1

BAB I PENDAHULUAN

I.I. Latar Belakang Masalah Era globalisasi dunia ditandai oleh perkembangan yang semakin cepat di segala bidang kegiatan, begitu pula dalam kegiatan pendidikan. Globalisasi ini sangat mempengaruhi terhadap perkembangan pendidikan di Indonesia sehingga diperlukan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Pemerintah Indonesia dalam upaya meningkatkan pendidikan bagi warga negaranya tidak henti-hentinya melakukan berbagai kegiatan dan menyediakan fasilitas pendukungnya termasuk memberlakukannya

Undang-Undang No. 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen. Seperti yang disampaikan dalam penjelasan umum atas Undang-Undang No. 14 tahun 2005, Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun1945 menyatakan bahwa tujuan pendidikan nasional adalah untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan

kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Untuk mewujudkan tujuan nasional tersebut, pendidikan merupakan faktor yang sangat menentukan. Selanjutnya, Pasal 31 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 mengamanatkan bahwa (1) Setiap warga Negara berhak mendapat pendidikan; (2) Setiap warga negara wajib mengikuti

2

pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya; (3) Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta ahlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan UndangUndang; (4) Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurangkurangnya 20 % (dua puluh persen) dari anggaran pendapatan dan

belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggeraan pendidikan nasional; dan (5) Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan

menjunjung tinggi nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia. Salah satu amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 tersebut kemudian diatur lebih lanjut dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang memiliki visi terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga Negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. Sumber daya manusia unggul merupakan persyaratan utama bagi terwujudnya bangsa dan negara yang maju. Berapapun besar sumber daya alam (SDA), modal sarana prasaran yang tersedia, pada akhirnya di tangan SDM yang handal sajalah target pembangunan bangsa dan negara dapat dicapai. Dalam perspektif berpikir seperti ini, suatu bangsa

3

tak dapat mencapai kemajuan tanpa adanya suatu sistem pendidikan yang baik. Pendidikan adalah modal dasar untuk menciptakan SDM yang unggul. Dunia pendidikan yang utama adalah sekolah. Sekolah

merupakan salah satu lembaga alternatif pelayanan pendidikan. Sekolah sebagai suatu lembaga tentunya memiliki visi, misi, tujuan dan fungsi. Untuk mengemban misi, mewujudkan visi, mencapai tujuan, dan menjalankan fungsinya sekolah memerlukan tenaga profesional, tata kerja organisasi dan sumber-sumber yang mendukung baik finansial maupun non finansial. Sekolah sebagai suatu sistem memiliki komponen-komponen yang berkaitan satu sama lain serta berkontribusi pada pencapaian tujuan.

Komponen-komponen tersebut adalah siswa, kurikulum, bahan ajar, guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan lainnya, lingkungan, sarana, fasilitas, proses pembelajaran dan hasil atau output. Semua komponen tersebut harus berkembang sesuai tuntutan zaman dan perubahan lingkungan yang terjadi di sekitarnya. Untuk berkembang tentunya harus ada proses perubahan. Pengembangan ini hendaknya bertolak dari halhal yang menyebabkan organisasi tersebut tidak dapat berfungsi dengan sebaik yang diharapkan (Gupta & Shingi, 2001). Dalam konsepsi pengembangan kelembagaan tercermin adanya upaya untuk

memperkenalkan perubahan cara mengorganisasikan suatu lembaga, struktur, proses dan sistem lembaga yang bersangkutan sehingga lebih dapat memenuhi misinya. Oleh karena itu, perubahan yang terjadi pada

anggaran pendidikan yang Maka diamanatkan Undang-Undang 20 % sudah mulai dilaksanakan. Masalah kinerja menjadi sorotan berbagai pihak. kinerja guru tentunya akan menjadi perhatian semua pihak.4 lembaga sekolah harus meliputi seluruh komponen yang ada di dalamnya. kemampuan dan dan performancenya sehubungan dengan sumber-sumber. menyangkut bagaimana sekolah sebagai lembaga diorganisasikan sehingga mampu mengemban misinya dengan baik. Berbagai usaha dilakukan untuk mencapai kinerja yang baik. Kinerja guru yang optimal dipengaruhi oleh berbagai faktor. kinerja pemerintah akan dirasakan oleh masyarakat dan kinerja guru akan dirasakan oleh siswa atau orang tua siswa. ketenagaan dan sistem suatu lembaga serta proses perubahan itu sendiri. Perubahan tersebut terjadi dalam struktur. Kinerja guru di sekolah mempunyai peran penting dalam pencapaian tujuan sekolah. proses. Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Bandung Barat terdiri dari 60 sekolah negeri dan 76 sekolah swasta. Dalam proses perubahan tersebut individu organisasi dan lembaga meningkatkan tujuan. Perhatian pemerintah terhadap pendidikan sudah disosialisasikan. Perubahan tidak akan berjalan tanpa dukungan dari sumber daya manusia yang merupakan asset yang dapat memberikan kontrbusi lebih dalam pencapaian tujuan organisasi. baik internal maupun eksternal. Salah satu indikator . Guru harus benar-benar kompeten dibidangnya dan guru juga harus mampu mengabdi secara optimal. lingkungannya. Guru merupakan salah satu SDM yang berada di sekolah.

39 6.90 6. diantaranya kepemimpinan kepala sekolah. Tabel I. Padahal belum tentu keberhasilan siswa merupakan hasil kinerja guru.41 6.13 6. Keberhasilan prestasi sekolah ditentukan oleh berbagai faktor.66 100% 6.5 suatu sekolah dianggap sudah berhasil adalah dengan perolehan nilai Ujian Nasional yang tinggi dan tingkat kelulusan yang maksimal.67 100% 6.27 7. Indonesia B Inggris Matematika IPA Rata-rata % Lulusan 2006/2007 2007/2008 2008/2009 2009/2010 7.20 6. Seperti di SMPN 1 Cisarua yang terletak di Jalan Kolonel Masturi 312 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.46 6.07 6.31 7.46 6.25 6. Sekolah yang perolehan nilai ujian nasionalnya paling tinggi dan tingkat kelulusannya setiap tahun selalu 100 % dianggap sudah berhasil dan akan mendapat kepercayaan masyarakat. Rata-Rata Nilai Ujian Nasional dan Kelulusan No 1 2 3 4 Mata Pelajaran B.46 6.43 7.95 7. Apakah keberhasilan siswa merupakan prestasi kinerja guru? Tentunya perlu ada penelitian untuk membuktikan asumsi tersebut.24 99% 7.I. berikut dapat kita lihat hasil rata-rata nilai Ujian Nasional (UN) dan prosentasi kelulusan dalam empat tahun terakhir. AlanTucker dalam Syafarudin (2002 : 49) mengemukakan bahwa : “kepemimpinan sebagai kemampuan mempengaruhi atau mendorong seseorang atau sekelompok orang agar .28 100% Sumber : Dokumen SMPN 1 Cisarua Pada tabel rata-rata nilai UN dan kelulusan di atas terlihat peningkatan prestasi siswa belum optimal walaupun pada rata-rata nilai UN terakhir ada sedikit peningkatan.07 6.

Wahjosumijo (2002 : 10) mengemukakan bahwa kepala sekolah sebagai leader harus memiliki karakter yang khusus yang mencakup kepribadian. Manajer. Implementasi kemampuan yang harus dimiliki kepala sekolah terwujud dalam pelaksanaan tugas-tugasnya antara lain menyusun perencanaan. kemampuan mengambil keputusan. Administrator. (3) tanggung jawab.6 bekerja secara sukarela untuk mencapai tujuan tertentu atau sasaran dalam situasi tertentu”. Kepribadian kepala sekolah sebagai leader akan tercermin dalam sifat-sifat (1) jujur. mengorganisasikan kegiatan. pengalaman dan pengetahuan professional. mengarahkan kegiatan. visi dan misi sekolah. Tabrani Rusyan (2000) mengungkapkan bahwa : kepemimpinan kepala sekolah memberikan motivasi kerja bagi peningkatan produktivitas kerja guru dan hasil belajar siswa. Inovator dan Motivator (EMASLIM). pengetahuan terhadap kependidikan. Kemampuan yang harus diwujudkan kepala sekolah sebagai pimpinan dapat dianalisis dari kepribadian. (7) teladan. membuka komunikasi dua arah. Kepala sekolah sebagai pimpinan harus mampu memberikan petunjuk dan pengawasan. keahlian dasar. . Supervisor. Menurut Mulyasa (2009 : 98) Kepala sekolah sedikitnya mempunyai peran dan fungsi sebagai Edukator. meningkatkan kemauan tenaga kependidikan. (2) percaya diri. dan kemampuan berkomunikasi. serta pengetahuan administrasi dan pengawasan. (6) emosi yang stabil. Leader. (5) berjiwa besar. (4) berani mengambil resiko dan keputusan. dan mendelegasikan tugas.

melaksanakan pengawasan. mengadakan rapat. pengorganisasian. Kemampuan yang harus dimiliki seorang pemimpin dalam hal ini kepala sekolah adalah memiliki kepribadian yang menjadi teladan bagi bawahannya. menentukan kebijaksanaan. kepala sekolah harus menjadi motor penggerak bagi berjalannya proses pendidikan. Melihat tugas kepala sekolah yang begitu banyak. maka seorang kepala sekolah dituntut memiliki kemampuan manajerial. Jika tidak. Kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua dipandang sudah dilaksanakan dengan baik. pengambilan keputusan. Selain itu tugas menyelenggarakan administrasi antara lain menyusun perencaan. kemampuan memotivasi. penanganan kesiswaan. pengarahan keuangan. Kepala sekolah selalu berupaya mencurahkan kemampuannya dalam menjalankan tugasnya untuk mencapai tujuan. Sebagai pemimpin suatu instansi pendidikan. maka tidak akan dapat mengelola sekolah dan suasana sekolah menjadi tidak kondusif. kepegawaian. komunikasi dan pendelegasian wewenang.7 mengkoordinasikan kegiatan. mengambil keputusan. Dugaan tersebut didukung oleh data . dan lain-lain. penyusunan kurikulum. sarana prasarana. mengatur pembelajaran dan mengadakan hubungan masyarakat. melakukan evaluasi terhadap kegiatan. Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru menurut Uben dan Hughes berupa penciptaan iklim sekolah yang dapat memacu atau menghambat efektifitas kerja guru.

Setiap bulan sekali 3. Hal itu dibuktikan berdasarkan hasil penelitian McCleland (1961). sehingga ia mau dan rela bekerja keras. Motif itulah sebagai faktor pendorong yang memberi kekuatan kepadanya. Supervisi kelas Setiap semester 6. Edward Murray (1957). Uraian Kegiatan Rapat dinas pembinaan Guru dan tenaga kependidikan Rapat evaluasi program dan kegiatan KBM Rapat tim pengembang SSN Waktu Keterangan Setiap bulan sekali 2. Miller dan Gordon W (1967) yang dikutip . Pembinaan siswa melalui Setiap senin upacara awal bulan Sumber : Dokumen SMPN 1 Cisarua Lihat situasi kondisi Sudah terjadwal untuk setiap guru Jika dilihat dari tabel jadwal pembinaan dan pengawasan di atas. kemajuan kinerja guru seharusnya meningkat lebih baik.8 jadwal pembinaan/pengarahan dan supervisi yang dilaksanakan secara intensif seperti yang terlihat pada tabel berikut : Tabel 1. Faktor lain yang dapat meningkatkan kinerja guru adalah motivasi kerja. Pegawai/guru yang memiliki motivasi yang tinggi biasanya akan melaksanakan tugasnya dengan penuh semangat dan energik. Pemerikasaan administrasi Setiap awal guru semester 5. Seorang guru dapat bekerja secara professional jika pada dirinya terdapat motivasi yang tinggi.2 Kegiatan Pembinaan dan Supervisi Kepala Sekolah No 1. Untuk mengetahui hal tersebut tentunya memerlukan penelitian yang lebih mendalam. karena ada motif-motif atau tujuan tertentu yang melatarbelakangi tindakan tersebut. Setiap triwulan 4.

Berkaitan dengan pencapaian prestasi kerja guru SMPN 1 Cisarua. dan sebaliknya mereka yang kinerjanya rendah disebabkan karena motivasi kerjanya rendah.3 Prestasi Guru dalam Perlombaan Perolehan 1 s/d 3 dlm Tingkat Nasional Provinsi Kota/Kab Nasional Provinsi Kota/Kab Nasional Provinsi Kota/Kab Nasional Kejuaraan 3 th terakhir Jumlah Guru - No Jenis Lomba 1. Artinya pimpinan. Lomba karya tulis inovasi Pembelajaran Lomba guru berprestasi 3. 4 Lomba keberhasilan guru dalam mengajar Provinsi Kota/Kab 5 Lomba lainnya Nasional Provinsi Kota/Kab Sumber : Dokumen SMPN 1 Cisarua.9 Mangkunegara (2005). . Lomba PTK 2. menyimpulkan bahwa ada hubungan yang positif antara motivasi berprestasi dengan pencapaian kinerja/prestasi kerja. Terlihat dari tabel di atas bahwa masih belum ada hasil prestasi kerja guru SMPN 1 Cisarua dalam satu lombapun. manajer dan pegawai yang mempunyai motivasi berprestasi tinggi akan mencapai kinerja yang tinggi. berikut dapat kita lihat tabel prestasi guru dalam empat tahun terakhir: Tabel 1. Hal ini diduga salah satu faktornya adalah rendahnya motivasi guru baik dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya maupun motivasi berprestasi.

Dalam kasus pada SMPN 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat yang sedang berusaha mencapai status Sekolah Standar Nasional (SSN) . juga dituntut untuk mampu menciptakan suasana yang kondusif di lingkungan kerja (climate-maker) sehingga dapat mencegah timbulnya desintegrasi dan mampu memberikan dorongan agar semua komponen yang ada di sekolah bersatu mencapai tujuan yang ingin dicapai. Keith Davis (2003 : 129) menyatakan disiplin kerja sebagai pelaksanaan manajemen untuk memperteguh pedoman-pedoman dipandang erat keterkaitannya dengan kinerja. Kepemimpinan kepala sekolah adalah motivator bagi kepatuhan diri pada disiplin kerja para guru.10 Pada sisi lain faktor disiplin dapat pula meningkatkan kinerja guru. Disiplin merupakan bentuk pengendalian diri karyawan dan pelaksanaan yang teratur dan menunjukkan tingkat kesungguhan tim kerja di dalam suatu organisasi”. Pada tahap inilah kepemimpinan kepala sekolah dituntut untuk mampu memimpin atau mengelola sekolah. menurunnya produktivitas kerja dan apatis. Pernyataan tersebut didukung oleh pendapat Malthis dan Jackson bahwa disiplin kerja berkaitan erat dengan perilaku karyawan dan berpengaruh terhadap kinerja. Walaupun disiplin ini hanya merupakan salah satu bagian dari ciri kinerja guru dan berkaitan dengan prosentasi kehadiran. Simamora (2006 : 610) menyatakan bahwa : “Disiplin adalah prosedur yang mengoreksi atau menghukum bawahan karena melanggar peraturan atau prosedur. ketidakpatuhan pada aturan. tetapi ternyata hal ini membawa dampak yang sangat besar terutama pada sistem pendidikan kita yang masih memerlukan keberadaan guru secara dominan dalam proses pembelajaran.

Jika kita memperhatikan tabel di atas.92% 5. Tabel 1. motivasi kerja. Pada tahap inilah peran kepemimpinan kepala sekolah diperlukan. Hal ini dapat dilihat dari absensi (kehadiran/ketidakhadiran) dari guru. Proses pembelajaran jadi terhambat sehingga para siswa tidak mendapat ilmu secara optimal. Tetapi sesungguhnya dalam sistem pendidikan kita saat ini. baik dari kinerja guru.21% 4.4 Prosentasi Ketidakhadiran Guru No Ket Juli 1 Hari kerja Efektif 2 Jumlah guru 4. 7.89% 7.57% 5. sampai gaya kepemimpinan kepala sekolah.1% tidak hadir Sumber : Sie Kurikulum SMPN 1 Cisarua.11 masih banyak hal yang harus ditingkatkan.6% 5. Fakta menunjukkan tingkat kedisiplinan guru di SMPN 1 Cisarua masih rendah. kedisiplinan. siswa jadi terlantar karena gurunya absen. ketidakhadiran dalam setiap bulannya hanya di bawah 10 % sekilas tampaknya bukan masalah besar. Kepala sekolah harus bertindak tegas terhadap pelanggaran yang terjadi.88% 18 Agust 22 Bulan Sept 12 Okt 26 Nop 26 Des 4 Ratarata . Tabel berikut ini data ketidakhadiran guru SMPN 1Cisarua dalam kurun waktu semester terakhir. hal itu dapat membawa pengaruh buruk. Apalagi kalau ditambah dengan prilaku guru yang hadir di sekolah karena malas atau kurang tanggung jawab kadang tidak hadir di kelas. agar semua komponen yang ada dalam sekolah memberikan pelayanan yang optimal kepada para siswa.

10. 7. Kompetensi guru belum dikuasai menyeluruh. Oleh karena itu. Disiplin kerja guru masih rendah. 12. Kesadaran diri akan tugas masih lemah. . 6. 9. Motivasi guru untuk berprestasi masih rendah. 13. 8. 1.2 Identifikasi Masalah Berdasarkan paparan di atas. Budaya kerja belum tercipta dengan baik. Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat “. 3. Kinerja guru masih belum optimal. Reward dan punishment belum berjalan efektif. Komunikasi personal belum terjalin dengan baik. 2. Program diklat untuk pengembangan kompetensi guru frekuensinya masih kurang. Komitmen pencapaian kinerja guru di SMPN 1 Cisarua masih rendah. penulis membuat judul penelitian “ Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah. maka dapat diidentifikasi masalahmasalah sebagai berikut : 1. 11. 4. Konflik organisasi belum teratasi dengan baik. Kepemimpinan kepala sekolah dalam mempengaruhi kinerja guru perlu ditingkatkan. 5. Motivasi guru untuk meningkatkan kemampuan mengajar belum optimal.12 Sehubungan dengan uraian di atas maka masalah faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja guru perlu dibuktikan dengan mengadakan penelitian.

budaya kerja. kepemimpinan.3 Pembatasan Masalah Berbagai permasalahan yang dihadapi dalam dunia pendidikan sangatlah kompleks. maka masalah dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut : 1. lingkungan kerja. Sarana prasarana yang tersedia di sekolah belum dimanfaatkan secara maksimal. 1.13 14. Ada banyak faktor yang mempengaruhi kinerja guru di SMP diantaranya kompetensi. kepuasan kerja. 2. Bagaimana gambaran motivasi kerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.4 Rumusan Masalah Berdasarkan pembatasan masalah di atas. Tingkat kepuasan kerja guru masih rendah. 15. motivasi dan disiplin kerja. Dalam tesis ini penulis hanya membatasi masalah pada skup kecil yaitu mengenai kinerja guru yang ada di SMP tepatnya di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. disiplin dan motivasi kerja. Bagaimana gambaran kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 1. Namun dalam penelitian ini penulis membatasi masalah kinerja guru SMP yang dipengaruhi oleh kepemimpinan. 3. kompensasi. . Salah satunya adalah masalah manajemen sumber daya manusia. Permasalahan-permasalahan perlu mendapat tanggapan dan solusi. Bagaimana gambaran disiplin kerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.

14

4. Bagaimana gambaran kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Barat. 5. Berapa besar pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 6. Berapa besar pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 7. Berapa besar pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 8. Berapa besar pengaruh kepemimpinan kepala sekolah, motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.

1.5 Maksud dan Tujuan Penelitian Penelitian ini bermaksud untuk mengumpulkan data, mengolah dan menginterpretasikan untuk dijadikan sebagai karya tulis berupa tesis, sebagai syarat memperoleh gelar Megister Manajemen (MM) di STIE Pasundan Bandung. Sedangkan tujuan penelitian ini adalah untuk : 1. Mengetahui gambaran kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 2. Mengetahui gambaran motivasi kerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 3. Mengetahui gambaran disiplin kerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 4. Mengetahui gambaran kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.

15

5. Mengetahui berapa besar pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 6. Mengetahui berapa besar pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 7. Mengetahui berapa besar pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 8. Mengetahui berapa besar pengaruh kepemimpinan kepala sekolah, motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. di SMP

1.6 Kegunaan Penelitian Peneliti berharap hasil penelitian ini berguna baik secara teoritis maupun praktis. a. Kegunaan Teoritis Penelitian ini diharapkan dapat menyumbangkan

pengembangan keilmuan untuk peneliti selanjutnya, terutama yang berhubungan dengan peningkatan kinerja guru di sekolah.

b. Kegunaan Praktis Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai informasi bagi para guru, praktisi pendidikan, dan pengambil kebijakan khususnya kebijakan yang berkenaan dengan upaya meningkatkan kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.

16

BAB II TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA BERFIKIR DAN HIPOTESIS PENELITIAN

2.1 Tinjauan Pustaka 2.1.1 Tinjauan Umum tentang Sumber Daya Manusia Manajemen merupakan proses untuk mencapai tujuan organisasi. Manajemen bisa sebagai suatu kumpulan pengetahuan yang logis dan sistematis juga sebagai suatu kreativitas pribadi yang disertai suatu keterampilan. Sadili Samsudin dalam bukunya Manajemen Sumber Daya Manusia (2006 : 18) mengutip pendapat G.R. Terry dalam Principless of Manajemen memberikan pengertian sebagai berikut : “Management is a distict process consisting of planning, organizing, actuating, and controlling performed to determine and accomplish stated objectives by the use of human being and other resources” “Manajemen adalah suatu proses yang khas, yang terdiri dari tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber daya lainnya”. Menurut Mary Parker Follet dalam bukunya menyatakan bahwa manajemen adalah seni mencapai sesuatu melalui orang lain (manajement is the art of getting things done thourh the other) Dari definisi manajemen di atas maka dapat diketahui bahwa ada dua istilah yang diberikan para ahli mengenai istilah manajemen yaitu sebagai seni yang merupakan kreativitas pribadi yang disertai suatu keterampilan dan ada pula yang memberikan definisi manajemen sebagai suatu ilmu yang merupakan kumpulan pengetahuan yang logis dan sistematis. Maka suatu organisasi untuk mencapai tujuannya tidak akan

Manajemen menginginkan tujuan organisasi tercapai dengan efisien dan efektif. Perencanaan (Planning) adalah kegiatan menetapkan tujuan organisasi dan memilih cara terbaik untuk mencapai tujuan tersebut. pelaksanaan dan pengendalian. 3. Pengorganisasian (Organizing dan Staffing) adalah kegiatan mengkoordinir sumber daya. maupun kepegawaian. pemasaran. Dengan manajemen maka pemanfaatan sumber . Proses ini terdapat dalam fungsi/bidang produksi. dan otoritas diantara anggota organisasi agar tujuan organisasi dapat dicapai dengan efisien dan efektif. 4. Pengendalian (Controlling) bertujuan untuk melihat apakah organisasi berjalan sesuai rencana. tugas. keuangan. Pengarahan (Leading) adalah membuat bagaimana orang-orang tersebut bekerja untuk mencapai tujuan organisasi tersebut. Manajemen sumber daya manusia (MSDM) merupakan salah satu bidang dari manajemen umum yang meliputi segi-segi : perencanaan. maka pengalaman dan hasil penelitian bidang SDM dikumpulkan secara sistematis selanjutnya disebut dengan manajemen sumber daya manusia.17 terlepas dari aktivitas manajemen. Karena sumber daya manusia mempunyai peranan penting dalam mencapai tujuan perusahaan. 2. Menurut (2008:1) istilah manajemen mempunyai arti Veithzal Rivai kumpulan sebagai pengetahuan tentang bagaimana seharusnya memanage (mengelola) sumber daya manusia. Adapun fungsi manajemen diantaranya : 1. pengorganisasian.

termasuk merekrut. Sumber daya manusia merupakan asset bagi perusahaan yang apabila dimanage akan menghasilkan output kinerja bagi perusahaan yang tentunya akan menguntungkan bagi perusahaan. Pada masa kini persoalan manajemen tidak hanya terdapat pada bahan mentah atau bahan baku akan tetapi juga menyangkut prilaku karyawan atau sumber daya manusia. Dengan kata lain manajemen sumber daya manusia adalah mengembangkan pegawai dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran individu maupun organisasi. melatih. Pengelolaan sumber daya manusia inilah yang disebut dengan manajemen sumber daya manusia. memberi penghargaan dan penilaian”. diberikan pengalaman dan diberikan motivasi untuk berkembang maka akan menjadi asset yang sangat menguntungkan bagi perusahaan. permasalahan yang dihadapi oleh manajemen semakin kompleks seiring dengan perkembangan teknologi di era globalisasi ini. sumber daya manusia merupakan masukan (input) yang diolah oleh perusahaan dan menghasilkan keluaran (output). Menjadi tugas utama manajemen sumber daya manusia yaitu . Seperti sumber daya lainnya.18 daya yang ada dapat lebih optimal guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Sedarmayanti (2007 : 13) mengatakan bahwa: “Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) adalah kebijakan dan praktik menentukan aspek manusia atau sumber daya manusia dalam posisi manajemen. Sumber daya manusia yang belum mempunyai keahlian dan keterampilan yang dibutuhkan perusahaan apabila dilatih. menyaring. Dalam usaha mencapai tujuan perusahaan.

Meningkatkan dan memperbaiki kapasitas yang melekat pada manusia kontribusi. 4. 2. sistem kompensasi dan insentif yang tergantung pada kinerja. Memungkinkan organisasi mendapatkan dan mempertahankan pegawai cakap. Menciptakan iklim. lembaga atau wakil pemerintah. . Membantu organisasi menyeimbangkan dan mengadaptasikan kebutuhan pihak terkait (pemilik. 5. Mengembangkan sistem kerja dengan kinerja tinggi yang meliputi prosedur perekrutan dan seleksi yang teliti. pengembangan manajemen serta aktifitas pelatihan yang terkait “kebutuhan bisnis”. Secara khusus Sedarmayanti (2007 : 13) mengungkapkan bahwa manajemen sumber daya manusia bertujuan untuk : 1. dimana hubungan yang produktif dan harmonis dapat dipertahankan melalui asosiasi antara manajemen dengan karyawan. kemampuan dan kecakapan mereka. 3. Mengembangkan iklim lingkungan dimana kerjasama tim dan fleksibilitas dapat berkembang. dapat dipercaya dan memiliki motivasi tinggi seperti yang diperlukan. 7. Mengembangkan praktek manajemen dengan komitmen tinggi yang menyadari bahwa karyawan adalah pihakterkait dalam organisasi Yang bernilai membantu dan membentuk pengembangan iklim kerjasama dan kepercayaan bersama.19 mengelola pegawai se-efisien dan se-efektif mungkin agar diperoleh pegawai yang produktif dan dapat memberikan keuntungan yang maksimal bagi perusahaan. 6.

Hal ini dikarenakan lingkungan eksternal seolah menjadi bagian tak terpisahkan dari organisasi itu sendiri. gaya kerja dan aspirasi. keselamatan dan keamanan. budaya dan teknologi. Mempertahankan dan memperbaiki kesejahteraan fisik dan mental karyawan. 9. Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut di atas manajemen sumber daya manusia harus malaksanakan beberapa kelompok aktivitas yang semuanya saling berhubungan dan terkait. Memastikan bahwa orang dinilai atau dihargai berdasarkan apa yang mereka lakukan dan mereka capai.politik.20 manajemen. 10. Mengadopsi pendekatan etis untuk mengelola karyawan yang didasarkan transportasi. 12. kompensasi dan tunjangan kesehatan. ekonomi. hubungan karyawan dan buruh. 11. memperhitungkan perbedaan individu dan kelompok dalam kebutuhan penempatan. sosial. keadilan dan diantaranya : hukum. karyawan. Memastikan bahwa kesamaan tersedia untuk semua. Mengelola karyawan yang beragam. pelanggan. 8. seperti yang terjadi dalam konteks organisasi meliputi : perencanaan sumber daya manusia. . pemasok dan masyarakat luas). Namun di era globalisasi dimana teknologi membuat dunia seolah tanpa batas maka lingkungan eksternal menjadi bagian penting yang harus menjadi pertimbangan bagi semua pimpinan dalam melaksanakan aktivitas sumber daya manusia pada perhatian untuk karyawan.

Hal ini memberikan suatu perspektif bahwa seorang manajer dapat berperilaku sebagai seorang pemimpin. Menurut Andrew J.2 Kepemimpinan Konsep tentang kepemimpinan dalam dunia pendidikan tidak bisa terlepas dari konsep kepemimpinan secara umum. padahal dua hal tersebut memiliki perbedaan yang cukup berarti.1. Tetapi seorang pemimpin belum tentu harus menyandang jabatan manajer. Konsep kepemimpinan secara umum sering dipersamakan dengan manajemen. Hermaya (2005 : 128) memberikan arti kepemimpinan sebagai berikut : “Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi kelompok menuju tercapainya sasaran”. Sedangkan menurut AlanTucker dalam Syafarudin (2002 : 49) mengemukakan bahwa : “kepemimpinan sebagai kemampuan mempengaruhi atau mendorong seseorang atau sekelompok orang agar bekerja secara sukarela untuk mencapai tujuan tertentu atau sasaran dalam situasi tertentu”. Robbins dalam buku Manajement.” Pengertian di atas didukung oleh pendapat Stephen P.21 2. Dalam buku kepemimpinan karangan Miftah Toha (2006 : 5) mengartikan bahwa : “Kepemimpinan adalah aktivitas untuk mempengaruhi orang-orang supaya diarahkan untuk mencapai tujuan organisasi. Seven edition yang dialih bahasa oleh T. asalkan dia mampu mempengaruhi perilaku orang lain untuk mencapai tujuan tertentu. Dubrin dalam Buku The Complete Ideal‟s Guides to Leadership 2nd Edition yang dialih bahasa oleh Tri Wibowo BS .

Berdasarkan definisi kepemimpinan yang berbeda terkandung kesamaan arti yang bersifat umum. Kepemimpinan adalah kemampuan untuk menciptakan rasa percaya diri dan dukungan diantara bawahan agar tujuan organisasional tercapai. Teori perilaku ini tidak hanya memberikan jawaban yang lebih pasti tentang sifat kepemimpinan. Seven Edition yang dialih bahasa oleh T. Seorang pemimpin merupakan orang yang memberikan inspirasi. tetapi juga mempunyai implikasi nyata yang cukup berbeda dari pendekatan ciri. Kepemimpinan adalah kekuatan dinamis penting yang memotivasi dan mengkoordinasikan organisasi dalam rangka mencapai tujuan. karena kepemimpinan merupakan proses mempengaruhi orang lain untuk melakukan sesuatu dalam rangka mencapai maksud tertentu. Kepemimpinan sebenarnya dapat berlangsung dimana saja. Untuk membedakan pemimpin dari non-pemimpin dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan teori perilaku. Menurut Stephen P Robbins dalam buku Management. 4. 2. Berikut ini adalah beberapa definisinya : 1. Kepemimpinan adalah tindakan yang menyebabkan orang lain bertindak atau merespon dan menimbulkan perubahan positif. mempengaruhi dan memotivasi orang lain.22 (2006 : 4) arti kepemimpinan yang sesungguhnya dapat dijelaskan dengan banyak cara. membujuk. Kepemimpinan adalah cara mempengaruhi orang dengan petunjuk atau perintah 3. . Kepemimpinan adalah upaya mempengaruhi banyak orang melalui komunikasi untuk mencapai tujuan. Hermaya (2005 : 129) menyatakan bahwa : “Teori prilaku adalah teori-teori kepemimpinan yang mengenali perilaku yang membedakan pemimpin yang efektif dari yang tidak efektif”. 5.

industry dan hal-hal teknis. dan membuat keputusan yang tepat. Kepercayaan diri. dan mereka perlu mampu untuk menciptakan visi. Dorongan. Teori Sifat (Trait Theory) Ada empat sifat yang berpengaruh terhadap keberhasilan kepemimpinan. Kecerdasan. sikapsikap hubungan kemanusiaan. Pengetahuan yang terkait dengan pekerjaan. Pemimpin mempunyai kehendak yang kuat untuk mempengaruhi dan memimpin orang lain. Teori Situasional Teori ini mengemukakan bahwa kepemimpinan dipengaruhi situasisituasi yang ada di sekitarnya. Pemimpin membangun hubungan saling mempercayai antara mereka sendiri dan pengikutnya dengan menjadi jujur dan tidak menipu.23 Selanjutnya Stephen P Robbins dalam buku yang sama mengemukakan bahwa terdapat enam ciri yang berkaitan dengan kepemimpinan yaitu : 1. Menurut Thoha dalam buku Kepemimpinan dalam Manajemen (2006 : 31) terdapat beberapa teori kepemimpinan diantaranya : 1. . 4. 3. Pemimpin menunjukkan tingkat usaha yang tinggi. menganalisis dan menafsirkan banyak informasi. harus terdapat suatu pertukaran yang positif diantara pemimpin dan pengikut-pengikutnya. memecahkan masalah. Para pengikut melihat pemimpinnya tidak ragu akan dirinya. 5. motivasi diri dan dorongan berprestasi. Pemimpin haruslah cukup cerdas untuk mengumpulkan. Pemimpin yang efektif mempunyai tingkat pengetahuan yang tinggi tentang perusahaan. 2. kedewasaan dan kekuasaan hubungan sosial. 6. 3. Kehendak untuk memimpin. 2. Kejujuran dan integritas. Teori Kelompok Teori ini beranggapan bahwa kelompok bisa mencapai tujuantujuannya. yaitu : kecerdasan.

interaksi timbale balik antara pemimpin lingkungan dan perilakunya sendiri. Mereka beranggapan bahwa perilaku pemimpin akan bisa menjadi faktor motivasi terhadap bawahan. mendiktekan metode kerja. mendelegasikan yang banyak mempengaruhi perilaku keberhasilan seorang dalam mempengaruhi pengikut-pengikutnya. Gaya Demokratis : Pemimpin yang cenderung melibatkan karyawan dalam mengambil keputusan. membuat keputusan unilateral. Penjelasan teori kepemimpinan ini melahirkan suatu tinjauan bahwa untuk memimpin seseorang harus memiliki gaya kepemimpinan. 5. wewenang. Teori Social Learning Merupakan suatu teori yang dapat memberikan suatu model yang menjamin kelangsungan. Menurut Robbins dalam buku Management Seven Edition yang dialih bahasa oleh T Hermaya (2005 : 130) ada beberapa gaya atau Style kepemimpinan pemimpin diantaranya : 1. . Teori Jalan Kecil – Tujuan Teori ini menggunakan kerangka teori motivasi. Pada Periode Pertama Gaya Otokratis : Pemimpin yang cenderung memusatkan wewenang.24 4. jika perilaku itu dapat memuaskan. mendorong partisipasi dalam memutuskan metode dan sasaran kerja dan menggunakan umpan balik sebagai peluang untuk melatih karyawan. dan membatasi partisipasi karyawan.

2. Empat Sistem Manajemen dari Likert Dimana pemimpin dapat berhasil jika bergaya participative management.25 - Gaya Laissez-Faire : Pemimpin yang umumnya memberikan kelompok kebebasan penuh untuk membuat keputusan dan menyelesaikan pekerjaan dengan cara apa saja yang dianggap sesuai. Pendapat para Ahli Gaya Kepemimpinan Kontinum Terdapat dua bidang pengaruh yang eksterm antara pengaruh pemimpin dan kebebasan bawahan. Tiga Dimensi dari Reddin Merupakan gaya penyempurnaan dari manajerial grid dengan menambahkan efektivitas dalam modelnya. yaitu jika berorientasi pada bawahan dan mendasarkan pada komunikasi. Berdasarkan beberapa pembahasan tentang teori kepemimpinan tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan adalah kemampuan yang dimiliki seseorang dalam mempengaruhi orang lain untuk mau bekerja sama agar mau melakukan tindakan dan perbuatan dalam mencapai tujuan bersama. . Gaya Managerial Grid Dimana manajer berhubungan dengan dua hal yaitu produksi dan orang-orang.

1. juga produktivitas dan semangat kerja guru tergantung kepala sekolah dalam arti sampai sejauh mana kepala sekolah mampu menciptakan kegairahan kerja dan sejauh mana kepala . karena tanggung jawab kepala sekolah sangat penting dan menentukan tinggi rendahnya hasil belajar para siswa. Berdasarkan beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa kepala sekolah adalah seorang guru yang mempunyai kemampuan untuk memimpin dan memanaj segala sumber daya yang ada pada suatu sekolah sehingga dapat didayagunakan secara maksimal untuk mencapai tujuan bersama. Kepemimpinan Kepala Sekolah Sejalan dengan uraian kepemimpinan di atas kepemimpinan dalam organisasi sekolah secara umum sama. Kepemimpinan kepala sekolah harus benar-benar dapat dipertanggungjawabkan. Kepala Sekolah adalah pemimpin sekaligus manajer yang harus mengatur. Wahjosumidjo (2002 : 83) mengartikan bahwa : “Kepala sekolah adalah seorang tenaga fungsional guru yang diberi tugas untuk memimpin suatu sekolah dimana diselenggarakan proses belajar mengajar atau tempat dimana terjadi interaksi antara guru yang memberi pelajaran dan murid yang menerima pelajaran.” Sementara Rahman dkk (2006 : 106) mengungkapkan bahwa “Kepala sekolah adalah seorang guru (Jabatan fungsional) yang diangkat untuk menduduki jabatan structural (kepala sekolah) di sekolah.26 2. Berkaitan dengan kepemimpinan kepala sekolah A. memberi perintah sekaligus mengayomi bawahannya yaitu para guru dan menyelesaikan masalahmasalah yang timbul.3. Tabrani Rusyan (2000) menyatakan bahwa : Kepemimpinan kepala sekolah memberikan motivasi kerja bagi peningkatan produktivitas kerja guru dan hasil belajar siswa.

Kepala Sekolah sebagai Wirausaha 4. Ada tujuh indikator keberhasilan seorang kepala sekolah. 2. Kepala Sekolah sebagai Manajer. Kepala Sekolah sebagai Pendidik 6. Hal tersebut di atas meliputi kepribadian. Kepala Sekolah sebagai Administrator 7. Kepala Sekolah sebagai Penyelia Supriadi juga mengatakan bahwa kepemimpinan adalah kepribadian dan integritas serta kemampuan untuk meyakinkan dan mengarahkan orang lain. pemimpin dan anggotanya mempunyai ketergantungan satu dengan yang lainnya. untuk mencapai tujuan sesuai dengan sasaran. Oleh sebab itu. Kepala Sekolah sebagai Pencipta Iklim Kerja 5. Kepala Sekolah sebagai Pemimpin 3. yaitu : 1. perlu adanya kebersamaan. Menurut Supriadi dalam bukunya (editor) Sejarah Pendidikan Teknik dan Kejuruan di Indonesia (2002 : 268).” Sebenarnya dalam mencapai tujuan bersama. Setiap anggota organisasi mempunyai hak untuk memberikan sumbangan demi tercapainya tujuan organisasi. misi. komunikasi dan pendelegasian wewenang.27 sekolah mampu mendorong bawahannya untuk bekerja sesuai dengan kebijaksanaan dan program yang telah digariskan sehingga produktivitas kerja guru tinggi dan hasil belajar siswa meningkat. Rasa kebersamaan dan rasa memiliki pada diri setiap anggota mampu menimbulkan suasana organisasi yang baik. tujuan dan . pengambilan keputusan. Sedangkan menurut Mulyasa (2009 : 90) : “Kepemimpinan kepala sekolah merupakan salah satu faktor yang dapat mendorong sekolah untuk mewujudkan visi. kemampuan memotivasi.

Kepala sekolah sebagai educator (pendidik) b. Kepemimpinan khususnya di lembaga pendidikan memiliki ukuran atau standar pekerjaan yang harus dilakukan oleh kepala sekolah selaku pimpinan tertinggi.28 sasaran sekolahnya melalui program-program yang dilaksanakan secara terencana dan bertahap. mengelola sekolah juga dituntut mampu menciptakan suasana . Kepala sekolah sebagai inovator g. Kepala sekolah sebagai leader (pemimpin) f. dengan demikian jelas bahwa kepala sekolah sebagai pemimpin agar berhasil harus menjalankan sekurang-kurangya tujuh fungsi di atas selain juga memiliki kriteria lain seperti latar belakang pendidikan dan pengalamannya.” Pendapat tersebut di atas mengandung arti bahwa kepala sekolah dituntut untuk mempunyai kemampuan manajemen dan kepemimpinan yang memadai agar mampu mengambil inisiatif untuk meningkatkan mutu sekolah. Menurut Mulyasa (2009 : 98) disampaikan bahwa seorang kepala sekolah harus melakukan perannya sebagai pimpinan dengan menjalankan fungsi : a. Kepala sekolah sebagai administrator d. Kepala sekolah sebagai manajer c. Kepala sekolah sebagai motivator Kepala sekolah yang mampu menjalankan fungsi-fungsi di atas dengan baik dapat dikatakan kepala sekolah memiliki kemampuan memimpin yang baik. Kepala sekolah sebagai supervisor e. Jadi. Kepala sekolah selain mampu untuk memimpin.

1. Sebaliknya jika kebutuhannya terpenuhi maka pegawai akan memperlihatkan perilaku yang gembira sebagai manifestasi dari rasa puas.4 Motivasi Kerja Motivasi adalah serangkaian sikap dan nilai yang mempengaruhi individu untuk mencapai hal yang spesifik sesuai dengan tujuan individu. Sikap dan nilai tersebut merupakan suatu yang invisible yang memberikan kekuatan untuk mendorong individu bertingkah laku dalam mencapai tujuan. Teori Kebutuhan dari Maslow (Hierarchy of Need Theory) Kebutuhan dapat didefinisikan sebagai suatu kesenjangan atau pertentangan yang dialami antara kenyataan dengan dorongan yang ada dalam diri. Apabila kebutuhan pegawai tidak terpenuhi maka pegawai tersebut akan menunjukkan perilaku kecewa. Beliau juga mengemukakan : “Dua hal yang dianggap sebagai dorongan individu yaitu arah prilaku (kerja untuk mencapai tujuan) dan kekuatan prilaku (seberapa kuat usaha individu dalam bekerja)”. Beberapa ahli mengemukakan teori motivasi diantaranya : a.29 yang kondusif di lingkungan kerja sehingga dapat memotivasi guru dalam bekerja dan dapat mencegah timbulnya disintegrasi atau perpecahan dalam organisasi. Veithzal (2005 : 455 ). Menurut Abraham Maslow mengemukakan bahwa hirarki kebutuhan manusia adalah : . 2.

Dalam organisasi kebutuhan-kebutuhan ini dapat berupa uang. Kebutuhan keselamatan dan keamanan (safety and security need) yaitu kebutuhan keamanan dari ancaman yakni merasa aman dari ancaman kecelakaan dalam melakukan pekerjaan. keterampilan dan potensi optimal untuk mencapai prestasi kerja yang sangat memuaskan atau luar biasa yang sulit dicapai orang lain. kemampuan. Dalam organisasi kebutuhan ini dapat berupa keamanan kerja. Sosial need di dalam organisasi dapat berupa keompok kerja (team work) baik secara formal maupun informal. program pemberhentian kerja. uang pesangon. gelar dsb. Kebutuhan akan perwujudan diri (self actualization) adalah kebutuhan akan aktualisasi diri dengan menggunaka kecakapan. 2. Selanjutnya. Abraham Maslow berpendapat bahwa orang dewasa (pegawa bawahan) secara normal harus terpenuhi minimal .30 1. 5. hiburan. seperti makan. Kebutuhan fisiologis (physiological needs) yaitu kebutuhan yang diperlukan untuk mempertahankan kelangsungan hidup seseorang. 4. program pension. pengakuan serta penghargaan prestise dari karyawan dan masyarakat lingkungan. lingkungan kerja yang nyaman. senioritas. perumahan dan lainnya. Kebutuhan rasa memiliki (social need) yaitu kebutuhan akan teman. 3. minum. udara. Dalam organisasi kebutuhan ini dapat berupa reputasi diri. Kebutuhan akan harga diri (esteem need or status needs) yaitu kebutuhan akan penghargaan diri. cinta dan memiliki.

Tim peneliti ini mengadakan penelitian terhadap 203 akuntan dan insinyur. pemimpin akan mengalami kesulitan dalam memotivasi pegawai. . Teori ini dikenal juga dengan teori Motivator – Hygienes. 2. jika kebutuhan pegawai tidak terpenuhi. Teknik pengumpulan data adalah wawancara dan interviu.31 85% kebutuhan fisiologi. Bernard Mausner dan Barbara Snyderman mengadakan studi tentang motivasi kerja karyawan industri. yaitu : 1. 70% kebutuhan rasa aman. Faktor “Motivasional” Menurut teori ini yang dimaksud faktor motivasional adalah hal-hal yang mendorong berprestasi yang sifatnya instrinsik yang berarti bersumber dalam diri seseorang. dan 15% kebutuhan aktualisasi diri. Berdasarkan studi tersebut. b. keluarga. Herzberg memisahkan dua kategori pekerjaan. Faktor “Hygiene” Yang dimaksud dengan faktor hygiene atau pemeliharaan adalah faktor-faktor yang sifatnya ekstrinsik yang berarti bersumber dari luar diri yang turut menentukan prilaku seseorang dalam kehidupannya. 50% kebutuhan sosial. Herzberg dan kawan-kawan merumuskan teori motivasi yang disebut dengan Teori Dua Faktor. dan bisa menjadi penyebab terjadinya konflik kerja. Atas dasar hasil penelitiannya. 40% kebutuhan penghargaan. Teori Motivasi Dua Faktor dari Herzberg (the two Factors Theory) Frederick Herzberg. Dengan demikian.

teknik supervisi. dunia kerja. dan kehidupan pribadi. Proses belajar mengajar dalam organisasi sekolah mempunyai masalah tersendiri. tanggung jawab dan kemajuan. Meskipun demikian bukanlah sesuatu yang mutlak dapat dikuantifikasi.32 Herzberg berpendapat bahwa baik faktor motivasional yang bersifat intrinsik maupun faktor pemeliharaan yang bersifat ekstrinsik dapat mempengaruhi seseorang dalam bekerja. Kedua faktor tersebut berpengaruh besar terhadap motivasi seseorang. di samping menghadapi permasalahan dalam berhubungan dengan siswa. Postulat teori dua factor. kondisi kerja. Termasuk faktor motivasional yang bersifat intrinsik adalah prestasi yang dicapai. Masalah yang dihadapi oleh guru berbeda denga apa yang dihadapi oleh karyawan perusahaan. bahwa ada seperangkat factor (motivator) yang menghasilkan kepuasan. kebijakan administratif. Pada umumnya guru relatif jarang berinteraksi dengan supervisor atau pengawas. juga dalam berhubungan dengan kepala sekolah dan pejabat di atasnya. Guru sekolah lanjutan pada umumnya berinteraksi dengan banyak siswa setiap hari pada situasi yang hampir sama dan terkadang bersifat pribadi. pengakuan. karena motivasi berhubungan dengan berbagai komponen yang sangat kompleks. lebih-lebih guru borongan atau selfcontained classroom. dan ada . Guru. Termasuk ke dalam faktor pemeliharaan yang bersifat ekstrinsik adalah hubungan interpersonal antara atasan dan bawahan. Pelaksanaan supervisi di sekolah pun berbeda dengan di perusahaan.

Teori Y (positif) memiliki asumsi asumsi sebagai berikut : . “Theory X and Theory Y” dari Douglas Mc Gregor Douglas Mc Gregor mengajukan dua pandangan yang berbeda tentang manusia.33 seperangkat lain (hygienes) menghasilkan ketidakpuasan. Semenjak karyawan tidak suka atau tidak menyukai pekerjaannya. mereka harus diatur dan dikontrol bahkan mungkin ditakut-takuti untuk menerima sangsi hukum jika tidak bekerja dengan sungguh-sungguh. Mc Gregor merumuskan asumsi-asumsi dan perilaku manusia dalam organisasi sebagai berikut: Teori X (negatif) merumuskan asumsi sebagai berikut : Karyawan sebenarnya tidak suka bekerja dan jika ada kesempatan dia akan menghindari atau bermalas-malasan dalam bekerja. negatif dengan tanda label X dan positif dengan tanda label Y. Kebanyakan karyawan menempatkan keamanan di atas factor lainnya yang berhubugan erat dengan pekerjaan dan akan menggambarkannya dengan sedikit ambisi. setelah melakukan penyelidikan tentang perjanjian seorang manajer dan karyawan. melainkan merupakan dua dimensi yang berbeda di dalam organisasi. Karyawan akan menghindari tanggung jawabnya dan mencari tujuan formal sebisa mungkin. c. Dua hal ini tidaklah berlawanan.

teori Mc Gregor ini lebih memihak kepada asumsiasumsi Y yang positif dari perilaku sumber daya manusia dalam organisasi. Manusia akan melatih tujuan pribadi dan pengontrolan diri sendiri jika mereka melakukan komitmen yang sangat objektif. Sebaliknya jika pimpinan percaya kesenangan akan menjadi dorongan bekerja. Masalah utama dari teori ini adalah proporsi penggunaannya. dengan segala bentuknya haruslah mempertimbangkan situasi dan orangnya. Penggunaan masingmasing jenis motivasi ini.34 Karyawan dapat memandang pekerjaan sebagai sesuatu yang lumrah dan alamiah baik tempat bermain atau beristirahat. Walaupun demikian tidak ada seorang pimpinan pun yang sama sekali tidak pernah menggunakan motivasi negatif. dalam artian berdiskusi atau sekedar teman bicara. Kemampuan untuk melakukan keputusan yang cerdas dan inovatif adalah tersebar secara meluas di berbagai kalangan tidak hanya melulu dari kalangan top manajement atau dewan direksi. mereka akan lebih banyak menggunakan motivasi teori X (negatif). dan tanggung jawab atau grup relasi sebagaipendekatan untuk memotivasi karyawan dalam kepuasan kerjanya. Semua manajer haruslah menggunakan kedua jenis motivasi tersebut. dan juga kapan kita akan menggunakannya. Boleh jadi. sebab pada hakekatnya setiap individu adalah berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Jadi. Para pimpinan yang lebih percaya bahwa ketakutan akan mengakibatkan seseorang segera bertindak. . ide-ide secara partisipasi dalam mengambil keputusan. ia akan banyak menggunakan motivasi yang positif.

tetapi bagi orang lain mungkin perlu ditegur secara langsung sehingga baru tahu apa yang dimaksudkan oleh rekan kerjanya.35 Suatu dorongan yang mungkin efektif bagi seseorang. Relatedness needs. Teori Drive . d. Existence needs. 2. Beliau berpendapat bahwa tindakan yang intelligent merupakan refleksi dari instingtif yang diwariskan. fringe benefits. gaji. 3. kebutuhan interpersonal. Teori Insting Teori motviasi insting timbulnya berdasarkan teori evaluasi Charles Darwin. yaitu kepuasan dalam berinteraksi dalam lingkungan kerja. pakaian. keamanan kondisi kerja. e. Growth needs. mungkin tidak efektif bagi orang lain. tidak semua tingkah laku dapat direncanakan sebelumnya dan dikontrol oleh pikiran. Hal ini berhubugan dengan kemampuan dan kecakapan pegawai. yaitu: 1. bernafas. Teory ERG (Existence. Growth) dari Aldefer Teori ERG merupakan refleksi dai tiga dasar kebutuhan. Oleh karena itu. seperti makan. minum. atau pimpinannya. kebutuhan ini berhubungan dengan fisik dari eksistensi pegawai. Seseorang dengan disindir saja mungkin sudah tahu apa yang dimaksudkan. f. kebutuhan untuk mengembangkan dan meningkatkan pribadi. Relatedness.

Berdasarkan perumusan teori Hull tersebut dapat disimpulkan bahwa motivasi seorang pegawai sangat ditentukan oleh kebutuhan dalam dirinya (drive) dan faktor kebiasaan (habit) pengalaman kerja sebelumnya. kekurangan makanan mengakibatkan berjuang untuk memuaskan kebutuhannya agar kembali menjadi seimbang. Beliau berasumsi bahwa semua hadiah (reward) pada akhirnya didasarkan atas reduksi dan drive keseimbangan (home static drive).36 Konsep Drive menjadi konsep yang tersohor dalam bidang motivasi sampai tahun1918. . Hull berpendapat bahwa belajar terjadi sebagai akibat dari reinforcement. Motivasi didefinisikan sebagai suatu dorongan yang membangkitkan untuk keluar dari ketidakseimbagan atau tekanan. Kata Drive dijelaskan sebagai aspek motivasi dari tubuh yang tidak seimbang misalnya. Teori Hull dirumuskan secara sistematik yang merupakan hubungan antara drive dan habit strength. Kekuatan motivasi = Fungsi (drive x habit) Habit strenght adalah hasil factor-faktor reinforcement sebelumnya. Drive adalah jumlah keseluruhan ketidakseimbangan fisiologi atau (physiological imbalance) uang disebabkan oleh kehilangan atau kekurangan kebutuhan komoditas untuk kelangsungan hidup. Clark L. Woodworth menggunakan konsep tersebut sebagai energy yang mendorong organisasi untuk melakukan suatu tindakan.

. 135) mendefinisikan disiplin sebagai : “Sikap kejiwaan dari seseorang atau sekelompok orang yang senantiasa berkehendak untuk mengikuti/mematuhi segala aturan/keputusan yang telah ditetapkan”. Kurt Lewin berpendapat bahwa perilaku merupakan suatu fungsi dari lapangan pada momen waktu. Kurt Lewin juga percaya pada pendapat ahli psikologi Gestalt yang mengemukakan bahwa perilaku ini merupakan fungsi dari seorang pegawai dengan lingkungannya. dan perbuatan yang sesuai dengan peraturan perusahaan baik lisan maupun tertulis”. tingkah laku.1. Teori ini merupakan pendekatan kognitif untuk mempelajari perilaku dan motivasi.5 Disiplin Kerja Simamora dalam buku Manajemen Sumber Daya Manusia Edisi III (2006 : 610) menyatakan bahwa : “Disiplin adalah prosedur yang mengoreksi atau menghukum bawahan karena melanggar peraturan atau prosedur. Sementara Sinungan (2003 . Disiplin merupakan bentuk pengendalian diri karyawan dan pelaksanaan yang teratur dan menunjukkan tingkat kesungguhan tim kerja di dalam suatu organisasi”. Teori lapangan lebih memfokuskan pada insting dan habit.37 g. Menurut Alma (2003 : 186) mengatakan bahwa : “Disiplin dapat diartikan sebagai suatu sikap patuh. Teori Lapangan Teori lapangan merupakan konsep dari Kurt Lewin. 2. Singodimejo dalam Sutrisno (2009 : 85) mengatakan bahwa disiplin adalah sikap kesediaan dan kerelaan seseorang untuk mematuhi dan mentaati norma-norma peraturan yang berlaku di sekitarnya.

4. bentuk disiplin yang baik akan tercermin pada suasana di lingkungan organisasi sekolah. Besarnya rasa tanggung jawab guru untuk melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. yaitu: 1. . Fathoni (2006 : 172) mengartikan disiplin sebagai : “Kesadaran dan kesediaan seseorang mentaati semua peraturan organisasi dan norma-norma sosial yang berlaku”. Tingginya semangat. Selanjutnya Fathoni menjelaskan bahwa : “Kedisiplinan diartikan bilamana karyawan selalu datang dan pulang tepat pada waktunya. mengerjakan semua pekerjaannya dengan baik. 5. mematuhi semua peraturan perusahaan dan norma-norma sosial yang berlaku. Tingginya rasa kepedulian guru terhadap pencapaian visi dan misi sekolah. 2. Menurut Siagian dalam Sutrisno (2009 : 86). Disiplin berkaitan erat dengan perilaku karyawan dan berpengaruh terhadap kinerja. gairah kerja dan inisiatif para guru dalam mengajar. 3. Berkembangnya rasa memiliki dan rasa solideritas yang tinggi di kalangan guru.” Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa disiplin kerja adalah sikap dan perbuatan guru dalam mentaati semua pedoman dan peraturan yang telah ditentukan untuk tercapainya tujuan organisasi. Meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja.38 Senada dengan pendapat di atas.

8. yang terbayang adalah berupa hukuman berat. Diciptakan disiplin. 5. Pengembangan struktur organisasi yang sehat. Ada tidaknya aturan pasti yang dapat dijadikan pegangan. karena semakin baik disiplin karyawan semakin tinggi prestasi kerja yang dapat dicapainya. Dengan disiplin kerja yang baik diharapkan akan terwujud kebiasaan-kebiasaan yang mendukung tegaknya . padahal hukuman hanya sebagian dari seluruh persoalan disiplin. Besar kecilnya pemberian kompensasi. Tanpa disiplin yang baik. Ada tidaknya pengawasan pimpinan. 3. 6. Ada tidaknya keteladanan kepala sekolah. Ada tidaknya perhatian kepada para karyawan. 7. Keberanian pimpinan dalam mengambil tindakan. 4. Oleh karena itu. Menurut Singodimedjo dalam Sutrisno (2009 : 89). Kebiasaan itu dampak dari keteladanan yang dicontohkan oleh pimpinan.39 Suatu asumsi bahwa pemimpin mempunyai pengaruh langsung pada sikap kebiasaan yang dilakukan karyawan. Disiplin merupakan fungsi operatif dari Manajemen Sumber Daya Manusia yang terpenting. faktor yang mempengaruhi disiplin guru adalah : 1. 9. Adanya suatu program yang lengkap atau baik untuk memelihara semangat dan disiplin guru. maka pemimpin harus memberikan kepemimpinan yang baik pula. sulit bagi organisasi mencapai hasil yang optimal. 2. Pada umumnya apabila orang memikirkan tentang disiplin. jika mengharapkan karyawan memiliki tingkat disiplin yang baik.

Kebiasaankebiasaan di atas akan terwujud kalau para pegawainya mempunyai disiplin yang baik. memperhatikan etika cara berpakaian sebagaimana mestinya seorang pegawai. tetapi perlu adanya pembinaan-pembinaan dalam menegakkan disiplin kerja ini. tetapi apabila terus menerus diberlakukan akan menjadi kebiasaan. memang awalnya akan dirasakan berat oleh para pegawai. Umumnya disiplin ini dapat dilihat dari indikator seperti : guru datang ke tempat kerja tepat waktu . dan disiplin tidak akan menjadi beban berat bagi para pegawai. melainkan harus ada kemauan dan usaha semua pihak terutama pihak pimpinan untuk menumbuhkan disiplin kerja. mereka bekerja penuh semangat dan bekerja sesuai dengan aturan yang ditetapkan lembaga. bagaimana mewujudkan disiplin kerja yang baik dalam organisasi. Hal di atas sejalan dengan pendapat Moenir yang dikutif Dahyana (2001 : 11). . berdaya guna dan berhasil guna melalui seperangkat peraturan yang jelas dan tepat. karena seperti telah disinggung di atas bahwa disiplin tidak lahir begitu saja. Sehubungan dengan itu. Penanaman disiplin ini tentunya perlu diterapkan oleh seorang pemimpin terhadap bawahannya untuk menciptakan kualitas kerja yang baik. bahwa kondisi disiplin kerja pegawai tidak langsung tercipta begitu saja. berpakaian rapih. guru mempergunakan alat-alat dan perlengkapan sesuai ketentuan. sopan.40 lingkungan yang tertib. Penerapan disiplin kerja di lingkungan kerja. Disiplin ini perlu diterapkan di lingkungan kerja.

41 Dalam memberikan kedisiplinan kepada bawahan seorang pemimpin mempunyai gaya yang berbeda-beda tergantung kepada kemampuan dan keilmuan yang dimiliki oleh pimpinan. disebutkan ada tiga tingkatan dan jenis hukuman disiplin pada pegawai negeri sipil. instruksi harus jelas dan tegas tidak membingungkan bawahan. dan Hukuman disiplin berat. Menurut prosedur kerja yang sederhana dan mudah dipahami.1. kepuasan konsumen dan memberikan kontribusi ekonomi”. Armstrong dan Baron dalam Wibowo (2007 : 2) menyampaikan bahwa : “Kinerja (performance) adalah tentang melakukan pekerjaan dan hasil yang dicapai dari pekerjaan tersebut. mengetahui organisasi yang dipimpinnya. Menurut Siswanto Bejo (2005 : 195) prestasi kerja adalah : Hasil kerja yang dicapai oleh seorang tenaga kerja dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan yang dibebankan kepadanya. Kinerja merupakan hasil pekerjaan yang mempunyai hubungan kuat dengan tujuan strategis organisasi. Disamping itu untuk membina selanjutnya telah ditetapkan Peraturan Pemerintah No 53 tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. membuat kegiatan yang dapat menyibukkan anak buah”.6 Kinerja Pengertian kinerja atau prestasi kerja pegawai menurut beberapa ahli memiliki pengertian yang sama namun para ahli lain mengatakan berbeda. 2. Selanjutnya Maryoto (2001: 98) mengatakan bahwa : “Pimpinan dalam pembinaan disiplin terhadap bawahan harus memperhatikan : pengawasan yang berkelanjutan. . Hukuman disiplin terdiri dari : (1) (2) (3) Hukuman disiplin ringan Hukuman disiplin sedang.

yaitu kualitas pekerjaan yang dicapai berdasarkan syarat yang ditentukan. dan sikap kooperatif. yaitu kerjasama dengan rekan kerja dan atasan. 6. 4. Job knowledge.42 Pada umumnya prestasi kerja seorang tenaga kerja antara lain dipengaruhi oleh kecakapan. 2. 8. kualitas output. Quality of work. Personal qualities. Sementara Gomez (2001 : 142) mengemukakan unsur yang berkaitan dengan kinerja terdiri dari : 1. kehadiran di tempat kerja. Sedangkan menurut Mangkunegara (2002 : 67). Creativeness. 3. Inisiative. yakni kemampuan menyelesaikan pekerjaan tanpa tergantung kepada orang lain. Mathis dan Jackson (2002 : 78) menyatakan bahwa unsur yang membentuk kinerja pegawai antara lain : kuantitas output. kinerja (prestasi kerja) adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. yaitu kemampuan menyesuaikan diri dengan kondisi dan dapat diandalkan dalam pekerjaan. jangka waktu output. 5. yaitu kemampuan dalam berbagai bidang pekerjaan. yakni kemampuan melahirkan ide-ide dalam pekerjaan. keterampilan. Quantity of work. Cooperation. Dependability. pengalaman. 7. yakni pemahaman pegawai pada prosedur kerjadan informasi teknis tentang pekerjaan. . yakni jumlah pekerjaan yang dapat diselesaikan pada periode tertentu. kesanggupan tenaga kerja yang bersangkutan.

kemampuan dan penerimaan atas kejelasan delegasi tugas serta minat seorang pekerja. membimbing.1. ” Selanjutnya pada Undang-Undang tersebut dijelaskan bahwa : Professional adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi. Wujud kinerja dapat dilihat dari tingkat prestasi kerja yang berupa hasil kerja. pendidikan dasar. melatih. dan melakukan tindak lanjut dengan pengayaan dan remedial.43 Dari berbagai pengertian kinerja di atas dapat disimpulkan bahwa kinerja/ prestasi kerja merupakan hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya yang didasarkan atas kecakapan. menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan usia dini jalur pendidikan formal. pada bab 1 pasal 1 disebutkan bahwa : “Guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik. dan pendidikan menengah. 2. memilih metode dan media yang sesuai untuk penyampaian. melakukan evaluasi. mengajar. Kinerja guru bila mengacu pada pengertian Mangkunegara bahwa tugas yang dihadapi oleh seorang guru meliputi : membuat program pengajaran. . mengarahkan. Menurut Undang. pengalaman dan kesungguhan serta tepat waktu.Undang RI nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.7 Kinerja Guru Rachman Natawijaya (2006 : 22) secara khusus mendefinisikan kinerja guru sebagai seperangkat perilaku nyata yang ditunjukkan guru pada waktu dia memberikan pembelajaran kepada siswa.

1998 : 98). c) Menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan hukum dan kode etik guru serta nilai-nilai agama dan etika dan dapat memelihara. dan motivasi (motivation) akan memberikan kontribusi positif terhadap kualitas kinerja personil apabila disertai dengan upaya (effort) yang dilakukan untuk mewujudkannya. Tugas profesional guru menurut pasal 2 Undang-Undang No. Sehubungan dengan kinerjanya maka guru ada yang memiliki kinerja baik dan ada juga yang memiliki kinerja kurang baik. . Keberhasilan guru dalam melaksanakan tugasnya merupakan cerminan dari kinerja guru.44 Guru merupakan ujung tombak pelaksana pendidikan. Guru yang memiliki kinerja yang baik disebut guru yang profesional (Supriadi. memupuk persatuan dan kesatuan bangsa. Upaya yang dilakukan suatu organisasi akan berdampak positif terhadap peningkatan kualitas kinerja organisasi sehingga mendukung pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. 14 tahun 2005 meliputi : a) Melaksanakan pembelajaran yang bermutu serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran.1. dan hal tersebut terlihat dari aktualisasi kompetensi guru dalam merealisasikan tugas profesinya. b) Meningkatkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan dengan perkembangan ilmu pengetahuan. keterampilan (skill).8 Pengukuran Kinerja Guru Kemampuan (ability). 2.

Ketegasan. 4. 138) yaitu : 1. Kedewasaan sikap dan perilaku yang pantas. berupa kapasitas untuk bekerja secara aktif dan takkenal lelah. Capability (kemampuan) 5. 2.45 Guna mencapai kinerja yang tinggi terdapat kriteria kinerja. praktis dan menganalisis sesuai dengan konsep serta kemampuan dan mengungkapkan dirinya secara jelas. merupakan kemampuan untuk menganalisa kemungkinan dan memiliki komitmen terhadap pilihan yang pasti secara tepat dan singkat. Quality of Work (kualitas kerja) 2. Berorientasi pada hasil. Communication (komunikasi . merupakan keinginan intrinsik dan memiliki komitmen untuk mencapai suatu hasil dan menyelesaikan pekerjaannya. 3. merupakan kemampuan dalam melakukan pengendalian emosi dan disiplin diri yang tinggi. Kemampuan intelektual berupa kualitas untuk berfikir logis. Initiative (inisiatif) 4. Semangat (antusiasme). Didalam pelaksanaannya kinerja guru atau tenaga kependidikan dapat diukur dengan menggunakan lima aspek yang dapat dijadikan dimensi pengukuran yag disampaikan oleh Mitchell dikutip Mulyasa (2009 . meliputi: 1. 5. Promtness (ketepatan waktu) 3.

Pascasarjana STIE Pasundan Bandung (tesis. Kompetensi dan Motivasi terhadap Kinerja Guru SMPN 1 Margahayu Kabupaten Bandung Terdapat pengaruh kemampuan manajerial terhadap produktivitas kerja sebesar 22. 5.40 % Kepemimpinan kepala sekolah. Pengaruh Komitmen. Fylan Ulga. kompetensi dan motivasi secara bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja guru sebesar 79. Hal ini dibuktikan bahwa nilai t hitung variabel tsb lebih besardari t tabel ( 4. 2010). 2002). Variabel yang paling dominan adalah motivasi dengan nilai β terbesar (β = 0.4 %. Pasca UPI Bandung (tesis. Motivasi Kerja dan Infrastruktur terhadap Kinerja Petugas Sistem Informasi Manajemen Puskesmas Hasil Penelitian Kepemimpinan. . Pengaruh Faktor Kepuasan yang berupa Kompensasi dan Disiplin Kerja terhadap Peningkatan Kinerja Pegawai PT Telkom Kantor Cabang Telekomunikasi Dede Hasan Kurniadi.620) diantara variabel lainnya. Kemampuan Manajerial dalam Memotivasi dan Mendisiplinkan Karyawan Dikaitkan dengan Produktivitas Kerjanya di Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Romlah. 4. Terdapat pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja pegawai memberikan kontribusi sebesar 45. Sutopo Slamet. kecerdasan emosi. (Tesis. Kecerdasan Emosi. dan kompetensi secara bersama mempunyai pengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja guru sebesar 86.3 % 2.70 % dan mendisiplinkan karyawan sebesar 37. Pasca Unsud.085 > 2. kedisiplinan.10 Hasil Penelitian Sebelumnya No Nama dan Judul Penelitian 1.46 2.03) maka Ho ditolak dan Ha diterima. Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah.1.7 % Variabel Motivasi secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja SIM Pus. Pasca Unsud (tesis 2008). Pasca Airlangga (tesis. 2005). Analisis Kepemimpinan. 3. Kedisiplinan dan Kompetensi terhadap Kinerja Guru SMPN 8 Purworejo Rijanto. 2007).

47

2.2

Kerangka Berfikir

2.2.1 Kinerja Guru Guru merupakan ujung tombak dalam pelaksanaan proses belajar mengajar di sekolah. Dikatakan demikian karena guru merupakan individu yang berhadapan langsung dengan para siswanya. Tinggi rendahnya prestasi siswa berkaitan erat dengan kinerja guru yang sehari-hari mendampingi siswanya. Oleh karena itu guru yang memiliki kinerja yang baik merupakan guru yang diharapkan oleh lembaga maupun siswanya untuk terus melakukan tugasnya dengan baik. Menurut (Hickhmen : 1990) bahwa tinggi rendahnya kinerja pada dasarnya dapat diukur dengan menggunakan : 1. Kualitas 2. Kemampuan 3. Inisiatif 4. Komunikasi 5. Ketepatan waktu Menurut Undang- Undang RI nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, pada bab 1 pasal 1 disebutkan bahwa : “Guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.” Keenam tugas utama guru tersebut di atas dapat dijadikan dimensi pengukuran kinerja guru professional.

48

Kinerja guru tidak dapat terwujud dengan sendirinya namun timbul diakibatkan oleh faktor-faktor yang mempengaruhinya. Diantara faktorfaktor tersebut adalah :

2.2.2 Kepemimpinan Kepala Sekolah Kepala sekolah merupakan orang yang memiliki kemampuan propesional yang bekerja berdasarkan pola kinerja propesional yang disepakati bersama untuk memberi kemudahan dan mendukung

keberhasilan pembelajaran. (Mulyasa, 2006 : 37) Keberhasilan pembelajaran berkaitan erat dengan kinerja guru yang menjalankan tugasnya. Untuk mewujudkan kinerja guru yang optimal diperlukan kepemimpinan kepala sekolah yang demokratis dan

propesional. Dengan demikian terlihat bahwa kepemimpinan kepala sekolah sangat berpengaruh terhadap kinerja guru. Jadi, atas dasar itu diduga terdapat hubungan antara kepemimpinan kepala sekolah dengan kinerja guru. Artinya makin baik kepemimpinan kepala sekolah makin baik pula kinerja seorang guru. Demkian pula sebaliknya makin buruk kepemipinan kepala sekolah makin rendah kinerja seorang guru. Menurut Mulyasa (2009 : 90) bahwa dalam paradigma baru manajemen pendidikan, kepala sekolah sedikitnya harus berfungsi sebagai edukator, manajer, administrator, supervisor, leader, inovator dan motivator (EMASLIM). Keberhasilan kepemimpinan kepala sekolah dapat diukur dengan menggunakan dimensi keenam fungsi tersebut.

2.2.2.1 Kepala Sekolah sebagai Edukator atau Pendidik Dalam melakukan fungsinya sebagai edukator, kepala sekolah

49

harus memiliki strategi yang tepat untuk meningkatkan propesionalisme tenaga kependidikan di sekolahnya. Menciptakan iklim sekolah yang kondusif, memberikan nasihat kepada warga sekolah, memberikan dorongan kepada seluruh tenaga kependidikan, serta melaksanakan model pembelajaran yang menarik seperti team teaching, moving class, dan mengadakan program akselerasi bagi peserta didik yang cerdas di atas normal. Sebagai edukator, kepala sekolah harus senantiasa berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran yang dilakukan oleh para guru. Dalam hal ini faktor kepala pengalaman sekolah, akan terutama sangat dalam mempengaruhi terbentuknya

propesionalisme

pemahaman tenaga kependidikan terhadap pelaksanakan tugasnya. Pengalaman semasa menjadi guru, menjadi wakil kepala sekolah, atau menjadi anggota organisasi kemasyarakatan sangat mempengaruhi kemampuan kepala sekolah dalam melaksanakan pekerjannya, demikian halnya pelatihan dan penataran yang pernah diikutinya. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor

0296/U/1996, merupakan landasan penilaian kinerja kepala sekolah. Kepala sekolah sebagai educator harus memiliki kemampuan untuk membimbing guru, membimbing tenaga kependidikan nonguru,

membimbing peserta didik, mengembangkan tenaga kependidikan, mengikuti perkembangan iptek, dan memberi contoh mengajar.

2.2.2.2 Kepala Sekolah sebagai Manajer Manajemen merencanakan, pada hakekatnya merupakan suatu proses dan

mengorganisasikan,

melaksanakan,

memimpin

50

mengendalikan usaha para anggota organisasi serta mendayagunakan seluruh sumber-sumber daya organisasi dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dikatakan suatu proses, karena semua manajer dengan ketangkasan dan keterampilan yang dimilikinya mengusahakan dan mendayagunakan berbagai kegiatan yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan. Dalam rangka melakukan peran dan fungsinya sebagai manajer, kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberdayakan tenaga kependidikan melalui kerja sama atau kooperatif, memberi

kesempatan kepada tenaga kependidikan untuk meningkatkan profesinya, dan mendorong keterlibatan seluruh tenaga kependidikan dalam berbagai kegiatan yang menunjang program sekolah.

2.2.2.3 Kepala Sekolah sebagai Administrator Kapala sekolah sebagai administrator memiliki hubungan yang sangat erat dengan berbagai aktivitas pengelolaan administrasi yang bersifat pencatatan, penyusunan dan pendokumenan seluruh program sekolah. Secara spesifik, kepala sekolah harus memiliki kemampuan untuk mengelola kurikulum, mengelola administrasi peserta didik, mengelola administrasi personalia, mengelola administrasi sarana dan prasarana, mengelola administrasi kearsipan, dan mengelola administrasi keuangan. Kegiatan tersebut perlu dilakukan secara efektif dan efisien agar dapat menunjang produktivitas sekolah. Untuk itu, kepala sekolah harus mampu menjabarkan kemampuan di atas dalam tugas-tugas operasional.

yaitu mensupervisi pekerjaan yang dilakukan oleh tenaga kependidikan. kepala sekolah sebagai administrator.4 Kepala Sekolah sebagai Supervisor Kegiatan utama pendidikan di sekolah dalam rangka mewujudkan tujuannya adalah kegiatan pembelajaran. pendekatan perilaku. salah satu tugas kepala sekolah adalah sebagai supervisor. 2. Oleh karena itu. Di samping berorientasi terhadap tugas. Dengan demikian. tetapi mereka tetap merasa senang dalam melakukan tugasnya.2. dapat dianalisis berdasarkan beberapa pendekatan. agar tugas-tugas yang diberikan kepada setiap tenaga kependidikan bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Meskipun demikian pada hakekatnya kepala sekolah harus lebih mengutamakan tugas (task oriented). khususnya dalam meningkatkan kinerja dan produktivitas sekolah. agar setiap tenaga kependidikan dapat melaksanakan tugas dengan baik. efektivitas kerja kepala sekolah bergantung pada tingkat pembauran antara gaya kepemimpinan dengan tingkat menyenangkan dalam situasi tertentu ketika para tenaga kependidikan melakukan tugas-tugas yang diembankan kepadanya. sehingga seluruh aktivitas organisasi sekolah bermuara pada pencapaian efisiensi dan efektivitas pembelajaran. sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada.2. baik pendekatan sifat.51 Dalam melaksanakan tugas-tugas operasional. maupun pendekatan situasional. kepala sekolah juga harus menjaga hubungan kemanusiaan dengan para stafnya. . Dalam hal ini kepala sekolah harus mampu bertindak situasional.

Kepala sekolah juga harus berupaya menjadikan sekolah sebagai sarana belajar yang lebih efektif 2. agar dapat menggunakan pengetahuan dan kemampuannya untuk memberikan layanan yang lebih baik pada orang tua peserta didik dan sekolah. keahlian dasar.2. Wahjosumijo (2002 : 110) mengemukakan bahwa kepala sekolah sebagai leader harus memiliki karakter khusus yang mencakup kepribadian. Kepala sekolah sebagai supervisor harus diwujudkan dalam kemampuan menyusun dan melaksanakan program supervise pendidikan.52 Supervisi merupakan suatu proses yang dirancang secara khusus untuk membantu para guru dan supervisor dalam mempelajari tugas sehari-hari di sekolah.5 Kepala Sekolah sebagai Leader Kepala sekolah sebagai leader harus mampu memberikan petunjuk dan pengawasan. membuka komunikasi dua arah. dan memanfaatkan hasilnya.2. maka kepala sekolah dapat meminta bantuan wakilnya atau guru seniornya untuk membantu melaksanakan supervisi. Keberhasilan kepala sekolah sebagai supervisor antara lain dapat ditunjukkan oleh (1) meningkatnya kesadaran guru untuk meningkatkan kinerjanya (2) meningkatnya keterampilan guru dalam melaksanakan tugasnya. Jika jumlah guru cukup banyak. Pada prinsipnya setiap tenaga kependidikan atau guru harus disupervisi secara periodik dalam melaksanakan tugasnya. . Hasil supervisi bermanfaat untuk meningkatkan kinerja tenaga kependidikan dan pengembangan sekolah. dan mendelegasikan tugas. serta berupaya menjadikan sekolah sebagai masyarakat belajar yang lebih efektif. meningkatkan kemauan tenaga kependidikan.

visi dan misi sekolah. Kepribadian kepala sekolah sebagai leader akan tercermin dalam sifat-sifat (1) jujur. kemampuan mengambil keputusan. memberikan teladan kepada seluruh tenaga kependidikan di sekolah dan mengembangkan model pembelajaran yang inovatif.6 Kepala Sekolah sebagai Inovator Dalam rangka melaksanakan peran dan fungsinya sebagai innovator. mengintegrasikan setiap kegiatan. 2. (2) memahami kondisi dan karakteristik peserta didik. kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk menjalin hubungan yang harmonis dengan lingkungan. Kemampuan yang harus diwujudkan kepala sekolah sebagai leader dapat dianalisis dari kepribadian. (7) teladan. pengetahuan terhadap tenaga kependidikan. (2) percaya diri. serta pengetahuan administrasi dan pengawasan. Pengetahuan kepala sekolah terhadap tenaga kependidikan akan tercermin dalam kemampuan (1) memahami kondisi tenaga kependidikan (guru dan nonguru). (3) menyusun program pengembangan tenaga kependidikan.2. dan kemampuan berkomunikasi. saran dan kritikan dari berbagai pihak untuk meningkatkan kepemimpinannya.2. mencari gagasan yang baru. (4) menerima masukan. (3) tanggung jawab. (4) berani mengambil resiko dan keputusan (5) berjiwa besar. (6) emosi yang stabil. .53 pengalaman dan pengetahuan professional.

integrative. 2. namun sebaliknya jika motivasi tinggi akan meningkatkan kinerja yang tinggi pula. . keteladanan. kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberikan motivasi kepada para tenaga kependidikan dalam melakukan berbagai tugas dan fungsinya. dorongan. delegatif. Kepala sekolah sebagai inovator harus mampu mencari. kreatif. Dengan demikian jika motivasi rendah akan mengakibatkan kinerja yang rendah pula. Vroom dikutif Mulyasa (2006 : 136) menyampaikan bahwa : Performance = F (ability x motivasi) Menurut model ini kinerja seseorang merupakan fungsi perkalian antara kemampuan dan motivasi. menemukan dan melaksanakan pembaharuan di sekolah. pengaturan suasana kerja. Hubungan ini mengandung arti bahwa jika seseorang rendah pada salah satu komponen maka performancenya akan rendah pula. disiplin.2.2. serta adaptable dan fleksibel. pragmatis. rasional.7 Kepala Sekolah sebagai Motivator Sebagai motivator. penghargaan secara efektivitas dan penyediaan sebagai sumber belajar melalui pengembangan pusat sumber belajar (PSB). Gagasan baru tersebut misalnya moving class.2.54 Kepala sekolah sebagai inovator akan tercermin cara-cara ia melakukan pekerjaannya secara konstruktif.2. disiplin. 2. Motivasi ini dapat ditumbuhkan melalui pengaturan lingkungan fisik. program akselerasi dan lain-lain. Motivasi Kerja Faktor yang tidak kalah pentingnya yang mempengaruhi kinerja guru adalah motivasi.

karena motivasi berhubungan dengan berbagai komponen yang sangat kompleks. lebih-lebih guru borongan atau self-contained classroom. Dari uraian di atas maka faktor motivasional yang bersifat instrinsik dan faktor pemeliharaan yang bersifat ekstrinsik mempunyai pengaruh besar terhadap motivasi seseorang dan dapat dijadikan dimensi strandar pengukuran motivasi kerja guru. Guru sekolah lanjutan pada umumnya berinteraksi dengan banyak siswa setiap hari pada situasi yang hampir sama dan terkadang bersifat pribadi. Masalah yang dihadapi oleh guru berbeda denga apa yang dihadapi oleh karyawan perusahaan. dunia kerja. Termasuk ke dalam faktor pemeliharaan adalah hubungan interpersonal antara atasan dan bawahan. kondisi kerja. Baik faktor motivasional maupun faktor pemeliharaan berpengaruh besar terhadap motivasi seseorang. Meskipun demikian bukanlah sesuatu yang mutlak dapat dikuantifikasi. Termasuk faktor motivasional adalah prestasi yang dicapai. Proses belajar mengajar dalam organisasi sekolah mempunyai masalah tersendiri. di samping menghadapi permasalahan dalam berhubungan dengan siswa. . pengakuan. dan kehidupan pribadi.55 Herzberg berpendapat bahwa ada faktor motivasional yang bersifat intrinsik dan faktor pemeiharaan yang bersifat ekstrinsik yang mempengaruhi seseorang dalam bekerja. kebijakan administratif. tanggung jawab dan kemajuan. Guru. juga dalam berhubungan dengan kepala sekolah dan pejabat di atasnya. teknik supervisi.

sehingga akan lebih memudahkan tercapainya tujuan organisasi.3 Disiplin Kerja Kedisiplinan kerja pegawai dalam suatu organisasi dapat dilihat dari sikap pegawainya. Mematuhi peraturan berarti memberi dukungan positif pada organisasi dalam melaksanakan program-program yang telah ditetapkan.2. sulit meningkatkan produktivitas dan sulit merealisasikan pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Uraian di atas mengandung arti bahwa disiplin kerja adalah sikap dan perbuatan karyawan/guru dalam mentaati semua pedoman dan peraturan yang telah ditentukan untuk tercapainya tujuan organisasi. Fathoni (2006 : 172) mengatakan bahwa kedisiplinan adalah kesadaran dan kesediaan seseorang mentaati semua peraturan perusahaan dan norma-norma sosial yang berlaku. Pegawai yang tertib dan disiplin. mengerjakan semua pekerjaan dengan baik. efektifitas dan produktivitas. Sebaliknya apabila pegawai atau karyawan dalam suatu organisasi tidak disiplin. maka akan sulit sekali melaksanakan program-programnya. Selanjutnya Fathoni menyatakan bahwa : ”Kedisiplinan diartikan bilamana karyawan selalu datang dan pulang tepat waktu. mentaati norma-norma dan peraturan yang telah ditetapkan dalam suatu organisasi akan dapat meningkatkan efisiensi.56 2. mematuhi semua peraturan perusahaan . Disiplin berkaitan erat dengan perilaku karyawan dan berpengaruh terhadap kinerja. Sikap dan tingkah laku pegawai berpatokan pada kepatuhan dalam melaksanakan peraturan dan ketentuan yang berlaku.

tingkat kesadaran dalam bekerja dan tingkat kepatuhan kepada peraturan. tingkat kesadaran dalam bekerja dan tingkat kepatuhan kepada peraturan. maka salah satu faktor yang sangat menentukan adalah terciptanya disiplin kerja para pegawainya dengan asumsi bahwa dalam suasana disiplinlah organisasi akan dapat melaksanakan programprogram kerjanya untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan. maka dimensi pengukuran disiplin kerja pada penelitian ini mengacu pada teori Fathoni yang menggunakan tiga kriteria pengukuran disiplin yaitu tingkat ketepatan waktu. 2. seperti yang diungkapkan oleh Veithzal Rivai bahwa : “Kepemimpinan diartikan sebagai kemampuan dan keterampilan seseorang yang menduduki jabatan sebagai pimpinan satuan kerja untuk mempengaruhi perilaku orang lain.” Dalam rangka melaksanakan peran dan fungsi sebagai manajer. terutama bawahannya untuk berfikir dan bertindak sedemikian rupa sehingga melalui perilaku yang positif ia memberikan sumbangan nyata dalam pencapaian tujuan organisasi.57 (organisasi) dan norma-norma sosial yang berlaku. kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberdayakan tenaga kependidikan melalui kerja sama atau kooperatif juga memberikan . Berhasil atau tidaknya pencapaian tujuan yang telah ditetapkan oleh suatu organisasi. Sehubungan dengan hal tersebut di atas.2.” Pernyataan diatas mengandung arti bahwa indikator keberhasilan pelaksanaan disiplin pegawai pada suatu organisasi terlihat dari tingkat ketepatan waktu.4 Keterkaitan Kepemimpinan Kepala Sekolah dengan Kinerja Kepemimpinan adalah kemampuan dan keterampilan mengarahkan yang merupakan faktor penting untuk efektivitas kinerja pemimpin.

yang dikutif Mangkunegara (2005 : 104). Pegawai dapat bekerja secara propesional karena pada dirinya terdapat motivasi yang tinggi. sehingga ia mau dan rela bekerja keras. Miller dan Gordon W. Demikian pula sebaliknya makin buruk kepemimpinan kepala sekolah maka makin rendah kinerja seorang guru.58 kesempatan kepada tenaga kependidikan untuk meningkatkan profesinya dan mendorong keterlibatan seluruh tenaga kependidikan dalam berbagai kegiatan sekolah. Motif itulah sebagai faktor pendorong yang member kekuatan kepadanya. 2. . Artinya pimpinan. Artinya makin baik kepemimpinan kepala sekolah maka makin baik pula kinerja seorang guru. manajer. Clelland. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu memberikan dukungan dan mempunyai hubungan yang baik terhadap bawahannya untuk senantiasa meningkatkan kinerjanya. Edward Murray. dan pegawai mempunyai motivasi berprestasi tinggi akan mencapai prestasi yang tinggi. Pegawai yang memiliki motivasi yang tinggi biasanya akan melaksanakan tugasnya dengan penuh semangat dan energik karena ada motif-motif dan tujuan tertentu yang melatarbelakangi tindakan tersebut. dan sebaliknya mereka yang kinerjanya rendah dikarenakan motivasi kerjanya rendah.2. menyimpulkan ada hubungan yang positif antara motivasi berprestasi dengan pencapaian kinerja/prestasi kerja.5 Keterkaitan Motivasi Kerja dan Kinerja Berdasarkan hasil penelitian Mc. Berdasarkan uraian di atas maka terdapat keterkaitan antara kepemimpinan kepala sekolah dengan kinerja guru.

Peraturan-peraturan tersebut tidak ada artinya jika tidak ada komitmen dan sangsi bagi pelanggarnya.6 Keterkaitan Disiplin Kerja dan Kinerja Di dalam seluruh aspek kehidupan. Menurut Simamora (2006 : 610) menyatakan bahwa : “Disipli n adalah prosedur yang mengoreksi atau menghukum bawahan karena melanggar peraturan atau prosedur. Disiplin merupakan bentuk .2. Disiplin di lingkungan kerja sangat dibutuhkan.” (Nawawi 2005 : 355). Dengan demikian peluangnya untuk meningkatkan prestasi kerja akan lebih besar. pegawai dengan disiplin kerja yang baik. karena selalu terdorong untuk memperbaiki dan meningkatkan kegiatannya dalam bekarja.59 Pernyataan di atas didukung pernyataan Nawawi : “Pekerja yang berprestasi tinggi menyukai informasi sebagai umpan balik. dibutuhkan peraturan dan tata tertib yang mengatur dan membatasi setiap gerak dan perilaku. Selain itu. adil bagi seluruh karyawan dan pimpinan. dimanapun kita berada. Dari uraian di atas maka terdapat keterkaitan antara motivasi kerja dengan kinerja guru. 2. karena akan menghambat pencapaian tujuan organisasi tersebut. perusahaan harus mengusahakan agar peraturan itu bersifat jelas. Oleh karena itu. Artinya makin tinggi motivasi kerja seorang guru maka makin tinggi pula hasil kinerja guru tersebut dan sebaliknya guru yang kinerjanya rendah disebabkan motivasi kerjanya rendah. berarti akan dicapai pula suatu keuntungan yang berguna baik bagi perusahaan maupun pegawai itu sendiri. mudah dimengerti.

Berdasarkan uraian di atas maka terdapat keterkaitan antara disiplin kerja dengan kinerja guru. merupakan salah satu tujuan sekolah.60 pengendalian diri karyawan dan pelaksanaan yang teratur serta menunjukkan tingkat kesungguhan tim kerja di dalam suatu organisasi. Pengelola manajemen sekolah dimotori oleh kepala sekolah. Tabrani Rusyan (2000) mengungkapkan bahwa : . Pernyataan tersebut didukung oleh pendapat Malthis dan Jackson bahwa disiplin kerja berkaitan erat dengan perilaku karyawan dan berpengaruh terhadap kinerja.2. 2.7 Keterkaitan Kepemimpinan Kepala Sekolah. Demikian pula sebaliknya makin rendah disiplin kerja seorang guru maka makin rendah pula kinerja guru tersebut. Kepala sekolah sebagai manajer dan pemimpin harus memiliki strategi yang tepat untuk memberdayakan tenaga kependidikan agar dapat bekerja secara optimal. Untuk mencapai tujuan tersebut memerlukan sumber daya manusia dengan kinerja yang berkualitas. Keberhasilan sekolah dalam menghasilkan lulusan yang dapat bersaing dengan sekolah-sekolah unggul lainnya.” Keith Davis (2003 : 129) menyatakan disiplin kerja sebagai pelaksanaan manajemen untuk memperteguh pedoman-pedoman dipandang erat keterkaitannya dengan kinerja. Artinya makin tinggi disiplin kerja seorang guru maka makin tinggi pula hasil kinerja guru tersebut. Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja dengan Kinerja. Terwujudnya kinerja yang berkualitas sangat ditentukan oleh manajemen yang baik dan benar.

Artinya pimpinan. Clelland. Guru yang telah memiliki motivasi instrinsik dan ekstrinsik akan lebih berprestasi apabila ditambah dengan disiplin kerja yang baik. yang dikutif Mangkunegara (2005 : 104). dan sebaliknya mereka yang kinerjanya rendah dikarenakan motivasi kerjanya rendah. menyimpulkan ada hubungan yang positif antara motivasi berprestasi dengan pencapaian kinerja/prestasi kerja. Edward Murray. juga produktivitas dan semangat kerja guru tergantung kepala sekolah dalam arti sampai sejauh mana kepala sekolah mampu menciptakan kegairahan kerja dan sejauh mana kepala sekolah mampu mendorong bawahannya untuk bekerja sesuai dengan kebijaksanaan dan program yang telah digariskan sehingga produktivitas kerja guru tinggi dan hasil belajar siswa meningkat. dan pegawai mempunyai motivasi berprestasi tinggi akan mencapai prestasi yang tinggi.61 Kepemimpinan peningkatan kepala sekolah kerja memberikan guru dan motivasi hasil kerja bagi siswa. karena tanggung jawab kepala sekolah sangat penting dan menentukan tinggi rendahnya hasil belajar para siswa. manajer. dapat produktivitas kepala belajar Kepemimpinan sekolah harus benar-benar dipertanggungjawabkan. Pada bagian lain berdasarkan hasil penelitian Mc. Miller dan Gordon W. Keith Davis (2003 : 129) menyatakan disiplin kerja sebagai pelaksanaan manajemen untuk memperteguh pedoman-pedoman dipandang erat keterkaitannya dengan kinerja. Pernyataan tersebut didukung oleh pendapat Malthis dan Jackson bahwa disiplin kerja berkaitan erat dengan perilaku karyawan dan berpengaruh terhadap kinerja. Kinerja guru dapat .

Faktor pemeliharaan (Teori dua faktor Herzberg dalam Gibson 1997) A. mengajar. membimbing. Kepala sekolah sbg administrator 4. Kepala sekolah sbg edukator 2. motivasi kerja dan disiplin kerja diduga berpengaruh pada peningkatan kinerja guru yang dapat digambarkan dalam model kerangka pemikiran sebagai berikut : Kepemimpinan kepala sekolah (X1) 1. pendidikan dasar.Mengevaluasi (UU Guru dan Dosen) Gambar 2. mengarahkan.” Dari uraian kerangka berfikir di atas dijelaskan bahwa kepemimpinan kepala sekolah. Faktor motivasional 2. Kepala sekolah sbg leader 6. Menurut Undang. Kesadaran dalam bekerja 3.Undang RI nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Kepala sekolah sbg inovator 7. menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan usia dini jalur pendidikan formal. Kepatuhan pada peraturan (Fathoni. Kepala sekolah sbg manajer 3. pada bab 1 pasal 1 disebutkan bahwa : “Guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik. melatih. 2006 : 172) Malthis dan Jackson Mendidik Mengajar Membimbing Mengarahkan Melatih . Kepala sekolah sbg motivator (Mulyasa.1 Model Kerangka Pemikiran .Menilai .62 dilihat dari keberhasilan guru dalam menjalankan tugas utamanya. Ketepatan waktu 2. dan pendidikan menengah. 2009 : 90) Motivasi kerja (X2) 1. Kepala sekolah sbg supervisor 5. Tabrani R Kinerja Guru : Daniel Goleman dalam Martinis Yamin - Disiplin kerja (X3) 1.

63 2. 4.3 Hipotesis Penelitian Sesuai dengan pokok permasalahan yang telah dikemukakan dalam penelitian ini. maka dapat diajukan hipotesis berikut : 1. . motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Terdapat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 2. Terapat pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 3. Terdapat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. Terdapat pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.

penyusunan instrumen penelitian dan bimbingan 5. Pengolahan data dan penyusunan bab IV – V dan bimbingan 7. polpulasi merupakan jumlah keseluruhan semua anggota yang diteliti.1.2 Populasi dan Sampel Penelitian Menurut Istijanto (2005 : 109). Berkaitan dengan penelitian yang akan dilakukan. Pelaporan hasil penelitian dan ujian siding Mart„11 v v v v v 3. Penelitian ini direncanakan berlangsung selama tiga bulan dengan rincian waktu sebagai berikut : Tabel 3. .1 Jadwal Kegiatan Penelitian Bulan Jan„11 Peb„11 No Kegiatan Des „10 1.Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian diselenggarakan di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.64 BAB III METODE PENELITIAN 3. Seminar Usulan Penelitian. penyempurnaan materi penelitian dan bimbingan 4. Penyusunan proposal v penelitian dan bimbingan 3. Pengumpulan data 6. Persiapan penyusunan v proposal 2. populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat yang berjumlah 63 orang termasuk Kepala Sekolah dan guru tidak tetap (GTT). Penyusunan bab I – III.

Kerlingger (2004 : 483) mengungkapkan bahwa desain penelitian atau rancang bangun penelitian adalah rencana dan struktur (model/paradigma) penyelidikan yang disusun sedemikian rupa untuk memperoleh jawaban atas pertanyaan-pertanyaan penelitian. serta pengaruhnya baik langsung maupun tidak langsung dari variabel-variabel penelitian yang ditetapkan sebagai berikut : 1. Sedangkan Fred N. 3. Kepemimpinan kepala sekolah berfungsi sebagai variabel bebas (independent variable) yang selanjutnya diberi notasi .65 Mempertimbangkan jumlah populasi di bawah seratus orang maka penelitian ini menggunakan seluruh populasi sebagai responden. disiplin kerja dan kinerja guru SMPN 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. . Tujuan dari penelitian deskriptif adalah adalah untuk menguji hipotesis atau menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan current status dari subyek yang diteliti dan menggunakan metode kuantitatif untuk mencari pengaruh antar variabel yang diteliti. Penelitian yang dilakukan penulis menggunakan metode analisis deskriptif. yaitu penelitian terhadap masalah-masalah berupa fakta-fakta saat ini dari suatu populasi. Pemilihan metode ini didasarkan pada keinginan peneliti untuk mendapatkan gambaran mengenai kepemimpinan kepala sekolah. motivasi kerja.3 Desain Penelitian Menurut Supranto (2001 : 237) desain penelitian pada dasarnya untuk menentukan metode apa saja yang akan dipergunakan dalam penelitian. artinya teknik sampling yang diambil adalah teknik sensus.

Hal ini untuk memudahkan jenis data primer dan / atau sekunder. Motivasi kerja berfungsi sebagai variabel bebas (independent . Kesimpulan yang dibuat akan berlaku bagi seluruh populasi yang menjadi obyek penelitian. Artinya tingkat kepercayaan pengujiannya 3. variable) yang selanjutnya diberi notasi 3. dimansi (subvariabel) dan indikator-indikatornya. Disiplin kerja berfungsi sebagai variabel bebas (independent variable) yang selanjutnya diberi notasi 4. Oleh karena itu.66 2. yang dapat dinyatakan sebagai berikut : .4 Variabel dan Definisi Operasional Untuk memperjelas dalam pengumpulan data dan pengujian hipotesis perlu dikemukakan batasan-batasan konsep variabel. Kinerja guru berfungsi sebagai variabel terikat (dependent variable) yang selanjutnya diberi notasi Y Dengan menggunakan metode deskriptif diharapkan akan diperoleh data yang hasilnya akan diolah dan dianalisis serta akhirnya ditarik sebuah kesimpulan. Menurut ketentuan dalam Panduan Penyusunan Skripsi dan Tesis bagi Mahasiswa S1 dan S2 di Lingkungan STIE Pasundan (2005 : 31) bahwa dalam penelitian seharusnya ditentukan atau dinyatakan taraf kepercayaan (confindence level) pada pengujian yang dilakukan. α = 0.05 (5%). sifat data kualitatif dan / atau kuantitatif dan skala ukurannya nominal/ordinal/ratio. peneliti menetapkan dalam penelitian ini menggunakan taraf signifikansi adalah 95 %.

67

Tabel 3.2 Operasionalisasi Variabel Penelitian
Variabel Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Konsep Teoritis Kepemimpinan kepala sekolah merupakan salah satu faktor yang dapat mendorong sekolah untuk dapat mewujudkan visi, misi, tujuan dan sasaran sekolahnya melalui program - program yang dilaksanakan secara terencana dan terarah. (Mulyasa, 2009 : 90) Dimensi 1. Kepala sekolah sebagai educator Indikator Variabel 1. Memberikan pembinaan kepada guru 2. Memberikan pembinaan kepada siswa 3. Membuat visi dan misi 4. Pemberdayaan guru pada pelaksanaan program 5. Melakukan pengawasan program 6. Melakukan evaluasi program 7. Pengadministrasian pelaksanaan program 8. Pendokumentasian hasil pelaksanaan program 9. Membuat program supervisi 10. Melaksanakan supervisi 11. Memberikan keteladanan kepada guru 12. Memberi keputusan yang tepat 6. Kepala sekolah sebagai innovator 13. Memberikan gagasan baru dalam kegiatan pembelajaran 14. Memberikan penghar gaan dan sangsi kepada guru 15. Menciptakan suasana kerja yang kondusif Skala

Ordinal

2. Kepala sekolah sebagai manajer

3. Kepala sekolah sebagai administrator

4. Kepala sekolah sebagai supervisor

5. Kepala sekolah sebagai leader

7. Kepala sekolah sebagai motivator

68

Motivasi kerja (X2)

Suatu proses yang mulai dilakukan oleh seseorang karena adanya kebutuhan psikologis dan fisiologis sehingga menggerakkan perilaku atau dorongan untuk mencapai tujuan. (Teori dua faktor, Herzberh dalam Gibson, 1997)

1. Faktor motivasional

1. Kesempatan untuk Ordinal berprestasi 2. Pengakuan dari teman sejawat 3. Merasa bangga dengan pekerjaan sebagai guru 4. Tanggung jawab atas pekerjaannya 5. Pekerjaan itu sendiri 6. Kesempatan untuk meningkatkan karir 1. Gaji atau honor yang diterima 2. Kondisi kerja yang menyenangkan 3. Kebijakan pimpinan sekolah 4. Hubungan antar pribadi 1. Tepat waktu 2. Efisien 1. 2. 3. 4. 5. Tingkat kehadiran Paham tugas Tanggung Jawab Pelaksanaan tugas Kerjasama Ordinal

2. Faktor pemeliharaan

Disiplin Kerja (X3)

Sikap 1. Ketepatan Waktu kesadaran dan kesediaan seseorang men2. Kesadaran dalam taati semua bekerja peraturan perusahaan (organisasi) dan norma-norma 3. Kepatuhan pada sosial yang Peraturan berlaku(Fathoni, 2006 : 172) Pendidik professional dengan tugas utama mendidik mengajar, mem bimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidik an anak usia dini, jalur pendidikan formal, pendidik an dasar dan pendidikan menengah. (UU Guru dan Dosen, 2005:2) 1. Mendidik 2. Mengajar

1. Taat pada aturan 2. Sangsi

Kinerja Guru (Y)

1. Mendidik ahlak Siswa 2. Membuat perencanaan pembelajaran 3. Melaksanakan pembelajaran

Ordinal

3. Membimbing

4. Membimbing seluruh siswa 5. Membimbing siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar

4. Mengarahkan

6. Mengarahkan siswa dalam belajar 7. Melatih kemampuan siswa 8. Menilai hasil kerja siswa 9. Melaksanakan evaluasi pembelajaran

5. Melatih

6. Menilai

7. Mengevaluasi

69

3.5 Instrumen Penelitian Metode pengumpulan data yag digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey, yaitu teknik pengumpulan dan analisis data berupa opini dari subyek yang diteliti melalui kuesioner, wawancara dan observasi. Kuesioner dimaksudkan untuk mencari data primer tentang kepemimpinan, disiplin, motivasi dan kinerja guru. Wawancara dengan pimpinan dan karyawan di lingkungan obyek penelitian dimaksudkan untuk mengumpulkan data yang tidak diperoleh oleh data hasil kuesioner sedangkan observasi dilakukan untuk mengamati secara spesifik perilaku dari variabel yang sedang diteliti. Observasi juga dilakukan dalam upaya mendapatkan data-data umum lainnya tentang organisasi yang diteliti.

3.6 Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari kuesioner, wawancara dan observasi. Kuesioner dimaksudkan untuk menjaring data tentang kepemimpinan, disiplin, motivasi dan kinerja guru. Sementara wawancara dimaksudkan untuk menjaring data keempat variabel penelitian yang tidak dapat dijaring dengan teknik kuesioner. Kelengkapan data juga ditunjang oleh observasi. Dalam penyusunan instrumen digunakan dari model Rensis Likert yakni dengan option Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Cukup Setuju (CS), Tidak Setuju (TS), Sangat Tidak Setuju (STS). Masing-masing option diberikan bobot mulai dari 5 untuk sangat setuju hingga bobot 1 untuk

Adapun rumus korelasi pearson adalah : ( √* Keterangan : r = korelasi validitas item yang dicari x = skor yang diperoleh subyek dari seluruh item y = skor total yang diperoleh subyek dari seluruh item ( ) +* )( ) ( ) . untuk menguji validitas dilakukan dengan teknik korelasi item total yang merupakan dasar dari korelasi pearson.7 Uji Validitas dan Reliabilitas Kuntadi (2002 : 57) berpendapat agar hasil penelitian valid dan reliabel.70 option sangat tidak setuju. 3. maka alat test tersebut akan semakin tepatmengenai sasaran. butir-butir pertanyaan dalam kuesioner perlu dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Nur Indriantoro (2002 : 99) mengkatagorikan sifat data tersebut ke dalam skala interval. 3.1 Uji Validitas Uji validitas dilakukan untuk mengetahui apakah instrument yang digunakan sudah tepat mengukur apa yang seharusnya diukur atau belum.7. sehingga dapat dikatakan bahwa semakin tinggi validitas suatu test. yaitu data yang diperoleh langsung dari responden dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan skala likert (ordinal) dengan metode rating yang dijumlahkan. Oleh karena itu. Nilai validitas pada dasarnya adalah nilai korelasi. Data primer.

demikian pula sebaliknya. = reliabilitas internal seluruh instrument = korelasi product moment antara belahan kesatu dan kedua kemudian dikorelasikan dengan rumus yang sama seperti uji validitas. Untuk uji reliabilitas digunakan metode belah dua ( Split Half Method) dari Spearman Brown. Metode belah dua ini dilakukan dengan cara membagi instrument menjadi dua belahan.2 Uji Reliabilitas Reliabilitas adalah tingkat kepercayaan terhadap hasil suatu pengukuran.3 maka faktor tersebut merupakan construct yang kuat (valid). Pengukuran yang memiliki reliabilitas tinggi merupakan pengukuran yang mampu memberikan hasil ukur terpercaya (reliable).3 maka dikatakan tidak valid. bisa ganjil-genap dan bisa pula belahan pertama dan kedua dengan rumus : = Keterangan . bila korelasi tiap faktor ( ) tersebut positif dan besarnya > 0. 3.71 Σx = jumlah skor dalam distribusi x Σy = jumlah skor dalam distribusi y = jumlah kuadrat skor dalam distribusi x = jumlah kuadrat skor dalam distribusi y N = jumlah responden Menurut Sugiono.7. jika < 0. ( √* ( ) +* )( ) ( ) .

72 Jika > 7.7 Penafsiran Sangat baik Baik Cukup Baik Kurang baik Sangat kurang baik 3.5 1.8 – 2.6 – 3. motivasi kerja ( ). jika 3. Teknik analisis deskriptip digunakan untuk mendeskripsikan variabel kepemimpinan kepala sekolah ( ). Demikian bila < 7 maka dikatakan tidak reliabel sebaliknya.1 2. maka instrument tersebut dikatakan reliabel.0 3.0 – 1.9 Teknik Analisis Jalur (Jalur Path) r Є1 Y r Gambar 3.1 Diagram Jalur .3 Kriteria Penafsiran Kondisi Variabel Penelitian Rata-Rata Skor 4.2 – 5. disiplin kerja ( ).3 1. dan kinerja guru (Y) dengan cara menghitung rata-rata masing-masing variabel penelitian.4 – 4.8 Teknik Analisis Data Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif. Tabel 3.

dengan Y merupakan hubungan kausal. dengan Y. gambar di atas menunjukkan bahwa antara serta . dengan Y. Persamaan struktur yang dibentuk adalah : Y= + + . . sementara hubungan merupakan hubungan korelasional.73 Keterangan : = Kepemimpinan kepala sekolah = Motivasi kerja = Disiplin kerja Y = Kinerja guru r r r = korelasi = korelasi = korelasi dan dan dan = koefisien jalur yang menggambarkan besarnya pengaruh langsung terhadap Y = koefisien jalur yang menggambarkan besarnya pengaruh langsung terhadap Y = koefisien jalur yang menggambarkan besarnya pengaruh langsung terhadap Y = koefisien jalur yang menggambarkan besarnya pengaruh langsung terhadap Y = variabel lain yang tidak diukur tetapi mempengaruhi Y Gambar di atas adalah diagram variabel yang mencerminkan hubungan antar variabel dan pengaruh variabel X terhadap variabel Y.

maka hipotesis yang diajukan semuanya diterima. dan sebalikya. Jika hasil perhitungan koefisien jalur dari kepemimpinan kepala sekolah ke kinerja guru. Pengaruh Hi : terhadap Y ≠ 0 : kepemimpinan kepala sekolah berpengaruh terhadap kinerja guru SMPN 1 Cisarua Pengaruh Hi : terhadap Y ≠ 0 : motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja guru SMPN 1 Cisarua Pengaruh Hi : terhadap Y ≠ 0 : disiplin kerja berpengaruh terhadap kinerja guru SMPN 1 Cisarua Pengujian hipotesis tidak dilakukan secara statistik dengan uji F dan uji t karena penelitian yang dilakukan melibatkan seluruh anggota populasi atau bersifat sensus.74 3.10 Pengujian Hipotesis Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini sebagai berikut : H1 : ≠ ≠0 Terdapat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. Hipotesis yang diajukan dijawab dari hasil perhitungan koefisien jalur yang diperoleh. motivasi kerja ke kinerja guru dan disiplin kerja ke kinerja guru tidak sama dengan nol. . motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru SMPN 1 Cisarua.

Setiap pimpinan yang menjabat di SMPN 1 Cisarua umumnya mempunyai komitmen untuk memajukan sekolah diberbagai sector. kini telah menjadi 29 ruang belajar ditambah sarana fisik lainnya seperti ruang keterampilan. Pada tahun 1964 menjadi sekolah mandiri dan lepas dari SMP Negeri 1 Cimahi.1 Hasil Penelitian 4. Hasilnya terlihat pada perkembangan fisik maupun non-fisik. SMP Negeri Cisarua yang terletak di jalan Kolonel Masturi no. Pertama beroperasi menginduk ke SMP Negeri 1 Cimahi dan menggunakan lokal Sekolah Dasar Garuda.1 Gambaran Umum SMPN 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat berdiri mulai tahun 1961. laboratorium fisika dan biologi. ruang kepala sekolah.1. ruang komputer. ruang perpustakaan. ruang TU dan ruang guru yang representatif serta sarana-sarana lainnya. Selama kurun waktu kurang lebih 49 tahun telah terjadi pergantian pimpinan sebanyak 13 kepala sekolah. Di sektor nonfisik juga mengalami peningkatan baik dari segi prestasi akademis maupun non-akademis yang berhasil diraih oleh siswa-siswi terbaik alumni SMP Negeri Cisarua dari masa ke masa. 312 Kabupaten Bandung Barat ini berdiri di atas tanah seluas 11.75 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4. Letak sekolah sangat strategis berada di pinggir jalan kabupaten dan .043 m². Disektor fisik misalnya sarana ruang belajar yang pada awalnya kegiatan operasional sekolah ini hanya memiliki 6 lokal.

Standar Isi. Jika 8 standar di atas telah terpenuhi maka SMP Negeri 1 Cisarua selanjutnya menjadi sekolah berstandar nasional (SSN). Ajab Riatna . Daftar nama kepala sekolah sejak didirikan sampai dengan sekarang sebagai berikut : No. jumlah tenaga pengajar sebanyak 63 orang dan staf tata usaha 19 orang. BA Mohamad Wasid. BA H.76 dilalui kendaraan umum dari arah Cisarua-Cimahi maupun CisaruaPadalarang. 1 2 3 4 Periode Tahun 1964 – 1968 1968 – 1971 1971 – 1977 1977 – 1983 Nama Kepala Sekolah Saleh Ma‟ruf. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Standar Pembiayaan dan Standar Evaluasi). SH Maulana Ismail. SMP Negeri 1 Cisarua pada tahun pelajaran 2010 / 2011 memiliki 29 rombongan belajar dengan jumlah siswa sebanyak 989 orang. Sejak tahun 1964 sampai dengan saat ini yang telah ditugaskan menjadi kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua sudah 13 orang. Standar Proses. Dengan predikat tersebut pihak sekolah terus mengadakan penataan di berbagai sektor yaitu untuk memenuhi 8 Standar Nasional Pendidikan (Standar Kompetensi Lulusan. Standar Sarana. SMP Negeri 1 Cisarua mulai tahun 2004 telah berpredikat sebagai “Sekolah Potensial” dan sejak tahun 2008 telah berubah menjadi “Rintisan Sekolah Berstandar Nasional (RSSN)”. Standar Pengelolaan.

Terwujudnya prestasi siswa dalam bidang seni sebagai program unggulan . Terwujudnya sistem pembelajaran yang inovatif. H. Terwujudnya tingkat kedisiplinan warga sekolah 4. Nandang Sukmana Drs. SMP Negeri 1 Cisarua memiliki visi.77 5 6 7 8 9 10 11 12 13 1983 – 1987 1987 – 1988 1988 – 1988 1988 – 1990 1990 – 1993 1993 – 1996 1996 – 2000 2000 – 2003 2003 – sekarang H. A. Hasbiadi Endang Dahlan. Yaya Masria Drs. nyaman dan religious 5. Berprestasi. misi. Terampil menggunakan media IPTEK 6. BA Drs. Terwujudnya peningkatan prestasi akademis dari tahun ke tahun 2. Didi S. Visi “Terampil. Terwujudnya lingkungan sekolah yang aman. Subandar Drs. Ubes Sumantri Oman Jaskim Drs. Dudi Susbandi KM. H. Toto Suhartoyo Drs. H. H. Unggul dalam Seni Budaya Dilandasi Iman dan Taqwa” Indikator : 1. efektif dan efisien 3. tujuan sekolah dan profil sekolah sebagai berikut : a. Berwawasan IPTEK.

Menghasilkan warga sekolah yang berdisiplin tinggi 6. Mewujudkan penyelenggaraan pembelajaran yang aktif. Mencapai profesionalisme guru dalam pembelajaran CTL 5. Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara optimal 2. muktahir dan berwawasan ke depan 4. Menghasilkan peningkatan SKBM seluruh mata pelajaran sampai dengan 85% 3. Menghasilkan warga sekolah yang taat beribadah 8. Mencapai suasana lingkungan sekolah yang aman dan nyaman 7. efektif. Mengoptimalkan kegiatan pembelajaran komputer dan internet 6.00 2. menyenangkan dan berwawasan ke depan 3. Misi 1. Mewujudkan kemampuan seni yang tangguh dan kompetitif 7. Menerapkan tata tertib sekolah secara optimal 4. Menghasilkan peningkatan rata-rata skor GSA + 1. kreatif. Terciptanya kesempatan warga sekolah untuk mengembangkan diri sesuai dengan potensi yang dimiliki b. Seluruh warga sekolah dapat menggunakan komputer dan internet sebagai sumber belajar . Menghasilkan perangkat kurikulum yang lengkap. Mewujudkan suasana lingkungan sekolah yang berwawasan Wiyata Mandala 5. Mewujudkan peningkatan kualitas SDM seluruh warga sekolah Tujuan Sekolah 1.78 7.

Kolonel Masturi no 312 Kertawangi Cisarua Bandung Barat Jawa Barat 022. Pencapaian standar pendidik dan tenaga kependidikan meliputi : semua guru berkualifikasi S1. telah mengikuti PTBK.79 9. Telepon 4. 2. Memiliki tim olah raga yang siap menjadi juara tingkat kabupaten 11. 7. H. 6. dll 12. semua mengajar sesuai bidangnya. 9. Nama Kepala Sekolah NSS Jenjang Akreditasi Kategori Sekolah Tahun Didirikan Tahun Operasional : : : : : : : : : : : : Jl. Dudi Susbandi KM 201020802005 A RSSN 1961 1961 : SMP Negeri 1 Cisarua . 4.1.2700003 Drs. Menghasilkan lulusan yang mampu berkompetensi dijenjang pendidikan yang lebih tinggi.2 Profil Sekolah 1. 5. Menghasilkan tim kesenian yang mampu tampil pada kegiatan setingkat kabupaten 10. Nama Sekolah Alamat : Jalan Desa Kecamatan Kabupaten Provinsi No. 8.

8 76.1. Status Bangunan Surat Izin Bangunan Luas Seluruh Bangunan : : : : : Hak guna pakai tidak terbatas 6000 m2 Milik Pemerintah 3.0 Dari data pada tabel 4.3 Profil Responden Tabel 4.2%) .2 terlihat bahwa guru-guru di SMPN 1 Cisarua lebih banyak didominasi oleh guru perempuan (76.80 10. Prosentase 23. Kepemilikan Tanah Luas Tanah 11.1 Jumlah Siswa SMP Negeri 1 Cisarua 3 Tahun Terakhir Tahun Pelajaran 2008/ 2009 2009/ 2010 2010/ 2011 Jumlah Pendaftar 415 500 435 Kelas VII Jumlah Siswa Rombel 387 9 324 315 9 9 Kelas VIII Jumlah Siswa Rombel 459 9 376 310 9 9 Kelas IX Jumlah Siswa Rombel 436 9 445 364 9 9 Jumlah Kelas VII+VIII+IX Siswa Rombel 1282 27 1145 989 27 27 Sumber Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 4.2 Jumlah Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Jumlah Laki-laki 15 Perempuan 48 Jumlah 63 Sumber : Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 No 1.2 100. 2.405 m2 Tabel 4.

00 JUMLAH 63 100. D1 2 3.76 6.00 Sumber : Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 Dari tabel 4.20 3 D3 10 15.4 terlihat bahwa komposisi masa kerja guru SMPN 1 Cisarua sebanyak 35 orang atau 55. > 40 Tahun 52 Jumlah 63 Sumber : Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 Prosentase 9.80 2.35 Tahun 3 3.40 Tahun 2 4. 3. Masa Kerja < 5 Tahun 6 – 10 Tahun 11 – 15 Tahun 16 – 20 Tahun > 20 Tahun Jumlah Jumlah 6 3 4 15 35 63 Prosentase 9.35 23.76 3.54 100. 2.17 82.90 4 PGSLP 2 3. 25 – 29 Tahun 6 2. SMA 3 4. Tabel 4. 5. 30 .81 Tabel 4.5 Jumlah Responden Berdasarkan Usia No Usia Jumlah 1.00 .81 55.3 terlihat bahwa guru yang memiliki tingkat pendidikan S1 berjumlah 46 orang (73.56 % memiliki masa kerja lebih dari 20 tahun.52 4.56 100.00%) artinya lebih banyak dibandingkan dengan yang berpendidikan yang lainnya.00 Sumber : Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 Dari data tabel 4.4 Jumlah Responden Berdasarkan Masa Kerja No 1. 36 . Tabel 4. 4.20 5 S1 46 73.52 4.3 Jumlah Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan No Tingkat Pendidikan Jumlah Prosentase 1.

6.2 Uji Istrumen Penelitian Dalam melakukan penelitian ini penulis menggunakan instrumen berupa kuesioner yang terdiri dari variabel kepemimpinan kepala sekolah sebanyak 18 item. Menurut Sugiyono (2005) bahwa item yang mempunyai korelasi positif dengan skor total korelasi yang tinggi. 4. disiplin kerja 15 item dan kinerja guru 20 item pernyataan. Prosentase 0 90. 4.6 Jumlah Responden Berdasarkan Pangkat dan Golongan Pangkat/Golongan Jumlah Pembina TK 1 / IVb 0 Pembina / IVa 57 Penata TK I / IIId 0 Penata / IIIc 0 Penata Muda TK I / IIIb 3 Penata Muda / IIIa 3 Jumlah 63 Sumber : Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 No 1.5%). menunjukkan bahwa item tersebut mempunyai validitas yang tinggi pula. 5. . 3. 2.8 100.1 Uji Validitas Pengujian tingkat validitas tiap item dipergunakan analisis item. Tabel 4.0 Tabel 4.8 4.6 menunjukkan bahwa pangkat/golongan responden terbanyak adalah Pembina/IVa yaitu sebanyak 57 orang (90.5 0 0 4. artinya mengkorelasikan skor tiap item dengan skor total yang merupakan jumlah tiap skor item. 4.2. motivasi kerja 15 item.5 terlihat bahwa jumlah responden yang paling banyak berusia lebih dari 40 tahun.82 Dari tabel 4.

623 X1 _8 0.3 maka semua item valid. variabel kepemimpinan kepala sekolah berada di atas 0.576 X1 _12 0.620 X1 _11 0. Untuk itu kuesioner yang digunakan layak untuk diolah sebagai data penelitian.452 X1 _3 0.3 maka item dalam instrumen tersebut dinyatakan tidak valid.630 X1 _7 0.672 X1 _6 0.661 X1 _5 0.471 X1 _4 0.439 X1 _15 0. .3 sehingga apabila korelasi antar item dengan skor total kurang dari 0. Adapun hasil uji coba mengenai tingkat validitas butir pernyataan disajikan dalam tabel berikut : Tabel 4.437 X1 _17 0.503 Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Dari data di atas.7 Hasil Uji Validitas Item Variabel Kepemimpinan Kepala sekolah (X1) No Item Tingkat Validitas Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid X1 _1 0.599 X1 _10 0.557 X1 _9 0.680 X1 _2 0.512 X1 _13 0.83 Persyaratan minimum agar dapat dianggap valid apabila r = 0.460 X1 _16 0.422 X1 _14 0.487 X1 _18 0.

876 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid .729 X2 _12 0.718 X2 _7 0.686 0.809 0.863 0.607 X2 _9 0. Untuk itu kuesioner yang digunakan layak untuk diolah sebagai data penelitian. maka semua item valid.583 X2 _3 0.831 0. variabel motivasi kerja berada di atas 0.746 0.688 X2 _14 0.8 Hasil Uji Validitas Item Variabel Motivasi Kerja (X2) No Item Tingkat Validitas X2 _1 0.625 X2 _8 0.788 0.672 X2 _4 0.630 Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Dari data di atas.606 X2 _2 0.653 X2 _5 0.819 0.826 0.802 0.84 Tabel 4.3.9 Hasil Uji Validitas Item Variabel Disiplin Kerja (X3) No Item X3 _1 X3 _2 X3 _3 X3 _4 X3 _5 X3 _6 X3 _7 X3 _8 X3 _9 X3_10 X3 _11 X3 _12 Tingkat Validitas 0.716 X2 _6 0. Tabel 4.791 0.711 X2 _11 0.659 X2 _13 0.549 X2 _15 0.442 X2 _10 0.764 0.

maka semua item valid. variabel kinerja guru berada di atas 0.550 Y _7 0.818 X3 _15 0.650 Y _3 0. maka semua item valid.487 Y _17 0. Berdasarkan tabel 4.560 Y _6 0.403 Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Dari data di atas.695 Y _14 0.10 Hasil Uji Validitas Item Variabel Kinerja Guru (Y) No Item Tingkat Validitas Y _1 0.698 Y _12 0.470 Y _19 0. bahwa seluruh item dinyatakan valid .695 Y _11 0.714 Y _13 0.7 sampai dengan tabel 4.654 Y _2 0.465 Y _16 0. Tabel 4.713 Y _8 0.810 X3 _14 0.836 Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Keterangan Valid Valid Valid Dari data di atas.3. Untuk itu kuesioner yang digunakan layak untuk diolah sebagai data penelitian.10 diperoleh informasi mengenai tingkat validitas.496 Y _20 0.85 No Item Tingkat Validitas X3 _13 0. variabel disiplin kerja berada di atas 0.667 Y _15 0. Untuk itu kuesioner yang digunakan layak untuk diolah sebagai data penelitian.707 Y_10 0.684 Y _5 0.652 Y _9 0.675 Y _4 0.3.597 Y _18 0.

Hasil pengujian secara lengkap dapat dilihat pada lampiran rekapitulasi tingkat validitas item pernyataan instrument penelitian disajikan dalam tabel berikut : Tabel 4. 11 Rekapitulasi Hasil Uji Coba Item Pernyataan Instrumen Kuesioner Variabel Jml Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Motivasi Kerja (X2) Disiplin Kerja (X3) Kinerja Guru (Y) Jumlah 15 15 20 68 18 Valid % 100% Tidak Jml 0 Valid % 0% Jml 18 Total % 100% 100% 100% 100% 100% 0 0 0 0 0% 0% 0% 0% 15 15 20 68 100% 100% 100% 100% Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Berdasarkan data tabel di atas. ternyata seluruh item pernyataan merupakan item yang terpilih dan dapat digunakan sebagai alat pengumpul data (kuesioner).2 Uji Reliabilitas Dari pengujian reliabilitas teknik split half dengan koefisien internal Spearman Brown nampak bahwa masing-masing instrumen pengukuran adalah reliabel sesuai dengan yang direkomendasikan Sugiyono (2004 : 178) yang menyatakan bahwa batas minimum reliabilitas yang dapat diterima adalah koefisien positif.2. 4. Reliabilitas untuk kuesioner masing-masing variabel disajikan pada tabel di bawah ini : .86 dan digunakan untuk penelitian.

3 Hasil Penelitian dan Pembahasan 4.1 Deskripsi Jawaban Responden Mengenai Kepemimpinan Kepala Sekolah di SMPN 1 Cisarua Bagian ini akan menguraikan bagaimana gambaran mengenai kepemimpinan kepala sekolah di SMPN 1 Cisarua.935 dengan kriteria reliabilitas tinggi.949 dengan kriteria reliabilitas tinggi.12 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Motivasi Kerja (X2) Disiplin Kerja (X3) Kinerja Guru (Y) Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Reliabilitas 0. variabel motivasi kerja (X2) adalah 0.87 Tabel 4.949 Kriteria Reliabilitas Tinggi Reliabilitas Tinggi Reliabilitas Tinggi Reliabilitas Tinggi Dari data di atas variabel kepemimpinan kepala sekolah (X1) adalah 0.986 0. 4.954 0.935 0.3.954 dengan kriteria reliabilitas tinggi. variabel disiplin kerja (X3) adalah 0. Gambaran mengenai hal tersebut dapat dilihat dari tanggapan responden sebagai berikut : .986 dengan kriteria reliabilitas tinggi. dan variabel kinerja guru (Y) adalah 0.

40 14.16 Setuju 4 29 116 46.81 Tidak Setuju 2 0 0 0.29 12.88 Tabel 4.06 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui rapat. dengan rata-rata skor sebesat 4. 46. berada pada kategori baik.16% menyatakan sangat setuju.00 .52 38.03 Kurang Setuju 3 15 45 23.00 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. yakni sebanyak 30.13 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui rapat Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 19 95 30.81% menyatakan kurang setuju. Tabel 4.17 Prosentase 9. dan 23.00 Jumlah 63 256 100.14 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui pembinaan perorangan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 6 4 24 3 16 2 9 1 8 63 Skor 30 96 48 18 8 200 3.70 100.03% menyatakan setuju.10 25.00 Rata-Rata Skor 4. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui rapat.06 Berdasarkan tabel di atas.

70% sangat tidak setuju.63% menyatakan kurang setuju.40% menyatakan kurang setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui pembinaan perorangan. yakni sebanyak 9.97 . 25.17 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui pembinaan perorangan.76 0. dengan rata-rata 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melaksanakan pembinaan kepada siswa .15 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melaksanakan pembinaan kepada siswa melalui upacara bendera yang dilaksanakan setiap hari senin Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 17 4 30 3 13 2 3 1 0 63 Skor 85 120 39 6 0 250 3. 47.97 Prosentase 26.10% menyatakan setuju. 12.98 47. berada pada kategori cukup baik.89 Berdasarkan tabel di atas.00 Berdasarkan tabel di atas.62 20. yakni sebanyak 26.63 4.52% menyatakan sangat setuju.00 100. dengan rata-rata dengan rata-rata skor sebesat 3. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melaksanakan pembinaan kepada siswa melalui upacara bendera yang dilaksanakan setiap hari senin. 38.29% menyatakan tidak setuju. Tabel 4.62% menyatakan setuju. dan 20. 14.98% menyatakan sangat setuju.

98 Tidak Setuju 2 0 0 0.92 Berdasarkan tabel di atas.90 melalui upacara bendera yang dilaksanakan setiap hari senin.97% menyatakan setuju. Tabel 4.92.98% menyatakan kurang setuju.05% menyatakan sangat setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah membuat perencanaan visi dan misi secara matang.00 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. dan 26.16 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah membuat perencanaan visi dan misi secara matang Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 12 60 19. berada pada kategori baik.05 Setuju 4 34 136 53.76 . berada pada kategori baik. yakni sebanyak 19.98 Tidak Setuju 2 6 12 9.27 Kurang Setuju 3 17 51 26.17 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah memberdayakan guru sebagai tim kerja dalam pelaksanaan program kegiatan Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 14 70 22. 53.00 Rata-Rata Skor 3.97 Kurang Setuju 3 17 51 26.52 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.22 Setuju 4 26 104 41.00 Rata-Rata Skor 3.00 Jumlah 63 237 100.00 Jumlah 63 247 100. Tabel 4. dengan rata-rata 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah membuat perencanaan visi dan misi secara matang.

yakni sebanyak 31. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah senantiasa melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program kegiatan. yakni sebanyak 22.22% menyatakan sangat setuju.05 Prosentase 31. 26. 26. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah memberdayakan guru sebagai tim kerja dalam pelaksanaan program kegiatan.05.27% menyatakan setuju.91 Berdasarkan tabel di atas.98% menyatakan kurang setuju.00 Berdasarkan tabel di atas.76.00 100. berada pada kategori baik.52% menyatakan tidak setuju.98% menyatakan kurang setuju.00 0. Tabel 4. dan 9. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberdayakan guru sebagai tim kerja dalam pelaksanaan program kegiatan. dengan rata-rata sebesar 3. 41. dengan rata-rata 4.75 41.75% menyatakan sangat setuju.27 26.27% menyatakan setuju. 41.18 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program kegiatan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 20 4 26 3 17 2 0 1 0 63 Skor 100 104 51 0 0 255 4. .98 0.

00 100. . yakni sebanyak 26. berada pada kategori baik Tabel 4.27 31.27% menyatakan setuju. berada pada kategori baik.98% menyatakan sangat setuju.75% menyatakan kurang setuju.00 0.92 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah senantiasa melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program kegiatan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan evaluasi setelah pelaksanaan program kegiatan.95 Prosentase 26. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melakukan evalusi setelah pelaksanaan program kegiatan. 31.19 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan evaluasi setelah pelaksanaan program kegiatan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 17 4 26 3 20 2 0 1 0 63 Skor 85 104 60 0 0 249 3.98 41.95. 41.00 Berdasarkan tabel di atas.75 0. dengan rata-rata 3.

% menyatakan kurang setuju.00 0. % sangat tidak setuju.00 Jumlah 63 259 100.10 Setuju 4 22 88 34.00 100. berada pada kategori baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan solusi perbaikan untuk program berikutnya.57 44.98 Tidak Setuju 2 0 0 0. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melakukan solusi perbaikan untuk program berikutnya. dengan rata-rata .11 Berdasarkan tabel di atas.93 Tabel 4. Tabel 4.44 26.20 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan solusi perbaikan untuk program berikutnya Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 24 120 38.00 Rata-Rata Skor 4. yakni sebanyak % menyatakan sangat setuju.21 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pengadministrasian pelaksanaan program kegiatan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 18 4 28 3 17 2 0 1 0 63 Skor 90 112 51 0 0 253 4. % menyatakan setuju.92 Kurang Setuju 3 17 51 26.98 0.00 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.00 . % menyatakan tidak setuju.02 Prosentase 28.

57% menyatakan sangat setuju. 28. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melakukan pendokumentasian hasil pelaksanaan program kegiatan.00 Berdasarkan tabel di atas. yakni sebanyak 28. 44. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan pendokumentasian hasil pelaksanaan program kegiatan. 26. .94 Berdasarkan tabel di atas.57 42.57% menyatakan sangat setuju. berada pada kategori baik.44% menyatakan setuju.00 100.02.00 Prosentase 28.86 28.98% menyatakan kurang setuju. 42.57 0. dengan rata-rata 4.86% menyatakan setuju. dengan rata-rata 4.57% menyatakan kurang setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melakukan pengadministrasian pelaksanaan program kegiatan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan pengadministrasian pelaksanaan program kegiatan.00 0.22 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pendokumentasian hasil pelaksanaan program kegiatan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 18 4 27 3 18 2 0 1 0 63 Skor 90 108 54 0 0 252 4. berada pada kategori baik Tabel 4.00. yakni sebanyak 28.

% sangat tidak setuju.00 0. berada pada kategori baik.00 100.81% menyatakan kurang setuju.00 Berdasarkan tabel di atas.95 Tabel 4.79% menyatakan setuju.40 50.02 Prosentase 25.98 0. dengan ratarata 4.23 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah membuat program supervise Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 16 4 32 3 15 2 0 1 0 63 Skor 80 128 45 0 0 253 4.00 100.00 0.79 23.00 . 23. 50.40% menyatakan sangat setuju.02.22 50. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah membuat program supervisi.81 0.95 Prosentase 22. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah membuat program supervisi.24 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melaksanakan supervisi kepada guru yang mengajar di kelas Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 14 4 32 3 17 2 0 1 0 63 Skor 70 128 51 0 0 249 3.79 26. Tabel 4. yakni sebanyak 25.

dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melaksanakan supervisi kepada guru yang mengajar di kelas. berada pada kategori baik.98% menyatakan kurang setuju.25 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah dapat memberi contoh keteladanan kepada guru Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 22 4 25 3 16 2 0 1 0 63 Skor 110 100 48 0 0 258 4.22% menyatakan sangat setuju.. 26. Tabel 4.96 Berdasarkan tabel di atas. berada pada kategori baik . 39. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah dapat memberi contoh keteladanan kepada guru.10 Prosentase 34.00 Berdasarkan tabel di atas.95. dengan rata-rata 4.00 0. yakni sebanyak 34.68% menyatakan setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah dapat memberi contoh keteladanan kepada guru.68 25.92% menyatakan sangat setuju.40 0.92 39. yakni sebanyak 22.79% menyatakan setuju.40% menyatakan kurang setuju. 25. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melaksanakan supervisi kepada guru yang mengajar di kelas.10.00 100. dengan rata-rata 3. 50.

yakni sebanyak 31.26 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah mampu mengambil keputusan yang tepat Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 20 4 23 3 20 2 0 1 0 63 Skor 100 92 60 0 0 252 4. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah mampu mengambil keputusan yang tepat.00.97 Tabel 4. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah mampu mengambil keputusan yang tepat.00 0.51% menyatakan setuju.27 28.00 Prosentase 31. 31.16 41.27 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah memberikan gagasan-gagasan baru dalam proses pembelajaran Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 19 4 26 3 18 2 0 1 0 63 Skor 95 104 54 0 0 253 4. 36.02 Prosentase 30.57 0. berada pada kategori baik Tabel 4.75% menyatakan sangat setuju. dengan rata-rata 4.00 Berdasarkan tabel di atas.51 31.00 0.00 .75 36.75 0.00 100.75% menyatakan kurang setuju.00 100.

33% menyatakan kurang setuju. 33.57% menyatakan kurang setuju. 41.89 Prosentase 22. yakni sebanyak 30.00 100.16% menyatakan sangat setuju. dengan rata-rata 3. 28.00 Berdasarkan tabel di atas.22 44.22% menyatakan sangat setuju.28 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah memberikan penghargaan kepada guru yang berprestasi Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 14 28 21 0 0 63 Skor 70 112 63 0 0 245 3.98 Berdasarkan tabel di atas. dengan rata-rata 4. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan gagasan-gagasan baru dalam proses pembelajaran. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan gagasan-gagasan baru dalam proses pembelajaran.00 0. 44. . berada pada kategori bai Tabel 4.44% menyatakan setuju. yakni sebanyak 22. berada pada kategori cukup baik. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan penghargaan kepada guru yang berprestasi.33 0.89. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan penghargaan kepada guru yang berprestasi.02.27% menyatakan setuju.44 33.

28. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan sangsi kepada guru yang melanggar disiplin.03 Prosentase 28.00 100.00 Rata-Rata Skor 3.03 25. dengan rata-rata 3.40 0.22 Setuju 4 31 124 49. Tabel 4. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan sangsi kepada guru yang melanggar disiplin. 49.57% menyatakan kurang setuju.29 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah memberikan sangsi kepada guru yang melanggar disiplin Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 14 70 22.00 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.22% menyatakan sangat setuju. yakni sebanyak 22.00 .21 Kurang Setuju 3 18 54 28. berada pada kategori baik.94.00 0.99 Tabel 4.94 Berdasarkan tabel di atas.30 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah menciptakan hubungan yang harmonis dengan guru Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 18 4 29 3 16 2 0 1 0 63 Skor 90 116 48 0 0 254 4.57 Tidak Setuju 2 0 0 0.57 46.00 Jumlah 63 248 100.21% menyatakan setuju.

17 100.94 26.100 Berdasarkan tabel di atas.03 . dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya diberi kesempatan untuk berprestasi.00 Berdasarkan tabel di atas.2 Deskripsi Jawaban Responden Mengenai Motivasi Kerja di SMPN 1 Cisarua Bagian ini akan menguraikan bagaimana gambaran mengenai motivasi kerja guru di SMPN 1 Cisarua. yakni . 46. kepala sekolah menciptakan hubungan yang yakni sebanyak 28.98 39. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : harmonis dengan guru. dengan rata-rata 4.22 3.57% menyatakan sangat setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : kepala sekolah menciptakan hubungan yang harmonis dengan guru. berada pada kategori baik 4. 25.14 Prosentase 7.3. Gambaran mengenai hal tersebut dapat dilihat dari tanggapan responden sebagai berikut : Tabel 4.68 22.03% menyatakan setuju.31 Pendapat responden mengenai : Saya diberi kesempatan untuk berprestasi Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 5 4 17 3 25 2 14 1 2 63 Skor 25 68 75 28 2 198 3.40% menyatakan kurang setuju.

98% menyatakan setuju.17.94% menyatakan sangat setuju.17 100.98% menyatakan setuju. 3. . 39.62% menyatakan kurang setuju. dengan ratarata 3.00 Berdasarkan tabel di atas.98 47.22% menyatakan tidak setuju.101 sebanyak 7.17% sangat tidak setuju. berada pada kategori cukup baik Tabel 4.14.35% menyatakan sangat setuju.35 26. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : teman sejawat memberi pengakuan terhadap prestasi kerja saya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya diberi kesempatan untuk berprestasi.32 Pendapat responden mengenai : Teman sejawat memberi pengakuan terhadap prestasi kerja saya Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 4 17 30 10 2 63 Skor 20 68 90 20 2 200 3. yakni sebanyak 6. 22. 26.87 3. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : teman sejawat memberi pengakuan terhadap prestasi kerja saya. 15.17% sangat tidak setuju.62 15.17 Prosentase 6. berada pada kategori cukup baik.87% menyatakan tidak setuju. dengan rata-rata 3. 26. 47.68% menyatakan kurang setuju. 3.

52 22.63% menyatakan setuju.32 Tidak Setuju 2 7 14 11. saya merasa bangga dengan pekerjaan saya 7.11 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.22 58.102 Tabel 4.52 0. dengan rata-rata 3.94 Setuju 4 13 52 20.00 .00 Jumlah 63 205 100. 11. yakni sebanyak 20. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya merasa bangga dengan pekerjaan saya sebagai guru.00 100.33 Pendapat responden mengenai : Saya merasa bangga dengan pekerjaan saya sebagai guru Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7. 60.00 Rata-Rata Skor 3.63 Kurang Setuju 3 38 114 60. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : sebagai guru. berada pada kategori cukup baik Tabel 4.73 9.25 Berdasarkan tabel di atas.32 Prosentase 9.94% menyatakan sangat setuju.25.34 Pendapat responden mengenai : Saya berusaha untuk bertanggung jawab atas pekerjaan saya sebagai guru Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 6 14 37 6 0 63 Skor 30 56 111 12 0 209 3.32% menyatakan kurang setuju.11% menyatakan tidak setuju.

94% menyatakan sangat setuju. berada pada kategori cukup baik Tabel 4. dengan rata-rata 3. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya merasa pekerjaan yang saya jalani sesuai dengan minat dan bakat saya. 9.30 Prosentase 7. 26.94 26.38 12. yakni sebanyak 7. 58.00 Berdasarkan tabel di atas. 52.00 100.103 Berdasarkan tabel di atas.70% menyatakan tidak setuju.30. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya selalu berusaha untuk bertanggung jawab atas pekerjaan saya sebagai guru. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya merasa pekerjaan yang saya jalani sesuai dengan minat dan bakat saya.38% menyatakan kurang setuju. dengan rata-rata 3. 12.35 Pendapat responden mengenai : Saya merasa pekerjaan yang saya jalani sesuai dengan minat dan bakat saya Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 5 17 33 8 0 63 Skor 25 68 99 16 0 208 3. 22.98 52. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya selalu berusaha untuk bertanggung jawab atas pekerjaan saya sebagai guru. yakni sebanyak 9.98% menyatakan setuju.73% menyatakan kurang setuju.52% menyatakan tidak setuju.52% menyatakan sangat setuju.70 0.22% menyatakan setuju. berada pada kategori cukup baik .32.

14.76 Setuju 4 19 76 30.68 12. yakni sebanyak 4.52 30. Tabel 4.104 Tabel 4.16% menyatakan setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya merasa pekerjaan saya sebagai guru adalah pekerjaan yang menantang.29% menyatakan tidak setuju.00 Jumlah 63 205 100.00 Rata-Rata Skor 3.79 Tidak Setuju 2 9 18 14.25. 50.25 Berdasarkan tabel di atas. 30.79% menyatakan kurang setuju.16 Kurang Setuju 3 32 96 50. berada pada kategori cukup baik.70 7.94 100. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya merasa pekerjaan saya sebagai guru adalah pekerjaan yang menantang.76% menyatakan sangat setuju.37 Pendapat responden mengenai : Saya diberi kesempatan untuk meningkatkan karier Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 6 4 19 3 25 2 8 1 5 63 Skor 30 76 75 16 5 202 3.21 Prosentase 9.00 .29 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.16 39.36 Pendapat responden mengenai : Saya merasa pekerjaan saya sebagai guru adalah Pekerjaan yang menantang Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 3 15 4. dengan rata-rata 3.

rata-rata 3.38 Pendapat responden mengenai : Gaji atau honor yang saya terima telah sesuai dengan tugas dan tanggung jawab Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 9 45 14.21. 7. berada pada kategori cukup baik.35 Berdasarkan tabel di atas.11 Sangat Tidak Setuju 1 3 3 4. dengan rata-rata 3. yakni sebanyak 9. menyatakan tidak setuju.105 Berdasarkan tabel di atas. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya diberi kesempatan untuk meningkatkan karier. 39.11% menyatakan tidak setuju. menyatakan setuju.76 Jumlah 63 211 100.29 Setuju 4 17 68 26. .00 Rata-Rata Skor 3. 11.98% menyatakan setuju.35.29% menyatakan sangat setuju.94% sangat tidak setuju. 42.76% sangat tidak setuju.70% karier.52% menyatakan sangat setuju.86% menyatakan kurang setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : gaji atau honor yang saya terima telah sesuai dengan tugas dan tanggung jawab. yakni sebanyak 14. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya diberi kesempatan untuk meningkatkan 30. berada pada kategori cukup baik Tabel 4. 26.86 Tidak Setuju 2 7 14 11. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : gaji atau honor yang saya terima telah sesuai dengan tugas dan tanggung jawab.98 Kurang Setuju 3 27 81 42. 4.68% menyatakan kurang setuju.16% 12.

52 31.40 Pendapat responden mengenai : Sekolah menciptakan kondisi kerja yang menyenangkan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 6 20 26 6 5 63 Skor 30 80 78 12 5 205 3. 63.98 atas.49% menyatakan kurang setuju. yakni sebanyak 7. berada pada kategori cukup baik. 9.11 5 7. Tabel 4.39 Pendapat responden mengenai : Gaji atau honor yang saya terima telah memenuhi kebutuhan saya Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7.94 % menyatakan sangat setuju.52% menyatakan setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : gaji atau honor yang saya terima telah memenuhi kebutuhan saya. dapat dideskripsikan pernyataan 4 3 2 1 6 40 7 5 63 responden mengenai : gaji atau honor yang saya terima telah memenuhi kebutuhan saya.52 120 63.106 Tabel 4. 7.25 Prosentase 9.98.52 7.94 Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Berdasarkan tabel di 24 9.75 41.94 188 100.94 100.27 9.00 .49 14 11.94% sangat tidak setuju. dengan rata-rata 2. 11.00 2.11% menyatakan tidak setuju.

42.75% menyatakan setuju. 7. 28.86 11. berada pada kategori cukup baik.00 Berdasarkan tabel di atas.52% setuju.52% menyatakan sangat setuju.107 Berdasarkan tabel di atas. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kebijakan yang diambil manajemen sekolah yakni sebanyak 9.94% sangat tidak setuju.52% menyatakan tidak setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : menyenangkan. 31. dengan rata-rata 3.11% menyatakan tidak setuju.11 7. sekolah menciptakan kondisi kerja yang yakni sebanyak 9. 11.94% sangat tidak setuju.86% membuat saya nyaman dalam bekerja. menyatakan sangat setuju.21 Prosentase 9. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : sekolah menciptakan kondisi kerja yang menyenangkan.25.57% menyatakan menyatakan kurang setuju.21. Tabel 4.27% menyatakan kurang setuju. 7.94 100. 9.41 Pendapat responden mengenai : Kebijakan yang diambil manajemen sekolah membuat saya nyaman dalam bekerja Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 6 18 27 7 5 63 Skor 30 72 81 14 5 202 3. 41. . dengan rata-rata 3.57 42.52 28.

47. 11.22 47. 4. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : jika mengalami kesulitan di dalam pekerjaan saya lebih senang membicarakan dengan pimpinan.30.42 Pendapat responden mengenai : Jika mengalami kesulitan di dalam pekerjaan saya lebih senang membicarakan dengan pimpinan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 9 14 30 7 3 63 Skor 45 56 90 14 3 208 3. yakni sebanyak 14. Tabel 4.29 22.22% menyatakan setuju. dengan rata-rata 3.108 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : kebijakan yang diambil manajemen sekolah membuat saya nyaman dalam bekerja.76% sangat tidak setuju.62 11. 22.76 100.30 Prosentase 14.29% menyatakan sangat setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : jika mengalami kesulitan di dalam pekerjaan saya lebih senang membicarakan dengan pimpinan.00 Berdasarkan tabel di atas. .11% menyatakan tidak setuju.62% menyatakan kurang setuju. berada pada kategori cukup baik.11 4. berada pada kategori cukup baik.

62 Tidak Setuju 2 8 16 12. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan teman sejawat.62% menyatakan kurang setuju. Tabel 4. berada pada kategori cukup baik.87 19.44 Pendapat responden mengenai : Saya berhubungan baik dengan teman sejawat Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 10 12 33 8 0 63 Skor 50 48 99 16 0 213 3. dengan rata-rata 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan pimpinan/kepala sekolah.11 Setuju 4 18 72 28.00 100.70 0.38 Berdasarkan tabel di atas.38 Prosentase 15.70% menyatakan setuju. . 47. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan pimpinan/kepala sekolah.00 Jumlah 63 213 100.57% 12. 28.70 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. yakni sebanyak 11.38.109 Tabel 4.43 Pendapat responden mengenai : Saya berhubungan baik dengan pimpinan/kepala sekolah Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 7 35 11.00 Rata-Rata Skor 3. menyatakan tidak setuju.00 Berdasarkan tabel di atas.57 Kurang Setuju 3 30 90 47.05 52.38 12.11% menyatakan sangat setuju.

berada pada kategori baik.40.70% menyatakan tidak setuju. 4. 52.81 49. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan siswa.05% menyatakan setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan siswa.81% menyatakan setuju. dengan rata-rata 3. 12. 23.38.70 0.38% menyatakan kurang setuju.45 Pendapat responden mengenai : Saya berhubungan baik dengan siswa Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 9 4 15 3 31 2 8 1 0 63 Skor 45 60 93 16 0 214 3. dengan rata-rata 3.110 yakni sebanyak 15. Tabel 4. 49. % sangat tidak setuju. berada pada kategori cukup baik.87% menyatakan sangat setuju.00 Berdasarkan tabel di atas.21% menyatakan kurang setuju.29% menyatakan sangat setuju.70% menyatakan tidak setuju. 12. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan teman sejawat.3. yakni sebanyak 14. 19.40 Prosentase 14.00 100.29 23.3 Deskripsi Jawaban Responden Mengenai Disiplin Kerja Guru di SMPN 1 Cisarua .21 12.

17.111 Tabel 4.52% menyatakan sangat setuju.00 Jumlah 63 208 100.57 Kurang Setuju 3 28 84 44.11 23. .30 Berdasarkan tabel di atas. dengan rata-rata Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya datang dan pulang tepat waktu sesuai jadwal yang telah dibuat.21 Prosentase 11. 28.40 0. 44.68 25.57% menyatakan setuju.52 Setuju 4 18 72 28.00 Rata-Rata Skor 3.46% menyatakan tidak setuju. Tabel 4.44 Tidak Setuju 2 11 22 17.44% menyatakan kurang setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya datang dan pulang tepat waktu sesuai jadwal yang telah dibuat.46 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.00 100.81 39. yakni sebanyak 9. berada pada kategori cukup baik.46 Pendapat responden mengenai : Saya datang dan pulang tepat waktu sesuai jadwal yang telah dibuat Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 6 30 9.00 .47 Pendapat responden mengenai : Begitu bel masuk berbunyi saya langsung masuk ruangan kelas sesuai dengan jam mengajar Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 7 15 25 16 0 63 Skor 35 60 75 32 0 202 3.

75 Tidak Setuju 2 17 34 26. 31. 26.98% menyatakan menyatakan tidak setuju.75 Kurang Setuju 3 20 60 31. berada pada kategori cukup baik.00 Jumlah 63 204 100.75% setuju.40% menyatakan tidak setuju. saya menggunakan jam mengajar seefisien yakni sebanyak 9.24 Berdasarkan tabel di atas.52 Setuju 4 20 80 31. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : mungkin. 25. Tabel 4.48 Pendapat responden mengenai : Saya menggunakan jam mengajar seefisien mungkin Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 6 30 9. 31. dengan ratarata 3. 39.75% menyatakan kurang setuju.68% menyatakan menyatakan kurang setuju.98 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.21.52% menyatakan sangat setuju. dengan rata-rata 3. berada pada kategori cukup baik .11% setuju. 23. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya menggunakan jam mengajar seefisien mungkin. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : begitu bel masuk berbunyi saya langsung masuk ruangan kelas sesuai dengan jam mengajar.112 Berdasarkan tabel di atas.24. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : begitu bel masuk berbunyi saya langsung masuk ruangan kelas sesuai dengan jam mengajar.81% yakni sebanyak 11. menyatakan sangat setuju.00 Rata-Rata Skor 3.

113 Tabel 4. 36.35 23.33. 15.51% setuju. berada pada kategori cukup baik Tabel 4.87 0.49 Pendapat responden mengenai : Saya menggunakan jam istirahat seefisien mungkin Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 4 4 23 3 26 2 10 1 0 63 Skor 20 92 78 20 0 210 3.35% menyatakan sangat setuju.35 36. dengan rata-rata 3. 41.05 3.87% menyatakan menyatakan tidak setuju.11 Prosentase 6.00 100. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya menggunakan jam istirahat seefisien mungkin. saya menggunakan jam istirahat seefisien yakni sebanyak 6. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : mungkin.81 47.62 19.27% menyatakan kurang setuju.27 15.17 100.00 Berdasarkan tabel di atas.00 .51 41.33 Prosentase 6.50 Pendapat responden mengenai : Saya mengikuti upacara bendera setiap senin pagi Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 4 15 30 12 2 63 Skor 20 60 90 24 2 196 3.

51% menyatakan setuju.46% menyatakan tidak setuju. berada pada kategori cukup baik Tabel 4. 19. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya hadir di kelas sesuai jam mengajar yang telah terjadwal.62% menyatakan kurang setuju.46 0. 17. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya mengikuti upacara bendera setiap hari senin pagi.35 36.17% sangat tidak setuju. dengan rata-rata 3.32 Prosentase 6. 39. yakni sebanyak 6. 36. berada pada kategori cukup baik.114 Berdasarkan tabel di atas.68 17.51 39. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya hadir di kelas sesuai jam mengajar yang telah terjadwal. .05% menyatakan menyatakan tidak setuju. dengan rata-rata Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya mengikuti upacara bendera setiap hari senin pagi. yakni sebanyak 6. 3.00 Berdasarkan tabel di atas. 23.51 Pendapat responden mengenai : Saya hadir di kelas sesuai jam mengajar yang telah terjadwal Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 4 23 25 11 0 63 Skor 20 92 75 22 0 209 3.35% menyatakan sangat setuju. 47.11.32.00 100.35% menyatakan sangat setuju. 3.68% menyatakan kurang setuju.81% setuju.

Tabel 4.00 Berdasarkan tabel di atas.22 Prosentase 4. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya hadir pada rapat pembinaan/pengarahan.00 100.51 34.52 Pendapat responden mengenai : Saya hadir pada rapat pembinaan/pengarahan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 3 23 22 15 0 63 Skor 15 92 66 30 0 203 3.76 36. 36.00 23. setuju.53 Pendapat responden mengenai : Saya bekerja sesuai dengan fungsi dan tugasnya Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 2 21 26 14 0 63 Skor 10 84 78 28 0 200 3. dengan rata-rata 3. yakni sebanyak 4.33 41.76% menyatakan sangat setuju.22 0.92 23.81% menyatakan tidak .81 0. berada pada kategori cukup baik.22.17 Prosentase 3.92% menyatakan kurang setuju. 34.115 Tabel 4.00 100.17 33.51% menyatakan setuju.27 22. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya hadir pada rapat pembinaan/pengarahan.

46.63% menyatakan tidak setuju. dengan rata-rata 3. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya bekerja sesuai dengan fungsi dan tugasnya.03 20.27% menyatakan kurang setuju. . 41. % sangat tidak setuju.17. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya bekerja sesuai dengan fungsi dan tugasnya. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya memahami mekanisme kerja yang ditetapkan oleh sekolah.03% menyatakan kurang setuju. yakni sebanyak 3.17% menyatakan sangat setuju.16% menyatakan setuju. 22. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya memahami mekanisme kerja yang ditetapkan oleh sekolah.16.16 46.116 Berdasarkan tabel di atas.22% menyatakan tidak setuju.17% menyatakan sangat setuju.16 Prosentase 3. dengan rata-rata 3. 20. berada pada kategori cukup baik.17 30. yakni sebanyak 3.63 0. berada pada kategori cukup baik. 30.33% menyatakan setuju. Tabel 4.54 Pendapat responden mengenai : Saya memahami mekanisme kerja yang ditetapkan oleh sekolah Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 2 19 29 13 0 63 Skor 10 76 87 26 0 199 3.00 100. 33.00 Berdasarkan tabel di atas.

117 Tabel 4. 47.17 28.00 Berdasarkan tabel di atas. 28. 20.55 Pendapat responden mengenai : Saya bertanggung jawab terhadap semua tugas yang diberikan kepada saya Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 2 18 30 13 0 63 Skor 10 72 90 26 0 198 3. yakni sebanyak 3.56 Pendapat responden mengenai : Saya melaksanakan tugas yang diberikan kepala sekolah dengan baik Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 3 20 25 15 0 63 Skor 15 80 75 30 0 200 3. berada pada kategori cukup baik.14 Prosentase 3.63 0.17% menyatakan sangat setuju.00 .14. dengan rata-rata 3.62% menyatakan kurang setuju.62 20.17 Prosentase 4.76 31. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya bertanggung jawab terhadap semua tugas yang diberikan kepada saya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya bertanggung jawab terhadap semua tugas yang diberikan kepada saya.57 47.57% menyatakan setuju.00 100. Tabel 4.00 100.68 23.75 39.63% menyatakan tidak setuju.81 0.

51% setuju. yakni sebanyak 1.16 Tidak Setuju 2 20 40 31.51 Kurang Setuju 3 19 57 30.68% dengan diberikan kepala sekolah dengan baik.76% setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya senantiasa melaksanakan tugas yang yakni sebanyak 4. 36. berada pada kategori cukup baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya bisa bekerja sama dengan seluruh teman sejawat.75% menyatakan menyatakan tidak setuju. rata-rata 3.00 Jumlah 63 194 100. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya senantiasa melaksanakan tugas yang diberikan kepala sekolah dengan baik. 23.00 Rata-Rata Skor 3. berada pada kategori cukup baik. .17. Tabel 4. dengan rata-rata 3.57 Pendapat responden mengenai : Saya bisa bekerja sama dengan seluruh teman sejawat Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 1 5 1.08 Berdasarkan tabel di atas.16% menyatakan kurang setuju.59% menyatakan sangat setuju.81% menyatakan tidak setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya bisa bekerja sama dengan seluruh teman sejawat.75% menyatakan menyatakan kurang setuju. 30.08.75 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. 31.59 Setuju 4 23 92 36. 39. menyatakan sangat setuju. 31.118 Berdasarkan tabel di atas.

yakni sebanyak 1.59% menyatakan sangat setuju.27% menyatakan kurang setuju.00 Rata-Rata Skor 3.68 Tidak Setuju 2 16 32 25.06 Berdasarkan tabel di atas.59 Setuju 4 19 76 30.98 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. 30.27 Tidak Setuju 2 17 34 26.16 Kurang Setuju 3 26 78 41. 26.00 Rata-Rata Skor 3.11 .58 Pendapat responden mengenai : Saya mentaati peraturan-peraturan sekolah Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 1 5 1.16% menyatakan setuju.59 Setuju 4 21 84 33. dengan rata-rata 3.00 Jumlah 63 196 100.119 Tabel 4.00 Jumlah 63 193 100.40 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.33 Kurang Setuju 3 25 75 39. berada pada kategori cukup baik Tabel 4.59 Pendapat responden mengenai : Sangsi atas pelanggaran terhadap setiap peraturan telah disosialisasikan kepada para guru Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 1 5 1.98% menyatakan tidak setuju. 41. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya mentaati peraturan-peraturan sekolah. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya mentaati peraturan-peraturan sekolah.06.

57% menyatakan tidak setuju.120 Berdasarkan tabel di atas. 28. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : sangsi atas pelanggaran terhadap setiap peraturan telah disosialisasikan kepada para guru.11. yakni sebanyak 1.11.00 Berdasarkan tabel di atas. dengan rata-rata 3. dengan ratarata 3.00 100.60 Pendapat responden mengenai : Pemberian sangsi telah sesuai dengan tingkat pelanggaran Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 1 23 21 18 0 63 Skor 5 92 63 36 0 196 3. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : pemberian sangsi telah sesuai dengan tingkat pelanggaran. Tabel 4.51% menyatakan setuju. 25.33% menyatakan kurang setuju.11 Prosentase 1.59% menyatakan sangat setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : sangsi atas pelanggaran terhadap setiap peraturan telah disosialisasikan kepada para guru. berada pada kategori cukup baik. 39.33% menyatakan setuju. . berada pada kategori cukup baik.40% menyatakan tidak setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : pemberian sangsi telah sesuai dengan tingkat pelanggaran. 36.33 28.59 36. 33.57 0.51 33. 33.59% menyatakan sangat setuju.68% menyatakan kurang setuju. yakni sebanyak 1.

81% menyatakan setuju.00 Jumlah 63 204 100.3.81 Kurang Setuju 3 33 99 52.94% menyatakan sangat setuju.00 Jumlah 63 204 100.24.87 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.87% menyatakan tidak setuju.38 Tidak Setuju 2 10 20 15. berada pada kategori cukup baik.63 Kurang Setuju 3 34 102 53. 15.61 Pendapat responden mengenai : Sebelum pelajaran dimulai saya mengajak siswa untuk berdoa bersama Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7.97 Tidak Setuju 2 10 20 15.121 4.00 Rata-Rata Skor 3. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : sebelum pelajaran dimulai saya mengajak siswa untuk berdoa bersama.87 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : sebelum pelajaran dimulai saya mengajak siswa untuk berdoa bersama.94 Setuju 4 15 60 23.24 Berdasarkan tabel di atas. 23.4 Deskripsi Jawaban Responden Mengenai Kinerja Guru di SMPN 1 Cisarua Tabel 4.62 Pendapat responden mengenai : Saya mengarahkan siswa untuk memiliki sikap jujur dan terbuka pada orang lain Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 6 30 9.38% menyatakan kurang setuju.24 .00 Rata-Rata Skor 3. yakni sebanyak 7. Tabel 4. dengan rata-rata 3.52 Setuju 4 13 52 20. 52.

Tabel 4. 15. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : dalam proses KBM saya sering menyelipkan kedisiplinan. yakni sebanyak 9.87 0. yakni sebanyak 7. 23.94 23.00 Berdasarkan tabel di atas. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : dalam proses KBM saya sering menyelipkan kedisiplinan. berada pada kategori cukup baik.00 100.52% menyatakan sangat setuju. 52.24. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya mengarahkan siswa untuk memiliki sikap jujur dan terbuka pada orang lain.94% menyatakan sangat setuju. dengan rata-rata 3. .87% menyatakan tidak setuju.122 Berdasarkan tabel di atas.81% menyatakan setuju. 20. dengan rata-rata 3.63% menyatakan setuju. 15.81 52. berada pada kategori cukup baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya mengarahkan siswa untuk memiliki sikap jujur dan terbuka pada orang lain.63 Pendapat responden mengenai : Dalam proses KBM saya sering menyelipkan pendidikan kedisiplinan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 5 4 15 3 33 2 10 1 0 63 Skor 25 60 99 20 0 204 3.24. 53.38% menyatakan kurang setuju.24 Prosentase 7.38 15.97% menyatakan kurang setuju.87% menyatakan tidak setuju.

11 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.52% menyatakan sangat setuju. yakni sebanyak 9.00 Rata-Rata Skor 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya menyiapkan perencanaan pembelajaran sebelum saya mengajar berupa program tahunan/semesteran.29 Setuju 4 13 52 20.00 Rata-Rata Skor 3. 52.00 Jumlah 63 213 100.52 Setuju 4 16 64 25.123 Tabel 4.97 Tidak Setuju 2 7 14 11.32 Berdasarkan tabel di atas.32. Tabel 4. silabus. silabus. 25.40% menyatakan setuju.65 Pendapat responden mengenai : Saya mengorganisasi materi agar sesuai dengan silabus Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 9 45 14. 12. RPP dll.70 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. RPP dll.00 Jumlah 63 209 100. silabus. berada pada kategori cukup baik.38% menyatakan kurang setuju.38 Tidak Setuju 2 8 16 12.64 Pendapat responden mengenai : Saya menyiapkan perencanaan pembelajaran sebelum saya mengajar berupa program tahunan/semesteran.70% menyatakan tidak setuju. Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 6 30 9. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya menyiapkan perencanaan pembelajaran sebelum saya mengajar berupa program tahunan/semesteran. % sangat tidak setuju. RPP dll.40 Kurang Setuju 3 33 99 52. dengan rata-rata 3.63 Kurang Setuju 3 34 102 53.38 .

dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya mengorganisasi materi agar sesuai dengan silabus.11% menyatakan tidak setuju.22 49. 12. .87% menyatakan sangat setuju. 20. yakni sebanyak 15.97% menyatakan kurang setuju.21 12.00 100.63% menyatakan setuju.00 Berdasarkan tabel di atas.21% dengan menyatakan kurang setuju.29% menyatakan sangat setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Pada pelaksanaan KBM saya selalu berpedoman pada silabus dan RPP yang telah dibuat.41.66 Pendapat responden mengenai : Pada pelaksanaan KBM saya selalu berpedoman pada silabus dan RPP yang telah dibuat Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 10 4 14 3 31 2 8 1 0 63 Skor 50 56 93 16 0 215 3. dengan rata-rata 3. yakni sebanyak 14. 53.70% menyatakan tidak setuju. 11. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Pada pelaksanaan KBM saya selalu berpedoman pada silabus dan RPP yang telah dibuat. 22. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya mengorganisasi materi agar sesuai dengan silabus. berada pada kategori baik.70 0. berada pada kategori cukup baik. 49. rata-rata 3.22% menyatakan setuju.38.124 Berdasarkan tabel di atas.41 Prosentase 15.87 22. Tabel 4.

68 20.30 Prosentase 7.00 100. yakni sebanyak 7.00 Berdasarkan tabel di atas.75 39.00 100.75% menyatakan setuju.68 Pendapat responden mengenai : Saya mendisain model pembelajaran sebelum mengajar Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 5 4 18 3 31 2 9 1 0 63 Skor 25 72 93 18 0 208 3.68% menyatakan kurang setuju.63% menyatakan tidak setuju.125 Tabel 4. 20.67 Pendapat responden mengenai : Saya menguasai materi pelajaran yang menjadi garapan saya Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 5 4 20 3 25 2 13 1 0 63 Skor 25 80 75 26 0 206 3.00 .21 14.63 0. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya senatiasa menguasai materi pelajaran yang menjadi garapan saya.94 28.27. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya senatiasa menguasai materi pelajaran yang menjadi garapan saya.94% menyatakan sangat setuju. Tabel 4.94 31. berada pada kategori cukup baik. dengan rata-rata 3. 39.57 49.27 Prosentase 7.29 0. 31.

00 Rata-Rata Skor 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya mendisain model pembelajaran sebelum mengajar. 25.69 Pendapat responden mengenai : Saya berusaha menggunakan metode dan media pembelajaran yang sesuai dengan materi dan tujuan pembelajaran Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7. 14. yakni sebanyak 7. yakni sebanyak menyatakan setuju.70% menyatakan tidak setuju.97% menyatakan kurang setuju.57% menyatakan kurang setuju.126 Berdasarkan tabel di atas. 53.40 Kurang Setuju 3 34 102 53.29% 49.30. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya berusaha menggunakan metode dan media . dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya berusaha menggunakan metode dan media pembelajaran yang sesuai dengan materi dan tujuan pembelajaran. dengan rata-rata 3. berada pada kategori cukup baik. Tabel 4.70 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya mendisain model pembelajaran sebelum mengajar.94% menyatakan sangat setuju.94 Setuju 4 16 64 25.29 Berdasarkan tabel di atas.40% menyatakan setuju.21% menyatakan tidak setuju.94% menyatakan sangat setuju.00 Jumlah 63 207 100. 28.97 Tidak Setuju 2 8 16 12. dengan rata-rata 3. 7. 12.29.

71 Pendapat responden mengenai : Saya menyediakan waktu tersendiri untuk membimbing siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 6 30 9.29.00 Rata-Rata Skor 3.57% menyatakan setuju.52 Setuju 4 15 60 23. 28.94% menyatakan sangat setuju.62% menyatakan kurang setuju. berada pada kategori cukup baik. 15. berada pada kategori cukup baik.32 .00 Rata-Rata Skor 3. yakni sebanyak 7. 47.94 Setuju 4 18 72 28.56 Tidak Setuju 2 7 14 11.62 Tidak Setuju 2 10 20 15.11 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.127 pembelajaran yang sesuai dengan materi dan tujuan pembelajaran. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya membimbing siswa dalam kegiatan pembelajaran.70 Pendapat responden mengenai : Saya membimbing siswa dalam kegiatan pembelajaran Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7.87 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya membimbing siswa dalam kegiatan pembelajaran.81 Kurang Setuju 3 35 105 55. Tabel 4. Tabel 4.57 Kurang Setuju 3 30 90 47.29 Berdasarkan tabel di atas. dengan rata-rata 3.00 Jumlah 63 209 100.00 Jumlah 63 207 100.87% menyatakan tidak setuju.

32.40 53. yakni sebanyak 9. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya menyediakan waktu tersendiri untuk membimbing siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar. yakni sebanyak 9. 55. 53.33.11% menyatakan tidak setuju. 11. dengan rata-rata 3.97 11. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya menyediakan waktu tersendiri untuk membimbing siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar.128 Berdasarkan tabel di atas. 25. 11.52% menyatakan sangat setuju.81% menyatakan setuju.52% menyatakan sangat setuju.11% menyatakan tidak setuju. . dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya mengarahkan siswa agar berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran.97% menyatakan kurang setuju.00 100.56% menyatakan kurang setuju.33 Prosentase 9.52 25.00 Berdasarkan tabel di atas. berada pada kategori cukup baik. dengan rata-rata 3.40% menyatakan setuju. Tabel 4. 23.11 0.72 Pendapat responden mengenai : Saya mengarahkan siswa agar berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 6 4 16 3 34 2 7 1 0 63 Skor 30 64 102 14 0 210 3.

berada pada kategori cukup baik.29% menyatakan tidak setuju. Tabel 4.63 52. 52.32. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya memberikan arahan-arahan dalam belajar tentang tata tertib sekolah.38 14.70% menyatakan sangat setuju.32 Prosentase 12. berada pada kategori cukup baik. yakni sebanyak 12. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya memberikan arahan-arahan dalam belajar tentang tata tertib sekolah.73 Pendapat responden mengenai : Saya memberikan arahan-arahan dalam belajar tentang tata tertib sekolah Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 8 13 33 9 0 63 Skor 40 52 99 18 0 209 3.70 20.00 Berdasarkan tabel di atas.63% menyatakan setuju.29 0. 14. dengan rata-rata 3. .38% menyatakan kurang setuju.00 100.129 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya mengarahkan siswa agar berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. 20.

24. 46.35 23.05 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya memberikan latihan soal yang sesuai dengan materi yang telah diajarkan.00 Rata-Rata Skor 3.81 57.03 Tidak Setuju 2 12 24 19. dengan rata-rata 3.70 0. 19.74 Pendapat responden mengenai : Saya memberikan latihan soal yang sesuai dengan materi yang telah diajarkan Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7.98 Kurang Setuju 3 29 87 46.00 . 26.94% menyatakan sangat setuju.00 100. berada pada kategori cukup baik.03% menyatakan kurang setuju.00 Jumlah 63 204 100. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya memberikan latihan soal yang sesuai dengan materi yang telah diajarkan. Tabel 4.94 Setuju 4 17 68 26. yakni sebanyak 7.98% menyatakan setuju.75 Pendapat responden mengenai : Saya memberikan pekerjaan rumah untuk melatih kemampuan siswa Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 4 4 15 3 36 2 8 1 0 63 Skor 20 60 108 16 0 204 3.14 12.24 Prosentase 6.24 Berdasarkan tabel di atas.130 Tabel 4.05% menyatakan tidak setuju.

25. yakni sebanyak 11.70% menyatakan tidak setuju.76 Pendapat responden mengenai : Saya melakukan penilaian pekerjaan siswa secara obyektif Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 7 4 16 3 32 2 8 1 0 63 Skor 35 64 96 16 0 211 3. .70 0.70% menyatakan tidak setuju.131 Berdasarkan tabel di atas.00 Berdasarkan tabel di atas. dengan rata-rata. 57. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya melakukan penilaian pekerjaan siswa secara obyektif.81% menyatakan setuju.00 100.35 Prosentase 11.40 50. 23. 12. Tabel 4. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya memberikan pekerjaan rumah untuk melatih kemampuan siswa. berada pada kategori cukup baik.35.11% menyatakan sangat setuju. 12. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya melakukan penilaian pekerjaan siswa secara obyektif.14% menyatakan kurang setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya memberikan pekerjaan rumah untuk melatih kemampuan siswa.35% menyatakan sangat setuju.40% menyatakan setuju. dengan rata-rata 3. yakni sebanyak 6. berada pada kategori cukup baik.79 12. 50.11 25.79% menyatakan kurang setuju.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya selalu mengisi buku nilai sesuai hasil kerja siswa.00 Berdasarkan tabel di atas. 7. dengan rata-rata 3. 60.43.70 60.00 .94 0. berada pada kategori baik.132 Tabel 4.05 12.94% menyatakan tidak setuju.98 50.11 26. 12.79 11. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya selalu mengisi buku nilai sesuai hasil kerja siswa.70% menyatakan setuju.43 Prosentase 19.77 Pendapat responden mengenai : Saya mengisi buku nilai sesuai hasil kerja siswa Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 12 4 8 3 38 2 5 1 0 63 Skor 60 32 114 10 0 216 3.32% menyatakan kurang setuju.32 7.11 0.00 100. yakni sebanyak 19.00 100.38 Prosentase 11. Tabel 4.05% menyatakan sangat setuju.78 Pendapat responden mengenai : Saya melakukan evaluasi baik formatif maupun sumatif Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 7 4 17 3 32 2 7 1 0 63 Skor 35 68 96 14 0 213 3.

dengan rata-rata 3.38.97 12.70% menyatakan tidak setuju.11% menyatakan sangat setuju.00 Berdasarkan tabel di atas.133 Berdasarkan tabel di atas. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya selalu melaksanakan remedial bagi siswa yang nilainya dibawah KKM.11% menyatakan tidak setuju. 26.87% menyatakan setuju. berada pada kategori cukup baik. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya melakukan evaluasi baik foraif maupun sumatif. 11. 12.70 0. yakni sebanyak 11. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya selalu melaksanakan remedial bagi siswa yang nilainya dibawah KKM. .98% menyatakan setuju.79 Pendapat responden mengenai : Saya melaksanakan remedial bagi siswa yang nilainya dibawah KKM Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 11 4 10 3 34 2 8 1 0 63 Skor 55 40 102 16 0 213 3. 15.46% menyatakan sangat setuju.00 100.97% menyatakan kurang setuju. dengan rata-rata 3.87 53. yakni sebanyak 17.46 15.38. Tabel 4. 50.79% menyatakan kurang setuju. berada pada kategori cukup baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya melakukan evaluasi baik foraif maupun sumatif.38 Prosentase 17. 53.

22 46. 22.03 17.46% menyatakan tidak setuju.00 100.33 Prosentase 14. dengan rata-rata 3.03% menyatakan kurang setuju. yakni sebanyak 14.29 22.00 Berdasarkan tabel di atas. 46.Rata 3.3.46 0.134 Tabel 4. hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor masing-masing variabel sebagai berikut : Tabel 4.18 3.29% menyatakan sangat setuju.94 3.22% menyatakan setuju.5 Statistik Deskriptif Sesuai dengan pendapat responden di atas.31 .26 3. 4.80 Pendapat responden mengenai : Saya memberikan pengayaan kepada siswa yang melampaui KKM Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 9 4 14 3 29 2 11 1 0 63 Skor 45 56 87 22 0 210 3.81 Rata-Rata Skor Variabel Variabel N Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Motivasi Kerja (X2) Disiplin Kerja (X3) Kinerja Guru (Y) 63 63 63 63 Rata .33. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya selalu memberikan pengayaan kepada siswa yang melampaui KKM. berada pada kategori cukup baik. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya selalu memberikan pengayaan kepada siswa yang melampaui KKM. 17.

94 3.0 – 1.6 – 3.8 – 2.18 3.31 Baik Cukup Baik Cukup Baik Cukup Baik Kriteria .4 – 4.7 Penafsiran Sangat baik Baik Cukup Baik Kurang baik Sangat kurang baik Sesuai dengan kriteria di atas.0 3. Model yang dipakai mengadaptasi model tentang pengontrolan kualitas (Supranto : 2000) sebagai berikut : Tabel 4.5 1.3 1. Juga terlihat bahwa skor rata-rata untuk variabel disiplin kerja lebih kecil dibandingkan tiga variabel lainnya.83 Kriteria Ketercapaian Skor Tiap Variabel Rata-rata Variabel Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Motivasi Kerja (X2) Disiplin Kerja (X3) Kinerja Guru (Y) Sumber : Hasil pengolahan data 3. Guna memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai makna hasil perhitungan statistik deskriptif di atas.2 – 5.1 2.82 Kriteria Penafsiran Kondisi Variabel Penelitian Rata-Rata Skor 4.135 Tabel rata-rata skor variabel tersebut menunjukkan skor rata-rata variabel kepemimpinan kepala sekolah lebih tinggi dibandingkan tiga variabel lainnya. selanjutnya dibandingkan dengan tabel kriteria penafsiran kondisi variabel penelitian pada masingmasing variabel yang diteliti.26 3. maka diperoleh hasil sebagai berikut : Tabel 4.

Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Guru 4. Menggunakan data dengan skala ukur interval yang diperoleh dari kuesioner penelitian selanjutnya diperoleh skor untuk setiap variabel yang digunakan dalam analisis data. Data variabel penelitian yang dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner memiliki skala ukur ordinal. Dalam penelitian ini variabel kepemimpinan kepala sekolah. motivasi kerja. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru dilakukan pengujian hipotesis menggunakan analisis jalur. motivasi kerja dan disiplin kerja sebagai variabel sebab (eksogenus variabel) dan kinerja guru sebagai variabel akibat (endogenus variabel). Hasil data interval dapat dilihat pada lampiran.6. Skor untuk masing-masing variabel merupakan total skor item. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru. Pengujian hipotesis dilakukan untuk mengetahui besar pengaruh kepemimpinan kepala sekolah.6 Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah.1 Hubungan Antar Variabel Untuk mengungkap pengaruh kepemimpinan kepala sekolah.136 4. Untuk memenuhi syarat data dalam perhitungan analisis jalur sekurang-kurangnya mempunyai skala pengukuran interval terhadap data yang diperoleh dari kuisioner terlebih dahulu ditransformasikan menjadi skala interval menggunakan Method of Successive Interval (MSI). Langkah awal dalam perhitungan adalah mengetahui besaran korelasi . disiplin kerja dan kinerja guru diukur melalui indikator yang dijabarkan dalam kuesioner penelitian. Variabel penelitian kepemimpinan kepala sekolah.3.3.

351 Disiplin kerja (X3) .695 sekolah (X1) Motivasi kerja (X2) .518 1 (Constant) Sig.723 . Dengan melalui perhitungan SPSS diperoleh koefisien jalur kepemimpinan kepala sekolah.723 .278 .920 2.000 1 .399 5. (2-tailed) Pearson Correlation Sig.6.438 .564 .85 Hasil Koefisien Jalur X terhadap Y Model Unstandardized Coefficients B Std.828 .000 . Error 1.438 .982 2.000 .000 ** ** Disiplin kerja (X3) ** .505 .000 . (2-tailed) Pearson Correlation Sig.000 ** ** **. .692 .005 .000 . a. Hasil perhitungan korelasi antar variabel yang diteliti dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 4.546.766 .000 .000 ** ** Kinerja guru (Y) ** .828 .000 1 ** ** .116 .84 Korelasi Antara Variabel Kepemimpinan kepala sekolah (X1) 1 ** Kepemimpinan kepala sekolah (X1) Motivasi kerja (X2) Disiplin kerja (X3) Kinerja guru (Y) Pearson Correlation Sig. Listwise N=63 Sumber: Hasil Pengolahan Data 2011 4. (2-tailed) Motivasi kerja (X2) ** .137 antar variabel. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru sebagai berikut : Tabel 4.000 1 .000 .074 Standardized Coefficients Beta .186 a.3.766 .120 .479 3. koefisien jalur dari motivasi .000 . Dependent Variable: Kinerja guru (Y) Diperoleh koefisien jalur dari kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru (PYX1) sebesar 0.546 .01 level (2-tailed).184 t .710 .2 Analisis Jalur Koefisien jalur diperoleh berdasarkan korelasi antar variabel. (2-tailed) Pearson Correlation Sig. Correlation is significant at the 0.505 .564 .015 Kepemimpinan kepala .

546 X1 + 0. dan koefisien jalur dari disiplin kerja terhadap kinerja guru (PYX3) sebesar 0. terdapat probabilitas munculnya pengaruh variabel lain (residu).138 kerja terhadap kinerja guru (PYX2) sebesar 0. Maka untuk menghitung besarnya koefisien pengaruh variabel dimaksud digunakan formula sebagai berikut : =√ = 0.278.481 Besar koefisien jalur untuk faktor lain yang tidak masuk dalam spesifikasi adalah 0.60296 1 . Predictors: (Constant).877 . Disiplin Kerja (X3).769 a.769.481 . Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1).481 Persamaan koefisien jalur yang terbentuk dinyatakan sebagai berikut : Y= 0.86 Hasil Koefisien Determinasi (Pengaruh Total) X terhadap Y Model R dimension0 R Square a Adjusted R Square . Besar pengaruh secara bersama-sama kepemimpinan kepala sekolah.motivasi dan disiplin terhadap kinerja guru. motivasi dan disiplin terhadap kinerja guru sebesar 0. Motivasi Kerja (X2) Diperoleh pengaruh secara bersama-sama variabel kepemimpinan kepala sekolah. Error of the Estimate 5. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru diperoleh dari hasil perkalian koefisien jalur dengan matriks korelasi antara variabel sebab dengan variabel akibat. Selain pengaruh variabel kepemimpinan kepala sekolah. motivasi dan disiplin terhadap kinerja guru dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Tabel 4.278 X2 + 0.757 Std. Adapun hasil perhitungan pengaruh secara bersama-sama variabel kepemimpinan kepala sekolah.184 X3 + 0.184.

dapat diformulasikan hasil pengujian melalui tabel sebagai berikut : Tabel 4.1 Model Struktural Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah .481 Y Gambar 4. di atas.546 0.87 Hasil Perhitungan Jalur Variabel Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Motivasi Kerja (X2) Disiplin Kerja (X3) Sumber : Hasil Pengolahan Data Koefisien Jalur 0. Motivasi dan Disiplin terhadap Kinerja Guru Dari gambar 4.184 .278 0.139 Persamaan tersebut dapat digambarkan dalam model struktural sebagai berikut : = 0.1.

140 Hasil pengolahan data untuk membuktikan pengaruh langsung dan tidak langsung variabel disajikan dalam tabel berikut : Tabel 4.6% 2.438 x 0.6. = 0.1% 4.2% 21.8%) Pengaruh tidak langsung X1 terhadap Y melalui X2 = .x3 .8% 7. Pengaruh langsung X1 terhadap Y = .4%) .3 Hasil Uji Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru Setelah pengujian koefisien jalur dari Kepemimpinan kepala sekolah ke kinerja guru diperoleh ada pengaruh Kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru selanjutnya dapat diketahui besarnya pengaruh secara langsung dan tidak dari Kepemimpinan kepala sekolah terhadap Kinerja guru .278 = 0.546 = 0.044 .7% 3.9% 23. = 0.4% Total Pengaruh (R ) Pengaruh faktor lain (ε) 2 Pengaruh tidak langsung (melalui) X1 X2 X3 4.298 (29.3% 10.110 (11%) Pengaruh tidak langsung X1 terhadap Y melalui X3 = (4.4% 2.x2 .88 Pengaruh X1.546 x 0.184 = 0.4% 11% 11.723 x 0.0% 4.3.278 0.184 Pengaruh Langsung 29. rx1.6% Total 45.546 x 0. X2 dan X3 Langsung dan Tidak langsung terhadap Y Variabel X1 X2 X3 Koefisien Jalur 0. Pyx2 = 0. rx1.4% 76.546 0.546 x 0.

723 x 0.077 (7.x3 .2%.278 = 0.4% Total Pengaruh (Pengaruh langsung dan tidak langsung) Kepemimpinan kepala sekolah terhadap Kinerja diperoleh sebesar 29. 4.11 (11%) Pengaruh tidak langsung X2 terhadap Y melalui X3 = .4% = 45. = 0.7%) Pengaruh tidak langsung X2 terhadap Y melalui X1 = .3.278 x 0. = 0.026 (2.6.8%.6%) .546 = 0. rx1.278 x 0. Besarnya pengaruh tidak langsung Kepemimpinan kepala sekolah terhadap Kinerja guru karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Motivasi kerja memberikan penambahan pengaruh sebesar 11.4 Hasil Uji Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Guru Setelah pengujian koefisien jalur dari Motivasi kerja ke Kinerja guru diperoleh ada pengaruh Motivasi kerja terhadap Kinerja guru selanjutnya dapat diketahui besarnya pengaruh secara langsung dan tidak dari Motivasi kerja terhadap Kinerja guru .8% + 11.141 Dari hasil perhitungan di atas diperoleh pengaruh langsung Kepemimpinan kepala sekolah terhadap Kinerja sebesar 29.0% + 4. Pyx1 = 0. Pengaruh langsung X2 terhadap Y = .0% dan pengaruh tidak langsung Kepemimpinan kepala sekolah terhadap Kinerja guru karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Disiplin kerja memberikan penambahan pengaruh sebesar 4.278 x 0.184 = 0. rx2.505 x 0.x2.

5 Hasil Uji Pengaruh Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Guru Setelah pengujian koefisien jalur dari Disiplin kerja ke Kinerja guru secara statistik bermakna selanjutnya dapat diketahui besarnya pengaruh secara langsung dan tidak dari Disiplin kerja terhadap Kinerja guru . Besarnya perhitungan diperoleh pengaruh tidak langsung Motivasi kerja terhadap Kinerja guru karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Kepemimpinan kepala sekolah memberikan penambahan pengaruh sebesar 11.6% = 21. = 0. Besar perhitungan di atas diperoleh pengaruh tidak langsung Disiplin kerja terhadap Kinerja guru . 4.6%.x3 .3%. Pengaruh langsung X2 terhadap Y = .044 (4.6%) Dari hasil perhitungan di atas diperoleh pengaruh langsung variabel Disiplin kerja terhadap Kinerja sebesar 3.026 (2.184x 0.184 x 0.546 = 0. rx2.142 Dari hasil perhitungan di atas diperoleh pengaruh langsung Motivasi kerja terhadap Kinerja sebesar 7.438 x 0.0% dan pengaruh tidak langsung variabel Motivasi kerja terhadap Kinerja guru karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Disiplin kerja memberikan penambahan pengaruh sebesar 2.4%.7% + 11. rx1.505 x 0.6. Total Pengaruh (Pengaruh langsung dan tidak langsung) Motivasi kerja terhadap Kinerja diperoleh sebesar 7.184 x 0.7%.x3.4%) Pengaruh tidak langsung X3 terhadap Y melalui X1 = . = 0.278= 0.0% + 2.4%) Pengaruh tidak langsung X3 terhadap Y melalui X2 = .3. = 0.184 = 0.034 (3.

6.546 0.89 Besarnya Koefisien Jalur Kepemimpinan Kepala Sekolah.2%.4% 13.6 Hasil uji Pengaruh Bersama-sama Kepemimpinan Kepala Sekolah.3% 10.9% pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat sebesar 45.278 0.143 karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Kepemimpinan kepala sekolah memberikan penambahan pengaruh sebesar 4.184 29. pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat sebesar 21.3% dan pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru .0% Total Pengaruh 0.7% 3.8% 7. Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Guru Hasil pengaruh langsung dan tidak langsung yang diperoleh dapat dirangkum dalam tabel berikut : Tabel 4.5% 7.3.2% 21.6% 4.4% 76. Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Guru Koefisien Jalur Kepemimpinan kepala sekolah Motivasi kerja Disiplin kerja Total Hasil yang diperoleh memperlihatkan terdapat Pengaruh langsung Pengaruh tidak langsung 15.4% 45.4% dan pengaruh tidak langsung Disiplin kerja terhadap Kinerja guru karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Motivasi kerja memberikan penambahan pengaruh sebesar 2.

Secara total pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. diperoleh skor rata-rata sebesar 3.144 SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat sebesar 10.4%.1 Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Berdasarkan tanggapan hasil responden tentang kepemimpinan kepala sekolah (X1). motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat diperoleh sebesar 76. Tanpa adanya pemahaman tentang kepemimpinan maka tujuan yang diharapkan sulit dicapai.82) yang dikemukakan Sugiyono (2004 : 66) berada diantara hubungan 3.9%.3. Hal ini berarti pola kepemimpinan kepala sekolah yang ditampilkan sudah baik dan pemahaman terhadap tugas dan peranannya sebagai seorang pemimpin cukup memadai.7 Pembahasan 4.4 – 4.7. Peran dan fungsi yang harus dilaksanakan oleh kepala sekolah sebagai seorang pemimpin seperti yang dijelaskan oleh Mulyasa (2009 : 98) diantaranya . sedangkan sisanya sebesar 23.94 (tabel 4.1% dipengaruhi oleh faktor lain. Jadi terlihat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat paling besar diantara ketiga variabel yang diteliti dan diikuti dengan pengaruh motivasi kerja dan disiplin kerja.81) sesuai dengan kriteria penafsiran (tabel 4.1 maka gambaran kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua termasuk kategori baik. 4.3.

Hal ini berarti motivasi kerja guru SMP Negeri 1 Cisarua belum optimal.2 Motivasi Kerja (X2) Berdasarkan tanggapan hasil responden tentang motivasi kerja (X2).6 – 3. administrator.81) sesuai dengan kriteria penafsiran (tabel 4.3. 4.7. diperoleh skor rata-rata sebesar 3.26 (tabel 4.82) yang dikemukakan Sugiyono (2004 : 66) berada diantara hubungan 2.18 (tabel 4. Masih harus diupayakan langkah untuk meningkatkan baik motivasi instrinsik maupun motivasi ekstrinsiknya. supervisor.7. diperoleh skor rata-rata sebesar 3. kesadaran dalam bekerja dan kepatuhan pada peraturan yang berlaku.145 sebagai edukator. .3 Disiplin Kerja (X3) Berdasarkan tanggapan hasil responden tentang disiplin kerja (X3).3 maka gambaran motivasi kerja termasuk kategori cukup baik. Masih harus diupayakan langkah untuk meningkatkan disiplin kerja menyangkut ketepatan waktu.3.6 – 3. leader. 4.81) sesuai dengan kriteria penafsiran (tabel 4. inovator dan motivator. manajer.82) yang dikemukakan Sugiyono (2004 : 66) berada diantara hubungan 2.3 maka gambaran disiplin kerja termasuk kategori cukup baik. Hal ini berarti disiplin kerja guru SMP Negeri 1 Cisarua belum optimal.

3 maka gambaran kinerja guru termasuk kategori cukup baik. menggunakan metode dan strategi pembelajaran dengan tepat.5 Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah terhadap Kinerja Guru Sesuai dengan hasil penelitian dan pengolahan data yang dilakukan.4 Kinerja Guru (Y) Berdasarkan tanggapan hasil responden tentang kinerja guru (Y). mengajar.7.81) sesuai dengan kriteria penafsiran (tabel 4. diperoleh besarnya pengaruh kepemimpinan kepala sekolah .mengevaluasi siswa. menilai dan . Kinerja guru dapat diukur dari cara guru tersebut mendidik. membimbing.3. Tenaga pendidik atau guru merupakan tulang punggng sekolah dalam menjalankan proses kegiatan pembelajaran. Untuk meningkatkan kinerjanya. mengarahkan. mengikuti pelatihan dan sebagainya sehingga dapat meningkatkan kualitas kegiatan pembelajaran 4. melatih. Guru hendaknya selalu berusaha mencari cara untuk meningkatkan prestasi siswa.7. Selain itu kinerja gurupun diakibatkan oleh faktor lain diantaranya kepemimpinan kepala sekolah.82) yang dikemukakan Sugiyono (2004 : 66) berada diantara hubungan 2. motivasi kerja dan disiplin kerja.146 4. guru harus selalu berusaha tepat waktu.3. Guru dapat meningkatkan wawasan pengetahuannya dengan membaca beberapa buku pegangan. Oleh karena itu tinggi rendahnya prestasi siswa tidak terlepas dari kinerja gurunya.6 – 3. diperoleh skor rata-rata sebesar 3.31 (tabel 4.

147 (X1) terhadap kinerja guru (Y) secara langsung sebesar 0. Menurut Mulyasa (2009 : 90) bahwa kepala sekolah berperan utama dalam menggerakan organisasi sekolah.4%. Hal ini dikarenakan Kepala SMPN 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat mampu berfungsi sebagai Educator. Inovator dan Motivator (EMASLIM) dengan cukup baik.2% termasuk cukup signifikan. . Jadi terlihat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat paling besar diantara ketiga variabel yang diteliti dan diikuti dengan pengaruh motivasi kerja dan disiplin kerja. Kepala sekolah dapat menjalankan tugasnya dengan cukup baik akan berpengaruh terhadap kinerja guru. Kepala sekolah yang mampu melaksanakan peran dan fungsinya sebagai EMASLIM akan meningkatkan kinerja guru dan dapat juga meningkatkan mutu pendidikan.298 atau 29. Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru sebesar 45.2%. Dengan demikian total pengaruhnya sebesar 0. pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru sebesar 21. Manajer. Leader. Administrator.4%.044 atau 4. Supervisor.3% dan pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat sebesar 10. Kepemimpinan kepala sekolah merupakan faktor yang dapat mendorong sekolah untuk mewujudkan tujuan dan sasaran sekolah melalui program-program yang dilaksanakan secara terencana dan bertahap.8% sedangkan pengaruh tidak langsung melalui motivasi kerja (X2) sebesar atau 0.452 atau 45.11 atau 11 % serta melalui disiplin kerja (X3) sebesar 0.

3.7.044 atau 4.026 atau 2. Dalam hal ini kepala sekolah sebagai motivator dapat melakukan penerapan kebijakan dan pengambilan keputusan yang dapat memacu motivasi kerja para guru. 2.6% sebagaimana pendapat Gordon W.7% sedangkan pengaruh tidak langsung melalui disiplin kerja (X3) sebesar 0.110 atau 11%. Disiplin di lingkungan kerja sangat diperlukan karena akan berpengaruh terhadap pencapaian tujuan organisasi.026 atau 2.7.034 atau 3. 4.6%. Dengan demikian total pengaruhnya sebesar 0.4% termasuk cukup tinggi.7 Pengaruh Disiplin Kerja terhadap Kinerja Guru Sesuai dengan hasil penelitian dan pengolahan data yang dilakukan.4 % sedangkan pengaruh tidak langsung melalui kepemimpinan kepala sekolah (X 1) sebesar 0. yang dikutif Mangkunegara (2005 : 104) menyatakan bahwa ada hubungan yang positif antara motivasi berprestasi dengan pencapaian kinerja.104 10.026 atau termasuk cukup tinggi Motivasi kerja cukup berpengaruh terhadap kinerja guru. Dengan demikian total pengaruhnya sebesar 0.077 atau 7. Pegawai dengan atau .6 Pengaruh Motivasi Kerja terhadap Kinerja Guru Sesuai dengan hasil penelitian dan pengolahan data yang dilakukan. diperoleh besarnya pengaruh motivasi kerja (X2) terhadap kinerja guru (Y) secara langsung sebesar 0.4% serta melalui motivasi kerja (X2) sebesar 0.3.6% serta melalui kepemimpinan kepala sekolah (X1) sebesar 0. diperoleh besarnya pengaruh Disiplin kerja (X3) terhadap kinerja guru (Y) secara langsung sebesar 0.148 4.

8 Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah. 4. Pengaruh total kepemimpinan kepala sekolah (X1) terhadap kinerja guru (Y) sebesar 45. Pengaruh total motivasi kerja (X2) terhadap kinerja guru (Y) sebesar 21. 3.9 %. motivasi kerja (X2) dan disiplin kerja (X3) terhadap kinerja guru sebesar 76.4 %. Dari hasil tersebut dapat dikatakan bahwa variabel-variabel yang mempengaruhi kinerja guru tidak dapat berjalan sendiri-sendiri namun harus selalu bersinergi dalam pelaksanaannya sehingga memberikan kontribusi yang tinggi. . 4. Tingkat kedisiplinan seorang pegawai dapat diukur dari ketepatan waktu dalam melaksanakan pekerjaan. 2.3 %.149 disiplin kerja yang baik akan menguntungkan perusahaan dan pegawai itu sendiri. Pengaruh total disiplin kerja (X3) terhadap kinerja guru (Y) sebesar 10. Pengaruh total kepemimpinan kepala sekolah (X1).7. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru secara bersama-sama memperlihatkan bahwa : 1. kesadaran dalam bekerja serta kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku.3.2 %. Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Guru Hasil penelitian yang berkaitan dengan pengaruh kepemimpinan kepala sekolah.

inovator dan motivator sesuai dengan hasil pengolahan data termasuk dalam kategori baik. administrator. dan mengevaluasi sesuai dengan pengolahan data berada pada kategori cukup baik.150 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5. Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru secara langsung maupun tidak langsung termasuk besar . kesadaran dalam bekerja dan kepatuhan pada peraturan sesuai dengan hasil pengolahan data termasuk kategori cukup baik. manajer. mengarahkan. Disiplin kerja yang meliputi ketepatan waktu. melatih. 2. 3. 4. menilai. membimbing. supervisor. Kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua yang meliputi mendidik. 5. Motivasi kerja yang meliputi motivasi intrinsik dan ekstrinsik sesuai dengan hasil pengolahan data termasuk kategori cukup baik. leader. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. mengajar. penulis memperoleh kesimpulan sebagai berikut : 1. Kepemimpinan kepala sekolah yang meliputi kepala sekolah sebagai edukator.1 Kesimpulan Sesuai dengan penelitian yang telah dilakukan dan pembahasannya mengenai pengaruh kepemimpinan kepala sekolah.

maka : 1. menjalin hubungan interpersonal yang lebih harmonis dan peningkatan lingkungan kerja yang aman dan . Pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru secara langsung maupun tidak langsung cukup besar. Untuk itu kepala sekolah perlu mengikuti workshop manajemen serta lebih terbuka pada saran dan kritik yang sifatnya membangun. 8. Hal ini dapat dilakukan oleh kepala sekolah dengan cara peningkatan kesejahteraan guru. 2. Kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat berada pada kategori baik. Sejalan dengan semakin meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap kualitas lulusan. Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. Pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru secara langsung maupun tidak langsung cukup besar.151 6. 7. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru sangat besar. maka untuk meningkatkan kinerja guru kepemimpinan kepala sekolah harus lebih efektif. Berdasarkan pengolahan data. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru baik secara bersama-sama maupun secara parsial serta mengetahui karakteristik yang memberi pengaruh paling besar terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua. Motivasi kerja guru perlu ditingkatkan terutama motivasi eksternal. 5.2 Saran Dengan mengetahui adanya pengaruh yang positif antara kepemimpinan kepala sekolah. motivasi kerja guru SMP Negeri 1 Cisarua termasuk pada kategori cukup baik.

Sistem . Sejalan dengan tuntutan masyarakat terhadap peningkatan kualitas sekolah. 5. Kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat berada pada kategori cukup baik. disiplin kerja guru SMP Negeri 1 Cisarua termasuk pada kategori cukup baik. seperti memberikan apresiasi terhadap guru berprestasi dan memberikan kesempatan kepada guru seluasluasnya untuk lebih mengembangkan potensi yang ia miliki. Untuk meningkatkan disiplin kerja guru sebaiknya kepala sekolah meningkatkan sistem pembinaan dan pengawasan. Berdasarkan pengolahan data.152 nyaman sehingga para guru dapat meraih prestasi kerja yang lebih baik pada waktu mendatang. Agar lebih baik lagi perlu mengoptimalkan manajemen dan supervisi terhadap kinerja guru dalam pelaksanaan proses pembelajaran di kelas. 4. Hal ini dapat meningkatkan kinerja guru dan mutu pendidikan. 3. Untuk meningkatkan motivasi kerja guru sebaiknya kepala sekolah memberikan kebijakan yang dapat memotivasi guru agar melakukan kinerja terbaik. 6. perlu ditingkatkan kedisiplinan kerja guru dengan pembinaan dan pengawasan yang lebih intensif. Kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat pada umumnya sudah baik. 7. Perlu diperhatikan hal-hal yang memberikan kontribusi terhadap peningkatan kinerja guru. Untuk peningkatan kinerja guru kepala sekolah harus dapat menentukan strategi yang efektif dan apabila terjadi penurunan kualitas kinerja dapat mengidentifikasi penyebabnya.

. Sistem pengawasan dapat ditingkatkan dengan menggunakan kemajuan sistem informasi untuk memantau kehadiran guru di sekolah maupun di kelas.153 pembinaan yang dilaksanakan hendaknya bervariasi misalnya dengan menggunakan metode ESQ.

Jakarta : PT Rineka Cipta. Upaya Meningkatkan Budaya Kinerja Guru. (2006). Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Fred. Menjadi Guru Profesional. Jakarta: PT Raja Grapindo. Balkin dan R. Luthan. Bandung : PT Remaja Rosdakarya. Pembakuan Bangunan dan Perabot SMP. Istijanto. Perilaku dalam Organisasi. Gomez Meija. (2003). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Umar. D. Cardy. Menjadi Kepala Sekolah Profesional. Cianjur: CV Dinamika Karya. Riset Sumber Daya Manusia. Manajemen Sumber Daya Manusia. A Tabrani R. Jakarta: Rineka Cipta. Manajemen Sumber Daya Manusia. (2007). Yogyakarta: ANDI. Fred. Riset Sumber Daya Manusia. ( 2004). E. E. Organization Behavior (Prilaku Organisasi). Yogyakarta : STIE YPKN Kerlinger. Jakarta: PT Rineka Cipta. Anwar Prabu. (2004). Mulyasa. Sudarwan. (2001) Manajing Human Resources. Mangkunegara. (1997). USA: Prentice Hall. (1995).L. Kepemimpinan & Efektivitas Davis. Arikunto Suharsimi. (2005). . Yogyakarta: Graha Ilmu. (2009). Organisasi dan Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Direktorat Pembinaan SMP. Jakarta: Erlangga. Depdiknas Direktorat Pembinaan SMP. Bandung : PT Remaja Rosdakarya. (2006). Keith dan John W. (2004). (2006).B. Husen. Newstrom. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Danim. Miftah Toha. (2009). Motivasi Kelompok. Kepemimpinan dalam Manajemen.154 DAFTAR PUSTAKA Ambar Teguh Sulistiani Rosidah. Yogyakarta : Gajah Mada University Press. (2005). (Terjemahan Agus Darma). Mulyasa. N. Fathoni Abdurrahmat. (2000). Asas-Asas Penelitian Behavioral.

Sidik Priadana. Peran Strategis Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan. Metode Statistika. Sedarmayanti. Kepemimpinan dalam Organisasi. Sondang P. (2002). Yulk Garry. Teknik Analisis Regresi dan Korelasi. Bandung : PT Gelora Aksara. New Jersey: Prentice Hall International. (2007). Metode Penelitian Administrasi. Jakarta: PT Raja Grapindo Persada. Rahman at all. Supranto J. Veithzal. 2005. (2000). Panduan Penyusunan Skripsi dan Tesis. Manajemen Sumber Daya Manusia. Sujana. Dale A. Metodologi Penelitian Pendidikan. (2000). Timple. Statistik Teori dan Aplikasi. (2009). (2007). (2004). Jakarta: PT Elex Media Komputindo. Hadari. . Manajemen Tenaga Kerja. Bandung : Alfabeta. Jakarta: PT Yudeks. Kepemimpinan Kepala Sekolah. Siagian. Jakarta: PT Bumi Aksara. Siswanto. (2001). Organizational Behavior. (2001). Sujana. (2002). Sumber Daya Manusia dan Produktivitas Kerja. Bandung: CV Tarsito Sukardi. Bandung: Sinar Baru. Bandung: CV Mandar Maju. Bandung: STIE Pasundan. Kepemimpinan dan Prilaku Organisasi. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. (2005). Standar Nasional Pendidikan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada Wibowo. Jakarta: Rineka Jaya. bandung : CV Tarsito. Bedjo. (2003). Seri Kepemimpinan Manajemen Sumber Daya Manusia.155 Nawawi. Kiat Meningkatkan Produktivitas Kerja. Yogyakarta: Gajah Mada University Press. (2005). Sugiyono. Wahjosumijo. (2006). Jakarta : CV Eko Jaya. Rivai. (2005). Robbin Stephen P. (2005). Peraturan Pemerintah RI. Manajemen Kinerja. (2005). Jatinangor: Alqaprint.

Sistem Pendidikan Nasional.etd.eprins.eprins. Rizal Aminudin. Citra Umbara. Citra Umbara. http//etd. http. Depdiknas. . Jurnal : UUD Republik Indonesia 1945. Hernowo Narmodo. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 edisi 2009.ac. Tentang Guru dan Dosen. (2001). 2005. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 edisi 2009. Pengaruh Kompetensi dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Dinas Pendidikan Semarang. Jakarta: PT Raja Grapindo Persada.id/6864/. Depdiknas.156 Winardi.id/6816/. Bandung. Pengaruh Motivasi dan Disiplin Terhadap Kinerja Pegawai Badan Kepegawaian Daerah.ums. Pemotivasian dalam Manajemen. ums. 2008.ac. J. Bandung.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.