Sejarah Peradaban Islam Masa Nabi Muhammad SAW

18.19 | Label: makalah sejarah pendidikan islam

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Nabi Saw mendapat berbagai macam perintah dalam firman Allah,gnay artinya : “Hai orang yang berselimut, bangunlah lalu berilah peringatan, dan Rabbmu agungkanlah, dan pakaianmu bersihkanlah, dan perbuatan dosa tinggalkanlah, dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak, dan untuk (memenuhi perintah) Rabbmu, bersabarlah” ( Al-Muddatstsiar : 1 - 7 ). Sepintas lalu ini merupakan perintah-perintah yang sederhana dan remeh. Namun pada hakikatnya mempunyai tujuan yang jauh, berpengaruh sangat kuat dan nyata. Ayat-ayat ini sendiri mengandung materi-materi dakwah dan tabligh. Dan semua ayat ini menuntut tauhid yang jelas dari manusia, penyerahan urusan kepada Allah, meninggalkan kesenangan diri sendiri dan keridhaan manusia, untuk dipasrahkan kepada keridhaan Allah. Sungguh ini merupakan perkataan yang besar dan menakutkan, yang membuat beliau melompat dari tempat tidurnya yang nyaman dirumah yang penuh kedamaian, lalu siap terjun ke kancah diantara arus dan gelombang kehidupan. Setelah beliau bangkit dari tempat tidurnya itu, dimulailah beban yang besar yang harus dilaksanakan beliau. Mulai saat itu, hingga ia wafat, ia tidak pernah istirahat dan diam. Tidak hidup untuk diri sendiri dan keluarga beliau. Beliau bangkit dan senantiasa bangkit untuk berdakwah kepada Allah, memanggul beban yang berat diatas pundaknya, tidak mengeluh dalam melaksanakan beban amanat yang besar di muka bumi ini, memikul beban kehidupan semua manusia, beban akidah, perjuangan dan jihad di berbagai medan. Kita bisa membagi masa dakwah Rasulullah SAW menjadi dua periode, yaitu :   Periode atau fase Mekkah, Periode atau fase Madinah

B. Rumusan Masalah 1. Bagaimana sejarah Islam Di Masa Nabi Muhammad Saw Pada Fase Makkah? 2. Bagaimana sejarah Islam Di Masa Nabi Muhammad Saw Pada Fase Madinah? C. Tujuan penulisan 1. Untuk Mengetahui sejarah Islam Di Masa Nabi Muhammad Saw Pada Fase Makkah. 2. Untuk Mengetahui sejarah Islam Di Masa Nabi Muhammad Saw Pada Fase Madinah.

BAB II PEMBAHASAN A. Keadaan Islam Di Masa Nabi Muhammad Saw Pada Fase Makkah. 1. Dakwah Secara Diam-Diam

Arqam Ibn Abd. (A Syalabi: 1983.mereka mengira bahwa agama baru yang di bawa oleh Nabi Muhammad akan merampas kekuasaan yang ada di tangan mereka.a) b) d) 2. terhimpunlah pengikut Nabi sebanyak 30 orang. Kegiatan dakwah secara terangan ini menambah jumlah pengikut yang masuk islam. Mereka mengingkari hari kebangkitan dimana kehidupan akan di kembalikan lagi kepada manusia dan akan di perhitungkan amal yang pernah mereka lakukan. Sebagai pusat pembinaan waktu itu di rumah Arqam Ibn Abd. Mereka akan selalu menghalangi orang-orang yang di dakwahi Rasullulah.. Rasulullah menyadari tugas yang dibebankan pada dirinya. Mereka itu mendapat bimbingan agama langsung dari Rasulullah sendiri. Usaha yang dilakukan itu berhasil. dan kekuasaan . Maka berkatalah Rasululah kepada mereka. banyak orang-orang yang mengikuti untuk masuk agama islam.” (Al.dkk 1977:992) Ayat inilah yang memerintahkan pada Rasulullah untuk berdakwah secara terus terang dan terbuka. Allah SWT memerintahkan kepada Nabi untuk berdakwah secara terang-terangan. Siksaan kepada orang-orang mukmin itu semakin keras dan kejam. dan lain-lain. Hal ini tidak di senangi oleh orang-orang Quraisy apalagi secara tegas Rasullulah mencela ibadah mereka. Rencana yang di lakukan. al-Arqam (Dar al-Arqam). Khadijah Kalangan pemuda. kepemimpinan. Zubair Ibn Awwam. Setelah fase itu. serta mengkritisi tradisi mereka yang sudah membudaya. Dakwah di kala itu di laksanakan secara diam-daim.S Al Hijr15:94) yang Artinya: “ maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang di perintahkan (kepada mu) dan berpalinglah dari orang-orang musrik” ( hasby as-syidiq. Karena islam menyamakan antara tuan dan budak. Seorang demi seorang diajak agar mau meninggalkan agama berhala dan hanya menyembah kepada Allah Yang Maha Esa. Ali Ibn Abi Thalib dan Zaid Ibn Harits c) Dari kalangan budak.2[2] Orang–orang sama sekali tidak bisa membedakan antara kenabian. seperti: Utsman Ibn Affan. dan mencerca berhala yang di puja. Mereka mengatakan (sebagaimana yang Allah abadikan di dalam Al-Qur’an). al-Arqam. 84) Setelah Abu Bakar masuk islam. Bilal Orang tua/tokoh masyarakat. Fatimah Binti Khaththab. “pergilah kalian ke negeri Habasyah karena . Mereka selalu melakukan tradisi yang di lakukan oleh para leluhurnya (taklib). 245-262)1[1] Dakwah Secara Terang-Terangan Setelah Nabi Muhammad SAW melakukan dakwah yang bersifat rahasia. “ cukuplah untuk kami apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya. mula-mula kepada keluarga kemudian para sahabat dekat. Maka mulailah secara diam-diam mengajak orang memeluk Islam. Talhah Ibn Ubaidillah. Orang-orang yang mula-mula beriman adalah: Istri beliau sendiri. 1375. maka mereka tidak menerima realitas ini. Setelah menerima wahyu kedua. kemudian seluruh lapisan masyarakat.Maidah : 104) Orang-orang Quraisy selalu mendukung orang-orang yang mengatakan bahwa Rasullah adalah seorang yang gila dan penyihir. pertama di tunjukan kepada kerabat sendiri. yaitu dengan turunnya ayat (Q. (Ibn Hisyam 1. Abu Bakar Al-Shiddiq.

untuk masuk islam.disana ada seorang raja yang tidak ada seorangpun yang di dzolimi di sisisnya. hubungan persahabatan sengan pihak-pihak lain yang tidak beragama islam. dalam diri Nabi terkumpul dua kekuasaan. Untuk itu beliau menerapkan undang-undang yang luwes dan penuh tenggang rasa. di lempari batu oleh anak-anak. Ajaran Islam yang berkenaan dengan kehidupan masyarakat banyak turun di Madinah. ke bani Tsaqif dengan pengharapan akan memperoleh pertolongan serta mendapat tambahan pengikut. maka Rasulullah mengatur hubungan dengan selain golongan muslim. penduduk kota Yatsrib. Dasar kedua . kekuasaan spiritual dan duniawi. pada tahun XII masuk islam 12 orang. selain untuk tempat shalat. yang tidak pernah terbayangkan dalam kehidupan dunia yang selalu dibayangi fanatisme. Berbeda dengan periode Mekkah. persaudaraan sesama musllim. Islam. Ini berarti menciptakan suatu bentuk persaudaraan yang baru yaitu persaudaraan berdasarkan agama. Keadaan Islam Di Masa Nabi Muhammad Saw Pada Fase Madinah. pergilah kaum muslimin ke Habasyah. Babak baru dalam sejarah Islam pun dimulai. Masjid pada masa Nabi juga berfungsi sebagai pussat pemerintahan. juga sebagai sarana penting untuk mempersatukan kaum Muslimin dan mempertalikan jiwa mereka.3[3] Dengan meningkatnya aniaya Quraisy terhadap Nabi hijrahlah beliau ke Thaif. Perhatian beliau saat itu terpusat untuk menciptakan keamanan. pada tahun berikutnya datang lagi 72 orang penduduk Yatsrib menyatakan masuk islam dan bersumpah setia akan membela serta melindungi Nabi. . nabi segera meletakkan dasardasar kehidupan bermasyarakat. memohon kepada Nabi untuk pindah ke Yatsrib.” Maka. Nabi mempersaudarakan golongan Muhajirin dengan Anshor. tetapi juga sebagai kepala Negara. pembangunan Masjid. Nabi resmi menjadi pemimpin penduduk kota itu. Nabi Muhammad mempunyai kedudukan. Hijrah ke Thaif hanya mendapat satu orang hamba sahaya yang masuk islam. menggantikan persaudaraan berdasarkan darah. Kedudukannya sebagai Rasul secara otomatis merupakan sebagai Kepala Negara. Pada tahun XI masuk tujuh orang. Perjanjian Dengan Pihak Yahudi Setelah islam sudah terpancang dibumi Madinah. Rasulullah Membangun Masyarakat Baru Setalah tiba dan diterima penduduk Yastrib ( Madinah ). kebahagian dan kebaikan bagi semua manusia.5[5] b. akan tetapi kenyataan yang di terima sebaliknya Nabi di caci maki. Pada tahun kesebelas kerasulan. Dalam rangka memperkokoh masyarakat dan negara baru itu. 1. periode Madinah. di waktu musim haji Nabi mengadakan kontak dakwah dengan jema’ah haji. merupakan kekuatan politik. Ukhuwah Islamiah . bukan saja sebagai kepala agama. yaitu Addas. Dengan kata lain. Dasar ketiga . sampai badannya berlumur darah.4[4] B. Pengalaman Thaif tidak menyurutkan dakwah Nabi. dan islam juga sudah kokoh di negeri itu. tertariklah sekelompok orang Aus dan Khazraj. Dasar pertama . Penduduk Yatsrib yang sudah masuk islam itu.

Sehingga dengan begitu Madinah benar-benar menjadi ibukota bagi Islam. rasulullah menyadari tugas yang dibebankan pada dirinya. Ibukota Madinah dan Presidennya.Tetangga yang paling dekat dengan orang muslim di Madinah adalah orang-orang Yahudi. Rasulullah menawarkan perjanjian kepada mereka. yang intinya memberikan kebebasan menjalankan agama dan memutar kekayaan. Sekalipun memendam kebencian dan permusuhan terhadap orang-orang Muslim. Mereka harus saling bahu-membahu dalam menghadapi musuh yang hendak membatalkan perjanjian ini. namun mereka tidak berani menampakkannya. Mereka harus saling menasehati. dan tidak boleh saling menyerang atau memusuhi. Kafilah dagang itu sendiri membawa harta kekayaan penduduk Mekkah.6[6] BAB III PENUTUP Kesimpulan Setelah menerima wahyu kedua. yang jumlahnya sangat melimpah. Bagi orang Yahudi agama mereka dan bagi orang Mukmin agama mereka. 5. Sementara yang mengawalnya tidak lebih dari empat puluh orang. Dengan disahkannya perjanjian ini. Perjanjian ini tidak boleh dilanggar kecuali memang dia orang yang zhalim dan jahat. Pelaksana pemerintahan dan penguasa mayoritas adalah orang-orang Muslim. Sehingga orang-orang muslim yang miskin di Madinah dapat terbantu karena syari’ah yang ditetapkan Allah. Maka mulailah secara diam-diam mengajak orang memeluk Islam. berbuat baik dan tidak boleh berbuat jahat. Orang-orang Yahudi adalah satu umat dengan orang-orang Mukmin. Pukulan dalam bidang politik. mula-mula . 2. Harta rampasan perang Pada saat kafilah dagang kaum Musyrik Mekkah mengadakan perjalanan dagang dari Syam ke Mekkah. Harta rampasan perang ini didapat pada saat terjadinya perang Badar yang tak terhindarkan lagi pada saat orang nuslim Madinah hendak merampas harta kafilah dagang ini. Ada dua belas butir isi perjanjian itu. jika boleh disebut begitu. yang nilainya tidak kurang dari 5000 dinar emas. Hal ini diketahui orang-orang muslim. ekonomi dan militer. Diantaranya adalah : 1. Orang-orang Yahudi dan Mukmin masing–masing harus menafkahkan kehidupan mereka. yang membawa harta benda milik mereka. yaitu sebanyak 1000 ekor unta. Ini merupakan kesempatan emas bagi pasukan Madinah untuk melancarkan pukulan yang telak terhadap orang-orang Musyrik. c. Harta rampasan ini dibagi-bagikan kepada penduduk Madinah. Dan pada saat ini pula turun ayat yang mewajibkan puasa dan membayar zakat. adalah Rasulullah SAW. 4. maka Madinah dan sekitarnya seakan-akan merupakan satu negara yang makmur. 3.. Harta rampasan inilah modal kekayaan orang-orang muslim di Madinah.

http://fikriyogi. Jakarta.S Al Hijr15:94) yang Artinya: “ maka sampaikanlah oleh mu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepada mu) dan berpalinglah dari orang-orang musrik”. Ahmad.blogspot.html . yaitu dengan turunnya ayat (Q. Kedudukannya sebagai Rasul secara otomatis merupakan sebagai Kepala Negara. Setalah tiba dan diterima penduduk Yastrib ( Madinah ). Cirebon.wordpress. Sejarah Islam. Nabi segera meletakkan dasar-dasar kehidupan bermasyarakat. Al-Usairy. Akbar Media Eka Sarana. DAFTAR PUSTAKA Subarman.com/2009/03/sejarah-arab-masa-nabi-muhammad-saw. Pengger Prass.com/2011/07/28/masa-nabi-muhammad-saw-pada-periodemakkah-dan-madinah/ http://spistai. Sejarah Peradaban Islam Klasik. 2003. Munir. Nabi resmi menjadi pemimpin penduduk kota itu.kepada keluarga keudian para sahabat dekat. Dalam rangka memperkokoh masyarakat dan negara baru itu. Setelah Nabi Muhammad SAW melakukan dakwah yang bersifat rahasia. 2008. Allah SWT memerintahkan kepada Nabi untuk berdakwah secara teang-teangan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful