A.

Pendahuluan Dalam sejarah, peradaban Islam tidak dapat dipisahkan dari sejarah seorang tokoh agung yang dilahirkan dalam lingkungan masyarakat jahiliah dan paganis di Jazirah Arab. Dia adalah Muhammad bin „Abdullah, rasul terakhir dan penutup para nabi. Perjalanan kehidupannya adalah sebuah sejarah kepemimpinan yang sangat penting bagi umat manusia. Secara umum, kepemimpinannya dapat dibagi ke dalam dua periode, yaitu periode Mekkah dan Madinah. Periode Mekkah adalah masa yang dimulai dari diangkatnya beliau menjadi Rasul hingga hijrah ke Madinah. Sedangkan periode Madinah adalah masa ketika Nabi Muhammad berada di Madinah hingga beliau wafat. Kepemimpinan Muhammad saw pada masa hidupnya telah memberikan arti penting dalam sejarah peradaban manusia pada umumnya, dan Islam pada khususnya. Kepemimpinan beliau dipandang tidak hanya sebatas sebagai pemimpin agama, akan tetapi juga sebagai pemimpin negara. Dengan kata lain, kepemimpinannya tidak hanya sebagai rasul, melainkan juga sebagai negarawan. Namun, ada sebagian orang yang menyangkal pernyataan ini. Oleh karena itulah, tulisan singkat ini akan membahas kepemimpinan Nabi Muhammad saw periode Mekkah dan periode Madinah. Tujuannya adalah untuk memberikan pemahaman tentang Muhammad sebagai pemimpin agama dan Negara dalam tinjauan historis atau sejarah. B. Kepemimpinan Nabi Muhammad saw Periode Mekkah 1. Muhammad Menjadi Nabi dan Rasul Sejak Muhammad saw belum menjadi nabi, beliau adalah orang yang tidak pernah cacat (tercela) di tengah masyarakatnya. Selain karena terlahir dari keluarga mulia, Muhammad juga selalu dikenal hanya mengerjakan perbuatan yang mulia atau terpuji saja. Di samping itu, beliau memiliki prestasi sejak usia belia. Beliau menjadi pemersatu umat dalam peletakan kembali Hajar Aswad, sehingga para pemimpin suku dan masyarakat mengakui beliau sebagai Al-Amin.[1] Menjelang usia kematangannya, kebiasaan Muhammad adalah mendatangi gua Hira untuk melakukan meditasi dan bertafakkur[2] tentang Yang Maha Pencipta untuk mencari untuk mencari jawaban-jawaban terhadap misteri kehidupan. Dia benar-benar sangat tergoncang melihat kemungkaran masyarakat, penyembahan berhala dan kegiatan yang tidak manusiawi. Ketika beliau mendekati usia empat puluh tahun, ia meningkatkan kontemplasi dan tafakkur. Penyembahan berhala dan menurunnya moral masyarakat sangat menekan perasaannya, karena itu ia mencari jalan yang lurus seperti yang disingkapkan oleh Al Qur‟an: “Dan Dia menemukanmu (Muhammad) sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk.” (Q.S. 93: 7)[3] Suatu hari di bulan Ramadan 610 M (hari Senin, 17 Ramadan, menurut Ibnu Sa‟d) ketika ia sedang khusyuk bertafakkur di gua, ia melihat malaikat Jibril dan menyuruhnya membaca.[4] Di saat inilah wahyu pertama turun, yaitu Surat al-„Alaq ayat 1-5. Turunnya wahyu pertama ini berarti beliau telah dipilih Tuhan sebagai Nabi. Dalam wahyu pertama itu, beliau belum diperintahkan untuk menyeru manusia kepada suatu agama.[5] Setelah wahyu pertama itu datang, Jibril tidak muncul lagi untuk beberapa lama,

Namun. karena engkau selalu jujur”. ia berpidato: “Apakah saudara-saudara percaya bila kukabarkan bahwa ada bala tentara musuh yang mendekat dari balik bukit?” “Tentu kami percaya. Bilal. namun ia tetap bertahan dalam ketauhidannya walaupun tengah disiksa. Zaid bin Haritsah serta Ummu Aiman. Talhah. maka tentu saudara akan celaka”. Orang-orang Quraisy bahkan semakin semangat berusaha dengan sekuat tenaga untuk menghancurkan misi Nabi saw.[8] Rasulullah kemudian naik ke atas bukit Shafa. Islam disiarkan secara rahasia. maka muncullah kerusuhan dan orang kafir mulai menyerang Rasul. tiba-tiba Abu Lahab. Lalu.sementara Nabi Muhammad menantikannya dan selalu datang ke gua Hira‟. Ali bin Abu Thalib. Kemudian Nabi meneruskan. bila saudara menolak maka saya tidak akan menolong kamu sekalian baik di dunia maupun di akhirat kelak. Sa‟id bin Zaid. Dan beliau lah Rasul terakhir serta penutup para nabi. Utsman dan Zubair juga tidak terkecuali. saya akan menjadi saksi bagi saudara sekalian di hadapan Allah. Abu Bakar. Lalu tindakan ini dipandang sebagai penghinaan yang amat besar terhadap Ka‟bah dan adapt istiadat Quraisy. Namun Muhammad saw dan pengikutnya tetap meneruskan misi Islam secara terbuka. tetapi beliau malah terbunuh menjadi syahid. Di masa awalnya. Dalam keadaan menanti itulah turun wahyu yang membawa perintah kepadanya. Para pemeluk Islam yang pertama-tama ini terdiri dari orang miskin. Orang yang pertama masuk ke dalam Islam adalah istrinya Khadijah. Khabab bin al-Arat. Seiring itu. Arqam.[10] Begitulah penentangan para kafir Quraisy kepada Rasul dan muslimin. Bila saudara mengabaikan ajaran Allah. Begitu Nabi diam. bahkan banyak dari mereka yang berasal dari hamba sahaya. Ketika mereka telah berkumpul. salah seorang paman Nabi berkata dengan marah: “Celaka engkau hai Muhammad! Hanya untuk inikah engkau panggil kami?” Lantas mereka bubar meninggalkan bukit Shafa dan tidak ambil peduli terhadap apa yang diucapkan oleh Muhammad saw. yaitu: . Orang-orang yang berpengaruh seperti Abu Bakar. Orang-orang muslim yang miskin banyak ditangkapi lalu dilempari batu kerikil di lembah yang amat panas dan dijemur di bawah terik matahari pada siang hari.[11] Secara umum. penindasan dan penganiayaan yang tidak manusiawi terhadap kaum Muslimin makin lama makin menigkat. Abdullah bin Mas‟ud. Saya minta saudara untuk bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah. Bila saudara beriman kepada Tuhan yang Maha Esa. [7] Pada tahun ketiga dari kenabian. „Abdurrahman bin „Auf. maka Nabi Muhammad telah diangkat menjadi Rasulullah (utusan Allah) yang membawa misi Islam untuk umat. Setelah mereka menyusul Ammar bin Yasir. datang perintah Allah untuk menyiarkan ajaran Islam secara terbuka. “kamu sekalian adalah orang yang terdekat kepadaku dari suku Quraisy. Utsman bin Mazh‟un. Harits bin Abi Hala yang telah memeluk Islam.[6]Dengan turunnya perintah itu. Lantas Abu Bakar membeli budak ini dan memerdekakannya. pada masa ini banyak juga yang segera masuk Islam. ia minta anggota keluarganya dari Bani Abdu Manaf untuk mendekat. jaawab mereka serentak. Ubaidah dan Shuhaib al-Rumi. segera keluar rumah hendak menyelamatkan Rasulullah. lalu dadanya ditindihi batu besar sehingga ia tidak bisa menggerakkan anggota badannya sedikitpun. Misi rahasia ini berlangsung kira-kira tiga tahun. Sa‟d bin Abi Waqqas. Kemudian Bilal diminta untuk melepaskan keislamannya.[9] Suatu hari Nabi saw pergi ke Ka‟bah di Masjidil Haram dan mengucapkan kalimat syahadah dengan suara yang keras. selama ini empat puluh orang memeluk Islam. „Utsman bin Affan. dipaksa tidur telentang di atas pasir yang membara di tengah hari. ada beberapa upaya yang dilakukan oleh kafir Quraisy untuk menghalangi Nabi Muhammad dalam menjalankan misi Islam di Mekkah. budak dari Abyssinia milik orang kafir Mekkah. Ia memanggil bangsa Quraisy.

Mencemooh. Menawarkan kepada Muhammad apa saja yang diinginkan baik harta. seperti menuduh Muhammad sebagai orang gila. Mereka mengira bahwa tunduk kepada seruan Nabi Muhammad berarti tunduk kepada kepemimpinan Bani Abdul Muthalib. Menurut Ahmad Syalabi. 4. Diantara upaya atau tidakan yang kasar Menebar duri di tempat Rasulullah lewat. Melakukan penyiksaan kepada beberapa pengikut Islam. Melontarkan propaganda palsu dengan mengatakan bahwa ajaran Muhammad adalah dongeng orang-orang terdahulu. Diantara upaya Quraisy yang halus Melakukan negosiasi kepada Abu Thalin agar Muhammad menghentikan misinya. ada lima faktor yang mendorong orang Quraisy menentang seruan Islam. 3. a. 3. b. c. 2. Pemahat dan penjual patung memandang Islam sebagai penghalang rezki. mendustakan. kedudukan. Nabi mengabulkan permohonan izin . Para pemimpin Quraisy tidak dapat menerima ajaran tentang kebangkitan kembali dan pembalasan di akhirat. atau dokter kalau memang beliau memiliki kelainan jiwa. menghina.[13] Ketika terus menerus bangsa kafir Quraisy melakukan penyiksaan sampai tak tertahankan oleh para pemeluk Islam yang baru. b. Menawarkan ibadah secara bergantian.[12] Demikianlah tantangan yang dihadapi Muhammad sebagai Rasul dalam menyebarkan ajaran Islam di Mekkah. serta menertawakan. b. Yang terakhir ini (tunduk kepada kepemimpinan Bani Abdul Muthalib) sangat tidak mereka inginkan. wanita. Mereka tidak dapat membedakan antara kenabian dan kekuasaan. 2. sekarang Ethiopia). Diantara upaya yang agak kasar: a. Taklid kepada nenek moyang adalah kebiasaan yang berurat berakar pada bangsa Arab.1. maka mereka datang menemui Nabi saw memohon izin untuk pergi ke negeri tetangga menyeberangi laut merah yakni ke Abyssinia (sering juga disebutkan Habsyi atau Habsyah. 5. a. Hal ini tidak disetujui oleh kelas bangsawan Quraisy. melecehkan. Nabi Muhammad menyerukan persamaan hak antara bangsawan dan hamba sahaya. Upaya pembunuhan terhadap Muhammad saw. yaitu: 1. Blokade multidimensi d. c.

Mereka mengutus „Amr bin bin „Ash dan „Abdullah bin Abi Rabi‟ah sebagai utusan kepada Negus. Pemboikotan Bangsa Quraisy Terhadap Bani Hasyim Orang-orang kafir Mekkah telah menguras tenaga untuk menganiaya. kemiskinan dan kesengsaraan yang sangat menyedihkan. maka mereka harus melumpuhkan Bani Hasyim terlebih dahulu secara keseluruhan. 2. Ketika Nabi meninggalkan kota ini. untuk melumpuhkan kaum muslimin yang dipimpin Muhammad. sehingga jumlah semua rombongan kira-kira 80 orang. Bani Hasyim menderita kelaparan. tidak lama kemudian Abu Thalib. Pemboikotan tersebut baru berhenti setelah beberapa pemimpin Mekkah menaruh belas kasihan kepada Bani Hasyim dan akhirnya merusak lembaran kesepakatan yang digantungkan di Ka‟bah. 15 orang (11 lelaki. seluruh pemimpin Mekkah menyusun kesepakatan untuk pemboikotan tersebut. kafir Quraisy tidak segan-segan lagi melampiaskan permusuhannya kepada Nabi. paman Nabi yang merupakan pelindung utamanya wafat. Negus. Kedua utusan tersebut memohon dengan sangat di hadapan sang raja untuk menolak atau mengembalikan muhajirin (muslim yang hijrah ke Abyssinia). Bani Hasyim seakan dapat bernafas kembali dan pulang ke rumah masing-masing.[17] Pada saat Nabi Muhammad sampai di Thaif. Peristiwa ini terjadi pada tahun kesepuluh kenabian.[14] Orang-orang yang hijrah diterima dengan baik dan ramah oleh raja Abyssinia. Cara yang ditempuh adalah pemboikotan. Adapun isi dari kesepakatan tersebut adalah mereka memutuskan segala bentuk hubungan dengan Bani Hasyim. Akibat boikot tersebut. Khadijah istri Nabi meninggal dunia pula. Setelah itu. hasil kesepakatan tersebut digantungkan di Ka‟bah. Tahun ini merupakan tahun kesedihan („ammul huzn) bagi Nabi Muhammad saw. maka tambah meruncinglah rasa permusuhan mereka. 4 perempuan) berangkat ke Abyssinia dalam rombongan pertama. Pada bulan Rajab tahun kelima kenabian. yaitu Hamzah dan Umar. melukai dan menghukum Muhammad dan pengikutnya. Tidak berapa lama disusul rombongan kedua. Masuknya dua tokoh ini membuat Islam semakin kuat. beliau kemudian berusaha menyebarkan ajaran ke luar kota.[16] Setelah boikot dihentikan. sehingga membuat Quraisy semakin kejam terhadap kaum muslimin. memperkeras reaksi orang musyrik Quraisy. Tidak seorang penduduk Mekkah pun yang diperkenankan melakukan hubungan jual beli dengan suku ini. bahkan mereka menghina dan menghadapi Nabi dengan kasar. Namun.tersebut. cara lain yang mereka lakukan adalah melakukan pemboikotan terhadap Bani Hasyim. Mereka menempuh cara baru untuk melumpuhkan kekuatan Muhammad yang bersandar pada Bani Hasyim. upaya tersebut gagal.[15] Ini merupakan tindakan yang paling menyiksa dan melemahkan umat Islam. Bahkan. termasuk menjual makanan. mereka menghasut kaum gelandangan untuk melempari Nabi dengan batu hingga terluka bagian kepala dan badannya. Menguatnya posisi umat Islam. Dengan demikian. Akan tetapi. semakin banyak orang memeluk Islam. Ditambah lagi masuknya dua tokoh besar Quraisy ke dalam agama ini. Sepeninggal dua pendukung itu. Lalu ia pergi ke Thaif. Sehingga. di tengah menigkatnya kekejaman kafir Quraisy. Tiga hari setelah itu. Orangorang Quraisy cukup tergoncang mengetahui kejadian ini. sebagiannya telah dimakan rayap.[18] . Kesepakatan ini ditulis oleh Manshur bin „Ikrimah dan ditanda tangani oleh seluruh pemimpin Mekkah. Tindakan yang dilakukan mulai tahun ke-7 kenabian ini berlangsung selama tiga tahun. para kepala suku menolak bahkan mendengarkan saja pun enggan. Pada tahun ketujuh kenabian. Melihat reaksi penduduk Mekkah demikian.

[20] Inilah ikrar mereka: Kami tidak akan menyekutukan sesuatu dengan Allah. Ayat-ayat ini pun beredar dari mulut ke mulut. mereka semakin gila melancarkan intimidasi terhadap kaum muslimin. ini dijadikan bahan propaganda untuk mendustakan Nabi. Allah mengisra‟ dan memi‟rajkan beliau pada tahun kesepuluh kenabian itu. Sedangkan bagi orang yang beriman. Perjanjian ini inilah yang dikenal dengan perjanjian „Aqabah kedua. “Bangsa kami telah lama terlibat dalam permusuhan. kurang lebih 150 orang. Kiranya Tuhan mempersatukan mereka kembali dengan perantaraan engkau dan ajaran-ajaran yang engkau bawa.Untuk menghibur Nabi yang sedang ditimpa duka. sebuah desa yang jaraknya lima kilometer dari Yatsrib. Kami selalu taat kepada Nabi untuk melakukan segala sesuatu yang haq dan selalu beriman kepadanya baik dalam keadaan gembira maupun sengsara. Kami tidak akan membunuh anak-anak kami.[19] Bagi orang kafir. Lalu Nabi mengutus Mush‟ab bin „Umair untuk mengajarkan Islam. Beberapa orang Khajraz berkata kepada Nabi.meninggalkan kota Mekkah. Di halaman rumah ini Nabi membangun masjid. Pada bulan Rajab tahun kesepuluh kenabian. Berita tentang isra‟ mi‟raj ini menggemparkan masyarakat Mekkah.[21] Mereka kemudian memohon Nabi saw untuk mengirim seorang guru untuk mengajarkan Islam kepada mereka. dan kami akan hindari fitnah dalam segala bentuknya. kami tidak akan mencuri tidak pula berzina. Keduanya membela dan menemani Nabi sampai ia pun hijrah ke Yatsrib. .[23] Lalu Nabi mengizinkan para sahabatnya untuk hijrah ke Yatsrib terlebih dahulu. Nabi pun menyetujui usul yang mereka ajukan. Oleh karena itu.[22] Setelah kaum musyrikin Quraisy mengetahui adanya perjanjian antara Nabi dengan orangorang Yatsrib itu. suku-suku bangsa dari berbagai pelosok jazirah datang ke Mekkah untuk melaksanakan ibadah haji. Ibadah haji yang dilaksanakan setiap tahun adalah untuk memperingati Nabi Isma‟il dan ibunya. Dalam perjalanan ke Yatsrib Nabi ditemani oleh Abu Bakar. Pada tahun keduabelas kenabian datang 73 orang Muslim dari Yatsrib di musim haji dan menerima Islam. Mereka mengucapkan ikrar di „Aqabah. Nabi Muhammad menyampaikan ajarannya kepada mereka.” Tahun berikutnya 12 orang lelaki Yatsrib datang untuk memeluk Islam. Ikrar Aqabah Pada musim haji. Ketika tiba di Quba. 3. kemudian tanpa ragu-ragu mereka beriman kepada Rasulullah. Diantara suku bangsa yang datang adalah suku Aus dan Khajraz dari Yatsrib. yaitu antara suku Aus dan Khajraz. Mereka benar-benar merindukan perdamaian. Dalam waktu dua bulan. hampir semua kaum muslimin. Dia menginap di rumah Kalsum bin Hindun. Mereka berjanji akan membela Nabi dari segala ancaman. telah . kami akan berdakwah agar mereka mengetahui agama yang kami terima dari engkau ini. Hajar. Ikrar ini dikenal dengan ikrar „Aqabah pertama. enam orang dari suku Aus dan Khajraz mengunjungi Mekkah. Hanya Ali dan Abu Bakar yang tinggal di Mekkah bersama Nabi. Atas nama penduduk Yatsrib mereka meminta pada Nabi agar berkenan pindah ke Yatsrib. Nabi istirahat beberapa hari lamanya. Mereka pun mendengar kabar tentang wahyu Allah yang menghalalkan perang bagi Nabi dan pengikutnya untuk mempertahankan diri dari serangan musuh. Nabi yang telah disebutkan dalam kitabkitab terdahulu. hal ini merupakan ujian. sehingga para pemimpin Quraisy secara alami lebih terancam daripada orang-orang lain.

sebagai penghormatan terhadap Nabi. pembangunan masjid. Apa yang dilakukan Rasulullah ini berarti. menciptakan suatu bentuk persaudaraan yang baru. tetapi juga sebagai kepala negara. Dengan kata lain. menggantikan persaudaraan berdasarkan darah. sering disebut dengan Konstitusi Madinah. pada periode Madinah. otoritas mutlak diberikan kepada beliau. Kepemimpinan Nabi Muhammad saw Periode Madinah 1.Inilah masjid pertama yang dibangun Nabi. Selain untuk tempat salat. dan seluruh anggota masyarakat berkewajiban mempertahankan keamanan negeri itu dari serangan luar. selain orang Arab Islam. Nabi memasuki Yatsrib dan penduduk kota ini mengelu-elukan kedatangan beliau dengan penuh kegembiraan. Setiap golongan masyarkat memiliki hak tertentu dalam bidang politik dan keagamaan. juga sebagai sarana penting untuk mempersatukan kaum muslimin dan sebagai tempat bermusyawarah merundingkan masalah-masalah yang dihadapi. kekuasaan spiritual dan kekuasaan duniawi. Pembentukan Negara Madinah Setelah tiba dan diterima penduduk Yatsrib (Madinah). kota ini cukup disebut Madinah saja. Dalam istilah sehari-hari. setelah menyelesaikan segala urusan di Mekkah. Islam menjadi semakin bertambah kuat. Dasar pertama. masjid juga berfungsi sebagai pusat pemerintahan. Kemerdekaan beragama dijamin. Agar stabilitas masyarakat dapat diwujudkan. Nabi mempersaudarakan golongan Muhajirin dan Anshar. Ajaran Islam yang berkenaan dengan kehidupan masyarakat banyak turun di Madinah. Sementara itu. Di Madinah. persaudaraan sesama muslim. 2. beliau juga meletakkan dasar persamaan antarsesama manusia. jelas disebutkan bahwa Rasulullah saw sebagai kepala pemerintahan karena sejauh menyangkut peraturan dan tata tertib umum.[25] Dalam rangka memperkokoh masyarakat dan negara baru itu. Bahkan pada masa Nabi.[26] Dalam perjanjian itu. Perjanjian ini dalam pandangan ketatanegaraan sekarang. Nabi Muhammad mengadakan perjanjian dengan mereka. Dalam bidang social. Tak lama kemudian Ali menggabungkan diri dengan Nabi. Nabi Muhammad mempunyai kedudukan bukan saja sebagai kepala atau pemimpin agama. Nabi resmi menjadi pemimpin penduduk kota itu. hubungan persahabatan dengan pihak-pihak lain yang tidak beragama Islam. Diplomasi dan Peperangan Dengan terbentuknya negara Madinah. Islam merupakan kekuatan politik. Pertahanan Negara. Dasar ketiga. penduduk Yatsrib menunggu-nunggu kedatangannya. sebuah piagam yang menjamin kebebasan beragama orang-orang Yahudi sebagai suatu komunitas telah dibuat. Dasar kedua adalah ukhuwah islamiyyah. ia segera meletakkan dasardasar kehidupan bermasyarakat. Waktu yang mereka tunggu-tunggu itu tiba. yaitu persaudaraan berdasarkan agama. Perkembangan Islam yang pesat itu membuat orang-orang Mekkah dan musuh Islam lainnya . Sejak itu. Kedudukannya sebagai Rasul secara otomatis merupakan kepala negara. juga terdapat golongan masyarakat Yahudi dan golongan masyarakat Arab yang masih menganut agama nenek moyang mereka.[24] C. Untuk itu. dalam diri Nabi terkumpul dua kekuasaan. Babak sejarah dalam dunia Islam pun dimulai. Berbeda dengan periode Mekkah. karena dari sanalah sinar Islam memancar ke seluruh dunia. nama kota Yatsrib diubah menjadi Madinatun Nabi (kota Nabi) atau sering pula disebut Madinatul Munawwarah (kota yang bercahaya).

kedua pasukan bertemu. Tidak lama setelah perang tersebut. Perang ini berakhir dengan 70 pejuang Islam syahid di medan laga. Mereka bersumpah akan membalas dendam. Untuk menghadapi kemungkinan-kemungkinan gangguan dari musuh. kekalahan mereka dalam perang Badar merupakan pukulan berat. Namun. Qainuqa yang berkomplot dengan orang-orang Mekkah. kaum muslimin keluar sebagai pemenang. 200 pasukan berkuda di bawah pimpinan Khalid bin Walid (ketika itu masih kafir). Kemenangan yang sudah diambang pintu ini pun tiba-tiba gagal karena godaan harta rampasan perang tanpa menghiraukan gerakan musuh. Pertama-tama prajurit-prajurit Islam dapat memukul mundur tentara musuh yang besar itu. Namun. perang antara kaum muslimin dengan kaum musyrik Quraisy. dan untuk menjaga keselamatan dalam penyebaran kepercayaan dan mempertahankannya dari orang-orang yang menghalanginya. Khalid bin Walid berhasil melumpuhkan pasukan pemanah Islam. Orang-orang Yahudi ini akhirnya memilih keluar dari Madinah dan pergi menuju Adhri‟at di perbatasan Syiria. Pasukan berkuda yang dipimpin oleh Khalid bin Walid gagal menembus pasukan pemanah Islam. termasuk di dalamnya anggota pasukan pemanah yang telah diperingatkan Nabi agar tidak meninggalkan posnya. 700 orang diantara mereka memakai baju besi. Beberapa kilometer dari kota Madinah. kurang lebih 120 kilometer dari Madinah. Pada tanggal 8 Ramadhan tahun 2 Hijriah. Kelengahan kaum muslimin ini dimanfaatkan dengan baik oleh musuh. Pada tahun 3 H. Di daerah Badar.[29] Bagi kaum Quraisy Mekkah.menjadi risau.[27] Dalam sejarah negara Madinah ini memang banyak terjadi peperangan sebagai upaya kaum muslimin mempertahankan serangan dari musuh. Kerisauan inilah yang kemudian membuat orang-orang Quraish berbuat apa saja. pasukan yang lebih kecil itu ternyata mampu mengalahkan pasukan yang lebih besar. Nabi juga menyerang sukuYahudi Madinah. Mereka memang tidak sepenuh hati menerima perjanjian yang telah diantara mereka dengan Nabi. baru saja melewati batas kota. Perjanjian damai dengan berbagai kabilah di sekitar Madinah juga diadakan dengan maksud memperkuat kedudukan Madinah. yaitu untuk mempertahankan diri dan melindungi hak miliknya. pasukan Nabi bertemu dengan pasukan Quaraisy yang berjumlah sekitar 900 sampai 1000 orang. Nabi Muhammad saw menyongsong kedatangan mereka dengan pasukan sekitar 1000 orang. Nabi sebagai kepala pemerintahan mengatur siasat dan membentuk pasukan tentara. orang-orang Yahudi Madinah tidak senang. Nabi sendiri. Nabi menandatangani sebuah piagam perjanjian dengan beberapa suku Badui yang kuat. mereka berangkat menuju Madinah tidak kurang dari 3000 pasukan berkenderaan unta. seorang munafik dengan 300 Yahudi membelot dan kembali ke Madinah. Selain itu. bahkan Nabi sendiri pun terkena serangan dari musuh. tepatnya di bukit Uhud. Umat Islam diizinkan berperang dengan dua alasan. Perang dahsyat pun terjadi. yang dikenal dengan perang Uhud. Pengkhianatan Abdullah ibn Ubay . Abdullah ibn Ubay. setelah perang Badar.[28] Nabi sendiri yang memegang komando. di awal pemerintahannya melakukan beberapa ekspedisi ke luar kota sebagai aksi siaga melatih kemampuan calon pasukan yang memang mutlak diperlukan untuk melindungi dan mempertahankan negara yang baru dibentuk. dengan 700 pasukan yang tertinggal Nabi melanjutkan perjalanan. Dalam peperangan ini. Dengan disiplin yang tinggi dan strategi perang yang jitu. Meskipun demikian. Suku Badui ini ingin sekali menjalin hubungan dengan Nabi setelah melihat kekuatan Nabi semakin meningkat. dan pasukan Quraisy yang tadinya kabur berbalik menyerang. Perang pertama yang sangat menentukan masa depan negara Islam adalah perang Badar. Nabi bersama 305 orang muslim bergerak ke luar kota membawa perlengkapan sederhana.

akhirnya tentara sekutu kembali ke negeri masing-masing tanpa hasil apapun. orang-orang Yahudi Bani Quraizah di bawah pimpinan Ka‟ab bin Asad berkhianat. mereka berkemah di Hudaibiyah. Sementara itu. Bani Nadir. Pada tahun 6 H. Untuk membalas perlakuan ini. masih tetap di Madinah. mereka tertahan oleh parit itu. Peperangan terjadi di Mut‟ah. Pasalnya adalah tentara Ghassan mendapat bantuan dari Romawi. yaitu Bani Quraizah. sedangkan pihak Quraisy tidak harus menolak orang-orang Madinah yang kembali ke Mekkah. Namun. . Nabi mengirim pasukan perang sebanyak tiga ribu orang. melainkan untuk melakukan ibadah Umrah. Kaum muslimin belum mengunjungi Ka‟bah tahun ini. Selama sepuluh tahun diberlakukan gencatan senjata antara masyarakat Madinah dan Mekkah. disebabkan angin yang amat kencang menghantam dan menerbangkan kemah-kemah mereka. Penduduk Mekkah tidak mengizinkan mereka masuk kota. Di antara raja-raja yang dikirimi surat adalah raja Ghassan. Tiap Kabilah yang ingin masuk ke dalam persekutuan kaum Quraisy atau kaum muslimin.[31] Gencatan senjata telah memberikan kesempatan kepada Nabi untuk menoleh berbagai negeri lain sambil memikirkan bagaimana cara mengislamkan mereka. diadakan perjanjian yang dikenal dengan nama Perjanjian Hudaibiyah. Perang ini disebut perang Ahzab (sekutu beberapa suku) atau perang Khandaq (parit). tak seorang pun masuk Islam. sehingga memiliki kekuatan tentara ratusan ribu orang. Mereka bergerak menuju Madinah pada tahun 5 H.000 orang tentara. Kaum muslimin wajib mengembalikan orang-orang Mekkah yang melarikan diri ke Madinah. Abesinia. Lama kunjungan dibatasi sampai tiga hari saja. Sedangkan suku Yahudi lainnya. 3. Setelah tentara sekut tiba. Akhirnya. bebas melakukannya tanpa mendapat rintangan.[30] Dalam suasana genting itu. Ada yang menolak dengan baik dan simpati. ketika ibadah haji sudah disayri‟atkan. Utusan yang dikirim Nabi dibunuh dengan kejam oleh raja Ghassan.diganjar dengan tindakan tegas. Atas usul Salman al-Farisi. Salah satu cara yang ditempuh Nabi adalah mengirim utusan dan surat kepada kepala-kepala negara dan pemerintahan. tetapi ditangguhkan tahun depan. Isi dari perjanjian itu antara lain: 1. Namun. 2. Kebanyakan mereka mengungsi ke Khaibar. Nabi memerintahkan umat Islam untuk menggali parit sebagai pertahanan. seperti raja Ghassan. Sebelum tiba di Mekkah. pengkhianat dari Bani Quraizah dijatuhi hukuman mati. sebelah utara Jazirah Arab. Mesir. Nabi memimpin sekitar seribu kaum muslimin berangkat ke Mekkah. Persia dan Romawi. 4. bukan untuk berperang. pasukan Islam atas komando Khalid ibn Walid (sudah masuk Islam) menarik diri dan kemabli ke Madinah. dan 5. Masyarakat yahudi yang mengungsi ke Khaibar itu kemudian mengadakan kontak dengan masyarakat Mekkah untuk menyusun kekuatan bersama guna menyerang Madinah. Di dalamnya juga bergabung beberapa suku Arab lain. satu dari dua suku Yahudi yang berkomplot dengan Abdullah ibn Ubay. mereka mengepung Madinah dengan mendirikan kemah-kemah di luar parit hampir sebulan lamanya. Setelah sebulan pengepungan. tetapi ada juga yang menolak dengan kasar. Mereka membentuk pasukan gabungan yang terdiri dari 24. Namun. diusir ke luar kota.

Setelah itu. Rasulullah bertolak ke Mekkah dengan 10. Nabi segera kembali ke Madinah. bergabung Bani Ghassan dan Bani Lachmides. Nabi menyampaikan khotbahnya yang sangat bersejarah. seluruh Jazirah Arab berada di bawah kepemimpinan Nabi Muhammad saw. Syiria. maka Heraklius menyusun pasukan besar di utara Jazirah Arab. Untuk ini Nabi mengerahkan kira-kira 12. hampir seluruh Jazirah Arab. mereka datang berbondong-bondong memeluk agama Islam. beliau berhasil menundukkan seluruh Jazirah Arab dalam kekuasaannya. Hanya dalam waktu sepuluh tahun menjadi pemimpin politik. Melihat hal ini. Sehingga. Nabi sendiri tidak melakukan pengejaran terhadap mereka. Mekkah berada di bawah kekuasaan Nabi. Mereka berkomplot ingin memerangi Islam karena telah menghancurkan berhala-berhala mereka di sekitar Ka‟bah. mengatur peradilan dan memungut zakat. Isi khotbahnya itu berisi prinspi-prinsip yang bila disimpulkan adalah kemanusiaan. yang merupakan daerah pendudukan Romawi. Nabi wafat di rumah istrinya Aisyah. sehingga terhimpun pasukan Islam yang besar pula. persamaan. juga merupakan seorang negarawan. keadilan ekonomi. Berhala-berhala di seluruh negeri dihancurkan. Hal ini membuat orang kafir Quraisy Mekkah merasa terpojok.Selama dua tahun perjanjian Hudaibiyah berlangsung. Dalam pasukan besar itu.[32] Dari seluruh perjalanan sejarah Nabi ini. tetapi berkemah di Tabuk. Dengan demikian. beliau dilegitimasi dengan kontrak sosial. Beliau tampil sebagai pemenang. Petugas keagamaan dan para da‟i dikirim ke berbagai daerah dan kabilah untuk mengajarkan islam. http://mustafayati. yaitu perjanjian Aqabah. Sesudah khotbah disampaikan. pemimpin politik dan administrasi yang handal. akhirnya tentara Romawi itu mundur dan kembali ke daerahnya. Sebagai pemimpin atau kepala negara.000 orang tentara untuk melawan mereka. Pada tahun 9 dan 10 H (630-632 M) banyak suku dari berbagai pelosok Arab mengutus delegasinya kepada Nabi Muhammad dan menyatakan ketundukan mereka. Nabi berkhotbah menjanjikan ampunan Tuhan terhadap kafir Quraisy. keadilan social. Melihat kenyataan tersebut di atas. yaitu Bani Tsaqif di Thaif dan Bani Hawazin di antara Thaif dan Mekkah. Nabi memasuki Mekkah tanpa perlawanan. Nabi mengalami sakit dan tenaganya dengan cepat berkurang. Di sinilah Nabi mengadakan perjanjian dengan penduduk setempat. banyak pahlawan Islam menyediakan diri siap berperang bersama Nabi. yang disebut haji wada’ (tahun 10 H/631 M). Dengan demikian. di samping sebagai pemimpin agama. Sebagai Nabi dan Rasul. Setelah itu. Dua bulan setelah itu. daerah perbatasan itu dapat dirangkul ke dalam Islam. Sejak itu. menggabungkan diri dalam Islam.com/2011/03/24/kepemimpinan-nabi-muhammad-saw-periodemekah-dan-madinah/ . beliau dilegitimasi dengan wahyu. Pada hari Senin. Untuk menghadapi pasukan Heraklius ini. kebajikan dan solidaritas.wordpress.000 pasukan dan memimpinnya langsung menuju Hunain untuk menghadapi mereka. Perang Tabuk adalah perang terakhir Rsulullah saw. secara sepihak mereka membatalkan perjanjian tersebut. Meskipun Mekkah telah dikalahkan. namun masih ada dua suku Arab yang masih menentang. Umat Islam dapat menaklukkan kedua suku tersebut dalam waktu yang tidak terlalu lama. Dalam kesempatan menunaikan ibadah haji yang terakhir. tanggal 12 Rabi‟ul Awal 11 H/8 Juni 632 M. Melihat kenyataan ini. Beliau mengatur organisasi masyarakat kabilah yang telah memeluk agama Islam. dapat disimpulkan bahwa Nabi Muhammad saw.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful