P. 1
kearifan lokal dalam globalisasi

kearifan lokal dalam globalisasi

|Views: 726|Likes:
Published by Cha Riskayanty
makalah LK 2
makalah LK 2

More info:

Categories:Types, Reviews
Published by: Cha Riskayanty on Apr 05, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/17/2015

pdf

text

original

KATA PENGANTAR Segala Puji bagi Tuhan yang telah membantu hamba_nya dalam menyelesaikan makalah ini dengan

penuh kemudahan. Tanpa pertolongan-Nya , mungkin penyusun tidak akan sanggup menyelesaikan makalah ini dengan baik dan sebagaimana mestinya. Makalah ini disusun agar pembaca dapat memahami mengenai kontroversi globalisasi dan kearifan lokal. Makalah ini disusun oleh penyusun dengan berbagai rintangan . Baik itu dating dari pemyusun itu sendiri maupun yang dating dari luar. Namun, dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya makalah ini dapat terselesaikan sebagaimana mestinya. Makalah ini memuat mengenai kaitan antara globalisasi dan pengaruhnya terhadap kearifan lokal dan bagaimana membuat reformulasi sehingga kita dapat menyingkronkan antara keduanya . Penyusun juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para pihak terkait yang telah banyak membantu dalam penyusunan makalah ini. Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada para pembaca. Adapun penyusun menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu, kritik dan saran sangat diharapkan untuk kesempurnaan makalah ini. Terima kasih.

Penyusun,

Abd. Rachman. R. Sumese

1

menjaga. serta aspek pengawasan dalam penyelenggaran penataan ruang. termasuk dalam pemanfaatan ruang (tanah ulayat). adaptasi. etnis. tata nilai dan budaya yang berbeda-beda. baik dalam aspek pengaturan. Selain itu. serta tata cara dan prosedur.BAB I PENDAHULUAN A. adanya globalisasi dapat mengancam eksistensi kearifan lokal dari rangkaian pusaka tersebut. Dalam kaitannya dengan penataan ruang. yaitu ke dalam regulasi penataan ruang. Latar Belakang Indonesia. Dalam upaya mengharmonisasikan. yaitu melalui proses adopsi. Bentuk kearifan lokal dapat dikategorikan ke dalam dua aspek. dan asimilasi. pembinaan. pelaksanaan. Sedangkan jenis kearifan lokal meliputi kelembagaan. Kearifan lokal merupakan entitas yang sangat menentukan harkat dan martabat manusia dalam komunitasnya. Namun. dijaga kesinambungan dan dijadikan pijakan dalam perencanaan dan perancangan lingkungan binaan berkelanjutan. nilai-nilai adat. pemerintah perlu melakukan beberapa upaya pada berbagai aspek pada tingkatan penyelenggaraan penataan ruang. yaitu yang berwujud nyata (tangible) dan yang tak berwujud (intangible). dan melestarikan nilai-nilai kearifan lokal dalam konteks penataan ruang. diperlukan upaya untuk mengakomodasi nilai budaya lokal/adat istiadat ke dalam hukum positif. kearifan lokal dapat menjadi landasan dalam penyelenggaraan penataan ruang karena beberapa nilai yang terkandung dalam kearifan lokal terbukti masih relevan diaplikasikan hingga sekarang. Potensi aset budaya memiliki nilai sejarah dan merupakan rangkaian pusaka (heritage) yang perlu dilestarikan. 2 . negara kaya akan keanekaragaman budaya. karena keterkaitan yang erat antara potensi budaya dan penyelenggaraan penataan ruang. bahasa. suku dan ras dengan lebih dari 389 suku bangsa yang memiliki adat istiadat.

film. tidaklah bisa dilepaskan dari pengaruh berbagai gejolak yang terjadi di tingkat global ditentukan oleh citra diri dan identitas bangsa itu sendiri yang mana masing-masing bangsa di dunia sudah pasti memiliki citra diri dan identitas masing-masing sehingga setiap pengaruh global yang diterima setiap bangsa dan negarapun akan berbeda. antara lain dapat disaksikan dari gaya berpakaian.telekomunication. Globalisasi media dengan segala nilai yang dibawanya seperti lewat televisi. khususnya generasi muda yang sudah berubah yang kesemuanya itu diperoleh karena kemajuan tehnologi iformatika dan komunikasi khususnya pada media masa. majalah. dan kebebasan berekpresi. dan kebebasan berkreatifitas. VCD. ternyata daya serap masyarakat terhadap budaya global lebih cepat dibanding daya serapnya terhadap budaya lokal. dan kini lewat internet sedikit banyak akan berdampak pada budaya dan kehidupan masyarakat Indonesia. kebebasan berpendapat. kebebasan berpendapat. HP. buku. Seperti contoh bila kita duduk di satu kursi dan berkomunikasi dengan orang di tempat yang paling jauh ditempat diluar sana. maka kemajuan tehnologi informasi dan telekomonikasi mendekatkan jarak dan waktu. koran. radio. Dimana manusia akan terus akan mengalami revolusi tourti (technologi . Era globalisasi yang diboncengi neolibralisme dan modernisasi menuju diiringi revolusi IPTEK. dan gaya berbahasa masyarakat Indonesia. kebebasan nerkreatifitas. yang mengakibatkan dunia tanpa batas yang menganut aliran kebebasan. Hal ini sangatlah berbahaya bila kita tidak memfilter serta membedakan mana budaya asing yang dapat diserap dan mana yang tidak. Bukti nyata dari pengaruh globalisasi itu. 3 . transportation. Jika kita melihat kondisi riil masyaratIndonesia sekarang ini.Situasi sosial politik di suatu negara baik yang positif maupun negatif. tourism) yang memiliki globalizing force yang dominan sehingga batas antar daerah dan antar negara semakin kabul. Kondisi tersebut secara tidak langsung dapat mempengaruhi tantangan budaya masyarakat khususnya Indonesia.

4 . C. Para generasi muda agar tidak menganggap remeh dan tidak bersikap negatif terhadap kebudayaan yang masuk. Mengembangkan potensi afektif bangsa Indonesia sebagai warga negara yang memiliki nilai-nilai budaya dan karakter bangsa.B. Mengembangkan kemampuan bangsa Indonesia agar selektif untuk memilah budaya yang masuk serta membedakan mana yang baik dan benar. Tujuan 1. 5. terjadinya erosi nilai-nilai budaya. hilangnya sifat kekeluargaan dan gotong-royong. Apa pengaruh globalisasi media terhadap kebudayaan dan perilaku masyarakat ? 2. Bagaimana cara mengatasi dampak negatif globalisasi tersebut ? D.. misalnya hilangnya budaya asli suatu daerah atau suatu negara. gaya hidup kebarat-baratan. Dan masalah terhadap eksistensi terhadap kebudayaan daerah. menurunya rasa nasionalisme dan patriotisme. salah satunya adalah terjadinya penurunan rasa cinta terhadap kebudayaan yang merupakan jati diri bangsa. Untuk meningkatkan kesadaran remaja untuk menjujung tinggi kebudayaan bangsa sendiri karena kebudayaan merupakan jati diri bangsa. 4. Mengetahui pengaruh globalisasi terhadap eksistensi kebudayaan daerah 2. Rumusan Masalah 1. Identifikasi Masalah Dalam perkembangannya globalisasi menimbulkan berbagai masalah dalam bidang kebudayaan. kehilangan kepercayaan diri. maka kita sebagai generasi muda patut untuk menyeleksi mana yang baik dan benar guna untuk masa depan. 3. Tindakan apa yang dapat mempengaruhi eksistensi kebudayaan di era globalisasi ini ? 3.

Manfaat 1. Memberikan informasi bagaimana globalisasi berpengaruh pada eksistensi budaya deareh 2. E. Memberikan informasi penjelasan tentang dampak globalisasi 4. Untuk meningkatkan kedisiplinan dalam mengembangkan budaya sendiri. Memberikan informasi kepada masyarakat mengenai proses globalisasi pada aspek kebudayaan 3. Menjelaskan kepada masyarakat tentang definisi serta pengertian globalisasi 5 .6.

karena antara negara satu dan negara lainnya pasti terjadi saling ketergantungan.Indonesia pasti tidak dapat dan tidak akan menutupi diri dari pergaulaninternasional. Liberalisasi keuangan internasional. termasuk Indonesia. Faktor-faktor pendorong globalisasi antara lain:     Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. dan perubahan kebudayaan. politik. lingkungan. yaitu sistem dan paham ekonomi yang modalnya bersumber dari modal pribadi atau modal perusahaan swasta dengan ciri persaingan dalam pasaran bebas. 6 . Munculnya kolonialisme dan imperialisme. Adapun peristiwa-peristiwa dalam sejarah dunia yang meningkatkan proses globalisasi antara lain:     Ekspansi negara-negara Eropa ke belahan dunia lain. Pertumbuhan kapitalisme. Meningkatnya hubungan antar negara.BAB II PEMBAHASAN Globalisasi adalah meningkatnya saling keterkaitan di antara berbagai belahan dunia melalui terciptanya proses ekonomi. Globalisasi merupakan salah satu hal yang harus dihadapi oleh berbagai bangsa di dunia.  Meningkatnya telekomunikasi dan transportasi berkat ditemukannya telepon genggam dan pesawat jet pasca Perang Dunia II. Revolusi industri yang dapat mendorong pencarian barang hasil produksi. Sebagai anggota masyarakat dunia. Diterapkannya perdagangan bebas.

yaitu dengan hanya menganut nilai-nilai asli (primordial) yang sudah berkembang secara turun temurun di samping dengan tegas menolak nilai apa pun yang datang dari luar. mempermudah arus modal dari Negara lain. dan mungkin merasa tertekan oleh keadaan terkepung oleh nilai-nilai asing tersebut. tentu akan menimbulkan masalah.Tujuam globalisasi ada 3 macam. Jika kita mengambil nilai-nilai negative globalisasi. Untuk menyaring nilai-nilai negative. maka kita harus berpedoman pada nilainilai POancasila. bahkan yang bertentangan dengan nilai budaya sendiri.  Memberi kenyamanan dalam beraktifitas. karena nilai. Tindakan itu dapet dilakukan datam dua bentuk. maka yang akan terjadi adalah kaburnya jati diri bangsa Indonesia dan masuknya kebiasaankebiasaan buruk. Dalam situasi seperti itu nilainilai primordial diperlahrkan sebagai benteng untuk merjaga diri dari pengaruh 7 . Adanya keinginan kembati kepada basis budaya sendiri dari berbagai masyarakat dan atau komunitas dapat dipahami. Manfaat globalisasi antara lain kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. merasa cemas.nilai Pancasila sesuai dengan situasi dan kondisi bangsa Indonesia. Maka salah satu usaha untuk melepaskan diri dari situasi demikian ia harus mengambil sikap dan tindakan mental berupa perenungan dan selarjutnya melakukan tindakan perbuatan.  Mempermudah setiap orang memenuhi kebutuhan hidup. Meski bagaimanapun pengaruh nilai-nilai yang datang dari kebudayaan asing bukan hal yag sederhana wrtuk dihadapi. suatu komunitas dapat menutup diri secara budaya. yaitu :  Mempercepat penyebaran informasi. dan meningkatkan perdagangan international. Globalisasi memiliki arti penting bagi bangsa Indonesia. Nilai-nilai asing yang berbeda. Sebagian orang akan menjadi bingung. yaitu kita dapat mengambil manfaat dari globalisasi dan menerapkannya di Indonesia. Globalisasi memiliki nilai-nilai positif namun juga memiliki nilai-nilai negative. Pertama.

Masalahnya sekarang. baik kekerasan mental (ancaman dan kutukan). pandangan. atau kekerasan jasmani. kearifan lokal menggenggam erat tercipanya kehidupan bermartabat. dengan pertimbangan cocok atau tidaknya untuk menghadapi masalah-masalah yang aktual dan kontekstual. Artinya. Kearifan lokal bukanlah barang baru yang muncul sertamerta" tapi terbentuk dalam proses yang panjang sehingga akhirnya terbukti. Kedua. Dalam upaya menjaga diri tersebut. Nilai-nitai primordial yang memiliki kualitas dan bermutu tersebut disebut pula sebagai kearifan lokal. Bagaimaua caranya. cepat-lambat prubahan akan terjadi dan tidak bisa dihindari. baik yang lama dan asli maupun yang datang dari luar. Di dalam bingkai kearifan lokal ini pula. adalah dengan berasimilasi secara kreatif terhadap situasi globalisasi. masyarakat bereksistensi. Hal tersebut dirasakan mengandung kebaikankebaikan bagi kehidupan komunitasnya. besar kecil. sejahtera dan damai. kadang-kadang dilakukan kekerasan. melekat kuat pada kehidupan masyarakat. 8 . Keterandalan dan keterujiannya membuat kearifan lokal menjadi budaya yang mentradisi. Kearifan lokal adalah sikap. bukan menolak atau menerima perubahan. Salah satu contoh perkembangan ekstrem seperti itu dapat ditemukan dalam bentuk fundamentalisme agama. Orang atau komunitas yang kreatif akan menyadari bahwa sedikit-banyak.nilai-nilai asing. Terlepas dari perbedaan intensitasnya. memilih nilainilai. akan tetapi bagaimana mengelola perubahan tersebut agar menyelamatkan dan mensejahterakan perorangan dan mayarakat. seperti pengucilan dan pembuangan terhadap anggota yang di anggap murtad. sampai batas tertentu ada nilai-nilai perenial yang mengakar pada setiap aspek lokalitas budaya ini. dan kemampuan suatu masyarakat atau komunitas di dalam mengelola lingkungan rohani dan jasmaninya yang memberikan kekuaan kepada komunitas tersebut daya-tahan dan daya tumbuh di tempat mereka berada. dan berkoeksistensi satu dengan yang lain.

Tidak jauh-jauh. memudar. Lunturnya budaya lokal sangat dimungkinkan terjadi kalau masyarakat lokalnya sendiri cenderung lebih menyukai kebudayaan asing dari pada kebudayaannya sendiri. yang menjadi simbol yang tanpa arti. Globalisasi Meniadakan Budaya Lokal Proses saling mempengaruhi adalah gejala yang wajar diantara masyarakat. di Indonesia saja tanda-tanda tersebut dapat kita lihat sekarang ini. Hal ini memicu generasi muda malas untuk melestarikan budaya daerah karena merasa kebudayaan dari luar lebih menarik. Faktor lain adalah pragmatisme dan keserakahan yang biasanya dimulai dari sebagian elit masyarakat. Di zaman sekarang televisi sebagai sarana hiburan yang menayangkan berbagai macam acara yang tidak hanya tentang Indonesia tapi juga acara-acara lain yang berasal dari luar negeri. dan situasional yang bersifat lokal. Majunya teknologi telah menciptakan televisi salah satunya. mulai meredup. bencana budaya mulai berkecambah dalam masyaraka! di pihak lain masyarakat tidak mampu lagi melihat. Selain kekurangmampuan masyarakat dalam memaknai secara kreatif dan kontekstual kearifan lokal. Maka. Masyarakat tidak tertarik lagi menjadikan budaya daerah sebagai sarana hiburan seperti halnya 9 . dalam susana seperti ini. Krisis demi krisis lalu menjadi bagian hidup bangsa. Dalam kondisi seperti inilah. tapi sekaligus menghancurleburkan nilai-nilai luhur yang dikanduugnya Pada gilirannya masyarakat luas masih banyak yang bersifat meneladani sikap dan perilaku elit mereka. geopolitis. Tentu banyak faktor yang membuat kearifan lokal dan budaya masyarakat secara umum. Lalu yang tertinggal hanya kulit permukaan semata. kehilangan makna substantifnya. historis. Globalisasi seolah telah meleburkan batas antara negara dalam berbagi bidang termasuk kebudayaan. Mereka menggunakannya secara artifisial. kehilangan kekuatannya.Namun dari waktu ke waktu nilai-nilai luhur kearifan lokal. secara arif persoalan-persoalan yang menimpa mereka. kearifan lokal menjadi jawaban kreatif terhadap keadaan atau situasi geografis. Kepentingan subyektif diri mengantarkan mereka untuk memanfaatkan kearifan lokal. apalagi menyelesaikan.

mereka tidak peduli lagi dengan norma kesopanan dalam berpakaian. Jika demikian secara otomatis secara perlahan-lahan budaya tersebut akan punah karena tidak ada lagi yang berminat untuk melestarikannya. Globalisasi memang telah menimbulkan multi efek. Menerima budaya asing secara mentah-mentah tanpa ada saringan sebelumnya akan cenderung berdampak negatif. tapi ditahaun 2000-an kini mengalami „mati suri‟. tapi kini telah berubah mengikuti perkembangan zaman. Perubahan kebudayaan yang paling jelas terlihat adalah budaya tari-tarian. internet dan majalah. karena tidak semua budaya asing yang masuk tersebut sesuai dengan nilai-nilai dari budaya lokal yang ada. Contohnya adalah budaya ludruk. bagi mereka yang terpenting adalah mengikuti „Trend‟ sesuai dengan di televisi. Tapi sayangnya sekarang ini hanya sedikit dari generasi muda yang mau belajar taritarian daerah. Pakaian yang ketat dan mini menjadi favorit kebanyakan remaja Indonesia.zaman dulu. karena itu berarti akan menghambat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Gerak-gerik yang beraneka ragam yang tercipta adalah satu kesatuan kesenian yang indah. Dahulu orang Indonesia sangat menjunjung norma kesopanan dalam berpakaian. Hal ini dapat kita temui terutama di kota-kota besar. Menolak globalisasi juga bukan pilihan yang tepat. Masuknya budaya barat yang tanpa disaring terlebih dahulu (diterima mentah-mentah) akan mengakibatkan terjadinya degradasi yang sangat luar biasa terhadap kebudayaan asli. Tari-tarian di Indonesia sangat banyak dan beraneka ragam. Para generasi muda cenderung lebih menyukai tari-tarian modern seperti dance yang bersifat enerjik. Pada tahun 1980-an masih berjaya. Oleh karena itu 10 . Budaya Lokal Menangkis Globalisasi Globalisasi memang telah merasuk hampir diseluruh aspek kehidupan ditiaptiap negara di dunia. Hal ini tidak sesuai dengan karakter wanitawanita Indonesia yang digambarkan sebagai pribadi yang lemah lembut dan penuh keluwesan.

Jati diri bangsa sebagai identitas nasional dapat dibangun dengan dengan menanamkan nilai kearifan lokal sejak dini. Reformulasi Kearifan Lokal Nilai-nilai kearifan lokal di Indonesia sangat beragam. kita tidak akan menerima budaya asing yang masuk dengan begitu saja.diperlukan setrategi untuk meningkat daya tahan budaya dalam menghadapinya. Cara yang dapat dilakukan adalah dengan pembangunan jati diri bangsa. begitu pula sebaliknya. Perkembangan era globalisasi bukan merupakan halangan untuk memakai pancasila sebagai dasar negara. menurut para peneliti budaya. Cara lainnya bisa dengan aktualisasi pancasila. Indonesia merupakan objek yang tak habis habisnya diteliti dalam hal kebudayaan etnis. Oleh sebab itu. tetapi bersinergi dengan nilainilai universal dan nilai-nilai modern yang dibawa globalisasi. nilai-nilai kearifan lokal bukanlah nilai usang yang ketinggalan zaman sehingga harus ditinggalkan. Hal ini bersangkut dengan begitu banyaknya kekayaan kearifan lokal yang ada di Indonesia. Ketika kita telah memegang teguh nilai kearifan lokal dan nilai dasar kebudayaan lokal . Nilai dasar yang terkandung dalam Pancasila merupakan nilai-nilai yang digali dari budaya luhur bangsa. Harus dipahami. yang berarti menerapkan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Kita mempunyai nilai dasar yang dapat membentengi pengaruh buruk akibat arus globalisasi. Ketika budaya asing yang masuk sesuai dengan budaya lokal maka budaya asing tersebut dapat diterima. Oleh sebab itulah. Dengan demikian kita tetap dapat maju selayaknya negara-negara lain (yang mengikuti arus globalisasi) tanpa harus menghilangkan identitas nasional kita. Pendapat ini sangat paradoks sekali dengan kita sendiri sebagai bangsa 11 . untuk mendiskusikan kearifan lokal yang ada di Indonesia bukan pekerjaan yang gampang dan mudah. Nilai – nilai tersebut akan berguna sebagai filter. Dunia pun sudah mengakui akan keragaman budaya yang ada di Indonesia. Aktualisasi pancasila dapat diterapkan untuk dalam setiap pengambilan keputusan.

Ketulusan untuk mengakui kelemahan diri masing-masing. Lebih dari itu. bukan dalam ucapan tapi dalam praktis konkrit untuk memulai. Tetapi reformulasi kearifan lokal sangat peru dilakukan. hasil reformulasi ini perlu dibumikan dan disebarluaskan ke seluruh masyarakat sehingga merjadi identitas bangsa yang kokoh. Ketulusan. Kendati tidak akan menjamin bahwa berbagai persoalan hidup ini akan selesai dengan kembali pada pendalaman dan pemahaman kearifan lokal.Indonesia. Dalam kondisi saat ini upaya yang perlu dilahirkan adalah menguak makna substantif kearifan lokal sebagai misal. seluruh elemen bangsa itulah kemudian akan 12 . kekhasan itu pada umumnya memiliki kearifan yang pada masa yang lalu menjadi salah satu sumber nilai dan inspirasi dalam merajut dan menapaki kehidupan mereka. dan ketulusan untuk membuang egoisme. yang kadang-kadang menganggap bahwa budaya etnis tersebut tidak ada apa-apanya. Sehingga kita menganggap bahwa budaya etnis tidak perlu diperhatikan lagi. Sejarah telah menunjukkan. dan kehalusan diformulasi sebagpi keramahtamahan yang tulus. keterbukaan dikembangkan dan dikontekstualisasikan menjadi kejujuran. keserakahan. pada sast yang sama. Misalnya saja orang Batak terbiasa dengan sifat keterbukaannya. Masyarakat Indonesia sudah sepatutnya untuk kembali kepada jati diri mereka melalui pemaknaan kembali dan reformulasi nilai-nilai luhur budaya mereka. Fluralisme bangsa Indonesia dari sisi etnis budaya dan lainnya juga menunjuk kepada karaktreristiknya. serta mau berbagi dengan yaug lain sebagai entitas dari bangsa yang sama Para elit di berbagai tingkatan perlu menjadi garda terdepan.bahwa masing-masing etnis memiliki kearifan tokal sendiri. kemudian harga diri diletakkan dalam upaya pengembangan prestasi. dan bukan sekadar menjadi identitas suku atau masyarakat tertentu. orang Jawa sangat identik dengan kehalusannya dan etnis Tionghoa terkenal dengan keuletannya. pada mereka masing-masing memiliki keakraban dan keramahan dengan lingkungan alam yang mengitarinya. Dari ketulusan. Selanjutnya. perlu dijadikan modal dasar bagi segenap unsur bangsa.

Maka. dipastikan pijar-pijar lampu kehidupan akan menerangi dan menuju kehidupan yang lebih baik sejatrtera damai dan adil. Begitu pula ketika kita berusaha mencoba mengangkat dan memaknai kembali nilai-nilai kearifan lokal suatu daerah. 13 . Jangan hanya sekedar merekonstruksi kearifan lokal tersebut untuk keperluan tertentu. Dengan kemauan untuk kebersamaan di antara yang satu dengan yang laiilnya. dan bukan pemaknaan yang berlanjut dengan implementasi di dalam kehidupan.Pada akhinya rekonstrksi kearifan lokal tersebut hanya mejadi simbol saja. demi mendapatkan keuntungan-keuntungan. Sangat diperlukan komitmen yang jelas untuk keperluan apa kearifan lokal tersebut diungkap dan dimaknai kembali. kita bersama-sama berusaha menyelami kehidupan secara arif dan bijak.dikokohkan lagi kebhinnekaan.

hak asasi manusia. tak terkecuali globalisasi. segala sesuatu pastilah ada sisi positif dan negatifnya. Memang globalisasi telah membuat peradaban manusia menjadi lebih maju. Oleh karena itu. 14 . Jika hal ini dibiarkan terus. Dunia internasional sangat menuntut demokrasi. lama-kelamaan tidak akan ada lagi generasi yang melestarikan budaya lokal dan otomatis budaya lokal sebagai salah satu ciri dari identitas nasional akan punah. Mereka lebih senang mengikutu trend ketimbang dikatakan “kuno” karena mempelajari budaya-budaya lokal. Karena budaya lokal berpengaruh besar dalam menangkal budaya-budaya asing yang masuk dan bersifat negatif. Akan tetapi kita juga tidak boleh melupakan satu hal yang ini.BAB III KESIMPULAN Nilai-nilai kearifan lokal bukanlah nilai usang yang harus dimatikan. Masyarakat sekarang lebih tertarik pada budaya modern dari pada mempelajari budaya lokal. diperlukan usaha dari masyarakat sekarang untuk sebisa mungkin lebih menomorsatukan dan mencintai budaya lokal. lingkungan hidup menjadi agenda pembangunan di setiap negara Globalisasi merupakan hal yang lumrah terjadi karena pada dasarnya kebudayaan itu perlu juga untuk berubah dan berkembang menjadi lebih baik. tetapi dapat bersinergi dengan nilai-nilai universal dan nilai-nilai modern yang dibawa globalisasi. tapi tidak dapat dipungkiri globalisasi juga memberi efek yang kurang menyenangkan termasuk dalam kebudayaan. Adanya globalisasi telah membuat budaya-budaya lokal yang ada kini perlahan mulai memudar.

http://journal.unair. http://geraldterryimanuel. http://mengerjakantugas.wordpress. Bandung: Alumni.id/index.go.html 8. Hawasi (2007) „Kearifan Lokal Yang Terkandung Dalam Sastra Mistik Jawa‟. http://kumpulan-makalah-dan-artikel.kemdikbud. Pikiran Rakyat 30 Juli 2005 3.html 10.id/index.html 6. Ketut (2003) „Berpijak Pada Kearifan lokal‟.balipos. Kearifan Lokal.com/2012/06/30/aktualisasi-pancasiladalam-menghadapi-era-globalisasi/ 15 .id. Fakultas Sastra Universitas Gunadarma. 4.id/artikel_detail-50118-buku%20politikGlobalisasi%20dan%20Pertarungan%20Nilai%20Budaya%20Antar%20Bang sa. http://www. www.blogspot.blogspot.ac.ac.go.DAFTAR PUSTAKA 1. http://azia-fisip11. http://badanbahasa. http://sekolahbareng.pa-sengeti.go. Jakarta 5. Gobyah.blogspot. Saini.php?option=com_content&view=artic le&id=759:dampak-globalisasi-terhadap-budaya-lokal-dan-prilakumasyarakat&catid=54:artikel&Itemid=81 11.kompasiana.co.com/2012/10/konsep-dan-ciri-ciriglobalisasi. 2.M.id/filerPDF/03%20Safril%20Strategi%20Meningkatkan %20Daya%20Tahan%20Budaya%20Lokal%20Safril%20mda.html 14.com/2009/05/pengertian-globalisasi.com/2012/02/03/pengaruh-globalisasi-terhadap-nilai -budaya-indonesia/ 9.karangasemkab.web. http://www.php/arsip-berita/386-mendagri-pentingnyanilai-kearifan-lokal-menangkal-arus-globalisasi 7. Kamus Bahasa Indonesio.pdf 12.unair. 2010.Kebudayaan-Karena-Pengaruh-Dari-Luar.com/2013/03/Makalah-Tentang -Perubahan. http://sosbud. 2005. K. I.id/lamanbahasa/artikel/306 13.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->