1

BAB I PENDAHULUAN

I.I. Latar Belakang Masalah Era globalisasi dunia ditandai oleh perkembangan yang semakin cepat di segala bidang kegiatan, begitu pula dalam kegiatan pendidikan. Globalisasi ini sangat mempengaruhi terhadap perkembangan pendidikan di Indonesia sehingga diperlukan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Pemerintah Indonesia dalam upaya meningkatkan pendidikan bagi warga negaranya tidak henti-hentinya melakukan berbagai kegiatan dan menyediakan fasilitas pendukungnya termasuk memberlakukannya

Undang-Undang No. 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen. Seperti yang disampaikan dalam penjelasan umum atas Undang-Undang No. 14 tahun 2005, Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun1945 menyatakan bahwa tujuan pendidikan nasional adalah untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan

kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Untuk mewujudkan tujuan nasional tersebut, pendidikan merupakan faktor yang sangat menentukan. Selanjutnya, Pasal 31 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 mengamanatkan bahwa (1) Setiap warga Negara berhak mendapat pendidikan; (2) Setiap warga negara wajib mengikuti

2

pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya; (3) Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta ahlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan UndangUndang; (4) Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurangkurangnya 20 % (dua puluh persen) dari anggaran pendapatan dan

belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggeraan pendidikan nasional; dan (5) Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan

menjunjung tinggi nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia. Salah satu amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 tersebut kemudian diatur lebih lanjut dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang memiliki visi terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga Negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. Sumber daya manusia unggul merupakan persyaratan utama bagi terwujudnya bangsa dan negara yang maju. Berapapun besar sumber daya alam (SDA), modal sarana prasaran yang tersedia, pada akhirnya di tangan SDM yang handal sajalah target pembangunan bangsa dan negara dapat dicapai. Dalam perspektif berpikir seperti ini, suatu bangsa

3

tak dapat mencapai kemajuan tanpa adanya suatu sistem pendidikan yang baik. Pendidikan adalah modal dasar untuk menciptakan SDM yang unggul. Dunia pendidikan yang utama adalah sekolah. Sekolah

merupakan salah satu lembaga alternatif pelayanan pendidikan. Sekolah sebagai suatu lembaga tentunya memiliki visi, misi, tujuan dan fungsi. Untuk mengemban misi, mewujudkan visi, mencapai tujuan, dan menjalankan fungsinya sekolah memerlukan tenaga profesional, tata kerja organisasi dan sumber-sumber yang mendukung baik finansial maupun non finansial. Sekolah sebagai suatu sistem memiliki komponen-komponen yang berkaitan satu sama lain serta berkontribusi pada pencapaian tujuan.

Komponen-komponen tersebut adalah siswa, kurikulum, bahan ajar, guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan lainnya, lingkungan, sarana, fasilitas, proses pembelajaran dan hasil atau output. Semua komponen tersebut harus berkembang sesuai tuntutan zaman dan perubahan lingkungan yang terjadi di sekitarnya. Untuk berkembang tentunya harus ada proses perubahan. Pengembangan ini hendaknya bertolak dari halhal yang menyebabkan organisasi tersebut tidak dapat berfungsi dengan sebaik yang diharapkan (Gupta & Shingi, 2001). Dalam konsepsi pengembangan kelembagaan tercermin adanya upaya untuk

memperkenalkan perubahan cara mengorganisasikan suatu lembaga, struktur, proses dan sistem lembaga yang bersangkutan sehingga lebih dapat memenuhi misinya. Oleh karena itu, perubahan yang terjadi pada

4 lembaga sekolah harus meliputi seluruh komponen yang ada di dalamnya. Dalam proses perubahan tersebut individu organisasi dan lembaga meningkatkan tujuan. kemampuan dan dan performancenya sehubungan dengan sumber-sumber. Perubahan tidak akan berjalan tanpa dukungan dari sumber daya manusia yang merupakan asset yang dapat memberikan kontrbusi lebih dalam pencapaian tujuan organisasi. kinerja guru tentunya akan menjadi perhatian semua pihak. proses. Guru merupakan salah satu SDM yang berada di sekolah. kinerja pemerintah akan dirasakan oleh masyarakat dan kinerja guru akan dirasakan oleh siswa atau orang tua siswa. Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Bandung Barat terdiri dari 60 sekolah negeri dan 76 sekolah swasta. menyangkut bagaimana sekolah sebagai lembaga diorganisasikan sehingga mampu mengemban misinya dengan baik. anggaran pendidikan yang Maka diamanatkan Undang-Undang 20 % sudah mulai dilaksanakan. Perubahan tersebut terjadi dalam struktur. Masalah kinerja menjadi sorotan berbagai pihak. Berbagai usaha dilakukan untuk mencapai kinerja yang baik. lingkungannya. Kinerja guru yang optimal dipengaruhi oleh berbagai faktor. Perhatian pemerintah terhadap pendidikan sudah disosialisasikan. ketenagaan dan sistem suatu lembaga serta proses perubahan itu sendiri. Kinerja guru di sekolah mempunyai peran penting dalam pencapaian tujuan sekolah. Guru harus benar-benar kompeten dibidangnya dan guru juga harus mampu mengabdi secara optimal. baik internal maupun eksternal. Salah satu indikator .

46 6.31 7. Seperti di SMPN 1 Cisarua yang terletak di Jalan Kolonel Masturi 312 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.39 6. Tabel I.41 6.46 6. berikut dapat kita lihat hasil rata-rata nilai Ujian Nasional (UN) dan prosentasi kelulusan dalam empat tahun terakhir.27 7.66 100% 6.13 6.95 7. diantaranya kepemimpinan kepala sekolah.90 6.24 99% 7. Rata-Rata Nilai Ujian Nasional dan Kelulusan No 1 2 3 4 Mata Pelajaran B.43 7. Indonesia B Inggris Matematika IPA Rata-rata % Lulusan 2006/2007 2007/2008 2008/2009 2009/2010 7.67 100% 6. Padahal belum tentu keberhasilan siswa merupakan hasil kinerja guru.20 6.07 6. Sekolah yang perolehan nilai ujian nasionalnya paling tinggi dan tingkat kelulusannya setiap tahun selalu 100 % dianggap sudah berhasil dan akan mendapat kepercayaan masyarakat.5 suatu sekolah dianggap sudah berhasil adalah dengan perolehan nilai Ujian Nasional yang tinggi dan tingkat kelulusan yang maksimal.25 6.I.46 6.07 6.28 100% Sumber : Dokumen SMPN 1 Cisarua Pada tabel rata-rata nilai UN dan kelulusan di atas terlihat peningkatan prestasi siswa belum optimal walaupun pada rata-rata nilai UN terakhir ada sedikit peningkatan. Keberhasilan prestasi sekolah ditentukan oleh berbagai faktor. AlanTucker dalam Syafarudin (2002 : 49) mengemukakan bahwa : “kepemimpinan sebagai kemampuan mempengaruhi atau mendorong seseorang atau sekelompok orang agar . Apakah keberhasilan siswa merupakan prestasi kinerja guru? Tentunya perlu ada penelitian untuk membuktikan asumsi tersebut.

Tabrani Rusyan (2000) mengungkapkan bahwa : kepemimpinan kepala sekolah memberikan motivasi kerja bagi peningkatan produktivitas kerja guru dan hasil belajar siswa. (2) percaya diri. (4) berani mengambil resiko dan keputusan. Manajer. (6) emosi yang stabil. Inovator dan Motivator (EMASLIM). dan mendelegasikan tugas. dan kemampuan berkomunikasi. pengetahuan terhadap kependidikan. (5) berjiwa besar.6 bekerja secara sukarela untuk mencapai tujuan tertentu atau sasaran dalam situasi tertentu”. Administrator. kemampuan mengambil keputusan. Kemampuan yang harus diwujudkan kepala sekolah sebagai pimpinan dapat dianalisis dari kepribadian. Leader. mengorganisasikan kegiatan. Implementasi kemampuan yang harus dimiliki kepala sekolah terwujud dalam pelaksanaan tugas-tugasnya antara lain menyusun perencanaan. Menurut Mulyasa (2009 : 98) Kepala sekolah sedikitnya mempunyai peran dan fungsi sebagai Edukator. Wahjosumijo (2002 : 10) mengemukakan bahwa kepala sekolah sebagai leader harus memiliki karakter yang khusus yang mencakup kepribadian. membuka komunikasi dua arah. serta pengetahuan administrasi dan pengawasan. . visi dan misi sekolah. pengalaman dan pengetahuan professional. meningkatkan kemauan tenaga kependidikan. Kepribadian kepala sekolah sebagai leader akan tercermin dalam sifat-sifat (1) jujur. mengarahkan kegiatan. keahlian dasar. (3) tanggung jawab. (7) teladan. Kepala sekolah sebagai pimpinan harus mampu memberikan petunjuk dan pengawasan. Supervisor.

maka tidak akan dapat mengelola sekolah dan suasana sekolah menjadi tidak kondusif. Melihat tugas kepala sekolah yang begitu banyak. pengarahan keuangan. penanganan kesiswaan. dan lain-lain. komunikasi dan pendelegasian wewenang. mengambil keputusan. Dugaan tersebut didukung oleh data . kepegawaian. penyusunan kurikulum. mengadakan rapat. Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru menurut Uben dan Hughes berupa penciptaan iklim sekolah yang dapat memacu atau menghambat efektifitas kerja guru. mengatur pembelajaran dan mengadakan hubungan masyarakat. Selain itu tugas menyelenggarakan administrasi antara lain menyusun perencaan. pengorganisasian. menentukan kebijaksanaan. kepala sekolah harus menjadi motor penggerak bagi berjalannya proses pendidikan. maka seorang kepala sekolah dituntut memiliki kemampuan manajerial. pengambilan keputusan. kemampuan memotivasi.7 mengkoordinasikan kegiatan. Kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua dipandang sudah dilaksanakan dengan baik. melaksanakan pengawasan. Sebagai pemimpin suatu instansi pendidikan. Jika tidak. melakukan evaluasi terhadap kegiatan. sarana prasarana. Kepala sekolah selalu berupaya mencurahkan kemampuannya dalam menjalankan tugasnya untuk mencapai tujuan. Kemampuan yang harus dimiliki seorang pemimpin dalam hal ini kepala sekolah adalah memiliki kepribadian yang menjadi teladan bagi bawahannya.

Edward Murray (1957). Seorang guru dapat bekerja secara professional jika pada dirinya terdapat motivasi yang tinggi. Miller dan Gordon W (1967) yang dikutip . Pembinaan siswa melalui Setiap senin upacara awal bulan Sumber : Dokumen SMPN 1 Cisarua Lihat situasi kondisi Sudah terjadwal untuk setiap guru Jika dilihat dari tabel jadwal pembinaan dan pengawasan di atas. Setiap bulan sekali 3. Hal itu dibuktikan berdasarkan hasil penelitian McCleland (1961).2 Kegiatan Pembinaan dan Supervisi Kepala Sekolah No 1. karena ada motif-motif atau tujuan tertentu yang melatarbelakangi tindakan tersebut. Pegawai/guru yang memiliki motivasi yang tinggi biasanya akan melaksanakan tugasnya dengan penuh semangat dan energik. kemajuan kinerja guru seharusnya meningkat lebih baik. Uraian Kegiatan Rapat dinas pembinaan Guru dan tenaga kependidikan Rapat evaluasi program dan kegiatan KBM Rapat tim pengembang SSN Waktu Keterangan Setiap bulan sekali 2. Setiap triwulan 4. Motif itulah sebagai faktor pendorong yang memberi kekuatan kepadanya.8 jadwal pembinaan/pengarahan dan supervisi yang dilaksanakan secara intensif seperti yang terlihat pada tabel berikut : Tabel 1. Supervisi kelas Setiap semester 6. sehingga ia mau dan rela bekerja keras. Untuk mengetahui hal tersebut tentunya memerlukan penelitian yang lebih mendalam. Faktor lain yang dapat meningkatkan kinerja guru adalah motivasi kerja. Pemerikasaan administrasi Setiap awal guru semester 5.

. dan sebaliknya mereka yang kinerjanya rendah disebabkan karena motivasi kerjanya rendah. Lomba PTK 2. Terlihat dari tabel di atas bahwa masih belum ada hasil prestasi kerja guru SMPN 1 Cisarua dalam satu lombapun. menyimpulkan bahwa ada hubungan yang positif antara motivasi berprestasi dengan pencapaian kinerja/prestasi kerja. berikut dapat kita lihat tabel prestasi guru dalam empat tahun terakhir: Tabel 1. Lomba karya tulis inovasi Pembelajaran Lomba guru berprestasi 3. manajer dan pegawai yang mempunyai motivasi berprestasi tinggi akan mencapai kinerja yang tinggi. Hal ini diduga salah satu faktornya adalah rendahnya motivasi guru baik dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya maupun motivasi berprestasi. Berkaitan dengan pencapaian prestasi kerja guru SMPN 1 Cisarua.9 Mangkunegara (2005).3 Prestasi Guru dalam Perlombaan Perolehan 1 s/d 3 dlm Tingkat Nasional Provinsi Kota/Kab Nasional Provinsi Kota/Kab Nasional Provinsi Kota/Kab Nasional Kejuaraan 3 th terakhir Jumlah Guru - No Jenis Lomba 1. Artinya pimpinan. 4 Lomba keberhasilan guru dalam mengajar Provinsi Kota/Kab 5 Lomba lainnya Nasional Provinsi Kota/Kab Sumber : Dokumen SMPN 1 Cisarua.

Simamora (2006 : 610) menyatakan bahwa : “Disiplin adalah prosedur yang mengoreksi atau menghukum bawahan karena melanggar peraturan atau prosedur. Keith Davis (2003 : 129) menyatakan disiplin kerja sebagai pelaksanaan manajemen untuk memperteguh pedoman-pedoman dipandang erat keterkaitannya dengan kinerja. Pada tahap inilah kepemimpinan kepala sekolah dituntut untuk mampu memimpin atau mengelola sekolah. Dalam kasus pada SMPN 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat yang sedang berusaha mencapai status Sekolah Standar Nasional (SSN) . menurunnya produktivitas kerja dan apatis. ketidakpatuhan pada aturan. Walaupun disiplin ini hanya merupakan salah satu bagian dari ciri kinerja guru dan berkaitan dengan prosentasi kehadiran. Kepemimpinan kepala sekolah adalah motivator bagi kepatuhan diri pada disiplin kerja para guru. juga dituntut untuk mampu menciptakan suasana yang kondusif di lingkungan kerja (climate-maker) sehingga dapat mencegah timbulnya desintegrasi dan mampu memberikan dorongan agar semua komponen yang ada di sekolah bersatu mencapai tujuan yang ingin dicapai.10 Pada sisi lain faktor disiplin dapat pula meningkatkan kinerja guru. Pernyataan tersebut didukung oleh pendapat Malthis dan Jackson bahwa disiplin kerja berkaitan erat dengan perilaku karyawan dan berpengaruh terhadap kinerja. tetapi ternyata hal ini membawa dampak yang sangat besar terutama pada sistem pendidikan kita yang masih memerlukan keberadaan guru secara dominan dalam proses pembelajaran. Disiplin merupakan bentuk pengendalian diri karyawan dan pelaksanaan yang teratur dan menunjukkan tingkat kesungguhan tim kerja di dalam suatu organisasi”.

kedisiplinan.1% tidak hadir Sumber : Sie Kurikulum SMPN 1 Cisarua. Tabel berikut ini data ketidakhadiran guru SMPN 1Cisarua dalam kurun waktu semester terakhir. 7. motivasi kerja.6% 5.57% 5. hal itu dapat membawa pengaruh buruk. Fakta menunjukkan tingkat kedisiplinan guru di SMPN 1 Cisarua masih rendah. Hal ini dapat dilihat dari absensi (kehadiran/ketidakhadiran) dari guru. Tabel 1. Kepala sekolah harus bertindak tegas terhadap pelanggaran yang terjadi.92% 5. sampai gaya kepemimpinan kepala sekolah. baik dari kinerja guru.88% 18 Agust 22 Bulan Sept 12 Okt 26 Nop 26 Des 4 Ratarata . Tetapi sesungguhnya dalam sistem pendidikan kita saat ini. Proses pembelajaran jadi terhambat sehingga para siswa tidak mendapat ilmu secara optimal. Pada tahap inilah peran kepemimpinan kepala sekolah diperlukan.4 Prosentasi Ketidakhadiran Guru No Ket Juli 1 Hari kerja Efektif 2 Jumlah guru 4. siswa jadi terlantar karena gurunya absen. agar semua komponen yang ada dalam sekolah memberikan pelayanan yang optimal kepada para siswa. Apalagi kalau ditambah dengan prilaku guru yang hadir di sekolah karena malas atau kurang tanggung jawab kadang tidak hadir di kelas.89% 7.21% 4. ketidakhadiran dalam setiap bulannya hanya di bawah 10 % sekilas tampaknya bukan masalah besar.11 masih banyak hal yang harus ditingkatkan. Jika kita memperhatikan tabel di atas.

Konflik organisasi belum teratasi dengan baik. Komitmen pencapaian kinerja guru di SMPN 1 Cisarua masih rendah. penulis membuat judul penelitian “ Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah. 3. Kompetensi guru belum dikuasai menyeluruh. 11. Reward dan punishment belum berjalan efektif. 13. 2. 1. 10. Motivasi guru untuk meningkatkan kemampuan mengajar belum optimal. 9. Disiplin kerja guru masih rendah. maka dapat diidentifikasi masalahmasalah sebagai berikut : 1. Program diklat untuk pengembangan kompetensi guru frekuensinya masih kurang. Kinerja guru masih belum optimal. Kesadaran diri akan tugas masih lemah. 5. 4. Komunikasi personal belum terjalin dengan baik. 12. Kepemimpinan kepala sekolah dalam mempengaruhi kinerja guru perlu ditingkatkan.2 Identifikasi Masalah Berdasarkan paparan di atas. Motivasi guru untuk berprestasi masih rendah. . 7.12 Sehubungan dengan uraian di atas maka masalah faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja guru perlu dibuktikan dengan mengadakan penelitian. Budaya kerja belum tercipta dengan baik. 8. Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat “. Oleh karena itu. 6.

kepuasan kerja. motivasi dan disiplin kerja. 15. Tingkat kepuasan kerja guru masih rendah. Namun dalam penelitian ini penulis membatasi masalah kinerja guru SMP yang dipengaruhi oleh kepemimpinan. 2. lingkungan kerja. Bagaimana gambaran motivasi kerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. . kompensasi. maka masalah dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut : 1. Dalam tesis ini penulis hanya membatasi masalah pada skup kecil yaitu mengenai kinerja guru yang ada di SMP tepatnya di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. disiplin dan motivasi kerja. 1.4 Rumusan Masalah Berdasarkan pembatasan masalah di atas. budaya kerja. 3. 1. Bagaimana gambaran kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Ada banyak faktor yang mempengaruhi kinerja guru di SMP diantaranya kompetensi.3 Pembatasan Masalah Berbagai permasalahan yang dihadapi dalam dunia pendidikan sangatlah kompleks.13 14. Salah satunya adalah masalah manajemen sumber daya manusia. Permasalahan-permasalahan perlu mendapat tanggapan dan solusi. Bagaimana gambaran disiplin kerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. kepemimpinan. Sarana prasarana yang tersedia di sekolah belum dimanfaatkan secara maksimal.

14

4. Bagaimana gambaran kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Barat. 5. Berapa besar pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 6. Berapa besar pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 7. Berapa besar pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 8. Berapa besar pengaruh kepemimpinan kepala sekolah, motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.

1.5 Maksud dan Tujuan Penelitian Penelitian ini bermaksud untuk mengumpulkan data, mengolah dan menginterpretasikan untuk dijadikan sebagai karya tulis berupa tesis, sebagai syarat memperoleh gelar Megister Manajemen (MM) di STIE Pasundan Bandung. Sedangkan tujuan penelitian ini adalah untuk : 1. Mengetahui gambaran kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 2. Mengetahui gambaran motivasi kerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 3. Mengetahui gambaran disiplin kerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 4. Mengetahui gambaran kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.

15

5. Mengetahui berapa besar pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 6. Mengetahui berapa besar pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 7. Mengetahui berapa besar pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 8. Mengetahui berapa besar pengaruh kepemimpinan kepala sekolah, motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. di SMP

1.6 Kegunaan Penelitian Peneliti berharap hasil penelitian ini berguna baik secara teoritis maupun praktis. a. Kegunaan Teoritis Penelitian ini diharapkan dapat menyumbangkan

pengembangan keilmuan untuk peneliti selanjutnya, terutama yang berhubungan dengan peningkatan kinerja guru di sekolah.

b. Kegunaan Praktis Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai informasi bagi para guru, praktisi pendidikan, dan pengambil kebijakan khususnya kebijakan yang berkenaan dengan upaya meningkatkan kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.

16

BAB II TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA BERFIKIR DAN HIPOTESIS PENELITIAN

2.1 Tinjauan Pustaka 2.1.1 Tinjauan Umum tentang Sumber Daya Manusia Manajemen merupakan proses untuk mencapai tujuan organisasi. Manajemen bisa sebagai suatu kumpulan pengetahuan yang logis dan sistematis juga sebagai suatu kreativitas pribadi yang disertai suatu keterampilan. Sadili Samsudin dalam bukunya Manajemen Sumber Daya Manusia (2006 : 18) mengutip pendapat G.R. Terry dalam Principless of Manajemen memberikan pengertian sebagai berikut : “Management is a distict process consisting of planning, organizing, actuating, and controlling performed to determine and accomplish stated objectives by the use of human being and other resources” “Manajemen adalah suatu proses yang khas, yang terdiri dari tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber daya lainnya”. Menurut Mary Parker Follet dalam bukunya menyatakan bahwa manajemen adalah seni mencapai sesuatu melalui orang lain (manajement is the art of getting things done thourh the other) Dari definisi manajemen di atas maka dapat diketahui bahwa ada dua istilah yang diberikan para ahli mengenai istilah manajemen yaitu sebagai seni yang merupakan kreativitas pribadi yang disertai suatu keterampilan dan ada pula yang memberikan definisi manajemen sebagai suatu ilmu yang merupakan kumpulan pengetahuan yang logis dan sistematis. Maka suatu organisasi untuk mencapai tujuannya tidak akan

2. Proses ini terdapat dalam fungsi/bidang produksi. Pengendalian (Controlling) bertujuan untuk melihat apakah organisasi berjalan sesuai rencana. keuangan. Pengorganisasian (Organizing dan Staffing) adalah kegiatan mengkoordinir sumber daya. tugas. pelaksanaan dan pengendalian. Perencanaan (Planning) adalah kegiatan menetapkan tujuan organisasi dan memilih cara terbaik untuk mencapai tujuan tersebut. Menurut (2008:1) istilah manajemen mempunyai arti Veithzal Rivai kumpulan sebagai pengetahuan tentang bagaimana seharusnya memanage (mengelola) sumber daya manusia. pemasaran. 3. Manajemen sumber daya manusia (MSDM) merupakan salah satu bidang dari manajemen umum yang meliputi segi-segi : perencanaan. dan otoritas diantara anggota organisasi agar tujuan organisasi dapat dicapai dengan efisien dan efektif. Manajemen menginginkan tujuan organisasi tercapai dengan efisien dan efektif. pengorganisasian. maupun kepegawaian. Karena sumber daya manusia mempunyai peranan penting dalam mencapai tujuan perusahaan. 4.17 terlepas dari aktivitas manajemen. Adapun fungsi manajemen diantaranya : 1. Dengan manajemen maka pemanfaatan sumber . Pengarahan (Leading) adalah membuat bagaimana orang-orang tersebut bekerja untuk mencapai tujuan organisasi tersebut. maka pengalaman dan hasil penelitian bidang SDM dikumpulkan secara sistematis selanjutnya disebut dengan manajemen sumber daya manusia.

Seperti sumber daya lainnya. Sumber daya manusia yang belum mempunyai keahlian dan keterampilan yang dibutuhkan perusahaan apabila dilatih. Dalam usaha mencapai tujuan perusahaan. sumber daya manusia merupakan masukan (input) yang diolah oleh perusahaan dan menghasilkan keluaran (output). Sumber daya manusia merupakan asset bagi perusahaan yang apabila dimanage akan menghasilkan output kinerja bagi perusahaan yang tentunya akan menguntungkan bagi perusahaan. Sedarmayanti (2007 : 13) mengatakan bahwa: “Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) adalah kebijakan dan praktik menentukan aspek manusia atau sumber daya manusia dalam posisi manajemen. permasalahan yang dihadapi oleh manajemen semakin kompleks seiring dengan perkembangan teknologi di era globalisasi ini. menyaring. Pada masa kini persoalan manajemen tidak hanya terdapat pada bahan mentah atau bahan baku akan tetapi juga menyangkut prilaku karyawan atau sumber daya manusia. memberi penghargaan dan penilaian”. termasuk merekrut. Pengelolaan sumber daya manusia inilah yang disebut dengan manajemen sumber daya manusia. Dengan kata lain manajemen sumber daya manusia adalah mengembangkan pegawai dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran individu maupun organisasi. diberikan pengalaman dan diberikan motivasi untuk berkembang maka akan menjadi asset yang sangat menguntungkan bagi perusahaan. Menjadi tugas utama manajemen sumber daya manusia yaitu .18 daya yang ada dapat lebih optimal guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan. melatih.

pengembangan manajemen serta aktifitas pelatihan yang terkait “kebutuhan bisnis”. 5. Mengembangkan praktek manajemen dengan komitmen tinggi yang menyadari bahwa karyawan adalah pihakterkait dalam organisasi Yang bernilai membantu dan membentuk pengembangan iklim kerjasama dan kepercayaan bersama. Membantu organisasi menyeimbangkan dan mengadaptasikan kebutuhan pihak terkait (pemilik. Mengembangkan sistem kerja dengan kinerja tinggi yang meliputi prosedur perekrutan dan seleksi yang teliti. kemampuan dan kecakapan mereka. lembaga atau wakil pemerintah. Mengembangkan iklim lingkungan dimana kerjasama tim dan fleksibilitas dapat berkembang. 2. Memungkinkan organisasi mendapatkan dan mempertahankan pegawai cakap. . 3. 7. sistem kompensasi dan insentif yang tergantung pada kinerja. 4. dapat dipercaya dan memiliki motivasi tinggi seperti yang diperlukan.19 mengelola pegawai se-efisien dan se-efektif mungkin agar diperoleh pegawai yang produktif dan dapat memberikan keuntungan yang maksimal bagi perusahaan. Secara khusus Sedarmayanti (2007 : 13) mengungkapkan bahwa manajemen sumber daya manusia bertujuan untuk : 1. Menciptakan iklim. dimana hubungan yang produktif dan harmonis dapat dipertahankan melalui asosiasi antara manajemen dengan karyawan. 6. Meningkatkan dan memperbaiki kapasitas yang melekat pada manusia kontribusi.

hubungan karyawan dan buruh. . keadilan dan diantaranya : hukum. kompensasi dan tunjangan kesehatan. pemasok dan masyarakat luas). keselamatan dan keamanan. gaya kerja dan aspirasi. Namun di era globalisasi dimana teknologi membuat dunia seolah tanpa batas maka lingkungan eksternal menjadi bagian penting yang harus menjadi pertimbangan bagi semua pimpinan dalam melaksanakan aktivitas sumber daya manusia pada perhatian untuk karyawan. budaya dan teknologi. 11. 9. 10.politik. 12. Mempertahankan dan memperbaiki kesejahteraan fisik dan mental karyawan. seperti yang terjadi dalam konteks organisasi meliputi : perencanaan sumber daya manusia. Memastikan bahwa kesamaan tersedia untuk semua. karyawan. 8. Hal ini dikarenakan lingkungan eksternal seolah menjadi bagian tak terpisahkan dari organisasi itu sendiri. Mengadopsi pendekatan etis untuk mengelola karyawan yang didasarkan transportasi.20 manajemen. Memastikan bahwa orang dinilai atau dihargai berdasarkan apa yang mereka lakukan dan mereka capai. pelanggan. sosial. Mengelola karyawan yang beragam. memperhitungkan perbedaan individu dan kelompok dalam kebutuhan penempatan. ekonomi. Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut di atas manajemen sumber daya manusia harus malaksanakan beberapa kelompok aktivitas yang semuanya saling berhubungan dan terkait.

Seven edition yang dialih bahasa oleh T. Hal ini memberikan suatu perspektif bahwa seorang manajer dapat berperilaku sebagai seorang pemimpin. Robbins dalam buku Manajement.2 Kepemimpinan Konsep tentang kepemimpinan dalam dunia pendidikan tidak bisa terlepas dari konsep kepemimpinan secara umum. Dubrin dalam Buku The Complete Ideal‟s Guides to Leadership 2nd Edition yang dialih bahasa oleh Tri Wibowo BS . Dalam buku kepemimpinan karangan Miftah Toha (2006 : 5) mengartikan bahwa : “Kepemimpinan adalah aktivitas untuk mempengaruhi orang-orang supaya diarahkan untuk mencapai tujuan organisasi. Sedangkan menurut AlanTucker dalam Syafarudin (2002 : 49) mengemukakan bahwa : “kepemimpinan sebagai kemampuan mempengaruhi atau mendorong seseorang atau sekelompok orang agar bekerja secara sukarela untuk mencapai tujuan tertentu atau sasaran dalam situasi tertentu”. Konsep kepemimpinan secara umum sering dipersamakan dengan manajemen. padahal dua hal tersebut memiliki perbedaan yang cukup berarti.21 2.” Pengertian di atas didukung oleh pendapat Stephen P.1. asalkan dia mampu mempengaruhi perilaku orang lain untuk mencapai tujuan tertentu. Hermaya (2005 : 128) memberikan arti kepemimpinan sebagai berikut : “Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi kelompok menuju tercapainya sasaran”. Menurut Andrew J. Tetapi seorang pemimpin belum tentu harus menyandang jabatan manajer.

Teori perilaku ini tidak hanya memberikan jawaban yang lebih pasti tentang sifat kepemimpinan. Menurut Stephen P Robbins dalam buku Management. Kepemimpinan adalah tindakan yang menyebabkan orang lain bertindak atau merespon dan menimbulkan perubahan positif. 4. 2. Kepemimpinan adalah upaya mempengaruhi banyak orang melalui komunikasi untuk mencapai tujuan. Untuk membedakan pemimpin dari non-pemimpin dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan teori perilaku. Kepemimpinan adalah cara mempengaruhi orang dengan petunjuk atau perintah 3. 5. Seorang pemimpin merupakan orang yang memberikan inspirasi.22 (2006 : 4) arti kepemimpinan yang sesungguhnya dapat dijelaskan dengan banyak cara. Kepemimpinan sebenarnya dapat berlangsung dimana saja. Kepemimpinan adalah kekuatan dinamis penting yang memotivasi dan mengkoordinasikan organisasi dalam rangka mencapai tujuan. mempengaruhi dan memotivasi orang lain. Hermaya (2005 : 129) menyatakan bahwa : “Teori prilaku adalah teori-teori kepemimpinan yang mengenali perilaku yang membedakan pemimpin yang efektif dari yang tidak efektif”. membujuk. Kepemimpinan adalah kemampuan untuk menciptakan rasa percaya diri dan dukungan diantara bawahan agar tujuan organisasional tercapai. karena kepemimpinan merupakan proses mempengaruhi orang lain untuk melakukan sesuatu dalam rangka mencapai maksud tertentu. tetapi juga mempunyai implikasi nyata yang cukup berbeda dari pendekatan ciri. Berdasarkan definisi kepemimpinan yang berbeda terkandung kesamaan arti yang bersifat umum. Berikut ini adalah beberapa definisinya : 1. Seven Edition yang dialih bahasa oleh T. .

Kepercayaan diri. 3. Kehendak untuk memimpin. Pengetahuan yang terkait dengan pekerjaan. Kejujuran dan integritas. Teori Situasional Teori ini mengemukakan bahwa kepemimpinan dipengaruhi situasisituasi yang ada di sekitarnya. sikapsikap hubungan kemanusiaan. dan membuat keputusan yang tepat. Menurut Thoha dalam buku Kepemimpinan dalam Manajemen (2006 : 31) terdapat beberapa teori kepemimpinan diantaranya : 1. industry dan hal-hal teknis. Pemimpin membangun hubungan saling mempercayai antara mereka sendiri dan pengikutnya dengan menjadi jujur dan tidak menipu. Kecerdasan. dan mereka perlu mampu untuk menciptakan visi. Teori Sifat (Trait Theory) Ada empat sifat yang berpengaruh terhadap keberhasilan kepemimpinan. 6. 2. kedewasaan dan kekuasaan hubungan sosial. . 4. 5. Dorongan. 3. Para pengikut melihat pemimpinnya tidak ragu akan dirinya. yaitu : kecerdasan. Pemimpin haruslah cukup cerdas untuk mengumpulkan. motivasi diri dan dorongan berprestasi. Teori Kelompok Teori ini beranggapan bahwa kelompok bisa mencapai tujuantujuannya. 2. Pemimpin yang efektif mempunyai tingkat pengetahuan yang tinggi tentang perusahaan.23 Selanjutnya Stephen P Robbins dalam buku yang sama mengemukakan bahwa terdapat enam ciri yang berkaitan dengan kepemimpinan yaitu : 1. Pemimpin menunjukkan tingkat usaha yang tinggi. menganalisis dan menafsirkan banyak informasi. harus terdapat suatu pertukaran yang positif diantara pemimpin dan pengikut-pengikutnya. Pemimpin mempunyai kehendak yang kuat untuk mempengaruhi dan memimpin orang lain. memecahkan masalah.

mendiktekan metode kerja. Penjelasan teori kepemimpinan ini melahirkan suatu tinjauan bahwa untuk memimpin seseorang harus memiliki gaya kepemimpinan. dan membatasi partisipasi karyawan. . Gaya Demokratis : Pemimpin yang cenderung melibatkan karyawan dalam mengambil keputusan.24 4. mendorong partisipasi dalam memutuskan metode dan sasaran kerja dan menggunakan umpan balik sebagai peluang untuk melatih karyawan. Menurut Robbins dalam buku Management Seven Edition yang dialih bahasa oleh T Hermaya (2005 : 130) ada beberapa gaya atau Style kepemimpinan pemimpin diantaranya : 1. wewenang. Teori Jalan Kecil – Tujuan Teori ini menggunakan kerangka teori motivasi. 5. Teori Social Learning Merupakan suatu teori yang dapat memberikan suatu model yang menjamin kelangsungan. mendelegasikan yang banyak mempengaruhi perilaku keberhasilan seorang dalam mempengaruhi pengikut-pengikutnya. Pada Periode Pertama Gaya Otokratis : Pemimpin yang cenderung memusatkan wewenang. Mereka beranggapan bahwa perilaku pemimpin akan bisa menjadi faktor motivasi terhadap bawahan. membuat keputusan unilateral. jika perilaku itu dapat memuaskan. interaksi timbale balik antara pemimpin lingkungan dan perilakunya sendiri.

25 - Gaya Laissez-Faire : Pemimpin yang umumnya memberikan kelompok kebebasan penuh untuk membuat keputusan dan menyelesaikan pekerjaan dengan cara apa saja yang dianggap sesuai. yaitu jika berorientasi pada bawahan dan mendasarkan pada komunikasi. . Gaya Managerial Grid Dimana manajer berhubungan dengan dua hal yaitu produksi dan orang-orang. Pendapat para Ahli Gaya Kepemimpinan Kontinum Terdapat dua bidang pengaruh yang eksterm antara pengaruh pemimpin dan kebebasan bawahan. Tiga Dimensi dari Reddin Merupakan gaya penyempurnaan dari manajerial grid dengan menambahkan efektivitas dalam modelnya. Berdasarkan beberapa pembahasan tentang teori kepemimpinan tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan adalah kemampuan yang dimiliki seseorang dalam mempengaruhi orang lain untuk mau bekerja sama agar mau melakukan tindakan dan perbuatan dalam mencapai tujuan bersama. Empat Sistem Manajemen dari Likert Dimana pemimpin dapat berhasil jika bergaya participative management. 2.

Kepemimpinan Kepala Sekolah Sejalan dengan uraian kepemimpinan di atas kepemimpinan dalam organisasi sekolah secara umum sama. Kepala Sekolah adalah pemimpin sekaligus manajer yang harus mengatur. juga produktivitas dan semangat kerja guru tergantung kepala sekolah dalam arti sampai sejauh mana kepala sekolah mampu menciptakan kegairahan kerja dan sejauh mana kepala .1. Kepemimpinan kepala sekolah harus benar-benar dapat dipertanggungjawabkan. karena tanggung jawab kepala sekolah sangat penting dan menentukan tinggi rendahnya hasil belajar para siswa. Berdasarkan beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa kepala sekolah adalah seorang guru yang mempunyai kemampuan untuk memimpin dan memanaj segala sumber daya yang ada pada suatu sekolah sehingga dapat didayagunakan secara maksimal untuk mencapai tujuan bersama.” Sementara Rahman dkk (2006 : 106) mengungkapkan bahwa “Kepala sekolah adalah seorang guru (Jabatan fungsional) yang diangkat untuk menduduki jabatan structural (kepala sekolah) di sekolah. memberi perintah sekaligus mengayomi bawahannya yaitu para guru dan menyelesaikan masalahmasalah yang timbul. Tabrani Rusyan (2000) menyatakan bahwa : Kepemimpinan kepala sekolah memberikan motivasi kerja bagi peningkatan produktivitas kerja guru dan hasil belajar siswa. Wahjosumidjo (2002 : 83) mengartikan bahwa : “Kepala sekolah adalah seorang tenaga fungsional guru yang diberi tugas untuk memimpin suatu sekolah dimana diselenggarakan proses belajar mengajar atau tempat dimana terjadi interaksi antara guru yang memberi pelajaran dan murid yang menerima pelajaran. Berkaitan dengan kepemimpinan kepala sekolah A.3.26 2.

Rasa kebersamaan dan rasa memiliki pada diri setiap anggota mampu menimbulkan suasana organisasi yang baik. pemimpin dan anggotanya mempunyai ketergantungan satu dengan yang lainnya. Ada tujuh indikator keberhasilan seorang kepala sekolah. Kepala Sekolah sebagai Administrator 7. Oleh sebab itu.27 sekolah mampu mendorong bawahannya untuk bekerja sesuai dengan kebijaksanaan dan program yang telah digariskan sehingga produktivitas kerja guru tinggi dan hasil belajar siswa meningkat. Sedangkan menurut Mulyasa (2009 : 90) : “Kepemimpinan kepala sekolah merupakan salah satu faktor yang dapat mendorong sekolah untuk mewujudkan visi. Setiap anggota organisasi mempunyai hak untuk memberikan sumbangan demi tercapainya tujuan organisasi. Hal tersebut di atas meliputi kepribadian. Menurut Supriadi dalam bukunya (editor) Sejarah Pendidikan Teknik dan Kejuruan di Indonesia (2002 : 268). kemampuan memotivasi.” Sebenarnya dalam mencapai tujuan bersama. Kepala Sekolah sebagai Pencipta Iklim Kerja 5. Kepala Sekolah sebagai Manajer. 2. pengambilan keputusan. Kepala Sekolah sebagai Pendidik 6. Kepala Sekolah sebagai Pemimpin 3. tujuan dan . misi. Kepala Sekolah sebagai Wirausaha 4. untuk mencapai tujuan sesuai dengan sasaran. komunikasi dan pendelegasian wewenang. Kepala Sekolah sebagai Penyelia Supriadi juga mengatakan bahwa kepemimpinan adalah kepribadian dan integritas serta kemampuan untuk meyakinkan dan mengarahkan orang lain. perlu adanya kebersamaan. yaitu : 1.

Menurut Mulyasa (2009 : 98) disampaikan bahwa seorang kepala sekolah harus melakukan perannya sebagai pimpinan dengan menjalankan fungsi : a. Kepemimpinan khususnya di lembaga pendidikan memiliki ukuran atau standar pekerjaan yang harus dilakukan oleh kepala sekolah selaku pimpinan tertinggi. mengelola sekolah juga dituntut mampu menciptakan suasana .” Pendapat tersebut di atas mengandung arti bahwa kepala sekolah dituntut untuk mempunyai kemampuan manajemen dan kepemimpinan yang memadai agar mampu mengambil inisiatif untuk meningkatkan mutu sekolah. dengan demikian jelas bahwa kepala sekolah sebagai pemimpin agar berhasil harus menjalankan sekurang-kurangya tujuh fungsi di atas selain juga memiliki kriteria lain seperti latar belakang pendidikan dan pengalamannya. Kepala sekolah sebagai supervisor e. Kepala sekolah sebagai educator (pendidik) b. Kepala sekolah selain mampu untuk memimpin. Kepala sekolah sebagai leader (pemimpin) f. Kepala sekolah sebagai manajer c. Kepala sekolah sebagai administrator d. Kepala sekolah sebagai inovator g.28 sasaran sekolahnya melalui program-program yang dilaksanakan secara terencana dan bertahap. Jadi. Kepala sekolah sebagai motivator Kepala sekolah yang mampu menjalankan fungsi-fungsi di atas dengan baik dapat dikatakan kepala sekolah memiliki kemampuan memimpin yang baik.

4 Motivasi Kerja Motivasi adalah serangkaian sikap dan nilai yang mempengaruhi individu untuk mencapai hal yang spesifik sesuai dengan tujuan individu. Apabila kebutuhan pegawai tidak terpenuhi maka pegawai tersebut akan menunjukkan perilaku kecewa. Menurut Abraham Maslow mengemukakan bahwa hirarki kebutuhan manusia adalah : .1. Beliau juga mengemukakan : “Dua hal yang dianggap sebagai dorongan individu yaitu arah prilaku (kerja untuk mencapai tujuan) dan kekuatan prilaku (seberapa kuat usaha individu dalam bekerja)”. Sebaliknya jika kebutuhannya terpenuhi maka pegawai akan memperlihatkan perilaku yang gembira sebagai manifestasi dari rasa puas. Teori Kebutuhan dari Maslow (Hierarchy of Need Theory) Kebutuhan dapat didefinisikan sebagai suatu kesenjangan atau pertentangan yang dialami antara kenyataan dengan dorongan yang ada dalam diri. Sikap dan nilai tersebut merupakan suatu yang invisible yang memberikan kekuatan untuk mendorong individu bertingkah laku dalam mencapai tujuan. 2.29 yang kondusif di lingkungan kerja sehingga dapat memotivasi guru dalam bekerja dan dapat mencegah timbulnya disintegrasi atau perpecahan dalam organisasi. Veithzal (2005 : 455 ). Beberapa ahli mengemukakan teori motivasi diantaranya : a.

senioritas. Sosial need di dalam organisasi dapat berupa keompok kerja (team work) baik secara formal maupun informal. Kebutuhan akan perwujudan diri (self actualization) adalah kebutuhan akan aktualisasi diri dengan menggunaka kecakapan.30 1. hiburan. udara. keterampilan dan potensi optimal untuk mencapai prestasi kerja yang sangat memuaskan atau luar biasa yang sulit dicapai orang lain. Selanjutnya. Kebutuhan akan harga diri (esteem need or status needs) yaitu kebutuhan akan penghargaan diri. kemampuan. 3. pengakuan serta penghargaan prestise dari karyawan dan masyarakat lingkungan. Dalam organisasi kebutuhan-kebutuhan ini dapat berupa uang. gelar dsb. 4. program pension. lingkungan kerja yang nyaman. Dalam organisasi kebutuhan ini dapat berupa keamanan kerja. 5. perumahan dan lainnya. uang pesangon. Kebutuhan fisiologis (physiological needs) yaitu kebutuhan yang diperlukan untuk mempertahankan kelangsungan hidup seseorang. Kebutuhan rasa memiliki (social need) yaitu kebutuhan akan teman. Dalam organisasi kebutuhan ini dapat berupa reputasi diri. Kebutuhan keselamatan dan keamanan (safety and security need) yaitu kebutuhan keamanan dari ancaman yakni merasa aman dari ancaman kecelakaan dalam melakukan pekerjaan. program pemberhentian kerja. seperti makan. Abraham Maslow berpendapat bahwa orang dewasa (pegawa bawahan) secara normal harus terpenuhi minimal . 2. minum. cinta dan memiliki.

dan 15% kebutuhan aktualisasi diri. Herzberg dan kawan-kawan merumuskan teori motivasi yang disebut dengan Teori Dua Faktor. Teori Motivasi Dua Faktor dari Herzberg (the two Factors Theory) Frederick Herzberg. 50% kebutuhan sosial. 70% kebutuhan rasa aman. Herzberg memisahkan dua kategori pekerjaan. Teori ini dikenal juga dengan teori Motivator – Hygienes. b. Faktor “Motivasional” Menurut teori ini yang dimaksud faktor motivasional adalah hal-hal yang mendorong berprestasi yang sifatnya instrinsik yang berarti bersumber dalam diri seseorang. Berdasarkan studi tersebut.31 85% kebutuhan fisiologi. Atas dasar hasil penelitiannya. keluarga. yaitu : 1. 40% kebutuhan penghargaan. Teknik pengumpulan data adalah wawancara dan interviu. Tim peneliti ini mengadakan penelitian terhadap 203 akuntan dan insinyur. Faktor “Hygiene” Yang dimaksud dengan faktor hygiene atau pemeliharaan adalah faktor-faktor yang sifatnya ekstrinsik yang berarti bersumber dari luar diri yang turut menentukan prilaku seseorang dalam kehidupannya. jika kebutuhan pegawai tidak terpenuhi. pemimpin akan mengalami kesulitan dalam memotivasi pegawai. 2. . Bernard Mausner dan Barbara Snyderman mengadakan studi tentang motivasi kerja karyawan industri. Dengan demikian. dan bisa menjadi penyebab terjadinya konflik kerja.

karena motivasi berhubungan dengan berbagai komponen yang sangat kompleks. Proses belajar mengajar dalam organisasi sekolah mempunyai masalah tersendiri. Postulat teori dua factor. Pelaksanaan supervisi di sekolah pun berbeda dengan di perusahaan. dunia kerja. Masalah yang dihadapi oleh guru berbeda denga apa yang dihadapi oleh karyawan perusahaan. Termasuk ke dalam faktor pemeliharaan yang bersifat ekstrinsik adalah hubungan interpersonal antara atasan dan bawahan. Meskipun demikian bukanlah sesuatu yang mutlak dapat dikuantifikasi. pengakuan. teknik supervisi. dan kehidupan pribadi. tanggung jawab dan kemajuan. kondisi kerja. di samping menghadapi permasalahan dalam berhubungan dengan siswa. juga dalam berhubungan dengan kepala sekolah dan pejabat di atasnya. Guru. dan ada . lebih-lebih guru borongan atau selfcontained classroom. bahwa ada seperangkat factor (motivator) yang menghasilkan kepuasan. Pada umumnya guru relatif jarang berinteraksi dengan supervisor atau pengawas. Kedua faktor tersebut berpengaruh besar terhadap motivasi seseorang. Termasuk faktor motivasional yang bersifat intrinsik adalah prestasi yang dicapai. Guru sekolah lanjutan pada umumnya berinteraksi dengan banyak siswa setiap hari pada situasi yang hampir sama dan terkadang bersifat pribadi. kebijakan administratif.32 Herzberg berpendapat bahwa baik faktor motivasional yang bersifat intrinsik maupun faktor pemeliharaan yang bersifat ekstrinsik dapat mempengaruhi seseorang dalam bekerja.

Karyawan akan menghindari tanggung jawabnya dan mencari tujuan formal sebisa mungkin. Kebanyakan karyawan menempatkan keamanan di atas factor lainnya yang berhubugan erat dengan pekerjaan dan akan menggambarkannya dengan sedikit ambisi. Semenjak karyawan tidak suka atau tidak menyukai pekerjaannya. “Theory X and Theory Y” dari Douglas Mc Gregor Douglas Mc Gregor mengajukan dua pandangan yang berbeda tentang manusia. Mc Gregor merumuskan asumsi-asumsi dan perilaku manusia dalam organisasi sebagai berikut: Teori X (negatif) merumuskan asumsi sebagai berikut : Karyawan sebenarnya tidak suka bekerja dan jika ada kesempatan dia akan menghindari atau bermalas-malasan dalam bekerja. c.33 seperangkat lain (hygienes) menghasilkan ketidakpuasan. Dua hal ini tidaklah berlawanan. melainkan merupakan dua dimensi yang berbeda di dalam organisasi. setelah melakukan penyelidikan tentang perjanjian seorang manajer dan karyawan. negatif dengan tanda label X dan positif dengan tanda label Y. mereka harus diatur dan dikontrol bahkan mungkin ditakut-takuti untuk menerima sangsi hukum jika tidak bekerja dengan sungguh-sungguh. Teori Y (positif) memiliki asumsi asumsi sebagai berikut : .

Boleh jadi. Walaupun demikian tidak ada seorang pimpinan pun yang sama sekali tidak pernah menggunakan motivasi negatif. dan juga kapan kita akan menggunakannya. Masalah utama dari teori ini adalah proporsi penggunaannya. Sebaliknya jika pimpinan percaya kesenangan akan menjadi dorongan bekerja. Kemampuan untuk melakukan keputusan yang cerdas dan inovatif adalah tersebar secara meluas di berbagai kalangan tidak hanya melulu dari kalangan top manajement atau dewan direksi. dalam artian berdiskusi atau sekedar teman bicara. Manusia akan melatih tujuan pribadi dan pengontrolan diri sendiri jika mereka melakukan komitmen yang sangat objektif. dengan segala bentuknya haruslah mempertimbangkan situasi dan orangnya. Penggunaan masingmasing jenis motivasi ini. Para pimpinan yang lebih percaya bahwa ketakutan akan mengakibatkan seseorang segera bertindak.34 Karyawan dapat memandang pekerjaan sebagai sesuatu yang lumrah dan alamiah baik tempat bermain atau beristirahat. mereka akan lebih banyak menggunakan motivasi teori X (negatif). dan tanggung jawab atau grup relasi sebagaipendekatan untuk memotivasi karyawan dalam kepuasan kerjanya. ide-ide secara partisipasi dalam mengambil keputusan. . Semua manajer haruslah menggunakan kedua jenis motivasi tersebut. teori Mc Gregor ini lebih memihak kepada asumsiasumsi Y yang positif dari perilaku sumber daya manusia dalam organisasi. ia akan banyak menggunakan motivasi yang positif. sebab pada hakekatnya setiap individu adalah berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Jadi.

pakaian. mungkin tidak efektif bagi orang lain. kebutuhan untuk mengembangkan dan meningkatkan pribadi. tidak semua tingkah laku dapat direncanakan sebelumnya dan dikontrol oleh pikiran. Existence needs. f. yaitu: 1. kebutuhan ini berhubungan dengan fisik dari eksistensi pegawai. keamanan kondisi kerja. gaji. Oleh karena itu. 2. Growth) dari Aldefer Teori ERG merupakan refleksi dai tiga dasar kebutuhan. tetapi bagi orang lain mungkin perlu ditegur secara langsung sehingga baru tahu apa yang dimaksudkan oleh rekan kerjanya. Relatedness. Seseorang dengan disindir saja mungkin sudah tahu apa yang dimaksudkan. Teory ERG (Existence. minum. seperti makan. bernafas. Relatedness needs. Teori Drive . kebutuhan interpersonal. Beliau berpendapat bahwa tindakan yang intelligent merupakan refleksi dari instingtif yang diwariskan. Hal ini berhubugan dengan kemampuan dan kecakapan pegawai. 3. Teori Insting Teori motviasi insting timbulnya berdasarkan teori evaluasi Charles Darwin. atau pimpinannya. Growth needs. fringe benefits. e. yaitu kepuasan dalam berinteraksi dalam lingkungan kerja. d.35 Suatu dorongan yang mungkin efektif bagi seseorang.

Woodworth menggunakan konsep tersebut sebagai energy yang mendorong organisasi untuk melakukan suatu tindakan. kekurangan makanan mengakibatkan berjuang untuk memuaskan kebutuhannya agar kembali menjadi seimbang. Kekuatan motivasi = Fungsi (drive x habit) Habit strenght adalah hasil factor-faktor reinforcement sebelumnya. . Teori Hull dirumuskan secara sistematik yang merupakan hubungan antara drive dan habit strength. Berdasarkan perumusan teori Hull tersebut dapat disimpulkan bahwa motivasi seorang pegawai sangat ditentukan oleh kebutuhan dalam dirinya (drive) dan faktor kebiasaan (habit) pengalaman kerja sebelumnya.36 Konsep Drive menjadi konsep yang tersohor dalam bidang motivasi sampai tahun1918. Beliau berasumsi bahwa semua hadiah (reward) pada akhirnya didasarkan atas reduksi dan drive keseimbangan (home static drive). Clark L. Motivasi didefinisikan sebagai suatu dorongan yang membangkitkan untuk keluar dari ketidakseimbagan atau tekanan. Hull berpendapat bahwa belajar terjadi sebagai akibat dari reinforcement. Drive adalah jumlah keseluruhan ketidakseimbangan fisiologi atau (physiological imbalance) uang disebabkan oleh kehilangan atau kekurangan kebutuhan komoditas untuk kelangsungan hidup. Kata Drive dijelaskan sebagai aspek motivasi dari tubuh yang tidak seimbang misalnya.

5 Disiplin Kerja Simamora dalam buku Manajemen Sumber Daya Manusia Edisi III (2006 : 610) menyatakan bahwa : “Disiplin adalah prosedur yang mengoreksi atau menghukum bawahan karena melanggar peraturan atau prosedur.37 g. Singodimejo dalam Sutrisno (2009 : 85) mengatakan bahwa disiplin adalah sikap kesediaan dan kerelaan seseorang untuk mematuhi dan mentaati norma-norma peraturan yang berlaku di sekitarnya. Teori ini merupakan pendekatan kognitif untuk mempelajari perilaku dan motivasi. Disiplin merupakan bentuk pengendalian diri karyawan dan pelaksanaan yang teratur dan menunjukkan tingkat kesungguhan tim kerja di dalam suatu organisasi”. tingkah laku. . dan perbuatan yang sesuai dengan peraturan perusahaan baik lisan maupun tertulis”.1. Sementara Sinungan (2003 . Kurt Lewin berpendapat bahwa perilaku merupakan suatu fungsi dari lapangan pada momen waktu. Kurt Lewin juga percaya pada pendapat ahli psikologi Gestalt yang mengemukakan bahwa perilaku ini merupakan fungsi dari seorang pegawai dengan lingkungannya. Menurut Alma (2003 : 186) mengatakan bahwa : “Disiplin dapat diartikan sebagai suatu sikap patuh. 2. Teori lapangan lebih memfokuskan pada insting dan habit. Teori Lapangan Teori lapangan merupakan konsep dari Kurt Lewin. 135) mendefinisikan disiplin sebagai : “Sikap kejiwaan dari seseorang atau sekelompok orang yang senantiasa berkehendak untuk mengikuti/mematuhi segala aturan/keputusan yang telah ditetapkan”.

mematuhi semua peraturan perusahaan dan norma-norma sosial yang berlaku. Selanjutnya Fathoni menjelaskan bahwa : “Kedisiplinan diartikan bilamana karyawan selalu datang dan pulang tepat pada waktunya. Fathoni (2006 : 172) mengartikan disiplin sebagai : “Kesadaran dan kesediaan seseorang mentaati semua peraturan organisasi dan norma-norma sosial yang berlaku”.38 Senada dengan pendapat di atas. yaitu: 1. Meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja. Berkembangnya rasa memiliki dan rasa solideritas yang tinggi di kalangan guru. . Besarnya rasa tanggung jawab guru untuk melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. 2. Menurut Siagian dalam Sutrisno (2009 : 86). Tingginya semangat. mengerjakan semua pekerjaannya dengan baik.” Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa disiplin kerja adalah sikap dan perbuatan guru dalam mentaati semua pedoman dan peraturan yang telah ditentukan untuk tercapainya tujuan organisasi. 4. Disiplin berkaitan erat dengan perilaku karyawan dan berpengaruh terhadap kinerja. 5. Tingginya rasa kepedulian guru terhadap pencapaian visi dan misi sekolah. 3. gairah kerja dan inisiatif para guru dalam mengajar. bentuk disiplin yang baik akan tercermin pada suasana di lingkungan organisasi sekolah.

2. Pengembangan struktur organisasi yang sehat. Disiplin merupakan fungsi operatif dari Manajemen Sumber Daya Manusia yang terpenting. jika mengharapkan karyawan memiliki tingkat disiplin yang baik. Menurut Singodimedjo dalam Sutrisno (2009 : 89). 9. Ada tidaknya keteladanan kepala sekolah. sulit bagi organisasi mencapai hasil yang optimal. 5. Diciptakan disiplin. 7. 8. Oleh karena itu. Ada tidaknya aturan pasti yang dapat dijadikan pegangan. Besar kecilnya pemberian kompensasi. 4. Adanya suatu program yang lengkap atau baik untuk memelihara semangat dan disiplin guru. Keberanian pimpinan dalam mengambil tindakan. karena semakin baik disiplin karyawan semakin tinggi prestasi kerja yang dapat dicapainya. Pada umumnya apabila orang memikirkan tentang disiplin. Kebiasaan itu dampak dari keteladanan yang dicontohkan oleh pimpinan. faktor yang mempengaruhi disiplin guru adalah : 1. Ada tidaknya pengawasan pimpinan. padahal hukuman hanya sebagian dari seluruh persoalan disiplin. Ada tidaknya perhatian kepada para karyawan. yang terbayang adalah berupa hukuman berat. 6. Dengan disiplin kerja yang baik diharapkan akan terwujud kebiasaan-kebiasaan yang mendukung tegaknya .39 Suatu asumsi bahwa pemimpin mempunyai pengaruh langsung pada sikap kebiasaan yang dilakukan karyawan. 3. maka pemimpin harus memberikan kepemimpinan yang baik pula. Tanpa disiplin yang baik.

Sehubungan dengan itu. berpakaian rapih. bahwa kondisi disiplin kerja pegawai tidak langsung tercipta begitu saja. memang awalnya akan dirasakan berat oleh para pegawai. sopan. . Penanaman disiplin ini tentunya perlu diterapkan oleh seorang pemimpin terhadap bawahannya untuk menciptakan kualitas kerja yang baik. bagaimana mewujudkan disiplin kerja yang baik dalam organisasi.40 lingkungan yang tertib. memperhatikan etika cara berpakaian sebagaimana mestinya seorang pegawai. berdaya guna dan berhasil guna melalui seperangkat peraturan yang jelas dan tepat. tetapi apabila terus menerus diberlakukan akan menjadi kebiasaan. tetapi perlu adanya pembinaan-pembinaan dalam menegakkan disiplin kerja ini. mereka bekerja penuh semangat dan bekerja sesuai dengan aturan yang ditetapkan lembaga. Umumnya disiplin ini dapat dilihat dari indikator seperti : guru datang ke tempat kerja tepat waktu . Kebiasaankebiasaan di atas akan terwujud kalau para pegawainya mempunyai disiplin yang baik. guru mempergunakan alat-alat dan perlengkapan sesuai ketentuan. Disiplin ini perlu diterapkan di lingkungan kerja. Penerapan disiplin kerja di lingkungan kerja. melainkan harus ada kemauan dan usaha semua pihak terutama pihak pimpinan untuk menumbuhkan disiplin kerja. dan disiplin tidak akan menjadi beban berat bagi para pegawai. Hal di atas sejalan dengan pendapat Moenir yang dikutif Dahyana (2001 : 11). karena seperti telah disinggung di atas bahwa disiplin tidak lahir begitu saja.

Hukuman disiplin terdiri dari : (1) (2) (3) Hukuman disiplin ringan Hukuman disiplin sedang. instruksi harus jelas dan tegas tidak membingungkan bawahan. kepuasan konsumen dan memberikan kontribusi ekonomi”. membuat kegiatan yang dapat menyibukkan anak buah”. . Menurut Siswanto Bejo (2005 : 195) prestasi kerja adalah : Hasil kerja yang dicapai oleh seorang tenaga kerja dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan yang dibebankan kepadanya.1. mengetahui organisasi yang dipimpinnya. Kinerja merupakan hasil pekerjaan yang mempunyai hubungan kuat dengan tujuan strategis organisasi.41 Dalam memberikan kedisiplinan kepada bawahan seorang pemimpin mempunyai gaya yang berbeda-beda tergantung kepada kemampuan dan keilmuan yang dimiliki oleh pimpinan. Menurut prosedur kerja yang sederhana dan mudah dipahami. dan Hukuman disiplin berat. disebutkan ada tiga tingkatan dan jenis hukuman disiplin pada pegawai negeri sipil. Disamping itu untuk membina selanjutnya telah ditetapkan Peraturan Pemerintah No 53 tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Selanjutnya Maryoto (2001: 98) mengatakan bahwa : “Pimpinan dalam pembinaan disiplin terhadap bawahan harus memperhatikan : pengawasan yang berkelanjutan. 2. Armstrong dan Baron dalam Wibowo (2007 : 2) menyampaikan bahwa : “Kinerja (performance) adalah tentang melakukan pekerjaan dan hasil yang dicapai dari pekerjaan tersebut.6 Kinerja Pengertian kinerja atau prestasi kerja pegawai menurut beberapa ahli memiliki pengertian yang sama namun para ahli lain mengatakan berbeda.

yaitu kemampuan dalam berbagai bidang pekerjaan.42 Pada umumnya prestasi kerja seorang tenaga kerja antara lain dipengaruhi oleh kecakapan. Quality of work. yaitu kualitas pekerjaan yang dicapai berdasarkan syarat yang ditentukan. kualitas output. Sementara Gomez (2001 : 142) mengemukakan unsur yang berkaitan dengan kinerja terdiri dari : 1. 3. 7. yaitu kerjasama dengan rekan kerja dan atasan. kesanggupan tenaga kerja yang bersangkutan. . 5. 8. keterampilan. Job knowledge. Quantity of work. Sedangkan menurut Mangkunegara (2002 : 67). Creativeness. yakni kemampuan menyelesaikan pekerjaan tanpa tergantung kepada orang lain. yakni jumlah pekerjaan yang dapat diselesaikan pada periode tertentu. Mathis dan Jackson (2002 : 78) menyatakan bahwa unsur yang membentuk kinerja pegawai antara lain : kuantitas output. Dependability. yakni pemahaman pegawai pada prosedur kerjadan informasi teknis tentang pekerjaan. dan sikap kooperatif. kehadiran di tempat kerja. Cooperation. Personal qualities. kinerja (prestasi kerja) adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. yakni kemampuan melahirkan ide-ide dalam pekerjaan. Inisiative. 6. 4. pengalaman. jangka waktu output. 2. yaitu kemampuan menyesuaikan diri dengan kondisi dan dapat diandalkan dalam pekerjaan.

1. memilih metode dan media yang sesuai untuk penyampaian. mengajar.7 Kinerja Guru Rachman Natawijaya (2006 : 22) secara khusus mendefinisikan kinerja guru sebagai seperangkat perilaku nyata yang ditunjukkan guru pada waktu dia memberikan pembelajaran kepada siswa. Wujud kinerja dapat dilihat dari tingkat prestasi kerja yang berupa hasil kerja.43 Dari berbagai pengertian kinerja di atas dapat disimpulkan bahwa kinerja/ prestasi kerja merupakan hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya yang didasarkan atas kecakapan. 2. melakukan evaluasi. pada bab 1 pasal 1 disebutkan bahwa : “Guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik. . pendidikan dasar. Kinerja guru bila mengacu pada pengertian Mangkunegara bahwa tugas yang dihadapi oleh seorang guru meliputi : membuat program pengajaran. melatih. membimbing.Undang RI nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Menurut Undang. kemampuan dan penerimaan atas kejelasan delegasi tugas serta minat seorang pekerja. dan pendidikan menengah. dan melakukan tindak lanjut dengan pengayaan dan remedial. ” Selanjutnya pada Undang-Undang tersebut dijelaskan bahwa : Professional adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi. mengarahkan. pengalaman dan kesungguhan serta tepat waktu. menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan usia dini jalur pendidikan formal.

Guru yang memiliki kinerja yang baik disebut guru yang profesional (Supriadi.1. 1998 : 98).44 Guru merupakan ujung tombak pelaksana pendidikan. dan motivasi (motivation) akan memberikan kontribusi positif terhadap kualitas kinerja personil apabila disertai dengan upaya (effort) yang dilakukan untuk mewujudkannya. b) Meningkatkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan dengan perkembangan ilmu pengetahuan. memupuk persatuan dan kesatuan bangsa. Upaya yang dilakukan suatu organisasi akan berdampak positif terhadap peningkatan kualitas kinerja organisasi sehingga mendukung pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. 14 tahun 2005 meliputi : a) Melaksanakan pembelajaran yang bermutu serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran. c) Menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan hukum dan kode etik guru serta nilai-nilai agama dan etika dan dapat memelihara. Keberhasilan guru dalam melaksanakan tugasnya merupakan cerminan dari kinerja guru.8 Pengukuran Kinerja Guru Kemampuan (ability). keterampilan (skill). . Tugas profesional guru menurut pasal 2 Undang-Undang No. 2. Sehubungan dengan kinerjanya maka guru ada yang memiliki kinerja baik dan ada juga yang memiliki kinerja kurang baik. dan hal tersebut terlihat dari aktualisasi kompetensi guru dalam merealisasikan tugas profesinya.

3. meliputi: 1. merupakan kemampuan untuk menganalisa kemungkinan dan memiliki komitmen terhadap pilihan yang pasti secara tepat dan singkat. berupa kapasitas untuk bekerja secara aktif dan takkenal lelah. 4. merupakan keinginan intrinsik dan memiliki komitmen untuk mencapai suatu hasil dan menyelesaikan pekerjaannya. Communication (komunikasi . Ketegasan. Didalam pelaksanaannya kinerja guru atau tenaga kependidikan dapat diukur dengan menggunakan lima aspek yang dapat dijadikan dimensi pengukuran yag disampaikan oleh Mitchell dikutip Mulyasa (2009 . praktis dan menganalisis sesuai dengan konsep serta kemampuan dan mengungkapkan dirinya secara jelas.45 Guna mencapai kinerja yang tinggi terdapat kriteria kinerja. Initiative (inisiatif) 4. merupakan kemampuan dalam melakukan pengendalian emosi dan disiplin diri yang tinggi. Promtness (ketepatan waktu) 3. Capability (kemampuan) 5. 138) yaitu : 1. Semangat (antusiasme). Berorientasi pada hasil. Quality of Work (kualitas kerja) 2. Kedewasaan sikap dan perilaku yang pantas. 2. Kemampuan intelektual berupa kualitas untuk berfikir logis. 5.

Kemampuan Manajerial dalam Memotivasi dan Mendisiplinkan Karyawan Dikaitkan dengan Produktivitas Kerjanya di Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Romlah. . Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah. (Tesis. kecerdasan emosi.4 %. Motivasi Kerja dan Infrastruktur terhadap Kinerja Petugas Sistem Informasi Manajemen Puskesmas Hasil Penelitian Kepemimpinan.085 > 2.10 Hasil Penelitian Sebelumnya No Nama dan Judul Penelitian 1. Pasca UPI Bandung (tesis. Hal ini dibuktikan bahwa nilai t hitung variabel tsb lebih besardari t tabel ( 4.620) diantara variabel lainnya. Pasca Airlangga (tesis. 4. Fylan Ulga.3 % 2. Pascasarjana STIE Pasundan Bandung (tesis. 5.46 2. kedisiplinan. Pengaruh Faktor Kepuasan yang berupa Kompensasi dan Disiplin Kerja terhadap Peningkatan Kinerja Pegawai PT Telkom Kantor Cabang Telekomunikasi Dede Hasan Kurniadi. 2002). Analisis Kepemimpinan. Pengaruh Komitmen. 2010).40 % Kepemimpinan kepala sekolah.1. Kedisiplinan dan Kompetensi terhadap Kinerja Guru SMPN 8 Purworejo Rijanto. Terdapat pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja pegawai memberikan kontribusi sebesar 45. 3.7 % Variabel Motivasi secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja SIM Pus. dan kompetensi secara bersama mempunyai pengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja guru sebesar 86. kompetensi dan motivasi secara bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja guru sebesar 79. Kecerdasan Emosi. 2007). Pasca Unsud (tesis 2008).03) maka Ho ditolak dan Ha diterima. Sutopo Slamet.70 % dan mendisiplinkan karyawan sebesar 37. 2005). Variabel yang paling dominan adalah motivasi dengan nilai β terbesar (β = 0. Pasca Unsud. Kompetensi dan Motivasi terhadap Kinerja Guru SMPN 1 Margahayu Kabupaten Bandung Terdapat pengaruh kemampuan manajerial terhadap produktivitas kerja sebesar 22.

47

2.2

Kerangka Berfikir

2.2.1 Kinerja Guru Guru merupakan ujung tombak dalam pelaksanaan proses belajar mengajar di sekolah. Dikatakan demikian karena guru merupakan individu yang berhadapan langsung dengan para siswanya. Tinggi rendahnya prestasi siswa berkaitan erat dengan kinerja guru yang sehari-hari mendampingi siswanya. Oleh karena itu guru yang memiliki kinerja yang baik merupakan guru yang diharapkan oleh lembaga maupun siswanya untuk terus melakukan tugasnya dengan baik. Menurut (Hickhmen : 1990) bahwa tinggi rendahnya kinerja pada dasarnya dapat diukur dengan menggunakan : 1. Kualitas 2. Kemampuan 3. Inisiatif 4. Komunikasi 5. Ketepatan waktu Menurut Undang- Undang RI nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, pada bab 1 pasal 1 disebutkan bahwa : “Guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.” Keenam tugas utama guru tersebut di atas dapat dijadikan dimensi pengukuran kinerja guru professional.

48

Kinerja guru tidak dapat terwujud dengan sendirinya namun timbul diakibatkan oleh faktor-faktor yang mempengaruhinya. Diantara faktorfaktor tersebut adalah :

2.2.2 Kepemimpinan Kepala Sekolah Kepala sekolah merupakan orang yang memiliki kemampuan propesional yang bekerja berdasarkan pola kinerja propesional yang disepakati bersama untuk memberi kemudahan dan mendukung

keberhasilan pembelajaran. (Mulyasa, 2006 : 37) Keberhasilan pembelajaran berkaitan erat dengan kinerja guru yang menjalankan tugasnya. Untuk mewujudkan kinerja guru yang optimal diperlukan kepemimpinan kepala sekolah yang demokratis dan

propesional. Dengan demikian terlihat bahwa kepemimpinan kepala sekolah sangat berpengaruh terhadap kinerja guru. Jadi, atas dasar itu diduga terdapat hubungan antara kepemimpinan kepala sekolah dengan kinerja guru. Artinya makin baik kepemimpinan kepala sekolah makin baik pula kinerja seorang guru. Demkian pula sebaliknya makin buruk kepemipinan kepala sekolah makin rendah kinerja seorang guru. Menurut Mulyasa (2009 : 90) bahwa dalam paradigma baru manajemen pendidikan, kepala sekolah sedikitnya harus berfungsi sebagai edukator, manajer, administrator, supervisor, leader, inovator dan motivator (EMASLIM). Keberhasilan kepemimpinan kepala sekolah dapat diukur dengan menggunakan dimensi keenam fungsi tersebut.

2.2.2.1 Kepala Sekolah sebagai Edukator atau Pendidik Dalam melakukan fungsinya sebagai edukator, kepala sekolah

49

harus memiliki strategi yang tepat untuk meningkatkan propesionalisme tenaga kependidikan di sekolahnya. Menciptakan iklim sekolah yang kondusif, memberikan nasihat kepada warga sekolah, memberikan dorongan kepada seluruh tenaga kependidikan, serta melaksanakan model pembelajaran yang menarik seperti team teaching, moving class, dan mengadakan program akselerasi bagi peserta didik yang cerdas di atas normal. Sebagai edukator, kepala sekolah harus senantiasa berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran yang dilakukan oleh para guru. Dalam hal ini faktor kepala pengalaman sekolah, akan terutama sangat dalam mempengaruhi terbentuknya

propesionalisme

pemahaman tenaga kependidikan terhadap pelaksanakan tugasnya. Pengalaman semasa menjadi guru, menjadi wakil kepala sekolah, atau menjadi anggota organisasi kemasyarakatan sangat mempengaruhi kemampuan kepala sekolah dalam melaksanakan pekerjannya, demikian halnya pelatihan dan penataran yang pernah diikutinya. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor

0296/U/1996, merupakan landasan penilaian kinerja kepala sekolah. Kepala sekolah sebagai educator harus memiliki kemampuan untuk membimbing guru, membimbing tenaga kependidikan nonguru,

membimbing peserta didik, mengembangkan tenaga kependidikan, mengikuti perkembangan iptek, dan memberi contoh mengajar.

2.2.2.2 Kepala Sekolah sebagai Manajer Manajemen merencanakan, pada hakekatnya merupakan suatu proses dan

mengorganisasikan,

melaksanakan,

memimpin

50

mengendalikan usaha para anggota organisasi serta mendayagunakan seluruh sumber-sumber daya organisasi dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dikatakan suatu proses, karena semua manajer dengan ketangkasan dan keterampilan yang dimilikinya mengusahakan dan mendayagunakan berbagai kegiatan yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan. Dalam rangka melakukan peran dan fungsinya sebagai manajer, kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberdayakan tenaga kependidikan melalui kerja sama atau kooperatif, memberi

kesempatan kepada tenaga kependidikan untuk meningkatkan profesinya, dan mendorong keterlibatan seluruh tenaga kependidikan dalam berbagai kegiatan yang menunjang program sekolah.

2.2.2.3 Kepala Sekolah sebagai Administrator Kapala sekolah sebagai administrator memiliki hubungan yang sangat erat dengan berbagai aktivitas pengelolaan administrasi yang bersifat pencatatan, penyusunan dan pendokumenan seluruh program sekolah. Secara spesifik, kepala sekolah harus memiliki kemampuan untuk mengelola kurikulum, mengelola administrasi peserta didik, mengelola administrasi personalia, mengelola administrasi sarana dan prasarana, mengelola administrasi kearsipan, dan mengelola administrasi keuangan. Kegiatan tersebut perlu dilakukan secara efektif dan efisien agar dapat menunjang produktivitas sekolah. Untuk itu, kepala sekolah harus mampu menjabarkan kemampuan di atas dalam tugas-tugas operasional.

pendekatan perilaku. dapat dianalisis berdasarkan beberapa pendekatan. Di samping berorientasi terhadap tugas. efektivitas kerja kepala sekolah bergantung pada tingkat pembauran antara gaya kepemimpinan dengan tingkat menyenangkan dalam situasi tertentu ketika para tenaga kependidikan melakukan tugas-tugas yang diembankan kepadanya.4 Kepala Sekolah sebagai Supervisor Kegiatan utama pendidikan di sekolah dalam rangka mewujudkan tujuannya adalah kegiatan pembelajaran. agar setiap tenaga kependidikan dapat melaksanakan tugas dengan baik. yaitu mensupervisi pekerjaan yang dilakukan oleh tenaga kependidikan. maupun pendekatan situasional. Oleh karena itu. tetapi mereka tetap merasa senang dalam melakukan tugasnya. sehingga seluruh aktivitas organisasi sekolah bermuara pada pencapaian efisiensi dan efektivitas pembelajaran.2.2. salah satu tugas kepala sekolah adalah sebagai supervisor. khususnya dalam meningkatkan kinerja dan produktivitas sekolah. kepala sekolah juga harus menjaga hubungan kemanusiaan dengan para stafnya. sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada.51 Dalam melaksanakan tugas-tugas operasional. agar tugas-tugas yang diberikan kepada setiap tenaga kependidikan bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Dengan demikian. 2. Dalam hal ini kepala sekolah harus mampu bertindak situasional. baik pendekatan sifat. . Meskipun demikian pada hakekatnya kepala sekolah harus lebih mengutamakan tugas (task oriented). kepala sekolah sebagai administrator.

Pada prinsipnya setiap tenaga kependidikan atau guru harus disupervisi secara periodik dalam melaksanakan tugasnya. Kepala sekolah juga harus berupaya menjadikan sekolah sebagai sarana belajar yang lebih efektif 2.52 Supervisi merupakan suatu proses yang dirancang secara khusus untuk membantu para guru dan supervisor dalam mempelajari tugas sehari-hari di sekolah.2. Keberhasilan kepala sekolah sebagai supervisor antara lain dapat ditunjukkan oleh (1) meningkatnya kesadaran guru untuk meningkatkan kinerjanya (2) meningkatnya keterampilan guru dalam melaksanakan tugasnya. keahlian dasar. Wahjosumijo (2002 : 110) mengemukakan bahwa kepala sekolah sebagai leader harus memiliki karakter khusus yang mencakup kepribadian.5 Kepala Sekolah sebagai Leader Kepala sekolah sebagai leader harus mampu memberikan petunjuk dan pengawasan. Kepala sekolah sebagai supervisor harus diwujudkan dalam kemampuan menyusun dan melaksanakan program supervise pendidikan.2. dan mendelegasikan tugas. serta berupaya menjadikan sekolah sebagai masyarakat belajar yang lebih efektif. . agar dapat menggunakan pengetahuan dan kemampuannya untuk memberikan layanan yang lebih baik pada orang tua peserta didik dan sekolah. maka kepala sekolah dapat meminta bantuan wakilnya atau guru seniornya untuk membantu melaksanakan supervisi. dan memanfaatkan hasilnya. Hasil supervisi bermanfaat untuk meningkatkan kinerja tenaga kependidikan dan pengembangan sekolah. Jika jumlah guru cukup banyak. meningkatkan kemauan tenaga kependidikan. membuka komunikasi dua arah.

Kemampuan yang harus diwujudkan kepala sekolah sebagai leader dapat dianalisis dari kepribadian. visi dan misi sekolah. Pengetahuan kepala sekolah terhadap tenaga kependidikan akan tercermin dalam kemampuan (1) memahami kondisi tenaga kependidikan (guru dan nonguru). kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk menjalin hubungan yang harmonis dengan lingkungan.2. serta pengetahuan administrasi dan pengawasan. mengintegrasikan setiap kegiatan. (4) berani mengambil resiko dan keputusan (5) berjiwa besar. . 2. (7) teladan.53 pengalaman dan pengetahuan professional. Kepribadian kepala sekolah sebagai leader akan tercermin dalam sifat-sifat (1) jujur.2. dan kemampuan berkomunikasi.6 Kepala Sekolah sebagai Inovator Dalam rangka melaksanakan peran dan fungsinya sebagai innovator. mencari gagasan yang baru. (3) menyusun program pengembangan tenaga kependidikan. (4) menerima masukan. (2) percaya diri. memberikan teladan kepada seluruh tenaga kependidikan di sekolah dan mengembangkan model pembelajaran yang inovatif. saran dan kritikan dari berbagai pihak untuk meningkatkan kepemimpinannya. pengetahuan terhadap tenaga kependidikan. (6) emosi yang stabil. (3) tanggung jawab. (2) memahami kondisi dan karakteristik peserta didik. kemampuan mengambil keputusan.

Kepala sekolah sebagai inovator harus mampu mencari. dorongan. menemukan dan melaksanakan pembaharuan di sekolah. kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberikan motivasi kepada para tenaga kependidikan dalam melakukan berbagai tugas dan fungsinya. 2.2. Gagasan baru tersebut misalnya moving class. Vroom dikutif Mulyasa (2006 : 136) menyampaikan bahwa : Performance = F (ability x motivasi) Menurut model ini kinerja seseorang merupakan fungsi perkalian antara kemampuan dan motivasi. disiplin. pengaturan suasana kerja.2.2. Motivasi Kerja Faktor yang tidak kalah pentingnya yang mempengaruhi kinerja guru adalah motivasi.7 Kepala Sekolah sebagai Motivator Sebagai motivator. keteladanan. Dengan demikian jika motivasi rendah akan mengakibatkan kinerja yang rendah pula. delegatif. program akselerasi dan lain-lain. serta adaptable dan fleksibel. kreatif. namun sebaliknya jika motivasi tinggi akan meningkatkan kinerja yang tinggi pula. pragmatis. integrative. disiplin.2. rasional. . Hubungan ini mengandung arti bahwa jika seseorang rendah pada salah satu komponen maka performancenya akan rendah pula. penghargaan secara efektivitas dan penyediaan sebagai sumber belajar melalui pengembangan pusat sumber belajar (PSB).54 Kepala sekolah sebagai inovator akan tercermin cara-cara ia melakukan pekerjaannya secara konstruktif. 2. Motivasi ini dapat ditumbuhkan melalui pengaturan lingkungan fisik.

Dari uraian di atas maka faktor motivasional yang bersifat instrinsik dan faktor pemeliharaan yang bersifat ekstrinsik mempunyai pengaruh besar terhadap motivasi seseorang dan dapat dijadikan dimensi strandar pengukuran motivasi kerja guru. Termasuk ke dalam faktor pemeliharaan adalah hubungan interpersonal antara atasan dan bawahan. juga dalam berhubungan dengan kepala sekolah dan pejabat di atasnya. Guru sekolah lanjutan pada umumnya berinteraksi dengan banyak siswa setiap hari pada situasi yang hampir sama dan terkadang bersifat pribadi. teknik supervisi. Termasuk faktor motivasional adalah prestasi yang dicapai.55 Herzberg berpendapat bahwa ada faktor motivasional yang bersifat intrinsik dan faktor pemeiharaan yang bersifat ekstrinsik yang mempengaruhi seseorang dalam bekerja. kebijakan administratif. dunia kerja. karena motivasi berhubungan dengan berbagai komponen yang sangat kompleks. Masalah yang dihadapi oleh guru berbeda denga apa yang dihadapi oleh karyawan perusahaan. Baik faktor motivasional maupun faktor pemeliharaan berpengaruh besar terhadap motivasi seseorang. Meskipun demikian bukanlah sesuatu yang mutlak dapat dikuantifikasi. Guru. lebih-lebih guru borongan atau self-contained classroom. Proses belajar mengajar dalam organisasi sekolah mempunyai masalah tersendiri. di samping menghadapi permasalahan dalam berhubungan dengan siswa. pengakuan. tanggung jawab dan kemajuan. dan kehidupan pribadi. . kondisi kerja.

Mematuhi peraturan berarti memberi dukungan positif pada organisasi dalam melaksanakan program-program yang telah ditetapkan. mentaati norma-norma dan peraturan yang telah ditetapkan dalam suatu organisasi akan dapat meningkatkan efisiensi.56 2. Sikap dan tingkah laku pegawai berpatokan pada kepatuhan dalam melaksanakan peraturan dan ketentuan yang berlaku. Disiplin berkaitan erat dengan perilaku karyawan dan berpengaruh terhadap kinerja. efektifitas dan produktivitas. sulit meningkatkan produktivitas dan sulit merealisasikan pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Pegawai yang tertib dan disiplin. sehingga akan lebih memudahkan tercapainya tujuan organisasi. maka akan sulit sekali melaksanakan program-programnya. Uraian di atas mengandung arti bahwa disiplin kerja adalah sikap dan perbuatan karyawan/guru dalam mentaati semua pedoman dan peraturan yang telah ditentukan untuk tercapainya tujuan organisasi. Fathoni (2006 : 172) mengatakan bahwa kedisiplinan adalah kesadaran dan kesediaan seseorang mentaati semua peraturan perusahaan dan norma-norma sosial yang berlaku.3 Disiplin Kerja Kedisiplinan kerja pegawai dalam suatu organisasi dapat dilihat dari sikap pegawainya. Sebaliknya apabila pegawai atau karyawan dalam suatu organisasi tidak disiplin. mematuhi semua peraturan perusahaan . Selanjutnya Fathoni menyatakan bahwa : ”Kedisiplinan diartikan bilamana karyawan selalu datang dan pulang tepat waktu. mengerjakan semua pekerjaan dengan baik.2.

4 Keterkaitan Kepemimpinan Kepala Sekolah dengan Kinerja Kepemimpinan adalah kemampuan dan keterampilan mengarahkan yang merupakan faktor penting untuk efektivitas kinerja pemimpin.” Dalam rangka melaksanakan peran dan fungsi sebagai manajer.57 (organisasi) dan norma-norma sosial yang berlaku. terutama bawahannya untuk berfikir dan bertindak sedemikian rupa sehingga melalui perilaku yang positif ia memberikan sumbangan nyata dalam pencapaian tujuan organisasi. Berhasil atau tidaknya pencapaian tujuan yang telah ditetapkan oleh suatu organisasi. maka salah satu faktor yang sangat menentukan adalah terciptanya disiplin kerja para pegawainya dengan asumsi bahwa dalam suasana disiplinlah organisasi akan dapat melaksanakan programprogram kerjanya untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan.2. tingkat kesadaran dalam bekerja dan tingkat kepatuhan kepada peraturan. maka dimensi pengukuran disiplin kerja pada penelitian ini mengacu pada teori Fathoni yang menggunakan tiga kriteria pengukuran disiplin yaitu tingkat ketepatan waktu. kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberdayakan tenaga kependidikan melalui kerja sama atau kooperatif juga memberikan . 2. seperti yang diungkapkan oleh Veithzal Rivai bahwa : “Kepemimpinan diartikan sebagai kemampuan dan keterampilan seseorang yang menduduki jabatan sebagai pimpinan satuan kerja untuk mempengaruhi perilaku orang lain. Sehubungan dengan hal tersebut di atas.” Pernyataan diatas mengandung arti bahwa indikator keberhasilan pelaksanaan disiplin pegawai pada suatu organisasi terlihat dari tingkat ketepatan waktu. tingkat kesadaran dalam bekerja dan tingkat kepatuhan kepada peraturan.

sehingga ia mau dan rela bekerja keras. yang dikutif Mangkunegara (2005 : 104). Berdasarkan uraian di atas maka terdapat keterkaitan antara kepemimpinan kepala sekolah dengan kinerja guru.5 Keterkaitan Motivasi Kerja dan Kinerja Berdasarkan hasil penelitian Mc. manajer.2. 2.58 kesempatan kepada tenaga kependidikan untuk meningkatkan profesinya dan mendorong keterlibatan seluruh tenaga kependidikan dalam berbagai kegiatan sekolah. dan pegawai mempunyai motivasi berprestasi tinggi akan mencapai prestasi yang tinggi. Artinya makin baik kepemimpinan kepala sekolah maka makin baik pula kinerja seorang guru. dan sebaliknya mereka yang kinerjanya rendah dikarenakan motivasi kerjanya rendah. Pegawai dapat bekerja secara propesional karena pada dirinya terdapat motivasi yang tinggi. Motif itulah sebagai faktor pendorong yang member kekuatan kepadanya. Artinya pimpinan. . Demikian pula sebaliknya makin buruk kepemimpinan kepala sekolah maka makin rendah kinerja seorang guru. Pegawai yang memiliki motivasi yang tinggi biasanya akan melaksanakan tugasnya dengan penuh semangat dan energik karena ada motif-motif dan tujuan tertentu yang melatarbelakangi tindakan tersebut. Miller dan Gordon W. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu memberikan dukungan dan mempunyai hubungan yang baik terhadap bawahannya untuk senantiasa meningkatkan kinerjanya. menyimpulkan ada hubungan yang positif antara motivasi berprestasi dengan pencapaian kinerja/prestasi kerja. Edward Murray. Clelland.

2. perusahaan harus mengusahakan agar peraturan itu bersifat jelas. karena selalu terdorong untuk memperbaiki dan meningkatkan kegiatannya dalam bekarja.59 Pernyataan di atas didukung pernyataan Nawawi : “Pekerja yang berprestasi tinggi menyukai informasi sebagai umpan balik. 2. pegawai dengan disiplin kerja yang baik. Dari uraian di atas maka terdapat keterkaitan antara motivasi kerja dengan kinerja guru.6 Keterkaitan Disiplin Kerja dan Kinerja Di dalam seluruh aspek kehidupan. Menurut Simamora (2006 : 610) menyatakan bahwa : “Disipli n adalah prosedur yang mengoreksi atau menghukum bawahan karena melanggar peraturan atau prosedur. Oleh karena itu.” (Nawawi 2005 : 355). dimanapun kita berada. Peraturan-peraturan tersebut tidak ada artinya jika tidak ada komitmen dan sangsi bagi pelanggarnya. Dengan demikian peluangnya untuk meningkatkan prestasi kerja akan lebih besar. Selain itu. Disiplin merupakan bentuk . karena akan menghambat pencapaian tujuan organisasi tersebut. Artinya makin tinggi motivasi kerja seorang guru maka makin tinggi pula hasil kinerja guru tersebut dan sebaliknya guru yang kinerjanya rendah disebabkan motivasi kerjanya rendah. berarti akan dicapai pula suatu keuntungan yang berguna baik bagi perusahaan maupun pegawai itu sendiri. dibutuhkan peraturan dan tata tertib yang mengatur dan membatasi setiap gerak dan perilaku. mudah dimengerti. adil bagi seluruh karyawan dan pimpinan. Disiplin di lingkungan kerja sangat dibutuhkan.

Pengelola manajemen sekolah dimotori oleh kepala sekolah. Berdasarkan uraian di atas maka terdapat keterkaitan antara disiplin kerja dengan kinerja guru. Terwujudnya kinerja yang berkualitas sangat ditentukan oleh manajemen yang baik dan benar. Keberhasilan sekolah dalam menghasilkan lulusan yang dapat bersaing dengan sekolah-sekolah unggul lainnya. Artinya makin tinggi disiplin kerja seorang guru maka makin tinggi pula hasil kinerja guru tersebut. merupakan salah satu tujuan sekolah.60 pengendalian diri karyawan dan pelaksanaan yang teratur serta menunjukkan tingkat kesungguhan tim kerja di dalam suatu organisasi. Pernyataan tersebut didukung oleh pendapat Malthis dan Jackson bahwa disiplin kerja berkaitan erat dengan perilaku karyawan dan berpengaruh terhadap kinerja. 2. Tabrani Rusyan (2000) mengungkapkan bahwa : . Demikian pula sebaliknya makin rendah disiplin kerja seorang guru maka makin rendah pula kinerja guru tersebut.” Keith Davis (2003 : 129) menyatakan disiplin kerja sebagai pelaksanaan manajemen untuk memperteguh pedoman-pedoman dipandang erat keterkaitannya dengan kinerja.7 Keterkaitan Kepemimpinan Kepala Sekolah. Kepala sekolah sebagai manajer dan pemimpin harus memiliki strategi yang tepat untuk memberdayakan tenaga kependidikan agar dapat bekerja secara optimal. Untuk mencapai tujuan tersebut memerlukan sumber daya manusia dengan kinerja yang berkualitas. Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja dengan Kinerja.2.

manajer. dan pegawai mempunyai motivasi berprestasi tinggi akan mencapai prestasi yang tinggi. Edward Murray. Keith Davis (2003 : 129) menyatakan disiplin kerja sebagai pelaksanaan manajemen untuk memperteguh pedoman-pedoman dipandang erat keterkaitannya dengan kinerja. Kinerja guru dapat . Guru yang telah memiliki motivasi instrinsik dan ekstrinsik akan lebih berprestasi apabila ditambah dengan disiplin kerja yang baik. Pernyataan tersebut didukung oleh pendapat Malthis dan Jackson bahwa disiplin kerja berkaitan erat dengan perilaku karyawan dan berpengaruh terhadap kinerja. juga produktivitas dan semangat kerja guru tergantung kepala sekolah dalam arti sampai sejauh mana kepala sekolah mampu menciptakan kegairahan kerja dan sejauh mana kepala sekolah mampu mendorong bawahannya untuk bekerja sesuai dengan kebijaksanaan dan program yang telah digariskan sehingga produktivitas kerja guru tinggi dan hasil belajar siswa meningkat. yang dikutif Mangkunegara (2005 : 104). Clelland. Pada bagian lain berdasarkan hasil penelitian Mc.61 Kepemimpinan peningkatan kepala sekolah kerja memberikan guru dan motivasi hasil kerja bagi siswa. Artinya pimpinan. dan sebaliknya mereka yang kinerjanya rendah dikarenakan motivasi kerjanya rendah. Miller dan Gordon W. dapat produktivitas kepala belajar Kepemimpinan sekolah harus benar-benar dipertanggungjawabkan. karena tanggung jawab kepala sekolah sangat penting dan menentukan tinggi rendahnya hasil belajar para siswa. menyimpulkan ada hubungan yang positif antara motivasi berprestasi dengan pencapaian kinerja/prestasi kerja.

motivasi kerja dan disiplin kerja diduga berpengaruh pada peningkatan kinerja guru yang dapat digambarkan dalam model kerangka pemikiran sebagai berikut : Kepemimpinan kepala sekolah (X1) 1. menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan usia dini jalur pendidikan formal. Faktor pemeliharaan (Teori dua faktor Herzberg dalam Gibson 1997) A.Menilai . Ketepatan waktu 2. Kepala sekolah sbg manajer 3.Undang RI nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Kepala sekolah sbg inovator 7. Kepala sekolah sbg supervisor 5.Mengevaluasi (UU Guru dan Dosen) Gambar 2. Faktor motivasional 2. mengarahkan.62 dilihat dari keberhasilan guru dalam menjalankan tugas utamanya. pada bab 1 pasal 1 disebutkan bahwa : “Guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik. 2009 : 90) Motivasi kerja (X2) 1. Kepala sekolah sbg edukator 2. membimbing. 2006 : 172) Malthis dan Jackson Mendidik Mengajar Membimbing Mengarahkan Melatih . mengajar. Kepatuhan pada peraturan (Fathoni. pendidikan dasar. Kesadaran dalam bekerja 3. Tabrani R Kinerja Guru : Daniel Goleman dalam Martinis Yamin - Disiplin kerja (X3) 1. Menurut Undang. melatih.” Dari uraian kerangka berfikir di atas dijelaskan bahwa kepemimpinan kepala sekolah. Kepala sekolah sbg leader 6. dan pendidikan menengah.1 Model Kerangka Pemikiran . Kepala sekolah sbg administrator 4. Kepala sekolah sbg motivator (Mulyasa.

Terdapat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. 4. Terdapat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Terdapat pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.3 Hipotesis Penelitian Sesuai dengan pokok permasalahan yang telah dikemukakan dalam penelitian ini. 3.63 2. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. maka dapat diajukan hipotesis berikut : 1. Terapat pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. . 2.

1. Penelitian ini direncanakan berlangsung selama tiga bulan dengan rincian waktu sebagai berikut : Tabel 3. Pengolahan data dan penyusunan bab IV – V dan bimbingan 7.64 BAB III METODE PENELITIAN 3. penyempurnaan materi penelitian dan bimbingan 4. Penyusunan bab I – III. Penyusunan proposal v penelitian dan bimbingan 3. .2 Populasi dan Sampel Penelitian Menurut Istijanto (2005 : 109). penyusunan instrumen penelitian dan bimbingan 5.1 Jadwal Kegiatan Penelitian Bulan Jan„11 Peb„11 No Kegiatan Des „10 1. populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat yang berjumlah 63 orang termasuk Kepala Sekolah dan guru tidak tetap (GTT). Persiapan penyusunan v proposal 2.Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian diselenggarakan di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Pengumpulan data 6. Pelaporan hasil penelitian dan ujian siding Mart„11 v v v v v 3. Seminar Usulan Penelitian. polpulasi merupakan jumlah keseluruhan semua anggota yang diteliti. Berkaitan dengan penelitian yang akan dilakukan.

Pemilihan metode ini didasarkan pada keinginan peneliti untuk mendapatkan gambaran mengenai kepemimpinan kepala sekolah. artinya teknik sampling yang diambil adalah teknik sensus. Kerlingger (2004 : 483) mengungkapkan bahwa desain penelitian atau rancang bangun penelitian adalah rencana dan struktur (model/paradigma) penyelidikan yang disusun sedemikian rupa untuk memperoleh jawaban atas pertanyaan-pertanyaan penelitian. . Kepemimpinan kepala sekolah berfungsi sebagai variabel bebas (independent variable) yang selanjutnya diberi notasi . yaitu penelitian terhadap masalah-masalah berupa fakta-fakta saat ini dari suatu populasi.3 Desain Penelitian Menurut Supranto (2001 : 237) desain penelitian pada dasarnya untuk menentukan metode apa saja yang akan dipergunakan dalam penelitian.65 Mempertimbangkan jumlah populasi di bawah seratus orang maka penelitian ini menggunakan seluruh populasi sebagai responden. serta pengaruhnya baik langsung maupun tidak langsung dari variabel-variabel penelitian yang ditetapkan sebagai berikut : 1. Tujuan dari penelitian deskriptif adalah adalah untuk menguji hipotesis atau menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan current status dari subyek yang diteliti dan menggunakan metode kuantitatif untuk mencari pengaruh antar variabel yang diteliti. 3. Penelitian yang dilakukan penulis menggunakan metode analisis deskriptif. Sedangkan Fred N. motivasi kerja. disiplin kerja dan kinerja guru SMPN 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.

05 (5%). yang dapat dinyatakan sebagai berikut : .4 Variabel dan Definisi Operasional Untuk memperjelas dalam pengumpulan data dan pengujian hipotesis perlu dikemukakan batasan-batasan konsep variabel. Kinerja guru berfungsi sebagai variabel terikat (dependent variable) yang selanjutnya diberi notasi Y Dengan menggunakan metode deskriptif diharapkan akan diperoleh data yang hasilnya akan diolah dan dianalisis serta akhirnya ditarik sebuah kesimpulan. sifat data kualitatif dan / atau kuantitatif dan skala ukurannya nominal/ordinal/ratio. Artinya tingkat kepercayaan pengujiannya 3. variable) yang selanjutnya diberi notasi 3. Hal ini untuk memudahkan jenis data primer dan / atau sekunder. Motivasi kerja berfungsi sebagai variabel bebas (independent .66 2. α = 0. Menurut ketentuan dalam Panduan Penyusunan Skripsi dan Tesis bagi Mahasiswa S1 dan S2 di Lingkungan STIE Pasundan (2005 : 31) bahwa dalam penelitian seharusnya ditentukan atau dinyatakan taraf kepercayaan (confindence level) pada pengujian yang dilakukan. peneliti menetapkan dalam penelitian ini menggunakan taraf signifikansi adalah 95 %. dimansi (subvariabel) dan indikator-indikatornya. Disiplin kerja berfungsi sebagai variabel bebas (independent variable) yang selanjutnya diberi notasi 4. Oleh karena itu. Kesimpulan yang dibuat akan berlaku bagi seluruh populasi yang menjadi obyek penelitian.

67

Tabel 3.2 Operasionalisasi Variabel Penelitian
Variabel Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Konsep Teoritis Kepemimpinan kepala sekolah merupakan salah satu faktor yang dapat mendorong sekolah untuk dapat mewujudkan visi, misi, tujuan dan sasaran sekolahnya melalui program - program yang dilaksanakan secara terencana dan terarah. (Mulyasa, 2009 : 90) Dimensi 1. Kepala sekolah sebagai educator Indikator Variabel 1. Memberikan pembinaan kepada guru 2. Memberikan pembinaan kepada siswa 3. Membuat visi dan misi 4. Pemberdayaan guru pada pelaksanaan program 5. Melakukan pengawasan program 6. Melakukan evaluasi program 7. Pengadministrasian pelaksanaan program 8. Pendokumentasian hasil pelaksanaan program 9. Membuat program supervisi 10. Melaksanakan supervisi 11. Memberikan keteladanan kepada guru 12. Memberi keputusan yang tepat 6. Kepala sekolah sebagai innovator 13. Memberikan gagasan baru dalam kegiatan pembelajaran 14. Memberikan penghar gaan dan sangsi kepada guru 15. Menciptakan suasana kerja yang kondusif Skala

Ordinal

2. Kepala sekolah sebagai manajer

3. Kepala sekolah sebagai administrator

4. Kepala sekolah sebagai supervisor

5. Kepala sekolah sebagai leader

7. Kepala sekolah sebagai motivator

68

Motivasi kerja (X2)

Suatu proses yang mulai dilakukan oleh seseorang karena adanya kebutuhan psikologis dan fisiologis sehingga menggerakkan perilaku atau dorongan untuk mencapai tujuan. (Teori dua faktor, Herzberh dalam Gibson, 1997)

1. Faktor motivasional

1. Kesempatan untuk Ordinal berprestasi 2. Pengakuan dari teman sejawat 3. Merasa bangga dengan pekerjaan sebagai guru 4. Tanggung jawab atas pekerjaannya 5. Pekerjaan itu sendiri 6. Kesempatan untuk meningkatkan karir 1. Gaji atau honor yang diterima 2. Kondisi kerja yang menyenangkan 3. Kebijakan pimpinan sekolah 4. Hubungan antar pribadi 1. Tepat waktu 2. Efisien 1. 2. 3. 4. 5. Tingkat kehadiran Paham tugas Tanggung Jawab Pelaksanaan tugas Kerjasama Ordinal

2. Faktor pemeliharaan

Disiplin Kerja (X3)

Sikap 1. Ketepatan Waktu kesadaran dan kesediaan seseorang men2. Kesadaran dalam taati semua bekerja peraturan perusahaan (organisasi) dan norma-norma 3. Kepatuhan pada sosial yang Peraturan berlaku(Fathoni, 2006 : 172) Pendidik professional dengan tugas utama mendidik mengajar, mem bimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidik an anak usia dini, jalur pendidikan formal, pendidik an dasar dan pendidikan menengah. (UU Guru dan Dosen, 2005:2) 1. Mendidik 2. Mengajar

1. Taat pada aturan 2. Sangsi

Kinerja Guru (Y)

1. Mendidik ahlak Siswa 2. Membuat perencanaan pembelajaran 3. Melaksanakan pembelajaran

Ordinal

3. Membimbing

4. Membimbing seluruh siswa 5. Membimbing siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar

4. Mengarahkan

6. Mengarahkan siswa dalam belajar 7. Melatih kemampuan siswa 8. Menilai hasil kerja siswa 9. Melaksanakan evaluasi pembelajaran

5. Melatih

6. Menilai

7. Mengevaluasi

69

3.5 Instrumen Penelitian Metode pengumpulan data yag digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey, yaitu teknik pengumpulan dan analisis data berupa opini dari subyek yang diteliti melalui kuesioner, wawancara dan observasi. Kuesioner dimaksudkan untuk mencari data primer tentang kepemimpinan, disiplin, motivasi dan kinerja guru. Wawancara dengan pimpinan dan karyawan di lingkungan obyek penelitian dimaksudkan untuk mengumpulkan data yang tidak diperoleh oleh data hasil kuesioner sedangkan observasi dilakukan untuk mengamati secara spesifik perilaku dari variabel yang sedang diteliti. Observasi juga dilakukan dalam upaya mendapatkan data-data umum lainnya tentang organisasi yang diteliti.

3.6 Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari kuesioner, wawancara dan observasi. Kuesioner dimaksudkan untuk menjaring data tentang kepemimpinan, disiplin, motivasi dan kinerja guru. Sementara wawancara dimaksudkan untuk menjaring data keempat variabel penelitian yang tidak dapat dijaring dengan teknik kuesioner. Kelengkapan data juga ditunjang oleh observasi. Dalam penyusunan instrumen digunakan dari model Rensis Likert yakni dengan option Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Cukup Setuju (CS), Tidak Setuju (TS), Sangat Tidak Setuju (STS). Masing-masing option diberikan bobot mulai dari 5 untuk sangat setuju hingga bobot 1 untuk

7 Uji Validitas dan Reliabilitas Kuntadi (2002 : 57) berpendapat agar hasil penelitian valid dan reliabel. Data primer. yaitu data yang diperoleh langsung dari responden dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan skala likert (ordinal) dengan metode rating yang dijumlahkan.7. Nilai validitas pada dasarnya adalah nilai korelasi. 3. maka alat test tersebut akan semakin tepatmengenai sasaran. untuk menguji validitas dilakukan dengan teknik korelasi item total yang merupakan dasar dari korelasi pearson. Adapun rumus korelasi pearson adalah : ( √* Keterangan : r = korelasi validitas item yang dicari x = skor yang diperoleh subyek dari seluruh item y = skor total yang diperoleh subyek dari seluruh item ( ) +* )( ) ( ) .70 option sangat tidak setuju. Nur Indriantoro (2002 : 99) mengkatagorikan sifat data tersebut ke dalam skala interval. butir-butir pertanyaan dalam kuesioner perlu dilakukan uji validitas dan reliabilitas. 3.1 Uji Validitas Uji validitas dilakukan untuk mengetahui apakah instrument yang digunakan sudah tepat mengukur apa yang seharusnya diukur atau belum. sehingga dapat dikatakan bahwa semakin tinggi validitas suatu test. Oleh karena itu.

2 Uji Reliabilitas Reliabilitas adalah tingkat kepercayaan terhadap hasil suatu pengukuran. ( √* ( ) +* )( ) ( ) . Pengukuran yang memiliki reliabilitas tinggi merupakan pengukuran yang mampu memberikan hasil ukur terpercaya (reliable). bila korelasi tiap faktor ( ) tersebut positif dan besarnya > 0. jika < 0. demikian pula sebaliknya. = reliabilitas internal seluruh instrument = korelasi product moment antara belahan kesatu dan kedua kemudian dikorelasikan dengan rumus yang sama seperti uji validitas. Untuk uji reliabilitas digunakan metode belah dua ( Split Half Method) dari Spearman Brown.3 maka faktor tersebut merupakan construct yang kuat (valid). Metode belah dua ini dilakukan dengan cara membagi instrument menjadi dua belahan.3 maka dikatakan tidak valid. bisa ganjil-genap dan bisa pula belahan pertama dan kedua dengan rumus : = Keterangan . 3.71 Σx = jumlah skor dalam distribusi x Σy = jumlah skor dalam distribusi y = jumlah kuadrat skor dalam distribusi x = jumlah kuadrat skor dalam distribusi y N = jumlah responden Menurut Sugiono.7.

1 2. maka instrument tersebut dikatakan reliabel.6 – 3.2 – 5.7 Penafsiran Sangat baik Baik Cukup Baik Kurang baik Sangat kurang baik 3.8 Teknik Analisis Data Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif. motivasi kerja ( ).72 Jika > 7. Demikian bila < 7 maka dikatakan tidak reliabel sebaliknya.8 – 2.4 – 4.3 Kriteria Penafsiran Kondisi Variabel Penelitian Rata-Rata Skor 4.9 Teknik Analisis Jalur (Jalur Path) r Є1 Y r Gambar 3. jika 3.0 – 1.1 Diagram Jalur .0 3. Teknik analisis deskriptip digunakan untuk mendeskripsikan variabel kepemimpinan kepala sekolah ( ). Tabel 3.5 1.3 1. dan kinerja guru (Y) dengan cara menghitung rata-rata masing-masing variabel penelitian. disiplin kerja ( ).

dengan Y. .73 Keterangan : = Kepemimpinan kepala sekolah = Motivasi kerja = Disiplin kerja Y = Kinerja guru r r r = korelasi = korelasi = korelasi dan dan dan = koefisien jalur yang menggambarkan besarnya pengaruh langsung terhadap Y = koefisien jalur yang menggambarkan besarnya pengaruh langsung terhadap Y = koefisien jalur yang menggambarkan besarnya pengaruh langsung terhadap Y = koefisien jalur yang menggambarkan besarnya pengaruh langsung terhadap Y = variabel lain yang tidak diukur tetapi mempengaruhi Y Gambar di atas adalah diagram variabel yang mencerminkan hubungan antar variabel dan pengaruh variabel X terhadap variabel Y. sementara hubungan merupakan hubungan korelasional. gambar di atas menunjukkan bahwa antara serta . dengan Y merupakan hubungan kausal. dengan Y. Persamaan struktur yang dibentuk adalah : Y= + + .

motivasi kerja ke kinerja guru dan disiplin kerja ke kinerja guru tidak sama dengan nol.74 3. Jika hasil perhitungan koefisien jalur dari kepemimpinan kepala sekolah ke kinerja guru. Hipotesis yang diajukan dijawab dari hasil perhitungan koefisien jalur yang diperoleh. .10 Pengujian Hipotesis Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini sebagai berikut : H1 : ≠ ≠0 Terdapat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. maka hipotesis yang diajukan semuanya diterima. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru SMPN 1 Cisarua. dan sebalikya. Pengaruh Hi : terhadap Y ≠ 0 : kepemimpinan kepala sekolah berpengaruh terhadap kinerja guru SMPN 1 Cisarua Pengaruh Hi : terhadap Y ≠ 0 : motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja guru SMPN 1 Cisarua Pengaruh Hi : terhadap Y ≠ 0 : disiplin kerja berpengaruh terhadap kinerja guru SMPN 1 Cisarua Pengujian hipotesis tidak dilakukan secara statistik dengan uji F dan uji t karena penelitian yang dilakukan melibatkan seluruh anggota populasi atau bersifat sensus.

Setiap pimpinan yang menjabat di SMPN 1 Cisarua umumnya mempunyai komitmen untuk memajukan sekolah diberbagai sector. laboratorium fisika dan biologi. SMP Negeri Cisarua yang terletak di jalan Kolonel Masturi no. Di sektor nonfisik juga mengalami peningkatan baik dari segi prestasi akademis maupun non-akademis yang berhasil diraih oleh siswa-siswi terbaik alumni SMP Negeri Cisarua dari masa ke masa. Hasilnya terlihat pada perkembangan fisik maupun non-fisik. kini telah menjadi 29 ruang belajar ditambah sarana fisik lainnya seperti ruang keterampilan. ruang TU dan ruang guru yang representatif serta sarana-sarana lainnya. ruang perpustakaan.1 Hasil Penelitian 4. Letak sekolah sangat strategis berada di pinggir jalan kabupaten dan .043 m².1 Gambaran Umum SMPN 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat berdiri mulai tahun 1961. ruang komputer.75 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4. Selama kurun waktu kurang lebih 49 tahun telah terjadi pergantian pimpinan sebanyak 13 kepala sekolah. ruang kepala sekolah. Pertama beroperasi menginduk ke SMP Negeri 1 Cimahi dan menggunakan lokal Sekolah Dasar Garuda. Disektor fisik misalnya sarana ruang belajar yang pada awalnya kegiatan operasional sekolah ini hanya memiliki 6 lokal. Pada tahun 1964 menjadi sekolah mandiri dan lepas dari SMP Negeri 1 Cimahi.1. 312 Kabupaten Bandung Barat ini berdiri di atas tanah seluas 11.

Standar Sarana. BA H. Standar Proses. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan. SH Maulana Ismail. Standar Isi.76 dilalui kendaraan umum dari arah Cisarua-Cimahi maupun CisaruaPadalarang. Jika 8 standar di atas telah terpenuhi maka SMP Negeri 1 Cisarua selanjutnya menjadi sekolah berstandar nasional (SSN). Dengan predikat tersebut pihak sekolah terus mengadakan penataan di berbagai sektor yaitu untuk memenuhi 8 Standar Nasional Pendidikan (Standar Kompetensi Lulusan. BA Mohamad Wasid. SMP Negeri 1 Cisarua mulai tahun 2004 telah berpredikat sebagai “Sekolah Potensial” dan sejak tahun 2008 telah berubah menjadi “Rintisan Sekolah Berstandar Nasional (RSSN)”. Standar Pembiayaan dan Standar Evaluasi). Standar Pengelolaan. jumlah tenaga pengajar sebanyak 63 orang dan staf tata usaha 19 orang. Sejak tahun 1964 sampai dengan saat ini yang telah ditugaskan menjadi kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua sudah 13 orang. 1 2 3 4 Periode Tahun 1964 – 1968 1968 – 1971 1971 – 1977 1977 – 1983 Nama Kepala Sekolah Saleh Ma‟ruf. SMP Negeri 1 Cisarua pada tahun pelajaran 2010 / 2011 memiliki 29 rombongan belajar dengan jumlah siswa sebanyak 989 orang. Ajab Riatna . Daftar nama kepala sekolah sejak didirikan sampai dengan sekarang sebagai berikut : No.

Ubes Sumantri Oman Jaskim Drs. Yaya Masria Drs. Nandang Sukmana Drs. H. misi.77 5 6 7 8 9 10 11 12 13 1983 – 1987 1987 – 1988 1988 – 1988 1988 – 1990 1990 – 1993 1993 – 1996 1996 – 2000 2000 – 2003 2003 – sekarang H. Hasbiadi Endang Dahlan. Visi “Terampil. H. H. Terwujudnya tingkat kedisiplinan warga sekolah 4. Subandar Drs. Terwujudnya peningkatan prestasi akademis dari tahun ke tahun 2. Berwawasan IPTEK. Toto Suhartoyo Drs. Berprestasi. SMP Negeri 1 Cisarua memiliki visi. Terwujudnya prestasi siswa dalam bidang seni sebagai program unggulan . BA Drs. A. Didi S. Terwujudnya lingkungan sekolah yang aman. nyaman dan religious 5. Terampil menggunakan media IPTEK 6. H. tujuan sekolah dan profil sekolah sebagai berikut : a. Dudi Susbandi KM. Unggul dalam Seni Budaya Dilandasi Iman dan Taqwa” Indikator : 1. Terwujudnya sistem pembelajaran yang inovatif. efektif dan efisien 3.

Mengoptimalkan kegiatan pembelajaran komputer dan internet 6. Mewujudkan suasana lingkungan sekolah yang berwawasan Wiyata Mandala 5.00 2. Seluruh warga sekolah dapat menggunakan komputer dan internet sebagai sumber belajar . Menghasilkan warga sekolah yang taat beribadah 8.78 7. Mewujudkan kemampuan seni yang tangguh dan kompetitif 7. Misi 1. muktahir dan berwawasan ke depan 4. menyenangkan dan berwawasan ke depan 3. kreatif. Menghasilkan peningkatan rata-rata skor GSA + 1. Menghasilkan peningkatan SKBM seluruh mata pelajaran sampai dengan 85% 3. Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara optimal 2. Mencapai profesionalisme guru dalam pembelajaran CTL 5. Menerapkan tata tertib sekolah secara optimal 4. Menghasilkan warga sekolah yang berdisiplin tinggi 6. efektif. Mencapai suasana lingkungan sekolah yang aman dan nyaman 7. Terciptanya kesempatan warga sekolah untuk mengembangkan diri sesuai dengan potensi yang dimiliki b. Menghasilkan perangkat kurikulum yang lengkap. Mewujudkan peningkatan kualitas SDM seluruh warga sekolah Tujuan Sekolah 1. Mewujudkan penyelenggaraan pembelajaran yang aktif.

Memiliki tim olah raga yang siap menjadi juara tingkat kabupaten 11.2700003 Drs. Nama Kepala Sekolah NSS Jenjang Akreditasi Kategori Sekolah Tahun Didirikan Tahun Operasional : : : : : : : : : : : : Jl. telah mengikuti PTBK. Menghasilkan tim kesenian yang mampu tampil pada kegiatan setingkat kabupaten 10. 6. 4. Dudi Susbandi KM 201020802005 A RSSN 1961 1961 : SMP Negeri 1 Cisarua . Nama Sekolah Alamat : Jalan Desa Kecamatan Kabupaten Provinsi No. Pencapaian standar pendidik dan tenaga kependidikan meliputi : semua guru berkualifikasi S1. Telepon 4. Kolonel Masturi no 312 Kertawangi Cisarua Bandung Barat Jawa Barat 022. H. 2. 9. 8. Menghasilkan lulusan yang mampu berkompetensi dijenjang pendidikan yang lebih tinggi.1. 5. 7. semua mengajar sesuai bidangnya.79 9. dll 12.2 Profil Sekolah 1.

2 Jumlah Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Jumlah Laki-laki 15 Perempuan 48 Jumlah 63 Sumber : Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 No 1.8 76.2%) . Prosentase 23.1.1 Jumlah Siswa SMP Negeri 1 Cisarua 3 Tahun Terakhir Tahun Pelajaran 2008/ 2009 2009/ 2010 2010/ 2011 Jumlah Pendaftar 415 500 435 Kelas VII Jumlah Siswa Rombel 387 9 324 315 9 9 Kelas VIII Jumlah Siswa Rombel 459 9 376 310 9 9 Kelas IX Jumlah Siswa Rombel 436 9 445 364 9 9 Jumlah Kelas VII+VIII+IX Siswa Rombel 1282 27 1145 989 27 27 Sumber Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 4. Kepemilikan Tanah Luas Tanah 11.80 10. Status Bangunan Surat Izin Bangunan Luas Seluruh Bangunan : : : : : Hak guna pakai tidak terbatas 6000 m2 Milik Pemerintah 3.0 Dari data pada tabel 4.405 m2 Tabel 4.2 100.2 terlihat bahwa guru-guru di SMPN 1 Cisarua lebih banyak didominasi oleh guru perempuan (76. 2.3 Profil Responden Tabel 4.

00 .80 2.00 Sumber : Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 Dari tabel 4. Tabel 4.3 Jumlah Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan No Tingkat Pendidikan Jumlah Prosentase 1. > 40 Tahun 52 Jumlah 63 Sumber : Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 Prosentase 9. 3.4 Jumlah Responden Berdasarkan Masa Kerja No 1. SMA 3 4. 2. Masa Kerja < 5 Tahun 6 – 10 Tahun 11 – 15 Tahun 16 – 20 Tahun > 20 Tahun Jumlah Jumlah 6 3 4 15 35 63 Prosentase 9. 4. D1 2 3.90 4 PGSLP 2 3.40 Tahun 2 4.5 Jumlah Responden Berdasarkan Usia No Usia Jumlah 1. 30 .20 5 S1 46 73.56 100.81 Tabel 4.52 4. 25 – 29 Tahun 6 2. 5.4 terlihat bahwa komposisi masa kerja guru SMPN 1 Cisarua sebanyak 35 orang atau 55.76 6.52 4.54 100.56 % memiliki masa kerja lebih dari 20 tahun.35 23.81 55.17 82.3 terlihat bahwa guru yang memiliki tingkat pendidikan S1 berjumlah 46 orang (73. Tabel 4. 36 .00 JUMLAH 63 100.00%) artinya lebih banyak dibandingkan dengan yang berpendidikan yang lainnya.00 Sumber : Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 Dari data tabel 4.35 Tahun 3 3.20 3 D3 10 15.76 3.

2 Uji Istrumen Penelitian Dalam melakukan penelitian ini penulis menggunakan instrumen berupa kuesioner yang terdiri dari variabel kepemimpinan kepala sekolah sebanyak 18 item. disiplin kerja 15 item dan kinerja guru 20 item pernyataan. 2.8 4. 4.5 0 0 4. Menurut Sugiyono (2005) bahwa item yang mempunyai korelasi positif dengan skor total korelasi yang tinggi. menunjukkan bahwa item tersebut mempunyai validitas yang tinggi pula.6 Jumlah Responden Berdasarkan Pangkat dan Golongan Pangkat/Golongan Jumlah Pembina TK 1 / IVb 0 Pembina / IVa 57 Penata TK I / IIId 0 Penata / IIIc 0 Penata Muda TK I / IIIb 3 Penata Muda / IIIa 3 Jumlah 63 Sumber : Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 No 1. Prosentase 0 90.2. motivasi kerja 15 item. 5.6 menunjukkan bahwa pangkat/golongan responden terbanyak adalah Pembina/IVa yaitu sebanyak 57 orang (90.5 terlihat bahwa jumlah responden yang paling banyak berusia lebih dari 40 tahun.5%).0 Tabel 4. artinya mengkorelasikan skor tiap item dengan skor total yang merupakan jumlah tiap skor item. 4.8 100.82 Dari tabel 4. 4. 6. 3. .1 Uji Validitas Pengujian tingkat validitas tiap item dipergunakan analisis item. Tabel 4.

.3 sehingga apabila korelasi antar item dengan skor total kurang dari 0. Untuk itu kuesioner yang digunakan layak untuk diolah sebagai data penelitian.422 X1 _14 0.661 X1 _5 0. variabel kepemimpinan kepala sekolah berada di atas 0.460 X1 _16 0.672 X1 _6 0. Adapun hasil uji coba mengenai tingkat validitas butir pernyataan disajikan dalam tabel berikut : Tabel 4.623 X1 _8 0.630 X1 _7 0.599 X1 _10 0.576 X1 _12 0.680 X1 _2 0.471 X1 _4 0.3 maka semua item valid.512 X1 _13 0.7 Hasil Uji Validitas Item Variabel Kepemimpinan Kepala sekolah (X1) No Item Tingkat Validitas Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid X1 _1 0.487 X1 _18 0.437 X1 _17 0.452 X1 _3 0.620 X1 _11 0.557 X1 _9 0.503 Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Dari data di atas.3 maka item dalam instrumen tersebut dinyatakan tidak valid.439 X1 _15 0.83 Persyaratan minimum agar dapat dianggap valid apabila r = 0.

606 X2 _2 0.718 X2 _7 0.607 X2 _9 0.3.625 X2 _8 0.764 0.729 X2 _12 0.549 X2 _15 0.788 0.863 0.716 X2 _6 0.442 X2 _10 0.826 0.711 X2 _11 0. variabel motivasi kerja berada di atas 0.84 Tabel 4.688 X2 _14 0.746 0.8 Hasil Uji Validitas Item Variabel Motivasi Kerja (X2) No Item Tingkat Validitas X2 _1 0.686 0. Tabel 4.653 X2 _5 0.659 X2 _13 0.9 Hasil Uji Validitas Item Variabel Disiplin Kerja (X3) No Item X3 _1 X3 _2 X3 _3 X3 _4 X3 _5 X3 _6 X3 _7 X3 _8 X3 _9 X3_10 X3 _11 X3 _12 Tingkat Validitas 0. maka semua item valid.791 0.802 0.819 0.809 0.672 X2 _4 0. Untuk itu kuesioner yang digunakan layak untuk diolah sebagai data penelitian.876 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid .831 0.583 X2 _3 0.630 Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Dari data di atas.

818 X3 _15 0.85 No Item Tingkat Validitas X3 _13 0.836 Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Keterangan Valid Valid Valid Dari data di atas.10 Hasil Uji Validitas Item Variabel Kinerja Guru (Y) No Item Tingkat Validitas Y _1 0.7 sampai dengan tabel 4.10 diperoleh informasi mengenai tingkat validitas. variabel disiplin kerja berada di atas 0.487 Y _17 0.675 Y _4 0.403 Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Dari data di atas.496 Y _20 0.714 Y _13 0. Untuk itu kuesioner yang digunakan layak untuk diolah sebagai data penelitian.707 Y_10 0. maka semua item valid.3.650 Y _3 0.560 Y _6 0.667 Y _15 0.713 Y _8 0.810 X3 _14 0. variabel kinerja guru berada di atas 0.698 Y _12 0.465 Y _16 0. maka semua item valid.654 Y _2 0.597 Y _18 0.3.470 Y _19 0. Tabel 4.695 Y _14 0. bahwa seluruh item dinyatakan valid . Berdasarkan tabel 4.695 Y _11 0.652 Y _9 0. Untuk itu kuesioner yang digunakan layak untuk diolah sebagai data penelitian.684 Y _5 0.550 Y _7 0.

Hasil pengujian secara lengkap dapat dilihat pada lampiran rekapitulasi tingkat validitas item pernyataan instrument penelitian disajikan dalam tabel berikut : Tabel 4. 4. 11 Rekapitulasi Hasil Uji Coba Item Pernyataan Instrumen Kuesioner Variabel Jml Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Motivasi Kerja (X2) Disiplin Kerja (X3) Kinerja Guru (Y) Jumlah 15 15 20 68 18 Valid % 100% Tidak Jml 0 Valid % 0% Jml 18 Total % 100% 100% 100% 100% 100% 0 0 0 0 0% 0% 0% 0% 15 15 20 68 100% 100% 100% 100% Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Berdasarkan data tabel di atas.2. ternyata seluruh item pernyataan merupakan item yang terpilih dan dapat digunakan sebagai alat pengumpul data (kuesioner). Reliabilitas untuk kuesioner masing-masing variabel disajikan pada tabel di bawah ini : .2 Uji Reliabilitas Dari pengujian reliabilitas teknik split half dengan koefisien internal Spearman Brown nampak bahwa masing-masing instrumen pengukuran adalah reliabel sesuai dengan yang direkomendasikan Sugiyono (2004 : 178) yang menyatakan bahwa batas minimum reliabilitas yang dapat diterima adalah koefisien positif.86 dan digunakan untuk penelitian.

949 dengan kriteria reliabilitas tinggi.986 0.87 Tabel 4.986 dengan kriteria reliabilitas tinggi.935 0. dan variabel kinerja guru (Y) adalah 0.935 dengan kriteria reliabilitas tinggi.954 dengan kriteria reliabilitas tinggi.3 Hasil Penelitian dan Pembahasan 4. 4.3.954 0. variabel motivasi kerja (X2) adalah 0. Gambaran mengenai hal tersebut dapat dilihat dari tanggapan responden sebagai berikut : .1 Deskripsi Jawaban Responden Mengenai Kepemimpinan Kepala Sekolah di SMPN 1 Cisarua Bagian ini akan menguraikan bagaimana gambaran mengenai kepemimpinan kepala sekolah di SMPN 1 Cisarua.12 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Motivasi Kerja (X2) Disiplin Kerja (X3) Kinerja Guru (Y) Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Reliabilitas 0.949 Kriteria Reliabilitas Tinggi Reliabilitas Tinggi Reliabilitas Tinggi Reliabilitas Tinggi Dari data di atas variabel kepemimpinan kepala sekolah (X1) adalah 0. variabel disiplin kerja (X3) adalah 0.

Tabel 4.06 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui rapat.06 Berdasarkan tabel di atas.88 Tabel 4.13 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui rapat Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 19 95 30. 46.03% menyatakan setuju.10 25.29 12. dan 23. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui rapat.40 14.00 Rata-Rata Skor 4.16 Setuju 4 29 116 46. berada pada kategori baik.81% menyatakan kurang setuju.70 100. dengan rata-rata skor sebesat 4.81 Tidak Setuju 2 0 0 0.52 38.16% menyatakan sangat setuju.00 Jumlah 63 256 100.03 Kurang Setuju 3 15 45 23.17 Prosentase 9. yakni sebanyak 30.00 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.00 .14 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui pembinaan perorangan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 6 4 24 3 16 2 9 1 8 63 Skor 30 96 48 18 8 200 3.

yakni sebanyak 26. dengan rata-rata 3.63 4. 14.10% menyatakan setuju. 25. 12.98 47. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melaksanakan pembinaan kepada siswa .15 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melaksanakan pembinaan kepada siswa melalui upacara bendera yang dilaksanakan setiap hari senin Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 17 4 30 3 13 2 3 1 0 63 Skor 85 120 39 6 0 250 3. berada pada kategori cukup baik.98% menyatakan sangat setuju. yakni sebanyak 9. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melaksanakan pembinaan kepada siswa melalui upacara bendera yang dilaksanakan setiap hari senin.00 100.97 .29% menyatakan tidak setuju.89 Berdasarkan tabel di atas. 38.62% menyatakan setuju.97 Prosentase 26. Tabel 4.52% menyatakan sangat setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui pembinaan perorangan.70% sangat tidak setuju.17 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui pembinaan perorangan.76 0.40% menyatakan kurang setuju. dan 20.63% menyatakan kurang setuju. 47.62 20. dengan rata-rata dengan rata-rata skor sebesat 3.00 Berdasarkan tabel di atas.

dan 26.17 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah memberdayakan guru sebagai tim kerja dalam pelaksanaan program kegiatan Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 14 70 22. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah membuat perencanaan visi dan misi secara matang.22 Setuju 4 26 104 41.90 melalui upacara bendera yang dilaksanakan setiap hari senin.27 Kurang Setuju 3 17 51 26.00 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.98 Tidak Setuju 2 0 0 0.05 Setuju 4 34 136 53.98 Tidak Setuju 2 6 12 9.00 Rata-Rata Skor 3. dengan rata-rata 3. berada pada kategori baik.97% menyatakan setuju. yakni sebanyak 19.92.97 Kurang Setuju 3 17 51 26. berada pada kategori baik. 53.05% menyatakan sangat setuju.76 .16 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah membuat perencanaan visi dan misi secara matang Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 12 60 19.00 Jumlah 63 247 100.52 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. Tabel 4.98% menyatakan kurang setuju.92 Berdasarkan tabel di atas.00 Rata-Rata Skor 3. Tabel 4. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah membuat perencanaan visi dan misi secara matang.00 Jumlah 63 237 100.

dengan rata-rata 4.75 41. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah memberdayakan guru sebagai tim kerja dalam pelaksanaan program kegiatan.18 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program kegiatan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 20 4 26 3 17 2 0 1 0 63 Skor 100 104 51 0 0 255 4.75% menyatakan sangat setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberdayakan guru sebagai tim kerja dalam pelaksanaan program kegiatan. dengan rata-rata sebesar 3.27 26.27% menyatakan setuju. yakni sebanyak 22.27% menyatakan setuju.76. . 26. 26. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah senantiasa melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program kegiatan.05 Prosentase 31.98 0. 41.52% menyatakan tidak setuju.05. Tabel 4.22% menyatakan sangat setuju. berada pada kategori baik.98% menyatakan kurang setuju. 41.98% menyatakan kurang setuju.91 Berdasarkan tabel di atas.00 Berdasarkan tabel di atas.00 0.00 100. dan 9. yakni sebanyak 31.

dengan rata-rata 3.00 100. berada pada kategori baik.95 Prosentase 26.98 41. berada pada kategori baik Tabel 4.27 31.00 0.92 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah senantiasa melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program kegiatan.27% menyatakan setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan evaluasi setelah pelaksanaan program kegiatan. 41. 31.19 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan evaluasi setelah pelaksanaan program kegiatan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 17 4 26 3 20 2 0 1 0 63 Skor 85 104 60 0 0 249 3.75% menyatakan kurang setuju. yakni sebanyak 26.00 Berdasarkan tabel di atas.95.75 0. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melakukan evalusi setelah pelaksanaan program kegiatan.98% menyatakan sangat setuju. .

00 100.57 44. % menyatakan setuju.02 Prosentase 28. yakni sebanyak % menyatakan sangat setuju.00 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.93 Tabel 4.92 Kurang Setuju 3 17 51 26. % sangat tidak setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melakukan solusi perbaikan untuk program berikutnya.98 Tidak Setuju 2 0 0 0.00 0. % menyatakan tidak setuju. dengan rata-rata . % menyatakan kurang setuju.44 26.00 Jumlah 63 259 100. Tabel 4.98 0.21 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pengadministrasian pelaksanaan program kegiatan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 18 4 28 3 17 2 0 1 0 63 Skor 90 112 51 0 0 253 4.00 . berada pada kategori baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan solusi perbaikan untuk program berikutnya.20 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan solusi perbaikan untuk program berikutnya Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 24 120 38.00 Rata-Rata Skor 4.10 Setuju 4 22 88 34.11 Berdasarkan tabel di atas.

98% menyatakan kurang setuju. 26.00 Prosentase 28.57 0.00 100.57% menyatakan kurang setuju.22 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pendokumentasian hasil pelaksanaan program kegiatan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 18 4 27 3 18 2 0 1 0 63 Skor 90 108 54 0 0 252 4. 44.00 Berdasarkan tabel di atas.86% menyatakan setuju.00.02. dengan rata-rata 4. berada pada kategori baik Tabel 4. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan pendokumentasian hasil pelaksanaan program kegiatan. yakni sebanyak 28. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melakukan pengadministrasian pelaksanaan program kegiatan. 42.00 0. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan pengadministrasian pelaksanaan program kegiatan. berada pada kategori baik.86 28.44% menyatakan setuju.94 Berdasarkan tabel di atas. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melakukan pendokumentasian hasil pelaksanaan program kegiatan.57% menyatakan sangat setuju. .57 42.57% menyatakan sangat setuju. yakni sebanyak 28. 28. dengan rata-rata 4.

98 0.81% menyatakan kurang setuju. yakni sebanyak 25.79 26.79% menyatakan setuju. 50. berada pada kategori baik.95 Prosentase 22.24 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melaksanakan supervisi kepada guru yang mengajar di kelas Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 14 4 32 3 17 2 0 1 0 63 Skor 70 128 51 0 0 249 3.00 Berdasarkan tabel di atas.23 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah membuat program supervise Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 16 4 32 3 15 2 0 1 0 63 Skor 80 128 45 0 0 253 4.02 Prosentase 25.00 0. % sangat tidak setuju.79 23.00 0. dengan ratarata 4.02. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah membuat program supervisi.40% menyatakan sangat setuju. Tabel 4. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah membuat program supervisi.95 Tabel 4. 23.40 50.22 50.00 100.00 .00 100.81 0.

00 0.22% menyatakan sangat setuju. yakni sebanyak 34.92% menyatakan sangat setuju. 39. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melaksanakan supervisi kepada guru yang mengajar di kelas.98% menyatakan kurang setuju. 50.40% menyatakan kurang setuju. 25.68% menyatakan setuju.. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah dapat memberi contoh keteladanan kepada guru.00 Berdasarkan tabel di atas.96 Berdasarkan tabel di atas.40 0.00 100.95. dengan rata-rata 3. berada pada kategori baik .10. 26. Tabel 4. dengan rata-rata 4. yakni sebanyak 22. berada pada kategori baik.10 Prosentase 34.79% menyatakan setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melaksanakan supervisi kepada guru yang mengajar di kelas.68 25. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah dapat memberi contoh keteladanan kepada guru.25 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah dapat memberi contoh keteladanan kepada guru Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 22 4 25 3 16 2 0 1 0 63 Skor 110 100 48 0 0 258 4.92 39.

27 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah memberikan gagasan-gagasan baru dalam proses pembelajaran Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 19 4 26 3 18 2 0 1 0 63 Skor 95 104 54 0 0 253 4.00 Prosentase 31.75 0.00 . 36.00 100.00 0.51 31.26 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah mampu mengambil keputusan yang tepat Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 20 4 23 3 20 2 0 1 0 63 Skor 100 92 60 0 0 252 4.00 0. berada pada kategori baik Tabel 4.27 28. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah mampu mengambil keputusan yang tepat. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah mampu mengambil keputusan yang tepat.97 Tabel 4.75 36.75% menyatakan sangat setuju. dengan rata-rata 4.75% menyatakan kurang setuju.00 Berdasarkan tabel di atas.16 41.02 Prosentase 30.00 100.00.51% menyatakan setuju. yakni sebanyak 31. 31.57 0.

.00 100.33% menyatakan kurang setuju.00 Berdasarkan tabel di atas. dengan rata-rata 4.33 0. yakni sebanyak 30. berada pada kategori bai Tabel 4. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan gagasan-gagasan baru dalam proses pembelajaran.98 Berdasarkan tabel di atas. dengan rata-rata 3.27% menyatakan setuju.00 0.57% menyatakan kurang setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan gagasan-gagasan baru dalam proses pembelajaran.16% menyatakan sangat setuju.89.02. 41. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan penghargaan kepada guru yang berprestasi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan penghargaan kepada guru yang berprestasi.44% menyatakan setuju. 28.22 44. berada pada kategori cukup baik. 44.44 33.28 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah memberikan penghargaan kepada guru yang berprestasi Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 14 28 21 0 0 63 Skor 70 112 63 0 0 245 3.89 Prosentase 22. 33. yakni sebanyak 22.22% menyatakan sangat setuju.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan sangsi kepada guru yang melanggar disiplin.00 Rata-Rata Skor 3.21 Kurang Setuju 3 18 54 28.30 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah menciptakan hubungan yang harmonis dengan guru Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 18 4 29 3 16 2 0 1 0 63 Skor 90 116 48 0 0 254 4.03 25.94.03 Prosentase 28.00 0.22% menyatakan sangat setuju.00 .29 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah memberikan sangsi kepada guru yang melanggar disiplin Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 14 70 22.00 Jumlah 63 248 100. yakni sebanyak 22.99 Tabel 4. 28.94 Berdasarkan tabel di atas.00 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. Tabel 4.00 100.57 46.21% menyatakan setuju.57 Tidak Setuju 2 0 0 0. dengan rata-rata 3. 49.57% menyatakan kurang setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan sangsi kepada guru yang melanggar disiplin.40 0.22 Setuju 4 31 124 49. berada pada kategori baik.

dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : harmonis dengan guru.94 26. yakni . dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya diberi kesempatan untuk berprestasi.68 22. Gambaran mengenai hal tersebut dapat dilihat dari tanggapan responden sebagai berikut : Tabel 4.00 Berdasarkan tabel di atas. 25. 46.03 .100 Berdasarkan tabel di atas.57% menyatakan sangat setuju.98 39.2 Deskripsi Jawaban Responden Mengenai Motivasi Kerja di SMPN 1 Cisarua Bagian ini akan menguraikan bagaimana gambaran mengenai motivasi kerja guru di SMPN 1 Cisarua.3. dengan rata-rata 4. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : kepala sekolah menciptakan hubungan yang harmonis dengan guru.31 Pendapat responden mengenai : Saya diberi kesempatan untuk berprestasi Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 5 4 17 3 25 2 14 1 2 63 Skor 25 68 75 28 2 198 3.14 Prosentase 7.22 3.03% menyatakan setuju. kepala sekolah menciptakan hubungan yang yakni sebanyak 28.17 100. berada pada kategori baik 4.40% menyatakan kurang setuju.

berada pada kategori cukup baik Tabel 4. dengan rata-rata 3. berada pada kategori cukup baik.17 100.98% menyatakan setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya diberi kesempatan untuk berprestasi. 3.98 47.17% sangat tidak setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : teman sejawat memberi pengakuan terhadap prestasi kerja saya. 22.62% menyatakan kurang setuju.17% sangat tidak setuju.17.22% menyatakan tidak setuju.17 Prosentase 6.68% menyatakan kurang setuju.87% menyatakan tidak setuju. 3. 47. 26.14.35 26.87 3.35% menyatakan sangat setuju. 39.94% menyatakan sangat setuju.98% menyatakan setuju. dengan ratarata 3. 15.00 Berdasarkan tabel di atas.101 sebanyak 7. .32 Pendapat responden mengenai : Teman sejawat memberi pengakuan terhadap prestasi kerja saya Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 4 17 30 10 2 63 Skor 20 68 90 20 2 200 3. yakni sebanyak 6.62 15. 26. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : teman sejawat memberi pengakuan terhadap prestasi kerja saya.

52 0. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : sebagai guru.11 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.33 Pendapat responden mengenai : Saya merasa bangga dengan pekerjaan saya sebagai guru Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7. saya merasa bangga dengan pekerjaan saya 7.11% menyatakan tidak setuju.00 100. 11.00 .32 Tidak Setuju 2 7 14 11.102 Tabel 4. yakni sebanyak 20.94 Setuju 4 13 52 20.73 9. 60.94% menyatakan sangat setuju. berada pada kategori cukup baik Tabel 4.52 22.22 58.00 Rata-Rata Skor 3.63% menyatakan setuju.00 Jumlah 63 205 100.63 Kurang Setuju 3 38 114 60.25.25 Berdasarkan tabel di atas. dengan rata-rata 3.34 Pendapat responden mengenai : Saya berusaha untuk bertanggung jawab atas pekerjaan saya sebagai guru Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 6 14 37 6 0 63 Skor 30 56 111 12 0 209 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya merasa bangga dengan pekerjaan saya sebagai guru.32 Prosentase 9.32% menyatakan kurang setuju.

yakni sebanyak 9. yakni sebanyak 7. 26.70% menyatakan tidak setuju.70 0. 12.38 12. 58.00 Berdasarkan tabel di atas.73% menyatakan kurang setuju.98 52.94 26.22% menyatakan setuju.00 100. 22.52% menyatakan sangat setuju. 52. dengan rata-rata 3.94% menyatakan sangat setuju.35 Pendapat responden mengenai : Saya merasa pekerjaan yang saya jalani sesuai dengan minat dan bakat saya Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 5 17 33 8 0 63 Skor 25 68 99 16 0 208 3. berada pada kategori cukup baik Tabel 4.103 Berdasarkan tabel di atas. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya selalu berusaha untuk bertanggung jawab atas pekerjaan saya sebagai guru. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya selalu berusaha untuk bertanggung jawab atas pekerjaan saya sebagai guru. berada pada kategori cukup baik .38% menyatakan kurang setuju.30. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya merasa pekerjaan yang saya jalani sesuai dengan minat dan bakat saya.30 Prosentase 7. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya merasa pekerjaan yang saya jalani sesuai dengan minat dan bakat saya. dengan rata-rata 3.98% menyatakan setuju.32. 9.52% menyatakan tidak setuju.

berada pada kategori cukup baik.25. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya merasa pekerjaan saya sebagai guru adalah pekerjaan yang menantang.25 Berdasarkan tabel di atas.37 Pendapat responden mengenai : Saya diberi kesempatan untuk meningkatkan karier Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 6 4 19 3 25 2 8 1 5 63 Skor 30 76 75 16 5 202 3.94 100.76% menyatakan sangat setuju.00 Rata-Rata Skor 3. dengan rata-rata 3. 14. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya merasa pekerjaan saya sebagai guru adalah pekerjaan yang menantang. 30.68 12.36 Pendapat responden mengenai : Saya merasa pekerjaan saya sebagai guru adalah Pekerjaan yang menantang Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 3 15 4.70 7.16 39.00 .76 Setuju 4 19 76 30.21 Prosentase 9.00 Jumlah 63 205 100.104 Tabel 4. 50.16 Kurang Setuju 3 32 96 50.29% menyatakan tidak setuju. yakni sebanyak 4.29 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.79% menyatakan kurang setuju. Tabel 4.79 Tidak Setuju 2 9 18 14.16% menyatakan setuju.52 30.

21.11 Sangat Tidak Setuju 1 3 3 4.105 Berdasarkan tabel di atas.35. dengan rata-rata 3.29 Setuju 4 17 68 26. 39. rata-rata 3. yakni sebanyak 9. 42.70% karier.94% sangat tidak setuju. 11.38 Pendapat responden mengenai : Gaji atau honor yang saya terima telah sesuai dengan tugas dan tanggung jawab Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 9 45 14. menyatakan tidak setuju. 26.98 Kurang Setuju 3 27 81 42. berada pada kategori cukup baik. berada pada kategori cukup baik Tabel 4. menyatakan setuju. 7. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : gaji atau honor yang saya terima telah sesuai dengan tugas dan tanggung jawab.98% menyatakan setuju.29% menyatakan sangat setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : gaji atau honor yang saya terima telah sesuai dengan tugas dan tanggung jawab. . 4.11% menyatakan tidak setuju.00 Rata-Rata Skor 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya diberi kesempatan untuk meningkatkan karier.76 Jumlah 63 211 100.76% sangat tidak setuju.68% menyatakan kurang setuju. yakni sebanyak 14.86 Tidak Setuju 2 7 14 11.16% 12. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya diberi kesempatan untuk meningkatkan 30.86% menyatakan kurang setuju.35 Berdasarkan tabel di atas.52% menyatakan sangat setuju.

27 9.52 120 63.52 31.39 Pendapat responden mengenai : Gaji atau honor yang saya terima telah memenuhi kebutuhan saya Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7.49% menyatakan kurang setuju. 9. Tabel 4.106 Tabel 4. yakni sebanyak 7. 11.40 Pendapat responden mengenai : Sekolah menciptakan kondisi kerja yang menyenangkan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 6 20 26 6 5 63 Skor 30 80 78 12 5 205 3.94% sangat tidak setuju.94 100.98.98 atas.52% menyatakan setuju. dengan rata-rata 2.00 2.11% menyatakan tidak setuju.94 % menyatakan sangat setuju. 7. 63.11 5 7. berada pada kategori cukup baik.94 Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Berdasarkan tabel di 24 9.25 Prosentase 9.75 41. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : gaji atau honor yang saya terima telah memenuhi kebutuhan saya.52 7.49 14 11.94 188 100. dapat dideskripsikan pernyataan 4 3 2 1 6 40 7 5 63 responden mengenai : gaji atau honor yang saya terima telah memenuhi kebutuhan saya.00 .

berada pada kategori cukup baik.86 11.11% menyatakan tidak setuju. sekolah menciptakan kondisi kerja yang yakni sebanyak 9. 7.52% setuju.75% menyatakan setuju. dengan rata-rata 3.57 42.94% sangat tidak setuju. 42.00 Berdasarkan tabel di atas.57% menyatakan menyatakan kurang setuju.52% menyatakan tidak setuju. 41.11 7. . 9.27% menyatakan kurang setuju.41 Pendapat responden mengenai : Kebijakan yang diambil manajemen sekolah membuat saya nyaman dalam bekerja Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 6 18 27 7 5 63 Skor 30 72 81 14 5 202 3. 7. 11.52 28.25.52% menyatakan sangat setuju. menyatakan sangat setuju. 31.94% sangat tidak setuju.21 Prosentase 9.86% membuat saya nyaman dalam bekerja.21.107 Berdasarkan tabel di atas. dengan rata-rata 3.94 100. 28. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kebijakan yang diambil manajemen sekolah yakni sebanyak 9. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : menyenangkan. Tabel 4. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : sekolah menciptakan kondisi kerja yang menyenangkan.

30. berada pada kategori cukup baik.108 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : kebijakan yang diambil manajemen sekolah membuat saya nyaman dalam bekerja. Tabel 4.29 22. dengan rata-rata 3. 22.00 Berdasarkan tabel di atas.76 100.62% menyatakan kurang setuju. 11. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : jika mengalami kesulitan di dalam pekerjaan saya lebih senang membicarakan dengan pimpinan.11% menyatakan tidak setuju.22 47.76% sangat tidak setuju.30 Prosentase 14.62 11. yakni sebanyak 14.29% menyatakan sangat setuju. 4. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : jika mengalami kesulitan di dalam pekerjaan saya lebih senang membicarakan dengan pimpinan.42 Pendapat responden mengenai : Jika mengalami kesulitan di dalam pekerjaan saya lebih senang membicarakan dengan pimpinan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 9 14 30 7 3 63 Skor 45 56 90 14 3 208 3.11 4. . 47. berada pada kategori cukup baik.22% menyatakan setuju.

05 52.62% menyatakan kurang setuju.11% menyatakan sangat setuju.38 12. Tabel 4.38.44 Pendapat responden mengenai : Saya berhubungan baik dengan teman sejawat Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 10 12 33 8 0 63 Skor 50 48 99 16 0 213 3. yakni sebanyak 11.38 Berdasarkan tabel di atas.109 Tabel 4.00 100. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan pimpinan/kepala sekolah. 47.00 Jumlah 63 213 100.43 Pendapat responden mengenai : Saya berhubungan baik dengan pimpinan/kepala sekolah Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 7 35 11.38 Prosentase 15.00 Berdasarkan tabel di atas.70% menyatakan setuju.57 Kurang Setuju 3 30 90 47. dengan rata-rata 3.62 Tidak Setuju 2 8 16 12. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan pimpinan/kepala sekolah. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan teman sejawat.57% 12. 28. berada pada kategori cukup baik.00 Rata-Rata Skor 3. .70 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. menyatakan tidak setuju.11 Setuju 4 18 72 28.70 0.87 19.

21% menyatakan kurang setuju.05% menyatakan setuju.70 0. yakni sebanyak 14. % sangat tidak setuju. 52.29 23.81% menyatakan setuju.38% menyatakan kurang setuju.110 yakni sebanyak 15. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan siswa.21 12.87% menyatakan sangat setuju. dengan rata-rata 3.81 49.40. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan teman sejawat. 12. Tabel 4.00 100. berada pada kategori baik.00 Berdasarkan tabel di atas. dengan rata-rata 3.38. 19.29% menyatakan sangat setuju.45 Pendapat responden mengenai : Saya berhubungan baik dengan siswa Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 9 4 15 3 31 2 8 1 0 63 Skor 45 60 93 16 0 214 3. 4. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan siswa.70% menyatakan tidak setuju. 49.3 Deskripsi Jawaban Responden Mengenai Disiplin Kerja Guru di SMPN 1 Cisarua .3.40 Prosentase 14. 23.70% menyatakan tidak setuju. berada pada kategori cukup baik. 12.

52% menyatakan sangat setuju. Tabel 4.00 Rata-Rata Skor 3. berada pada kategori cukup baik. yakni sebanyak 9.40 0.46 Pendapat responden mengenai : Saya datang dan pulang tepat waktu sesuai jadwal yang telah dibuat Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 6 30 9. dengan rata-rata Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya datang dan pulang tepat waktu sesuai jadwal yang telah dibuat.52 Setuju 4 18 72 28.57 Kurang Setuju 3 28 84 44.11 23. 44.30 Berdasarkan tabel di atas. . 17.00 Jumlah 63 208 100. 28.81 39.46% menyatakan tidak setuju.68 25.00 100.57% menyatakan setuju.44% menyatakan kurang setuju.111 Tabel 4.44 Tidak Setuju 2 11 22 17.00 .46 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya datang dan pulang tepat waktu sesuai jadwal yang telah dibuat.47 Pendapat responden mengenai : Begitu bel masuk berbunyi saya langsung masuk ruangan kelas sesuai dengan jam mengajar Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 7 15 25 16 0 63 Skor 35 60 75 32 0 202 3.21 Prosentase 11.

dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : mungkin.00 Jumlah 63 204 100. 26. berada pada kategori cukup baik . berada pada kategori cukup baik.52% menyatakan sangat setuju.21. dengan rata-rata 3. saya menggunakan jam mengajar seefisien yakni sebanyak 9. 23. dengan ratarata 3. menyatakan sangat setuju.24. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : begitu bel masuk berbunyi saya langsung masuk ruangan kelas sesuai dengan jam mengajar.11% setuju. 39.75 Kurang Setuju 3 20 60 31.00 Rata-Rata Skor 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya menggunakan jam mengajar seefisien mungkin.52 Setuju 4 20 80 31.75 Tidak Setuju 2 17 34 26.112 Berdasarkan tabel di atas.40% menyatakan tidak setuju. 31.98% menyatakan menyatakan tidak setuju.75% setuju.98 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : begitu bel masuk berbunyi saya langsung masuk ruangan kelas sesuai dengan jam mengajar.24 Berdasarkan tabel di atas.68% menyatakan menyatakan kurang setuju. Tabel 4. 31.48 Pendapat responden mengenai : Saya menggunakan jam mengajar seefisien mungkin Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 6 30 9. 25.81% yakni sebanyak 11.75% menyatakan kurang setuju.

11 Prosentase 6. 41. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya menggunakan jam istirahat seefisien mungkin.35% menyatakan sangat setuju.00 100. 15.81 47.00 Berdasarkan tabel di atas.27 15.33.87 0.27% menyatakan kurang setuju.35 36.51% setuju. dengan rata-rata 3. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : mungkin.87% menyatakan menyatakan tidak setuju.17 100. 36. saya menggunakan jam istirahat seefisien yakni sebanyak 6.05 3.00 . berada pada kategori cukup baik Tabel 4.35 23.33 Prosentase 6.113 Tabel 4.51 41.62 19.50 Pendapat responden mengenai : Saya mengikuti upacara bendera setiap senin pagi Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 4 15 30 12 2 63 Skor 20 60 90 24 2 196 3.49 Pendapat responden mengenai : Saya menggunakan jam istirahat seefisien mungkin Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 4 4 23 3 26 2 10 1 0 63 Skor 20 92 78 20 0 210 3.

51 Pendapat responden mengenai : Saya hadir di kelas sesuai jam mengajar yang telah terjadwal Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 4 23 25 11 0 63 Skor 20 92 75 22 0 209 3. 36. dengan rata-rata Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya mengikuti upacara bendera setiap hari senin pagi.68% menyatakan kurang setuju.00 Berdasarkan tabel di atas.51% menyatakan setuju.46 0. 47. 19.51 39. 3.32 Prosentase 6.62% menyatakan kurang setuju.35 36.114 Berdasarkan tabel di atas. 23.00 100. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya mengikuti upacara bendera setiap hari senin pagi. berada pada kategori cukup baik. 39.81% setuju. yakni sebanyak 6.32. 3. berada pada kategori cukup baik Tabel 4.46% menyatakan tidak setuju. .05% menyatakan menyatakan tidak setuju. dengan rata-rata 3.68 17. 17. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya hadir di kelas sesuai jam mengajar yang telah terjadwal.35% menyatakan sangat setuju. yakni sebanyak 6.17% sangat tidak setuju.35% menyatakan sangat setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya hadir di kelas sesuai jam mengajar yang telah terjadwal.11.

34.00 100.92 23.17 Prosentase 3.81% menyatakan tidak .27 22.33 41.00 Berdasarkan tabel di atas.22 Prosentase 4.92% menyatakan kurang setuju.00 23.76% menyatakan sangat setuju.22 0. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya hadir pada rapat pembinaan/pengarahan.51 34. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya hadir pada rapat pembinaan/pengarahan.81 0.76 36.52 Pendapat responden mengenai : Saya hadir pada rapat pembinaan/pengarahan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 3 23 22 15 0 63 Skor 15 92 66 30 0 203 3. dengan rata-rata 3.22.115 Tabel 4.53 Pendapat responden mengenai : Saya bekerja sesuai dengan fungsi dan tugasnya Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 2 21 26 14 0 63 Skor 10 84 78 28 0 200 3.17 33. 36.51% menyatakan setuju. setuju. berada pada kategori cukup baik.00 100. yakni sebanyak 4. Tabel 4.

.22% menyatakan tidak setuju. dengan rata-rata 3.63 0.03% menyatakan kurang setuju.33% menyatakan setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya bekerja sesuai dengan fungsi dan tugasnya. % sangat tidak setuju.17% menyatakan sangat setuju.17 30. Tabel 4. 20. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya memahami mekanisme kerja yang ditetapkan oleh sekolah.27% menyatakan kurang setuju. 41.16% menyatakan setuju.63% menyatakan tidak setuju. 30. dengan rata-rata 3.17% menyatakan sangat setuju. yakni sebanyak 3. 46. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya bekerja sesuai dengan fungsi dan tugasnya.16 Prosentase 3.116 Berdasarkan tabel di atas. 33.17.03 20.16 46. yakni sebanyak 3.00 Berdasarkan tabel di atas.00 100. berada pada kategori cukup baik.54 Pendapat responden mengenai : Saya memahami mekanisme kerja yang ditetapkan oleh sekolah Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 2 19 29 13 0 63 Skor 10 76 87 26 0 199 3.16. berada pada kategori cukup baik. 22. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya memahami mekanisme kerja yang ditetapkan oleh sekolah.

63% menyatakan tidak setuju.14 Prosentase 3.63 0. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya bertanggung jawab terhadap semua tugas yang diberikan kepada saya. 47. berada pada kategori cukup baik.00 .76 31.55 Pendapat responden mengenai : Saya bertanggung jawab terhadap semua tugas yang diberikan kepada saya Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 2 18 30 13 0 63 Skor 10 72 90 26 0 198 3.17% menyatakan sangat setuju.00 100. 28. Tabel 4.68 23.17 Prosentase 4.14. yakni sebanyak 3.17 28.00 Berdasarkan tabel di atas.117 Tabel 4.75 39.56 Pendapat responden mengenai : Saya melaksanakan tugas yang diberikan kepala sekolah dengan baik Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 3 20 25 15 0 63 Skor 15 80 75 30 0 200 3.57% menyatakan setuju. 20.62% menyatakan kurang setuju.57 47. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya bertanggung jawab terhadap semua tugas yang diberikan kepada saya. dengan rata-rata 3.81 0.62 20.00 100.

76% setuju. yakni sebanyak 1.59% menyatakan sangat setuju. menyatakan sangat setuju.51 Kurang Setuju 3 19 57 30. 39.08 Berdasarkan tabel di atas. 31. .16 Tidak Setuju 2 20 40 31.16% menyatakan kurang setuju.118 Berdasarkan tabel di atas.57 Pendapat responden mengenai : Saya bisa bekerja sama dengan seluruh teman sejawat Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 1 5 1.75 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.08.00 Rata-Rata Skor 3. 23.75% menyatakan menyatakan tidak setuju.00 Jumlah 63 194 100.75% menyatakan menyatakan kurang setuju.59 Setuju 4 23 92 36. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya bisa bekerja sama dengan seluruh teman sejawat. berada pada kategori cukup baik.17. Tabel 4. 31. berada pada kategori cukup baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya senantiasa melaksanakan tugas yang diberikan kepala sekolah dengan baik. 36. 30. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya senantiasa melaksanakan tugas yang yakni sebanyak 4. rata-rata 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya bisa bekerja sama dengan seluruh teman sejawat. dengan rata-rata 3.81% menyatakan tidak setuju.51% setuju.68% dengan diberikan kepala sekolah dengan baik.

06 Berdasarkan tabel di atas.59 Pendapat responden mengenai : Sangsi atas pelanggaran terhadap setiap peraturan telah disosialisasikan kepada para guru Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 1 5 1.98 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. 30.16% menyatakan setuju. yakni sebanyak 1. dengan rata-rata 3.68 Tidak Setuju 2 16 32 25.33 Kurang Setuju 3 25 75 39.58 Pendapat responden mengenai : Saya mentaati peraturan-peraturan sekolah Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 1 5 1.00 Jumlah 63 193 100.59 Setuju 4 19 76 30.00 Jumlah 63 196 100.11 .98% menyatakan tidak setuju.00 Rata-Rata Skor 3.16 Kurang Setuju 3 26 78 41. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya mentaati peraturan-peraturan sekolah.27 Tidak Setuju 2 17 34 26. 26. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya mentaati peraturan-peraturan sekolah.06. berada pada kategori cukup baik Tabel 4.40 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.27% menyatakan kurang setuju.59 Setuju 4 21 84 33.119 Tabel 4.00 Rata-Rata Skor 3.59% menyatakan sangat setuju. 41.

120 Berdasarkan tabel di atas.33% menyatakan kurang setuju.59% menyatakan sangat setuju. dengan ratarata 3. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : sangsi atas pelanggaran terhadap setiap peraturan telah disosialisasikan kepada para guru.57% menyatakan tidak setuju.51% menyatakan setuju. berada pada kategori cukup baik. 33. Tabel 4.59% menyatakan sangat setuju.11.59 36. 33.11 Prosentase 1.33 28.11. 28. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : pemberian sangsi telah sesuai dengan tingkat pelanggaran.40% menyatakan tidak setuju. . Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : sangsi atas pelanggaran terhadap setiap peraturan telah disosialisasikan kepada para guru. dengan rata-rata 3.33% menyatakan setuju. yakni sebanyak 1.00 100. yakni sebanyak 1. 36. berada pada kategori cukup baik. 39.60 Pendapat responden mengenai : Pemberian sangsi telah sesuai dengan tingkat pelanggaran Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 1 23 21 18 0 63 Skor 5 92 63 36 0 196 3.51 33.57 0.68% menyatakan kurang setuju. 25. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : pemberian sangsi telah sesuai dengan tingkat pelanggaran.00 Berdasarkan tabel di atas.

00 Rata-Rata Skor 3.87 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. 23.94 Setuju 4 15 60 23.87 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.24 Berdasarkan tabel di atas. berada pada kategori cukup baik. dengan rata-rata 3.52 Setuju 4 13 52 20. yakni sebanyak 7.87% menyatakan tidak setuju.61 Pendapat responden mengenai : Sebelum pelajaran dimulai saya mengajak siswa untuk berdoa bersama Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7.00 Jumlah 63 204 100.24 .81% menyatakan setuju.00 Rata-Rata Skor 3.38% menyatakan kurang setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : sebelum pelajaran dimulai saya mengajak siswa untuk berdoa bersama.62 Pendapat responden mengenai : Saya mengarahkan siswa untuk memiliki sikap jujur dan terbuka pada orang lain Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 6 30 9.97 Tidak Setuju 2 10 20 15.4 Deskripsi Jawaban Responden Mengenai Kinerja Guru di SMPN 1 Cisarua Tabel 4.94% menyatakan sangat setuju.121 4.24.63 Kurang Setuju 3 34 102 53. Tabel 4.00 Jumlah 63 204 100. 15. 52.38 Tidak Setuju 2 10 20 15. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : sebelum pelajaran dimulai saya mengajak siswa untuk berdoa bersama.81 Kurang Setuju 3 33 99 52.3.

dengan rata-rata 3.63% menyatakan setuju. Tabel 4.52% menyatakan sangat setuju.24. 53.94% menyatakan sangat setuju. berada pada kategori cukup baik. 15. 23.38% menyatakan kurang setuju. 20.87% menyatakan tidak setuju. dengan rata-rata 3.122 Berdasarkan tabel di atas. berada pada kategori cukup baik.24 Prosentase 7. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : dalam proses KBM saya sering menyelipkan kedisiplinan.81% menyatakan setuju.00 Berdasarkan tabel di atas. 52. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : dalam proses KBM saya sering menyelipkan kedisiplinan.00 100.87% menyatakan tidak setuju.81 52. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya mengarahkan siswa untuk memiliki sikap jujur dan terbuka pada orang lain. yakni sebanyak 9. yakni sebanyak 7. 15.97% menyatakan kurang setuju.87 0. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya mengarahkan siswa untuk memiliki sikap jujur dan terbuka pada orang lain. .94 23.24.63 Pendapat responden mengenai : Dalam proses KBM saya sering menyelipkan pendidikan kedisiplinan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 5 4 15 3 33 2 10 1 0 63 Skor 25 60 99 20 0 204 3.38 15.

00 Rata-Rata Skor 3. RPP dll.52% menyatakan sangat setuju. yakni sebanyak 9.38 . RPP dll. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya menyiapkan perencanaan pembelajaran sebelum saya mengajar berupa program tahunan/semesteran. dengan rata-rata 3.52 Setuju 4 16 64 25.32.38 Tidak Setuju 2 8 16 12.00 Rata-Rata Skor 3.11 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.32 Berdasarkan tabel di atas. silabus.00 Jumlah 63 213 100. 25.70% menyatakan tidak setuju.97 Tidak Setuju 2 7 14 11. berada pada kategori cukup baik. Tabel 4.00 Jumlah 63 209 100. silabus.40 Kurang Setuju 3 33 99 52. % sangat tidak setuju.38% menyatakan kurang setuju. silabus.64 Pendapat responden mengenai : Saya menyiapkan perencanaan pembelajaran sebelum saya mengajar berupa program tahunan/semesteran. RPP dll. 52. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya menyiapkan perencanaan pembelajaran sebelum saya mengajar berupa program tahunan/semesteran.63 Kurang Setuju 3 34 102 53.65 Pendapat responden mengenai : Saya mengorganisasi materi agar sesuai dengan silabus Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 9 45 14.29 Setuju 4 13 52 20.40% menyatakan setuju.123 Tabel 4. 12.70 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 6 30 9.

dengan rata-rata 3.70% menyatakan tidak setuju.124 Berdasarkan tabel di atas.11% menyatakan tidak setuju. . rata-rata 3.41 Prosentase 15.97% menyatakan kurang setuju. 53. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya mengorganisasi materi agar sesuai dengan silabus. yakni sebanyak 14.22% menyatakan setuju.00 100. berada pada kategori baik.87% menyatakan sangat setuju.21% dengan menyatakan kurang setuju.22 49. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Pada pelaksanaan KBM saya selalu berpedoman pada silabus dan RPP yang telah dibuat. 12.87 22.66 Pendapat responden mengenai : Pada pelaksanaan KBM saya selalu berpedoman pada silabus dan RPP yang telah dibuat Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 10 4 14 3 31 2 8 1 0 63 Skor 50 56 93 16 0 215 3.38.41. Tabel 4. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Pada pelaksanaan KBM saya selalu berpedoman pada silabus dan RPP yang telah dibuat. 20. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya mengorganisasi materi agar sesuai dengan silabus.21 12. 49.63% menyatakan setuju. berada pada kategori cukup baik.70 0.29% menyatakan sangat setuju. yakni sebanyak 15.00 Berdasarkan tabel di atas. 22. 11.

00 Berdasarkan tabel di atas. Tabel 4.29 0.27 Prosentase 7.57 49.00 .21 14.27. 39.94% menyatakan sangat setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya senatiasa menguasai materi pelajaran yang menjadi garapan saya.94 28.00 100.68% menyatakan kurang setuju.63% menyatakan tidak setuju.75% menyatakan setuju.94 31. yakni sebanyak 7.67 Pendapat responden mengenai : Saya menguasai materi pelajaran yang menjadi garapan saya Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 5 4 20 3 25 2 13 1 0 63 Skor 25 80 75 26 0 206 3. 31. berada pada kategori cukup baik.63 0.75 39.68 Pendapat responden mengenai : Saya mendisain model pembelajaran sebelum mengajar Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 5 4 18 3 31 2 9 1 0 63 Skor 25 72 93 18 0 208 3.125 Tabel 4. 20.68 20. dengan rata-rata 3.00 100. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya senatiasa menguasai materi pelajaran yang menjadi garapan saya.30 Prosentase 7.

00 Jumlah 63 207 100.70 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.97% menyatakan kurang setuju. 28. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya berusaha menggunakan metode dan media . 53. 14. 12.29 Berdasarkan tabel di atas.30. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya berusaha menggunakan metode dan media pembelajaran yang sesuai dengan materi dan tujuan pembelajaran. 7.40% menyatakan setuju. berada pada kategori cukup baik.69 Pendapat responden mengenai : Saya berusaha menggunakan metode dan media pembelajaran yang sesuai dengan materi dan tujuan pembelajaran Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7. yakni sebanyak menyatakan setuju.94 Setuju 4 16 64 25.70% menyatakan tidak setuju. Tabel 4.40 Kurang Setuju 3 34 102 53.57% menyatakan kurang setuju.126 Berdasarkan tabel di atas.29. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya mendisain model pembelajaran sebelum mengajar. dengan rata-rata 3. yakni sebanyak 7. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya mendisain model pembelajaran sebelum mengajar.97 Tidak Setuju 2 8 16 12.94% menyatakan sangat setuju.29% 49. 25.00 Rata-Rata Skor 3. dengan rata-rata 3.21% menyatakan tidak setuju.94% menyatakan sangat setuju.

94 Setuju 4 18 72 28.52 Setuju 4 15 60 23.87 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. Tabel 4.71 Pendapat responden mengenai : Saya menyediakan waktu tersendiri untuk membimbing siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 6 30 9.00 Rata-Rata Skor 3.57 Kurang Setuju 3 30 90 47.11 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. yakni sebanyak 7. 47. berada pada kategori cukup baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya membimbing siswa dalam kegiatan pembelajaran.00 Jumlah 63 207 100.56 Tidak Setuju 2 7 14 11. 28. berada pada kategori cukup baik.57% menyatakan setuju.81 Kurang Setuju 3 35 105 55.70 Pendapat responden mengenai : Saya membimbing siswa dalam kegiatan pembelajaran Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7.29 Berdasarkan tabel di atas.87% menyatakan tidak setuju.62 Tidak Setuju 2 10 20 15.62% menyatakan kurang setuju.00 Jumlah 63 209 100.00 Rata-Rata Skor 3. 15.32 .29. Tabel 4. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya membimbing siswa dalam kegiatan pembelajaran. dengan rata-rata 3.94% menyatakan sangat setuju.127 pembelajaran yang sesuai dengan materi dan tujuan pembelajaran.

33 Prosentase 9.11% menyatakan tidak setuju.52 25.56% menyatakan kurang setuju. 53. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya mengarahkan siswa agar berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran.33.52% menyatakan sangat setuju.40% menyatakan setuju.32. 11. yakni sebanyak 9.97% menyatakan kurang setuju.97 11. berada pada kategori cukup baik.81% menyatakan setuju.11% menyatakan tidak setuju.72 Pendapat responden mengenai : Saya mengarahkan siswa agar berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 6 4 16 3 34 2 7 1 0 63 Skor 30 64 102 14 0 210 3.52% menyatakan sangat setuju. dengan rata-rata 3.11 0. Tabel 4.00 100. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya menyediakan waktu tersendiri untuk membimbing siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya menyediakan waktu tersendiri untuk membimbing siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar. 23. . 25.40 53. yakni sebanyak 9. dengan rata-rata 3. 55.00 Berdasarkan tabel di atas. 11.128 Berdasarkan tabel di atas.

00 Berdasarkan tabel di atas.38 14. yakni sebanyak 12.32.29% menyatakan tidak setuju. Tabel 4. berada pada kategori cukup baik.70% menyatakan sangat setuju. berada pada kategori cukup baik. dengan rata-rata 3.00 100. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya memberikan arahan-arahan dalam belajar tentang tata tertib sekolah.73 Pendapat responden mengenai : Saya memberikan arahan-arahan dalam belajar tentang tata tertib sekolah Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 8 13 33 9 0 63 Skor 40 52 99 18 0 209 3.32 Prosentase 12.38% menyatakan kurang setuju.70 20. 52.63% menyatakan setuju.63 52. 14. 20.29 0. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya memberikan arahan-arahan dalam belajar tentang tata tertib sekolah.129 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya mengarahkan siswa agar berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. .

24 Berdasarkan tabel di atas.24. Tabel 4.00 Rata-Rata Skor 3.14 12.98 Kurang Setuju 3 29 87 46.94 Setuju 4 17 68 26.98% menyatakan setuju.70 0. berada pada kategori cukup baik. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya memberikan latihan soal yang sesuai dengan materi yang telah diajarkan. yakni sebanyak 7.35 23.74 Pendapat responden mengenai : Saya memberikan latihan soal yang sesuai dengan materi yang telah diajarkan Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7.00 100.00 Jumlah 63 204 100. dengan rata-rata 3. 19. 26.03 Tidak Setuju 2 12 24 19.05 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.24 Prosentase 6.75 Pendapat responden mengenai : Saya memberikan pekerjaan rumah untuk melatih kemampuan siswa Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 4 4 15 3 36 2 8 1 0 63 Skor 20 60 108 16 0 204 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya memberikan latihan soal yang sesuai dengan materi yang telah diajarkan.81 57.05% menyatakan tidak setuju.94% menyatakan sangat setuju.130 Tabel 4. 46.03% menyatakan kurang setuju.00 .

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya melakukan penilaian pekerjaan siswa secara obyektif.14% menyatakan kurang setuju. berada pada kategori cukup baik. yakni sebanyak 11.79 12.70% menyatakan tidak setuju.00 100. 57. dengan rata-rata.76 Pendapat responden mengenai : Saya melakukan penilaian pekerjaan siswa secara obyektif Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 7 4 16 3 32 2 8 1 0 63 Skor 35 64 96 16 0 211 3.11 25.70% menyatakan tidak setuju. Tabel 4. 23.35 Prosentase 11. 25.40 50. yakni sebanyak 6. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya melakukan penilaian pekerjaan siswa secara obyektif.35.81% menyatakan setuju. . 12. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya memberikan pekerjaan rumah untuk melatih kemampuan siswa.11% menyatakan sangat setuju.79% menyatakan kurang setuju. berada pada kategori cukup baik. 50. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya memberikan pekerjaan rumah untuk melatih kemampuan siswa.00 Berdasarkan tabel di atas.70 0.40% menyatakan setuju.131 Berdasarkan tabel di atas.35% menyatakan sangat setuju. dengan rata-rata 3. 12.

05 12.00 . 7. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya selalu mengisi buku nilai sesuai hasil kerja siswa. Tabel 4.32 7.32% menyatakan kurang setuju.132 Tabel 4.05% menyatakan sangat setuju.00 100.70 60. dengan rata-rata 3.98 50. 60.70% menyatakan setuju.43.11 26.43 Prosentase 19.78 Pendapat responden mengenai : Saya melakukan evaluasi baik formatif maupun sumatif Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 7 4 17 3 32 2 7 1 0 63 Skor 35 68 96 14 0 213 3.77 Pendapat responden mengenai : Saya mengisi buku nilai sesuai hasil kerja siswa Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 12 4 8 3 38 2 5 1 0 63 Skor 60 32 114 10 0 216 3.94 0. 12.00 100.38 Prosentase 11. yakni sebanyak 19.00 Berdasarkan tabel di atas. berada pada kategori baik.94% menyatakan tidak setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya selalu mengisi buku nilai sesuai hasil kerja siswa.11 0.79 11.

00 Berdasarkan tabel di atas. berada pada kategori cukup baik.00 100.87% menyatakan setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya selalu melaksanakan remedial bagi siswa yang nilainya dibawah KKM. . 12.97% menyatakan kurang setuju. Tabel 4.79 Pendapat responden mengenai : Saya melaksanakan remedial bagi siswa yang nilainya dibawah KKM Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 11 4 10 3 34 2 8 1 0 63 Skor 55 40 102 16 0 213 3.79% menyatakan kurang setuju.11% menyatakan sangat setuju.38 Prosentase 17. yakni sebanyak 17.70% menyatakan tidak setuju.46% menyatakan sangat setuju.11% menyatakan tidak setuju.98% menyatakan setuju.70 0.97 12. berada pada kategori cukup baik.38. 53.133 Berdasarkan tabel di atas. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya melakukan evaluasi baik foraif maupun sumatif. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya melakukan evaluasi baik foraif maupun sumatif.38. 50. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya selalu melaksanakan remedial bagi siswa yang nilainya dibawah KKM.46 15. yakni sebanyak 11. 15. 11. dengan rata-rata 3. dengan rata-rata 3. 26.87 53.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya selalu memberikan pengayaan kepada siswa yang melampaui KKM. hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor masing-masing variabel sebagai berikut : Tabel 4. berada pada kategori cukup baik.03 17.00 Berdasarkan tabel di atas. 46.29 22.03% menyatakan kurang setuju.22% menyatakan setuju.134 Tabel 4.18 3.33.Rata 3.94 3.29% menyatakan sangat setuju.46 0.33 Prosentase 14. 4.3.80 Pendapat responden mengenai : Saya memberikan pengayaan kepada siswa yang melampaui KKM Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 9 4 14 3 29 2 11 1 0 63 Skor 45 56 87 22 0 210 3.00 100. dengan rata-rata 3. 22.81 Rata-Rata Skor Variabel Variabel N Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Motivasi Kerja (X2) Disiplin Kerja (X3) Kinerja Guru (Y) 63 63 63 63 Rata .46% menyatakan tidak setuju. yakni sebanyak 14.22 46. 17.26 3. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya selalu memberikan pengayaan kepada siswa yang melampaui KKM.5 Statistik Deskriptif Sesuai dengan pendapat responden di atas.31 .

135 Tabel rata-rata skor variabel tersebut menunjukkan skor rata-rata variabel kepemimpinan kepala sekolah lebih tinggi dibandingkan tiga variabel lainnya.4 – 4. selanjutnya dibandingkan dengan tabel kriteria penafsiran kondisi variabel penelitian pada masingmasing variabel yang diteliti.18 3.0 – 1.26 3.8 – 2.3 1.2 – 5.94 3. Juga terlihat bahwa skor rata-rata untuk variabel disiplin kerja lebih kecil dibandingkan tiga variabel lainnya.31 Baik Cukup Baik Cukup Baik Cukup Baik Kriteria . maka diperoleh hasil sebagai berikut : Tabel 4. Model yang dipakai mengadaptasi model tentang pengontrolan kualitas (Supranto : 2000) sebagai berikut : Tabel 4. Guna memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai makna hasil perhitungan statistik deskriptif di atas.0 3.6 – 3.7 Penafsiran Sangat baik Baik Cukup Baik Kurang baik Sangat kurang baik Sesuai dengan kriteria di atas.82 Kriteria Penafsiran Kondisi Variabel Penelitian Rata-Rata Skor 4.1 2.5 1.83 Kriteria Ketercapaian Skor Tiap Variabel Rata-rata Variabel Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Motivasi Kerja (X2) Disiplin Kerja (X3) Kinerja Guru (Y) Sumber : Hasil pengolahan data 3.

136 4.3. Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Guru 4. Variabel penelitian kepemimpinan kepala sekolah.6 Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah.6. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru dilakukan pengujian hipotesis menggunakan analisis jalur. disiplin kerja dan kinerja guru diukur melalui indikator yang dijabarkan dalam kuesioner penelitian.1 Hubungan Antar Variabel Untuk mengungkap pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. Menggunakan data dengan skala ukur interval yang diperoleh dari kuesioner penelitian selanjutnya diperoleh skor untuk setiap variabel yang digunakan dalam analisis data. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru. motivasi kerja. Data variabel penelitian yang dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner memiliki skala ukur ordinal. Untuk memenuhi syarat data dalam perhitungan analisis jalur sekurang-kurangnya mempunyai skala pengukuran interval terhadap data yang diperoleh dari kuisioner terlebih dahulu ditransformasikan menjadi skala interval menggunakan Method of Successive Interval (MSI). Langkah awal dalam perhitungan adalah mengetahui besaran korelasi .3. motivasi kerja dan disiplin kerja sebagai variabel sebab (eksogenus variabel) dan kinerja guru sebagai variabel akibat (endogenus variabel). Hasil data interval dapat dilihat pada lampiran. Skor untuk masing-masing variabel merupakan total skor item. Pengujian hipotesis dilakukan untuk mengetahui besar pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. Dalam penelitian ini variabel kepemimpinan kepala sekolah.

Dependent Variable: Kinerja guru (Y) Diperoleh koefisien jalur dari kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru (PYX1) sebesar 0.000 .074 Standardized Coefficients Beta .000 .85 Hasil Koefisien Jalur X terhadap Y Model Unstandardized Coefficients B Std.000 1 ** ** . Correlation is significant at the 0.505 .005 .546.723 .000 .000 ** ** **.137 antar variabel.000 1 .982 2.000 1 . (2-tailed) Motivasi kerja (X2) ** .000 .692 . (2-tailed) Pearson Correlation Sig.920 2. Dengan melalui perhitungan SPSS diperoleh koefisien jalur kepemimpinan kepala sekolah.6.695 sekolah (X1) Motivasi kerja (X2) .000 .000 ** ** Disiplin kerja (X3) ** .766 .278 . Error 1.015 Kepemimpinan kepala .120 .564 .766 . motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru sebagai berikut : Tabel 4.479 3.438 .116 . (2-tailed) Pearson Correlation Sig.000 ** ** Kinerja guru (Y) ** .564 .000 .828 . Hasil perhitungan korelasi antar variabel yang diteliti dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 4.186 a.01 level (2-tailed).723 .84 Korelasi Antara Variabel Kepemimpinan kepala sekolah (X1) 1 ** Kepemimpinan kepala sekolah (X1) Motivasi kerja (X2) Disiplin kerja (X3) Kinerja guru (Y) Pearson Correlation Sig. (2-tailed) Pearson Correlation Sig.000 . Listwise N=63 Sumber: Hasil Pengolahan Data 2011 4. .710 .399 5.351 Disiplin kerja (X3) .184 t .518 1 (Constant) Sig.2 Analisis Jalur Koefisien jalur diperoleh berdasarkan korelasi antar variabel.438 .3.546 .505 . koefisien jalur dari motivasi . a.828 .

184.86 Hasil Koefisien Determinasi (Pengaruh Total) X terhadap Y Model R dimension0 R Square a Adjusted R Square . terdapat probabilitas munculnya pengaruh variabel lain (residu). Error of the Estimate 5.481 Besar koefisien jalur untuk faktor lain yang tidak masuk dalam spesifikasi adalah 0. motivasi dan disiplin terhadap kinerja guru dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Tabel 4. Disiplin Kerja (X3).60296 1 . dan koefisien jalur dari disiplin kerja terhadap kinerja guru (PYX3) sebesar 0. Adapun hasil perhitungan pengaruh secara bersama-sama variabel kepemimpinan kepala sekolah.481 Persamaan koefisien jalur yang terbentuk dinyatakan sebagai berikut : Y= 0.184 X3 + 0. Predictors: (Constant).278 X2 + 0. motivasi dan disiplin terhadap kinerja guru sebesar 0.481 . Motivasi Kerja (X2) Diperoleh pengaruh secara bersama-sama variabel kepemimpinan kepala sekolah. Besar pengaruh secara bersama-sama kepemimpinan kepala sekolah.757 Std.546 X1 + 0. Maka untuk menghitung besarnya koefisien pengaruh variabel dimaksud digunakan formula sebagai berikut : =√ = 0.877 .motivasi dan disiplin terhadap kinerja guru.769 a. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru diperoleh dari hasil perkalian koefisien jalur dengan matriks korelasi antara variabel sebab dengan variabel akibat. Selain pengaruh variabel kepemimpinan kepala sekolah.138 kerja terhadap kinerja guru (PYX2) sebesar 0. Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1).769.278.

Motivasi dan Disiplin terhadap Kinerja Guru Dari gambar 4.184 .139 Persamaan tersebut dapat digambarkan dalam model struktural sebagai berikut : = 0.278 0.87 Hasil Perhitungan Jalur Variabel Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Motivasi Kerja (X2) Disiplin Kerja (X3) Sumber : Hasil Pengolahan Data Koefisien Jalur 0.546 0.1 Model Struktural Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah . dapat diformulasikan hasil pengujian melalui tabel sebagai berikut : Tabel 4.1. di atas.481 Y Gambar 4.

6% 2.140 Hasil pengolahan data untuk membuktikan pengaruh langsung dan tidak langsung variabel disajikan dalam tabel berikut : Tabel 4. rx1.4% 76. X2 dan X3 Langsung dan Tidak langsung terhadap Y Variabel X1 X2 X3 Koefisien Jalur 0.6% Total 45.2% 21.438 x 0.x2 .7% 3.8% 7.546 0.4% 11% 11.044 .88 Pengaruh X1. = 0.298 (29.3.546 x 0.3% 10. = 0.8%) Pengaruh tidak langsung X1 terhadap Y melalui X2 = .9% 23.1% 4.3 Hasil Uji Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru Setelah pengujian koefisien jalur dari Kepemimpinan kepala sekolah ke kinerja guru diperoleh ada pengaruh Kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru selanjutnya dapat diketahui besarnya pengaruh secara langsung dan tidak dari Kepemimpinan kepala sekolah terhadap Kinerja guru .278 0.0% 4.4% Total Pengaruh (R ) Pengaruh faktor lain (ε) 2 Pengaruh tidak langsung (melalui) X1 X2 X3 4.110 (11%) Pengaruh tidak langsung X1 terhadap Y melalui X3 = (4.184 Pengaruh Langsung 29. rx1.278 = 0.546 x 0.6.184 = 0. Pyx2 = 0.723 x 0.4% 2.546 x 0.546 = 0.4%) . Pengaruh langsung X1 terhadap Y = .x3 .

Pengaruh langsung X2 terhadap Y = .026 (2.278 x 0.7%) Pengaruh tidak langsung X2 terhadap Y melalui X1 = . Besarnya pengaruh tidak langsung Kepemimpinan kepala sekolah terhadap Kinerja guru karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Motivasi kerja memberikan penambahan pengaruh sebesar 11.x2.141 Dari hasil perhitungan di atas diperoleh pengaruh langsung Kepemimpinan kepala sekolah terhadap Kinerja sebesar 29.11 (11%) Pengaruh tidak langsung X2 terhadap Y melalui X3 = .723 x 0.6%) .8% + 11.6.278 x 0. = 0. rx1. = 0. Pyx1 = 0.4% Total Pengaruh (Pengaruh langsung dan tidak langsung) Kepemimpinan kepala sekolah terhadap Kinerja diperoleh sebesar 29.4% = 45.546 = 0.4 Hasil Uji Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Guru Setelah pengujian koefisien jalur dari Motivasi kerja ke Kinerja guru diperoleh ada pengaruh Motivasi kerja terhadap Kinerja guru selanjutnya dapat diketahui besarnya pengaruh secara langsung dan tidak dari Motivasi kerja terhadap Kinerja guru .0% + 4.278 x 0.2%. rx2.184 = 0.3. 4.0% dan pengaruh tidak langsung Kepemimpinan kepala sekolah terhadap Kinerja guru karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Disiplin kerja memberikan penambahan pengaruh sebesar 4.278 = 0.8%.505 x 0.x3 .077 (7.

034 (3.044 (4. Besar perhitungan di atas diperoleh pengaruh tidak langsung Disiplin kerja terhadap Kinerja guru .184 x 0.4%) Pengaruh tidak langsung X3 terhadap Y melalui X1 = .184 = 0.505 x 0.278= 0.3.7%. Pengaruh langsung X2 terhadap Y = . = 0.x3. 4.5 Hasil Uji Pengaruh Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Guru Setelah pengujian koefisien jalur dari Disiplin kerja ke Kinerja guru secara statistik bermakna selanjutnya dapat diketahui besarnya pengaruh secara langsung dan tidak dari Disiplin kerja terhadap Kinerja guru . rx1. rx2. Besarnya perhitungan diperoleh pengaruh tidak langsung Motivasi kerja terhadap Kinerja guru karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Kepemimpinan kepala sekolah memberikan penambahan pengaruh sebesar 11. Total Pengaruh (Pengaruh langsung dan tidak langsung) Motivasi kerja terhadap Kinerja diperoleh sebesar 7.7% + 11.4%) Pengaruh tidak langsung X3 terhadap Y melalui X2 = .6%.0% dan pengaruh tidak langsung variabel Motivasi kerja terhadap Kinerja guru karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Disiplin kerja memberikan penambahan pengaruh sebesar 2.0% + 2.4%.6% = 21.3%.184 x 0. = 0.184x 0. = 0.026 (2.6.6%) Dari hasil perhitungan di atas diperoleh pengaruh langsung variabel Disiplin kerja terhadap Kinerja sebesar 3.142 Dari hasil perhitungan di atas diperoleh pengaruh langsung Motivasi kerja terhadap Kinerja sebesar 7.438 x 0.x3 .546 = 0.

4% 76.9% pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat sebesar 45.4% dan pengaruh tidak langsung Disiplin kerja terhadap Kinerja guru karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Motivasi kerja memberikan penambahan pengaruh sebesar 2.6.4% 45.3% dan pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru .2% 21.6 Hasil uji Pengaruh Bersama-sama Kepemimpinan Kepala Sekolah.546 0. Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Guru Hasil pengaruh langsung dan tidak langsung yang diperoleh dapat dirangkum dalam tabel berikut : Tabel 4.6% 4.3% 10. pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat sebesar 21.278 0.143 karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Kepemimpinan kepala sekolah memberikan penambahan pengaruh sebesar 4.0% Total Pengaruh 0.4% 13.3.184 29.8% 7. Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Guru Koefisien Jalur Kepemimpinan kepala sekolah Motivasi kerja Disiplin kerja Total Hasil yang diperoleh memperlihatkan terdapat Pengaruh langsung Pengaruh tidak langsung 15.2%.89 Besarnya Koefisien Jalur Kepemimpinan Kepala Sekolah.5% 7.7% 3.

3.1% dipengaruhi oleh faktor lain.1 Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Berdasarkan tanggapan hasil responden tentang kepemimpinan kepala sekolah (X1). Tanpa adanya pemahaman tentang kepemimpinan maka tujuan yang diharapkan sulit dicapai.82) yang dikemukakan Sugiyono (2004 : 66) berada diantara hubungan 3. Jadi terlihat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat paling besar diantara ketiga variabel yang diteliti dan diikuti dengan pengaruh motivasi kerja dan disiplin kerja.3. 4.1 maka gambaran kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua termasuk kategori baik.94 (tabel 4.4 – 4. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat diperoleh sebesar 76. Secara total pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. diperoleh skor rata-rata sebesar 3.7. Hal ini berarti pola kepemimpinan kepala sekolah yang ditampilkan sudah baik dan pemahaman terhadap tugas dan peranannya sebagai seorang pemimpin cukup memadai. Peran dan fungsi yang harus dilaksanakan oleh kepala sekolah sebagai seorang pemimpin seperti yang dijelaskan oleh Mulyasa (2009 : 98) diantaranya . sedangkan sisanya sebesar 23.4%.9%.144 SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat sebesar 10.81) sesuai dengan kriteria penafsiran (tabel 4.7 Pembahasan 4.

3 maka gambaran motivasi kerja termasuk kategori cukup baik. .81) sesuai dengan kriteria penafsiran (tabel 4.18 (tabel 4. 4. Masih harus diupayakan langkah untuk meningkatkan baik motivasi instrinsik maupun motivasi ekstrinsiknya.3. administrator.3 maka gambaran disiplin kerja termasuk kategori cukup baik. Masih harus diupayakan langkah untuk meningkatkan disiplin kerja menyangkut ketepatan waktu.7. Hal ini berarti disiplin kerja guru SMP Negeri 1 Cisarua belum optimal.7. leader.2 Motivasi Kerja (X2) Berdasarkan tanggapan hasil responden tentang motivasi kerja (X2).3 Disiplin Kerja (X3) Berdasarkan tanggapan hasil responden tentang disiplin kerja (X3).81) sesuai dengan kriteria penafsiran (tabel 4.3.82) yang dikemukakan Sugiyono (2004 : 66) berada diantara hubungan 2. kesadaran dalam bekerja dan kepatuhan pada peraturan yang berlaku. diperoleh skor rata-rata sebesar 3.145 sebagai edukator. Hal ini berarti motivasi kerja guru SMP Negeri 1 Cisarua belum optimal. diperoleh skor rata-rata sebesar 3. inovator dan motivator.6 – 3. supervisor.26 (tabel 4. manajer. 4.82) yang dikemukakan Sugiyono (2004 : 66) berada diantara hubungan 2.6 – 3.

31 (tabel 4.3.7. melatih. menilai dan . menggunakan metode dan strategi pembelajaran dengan tepat. diperoleh besarnya pengaruh kepemimpinan kepala sekolah . guru harus selalu berusaha tepat waktu.3 maka gambaran kinerja guru termasuk kategori cukup baik. mengajar. diperoleh skor rata-rata sebesar 3. Oleh karena itu tinggi rendahnya prestasi siswa tidak terlepas dari kinerja gurunya. Guru dapat meningkatkan wawasan pengetahuannya dengan membaca beberapa buku pegangan. motivasi kerja dan disiplin kerja. Tenaga pendidik atau guru merupakan tulang punggng sekolah dalam menjalankan proses kegiatan pembelajaran. Guru hendaknya selalu berusaha mencari cara untuk meningkatkan prestasi siswa. Kinerja guru dapat diukur dari cara guru tersebut mendidik.5 Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah terhadap Kinerja Guru Sesuai dengan hasil penelitian dan pengolahan data yang dilakukan.146 4. membimbing. Selain itu kinerja gurupun diakibatkan oleh faktor lain diantaranya kepemimpinan kepala sekolah.7. mengarahkan.3.82) yang dikemukakan Sugiyono (2004 : 66) berada diantara hubungan 2.81) sesuai dengan kriteria penafsiran (tabel 4.mengevaluasi siswa. mengikuti pelatihan dan sebagainya sehingga dapat meningkatkan kualitas kegiatan pembelajaran 4. Untuk meningkatkan kinerjanya.4 Kinerja Guru (Y) Berdasarkan tanggapan hasil responden tentang kinerja guru (Y).6 – 3.

298 atau 29.044 atau 4. Administrator. Hal ini dikarenakan Kepala SMPN 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat mampu berfungsi sebagai Educator.3% dan pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat sebesar 10. Dengan demikian total pengaruhnya sebesar 0.8% sedangkan pengaruh tidak langsung melalui motivasi kerja (X2) sebesar atau 0.4%.2% termasuk cukup signifikan. Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru sebesar 45. Kepemimpinan kepala sekolah merupakan faktor yang dapat mendorong sekolah untuk mewujudkan tujuan dan sasaran sekolah melalui program-program yang dilaksanakan secara terencana dan bertahap. Menurut Mulyasa (2009 : 90) bahwa kepala sekolah berperan utama dalam menggerakan organisasi sekolah.147 (X1) terhadap kinerja guru (Y) secara langsung sebesar 0. Leader. Inovator dan Motivator (EMASLIM) dengan cukup baik. Kepala sekolah yang mampu melaksanakan peran dan fungsinya sebagai EMASLIM akan meningkatkan kinerja guru dan dapat juga meningkatkan mutu pendidikan. pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru sebesar 21. Kepala sekolah dapat menjalankan tugasnya dengan cukup baik akan berpengaruh terhadap kinerja guru. Manajer.452 atau 45. Jadi terlihat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat paling besar diantara ketiga variabel yang diteliti dan diikuti dengan pengaruh motivasi kerja dan disiplin kerja.2%.11 atau 11 % serta melalui disiplin kerja (X3) sebesar 0. Supervisor.4%. .

6% serta melalui kepemimpinan kepala sekolah (X1) sebesar 0. Dalam hal ini kepala sekolah sebagai motivator dapat melakukan penerapan kebijakan dan pengambilan keputusan yang dapat memacu motivasi kerja para guru.7 Pengaruh Disiplin Kerja terhadap Kinerja Guru Sesuai dengan hasil penelitian dan pengolahan data yang dilakukan. Disiplin di lingkungan kerja sangat diperlukan karena akan berpengaruh terhadap pencapaian tujuan organisasi.6 Pengaruh Motivasi Kerja terhadap Kinerja Guru Sesuai dengan hasil penelitian dan pengolahan data yang dilakukan.034 atau 3.148 4.6% sebagaimana pendapat Gordon W.026 atau termasuk cukup tinggi Motivasi kerja cukup berpengaruh terhadap kinerja guru.044 atau 4.110 atau 11%.4% serta melalui motivasi kerja (X2) sebesar 0.4% termasuk cukup tinggi. diperoleh besarnya pengaruh Disiplin kerja (X3) terhadap kinerja guru (Y) secara langsung sebesar 0.3.6%. Pegawai dengan atau . 2.7. diperoleh besarnya pengaruh motivasi kerja (X2) terhadap kinerja guru (Y) secara langsung sebesar 0.026 atau 2.104 10. yang dikutif Mangkunegara (2005 : 104) menyatakan bahwa ada hubungan yang positif antara motivasi berprestasi dengan pencapaian kinerja.4 % sedangkan pengaruh tidak langsung melalui kepemimpinan kepala sekolah (X 1) sebesar 0. Dengan demikian total pengaruhnya sebesar 0. Dengan demikian total pengaruhnya sebesar 0.7% sedangkan pengaruh tidak langsung melalui disiplin kerja (X3) sebesar 0.077 atau 7. 4.026 atau 2.7.3.

8 Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah.2 %. 4.4 %. Dari hasil tersebut dapat dikatakan bahwa variabel-variabel yang mempengaruhi kinerja guru tidak dapat berjalan sendiri-sendiri namun harus selalu bersinergi dalam pelaksanaannya sehingga memberikan kontribusi yang tinggi.3 %.9 %. Pengaruh total kepemimpinan kepala sekolah (X1). . Pengaruh total motivasi kerja (X2) terhadap kinerja guru (Y) sebesar 21. 3. 2.7. Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Guru Hasil penelitian yang berkaitan dengan pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. motivasi kerja (X2) dan disiplin kerja (X3) terhadap kinerja guru sebesar 76. kesadaran dalam bekerja serta kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku. Pengaruh total kepemimpinan kepala sekolah (X1) terhadap kinerja guru (Y) sebesar 45. Tingkat kedisiplinan seorang pegawai dapat diukur dari ketepatan waktu dalam melaksanakan pekerjaan.149 disiplin kerja yang baik akan menguntungkan perusahaan dan pegawai itu sendiri.3. Pengaruh total disiplin kerja (X3) terhadap kinerja guru (Y) sebesar 10. 4. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru secara bersama-sama memperlihatkan bahwa : 1.

leader. mengarahkan. Kepemimpinan kepala sekolah yang meliputi kepala sekolah sebagai edukator. manajer.1 Kesimpulan Sesuai dengan penelitian yang telah dilakukan dan pembahasannya mengenai pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. Disiplin kerja yang meliputi ketepatan waktu. membimbing. Kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua yang meliputi mendidik. 5. melatih. 3. mengajar. 2. dan mengevaluasi sesuai dengan pengolahan data berada pada kategori cukup baik. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Motivasi kerja yang meliputi motivasi intrinsik dan ekstrinsik sesuai dengan hasil pengolahan data termasuk kategori cukup baik. 4. penulis memperoleh kesimpulan sebagai berikut : 1. menilai. kesadaran dalam bekerja dan kepatuhan pada peraturan sesuai dengan hasil pengolahan data termasuk kategori cukup baik. inovator dan motivator sesuai dengan hasil pengolahan data termasuk dalam kategori baik.150 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5. supervisor. Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru secara langsung maupun tidak langsung termasuk besar . administrator.

motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru sangat besar. maka : 1. Hal ini dapat dilakukan oleh kepala sekolah dengan cara peningkatan kesejahteraan guru. 7. Pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru secara langsung maupun tidak langsung cukup besar. 5. menjalin hubungan interpersonal yang lebih harmonis dan peningkatan lingkungan kerja yang aman dan . motivasi kerja guru SMP Negeri 1 Cisarua termasuk pada kategori cukup baik. Motivasi kerja guru perlu ditingkatkan terutama motivasi eksternal. Sejalan dengan semakin meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap kualitas lulusan. 2. Berdasarkan pengolahan data. Untuk itu kepala sekolah perlu mengikuti workshop manajemen serta lebih terbuka pada saran dan kritik yang sifatnya membangun.151 6. 8.2 Saran Dengan mengetahui adanya pengaruh yang positif antara kepemimpinan kepala sekolah. maka untuk meningkatkan kinerja guru kepemimpinan kepala sekolah harus lebih efektif. Pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru secara langsung maupun tidak langsung cukup besar. Kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat berada pada kategori baik. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru baik secara bersama-sama maupun secara parsial serta mengetahui karakteristik yang memberi pengaruh paling besar terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua. Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah.

Untuk meningkatkan disiplin kerja guru sebaiknya kepala sekolah meningkatkan sistem pembinaan dan pengawasan. Berdasarkan pengolahan data. Sistem . 3. Untuk meningkatkan motivasi kerja guru sebaiknya kepala sekolah memberikan kebijakan yang dapat memotivasi guru agar melakukan kinerja terbaik. seperti memberikan apresiasi terhadap guru berprestasi dan memberikan kesempatan kepada guru seluasluasnya untuk lebih mengembangkan potensi yang ia miliki. Hal ini dapat meningkatkan kinerja guru dan mutu pendidikan. Untuk peningkatan kinerja guru kepala sekolah harus dapat menentukan strategi yang efektif dan apabila terjadi penurunan kualitas kinerja dapat mengidentifikasi penyebabnya. disiplin kerja guru SMP Negeri 1 Cisarua termasuk pada kategori cukup baik. Sejalan dengan tuntutan masyarakat terhadap peningkatan kualitas sekolah. 7. 6.152 nyaman sehingga para guru dapat meraih prestasi kerja yang lebih baik pada waktu mendatang. perlu ditingkatkan kedisiplinan kerja guru dengan pembinaan dan pengawasan yang lebih intensif. Perlu diperhatikan hal-hal yang memberikan kontribusi terhadap peningkatan kinerja guru. Kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat berada pada kategori cukup baik. Kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat pada umumnya sudah baik. 4. Agar lebih baik lagi perlu mengoptimalkan manajemen dan supervisi terhadap kinerja guru dalam pelaksanaan proses pembelajaran di kelas. 5.

. Sistem pengawasan dapat ditingkatkan dengan menggunakan kemajuan sistem informasi untuk memantau kehadiran guru di sekolah maupun di kelas.153 pembinaan yang dilaksanakan hendaknya bervariasi misalnya dengan menggunakan metode ESQ.

Organisasi dan Manajemen Sumber Daya Manusia. Umar. USA: Prentice Hall. Arikunto Suharsimi. Anwar Prabu. Bandung : PT Remaja Rosdakarya. (2009). Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Fred. (2004).154 DAFTAR PUSTAKA Ambar Teguh Sulistiani Rosidah. Riset Sumber Daya Manusia. (Terjemahan Agus Darma). (2006). Jakarta: Erlangga. (2000). Jakarta: PT Raja Grapindo. Luthan. Jakarta: Rineka Cipta. Perilaku dalam Organisasi. Newstrom. N. ( 2004). (2005). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Miftah Toha. Motivasi Kelompok. Riset Sumber Daya Manusia. Manajemen Sumber Daya Manusia. Fathoni Abdurrahmat. Kepemimpinan & Efektivitas Davis. (2003). Husen. Mulyasa. Keith dan John W. Asas-Asas Penelitian Behavioral. E. (2007). Danim.B. Sudarwan. Cardy. (2006).L. (1997). Yogyakarta: ANDI. Gomez Meija. Mulyasa. Mangkunegara. Menjadi Kepala Sekolah Profesional. Cianjur: CV Dinamika Karya. E. Jakarta: PT Rineka Cipta. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Kepemimpinan dalam Manajemen. Jakarta: Direktorat Pembinaan SMP. (2009). (2005). Fred. (2004). Yogyakarta : Gajah Mada University Press. (2001) Manajing Human Resources. Upaya Meningkatkan Budaya Kinerja Guru. . Yogyakarta : STIE YPKN Kerlinger. (2006). Balkin dan R. Bandung : PT Remaja Rosdakarya. Menjadi Guru Profesional. Pembakuan Bangunan dan Perabot SMP. Jakarta : PT Rineka Cipta. Manajemen Sumber Daya Manusia. Organization Behavior (Prilaku Organisasi). Istijanto. Yogyakarta: Graha Ilmu. D. A Tabrani R. Depdiknas Direktorat Pembinaan SMP. (1995).

(2007). New Jersey: Prentice Hall International. (2009). Bandung: CV Mandar Maju. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada Wibowo. (2001). Wahjosumijo. Rivai. Kepemimpinan Kepala Sekolah. Yulk Garry. (2005). Jakarta: PT Raja Grapindo Persada. Bandung: STIE Pasundan. Hadari. bandung : CV Tarsito. Veithzal. Teknik Analisis Regresi dan Korelasi. Supranto J. Jatinangor: Alqaprint. (2006). Kiat Meningkatkan Produktivitas Kerja. Sidik Priadana. Jakarta: PT Elex Media Komputindo. Statistik Teori dan Aplikasi. Jakarta : CV Eko Jaya.155 Nawawi. Peran Strategis Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan. (2002). (2005). Manajemen Sumber Daya Manusia. Bandung : PT Gelora Aksara. Metodologi Penelitian Pendidikan. Metode Penelitian Administrasi. Seri Kepemimpinan Manajemen Sumber Daya Manusia. Kepemimpinan dan Prilaku Organisasi. (2001). Robbin Stephen P. (2000). Siswanto. Siagian. (2005). Peraturan Pemerintah RI. Organizational Behavior. Manajemen Kinerja. Sondang P. Panduan Penyusunan Skripsi dan Tesis. Jakarta: Rineka Jaya. Metode Statistika. . Jakarta: PT Yudeks. (2005). (2007). Sugiyono. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Kepemimpinan dalam Organisasi. Sujana. Bandung : Alfabeta. (2003). Sumber Daya Manusia dan Produktivitas Kerja. (2002). Manajemen Tenaga Kerja. Bedjo. Rahman at all. Timple. (2005). Sedarmayanti. Bandung: CV Tarsito Sukardi. Sujana. (2004). Standar Nasional Pendidikan. (2000). Dale A. Jakarta: PT Bumi Aksara. Yogyakarta: Gajah Mada University Press. 2005. Bandung: Sinar Baru.

Citra Umbara. http.id/6864/. Bandung. Hernowo Narmodo. 2005. Jurnal : UUD Republik Indonesia 1945. Depdiknas. Rizal Aminudin. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 edisi 2009.ac. Jakarta: PT Raja Grapindo Persada. Bandung.156 Winardi. Citra Umbara. (2001). Depdiknas.eprins.ums.id/6816/. Sistem Pendidikan Nasional. ums.etd. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 edisi 2009. . 2008. Tentang Guru dan Dosen. Pemotivasian dalam Manajemen. Pengaruh Motivasi dan Disiplin Terhadap Kinerja Pegawai Badan Kepegawaian Daerah.eprins. J.ac. Pengaruh Kompetensi dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Dinas Pendidikan Semarang. http//etd.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful