BAYI BARU LAHIR

2.1 Konsep dasar bayi baru lahir 2.1.1 Pengertian Bayi baru lahir adalah bayi yang lahir dari kehamilan 37 minggu – 42 minggu dengan berat badan lahir 2500 gram sampai 4000 gram. (Tim Pusdiknakes Depkes RI, 1993 ) Bayi baru lahir adalah bayi yang baru mengalami proses kelahiran dan harus menyesuaikan diri dari kehidupan intrauterine ke kehidupan ekstrauterine. (Jumiarni, 1995 : 52-53) Bayi baru lahir adalah bayi yang berusia dari lahir sampai 4 minggu, biasanya hingga usia gestasi 38 – 42 minggu. (Donna wong, 2003 : 115) Bayi baru lahir adalah bayi yang lahir dari kehamilan 37 – 42 minggu dengan berat badan lahir 2500 – 4000 gram. (Depkes RI, 2004) 2.1.2 Klasifikasi bayi baru lahir 2.1.2.1 Menurut usia 1. Bayi premature Sering disebut bayi dengan berat badan lahir rendah yaitu antara 1000 – 2499 gram atau kurang dari 2500 gram. Bayi dengan berat badan rendah dapat dibagi menjadi 2 golongan : 1) Prematur murni Bayi yang akan lahir pada usia kehamilan 28 – 37 minggu dan mempunyai berat badan sesuai dengan usia kehamilan tersebut. Penyebab : 1) Faktor ibu : usia ibu saat hamil kurang dari 20 tahun, psikologi ibu, trauma fisik, toksemia gravidarum. 2) Faktor janin : kehamilan ganda, hidramnion, ketuban pecah dini. 3) Faktor lingkungan : tempat tinggal, radiasi, zat-zat racun.

2) Dismatur Bisa lahir dengan berat badan yang tidak sesuai dengan berat badan bayi pada usia kehamilan dismatur. Penyebab : Adanya keadaan yang mengganggu pertukaran zat antara ibu dan janin. (Depkes RI, 2004 : 70) 2. Bayi aterm

Bayi yang lahir pada usia kehamilan 37 – 42 minggu dengan berat badan lahir antara 2500 – 4000 gram. 3. Bayi postmaturitas Bayi yang dilahirkan pada usia kehamilan lebih dari 42 minggu. 2.1.2.2 Menurut nilai APGAR Tabel nilai APGAR

SKOR A: Appearance colour (warna kulit) P: Pulse / heart rate (frekuensi jantung)

0 Pucat Tidak ada

1 Badan merah ekstrimitas biru Dibawah 100 x / menit

2 Seluruh tubuh kemerahan Diatas 100 x / menit

darah paru mengalir sehingga tekanan arteri pulmoner turun dan tekanan atrium kanan turun.5 g/dl. Nilai 0 – 3 : bayi asfiksia berat Nilai 4 – 6 : bayi asfiksia ringan dan sedang Nilai 7 – 10 : bayi normal 2.1.1.1.1. Arteri dan vena umbilikalis.6 Sistem cerna .3 Tekanan darah Tekanan darah sistolik bayi baru lahir 78 mmHg dan diastolic rata-rata 42 mmHg. Hemoglobin bayi baru lahir 14. serta arteri hepatika menutup menjadi ligament.G: Grimace (reaksi rangsang) A: Activity (tonus otot) Tidak ada Lumpuh Tidak ada R: Respiration (usaha napas) Sedikit gerakan mimik Ekstrimitas dalam fleksi sedikit Lemah / tidak teratur Menangis / batuk / bersin Gerakan aktif Menangis kuat Penilaian diambil 2 kali yaitu pada menit pertama dan pada menit kelima. Leukosit bayi meningkat menjadi 23. Usia 1 bulan. Setelah pernapasan mulai berfungsi.3.1 Sistem kardiovaskuler Setelah lahir.1. Tekanan sistolik bayi sering menurun sekitar 15 mmHg selama 1 jam pertama setelah lahir. 2.1. Leukosit janin dengan nilai hitung sel darah putih sekitar 18.5 juta/mm3. 2.1. bervariasi 30 – 60 x/menit dengan apnea singkat. Aliran darah pulmoner kembali meningkat ke jantung dan masuk jantung bagian kiri sehingga tekanan atrium kiri meningkat.4 Volume darah dan sistem hematopoesis Volume darah bervariasi dari 80 – 110 ml/kg selama beberapa hari pertama dan meningkat 2x lipat pada akhir tahun pertama.3.500/mm 3 selama periode neonatal.000 – 24. Pernapasan pertama pada bayi baru lahir.3.000/mm 3merupakan nilai normal saat bayi lahir.2 – 5. pparu-paru berkembang dan menurunkan resistensi vaskuler pulmoner.5 – 22. Biasanya sel darah putih dipertahankan sekitar 11. Presentasi hemoglobin janin menurun sampai 55% pada minggu ke-5 dan 5% pada minggu ke-20 karena umur sel yang mengandung hemoglobin janin letak pendek.2 Denyut jantung Saat lahir frekuensi denyut jantung bayi rata-rata 140 x/menit dengan variasi 120 – 160 x/menit. Hematokrit 44% 72%. Sel darah merah 5 – 7.000 /mm3 pada hari pertama setelah lahir. 2. Usia 1 minggu. Perhitungan pada penilaian menit pertama. frekuensi denyut jantung rata-rata 128 x/menit saat tidur dan 163 x/menit saat bangun.5 Paru-paru Paru-paru bayi baru lahir cukup bulan mengandung kurang lebih 20 ml cairan per kg berat badan. 2. foramen ovale menutup. hemoglobin dan sel darah merah menurun smapai kadar rata-rata 11 – 17 gr/dl dan 4. Menangis dan bergerak biasanya menyebabkan peningkatan sistolik. Perubahan tekanan disebabkan foramen ovale menutup.3. nafas bayi menjadi dangkal dan tidak teratur. Duktus arteriosus dan duktus venosus menutup menjadi ligamen.2 juta/mm3 pada akhir bulan pertama. frekuensi denyut jantung rata-rata 138 x/menit saat tidur dan 167 x/menit saat bangun.3.3.3 Keadaan klinik bayi normal segera setelah lahir 2. 2.

Bayi menyusui dapat kekebalan pasif dari kolostrum dan ASI. 2. 2. klitoris menonjol.3. Mekonium berwarna hijau kehitaman. Wajah relatif lebih kecil terhadap ukuran tengkorak.1. 2. pada ekstremitas terutama lengan dan tangan.4 Perubahan yang terjadi pada bayi baru lahir 2. jumlah feses berkurang pada minggu ke-2 yaitu dari 5 – 6 x/hari menjadi 1 -2 x/hari. Hiperbilirubinemia fisiologis atau ikterik neonatal merupakan kondisi yang normal pada 50% bayi baru lahir cukup bulan dan 80% pada bayi premature. lemak dan protein diatur beberapa enzim.1 Perubahan suhu tubuh . Ikterik pertama terlihat pada bayi aterm setelah 24 jam dan hilang pada hari ke-7 sedangkan pada bayi premature muncul setelah 48 jam dan hilang pada hari ke-9 atau ke-10. Peningkatan konsentrasi bilirubin tiap hari.4.1. kebanyakan sudah berfungsi saat bayi lahir kecuali enzim amilase yang sudah diproduksi oleh kelenjar saliva setelah 3 bulan dan oleh pancreas pada usia 6 bulan. Laki-laki Testis turun ke dalam skrotum pada 90% bayi baru lahir dan presentasi ini menurun pada bayi premature. walaupun demikian. (Bobak.3. mencerna. Tag pada vagina sering ditemukan. mengandung darah samar. Aktivitas motorik spontan dapat muncul dalam bentuk tremor sementara di mulut dan dagu terutama waktu menangis. kebanyakan bayi mengalami hiperbilirubinemia fisiologis. labia mayora dan labia minora menutupi vestibulum. tetapi tidak mempunyai makna klinis. mengabsorpsi protein dan karbohidrat sederhana saat mengemulsi lemak. Pada bayi baru lahir. baik pada bayi aterm maupun bayi premature.1.1. Terdapat rugae yang melapisi kantong skrotum.3. labia mayora kecil dan terbuka.7 Sistem hepatika Bayi baru lahir memiliki kapasitas fungsional untuk mengubah bilirubin.1.3. 2.8 Sistem imun Pada 3 bulan pertama bayi dilindungi oleh kekebalan pasif dari ibu. 2. memetabolisme.9 Sistem reproduksi 1. Kemampuan bayi baru lahir mencerna karbohidrat.Bayi baru lahir cukup bulan mampu menelan.11 Sistem neuromuskuler Otak perlu glukosa sebagai energi dan suplai oksigen dalam jumlah besar untu proses metabolisme yang adekuat. 2.1. tidak lebih dari 5 mg/ 100 ml. Sehingga perlu pengkajian cermat tentang kemampuan bayi pertahankan proses. Jumlah feses bayi baru lahir paling banyak adalah antara hari ke-3 dan ke-6.1. 2004 : 364 – 374) 2.bilirubin terkonjugasi tidak lebih dari 1 – 1.3. Perempuan Bayi baru lahir cukup bulan. Bayi prematur. Barier alami seperti asam lambung atau produksi pepsin dan tripsin belum berkembang dengan baik sampai 3 atau 4 bulan. lutut sering berjauhan saat kaki diluruskan dan tumit disatukan sehingga tungkai bawah terlihat agak melengkung.5 mg/ 100 ml. konsistensi kental. Kadar bilirubin lebih dari 12 mg/ 100 ml menunjukkan kegagalan fisiologis berat atau suatu penyakit. Kapasitas lambung bayi baru lahir bervariasi dari 30 – 90 ml.10 Sistem skelet Kepala bayi cukup bulan berukuran ¼ panjang tubuh. lengan sedikit lebih panjang dari tungkai. Konsentrasi bilirubin tidak terkonjugasi dalam serum tidak lebih dari 12 mg/ 100 ml.

misalnya tekanan mekanis pada toraks sewaktu melalui jalan lahir. Tekanan pada rongga dada bayi sewaktu melalui jalan lahir pervaginam mengakibatkan kehilangan setengah dari jumlah cairan yang ada di paru-paru (paru-paru dada bayi yang normal dan cukup bulan mengandung 80-100 ml cairan ) sehingga sesudah bayi lahir cairan yang hilang diganti dengan udara. paru-paru berkembang dan rongga dada kembali ke bentuk semula.5 0C sampai 37 0C. Pernapasan ini terjadi akibat adanya aktivitas normal dari susunan saraf pusat dan perifer yang dibantu oleh beberapa rangsangan lainnya. sirkulasi janin berubah menjadi sirkulasi bayi yang hidup di luar badan ibu.2 Perubahan sistem sirkulasi Perkembangan paru-paru akan menyebabkan tekanan O2 di dalam alveoli meningkat. diambil dari hasil metabolisme asam lemak sehingga kadar gula darah dapat mencapai 120 mg / 100 ml.1. 1993 :71) 2. Sebagaimana halnya kecepatan nadi. Suhu tubuh neonatus yang normal yaitu 36. penurunan PaO 2 dan kenaikan PaCO2 merangsang kemoreseptor yang terletak di sinus karotis. konveksi dan radiasi sebanyak 200 kal/kg BB/menit dan hal tersebut akan menyebabkan penurunan suhu tubuh sebanyak 2 0C dalam waktu 15 menit. aliran darah dari plasenta melalui vena cava superior dan foramen oval eke atrium kiri terhenti. kecepatan dan iramanya serta bervariasi dari 30 sampai 60 kali per menit dan pernapasan yang normal pertama kali bernapas 30 detik sesudah kelahiran.1.4. 2.1. untuk mengurangi kehilangan panas tersebut dapat ditanggulangi dengan mengatur suhu lingkungan yaitu dengan membungkus badan bayi dengan kain hangat dan membungkus kepala bayi.4.1. paru-paru mulai berfungsi. ginjal. bayi akan berada di tempat yang suhu lingkungannya lebih rendah dari lingkungan dalam rahim. akhirnya darah dari arteria pulmonalis mengalir ke paru-paru dan duktus arteriosus menutup. hati. Dengan terpotongnya tali pusat. 1995 : 52-53) 2.(Pusdiknakes Depkes RI. bila bayi dibiarkan dalam suhu kamar (250C) maka bayi akan kehilangan panas melalui evaporasi (penguapan). Akibat dari suhu yang rendah metabolisme jaringan akan meningkat dan berakibat lebih mudah terjadi asidosis metabolic berat sehingga kebutuhan oksigen akan meningkat.Segera setelah bayi baru lahir. normalnya pernafasan adalah tenang. 2.1. Pernafasan mudah diamati dengan gerakan abdomen karena pernafasan neonatus sebagian besar dibantu oleh diafragma dan otot-otot abdomen.5.4. cepat dan melambat. Dengan masuknya darah dari paru-paru ke dalam atrium kiri.3 Perubahan sistem pernapasan Pernapasan pada bayi baru lahir tidak teratur kedalaman. dan alat lainnya mulai berfungsi.5 Karakteristik bayi baru lahir 2. (Jumiarni. rangsangan dingin di daerah muka dapat merangsang permukaan pernapasan. Hal ini menyebabkan foramen ovale menutup.5 Perubahan alat pencernaan.4 Perubahan metabolisme karbohidrat Dalam waktu 2 jam setelah lahir akan terjadi penurunan gula darah untuk menambah energi pada jam-jam pertama setelah lahir. 2. dan tekanan CO2 menurun.1 Karakteristik umum .4. tekanan atrium kiri menjadi lebih tinggi daripada tekanan di atrium kanan. arterii dan vena umbilikalis menciut.1. pernafasan juga dipengaruhi oleh hal-hal seperti menangis. Hal ini mengakibatkan aliran darah ke paru-paru meningkat.

Nadi 120 – 160 x/menit 6.1. hidungnya datar dan bayi terlihat seperti tak memiliki dagu. Hal ini akan dilakukan bila kita menyentuhkan puting susu atau dot ke ujung mulutnya. Refleks yang menyertainya berupa gerakan melengkungkan tubuh (bagian punggung) dan mendongakkan kepala ke arah pertama. Berat badan 2700 – 4000 gram 5. Lingkar kepala Circum ferentia suboccipito bregmatika : 32 cm Circum ferentia fronto occipitalis : 34 cm Circum ferentia mento occipitalis : 35 cm 2. sedangkan pada perempuan labia mayora sudah menutupi labia minora. 6) Eliminasi Eliminasi BAB.6 Macam-macam refleks pada bayi baru lahir 2. genetalia terlihat membengkak. kecil dan pada yang kecil. BAK akan keluar dalam 24 jam pertama mekonium berwarna hitam kecoklatan. 2) Milia Bintik keputihan yang khas terlihat di hidung. lehernya pendek dan goyah.1. 4) Payudara Payudara pada bayi laki-laki maupun perempuan mungkin terlihat membesar karena banyaknya hormone wanita dari darah ibu.1. 2. Lingkar dada 30. Perpindahan posisi yang tiba-tiba biasanya akan membuat bayi cemas. Pernafasan 30 – 60 x/menit 2.Bentuk tubuh bayi baru lahir seperti besar pada kepala dan badannya dengan tungkai pendek.6. millia secara bertahap menghilang.1. dahi dan pipi bayi baru lahir. Karakteristik pada kulit bayi baru lahir sebagai berikut : 1) Verniks kaseosa Kulit dilindungi oleh lemak yang disekresi oleh kelenjar sebasea dan sel-sel epitel. rambut lanugo akan semakin tampak pada bayi baru lahir prematur.2 Karakteristik khusus 1. Panjang badan 48 – 53 cm 4.1 Moro refleks (0 – 2 bulan) Reflek ini timbul bila bayi diangkat atau direnggut secara kasar dari gendongannya. verniks akan menghilang dalam 2-3 hari. gerakan ini kemudian diikuti oleh gerakan menghisap.5 – 33 cm 3.5. 2003) 2. telapak kaki kecil. (Manajemen BBL. Kulit Kulit pada bayi baru lahir sangat halus terlihat merah kehitaman karena tipis. . setelah 2 minggu ketika kelenjar keringat mulai bersekresi.2 Rooting refleks (0 – 6 bulan) Bila daerah sekitar mulut bayi disentuh maka bayi akan segera membuka mulutnya dan memiringkan kepalanya ke arah yang menyentuh. 5) Genetalia Pada laki-laki testis sudah turun ke dalam skrotum.6. 3) Lanugo Rambut halus yang melapisi janin pada saat dalam kandungan. Batasan pengukuran normal adalah : 1. Ia kemudian seolah-olah mendekatkan tubuhnya pada orang yang mendekapnya.

bila bayi tidak mengalami masalah apapun. 2. Pada alat atau gelang. 2.1.identifikasi.6. 2.6 Babinsky refleks (0 – 8 bulan) Reflek ini terutama pada kaki . 2. 3. berikanlah asuhan sebagai berikut : 2. tanggal lahir. unit.1.7 Asuhan bayi baru lahir Dalam waktu setengah jam.5 – 1 mg I.4 Lakukan perawatan tali pusat 1. kepala bayi harus ditutup. Bayi risiko tinggi diberi vitamin K parenteral dengan dosis 0.5 Tonic neck refleks (0 – 2 bulan) Gerakan spontan otot kuduk pada bayi normal dimana bila bayi ditengkurapkan maka secara spontan bayi akan memiringkan kepalanya. Begitu kuatnya genggaman ini sehingga bayi dapat diangkat dengan kedua telapak tangannya yang menggenggam jari-jari kita.7.6.1. 2.7 Sucking refleks (0 – 6 bulan) Gerakan menghisap yang dilakukan oleh bayi bila mulut bayi disentuhkan dengan putting susu atau dot. lingkar kepala. Bungkus bayi dengan kain yang kering dan hangat. tanggal lahir. 2.50C atau lebih.M. panjang bayi.6. jenis kelamin. Jika tali pusat terkena kotoran atau tinja. Di setiap tempat tidur harus diberi tanda dengan mencantumkan nama. bila telapak kaki bayi disentuh dengan tangan atau benda dari tungkai kea rah jari-jari maka telapak kaki atau jari akan dibengkokkan kea rah sentuhan tersebut. 2.3 Grasping refleks (0 – 2 bulan) Bila jari kita menyentuh telapak tangan maka jari-jarinya akan langsung mengenggam dengan kuat. 2.ibunya). 2.register bayi.7.5 Ajarkan tanda-tanda bahaya pada bayi baru lahir .1.2.3 Identifikasi bayi Alat pengenal untuk memudahkan identifikasi bayi sebaiknya kebal air dengan tepi yang halus tidak mudah melukai tidak mudah sobek dan tidak mudah lepas.1. 2.1.1. Lipatlah popok di bawah sisa tali pusat.4 Stapping refleks (0 – 2 bulan) Suatu refleks kaki spontan apabila bayi tersenut diangkat tegak dan kakinya satu persatu pada suhu dasar maka bayi akan melakukan gerakan melangkah bersifat refleks seolah-olah belajar berjalan.6.1 Pertahankan suhu tubuh bayi 1.7. Ukurlah berat lahir. 2.6.1. identifikasi harus tercantum : nama (bayi. Pertahankan sisa tali pusat dalam keadaan terbuka agar terkena udara dan tutupi dengan kassa bersih secara longgar.7. Hindari memandikan bayi hingga sedikitnya 6 jam dan hanya setelah itu jika tidak terdapat masalah medis dan jika suhunya 36.1. Semua bayi baru lahir normal dan cukup bulan perlu diberi vitamin K per oral 1 mg/ hari selama 3 hari. no. Sidik telapak kaki bayi dan sidik jari ibu harus dicetak di catatan yang tidak mudah hilang. lingkar perut dan catat dalam rekam medik. 2.1.2 Berikan vitamin K Untuk mencegah terjadinya perdarahan karena defisiensi vitamin K pada bayi baru lahir lakukan hal-hal berikut : 1.1. Bersihkan tubuh bayi dari kotoran dan darah yang menempel.7. cuci dengan air bersih dan sabun dan keringkan. no.

Tali pusat merah. 133 – 134) . lunglai. menangis terus menerus. Menggigil atau menangis tidak biasa. ada lendir atau darah pada tinja. (Sarwono. sering hijau tua. keluar cairan (nanah) Tidak berkemih dalam 24 jam. terlalu mengantuk.1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) Pernapasan sulit atau kurang dari 60 x/menit Kehangatan terlalu panas (> 380C atau terlalu dingin <360C) Warna kuning (terutama pada 24 jam pertama) biru. bengkak. tinja lembek. merah. sangat mudah tersinggung lemas. pucat. bengkak. banyak muntah. bau busuk dan berdarah Tanda infeksi : suhu meningkat. Hisapan lemah. kejang-kejang halus tidak bisa tenang. mengantuk berlebihan. memar. 2006. keluar cairan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful