VIII. GLIKOLISIS Dr. Edy Meiyanto, MSi., Apt.

Tujuan Instruksional Umum (TIU) Setelah mengikuti kuliah bagian ini diharapkan mahasiswa dapat menyebutkan dan menjelaskan proses reaksi glikolisis Pendahuluan Metabolisme merupakan total reaksi kimia yang terjadi didalam tubuh makhluk hidup untuk kelangsungan kehidupannya. Secara keseluruhan reaksi-reaksi tersebut bertanggungjawab untuk menjaga availabilitas organisme. Reaksi-reaksi tersebut secara sendiri-sendiri mungkin tidak penting, tetapi secara keseluruhan dalan jejaring akan membentuk puzzle yang sangat dibutuhkan untuk keseimbangan fungsi biokimia. Adanya gangguan pada salah satu reaksi akan menyebabkan abnormalitas metabolisme. Reaksi-reaksi metabolisme dapat dibagi menjadi dua sesuai dengan tujuan reaksinya, yaitu katabolisme dan anabolisme. Katabolisme merupakan reaksi peluruhan (degradasi) yang menghasilkan energi, sedang anabolisme merupakan reaksi sintesis yang memerlukan energi. Keduanya berjalan secara seimbang sesuai dengan fungsi dan kebutuhan hidup organisme. Glukosa merupada senyawa golongan karbohidrat yang merupakan sumber energi utama bagi makhluk hidup karena glukosa berasal dari proses fotosintesis yang mengkonversi energi matahari menjadi energi kimia. Energi yang terkandung dalam senyawa glukosa selanjutnya akan ditransformasi melalui serangkaian reaksi katabolisme yang dinamakan glikolisis. Glikolisis terjadi di dalam sitosol di dalam sel yang menghasilkan senyawa luruhan dan energi konversi dalam bentuk senyawa kimia yang lain (ATP). Tahap-tahap glikolisis Tahap I: Investasi energi 1. Glikolisis diawali dengan reaksi pembentukan senyawa glukosa 6-fosfat dari glukosa. Reaksi tersebut merupakan reaksi yang membutuhkan energi yang diambil dari pemutusan ikatan fosfat dari ATP.

63

64 . Reaksi yang kedua adalah pembentukan isomer fruktosa 6-fosfat dari glukosa 6-fosfat. Hampir semua monosakarida dapat difosforilasi. Reaksi fosforilasi fruktosa-6-fosfat menjadi fruktosa-1. Reaksi ini berjalan spontan dan merupakan rate limiting step pada proses glikolisis.6-bisfosfat oleh enzim fosfofruktokinase. Reaksi ini dikatalisis oleh fosfoglukoisomerase. Fosforilasi kedua. Isomerisasi glukosa 6-fosfat. Heksokinase dapat ditemukan dalam semua sel organisme.Reaksi ini dikatalisis oleh enzim heksokinase atau glukokinase. yaitu glukosa-6-fosfat. memiliki spesifitas katalitik yang tinggi dan tidak dapat dihambat oleh glukosa-6-fosfat. Fosfofruktokinase dapat dihambat oleh ATP. Pada reaksi ini dibutuhkan 1 mol ATP dan diregulasi secara ketat. Glukokinase diitemukan di lever. Enzi mini memiliki spesifitas katalitik yang rendah. Enzi mini aktif bila kadar glukosa tinggi di dalam darah. 2.. glucose-6-P (aldose)  fructose-6-P (ketose) 3. Aktivitasnya dapat dihambat oleh produknya.

6-bisP + ADP 4. 3-fosfat yang selanjutnya mengalami isomerisasi membentuk dihidroksiasetonfosfat. Reaksi pemutusan menjadi 2 triosafosfat.fructose-6-P + ATP  fructose-1. Reaksi isomerisasi ini dikatalisis oleh enzim triosefosfat 5. Reaksi ini dikatalisis oleh enzim aldolase dan terjadi pemutusan aldol yang merupakan kebalikan dari reaksi kondensasi aldol membentuk membentuk 2 molekul gliseraldehid isomerase. Isomerisasi triosafosfat 65 .

3-bisphosphoglycerate + NADH + H+ Reaksi oksidasi ini terjadi addisi gugus fosfat dan menghasilkan NADH. NAD+: Nukotinamid Adenin dinuklotida. Oksidasi gliseraldehid-3-fosfat Reaksi ini dikatalisis oleh enzim gliseraldehid-3-fosfat dehidrogenase dengan NAD+ sebagai koenzimnya. Pada akhir tahap I glikolisis ini menghasilkan 2 molekul gliseraldehid-3-fosfat dan membutuhkan 2 molekul ATP untuk setiap 1 molekul glukosa.Hanya gliseraldehid-3-fosfat yang akan diteruskan dalam proses glikolisis sehingga dengan adanya reaksi isoerisasi ini memungkinkan proses glikolisis berjalan sempurna. bentuk tereduksi 66 . Tahap II 6. glyceraldehyde-3-P + NAD+ + Pi   1. Pada tahap ini terbentuk pertama kali senyawa yang mengandung energi tinggi. bentuk teroksidasi NADH: Nukotinamid Adenin dinuklotida.

Enzi mini mirip dengan heksokinase yang mengalami prubahan konformasi yang diinduksi oleh substrat. Transfer fosfat untuk membentuk ATP Senyawa 1. 3-phosphoglycerate  2-phosphoglycerate Pada katalisis ini residu histidin berperan penting pada transfer fosfat ion dengan memberikan dan menerima gugus fosfta. Perpindahan posisi gugus fosfat Pada tahap ini terjadi reaksi perpindahan gugus fosfat pada 3-fosfogliserat yang berada pada posisi C-3 berpindah ke OH posisi C-2 yang dikatalisis oleh enzim fosfogliserat mutase. 1.7. 67 .3-bisphosphoglycerate + ADP  3-phosphoglycerate + ATP 8. Reaksi ini menghasilkan 2-fosfogliserat.3 bisfosfogliserat merupakan senyawa berenergi tinggi yang selanjutnya gugus fosfat tersebut ditransfer untuk membentuk ATP yang dikatalisis oleh enzim fosfogliserat kinase dengan ko-faktor Mg2+. Reaksi ini bersifat reversible.

Pembentukan ATP akhir Reaksi ini berjalan spontan dan terjadi transfer gugus fosfat dari fosfoenolpirufat ke ADP membentuk ATP. 2-phosphoglycerate  phosphoenolpyruvate + H2O 10. Pelepasan fosfat ion menyebabkan terjadinya ikatan enol yang tidak stabil sehingga akan terkonversi ke bentuk keto dan menjadi piruvat. Ensim ini memerlukan Mg+ sebagai ko-faktor. Reaksi ini dikatalisis oleh enzim piruvat kinase. Pembentukan senyawa ini dilakukan dengan dehidrasi yang dikatalisis oleh enzim enolase yang memiliki ko-faktor Mg2+. Pembentukan senyawa berenergi tinggi kedua. Reaksi ini dapat dihambat oleh fluorida. phosphoenolpyruvate + ADP  pyruvate + ATP 68 .9. Piruvat merupakan hasil akhir glikolisis.

Resume glikolisis tahap I dan tahap II (kali dua) 69 .

Pada keadaan keadaan olahraga. Keadaan tersebut dapat terjadi bila metabolisme aerobik tidak dapat memenuhi kebutuhan energi. Laktat dapat diekskresikan atau masuk ke pembuluh darah dan dikonversi lagi menjadi piruvat oleh Laktat dehidrogenase. termasuk glikolisis dan re-oksidasi NADH disebut fermentasi. Jalur lengkap. karena NAD+ diperlukan untuk reaksi gliseraldehid-3-fosfat dehidrogenase. Pada organisme an-aerobik: NADH akan di-reoksidasi melalui serangkaian reaksi. Piruvat akan dikonversi menjadi beberapa jenis senyawa yang selanjutnya akan diekskresikan. jadi totalnya ada 4 ATP Net produksi ATP = 4 – 2 = 2 mol Reaksi total glikolisis (dengan mengabaikan H+): glucose + 2 NAD+ + 2 ADP + 2 Pi  2 pyruvate + 2 NADH + 2 ATP Pada organisme aerobik: Piruvat yang dihasilkan oleh glikolisis ini akan dioksidasi menghasilkan CO2 pada siklus Kreb (akan dibahas pada bab selanjutnya).Kalkulasi net ATP untuk setiap mol glukosa: Reaksi tahap I dibutuhkan 2 mol ATP Reaksi tahap II masing-masing dihasilkan 2 ATP. piruvat akan direduksi menjadi laktat oleh enzim laktat dehidrogenase dan NADH akan mengalami re-oksidasi menjadi NAD+. 70 . NADH yang dihasilkan oleh glikolisis dan siklus Kreb akan di-reoksidasi melalui rantai oksidasi dan menghasilkan lebih banyak lagi ATP (akan dibahas pada bab selanjutnya).

Pada reaksi tersebut dehidrogenase. NADH akan dikonversi menjadi NAD+ oleh enzim Alkohol Perbandingan total reaksi: Glycolysis.Laktat juga merupakan sumber energi yang signifikan bagi otak. mengabaikan H+: glucose + 2 NAD+ + 2 ADP + 2 Pi  2 pyruvate + 2 NADH + 2 ATP Fermentation. Beberapa organisme anaerobic melakukan metabolisme glukosa menghasilkan etanol sebagai produk sampingnya. from glucose to lactate (alcohol) : glucose + 2 ADP + 2 Pi  2 lactate (alcohol) + 2 ATP Katabolisme anaerobic dari glukosa hanya menghasilkan 2 mol ATP 71 .

Akan tetapi apabila kadar gula di dalam darah menurun. glukosa-6-fosfat akan dikonversi menjadi glukosa dengan melepas fosfat ion dengan katalisator Glukosa-6fosfatase. 72 . Glukosa-6-fosfat yang berlebihan di dalam hati akan dikonversi menjadi glukosa-1fosfat dan selanjutnya diubah menjadi glikogen. fosfofruktokinase dan piruvat kinase Enzim-enzim tersbut diregulasi: Lokal kontrol: dihambat oleh produk reaksi Global kontrol: hormon (dibicarakan pada kuliah biologi molecular semester 3) Metabolisme glukosa di hati Glukokinase merupakan enzim yang berperan dalam glikolisis di lever dan reaksinya tidak dihambat oleh produknya. Kedua enzim tersebut hanya ditemukan di hati yang berguna untuk kontrol kadar gula darah. glukosa-6-fosfat.Enzim yang mengkatalisis reaksi spontan pada glikolisis: Heksokinase. Enzim ini bekerja pada level glukosa darah yang tinggi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful