Pengertian Geografi Regional

Suatu studi tentang variasi penyebaran gejala dalam ruang pada suatu wilayah tertentu baik secara lokal, negara maupun wilayah yang luas seperti benua. Geografi Regional mempelajari hubungan yang bertautan antara aspek-aspek fisik dengan aspek manusia dan kaitan keruangan di suatu wilayah/region tertentu.
1. Regional Pengertian dari regional yaitu wilayah yang jelas teridentifikasi meskipun sebenarnya untuk wilayah tersebut relatif tergantung konteks waktu selain itu unsur yang mendorong identifikasi diri adalah secara sejarah dan juga geografisnya serta aktivitas yang dilakukan terutama di bidang ekonomi. (http://farizhp.blogspot.com/2008/04/region-regionalisme-regionalisasi.html) Berdasarkan pengertian geografi.suatu wilayah dengan karakteristik tertentu yang dapat dibedakan dengan wilayah lainnya disebut regional. (http://cezhar.wordpress.com/2008/01/24/konsep-wilayah/) Regional adalah sebuah daerah yang dikuasai atau menjadi teritorial dari sebuah kedaulatan. Pada masa lampau, seringkali sebuah wilayah dikelilingi oleh batas-batas kondisi fisik alam, misalnya sungai, gunung, atau laut. Sedangkan setelah masa kolonialisme, batas-batas tersebut dibuat oleh negara yang menduduki daerah tersebut, dan berikutnya dengan adanya negara bangsa, istilah yang lebih umum digunakan adalah batas nasional. (http://id.wikipedia.org/wiki/Wilayah) Suatu wilayah adalah daerah tertentu yang di dalamnya tercipta homogenitas struktur ekonomi dan sosial sebagai perwujudan kombinasi antara faktor lingkungan dan demografis. (Prof. Dr. Sumarmi, M.Pd dalam Geografi Pengembangan Wilayah) Regional adalah wilayah tempat tinggal manusia berdasarkan kesatuan fisiografisnya. (N. Daljuni) 2. Geografi Geografi adalah ilmu tentang lokasi serta persamaan dan perbedaan (variasi) keruangan atas fenomena fisik dan manusia di atas permukaan bumi. Kata geografi berasal dari Bahasa Yunani yaitu gê ("Bumi") dan graphein ("menulis", atau "menjelaskan"). (http://id.wikipedia.org/wiki/Geografi) Istilah geografi untuk pertama kalinya diperkenalkan oleh Erastothenes pada abad ke-1. Menurut Erastothenes geografi berasal dari kata geographica yang berarti penulisan atau penggambaran

makanan yang kita konsumsi.g-excess.com/id/pengertian/pengertian_geografi.gexcess. menerangkan sifat bumi.gexcess. Ahli geografi regional memfokuskan pada pengumpulan informasi deskriptif tentang suatu tempat.html) Preston e James (1959) berpendapat bahwa. (http://asysyuravoice. (http://www. menganalisis gejala alam dan penduduk serta mempelajari corak khas mengenai kehidupan dan berusaha mencari fungsi dari unsur bumi dalam ruang dan waktu. (http://asysyuravoice. Berdasarkan pendapat tersebut.mengenai bumi.html) Strabo (1970) Geografi erat kaitannya dengan faktor lokasi. (http://www. Geografi Regional Geografi regional menegaskan kembali topik bahasan geografi pada ruang dan tempat. (http://djunijanto. (http://www. dan peta menjadi alat yang sangat penting untuk menjawab pertanyaan “di mana” dari berbaga i aspek dan gejala geografi. “Geografi dapat diungkapkan sebagai induk dari segala ilmu pengetahuan” karena banyak bidang ilmu pengetahuan selalu mulai dari keadaan muka bumi untuk beralih pada studinya masing-masing (http://www.html) Ekblaw dan Mulkerne mengemukakan.html) Pada awal abad ke-2. bahwa geografi merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari bumi dan kehidupannnya. Konsep itu disebut Natural Attribute of Place. (http://www.wordpress.gexcess. mempengaruhi pandangan hidup kita.com/2007/09/geografi-sosial-sebagai-bagian-ilmu.html) Bintarto (1977) mengemukakan.com/2007/09/geografi-sosial-sebagai-bagian-ilmu.com/materi/perkembangan-sejarah-geografi/) . Geografi adalah ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena geosfer dengan sudut pandang kewilayahan dan kelingkungan dalam konteks keruangan. Definisi ini dikemukakan oleh Ullman (1954). karakteristik tertentu. bahwa geografi adalah ilmu pengetahuan yang mencitra. juga metode yang sesuai untuk membagi bumi menjadi beberapa wilayah atau region. diberi nama „Atlas Ptolomaeus‟. 3.blogspot. muncul tokoh baru yaitu Claudius Ptolomaeus mengatakan bahwa geografi adalah suatu penyajian melalui peta dari sebagian dan seluruh permukaan bumi. dalam bukunya yang berjudul Geography a Spatial Interaction.com/id/pengertian/pengertian_geografi. Kumpulan dari peta Claudius Ptolomaeus dibukukan. pakaian yang kita gunakan.  James Fairgrive (1969) geografi memiliki nilai edukatif yang dapat mendidik manusia untuk berpikir kritis dan bertanggung jawab terhadap kemajuan – kemajuan di dunia. Basis filosofi kajian ini diperkenalkan oleh Richard Hartshorne. maka para ahli geografi (geograf) sependapat bahwa Erastothenes dianggap sebagai peletak dasar pengetahuan geografi.com/id/pengertian/pengertian_geografi.gexcess.blogspot.html) Menurut hasil SEMLOK (seminar dan lokakarya) di Semarang tahun 1988.com/id/pengertian/pengertian_geografi. rumah yang kita huni dan tempat rekreasi yang kita nikmati.html) “Geografi adalah interaksi antar ruang”.com/id/pengertian/pengertian_geografi. dan hubungan antar wilayah secara keseluruhan. Jadi Claudius Ptolomaeus mementingkan peta untuk memberikan informasi tentang permukaan bumi secara umum.

interakasi. kecuali apabila kriteria pengklasifikasian region itu dibuat secara makro. 7. Pada Geografi Regional. Inung Sektiyawan. misalnya keamaan iklim. karakteristik suatu wilayah yang khas dapat ditonjolkan. 8. Derah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Nangroe Aceh Darussalam (NAD).50 LU/LS). kesamaan budaya. Bila dianalisis lebih lanjut menurut kriteria/konsep ideal sebuah region. yang membagi dunia menjadi iklim tropik (0 . tetapi menjadi beberapa region. 2008.dependensi) unsur fisik dan manusia yang ada pada suatu region tertentu pada waktu tertentu. maupun continental. interelasi keruangannya. Nama ―Indonesia‖ untuk kepulauan nusantara pertama kali diperkenalkan oleh JR.Geografi regional yaitu studi tentang variasi penyebaran gejala dalam ruang pada suatu wilayah tertentu baik secara lokal negara maupun wilayah yang luas seperti benua. dapat dinyatakan bahwa Indonesia merupakan suatu region. Logan pada tahun 1850. seluruh aspek dan gejala geografi ditinjau dan dideskripsikan secara bertautan dalam hubungan integrasi. KAMUS LENGKAP GEOGRAFI. 2.23. Panji Pustaka:Yogyakarta) 2. 2. Geografi Regional adalah suatu bagian atau keseluruhan bagian yang didasarkan atas aspek keseluruhan suatu wilayah. dan yang paling penting secara hukum antar bagian wilayah Indonesia merupakan satu kesatuan hukum Negara yang berasal dari wilayah bekas jajahan Hindia Belanda ditambah dua daerah istimewa. 6. Bisri. subtropik . 9. 4. negara. 5. misalnya criteria 12 region berdasarkan iklim matahari. 3. melainkan pula meliputi kronologi berdasarkan urutan waktunya. wilayah Indonesia bukanlah satu region. Asosiasi dan korelasi gejala geografi di permukaan bumi secara dinamik. Tetapi geografi regional merupakan bagian dari geografi yang bertugas untuk menjelaskan secara komprehensif segala keterkaitan (asosiasi. relasi.2 Geografi Regional Indonesia Berdasarkan pengertian Geografi Regional di atas. kesamaan bahasa dan ideology. maka geografi regional bukanlah salah satu cabang dari geografi manusia ataupun geografi fisik. inter. Melalui interpretasi dan analisa geografis regional ini. sehingga perbedaan antar wilayah menjadi kelihatan jelas (Sumaatmadja.1 Geografi Regional Geografi Regional merupakan deskripsi yang komprehensif-integratif aspek fisik dengan aspek manusia dalam relasi keruangannya di suatu wilayah. 1988 Berdasarkan struktur keilmuan geografi. interelasi. baik local. Geografi regional mempelajari hubungan yang bertautan antara aspek – aspek fisik dengan aspek – aspek manusia dan kaitan keruangan di suatu wilayah (region) tertentu. (Mustofa. Indonesia sebagai bagian dari wilayah di permukaan bumi dianggap sebagai suatu region berdasarkan kenyataan bahwa antar bagian wialayah Indonesia mempunyai kesamaan-kesamaan tertentu. Dapat pula dikatakan bahwa Geografi Regional sebagai suatu studi tentang variasi penyebaran gejala dalam ruang pada suatu wilayah teretentu. keamaan letak. tidak hanya meliputi proses keruangannya saja.

terdiri dari bentuk fragmental (kepulauan).257.000 km 2 berupa lautan. 19. sehingga apabila kita hendak membagi region Indonesia menjadi beberapa region yang lebih detail sangat dimungkinkan.66. Propinsi Irian dipecah menjadi 3 (Irian Jaya Barat. terpecah (broken shape).000.922. dan iklim polar (66.206. 11. Menurut letak geografisnya Indonesia terletak di antara dua benua. Sebagai sebuah region yang luas (lebih dari 5 juta km2. Region Geologis . dan sejak tahun 1999 dengan lahirnya Undang-undang Nomor 22 tentang Otonomi Daerah sampai saat ini region propinsi telah menjadi 33 region). Propinsi Gorontalo. pengawasan dan perlindungan negara. dan lingkar laut (sircum marine).50 LU/LS .833 km2). Propinsi Maluku Utara. Batas wilayah diperlukan untuk keperluan pengelolaan. Secara geografis wilayah Indonesia sangat luas. Meski demikian perairan tersebut dalam konsep negara kesatuan tidak menjadi batas pemisah antar wilayah/pulau karena adanya kesamaan/keseragaman tertentu. region budaya.3 Pembagian Wilayah Indonesia 14. dan Timur) sehingga Pulau Papua bertambah 2 propinsi.000 buah pulau dengan luas daratan 1.833 km2 berupa daratan dan 3. yakni Asia dan Australia. 2. 1.50LU/LS . Indonesia merupakan region dalam skala besar yang dasar pengklasifikasian atau nomenclatur-nya lebih umum.(23. 20.000 m2. Indonesia harus mempunyai batas-batas wilayah yang jelas dan dapat membedakan dengan wilayah lain. Penambahan jumlah propinsi sebanyak 7 buah.570 km2 dan luas perairan 3. Region Indonesia merupakan kepulauan (archipelagic state). region persebaran binatang. Bentuk-bentuk wilayah negara dilihat dari fisiografisnya terdiri dari bentuk kompak(contigous shape) dan tidak kompak (non-contigous shape).483 km2 16. 17. dan di antara dua samudra.50 LU/LS).900 LU/LS). tersebar (scattered shape). Region Administrasi 18.206. 12. misalnya region Indonesia dapat dibagimenjadi region/rezim iklim. Bentuk tidak kompak. 10. Berdasarkan letak astronomisnya Indonesia berada diantara 6 drjt LU-11 drjt LS dan antara 95 drjt BT. Propinsi Banten. maka negara kita dikenal sebagai Negara Kepualauan atau Negara Maritim. dengan memiliki ± 17. dengan luas daratan ± 2. Propinsi Sulawesi Tengah.141 drjt BT. maka seluruh bagian wilayah Indonesia dapat dinyatakan sebagai suatu region iklim tropic. yang berarti region ini berbentuk tidak kompak (noncontigues shape). Tengah. 2. yakni Propinsi Kepulauan Riau (Kepri).000. region berdasarkan struktur geologisnya. Secara administratif wilayah Indonesia dibagi menjadi 33 region (tahun 1976 ada 27 region. tahun 1999 dengan melepasnya Propinsi Timtim menjadi 26 region adminitratif. 15. dan lain-lain. Ini terbukti dari luas wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke yang terdiri dari pulau-pulau. Secara administrative luas wilayah Indonesia adalah 5. tetapi terpisah-pisah oleh perairan. Bentuk kompak terdiri dari bentuk membulat dan memanjang (sejajar pantai dan tegak lurus pantai). 13. yakni Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. terdiri dari 2.

konon Landas K ontinen Sunda (Indonesia bagian barat) telah mengalami delapan kali/tahap pembentukan daratan (orogenesa). 1996). Region Fauna dan flora 30. Orang pertama yang melakukan regionalisasi flora dan fauna di Indonesia adalah Alfred Russel Wallace seorang ahli ilmu alam yang selama 8 tahun (1854-1862) melakukan penjelajahan di kepulauan nusantara. 22. Berdasarkan perkembangan geologi tersebut. dan Lydeker.Untuk sampai pada bentuknya yang sekarang. 23. Untuk dapat memahami karakteristik geologisnya Indonesia. Akibat banyaknya vulkan. Tenggelamnya zone Anambas ini mengakibatkan wilayah di sekitarnya mencari keseimbangannya sendiri. Sesuai dengan nama . kurang lebih berjumlah 129 vulkan. Ada perbedaan yang nyata. antara dunia binatang dan dunia tumbuhan di berbagai wilayah kepulauan nusantara. Di bagian Indonesia timur kejadiannya hampir sama dengan bagian barat. dapat dinyatakan bahwa wilayah Indonesia merupakan titik temu dari tiga gerakan lempeng bumi. 27. Ada tiga (3) daerah fauna di Indonesia yang pembagiannya dibatasi oleh garis Wallace. perlu ditelusuri sejarah pembentukan awal kepulauan nusantara ini. Weber. maka di Indonesia terdapat banyak vulkan (gunung api). Rutten yang didukung oleh Van Bemellen menyatakan bahwa awal pembentukan kepulauan nusantara dapat ditelusuri dari buktibukti. yakni untuk wilayah Landas Kontinen Sunda (wilayah Indonesia bagian barat) yang dibedakan dari region fauna-flora di sebelah timurya. diperkirakan terjadi pada pada 300 juta tahun yang lalu (pada kurun geologi Devon). Ketiga gerakan tersebut menyebabkan Indonesia menjadi jalur vulkanisme (pada jalur luar/outer) dan gempa yang sangat berpengaruh terhadap kehidupan manusia Indonesia. 26. disamping kadangkala membawa malapetaka. yakni dimuali dengan tenggelamnya Zone Anambas. 31. Karena Indonesia merupakan jalur vulakanisme (terangkai melalui sebuah busur yang terbentang dari Pulau We sampai ke Indonesia bagian timur (Maluku) dan juga Sulawesi. Regionalisasi wilayah Indonesia berdasarkan kondisi geologisnya secara detail dapat dilihat kembali pada catatan kuliah Geologi Indonesia 29. gerakan dari sistem Sirkum Australia. Dalam rangka mencari keseimbangan itulah berturut-turut bagianbagian dari muka bumi ini ada yang timbul kembali dan ada yang tenggelam secara perlahan-lahan dalam kurun waktu geologi tertentu (Sandy.21. Ia membatasi region berdasarkan tempat persebarannya. yakni : gerakan dari sistem Sunda di barat. 3. 25. 24. yang merupakan Kontinen Asal. gerakan dari sistem pinggiran di Asia Timur. sampai ke Kepulauan Sangihe dan talaud. Kontinen Asal di bagian timur oleh Van Bemmelen disebut Central Banda Basin atau yang kita kenal dengan nama Laut Banda—mengalami pembentukan sebanyak tujuh tahap. maka tanah Indonesia menjadi tanah yang subur sehingga dapat memberi penghidupan/bahan pangan bagi penduduk. 28. Region fauna menurut para ahli berkaitan dengan kondisi geologis.

Garis tersebut dinamakan garis Weber. Indonesia mempunyai iklim yang panas (suhu rata-rata tahunan tinggi). region nelayan. dan lainlain. yang tentu saja diselingi laut dan selat yang menyelingi pulau-pulau tersebut menyebabkan perbedaan suhu harian (amplitudo) antara siang dan malam relative kecil. 39.pemberi batasnya. Fauna di Indonesia bagian barat dikenal dengan kelompok fauna asiatis. Region budaya 34. Oleh karena itu aktivitas penduduk yang biasanya diidentikkan dengan mata pencaharian dapat dijadikan dasar untuk melakukan regionalisasi. dan lain-lain. Kedaan udara Indonesia yang selalu lembab/basah inilah maka iklim Indonesia disebut iklim tropic basah. misalnya Region Budaya Jawa. 37. tidak kering dan panas sebagaimana di Negaranegara yang jauh dari laut atau negara-negara arid. 41. Region budaya Sunda. bentuk tempat tinggal. 32. sehingga region budaya dapat dibuat berdasarkan unsure budaya tersebut. bahkan di daerah-daerah yang dianggap kering seperti di Nusa Tenggara Timur sekalipun kelembaban udara masih sekitar 70-80 %. Garis Lydeker membedakan flora fauna landas Kontinen Sahul dengan region Australis. dan lain-lain. adat-istiadat. yakni : 40. Iklim adalah unsur geografis yang sangat penting dalam mempengaruhi kehidupan manusia. 35. letak kepulauan Indonesia yang berada diantara posisi silang Benua Asia dan Australia. Region budaya di Indonesia biasanya dibagi berdasar budaya suatu suku/ras yang besar. angin yang berhembus di Indonesia terasa nyaman. 33. Ada empat sifat dasar iklim di yang ditentukan oleh faktor-faktor letak dan sifat kepulauan. sehingga diberi batas dengan garis Lydeker. Fauna di Indonesia bagian timur ditempati oleh fauna Australis. region perdagangan. 2. Fauna di Indonesia bagian tengah merupakan fauna peralihan antara fauna Asiatis dengan fauna Australis. 5. Region iklim 38. Dengan demikian. misalnya ada region pertanian. Sangat pentingnya kedudukan iklim ini didasarkan atas kenyataan bahwa manusia tidak dapat menghindarkan diri dari pengruhnya dan tidak dapat pula manusia mengendalikannya (Sandy. misal: unsur bahasa. 1. kesenian. mengakibatkan pula kelembaban udara selalu tinggi. Region Budaya Melayu. dengan musim yang berlawanan menyebabkan berhembusnya angin musim di . 4. Namun demikian. Batas region flora-fauna di sebelah timur dibuat oleh Weber. terutama di Maluku-Halmahera. 6. garis tersebut dinamakan Garis Wallace. yakni untuk membedakan flora-fauna yang berada di landas kontinen Sahul dengan flora-fauna di bagian timurnya. 3. mata pencaharian. makanan khas. ternyata di landas kontinen Sahul ini masih terdapat kekhasan lagi. Budaya mempunyai cakupan yang luas. 42. 1996). Aktivitas utama penduduk suatu wilayah kemungkinan berbeda dengan aktivitas penduduk di wilayah lainnya. karena letaknya di sekitar garis katulistiwa. Region Aktivitas Penduduk 36. kondisi Indonesia yang berupa kepulauan.

3) Iklim Kutub. Pengaruh kondisi geomorfologis terhadap kehidupan penduduk 58. Kondisi Hidrologis 59.5 baik di utara maupun di selatan.atasnya. tetapi posisi buminya yang berubah terhadap matahari ketika bumi sedang berrevolusi mengitari matahari). Sejarah geologis wilayah Indonesia dalam kajian geografi regional. Iklim Matahari Pembagian iklim yang didasarkan pada garis lintang dan atas 45. Di Indonesia hanya terdapat dua musim. yakni luas wilayah laut 5 juta km2. 48. kedudukan letak semu matahari terhadap permukaan bumi. Danau.50 LU/LS. Indonesia sebagai Negara kepulauan (archipelagic state) fisigrafis wilayah Indonesia yang terdiri dari 18. 1) Iklim tropic terletak diantara 23.4 Fisiografis Wilayah Indonesia 51. temperature bulan terdingin < 100 C. 2) Iklim sedang terletak diantara 23. dan temperatur. dimana posisi matahari ini mempengaruhi sistem tekanan udara dan penguapan air laut yang merupakan bagian dari siklus hidrologi (hujan). rawa. Sungai 60. Air tanah 61. 52. iklim sedang. b. Secara umum. 50. Sebagian wilayah Indonesia berupa laut. Oleh karena itu beberapa ahli geologi acapkali membahas kondisi fisiografis indoenesia secara umum berdasarkan pulau-puau besar. Iklim ini dibagi menjadi 3.000 km2. 49. pembahasan kondisi regional dapat dilakukan dengan satuan wilayah secara sempit maupun luas misalnya: Vulkanisme dan kegempaan. Potensi geologis. 44. Pengaruh kondisi geologis terhadap kehidupan penduduk 55. luas daratan sekitar 1. 47. a. Kondisi Geologis 54.9 juta km2 dan pantai tropical terpanjang di dunia. Indonesia bebas dari angin siklon dan anti siklon. yakni : iklim tropis. yakni 81. a.50 C – 900 C. karena wilayah Indonesia berada di bawah lintang 33. b. Kondisi Geomorfologis 56. dari bentuk fisiografis yang sederhana sampai bentuk yang kompleks. Berdasarkan klasifikasi iklim matahari ini Indonesia termasuk beriklim tropic. 2. terletak di antara 66. dengan temperature bulan terdingin lebih besar dari 180 C. . karena angin siklon terjadi di daerah lintang ≥100 LU/LS. 43. 46.210 pulau memiliki kondisi fisiografis yang sangat kompleks. dan iklim kutub. karena letak Indonesia yang berada diantara garis lintang yang menjadi tempat peredaran semu matahari (disebut peredaran semu karena sesungguhnya bukan posisi mataharinya yang berubah. c. Pembagian wilayah fisiografis Indonesia secara menyeluruh sulit dilakukan mengingat masing-masing pulau memiliki kompleksitas penampakan sendirisendiri.50 LU/LS. Pembagian wilayah geomorfologis 57. serta membawa pergiliran musim hujan dan musim kemarau di kepulauan Indonesia. 53. 4.50 LU/LS – 66.

kebudayaan. 85. 2. 84.  David Hunter: anthropologi adalah ilmu yang lahir dari keingintahuan yang tidak terbatas tentang umat manusia. Antropologi Fisik 1. e. 80. dan berbagai pengetahuan tentang corak kehidupan lainnya yang bermanfaat. bentuk rambut. Etnopsikologi adalah ilmu yang mempelajari kepribadian bangsa serta peranan individu pada bangsa dalam proses perubahan adat istiadat dan nilai universal dengan berpegang pada konsep psikologi. Antropologi Budaya 1. bentuk mata. Angin d. "berakal"). Laut 63. 77. Havilland: Antropologi adalah studi tentang umat manusia. Definisi Antropologi Anthropologi berasal dari kata Yunani άνθρωπος (baca: anthropos) yang berarti "manusia" atau "orang". 79. 68. 78. 2. 66. Pengaruh Kondisi Meteorologis dan klimatologis terhadap kehidupan pendudu 70. Dari definisi-definisi tersebut. 65. 74. yaitu sebuah ilmu yang mempelajari tentang segala aspek dari manusia. 82. Secara garis besar antropologi memiliki cabang-cabang ilmu yang terdiri dari: A.62. 2. d. yang terdiri dari aspek fisik dan nonfisik berupa warna kulit. Kelembaban e. aspek politik. Prehistori adalah ilmu yang mempelajari sejarah penyebaran dan perkembangan budaya manusia mengenal tulisan. 76. 67. Kondisi Meteorologis dan Klimatologis a. 72. 71. 4. 73. 81. 69. B. Anthropologi mempelajari manusia sebagai makhluk biologis sekaligus makhluk sosial. dapat disusun pengertian sederhana antropologi.2. 83. Etnologi adalah ilmu yang mempelajari asas kebudayaan manusia di dalam kehidupan masyarakat suku bangsa di seluruh dunia. Curah hujan b. bentuk fisik masyarakat serta kebudayaan yang dihasilkan. dan logos yang berarti "wacana" (dalam pengertian "bernalar". 75.  Koentjaraningrat: Anthropologi adalah ilmu yang mempelajari umat manusia pada umumnya dengan mempelajari aneka warna. Temperatur c. Paleoantrologi adalah ilmu yang mempelajari asal usul manusia dan evolusi manusia dengan meneliti fosil-fosil. . Menurut para ahli definisi antropologi adalah sebagai berikut:  William A. berusaha menyusun generalisasi yang bermanfaat tentang manusia dan perilakunya serta untuk memperoleh pengertian yang lengkap tentang keanekaragaman manusia. Etnolinguistik antrologi adalah ilmu yang mempelajari suku-suku bangsa yang ada di dunia / bumi. Somatologi adalah ilmu yang mempelajari keberagaman ras manusia dengna mengamati ciri-ciri fisik. 3. Pengaruh kondisi hidrologis terhadap kehidupan penduduk 64.

kebudayaan. Kebudayaan-kebudayaan suku bangsa asli yang di jajah bangsa Eropa. bangsa-bangsa di Eropa mulai berlomba-lomba untuk menjelajahi dunia. Kisah-kisah petualangan dan penemuan mereka kemudian mereka catat di buku harian ataupun jurnal perjalanan. antropologi berkembang secara pesat. 99. sebagai bahan kajian Antropologi. Mereka menganggap bangsa-bangsa selain Eropa sebagai bangsa-bangsa primitif yang tertinggal. Mereka mencatat segala sesuatu yang berhubungan dengan suku-suku asing tersebut. mulai hilang akibat terpengaruh kebudayaan bangsa Eropa. Mulai dari ciri-ciri fisik. 91.  Fase Keempat (setelah tahun 1930-an) 100. mereka mempelajari masyarakat dan kebudayaan primitif dengan maksud untuk memperoleh pemahaman tentang tingkattingkat sejarah penyebaran kebudayaan manusia. . Sekitar abad ke-15-16. Australia dan Afrika. dan menganggap Eropa sebagai bangsa yang tinggi kebudayaannya Pada fase ini. bahan-bahan etnografi tersebut telah disusun menjadi karangan-karangan berdasarkan cara berpikir evolusi masyarakat pada saat itu. masyarakat dan kebudayaan berevolusi secara perlahan-lahan dan dalam jangka waktu yang lama. untuk kepentingan pemerintah kolonial. 87. Amerika. Bahan-bahan yang berisi tentang deskripsi suku asing tersebut kemudian dikenal dengan bahan etnografi atau deskripsi tentang bangsa-bangsa. 97. 94.Koentjaraninggrat menyusun perkembangan ilmu Antropologi menjadi empat fase sebagai berikut:  Fase Pertama (Sebelum tahun 1800-an) Manusia dan kebudayaannya. hingga ke Australia. pemberontakanpemberontakan. Amerika. antropologi sebagai sebuah ilmu juga mengalami tahapantahapan dalam perkembangannya. 2. Mulai dari Afrika.86. susunan masyarakat. pemerintahan kolonial negara Eropa berusaha mencari-cari kelemahan suku asli untuk kemudian menaklukannya.  Fase Ketiga (awal abad ke-20) Pada fase ini. muncul berbagai kendala seperti serangan dari bangsa asli. 93. cuaca yang kurang cocok bagi bangsa Eropa serta hambatan-hambatan lain. Fase-fase Perkembangan Antropologi Seperti halnya sosiologi. pada permulaan abad ke-19 perhatian bangsa Eropa terhadap bahan-bahan etnografi suku luar Eropa dari sudut pandang ilmiah. 92. Dalam rangka membangun koloni-koloni tersebut. 96. Antopologi bertujuan akademis. timbul usaha-usaha untuk mengintegrasikan seluruh himpunan bahan etnografi.  Fase Kedua (tahun 1800-an) Pada fase ini. 95. Kemudian. 98. Mereka juga banyak menjumpai suku-suku yang asing bagi mereka. atau bahasa dari suku tersebut. Untuk itulah mereka mulai mempelajari bahan-bahan etnografi tentang suku-suku bangsa di luar Eropa.3. negara-negara di Eropa berlomba-lomba membangun koloni di benua lain seperti Asia. Asia. 89. menjadi sangat besar. Bahan etnografi itu menarik perhatian pelajar-pelajar di Eropa. Dalam menghadapinya. Karena itu. 90. mempelajari kebudayaan dan kebiasaannya. Dalam penjelajahannya mereka banyak menemukan hal-hal baru. Pada fase ini. 88.

117. Tujuan akademikalnya adalah mencapai pengertian tentang makhluk manusiapada umumnya dengan mempelajari anekawarna bentuk fisiknya. 101. Flam dan Lapp. ketiga. Perang ini membawa banyak perubahan dalam kehidupan manusia dan membawa sebagian besar negara-negara di dunia kepada kehancuran total. Tujuan praktisnya adalah mempelajari manusia dalam aneka warna masyarakat suku-bangsa guna membangun masyarakat suku-bangsa itu. muncul semangat nasionalisme bangsa-bangsa yang dijajah Eropa untuk keluar dari belenggu penjajahan. 114. karena Uni Soviet hingga kira-kira sekitar tahun 1960 memang seolah-olah mengisolasikan diri dari dunia lainnya. 113. 108. Sebagian dari bangsa-bangsa tersebut berhasil mereka. dan kesengsaraan yang tak berujung. yaitu tujuan akademikal. 103. Perang Dunia II. Proses-proses perubahan tersebut menyebabkan perhatian ilmu antropologi tidak lagi ditujukan kepada penduduk pedesaan di luar Eropa. . Di Uni Soviet perkembangan ilmu antropologi tidak banyak dikenal di pusatpusat ilmiah lain di dunia.tetapi dengan hilangnya daerah-daerah jajahan Inggris. Austria dan swiss. Cepat hilangnya bangsa-bangsa primitiaf (dalam arti bangsa-bangsa asli dan terpencil dari pengaruh kebudayaan Eropa-Amerika) yang sekitar tahun 1930 mulai hilang. 106. Namun pada saat itu juga. 112. Namun banyak masyarakatnya yang masih memendam dendam terhadap bangsa Eropa yang telah menjajah mereka selama bertahun-tahun. Di Amerika Serikat ilmu antropologi telah memakai dan mengintegrasikan seluruh warisan bahan dan metode dari ilmu antropologi dalam fasenya yang pertama. 110. dan tujuan praktisnya. Uraian mengenai keempat fase perkembangan ilmu antropologi di atas tadi adalah perlu untuk suatu pengertian tentang tujuan dan ruang-lingkupnya. baik mengenai bertambahnya bahan pengetahuan yang jauh lebih teliti. ditambah dengan berbagai spesialisasi.Pada masa ini pula terjadi sebuah perang besar di Eropa. Kehancuran itu menghasilkan kemiskinan. kesenjangan sosial. Di Inggris serta negara-negara yang ada di bawah pengaruhnya. dan 109. Di Eropa Utara. 104.  Antropologi Masa Kini Pebedaan-Perbedaan di Berbagai Pusat Ilmiah. serta kebudayaannya. maupun mengenai ketajaman dari metode-metode ilmiahnya. 107. Di Eropa Tengah seperti Jerman. Dalam fase ini ilmu antropologi mengalami masa perkembangan yang paling luas. 102. 2. hingga hanya kira-kira 15 tahun yang lalu ilmu antropologi di sana masih bertujuan mempelajari bangsa-bangsa di luar Eropa untuk mencapai pengertian tentang sejarah. Kecuali itu kita lihat adanya dua perubahan di dunia : 105. di negara-negara Skandinavia. 111. 2. seperti Australia. 1. 1. kedua. 115. dan sesudah Perang Dunia II memang hampir tak ada lagi di muka bumi ini. masyarakat. Ilmu antropologi dalam fase perkembangannya yang ketiga masih dilakukan. ilmu antropologi untuk sebagian bersifat akademikal seperti di Jerman dan Austria. Tujuannya Ilmu Antropologi dalam fase perkembangannya yang keempat ini dapat dibagi dua. Timbulnya antipati terhadap kolonialisme sesudah Perang Dunia II. 116. tetapi juga kepada suku bangsa di daerah pedalaman Eropa seperti suku bangsa Soami.

130. Kesimpulan Antropologi pada masa perkembangan awalnya tidak dapat dipisahkan dengan karya-karya para penulis yang mencatat gambaran kehidupan penduduk atau suku bangsa di luar Eropa. 123. 120. 122. BAB III PENUTUP 3. 131.  Antropologi Masa Kini Pebedaan-Perbedaan di Berbagai Pusat Ilmiah. Seperti halnya sosiologi. Anthropologi berasal dari kata Yunani άνθρωπος (baca: anthropos) yang berarti "manusia" atau "orang".  Fase Pertama (Sebelum tahun 1800-an) 126.  Fase Keempat (setelah tahun 1930-an) 129. dan logos yang berarti "wacana" (dalam pengertian "bernalar". atau para misionaris karena perbedaan cara hidup antara masyarakat Eropa dan masyarakat di luar Eropa. kehidupan penduduk di luar Eropa dipandang menarik oleh para penjelajah. antropologi sebagai sebuah ilmu juga mengalami tahapan-tahapan dalam perkembangannya. 124. .Koentjaraninggrat menyusun perkembangan ilmu Antropologi menjadi empat fase sebagai berikut: 125. Pada saat itu. 119. Uraian mengenai keempat fase perkembangan ilmu antropologi di atas tadi adalah perlu untuk suatu pengertian tentang tujuan dan ruang-lingkupnya.1. 121. Oleh karenanya. "berakal"). 132.  Fase Kedua (tahun 1800-an) 127. para penjajah. 133.118. Anthropologi mempelajari manusia sebagai makhluk biologis sekaligus makhluk sosial.  Fase Ketiga (awal abad ke-20) 128. Deskripsi ini kemudian dikenal dengan sebutan Etnograf. mereka bukan hanya menulis tentang perjalanan atau yang terkait dengan tugasnya tetapi juga melengkapinya dengan deskripsi tentang tata cara kehidupan masyarakat yang mereka temui.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful