A.

Pendahuluan Dalam sejarah, peradaban Islam tidak dapat dipisahkan dari sejarah seorang tokoh agung yang dilahirkan dalam lingkungan masyarakat jahiliah dan paganis di Jazirah Arab. Dia adalah Muhammad bin „Abdullah, rasul terakhir dan penutup para nabi. Perjalanan kehidupannya adalah sebuah sejarah kepemimpinan yang sangat penting bagi umat manusia. Secara umum, kepemimpinannya dapat dibagi ke dalam dua periode, yaitu periode Mekkah dan Madinah. Periode Mekkah adalah masa yang dimulai dari diangkatnya beliau menjadi Rasul hingga hijrah ke Madinah. Sedangkan periode Madinah adalah masa ketika Nabi Muhammad berada di Madinah hingga beliau wafat. Kepemimpinan Muhammad saw pada masa hidupnya telah memberikan arti penting dalam sejarah peradaban manusia pada umumnya, dan Islam pada khususnya. Kepemimpinan beliau dipandang tidak hanya sebatas sebagai pemimpin agama, akan tetapi juga sebagai pemimpin negara. Dengan kata lain, kepemimpinannya tidak hanya sebagai rasul, melainkan juga sebagai negarawan. Namun, ada sebagian orang yang menyangkal pernyataan ini. Oleh karena itulah, tulisan singkat ini akan membahas kepemimpinan Nabi Muhammad saw periode Mekkah dan periode Madinah. Tujuannya adalah untuk memberikan pemahaman tentang Muhammad sebagai pemimpin agama dan Negara dalam tinjauan historis atau sejarah. B. Kepemimpinan Nabi Muhammad saw Periode Mekkah 1. Muhammad Menjadi Nabi dan Rasul Sejak Muhammad saw belum menjadi nabi, beliau adalah orang yang tidak pernah cacat (tercela) di tengah masyarakatnya. Selain karena terlahir dari keluarga mulia, Muhammad juga selalu dikenal hanya mengerjakan perbuatan yang mulia atau terpuji saja. Di samping itu, beliau memiliki prestasi sejak usia belia. Beliau menjadi pemersatu umat dalam peletakan kembali Hajar Aswad, sehingga para pemimpin suku dan masyarakat mengakui beliau sebagai Al-Amin.[1] Menjelang usia kematangannya, kebiasaan Muhammad adalah mendatangi gua Hira untuk melakukan meditasi dan bertafakkur[2] tentang Yang Maha Pencipta untuk mencari untuk mencari jawaban-jawaban terhadap misteri kehidupan. Dia benar-benar sangat tergoncang melihat kemungkaran masyarakat, penyembahan berhala dan kegiatan yang tidak manusiawi. Ketika beliau mendekati usia empat puluh tahun, ia meningkatkan kontemplasi dan tafakkur. Penyembahan berhala dan menurunnya moral masyarakat sangat menekan perasaannya, karena itu ia mencari jalan yang lurus seperti yang disingkapkan oleh Al Qur‟an: “Dan Dia menemukanmu (Muhammad) sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk.” (Q.S. 93: 7)[3] Suatu hari di bulan Ramadan 610 M (hari Senin, 17 Ramadan, menurut Ibnu Sa‟d) ketika ia sedang khusyuk bertafakkur di gua, ia melihat malaikat Jibril dan menyuruhnya membaca.[4] Di saat inilah wahyu pertama turun, yaitu Surat al-„Alaq ayat 1-5. Turunnya wahyu pertama ini berarti beliau telah dipilih Tuhan sebagai Nabi. Dalam wahyu pertama itu, beliau belum diperintahkan untuk menyeru manusia kepada suatu agama.[5] Setelah wahyu pertama itu datang, Jibril tidak muncul lagi untuk beberapa lama,

Kemudian Nabi meneruskan. Abdullah bin Mas‟ud. bila saudara menolak maka saya tidak akan menolong kamu sekalian baik di dunia maupun di akhirat kelak. namun ia tetap bertahan dalam ketauhidannya walaupun tengah disiksa. penindasan dan penganiayaan yang tidak manusiawi terhadap kaum Muslimin makin lama makin menigkat. Namun Muhammad saw dan pengikutnya tetap meneruskan misi Islam secara terbuka. [7] Pada tahun ketiga dari kenabian. Orang-orang muslim yang miskin banyak ditangkapi lalu dilempari batu kerikil di lembah yang amat panas dan dijemur di bawah terik matahari pada siang hari. bahkan banyak dari mereka yang berasal dari hamba sahaya.[6]Dengan turunnya perintah itu.[11] Secara umum. ia minta anggota keluarganya dari Bani Abdu Manaf untuk mendekat. ia berpidato: “Apakah saudara-saudara percaya bila kukabarkan bahwa ada bala tentara musuh yang mendekat dari balik bukit?” “Tentu kami percaya. saya akan menjadi saksi bagi saudara sekalian di hadapan Allah. karena engkau selalu jujur”. Talhah. Sa‟d bin Abi Waqqas. Utsman dan Zubair juga tidak terkecuali. Bilal. Dalam keadaan menanti itulah turun wahyu yang membawa perintah kepadanya.[9] Suatu hari Nabi saw pergi ke Ka‟bah di Masjidil Haram dan mengucapkan kalimat syahadah dengan suara yang keras. Khabab bin al-Arat. Zaid bin Haritsah serta Ummu Aiman. Bila saudara mengabaikan ajaran Allah. Di masa awalnya. Sa‟id bin Zaid. maka muncullah kerusuhan dan orang kafir mulai menyerang Rasul. “kamu sekalian adalah orang yang terdekat kepadaku dari suku Quraisy.[10] Begitulah penentangan para kafir Quraisy kepada Rasul dan muslimin. „Abdurrahman bin „Auf. Saya minta saudara untuk bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah. Para pemeluk Islam yang pertama-tama ini terdiri dari orang miskin. Seiring itu. pada masa ini banyak juga yang segera masuk Islam. Misi rahasia ini berlangsung kira-kira tiga tahun. Dan beliau lah Rasul terakhir serta penutup para nabi. dipaksa tidur telentang di atas pasir yang membara di tengah hari. ada beberapa upaya yang dilakukan oleh kafir Quraisy untuk menghalangi Nabi Muhammad dalam menjalankan misi Islam di Mekkah. maka Nabi Muhammad telah diangkat menjadi Rasulullah (utusan Allah) yang membawa misi Islam untuk umat. Ubaidah dan Shuhaib al-Rumi. segera keluar rumah hendak menyelamatkan Rasulullah. lalu dadanya ditindihi batu besar sehingga ia tidak bisa menggerakkan anggota badannya sedikitpun. Arqam. Kemudian Bilal diminta untuk melepaskan keislamannya. Ketika mereka telah berkumpul. maka tentu saudara akan celaka”. Lalu tindakan ini dipandang sebagai penghinaan yang amat besar terhadap Ka‟bah dan adapt istiadat Quraisy. selama ini empat puluh orang memeluk Islam. jaawab mereka serentak. Abu Bakar. budak dari Abyssinia milik orang kafir Mekkah. Islam disiarkan secara rahasia. Orang yang pertama masuk ke dalam Islam adalah istrinya Khadijah. Ali bin Abu Thalib. Orang-orang yang berpengaruh seperti Abu Bakar. Lantas Abu Bakar membeli budak ini dan memerdekakannya. Orang-orang Quraisy bahkan semakin semangat berusaha dengan sekuat tenaga untuk menghancurkan misi Nabi saw. Utsman bin Mazh‟un. tiba-tiba Abu Lahab. Lalu.[8] Rasulullah kemudian naik ke atas bukit Shafa. yaitu: . Bila saudara beriman kepada Tuhan yang Maha Esa. salah seorang paman Nabi berkata dengan marah: “Celaka engkau hai Muhammad! Hanya untuk inikah engkau panggil kami?” Lantas mereka bubar meninggalkan bukit Shafa dan tidak ambil peduli terhadap apa yang diucapkan oleh Muhammad saw. Begitu Nabi diam. tetapi beliau malah terbunuh menjadi syahid. Ia memanggil bangsa Quraisy. „Utsman bin Affan. Namun. datang perintah Allah untuk menyiarkan ajaran Islam secara terbuka. Setelah mereka menyusul Ammar bin Yasir. Harits bin Abi Hala yang telah memeluk Islam.sementara Nabi Muhammad menantikannya dan selalu datang ke gua Hira‟.

ada lima faktor yang mendorong orang Quraisy menentang seruan Islam. b. yaitu: 1. 5. a. Nabi Muhammad menyerukan persamaan hak antara bangsawan dan hamba sahaya. Upaya pembunuhan terhadap Muhammad saw. Melontarkan propaganda palsu dengan mengatakan bahwa ajaran Muhammad adalah dongeng orang-orang terdahulu. Melakukan penyiksaan kepada beberapa pengikut Islam. b. seperti menuduh Muhammad sebagai orang gila. atau dokter kalau memang beliau memiliki kelainan jiwa. Nabi mengabulkan permohonan izin . 4. c.1. Mereka tidak dapat membedakan antara kenabian dan kekuasaan.[12] Demikianlah tantangan yang dihadapi Muhammad sebagai Rasul dalam menyebarkan ajaran Islam di Mekkah. Yang terakhir ini (tunduk kepada kepemimpinan Bani Abdul Muthalib) sangat tidak mereka inginkan. b. serta menertawakan. sekarang Ethiopia). c. Hal ini tidak disetujui oleh kelas bangsawan Quraisy. Diantara upaya atau tidakan yang kasar Menebar duri di tempat Rasulullah lewat. Diantara upaya Quraisy yang halus Melakukan negosiasi kepada Abu Thalin agar Muhammad menghentikan misinya. 2. menghina. wanita. Menawarkan ibadah secara bergantian. melecehkan. Mereka mengira bahwa tunduk kepada seruan Nabi Muhammad berarti tunduk kepada kepemimpinan Bani Abdul Muthalib. Pemahat dan penjual patung memandang Islam sebagai penghalang rezki. kedudukan. Menawarkan kepada Muhammad apa saja yang diinginkan baik harta. Diantara upaya yang agak kasar: a. a. Blokade multidimensi d. maka mereka datang menemui Nabi saw memohon izin untuk pergi ke negeri tetangga menyeberangi laut merah yakni ke Abyssinia (sering juga disebutkan Habsyi atau Habsyah. Taklid kepada nenek moyang adalah kebiasaan yang berurat berakar pada bangsa Arab. 3. 3.[13] Ketika terus menerus bangsa kafir Quraisy melakukan penyiksaan sampai tak tertahankan oleh para pemeluk Islam yang baru. 2. Para pemimpin Quraisy tidak dapat menerima ajaran tentang kebangkitan kembali dan pembalasan di akhirat. Menurut Ahmad Syalabi. mendustakan. Mencemooh.

Akan tetapi. cara lain yang mereka lakukan adalah melakukan pemboikotan terhadap Bani Hasyim. bahkan mereka menghina dan menghadapi Nabi dengan kasar. sehingga membuat Quraisy semakin kejam terhadap kaum muslimin. Pada bulan Rajab tahun kelima kenabian. sebagiannya telah dimakan rayap. semakin banyak orang memeluk Islam. Melihat reaksi penduduk Mekkah demikian. melukai dan menghukum Muhammad dan pengikutnya. tidak lama kemudian Abu Thalib. Lalu ia pergi ke Thaif. Tidak seorang penduduk Mekkah pun yang diperkenankan melakukan hubungan jual beli dengan suku ini. termasuk menjual makanan.[15] Ini merupakan tindakan yang paling menyiksa dan melemahkan umat Islam. Pemboikotan Bangsa Quraisy Terhadap Bani Hasyim Orang-orang kafir Mekkah telah menguras tenaga untuk menganiaya. Kedua utusan tersebut memohon dengan sangat di hadapan sang raja untuk menolak atau mengembalikan muhajirin (muslim yang hijrah ke Abyssinia). kafir Quraisy tidak segan-segan lagi melampiaskan permusuhannya kepada Nabi. Menguatnya posisi umat Islam.[14] Orang-orang yang hijrah diterima dengan baik dan ramah oleh raja Abyssinia. Sehingga. paman Nabi yang merupakan pelindung utamanya wafat.[17] Pada saat Nabi Muhammad sampai di Thaif. maka tambah meruncinglah rasa permusuhan mereka. Namun. untuk melumpuhkan kaum muslimin yang dipimpin Muhammad. Kesepakatan ini ditulis oleh Manshur bin „Ikrimah dan ditanda tangani oleh seluruh pemimpin Mekkah.[18] . Negus. hasil kesepakatan tersebut digantungkan di Ka‟bah. Mereka menempuh cara baru untuk melumpuhkan kekuatan Muhammad yang bersandar pada Bani Hasyim. Adapun isi dari kesepakatan tersebut adalah mereka memutuskan segala bentuk hubungan dengan Bani Hasyim. di tengah menigkatnya kekejaman kafir Quraisy. yaitu Hamzah dan Umar. 4 perempuan) berangkat ke Abyssinia dalam rombongan pertama. upaya tersebut gagal. Khadijah istri Nabi meninggal dunia pula. Mereka mengutus „Amr bin bin „Ash dan „Abdullah bin Abi Rabi‟ah sebagai utusan kepada Negus. mereka menghasut kaum gelandangan untuk melempari Nabi dengan batu hingga terluka bagian kepala dan badannya. beliau kemudian berusaha menyebarkan ajaran ke luar kota. Pemboikotan tersebut baru berhenti setelah beberapa pemimpin Mekkah menaruh belas kasihan kepada Bani Hasyim dan akhirnya merusak lembaran kesepakatan yang digantungkan di Ka‟bah. kemiskinan dan kesengsaraan yang sangat menyedihkan. Tahun ini merupakan tahun kesedihan („ammul huzn) bagi Nabi Muhammad saw. Tidak berapa lama disusul rombongan kedua. para kepala suku menolak bahkan mendengarkan saja pun enggan. Akibat boikot tersebut. Bani Hasyim menderita kelaparan. Tindakan yang dilakukan mulai tahun ke-7 kenabian ini berlangsung selama tiga tahun. Ditambah lagi masuknya dua tokoh besar Quraisy ke dalam agama ini. Sepeninggal dua pendukung itu. Tiga hari setelah itu. 15 orang (11 lelaki. Dengan demikian. Bani Hasyim seakan dapat bernafas kembali dan pulang ke rumah masing-masing.[16] Setelah boikot dihentikan. Setelah itu. maka mereka harus melumpuhkan Bani Hasyim terlebih dahulu secara keseluruhan. memperkeras reaksi orang musyrik Quraisy. sehingga jumlah semua rombongan kira-kira 80 orang. Ketika Nabi meninggalkan kota ini. Bahkan. Orangorang Quraisy cukup tergoncang mengetahui kejadian ini. 2. seluruh pemimpin Mekkah menyusun kesepakatan untuk pemboikotan tersebut. Pada tahun ketujuh kenabian.tersebut. Masuknya dua tokoh ini membuat Islam semakin kuat. Cara yang ditempuh adalah pemboikotan. Peristiwa ini terjadi pada tahun kesepuluh kenabian.

Di halaman rumah ini Nabi membangun masjid. Berita tentang isra‟ mi‟raj ini menggemparkan masyarakat Mekkah. sehingga para pemimpin Quraisy secara alami lebih terancam daripada orang-orang lain. . Dalam perjalanan ke Yatsrib Nabi ditemani oleh Abu Bakar. kami tidak akan mencuri tidak pula berzina. Hanya Ali dan Abu Bakar yang tinggal di Mekkah bersama Nabi. Dia menginap di rumah Kalsum bin Hindun. Kiranya Tuhan mempersatukan mereka kembali dengan perantaraan engkau dan ajaran-ajaran yang engkau bawa. Perjanjian ini inilah yang dikenal dengan perjanjian „Aqabah kedua. Nabi Muhammad menyampaikan ajarannya kepada mereka.[19] Bagi orang kafir. Ketika tiba di Quba. Ibadah haji yang dilaksanakan setiap tahun adalah untuk memperingati Nabi Isma‟il dan ibunya.[22] Setelah kaum musyrikin Quraisy mengetahui adanya perjanjian antara Nabi dengan orangorang Yatsrib itu. Beberapa orang Khajraz berkata kepada Nabi. 3. Nabi pun menyetujui usul yang mereka ajukan.[20] Inilah ikrar mereka: Kami tidak akan menyekutukan sesuatu dengan Allah. Mereka berjanji akan membela Nabi dari segala ancaman.[21] Mereka kemudian memohon Nabi saw untuk mengirim seorang guru untuk mengajarkan Islam kepada mereka. Dalam waktu dua bulan.meninggalkan kota Mekkah. “Bangsa kami telah lama terlibat dalam permusuhan. Pada tahun keduabelas kenabian datang 73 orang Muslim dari Yatsrib di musim haji dan menerima Islam. dan kami akan hindari fitnah dalam segala bentuknya. Kami selalu taat kepada Nabi untuk melakukan segala sesuatu yang haq dan selalu beriman kepadanya baik dalam keadaan gembira maupun sengsara.Untuk menghibur Nabi yang sedang ditimpa duka. hampir semua kaum muslimin. Hajar. Ikrar Aqabah Pada musim haji. suku-suku bangsa dari berbagai pelosok jazirah datang ke Mekkah untuk melaksanakan ibadah haji. kurang lebih 150 orang. Keduanya membela dan menemani Nabi sampai ia pun hijrah ke Yatsrib. Nabi yang telah disebutkan dalam kitabkitab terdahulu.[23] Lalu Nabi mengizinkan para sahabatnya untuk hijrah ke Yatsrib terlebih dahulu.” Tahun berikutnya 12 orang lelaki Yatsrib datang untuk memeluk Islam. Atas nama penduduk Yatsrib mereka meminta pada Nabi agar berkenan pindah ke Yatsrib. telah . Pada bulan Rajab tahun kesepuluh kenabian. Diantara suku bangsa yang datang adalah suku Aus dan Khajraz dari Yatsrib. Ikrar ini dikenal dengan ikrar „Aqabah pertama. Kami tidak akan membunuh anak-anak kami. ini dijadikan bahan propaganda untuk mendustakan Nabi. yaitu antara suku Aus dan Khajraz. enam orang dari suku Aus dan Khajraz mengunjungi Mekkah. kami akan berdakwah agar mereka mengetahui agama yang kami terima dari engkau ini. Ayat-ayat ini pun beredar dari mulut ke mulut. Mereka benar-benar merindukan perdamaian. Mereka mengucapkan ikrar di „Aqabah. sebuah desa yang jaraknya lima kilometer dari Yatsrib. mereka semakin gila melancarkan intimidasi terhadap kaum muslimin. hal ini merupakan ujian. kemudian tanpa ragu-ragu mereka beriman kepada Rasulullah. Allah mengisra‟ dan memi‟rajkan beliau pada tahun kesepuluh kenabian itu. Mereka pun mendengar kabar tentang wahyu Allah yang menghalalkan perang bagi Nabi dan pengikutnya untuk mempertahankan diri dari serangan musuh. Lalu Nabi mengutus Mush‟ab bin „Umair untuk mengajarkan Islam. Oleh karena itu. Sedangkan bagi orang yang beriman. Nabi istirahat beberapa hari lamanya.

Tak lama kemudian Ali menggabungkan diri dengan Nabi. Kemerdekaan beragama dijamin. Perjanjian ini dalam pandangan ketatanegaraan sekarang. Islam menjadi semakin bertambah kuat. Nabi resmi menjadi pemimpin penduduk kota itu. Agar stabilitas masyarakat dapat diwujudkan. Kepemimpinan Nabi Muhammad saw Periode Madinah 1. karena dari sanalah sinar Islam memancar ke seluruh dunia. Di Madinah. Pembentukan Negara Madinah Setelah tiba dan diterima penduduk Yatsrib (Madinah). Diplomasi dan Peperangan Dengan terbentuknya negara Madinah. penduduk Yatsrib menunggu-nunggu kedatangannya. Islam merupakan kekuatan politik. Kedudukannya sebagai Rasul secara otomatis merupakan kepala negara. otoritas mutlak diberikan kepada beliau. Nabi Muhammad mempunyai kedudukan bukan saja sebagai kepala atau pemimpin agama. Sejak itu. Babak sejarah dalam dunia Islam pun dimulai. kota ini cukup disebut Madinah saja. beliau juga meletakkan dasar persamaan antarsesama manusia. Dasar kedua adalah ukhuwah islamiyyah. Berbeda dengan periode Mekkah. Pertahanan Negara. juga terdapat golongan masyarakat Yahudi dan golongan masyarakat Arab yang masih menganut agama nenek moyang mereka. Nabi memasuki Yatsrib dan penduduk kota ini mengelu-elukan kedatangan beliau dengan penuh kegembiraan.[25] Dalam rangka memperkokoh masyarakat dan negara baru itu. menciptakan suatu bentuk persaudaraan yang baru. yaitu persaudaraan berdasarkan agama. Dalam bidang social. Waktu yang mereka tunggu-tunggu itu tiba. selain orang Arab Islam. dan seluruh anggota masyarakat berkewajiban mempertahankan keamanan negeri itu dari serangan luar. Dasar pertama.[24] C. persaudaraan sesama muslim. Untuk itu. Selain untuk tempat salat. Dasar ketiga. nama kota Yatsrib diubah menjadi Madinatun Nabi (kota Nabi) atau sering pula disebut Madinatul Munawwarah (kota yang bercahaya). masjid juga berfungsi sebagai pusat pemerintahan.Inilah masjid pertama yang dibangun Nabi. Nabi Muhammad mengadakan perjanjian dengan mereka. Sementara itu. Nabi mempersaudarakan golongan Muhajirin dan Anshar. Perkembangan Islam yang pesat itu membuat orang-orang Mekkah dan musuh Islam lainnya . Dengan kata lain. jelas disebutkan bahwa Rasulullah saw sebagai kepala pemerintahan karena sejauh menyangkut peraturan dan tata tertib umum. juga sebagai sarana penting untuk mempersatukan kaum muslimin dan sebagai tempat bermusyawarah merundingkan masalah-masalah yang dihadapi.[26] Dalam perjanjian itu. ia segera meletakkan dasardasar kehidupan bermasyarakat. 2. pada periode Madinah. setelah menyelesaikan segala urusan di Mekkah. Dalam istilah sehari-hari. Apa yang dilakukan Rasulullah ini berarti. hubungan persahabatan dengan pihak-pihak lain yang tidak beragama Islam. menggantikan persaudaraan berdasarkan darah. tetapi juga sebagai kepala negara. kekuasaan spiritual dan kekuasaan duniawi. sering disebut dengan Konstitusi Madinah. Bahkan pada masa Nabi. dalam diri Nabi terkumpul dua kekuasaan. pembangunan masjid. sebagai penghormatan terhadap Nabi. Ajaran Islam yang berkenaan dengan kehidupan masyarakat banyak turun di Madinah. Setiap golongan masyarkat memiliki hak tertentu dalam bidang politik dan keagamaan. sebuah piagam yang menjamin kebebasan beragama orang-orang Yahudi sebagai suatu komunitas telah dibuat.

dan untuk menjaga keselamatan dalam penyebaran kepercayaan dan mempertahankannya dari orang-orang yang menghalanginya. Pasukan berkuda yang dipimpin oleh Khalid bin Walid gagal menembus pasukan pemanah Islam. Selain itu. Kerisauan inilah yang kemudian membuat orang-orang Quraish berbuat apa saja. Nabi bersama 305 orang muslim bergerak ke luar kota membawa perlengkapan sederhana. kedua pasukan bertemu. Nabi menandatangani sebuah piagam perjanjian dengan beberapa suku Badui yang kuat. setelah perang Badar. bahkan Nabi sendiri pun terkena serangan dari musuh.[29] Bagi kaum Quraisy Mekkah. Kelengahan kaum muslimin ini dimanfaatkan dengan baik oleh musuh. kaum muslimin keluar sebagai pemenang. Qainuqa yang berkomplot dengan orang-orang Mekkah. kekalahan mereka dalam perang Badar merupakan pukulan berat. Mereka bersumpah akan membalas dendam.menjadi risau. pasukan yang lebih kecil itu ternyata mampu mengalahkan pasukan yang lebih besar. Di daerah Badar. Mereka memang tidak sepenuh hati menerima perjanjian yang telah diantara mereka dengan Nabi. di awal pemerintahannya melakukan beberapa ekspedisi ke luar kota sebagai aksi siaga melatih kemampuan calon pasukan yang memang mutlak diperlukan untuk melindungi dan mempertahankan negara yang baru dibentuk. Umat Islam diizinkan berperang dengan dua alasan. yang dikenal dengan perang Uhud. 700 orang diantara mereka memakai baju besi. Orang-orang Yahudi ini akhirnya memilih keluar dari Madinah dan pergi menuju Adhri‟at di perbatasan Syiria. 200 pasukan berkuda di bawah pimpinan Khalid bin Walid (ketika itu masih kafir). Perang ini berakhir dengan 70 pejuang Islam syahid di medan laga. dengan 700 pasukan yang tertinggal Nabi melanjutkan perjalanan. kurang lebih 120 kilometer dari Madinah. dan pasukan Quraisy yang tadinya kabur berbalik menyerang. pasukan Nabi bertemu dengan pasukan Quaraisy yang berjumlah sekitar 900 sampai 1000 orang. Nabi sebagai kepala pemerintahan mengatur siasat dan membentuk pasukan tentara. Nabi Muhammad saw menyongsong kedatangan mereka dengan pasukan sekitar 1000 orang. Untuk menghadapi kemungkinan-kemungkinan gangguan dari musuh. Pertama-tama prajurit-prajurit Islam dapat memukul mundur tentara musuh yang besar itu. mereka berangkat menuju Madinah tidak kurang dari 3000 pasukan berkenderaan unta. Kemenangan yang sudah diambang pintu ini pun tiba-tiba gagal karena godaan harta rampasan perang tanpa menghiraukan gerakan musuh. perang antara kaum muslimin dengan kaum musyrik Quraisy. yaitu untuk mempertahankan diri dan melindungi hak miliknya. Beberapa kilometer dari kota Madinah. tepatnya di bukit Uhud. Namun. Tidak lama setelah perang tersebut. Meskipun demikian. seorang munafik dengan 300 Yahudi membelot dan kembali ke Madinah. Pada tanggal 8 Ramadhan tahun 2 Hijriah. Perang dahsyat pun terjadi. Suku Badui ini ingin sekali menjalin hubungan dengan Nabi setelah melihat kekuatan Nabi semakin meningkat.[28] Nabi sendiri yang memegang komando. termasuk di dalamnya anggota pasukan pemanah yang telah diperingatkan Nabi agar tidak meninggalkan posnya.[27] Dalam sejarah negara Madinah ini memang banyak terjadi peperangan sebagai upaya kaum muslimin mempertahankan serangan dari musuh. Dengan disiplin yang tinggi dan strategi perang yang jitu. Perjanjian damai dengan berbagai kabilah di sekitar Madinah juga diadakan dengan maksud memperkuat kedudukan Madinah. Nabi sendiri. Abdullah ibn Ubay. Dalam peperangan ini. Nabi juga menyerang sukuYahudi Madinah. orang-orang Yahudi Madinah tidak senang. Pengkhianatan Abdullah ibn Ubay . baru saja melewati batas kota. Perang pertama yang sangat menentukan masa depan negara Islam adalah perang Badar. Khalid bin Walid berhasil melumpuhkan pasukan pemanah Islam. Pada tahun 3 H. Namun.

. Untuk membalas perlakuan ini. disebabkan angin yang amat kencang menghantam dan menerbangkan kemah-kemah mereka. Lama kunjungan dibatasi sampai tiga hari saja. satu dari dua suku Yahudi yang berkomplot dengan Abdullah ibn Ubay. Persia dan Romawi. Mereka membentuk pasukan gabungan yang terdiri dari 24. Abesinia. pasukan Islam atas komando Khalid ibn Walid (sudah masuk Islam) menarik diri dan kemabli ke Madinah.[31] Gencatan senjata telah memberikan kesempatan kepada Nabi untuk menoleh berbagai negeri lain sambil memikirkan bagaimana cara mengislamkan mereka. Kaum muslimin belum mengunjungi Ka‟bah tahun ini. Sebelum tiba di Mekkah.000 orang tentara. mereka mengepung Madinah dengan mendirikan kemah-kemah di luar parit hampir sebulan lamanya. sebelah utara Jazirah Arab. Perang ini disebut perang Ahzab (sekutu beberapa suku) atau perang Khandaq (parit). tak seorang pun masuk Islam. Namun. Utusan yang dikirim Nabi dibunuh dengan kejam oleh raja Ghassan. pengkhianat dari Bani Quraizah dijatuhi hukuman mati. Di dalamnya juga bergabung beberapa suku Arab lain. Pada tahun 6 H. Kebanyakan mereka mengungsi ke Khaibar. Pasalnya adalah tentara Ghassan mendapat bantuan dari Romawi. diadakan perjanjian yang dikenal dengan nama Perjanjian Hudaibiyah. Bani Nadir. Nabi memerintahkan umat Islam untuk menggali parit sebagai pertahanan. Peperangan terjadi di Mut‟ah. Atas usul Salman al-Farisi. Mesir. tetapi ada juga yang menolak dengan kasar. Sementara itu. dan 5. sehingga memiliki kekuatan tentara ratusan ribu orang. Tiap Kabilah yang ingin masuk ke dalam persekutuan kaum Quraisy atau kaum muslimin. mereka tertahan oleh parit itu. Masyarakat yahudi yang mengungsi ke Khaibar itu kemudian mengadakan kontak dengan masyarakat Mekkah untuk menyusun kekuatan bersama guna menyerang Madinah. ketika ibadah haji sudah disayri‟atkan. melainkan untuk melakukan ibadah Umrah.diganjar dengan tindakan tegas. 4. seperti raja Ghassan. diusir ke luar kota. Akhirnya.[30] Dalam suasana genting itu. Penduduk Mekkah tidak mengizinkan mereka masuk kota. Nabi memimpin sekitar seribu kaum muslimin berangkat ke Mekkah. masih tetap di Madinah. bukan untuk berperang. 3. Ada yang menolak dengan baik dan simpati. yaitu Bani Quraizah. bebas melakukannya tanpa mendapat rintangan. akhirnya tentara sekutu kembali ke negeri masing-masing tanpa hasil apapun. Setelah sebulan pengepungan. Di antara raja-raja yang dikirimi surat adalah raja Ghassan. Kaum muslimin wajib mengembalikan orang-orang Mekkah yang melarikan diri ke Madinah. 2. Selama sepuluh tahun diberlakukan gencatan senjata antara masyarakat Madinah dan Mekkah. Mereka bergerak menuju Madinah pada tahun 5 H. Nabi mengirim pasukan perang sebanyak tiga ribu orang. tetapi ditangguhkan tahun depan. mereka berkemah di Hudaibiyah. Sedangkan suku Yahudi lainnya. Salah satu cara yang ditempuh Nabi adalah mengirim utusan dan surat kepada kepala-kepala negara dan pemerintahan. Isi dari perjanjian itu antara lain: 1. Namun. Namun. sedangkan pihak Quraisy tidak harus menolak orang-orang Madinah yang kembali ke Mekkah. orang-orang Yahudi Bani Quraizah di bawah pimpinan Ka‟ab bin Asad berkhianat. Setelah tentara sekut tiba.

Melihat hal ini. akhirnya tentara Romawi itu mundur dan kembali ke daerahnya. yaitu perjanjian Aqabah. menggabungkan diri dalam Islam. Sehingga. pemimpin politik dan administrasi yang handal. Melihat kenyataan ini. Sejak itu. Meskipun Mekkah telah dikalahkan. Nabi menyampaikan khotbahnya yang sangat bersejarah. kebajikan dan solidaritas. Dengan demikian. Pada tahun 9 dan 10 H (630-632 M) banyak suku dari berbagai pelosok Arab mengutus delegasinya kepada Nabi Muhammad dan menyatakan ketundukan mereka. Hal ini membuat orang kafir Quraisy Mekkah merasa terpojok. keadilan ekonomi. mengatur peradilan dan memungut zakat. tetapi berkemah di Tabuk. yang disebut haji wada’ (tahun 10 H/631 M). keadilan social. maka Heraklius menyusun pasukan besar di utara Jazirah Arab. Syiria. Isi khotbahnya itu berisi prinspi-prinsip yang bila disimpulkan adalah kemanusiaan. Rasulullah bertolak ke Mekkah dengan 10. persamaan. Hanya dalam waktu sepuluh tahun menjadi pemimpin politik. dapat disimpulkan bahwa Nabi Muhammad saw. yang merupakan daerah pendudukan Romawi. Mereka berkomplot ingin memerangi Islam karena telah menghancurkan berhala-berhala mereka di sekitar Ka‟bah. Nabi berkhotbah menjanjikan ampunan Tuhan terhadap kafir Quraisy. Beliau mengatur organisasi masyarakat kabilah yang telah memeluk agama Islam. Dalam pasukan besar itu.[32] Dari seluruh perjalanan sejarah Nabi ini. Nabi sendiri tidak melakukan pengejaran terhadap mereka.Selama dua tahun perjanjian Hudaibiyah berlangsung. Untuk ini Nabi mengerahkan kira-kira 12. beliau dilegitimasi dengan kontrak sosial. beliau dilegitimasi dengan wahyu.000 pasukan dan memimpinnya langsung menuju Hunain untuk menghadapi mereka. sehingga terhimpun pasukan Islam yang besar pula. tanggal 12 Rabi‟ul Awal 11 H/8 Juni 632 M. Setelah itu. Nabi wafat di rumah istrinya Aisyah. seluruh Jazirah Arab berada di bawah kepemimpinan Nabi Muhammad saw. hampir seluruh Jazirah Arab. Di sinilah Nabi mengadakan perjanjian dengan penduduk setempat. Pada hari Senin.wordpress. mereka datang berbondong-bondong memeluk agama Islam. Umat Islam dapat menaklukkan kedua suku tersebut dalam waktu yang tidak terlalu lama. Dalam kesempatan menunaikan ibadah haji yang terakhir. Mekkah berada di bawah kekuasaan Nabi. secara sepihak mereka membatalkan perjanjian tersebut.000 orang tentara untuk melawan mereka. banyak pahlawan Islam menyediakan diri siap berperang bersama Nabi. Nabi segera kembali ke Madinah.com/2011/03/24/kepemimpinan-nabi-muhammad-saw-periodemekah-dan-madinah/ . di samping sebagai pemimpin agama. namun masih ada dua suku Arab yang masih menentang. Untuk menghadapi pasukan Heraklius ini. Dengan demikian. http://mustafayati. Sebagai pemimpin atau kepala negara. Berhala-berhala di seluruh negeri dihancurkan. beliau berhasil menundukkan seluruh Jazirah Arab dalam kekuasaannya. Petugas keagamaan dan para da‟i dikirim ke berbagai daerah dan kabilah untuk mengajarkan islam. Beliau tampil sebagai pemenang. bergabung Bani Ghassan dan Bani Lachmides. Sebagai Nabi dan Rasul. Nabi memasuki Mekkah tanpa perlawanan. yaitu Bani Tsaqif di Thaif dan Bani Hawazin di antara Thaif dan Mekkah. Nabi mengalami sakit dan tenaganya dengan cepat berkurang. Dua bulan setelah itu. Setelah itu. Perang Tabuk adalah perang terakhir Rsulullah saw. Sesudah khotbah disampaikan. Melihat kenyataan tersebut di atas. juga merupakan seorang negarawan. daerah perbatasan itu dapat dirangkul ke dalam Islam.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful