P. 1
Review Rekayasa Gempa

Review Rekayasa Gempa

|Views: 18|Likes:
Published by Elisabeth Yuniarti
repro-bahan kuliah lama
repro-bahan kuliah lama

More info:

Published by: Elisabeth Yuniarti on Apr 05, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/19/2013

pdf

text

original

4/5/2013

1
Rekayasa Struktur
Review Rekayasa Gempa
Beban Gempa pada Struktur Beban Gempa pada Struktur
• Gerakan tanah direpresentasikan oleh :
x
t
(distance)
,

t
(velocity)
,

t
(acceleration)
– Yang dicatat oleh pencatat gempa adalah ẍ
t
, dan alat tersebut dinamakan
akselerogram.
– Peristiwa gempa ini oleh karenanya termasuk ke dalam peristiwa dinamik.
– Yang dimaksud dinamik adalah : besar maupun arah beban gempa merupakan
fungsi dari waktu. Sulit diketahui pada detik ke berapa bangunan itu paling
menderita beban gempa.
m
k
c
x
t ,

t ,

t
• Bagaimana respon dari struktur ?
• Bergantung dari m (massa), k (kekakuan/stiffness) dan
c (redaman/damping)
• m dan k menentukan frekuensi sudut : ω
4/5/2013
2
Beban Gempa pada Struktur Beban Gempa pada Struktur
• Ada 3 faktor yang mempengaruhi respon struktur terhadap peristiwa gempa
1. m , 2. k , 3. ω.
x
t
• Jika nilai k sangat besar, atau struktur sangat kaku,
maka ω juga besar dan T menjadi pendek. Struktur ini
praktis mengikuti gerakan tanah.
x
s
= x
t

s
= ẋ
t

s
= ẍ
t
F = m.ẍ
s
= m.ẍ
t
x
t
• Jika struktur fleksibel sekali, maka ω kecil dan T
menjadi panjang. Struktur prakstis tidak berpindah.
Tanah bergerak di bawah massa struktur. Ini
merupakan prinsip seismograph.
Beban Gempa pada Struktur Beban Gempa pada Struktur
x
s
= x
t
+ x → x : perpindahan relatif

s
= ẋ
t
+ ẋ → ẋ : kecepatan relatif

s
= ẍ
t
+ ẍ → ẍ : percepatan realtif
• Massa mengalami percepatan total, akibatnya timbul gaya yang disebut gaya inersia
F
i
= m (ẍ
t
+ ẍ) [Hukum Newton II].
• Struktur dianalogikan dengan pegas yang diberi simpangan x dari kondisi awal :
Pegas mengalami simpangan relatif, timbul gaya yang disebut restoring force F
p
= k.x
F
p
adalah gaya dalam/gaya pegas
• Secara umum respon struktur terjadi diantara 2
kemungkinan yang ditunjukkan sebelumnya
x
t ,

t ,

t
x
s
x
• Massa mengalami kecepatan relatif, akibatnya timbul gaya dalam
F
r
= c (ẋ) [Hukum Stokes].
F
r
adalah gaya dalam/gaya redaman
• Keseimbangan gaya dalam:
F
i
+ F
r
+ F
p
= 0
4/5/2013
3
Beban Gempa pada Struktur Beban Gempa pada Struktur
Persamaan di atas adalah persamaan keseimbangan gaya
dinamis / persamaan gerak . Dapat juga dituliskan sebagai :
m ẍ + c (ẋ) + k.x = ‒m. ẍ
t
(2)
• Keseimbangan gaya dalam:
F
i
+ F
r
+ F
p
= 0
m (ẍ
t
+ ẍ) + c (ẋ) + k.x = 0 (1)
x
t ,

t ,

t
x
s
x
• Dengan kurva percepatan tanah akibat
gempa dseperti gambar di samping.
Oleh karena itu penyelesaian persamaan
(2) di atas dilakukan dengan cara integrasi
numerik.
Beban Gempa pada Struktur Beban Gempa pada Struktur
• Untuk nilai T dan c tertentu, kita dapat menghitung
untuk setiap t akibat gempa tertentu :

t
m
k
Sistemseperti ini
disebut Single
Degree of Freedom
(SDOF)
t
t
t
x
t

t

t
x
max
= S
d

max
= S
v

max
= S
a
Time History (Riwayat Waktu) dari respon SDOF
• Penggambaran nilai maksimum dari respon
struktur sebagai fungsi dari waktu getar
atau frekuensi disebut sebagai response
spectrum.
• Grafik respon spektrum ini dapat mencakup
beberapa rentang faktor redaman yang
dapat muncul pada struktur nyata.
ζ = besar
ζ (rasio redaman) = kecil
Untuk gempa tertentu
4/5/2013
4
Beban Gempa pada Struktur Beban Gempa pada Struktur
• Secara umum spektrumrespon digambarkan sebagai berikut :
Respon struktur terbesar
S
a
di sini terjadi resonansi
T(sec)
T
struk
= T
tanah
T = 0
struktur sangat kaku
SNI 03-1726-2002
Beban Gempa pada Struktur Beban Gempa pada Struktur
• Untuk masing-masing wilayah dapat digambarkan sebagai berikut :
S
a
T(sec)
Gempa -100 th an
Gempa -200 th an
Gempa -50 th an
4/5/2013
5
Beban Gempa pada Struktur Beban Gempa pada Struktur
• Falsafah perencanaan bangunan tahan gempa:
– DAKTILITAS (ductility) sifat struktur di mana setelah melampaui suatu beban
batas, struktur masih mampu menerima beban tanpa runtuh sambil
berdeformasi secara plastis
– μ = faktor daktilitas
= (simp.pd saat tepat sblm runtuh )/(simp.pd waktu terjadi sendi plastis I)
• Contoh bangunan yang daktil:
– Rangka terbuka baja, μ
m
= 5,2
– Rangka terbuka beton bertulang, μ
m
= 5,2
– Dinding geser beton betulang, μ
m
= 3,3
Beban Gempa pada Struktur Beban Gempa pada Struktur
• Untuk kepentingan desain struktur :
– Gempa dinamik diubah/dibayangkan menjadi suatu peristiwa statik yang
akibatnya/ efeknya/dll, harus sama/ekivalen dengan peristiwa dinamik
tersebut.
– Yang terpenting adalah kekuatan struktur yang ditentukan oleh gaya-gaya
dalam
yang bekerja dalam struktur itu.
– Kalau gaya-gaya yang bekerja didalamnya lebih kecil daripada kekuatan
batasnya,
maka struktur itu kuat.
– Dan sebaliknya, bila kekuatan batasnya lebih kecil dari gaya-gaya dalam yang
bekerja, struktur tidak kuat.
4/5/2013
6
Beban Gempa pada Struktur Beban Gempa pada Struktur
• Beban gempa statik ekivalen :
– Yang dimaksud adalah beban gempa yang mengakibatkan munculnya
gaya dalamsaat mencapai nilai maksimumnya.
• Struktur diidealisasi sebagai bandul majemuk
– Masa dipusatkan pada lantai/level
– Setiap masa dihubungkan dengan pegas-pegas.
F
1
F
2
F
n
gempa statik
ekivalen
Beban Gempa pada Struktur Beban Gempa pada Struktur
• Gaya dalam yang mana yang akan dianalisis akibat beban gempa ?
– Momen (M), Torsi (T), Aksial (N), Geser (Q)
Jawabnya adalah ….. :
– Gaya GESER



m
m
i
k
i
F
i
Bandul Majemuk
Beban gempa
statik ekivalen Gaya Geser Tingkat
Kalau bentuk diagramnya
seperti ini berarti akibat beban-
beban terpusat
Q
max
tiap lantai belum tentu terjadi pada detik yang sama
4/5/2013
7
Beban Gempa pada Struktur Beban Gempa pada Struktur
• Kaji sebuah struktur :
– AKSI dari luar : BEBAN (beban angin, beban gempa, dll).
– REAKSI yang timbul akibat beban : GAYA
• Beban gempa dinyatakan sebagai beban gempa ekivalen karena beban itu sendiri
tidak ada. Yang ada hanyalah gerakan-gerakan tanah.
• Respon struktur terhadap gerakan tanah berbeda antara struktur yang satu dengan
struktur lainnya.
• Karena gerakan tanah akibat gempa merupakan peristiwa dinamik, maka beban
gempa statik ekivalen merupakan fungsi dari sifat dinamis struktur
• Diantara sifat dinamis struktur adalah :
– Massa : ukuran fundamental mengenai jumlah materi dalam sebuah
obyek.
– Redaman : ukuran peredam sebuah sistem, menggambarkan redaman
sebuah sistem sebagai rasio tingkat redaman kritis .
– Kekakuan : besar tahanan sebuah badan elastis untuk berdefleksi atau
berdeformasi akibat beban yang diberikan.
Beban Gempa pada Struktur Beban Gempa pada Struktur
• Beban gempa ekivalen yang merupakan fungsi dari sifat dinamis struktur dinyatakan
dalam waktu getar alami (natural vibration period) = T
m
k
Frekuensi sudut (angular frequency) atau laju rotasi getaran
adalah :
Perioda getar :
• T – terpanjang dan ω – terpendek → fundamental period
4/5/2013
8
Beban Gempa pada Struktur Beban Gempa pada Struktur
• Untuk setiap ω → struktur mempunyai suatu pola getaran tertentu. Pola
getaran ini disebut ragam (pola, mode).
mode 1
T
1
mode 3
T
3
mode 2
T
2
Titik kancing,
titik simpul,
nodal.
• Dari semua ragam, pada umumnya ragam pertama yang paling dominan.
• Pada suatu gedung bertingkat (mungkin) yang dominan adalah mode 1, pada saat
digoncang gempa.
• Sementara itu untuk struktur lain, misalnya jembatan gantung yang dominan pada
mode ke 2, ke 3, atau lainnya. Ini ada hubungannya dengan resonansi.
Beban Gempa pada Struktur Beban Gempa pada Struktur
• Kalau fundamental mode yang dominan, maka seolah-olah
perilaku bangunan bertingkat ini sama dengan perilaku One
Degree of Freedom Systematau Single Degree of Freedom
(SDOF).
• Dengan perkataan lain hasil perhitungan SDOF dapat dipakai
untuk mencari Multi Degree of Freedom (MDOF), tetapi T
1
nya.
Untuk tiap wilayah diberikan khusus
Sa’=a
max
T
1
’ T
i
Yang dialami srruktur secara rata-rata dalam
getaran menurut ragam yang pertama
Sa=| ẍ
max
|
∑ ∑
= =
= = =
n
i
i a
n
i
i a d
W
g
S m S V Q
1
'
1
'
1
. .
t
W c V . =
4/5/2013
9
Analisa Statik Beban Gempa pada Struktur Analisa Statik Beban Gempa pada Struktur
• Jumlah total gempa statik ekivalen : V
• SNI 03-1726-2002 :
– V = Beban (gaya) geser nominal statik ekivalen akibat pengaruh
Gempa Rencana yang bekerja di tingkat dasar struktur gedung
beraturan dengan tingkat daktilitas umum, dihitung berdasarkan
waktu getar alami fundamental struktur gedung beraturan
tersebut.
– V = C . I . W
t
– Pembagian V pada setiap titik masa
– Untuk bangunan yang ≤ 40 m diatur dalamPPTGI 83 sebagai
berikut :
F
1
F
2
F
n
V
gempa statik
ekivalen
V
h W
h W
F
i i
i i
i
.
.
.

=
Pemodelan Struktur yang Mendapat Beban Gempa
• Kalau C
m
= C
r
(center of rigidity), maka F
i
bekerja
pada C
m
dan bangunan hanya bertranslasi saja ke
kiri dan ke kanan.
• Kalau C
m
≠ C
r
maka selain F
i
ada juga momen
torsi. Sehingga bangunan bergerak ke kiri dan ke
kanan, juga memuntir dalam bidangnya.
• Eksentrisitas sementara tidak kita tinjau.
+ F
i
C
m
= Center of Mass
C
m
Lantai bekerja sebagai diaphragma
(memindahkan beban lateral, tapi tidak
memindahkan struktur
Dalam bidangnya, I = ∞
Tegak Lurus bidangnya , I = 0
+ F
i
C
m
+
C
s
e
M
i
4/5/2013
10
Besar bagian beban F
i
yang naik ke dalam masing-masing portal
F
1
F
2
F
I
x
1
x
2
x
i
| |
¦
¦
¦
¦
)
¦
¦
¦
¦
`
¹
¦
¦
¦
¦
¹
¦
¦
¦
¦
´
¦
=
(
(
(
(
(
(
(
(
(
¸
(

¸

− −
1
2
i
1 n
n
1
2
i
1 n
n
x
x
..
x
..
x
x
K
F
F
..
F
..
F
F
| |
(
(
(
(
(
(
(
(
(
¸
(

¸

=
nn n n
n
n
k k k
k k k
k k k
K
.. .. .. ..
.. .. .. .. .. .. ..
.. .. .. .. .. .. ..
.. .. .. .. .. .. ..
.. .. .. .. .. .. ..
.. .. .. ..
.. .. .. ..
2 1
2 22 21
1 12 11
diketahui
matriks kekakuan lateral total
δ= 1
k
21
k
11
k
31
k
41
δ= 1
k
22
k
12
k
32
k
42
dst.
dipecahkan,
melalui penyelesaian
persamaan simultan
Gaya Lateral Setiap Portal
• Untuk setiap portal dapat dibagi berapa gaya yang masuk : F
p
• Setelah simpangan struktur diketahui, maka simpangan setiap portal diketahui
sama dengan simpangan struktur.
• Oleh karena itu , dengan diketahui kekakuan lateral 1 portal, maka gaya lateral
setiap portal dapat juga diperoleh .
| | | | { } x F
pi
K
p
=
diketahui didapat
Matriks portal demi portal
4/5/2013
11
Gaya Lateral Setiap Portal
• Cara lain untuk mendapatkan kekakuan :
F
1
F
2
F
n
F
i
F
n-1
Pendel/link beam
Pendel/link beam :
• Unsur yang hanya dapat memindahkan beban lateral saja, tidak bisa menindahkan
lentur
• Pernyataan untuk komputer bagi pendel dimaksud :
• Tidak ada deformasi aksial → dibuat A-nya besar ≈ ± 20 sampai 30 x Alantai
• Tidak mentransfer momen → I kecil ≈ ±
1
/
10
dari I lainnya
• Gunakan komputer :
• STRESS, SAP, SCADA, STRUDL, ETABS, dll.
Gaya Lateral Setiap Portal
• Cara lain : “spring constant”
Konstanta pegas:
• Beban (gaya) geser tingkat yang
diperlukan untuk menimbulkan satu
satuan simpangan antar tingkat (δ = 1)
δ
1
x
2
x
1
δ
2
x
i
δ
i
δ
n-1
x
n
δ
n
x
n-1
F
1
F
2
F
n
F
i
F
n-1
Q
1
Q
2
Q
n
= F
n
| |
¦
¦
¦
¦
)
¦
¦
¦
¦
`
¹
¦
¦
¦
¦
¹
¦
¦
¦
¦
´
¦
(
(
(
(
(
(
(
(
(
¸
(

¸

=
¦
¦
¦
¦
)
¦
¦
¦
¦
`
¹
¦
¦
¦
¦
¹
¦
¦
¦
¦
´
¦
=
(
(
(
(
(
(
(
(
(
¸
(

¸


− −
− −
1
2
1 n
n
1
2
i
1 n
n
1
2
i
1 n
n
x
x
..
..
..
x
x

x
x
..
x
..
x
x
K
F
F
..
F
..
F
F
. ..
.. .. .. .. ..
.. .. .. .. ..
.. .. .. .. .. .. ..
.. .. .. .. .. .. ..
.. .. .. .. .. .. ..
.. .. .. ..
.. .. .. ..
, 1
1 , 1 , 1
2 2 12
1 1 11
nn n
n n n
n i
n i
k k
k k
k k k
k k k

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->