belajar anak 25. Guru mempu menguasai bagaimana menyusun rencana pelajaran yang mengemas isi, media teknologi dan values dalam setiap preses pembelajaran Sosial 26. Guru mampu memahami beberapa factor yang berpengaruh dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung PBM 27. Guru dapat mengerti berbagai factor sosial – cultural dan ekonomi yang berpengaruh terhadap proses pendidikan peserta didik 28. Guru mampu memahami pentingnya hubungan antara sekolah dengan orang tua dan tokoh masyarakat yang berpengaruh terhadap proses pendidikan anak di sekolah 29. Guru dapat mengerti nilai – nilai dan norma – norma yang berlaku dan dijunjung tinggi oleh masyarakat 30. Guru mampu memahami berbagai faktor yang berkontribusi dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung PBM

15

2. Kompensasi ( X2) Alternatif Jawaban Responden. 5 = Sangat Baik 4 = Baik 3 = Tidak Tahu 2 = KUrang Baik 1 = Sangat Tidak Baik No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. PERNYATAAN Kompensasi Langsung Menerima gaji pokok sesuai dengna daftar gaji Guru menerima tunjgan fungsional sesuai dengan ketentuan yang berlaku Guru menerima kenaikan gaji berkala setiap dua tahun sekali Menerima tunjangan keluarga Menerima tunjangan beras sesuai ketentuan yang berlaku Menerima gaji ke – 13 Menerima insentif transport mengajar Menerima transport kelebihan jam mengajar Bagi wakasek menerima honor selain gaji Menerima transport penataran / pelatihan Menerima transport bimbingan siswa Untuk Pembina ekskul diberi transport sebagai Pembina ekskul Menerima transport ketika menjalankan tugas tertentu misalnya PSB Menerima dana sosial bagi keluarga yang terkena musibah Kompensasi Tidak Langsung Menerima tunjangan hari raya Secara bersama – sama melaksanakan karyawisata Mengadakan study banding yang difasilitasi sekolah Sekolah menyediakan sarana untuk beribadah Sekolah mengadakan kegiatan silaturahmi melalui acara halal bihalal Menerima asuransi kesehatan ( Askes ) menerima tunjangan asuransi pension ( Taspen ) Menerima baju seragam sekolah Mendapat kemudahan dalam pengajuan pinjaman koperasi Alternatife Jawaban 1 2 3 4 5

16

INSTRUMEN KINERJA GURU Petunjuk isian angket ada 5 alternatif jawaban 1 = Sangat Tidak Setuju ; 2 = Kurang Setuju ; 3 = Tidak Tahu ; 4 = Setuju ; 5 = Sangat Setuju No 1. 2. 3. 4. 5. 6 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. PERNYATAAN Bagi saya penguasaan materi tidak dijadikan modal utama, yang penting siswa dapat menyerapnya Waktu mengajar digunakan secara efektif dan efisien Disela – sela mengajar Saya gunakan waktu untuk pekerjaan tambahan Materi pelajaran yang dibicarakan diminati siswa Saya mengajar untuk mencapai prestasi yang baik Bahan ajar dibuat sesuai kurikulum Saya bekerja hanya mencari popularitas walaupun tidak digaji Saya pesimis dengan siswa yang berprestasi, karena hanya mengandalkan nilai saja Menjunjung tinggi prestasi siswa Saya tidak perlu mengekang siswa dalam proses belajar mengajar, karena mereka sudah besar dan tahu akan kewajibannya Cara kerja saya kurang baik dalam melakukan interaksi dengan siswa sehingga perlu perbaikan Saya bermbisi mengajar untuk mencapai penghargaan pimpinan Mewujudkan siswa yang berprestasi merupakan kebanggaan guru Saya menghiraukan jadwal pelajaran, walaupun siswa menunggu kedatangan saya Kemampuan menguasai kekelas perlu ditingkatkan Waktu mengajar siswa tidak mengerti apa yang Saya bicarakan Saya memperlakukan siswa sebagai sahabat apabila siswa tidak membayar SPP, saya tidak melayani apabila perlu saya keluarkan Siswa kurang paham apabila menerima kuliah saya Siswa bangga dalam pencapaian kuliah yang diajarkan guru Saya membuat bahan ajar hanya utnuk menambah nilai kumulatif saja, karena tidak berpengaruh penilaian pimpinan Metode pengajaran Saya terapkan dengan baik Pembuatan bahan ajar suatu kewajiban bagi guru Saya merasa gugup selama mengajar, karena tidak menguasai materi pelajaran Siswa subjek yang wajib dilayani Alternative Jawaban 1 2 3 4 5

17

26. Saya dapat mengendalikan siswa dalam kelas 27. Siswa mengerti apa yang disampaikan guru 28. Saya kurang mampu menguasai kelas, karena hasil belajarnya sama saja 29. Situasi kelas dikendalikan dengan baik 30. Saya mengajar sesuka Saya, walaupun siswa tidak mengerti apa yang saya sampaikan

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->