P. 1
Etiologi, Gejala, Diagnosis Preeklampsia

Etiologi, Gejala, Diagnosis Preeklampsia

|Views: 12|Likes:
Published by Lusi Rustina
preeklampsia
preeklampsia

More info:

Published by: Lusi Rustina on Apr 05, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/09/2013

pdf

text

original

Etiologi Menurut pengamatan para ahli, pre-eklampsia yang juga dikenal dengan sebutan kehamilan dengan pembengkakan

, proteinuria, tekanan darah tinggi ini lebih banyak terjadi di negara berkembang, termasuk Asia, dimana kebanyakan penduduknya mengkonsumsi nasi. Apa hubungan penyakit ini dengan nasi tetap belum jelas benar. Ada dugaan lantaran titik beratnya pada nasi, maka ibu jadi kurang memperhatikan zat gizi lain, misalnya susu, telur, ikan, daging, sayur, buah-buahan dan lain-lain. Namun sampai saat ini, etiologi pasti dari preeklampsia/eklampsia belum diketahui. Ada beberapa teori mencoba menjelaskan perkiraan etiologi dari kelainan tersebut di atas, sehingga kelainan ini sering dikenal sebagai the diseases of theory. Adapun teori-teori tersebut antara lain: 1. Peran Prostasiklin dan Tromboksan Pengeluaran hormone ini memunculkan efek “perlawanan” pada tubuh. Pembuluh-pembuluh darah menjadi menciut,terutama pembuluh darah kecil, akibatnya tekanan darah meningkat. Organ-organ pun akan kekurangan zat asam. Pada keadaan yang lebih parah, bisa terjadi penimbunan zat pembeku darah yang ikut menyumbat pembuluh darah pada jaringanjaringan vital. 2. Peran Faktor Immunologis Pre-eklampsia sering terjadi pada kehamilan pertama dan tidak timbul lagi pada kehamilan berikutnya. Hal ini dapat diterangkan bahwa pada kehamilan pertama pembentukan blocking antibodies terhadap antigen plasenta tidak sempurna, yang semakin sempurna pada kehamilan berikutnya. 3. Peran Faktor Genetik/Familial Beberapa bukti yang menunjukkan peran faktor genetic pada kejadian PE-E antara lain: a) Pre-eklampsia hanya terjadi pada manusia. b) Terdapatnya kecendrungan meningkatnya frekuensi PE-E pada anak-anak dari ibu yang menderita PEc) Kecendrungan meningkatnya frekuensi PE-E pada anak dan cucu ibu hamil dengan riwayat PE-E dan bukan padaipar mereka. Peran Renin Angiotensin Aldosteron System (RAAS).

Tekanan darah diastolik ≥ 110 mmHg 3. wajah atau tangan. Edema (penimbunan cairan) pada paru 11. muka dan perut. Gangguan penglihatan atau nyeri kepala bagian depan yang berat 9. Oliguria (jumlah air seni < 400 ml / 24 jam) 6. Peningkatan kadar enzim hati dan atau ikterus (kuning) 4. 2. Hipertensi sistolik/diastolik (140/90) Proteinuria ≥ 300 mg/24 jam atau ≥ 1+ dipstik Edema pada lengan. 2.000/mm3 5. Nyeri ulu hati 8. Tekanan darah sistolik ≥ 160 mmHg 2.3 gr/liter dalam 24 jam atau secara kualitatif positif 2 (+2). Edema pada pretibia. Proteinuria : secara kuantitatif lebih 0. lumbosakral. dinding abdomen. 3. Trombosit < 100. Koma • Diagnosis 1. diastol 15 mmHg atau lebih dari tekanan darah sebelum hamil pada kehamilan 20 minggu atau lebih atau sistol 140 mmHg sampai kurang 160 mmHg. Proteinuria (protein dalam air seni > 3 g / L) 7. Kenaikan tekanan darah sistol 30 mmHg atau lebih. Perdarahan di retina (bagian mata) 10. Gejala klinis preeklampsia berat : 1. edema generalisata .Gejala Gejala klinis pre eklampsia ringan meliputi : 1. 3. diastol 90 mmHg sampai kurang 110 mmHg.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->