1

BAB I PENDAHULUAN

I.I. Latar Belakang Masalah Era globalisasi dunia ditandai oleh perkembangan yang semakin cepat di segala bidang kegiatan, begitu pula dalam kegiatan pendidikan. Globalisasi ini sangat mempengaruhi terhadap perkembangan pendidikan di Indonesia sehingga diperlukan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Pemerintah Indonesia dalam upaya meningkatkan pendidikan bagi warga negaranya tidak henti-hentinya melakukan berbagai kegiatan dan menyediakan fasilitas pendukungnya termasuk memberlakukannya

Undang-Undang No. 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen. Seperti yang disampaikan dalam penjelasan umum atas Undang-Undang No. 14 tahun 2005, Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun1945 menyatakan bahwa tujuan pendidikan nasional adalah untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan

kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Untuk mewujudkan tujuan nasional tersebut, pendidikan merupakan faktor yang sangat menentukan. Selanjutnya, Pasal 31 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 mengamanatkan bahwa (1) Setiap warga Negara berhak mendapat pendidikan; (2) Setiap warga negara wajib mengikuti

2

pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya; (3) Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta ahlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan UndangUndang; (4) Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurangkurangnya 20 % (dua puluh persen) dari anggaran pendapatan dan

belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggeraan pendidikan nasional; dan (5) Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan

menjunjung tinggi nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia. Salah satu amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 tersebut kemudian diatur lebih lanjut dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang memiliki visi terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga Negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. Sumber daya manusia unggul merupakan persyaratan utama bagi terwujudnya bangsa dan negara yang maju. Berapapun besar sumber daya alam (SDA), modal sarana prasaran yang tersedia, pada akhirnya di tangan SDM yang handal sajalah target pembangunan bangsa dan negara dapat dicapai. Dalam perspektif berpikir seperti ini, suatu bangsa

3

tak dapat mencapai kemajuan tanpa adanya suatu sistem pendidikan yang baik. Pendidikan adalah modal dasar untuk menciptakan SDM yang unggul. Dunia pendidikan yang utama adalah sekolah. Sekolah

merupakan salah satu lembaga alternatif pelayanan pendidikan. Sekolah sebagai suatu lembaga tentunya memiliki visi, misi, tujuan dan fungsi. Untuk mengemban misi, mewujudkan visi, mencapai tujuan, dan menjalankan fungsinya sekolah memerlukan tenaga profesional, tata kerja organisasi dan sumber-sumber yang mendukung baik finansial maupun non finansial. Sekolah sebagai suatu sistem memiliki komponen-komponen yang berkaitan satu sama lain serta berkontribusi pada pencapaian tujuan.

Komponen-komponen tersebut adalah siswa, kurikulum, bahan ajar, guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan lainnya, lingkungan, sarana, fasilitas, proses pembelajaran dan hasil atau output. Semua komponen tersebut harus berkembang sesuai tuntutan zaman dan perubahan lingkungan yang terjadi di sekitarnya. Untuk berkembang tentunya harus ada proses perubahan. Pengembangan ini hendaknya bertolak dari halhal yang menyebabkan organisasi tersebut tidak dapat berfungsi dengan sebaik yang diharapkan (Gupta & Shingi, 2001). Dalam konsepsi pengembangan kelembagaan tercermin adanya upaya untuk

memperkenalkan perubahan cara mengorganisasikan suatu lembaga, struktur, proses dan sistem lembaga yang bersangkutan sehingga lebih dapat memenuhi misinya. Oleh karena itu, perubahan yang terjadi pada

4 lembaga sekolah harus meliputi seluruh komponen yang ada di dalamnya. Kinerja guru yang optimal dipengaruhi oleh berbagai faktor. kinerja guru tentunya akan menjadi perhatian semua pihak. Perubahan tersebut terjadi dalam struktur. Berbagai usaha dilakukan untuk mencapai kinerja yang baik. Masalah kinerja menjadi sorotan berbagai pihak. anggaran pendidikan yang Maka diamanatkan Undang-Undang 20 % sudah mulai dilaksanakan. Perhatian pemerintah terhadap pendidikan sudah disosialisasikan. Salah satu indikator . Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Bandung Barat terdiri dari 60 sekolah negeri dan 76 sekolah swasta. kemampuan dan dan performancenya sehubungan dengan sumber-sumber. lingkungannya. ketenagaan dan sistem suatu lembaga serta proses perubahan itu sendiri. proses. Dalam proses perubahan tersebut individu organisasi dan lembaga meningkatkan tujuan. menyangkut bagaimana sekolah sebagai lembaga diorganisasikan sehingga mampu mengemban misinya dengan baik. Guru merupakan salah satu SDM yang berada di sekolah. baik internal maupun eksternal. Perubahan tidak akan berjalan tanpa dukungan dari sumber daya manusia yang merupakan asset yang dapat memberikan kontrbusi lebih dalam pencapaian tujuan organisasi. Guru harus benar-benar kompeten dibidangnya dan guru juga harus mampu mengabdi secara optimal. kinerja pemerintah akan dirasakan oleh masyarakat dan kinerja guru akan dirasakan oleh siswa atau orang tua siswa. Kinerja guru di sekolah mempunyai peran penting dalam pencapaian tujuan sekolah.

67 100% 6.46 6. Seperti di SMPN 1 Cisarua yang terletak di Jalan Kolonel Masturi 312 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.43 7.66 100% 6. Padahal belum tentu keberhasilan siswa merupakan hasil kinerja guru. diantaranya kepemimpinan kepala sekolah. Tabel I.27 7.07 6.31 7.39 6. AlanTucker dalam Syafarudin (2002 : 49) mengemukakan bahwa : “kepemimpinan sebagai kemampuan mempengaruhi atau mendorong seseorang atau sekelompok orang agar . Apakah keberhasilan siswa merupakan prestasi kinerja guru? Tentunya perlu ada penelitian untuk membuktikan asumsi tersebut.I.90 6.28 100% Sumber : Dokumen SMPN 1 Cisarua Pada tabel rata-rata nilai UN dan kelulusan di atas terlihat peningkatan prestasi siswa belum optimal walaupun pada rata-rata nilai UN terakhir ada sedikit peningkatan. berikut dapat kita lihat hasil rata-rata nilai Ujian Nasional (UN) dan prosentasi kelulusan dalam empat tahun terakhir. Keberhasilan prestasi sekolah ditentukan oleh berbagai faktor.20 6. Sekolah yang perolehan nilai ujian nasionalnya paling tinggi dan tingkat kelulusannya setiap tahun selalu 100 % dianggap sudah berhasil dan akan mendapat kepercayaan masyarakat.24 99% 7.95 7. Indonesia B Inggris Matematika IPA Rata-rata % Lulusan 2006/2007 2007/2008 2008/2009 2009/2010 7.13 6.46 6.41 6.25 6.5 suatu sekolah dianggap sudah berhasil adalah dengan perolehan nilai Ujian Nasional yang tinggi dan tingkat kelulusan yang maksimal.46 6. Rata-Rata Nilai Ujian Nasional dan Kelulusan No 1 2 3 4 Mata Pelajaran B.07 6.

(7) teladan. Kepala sekolah sebagai pimpinan harus mampu memberikan petunjuk dan pengawasan. (5) berjiwa besar. visi dan misi sekolah. Leader. (4) berani mengambil resiko dan keputusan. meningkatkan kemauan tenaga kependidikan. (6) emosi yang stabil. serta pengetahuan administrasi dan pengawasan. keahlian dasar. Supervisor. . Inovator dan Motivator (EMASLIM). membuka komunikasi dua arah. (2) percaya diri. Kepribadian kepala sekolah sebagai leader akan tercermin dalam sifat-sifat (1) jujur. pengetahuan terhadap kependidikan.6 bekerja secara sukarela untuk mencapai tujuan tertentu atau sasaran dalam situasi tertentu”. dan kemampuan berkomunikasi. Manajer. dan mendelegasikan tugas. Administrator. (3) tanggung jawab. Tabrani Rusyan (2000) mengungkapkan bahwa : kepemimpinan kepala sekolah memberikan motivasi kerja bagi peningkatan produktivitas kerja guru dan hasil belajar siswa. mengorganisasikan kegiatan. Menurut Mulyasa (2009 : 98) Kepala sekolah sedikitnya mempunyai peran dan fungsi sebagai Edukator. kemampuan mengambil keputusan. Wahjosumijo (2002 : 10) mengemukakan bahwa kepala sekolah sebagai leader harus memiliki karakter yang khusus yang mencakup kepribadian. pengalaman dan pengetahuan professional. Kemampuan yang harus diwujudkan kepala sekolah sebagai pimpinan dapat dianalisis dari kepribadian. mengarahkan kegiatan. Implementasi kemampuan yang harus dimiliki kepala sekolah terwujud dalam pelaksanaan tugas-tugasnya antara lain menyusun perencanaan.

Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru menurut Uben dan Hughes berupa penciptaan iklim sekolah yang dapat memacu atau menghambat efektifitas kerja guru. mengatur pembelajaran dan mengadakan hubungan masyarakat. Sebagai pemimpin suatu instansi pendidikan. mengadakan rapat. kemampuan memotivasi. melaksanakan pengawasan. kepegawaian. Dugaan tersebut didukung oleh data . penanganan kesiswaan. Kemampuan yang harus dimiliki seorang pemimpin dalam hal ini kepala sekolah adalah memiliki kepribadian yang menjadi teladan bagi bawahannya. Kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua dipandang sudah dilaksanakan dengan baik. melakukan evaluasi terhadap kegiatan. pengorganisasian. Melihat tugas kepala sekolah yang begitu banyak. Selain itu tugas menyelenggarakan administrasi antara lain menyusun perencaan. Jika tidak. kepala sekolah harus menjadi motor penggerak bagi berjalannya proses pendidikan. dan lain-lain. mengambil keputusan. maka tidak akan dapat mengelola sekolah dan suasana sekolah menjadi tidak kondusif. pengarahan keuangan. maka seorang kepala sekolah dituntut memiliki kemampuan manajerial. penyusunan kurikulum. komunikasi dan pendelegasian wewenang. Kepala sekolah selalu berupaya mencurahkan kemampuannya dalam menjalankan tugasnya untuk mencapai tujuan. menentukan kebijaksanaan. pengambilan keputusan.7 mengkoordinasikan kegiatan. sarana prasarana.

Supervisi kelas Setiap semester 6. Miller dan Gordon W (1967) yang dikutip . Faktor lain yang dapat meningkatkan kinerja guru adalah motivasi kerja. Pemerikasaan administrasi Setiap awal guru semester 5. Hal itu dibuktikan berdasarkan hasil penelitian McCleland (1961). Pegawai/guru yang memiliki motivasi yang tinggi biasanya akan melaksanakan tugasnya dengan penuh semangat dan energik. Edward Murray (1957). Motif itulah sebagai faktor pendorong yang memberi kekuatan kepadanya.8 jadwal pembinaan/pengarahan dan supervisi yang dilaksanakan secara intensif seperti yang terlihat pada tabel berikut : Tabel 1. kemajuan kinerja guru seharusnya meningkat lebih baik. Setiap triwulan 4. Seorang guru dapat bekerja secara professional jika pada dirinya terdapat motivasi yang tinggi. Untuk mengetahui hal tersebut tentunya memerlukan penelitian yang lebih mendalam. Uraian Kegiatan Rapat dinas pembinaan Guru dan tenaga kependidikan Rapat evaluasi program dan kegiatan KBM Rapat tim pengembang SSN Waktu Keterangan Setiap bulan sekali 2. sehingga ia mau dan rela bekerja keras. karena ada motif-motif atau tujuan tertentu yang melatarbelakangi tindakan tersebut. Pembinaan siswa melalui Setiap senin upacara awal bulan Sumber : Dokumen SMPN 1 Cisarua Lihat situasi kondisi Sudah terjadwal untuk setiap guru Jika dilihat dari tabel jadwal pembinaan dan pengawasan di atas. Setiap bulan sekali 3.2 Kegiatan Pembinaan dan Supervisi Kepala Sekolah No 1.

manajer dan pegawai yang mempunyai motivasi berprestasi tinggi akan mencapai kinerja yang tinggi. Artinya pimpinan. 4 Lomba keberhasilan guru dalam mengajar Provinsi Kota/Kab 5 Lomba lainnya Nasional Provinsi Kota/Kab Sumber : Dokumen SMPN 1 Cisarua. berikut dapat kita lihat tabel prestasi guru dalam empat tahun terakhir: Tabel 1. . dan sebaliknya mereka yang kinerjanya rendah disebabkan karena motivasi kerjanya rendah.3 Prestasi Guru dalam Perlombaan Perolehan 1 s/d 3 dlm Tingkat Nasional Provinsi Kota/Kab Nasional Provinsi Kota/Kab Nasional Provinsi Kota/Kab Nasional Kejuaraan 3 th terakhir Jumlah Guru - No Jenis Lomba 1. Lomba PTK 2. menyimpulkan bahwa ada hubungan yang positif antara motivasi berprestasi dengan pencapaian kinerja/prestasi kerja.9 Mangkunegara (2005). Berkaitan dengan pencapaian prestasi kerja guru SMPN 1 Cisarua. Lomba karya tulis inovasi Pembelajaran Lomba guru berprestasi 3. Terlihat dari tabel di atas bahwa masih belum ada hasil prestasi kerja guru SMPN 1 Cisarua dalam satu lombapun. Hal ini diduga salah satu faktornya adalah rendahnya motivasi guru baik dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya maupun motivasi berprestasi.

Dalam kasus pada SMPN 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat yang sedang berusaha mencapai status Sekolah Standar Nasional (SSN) . juga dituntut untuk mampu menciptakan suasana yang kondusif di lingkungan kerja (climate-maker) sehingga dapat mencegah timbulnya desintegrasi dan mampu memberikan dorongan agar semua komponen yang ada di sekolah bersatu mencapai tujuan yang ingin dicapai. Walaupun disiplin ini hanya merupakan salah satu bagian dari ciri kinerja guru dan berkaitan dengan prosentasi kehadiran. menurunnya produktivitas kerja dan apatis. Kepemimpinan kepala sekolah adalah motivator bagi kepatuhan diri pada disiplin kerja para guru. Pernyataan tersebut didukung oleh pendapat Malthis dan Jackson bahwa disiplin kerja berkaitan erat dengan perilaku karyawan dan berpengaruh terhadap kinerja. Keith Davis (2003 : 129) menyatakan disiplin kerja sebagai pelaksanaan manajemen untuk memperteguh pedoman-pedoman dipandang erat keterkaitannya dengan kinerja. Pada tahap inilah kepemimpinan kepala sekolah dituntut untuk mampu memimpin atau mengelola sekolah. ketidakpatuhan pada aturan. tetapi ternyata hal ini membawa dampak yang sangat besar terutama pada sistem pendidikan kita yang masih memerlukan keberadaan guru secara dominan dalam proses pembelajaran. Simamora (2006 : 610) menyatakan bahwa : “Disiplin adalah prosedur yang mengoreksi atau menghukum bawahan karena melanggar peraturan atau prosedur. Disiplin merupakan bentuk pengendalian diri karyawan dan pelaksanaan yang teratur dan menunjukkan tingkat kesungguhan tim kerja di dalam suatu organisasi”.10 Pada sisi lain faktor disiplin dapat pula meningkatkan kinerja guru.

1% tidak hadir Sumber : Sie Kurikulum SMPN 1 Cisarua. Jika kita memperhatikan tabel di atas. Tabel 1. 7.92% 5.11 masih banyak hal yang harus ditingkatkan. kedisiplinan. Hal ini dapat dilihat dari absensi (kehadiran/ketidakhadiran) dari guru. Pada tahap inilah peran kepemimpinan kepala sekolah diperlukan. agar semua komponen yang ada dalam sekolah memberikan pelayanan yang optimal kepada para siswa.89% 7. Tabel berikut ini data ketidakhadiran guru SMPN 1Cisarua dalam kurun waktu semester terakhir.6% 5. hal itu dapat membawa pengaruh buruk.4 Prosentasi Ketidakhadiran Guru No Ket Juli 1 Hari kerja Efektif 2 Jumlah guru 4. Fakta menunjukkan tingkat kedisiplinan guru di SMPN 1 Cisarua masih rendah. ketidakhadiran dalam setiap bulannya hanya di bawah 10 % sekilas tampaknya bukan masalah besar.57% 5. sampai gaya kepemimpinan kepala sekolah. Tetapi sesungguhnya dalam sistem pendidikan kita saat ini.21% 4. Proses pembelajaran jadi terhambat sehingga para siswa tidak mendapat ilmu secara optimal. siswa jadi terlantar karena gurunya absen.88% 18 Agust 22 Bulan Sept 12 Okt 26 Nop 26 Des 4 Ratarata . baik dari kinerja guru. Apalagi kalau ditambah dengan prilaku guru yang hadir di sekolah karena malas atau kurang tanggung jawab kadang tidak hadir di kelas. Kepala sekolah harus bertindak tegas terhadap pelanggaran yang terjadi. motivasi kerja.

12. Motivasi guru untuk meningkatkan kemampuan mengajar belum optimal. Motivasi guru untuk berprestasi masih rendah. Kinerja guru masih belum optimal. 9. 6. Konflik organisasi belum teratasi dengan baik. 3. Budaya kerja belum tercipta dengan baik. Kepemimpinan kepala sekolah dalam mempengaruhi kinerja guru perlu ditingkatkan. 5.2 Identifikasi Masalah Berdasarkan paparan di atas. Disiplin kerja guru masih rendah. maka dapat diidentifikasi masalahmasalah sebagai berikut : 1. Kompetensi guru belum dikuasai menyeluruh. Kesadaran diri akan tugas masih lemah. Reward dan punishment belum berjalan efektif. 10. Komunikasi personal belum terjalin dengan baik. Oleh karena itu. penulis membuat judul penelitian “ Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah. 13. 4. 8. Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat “. 11. 7. . 2.12 Sehubungan dengan uraian di atas maka masalah faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja guru perlu dibuktikan dengan mengadakan penelitian. Komitmen pencapaian kinerja guru di SMPN 1 Cisarua masih rendah. 1. Program diklat untuk pengembangan kompetensi guru frekuensinya masih kurang.

Bagaimana gambaran disiplin kerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.4 Rumusan Masalah Berdasarkan pembatasan masalah di atas. .13 14. Dalam tesis ini penulis hanya membatasi masalah pada skup kecil yaitu mengenai kinerja guru yang ada di SMP tepatnya di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. disiplin dan motivasi kerja. Namun dalam penelitian ini penulis membatasi masalah kinerja guru SMP yang dipengaruhi oleh kepemimpinan. Permasalahan-permasalahan perlu mendapat tanggapan dan solusi. Sarana prasarana yang tersedia di sekolah belum dimanfaatkan secara maksimal. Tingkat kepuasan kerja guru masih rendah. 2. 15. budaya kerja. Bagaimana gambaran motivasi kerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. maka masalah dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut : 1. 3. Bagaimana gambaran kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 1. lingkungan kerja. kepuasan kerja. Ada banyak faktor yang mempengaruhi kinerja guru di SMP diantaranya kompetensi. Salah satunya adalah masalah manajemen sumber daya manusia. kompensasi. 1. kepemimpinan.3 Pembatasan Masalah Berbagai permasalahan yang dihadapi dalam dunia pendidikan sangatlah kompleks. motivasi dan disiplin kerja.

14

4. Bagaimana gambaran kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Barat. 5. Berapa besar pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 6. Berapa besar pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 7. Berapa besar pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 8. Berapa besar pengaruh kepemimpinan kepala sekolah, motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.

1.5 Maksud dan Tujuan Penelitian Penelitian ini bermaksud untuk mengumpulkan data, mengolah dan menginterpretasikan untuk dijadikan sebagai karya tulis berupa tesis, sebagai syarat memperoleh gelar Megister Manajemen (MM) di STIE Pasundan Bandung. Sedangkan tujuan penelitian ini adalah untuk : 1. Mengetahui gambaran kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 2. Mengetahui gambaran motivasi kerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 3. Mengetahui gambaran disiplin kerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 4. Mengetahui gambaran kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.

15

5. Mengetahui berapa besar pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 6. Mengetahui berapa besar pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 7. Mengetahui berapa besar pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 8. Mengetahui berapa besar pengaruh kepemimpinan kepala sekolah, motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. di SMP

1.6 Kegunaan Penelitian Peneliti berharap hasil penelitian ini berguna baik secara teoritis maupun praktis. a. Kegunaan Teoritis Penelitian ini diharapkan dapat menyumbangkan

pengembangan keilmuan untuk peneliti selanjutnya, terutama yang berhubungan dengan peningkatan kinerja guru di sekolah.

b. Kegunaan Praktis Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai informasi bagi para guru, praktisi pendidikan, dan pengambil kebijakan khususnya kebijakan yang berkenaan dengan upaya meningkatkan kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.

16

BAB II TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA BERFIKIR DAN HIPOTESIS PENELITIAN

2.1 Tinjauan Pustaka 2.1.1 Tinjauan Umum tentang Sumber Daya Manusia Manajemen merupakan proses untuk mencapai tujuan organisasi. Manajemen bisa sebagai suatu kumpulan pengetahuan yang logis dan sistematis juga sebagai suatu kreativitas pribadi yang disertai suatu keterampilan. Sadili Samsudin dalam bukunya Manajemen Sumber Daya Manusia (2006 : 18) mengutip pendapat G.R. Terry dalam Principless of Manajemen memberikan pengertian sebagai berikut : “Management is a distict process consisting of planning, organizing, actuating, and controlling performed to determine and accomplish stated objectives by the use of human being and other resources” “Manajemen adalah suatu proses yang khas, yang terdiri dari tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber daya lainnya”. Menurut Mary Parker Follet dalam bukunya menyatakan bahwa manajemen adalah seni mencapai sesuatu melalui orang lain (manajement is the art of getting things done thourh the other) Dari definisi manajemen di atas maka dapat diketahui bahwa ada dua istilah yang diberikan para ahli mengenai istilah manajemen yaitu sebagai seni yang merupakan kreativitas pribadi yang disertai suatu keterampilan dan ada pula yang memberikan definisi manajemen sebagai suatu ilmu yang merupakan kumpulan pengetahuan yang logis dan sistematis. Maka suatu organisasi untuk mencapai tujuannya tidak akan

tugas. pelaksanaan dan pengendalian. Menurut (2008:1) istilah manajemen mempunyai arti Veithzal Rivai kumpulan sebagai pengetahuan tentang bagaimana seharusnya memanage (mengelola) sumber daya manusia. Adapun fungsi manajemen diantaranya : 1. Karena sumber daya manusia mempunyai peranan penting dalam mencapai tujuan perusahaan. pengorganisasian. maupun kepegawaian. Manajemen menginginkan tujuan organisasi tercapai dengan efisien dan efektif. maka pengalaman dan hasil penelitian bidang SDM dikumpulkan secara sistematis selanjutnya disebut dengan manajemen sumber daya manusia. 3. keuangan. pemasaran. 2. dan otoritas diantara anggota organisasi agar tujuan organisasi dapat dicapai dengan efisien dan efektif. Proses ini terdapat dalam fungsi/bidang produksi. Perencanaan (Planning) adalah kegiatan menetapkan tujuan organisasi dan memilih cara terbaik untuk mencapai tujuan tersebut. Pengarahan (Leading) adalah membuat bagaimana orang-orang tersebut bekerja untuk mencapai tujuan organisasi tersebut. Pengendalian (Controlling) bertujuan untuk melihat apakah organisasi berjalan sesuai rencana. Manajemen sumber daya manusia (MSDM) merupakan salah satu bidang dari manajemen umum yang meliputi segi-segi : perencanaan. Dengan manajemen maka pemanfaatan sumber .17 terlepas dari aktivitas manajemen. 4. Pengorganisasian (Organizing dan Staffing) adalah kegiatan mengkoordinir sumber daya.

Sumber daya manusia yang belum mempunyai keahlian dan keterampilan yang dibutuhkan perusahaan apabila dilatih. memberi penghargaan dan penilaian”. sumber daya manusia merupakan masukan (input) yang diolah oleh perusahaan dan menghasilkan keluaran (output). menyaring. Menjadi tugas utama manajemen sumber daya manusia yaitu . Seperti sumber daya lainnya. Sedarmayanti (2007 : 13) mengatakan bahwa: “Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) adalah kebijakan dan praktik menentukan aspek manusia atau sumber daya manusia dalam posisi manajemen. diberikan pengalaman dan diberikan motivasi untuk berkembang maka akan menjadi asset yang sangat menguntungkan bagi perusahaan. Pengelolaan sumber daya manusia inilah yang disebut dengan manajemen sumber daya manusia.18 daya yang ada dapat lebih optimal guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Dengan kata lain manajemen sumber daya manusia adalah mengembangkan pegawai dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran individu maupun organisasi. Dalam usaha mencapai tujuan perusahaan. Sumber daya manusia merupakan asset bagi perusahaan yang apabila dimanage akan menghasilkan output kinerja bagi perusahaan yang tentunya akan menguntungkan bagi perusahaan. permasalahan yang dihadapi oleh manajemen semakin kompleks seiring dengan perkembangan teknologi di era globalisasi ini. termasuk merekrut. Pada masa kini persoalan manajemen tidak hanya terdapat pada bahan mentah atau bahan baku akan tetapi juga menyangkut prilaku karyawan atau sumber daya manusia. melatih.

19 mengelola pegawai se-efisien dan se-efektif mungkin agar diperoleh pegawai yang produktif dan dapat memberikan keuntungan yang maksimal bagi perusahaan. pengembangan manajemen serta aktifitas pelatihan yang terkait “kebutuhan bisnis”. 5. . kemampuan dan kecakapan mereka. Mengembangkan iklim lingkungan dimana kerjasama tim dan fleksibilitas dapat berkembang. Meningkatkan dan memperbaiki kapasitas yang melekat pada manusia kontribusi. dapat dipercaya dan memiliki motivasi tinggi seperti yang diperlukan. Mengembangkan sistem kerja dengan kinerja tinggi yang meliputi prosedur perekrutan dan seleksi yang teliti. 4. Menciptakan iklim. 3. Membantu organisasi menyeimbangkan dan mengadaptasikan kebutuhan pihak terkait (pemilik. Mengembangkan praktek manajemen dengan komitmen tinggi yang menyadari bahwa karyawan adalah pihakterkait dalam organisasi Yang bernilai membantu dan membentuk pengembangan iklim kerjasama dan kepercayaan bersama. dimana hubungan yang produktif dan harmonis dapat dipertahankan melalui asosiasi antara manajemen dengan karyawan. 6. Secara khusus Sedarmayanti (2007 : 13) mengungkapkan bahwa manajemen sumber daya manusia bertujuan untuk : 1. lembaga atau wakil pemerintah. 7. sistem kompensasi dan insentif yang tergantung pada kinerja. 2. Memungkinkan organisasi mendapatkan dan mempertahankan pegawai cakap.

8. budaya dan teknologi. pemasok dan masyarakat luas). Mengelola karyawan yang beragam. kompensasi dan tunjangan kesehatan. pelanggan. sosial. ekonomi.20 manajemen. keselamatan dan keamanan. hubungan karyawan dan buruh. Namun di era globalisasi dimana teknologi membuat dunia seolah tanpa batas maka lingkungan eksternal menjadi bagian penting yang harus menjadi pertimbangan bagi semua pimpinan dalam melaksanakan aktivitas sumber daya manusia pada perhatian untuk karyawan.politik. keadilan dan diantaranya : hukum. 11. Mengadopsi pendekatan etis untuk mengelola karyawan yang didasarkan transportasi. . Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut di atas manajemen sumber daya manusia harus malaksanakan beberapa kelompok aktivitas yang semuanya saling berhubungan dan terkait. karyawan. 10. gaya kerja dan aspirasi. Memastikan bahwa kesamaan tersedia untuk semua. Memastikan bahwa orang dinilai atau dihargai berdasarkan apa yang mereka lakukan dan mereka capai. memperhitungkan perbedaan individu dan kelompok dalam kebutuhan penempatan. Hal ini dikarenakan lingkungan eksternal seolah menjadi bagian tak terpisahkan dari organisasi itu sendiri. 9. 12. seperti yang terjadi dalam konteks organisasi meliputi : perencanaan sumber daya manusia. Mempertahankan dan memperbaiki kesejahteraan fisik dan mental karyawan.

” Pengertian di atas didukung oleh pendapat Stephen P. padahal dua hal tersebut memiliki perbedaan yang cukup berarti.1. Hal ini memberikan suatu perspektif bahwa seorang manajer dapat berperilaku sebagai seorang pemimpin. Tetapi seorang pemimpin belum tentu harus menyandang jabatan manajer.21 2. Seven edition yang dialih bahasa oleh T.2 Kepemimpinan Konsep tentang kepemimpinan dalam dunia pendidikan tidak bisa terlepas dari konsep kepemimpinan secara umum. Sedangkan menurut AlanTucker dalam Syafarudin (2002 : 49) mengemukakan bahwa : “kepemimpinan sebagai kemampuan mempengaruhi atau mendorong seseorang atau sekelompok orang agar bekerja secara sukarela untuk mencapai tujuan tertentu atau sasaran dalam situasi tertentu”. Dubrin dalam Buku The Complete Ideal‟s Guides to Leadership 2nd Edition yang dialih bahasa oleh Tri Wibowo BS . Hermaya (2005 : 128) memberikan arti kepemimpinan sebagai berikut : “Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi kelompok menuju tercapainya sasaran”. Menurut Andrew J. Dalam buku kepemimpinan karangan Miftah Toha (2006 : 5) mengartikan bahwa : “Kepemimpinan adalah aktivitas untuk mempengaruhi orang-orang supaya diarahkan untuk mencapai tujuan organisasi. Konsep kepemimpinan secara umum sering dipersamakan dengan manajemen. Robbins dalam buku Manajement. asalkan dia mampu mempengaruhi perilaku orang lain untuk mencapai tujuan tertentu.

Kepemimpinan sebenarnya dapat berlangsung dimana saja.22 (2006 : 4) arti kepemimpinan yang sesungguhnya dapat dijelaskan dengan banyak cara. Menurut Stephen P Robbins dalam buku Management. karena kepemimpinan merupakan proses mempengaruhi orang lain untuk melakukan sesuatu dalam rangka mencapai maksud tertentu. Kepemimpinan adalah kekuatan dinamis penting yang memotivasi dan mengkoordinasikan organisasi dalam rangka mencapai tujuan. Kepemimpinan adalah tindakan yang menyebabkan orang lain bertindak atau merespon dan menimbulkan perubahan positif. 5. Berdasarkan definisi kepemimpinan yang berbeda terkandung kesamaan arti yang bersifat umum. Berikut ini adalah beberapa definisinya : 1. membujuk. Kepemimpinan adalah cara mempengaruhi orang dengan petunjuk atau perintah 3. 2. Kepemimpinan adalah kemampuan untuk menciptakan rasa percaya diri dan dukungan diantara bawahan agar tujuan organisasional tercapai. tetapi juga mempunyai implikasi nyata yang cukup berbeda dari pendekatan ciri. Seven Edition yang dialih bahasa oleh T. . Untuk membedakan pemimpin dari non-pemimpin dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan teori perilaku. Teori perilaku ini tidak hanya memberikan jawaban yang lebih pasti tentang sifat kepemimpinan. Hermaya (2005 : 129) menyatakan bahwa : “Teori prilaku adalah teori-teori kepemimpinan yang mengenali perilaku yang membedakan pemimpin yang efektif dari yang tidak efektif”. Seorang pemimpin merupakan orang yang memberikan inspirasi. Kepemimpinan adalah upaya mempengaruhi banyak orang melalui komunikasi untuk mencapai tujuan. 4. mempengaruhi dan memotivasi orang lain.

. Pemimpin mempunyai kehendak yang kuat untuk mempengaruhi dan memimpin orang lain. Pemimpin menunjukkan tingkat usaha yang tinggi. 2. Teori Sifat (Trait Theory) Ada empat sifat yang berpengaruh terhadap keberhasilan kepemimpinan. sikapsikap hubungan kemanusiaan. Para pengikut melihat pemimpinnya tidak ragu akan dirinya. 5. Kepercayaan diri. industry dan hal-hal teknis. Kejujuran dan integritas. Teori Kelompok Teori ini beranggapan bahwa kelompok bisa mencapai tujuantujuannya. yaitu : kecerdasan. dan mereka perlu mampu untuk menciptakan visi. Kehendak untuk memimpin. 4. 3. Pengetahuan yang terkait dengan pekerjaan. harus terdapat suatu pertukaran yang positif diantara pemimpin dan pengikut-pengikutnya. 2. Pemimpin membangun hubungan saling mempercayai antara mereka sendiri dan pengikutnya dengan menjadi jujur dan tidak menipu. 3. dan membuat keputusan yang tepat.23 Selanjutnya Stephen P Robbins dalam buku yang sama mengemukakan bahwa terdapat enam ciri yang berkaitan dengan kepemimpinan yaitu : 1. Pemimpin haruslah cukup cerdas untuk mengumpulkan. Dorongan. memecahkan masalah. Pemimpin yang efektif mempunyai tingkat pengetahuan yang tinggi tentang perusahaan. Teori Situasional Teori ini mengemukakan bahwa kepemimpinan dipengaruhi situasisituasi yang ada di sekitarnya. 6. Menurut Thoha dalam buku Kepemimpinan dalam Manajemen (2006 : 31) terdapat beberapa teori kepemimpinan diantaranya : 1. motivasi diri dan dorongan berprestasi. kedewasaan dan kekuasaan hubungan sosial. menganalisis dan menafsirkan banyak informasi. Kecerdasan.

Gaya Demokratis : Pemimpin yang cenderung melibatkan karyawan dalam mengambil keputusan. mendorong partisipasi dalam memutuskan metode dan sasaran kerja dan menggunakan umpan balik sebagai peluang untuk melatih karyawan. . Teori Jalan Kecil – Tujuan Teori ini menggunakan kerangka teori motivasi. jika perilaku itu dapat memuaskan. Mereka beranggapan bahwa perilaku pemimpin akan bisa menjadi faktor motivasi terhadap bawahan. 5. dan membatasi partisipasi karyawan. mendelegasikan yang banyak mempengaruhi perilaku keberhasilan seorang dalam mempengaruhi pengikut-pengikutnya. Menurut Robbins dalam buku Management Seven Edition yang dialih bahasa oleh T Hermaya (2005 : 130) ada beberapa gaya atau Style kepemimpinan pemimpin diantaranya : 1. mendiktekan metode kerja. Pada Periode Pertama Gaya Otokratis : Pemimpin yang cenderung memusatkan wewenang. interaksi timbale balik antara pemimpin lingkungan dan perilakunya sendiri.24 4. membuat keputusan unilateral. Teori Social Learning Merupakan suatu teori yang dapat memberikan suatu model yang menjamin kelangsungan. wewenang. Penjelasan teori kepemimpinan ini melahirkan suatu tinjauan bahwa untuk memimpin seseorang harus memiliki gaya kepemimpinan.

25 - Gaya Laissez-Faire : Pemimpin yang umumnya memberikan kelompok kebebasan penuh untuk membuat keputusan dan menyelesaikan pekerjaan dengan cara apa saja yang dianggap sesuai. Berdasarkan beberapa pembahasan tentang teori kepemimpinan tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan adalah kemampuan yang dimiliki seseorang dalam mempengaruhi orang lain untuk mau bekerja sama agar mau melakukan tindakan dan perbuatan dalam mencapai tujuan bersama. Pendapat para Ahli Gaya Kepemimpinan Kontinum Terdapat dua bidang pengaruh yang eksterm antara pengaruh pemimpin dan kebebasan bawahan. yaitu jika berorientasi pada bawahan dan mendasarkan pada komunikasi. . Empat Sistem Manajemen dari Likert Dimana pemimpin dapat berhasil jika bergaya participative management. 2. Tiga Dimensi dari Reddin Merupakan gaya penyempurnaan dari manajerial grid dengan menambahkan efektivitas dalam modelnya. Gaya Managerial Grid Dimana manajer berhubungan dengan dua hal yaitu produksi dan orang-orang.

juga produktivitas dan semangat kerja guru tergantung kepala sekolah dalam arti sampai sejauh mana kepala sekolah mampu menciptakan kegairahan kerja dan sejauh mana kepala . Wahjosumidjo (2002 : 83) mengartikan bahwa : “Kepala sekolah adalah seorang tenaga fungsional guru yang diberi tugas untuk memimpin suatu sekolah dimana diselenggarakan proses belajar mengajar atau tempat dimana terjadi interaksi antara guru yang memberi pelajaran dan murid yang menerima pelajaran. Berdasarkan beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa kepala sekolah adalah seorang guru yang mempunyai kemampuan untuk memimpin dan memanaj segala sumber daya yang ada pada suatu sekolah sehingga dapat didayagunakan secara maksimal untuk mencapai tujuan bersama. Berkaitan dengan kepemimpinan kepala sekolah A. Kepala Sekolah adalah pemimpin sekaligus manajer yang harus mengatur.3. karena tanggung jawab kepala sekolah sangat penting dan menentukan tinggi rendahnya hasil belajar para siswa. Tabrani Rusyan (2000) menyatakan bahwa : Kepemimpinan kepala sekolah memberikan motivasi kerja bagi peningkatan produktivitas kerja guru dan hasil belajar siswa.26 2.” Sementara Rahman dkk (2006 : 106) mengungkapkan bahwa “Kepala sekolah adalah seorang guru (Jabatan fungsional) yang diangkat untuk menduduki jabatan structural (kepala sekolah) di sekolah. memberi perintah sekaligus mengayomi bawahannya yaitu para guru dan menyelesaikan masalahmasalah yang timbul.1. Kepemimpinan kepala sekolah harus benar-benar dapat dipertanggungjawabkan. Kepemimpinan Kepala Sekolah Sejalan dengan uraian kepemimpinan di atas kepemimpinan dalam organisasi sekolah secara umum sama.

Hal tersebut di atas meliputi kepribadian. yaitu : 1. komunikasi dan pendelegasian wewenang. Oleh sebab itu. Sedangkan menurut Mulyasa (2009 : 90) : “Kepemimpinan kepala sekolah merupakan salah satu faktor yang dapat mendorong sekolah untuk mewujudkan visi. perlu adanya kebersamaan. misi. Menurut Supriadi dalam bukunya (editor) Sejarah Pendidikan Teknik dan Kejuruan di Indonesia (2002 : 268). tujuan dan . Setiap anggota organisasi mempunyai hak untuk memberikan sumbangan demi tercapainya tujuan organisasi. Kepala Sekolah sebagai Penyelia Supriadi juga mengatakan bahwa kepemimpinan adalah kepribadian dan integritas serta kemampuan untuk meyakinkan dan mengarahkan orang lain. Kepala Sekolah sebagai Pencipta Iklim Kerja 5.27 sekolah mampu mendorong bawahannya untuk bekerja sesuai dengan kebijaksanaan dan program yang telah digariskan sehingga produktivitas kerja guru tinggi dan hasil belajar siswa meningkat. untuk mencapai tujuan sesuai dengan sasaran. Rasa kebersamaan dan rasa memiliki pada diri setiap anggota mampu menimbulkan suasana organisasi yang baik. Ada tujuh indikator keberhasilan seorang kepala sekolah. pengambilan keputusan. Kepala Sekolah sebagai Pendidik 6. Kepala Sekolah sebagai Manajer. Kepala Sekolah sebagai Pemimpin 3. kemampuan memotivasi.” Sebenarnya dalam mencapai tujuan bersama. Kepala Sekolah sebagai Administrator 7. pemimpin dan anggotanya mempunyai ketergantungan satu dengan yang lainnya. 2. Kepala Sekolah sebagai Wirausaha 4.

Kepala sekolah sebagai administrator d. Menurut Mulyasa (2009 : 98) disampaikan bahwa seorang kepala sekolah harus melakukan perannya sebagai pimpinan dengan menjalankan fungsi : a.28 sasaran sekolahnya melalui program-program yang dilaksanakan secara terencana dan bertahap. Kepala sekolah sebagai leader (pemimpin) f. Kepemimpinan khususnya di lembaga pendidikan memiliki ukuran atau standar pekerjaan yang harus dilakukan oleh kepala sekolah selaku pimpinan tertinggi. mengelola sekolah juga dituntut mampu menciptakan suasana . Kepala sekolah sebagai educator (pendidik) b. Kepala sekolah sebagai motivator Kepala sekolah yang mampu menjalankan fungsi-fungsi di atas dengan baik dapat dikatakan kepala sekolah memiliki kemampuan memimpin yang baik. Kepala sekolah sebagai manajer c. dengan demikian jelas bahwa kepala sekolah sebagai pemimpin agar berhasil harus menjalankan sekurang-kurangya tujuh fungsi di atas selain juga memiliki kriteria lain seperti latar belakang pendidikan dan pengalamannya. Jadi. Kepala sekolah selain mampu untuk memimpin.” Pendapat tersebut di atas mengandung arti bahwa kepala sekolah dituntut untuk mempunyai kemampuan manajemen dan kepemimpinan yang memadai agar mampu mengambil inisiatif untuk meningkatkan mutu sekolah. Kepala sekolah sebagai inovator g. Kepala sekolah sebagai supervisor e.

4 Motivasi Kerja Motivasi adalah serangkaian sikap dan nilai yang mempengaruhi individu untuk mencapai hal yang spesifik sesuai dengan tujuan individu. Menurut Abraham Maslow mengemukakan bahwa hirarki kebutuhan manusia adalah : . Beberapa ahli mengemukakan teori motivasi diantaranya : a. Beliau juga mengemukakan : “Dua hal yang dianggap sebagai dorongan individu yaitu arah prilaku (kerja untuk mencapai tujuan) dan kekuatan prilaku (seberapa kuat usaha individu dalam bekerja)”. Sebaliknya jika kebutuhannya terpenuhi maka pegawai akan memperlihatkan perilaku yang gembira sebagai manifestasi dari rasa puas. Sikap dan nilai tersebut merupakan suatu yang invisible yang memberikan kekuatan untuk mendorong individu bertingkah laku dalam mencapai tujuan.29 yang kondusif di lingkungan kerja sehingga dapat memotivasi guru dalam bekerja dan dapat mencegah timbulnya disintegrasi atau perpecahan dalam organisasi. Apabila kebutuhan pegawai tidak terpenuhi maka pegawai tersebut akan menunjukkan perilaku kecewa. 2.1. Teori Kebutuhan dari Maslow (Hierarchy of Need Theory) Kebutuhan dapat didefinisikan sebagai suatu kesenjangan atau pertentangan yang dialami antara kenyataan dengan dorongan yang ada dalam diri. Veithzal (2005 : 455 ).

Kebutuhan keselamatan dan keamanan (safety and security need) yaitu kebutuhan keamanan dari ancaman yakni merasa aman dari ancaman kecelakaan dalam melakukan pekerjaan. Kebutuhan fisiologis (physiological needs) yaitu kebutuhan yang diperlukan untuk mempertahankan kelangsungan hidup seseorang. seperti makan. keterampilan dan potensi optimal untuk mencapai prestasi kerja yang sangat memuaskan atau luar biasa yang sulit dicapai orang lain. Dalam organisasi kebutuhan ini dapat berupa reputasi diri. 4. program pension. uang pesangon. senioritas. 2. Dalam organisasi kebutuhan ini dapat berupa keamanan kerja.30 1. minum. Sosial need di dalam organisasi dapat berupa keompok kerja (team work) baik secara formal maupun informal. udara. pengakuan serta penghargaan prestise dari karyawan dan masyarakat lingkungan. 5. Dalam organisasi kebutuhan-kebutuhan ini dapat berupa uang. perumahan dan lainnya. Kebutuhan akan harga diri (esteem need or status needs) yaitu kebutuhan akan penghargaan diri. 3. Kebutuhan rasa memiliki (social need) yaitu kebutuhan akan teman. program pemberhentian kerja. Abraham Maslow berpendapat bahwa orang dewasa (pegawa bawahan) secara normal harus terpenuhi minimal . gelar dsb. kemampuan. Kebutuhan akan perwujudan diri (self actualization) adalah kebutuhan akan aktualisasi diri dengan menggunaka kecakapan. lingkungan kerja yang nyaman. cinta dan memiliki. hiburan. Selanjutnya.

31 85% kebutuhan fisiologi. Berdasarkan studi tersebut. Dengan demikian. b. 50% kebutuhan sosial. Teori ini dikenal juga dengan teori Motivator – Hygienes. Bernard Mausner dan Barbara Snyderman mengadakan studi tentang motivasi kerja karyawan industri. jika kebutuhan pegawai tidak terpenuhi. Teori Motivasi Dua Faktor dari Herzberg (the two Factors Theory) Frederick Herzberg. . Herzberg dan kawan-kawan merumuskan teori motivasi yang disebut dengan Teori Dua Faktor. Teknik pengumpulan data adalah wawancara dan interviu. Atas dasar hasil penelitiannya. yaitu : 1. pemimpin akan mengalami kesulitan dalam memotivasi pegawai. Tim peneliti ini mengadakan penelitian terhadap 203 akuntan dan insinyur. 70% kebutuhan rasa aman. Faktor “Hygiene” Yang dimaksud dengan faktor hygiene atau pemeliharaan adalah faktor-faktor yang sifatnya ekstrinsik yang berarti bersumber dari luar diri yang turut menentukan prilaku seseorang dalam kehidupannya. dan 15% kebutuhan aktualisasi diri. 2. keluarga. 40% kebutuhan penghargaan. Herzberg memisahkan dua kategori pekerjaan. Faktor “Motivasional” Menurut teori ini yang dimaksud faktor motivasional adalah hal-hal yang mendorong berprestasi yang sifatnya instrinsik yang berarti bersumber dalam diri seseorang. dan bisa menjadi penyebab terjadinya konflik kerja.

dan ada . Masalah yang dihadapi oleh guru berbeda denga apa yang dihadapi oleh karyawan perusahaan. tanggung jawab dan kemajuan. Pada umumnya guru relatif jarang berinteraksi dengan supervisor atau pengawas. Guru. bahwa ada seperangkat factor (motivator) yang menghasilkan kepuasan. Termasuk faktor motivasional yang bersifat intrinsik adalah prestasi yang dicapai. Kedua faktor tersebut berpengaruh besar terhadap motivasi seseorang. Postulat teori dua factor. Proses belajar mengajar dalam organisasi sekolah mempunyai masalah tersendiri. Meskipun demikian bukanlah sesuatu yang mutlak dapat dikuantifikasi. pengakuan. Pelaksanaan supervisi di sekolah pun berbeda dengan di perusahaan. Guru sekolah lanjutan pada umumnya berinteraksi dengan banyak siswa setiap hari pada situasi yang hampir sama dan terkadang bersifat pribadi. kondisi kerja.32 Herzberg berpendapat bahwa baik faktor motivasional yang bersifat intrinsik maupun faktor pemeliharaan yang bersifat ekstrinsik dapat mempengaruhi seseorang dalam bekerja. dunia kerja. juga dalam berhubungan dengan kepala sekolah dan pejabat di atasnya. karena motivasi berhubungan dengan berbagai komponen yang sangat kompleks. lebih-lebih guru borongan atau selfcontained classroom. kebijakan administratif. dan kehidupan pribadi. Termasuk ke dalam faktor pemeliharaan yang bersifat ekstrinsik adalah hubungan interpersonal antara atasan dan bawahan. teknik supervisi. di samping menghadapi permasalahan dalam berhubungan dengan siswa.

Kebanyakan karyawan menempatkan keamanan di atas factor lainnya yang berhubugan erat dengan pekerjaan dan akan menggambarkannya dengan sedikit ambisi. setelah melakukan penyelidikan tentang perjanjian seorang manajer dan karyawan. Karyawan akan menghindari tanggung jawabnya dan mencari tujuan formal sebisa mungkin. Mc Gregor merumuskan asumsi-asumsi dan perilaku manusia dalam organisasi sebagai berikut: Teori X (negatif) merumuskan asumsi sebagai berikut : Karyawan sebenarnya tidak suka bekerja dan jika ada kesempatan dia akan menghindari atau bermalas-malasan dalam bekerja. Teori Y (positif) memiliki asumsi asumsi sebagai berikut : . “Theory X and Theory Y” dari Douglas Mc Gregor Douglas Mc Gregor mengajukan dua pandangan yang berbeda tentang manusia.33 seperangkat lain (hygienes) menghasilkan ketidakpuasan. melainkan merupakan dua dimensi yang berbeda di dalam organisasi. negatif dengan tanda label X dan positif dengan tanda label Y. c. Semenjak karyawan tidak suka atau tidak menyukai pekerjaannya. Dua hal ini tidaklah berlawanan. mereka harus diatur dan dikontrol bahkan mungkin ditakut-takuti untuk menerima sangsi hukum jika tidak bekerja dengan sungguh-sungguh.

dengan segala bentuknya haruslah mempertimbangkan situasi dan orangnya. Jadi. sebab pada hakekatnya setiap individu adalah berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. . ide-ide secara partisipasi dalam mengambil keputusan. Semua manajer haruslah menggunakan kedua jenis motivasi tersebut. teori Mc Gregor ini lebih memihak kepada asumsiasumsi Y yang positif dari perilaku sumber daya manusia dalam organisasi. dan tanggung jawab atau grup relasi sebagaipendekatan untuk memotivasi karyawan dalam kepuasan kerjanya. Penggunaan masingmasing jenis motivasi ini. Kemampuan untuk melakukan keputusan yang cerdas dan inovatif adalah tersebar secara meluas di berbagai kalangan tidak hanya melulu dari kalangan top manajement atau dewan direksi. dan juga kapan kita akan menggunakannya. Boleh jadi. Masalah utama dari teori ini adalah proporsi penggunaannya. Para pimpinan yang lebih percaya bahwa ketakutan akan mengakibatkan seseorang segera bertindak. Sebaliknya jika pimpinan percaya kesenangan akan menjadi dorongan bekerja. dalam artian berdiskusi atau sekedar teman bicara. ia akan banyak menggunakan motivasi yang positif.34 Karyawan dapat memandang pekerjaan sebagai sesuatu yang lumrah dan alamiah baik tempat bermain atau beristirahat. Walaupun demikian tidak ada seorang pimpinan pun yang sama sekali tidak pernah menggunakan motivasi negatif. Manusia akan melatih tujuan pribadi dan pengontrolan diri sendiri jika mereka melakukan komitmen yang sangat objektif. mereka akan lebih banyak menggunakan motivasi teori X (negatif).

yaitu kepuasan dalam berinteraksi dalam lingkungan kerja. Teori Drive . Relatedness needs. Hal ini berhubugan dengan kemampuan dan kecakapan pegawai. minum. pakaian. Oleh karena itu. Beliau berpendapat bahwa tindakan yang intelligent merupakan refleksi dari instingtif yang diwariskan.35 Suatu dorongan yang mungkin efektif bagi seseorang. d. atau pimpinannya. Seseorang dengan disindir saja mungkin sudah tahu apa yang dimaksudkan. seperti makan. kebutuhan untuk mengembangkan dan meningkatkan pribadi. Growth) dari Aldefer Teori ERG merupakan refleksi dai tiga dasar kebutuhan. Growth needs. keamanan kondisi kerja. Existence needs. tetapi bagi orang lain mungkin perlu ditegur secara langsung sehingga baru tahu apa yang dimaksudkan oleh rekan kerjanya. Teory ERG (Existence. 2. mungkin tidak efektif bagi orang lain. 3. bernafas. tidak semua tingkah laku dapat direncanakan sebelumnya dan dikontrol oleh pikiran. yaitu: 1. Teori Insting Teori motviasi insting timbulnya berdasarkan teori evaluasi Charles Darwin. fringe benefits. gaji. kebutuhan interpersonal. kebutuhan ini berhubungan dengan fisik dari eksistensi pegawai. e. f. Relatedness.

Beliau berasumsi bahwa semua hadiah (reward) pada akhirnya didasarkan atas reduksi dan drive keseimbangan (home static drive). Hull berpendapat bahwa belajar terjadi sebagai akibat dari reinforcement. kekurangan makanan mengakibatkan berjuang untuk memuaskan kebutuhannya agar kembali menjadi seimbang. Clark L. Kata Drive dijelaskan sebagai aspek motivasi dari tubuh yang tidak seimbang misalnya. Teori Hull dirumuskan secara sistematik yang merupakan hubungan antara drive dan habit strength. Woodworth menggunakan konsep tersebut sebagai energy yang mendorong organisasi untuk melakukan suatu tindakan. Drive adalah jumlah keseluruhan ketidakseimbangan fisiologi atau (physiological imbalance) uang disebabkan oleh kehilangan atau kekurangan kebutuhan komoditas untuk kelangsungan hidup. Berdasarkan perumusan teori Hull tersebut dapat disimpulkan bahwa motivasi seorang pegawai sangat ditentukan oleh kebutuhan dalam dirinya (drive) dan faktor kebiasaan (habit) pengalaman kerja sebelumnya. Motivasi didefinisikan sebagai suatu dorongan yang membangkitkan untuk keluar dari ketidakseimbagan atau tekanan.36 Konsep Drive menjadi konsep yang tersohor dalam bidang motivasi sampai tahun1918. Kekuatan motivasi = Fungsi (drive x habit) Habit strenght adalah hasil factor-faktor reinforcement sebelumnya. .

dan perbuatan yang sesuai dengan peraturan perusahaan baik lisan maupun tertulis”. . Kurt Lewin juga percaya pada pendapat ahli psikologi Gestalt yang mengemukakan bahwa perilaku ini merupakan fungsi dari seorang pegawai dengan lingkungannya. Kurt Lewin berpendapat bahwa perilaku merupakan suatu fungsi dari lapangan pada momen waktu.5 Disiplin Kerja Simamora dalam buku Manajemen Sumber Daya Manusia Edisi III (2006 : 610) menyatakan bahwa : “Disiplin adalah prosedur yang mengoreksi atau menghukum bawahan karena melanggar peraturan atau prosedur. Teori Lapangan Teori lapangan merupakan konsep dari Kurt Lewin. Teori lapangan lebih memfokuskan pada insting dan habit. 135) mendefinisikan disiplin sebagai : “Sikap kejiwaan dari seseorang atau sekelompok orang yang senantiasa berkehendak untuk mengikuti/mematuhi segala aturan/keputusan yang telah ditetapkan”. Singodimejo dalam Sutrisno (2009 : 85) mengatakan bahwa disiplin adalah sikap kesediaan dan kerelaan seseorang untuk mematuhi dan mentaati norma-norma peraturan yang berlaku di sekitarnya. Teori ini merupakan pendekatan kognitif untuk mempelajari perilaku dan motivasi.1. 2. Sementara Sinungan (2003 . tingkah laku.37 g. Disiplin merupakan bentuk pengendalian diri karyawan dan pelaksanaan yang teratur dan menunjukkan tingkat kesungguhan tim kerja di dalam suatu organisasi”. Menurut Alma (2003 : 186) mengatakan bahwa : “Disiplin dapat diartikan sebagai suatu sikap patuh.

Berkembangnya rasa memiliki dan rasa solideritas yang tinggi di kalangan guru. Besarnya rasa tanggung jawab guru untuk melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya.38 Senada dengan pendapat di atas. bentuk disiplin yang baik akan tercermin pada suasana di lingkungan organisasi sekolah. Tingginya semangat. 4. mematuhi semua peraturan perusahaan dan norma-norma sosial yang berlaku. 2. yaitu: 1. gairah kerja dan inisiatif para guru dalam mengajar. 3. Meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja. mengerjakan semua pekerjaannya dengan baik. . Selanjutnya Fathoni menjelaskan bahwa : “Kedisiplinan diartikan bilamana karyawan selalu datang dan pulang tepat pada waktunya. Fathoni (2006 : 172) mengartikan disiplin sebagai : “Kesadaran dan kesediaan seseorang mentaati semua peraturan organisasi dan norma-norma sosial yang berlaku”.” Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa disiplin kerja adalah sikap dan perbuatan guru dalam mentaati semua pedoman dan peraturan yang telah ditentukan untuk tercapainya tujuan organisasi. Tingginya rasa kepedulian guru terhadap pencapaian visi dan misi sekolah. Menurut Siagian dalam Sutrisno (2009 : 86). 5. Disiplin berkaitan erat dengan perilaku karyawan dan berpengaruh terhadap kinerja.

sulit bagi organisasi mencapai hasil yang optimal. Tanpa disiplin yang baik. Menurut Singodimedjo dalam Sutrisno (2009 : 89). faktor yang mempengaruhi disiplin guru adalah : 1. Ada tidaknya pengawasan pimpinan. yang terbayang adalah berupa hukuman berat. jika mengharapkan karyawan memiliki tingkat disiplin yang baik. Ada tidaknya aturan pasti yang dapat dijadikan pegangan. 7. Diciptakan disiplin. Oleh karena itu. Ada tidaknya keteladanan kepala sekolah. 9. Adanya suatu program yang lengkap atau baik untuk memelihara semangat dan disiplin guru. 2.39 Suatu asumsi bahwa pemimpin mempunyai pengaruh langsung pada sikap kebiasaan yang dilakukan karyawan. maka pemimpin harus memberikan kepemimpinan yang baik pula. 8. Kebiasaan itu dampak dari keteladanan yang dicontohkan oleh pimpinan. Disiplin merupakan fungsi operatif dari Manajemen Sumber Daya Manusia yang terpenting. 4. 3. Besar kecilnya pemberian kompensasi. Pengembangan struktur organisasi yang sehat. Keberanian pimpinan dalam mengambil tindakan. Pada umumnya apabila orang memikirkan tentang disiplin. Dengan disiplin kerja yang baik diharapkan akan terwujud kebiasaan-kebiasaan yang mendukung tegaknya . 5. padahal hukuman hanya sebagian dari seluruh persoalan disiplin. 6. Ada tidaknya perhatian kepada para karyawan. karena semakin baik disiplin karyawan semakin tinggi prestasi kerja yang dapat dicapainya.

karena seperti telah disinggung di atas bahwa disiplin tidak lahir begitu saja. tetapi perlu adanya pembinaan-pembinaan dalam menegakkan disiplin kerja ini. berpakaian rapih. memperhatikan etika cara berpakaian sebagaimana mestinya seorang pegawai. Disiplin ini perlu diterapkan di lingkungan kerja. bagaimana mewujudkan disiplin kerja yang baik dalam organisasi. guru mempergunakan alat-alat dan perlengkapan sesuai ketentuan. sopan. Penanaman disiplin ini tentunya perlu diterapkan oleh seorang pemimpin terhadap bawahannya untuk menciptakan kualitas kerja yang baik. Penerapan disiplin kerja di lingkungan kerja.40 lingkungan yang tertib. mereka bekerja penuh semangat dan bekerja sesuai dengan aturan yang ditetapkan lembaga. dan disiplin tidak akan menjadi beban berat bagi para pegawai. Sehubungan dengan itu. berdaya guna dan berhasil guna melalui seperangkat peraturan yang jelas dan tepat. Hal di atas sejalan dengan pendapat Moenir yang dikutif Dahyana (2001 : 11). Umumnya disiplin ini dapat dilihat dari indikator seperti : guru datang ke tempat kerja tepat waktu . bahwa kondisi disiplin kerja pegawai tidak langsung tercipta begitu saja. Kebiasaankebiasaan di atas akan terwujud kalau para pegawainya mempunyai disiplin yang baik. memang awalnya akan dirasakan berat oleh para pegawai. melainkan harus ada kemauan dan usaha semua pihak terutama pihak pimpinan untuk menumbuhkan disiplin kerja. . tetapi apabila terus menerus diberlakukan akan menjadi kebiasaan.

Menurut prosedur kerja yang sederhana dan mudah dipahami. 2. Kinerja merupakan hasil pekerjaan yang mempunyai hubungan kuat dengan tujuan strategis organisasi. dan Hukuman disiplin berat. mengetahui organisasi yang dipimpinnya. Selanjutnya Maryoto (2001: 98) mengatakan bahwa : “Pimpinan dalam pembinaan disiplin terhadap bawahan harus memperhatikan : pengawasan yang berkelanjutan. Disamping itu untuk membina selanjutnya telah ditetapkan Peraturan Pemerintah No 53 tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Menurut Siswanto Bejo (2005 : 195) prestasi kerja adalah : Hasil kerja yang dicapai oleh seorang tenaga kerja dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan yang dibebankan kepadanya.41 Dalam memberikan kedisiplinan kepada bawahan seorang pemimpin mempunyai gaya yang berbeda-beda tergantung kepada kemampuan dan keilmuan yang dimiliki oleh pimpinan. kepuasan konsumen dan memberikan kontribusi ekonomi”. membuat kegiatan yang dapat menyibukkan anak buah”. Hukuman disiplin terdiri dari : (1) (2) (3) Hukuman disiplin ringan Hukuman disiplin sedang. disebutkan ada tiga tingkatan dan jenis hukuman disiplin pada pegawai negeri sipil.6 Kinerja Pengertian kinerja atau prestasi kerja pegawai menurut beberapa ahli memiliki pengertian yang sama namun para ahli lain mengatakan berbeda.1. instruksi harus jelas dan tegas tidak membingungkan bawahan. Armstrong dan Baron dalam Wibowo (2007 : 2) menyampaikan bahwa : “Kinerja (performance) adalah tentang melakukan pekerjaan dan hasil yang dicapai dari pekerjaan tersebut. .

Creativeness. yakni jumlah pekerjaan yang dapat diselesaikan pada periode tertentu. 6. keterampilan. yaitu kualitas pekerjaan yang dicapai berdasarkan syarat yang ditentukan. jangka waktu output. dan sikap kooperatif. Inisiative. yaitu kemampuan menyesuaikan diri dengan kondisi dan dapat diandalkan dalam pekerjaan. yaitu kemampuan dalam berbagai bidang pekerjaan. Quantity of work. 4. . Sedangkan menurut Mangkunegara (2002 : 67). yakni kemampuan menyelesaikan pekerjaan tanpa tergantung kepada orang lain. yakni kemampuan melahirkan ide-ide dalam pekerjaan.42 Pada umumnya prestasi kerja seorang tenaga kerja antara lain dipengaruhi oleh kecakapan. Quality of work. Personal qualities. Dependability. pengalaman. 5. yaitu kerjasama dengan rekan kerja dan atasan. 3. Cooperation. Job knowledge. yakni pemahaman pegawai pada prosedur kerjadan informasi teknis tentang pekerjaan. 8. 2. kinerja (prestasi kerja) adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Sementara Gomez (2001 : 142) mengemukakan unsur yang berkaitan dengan kinerja terdiri dari : 1. kualitas output. 7. kesanggupan tenaga kerja yang bersangkutan. Mathis dan Jackson (2002 : 78) menyatakan bahwa unsur yang membentuk kinerja pegawai antara lain : kuantitas output. kehadiran di tempat kerja.

mengarahkan. pengalaman dan kesungguhan serta tepat waktu. dan pendidikan menengah. dan melakukan tindak lanjut dengan pengayaan dan remedial. 2. memilih metode dan media yang sesuai untuk penyampaian. Wujud kinerja dapat dilihat dari tingkat prestasi kerja yang berupa hasil kerja. melatih.43 Dari berbagai pengertian kinerja di atas dapat disimpulkan bahwa kinerja/ prestasi kerja merupakan hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya yang didasarkan atas kecakapan. . pada bab 1 pasal 1 disebutkan bahwa : “Guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik. Menurut Undang. membimbing. Kinerja guru bila mengacu pada pengertian Mangkunegara bahwa tugas yang dihadapi oleh seorang guru meliputi : membuat program pengajaran. ” Selanjutnya pada Undang-Undang tersebut dijelaskan bahwa : Professional adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi. menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan usia dini jalur pendidikan formal. pendidikan dasar.7 Kinerja Guru Rachman Natawijaya (2006 : 22) secara khusus mendefinisikan kinerja guru sebagai seperangkat perilaku nyata yang ditunjukkan guru pada waktu dia memberikan pembelajaran kepada siswa. mengajar. melakukan evaluasi.Undang RI nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.1. kemampuan dan penerimaan atas kejelasan delegasi tugas serta minat seorang pekerja.

b) Meningkatkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan dengan perkembangan ilmu pengetahuan. 14 tahun 2005 meliputi : a) Melaksanakan pembelajaran yang bermutu serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran. .44 Guru merupakan ujung tombak pelaksana pendidikan. Sehubungan dengan kinerjanya maka guru ada yang memiliki kinerja baik dan ada juga yang memiliki kinerja kurang baik. Upaya yang dilakukan suatu organisasi akan berdampak positif terhadap peningkatan kualitas kinerja organisasi sehingga mendukung pencapaian tujuan yang telah ditetapkan.1. keterampilan (skill).8 Pengukuran Kinerja Guru Kemampuan (ability). Keberhasilan guru dalam melaksanakan tugasnya merupakan cerminan dari kinerja guru. Tugas profesional guru menurut pasal 2 Undang-Undang No. c) Menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan hukum dan kode etik guru serta nilai-nilai agama dan etika dan dapat memelihara. 1998 : 98). 2. dan hal tersebut terlihat dari aktualisasi kompetensi guru dalam merealisasikan tugas profesinya. dan motivasi (motivation) akan memberikan kontribusi positif terhadap kualitas kinerja personil apabila disertai dengan upaya (effort) yang dilakukan untuk mewujudkannya. memupuk persatuan dan kesatuan bangsa. Guru yang memiliki kinerja yang baik disebut guru yang profesional (Supriadi.

Capability (kemampuan) 5. merupakan kemampuan untuk menganalisa kemungkinan dan memiliki komitmen terhadap pilihan yang pasti secara tepat dan singkat. Kemampuan intelektual berupa kualitas untuk berfikir logis. Promtness (ketepatan waktu) 3. Quality of Work (kualitas kerja) 2. Ketegasan. merupakan keinginan intrinsik dan memiliki komitmen untuk mencapai suatu hasil dan menyelesaikan pekerjaannya. Communication (komunikasi . 2. berupa kapasitas untuk bekerja secara aktif dan takkenal lelah. Berorientasi pada hasil. Semangat (antusiasme). 3. meliputi: 1. merupakan kemampuan dalam melakukan pengendalian emosi dan disiplin diri yang tinggi. Kedewasaan sikap dan perilaku yang pantas. 138) yaitu : 1. Didalam pelaksanaannya kinerja guru atau tenaga kependidikan dapat diukur dengan menggunakan lima aspek yang dapat dijadikan dimensi pengukuran yag disampaikan oleh Mitchell dikutip Mulyasa (2009 . Initiative (inisiatif) 4. 4.45 Guna mencapai kinerja yang tinggi terdapat kriteria kinerja. 5. praktis dan menganalisis sesuai dengan konsep serta kemampuan dan mengungkapkan dirinya secara jelas.

4.085 > 2.70 % dan mendisiplinkan karyawan sebesar 37. 2007). Analisis Kepemimpinan.46 2.1. kompetensi dan motivasi secara bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja guru sebesar 79. Pasca Unsud (tesis 2008). Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah. Kedisiplinan dan Kompetensi terhadap Kinerja Guru SMPN 8 Purworejo Rijanto. Terdapat pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja pegawai memberikan kontribusi sebesar 45.7 % Variabel Motivasi secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja SIM Pus. Pascasarjana STIE Pasundan Bandung (tesis. Pengaruh Komitmen. 2002). Pasca Unsud. Kompetensi dan Motivasi terhadap Kinerja Guru SMPN 1 Margahayu Kabupaten Bandung Terdapat pengaruh kemampuan manajerial terhadap produktivitas kerja sebesar 22.620) diantara variabel lainnya. Pasca Airlangga (tesis. (Tesis. Sutopo Slamet. 2010). kedisiplinan. Pasca UPI Bandung (tesis.03) maka Ho ditolak dan Ha diterima. Kecerdasan Emosi. Kemampuan Manajerial dalam Memotivasi dan Mendisiplinkan Karyawan Dikaitkan dengan Produktivitas Kerjanya di Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Romlah.40 % Kepemimpinan kepala sekolah. 5. 3. dan kompetensi secara bersama mempunyai pengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja guru sebesar 86. 2005).10 Hasil Penelitian Sebelumnya No Nama dan Judul Penelitian 1. Hal ini dibuktikan bahwa nilai t hitung variabel tsb lebih besardari t tabel ( 4.3 % 2. Pengaruh Faktor Kepuasan yang berupa Kompensasi dan Disiplin Kerja terhadap Peningkatan Kinerja Pegawai PT Telkom Kantor Cabang Telekomunikasi Dede Hasan Kurniadi. Fylan Ulga.4 %. Motivasi Kerja dan Infrastruktur terhadap Kinerja Petugas Sistem Informasi Manajemen Puskesmas Hasil Penelitian Kepemimpinan. Variabel yang paling dominan adalah motivasi dengan nilai β terbesar (β = 0. . kecerdasan emosi.

47

2.2

Kerangka Berfikir

2.2.1 Kinerja Guru Guru merupakan ujung tombak dalam pelaksanaan proses belajar mengajar di sekolah. Dikatakan demikian karena guru merupakan individu yang berhadapan langsung dengan para siswanya. Tinggi rendahnya prestasi siswa berkaitan erat dengan kinerja guru yang sehari-hari mendampingi siswanya. Oleh karena itu guru yang memiliki kinerja yang baik merupakan guru yang diharapkan oleh lembaga maupun siswanya untuk terus melakukan tugasnya dengan baik. Menurut (Hickhmen : 1990) bahwa tinggi rendahnya kinerja pada dasarnya dapat diukur dengan menggunakan : 1. Kualitas 2. Kemampuan 3. Inisiatif 4. Komunikasi 5. Ketepatan waktu Menurut Undang- Undang RI nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, pada bab 1 pasal 1 disebutkan bahwa : “Guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.” Keenam tugas utama guru tersebut di atas dapat dijadikan dimensi pengukuran kinerja guru professional.

48

Kinerja guru tidak dapat terwujud dengan sendirinya namun timbul diakibatkan oleh faktor-faktor yang mempengaruhinya. Diantara faktorfaktor tersebut adalah :

2.2.2 Kepemimpinan Kepala Sekolah Kepala sekolah merupakan orang yang memiliki kemampuan propesional yang bekerja berdasarkan pola kinerja propesional yang disepakati bersama untuk memberi kemudahan dan mendukung

keberhasilan pembelajaran. (Mulyasa, 2006 : 37) Keberhasilan pembelajaran berkaitan erat dengan kinerja guru yang menjalankan tugasnya. Untuk mewujudkan kinerja guru yang optimal diperlukan kepemimpinan kepala sekolah yang demokratis dan

propesional. Dengan demikian terlihat bahwa kepemimpinan kepala sekolah sangat berpengaruh terhadap kinerja guru. Jadi, atas dasar itu diduga terdapat hubungan antara kepemimpinan kepala sekolah dengan kinerja guru. Artinya makin baik kepemimpinan kepala sekolah makin baik pula kinerja seorang guru. Demkian pula sebaliknya makin buruk kepemipinan kepala sekolah makin rendah kinerja seorang guru. Menurut Mulyasa (2009 : 90) bahwa dalam paradigma baru manajemen pendidikan, kepala sekolah sedikitnya harus berfungsi sebagai edukator, manajer, administrator, supervisor, leader, inovator dan motivator (EMASLIM). Keberhasilan kepemimpinan kepala sekolah dapat diukur dengan menggunakan dimensi keenam fungsi tersebut.

2.2.2.1 Kepala Sekolah sebagai Edukator atau Pendidik Dalam melakukan fungsinya sebagai edukator, kepala sekolah

49

harus memiliki strategi yang tepat untuk meningkatkan propesionalisme tenaga kependidikan di sekolahnya. Menciptakan iklim sekolah yang kondusif, memberikan nasihat kepada warga sekolah, memberikan dorongan kepada seluruh tenaga kependidikan, serta melaksanakan model pembelajaran yang menarik seperti team teaching, moving class, dan mengadakan program akselerasi bagi peserta didik yang cerdas di atas normal. Sebagai edukator, kepala sekolah harus senantiasa berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran yang dilakukan oleh para guru. Dalam hal ini faktor kepala pengalaman sekolah, akan terutama sangat dalam mempengaruhi terbentuknya

propesionalisme

pemahaman tenaga kependidikan terhadap pelaksanakan tugasnya. Pengalaman semasa menjadi guru, menjadi wakil kepala sekolah, atau menjadi anggota organisasi kemasyarakatan sangat mempengaruhi kemampuan kepala sekolah dalam melaksanakan pekerjannya, demikian halnya pelatihan dan penataran yang pernah diikutinya. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor

0296/U/1996, merupakan landasan penilaian kinerja kepala sekolah. Kepala sekolah sebagai educator harus memiliki kemampuan untuk membimbing guru, membimbing tenaga kependidikan nonguru,

membimbing peserta didik, mengembangkan tenaga kependidikan, mengikuti perkembangan iptek, dan memberi contoh mengajar.

2.2.2.2 Kepala Sekolah sebagai Manajer Manajemen merencanakan, pada hakekatnya merupakan suatu proses dan

mengorganisasikan,

melaksanakan,

memimpin

50

mengendalikan usaha para anggota organisasi serta mendayagunakan seluruh sumber-sumber daya organisasi dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dikatakan suatu proses, karena semua manajer dengan ketangkasan dan keterampilan yang dimilikinya mengusahakan dan mendayagunakan berbagai kegiatan yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan. Dalam rangka melakukan peran dan fungsinya sebagai manajer, kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberdayakan tenaga kependidikan melalui kerja sama atau kooperatif, memberi

kesempatan kepada tenaga kependidikan untuk meningkatkan profesinya, dan mendorong keterlibatan seluruh tenaga kependidikan dalam berbagai kegiatan yang menunjang program sekolah.

2.2.2.3 Kepala Sekolah sebagai Administrator Kapala sekolah sebagai administrator memiliki hubungan yang sangat erat dengan berbagai aktivitas pengelolaan administrasi yang bersifat pencatatan, penyusunan dan pendokumenan seluruh program sekolah. Secara spesifik, kepala sekolah harus memiliki kemampuan untuk mengelola kurikulum, mengelola administrasi peserta didik, mengelola administrasi personalia, mengelola administrasi sarana dan prasarana, mengelola administrasi kearsipan, dan mengelola administrasi keuangan. Kegiatan tersebut perlu dilakukan secara efektif dan efisien agar dapat menunjang produktivitas sekolah. Untuk itu, kepala sekolah harus mampu menjabarkan kemampuan di atas dalam tugas-tugas operasional.

sehingga seluruh aktivitas organisasi sekolah bermuara pada pencapaian efisiensi dan efektivitas pembelajaran. maupun pendekatan situasional. Di samping berorientasi terhadap tugas. Dengan demikian. Dalam hal ini kepala sekolah harus mampu bertindak situasional. Oleh karena itu. pendekatan perilaku.2. dapat dianalisis berdasarkan beberapa pendekatan. 2. khususnya dalam meningkatkan kinerja dan produktivitas sekolah.51 Dalam melaksanakan tugas-tugas operasional. tetapi mereka tetap merasa senang dalam melakukan tugasnya. sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada.2. baik pendekatan sifat. kepala sekolah sebagai administrator. Meskipun demikian pada hakekatnya kepala sekolah harus lebih mengutamakan tugas (task oriented). yaitu mensupervisi pekerjaan yang dilakukan oleh tenaga kependidikan.4 Kepala Sekolah sebagai Supervisor Kegiatan utama pendidikan di sekolah dalam rangka mewujudkan tujuannya adalah kegiatan pembelajaran. salah satu tugas kepala sekolah adalah sebagai supervisor. . kepala sekolah juga harus menjaga hubungan kemanusiaan dengan para stafnya. efektivitas kerja kepala sekolah bergantung pada tingkat pembauran antara gaya kepemimpinan dengan tingkat menyenangkan dalam situasi tertentu ketika para tenaga kependidikan melakukan tugas-tugas yang diembankan kepadanya. agar setiap tenaga kependidikan dapat melaksanakan tugas dengan baik. agar tugas-tugas yang diberikan kepada setiap tenaga kependidikan bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

Wahjosumijo (2002 : 110) mengemukakan bahwa kepala sekolah sebagai leader harus memiliki karakter khusus yang mencakup kepribadian. Kepala sekolah sebagai supervisor harus diwujudkan dalam kemampuan menyusun dan melaksanakan program supervise pendidikan. Pada prinsipnya setiap tenaga kependidikan atau guru harus disupervisi secara periodik dalam melaksanakan tugasnya. Keberhasilan kepala sekolah sebagai supervisor antara lain dapat ditunjukkan oleh (1) meningkatnya kesadaran guru untuk meningkatkan kinerjanya (2) meningkatnya keterampilan guru dalam melaksanakan tugasnya. Kepala sekolah juga harus berupaya menjadikan sekolah sebagai sarana belajar yang lebih efektif 2. serta berupaya menjadikan sekolah sebagai masyarakat belajar yang lebih efektif.2. dan mendelegasikan tugas. membuka komunikasi dua arah. dan memanfaatkan hasilnya. maka kepala sekolah dapat meminta bantuan wakilnya atau guru seniornya untuk membantu melaksanakan supervisi.5 Kepala Sekolah sebagai Leader Kepala sekolah sebagai leader harus mampu memberikan petunjuk dan pengawasan. Jika jumlah guru cukup banyak.2. . agar dapat menggunakan pengetahuan dan kemampuannya untuk memberikan layanan yang lebih baik pada orang tua peserta didik dan sekolah. meningkatkan kemauan tenaga kependidikan. keahlian dasar.52 Supervisi merupakan suatu proses yang dirancang secara khusus untuk membantu para guru dan supervisor dalam mempelajari tugas sehari-hari di sekolah. Hasil supervisi bermanfaat untuk meningkatkan kinerja tenaga kependidikan dan pengembangan sekolah.

2.53 pengalaman dan pengetahuan professional.2. (4) berani mengambil resiko dan keputusan (5) berjiwa besar. (4) menerima masukan.6 Kepala Sekolah sebagai Inovator Dalam rangka melaksanakan peran dan fungsinya sebagai innovator. . Kemampuan yang harus diwujudkan kepala sekolah sebagai leader dapat dianalisis dari kepribadian. mengintegrasikan setiap kegiatan. 2. dan kemampuan berkomunikasi. pengetahuan terhadap tenaga kependidikan. kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk menjalin hubungan yang harmonis dengan lingkungan. (6) emosi yang stabil. saran dan kritikan dari berbagai pihak untuk meningkatkan kepemimpinannya. (2) percaya diri. (7) teladan. Kepribadian kepala sekolah sebagai leader akan tercermin dalam sifat-sifat (1) jujur. mencari gagasan yang baru. Pengetahuan kepala sekolah terhadap tenaga kependidikan akan tercermin dalam kemampuan (1) memahami kondisi tenaga kependidikan (guru dan nonguru). (2) memahami kondisi dan karakteristik peserta didik. memberikan teladan kepada seluruh tenaga kependidikan di sekolah dan mengembangkan model pembelajaran yang inovatif. kemampuan mengambil keputusan. (3) menyusun program pengembangan tenaga kependidikan. visi dan misi sekolah. (3) tanggung jawab. serta pengetahuan administrasi dan pengawasan.

2. Hubungan ini mengandung arti bahwa jika seseorang rendah pada salah satu komponen maka performancenya akan rendah pula. rasional. Vroom dikutif Mulyasa (2006 : 136) menyampaikan bahwa : Performance = F (ability x motivasi) Menurut model ini kinerja seseorang merupakan fungsi perkalian antara kemampuan dan motivasi. keteladanan.54 Kepala sekolah sebagai inovator akan tercermin cara-cara ia melakukan pekerjaannya secara konstruktif.2.2.2. pragmatis. kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberikan motivasi kepada para tenaga kependidikan dalam melakukan berbagai tugas dan fungsinya. program akselerasi dan lain-lain. Motivasi Kerja Faktor yang tidak kalah pentingnya yang mempengaruhi kinerja guru adalah motivasi. . 2. penghargaan secara efektivitas dan penyediaan sebagai sumber belajar melalui pengembangan pusat sumber belajar (PSB). pengaturan suasana kerja. Dengan demikian jika motivasi rendah akan mengakibatkan kinerja yang rendah pula. delegatif. disiplin. namun sebaliknya jika motivasi tinggi akan meningkatkan kinerja yang tinggi pula.7 Kepala Sekolah sebagai Motivator Sebagai motivator. Kepala sekolah sebagai inovator harus mampu mencari. 2. dorongan. menemukan dan melaksanakan pembaharuan di sekolah. kreatif. Motivasi ini dapat ditumbuhkan melalui pengaturan lingkungan fisik. disiplin. integrative. serta adaptable dan fleksibel. Gagasan baru tersebut misalnya moving class.

Baik faktor motivasional maupun faktor pemeliharaan berpengaruh besar terhadap motivasi seseorang. dan kehidupan pribadi.55 Herzberg berpendapat bahwa ada faktor motivasional yang bersifat intrinsik dan faktor pemeiharaan yang bersifat ekstrinsik yang mempengaruhi seseorang dalam bekerja. lebih-lebih guru borongan atau self-contained classroom. kondisi kerja. . Guru sekolah lanjutan pada umumnya berinteraksi dengan banyak siswa setiap hari pada situasi yang hampir sama dan terkadang bersifat pribadi. karena motivasi berhubungan dengan berbagai komponen yang sangat kompleks. Guru. tanggung jawab dan kemajuan. di samping menghadapi permasalahan dalam berhubungan dengan siswa. dunia kerja. Masalah yang dihadapi oleh guru berbeda denga apa yang dihadapi oleh karyawan perusahaan. Meskipun demikian bukanlah sesuatu yang mutlak dapat dikuantifikasi. Termasuk ke dalam faktor pemeliharaan adalah hubungan interpersonal antara atasan dan bawahan. pengakuan. Dari uraian di atas maka faktor motivasional yang bersifat instrinsik dan faktor pemeliharaan yang bersifat ekstrinsik mempunyai pengaruh besar terhadap motivasi seseorang dan dapat dijadikan dimensi strandar pengukuran motivasi kerja guru. kebijakan administratif. teknik supervisi. juga dalam berhubungan dengan kepala sekolah dan pejabat di atasnya. Proses belajar mengajar dalam organisasi sekolah mempunyai masalah tersendiri. Termasuk faktor motivasional adalah prestasi yang dicapai.

2. mematuhi semua peraturan perusahaan . mentaati norma-norma dan peraturan yang telah ditetapkan dalam suatu organisasi akan dapat meningkatkan efisiensi. sulit meningkatkan produktivitas dan sulit merealisasikan pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Mematuhi peraturan berarti memberi dukungan positif pada organisasi dalam melaksanakan program-program yang telah ditetapkan. Sikap dan tingkah laku pegawai berpatokan pada kepatuhan dalam melaksanakan peraturan dan ketentuan yang berlaku. mengerjakan semua pekerjaan dengan baik. Pegawai yang tertib dan disiplin. efektifitas dan produktivitas.3 Disiplin Kerja Kedisiplinan kerja pegawai dalam suatu organisasi dapat dilihat dari sikap pegawainya. Disiplin berkaitan erat dengan perilaku karyawan dan berpengaruh terhadap kinerja. Uraian di atas mengandung arti bahwa disiplin kerja adalah sikap dan perbuatan karyawan/guru dalam mentaati semua pedoman dan peraturan yang telah ditentukan untuk tercapainya tujuan organisasi. Selanjutnya Fathoni menyatakan bahwa : ”Kedisiplinan diartikan bilamana karyawan selalu datang dan pulang tepat waktu.56 2. maka akan sulit sekali melaksanakan program-programnya. Sebaliknya apabila pegawai atau karyawan dalam suatu organisasi tidak disiplin. Fathoni (2006 : 172) mengatakan bahwa kedisiplinan adalah kesadaran dan kesediaan seseorang mentaati semua peraturan perusahaan dan norma-norma sosial yang berlaku. sehingga akan lebih memudahkan tercapainya tujuan organisasi.

” Dalam rangka melaksanakan peran dan fungsi sebagai manajer. kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberdayakan tenaga kependidikan melalui kerja sama atau kooperatif juga memberikan .2. maka salah satu faktor yang sangat menentukan adalah terciptanya disiplin kerja para pegawainya dengan asumsi bahwa dalam suasana disiplinlah organisasi akan dapat melaksanakan programprogram kerjanya untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan.” Pernyataan diatas mengandung arti bahwa indikator keberhasilan pelaksanaan disiplin pegawai pada suatu organisasi terlihat dari tingkat ketepatan waktu. maka dimensi pengukuran disiplin kerja pada penelitian ini mengacu pada teori Fathoni yang menggunakan tiga kriteria pengukuran disiplin yaitu tingkat ketepatan waktu.4 Keterkaitan Kepemimpinan Kepala Sekolah dengan Kinerja Kepemimpinan adalah kemampuan dan keterampilan mengarahkan yang merupakan faktor penting untuk efektivitas kinerja pemimpin. tingkat kesadaran dalam bekerja dan tingkat kepatuhan kepada peraturan. 2. tingkat kesadaran dalam bekerja dan tingkat kepatuhan kepada peraturan. seperti yang diungkapkan oleh Veithzal Rivai bahwa : “Kepemimpinan diartikan sebagai kemampuan dan keterampilan seseorang yang menduduki jabatan sebagai pimpinan satuan kerja untuk mempengaruhi perilaku orang lain. Berhasil atau tidaknya pencapaian tujuan yang telah ditetapkan oleh suatu organisasi. Sehubungan dengan hal tersebut di atas.57 (organisasi) dan norma-norma sosial yang berlaku. terutama bawahannya untuk berfikir dan bertindak sedemikian rupa sehingga melalui perilaku yang positif ia memberikan sumbangan nyata dalam pencapaian tujuan organisasi.

Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu memberikan dukungan dan mempunyai hubungan yang baik terhadap bawahannya untuk senantiasa meningkatkan kinerjanya. sehingga ia mau dan rela bekerja keras.2. Miller dan Gordon W. dan pegawai mempunyai motivasi berprestasi tinggi akan mencapai prestasi yang tinggi.58 kesempatan kepada tenaga kependidikan untuk meningkatkan profesinya dan mendorong keterlibatan seluruh tenaga kependidikan dalam berbagai kegiatan sekolah. Berdasarkan uraian di atas maka terdapat keterkaitan antara kepemimpinan kepala sekolah dengan kinerja guru. Artinya makin baik kepemimpinan kepala sekolah maka makin baik pula kinerja seorang guru. yang dikutif Mangkunegara (2005 : 104). Motif itulah sebagai faktor pendorong yang member kekuatan kepadanya.5 Keterkaitan Motivasi Kerja dan Kinerja Berdasarkan hasil penelitian Mc. menyimpulkan ada hubungan yang positif antara motivasi berprestasi dengan pencapaian kinerja/prestasi kerja. Artinya pimpinan. manajer. Pegawai dapat bekerja secara propesional karena pada dirinya terdapat motivasi yang tinggi. Clelland. Demikian pula sebaliknya makin buruk kepemimpinan kepala sekolah maka makin rendah kinerja seorang guru. . Edward Murray. Pegawai yang memiliki motivasi yang tinggi biasanya akan melaksanakan tugasnya dengan penuh semangat dan energik karena ada motif-motif dan tujuan tertentu yang melatarbelakangi tindakan tersebut. dan sebaliknya mereka yang kinerjanya rendah dikarenakan motivasi kerjanya rendah. 2.

Oleh karena itu. karena selalu terdorong untuk memperbaiki dan meningkatkan kegiatannya dalam bekarja. karena akan menghambat pencapaian tujuan organisasi tersebut. 2. Selain itu. Disiplin merupakan bentuk . berarti akan dicapai pula suatu keuntungan yang berguna baik bagi perusahaan maupun pegawai itu sendiri. dimanapun kita berada. Menurut Simamora (2006 : 610) menyatakan bahwa : “Disipli n adalah prosedur yang mengoreksi atau menghukum bawahan karena melanggar peraturan atau prosedur. Disiplin di lingkungan kerja sangat dibutuhkan. Peraturan-peraturan tersebut tidak ada artinya jika tidak ada komitmen dan sangsi bagi pelanggarnya.6 Keterkaitan Disiplin Kerja dan Kinerja Di dalam seluruh aspek kehidupan. perusahaan harus mengusahakan agar peraturan itu bersifat jelas. mudah dimengerti. Artinya makin tinggi motivasi kerja seorang guru maka makin tinggi pula hasil kinerja guru tersebut dan sebaliknya guru yang kinerjanya rendah disebabkan motivasi kerjanya rendah. pegawai dengan disiplin kerja yang baik.2.59 Pernyataan di atas didukung pernyataan Nawawi : “Pekerja yang berprestasi tinggi menyukai informasi sebagai umpan balik.” (Nawawi 2005 : 355). Dari uraian di atas maka terdapat keterkaitan antara motivasi kerja dengan kinerja guru. Dengan demikian peluangnya untuk meningkatkan prestasi kerja akan lebih besar. adil bagi seluruh karyawan dan pimpinan. dibutuhkan peraturan dan tata tertib yang mengatur dan membatasi setiap gerak dan perilaku.

” Keith Davis (2003 : 129) menyatakan disiplin kerja sebagai pelaksanaan manajemen untuk memperteguh pedoman-pedoman dipandang erat keterkaitannya dengan kinerja. Berdasarkan uraian di atas maka terdapat keterkaitan antara disiplin kerja dengan kinerja guru. Pernyataan tersebut didukung oleh pendapat Malthis dan Jackson bahwa disiplin kerja berkaitan erat dengan perilaku karyawan dan berpengaruh terhadap kinerja.7 Keterkaitan Kepemimpinan Kepala Sekolah.60 pengendalian diri karyawan dan pelaksanaan yang teratur serta menunjukkan tingkat kesungguhan tim kerja di dalam suatu organisasi. Untuk mencapai tujuan tersebut memerlukan sumber daya manusia dengan kinerja yang berkualitas. Demikian pula sebaliknya makin rendah disiplin kerja seorang guru maka makin rendah pula kinerja guru tersebut. Pengelola manajemen sekolah dimotori oleh kepala sekolah. merupakan salah satu tujuan sekolah. Terwujudnya kinerja yang berkualitas sangat ditentukan oleh manajemen yang baik dan benar. Kepala sekolah sebagai manajer dan pemimpin harus memiliki strategi yang tepat untuk memberdayakan tenaga kependidikan agar dapat bekerja secara optimal. 2. Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja dengan Kinerja.2. Tabrani Rusyan (2000) mengungkapkan bahwa : . Artinya makin tinggi disiplin kerja seorang guru maka makin tinggi pula hasil kinerja guru tersebut. Keberhasilan sekolah dalam menghasilkan lulusan yang dapat bersaing dengan sekolah-sekolah unggul lainnya.

dapat produktivitas kepala belajar Kepemimpinan sekolah harus benar-benar dipertanggungjawabkan. manajer. dan pegawai mempunyai motivasi berprestasi tinggi akan mencapai prestasi yang tinggi. Pernyataan tersebut didukung oleh pendapat Malthis dan Jackson bahwa disiplin kerja berkaitan erat dengan perilaku karyawan dan berpengaruh terhadap kinerja. karena tanggung jawab kepala sekolah sangat penting dan menentukan tinggi rendahnya hasil belajar para siswa. Clelland. Pada bagian lain berdasarkan hasil penelitian Mc.61 Kepemimpinan peningkatan kepala sekolah kerja memberikan guru dan motivasi hasil kerja bagi siswa. juga produktivitas dan semangat kerja guru tergantung kepala sekolah dalam arti sampai sejauh mana kepala sekolah mampu menciptakan kegairahan kerja dan sejauh mana kepala sekolah mampu mendorong bawahannya untuk bekerja sesuai dengan kebijaksanaan dan program yang telah digariskan sehingga produktivitas kerja guru tinggi dan hasil belajar siswa meningkat. menyimpulkan ada hubungan yang positif antara motivasi berprestasi dengan pencapaian kinerja/prestasi kerja. Miller dan Gordon W. dan sebaliknya mereka yang kinerjanya rendah dikarenakan motivasi kerjanya rendah. Edward Murray. Kinerja guru dapat . Artinya pimpinan. Guru yang telah memiliki motivasi instrinsik dan ekstrinsik akan lebih berprestasi apabila ditambah dengan disiplin kerja yang baik. Keith Davis (2003 : 129) menyatakan disiplin kerja sebagai pelaksanaan manajemen untuk memperteguh pedoman-pedoman dipandang erat keterkaitannya dengan kinerja. yang dikutif Mangkunegara (2005 : 104).

melatih. membimbing. pendidikan dasar. Kepala sekolah sbg leader 6. Menurut Undang.Undang RI nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.” Dari uraian kerangka berfikir di atas dijelaskan bahwa kepemimpinan kepala sekolah. Kepala sekolah sbg administrator 4. Kepatuhan pada peraturan (Fathoni. 2009 : 90) Motivasi kerja (X2) 1. 2006 : 172) Malthis dan Jackson Mendidik Mengajar Membimbing Mengarahkan Melatih . dan pendidikan menengah. Faktor pemeliharaan (Teori dua faktor Herzberg dalam Gibson 1997) A. motivasi kerja dan disiplin kerja diduga berpengaruh pada peningkatan kinerja guru yang dapat digambarkan dalam model kerangka pemikiran sebagai berikut : Kepemimpinan kepala sekolah (X1) 1. Kepala sekolah sbg manajer 3. menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan usia dini jalur pendidikan formal.Menilai . Kepala sekolah sbg inovator 7. Kepala sekolah sbg motivator (Mulyasa. mengajar.Mengevaluasi (UU Guru dan Dosen) Gambar 2. Ketepatan waktu 2. Kepala sekolah sbg supervisor 5.1 Model Kerangka Pemikiran . pada bab 1 pasal 1 disebutkan bahwa : “Guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik. Kepala sekolah sbg edukator 2. Tabrani R Kinerja Guru : Daniel Goleman dalam Martinis Yamin - Disiplin kerja (X3) 1. mengarahkan.62 dilihat dari keberhasilan guru dalam menjalankan tugas utamanya. Kesadaran dalam bekerja 3. Faktor motivasional 2.

4. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.63 2. Terdapat pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 3. maka dapat diajukan hipotesis berikut : 1.3 Hipotesis Penelitian Sesuai dengan pokok permasalahan yang telah dikemukakan dalam penelitian ini. Terapat pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Terdapat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. . 2. Terdapat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah.

Penyusunan bab I – III. Seminar Usulan Penelitian. Penyusunan proposal v penelitian dan bimbingan 3. Pengolahan data dan penyusunan bab IV – V dan bimbingan 7. Persiapan penyusunan v proposal 2. populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat yang berjumlah 63 orang termasuk Kepala Sekolah dan guru tidak tetap (GTT). Pengumpulan data 6. Berkaitan dengan penelitian yang akan dilakukan. penyempurnaan materi penelitian dan bimbingan 4.2 Populasi dan Sampel Penelitian Menurut Istijanto (2005 : 109).1 Jadwal Kegiatan Penelitian Bulan Jan„11 Peb„11 No Kegiatan Des „10 1.1. Pelaporan hasil penelitian dan ujian siding Mart„11 v v v v v 3. polpulasi merupakan jumlah keseluruhan semua anggota yang diteliti.Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian diselenggarakan di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Penelitian ini direncanakan berlangsung selama tiga bulan dengan rincian waktu sebagai berikut : Tabel 3. penyusunan instrumen penelitian dan bimbingan 5.64 BAB III METODE PENELITIAN 3. .

. artinya teknik sampling yang diambil adalah teknik sensus.3 Desain Penelitian Menurut Supranto (2001 : 237) desain penelitian pada dasarnya untuk menentukan metode apa saja yang akan dipergunakan dalam penelitian. serta pengaruhnya baik langsung maupun tidak langsung dari variabel-variabel penelitian yang ditetapkan sebagai berikut : 1. motivasi kerja. Sedangkan Fred N. yaitu penelitian terhadap masalah-masalah berupa fakta-fakta saat ini dari suatu populasi. Kepemimpinan kepala sekolah berfungsi sebagai variabel bebas (independent variable) yang selanjutnya diberi notasi . Kerlingger (2004 : 483) mengungkapkan bahwa desain penelitian atau rancang bangun penelitian adalah rencana dan struktur (model/paradigma) penyelidikan yang disusun sedemikian rupa untuk memperoleh jawaban atas pertanyaan-pertanyaan penelitian. disiplin kerja dan kinerja guru SMPN 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Pemilihan metode ini didasarkan pada keinginan peneliti untuk mendapatkan gambaran mengenai kepemimpinan kepala sekolah. Tujuan dari penelitian deskriptif adalah adalah untuk menguji hipotesis atau menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan current status dari subyek yang diteliti dan menggunakan metode kuantitatif untuk mencari pengaruh antar variabel yang diteliti.65 Mempertimbangkan jumlah populasi di bawah seratus orang maka penelitian ini menggunakan seluruh populasi sebagai responden. 3. Penelitian yang dilakukan penulis menggunakan metode analisis deskriptif.

Oleh karena itu. Artinya tingkat kepercayaan pengujiannya 3.4 Variabel dan Definisi Operasional Untuk memperjelas dalam pengumpulan data dan pengujian hipotesis perlu dikemukakan batasan-batasan konsep variabel.05 (5%). peneliti menetapkan dalam penelitian ini menggunakan taraf signifikansi adalah 95 %. variable) yang selanjutnya diberi notasi 3. Kinerja guru berfungsi sebagai variabel terikat (dependent variable) yang selanjutnya diberi notasi Y Dengan menggunakan metode deskriptif diharapkan akan diperoleh data yang hasilnya akan diolah dan dianalisis serta akhirnya ditarik sebuah kesimpulan. Hal ini untuk memudahkan jenis data primer dan / atau sekunder. Disiplin kerja berfungsi sebagai variabel bebas (independent variable) yang selanjutnya diberi notasi 4. yang dapat dinyatakan sebagai berikut : . Motivasi kerja berfungsi sebagai variabel bebas (independent . sifat data kualitatif dan / atau kuantitatif dan skala ukurannya nominal/ordinal/ratio. α = 0. Menurut ketentuan dalam Panduan Penyusunan Skripsi dan Tesis bagi Mahasiswa S1 dan S2 di Lingkungan STIE Pasundan (2005 : 31) bahwa dalam penelitian seharusnya ditentukan atau dinyatakan taraf kepercayaan (confindence level) pada pengujian yang dilakukan. dimansi (subvariabel) dan indikator-indikatornya. Kesimpulan yang dibuat akan berlaku bagi seluruh populasi yang menjadi obyek penelitian.66 2.

67

Tabel 3.2 Operasionalisasi Variabel Penelitian
Variabel Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Konsep Teoritis Kepemimpinan kepala sekolah merupakan salah satu faktor yang dapat mendorong sekolah untuk dapat mewujudkan visi, misi, tujuan dan sasaran sekolahnya melalui program - program yang dilaksanakan secara terencana dan terarah. (Mulyasa, 2009 : 90) Dimensi 1. Kepala sekolah sebagai educator Indikator Variabel 1. Memberikan pembinaan kepada guru 2. Memberikan pembinaan kepada siswa 3. Membuat visi dan misi 4. Pemberdayaan guru pada pelaksanaan program 5. Melakukan pengawasan program 6. Melakukan evaluasi program 7. Pengadministrasian pelaksanaan program 8. Pendokumentasian hasil pelaksanaan program 9. Membuat program supervisi 10. Melaksanakan supervisi 11. Memberikan keteladanan kepada guru 12. Memberi keputusan yang tepat 6. Kepala sekolah sebagai innovator 13. Memberikan gagasan baru dalam kegiatan pembelajaran 14. Memberikan penghar gaan dan sangsi kepada guru 15. Menciptakan suasana kerja yang kondusif Skala

Ordinal

2. Kepala sekolah sebagai manajer

3. Kepala sekolah sebagai administrator

4. Kepala sekolah sebagai supervisor

5. Kepala sekolah sebagai leader

7. Kepala sekolah sebagai motivator

68

Motivasi kerja (X2)

Suatu proses yang mulai dilakukan oleh seseorang karena adanya kebutuhan psikologis dan fisiologis sehingga menggerakkan perilaku atau dorongan untuk mencapai tujuan. (Teori dua faktor, Herzberh dalam Gibson, 1997)

1. Faktor motivasional

1. Kesempatan untuk Ordinal berprestasi 2. Pengakuan dari teman sejawat 3. Merasa bangga dengan pekerjaan sebagai guru 4. Tanggung jawab atas pekerjaannya 5. Pekerjaan itu sendiri 6. Kesempatan untuk meningkatkan karir 1. Gaji atau honor yang diterima 2. Kondisi kerja yang menyenangkan 3. Kebijakan pimpinan sekolah 4. Hubungan antar pribadi 1. Tepat waktu 2. Efisien 1. 2. 3. 4. 5. Tingkat kehadiran Paham tugas Tanggung Jawab Pelaksanaan tugas Kerjasama Ordinal

2. Faktor pemeliharaan

Disiplin Kerja (X3)

Sikap 1. Ketepatan Waktu kesadaran dan kesediaan seseorang men2. Kesadaran dalam taati semua bekerja peraturan perusahaan (organisasi) dan norma-norma 3. Kepatuhan pada sosial yang Peraturan berlaku(Fathoni, 2006 : 172) Pendidik professional dengan tugas utama mendidik mengajar, mem bimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidik an anak usia dini, jalur pendidikan formal, pendidik an dasar dan pendidikan menengah. (UU Guru dan Dosen, 2005:2) 1. Mendidik 2. Mengajar

1. Taat pada aturan 2. Sangsi

Kinerja Guru (Y)

1. Mendidik ahlak Siswa 2. Membuat perencanaan pembelajaran 3. Melaksanakan pembelajaran

Ordinal

3. Membimbing

4. Membimbing seluruh siswa 5. Membimbing siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar

4. Mengarahkan

6. Mengarahkan siswa dalam belajar 7. Melatih kemampuan siswa 8. Menilai hasil kerja siswa 9. Melaksanakan evaluasi pembelajaran

5. Melatih

6. Menilai

7. Mengevaluasi

69

3.5 Instrumen Penelitian Metode pengumpulan data yag digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey, yaitu teknik pengumpulan dan analisis data berupa opini dari subyek yang diteliti melalui kuesioner, wawancara dan observasi. Kuesioner dimaksudkan untuk mencari data primer tentang kepemimpinan, disiplin, motivasi dan kinerja guru. Wawancara dengan pimpinan dan karyawan di lingkungan obyek penelitian dimaksudkan untuk mengumpulkan data yang tidak diperoleh oleh data hasil kuesioner sedangkan observasi dilakukan untuk mengamati secara spesifik perilaku dari variabel yang sedang diteliti. Observasi juga dilakukan dalam upaya mendapatkan data-data umum lainnya tentang organisasi yang diteliti.

3.6 Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari kuesioner, wawancara dan observasi. Kuesioner dimaksudkan untuk menjaring data tentang kepemimpinan, disiplin, motivasi dan kinerja guru. Sementara wawancara dimaksudkan untuk menjaring data keempat variabel penelitian yang tidak dapat dijaring dengan teknik kuesioner. Kelengkapan data juga ditunjang oleh observasi. Dalam penyusunan instrumen digunakan dari model Rensis Likert yakni dengan option Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Cukup Setuju (CS), Tidak Setuju (TS), Sangat Tidak Setuju (STS). Masing-masing option diberikan bobot mulai dari 5 untuk sangat setuju hingga bobot 1 untuk

Nur Indriantoro (2002 : 99) mengkatagorikan sifat data tersebut ke dalam skala interval.7. Oleh karena itu. yaitu data yang diperoleh langsung dari responden dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan skala likert (ordinal) dengan metode rating yang dijumlahkan.70 option sangat tidak setuju. butir-butir pertanyaan dalam kuesioner perlu dilakukan uji validitas dan reliabilitas.7 Uji Validitas dan Reliabilitas Kuntadi (2002 : 57) berpendapat agar hasil penelitian valid dan reliabel.1 Uji Validitas Uji validitas dilakukan untuk mengetahui apakah instrument yang digunakan sudah tepat mengukur apa yang seharusnya diukur atau belum. Adapun rumus korelasi pearson adalah : ( √* Keterangan : r = korelasi validitas item yang dicari x = skor yang diperoleh subyek dari seluruh item y = skor total yang diperoleh subyek dari seluruh item ( ) +* )( ) ( ) . 3. untuk menguji validitas dilakukan dengan teknik korelasi item total yang merupakan dasar dari korelasi pearson. maka alat test tersebut akan semakin tepatmengenai sasaran. Data primer. sehingga dapat dikatakan bahwa semakin tinggi validitas suatu test. 3. Nilai validitas pada dasarnya adalah nilai korelasi.

3 maka dikatakan tidak valid. Untuk uji reliabilitas digunakan metode belah dua ( Split Half Method) dari Spearman Brown. demikian pula sebaliknya. Metode belah dua ini dilakukan dengan cara membagi instrument menjadi dua belahan. bisa ganjil-genap dan bisa pula belahan pertama dan kedua dengan rumus : = Keterangan .3 maka faktor tersebut merupakan construct yang kuat (valid). bila korelasi tiap faktor ( ) tersebut positif dan besarnya > 0. ( √* ( ) +* )( ) ( ) . jika < 0. 3.7.71 Σx = jumlah skor dalam distribusi x Σy = jumlah skor dalam distribusi y = jumlah kuadrat skor dalam distribusi x = jumlah kuadrat skor dalam distribusi y N = jumlah responden Menurut Sugiono.2 Uji Reliabilitas Reliabilitas adalah tingkat kepercayaan terhadap hasil suatu pengukuran. Pengukuran yang memiliki reliabilitas tinggi merupakan pengukuran yang mampu memberikan hasil ukur terpercaya (reliable). = reliabilitas internal seluruh instrument = korelasi product moment antara belahan kesatu dan kedua kemudian dikorelasikan dengan rumus yang sama seperti uji validitas.

7 Penafsiran Sangat baik Baik Cukup Baik Kurang baik Sangat kurang baik 3.5 1.3 Kriteria Penafsiran Kondisi Variabel Penelitian Rata-Rata Skor 4. dan kinerja guru (Y) dengan cara menghitung rata-rata masing-masing variabel penelitian.6 – 3.0 – 1.3 1.1 2.1 Diagram Jalur .8 – 2.72 Jika > 7. Teknik analisis deskriptip digunakan untuk mendeskripsikan variabel kepemimpinan kepala sekolah ( ). motivasi kerja ( ).9 Teknik Analisis Jalur (Jalur Path) r Є1 Y r Gambar 3. Tabel 3.0 3.2 – 5.4 – 4. jika 3.8 Teknik Analisis Data Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif. Demikian bila < 7 maka dikatakan tidak reliabel sebaliknya. maka instrument tersebut dikatakan reliabel. disiplin kerja ( ).

gambar di atas menunjukkan bahwa antara serta . sementara hubungan merupakan hubungan korelasional. dengan Y. dengan Y merupakan hubungan kausal. Persamaan struktur yang dibentuk adalah : Y= + + . dengan Y. .73 Keterangan : = Kepemimpinan kepala sekolah = Motivasi kerja = Disiplin kerja Y = Kinerja guru r r r = korelasi = korelasi = korelasi dan dan dan = koefisien jalur yang menggambarkan besarnya pengaruh langsung terhadap Y = koefisien jalur yang menggambarkan besarnya pengaruh langsung terhadap Y = koefisien jalur yang menggambarkan besarnya pengaruh langsung terhadap Y = koefisien jalur yang menggambarkan besarnya pengaruh langsung terhadap Y = variabel lain yang tidak diukur tetapi mempengaruhi Y Gambar di atas adalah diagram variabel yang mencerminkan hubungan antar variabel dan pengaruh variabel X terhadap variabel Y.

Pengaruh Hi : terhadap Y ≠ 0 : kepemimpinan kepala sekolah berpengaruh terhadap kinerja guru SMPN 1 Cisarua Pengaruh Hi : terhadap Y ≠ 0 : motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja guru SMPN 1 Cisarua Pengaruh Hi : terhadap Y ≠ 0 : disiplin kerja berpengaruh terhadap kinerja guru SMPN 1 Cisarua Pengujian hipotesis tidak dilakukan secara statistik dengan uji F dan uji t karena penelitian yang dilakukan melibatkan seluruh anggota populasi atau bersifat sensus.74 3. dan sebalikya. Hipotesis yang diajukan dijawab dari hasil perhitungan koefisien jalur yang diperoleh.10 Pengujian Hipotesis Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini sebagai berikut : H1 : ≠ ≠0 Terdapat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. maka hipotesis yang diajukan semuanya diterima. . motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru SMPN 1 Cisarua. Jika hasil perhitungan koefisien jalur dari kepemimpinan kepala sekolah ke kinerja guru. motivasi kerja ke kinerja guru dan disiplin kerja ke kinerja guru tidak sama dengan nol.

Pertama beroperasi menginduk ke SMP Negeri 1 Cimahi dan menggunakan lokal Sekolah Dasar Garuda. Selama kurun waktu kurang lebih 49 tahun telah terjadi pergantian pimpinan sebanyak 13 kepala sekolah. Pada tahun 1964 menjadi sekolah mandiri dan lepas dari SMP Negeri 1 Cimahi.1. kini telah menjadi 29 ruang belajar ditambah sarana fisik lainnya seperti ruang keterampilan. SMP Negeri Cisarua yang terletak di jalan Kolonel Masturi no. Letak sekolah sangat strategis berada di pinggir jalan kabupaten dan .1 Hasil Penelitian 4. ruang TU dan ruang guru yang representatif serta sarana-sarana lainnya.75 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4. Setiap pimpinan yang menjabat di SMPN 1 Cisarua umumnya mempunyai komitmen untuk memajukan sekolah diberbagai sector. Hasilnya terlihat pada perkembangan fisik maupun non-fisik. laboratorium fisika dan biologi. ruang kepala sekolah.1 Gambaran Umum SMPN 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat berdiri mulai tahun 1961. Di sektor nonfisik juga mengalami peningkatan baik dari segi prestasi akademis maupun non-akademis yang berhasil diraih oleh siswa-siswi terbaik alumni SMP Negeri Cisarua dari masa ke masa.043 m². ruang perpustakaan. ruang komputer. Disektor fisik misalnya sarana ruang belajar yang pada awalnya kegiatan operasional sekolah ini hanya memiliki 6 lokal. 312 Kabupaten Bandung Barat ini berdiri di atas tanah seluas 11.

76 dilalui kendaraan umum dari arah Cisarua-Cimahi maupun CisaruaPadalarang. Dengan predikat tersebut pihak sekolah terus mengadakan penataan di berbagai sektor yaitu untuk memenuhi 8 Standar Nasional Pendidikan (Standar Kompetensi Lulusan. SMP Negeri 1 Cisarua pada tahun pelajaran 2010 / 2011 memiliki 29 rombongan belajar dengan jumlah siswa sebanyak 989 orang. Jika 8 standar di atas telah terpenuhi maka SMP Negeri 1 Cisarua selanjutnya menjadi sekolah berstandar nasional (SSN). Standar Sarana. SMP Negeri 1 Cisarua mulai tahun 2004 telah berpredikat sebagai “Sekolah Potensial” dan sejak tahun 2008 telah berubah menjadi “Rintisan Sekolah Berstandar Nasional (RSSN)”. Sejak tahun 1964 sampai dengan saat ini yang telah ditugaskan menjadi kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua sudah 13 orang. Standar Pembiayaan dan Standar Evaluasi). Standar Isi. jumlah tenaga pengajar sebanyak 63 orang dan staf tata usaha 19 orang. 1 2 3 4 Periode Tahun 1964 – 1968 1968 – 1971 1971 – 1977 1977 – 1983 Nama Kepala Sekolah Saleh Ma‟ruf. BA Mohamad Wasid. Standar Proses. Ajab Riatna . SH Maulana Ismail. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Daftar nama kepala sekolah sejak didirikan sampai dengan sekarang sebagai berikut : No. Standar Pengelolaan. BA H.

Didi S. Terwujudnya tingkat kedisiplinan warga sekolah 4. Terwujudnya peningkatan prestasi akademis dari tahun ke tahun 2. Ubes Sumantri Oman Jaskim Drs. Terwujudnya prestasi siswa dalam bidang seni sebagai program unggulan . Berprestasi. Terwujudnya lingkungan sekolah yang aman. Visi “Terampil. Toto Suhartoyo Drs. H. Berwawasan IPTEK. Hasbiadi Endang Dahlan. H. H. efektif dan efisien 3. Dudi Susbandi KM. nyaman dan religious 5. misi. Terampil menggunakan media IPTEK 6. BA Drs. Unggul dalam Seni Budaya Dilandasi Iman dan Taqwa” Indikator : 1. H.77 5 6 7 8 9 10 11 12 13 1983 – 1987 1987 – 1988 1988 – 1988 1988 – 1990 1990 – 1993 1993 – 1996 1996 – 2000 2000 – 2003 2003 – sekarang H. Nandang Sukmana Drs. A. tujuan sekolah dan profil sekolah sebagai berikut : a. Yaya Masria Drs. Terwujudnya sistem pembelajaran yang inovatif. SMP Negeri 1 Cisarua memiliki visi. Subandar Drs.

Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara optimal 2. efektif. kreatif. Menghasilkan warga sekolah yang taat beribadah 8. Terciptanya kesempatan warga sekolah untuk mengembangkan diri sesuai dengan potensi yang dimiliki b. Menghasilkan perangkat kurikulum yang lengkap. Menerapkan tata tertib sekolah secara optimal 4. muktahir dan berwawasan ke depan 4. Seluruh warga sekolah dapat menggunakan komputer dan internet sebagai sumber belajar . Mencapai suasana lingkungan sekolah yang aman dan nyaman 7. Misi 1. Menghasilkan peningkatan SKBM seluruh mata pelajaran sampai dengan 85% 3. Menghasilkan warga sekolah yang berdisiplin tinggi 6. Mengoptimalkan kegiatan pembelajaran komputer dan internet 6. Mewujudkan peningkatan kualitas SDM seluruh warga sekolah Tujuan Sekolah 1. Mewujudkan kemampuan seni yang tangguh dan kompetitif 7. menyenangkan dan berwawasan ke depan 3.00 2.78 7. Mencapai profesionalisme guru dalam pembelajaran CTL 5. Mewujudkan suasana lingkungan sekolah yang berwawasan Wiyata Mandala 5. Mewujudkan penyelenggaraan pembelajaran yang aktif. Menghasilkan peningkatan rata-rata skor GSA + 1.

Menghasilkan lulusan yang mampu berkompetensi dijenjang pendidikan yang lebih tinggi. 2. 9.79 9. Kolonel Masturi no 312 Kertawangi Cisarua Bandung Barat Jawa Barat 022. Pencapaian standar pendidik dan tenaga kependidikan meliputi : semua guru berkualifikasi S1.1. 6. Telepon 4. Nama Sekolah Alamat : Jalan Desa Kecamatan Kabupaten Provinsi No.2 Profil Sekolah 1. Menghasilkan tim kesenian yang mampu tampil pada kegiatan setingkat kabupaten 10. 5. 7. semua mengajar sesuai bidangnya. 8. Nama Kepala Sekolah NSS Jenjang Akreditasi Kategori Sekolah Tahun Didirikan Tahun Operasional : : : : : : : : : : : : Jl.2700003 Drs. Dudi Susbandi KM 201020802005 A RSSN 1961 1961 : SMP Negeri 1 Cisarua . 4. dll 12. H. Memiliki tim olah raga yang siap menjadi juara tingkat kabupaten 11. telah mengikuti PTBK.

3 Profil Responden Tabel 4. Kepemilikan Tanah Luas Tanah 11.1 Jumlah Siswa SMP Negeri 1 Cisarua 3 Tahun Terakhir Tahun Pelajaran 2008/ 2009 2009/ 2010 2010/ 2011 Jumlah Pendaftar 415 500 435 Kelas VII Jumlah Siswa Rombel 387 9 324 315 9 9 Kelas VIII Jumlah Siswa Rombel 459 9 376 310 9 9 Kelas IX Jumlah Siswa Rombel 436 9 445 364 9 9 Jumlah Kelas VII+VIII+IX Siswa Rombel 1282 27 1145 989 27 27 Sumber Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 4. Status Bangunan Surat Izin Bangunan Luas Seluruh Bangunan : : : : : Hak guna pakai tidak terbatas 6000 m2 Milik Pemerintah 3.1.2 Jumlah Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Jumlah Laki-laki 15 Perempuan 48 Jumlah 63 Sumber : Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 No 1. Prosentase 23.2 100. 2.8 76.2%) .0 Dari data pada tabel 4.2 terlihat bahwa guru-guru di SMPN 1 Cisarua lebih banyak didominasi oleh guru perempuan (76.405 m2 Tabel 4.80 10.

3.81 55. Masa Kerja < 5 Tahun 6 – 10 Tahun 11 – 15 Tahun 16 – 20 Tahun > 20 Tahun Jumlah Jumlah 6 3 4 15 35 63 Prosentase 9.3 Jumlah Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan No Tingkat Pendidikan Jumlah Prosentase 1.00 JUMLAH 63 100. 5. Tabel 4. D1 2 3.20 5 S1 46 73.35 Tahun 3 3.00 Sumber : Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 Dari tabel 4.35 23.4 Jumlah Responden Berdasarkan Masa Kerja No 1.40 Tahun 2 4. 30 .56 % memiliki masa kerja lebih dari 20 tahun.00 Sumber : Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 Dari data tabel 4.80 2. Tabel 4. > 40 Tahun 52 Jumlah 63 Sumber : Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 Prosentase 9. SMA 3 4.76 3.56 100.4 terlihat bahwa komposisi masa kerja guru SMPN 1 Cisarua sebanyak 35 orang atau 55.3 terlihat bahwa guru yang memiliki tingkat pendidikan S1 berjumlah 46 orang (73.54 100. 4. 25 – 29 Tahun 6 2.17 82. 36 . 2.5 Jumlah Responden Berdasarkan Usia No Usia Jumlah 1.52 4.20 3 D3 10 15.76 6.52 4.81 Tabel 4.00%) artinya lebih banyak dibandingkan dengan yang berpendidikan yang lainnya.00 .90 4 PGSLP 2 3.

artinya mengkorelasikan skor tiap item dengan skor total yang merupakan jumlah tiap skor item. Menurut Sugiyono (2005) bahwa item yang mempunyai korelasi positif dengan skor total korelasi yang tinggi.8 4.2 Uji Istrumen Penelitian Dalam melakukan penelitian ini penulis menggunakan instrumen berupa kuesioner yang terdiri dari variabel kepemimpinan kepala sekolah sebanyak 18 item.6 menunjukkan bahwa pangkat/golongan responden terbanyak adalah Pembina/IVa yaitu sebanyak 57 orang (90. 2. 4.2.5 terlihat bahwa jumlah responden yang paling banyak berusia lebih dari 40 tahun. 6. motivasi kerja 15 item.6 Jumlah Responden Berdasarkan Pangkat dan Golongan Pangkat/Golongan Jumlah Pembina TK 1 / IVb 0 Pembina / IVa 57 Penata TK I / IIId 0 Penata / IIIc 0 Penata Muda TK I / IIIb 3 Penata Muda / IIIa 3 Jumlah 63 Sumber : Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 No 1. . 3.8 100. Tabel 4. menunjukkan bahwa item tersebut mempunyai validitas yang tinggi pula. 5.5 0 0 4.1 Uji Validitas Pengujian tingkat validitas tiap item dipergunakan analisis item. Prosentase 0 90.0 Tabel 4. disiplin kerja 15 item dan kinerja guru 20 item pernyataan. 4.82 Dari tabel 4.5%). 4.

439 X1 _15 0. Untuk itu kuesioner yang digunakan layak untuk diolah sebagai data penelitian.471 X1 _4 0.672 X1 _6 0.7 Hasil Uji Validitas Item Variabel Kepemimpinan Kepala sekolah (X1) No Item Tingkat Validitas Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid X1 _1 0.452 X1 _3 0.3 sehingga apabila korelasi antar item dengan skor total kurang dari 0.630 X1 _7 0.661 X1 _5 0.3 maka item dalam instrumen tersebut dinyatakan tidak valid.557 X1 _9 0.422 X1 _14 0.680 X1 _2 0. . Adapun hasil uji coba mengenai tingkat validitas butir pernyataan disajikan dalam tabel berikut : Tabel 4.437 X1 _17 0.487 X1 _18 0.3 maka semua item valid.623 X1 _8 0.83 Persyaratan minimum agar dapat dianggap valid apabila r = 0.620 X1 _11 0. variabel kepemimpinan kepala sekolah berada di atas 0.503 Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Dari data di atas.460 X1 _16 0.599 X1 _10 0.576 X1 _12 0.512 X1 _13 0.

8 Hasil Uji Validitas Item Variabel Motivasi Kerja (X2) No Item Tingkat Validitas X2 _1 0.764 0.607 X2 _9 0.809 0. variabel motivasi kerja berada di atas 0.653 X2 _5 0.802 0.630 Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Dari data di atas.686 0.625 X2 _8 0.729 X2 _12 0.9 Hasil Uji Validitas Item Variabel Disiplin Kerja (X3) No Item X3 _1 X3 _2 X3 _3 X3 _4 X3 _5 X3 _6 X3 _7 X3 _8 X3 _9 X3_10 X3 _11 X3 _12 Tingkat Validitas 0.672 X2 _4 0.746 0.442 X2 _10 0.863 0.549 X2 _15 0.788 0.606 X2 _2 0.84 Tabel 4.791 0. maka semua item valid.876 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid .831 0.716 X2 _6 0. Tabel 4.826 0.3.659 X2 _13 0. Untuk itu kuesioner yang digunakan layak untuk diolah sebagai data penelitian.688 X2 _14 0.819 0.718 X2 _7 0.583 X2 _3 0.711 X2 _11 0.

695 Y _11 0.818 X3 _15 0. Berdasarkan tabel 4.470 Y _19 0. Untuk itu kuesioner yang digunakan layak untuk diolah sebagai data penelitian.496 Y _20 0. variabel disiplin kerja berada di atas 0.560 Y _6 0.654 Y _2 0.3.10 diperoleh informasi mengenai tingkat validitas.707 Y_10 0.714 Y _13 0.652 Y _9 0. Tabel 4. maka semua item valid.403 Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Dari data di atas.487 Y _17 0.550 Y _7 0.810 X3 _14 0.713 Y _8 0.698 Y _12 0.695 Y _14 0.650 Y _3 0. bahwa seluruh item dinyatakan valid . maka semua item valid.684 Y _5 0.7 sampai dengan tabel 4.675 Y _4 0.667 Y _15 0. Untuk itu kuesioner yang digunakan layak untuk diolah sebagai data penelitian.465 Y _16 0.85 No Item Tingkat Validitas X3 _13 0.836 Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Keterangan Valid Valid Valid Dari data di atas.597 Y _18 0.10 Hasil Uji Validitas Item Variabel Kinerja Guru (Y) No Item Tingkat Validitas Y _1 0. variabel kinerja guru berada di atas 0.3.

Hasil pengujian secara lengkap dapat dilihat pada lampiran rekapitulasi tingkat validitas item pernyataan instrument penelitian disajikan dalam tabel berikut : Tabel 4.2 Uji Reliabilitas Dari pengujian reliabilitas teknik split half dengan koefisien internal Spearman Brown nampak bahwa masing-masing instrumen pengukuran adalah reliabel sesuai dengan yang direkomendasikan Sugiyono (2004 : 178) yang menyatakan bahwa batas minimum reliabilitas yang dapat diterima adalah koefisien positif. ternyata seluruh item pernyataan merupakan item yang terpilih dan dapat digunakan sebagai alat pengumpul data (kuesioner). 11 Rekapitulasi Hasil Uji Coba Item Pernyataan Instrumen Kuesioner Variabel Jml Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Motivasi Kerja (X2) Disiplin Kerja (X3) Kinerja Guru (Y) Jumlah 15 15 20 68 18 Valid % 100% Tidak Jml 0 Valid % 0% Jml 18 Total % 100% 100% 100% 100% 100% 0 0 0 0 0% 0% 0% 0% 15 15 20 68 100% 100% 100% 100% Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Berdasarkan data tabel di atas. 4. Reliabilitas untuk kuesioner masing-masing variabel disajikan pada tabel di bawah ini : .86 dan digunakan untuk penelitian.2.

Gambaran mengenai hal tersebut dapat dilihat dari tanggapan responden sebagai berikut : .954 0.935 0.986 dengan kriteria reliabilitas tinggi.986 0.949 Kriteria Reliabilitas Tinggi Reliabilitas Tinggi Reliabilitas Tinggi Reliabilitas Tinggi Dari data di atas variabel kepemimpinan kepala sekolah (X1) adalah 0.1 Deskripsi Jawaban Responden Mengenai Kepemimpinan Kepala Sekolah di SMPN 1 Cisarua Bagian ini akan menguraikan bagaimana gambaran mengenai kepemimpinan kepala sekolah di SMPN 1 Cisarua. dan variabel kinerja guru (Y) adalah 0.87 Tabel 4.954 dengan kriteria reliabilitas tinggi.3. 4.949 dengan kriteria reliabilitas tinggi.12 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Motivasi Kerja (X2) Disiplin Kerja (X3) Kinerja Guru (Y) Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Reliabilitas 0. variabel motivasi kerja (X2) adalah 0.935 dengan kriteria reliabilitas tinggi. variabel disiplin kerja (X3) adalah 0.3 Hasil Penelitian dan Pembahasan 4.

70 100.16 Setuju 4 29 116 46.81% menyatakan kurang setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui rapat.00 Rata-Rata Skor 4.03 Kurang Setuju 3 15 45 23. 46.88 Tabel 4.03% menyatakan setuju.17 Prosentase 9. Tabel 4. berada pada kategori baik. dan 23.81 Tidak Setuju 2 0 0 0.40 14.06 Berdasarkan tabel di atas. yakni sebanyak 30.14 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui pembinaan perorangan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 6 4 24 3 16 2 9 1 8 63 Skor 30 96 48 18 8 200 3.10 25.00 .00 Jumlah 63 256 100.00 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. dengan rata-rata skor sebesat 4.16% menyatakan sangat setuju.52 38.13 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui rapat Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 19 95 30.29 12.06 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui rapat.

berada pada kategori cukup baik.00 100.76 0. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melaksanakan pembinaan kepada siswa . 38.10% menyatakan setuju.63% menyatakan kurang setuju.29% menyatakan tidak setuju. 12.97 Prosentase 26.62% menyatakan setuju. 25. 47.15 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melaksanakan pembinaan kepada siswa melalui upacara bendera yang dilaksanakan setiap hari senin Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 17 4 30 3 13 2 3 1 0 63 Skor 85 120 39 6 0 250 3. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui pembinaan perorangan. yakni sebanyak 26.52% menyatakan sangat setuju.00 Berdasarkan tabel di atas. dan 20. 14.89 Berdasarkan tabel di atas. Tabel 4. dengan rata-rata dengan rata-rata skor sebesat 3.63 4.98% menyatakan sangat setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melaksanakan pembinaan kepada siswa melalui upacara bendera yang dilaksanakan setiap hari senin.17 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui pembinaan perorangan.98 47.62 20.40% menyatakan kurang setuju.70% sangat tidak setuju. dengan rata-rata 3. yakni sebanyak 9.97 .

22 Setuju 4 26 104 41.52 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. dan 26.97% menyatakan setuju.00 Jumlah 63 237 100.92.98 Tidak Setuju 2 0 0 0.27 Kurang Setuju 3 17 51 26.76 .97 Kurang Setuju 3 17 51 26. berada pada kategori baik.17 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah memberdayakan guru sebagai tim kerja dalam pelaksanaan program kegiatan Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 14 70 22.00 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.98 Tidak Setuju 2 6 12 9.92 Berdasarkan tabel di atas. dengan rata-rata 3.00 Rata-Rata Skor 3. berada pada kategori baik.98% menyatakan kurang setuju. Tabel 4. 53.05% menyatakan sangat setuju. Tabel 4. yakni sebanyak 19.05 Setuju 4 34 136 53.16 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah membuat perencanaan visi dan misi secara matang Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 12 60 19.00 Jumlah 63 247 100.90 melalui upacara bendera yang dilaksanakan setiap hari senin.00 Rata-Rata Skor 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah membuat perencanaan visi dan misi secara matang. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah membuat perencanaan visi dan misi secara matang.

91 Berdasarkan tabel di atas. 26.75% menyatakan sangat setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah memberdayakan guru sebagai tim kerja dalam pelaksanaan program kegiatan.52% menyatakan tidak setuju.05 Prosentase 31.18 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program kegiatan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 20 4 26 3 17 2 0 1 0 63 Skor 100 104 51 0 0 255 4. Tabel 4.00 Berdasarkan tabel di atas.27% menyatakan setuju. 26. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberdayakan guru sebagai tim kerja dalam pelaksanaan program kegiatan.75 41.05. berada pada kategori baik. yakni sebanyak 31. dengan rata-rata sebesar 3.98 0.22% menyatakan sangat setuju. yakni sebanyak 22.00 0. dengan rata-rata 4.27 26.98% menyatakan kurang setuju.00 100. 41. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah senantiasa melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program kegiatan.98% menyatakan kurang setuju. dan 9. 41.76.27% menyatakan setuju. .

27 31.00 Berdasarkan tabel di atas. yakni sebanyak 26.00 0.92 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah senantiasa melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program kegiatan.98 41.75 0. 41. berada pada kategori baik. berada pada kategori baik Tabel 4. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melakukan evalusi setelah pelaksanaan program kegiatan.75% menyatakan kurang setuju.95. 31. .00 100.95 Prosentase 26.19 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan evaluasi setelah pelaksanaan program kegiatan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 17 4 26 3 20 2 0 1 0 63 Skor 85 104 60 0 0 249 3.98% menyatakan sangat setuju. dengan rata-rata 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan evaluasi setelah pelaksanaan program kegiatan.27% menyatakan setuju.

10 Setuju 4 22 88 34. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan solusi perbaikan untuk program berikutnya.00 . % sangat tidak setuju. berada pada kategori baik.92 Kurang Setuju 3 17 51 26.93 Tabel 4.98 Tidak Setuju 2 0 0 0. % menyatakan kurang setuju.21 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pengadministrasian pelaksanaan program kegiatan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 18 4 28 3 17 2 0 1 0 63 Skor 90 112 51 0 0 253 4.02 Prosentase 28. % menyatakan setuju. dengan rata-rata .98 0.00 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.00 Rata-Rata Skor 4.00 Jumlah 63 259 100.20 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan solusi perbaikan untuk program berikutnya Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 24 120 38.11 Berdasarkan tabel di atas.00 0.00 100. yakni sebanyak % menyatakan sangat setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melakukan solusi perbaikan untuk program berikutnya. % menyatakan tidak setuju. Tabel 4.57 44.44 26.

57 42. yakni sebanyak 28. berada pada kategori baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan pengadministrasian pelaksanaan program kegiatan.57% menyatakan sangat setuju. 44.02.86 28.57% menyatakan sangat setuju.00.00 0.57% menyatakan kurang setuju.86% menyatakan setuju. berada pada kategori baik Tabel 4.44% menyatakan setuju. dengan rata-rata 4. 42. 26.98% menyatakan kurang setuju.00 Prosentase 28. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melakukan pengadministrasian pelaksanaan program kegiatan. 28. yakni sebanyak 28.00 Berdasarkan tabel di atas.22 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pendokumentasian hasil pelaksanaan program kegiatan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 18 4 27 3 18 2 0 1 0 63 Skor 90 108 54 0 0 252 4.00 100.57 0. . Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan pendokumentasian hasil pelaksanaan program kegiatan.94 Berdasarkan tabel di atas. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melakukan pendokumentasian hasil pelaksanaan program kegiatan. dengan rata-rata 4.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah membuat program supervisi.00 0.22 50.00 0.81 0.00 100.40 50.00 100.81% menyatakan kurang setuju.79 23.00 Berdasarkan tabel di atas.00 . Tabel 4.79% menyatakan setuju.02 Prosentase 25. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah membuat program supervisi.95 Tabel 4.40% menyatakan sangat setuju. yakni sebanyak 25. berada pada kategori baik. 50.95 Prosentase 22.23 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah membuat program supervise Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 16 4 32 3 15 2 0 1 0 63 Skor 80 128 45 0 0 253 4. dengan ratarata 4.24 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melaksanakan supervisi kepada guru yang mengajar di kelas Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 14 4 32 3 17 2 0 1 0 63 Skor 70 128 51 0 0 249 3.02.79 26. % sangat tidak setuju. 23.98 0.

dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melaksanakan supervisi kepada guru yang mengajar di kelas.79% menyatakan setuju.98% menyatakan kurang setuju..10 Prosentase 34.92% menyatakan sangat setuju.25 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah dapat memberi contoh keteladanan kepada guru Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 22 4 25 3 16 2 0 1 0 63 Skor 110 100 48 0 0 258 4. dengan rata-rata 4.40% menyatakan kurang setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah dapat memberi contoh keteladanan kepada guru. 26.00 0. yakni sebanyak 22. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melaksanakan supervisi kepada guru yang mengajar di kelas.68% menyatakan setuju.00 100.40 0.95.68 25.10. 39. 25.92 39. Tabel 4. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah dapat memberi contoh keteladanan kepada guru.96 Berdasarkan tabel di atas.00 Berdasarkan tabel di atas. dengan rata-rata 3. 50.22% menyatakan sangat setuju. yakni sebanyak 34. berada pada kategori baik . berada pada kategori baik.

75% menyatakan sangat setuju.00 100.57 0.75 36. 36.00 .00 Prosentase 31. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah mampu mengambil keputusan yang tepat. berada pada kategori baik Tabel 4.27 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah memberikan gagasan-gagasan baru dalam proses pembelajaran Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 19 4 26 3 18 2 0 1 0 63 Skor 95 104 54 0 0 253 4.00 0.51 31.00.27 28.00 100. 31.75 0.26 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah mampu mengambil keputusan yang tepat Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 20 4 23 3 20 2 0 1 0 63 Skor 100 92 60 0 0 252 4.00 Berdasarkan tabel di atas.97 Tabel 4.02 Prosentase 30.00 0. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah mampu mengambil keputusan yang tepat. dengan rata-rata 4. yakni sebanyak 31.16 41.75% menyatakan kurang setuju.51% menyatakan setuju.

41. yakni sebanyak 30.02. 28. dengan rata-rata 4. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan gagasan-gagasan baru dalam proses pembelajaran. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan penghargaan kepada guru yang berprestasi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan penghargaan kepada guru yang berprestasi. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan gagasan-gagasan baru dalam proses pembelajaran.33 0.33% menyatakan kurang setuju. yakni sebanyak 22.57% menyatakan kurang setuju. 33.89 Prosentase 22.16% menyatakan sangat setuju.00 Berdasarkan tabel di atas.27% menyatakan setuju. .28 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah memberikan penghargaan kepada guru yang berprestasi Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 14 28 21 0 0 63 Skor 70 112 63 0 0 245 3.22% menyatakan sangat setuju.22 44.98 Berdasarkan tabel di atas. 44. berada pada kategori cukup baik. berada pada kategori bai Tabel 4.44% menyatakan setuju.89.44 33.00 0.00 100. dengan rata-rata 3.

00 Jumlah 63 248 100.99 Tabel 4.22% menyatakan sangat setuju.00 Rata-Rata Skor 3.21 Kurang Setuju 3 18 54 28.00 100. 49.30 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah menciptakan hubungan yang harmonis dengan guru Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 18 4 29 3 16 2 0 1 0 63 Skor 90 116 48 0 0 254 4. dengan rata-rata 3.57 46.21% menyatakan setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan sangsi kepada guru yang melanggar disiplin.03 25. berada pada kategori baik. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan sangsi kepada guru yang melanggar disiplin.22 Setuju 4 31 124 49.03 Prosentase 28.29 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah memberikan sangsi kepada guru yang melanggar disiplin Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 14 70 22.57 Tidak Setuju 2 0 0 0.94 Berdasarkan tabel di atas.40 0.94. yakni sebanyak 22.00 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.00 .57% menyatakan kurang setuju. Tabel 4. 28.00 0.

46.03% menyatakan setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : harmonis dengan guru. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : kepala sekolah menciptakan hubungan yang harmonis dengan guru. Gambaran mengenai hal tersebut dapat dilihat dari tanggapan responden sebagai berikut : Tabel 4.17 100.68 22.14 Prosentase 7.31 Pendapat responden mengenai : Saya diberi kesempatan untuk berprestasi Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 5 4 17 3 25 2 14 1 2 63 Skor 25 68 75 28 2 198 3. 25. dengan rata-rata 4.03 . dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya diberi kesempatan untuk berprestasi. berada pada kategori baik 4.98 39.94 26.3.100 Berdasarkan tabel di atas. yakni .00 Berdasarkan tabel di atas.2 Deskripsi Jawaban Responden Mengenai Motivasi Kerja di SMPN 1 Cisarua Bagian ini akan menguraikan bagaimana gambaran mengenai motivasi kerja guru di SMPN 1 Cisarua. kepala sekolah menciptakan hubungan yang yakni sebanyak 28.40% menyatakan kurang setuju.22 3.57% menyatakan sangat setuju.

62 15. 26. 3. berada pada kategori cukup baik Tabel 4. 3.17% sangat tidak setuju. berada pada kategori cukup baik.14.68% menyatakan kurang setuju.17 Prosentase 6.87 3.17. 22.00 Berdasarkan tabel di atas. 15.22% menyatakan tidak setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : teman sejawat memberi pengakuan terhadap prestasi kerja saya.87% menyatakan tidak setuju.94% menyatakan sangat setuju.98% menyatakan setuju.17 100.62% menyatakan kurang setuju. 47. 39.35 26. dengan ratarata 3. .98 47.98% menyatakan setuju. 26.101 sebanyak 7. yakni sebanyak 6. dengan rata-rata 3.17% sangat tidak setuju.32 Pendapat responden mengenai : Teman sejawat memberi pengakuan terhadap prestasi kerja saya Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 4 17 30 10 2 63 Skor 20 68 90 20 2 200 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya diberi kesempatan untuk berprestasi. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : teman sejawat memberi pengakuan terhadap prestasi kerja saya.35% menyatakan sangat setuju.

73 9. saya merasa bangga dengan pekerjaan saya 7. dengan rata-rata 3.00 Rata-Rata Skor 3.63% menyatakan setuju.00 Jumlah 63 205 100.00 100.52 0. berada pada kategori cukup baik Tabel 4.25 Berdasarkan tabel di atas.32 Prosentase 9. 11.32% menyatakan kurang setuju.25.102 Tabel 4.00 .63 Kurang Setuju 3 38 114 60.32 Tidak Setuju 2 7 14 11.11% menyatakan tidak setuju.33 Pendapat responden mengenai : Saya merasa bangga dengan pekerjaan saya sebagai guru Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7. 60.11 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.34 Pendapat responden mengenai : Saya berusaha untuk bertanggung jawab atas pekerjaan saya sebagai guru Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 6 14 37 6 0 63 Skor 30 56 111 12 0 209 3.94 Setuju 4 13 52 20. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya merasa bangga dengan pekerjaan saya sebagai guru. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : sebagai guru.94% menyatakan sangat setuju.22 58. yakni sebanyak 20.52 22.

22% menyatakan setuju. dengan rata-rata 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya merasa pekerjaan yang saya jalani sesuai dengan minat dan bakat saya. berada pada kategori cukup baik .73% menyatakan kurang setuju. 26. 58. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya selalu berusaha untuk bertanggung jawab atas pekerjaan saya sebagai guru.30 Prosentase 7.52% menyatakan tidak setuju.38 12. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya merasa pekerjaan yang saya jalani sesuai dengan minat dan bakat saya.70 0.32. 12. berada pada kategori cukup baik Tabel 4. 9. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya selalu berusaha untuk bertanggung jawab atas pekerjaan saya sebagai guru. 52.38% menyatakan kurang setuju.00 Berdasarkan tabel di atas.94% menyatakan sangat setuju. 22. yakni sebanyak 7.98% menyatakan setuju.94 26.103 Berdasarkan tabel di atas.35 Pendapat responden mengenai : Saya merasa pekerjaan yang saya jalani sesuai dengan minat dan bakat saya Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 5 17 33 8 0 63 Skor 25 68 99 16 0 208 3. dengan rata-rata 3.70% menyatakan tidak setuju.00 100.30. yakni sebanyak 9.98 52.52% menyatakan sangat setuju.

29 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.94 100.36 Pendapat responden mengenai : Saya merasa pekerjaan saya sebagai guru adalah Pekerjaan yang menantang Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 3 15 4.79% menyatakan kurang setuju.37 Pendapat responden mengenai : Saya diberi kesempatan untuk meningkatkan karier Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 6 4 19 3 25 2 8 1 5 63 Skor 30 76 75 16 5 202 3.29% menyatakan tidak setuju.25 Berdasarkan tabel di atas. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya merasa pekerjaan saya sebagai guru adalah pekerjaan yang menantang.16 Kurang Setuju 3 32 96 50.76% menyatakan sangat setuju. 30.52 30. berada pada kategori cukup baik. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya merasa pekerjaan saya sebagai guru adalah pekerjaan yang menantang. yakni sebanyak 4.16% menyatakan setuju.21 Prosentase 9.25.76 Setuju 4 19 76 30.00 .70 7. Tabel 4.00 Jumlah 63 205 100. 14.104 Tabel 4.00 Rata-Rata Skor 3.68 12. dengan rata-rata 3.16 39. 50.79 Tidak Setuju 2 9 18 14.

98% menyatakan setuju.76% sangat tidak setuju.16% 12.38 Pendapat responden mengenai : Gaji atau honor yang saya terima telah sesuai dengan tugas dan tanggung jawab Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 9 45 14. menyatakan tidak setuju. dengan rata-rata 3.29 Setuju 4 17 68 26.105 Berdasarkan tabel di atas.68% menyatakan kurang setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : gaji atau honor yang saya terima telah sesuai dengan tugas dan tanggung jawab. 42. rata-rata 3.70% karier. 26.98 Kurang Setuju 3 27 81 42. . yakni sebanyak 9.29% menyatakan sangat setuju. berada pada kategori cukup baik. 11. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya diberi kesempatan untuk meningkatkan 30. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya diberi kesempatan untuk meningkatkan karier. 4. 39. berada pada kategori cukup baik Tabel 4.86 Tidak Setuju 2 7 14 11. yakni sebanyak 14.21. menyatakan setuju.86% menyatakan kurang setuju.11 Sangat Tidak Setuju 1 3 3 4.11% menyatakan tidak setuju.76 Jumlah 63 211 100.52% menyatakan sangat setuju.35.35 Berdasarkan tabel di atas. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : gaji atau honor yang saya terima telah sesuai dengan tugas dan tanggung jawab. 7.00 Rata-Rata Skor 3.94% sangat tidak setuju.

75 41. Tabel 4. 63.52% menyatakan setuju.94 Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Berdasarkan tabel di 24 9.98.52 31.11 5 7.98 atas. dapat dideskripsikan pernyataan 4 3 2 1 6 40 7 5 63 responden mengenai : gaji atau honor yang saya terima telah memenuhi kebutuhan saya.00 2.25 Prosentase 9. berada pada kategori cukup baik.49 14 11.49% menyatakan kurang setuju. 7.94% sangat tidak setuju.94 % menyatakan sangat setuju.94 100.106 Tabel 4. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : gaji atau honor yang saya terima telah memenuhi kebutuhan saya.52 120 63.52 7. 11.27 9.00 .39 Pendapat responden mengenai : Gaji atau honor yang saya terima telah memenuhi kebutuhan saya Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7. 9.94 188 100. yakni sebanyak 7. dengan rata-rata 2.11% menyatakan tidak setuju.40 Pendapat responden mengenai : Sekolah menciptakan kondisi kerja yang menyenangkan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 6 20 26 6 5 63 Skor 30 80 78 12 5 205 3.

41 Pendapat responden mengenai : Kebijakan yang diambil manajemen sekolah membuat saya nyaman dalam bekerja Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 6 18 27 7 5 63 Skor 30 72 81 14 5 202 3. menyatakan sangat setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : menyenangkan. 11. Tabel 4.57% menyatakan menyatakan kurang setuju.94% sangat tidak setuju.21. 31.107 Berdasarkan tabel di atas.27% menyatakan kurang setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kebijakan yang diambil manajemen sekolah yakni sebanyak 9. 42.52% menyatakan sangat setuju. dengan rata-rata 3. dengan rata-rata 3. sekolah menciptakan kondisi kerja yang yakni sebanyak 9.86 11. 7. 9.52% menyatakan tidak setuju. 41. 28.11 7.52 28. .75% menyatakan setuju.21 Prosentase 9.00 Berdasarkan tabel di atas. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : sekolah menciptakan kondisi kerja yang menyenangkan.25. berada pada kategori cukup baik.52% setuju.57 42.86% membuat saya nyaman dalam bekerja.94% sangat tidak setuju.11% menyatakan tidak setuju. 7.94 100.

.76% sangat tidak setuju. dengan rata-rata 3.22 47. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : jika mengalami kesulitan di dalam pekerjaan saya lebih senang membicarakan dengan pimpinan. 4.30 Prosentase 14.62% menyatakan kurang setuju.22% menyatakan setuju.76 100.11% menyatakan tidak setuju.00 Berdasarkan tabel di atas.30.42 Pendapat responden mengenai : Jika mengalami kesulitan di dalam pekerjaan saya lebih senang membicarakan dengan pimpinan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 9 14 30 7 3 63 Skor 45 56 90 14 3 208 3.62 11. yakni sebanyak 14. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : jika mengalami kesulitan di dalam pekerjaan saya lebih senang membicarakan dengan pimpinan. 11.29% menyatakan sangat setuju.29 22.108 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : kebijakan yang diambil manajemen sekolah membuat saya nyaman dalam bekerja.11 4. 47. berada pada kategori cukup baik. berada pada kategori cukup baik. Tabel 4. 22.

47.43 Pendapat responden mengenai : Saya berhubungan baik dengan pimpinan/kepala sekolah Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 7 35 11.62% menyatakan kurang setuju.70 0. .11 Setuju 4 18 72 28.38 12. Tabel 4.00 100. yakni sebanyak 11.109 Tabel 4.11% menyatakan sangat setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan pimpinan/kepala sekolah. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan pimpinan/kepala sekolah.57 Kurang Setuju 3 30 90 47. menyatakan tidak setuju.05 52.38 Berdasarkan tabel di atas. dengan rata-rata 3. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan teman sejawat.38 Prosentase 15.38.00 Berdasarkan tabel di atas. 28.44 Pendapat responden mengenai : Saya berhubungan baik dengan teman sejawat Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 10 12 33 8 0 63 Skor 50 48 99 16 0 213 3.70 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.70% menyatakan setuju.62 Tidak Setuju 2 8 16 12.87 19.00 Rata-Rata Skor 3.57% 12. berada pada kategori cukup baik.00 Jumlah 63 213 100.

dengan rata-rata 3. 49.70 0. 12. Tabel 4.70% menyatakan tidak setuju.29% menyatakan sangat setuju. 19. berada pada kategori cukup baik.21 12.21% menyatakan kurang setuju.05% menyatakan setuju.45 Pendapat responden mengenai : Saya berhubungan baik dengan siswa Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 9 4 15 3 31 2 8 1 0 63 Skor 45 60 93 16 0 214 3.29 23. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan siswa. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan siswa. 23.00 100. dengan rata-rata 3.40.38. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan teman sejawat.110 yakni sebanyak 15.40 Prosentase 14.87% menyatakan sangat setuju.81% menyatakan setuju.38% menyatakan kurang setuju. 4. berada pada kategori baik.3 Deskripsi Jawaban Responden Mengenai Disiplin Kerja Guru di SMPN 1 Cisarua .3. 12.81 49. % sangat tidak setuju.70% menyatakan tidak setuju. yakni sebanyak 14. 52.00 Berdasarkan tabel di atas.

44% menyatakan kurang setuju.47 Pendapat responden mengenai : Begitu bel masuk berbunyi saya langsung masuk ruangan kelas sesuai dengan jam mengajar Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 7 15 25 16 0 63 Skor 35 60 75 32 0 202 3.30 Berdasarkan tabel di atas.00 Jumlah 63 208 100.40 0.46 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.00 . .46 Pendapat responden mengenai : Saya datang dan pulang tepat waktu sesuai jadwal yang telah dibuat Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 6 30 9.52 Setuju 4 18 72 28.00 Rata-Rata Skor 3. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya datang dan pulang tepat waktu sesuai jadwal yang telah dibuat. 17. berada pada kategori cukup baik. dengan rata-rata Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya datang dan pulang tepat waktu sesuai jadwal yang telah dibuat. 44.111 Tabel 4.11 23.46% menyatakan tidak setuju.52% menyatakan sangat setuju.81 39. Tabel 4.44 Tidak Setuju 2 11 22 17.21 Prosentase 11. 28.68 25.00 100.57 Kurang Setuju 3 28 84 44.57% menyatakan setuju. yakni sebanyak 9.

11% setuju. 31.75% setuju.112 Berdasarkan tabel di atas.98% menyatakan menyatakan tidak setuju. berada pada kategori cukup baik. 26.40% menyatakan tidak setuju.21. dengan rata-rata 3. 25. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : mungkin.00 Jumlah 63 204 100. 31. berada pada kategori cukup baik . 39.52% menyatakan sangat setuju.98 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.75 Kurang Setuju 3 20 60 31.52 Setuju 4 20 80 31. 23. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : begitu bel masuk berbunyi saya langsung masuk ruangan kelas sesuai dengan jam mengajar. dengan ratarata 3. saya menggunakan jam mengajar seefisien yakni sebanyak 9.75 Tidak Setuju 2 17 34 26. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : begitu bel masuk berbunyi saya langsung masuk ruangan kelas sesuai dengan jam mengajar. menyatakan sangat setuju.24.24 Berdasarkan tabel di atas. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya menggunakan jam mengajar seefisien mungkin.68% menyatakan menyatakan kurang setuju.75% menyatakan kurang setuju.48 Pendapat responden mengenai : Saya menggunakan jam mengajar seefisien mungkin Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 6 30 9.00 Rata-Rata Skor 3. Tabel 4.81% yakni sebanyak 11.

49 Pendapat responden mengenai : Saya menggunakan jam istirahat seefisien mungkin Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 4 4 23 3 26 2 10 1 0 63 Skor 20 92 78 20 0 210 3.87% menyatakan menyatakan tidak setuju. dengan rata-rata 3.17 100.35% menyatakan sangat setuju.27% menyatakan kurang setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya menggunakan jam istirahat seefisien mungkin.00 .05 3.35 23.00 100.00 Berdasarkan tabel di atas.35 36. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : mungkin.33 Prosentase 6. 15.51% setuju. 41.62 19.27 15.87 0.113 Tabel 4.50 Pendapat responden mengenai : Saya mengikuti upacara bendera setiap senin pagi Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 4 15 30 12 2 63 Skor 20 60 90 24 2 196 3.81 47.11 Prosentase 6. saya menggunakan jam istirahat seefisien yakni sebanyak 6.51 41.33. berada pada kategori cukup baik Tabel 4. 36.

62% menyatakan kurang setuju. dengan rata-rata 3.68% menyatakan kurang setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya mengikuti upacara bendera setiap hari senin pagi.32.81% setuju. .05% menyatakan menyatakan tidak setuju. yakni sebanyak 6. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya hadir di kelas sesuai jam mengajar yang telah terjadwal. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya hadir di kelas sesuai jam mengajar yang telah terjadwal.46% menyatakan tidak setuju.32 Prosentase 6. 39. 36.00 100. 19.35% menyatakan sangat setuju. berada pada kategori cukup baik Tabel 4. berada pada kategori cukup baik.51 Pendapat responden mengenai : Saya hadir di kelas sesuai jam mengajar yang telah terjadwal Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 4 23 25 11 0 63 Skor 20 92 75 22 0 209 3. yakni sebanyak 6.17% sangat tidak setuju. 23.68 17.51% menyatakan setuju.51 39. dengan rata-rata Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya mengikuti upacara bendera setiap hari senin pagi.11.46 0.35 36. 47. 3.114 Berdasarkan tabel di atas. 17. 3.00 Berdasarkan tabel di atas.35% menyatakan sangat setuju.

81 0. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya hadir pada rapat pembinaan/pengarahan.115 Tabel 4. Tabel 4.00 100.92 23.51% menyatakan setuju.33 41.52 Pendapat responden mengenai : Saya hadir pada rapat pembinaan/pengarahan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 3 23 22 15 0 63 Skor 15 92 66 30 0 203 3.00 Berdasarkan tabel di atas. 36. setuju. 34.17 33.17 Prosentase 3.00 100.76% menyatakan sangat setuju.22. yakni sebanyak 4.53 Pendapat responden mengenai : Saya bekerja sesuai dengan fungsi dan tugasnya Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 2 21 26 14 0 63 Skor 10 84 78 28 0 200 3.22 Prosentase 4.76 36.81% menyatakan tidak . berada pada kategori cukup baik.27 22. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya hadir pada rapat pembinaan/pengarahan.51 34.00 23.92% menyatakan kurang setuju.22 0. dengan rata-rata 3.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya bekerja sesuai dengan fungsi dan tugasnya.17% menyatakan sangat setuju. 41. yakni sebanyak 3.33% menyatakan setuju.22% menyatakan tidak setuju.16 46. 33.16 Prosentase 3.00 Berdasarkan tabel di atas.63% menyatakan tidak setuju. berada pada kategori cukup baik. .54 Pendapat responden mengenai : Saya memahami mekanisme kerja yang ditetapkan oleh sekolah Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 2 19 29 13 0 63 Skor 10 76 87 26 0 199 3.63 0.03 20. Tabel 4.16.00 100. 46. 22. yakni sebanyak 3. 20. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya memahami mekanisme kerja yang ditetapkan oleh sekolah.17 30.17% menyatakan sangat setuju.17.16% menyatakan setuju.116 Berdasarkan tabel di atas. 30. % sangat tidak setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya memahami mekanisme kerja yang ditetapkan oleh sekolah. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya bekerja sesuai dengan fungsi dan tugasnya. dengan rata-rata 3. berada pada kategori cukup baik.27% menyatakan kurang setuju.03% menyatakan kurang setuju. dengan rata-rata 3.

117 Tabel 4.17 28.63 0.56 Pendapat responden mengenai : Saya melaksanakan tugas yang diberikan kepala sekolah dengan baik Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 3 20 25 15 0 63 Skor 15 80 75 30 0 200 3. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya bertanggung jawab terhadap semua tugas yang diberikan kepada saya.55 Pendapat responden mengenai : Saya bertanggung jawab terhadap semua tugas yang diberikan kepada saya Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 2 18 30 13 0 63 Skor 10 72 90 26 0 198 3.75 39.17% menyatakan sangat setuju.00 Berdasarkan tabel di atas.63% menyatakan tidak setuju.68 23.00 .76 31.62 20.00 100.14 Prosentase 3. Tabel 4.14. 47.57% menyatakan setuju.57 47. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya bertanggung jawab terhadap semua tugas yang diberikan kepada saya.00 100. berada pada kategori cukup baik.81 0. 28.17 Prosentase 4. dengan rata-rata 3. yakni sebanyak 3. 20.62% menyatakan kurang setuju.

30.16% menyatakan kurang setuju. . 31.51 Kurang Setuju 3 19 57 30.08 Berdasarkan tabel di atas. 23. berada pada kategori cukup baik.59 Setuju 4 23 92 36. berada pada kategori cukup baik. menyatakan sangat setuju.51% setuju. Tabel 4.81% menyatakan tidak setuju.57 Pendapat responden mengenai : Saya bisa bekerja sama dengan seluruh teman sejawat Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 1 5 1.16 Tidak Setuju 2 20 40 31. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya senantiasa melaksanakan tugas yang yakni sebanyak 4.08. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya bisa bekerja sama dengan seluruh teman sejawat. dengan rata-rata 3. 36.76% setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya bisa bekerja sama dengan seluruh teman sejawat. rata-rata 3.118 Berdasarkan tabel di atas.00 Jumlah 63 194 100.59% menyatakan sangat setuju.75% menyatakan menyatakan tidak setuju.68% dengan diberikan kepala sekolah dengan baik.75% menyatakan menyatakan kurang setuju.75 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya senantiasa melaksanakan tugas yang diberikan kepala sekolah dengan baik. yakni sebanyak 1. 39. 31.00 Rata-Rata Skor 3.17.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya mentaati peraturan-peraturan sekolah. 41. 26.06.00 Jumlah 63 193 100.58 Pendapat responden mengenai : Saya mentaati peraturan-peraturan sekolah Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 1 5 1.06 Berdasarkan tabel di atas.00 Jumlah 63 196 100.98% menyatakan tidak setuju. 30.16% menyatakan setuju. berada pada kategori cukup baik Tabel 4.33 Kurang Setuju 3 25 75 39.11 .59 Pendapat responden mengenai : Sangsi atas pelanggaran terhadap setiap peraturan telah disosialisasikan kepada para guru Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 1 5 1.119 Tabel 4.59 Setuju 4 19 76 30.59% menyatakan sangat setuju.68 Tidak Setuju 2 16 32 25. dengan rata-rata 3.27 Tidak Setuju 2 17 34 26.98 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.40 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.27% menyatakan kurang setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya mentaati peraturan-peraturan sekolah.00 Rata-Rata Skor 3. yakni sebanyak 1.00 Rata-Rata Skor 3.16 Kurang Setuju 3 26 78 41.59 Setuju 4 21 84 33.

57 0. berada pada kategori cukup baik. yakni sebanyak 1. Tabel 4. 28.51 33.11.57% menyatakan tidak setuju.33 28.51% menyatakan setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : sangsi atas pelanggaran terhadap setiap peraturan telah disosialisasikan kepada para guru.00 Berdasarkan tabel di atas. 39.11. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : pemberian sangsi telah sesuai dengan tingkat pelanggaran.68% menyatakan kurang setuju.59% menyatakan sangat setuju. 33.60 Pendapat responden mengenai : Pemberian sangsi telah sesuai dengan tingkat pelanggaran Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 1 23 21 18 0 63 Skor 5 92 63 36 0 196 3. berada pada kategori cukup baik. dengan rata-rata 3. . dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : pemberian sangsi telah sesuai dengan tingkat pelanggaran. dengan ratarata 3. 36.59 36. 33. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : sangsi atas pelanggaran terhadap setiap peraturan telah disosialisasikan kepada para guru. yakni sebanyak 1.33% menyatakan setuju.11 Prosentase 1. 25.00 100.40% menyatakan tidak setuju.59% menyatakan sangat setuju.33% menyatakan kurang setuju.120 Berdasarkan tabel di atas.

00 Jumlah 63 204 100.94 Setuju 4 15 60 23.63 Kurang Setuju 3 34 102 53.121 4. 52.00 Jumlah 63 204 100.87% menyatakan tidak setuju. berada pada kategori cukup baik.87 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.24 .94% menyatakan sangat setuju.97 Tidak Setuju 2 10 20 15.81 Kurang Setuju 3 33 99 52.3. 23. yakni sebanyak 7.38 Tidak Setuju 2 10 20 15.81% menyatakan setuju.38% menyatakan kurang setuju.00 Rata-Rata Skor 3.61 Pendapat responden mengenai : Sebelum pelajaran dimulai saya mengajak siswa untuk berdoa bersama Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7.00 Rata-Rata Skor 3.4 Deskripsi Jawaban Responden Mengenai Kinerja Guru di SMPN 1 Cisarua Tabel 4.62 Pendapat responden mengenai : Saya mengarahkan siswa untuk memiliki sikap jujur dan terbuka pada orang lain Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 6 30 9. Tabel 4.24 Berdasarkan tabel di atas. dengan rata-rata 3. 15. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : sebelum pelajaran dimulai saya mengajak siswa untuk berdoa bersama. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : sebelum pelajaran dimulai saya mengajak siswa untuk berdoa bersama.52 Setuju 4 13 52 20.24.87 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.

dengan rata-rata 3.81% menyatakan setuju.87% menyatakan tidak setuju. 20.52% menyatakan sangat setuju.00 Berdasarkan tabel di atas.00 100. 52.38% menyatakan kurang setuju.63 Pendapat responden mengenai : Dalam proses KBM saya sering menyelipkan pendidikan kedisiplinan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 5 4 15 3 33 2 10 1 0 63 Skor 25 60 99 20 0 204 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : dalam proses KBM saya sering menyelipkan kedisiplinan.94% menyatakan sangat setuju. yakni sebanyak 9. 53.81 52.122 Berdasarkan tabel di atas. dengan rata-rata 3.87% menyatakan tidak setuju. yakni sebanyak 7.97% menyatakan kurang setuju.38 15. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya mengarahkan siswa untuk memiliki sikap jujur dan terbuka pada orang lain. berada pada kategori cukup baik.24 Prosentase 7. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : dalam proses KBM saya sering menyelipkan kedisiplinan.87 0. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya mengarahkan siswa untuk memiliki sikap jujur dan terbuka pada orang lain.24. Tabel 4.94 23. 23.63% menyatakan setuju. 15. 15. berada pada kategori cukup baik. .24.

40% menyatakan setuju.123 Tabel 4. % sangat tidak setuju.65 Pendapat responden mengenai : Saya mengorganisasi materi agar sesuai dengan silabus Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 9 45 14. silabus.00 Jumlah 63 213 100.70% menyatakan tidak setuju. silabus.32. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya menyiapkan perencanaan pembelajaran sebelum saya mengajar berupa program tahunan/semesteran.52% menyatakan sangat setuju.11 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. silabus. yakni sebanyak 9. dengan rata-rata 3. 12. RPP dll.38 . 52. 25.64 Pendapat responden mengenai : Saya menyiapkan perencanaan pembelajaran sebelum saya mengajar berupa program tahunan/semesteran.52 Setuju 4 16 64 25.00 Rata-Rata Skor 3. RPP dll.38 Tidak Setuju 2 8 16 12.38% menyatakan kurang setuju.29 Setuju 4 13 52 20. RPP dll.32 Berdasarkan tabel di atas.63 Kurang Setuju 3 34 102 53.97 Tidak Setuju 2 7 14 11.70 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 6 30 9.00 Jumlah 63 209 100. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya menyiapkan perencanaan pembelajaran sebelum saya mengajar berupa program tahunan/semesteran.40 Kurang Setuju 3 33 99 52. Tabel 4.00 Rata-Rata Skor 3. berada pada kategori cukup baik.

00 100.00 Berdasarkan tabel di atas. 22. dengan rata-rata 3. . Tabel 4.11% menyatakan tidak setuju.21% dengan menyatakan kurang setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Pada pelaksanaan KBM saya selalu berpedoman pada silabus dan RPP yang telah dibuat. berada pada kategori cukup baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya mengorganisasi materi agar sesuai dengan silabus.97% menyatakan kurang setuju.87% menyatakan sangat setuju.41.124 Berdasarkan tabel di atas. 11.29% menyatakan sangat setuju.63% menyatakan setuju. 20.70% menyatakan tidak setuju. rata-rata 3. 12. 53.66 Pendapat responden mengenai : Pada pelaksanaan KBM saya selalu berpedoman pada silabus dan RPP yang telah dibuat Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 10 4 14 3 31 2 8 1 0 63 Skor 50 56 93 16 0 215 3. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Pada pelaksanaan KBM saya selalu berpedoman pada silabus dan RPP yang telah dibuat.22 49.21 12. 49.87 22. berada pada kategori baik.70 0. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya mengorganisasi materi agar sesuai dengan silabus. yakni sebanyak 15.41 Prosentase 15.22% menyatakan setuju. yakni sebanyak 14.38.

68 Pendapat responden mengenai : Saya mendisain model pembelajaran sebelum mengajar Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 5 4 18 3 31 2 9 1 0 63 Skor 25 72 93 18 0 208 3.27 Prosentase 7. 39.63% menyatakan tidak setuju.125 Tabel 4.57 49.21 14. berada pada kategori cukup baik. 31.94 31.27.68% menyatakan kurang setuju.67 Pendapat responden mengenai : Saya menguasai materi pelajaran yang menjadi garapan saya Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 5 4 20 3 25 2 13 1 0 63 Skor 25 80 75 26 0 206 3.00 Berdasarkan tabel di atas.00 100.30 Prosentase 7.75% menyatakan setuju. Tabel 4.94% menyatakan sangat setuju.63 0.00 100. yakni sebanyak 7.75 39. 20.68 20.94 28. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya senatiasa menguasai materi pelajaran yang menjadi garapan saya.00 . dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya senatiasa menguasai materi pelajaran yang menjadi garapan saya.29 0. dengan rata-rata 3.

dengan rata-rata 3. 14.97% menyatakan kurang setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya mendisain model pembelajaran sebelum mengajar. 25.94% menyatakan sangat setuju.97 Tidak Setuju 2 8 16 12.126 Berdasarkan tabel di atas.29.94 Setuju 4 16 64 25. 12. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya berusaha menggunakan metode dan media . dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya berusaha menggunakan metode dan media pembelajaran yang sesuai dengan materi dan tujuan pembelajaran. berada pada kategori cukup baik. dengan rata-rata 3.70 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. yakni sebanyak menyatakan setuju. 7.40% menyatakan setuju.29% 49. Tabel 4.57% menyatakan kurang setuju.00 Jumlah 63 207 100.30.69 Pendapat responden mengenai : Saya berusaha menggunakan metode dan media pembelajaran yang sesuai dengan materi dan tujuan pembelajaran Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7. 28. 53.70% menyatakan tidak setuju.94% menyatakan sangat setuju.29 Berdasarkan tabel di atas. yakni sebanyak 7. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya mendisain model pembelajaran sebelum mengajar.00 Rata-Rata Skor 3.40 Kurang Setuju 3 34 102 53.21% menyatakan tidak setuju.

70 Pendapat responden mengenai : Saya membimbing siswa dalam kegiatan pembelajaran Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7.29. Tabel 4.29 Berdasarkan tabel di atas.00 Jumlah 63 207 100. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya membimbing siswa dalam kegiatan pembelajaran.62% menyatakan kurang setuju.62 Tidak Setuju 2 10 20 15. 15. 47. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya membimbing siswa dalam kegiatan pembelajaran. yakni sebanyak 7.00 Rata-Rata Skor 3.87% menyatakan tidak setuju.52 Setuju 4 15 60 23.81 Kurang Setuju 3 35 105 55.71 Pendapat responden mengenai : Saya menyediakan waktu tersendiri untuk membimbing siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 6 30 9.127 pembelajaran yang sesuai dengan materi dan tujuan pembelajaran. dengan rata-rata 3.57 Kurang Setuju 3 30 90 47. 28.32 .11 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.00 Jumlah 63 209 100.94 Setuju 4 18 72 28.57% menyatakan setuju.56 Tidak Setuju 2 7 14 11.00 Rata-Rata Skor 3. Tabel 4.87 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.94% menyatakan sangat setuju. berada pada kategori cukup baik. berada pada kategori cukup baik.

33 Prosentase 9.11% menyatakan tidak setuju.33. 11. 25.40% menyatakan setuju. dengan rata-rata 3.52% menyatakan sangat setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya menyediakan waktu tersendiri untuk membimbing siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar.56% menyatakan kurang setuju. 11.97 11. 23. yakni sebanyak 9. .32. dengan rata-rata 3.97% menyatakan kurang setuju.11% menyatakan tidak setuju. 55. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya mengarahkan siswa agar berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. berada pada kategori cukup baik.00 Berdasarkan tabel di atas.00 100.11 0.72 Pendapat responden mengenai : Saya mengarahkan siswa agar berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 6 4 16 3 34 2 7 1 0 63 Skor 30 64 102 14 0 210 3.128 Berdasarkan tabel di atas. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya menyediakan waktu tersendiri untuk membimbing siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar. 53.52% menyatakan sangat setuju. Tabel 4. yakni sebanyak 9.52 25.40 53.81% menyatakan setuju.

dengan rata-rata 3.32. berada pada kategori cukup baik.38 14. 20.63 52.70% menyatakan sangat setuju.73 Pendapat responden mengenai : Saya memberikan arahan-arahan dalam belajar tentang tata tertib sekolah Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 8 13 33 9 0 63 Skor 40 52 99 18 0 209 3.70 20. yakni sebanyak 12.63% menyatakan setuju. 52. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya memberikan arahan-arahan dalam belajar tentang tata tertib sekolah.29% menyatakan tidak setuju.32 Prosentase 12.00 Berdasarkan tabel di atas.00 100.29 0.38% menyatakan kurang setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya memberikan arahan-arahan dalam belajar tentang tata tertib sekolah.129 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya mengarahkan siswa agar berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. berada pada kategori cukup baik. 14. Tabel 4. .

130 Tabel 4.74 Pendapat responden mengenai : Saya memberikan latihan soal yang sesuai dengan materi yang telah diajarkan Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7.24 Berdasarkan tabel di atas.81 57.35 23.14 12. 46. Tabel 4.05 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.00 Jumlah 63 204 100.24.03 Tidak Setuju 2 12 24 19. 19.94 Setuju 4 17 68 26. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya memberikan latihan soal yang sesuai dengan materi yang telah diajarkan.24 Prosentase 6.00 Rata-Rata Skor 3.98 Kurang Setuju 3 29 87 46. yakni sebanyak 7.00 .05% menyatakan tidak setuju.03% menyatakan kurang setuju.00 100. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya memberikan latihan soal yang sesuai dengan materi yang telah diajarkan. 26. berada pada kategori cukup baik.94% menyatakan sangat setuju.70 0.98% menyatakan setuju. dengan rata-rata 3.75 Pendapat responden mengenai : Saya memberikan pekerjaan rumah untuk melatih kemampuan siswa Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 4 4 15 3 36 2 8 1 0 63 Skor 20 60 108 16 0 204 3.

50.35% menyatakan sangat setuju.131 Berdasarkan tabel di atas.11 25. yakni sebanyak 6. 12.70% menyatakan tidak setuju. dengan rata-rata. berada pada kategori cukup baik.81% menyatakan setuju. .00 100.35 Prosentase 11. 12. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya melakukan penilaian pekerjaan siswa secara obyektif. 25.76 Pendapat responden mengenai : Saya melakukan penilaian pekerjaan siswa secara obyektif Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 7 4 16 3 32 2 8 1 0 63 Skor 35 64 96 16 0 211 3. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya memberikan pekerjaan rumah untuk melatih kemampuan siswa.40 50. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya melakukan penilaian pekerjaan siswa secara obyektif.14% menyatakan kurang setuju.70% menyatakan tidak setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya memberikan pekerjaan rumah untuk melatih kemampuan siswa. Tabel 4. yakni sebanyak 11. 57.40% menyatakan setuju.79 12.00 Berdasarkan tabel di atas.35.11% menyatakan sangat setuju. dengan rata-rata 3.79% menyatakan kurang setuju.70 0. 23. berada pada kategori cukup baik.

70% menyatakan setuju.32 7.05 12.79 11.32% menyatakan kurang setuju.94 0. dengan rata-rata 3.05% menyatakan sangat setuju.00 Berdasarkan tabel di atas. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya selalu mengisi buku nilai sesuai hasil kerja siswa. 60.98 50.00 100. 12.94% menyatakan tidak setuju.77 Pendapat responden mengenai : Saya mengisi buku nilai sesuai hasil kerja siswa Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 12 4 8 3 38 2 5 1 0 63 Skor 60 32 114 10 0 216 3.78 Pendapat responden mengenai : Saya melakukan evaluasi baik formatif maupun sumatif Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 7 4 17 3 32 2 7 1 0 63 Skor 35 68 96 14 0 213 3.00 .70 60.38 Prosentase 11.132 Tabel 4. 7.00 100. yakni sebanyak 19. Tabel 4.11 26.43.43 Prosentase 19. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya selalu mengisi buku nilai sesuai hasil kerja siswa. berada pada kategori baik.11 0.

38 Prosentase 17. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya melakukan evaluasi baik foraif maupun sumatif. berada pada kategori cukup baik.70 0. dengan rata-rata 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya selalu melaksanakan remedial bagi siswa yang nilainya dibawah KKM.97 12. dengan rata-rata 3.00 100. 15. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya melakukan evaluasi baik foraif maupun sumatif.87% menyatakan setuju.46 15. 12. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya selalu melaksanakan remedial bagi siswa yang nilainya dibawah KKM. Tabel 4. .87 53.38.79 Pendapat responden mengenai : Saya melaksanakan remedial bagi siswa yang nilainya dibawah KKM Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 11 4 10 3 34 2 8 1 0 63 Skor 55 40 102 16 0 213 3. 26.11% menyatakan sangat setuju.79% menyatakan kurang setuju.133 Berdasarkan tabel di atas. yakni sebanyak 11. 11. yakni sebanyak 17.00 Berdasarkan tabel di atas.46% menyatakan sangat setuju.97% menyatakan kurang setuju.98% menyatakan setuju.38. 53.11% menyatakan tidak setuju. berada pada kategori cukup baik.70% menyatakan tidak setuju. 50.

17.33 Prosentase 14. dengan rata-rata 3.03 17.33.46 0.18 3. hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor masing-masing variabel sebagai berikut : Tabel 4.46% menyatakan tidak setuju.26 3. 46.29% menyatakan sangat setuju.31 . 4.94 3.5 Statistik Deskriptif Sesuai dengan pendapat responden di atas. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya selalu memberikan pengayaan kepada siswa yang melampaui KKM.134 Tabel 4.80 Pendapat responden mengenai : Saya memberikan pengayaan kepada siswa yang melampaui KKM Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 9 4 14 3 29 2 11 1 0 63 Skor 45 56 87 22 0 210 3.22% menyatakan setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya selalu memberikan pengayaan kepada siswa yang melampaui KKM.22 46.Rata 3.00 Berdasarkan tabel di atas. berada pada kategori cukup baik. 22.03% menyatakan kurang setuju.3.81 Rata-Rata Skor Variabel Variabel N Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Motivasi Kerja (X2) Disiplin Kerja (X3) Kinerja Guru (Y) 63 63 63 63 Rata . yakni sebanyak 14.00 100.29 22.

Guna memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai makna hasil perhitungan statistik deskriptif di atas.2 – 5. maka diperoleh hasil sebagai berikut : Tabel 4.1 2. Model yang dipakai mengadaptasi model tentang pengontrolan kualitas (Supranto : 2000) sebagai berikut : Tabel 4.6 – 3.31 Baik Cukup Baik Cukup Baik Cukup Baik Kriteria . selanjutnya dibandingkan dengan tabel kriteria penafsiran kondisi variabel penelitian pada masingmasing variabel yang diteliti.5 1.82 Kriteria Penafsiran Kondisi Variabel Penelitian Rata-Rata Skor 4.0 – 1.18 3.0 3.7 Penafsiran Sangat baik Baik Cukup Baik Kurang baik Sangat kurang baik Sesuai dengan kriteria di atas.94 3.83 Kriteria Ketercapaian Skor Tiap Variabel Rata-rata Variabel Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Motivasi Kerja (X2) Disiplin Kerja (X3) Kinerja Guru (Y) Sumber : Hasil pengolahan data 3.3 1.135 Tabel rata-rata skor variabel tersebut menunjukkan skor rata-rata variabel kepemimpinan kepala sekolah lebih tinggi dibandingkan tiga variabel lainnya.4 – 4. Juga terlihat bahwa skor rata-rata untuk variabel disiplin kerja lebih kecil dibandingkan tiga variabel lainnya.8 – 2.26 3.

Langkah awal dalam perhitungan adalah mengetahui besaran korelasi .6. Menggunakan data dengan skala ukur interval yang diperoleh dari kuesioner penelitian selanjutnya diperoleh skor untuk setiap variabel yang digunakan dalam analisis data.3. Pengujian hipotesis dilakukan untuk mengetahui besar pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. Variabel penelitian kepemimpinan kepala sekolah. Untuk memenuhi syarat data dalam perhitungan analisis jalur sekurang-kurangnya mempunyai skala pengukuran interval terhadap data yang diperoleh dari kuisioner terlebih dahulu ditransformasikan menjadi skala interval menggunakan Method of Successive Interval (MSI). Data variabel penelitian yang dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner memiliki skala ukur ordinal. motivasi kerja. Hasil data interval dapat dilihat pada lampiran. Dalam penelitian ini variabel kepemimpinan kepala sekolah. disiplin kerja dan kinerja guru diukur melalui indikator yang dijabarkan dalam kuesioner penelitian.136 4. Skor untuk masing-masing variabel merupakan total skor item. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru dilakukan pengujian hipotesis menggunakan analisis jalur. Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Guru 4.3. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru. motivasi kerja dan disiplin kerja sebagai variabel sebab (eksogenus variabel) dan kinerja guru sebagai variabel akibat (endogenus variabel).6 Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah.1 Hubungan Antar Variabel Untuk mengungkap pengaruh kepemimpinan kepala sekolah.

Hasil perhitungan korelasi antar variabel yang diteliti dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 4.000 1 .479 3.120 .518 1 (Constant) Sig.000 .766 . koefisien jalur dari motivasi .438 .505 .399 5.564 .000 1 . . (2-tailed) Pearson Correlation Sig.278 .85 Hasil Koefisien Jalur X terhadap Y Model Unstandardized Coefficients B Std.723 . motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru sebagai berikut : Tabel 4.692 .000 .766 . a. Correlation is significant at the 0.828 .351 Disiplin kerja (X3) .828 .2 Analisis Jalur Koefisien jalur diperoleh berdasarkan korelasi antar variabel.438 . (2-tailed) Pearson Correlation Sig.01 level (2-tailed). Dengan melalui perhitungan SPSS diperoleh koefisien jalur kepemimpinan kepala sekolah. (2-tailed) Motivasi kerja (X2) ** .3.000 ** ** **.546 .723 .000 .000 .137 antar variabel.074 Standardized Coefficients Beta .6.505 .000 ** ** Kinerja guru (Y) ** .000 .982 2.000 ** ** Disiplin kerja (X3) ** .005 .546.920 2.000 1 ** ** .184 t . Dependent Variable: Kinerja guru (Y) Diperoleh koefisien jalur dari kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru (PYX1) sebesar 0.015 Kepemimpinan kepala .000 .116 .564 .84 Korelasi Antara Variabel Kepemimpinan kepala sekolah (X1) 1 ** Kepemimpinan kepala sekolah (X1) Motivasi kerja (X2) Disiplin kerja (X3) Kinerja guru (Y) Pearson Correlation Sig.000 .695 sekolah (X1) Motivasi kerja (X2) . Error 1.710 . Listwise N=63 Sumber: Hasil Pengolahan Data 2011 4.186 a. (2-tailed) Pearson Correlation Sig.

motivasi dan disiplin terhadap kinerja guru dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Tabel 4.184 X3 + 0.481 Persamaan koefisien jalur yang terbentuk dinyatakan sebagai berikut : Y= 0. Selain pengaruh variabel kepemimpinan kepala sekolah.481 .60296 1 .184.278.877 .757 Std. Disiplin Kerja (X3).motivasi dan disiplin terhadap kinerja guru.138 kerja terhadap kinerja guru (PYX2) sebesar 0.769 a.769. Predictors: (Constant). Besar pengaruh secara bersama-sama kepemimpinan kepala sekolah. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru diperoleh dari hasil perkalian koefisien jalur dengan matriks korelasi antara variabel sebab dengan variabel akibat. Maka untuk menghitung besarnya koefisien pengaruh variabel dimaksud digunakan formula sebagai berikut : =√ = 0. dan koefisien jalur dari disiplin kerja terhadap kinerja guru (PYX3) sebesar 0. motivasi dan disiplin terhadap kinerja guru sebesar 0.481 Besar koefisien jalur untuk faktor lain yang tidak masuk dalam spesifikasi adalah 0. Motivasi Kerja (X2) Diperoleh pengaruh secara bersama-sama variabel kepemimpinan kepala sekolah. Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1).546 X1 + 0.86 Hasil Koefisien Determinasi (Pengaruh Total) X terhadap Y Model R dimension0 R Square a Adjusted R Square . Error of the Estimate 5. terdapat probabilitas munculnya pengaruh variabel lain (residu).278 X2 + 0. Adapun hasil perhitungan pengaruh secara bersama-sama variabel kepemimpinan kepala sekolah.

278 0.87 Hasil Perhitungan Jalur Variabel Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Motivasi Kerja (X2) Disiplin Kerja (X3) Sumber : Hasil Pengolahan Data Koefisien Jalur 0.139 Persamaan tersebut dapat digambarkan dalam model struktural sebagai berikut : = 0.1. dapat diformulasikan hasil pengujian melalui tabel sebagai berikut : Tabel 4.1 Model Struktural Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah . di atas. Motivasi dan Disiplin terhadap Kinerja Guru Dari gambar 4.184 .481 Y Gambar 4.546 0.

88 Pengaruh X1. rx1.4% Total Pengaruh (R ) Pengaruh faktor lain (ε) 2 Pengaruh tidak langsung (melalui) X1 X2 X3 4.9% 23.723 x 0.x3 .8% 7.3.4% 76.x2 .546 x 0.4% 2.3% 10.278 = 0.184 = 0.044 .110 (11%) Pengaruh tidak langsung X1 terhadap Y melalui X3 = (4.1% 4.6% 2.7% 3.3 Hasil Uji Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru Setelah pengujian koefisien jalur dari Kepemimpinan kepala sekolah ke kinerja guru diperoleh ada pengaruh Kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru selanjutnya dapat diketahui besarnya pengaruh secara langsung dan tidak dari Kepemimpinan kepala sekolah terhadap Kinerja guru . = 0.298 (29.6.8%) Pengaruh tidak langsung X1 terhadap Y melalui X2 = .6% Total 45.546 = 0.4%) . = 0.278 0. rx1. Pengaruh langsung X1 terhadap Y = .0% 4. Pyx2 = 0.184 Pengaruh Langsung 29.438 x 0.546 x 0.2% 21.546 x 0. X2 dan X3 Langsung dan Tidak langsung terhadap Y Variabel X1 X2 X3 Koefisien Jalur 0.140 Hasil pengolahan data untuk membuktikan pengaruh langsung dan tidak langsung variabel disajikan dalam tabel berikut : Tabel 4.4% 11% 11.546 0.

rx1.7%) Pengaruh tidak langsung X2 terhadap Y melalui X1 = .0% dan pengaruh tidak langsung Kepemimpinan kepala sekolah terhadap Kinerja guru karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Disiplin kerja memberikan penambahan pengaruh sebesar 4.278 x 0. Pengaruh langsung X2 terhadap Y = . Besarnya pengaruh tidak langsung Kepemimpinan kepala sekolah terhadap Kinerja guru karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Motivasi kerja memberikan penambahan pengaruh sebesar 11.6%) .0% + 4.11 (11%) Pengaruh tidak langsung X2 terhadap Y melalui X3 = .278 = 0.278 x 0.x2.x3 .4% = 45.4% Total Pengaruh (Pengaruh langsung dan tidak langsung) Kepemimpinan kepala sekolah terhadap Kinerja diperoleh sebesar 29.141 Dari hasil perhitungan di atas diperoleh pengaruh langsung Kepemimpinan kepala sekolah terhadap Kinerja sebesar 29.026 (2.505 x 0.546 = 0. rx2.4 Hasil Uji Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Guru Setelah pengujian koefisien jalur dari Motivasi kerja ke Kinerja guru diperoleh ada pengaruh Motivasi kerja terhadap Kinerja guru selanjutnya dapat diketahui besarnya pengaruh secara langsung dan tidak dari Motivasi kerja terhadap Kinerja guru . = 0.3. Pyx1 = 0.2%.077 (7.184 = 0. 4. = 0.6.278 x 0.8%.8% + 11.723 x 0.

438 x 0.4%) Pengaruh tidak langsung X3 terhadap Y melalui X1 = .4%. rx1.044 (4.6%) Dari hasil perhitungan di atas diperoleh pengaruh langsung variabel Disiplin kerja terhadap Kinerja sebesar 3.3%.184 = 0.x3 .184 x 0.184 x 0.026 (2. Total Pengaruh (Pengaruh langsung dan tidak langsung) Motivasi kerja terhadap Kinerja diperoleh sebesar 7.546 = 0.184x 0. Besar perhitungan di atas diperoleh pengaruh tidak langsung Disiplin kerja terhadap Kinerja guru .6.7% + 11.034 (3. = 0. 4.3. Pengaruh langsung X2 terhadap Y = .x3.5 Hasil Uji Pengaruh Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Guru Setelah pengujian koefisien jalur dari Disiplin kerja ke Kinerja guru secara statistik bermakna selanjutnya dapat diketahui besarnya pengaruh secara langsung dan tidak dari Disiplin kerja terhadap Kinerja guru .278= 0.0% + 2. = 0.4%) Pengaruh tidak langsung X3 terhadap Y melalui X2 = .505 x 0. = 0.6% = 21.0% dan pengaruh tidak langsung variabel Motivasi kerja terhadap Kinerja guru karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Disiplin kerja memberikan penambahan pengaruh sebesar 2.7%.142 Dari hasil perhitungan di atas diperoleh pengaruh langsung Motivasi kerja terhadap Kinerja sebesar 7.6%. rx2. Besarnya perhitungan diperoleh pengaruh tidak langsung Motivasi kerja terhadap Kinerja guru karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Kepemimpinan kepala sekolah memberikan penambahan pengaruh sebesar 11.

8% 7.4% dan pengaruh tidak langsung Disiplin kerja terhadap Kinerja guru karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Motivasi kerja memberikan penambahan pengaruh sebesar 2.0% Total Pengaruh 0.4% 13.7% 3. Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Guru Koefisien Jalur Kepemimpinan kepala sekolah Motivasi kerja Disiplin kerja Total Hasil yang diperoleh memperlihatkan terdapat Pengaruh langsung Pengaruh tidak langsung 15.4% 76.6. pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat sebesar 21.2%.89 Besarnya Koefisien Jalur Kepemimpinan Kepala Sekolah.4% 45.143 karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Kepemimpinan kepala sekolah memberikan penambahan pengaruh sebesar 4.6% 4.3% 10.2% 21.5% 7.278 0. Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Guru Hasil pengaruh langsung dan tidak langsung yang diperoleh dapat dirangkum dalam tabel berikut : Tabel 4.3% dan pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru .184 29.546 0.3.6 Hasil uji Pengaruh Bersama-sama Kepemimpinan Kepala Sekolah.9% pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat sebesar 45.

9%.94 (tabel 4. Tanpa adanya pemahaman tentang kepemimpinan maka tujuan yang diharapkan sulit dicapai. Jadi terlihat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat paling besar diantara ketiga variabel yang diteliti dan diikuti dengan pengaruh motivasi kerja dan disiplin kerja. Hal ini berarti pola kepemimpinan kepala sekolah yang ditampilkan sudah baik dan pemahaman terhadap tugas dan peranannya sebagai seorang pemimpin cukup memadai. sedangkan sisanya sebesar 23.7 Pembahasan 4.81) sesuai dengan kriteria penafsiran (tabel 4. 4.1% dipengaruhi oleh faktor lain. Secara total pengaruh kepemimpinan kepala sekolah.82) yang dikemukakan Sugiyono (2004 : 66) berada diantara hubungan 3. Peran dan fungsi yang harus dilaksanakan oleh kepala sekolah sebagai seorang pemimpin seperti yang dijelaskan oleh Mulyasa (2009 : 98) diantaranya .4 – 4.3.4%.144 SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat sebesar 10. diperoleh skor rata-rata sebesar 3.7.1 maka gambaran kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua termasuk kategori baik. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat diperoleh sebesar 76.1 Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Berdasarkan tanggapan hasil responden tentang kepemimpinan kepala sekolah (X1).3.

7. . Masih harus diupayakan langkah untuk meningkatkan disiplin kerja menyangkut ketepatan waktu.6 – 3.81) sesuai dengan kriteria penafsiran (tabel 4.82) yang dikemukakan Sugiyono (2004 : 66) berada diantara hubungan 2. diperoleh skor rata-rata sebesar 3. 4. Hal ini berarti disiplin kerja guru SMP Negeri 1 Cisarua belum optimal.7. Hal ini berarti motivasi kerja guru SMP Negeri 1 Cisarua belum optimal.3 maka gambaran motivasi kerja termasuk kategori cukup baik.6 – 3.82) yang dikemukakan Sugiyono (2004 : 66) berada diantara hubungan 2.3 maka gambaran disiplin kerja termasuk kategori cukup baik. supervisor. diperoleh skor rata-rata sebesar 3. Masih harus diupayakan langkah untuk meningkatkan baik motivasi instrinsik maupun motivasi ekstrinsiknya.3 Disiplin Kerja (X3) Berdasarkan tanggapan hasil responden tentang disiplin kerja (X3). administrator.3. inovator dan motivator. kesadaran dalam bekerja dan kepatuhan pada peraturan yang berlaku.81) sesuai dengan kriteria penafsiran (tabel 4. manajer.145 sebagai edukator.18 (tabel 4. leader.2 Motivasi Kerja (X2) Berdasarkan tanggapan hasil responden tentang motivasi kerja (X2).3. 4.26 (tabel 4.

Selain itu kinerja gurupun diakibatkan oleh faktor lain diantaranya kepemimpinan kepala sekolah. menggunakan metode dan strategi pembelajaran dengan tepat.7. Guru hendaknya selalu berusaha mencari cara untuk meningkatkan prestasi siswa.5 Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah terhadap Kinerja Guru Sesuai dengan hasil penelitian dan pengolahan data yang dilakukan. mengikuti pelatihan dan sebagainya sehingga dapat meningkatkan kualitas kegiatan pembelajaran 4. guru harus selalu berusaha tepat waktu.3.7.3 maka gambaran kinerja guru termasuk kategori cukup baik. Tenaga pendidik atau guru merupakan tulang punggng sekolah dalam menjalankan proses kegiatan pembelajaran. Untuk meningkatkan kinerjanya. Oleh karena itu tinggi rendahnya prestasi siswa tidak terlepas dari kinerja gurunya. menilai dan .6 – 3. Kinerja guru dapat diukur dari cara guru tersebut mendidik. mengajar. diperoleh skor rata-rata sebesar 3.146 4.81) sesuai dengan kriteria penafsiran (tabel 4.4 Kinerja Guru (Y) Berdasarkan tanggapan hasil responden tentang kinerja guru (Y).3. motivasi kerja dan disiplin kerja.31 (tabel 4. mengarahkan. Guru dapat meningkatkan wawasan pengetahuannya dengan membaca beberapa buku pegangan.82) yang dikemukakan Sugiyono (2004 : 66) berada diantara hubungan 2.mengevaluasi siswa. diperoleh besarnya pengaruh kepemimpinan kepala sekolah . melatih. membimbing.

Kepemimpinan kepala sekolah merupakan faktor yang dapat mendorong sekolah untuk mewujudkan tujuan dan sasaran sekolah melalui program-program yang dilaksanakan secara terencana dan bertahap.11 atau 11 % serta melalui disiplin kerja (X3) sebesar 0.8% sedangkan pengaruh tidak langsung melalui motivasi kerja (X2) sebesar atau 0.2% termasuk cukup signifikan. Menurut Mulyasa (2009 : 90) bahwa kepala sekolah berperan utama dalam menggerakan organisasi sekolah. Hal ini dikarenakan Kepala SMPN 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat mampu berfungsi sebagai Educator. Supervisor.298 atau 29.4%. Administrator. Manajer. pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru sebesar 21. .147 (X1) terhadap kinerja guru (Y) secara langsung sebesar 0. Kepala sekolah yang mampu melaksanakan peran dan fungsinya sebagai EMASLIM akan meningkatkan kinerja guru dan dapat juga meningkatkan mutu pendidikan. Jadi terlihat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat paling besar diantara ketiga variabel yang diteliti dan diikuti dengan pengaruh motivasi kerja dan disiplin kerja.2%. Leader.044 atau 4. Inovator dan Motivator (EMASLIM) dengan cukup baik. Dengan demikian total pengaruhnya sebesar 0. Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru sebesar 45.3% dan pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat sebesar 10.4%.452 atau 45. Kepala sekolah dapat menjalankan tugasnya dengan cukup baik akan berpengaruh terhadap kinerja guru.

3. diperoleh besarnya pengaruh motivasi kerja (X2) terhadap kinerja guru (Y) secara langsung sebesar 0.7 Pengaruh Disiplin Kerja terhadap Kinerja Guru Sesuai dengan hasil penelitian dan pengolahan data yang dilakukan. Dengan demikian total pengaruhnya sebesar 0.6 Pengaruh Motivasi Kerja terhadap Kinerja Guru Sesuai dengan hasil penelitian dan pengolahan data yang dilakukan.077 atau 7.6% sebagaimana pendapat Gordon W.6%. Dengan demikian total pengaruhnya sebesar 0.4 % sedangkan pengaruh tidak langsung melalui kepemimpinan kepala sekolah (X 1) sebesar 0.7. yang dikutif Mangkunegara (2005 : 104) menyatakan bahwa ada hubungan yang positif antara motivasi berprestasi dengan pencapaian kinerja. Disiplin di lingkungan kerja sangat diperlukan karena akan berpengaruh terhadap pencapaian tujuan organisasi.4% serta melalui motivasi kerja (X2) sebesar 0.148 4.110 atau 11%.6% serta melalui kepemimpinan kepala sekolah (X1) sebesar 0. Pegawai dengan atau . diperoleh besarnya pengaruh Disiplin kerja (X3) terhadap kinerja guru (Y) secara langsung sebesar 0.026 atau 2.104 10. 4.7% sedangkan pengaruh tidak langsung melalui disiplin kerja (X3) sebesar 0.3.044 atau 4.4% termasuk cukup tinggi.7. 2.026 atau termasuk cukup tinggi Motivasi kerja cukup berpengaruh terhadap kinerja guru.034 atau 3. Dalam hal ini kepala sekolah sebagai motivator dapat melakukan penerapan kebijakan dan pengambilan keputusan yang dapat memacu motivasi kerja para guru.026 atau 2.

. Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Guru Hasil penelitian yang berkaitan dengan pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. Pengaruh total motivasi kerja (X2) terhadap kinerja guru (Y) sebesar 21.3. motivasi kerja (X2) dan disiplin kerja (X3) terhadap kinerja guru sebesar 76. 4. Pengaruh total disiplin kerja (X3) terhadap kinerja guru (Y) sebesar 10. kesadaran dalam bekerja serta kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku. Pengaruh total kepemimpinan kepala sekolah (X1).8 Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah.4 %.149 disiplin kerja yang baik akan menguntungkan perusahaan dan pegawai itu sendiri.2 %. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru secara bersama-sama memperlihatkan bahwa : 1.7.9 %. Tingkat kedisiplinan seorang pegawai dapat diukur dari ketepatan waktu dalam melaksanakan pekerjaan. Pengaruh total kepemimpinan kepala sekolah (X1) terhadap kinerja guru (Y) sebesar 45.3 %. Dari hasil tersebut dapat dikatakan bahwa variabel-variabel yang mempengaruhi kinerja guru tidak dapat berjalan sendiri-sendiri namun harus selalu bersinergi dalam pelaksanaannya sehingga memberikan kontribusi yang tinggi. 3. 4. 2.

Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru secara langsung maupun tidak langsung termasuk besar . supervisor. administrator. kesadaran dalam bekerja dan kepatuhan pada peraturan sesuai dengan hasil pengolahan data termasuk kategori cukup baik.1 Kesimpulan Sesuai dengan penelitian yang telah dilakukan dan pembahasannya mengenai pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. 5. mengarahkan. leader. 3. Disiplin kerja yang meliputi ketepatan waktu. Kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua yang meliputi mendidik. manajer.150 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5. Motivasi kerja yang meliputi motivasi intrinsik dan ekstrinsik sesuai dengan hasil pengolahan data termasuk kategori cukup baik. mengajar. menilai. Kepemimpinan kepala sekolah yang meliputi kepala sekolah sebagai edukator. 4. melatih. membimbing. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. dan mengevaluasi sesuai dengan pengolahan data berada pada kategori cukup baik. inovator dan motivator sesuai dengan hasil pengolahan data termasuk dalam kategori baik. penulis memperoleh kesimpulan sebagai berikut : 1. 2.

motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru baik secara bersama-sama maupun secara parsial serta mengetahui karakteristik yang memberi pengaruh paling besar terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua. 2. Berdasarkan pengolahan data. Hal ini dapat dilakukan oleh kepala sekolah dengan cara peningkatan kesejahteraan guru. motivasi kerja guru SMP Negeri 1 Cisarua termasuk pada kategori cukup baik. Pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru secara langsung maupun tidak langsung cukup besar. Untuk itu kepala sekolah perlu mengikuti workshop manajemen serta lebih terbuka pada saran dan kritik yang sifatnya membangun.2 Saran Dengan mengetahui adanya pengaruh yang positif antara kepemimpinan kepala sekolah. 7. Sejalan dengan semakin meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap kualitas lulusan. maka untuk meningkatkan kinerja guru kepemimpinan kepala sekolah harus lebih efektif. maka : 1. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru sangat besar. menjalin hubungan interpersonal yang lebih harmonis dan peningkatan lingkungan kerja yang aman dan . Kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat berada pada kategori baik. Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah.151 6. Motivasi kerja guru perlu ditingkatkan terutama motivasi eksternal. Pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru secara langsung maupun tidak langsung cukup besar. 5. 8.

disiplin kerja guru SMP Negeri 1 Cisarua termasuk pada kategori cukup baik. 6. 4. 5. Sistem . Untuk meningkatkan motivasi kerja guru sebaiknya kepala sekolah memberikan kebijakan yang dapat memotivasi guru agar melakukan kinerja terbaik. Untuk peningkatan kinerja guru kepala sekolah harus dapat menentukan strategi yang efektif dan apabila terjadi penurunan kualitas kinerja dapat mengidentifikasi penyebabnya. Sejalan dengan tuntutan masyarakat terhadap peningkatan kualitas sekolah. Perlu diperhatikan hal-hal yang memberikan kontribusi terhadap peningkatan kinerja guru. Untuk meningkatkan disiplin kerja guru sebaiknya kepala sekolah meningkatkan sistem pembinaan dan pengawasan. Agar lebih baik lagi perlu mengoptimalkan manajemen dan supervisi terhadap kinerja guru dalam pelaksanaan proses pembelajaran di kelas. perlu ditingkatkan kedisiplinan kerja guru dengan pembinaan dan pengawasan yang lebih intensif. 3. seperti memberikan apresiasi terhadap guru berprestasi dan memberikan kesempatan kepada guru seluasluasnya untuk lebih mengembangkan potensi yang ia miliki. Kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat pada umumnya sudah baik. Berdasarkan pengolahan data.152 nyaman sehingga para guru dapat meraih prestasi kerja yang lebih baik pada waktu mendatang. Hal ini dapat meningkatkan kinerja guru dan mutu pendidikan. 7. Kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat berada pada kategori cukup baik.

.153 pembinaan yang dilaksanakan hendaknya bervariasi misalnya dengan menggunakan metode ESQ. Sistem pengawasan dapat ditingkatkan dengan menggunakan kemajuan sistem informasi untuk memantau kehadiran guru di sekolah maupun di kelas.

Jakarta: PT Rineka Cipta. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.B. Menjadi Guru Profesional. Fred. . Luthan. Umar. Husen. (2009). Manajemen Sumber Daya Manusia. Bandung : PT Remaja Rosdakarya. Cianjur: CV Dinamika Karya. Yogyakarta : STIE YPKN Kerlinger. Organisasi dan Manajemen Sumber Daya Manusia. Perilaku dalam Organisasi. Cardy. Mulyasa. (Terjemahan Agus Darma). Asas-Asas Penelitian Behavioral. Yogyakarta: Graha Ilmu. ( 2004). Mangkunegara. (2005). A Tabrani R. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. (2004). Gomez Meija. Jakarta: Rineka Cipta. (2006). (2003). Jakarta: PT Raja Grapindo. Danim.L. Balkin dan R. Fathoni Abdurrahmat. Arikunto Suharsimi. (2006). Keith dan John W. Manajemen Sumber Daya Manusia. (2000). Jakarta : PT Rineka Cipta. D. Riset Sumber Daya Manusia. Istijanto.154 DAFTAR PUSTAKA Ambar Teguh Sulistiani Rosidah. E. (1997). Anwar Prabu. (2005). (2007). E. Organization Behavior (Prilaku Organisasi). Yogyakarta : Gajah Mada University Press. Riset Sumber Daya Manusia. Pembakuan Bangunan dan Perabot SMP. Fred. Sudarwan. Motivasi Kelompok. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Kepemimpinan dalam Manajemen. (2004). Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Mulyasa. (2001) Manajing Human Resources. Newstrom. Jakarta: Direktorat Pembinaan SMP. N. Menjadi Kepala Sekolah Profesional. Kepemimpinan & Efektivitas Davis. (2006). (1995). USA: Prentice Hall. Jakarta: Erlangga. Upaya Meningkatkan Budaya Kinerja Guru. (2009). Yogyakarta: ANDI. Depdiknas Direktorat Pembinaan SMP. Miftah Toha.

Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Bandung : Alfabeta. Timple. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada Wibowo. (2006). (2004). Veithzal. (2002). Statistik Teori dan Aplikasi. (2005). bandung : CV Tarsito. Sumber Daya Manusia dan Produktivitas Kerja. Jakarta : CV Eko Jaya. (2003). Manajemen Sumber Daya Manusia. Standar Nasional Pendidikan. Kepemimpinan dalam Organisasi. Jakarta: PT Raja Grapindo Persada. Wahjosumijo. Metode Penelitian Administrasi. (2005). Manajemen Tenaga Kerja. Supranto J. Peran Strategis Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan. Jakarta: PT Yudeks. Teknik Analisis Regresi dan Korelasi. Sondang P. Panduan Penyusunan Skripsi dan Tesis. . Siswanto. (2000). Seri Kepemimpinan Manajemen Sumber Daya Manusia. (2007). Bandung : PT Gelora Aksara. Jakarta: Rineka Jaya. 2005. Hadari. Bandung: Sinar Baru. Kiat Meningkatkan Produktivitas Kerja. Kepemimpinan Kepala Sekolah. (2002). (2009). Bandung: CV Tarsito Sukardi. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: PT Elex Media Komputindo. Yogyakarta: Gajah Mada University Press. Jatinangor: Alqaprint. Dale A. Organizational Behavior. Sujana. (2005).155 Nawawi. (2001). (2001). Sugiyono. Manajemen Kinerja. Rahman at all. Siagian. Jakarta: PT Bumi Aksara. New Jersey: Prentice Hall International. Sedarmayanti. Bandung: CV Mandar Maju. (2000). Bedjo. (2005). (2005). Sidik Priadana. Sujana. Metode Statistika. Rivai. Robbin Stephen P. Yulk Garry. (2007). Peraturan Pemerintah RI. Kepemimpinan dan Prilaku Organisasi. Bandung: STIE Pasundan.

Citra Umbara. Bandung. ums. Pemotivasian dalam Manajemen. Rizal Aminudin. Tentang Guru dan Dosen. Jakarta: PT Raja Grapindo Persada.eprins. Depdiknas. 2005.ums. (2001). Sistem Pendidikan Nasional. Jurnal : UUD Republik Indonesia 1945.eprins. .ac.id/6816/.ac. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 edisi 2009. http//etd. Depdiknas. Bandung. Citra Umbara. Pengaruh Motivasi dan Disiplin Terhadap Kinerja Pegawai Badan Kepegawaian Daerah. Pengaruh Kompetensi dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Dinas Pendidikan Semarang. http. J.156 Winardi.id/6864/. 2008. Hernowo Narmodo.etd. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 edisi 2009.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.