1

BAB I PENDAHULUAN

I.I. Latar Belakang Masalah Era globalisasi dunia ditandai oleh perkembangan yang semakin cepat di segala bidang kegiatan, begitu pula dalam kegiatan pendidikan. Globalisasi ini sangat mempengaruhi terhadap perkembangan pendidikan di Indonesia sehingga diperlukan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Pemerintah Indonesia dalam upaya meningkatkan pendidikan bagi warga negaranya tidak henti-hentinya melakukan berbagai kegiatan dan menyediakan fasilitas pendukungnya termasuk memberlakukannya

Undang-Undang No. 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen. Seperti yang disampaikan dalam penjelasan umum atas Undang-Undang No. 14 tahun 2005, Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun1945 menyatakan bahwa tujuan pendidikan nasional adalah untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan

kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Untuk mewujudkan tujuan nasional tersebut, pendidikan merupakan faktor yang sangat menentukan. Selanjutnya, Pasal 31 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 mengamanatkan bahwa (1) Setiap warga Negara berhak mendapat pendidikan; (2) Setiap warga negara wajib mengikuti

2

pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya; (3) Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta ahlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan UndangUndang; (4) Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurangkurangnya 20 % (dua puluh persen) dari anggaran pendapatan dan

belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggeraan pendidikan nasional; dan (5) Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan

menjunjung tinggi nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia. Salah satu amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 tersebut kemudian diatur lebih lanjut dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang memiliki visi terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga Negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. Sumber daya manusia unggul merupakan persyaratan utama bagi terwujudnya bangsa dan negara yang maju. Berapapun besar sumber daya alam (SDA), modal sarana prasaran yang tersedia, pada akhirnya di tangan SDM yang handal sajalah target pembangunan bangsa dan negara dapat dicapai. Dalam perspektif berpikir seperti ini, suatu bangsa

3

tak dapat mencapai kemajuan tanpa adanya suatu sistem pendidikan yang baik. Pendidikan adalah modal dasar untuk menciptakan SDM yang unggul. Dunia pendidikan yang utama adalah sekolah. Sekolah

merupakan salah satu lembaga alternatif pelayanan pendidikan. Sekolah sebagai suatu lembaga tentunya memiliki visi, misi, tujuan dan fungsi. Untuk mengemban misi, mewujudkan visi, mencapai tujuan, dan menjalankan fungsinya sekolah memerlukan tenaga profesional, tata kerja organisasi dan sumber-sumber yang mendukung baik finansial maupun non finansial. Sekolah sebagai suatu sistem memiliki komponen-komponen yang berkaitan satu sama lain serta berkontribusi pada pencapaian tujuan.

Komponen-komponen tersebut adalah siswa, kurikulum, bahan ajar, guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan lainnya, lingkungan, sarana, fasilitas, proses pembelajaran dan hasil atau output. Semua komponen tersebut harus berkembang sesuai tuntutan zaman dan perubahan lingkungan yang terjadi di sekitarnya. Untuk berkembang tentunya harus ada proses perubahan. Pengembangan ini hendaknya bertolak dari halhal yang menyebabkan organisasi tersebut tidak dapat berfungsi dengan sebaik yang diharapkan (Gupta & Shingi, 2001). Dalam konsepsi pengembangan kelembagaan tercermin adanya upaya untuk

memperkenalkan perubahan cara mengorganisasikan suatu lembaga, struktur, proses dan sistem lembaga yang bersangkutan sehingga lebih dapat memenuhi misinya. Oleh karena itu, perubahan yang terjadi pada

Perhatian pemerintah terhadap pendidikan sudah disosialisasikan. baik internal maupun eksternal. Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Bandung Barat terdiri dari 60 sekolah negeri dan 76 sekolah swasta. lingkungannya. proses.4 lembaga sekolah harus meliputi seluruh komponen yang ada di dalamnya. ketenagaan dan sistem suatu lembaga serta proses perubahan itu sendiri. Guru merupakan salah satu SDM yang berada di sekolah. anggaran pendidikan yang Maka diamanatkan Undang-Undang 20 % sudah mulai dilaksanakan. kinerja pemerintah akan dirasakan oleh masyarakat dan kinerja guru akan dirasakan oleh siswa atau orang tua siswa. Berbagai usaha dilakukan untuk mencapai kinerja yang baik. kinerja guru tentunya akan menjadi perhatian semua pihak. Perubahan tersebut terjadi dalam struktur. Guru harus benar-benar kompeten dibidangnya dan guru juga harus mampu mengabdi secara optimal. Kinerja guru yang optimal dipengaruhi oleh berbagai faktor. Perubahan tidak akan berjalan tanpa dukungan dari sumber daya manusia yang merupakan asset yang dapat memberikan kontrbusi lebih dalam pencapaian tujuan organisasi. menyangkut bagaimana sekolah sebagai lembaga diorganisasikan sehingga mampu mengemban misinya dengan baik. kemampuan dan dan performancenya sehubungan dengan sumber-sumber. Dalam proses perubahan tersebut individu organisasi dan lembaga meningkatkan tujuan. Masalah kinerja menjadi sorotan berbagai pihak. Kinerja guru di sekolah mempunyai peran penting dalam pencapaian tujuan sekolah. Salah satu indikator .

Padahal belum tentu keberhasilan siswa merupakan hasil kinerja guru.27 7. Tabel I.41 6. Rata-Rata Nilai Ujian Nasional dan Kelulusan No 1 2 3 4 Mata Pelajaran B.46 6. Apakah keberhasilan siswa merupakan prestasi kinerja guru? Tentunya perlu ada penelitian untuk membuktikan asumsi tersebut.66 100% 6.07 6.13 6.28 100% Sumber : Dokumen SMPN 1 Cisarua Pada tabel rata-rata nilai UN dan kelulusan di atas terlihat peningkatan prestasi siswa belum optimal walaupun pada rata-rata nilai UN terakhir ada sedikit peningkatan.07 6.20 6.46 6. Indonesia B Inggris Matematika IPA Rata-rata % Lulusan 2006/2007 2007/2008 2008/2009 2009/2010 7.39 6.90 6.46 6.I. Sekolah yang perolehan nilai ujian nasionalnya paling tinggi dan tingkat kelulusannya setiap tahun selalu 100 % dianggap sudah berhasil dan akan mendapat kepercayaan masyarakat. diantaranya kepemimpinan kepala sekolah. berikut dapat kita lihat hasil rata-rata nilai Ujian Nasional (UN) dan prosentasi kelulusan dalam empat tahun terakhir.43 7.95 7.25 6. Seperti di SMPN 1 Cisarua yang terletak di Jalan Kolonel Masturi 312 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.67 100% 6. Keberhasilan prestasi sekolah ditentukan oleh berbagai faktor. AlanTucker dalam Syafarudin (2002 : 49) mengemukakan bahwa : “kepemimpinan sebagai kemampuan mempengaruhi atau mendorong seseorang atau sekelompok orang agar .5 suatu sekolah dianggap sudah berhasil adalah dengan perolehan nilai Ujian Nasional yang tinggi dan tingkat kelulusan yang maksimal.31 7.24 99% 7.

(3) tanggung jawab. serta pengetahuan administrasi dan pengawasan. mengarahkan kegiatan. meningkatkan kemauan tenaga kependidikan. dan kemampuan berkomunikasi. Leader. Implementasi kemampuan yang harus dimiliki kepala sekolah terwujud dalam pelaksanaan tugas-tugasnya antara lain menyusun perencanaan. Manajer. Supervisor. visi dan misi sekolah. (6) emosi yang stabil. Tabrani Rusyan (2000) mengungkapkan bahwa : kepemimpinan kepala sekolah memberikan motivasi kerja bagi peningkatan produktivitas kerja guru dan hasil belajar siswa. (4) berani mengambil resiko dan keputusan. mengorganisasikan kegiatan. Wahjosumijo (2002 : 10) mengemukakan bahwa kepala sekolah sebagai leader harus memiliki karakter yang khusus yang mencakup kepribadian. Menurut Mulyasa (2009 : 98) Kepala sekolah sedikitnya mempunyai peran dan fungsi sebagai Edukator.6 bekerja secara sukarela untuk mencapai tujuan tertentu atau sasaran dalam situasi tertentu”. pengalaman dan pengetahuan professional. (5) berjiwa besar. . Kemampuan yang harus diwujudkan kepala sekolah sebagai pimpinan dapat dianalisis dari kepribadian. pengetahuan terhadap kependidikan. (2) percaya diri. (7) teladan. membuka komunikasi dua arah. kemampuan mengambil keputusan. Kepribadian kepala sekolah sebagai leader akan tercermin dalam sifat-sifat (1) jujur. Kepala sekolah sebagai pimpinan harus mampu memberikan petunjuk dan pengawasan. Administrator. keahlian dasar. dan mendelegasikan tugas. Inovator dan Motivator (EMASLIM).

maka tidak akan dapat mengelola sekolah dan suasana sekolah menjadi tidak kondusif. Selain itu tugas menyelenggarakan administrasi antara lain menyusun perencaan. dan lain-lain. menentukan kebijaksanaan. maka seorang kepala sekolah dituntut memiliki kemampuan manajerial. pengambilan keputusan. Kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua dipandang sudah dilaksanakan dengan baik. mengatur pembelajaran dan mengadakan hubungan masyarakat. Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru menurut Uben dan Hughes berupa penciptaan iklim sekolah yang dapat memacu atau menghambat efektifitas kerja guru. Sebagai pemimpin suatu instansi pendidikan. pengorganisasian. kepegawaian. melaksanakan pengawasan. mengambil keputusan. kepala sekolah harus menjadi motor penggerak bagi berjalannya proses pendidikan. penanganan kesiswaan. penyusunan kurikulum. mengadakan rapat.7 mengkoordinasikan kegiatan. Dugaan tersebut didukung oleh data . Jika tidak. kemampuan memotivasi. Kepala sekolah selalu berupaya mencurahkan kemampuannya dalam menjalankan tugasnya untuk mencapai tujuan. komunikasi dan pendelegasian wewenang. Kemampuan yang harus dimiliki seorang pemimpin dalam hal ini kepala sekolah adalah memiliki kepribadian yang menjadi teladan bagi bawahannya. melakukan evaluasi terhadap kegiatan. sarana prasarana. Melihat tugas kepala sekolah yang begitu banyak. pengarahan keuangan.

Setiap bulan sekali 3. Uraian Kegiatan Rapat dinas pembinaan Guru dan tenaga kependidikan Rapat evaluasi program dan kegiatan KBM Rapat tim pengembang SSN Waktu Keterangan Setiap bulan sekali 2. Seorang guru dapat bekerja secara professional jika pada dirinya terdapat motivasi yang tinggi. Pegawai/guru yang memiliki motivasi yang tinggi biasanya akan melaksanakan tugasnya dengan penuh semangat dan energik. Miller dan Gordon W (1967) yang dikutip . sehingga ia mau dan rela bekerja keras. Pembinaan siswa melalui Setiap senin upacara awal bulan Sumber : Dokumen SMPN 1 Cisarua Lihat situasi kondisi Sudah terjadwal untuk setiap guru Jika dilihat dari tabel jadwal pembinaan dan pengawasan di atas. Pemerikasaan administrasi Setiap awal guru semester 5. Faktor lain yang dapat meningkatkan kinerja guru adalah motivasi kerja.8 jadwal pembinaan/pengarahan dan supervisi yang dilaksanakan secara intensif seperti yang terlihat pada tabel berikut : Tabel 1.2 Kegiatan Pembinaan dan Supervisi Kepala Sekolah No 1. Motif itulah sebagai faktor pendorong yang memberi kekuatan kepadanya. kemajuan kinerja guru seharusnya meningkat lebih baik. karena ada motif-motif atau tujuan tertentu yang melatarbelakangi tindakan tersebut. Setiap triwulan 4. Untuk mengetahui hal tersebut tentunya memerlukan penelitian yang lebih mendalam. Edward Murray (1957). Supervisi kelas Setiap semester 6. Hal itu dibuktikan berdasarkan hasil penelitian McCleland (1961).

menyimpulkan bahwa ada hubungan yang positif antara motivasi berprestasi dengan pencapaian kinerja/prestasi kerja. Berkaitan dengan pencapaian prestasi kerja guru SMPN 1 Cisarua. dan sebaliknya mereka yang kinerjanya rendah disebabkan karena motivasi kerjanya rendah. 4 Lomba keberhasilan guru dalam mengajar Provinsi Kota/Kab 5 Lomba lainnya Nasional Provinsi Kota/Kab Sumber : Dokumen SMPN 1 Cisarua. Hal ini diduga salah satu faktornya adalah rendahnya motivasi guru baik dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya maupun motivasi berprestasi.3 Prestasi Guru dalam Perlombaan Perolehan 1 s/d 3 dlm Tingkat Nasional Provinsi Kota/Kab Nasional Provinsi Kota/Kab Nasional Provinsi Kota/Kab Nasional Kejuaraan 3 th terakhir Jumlah Guru - No Jenis Lomba 1. . Lomba PTK 2.9 Mangkunegara (2005). Artinya pimpinan. berikut dapat kita lihat tabel prestasi guru dalam empat tahun terakhir: Tabel 1. manajer dan pegawai yang mempunyai motivasi berprestasi tinggi akan mencapai kinerja yang tinggi. Lomba karya tulis inovasi Pembelajaran Lomba guru berprestasi 3. Terlihat dari tabel di atas bahwa masih belum ada hasil prestasi kerja guru SMPN 1 Cisarua dalam satu lombapun.

Simamora (2006 : 610) menyatakan bahwa : “Disiplin adalah prosedur yang mengoreksi atau menghukum bawahan karena melanggar peraturan atau prosedur. menurunnya produktivitas kerja dan apatis. Keith Davis (2003 : 129) menyatakan disiplin kerja sebagai pelaksanaan manajemen untuk memperteguh pedoman-pedoman dipandang erat keterkaitannya dengan kinerja. Disiplin merupakan bentuk pengendalian diri karyawan dan pelaksanaan yang teratur dan menunjukkan tingkat kesungguhan tim kerja di dalam suatu organisasi”. Walaupun disiplin ini hanya merupakan salah satu bagian dari ciri kinerja guru dan berkaitan dengan prosentasi kehadiran. Kepemimpinan kepala sekolah adalah motivator bagi kepatuhan diri pada disiplin kerja para guru. ketidakpatuhan pada aturan. juga dituntut untuk mampu menciptakan suasana yang kondusif di lingkungan kerja (climate-maker) sehingga dapat mencegah timbulnya desintegrasi dan mampu memberikan dorongan agar semua komponen yang ada di sekolah bersatu mencapai tujuan yang ingin dicapai. tetapi ternyata hal ini membawa dampak yang sangat besar terutama pada sistem pendidikan kita yang masih memerlukan keberadaan guru secara dominan dalam proses pembelajaran. Pernyataan tersebut didukung oleh pendapat Malthis dan Jackson bahwa disiplin kerja berkaitan erat dengan perilaku karyawan dan berpengaruh terhadap kinerja. Pada tahap inilah kepemimpinan kepala sekolah dituntut untuk mampu memimpin atau mengelola sekolah.10 Pada sisi lain faktor disiplin dapat pula meningkatkan kinerja guru. Dalam kasus pada SMPN 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat yang sedang berusaha mencapai status Sekolah Standar Nasional (SSN) .

1% tidak hadir Sumber : Sie Kurikulum SMPN 1 Cisarua.4 Prosentasi Ketidakhadiran Guru No Ket Juli 1 Hari kerja Efektif 2 Jumlah guru 4. motivasi kerja. Proses pembelajaran jadi terhambat sehingga para siswa tidak mendapat ilmu secara optimal.21% 4. kedisiplinan. Pada tahap inilah peran kepemimpinan kepala sekolah diperlukan. Kepala sekolah harus bertindak tegas terhadap pelanggaran yang terjadi. sampai gaya kepemimpinan kepala sekolah. baik dari kinerja guru.57% 5. siswa jadi terlantar karena gurunya absen.11 masih banyak hal yang harus ditingkatkan. 7. ketidakhadiran dalam setiap bulannya hanya di bawah 10 % sekilas tampaknya bukan masalah besar.88% 18 Agust 22 Bulan Sept 12 Okt 26 Nop 26 Des 4 Ratarata . Hal ini dapat dilihat dari absensi (kehadiran/ketidakhadiran) dari guru. Apalagi kalau ditambah dengan prilaku guru yang hadir di sekolah karena malas atau kurang tanggung jawab kadang tidak hadir di kelas. hal itu dapat membawa pengaruh buruk. agar semua komponen yang ada dalam sekolah memberikan pelayanan yang optimal kepada para siswa. Jika kita memperhatikan tabel di atas. Tabel berikut ini data ketidakhadiran guru SMPN 1Cisarua dalam kurun waktu semester terakhir. Fakta menunjukkan tingkat kedisiplinan guru di SMPN 1 Cisarua masih rendah.92% 5.6% 5.89% 7. Tabel 1. Tetapi sesungguhnya dalam sistem pendidikan kita saat ini.

Disiplin kerja guru masih rendah. 9. Kesadaran diri akan tugas masih lemah. Konflik organisasi belum teratasi dengan baik. 8. 4.2 Identifikasi Masalah Berdasarkan paparan di atas. 7. Komitmen pencapaian kinerja guru di SMPN 1 Cisarua masih rendah. penulis membuat judul penelitian “ Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah. 12. Motivasi guru untuk berprestasi masih rendah. . Budaya kerja belum tercipta dengan baik. Motivasi guru untuk meningkatkan kemampuan mengajar belum optimal. 5. 2. 13. 1. Kompetensi guru belum dikuasai menyeluruh. maka dapat diidentifikasi masalahmasalah sebagai berikut : 1. 3. Komunikasi personal belum terjalin dengan baik. 6.12 Sehubungan dengan uraian di atas maka masalah faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja guru perlu dibuktikan dengan mengadakan penelitian. 10. Kinerja guru masih belum optimal. Oleh karena itu. Program diklat untuk pengembangan kompetensi guru frekuensinya masih kurang. Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat “. Reward dan punishment belum berjalan efektif. 11. Kepemimpinan kepala sekolah dalam mempengaruhi kinerja guru perlu ditingkatkan.

Bagaimana gambaran motivasi kerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Bagaimana gambaran disiplin kerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. maka masalah dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut : 1. 1. Tingkat kepuasan kerja guru masih rendah. Salah satunya adalah masalah manajemen sumber daya manusia. Namun dalam penelitian ini penulis membatasi masalah kinerja guru SMP yang dipengaruhi oleh kepemimpinan. .4 Rumusan Masalah Berdasarkan pembatasan masalah di atas. disiplin dan motivasi kerja.3 Pembatasan Masalah Berbagai permasalahan yang dihadapi dalam dunia pendidikan sangatlah kompleks. 1. kompensasi. 3.13 14. Dalam tesis ini penulis hanya membatasi masalah pada skup kecil yaitu mengenai kinerja guru yang ada di SMP tepatnya di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. lingkungan kerja. motivasi dan disiplin kerja. Sarana prasarana yang tersedia di sekolah belum dimanfaatkan secara maksimal. budaya kerja. Bagaimana gambaran kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Ada banyak faktor yang mempengaruhi kinerja guru di SMP diantaranya kompetensi. kepuasan kerja. kepemimpinan. 15. Permasalahan-permasalahan perlu mendapat tanggapan dan solusi. 2.

14

4. Bagaimana gambaran kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Barat. 5. Berapa besar pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 6. Berapa besar pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 7. Berapa besar pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 8. Berapa besar pengaruh kepemimpinan kepala sekolah, motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.

1.5 Maksud dan Tujuan Penelitian Penelitian ini bermaksud untuk mengumpulkan data, mengolah dan menginterpretasikan untuk dijadikan sebagai karya tulis berupa tesis, sebagai syarat memperoleh gelar Megister Manajemen (MM) di STIE Pasundan Bandung. Sedangkan tujuan penelitian ini adalah untuk : 1. Mengetahui gambaran kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 2. Mengetahui gambaran motivasi kerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 3. Mengetahui gambaran disiplin kerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 4. Mengetahui gambaran kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.

15

5. Mengetahui berapa besar pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 6. Mengetahui berapa besar pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 7. Mengetahui berapa besar pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 8. Mengetahui berapa besar pengaruh kepemimpinan kepala sekolah, motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. di SMP

1.6 Kegunaan Penelitian Peneliti berharap hasil penelitian ini berguna baik secara teoritis maupun praktis. a. Kegunaan Teoritis Penelitian ini diharapkan dapat menyumbangkan

pengembangan keilmuan untuk peneliti selanjutnya, terutama yang berhubungan dengan peningkatan kinerja guru di sekolah.

b. Kegunaan Praktis Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai informasi bagi para guru, praktisi pendidikan, dan pengambil kebijakan khususnya kebijakan yang berkenaan dengan upaya meningkatkan kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.

16

BAB II TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA BERFIKIR DAN HIPOTESIS PENELITIAN

2.1 Tinjauan Pustaka 2.1.1 Tinjauan Umum tentang Sumber Daya Manusia Manajemen merupakan proses untuk mencapai tujuan organisasi. Manajemen bisa sebagai suatu kumpulan pengetahuan yang logis dan sistematis juga sebagai suatu kreativitas pribadi yang disertai suatu keterampilan. Sadili Samsudin dalam bukunya Manajemen Sumber Daya Manusia (2006 : 18) mengutip pendapat G.R. Terry dalam Principless of Manajemen memberikan pengertian sebagai berikut : “Management is a distict process consisting of planning, organizing, actuating, and controlling performed to determine and accomplish stated objectives by the use of human being and other resources” “Manajemen adalah suatu proses yang khas, yang terdiri dari tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber daya lainnya”. Menurut Mary Parker Follet dalam bukunya menyatakan bahwa manajemen adalah seni mencapai sesuatu melalui orang lain (manajement is the art of getting things done thourh the other) Dari definisi manajemen di atas maka dapat diketahui bahwa ada dua istilah yang diberikan para ahli mengenai istilah manajemen yaitu sebagai seni yang merupakan kreativitas pribadi yang disertai suatu keterampilan dan ada pula yang memberikan definisi manajemen sebagai suatu ilmu yang merupakan kumpulan pengetahuan yang logis dan sistematis. Maka suatu organisasi untuk mencapai tujuannya tidak akan

maka pengalaman dan hasil penelitian bidang SDM dikumpulkan secara sistematis selanjutnya disebut dengan manajemen sumber daya manusia. Manajemen sumber daya manusia (MSDM) merupakan salah satu bidang dari manajemen umum yang meliputi segi-segi : perencanaan. Perencanaan (Planning) adalah kegiatan menetapkan tujuan organisasi dan memilih cara terbaik untuk mencapai tujuan tersebut. tugas. dan otoritas diantara anggota organisasi agar tujuan organisasi dapat dicapai dengan efisien dan efektif. pengorganisasian. Manajemen menginginkan tujuan organisasi tercapai dengan efisien dan efektif. keuangan. 3. Karena sumber daya manusia mempunyai peranan penting dalam mencapai tujuan perusahaan. 4. pelaksanaan dan pengendalian. Pengorganisasian (Organizing dan Staffing) adalah kegiatan mengkoordinir sumber daya. Pengarahan (Leading) adalah membuat bagaimana orang-orang tersebut bekerja untuk mencapai tujuan organisasi tersebut. Dengan manajemen maka pemanfaatan sumber . 2. Pengendalian (Controlling) bertujuan untuk melihat apakah organisasi berjalan sesuai rencana. maupun kepegawaian. pemasaran.17 terlepas dari aktivitas manajemen. Proses ini terdapat dalam fungsi/bidang produksi. Menurut (2008:1) istilah manajemen mempunyai arti Veithzal Rivai kumpulan sebagai pengetahuan tentang bagaimana seharusnya memanage (mengelola) sumber daya manusia. Adapun fungsi manajemen diantaranya : 1.

Sedarmayanti (2007 : 13) mengatakan bahwa: “Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) adalah kebijakan dan praktik menentukan aspek manusia atau sumber daya manusia dalam posisi manajemen. sumber daya manusia merupakan masukan (input) yang diolah oleh perusahaan dan menghasilkan keluaran (output). Sumber daya manusia merupakan asset bagi perusahaan yang apabila dimanage akan menghasilkan output kinerja bagi perusahaan yang tentunya akan menguntungkan bagi perusahaan. Sumber daya manusia yang belum mempunyai keahlian dan keterampilan yang dibutuhkan perusahaan apabila dilatih.18 daya yang ada dapat lebih optimal guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan. diberikan pengalaman dan diberikan motivasi untuk berkembang maka akan menjadi asset yang sangat menguntungkan bagi perusahaan. melatih. Dalam usaha mencapai tujuan perusahaan. Pada masa kini persoalan manajemen tidak hanya terdapat pada bahan mentah atau bahan baku akan tetapi juga menyangkut prilaku karyawan atau sumber daya manusia. Menjadi tugas utama manajemen sumber daya manusia yaitu . permasalahan yang dihadapi oleh manajemen semakin kompleks seiring dengan perkembangan teknologi di era globalisasi ini. menyaring. Dengan kata lain manajemen sumber daya manusia adalah mengembangkan pegawai dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran individu maupun organisasi. termasuk merekrut. memberi penghargaan dan penilaian”. Pengelolaan sumber daya manusia inilah yang disebut dengan manajemen sumber daya manusia. Seperti sumber daya lainnya.

4. dimana hubungan yang produktif dan harmonis dapat dipertahankan melalui asosiasi antara manajemen dengan karyawan. 2. Meningkatkan dan memperbaiki kapasitas yang melekat pada manusia kontribusi. Mengembangkan praktek manajemen dengan komitmen tinggi yang menyadari bahwa karyawan adalah pihakterkait dalam organisasi Yang bernilai membantu dan membentuk pengembangan iklim kerjasama dan kepercayaan bersama. Secara khusus Sedarmayanti (2007 : 13) mengungkapkan bahwa manajemen sumber daya manusia bertujuan untuk : 1. Mengembangkan sistem kerja dengan kinerja tinggi yang meliputi prosedur perekrutan dan seleksi yang teliti. 6. 5. Menciptakan iklim. . Membantu organisasi menyeimbangkan dan mengadaptasikan kebutuhan pihak terkait (pemilik. Memungkinkan organisasi mendapatkan dan mempertahankan pegawai cakap. 3. pengembangan manajemen serta aktifitas pelatihan yang terkait “kebutuhan bisnis”. 7. Mengembangkan iklim lingkungan dimana kerjasama tim dan fleksibilitas dapat berkembang. dapat dipercaya dan memiliki motivasi tinggi seperti yang diperlukan.19 mengelola pegawai se-efisien dan se-efektif mungkin agar diperoleh pegawai yang produktif dan dapat memberikan keuntungan yang maksimal bagi perusahaan. kemampuan dan kecakapan mereka. sistem kompensasi dan insentif yang tergantung pada kinerja. lembaga atau wakil pemerintah.

keadilan dan diantaranya : hukum. sosial. Mengelola karyawan yang beragam. Namun di era globalisasi dimana teknologi membuat dunia seolah tanpa batas maka lingkungan eksternal menjadi bagian penting yang harus menjadi pertimbangan bagi semua pimpinan dalam melaksanakan aktivitas sumber daya manusia pada perhatian untuk karyawan. karyawan. Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut di atas manajemen sumber daya manusia harus malaksanakan beberapa kelompok aktivitas yang semuanya saling berhubungan dan terkait. memperhitungkan perbedaan individu dan kelompok dalam kebutuhan penempatan. 8. budaya dan teknologi. 12. Memastikan bahwa kesamaan tersedia untuk semua. pelanggan. ekonomi. Hal ini dikarenakan lingkungan eksternal seolah menjadi bagian tak terpisahkan dari organisasi itu sendiri. hubungan karyawan dan buruh. gaya kerja dan aspirasi. Mengadopsi pendekatan etis untuk mengelola karyawan yang didasarkan transportasi. 11. 10. Memastikan bahwa orang dinilai atau dihargai berdasarkan apa yang mereka lakukan dan mereka capai. . kompensasi dan tunjangan kesehatan.politik. 9. seperti yang terjadi dalam konteks organisasi meliputi : perencanaan sumber daya manusia. pemasok dan masyarakat luas). keselamatan dan keamanan. Mempertahankan dan memperbaiki kesejahteraan fisik dan mental karyawan.20 manajemen.

Menurut Andrew J. Hal ini memberikan suatu perspektif bahwa seorang manajer dapat berperilaku sebagai seorang pemimpin.21 2.2 Kepemimpinan Konsep tentang kepemimpinan dalam dunia pendidikan tidak bisa terlepas dari konsep kepemimpinan secara umum. Dubrin dalam Buku The Complete Ideal‟s Guides to Leadership 2nd Edition yang dialih bahasa oleh Tri Wibowo BS . Sedangkan menurut AlanTucker dalam Syafarudin (2002 : 49) mengemukakan bahwa : “kepemimpinan sebagai kemampuan mempengaruhi atau mendorong seseorang atau sekelompok orang agar bekerja secara sukarela untuk mencapai tujuan tertentu atau sasaran dalam situasi tertentu”. Tetapi seorang pemimpin belum tentu harus menyandang jabatan manajer.1. Dalam buku kepemimpinan karangan Miftah Toha (2006 : 5) mengartikan bahwa : “Kepemimpinan adalah aktivitas untuk mempengaruhi orang-orang supaya diarahkan untuk mencapai tujuan organisasi.” Pengertian di atas didukung oleh pendapat Stephen P. padahal dua hal tersebut memiliki perbedaan yang cukup berarti. Seven edition yang dialih bahasa oleh T. Robbins dalam buku Manajement. asalkan dia mampu mempengaruhi perilaku orang lain untuk mencapai tujuan tertentu. Konsep kepemimpinan secara umum sering dipersamakan dengan manajemen. Hermaya (2005 : 128) memberikan arti kepemimpinan sebagai berikut : “Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi kelompok menuju tercapainya sasaran”.

Berikut ini adalah beberapa definisinya : 1. Kepemimpinan adalah kekuatan dinamis penting yang memotivasi dan mengkoordinasikan organisasi dalam rangka mencapai tujuan. Kepemimpinan adalah tindakan yang menyebabkan orang lain bertindak atau merespon dan menimbulkan perubahan positif. Teori perilaku ini tidak hanya memberikan jawaban yang lebih pasti tentang sifat kepemimpinan. Kepemimpinan sebenarnya dapat berlangsung dimana saja. Seorang pemimpin merupakan orang yang memberikan inspirasi. Seven Edition yang dialih bahasa oleh T. Kepemimpinan adalah cara mempengaruhi orang dengan petunjuk atau perintah 3. Hermaya (2005 : 129) menyatakan bahwa : “Teori prilaku adalah teori-teori kepemimpinan yang mengenali perilaku yang membedakan pemimpin yang efektif dari yang tidak efektif”. 5. membujuk. Menurut Stephen P Robbins dalam buku Management. 2.22 (2006 : 4) arti kepemimpinan yang sesungguhnya dapat dijelaskan dengan banyak cara. . Untuk membedakan pemimpin dari non-pemimpin dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan teori perilaku. Kepemimpinan adalah kemampuan untuk menciptakan rasa percaya diri dan dukungan diantara bawahan agar tujuan organisasional tercapai. 4. Berdasarkan definisi kepemimpinan yang berbeda terkandung kesamaan arti yang bersifat umum. Kepemimpinan adalah upaya mempengaruhi banyak orang melalui komunikasi untuk mencapai tujuan. tetapi juga mempunyai implikasi nyata yang cukup berbeda dari pendekatan ciri. karena kepemimpinan merupakan proses mempengaruhi orang lain untuk melakukan sesuatu dalam rangka mencapai maksud tertentu. mempengaruhi dan memotivasi orang lain.

Pemimpin yang efektif mempunyai tingkat pengetahuan yang tinggi tentang perusahaan. Menurut Thoha dalam buku Kepemimpinan dalam Manajemen (2006 : 31) terdapat beberapa teori kepemimpinan diantaranya : 1. Pengetahuan yang terkait dengan pekerjaan.23 Selanjutnya Stephen P Robbins dalam buku yang sama mengemukakan bahwa terdapat enam ciri yang berkaitan dengan kepemimpinan yaitu : 1. Kepercayaan diri. 3. harus terdapat suatu pertukaran yang positif diantara pemimpin dan pengikut-pengikutnya. Teori Sifat (Trait Theory) Ada empat sifat yang berpengaruh terhadap keberhasilan kepemimpinan. dan membuat keputusan yang tepat. Pemimpin haruslah cukup cerdas untuk mengumpulkan. . Kejujuran dan integritas. Pemimpin menunjukkan tingkat usaha yang tinggi. Kecerdasan. memecahkan masalah. Pemimpin membangun hubungan saling mempercayai antara mereka sendiri dan pengikutnya dengan menjadi jujur dan tidak menipu. 6. Teori Situasional Teori ini mengemukakan bahwa kepemimpinan dipengaruhi situasisituasi yang ada di sekitarnya. Dorongan. 3. 2. menganalisis dan menafsirkan banyak informasi. Para pengikut melihat pemimpinnya tidak ragu akan dirinya. industry dan hal-hal teknis. Pemimpin mempunyai kehendak yang kuat untuk mempengaruhi dan memimpin orang lain. Kehendak untuk memimpin. 4. yaitu : kecerdasan. kedewasaan dan kekuasaan hubungan sosial. motivasi diri dan dorongan berprestasi. Teori Kelompok Teori ini beranggapan bahwa kelompok bisa mencapai tujuantujuannya. sikapsikap hubungan kemanusiaan. 2. 5. dan mereka perlu mampu untuk menciptakan visi.

membuat keputusan unilateral. dan membatasi partisipasi karyawan. mendelegasikan yang banyak mempengaruhi perilaku keberhasilan seorang dalam mempengaruhi pengikut-pengikutnya. mendiktekan metode kerja. Menurut Robbins dalam buku Management Seven Edition yang dialih bahasa oleh T Hermaya (2005 : 130) ada beberapa gaya atau Style kepemimpinan pemimpin diantaranya : 1. 5. Teori Jalan Kecil – Tujuan Teori ini menggunakan kerangka teori motivasi. mendorong partisipasi dalam memutuskan metode dan sasaran kerja dan menggunakan umpan balik sebagai peluang untuk melatih karyawan. Penjelasan teori kepemimpinan ini melahirkan suatu tinjauan bahwa untuk memimpin seseorang harus memiliki gaya kepemimpinan. Teori Social Learning Merupakan suatu teori yang dapat memberikan suatu model yang menjamin kelangsungan. jika perilaku itu dapat memuaskan. . Pada Periode Pertama Gaya Otokratis : Pemimpin yang cenderung memusatkan wewenang. Gaya Demokratis : Pemimpin yang cenderung melibatkan karyawan dalam mengambil keputusan. wewenang.24 4. interaksi timbale balik antara pemimpin lingkungan dan perilakunya sendiri. Mereka beranggapan bahwa perilaku pemimpin akan bisa menjadi faktor motivasi terhadap bawahan.

Empat Sistem Manajemen dari Likert Dimana pemimpin dapat berhasil jika bergaya participative management. yaitu jika berorientasi pada bawahan dan mendasarkan pada komunikasi. Pendapat para Ahli Gaya Kepemimpinan Kontinum Terdapat dua bidang pengaruh yang eksterm antara pengaruh pemimpin dan kebebasan bawahan. Berdasarkan beberapa pembahasan tentang teori kepemimpinan tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan adalah kemampuan yang dimiliki seseorang dalam mempengaruhi orang lain untuk mau bekerja sama agar mau melakukan tindakan dan perbuatan dalam mencapai tujuan bersama. 2. Gaya Managerial Grid Dimana manajer berhubungan dengan dua hal yaitu produksi dan orang-orang. . Tiga Dimensi dari Reddin Merupakan gaya penyempurnaan dari manajerial grid dengan menambahkan efektivitas dalam modelnya.25 - Gaya Laissez-Faire : Pemimpin yang umumnya memberikan kelompok kebebasan penuh untuk membuat keputusan dan menyelesaikan pekerjaan dengan cara apa saja yang dianggap sesuai.

Berdasarkan beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa kepala sekolah adalah seorang guru yang mempunyai kemampuan untuk memimpin dan memanaj segala sumber daya yang ada pada suatu sekolah sehingga dapat didayagunakan secara maksimal untuk mencapai tujuan bersama.1. memberi perintah sekaligus mengayomi bawahannya yaitu para guru dan menyelesaikan masalahmasalah yang timbul. Tabrani Rusyan (2000) menyatakan bahwa : Kepemimpinan kepala sekolah memberikan motivasi kerja bagi peningkatan produktivitas kerja guru dan hasil belajar siswa. karena tanggung jawab kepala sekolah sangat penting dan menentukan tinggi rendahnya hasil belajar para siswa. Kepemimpinan kepala sekolah harus benar-benar dapat dipertanggungjawabkan. juga produktivitas dan semangat kerja guru tergantung kepala sekolah dalam arti sampai sejauh mana kepala sekolah mampu menciptakan kegairahan kerja dan sejauh mana kepala . Wahjosumidjo (2002 : 83) mengartikan bahwa : “Kepala sekolah adalah seorang tenaga fungsional guru yang diberi tugas untuk memimpin suatu sekolah dimana diselenggarakan proses belajar mengajar atau tempat dimana terjadi interaksi antara guru yang memberi pelajaran dan murid yang menerima pelajaran.3. Kepala Sekolah adalah pemimpin sekaligus manajer yang harus mengatur.26 2. Kepemimpinan Kepala Sekolah Sejalan dengan uraian kepemimpinan di atas kepemimpinan dalam organisasi sekolah secara umum sama. Berkaitan dengan kepemimpinan kepala sekolah A.” Sementara Rahman dkk (2006 : 106) mengungkapkan bahwa “Kepala sekolah adalah seorang guru (Jabatan fungsional) yang diangkat untuk menduduki jabatan structural (kepala sekolah) di sekolah.

kemampuan memotivasi. pengambilan keputusan. yaitu : 1. 2. pemimpin dan anggotanya mempunyai ketergantungan satu dengan yang lainnya. Kepala Sekolah sebagai Penyelia Supriadi juga mengatakan bahwa kepemimpinan adalah kepribadian dan integritas serta kemampuan untuk meyakinkan dan mengarahkan orang lain. perlu adanya kebersamaan. Kepala Sekolah sebagai Manajer. tujuan dan . Hal tersebut di atas meliputi kepribadian. Rasa kebersamaan dan rasa memiliki pada diri setiap anggota mampu menimbulkan suasana organisasi yang baik. Ada tujuh indikator keberhasilan seorang kepala sekolah. Kepala Sekolah sebagai Wirausaha 4. Menurut Supriadi dalam bukunya (editor) Sejarah Pendidikan Teknik dan Kejuruan di Indonesia (2002 : 268). komunikasi dan pendelegasian wewenang. Oleh sebab itu. Sedangkan menurut Mulyasa (2009 : 90) : “Kepemimpinan kepala sekolah merupakan salah satu faktor yang dapat mendorong sekolah untuk mewujudkan visi. Kepala Sekolah sebagai Administrator 7. Kepala Sekolah sebagai Pemimpin 3. misi. Kepala Sekolah sebagai Pencipta Iklim Kerja 5. Setiap anggota organisasi mempunyai hak untuk memberikan sumbangan demi tercapainya tujuan organisasi. Kepala Sekolah sebagai Pendidik 6.27 sekolah mampu mendorong bawahannya untuk bekerja sesuai dengan kebijaksanaan dan program yang telah digariskan sehingga produktivitas kerja guru tinggi dan hasil belajar siswa meningkat.” Sebenarnya dalam mencapai tujuan bersama. untuk mencapai tujuan sesuai dengan sasaran.

Kepala sekolah sebagai administrator d.” Pendapat tersebut di atas mengandung arti bahwa kepala sekolah dituntut untuk mempunyai kemampuan manajemen dan kepemimpinan yang memadai agar mampu mengambil inisiatif untuk meningkatkan mutu sekolah. Kepala sekolah selain mampu untuk memimpin. Kepala sekolah sebagai leader (pemimpin) f. Kepala sekolah sebagai inovator g. Jadi. Kepala sekolah sebagai supervisor e. Kepala sekolah sebagai motivator Kepala sekolah yang mampu menjalankan fungsi-fungsi di atas dengan baik dapat dikatakan kepala sekolah memiliki kemampuan memimpin yang baik. mengelola sekolah juga dituntut mampu menciptakan suasana . Kepemimpinan khususnya di lembaga pendidikan memiliki ukuran atau standar pekerjaan yang harus dilakukan oleh kepala sekolah selaku pimpinan tertinggi. Kepala sekolah sebagai manajer c. Menurut Mulyasa (2009 : 98) disampaikan bahwa seorang kepala sekolah harus melakukan perannya sebagai pimpinan dengan menjalankan fungsi : a. dengan demikian jelas bahwa kepala sekolah sebagai pemimpin agar berhasil harus menjalankan sekurang-kurangya tujuh fungsi di atas selain juga memiliki kriteria lain seperti latar belakang pendidikan dan pengalamannya. Kepala sekolah sebagai educator (pendidik) b.28 sasaran sekolahnya melalui program-program yang dilaksanakan secara terencana dan bertahap.

Sebaliknya jika kebutuhannya terpenuhi maka pegawai akan memperlihatkan perilaku yang gembira sebagai manifestasi dari rasa puas. Veithzal (2005 : 455 ). Menurut Abraham Maslow mengemukakan bahwa hirarki kebutuhan manusia adalah : . 2. Sikap dan nilai tersebut merupakan suatu yang invisible yang memberikan kekuatan untuk mendorong individu bertingkah laku dalam mencapai tujuan. Beliau juga mengemukakan : “Dua hal yang dianggap sebagai dorongan individu yaitu arah prilaku (kerja untuk mencapai tujuan) dan kekuatan prilaku (seberapa kuat usaha individu dalam bekerja)”. Beberapa ahli mengemukakan teori motivasi diantaranya : a.4 Motivasi Kerja Motivasi adalah serangkaian sikap dan nilai yang mempengaruhi individu untuk mencapai hal yang spesifik sesuai dengan tujuan individu. Teori Kebutuhan dari Maslow (Hierarchy of Need Theory) Kebutuhan dapat didefinisikan sebagai suatu kesenjangan atau pertentangan yang dialami antara kenyataan dengan dorongan yang ada dalam diri. Apabila kebutuhan pegawai tidak terpenuhi maka pegawai tersebut akan menunjukkan perilaku kecewa.29 yang kondusif di lingkungan kerja sehingga dapat memotivasi guru dalam bekerja dan dapat mencegah timbulnya disintegrasi atau perpecahan dalam organisasi.1.

Kebutuhan akan perwujudan diri (self actualization) adalah kebutuhan akan aktualisasi diri dengan menggunaka kecakapan. program pension. 2. 4. Abraham Maslow berpendapat bahwa orang dewasa (pegawa bawahan) secara normal harus terpenuhi minimal . seperti makan. 5. 3. lingkungan kerja yang nyaman. Sosial need di dalam organisasi dapat berupa keompok kerja (team work) baik secara formal maupun informal. Kebutuhan akan harga diri (esteem need or status needs) yaitu kebutuhan akan penghargaan diri. uang pesangon. cinta dan memiliki. minum. program pemberhentian kerja. gelar dsb. Dalam organisasi kebutuhan ini dapat berupa reputasi diri. Kebutuhan rasa memiliki (social need) yaitu kebutuhan akan teman. hiburan. Kebutuhan keselamatan dan keamanan (safety and security need) yaitu kebutuhan keamanan dari ancaman yakni merasa aman dari ancaman kecelakaan dalam melakukan pekerjaan. perumahan dan lainnya. udara. keterampilan dan potensi optimal untuk mencapai prestasi kerja yang sangat memuaskan atau luar biasa yang sulit dicapai orang lain. Kebutuhan fisiologis (physiological needs) yaitu kebutuhan yang diperlukan untuk mempertahankan kelangsungan hidup seseorang. pengakuan serta penghargaan prestise dari karyawan dan masyarakat lingkungan. Dalam organisasi kebutuhan ini dapat berupa keamanan kerja. Dalam organisasi kebutuhan-kebutuhan ini dapat berupa uang. kemampuan.30 1. senioritas. Selanjutnya.

Herzberg memisahkan dua kategori pekerjaan. Atas dasar hasil penelitiannya. dan 15% kebutuhan aktualisasi diri. Teori Motivasi Dua Faktor dari Herzberg (the two Factors Theory) Frederick Herzberg. Faktor “Hygiene” Yang dimaksud dengan faktor hygiene atau pemeliharaan adalah faktor-faktor yang sifatnya ekstrinsik yang berarti bersumber dari luar diri yang turut menentukan prilaku seseorang dalam kehidupannya. Tim peneliti ini mengadakan penelitian terhadap 203 akuntan dan insinyur. . pemimpin akan mengalami kesulitan dalam memotivasi pegawai. Berdasarkan studi tersebut. b. Bernard Mausner dan Barbara Snyderman mengadakan studi tentang motivasi kerja karyawan industri. Faktor “Motivasional” Menurut teori ini yang dimaksud faktor motivasional adalah hal-hal yang mendorong berprestasi yang sifatnya instrinsik yang berarti bersumber dalam diri seseorang. jika kebutuhan pegawai tidak terpenuhi. Herzberg dan kawan-kawan merumuskan teori motivasi yang disebut dengan Teori Dua Faktor. 70% kebutuhan rasa aman. Teknik pengumpulan data adalah wawancara dan interviu. dan bisa menjadi penyebab terjadinya konflik kerja. Dengan demikian.31 85% kebutuhan fisiologi. 50% kebutuhan sosial. 2. Teori ini dikenal juga dengan teori Motivator – Hygienes. yaitu : 1. 40% kebutuhan penghargaan. keluarga.

Pada umumnya guru relatif jarang berinteraksi dengan supervisor atau pengawas. kebijakan administratif. Proses belajar mengajar dalam organisasi sekolah mempunyai masalah tersendiri.32 Herzberg berpendapat bahwa baik faktor motivasional yang bersifat intrinsik maupun faktor pemeliharaan yang bersifat ekstrinsik dapat mempengaruhi seseorang dalam bekerja. teknik supervisi. di samping menghadapi permasalahan dalam berhubungan dengan siswa. Kedua faktor tersebut berpengaruh besar terhadap motivasi seseorang. tanggung jawab dan kemajuan. Pelaksanaan supervisi di sekolah pun berbeda dengan di perusahaan. Postulat teori dua factor. karena motivasi berhubungan dengan berbagai komponen yang sangat kompleks. Termasuk ke dalam faktor pemeliharaan yang bersifat ekstrinsik adalah hubungan interpersonal antara atasan dan bawahan. Guru sekolah lanjutan pada umumnya berinteraksi dengan banyak siswa setiap hari pada situasi yang hampir sama dan terkadang bersifat pribadi. Guru. bahwa ada seperangkat factor (motivator) yang menghasilkan kepuasan. Termasuk faktor motivasional yang bersifat intrinsik adalah prestasi yang dicapai. dunia kerja. dan ada . kondisi kerja. Masalah yang dihadapi oleh guru berbeda denga apa yang dihadapi oleh karyawan perusahaan. pengakuan. juga dalam berhubungan dengan kepala sekolah dan pejabat di atasnya. dan kehidupan pribadi. lebih-lebih guru borongan atau selfcontained classroom. Meskipun demikian bukanlah sesuatu yang mutlak dapat dikuantifikasi.

Kebanyakan karyawan menempatkan keamanan di atas factor lainnya yang berhubugan erat dengan pekerjaan dan akan menggambarkannya dengan sedikit ambisi. Mc Gregor merumuskan asumsi-asumsi dan perilaku manusia dalam organisasi sebagai berikut: Teori X (negatif) merumuskan asumsi sebagai berikut : Karyawan sebenarnya tidak suka bekerja dan jika ada kesempatan dia akan menghindari atau bermalas-malasan dalam bekerja. mereka harus diatur dan dikontrol bahkan mungkin ditakut-takuti untuk menerima sangsi hukum jika tidak bekerja dengan sungguh-sungguh. Dua hal ini tidaklah berlawanan. “Theory X and Theory Y” dari Douglas Mc Gregor Douglas Mc Gregor mengajukan dua pandangan yang berbeda tentang manusia. melainkan merupakan dua dimensi yang berbeda di dalam organisasi. negatif dengan tanda label X dan positif dengan tanda label Y. Karyawan akan menghindari tanggung jawabnya dan mencari tujuan formal sebisa mungkin. Semenjak karyawan tidak suka atau tidak menyukai pekerjaannya. setelah melakukan penyelidikan tentang perjanjian seorang manajer dan karyawan. Teori Y (positif) memiliki asumsi asumsi sebagai berikut : .33 seperangkat lain (hygienes) menghasilkan ketidakpuasan. c.

dengan segala bentuknya haruslah mempertimbangkan situasi dan orangnya. dan tanggung jawab atau grup relasi sebagaipendekatan untuk memotivasi karyawan dalam kepuasan kerjanya. Walaupun demikian tidak ada seorang pimpinan pun yang sama sekali tidak pernah menggunakan motivasi negatif. Kemampuan untuk melakukan keputusan yang cerdas dan inovatif adalah tersebar secara meluas di berbagai kalangan tidak hanya melulu dari kalangan top manajement atau dewan direksi. ia akan banyak menggunakan motivasi yang positif. Jadi. Masalah utama dari teori ini adalah proporsi penggunaannya. Sebaliknya jika pimpinan percaya kesenangan akan menjadi dorongan bekerja. teori Mc Gregor ini lebih memihak kepada asumsiasumsi Y yang positif dari perilaku sumber daya manusia dalam organisasi. Penggunaan masingmasing jenis motivasi ini. Para pimpinan yang lebih percaya bahwa ketakutan akan mengakibatkan seseorang segera bertindak. .34 Karyawan dapat memandang pekerjaan sebagai sesuatu yang lumrah dan alamiah baik tempat bermain atau beristirahat. sebab pada hakekatnya setiap individu adalah berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. dalam artian berdiskusi atau sekedar teman bicara. mereka akan lebih banyak menggunakan motivasi teori X (negatif). Boleh jadi. dan juga kapan kita akan menggunakannya. Semua manajer haruslah menggunakan kedua jenis motivasi tersebut. Manusia akan melatih tujuan pribadi dan pengontrolan diri sendiri jika mereka melakukan komitmen yang sangat objektif. ide-ide secara partisipasi dalam mengambil keputusan.

Relatedness. seperti makan. gaji. Growth needs. kebutuhan ini berhubungan dengan fisik dari eksistensi pegawai. kebutuhan interpersonal. Relatedness needs. Teori Drive .35 Suatu dorongan yang mungkin efektif bagi seseorang. f. Beliau berpendapat bahwa tindakan yang intelligent merupakan refleksi dari instingtif yang diwariskan. e. Hal ini berhubugan dengan kemampuan dan kecakapan pegawai. Teory ERG (Existence. tetapi bagi orang lain mungkin perlu ditegur secara langsung sehingga baru tahu apa yang dimaksudkan oleh rekan kerjanya. Existence needs. Oleh karena itu. atau pimpinannya. 3. pakaian. fringe benefits. 2. yaitu kepuasan dalam berinteraksi dalam lingkungan kerja. mungkin tidak efektif bagi orang lain. d. yaitu: 1. bernafas. Seseorang dengan disindir saja mungkin sudah tahu apa yang dimaksudkan. Growth) dari Aldefer Teori ERG merupakan refleksi dai tiga dasar kebutuhan. tidak semua tingkah laku dapat direncanakan sebelumnya dan dikontrol oleh pikiran. keamanan kondisi kerja. minum. kebutuhan untuk mengembangkan dan meningkatkan pribadi. Teori Insting Teori motviasi insting timbulnya berdasarkan teori evaluasi Charles Darwin.

Motivasi didefinisikan sebagai suatu dorongan yang membangkitkan untuk keluar dari ketidakseimbagan atau tekanan. Woodworth menggunakan konsep tersebut sebagai energy yang mendorong organisasi untuk melakukan suatu tindakan. Beliau berasumsi bahwa semua hadiah (reward) pada akhirnya didasarkan atas reduksi dan drive keseimbangan (home static drive). Kata Drive dijelaskan sebagai aspek motivasi dari tubuh yang tidak seimbang misalnya. Kekuatan motivasi = Fungsi (drive x habit) Habit strenght adalah hasil factor-faktor reinforcement sebelumnya. Teori Hull dirumuskan secara sistematik yang merupakan hubungan antara drive dan habit strength. Berdasarkan perumusan teori Hull tersebut dapat disimpulkan bahwa motivasi seorang pegawai sangat ditentukan oleh kebutuhan dalam dirinya (drive) dan faktor kebiasaan (habit) pengalaman kerja sebelumnya.36 Konsep Drive menjadi konsep yang tersohor dalam bidang motivasi sampai tahun1918. Drive adalah jumlah keseluruhan ketidakseimbangan fisiologi atau (physiological imbalance) uang disebabkan oleh kehilangan atau kekurangan kebutuhan komoditas untuk kelangsungan hidup. kekurangan makanan mengakibatkan berjuang untuk memuaskan kebutuhannya agar kembali menjadi seimbang. Hull berpendapat bahwa belajar terjadi sebagai akibat dari reinforcement. Clark L. .

135) mendefinisikan disiplin sebagai : “Sikap kejiwaan dari seseorang atau sekelompok orang yang senantiasa berkehendak untuk mengikuti/mematuhi segala aturan/keputusan yang telah ditetapkan”. Singodimejo dalam Sutrisno (2009 : 85) mengatakan bahwa disiplin adalah sikap kesediaan dan kerelaan seseorang untuk mematuhi dan mentaati norma-norma peraturan yang berlaku di sekitarnya. Sementara Sinungan (2003 . Disiplin merupakan bentuk pengendalian diri karyawan dan pelaksanaan yang teratur dan menunjukkan tingkat kesungguhan tim kerja di dalam suatu organisasi”. 2.5 Disiplin Kerja Simamora dalam buku Manajemen Sumber Daya Manusia Edisi III (2006 : 610) menyatakan bahwa : “Disiplin adalah prosedur yang mengoreksi atau menghukum bawahan karena melanggar peraturan atau prosedur.37 g. Teori Lapangan Teori lapangan merupakan konsep dari Kurt Lewin. dan perbuatan yang sesuai dengan peraturan perusahaan baik lisan maupun tertulis”.1. . Teori lapangan lebih memfokuskan pada insting dan habit. Kurt Lewin juga percaya pada pendapat ahli psikologi Gestalt yang mengemukakan bahwa perilaku ini merupakan fungsi dari seorang pegawai dengan lingkungannya. Menurut Alma (2003 : 186) mengatakan bahwa : “Disiplin dapat diartikan sebagai suatu sikap patuh. tingkah laku. Teori ini merupakan pendekatan kognitif untuk mempelajari perilaku dan motivasi. Kurt Lewin berpendapat bahwa perilaku merupakan suatu fungsi dari lapangan pada momen waktu.

38 Senada dengan pendapat di atas. 3. Meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja. Fathoni (2006 : 172) mengartikan disiplin sebagai : “Kesadaran dan kesediaan seseorang mentaati semua peraturan organisasi dan norma-norma sosial yang berlaku”.” Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa disiplin kerja adalah sikap dan perbuatan guru dalam mentaati semua pedoman dan peraturan yang telah ditentukan untuk tercapainya tujuan organisasi. mematuhi semua peraturan perusahaan dan norma-norma sosial yang berlaku. Tingginya semangat. 5. bentuk disiplin yang baik akan tercermin pada suasana di lingkungan organisasi sekolah. Berkembangnya rasa memiliki dan rasa solideritas yang tinggi di kalangan guru. 2. Tingginya rasa kepedulian guru terhadap pencapaian visi dan misi sekolah. . yaitu: 1. Disiplin berkaitan erat dengan perilaku karyawan dan berpengaruh terhadap kinerja. gairah kerja dan inisiatif para guru dalam mengajar. 4. Besarnya rasa tanggung jawab guru untuk melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. mengerjakan semua pekerjaannya dengan baik. Menurut Siagian dalam Sutrisno (2009 : 86). Selanjutnya Fathoni menjelaskan bahwa : “Kedisiplinan diartikan bilamana karyawan selalu datang dan pulang tepat pada waktunya.

Pada umumnya apabila orang memikirkan tentang disiplin. 9. Besar kecilnya pemberian kompensasi. Oleh karena itu. 3. yang terbayang adalah berupa hukuman berat. Ada tidaknya pengawasan pimpinan.39 Suatu asumsi bahwa pemimpin mempunyai pengaruh langsung pada sikap kebiasaan yang dilakukan karyawan. Ada tidaknya keteladanan kepala sekolah. Pengembangan struktur organisasi yang sehat. Tanpa disiplin yang baik. jika mengharapkan karyawan memiliki tingkat disiplin yang baik. karena semakin baik disiplin karyawan semakin tinggi prestasi kerja yang dapat dicapainya. 2. Adanya suatu program yang lengkap atau baik untuk memelihara semangat dan disiplin guru. 6. sulit bagi organisasi mencapai hasil yang optimal. faktor yang mempengaruhi disiplin guru adalah : 1. 8. Disiplin merupakan fungsi operatif dari Manajemen Sumber Daya Manusia yang terpenting. 5. Kebiasaan itu dampak dari keteladanan yang dicontohkan oleh pimpinan. Ada tidaknya perhatian kepada para karyawan. Menurut Singodimedjo dalam Sutrisno (2009 : 89). Diciptakan disiplin. maka pemimpin harus memberikan kepemimpinan yang baik pula. Dengan disiplin kerja yang baik diharapkan akan terwujud kebiasaan-kebiasaan yang mendukung tegaknya . 7. Keberanian pimpinan dalam mengambil tindakan. padahal hukuman hanya sebagian dari seluruh persoalan disiplin. Ada tidaknya aturan pasti yang dapat dijadikan pegangan. 4.

berdaya guna dan berhasil guna melalui seperangkat peraturan yang jelas dan tepat. tetapi perlu adanya pembinaan-pembinaan dalam menegakkan disiplin kerja ini. Disiplin ini perlu diterapkan di lingkungan kerja. karena seperti telah disinggung di atas bahwa disiplin tidak lahir begitu saja. bagaimana mewujudkan disiplin kerja yang baik dalam organisasi. sopan.40 lingkungan yang tertib. Umumnya disiplin ini dapat dilihat dari indikator seperti : guru datang ke tempat kerja tepat waktu . tetapi apabila terus menerus diberlakukan akan menjadi kebiasaan. Penanaman disiplin ini tentunya perlu diterapkan oleh seorang pemimpin terhadap bawahannya untuk menciptakan kualitas kerja yang baik. bahwa kondisi disiplin kerja pegawai tidak langsung tercipta begitu saja. . Hal di atas sejalan dengan pendapat Moenir yang dikutif Dahyana (2001 : 11). mereka bekerja penuh semangat dan bekerja sesuai dengan aturan yang ditetapkan lembaga. Sehubungan dengan itu. berpakaian rapih. melainkan harus ada kemauan dan usaha semua pihak terutama pihak pimpinan untuk menumbuhkan disiplin kerja. guru mempergunakan alat-alat dan perlengkapan sesuai ketentuan. dan disiplin tidak akan menjadi beban berat bagi para pegawai. memang awalnya akan dirasakan berat oleh para pegawai. Penerapan disiplin kerja di lingkungan kerja. Kebiasaankebiasaan di atas akan terwujud kalau para pegawainya mempunyai disiplin yang baik. memperhatikan etika cara berpakaian sebagaimana mestinya seorang pegawai.

6 Kinerja Pengertian kinerja atau prestasi kerja pegawai menurut beberapa ahli memiliki pengertian yang sama namun para ahli lain mengatakan berbeda.41 Dalam memberikan kedisiplinan kepada bawahan seorang pemimpin mempunyai gaya yang berbeda-beda tergantung kepada kemampuan dan keilmuan yang dimiliki oleh pimpinan.1. mengetahui organisasi yang dipimpinnya. Hukuman disiplin terdiri dari : (1) (2) (3) Hukuman disiplin ringan Hukuman disiplin sedang. Disamping itu untuk membina selanjutnya telah ditetapkan Peraturan Pemerintah No 53 tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Menurut Siswanto Bejo (2005 : 195) prestasi kerja adalah : Hasil kerja yang dicapai oleh seorang tenaga kerja dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan yang dibebankan kepadanya. kepuasan konsumen dan memberikan kontribusi ekonomi”. Armstrong dan Baron dalam Wibowo (2007 : 2) menyampaikan bahwa : “Kinerja (performance) adalah tentang melakukan pekerjaan dan hasil yang dicapai dari pekerjaan tersebut. Kinerja merupakan hasil pekerjaan yang mempunyai hubungan kuat dengan tujuan strategis organisasi. Menurut prosedur kerja yang sederhana dan mudah dipahami. 2. . disebutkan ada tiga tingkatan dan jenis hukuman disiplin pada pegawai negeri sipil. instruksi harus jelas dan tegas tidak membingungkan bawahan. dan Hukuman disiplin berat. membuat kegiatan yang dapat menyibukkan anak buah”. Selanjutnya Maryoto (2001: 98) mengatakan bahwa : “Pimpinan dalam pembinaan disiplin terhadap bawahan harus memperhatikan : pengawasan yang berkelanjutan.

kesanggupan tenaga kerja yang bersangkutan. yakni kemampuan menyelesaikan pekerjaan tanpa tergantung kepada orang lain.42 Pada umumnya prestasi kerja seorang tenaga kerja antara lain dipengaruhi oleh kecakapan. yakni kemampuan melahirkan ide-ide dalam pekerjaan. jangka waktu output. kinerja (prestasi kerja) adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. yaitu kerjasama dengan rekan kerja dan atasan. Cooperation. yaitu kemampuan menyesuaikan diri dengan kondisi dan dapat diandalkan dalam pekerjaan. Job knowledge. Dependability. 5. kualitas output. Quality of work. yakni jumlah pekerjaan yang dapat diselesaikan pada periode tertentu. . yaitu kemampuan dalam berbagai bidang pekerjaan. Creativeness. yakni pemahaman pegawai pada prosedur kerjadan informasi teknis tentang pekerjaan. Mathis dan Jackson (2002 : 78) menyatakan bahwa unsur yang membentuk kinerja pegawai antara lain : kuantitas output. pengalaman. 8. Sementara Gomez (2001 : 142) mengemukakan unsur yang berkaitan dengan kinerja terdiri dari : 1. 7. Personal qualities. Quantity of work. keterampilan. 6. kehadiran di tempat kerja. 4. Sedangkan menurut Mangkunegara (2002 : 67). 2. dan sikap kooperatif. Inisiative. yaitu kualitas pekerjaan yang dicapai berdasarkan syarat yang ditentukan. 3.

Menurut Undang. . mengarahkan. membimbing. melatih. memilih metode dan media yang sesuai untuk penyampaian. 2.1. Kinerja guru bila mengacu pada pengertian Mangkunegara bahwa tugas yang dihadapi oleh seorang guru meliputi : membuat program pengajaran. dan melakukan tindak lanjut dengan pengayaan dan remedial. pendidikan dasar.7 Kinerja Guru Rachman Natawijaya (2006 : 22) secara khusus mendefinisikan kinerja guru sebagai seperangkat perilaku nyata yang ditunjukkan guru pada waktu dia memberikan pembelajaran kepada siswa. melakukan evaluasi. pada bab 1 pasal 1 disebutkan bahwa : “Guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik. mengajar. menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan usia dini jalur pendidikan formal. ” Selanjutnya pada Undang-Undang tersebut dijelaskan bahwa : Professional adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi. dan pendidikan menengah.Undang RI nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Wujud kinerja dapat dilihat dari tingkat prestasi kerja yang berupa hasil kerja. pengalaman dan kesungguhan serta tepat waktu.43 Dari berbagai pengertian kinerja di atas dapat disimpulkan bahwa kinerja/ prestasi kerja merupakan hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya yang didasarkan atas kecakapan. kemampuan dan penerimaan atas kejelasan delegasi tugas serta minat seorang pekerja.

c) Menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan hukum dan kode etik guru serta nilai-nilai agama dan etika dan dapat memelihara. keterampilan (skill). Keberhasilan guru dalam melaksanakan tugasnya merupakan cerminan dari kinerja guru. memupuk persatuan dan kesatuan bangsa.8 Pengukuran Kinerja Guru Kemampuan (ability). 14 tahun 2005 meliputi : a) Melaksanakan pembelajaran yang bermutu serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran.1. Guru yang memiliki kinerja yang baik disebut guru yang profesional (Supriadi. Upaya yang dilakukan suatu organisasi akan berdampak positif terhadap peningkatan kualitas kinerja organisasi sehingga mendukung pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Sehubungan dengan kinerjanya maka guru ada yang memiliki kinerja baik dan ada juga yang memiliki kinerja kurang baik. 2. . dan motivasi (motivation) akan memberikan kontribusi positif terhadap kualitas kinerja personil apabila disertai dengan upaya (effort) yang dilakukan untuk mewujudkannya. dan hal tersebut terlihat dari aktualisasi kompetensi guru dalam merealisasikan tugas profesinya. 1998 : 98). Tugas profesional guru menurut pasal 2 Undang-Undang No. b) Meningkatkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan dengan perkembangan ilmu pengetahuan.44 Guru merupakan ujung tombak pelaksana pendidikan.

Kedewasaan sikap dan perilaku yang pantas. Promtness (ketepatan waktu) 3.45 Guna mencapai kinerja yang tinggi terdapat kriteria kinerja. Initiative (inisiatif) 4. Berorientasi pada hasil. merupakan keinginan intrinsik dan memiliki komitmen untuk mencapai suatu hasil dan menyelesaikan pekerjaannya. 4. Ketegasan. Quality of Work (kualitas kerja) 2. 2. Communication (komunikasi . Didalam pelaksanaannya kinerja guru atau tenaga kependidikan dapat diukur dengan menggunakan lima aspek yang dapat dijadikan dimensi pengukuran yag disampaikan oleh Mitchell dikutip Mulyasa (2009 . Kemampuan intelektual berupa kualitas untuk berfikir logis. merupakan kemampuan untuk menganalisa kemungkinan dan memiliki komitmen terhadap pilihan yang pasti secara tepat dan singkat. Semangat (antusiasme). 3. merupakan kemampuan dalam melakukan pengendalian emosi dan disiplin diri yang tinggi. 138) yaitu : 1. Capability (kemampuan) 5. berupa kapasitas untuk bekerja secara aktif dan takkenal lelah. 5. praktis dan menganalisis sesuai dengan konsep serta kemampuan dan mengungkapkan dirinya secara jelas. meliputi: 1.

Hal ini dibuktikan bahwa nilai t hitung variabel tsb lebih besardari t tabel ( 4. Sutopo Slamet. 3. Pengaruh Faktor Kepuasan yang berupa Kompensasi dan Disiplin Kerja terhadap Peningkatan Kinerja Pegawai PT Telkom Kantor Cabang Telekomunikasi Dede Hasan Kurniadi. Pasca UPI Bandung (tesis. kompetensi dan motivasi secara bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja guru sebesar 79. Kecerdasan Emosi.3 % 2. Analisis Kepemimpinan.085 > 2. Terdapat pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja pegawai memberikan kontribusi sebesar 45.620) diantara variabel lainnya. kedisiplinan. 5. Pascasarjana STIE Pasundan Bandung (tesis.03) maka Ho ditolak dan Ha diterima. Variabel yang paling dominan adalah motivasi dengan nilai β terbesar (β = 0. 2002). Fylan Ulga. 2005). Pasca Unsud (tesis 2008). Kemampuan Manajerial dalam Memotivasi dan Mendisiplinkan Karyawan Dikaitkan dengan Produktivitas Kerjanya di Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Romlah. kecerdasan emosi. Pasca Airlangga (tesis. Kedisiplinan dan Kompetensi terhadap Kinerja Guru SMPN 8 Purworejo Rijanto. Pasca Unsud.46 2. (Tesis. 2007).70 % dan mendisiplinkan karyawan sebesar 37. 2010).40 % Kepemimpinan kepala sekolah. Kompetensi dan Motivasi terhadap Kinerja Guru SMPN 1 Margahayu Kabupaten Bandung Terdapat pengaruh kemampuan manajerial terhadap produktivitas kerja sebesar 22. .7 % Variabel Motivasi secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja SIM Pus. Pengaruh Komitmen.4 %.10 Hasil Penelitian Sebelumnya No Nama dan Judul Penelitian 1. Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah.1. 4. dan kompetensi secara bersama mempunyai pengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja guru sebesar 86. Motivasi Kerja dan Infrastruktur terhadap Kinerja Petugas Sistem Informasi Manajemen Puskesmas Hasil Penelitian Kepemimpinan.

47

2.2

Kerangka Berfikir

2.2.1 Kinerja Guru Guru merupakan ujung tombak dalam pelaksanaan proses belajar mengajar di sekolah. Dikatakan demikian karena guru merupakan individu yang berhadapan langsung dengan para siswanya. Tinggi rendahnya prestasi siswa berkaitan erat dengan kinerja guru yang sehari-hari mendampingi siswanya. Oleh karena itu guru yang memiliki kinerja yang baik merupakan guru yang diharapkan oleh lembaga maupun siswanya untuk terus melakukan tugasnya dengan baik. Menurut (Hickhmen : 1990) bahwa tinggi rendahnya kinerja pada dasarnya dapat diukur dengan menggunakan : 1. Kualitas 2. Kemampuan 3. Inisiatif 4. Komunikasi 5. Ketepatan waktu Menurut Undang- Undang RI nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, pada bab 1 pasal 1 disebutkan bahwa : “Guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.” Keenam tugas utama guru tersebut di atas dapat dijadikan dimensi pengukuran kinerja guru professional.

48

Kinerja guru tidak dapat terwujud dengan sendirinya namun timbul diakibatkan oleh faktor-faktor yang mempengaruhinya. Diantara faktorfaktor tersebut adalah :

2.2.2 Kepemimpinan Kepala Sekolah Kepala sekolah merupakan orang yang memiliki kemampuan propesional yang bekerja berdasarkan pola kinerja propesional yang disepakati bersama untuk memberi kemudahan dan mendukung

keberhasilan pembelajaran. (Mulyasa, 2006 : 37) Keberhasilan pembelajaran berkaitan erat dengan kinerja guru yang menjalankan tugasnya. Untuk mewujudkan kinerja guru yang optimal diperlukan kepemimpinan kepala sekolah yang demokratis dan

propesional. Dengan demikian terlihat bahwa kepemimpinan kepala sekolah sangat berpengaruh terhadap kinerja guru. Jadi, atas dasar itu diduga terdapat hubungan antara kepemimpinan kepala sekolah dengan kinerja guru. Artinya makin baik kepemimpinan kepala sekolah makin baik pula kinerja seorang guru. Demkian pula sebaliknya makin buruk kepemipinan kepala sekolah makin rendah kinerja seorang guru. Menurut Mulyasa (2009 : 90) bahwa dalam paradigma baru manajemen pendidikan, kepala sekolah sedikitnya harus berfungsi sebagai edukator, manajer, administrator, supervisor, leader, inovator dan motivator (EMASLIM). Keberhasilan kepemimpinan kepala sekolah dapat diukur dengan menggunakan dimensi keenam fungsi tersebut.

2.2.2.1 Kepala Sekolah sebagai Edukator atau Pendidik Dalam melakukan fungsinya sebagai edukator, kepala sekolah

49

harus memiliki strategi yang tepat untuk meningkatkan propesionalisme tenaga kependidikan di sekolahnya. Menciptakan iklim sekolah yang kondusif, memberikan nasihat kepada warga sekolah, memberikan dorongan kepada seluruh tenaga kependidikan, serta melaksanakan model pembelajaran yang menarik seperti team teaching, moving class, dan mengadakan program akselerasi bagi peserta didik yang cerdas di atas normal. Sebagai edukator, kepala sekolah harus senantiasa berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran yang dilakukan oleh para guru. Dalam hal ini faktor kepala pengalaman sekolah, akan terutama sangat dalam mempengaruhi terbentuknya

propesionalisme

pemahaman tenaga kependidikan terhadap pelaksanakan tugasnya. Pengalaman semasa menjadi guru, menjadi wakil kepala sekolah, atau menjadi anggota organisasi kemasyarakatan sangat mempengaruhi kemampuan kepala sekolah dalam melaksanakan pekerjannya, demikian halnya pelatihan dan penataran yang pernah diikutinya. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor

0296/U/1996, merupakan landasan penilaian kinerja kepala sekolah. Kepala sekolah sebagai educator harus memiliki kemampuan untuk membimbing guru, membimbing tenaga kependidikan nonguru,

membimbing peserta didik, mengembangkan tenaga kependidikan, mengikuti perkembangan iptek, dan memberi contoh mengajar.

2.2.2.2 Kepala Sekolah sebagai Manajer Manajemen merencanakan, pada hakekatnya merupakan suatu proses dan

mengorganisasikan,

melaksanakan,

memimpin

50

mengendalikan usaha para anggota organisasi serta mendayagunakan seluruh sumber-sumber daya organisasi dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dikatakan suatu proses, karena semua manajer dengan ketangkasan dan keterampilan yang dimilikinya mengusahakan dan mendayagunakan berbagai kegiatan yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan. Dalam rangka melakukan peran dan fungsinya sebagai manajer, kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberdayakan tenaga kependidikan melalui kerja sama atau kooperatif, memberi

kesempatan kepada tenaga kependidikan untuk meningkatkan profesinya, dan mendorong keterlibatan seluruh tenaga kependidikan dalam berbagai kegiatan yang menunjang program sekolah.

2.2.2.3 Kepala Sekolah sebagai Administrator Kapala sekolah sebagai administrator memiliki hubungan yang sangat erat dengan berbagai aktivitas pengelolaan administrasi yang bersifat pencatatan, penyusunan dan pendokumenan seluruh program sekolah. Secara spesifik, kepala sekolah harus memiliki kemampuan untuk mengelola kurikulum, mengelola administrasi peserta didik, mengelola administrasi personalia, mengelola administrasi sarana dan prasarana, mengelola administrasi kearsipan, dan mengelola administrasi keuangan. Kegiatan tersebut perlu dilakukan secara efektif dan efisien agar dapat menunjang produktivitas sekolah. Untuk itu, kepala sekolah harus mampu menjabarkan kemampuan di atas dalam tugas-tugas operasional.

2. Dengan demikian. efektivitas kerja kepala sekolah bergantung pada tingkat pembauran antara gaya kepemimpinan dengan tingkat menyenangkan dalam situasi tertentu ketika para tenaga kependidikan melakukan tugas-tugas yang diembankan kepadanya. agar tugas-tugas yang diberikan kepada setiap tenaga kependidikan bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.51 Dalam melaksanakan tugas-tugas operasional. Dalam hal ini kepala sekolah harus mampu bertindak situasional. sehingga seluruh aktivitas organisasi sekolah bermuara pada pencapaian efisiensi dan efektivitas pembelajaran. kepala sekolah sebagai administrator. dapat dianalisis berdasarkan beberapa pendekatan. . Meskipun demikian pada hakekatnya kepala sekolah harus lebih mengutamakan tugas (task oriented). agar setiap tenaga kependidikan dapat melaksanakan tugas dengan baik. pendekatan perilaku. sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada.2.4 Kepala Sekolah sebagai Supervisor Kegiatan utama pendidikan di sekolah dalam rangka mewujudkan tujuannya adalah kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu. maupun pendekatan situasional.2. salah satu tugas kepala sekolah adalah sebagai supervisor. khususnya dalam meningkatkan kinerja dan produktivitas sekolah. baik pendekatan sifat. Di samping berorientasi terhadap tugas. tetapi mereka tetap merasa senang dalam melakukan tugasnya. kepala sekolah juga harus menjaga hubungan kemanusiaan dengan para stafnya. yaitu mensupervisi pekerjaan yang dilakukan oleh tenaga kependidikan.

Keberhasilan kepala sekolah sebagai supervisor antara lain dapat ditunjukkan oleh (1) meningkatnya kesadaran guru untuk meningkatkan kinerjanya (2) meningkatnya keterampilan guru dalam melaksanakan tugasnya. Hasil supervisi bermanfaat untuk meningkatkan kinerja tenaga kependidikan dan pengembangan sekolah. serta berupaya menjadikan sekolah sebagai masyarakat belajar yang lebih efektif. keahlian dasar. agar dapat menggunakan pengetahuan dan kemampuannya untuk memberikan layanan yang lebih baik pada orang tua peserta didik dan sekolah. dan memanfaatkan hasilnya. dan mendelegasikan tugas. Wahjosumijo (2002 : 110) mengemukakan bahwa kepala sekolah sebagai leader harus memiliki karakter khusus yang mencakup kepribadian. Kepala sekolah juga harus berupaya menjadikan sekolah sebagai sarana belajar yang lebih efektif 2. maka kepala sekolah dapat meminta bantuan wakilnya atau guru seniornya untuk membantu melaksanakan supervisi.2. . Pada prinsipnya setiap tenaga kependidikan atau guru harus disupervisi secara periodik dalam melaksanakan tugasnya. membuka komunikasi dua arah. Jika jumlah guru cukup banyak.52 Supervisi merupakan suatu proses yang dirancang secara khusus untuk membantu para guru dan supervisor dalam mempelajari tugas sehari-hari di sekolah.5 Kepala Sekolah sebagai Leader Kepala sekolah sebagai leader harus mampu memberikan petunjuk dan pengawasan. Kepala sekolah sebagai supervisor harus diwujudkan dalam kemampuan menyusun dan melaksanakan program supervise pendidikan.2. meningkatkan kemauan tenaga kependidikan.

(4) menerima masukan.2. (3) tanggung jawab. kemampuan mengambil keputusan. (2) memahami kondisi dan karakteristik peserta didik. visi dan misi sekolah. Kemampuan yang harus diwujudkan kepala sekolah sebagai leader dapat dianalisis dari kepribadian. dan kemampuan berkomunikasi. pengetahuan terhadap tenaga kependidikan. mencari gagasan yang baru. kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk menjalin hubungan yang harmonis dengan lingkungan.6 Kepala Sekolah sebagai Inovator Dalam rangka melaksanakan peran dan fungsinya sebagai innovator.2. (7) teladan. saran dan kritikan dari berbagai pihak untuk meningkatkan kepemimpinannya. (4) berani mengambil resiko dan keputusan (5) berjiwa besar. (2) percaya diri. (6) emosi yang stabil. serta pengetahuan administrasi dan pengawasan. mengintegrasikan setiap kegiatan. Kepribadian kepala sekolah sebagai leader akan tercermin dalam sifat-sifat (1) jujur. memberikan teladan kepada seluruh tenaga kependidikan di sekolah dan mengembangkan model pembelajaran yang inovatif. (3) menyusun program pengembangan tenaga kependidikan. Pengetahuan kepala sekolah terhadap tenaga kependidikan akan tercermin dalam kemampuan (1) memahami kondisi tenaga kependidikan (guru dan nonguru). .53 pengalaman dan pengetahuan professional. 2.

pengaturan suasana kerja. integrative. Kepala sekolah sebagai inovator harus mampu mencari. Motivasi ini dapat ditumbuhkan melalui pengaturan lingkungan fisik. pragmatis. serta adaptable dan fleksibel. dorongan.2. Gagasan baru tersebut misalnya moving class.2. Motivasi Kerja Faktor yang tidak kalah pentingnya yang mempengaruhi kinerja guru adalah motivasi.2.7 Kepala Sekolah sebagai Motivator Sebagai motivator. menemukan dan melaksanakan pembaharuan di sekolah. Vroom dikutif Mulyasa (2006 : 136) menyampaikan bahwa : Performance = F (ability x motivasi) Menurut model ini kinerja seseorang merupakan fungsi perkalian antara kemampuan dan motivasi. namun sebaliknya jika motivasi tinggi akan meningkatkan kinerja yang tinggi pula.2. kreatif. disiplin. 2. disiplin. delegatif. Dengan demikian jika motivasi rendah akan mengakibatkan kinerja yang rendah pula. penghargaan secara efektivitas dan penyediaan sebagai sumber belajar melalui pengembangan pusat sumber belajar (PSB). 2.54 Kepala sekolah sebagai inovator akan tercermin cara-cara ia melakukan pekerjaannya secara konstruktif. . Hubungan ini mengandung arti bahwa jika seseorang rendah pada salah satu komponen maka performancenya akan rendah pula. program akselerasi dan lain-lain. kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberikan motivasi kepada para tenaga kependidikan dalam melakukan berbagai tugas dan fungsinya. keteladanan. rasional.

tanggung jawab dan kemajuan. Dari uraian di atas maka faktor motivasional yang bersifat instrinsik dan faktor pemeliharaan yang bersifat ekstrinsik mempunyai pengaruh besar terhadap motivasi seseorang dan dapat dijadikan dimensi strandar pengukuran motivasi kerja guru.55 Herzberg berpendapat bahwa ada faktor motivasional yang bersifat intrinsik dan faktor pemeiharaan yang bersifat ekstrinsik yang mempengaruhi seseorang dalam bekerja. . di samping menghadapi permasalahan dalam berhubungan dengan siswa. karena motivasi berhubungan dengan berbagai komponen yang sangat kompleks. Masalah yang dihadapi oleh guru berbeda denga apa yang dihadapi oleh karyawan perusahaan. juga dalam berhubungan dengan kepala sekolah dan pejabat di atasnya. teknik supervisi. Baik faktor motivasional maupun faktor pemeliharaan berpengaruh besar terhadap motivasi seseorang. kebijakan administratif. Guru. dunia kerja. pengakuan. Meskipun demikian bukanlah sesuatu yang mutlak dapat dikuantifikasi. Termasuk faktor motivasional adalah prestasi yang dicapai. lebih-lebih guru borongan atau self-contained classroom. Proses belajar mengajar dalam organisasi sekolah mempunyai masalah tersendiri. kondisi kerja. Guru sekolah lanjutan pada umumnya berinteraksi dengan banyak siswa setiap hari pada situasi yang hampir sama dan terkadang bersifat pribadi. Termasuk ke dalam faktor pemeliharaan adalah hubungan interpersonal antara atasan dan bawahan. dan kehidupan pribadi.

2. Mematuhi peraturan berarti memberi dukungan positif pada organisasi dalam melaksanakan program-program yang telah ditetapkan. sehingga akan lebih memudahkan tercapainya tujuan organisasi. efektifitas dan produktivitas. Fathoni (2006 : 172) mengatakan bahwa kedisiplinan adalah kesadaran dan kesediaan seseorang mentaati semua peraturan perusahaan dan norma-norma sosial yang berlaku. mengerjakan semua pekerjaan dengan baik. Disiplin berkaitan erat dengan perilaku karyawan dan berpengaruh terhadap kinerja. sulit meningkatkan produktivitas dan sulit merealisasikan pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Uraian di atas mengandung arti bahwa disiplin kerja adalah sikap dan perbuatan karyawan/guru dalam mentaati semua pedoman dan peraturan yang telah ditentukan untuk tercapainya tujuan organisasi.56 2. maka akan sulit sekali melaksanakan program-programnya. Sebaliknya apabila pegawai atau karyawan dalam suatu organisasi tidak disiplin. mentaati norma-norma dan peraturan yang telah ditetapkan dalam suatu organisasi akan dapat meningkatkan efisiensi. Sikap dan tingkah laku pegawai berpatokan pada kepatuhan dalam melaksanakan peraturan dan ketentuan yang berlaku. mematuhi semua peraturan perusahaan . Pegawai yang tertib dan disiplin. Selanjutnya Fathoni menyatakan bahwa : ”Kedisiplinan diartikan bilamana karyawan selalu datang dan pulang tepat waktu.3 Disiplin Kerja Kedisiplinan kerja pegawai dalam suatu organisasi dapat dilihat dari sikap pegawainya.

” Dalam rangka melaksanakan peran dan fungsi sebagai manajer.57 (organisasi) dan norma-norma sosial yang berlaku. 2. kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberdayakan tenaga kependidikan melalui kerja sama atau kooperatif juga memberikan . maka dimensi pengukuran disiplin kerja pada penelitian ini mengacu pada teori Fathoni yang menggunakan tiga kriteria pengukuran disiplin yaitu tingkat ketepatan waktu.4 Keterkaitan Kepemimpinan Kepala Sekolah dengan Kinerja Kepemimpinan adalah kemampuan dan keterampilan mengarahkan yang merupakan faktor penting untuk efektivitas kinerja pemimpin.2. tingkat kesadaran dalam bekerja dan tingkat kepatuhan kepada peraturan. tingkat kesadaran dalam bekerja dan tingkat kepatuhan kepada peraturan. terutama bawahannya untuk berfikir dan bertindak sedemikian rupa sehingga melalui perilaku yang positif ia memberikan sumbangan nyata dalam pencapaian tujuan organisasi. maka salah satu faktor yang sangat menentukan adalah terciptanya disiplin kerja para pegawainya dengan asumsi bahwa dalam suasana disiplinlah organisasi akan dapat melaksanakan programprogram kerjanya untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Berhasil atau tidaknya pencapaian tujuan yang telah ditetapkan oleh suatu organisasi. Sehubungan dengan hal tersebut di atas. seperti yang diungkapkan oleh Veithzal Rivai bahwa : “Kepemimpinan diartikan sebagai kemampuan dan keterampilan seseorang yang menduduki jabatan sebagai pimpinan satuan kerja untuk mempengaruhi perilaku orang lain.” Pernyataan diatas mengandung arti bahwa indikator keberhasilan pelaksanaan disiplin pegawai pada suatu organisasi terlihat dari tingkat ketepatan waktu.

Clelland. dan sebaliknya mereka yang kinerjanya rendah dikarenakan motivasi kerjanya rendah.5 Keterkaitan Motivasi Kerja dan Kinerja Berdasarkan hasil penelitian Mc. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu memberikan dukungan dan mempunyai hubungan yang baik terhadap bawahannya untuk senantiasa meningkatkan kinerjanya. yang dikutif Mangkunegara (2005 : 104). Miller dan Gordon W. dan pegawai mempunyai motivasi berprestasi tinggi akan mencapai prestasi yang tinggi. manajer. sehingga ia mau dan rela bekerja keras. Pegawai dapat bekerja secara propesional karena pada dirinya terdapat motivasi yang tinggi. Demikian pula sebaliknya makin buruk kepemimpinan kepala sekolah maka makin rendah kinerja seorang guru. 2. Artinya pimpinan.58 kesempatan kepada tenaga kependidikan untuk meningkatkan profesinya dan mendorong keterlibatan seluruh tenaga kependidikan dalam berbagai kegiatan sekolah. Edward Murray. . Artinya makin baik kepemimpinan kepala sekolah maka makin baik pula kinerja seorang guru. Pegawai yang memiliki motivasi yang tinggi biasanya akan melaksanakan tugasnya dengan penuh semangat dan energik karena ada motif-motif dan tujuan tertentu yang melatarbelakangi tindakan tersebut.2. Motif itulah sebagai faktor pendorong yang member kekuatan kepadanya. menyimpulkan ada hubungan yang positif antara motivasi berprestasi dengan pencapaian kinerja/prestasi kerja. Berdasarkan uraian di atas maka terdapat keterkaitan antara kepemimpinan kepala sekolah dengan kinerja guru.

2.” (Nawawi 2005 : 355). mudah dimengerti. Dari uraian di atas maka terdapat keterkaitan antara motivasi kerja dengan kinerja guru. Selain itu. Disiplin merupakan bentuk . Disiplin di lingkungan kerja sangat dibutuhkan. dibutuhkan peraturan dan tata tertib yang mengatur dan membatasi setiap gerak dan perilaku. adil bagi seluruh karyawan dan pimpinan.59 Pernyataan di atas didukung pernyataan Nawawi : “Pekerja yang berprestasi tinggi menyukai informasi sebagai umpan balik. 2. berarti akan dicapai pula suatu keuntungan yang berguna baik bagi perusahaan maupun pegawai itu sendiri. dimanapun kita berada. karena selalu terdorong untuk memperbaiki dan meningkatkan kegiatannya dalam bekarja. Oleh karena itu. Menurut Simamora (2006 : 610) menyatakan bahwa : “Disipli n adalah prosedur yang mengoreksi atau menghukum bawahan karena melanggar peraturan atau prosedur. pegawai dengan disiplin kerja yang baik. Peraturan-peraturan tersebut tidak ada artinya jika tidak ada komitmen dan sangsi bagi pelanggarnya.6 Keterkaitan Disiplin Kerja dan Kinerja Di dalam seluruh aspek kehidupan. Artinya makin tinggi motivasi kerja seorang guru maka makin tinggi pula hasil kinerja guru tersebut dan sebaliknya guru yang kinerjanya rendah disebabkan motivasi kerjanya rendah. karena akan menghambat pencapaian tujuan organisasi tersebut. perusahaan harus mengusahakan agar peraturan itu bersifat jelas. Dengan demikian peluangnya untuk meningkatkan prestasi kerja akan lebih besar.

Demikian pula sebaliknya makin rendah disiplin kerja seorang guru maka makin rendah pula kinerja guru tersebut.2. Tabrani Rusyan (2000) mengungkapkan bahwa : . Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja dengan Kinerja. merupakan salah satu tujuan sekolah. 2. Pengelola manajemen sekolah dimotori oleh kepala sekolah.60 pengendalian diri karyawan dan pelaksanaan yang teratur serta menunjukkan tingkat kesungguhan tim kerja di dalam suatu organisasi. Berdasarkan uraian di atas maka terdapat keterkaitan antara disiplin kerja dengan kinerja guru. Keberhasilan sekolah dalam menghasilkan lulusan yang dapat bersaing dengan sekolah-sekolah unggul lainnya. Untuk mencapai tujuan tersebut memerlukan sumber daya manusia dengan kinerja yang berkualitas. Pernyataan tersebut didukung oleh pendapat Malthis dan Jackson bahwa disiplin kerja berkaitan erat dengan perilaku karyawan dan berpengaruh terhadap kinerja. Kepala sekolah sebagai manajer dan pemimpin harus memiliki strategi yang tepat untuk memberdayakan tenaga kependidikan agar dapat bekerja secara optimal.7 Keterkaitan Kepemimpinan Kepala Sekolah.” Keith Davis (2003 : 129) menyatakan disiplin kerja sebagai pelaksanaan manajemen untuk memperteguh pedoman-pedoman dipandang erat keterkaitannya dengan kinerja. Artinya makin tinggi disiplin kerja seorang guru maka makin tinggi pula hasil kinerja guru tersebut. Terwujudnya kinerja yang berkualitas sangat ditentukan oleh manajemen yang baik dan benar.

karena tanggung jawab kepala sekolah sangat penting dan menentukan tinggi rendahnya hasil belajar para siswa.61 Kepemimpinan peningkatan kepala sekolah kerja memberikan guru dan motivasi hasil kerja bagi siswa. yang dikutif Mangkunegara (2005 : 104). Artinya pimpinan. juga produktivitas dan semangat kerja guru tergantung kepala sekolah dalam arti sampai sejauh mana kepala sekolah mampu menciptakan kegairahan kerja dan sejauh mana kepala sekolah mampu mendorong bawahannya untuk bekerja sesuai dengan kebijaksanaan dan program yang telah digariskan sehingga produktivitas kerja guru tinggi dan hasil belajar siswa meningkat. Clelland. Miller dan Gordon W. Edward Murray. dapat produktivitas kepala belajar Kepemimpinan sekolah harus benar-benar dipertanggungjawabkan. Guru yang telah memiliki motivasi instrinsik dan ekstrinsik akan lebih berprestasi apabila ditambah dengan disiplin kerja yang baik. menyimpulkan ada hubungan yang positif antara motivasi berprestasi dengan pencapaian kinerja/prestasi kerja. Kinerja guru dapat . Keith Davis (2003 : 129) menyatakan disiplin kerja sebagai pelaksanaan manajemen untuk memperteguh pedoman-pedoman dipandang erat keterkaitannya dengan kinerja. manajer. dan sebaliknya mereka yang kinerjanya rendah dikarenakan motivasi kerjanya rendah. Pada bagian lain berdasarkan hasil penelitian Mc. dan pegawai mempunyai motivasi berprestasi tinggi akan mencapai prestasi yang tinggi. Pernyataan tersebut didukung oleh pendapat Malthis dan Jackson bahwa disiplin kerja berkaitan erat dengan perilaku karyawan dan berpengaruh terhadap kinerja.

mengajar.1 Model Kerangka Pemikiran . 2009 : 90) Motivasi kerja (X2) 1. Menurut Undang. Kepala sekolah sbg leader 6. Kesadaran dalam bekerja 3. Tabrani R Kinerja Guru : Daniel Goleman dalam Martinis Yamin - Disiplin kerja (X3) 1.Mengevaluasi (UU Guru dan Dosen) Gambar 2.Menilai . Kepala sekolah sbg motivator (Mulyasa.” Dari uraian kerangka berfikir di atas dijelaskan bahwa kepemimpinan kepala sekolah. 2006 : 172) Malthis dan Jackson Mendidik Mengajar Membimbing Mengarahkan Melatih .Undang RI nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. membimbing. pada bab 1 pasal 1 disebutkan bahwa : “Guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik. dan pendidikan menengah. Faktor pemeliharaan (Teori dua faktor Herzberg dalam Gibson 1997) A. Kepala sekolah sbg administrator 4. Kepala sekolah sbg supervisor 5. motivasi kerja dan disiplin kerja diduga berpengaruh pada peningkatan kinerja guru yang dapat digambarkan dalam model kerangka pemikiran sebagai berikut : Kepemimpinan kepala sekolah (X1) 1. Kepala sekolah sbg edukator 2. mengarahkan. Faktor motivasional 2. pendidikan dasar.62 dilihat dari keberhasilan guru dalam menjalankan tugas utamanya. Kepala sekolah sbg manajer 3. Kepatuhan pada peraturan (Fathoni. menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan usia dini jalur pendidikan formal. melatih. Ketepatan waktu 2. Kepala sekolah sbg inovator 7.

Terdapat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Terdapat pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.3 Hipotesis Penelitian Sesuai dengan pokok permasalahan yang telah dikemukakan dalam penelitian ini. 2. . 4. maka dapat diajukan hipotesis berikut : 1.63 2. Terdapat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. 3. Terapat pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.

Pengumpulan data 6. penyusunan instrumen penelitian dan bimbingan 5. Pelaporan hasil penelitian dan ujian siding Mart„11 v v v v v 3. Berkaitan dengan penelitian yang akan dilakukan.1 Jadwal Kegiatan Penelitian Bulan Jan„11 Peb„11 No Kegiatan Des „10 1. Persiapan penyusunan v proposal 2. .2 Populasi dan Sampel Penelitian Menurut Istijanto (2005 : 109).Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian diselenggarakan di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Seminar Usulan Penelitian.64 BAB III METODE PENELITIAN 3. polpulasi merupakan jumlah keseluruhan semua anggota yang diteliti.1. penyempurnaan materi penelitian dan bimbingan 4. Penyusunan proposal v penelitian dan bimbingan 3. populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat yang berjumlah 63 orang termasuk Kepala Sekolah dan guru tidak tetap (GTT). Penyusunan bab I – III. Pengolahan data dan penyusunan bab IV – V dan bimbingan 7. Penelitian ini direncanakan berlangsung selama tiga bulan dengan rincian waktu sebagai berikut : Tabel 3.

artinya teknik sampling yang diambil adalah teknik sensus. Kepemimpinan kepala sekolah berfungsi sebagai variabel bebas (independent variable) yang selanjutnya diberi notasi .3 Desain Penelitian Menurut Supranto (2001 : 237) desain penelitian pada dasarnya untuk menentukan metode apa saja yang akan dipergunakan dalam penelitian. yaitu penelitian terhadap masalah-masalah berupa fakta-fakta saat ini dari suatu populasi.65 Mempertimbangkan jumlah populasi di bawah seratus orang maka penelitian ini menggunakan seluruh populasi sebagai responden. disiplin kerja dan kinerja guru SMPN 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 3. Tujuan dari penelitian deskriptif adalah adalah untuk menguji hipotesis atau menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan current status dari subyek yang diteliti dan menggunakan metode kuantitatif untuk mencari pengaruh antar variabel yang diteliti. Pemilihan metode ini didasarkan pada keinginan peneliti untuk mendapatkan gambaran mengenai kepemimpinan kepala sekolah. Penelitian yang dilakukan penulis menggunakan metode analisis deskriptif. Kerlingger (2004 : 483) mengungkapkan bahwa desain penelitian atau rancang bangun penelitian adalah rencana dan struktur (model/paradigma) penyelidikan yang disusun sedemikian rupa untuk memperoleh jawaban atas pertanyaan-pertanyaan penelitian. serta pengaruhnya baik langsung maupun tidak langsung dari variabel-variabel penelitian yang ditetapkan sebagai berikut : 1. . motivasi kerja. Sedangkan Fred N.

Kinerja guru berfungsi sebagai variabel terikat (dependent variable) yang selanjutnya diberi notasi Y Dengan menggunakan metode deskriptif diharapkan akan diperoleh data yang hasilnya akan diolah dan dianalisis serta akhirnya ditarik sebuah kesimpulan. Kesimpulan yang dibuat akan berlaku bagi seluruh populasi yang menjadi obyek penelitian. Menurut ketentuan dalam Panduan Penyusunan Skripsi dan Tesis bagi Mahasiswa S1 dan S2 di Lingkungan STIE Pasundan (2005 : 31) bahwa dalam penelitian seharusnya ditentukan atau dinyatakan taraf kepercayaan (confindence level) pada pengujian yang dilakukan. variable) yang selanjutnya diberi notasi 3. peneliti menetapkan dalam penelitian ini menggunakan taraf signifikansi adalah 95 %. yang dapat dinyatakan sebagai berikut : . sifat data kualitatif dan / atau kuantitatif dan skala ukurannya nominal/ordinal/ratio. Oleh karena itu.4 Variabel dan Definisi Operasional Untuk memperjelas dalam pengumpulan data dan pengujian hipotesis perlu dikemukakan batasan-batasan konsep variabel. Disiplin kerja berfungsi sebagai variabel bebas (independent variable) yang selanjutnya diberi notasi 4.66 2. Artinya tingkat kepercayaan pengujiannya 3. Motivasi kerja berfungsi sebagai variabel bebas (independent .05 (5%). α = 0. Hal ini untuk memudahkan jenis data primer dan / atau sekunder. dimansi (subvariabel) dan indikator-indikatornya.

67

Tabel 3.2 Operasionalisasi Variabel Penelitian
Variabel Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Konsep Teoritis Kepemimpinan kepala sekolah merupakan salah satu faktor yang dapat mendorong sekolah untuk dapat mewujudkan visi, misi, tujuan dan sasaran sekolahnya melalui program - program yang dilaksanakan secara terencana dan terarah. (Mulyasa, 2009 : 90) Dimensi 1. Kepala sekolah sebagai educator Indikator Variabel 1. Memberikan pembinaan kepada guru 2. Memberikan pembinaan kepada siswa 3. Membuat visi dan misi 4. Pemberdayaan guru pada pelaksanaan program 5. Melakukan pengawasan program 6. Melakukan evaluasi program 7. Pengadministrasian pelaksanaan program 8. Pendokumentasian hasil pelaksanaan program 9. Membuat program supervisi 10. Melaksanakan supervisi 11. Memberikan keteladanan kepada guru 12. Memberi keputusan yang tepat 6. Kepala sekolah sebagai innovator 13. Memberikan gagasan baru dalam kegiatan pembelajaran 14. Memberikan penghar gaan dan sangsi kepada guru 15. Menciptakan suasana kerja yang kondusif Skala

Ordinal

2. Kepala sekolah sebagai manajer

3. Kepala sekolah sebagai administrator

4. Kepala sekolah sebagai supervisor

5. Kepala sekolah sebagai leader

7. Kepala sekolah sebagai motivator

68

Motivasi kerja (X2)

Suatu proses yang mulai dilakukan oleh seseorang karena adanya kebutuhan psikologis dan fisiologis sehingga menggerakkan perilaku atau dorongan untuk mencapai tujuan. (Teori dua faktor, Herzberh dalam Gibson, 1997)

1. Faktor motivasional

1. Kesempatan untuk Ordinal berprestasi 2. Pengakuan dari teman sejawat 3. Merasa bangga dengan pekerjaan sebagai guru 4. Tanggung jawab atas pekerjaannya 5. Pekerjaan itu sendiri 6. Kesempatan untuk meningkatkan karir 1. Gaji atau honor yang diterima 2. Kondisi kerja yang menyenangkan 3. Kebijakan pimpinan sekolah 4. Hubungan antar pribadi 1. Tepat waktu 2. Efisien 1. 2. 3. 4. 5. Tingkat kehadiran Paham tugas Tanggung Jawab Pelaksanaan tugas Kerjasama Ordinal

2. Faktor pemeliharaan

Disiplin Kerja (X3)

Sikap 1. Ketepatan Waktu kesadaran dan kesediaan seseorang men2. Kesadaran dalam taati semua bekerja peraturan perusahaan (organisasi) dan norma-norma 3. Kepatuhan pada sosial yang Peraturan berlaku(Fathoni, 2006 : 172) Pendidik professional dengan tugas utama mendidik mengajar, mem bimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidik an anak usia dini, jalur pendidikan formal, pendidik an dasar dan pendidikan menengah. (UU Guru dan Dosen, 2005:2) 1. Mendidik 2. Mengajar

1. Taat pada aturan 2. Sangsi

Kinerja Guru (Y)

1. Mendidik ahlak Siswa 2. Membuat perencanaan pembelajaran 3. Melaksanakan pembelajaran

Ordinal

3. Membimbing

4. Membimbing seluruh siswa 5. Membimbing siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar

4. Mengarahkan

6. Mengarahkan siswa dalam belajar 7. Melatih kemampuan siswa 8. Menilai hasil kerja siswa 9. Melaksanakan evaluasi pembelajaran

5. Melatih

6. Menilai

7. Mengevaluasi

69

3.5 Instrumen Penelitian Metode pengumpulan data yag digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey, yaitu teknik pengumpulan dan analisis data berupa opini dari subyek yang diteliti melalui kuesioner, wawancara dan observasi. Kuesioner dimaksudkan untuk mencari data primer tentang kepemimpinan, disiplin, motivasi dan kinerja guru. Wawancara dengan pimpinan dan karyawan di lingkungan obyek penelitian dimaksudkan untuk mengumpulkan data yang tidak diperoleh oleh data hasil kuesioner sedangkan observasi dilakukan untuk mengamati secara spesifik perilaku dari variabel yang sedang diteliti. Observasi juga dilakukan dalam upaya mendapatkan data-data umum lainnya tentang organisasi yang diteliti.

3.6 Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari kuesioner, wawancara dan observasi. Kuesioner dimaksudkan untuk menjaring data tentang kepemimpinan, disiplin, motivasi dan kinerja guru. Sementara wawancara dimaksudkan untuk menjaring data keempat variabel penelitian yang tidak dapat dijaring dengan teknik kuesioner. Kelengkapan data juga ditunjang oleh observasi. Dalam penyusunan instrumen digunakan dari model Rensis Likert yakni dengan option Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Cukup Setuju (CS), Tidak Setuju (TS), Sangat Tidak Setuju (STS). Masing-masing option diberikan bobot mulai dari 5 untuk sangat setuju hingga bobot 1 untuk

70 option sangat tidak setuju. Nur Indriantoro (2002 : 99) mengkatagorikan sifat data tersebut ke dalam skala interval. Nilai validitas pada dasarnya adalah nilai korelasi. sehingga dapat dikatakan bahwa semakin tinggi validitas suatu test.7. Oleh karena itu. Adapun rumus korelasi pearson adalah : ( √* Keterangan : r = korelasi validitas item yang dicari x = skor yang diperoleh subyek dari seluruh item y = skor total yang diperoleh subyek dari seluruh item ( ) +* )( ) ( ) . 3. untuk menguji validitas dilakukan dengan teknik korelasi item total yang merupakan dasar dari korelasi pearson. 3.7 Uji Validitas dan Reliabilitas Kuntadi (2002 : 57) berpendapat agar hasil penelitian valid dan reliabel. yaitu data yang diperoleh langsung dari responden dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan skala likert (ordinal) dengan metode rating yang dijumlahkan. maka alat test tersebut akan semakin tepatmengenai sasaran. Data primer.1 Uji Validitas Uji validitas dilakukan untuk mengetahui apakah instrument yang digunakan sudah tepat mengukur apa yang seharusnya diukur atau belum. butir-butir pertanyaan dalam kuesioner perlu dilakukan uji validitas dan reliabilitas.

Pengukuran yang memiliki reliabilitas tinggi merupakan pengukuran yang mampu memberikan hasil ukur terpercaya (reliable). = reliabilitas internal seluruh instrument = korelasi product moment antara belahan kesatu dan kedua kemudian dikorelasikan dengan rumus yang sama seperti uji validitas. bisa ganjil-genap dan bisa pula belahan pertama dan kedua dengan rumus : = Keterangan .3 maka dikatakan tidak valid. ( √* ( ) +* )( ) ( ) . bila korelasi tiap faktor ( ) tersebut positif dan besarnya > 0. 3.3 maka faktor tersebut merupakan construct yang kuat (valid).2 Uji Reliabilitas Reliabilitas adalah tingkat kepercayaan terhadap hasil suatu pengukuran. jika < 0. Metode belah dua ini dilakukan dengan cara membagi instrument menjadi dua belahan. Untuk uji reliabilitas digunakan metode belah dua ( Split Half Method) dari Spearman Brown.71 Σx = jumlah skor dalam distribusi x Σy = jumlah skor dalam distribusi y = jumlah kuadrat skor dalam distribusi x = jumlah kuadrat skor dalam distribusi y N = jumlah responden Menurut Sugiono. demikian pula sebaliknya.7.

dan kinerja guru (Y) dengan cara menghitung rata-rata masing-masing variabel penelitian. Demikian bila < 7 maka dikatakan tidak reliabel sebaliknya.8 – 2. jika 3. Tabel 3. disiplin kerja ( ). motivasi kerja ( ).4 – 4.5 1.0 – 1.1 Diagram Jalur .7 Penafsiran Sangat baik Baik Cukup Baik Kurang baik Sangat kurang baik 3.6 – 3.3 Kriteria Penafsiran Kondisi Variabel Penelitian Rata-Rata Skor 4. Teknik analisis deskriptip digunakan untuk mendeskripsikan variabel kepemimpinan kepala sekolah ( ).8 Teknik Analisis Data Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif.3 1.9 Teknik Analisis Jalur (Jalur Path) r Є1 Y r Gambar 3. maka instrument tersebut dikatakan reliabel.72 Jika > 7.0 3.2 – 5.1 2.

. gambar di atas menunjukkan bahwa antara serta . dengan Y. dengan Y. Persamaan struktur yang dibentuk adalah : Y= + + . sementara hubungan merupakan hubungan korelasional.73 Keterangan : = Kepemimpinan kepala sekolah = Motivasi kerja = Disiplin kerja Y = Kinerja guru r r r = korelasi = korelasi = korelasi dan dan dan = koefisien jalur yang menggambarkan besarnya pengaruh langsung terhadap Y = koefisien jalur yang menggambarkan besarnya pengaruh langsung terhadap Y = koefisien jalur yang menggambarkan besarnya pengaruh langsung terhadap Y = koefisien jalur yang menggambarkan besarnya pengaruh langsung terhadap Y = variabel lain yang tidak diukur tetapi mempengaruhi Y Gambar di atas adalah diagram variabel yang mencerminkan hubungan antar variabel dan pengaruh variabel X terhadap variabel Y. dengan Y merupakan hubungan kausal.

motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru SMPN 1 Cisarua. .74 3. dan sebalikya. Jika hasil perhitungan koefisien jalur dari kepemimpinan kepala sekolah ke kinerja guru. motivasi kerja ke kinerja guru dan disiplin kerja ke kinerja guru tidak sama dengan nol. Pengaruh Hi : terhadap Y ≠ 0 : kepemimpinan kepala sekolah berpengaruh terhadap kinerja guru SMPN 1 Cisarua Pengaruh Hi : terhadap Y ≠ 0 : motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja guru SMPN 1 Cisarua Pengaruh Hi : terhadap Y ≠ 0 : disiplin kerja berpengaruh terhadap kinerja guru SMPN 1 Cisarua Pengujian hipotesis tidak dilakukan secara statistik dengan uji F dan uji t karena penelitian yang dilakukan melibatkan seluruh anggota populasi atau bersifat sensus. maka hipotesis yang diajukan semuanya diterima.10 Pengujian Hipotesis Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini sebagai berikut : H1 : ≠ ≠0 Terdapat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. Hipotesis yang diajukan dijawab dari hasil perhitungan koefisien jalur yang diperoleh.

1 Gambaran Umum SMPN 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat berdiri mulai tahun 1961. ruang komputer. Pada tahun 1964 menjadi sekolah mandiri dan lepas dari SMP Negeri 1 Cimahi. Hasilnya terlihat pada perkembangan fisik maupun non-fisik.75 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.043 m². Disektor fisik misalnya sarana ruang belajar yang pada awalnya kegiatan operasional sekolah ini hanya memiliki 6 lokal. Pertama beroperasi menginduk ke SMP Negeri 1 Cimahi dan menggunakan lokal Sekolah Dasar Garuda. Selama kurun waktu kurang lebih 49 tahun telah terjadi pergantian pimpinan sebanyak 13 kepala sekolah. 312 Kabupaten Bandung Barat ini berdiri di atas tanah seluas 11. ruang TU dan ruang guru yang representatif serta sarana-sarana lainnya.1. Letak sekolah sangat strategis berada di pinggir jalan kabupaten dan . kini telah menjadi 29 ruang belajar ditambah sarana fisik lainnya seperti ruang keterampilan. ruang perpustakaan. SMP Negeri Cisarua yang terletak di jalan Kolonel Masturi no. laboratorium fisika dan biologi.1 Hasil Penelitian 4. ruang kepala sekolah. Setiap pimpinan yang menjabat di SMPN 1 Cisarua umumnya mempunyai komitmen untuk memajukan sekolah diberbagai sector. Di sektor nonfisik juga mengalami peningkatan baik dari segi prestasi akademis maupun non-akademis yang berhasil diraih oleh siswa-siswi terbaik alumni SMP Negeri Cisarua dari masa ke masa.

76 dilalui kendaraan umum dari arah Cisarua-Cimahi maupun CisaruaPadalarang. BA H. Standar Proses. Jika 8 standar di atas telah terpenuhi maka SMP Negeri 1 Cisarua selanjutnya menjadi sekolah berstandar nasional (SSN). Standar Isi. Daftar nama kepala sekolah sejak didirikan sampai dengan sekarang sebagai berikut : No. Ajab Riatna . Sejak tahun 1964 sampai dengan saat ini yang telah ditugaskan menjadi kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua sudah 13 orang. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan. SMP Negeri 1 Cisarua pada tahun pelajaran 2010 / 2011 memiliki 29 rombongan belajar dengan jumlah siswa sebanyak 989 orang. SMP Negeri 1 Cisarua mulai tahun 2004 telah berpredikat sebagai “Sekolah Potensial” dan sejak tahun 2008 telah berubah menjadi “Rintisan Sekolah Berstandar Nasional (RSSN)”. Standar Pengelolaan. Dengan predikat tersebut pihak sekolah terus mengadakan penataan di berbagai sektor yaitu untuk memenuhi 8 Standar Nasional Pendidikan (Standar Kompetensi Lulusan. 1 2 3 4 Periode Tahun 1964 – 1968 1968 – 1971 1971 – 1977 1977 – 1983 Nama Kepala Sekolah Saleh Ma‟ruf. Standar Pembiayaan dan Standar Evaluasi). SH Maulana Ismail. Standar Sarana. BA Mohamad Wasid. jumlah tenaga pengajar sebanyak 63 orang dan staf tata usaha 19 orang.

Terwujudnya prestasi siswa dalam bidang seni sebagai program unggulan . Visi “Terampil. Ubes Sumantri Oman Jaskim Drs. H. Subandar Drs.77 5 6 7 8 9 10 11 12 13 1983 – 1987 1987 – 1988 1988 – 1988 1988 – 1990 1990 – 1993 1993 – 1996 1996 – 2000 2000 – 2003 2003 – sekarang H. H. Berprestasi. Yaya Masria Drs. nyaman dan religious 5. A. Dudi Susbandi KM. H. Unggul dalam Seni Budaya Dilandasi Iman dan Taqwa” Indikator : 1. Terwujudnya peningkatan prestasi akademis dari tahun ke tahun 2. Hasbiadi Endang Dahlan. tujuan sekolah dan profil sekolah sebagai berikut : a. SMP Negeri 1 Cisarua memiliki visi. Didi S. misi. H. Toto Suhartoyo Drs. Terwujudnya lingkungan sekolah yang aman. BA Drs. Berwawasan IPTEK. Terampil menggunakan media IPTEK 6. efektif dan efisien 3. Terwujudnya tingkat kedisiplinan warga sekolah 4. Nandang Sukmana Drs. Terwujudnya sistem pembelajaran yang inovatif.

kreatif. Seluruh warga sekolah dapat menggunakan komputer dan internet sebagai sumber belajar . menyenangkan dan berwawasan ke depan 3. Mewujudkan penyelenggaraan pembelajaran yang aktif. Menghasilkan peningkatan rata-rata skor GSA + 1. Menghasilkan perangkat kurikulum yang lengkap. Mencapai profesionalisme guru dalam pembelajaran CTL 5. Menghasilkan warga sekolah yang taat beribadah 8. Terciptanya kesempatan warga sekolah untuk mengembangkan diri sesuai dengan potensi yang dimiliki b. Mewujudkan peningkatan kualitas SDM seluruh warga sekolah Tujuan Sekolah 1. Misi 1. Mengoptimalkan kegiatan pembelajaran komputer dan internet 6. efektif.78 7. Mencapai suasana lingkungan sekolah yang aman dan nyaman 7.00 2. Menerapkan tata tertib sekolah secara optimal 4. Menghasilkan warga sekolah yang berdisiplin tinggi 6. Mewujudkan suasana lingkungan sekolah yang berwawasan Wiyata Mandala 5. muktahir dan berwawasan ke depan 4. Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara optimal 2. Menghasilkan peningkatan SKBM seluruh mata pelajaran sampai dengan 85% 3. Mewujudkan kemampuan seni yang tangguh dan kompetitif 7.

H.1. dll 12. Pencapaian standar pendidik dan tenaga kependidikan meliputi : semua guru berkualifikasi S1. semua mengajar sesuai bidangnya. Dudi Susbandi KM 201020802005 A RSSN 1961 1961 : SMP Negeri 1 Cisarua . 7. Menghasilkan lulusan yang mampu berkompetensi dijenjang pendidikan yang lebih tinggi. Kolonel Masturi no 312 Kertawangi Cisarua Bandung Barat Jawa Barat 022. 2. Nama Kepala Sekolah NSS Jenjang Akreditasi Kategori Sekolah Tahun Didirikan Tahun Operasional : : : : : : : : : : : : Jl. telah mengikuti PTBK. 6. 8. Memiliki tim olah raga yang siap menjadi juara tingkat kabupaten 11. Nama Sekolah Alamat : Jalan Desa Kecamatan Kabupaten Provinsi No.2 Profil Sekolah 1. Menghasilkan tim kesenian yang mampu tampil pada kegiatan setingkat kabupaten 10. Telepon 4. 5. 9.79 9. 4.2700003 Drs.

3 Profil Responden Tabel 4.1. 2. Prosentase 23.1 Jumlah Siswa SMP Negeri 1 Cisarua 3 Tahun Terakhir Tahun Pelajaran 2008/ 2009 2009/ 2010 2010/ 2011 Jumlah Pendaftar 415 500 435 Kelas VII Jumlah Siswa Rombel 387 9 324 315 9 9 Kelas VIII Jumlah Siswa Rombel 459 9 376 310 9 9 Kelas IX Jumlah Siswa Rombel 436 9 445 364 9 9 Jumlah Kelas VII+VIII+IX Siswa Rombel 1282 27 1145 989 27 27 Sumber Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 4. Status Bangunan Surat Izin Bangunan Luas Seluruh Bangunan : : : : : Hak guna pakai tidak terbatas 6000 m2 Milik Pemerintah 3.2 Jumlah Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Jumlah Laki-laki 15 Perempuan 48 Jumlah 63 Sumber : Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 No 1.0 Dari data pada tabel 4.405 m2 Tabel 4.80 10.2 100.8 76.2 terlihat bahwa guru-guru di SMPN 1 Cisarua lebih banyak didominasi oleh guru perempuan (76.2%) . Kepemilikan Tanah Luas Tanah 11.

> 40 Tahun 52 Jumlah 63 Sumber : Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 Prosentase 9.80 2.00%) artinya lebih banyak dibandingkan dengan yang berpendidikan yang lainnya.40 Tahun 2 4.17 82.3 terlihat bahwa guru yang memiliki tingkat pendidikan S1 berjumlah 46 orang (73.56 100.00 Sumber : Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 Dari tabel 4. 3. 25 – 29 Tahun 6 2. SMA 3 4. Masa Kerja < 5 Tahun 6 – 10 Tahun 11 – 15 Tahun 16 – 20 Tahun > 20 Tahun Jumlah Jumlah 6 3 4 15 35 63 Prosentase 9. Tabel 4.56 % memiliki masa kerja lebih dari 20 tahun. D1 2 3.35 23.00 Sumber : Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 Dari data tabel 4.81 55.3 Jumlah Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan No Tingkat Pendidikan Jumlah Prosentase 1.52 4.76 6.90 4 PGSLP 2 3.35 Tahun 3 3. 30 .20 5 S1 46 73.5 Jumlah Responden Berdasarkan Usia No Usia Jumlah 1.76 3.4 Jumlah Responden Berdasarkan Masa Kerja No 1.20 3 D3 10 15. Tabel 4.52 4.00 JUMLAH 63 100.00 . 5.4 terlihat bahwa komposisi masa kerja guru SMPN 1 Cisarua sebanyak 35 orang atau 55.81 Tabel 4.54 100. 4. 2. 36 .

5 terlihat bahwa jumlah responden yang paling banyak berusia lebih dari 40 tahun. 4. 6.2.5%). Menurut Sugiyono (2005) bahwa item yang mempunyai korelasi positif dengan skor total korelasi yang tinggi. menunjukkan bahwa item tersebut mempunyai validitas yang tinggi pula. 2.1 Uji Validitas Pengujian tingkat validitas tiap item dipergunakan analisis item.6 Jumlah Responden Berdasarkan Pangkat dan Golongan Pangkat/Golongan Jumlah Pembina TK 1 / IVb 0 Pembina / IVa 57 Penata TK I / IIId 0 Penata / IIIc 0 Penata Muda TK I / IIIb 3 Penata Muda / IIIa 3 Jumlah 63 Sumber : Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 No 1.8 100.82 Dari tabel 4. artinya mengkorelasikan skor tiap item dengan skor total yang merupakan jumlah tiap skor item.0 Tabel 4. 4. 5. 4.6 menunjukkan bahwa pangkat/golongan responden terbanyak adalah Pembina/IVa yaitu sebanyak 57 orang (90. 3. disiplin kerja 15 item dan kinerja guru 20 item pernyataan. Tabel 4.8 4. motivasi kerja 15 item. Prosentase 0 90. .2 Uji Istrumen Penelitian Dalam melakukan penelitian ini penulis menggunakan instrumen berupa kuesioner yang terdiri dari variabel kepemimpinan kepala sekolah sebanyak 18 item.5 0 0 4.

.557 X1 _9 0.3 sehingga apabila korelasi antar item dengan skor total kurang dari 0.630 X1 _7 0. variabel kepemimpinan kepala sekolah berada di atas 0. Adapun hasil uji coba mengenai tingkat validitas butir pernyataan disajikan dalam tabel berikut : Tabel 4. Untuk itu kuesioner yang digunakan layak untuk diolah sebagai data penelitian.460 X1 _16 0.680 X1 _2 0.3 maka semua item valid.672 X1 _6 0.503 Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Dari data di atas.452 X1 _3 0.661 X1 _5 0.620 X1 _11 0.576 X1 _12 0.471 X1 _4 0.439 X1 _15 0.512 X1 _13 0.7 Hasil Uji Validitas Item Variabel Kepemimpinan Kepala sekolah (X1) No Item Tingkat Validitas Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid X1 _1 0.487 X1 _18 0.623 X1 _8 0.3 maka item dalam instrumen tersebut dinyatakan tidak valid.83 Persyaratan minimum agar dapat dianggap valid apabila r = 0.599 X1 _10 0.437 X1 _17 0.422 X1 _14 0.

718 X2 _7 0.819 0.791 0. maka semua item valid.625 X2 _8 0.688 X2 _14 0.764 0. Tabel 4.802 0.826 0.549 X2 _15 0.630 Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Dari data di atas. Untuk itu kuesioner yang digunakan layak untuk diolah sebagai data penelitian.583 X2 _3 0. variabel motivasi kerja berada di atas 0.716 X2 _6 0.3.653 X2 _5 0.606 X2 _2 0.788 0.831 0.8 Hasil Uji Validitas Item Variabel Motivasi Kerja (X2) No Item Tingkat Validitas X2 _1 0.607 X2 _9 0.672 X2 _4 0.9 Hasil Uji Validitas Item Variabel Disiplin Kerja (X3) No Item X3 _1 X3 _2 X3 _3 X3 _4 X3 _5 X3 _6 X3 _7 X3 _8 X3 _9 X3_10 X3 _11 X3 _12 Tingkat Validitas 0.729 X2 _12 0.746 0.84 Tabel 4.686 0.809 0.863 0.442 X2 _10 0.876 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid .711 X2 _11 0.659 X2 _13 0.

810 X3 _14 0.695 Y _11 0.10 Hasil Uji Validitas Item Variabel Kinerja Guru (Y) No Item Tingkat Validitas Y _1 0.465 Y _16 0.470 Y _19 0. Tabel 4. Untuk itu kuesioner yang digunakan layak untuk diolah sebagai data penelitian.695 Y _14 0.684 Y _5 0.707 Y_10 0.85 No Item Tingkat Validitas X3 _13 0.7 sampai dengan tabel 4. maka semua item valid.550 Y _7 0.487 Y _17 0.836 Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Keterangan Valid Valid Valid Dari data di atas. bahwa seluruh item dinyatakan valid .496 Y _20 0.652 Y _9 0.10 diperoleh informasi mengenai tingkat validitas. Berdasarkan tabel 4.403 Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Dari data di atas.560 Y _6 0. variabel disiplin kerja berada di atas 0. maka semua item valid.3.650 Y _3 0.713 Y _8 0.675 Y _4 0.714 Y _13 0.818 X3 _15 0.3. variabel kinerja guru berada di atas 0.698 Y _12 0.654 Y _2 0.597 Y _18 0. Untuk itu kuesioner yang digunakan layak untuk diolah sebagai data penelitian.667 Y _15 0.

2. ternyata seluruh item pernyataan merupakan item yang terpilih dan dapat digunakan sebagai alat pengumpul data (kuesioner). Hasil pengujian secara lengkap dapat dilihat pada lampiran rekapitulasi tingkat validitas item pernyataan instrument penelitian disajikan dalam tabel berikut : Tabel 4. Reliabilitas untuk kuesioner masing-masing variabel disajikan pada tabel di bawah ini : .86 dan digunakan untuk penelitian.2 Uji Reliabilitas Dari pengujian reliabilitas teknik split half dengan koefisien internal Spearman Brown nampak bahwa masing-masing instrumen pengukuran adalah reliabel sesuai dengan yang direkomendasikan Sugiyono (2004 : 178) yang menyatakan bahwa batas minimum reliabilitas yang dapat diterima adalah koefisien positif. 11 Rekapitulasi Hasil Uji Coba Item Pernyataan Instrumen Kuesioner Variabel Jml Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Motivasi Kerja (X2) Disiplin Kerja (X3) Kinerja Guru (Y) Jumlah 15 15 20 68 18 Valid % 100% Tidak Jml 0 Valid % 0% Jml 18 Total % 100% 100% 100% 100% 100% 0 0 0 0 0% 0% 0% 0% 15 15 20 68 100% 100% 100% 100% Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Berdasarkan data tabel di atas. 4.

Gambaran mengenai hal tersebut dapat dilihat dari tanggapan responden sebagai berikut : .986 dengan kriteria reliabilitas tinggi.954 0.935 dengan kriteria reliabilitas tinggi.935 0. 4.87 Tabel 4. dan variabel kinerja guru (Y) adalah 0. variabel motivasi kerja (X2) adalah 0.986 0.12 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Motivasi Kerja (X2) Disiplin Kerja (X3) Kinerja Guru (Y) Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Reliabilitas 0.3 Hasil Penelitian dan Pembahasan 4.3.1 Deskripsi Jawaban Responden Mengenai Kepemimpinan Kepala Sekolah di SMPN 1 Cisarua Bagian ini akan menguraikan bagaimana gambaran mengenai kepemimpinan kepala sekolah di SMPN 1 Cisarua.949 Kriteria Reliabilitas Tinggi Reliabilitas Tinggi Reliabilitas Tinggi Reliabilitas Tinggi Dari data di atas variabel kepemimpinan kepala sekolah (X1) adalah 0.954 dengan kriteria reliabilitas tinggi.949 dengan kriteria reliabilitas tinggi. variabel disiplin kerja (X3) adalah 0.

81 Tidak Setuju 2 0 0 0.03% menyatakan setuju.13 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui rapat Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 19 95 30. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui rapat. 46.81% menyatakan kurang setuju.00 Rata-Rata Skor 4. berada pada kategori baik.06 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui rapat.06 Berdasarkan tabel di atas.88 Tabel 4.29 12.00 .40 14. dengan rata-rata skor sebesat 4.00 Jumlah 63 256 100.00 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. yakni sebanyak 30.16% menyatakan sangat setuju.10 25. Tabel 4.17 Prosentase 9.16 Setuju 4 29 116 46.52 38.14 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui pembinaan perorangan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 6 4 24 3 16 2 9 1 8 63 Skor 30 96 48 18 8 200 3. dan 23.03 Kurang Setuju 3 15 45 23.70 100.

98 47. berada pada kategori cukup baik.63 4.10% menyatakan setuju.62 20.89 Berdasarkan tabel di atas.00 100.97 . 38.29% menyatakan tidak setuju. dengan rata-rata 3. 12.76 0. dengan rata-rata dengan rata-rata skor sebesat 3. dan 20. 47. Tabel 4. yakni sebanyak 9.62% menyatakan setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui pembinaan perorangan.70% sangat tidak setuju.97 Prosentase 26.52% menyatakan sangat setuju.40% menyatakan kurang setuju. 14.00 Berdasarkan tabel di atas.63% menyatakan kurang setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melaksanakan pembinaan kepada siswa melalui upacara bendera yang dilaksanakan setiap hari senin.15 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melaksanakan pembinaan kepada siswa melalui upacara bendera yang dilaksanakan setiap hari senin Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 17 4 30 3 13 2 3 1 0 63 Skor 85 120 39 6 0 250 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melaksanakan pembinaan kepada siswa . yakni sebanyak 26. 25.98% menyatakan sangat setuju.17 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui pembinaan perorangan.

98% menyatakan kurang setuju.27 Kurang Setuju 3 17 51 26.90 melalui upacara bendera yang dilaksanakan setiap hari senin.00 Rata-Rata Skor 3.00 Jumlah 63 247 100.52 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.00 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. dan 26.17 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah memberdayakan guru sebagai tim kerja dalam pelaksanaan program kegiatan Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 14 70 22.97% menyatakan setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah membuat perencanaan visi dan misi secara matang.16 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah membuat perencanaan visi dan misi secara matang Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 12 60 19. berada pada kategori baik. dengan rata-rata 3. Tabel 4.98 Tidak Setuju 2 6 12 9.00 Rata-Rata Skor 3. 53.92.76 .98 Tidak Setuju 2 0 0 0. yakni sebanyak 19.00 Jumlah 63 237 100.05 Setuju 4 34 136 53.05% menyatakan sangat setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah membuat perencanaan visi dan misi secara matang. Tabel 4.97 Kurang Setuju 3 17 51 26.92 Berdasarkan tabel di atas. berada pada kategori baik.22 Setuju 4 26 104 41.

dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberdayakan guru sebagai tim kerja dalam pelaksanaan program kegiatan.98% menyatakan kurang setuju. 41.98 0.76. 41. 26. dengan rata-rata sebesar 3. berada pada kategori baik. 26.00 0.18 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program kegiatan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 20 4 26 3 17 2 0 1 0 63 Skor 100 104 51 0 0 255 4.05 Prosentase 31.75 41.91 Berdasarkan tabel di atas.27% menyatakan setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah memberdayakan guru sebagai tim kerja dalam pelaksanaan program kegiatan.98% menyatakan kurang setuju. Tabel 4.00 100. .22% menyatakan sangat setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah senantiasa melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program kegiatan.52% menyatakan tidak setuju. yakni sebanyak 22. dan 9. yakni sebanyak 31.05.75% menyatakan sangat setuju.27% menyatakan setuju. dengan rata-rata 4.27 26.00 Berdasarkan tabel di atas.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan evaluasi setelah pelaksanaan program kegiatan.00 100. berada pada kategori baik. berada pada kategori baik Tabel 4.98% menyatakan sangat setuju.92 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah senantiasa melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program kegiatan.00 0. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melakukan evalusi setelah pelaksanaan program kegiatan.27% menyatakan setuju.98 41. 31.95 Prosentase 26. dengan rata-rata 3.19 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan evaluasi setelah pelaksanaan program kegiatan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 17 4 26 3 20 2 0 1 0 63 Skor 85 104 60 0 0 249 3.95. . yakni sebanyak 26.27 31.75 0. 41.00 Berdasarkan tabel di atas.75% menyatakan kurang setuju.

44 26. Tabel 4.10 Setuju 4 22 88 34.00 0.00 . dengan rata-rata . berada pada kategori baik.98 0. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan solusi perbaikan untuk program berikutnya.57 44.92 Kurang Setuju 3 17 51 26.00 Jumlah 63 259 100. yakni sebanyak % menyatakan sangat setuju.02 Prosentase 28.98 Tidak Setuju 2 0 0 0. % sangat tidak setuju.93 Tabel 4. % menyatakan kurang setuju.21 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pengadministrasian pelaksanaan program kegiatan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 18 4 28 3 17 2 0 1 0 63 Skor 90 112 51 0 0 253 4.20 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan solusi perbaikan untuk program berikutnya Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 24 120 38. % menyatakan tidak setuju. % menyatakan setuju.11 Berdasarkan tabel di atas.00 100. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melakukan solusi perbaikan untuk program berikutnya.00 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.00 Rata-Rata Skor 4.

yakni sebanyak 28. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan pengadministrasian pelaksanaan program kegiatan. 26.02. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan pendokumentasian hasil pelaksanaan program kegiatan.86% menyatakan setuju.57% menyatakan sangat setuju.00.86 28.94 Berdasarkan tabel di atas. .00 0.44% menyatakan setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melakukan pendokumentasian hasil pelaksanaan program kegiatan. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melakukan pengadministrasian pelaksanaan program kegiatan. yakni sebanyak 28.00 Berdasarkan tabel di atas.57 0. berada pada kategori baik.00 Prosentase 28. 44. berada pada kategori baik Tabel 4.57% menyatakan sangat setuju. 28.22 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pendokumentasian hasil pelaksanaan program kegiatan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 18 4 27 3 18 2 0 1 0 63 Skor 90 108 54 0 0 252 4. 42.57 42.98% menyatakan kurang setuju. dengan rata-rata 4.57% menyatakan kurang setuju.00 100. dengan rata-rata 4.

79% menyatakan setuju.95 Tabel 4.02 Prosentase 25.22 50. yakni sebanyak 25. dengan ratarata 4. berada pada kategori baik.79 23.95 Prosentase 22.24 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melaksanakan supervisi kepada guru yang mengajar di kelas Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 14 4 32 3 17 2 0 1 0 63 Skor 70 128 51 0 0 249 3. 50.00 100.81 0. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah membuat program supervisi.00 Berdasarkan tabel di atas.40 50.00 100.00 . Tabel 4.40% menyatakan sangat setuju. % sangat tidak setuju.79 26. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah membuat program supervisi. 23.02.98 0.00 0.23 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah membuat program supervise Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 16 4 32 3 15 2 0 1 0 63 Skor 80 128 45 0 0 253 4.00 0.81% menyatakan kurang setuju.

79% menyatakan setuju.40% menyatakan kurang setuju. yakni sebanyak 22.68% menyatakan setuju.22% menyatakan sangat setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melaksanakan supervisi kepada guru yang mengajar di kelas. dengan rata-rata 4. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah dapat memberi contoh keteladanan kepada guru.10 Prosentase 34. berada pada kategori baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melaksanakan supervisi kepada guru yang mengajar di kelas.. 39.92% menyatakan sangat setuju.00 100. berada pada kategori baik . 26.25 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah dapat memberi contoh keteladanan kepada guru Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 22 4 25 3 16 2 0 1 0 63 Skor 110 100 48 0 0 258 4. 50.00 Berdasarkan tabel di atas.40 0.95.96 Berdasarkan tabel di atas. Tabel 4.68 25.98% menyatakan kurang setuju.92 39.10. dengan rata-rata 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah dapat memberi contoh keteladanan kepada guru. 25. yakni sebanyak 34.00 0.

31.00 Prosentase 31.51 31. 36.00 0.75 36. berada pada kategori baik Tabel 4.75% menyatakan sangat setuju.75 0.16 41. yakni sebanyak 31.26 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah mampu mengambil keputusan yang tepat Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 20 4 23 3 20 2 0 1 0 63 Skor 100 92 60 0 0 252 4.00 100. dengan rata-rata 4.75% menyatakan kurang setuju.00 Berdasarkan tabel di atas.51% menyatakan setuju.00.27 28.02 Prosentase 30.97 Tabel 4. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah mampu mengambil keputusan yang tepat.00 .57 0. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah mampu mengambil keputusan yang tepat.00 100.00 0.27 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah memberikan gagasan-gagasan baru dalam proses pembelajaran Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 19 4 26 3 18 2 0 1 0 63 Skor 95 104 54 0 0 253 4.

dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan gagasan-gagasan baru dalam proses pembelajaran. 44. dengan rata-rata 3. berada pada kategori cukup baik.89 Prosentase 22. dengan rata-rata 4.22 44. yakni sebanyak 30. yakni sebanyak 22.00 0. berada pada kategori bai Tabel 4.57% menyatakan kurang setuju.02.44 33. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan gagasan-gagasan baru dalam proses pembelajaran. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan penghargaan kepada guru yang berprestasi. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan penghargaan kepada guru yang berprestasi. 41.89.00 100.33% menyatakan kurang setuju.28 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah memberikan penghargaan kepada guru yang berprestasi Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 14 28 21 0 0 63 Skor 70 112 63 0 0 245 3. 33. 28.98 Berdasarkan tabel di atas.27% menyatakan setuju.22% menyatakan sangat setuju.33 0.00 Berdasarkan tabel di atas.16% menyatakan sangat setuju. .44% menyatakan setuju.

57 46.99 Tabel 4.00 100.29 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah memberikan sangsi kepada guru yang melanggar disiplin Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 14 70 22.03 Prosentase 28.21 Kurang Setuju 3 18 54 28. Tabel 4.03 25.57 Tidak Setuju 2 0 0 0.40 0.30 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah menciptakan hubungan yang harmonis dengan guru Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 18 4 29 3 16 2 0 1 0 63 Skor 90 116 48 0 0 254 4. 49.00 .00 0. dengan rata-rata 3.00 Rata-Rata Skor 3. berada pada kategori baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan sangsi kepada guru yang melanggar disiplin. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan sangsi kepada guru yang melanggar disiplin.21% menyatakan setuju.94 Berdasarkan tabel di atas.00 Jumlah 63 248 100.22 Setuju 4 31 124 49. yakni sebanyak 22.57% menyatakan kurang setuju.22% menyatakan sangat setuju.94. 28.00 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.

17 100. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya diberi kesempatan untuk berprestasi. yakni .22 3. 25.03 . berada pada kategori baik 4.100 Berdasarkan tabel di atas.14 Prosentase 7.40% menyatakan kurang setuju.2 Deskripsi Jawaban Responden Mengenai Motivasi Kerja di SMPN 1 Cisarua Bagian ini akan menguraikan bagaimana gambaran mengenai motivasi kerja guru di SMPN 1 Cisarua.94 26. dengan rata-rata 4.98 39.68 22. Gambaran mengenai hal tersebut dapat dilihat dari tanggapan responden sebagai berikut : Tabel 4. kepala sekolah menciptakan hubungan yang yakni sebanyak 28.00 Berdasarkan tabel di atas.31 Pendapat responden mengenai : Saya diberi kesempatan untuk berprestasi Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 5 4 17 3 25 2 14 1 2 63 Skor 25 68 75 28 2 198 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : kepala sekolah menciptakan hubungan yang harmonis dengan guru.3.57% menyatakan sangat setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : harmonis dengan guru. 46.03% menyatakan setuju.

87% menyatakan tidak setuju. 22. 3. .98% menyatakan setuju. 26.00 Berdasarkan tabel di atas.17% sangat tidak setuju. dengan ratarata 3. 26.101 sebanyak 7. 39.17 100.68% menyatakan kurang setuju.35% menyatakan sangat setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya diberi kesempatan untuk berprestasi. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : teman sejawat memberi pengakuan terhadap prestasi kerja saya.98% menyatakan setuju.14.87 3. 3. berada pada kategori cukup baik Tabel 4.17 Prosentase 6. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : teman sejawat memberi pengakuan terhadap prestasi kerja saya.98 47.17% sangat tidak setuju.22% menyatakan tidak setuju. dengan rata-rata 3.94% menyatakan sangat setuju. yakni sebanyak 6.62 15.35 26. berada pada kategori cukup baik.32 Pendapat responden mengenai : Teman sejawat memberi pengakuan terhadap prestasi kerja saya Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 4 17 30 10 2 63 Skor 20 68 90 20 2 200 3.17.62% menyatakan kurang setuju. 47. 15.

32% menyatakan kurang setuju.63 Kurang Setuju 3 38 114 60.73 9.25 Berdasarkan tabel di atas.00 Rata-Rata Skor 3.52 22.94 Setuju 4 13 52 20.11% menyatakan tidak setuju.00 Jumlah 63 205 100.22 58.34 Pendapat responden mengenai : Saya berusaha untuk bertanggung jawab atas pekerjaan saya sebagai guru Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 6 14 37 6 0 63 Skor 30 56 111 12 0 209 3.52 0. yakni sebanyak 20.94% menyatakan sangat setuju.00 . Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya merasa bangga dengan pekerjaan saya sebagai guru. dengan rata-rata 3.33 Pendapat responden mengenai : Saya merasa bangga dengan pekerjaan saya sebagai guru Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7.11 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. berada pada kategori cukup baik Tabel 4.00 100.63% menyatakan setuju.32 Prosentase 9. 60.25.32 Tidak Setuju 2 7 14 11. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : sebagai guru. saya merasa bangga dengan pekerjaan saya 7.102 Tabel 4. 11.

70% menyatakan tidak setuju.103 Berdasarkan tabel di atas.52% menyatakan sangat setuju.94 26. 58. 26. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya merasa pekerjaan yang saya jalani sesuai dengan minat dan bakat saya.38 12. yakni sebanyak 7. yakni sebanyak 9. berada pada kategori cukup baik Tabel 4.00 Berdasarkan tabel di atas. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya selalu berusaha untuk bertanggung jawab atas pekerjaan saya sebagai guru.52% menyatakan tidak setuju. 12.30.30 Prosentase 7. berada pada kategori cukup baik .22% menyatakan setuju. 22.70 0.35 Pendapat responden mengenai : Saya merasa pekerjaan yang saya jalani sesuai dengan minat dan bakat saya Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 5 17 33 8 0 63 Skor 25 68 99 16 0 208 3.98 52. dengan rata-rata 3.32.38% menyatakan kurang setuju. 9. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya selalu berusaha untuk bertanggung jawab atas pekerjaan saya sebagai guru.73% menyatakan kurang setuju. dengan rata-rata 3.94% menyatakan sangat setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya merasa pekerjaan yang saya jalani sesuai dengan minat dan bakat saya.98% menyatakan setuju. 52.00 100.

00 Rata-Rata Skor 3. yakni sebanyak 4. Tabel 4.36 Pendapat responden mengenai : Saya merasa pekerjaan saya sebagai guru adalah Pekerjaan yang menantang Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 3 15 4.00 Jumlah 63 205 100.79 Tidak Setuju 2 9 18 14.16 39.68 12.16% menyatakan setuju. 14. 50. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya merasa pekerjaan saya sebagai guru adalah pekerjaan yang menantang.76% menyatakan sangat setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya merasa pekerjaan saya sebagai guru adalah pekerjaan yang menantang.52 30.104 Tabel 4.94 100.29% menyatakan tidak setuju.21 Prosentase 9. 30.16 Kurang Setuju 3 32 96 50.25 Berdasarkan tabel di atas.37 Pendapat responden mengenai : Saya diberi kesempatan untuk meningkatkan karier Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 6 4 19 3 25 2 8 1 5 63 Skor 30 76 75 16 5 202 3. dengan rata-rata 3.00 .79% menyatakan kurang setuju.29 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.70 7.25.76 Setuju 4 19 76 30. berada pada kategori cukup baik.

29% menyatakan sangat setuju. menyatakan tidak setuju.86 Tidak Setuju 2 7 14 11.70% karier.76% sangat tidak setuju. 42. rata-rata 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : gaji atau honor yang saya terima telah sesuai dengan tugas dan tanggung jawab.35 Berdasarkan tabel di atas.16% 12. 11. dengan rata-rata 3.00 Rata-Rata Skor 3. berada pada kategori cukup baik. yakni sebanyak 9.38 Pendapat responden mengenai : Gaji atau honor yang saya terima telah sesuai dengan tugas dan tanggung jawab Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 9 45 14. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya diberi kesempatan untuk meningkatkan 30.76 Jumlah 63 211 100. yakni sebanyak 14.11 Sangat Tidak Setuju 1 3 3 4. .94% sangat tidak setuju.98 Kurang Setuju 3 27 81 42. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya diberi kesempatan untuk meningkatkan karier. berada pada kategori cukup baik Tabel 4.52% menyatakan sangat setuju.68% menyatakan kurang setuju.29 Setuju 4 17 68 26.86% menyatakan kurang setuju. 4.35. menyatakan setuju. 39.98% menyatakan setuju.21. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : gaji atau honor yang saya terima telah sesuai dengan tugas dan tanggung jawab.11% menyatakan tidak setuju.105 Berdasarkan tabel di atas. 7. 26.

27 9.94 % menyatakan sangat setuju. dapat dideskripsikan pernyataan 4 3 2 1 6 40 7 5 63 responden mengenai : gaji atau honor yang saya terima telah memenuhi kebutuhan saya.98. 7. Tabel 4.11 5 7. berada pada kategori cukup baik.40 Pendapat responden mengenai : Sekolah menciptakan kondisi kerja yang menyenangkan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 6 20 26 6 5 63 Skor 30 80 78 12 5 205 3. dengan rata-rata 2.106 Tabel 4.52 7.49 14 11.49% menyatakan kurang setuju.39 Pendapat responden mengenai : Gaji atau honor yang saya terima telah memenuhi kebutuhan saya Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7.94 100.25 Prosentase 9. 9.52 120 63.11% menyatakan tidak setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : gaji atau honor yang saya terima telah memenuhi kebutuhan saya.52% menyatakan setuju. 11.94 188 100.94 Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Berdasarkan tabel di 24 9. yakni sebanyak 7.75 41.94% sangat tidak setuju.52 31. 63.00 2.98 atas.00 .

dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kebijakan yang diambil manajemen sekolah yakni sebanyak 9. sekolah menciptakan kondisi kerja yang yakni sebanyak 9. 7.57 42. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : sekolah menciptakan kondisi kerja yang menyenangkan. 9.25.57% menyatakan menyatakan kurang setuju. 31.107 Berdasarkan tabel di atas.94% sangat tidak setuju.21 Prosentase 9. 7.27% menyatakan kurang setuju.52% setuju.86% membuat saya nyaman dalam bekerja. dengan rata-rata 3. 41. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : menyenangkan. 28.94 100.94% sangat tidak setuju.41 Pendapat responden mengenai : Kebijakan yang diambil manajemen sekolah membuat saya nyaman dalam bekerja Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 6 18 27 7 5 63 Skor 30 72 81 14 5 202 3.21.75% menyatakan setuju. . 42.11 7. menyatakan sangat setuju.52% menyatakan sangat setuju.11% menyatakan tidak setuju. 11. berada pada kategori cukup baik. Tabel 4.52% menyatakan tidak setuju.86 11.00 Berdasarkan tabel di atas. dengan rata-rata 3.52 28.

dengan rata-rata 3. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : jika mengalami kesulitan di dalam pekerjaan saya lebih senang membicarakan dengan pimpinan. 22. berada pada kategori cukup baik.22% menyatakan setuju.30 Prosentase 14.108 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : kebijakan yang diambil manajemen sekolah membuat saya nyaman dalam bekerja. berada pada kategori cukup baik. Tabel 4.11% menyatakan tidak setuju. yakni sebanyak 14.00 Berdasarkan tabel di atas. 47.29% menyatakan sangat setuju.42 Pendapat responden mengenai : Jika mengalami kesulitan di dalam pekerjaan saya lebih senang membicarakan dengan pimpinan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 9 14 30 7 3 63 Skor 45 56 90 14 3 208 3.76 100.62 11.11 4. 11.29 22.30. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : jika mengalami kesulitan di dalam pekerjaan saya lebih senang membicarakan dengan pimpinan.22 47. .62% menyatakan kurang setuju. 4.76% sangat tidak setuju.

44 Pendapat responden mengenai : Saya berhubungan baik dengan teman sejawat Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 10 12 33 8 0 63 Skor 50 48 99 16 0 213 3. .57% 12.00 Berdasarkan tabel di atas.62 Tidak Setuju 2 8 16 12.11 Setuju 4 18 72 28.00 100. berada pada kategori cukup baik. 28.70 0. yakni sebanyak 11.62% menyatakan kurang setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan pimpinan/kepala sekolah.70% menyatakan setuju.11% menyatakan sangat setuju.00 Jumlah 63 213 100. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan teman sejawat.70 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.43 Pendapat responden mengenai : Saya berhubungan baik dengan pimpinan/kepala sekolah Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 7 35 11. dengan rata-rata 3.00 Rata-Rata Skor 3. 47. menyatakan tidak setuju.38 12.05 52.57 Kurang Setuju 3 30 90 47.109 Tabel 4.87 19.38 Berdasarkan tabel di atas.38.38 Prosentase 15. Tabel 4. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan pimpinan/kepala sekolah.

70% menyatakan tidak setuju.00 100.38% menyatakan kurang setuju. 12.81 49. 19. berada pada kategori baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan siswa.45 Pendapat responden mengenai : Saya berhubungan baik dengan siswa Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 9 4 15 3 31 2 8 1 0 63 Skor 45 60 93 16 0 214 3.00 Berdasarkan tabel di atas. dengan rata-rata 3.81% menyatakan setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan siswa.87% menyatakan sangat setuju. 52.40.3. 49. 12.05% menyatakan setuju.29 23.21 12. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan teman sejawat.3 Deskripsi Jawaban Responden Mengenai Disiplin Kerja Guru di SMPN 1 Cisarua .70% menyatakan tidak setuju. dengan rata-rata 3.21% menyatakan kurang setuju. 4. % sangat tidak setuju.110 yakni sebanyak 15. Tabel 4.70 0.38.40 Prosentase 14. berada pada kategori cukup baik. 23. yakni sebanyak 14.29% menyatakan sangat setuju.

00 100.00 Jumlah 63 208 100.57% menyatakan setuju.68 25.46% menyatakan tidak setuju.46 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. . yakni sebanyak 9.00 .21 Prosentase 11. 44. 28.47 Pendapat responden mengenai : Begitu bel masuk berbunyi saya langsung masuk ruangan kelas sesuai dengan jam mengajar Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 7 15 25 16 0 63 Skor 35 60 75 32 0 202 3. 17.57 Kurang Setuju 3 28 84 44. Tabel 4.11 23. dengan rata-rata Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya datang dan pulang tepat waktu sesuai jadwal yang telah dibuat. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya datang dan pulang tepat waktu sesuai jadwal yang telah dibuat.00 Rata-Rata Skor 3.81 39.40 0.30 Berdasarkan tabel di atas.44% menyatakan kurang setuju. berada pada kategori cukup baik.44 Tidak Setuju 2 11 22 17.111 Tabel 4.52% menyatakan sangat setuju.46 Pendapat responden mengenai : Saya datang dan pulang tepat waktu sesuai jadwal yang telah dibuat Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 6 30 9.52 Setuju 4 18 72 28.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya menggunakan jam mengajar seefisien mungkin.24. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : mungkin.75% setuju. 31.98% menyatakan menyatakan tidak setuju. berada pada kategori cukup baik . 23. dengan rata-rata 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : begitu bel masuk berbunyi saya langsung masuk ruangan kelas sesuai dengan jam mengajar.75 Tidak Setuju 2 17 34 26.52 Setuju 4 20 80 31. Tabel 4. saya menggunakan jam mengajar seefisien yakni sebanyak 9. berada pada kategori cukup baik.75 Kurang Setuju 3 20 60 31. dengan ratarata 3.112 Berdasarkan tabel di atas.48 Pendapat responden mengenai : Saya menggunakan jam mengajar seefisien mungkin Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 6 30 9. 39.75% menyatakan kurang setuju. 26.40% menyatakan tidak setuju. menyatakan sangat setuju.24 Berdasarkan tabel di atas.21. 31.11% setuju.81% yakni sebanyak 11. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : begitu bel masuk berbunyi saya langsung masuk ruangan kelas sesuai dengan jam mengajar. 25.00 Jumlah 63 204 100.00 Rata-Rata Skor 3.52% menyatakan sangat setuju.98 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.68% menyatakan menyatakan kurang setuju.

51% setuju. 41.27 15.35 23.62 19. 36. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : mungkin.17 100.81 47.00 Berdasarkan tabel di atas. saya menggunakan jam istirahat seefisien yakni sebanyak 6. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya menggunakan jam istirahat seefisien mungkin.35 36.50 Pendapat responden mengenai : Saya mengikuti upacara bendera setiap senin pagi Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 4 15 30 12 2 63 Skor 20 60 90 24 2 196 3.33.49 Pendapat responden mengenai : Saya menggunakan jam istirahat seefisien mungkin Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 4 4 23 3 26 2 10 1 0 63 Skor 20 92 78 20 0 210 3.05 3.11 Prosentase 6.87% menyatakan menyatakan tidak setuju.113 Tabel 4. berada pada kategori cukup baik Tabel 4.33 Prosentase 6. 15. dengan rata-rata 3.00 100.51 41.35% menyatakan sangat setuju.27% menyatakan kurang setuju.87 0.00 .

62% menyatakan kurang setuju. 19. dengan rata-rata Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya mengikuti upacara bendera setiap hari senin pagi. yakni sebanyak 6. 3.35 36.51% menyatakan setuju. yakni sebanyak 6.17% sangat tidak setuju. 3. 17.51 Pendapat responden mengenai : Saya hadir di kelas sesuai jam mengajar yang telah terjadwal Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 4 23 25 11 0 63 Skor 20 92 75 22 0 209 3.114 Berdasarkan tabel di atas. .68% menyatakan kurang setuju.68 17.32 Prosentase 6. berada pada kategori cukup baik Tabel 4. 23.05% menyatakan menyatakan tidak setuju.35% menyatakan sangat setuju. 47. dengan rata-rata 3.32.35% menyatakan sangat setuju.81% setuju. 36.46% menyatakan tidak setuju.00 100.51 39. 39.11.00 Berdasarkan tabel di atas. berada pada kategori cukup baik. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya mengikuti upacara bendera setiap hari senin pagi.46 0. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya hadir di kelas sesuai jam mengajar yang telah terjadwal. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya hadir di kelas sesuai jam mengajar yang telah terjadwal.

setuju.76% menyatakan sangat setuju.27 22. 36. Tabel 4.92% menyatakan kurang setuju. 34. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya hadir pada rapat pembinaan/pengarahan.51% menyatakan setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya hadir pada rapat pembinaan/pengarahan.115 Tabel 4.81% menyatakan tidak .17 Prosentase 3.52 Pendapat responden mengenai : Saya hadir pada rapat pembinaan/pengarahan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 3 23 22 15 0 63 Skor 15 92 66 30 0 203 3.22.92 23.51 34.81 0.00 100.53 Pendapat responden mengenai : Saya bekerja sesuai dengan fungsi dan tugasnya Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 2 21 26 14 0 63 Skor 10 84 78 28 0 200 3. dengan rata-rata 3.17 33.22 0.00 23.76 36.22 Prosentase 4.00 100.00 Berdasarkan tabel di atas. berada pada kategori cukup baik.33 41. yakni sebanyak 4.

22. % sangat tidak setuju.03% menyatakan kurang setuju. 30. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya memahami mekanisme kerja yang ditetapkan oleh sekolah. 41.17.16 46.17% menyatakan sangat setuju.00 Berdasarkan tabel di atas. yakni sebanyak 3. berada pada kategori cukup baik.16. dengan rata-rata 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya bekerja sesuai dengan fungsi dan tugasnya. Tabel 4. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya memahami mekanisme kerja yang ditetapkan oleh sekolah.22% menyatakan tidak setuju.63 0.33% menyatakan setuju.17 30.16 Prosentase 3. . dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya bekerja sesuai dengan fungsi dan tugasnya. 46.00 100. yakni sebanyak 3.63% menyatakan tidak setuju.116 Berdasarkan tabel di atas.27% menyatakan kurang setuju.17% menyatakan sangat setuju. berada pada kategori cukup baik.03 20.16% menyatakan setuju. dengan rata-rata 3. 20.54 Pendapat responden mengenai : Saya memahami mekanisme kerja yang ditetapkan oleh sekolah Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 2 19 29 13 0 63 Skor 10 76 87 26 0 199 3. 33.

117 Tabel 4.56 Pendapat responden mengenai : Saya melaksanakan tugas yang diberikan kepala sekolah dengan baik Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 3 20 25 15 0 63 Skor 15 80 75 30 0 200 3.62% menyatakan kurang setuju.76 31. Tabel 4.55 Pendapat responden mengenai : Saya bertanggung jawab terhadap semua tugas yang diberikan kepada saya Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 2 18 30 13 0 63 Skor 10 72 90 26 0 198 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya bertanggung jawab terhadap semua tugas yang diberikan kepada saya.57 47.17% menyatakan sangat setuju.14.57% menyatakan setuju.00 Berdasarkan tabel di atas. dengan rata-rata 3.81 0.62 20.68 23. 28.17 Prosentase 4.00 . berada pada kategori cukup baik. 20.00 100. yakni sebanyak 3.75 39.14 Prosentase 3. 47.63 0.63% menyatakan tidak setuju.17 28.00 100. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya bertanggung jawab terhadap semua tugas yang diberikan kepada saya.

68% dengan diberikan kepala sekolah dengan baik.08. 30. dengan rata-rata 3. berada pada kategori cukup baik. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya senantiasa melaksanakan tugas yang yakni sebanyak 4. Tabel 4.76% setuju.75 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.118 Berdasarkan tabel di atas.51 Kurang Setuju 3 19 57 30.81% menyatakan tidak setuju.17.16% menyatakan kurang setuju. 39.00 Rata-Rata Skor 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya senantiasa melaksanakan tugas yang diberikan kepala sekolah dengan baik. menyatakan sangat setuju. 36.51% setuju.59 Setuju 4 23 92 36. berada pada kategori cukup baik. 31. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya bisa bekerja sama dengan seluruh teman sejawat.16 Tidak Setuju 2 20 40 31. 31.75% menyatakan menyatakan kurang setuju.57 Pendapat responden mengenai : Saya bisa bekerja sama dengan seluruh teman sejawat Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 1 5 1.08 Berdasarkan tabel di atas. yakni sebanyak 1. 23. rata-rata 3.75% menyatakan menyatakan tidak setuju.59% menyatakan sangat setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya bisa bekerja sama dengan seluruh teman sejawat. .00 Jumlah 63 194 100.

30. 41.119 Tabel 4.27% menyatakan kurang setuju.00 Rata-Rata Skor 3.33 Kurang Setuju 3 25 75 39.11 .06.98 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. berada pada kategori cukup baik Tabel 4. yakni sebanyak 1. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya mentaati peraturan-peraturan sekolah.16 Kurang Setuju 3 26 78 41.59 Pendapat responden mengenai : Sangsi atas pelanggaran terhadap setiap peraturan telah disosialisasikan kepada para guru Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 1 5 1.59 Setuju 4 21 84 33.00 Jumlah 63 193 100.98% menyatakan tidak setuju.58 Pendapat responden mengenai : Saya mentaati peraturan-peraturan sekolah Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 1 5 1.06 Berdasarkan tabel di atas.27 Tidak Setuju 2 17 34 26.68 Tidak Setuju 2 16 32 25.00 Rata-Rata Skor 3.16% menyatakan setuju. 26. dengan rata-rata 3.00 Jumlah 63 196 100.40 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.59 Setuju 4 19 76 30. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya mentaati peraturan-peraturan sekolah.59% menyatakan sangat setuju.

33% menyatakan setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : sangsi atas pelanggaran terhadap setiap peraturan telah disosialisasikan kepada para guru. Tabel 4.11. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : sangsi atas pelanggaran terhadap setiap peraturan telah disosialisasikan kepada para guru.68% menyatakan kurang setuju.11. berada pada kategori cukup baik.59% menyatakan sangat setuju.57 0.51 33. 33.11 Prosentase 1. 28.00 Berdasarkan tabel di atas. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : pemberian sangsi telah sesuai dengan tingkat pelanggaran. 25.33% menyatakan kurang setuju. .59 36.33 28.57% menyatakan tidak setuju. berada pada kategori cukup baik. yakni sebanyak 1. dengan ratarata 3. 33. dengan rata-rata 3.00 100.59% menyatakan sangat setuju.120 Berdasarkan tabel di atas. yakni sebanyak 1.60 Pendapat responden mengenai : Pemberian sangsi telah sesuai dengan tingkat pelanggaran Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 1 23 21 18 0 63 Skor 5 92 63 36 0 196 3. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : pemberian sangsi telah sesuai dengan tingkat pelanggaran.40% menyatakan tidak setuju. 39. 36.51% menyatakan setuju.

00 Rata-Rata Skor 3.87 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.38% menyatakan kurang setuju.62 Pendapat responden mengenai : Saya mengarahkan siswa untuk memiliki sikap jujur dan terbuka pada orang lain Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 6 30 9.94 Setuju 4 15 60 23.81% menyatakan setuju. 23. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : sebelum pelajaran dimulai saya mengajak siswa untuk berdoa bersama. berada pada kategori cukup baik.97 Tidak Setuju 2 10 20 15. dengan rata-rata 3.24 . yakni sebanyak 7.00 Jumlah 63 204 100.3. Tabel 4.00 Rata-Rata Skor 3.38 Tidak Setuju 2 10 20 15.94% menyatakan sangat setuju.00 Jumlah 63 204 100.81 Kurang Setuju 3 33 99 52. 15. 52. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : sebelum pelajaran dimulai saya mengajak siswa untuk berdoa bersama.4 Deskripsi Jawaban Responden Mengenai Kinerja Guru di SMPN 1 Cisarua Tabel 4.24 Berdasarkan tabel di atas.121 4.52 Setuju 4 13 52 20.61 Pendapat responden mengenai : Sebelum pelajaran dimulai saya mengajak siswa untuk berdoa bersama Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7.87% menyatakan tidak setuju.24.63 Kurang Setuju 3 34 102 53.87 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.

dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : dalam proses KBM saya sering menyelipkan kedisiplinan.52% menyatakan sangat setuju.63% menyatakan setuju.87% menyatakan tidak setuju. berada pada kategori cukup baik. yakni sebanyak 9.87 0. dengan rata-rata 3. .38 15.00 100.63 Pendapat responden mengenai : Dalam proses KBM saya sering menyelipkan pendidikan kedisiplinan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 5 4 15 3 33 2 10 1 0 63 Skor 25 60 99 20 0 204 3. yakni sebanyak 7. Tabel 4.97% menyatakan kurang setuju.81 52. 15.38% menyatakan kurang setuju.00 Berdasarkan tabel di atas.24. 20. berada pada kategori cukup baik. 53.94 23. 52. 23.122 Berdasarkan tabel di atas. dengan rata-rata 3. 15. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya mengarahkan siswa untuk memiliki sikap jujur dan terbuka pada orang lain.24 Prosentase 7. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : dalam proses KBM saya sering menyelipkan kedisiplinan.81% menyatakan setuju.87% menyatakan tidak setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya mengarahkan siswa untuk memiliki sikap jujur dan terbuka pada orang lain.24.94% menyatakan sangat setuju.

00 Rata-Rata Skor 3. dengan rata-rata 3. Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 6 30 9. 12.00 Jumlah 63 209 100. RPP dll. RPP dll.11 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.40% menyatakan setuju. 52.52 Setuju 4 16 64 25.52% menyatakan sangat setuju.70 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. % sangat tidak setuju.97 Tidak Setuju 2 7 14 11.64 Pendapat responden mengenai : Saya menyiapkan perencanaan pembelajaran sebelum saya mengajar berupa program tahunan/semesteran.123 Tabel 4.00 Jumlah 63 213 100.38% menyatakan kurang setuju.40 Kurang Setuju 3 33 99 52.32.38 Tidak Setuju 2 8 16 12.00 Rata-Rata Skor 3.63 Kurang Setuju 3 34 102 53.32 Berdasarkan tabel di atas. silabus. silabus. yakni sebanyak 9. RPP dll.38 . Tabel 4.65 Pendapat responden mengenai : Saya mengorganisasi materi agar sesuai dengan silabus Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 9 45 14.70% menyatakan tidak setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya menyiapkan perencanaan pembelajaran sebelum saya mengajar berupa program tahunan/semesteran. 25. silabus. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya menyiapkan perencanaan pembelajaran sebelum saya mengajar berupa program tahunan/semesteran.29 Setuju 4 13 52 20. berada pada kategori cukup baik.

00 100. Tabel 4.11% menyatakan tidak setuju.63% menyatakan setuju. rata-rata 3.66 Pendapat responden mengenai : Pada pelaksanaan KBM saya selalu berpedoman pada silabus dan RPP yang telah dibuat Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 10 4 14 3 31 2 8 1 0 63 Skor 50 56 93 16 0 215 3. berada pada kategori cukup baik. berada pada kategori baik. dengan rata-rata 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Pada pelaksanaan KBM saya selalu berpedoman pada silabus dan RPP yang telah dibuat.87% menyatakan sangat setuju. 20.29% menyatakan sangat setuju. 53. yakni sebanyak 15.21% dengan menyatakan kurang setuju.124 Berdasarkan tabel di atas.00 Berdasarkan tabel di atas. yakni sebanyak 14. 22.97% menyatakan kurang setuju. 49.70% menyatakan tidak setuju.41 Prosentase 15.22% menyatakan setuju.41.22 49. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya mengorganisasi materi agar sesuai dengan silabus.70 0. . 12. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya mengorganisasi materi agar sesuai dengan silabus. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Pada pelaksanaan KBM saya selalu berpedoman pada silabus dan RPP yang telah dibuat.21 12.38. 11.87 22.

00 100.68 20.94 28.67 Pendapat responden mengenai : Saya menguasai materi pelajaran yang menjadi garapan saya Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 5 4 20 3 25 2 13 1 0 63 Skor 25 80 75 26 0 206 3.68% menyatakan kurang setuju.63 0.30 Prosentase 7.125 Tabel 4.00 100.75% menyatakan setuju.63% menyatakan tidak setuju. 39.29 0.94% menyatakan sangat setuju.00 Berdasarkan tabel di atas.75 39.27. yakni sebanyak 7.68 Pendapat responden mengenai : Saya mendisain model pembelajaran sebelum mengajar Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 5 4 18 3 31 2 9 1 0 63 Skor 25 72 93 18 0 208 3.57 49. berada pada kategori cukup baik. 20. Tabel 4. 31.94 31.27 Prosentase 7.00 . dengan rata-rata 3.21 14. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya senatiasa menguasai materi pelajaran yang menjadi garapan saya. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya senatiasa menguasai materi pelajaran yang menjadi garapan saya.

Tabel 4. 12.29% 49. yakni sebanyak 7.97% menyatakan kurang setuju.40% menyatakan setuju.57% menyatakan kurang setuju.94 Setuju 4 16 64 25.126 Berdasarkan tabel di atas. 53. yakni sebanyak menyatakan setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya mendisain model pembelajaran sebelum mengajar. dengan rata-rata 3.97 Tidak Setuju 2 8 16 12.40 Kurang Setuju 3 34 102 53. berada pada kategori cukup baik. 25.94% menyatakan sangat setuju.29 Berdasarkan tabel di atas. dengan rata-rata 3.00 Rata-Rata Skor 3.70 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya berusaha menggunakan metode dan media pembelajaran yang sesuai dengan materi dan tujuan pembelajaran.69 Pendapat responden mengenai : Saya berusaha menggunakan metode dan media pembelajaran yang sesuai dengan materi dan tujuan pembelajaran Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7.70% menyatakan tidak setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya mendisain model pembelajaran sebelum mengajar.21% menyatakan tidak setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya berusaha menggunakan metode dan media .00 Jumlah 63 207 100. 14. 7.30.29. 28.94% menyatakan sangat setuju.

00 Jumlah 63 209 100.127 pembelajaran yang sesuai dengan materi dan tujuan pembelajaran.32 .94 Setuju 4 18 72 28.00 Jumlah 63 207 100.57 Kurang Setuju 3 30 90 47. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya membimbing siswa dalam kegiatan pembelajaran.52 Setuju 4 15 60 23. 28. 15.94% menyatakan sangat setuju.70 Pendapat responden mengenai : Saya membimbing siswa dalam kegiatan pembelajaran Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7. yakni sebanyak 7. 47. Tabel 4.87 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.57% menyatakan setuju.56 Tidak Setuju 2 7 14 11.29.62% menyatakan kurang setuju. dengan rata-rata 3.00 Rata-Rata Skor 3.29 Berdasarkan tabel di atas.87% menyatakan tidak setuju.81 Kurang Setuju 3 35 105 55.71 Pendapat responden mengenai : Saya menyediakan waktu tersendiri untuk membimbing siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 6 30 9. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya membimbing siswa dalam kegiatan pembelajaran. berada pada kategori cukup baik.00 Rata-Rata Skor 3.62 Tidak Setuju 2 10 20 15. Tabel 4. berada pada kategori cukup baik.11 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.

33.40 53.81% menyatakan setuju. yakni sebanyak 9.11 0. dengan rata-rata 3. Tabel 4.00 100.11% menyatakan tidak setuju. dengan rata-rata 3. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya mengarahkan siswa agar berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. 25.97% menyatakan kurang setuju. 53. berada pada kategori cukup baik.32.00 Berdasarkan tabel di atas.128 Berdasarkan tabel di atas.97 11.72 Pendapat responden mengenai : Saya mengarahkan siswa agar berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 6 4 16 3 34 2 7 1 0 63 Skor 30 64 102 14 0 210 3. 11. 11.52 25.52% menyatakan sangat setuju.33 Prosentase 9. 55. .52% menyatakan sangat setuju.40% menyatakan setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya menyediakan waktu tersendiri untuk membimbing siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya menyediakan waktu tersendiri untuk membimbing siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar. 23. yakni sebanyak 9.56% menyatakan kurang setuju.11% menyatakan tidak setuju.

29% menyatakan tidak setuju. Tabel 4.38 14.00 100. . Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya memberikan arahan-arahan dalam belajar tentang tata tertib sekolah.00 Berdasarkan tabel di atas.32 Prosentase 12. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya memberikan arahan-arahan dalam belajar tentang tata tertib sekolah.38% menyatakan kurang setuju. berada pada kategori cukup baik. yakni sebanyak 12. 52. 20.29 0.70 20. berada pada kategori cukup baik. dengan rata-rata 3.73 Pendapat responden mengenai : Saya memberikan arahan-arahan dalam belajar tentang tata tertib sekolah Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 8 13 33 9 0 63 Skor 40 52 99 18 0 209 3.70% menyatakan sangat setuju.63 52.32.129 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya mengarahkan siswa agar berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. 14.63% menyatakan setuju.

94% menyatakan sangat setuju.70 0. 46.05% menyatakan tidak setuju.00 .24 Berdasarkan tabel di atas.94 Setuju 4 17 68 26.24. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya memberikan latihan soal yang sesuai dengan materi yang telah diajarkan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya memberikan latihan soal yang sesuai dengan materi yang telah diajarkan.14 12.00 100.00 Rata-Rata Skor 3.130 Tabel 4.00 Jumlah 63 204 100.98% menyatakan setuju.81 57. 26. Tabel 4. 19.75 Pendapat responden mengenai : Saya memberikan pekerjaan rumah untuk melatih kemampuan siswa Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 4 4 15 3 36 2 8 1 0 63 Skor 20 60 108 16 0 204 3.98 Kurang Setuju 3 29 87 46.05 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.03 Tidak Setuju 2 12 24 19.24 Prosentase 6.74 Pendapat responden mengenai : Saya memberikan latihan soal yang sesuai dengan materi yang telah diajarkan Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7.35 23. dengan rata-rata 3. berada pada kategori cukup baik. yakni sebanyak 7.03% menyatakan kurang setuju.

dengan rata-rata.70% menyatakan tidak setuju. dengan rata-rata 3. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya melakukan penilaian pekerjaan siswa secara obyektif.76 Pendapat responden mengenai : Saya melakukan penilaian pekerjaan siswa secara obyektif Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 7 4 16 3 32 2 8 1 0 63 Skor 35 64 96 16 0 211 3. 12.40 50.40% menyatakan setuju. .79 12. 12. Tabel 4.70% menyatakan tidak setuju. 23. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya melakukan penilaian pekerjaan siswa secara obyektif.11% menyatakan sangat setuju. berada pada kategori cukup baik.131 Berdasarkan tabel di atas. 25. berada pada kategori cukup baik.11 25.79% menyatakan kurang setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya memberikan pekerjaan rumah untuk melatih kemampuan siswa.35% menyatakan sangat setuju. yakni sebanyak 6. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya memberikan pekerjaan rumah untuk melatih kemampuan siswa.70 0.00 100.00 Berdasarkan tabel di atas.81% menyatakan setuju. yakni sebanyak 11.14% menyatakan kurang setuju.35 Prosentase 11.35. 50. 57.

berada pada kategori baik.98 50.43. dengan rata-rata 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya selalu mengisi buku nilai sesuai hasil kerja siswa. 7.79 11.05 12. Tabel 4.38 Prosentase 11.132 Tabel 4.11 0.77 Pendapat responden mengenai : Saya mengisi buku nilai sesuai hasil kerja siswa Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 12 4 8 3 38 2 5 1 0 63 Skor 60 32 114 10 0 216 3. yakni sebanyak 19. 12. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya selalu mengisi buku nilai sesuai hasil kerja siswa.00 Berdasarkan tabel di atas.32 7.78 Pendapat responden mengenai : Saya melakukan evaluasi baik formatif maupun sumatif Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 7 4 17 3 32 2 7 1 0 63 Skor 35 68 96 14 0 213 3.00 100.70% menyatakan setuju. 60.00 100.11 26.94 0.43 Prosentase 19.70 60.00 .32% menyatakan kurang setuju.05% menyatakan sangat setuju.94% menyatakan tidak setuju.

00 Berdasarkan tabel di atas.11% menyatakan sangat setuju.97% menyatakan kurang setuju. . 12. 11.46% menyatakan sangat setuju.133 Berdasarkan tabel di atas.00 100.97 12.70% menyatakan tidak setuju.38. dengan rata-rata 3. dengan rata-rata 3.38. yakni sebanyak 17. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya melakukan evaluasi baik foraif maupun sumatif. yakni sebanyak 11.98% menyatakan setuju. berada pada kategori cukup baik. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya melakukan evaluasi baik foraif maupun sumatif.87 53. 26.79% menyatakan kurang setuju.79 Pendapat responden mengenai : Saya melaksanakan remedial bagi siswa yang nilainya dibawah KKM Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 11 4 10 3 34 2 8 1 0 63 Skor 55 40 102 16 0 213 3. 50. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya selalu melaksanakan remedial bagi siswa yang nilainya dibawah KKM.38 Prosentase 17.11% menyatakan tidak setuju. 15. 53. Tabel 4. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya selalu melaksanakan remedial bagi siswa yang nilainya dibawah KKM. berada pada kategori cukup baik.46 15.87% menyatakan setuju.70 0.

berada pada kategori cukup baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya selalu memberikan pengayaan kepada siswa yang melampaui KKM.00 Berdasarkan tabel di atas. 46.29% menyatakan sangat setuju.22% menyatakan setuju.18 3.46% menyatakan tidak setuju.Rata 3.22 46.46 0.26 3. 22. hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor masing-masing variabel sebagai berikut : Tabel 4.80 Pendapat responden mengenai : Saya memberikan pengayaan kepada siswa yang melampaui KKM Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 9 4 14 3 29 2 11 1 0 63 Skor 45 56 87 22 0 210 3.29 22. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya selalu memberikan pengayaan kepada siswa yang melampaui KKM. 4.81 Rata-Rata Skor Variabel Variabel N Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Motivasi Kerja (X2) Disiplin Kerja (X3) Kinerja Guru (Y) 63 63 63 63 Rata . 17. dengan rata-rata 3.03 17.3.31 .5 Statistik Deskriptif Sesuai dengan pendapat responden di atas. yakni sebanyak 14.134 Tabel 4.94 3.33 Prosentase 14.00 100.03% menyatakan kurang setuju.33.

8 – 2.18 3. Guna memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai makna hasil perhitungan statistik deskriptif di atas.5 1.0 3.135 Tabel rata-rata skor variabel tersebut menunjukkan skor rata-rata variabel kepemimpinan kepala sekolah lebih tinggi dibandingkan tiga variabel lainnya.26 3.82 Kriteria Penafsiran Kondisi Variabel Penelitian Rata-Rata Skor 4. Juga terlihat bahwa skor rata-rata untuk variabel disiplin kerja lebih kecil dibandingkan tiga variabel lainnya.6 – 3.31 Baik Cukup Baik Cukup Baik Cukup Baik Kriteria . selanjutnya dibandingkan dengan tabel kriteria penafsiran kondisi variabel penelitian pada masingmasing variabel yang diteliti. maka diperoleh hasil sebagai berikut : Tabel 4.1 2.7 Penafsiran Sangat baik Baik Cukup Baik Kurang baik Sangat kurang baik Sesuai dengan kriteria di atas.83 Kriteria Ketercapaian Skor Tiap Variabel Rata-rata Variabel Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Motivasi Kerja (X2) Disiplin Kerja (X3) Kinerja Guru (Y) Sumber : Hasil pengolahan data 3.3 1.4 – 4.2 – 5.0 – 1. Model yang dipakai mengadaptasi model tentang pengontrolan kualitas (Supranto : 2000) sebagai berikut : Tabel 4.94 3.

3. Dalam penelitian ini variabel kepemimpinan kepala sekolah. Skor untuk masing-masing variabel merupakan total skor item. Menggunakan data dengan skala ukur interval yang diperoleh dari kuesioner penelitian selanjutnya diperoleh skor untuk setiap variabel yang digunakan dalam analisis data. Langkah awal dalam perhitungan adalah mengetahui besaran korelasi . motivasi kerja dan disiplin kerja sebagai variabel sebab (eksogenus variabel) dan kinerja guru sebagai variabel akibat (endogenus variabel). disiplin kerja dan kinerja guru diukur melalui indikator yang dijabarkan dalam kuesioner penelitian. Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Guru 4. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru dilakukan pengujian hipotesis menggunakan analisis jalur. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru. Untuk memenuhi syarat data dalam perhitungan analisis jalur sekurang-kurangnya mempunyai skala pengukuran interval terhadap data yang diperoleh dari kuisioner terlebih dahulu ditransformasikan menjadi skala interval menggunakan Method of Successive Interval (MSI).1 Hubungan Antar Variabel Untuk mengungkap pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. Variabel penelitian kepemimpinan kepala sekolah. Data variabel penelitian yang dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner memiliki skala ukur ordinal.6.3.136 4.6 Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah. motivasi kerja. Hasil data interval dapat dilihat pada lampiran. Pengujian hipotesis dilakukan untuk mengetahui besar pengaruh kepemimpinan kepala sekolah.

920 2.438 . Dependent Variable: Kinerja guru (Y) Diperoleh koefisien jalur dari kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru (PYX1) sebesar 0.766 . Hasil perhitungan korelasi antar variabel yang diteliti dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 4.000 .85 Hasil Koefisien Jalur X terhadap Y Model Unstandardized Coefficients B Std.000 .710 .186 a.000 .000 .564 .399 5.982 2.005 .546 .3.828 .723 . Error 1.564 .546. (2-tailed) Pearson Correlation Sig. .000 ** ** Kinerja guru (Y) ** . Dengan melalui perhitungan SPSS diperoleh koefisien jalur kepemimpinan kepala sekolah.692 .000 1 .000 1 ** ** .074 Standardized Coefficients Beta .137 antar variabel.351 Disiplin kerja (X3) .6.184 t .438 .000 .479 3. Correlation is significant at the 0.000 . Listwise N=63 Sumber: Hasil Pengolahan Data 2011 4.120 . (2-tailed) Pearson Correlation Sig.505 .116 . koefisien jalur dari motivasi .84 Korelasi Antara Variabel Kepemimpinan kepala sekolah (X1) 1 ** Kepemimpinan kepala sekolah (X1) Motivasi kerja (X2) Disiplin kerja (X3) Kinerja guru (Y) Pearson Correlation Sig.01 level (2-tailed). a.000 ** ** Disiplin kerja (X3) ** . motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru sebagai berikut : Tabel 4. (2-tailed) Motivasi kerja (X2) ** .505 .000 1 .015 Kepemimpinan kepala .278 .000 ** ** **.766 .518 1 (Constant) Sig.2 Analisis Jalur Koefisien jalur diperoleh berdasarkan korelasi antar variabel.695 sekolah (X1) Motivasi kerja (X2) . (2-tailed) Pearson Correlation Sig.828 .000 .723 .

Disiplin Kerja (X3).481 Besar koefisien jalur untuk faktor lain yang tidak masuk dalam spesifikasi adalah 0. Maka untuk menghitung besarnya koefisien pengaruh variabel dimaksud digunakan formula sebagai berikut : =√ = 0. Adapun hasil perhitungan pengaruh secara bersama-sama variabel kepemimpinan kepala sekolah. Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1). motivasi dan disiplin terhadap kinerja guru dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Tabel 4.546 X1 + 0. Besar pengaruh secara bersama-sama kepemimpinan kepala sekolah. Error of the Estimate 5.769.184. Predictors: (Constant).877 .278 X2 + 0.184 X3 + 0. Motivasi Kerja (X2) Diperoleh pengaruh secara bersama-sama variabel kepemimpinan kepala sekolah.86 Hasil Koefisien Determinasi (Pengaruh Total) X terhadap Y Model R dimension0 R Square a Adjusted R Square .481 Persamaan koefisien jalur yang terbentuk dinyatakan sebagai berikut : Y= 0.138 kerja terhadap kinerja guru (PYX2) sebesar 0. dan koefisien jalur dari disiplin kerja terhadap kinerja guru (PYX3) sebesar 0. terdapat probabilitas munculnya pengaruh variabel lain (residu).769 a.757 Std.481 . motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru diperoleh dari hasil perkalian koefisien jalur dengan matriks korelasi antara variabel sebab dengan variabel akibat. Selain pengaruh variabel kepemimpinan kepala sekolah.278. motivasi dan disiplin terhadap kinerja guru sebesar 0.60296 1 .motivasi dan disiplin terhadap kinerja guru.

278 0.1 Model Struktural Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah . dapat diformulasikan hasil pengujian melalui tabel sebagai berikut : Tabel 4.139 Persamaan tersebut dapat digambarkan dalam model struktural sebagai berikut : = 0. di atas. Motivasi dan Disiplin terhadap Kinerja Guru Dari gambar 4.546 0.481 Y Gambar 4.184 .87 Hasil Perhitungan Jalur Variabel Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Motivasi Kerja (X2) Disiplin Kerja (X3) Sumber : Hasil Pengolahan Data Koefisien Jalur 0.1.

110 (11%) Pengaruh tidak langsung X1 terhadap Y melalui X3 = (4.1% 4. rx1.6.546 x 0.723 x 0.2% 21.0% 4. rx1.546 = 0.8% 7.9% 23. Pyx2 = 0.3% 10.8%) Pengaruh tidak langsung X1 terhadap Y melalui X2 = .88 Pengaruh X1.4% 2. = 0.4%) .278 = 0.438 x 0. X2 dan X3 Langsung dan Tidak langsung terhadap Y Variabel X1 X2 X3 Koefisien Jalur 0.4% 11% 11.3. Pengaruh langsung X1 terhadap Y = .184 = 0.6% 2.546 0.546 x 0.184 Pengaruh Langsung 29.298 (29.4% Total Pengaruh (R ) Pengaruh faktor lain (ε) 2 Pengaruh tidak langsung (melalui) X1 X2 X3 4.546 x 0.x3 .278 0.x2 .6% Total 45.4% 76.3 Hasil Uji Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru Setelah pengujian koefisien jalur dari Kepemimpinan kepala sekolah ke kinerja guru diperoleh ada pengaruh Kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru selanjutnya dapat diketahui besarnya pengaruh secara langsung dan tidak dari Kepemimpinan kepala sekolah terhadap Kinerja guru .140 Hasil pengolahan data untuk membuktikan pengaruh langsung dan tidak langsung variabel disajikan dalam tabel berikut : Tabel 4. = 0.044 .7% 3.

x3 .0% + 4.184 = 0.3.7%) Pengaruh tidak langsung X2 terhadap Y melalui X1 = .4 Hasil Uji Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Guru Setelah pengujian koefisien jalur dari Motivasi kerja ke Kinerja guru diperoleh ada pengaruh Motivasi kerja terhadap Kinerja guru selanjutnya dapat diketahui besarnya pengaruh secara langsung dan tidak dari Motivasi kerja terhadap Kinerja guru .x2.546 = 0.6.141 Dari hasil perhitungan di atas diperoleh pengaruh langsung Kepemimpinan kepala sekolah terhadap Kinerja sebesar 29.4% = 45. = 0.278 x 0. Pengaruh langsung X2 terhadap Y = .2%.4% Total Pengaruh (Pengaruh langsung dan tidak langsung) Kepemimpinan kepala sekolah terhadap Kinerja diperoleh sebesar 29.8%. Besarnya pengaruh tidak langsung Kepemimpinan kepala sekolah terhadap Kinerja guru karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Motivasi kerja memberikan penambahan pengaruh sebesar 11. 4.278 x 0. = 0.0% dan pengaruh tidak langsung Kepemimpinan kepala sekolah terhadap Kinerja guru karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Disiplin kerja memberikan penambahan pengaruh sebesar 4.278 = 0.026 (2.11 (11%) Pengaruh tidak langsung X2 terhadap Y melalui X3 = .723 x 0.077 (7. Pyx1 = 0.278 x 0.505 x 0.6%) . rx1.8% + 11. rx2.

rx2.505 x 0.184x 0.142 Dari hasil perhitungan di atas diperoleh pengaruh langsung Motivasi kerja terhadap Kinerja sebesar 7.184 x 0.3%.x3 . Pengaruh langsung X2 terhadap Y = .6%) Dari hasil perhitungan di atas diperoleh pengaruh langsung variabel Disiplin kerja terhadap Kinerja sebesar 3. = 0.278= 0.6%. Besarnya perhitungan diperoleh pengaruh tidak langsung Motivasi kerja terhadap Kinerja guru karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Kepemimpinan kepala sekolah memberikan penambahan pengaruh sebesar 11. 4.5 Hasil Uji Pengaruh Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Guru Setelah pengujian koefisien jalur dari Disiplin kerja ke Kinerja guru secara statistik bermakna selanjutnya dapat diketahui besarnya pengaruh secara langsung dan tidak dari Disiplin kerja terhadap Kinerja guru .4%. Besar perhitungan di atas diperoleh pengaruh tidak langsung Disiplin kerja terhadap Kinerja guru .026 (2. Total Pengaruh (Pengaruh langsung dan tidak langsung) Motivasi kerja terhadap Kinerja diperoleh sebesar 7.044 (4.546 = 0.0% + 2. rx1.184 x 0.7%. = 0.4%) Pengaruh tidak langsung X3 terhadap Y melalui X2 = .438 x 0. = 0.7% + 11.034 (3.184 = 0.6.3.0% dan pengaruh tidak langsung variabel Motivasi kerja terhadap Kinerja guru karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Disiplin kerja memberikan penambahan pengaruh sebesar 2.4%) Pengaruh tidak langsung X3 terhadap Y melalui X1 = .6% = 21.x3.

9% pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat sebesar 45.4% 45.8% 7.278 0.0% Total Pengaruh 0.2%.184 29.6 Hasil uji Pengaruh Bersama-sama Kepemimpinan Kepala Sekolah.143 karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Kepemimpinan kepala sekolah memberikan penambahan pengaruh sebesar 4. pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat sebesar 21.89 Besarnya Koefisien Jalur Kepemimpinan Kepala Sekolah.6% 4.546 0.5% 7. Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Guru Hasil pengaruh langsung dan tidak langsung yang diperoleh dapat dirangkum dalam tabel berikut : Tabel 4.3% 10.3% dan pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru .3.4% 76.2% 21.4% dan pengaruh tidak langsung Disiplin kerja terhadap Kinerja guru karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Motivasi kerja memberikan penambahan pengaruh sebesar 2.6. Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Guru Koefisien Jalur Kepemimpinan kepala sekolah Motivasi kerja Disiplin kerja Total Hasil yang diperoleh memperlihatkan terdapat Pengaruh langsung Pengaruh tidak langsung 15.4% 13.7% 3.

Hal ini berarti pola kepemimpinan kepala sekolah yang ditampilkan sudah baik dan pemahaman terhadap tugas dan peranannya sebagai seorang pemimpin cukup memadai. Jadi terlihat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat paling besar diantara ketiga variabel yang diteliti dan diikuti dengan pengaruh motivasi kerja dan disiplin kerja.1 Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Berdasarkan tanggapan hasil responden tentang kepemimpinan kepala sekolah (X1). motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat diperoleh sebesar 76. diperoleh skor rata-rata sebesar 3. Tanpa adanya pemahaman tentang kepemimpinan maka tujuan yang diharapkan sulit dicapai.1 maka gambaran kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua termasuk kategori baik. sedangkan sisanya sebesar 23.144 SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat sebesar 10.4%.3.7 Pembahasan 4.81) sesuai dengan kriteria penafsiran (tabel 4.1% dipengaruhi oleh faktor lain.7.9%. Peran dan fungsi yang harus dilaksanakan oleh kepala sekolah sebagai seorang pemimpin seperti yang dijelaskan oleh Mulyasa (2009 : 98) diantaranya . Secara total pengaruh kepemimpinan kepala sekolah.94 (tabel 4.82) yang dikemukakan Sugiyono (2004 : 66) berada diantara hubungan 3.4 – 4.3. 4.

3 maka gambaran disiplin kerja termasuk kategori cukup baik. diperoleh skor rata-rata sebesar 3.6 – 3. Masih harus diupayakan langkah untuk meningkatkan baik motivasi instrinsik maupun motivasi ekstrinsiknya. 4. kesadaran dalam bekerja dan kepatuhan pada peraturan yang berlaku.26 (tabel 4. 4.81) sesuai dengan kriteria penafsiran (tabel 4.7.82) yang dikemukakan Sugiyono (2004 : 66) berada diantara hubungan 2.18 (tabel 4. Hal ini berarti disiplin kerja guru SMP Negeri 1 Cisarua belum optimal.6 – 3. inovator dan motivator.3 Disiplin Kerja (X3) Berdasarkan tanggapan hasil responden tentang disiplin kerja (X3). .3. supervisor.82) yang dikemukakan Sugiyono (2004 : 66) berada diantara hubungan 2.145 sebagai edukator.81) sesuai dengan kriteria penafsiran (tabel 4. leader. Masih harus diupayakan langkah untuk meningkatkan disiplin kerja menyangkut ketepatan waktu.7. diperoleh skor rata-rata sebesar 3.3. manajer.2 Motivasi Kerja (X2) Berdasarkan tanggapan hasil responden tentang motivasi kerja (X2). administrator. Hal ini berarti motivasi kerja guru SMP Negeri 1 Cisarua belum optimal.3 maka gambaran motivasi kerja termasuk kategori cukup baik.

Tenaga pendidik atau guru merupakan tulang punggng sekolah dalam menjalankan proses kegiatan pembelajaran.3.81) sesuai dengan kriteria penafsiran (tabel 4. membimbing.6 – 3. guru harus selalu berusaha tepat waktu.3. menilai dan . Guru dapat meningkatkan wawasan pengetahuannya dengan membaca beberapa buku pegangan. Selain itu kinerja gurupun diakibatkan oleh faktor lain diantaranya kepemimpinan kepala sekolah. Guru hendaknya selalu berusaha mencari cara untuk meningkatkan prestasi siswa.4 Kinerja Guru (Y) Berdasarkan tanggapan hasil responden tentang kinerja guru (Y). mengikuti pelatihan dan sebagainya sehingga dapat meningkatkan kualitas kegiatan pembelajaran 4.146 4. Kinerja guru dapat diukur dari cara guru tersebut mendidik.7.3 maka gambaran kinerja guru termasuk kategori cukup baik. melatih. mengarahkan.7. diperoleh skor rata-rata sebesar 3. Untuk meningkatkan kinerjanya.mengevaluasi siswa.31 (tabel 4. Oleh karena itu tinggi rendahnya prestasi siswa tidak terlepas dari kinerja gurunya. menggunakan metode dan strategi pembelajaran dengan tepat. motivasi kerja dan disiplin kerja.82) yang dikemukakan Sugiyono (2004 : 66) berada diantara hubungan 2. mengajar.5 Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah terhadap Kinerja Guru Sesuai dengan hasil penelitian dan pengolahan data yang dilakukan. diperoleh besarnya pengaruh kepemimpinan kepala sekolah .

298 atau 29. Dengan demikian total pengaruhnya sebesar 0. Manajer. Menurut Mulyasa (2009 : 90) bahwa kepala sekolah berperan utama dalam menggerakan organisasi sekolah.2%. Supervisor. Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru sebesar 45.2% termasuk cukup signifikan. Hal ini dikarenakan Kepala SMPN 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat mampu berfungsi sebagai Educator.147 (X1) terhadap kinerja guru (Y) secara langsung sebesar 0.4%.4%. Kepala sekolah yang mampu melaksanakan peran dan fungsinya sebagai EMASLIM akan meningkatkan kinerja guru dan dapat juga meningkatkan mutu pendidikan.8% sedangkan pengaruh tidak langsung melalui motivasi kerja (X2) sebesar atau 0. Jadi terlihat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat paling besar diantara ketiga variabel yang diteliti dan diikuti dengan pengaruh motivasi kerja dan disiplin kerja.3% dan pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat sebesar 10. Leader. Administrator. Kepemimpinan kepala sekolah merupakan faktor yang dapat mendorong sekolah untuk mewujudkan tujuan dan sasaran sekolah melalui program-program yang dilaksanakan secara terencana dan bertahap.11 atau 11 % serta melalui disiplin kerja (X3) sebesar 0. . Kepala sekolah dapat menjalankan tugasnya dengan cukup baik akan berpengaruh terhadap kinerja guru.452 atau 45.044 atau 4. Inovator dan Motivator (EMASLIM) dengan cukup baik. pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru sebesar 21.

diperoleh besarnya pengaruh motivasi kerja (X2) terhadap kinerja guru (Y) secara langsung sebesar 0.026 atau termasuk cukup tinggi Motivasi kerja cukup berpengaruh terhadap kinerja guru. 2. Dalam hal ini kepala sekolah sebagai motivator dapat melakukan penerapan kebijakan dan pengambilan keputusan yang dapat memacu motivasi kerja para guru.6% serta melalui kepemimpinan kepala sekolah (X1) sebesar 0.4 % sedangkan pengaruh tidak langsung melalui kepemimpinan kepala sekolah (X 1) sebesar 0. 4.148 4. yang dikutif Mangkunegara (2005 : 104) menyatakan bahwa ada hubungan yang positif antara motivasi berprestasi dengan pencapaian kinerja.026 atau 2.077 atau 7.7.7. Dengan demikian total pengaruhnya sebesar 0. Disiplin di lingkungan kerja sangat diperlukan karena akan berpengaruh terhadap pencapaian tujuan organisasi.110 atau 11%.3.6 Pengaruh Motivasi Kerja terhadap Kinerja Guru Sesuai dengan hasil penelitian dan pengolahan data yang dilakukan.044 atau 4.104 10.3.4% termasuk cukup tinggi.7% sedangkan pengaruh tidak langsung melalui disiplin kerja (X3) sebesar 0. diperoleh besarnya pengaruh Disiplin kerja (X3) terhadap kinerja guru (Y) secara langsung sebesar 0.034 atau 3.6%.6% sebagaimana pendapat Gordon W. Dengan demikian total pengaruhnya sebesar 0.026 atau 2.7 Pengaruh Disiplin Kerja terhadap Kinerja Guru Sesuai dengan hasil penelitian dan pengolahan data yang dilakukan.4% serta melalui motivasi kerja (X2) sebesar 0. Pegawai dengan atau .

4.3.2 %. Pengaruh total motivasi kerja (X2) terhadap kinerja guru (Y) sebesar 21. Pengaruh total kepemimpinan kepala sekolah (X1). Dari hasil tersebut dapat dikatakan bahwa variabel-variabel yang mempengaruhi kinerja guru tidak dapat berjalan sendiri-sendiri namun harus selalu bersinergi dalam pelaksanaannya sehingga memberikan kontribusi yang tinggi.3 %.149 disiplin kerja yang baik akan menguntungkan perusahaan dan pegawai itu sendiri.8 Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah. 3.4 %. Tingkat kedisiplinan seorang pegawai dapat diukur dari ketepatan waktu dalam melaksanakan pekerjaan. Pengaruh total kepemimpinan kepala sekolah (X1) terhadap kinerja guru (Y) sebesar 45. Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Guru Hasil penelitian yang berkaitan dengan pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. .7.9 %. motivasi kerja (X2) dan disiplin kerja (X3) terhadap kinerja guru sebesar 76. kesadaran dalam bekerja serta kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku. Pengaruh total disiplin kerja (X3) terhadap kinerja guru (Y) sebesar 10. 2. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru secara bersama-sama memperlihatkan bahwa : 1. 4.

inovator dan motivator sesuai dengan hasil pengolahan data termasuk dalam kategori baik. Kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua yang meliputi mendidik. menilai. dan mengevaluasi sesuai dengan pengolahan data berada pada kategori cukup baik. administrator. 5. mengajar. mengarahkan. leader. Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru secara langsung maupun tidak langsung termasuk besar .150 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5. kesadaran dalam bekerja dan kepatuhan pada peraturan sesuai dengan hasil pengolahan data termasuk kategori cukup baik.1 Kesimpulan Sesuai dengan penelitian yang telah dilakukan dan pembahasannya mengenai pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. Kepemimpinan kepala sekolah yang meliputi kepala sekolah sebagai edukator. supervisor. melatih. penulis memperoleh kesimpulan sebagai berikut : 1. Motivasi kerja yang meliputi motivasi intrinsik dan ekstrinsik sesuai dengan hasil pengolahan data termasuk kategori cukup baik. Disiplin kerja yang meliputi ketepatan waktu. manajer. 3. 2. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. membimbing. 4.

menjalin hubungan interpersonal yang lebih harmonis dan peningkatan lingkungan kerja yang aman dan . Kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat berada pada kategori baik. 5. 8. 7.2 Saran Dengan mengetahui adanya pengaruh yang positif antara kepemimpinan kepala sekolah. Pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru secara langsung maupun tidak langsung cukup besar.151 6. maka untuk meningkatkan kinerja guru kepemimpinan kepala sekolah harus lebih efektif. Untuk itu kepala sekolah perlu mengikuti workshop manajemen serta lebih terbuka pada saran dan kritik yang sifatnya membangun. Pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru secara langsung maupun tidak langsung cukup besar. Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. Berdasarkan pengolahan data. motivasi kerja guru SMP Negeri 1 Cisarua termasuk pada kategori cukup baik. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru baik secara bersama-sama maupun secara parsial serta mengetahui karakteristik yang memberi pengaruh paling besar terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua. Sejalan dengan semakin meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap kualitas lulusan. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru sangat besar. Motivasi kerja guru perlu ditingkatkan terutama motivasi eksternal. maka : 1. 2. Hal ini dapat dilakukan oleh kepala sekolah dengan cara peningkatan kesejahteraan guru.

Berdasarkan pengolahan data. Untuk meningkatkan motivasi kerja guru sebaiknya kepala sekolah memberikan kebijakan yang dapat memotivasi guru agar melakukan kinerja terbaik. 3.152 nyaman sehingga para guru dapat meraih prestasi kerja yang lebih baik pada waktu mendatang. Perlu diperhatikan hal-hal yang memberikan kontribusi terhadap peningkatan kinerja guru. Kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat pada umumnya sudah baik. Sistem . 5. 4. perlu ditingkatkan kedisiplinan kerja guru dengan pembinaan dan pengawasan yang lebih intensif. Sejalan dengan tuntutan masyarakat terhadap peningkatan kualitas sekolah. 7. Untuk peningkatan kinerja guru kepala sekolah harus dapat menentukan strategi yang efektif dan apabila terjadi penurunan kualitas kinerja dapat mengidentifikasi penyebabnya. seperti memberikan apresiasi terhadap guru berprestasi dan memberikan kesempatan kepada guru seluasluasnya untuk lebih mengembangkan potensi yang ia miliki. Agar lebih baik lagi perlu mengoptimalkan manajemen dan supervisi terhadap kinerja guru dalam pelaksanaan proses pembelajaran di kelas. Hal ini dapat meningkatkan kinerja guru dan mutu pendidikan. Kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat berada pada kategori cukup baik. 6. Untuk meningkatkan disiplin kerja guru sebaiknya kepala sekolah meningkatkan sistem pembinaan dan pengawasan. disiplin kerja guru SMP Negeri 1 Cisarua termasuk pada kategori cukup baik.

153 pembinaan yang dilaksanakan hendaknya bervariasi misalnya dengan menggunakan metode ESQ. Sistem pengawasan dapat ditingkatkan dengan menggunakan kemajuan sistem informasi untuk memantau kehadiran guru di sekolah maupun di kelas. .

Riset Sumber Daya Manusia. Organization Behavior (Prilaku Organisasi). Bandung : PT Remaja Rosdakarya. (2003). Jakarta: PT Rineka Cipta. (2006). Pembakuan Bangunan dan Perabot SMP. Istijanto. Danim. Motivasi Kelompok. Yogyakarta: Graha Ilmu. Yogyakarta: ANDI.B. Jakarta: Direktorat Pembinaan SMP.L. Fred. Organisasi dan Manajemen Sumber Daya Manusia. (2009). (1997). D. Perilaku dalam Organisasi. (1995). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Cianjur: CV Dinamika Karya. E. (2004). (2005). (2005). (Terjemahan Agus Darma). Riset Sumber Daya Manusia. Jakarta: Rineka Cipta. Yogyakarta : STIE YPKN Kerlinger. Jakarta : PT Rineka Cipta. Husen. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Upaya Meningkatkan Budaya Kinerja Guru. Arikunto Suharsimi. Menjadi Guru Profesional. A Tabrani R. Anwar Prabu. Mulyasa. Gomez Meija. (2009). . Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.154 DAFTAR PUSTAKA Ambar Teguh Sulistiani Rosidah. Miftah Toha. Manajemen Sumber Daya Manusia. Manajemen Sumber Daya Manusia. Kepemimpinan & Efektivitas Davis. Depdiknas Direktorat Pembinaan SMP. E. Mulyasa. Cardy. Fathoni Abdurrahmat. Jakarta: Erlangga. Asas-Asas Penelitian Behavioral. Menjadi Kepala Sekolah Profesional. (2004). (2006). N. Luthan. Balkin dan R. Yogyakarta : Gajah Mada University Press. (2000). (2006). ( 2004). Newstrom. USA: Prentice Hall. Bandung : PT Remaja Rosdakarya. Umar. Kepemimpinan dalam Manajemen. (2007). Fred. Mangkunegara. Sudarwan. Jakarta: PT Raja Grapindo. (2001) Manajing Human Resources. Keith dan John W.

Seri Kepemimpinan Manajemen Sumber Daya Manusia. (2009). Hadari. Sujana. Jakarta: PT Yudeks. Bandung: Sinar Baru. Veithzal. Wahjosumijo. Kiat Meningkatkan Produktivitas Kerja. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada Wibowo. Sugiyono. Statistik Teori dan Aplikasi. Siswanto. (2002). Jakarta: PT Raja Grapindo Persada. Rivai. Jakarta: Rineka Jaya. (2005). (2005). Supranto J.155 Nawawi. Sidik Priadana. (2007). Kepemimpinan dan Prilaku Organisasi. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. (2000). (2005). Metodologi Penelitian Pendidikan. Timple. (2006). (2004). (2005). Yogyakarta: Gajah Mada University Press. Sedarmayanti. Sujana. (2005). Bandung : PT Gelora Aksara. Kepemimpinan Kepala Sekolah. Bandung: CV Tarsito Sukardi. Sumber Daya Manusia dan Produktivitas Kerja. Peraturan Pemerintah RI. Rahman at all. (2003). Jakarta: PT Elex Media Komputindo. 2005. Manajemen Tenaga Kerja. Dale A. Robbin Stephen P. Metode Penelitian Administrasi. Metode Statistika. Manajemen Kinerja. (2007). Yulk Garry. Jatinangor: Alqaprint. Kepemimpinan dalam Organisasi. Jakarta : CV Eko Jaya. Organizational Behavior. Bandung: STIE Pasundan. (2001). . Sondang P. Bedjo. Siagian. Manajemen Sumber Daya Manusia. (2001). New Jersey: Prentice Hall International. Peran Strategis Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan. (2000). (2002). bandung : CV Tarsito. Jakarta: PT Bumi Aksara. Standar Nasional Pendidikan. Bandung: CV Mandar Maju. Teknik Analisis Regresi dan Korelasi. Bandung : Alfabeta. Panduan Penyusunan Skripsi dan Tesis.

id/6816/. http. Tentang Guru dan Dosen. Depdiknas.eprins. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 edisi 2009. Citra Umbara. (2001). Depdiknas. Bandung.id/6864/. 2008. Rizal Aminudin. Hernowo Narmodo. 2005. ums. Pemotivasian dalam Manajemen.ac.156 Winardi. J. Sistem Pendidikan Nasional. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 edisi 2009. Jakarta: PT Raja Grapindo Persada. Pengaruh Motivasi dan Disiplin Terhadap Kinerja Pegawai Badan Kepegawaian Daerah. Jurnal : UUD Republik Indonesia 1945. Pengaruh Kompetensi dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Dinas Pendidikan Semarang.ums.etd.eprins.ac. . http//etd. Bandung. Citra Umbara.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful