PENGERTIAN TENTANG FILSAFAT Koento Wibisono PENGANTAR Terdapat kecenderungan bahwa ilmu pengetahuan di lingkungan perguruan tinggi ki ta dipelajari

dan diterapkan terlepas dari asumsi asumsi dasar filsafatinya. Ber bagai permasalahan yang timbul baik teoritis maupun praktis ditinjau dari su dut pandang masing masing disiplin ilmu dan diterjemahkan dengan bahasa teknisny a, sendiri sendiri. Akibatnya dialog dan komunikasi sulit dikembangkan. Dibarengi dengan spesialisasi di semua disiplin i1mu yang dikembangkan secara in tens, ilmu pengetahuan kehilangan sifatnya yang utuh integral integratif, masing masing menjadi terisolasi. Tidak terasa adanya kebutuhan untuk saling "menyapa" antar sesama kita, sehingga upaya untuk membangun suatu academic communit y dala m arti kata sebenarnya, menjadi terhambat. Universitas kehilangan "hakikat dirin ya" dan mengarah menjadi suatu "multi versitas". Tembok tembok perryekat antara fakultas yang satu dengan fakultas yang lain begitu teg,;tmya, sehingga tercipta suatu struktur dan kultur yang kurang kondusif bagi pengembangan ilmu. Di satu sisi timbul gagasan ideal untuk mengembangkan perguruan tinggi menjadi s uatu lembaga penelitian yang canggih sebagaimana sering dikernukakan oleh berbag ai fihak bahwa sudah tiba saatnya untuk mengarahkan suatu universitas menjadi "r esearch university". Di sisi lain sikap pandang "pragmatisme" dan "target orient ed" juga mulai merebak di berbagai perguruan tinggi dengan muncuInya. pendirian berbagai macam program ekstension dan program diploma serta program magister yan g diarahkan untuk "meningkatkan kualitas suatu profesi" tertentu. Implikasi yang timbul yalah bahwa ketrampilan untuk memenuhii kebutuhan pasaran tenaga kerja d ibekalkan tanpa disertai wawasan i1miah yang dibutuhkan bagi penerapan suatu pro fesi. Etik dan moral akademik menjadi sering terabaikan, sepi dari perhatian. Kiranya sudah tiba saatnya untuk menyediakan suatu "overview" sebagai jaringan u ntuk menunjukkan keterkaitan antar sesama cabang i1mu sehingga ilmu pengetahuan , beserta kebenaran ilmiah yang ingin dicapainya tidak dipandang sebagai "barang jadi yang sudah selesai", mandeg dalam kebekuan dogmatis formalistik. Visi dan orientasi bahwa ilmu pengetahuan adalah suatu "pengembaraan yang tidak pemah men genal titik henti "a never ending processâ kurang disadari. Persoalannya sekarang yalah, sejauh mana filsafat dapat ikut membantu dalam meng atasi berbagai permasalahan yang telah disebutkan di atas; atau sebaliknya, fils afat justru akan menambah beban persoalan yang dihadapi oleh dunia perguruan tin ggi kita. APA DAN BAGAIMANA FILSAFAT ITU Berfilsafat bukanlah monopoli para filsuf saja. Berfilsafat adalah menjadi peril aku setiap orang. Sadar atau tidak, kita masing masing akan berfilsafat pada saa t kita berhadapan dengan suatu masalah fundamental, dan menuntut kita untuk memb eri jawabannya secara konkret, baik dalam kedudukan kita sebagai individu maupun sebagal warga masyarakat. Sejarah menunjukkan bahwa keterlibatan umat manusia dengan dunia filsafat untuk bergulat dengan masalah masalah fundamental sudah ada semenjak manusia mulai "be rtanya dan mengagurni" apa arti makna sesuatu. beserta asal mulanya yang ultimat e. Semenjak itu dengan berbagai cara dan upayanya manusia ingin memperoleh jawab an yang dirasakan paling sesuai dengan jiwanya, walaupun jawaban itu pada akhirn ya sering berada dalam kawasan spekulatif dan non empirik. Masalah fundamental yang memperoleh jawaban secara spelculatif inilah yang menga ntarkan umat manusia pada suatu garis batas, yang di luar garis batas itu, akal dan pengalaman sebagai senjata manusia untuk berfilsafat tidak mampu lagi berper an yang di luar garis batas itu keyakinan kita masing masing harus tampil. Di si nilah manusia tiba pada suatu pilihan yang didasari oleh keyakinannya sendiri se ndiri untuk menentukan jawaban spekulatif mana yang dirasakan paling tepat dan p aling sesuai dengan hati nuraninya. Sebagaimana dinyatakan oleh Fichte (1762 - 1814), seorang tokoh dalam aliran fil

safat spekulatif ideafisme Jerman di zaman filsafat modern, bahwa filsafat itu a dalah hasil keseluruhan kepribadian kita masing masing, sehingga filsafat apa ya ng kita pilih bergantung kepada siapa dan bagaimana Kita ini. Suatu sistem. fils afat bukanlah benda mati yang begitu saja dapat kita ambil untuk kemudian kita b erikan kepada orang lain dengan sesuka hati kita. Filsafat merupakan sesuatu yan g dijiwai oleh siapa dan bagaimana. keyakinan seseorang (Vloemans, 1948). Setiap orang, setiap filsuf mempunyai pengertian sendiri sendiri tentang apa dan bagaimana filsafat itu. Dalam khasanah i1mu pengetahuan sebagaimana kita jumpai dalam berbagai kepustakaan, kita akan menjumpai berbagai macam batasan atau def inisi mengenai filsafat ini. Bagaimana pengertian kita serta bagaimana penghayatannya, kiranya baru akan kita peroleh secara akurat apabila kita masing masing secara praktis terlibat di dal amnya, dan secara teoritis kita lacak sejarah kelahiran serta perkembangannya se jak awal hingga sekarang ini. Melalui penghayatan praktis dan pelacakan teoritis inilah kita baru akan dapat memaharni secara lebih mendalam arti, makna, serta isi filsafat itu untuk masingmasing zaman dan kurun waktu lebih dari itu kita a kan memahami mengapa kemudian timbul berbagai macam kesamaan, perbedaan, dan per tentangan, dalam sikap pandang dalam menghadapi sesuatu masalah. Tepatlah kiranya jika van Peursen (1980) mengatakan bahwasanya filsafat itu beru bah ubah. Kadang kadang ia mengarah kepada hal hal yang ada dalam diri manusia s endiri, atau hal hal yang ada di luar diri manusia yang berkaitan dengan keputus an etis, sikap religius, dasar dan arah pengetahuannya, serta sikap pandang meng enai hidup dan kehidupannya. Filsafat akan selalu berkembang karena manusia dala m hidup dan kehidupannya juga akan terus menerus berkernbang. Dengan demikian maka jelaslah kiranya bahwa di satu fihak penjabaran secara a pr iori mengenai kemungkinan untuk mendapatkan pengertian mengenai filsafat yang be rtolak dari kodrat manusia harus dihindari. Sebab Kita mengenal kodrat manusia a tas dasar tingkah laku dan perbuatannya bukan sebaliknya! sedang di lain fih ak suatu penentuan secara induktif a posteriori yang bertolak dari sesuatu siste m atau aliran filsafat tertentu yang telah ada akan menghadapkan kita kepada sua tu kesulitan; karena kita akan berhadapan dengan sekian banyak aliran atau pendi rian yang saling berbeda (Wyfleman, 1972). Untuk itu pendekatan melalui sejarah (historische inleiding) merupakan cara pema haman yang akan "sangat memudahkan" tanpa perlu mensyaratkan seseorang menjadi " ahli filsafat". Melalui pendekatan historis ini kita akan diperkenalkan kepada p ara filsuf, ajaran ajarannya, aliran aliran yang berkembang dari waktu ke waktu, yang pada gilirannya wawasan ilmiah kita akan menjadi semakin luas. FELSAFAT, ILMU FILSAFAT, DAN ILMU PENGETAHUAN Untuk menghindarkan kerancuan dalam pemahaman kita tentang apa dan bagaimana fil safat itu, perlu terlebih dahulu dibedakan antara fidsafat dan i1mu filsafat. Pengertian kita tentang filsafat yang kita pergunakan dalam percakapan sehari ha ri, cenderung untuk diberi arti sebagai asas atau suatu pendirian yang mengandun g prinsip prinsip yang kebenarannya telah kita yakini dan kita terima, sedemikia n rupa sehingga asas atau pendirian tadi kita pergunakan sebagai dasar dan arah kehidupan kita atau masyarakat, untuk menjawab masalah masalah fundamental yang tidak dapat begitu saja diselesaikan secara teknis. Dengan demikian filsafat men dapatkan konotasinya sebagai pandangan hidup, sehingga muncul apa yang sering ki ta dengar dengan kata kata filsafat seorang Ilmuwan, filsafat seorang pedagang, filsafat seorang pendidik, filsafat seorang seniman, dan lain sebagainya. Dalam pada itu filsafat sebagai ilmu, atau i1mu filsafat tidaklah berbeda dengan (cabang cabang) ilmu pengetahuan yang lain. Seperti halnya dengan ilmu pengetah uan yang lain, ilmu filsafat memiliki unsur unsur: 1. Gegenstand, yaitu suatu objek sasaran untuk diteliti dan diketahui menuj u suatu pengetahuan, kenyataan atau kebenaran. 2. Gegenstand, tadi terus menerus dipertanyakan tanpa mengenal titik henti. 3. Ada alasan atau motif tertentu, dan dengan cara tertentu, pula mengapa G egenstand tadi terus menerus dipertanyakan. 4. Rangkaian jawaban yang diketemukan kemudian disusun kembali kedalam satu

telah dirintis ol eh orang orang Yunani Kuno. dan bagi ilmu ilmu cabang melihatnya dari sudut dimensi tertentu dengan melahirkan klimatologi. sifatnya sendiri. geo desi. yang disana si ni tidak sama. 2) Apakah (yang) "ada" itu sesuatu yang tetap. alam semesta dari sudut apanya (ontologik). abadi. fisika. ekonorni. Di samping kesamaannya. ilmu filsafat sudah barang tentu mempunyai perbedaan ata u ciri khasnya tersendiri. Ilu filsafat dihadapkan pada masalah "abadi" yang tidak pemah terselesaikan dalam arti masing masing fihak akan membe rikan jawabannya atas dasar pilihan keyakinannya sendiri sendiri. dasar dasar bagi tradisi pemikiran intelektual. maka yang ingin dicari yalah apa hakikat manusia itu. 3) Apakah (yang) "ada" itu sesuatu yang abstrak universal atau yang konkret individual.kesatuan sistem. sedang ilmu ilmu cabang hanya melihat pada sesuatu sisi atau dimen si saja. kimia. 1970). Za man pertengahan (abad VI_)CIV). Melalui mimbar akademis kelahiran dan perkembangan ilmu filsafat Barat diuraikan secara bertahap (Storig. atau kenyataan. hingga zaman modem termasuk filsafat kontemporer (abad XIX XX). Dengan melihat objek material manusia hanya pada satu sisi atau dimensi saja. i1mu pend idikan. politik. yang muncul dalam setiap tah ap atau pun kurun waktu. bahkan saling bertentangan. kenyataan telah menunjukkan bahwa setiap cabang ilmu. objek itu pada kedudukannya secara utuh atau totalitasnya. kebenaran. matesis. 3. sejarah. Bahkan dalam perkembangan akhir akhir ini di kalangan berbagai perguruan tinggi atau program studi timbul kebutuhan untuk mengembangkan filsafat Ilmu (Philosoph y of Science). 2. semenjak abad VI SK dan sekaligus mereka pulalah yan g telah meletakkan. apabila dalam perkembangannya telah sampai pada spekulasi spekulasi ataupun teori teori yang p aling dasar. Bahwa kelahiran filsafat Yunani kuno fidak dirintis oleh dunia Timur sudah diteg askan oleh Diogenes Laertios pada tahun 200 yang kemudian penegasan. ala Barat. Ilmu filsafat mempertanyakan. matematika. oleh Eduard Zeller dalam. karyanya Gru ndriss der Geschischte der Grieschischen Philosophie. yaitu Tahap Yunani Kuno (abad VI SM VI M). da~n lain sebagainya. psikologi dan lain sebagainya. hukum. Ilmu filsafat dalam menghadapi objek material manusia. pengo batan. Yang jelas. Bidang epistemologi yang mempermasalahkan: 1) Apakah sarananya dan bagaimanakah caranya untuk mempergunakan sarana itu guna mencapai pengetahuan. berbeda. biologi. dan dalam perkembangan yang telah berlangsung selama 26 abad itu. itu diperku at oleh penelitian sebagaimana dilakukan. Demikian pula dengan menempatkan objek material alam semesta. sebagaimana tejadi pada ilmu hukum dengan filsafat hukumnya. apa makna kehadirannya serta tujuan hidup baik dalam arti imanen maupun transenden. sein). 2) Apakah tolok ukur bagi sesuatu yang dinyatakan sebagai yang benar dan ya ng nyata yang terus menerus dicari oleh ilmu pengetahuan. Bidang ontologi yang mempermasalahkan: 1) Apakah hakikat (yang) "ada" (being. MASALAH MASALAH FUNDAMENTAL DALAM FILSAFAT Tidak dapat diungkiri bahwa filsafat sebagai ilmu pengetahuan. Masing masing tahap memilild ciri dan. sebagai akib at adanya implikasi implikasi baik positif maupun negatif perkembangan ilmu peng etahuan bagi kehidupan umat manusia itu sendiri. astronomi~ mekanika dan lain sebagainya. yang oleh sementara pakar disebut ilmu tentang ilmu. atau terus menerus be rubah. maka ilmu filsafat mempertanyakan. mau tidak mau cabang ilmu tadi harus kembali memasuki kawasan ilmu filsafat. terutama terletak pada objek formalnya. praksis seperti astronomi. melalui Renaissance (abad XV) dan Aufklaerung (a bad XVIII). 1957). ilmu ilmu cabang tumbuh menjadi ilmu sos iologi. antropologi. dan lain sebagainya (Driyarkara & Busch. Masalah "abadi" yang dimaksud antara lain adalah: 1. Bidang antropologi yang mempermasalahkan: . Apa yang datang dari dunia Timur adalah pengetahuan pengetahuan. hakikat (substansi) atau "apanya" objek sasaran ya ng dihadapinya dengan menempatkan.

mendasar dan integral. melainkan sesuatu. materialisme. abstraksi. Filsafat disebut sebagai Ilmu K Titis (Magnis Suseno. Dalam sejarah filsafat telah terbukti bahwa manusia sampai pada suatu batas di m ana akal dan pengalman tidak lagi mampu menunjukkan jabawan mana yang paling ben ar dalam menghadapi masalah masalah fundamental tadi. 2001a). tiap. dapat disebut antara lain: idealisme/spiritualisme . Dengan mengenyampingkan berbagai perbeclaan unsur dalain pemberian definisi. seirin g dengan perkembangan masyarakat yang sedang mengalami dekadensi dalam berbagai bidang. Aliran aliran yang dimaksud . rasionalisme. fenomenologi.1) Apa dan siapa manusia itu. science without humanitv. Gandhi vaitu "politics without principle. cabang cabang baru dalam i1mu filsafat akan terus berlangsung. eksistensialisme. 2) Bagaimana hubungan jiwa dan raga. edu cation without character. (dalam bidang epistemologi). Dua. commerce without morality. wawasan ilmiah ki . Sejalan dengan perkembangan pemikiran manusia dapat dipastikan bahwa lahirnya al iran aliran baru. ideologi. and worship without sacrific e. kurun waktu memiliki p andangan filsafatnya sendiri sendiri. kontemplasi. Kelahiran dan perkembangan filsafat yang telah berlangsung semenjak jama n Yunani Kuno. 3) Apa makna dan tujuan li~idup ini dan nilai nilai mana yang secara impera tif harus dipatuhi. di jam an modemkon temporer sekarang ini dapat kita jadikan metode berfikir. yang manifesta sinya muncul sebagai aliran aliran dalam ilmu filsafat yang satu sama lain berbe da atau pun bertentangan. dan emansipatolis. serta pendidik an sebacrai humanisasi (Sonny Keraf Mikhael. i1mu filsafat masa kini juga harus turun ke dataran kontekstual. kritisisme agnostisisme. 2001b). Sastrapratedia. Sejarah memang telah membuktikan bahwa tiap zaman. dan didorong untuk ikut berperan sebagai dasar dan arah dalam. Kontekstuahsasi filsafat dengan kondisi aktual yang sedang kiata alami dewasa i ni menjadi semakin dirasakan urgensinya. Abad Pertengahan melalui Renaisance dan Aufklaerung hinga." (Sastrapratedja. pluralisme (dalam bidang ontologi). moni sme. penvelesaian masalah masalah fundamental di bidang sosial. secara kritis. Masing masing menjatuhkan suatu pilihan yang dirasakan paling sesuai dengan hati nuraninya. tiap filsuf memberikan definisinya sendiri sendiri (Beekman 1973). Filsafat adalah suatu upaya manusia. menuju su atu sintesis.. partisipati f." dalam kebekuan dogmatis dan normatif. ekonomi. Ilmu filsafat tidak lagi hanya berada pada tataran abstrak universal dan tekstua l . suatu "pengembaraan intelektual" ya ng tidak pemah mengenal titik akhir dalam mencari dan menemukan kebenaran atau k envataan. empi risme. politik. pleasure without conscience. Yang terbuka. 1. atau "mitr a dialog" yang selalu hadir di dalam kita menggali dan menerapkan ilmu. evaluasi. Atas dasar itu pula dapat difahami mengapa ilmu filsafat diberi batasan atau def inisi secara berbeda beda di mana tiap orang. dialog. 2. Kebenaran atau kenyataan itu sendiii bukanlah barang jadi yang sudah s elesai.. nam un dapat disimpulkan bahwa ilmu filsafat adalah i1mu yang menunjukkan bagaimana upaya manusia yang tidak pernah menyerah untuk menentukan kebenaran atau kenyata an. Karena itu dalam berfilsafat. KESIMPULAN SEBAGAI WASANA KATA Melalui pemaparan secara singkat ini kiranya beberapa kesimpulan yang dapat kata ambil adalah sebacai berikut. proses y ang dilalui adalah refleksi. wealth without work. 2001. 1992 ). dualisme. Denggan memahami nilai nilai filsafati maka cakrawala. kehidupan semacam apa va ng pernah dilukiskan oleh Mohandas K. "mandheg. determinisme atau incleterminisme (dalam bidang antropologi). 3. dualisme.

atau menyesuaikan ling kungannya dengan dirinya dalam rangka strategi hidupnya.ta akan diperluas dan diperdalam sedemikian rupa sehingga tanpa harus menjadi se orang. Munculnya Renaissans pada abad ke 15 dan Aufklaerung di abad ke 18 membawa perubahan pandangan terhadap filsafat. m emandang. Sebagai kelanjutan dari zaman renaissans. Pada awal perkembangan pemilkiran filsafat Barat pada zaman Yunam Kuno. identik dengan Ilmu pengetahuan. filsafa t pada zaman ini identik dengan agama. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang dikembangkan oleh bangsa Barat telah menyentuh segala aspek kehidupan manusia. 22 Maret 2006 PEMIKIRAN FILSAFAT BARAT: SEJARAH DAN PERANANNYA DALAM PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN Oleh : Koento Wibisono Misnal Alunir 1. berbagai spesialisasi dan dan sub spesialisasi pada Abad ke20. Fi lsafat memisahkan diri dan agama. artinya pemikiran filsafat pada waktu it u menjadi satu dengan dogma Gereja (Agama). fi lsafat. terhindar dari kecongkakan inteleltual tidak hanyut dalam biduk tradisi yang. Artinya ilmu pengetahuan sebagai "anak anak" filsafat berdiri sendiri dan terpecah menjadi berbagai cabang cabang cabang ilmu berkembang dengan cepat . orang mulai bebas mengeluarkan pendapat tanpa takut dihukum oleh Gereja. filsuf akan menjadikan diri kita sebagai ilmuwan atau sajana yng arif. Semua hasil pemikiran manusia p ada waktu itu disebut filsafat. Pada abad Pertengahan terjadi perubahan. ilmu hanva sebagai produk. filsafat pa da zaman modern tetap sekuler. namun sekarang filsafat ditinggalkan oleh ilmu pe ngetahuan. bahkan memecah diri dalam. Ilmu pengetahuan pada awalnya adalah suatu sistem yang dikembangkan manusia untuk mengetahui keadaannya dan lingku ngannya. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknolog i dewasa ini tidak dapat dilepaskan dari peran dan pengaruh pemikiran filsafat B arat. serta menyesuaikan dirinya dengan lingkungannya. artinya antara pemikiran filsafat dan i lmu pengetahuan pada waktu itu tidak dipisahkan. Ilmu pengetahuan pada a . Salatiga. PENGANTAR Kebudayaan manusla dewasa ini ditandal dengan perkenbangan ilmu pengetah uan dan teknologi yang teramat cepat.

ringkas perkembangan pemikiran se jarah filsafat Barat sejak zaman Yunani Kuno sampai dengan Abad ke20/Kontemporer . sedangkan yang diluar disiplin itu tidak diakui bobot ilmiahnya. Ketiga adalah zaman Abad Modern. ilm u tidak lagi sekedar sarana kehidupan bagi manusia. ciri p okok pemikiran jaman ini ialah logosentris. akhirya diberikan suatu catatan tentang pengaruh masin g zaman terhadap perkembangan pemikiran kemanusiaan pada umumnya. tetapi telah menjadi sesuatu yang substantif yang "menguasai" kehidupan urnat manusia baik secara ekstensif maupun intensif. 1985 : 2 3). Maka sudah saatny a para. artinya teks menjadi tema sentral di skursus para filosof Tulisan ini akan inencoba menguraikan secara. Oleh kar ena itu agar perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sungguh dapat bermanfaa t lebih banyak bagi kehidupan manusia. ciri pemikiran filsafat pada zaman ini disebut kosmosentris. Banyak orang mengira bahwa masalah masalah kemanusiaan akan dapat diselesaikan hanya oleh satu displin ilmu. Pert ama adalah zaman Yunani Kuno. II. Para filosof pada masa ini memakai pemikiran filsafat untu k memperkuat dogma dogma agama Kristiani. akan dapat melacak segi segi po sitifnya yang harus kita tiru dan meniadakan segi segi negatifnya untuk tidak ki ta ulangi. PERKEMBANGIAN PEMIKIRAN FILSAFAT BARAT 1 Zaman Yunani Kuno (Abad 6 SM . Perlodisasi ini didasarkan atas ciri pemikiran yang dominan pada waktu itu. Pertama tama dikemukakan secara singkat latar belakang kelahiran masing zaman. ilmuwan dari satu diplin ilmu saja. ini tidak mungki n lagi dilakukan oleh. "Ibu" yang telah melahirkannya bagaimana seharusnya kita menyelesaikan masalah masalah kema nusian yang semakin rumit dan kompleks. kita. melainkan harus ditan gani bersama oleh berbagai Ilmuwan dalam bidang yang berbeda. artinya ilmu diciptakan dan dikembangkan sebagai sa rana untuk membantu manusia meringankan beban kehidupannya. Untuk memecahkan berbagai persoalan kemanusiaan dewasa. sehinga lazi m disebut dengan corak antroposentrisme. khususnya pada abad ke 20 dan menjelang abad ke 21. Berbagai spesialisasi ilmu pengetahuan dan penerapannya dalam b erbagai bentuk teknologi tinggi disamping kemanfaatannya yang "luar biasa" telah menimbulkan berbagai krisis kemanusiaan. dalam hal ini adalah filsafat Bar at. Sela in itu juga muncul. Khusus untuk p emikiran filsafat Barat modem dan kontemporer dibicarakan dalam kerangka aliran aliran. para fi losof zaman ini menjadikan manusia sebagai pusat analisis filsafat. ilmuwan untuk kembali bertanya. ciri pemikiran pada zaman in i disebut teosentris. Kedua adalah zaman Abad Pertengahan. Pemikiran Barat yang dijiwai oleh semangat Renaissance dan Aufklaerun g merupakan tradisi yang hingga dewasa ini merupakan "paradigma" bagi pengembang an budaya Barat dengan implikasi yang sangat luas dan mendalam dalam semua segi dan sendi kehidupan (Koento Wibisono.walnya diciptakan dan dikembangkan untuk membuat hidup manusia lebih mudah dan l ebih nyaman untuk dinikmati.6 M) Kelahiran pemikiran filsafat Barat diawali pada abad ke 6 sebelum masehi . karena. bahkan ada *yang mengira hanya disiplin ilmunyala h yang paling ampuh menyelesalkan berbagai masalah kemanuslaan dewasa ini. Salah satu upaya untuk itu adalah dengan mempelajari perkembangan pemikiran filsafat. Berbagai krisis yang ditimbulkan oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada umumnya didorong oleh pemecahan masalah kemanusiaan yang sektoral . Perkembangan sejarah filsafat Barat dapat dibagi dalam empat periodisasi. Namun dalam p erkembangan selanjutnya. kemudian ciri ciri pokok pemikiran pada zaman tersebut beserta filosof-filosof yang berpengaruh dominan. tercermin dalam pandangan filsafat nya merupakan kearifan tersendiri. Para filosof pada masa ini mempertanyakan asak usul alam semesta d an jagad raya. anggapan bahwa metodologi yang paling unggul dalam penelitia n untuk mencapai kebenaran adalah metodologi yang dikembangkan dalam disiplin il munya. dan minta "petunjuk" kepada. Keempat adalah Abad kontemporer. pemikiran sempit itu sudah saatnya diting galkan. Memahami tradisi pemikiran Barat sebagaimana.

tidak sesuatu yang tetap. Anaximander (611-545 SM) meyakini bahwa asas mula dari segala sesuatu adalah apeiron yaitu sesuatu. dan mite kos mologis. Arti penting Parmenides adalah gagasannya tentang "ada". 1975:87). Pertanyaan kedua filosof ini tidak lagi tentang apakah asal usul dan kejadia n alam semesta. Cara berpikir seperti Ini berlangsung sampai abad ke 6 sebelum masehi. dan tomos = terbagi). 1991:47). ia merupakan filsuf pertama yang mempraktekkan cabang filsafat yang dikenal dikemudian hari dengan "metafisi ka". Hera kleltos mewakili pluralisme dan empirisme. ia terkenal karena dalil tentang segi tiga siku siku yang dikemukakannya dan masih berlaku. yaitu mite kosmogonis. Manusia. Thales (640 550 SM) menyimpulkan bahwa air merupakan arche (asas mula) dari segala sesuatu. 1975:12). Filosof yang mengembangkaii filsafat pada jaman Yunani yang begitu ramai dipersoalkan sepanjang sejarah filsafat adalah Socrate s. Socrates (470 SM 399 SM) tidak memberikan suatu ajaran yang sistematis. dalam bidang epistemologi antara "eimpirisisme" dan "rasionalisme". artinya fungsi filosof han ya membidani lahimya pengetahuan. 1991:62). pendapatnya ini didukung oleh kenyataan bahwa air meresapi seluruh benda benda di jagad raya ini. kimia dan biologi. Ciri yang menonjol dari filsafat Yunani Kuno di awal kelahirannya adalah ditujuk annya perhatian terutama pada pengamatan gejala kosmik dan fisik sebagai ikhtiar guna rnenemukan sesuatu asas mula (arche) yang merupakan unsur awal terjadinya segala gejala (Fuad Hassan. dan yang tidak ada itu tidak ada" (Bertens. tidak berubah. yaitu Herakleitos (540-475 SM) dan Parmenides (540-475 S M).an bahwa realitas terdiri dari banyak un sur yang disebutnya dengan atom (atomos. A tom atom itu sama sekali tidak mempunyai kualitas dan jumlahnya tidak berhingga (Bertens. Socrates seiidiri tidak menyampaikan pengetahu an. yang tidak terbatas. la menegask. Anaximenes (588-524 SM) mengatakan bahwa asas mula segala sesuatu itu adalah udara. dan itu berarti dimuainya tahap rasionalisasi pemikir an manusia tentang alam semesta. dan tentang kejadian yan g berlangsung didalamnya. dari a = tidak. 1996:14). telapi dengan pertanyaan pertanyaannya la membidani pengetahuan yang terdapa t dalam jiwa orang lain. ia la ngsung menerapkan metode filsafat langsung dalam kehidupan sehari hari. 1991:45). disebut demikian karena dialog atau wawancara mempunyai pe ranan hakiki dalam filsafat Socrates (Bertens. pada. Filsafat Yunani yang telah berhasil mematahkan berbagai mitos tentang kejadian d an asal usul alam semesta.yang ditandai oleh runtuhnya mite mite dan dongeng dongeng yang selama ini men jadi pembenaran terhadap setiap gejala alam. Pemikir Yunani lain yang penting dalam rangka perkembangan ilmu pengetahuan adal ah Demokritos (460 370 SM). Un gkapannya yang terkenal adalah panta rhei khai uden menei. Pernyataannya yang berkaitan dengan metafisika itu yaitu: "yang ada itu ada . yang mencari tentang asal usul alam semesta. la menegaskan bahwa realitas itu tetap. sayangnya jawaban jawaban tersebut diberikan dalam bentuk mite yang lolos dari kontrol akal (rasio). walau melalui mite mite mencari keterangan tentang asal usul alam semesta. Pandangan Demokritos ini merupakan cikal bakal perkembangan ilmu fisika. Pythagoras (580-500 SM) mengatakan bahwa asas segala sesuatu dapat diterangkan atas dasar bilangan bilangan. Diskusi Kefilsafatan pada jaman Yunani menjadi sernakin semarak dengan tampilnya dua filosof (pemikir). sampai saat ini. Socrates sendiri menyeb ut metodenya itu "maieutike tekhne" (seni kebidanan). berusaha mencari keterangan tentang asal usul serta sifat kejadian alam semesta (Bertens. keyakinannya ini didukung oleh kenyataan bahwa udara merupakan unsur vital kehidupan. Kedua tokoh ini dalam se jarah filsafat menjadi cikal bakal debat metafisika tentang "pluralisme" dan "mo nisme". sedangkan Parmenides adalah wakil dar i monisme dan rasionalisme. Metode b erfilsafat yang diuraikannya disebut "dilaketika" (Yunani: dialegesthai) yang be rarti bercakap cakap. sernuanya mengalir da n tidak ada sesuatu pun yang tinggal mantap (Bertens. . tetapi apakah realitas itu berubah. Dan dengan pertanyaan lebih lanjut ia mengLiji nilal pi kiran pikiran yang sudah dilahirkan. Sedangkan sejak abad ke 6 sebelum masehi orang mulai mencarl jawaban jawaban rasional tentang asal usu l dan kejadian alam semesta. Ada dua bentuk mite yang berkembang pada wak tu itu. Parmenides berpa ndangan sebaliknya. Mitolog Yunani meskipun memberikan jawaban terhadap pertanyaan pertanyaan tentang alam semesta.

Di satu pihak ada pengenal an idea idea yang merupakan pengenalan dalam arti yang sebenarnya. 1975:156157). tetapi hanya dapat dikenakan kepada sesuatu yang lain yang berdiri sendiri.322 SM). 1975:108 109). 1 Penyebab formal (formal cause): inilah bentuk yang menyusun bahan. sepertinya gurunya. Misal nya bentuk kursi ditambah pada kayu. 197 5:144). bila manusia hendak memahami proses kejadian seg ala sesuatu. melainkan yang ada hanyalah ilmu pengetahuan mengenai h al hal yang umum. Jalan untuk sampai pada ilmu pengetahuan ialah jalan abtraksi. artinya ia mengakui adanya dua kenyataan yang terpisah dan berdiri sendiri. 1 Penyebab efisien (efficient cause): inilah sumber kejadian: inilah faklo r yang menjalankan kejadian. Dunia ide adalah dunia yang tetap dan abadi. yang mencakup be nda benda jasmani yang disajikan kepada indera. relasi. melainkan mengabtraksikan idea idea yang dipunyainya. la mengatakan bahwa tugas ulama ilmu pengetahuan iala h mencarl penyebab penyebab objek yang diselidiki. Pengetahuan inderawi mengarah kepada ilmu pengetahuan. ia membed akan ada yang primer dan sekunder. Plato meneruskan keaktifan Socrates dengan nengarang dialog dialo g. Pengenalan ini mempunyai sifat sifat tidak tetap. tukang kayu yang membikin sebuah kursi. se lalu berubah (Bertens. Misalnya kursi dibikin supaya orang dapat duduk di atasnya (Bertens. Sumbangan Aristoteles dalam perkembangan ilmu pengetahuan adalah pemikirannya tentang sillogisme. nainun ia sendiri bukan ilmu pengetahuan. passi. Di pihak lain ada pengenalan t entang benda benda jasmani. yaitu pengetahuan inderawi dan pengetahuan akali. Aristoteles berpendapat bahwa tiap tiap kejadian mempunyai empat seb ab yang semuanya harus disebut. Pengetahuan inderawi m erupakan hasil tangkapan keadaan yang kongkret benda tertentu. jelas.Plato (428 SM 348 SM) adalah murid Socrates yang meneruskan tradisi dialog dalam berfilsafat. Akal tidaklah mengandung idea idea bawaan. Keempat penyebab itu menurut Aristoteles adalah: 1 Penyebab material (material cause): inilah bahan dari mana benda dibikin . Aksi den aksiden hanya dapat beradd dalam suatu substasni dan tidak pemah lepas darip adanya (Bertens. ilmu pengetahuan hanya terdiri dari pengetahuan akali. di dalamnya tidak ada perubahan. Pemikiran filsafat Yunani mencapai puncaknya pada murld Plato yang bernama Aris toteles (384 SM . Sama halnya dengan Plato. Aristoteles juga mengemukakan tentang adanya dua penge tahuan. Berfilsafat berarti mencari kebijaksan aan atau kebenaran. Realitas menurut Aristoteles tersusun atas satu s ubstansi dan sembilan aksidensi yang terkenal nama sepuluh kategori. sehingga kayu menjadi sebuah kursi. Bertitik tolak dari pandangannya ini. ia tidak mengenal lelah dalam mengadakan dialog dengan la wan bicaranya. Ada yang primer disebutnya "substansi" yaitu suatu ada yang berdiri sendiri. dan oleh karena itu dapat dimengerti bahwa mencari kebenaran itu sebaiknya dilakukan bersama sama dalam Suatu dialog. yaitu dunia ide dan dunia bayangan (inderawi ). Misalnya kursi dibuat dari kayu. 1992:32 33). 1 Penyebab final (final cause): inilah tujuan yang menjadi arah seluruh ke jadian. yaitu bentuk yang dipunyai benda benda. jenis bencla tertentu. Plato memilih dialog karena ia berkeyakinan bahwa filsafat pada i ntinya tidak lain dari pada suatu dialog. Ada yang sek under disebutnya "aksiden aksiden". berdasarkan hasil tang kapan inderawi (Delfgaauw. pengetahuan akali merupakan hasil tangkapan hakekat. Ajaran metafisika Aristoteles menyelidiki tentang hakikat ada. tempat (ruang). yaitu suatu hal yang tidak berdiri sendiri. dan tidak berubah. tidak memerlukan sesuatu yang lain. tidak mungkin terdapat ilmu pengetahuan mengen ai hal hal yang konkret. Pasca Aristoteles filsa fat Yunani mengalami "kemunduran" dalam arti filsafat cenderung untuk memasuki d . waktu. kuantitas. Misainya. Plato dikenal sebagal filosof dualisme. Sembilan ak sidensi itu antara lain: kualitas. Kekurangan utama para filosof sebelumnya yang sudah menyelidiki alam adalah bahwa mereka tidak memeriksa semu a penyebab. Sillogisme adalah suat u cara menarik kesimpulan dari premis premis sebelumnya. aks i. sedangkan dunia bayangan (inderawi) adalah dunia yang berubah. Itulah sebabnya baik menurut Aristoteles maupun menurut Plato. Plato mengajarkan adanya dua bentuk pengenalan. Pengenalan in i mempunyai sifat sifat yang sama seperti objek obyek yang menjadi arah pengenal an yang sifatnya teguh.

Bila kita hendak memahami perkembangan pemikiran kefilsafata n. suatu bentuk Platonisme yang sangat khas. tidak mungkin dipahami. filsafat. musik. sehingga filsaf atnya melahirkan suatu aliran yang bercorak Thomisme. yang mendahului ciptaan dunia* Ciptaan merupakan keadaan yang ikut ambil bagian dalam idea idea Tuhan. arisitektur. Secara demikian manu sia melalui penciptaan dapat mendaki sampai pada pengakuan yang penuh kasih akan Tuhan. Epucurisme dan Neo Platonisme (Delfgaauw.unia praktis bahkan berlanjut mengarah kedunia mistik sebagaimana dikembangkan o leh faham Stoisisme. karena. Demikianlah menurut Agustinus berpikir dan mengasihi berhubungan secara selaras dan tak terc eraikan. 1960:3)). sastra. ga gasan penciptaan tidak bertentangan dengan alam abadi. ilmu pengetahuan dan teknologi (Lucas. Tuhan mencipta alam semesta serta waktu dari keabadian. namun sernua perbuatan mengetahui dibimbing oleh kasih. filsafat mengenai keadaan ikut ambil. artinya Tuha n menciptakan alam semesta. hal hal baru. Filsafat. yang bersifat pribadi dan sebagai pribadi menciptakan seluruh jagad raya secara bebas. 1992:58). berarti bahwa juga alam material mempunyai bentuk kebaikan sen diri. Filsafat zaman per tengahan biasanya dipandang terlampau seragam. manusia ikut ambil bagian dalam ide a idea Tuhan. 1992:63). Karena segala sesua tu timbul oleh penciptaan dari Tuhan maka segala sesuatu juga. ba gian. dan tidak dengan jalan emanasio ya ng niscaya terjadi. Kitab suci mengajarkan ba hwa alam semesta berawal mula. sepert i halnya filsafat juga tidak dapat mebuktikan bahwa alam semesta tidak berawal m ula. Thomas dalam hal terjadinya alam semesta menganut teori penciptaan. tetapi manusia adalah ciptaan yang unik. Apa yang terungkap pada . masa Renaissans dan pada filsafat abad ke 17.19 M) Peralihan dari abad pertengahan ke abad modern ditandai oleh suatu era yang dise but dengan 'renaissans'. Pemikiran filsafat ArIstoteles direnungkan secara mendalam oleh Thomas Aquinas (1125 a274). dalam abad abad itu perkembangan alam pikiran Eropa sangat terkendala oleh keharusan untuk disesuaik an dengan ajaran agama. yang sesudah itu ciptaan tersebut untuk seterusnya dibiarkan mengadu nasibny a. Abad Modern (17 . Agustinus (354A30) merupakan. dan lebih dari itu dipandang seakan akan tidak penting bagi sejarah pe mikiran sebenarnya. tanpa ragu ragu ia mengambil pemikiran filsafat Aristoteles sebaga i dasar dalam berfilsafat. Pada 7aman ini berbagai gerakan ber . ambil bagian dala m kebaikan Tuhan. Plato menampakkan pengaruhnya pada Agustinus sedangkan ArIstoteles pada Thomas Aquinas. 1992:8687). Tuhan menghasilkan ciptaan dari ketiadaan. manakala kita mengabaikan permainan pendahuluan tentang hal hal yang tersebut yang terja di pada abad pertengahan (Deltgaauw. tetapi filsafat tidak membuktikan hal itu. Renaissans adalah suatu zaman yang sangat menaruh perha tian dalam bidang seni lukis. Namun demikian pemikiran filsafat Thomas tidak semata mata merupakan pengulangan dari filsafat Anistoteles. 1963:3247). Dalam arti tertentu keadaan ikut ambil bagian ini tedadi dengan mengetah ui sesuatu. B. Dengan tindakan mencipta. yang menjadi ciri khas fil safat Abad Pertengahan yang dikenal dengan preclikat "Ancilla Theologiae". Mencipta berarti secara terus menerus menghasilkan serta memelihara ciptaan ( Delfgaaw. Abad pertengahan selalu dibahas sebagai zaman yang khas. seperti dikatakan oleh Plotinos. C. Filosof Yunani yang berpengaruh p ada abad pertengahan adalah Plato dan Aristoteles. Zaman Abad Pertengahan (6 16 M) Abad Pertengalian di Eropa adalah zaman keemasan bagi kekristenan. Dengan pengetahuannya mengenai k ebenaran kebenaran abadi yang disertakan sejak lahir dalam ingatan dan yang menj adi sadar karena manusia mengetahui sesuatu. Tuhan adalah ada sebagai ada. maka pendapat semacam itu hendaknya ditinjau kembali. patung. la membuang hal hal yang tidak pas dengan ajaran Kristiani dan menambahkan. Tuhan mencipta dari ketiadaan pada awal mulanya tidak terdapat dualisme antara Tuhan (kebaikan) dengan materia (keburukan). Selanjutnya penciptaan itu bukan merupakan tindakan pada suatu saat terten tu. ia bukan keadaan yang ambil bagian yang pasif melainkan dlwujudkan secara aktif da lam suatu pengetahuan yang penuh kasih (Delfgaaw.

(2) kompas memungkink an manusia mengarungi lautan. Manusia pada zaman modern tidak mau dlikat oleh kekuasaan manapun. y altu: (1) mesiu menghasilkan kemenangan dan perang modern. (3) percetakan yang mernpercepat penyebaran ilmu p engetahuan (Verhaak. Ungkapan Bacon yang terkenal adalah knowledge is power "pengeta huan adalah kekuasaan". Kebenaran yang dihasilkan tidak bersifat t etap. pusat tindakan. bukan bumi sebagaimana yang dik emukakan oleh Ptolomeus yang diperkuat oleh Gereja. 1971b:2). filsafat zaman modern itu bercorak "antroposentris". selesai dalam kebekuan normat ifatau doginatis. perk iraan dan pemikiran yang dapat diuji. semakin bertambahnya kekuasaan ilmu penge tahuan (Russell. Jika pada Abad Pertengahan otoritas kekuasaan mutlak dipegang oleh Gereja dengan dogma dogmanya.5 11 ). ia nienemukan bahwa matahari berada di pusat jag ad raya. a rtinya manusia menjadi pusat perhatian penyelidikan filsafati. revolusioner dalam pemikiran manusia dan membentuk sua tu pola pemikiran baru dalam filsafat (Patterson. dan bumi memiliki dua macam gerak.satu untuk menentang pola pemikiran abad pertengahan yang dogmatis. tetapi dapat berubah dan dikoreksi sepanjang waktu. Copernicus adalah seoran g tokoh gerejani yang ortodoks. 1992:55). Perbedaan itu terletak terutama pada otoritas kekuas aan politik dan ilmu pengetahuan. pusat kehendak. Bacon adalah pemikir y ang seolah olah meloncat keluar dari jamannya dengan menjadi perintis filsafat i lmu pengetahuan. semakin berkurangnya kekuasaan Gereja. Para filosof modern pertama tama menegaskan bahwa pengetahuan tidak berasal dari kitab suci atau dogma dogma Gereja. dan semakin bebas dari pengaruhi otoritas dogma dogma Gereja. Zaman renaissans ter kenal dengan era kelahiran kembali kebebasan manusia dalam berpikir. mengandurig dua hal yang sangat penting. Terbebasnya ma nusia Barat dari otoritas Gereja dampak semakin dipercepatnya perkembangan filsa fat dan ilmu pengetahuan. pusat pengamatan. Sebagai ahli waris zarnan renaissans. s erta Raja dengan kekuasaan politlknya yang bersifat absolut. Renaissans adalah zaman atau gerakan yang didukung oleh cita cita lahirnya kembali manusia yang bebas. melainkan dari dirl manusia sendirl (Nico Syukur Diester. Filsafat Barat modern dengan demikian memiliki corak yang berbeda dengan periode filsafat Abad Pertengahan. 1996:4). tidak berasal dari kekuasaan feodal. kecuali oleh kekuasaan yang ada pada dinnya sendiri. Kekuatan yang mengikat itu ialah Agama dengan Gerejanya. bukan sesuatu yang mandeg. sehingga mel ahirkan suatu perubahan . Pada zaman renai. maka pada zaman Modern otorit as kekuasaan itu terletak kemampuan akal manusla itu sendiri. Pemikir renaissans yang dapat dikemukakan dalam tulisan ini antara lain. dan secara berangsur angsur melepaskan diri dari otoritas kekuasaan Gereja yang selama ini telah "mengungkung" kebebasan dalam me ngemukakan kebenaran filsafat dan ilmu pengetahuan.ssans ini manusia Bar at mulai berpikir secara baru. bumi adalah pusat jagad raya. Teorinya ini disebut "heliosent risme" di mana matahari adalah pusat jagad raya. . Teori Copernicus ini melahirkan rev olusi pemikiran tentang alam semesta. Sebab pada zaman renaissans dan Aufklaerung perkembang an filsafat dan ilmu pengetahuan tidak lagi didasarkan pada otoritas dogma dogma Gereja. 1983:3 4). Manusia bebas yang dimaksudkan dan didambakan adalah manusia bebas s eperti yang ada dalam zamian Yunani Kuno. Teori Ptolomeus ini disebut "geosentrime". terutama astronomi. Filsafat Barat modern yang kelahirannya didahului oleh suatu periode yan g disebut dengan 'renaissans' dan dimatangkan oleh "gerakan" Aufklaerung di abad k e I8 itu. kedua. "aku" sebagai pusat pemikiran . Sejak itu kebenara n filsafat dan ilmu pengetahuan didasarkan atas kepercayaan dan kepastian intele ktual (sikap ilmlah) yang kebenarannya dapat dibuktikan berdasarkan metode. melainkan didasarkan atas kesesuaiannya dengan akal. yaitu: perputaran sehari hari pada p orosnya dan gerak tahunan mengelilingi matahari. 1957. Nicoalu s Copernicus (1473-1543) dan Francis Bacon (1561-1626). Ada tiga contoh yang dapat membuktikan pernyataan ini. juga. Pertama. Pengaruh dari gerakan renaissans dan Aufklaerung i tu telah menyebabkan peradaban dan kebudayaan Barat modern berkembang dengan pes at. Kebenaran merupakan "a never ending process". pusat kebebasan. Semua filsuf pada zaman ini menyelidiki segi segi subjek manuslawi. di dalamnya. dan pusat perasaan (Flanimersma.

1984: 104). terhadap kepercayaan yang bersifat dogmatis seperti yang terjadi pada Abad pertengahan. Suatu dunia baru yang dipimpin oleh Akal manusia yang sehat. maka dalam filsatat abad ke 17 muncullah dua aliran filsarat yang m emberikan Jawaban berbeda. Sedangkan pengalam an hanya dapat dipakai untuk inengukuhkan kebenaran pengetahuan yang telah diper oleh melalui akal. Adanya pendirian bahwa kebenaran kebenaran yang hakiki itu secara langsu ng dapat diperoleh dengan menggunakan akal sebagai sarananya. Dengan berkuasanya akal ini. la pantas untuk mendapat kedudukan itu de ngan alasan. dari ketiga tokoh ini yang dibicarakan dalam rangka aliran ini adalah Descar tes. Semakin lama manusia semakin menaruh kepercayaan yang besar terhadap kemampuan akal. Tokoh tokoh aliran filsafat rasionalisme ini ialah Descartes. yaitu dalam bentuk suatu keinginan untuk menyusun secara 'a priori' suatu sistem keput usan akal yang luas dan bertingkat tinggi. karena usaha mencari satu satunya metode dalam seluruh cab ang penyelidikan manusia. Akibat dari keyakinan yang berlebihan lerhadap kemampuan akal itu. dan terh adap keyakinan keyakinan dan anggapan angapan yang tidak masuk akal (Epping dkk . 1977: 229). Rasionalisme. Secara ringkas dapatlah dikemukakan dua hal pokok yang merupakan ciri dari setia p bentuk rasionalisme. Usaha manusia untuk memberi kepada akal suatu kedudukan yang . terhadap apa saja yang tidak masuk akal.Wacana filsafat yang menjadi topik utama pada zaman modern. orang mengharapkan akan lahimya suatu dunia baru ya ng lebih sempurna. berdiri sendiri. Kepercayaan terhadap akal ini terutma terlihat dalam lapangan filsafat. serta apa yang dimaksud dengan kebenaran itu sendiri. pertama. Aliran filsafat tersebut lalah rasionalisme dan empirisme. Untuk menjawab pertanyaan pertanyaan yang bercorak episte mologis ini. dapat dipahami segala macam permasalahan. bahkan saling bertentangan. Menurut aliran ini akal tidak memerlukan pengalaman dalam mem peroleh pengetahuan yang benar. 1. khususnya dalam. dan dapat dipecahkannya segala mac am masalah kemanusiaan. bahwa sumber pengetahuan yang mema dai dan dapat dipercaya adalah akal (rasio). yaitu: 1.. Abad ke 17 adalah abad dimulainya pemikiran pemikir an kefilsafatan dalam artian yang sebenarnya. karena dia mernperkenalkan dalam filsafat. seperti yang berlaku pada ilmu pasti. 2. Hanya pengetahuan yang diperoleh me lalui akallah yang memenuhi syarat yang dituntut oleh sifat umum dan harus mutla k. sehingga tampaklah adanya keyaki nan bahwa dengan kemampuan akal itu pasti dapat diterangkan segala macam persoal an. terhadap tata susila yang bersifat tradisi. Adanya suatu penjabaran secara logik atau deduksi yang dimaksudkan untuk memberikan pembuktian seketat mungkin mengenal lain lain segi dari seluruh sisa bidang pengetahuan berdasarkan atas apa yang dianggap sebagal kebenaran kebenar an hakiki tersebut di atas (Nuchelmans. karena akal dapat menurunkan kebenaran ilmu dari dirinya sendirl. kedua. Metode yang diterapkan oleh para filsuf rasionalisme ialah met ode deduktif. teru tama tentang penelitian dan konsep dalam filsafat yang menjadi prinsip dasar dal . Aliran filsafat rasionalisme ini berpendapat. aba d ke 17. dinyatakanlah perang terhadap mereka yang malas inempergunakan akalnya. dalam filsafat dikenal denga n nama aliran â rasionalisme'. sebagaimana yang telah dirintis oleh para pernikir 'renaissans' berlanj ut terus sampai abad ke 17. Corak berpikir dengan melulu menganda lkan atau berdasarkan atas kernampuan akal (rasio). Tokoh penting aliran filsafat rasionalisme adalah Rene Descartes (1598 1650) yan g juga adalah pendiri filsafat modern. adalah persoalan epistemologi. yaitu syarat yang dituntut oieh semua pengetahtuan ilmiah. dan Leibn iz. Spinoza. Pertanyaan pokok dalam bidang epistemolo gi adalah bagaimana manusia memperoleh pengetahuan dan apakah sarana yang palin g memadai untuk mencapai pengetahuan yang benar.

pasti. Mereka menentang pendapat pendapat para penganut ra sionalisme yang berdasarkan atas kepastian kepastian yang bersifiat a priori. Cogito ergo surn ini oleh Descartes diterima sebagai prinsip pertama dari fil safat. Sistem filsafat yang dikem bangkan Descartes tak dapat dipisahkan dari sikap kritik yang berkembang dalam p ergolakan Renaissans. Tetapi k emudian metode keraguan ini akhirnya dapat menumbangkan skeptisisme yang berkela njutan (ekstrim). Empirisme Para penganut aliran empirisme dalam berfilsafat bertolak belakang dengan para p enganut aliran rasionalisme. Bagi penganut empirisisime sumber pengetahuan yang memadai itu ialah pengalaman. Maka ia sampai pada kebenaran yang tak terbantahkan. Pernyataan ini begitu kokoh dan meyakinkan. yakni :saya berpikir. Me nurut penganut empirisme metode ilmu pengetahuan itu bukanlah bersifiat a priori . (2) idola sp ecus yaitu menarik kesimpulan sesuai dengan seleranya. 1984:71 72).hal yang adanya mendahului. nam un satu hal yang tidak mungkin ragukan adalah kegiatan meragu ragukan itu sendir i. ja di saya ada (Cogito ergo sum). De ngan mengunakan metode a priori ini kita seakan akan sudah mengelahui segala gej ala secara. sehin gga anggapan kaum skeptik yang paling ekstrimpun tidak akan mumpu menggoyahkanny a. Metode semacam ini dinamakan juga metode 'apriori' ya ng secara harafiah berarti berdasarkan atas hal. kertas putih yang belum terisi oleh apa apa. 1 984 : 41 ). (3) idola. Bagi mereka manusia itu ibarat. Bagi Descartes pernyataan "saya berikir.am perkembangan filsafat modern (Scruton. meskipun kita belum mempunyai pengalaman inderawi mengenai ha l hal yang kemudian tampak sebagai gejala gejala itu. yaitu bahwa ia sedang melakukan keragu raguan. rnanusia. dan hukum hukum relasi antara benda benda. jadi saya ada" adalah terang dan jelas. yal tu: (1) idola tribus yaitu menarik kesimpulan secara terburu buru). ia juga meyakini bahwa pengenalan atau pengetahuan itu diperol . Aliran empirisme pertama kali berkembang di Inggris pada abad ke 15 dengan Franc is Bacon sebagal pelopornya. Menurut Bacon. d an baru terisi melalul pengalaman pengalaman. (4) idola theatri yaitu menar ik kesimpulan berdasar pendapat ilmuwan sebelumnya. melalui pengalaman dapat meng etahui benda benda. la juga memberika n sejumlah petunjuk agar seorang ilmuwan berhati hati terhadap idola idola. kebangkitan budaya yang sekaligus membawa suatu skeptisism e terhadap dogma agama dan praktek politik yang sampal saat itu menjamin ketahan an status gereja dan negara. 01eh karena itu para penganut aliran empir isme berkeyakinan bahwa manusia tidak mempunyai ide ide bawaan atau innate ideas . Desc artes (1995:34) sendiri menegaskan bahwa ia dapat saja meragukan segala hal. tetapi a posteriori. fori yaitu men arik kesimpulan berdasarkan pendapat orang banyak. mel ainkan sebagal metode penelitian rasional mana saja. Metode Descartes dimaksudk an bukan saja sebagai metode penelitian ilmlah. Bacon memperkenalkan metode eksperimen dalam peny elidikan atau penelitian. Filosof empiris lainnya adal ah Thomas Hobbes. yang dimaksud dengan pengalaman disini ialah pengalaman lahir yang menyangkut dunia dan pengalaman batin yang menyangkut pribadi manusia. sebab akal budi manusia sel alu sama (Bakker. Skeptisisine ini meluas menjiwai Descartes yang de ngan konsekuen meragukan pengetahuan yang kita peroleh secara inderawi. segala sesuatu yang bersifat terang dan jelas bagi akal pikiran manusia dapatla h dipakai sebagai dasar yang tidak perlu dibuktikan lagi kebenarannya untuk mela kukan penjabaran terhadap pernyataan pernyataan yang lain (Nuchelmans. Sedangkan akal manu sia hanya berfungsi dan bertugas untuk mengatur dan mengolah bahan bahan atau da ta yang diperoleh melalui pengalaman. Yang dimaksud dengan metode a posteriori ialah metode yan g berdasarkan alas hal hal yang datang atau terjadinya atau adanya kemudian. 1984: 105 ). ataupun penelitian filsafat. baik pengalaman lahiriah maupun pe ngalaman batiniah. Descartes memulai metodenya dengan meragu ragukan segala macam pernyataan kecual i pada satu pernyataan saja. karena menemukan suatu landasan kebenaran baru(Toeti Herati. 1986:3 1 ). Segenap ilmu pengetahuan haruslah didasarkan atas kepastian kepastian yang ti dak dapat diragukan lagi kebenarannya yang secara langsung dilihat oleh Akal pikiran manusia. 3.

Menurut Kant pengetahuan m erupakan hasil terakhir yang diperoleh dengan adanya kerjasama di antara dua kom ponen. 1984: 109 110). karena tidak ada hubungan sebab akibat di antara kesan kesan. dan ia sangat menentang kaum rasionalisme yang berlandaskan pada prinsip a prior i. Hume sampai pada kesimpulan bahw a â aku" termasuk dalam dunia khayalan. Sumber pengetahuan adalah pengamat an. yang tidak dapat disusun secara objektif sistemat is. Kesan kes an (impressions) adalah pengamatan langsung yang diterima dari pengalaman. ia meneg askan bahwa sumber satu satunya untuk memperoleh pengetahuan adalah pengalaman. es itu dingin. yakni proposisi yang predikatnya sudah tercakup dala m subyek. memperoleh dua hal yaitu: kesan kesan (impr esion) dan pengertian pengertian (ideas) (Harun Hadiwijono. Misal: rumah mahal. Paham empirisme ini kemudian dikembangkan oleh David Hume (1611. 3. artinya memberikan titik berat atau pengutama an pada penglihatan yang bersifat akali dan penjabaran yang bersifat logik (Nuch elmans. la mengajarkan bahwa manusia tidak r nembawa pengetahuan bawaan ke dalam hidupnya. melalui pengamatan ini manusia. yang disebut dengan aliran filsafat kritisisme. Sebab bagi Hume dunia hanya terdiri dari ke san kesan yang terpisah pisah. dan lain lain. 1984: 109). yaitu antara rasionalisme dan empirisme. yang satu tidak terpisahkan dari yang lain. Dan pendapat ini merupakan ciri khas pemikiran yang bercorak rasionalistik. kemudian menentukan fakta fakta. baik lahiriah maupun batiniah. Pada hakikatriya pemikiran Hume bersifat analitis. Pengertian pengertian (ideas) merupakan gambaran tent ang pengamatan yang redup. Kritisisme Seorang filsuf besar Jerman yang bernama Immanuel Kant (1724 1804) telah melakuk an usaha untuk menjembatani pandangan pandangan yang saling bertentangan. yakni yang tak dapat diuji kebenarannya dengan cara menganalisa peryataan. 1980: 52). Kekurangan kekurangan yang ditunjukkan oleh m asing masing pandangan tersebut diatas hendak digantinya dengan pandangan yang m emberikan keleluasaan bagi adanya bahan bahan yang bersifat pengalaman inderawi dan juga bagi adanya subyek yang mengetahui yang secara aktif mengelola bahan ba han yang bersifat pengalaman inderawi tersebut. mengatakan bah . dan proposisinya adalah sintetik. dan dilain pihak cara mengolah kesan kesan yang bersangkutan sedemikian rupa se hingga terdapat suatu hubungan antara sebab dan akibatnya (Nuchelmans. Berbeda dari pendahulunya. Secara ringkas dapatlah dikatakan bahwa pengetahuan yang bersifat a priori terdi rl dari proposisi analitik. berpa ngkal pada suatu keyakinan bahwa hanya kesan kesanlah yang pasti. Kesan kesan ini menampakkan diri dengan jelas hidup d an kuat terhadap pengamat. Sebaliknya ciri khas dari empiristik a dalah a posteriori.1776). melainkan merupakan bentuk bentuk penafsiran manusia yang gunanya ialah a gar gejala gejala yang begitu beraneka ragam yang kita hadapi.eh dari pengalaman. semua jejaka itu laki laki. Ia. Sebagaimana telah disebutkan pah am empirisme secara berat sebelah memberikan titik berat pada pengalaman inderaw i yang bersifat lansung sedangkan paham rasionalisme memberikan peranan yang ter lalu besar kepada pikiran manusia. lingkaran itu bulat dan lain lain. yaitu di satu pihak berupa bahan bahan yang bersifat pengalaman Inderawi. dapatlah dijadika n sesuatu yang dapat kita pahami dan kalau dapat kita pergunakan untuk kepenti ngan kita. tetapi harus diuji kebenarannya secara empiris. jelas dan tida k dapat diragukan. kritis dan skeptis. Kritisis me adalah sebuah teori pengetahuan yang berusaha untuk mempersatukan kedua macam unsur dalam filsafat rasionalisisne dan empirisisime dalam suatu hubungan yang seimbang. John locke lebih terdorong untuk mengemukakan tentang asal mula gagasan manusia. Sesungguhnya relasi relasi antara sebab dan akibat tidaklah terdapat di da lam dunia seperti yang terhampar di depan kita yang adanya tidak tergantung pada kita. Kant yang mencoba untuk mempersatukan rasionalisme dan empirisme. kabur atau samar samar yang diperoleh dengan merenung kan kembali atau merefleksikan dalam kesadaran kesan kesan yang telah diterima m elalui pengamatan langsung. Filsafat Immanuel Kant. motor baru. yang bertitik tolak dari ide ide bawaan. Berdasarkan pendapatnya ini. menguji kepastian pengetahuan dan memeriksa batas batas pengetahuan manusia. semua angsa putih . Sebagai contoh.

Pengetahuan inderawi misalnya merupakan sintetis hal hal dari luar dan dari bentuk bentuk r uang dan waktu di dalam saya. Masing masing mempuyai kekuatan dan kelemahan. organik. Alam adalah proses pemikiran yang memudar. tahap tahap keberadaan spiritual d alam suatu tata tertib yang mencakup segala galanya. Tuhan (Titus dkk.. K ant mengemukakan bahwa pengetahuan itu seharusnya sintetis a priori. Sel anjutnya Kant mengatakan bahwa pengetahuan selalu bersifat sintetis. Fichte ( 1762 1814) yang dijuluki sebagai penganut idealisme subyektif adalah merupakan m urid Kant.wa dengan hanya mementingkan salah satu dari kedua aspek sumber pengetahuan (ras io dan empiri) tidak akan diperoleh pengetahuan yang kebenarannya bersifat unive rsal sekaligus dapat memberikan infomasi baru. Sejarah adalah cara. Akan tetapi sebenarnya ia tidak mengingkari adanya r ealitas luar atau realitas obyektif tersebut. baru dipakal pada abad ke 19 (Titus dkk. zat yang mutlak (Absolut) itu menjelma dalam waktu. Tata tertib realitas yang s angat berarti itu diberikan kepada manusia agar ia memikirkan dan berpartisipasi . pengetahuan bersumber dari rasio dan empiri yang sekaligus bersifat a priori dan a posteriori (Flamers ma. Akan tetapi istilah idealisme untuk menun jukkan suatu aliran filsafat. Jika kita memikirkan keseluruhan ta ta tertib yang mencakup in organik. Hegel hanya percaya bahwa sikapny a adalah satu satunya sikap yang bersifat adil kepada segi obyektif pengalaman. Oleh karena alam itu satu. 1983: 29). Hal ini karena ia menemukan dalam alam prinsip prinsip akal dan maksud yang sama seperti yang ditemukan manusia dalam dirinya sendiri. mengandung arti bahwa ada sesuatu s eperti akal atau pikiran di tengah tengah idealitas. Sebaliknya pengetahuan empiris (sintetis a posteriori) dapat memberik an informasl baru. Pengetahuan yang rasional adalah pengetahuan yang analitis a priori. Alam menurut Hegel telah ada sebelum manusia ada. Untuk menyelesaikan perbedaan pandangan antara rasionalisme dan empirisme ini. tetapi kebenarannya tidak universal.jiwa yang mutlak atau. Idealisme Permulaan pemikiran idealisme dalam sejarah filsafat Barat biasanya selalu dihubungkan dengan Plato (427-347 SM). Aliran filsafat idealisme dalam abab ke 19 merupakan kelanjutan dari pemikiran filsafat rasionalisme pada abad ke 17. Sedangkan pengetahuan dari akal merupakan sintetis dari data inderawi dan sumbangan dari kategori kategori. Oleh karena itu menurut Hegel hukum hukum fikiran merupakan hukum hukum realita s. Disini akal budi dan pengalaman inderawi dibutuhkan serentak. Pengetahuan rasional (analitis a priori) adalah pengetahuan yang bersifat universal. yang adalah juga ak al yang mutlak (absolute Reason) yang mengekspresikan dirinya dalam bentuk luar. Hegel percaya bahwa hal ini di temukan bukan sekedar difahami dalam alam. Demikian juga dengan Scelling yang filsafatnya disebut dengan idealis me obyektif Kemudian kedua idealisme ini (subyektif dan obyektif) disintesiskan dalam filsafat idealisme mutlaknya Hegel (1770 183 1). 1984: 322) . subyek pengetahuan dan obyek pengeta huan. k arena berdasarkan atas penglihatannya yang begitu jelas mengenai keadaan yang sa ling mempengaruhi di antara. 4. dan pengalaman manusia. Dalam diri manusia terdap at suatu akal yang memiliki maksud di dalam alam. tapi tidak meberikan infor masi baru. dan bersifat mempunyai maksud ser ta berfikir. 1984:321) . Bagi Hegel fikiran adalah essensi dari alam dan alam adalah keseluruhan jiwa yan g diobyektifkan. Yang dimaks ud derigan pengetahuan yang sintetis a priori ini ialah . la telah memberikan pembetulan terhadap sikap berat sebelah yang dikemukakan oleh pengan ut raslonalisine dan empirisme. tetapi adanya arti dalam dunia. maka alam itu berwatak fikiran. Dari uraian diatas Hegel secara sepintas tampaknya mengingkari adanya realitas l uar atau realitas obyektif. pada waktu itulah kita memb icarakan tentang yang mutlak. disini predikat dihubungkan dengan subyek yang berdasarkan pengalaman inderawi . disini predikat sudah termuat dalam subyek. Dengan filsafat kritisnya Immanuel Kant telah menunjuk kan jasanya yang besar. Sedangkan pengetahuan yang empiris adalah pengetahuan yang sintetis a posteriori . Para penglkut aliran idealisme ini pada umumnya filsafatnya bersumber dari filsafat kristismenya Immanuel Kant. Sehingga Ia telah membuka jalan bagi perkembanga n filsafat dikemudian harl.

Bagi Ma rx masalah filsafat bukan hanya masalah pengetahuan dan masalah kehendak murni y ang utama. Amitai Etzioni. Pemikiran Marx menghubungkan dengan sangat erat ekonoml dengan filsafat. Pendiri aliran filsafat ini adalah Karl Marx (1818 1883). 1983:54 55). oleh karena itu filsafat ini harus diputarbalikkan. statika sosial adalah teori tentang susunan masyarakat. seja rah dijalankan oleh suatu logika tersendiri. melainkan bagaimana hubungan antara gejala yang satu dengan gejala yang lain. 1983: 74 95). Bagi Comte pengamatan tidak mungkin dilakukan tanpa melakukan penafsiran atas dasar sebuah teori dan pengamatan juga tidak mun gkin dilakukan secara "terisolasi". Metode positif Auguste Comte juga menekankan pand angannya pada hubungan antara fakta yang satu dengan fakta yang lain. Alvin Toffler. Positivisme Pendiri dan sekaligus tokoh terpenting dari aliran filsafat positivisme adalah A uguste Comte (1798 1857). 1983:56 57). in terpretasi. sedangkan dinamik a sos ial adalah teori tentang perkembangan dan kemajuan. 4. Bagi Marx motor sejarah terdiri dari hukum hukum sosial ekonomis dan h ukum ini tidak merupakan sesuatu yang transenden" yang mengatasi manusia dan du nia. sehingga terjadi sintesis yang menerangkan fak ta fakta itu. berasal da ri Comte. Filsafat Auguste Comte terutama penting sebagai pencipta ilmu sosiologi. atau kultural (Hammersma. Talcot Parson. Marx mengajarkan bahwa.H. namun menurutnya yang terpent ing adalah mengubahnya (Delfgaaw. (Koento Wibisono. Marx terutama me ngritik Hegel yang menurutnya berjalan atas kepalanya. Semboyan Comte yang terkenal ad alah savoir pour prevoir (mengetahui supaya siap untuk bertindak). Sosilogi ini sekaligus suatu "filsafat sejarah". 1983:48). Filsafat Ideali sme F. Kebanya kan konsep.H. artinya manus ia harus menyelidiki gejala gejala dan hubungan hubungan antara gejala gejala in i supaya ia dapat meramalkan apa yang akan terjadi (Hammersma. namun ia tidak sependapat dengan He gel yang mengatakan bahwa "motor" sejarah adalah "ide" atau "roh" yang sedang be rkembang. ia hanya menerima fakta fakta yang ditemukan secara positif ilmiah. dalam arti harus dikaitkan dengan suatu teor li (Koento Wibisono. karena teori. bahwa pengamata n dengan teori berjalan seiring. Filsaflat Nlarx adalah perpaduan anta ra metode dialeklika Hegel dan filsafat materialisme Feuerbach. yuridis. dan aliran filsafatnya kadang kadang disebut juga neo Hegelianisme Inggris. Keyakinan terhadap arti dan pemikiran dalam struktur dunia merupaka n intuisi dasar yang menjadi asas idealisme. melainkan masalah tindakan. dan menjauhkan diri dari sernua per tanyaan yang mengatasi bidang ilmu-ilmu positif. Seme njak Hegel dan karena Hegel muncul "mode" dikalangan para filsuf untuk "meramalk an" perkembangan dunia sebagaimana dikembangkan oleh Auguste Comte. prinsip dan metode yang sekarang dipakai dalam sosiologi. Sama halnya dengan Hegel. karena Comte memberikan tempat kepada fakta fakta individua l sejarah dalam suatu teori umum. ilmiah. tetapi ju ga falsafi. Bradley dari Inggris. Bradley ini sangat berpengaruh terhadap muncul filsafat analitik pada a bad ke 20. Baginya pe rsoalan filsalat yang penting bukan masalah hakekat atau asal mula pertama dan t ujuan akhir gejala gejala. 6. Marxisme Sampai dengan dekade 1990 an tidak kurang sepertiga penduduk dunia terpengaruh o leh filsafat Marxisme. Hal yang perlu diubah itu iala . 1983:70). melainkan justru merupakan hasil kerja dan perjuarigan manusia sendiri. spekulasi dan sebagainya tidak inenghasilkan perubahan dalam masyara kat (Hammersma. Setelah era Hegel telah muncul beberapa filsuf yang menyebut dirinya sebagai pen ganut allran idealisme. sekurang kurangnya menjadi simpatisannya. Comte membagi masyarakat dalam "statika sosial" dan "dinamika sosial". religius. Fakta fakta itu dapat bersifat politik. Karl Marx.didalamnya. Diantaranya ialah F. E milie Durkhelm. Para filosof menurut Marx selarna ini han ya sekedar menafsirkan dunia dengan berbagai cara. John Naisbitl d1l. 1992:150 15 1). FlIsafat abstrak harus ditinggalkan. Filsafat positivisine Comte disebut juga faham empirisme kritis. Filsafat Comte anti metafisis. van Peursen.

ia telah mempengaruhi pemikiran filsafat abad ke 20 ini secara amat mendala m. Hal hal semacam ituah yang perlu diatasi dengan analisa bahasa. 1981:17). Oleh karena itu menurut Marx kaum proletar harus merebut peran an kaum Borjuis dan Kapitalis itu melalui revolusi. Dengan demikian jelaslah apa yang diperbuat oleh para filsuf analitik ini tidak lain sebagai reaksi atau respons terhadap aktivitas filsafat yarig dilakukan ole h para penganut aliran filsafat idealisme. Sebagian besar pemikir abad ke 20 pemah menulis tentang bahasa (Be rtens. 1959 . Padahal ungka pan ungkapan filsafati yang diintrodusir oleh penganut Idealisme itu menurut fil suf analitik kebanyakan bermakna ganda. Ungkapan filsafat yang membingungkan . strukturalisme. dan kebanyakan dari aliran itu merupakan kelanjutan dari aliran aliran f ilsafat yang telah berkembang pada abad modern. neo positivisme dan sebagainya. filsafat modern juga mengant arkan lahimya revolusi industri di abad ke 18 dan negara negara kebangsaan. Perkembangan filsafat ahad ke 20 juga ditandai oleh munculnya berbagai aliran fi lsafat. C. Namun de mikian ada juga aliran filsafat yang baru dengan cirl dan corak yang lain sama s ekali. Disamping berkembangnya aliran aliran epistemologi. kesadaran mengenal diri sendiri dan hany a melalui jalan itu mengenal realitas. (1984:382) mengidentifikasi cini aliran eksistensialisime sebagai berikut: . Eksistensialisme dan fenomenologi merupakan dua gerakan yang sangat erat dan men unjukkan pemberontakan tambahan terhadap metode metode dan pandangan pandangan f ilsafat Barat. Filsafat bukanlah doktrin. 2). Menurut Wittgenstein. Abad Kontemporer (Abad ke 20) Tema yang menguasasi refleksi filosofis dalam abad ke 20 ini adalah pemikiran te ntang bahasa. sert a ideologi ideologi dunia seperti Liberalisme/Kapitalisme dan Sosialisme/ Komuni sme. Sebuah karya f ilsafat pada hakikatnya terdiri atas penjelasan (elucidations) (Wittgenstein. fenomenologi. Tujuan filsafat adalah penjelasan logis terhadap pem ikiran pemikiran. 1981:100). pragmatisme. Fenomenologi adalah 11mu pengetahuan (logos) tentang apa yang tampak (phainom enon). Tokoh pertama adalah Edmund Husserl (1859 1938). Sejak Descartes. melainkan aktivitas. Sebab aliran filsafat idealisme lebih menekankan pada upaya mengintrodusir ungkapan ungkapan filsafati. namun terdapat tema tema yang sama sebagai ciri khas aliran ini yang tampak pada para penganutnya. Dengan pandangan tentang fenomen ini Husserll nengadakan semacam revolusi dalam filsafat Barat. kesadaran selalu dimengerti sebagai kesadaran tertutup atau cogito tertutup. apa yang dihasilkan oleh sebuah karya filsa fat bukan melulu sederetan ungkapan filsafati. 19 63: 49). Tugas filsafat bukanlah membuat peryataan peryataan tentang sesuatu yang khusus sebagaimana yang dipe rbuat para filsuf sebelumnya melainkan memecahkan persoalan yang timbul akibat ketidak pahaman terhadap bahasa logika (Charlesworth.h keadaan masyarakat yang tertindas oleh kaum borjuis dan kapitalis yang menghis ap kaum proletar. neo kant ianisme neohegelianisme. Fenomenologi dengan demikian adalah ilmu yang mempelajari apa yang tampak atau apa yang menampakkan diri atau fenomenon (Bertens. eksistensialisme. artinya dengan mengatakan realitas menampakkan dirl. Russell dan Wittgenstein melangkah lebih jauh ke dalam metode analisa bahasa ini sebagai sikap atau keyakinan ontologis memilih alternatif terbaik bagi aktivita s berfilsafat. Titus dkk. "kesadaran bersifat intensional" sebetulnya sama. neo marxisnie. dan yang paling mutakhir adalah aliran post modernisine. seperti. kabur dan tidak terpahami oleh akal seha t. Sebaliknya Husserll berpendapat bahwa kes adaran terarah pada realitas. melainkan upaya membuat ungkapan ungkapan itu menjadi jelas. Meskipun terdapat perbedaan perbedaan yang besar antara para peng ikut aliran ini. seperti: neo thomisme. selaku pendiri aliran fenomenol ogi. Bagi Hussel fenomen ialah realitas sendiri yang tampak. realitas itu sendiri yang tampak bagi subjek. tidak ada selubung atau tirai yang m emisahkan subjek dengan reallias. artinya. Pada bagian ini hanya dibi carakan beberapa aliran dan tokoh yang paling berpengaruh pada abad ke 20. Istilah eksistensialisme tidak menunjukkan suatu sistem filsafat secara khusus.

p engalaman kesadaran yang dalam dan langsung. 5. 6. Rasio ini dialektis karena objek yang diselidikinya bersifat dialekt is dan juga karena ia sendiri ditentukan oleh tempatnya dalam se. dan kehidupan sosial.1. ia membedakan rasio dialektis dengan rasio analitis. Para strukturalis filosofis yang menerapkan prinsip prinsip srtukturalisme lingu lstik dalam berfilsafat bereaksi terhadap allran filsafat Fenomenologi dan eksis tenisialisme yang melihat manusia dari sudut pandangan yang subjektif. Eksistensialisme merupakan protes terhadap gerakan gerakan totaliter. namun demi kian mereka memiliki kesamaan. kebudayaan. Para pen ganut aliran filsafat strukturalisme ini memiliki corak yang beragam. 1980. artinya pengetahuan merupakan suatu proses yang berlangsung d alam Ada. Ba gi mereka manusia tidak lagi merupakan titik pusat yang otonom. filsafat akademis yang jauh dari kehidupan konkrit. strukturalisme adalah metode atau metodologi yang digunakan untuk mempelajari ilmu ilmu kemanusiaan dengan bertitik tolak dari prinsip prin sip linguistik yang dirintis oleh Ferdinand de Saussure. Pragmatisme merupakan gerakan filsaf at Amerika yang menjadi terkenal selama satu abad terakhir. Rasio dialektis harus digunakan. Eksistensialisme mcnekankan situasi manusia dan prospek (harapan) manusi a di dunia. serta gerakan m assa. yaitu aliran filsaflat Pragmatisme.jarah (Bertens. sejarah. 1996:217). Di s ini ada tidak dilahap olehpengetahuan (seperti hainya idealisme). Aliran filsafat ini merupakan suatu sikap. metode dan filsafat yang memakai akibat akibat praktis da . Masyarakat industri cenderung untuk menundukkan orang seorang kepada mesin 4. yaitu dengan membuka secara sistematik struktur struktu r kekerabatan dan struktur struktur yang lebih luas dalam kesusasteraan dan dala m pola pola psikologik tak sadar yang menggerakkan tindakan rnanusia (Kurzwell . strukturalisme merupakan aliran filsafat yang hendak mem ahami masalah yang muncul dalam sejarah filsafat. Manusia akan keh ilangan tempatnya. jika kita berpik ir tentang mariusia. yang sentral dalam bidang pengetahuan dan dalam kultur seluru hnya. Eksistensiallsme adalah pemberontakan dan protes terhadap rasionalisme d an masyarakat modern. Rasio terakhir ini bersifat dialektis. Salah seorang tokoh eksistensialime yang populer adalah Jean Paul Sartre (1905 1980). Tokoh berpengaruh dalam aliran filsafat strukturalisme adalah Michel Foucault ( 1926 '1984). Eksistensialisme adalah suatu protes atas nama individualis terhadap kon sep konsep. 1996:111 ). Jlka eksistensialisme men ekankan pada peranan individu. Di sini metodologi struktural dipakai untuk membahas tentang manusia. 2. komunis. Eksistensialisme menekankan keunikan dan kedudukan pertama eksistensi. yaltu: penolakan terhadap prioritas kesadaran. Bahwa nanti tidak ada manusia lagi. inelainkan bahwa akan hilang konsep "manusia" sebagai su atu kategori istimewa dalam pemikiran kita (Bertens. ba ik gerakan fasis. Aliran filsafat eksistensialisme yang menjadi mode berfilsafat pada pertengahan abad ke 20 mendapat reaksl dari aliran strukturalisme. karena terdapat identitas dialektis antara Ada dan pengetahuan. Di sini ilmu ilmu keman usiaan dimaksudkan sebagai ilmu ilmu yang dalam terminologi Dilthey disebut Geis teswissenschaften yang dibedakan dengan ilmu-ilmu pengetahuan alam atau Natu nvissenschaften. yang cenderung menghancurkan atau menenggelamkan pero rangan di dalam kolektif atau massa. Pada abad ke 20 ada aliran filsafat yang pengaruhnya dalam dunia praksis cukup besar. serta hubungan ant ara kebudayaan dan alam. 3. Eksistensalisme juga merupakan pemberontakan terhadap alam yang imperson al (tanpa kepribadian) dari zaman industri modern dan teknologi. Rasio analitis dija lankan dalam ilmu pengetahuan. Kedua. Maksud Foucault bukannya." sudah dekat. vi x). sejarah. khususnya terhadap ideallsme Hegel. Pertama. Secara garis besar acla dua pengertian pokok yang sangat erat kaitannya dengan strukturafisme sebagai alira n filsafat. itulah pendirian Foucault yang su dah terkenal tentang "kematlan" manusia . manusla tidak la gi menciptakan sistem inelainkan takluk pada sistem. tetapi pengeta huan termasuk Ada. Kesudahan "manusia. maka strukturalisme justru meliliat manusia "terk ungkung" dalam berbagai struktur dalam kehidupannya.

kisah k isah besarpun melegitimasi institusi institusi serta praktek praktek sosial poli tik. merupakan p engetahuan tidak langsung yang diperoleh dengan melalui pengertian (Delfgaauxv. namun empirismenya bu kan rnerupakan upaya untuk nienyusun kenyataan berdasar atas fakta fakta lepas s ebagal hasil pengamatan. James membedakan dua macam bentuk pengetahuan. menjadi populer setelah Francois Lyotard (1924 ) menerbitkan bukunya The Postmodern Condition: A Report on Knowldge (1979).ri pikiran dan kepercayaan sebagai ukuran untuk menetapkan nilai kebenaran (Tit us. Dengan demikian maka klaim klaim dari kau m post modernis tentang "berakhirnya Modernisme" biasanya dimaksudkan untuk men unjukkan berahirnya anggapan modern tentang "subjek" dan "dunia objektil" tad] ( Bambang Sugiharto. dalam suatu ide yang harus diwujudkan (Beriens. Oleh karen a kebenaran itu hanya suatu yang potensial. sebagaimana halnya Copernicus. dunia yang berubah serta problema proble manya. baru setelah verifikasi praktis (ber dasarkan hasil/buah pemikiran ). pertama. Reaksi terhadap mit os dan sikap dogmatis itil melahirkan pemikiran rasional. dan tugas pokok subjek adalah merepresentasikan keny ataan objektif (Representasionallsme). maka secara singkat dapat ditegaskan bahwa pemikiran Filsafat Barat berkembang sebagai reaksi terhadap mitos dan sikap dogmatis.. yang ultimate. artinya ads keberanian untuk menemukan hal hal b aru. pengetahuan yang langsung diperoleh dengan jalan pengamatan. mirip dengan niltos mitos yang mendasari masyarak at primitif dulu. Tetapi berbeda dengan rnitos mitos. PENUTUP Berdasarkan paparan singkat perkembangan sejarah filsafat Barat sejak ke lahirannya pacla zarnan Yunani kuno sampal dengan Abad ke 20 atau Abad Kontempoe r. . ditentang dan dikor eksi berdasarkan asumsi asumsi Ilmiah yang baru. Di sini ciri utarna filsafat sp ekulatif menjadi lebih dominan. 1966:348 ).. substansi. Salah seorang tokoh pragmatisme adalah William James (1842 1910). filsalat memang berpusat pada Epistemologi yang bersandar pad a gagasan tentang subjektivitas dan objektivitas murni yang satu sama lain terpi sah tak saling berkaitan. Sepertl halnya dengan mitos dalam masyarakat primitif. melainkan d alam suatu masa depan. Modernitas menuru t Lyotard ditandai oleh kisah kisah besar yang mempunyai fungsi mengarahkan sert a nienjiwai masyarakat modern. Dalam modernisme. Kebenaran itu suatu proses. namun akhirnya pan dangan mereka tetap diakui kebenarannya pada era era sesudahnya. kebenaran potensial menjadi real. Mereka mengatakan bahwa pada masa lalu filsafat telah keliru karena m encari hal hal mutlak. 1996:33). Istilah "Postmodern" telah digunakan dalam demikian banyak bidang d engan meriah dan hiruk pikuk. 1984:340). sistem hukum serta moral. Postmodernisme sebagai trend dari suatu pemikiran yang sangat populer pada pengh ujung abad ke 20 ini merambah keberbagai bidang dan disiplin fillsarat dan ilmu pengetahuan. dan alam sebagai sesuatu dan manusia tidak mendapat melangkah keluar dari padanya. suatu ide dapat menjadi benar apabila did ukung oleh peristiwa peristiwa sebagai akibat atau buah dari ide itu. ia memandang p emikirannya sendiri sebagai kelanjutan empirisme Inggris. Tugas pokok filsafat adalah mencari fondasi segala pen getahuan (Fondasionalisme).. Wacana postmodern. dan seluruh cara berpikir. esenisi-esensi abadl. walaupun manusla pada jamannya mungkin belum dapat menerima ide ide terseb ut pada masa itu. 1988:62). dkk. Kelompok pragmatis bersikap kritis terhadap sistem sistem f ilsafat sebelumnya seperti bentuk bentuk aliran materialrealisme. Pada awalnya post modernisme lahir sebagai reaksi terhadap kegagalan modernisme. idealisme dan realisme. kedua. kisah kisah besar itu tidak mencarl legitimitas dalam suatu perist iwa yang terjadi pada awal mula (seperti penciptaan oleh dewa dewa). Kemeriahan ini menyebabkan setiap referensi kepa danya mengandung resiko dicap sebagai ikut mengabadikan mode intelektual yang da ngkal dan kosong. Salah satu contoh kisah besar yang berusaha mewujudkan ide scperti itu adala h emanansipasi progresif dari raslo dan kebebasan dalam liberalisme polink. artinya suatu pendapa t yang dimitoskan dan telah menjadi dogma yang beku dilawan. prinsip y ang tetap dan sistem kelornpok empiris. Galileo Galilei yang pandangan Heliosentrisnya belum dapat diterima oleh umat pada zamannya.

Mitos mltos itu lalah suatu keyakinan bahwa dengan pemikiran filsafat. Nuchelsmans. Filsafat memillki daya dobrak yang tinggi terhadap kemapanan yang dicipt akan oleh manusia dalam peradaban dan kebudayaannya. Gadjah Mada University Press. terutama bidang Astronomi. menurut kaum postmodern is telah terjebak dalam membangun mitos mitos baru. Terjadilah sekularlsasi ilmu . Nico syukur Diesw.ak F safat Mode rn". G. Ilrnu Filsafat dan Aktualitasnya Dalam Pernbangunan Nasio nal.S. 1983). H. Holt. brace & World.Kelahiran filsafat pada zaman Yunani Kuno merupakan reaksi terhadap mito s rnitos yang berkembang pada waktu itu inengenai asal usul dan kejadian alam se mesta. New York . menyongsong abad 21 (millenium ke 3) adalah peran untuk mengembangkan pendekatan interdisip liner. "Flisafat Pengetahuan" . Harcourt. Lowith. Sehingga upaya mengontrol perkembangan ilmu pengetahuan ke dalam sekat sekat agama mengal ami kegagalan. 3. Hume. Columbia University Press. Kanisius. 1980. Filsafat modern yang lahir sebagal reaksi terhadap sikap dogmatis Abad Pertengahan. Para Filsuf Penentu Ge rak Zaman.. Yogakarta. . Gereja sebagai institusi pada waktu i tu menjadi satu satunya otoritas yang mengakui kebenaran dan keabsahan pemikira n filsafat dan ilmu pengetahuan. K.. ilmu pengetahuan. Pada hal kenyata annya banyak agenda kemanusiaan yang masih membutuhkan pemikiran baru.. Inc. Editor dan Alih bahasa: Soejono Soemargono. dalam : Fx. 1969. Koento WIbisono. Filsafat dapat dipandang sebagai sikap kritis yang mempersoalkan segala sesuatu yang menurut kacamata awam tidak perlu dipersoalkan. From Ilegel To Nietzsche: The Revolution In Nineteenth Century Thougth. Koento Wlblsono. Nur Cahaya.mikiran filsafat Abad Pe rtengahan yang bersifat teologis dognatis. dalam Berpikir Secara Kefilsafat an. New York. A History Of Western Philosophy: The Medieval Mind. yakni pemisahan antara aktivitas ilmiah dengan aktivitas keagamaan. Mudji Sutrisno & F. Filsafat seagai â ibiâ ilmu pengetahuan diharapkan kembali mengarahkan â anak-c cunyaâ sebagai â mitra-dialogâ dalam menyelesaikan persoalan-persoalan aktual manusia asa kini dan masa datang yang semakin kompleks ruang-lingkupnya. Gadjah Mada University Press. Para filosof Yunaill menerangkan asal usul dan keiadian alam semesta berd asarkan analisa pemikiran raslonal. namun akhirnya manusia mengakui pentingnya peran akal dalam memahami alam semesta. padahal manusla pada zaman itu belum mampu melepaskan diri mereka dari belenggu mitos..T. Rinehart and Wins ton. Green. 1984. Pada abad ke 20 kelahiran postmodernisine juga sebagai reaksi terhadap pemikiran modern yang juga telah berubah menjadi mitos baru. Di sini lah postmodernisme "menggugat" modernism yang telah mandeg dan berubah menjadi m itos baru. Harper & Ro%v Publishers . 1995. Lucas. dan aplikasinya da lam teknologi. E. Demikian juga halnya dengan kelahiran filsafat Modern yang dirintis sejak Rena issance dan Aufklaerung merupakan reaksi terhadap pe. 2. 1960. Terobosan yang dilakukan oleh para f ilsuf pada masa itu mungkin tak terpahami pada zamannya.The Age Of Strukturalism. Budi Hardiman (eds). "Descartes. Arti Perkernbangan Nlenurut Filsafat Positivisme Auguste Conite.. 1965. segala persoalan kemanusiaan dapat diselesaikan. W. The Renaissance And The Reformation. Padahal perkembangan ilmu pengetahuan di luar kontrol Gereja sudah berjalan sangat pesat. melainkan suatu aktivitas yang menuntut kreativitas pikir secara terus menerus merupakan â un finished journeyâ 4. Filsafat bukan merupakan dogma. Peran filsafat yang terpenting dalam penghujung abad ke 20. Kurzweil. New York. 1992. Dan Kant: 'riga Tongg. KEPUSTAKAAN Jones. Yogyakarta. Berdasarkan aksi dan reaksi yang muncul dalam sejarah perkembangan pemikiran Filsafat Barat ini maka ada beberapa butir kesimpulan yang dapat ditarik sebagai berikut: 1. Yogyakarta.. Yogyakarta. Translated frorn the German by David E. New York.

. 1971b. A. Russell. 1963.. Scruton. Cliff's Notes. History of Western Philosophy.M. Bulan Bintang. Persoa la n Persoa Ian Filsafat. 1972.. Jakarta.A. B. Titus. Ainsterdain/Brus sel. London. Elsevier. Jakarta. 1983. 1986. Ne derlands. Wylleman. Tractatus Logico 11hilosophicus. Sejarah Singkat Filsafat Modern: Dari Descartes Sarnpai Wi ttgenstein... terjemahan: II. Jakarta. PT Pantja Simpati. WcgNvijs in tic Wijsbegerte. 1980. 1957. van Peursen. et. C. Wittgenstein. R. Encyclopedie van de Wijsl)egcerte. Pustaka Jaya.al. L. C.. Leuven. Aku Dalain Butlaya. Lon don. Western Philosophy: Since 1600. 11. Rasjldl .. Nebraska.H. 1984. Routledge & Kegan Pau l LTD. Acco Uitgaven. Inc. vol. Toeti Heraty. .. George Allen & Unwin Ltd..Patterson. Allh bahasa: Zainal Arifin Tanjung.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful