Desain Penelitian & Analisis Data

DR. WASIS D. DWIYOGO, M. Pd.

DAFTAR ISI

Halaman Cover Daftar Isi …………………………………………………………. 1 Pendahuluan ……………………………………………………... 2 Pembahasan A. Pengertian ………………………………………………….. 6 B. Arah, Peta dan Angka Korelasi …………………………... 13 C. Proses Dasar Penelitian Korelasional ……………………. 21 D. Aplikasi Teknik Analisa Korelasional …………………… 27 Penutup ………………………………………………………….. 40 Daftar Pustaka …………………………………………………… 41

1
PENELITIAN KORELASIONAL IMAM AZHAR NIM DTEP 100121607760

Desain Penelitian & Analisis Data

DR. WASIS D. DWIYOGO, M. Pd.

PENDAHULUAN Penelitian pada dasarnya adalah suatu kegiatan atau proses sistematis untuk memecahkan masalah yang dilakukan dengan menerapkan metode ilmiah (scientific methods). Usaha ilmiah adalah untuk menjelaskan, memprediksikan, dan atau mengontrol fenomena. Tujuan ini didasarkan pada asumsi bahwa semua perilaku dan kejadian adalah beraturan dan bahwa semua akibat mempunyai penyebab yang dapat diketahui, (creswell, 1998). Kemajuan kearah ini berhubungan dengan pemerolehan pengetahuan dan pengembangan serta pengujian teori-teori. Eksistensi dari suatu teori yang dapat hidup sangat mempermudah kemajuan ilmu pengetahuan yang secara simultan menjelaskan banyak fenomena. Dibandingkan dengan sumber pengetahuan yang lain, seperti pengalaman, otoritas,penalaaran induktif, dan penalaran deduktif, penerapan metode ilmiah tidak diragukan, paling efesien, dan paling terpercaya. Banyak masalah diasosiasikan dengan pengalaman dan otoritas sebagai sumber pengetahuan yang secara grafis diilustrasikan oleh sebuah cerita tentang Aristoteles. Menurut cerita suatu hari Aristotels menangkap seekor lalat dan secara hati-hati menghitung dan menghitung kembali kakinya. Kemudia ia mengumumkan bahwa alalt mempunyai lima kaki. Tidak seorangpun meragukan kata-kata Aristotels. Untuk beberapa tahun penemuannya diterima secara tidak kritis. Karena lalat yang ditangkap Aristoteles telah mengalami kejadian yaitu kakinya hilang satu. Apakah anda percaya atau tidak cerita tersebut, itu telah memberikan ilustrasi keterbatasan bertumpu pada pengalaman seseorang dan otoritas sebagai sumber ilmu pengetahuan. Sementara, penelitian didefinisikan oleh banyak penulis sebagai suatu proses yang sistematik. Mcmillan dan Schumacher (1989) dalam Wiersma (1991) mendefinisikan penelitian sebagai suatu proses sistematik pengumpulan dan penganalisisan
2
PENELITIAN KORELASIONAL IMAM AZHAR NIM DTEP 100121607760

Desain Penelitian & Analisis Data

DR. WASIS D. DWIYOGO, M. Pd.

informasi (data) untuk berbagai tujuan. Sementara Kerlinger (1990) mendefinisikan penelitian ilmiah sebagai “penyelidikan sistematik, terkontrol, empiris, dan kritits tentang fenomena sosial yang dibimbing oleh teori dan hipotesis tentang dugaan yang berhubungan dengan fenomena tersebut.” Penelitian menggunakan metode ilmiah, penyelidikan pengetahuan melalui metode pengumpulan, analisis, dan interpretasi data. Dikaitkan dengan metode ilmiah, suatu proses penelitian sekurangkurangnya berisi suatu rangkaian urutan langkah-langkah. Menurut Emzir (2008), ada Lima langkah yang sesuai dengan metode ilmiah dan melengkapi elemen-elemen umum pendekatan sistematik pada penelitian yaitu 1) identifikasi masalah penelitian, 2) review informasi, 3) pengumpulan data, 4) analisis data, dan 5) penarikan kesimpulan, sebagaimana yang tertuang dalam gambar 1 berikut:

Identifikasi masalah

Review Informasi

Pengumpulan Data

Analisis Data

Penarikan Kesimpulan

Proses sistematik dari penelitian dan metode ilmiah mengarah pada aktivitas yang dilibatkan dalam pelaksanaan suatu studi penelitian. Aktivitas tersebut tidak terbatas pada suatu jenis penelitian tertentu, melainkan aplikasi secara umum. Wiersma (1991) menyajikan suatu pola urutan aktivitas dalam pelaksanaan suatu studi penelitian dan hubungan setiap aktivitas dengan keberadaan ilmu pengetahuan, seperti terdapat dalam gambar 2.
3
PENELITIAN KORELASIONAL IMAM AZHAR NIM DTEP 100121607760

Desain Penelitian & Analisis Data

DR. WASIS D. DWIYOGO, M. Pd.

Deretan kotak paling atas menyajikan aktivitas umum, da agar mengakomodasi fleksibiatas dalam proses penelitian dan variasi dalam berbagai jenis penelitian yang berbeda, terdapat beberapa kegiata yang tumpang tindih. Sebagai contoh, sutau eksperimen mungkin dilakukan dengan merumuskan hipotesis terlebih dahulu sebelum data diidentifikasi dan dikumpulkan. Di pihak lain, seseorang peneliti etnografis dapat merumuskan hipotesis dan mengidentifikasi data tambahan di dalam proses penelitian. Karakteristik ini diidentifikasi oleh tumpang tindih kota dalam gambar.
Identifikasi Masalah Penelitian Perumusan Hipotesis Identifikasi Data yang diperlukan Pengumulan data Analisis data Merangkum Hasil Menggambark an kesimpulan dari implikasi

Perumusan kembali hipotesis Bila diperlukan Tinjauan informasi yang relevan Teori yang berhubungan

Perluasan, Revisi, dan Teori Baru Keberadaan Tubuh Pengetahuan yang berhubungan dengan masalah Pengetahuan Baru

Kotak-kotak di bawah bukan merupakan aktivitas, tetapi dalam esensi sebagai produk-produk penelitian. Panah-panah mencerminkan hubungan antara akitvitas dan keberadaan ilmu pengetahuan; teori yang berhubungan dan perluasan, revisi, dan teori serta pengetahuan baru. Teori yang berhubungan dianggap menjadi uatu bagian, tetapi tidak harus semua, dati tubuh pengetahuan yang berhubungan dengan masalah penelitian. Perluasan, revisi, dan teori baru, jika ada dari proyek penelitian, kemudian menjadi bagian dari keberadaan tubuh pengetahuan, sebagai pengetahuan baru dan bukan dianggap sebagai teori.

4
PENELITIAN KORELASIONAL IMAM AZHAR NIM DTEP 100121607760

Creswell (2003) mengemukakan tiga pendekatan. Pada akhir pendahuluan ini. disajikan juga beberapa macam pendekatan dalam penelitian sehingga didapatkan gambaran yang tepat mengenai posisi pembahasan dalam makalah ini. Ketiga pendekatan tersebut dijelaskan dengan disertai elemen-elemen penelitian (tuntutan pengetahuan. Pd. dan Metode Gabungan (Creswell. Naratif. tingkatan (rating) perilaku Wawancara terbuka Kualitatif Metode Gabungan Asumsi Desain Konstruktivisme Etnografis. pendekatan kualitatif. fenomenologis. transformatif observasi terbuka Berdasarkan table tersebut. M. Kualitatif.Desain Penelitian & Analisis Data DR. studi kasus Asumsi Sekuensial Pengukuran Pragmatis Concurrent tertutup. Pendekatan Kuantitatif. Tabel 1. strategi. WASIS D. dan metode) sebagaimana dalam table 1. DWIYOGO. maka jelaslah bahwa posisi penelitian korelasional termasuk menggunakan pendekatan kuantitatif dan memakai strategi penelitian desain eksperimental maupun non-eksperimental. 2003) Pendekatan penelitian Kuantitatif Tuntutan pengetahuan Asumsi Postpositivistime Strategi penelitian Desain eksperimental dan noneksperimental Metode Gabungan Pengukuran sikap. 5 PENELITIAN KORELASIONAL IMAM AZHAR NIM DTEP 100121607760 . Grounded theory. dan pendekatan metode gabungan (mixed methods approach). yaitu pendekatan kuantitatif.

keaktifan 6 PENELITIAN KORELASIONAL IMAM AZHAR NIM DTEP 100121607760 . DWIYOGO. PENGERTIAN Kata “korelasi” berasal dari bahasa Inggris correlation. atau “hubungan timbal balik”. sedangkan hubungan antar lebih dari dua variabel disebut “Multivariate Correlation” Definisi di atas dapat diilustrasikan lebih dalam seperti berikut: Hubungan antar dua variabel misalnya. Pd. keaktifan mengunjungi perpustakaan (variabel Y2) dan keaktifan berdiskusi (variabel Y3). misalnya hubungan antara prestasi belajar (variabel X) dengan kerajinan kuliah (variabel Y1). lebih jelasnya perhatikan diagram berikut: Bivariate correlation: Multivarite Correlation: X X Y Y Y Y Dalam contoh di atas. atau “saling hubungan”. hubungan atau korelasi antara prestasi belajar (variabel X) dan kerajinan kuliah (variabel Y). sedangkan variabel kerajinan kuliah(variabel Y1). maksudnya bahwa prestasi belajar ada hubungannya dengan kerajinan kuliah. Hubungan antar lebih dari dua variabel. variabel prestasi belajar (variabel X) adalah variabel dependen atau variabel yang dipengaruhi.Desain Penelitian & Analisis Data DR. WASIS D. 2003) Peter (2000) mengemukakan bahwa hubungan antar dua variabel dikenal dengan istilah “Bivariate Correlation”. Dalam bahasa Indonesia diterjemahkan dengan: “hubungan”. M. Dalam ilmu statistik istilah “korelasi” diberi pengertian sebagai “hubungan antar dua variabel atau lebih”(Sudijono. PEMBAHASAN A.

Menurut Gay (1981:182) penelitian korelasional kadangkadang diperlakukan sebagai penelitian deskriptif. Sifat-sifat perbedaan kritis adalah usaha untuk menaksir hubungan dan bukan diskripsi saja (Fox. suatu studi korelasional mendeskripsikan.Desain Penelitian & Analisis Data DR. terutama disebabkan penelitian korelasional mendeskripsikan sebuah kondisi yang telah ada. Penelitian korelasional melibatkan pengumpulan data untuk menentukan apakah. penggunaan pengukuran korelasi adalah untuk menentukan besarnya arah hubungan. Namun untuk menemukan arti yang lebih komprehensif dapat dijelaskan lebih luas menganai penelitian korelasional. Disini. Penelitian korelasional adalah penelitian yang dirancang untuk menentukan tingkat hubungan variabel-variabel yang berbeda dalam suatu populasi.yaitu alat statistik untuk menerangkan keeratan hubungan antara dua 7 PENELITIAN KORELASIONAL IMAM AZHAR NIM DTEP 100121607760 . Melalui penelitian tersebut dapat dipastikan berapa besar yang disebabkan oleh satu variabel dalam hubungannya dengan variasi yang disebabkan oleh variabel lain. dalam istilah kuanitatif tingkatan di mana variabel-variabel tersebut berhubungan. Tingkatan hubungan diungkapkan sebagai suatu koefesien korelasi . bagaimanapun. mengunjungi perpustakaan (variabel Y2) dan keaktifan berdiskusi (variabel Y3) adalah independent variable atau variabel bebas dalam arti berbagai macam variabel yang dapat mempengaruhi prestasi belajar. 1969). Menurut dia. kondisi yang didiskripsikan berbeda secara nyata dari kondisi yang biasanya didiskripsikan dalam laporan diri atau studi observasi. Pd. Demikian gambaran singkat mengenai pengertian korelasi. M. dan untuk tingkatan apa. WASIS D. terdapat hubungan antara dua atau lebih variabel yang dikuantitatifkan. Sementara Sutrisno (2007:167). DWIYOGO.

WASIS D. Jika terdapat hubungan antara dua variabel. sebaliknya subyek yang skornya rendah pada tes inteligensi cenderung pula memiliki rata-rata prestasi akademik yang rendah. Variabel yang ternyata tidak mempunyai hubungan yang tinggi dieliminasi dari perhatian selanjutnya. Pd. subjek yang skornya tinggi pada tes inteligensi cenderung memiliki rata-rata prestasi akademik yang tinggi pula. maka itu berarti bahwa skor di dalam rentangan tertentu pada suatu pengukuran berasosiasi dengan skor di dalam rentangan tertentu pada pengukuran yang lain. Sebagai contoh. DWIYOGO. Hasil penelitian korelasional juga mempunyai implikasi untuk pengambilan keputusan (Zechmester. 2000:1) Studi hubungan biasanya menyelidiki sejumlah variabel yang dipercaya berhubungan dengan suatu variabel mayor. seperti hasil belajar sebagaimana dalam contoh di atas. terdapat korelasi antara inteligensi dan prestasi akademik. variable yang mempunyai hubungan yang tinggi disarankan untuk diteliti lebih lanjut dengan metode kausal komparatit (expost facto) atau metode eksperimental untuk menentukan jika hubungan tersebut adalah kausal. atau untuk menggunakan hubungan tersebut untuk membuat prediksi. Tujuan penelitian korelasional adalah untuk mengidentifikasi hubungan prediktif dengan menggunakan teknik korelasi atau teknik statistik. Penelitian korelasional menggambarkan suatu pendekatan umum untuk penelitian yang berfokus pada penaksiran pada kovariasi di antara variabel yang muncul secara alami.Desain Penelitian & Analisis Data DR. Tujuan studi korelasional adalah untuk menentukan hubungan antara variabel. variabel atau lebih. terdapat fakta bahwa hubungan antara konsep diri dan hasil belajar tidak mengimplikasikan bahwa konsep diri mempengaruhi hasil belajar atau hasil belajar 8 PENELITIAN KORELASIONAL IMAM AZHAR NIM DTEP 100121607760 . M. Sebagai contoh.

seorang peneliti hendak menguji hepotesis tentang hubungan antara kreativitas dan kemampuan mental antara sampel mahasiswa. WASIS D. Tujuan umum penelitian semacam ini adalah untuk menjelajahi variabelvariabel yang mempunyai hubungan yang dapat diidentifikasikan. kemudian nilai dari dua variabel tersebut dikumpulkan. maka suatu koefesien mendekat 0. Berkaitan dengan hal tersebut. Sevilla at. lalu dihitung korelasi koefesien antara dua perangkat itu.Desain Penelitian & Analisis Data DR. M. koefesien korelasi mendekati +1.al. Caranya dengan mengukur sejumlah variabel dan kemudian menghitung koefesien korelasi di antara variabel tersebut untuk menentukan variabel mana yang mempunyai hubungan. lalu dihitung hubungan antara perangkat-perangkat tersebut. semakin akurat prediksi yang didasarkan pada hubungan tersebut. (2006) menyatakan bahwa untuk penelitian hipotesis seperti itu dapat digunakan teknik korelasi. eksistensi hubungan yang tinggi mengizinkan adanya prediksi. Studi korelasional melengkapi penaksiran seberapa tepat hubungan dua variabel. Jika dua variabel mempunyai hubungan yang tinggi.00 akan ditemukan. sejumlah variabel cukup memadai untuk membolehkan prediksi yang bermanfaat (Gay. DWIYOGO. 1981:184) Dalam penelitian korelasional harus dikumpulkan dua atau lebih perangkat nilai dari sebuah sampel peserta. Tanpa memperhatikan apakah hubungan bersifat sebab-akibat. Dalam penelitian dengan uji-hipotesis.00) akan diperoleh. Misalnya. mempengaruhi konsep diri. jika dua variable tidak mempunyai hubungan.00 (atau -1. Pd. seseorang haruslah telah mempunyai dasar harapan bahwa mereka 9 PENELITIAN KORELASIONAL IMAM AZHAR NIM DTEP 100121607760 . Semakin tinggi hubungan dua variabel. Sementara untuk hubungan yang agak sempurna.

Hasil yang diperoleh untuk suatu sample yang dipilih secara hatihati dipergunakan untuk mendeskripsikan seluruh populasi objek penelitian yang menarik perhatian. Pd. yang sangat penting dalam dalam penelitian ini adalah memilih dan mengembangkan instrumen. Dengan demikian. WASIS D. jika digabungkan antara pandangan Zechmester (2000) pada alinea sebelumnya dengan pendapat Gay (1981:182) di awal pembahasan yang menyatakan bahwa penelitian korelasional kadang-kadang diperlakukan sebagai penelitian deskriptif. pendapat. Variabel yang dipilih didasari oleh teori yang dibangun terdahulu sehingga arah pertalian yang diharapkan dapat diasumsikan. Menurut Zechmester (2000).Desain Penelitian & Analisis Data DR. Oleh karena itu. Diasumsikan jika ada pertalian. Penelitian korelasional tidak memerlukan sampel yang besar. 2010 Sebelum mengakhiri pembahasan ini. tetapi secara umum semuanya melibatkan sampling. maka akan merupakan bukti bahwa sampel yang digunakan adalah mewakili populasi yang diselidiki dan instrumen yang digunakan dapat dipercaya dan sahih. DWIYOGO. 10 PENELITIAN KORELASIONAL IMAM AZHAR NIM DTEP 100121607760 . dapat mengamati hubungan antara variabel-variabel yang diselidiki. dan perasaan orang. penulis ingin mengajak pembaca membahas sedikit tentang penelitian survey. M. Hubungan atau pertalian secara signifikan dapat diperoleh bila instrumen yang digunakan reliable dan valid dalam mengukur variabel-variabel yang diselidiki (Emzir. terutama disebabkan penelitian korelasional mendeskripsikan sebuah kondisi yang telah ada. penelitian survey mengilustrasikan prinsip-prinsip penelitian korelasional dan melengkapinya dengan cara yang tepat dan efektif untuk mendeskripsikan pemikiran. Berbagai survey berbeda dalam tujuan dan ruang lingkup. Survey juga melibatkan penggunaan suatu set pertanyaan awal yang pada umumnya berbentuk kuesioner.

DWIYOGO. Maka dapat disimpulkan bahwa berbagai macam dan jenis penelitian dapat dikategorisasikan ke dalam penelitian deskriptif jika tujuan utama dari penelitian tersebut adalah mendeskripsikan. penulis perlu menukil kembali tentang taksonomi pemecahan masalah dalam penelitian sebagaimana yang diungkapkan oleh Dwiyogo (2010: 13/10/) yaitu: tujuan akhir penelitian adalah untuk menarik kesimpulan. WASIS D. untuk menghasilkan produk. Sedangkan jika dilihat dari jenis analisis datanya. Dalam bukunya “Conducting Educational Research” mengelompokkan beberapa teknik analisis statistik inferensial berdasarkan tujuan penelitian dan pendekatan dalam statistik inferensial. untuk membuat keputusan. dan untuk mengadakan perbaikan. untuk mengakhiri pembahasan dalam bagian ini. 2) penelitian untuk menghubungkan antar variabel. Pd.W. analisisnya adalah analisis korelasional. B. dan 3) penelitian untuk membedakan atau menemukan perbedaan diantara berbagai variabel penelitian.Desain Penelitian & Analisis Data DR. Kiranya. sebagaimana dalam table 2 berikut: Pendekatan dalam Statistik inferensial Statistik parametric Tujuan penelitian Menguji Hubungan Korelasi product moment Korelasi parsial Regresi Analisis Faktor 11 PENELITIAN KORELASIONAL IMAM AZHAR NIM DTEP 100121607760 Menguji Perbedaan Uji-t students ANAVA ANAKOVA MANOVA . maka penelitian itu dapat dikategorikan sebagai 1) penelitian untuk menggambarkan atau mendiskripsikan fenomena dengan jenis analisisnya deskriptif kuantitatif. M. Sedangkan Tuckman. maka jenis analisisnya adalah analisis komparatif. (1978).

Desain Penelitian & Analisis Data DR. Hubungan yang bersifat searah diberi nama korelasi positif. sedangan hubungan yang sifatnya berlawanan arah disebut korelasi negatif (Borg & Gall. B. dapat dibedakan menjadi dua macam. PETA. Statistik NonParametrik Analisis Kanonik Korelasi tata jenjang Spearmen Korelasi tata jenjang Kendall Korelasi biserial Korelasi Point Biserial Korelasi tetrachoric Korelasi Kontingency Koefesien Phi Koefesien Cramer MANACOVA Chi Kuadrat Tes Kolmogorovmirnov Tes McNemar Tes Wilcoxon Tes U MannWhitney Tes Wald Wolffowitz Tes Q Cohran ANAVA Friedman Kruskal Walls Tabel 2. dan hubungan yang sifatnya berlawanan arah. yaitu: hubungan yang sifatnya satu arah. Conducting Educational Research. DWIYOGO. B. 1. Pd. maka perlu juga dibahas hal-hal yang berkaitan dengan jenis penelitian ini. 1978. M. WASIS D. DAN ANGKA KORELASI Untuk memberikan gambaran yang utuh mengenai penelitian korelasional.W. ARAH. Diadopsi dari Tuckman. 1989) 12 PENELITIAN KORELASIONAL IMAM AZHAR NIM DTEP 100121607760 . Arah Korelasi Hubungan antar variabel itu jika ditilik dari segi arahnya.

Pernyataan tersebut dapat dibuatkan bagan seperti berikut: Korelasi Positif Korelasi Negatif VX VY VX VY VX VY VX VY 13 PENELITIAN KORELASIONAL IMAM AZHAR NIM DTEP 100121607760 . maka ongkos angkutan pun murah (rendah). Hal ini berarti bahwa kenaikan atau pertambahan pada variabel X akan diikuti dengan penurunan atau pengurangan pada variabel Y. DWIYOGO. WASIS D. Dalam bidang pendidikan misalnya. Contohnya. terdapat relasi positif antara nilai hasil belajar Matematika dan nilai hasil belajar Fisika. apabila variabel X mengalami kenaikan atau pertambahan. makin giat berlatih makinsedikit kesalahan yang diperbuat oleh seseorang.Desain Penelitian & Analisis Data DR. dan Biologi. Disebut korelasi positif jika dua variabel atau lebih yang berkorelasi berjalan parallel. sebaliknya jika harga BBM rendah. artinya bahwa hubungan tersebut menunjukkan arah yang sama. makin kurang dihayati ajaran agama oleh para remaja akan diikuti oleh makin meningkatnya frekwensi kenakalan remaja. atau sebaliknya. makin meningkatnya kesadaran hokum di kalangan masyarakat diikuti dengan makin menurunnya angka kejahatan atau angka pelanggaran. kenaikan harga BBM diikuti dengan kenaikan ognkos angkutan. Misalnya. Kimia. bertentangan atau berbalikan. Disebut korelasi negatif jika dua variabel atau lebih yang berkorelasi itu berjalan dengan arah yang berlawanan. atau sebaliknya. akan diikuti pula dengan kenaikan atau pertambahan pada variabel Y. M. misalnya. Pd.

maka pencaran titik yang terdapat pada peta korelasi akan membentuk satu bua garis lurus yang condong kearah kanan (apabila dihubungkan antara satu dengan yang lain). Peta Korelasi Arah hubungan variabel yang dicari korelasinya. M. Pd. yaitu: a.Desain Penelitian & Analisis Data DR. seperti diagram berikut: Diagram 1. 2. Dalam peta korelasi itu dapat dilihat pencaran titik atau moment dari variabel yang sedang dicari korelasinya. Jika korelasi antara variabel X dan variabel Y merupakan korelasi positif maksimal. Korelasi Positif Maksimal Y 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 X 14 PENELITIAN KORELASIONAL IMAM AZHAR NIM DTEP 100121607760 . Karena itu peta korelasi juga disebut Scatter Diagram (Diagram Pencaran Titik) Borg & Gall dalam Sudijono (2003) dan Arikunto (2006). mendiskripsikan ciri-ciri yang yang terkandung dalam peta korelasi. WASIS D. dapat diamati melalui sebuah peta atau diagram yang dikenal dengan istilah Peta Korelasi. atau korelasi positif tertinggi atau korelasi positif sempurna. DWIYOGO.

yaitu titik tersebut terpencar atau berada di sekitar garis lurus tersebut. seperti dalam diagram 3 berikut: 15 PENELITIAN KORELASIONAL IMAM AZHAR NIM DTEP 100121607760 . M. Jika korelasi antara variabel X dan variabel Y merupakan korelasi negatif maksimal. maka ada peta korelasi pencaran titiknya sedikit mulai menjauh garis linier. Pd.Desain Penelitian & Analisis Data DR. maka pencaran titik yang terdapat pada peta korelasi akan membentuk satu bua garis lurus yang condong kearah kiri (apabila dihubungkan antara satu dengan yang lain). seperti gambar berikut: Diagram 2: Korelasi Negatif Maksimal Y 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 X c. dengan kecondongan kearah kanan. Jika korelasi antara variabel X dan variabel Y termasuk korelasi positif yang tinggi atau kuat. b. atau korelasi negatif tertinggi atau korelasi negatif sempurna. WASIS D. DWIYOGO.

Desain Penelitian & Analisis Data DR. WASIS D. M. seperti dalam diagram 4 berikut: 16 PENELITIAN KORELASIONAL IMAM AZHAR NIM DTEP 100121607760 . DWIYOGO. maka ada peta korelasi pencaran titiknya sedikit mulai menjauh garis linier. Diagram 3: Korelasi Positif Tinggi Y 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 X d. dengan kecondongan kearah kiri. yaitu titik tersebut terpencar atau berada di sekitar garis lurus tersebut. Pd. Jika korelasi antara variabel X dan variabel Y termasuk korelasi negatif yang tinggi atau kuat.

maka pencaran titik pada peta korelasi itu semakin jauh tersebar/menjauhi garis linier. Diagram 4: Korelasi Negatif Tinggi Y 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 X e.Desain Penelitian & Analisis Data DR. Jika korelasi antara variabel X dan variabel Y termasuk korelasi positif maupun negatif dikatakan sebagai korelasi yang cukup atau sedang dan korelasi rendah atau lemah. DWIYOGO. Pd. WASIS D. M. sebagaimana diagram berikut: 17 PENELITIAN KORELASIONAL IMAM AZHAR NIM DTEP 100121607760 .

WASIS D.Desain Penelitian & Analisis Data DR. Diagram 5: Korelasi Positif Lemah Y 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 X Diagram 6: Korelasi Negatif Lemah Y 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 X 18 PENELITIAN KORELASIONAL IMAM AZHAR NIM DTEP 100121607760 . DWIYOGO. M. Pd.

M. Pd. kuat lemah atau besar kecilnya suatu korelasi dapat diketahui dengan melihat besar kecilnya suatu angka (koefesien) yang disebut Angka Indeks Korelasi atau Coeffesient of Correlation. C atau KK sebagai lambang koefesien korelasi pada teknik korelasi Kontingensi. Jika dalam perhitungan diperoleh angka korelasi lebih dari 1. maka korelasi yang demikian disebut korelasi negatif.00 hal itu merupakan petunjuk bahwa dalam perhitungan tersebut telah terjadi kesalahan. Angka korelasi biasanya diberi lambang dengan huruf tertentu.Desain Penelitian & Analisis Data DR. Angka Korelasi Tinggi rendah. Jadi Angka Indeks Korelasi adalah sebuah angka yang dapat dijadikan petunjuk untuk mengetahui seberapa besar kekuatan korelasi di antara variabel yang sedang diselidiki korelasinya. p (baca Rho) sebagai lambang koefesien korelasi pada teknik korelasi tata jenjang (baca Phi) sebagai lambang koefesien korelasi pada teknik korelasi Phi. misalnya rxy sebagai lambang koefesien korelasi pada teknik korelasi product moment. WASIS D. 19 PENELITIAN KORELASIONAL IMAM AZHAR NIM DTEP 100121607760 . artinya bahwa angka korelasi itu paling tinggi adalah +1.235. DWIYOGO.00 dan paling rendah adalah 0.00. dan lain-lain.751 dan sebagainya. rxy = . rxy = + 0. misalnya: rxy = .115. Sebaliknya apabila angka indeks korelasi antara variabel X dan variabel Y bertanda “minus”.587 Antara variabel X dan variabel Y dikatakan tidak ada hubungannya jika angka indeks korelasinya = 0.0. misalnya: rxy = + 0. Angka korelasi itu besarnya berkisar antara 0 (nol) sampai dengan + 1. 3. Korelasi antara variabel X dan variabel Y disebut korelasi positif apabila angka indeks bertanda “plus”.

Jadi angka korelasi itu bukanlah angka yang bersifat eksak. Pemilihan Masalah Studi korelasional dapat dirancang untuk menentukan variabel mana dari suatu daftar yang mungkin berhubungan maupun untuk menguji hipotesis mengenai hubungan yang diharapkan. proses dasar keduanya sama.25). atau angka yang merupakan ukuran pada skala linier yang memiliki unit-unit yang sama besar. Disini kita tidak dapat menyatakan bahwa: rxy = 3 kali lipatnya rxz atau menyatakan bahwa ryz = 1/3 nya rxy.Desain Penelitian & Analisis Data DR. M. Variabel yang dilibatkan harus diseleksi berdasarkan penalaran deduktif dan penalaran induktif. Misalnya. Lebih lanjut ia menjelaskan prosedur dasar penelitian korelasional yang meliputi: Pemilihan Masalah. Kesemuanya dijelaskan sebagai berikut: 1. dan teknik analisa data serta interpretasi.75 (rxy = 0. hubungan yang akan diselidiki harus didukung oleh teori atau diturunkan dari pengalaman. sampel dan pemilihan instrument. Angka indeks korelasi yang diperoleh dari proses perhitungan itu sifatnya relative. WASIS D. sebagaimana yang terdapat pada mistar pengukur panjang (mistar penggaris). sedangkan korelasi antara variabel Y dan variabel Z = 0. DWIYOGO. PROSES DASAR PENELITIAN KORELASIONAL Menurut Gay (1981) studi hubungan dan studi prediksi mempunyai karakteristik unik yang membedakan keduanya. C. angka korelasi antara variabel X dana variabel Y = 0.75).25 (ryz = 0. Contoh masalah penelitian korelasional 20 PENELITIAN KORELASIONAL IMAM AZHAR NIM DTEP 100121607760 . desain dan prosedur. yaitu angka yang fungsinya melambangkan indeks hubungan antar variabel yang dicari korelasinya. Dengan kata lain. Pd.

dan 30 subjek dipandang sebagai ukuran sampel minimal yang dapat diterima. Seorang peneliti ingin menentukan hubungan antara hasil belajar matematika dengan hasil 21 PENELITIAN KORELASIONAL IMAM AZHAR NIM DTEP 100121607760 . DWIYOGO. Pd. Selanjutnya. Sampel dan Pemilihan Instrumen Sampel untuk studi korelasional dipilih dengan menggunakan metode sampling yang dapat diterima. Judul penelitian: Kualitas pelayanan Karyawan Administrasi Akademik di PT “A” Masalah Penelitian: a. WASIS D. Apakah terdapat hubungan komunikasi interpersonal dengan kualitas pelayanan karyawan? c. koefesien korelasi yang dihasilkan akan mewakili estimasi tingkat korelasi yang tidak akurat. M. adalah penting untuk memilih dan mengembangkan pengukuran yang valid dan reliable terhadap variabel yang akan diteliti. Apakah terdapat hubungan pengetahuan administrasi akademik dengan kualitas pelayanan karyawan? b.Desain Penelitian & Analisis Data DR. koefesien yag dihasilkan tidak akan mengindikasikan hubungan yang diinginkan. dan kemampuan berfikir mekanik dengan kualitas pelayanan karyawan? Dari beberapa contoh pertanyaan diatas jelaslah bahwa pemilihan masalah dalam penelitian korelasional harus menggambarkan hubungan antara satu atau lebih variabel (Variabel Independen) dengan variabel yang lain (Variabel Dependen) 2. komunikasi interpersonal. Apakah terdapat hubungan pengetahuan administrasi akademik. Sebagai contoh. Sebagaimana suatu studi. Jika variabel yang tidak memadai dikumpulkan. jika pengukuran yang digunakan tidak secara nyata mengukur variabel yang diinginkan.

Teknik Analisis Korelasional Teknik analisa korelasional ialah teknik analisa statistik mengenai hubungan antar dua variabel atau lebih. apakah memang benarr antara variabel yang satu dengan variabel yang lain terdapat hubungan atau korelasi. DWIYOGO. WASIS D. Desain dan Prosedur Desain korelasional dasar tidaklah rumit. Adapun tujuan analisis adalah: a. Oleh karena itu. Pd. Hal ini dikarenakan keterampilan berhitung hanya merupakan satu jenis hasil belajar matematika. dua atau lebih skor yang diperoleh dari setiap jumlah sampel yang dipilih. Studi yang berbeda menyelidiki sejumlah variabel. dan skor berpasangan kemudian dikorelasikan. M. satu skor untuk setiap variabel yang diteliti. Ingin menjawab pertanyaan apakah hubungan antar variabel itu (jika memang ada hubungannya). termasuk hubungan yang kuat. pemilihan dan penggunaan instrument yang valid dan reliable harus diperhitungan dengan hati-hati untuk tujuan penelitian tersebut.Desain Penelitian & Analisis Data DR. koefesien korelasi yang dihasilkan akan mengindikasikan hubungan antara hasil belajar fisika dan satu jenis dari hasil belajar matematika yaitu keterampilan berhitung. Koefesien korelasi yang dihasilkan mengindikasikan tingkatan/derajat hubungan antara kedua variabel tersebut. 4. dan beberapa penggunaan prosedur statistik yang komplek. Jika dia memilih dan menggunakan tes keterampilan berhitung yang valid dan reliable serta tes hasil belajar fisika yang juga valid dan reliabel. 3. b. cukupan ataukah lemah 22 PENELITIAN KORELASIONAL IMAM AZHAR NIM DTEP 100121607760 . Ingin mencari bukti (berlandaskan pada data yang ada). namun desain dasar tetap sama dalam semua studi korelasional. koefesien korelasi yang dihasilkan tidak akan menjadi estimasi akurat dari hubungan yang diinginkan. belajar fisika.

New York: Harcout Brace Jovanovich. c. B. Teknik analisa korelasional – sebagaimana yang telah sedikit diungkap di atas . Publisher 23 PENELITIAN KORELASIONAL IMAM AZHAR NIM DTEP 100121607760 .dapat dibedakan menjadi dua golongan. apakah hubuungan antar variabel itu perupakan hubungan yang berarti atau meyakinkan (signifikan) ataukah hubungan yang tidak berarti atau tidak meyakinkan. Ingin memperoleh kejelasan dan kepastian (secara matematis). M. WASIS D. Conducting Educational Research. yaitu Teknik analisa Korelasional Bivariat dan Teknik Analisa Multivariat.Desain Penelitian & Analisis Data DR. Pd. 1978. Sebagaimana dalam table berikut: Tabel 3: pembagian teknik analisa Korelasional Teknik Analisa Korelasi Bivariat Korelasi product moment Korelasi tata jenjang Spearmen Korelasi tata jenjang Kendall Korelasi biserial Korelasi Point Biserial Korelasi tetrachoric Korelasi Kontingency Korelasi Koefesien Phi Korelasi Koefesien Cramer Korelasi Rasio Teknik Analisa Korelasi Multivariat Korelasi parsial Korelasi Regresi Ganda Analisis Faktor Korelasi Kanonikal Pengembangan oleh penulis dari Tuckman. DWIYOGO.W.

00.1981) 24 PENELITIAN KORELASIONAL IMAM AZHAR NIM DTEP 100121607760 .Desain Penelitian & Analisis Data DR. Teknik analisis factor digunakan untuk mengelompokkan sejumlah variabel menjadi beberapa kelompok atau variabel baru (Suryabrata. kedua variabel memiliki hubungan yang sebaliknya (negatif).00. Jika koefesien mendekati +1. Proses Analisis Data dan Interpretasi Bila dua variabel dikorelasikan hasilnya adalah koefesien korelasi. 5. Suatu koefesien korelasi disimbolkan dengan angka decimal. Hal ini berarti bahwa skor seseorang pada suatu variabel tidak mengindikasikan skor orang tersebut pada variabel lain. Hal ini berarti bahwa seseorang dengan skor yang tinggi pada suatu variabel akan memiliki skor yang tinggi pula pada variabel lain. atau –0. DWIYOGO. antara 0.00. WASIS D. Jika koefesien tersebut mendekati -1. 1998) dan Sudijono (2003).00.00 dan +1. Teknik korelasi kanonikal digunakan apabila variabel terikatnya terdiri atas sub-sub variabel. Teknik korelasi ganda digunakan untuk menentukan hubungan antara satu variabel bebas dengan beberapa variabel bebas yang telah digabung. Dan seseorang dengan skor rendah pada satu variabel akan memiliki skor yang rendah pada sutau variabel yang lain. sedangkan efek variabel ketiga ditekan. kedua variabel tersebut mempunyai hubungan positif.00 dan –1. yang mengindikasikan derajat hubungan dua variabel. M. Jika koefesien korelasi tersebut mendekati 0. Pd. Hal ini berarti bahwa seorang dengan skor tinggi pada suatu variabel akan memiliki skor rendah pada variabel lain.00. Suatu peningkatan pada suatu variabel berhubungan /diasosiasikan dengan peningkatan pada variabel lain. Teknik korelasi parsial digunakan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel. kedua variabel tidak berhubungan. Peningkatan pada suatu variabel akan diasosiasikan dengan penurunan pada variabel lain. dan sebaliknya (Gay.

M. DWIYOGO. Contoh. memiliki lebih banyak bukti dalam koefesien yang didasarkan pada 100 subjek daripada 10 subjek. Pd. Interpretasi suatu koefesien korelasi tergantung pada bagaimana ia akan digunakan. bukan suatu kemungkinan hubungan. Keputusan berdasarkan signifikansi statistik dibuat pada suatu level kemungkinan (probability) yang diberikan. Sementara untuk menentukan signifikansi statistik maka harus dikonsultasikan pada table yang dapat mengatakan tentang sebeberapa besar koefesien yang diperlukan untuk menjadi signifikan pada level probabilitas dan ukuran sampel yang diberikan. Jadi. Secara umum. Dalam studi yang dirancang untuk menyelidiki hubungan yang dihipotesiskan. seorang peneliti akan memerlukan sekurangnya koefesien 25 PENELITIAN KORELASIONAL IMAM AZHAR NIM DTEP 100121607760 . atau level signifikansi yang sama. dengan 10 kasus. Signifikansi statistik mengacu pada apakah koefesien yang diperoleh berbeda secara nyata dari zero (0) dan mencerminkan sutau hubungan yang benar. tetapi dapat dikatakan bahwa secara probabilitas ada atau tidak ada hubungan. suatu koefesien korelasi diinterpretasikan dalam istilah signifikansi statistiknya. seorang peneliti tidak diperkenankan untuk secara langsung menentukan secara positif apakah ada atau tidak ada hubungan yang benar antara dua variabel. koefesien yang besar diperlukan bila sampel yang lebih kecil dilibatkan. Dengan kata lain seberapa besar ia diperlukan agar bermanfaat tergantung pada tujuan perhitungannya. Menurut Emzir (2010). berdasarkan ukuran sampel yang diberikan. pada level Bukti 95%.Desain Penelitian & Analisis Data DR. Untuk level probabilitas yang sama. WASIS D.

Dalam pembahasan di sub bab ini hanya akan diKorelasi Tata Jenjang. peneliti harus selalu ingat bahwa dia hanya berbicara tentang suatu hubungan. APLIKASI TEKNIK ANALISA KORELASIONAL Di atas telah disinggung sedikit mengenai beberapa teknik analisa korelasional baik yang berupa bivariat maupun yang multivariate. bukan hubungan sebab akibat (Causal Correlation). Ketika penginterpretasian suatu koefesien korelasi dilakukan. D. 0. tidak ada kesimpulan yang dilibatkan. seorang peneliti hanya memerlukan koefesien 0. Bila seseorang menemukan hubungan yang dekat antara dua variabel. (Emzir. Koefesien korelasi yang signifikan mungkin menyarankan hubungan sebab akibat tetapi tidak menetapkannya. Pd. di pihak lain.6319 agar dapat menyimpulkan eksistensi suatu hubungan. hal itu sering menjadi pemicu untuk menyimpulkan bahwa satu menyebabkan yang lain. yaitu eksperimen. dengan 102 kasus. dan Korelasi Point Biserial. Konsep ini berarti bahwa seorang peneliti memperhatikan kasus tersebut ketika dia akan mengumpulkan data pada setiap anggota populasi. M. Dalam kasus ini.1946. 1. itu hal itu mungkin tidak saling mempengaruhi. mungkin terdapat variabel ketiga yang mempengaruhi kedua variabel tersebut. WASIS D. Hanya ada satu cara untuk menetapkan hubungan sebab akibat. Korelasi Product Moment Product Moment Correlation atau Product of the Moment Correlation adalah salah satu teknik untuk mencari 26 PENELITIAN KORELASIONAL IMAM AZHAR NIM DTEP 100121607760 . Dalam kenyataannya. dan tanpa memperhatikan seberapa kecil koefesien korelasi yang ada. itu akan mewakili derajat koefesien yang benar antara variabel untuk populasi tersebut. DWIYOGO.Desain Penelitian & Analisis Data DR.2010:46). bukan hanya sampel.

20 PENELITIAN KORELASIONAL . M. Sementara untuk memberikan interpretasi terhadap Angka Indeks korelsi “r” Product Moment ini adalah 1) dengan cara sederhana (kasar) dan 2) dengan jalan berkonsultasi pada table Nilai “r” Product Moment. sampel yang diteliti mempunyai sifat homogen atau mendekati homogeny. Misalnya variabel X dan variabel Y. WASIS D. maka angka indeks korelasinya diberi lambang rxy. variabel yang dikorelasikan berbentuk gejala atau data yang bersifat continue. Adapun lambang yang digunakan adalah “r” dan angka indeksnya dengan huruf kecil dari huruf-huruf yang dipergunakan dalam variabel-variabel. akan tetapi korelasi itu sangat lemah atau sangat rendah sehingga korelasi itu diabaikan (dianggap tidak ada korelasi 27 IMAM AZHAR NIM DTEP 100121607760 0. Sedangkan disebut Product Moment Correlation karena koefesien korelasinya diperoleh dengan cara mencari hasil perkalian dari moment-moment variabel yang dikorelasikan (Product of the moment). Dengan cara sederhana dapat digunakan pedoman atau ancer-ancer sebagai berikut: Besarnya “r” product Moment (rxy) Interpretasi Antara Variabel X dan variabel Y memang terdapat korelasi. yang karenanya sering disebut dengan istilah Teknik Korelasi Pearson. Teknik ini digunakan ketika berhadapan dengan kenyataan seperti. Teknik korelasi ini dikembangkan oleh Karl Pearson. Pd.00 – 0. korelasi antar dua variabel yang kerap kali digunakan.Desain Penelitian & Analisis Data DR. DWIYOGO. dan regresinya merupakan regresi linier.

576 0.754 0.765 0. 0.874 0.707 0.632 0. berikut ini tabelnya.811 0.834 0. Pd.990 0.90 – 1.641 28 PENELITIAN KORELASIONAL IMAM AZHAR NIM DTEP 100121607760 df.684 0.00 Antara Variabel X dan variabel Y memang terdapat korelasi yang lemah atau rendah Antara Variabel X dan variabel Y memang terdapat korelasi yang sedang atau cukup Antara Variabel X dan variabel Y memang terdapat korelasi yang kuat atau tinggi Antara Variabel X dan variabel Y memang terdapat korelasi yang sangat kuat atau sangat tinggi Cara kedua adalah dengan mengkonsultasikan pada table “r”.553 0. (degrees of freedom) Atau db (derajat bebas) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 .917 0.708 0.90 0.661 0.997 1.950 0. Banyaknya variabel yang dikorelasikan 2 Harga “r” pada taraf signifikansi 5% 1% 0. DWIYOGO.70 0. M.798 0.878 0.532 0.602 0.40 0.20 – 0.514 0. WASIS D.000 0.666 0.Desain Penelitian & Analisis Data DR.950 0.70 – 0.40 – 0.735 0.

482 0. dengan terlebih dahulu mencari derajat bebasnya (db) atau degrees of freedomnya 9df) yang rumusnya adalah: df = N – nr df = degrees of freedom N = Number of class 29 PENELITIAN KORELASIONAL IMAM AZHAR NIM DTEP 100121607760 .623 0.Desain Penelitian & Analisis Data DR.444 0. DWIYOGO.423 0.537 Apabila cara ke dua ini yang ditempuh. Contoh hipotesanya: Ha: “Ada (terdapat) korelasi positif (atau negatif) yang signifikan antara variabel X dan variabel Y Ho: “Tidak ada (tidak terdapat) korelasi positif (atau negatif) yang signifikan antara variabel X dan variabel Y b. Pd.433 0.606 0. Menguji kebenaran atau kepalsuan dari hipotesa yang telah diajukan Tujuannya untuk mengetahui kebenaran apakah Ha atau Ho dengan jalan membandingkan besarnya “r” yang telah diperoleh dalam proses perhitungan atau “r” observasi (ro) dengan besarnya “r” yang tercantum dalam table Nilai “r” Product Moment (rt).549 0.575 0.561 0. 14 15 16 17 18 19 20 0. WASIS D. M.456 0. Membuat hipotesa Ha (hipotesa alternative) dan Ho (hipotesa Nihil (Nul)). maka prosedur yang harus dilalui secara berturut-turut adalah: a.468 0.497 0.590 0.

Pd. M. kolom 2 memuat skor variabel X. Kolom 5 memuat deviasi skor variabel Y terhadap Mean Groupnya (My).Desain Penelitian & Analisis Data DR. WASIS D. Jika ro sama dengan atau lebih besar dari pad art maka Hipotesa alternative (Ha) diterima berarti memang benar antara variabel X dan variabel Y ada hubungan yang signifikan. nr = banyaknya variabel yang dikorelasikan Dengan diperolehnya db atau df maka dapat dicari besarnya “r” yang tercantum dalam table nilai “r” Product Moment. a. DWIYOGO. Pada kolom 1 dimuat Subjek Penelitian. 30 PENELITIAN KORELASIONAL IMAM AZHAR NIM DTEP 100121607760 .SDy b.SDx. perhitungannya didasarkan pada Deviasi Standar dari data yang sedang dicari korelasinya maka rumusnya adalah rxy = ∑xy N. kolom 6 memuat hasil perkalian antara deviasi x (yaitu x2) dan kolom 8 memuat hasil pengkuaadratan deviasi y (yaitu y2). yang terdiri dari delapan kolom. dan sebaliknya Ho ditolak Selanjutnya adalah menghitung dan memberikan intepretasi terhadap angka indeks korelasi “r” Product Moment. kolom 4 memuat deviasi sekor variabel X terhadap Mean Groupnya (Mx). kolom 3 memuat skor Y. Rumus Apabila dalam mencari angka indeks korelasi “r”. Langkah-langkah 1) Menyiapkan table kerja atau table perhitungan. baik pada taraf signifikansi 1% maupun 5%.

Pd. M.Desain Penelitian & Analisis Data DR. dengan menggunakan rumus: rxy = 31 PENELITIAN KORELASIONAL IMAM AZHAR NIM DTEP 100121607760 . 2) Menghitung Mean dari variabel X (yaitu Mx) dengan menggunakan rumus : 3) Menghitung Mean dari variabel Y (yaitu My) dengan menggunakan rumus: 4) Menghitung Deviasi Standar variabel X (yaitu SDx) dengan menggunakan rumus: SDx = √ 5) Menghitung Deviasi Standar variabel Y (yaitu SDy) dengan menggunakan rumus: SDy = √ 6) Menghitung angka Indeks Korelasi antara variabel X dan variabel Y (yaitu rxy). WASIS D. DWIYOGO.

D adalah beda antara jenjang setiap 32 PENELITIAN KORELASIONAL IMAM AZHAR NIM DTEP 100121607760 . Sering digunakan juga B singkatan dari Beda. sebagai berikut: Rho xy = 1 Artinya : Rho xy = koefesien korelasi tata jenjang D = Difference. Adapun untuk menentukan terdapat tiga macam 1) Rumus 1 rxy = koefesien korelasi. DWIYOGO. Pd. Teknik ini menggunakan rumus yang dikemukakan oleh Spearmen. digunakan untuk menentukan hubungan dua gejala yang kedua-duanya merupakan gejala ordinal atau tata jenjang. Korelasi Tata jenjang Korelasi tata jenjang yang disebut dalam istilah bahasa inggris Rank Difference Correlation atau Rank-Order Correlation. M. 2) Rumus 2 rxy= 3) Rumus 3 rxy = √ 2.Desain Penelitian & Analisis Data DR. WASIS D.

Contoh penelitian disertasi diambil rangkum dari hasil karya Rusmini (2003) dan Tjut Afrida (2006) 33 PENELITIAN KORELASIONAL IMAM AZHAR NIM DTEP 100121607760 . kemampuan berpidato atau prestasi belajar. CONTOH Sekali lagi untuk memberikan ganbaran yang utuh tentang pembahasan penelitian korelasional. yang satu berbentuk variabel kontinu. Misalnya ingin mengetahui hubungan antara jenis kelamin dengan inteligensi. Rumusnya adalah sebagai berikut: rpbis = √ E. Point Bisereal Correlation Point Bisereal Correlation atau korelasi point biserial digunakan apabila kita hendak mengetahui korelasi antara dua variabel. maka penulis sengaja melengkapinya dengan 2 (dua) contoh hasil penelitian disertasi. Pd. Hasil perhitungan dengan korelasi point biserial dapat dikonsultasikan ke table “r” hasil korelasi product Moment. sedang yang lain variabel diskrit murni. M. DWIYOGO.Desain Penelitian & Analisis Data DR. N subjek = Banyaknya subjek 3. WASIS D.

maka hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah: a) Terdapat hubungan positif antara pengetahuan administrasi akademik dengan kualitas pelayanan 34 PENELITIAN KORELASIONAL IMAM AZHAR NIM DTEP 100121607760 . pengetahuan administrasi akademik. Hipotesis Penelitian Berdasarkan kajian teoritis dan penyusunan kerangka berfikir tentang asumsi hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat baik secara terpisah maupun secara bersama-sama. DWIYOGO. dan kemampuan berfikir mekanik dengan kualitas pelayanan karyawan) 3. komunikasi interpersonal. Judul Penelitian Kualitas Pelayanan Karyawan administrasi akademik Di Perguruan Tinggi A. M. Kajian Teoritis Teori-teori yang dikemukakan dalam penelitian ini menyangkut variabel-variabel penelitian yang meliputi kualitas pelayanan. komunikasi interpersonal. WASIS D. Pd. dan kemampuan berfikir mekanik 4. 2. Masalah Penelitian a) Apakah terdapat hubungan pengetahuan administrasi akademik dengan kualitas pelayanan karyawan? b) Apakah terdapat hubungan komunikasi interpersonal dengan kualitas pelayanan karyawan? c) Apakah terdapat hubungan kemampuan berfikir mekanik dengan kualitas pelayanan karyawan? d) Apakah terdapat hubungan pengetahuan administrasi akademik. Contoh 1: 1.Desain Penelitian & Analisis Data DR.

b) Terdapat hubungan positif antara komunikasi interpersonal dengan kualitas pelayanan c) Terdapat hubungan positif antara kemampuan berfikir mekanik dengan kualitas pelayanan d) Terdapat hubungan positif antara pengetahuan administrasi akademik. WASIS D. Rater dipilih secara acak sederhana. M. 35 PENELITIAN KORELASIONAL IMAM AZHAR NIM DTEP 100121607760 . dan kemampuan berfikir mekanik (X3). Pd. Penelitian ini dilakukan mulai dari bulan Januari sampai dengan Juli 2003. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pengetahuan administrasi akademik (X1). Pengambilan sampel sebanyak 60 karyawan dilakukan dengan metode random dari populasi karyawan administrasi akademik di Politeknik Kesehatan Jakarta II yang berjumlah 121 orang dengan tingkat pendidikan SMA. Penelitian ini dilakukan di Politeknik Kesehatan Jakarta II dengan unit analisis karyawan administrasi akademik. dengan cara masing-masing karyawan dinilai oleh tiga orang mahasiswa (rater). komunikasi interpersonal (X2). Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data dari keempat variabel adalah daftar pernyataan dan pertanyaan. Sementara itu variabel terikatnya adalah kualitas pelayanan (Y).Desain Penelitian & Analisis Data DR. komunikasi interpersonal. Kualitas pelayanan karyawan sebagai variabel terikat didasarkan pada penilaian mahasiswa. Skor kualitas pelayanan karyawan diperoleh berdasarkan skor rata-rata dari ketiga penilai. dan kemampuan berfikir mekanik dengan kualitas pelayanan e) Metodologi Penelitian Penelitian menggunakan metode survey dengan pendekatan korelasional. DWIYOGO.

terlebih dahulu dilakukan uji persyaratan analisis berupa uji normalitas dan uji homogenitas. WASIS D. peneliti menyimpulkan bahwa kualitas pelayanan karyawan di Politeknik Kesehatan Jakarta II dapat ditingkatan dengan mengembangkan pengetahuan administrasi akademik. komunikasi interpersonal. dan korelasi parsial. Pd. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik regresi sederhana dan jamak. korelasi sederhana dan jamak. DWIYOGO.Desain Penelitian & Analisis Data DR. komunikasi interpersonal. 2003) Contoh 2: contoh ini diringkaskan dari hasil penelitian disertasi Tjut Afrida dalam bidang Manajemen Penelitian 36 PENELITIAN KORELASIONAL IMAM AZHAR NIM DTEP 100121607760 . f) Hasil Penelitian Berdasarkan hasil pengujian hipotesis penelitan. M. dan berfikir mekanik (Rusmini. maka didapatkan temuan penelitian sebagai berikut: 1) Terdapat hubungan positif yang sangat signifikan antara pengetahuan administrasi akademik dengan kualitas pelayanan 2) Terdapat hubungan positif yang sangat signifikan antara komunikasi interpersonal dengan kualitas pelayanan 3) Terdapat hubungan positif yang sangat signifikan antara kemampuan berfikir mekanik dengan kualitas pelayanan 4) Terdapat hubungan positif yang sangat signifikan antara pengetahuan administrasi akademik. dan kemampuan berfikir mekanik dengan kualitas pelayanan Dengan demikian. Sebelum dilakukan pengujian hipotesis .

dan kepemimpinan 4. kemampuan manajerial. WASIS D. Pengajuan Hipotesis Penelitian Berdasarkan kajian teoritis dan kerangka berfikir yang telah didiskripsikan. DWIYOGO. pada tahun 2006. peneliti mengajukan hipotesis penelitian sebagai berikut: a) Kecerdasan emosional berpengaruh langsung terhadap efektifitas kerja kepala sekolah? b) Kecerdasan emosional berpengaruh langsung terhadap kepemimpinan? c) Kemampuan manajerial berpengaruh langsung terhadap efektifitas kerja kepala sekolah? 37 PENELITIAN KORELASIONAL IMAM AZHAR NIM DTEP 100121607760 . dan Kepemimpinan terhadap Efektifitas Kerja Kepala Sekolah SMA Negeri Se-Provinsi Banten 2. kecerdasan emosional. Masalah Penelitian a) Apakah kecerdasan emosional berpengaruh langsung terhadap efektifitas kerja kepala sekolah? b) Apakah Kecerdasan emosional berpengaruh langsung terhadap kepemimpinan? c) Apakah kemampuan manajerial berpengaruh langsung terhadap efektifitas kerja kepala sekolah? d) Apakah kemampuan manajerial berpengaruh langsung terhadap kepemimpinan? e) Apakah kepemimpinan berpengaruh langsung terhadap efektifitas kerja kepala sekolah? 3. Kajian Teoritis Teori-teori yang dikemukakan dalam penelitian ini menyangkut variabel penelitian yang meliputi: efektitas kerja kepala sekolah. Kemampuan Manajerial.Desain Penelitian & Analisis Data DR. Judul Penelitian Pengaruh Kecerdasan Emosional. Pd. M. dengan menggunakan analisis jalur (Path Analysis) 1.

Metodologi Penelitian Tujuan penelitian ini adalah a) mengkaji pengaruh kecerdasan emosional. kemampuan manajerial. dan kepemimpinan terhadap efektifitas kerja kepala sekolah dan b) mengkaji tingkat pengaruh kecerdasan emosional. kemampuan manajerial. M. DWIYOGO. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri Se-Provinsi Banten pada Bulan Desember 2005 – 2006 Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode survey dengan teknik analisis jalur (path analysis). dengan model penelitian sebagai berikut: Kecerdasan Emosional (X1) Kepemimpinan (X3) Kemampuan manajeria (X2) Efektifitas Kerja (X4) Populasi dan sampel penelitian ini adalah seluruh kepala SMA se-Provinsi banten. Pd. d) Kemampuan manajerial berpengaruh terhadap kepemimpinan? e) Kepemimpinan berpengaruh langsung efektifitas kerja kepala sekolah? langsung terhadap 5. dengan sampel 30 kepala sekolah yang diambil secara acak (5 kepala sekolah untuk sampel uji coba instrument dan 25 kepala sekolah sebagai sampel yang sesungguhnya. WASIS D. dan kepemimpinan terhadap efektifitas kerja kepala sekolah Tempat dan waktu penelitian.Desain Penelitian & Analisis Data DR. 38 PENELITIAN KORELASIONAL IMAM AZHAR NIM DTEP 100121607760 .

peneliti menggunakan kuesioner untuk efektifitas kerja kepala sekolah dan kepemimpinan. Kemampuan manajerial (X2) berpengaruh langsung terhadap efektifitas kerja kepala sekolah (X4) sebesar 1.1343 39 PENELITIAN KORELASIONAL IMAM AZHAR NIM DTEP 100121607760 . H0 : 43 = 0 H1 : 43 > 0 6. Hasil Penelitian Hasil penelitian ini menunjukkan hal-hal sebagai berikut: a.59% dengan nilai koefesien 0. H0 : 31 = 0 H1 : 31 > 0 c. b. DWIYOGO. WASIS D. Pd. Kecerdasan emosional (X1) berpengaruh langsung terhadap kepemimpinan (X3) sebesar 30.36% dengan nilai koefesien jalur 0. Untuk kecerdasan emosional dan kemampuan manajerial digunakan tes. Hipotesis statistic a. c.80% dengan nilai koefesien jalur sebesar 0.Desain Penelitian & Analisis Data DR.1260. H0 : 41 = 0 H1 : 41 > 0 b. Kemampuan manajerial (X2) berpengaruh langsung terhadap kepemimpinan (X3) sebesar 7.2730. Kecerdasan emosional (X1) berpengaruh langsung terhadap efektifitas kerja kepala sekolah (X4) sebesar 2. e. Kepemimpinan (X3) berpengaruh langsung terhadap efektifitas kerja kepala sekolah (X4) sebesar 1. H0 : 32 = 0 H1 : 32 > 0 e. 28% dengan nilai koefesien jalur 0.1511. H0 : 42 = 0 H1 : 42 > 0 d. M. Untuk mengukur variabel. d.2730.5% dengan nilai koefesien jalur sebesar 0.

ternyata persentase pengaruh variabel kecerdasan emosional lebih besar dari pada persentase pengaruh variabel kemampuan manajerial terhadap variabel endogenus kepemimpinan dan efektifitas kerja kepala sekolah. WASIS D. peneliti menyimpulkan bahwa kecerdasan emosional lebih dominan memengaruhi efektifitas kerja kepala sekolah dibandingkan kemampuan manajerial dan kepemimpinan. 40 PENELITIAN KORELASIONAL IMAM AZHAR NIM DTEP 100121607760 .Desain Penelitian & Analisis Data DR. Berdasarkan hasil penelitian ini. DWIYOGO. Pd. M. peneliti menyatakan bahwa variabel eksogenus kecerdasan emosional dan kemampuan manjerial berpengaruh langsung terhadap variabel kepemimpinan sebagai variabel endogenus pertama dan menjadi variabel eksogenus ketiga terhadap variabel endogenus efektifitas kerja kepala sekolah. Dilihat dari kekuatan pengaruh. Dengan demikian.

Jadi Angka Indeks Korelasi adalah sebuah angka yang dapat dijadikan petunjuk untuk mengetahui seberapa besar kekuatan korelasi di antara variabel yang sedang diselidiki korelasinya. Hubungan antar variabel itu jika ditilik dari segi arahnya. DWIYOGO. Arah hubungan variabel yang dicari korelasinya. M. Pd. 4. WASIS D. KESIMPULAN Berdasarkan pembahasan tersebut di atas maka penulis dapat menarik kesimpulan. Hubungan yang bersifat searah diberi nama korelasi positif. 2. Macam-macam penelitian korelasional terbagi menjadi dua golongan. yaitu Teknik Analisa Korelasional Bivariat dan Teknik Analisa Multivariat. yaitu: hubungan yang sifatnya satu arah. dapat dibedakan menjadi dua macam. Prosedur dasar penelitian korelasional meliputi: Pemilihan Masalah. dan teknik analisa data serta interpretasi. Dalam peta korelasi itu dapat dilihat pencaran titik atau moment dari variabel yang sedang dicari korelasinya. dan hubungan yang sifatnya berlawanan arah. sebagai berikut: 1. 41 PENELITIAN KORELASIONAL IMAM AZHAR NIM DTEP 100121607760 . desain dan prosedur.Desain Penelitian & Analisis Data DR. Penelitian korelasional adalah penelitian yang dirancang untuk menentukan tingkat hubungan variabel-variabel yang berbeda dalam suatu populasi. sedangan hubungan yang sifatnya berlawanan arah disebut korelasi negative. Karena itu peta korelasi juga disebut Scatter Diagram (Diagram Pencaran Titik). 3. dapat diamati melalui sebuah peta atau diagram yang dikenal dengan istilah Peta Korelasi. sampel dan pemilihan instrument.

Dillon. 2006. “Pengaruh Kecerdsasan Emosional. London: PrenticeHall International (UK) ltd. M. R. & Black. Inc. 2002. 1979. DWIYOGO. Educational Research: Competencies for Analysis and Application. Gay. Jakarta: PT. 1984. Grafindo Persada Fox. Gay. Anderson. New York: Heider and Heider. Prosedur Penelitian. dan Kepemimpinan terhadap Efektivitas Kerja Kepala Sekolah SMA Negeri se-Provinsi banten. Edisi ke 3. Kemampuan Manajerial. Multivariate Analysis. DAFTAR PUSTAKA Afrida. 2008. 2006”. Suharsimi.Desain Penelitian & Analisis Data DR. L. Pd. Methods and Aplication. Tjut. Jakarta: Rhineka Cipta Borg & Gall. Suatu Pendekatan praktis. Multivariate Data Analysis. & Goldstein. R. Kualitatif dan Kuantitatif. Emzir. Canada: Jhon Wiley & Sons. Hair. Inc. Tatham. David J. 1998. William R. Disertasi. Metodologi Penelitian Pendidikan. Joseph F. Educational Research. Fifth edition. New York: Longman’s Green &co. Matthew. 1981. 42 PENELITIAN KORELASIONAL IMAM AZHAR NIM DTEP 100121607760 . WASIS D. New Jersey: Prentice Hall International. Colombus: Charles E. Peter. L.. 1979. The Research Process in Education. Jakarta: PPS UNJ Arikunto. & Airasian. 2000.. Educational Research: Competencies for Analysis and Application. Merril Publishing Company.

DWIYOGO. 43 PENELITIAN KORELASIONAL IMAM AZHAR NIM DTEP 100121607760 . New York: Harper & row Publisher. Boston: Allyn and Bacon Zechmeister & Shaughnessy. 1978. http://www. Cambridge. Jakarta: PT.. Consuelo G. 1998. Jakarta: UI Press Sudijono. B. Sinopsis Disertasi. Linda S. 5/e Chapter 4: Correlational Research: Surveys. Pengantar Statistik Pendidikan.. Pengantar Metode Penelitian. 1991. William.. 2004. Philadelphia Tuckman. WASIS D. 2000. Seville. Rusmini. “Kualitaas Pelayanan Karyawan Administrasi Akademik: Survey di Politeknik Kesehatan Jakarta (2003)”. Ochave. (Online Learning Center).html. Twila G. 2003. Regela. 1983.com/socscience/psychology/shaugh/ ch04_summary. Conducting Educational Research. Jesus A. M. Research Methods in Psychology. Bella P. Pd. Research Methods in Education: An Introduction. Gabriel G.Desain Penelitian & Analisis Data DR.W. Punsulam... New York: Harcout Brace Jovanovich. Jakarta: PPS UNJ. Using Multivariate Statistic. Anas.mhhe. Grafindo Persada Tabachnick. & Uriarte. Publisher Wiersma. Babara & Fidell.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful