P. 1
Nabi Muhammad

Nabi Muhammad

|Views: 7|Likes:
Published by introvertt
islam agamaku
islam agamaku

More info:

Categories:Types, Research
Published by: introvertt on Apr 05, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/16/2013

pdf

text

original

A.

Pendahuluan Dalam sejarah, peradaban Islam tidak dapat dipisahkan dari sejarah seorang tokoh agung yang dilahirkan dalam lingkungan masyarakat jahiliah dan paganis di Jazirah Arab. Dia adalah Muhammad bin „Abdullah, rasul terakhir dan penutup para nabi. Perjalanan kehidupannya adalah sebuah sejarah kepemimpinan yang sangat penting bagi umat manusia. Secara umum, kepemimpinannya dapat dibagi ke dalam dua periode, yaitu periode Mekkah dan Madinah. Periode Mekkah adalah masa yang dimulai dari diangkatnya beliau menjadi Rasul hingga hijrah ke Madinah. Sedangkan periode Madinah adalah masa ketika Nabi Muhammad berada di Madinah hingga beliau wafat. Kepemimpinan Muhammad saw pada masa hidupnya telah memberikan arti penting dalam sejarah peradaban manusia pada umumnya, dan Islam pada khususnya. Kepemimpinan beliau dipandang tidak hanya sebatas sebagai pemimpin agama, akan tetapi juga sebagai pemimpin negara. Dengan kata lain, kepemimpinannya tidak hanya sebagai rasul, melainkan juga sebagai negarawan. Namun, ada sebagian orang yang menyangkal pernyataan ini. Oleh karena itulah, tulisan singkat ini akan membahas kepemimpinan Nabi Muhammad saw periode Mekkah dan periode Madinah. Tujuannya adalah untuk memberikan pemahaman tentang Muhammad sebagai pemimpin agama dan Negara dalam tinjauan historis atau sejarah. B. Kepemimpinan Nabi Muhammad saw Periode Mekkah 1. Muhammad Menjadi Nabi dan Rasul Sejak Muhammad saw belum menjadi nabi, beliau adalah orang yang tidak pernah cacat (tercela) di tengah masyarakatnya. Selain karena terlahir dari keluarga mulia, Muhammad juga selalu dikenal hanya mengerjakan perbuatan yang mulia atau terpuji saja. Di samping itu, beliau memiliki prestasi sejak usia belia. Beliau menjadi pemersatu umat dalam peletakan kembali Hajar Aswad, sehingga para pemimpin suku dan masyarakat mengakui beliau sebagai Al-Amin.[1] Menjelang usia kematangannya, kebiasaan Muhammad adalah mendatangi gua Hira untuk melakukan meditasi dan bertafakkur[2] tentang Yang Maha Pencipta untuk mencari untuk mencari jawaban-jawaban terhadap misteri kehidupan. Dia benar-benar sangat tergoncang melihat kemungkaran masyarakat, penyembahan berhala dan kegiatan yang tidak manusiawi. Ketika beliau mendekati usia empat puluh tahun, ia meningkatkan kontemplasi dan tafakkur. Penyembahan berhala dan menurunnya moral masyarakat sangat menekan perasaannya, karena itu ia mencari jalan yang lurus seperti yang disingkapkan oleh Al Qur‟an: “Dan Dia menemukanmu (Muhammad) sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk.” (Q.S. 93: 7)[3] Suatu hari di bulan Ramadan 610 M (hari Senin, 17 Ramadan, menurut Ibnu Sa‟d) ketika ia sedang khusyuk bertafakkur di gua, ia melihat malaikat Jibril dan menyuruhnya membaca.[4] Di saat inilah wahyu pertama turun, yaitu Surat al-„Alaq ayat 1-5. Turunnya wahyu pertama ini berarti beliau telah dipilih Tuhan sebagai Nabi. Dalam wahyu pertama itu, beliau belum diperintahkan untuk menyeru manusia kepada suatu agama.[5] Setelah wahyu pertama itu datang, Jibril tidak muncul lagi untuk beberapa lama,

Dan beliau lah Rasul terakhir serta penutup para nabi. Ketika mereka telah berkumpul.[9] Suatu hari Nabi saw pergi ke Ka‟bah di Masjidil Haram dan mengucapkan kalimat syahadah dengan suara yang keras. Zaid bin Haritsah serta Ummu Aiman. Namun. Ia memanggil bangsa Quraisy. dipaksa tidur telentang di atas pasir yang membara di tengah hari. Ubaidah dan Shuhaib al-Rumi. Talhah. Orang-orang yang berpengaruh seperti Abu Bakar. Ali bin Abu Thalib. segera keluar rumah hendak menyelamatkan Rasulullah. Kemudian Bilal diminta untuk melepaskan keislamannya.sementara Nabi Muhammad menantikannya dan selalu datang ke gua Hira‟. Kemudian Nabi meneruskan. Setelah mereka menyusul Ammar bin Yasir. Sa‟d bin Abi Waqqas. Islam disiarkan secara rahasia. Bila saudara mengabaikan ajaran Allah. salah seorang paman Nabi berkata dengan marah: “Celaka engkau hai Muhammad! Hanya untuk inikah engkau panggil kami?” Lantas mereka bubar meninggalkan bukit Shafa dan tidak ambil peduli terhadap apa yang diucapkan oleh Muhammad saw. ia berpidato: “Apakah saudara-saudara percaya bila kukabarkan bahwa ada bala tentara musuh yang mendekat dari balik bukit?” “Tentu kami percaya. ia minta anggota keluarganya dari Bani Abdu Manaf untuk mendekat. bahkan banyak dari mereka yang berasal dari hamba sahaya. selama ini empat puluh orang memeluk Islam. karena engkau selalu jujur”. Lantas Abu Bakar membeli budak ini dan memerdekakannya. maka muncullah kerusuhan dan orang kafir mulai menyerang Rasul. Abdullah bin Mas‟ud. pada masa ini banyak juga yang segera masuk Islam. Bilal. Orang yang pertama masuk ke dalam Islam adalah istrinya Khadijah. jaawab mereka serentak. Harits bin Abi Hala yang telah memeluk Islam. Orang-orang muslim yang miskin banyak ditangkapi lalu dilempari batu kerikil di lembah yang amat panas dan dijemur di bawah terik matahari pada siang hari. Bila saudara beriman kepada Tuhan yang Maha Esa. Misi rahasia ini berlangsung kira-kira tiga tahun. tiba-tiba Abu Lahab. namun ia tetap bertahan dalam ketauhidannya walaupun tengah disiksa. penindasan dan penganiayaan yang tidak manusiawi terhadap kaum Muslimin makin lama makin menigkat. Para pemeluk Islam yang pertama-tama ini terdiri dari orang miskin.[11] Secara umum. “kamu sekalian adalah orang yang terdekat kepadaku dari suku Quraisy. „Utsman bin Affan.[8] Rasulullah kemudian naik ke atas bukit Shafa. Khabab bin al-Arat. maka Nabi Muhammad telah diangkat menjadi Rasulullah (utusan Allah) yang membawa misi Islam untuk umat. saya akan menjadi saksi bagi saudara sekalian di hadapan Allah. Di masa awalnya. Lalu. Begitu Nabi diam. „Abdurrahman bin „Auf. Abu Bakar. tetapi beliau malah terbunuh menjadi syahid. yaitu: . [7] Pada tahun ketiga dari kenabian. Dalam keadaan menanti itulah turun wahyu yang membawa perintah kepadanya. maka tentu saudara akan celaka”. Namun Muhammad saw dan pengikutnya tetap meneruskan misi Islam secara terbuka. ada beberapa upaya yang dilakukan oleh kafir Quraisy untuk menghalangi Nabi Muhammad dalam menjalankan misi Islam di Mekkah. budak dari Abyssinia milik orang kafir Mekkah. Orang-orang Quraisy bahkan semakin semangat berusaha dengan sekuat tenaga untuk menghancurkan misi Nabi saw.[10] Begitulah penentangan para kafir Quraisy kepada Rasul dan muslimin. Utsman dan Zubair juga tidak terkecuali.[6]Dengan turunnya perintah itu. Utsman bin Mazh‟un. Lalu tindakan ini dipandang sebagai penghinaan yang amat besar terhadap Ka‟bah dan adapt istiadat Quraisy. lalu dadanya ditindihi batu besar sehingga ia tidak bisa menggerakkan anggota badannya sedikitpun. Saya minta saudara untuk bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah. datang perintah Allah untuk menyiarkan ajaran Islam secara terbuka. Arqam. Sa‟id bin Zaid. bila saudara menolak maka saya tidak akan menolong kamu sekalian baik di dunia maupun di akhirat kelak. Seiring itu.

3. c. Mereka mengira bahwa tunduk kepada seruan Nabi Muhammad berarti tunduk kepada kepemimpinan Bani Abdul Muthalib. melecehkan. Pemahat dan penjual patung memandang Islam sebagai penghalang rezki. Blokade multidimensi d. Mencemooh. yaitu: 1. seperti menuduh Muhammad sebagai orang gila. wanita. Nabi mengabulkan permohonan izin . serta menertawakan. Melontarkan propaganda palsu dengan mengatakan bahwa ajaran Muhammad adalah dongeng orang-orang terdahulu. a. 2. Menawarkan ibadah secara bergantian. maka mereka datang menemui Nabi saw memohon izin untuk pergi ke negeri tetangga menyeberangi laut merah yakni ke Abyssinia (sering juga disebutkan Habsyi atau Habsyah. kedudukan. Diantara upaya Quraisy yang halus Melakukan negosiasi kepada Abu Thalin agar Muhammad menghentikan misinya.1. Yang terakhir ini (tunduk kepada kepemimpinan Bani Abdul Muthalib) sangat tidak mereka inginkan. Mereka tidak dapat membedakan antara kenabian dan kekuasaan. c. Para pemimpin Quraisy tidak dapat menerima ajaran tentang kebangkitan kembali dan pembalasan di akhirat. ada lima faktor yang mendorong orang Quraisy menentang seruan Islam. Diantara upaya atau tidakan yang kasar Menebar duri di tempat Rasulullah lewat. a. atau dokter kalau memang beliau memiliki kelainan jiwa. b. Menawarkan kepada Muhammad apa saja yang diinginkan baik harta. b. 3. Diantara upaya yang agak kasar: a.[13] Ketika terus menerus bangsa kafir Quraisy melakukan penyiksaan sampai tak tertahankan oleh para pemeluk Islam yang baru. 2. 5. menghina.[12] Demikianlah tantangan yang dihadapi Muhammad sebagai Rasul dalam menyebarkan ajaran Islam di Mekkah. mendustakan. 4. Menurut Ahmad Syalabi. b. sekarang Ethiopia). Taklid kepada nenek moyang adalah kebiasaan yang berurat berakar pada bangsa Arab. Hal ini tidak disetujui oleh kelas bangsawan Quraisy. Upaya pembunuhan terhadap Muhammad saw. Melakukan penyiksaan kepada beberapa pengikut Islam. Nabi Muhammad menyerukan persamaan hak antara bangsawan dan hamba sahaya.

Pada tahun ketujuh kenabian. Akibat boikot tersebut. hasil kesepakatan tersebut digantungkan di Ka‟bah. Negus. 2. sebagiannya telah dimakan rayap. tidak lama kemudian Abu Thalib. Pada bulan Rajab tahun kelima kenabian. semakin banyak orang memeluk Islam. kafir Quraisy tidak segan-segan lagi melampiaskan permusuhannya kepada Nabi. Bahkan. maka mereka harus melumpuhkan Bani Hasyim terlebih dahulu secara keseluruhan. 4 perempuan) berangkat ke Abyssinia dalam rombongan pertama. Mereka menempuh cara baru untuk melumpuhkan kekuatan Muhammad yang bersandar pada Bani Hasyim. Bani Hasyim menderita kelaparan. Tindakan yang dilakukan mulai tahun ke-7 kenabian ini berlangsung selama tiga tahun. Akan tetapi. Masuknya dua tokoh ini membuat Islam semakin kuat. maka tambah meruncinglah rasa permusuhan mereka. Pemboikotan Bangsa Quraisy Terhadap Bani Hasyim Orang-orang kafir Mekkah telah menguras tenaga untuk menganiaya. bahkan mereka menghina dan menghadapi Nabi dengan kasar. Kedua utusan tersebut memohon dengan sangat di hadapan sang raja untuk menolak atau mengembalikan muhajirin (muslim yang hijrah ke Abyssinia). Khadijah istri Nabi meninggal dunia pula.tersebut. termasuk menjual makanan. Pemboikotan tersebut baru berhenti setelah beberapa pemimpin Mekkah menaruh belas kasihan kepada Bani Hasyim dan akhirnya merusak lembaran kesepakatan yang digantungkan di Ka‟bah. upaya tersebut gagal. 15 orang (11 lelaki. Cara yang ditempuh adalah pemboikotan. Tiga hari setelah itu. Bani Hasyim seakan dapat bernafas kembali dan pulang ke rumah masing-masing. Tahun ini merupakan tahun kesedihan („ammul huzn) bagi Nabi Muhammad saw. Setelah itu.[14] Orang-orang yang hijrah diterima dengan baik dan ramah oleh raja Abyssinia. Ketika Nabi meninggalkan kota ini.[16] Setelah boikot dihentikan.[17] Pada saat Nabi Muhammad sampai di Thaif. melukai dan menghukum Muhammad dan pengikutnya. seluruh pemimpin Mekkah menyusun kesepakatan untuk pemboikotan tersebut. kemiskinan dan kesengsaraan yang sangat menyedihkan. Peristiwa ini terjadi pada tahun kesepuluh kenabian. Lalu ia pergi ke Thaif. Dengan demikian. Tidak berapa lama disusul rombongan kedua.[18] . Orangorang Quraisy cukup tergoncang mengetahui kejadian ini. untuk melumpuhkan kaum muslimin yang dipimpin Muhammad. Mereka mengutus „Amr bin bin „Ash dan „Abdullah bin Abi Rabi‟ah sebagai utusan kepada Negus. yaitu Hamzah dan Umar. paman Nabi yang merupakan pelindung utamanya wafat. memperkeras reaksi orang musyrik Quraisy. Sehingga. di tengah menigkatnya kekejaman kafir Quraisy. beliau kemudian berusaha menyebarkan ajaran ke luar kota. Ditambah lagi masuknya dua tokoh besar Quraisy ke dalam agama ini. Tidak seorang penduduk Mekkah pun yang diperkenankan melakukan hubungan jual beli dengan suku ini. Menguatnya posisi umat Islam. para kepala suku menolak bahkan mendengarkan saja pun enggan. sehingga membuat Quraisy semakin kejam terhadap kaum muslimin. cara lain yang mereka lakukan adalah melakukan pemboikotan terhadap Bani Hasyim. Namun. mereka menghasut kaum gelandangan untuk melempari Nabi dengan batu hingga terluka bagian kepala dan badannya. Sepeninggal dua pendukung itu. sehingga jumlah semua rombongan kira-kira 80 orang. Adapun isi dari kesepakatan tersebut adalah mereka memutuskan segala bentuk hubungan dengan Bani Hasyim.[15] Ini merupakan tindakan yang paling menyiksa dan melemahkan umat Islam. Kesepakatan ini ditulis oleh Manshur bin „Ikrimah dan ditanda tangani oleh seluruh pemimpin Mekkah. Melihat reaksi penduduk Mekkah demikian.

Mereka mengucapkan ikrar di „Aqabah. sebuah desa yang jaraknya lima kilometer dari Yatsrib.[19] Bagi orang kafir. Pada tahun keduabelas kenabian datang 73 orang Muslim dari Yatsrib di musim haji dan menerima Islam. Beberapa orang Khajraz berkata kepada Nabi. Nabi yang telah disebutkan dalam kitabkitab terdahulu.[22] Setelah kaum musyrikin Quraisy mengetahui adanya perjanjian antara Nabi dengan orangorang Yatsrib itu. Nabi pun menyetujui usul yang mereka ajukan. Ibadah haji yang dilaksanakan setiap tahun adalah untuk memperingati Nabi Isma‟il dan ibunya. hal ini merupakan ujian.[23] Lalu Nabi mengizinkan para sahabatnya untuk hijrah ke Yatsrib terlebih dahulu. Keduanya membela dan menemani Nabi sampai ia pun hijrah ke Yatsrib. Di halaman rumah ini Nabi membangun masjid. telah . dan kami akan hindari fitnah dalam segala bentuknya.meninggalkan kota Mekkah. Mereka pun mendengar kabar tentang wahyu Allah yang menghalalkan perang bagi Nabi dan pengikutnya untuk mempertahankan diri dari serangan musuh. Diantara suku bangsa yang datang adalah suku Aus dan Khajraz dari Yatsrib. mereka semakin gila melancarkan intimidasi terhadap kaum muslimin. Ayat-ayat ini pun beredar dari mulut ke mulut. hampir semua kaum muslimin. Allah mengisra‟ dan memi‟rajkan beliau pada tahun kesepuluh kenabian itu. Mereka berjanji akan membela Nabi dari segala ancaman. Kami tidak akan membunuh anak-anak kami. Hajar. Dalam waktu dua bulan. Mereka benar-benar merindukan perdamaian. sehingga para pemimpin Quraisy secara alami lebih terancam daripada orang-orang lain. kami akan berdakwah agar mereka mengetahui agama yang kami terima dari engkau ini. Ikrar ini dikenal dengan ikrar „Aqabah pertama. Hanya Ali dan Abu Bakar yang tinggal di Mekkah bersama Nabi. 3. Dalam perjalanan ke Yatsrib Nabi ditemani oleh Abu Bakar. Oleh karena itu. kami tidak akan mencuri tidak pula berzina. Kami selalu taat kepada Nabi untuk melakukan segala sesuatu yang haq dan selalu beriman kepadanya baik dalam keadaan gembira maupun sengsara. Nabi Muhammad menyampaikan ajarannya kepada mereka. Nabi istirahat beberapa hari lamanya.” Tahun berikutnya 12 orang lelaki Yatsrib datang untuk memeluk Islam.[21] Mereka kemudian memohon Nabi saw untuk mengirim seorang guru untuk mengajarkan Islam kepada mereka. Lalu Nabi mengutus Mush‟ab bin „Umair untuk mengajarkan Islam. Perjanjian ini inilah yang dikenal dengan perjanjian „Aqabah kedua. Ikrar Aqabah Pada musim haji. “Bangsa kami telah lama terlibat dalam permusuhan. Pada bulan Rajab tahun kesepuluh kenabian. Dia menginap di rumah Kalsum bin Hindun. suku-suku bangsa dari berbagai pelosok jazirah datang ke Mekkah untuk melaksanakan ibadah haji.[20] Inilah ikrar mereka: Kami tidak akan menyekutukan sesuatu dengan Allah.Untuk menghibur Nabi yang sedang ditimpa duka. Berita tentang isra‟ mi‟raj ini menggemparkan masyarakat Mekkah. yaitu antara suku Aus dan Khajraz. Kiranya Tuhan mempersatukan mereka kembali dengan perantaraan engkau dan ajaran-ajaran yang engkau bawa. kurang lebih 150 orang. Sedangkan bagi orang yang beriman. kemudian tanpa ragu-ragu mereka beriman kepada Rasulullah. ini dijadikan bahan propaganda untuk mendustakan Nabi. . Atas nama penduduk Yatsrib mereka meminta pada Nabi agar berkenan pindah ke Yatsrib. Ketika tiba di Quba. enam orang dari suku Aus dan Khajraz mengunjungi Mekkah.

jelas disebutkan bahwa Rasulullah saw sebagai kepala pemerintahan karena sejauh menyangkut peraturan dan tata tertib umum. sebuah piagam yang menjamin kebebasan beragama orang-orang Yahudi sebagai suatu komunitas telah dibuat. juga sebagai sarana penting untuk mempersatukan kaum muslimin dan sebagai tempat bermusyawarah merundingkan masalah-masalah yang dihadapi.[25] Dalam rangka memperkokoh masyarakat dan negara baru itu. otoritas mutlak diberikan kepada beliau. Sementara itu. Agar stabilitas masyarakat dapat diwujudkan.[24] C. sering disebut dengan Konstitusi Madinah. kekuasaan spiritual dan kekuasaan duniawi. Nabi Muhammad mempunyai kedudukan bukan saja sebagai kepala atau pemimpin agama. menciptakan suatu bentuk persaudaraan yang baru. Tak lama kemudian Ali menggabungkan diri dengan Nabi.[26] Dalam perjanjian itu. Bahkan pada masa Nabi. 2. Kepemimpinan Nabi Muhammad saw Periode Madinah 1. tetapi juga sebagai kepala negara. Pertahanan Negara. Pembentukan Negara Madinah Setelah tiba dan diterima penduduk Yatsrib (Madinah). yaitu persaudaraan berdasarkan agama. Kedudukannya sebagai Rasul secara otomatis merupakan kepala negara. hubungan persahabatan dengan pihak-pihak lain yang tidak beragama Islam. dan seluruh anggota masyarakat berkewajiban mempertahankan keamanan negeri itu dari serangan luar. Nabi mempersaudarakan golongan Muhajirin dan Anshar. Babak sejarah dalam dunia Islam pun dimulai. Nabi resmi menjadi pemimpin penduduk kota itu. Untuk itu. Dasar ketiga. beliau juga meletakkan dasar persamaan antarsesama manusia. kota ini cukup disebut Madinah saja. sebagai penghormatan terhadap Nabi. Islam merupakan kekuatan politik. Perkembangan Islam yang pesat itu membuat orang-orang Mekkah dan musuh Islam lainnya . Setiap golongan masyarkat memiliki hak tertentu dalam bidang politik dan keagamaan. Berbeda dengan periode Mekkah. Dengan kata lain. persaudaraan sesama muslim. Di Madinah. menggantikan persaudaraan berdasarkan darah. Apa yang dilakukan Rasulullah ini berarti. karena dari sanalah sinar Islam memancar ke seluruh dunia. Dalam bidang social. Selain untuk tempat salat. Dasar kedua adalah ukhuwah islamiyyah. Nabi Muhammad mengadakan perjanjian dengan mereka. Dalam istilah sehari-hari. dalam diri Nabi terkumpul dua kekuasaan. Dasar pertama. Islam menjadi semakin bertambah kuat. Sejak itu. Diplomasi dan Peperangan Dengan terbentuknya negara Madinah. setelah menyelesaikan segala urusan di Mekkah.Inilah masjid pertama yang dibangun Nabi. Perjanjian ini dalam pandangan ketatanegaraan sekarang. ia segera meletakkan dasardasar kehidupan bermasyarakat. pembangunan masjid. Kemerdekaan beragama dijamin. penduduk Yatsrib menunggu-nunggu kedatangannya. pada periode Madinah. juga terdapat golongan masyarakat Yahudi dan golongan masyarakat Arab yang masih menganut agama nenek moyang mereka. selain orang Arab Islam. masjid juga berfungsi sebagai pusat pemerintahan. Ajaran Islam yang berkenaan dengan kehidupan masyarakat banyak turun di Madinah. Nabi memasuki Yatsrib dan penduduk kota ini mengelu-elukan kedatangan beliau dengan penuh kegembiraan. nama kota Yatsrib diubah menjadi Madinatun Nabi (kota Nabi) atau sering pula disebut Madinatul Munawwarah (kota yang bercahaya). Waktu yang mereka tunggu-tunggu itu tiba.

Nabi sebagai kepala pemerintahan mengatur siasat dan membentuk pasukan tentara. Tidak lama setelah perang tersebut. Untuk menghadapi kemungkinan-kemungkinan gangguan dari musuh. pasukan yang lebih kecil itu ternyata mampu mengalahkan pasukan yang lebih besar. 200 pasukan berkuda di bawah pimpinan Khalid bin Walid (ketika itu masih kafir). Umat Islam diizinkan berperang dengan dua alasan.[29] Bagi kaum Quraisy Mekkah. yaitu untuk mempertahankan diri dan melindungi hak miliknya. kedua pasukan bertemu.menjadi risau. Qainuqa yang berkomplot dengan orang-orang Mekkah. Beberapa kilometer dari kota Madinah. kurang lebih 120 kilometer dari Madinah. mereka berangkat menuju Madinah tidak kurang dari 3000 pasukan berkenderaan unta. Khalid bin Walid berhasil melumpuhkan pasukan pemanah Islam. kaum muslimin keluar sebagai pemenang. Nabi juga menyerang sukuYahudi Madinah. Dalam peperangan ini. Nabi menandatangani sebuah piagam perjanjian dengan beberapa suku Badui yang kuat. di awal pemerintahannya melakukan beberapa ekspedisi ke luar kota sebagai aksi siaga melatih kemampuan calon pasukan yang memang mutlak diperlukan untuk melindungi dan mempertahankan negara yang baru dibentuk. Dengan disiplin yang tinggi dan strategi perang yang jitu. Nabi bersama 305 orang muslim bergerak ke luar kota membawa perlengkapan sederhana. Mereka memang tidak sepenuh hati menerima perjanjian yang telah diantara mereka dengan Nabi. Nabi sendiri. Orang-orang Yahudi ini akhirnya memilih keluar dari Madinah dan pergi menuju Adhri‟at di perbatasan Syiria. Nabi Muhammad saw menyongsong kedatangan mereka dengan pasukan sekitar 1000 orang. bahkan Nabi sendiri pun terkena serangan dari musuh. baru saja melewati batas kota. Pertama-tama prajurit-prajurit Islam dapat memukul mundur tentara musuh yang besar itu. Kemenangan yang sudah diambang pintu ini pun tiba-tiba gagal karena godaan harta rampasan perang tanpa menghiraukan gerakan musuh. Perang dahsyat pun terjadi. setelah perang Badar. tepatnya di bukit Uhud. Namun. dan pasukan Quraisy yang tadinya kabur berbalik menyerang. Namun. dan untuk menjaga keselamatan dalam penyebaran kepercayaan dan mempertahankannya dari orang-orang yang menghalanginya. orang-orang Yahudi Madinah tidak senang. perang antara kaum muslimin dengan kaum musyrik Quraisy. pasukan Nabi bertemu dengan pasukan Quaraisy yang berjumlah sekitar 900 sampai 1000 orang. yang dikenal dengan perang Uhud. 700 orang diantara mereka memakai baju besi. termasuk di dalamnya anggota pasukan pemanah yang telah diperingatkan Nabi agar tidak meninggalkan posnya. kekalahan mereka dalam perang Badar merupakan pukulan berat.[27] Dalam sejarah negara Madinah ini memang banyak terjadi peperangan sebagai upaya kaum muslimin mempertahankan serangan dari musuh.[28] Nabi sendiri yang memegang komando. dengan 700 pasukan yang tertinggal Nabi melanjutkan perjalanan. Kelengahan kaum muslimin ini dimanfaatkan dengan baik oleh musuh. Kerisauan inilah yang kemudian membuat orang-orang Quraish berbuat apa saja. Perang ini berakhir dengan 70 pejuang Islam syahid di medan laga. Suku Badui ini ingin sekali menjalin hubungan dengan Nabi setelah melihat kekuatan Nabi semakin meningkat. Pasukan berkuda yang dipimpin oleh Khalid bin Walid gagal menembus pasukan pemanah Islam. Pada tanggal 8 Ramadhan tahun 2 Hijriah. seorang munafik dengan 300 Yahudi membelot dan kembali ke Madinah. Perang pertama yang sangat menentukan masa depan negara Islam adalah perang Badar. Mereka bersumpah akan membalas dendam. Meskipun demikian. Abdullah ibn Ubay. Selain itu. Pada tahun 3 H. Perjanjian damai dengan berbagai kabilah di sekitar Madinah juga diadakan dengan maksud memperkuat kedudukan Madinah. Pengkhianatan Abdullah ibn Ubay . Di daerah Badar.

Mesir. 4. Penduduk Mekkah tidak mengizinkan mereka masuk kota. Utusan yang dikirim Nabi dibunuh dengan kejam oleh raja Ghassan. Peperangan terjadi di Mut‟ah. bukan untuk berperang. tetapi ditangguhkan tahun depan. 3. sehingga memiliki kekuatan tentara ratusan ribu orang. Untuk membalas perlakuan ini.[30] Dalam suasana genting itu. sebelah utara Jazirah Arab. Kaum muslimin belum mengunjungi Ka‟bah tahun ini. diusir ke luar kota. Abesinia. pengkhianat dari Bani Quraizah dijatuhi hukuman mati. Setelah sebulan pengepungan. Perang ini disebut perang Ahzab (sekutu beberapa suku) atau perang Khandaq (parit). Namun.[31] Gencatan senjata telah memberikan kesempatan kepada Nabi untuk menoleh berbagai negeri lain sambil memikirkan bagaimana cara mengislamkan mereka. Persia dan Romawi. 2. Di antara raja-raja yang dikirimi surat adalah raja Ghassan. yaitu Bani Quraizah. Selama sepuluh tahun diberlakukan gencatan senjata antara masyarakat Madinah dan Mekkah. seperti raja Ghassan. akhirnya tentara sekutu kembali ke negeri masing-masing tanpa hasil apapun.diganjar dengan tindakan tegas. tetapi ada juga yang menolak dengan kasar. Di dalamnya juga bergabung beberapa suku Arab lain. Namun. disebabkan angin yang amat kencang menghantam dan menerbangkan kemah-kemah mereka. Pada tahun 6 H. Isi dari perjanjian itu antara lain: 1. tak seorang pun masuk Islam. Mereka membentuk pasukan gabungan yang terdiri dari 24. Bani Nadir. masih tetap di Madinah. Nabi mengirim pasukan perang sebanyak tiga ribu orang. Kaum muslimin wajib mengembalikan orang-orang Mekkah yang melarikan diri ke Madinah. Mereka bergerak menuju Madinah pada tahun 5 H. . Salah satu cara yang ditempuh Nabi adalah mengirim utusan dan surat kepada kepala-kepala negara dan pemerintahan. satu dari dua suku Yahudi yang berkomplot dengan Abdullah ibn Ubay. Setelah tentara sekut tiba. Sebelum tiba di Mekkah. Nabi memimpin sekitar seribu kaum muslimin berangkat ke Mekkah. Kebanyakan mereka mengungsi ke Khaibar. pasukan Islam atas komando Khalid ibn Walid (sudah masuk Islam) menarik diri dan kemabli ke Madinah. mereka mengepung Madinah dengan mendirikan kemah-kemah di luar parit hampir sebulan lamanya. diadakan perjanjian yang dikenal dengan nama Perjanjian Hudaibiyah. sedangkan pihak Quraisy tidak harus menolak orang-orang Madinah yang kembali ke Mekkah. orang-orang Yahudi Bani Quraizah di bawah pimpinan Ka‟ab bin Asad berkhianat. Tiap Kabilah yang ingin masuk ke dalam persekutuan kaum Quraisy atau kaum muslimin. melainkan untuk melakukan ibadah Umrah. ketika ibadah haji sudah disayri‟atkan. Ada yang menolak dengan baik dan simpati. Akhirnya. Masyarakat yahudi yang mengungsi ke Khaibar itu kemudian mengadakan kontak dengan masyarakat Mekkah untuk menyusun kekuatan bersama guna menyerang Madinah. Sementara itu. dan 5. bebas melakukannya tanpa mendapat rintangan. Atas usul Salman al-Farisi. Pasalnya adalah tentara Ghassan mendapat bantuan dari Romawi. mereka tertahan oleh parit itu.000 orang tentara. Namun. Lama kunjungan dibatasi sampai tiga hari saja. Nabi memerintahkan umat Islam untuk menggali parit sebagai pertahanan. Sedangkan suku Yahudi lainnya. mereka berkemah di Hudaibiyah.

dapat disimpulkan bahwa Nabi Muhammad saw. bergabung Bani Ghassan dan Bani Lachmides. Nabi menyampaikan khotbahnya yang sangat bersejarah. Dua bulan setelah itu. Dalam kesempatan menunaikan ibadah haji yang terakhir. sehingga terhimpun pasukan Islam yang besar pula. Nabi sendiri tidak melakukan pengejaran terhadap mereka. Setelah itu. yaitu perjanjian Aqabah.wordpress. Syiria. Mekkah berada di bawah kekuasaan Nabi. di samping sebagai pemimpin agama. Isi khotbahnya itu berisi prinspi-prinsip yang bila disimpulkan adalah kemanusiaan. pemimpin politik dan administrasi yang handal. http://mustafayati. Di sinilah Nabi mengadakan perjanjian dengan penduduk setempat. hampir seluruh Jazirah Arab. Melihat kenyataan tersebut di atas. Untuk menghadapi pasukan Heraklius ini.000 pasukan dan memimpinnya langsung menuju Hunain untuk menghadapi mereka. yaitu Bani Tsaqif di Thaif dan Bani Hawazin di antara Thaif dan Mekkah. menggabungkan diri dalam Islam. Hanya dalam waktu sepuluh tahun menjadi pemimpin politik.[32] Dari seluruh perjalanan sejarah Nabi ini. Nabi mengalami sakit dan tenaganya dengan cepat berkurang. yang disebut haji wada’ (tahun 10 H/631 M). secara sepihak mereka membatalkan perjanjian tersebut. Beliau mengatur organisasi masyarakat kabilah yang telah memeluk agama Islam. Sesudah khotbah disampaikan. persamaan. Melihat kenyataan ini. keadilan ekonomi. Pada hari Senin. daerah perbatasan itu dapat dirangkul ke dalam Islam. beliau dilegitimasi dengan wahyu. yang merupakan daerah pendudukan Romawi. Sejak itu. Beliau tampil sebagai pemenang. Setelah itu. Mereka berkomplot ingin memerangi Islam karena telah menghancurkan berhala-berhala mereka di sekitar Ka‟bah. Nabi segera kembali ke Madinah. Hal ini membuat orang kafir Quraisy Mekkah merasa terpojok. Meskipun Mekkah telah dikalahkan. Nabi memasuki Mekkah tanpa perlawanan. seluruh Jazirah Arab berada di bawah kepemimpinan Nabi Muhammad saw. tanggal 12 Rabi‟ul Awal 11 H/8 Juni 632 M. akhirnya tentara Romawi itu mundur dan kembali ke daerahnya.Selama dua tahun perjanjian Hudaibiyah berlangsung. Melihat hal ini. mengatur peradilan dan memungut zakat.000 orang tentara untuk melawan mereka.com/2011/03/24/kepemimpinan-nabi-muhammad-saw-periodemekah-dan-madinah/ . Dengan demikian. Petugas keagamaan dan para da‟i dikirim ke berbagai daerah dan kabilah untuk mengajarkan islam. Pada tahun 9 dan 10 H (630-632 M) banyak suku dari berbagai pelosok Arab mengutus delegasinya kepada Nabi Muhammad dan menyatakan ketundukan mereka. Nabi wafat di rumah istrinya Aisyah. kebajikan dan solidaritas. Dengan demikian. tetapi berkemah di Tabuk. Sebagai Nabi dan Rasul. juga merupakan seorang negarawan. Sebagai pemimpin atau kepala negara. namun masih ada dua suku Arab yang masih menentang. Dalam pasukan besar itu. banyak pahlawan Islam menyediakan diri siap berperang bersama Nabi. Sehingga. Rasulullah bertolak ke Mekkah dengan 10. Nabi berkhotbah menjanjikan ampunan Tuhan terhadap kafir Quraisy. maka Heraklius menyusun pasukan besar di utara Jazirah Arab. Perang Tabuk adalah perang terakhir Rsulullah saw. keadilan social. mereka datang berbondong-bondong memeluk agama Islam. Umat Islam dapat menaklukkan kedua suku tersebut dalam waktu yang tidak terlalu lama. beliau dilegitimasi dengan kontrak sosial. beliau berhasil menundukkan seluruh Jazirah Arab dalam kekuasaannya. Berhala-berhala di seluruh negeri dihancurkan. Untuk ini Nabi mengerahkan kira-kira 12.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->