P. 1
penyabunan

penyabunan

|Views: 213|Likes:
Published by Kharisma Ganda

More info:

Published by: Kharisma Ganda on Apr 05, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/25/2015

pdf

text

original

LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA IDENTIFIKASI LEMAK

Disusun Oleh: Kelompok VIII Anggota: Ai Susilawati Erik Herdiansyah Noyalita Khodijah Saedi Heryanto Sri Rahayu

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUKABUMI 2011

1

steroid. Pengertian Lemak Lipid berasal dari kata Yunani yang berarti lemak. yang berikatan dengan gugus karboksilat itu adalah hidrokarbon panjang yang disebut ekor. yang menebal ditempat-tempat tertentu dan juga disekitar berbagai alat didalam rongga tubuh dan dibelakang bola mata. Lipid juga merupakan kelompok senyawa beraneka ragam. umumnya 16 sampai 18 atom karbon. Asam lemak memiliki kerangka karbon yang panjang. Gliserol adalah sejenis alkohol yang memiliki tiga karbon yang masing-masing mengandung sebuah gugus hidroksil. Jadi lemak disusun dari dua jenis molekul yang lebih kecil yaitu gliserol dan asam lemak. d) Lemak terdiri atas unsur-unsur karbon. Secara bahasa lipid merupakan lemak. dan karbondisulfid. bantalan dan cadangan energi. eter. aseton. Dasar Teori Lipida adalah senyawa organik yang tidak larut dalam air tapi dapat diekstraksi dengan pelarut non polar seperti khloroform. Adapun yang termasuk senyawa lipid antara lain kolesterol. panjangnya salah satu ujung asam lemak itu adalah kepala yang terdiri atas suatu gugus karboksil dan gugus fungsional yang menyebabkan molekul ini disebut asam lemak. Senyawa ini dibentuk bila tubuh kelebihan makanan dan dipecah bila tubuh kekurangan 2 . Fungsi penyekat tampak jelas pula pada sel-sel syaraf. dan terpenoid. Fungsi sebagai bantalan tampak misalnya pada jaringan bawah kulit. eter. benzena. c) 1 gram lemak menghasilkan 39. b) Hanya larut dalam larutan non-polar seperti klorofom.06 kjoule atau 9. Fungsi utama lemak: sebagai penyekat. alcohol. yang terutama terdiri atas lemak. Lemak dikenal merupakan salah satu dari senyawa lipid. Baik sel syaraf maupun serat syaraf diliputi oleh sarung pembungkus yang disebut MIELIN. Seluruh sel mahluk hidup dibungkus oleh membran yang antara lain terdiri dari molekul-molekul lemak yang tersusun sedemikian rupa sehingga isi sel terpisah dari dunia luar. Lemak juga merupakan bentuk cadangan energi bagi tubuh.BAB I IDENTIFIKASI LEMAK A. lipid merupakan senyawa trimester yang dibentuk dari senyawa gliserol dan berbagai asam karboksilat rantai panjang.3 kcal. dan benzene. Sifat dari lemak: a) Hidrofobik (sulit untuk larut dalam air). hidrogen. sedangkan kalau dilihat dari stukturnya. dan oksigen. Fungsi penyekat tampak jelas pada membran sel.

Lemak terbagi tiga . Konsistensi cair atau padat pada suhu ruang ini biasanya ditentukan dari jumlah atom C yang menyusun asam lemak dari TG. Ditinjau dari sudut nutrisi. lemak merupakan sumber kalori penting disamping berperan sebagai pelarut berbagai vitamin. yaitu: 1. ergosterol. yang ditemukan antara lain dalam serum. limonen (jeruk). Senyawa yang termasuk turunan steroid. misalnya kolesterol. Biasanya minyak berasal dari tumbuhan dan lemak dari hewan. dalam minyak kelapa dan dalam berbagai minya lain yang berasal dari mahluk hidup. Yang dimaksud dengan minyak adalah lemak yang dalam suhu ruang berada dalam bentuk cair . dan juga sebagai vita¬min A. Steroid Steroid merupakan senyawa turunan (derivat) lipid yang tidak terhidrolisis. biasanya makin padat. terpenoid juga merupakan derivat dari lipid. Dilain pihak. Lemak Sederhana Lemak jenis ini bila dihidrolisis akan menghasilkan alkohol. Penyimpan energi dan transpor 2. komponen dinding sel 4. Steroid mempunyai struktur inti. Terpenoid Seperti halnya steroid. Berikut ini beberapa contoh senyawa terpena. diantaranya vitamin dan hormon. makin banyak ikatan rangkap. serta menghasilkan asam lemak. Penyampai kimia Beberapa senyawa lipida mempunyai aktivitas biologis yang sangat penting dalam tubuh. Struktur membran 3. Contoh yang paling banak ditemukan adalah Triasilgliserol yang disebut juga Trigliserida (TG). Makin panjang atom C. a. Pada umumnya steroid berfungsi sebagai hormon. Secara Kimia. Senyawa ini umumnya terdapat pada minyak atsiri. konsistensi semakin cair. lemak yang dalam suhu ruang masih berbentuk padat disebut lemak saja. biasanya berupa gliserol. Secara kasar tampak dalam bentuk perubahan berat badan atau dalam bentuk gemuk dan kurus.energi. misalnya sitral (minyak sereh). geraniol (minyak mawar). Perbedaan jenis steroid yang satu dengan steroid yang lain terletak pada rantai samping (cabang) yang diikatnya. c. Senyawa organik ini terdapat dalam semua sel dan berfungsi sebagai : 1. dan estrogen. Kulit pelindung. LipidTerhidrolisis Lipid terhidrolisis merupakan ester dari gliserol dengan suatu asam lemak atau asam fosfat yang mengikat etanolamin atau serin b. 3 .

basa organik. Lemak. asam lemak. 3. lipida yang termasuk ini hanya menghasilkan asam lemak dan alcohol. Lipida sederhana ini dapat dibagi kedalam tiga golongan.Lemak yang banyak mengandung ikatan rangkap ini disebut asam lemak essensial. 2. aldehida. Lipida Sederhana Kelompok ini disebut juga homolipida yaitu suatu bentuk ester yang mengandung karbon. E dan K sangat memerlukan lemak untuk dapat diserap dan digunakan tubuh. asam lemak dan senyawa lain seperti fosfat. yang harus ada dalam makanan. dan aldosteron). lipida. alcohol. 4 . Karena vitamin-vitamin ini tidak larut dalam air dan hanya larut dalam lemak atau pelarut lemak. hydrogen. sepert kolin atau betain. Lilin. yaitu: a. contohnya fosfolipida. Jika dihidrolisis. Termasuk ke dalam golongan ini ialah asam lemak. steroid. ester asam lemak 2. sehingga menjadi lebih mudah berinteraksi dengan air. Derivat Lipida Derivat lipida merupakan hasil hidrolisis kelompok yang telah disebut terdahulu. Lemak Majemuk ini ikut menyusun membran sel dan juga selubung sel dan serat syaraf. Lipida Majemuk Kelompok ini berupa ester asam lemak dengan alcohol yang mengandung gugus lain. D. amino. sulfolipida. kolesterol dan berbagai macam senyawa steroid seperti hormon steroid (kortisol. Bloor membagi lipida sebagai berikut: 1. testosteron. dan oksigen. Lipida dapat dikelompokkan menurut sifat kimia dan sifat fisiknya. gliserol. Lemak tumbuhan berupa minyak karena jumlah atom C-nya lebih pendek dan ikatan rangkapnya relatif lebih banyak. ester asam lemak dan gliserol b. perlu juga diketahui bahwa vitamin-vitamin A. dengan ikatan rangkap (ikatan tak jenuh) dan asam lemak tanpa ikatan rangkap (jenuh). estrogen. 3. progesteron. Meskipun bukan termasuk lemak. Yang termasuk dalam kelompok ini adalah Gliserol dan berbagai alkohol lain yang ikut menyusun lemak. dan lipoprotein. dan keton. Lemak Majemuk Lemak jenis ini bila dihidrolisis akan menghasilkan alkohol. prednison. Umumnya lemak majemuk mengandung listrik atau paling tidak mempunyai pengkutuban muatan dalam molekulnya. serebrosida (glikolipida). Turunan Lemak Yaitu berbagai senyawa yang diperoleh dari hidrolisis atau pemecahan kedua jenis lemak terdahulu. asam amino.

Ini adalah salah satu proses pada pembuatan margarin dari minyak kepala sawit. Dengan gas hidrogen dan katalis Ni dapat terjadi reaksi hidrogenasi. Istilah amfipatik yang semula digunakan oleh Hartley pada tahun 1936. walaupun ada perkecualian seperti yang akan kita lihat. Lemak hewan dan tumbuhan mempunyai susunan asam lemak yang terkandung didalamnya diukur dengan bilangan iodium. Dengan ion Ca++ dan Mg++ sabun dapat membentuk garam Ca atau Mg yang mengendap. Hal ini tampak dari timbulnya busa apabila sabun dilarutkan dalam air dan diaduk. Sebagai dalil umum adalah titik lebur suatu asam lemak berkurang dengan bertambahnya ketidakjenuhan dan berkurangnya bobot molekulernya. Proses hidrogenasi ini mempunyai arti penting karena dapat mengubah asam lemak yang cair menjadi asam lemak padat. Daya pembersih sabun bertumpu pada sifat amfipatrik molekul sabun. Asam lemak pada umumnya mempunyai jumlah atom karbon genap. Asam lemak pada umumnya adalah asam monokarboksilat berantai lurus. Lemak ini merupakan komponen utama lemak simpanan pada sel-sel hewan dan tumbuhan. yaitu pemecahan ikatan rangkap menjadi ikatan tunggal. Sabun mempunyai sifat dapat menurunkan tegangan permukaan air. Sifat-sifat fisik lemak netral mencerminkan susunan asam lemak dari lemak. Lemak netral disebut juga asil gliserol atau gliserida. Garam asam lemak biasanya disebut sabun. apabila dalam air terdapat ion-ion tersebut atau yang disebut air sadah. Oleh karena itu.Asam lemak tak jenuh mudah mengadakan reaksi pada ikatan rangkapnya. terutama pada jaringan adipose vertebrata.Banyak lipida yang mempunyai sifat fisik amfipatik. Kita dapat membuat beberapa penyamarataan mengenai asam lemak. 3. memberikan turunan hidrokarbon yang mempunyai satu bagian (polar) “bersimpati” dengan suasana air dan satu bagian hidrokarbon (hidrofobik) yang tidak bersimpati dengan suasana air. Asam lemak dapat dijenuhkan atau dapat mempunyai satu atau lebih ikatan rangkap Berdasarkan ada tidaknya ikatan rangkap. Hewan-hewan tingkat yang lebih tinggi dapat mengadakan biosintesa asam-asam lemak jenuh dan yang mono tak jenuh dari sumbersumber lain seperti karbohidrat. 2. Bilangan iodium adalah banyaknya gram iodium 5 . Asam lemak jarang terdapat bebas di alam tetapi terdapat sebagai ester dalam gabungan dengan fungsi alcohol. Asam-asam linoleat dan linolenat dan asam-asam lemak poli tak jenuh bertingkat lebih tinggi tidak dapat dihasilkan pada hewan bertingkat lebih tinggi dan karena itu diistilahkan asam lemak essensial. 1. asam lemak terbagi menjadi asam lemak jenuh dan asam lemak tidak jenuh.

B. atau sebagai sekresi insekta. Steroid banyak terdapat di alam. Inilah yang menyebabkan terjadinya bau dan rasa yang tak enak atau tengik. 6 . Oleh karena itu. dan steroid adalah lipida yang tak dapat disaponifikasikan yang berarti bahwa hidrolisis alkali tak menghasilkan sabun. atau enzim tertentu. Fosfolipida yang disebut fosfatidil kolin biasanya didapat pada membran dan hanya sedikit sekali fosfolipida ini terdapat pada lemak simpanan. Proses ini dapat berjalan dengan menggunakan asam. Proses hidrolisis yang menggunakan basa menghasilkan gliserol dan garam asam lemak atau sabun. Tujuan Percobaan  Membuktikan bahwa lemak hanya larut dalam pelarut organic. suhu tinggi dan adanya bakteri perusak adalah factorfaktor yang menyebabkanterjadinya ketengikan lemak. Kelembapan udara. makin besar bilangan iodium. terutama berlimpah dalam jaringan otak dan syaraf. hormon seks betina dan jantan.  Mengetahui tingkat kejenuhan lemak. Fosfolipida banyak terdapat pada bakteri. Lilin tak larut dalam air. makin banyak ikatan rangkap.  Mengetahui proses terbentuknya sabun oleh senyawa lemak. jaringan tumbuhan dan hewan. Terdapat sebagai pelidung kulit dan bulu. dan mikosterol.yang dapat bereaksi dengan 100 gram asam lemak. lanosterol. Lipida ini diturunkan dari sfingosin. Dengan proses hidrolisis lemak akan terurai menjadi asam lemak gliserol. pelindung daun danbuah. gandung gliserol amfipatik. cahaya. Contohnya kolesterol. fitosterol. Diantaranya dalam jumlah yang terbatas tetapi mempunyai aktivitas biologis yang penting yaitu asam empedu. Struktur umum yang biasa bagi semua steroida adalah kerangka siklompentano perhidro penantren. proses hidrolisis yang menggunakan basa disebut proses penyabunan. hormon korteks adreval dan beberapa racun steroid yang terdapat dalam jumlah lebih banyak yakni golongan sterol. Sfingolipida yang paling berlimpah adalah sfingomyelin yang terdapat dalam jaringan otak dan saraf dan dalam bagian lipida darah. Jadi. ai panjang dengan alcohol monohidrat. fosfat. basa. Oksidasi asam lemak tidak jenuh akan menghasilkan peroksida dan selanjutnya akan terbentuk aldehida.

etanol. Tambahkan 1 mL air pada larutan lipid dalam etanol. eter) Bahan Uji larutan lemak (minyak. Catat munculnya larutan segera setelah bercampur dan setelah dibiarkan beberapa menit. Tambahkan 2 tetes minyak pada 1 tabung dan lesitin pada tabung yang lain. Kocok campuran tadi dan bandingkan kestabilan emulsi yang terbentuk. Mengetahui karakteristik bau pada senyawa lemak. etanol. Amati pembentukan noda lemak pada kertas saring. Jika ada noda lemak yang menempel pada kertas saring berarti lemak tersebut larut dalam pelarut. C. b) Uji ketidakjenuhan 7 . eter) masukan 1 atau 2 tetes senyawa lemak yang akan diuji. Teteskan larutan lipid yang telah dibuat pada point 1 dan 2 pada kertas saring dan biarkan kering. Bahan Pelarut (aseton. Cara Kerja a) Kelarutan lemak       Ke dalam 10 tetes air masukkan 1 atau 2 tetes senyawa lemak yang akan diuji Ke dalam 10 tetes pelarut (aseton. kloroform. margarine. Alat             Tabung reaksi Pipet Kertas saring Rak tabung reaksi Pembakar spirtus b. Alat dan Bahan a. kloroform. Isi dua tabung reaksi masing-masing dengan 3 mL air. lesitin) Air Iodium KOH NaOH KHSO4 D.

5 mL ke dalam tabung reaksi. E. Jika senyawa lemak terbentuk padat. Bandingkan hasil yang diperoleh dari poin a dan b. Masukan 1 ml KOH. Tambahkan 5 tetes larutan yang akan diuji pada tabung reaksi tersebut. (hitung jumlah penetesan lemak sampai warna iodium hilang) c) Penyabunan  Masukan 4-5 tetes bahan percobaan ke dalam tabung reaksi. Tambahkan air suling sebanyak 3 mL. maka jumlahnya kira-kira sama dengan KHSO4. d) Uji Gliserol Tuangkan KHSO4 setinggi 0.   Sediakan larutan iodium dalam kloroform Tuangkan iodium tersebut sebanyak 0. Data Pengamatan a) Kelarutan lemak Pelarut Bahan uji air Minyak Margarin Lesitin _ _ _ aseton + + _ etanol + + + kloroform + + + Eter + + + Keterangan : (+) Larut. Panaskan campuran tersebut sampai mendidih (1-2 menit). Amati hilangnya warna iodium (kuning) untuk setiap penetesan senyawa lemak yang akan di uji. (-) Tidak larut Indikator kelarutam : Noda pada kertas saring 8 . Cium baunya dengan mengibaskan tangan pada tabung reaksi tersebut. Tuliskan hasil pengamatan dan kesimpulan.5 cm dalam tabung reaksi.     Ulangi percobaan a dengan mengganti laritan KOH dengan NaOH.    Tambahkan lagi KHSO4 dan panaskan dengan hati-hati. Masukan larutan yang akan diuji setetes demi setetes demi setetes dan setiap penambahan selesai harus dikocok sampai warna iodium hilang. Kocok dan perhatikan pembentukan busa.

9 . dan lesitin yang bersifat nonpolar larut dalam pelarut aseton. Hal ini disebabkan eter memiliki electron bebas yang dapat diserang oleh muatan positif dari kolin sehingga kolin lebih larut dalam eter daripada aseton yang tidak memiliki elektron bebas. lemak domba bahan uji tidak dapat larut. Pada pelarut polar yaitu air. antara lain adalah sifat kepolaran zat dan pelarutnya.b) Uji ketidakjenuhan Bahan Uji Minyak Margarin Lesitin Perubahan warna merah  jingga jernih merah  jingga keruh merah  kuning Hasil ++ +++ + Keterangan : (+) ketidakjenuhan c) Uji Penyabunan Bahan Uji Minyak Margarin Lesitin Keterangan : (+) pembentukan busa KOH ++++ ++ +++ NaOH ++++ ++ +++ 4) Uji Gliserol Bahan Uji Minyak Margarin Lesitin Tingkat bau ++ +++ ++ F. eter dan kloroform karena keempatnya merupakan pelarut organik (nonpolar). hal ini dikarenakan lesitin memiliki gugus kolin yang bermuatan positif sehingga lebih larut dalam eter dan kurang larut dalam aseton. Pembahasan a) Kelarutan lemak Pada tes kelarutan didapat hasil bahwa minyak. margarine. Kelarutan suatu zat dalam suatu pelarut ditentukan oleh banyak hal. Kecuali Lesitin yang tidak larut dalam pelarut aseton. etanol.

minyak. yang berfungsi sebagai emuglator. dan lesitin menghasilkan warna kuning. Dengan adanya reaksi ini.Margarin merupakan salah satu produk makanan konsumsi sehari-hari yang dibuat dengan menggunakan bahan baku lemak nabati. Pada zat dalam pelarut eter terdapat bercak karena bahan uji telah larut sehingga terbawa pada saat penetesan dan dapat membuat bercak pada kertas. minyak kelapa juga mengandung asam kaprilat. adanya bercak transparan pada kertas saring menandakan adanya lemak pada zat tersebut. terjadi reaksi adisi yang menyebabkan hilangnya warna larutan iod. Pada tes bercak lemak. Hal ini dikarenakan adanya momen dipol pada zat atau pelarut sehingga dapat berikatan dan berinteraksi dengan sesamanya. dan asam oleat. Pada hasil percobaan. Asam lemak utama yang terdapat dalam minyak adalah asam laurat dan asam miristat (merupakan asam lemak dengan bobot molekul rendah dan memiliki bilangan penyabunan yang tinggi). Hal tersebut dapat disimpulkan dari intensitas warna yang terbentuk (jingga keruh > jingga jernih > kuning). jadi tidak dapat larut. margarin menghasilkan warna jingga keruh. Margarin dibuat melalui proses hidrogenasi asam lemak tak jenuh yang bersumber dari tanaman. b) Uji ketidakjenuhan Percobaan ini dilakukan untuk menyatakan adanya ikatan tak jenuh dalam suatu lemak. margarin dan lesitin memberikan hasil positif yaitu dengan hilangnya warna larutan iodium. sehingga tidak bisa berinteraksi dengan zat yang polar. Hal itu berarti pada ketiga zat itu. c) Uji Penyabunan Asam lemak bila bergabung dengan alkali (KOH/NaOH) akan membentuk sabun. asam kaprat.Umumnya zat yang polar dapat larut dalam pelarut yang bersifat polar. Ikatan tak jenuh yang terdapat dalam margarin lebih banyak daripada ikatan tak jenuh dalam lesitin dan minyak (ikatan tak jenuh dalam margarin > minyak kelapa > lesitin). 10 . Begitu juga sebaliknya. Selain itu. Minyak mengandung triasil gliserol dengan 80-85 % asam lemak jenuh. namun tidak dapat larut dalam pelarut nonpolar. kemudian iodium tersebut akan menggantikan posisi dari ikatan rangkap tersebut melalui reaksi adisi sehingga jumlah ikatan rangkap dalam molekul zat akan berkurang atau menjadi tidak ada sama sekali (jika teradisi semuanya oleh iodium). Reaksi yang terjadi adalah reaksi adisi oleh iodium. Iodium akan memutus ikatan rangkap yang terdapat molekul zat. maka warna larutan iodium akan hilang. terdapat ikatan tak jenuh (ikatan rangkap) sehingga dengan penambahan larutan iodium. Sedangkan pada pelarut nonpolar tidak memiliki momen dipol. Margarin adalah emulsi air dalam minyak yang berbentuk padat. Minyak menghasilkan warna jingga jernih.

Dapat dilihat dari data pengamatan bahwa margarin memiliki tingkat bau yang paling tinggi dibandingkan lesitin dan minyak. dengan adanya pemanasan dan penambahan alkali (KOH/NaOH) maka senyawa lemak akan membentuk gliserol dan sabun atau garam asam lemak. Sistiana. Hal ini dikarenakan kedua alkali tersebut merupakan basa kuat. Jakarta: Universitas Indonesia. margarine yang memiliki tingkat ketidakjenuhan paling tinggi. Windiaryani. Lemak memiliki ikatan tak jenuh. nn. hal ini dapat disebabkan karena tingkat ketidakjenuhan senyawa lemak tersebut. dan pada percobaan ini.scribd. 25 Juni 2011. asam lemak utama yang terdapat dalam minyak adalah asam laurat dan asam miristat (merupakan asam lemak dengan bobot molekul rendah dan memiliki bilangan penyabunan yang tinggi) d) Uji Gliserol Jika gliserol dipanaskan dengan kalium bisulfate.M. “Uji-Karbohidrat”. Daftar Pustaka Poedjiadi. Asam lemak bila bergabung dengan alkali (KOH/NaOH) dapat membentuk sabun. Sukabumi : Universitas Muhammadiyah Sukabumi Lampiran 11 .Pada percobaan ketiga ini diamati pada ketiga bahan uji. Modul Praktikum Biokimia.com/doc/43248666/Laporan-PraktikumBiokimia-Lipid : Rabu. DASAR-DASAR BIOKOMIA. Tingkat bau paling tinggi pada uji gliserol terdapat pada margarine. 2009. Lesitin menghasilkan busa paling banyak. G. dehidrasi akan terjadi dan akrolein aldehid yang terbentuk memiliki karekteristik bau. Proses ini lebih dikenal dengan nama saponifikasi. hal ini bisa disebabkan karena margarine memiliki tingkat ketidakjenuhan paling tinggi dibandingan minyak dan lesitin. Kesimpulan     Lipid larut dalam pelarut organik yang bersifat nonpolar. Sedangkan untuk jumlah busa paling tinggi terdapat pada minyak. http://www. kedua minyak dan yang terakhir margarine. [ONLINE]. Titin Supriyanti. Anna dan F. 2011. Perbandingan jumlah busa (indikasi terbentuknya sabun) pada penambahan KOH daan penambahan NaOH adalah sama.

kloroform. 12 . sangat tidak jenuh . kue. dan mayonnaise. dan batter yang lebih cepat menghilangkan warna iodium. padat berlilin dan sangat higroskopis. dan dari penambahan bahan padat. mengapa? Tidak. diudara akan segera bereaksi dengan oksigen menjadi cokelat dalam beberapa menit. Senyawa mana yang paling cepat menghilangkan warna iodium? Dilihat dari jumlah tetesan lesitin merupakan senyawa yang paling cepat menghilangkan warna iodium.Jawaban Pertanyaan : 1. karena lemak hanya dapat larut pada larutan non polar seperti aseton. 4. Apa yang menyebabkan hilangnya warna air iodium pada penambahan larutan lemak pada uji ketidak jenuhan? Adanya halogen-halogen yang terikat oleh ikatan rangkap pada larutan lemak. ditemukan pada kuning telor dan sebagai bahan pembuat ice cream. merupakan bahan pengemulsi untuk triasiligliserol. 2. 3. Sifat apa yang dimiliki lesitin? Lesitin merupakan bahan jernih. margarin. Apakah semua pelarut dapat melarutkan senyawa lemak. sehingga menunjukan adanya ikatan rangkap. etanol dan alkohol mendidih.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->