P. 1
tesis-pengaruh-kepemimpinan-kepala-sekolah-motivasi-kerja-dan-disiplin-kerja-terhadap-kinerja-guru.docx

tesis-pengaruh-kepemimpinan-kepala-sekolah-motivasi-kerja-dan-disiplin-kerja-terhadap-kinerja-guru.docx

|Views: 3,235|Likes:
Published by Pirman Ajah

More info:

Published by: Pirman Ajah on Apr 06, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/02/2015

pdf

text

original

1

BAB I PENDAHULUAN

I.I. Latar Belakang Masalah Era globalisasi dunia ditandai oleh perkembangan yang semakin cepat di segala bidang kegiatan, begitu pula dalam kegiatan pendidikan. Globalisasi ini sangat mempengaruhi terhadap perkembangan pendidikan di Indonesia sehingga diperlukan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Pemerintah Indonesia dalam upaya meningkatkan pendidikan bagi warga negaranya tidak henti-hentinya melakukan berbagai kegiatan dan menyediakan fasilitas pendukungnya termasuk memberlakukannya

Undang-Undang No. 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen. Seperti yang disampaikan dalam penjelasan umum atas Undang-Undang No. 14 tahun 2005, Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun1945 menyatakan bahwa tujuan pendidikan nasional adalah untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan

kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Untuk mewujudkan tujuan nasional tersebut, pendidikan merupakan faktor yang sangat menentukan. Selanjutnya, Pasal 31 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 mengamanatkan bahwa (1) Setiap warga Negara berhak mendapat pendidikan; (2) Setiap warga negara wajib mengikuti

2

pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya; (3) Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta ahlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan UndangUndang; (4) Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurangkurangnya 20 % (dua puluh persen) dari anggaran pendapatan dan

belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggeraan pendidikan nasional; dan (5) Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan

menjunjung tinggi nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia. Salah satu amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 tersebut kemudian diatur lebih lanjut dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang memiliki visi terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga Negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. Sumber daya manusia unggul merupakan persyaratan utama bagi terwujudnya bangsa dan negara yang maju. Berapapun besar sumber daya alam (SDA), modal sarana prasaran yang tersedia, pada akhirnya di tangan SDM yang handal sajalah target pembangunan bangsa dan negara dapat dicapai. Dalam perspektif berpikir seperti ini, suatu bangsa

3

tak dapat mencapai kemajuan tanpa adanya suatu sistem pendidikan yang baik. Pendidikan adalah modal dasar untuk menciptakan SDM yang unggul. Dunia pendidikan yang utama adalah sekolah. Sekolah

merupakan salah satu lembaga alternatif pelayanan pendidikan. Sekolah sebagai suatu lembaga tentunya memiliki visi, misi, tujuan dan fungsi. Untuk mengemban misi, mewujudkan visi, mencapai tujuan, dan menjalankan fungsinya sekolah memerlukan tenaga profesional, tata kerja organisasi dan sumber-sumber yang mendukung baik finansial maupun non finansial. Sekolah sebagai suatu sistem memiliki komponen-komponen yang berkaitan satu sama lain serta berkontribusi pada pencapaian tujuan.

Komponen-komponen tersebut adalah siswa, kurikulum, bahan ajar, guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan lainnya, lingkungan, sarana, fasilitas, proses pembelajaran dan hasil atau output. Semua komponen tersebut harus berkembang sesuai tuntutan zaman dan perubahan lingkungan yang terjadi di sekitarnya. Untuk berkembang tentunya harus ada proses perubahan. Pengembangan ini hendaknya bertolak dari halhal yang menyebabkan organisasi tersebut tidak dapat berfungsi dengan sebaik yang diharapkan (Gupta & Shingi, 2001). Dalam konsepsi pengembangan kelembagaan tercermin adanya upaya untuk

memperkenalkan perubahan cara mengorganisasikan suatu lembaga, struktur, proses dan sistem lembaga yang bersangkutan sehingga lebih dapat memenuhi misinya. Oleh karena itu, perubahan yang terjadi pada

Dalam proses perubahan tersebut individu organisasi dan lembaga meningkatkan tujuan. kemampuan dan dan performancenya sehubungan dengan sumber-sumber. Guru merupakan salah satu SDM yang berada di sekolah. Masalah kinerja menjadi sorotan berbagai pihak. Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Bandung Barat terdiri dari 60 sekolah negeri dan 76 sekolah swasta. Guru harus benar-benar kompeten dibidangnya dan guru juga harus mampu mengabdi secara optimal. lingkungannya. menyangkut bagaimana sekolah sebagai lembaga diorganisasikan sehingga mampu mengemban misinya dengan baik. Perubahan tersebut terjadi dalam struktur. Kinerja guru di sekolah mempunyai peran penting dalam pencapaian tujuan sekolah. Perubahan tidak akan berjalan tanpa dukungan dari sumber daya manusia yang merupakan asset yang dapat memberikan kontrbusi lebih dalam pencapaian tujuan organisasi. baik internal maupun eksternal. Salah satu indikator .4 lembaga sekolah harus meliputi seluruh komponen yang ada di dalamnya. anggaran pendidikan yang Maka diamanatkan Undang-Undang 20 % sudah mulai dilaksanakan. kinerja guru tentunya akan menjadi perhatian semua pihak. Berbagai usaha dilakukan untuk mencapai kinerja yang baik. ketenagaan dan sistem suatu lembaga serta proses perubahan itu sendiri. kinerja pemerintah akan dirasakan oleh masyarakat dan kinerja guru akan dirasakan oleh siswa atau orang tua siswa. proses. Kinerja guru yang optimal dipengaruhi oleh berbagai faktor. Perhatian pemerintah terhadap pendidikan sudah disosialisasikan.

67 100% 6.90 6. berikut dapat kita lihat hasil rata-rata nilai Ujian Nasional (UN) dan prosentasi kelulusan dalam empat tahun terakhir.95 7. Padahal belum tentu keberhasilan siswa merupakan hasil kinerja guru. Indonesia B Inggris Matematika IPA Rata-rata % Lulusan 2006/2007 2007/2008 2008/2009 2009/2010 7.07 6.28 100% Sumber : Dokumen SMPN 1 Cisarua Pada tabel rata-rata nilai UN dan kelulusan di atas terlihat peningkatan prestasi siswa belum optimal walaupun pada rata-rata nilai UN terakhir ada sedikit peningkatan.20 6.24 99% 7. Tabel I.43 7. Seperti di SMPN 1 Cisarua yang terletak di Jalan Kolonel Masturi 312 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Rata-Rata Nilai Ujian Nasional dan Kelulusan No 1 2 3 4 Mata Pelajaran B.I.07 6.41 6.46 6.66 100% 6.39 6.46 6.13 6. AlanTucker dalam Syafarudin (2002 : 49) mengemukakan bahwa : “kepemimpinan sebagai kemampuan mempengaruhi atau mendorong seseorang atau sekelompok orang agar .27 7.31 7.5 suatu sekolah dianggap sudah berhasil adalah dengan perolehan nilai Ujian Nasional yang tinggi dan tingkat kelulusan yang maksimal. Apakah keberhasilan siswa merupakan prestasi kinerja guru? Tentunya perlu ada penelitian untuk membuktikan asumsi tersebut.25 6. diantaranya kepemimpinan kepala sekolah.46 6. Keberhasilan prestasi sekolah ditentukan oleh berbagai faktor. Sekolah yang perolehan nilai ujian nasionalnya paling tinggi dan tingkat kelulusannya setiap tahun selalu 100 % dianggap sudah berhasil dan akan mendapat kepercayaan masyarakat.

dan mendelegasikan tugas. dan kemampuan berkomunikasi. kemampuan mengambil keputusan. . visi dan misi sekolah. Implementasi kemampuan yang harus dimiliki kepala sekolah terwujud dalam pelaksanaan tugas-tugasnya antara lain menyusun perencanaan. Kepala sekolah sebagai pimpinan harus mampu memberikan petunjuk dan pengawasan. (3) tanggung jawab. serta pengetahuan administrasi dan pengawasan. Inovator dan Motivator (EMASLIM). (6) emosi yang stabil. Menurut Mulyasa (2009 : 98) Kepala sekolah sedikitnya mempunyai peran dan fungsi sebagai Edukator. (2) percaya diri. Administrator. keahlian dasar. Leader. Kemampuan yang harus diwujudkan kepala sekolah sebagai pimpinan dapat dianalisis dari kepribadian. (5) berjiwa besar. membuka komunikasi dua arah.6 bekerja secara sukarela untuk mencapai tujuan tertentu atau sasaran dalam situasi tertentu”. mengorganisasikan kegiatan. Kepribadian kepala sekolah sebagai leader akan tercermin dalam sifat-sifat (1) jujur. pengetahuan terhadap kependidikan. Manajer. (4) berani mengambil resiko dan keputusan. Tabrani Rusyan (2000) mengungkapkan bahwa : kepemimpinan kepala sekolah memberikan motivasi kerja bagi peningkatan produktivitas kerja guru dan hasil belajar siswa. Wahjosumijo (2002 : 10) mengemukakan bahwa kepala sekolah sebagai leader harus memiliki karakter yang khusus yang mencakup kepribadian. meningkatkan kemauan tenaga kependidikan. mengarahkan kegiatan. (7) teladan. pengalaman dan pengetahuan professional. Supervisor.

penanganan kesiswaan. sarana prasarana. melakukan evaluasi terhadap kegiatan. maka tidak akan dapat mengelola sekolah dan suasana sekolah menjadi tidak kondusif. Jika tidak. Melihat tugas kepala sekolah yang begitu banyak. Kepala sekolah selalu berupaya mencurahkan kemampuannya dalam menjalankan tugasnya untuk mencapai tujuan. komunikasi dan pendelegasian wewenang. mengatur pembelajaran dan mengadakan hubungan masyarakat. mengambil keputusan. Dugaan tersebut didukung oleh data . pengorganisasian. kepala sekolah harus menjadi motor penggerak bagi berjalannya proses pendidikan. menentukan kebijaksanaan. kemampuan memotivasi. maka seorang kepala sekolah dituntut memiliki kemampuan manajerial. mengadakan rapat. Kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua dipandang sudah dilaksanakan dengan baik. melaksanakan pengawasan.7 mengkoordinasikan kegiatan. Sebagai pemimpin suatu instansi pendidikan. Selain itu tugas menyelenggarakan administrasi antara lain menyusun perencaan. kepegawaian. penyusunan kurikulum. Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru menurut Uben dan Hughes berupa penciptaan iklim sekolah yang dapat memacu atau menghambat efektifitas kerja guru. Kemampuan yang harus dimiliki seorang pemimpin dalam hal ini kepala sekolah adalah memiliki kepribadian yang menjadi teladan bagi bawahannya. pengarahan keuangan. dan lain-lain. pengambilan keputusan.

Seorang guru dapat bekerja secara professional jika pada dirinya terdapat motivasi yang tinggi. Edward Murray (1957). karena ada motif-motif atau tujuan tertentu yang melatarbelakangi tindakan tersebut. Faktor lain yang dapat meningkatkan kinerja guru adalah motivasi kerja.8 jadwal pembinaan/pengarahan dan supervisi yang dilaksanakan secara intensif seperti yang terlihat pada tabel berikut : Tabel 1. Setiap triwulan 4. sehingga ia mau dan rela bekerja keras.2 Kegiatan Pembinaan dan Supervisi Kepala Sekolah No 1. Supervisi kelas Setiap semester 6. Hal itu dibuktikan berdasarkan hasil penelitian McCleland (1961). Untuk mengetahui hal tersebut tentunya memerlukan penelitian yang lebih mendalam. Setiap bulan sekali 3. Motif itulah sebagai faktor pendorong yang memberi kekuatan kepadanya. Uraian Kegiatan Rapat dinas pembinaan Guru dan tenaga kependidikan Rapat evaluasi program dan kegiatan KBM Rapat tim pengembang SSN Waktu Keterangan Setiap bulan sekali 2. Pemerikasaan administrasi Setiap awal guru semester 5. Miller dan Gordon W (1967) yang dikutip . kemajuan kinerja guru seharusnya meningkat lebih baik. Pembinaan siswa melalui Setiap senin upacara awal bulan Sumber : Dokumen SMPN 1 Cisarua Lihat situasi kondisi Sudah terjadwal untuk setiap guru Jika dilihat dari tabel jadwal pembinaan dan pengawasan di atas. Pegawai/guru yang memiliki motivasi yang tinggi biasanya akan melaksanakan tugasnya dengan penuh semangat dan energik.

Artinya pimpinan. Lomba karya tulis inovasi Pembelajaran Lomba guru berprestasi 3. menyimpulkan bahwa ada hubungan yang positif antara motivasi berprestasi dengan pencapaian kinerja/prestasi kerja. manajer dan pegawai yang mempunyai motivasi berprestasi tinggi akan mencapai kinerja yang tinggi. 4 Lomba keberhasilan guru dalam mengajar Provinsi Kota/Kab 5 Lomba lainnya Nasional Provinsi Kota/Kab Sumber : Dokumen SMPN 1 Cisarua. dan sebaliknya mereka yang kinerjanya rendah disebabkan karena motivasi kerjanya rendah. Lomba PTK 2. Hal ini diduga salah satu faktornya adalah rendahnya motivasi guru baik dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya maupun motivasi berprestasi. Berkaitan dengan pencapaian prestasi kerja guru SMPN 1 Cisarua. Terlihat dari tabel di atas bahwa masih belum ada hasil prestasi kerja guru SMPN 1 Cisarua dalam satu lombapun. berikut dapat kita lihat tabel prestasi guru dalam empat tahun terakhir: Tabel 1. .3 Prestasi Guru dalam Perlombaan Perolehan 1 s/d 3 dlm Tingkat Nasional Provinsi Kota/Kab Nasional Provinsi Kota/Kab Nasional Provinsi Kota/Kab Nasional Kejuaraan 3 th terakhir Jumlah Guru - No Jenis Lomba 1.9 Mangkunegara (2005).

ketidakpatuhan pada aturan. Pada tahap inilah kepemimpinan kepala sekolah dituntut untuk mampu memimpin atau mengelola sekolah. menurunnya produktivitas kerja dan apatis. Walaupun disiplin ini hanya merupakan salah satu bagian dari ciri kinerja guru dan berkaitan dengan prosentasi kehadiran. Pernyataan tersebut didukung oleh pendapat Malthis dan Jackson bahwa disiplin kerja berkaitan erat dengan perilaku karyawan dan berpengaruh terhadap kinerja. Dalam kasus pada SMPN 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat yang sedang berusaha mencapai status Sekolah Standar Nasional (SSN) . Simamora (2006 : 610) menyatakan bahwa : “Disiplin adalah prosedur yang mengoreksi atau menghukum bawahan karena melanggar peraturan atau prosedur.10 Pada sisi lain faktor disiplin dapat pula meningkatkan kinerja guru. tetapi ternyata hal ini membawa dampak yang sangat besar terutama pada sistem pendidikan kita yang masih memerlukan keberadaan guru secara dominan dalam proses pembelajaran. Kepemimpinan kepala sekolah adalah motivator bagi kepatuhan diri pada disiplin kerja para guru. Keith Davis (2003 : 129) menyatakan disiplin kerja sebagai pelaksanaan manajemen untuk memperteguh pedoman-pedoman dipandang erat keterkaitannya dengan kinerja. Disiplin merupakan bentuk pengendalian diri karyawan dan pelaksanaan yang teratur dan menunjukkan tingkat kesungguhan tim kerja di dalam suatu organisasi”. juga dituntut untuk mampu menciptakan suasana yang kondusif di lingkungan kerja (climate-maker) sehingga dapat mencegah timbulnya desintegrasi dan mampu memberikan dorongan agar semua komponen yang ada di sekolah bersatu mencapai tujuan yang ingin dicapai.

Hal ini dapat dilihat dari absensi (kehadiran/ketidakhadiran) dari guru. baik dari kinerja guru. Tabel 1. Fakta menunjukkan tingkat kedisiplinan guru di SMPN 1 Cisarua masih rendah. sampai gaya kepemimpinan kepala sekolah. ketidakhadiran dalam setiap bulannya hanya di bawah 10 % sekilas tampaknya bukan masalah besar. Proses pembelajaran jadi terhambat sehingga para siswa tidak mendapat ilmu secara optimal. motivasi kerja. Tetapi sesungguhnya dalam sistem pendidikan kita saat ini. Apalagi kalau ditambah dengan prilaku guru yang hadir di sekolah karena malas atau kurang tanggung jawab kadang tidak hadir di kelas.92% 5.88% 18 Agust 22 Bulan Sept 12 Okt 26 Nop 26 Des 4 Ratarata . siswa jadi terlantar karena gurunya absen. kedisiplinan.57% 5. agar semua komponen yang ada dalam sekolah memberikan pelayanan yang optimal kepada para siswa. Pada tahap inilah peran kepemimpinan kepala sekolah diperlukan.1% tidak hadir Sumber : Sie Kurikulum SMPN 1 Cisarua. Jika kita memperhatikan tabel di atas.11 masih banyak hal yang harus ditingkatkan.21% 4. 7.89% 7.6% 5. Kepala sekolah harus bertindak tegas terhadap pelanggaran yang terjadi.4 Prosentasi Ketidakhadiran Guru No Ket Juli 1 Hari kerja Efektif 2 Jumlah guru 4. Tabel berikut ini data ketidakhadiran guru SMPN 1Cisarua dalam kurun waktu semester terakhir. hal itu dapat membawa pengaruh buruk.

4. Kompetensi guru belum dikuasai menyeluruh. Program diklat untuk pengembangan kompetensi guru frekuensinya masih kurang. Reward dan punishment belum berjalan efektif.2 Identifikasi Masalah Berdasarkan paparan di atas. 3. Motivasi guru untuk meningkatkan kemampuan mengajar belum optimal. maka dapat diidentifikasi masalahmasalah sebagai berikut : 1. Konflik organisasi belum teratasi dengan baik. 8. 11. Komunikasi personal belum terjalin dengan baik. . 9. 10. Budaya kerja belum tercipta dengan baik. Kinerja guru masih belum optimal. 5. 1. Komitmen pencapaian kinerja guru di SMPN 1 Cisarua masih rendah. Disiplin kerja guru masih rendah. 2. 12. penulis membuat judul penelitian “ Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah. Kepemimpinan kepala sekolah dalam mempengaruhi kinerja guru perlu ditingkatkan. 13. 6. Motivasi guru untuk berprestasi masih rendah. Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat “. Kesadaran diri akan tugas masih lemah. 7.12 Sehubungan dengan uraian di atas maka masalah faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja guru perlu dibuktikan dengan mengadakan penelitian. Oleh karena itu.

3. lingkungan kerja. Ada banyak faktor yang mempengaruhi kinerja guru di SMP diantaranya kompetensi. kepemimpinan.3 Pembatasan Masalah Berbagai permasalahan yang dihadapi dalam dunia pendidikan sangatlah kompleks. budaya kerja. motivasi dan disiplin kerja. 1. Sarana prasarana yang tersedia di sekolah belum dimanfaatkan secara maksimal. Salah satunya adalah masalah manajemen sumber daya manusia. Dalam tesis ini penulis hanya membatasi masalah pada skup kecil yaitu mengenai kinerja guru yang ada di SMP tepatnya di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. maka masalah dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut : 1. 1.13 14. Namun dalam penelitian ini penulis membatasi masalah kinerja guru SMP yang dipengaruhi oleh kepemimpinan. Tingkat kepuasan kerja guru masih rendah.4 Rumusan Masalah Berdasarkan pembatasan masalah di atas. disiplin dan motivasi kerja. 15. kepuasan kerja. Bagaimana gambaran disiplin kerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 2. kompensasi. Bagaimana gambaran kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Permasalahan-permasalahan perlu mendapat tanggapan dan solusi. . Bagaimana gambaran motivasi kerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.

14

4. Bagaimana gambaran kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Barat. 5. Berapa besar pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 6. Berapa besar pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 7. Berapa besar pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 8. Berapa besar pengaruh kepemimpinan kepala sekolah, motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.

1.5 Maksud dan Tujuan Penelitian Penelitian ini bermaksud untuk mengumpulkan data, mengolah dan menginterpretasikan untuk dijadikan sebagai karya tulis berupa tesis, sebagai syarat memperoleh gelar Megister Manajemen (MM) di STIE Pasundan Bandung. Sedangkan tujuan penelitian ini adalah untuk : 1. Mengetahui gambaran kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 2. Mengetahui gambaran motivasi kerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 3. Mengetahui gambaran disiplin kerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 4. Mengetahui gambaran kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.

15

5. Mengetahui berapa besar pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 6. Mengetahui berapa besar pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 7. Mengetahui berapa besar pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 8. Mengetahui berapa besar pengaruh kepemimpinan kepala sekolah, motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. di SMP

1.6 Kegunaan Penelitian Peneliti berharap hasil penelitian ini berguna baik secara teoritis maupun praktis. a. Kegunaan Teoritis Penelitian ini diharapkan dapat menyumbangkan

pengembangan keilmuan untuk peneliti selanjutnya, terutama yang berhubungan dengan peningkatan kinerja guru di sekolah.

b. Kegunaan Praktis Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai informasi bagi para guru, praktisi pendidikan, dan pengambil kebijakan khususnya kebijakan yang berkenaan dengan upaya meningkatkan kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.

16

BAB II TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA BERFIKIR DAN HIPOTESIS PENELITIAN

2.1 Tinjauan Pustaka 2.1.1 Tinjauan Umum tentang Sumber Daya Manusia Manajemen merupakan proses untuk mencapai tujuan organisasi. Manajemen bisa sebagai suatu kumpulan pengetahuan yang logis dan sistematis juga sebagai suatu kreativitas pribadi yang disertai suatu keterampilan. Sadili Samsudin dalam bukunya Manajemen Sumber Daya Manusia (2006 : 18) mengutip pendapat G.R. Terry dalam Principless of Manajemen memberikan pengertian sebagai berikut : “Management is a distict process consisting of planning, organizing, actuating, and controlling performed to determine and accomplish stated objectives by the use of human being and other resources” “Manajemen adalah suatu proses yang khas, yang terdiri dari tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber daya lainnya”. Menurut Mary Parker Follet dalam bukunya menyatakan bahwa manajemen adalah seni mencapai sesuatu melalui orang lain (manajement is the art of getting things done thourh the other) Dari definisi manajemen di atas maka dapat diketahui bahwa ada dua istilah yang diberikan para ahli mengenai istilah manajemen yaitu sebagai seni yang merupakan kreativitas pribadi yang disertai suatu keterampilan dan ada pula yang memberikan definisi manajemen sebagai suatu ilmu yang merupakan kumpulan pengetahuan yang logis dan sistematis. Maka suatu organisasi untuk mencapai tujuannya tidak akan

Manajemen menginginkan tujuan organisasi tercapai dengan efisien dan efektif. Proses ini terdapat dalam fungsi/bidang produksi. Karena sumber daya manusia mempunyai peranan penting dalam mencapai tujuan perusahaan. Perencanaan (Planning) adalah kegiatan menetapkan tujuan organisasi dan memilih cara terbaik untuk mencapai tujuan tersebut. Manajemen sumber daya manusia (MSDM) merupakan salah satu bidang dari manajemen umum yang meliputi segi-segi : perencanaan. 2. Adapun fungsi manajemen diantaranya : 1. Pengarahan (Leading) adalah membuat bagaimana orang-orang tersebut bekerja untuk mencapai tujuan organisasi tersebut. 3.17 terlepas dari aktivitas manajemen. pemasaran. maka pengalaman dan hasil penelitian bidang SDM dikumpulkan secara sistematis selanjutnya disebut dengan manajemen sumber daya manusia. keuangan. 4. pelaksanaan dan pengendalian. dan otoritas diantara anggota organisasi agar tujuan organisasi dapat dicapai dengan efisien dan efektif. Pengendalian (Controlling) bertujuan untuk melihat apakah organisasi berjalan sesuai rencana. tugas. Dengan manajemen maka pemanfaatan sumber . pengorganisasian. Menurut (2008:1) istilah manajemen mempunyai arti Veithzal Rivai kumpulan sebagai pengetahuan tentang bagaimana seharusnya memanage (mengelola) sumber daya manusia. Pengorganisasian (Organizing dan Staffing) adalah kegiatan mengkoordinir sumber daya. maupun kepegawaian.

Pengelolaan sumber daya manusia inilah yang disebut dengan manajemen sumber daya manusia. Sumber daya manusia merupakan asset bagi perusahaan yang apabila dimanage akan menghasilkan output kinerja bagi perusahaan yang tentunya akan menguntungkan bagi perusahaan. Dalam usaha mencapai tujuan perusahaan. termasuk merekrut. diberikan pengalaman dan diberikan motivasi untuk berkembang maka akan menjadi asset yang sangat menguntungkan bagi perusahaan.18 daya yang ada dapat lebih optimal guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Pada masa kini persoalan manajemen tidak hanya terdapat pada bahan mentah atau bahan baku akan tetapi juga menyangkut prilaku karyawan atau sumber daya manusia. Menjadi tugas utama manajemen sumber daya manusia yaitu . sumber daya manusia merupakan masukan (input) yang diolah oleh perusahaan dan menghasilkan keluaran (output). memberi penghargaan dan penilaian”. permasalahan yang dihadapi oleh manajemen semakin kompleks seiring dengan perkembangan teknologi di era globalisasi ini. Seperti sumber daya lainnya. Sumber daya manusia yang belum mempunyai keahlian dan keterampilan yang dibutuhkan perusahaan apabila dilatih. menyaring. Dengan kata lain manajemen sumber daya manusia adalah mengembangkan pegawai dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran individu maupun organisasi. melatih. Sedarmayanti (2007 : 13) mengatakan bahwa: “Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) adalah kebijakan dan praktik menentukan aspek manusia atau sumber daya manusia dalam posisi manajemen.

3. Mengembangkan praktek manajemen dengan komitmen tinggi yang menyadari bahwa karyawan adalah pihakterkait dalam organisasi Yang bernilai membantu dan membentuk pengembangan iklim kerjasama dan kepercayaan bersama. 4. 6. lembaga atau wakil pemerintah. sistem kompensasi dan insentif yang tergantung pada kinerja. 2. Mengembangkan sistem kerja dengan kinerja tinggi yang meliputi prosedur perekrutan dan seleksi yang teliti. Meningkatkan dan memperbaiki kapasitas yang melekat pada manusia kontribusi. 7. Menciptakan iklim. dapat dipercaya dan memiliki motivasi tinggi seperti yang diperlukan. Memungkinkan organisasi mendapatkan dan mempertahankan pegawai cakap. Membantu organisasi menyeimbangkan dan mengadaptasikan kebutuhan pihak terkait (pemilik. 5. Secara khusus Sedarmayanti (2007 : 13) mengungkapkan bahwa manajemen sumber daya manusia bertujuan untuk : 1. . pengembangan manajemen serta aktifitas pelatihan yang terkait “kebutuhan bisnis”. dimana hubungan yang produktif dan harmonis dapat dipertahankan melalui asosiasi antara manajemen dengan karyawan. kemampuan dan kecakapan mereka.19 mengelola pegawai se-efisien dan se-efektif mungkin agar diperoleh pegawai yang produktif dan dapat memberikan keuntungan yang maksimal bagi perusahaan. Mengembangkan iklim lingkungan dimana kerjasama tim dan fleksibilitas dapat berkembang.

Mengelola karyawan yang beragam. pelanggan. 9. karyawan. 10. 11. 12. Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut di atas manajemen sumber daya manusia harus malaksanakan beberapa kelompok aktivitas yang semuanya saling berhubungan dan terkait. kompensasi dan tunjangan kesehatan. Mempertahankan dan memperbaiki kesejahteraan fisik dan mental karyawan. hubungan karyawan dan buruh.20 manajemen. keadilan dan diantaranya : hukum. memperhitungkan perbedaan individu dan kelompok dalam kebutuhan penempatan. pemasok dan masyarakat luas).politik. budaya dan teknologi. seperti yang terjadi dalam konteks organisasi meliputi : perencanaan sumber daya manusia. Mengadopsi pendekatan etis untuk mengelola karyawan yang didasarkan transportasi. Namun di era globalisasi dimana teknologi membuat dunia seolah tanpa batas maka lingkungan eksternal menjadi bagian penting yang harus menjadi pertimbangan bagi semua pimpinan dalam melaksanakan aktivitas sumber daya manusia pada perhatian untuk karyawan. keselamatan dan keamanan. Memastikan bahwa orang dinilai atau dihargai berdasarkan apa yang mereka lakukan dan mereka capai. Memastikan bahwa kesamaan tersedia untuk semua. . ekonomi. gaya kerja dan aspirasi. 8. Hal ini dikarenakan lingkungan eksternal seolah menjadi bagian tak terpisahkan dari organisasi itu sendiri. sosial.

Dalam buku kepemimpinan karangan Miftah Toha (2006 : 5) mengartikan bahwa : “Kepemimpinan adalah aktivitas untuk mempengaruhi orang-orang supaya diarahkan untuk mencapai tujuan organisasi. Seven edition yang dialih bahasa oleh T. Hermaya (2005 : 128) memberikan arti kepemimpinan sebagai berikut : “Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi kelompok menuju tercapainya sasaran”. padahal dua hal tersebut memiliki perbedaan yang cukup berarti. Robbins dalam buku Manajement. Konsep kepemimpinan secara umum sering dipersamakan dengan manajemen.2 Kepemimpinan Konsep tentang kepemimpinan dalam dunia pendidikan tidak bisa terlepas dari konsep kepemimpinan secara umum. asalkan dia mampu mempengaruhi perilaku orang lain untuk mencapai tujuan tertentu.1. Hal ini memberikan suatu perspektif bahwa seorang manajer dapat berperilaku sebagai seorang pemimpin. Tetapi seorang pemimpin belum tentu harus menyandang jabatan manajer. Menurut Andrew J.21 2. Dubrin dalam Buku The Complete Ideal‟s Guides to Leadership 2nd Edition yang dialih bahasa oleh Tri Wibowo BS .” Pengertian di atas didukung oleh pendapat Stephen P. Sedangkan menurut AlanTucker dalam Syafarudin (2002 : 49) mengemukakan bahwa : “kepemimpinan sebagai kemampuan mempengaruhi atau mendorong seseorang atau sekelompok orang agar bekerja secara sukarela untuk mencapai tujuan tertentu atau sasaran dalam situasi tertentu”.

Hermaya (2005 : 129) menyatakan bahwa : “Teori prilaku adalah teori-teori kepemimpinan yang mengenali perilaku yang membedakan pemimpin yang efektif dari yang tidak efektif”. Kepemimpinan adalah cara mempengaruhi orang dengan petunjuk atau perintah 3. Berdasarkan definisi kepemimpinan yang berbeda terkandung kesamaan arti yang bersifat umum. 2. mempengaruhi dan memotivasi orang lain. tetapi juga mempunyai implikasi nyata yang cukup berbeda dari pendekatan ciri. Untuk membedakan pemimpin dari non-pemimpin dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan teori perilaku. . Kepemimpinan adalah upaya mempengaruhi banyak orang melalui komunikasi untuk mencapai tujuan. 5. 4. Kepemimpinan adalah tindakan yang menyebabkan orang lain bertindak atau merespon dan menimbulkan perubahan positif. Teori perilaku ini tidak hanya memberikan jawaban yang lebih pasti tentang sifat kepemimpinan. Kepemimpinan adalah kekuatan dinamis penting yang memotivasi dan mengkoordinasikan organisasi dalam rangka mencapai tujuan. Seorang pemimpin merupakan orang yang memberikan inspirasi. Kepemimpinan sebenarnya dapat berlangsung dimana saja. karena kepemimpinan merupakan proses mempengaruhi orang lain untuk melakukan sesuatu dalam rangka mencapai maksud tertentu. Seven Edition yang dialih bahasa oleh T. Kepemimpinan adalah kemampuan untuk menciptakan rasa percaya diri dan dukungan diantara bawahan agar tujuan organisasional tercapai.22 (2006 : 4) arti kepemimpinan yang sesungguhnya dapat dijelaskan dengan banyak cara. Menurut Stephen P Robbins dalam buku Management. Berikut ini adalah beberapa definisinya : 1. membujuk.

dan membuat keputusan yang tepat. Menurut Thoha dalam buku Kepemimpinan dalam Manajemen (2006 : 31) terdapat beberapa teori kepemimpinan diantaranya : 1. memecahkan masalah. Pengetahuan yang terkait dengan pekerjaan. sikapsikap hubungan kemanusiaan. Kejujuran dan integritas. Pemimpin haruslah cukup cerdas untuk mengumpulkan. Pemimpin menunjukkan tingkat usaha yang tinggi. Teori Kelompok Teori ini beranggapan bahwa kelompok bisa mencapai tujuantujuannya. 3. Kecerdasan. kedewasaan dan kekuasaan hubungan sosial. Dorongan. harus terdapat suatu pertukaran yang positif diantara pemimpin dan pengikut-pengikutnya. 2. Teori Situasional Teori ini mengemukakan bahwa kepemimpinan dipengaruhi situasisituasi yang ada di sekitarnya. 2. Pemimpin membangun hubungan saling mempercayai antara mereka sendiri dan pengikutnya dengan menjadi jujur dan tidak menipu. 4. Kehendak untuk memimpin. 3. 5. Para pengikut melihat pemimpinnya tidak ragu akan dirinya. industry dan hal-hal teknis.23 Selanjutnya Stephen P Robbins dalam buku yang sama mengemukakan bahwa terdapat enam ciri yang berkaitan dengan kepemimpinan yaitu : 1. Pemimpin yang efektif mempunyai tingkat pengetahuan yang tinggi tentang perusahaan. . menganalisis dan menafsirkan banyak informasi. Pemimpin mempunyai kehendak yang kuat untuk mempengaruhi dan memimpin orang lain. 6. Kepercayaan diri. motivasi diri dan dorongan berprestasi. yaitu : kecerdasan. dan mereka perlu mampu untuk menciptakan visi. Teori Sifat (Trait Theory) Ada empat sifat yang berpengaruh terhadap keberhasilan kepemimpinan.

5. Pada Periode Pertama Gaya Otokratis : Pemimpin yang cenderung memusatkan wewenang. dan membatasi partisipasi karyawan. Penjelasan teori kepemimpinan ini melahirkan suatu tinjauan bahwa untuk memimpin seseorang harus memiliki gaya kepemimpinan. Teori Social Learning Merupakan suatu teori yang dapat memberikan suatu model yang menjamin kelangsungan. Menurut Robbins dalam buku Management Seven Edition yang dialih bahasa oleh T Hermaya (2005 : 130) ada beberapa gaya atau Style kepemimpinan pemimpin diantaranya : 1. Teori Jalan Kecil – Tujuan Teori ini menggunakan kerangka teori motivasi. mendelegasikan yang banyak mempengaruhi perilaku keberhasilan seorang dalam mempengaruhi pengikut-pengikutnya. mendiktekan metode kerja. wewenang. jika perilaku itu dapat memuaskan. Gaya Demokratis : Pemimpin yang cenderung melibatkan karyawan dalam mengambil keputusan. mendorong partisipasi dalam memutuskan metode dan sasaran kerja dan menggunakan umpan balik sebagai peluang untuk melatih karyawan.24 4. membuat keputusan unilateral. Mereka beranggapan bahwa perilaku pemimpin akan bisa menjadi faktor motivasi terhadap bawahan. interaksi timbale balik antara pemimpin lingkungan dan perilakunya sendiri. .

Empat Sistem Manajemen dari Likert Dimana pemimpin dapat berhasil jika bergaya participative management. yaitu jika berorientasi pada bawahan dan mendasarkan pada komunikasi. Gaya Managerial Grid Dimana manajer berhubungan dengan dua hal yaitu produksi dan orang-orang.25 - Gaya Laissez-Faire : Pemimpin yang umumnya memberikan kelompok kebebasan penuh untuk membuat keputusan dan menyelesaikan pekerjaan dengan cara apa saja yang dianggap sesuai. 2. Pendapat para Ahli Gaya Kepemimpinan Kontinum Terdapat dua bidang pengaruh yang eksterm antara pengaruh pemimpin dan kebebasan bawahan. . Tiga Dimensi dari Reddin Merupakan gaya penyempurnaan dari manajerial grid dengan menambahkan efektivitas dalam modelnya. Berdasarkan beberapa pembahasan tentang teori kepemimpinan tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan adalah kemampuan yang dimiliki seseorang dalam mempengaruhi orang lain untuk mau bekerja sama agar mau melakukan tindakan dan perbuatan dalam mencapai tujuan bersama.

memberi perintah sekaligus mengayomi bawahannya yaitu para guru dan menyelesaikan masalahmasalah yang timbul. karena tanggung jawab kepala sekolah sangat penting dan menentukan tinggi rendahnya hasil belajar para siswa. Kepemimpinan Kepala Sekolah Sejalan dengan uraian kepemimpinan di atas kepemimpinan dalam organisasi sekolah secara umum sama. juga produktivitas dan semangat kerja guru tergantung kepala sekolah dalam arti sampai sejauh mana kepala sekolah mampu menciptakan kegairahan kerja dan sejauh mana kepala .1. Berkaitan dengan kepemimpinan kepala sekolah A.3.” Sementara Rahman dkk (2006 : 106) mengungkapkan bahwa “Kepala sekolah adalah seorang guru (Jabatan fungsional) yang diangkat untuk menduduki jabatan structural (kepala sekolah) di sekolah. Wahjosumidjo (2002 : 83) mengartikan bahwa : “Kepala sekolah adalah seorang tenaga fungsional guru yang diberi tugas untuk memimpin suatu sekolah dimana diselenggarakan proses belajar mengajar atau tempat dimana terjadi interaksi antara guru yang memberi pelajaran dan murid yang menerima pelajaran. Kepemimpinan kepala sekolah harus benar-benar dapat dipertanggungjawabkan. Tabrani Rusyan (2000) menyatakan bahwa : Kepemimpinan kepala sekolah memberikan motivasi kerja bagi peningkatan produktivitas kerja guru dan hasil belajar siswa. Berdasarkan beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa kepala sekolah adalah seorang guru yang mempunyai kemampuan untuk memimpin dan memanaj segala sumber daya yang ada pada suatu sekolah sehingga dapat didayagunakan secara maksimal untuk mencapai tujuan bersama. Kepala Sekolah adalah pemimpin sekaligus manajer yang harus mengatur.26 2.

untuk mencapai tujuan sesuai dengan sasaran. tujuan dan . Kepala Sekolah sebagai Manajer.” Sebenarnya dalam mencapai tujuan bersama. Rasa kebersamaan dan rasa memiliki pada diri setiap anggota mampu menimbulkan suasana organisasi yang baik. yaitu : 1. Kepala Sekolah sebagai Pencipta Iklim Kerja 5. Ada tujuh indikator keberhasilan seorang kepala sekolah. Oleh sebab itu. pengambilan keputusan. Menurut Supriadi dalam bukunya (editor) Sejarah Pendidikan Teknik dan Kejuruan di Indonesia (2002 : 268). Kepala Sekolah sebagai Pemimpin 3. komunikasi dan pendelegasian wewenang. misi. Setiap anggota organisasi mempunyai hak untuk memberikan sumbangan demi tercapainya tujuan organisasi. kemampuan memotivasi. Kepala Sekolah sebagai Administrator 7. pemimpin dan anggotanya mempunyai ketergantungan satu dengan yang lainnya. Kepala Sekolah sebagai Wirausaha 4. Kepala Sekolah sebagai Penyelia Supriadi juga mengatakan bahwa kepemimpinan adalah kepribadian dan integritas serta kemampuan untuk meyakinkan dan mengarahkan orang lain. 2. Sedangkan menurut Mulyasa (2009 : 90) : “Kepemimpinan kepala sekolah merupakan salah satu faktor yang dapat mendorong sekolah untuk mewujudkan visi. perlu adanya kebersamaan. Kepala Sekolah sebagai Pendidik 6. Hal tersebut di atas meliputi kepribadian.27 sekolah mampu mendorong bawahannya untuk bekerja sesuai dengan kebijaksanaan dan program yang telah digariskan sehingga produktivitas kerja guru tinggi dan hasil belajar siswa meningkat.

Kepemimpinan khususnya di lembaga pendidikan memiliki ukuran atau standar pekerjaan yang harus dilakukan oleh kepala sekolah selaku pimpinan tertinggi. Kepala sekolah sebagai educator (pendidik) b. Kepala sekolah sebagai leader (pemimpin) f.28 sasaran sekolahnya melalui program-program yang dilaksanakan secara terencana dan bertahap. mengelola sekolah juga dituntut mampu menciptakan suasana . Menurut Mulyasa (2009 : 98) disampaikan bahwa seorang kepala sekolah harus melakukan perannya sebagai pimpinan dengan menjalankan fungsi : a. Kepala sekolah sebagai administrator d. Kepala sekolah sebagai supervisor e. Kepala sekolah sebagai manajer c. Jadi. Kepala sekolah selain mampu untuk memimpin. Kepala sekolah sebagai inovator g.” Pendapat tersebut di atas mengandung arti bahwa kepala sekolah dituntut untuk mempunyai kemampuan manajemen dan kepemimpinan yang memadai agar mampu mengambil inisiatif untuk meningkatkan mutu sekolah. Kepala sekolah sebagai motivator Kepala sekolah yang mampu menjalankan fungsi-fungsi di atas dengan baik dapat dikatakan kepala sekolah memiliki kemampuan memimpin yang baik. dengan demikian jelas bahwa kepala sekolah sebagai pemimpin agar berhasil harus menjalankan sekurang-kurangya tujuh fungsi di atas selain juga memiliki kriteria lain seperti latar belakang pendidikan dan pengalamannya.

Sebaliknya jika kebutuhannya terpenuhi maka pegawai akan memperlihatkan perilaku yang gembira sebagai manifestasi dari rasa puas.4 Motivasi Kerja Motivasi adalah serangkaian sikap dan nilai yang mempengaruhi individu untuk mencapai hal yang spesifik sesuai dengan tujuan individu. Sikap dan nilai tersebut merupakan suatu yang invisible yang memberikan kekuatan untuk mendorong individu bertingkah laku dalam mencapai tujuan. 2. Apabila kebutuhan pegawai tidak terpenuhi maka pegawai tersebut akan menunjukkan perilaku kecewa. Menurut Abraham Maslow mengemukakan bahwa hirarki kebutuhan manusia adalah : . Veithzal (2005 : 455 ).29 yang kondusif di lingkungan kerja sehingga dapat memotivasi guru dalam bekerja dan dapat mencegah timbulnya disintegrasi atau perpecahan dalam organisasi.1. Beberapa ahli mengemukakan teori motivasi diantaranya : a. Teori Kebutuhan dari Maslow (Hierarchy of Need Theory) Kebutuhan dapat didefinisikan sebagai suatu kesenjangan atau pertentangan yang dialami antara kenyataan dengan dorongan yang ada dalam diri. Beliau juga mengemukakan : “Dua hal yang dianggap sebagai dorongan individu yaitu arah prilaku (kerja untuk mencapai tujuan) dan kekuatan prilaku (seberapa kuat usaha individu dalam bekerja)”.

seperti makan. kemampuan. Selanjutnya. Dalam organisasi kebutuhan-kebutuhan ini dapat berupa uang. program pension. Kebutuhan akan perwujudan diri (self actualization) adalah kebutuhan akan aktualisasi diri dengan menggunaka kecakapan.30 1. Abraham Maslow berpendapat bahwa orang dewasa (pegawa bawahan) secara normal harus terpenuhi minimal . keterampilan dan potensi optimal untuk mencapai prestasi kerja yang sangat memuaskan atau luar biasa yang sulit dicapai orang lain. senioritas. Sosial need di dalam organisasi dapat berupa keompok kerja (team work) baik secara formal maupun informal. Kebutuhan fisiologis (physiological needs) yaitu kebutuhan yang diperlukan untuk mempertahankan kelangsungan hidup seseorang. 4. program pemberhentian kerja. Kebutuhan akan harga diri (esteem need or status needs) yaitu kebutuhan akan penghargaan diri. gelar dsb. Dalam organisasi kebutuhan ini dapat berupa keamanan kerja. 2. 5. Kebutuhan keselamatan dan keamanan (safety and security need) yaitu kebutuhan keamanan dari ancaman yakni merasa aman dari ancaman kecelakaan dalam melakukan pekerjaan. hiburan. perumahan dan lainnya. udara. uang pesangon. Kebutuhan rasa memiliki (social need) yaitu kebutuhan akan teman. Dalam organisasi kebutuhan ini dapat berupa reputasi diri. 3. pengakuan serta penghargaan prestise dari karyawan dan masyarakat lingkungan. lingkungan kerja yang nyaman. cinta dan memiliki. minum.

dan bisa menjadi penyebab terjadinya konflik kerja. 50% kebutuhan sosial.31 85% kebutuhan fisiologi. Teori Motivasi Dua Faktor dari Herzberg (the two Factors Theory) Frederick Herzberg. Herzberg dan kawan-kawan merumuskan teori motivasi yang disebut dengan Teori Dua Faktor. Faktor “Hygiene” Yang dimaksud dengan faktor hygiene atau pemeliharaan adalah faktor-faktor yang sifatnya ekstrinsik yang berarti bersumber dari luar diri yang turut menentukan prilaku seseorang dalam kehidupannya. Dengan demikian. 40% kebutuhan penghargaan. b. Herzberg memisahkan dua kategori pekerjaan. Bernard Mausner dan Barbara Snyderman mengadakan studi tentang motivasi kerja karyawan industri. Berdasarkan studi tersebut. . yaitu : 1. 2. dan 15% kebutuhan aktualisasi diri. 70% kebutuhan rasa aman. Tim peneliti ini mengadakan penelitian terhadap 203 akuntan dan insinyur. keluarga. Faktor “Motivasional” Menurut teori ini yang dimaksud faktor motivasional adalah hal-hal yang mendorong berprestasi yang sifatnya instrinsik yang berarti bersumber dalam diri seseorang. pemimpin akan mengalami kesulitan dalam memotivasi pegawai. Teknik pengumpulan data adalah wawancara dan interviu. Teori ini dikenal juga dengan teori Motivator – Hygienes. Atas dasar hasil penelitiannya. jika kebutuhan pegawai tidak terpenuhi.

Masalah yang dihadapi oleh guru berbeda denga apa yang dihadapi oleh karyawan perusahaan. juga dalam berhubungan dengan kepala sekolah dan pejabat di atasnya.32 Herzberg berpendapat bahwa baik faktor motivasional yang bersifat intrinsik maupun faktor pemeliharaan yang bersifat ekstrinsik dapat mempengaruhi seseorang dalam bekerja. dunia kerja. Termasuk faktor motivasional yang bersifat intrinsik adalah prestasi yang dicapai. pengakuan. Pada umumnya guru relatif jarang berinteraksi dengan supervisor atau pengawas. dan kehidupan pribadi. Pelaksanaan supervisi di sekolah pun berbeda dengan di perusahaan. Proses belajar mengajar dalam organisasi sekolah mempunyai masalah tersendiri. karena motivasi berhubungan dengan berbagai komponen yang sangat kompleks. dan ada . Meskipun demikian bukanlah sesuatu yang mutlak dapat dikuantifikasi. Guru sekolah lanjutan pada umumnya berinteraksi dengan banyak siswa setiap hari pada situasi yang hampir sama dan terkadang bersifat pribadi. teknik supervisi. Kedua faktor tersebut berpengaruh besar terhadap motivasi seseorang. kondisi kerja. kebijakan administratif. tanggung jawab dan kemajuan. lebih-lebih guru borongan atau selfcontained classroom. bahwa ada seperangkat factor (motivator) yang menghasilkan kepuasan. Guru. di samping menghadapi permasalahan dalam berhubungan dengan siswa. Termasuk ke dalam faktor pemeliharaan yang bersifat ekstrinsik adalah hubungan interpersonal antara atasan dan bawahan. Postulat teori dua factor.

mereka harus diatur dan dikontrol bahkan mungkin ditakut-takuti untuk menerima sangsi hukum jika tidak bekerja dengan sungguh-sungguh. Mc Gregor merumuskan asumsi-asumsi dan perilaku manusia dalam organisasi sebagai berikut: Teori X (negatif) merumuskan asumsi sebagai berikut : Karyawan sebenarnya tidak suka bekerja dan jika ada kesempatan dia akan menghindari atau bermalas-malasan dalam bekerja. Karyawan akan menghindari tanggung jawabnya dan mencari tujuan formal sebisa mungkin. c. negatif dengan tanda label X dan positif dengan tanda label Y. Dua hal ini tidaklah berlawanan. Teori Y (positif) memiliki asumsi asumsi sebagai berikut : . setelah melakukan penyelidikan tentang perjanjian seorang manajer dan karyawan.33 seperangkat lain (hygienes) menghasilkan ketidakpuasan. melainkan merupakan dua dimensi yang berbeda di dalam organisasi. Semenjak karyawan tidak suka atau tidak menyukai pekerjaannya. Kebanyakan karyawan menempatkan keamanan di atas factor lainnya yang berhubugan erat dengan pekerjaan dan akan menggambarkannya dengan sedikit ambisi. “Theory X and Theory Y” dari Douglas Mc Gregor Douglas Mc Gregor mengajukan dua pandangan yang berbeda tentang manusia.

Walaupun demikian tidak ada seorang pimpinan pun yang sama sekali tidak pernah menggunakan motivasi negatif. ide-ide secara partisipasi dalam mengambil keputusan. Jadi. Boleh jadi. ia akan banyak menggunakan motivasi yang positif. Para pimpinan yang lebih percaya bahwa ketakutan akan mengakibatkan seseorang segera bertindak. sebab pada hakekatnya setiap individu adalah berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. teori Mc Gregor ini lebih memihak kepada asumsiasumsi Y yang positif dari perilaku sumber daya manusia dalam organisasi. Sebaliknya jika pimpinan percaya kesenangan akan menjadi dorongan bekerja. dan tanggung jawab atau grup relasi sebagaipendekatan untuk memotivasi karyawan dalam kepuasan kerjanya. Manusia akan melatih tujuan pribadi dan pengontrolan diri sendiri jika mereka melakukan komitmen yang sangat objektif. Kemampuan untuk melakukan keputusan yang cerdas dan inovatif adalah tersebar secara meluas di berbagai kalangan tidak hanya melulu dari kalangan top manajement atau dewan direksi. Penggunaan masingmasing jenis motivasi ini. dengan segala bentuknya haruslah mempertimbangkan situasi dan orangnya. Semua manajer haruslah menggunakan kedua jenis motivasi tersebut.34 Karyawan dapat memandang pekerjaan sebagai sesuatu yang lumrah dan alamiah baik tempat bermain atau beristirahat. . dalam artian berdiskusi atau sekedar teman bicara. dan juga kapan kita akan menggunakannya. Masalah utama dari teori ini adalah proporsi penggunaannya. mereka akan lebih banyak menggunakan motivasi teori X (negatif).

yaitu: 1. pakaian. Teori Drive . Growth) dari Aldefer Teori ERG merupakan refleksi dai tiga dasar kebutuhan. Seseorang dengan disindir saja mungkin sudah tahu apa yang dimaksudkan.35 Suatu dorongan yang mungkin efektif bagi seseorang. f. minum. kebutuhan interpersonal. 3. kebutuhan ini berhubungan dengan fisik dari eksistensi pegawai. atau pimpinannya. tetapi bagi orang lain mungkin perlu ditegur secara langsung sehingga baru tahu apa yang dimaksudkan oleh rekan kerjanya. Oleh karena itu. d. Relatedness needs. fringe benefits. keamanan kondisi kerja. Teory ERG (Existence. Teori Insting Teori motviasi insting timbulnya berdasarkan teori evaluasi Charles Darwin. Hal ini berhubugan dengan kemampuan dan kecakapan pegawai. mungkin tidak efektif bagi orang lain. e. yaitu kepuasan dalam berinteraksi dalam lingkungan kerja. kebutuhan untuk mengembangkan dan meningkatkan pribadi. Beliau berpendapat bahwa tindakan yang intelligent merupakan refleksi dari instingtif yang diwariskan. bernafas. 2. tidak semua tingkah laku dapat direncanakan sebelumnya dan dikontrol oleh pikiran. gaji. Relatedness. Existence needs. seperti makan. Growth needs.

Hull berpendapat bahwa belajar terjadi sebagai akibat dari reinforcement. Beliau berasumsi bahwa semua hadiah (reward) pada akhirnya didasarkan atas reduksi dan drive keseimbangan (home static drive). kekurangan makanan mengakibatkan berjuang untuk memuaskan kebutuhannya agar kembali menjadi seimbang. Teori Hull dirumuskan secara sistematik yang merupakan hubungan antara drive dan habit strength. Drive adalah jumlah keseluruhan ketidakseimbangan fisiologi atau (physiological imbalance) uang disebabkan oleh kehilangan atau kekurangan kebutuhan komoditas untuk kelangsungan hidup. Motivasi didefinisikan sebagai suatu dorongan yang membangkitkan untuk keluar dari ketidakseimbagan atau tekanan. Kata Drive dijelaskan sebagai aspek motivasi dari tubuh yang tidak seimbang misalnya. Woodworth menggunakan konsep tersebut sebagai energy yang mendorong organisasi untuk melakukan suatu tindakan. Berdasarkan perumusan teori Hull tersebut dapat disimpulkan bahwa motivasi seorang pegawai sangat ditentukan oleh kebutuhan dalam dirinya (drive) dan faktor kebiasaan (habit) pengalaman kerja sebelumnya. Clark L. Kekuatan motivasi = Fungsi (drive x habit) Habit strenght adalah hasil factor-faktor reinforcement sebelumnya.36 Konsep Drive menjadi konsep yang tersohor dalam bidang motivasi sampai tahun1918. .

Teori Lapangan Teori lapangan merupakan konsep dari Kurt Lewin. 135) mendefinisikan disiplin sebagai : “Sikap kejiwaan dari seseorang atau sekelompok orang yang senantiasa berkehendak untuk mengikuti/mematuhi segala aturan/keputusan yang telah ditetapkan”.37 g. dan perbuatan yang sesuai dengan peraturan perusahaan baik lisan maupun tertulis”. Kurt Lewin berpendapat bahwa perilaku merupakan suatu fungsi dari lapangan pada momen waktu. Kurt Lewin juga percaya pada pendapat ahli psikologi Gestalt yang mengemukakan bahwa perilaku ini merupakan fungsi dari seorang pegawai dengan lingkungannya. Singodimejo dalam Sutrisno (2009 : 85) mengatakan bahwa disiplin adalah sikap kesediaan dan kerelaan seseorang untuk mematuhi dan mentaati norma-norma peraturan yang berlaku di sekitarnya.1. Menurut Alma (2003 : 186) mengatakan bahwa : “Disiplin dapat diartikan sebagai suatu sikap patuh. Disiplin merupakan bentuk pengendalian diri karyawan dan pelaksanaan yang teratur dan menunjukkan tingkat kesungguhan tim kerja di dalam suatu organisasi”. Teori lapangan lebih memfokuskan pada insting dan habit. tingkah laku. Teori ini merupakan pendekatan kognitif untuk mempelajari perilaku dan motivasi. Sementara Sinungan (2003 . 2.5 Disiplin Kerja Simamora dalam buku Manajemen Sumber Daya Manusia Edisi III (2006 : 610) menyatakan bahwa : “Disiplin adalah prosedur yang mengoreksi atau menghukum bawahan karena melanggar peraturan atau prosedur. .

Tingginya rasa kepedulian guru terhadap pencapaian visi dan misi sekolah. yaitu: 1. 2. .” Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa disiplin kerja adalah sikap dan perbuatan guru dalam mentaati semua pedoman dan peraturan yang telah ditentukan untuk tercapainya tujuan organisasi. Disiplin berkaitan erat dengan perilaku karyawan dan berpengaruh terhadap kinerja.38 Senada dengan pendapat di atas. mematuhi semua peraturan perusahaan dan norma-norma sosial yang berlaku. 3. Berkembangnya rasa memiliki dan rasa solideritas yang tinggi di kalangan guru. 4. gairah kerja dan inisiatif para guru dalam mengajar. 5. mengerjakan semua pekerjaannya dengan baik. Besarnya rasa tanggung jawab guru untuk melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. bentuk disiplin yang baik akan tercermin pada suasana di lingkungan organisasi sekolah. Tingginya semangat. Menurut Siagian dalam Sutrisno (2009 : 86). Selanjutnya Fathoni menjelaskan bahwa : “Kedisiplinan diartikan bilamana karyawan selalu datang dan pulang tepat pada waktunya. Fathoni (2006 : 172) mengartikan disiplin sebagai : “Kesadaran dan kesediaan seseorang mentaati semua peraturan organisasi dan norma-norma sosial yang berlaku”. Meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja.

maka pemimpin harus memberikan kepemimpinan yang baik pula. Diciptakan disiplin. Oleh karena itu. 6. Dengan disiplin kerja yang baik diharapkan akan terwujud kebiasaan-kebiasaan yang mendukung tegaknya . Besar kecilnya pemberian kompensasi. faktor yang mempengaruhi disiplin guru adalah : 1. Tanpa disiplin yang baik. Pengembangan struktur organisasi yang sehat. 2. karena semakin baik disiplin karyawan semakin tinggi prestasi kerja yang dapat dicapainya. Ada tidaknya keteladanan kepala sekolah. Ada tidaknya perhatian kepada para karyawan. 7. Kebiasaan itu dampak dari keteladanan yang dicontohkan oleh pimpinan. 5. Pada umumnya apabila orang memikirkan tentang disiplin. Keberanian pimpinan dalam mengambil tindakan. 9. Ada tidaknya aturan pasti yang dapat dijadikan pegangan. Adanya suatu program yang lengkap atau baik untuk memelihara semangat dan disiplin guru. sulit bagi organisasi mencapai hasil yang optimal. yang terbayang adalah berupa hukuman berat. Ada tidaknya pengawasan pimpinan. 3. Menurut Singodimedjo dalam Sutrisno (2009 : 89). padahal hukuman hanya sebagian dari seluruh persoalan disiplin. 8. jika mengharapkan karyawan memiliki tingkat disiplin yang baik.39 Suatu asumsi bahwa pemimpin mempunyai pengaruh langsung pada sikap kebiasaan yang dilakukan karyawan. Disiplin merupakan fungsi operatif dari Manajemen Sumber Daya Manusia yang terpenting. 4.

memperhatikan etika cara berpakaian sebagaimana mestinya seorang pegawai. bagaimana mewujudkan disiplin kerja yang baik dalam organisasi. berdaya guna dan berhasil guna melalui seperangkat peraturan yang jelas dan tepat. tetapi perlu adanya pembinaan-pembinaan dalam menegakkan disiplin kerja ini. Hal di atas sejalan dengan pendapat Moenir yang dikutif Dahyana (2001 : 11). sopan. Sehubungan dengan itu. karena seperti telah disinggung di atas bahwa disiplin tidak lahir begitu saja. berpakaian rapih. Penerapan disiplin kerja di lingkungan kerja. Disiplin ini perlu diterapkan di lingkungan kerja. tetapi apabila terus menerus diberlakukan akan menjadi kebiasaan. dan disiplin tidak akan menjadi beban berat bagi para pegawai. memang awalnya akan dirasakan berat oleh para pegawai.40 lingkungan yang tertib. Kebiasaankebiasaan di atas akan terwujud kalau para pegawainya mempunyai disiplin yang baik. mereka bekerja penuh semangat dan bekerja sesuai dengan aturan yang ditetapkan lembaga. Umumnya disiplin ini dapat dilihat dari indikator seperti : guru datang ke tempat kerja tepat waktu . guru mempergunakan alat-alat dan perlengkapan sesuai ketentuan. Penanaman disiplin ini tentunya perlu diterapkan oleh seorang pemimpin terhadap bawahannya untuk menciptakan kualitas kerja yang baik. . bahwa kondisi disiplin kerja pegawai tidak langsung tercipta begitu saja. melainkan harus ada kemauan dan usaha semua pihak terutama pihak pimpinan untuk menumbuhkan disiplin kerja.

2. Disamping itu untuk membina selanjutnya telah ditetapkan Peraturan Pemerintah No 53 tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Selanjutnya Maryoto (2001: 98) mengatakan bahwa : “Pimpinan dalam pembinaan disiplin terhadap bawahan harus memperhatikan : pengawasan yang berkelanjutan. instruksi harus jelas dan tegas tidak membingungkan bawahan. Kinerja merupakan hasil pekerjaan yang mempunyai hubungan kuat dengan tujuan strategis organisasi.1. dan Hukuman disiplin berat. mengetahui organisasi yang dipimpinnya. Armstrong dan Baron dalam Wibowo (2007 : 2) menyampaikan bahwa : “Kinerja (performance) adalah tentang melakukan pekerjaan dan hasil yang dicapai dari pekerjaan tersebut. Menurut prosedur kerja yang sederhana dan mudah dipahami. membuat kegiatan yang dapat menyibukkan anak buah”. Hukuman disiplin terdiri dari : (1) (2) (3) Hukuman disiplin ringan Hukuman disiplin sedang. .6 Kinerja Pengertian kinerja atau prestasi kerja pegawai menurut beberapa ahli memiliki pengertian yang sama namun para ahli lain mengatakan berbeda. disebutkan ada tiga tingkatan dan jenis hukuman disiplin pada pegawai negeri sipil. Menurut Siswanto Bejo (2005 : 195) prestasi kerja adalah : Hasil kerja yang dicapai oleh seorang tenaga kerja dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan yang dibebankan kepadanya. kepuasan konsumen dan memberikan kontribusi ekonomi”.41 Dalam memberikan kedisiplinan kepada bawahan seorang pemimpin mempunyai gaya yang berbeda-beda tergantung kepada kemampuan dan keilmuan yang dimiliki oleh pimpinan.

Cooperation. Sementara Gomez (2001 : 142) mengemukakan unsur yang berkaitan dengan kinerja terdiri dari : 1. kinerja (prestasi kerja) adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Dependability. yaitu kualitas pekerjaan yang dicapai berdasarkan syarat yang ditentukan. keterampilan. 6. Job knowledge. yakni pemahaman pegawai pada prosedur kerjadan informasi teknis tentang pekerjaan. Sedangkan menurut Mangkunegara (2002 : 67). yaitu kerjasama dengan rekan kerja dan atasan.42 Pada umumnya prestasi kerja seorang tenaga kerja antara lain dipengaruhi oleh kecakapan. dan sikap kooperatif. Quantity of work. yakni jumlah pekerjaan yang dapat diselesaikan pada periode tertentu. 8. kehadiran di tempat kerja. 2. jangka waktu output. Quality of work. Mathis dan Jackson (2002 : 78) menyatakan bahwa unsur yang membentuk kinerja pegawai antara lain : kuantitas output. yaitu kemampuan menyesuaikan diri dengan kondisi dan dapat diandalkan dalam pekerjaan. Creativeness. 5. pengalaman. kesanggupan tenaga kerja yang bersangkutan. Inisiative. 4. 7. yakni kemampuan melahirkan ide-ide dalam pekerjaan. Personal qualities. yakni kemampuan menyelesaikan pekerjaan tanpa tergantung kepada orang lain. yaitu kemampuan dalam berbagai bidang pekerjaan. 3. kualitas output. .

kemampuan dan penerimaan atas kejelasan delegasi tugas serta minat seorang pekerja. pada bab 1 pasal 1 disebutkan bahwa : “Guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik.1. Menurut Undang. pendidikan dasar.7 Kinerja Guru Rachman Natawijaya (2006 : 22) secara khusus mendefinisikan kinerja guru sebagai seperangkat perilaku nyata yang ditunjukkan guru pada waktu dia memberikan pembelajaran kepada siswa. Wujud kinerja dapat dilihat dari tingkat prestasi kerja yang berupa hasil kerja. dan pendidikan menengah.Undang RI nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. ” Selanjutnya pada Undang-Undang tersebut dijelaskan bahwa : Professional adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi. 2. melakukan evaluasi. melatih. Kinerja guru bila mengacu pada pengertian Mangkunegara bahwa tugas yang dihadapi oleh seorang guru meliputi : membuat program pengajaran. mengajar. menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan usia dini jalur pendidikan formal. dan melakukan tindak lanjut dengan pengayaan dan remedial. memilih metode dan media yang sesuai untuk penyampaian. mengarahkan. pengalaman dan kesungguhan serta tepat waktu. membimbing.43 Dari berbagai pengertian kinerja di atas dapat disimpulkan bahwa kinerja/ prestasi kerja merupakan hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya yang didasarkan atas kecakapan. .

Guru yang memiliki kinerja yang baik disebut guru yang profesional (Supriadi. Sehubungan dengan kinerjanya maka guru ada yang memiliki kinerja baik dan ada juga yang memiliki kinerja kurang baik. . dan motivasi (motivation) akan memberikan kontribusi positif terhadap kualitas kinerja personil apabila disertai dengan upaya (effort) yang dilakukan untuk mewujudkannya. 2.1. Upaya yang dilakukan suatu organisasi akan berdampak positif terhadap peningkatan kualitas kinerja organisasi sehingga mendukung pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. c) Menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan hukum dan kode etik guru serta nilai-nilai agama dan etika dan dapat memelihara. dan hal tersebut terlihat dari aktualisasi kompetensi guru dalam merealisasikan tugas profesinya. keterampilan (skill). Keberhasilan guru dalam melaksanakan tugasnya merupakan cerminan dari kinerja guru. 1998 : 98).44 Guru merupakan ujung tombak pelaksana pendidikan. memupuk persatuan dan kesatuan bangsa. 14 tahun 2005 meliputi : a) Melaksanakan pembelajaran yang bermutu serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran. b) Meningkatkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Tugas profesional guru menurut pasal 2 Undang-Undang No.8 Pengukuran Kinerja Guru Kemampuan (ability).

5. Berorientasi pada hasil. merupakan kemampuan untuk menganalisa kemungkinan dan memiliki komitmen terhadap pilihan yang pasti secara tepat dan singkat. 138) yaitu : 1. Kemampuan intelektual berupa kualitas untuk berfikir logis. Initiative (inisiatif) 4. praktis dan menganalisis sesuai dengan konsep serta kemampuan dan mengungkapkan dirinya secara jelas. merupakan keinginan intrinsik dan memiliki komitmen untuk mencapai suatu hasil dan menyelesaikan pekerjaannya. merupakan kemampuan dalam melakukan pengendalian emosi dan disiplin diri yang tinggi.45 Guna mencapai kinerja yang tinggi terdapat kriteria kinerja. 4. berupa kapasitas untuk bekerja secara aktif dan takkenal lelah. meliputi: 1. Ketegasan. Semangat (antusiasme). 2. Communication (komunikasi . Didalam pelaksanaannya kinerja guru atau tenaga kependidikan dapat diukur dengan menggunakan lima aspek yang dapat dijadikan dimensi pengukuran yag disampaikan oleh Mitchell dikutip Mulyasa (2009 . Capability (kemampuan) 5. Kedewasaan sikap dan perilaku yang pantas. Promtness (ketepatan waktu) 3. Quality of Work (kualitas kerja) 2. 3.

Sutopo Slamet.620) diantara variabel lainnya. Pengaruh Komitmen. Variabel yang paling dominan adalah motivasi dengan nilai β terbesar (β = 0.085 > 2.46 2. Terdapat pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja pegawai memberikan kontribusi sebesar 45. Hal ini dibuktikan bahwa nilai t hitung variabel tsb lebih besardari t tabel ( 4.3 % 2. kecerdasan emosi.10 Hasil Penelitian Sebelumnya No Nama dan Judul Penelitian 1. Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah. 4. Fylan Ulga.7 % Variabel Motivasi secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja SIM Pus. . Analisis Kepemimpinan. Motivasi Kerja dan Infrastruktur terhadap Kinerja Petugas Sistem Informasi Manajemen Puskesmas Hasil Penelitian Kepemimpinan.40 % Kepemimpinan kepala sekolah. 5. 2005). Pasca Unsud. 2002). kompetensi dan motivasi secara bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja guru sebesar 79. 2010). kedisiplinan. Kedisiplinan dan Kompetensi terhadap Kinerja Guru SMPN 8 Purworejo Rijanto.1. Kompetensi dan Motivasi terhadap Kinerja Guru SMPN 1 Margahayu Kabupaten Bandung Terdapat pengaruh kemampuan manajerial terhadap produktivitas kerja sebesar 22. Pasca Unsud (tesis 2008). Kecerdasan Emosi. 3. 2007).70 % dan mendisiplinkan karyawan sebesar 37. Kemampuan Manajerial dalam Memotivasi dan Mendisiplinkan Karyawan Dikaitkan dengan Produktivitas Kerjanya di Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Romlah. Pasca Airlangga (tesis. Pengaruh Faktor Kepuasan yang berupa Kompensasi dan Disiplin Kerja terhadap Peningkatan Kinerja Pegawai PT Telkom Kantor Cabang Telekomunikasi Dede Hasan Kurniadi. dan kompetensi secara bersama mempunyai pengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja guru sebesar 86.4 %. (Tesis.03) maka Ho ditolak dan Ha diterima. Pasca UPI Bandung (tesis. Pascasarjana STIE Pasundan Bandung (tesis.

47

2.2

Kerangka Berfikir

2.2.1 Kinerja Guru Guru merupakan ujung tombak dalam pelaksanaan proses belajar mengajar di sekolah. Dikatakan demikian karena guru merupakan individu yang berhadapan langsung dengan para siswanya. Tinggi rendahnya prestasi siswa berkaitan erat dengan kinerja guru yang sehari-hari mendampingi siswanya. Oleh karena itu guru yang memiliki kinerja yang baik merupakan guru yang diharapkan oleh lembaga maupun siswanya untuk terus melakukan tugasnya dengan baik. Menurut (Hickhmen : 1990) bahwa tinggi rendahnya kinerja pada dasarnya dapat diukur dengan menggunakan : 1. Kualitas 2. Kemampuan 3. Inisiatif 4. Komunikasi 5. Ketepatan waktu Menurut Undang- Undang RI nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, pada bab 1 pasal 1 disebutkan bahwa : “Guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.” Keenam tugas utama guru tersebut di atas dapat dijadikan dimensi pengukuran kinerja guru professional.

48

Kinerja guru tidak dapat terwujud dengan sendirinya namun timbul diakibatkan oleh faktor-faktor yang mempengaruhinya. Diantara faktorfaktor tersebut adalah :

2.2.2 Kepemimpinan Kepala Sekolah Kepala sekolah merupakan orang yang memiliki kemampuan propesional yang bekerja berdasarkan pola kinerja propesional yang disepakati bersama untuk memberi kemudahan dan mendukung

keberhasilan pembelajaran. (Mulyasa, 2006 : 37) Keberhasilan pembelajaran berkaitan erat dengan kinerja guru yang menjalankan tugasnya. Untuk mewujudkan kinerja guru yang optimal diperlukan kepemimpinan kepala sekolah yang demokratis dan

propesional. Dengan demikian terlihat bahwa kepemimpinan kepala sekolah sangat berpengaruh terhadap kinerja guru. Jadi, atas dasar itu diduga terdapat hubungan antara kepemimpinan kepala sekolah dengan kinerja guru. Artinya makin baik kepemimpinan kepala sekolah makin baik pula kinerja seorang guru. Demkian pula sebaliknya makin buruk kepemipinan kepala sekolah makin rendah kinerja seorang guru. Menurut Mulyasa (2009 : 90) bahwa dalam paradigma baru manajemen pendidikan, kepala sekolah sedikitnya harus berfungsi sebagai edukator, manajer, administrator, supervisor, leader, inovator dan motivator (EMASLIM). Keberhasilan kepemimpinan kepala sekolah dapat diukur dengan menggunakan dimensi keenam fungsi tersebut.

2.2.2.1 Kepala Sekolah sebagai Edukator atau Pendidik Dalam melakukan fungsinya sebagai edukator, kepala sekolah

49

harus memiliki strategi yang tepat untuk meningkatkan propesionalisme tenaga kependidikan di sekolahnya. Menciptakan iklim sekolah yang kondusif, memberikan nasihat kepada warga sekolah, memberikan dorongan kepada seluruh tenaga kependidikan, serta melaksanakan model pembelajaran yang menarik seperti team teaching, moving class, dan mengadakan program akselerasi bagi peserta didik yang cerdas di atas normal. Sebagai edukator, kepala sekolah harus senantiasa berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran yang dilakukan oleh para guru. Dalam hal ini faktor kepala pengalaman sekolah, akan terutama sangat dalam mempengaruhi terbentuknya

propesionalisme

pemahaman tenaga kependidikan terhadap pelaksanakan tugasnya. Pengalaman semasa menjadi guru, menjadi wakil kepala sekolah, atau menjadi anggota organisasi kemasyarakatan sangat mempengaruhi kemampuan kepala sekolah dalam melaksanakan pekerjannya, demikian halnya pelatihan dan penataran yang pernah diikutinya. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor

0296/U/1996, merupakan landasan penilaian kinerja kepala sekolah. Kepala sekolah sebagai educator harus memiliki kemampuan untuk membimbing guru, membimbing tenaga kependidikan nonguru,

membimbing peserta didik, mengembangkan tenaga kependidikan, mengikuti perkembangan iptek, dan memberi contoh mengajar.

2.2.2.2 Kepala Sekolah sebagai Manajer Manajemen merencanakan, pada hakekatnya merupakan suatu proses dan

mengorganisasikan,

melaksanakan,

memimpin

50

mengendalikan usaha para anggota organisasi serta mendayagunakan seluruh sumber-sumber daya organisasi dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dikatakan suatu proses, karena semua manajer dengan ketangkasan dan keterampilan yang dimilikinya mengusahakan dan mendayagunakan berbagai kegiatan yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan. Dalam rangka melakukan peran dan fungsinya sebagai manajer, kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberdayakan tenaga kependidikan melalui kerja sama atau kooperatif, memberi

kesempatan kepada tenaga kependidikan untuk meningkatkan profesinya, dan mendorong keterlibatan seluruh tenaga kependidikan dalam berbagai kegiatan yang menunjang program sekolah.

2.2.2.3 Kepala Sekolah sebagai Administrator Kapala sekolah sebagai administrator memiliki hubungan yang sangat erat dengan berbagai aktivitas pengelolaan administrasi yang bersifat pencatatan, penyusunan dan pendokumenan seluruh program sekolah. Secara spesifik, kepala sekolah harus memiliki kemampuan untuk mengelola kurikulum, mengelola administrasi peserta didik, mengelola administrasi personalia, mengelola administrasi sarana dan prasarana, mengelola administrasi kearsipan, dan mengelola administrasi keuangan. Kegiatan tersebut perlu dilakukan secara efektif dan efisien agar dapat menunjang produktivitas sekolah. Untuk itu, kepala sekolah harus mampu menjabarkan kemampuan di atas dalam tugas-tugas operasional.

4 Kepala Sekolah sebagai Supervisor Kegiatan utama pendidikan di sekolah dalam rangka mewujudkan tujuannya adalah kegiatan pembelajaran. Dengan demikian. Meskipun demikian pada hakekatnya kepala sekolah harus lebih mengutamakan tugas (task oriented).2. Di samping berorientasi terhadap tugas. sehingga seluruh aktivitas organisasi sekolah bermuara pada pencapaian efisiensi dan efektivitas pembelajaran. maupun pendekatan situasional. khususnya dalam meningkatkan kinerja dan produktivitas sekolah. yaitu mensupervisi pekerjaan yang dilakukan oleh tenaga kependidikan. .51 Dalam melaksanakan tugas-tugas operasional. kepala sekolah juga harus menjaga hubungan kemanusiaan dengan para stafnya. agar setiap tenaga kependidikan dapat melaksanakan tugas dengan baik. tetapi mereka tetap merasa senang dalam melakukan tugasnya. kepala sekolah sebagai administrator. Dalam hal ini kepala sekolah harus mampu bertindak situasional. 2.2. salah satu tugas kepala sekolah adalah sebagai supervisor. pendekatan perilaku. dapat dianalisis berdasarkan beberapa pendekatan. Oleh karena itu. efektivitas kerja kepala sekolah bergantung pada tingkat pembauran antara gaya kepemimpinan dengan tingkat menyenangkan dalam situasi tertentu ketika para tenaga kependidikan melakukan tugas-tugas yang diembankan kepadanya. baik pendekatan sifat. agar tugas-tugas yang diberikan kepada setiap tenaga kependidikan bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada.

2. membuka komunikasi dua arah. Pada prinsipnya setiap tenaga kependidikan atau guru harus disupervisi secara periodik dalam melaksanakan tugasnya.5 Kepala Sekolah sebagai Leader Kepala sekolah sebagai leader harus mampu memberikan petunjuk dan pengawasan. dan memanfaatkan hasilnya. Hasil supervisi bermanfaat untuk meningkatkan kinerja tenaga kependidikan dan pengembangan sekolah. serta berupaya menjadikan sekolah sebagai masyarakat belajar yang lebih efektif. Jika jumlah guru cukup banyak. maka kepala sekolah dapat meminta bantuan wakilnya atau guru seniornya untuk membantu melaksanakan supervisi. agar dapat menggunakan pengetahuan dan kemampuannya untuk memberikan layanan yang lebih baik pada orang tua peserta didik dan sekolah. meningkatkan kemauan tenaga kependidikan. .2. Kepala sekolah sebagai supervisor harus diwujudkan dalam kemampuan menyusun dan melaksanakan program supervise pendidikan.52 Supervisi merupakan suatu proses yang dirancang secara khusus untuk membantu para guru dan supervisor dalam mempelajari tugas sehari-hari di sekolah. dan mendelegasikan tugas. Keberhasilan kepala sekolah sebagai supervisor antara lain dapat ditunjukkan oleh (1) meningkatnya kesadaran guru untuk meningkatkan kinerjanya (2) meningkatnya keterampilan guru dalam melaksanakan tugasnya. Kepala sekolah juga harus berupaya menjadikan sekolah sebagai sarana belajar yang lebih efektif 2. keahlian dasar. Wahjosumijo (2002 : 110) mengemukakan bahwa kepala sekolah sebagai leader harus memiliki karakter khusus yang mencakup kepribadian.

pengetahuan terhadap tenaga kependidikan. (4) menerima masukan. Kepribadian kepala sekolah sebagai leader akan tercermin dalam sifat-sifat (1) jujur. saran dan kritikan dari berbagai pihak untuk meningkatkan kepemimpinannya. (7) teladan.2. 2. kemampuan mengambil keputusan. (6) emosi yang stabil. Kemampuan yang harus diwujudkan kepala sekolah sebagai leader dapat dianalisis dari kepribadian.2. .53 pengalaman dan pengetahuan professional.6 Kepala Sekolah sebagai Inovator Dalam rangka melaksanakan peran dan fungsinya sebagai innovator. (3) menyusun program pengembangan tenaga kependidikan. kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk menjalin hubungan yang harmonis dengan lingkungan. serta pengetahuan administrasi dan pengawasan. memberikan teladan kepada seluruh tenaga kependidikan di sekolah dan mengembangkan model pembelajaran yang inovatif. (3) tanggung jawab. mengintegrasikan setiap kegiatan. (4) berani mengambil resiko dan keputusan (5) berjiwa besar. (2) percaya diri. Pengetahuan kepala sekolah terhadap tenaga kependidikan akan tercermin dalam kemampuan (1) memahami kondisi tenaga kependidikan (guru dan nonguru). dan kemampuan berkomunikasi. visi dan misi sekolah. mencari gagasan yang baru. (2) memahami kondisi dan karakteristik peserta didik.

disiplin.2. disiplin.2.7 Kepala Sekolah sebagai Motivator Sebagai motivator. Kepala sekolah sebagai inovator harus mampu mencari. dorongan. menemukan dan melaksanakan pembaharuan di sekolah. . Gagasan baru tersebut misalnya moving class. Dengan demikian jika motivasi rendah akan mengakibatkan kinerja yang rendah pula. namun sebaliknya jika motivasi tinggi akan meningkatkan kinerja yang tinggi pula.54 Kepala sekolah sebagai inovator akan tercermin cara-cara ia melakukan pekerjaannya secara konstruktif. delegatif. rasional. kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberikan motivasi kepada para tenaga kependidikan dalam melakukan berbagai tugas dan fungsinya. 2. Vroom dikutif Mulyasa (2006 : 136) menyampaikan bahwa : Performance = F (ability x motivasi) Menurut model ini kinerja seseorang merupakan fungsi perkalian antara kemampuan dan motivasi. keteladanan. kreatif. serta adaptable dan fleksibel. 2. Hubungan ini mengandung arti bahwa jika seseorang rendah pada salah satu komponen maka performancenya akan rendah pula. program akselerasi dan lain-lain. Motivasi ini dapat ditumbuhkan melalui pengaturan lingkungan fisik.2. penghargaan secara efektivitas dan penyediaan sebagai sumber belajar melalui pengembangan pusat sumber belajar (PSB). Motivasi Kerja Faktor yang tidak kalah pentingnya yang mempengaruhi kinerja guru adalah motivasi. integrative.2. pengaturan suasana kerja. pragmatis.

. Termasuk ke dalam faktor pemeliharaan adalah hubungan interpersonal antara atasan dan bawahan. Guru sekolah lanjutan pada umumnya berinteraksi dengan banyak siswa setiap hari pada situasi yang hampir sama dan terkadang bersifat pribadi. di samping menghadapi permasalahan dalam berhubungan dengan siswa. dan kehidupan pribadi. teknik supervisi. tanggung jawab dan kemajuan. Masalah yang dihadapi oleh guru berbeda denga apa yang dihadapi oleh karyawan perusahaan. kondisi kerja. pengakuan. Baik faktor motivasional maupun faktor pemeliharaan berpengaruh besar terhadap motivasi seseorang. kebijakan administratif. lebih-lebih guru borongan atau self-contained classroom. Dari uraian di atas maka faktor motivasional yang bersifat instrinsik dan faktor pemeliharaan yang bersifat ekstrinsik mempunyai pengaruh besar terhadap motivasi seseorang dan dapat dijadikan dimensi strandar pengukuran motivasi kerja guru. Proses belajar mengajar dalam organisasi sekolah mempunyai masalah tersendiri. Guru.55 Herzberg berpendapat bahwa ada faktor motivasional yang bersifat intrinsik dan faktor pemeiharaan yang bersifat ekstrinsik yang mempengaruhi seseorang dalam bekerja. dunia kerja. Meskipun demikian bukanlah sesuatu yang mutlak dapat dikuantifikasi. karena motivasi berhubungan dengan berbagai komponen yang sangat kompleks. Termasuk faktor motivasional adalah prestasi yang dicapai. juga dalam berhubungan dengan kepala sekolah dan pejabat di atasnya.

efektifitas dan produktivitas. mentaati norma-norma dan peraturan yang telah ditetapkan dalam suatu organisasi akan dapat meningkatkan efisiensi. Disiplin berkaitan erat dengan perilaku karyawan dan berpengaruh terhadap kinerja.56 2. Uraian di atas mengandung arti bahwa disiplin kerja adalah sikap dan perbuatan karyawan/guru dalam mentaati semua pedoman dan peraturan yang telah ditentukan untuk tercapainya tujuan organisasi. sulit meningkatkan produktivitas dan sulit merealisasikan pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Pegawai yang tertib dan disiplin. Fathoni (2006 : 172) mengatakan bahwa kedisiplinan adalah kesadaran dan kesediaan seseorang mentaati semua peraturan perusahaan dan norma-norma sosial yang berlaku.2. mengerjakan semua pekerjaan dengan baik. Sebaliknya apabila pegawai atau karyawan dalam suatu organisasi tidak disiplin. Sikap dan tingkah laku pegawai berpatokan pada kepatuhan dalam melaksanakan peraturan dan ketentuan yang berlaku. mematuhi semua peraturan perusahaan .3 Disiplin Kerja Kedisiplinan kerja pegawai dalam suatu organisasi dapat dilihat dari sikap pegawainya. sehingga akan lebih memudahkan tercapainya tujuan organisasi. Mematuhi peraturan berarti memberi dukungan positif pada organisasi dalam melaksanakan program-program yang telah ditetapkan. maka akan sulit sekali melaksanakan program-programnya. Selanjutnya Fathoni menyatakan bahwa : ”Kedisiplinan diartikan bilamana karyawan selalu datang dan pulang tepat waktu.

terutama bawahannya untuk berfikir dan bertindak sedemikian rupa sehingga melalui perilaku yang positif ia memberikan sumbangan nyata dalam pencapaian tujuan organisasi. 2.2.4 Keterkaitan Kepemimpinan Kepala Sekolah dengan Kinerja Kepemimpinan adalah kemampuan dan keterampilan mengarahkan yang merupakan faktor penting untuk efektivitas kinerja pemimpin. Berhasil atau tidaknya pencapaian tujuan yang telah ditetapkan oleh suatu organisasi. maka dimensi pengukuran disiplin kerja pada penelitian ini mengacu pada teori Fathoni yang menggunakan tiga kriteria pengukuran disiplin yaitu tingkat ketepatan waktu. tingkat kesadaran dalam bekerja dan tingkat kepatuhan kepada peraturan.” Pernyataan diatas mengandung arti bahwa indikator keberhasilan pelaksanaan disiplin pegawai pada suatu organisasi terlihat dari tingkat ketepatan waktu. kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberdayakan tenaga kependidikan melalui kerja sama atau kooperatif juga memberikan .” Dalam rangka melaksanakan peran dan fungsi sebagai manajer. seperti yang diungkapkan oleh Veithzal Rivai bahwa : “Kepemimpinan diartikan sebagai kemampuan dan keterampilan seseorang yang menduduki jabatan sebagai pimpinan satuan kerja untuk mempengaruhi perilaku orang lain. maka salah satu faktor yang sangat menentukan adalah terciptanya disiplin kerja para pegawainya dengan asumsi bahwa dalam suasana disiplinlah organisasi akan dapat melaksanakan programprogram kerjanya untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Sehubungan dengan hal tersebut di atas. tingkat kesadaran dalam bekerja dan tingkat kepatuhan kepada peraturan.57 (organisasi) dan norma-norma sosial yang berlaku.

Clelland.2.5 Keterkaitan Motivasi Kerja dan Kinerja Berdasarkan hasil penelitian Mc. menyimpulkan ada hubungan yang positif antara motivasi berprestasi dengan pencapaian kinerja/prestasi kerja. dan pegawai mempunyai motivasi berprestasi tinggi akan mencapai prestasi yang tinggi. Artinya makin baik kepemimpinan kepala sekolah maka makin baik pula kinerja seorang guru. Miller dan Gordon W. sehingga ia mau dan rela bekerja keras.58 kesempatan kepada tenaga kependidikan untuk meningkatkan profesinya dan mendorong keterlibatan seluruh tenaga kependidikan dalam berbagai kegiatan sekolah. 2. Edward Murray. manajer. Motif itulah sebagai faktor pendorong yang member kekuatan kepadanya. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu memberikan dukungan dan mempunyai hubungan yang baik terhadap bawahannya untuk senantiasa meningkatkan kinerjanya. Artinya pimpinan. Demikian pula sebaliknya makin buruk kepemimpinan kepala sekolah maka makin rendah kinerja seorang guru. yang dikutif Mangkunegara (2005 : 104). dan sebaliknya mereka yang kinerjanya rendah dikarenakan motivasi kerjanya rendah. Pegawai dapat bekerja secara propesional karena pada dirinya terdapat motivasi yang tinggi. Berdasarkan uraian di atas maka terdapat keterkaitan antara kepemimpinan kepala sekolah dengan kinerja guru. Pegawai yang memiliki motivasi yang tinggi biasanya akan melaksanakan tugasnya dengan penuh semangat dan energik karena ada motif-motif dan tujuan tertentu yang melatarbelakangi tindakan tersebut. .

karena akan menghambat pencapaian tujuan organisasi tersebut. karena selalu terdorong untuk memperbaiki dan meningkatkan kegiatannya dalam bekarja. Selain itu. dibutuhkan peraturan dan tata tertib yang mengatur dan membatasi setiap gerak dan perilaku. berarti akan dicapai pula suatu keuntungan yang berguna baik bagi perusahaan maupun pegawai itu sendiri. Disiplin di lingkungan kerja sangat dibutuhkan. Menurut Simamora (2006 : 610) menyatakan bahwa : “Disipli n adalah prosedur yang mengoreksi atau menghukum bawahan karena melanggar peraturan atau prosedur. Oleh karena itu. Dengan demikian peluangnya untuk meningkatkan prestasi kerja akan lebih besar.6 Keterkaitan Disiplin Kerja dan Kinerja Di dalam seluruh aspek kehidupan.” (Nawawi 2005 : 355). Dari uraian di atas maka terdapat keterkaitan antara motivasi kerja dengan kinerja guru.59 Pernyataan di atas didukung pernyataan Nawawi : “Pekerja yang berprestasi tinggi menyukai informasi sebagai umpan balik. 2. Peraturan-peraturan tersebut tidak ada artinya jika tidak ada komitmen dan sangsi bagi pelanggarnya. adil bagi seluruh karyawan dan pimpinan. dimanapun kita berada. Artinya makin tinggi motivasi kerja seorang guru maka makin tinggi pula hasil kinerja guru tersebut dan sebaliknya guru yang kinerjanya rendah disebabkan motivasi kerjanya rendah.2. mudah dimengerti. Disiplin merupakan bentuk . pegawai dengan disiplin kerja yang baik. perusahaan harus mengusahakan agar peraturan itu bersifat jelas.

Artinya makin tinggi disiplin kerja seorang guru maka makin tinggi pula hasil kinerja guru tersebut.” Keith Davis (2003 : 129) menyatakan disiplin kerja sebagai pelaksanaan manajemen untuk memperteguh pedoman-pedoman dipandang erat keterkaitannya dengan kinerja.7 Keterkaitan Kepemimpinan Kepala Sekolah. Keberhasilan sekolah dalam menghasilkan lulusan yang dapat bersaing dengan sekolah-sekolah unggul lainnya.60 pengendalian diri karyawan dan pelaksanaan yang teratur serta menunjukkan tingkat kesungguhan tim kerja di dalam suatu organisasi. 2. Kepala sekolah sebagai manajer dan pemimpin harus memiliki strategi yang tepat untuk memberdayakan tenaga kependidikan agar dapat bekerja secara optimal. Pengelola manajemen sekolah dimotori oleh kepala sekolah. Demikian pula sebaliknya makin rendah disiplin kerja seorang guru maka makin rendah pula kinerja guru tersebut. Untuk mencapai tujuan tersebut memerlukan sumber daya manusia dengan kinerja yang berkualitas. Tabrani Rusyan (2000) mengungkapkan bahwa : . Terwujudnya kinerja yang berkualitas sangat ditentukan oleh manajemen yang baik dan benar. merupakan salah satu tujuan sekolah. Berdasarkan uraian di atas maka terdapat keterkaitan antara disiplin kerja dengan kinerja guru. Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja dengan Kinerja.2. Pernyataan tersebut didukung oleh pendapat Malthis dan Jackson bahwa disiplin kerja berkaitan erat dengan perilaku karyawan dan berpengaruh terhadap kinerja.

Edward Murray. Pernyataan tersebut didukung oleh pendapat Malthis dan Jackson bahwa disiplin kerja berkaitan erat dengan perilaku karyawan dan berpengaruh terhadap kinerja. Miller dan Gordon W. juga produktivitas dan semangat kerja guru tergantung kepala sekolah dalam arti sampai sejauh mana kepala sekolah mampu menciptakan kegairahan kerja dan sejauh mana kepala sekolah mampu mendorong bawahannya untuk bekerja sesuai dengan kebijaksanaan dan program yang telah digariskan sehingga produktivitas kerja guru tinggi dan hasil belajar siswa meningkat. menyimpulkan ada hubungan yang positif antara motivasi berprestasi dengan pencapaian kinerja/prestasi kerja. Pada bagian lain berdasarkan hasil penelitian Mc. dan sebaliknya mereka yang kinerjanya rendah dikarenakan motivasi kerjanya rendah. Guru yang telah memiliki motivasi instrinsik dan ekstrinsik akan lebih berprestasi apabila ditambah dengan disiplin kerja yang baik. Kinerja guru dapat . manajer. dan pegawai mempunyai motivasi berprestasi tinggi akan mencapai prestasi yang tinggi. yang dikutif Mangkunegara (2005 : 104). Artinya pimpinan. Clelland.61 Kepemimpinan peningkatan kepala sekolah kerja memberikan guru dan motivasi hasil kerja bagi siswa. dapat produktivitas kepala belajar Kepemimpinan sekolah harus benar-benar dipertanggungjawabkan. karena tanggung jawab kepala sekolah sangat penting dan menentukan tinggi rendahnya hasil belajar para siswa. Keith Davis (2003 : 129) menyatakan disiplin kerja sebagai pelaksanaan manajemen untuk memperteguh pedoman-pedoman dipandang erat keterkaitannya dengan kinerja.

Kepala sekolah sbg leader 6. Kepala sekolah sbg motivator (Mulyasa. Faktor motivasional 2. Kepala sekolah sbg edukator 2.62 dilihat dari keberhasilan guru dalam menjalankan tugas utamanya. dan pendidikan menengah. Kepala sekolah sbg inovator 7. Tabrani R Kinerja Guru : Daniel Goleman dalam Martinis Yamin - Disiplin kerja (X3) 1.” Dari uraian kerangka berfikir di atas dijelaskan bahwa kepemimpinan kepala sekolah. mengajar. 2009 : 90) Motivasi kerja (X2) 1. pada bab 1 pasal 1 disebutkan bahwa : “Guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik. Ketepatan waktu 2.Undang RI nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. mengarahkan. menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan usia dini jalur pendidikan formal. Kepala sekolah sbg manajer 3. Kesadaran dalam bekerja 3.Mengevaluasi (UU Guru dan Dosen) Gambar 2. Faktor pemeliharaan (Teori dua faktor Herzberg dalam Gibson 1997) A. motivasi kerja dan disiplin kerja diduga berpengaruh pada peningkatan kinerja guru yang dapat digambarkan dalam model kerangka pemikiran sebagai berikut : Kepemimpinan kepala sekolah (X1) 1. pendidikan dasar. membimbing.Menilai .1 Model Kerangka Pemikiran . Kepala sekolah sbg administrator 4. 2006 : 172) Malthis dan Jackson Mendidik Mengajar Membimbing Mengarahkan Melatih . melatih. Kepatuhan pada peraturan (Fathoni. Menurut Undang. Kepala sekolah sbg supervisor 5.

3. 4. .63 2. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Terdapat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 2. Terdapat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. Terapat pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.3 Hipotesis Penelitian Sesuai dengan pokok permasalahan yang telah dikemukakan dalam penelitian ini. maka dapat diajukan hipotesis berikut : 1. Terdapat pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.

populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat yang berjumlah 63 orang termasuk Kepala Sekolah dan guru tidak tetap (GTT).Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian diselenggarakan di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Penyusunan proposal v penelitian dan bimbingan 3. Penyusunan bab I – III.64 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jadwal Kegiatan Penelitian Bulan Jan„11 Peb„11 No Kegiatan Des „10 1.1. Persiapan penyusunan v proposal 2. penyusunan instrumen penelitian dan bimbingan 5. Penelitian ini direncanakan berlangsung selama tiga bulan dengan rincian waktu sebagai berikut : Tabel 3. Pelaporan hasil penelitian dan ujian siding Mart„11 v v v v v 3. Pengumpulan data 6. Berkaitan dengan penelitian yang akan dilakukan. Seminar Usulan Penelitian.2 Populasi dan Sampel Penelitian Menurut Istijanto (2005 : 109). penyempurnaan materi penelitian dan bimbingan 4. . Pengolahan data dan penyusunan bab IV – V dan bimbingan 7. polpulasi merupakan jumlah keseluruhan semua anggota yang diteliti.

Tujuan dari penelitian deskriptif adalah adalah untuk menguji hipotesis atau menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan current status dari subyek yang diteliti dan menggunakan metode kuantitatif untuk mencari pengaruh antar variabel yang diteliti. Penelitian yang dilakukan penulis menggunakan metode analisis deskriptif.3 Desain Penelitian Menurut Supranto (2001 : 237) desain penelitian pada dasarnya untuk menentukan metode apa saja yang akan dipergunakan dalam penelitian. yaitu penelitian terhadap masalah-masalah berupa fakta-fakta saat ini dari suatu populasi. Pemilihan metode ini didasarkan pada keinginan peneliti untuk mendapatkan gambaran mengenai kepemimpinan kepala sekolah. 3. motivasi kerja. disiplin kerja dan kinerja guru SMPN 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. serta pengaruhnya baik langsung maupun tidak langsung dari variabel-variabel penelitian yang ditetapkan sebagai berikut : 1. Sedangkan Fred N. Kepemimpinan kepala sekolah berfungsi sebagai variabel bebas (independent variable) yang selanjutnya diberi notasi . artinya teknik sampling yang diambil adalah teknik sensus.65 Mempertimbangkan jumlah populasi di bawah seratus orang maka penelitian ini menggunakan seluruh populasi sebagai responden. Kerlingger (2004 : 483) mengungkapkan bahwa desain penelitian atau rancang bangun penelitian adalah rencana dan struktur (model/paradigma) penyelidikan yang disusun sedemikian rupa untuk memperoleh jawaban atas pertanyaan-pertanyaan penelitian. .

Hal ini untuk memudahkan jenis data primer dan / atau sekunder. Menurut ketentuan dalam Panduan Penyusunan Skripsi dan Tesis bagi Mahasiswa S1 dan S2 di Lingkungan STIE Pasundan (2005 : 31) bahwa dalam penelitian seharusnya ditentukan atau dinyatakan taraf kepercayaan (confindence level) pada pengujian yang dilakukan.05 (5%). yang dapat dinyatakan sebagai berikut : . α = 0.4 Variabel dan Definisi Operasional Untuk memperjelas dalam pengumpulan data dan pengujian hipotesis perlu dikemukakan batasan-batasan konsep variabel. Artinya tingkat kepercayaan pengujiannya 3. dimansi (subvariabel) dan indikator-indikatornya. peneliti menetapkan dalam penelitian ini menggunakan taraf signifikansi adalah 95 %. sifat data kualitatif dan / atau kuantitatif dan skala ukurannya nominal/ordinal/ratio. Motivasi kerja berfungsi sebagai variabel bebas (independent . variable) yang selanjutnya diberi notasi 3. Kesimpulan yang dibuat akan berlaku bagi seluruh populasi yang menjadi obyek penelitian. Kinerja guru berfungsi sebagai variabel terikat (dependent variable) yang selanjutnya diberi notasi Y Dengan menggunakan metode deskriptif diharapkan akan diperoleh data yang hasilnya akan diolah dan dianalisis serta akhirnya ditarik sebuah kesimpulan.66 2. Oleh karena itu. Disiplin kerja berfungsi sebagai variabel bebas (independent variable) yang selanjutnya diberi notasi 4.

67

Tabel 3.2 Operasionalisasi Variabel Penelitian
Variabel Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Konsep Teoritis Kepemimpinan kepala sekolah merupakan salah satu faktor yang dapat mendorong sekolah untuk dapat mewujudkan visi, misi, tujuan dan sasaran sekolahnya melalui program - program yang dilaksanakan secara terencana dan terarah. (Mulyasa, 2009 : 90) Dimensi 1. Kepala sekolah sebagai educator Indikator Variabel 1. Memberikan pembinaan kepada guru 2. Memberikan pembinaan kepada siswa 3. Membuat visi dan misi 4. Pemberdayaan guru pada pelaksanaan program 5. Melakukan pengawasan program 6. Melakukan evaluasi program 7. Pengadministrasian pelaksanaan program 8. Pendokumentasian hasil pelaksanaan program 9. Membuat program supervisi 10. Melaksanakan supervisi 11. Memberikan keteladanan kepada guru 12. Memberi keputusan yang tepat 6. Kepala sekolah sebagai innovator 13. Memberikan gagasan baru dalam kegiatan pembelajaran 14. Memberikan penghar gaan dan sangsi kepada guru 15. Menciptakan suasana kerja yang kondusif Skala

Ordinal

2. Kepala sekolah sebagai manajer

3. Kepala sekolah sebagai administrator

4. Kepala sekolah sebagai supervisor

5. Kepala sekolah sebagai leader

7. Kepala sekolah sebagai motivator

68

Motivasi kerja (X2)

Suatu proses yang mulai dilakukan oleh seseorang karena adanya kebutuhan psikologis dan fisiologis sehingga menggerakkan perilaku atau dorongan untuk mencapai tujuan. (Teori dua faktor, Herzberh dalam Gibson, 1997)

1. Faktor motivasional

1. Kesempatan untuk Ordinal berprestasi 2. Pengakuan dari teman sejawat 3. Merasa bangga dengan pekerjaan sebagai guru 4. Tanggung jawab atas pekerjaannya 5. Pekerjaan itu sendiri 6. Kesempatan untuk meningkatkan karir 1. Gaji atau honor yang diterima 2. Kondisi kerja yang menyenangkan 3. Kebijakan pimpinan sekolah 4. Hubungan antar pribadi 1. Tepat waktu 2. Efisien 1. 2. 3. 4. 5. Tingkat kehadiran Paham tugas Tanggung Jawab Pelaksanaan tugas Kerjasama Ordinal

2. Faktor pemeliharaan

Disiplin Kerja (X3)

Sikap 1. Ketepatan Waktu kesadaran dan kesediaan seseorang men2. Kesadaran dalam taati semua bekerja peraturan perusahaan (organisasi) dan norma-norma 3. Kepatuhan pada sosial yang Peraturan berlaku(Fathoni, 2006 : 172) Pendidik professional dengan tugas utama mendidik mengajar, mem bimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidik an anak usia dini, jalur pendidikan formal, pendidik an dasar dan pendidikan menengah. (UU Guru dan Dosen, 2005:2) 1. Mendidik 2. Mengajar

1. Taat pada aturan 2. Sangsi

Kinerja Guru (Y)

1. Mendidik ahlak Siswa 2. Membuat perencanaan pembelajaran 3. Melaksanakan pembelajaran

Ordinal

3. Membimbing

4. Membimbing seluruh siswa 5. Membimbing siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar

4. Mengarahkan

6. Mengarahkan siswa dalam belajar 7. Melatih kemampuan siswa 8. Menilai hasil kerja siswa 9. Melaksanakan evaluasi pembelajaran

5. Melatih

6. Menilai

7. Mengevaluasi

69

3.5 Instrumen Penelitian Metode pengumpulan data yag digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey, yaitu teknik pengumpulan dan analisis data berupa opini dari subyek yang diteliti melalui kuesioner, wawancara dan observasi. Kuesioner dimaksudkan untuk mencari data primer tentang kepemimpinan, disiplin, motivasi dan kinerja guru. Wawancara dengan pimpinan dan karyawan di lingkungan obyek penelitian dimaksudkan untuk mengumpulkan data yang tidak diperoleh oleh data hasil kuesioner sedangkan observasi dilakukan untuk mengamati secara spesifik perilaku dari variabel yang sedang diteliti. Observasi juga dilakukan dalam upaya mendapatkan data-data umum lainnya tentang organisasi yang diteliti.

3.6 Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari kuesioner, wawancara dan observasi. Kuesioner dimaksudkan untuk menjaring data tentang kepemimpinan, disiplin, motivasi dan kinerja guru. Sementara wawancara dimaksudkan untuk menjaring data keempat variabel penelitian yang tidak dapat dijaring dengan teknik kuesioner. Kelengkapan data juga ditunjang oleh observasi. Dalam penyusunan instrumen digunakan dari model Rensis Likert yakni dengan option Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Cukup Setuju (CS), Tidak Setuju (TS), Sangat Tidak Setuju (STS). Masing-masing option diberikan bobot mulai dari 5 untuk sangat setuju hingga bobot 1 untuk

Nilai validitas pada dasarnya adalah nilai korelasi. butir-butir pertanyaan dalam kuesioner perlu dilakukan uji validitas dan reliabilitas.70 option sangat tidak setuju. sehingga dapat dikatakan bahwa semakin tinggi validitas suatu test.7. 3. yaitu data yang diperoleh langsung dari responden dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan skala likert (ordinal) dengan metode rating yang dijumlahkan. Adapun rumus korelasi pearson adalah : ( √* Keterangan : r = korelasi validitas item yang dicari x = skor yang diperoleh subyek dari seluruh item y = skor total yang diperoleh subyek dari seluruh item ( ) +* )( ) ( ) . maka alat test tersebut akan semakin tepatmengenai sasaran. untuk menguji validitas dilakukan dengan teknik korelasi item total yang merupakan dasar dari korelasi pearson.1 Uji Validitas Uji validitas dilakukan untuk mengetahui apakah instrument yang digunakan sudah tepat mengukur apa yang seharusnya diukur atau belum.7 Uji Validitas dan Reliabilitas Kuntadi (2002 : 57) berpendapat agar hasil penelitian valid dan reliabel. Oleh karena itu. 3. Data primer. Nur Indriantoro (2002 : 99) mengkatagorikan sifat data tersebut ke dalam skala interval.

71 Σx = jumlah skor dalam distribusi x Σy = jumlah skor dalam distribusi y = jumlah kuadrat skor dalam distribusi x = jumlah kuadrat skor dalam distribusi y N = jumlah responden Menurut Sugiono. Metode belah dua ini dilakukan dengan cara membagi instrument menjadi dua belahan. ( √* ( ) +* )( ) ( ) .3 maka faktor tersebut merupakan construct yang kuat (valid). bila korelasi tiap faktor ( ) tersebut positif dan besarnya > 0. 3. jika < 0.7.2 Uji Reliabilitas Reliabilitas adalah tingkat kepercayaan terhadap hasil suatu pengukuran. demikian pula sebaliknya.3 maka dikatakan tidak valid. bisa ganjil-genap dan bisa pula belahan pertama dan kedua dengan rumus : = Keterangan . Untuk uji reliabilitas digunakan metode belah dua ( Split Half Method) dari Spearman Brown. = reliabilitas internal seluruh instrument = korelasi product moment antara belahan kesatu dan kedua kemudian dikorelasikan dengan rumus yang sama seperti uji validitas. Pengukuran yang memiliki reliabilitas tinggi merupakan pengukuran yang mampu memberikan hasil ukur terpercaya (reliable).

0 – 1.3 Kriteria Penafsiran Kondisi Variabel Penelitian Rata-Rata Skor 4.7 Penafsiran Sangat baik Baik Cukup Baik Kurang baik Sangat kurang baik 3.2 – 5. motivasi kerja ( ).72 Jika > 7. maka instrument tersebut dikatakan reliabel. Teknik analisis deskriptip digunakan untuk mendeskripsikan variabel kepemimpinan kepala sekolah ( ).5 1.0 3.8 Teknik Analisis Data Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif. jika 3.9 Teknik Analisis Jalur (Jalur Path) r Є1 Y r Gambar 3.3 1.1 2. disiplin kerja ( ). Tabel 3. dan kinerja guru (Y) dengan cara menghitung rata-rata masing-masing variabel penelitian.8 – 2.4 – 4. Demikian bila < 7 maka dikatakan tidak reliabel sebaliknya.6 – 3.1 Diagram Jalur .

. Persamaan struktur yang dibentuk adalah : Y= + + . dengan Y. sementara hubungan merupakan hubungan korelasional. gambar di atas menunjukkan bahwa antara serta . dengan Y merupakan hubungan kausal.73 Keterangan : = Kepemimpinan kepala sekolah = Motivasi kerja = Disiplin kerja Y = Kinerja guru r r r = korelasi = korelasi = korelasi dan dan dan = koefisien jalur yang menggambarkan besarnya pengaruh langsung terhadap Y = koefisien jalur yang menggambarkan besarnya pengaruh langsung terhadap Y = koefisien jalur yang menggambarkan besarnya pengaruh langsung terhadap Y = koefisien jalur yang menggambarkan besarnya pengaruh langsung terhadap Y = variabel lain yang tidak diukur tetapi mempengaruhi Y Gambar di atas adalah diagram variabel yang mencerminkan hubungan antar variabel dan pengaruh variabel X terhadap variabel Y. dengan Y.

Pengaruh Hi : terhadap Y ≠ 0 : kepemimpinan kepala sekolah berpengaruh terhadap kinerja guru SMPN 1 Cisarua Pengaruh Hi : terhadap Y ≠ 0 : motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja guru SMPN 1 Cisarua Pengaruh Hi : terhadap Y ≠ 0 : disiplin kerja berpengaruh terhadap kinerja guru SMPN 1 Cisarua Pengujian hipotesis tidak dilakukan secara statistik dengan uji F dan uji t karena penelitian yang dilakukan melibatkan seluruh anggota populasi atau bersifat sensus. Jika hasil perhitungan koefisien jalur dari kepemimpinan kepala sekolah ke kinerja guru. motivasi kerja ke kinerja guru dan disiplin kerja ke kinerja guru tidak sama dengan nol. maka hipotesis yang diajukan semuanya diterima. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru SMPN 1 Cisarua. Hipotesis yang diajukan dijawab dari hasil perhitungan koefisien jalur yang diperoleh.74 3. dan sebalikya. .10 Pengujian Hipotesis Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini sebagai berikut : H1 : ≠ ≠0 Terdapat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah.

ruang TU dan ruang guru yang representatif serta sarana-sarana lainnya. ruang kepala sekolah. Selama kurun waktu kurang lebih 49 tahun telah terjadi pergantian pimpinan sebanyak 13 kepala sekolah. ruang komputer. ruang perpustakaan. Setiap pimpinan yang menjabat di SMPN 1 Cisarua umumnya mempunyai komitmen untuk memajukan sekolah diberbagai sector. Disektor fisik misalnya sarana ruang belajar yang pada awalnya kegiatan operasional sekolah ini hanya memiliki 6 lokal. Pertama beroperasi menginduk ke SMP Negeri 1 Cimahi dan menggunakan lokal Sekolah Dasar Garuda.1 Hasil Penelitian 4.043 m². Di sektor nonfisik juga mengalami peningkatan baik dari segi prestasi akademis maupun non-akademis yang berhasil diraih oleh siswa-siswi terbaik alumni SMP Negeri Cisarua dari masa ke masa. laboratorium fisika dan biologi. 312 Kabupaten Bandung Barat ini berdiri di atas tanah seluas 11.1.1 Gambaran Umum SMPN 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat berdiri mulai tahun 1961. Pada tahun 1964 menjadi sekolah mandiri dan lepas dari SMP Negeri 1 Cimahi. SMP Negeri Cisarua yang terletak di jalan Kolonel Masturi no. kini telah menjadi 29 ruang belajar ditambah sarana fisik lainnya seperti ruang keterampilan. Hasilnya terlihat pada perkembangan fisik maupun non-fisik. Letak sekolah sangat strategis berada di pinggir jalan kabupaten dan .75 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.

Standar Isi. Standar Sarana. BA Mohamad Wasid. Standar Proses. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Jika 8 standar di atas telah terpenuhi maka SMP Negeri 1 Cisarua selanjutnya menjadi sekolah berstandar nasional (SSN). Sejak tahun 1964 sampai dengan saat ini yang telah ditugaskan menjadi kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua sudah 13 orang. Dengan predikat tersebut pihak sekolah terus mengadakan penataan di berbagai sektor yaitu untuk memenuhi 8 Standar Nasional Pendidikan (Standar Kompetensi Lulusan. 1 2 3 4 Periode Tahun 1964 – 1968 1968 – 1971 1971 – 1977 1977 – 1983 Nama Kepala Sekolah Saleh Ma‟ruf. BA H. jumlah tenaga pengajar sebanyak 63 orang dan staf tata usaha 19 orang.76 dilalui kendaraan umum dari arah Cisarua-Cimahi maupun CisaruaPadalarang. SH Maulana Ismail. Ajab Riatna . Standar Pengelolaan. SMP Negeri 1 Cisarua pada tahun pelajaran 2010 / 2011 memiliki 29 rombongan belajar dengan jumlah siswa sebanyak 989 orang. SMP Negeri 1 Cisarua mulai tahun 2004 telah berpredikat sebagai “Sekolah Potensial” dan sejak tahun 2008 telah berubah menjadi “Rintisan Sekolah Berstandar Nasional (RSSN)”. Daftar nama kepala sekolah sejak didirikan sampai dengan sekarang sebagai berikut : No. Standar Pembiayaan dan Standar Evaluasi).

H. SMP Negeri 1 Cisarua memiliki visi. Didi S. Terampil menggunakan media IPTEK 6. misi. A.77 5 6 7 8 9 10 11 12 13 1983 – 1987 1987 – 1988 1988 – 1988 1988 – 1990 1990 – 1993 1993 – 1996 1996 – 2000 2000 – 2003 2003 – sekarang H. nyaman dan religious 5. Unggul dalam Seni Budaya Dilandasi Iman dan Taqwa” Indikator : 1. Terwujudnya lingkungan sekolah yang aman. Hasbiadi Endang Dahlan. tujuan sekolah dan profil sekolah sebagai berikut : a. Terwujudnya tingkat kedisiplinan warga sekolah 4. BA Drs. Visi “Terampil. H. Terwujudnya peningkatan prestasi akademis dari tahun ke tahun 2. Terwujudnya sistem pembelajaran yang inovatif. Ubes Sumantri Oman Jaskim Drs. Toto Suhartoyo Drs. Yaya Masria Drs. H. Berprestasi. Berwawasan IPTEK. Nandang Sukmana Drs. Terwujudnya prestasi siswa dalam bidang seni sebagai program unggulan . Subandar Drs. H. efektif dan efisien 3. Dudi Susbandi KM.

Mewujudkan penyelenggaraan pembelajaran yang aktif. kreatif. Mengoptimalkan kegiatan pembelajaran komputer dan internet 6. Menerapkan tata tertib sekolah secara optimal 4. menyenangkan dan berwawasan ke depan 3. Menghasilkan peningkatan SKBM seluruh mata pelajaran sampai dengan 85% 3. Seluruh warga sekolah dapat menggunakan komputer dan internet sebagai sumber belajar .00 2. Menghasilkan peningkatan rata-rata skor GSA + 1. Mewujudkan suasana lingkungan sekolah yang berwawasan Wiyata Mandala 5. Mencapai suasana lingkungan sekolah yang aman dan nyaman 7. Terciptanya kesempatan warga sekolah untuk mengembangkan diri sesuai dengan potensi yang dimiliki b. Mewujudkan peningkatan kualitas SDM seluruh warga sekolah Tujuan Sekolah 1. Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara optimal 2.78 7. efektif. Mewujudkan kemampuan seni yang tangguh dan kompetitif 7. Misi 1. muktahir dan berwawasan ke depan 4. Mencapai profesionalisme guru dalam pembelajaran CTL 5. Menghasilkan warga sekolah yang berdisiplin tinggi 6. Menghasilkan perangkat kurikulum yang lengkap. Menghasilkan warga sekolah yang taat beribadah 8.

79 9. semua mengajar sesuai bidangnya. 7. H. 9. Dudi Susbandi KM 201020802005 A RSSN 1961 1961 : SMP Negeri 1 Cisarua . 8. Pencapaian standar pendidik dan tenaga kependidikan meliputi : semua guru berkualifikasi S1.1. Kolonel Masturi no 312 Kertawangi Cisarua Bandung Barat Jawa Barat 022. Memiliki tim olah raga yang siap menjadi juara tingkat kabupaten 11. Menghasilkan tim kesenian yang mampu tampil pada kegiatan setingkat kabupaten 10. 4. 2.2700003 Drs.2 Profil Sekolah 1. Nama Kepala Sekolah NSS Jenjang Akreditasi Kategori Sekolah Tahun Didirikan Tahun Operasional : : : : : : : : : : : : Jl. dll 12. 6. 5. Menghasilkan lulusan yang mampu berkompetensi dijenjang pendidikan yang lebih tinggi. Telepon 4. Nama Sekolah Alamat : Jalan Desa Kecamatan Kabupaten Provinsi No. telah mengikuti PTBK.

2. Prosentase 23.1 Jumlah Siswa SMP Negeri 1 Cisarua 3 Tahun Terakhir Tahun Pelajaran 2008/ 2009 2009/ 2010 2010/ 2011 Jumlah Pendaftar 415 500 435 Kelas VII Jumlah Siswa Rombel 387 9 324 315 9 9 Kelas VIII Jumlah Siswa Rombel 459 9 376 310 9 9 Kelas IX Jumlah Siswa Rombel 436 9 445 364 9 9 Jumlah Kelas VII+VIII+IX Siswa Rombel 1282 27 1145 989 27 27 Sumber Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 4.2 Jumlah Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Jumlah Laki-laki 15 Perempuan 48 Jumlah 63 Sumber : Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 No 1.2 terlihat bahwa guru-guru di SMPN 1 Cisarua lebih banyak didominasi oleh guru perempuan (76. Status Bangunan Surat Izin Bangunan Luas Seluruh Bangunan : : : : : Hak guna pakai tidak terbatas 6000 m2 Milik Pemerintah 3.80 10.2 100. Kepemilikan Tanah Luas Tanah 11.1.3 Profil Responden Tabel 4.2%) .0 Dari data pada tabel 4.405 m2 Tabel 4.8 76.

36 .3 Jumlah Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan No Tingkat Pendidikan Jumlah Prosentase 1. 4. Tabel 4. SMA 3 4. Masa Kerja < 5 Tahun 6 – 10 Tahun 11 – 15 Tahun 16 – 20 Tahun > 20 Tahun Jumlah Jumlah 6 3 4 15 35 63 Prosentase 9.4 Jumlah Responden Berdasarkan Masa Kerja No 1.5 Jumlah Responden Berdasarkan Usia No Usia Jumlah 1.35 Tahun 3 3.4 terlihat bahwa komposisi masa kerja guru SMPN 1 Cisarua sebanyak 35 orang atau 55.17 82. 2. 25 – 29 Tahun 6 2.00 Sumber : Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 Dari tabel 4.00%) artinya lebih banyak dibandingkan dengan yang berpendidikan yang lainnya.00 Sumber : Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 Dari data tabel 4.54 100.56 % memiliki masa kerja lebih dari 20 tahun.20 5 S1 46 73.81 Tabel 4.76 3.90 4 PGSLP 2 3.35 23.40 Tahun 2 4. 3. Tabel 4. D1 2 3. 5.52 4.52 4. > 40 Tahun 52 Jumlah 63 Sumber : Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 Prosentase 9.81 55.76 6.20 3 D3 10 15.80 2.00 JUMLAH 63 100.00 .56 100. 30 .3 terlihat bahwa guru yang memiliki tingkat pendidikan S1 berjumlah 46 orang (73.

motivasi kerja 15 item. 2.8 4. .2. 4.0 Tabel 4. artinya mengkorelasikan skor tiap item dengan skor total yang merupakan jumlah tiap skor item. Menurut Sugiyono (2005) bahwa item yang mempunyai korelasi positif dengan skor total korelasi yang tinggi. 6. 4. menunjukkan bahwa item tersebut mempunyai validitas yang tinggi pula.6 Jumlah Responden Berdasarkan Pangkat dan Golongan Pangkat/Golongan Jumlah Pembina TK 1 / IVb 0 Pembina / IVa 57 Penata TK I / IIId 0 Penata / IIIc 0 Penata Muda TK I / IIIb 3 Penata Muda / IIIa 3 Jumlah 63 Sumber : Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 No 1. 3.5 terlihat bahwa jumlah responden yang paling banyak berusia lebih dari 40 tahun. 4.8 100. 5. Prosentase 0 90.6 menunjukkan bahwa pangkat/golongan responden terbanyak adalah Pembina/IVa yaitu sebanyak 57 orang (90.82 Dari tabel 4.2 Uji Istrumen Penelitian Dalam melakukan penelitian ini penulis menggunakan instrumen berupa kuesioner yang terdiri dari variabel kepemimpinan kepala sekolah sebanyak 18 item. disiplin kerja 15 item dan kinerja guru 20 item pernyataan.5 0 0 4.1 Uji Validitas Pengujian tingkat validitas tiap item dipergunakan analisis item.5%). Tabel 4.

439 X1 _15 0.3 maka item dalam instrumen tersebut dinyatakan tidak valid.437 X1 _17 0.620 X1 _11 0.503 Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Dari data di atas.83 Persyaratan minimum agar dapat dianggap valid apabila r = 0. Untuk itu kuesioner yang digunakan layak untuk diolah sebagai data penelitian.460 X1 _16 0.422 X1 _14 0. Adapun hasil uji coba mengenai tingkat validitas butir pernyataan disajikan dalam tabel berikut : Tabel 4.672 X1 _6 0.3 sehingga apabila korelasi antar item dengan skor total kurang dari 0.630 X1 _7 0.576 X1 _12 0.623 X1 _8 0.3 maka semua item valid.680 X1 _2 0. variabel kepemimpinan kepala sekolah berada di atas 0.661 X1 _5 0.487 X1 _18 0.599 X1 _10 0.452 X1 _3 0.471 X1 _4 0. .557 X1 _9 0.7 Hasil Uji Validitas Item Variabel Kepemimpinan Kepala sekolah (X1) No Item Tingkat Validitas Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid X1 _1 0.512 X1 _13 0.

9 Hasil Uji Validitas Item Variabel Disiplin Kerja (X3) No Item X3 _1 X3 _2 X3 _3 X3 _4 X3 _5 X3 _6 X3 _7 X3 _8 X3 _9 X3_10 X3 _11 X3 _12 Tingkat Validitas 0.630 Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Dari data di atas.659 X2 _13 0.826 0.729 X2 _12 0.549 X2 _15 0.788 0. maka semua item valid.672 X2 _4 0. variabel motivasi kerja berada di atas 0.718 X2 _7 0.84 Tabel 4.831 0.442 X2 _10 0.688 X2 _14 0.625 X2 _8 0.583 X2 _3 0.3.746 0.606 X2 _2 0.876 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid .764 0.819 0.791 0.653 X2 _5 0. Tabel 4.607 X2 _9 0.686 0.809 0.711 X2 _11 0.802 0. Untuk itu kuesioner yang digunakan layak untuk diolah sebagai data penelitian.8 Hasil Uji Validitas Item Variabel Motivasi Kerja (X2) No Item Tingkat Validitas X2 _1 0.863 0.716 X2 _6 0.

Berdasarkan tabel 4.487 Y _17 0.496 Y _20 0.560 Y _6 0.667 Y _15 0. Tabel 4.465 Y _16 0.3. variabel kinerja guru berada di atas 0. Untuk itu kuesioner yang digunakan layak untuk diolah sebagai data penelitian.707 Y_10 0.470 Y _19 0.654 Y _2 0.695 Y _14 0.713 Y _8 0. bahwa seluruh item dinyatakan valid .714 Y _13 0.85 No Item Tingkat Validitas X3 _13 0.597 Y _18 0.3.10 diperoleh informasi mengenai tingkat validitas. variabel disiplin kerja berada di atas 0. maka semua item valid.652 Y _9 0. maka semua item valid.7 sampai dengan tabel 4.650 Y _3 0.550 Y _7 0.684 Y _5 0.695 Y _11 0.403 Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Dari data di atas.810 X3 _14 0.818 X3 _15 0.10 Hasil Uji Validitas Item Variabel Kinerja Guru (Y) No Item Tingkat Validitas Y _1 0.836 Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Keterangan Valid Valid Valid Dari data di atas.675 Y _4 0.698 Y _12 0. Untuk itu kuesioner yang digunakan layak untuk diolah sebagai data penelitian.

Hasil pengujian secara lengkap dapat dilihat pada lampiran rekapitulasi tingkat validitas item pernyataan instrument penelitian disajikan dalam tabel berikut : Tabel 4.86 dan digunakan untuk penelitian.2 Uji Reliabilitas Dari pengujian reliabilitas teknik split half dengan koefisien internal Spearman Brown nampak bahwa masing-masing instrumen pengukuran adalah reliabel sesuai dengan yang direkomendasikan Sugiyono (2004 : 178) yang menyatakan bahwa batas minimum reliabilitas yang dapat diterima adalah koefisien positif.2. 11 Rekapitulasi Hasil Uji Coba Item Pernyataan Instrumen Kuesioner Variabel Jml Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Motivasi Kerja (X2) Disiplin Kerja (X3) Kinerja Guru (Y) Jumlah 15 15 20 68 18 Valid % 100% Tidak Jml 0 Valid % 0% Jml 18 Total % 100% 100% 100% 100% 100% 0 0 0 0 0% 0% 0% 0% 15 15 20 68 100% 100% 100% 100% Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Berdasarkan data tabel di atas. Reliabilitas untuk kuesioner masing-masing variabel disajikan pada tabel di bawah ini : . ternyata seluruh item pernyataan merupakan item yang terpilih dan dapat digunakan sebagai alat pengumpul data (kuesioner). 4.

4. variabel motivasi kerja (X2) adalah 0.1 Deskripsi Jawaban Responden Mengenai Kepemimpinan Kepala Sekolah di SMPN 1 Cisarua Bagian ini akan menguraikan bagaimana gambaran mengenai kepemimpinan kepala sekolah di SMPN 1 Cisarua.954 dengan kriteria reliabilitas tinggi.986 dengan kriteria reliabilitas tinggi.986 0.935 0.949 Kriteria Reliabilitas Tinggi Reliabilitas Tinggi Reliabilitas Tinggi Reliabilitas Tinggi Dari data di atas variabel kepemimpinan kepala sekolah (X1) adalah 0. dan variabel kinerja guru (Y) adalah 0.3.949 dengan kriteria reliabilitas tinggi. Gambaran mengenai hal tersebut dapat dilihat dari tanggapan responden sebagai berikut : .12 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Motivasi Kerja (X2) Disiplin Kerja (X3) Kinerja Guru (Y) Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Reliabilitas 0. variabel disiplin kerja (X3) adalah 0.935 dengan kriteria reliabilitas tinggi.954 0.87 Tabel 4.3 Hasil Penelitian dan Pembahasan 4.

00 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.13 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui rapat Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 19 95 30.03% menyatakan setuju. dengan rata-rata skor sebesat 4.03 Kurang Setuju 3 15 45 23.16% menyatakan sangat setuju.16 Setuju 4 29 116 46.70 100.00 Jumlah 63 256 100.10 25.06 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui rapat. 46.00 Rata-Rata Skor 4.88 Tabel 4.29 12. berada pada kategori baik.06 Berdasarkan tabel di atas.40 14. Tabel 4.52 38.00 .81% menyatakan kurang setuju.81 Tidak Setuju 2 0 0 0.17 Prosentase 9.14 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui pembinaan perorangan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 6 4 24 3 16 2 9 1 8 63 Skor 30 96 48 18 8 200 3. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui rapat. yakni sebanyak 30. dan 23.

76 0.98% menyatakan sangat setuju.98 47.52% menyatakan sangat setuju. 25.62% menyatakan setuju.10% menyatakan setuju. dengan rata-rata 3.15 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melaksanakan pembinaan kepada siswa melalui upacara bendera yang dilaksanakan setiap hari senin Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 17 4 30 3 13 2 3 1 0 63 Skor 85 120 39 6 0 250 3.40% menyatakan kurang setuju. yakni sebanyak 26.62 20. dengan rata-rata dengan rata-rata skor sebesat 3. berada pada kategori cukup baik.17 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui pembinaan perorangan. 38. 47.00 100.70% sangat tidak setuju. 14.63 4.63% menyatakan kurang setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melaksanakan pembinaan kepada siswa . dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melaksanakan pembinaan kepada siswa melalui upacara bendera yang dilaksanakan setiap hari senin. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui pembinaan perorangan.89 Berdasarkan tabel di atas. yakni sebanyak 9. dan 20. Tabel 4.97 .00 Berdasarkan tabel di atas.29% menyatakan tidak setuju. 12.97 Prosentase 26.

90 melalui upacara bendera yang dilaksanakan setiap hari senin.00 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.00 Jumlah 63 237 100.16 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah membuat perencanaan visi dan misi secara matang Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 12 60 19.97 Kurang Setuju 3 17 51 26.52 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.17 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah memberdayakan guru sebagai tim kerja dalam pelaksanaan program kegiatan Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 14 70 22.92.27 Kurang Setuju 3 17 51 26.98 Tidak Setuju 2 0 0 0. yakni sebanyak 19. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah membuat perencanaan visi dan misi secara matang.00 Jumlah 63 247 100.05% menyatakan sangat setuju.05 Setuju 4 34 136 53. berada pada kategori baik.76 . Tabel 4.97% menyatakan setuju. dan 26.98% menyatakan kurang setuju. berada pada kategori baik.00 Rata-Rata Skor 3. Tabel 4. dengan rata-rata 3.22 Setuju 4 26 104 41.98 Tidak Setuju 2 6 12 9.00 Rata-Rata Skor 3. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah membuat perencanaan visi dan misi secara matang. 53.92 Berdasarkan tabel di atas.

05. 41.22% menyatakan sangat setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah senantiasa melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program kegiatan.00 100.76. yakni sebanyak 22.27% menyatakan setuju. 26. 26.98% menyatakan kurang setuju.00 0. yakni sebanyak 31. 41. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberdayakan guru sebagai tim kerja dalam pelaksanaan program kegiatan.18 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program kegiatan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 20 4 26 3 17 2 0 1 0 63 Skor 100 104 51 0 0 255 4.52% menyatakan tidak setuju. dengan rata-rata 4.75 41. dan 9. dengan rata-rata sebesar 3.27% menyatakan setuju.05 Prosentase 31. berada pada kategori baik.98% menyatakan kurang setuju.75% menyatakan sangat setuju.91 Berdasarkan tabel di atas. Tabel 4. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah memberdayakan guru sebagai tim kerja dalam pelaksanaan program kegiatan.98 0.27 26.00 Berdasarkan tabel di atas. .

berada pada kategori baik.27% menyatakan setuju.95 Prosentase 26. yakni sebanyak 26. dengan rata-rata 3.92 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah senantiasa melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program kegiatan.95.75% menyatakan kurang setuju. berada pada kategori baik Tabel 4.19 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan evaluasi setelah pelaksanaan program kegiatan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 17 4 26 3 20 2 0 1 0 63 Skor 85 104 60 0 0 249 3.27 31.98% menyatakan sangat setuju. . 41.00 100.98 41. 31. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melakukan evalusi setelah pelaksanaan program kegiatan.00 0.00 Berdasarkan tabel di atas. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan evaluasi setelah pelaksanaan program kegiatan.75 0.

% menyatakan kurang setuju. Tabel 4.92 Kurang Setuju 3 17 51 26.21 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pengadministrasian pelaksanaan program kegiatan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 18 4 28 3 17 2 0 1 0 63 Skor 90 112 51 0 0 253 4.11 Berdasarkan tabel di atas.44 26.98 Tidak Setuju 2 0 0 0.00 100. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melakukan solusi perbaikan untuk program berikutnya. dengan rata-rata .93 Tabel 4. % sangat tidak setuju.00 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. yakni sebanyak % menyatakan sangat setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan solusi perbaikan untuk program berikutnya. % menyatakan tidak setuju.98 0.00 0.00 Rata-Rata Skor 4.00 Jumlah 63 259 100. berada pada kategori baik.00 .10 Setuju 4 22 88 34.02 Prosentase 28. % menyatakan setuju.57 44.20 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan solusi perbaikan untuk program berikutnya Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 24 120 38.

berada pada kategori baik.57 0.94 Berdasarkan tabel di atas.57% menyatakan sangat setuju. dengan rata-rata 4.00 Prosentase 28.57% menyatakan sangat setuju. . yakni sebanyak 28.44% menyatakan setuju.57 42. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melakukan pengadministrasian pelaksanaan program kegiatan.22 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pendokumentasian hasil pelaksanaan program kegiatan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 18 4 27 3 18 2 0 1 0 63 Skor 90 108 54 0 0 252 4.57% menyatakan kurang setuju. 26.00 100. berada pada kategori baik Tabel 4.00.86 28. dengan rata-rata 4.02. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan pendokumentasian hasil pelaksanaan program kegiatan. yakni sebanyak 28.86% menyatakan setuju.00 0.98% menyatakan kurang setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melakukan pendokumentasian hasil pelaksanaan program kegiatan. 28.00 Berdasarkan tabel di atas. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan pengadministrasian pelaksanaan program kegiatan. 44. 42.

00 Berdasarkan tabel di atas.23 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah membuat program supervise Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 16 4 32 3 15 2 0 1 0 63 Skor 80 128 45 0 0 253 4.95 Prosentase 22. % sangat tidak setuju.98 0. yakni sebanyak 25. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah membuat program supervisi.81% menyatakan kurang setuju.00 100.79 23. dengan ratarata 4.22 50.02.02 Prosentase 25.79% menyatakan setuju. Tabel 4.95 Tabel 4.79 26.40 50.00 0. 23.00 .81 0. berada pada kategori baik.24 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melaksanakan supervisi kepada guru yang mengajar di kelas Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 14 4 32 3 17 2 0 1 0 63 Skor 70 128 51 0 0 249 3.00 0. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah membuat program supervisi.40% menyatakan sangat setuju. 50.00 100.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah dapat memberi contoh keteladanan kepada guru. dengan rata-rata 3. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melaksanakan supervisi kepada guru yang mengajar di kelas. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melaksanakan supervisi kepada guru yang mengajar di kelas.40 0. 26. 39.96 Berdasarkan tabel di atas.95.68 25.98% menyatakan kurang setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah dapat memberi contoh keteladanan kepada guru. berada pada kategori baik..25 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah dapat memberi contoh keteladanan kepada guru Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 22 4 25 3 16 2 0 1 0 63 Skor 110 100 48 0 0 258 4. dengan rata-rata 4. yakni sebanyak 34. 50.00 Berdasarkan tabel di atas. yakni sebanyak 22.92% menyatakan sangat setuju.79% menyatakan setuju.22% menyatakan sangat setuju.00 100. berada pada kategori baik .92 39.40% menyatakan kurang setuju.00 0.10 Prosentase 34.10. Tabel 4.68% menyatakan setuju. 25.

51% menyatakan setuju.00 Prosentase 31.27 28. yakni sebanyak 31. 36.00 100. dengan rata-rata 4.75% menyatakan sangat setuju.75 36.27 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah memberikan gagasan-gagasan baru dalam proses pembelajaran Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 19 4 26 3 18 2 0 1 0 63 Skor 95 104 54 0 0 253 4.02 Prosentase 30.26 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah mampu mengambil keputusan yang tepat Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 20 4 23 3 20 2 0 1 0 63 Skor 100 92 60 0 0 252 4.51 31. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah mampu mengambil keputusan yang tepat.00 0.57 0.00.00 100.16 41.00 0.00 Berdasarkan tabel di atas.00 .75% menyatakan kurang setuju. 31. berada pada kategori baik Tabel 4.75 0. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah mampu mengambil keputusan yang tepat.97 Tabel 4.

57% menyatakan kurang setuju. berada pada kategori bai Tabel 4. yakni sebanyak 30.00 100.98 Berdasarkan tabel di atas.89 Prosentase 22.44% menyatakan setuju. .02.27% menyatakan setuju. 33.28 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah memberikan penghargaan kepada guru yang berprestasi Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 14 28 21 0 0 63 Skor 70 112 63 0 0 245 3.33% menyatakan kurang setuju. 41.22 44. dengan rata-rata 4. berada pada kategori cukup baik. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan penghargaan kepada guru yang berprestasi.22% menyatakan sangat setuju.00 0.89.16% menyatakan sangat setuju.44 33. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan gagasan-gagasan baru dalam proses pembelajaran. 28. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan gagasan-gagasan baru dalam proses pembelajaran.00 Berdasarkan tabel di atas. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan penghargaan kepada guru yang berprestasi. 44. yakni sebanyak 22. dengan rata-rata 3.33 0.

40 0.57 46.03 Prosentase 28. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan sangsi kepada guru yang melanggar disiplin.57% menyatakan kurang setuju. 28.00 Jumlah 63 248 100.94.22 Setuju 4 31 124 49.29 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah memberikan sangsi kepada guru yang melanggar disiplin Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 14 70 22. Tabel 4.21% menyatakan setuju.00 .30 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah menciptakan hubungan yang harmonis dengan guru Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 18 4 29 3 16 2 0 1 0 63 Skor 90 116 48 0 0 254 4.57 Tidak Setuju 2 0 0 0. 49.21 Kurang Setuju 3 18 54 28.99 Tabel 4.22% menyatakan sangat setuju.00 0.00 Rata-Rata Skor 3. dengan rata-rata 3.00 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.00 100. yakni sebanyak 22. berada pada kategori baik.03 25.94 Berdasarkan tabel di atas. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan sangsi kepada guru yang melanggar disiplin.

2 Deskripsi Jawaban Responden Mengenai Motivasi Kerja di SMPN 1 Cisarua Bagian ini akan menguraikan bagaimana gambaran mengenai motivasi kerja guru di SMPN 1 Cisarua.68 22. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : kepala sekolah menciptakan hubungan yang harmonis dengan guru.40% menyatakan kurang setuju.3. Gambaran mengenai hal tersebut dapat dilihat dari tanggapan responden sebagai berikut : Tabel 4.57% menyatakan sangat setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya diberi kesempatan untuk berprestasi. berada pada kategori baik 4.14 Prosentase 7. 25.94 26.00 Berdasarkan tabel di atas. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : harmonis dengan guru.03 .03% menyatakan setuju.17 100.100 Berdasarkan tabel di atas.31 Pendapat responden mengenai : Saya diberi kesempatan untuk berprestasi Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 5 4 17 3 25 2 14 1 2 63 Skor 25 68 75 28 2 198 3.22 3. dengan rata-rata 4. yakni . kepala sekolah menciptakan hubungan yang yakni sebanyak 28. 46.98 39.

32 Pendapat responden mengenai : Teman sejawat memberi pengakuan terhadap prestasi kerja saya Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 4 17 30 10 2 63 Skor 20 68 90 20 2 200 3. 15. 26.101 sebanyak 7.98% menyatakan setuju.17.68% menyatakan kurang setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya diberi kesempatan untuk berprestasi.17% sangat tidak setuju. dengan rata-rata 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : teman sejawat memberi pengakuan terhadap prestasi kerja saya.17 100. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : teman sejawat memberi pengakuan terhadap prestasi kerja saya.62% menyatakan kurang setuju. 3. berada pada kategori cukup baik.87% menyatakan tidak setuju.94% menyatakan sangat setuju.62 15.22% menyatakan tidak setuju. yakni sebanyak 6.98% menyatakan setuju.17% sangat tidak setuju. berada pada kategori cukup baik Tabel 4. 39. 26.87 3.35 26.35% menyatakan sangat setuju. . 3.17 Prosentase 6. 47.00 Berdasarkan tabel di atas.14. 22.98 47. dengan ratarata 3.

63 Kurang Setuju 3 38 114 60.33 Pendapat responden mengenai : Saya merasa bangga dengan pekerjaan saya sebagai guru Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7.00 Rata-Rata Skor 3.00 .25 Berdasarkan tabel di atas. 60.34 Pendapat responden mengenai : Saya berusaha untuk bertanggung jawab atas pekerjaan saya sebagai guru Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 6 14 37 6 0 63 Skor 30 56 111 12 0 209 3.22 58.00 100. yakni sebanyak 20.11 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.32 Tidak Setuju 2 7 14 11.94% menyatakan sangat setuju.73 9.63% menyatakan setuju.52 0.94 Setuju 4 13 52 20. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : sebagai guru. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya merasa bangga dengan pekerjaan saya sebagai guru.00 Jumlah 63 205 100.32 Prosentase 9. 11.32% menyatakan kurang setuju.52 22. dengan rata-rata 3.102 Tabel 4.11% menyatakan tidak setuju. berada pada kategori cukup baik Tabel 4. saya merasa bangga dengan pekerjaan saya 7.25.

38% menyatakan kurang setuju. 52. yakni sebanyak 7. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya selalu berusaha untuk bertanggung jawab atas pekerjaan saya sebagai guru.30 Prosentase 7. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya merasa pekerjaan yang saya jalani sesuai dengan minat dan bakat saya. yakni sebanyak 9.98 52.103 Berdasarkan tabel di atas. 22.70 0. 12. dengan rata-rata 3. berada pada kategori cukup baik .70% menyatakan tidak setuju.73% menyatakan kurang setuju.52% menyatakan sangat setuju. 9.30.00 Berdasarkan tabel di atas.38 12.98% menyatakan setuju.35 Pendapat responden mengenai : Saya merasa pekerjaan yang saya jalani sesuai dengan minat dan bakat saya Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 5 17 33 8 0 63 Skor 25 68 99 16 0 208 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya merasa pekerjaan yang saya jalani sesuai dengan minat dan bakat saya. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya selalu berusaha untuk bertanggung jawab atas pekerjaan saya sebagai guru.94 26. dengan rata-rata 3.94% menyatakan sangat setuju.52% menyatakan tidak setuju.32.00 100. 58. berada pada kategori cukup baik Tabel 4. 26.22% menyatakan setuju.

79 Tidak Setuju 2 9 18 14.52 30.70 7.36 Pendapat responden mengenai : Saya merasa pekerjaan saya sebagai guru adalah Pekerjaan yang menantang Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 3 15 4.21 Prosentase 9.29 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.104 Tabel 4. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya merasa pekerjaan saya sebagai guru adalah pekerjaan yang menantang. berada pada kategori cukup baik. Tabel 4.68 12.00 .16 39. 14. dengan rata-rata 3.76 Setuju 4 19 76 30. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya merasa pekerjaan saya sebagai guru adalah pekerjaan yang menantang.29% menyatakan tidak setuju. 30. yakni sebanyak 4.25 Berdasarkan tabel di atas.37 Pendapat responden mengenai : Saya diberi kesempatan untuk meningkatkan karier Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 6 4 19 3 25 2 8 1 5 63 Skor 30 76 75 16 5 202 3.76% menyatakan sangat setuju.16 Kurang Setuju 3 32 96 50.16% menyatakan setuju.25. 50.79% menyatakan kurang setuju.94 100.00 Rata-Rata Skor 3.00 Jumlah 63 205 100.

52% menyatakan sangat setuju. . 26.29 Setuju 4 17 68 26. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : gaji atau honor yang saya terima telah sesuai dengan tugas dan tanggung jawab. 11.105 Berdasarkan tabel di atas. dengan rata-rata 3. menyatakan setuju.29% menyatakan sangat setuju.68% menyatakan kurang setuju.11 Sangat Tidak Setuju 1 3 3 4.16% 12. berada pada kategori cukup baik.76 Jumlah 63 211 100. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : gaji atau honor yang saya terima telah sesuai dengan tugas dan tanggung jawab. yakni sebanyak 9.35.35 Berdasarkan tabel di atas. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya diberi kesempatan untuk meningkatkan 30.00 Rata-Rata Skor 3.86 Tidak Setuju 2 7 14 11. 39. yakni sebanyak 14. 7.76% sangat tidak setuju.86% menyatakan kurang setuju.98 Kurang Setuju 3 27 81 42.94% sangat tidak setuju. 42.70% karier.98% menyatakan setuju. 4. berada pada kategori cukup baik Tabel 4.11% menyatakan tidak setuju. rata-rata 3.21. menyatakan tidak setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya diberi kesempatan untuk meningkatkan karier.38 Pendapat responden mengenai : Gaji atau honor yang saya terima telah sesuai dengan tugas dan tanggung jawab Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 9 45 14.

106 Tabel 4.75 41.52 31.11% menyatakan tidak setuju.94 188 100.27 9. Tabel 4.98 atas. 9.94 Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Berdasarkan tabel di 24 9. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : gaji atau honor yang saya terima telah memenuhi kebutuhan saya.49 14 11.40 Pendapat responden mengenai : Sekolah menciptakan kondisi kerja yang menyenangkan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 6 20 26 6 5 63 Skor 30 80 78 12 5 205 3.00 2. 7. berada pada kategori cukup baik.52 7.94 % menyatakan sangat setuju.49% menyatakan kurang setuju. 11.94 100.52% menyatakan setuju. dapat dideskripsikan pernyataan 4 3 2 1 6 40 7 5 63 responden mengenai : gaji atau honor yang saya terima telah memenuhi kebutuhan saya.25 Prosentase 9. 63.39 Pendapat responden mengenai : Gaji atau honor yang saya terima telah memenuhi kebutuhan saya Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7.98.11 5 7. yakni sebanyak 7.94% sangat tidak setuju.52 120 63. dengan rata-rata 2.00 .

sekolah menciptakan kondisi kerja yang yakni sebanyak 9. berada pada kategori cukup baik.94 100. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : menyenangkan.57 42. 9. 31. dengan rata-rata 3. 41.94% sangat tidak setuju.52% menyatakan tidak setuju.21.41 Pendapat responden mengenai : Kebijakan yang diambil manajemen sekolah membuat saya nyaman dalam bekerja Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 6 18 27 7 5 63 Skor 30 72 81 14 5 202 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : sekolah menciptakan kondisi kerja yang menyenangkan. Tabel 4. .75% menyatakan setuju.00 Berdasarkan tabel di atas.21 Prosentase 9.86 11. menyatakan sangat setuju. 28. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kebijakan yang diambil manajemen sekolah yakni sebanyak 9.52% setuju. 11.94% sangat tidak setuju.25.57% menyatakan menyatakan kurang setuju.11 7.107 Berdasarkan tabel di atas.52% menyatakan sangat setuju. 7. dengan rata-rata 3. 7. 42.27% menyatakan kurang setuju.11% menyatakan tidak setuju.86% membuat saya nyaman dalam bekerja.52 28.

30.22 47. .76% sangat tidak setuju. 47.11% menyatakan tidak setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : jika mengalami kesulitan di dalam pekerjaan saya lebih senang membicarakan dengan pimpinan.62 11. yakni sebanyak 14. berada pada kategori cukup baik. 4.62% menyatakan kurang setuju.29 22.108 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : kebijakan yang diambil manajemen sekolah membuat saya nyaman dalam bekerja. dengan rata-rata 3.22% menyatakan setuju.11 4. berada pada kategori cukup baik.42 Pendapat responden mengenai : Jika mengalami kesulitan di dalam pekerjaan saya lebih senang membicarakan dengan pimpinan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 9 14 30 7 3 63 Skor 45 56 90 14 3 208 3. 22.76 100.00 Berdasarkan tabel di atas.30 Prosentase 14. 11. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : jika mengalami kesulitan di dalam pekerjaan saya lebih senang membicarakan dengan pimpinan. Tabel 4.29% menyatakan sangat setuju.

70 0. 47.38 Prosentase 15.87 19.38 Berdasarkan tabel di atas. Tabel 4.00 Jumlah 63 213 100.57 Kurang Setuju 3 30 90 47.57% 12.44 Pendapat responden mengenai : Saya berhubungan baik dengan teman sejawat Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 10 12 33 8 0 63 Skor 50 48 99 16 0 213 3.05 52.38.11% menyatakan sangat setuju. 28. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan pimpinan/kepala sekolah. yakni sebanyak 11. menyatakan tidak setuju.00 Rata-Rata Skor 3. dengan rata-rata 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan pimpinan/kepala sekolah. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan teman sejawat.11 Setuju 4 18 72 28.62 Tidak Setuju 2 8 16 12.38 12. .43 Pendapat responden mengenai : Saya berhubungan baik dengan pimpinan/kepala sekolah Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 7 35 11. berada pada kategori cukup baik.00 100.70 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.70% menyatakan setuju.109 Tabel 4.62% menyatakan kurang setuju.00 Berdasarkan tabel di atas.

21 12. 4.70% menyatakan tidak setuju. % sangat tidak setuju.40.45 Pendapat responden mengenai : Saya berhubungan baik dengan siswa Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 9 4 15 3 31 2 8 1 0 63 Skor 45 60 93 16 0 214 3.05% menyatakan setuju.3 Deskripsi Jawaban Responden Mengenai Disiplin Kerja Guru di SMPN 1 Cisarua .00 Berdasarkan tabel di atas.21% menyatakan kurang setuju.38.81% menyatakan setuju. dengan rata-rata 3.110 yakni sebanyak 15.87% menyatakan sangat setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan siswa.40 Prosentase 14. yakni sebanyak 14.29% menyatakan sangat setuju.3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan teman sejawat. 52. 12.70 0.00 100. 19. 49. Tabel 4. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan siswa. 23.70% menyatakan tidak setuju.81 49. dengan rata-rata 3. berada pada kategori baik. berada pada kategori cukup baik.38% menyatakan kurang setuju.29 23. 12.

44 Tidak Setuju 2 11 22 17.00 .52 Setuju 4 18 72 28.44% menyatakan kurang setuju.21 Prosentase 11.81 39. .46 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.00 Rata-Rata Skor 3.00 100.30 Berdasarkan tabel di atas. 28.00 Jumlah 63 208 100. berada pada kategori cukup baik.40 0.46 Pendapat responden mengenai : Saya datang dan pulang tepat waktu sesuai jadwal yang telah dibuat Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 6 30 9. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya datang dan pulang tepat waktu sesuai jadwal yang telah dibuat. Tabel 4.52% menyatakan sangat setuju.47 Pendapat responden mengenai : Begitu bel masuk berbunyi saya langsung masuk ruangan kelas sesuai dengan jam mengajar Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 7 15 25 16 0 63 Skor 35 60 75 32 0 202 3. 17.11 23.57 Kurang Setuju 3 28 84 44.57% menyatakan setuju. 44.46% menyatakan tidak setuju. yakni sebanyak 9.68 25.111 Tabel 4. dengan rata-rata Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya datang dan pulang tepat waktu sesuai jadwal yang telah dibuat.

dengan rata-rata 3.00 Rata-Rata Skor 3.98 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.81% yakni sebanyak 11.11% setuju.52% menyatakan sangat setuju.24 Berdasarkan tabel di atas. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : mungkin. 26.48 Pendapat responden mengenai : Saya menggunakan jam mengajar seefisien mungkin Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 6 30 9.112 Berdasarkan tabel di atas. saya menggunakan jam mengajar seefisien yakni sebanyak 9.24.75% menyatakan kurang setuju. 25.21.68% menyatakan menyatakan kurang setuju. berada pada kategori cukup baik . menyatakan sangat setuju.75% setuju. dengan ratarata 3.75 Kurang Setuju 3 20 60 31. Tabel 4. 31.52 Setuju 4 20 80 31. 39. 31.98% menyatakan menyatakan tidak setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : begitu bel masuk berbunyi saya langsung masuk ruangan kelas sesuai dengan jam mengajar. berada pada kategori cukup baik.00 Jumlah 63 204 100.75 Tidak Setuju 2 17 34 26.40% menyatakan tidak setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya menggunakan jam mengajar seefisien mungkin. 23. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : begitu bel masuk berbunyi saya langsung masuk ruangan kelas sesuai dengan jam mengajar.

87 0.17 100.00 . dengan rata-rata 3.05 3.27% menyatakan kurang setuju.87% menyatakan menyatakan tidak setuju.27 15.11 Prosentase 6. berada pada kategori cukup baik Tabel 4. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : mungkin. 36.51% setuju.51 41.35 23.113 Tabel 4. 41. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya menggunakan jam istirahat seefisien mungkin.49 Pendapat responden mengenai : Saya menggunakan jam istirahat seefisien mungkin Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 4 4 23 3 26 2 10 1 0 63 Skor 20 92 78 20 0 210 3.35 36.35% menyatakan sangat setuju.62 19.00 100.50 Pendapat responden mengenai : Saya mengikuti upacara bendera setiap senin pagi Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 4 15 30 12 2 63 Skor 20 60 90 24 2 196 3.33 Prosentase 6.00 Berdasarkan tabel di atas. 15. saya menggunakan jam istirahat seefisien yakni sebanyak 6.81 47.33.

yakni sebanyak 6.17% sangat tidak setuju. 23. 39.00 Berdasarkan tabel di atas.114 Berdasarkan tabel di atas.46% menyatakan tidak setuju. 36. .35% menyatakan sangat setuju. berada pada kategori cukup baik. 3. dengan rata-rata 3. 3.68% menyatakan kurang setuju. 17.32.32 Prosentase 6. yakni sebanyak 6. 47. dengan rata-rata Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya mengikuti upacara bendera setiap hari senin pagi.35% menyatakan sangat setuju.62% menyatakan kurang setuju.51 39.68 17.51% menyatakan setuju.51 Pendapat responden mengenai : Saya hadir di kelas sesuai jam mengajar yang telah terjadwal Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 4 23 25 11 0 63 Skor 20 92 75 22 0 209 3. 19. berada pada kategori cukup baik Tabel 4. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya hadir di kelas sesuai jam mengajar yang telah terjadwal.46 0.05% menyatakan menyatakan tidak setuju.11.00 100. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya hadir di kelas sesuai jam mengajar yang telah terjadwal.35 36. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya mengikuti upacara bendera setiap hari senin pagi.81% setuju.

52 Pendapat responden mengenai : Saya hadir pada rapat pembinaan/pengarahan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 3 23 22 15 0 63 Skor 15 92 66 30 0 203 3.81 0.76% menyatakan sangat setuju.27 22.22 Prosentase 4.81% menyatakan tidak .92 23. 34.92% menyatakan kurang setuju.22 0.17 33.51% menyatakan setuju.51 34.00 Berdasarkan tabel di atas. dengan rata-rata 3.33 41. yakni sebanyak 4. berada pada kategori cukup baik.00 23.17 Prosentase 3.76 36. 36.53 Pendapat responden mengenai : Saya bekerja sesuai dengan fungsi dan tugasnya Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 2 21 26 14 0 63 Skor 10 84 78 28 0 200 3.22.00 100. Tabel 4. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya hadir pada rapat pembinaan/pengarahan. setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya hadir pada rapat pembinaan/pengarahan.115 Tabel 4.00 100.

22. % sangat tidak setuju.17% menyatakan sangat setuju. dengan rata-rata 3.03% menyatakan kurang setuju.54 Pendapat responden mengenai : Saya memahami mekanisme kerja yang ditetapkan oleh sekolah Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 2 19 29 13 0 63 Skor 10 76 87 26 0 199 3.00 100. berada pada kategori cukup baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya bekerja sesuai dengan fungsi dan tugasnya.17% menyatakan sangat setuju.116 Berdasarkan tabel di atas.22% menyatakan tidak setuju.17 30.33% menyatakan setuju.63 0. Tabel 4.00 Berdasarkan tabel di atas.17. 46. 41. berada pada kategori cukup baik. dengan rata-rata 3. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya bekerja sesuai dengan fungsi dan tugasnya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya memahami mekanisme kerja yang ditetapkan oleh sekolah.03 20. yakni sebanyak 3. 20.16.16% menyatakan setuju.16 Prosentase 3.27% menyatakan kurang setuju. . yakni sebanyak 3. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya memahami mekanisme kerja yang ditetapkan oleh sekolah. 33.63% menyatakan tidak setuju. 30.16 46.

14.00 100. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya bertanggung jawab terhadap semua tugas yang diberikan kepada saya.68 23.62% menyatakan kurang setuju.14 Prosentase 3.55 Pendapat responden mengenai : Saya bertanggung jawab terhadap semua tugas yang diberikan kepada saya Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 2 18 30 13 0 63 Skor 10 72 90 26 0 198 3. Tabel 4.62 20.63% menyatakan tidak setuju.00 .57% menyatakan setuju. yakni sebanyak 3.56 Pendapat responden mengenai : Saya melaksanakan tugas yang diberikan kepala sekolah dengan baik Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 3 20 25 15 0 63 Skor 15 80 75 30 0 200 3.117 Tabel 4.00 100.63 0.75 39.57 47. berada pada kategori cukup baik.76 31. dengan rata-rata 3. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya bertanggung jawab terhadap semua tugas yang diberikan kepada saya.00 Berdasarkan tabel di atas.17 28. 47.17 Prosentase 4.81 0.17% menyatakan sangat setuju. 20. 28.

59% menyatakan sangat setuju.59 Setuju 4 23 92 36.75% menyatakan menyatakan kurang setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya senantiasa melaksanakan tugas yang yakni sebanyak 4. 31.118 Berdasarkan tabel di atas. berada pada kategori cukup baik. 36.17. Tabel 4.08 Berdasarkan tabel di atas. menyatakan sangat setuju.57 Pendapat responden mengenai : Saya bisa bekerja sama dengan seluruh teman sejawat Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 1 5 1.08.76% setuju. dengan rata-rata 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya senantiasa melaksanakan tugas yang diberikan kepala sekolah dengan baik. yakni sebanyak 1.75% menyatakan menyatakan tidak setuju.00 Rata-Rata Skor 3. 39.75 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. 31. rata-rata 3. berada pada kategori cukup baik.81% menyatakan tidak setuju. 23.51 Kurang Setuju 3 19 57 30. .16% menyatakan kurang setuju.51% setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya bisa bekerja sama dengan seluruh teman sejawat. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya bisa bekerja sama dengan seluruh teman sejawat.68% dengan diberikan kepala sekolah dengan baik. 30.16 Tidak Setuju 2 20 40 31.00 Jumlah 63 194 100.

30.00 Jumlah 63 193 100.27 Tidak Setuju 2 17 34 26.59 Setuju 4 19 76 30.27% menyatakan kurang setuju.16 Kurang Setuju 3 26 78 41.59% menyatakan sangat setuju. 26.33 Kurang Setuju 3 25 75 39. 41.16% menyatakan setuju.58 Pendapat responden mengenai : Saya mentaati peraturan-peraturan sekolah Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 1 5 1.00 Rata-Rata Skor 3.59 Setuju 4 21 84 33.00 Rata-Rata Skor 3. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya mentaati peraturan-peraturan sekolah.68 Tidak Setuju 2 16 32 25.40 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.119 Tabel 4.00 Jumlah 63 196 100.11 .98 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. berada pada kategori cukup baik Tabel 4.06.06 Berdasarkan tabel di atas. dengan rata-rata 3.98% menyatakan tidak setuju.59 Pendapat responden mengenai : Sangsi atas pelanggaran terhadap setiap peraturan telah disosialisasikan kepada para guru Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 1 5 1. yakni sebanyak 1. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya mentaati peraturan-peraturan sekolah.

33 28.11 Prosentase 1. Tabel 4. yakni sebanyak 1. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : pemberian sangsi telah sesuai dengan tingkat pelanggaran. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : pemberian sangsi telah sesuai dengan tingkat pelanggaran. .51% menyatakan setuju.40% menyatakan tidak setuju. 25.00 100.33% menyatakan setuju.59% menyatakan sangat setuju.51 33. berada pada kategori cukup baik. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : sangsi atas pelanggaran terhadap setiap peraturan telah disosialisasikan kepada para guru.33% menyatakan kurang setuju.68% menyatakan kurang setuju. 39.57% menyatakan tidak setuju.11. dengan ratarata 3. 33.11. 33. 28. yakni sebanyak 1. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : sangsi atas pelanggaran terhadap setiap peraturan telah disosialisasikan kepada para guru. berada pada kategori cukup baik.00 Berdasarkan tabel di atas. 36. dengan rata-rata 3.57 0.59 36.120 Berdasarkan tabel di atas.60 Pendapat responden mengenai : Pemberian sangsi telah sesuai dengan tingkat pelanggaran Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 1 23 21 18 0 63 Skor 5 92 63 36 0 196 3.59% menyatakan sangat setuju.

24 .61 Pendapat responden mengenai : Sebelum pelajaran dimulai saya mengajak siswa untuk berdoa bersama Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7. berada pada kategori cukup baik.00 Rata-Rata Skor 3.81% menyatakan setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : sebelum pelajaran dimulai saya mengajak siswa untuk berdoa bersama.63 Kurang Setuju 3 34 102 53.38 Tidak Setuju 2 10 20 15. Tabel 4. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : sebelum pelajaran dimulai saya mengajak siswa untuk berdoa bersama.52 Setuju 4 13 52 20.4 Deskripsi Jawaban Responden Mengenai Kinerja Guru di SMPN 1 Cisarua Tabel 4.94 Setuju 4 15 60 23.00 Jumlah 63 204 100.00 Rata-Rata Skor 3. 15.87% menyatakan tidak setuju.97 Tidak Setuju 2 10 20 15.87 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.38% menyatakan kurang setuju.24 Berdasarkan tabel di atas. yakni sebanyak 7.94% menyatakan sangat setuju.24. 52. dengan rata-rata 3.87 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. 23.3.62 Pendapat responden mengenai : Saya mengarahkan siswa untuk memiliki sikap jujur dan terbuka pada orang lain Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 6 30 9.81 Kurang Setuju 3 33 99 52.121 4.00 Jumlah 63 204 100.

24.38% menyatakan kurang setuju.81% menyatakan setuju. dengan rata-rata 3. yakni sebanyak 9. 15. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya mengarahkan siswa untuk memiliki sikap jujur dan terbuka pada orang lain.24. 15. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : dalam proses KBM saya sering menyelipkan kedisiplinan. berada pada kategori cukup baik.122 Berdasarkan tabel di atas.87 0.63 Pendapat responden mengenai : Dalam proses KBM saya sering menyelipkan pendidikan kedisiplinan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 5 4 15 3 33 2 10 1 0 63 Skor 25 60 99 20 0 204 3.87% menyatakan tidak setuju. 23. 52. 20. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : dalam proses KBM saya sering menyelipkan kedisiplinan.81 52.52% menyatakan sangat setuju.38 15. yakni sebanyak 7. Tabel 4.94 23. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya mengarahkan siswa untuk memiliki sikap jujur dan terbuka pada orang lain.94% menyatakan sangat setuju. . berada pada kategori cukup baik.87% menyatakan tidak setuju.63% menyatakan setuju.00 Berdasarkan tabel di atas. dengan rata-rata 3.97% menyatakan kurang setuju. 53.24 Prosentase 7.00 100.

32.38 .70% menyatakan tidak setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya menyiapkan perencanaan pembelajaran sebelum saya mengajar berupa program tahunan/semesteran. 25.97 Tidak Setuju 2 7 14 11. Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 6 30 9.00 Jumlah 63 209 100.32 Berdasarkan tabel di atas. RPP dll. dengan rata-rata 3.123 Tabel 4.63 Kurang Setuju 3 34 102 53. 12. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya menyiapkan perencanaan pembelajaran sebelum saya mengajar berupa program tahunan/semesteran.11 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.65 Pendapat responden mengenai : Saya mengorganisasi materi agar sesuai dengan silabus Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 9 45 14. Tabel 4. RPP dll. silabus.00 Rata-Rata Skor 3.70 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.38% menyatakan kurang setuju. silabus.00 Jumlah 63 213 100.38 Tidak Setuju 2 8 16 12. 52. berada pada kategori cukup baik.64 Pendapat responden mengenai : Saya menyiapkan perencanaan pembelajaran sebelum saya mengajar berupa program tahunan/semesteran.40% menyatakan setuju.52 Setuju 4 16 64 25.00 Rata-Rata Skor 3. silabus.52% menyatakan sangat setuju.29 Setuju 4 13 52 20. % sangat tidak setuju.40 Kurang Setuju 3 33 99 52. RPP dll. yakni sebanyak 9.

70 0. 12. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Pada pelaksanaan KBM saya selalu berpedoman pada silabus dan RPP yang telah dibuat.63% menyatakan setuju. yakni sebanyak 15. Tabel 4. berada pada kategori baik. 11. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Pada pelaksanaan KBM saya selalu berpedoman pada silabus dan RPP yang telah dibuat.29% menyatakan sangat setuju.22 49. berada pada kategori cukup baik.00 100.87 22.66 Pendapat responden mengenai : Pada pelaksanaan KBM saya selalu berpedoman pada silabus dan RPP yang telah dibuat Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 10 4 14 3 31 2 8 1 0 63 Skor 50 56 93 16 0 215 3. yakni sebanyak 14. .00 Berdasarkan tabel di atas.70% menyatakan tidak setuju.22% menyatakan setuju.21 12. 53.11% menyatakan tidak setuju.87% menyatakan sangat setuju. 22.21% dengan menyatakan kurang setuju.41.41 Prosentase 15. rata-rata 3. 49. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya mengorganisasi materi agar sesuai dengan silabus. dengan rata-rata 3. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya mengorganisasi materi agar sesuai dengan silabus.38.124 Berdasarkan tabel di atas. 20.97% menyatakan kurang setuju.

68 Pendapat responden mengenai : Saya mendisain model pembelajaran sebelum mengajar Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 5 4 18 3 31 2 9 1 0 63 Skor 25 72 93 18 0 208 3.94% menyatakan sangat setuju.75% menyatakan setuju.67 Pendapat responden mengenai : Saya menguasai materi pelajaran yang menjadi garapan saya Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 5 4 20 3 25 2 13 1 0 63 Skor 25 80 75 26 0 206 3.00 100. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya senatiasa menguasai materi pelajaran yang menjadi garapan saya.68% menyatakan kurang setuju.68 20.21 14.63% menyatakan tidak setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya senatiasa menguasai materi pelajaran yang menjadi garapan saya. dengan rata-rata 3. Tabel 4.00 .27 Prosentase 7. yakni sebanyak 7. 39.57 49.00 Berdasarkan tabel di atas. 31.94 31. berada pada kategori cukup baik.63 0.29 0.00 100.27.75 39.125 Tabel 4. 20.94 28.30 Prosentase 7.

97% menyatakan kurang setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya berusaha menggunakan metode dan media pembelajaran yang sesuai dengan materi dan tujuan pembelajaran. 53.94% menyatakan sangat setuju.21% menyatakan tidak setuju. 25. 28. yakni sebanyak 7.40 Kurang Setuju 3 34 102 53. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya mendisain model pembelajaran sebelum mengajar.70% menyatakan tidak setuju. 14.126 Berdasarkan tabel di atas.94% menyatakan sangat setuju. 7. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya mendisain model pembelajaran sebelum mengajar. berada pada kategori cukup baik.29. dengan rata-rata 3.94 Setuju 4 16 64 25.00 Jumlah 63 207 100. dengan rata-rata 3. yakni sebanyak menyatakan setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya berusaha menggunakan metode dan media . 12.97 Tidak Setuju 2 8 16 12.40% menyatakan setuju.30.70 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. Tabel 4.00 Rata-Rata Skor 3.69 Pendapat responden mengenai : Saya berusaha menggunakan metode dan media pembelajaran yang sesuai dengan materi dan tujuan pembelajaran Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7.29% 49.57% menyatakan kurang setuju.29 Berdasarkan tabel di atas.

56 Tidak Setuju 2 7 14 11.71 Pendapat responden mengenai : Saya menyediakan waktu tersendiri untuk membimbing siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 6 30 9.00 Rata-Rata Skor 3.52 Setuju 4 15 60 23. yakni sebanyak 7.62 Tidak Setuju 2 10 20 15.29. 28.70 Pendapat responden mengenai : Saya membimbing siswa dalam kegiatan pembelajaran Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7. 15.87% menyatakan tidak setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya membimbing siswa dalam kegiatan pembelajaran.87 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.127 pembelajaran yang sesuai dengan materi dan tujuan pembelajaran.32 .62% menyatakan kurang setuju.57 Kurang Setuju 3 30 90 47. dengan rata-rata 3. Tabel 4. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya membimbing siswa dalam kegiatan pembelajaran.11 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.29 Berdasarkan tabel di atas.94 Setuju 4 18 72 28.00 Rata-Rata Skor 3. 47.81 Kurang Setuju 3 35 105 55. berada pada kategori cukup baik. berada pada kategori cukup baik.94% menyatakan sangat setuju.57% menyatakan setuju.00 Jumlah 63 207 100.00 Jumlah 63 209 100. Tabel 4.

40 53.40% menyatakan setuju.52 25.33.56% menyatakan kurang setuju.33 Prosentase 9.11% menyatakan tidak setuju.72 Pendapat responden mengenai : Saya mengarahkan siswa agar berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 6 4 16 3 34 2 7 1 0 63 Skor 30 64 102 14 0 210 3. yakni sebanyak 9.97 11.97% menyatakan kurang setuju. .81% menyatakan setuju. dengan rata-rata 3. 23.128 Berdasarkan tabel di atas. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya menyediakan waktu tersendiri untuk membimbing siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar.32. 55. 53. Tabel 4. dengan rata-rata 3. 25.00 100. yakni sebanyak 9. 11. 11. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya menyediakan waktu tersendiri untuk membimbing siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar.52% menyatakan sangat setuju.11 0.52% menyatakan sangat setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya mengarahkan siswa agar berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran.11% menyatakan tidak setuju.00 Berdasarkan tabel di atas. berada pada kategori cukup baik.

dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya memberikan arahan-arahan dalam belajar tentang tata tertib sekolah.70% menyatakan sangat setuju.29 0.38 14. berada pada kategori cukup baik. 20.70 20. dengan rata-rata 3.29% menyatakan tidak setuju.00 Berdasarkan tabel di atas. .38% menyatakan kurang setuju.32 Prosentase 12.63% menyatakan setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya memberikan arahan-arahan dalam belajar tentang tata tertib sekolah.129 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya mengarahkan siswa agar berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran.00 100.63 52. 14.73 Pendapat responden mengenai : Saya memberikan arahan-arahan dalam belajar tentang tata tertib sekolah Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 8 13 33 9 0 63 Skor 40 52 99 18 0 209 3. berada pada kategori cukup baik. 52. yakni sebanyak 12. Tabel 4.32.

dengan rata-rata 3.00 Rata-Rata Skor 3.94% menyatakan sangat setuju.24.14 12.130 Tabel 4. 19.05% menyatakan tidak setuju. berada pada kategori cukup baik.94 Setuju 4 17 68 26.00 Jumlah 63 204 100.98% menyatakan setuju.00 . 26. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya memberikan latihan soal yang sesuai dengan materi yang telah diajarkan.03% menyatakan kurang setuju. Tabel 4.24 Prosentase 6.75 Pendapat responden mengenai : Saya memberikan pekerjaan rumah untuk melatih kemampuan siswa Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 4 4 15 3 36 2 8 1 0 63 Skor 20 60 108 16 0 204 3.74 Pendapat responden mengenai : Saya memberikan latihan soal yang sesuai dengan materi yang telah diajarkan Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7.81 57.05 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.98 Kurang Setuju 3 29 87 46. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya memberikan latihan soal yang sesuai dengan materi yang telah diajarkan.24 Berdasarkan tabel di atas. yakni sebanyak 7. 46.00 100.03 Tidak Setuju 2 12 24 19.70 0.35 23.

Tabel 4.70% menyatakan tidak setuju. 12. yakni sebanyak 11.131 Berdasarkan tabel di atas.35. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya melakukan penilaian pekerjaan siswa secara obyektif.79 12. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya melakukan penilaian pekerjaan siswa secara obyektif. yakni sebanyak 6.70% menyatakan tidak setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya memberikan pekerjaan rumah untuk melatih kemampuan siswa.35% menyatakan sangat setuju.11 25.40 50. berada pada kategori cukup baik.00 Berdasarkan tabel di atas. berada pada kategori cukup baik.14% menyatakan kurang setuju. 50.11% menyatakan sangat setuju.81% menyatakan setuju. dengan rata-rata. 12. 23. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya memberikan pekerjaan rumah untuk melatih kemampuan siswa. 57.35 Prosentase 11.70 0.79% menyatakan kurang setuju. 25. . dengan rata-rata 3.00 100.76 Pendapat responden mengenai : Saya melakukan penilaian pekerjaan siswa secara obyektif Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 7 4 16 3 32 2 8 1 0 63 Skor 35 64 96 16 0 211 3.40% menyatakan setuju.

11 26.32 7. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya selalu mengisi buku nilai sesuai hasil kerja siswa.132 Tabel 4.70 60.98 50.78 Pendapat responden mengenai : Saya melakukan evaluasi baik formatif maupun sumatif Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 7 4 17 3 32 2 7 1 0 63 Skor 35 68 96 14 0 213 3.94% menyatakan tidak setuju. 7.00 100.43. yakni sebanyak 19.70% menyatakan setuju.43 Prosentase 19. Tabel 4. 60.94 0.32% menyatakan kurang setuju.05% menyatakan sangat setuju.79 11.38 Prosentase 11. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya selalu mengisi buku nilai sesuai hasil kerja siswa.00 Berdasarkan tabel di atas. berada pada kategori baik.00 . dengan rata-rata 3.11 0.05 12. 12.00 100.77 Pendapat responden mengenai : Saya mengisi buku nilai sesuai hasil kerja siswa Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 12 4 8 3 38 2 5 1 0 63 Skor 60 32 114 10 0 216 3.

00 Berdasarkan tabel di atas.38 Prosentase 17. 12. dengan rata-rata 3.00 100.46% menyatakan sangat setuju. . yakni sebanyak 11. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya selalu melaksanakan remedial bagi siswa yang nilainya dibawah KKM.38.79% menyatakan kurang setuju. Tabel 4. dengan rata-rata 3.97% menyatakan kurang setuju.87 53. 53. 15. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya melakukan evaluasi baik foraif maupun sumatif.11% menyatakan sangat setuju.98% menyatakan setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya selalu melaksanakan remedial bagi siswa yang nilainya dibawah KKM.38. yakni sebanyak 17.97 12.70 0. berada pada kategori cukup baik. 11.70% menyatakan tidak setuju.133 Berdasarkan tabel di atas.79 Pendapat responden mengenai : Saya melaksanakan remedial bagi siswa yang nilainya dibawah KKM Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 11 4 10 3 34 2 8 1 0 63 Skor 55 40 102 16 0 213 3.87% menyatakan setuju. 50.46 15. 26.11% menyatakan tidak setuju. berada pada kategori cukup baik. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya melakukan evaluasi baik foraif maupun sumatif.

18 3.22% menyatakan setuju. berada pada kategori cukup baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya selalu memberikan pengayaan kepada siswa yang melampaui KKM.29 22.03% menyatakan kurang setuju.00 100.134 Tabel 4.46 0.Rata 3. 22. 4.5 Statistik Deskriptif Sesuai dengan pendapat responden di atas.31 .94 3. 17.29% menyatakan sangat setuju.00 Berdasarkan tabel di atas.26 3. hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor masing-masing variabel sebagai berikut : Tabel 4.33.33 Prosentase 14.80 Pendapat responden mengenai : Saya memberikan pengayaan kepada siswa yang melampaui KKM Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 9 4 14 3 29 2 11 1 0 63 Skor 45 56 87 22 0 210 3. 46.03 17.22 46.81 Rata-Rata Skor Variabel Variabel N Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Motivasi Kerja (X2) Disiplin Kerja (X3) Kinerja Guru (Y) 63 63 63 63 Rata .3.46% menyatakan tidak setuju. yakni sebanyak 14. dengan rata-rata 3. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya selalu memberikan pengayaan kepada siswa yang melampaui KKM.

83 Kriteria Ketercapaian Skor Tiap Variabel Rata-rata Variabel Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Motivasi Kerja (X2) Disiplin Kerja (X3) Kinerja Guru (Y) Sumber : Hasil pengolahan data 3. Juga terlihat bahwa skor rata-rata untuk variabel disiplin kerja lebih kecil dibandingkan tiga variabel lainnya.6 – 3. Model yang dipakai mengadaptasi model tentang pengontrolan kualitas (Supranto : 2000) sebagai berikut : Tabel 4.18 3. Guna memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai makna hasil perhitungan statistik deskriptif di atas.31 Baik Cukup Baik Cukup Baik Cukup Baik Kriteria .5 1.26 3.8 – 2.2 – 5.0 3.4 – 4.7 Penafsiran Sangat baik Baik Cukup Baik Kurang baik Sangat kurang baik Sesuai dengan kriteria di atas. maka diperoleh hasil sebagai berikut : Tabel 4.0 – 1.1 2.82 Kriteria Penafsiran Kondisi Variabel Penelitian Rata-Rata Skor 4.135 Tabel rata-rata skor variabel tersebut menunjukkan skor rata-rata variabel kepemimpinan kepala sekolah lebih tinggi dibandingkan tiga variabel lainnya.94 3.3 1. selanjutnya dibandingkan dengan tabel kriteria penafsiran kondisi variabel penelitian pada masingmasing variabel yang diteliti.

3. Untuk memenuhi syarat data dalam perhitungan analisis jalur sekurang-kurangnya mempunyai skala pengukuran interval terhadap data yang diperoleh dari kuisioner terlebih dahulu ditransformasikan menjadi skala interval menggunakan Method of Successive Interval (MSI).6 Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah. Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Guru 4. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru dilakukan pengujian hipotesis menggunakan analisis jalur.3. Pengujian hipotesis dilakukan untuk mengetahui besar pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. Menggunakan data dengan skala ukur interval yang diperoleh dari kuesioner penelitian selanjutnya diperoleh skor untuk setiap variabel yang digunakan dalam analisis data. disiplin kerja dan kinerja guru diukur melalui indikator yang dijabarkan dalam kuesioner penelitian.6. Langkah awal dalam perhitungan adalah mengetahui besaran korelasi .1 Hubungan Antar Variabel Untuk mengungkap pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. Dalam penelitian ini variabel kepemimpinan kepala sekolah. Data variabel penelitian yang dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner memiliki skala ukur ordinal. Variabel penelitian kepemimpinan kepala sekolah.136 4. Skor untuk masing-masing variabel merupakan total skor item. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru. motivasi kerja dan disiplin kerja sebagai variabel sebab (eksogenus variabel) dan kinerja guru sebagai variabel akibat (endogenus variabel). Hasil data interval dapat dilihat pada lampiran. motivasi kerja.

000 .074 Standardized Coefficients Beta .000 ** ** Kinerja guru (Y) ** .01 level (2-tailed).438 .766 . motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru sebagai berikut : Tabel 4.000 1 ** ** .546 .710 . koefisien jalur dari motivasi .723 . Listwise N=63 Sumber: Hasil Pengolahan Data 2011 4.564 . (2-tailed) Pearson Correlation Sig. Error 1.278 .000 ** ** Disiplin kerja (X3) ** . Correlation is significant at the 0. a.000 .351 Disiplin kerja (X3) .920 2.695 sekolah (X1) Motivasi kerja (X2) .766 .000 . (2-tailed) Pearson Correlation Sig.137 antar variabel.828 .000 . (2-tailed) Motivasi kerja (X2) ** .015 Kepemimpinan kepala .505 . (2-tailed) Pearson Correlation Sig.84 Korelasi Antara Variabel Kepemimpinan kepala sekolah (X1) 1 ** Kepemimpinan kepala sekolah (X1) Motivasi kerja (X2) Disiplin kerja (X3) Kinerja guru (Y) Pearson Correlation Sig.564 .116 . Dengan melalui perhitungan SPSS diperoleh koefisien jalur kepemimpinan kepala sekolah.505 .000 1 .184 t .000 .6. Hasil perhitungan korelasi antar variabel yang diteliti dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 4.85 Hasil Koefisien Jalur X terhadap Y Model Unstandardized Coefficients B Std.000 ** ** **.479 3.982 2.000 1 .2 Analisis Jalur Koefisien jalur diperoleh berdasarkan korelasi antar variabel.546.692 .723 .399 5.828 . .000 .438 .005 . Dependent Variable: Kinerja guru (Y) Diperoleh koefisien jalur dari kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru (PYX1) sebesar 0.120 .518 1 (Constant) Sig.3.186 a.000 .

769 a. Adapun hasil perhitungan pengaruh secara bersama-sama variabel kepemimpinan kepala sekolah.184 X3 + 0. dan koefisien jalur dari disiplin kerja terhadap kinerja guru (PYX3) sebesar 0.278 X2 + 0. Maka untuk menghitung besarnya koefisien pengaruh variabel dimaksud digunakan formula sebagai berikut : =√ = 0.278.60296 1 .motivasi dan disiplin terhadap kinerja guru. Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1).481 Persamaan koefisien jalur yang terbentuk dinyatakan sebagai berikut : Y= 0. motivasi dan disiplin terhadap kinerja guru sebesar 0. terdapat probabilitas munculnya pengaruh variabel lain (residu). Error of the Estimate 5.481 .769.86 Hasil Koefisien Determinasi (Pengaruh Total) X terhadap Y Model R dimension0 R Square a Adjusted R Square .877 .546 X1 + 0.184. Disiplin Kerja (X3).481 Besar koefisien jalur untuk faktor lain yang tidak masuk dalam spesifikasi adalah 0. Besar pengaruh secara bersama-sama kepemimpinan kepala sekolah. Selain pengaruh variabel kepemimpinan kepala sekolah. motivasi dan disiplin terhadap kinerja guru dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Tabel 4.757 Std.138 kerja terhadap kinerja guru (PYX2) sebesar 0. Predictors: (Constant). Motivasi Kerja (X2) Diperoleh pengaruh secara bersama-sama variabel kepemimpinan kepala sekolah. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru diperoleh dari hasil perkalian koefisien jalur dengan matriks korelasi antara variabel sebab dengan variabel akibat.

184 .1.546 0. Motivasi dan Disiplin terhadap Kinerja Guru Dari gambar 4.481 Y Gambar 4.278 0.1 Model Struktural Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah . dapat diformulasikan hasil pengujian melalui tabel sebagai berikut : Tabel 4.87 Hasil Perhitungan Jalur Variabel Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Motivasi Kerja (X2) Disiplin Kerja (X3) Sumber : Hasil Pengolahan Data Koefisien Jalur 0.139 Persamaan tersebut dapat digambarkan dalam model struktural sebagai berikut : = 0. di atas.

6% 2.4%) .8% 7. Pengaruh langsung X1 terhadap Y = .6.723 x 0. = 0.140 Hasil pengolahan data untuk membuktikan pengaruh langsung dan tidak langsung variabel disajikan dalam tabel berikut : Tabel 4.x2 .546 x 0. = 0.546 x 0.4% Total Pengaruh (R ) Pengaruh faktor lain (ε) 2 Pengaruh tidak langsung (melalui) X1 X2 X3 4.298 (29.3% 10. rx1.044 .88 Pengaruh X1.4% 11% 11.546 x 0.3 Hasil Uji Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru Setelah pengujian koefisien jalur dari Kepemimpinan kepala sekolah ke kinerja guru diperoleh ada pengaruh Kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru selanjutnya dapat diketahui besarnya pengaruh secara langsung dan tidak dari Kepemimpinan kepala sekolah terhadap Kinerja guru .546 = 0.7% 3.546 0.278 = 0.4% 76.110 (11%) Pengaruh tidak langsung X1 terhadap Y melalui X3 = (4.184 = 0. X2 dan X3 Langsung dan Tidak langsung terhadap Y Variabel X1 X2 X3 Koefisien Jalur 0.4% 2.3. rx1.x3 .438 x 0.1% 4.184 Pengaruh Langsung 29.6% Total 45.2% 21.9% 23.278 0. Pyx2 = 0.8%) Pengaruh tidak langsung X1 terhadap Y melalui X2 = .0% 4.

= 0.278 x 0. rx2.0% + 4.0% dan pengaruh tidak langsung Kepemimpinan kepala sekolah terhadap Kinerja guru karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Disiplin kerja memberikan penambahan pengaruh sebesar 4. Besarnya pengaruh tidak langsung Kepemimpinan kepala sekolah terhadap Kinerja guru karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Motivasi kerja memberikan penambahan pengaruh sebesar 11.278 = 0.6%) .3.184 = 0.141 Dari hasil perhitungan di atas diperoleh pengaruh langsung Kepemimpinan kepala sekolah terhadap Kinerja sebesar 29. Pyx1 = 0.11 (11%) Pengaruh tidak langsung X2 terhadap Y melalui X3 = .7%) Pengaruh tidak langsung X2 terhadap Y melalui X1 = .505 x 0. rx1. 4.6.4% = 45.278 x 0.x3 .026 (2.8% + 11. = 0.4 Hasil Uji Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Guru Setelah pengujian koefisien jalur dari Motivasi kerja ke Kinerja guru diperoleh ada pengaruh Motivasi kerja terhadap Kinerja guru selanjutnya dapat diketahui besarnya pengaruh secara langsung dan tidak dari Motivasi kerja terhadap Kinerja guru .546 = 0. Pengaruh langsung X2 terhadap Y = .2%.278 x 0.4% Total Pengaruh (Pengaruh langsung dan tidak langsung) Kepemimpinan kepala sekolah terhadap Kinerja diperoleh sebesar 29.8%.723 x 0.077 (7.x2.

4.5 Hasil Uji Pengaruh Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Guru Setelah pengujian koefisien jalur dari Disiplin kerja ke Kinerja guru secara statistik bermakna selanjutnya dapat diketahui besarnya pengaruh secara langsung dan tidak dari Disiplin kerja terhadap Kinerja guru .6%.0% + 2.184 = 0.3%.184 x 0.142 Dari hasil perhitungan di atas diperoleh pengaruh langsung Motivasi kerja terhadap Kinerja sebesar 7.6%) Dari hasil perhitungan di atas diperoleh pengaruh langsung variabel Disiplin kerja terhadap Kinerja sebesar 3.278= 0.4%) Pengaruh tidak langsung X3 terhadap Y melalui X1 = .7%. rx2.4%) Pengaruh tidak langsung X3 terhadap Y melalui X2 = . Total Pengaruh (Pengaruh langsung dan tidak langsung) Motivasi kerja terhadap Kinerja diperoleh sebesar 7.x3.026 (2.184x 0.438 x 0.4%.546 = 0.7% + 11. Besarnya perhitungan diperoleh pengaruh tidak langsung Motivasi kerja terhadap Kinerja guru karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Kepemimpinan kepala sekolah memberikan penambahan pengaruh sebesar 11.184 x 0. Besar perhitungan di atas diperoleh pengaruh tidak langsung Disiplin kerja terhadap Kinerja guru .3.6% = 21. = 0. Pengaruh langsung X2 terhadap Y = . = 0. = 0.034 (3.6.505 x 0.044 (4.x3 . rx1.0% dan pengaruh tidak langsung variabel Motivasi kerja terhadap Kinerja guru karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Disiplin kerja memberikan penambahan pengaruh sebesar 2.

4% 13.89 Besarnya Koefisien Jalur Kepemimpinan Kepala Sekolah.4% 76. Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Guru Hasil pengaruh langsung dan tidak langsung yang diperoleh dapat dirangkum dalam tabel berikut : Tabel 4. Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Guru Koefisien Jalur Kepemimpinan kepala sekolah Motivasi kerja Disiplin kerja Total Hasil yang diperoleh memperlihatkan terdapat Pengaruh langsung Pengaruh tidak langsung 15.0% Total Pengaruh 0.3% 10.6 Hasil uji Pengaruh Bersama-sama Kepemimpinan Kepala Sekolah.3.4% dan pengaruh tidak langsung Disiplin kerja terhadap Kinerja guru karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Motivasi kerja memberikan penambahan pengaruh sebesar 2. pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat sebesar 21.184 29.4% 45.2%.6% 4.8% 7.2% 21.546 0.5% 7.143 karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Kepemimpinan kepala sekolah memberikan penambahan pengaruh sebesar 4.278 0.6.3% dan pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru .7% 3.9% pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat sebesar 45.

3. 4.94 (tabel 4.1 Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Berdasarkan tanggapan hasil responden tentang kepemimpinan kepala sekolah (X1).4 – 4.7. diperoleh skor rata-rata sebesar 3.1 maka gambaran kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua termasuk kategori baik. Hal ini berarti pola kepemimpinan kepala sekolah yang ditampilkan sudah baik dan pemahaman terhadap tugas dan peranannya sebagai seorang pemimpin cukup memadai.4%. Tanpa adanya pemahaman tentang kepemimpinan maka tujuan yang diharapkan sulit dicapai. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat diperoleh sebesar 76. Peran dan fungsi yang harus dilaksanakan oleh kepala sekolah sebagai seorang pemimpin seperti yang dijelaskan oleh Mulyasa (2009 : 98) diantaranya .82) yang dikemukakan Sugiyono (2004 : 66) berada diantara hubungan 3.1% dipengaruhi oleh faktor lain.7 Pembahasan 4.3. Secara total pengaruh kepemimpinan kepala sekolah.9%.81) sesuai dengan kriteria penafsiran (tabel 4.144 SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat sebesar 10. Jadi terlihat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat paling besar diantara ketiga variabel yang diteliti dan diikuti dengan pengaruh motivasi kerja dan disiplin kerja. sedangkan sisanya sebesar 23.

82) yang dikemukakan Sugiyono (2004 : 66) berada diantara hubungan 2. Masih harus diupayakan langkah untuk meningkatkan baik motivasi instrinsik maupun motivasi ekstrinsiknya.18 (tabel 4.81) sesuai dengan kriteria penafsiran (tabel 4.3.7. kesadaran dalam bekerja dan kepatuhan pada peraturan yang berlaku.3 maka gambaran disiplin kerja termasuk kategori cukup baik.6 – 3. diperoleh skor rata-rata sebesar 3. 4.7. Masih harus diupayakan langkah untuk meningkatkan disiplin kerja menyangkut ketepatan waktu.2 Motivasi Kerja (X2) Berdasarkan tanggapan hasil responden tentang motivasi kerja (X2).3. leader. .26 (tabel 4.6 – 3.145 sebagai edukator.3 Disiplin Kerja (X3) Berdasarkan tanggapan hasil responden tentang disiplin kerja (X3). Hal ini berarti motivasi kerja guru SMP Negeri 1 Cisarua belum optimal. diperoleh skor rata-rata sebesar 3. inovator dan motivator. 4. administrator. supervisor.81) sesuai dengan kriteria penafsiran (tabel 4.82) yang dikemukakan Sugiyono (2004 : 66) berada diantara hubungan 2. Hal ini berarti disiplin kerja guru SMP Negeri 1 Cisarua belum optimal.3 maka gambaran motivasi kerja termasuk kategori cukup baik. manajer.

81) sesuai dengan kriteria penafsiran (tabel 4.7. menilai dan . Guru dapat meningkatkan wawasan pengetahuannya dengan membaca beberapa buku pegangan. mengajar. motivasi kerja dan disiplin kerja. mengarahkan. menggunakan metode dan strategi pembelajaran dengan tepat. guru harus selalu berusaha tepat waktu.7. Kinerja guru dapat diukur dari cara guru tersebut mendidik.82) yang dikemukakan Sugiyono (2004 : 66) berada diantara hubungan 2. diperoleh skor rata-rata sebesar 3.5 Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah terhadap Kinerja Guru Sesuai dengan hasil penelitian dan pengolahan data yang dilakukan. membimbing. Selain itu kinerja gurupun diakibatkan oleh faktor lain diantaranya kepemimpinan kepala sekolah. melatih.6 – 3.3. Tenaga pendidik atau guru merupakan tulang punggng sekolah dalam menjalankan proses kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu tinggi rendahnya prestasi siswa tidak terlepas dari kinerja gurunya. diperoleh besarnya pengaruh kepemimpinan kepala sekolah . mengikuti pelatihan dan sebagainya sehingga dapat meningkatkan kualitas kegiatan pembelajaran 4. Untuk meningkatkan kinerjanya.3 maka gambaran kinerja guru termasuk kategori cukup baik.146 4.3. Guru hendaknya selalu berusaha mencari cara untuk meningkatkan prestasi siswa.31 (tabel 4.mengevaluasi siswa.4 Kinerja Guru (Y) Berdasarkan tanggapan hasil responden tentang kinerja guru (Y).

Leader.3% dan pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat sebesar 10.452 atau 45.298 atau 29.2%. Supervisor.044 atau 4. Kepala sekolah dapat menjalankan tugasnya dengan cukup baik akan berpengaruh terhadap kinerja guru. Dengan demikian total pengaruhnya sebesar 0. .8% sedangkan pengaruh tidak langsung melalui motivasi kerja (X2) sebesar atau 0. Kepala sekolah yang mampu melaksanakan peran dan fungsinya sebagai EMASLIM akan meningkatkan kinerja guru dan dapat juga meningkatkan mutu pendidikan. pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru sebesar 21. Inovator dan Motivator (EMASLIM) dengan cukup baik. Menurut Mulyasa (2009 : 90) bahwa kepala sekolah berperan utama dalam menggerakan organisasi sekolah.11 atau 11 % serta melalui disiplin kerja (X3) sebesar 0.147 (X1) terhadap kinerja guru (Y) secara langsung sebesar 0. Jadi terlihat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat paling besar diantara ketiga variabel yang diteliti dan diikuti dengan pengaruh motivasi kerja dan disiplin kerja.4%. Kepemimpinan kepala sekolah merupakan faktor yang dapat mendorong sekolah untuk mewujudkan tujuan dan sasaran sekolah melalui program-program yang dilaksanakan secara terencana dan bertahap.2% termasuk cukup signifikan. Manajer. Administrator. Hal ini dikarenakan Kepala SMPN 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat mampu berfungsi sebagai Educator. Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru sebesar 45.4%.

Pegawai dengan atau . yang dikutif Mangkunegara (2005 : 104) menyatakan bahwa ada hubungan yang positif antara motivasi berprestasi dengan pencapaian kinerja.7% sedangkan pengaruh tidak langsung melalui disiplin kerja (X3) sebesar 0.7.026 atau 2.077 atau 7.4% termasuk cukup tinggi. Dengan demikian total pengaruhnya sebesar 0.3.104 10.3. diperoleh besarnya pengaruh Disiplin kerja (X3) terhadap kinerja guru (Y) secara langsung sebesar 0.026 atau termasuk cukup tinggi Motivasi kerja cukup berpengaruh terhadap kinerja guru.6 Pengaruh Motivasi Kerja terhadap Kinerja Guru Sesuai dengan hasil penelitian dan pengolahan data yang dilakukan.4% serta melalui motivasi kerja (X2) sebesar 0.148 4.034 atau 3.7. 2.044 atau 4.6% serta melalui kepemimpinan kepala sekolah (X1) sebesar 0.6% sebagaimana pendapat Gordon W.110 atau 11%. diperoleh besarnya pengaruh motivasi kerja (X2) terhadap kinerja guru (Y) secara langsung sebesar 0.6%. Dengan demikian total pengaruhnya sebesar 0. 4.026 atau 2.7 Pengaruh Disiplin Kerja terhadap Kinerja Guru Sesuai dengan hasil penelitian dan pengolahan data yang dilakukan.4 % sedangkan pengaruh tidak langsung melalui kepemimpinan kepala sekolah (X 1) sebesar 0. Disiplin di lingkungan kerja sangat diperlukan karena akan berpengaruh terhadap pencapaian tujuan organisasi. Dalam hal ini kepala sekolah sebagai motivator dapat melakukan penerapan kebijakan dan pengambilan keputusan yang dapat memacu motivasi kerja para guru.

4. 3. 2. Tingkat kedisiplinan seorang pegawai dapat diukur dari ketepatan waktu dalam melaksanakan pekerjaan.4 %. Dari hasil tersebut dapat dikatakan bahwa variabel-variabel yang mempengaruhi kinerja guru tidak dapat berjalan sendiri-sendiri namun harus selalu bersinergi dalam pelaksanaannya sehingga memberikan kontribusi yang tinggi. Pengaruh total motivasi kerja (X2) terhadap kinerja guru (Y) sebesar 21.9 %. 4.7. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru secara bersama-sama memperlihatkan bahwa : 1.149 disiplin kerja yang baik akan menguntungkan perusahaan dan pegawai itu sendiri. Pengaruh total kepemimpinan kepala sekolah (X1).2 %. motivasi kerja (X2) dan disiplin kerja (X3) terhadap kinerja guru sebesar 76. Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Guru Hasil penelitian yang berkaitan dengan pengaruh kepemimpinan kepala sekolah.3 %. . Pengaruh total kepemimpinan kepala sekolah (X1) terhadap kinerja guru (Y) sebesar 45. Pengaruh total disiplin kerja (X3) terhadap kinerja guru (Y) sebesar 10. kesadaran dalam bekerja serta kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku.3.8 Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah.

melatih. 3. leader.1 Kesimpulan Sesuai dengan penelitian yang telah dilakukan dan pembahasannya mengenai pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. supervisor. 4. manajer. Motivasi kerja yang meliputi motivasi intrinsik dan ekstrinsik sesuai dengan hasil pengolahan data termasuk kategori cukup baik. kesadaran dalam bekerja dan kepatuhan pada peraturan sesuai dengan hasil pengolahan data termasuk kategori cukup baik. Kepemimpinan kepala sekolah yang meliputi kepala sekolah sebagai edukator. penulis memperoleh kesimpulan sebagai berikut : 1. membimbing. menilai. Kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua yang meliputi mendidik. dan mengevaluasi sesuai dengan pengolahan data berada pada kategori cukup baik. 5. inovator dan motivator sesuai dengan hasil pengolahan data termasuk dalam kategori baik. administrator. Disiplin kerja yang meliputi ketepatan waktu. mengajar. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.150 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5. mengarahkan. 2. Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru secara langsung maupun tidak langsung termasuk besar .

maka untuk meningkatkan kinerja guru kepemimpinan kepala sekolah harus lebih efektif. Untuk itu kepala sekolah perlu mengikuti workshop manajemen serta lebih terbuka pada saran dan kritik yang sifatnya membangun. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru sangat besar. Kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat berada pada kategori baik. motivasi kerja guru SMP Negeri 1 Cisarua termasuk pada kategori cukup baik. Sejalan dengan semakin meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap kualitas lulusan. Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. maka : 1.2 Saran Dengan mengetahui adanya pengaruh yang positif antara kepemimpinan kepala sekolah. 2. Berdasarkan pengolahan data. Hal ini dapat dilakukan oleh kepala sekolah dengan cara peningkatan kesejahteraan guru. 8. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru baik secara bersama-sama maupun secara parsial serta mengetahui karakteristik yang memberi pengaruh paling besar terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua. menjalin hubungan interpersonal yang lebih harmonis dan peningkatan lingkungan kerja yang aman dan . 5. Pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru secara langsung maupun tidak langsung cukup besar. Pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru secara langsung maupun tidak langsung cukup besar. 7. Motivasi kerja guru perlu ditingkatkan terutama motivasi eksternal.151 6.

Kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat berada pada kategori cukup baik. Hal ini dapat meningkatkan kinerja guru dan mutu pendidikan. 7. Untuk meningkatkan disiplin kerja guru sebaiknya kepala sekolah meningkatkan sistem pembinaan dan pengawasan. Berdasarkan pengolahan data. Sejalan dengan tuntutan masyarakat terhadap peningkatan kualitas sekolah. Perlu diperhatikan hal-hal yang memberikan kontribusi terhadap peningkatan kinerja guru. 4. Kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat pada umumnya sudah baik. Untuk meningkatkan motivasi kerja guru sebaiknya kepala sekolah memberikan kebijakan yang dapat memotivasi guru agar melakukan kinerja terbaik. disiplin kerja guru SMP Negeri 1 Cisarua termasuk pada kategori cukup baik. 6. 3.152 nyaman sehingga para guru dapat meraih prestasi kerja yang lebih baik pada waktu mendatang. Agar lebih baik lagi perlu mengoptimalkan manajemen dan supervisi terhadap kinerja guru dalam pelaksanaan proses pembelajaran di kelas. Untuk peningkatan kinerja guru kepala sekolah harus dapat menentukan strategi yang efektif dan apabila terjadi penurunan kualitas kinerja dapat mengidentifikasi penyebabnya. 5. seperti memberikan apresiasi terhadap guru berprestasi dan memberikan kesempatan kepada guru seluasluasnya untuk lebih mengembangkan potensi yang ia miliki. perlu ditingkatkan kedisiplinan kerja guru dengan pembinaan dan pengawasan yang lebih intensif. Sistem .

153 pembinaan yang dilaksanakan hendaknya bervariasi misalnya dengan menggunakan metode ESQ. . Sistem pengawasan dapat ditingkatkan dengan menggunakan kemajuan sistem informasi untuk memantau kehadiran guru di sekolah maupun di kelas.

(2009). Menjadi Kepala Sekolah Profesional. Arikunto Suharsimi. (2005). ( 2004). Mulyasa. (2006). Jakarta: Direktorat Pembinaan SMP. Miftah Toha. Pembakuan Bangunan dan Perabot SMP. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. . Balkin dan R. Menjadi Guru Profesional. Yogyakarta : STIE YPKN Kerlinger. Jakarta: Rineka Cipta. Mulyasa. (Terjemahan Agus Darma). E. Kepemimpinan & Efektivitas Davis. A Tabrani R. Asas-Asas Penelitian Behavioral. Motivasi Kelompok. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Mangkunegara. (2000). (2005). Jakarta: PT Raja Grapindo. (2003). Organisasi dan Manajemen Sumber Daya Manusia. Fred. Yogyakarta: ANDI. D. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Newstrom. Gomez Meija. Perilaku dalam Organisasi. Depdiknas Direktorat Pembinaan SMP. Istijanto. USA: Prentice Hall. (2004). Yogyakarta: Graha Ilmu. (2006). (2001) Manajing Human Resources. Upaya Meningkatkan Budaya Kinerja Guru. Keith dan John W. Organization Behavior (Prilaku Organisasi). (2006).154 DAFTAR PUSTAKA Ambar Teguh Sulistiani Rosidah. (2004). (2007). Cardy.B. Luthan. Bandung : PT Remaja Rosdakarya. Yogyakarta : Gajah Mada University Press. Umar. Anwar Prabu. Manajemen Sumber Daya Manusia. Sudarwan. Danim. (2009). E. Riset Sumber Daya Manusia. Jakarta: PT Rineka Cipta. Fred. (1997). Fathoni Abdurrahmat. Jakarta: Erlangga. Jakarta : PT Rineka Cipta. Kepemimpinan dalam Manajemen. Riset Sumber Daya Manusia. N. (1995). Cianjur: CV Dinamika Karya. Husen.L. Bandung : PT Remaja Rosdakarya. Manajemen Sumber Daya Manusia.

155 Nawawi. Supranto J. (2007). Manajemen Sumber Daya Manusia. (2001). (2002). Panduan Penyusunan Skripsi dan Tesis. Siswanto. Metodologi Penelitian Pendidikan. Bandung : PT Gelora Aksara. Manajemen Kinerja. (2002). Seri Kepemimpinan Manajemen Sumber Daya Manusia. Bedjo. Sumber Daya Manusia dan Produktivitas Kerja. Jakarta: PT Yudeks. Organizational Behavior. Standar Nasional Pendidikan. (2001). Bandung: CV Mandar Maju. (2007). Kepemimpinan dan Prilaku Organisasi. New Jersey: Prentice Hall International. Bandung: STIE Pasundan. bandung : CV Tarsito. (2009). Robbin Stephen P. (2003). Rahman at all. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Metode Penelitian Administrasi. Sedarmayanti. (2005). Peraturan Pemerintah RI. Hadari. Yogyakarta: Gajah Mada University Press. (2004). Jakarta: Rineka Jaya. Sidik Priadana. (2005). Rivai. Metode Statistika. . Siagian. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada Wibowo. Teknik Analisis Regresi dan Korelasi. Jakarta: PT Bumi Aksara. (2006). Yulk Garry. Manajemen Tenaga Kerja. Bandung: Sinar Baru. (2000). (2005). Veithzal. Kepemimpinan dalam Organisasi. Bandung: CV Tarsito Sukardi. Dale A. Sujana. (2005). Bandung : Alfabeta. Jakarta: PT Elex Media Komputindo. Wahjosumijo. Peran Strategis Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan. Statistik Teori dan Aplikasi. Kepemimpinan Kepala Sekolah. 2005. Sondang P. Jakarta: PT Raja Grapindo Persada. Timple. Sujana. Kiat Meningkatkan Produktivitas Kerja. Jakarta : CV Eko Jaya. (2005). Sugiyono. Jatinangor: Alqaprint. (2000).

eprins.ac. Jurnal : UUD Republik Indonesia 1945. Pemotivasian dalam Manajemen. Bandung. ums. http. Pengaruh Motivasi dan Disiplin Terhadap Kinerja Pegawai Badan Kepegawaian Daerah. 2005. 2008. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 edisi 2009.eprins. Sistem Pendidikan Nasional.ac. Citra Umbara. . Depdiknas. Tentang Guru dan Dosen. J.156 Winardi. (2001). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 edisi 2009.ums. Citra Umbara.id/6864/. Pengaruh Kompetensi dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Dinas Pendidikan Semarang. Depdiknas. Jakarta: PT Raja Grapindo Persada. Hernowo Narmodo. http//etd. Bandung.etd. Rizal Aminudin.id/6816/.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->